Apa itu Brainstorming? 9 Cara Brainstorming yang Efektif!

Bayangkan jika dalam sesi brainstorming kamu dan tim berhasil mengeluarkan segala ide terbaik setiap saatnya?

Ini akan sangat menguntungkan kamu, tim, dan bisnis, bukan?

Ya, semua ini sangat mungkin terjadi, dan dalam artikel ini, Cake akan menunjukan bagaimana kamu, tim, dan bisnis kamu bisa mendapatkan hasil yang terbaik di setiap proses brainstorming.

Kamu tidak perlu menghabiskan jutaan rupiah atau ribuan jam bermeditasi untuk mendapatkan ide-ide kreatif dalam penyelesaian masalah bisnis atau pekerjaan. Karena kuncinya adalah untuk memiliki cara brainstorming yang efektif. Nah, Cake telah merangkum cara mendapatkan ide dari brainstorming yang terbaik dan lengkap untuk kamu.

Penasaran apa saja jenis dan teknik brainstorming yang bisa kamu ikuti? Yuk, simak selengkapnya dalam artikel ini! 

brainstorming, cara brainstorming
Manfaat Brainstorming

Apa itu Brainstorming?

Sebelum kita mengetahui langkah-langkah brainstorming, kita perlu memiliki pemahaman yang lebih konkret tentang apa itu brainstorming. Dengan begini, penerapannya akan lebih efektif dan kamu akan mendapatkan hasil yang lebih memuaskan! 

➡️ Apa yang Dimaksud dengan Brainstorming? 

Brainstorming adalah suatu teknik yang digunakan untuk menghasilkan beragam ide baru atau solusi kreatif secara spontan, yang kemudian dikumpulkan untuk membantu menyelesaikan suatu masalah.

Metode brainstorming adalah metode yang dapat dilakukan baik oleh sebuah kelompok maupun seorang individu. Apapun itu, sesi brainstorming seharusnya adalah tempat yang aman dan nyaman bagi setiap orang untuk menyampaikan ide-idenya. 

💡 Catatan: Ingat, tujuan brainstorming adalah untuk mengumpulkan ide sebanyak-banyaknya tanpa adanya kritik. Sekalipun ide-ide yang disampaikan terdengar “gila”, kita harus tetap menghargainya dan mendukungnya. Siapa tahu ide “gila” tersebut adalah solusinya.

Lanjut dari catatan di atas, Alex Osborn, pencetus pertama metode brainstorming, telah merancang 4 aturan dalam sesi brainstorming untuk mendorong kreativitas setiap individu.

Berikut adalah 4 aturan brainstorming:

  1. Hasilkan ide sebanyak mungkin selama sesi brainstorming.
  2. Dilarang mengkritik ide.
  3. Doronglah ide-ide liar dan ambisius.
  4. Bangunlah ide satu sama lain.

➡️ Manfaat Brainstorming

Teknik brainstorming dapat memberikan manfaat untuk sebuah kelompok maupun individu. Berikut adalah beberapa alasan mengapa brainstorming penting untuk diterapkan:

  • Brainstorming membantu tim melihat sebuah proyek atau masalah dalam perspektif yang berbeda-beda, sehingga mempermudah mereka dalam mendapatkan solusi.
  • Melalui sesi brainstorming, tim dapat memperoleh ide lebih banyak yang kemudian dapat dipilih dan dikembangkan lebih lanjut.
  • Proses brainstorming dapat membangun ikatan dan kekompakan tim dalam proyek dan kesuksesannya.
  • Brainstorming memperjelas ide-ide besar atau abstrak agar lebih mudah dipahami dan dicapai.

➡️ Teknik-teknik Brainstorming 

Ada banyak jenis teknik brainstorming yang bisa diterapkan. Berikut adalah beberapa contoh teknik brainstorming yang bisa diterapkan tim kamu:

  • Starbusting: Melainkan berfokus pada jawaban, setiap anggota tim akan berfokus pada memberikan pertanyaan sebanyak mungkin mengenai topik atau permasalahan yang sedang dibahas. Teknik ini memastikan setiap aspek dari topik telah dibahas dan dipahami terlebih dahulu sebelum membagi ide-ide mereka.
  • Brainwriting: Setelah memahami topik, masalah, atau proyek dari pemimpin, setiap anggota tim akan menuliskan ide-ide mereka secara terpisah di sebuah kertas. Teknik ini akan memberikan setiap anggota kesempatan untuk menyuarakan ide asli mereka.
  • Round Robin Brainstorming: Tim akan membentuk lingkaran dan setiap anggota akan memberikan ide mereka secara bergiliran. Fasilitator akan mencatat setiap ide yang nantinya akan dievaluasi bersama. Teknik ini memungkinkan setiap anggota untuk berpartisipasi dan berkontribusi secara adil.
  • Stepladder technique: Setelah topik dibagikan, semua anggota tim akan meninggalkan ruangan. Kemudian setiap anggota akan kembali ke ruangan satu per satu. Anggota yang baru saja masuk ke ruangan akan berbagi ide dengan orang-orang yang sudah ada di ruangan terlebih dahulu. Teknik dapat mendorong setiap anggota untuk berbagi ide tanpa pengaruh orang lain.

📚 Baca juga: Efektif! 10 Cara Meningkatkan Produktivitas Karyawan

9 Cara Melakukan Brainstorming yang Efektif 

Yuk, ikuti cara brainstorming berikut ini agar lebih maksimal:

1. Tetapkan Tujuan Brainstorming

Langkah pertama brainstorming adalah untuk menetapkan tujuan atau gol brainstorming. Apa hasil yang ingin dicapai dari proses brainstorming? Apakah ada permasalahan yang perlu diselesaikan? Atau ada sebuah proyek yang memerlukan ide-ide baru?

Pastikan setiap anggota tim telah memahami goal dari sesi brainstorming secara jelas agar sesi berjalan secara terarah. 

2. Mulailah Brainstorming dengan Pemanasan Terlebih Dahulu

Sebelum sesi brainstorming mulai, lakukanlah beberapa pemanasan terlebih dahulu. Karena sering kali anggota tim datang ke sesi ini dengan pikiran kosong, alhasil waktu yang berharga akan terbuang begitu saja.

Lakukanlah beberapa pemanasan ini untuk memulai proses brainstorming yang tepat:

  • Beritahu anggota tentang tujuan brainstorming, baik itu untuk menyelesaikan sebuah masalah atau ide-ide baru untuk sebuah proyek.
  • Beritahu tim kamu untuk persiapkan beberapa ide awal atau untuk mengadakan sesi brainstorming individual agar sesi brainstorming nantinya menjadi lebih produktif.
  • Pastikan ruangan rapat memiliki semua alat, sumber daya dan teknologi yang diperlukan seperti papan tulis, spidol, kertas, pulpen, minuman, dan lain-lain.
  • Ingatkan tim tentang 4 aturan brainstorming.

3. Tentukan Satu Pemimpin

Kemudian, tentukan satu pemimpin untuk mengarahkan topik diskusi. Tanpa adanya pemimpin dalam proses brainstorming, tidak ada orang yang akan bersikap tegas atau membantu mengambil kesimpulan dari sesi brainstorming. 

Atau malah kebalikannya, semua orang ingin memimpin diskusi sehingga suasana menjadi tidak kondusif dan efektif. 

4. Batasi Waktu

Cara brainstorming berikutnya adalah membatasi waktu. Membatasi waktu pada proses brainstorming akan meningkatkan fokus dan produktivitas. Dengan catatan setiap anggota tim telah mempersiapkan gagasannya terlebih dahulu seperti yang telah disebutkan sebelumnya pada langkah kedua.

Umumnya, durasi yang baik untuk proses brainstorming adalah 20-30 menit. Agar brainstorming berjalan lebih maksimal lagi, pastikan setiap anggota tim tidak membuka gadget mereka saat proses brainstorming berlangsung. Dan ingat, fokus dari brainstorming adalah kuantitas ide.

5. Dokumentasikan Diskusi

Karena tidak semua orang dapat mengingat setiap gagasan yang disampaikan, tentukan satu orang yang akan mencatat ide-ide diskusi. 

Oleh karena itu, ketika brainstorming berakhir, pemimpin dan anggota tim lainnya dapat mengevaluasi dan membuat keputusan berdasarkan catatan tersebut.

💡 Catatan: Gunakan papan tulis agar setiap orang dalam ruangan rapat dapat melihatnya. Serta disarankan untuk mencatat ide-ide dalam bentuk mind map dengan tujuannya ditulis di tengah.

6. Suarakan Segala Sesuatu yang Terlintas Dalam Pikiran

Teknik ini dikenal sebagai teknik think-aloud. Dengan menggunakan strategi ini, setiap anggota tim dapat mencurahkan segala gagasan yang ada. Tentunya ini perlu diterapkan secara bergiliran agar suasana tetap kondusif.

Untuk membantu kamu dalam menyuarakan ide yang terlintas dalam pikiranmu, coba lengkapi beberapa kalimat berikut:

  • Ini membuatku berpikir tentang…
  • Menurut saya ______ akan terjadi selanjutnya. Sehingga…
  • Saya bingung dengan…
  • Menurut saya bagian yang paling penting adalah…
  • Ini menarik karena…
  • Saya kepikiran tentang… 

7. Dorong Segala Ide dan Kemungkinan

Dorong setiap anggota tim untuk berpikir di luar boks karena inti dari brainstorming adalah untuk membuka semua kemungkinan yang ada. 

Hindari adanya kritik yang menjatuhkan dalam sesi ini. Karena kritik dalam proses ini akan menghambat seseorang untuk mengeluarkan ide-ide mereka. Mungkin saja mereka akan merasa malu, takut, atau tidak percaya diri akan gagasan mereka.

Jika kamu adalah pemimpin dalam sesi brainstorming, ingat untuk mengapresiasi setiap ide yang diberikan oleh anggota.

8. Tanyakan Pertanyaan untuk Merangsang Adanya Ide dan Inovasi Baru

Agar proses brainstorming lebih maksimal, ternyata tidak diperlukan jumlah orang yang banyak. Melainkan, kamu sebagai pemimpin perlu menanyakan pertanyaan yang dapat membuat peserta berpikir kreatif.

Tanyakan beberapa pertanyaan berikut ini yang dapat merangsang ide atau inovasi baru dalam proses brainstorming kamu:

  • Hal apa yang bisa kita coba lakukan yang mungkin akan menghasilkan kegagalan?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika kamu adalah pemimpinnya?
  • Tiga hal apa yang akan kamu ubah?
  • Apakah kita memiliki pemahaman yang jelas tentang akar masalahnya?
  • Apa yang akan terjadi jika kita melakukan yang sebaliknya?
  • Jika kita memiliki waktu dan uang yang tidak terbatas, bagaimana kita akan memperbaikinya?

9. Evaluasi Gagasan dari Sesi Brainstorming

Langkah brainstorming yang terakhir adalah menganalisa hasil ide-ide yang telah terkumpul setelah sesi brainstorming. Petakan semua gagasan yang ada dan analisa lebih lanjut untuk membuat solusi utuh yang dapat dieksekusi.

💡 Catatan: Mungkin saja akan ada partisipan yang tidak berani menyampaikan idenya dalam sesi brainstorming atau mungkin ada juga yang mendapatkan ide cemerlang setelah proses brainstorming selesai. Oleh karena itu, akan lebih baik jika kamu menyediakan akomodasi lain seperti catatan tambahan atau mengirimkan email.

📚 Baca juga:  Apa itu Etos Kerja? Pengertian, Manfaat, Contoh Dll.

Tips untuk Melakukan Brainstorming

Setelah mengetahui cara brainstorming yang efektif tadi, yuk, perhatikan beberapa tips tambahan sebagai cara mendapatkan ide dari brainstorming!

  • Undang orang dari latar belakang yang berbeda: ini artinya setiap orang yang berpartisipasi dalam sesi brainstorming memiliki keterampilan, pengalaman, dan pengetahuan yang berbeda-beda. Ini sangat berguna untuk melihat sebuah masalah dalam perspektif baru dan menemukan inovasi baru. Misalnya, karyawan dari departemen manajemen, pemasaran, dan IT tentunya memiliki skill dan ilmu yang berbeda, sehingga ide yang diberikan juga akan beragam. 
  • Identifikasi kendala proyek: informasikan tim kamu akan kendala yang ada dalam proyek seperti keterbatasan waktu, sumber daya, atau anggaran. Dengan begini, sesi brainstorming dapat fokus pada ide-ide yang terarah.
  • Izinkan ide anonim: berikan setiap peserta kesempatan untuk menyampaikan ide mereka secara anonim saat sebelum atau sesudah sesi brainstorming. Ini akan mendorong orang-orang yang mungkin merasa sulit ketika berbagi ide tertentu di depan kelompok untuk tetap berpartisipasi. 

Demikianlah langkah-langkah brainstorming yang efektif untuk kamu dan tim kamu. 

Ingat beberapa teknik brainstorming yang telah disebutkan tadi dan 4 aturan brainstorming dalam setiap sesi brainstorming untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Selamat mencoba!  

Cake adalah online CV builder yang ATS-friendly dengan 50+ template, 100 gratis! Yuk, buat CV ATS-friendly kamu sekarang dengan mudah 🎉

--- Ditulis oleh Cindy Graciella ---

3 Benefits of Subscribing to Cake's Newsletter

  • Bi-weekly newsletter updates
  • Industry trends and skills recommendation
  • Latest job openings and job search information
Newsletter

More Articles you might be interested in

Latest relevant articles
Career Development
Apr 21st 2026

5 Contoh dan Cara Membuat Surat Izin Sakit untuk Kerja dan Sekolah

Surat izin sakit adalah surat yang dibuat untuk memberi informasi bahwa seseorang dalam kondisi sakit.