Berkarir di perusahaan eCommerce Indonesia adalah salah satu pilihan terfavorit bagi pencari kerja. Bagaimana tidak, industri ecommerce memiliki pasar yang besar dengan potensi pertumbuhan yang tinggi di tengah akselerasi ekonomi digital di Indonesia
Berdasarkan laporan dari International Trade Administration, Indonesia adalah negara terbesar di ASEAN dalam pendapatan ecommerce pada tahun 2022. Laporan ini mengungkap pendapatan ecommerce di Indonesia senilai USD 51,9 miliar atau sekitar Rp 778,8 triliun di tahun 2022. Pendapatan fantastis ini diproyeksikan akan terus meningkat hingga USD 86,81 miliar pada tahun 2028 mendatang.
Potensi besar e-commerce Indonesia membuat banyak orang bertanya-tanya berbagai detail tentang industri ini. Di artikel ini, tim Cake akan membahas seputar pengertian, jenis, contoh, dan cara bekerja di perusahaan e-commerce. Yuk, simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui detail e-commerce di Indonesia!
Daftar isi:
E-commerce adalah singkatan dari electronic commerce, yang dalam bahasa Indonesia bermakna perdagangan elektronik. Dalam pengertian lebih luas, e-commerce adalah aktivitas perdagangan yang dilakukan di perangkat elektronik melalui konektivitas internet.
Industri e-commerce bergantung pada infrastruktur teknologi dan platform digital seperti aplikasi, website, dan sosial media untuk melancarkan proses transaksi jual-beli antara penjual dan konsumen. Seluruh transaksi e-commerce mulai dari pemesanan, pembayaran, hingga pengiriman dilakukan melalui sistem online yang telah dijamin keamanannya oleh penyedia layanan e-commerce dan pemerintah.
E-commerce mencerminkan perubahan atau transisi gaya berbelanja masyarakat di zaman ekonomi digital. Gaya berbelanja online ini sangat diminati karena menawarkan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi konsumen, produsen, penjual, hingga penyedia layanan.
Melalui e-commerce, konsumen dapat berbelanja secara fleksibel dari mana pun dan kapan pun, tanpa perlu mengunjungi toko fisik. Selain itu, konsumen juga bisa memilih produk dengan harga paling hemat dengan berbagai promo dan diskon menarik.
Dari sudut pandang penjual dan penyedia layanan, e-commerce memungkinkan mereka untuk menjual produk ke pasar global dengan jangkauan yang lebih luas. Biaya operasional dalam e-commerce pun terbilang lebih murah karena penjual dan penyedia layanan e-commerce tak perlu membuka toko fisik. Mereka bisa memanfaatkan teknologi digital marketing dan artificial intelligence (AI) untuk menjangkau konsumen dan mendongkrak keuntungan.
Perusahaan e-commerce di Indonesia terdiri dari berbagai jenis, dan dapat dibedakan berdasarkan jenis transaksi yang terjadi antara pelaku bisnis dan konsumen. Umumnya, ada 4 jenis e-commerce yang beroperasi di Indonesia yaitu, business-to-consumer (B2C), business-to-business (B2B), consumer-to-consumer (C2C), dan consumer-to-business (C2B).
Berikut merupakan penjelasan lengkap dari masing-masing jenis e-commerce di Indonesia.
Business-to-customer (B2C) adalah jenis e-commerce yang melibatkan perusahaan dan konsumen akhir (end user). Dalam jenis e-commerce ini, perusahaan menjual produk atau jasa secara langsung kepada konsumen melalui platform digital seperti website atau aplikasi.
Perusahaan e-commerce B2C dapat menjual produk mereka sendiri atau bisa juga produk dari perusahaan lainnya. Contoh yang cukup populer untuk jenis e-commerce B2C di Indonesia adalah Adidas Indonesia Online Store, Gramedia.com, Eiger Online Store, Matahari.com, dan lainnya.
Sama seperti nama yang diusung, jenis e-commerce business-to-business (B2B) menawarkan produk atau jasa mereka kepada perusahaan atau bisnis lainnya. Jenis e-commerce ini menargetkan perusahaan sebagai konsumen mereka, atau perusahaan tersebut bisa menjual lagi produk atau layanan ke konsumen lainnya.
Jenis e-commerce B2B sering kali melibatkan transaksi dalam jumlah besar, tapi dengan harga yang lebih rendah. Contoh perusahaan e-commerce B2B yang beroperasi di Indonesia adalah sebagai berikut:
Consumer-to-consumer adalah jenis e-commerce yang melibatkan transaksi jual-beli antar dua konsumen atau lebih. E-commerce C2C memfasilitasi konsumen yang ingin menjual barang dan membeli barang dalam suatu platform online.
E-commerce C2C memfasilitasi konsumen dengan platform online seperti marketplace yang menyediakan sarana untuk menjual dan membeli produk. Platform ini umumnya menyediakan fitur membuat dan mengelola listing produk, fitur komunikasi antara penjual dan pembeli, mekanisme pembayaran, hingga pengiriman. Berikut beberapa contoh platform e-commerce C2C di Indonesia:
Consumer-to-business adalah jenis e-commerce yang menempatkan konsumen sebagai penjual produk atau layanan kepada perusahaan atau bisnis yang membutuhkan. Dalam e-commerce C2B perusahaan dapat menjadi pengguna akhir (end user), atau bisa juga perusahaan menjual kembali produk yang dibelinya untuk mendapat keuntungan.
Berikut merupakan contoh ecommerce di Indonesia yang berjenis C2B:
E-commerce di Indonesia apa saja? Pertanyaan ini mungkin muncul di benakmu setelah mengetahui pengertian dan jenis-jenis e-commerce. Di sub-artikel ini, tim Cake akan membagikan daftar perusahaan e-commerce yang beroperasi di Indonesia. Perusahaan-perusahaan yang ada di daftar ini adalah contoh perusahaan ecommerce terbesar di Indonesia yang masih beroperasi hingga saat ini.
Shopee adalah salah satu perusahaan ecommerce terbesar di Indonesia yang memiliki popularitas tinggi di berbagai kalangan masyarakat. Platform e-commerce ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Singapura SEA Limited, dan pertama kali meluncur pada 2015.
Dikutip dari website resmi Shopee Indonesia, Shopee awalnya menargetkan konsumen di kawasan Asia Tenggara, termasuk Singapura, Malaysia, Thailand, Taiwan, Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Kemudian, perusahan e-commerce ini melakukan ekspansi pasar ke negara berkembang lainnya di Amerika Selatan yaitu Brasil pada tahun 2019.
Shopee mengawali bisnis di Asia Tenggara sebagai e-commerce consumer-to-consumer (C2C), menawarkan platform bagi penjual dan pembeli untuk bertransaksi secara mudah dan praktis. Perkembangan positif yang diperoleh perusahaan membuat Shopee menerapkan 2 model e-commerce sekaligus yaitu C2C dan B2C. Produk marketplace B2C unggulan dari Shopee adalah Shopee Mall, marketplace yang memungkinkan perusahaan dan brand ternama menjual langsung produknya kepada konsumen secara online.
Tokopedia menjadi salah satu e-commerce pertama di Indonesia yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada tahun 2009. Perjalanan Tokopedia sebagai ecommerce Indonesia menunjukan progres besar saat mereka berhasil menjadi perusahaan pertama di Asia Tenggara yang memperoleh pendanaan dari Softbank dan Sequoia.
Tokopedia adalah perusahaan ecommerce berjenis C2C dan B2C. Mereka menyediakan platform bagi para konsumen untuk melakukan jual-beli secara online dengan perlindungan keamanan di setiap transaksinya. Sementara untuk model B2C, Tokopedia menghadirkan inovasi ‘Official Stores’ yang menjadi tempat bagi perusahaan dan brand ternama untuk menjual produknya langsung ke konsumen.
Berdasarkan laporan Momentum Works berjudul Ecommerce in Southeast Asia 2023, Tokopedia berada di urutan kedua sebagai ecommerce terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 35%. Angka ini berpotensi akan bertumbuh di tahun-tahun mendatang berkat akuisisi TikTok atas 75% saham Tokopedia per 31 Januari 2024.
Bukalapak adalah perusahaan e-commerce Indonesia yang berdiri sejak tahun 2010. Perusahaan ini didirikan oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Muhammad Fajrin Rasyid untuk memfasilitasi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terjun ke pasar digital.
Dikutip dari situs resmi Bukalapak, perusahaan ini menawarkan platform berjenis e-commerce customer-to-customer (C2C) dan business-to-customer (B2C) untuk produk-produk fisik, virtual, keuangan, dan logistik. Bukalapak berfokus membantu perkembangan Usaha Kecil dan Menengah dalam membuka banyak peluang dan membangun kesejahteraan.
Sebagai salah satu platform ecommerce terbesar di Indonesia, Bukalapak telah memiliki lebih dari 100 juta pengguna dan 13,5 juta mitra UMKM. Dengan jumlah pengguna yang massive, Bukalapak bertumbuh menjadi salah satu perusahaan unicorn di Indonesia pada pertengahan tahun 2021.
Lazada adalah perusahaan e-commerce yang didirikan pada tahun 2013, dan berada di bawah kepemilikan Alibaba Group. Layanan e-commerce Lazada tersedia di berbagai negara Asia Tenggara termasuk Indonesia, Malaysia, Filiphina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Lazada menghadirkan layanan e-commerce berjenis B2C yang memungkinkan perusahaan atau bisnis untuk menjual produknya secara online ke jutaan pelanggan di Asia Tenggara. Salah satu inovasi unggulan e-commerce perusahaan ini adalah LazaMall, sebuah mall virtual yang menghubungkan 3.000 brand internasional dan lokal kepada lebih dari 560 juta konsumen di berbagai wilayah.
Berdiri sejak tahun 2011, BliBli adalah perusahaan e-commerce yang berada di bawah kepemilikan Djarum Group. Sejak awal pendirian, BliBli didesain sebagai perusahaan e-commerce yang berfokus pada model bisnis B2B, B2C, dan hybrid B2B2C.
E-commerce BliBli berada di ekosistem bisnis yang terintegrasi dengan perusahaan besar lain seperti Tiket.com dan BCA. Hal ini memungkinkan BliBli untuk menghadirkan layanan yang komprehensif dan terintegrasi bagi para pelanggannya, seperti pembayaran melalui BCA OneKlik dan pembelian tiket transportasi umum di Tiket.com menggunakan BliBliPay.
Matahari.com adalah e-commerce yang berdiri sejak tahun 2015, dan berada di bawah naungan Lippo Group. Di awal peluncuran, layanan e-commerce ini bernama Mataharimall.com, tapi kini dilebur menjadi Matahari.com yang berfokus menjual produk fashion dari brand-brand populer.
Mengusung model bisnis B2C, Matahari.com didesain sebagai alternatif bagi pelanggan setia toko retail fisik Matahari Department Store yang ingin menikmati kemudahan berbelanja online. Produk, harga, dan promo yang diberikan Matahari.com relatif berbeda dibandingkan dengan toko offline. Hal ini dikarenakan strategi pemasaran dan operasional yang diterapkan di platform online berbeda dengan toko fisik.
Jakmall.com atau yang lebih dikenal Jakmall adalah e-commerce yang didirikan oleh Jakmall Digital Niaga sejak tahun 2016. Jakmall menghadirkan layanan e-commerce hybrid antara B2C dan B2B.
Pada model B2C, Jakmall menjual beragam produk elektronik, fashion, olahraga, kesehatan, dll kepada konsumen end-user secara online. Sementara model B2B dihadirkan melalui layanan Mitra Jakmall yang membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menjadi dropshipper.
Zalora adalah perusahaan e-commerce asal Singapura yang berdiri sejak tahun 2012. Sebagai bagian dari Global Fashion Group, Zalora menawarkan produk-produk fashion secara online di Indonesia, Singapura, Hongkong, Filiphina, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Brunei.
E-commerce Zalora mengusung model bisnis B2C yang menawarkan lebih dari 30.000 produk online dan memberikan pilihan fashion terkini bagi konsumen di Asia Tenggara. E-commerce ini mengunggulkan jaminan orisinalitas produk kepada konsumen yang berbelanja di marketplacenya. Selain itu, konsumen juga mendapat banyak pilihan brand lokal dan internasional dengan jaminan 30 hari pengembalian barang.
Sociolla adalah ecommerce Indonesia yang didirikan oleh PT Social Bella Indonesia pada tahun 2015. Perusahaan e-commerce ini berfokus menjual produk perawatan wajah, rambut, parfum, dan alat kecantikan.
Sociolla menghadirkan layanan berbasis business-to-consumer (B2C) dengan menjual produknya langsung ke konsumen akhir (end-user) secara online melalui platform website dan aplikasi. Perusahaan e-commerce ini juga dikenal karena komitmennya menghadirkan produk kecantikan berkualitas, original, dan telah mengantongi sertifikasi BPOM.

Peluang kerja di perusahaan e-commerce Indonesia terbuka bagi pelamar fresh-graduate hingga berpengalaman. Kendati demikian, perlu diingat bahwa persaingan rekrutmen di perusahaan e-commerce juga relatif tinggi. Untuk menghadapi persaingan ini, kamu perlu membangun jaringan profesional dan CV ATS-friendly.
Jaringan profesional memperluas kesempatan pelamar kerja mengakses lowongan kerja perusahaan e-commerce yang tidak diumumkan secara publik. Selain itu, pelamar kerja juga bisa mendapat banyak wawasan seputar tren hingga tips & trik lolos rekrutmen di perusahaan e-commerce.
Membangun jaringan profesional bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui fitur Cake Meet yang tersedia di aplikasi Cake.
Fitur ini memungkinkan pencari kerja membangun relasi profesional dengan CEO, HR, rekruter, dan praktisi pekerja profesional. Pengguna Cake Meet bisa memilih dengan siapa mereka ingin terhubung berdasar kepentingan masing-masing melalui sistem pencocokan (matching).

Coba fitur Cake Meet sekarang dan mulai terhubung dengan rekruter dan profesional di industri e-commerce! 🎉
Selain jaringan profesional, kamu juga membutuhkan CV profesional untuk meningkatkan peluang lolos screening awal rekrutmen. CV yang ideal umumnya menampilkan desain template yang simple dan terstruktur, sehingga data dan informasi dapat terbaca jelas oleh rekruter.
Saat menyusun CV, pastikan menggunakan format CV ATS-friendly agar CV kamu bisa terbaca oleh mesin Applicant Tracking System (ATS). Dibandingkan sektor industri lain, perusahaan e-commerce lebih banyak menggunakan mesin ATS untuk menyeleksi kandidat yang cocok dengan kualifikasi lowongan kerja secara otomatis.
Untuk membuat CV ATS-friendly, kamu bisa menggunakan CV builder Cake. Ada beragam template CV ATS yang dapat kamu pilih untuk meningkatkan peluang lolos screening rekrutmen di perusahaan e-commerce.

Buat CV di Cake, tersedia 12+ template CV menarik yang ATS friendly. Gratis Download PDF! 🎉
Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake.
--- Ditulis Oleh Gama Prabowo ---

