Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Resume & CV
・
Sep 8th 2021

5 Contoh Surat Lamaran Kerja di Bank yang Menarik [+Template & Tips]

Bekerja di bank dengan jam kantor yang teratur, tunjangan yang menarik, serta banyaknya pilihan posisi yang ditawarkan seperti customer service, marketing, teller, analis kredit, dll sering menjadi impian pekerjaan banyak orang. Namun, bekerja di bank tidak mudah karena banyaknya saingan serta kualifikasi yang tinggi. Karakteristik bank yang formal dan terbilang kaku juga dapat menjadi rintangan bagi kamu yang ingin melamar kerja di bank. Terutama bank internasional, negri, dan swasta yang bergengsi seperti BCA, BRI, BNI, Mandiri, DBS, Citibank, dll yang pastinya memiliki lebih banyak peminat. Untuk itu, sebelum kamu ingin melamar kerja di Bank kiranya ketahui terlebih dahulu langkah yang tepat agar kamu dapat menarik perhatian HRD dari sekian banyaknya peserta yang melamar kerja di bank. Selain CV atau resume, surat lamaran kerja di bank juga sama pentingnya.Pentingnya surat lamaran kerja di bank apa sih? Selain karena surat lamaran kerja bank adalah tahap pertama seorang HRD mengenal kamu, surat lamaran kerja di Bank juga dapat memperlihatkan kesungguhan seseorang dan alasan atau latar belakang seseorang melamar kerja di Bank. Selain itu, HRD akan melihat diri kamu sebagai pribadi yang lebih penuh persiapan, sopan, dan lebih mengetahui etika kerja karena surat lamaran kerja bank bersifat formal dan bertujuan sebagai pengantar sebelum HRD mengenal kamu lebih dalam melalui CV yang kamu kirimkan. Jadi gimana cara membuat surat lamaran kerja di bank? Jadi gimana cara membuat surat lamaran kerja di bank? Kali ini, CakeResume akan membahas secara lengkap seputaran surat lamaran di Bank yang meliputi: Cara Membuat Surat Lamaran Kerja di BankTips Membuat Surat Lamaran Kerja BankContoh Surat Lamaran Kerja di BankTemplate Surat Lamaran Kerja BankCara Membuat Surat Lamaran Kerja di Bank 1.Cari tahu kepada siapa surat ditujukan Kamu dapat mencari tahu kepada siapa surat lamaran kerja bank kamu akan ditujukan melalui Linkedin ataupun website perusahaan yang mungkin memiliki data pekerja mereka. Surat lamaran kerja bank kamu mungkin saja ditujukan untuk tim HRD, Manager, atau posisi lainnya yang bertugas. Pastikan pula wilayah cabang kantor bank yang ingin kamu lamar sesuai dengan apa yang kamu tuliskan ya.2. Jelaskan maksud dan tujuan melamar pekerjaan di bank Melampirkan surat lamaran kerja bank pada saat melamar kerja di bank merupakan salah satu kesempatan bagi kamu untuk menjelaskan maksud dan tujuan kamu melamar kerja sehingga dapat membangun relasi yang lebih baik dengan rekruter karena rekruter dapat lebih memahami alasan, kebutuhan, serta latar belakang kamu melamar kerja di bank tersebut.3. Berikan data informasi pribadi Data informasi pribadi sangat penting dalam surat lamaran kerja bank karena dengan ini rekruter dapat mengetahui siapa pelamar yang sedang melamar kerja di Bank.Selain itu, rekruter juga dapat dengan mudah menghubungi kamu melalui kontak pribadi yang kamu cantumkan pada informasi pribadi. Perlu diingat bahwa hanya beberapa informasi pribadi penting saja yang perlu kamu tuliskan pada surat lamaran kerja di bank seperti:Perlu diingat bahwa hanya beberapa informasi pribadi penting saja yang perlu kamu tuliskan pada surat lamaran kerja di bank seperti: Nama LengkapTempat Tanggal LahirAlamatNo. Telp / E-mailPendidikan AkhirNilai Akhir / IPK (jika diperlukan) 4. Tonjolkan dan jelaskan pencapaian serta skill yang kamu miliki Menonjolkan dan meng-highlight pencapaian serta skill yang kamu miliki pada surat lamaran kerja di Bank akan meninggalkan kesan yang lebih dalam untuk rekruter sehingga rekruter dapat memilih kamu untuk memasuki tahap berikutnya. Tip: Usahakan untuk menggunakan angka atau kata-kata yang dapat menjadi tolak ukur kemampuan pada surat lamaran bank kamu ya! Contoh penulisan skill/pencapaian pada surat lamaran pekerjaan di bank: Selama bekerja di PT. ABC Jaya sebagai sales management selama kurang lebih 3 Tahun, saya telah mengembangkan kemampuan saya dalam problem-solving dan critical-thinking untuk meningkatkan penjualan perusahaan. Dengan kemampuan tersebut, saya telah berhasil meningkatkan penjualan sebanyak 30% dalam 2 bulan.5. Cantumkan semua dokumen yang dilampirkan Mencantumkan list data/dokumen yang kamu lampirkan pada surat lamaran kerja bank akan membantu rekruter untuk memproses lamaran kerja di bank dengan lebih cepat yang tentunya juga akan menjadi poin plus buat kamu.Dokumen umum yang dibutuhkan antara lain: Curriculum VitaeFotokopi KTPFotokopi Ijazah S1 dan transkrip nilaiPas foto 3x4 terbaru berwarna 6.Akhiri dengan citra yang mengesankan Akhiri surat lamaran kerja bank kamu dengan ucapan terima kasih serta kalimat yang menggambarkan kesungguhan serta harapan kamu untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Dengan begitu, rekruter yang membaca surat lamaran kerja bank kamu dapat melihat kesungguhan dan sisi profesional dari kamu. Contoh penulisan penutup pada surat lamaran pekerjaan di bank: Besar harapan dan keinginan saya untuk dapat melanjutkan ke tahap wawancara untuk menjelaskan segala potensi serta rencana saya jika keterima nanti. Sekian surat lamaran pekerjaan saya, terima kasih atas waktu dan pertimbangan Bapak/Ibu. Saya mengharapkan informasi lebih lanjut terkait lamaran pekerjaan saya.Tips Membuat Surat Lamaran KerjaTonjolkan kemampuan / skill yang dibutuhkan bankSalah satu cara untuk menarik perhatian rekruter bank yaitu dengan menonjolkan kemampuan / skill yang dibutuhkan pada surat lamaran pekerjaan di Bank. Skill utama bank yang bisa menjadi referensi kamu untuk menulis surat lamaran kerja di bank: Kesabaran yang tinggiKomunikasi yang baikKemampuan analitik yang kuatPercaya diriTeliti terhadap detail yang kecilTahan stress dan tekananMultitaskingMempunyai determinasi yang tinggiMemiliki jiwa leadership Gunakan bahasa yang formal Surat lamaran kerja bank adalah surat yang bersifat formal serta kaku. Menggunakan bahasa yang formal serta sopan dapat menunjukkan sisi profesional serta etika kerja yang baik. Perhatikan pula penulisan serta tata bahasa yang benar agar tidak terjadi kesalahan penulisan pada surat lamaran bank kamu.Lampirkan CV kamu saat mengirimkan surat lamaran kerja di BankSurat lamaran kerja bank dan CV bank memiliki peran yang sama pentingnya. Pastikan untuk melampirkan CV bank kamu saat mengirimkan surat lamaran kerja di bank karena kedua dokumen tersebut akan mendukung satu sama lain saat rekruter memberikan penilaian pada proses screening. Berikut contoh CV bank yang bisa menjadi referensi untuk kamu:Mau CV bank kamu menarik seperti contoh diatas? CakeResume menyediakan 30+ template CV gratis download yang cocok bagi kamu yang mau melamar kerja di bank nih. Yuk mulai bikin CV kamu sekarang juga!ButtonFurther reading:5 Contoh CV Bank dan Tips Membuatnya Supaya kamu ada gambaran dalam menulis surat lamaran kerja di bank, CakeResume telah menyiapkan berbagai macam contoh surat lamaran kerja di bank bri, surat lamaran kerja bank mandiri sampai surat lamaran ke Bank Internasional. Disimak ya! 5 Contoh Surat Lamaran Kerja di BankDennis Kim
Resume & CV
・
Feb 10th 2025

Kenali Apa itu Good Corporate Governance (GCG): Pengertian, Prinsip dan Tantangannya

Good Corporate Governance (GCG) atau juga diartikan dengan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, merupakan suatu elemen yang penting untuk menjaga kesuksesan perusahaan. GCG adalah suatu sistem, proses, dan peraturan yang digunakan untuk mengatur hubungan antara berbagai pihak penting yang terlibat dalam kinerja perusahaan. Di masa sekarang, GCG sangat penting untuk dipahami dan diterapkan di dalam bisnis jangka panjang lho. It’s OK, jika kamu merasa tidak familiar dengan istilah Good Corporate Governance. Di artikel kali ini, CakeResume akan memberikan penjelasan lengkap mengenai apa yang dimaksud dengan good corporate governance, pengertian GCG, prinsip-prinsip GCG, serta mengapa GCG itu penting bagi perusahaan.Daftar isi:Apa itu GCG 5 Prinsip Penting GCG GCG Dalam Perekrutan Adil Tantangan GCGApa itu Good Corporate Governance?Corporate governance adalah suatu sistem, proses dan peraturan yang digunakan perusahaan untuk mengatur pola hubungan pihak yang berkepentingan. Menurut Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI) tahun 2001, pihak kepentingan yang dimaksud terdiri dari: PemerintahPemegang sahamPihak krediturPengurus perusahaanKaryawanPara pemegang kepentingan internal dan eksternal lainnya yang berkepentingan Pengertian GCG menurut The Organization for Economic Corporation and Development (OECD) merupakan sistem yang digunakan untuk mengatur dan mengendalikan kegiatan perusahaan, serta mengatur pembagian tugas hak dan kewajiban para pemegang saham, pengurus perusahaan, karyawan, serta pihak-pihak yang berkepentingan dalam kehidupan perusahaan. Maka, dapat disimpulkan bahwa GCG adalah suatu sistem yang dirancang untuk melindungi kepentingan stakeholder, mendorong kinerja perusahaan menjadi lebih efisien, meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan pemerintah, serta menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang dan berkesinambungan bagi seluruh komponen perusahaan maupun masyarakat sekitar. Penerapan sistem good corporate governance dalam jangka panjang dapat memberikan berbagai manfaat positif bagi perusahaan, diantaranya: Sebagai bahan acuan dalam mengawasi keberhasilan dan kinerja perusahaan yang efektif.Mitigasi risiko bisnis jangka panjang.Mengurangi biaya modal, sebagai dampak dari pengelolaan dan penggunaan sumber daya yang efisien.Memberikan perlindungan bagi seluruh pemangku kepentingan.Meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata pemangku kepentingan dan publik.Meningkatkan kepercayaan investor dan calon investor, yang akan sekaligus meningkatkan nilai saham.Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaan Anda. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga! 🎉Pasang Loker5 Prinsip Penting Good Corporate GovernanceDalam fungsinya, good corporate governance harus memiliki prinsip-prinsip GCG. Lalu, yang termasuk GCG apa saja? 1. Transparansi Transparansi informasi adalah prinsip GCG yang sangat penting diterapkan. Pedoman pokok prinsip GCG transparansi, meliputi: Menyediakan informasi yang mudah diakses, jelas dan akurat, dapat dibandingkan, serta tepat waktu bagi pemegang saham, pihak kreditur, serta pemangku kepentingan lainnya.Informasi yang disampaikan meliputi: visi misi perusahaan, sasaran usaha dan strategi pemasaran, susunan organisasi dan kompensasi pengurus, sistem manajemen risiko, kondisi keuangan, sistem pengawasan dan pengendalian internal, sistem pelaksanaan GCG, kepemilikan saham, serta kejadian-kejadian penting yang mempengaruhi kondisi perusahaan.Prinsip transparansi masih memenuhi ketentuan kerahasiaan perusahaan sesuai dengan hak-hak pribadi, rahasia jabatan, dan peraturan perundang-undangan.Penyampaian kebijakan perusahaan harus dilakukan secara tertulis dan proporsional. 2. Tanggung Jawab Tidak hanya mementingkan keuntungan bisnis perusahaan, namun perusahaan juga memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Hal ini untuk mendukung kesinambungan usaha jangka panjang serta nantinya mendapat pengakuan sebagai good corporate citizen. Pedoman tanggung jawab sebagai good corporate governance adalah: Mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan, anggaran dasar, dan peraturan perusahaan.Berpegang pada prinsip kehati-hatianMenjalankan tanggung jawab sosial, peduli dengan masyarakat dan kelestarian lingkungan sekitar. 3. Akuntabilitas Pedoman pokok dalam prinsip GCG akuntabilitas adalah: Menetapkan rincian tugas dan tanggung jawab setiap komponen atau seluruh karyawan secara jelas dan sesuai dengan visi misi, nilai-nilai, serta strategi perusahaan.Meyakini bahwa setiap karyawan memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, serta melaksanakan praktik good corporate governance.Memiliki sistem reward and punishment untuk memberikan tolak ukur terhadap kinerja seluruh karyawan.Mengadakan sistem pengendalian internal yang efektif dalam pengelolaan perusahaan.Memastikan dan meyakini bahwa setiap komponen perusahaan dan seluruh karyawan berpegang pada etika bisnis dan pedoman perilaku yang sudah disepakati.Ingin bangun employer branding perusahaan Anda melalui webinar? Yuk, gabung jadi partner CakeResume dan tingkatkan citra perusahaan melalui acara bulanan kami di Talent Connect!🎉Hubungi Konsultan 4. Kewajaran dan Kesetaraan Salah satu praktik dari corporate governance adalah memperlakukan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya dengan wajar dan setara, artinya bersikap adil. Pedoman pokok GCG ini adalah: Membuka akses informasi kepada seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.Memberikan kesempatan kepada setiap komponen untuk memberikan masukan dan menyampaikan pendapat untuk kepentingan perusahaan.Memberi perlakuan yang setara dan wajar sesuai dengan kontribusi dan manfaat yang diberikan kepada perusahaan.Tidak membedakan SARA, gender, serta kondisi fisik, dalam proses rekrutmen karyawan. 5. Independensi Dalam menjalankan good corporate governance. Pengelolaan perusahaan juga wajib dilakukan secara independen, untuk menghindari adanya intervensi pihak lain ataupun beberapa komponen menjadi lebih mendominasi. Pedoman pokok penerapan prinsip GCG ini adalah: Masing-masing komponen perusahaan harus bebas dari conflict of interest, segala pengaruh atau tekanan, tidak terpengaruh kepentingan tertentu, serta menghindari dominasi.Setiap pengambilan keputusan harus bersifat objektif.Setiap komponen perusahaan wajib melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan peraturan undang-undang dan anggaran dasar, serta tidak saling melempar tanggung jawab.Cari peluang karir di perusahaan manufaktur? Cari loker manufaktur terbaru di sini!Lamar SekarangMemastikan Rekrutmen yang Adil Melalui Praktik Good Corporate Governance Penerapan 5 prinsip tata kelola perusahaan, akan menjadi pondasi yang kokoh bagi kelanjutan bisnis perusahaan dalam jangka waktu panjang. Salah satu contoh penerapan good corporate governance adalah dalam hal proses perekrutan karyawan.📚Baca Juga:Cari Tahu Apa Saja 7 Proses Rekrutmen Karyawan yang Efektif!Kunci dari rekrutmen adil yang mendukung praktik good corporate governance adalah bersikap objektif dalam memilih calon karyawan baru. Pada zaman sekarang ini, banyak perusahaan yang telah menerapkan teknologi AI untuk menyaring kandidat, dengan memberikan hasil seleksi yang minim bias. Software AI dapat membantu screening CV/resume dengan kata kunci yang disesuaikan dengan job description, dengan mengabaikan identitas personal kandidat.Tantangan Dari Penerapan GCG Tentu saja penerapan good corporate governance tidaklah mudah. Praktik GCG yang berkelanjutan membutuhkan komitmen dan sikap integritas setiap komponen perusahaan. Penerapan GCG di setiap lingkup perusahaan, akan membantu perusahaan untuk bertahan menghadapi segala tantangan yang ada. Dalam hal ini dibutuhkan strategi yang tepat, kombinasi nilai-nilai perusahaan, konsistensi penerapan program peningkatan mutu produk/layanan, faktor-faktor pendukung internal. Penerapan praktik GCG secara konsisten dapat terwujud dengan adanya sikap integritas dari seluruh karyawan. Sikap integritas sendiri dapat terwujud dengan adanya pedoman perilaku dan etika usaha. Pedoman perilaku dan etika usaha yaitu berisi tentang kewajiban yang harus dilaksanakan dan larangan yang harus dihindari, dengan tujuan untuk membantu setiap komponen perusahaan menjalankan aktivitas bisnis. Pedoman perilaku ini dibuat sesuai dengan visi misi dan nilai-nilai yang dianut perusahaan. Tidak hanya itu, pedoman perilaku perlu untuk selalu dikaji ulang mengikuti perkembangan zaman, sehingga dapat menjadi standar kerja terbaik bagi perusahaan.Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaan Anda. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga! 🎉Pasang LokerKesimpulanApa yang dimaksud dengan good corporate governance? Corporate governance adalah suatu sistem, proses dan peraturan yang digunakan perusahaan untuk mengatur hubungan antara berbagai pihak penting yang terlibat dalam kinerja perusahaanBerapa prinsip GCG? Prinsip GCG ada 5 jenis.Apakah 5 prinsip tata kelola perusahaan? Transparansi, tanggung jawab, akuntabilitas, kewajaran dan kesetaraan, dan independensiMengapa good corporate governance penting untuk diterapkan? Memastikan bisnis perusahaan berjalan dengan efektif, tidak ada intervensi pihak lain, sebagai bukti kredibilitas dan kepercayaan perusahaan di mata publik Itulah pengertian GCG secara lengkap serta pembahasan apa saja dan mengapa prinsip GCG perlu diterapkan. Penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan berkesinambungan benar-benar membutuhkan komitmen, integritas, serta semangat dari seluruh karyawan.Cari peluang karir di perusahaan manufaktur? Cari loker manufaktur terbaru di sini!Lamar Sekarang Ingin rekrut karyawan yang berkualitas? Pasang loker gratis untuk 3 iklan lowongan kerja pertamamu di CakeResume. Ikuti juga blog kami untuk mendapatkan tips dan tutorial bermanfaat seputar perekrutan, atau langsung saja hubungi kami untuk informasi lebih lanjut. --- Ditulis Oleh Fiorency Santoso ---
Resume & CV
・
Mar 8th 2024

Apa itu Pesangon? Ketahui Jenis dan Peraturannya Di Sini!

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenker) mencatat total tenaga kerja yang ter-PHK sebesar 359,867 orang dari bulan Januari hingga Desember 2023, dimana angkanya meningkat setiap bulannya secara konsisten. Peristiwa ini tentunya menyebabkan kerugian bagi karyawannya yang akan kehilangan pekerjaan selama berminggu-minggu sebelum akhirnya mereka mendapatkan pekerjaan selanjutnya. Oleh karena itu, sebagai kompensasinya, perusahaan wajib membayar uang pesangon bagi karyawan yang ter-PHK. Selain itu, pesangon juga diberikan kepada karyawan yang akan pensiun atau sebagai uang penghargaan selama masa baktinya di sebuah perusahaan. Lalu, apa arti pesangon? Apa saja syarat agar karyawan mendapatkan uang pesangon? Apa saja peraturan lainnya terkait pesangon? Yuk, simak artikel Cake ini untuk pembahasannya!Daftar isi:Pengertian Uang Pesangon Tujuan Pesangon Diberikan Jenis Uang Pesangon Syarat Mendapat Uang Pesangon Peraturan Pajak dan Lainnya Terkait PesangonApa itu Pesangon?Pesangon adalah kompensasi yang wajib diberikan perusahaan kepada karyawan swasta maupun negeri, dan juga buruh yang pensiun atau terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kompensasi ini bisa diberikan dalam bentuk uang, asuransi kesehatan, atau bantuan penempatan karyawan di perusahaan lain — semua ini bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan. Uang pesangon juga dikenal sebagai penghargaan atas masa kerja dan prestasi karyawan selama bekerja di sebuah perusahaan. Perlu diketahui bahwa pesangon hanya diberikan kepada pegawai tetap (PKWTT) yang berakhir masa kerjanya atau terkena PHK (UU Cipta Kerja Pasal 156 ayat 1). Sedangkan pegawai tidak tetap (PKWT) tidak mendapatkan pesangon jika terkena PHK, melainkan mendapatkan ganti rugi sebesar upah pegawai hingga batas akhir kontrak kerja (Pasal 62 UU Ketenagakerjaan).📚Baca Juga:Ayo Cari Tahu! Apa saja 7 Perbedaan PKWT dan PKWTT yang Wajib Diketahui Karyawan? Apakah pegawai tetap (PKWTT) mendapatkan pesangon jika resign? Karyawan tetap (PKWTT) tidak mendapatkan pesangon jika resign, melainkan mendapatkan uang pisah dan uang penggantian hak jika memenuhi syarat yang ditentukan UU Cipta Kerja No 11 Tahun 2020, Pasal 154A ayat (1) huruf i UU Ketenagakerjaan: Mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 hari sebelum tanggal mulai pengunduran diriTidak terikat dalam ikatan dinasTetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri📝 Catatan:Untuk mengetahui apa itu Uang Penggantian Hak (UPH), baca artikel ini hingga bagian jenis-jenis uang pesangon! Apakah pegawai tidak tetap (PKWT) mendapatkan pesangon jika resign? Karyawan kontrak (PKWT) yang hubungan kerjanya berakhir dengan perusahaan, baik karena resign maupun karena masa kontraknya berakhir, berhak mendapatkan uang kompensasi jika telah bekerja minimal 1 bulan terus menerus. Uang kompensasi yang diberikan ini bukanlah uang pesangon. Perhitungan besaran kompensasi yang diberikan sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan Pasal 16 ayat (1) PP 35/2021.Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari KerjaTujuan Diberikannya Uang Pesangon Seperti yang telah dibahas sebelumnya, pekerja/buruh berhak mendapatkan uang pesangon jika terkena PHK atau masa kerjanya berakhir. Sehingga perusahaan bertanggung jawab untuk memberikan pesangon bagi karyawannya. Lalu, apa tujuannya perusahaan memberikan uang pesangon kepada karyawan? Tujuannya cukup sederhana, yaitu untuk memberikan tunjangan kepada karyawannya yang kehilangan pekerjaannya dan yang tidak lagi mendapatkan upah. Sehingga karyawan yang mengalami PHK memiliki bekal untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari sampai akhirnya karyawan tersebut mendapatkan pekerjaan selanjutnya. Jenis-Jenis Uang PesangonKetiga jenis pesangon di bawah ini berhak diberikan kepada karyawan yang mengalami PHK, namun besarannya akan berbeda-beda sesuai dengan alasannya terjadi PHK (PP 35/2021). 1. Uang Pesangon (UP) Hak pertama yang wajib didapatkan karyawan adalah uang pesangon. Uang pesangon ini terdiri dari gaji pokok yang telah ditambah dengan tunjangan tetap selama bekerja di perusahaan tersebut. Tunjangan yang diterima karyawan tidak sama di setiap perusahaan, alhasil jumlah uang pesangon (UP) yang diterima karyawan juga berbeda-beda. Beberapa contoh tunjangan dari perusahaan adalah tunjangan transport, tunjangan kesehatan, tunjangan makan siang, dan lainnya. Berikut adalah cara menghitung uang pesangon karyawan yang di-PHK berdasarkan UU Cipta Kerja No 11 Tahun 2020, Pasal 40 ayat (2): Masa kerja kurang dari satu tahun, 1 bulan upahMasa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun, 2 bulan upahMasa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun, 3 bulan upahMasa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun, 4 bulan upahMasa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun, 5 bulan upahMasa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun, 6 bulan upahMasa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun, 7 bulan upahMasa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun, 8 bulan upahMasa kerja 8 tahun atau lebih, 9 bulan upah 2. Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK) Selain uang pesangon, pekerja tetap yang di-PHK juga berhak mendapatkan Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK). Seperti namanya, UPMK adalah penghargaan yang diberikan atas apa yang telah kamu kerjakan selama masa kerja. Berikut adalah cara menghitung UPMK berdasarkan UU Cipta Kerja No 11 Tahun 2020, Pasal 40 ayat (3): Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun, 2 bulan upahMasa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun, 3 bulan upahMasa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun, 4 bulan upahMasa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun, 5 bulan upahMasa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun, 6 bulan upahMasa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun, 7 bulan upahMasa kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun, 8 bulan upahMasa kerja 24 tahun atau lebih, 10 bulan upah 3. Uang Penggantian Hak (UPH) Jenis pesangon ketiga yang berhak didapatkan pegawai adalah Uang Penggantian Hak (UPH). Uang Penggantian Hak adalah kompensasi yang diberikan kepada karyawan yang belum sempat mengambil haknya seperti cuti tahunan. Uang Penggantian Hak (UPH) yang berhak diterima karyawan berdasarkan UU Cipta Kerja No 11 Tahun 2020, Pasal 40 ayat (4), terdiri dari: Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugurBiaya atau ongkos pulang untuk pekerja/buruh dan keluarga ke tempat dimana pekerja/buruh diterima bekerjaHal-hal lain yang ditetapkan dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja BersamaSedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari KerjaSyarat Mendapat Uang PesangonBerikut adalah karakteristik karyawan yang berhak mendapatkan pesangon: 1. Karyawan Mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Perusahaan dapat melakukan PHK dengan berbagai alasan. Pertama, perusahaan dapat melakukan PHK karena perusahaan sedang kurang baik sehingga perusahaan tersebut harus mengurangi pekerjanya. Kedua, PHK juga dapat terjadi karena kinerja karyawan tersebut kurang optimal. Apapun alasannya, karyawan berhak mendapatkan pesangon.📚Baca Juga:Ingin tahu penampakan dari Surat PHK? Lihat Contoh Surat PHK di Sini! 2. Karyawan Masuk Masa PensiunKaryawan yang sudah memasuki masa pensiun wajib menerima pesangon, namun jumlahnya akan berbeda sesuai dengan alasannya. Maksudnya, jika karyawan pensiun dini karena sakit, uang pesangonnya akan lebih sedikit. Sedangkan karyawan yang pensiun karena usia yang sudah melewati masa aktif akan mendapatkan pesangon yang lebih tinggi. Peraturan Mengenai Pajak dan Lainnya Terkait Uang PesangonPeraturan mengenai pemberian pesangon telah ditetapkan oleh UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Pasal 156 ayat (1), yang menyebutkan bahwa: “Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, perusahaan diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.” Kemudian, uang pesangon yang diberikan kepada karyawan juga akan dikenakan PPh pasal 21. Nominal pajak yang dikenakan perlu disesuaikan dengan UU yang terkait. Karyawan yang mengalami PHK akan dikenakan pajak sesuai dengan pendapatan. Berikut adalah besaran tarifnya: Penghasilan kotor sampai dengan Rp 50.000.000 dikenakan pajak sebesar 0%Penghasilan kotor diatas Rp 50.000.000 s/d Rp 100.000.000 dikenakan pajak sebesar 5%Penghasilan kotor diatas Rp 100.000.000 s/d Rp 500.000.000 dikenakan pajak sebesar 15%Penghasilan kotor diatas Rp 500.000.000 dikenakan pajak sebesar 25% Sedangkan karyawan yang pensiun akan dikenakan pajak yang lebih kecil. Berikut adalah tarifnya: Penghasilan kotor sampai dengan Rp 50.000.000 dikenakan pajak sebesar 0%Penghasilan kotor diatas Rp 50.000.000 dikenakan pajak sebesar 5%KesimpulanUntuk mengingat kembali poin-poin penting mengenai pesangon, perhatikan ulasan berikut ini: Apa itu pesangon? Uang pesangon adalah kompensasi yang diberikan kepada karyawan swasta maupun negeri dan juga buruh yang pensiun atau terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).Pesangon diberikan kepada karyawan yang kehilangan pekerjaannya dan tidak lagi memiliki upah untuk membekali kehidupan sehari-harinya sampai akhirnya mereka mendapatkan pekerjaan baru.Kapan uang pesangon dibayarkan? Uang pesangon akan dibayarkan ketika karyawan pensiun atau terkena PHK.Terdapat 3 jenis pesangon yang berhak didapatkan karyawan yang di-PHK atau pensiun, yakni Uang Pesangon (UP), Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK), Uang Penggantian Hak (UPH).Uang pesangon akan dikenakan PPh pasal 21 dan nominalnya akan disesuaikan dengan UU yang terkaitMau CV kamu menarik seperti contoh diatas? Cake menyediakan CV builder GRATIS dengan template menarik. Bisa download sebagai PDF.🎉Buat CVTidak hanya CV maker gratis, Cake adalah situs lowongan kerja terpercaya dan transparan. Kamu bisa mencari pekerjaan impian kamu dari berbagai perusahaan berkualitas dan ternama. Yuk, buat CV online gratis, portofolio kerja, dan lamar kerja di website pencari kerja atau aplikasi cari kerja Cake.--- Ditulis Oleh Cindy Graciella ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!