Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Industry & Job Overview
Nov 18th 2025

Chief Marketing Officer (CMO): Peran, Tugas, Kualifikasi yang Dibutuhkan!

Daftar Isi: Pengertian CMO (Chief Marketing Officer)Apa Saja Tugas dan Tanggung Jawab CMO di Perusahaan?Skill yang Harus Dimiliki CMOCara Menjadi CMO yang Sukses Dalam sebuah perusahaan tentunya memiliki seorang pemimpin. Pimpinan teratas adalah direktur utama atau yang sering kita dengar sebagai CEO (Chief Executive Officer). Seorang CEO tentunya membutuhkan bantuan dari jajaran bawahannya yaitu wakil direktur. Di sebuah perusahaan, wakil direktur tidak hanya satu, setiap divisi memiliki pimpinannya masing-masing. Salah satu divisi yang penting dalam perusahaan adalah divisi marketing atau pemasaran. Dalam struktur organisasi perusahaan, pada umumnya divisi marketing atau pemasaran dipimpin oleh seorang CMO. Kepanjangan CMO adalah Chief Marketing Officer. Dalam mencapai kesuksesan sebuah perusahaan, peran CMO (Chief Marketing Officer) ini tidak kalah pentingnya dengan COO (Chief Operating Officer), CFO (Chief Financial Officer), dan CTO (Chief Technology Officer). Penasaran tugas, peran, dan kualifikasi seorang Chief Officer Marketing? Yuk, simak artikel berikut yang sudah disiapkan oleh CakeResume. Apa itu Chief Marketing Officer (CMO)? Pengertian Chief Marketing Officer (CMO) Menurut Market Business Review, CMO (Chief Marketing Officer) adalah posisi eksekutif yang bertanggung jawab dalam mengembangkan dan mengawasi bagian marketing atau pemasaran dalam sebuah perusahaan. Dari arti CMO itu sendiri, dapat menyimpulkan bahwa Chief Marketing Officer merupakan kunci dalam mengembangkan produk, mengatur manajemen penjualan, manajemen saluran distribusi, iklan dan promosi, harga, riset pasar, dan hubungan dengan pelanggan. Apa perbedaan Chief Marketing Officer, Direktur Marketing, dan Head of Marketing? Ada banyak perusahaan yang menganggap sama istilah Chief Marketing Officer dengan Direktur Marketing. Namun, beberapa ahli manajemen dan marketing mengatakan bahwa seorang CMO memiliki peran yang lebih luas dibandingkan Direktur Marketing. Bagaimana dengan Head of Marketing? Head of Marketing memiliki peran yang mirip dengan CMO, tetapi Head of Marketing bukan bagian dari kepemimpinan inti. Selain itu, seorang CMO memiliki kedudukan di puncak bisnis. Peran Chief Marketing Officer (CMO) Seperti tingkat eksekutif lainnya, seorang Chief Marketing Officer memiliki jadwal yang penuh dengan rapat, email, proyek baru, dan lain-lain. Tanggung jawab sehari-hari CMO bervariasi tergantung besarnya perusahaan dan produk atau servis yang ditawarkan. Contohnya, seorang CMO dari sebuah perusahaan barang konsumsi kecil lebih fokus pada strategi pemasaran langsung dari Business-to-Consumer (B2C) seperti, social media marketing, branding produk, dan riset pasar.Di bawah ini adalah 4 peran CMO: Pendorong perkembangan sebuah perusahaanSalah satu peran penting dari CMO adalah meningkatkan angka penjualan dan keuntungan, dan memastikan angka Return on Investment (ROI) positif dari anggaran pemasaran. Bagian yang menjadi fokus untuk ditingkatkan oleh CMO melingkupi pendapatan, gross margin, dan market share. Pendukung kenyamanan pelangganSudah menjadi tanggung jawab seorang CMO untuk memberikan pengalaman yang bagus kepada pelanggan. Pengalaman yang bagus akan membuat pelanggan tersebut bertahan menjadi pelanggan tetap. Pendorong inovasiSeorang CMO dapat bereksperimen dan berinovasi untuk melakukan perkembangan di perusahaan. Mereka dapat mencoba penggunaan teknologi dan taktik marketing baru sambil menyediakan solusi baru untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan. StorytellerMenurut Deloitte, CMO harus bertindak sebagai arsitek dan pelayan dari brand tertentu dengan cara menceritakan sebuah kisah dan mengundang konsumen untuk berpartisipasi dalam kisah tersebut. Gaji CMO (Indonesia) Besarnya gaji seorang Chief Marketing Officer berbeda-beda tergantung kebijakan perusahaan masing-masing dan beban kerja yang harus ditanggung. Pada umumnya, rentang gaji CMO sekitar Rp 8.620.000 - Rp 24.700.000 per bulan.Namun, di perusahaan besar Indonesia, jabatan seorang Chief Marketing Officer dapat memperoleh gaji tinggi dengan rata-rata Rp 20.000.000 hingga Rp 35.000.000 per bulan. Tugas dan Tanggung Jawab CMO Tugas CMOSecara garis besar, tugas Chief Marketing Officer adalah bertanggung jawab dalam memberikan penawaran yang menarik untuk mendapatkan pelanggan. Namun, sebenarnya tugas dan tanggung jawab CMO lebih luas dari itu. 1. Mengembangkan dan melaksanakan strategi marketing Seorang CMO bertanggung jawab dalam menentukan strategi marketing yang cocok untuk perusahaan. Dalam memutuskan untuk mengimplementasikan sebuah strategi marketing, CMO perlu mengidentifikasi terlebih dahulu tujuan dan pencapaian marketing serta target pasar yang dituju. Ketika sudah memahami arah jalannya pemasaran, maka CMO akan menyusun strategi untuk mencapai goal tersebut. 2. Menyesuaikan strategi pemasaran dengan budget Hal berikutnya yang harus dilakukan oleh CMO adalah mengawasi pelaksanaan strategi pemasaran agar sesuai dengan budget. Strategi pemasaran yang diimplementasikan tentunya membutuhkan dana. Maka CMO harus harus selalu memantau pelaksanaan pemasaran agar tetap sesuai dengan keuangan perusahaan. Baik tidaknya strategi pemasaran tersebut dapat dinilai dari kesesuaian budget dan hasil yang tercapai. Oleh karena itu, jika terjadi masalah, CMO harus mengambil keputusan yang bertanggung jawab untuk mengatasinya. 3. Melakukan riset pasar dan menganalisis strategi marketing CMO bertanggung jawab dalam membuat strategi marketing yang menjangkau target pasar perusahaan. Jadi sangat diperlukan untuk melakukan riset pasar, analisis data tentang target pasar, pengalaman pelanggan,dan trend saat ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cara yang terbaik untuk meningkatkan angka penjualan. 4. Mengawasi komunikasi pada publik Sebagian besar CMO mengawasi semua hubungan dengan publik, termasuk marketing communications. Komunikasi tersebut bisa berupa komunikasi melalui social media, email, website, dan media cetak. CMO memastikan bahwa pesan yang dikomunikasikan sesuai dengan brand dan marketing campaign perusahaan. 5. Bekerja sama dengan posisi eksekutif lainnya Chief Marketing Officer (CMO) biasanya bekerja dengan posisi eksekutif lainnya, termasuk Chief Executive Officer (CEO), Chief Information Officer (CIO), Chief Product Officer (CPO), Chief Operating Officer (COO), dan Chief Financial Officer (CFO). Para pimpinan ini bekerja sama untuk menentukan hal-hal seperti harga produk, pengembangan produk baru, dan kemajuan brand. Kualifikasi yang Dibutuhkan CMO Kualifikasi CMOSetelah mempelajari tugas dan tanggung jawab yang cukup berat, tentunya ada beberapa kualifikasi yang perlu dipenuhi oleh kandidat Chief Marketing Officer. Beberapa kualifikasi yang dibutuhkan CMO adalah: 1. Style Manajemen yang Fleksibel CMO membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan minat dan kebiasaan bekerja generasi yang lebih muda. CMO yang dapat beradaptasi dan bisa menyelaraskan gaya komunikasi dan pembinaan untuk para bawahannya akan berpengaruh pada kesuksesan perusahaan. Sangat penting juga bagi seorang CMO untuk menggunakan teknologi secara efisien. Misalnya konferensi virtual, digital marketing, dan lain-lain. 2. Visi dan Planning yang Strategis Marketing telah menjadi bagian yang penting dalam mendorong pertumbuhan perusahaan. Oleh karena itu, pimpinan divisi marketing perlu menjadi seorang visioner yang dapat membantu tim eksekutif dalam membuat keputusan untuk masa depan. Pengalaman yang dialami pelanggan dan pengguna sangatlah penting dalam mencapai keberhasilan dalam menarik pelanggan ataupun mempertahankan pelanggan. Maka divisi marketing sangat terlibat dalam memberikan fasilitas digital operations dan menggabungkan digital marketing dalam strategi mereka. 3. Analisis dan Interpretasi Data Keterampilan yang menjadi prioritas bagi para marketing professionals adalah kreativitas. Meskipun kamu tentu masih membutuhkan orang untuk membantu dalam membuat strategi, desain, dan konten yang efektif dan menarik, CMO perlu memiliki kemampuan untuk melakukan analisis dan interpretasi data. Chief Marketing Officer membutuhkan kemampuan analisis untuk berpartisipasi dalam perumusan strategi dan pengembangan infrastruktur, proses pengumpulan data, dan pengembangan program. Setelah prosedur tersebut dilaksanakan untuk mengumpulkan data dan membuat laporan, CMO perlu menginterpretasikan hasil dari laporan tersebut. Interpretasi kualitas akan mengarahkan perusahaan pada optimalisasi pengalaman pelanggan, target pemasaran yang efisien, dan high return pada investasi pemasaran tersebut. 4. Customer dan User Experience Pengalaman pengguna memiliki peran penting dalam kesuksesan sebuah bisnis. Memperluas bisnis secara online memberikan pengguna akses ke banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Menyediakan pengalaman yang berkualitas kepada pengguna selama proses pembelian akan menghasilkan kepuasan pelanggan dan angka penjualan yang lebih tinggi. Sekarang, perusahaan memiliki ahli Customer dan User Experience. Para pakar ini memahami semua aspek dalam meneliti dan mengoptimalkan User Experience (UX). Salah satu cara menjadi CMO yang sukses yaitu kamu juga perlu tahu bagaimana Customer Experience (CX) dan User Experience (UX) dievaluasi, dikembangkan, dan ditingkatkan.📚Baca juga: Apa itu UI/UX? Kenali Perbedaan, Tugas, Gaji, Dll. 5. Innovative Thinking Pelanggan dan data perilaku pelanggan adalah sumber utama untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan CMO yang inovatif untuk mengidentifikasi peluang untuk penambahan, penghapusan, atau modifikasi produk, layanan, dan proses. Dengan memantau dan meningkatkan CX dan UX, CMO bisa menemukan solusi pada saat berada di puncak permintaan dan memperbarui produk dan layanannya sesuai dengan preferensi pasar lebih cepat daripada perusahaan lain. Hal ini bisa memperkuat posisi perusahaan di industri.Setelah memahami apa itu Chief Marketing Officer dan tugasnya, jangan lupa pelajari juga contoh CV CMO yang bisa kamu jadikan referensi agar peluangmu diterima semakin besar. Cara Menjadi CMO (Chief Marketing Officer) Jika kamu merasa bahwa jobdesk CMO cocok dengan kamu, kamu pasti penasaran kan bagaimana cara menjadi CMO. Simak 4 hal penting di bawah ini mengenai cara menjadi CMO yang sukses. 1. Pendidikan dan pengalaman Memiliki gelar Marketing merupakan poin plus dalam peran Chief Marketing Officer. Namun, gelar magister dalam Bisnis Administrasi yang fokus pada bidang pemasaran lebih diinginkan ketika melamar sebagai sebagai CMO. Untuk menjadi Chief Marketing Officer, kamu harus memahami pertumbuhan bisnis dan penganggaran. Kamu juga harus memiliki pemahaman yang dalam mengenai target audiens dan psikologi pembeli. Selain itu, periklanan dan branding pun juga merupakan hal penting yang harus dikuasai. 2. Miliki personal branding yang kuat Salah satu cara untuk meningkatkan peluang kamu menjadi CMO adalah dengan membangun personal branding diri sendiri. Untuk mencapai hal tersebut, kamu harus pandai menggunakan kesempatan untuk memantapkan diri sebagai pemimpin di bidang marketing. Misalnya, kamu bisa membuat blog, membuat akun Twitter yang aktif, menjadi pembicara di sebuah konferensi, dan menulis artikel di website industri. Jika kamu melakukan hal-hal ini dengan baik, hal-hal ini akan memposisikan kamu sebagai pemimpin divisi marketing yang dicari oleh perusahaan. 3. Kembangkan network Berpartisipasilah dalam acara networking lokal sehingga kamu bisa memperluas jaringan dengan orang-orang profesional di bidang kamu. Sekarang, social media pun marak sebagai media untuk berkoneksi. Oleh karena itu, jangan lupa untuk membuat jaringan virtual juga. Kamu bisa membuat akun LinkedIn untuk memulai membangun koneksi dengan para CMO saat ini yang bekerja di perusahaan tempat kamu ingin bekerja. 📚Baca juga: 9 Manfaat Networking Dalam Karier dan Cara Membangunnya!4. Buat CV yang profesionalContoh CV Chief Marketing Officer (CMO) - Dibuat di CakeResumeLamar kerja menggunakan CVCakeResume. Terdapat 12+ template menarik, ATS friendly dan Gratis Download PDF 🎉 Buat CV📚Baca juga: Cara Membuat CV Lamaran Kerja yang Baik dan Benar (+ 15 Contoh CV) Chief Marketing Officer merupakan pimpinan dari divisi marketing sebuah perusahaan. Seorang CMO memiliki peran penting dalam pertumbuhan sebuah perusahaan dan memberikan pengalaman yang baik untuk pelanggan atau pengguna. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi CMO, karena seorang CMO harus pandai mengidentifikasi dan menganalisis data agar dapat menentukan strategi marketing yang tepat untuk perusahaan. --- Ditulis Oleh Aileen Gabriella ---
Industry & Job Overview
Nov 10th 2025

Apa itu Chief Operating Officer (COO) dan Bedanya dengan CEO, CFO, CMO?

Daftar isi: Pengertian COOTugas dan Tanggung Jawab COOPerbedaan COO dengan CEO, CFO, CMOKeterampilan yang Harus Dimiliki COOCara dan Syarat untuk Menjadi Chief Operating Officer (COO) Pasti kamu tidak asing lagi dengan kata CEO yang merupakan jabatan tertinggi dalam sebuah perusahaan. Nah, dalam setiap perusahaan ada juga jabatan tinggi lainnya yang bekerja sama dengan CEO, diantaranya yaitu COO, CFO dan CMO. COO adalah singkatan dari Chief Operating Officer dan memiliki peranan penting dalam menangani bagian operasional perusahaan. Sementara CFO dan CMO adalah jabatan yang berperan untuk mengurusi urusan finansial dan marketing sebuah perusahaan. Di artikel kali ini, CakeResume akan membahas tentang pengertian COO, tugas dan tanggung jawabnya, serta skill apa saja yang dibutuhkan untuk bisa bekerja sebagai seorang COO.Apa itu COO?COO itu Apa? Chief Operating Officer yang merupakan kepanjangan dari COO adalah wakil direktur yang berperan dalam memimpin divisi operasional sebuah perusahaan. Di Indonesia, CEO sering disebut sebagai direktur utama, sementara COO disebut sebagai direktur. Hal ini dikarenakan COO berperan aktif dalam kegiatan operasional sehari-hari perusahaan, serta menjadi perantara dalam menyampaikan kebijakan kepada karyawan di perusahaan. Selain mengurusi kegiatan operasional, COO juga bekerja sama dengan CEO dan bertugas untuk memberikan hasil laporan perusahaan secara langsung kepada CEO perusahaan. Berikut adalah beberapa nama jabatan lain untuk COO yang sering digunakan dalam perusahaan. Chief Operating OfficerChief Operations OfficerVice President of OperationsDirector of OperationsGaji COO Sebagai salah satu pimpinan perusahaan yang memiliki peranan penting, tidak heran jika seorang COO mendapatkan gaji yang tinggi setiap bulannya. Menurut CNBC Indonesia, rata-rata gaji COO perusahaan di beberapa bidang industri berkisar dari Rp 150.000.000 hingga Rp 200.000.000 setiap bulannya. Tentu angka ini akan berubah sesuai dengan pengalaman kerja, bidang industri yang dikerjakan, dan perusahaan tempat kamu bekerja.Apa Tugas Seorang COO? Tugas seorang COO perusahaan sangatlah beragam, banyaknya kuantitas tugas yang ada juga bergantung pada organisasi atau perusahaan tempat kamu bekerja. Berikut adalah beberapa tugas yang perlu kamu ketahui mengenai seorang Chief Operational Officer: ✏️Tugas COO Menuntun dalam pengeksekusian strategi yang dirancang oleh tim manajemenSebagai partner kepada CEO perusahaan yang tidak dapat bekerja sendirianMenyempurnakan dan melengkapi style manajemen CEOMengembangkan Sumber Daya Manusia perusahaanMembuat kebijakan yang efektifMemastikan perusahaan berjalan sesuai standar dan regulasi yang ditetapkanMembimbing dan menguji individu yang bekerja, apakah kinerja kerjanya sudah sesuai dengan yang seharusnya atau belumSebagai pengganti CEO dalam peran tertentu Perbedaan COO dengan CEO, CFO, CMO Perbedaan COO, CEO, CFO, CMO Walaupun terlihat setara, tapi setiap posisi ini memiliki jenjang dan tingkatannya masing-masing. Secara umum, CEO menduduki jabatan sebagai pimpinan tertinggi dalam perusahaan, sementara COO adalah posisi wakil direktur yang membantu CEO dalam menangani urusan operasional keseharian perusahaan. Berikut adalah uraian lebih lanjut mengenai perbedaan tugas dari COO, CEO, CFO, dan CMO perusahaan. 1. COO 💼Berikut adalah tugas dan tanggung jawab seorang COO dalam perusahaan: Memiliki jabatan sebagai pimpinan (wakil presiden senior) operasional perusahaan.Menempati posisi kedua sebagai wakil presiden senior utama dalam perusahaan.Bertugas untuk mengawasi dan mengambil keputusan yang berkaitan dengan operasional perusahaan.Bertanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan operasional perusahaan melalui komunikasi, kolaborasi, improvisasi, rekrutmen, analisis operasional, dan implementasi strategi. ✏️Contoh COO dunia: Tim Cook (COO Apple)Sheryl Sandberg (COO Meta)Hans Patuwo (COO Gojek), dan lainnya 2. CEO (Chief Executive Officer) 💼Berikut adalah tugas dan tanggung jawab seorang CEO perusahaan: Memiliki jabatan sebagai pimpinan tertinggi perusahaan, yaitu sebagai presiden/direktur utama perusahaan.Bertugas untuk mengambil keputusan dan strategi umum perusahaan.Bertanggung jawab secara umum dalam urusan internal dan eksternal perusahaan. 3. CFO (Chief Financial Officer) 💼Berikut adalah tugas dan tanggung jawab seorang CFO perusahaan: Memiliki jabatan sebagai pimpinan (wakil presiden senior) keuangan perusahaan.Bertugas untuk mengawasi perencanaan, termasuk administrasi keuangan perusahaan.Bertanggung jawab terhadap keuangan dan fungsi akuntansi dalam perusahaan, menjalankan supervisi terhadap staf yang berhubungan dengan keuangan, serta memahami peraturan pajak yang berlaku. 4.CMO(Chief Marketing Officer) 💼Berikut adalah tugas dan tanggung jawab seorang CMO perusahaan: Memiliki jabatan sebagai pimpinan (wakil presiden senior) pemasaran perusahaan.Bertugas untuk mengawasi perencanaan produk dan proses pemasaran produk perusahaan.Bertanggung jawab melakukan analisa pasar, proses pemasaran, serta kolaborasi strategi pemasaran bersama dengan pimpinan operasional perusahaan.Skill yang Dibutuhkan Chief Operating Officer (COO) Skill yang dibutuhkan oleh jabatan COO adalah sebagai berikut: 1. Kepemimpinan Sebagai wakil presiden senior di bidang operasional, seorang Chief Operating Officer harus memiliki skill kepemimpinan yang kuat untuk dapat me-manage semua perihal operasional dalam sebuah perusahaan. 📚Baca juga: Wajib Tahu! 8 Cara Menjadi Pemimpin yang Baik [Perusahaan Organisasi] 2. Pengetahuan Finansial Skill kedua yang harus dimiliki oleh Chief Operating Officer adalah pengetahuan finansial. Setidaknya seorang COO harus memiliki track record mengenai manajemen keuangan yang sukses. 3. Pemikiran Strategis Selain memantau dan mengawasi tugas yang dikerjakan oleh karyawan, COO juga bertugas untuk menyusun strategi dalam mengatur berbagai hal tentang operasional perusahaan. Oleh karena itu, memiliki pemikiran strategis, pemikiran terbuka terhadap hal baru, dan pemikiran yang kreatif serta inovatif juga merupakan skill penting lainnya yang harus dimiliki oleh seorang COO. 4. Resolusi Konflik Konflik adalah hal yang wajar terjadi dalam sebuah kerja sama antar anggota tim, tapi tentunya konflik yang ada harus segera diselesaikan dengan baik. Nah, disinilah COO berperan, yaitu sebagai mediasi konflik. Seorang Chief Operational Officer harus mengambil keputusan yang bijak untuk menyelesaikan konflik dan menciptakan kembali lingkungan yang harmonis. 5. Komunikasi Komunikasi merupakan suatu hal yang penting dan yang selalu ada saat kita bekerja dengan orang lain. Namun, apa saja cakupan skill komunikasi yang harus dimiliki oleh Chief Operations Officer? Selain berbicara dan menyampaikan pesan, seorang COO juga harus memiliki skill komunikasi yang dapat mempengaruhi, menyelesaikan masalah, menengahi, dan bernegosiasi. Aspek-aspek komunikasi yang beragam ini tentu sangat diperlukan oleh COO untuk menyelesaikan problem sehari-harinya. 📚Baca juga: Business Acumen: Pentingnya Dimiliki Pemimpin Perusahaan Cara dan Kualifikasi untuk Menjadi COO Apa saja kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang COO? Yuk, langsung saja simak poin-poin berikut ini. 1. Menempuh Pendidikan Cara pertama yang harus dilakukan adalah dengan menempuh pendidikan perguruan tinggi di jurusan bisnis manajemen hingga mencapai gelar Magister. Selain menambah luasnya ilmu pengetahuan, kamu juga bisa membangun koneksi yang tentunya akan bermanfaat untuk karirmu kedepannya. 2. Memiliki Sertifikasi Selain pendidikan tinggi formal, kamu pun perlu untuk memiliki sertifikasi resmi. Berikut adalah beberapa daftar sertifikasi resmi yang dapat kamu ambil: Project Management Professional (PMP)Certified Professional - Human Resource (IPMA-CP)Certified Management Accountant (CMA)Program Management Professional (PgMP)Certified Manager Certification (CM), dan lainnya 3. Mendapatkan 10 - 15 Tahun Pengalaman Kerja Pada umumnya, seorang COO memiliki pengalaman kerja selama 10-15 tahun di bidang-bidang yang berhubungan dengan operasional perusahaan. Di beberapa perusahaan/organisasi, seorang COO setidaknya memiliki minimal 5 tahun pengalaman di posisi manajemen senior. Pengalaman-pengalaman kerja ini juga yang akan menunjukkan bahwa seorang COO memiliki wawasan yang luas seputar kebijakan, praktik, dan budaya industri perusahaan. 4. Buat CV COO yang Baik dan Menarik Cara terakhir untuk menjadi seorang COO adalah dengan membuat CV yang baik dan menarik. Berikut adalah contoh CV Chief Operations Officer dalam bahasa Indonesia. Contoh CVCOO --- Dibuat di CakeResumeYuk, buat CV COO kamu sekarang juga dengan CakeResume! Ada 50+ template gratis dan 100%🎉 Buat CV Itulah pembahasan seputar arti dan poin-poin penting yang perlu diketahui seputar COO. Berikut beberapa poin penting seputar COO. Seringkali COO juga disebut sebagai “executive vice president” yang merupakan orang kedua setelah CEO.Tugas dan tanggung jawab seorang COO tidak hanya sebagai direktur operasional, tetapi juga sebagai pelengkap dari seorang CEO.Ambillah program studi, kuasailah berbagai skill penting, dan raihlah pengalaman kerja selama 10-15 tahun untuk bisa menjadi seorang COO. --- Ditulis OlehLydia Gavrila ---
Industry & Job Overview
Nov 17th 2025

Apa itu Chief Financial Officer (CFO) dan Bedanya dengan CEO, COO, CMO? [+Tugas, Contoh, Kualifikasi]

Daftar Isi: Pengertian CFOTugas dan Tanggung Jawab Chief Financial OfficerHubungan CFO dengan Eksekutif LainnyaKeterampilan yang Harus Dimiliki CFOProspek Karier CFOCara dan Syarat untuk Menjadi CFO Setiap departemen di dalam perusahaan pasti ada yang memimpin, salah satunya adalah Chief Financial Officer. Posisi Chief Financial Officer memang jarang didengar, karena mereka bekerja di balik meja. Tugas CFO berfokus pada masalah finansial perusahaan dan tetap harus bertanggung jawab pada CEO. Menduduki jabatan CFO tidak hanya keren didengar, tetapi ada tanggung jawab yang cukup besar yang harus dipikul. Lantas, apa itu Chief Finance Officer? Apa tugas Chief Financial Officer? Bagaimana cara menjadi Chief Financial Officer? Pelajari semua tentang Chief Finance Officer di artikel yang sudah disiapkan oleh CakeResume ini!Apa itu Chief Financial Officer (CFO)? CFO adalah singkatan dari Chief Financial Officer. CFO artinya senior eksekutif yang mengawasi masalah keuangan yang terjadi di perusahaan. Sebagai anggota c-suite, Chief Finance Officer diharapkan untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan keuangan perusahaan, perencanaan dan analisis finansial, dan juga pengawasan pengeluaran dan pendapatan. Karena Chief Financial Officer adalah pemegang kuasa tertinggi keuangan dalam perusahaan, CFO ini memiliki peran dan fungsi yang sangat penting. Tiga fungsi penting seorang Chief Finance Officer termasuk, Pengendalian: Contohnya, mengendalikan biaya, mengelola arus kas, serta memantau dan menyetujui laporan keuangan yang dibuat oleh para akuntan.Pengoperasian: Contohnya, melaksanakan manajemen likuiditas dan treasury perusahaan.Strategi dan Peramalan: Contohnya, menganalisis tren pasar, memprediksi masa depan, mengambil keputusan untuk ekspansi perusahaan, dan memikirkan strategi terbaik. Apa Tugas Seorang Chief Financial Officer? CFO adalah posisi eksekutif dengan tugas yang cukup berat. Mengapa? Karena, tugas Chief Financial Officer adalah mengatur dan mengawasi semua hal yang berkaitan dengan bidang keuangan perusahaan. 📝10 tugas CFO sehari-hari: Melaksanakan manajemen keuangan perusahaan.Mengawasi aktivitas manajemen kas.Mencatat seluruh transaksi perusahaan.Mengelola investasi perusahaan.Melakukan audit internal.Menangani merger dan akuisisi.Memastikan dokumen keuangan mematuhi peraturan perusahaan.Mengidentifikasi peluang untuk keuangan perusahaan.Menangani risiko keuangan perusahaan.Bekerja sama dengan CMO, CEO, dan COO untuk mengembangkan strategi yang mendukung ekspansi perusahaan. Temukan loker finance terbaru di Cake, ayo jadi pelamar yang tercepat! 💫Lamar Sekarang Hubungan CFO dengan Eksekutif Lainnya Perbedaan COO, CEO, CFO, CMOSeorang CFO tidak sama dengan seorang akuntan. Akuntan adalah orang yang bertugas dalam pembukuan dan pengajuan pajak. Sedangkan CFO artinya pimpinan yang bertugas dalam keuangan perusahaan dan membuat perkiraan terhadap masa depan. Dalam melaksanakan tugasnya, CFO bekerja sama dengan CEO, COO, CMO, dan CTO untuk mengembangkan perusahaan sesuai dengan visi dan misi yang ditetapkan. Oleh karena itu, CFO perlu memiliki ilmu komunikasi yang baik agar dapat menjalin hubungan yang baik dengan eksekutif lainnya. Apa perbedaan CFO, COO, CMO, CTO dan CEO? 1. Chief Operating Officer (COO) COO adalah tangan kedua dari CEO karena tugas COO berfokus pada operasional dan internal perusahaan. Tidak hanya itu, COO juga berperan dalam bidang riset, pengembangan produk, dan quality control. COO juga sering disebut sebagai Executive Vice President. 2.Chief Marketing Officer (CMO) Dalam perusahaan, CMO melaksanakan tugas-tugas yang berfokus pada pemasaran perusahaan. Tugas lain CMO yaitu hal-hal yang menyangkut persiapan pemasaran, iklan, promosi, dan pencarian solusi untuk kendala yang terjadi. 3.Chief Technology Officer (CTO) Semua perkembangan perusahaan jaman sekarang sangat terbantu dengan kemajuan teknologi. Disinilah peran CTO bekerja dalam perusahaan. CTO adalah orang yang bertanggung jawab dalam pengembangan produk internet dan aplikasi perusahaan. Jadi, CTO memiliki peran penting dalam bidang teknologi dan informasi perusahaan. 4. Chief Executive Officer (CEO) CEO adalah pemegang kuasa tertinggi di dalam kepemimpinan suatu perusahaan. Semua kegiatan operasional yang dilakukan oleh CFO, COO, dan CMO akan diawasi dan dibantu oleh CEO. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan perusahaan ke arah yang lebih baik. Selain mengawasi, CEO juga memiliki peran yang aktif dalam pengambilan keputusan dan kebijakan seiring dengan jalannya perusahaan.Skill yang Dibutuhkan CFO 1. Business Intelligence (BI) Kemajuan perusahaan sangatlah penting, Chief Finance Officer dapat menggunakan Business Intelligence (BI) untuk mencapai hal ini. BI menerjemahkan data yang tidak terstruktur menjadi data yang berguna untuk mengambil keputusan yang strategis. Pentingnya Business Intelligence bagi Chief Finance Officer, yaitu: Mengurangi potensi risiko yang dapat terjadi.Meningkatkan daya saing perusahaan.Mengoptimalkan alur kerja perusahaan.Mendorong profitabilitas melalui pengambilan keputusan yang tepat. 2. Skill Mengidentifikasi Risiko Seperti yang sudah disebutkan di atas, salah satu tugas CFO yaitu mengidentifikasi risiko. Dengan kemampuan memprediksi potensi ancaman yang dapat terjadi, Chief Financial Officer dapat mengurangi dampak negatif dari setiap krisis bisnis yang terjadi terhadap perusahaan. 3. Kepemimpinan Salah satu tugas Chief Financial Officer adalah melaksanakan pelaporan, audit, dan memastikan kepatuhan akan peraturan yang ada, ini memerlukan tanggung jawab yang besar, lho! Untuk memenuhi tanggung jawab ini, Chief Financial Officer bergantung pada skill kepemimpinan. CFO yang baik perlu mengadopsi gaya kepemimpinan yang selaras dengan tujuan dan model bisnis perusahaan tempatnya bekerja. 4. Analisis Chief Finance Officer diharapkan memiliki kemampuan analisis untuk mendorong pengambilan keputusan yang tepat dan meningkatkan nilai operasional. Analisis yang tepat dapat menghasilkan profit yang maksimal. CFO yang memiliki kemampuan analisis yang kuat dapat melihat secara detail dalam hal: Pengadaan BarangBusiness UnitInfrastruktur ITPenjualan dan PemasaranManajemen Persediaan BarangSupply Chain dan Logistik 5. Manajemen Inovasi Seorang Chief Finance Officer yang berkompeten perlu memiliki keterampilan untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi. CFO yang fokus dalam manajemen inovasi dapat mempercepat kemajuan perusahaan. Kemajuan perusahaan tersebut, misalnya: Membawa yang terbaik dari sumber daya yang ada.Memperkenalkan solusi yang modern untuk meminimalkan pekerjaan manual.Meningkatkan strategi rekrutmen sehingga mendapatkan talenta yang terbaik.Menciptakan lingkungan bertenaga tinggi untuk menumbuhkan kreativitas.Prospek Karier CFO Gaji CFO CFO termasuk dalam daftar jabatan dengan gaji tertinggi di Indonesia. Chief Financial Officer adalah peran yang memiliki tanggung jawab dan risiko yang cukup besar, jadi tidak mengherankan jika gaji Chief Financial Officer sangat menggiurkan. Rata-rata gaji CFO di Indonesia berkisar antara Rp 11.500.000 hingga Rp 25.481.540 per bulan. Jika dihitung dalam bentuk gaji tahunannya, rata-rata gaji CFO mencapai Rp 138.000.000 per tahun. Untuk posisi CFO entry level gajinya mencapai Rp. 117.300.000 per tahun, sedangkan untuk CFO senior gajinya bisa mencapai Rp. 158.700.000 per tahun.Jenjang Karier Chief Financial Officer Pada umumnya, CFO adalah orang yang memiliki latar belakang profesional di bidang akuntansi, investasi, dan analisis keuangan. Oleh karena itu, kandidat potensial yang dapat mengisi posisi Chief Finance Officer adalah orang yang memiliki pengalaman sebagai: Manajer UmumManajer BisnisManajer OperasionalManajer KeuanganDirektur AdministrasiDirektur OperasionalDirektur KeuanganSetelah memahami apa itu CFO dan tugasnya, jangan lupa pelajari juga contoh CV CFO yang bisa kamu jadikan referensi agar peluangmu diterima semakin besar. Tips untuk Menjadi Chief Financial Officer (CFO) 1. Menempuh Pendidikan Peran Chief Financial Officer di sebuah perusahaan berkaitan erat dengan keuangan perusahaan. Tingkat pendidikan yang paling umum dimiliki oleh seorang CFO adalah gelar sarjana di bidang keuangan atau akuntansi. Selain gelar sarjana, Chief Financial Officer biasanya juga dilengkapi dengan pendidikan lanjutan seperti Master of Business Administration (MBA) atau Master of Finance. 2. Memiliki Sertifikasi Salah satu hal yang membedakan kompetensi dari para kandidat adalah sertifikasi. Sertifikasi yang relevan dengan bidang keuangan akan menunjukkan kemampuan kamu untuk menjadi calon Chief Financial Officer yang baik karena sudah melewati pelatihan tertentu. Sertifikasi yang bisa kamu ambil, yaitu: Chartered Financial Analyst (CFA)Certificate in Finance, Accounting and Business (CFAB)Certified Financial Planner (CFP)Certified Public Accountant (CPA)Certified Wealth Managers (CWM) 3. Mendapatkan 10 - 15 Tahun Pengalaman Kerja dalam Finance CFO adalah posisi tinggi yang mengatur bidang keuangan perusahaan. Untuk mencapai posisi ini, tentu saja kamu memerlukan pengalaman yang banyak karena peran ini membutuhkan pengetahuan yang luas. Oleh karena itu, bagi kamu lulusan sarjana akuntansi atau keuangan, carilah pengalaman yang banyak dalam bidang finance. Setidaknya, dapatkan 10 hingga 15 tahun pengalaman kerja di bidang keuangan agar dapat mencapai posisi Chief Finance Officer. 4. Buat CV CFO MenarikContoh CVCFO --- Dibuat di CakeResume 📚Baca Juga: Apa itu Financial Analyst: Definisi, Tugas, Gaji, Syarat, Dll. Belum punya CV? Bikin CV yang ATS-friendly di CakeResume sekarang juga! Ada 50+ template dan 100% gratis, lho!🎉Buat CV Key TakeawaysCFO artinya pimpinan yang fokus dalam perencanaan keuangan, arus kas, analisis keuangan perusahaan, dan penentuan tindakan selanjutnya untuk penyelamatan keuangan perusahaan.3 Fungsi Chief Finance Officer: Pengendalian, pengoperasian, serta strategi dan peramalan.Tugas Chief Financial Officer yaitu melakukan manajemen keuangan, melakukan investasi, memastikan dokumen telah mematuhi peraturan, menangani risiko yang terjadi, bekerja sama dengan eksekutif lainnya, dan lain sebagainya.CFO bekerja sama dengan CEO, COO, CMO, dan CTO dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan perusahaan.5 keterampilan yang dibutuhkan seorang CFO adalah Business Intelligence (BI), skill mengidentifikasi risiko, kepemimpinan, analisis, dan manajemen inovasi.Tips untuk menjadi Chief Financial Officer: memperoleh gelar sarjana atau magister di bidang keuangan, memiliki sertifikasi yang relevan, mendapatkan pengalaman bekerja di bidang keuangan, dan membuat CV yang menarik. Sekarang kamu bisa cari lowongan kerja di CakeResume, gratis dan transparan! Yuk, cari pekerjaan impian kamu di CakeResume sekarang juga🎉 Cari Loker
Portfolio
Feb 13th 2025

Mengenal Personal Branding dan Cara Membangunnya di Dunia Profesional

Di era digital saat ini,personal branding menjadi salah satu aspek penting dalam dunia kerja. Dengan meningkatnya kompetisi di k=pasar kerja, cara kamu mempresentasikan dirimu dapat memengaruhi peluang karirmu.Menurut sebuah penelitian oleh LinkedIn, 85% perekrut mengatakan bahwapersonal branding yang kuat dapat meningkatkan peluang kandidat untuk diterima. Maka, penting bagi parajob seeker untuk memahami dan mengembangkanpersonal branding agar bisa sukses di dunia profesional.Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang pentingnyapersonal branding dan cara membangunpersonal branding yang efektif! Daftar Isi:Apa itu Personal Branding?Pentingnya Personal Branding untuk Semua OrangBagaimana Cara Melakukan Personal Branding?Contoh Personal Branding yang SuksesLangkah Awal Membangun Personal BrandApa itu Personal Branding? Perusahaan kini mulai memerhatikan personal branding kandidat karyawannya.Ketika mendengar katabranding,mungkin yang terlintas di pikiranmu adalah sebuah bisnis. Namun, ternyatabranding bukan hanya diperlukan oleh bisnis. Kamu juga memiliki identitas ataubranding yang bisa dikembangkan melalui personal branding. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan personal branding? Pengertian Personal Branding Personal branding atau self-branding adalah cara kamu mempresentasikan diri kepada orang lain. Personal brand yang sukses tercipta ketika kamu dapat menciptakan kesan yang konsisten di mata orang-orang di sekitarmu. Oleh karena itu, personal branding kamu harus benar-benar mencerminkan siapa dirimu. Ini mencakup kombinasi dari skill dan pengalaman yang kamu miliki sampai nilai-nilai pribadi yang kamu pegang. Tujuan Personal Branding Kenapa sih harus memiliki personal branding? Membangun personal branding sangat penting untuk menciptakan kesan positif di mata orang lain, baik dalam konteks karier, bisnis, maupun kehidupan pribadi.Bukannya hanya artis yang perlu membangun branding diri mereka? Jangan salah! Meskipun karirmu tidak berhubungan dengan dunia hiburan, memiliki personal branding tetap sangat berguna untuk karirmu. Baik jika kamu membangun bisnis atau bekerja untuk sebuah perusahaan, cara kamu menggambarkan diri bisa memberikan pengaruh besar terhadap kesuksesan bisnismu. Faktanya, banyak orang lebih tertarik untuk mengikuti individu daripada hanya mengikuti merek perusahaan. Contoh Personal Branding dalam Bisnis: ChatGPT said:Elon Musk memiliki lebih banyak pengikut di Twitter dibandingkan dengan perusahaan yang ia dirikan, Tesla. Begitu juga dengan Gary Vaynerchuk, pendiri VaynerMedia, yang juga memiliki pengaruh besar di media sosial. Dengan personal branding yang konsisten dan autentik, mereka berhasil meningkatkan eksposur, menarik perhatian publik, juga membangun kepercayaan, yang secara langsung berdampak pada kesuksesan perusahaan mereka. Manfaat Personal Branding1. Meningkatkan Kepercayaan Diri Branding diri bukan proses yang dapat terjadi secara instan, melainkan harus dibangun secara perlahan seiring waktu berjalan. Dalam prosesnya, kamu akan terus mengembangkan kemampuan kamu juga mengenal dirimu lebih dalam, mulai dari fokus, kekuatan, sampai kekurangan terbesarmu. 2. Kesempatan untuk Berkreasi Dengan personal branding, kamu memiliki kesempatan untuk menjadi diri sejati dan mengekspresikan siapa kamu sebenarnya. Personal branding memungkinkanmu untuk mengeksplorasi dan mengembangkan passion, kreativitas, serta ide-ide unik yang kamu miliki. Ini adalah ruang untuk berekspresi dan menunjukkan keunikanmu kepada dunia, sekaligus membangun identitas yang otentik. 3. Membuatmu Lebih Menonjol Membangun personal branding adalah kesempatan untuk membedakan dirimu dengan orang lain dan menarik perhatian. Membangunbranding yang kuat dan konsisten membantu kamu lebihstandout, sehingga orang lebih mudah mengenali dan mengingat dirimu. Hal ini dapat membantu meningkatkan peluangmu untuk sukses di dunia kerja! Contoh: Bayangkan kamu lebih pintar daripada Dodi. Tetapi, Dodi memiliki online presence atau reputasi online yang lebih kuat karena aktif di LinkedIn. Dalam situasi ini, tentunya peluang Dodi untuk dikenal orang dan mendapatkan pekerjaan akan lebih besar daripada kamu yang tidak memiliki reputasi online. 4. Membuka Banyak Peluang Baru Memiliki personal brand yang kuat dapat menjadi batu pijakan menuju kesuksesanmu. Dengan self branding, kamu akan lebih mudah mencapai berbagai tujuan, baik pribadi maupun profesional. Hal ini tentunya akan sangat mendukung kemajuan karirmu dan membuka lebih banyak peluang untuk berkembang. 📝 Memiliki personal branding yang kuat akan membukakan banyak pintu kesempatan, termasuk: Interview kerjaMagangKesempatan networkingNaik pangkatKolaborasi /partnershipDan lainnya. 5. Meningkatkan Kredibilitas dan Kepercayaan Suatu studi oleh Harris Poll menunjukkan, 70% rekruter percaya bahwa selain melakukan screening CV lamaran kerja, setiap perusahan perlu melakukan pengecekan sosial media seorang kandidat saat proses rekrutmen. Jika kamu memiliki personal branding yang baik pada sosial media seperti LinkedIn atau Instagram, ini akan menumbuhkan kredibilitas dan kepercayaan terhadap diri kamu.Buat profil Cake untuk membangunpersonal branding yang kuat dan menarik perhatian perekrut!🚀Mulai SekarangCara Membangun Personal Branding 6 Cara Praktis untuk Membangun Personal Branding1. Cari TahuPassion dan Tujuanmu Langkah pertama dalam membangun personal branding yang kuat adalah mengenali passion dan tujuanmu. Luangkan waktu untuk merenungkan apa yang benar-benar kamu sukai dan apa yang ingin kamu capai dalam hidup dan kariermu.Dengan mengetahui passion dan tujuanmu, kamu dapat mengarahkan upaya branding ke arah yang sesuai, sehingga menciptakan citra yang autentik dan relevan dengan identitasmu. Ini akan membuat perjalanan personal brandingmu lebih bermakna dan efektif. 💡 Tanyakan pertanyaan-pertanyan ini untuk membantu kamu mencaripassion dan tujuan: Apa yang membuatku bersemangat?Di bidang apa aku unggul?Pekerjaan seperti apa yang paling memotivasi aku?Industri mana yang aku anggap menarik dan sesuai dengan minatku?Ke arah mana aku ingin mengarahkan karierku?Dampak apa yang ingin aku berikan? 2. Tentukan Nilai Unikmu“ People only remember those who stand out” Cari tahu nilai unik yang kamu miliki, baik itu keterampilan khusus, pengalaman, atau perspektif yang kamu bawa. Nilai-nilai ini akan menjadi fondasi dalam membentuk citra diri yang autentik dan menarik perhatian orang lain, terutama di dunia profesional. 3. Membangun KehadiranOnline yang Kuat Memiliki situs web pribadi merupakan langkah yang signifikan ketika membangun personal branding. Namun, cara yang lebih mudah dibanding membuat sebuah website adalah mengoptimasi profil sosial media seperti LinkedIn, membuat CV onlineataupun portofolio online yang dapat dicari orang di internet.Cara self branding ini akan membantumu dikenal lebih cepat di dunia online. Ingat, tujuannya adalah agar kamu terlihat dan mudah diakses oleh lebih banyak orang. Dengan memanfaatkan berbagai platform online, kamu bisa mencapai hal ini dengan lebih efektif! ✍🏻 Masukkan informasi di bawah ini ke dalam profil kamu: Foto profesionalDeskripsi diri kamu (minat, aspirasi)Pengalaman atau penghargaan yang pernah diraihHal yang dapat kamu tawarkanTestimonialKontak informasi dan link menuju sosial media Tahukah kamu kalau kamu bisa membangunpersonal branding melalui CVdan portofolio?Buat CVdi Cake sekarang untuk menunjukkanbrand dirimu!✨Buat CV4. Bangun konten bermanfaat Salah satu strategi personal branding yang ampuh adalah membangun konten. Ini adalah cara yang efektif untuk mendapatkan kepercayaan audiens kamu. Dengan konten gratis yang kamu buat, orang lain akan merasakan manfaat dari konten kamu dan mereka akan memposisikan kamu sebagai ahli di bidang tersebut. Bentuk konten pun bermacam-macam dan bisa dibagikan ke berbagai macam platform. Pilihlah yang kamu rasa paling nyaman.Tipe-tipe konten:PodcastTextVideoPPTWebinarInfographicPilihan platform:YoutubePlatform podcastPersonal websiteLinkedInSosial mediaDan lain-lain. 5. Konsisten dalam Konten dan Pesan Kunci utama dalam membangunpersonal branding yang kuat adalah konsistensi. Selain konsisten dalam membuat konten, kamu juga harus tetap konsisten dengan nilai unik dan pesan yang ingin kamu sampaikan. Hindari memberikan kesan yang berbeda-beda di platform atau kesempatan yang berbeda.Misalnya, jika kamu ingin dikenal sebagai seorang profesional di bidang digital marketing, pastikan konten yang kamu bagikan, cara kamu berinteraksi, dan bahkan gaya komunikasimu mencerminkan hal tersebut. Konsistensi dapat membantu membangun brand yang lebih kuat dan mudah diingat. Semakin konsisten kamu dalam menyampaikan pesan, semakin besar kemungkinan orang mengenal dan mempercayai personal brand yang kamu bangun. 6. Terus Belajar dan BeradaptasiDalam membangunpersonal branding, penting untuk terus belajar dan beradaptasi. Di dunia yang berkembang dengan cepat, kemampuan ini dapat menunjukkan komitmenmu untuk mengembangkan diri. Dengan secara aktif meningkatkan keterampilanmu, kamu menunjukkan bahwa kamu tetapup-to-date, fleksibel, dan tidak mudah menyerah.Brand ini dapat membantu membangun reputasi positif juga meningkatkan kepercayaan orang lain.Misalnya, jika konten yang kamu buat tidak memberikan hasil yang diharapkan, gunakan pengalaman tersebut untuk menganalisis dan memperbaiki konten yang ada. Kemampuan untuk beradaptasi tidak hanya meningkatkan kualitas kontenmu, tetapi juga mencerminkan kemampuanmu untuk belajar dari kesalahan dan menerapkan pendekatan inovatif.Contoh Personal Branding1. Contoh Self Branding 1: Gary Vaynerchuk (GaryVee)Contoh Personal Branding yang SuksesGary Vaynerchuk adalah pengusaha sukses di Amerika. Vaynerchuk dikenal karena entrepreneurial spirit (semangat kewirausahaan) nya yang kuat, dan kesuksesan bisnisnya. Salah satu cerita yang Gary tidak malu untuk berbagi adalah bahwa dia bukanlah siapa-siapa sampai usianya di pertengahan tiga puluh.Vaynerchuk telah menjadi juru bicara bagi pengusaha dan orang-orang yang ingin mencari kebahagiaan dalam hidup. Pesannya adalah untuk melupakan tuntutan sosial, fokus mencari passion masing-masing, dan bagaimana mengubah passion tersebut menjadi sumber penghasilan.Vaynerchuk juga merupakan penulis buku terlaris dan menjabat sebagai chairman VaynerX, serta CEO dari VaynerMedia, sebuah perusahaan periklanan layanan lengkap. GaryVee merupakan contoh personal branding yang sukses sebab nama GaryVee bersinar di hampir setiap platform media sosial.2. Contoh Personal Brand 2: Neil Patel Contoh Self Branding yang Baik Neil Patel adalah seorang guru marketing yang mengajarkan cara memasarkan produk/jasa secara online. Dia juga merupakan CMO dan Co-Founder Neil Patel Digital, sebuah agensi yang bertujuan untuk membantu perusahaan-perusahaan top dunia meningkatkatkan traffic situs nya secara besar-besaran. Terlebih lagi, Neil adalah raja blogging yang membahas tentang pemasaran digital. Tulisan Neil Patel sangat mendalam dan biasanya didukung dengan bukti dari pengalamannya sendiri. Ini merupakan contoh personal branding yang sukses karena Neil telah berhasil memposisikan personal branding dirinya sebagai guru online marketing dan SEO.3. Contoh Personal Branding 3: Mark MansonContoh Personal Branding yang KuatMungkin kamu pernah mendengar buku yang berjudul "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat" (The Subtle Art of Not Giving a F*ck).Ya, penulis buku tersebut adalah Mark Manson. Ia adalah seorang blogger dan pengusaha. Mark memahami pentingnya nama dia dikenal online. Situs webnya bernama markmanson.net dan dia berfokus bagaimana dia dapat membantu kamu secara personal.Mark Manson membangun personal brandingnya yang to the point. Postingan dalam situsnya berisi ulasan yang mendalam, terkadang kurang sopan, namun yang terpenting jujur. Saatnya Mulai Membangun Personal Branding Mau membangunpersonal branding, tapi bingung gimana caranya?Kamu bisa mulai membangunpersonal brand-mu dengan 2 cara mudah di bawah ini: 1. Aktif di Media Sosial Manfaatkansocial media seperti Instagram atau LinkedIn sebagai cara meningkatkanpersonal brandingkamu. Kamu bisa membagikan pemikiran, pengalaman, dan keahlianmu melalui platform ini, untuk membangunimage dirimu. Dengan membagikan konten bermanfaat ke audiens luas, tanpa disadari kamu juga sedang memperkenalkan dirimu dan membangun koneksi. Untuk membangunpersonal branding secara profesional, kamu bisa membuat profil di platform pencarian kerja sepertiLinkedIndanCake. Kamu bisa menunjukkan pencapaian, keterampilan, dan proyek yang telah kamu kerjakan. Ini dapat membantu kamu membangunnetwork profesional yang lebih luas dan menarik perhatian perusahaan impianmu.Buat profil Cake sekarang dan mulai bangunpersonal brand yang dapat menarik perusahaan✍🏻Buat Profilmu2. Membangun PortofolioOnlineMembuat portofolio adalah salah satu cara untuk menunjukkanbrand-mu. Siapkan portofolio yang menunjukkan karya-karya terbaikmu. Sertakan proyek, artikel, atau pencapaian yang mencerminkan keahlian dan nilai yang kamu tawarkan. Portofolio yang baik akan memberi gambaran jelas tentang kemampuanmu kepada orang lain, terlebih kepada perusahaan impianmu.Untuk mempermudah akses ke portofoliomu, lebih baik kamu membuat portofolio online yang dapat kamu cantumkan di CV dan bagikan di media sosial. Membagikan portofoliomu dapat menarik perhatianrecruiter sehingga meningkatkan kesempatanmu dapat kerja!Tertarik membuat portofolio?Kamu bisa coba membuat portofolioonline di Cake. Di Cake, kamu bisa membuat portofolio yang menarik dan tetap profesional untuk menunjukkan pengalaman kerja, proyek, dan pencapaianmu. Bukan hanya itu, kamu juga bisa membagikan portofoliomu di komunitas Cake agar profilmu bisa di-notice oleh HRD!Buat Portofolio Online diCakeTunjukkan karya terbaikmu melalui portofolio, langsung buat portofoliomu sekarang di Cake🚀Button 💎 Tips Cara Membangun Personal Branding: Memperkenalkan diri secara konsisten di platform berbedaMembuat planning dan merencanakan isi konten bermanfaat secara matangBerkomunikasi dengan audiensKonsistensi adalah kunciLast but not least, be yourself!💡 Belajar MembangunPersonal Branding Langsung dari Expertnya!Personal Branding ala Fellexandro RubyBelajar Membangun Personal Brand Lewat Social Media dari Grace, Idol Indonesia di Taiwan KesimpulanPersonal branding adalah cara kamu menunjukkan diri kamu ke orang lain.Personal brand adalah hal yang membuat kamu unik dan menggambarkan apa yang kamu perjuangkan, sehingga tidak dapat diambil dari dirimu.Personal branding yang sukses adalah ketika kamu bisa menetapkan kesan yang unik pada orang-orang sekitar.Membangun personal brand membutuhkan waktu dan usaha. Namun, pentingnya personal branding dan kebutuhan akan personal branding terutama dalam membangun karir akan terus meningkat. Setelah mengerti apa yang dimaksud dengan personal branding serta melihat contoh personal branding yang kuat, sudahkah kamu siap membangun personal branding kamu?Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Industry & Job Overview
Dec 16th 2022

Kenali 9 Jabatan C-Level di Perusahaan Beserta Tugas dan Hal yang harus Dipersiapkan!

Daftar Isi: Pengertian C-Level (C-Suite)Keterampilan yang Harus Dimiliki C-Level ExecutiveMacam-macam Jabatan C-Level di PerusahaanKualifikasi dan Cara Mencapai C-Level C Level Adalah Di setiap perusahaan selalu ada jajaran eksekutif yang sering dikenal dengan sebutan C-Level atau juga sering dikenal sebagai C Suite. Mungkin contoh dari C-Level yang sering kamu dengar adalah Chief Executive Officer (CEO). Namun, sebenarnya masih ada banyak lagi peran C Level Executive yang mungkin belum kamu pahami lebih dalam tugas dan wewenangnya. Penasaran dengan posisi C-Level lainnya? Yuk, pelajari lebih lanjut tentang C-Level di artikel ini! Lengkap mulai dari arti C-Level, tanggung jawab dan gaji C Level Manager, macam-macam C-Level, skill yang dibutuhkan seorang C Suite, hingga kualifikasi dan cara mencapai posisi C-Level.Apa itu C-Level (C-Suite)? C-Level sering juga disebut sebagai C Suite, C Level Manager, dan C Level Executive. C-Level adalah jabatan tertinggi di perusahaan yang memiliki wewenang dan pengaruh yang besar. Huruf “C” dari C-level adalah singkatan dari kata “Chief”. Jabatan chief adalah pemimpin yang memiliki keahlian dan pengalaman yang mendalam karena harus mampu memegang kendali dalam bisnis. Di dalam perusahaan, peran C-Level tidak hanya dipegang oleh satu orang, ada berbagai C-Level yang memiliki peran sendiri dalam departemen-departemen lain. Biasanya, pemegang jabatan C Suites ini akan berkumpul untuk membuat keputusan bersama yang tentunya tidak mudah dan dapat memberikan dampak yang besar bagi perusahaan.💼Tanggung Jawab C-Level Manager: Membuat perencanaan strategis.Mengambil keputusan bersama tentang saham, investasi, dan keuangan.Mengumpulkan informasi dari manajemen tingkat bawah dan karyawan untuk mendukung pengambilan keputusan.Melakukan kolaborasi antar C Level Executive.Memberhentikan dan mempekerjakan karyawan. Skill yang Dibutuhkan C-Level Executive C-Suite adalah peran tinggi di perusahaan dengan tanggung jawab yang sangat besar. Oleh karena itu, orang yang menduduki C Level management membutuhkan pengalaman bertahun-tahun di perusahaan untuk memperoleh kombinasi dari skill kepemimpinan, manajemen dan interpersonal. Simak skill yang dibutuhkan oleh C Level Executive yang sudah dirangkum oleh Cake! 💻Skill C Level Executive Berpikir strategis untuk membentuk visi masa depan perusahaan.Mengembangkan rencana yang mendukung visi strategis tersebut.Mempersiapkan tim agar berhasil dalam melaksanakan tugas-tugasnya.Membimbing departemen masing-masing untuk meminimalkan dampak negatif yang dapat terjadi.Memanfaatkan keahlian mendalam di area fungsional yang diawasi.Mendelegasikan tugas manajemen secara efektif.Memeriksa laporan untuk memastikan kinerja dan peningkatan kualitas.Berkomunikasi secara efektif dengan berbagai karyawan.Bekerja dengan baik bersama tim untuk membantu menciptakan budaya perusahaan yang baik.Menunjukkan sifat dan perilaku yang menggambarkan kepemimpinan perusahaan. Macam-macam Jabatan C-Level di Perusahaan dan Tanggung Jawabnya C-level terdiri atas berbagai jabatan yang menjadi pemimpin dari berbagai jenis departemen. C Level Manager tentunya memiliki gaji yang tinggi karena pekerjaannya jauh lebih berat dibandingkan dengan karyawan lain. Di bawah ini adalah daftar dari macam-macam jabatan C-level beserta job desk dan gajinya: 1.Chief Executive Officer (CEO) 💼Job desk : Tanggung jawab seorang CEO adalah mengawasi jalannya perusahaan secara keseluruhan, menentukan tujuan perusahaan, merencanakan strategi perusahaan, dan membuat keputusan penting yang memiliki dampak terhadap perusahaan. 💰Gaji: Rp 130.000.000 - Rp 250.000.000 per bulan. 2. Chief Operating Officer (COO) 💼Job desk : Tugas COO adalah mengawasi bidang operasional perusahaan sehari-hari, melaksanakan strategi perusahaan yang telah direncanakan, membuat kebijakan untuk mengatur operasi perusahaan dan juga seringkali ikut serta dalam fungsi human resources perusahaan. 💰Gaji: Rp 80.000.000 - Rp 100.000.000 per bulan. 3. Chief Financial Officer (CFO) 💼Job desk : Tugas CFO meliputi menghitung anggaran tahunan perusahaan, memastikan kepatuhan finansial perusahaan terhadap peraturan yang sudah ditentukan, merencanakan finansial, dan menganalisis risiko. 💰Gaji:: Rp 11.500.000 - Rp 25.481.540 per bulan. 4.Chief Marketing Officer (CMO) 💼Job desk : Tugas CMO yaitu mengawasi periklanan, mengelola brand awareness, mengawasi posisi produk di pasar, merencanakan strategi marketing, mengawasi hubungan perusahaan dengan konsumen, menyiapkan campaign, dan mengawasi Return of Investment (ROI). 💰Gaji : Rp 20.000.000 - Rp. 35.000.000 per bulan. 5. Chief Technology Officer (CTO) 💼Job desk : CTO berperan dalam mengawasi perkembangan teknologi dan sistem informasi perusahaan, berfokus pada inovasi teknologi di perusahaan, dan mengawasi produk dan fitur terbaru yang dirilis oleh perusahaan. 💰Gaji: Rp 48.080.000 - Rp 180.670.000 per bulan. 6. Chief Human Resources Officer (CHRO) 💼Job desk : CHRO bertanggung jawab mengawasi departemen Human Resources (HR) di perusahaan, membuat proses perekrutan yang baik, melakukan training dan evaluasi karyawan, mengawasi perkembangan karyawan, dan mengelola strategi perekrutan dalam jangka panjang. 💰Gaji: Gaji Chief Human Resources Officer bergantung pada tingkat pendidikan, pengalaman, dan ukuran perusahaan. 7. Chief Compliance Officer (CCO) 💼Job desk : CCO bertanggung jawab dalam memastikan semua kegiatan perusahaan telah mematuhi aturan perusahaan, memantau jalannya bisnis perusahaan, merancang dan menerapkan kebijakan dalam perusahaan. 💰Gaji: sekitar Rp 22.500.000 per bulan. 8. Chief Data Officer (CDO) 💼Job desk :Tugas CDO termasuk mengawasi teknologi informasi perusahaan, membantu perusahaan melakukan digitalisasi data dan mengelola data tersebut secara digital. 💰Gaji: Gaji Chief Data Officer bergantung pada tingkat pendidikan, pengalaman, dan ukuran perusahaan. 9. Chief Business Officer (CBO) 💼Job desk : Chief Business Officer bertugas dalam mengendalikan anggaran, memasukkan iklan untuk pengembangan proyek, menjalin hubungan dengan investor, dan menggalang dana yang membantu pengembangan proyek. 💰Gaji: Gaji Chief Business Officer bergantung pada tingkat pendidikan, pengalaman, dan ukuran perusahaan. 📚Baca juga: 15 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia! Kualifikasi dan Cara Mencapai C-Level 1. Menempuh Pendidikan Penting bagi kandidat C Level Executive untuk memiliki gelar Master of Business Administration (MBA) atau gelar sarjana yang relevan dengan pekerjaannya. Dengan menempuh pendidikan yang berkaitan, para C Level Manager akan dilengkapi dengan fondasi kepemimpinan yang kuat, ilmu serta pengetahuan yang dalam mengenai hal-hal terkait dengan tugas dan tanggung jawabnya. 2. Mendapatkan 10 - 15 Tahun Pengalaman Kerja Tugas jajaran C Level Executive mencakup banyak aspek manajemen bisnis, jadi dibutuhkan pengalaman kerja bertahun-tahun untuk mencapai C-level. Setidaknya dapatkan 10 hingga 15 tahun pengalaman bekerja di bidang yang relevan untuk memperoleh pengalaman dalam keandalan, integritas, dan pengambilan keputusan. 3. Catat Pencapaian yang Telah Kamu Capai Kumpulkan informasi berisi data-data yang menunjukkan nilai kamu dalam bisnis. Informasi ini bisa digunakan di CV kamu untuk menunjukkan dedikasi, etos kerja, dan inisiatif saat melamar posisi C Suite. 4. Buat CV C-Level yang MenarikContoh CVC Level --- Dibuat di CakeKunjungi Cake dan buat CV-mu sekarang juga. 100% Gratis dan mudah, lho! Hanya perlu drag and drop🎉 Buat CV Key TakeawaysC-Suite adalah jabatan eksekutif yang memiliki pengaruh besar dan memegang wewenang tinggi dalam sebuah perusahaan.Skill utama yang dibutuhkan oleh orang yang menduduki C Level management yaitu kombinasi dari skill kepemimpinan, manajemen dan interpersonal.9 macam jabatan C Level Manager: Chief Executive Officer (CEO), Chief Operating Officer (COO), Chief Financial Officer (CFO), Chief Marketing Officer (CMO), Chief Technology Officer (CTO), Chief Human Resources Officer (CHRO), Chief Compliance Officer (CCO), Chief Data Officer (CDO), dan Chief Business Officer (CBO).Ada 4 cara untuk mencapai C-level: Mengambil gelar sarjana yang relevan atau Master of Business Administration (MBA), memiliki pengalaman bekerja selama 10 hingga 15 tahun di bidang yang relevan, memiliki daftar pencapaian yang telah dicapai sebelumnya, membuat CV C-Level yang menarik. --- Ditulis OlehAileen Gabriella ---
Career Development
Jul 4th 2024

3 Tingkatan Manajemen di Perusahaan dan Contoh Jabatannya

Perusahaan atau organisasi bisnis pasti memiliki manajemen yang berfungsi mengelola sumber daya, mengatur operasional, serta mengarahkan kinerja tim untuk mencapai tujuan. Struktur manajemen sebuah perusahaan dapat berbeda-beda sesuai dengan besar kecilnya skala bisnis perusahaan tersebut. Umumnya, perusahaan membagi pos manajerial ke dalam 3 tingkatan manajemen yaitu lower management, middle management, dan top management yang menjadi ‘tulang punggung’ bagi kesuksesan operasional. Setiap tingkatan manajemen ini memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen secara efektif. Di artikel ini, Cake akan membahas lebih mendalam seputar pengertian tingkatan manajemen, apa saja 3 tingkatan manajemen, dan cara berkarir di level manajer. Yuk, simak selengkapnya! Daftar isi: Pengertian Tingkatan Manajemen 3 Tingkatan Manajemen Cara Memulai Karir di Level Manajer Pengertian Tingkatan Manajemen Tingkatan manajemen adalah sebuah hierarki dalam suatu perusahaan yang membagi tugas dan tanggung jawab manajerial ke dalam beberapa tingkatan atau level. Tingkatan manajemen secara umum dibagi menjadi 3 yaitu lower management, middle management, dan top management. Semakin tinggi tingkatan manajemen, maka tanggung jawab dan otoritas yang dimiliki akan semakin besar. Tingkatan dalam manajemen memegang peranan penting sebagai pengatur utama organisasi atau perusahaan. Tingkatan manajemen yang terstruktur memungkinkan perusahaan menciptakan koordinasi yang efisien, pengambilan keputusan tepat, dan pengelolaan sumber daya lebih optimal. Hal ini membantu perusahaan bertumbuh dan bersaing dalam lingkungan bisnis kompetitif. Tingkatan manajemen juga meminimalisir risiko kekacauan organisasi dan ketidakpastian strategis, sehingga mendorong perkembangan pencapaian tujuan perusahaan. Di Indonesia, banyak perusahaan yang telah menerapkan jenjang manajemen untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat koordinasi antar departemen. Ada banyak sektor bisnis yang menerapkan tingkatan manajemen, berikut beberapa di antaranya: RetailFMCGMedia dan KomunikasiPendidikanFinansialPerbankanPerusahaan teknologi dan elektronik 3 Tingkatan Manajemen Tingkatan dalam manajemen dibagi menjadi tiga yang mempunyai tugas, wewenang, dan mencakup banyak jenis posisi manajerial. Berikut merupakan penjelasan 3 tingkatan manajemen secara lebih rinci: 1. Top Level Management Top management adalah posisi manajerial yang paling tinggi dalam sebuah perusahaan atau organisasi bisnis. Top level management dikenal juga sebagai manajemen puncak. Mereka secara khusus bertanggung jawab dalam pembuatan keputusan strategis yang berdampak besar bagi perusahaan secara keseluruhan. Tugas top management mengawasi arah jalannya perusahaan agar tetap sesuai dengan tujuan jangka panjang. Selain itu, top management juga menjalin hubungan dengan pihak eksternal seperti pemegang saham dan pemerintah. Peran top management yang vital menentukan kesuksesan dan keberlanjutan perusahaan. Keputusan yang diambil tingkatan manajer ini menjadi fondasi bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan industri dan lebih adaptif terhadap perubahan pasar. Lantas, manajemen tingkat pertama siapa saja? Contoh jabatan yang mengisi top management adalah Chief Executive Officer (CEO), Chief Financial Officer (CFO), Chief Operating Officer (COO), Chief Marketing Officer (CMO), Chief Technology Officer (CTO). Dalam istilah lain, ada pula perusahaan yang menggunakan istilah President, Vice President, Pemimpin Umum hingga Board of Directors atau Board of Executives. 2. Mid Level Management Manajemen tingkat menengah atau middle management adalah posisi manajerial yang berada di antara top management dan lower management. Level manajemen ini berfungsi sebagai pelaksana dan menerjemahkan keputusan strategis menjadi tindakan operasional, serta mengelola sebuah departemen atau divisi tertentu. Tugas middle management menjadi penghubung antara lower management dan top management. Mereka mengawasi pelaksanaan rencana jangka panjang dan jangka pendek, serta memastikan setiap karyawan memahami tujuan perusahaan secara keseluruhan. Selain itu, middle management juga memberikan arahan kepada lower management untuk mengimplementasikan strategi secara efektif, mengatasi masalah operasional sehari-hari, dan optimalisasi kinerja departemen atau divisi. Contoh manajemen menengah yang kerap ditemui di perusahaan-perusahaan Indonesia meliputi general manager, manajer departemen, kepala cabang, manajer proyek, plant manager, pemimpin redaksi, dan sejenisnya. 3. Lower Level Management Lower management adalah posisi paling rendah dalam tingkatan manajemen. Jika dibandingkan dengan management di atasnya, lower management memiliki tugas yang lebih spesifik dan berhubungan langsung dengan staff atau karyawan. Lower level management bertugas memberikan arahan secara langsung kepada karyawan dan memastikan efisiensi operasional. Mereka turut bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan operasional harian dan melaporkannya kepada middle management. Selain itu, lower management juga bertugas menyampaikan kritik, saran, dan keluhan dari karyawan, menyelesaikan konflik internal tim, memberikan bantuan atas masalah teknis, serta mendorong kinerja tim agar memenuhi standar kualitas produksi atau layanan yang telah ditetapkan. Beberapa jabatan yang mengisi lower level management adalah supervisor, mandor, team leader, koordinator lapangan, redaktur, dan floor manager.Tiga Tingkatan Manajemen Cara Memulai Karir di Level Manajer Berkarir di level manajer adalah perjalanan panjang yang membutuhkan banyak pengalaman. Tak hanya itu, seorang manajer juga perlu memiliki latar belakang pendidikan yang relevan, keterampilan kepemimpinan, dan jaringan profesional yang luas. Bagi kamu yang berminat berkarir sebagai manajer, berikut merupakan 4 cara yang bisa kamu tempuh untuk memulai karir di level manajer. 1. Miliki Pengalaman Kepemimpinan Keterampilan kepemimpinan adalah inti peran manajerial yang wajib dikuasai oleh kandidat manager. Hal ini dikarenakan kepemimpinan yang efektif membuat dinamika tim menjadi lebih positif dan termotivasi. Kepemimpinan yang kuat mampu menciptakan visi yang jelas, memecahkan masalah tim, serta mendorong budaya kerja yang sehat dan inovasi dalam lingkungan kerja. Untuk mendapatkan pengalaman kepemimpinan, kamu bisa bergabung dengan proyek atau acara untuk mengisi pos sebagai koordinator atau ketua tim. Pengalaman ini memberikan kamu pengalaman dalam mengarahkan anggota tim, mengelola tugas proyek, hingga membuat keputusan penting. Selain itu, pengalaman kepemimpinan juga bisa diperoleh dari organisasi mahasiswa, komunitas, atau organisasi masyarakat. Beranikan diri untuk mengambil tanggung jawab khusus yang membuat kamu dapat mengembangkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan. Apabila kamu sudah masuk dalam dunia kerja, kamu bisa mencoba mengajukan diri untuk menjadi mentor bagi rekan-rekan kerja dalam hal yang kamu kuasai. Ini akan membantumu memperoleh keterampilan kepemimpinan, memperkuat kemampuan komunikasi, dan membangun hubungan profesional yang lebih baik. Dengan menjadi seorang mentor berarti kamu akan belajar menyampaikan feedback konstruktif, memotivasi orang lain, dan mengasah manajemen waktu. Deretan keterampilan ini menjadi poin berharga yang membuatmu selangkah lebih maju dalam mengambil peran manajerial. 2. Bangun Jaringan Profesional Jaringan profesional membantu membuka peluang karir dan wawasan penting terkait tren manajemen dalam menghadapi tantangan terkini. Membangun jaringan profesional tak hanya dilakukan di dalam perusahaan tempatmu bekerja, tapi juga di luar lingkungan kerjamu. Ada beberapa cara konvensional dalam membangun jaringan profesional seperti mengikuti konferensi atau seminar, bergabung dengan asosiasi pekerja profesional, mengikuti mentorship, dan lainnya. Selain cara konvensional, kamu juga bisa mencoba cara baru networking yang lebih efektif melalui fitur Cake Meet di aplikasi Cake. Fitur CakeResume Meet memungkinkan karyawan memperluas koneksi profesional secara mudah dan praktis dalam lingkup global. Melalui fitur ini, pengguna dapat terhubung dengan rekruter, HRD, dan para profesional untuk menelusuri berbagai peluang baru sekaligus meningkatkan kompetensi pribadi sesuai dengan tren industri. Swipe dan dapatkan koneksi baru untuk perluas peluang karier kamu di Cake Meet sekarang juga! 🎉Mulai Networking 3. Upgrade CV Kamu Tips ketiga untuk memulai karir di level manajer adalah upgrade CV dengan pencapaian terbaru dan menambahkan keterampilan yang relevan dengan posisi manajerial. Kamu bisa berfokus pada keterampilan kepemimpinan dan menjelaskan lebih lanjut tentang pengalaman memimpin tim, mengelola proyek, serta pencapaian leadership di bagian pengalaman kerja. Agar hasil CV lebih rapi, terstruktur, dan ATS-friendly, kamu bisa menggunakan CV builder Cake. Ada ratusan template CV gratis yang mudah dikustomisasi dan bisa dipilih sesuai kebutuhan. Ayo, upgrade CV-mu sekarang!🎉Buat CV 📚 Baca juga:4 Contoh CV Manager Level yang Profesional dan Menarik! 4. Ikut Program Management Trainee (MT) Mahasiswa tahun terakhir dan fresh graduates yang memiliki pengalaman kerja kurang dari dua tahun dapat mengikuti program Management Trainee (MT) dimana kamu akan dilatih untuk menjadi manajer perusahaan selanjutnya. Beberapa perusahaan ternama yang membuka lowongan Management Trainee adalah Paragon Corp, KB Bank, RedDoorz, Rodamas Group, dan masih banyak lagi. 📚 Baca juga:Apa itu Management Trainee? Ini Tugas, Gaji, dan Keuntungannya! Sedang cari pekerjaan Management Trainee? Temukan program Management Trainee dari perusahaan bergengsi di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Program MT Kesimpulan Tingkatan manajemen adalah sebuah hierarki dalam suatu perusahaan yang membagi tugas dan tanggung jawab manajerial ke dalam beberapa tingkatan atau level.Secara umum ada 3 tingkatan manajemen yang meliputi lower management, middle management, dan top management.Setiap tingkat manajemen memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Semakin tinggi jenjang manajemen, maka otoritas yang dimiliki akan semakin besar.Memulai karir di level manajer membutuhkan pengalaman kepemimpinan, jaringan profesional, membuat CV unggulan, serta mengikuti program MT untuk membuka peluang yang lebih luas. Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake. --- Ditulis Oleh Gama Prabowo ---
Industry & Job Overview
Apr 12th 2023

Apa itu Funding Officer? Tugas, Gaji, Syarat [+Contoh CV]

Daftar Isi:Pengertian Funding Officer Tugas dan Tanggung Jawab Funding Officer Keterampilan yang Harus Dimiliki Funding Officer Gaji Funding Officer Cara dan Syarat untuk Menjadi Funding Officer Apakah kamu pernah dengar istilah FO? FO adalah singkatan dari Funding Officer. Pekerjaan ini mungkin belum banyak dikenal oleh masyarakat. Apakah kamu ingin tahu lebih lanjut tentang apa itu funding officer? Funding Officer adalah pekerjaan yang berurusan dengan pendanaan ataupun pembiayaan untuk perusahaan. Biasanya, funding officer bekerja di lembaga keuangan atau perbankan. Secara garis besar tugas funding officer yaitu mencari dana untuk perusahaan, mengumpulkan dana dari nasabah, dan menawarkan produk perbankan. Baca lebih lanjut tentang apa itu funding officer, jobdesk funding officer, keterampilan yang harus dimiliki funding officer, prospek karier dan gaji funding officer, hingga tips untuk menjadi funding officer di artikel Cake ini! Skill yang Dibutuhkan Funding Officer (FO) Apa itu Funding Officer? Funding officer adalah salah satu profesi penting di perbankan atau lembaga keuangan selain teller atau customer service. Tugas utama funding officer yaitu mencari nasabah dan mengumpulkan dana dari nasabah. Pekerjaan funding officer ini bisa dilakukan secara individu maupun kelompok sesuai dengan kebijakan tiap perusahaan. Selain itu, funding officer atau FO juga bertanggung jawab untuk melaporkan manajemen keuangan dan mengelola sistem administrasi yang berkaitan dengan pengeluaran dan pemasukan.📚 Baca juga:Apa itu Chief Financial Officer (CFO) dan Bedanya dengan CEO, COO, CMO? [+Tugas, Contoh, Kualifikasi] Apa Tugas Seorang Funding Officer? Untuk kamu calon pelamar funding officer atau FO, tentu kamu perlu mengetahui apa saja jobdesk funding officer. Tapi, perlu diingat bahwa tugas dan tanggung jawab seorang FO tergantung perusahaan tempatnya bekerja. Namun, di bawah ini adalah gambaran umum dari tugas funding officer: Mencari nasabah yang mau dan yakin untuk menabung atau menyimpan di bank tersebut.Mengumpulkan dana yang disimpan nasabah di bank tersebut.Menawarkan produk perbankan, seperti giro, deposito, dan tabungan.Membantu nasabah membuka tabungan baru.Mengajak nasabah untuk melakukan top-up di bank nya.Memproses semua transaksi keuangan, meliputi penghasilan dari sponsor, donasi, keanggotaan, dll.Mengelola administrasi tentang dana yang diterima dari nasabah.Melakukan manajemen informasi tentang pembelian dan penjualan.Mengelola laporan pajak.Menjalin hubungan yang baik dengan para nasabah. Skill yang Dibutuhkan Funding Officer (FO) Sebagai kandidat funding officer, ada berbagai soft skills dan hard skills yang perlu kamu miliki untuk bisa melaksanakan jobdesk funding officer dengan baik, meliputi: ✅ Kemampuan Menggunakan Komputer Kemahiran dalam menggunakan komputer adalah kemampuan untuk menciptakan dokumen atau data menggunakan perangkat lunak komputer. Setidaknya, seorang funding officer perlu memiliki kemampuan untuk mengoperasikan aplikasi-aplikasi seperti Microsoft Office untuk mengolah informasi, menghasilkan dokumen, manajemen data, dan memproses rekening. Akan lebih baik lagi jika kamu memiliki pengetahuan tentang software-software numerik untuk membantu menyelesaikan tugas funding officer. ✅ Keterampilan Numerik Karena profesi ini bergerak di bidang keuangan tentu kandidat funding officer perlu memiliki ketelitian, keterampilan numerik, dan keterampilan dalam penggunaan sistem database untuk keperluan keuangan. Hal ini akan membantu kamu untuk menghitung dengan teliti dan akurat. ✅ Ilmu Komunikasi Karena salah satu tugas funding officer adalah mencari nasabah dan menjaga hubungan yang baik dengan nasabah, kamu perlu melengkapi diri dengan ilmu komunikasi. Ilmu komunikasi baik secara lisan maupun tertulis diperlukan agar funding officer dapat menyampaikan pesan secara efektif dan jelas kepada calon nasabah ataupun nasabah. ✅ Ilmu Marketing Selain itu, funding officer juga perlu dilengkapi dengan ilmu marketing. Funding officer harus mampu memikirkan strategi pemasaran yang menarik untuk menawarkan produk-produk perbankan kepada para nasabah. Ilmu ini diperlukan agar seorang funding officer dapat menginterpretasikan dan menyajikan informasi secara komprehensif tetapi menarik dan persuasif. ✅ Customer Service Jobdesk funding officer juga sering berurusan dengan nasabah, oleh karena itu, keterampilan customer service juga diperlukan. Funding officer harus pandai mendengarkan, mempengaruhi, dan memberikan solusi kepada nasabah. Selain itu, kesabaran juga sangat penting untuk menghadapi nasabah yang memiliki sikap dan karakter yang berbeda-beda. Prospek Karier Funding Officer Prospek Karier Funding Officer Prospek karier funding officer tidak hanya di perbankan dan lembaga keuangan. Funding officer adalah salah satu profesi yang juga banyak dicari oleh organisasi di bidang lain seperti retail dan nonprofit. Mungkin kamu pernah dengar dengan istilah Retail Funding Officer (RFO). Nah, retail funding officer agak sedikit beda dengan funding officer, karena RFO adalah posisi di bidang marketing. Retail funding officer adalah petugas bank yang bertanggung jawab dalam melakukan kegiatan pemasaran produk dalam rangka mengoptimalkan akuisisi dana nasabah khusus pada segmen retail. Sedangkan untuk organisasi nonprofit, peran funding officer sangat krusial karena tugasnya mengamankan pendanaan agar aktivitas perusahaan dapat berjalan lancar. Oleh karena itu, pastikan untuk meneliti lowongan pekerjaan terlebih dahulu untuk mengetahui latar belakang perusahaan dan kemampuan apa saja yang diperlukan agar kamu dapat melengkapi diri dan melakukan peran funding officer dengan baik. Gaji Funding Officer Dari sisi besarnya gaji secara umum, seorang funding officer akan dibayar tergantung oleh daerah, kemampuan kandidat, dan kebijakan perusahaan. Rata-rata gaji funding officer di Indonesia berkisar antara Rp 4.000.000 hingga Rp 6.000.000. 💰 Berikut rata-rata gaji funding officer di beberapa kota di Pulau Jawa, Indonesia: Gaji funding officer di Jakarta yaitu sekitar Rp 5.904.089 per bulan.Gaji funding officer di Yogyakarta yaitu sekitar Rp 4.633.064 per bulan.Gaji funding officer di Surabaya yaitu sekitar Rp 5.320.253 per bulan. Gaji ini belum termasuk bonus dan tunjangan dari perusahaan, ya! Jika kamu ingin mendapatkan bonus, maka kamu perlu mencapai target yang ditentukan oleh perusahaan. Bagaimana caranya? Dengan terus mengembangkan kemampuan diri, tentunya kamu akan mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target. Tips untuk Menjadi Funding Officer 1. Menempuh Pendidikan Tips pertama untuk dapat memenuhi jobdesk funding officer yaitu memiliki gelar sarjana yang berhubungan dengan keuangan. Tetapi, tidak perlu khawatir jika kamu bukan lulusan bidang finansial, karena ada banyak juga perusahaan yang membuka lowongan funding officer untuk kandidat yang memiliki gelar sarjana dari program studi apapun. Usahakan untuk memiliki IPK yang baik, karena ini menjadi salah satu poin penting yang dapat membuktikan kecerdasan kamu untuk memenuhi jobdesk funding officer. 2. Miliki Pengalaman Kerja yang Relevan Akan menjadi poin plus jika kamu memiliki pengalaman kerja profesional yang relevan dengan bidang keuangan. Perekrut biasanya memilih kandidat yang memiliki pengalaman atau training yang relevan karena pekerjaan funding officer adalah pekerjaan yang cukup berat. Beberapa contoh pengalaman atau training yang bisa kamu cantumkan atau sebutkan yaitu pengalaman dalam fundraising, internship, dan partisipasi dalam kegiatan kampus. 3. Buat CV Funding Officer Menarik CV Funding Officer -- Dibuat di Cake Siap melamar pekerjaan tapi belum punya CV? Buat CV ATS-friendly sekarang juga di Cake! Ada 50+ template CV dan hanya perlu drag and drop, lho! 100% Gratis!🎉 Buat CVKesimpulan Funding officer adalah profesi di lembaga keuangan yang mengurus pendanaan dan pembiayaan perusahaan. Tugas funding officer yaitu mencari nasabah, mengumpulkan dana, menawarkan produk perbankan, dan lain-lain.5 keterampilan yang dibutuhkan oleh seorang funding officer yaitu mahir menggunakan komputer, keterampilan numerik, ilmu komunikasi, ilmu marketing, dan customer service.Prospek karier funding officer tidak hanya di perbankan saja, tetapi kamu bisa menjadi retail funding officer dan juga bisa bekerja di organisasi nonprofit.3 tips untuk menjadi funding officer meliputi memperoleh gelar sarjana, memiliki pengalaman kerja yang relevan, dan membuat CV funding officer yang menarik. 📚 Baca juga: Kenali 9 Jabatan C-Level di Perusahaan Beserta Tugas dan Hal yang harus Dipersiapkan!--- Ditulis oleh Aileen Gabriella ---
Industry & Job Overview
Nov 23rd 2025

Chief Technology Officer (CTO): Tugas, Skill Set dan Proyeksi Karirnya!

Daftar isi:Pengertian CTO (Chief Technology Officer) Peran dan Tugas CTO Skill yang Harus Dimiliki CTO Karir CTOSeiring berkembangnya teknologi, perusahaan berbasis teknologi mulai menjamur dan dibutuhkan oleh masyarakat untuk memudahkan kebutuhannya. Pastinya dibutuhkan seorang CTO untuk memanajemen infrastruktur teknologi di perusahaan agar bekerja dengan optimal. Apa itu CTO? Kepanjangan CTO adalah Chief Technology Officer. Secara garis besar tugas CTO antara lain melakukan pengawasan pengembangan produk berbasis teknologi serta melakukan inovasi dalam transisi teknologi. Dalam artikel ini CakeResume akan memberikan gambaran secara detail mengenai Chief Technology Officer mulai dari arti cto, pekerjaan cto, hingga jenjang karir cto. Mari kita simak!Apa Itu CTO (Chief Technology Officer)?Chief technology officer adalah sebuah jabatan eksekutif yang bertanggung jawab atas pengembangan teknologi dan mengelola teknologi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Gambaran sederhana tugas cto adalah memastikan bahwa software dan hardware berjalan sesuai fungsinya, meningkatkan keamanan (cybersecurity), dan pengembangan teknologi. Jabatan chief technology officer ini sejajar dengan CFO, COO, atau CMO. Pekerjaan CTO cukup high demand di era teknologi saat ini, terutama perusahaan big technology seperti Microsoft, Apple, Meta, dan perusahaan sosial media lainnya. Tidak hanya perusahaan teknologi, ternyata posisi chief technology officer juga dibutuhkan oleh institusi perbankan, perusahaan FB, perusahaan otomotif, perusahaan streaming musik, perusahaan startup, hingga di institusi pendidikan. Nah, pada umumnya chief technology officer melakukan supervisi untuk divisi IT dalam perusahaan. Untuk beberapa divisi yang dikelola oleh CTO adalah: Web developersSoftware engineersSoftware developersData analystData scientistsFront-end developersNetwork engineersUI/UX designer Lantas apa perbedaan tugas CTO dan CIO? Pada dasarnya CTO bekerjasama dengan CIO atau Chief Information Officer dalam melakukan inovasi teknologi, namun perannya tidaklah sama. Peran CIO menangani detail teknologi secara mendetail dan teknis dalam membangun sistem teknologi secara berkelanjutan. Sedangkan pekerjaan CTO lebih condong ke business minded , dimana CTO melakukan inovasi teknologi berdasarkan demand di pasar kemudian melakukan perancangan teknologi untuk memenuhi standar pasar. 📚 Baca juga:Mau Sukses di Usia Muda? Tiru 10 Kebiasaan Ini!Apa saja Tugas CTO? Setelah kita mengetahui pengertian chief technology officer secara mendalam, saatnya mengupas tuntas job description CTO. Apa saja job description CTO? Mengembangkan dan menjaga kualitas infrastruktur teknologi secara teknis untuk pengembangan bisnisMembangun dan mengelola technology roadmap perusahaanMelakukan customer research market dan trend teknologi untuk mencari peluang bisnis dan meningkatkan produk teknologi untuk memenuhi kebutuhan konsumenIdentifikasi risiko dalam pengembangan sistem atau produk teknologiMemantau manajemen teknologi dan melakukan audit review secara berkalaMelakukan inovasi teknologi, perlindungan data, dan networkingMengalokasikan sumber daya dan pendanaan investasi teknologiMengambil keputusan yang berkaitan tata kelola perusahaan di bidang teknologiSkill yang Harus Dimiliki oleh Chief Technology OfficerTugas yang diemban seorang chief technology officer cukuplah besar, baik CTO startup maupun CTO perusahaan besar. Oleh karena itu dibutuhkan skill yang mumpuni untuk menjalankan tanggung jawab CTO untuk menjalankan teknologi perusahaan. Pastinya perusahaan memiliki standar minimum untuk posisi pekerjaan CTO. 1. Pemahaman Bisnis Tidak hanya pemahaman teknis secara teknologi, akan tetapi chief technology officer harus memiliki kepekaan terhadap perkembangan market dan pemahaman bisnis yang jeli. Dengan demikian chief technology officer bisa mengembangkan produk teknologi atau sistem jaringan untuk memudahkan perusahaan untuk mencapai target ataupun bisa menjadi solusi kebutuhan pasar. 📚 Baca juga:Business Acumen: Pentingnya Dimiliki Pemimpin Perusahaan 2. Komunikasi Wajib hukumnya seorang chief technology officer piawai dalam berkomunikasi. Mengapa demikian? CTO sebagai jajaran eksekutif sudah pasti berkomunikasi untuk mengarahkan koleganya dengan cara yang baik, efektif, dan komprehensif. Selain itu, CTO perlu mengkomunikasikan ide, rencana, dan solusi dengan meyakinkan kepada stakeholder perusahaan. Pastinya, dengan komunikasi yang baik secara lisan maupun tulis bisa meningkatkan kerja sama yang baik untuk internal perusahaan maupun external perusahaan. 3. Berpikir Strategis Chief technology officer perlu berpikir strategis untuk fokus pada gambaran umum model bisnis atau goals proyek. Berpikir strategis sangatlah penting bagi CTO untuk merumuskan berbagai strategi. Kondisi perubahan teknologi yang dinamis mendorong perubahan operasional. Ketika strategi sudah matang, maka chief technology officer bertanggung jawab untuk memimpin tim yang terdiri dari manajer projek, developer, dan desainer. 4. Skill Teknis Tentunya chief technology officer perlu menguasai skill-skill teknis seperti contoh software development, programming, system architecture, big data, manajemen keamanan informasi, rekayasa keamanan, etc. Tentunya chief technology officer perlu melakukan beberapa eksperimen dan mengikuti tren teknologi yang bisa berguna bagi bisnis. 5. Decision Making Posisi chief technology officer bertanggung jawab untuk mengambil keputusan penting untuk perusahaan yang berkaitan dengan teknologi. Keputusan ini meliputi teknologi internal, produksi, dan pemasaran. Sehingga, chief technology officer harus memiliki kemampuan decision making untuk meningkatkan progres perusahaan.6. Merekrut IT Talents Penting bagi chief technology officer untuk menemukan kandidat yang tepat untuk bekerja sama dalam divisi teknologi yang dipimpin. Sehingga seorang chief technology officer perlu mengetahui kandidat yang memenuhi kualifikasi untuk membangun sebuah sistem teknologi yang komprehensif. Sudah wajib hukumnya chief technology officer turut serta dalam proses rekrutmen untuk timnya karena untuk mengetahui kecocokan kandidat dengan budaya perusahaan dan selaras dengan perusahaan.📚 Baca juga:Profesi Konsultan IT: Tugas, Gaji dan Skill yang Dibutuhkan! Karir CTOProyeksi Karir CTO Bagaimana proyeksi karir chief technology officer untuk beberapa waktu kedepan? Dengan perkembangan teknologi digital dan menjamurnya perusahaan startup, proyeksi karir chief technology officer cukup menjanjikan. Mengapa demikian? Tak sedikit perusahaan startup menggunakan teknologi dan aplikasi sebagai main core business yang membutuhkan chief technology officer untuk pengembangannya. Bagaimana? Apakah kamu tertarik berkarir menjadi CTO? Jika tertarik, bisa memulai karir dengan spesialisasi teknologi. Gaji CTO Gaji CTO cukup menggiurkan lho! Akan tetapi untuk besaran gaji CTO akan berbeda-beda setiap perusahaan berdasarkan jumlah fundingnya. Biasanya rata-rata gaji CTO akan meningkat sejalan dengan bertambahnya funding yang didapat. Sebagai referensi, gaji CTO berkisar mulai dari Rp 48,08 juta - Rp 180,67 juta. Menarik bukan? Dengan gaji yang setinggi itu pastinya chief technology officer memiliki tanggung jawab yang besar, dan pastinya perlu berbagai skill yang dibutuhkan untuk menunjang kinerja CTO di perusahaan. Cara Menjadi CTO Apakah kamu tertarik untuk meniti karir di bidang teknologi dan meraih posisi CTO? Nah, untuk meniti karir sebagai chief technology officer kamu perlu memperhatikan beberapa poin-poin di bawah ini. Simak dulu yuk! Lulusan Sarjana Teknologi Informasi:Kuliah sarjana teknologi informasi akan membangun fondasi dasar untuk mempelajari skill-skill yang berkaitan dengan bidang teknologi yang bisa menggiringmu ke posisi CTO. Selain dari perguruan tinggi, kamu bisa mengikuti beberapa pelatihan bootcamp atau mengikuti komunitas untuk mengasah skill kamu. 📚 Baca juga:15 Prospek Kerja Teknik Informatika Terbaik [+Gaji, Info Kuliah, Dll.] Memiliki Pengalaman Kerja:Untuk menjadi chief technology officer perlu memiliki skill teknis yang kuat di bidang teknologi. Sehingga diperlukan pengalaman kerja yang relevan dengan expertise dalam bidang teknologi selama bertahun-tahun.Bagi pemula ada beberapa cara untuk menambah portofolio untuk mendukung karirmu sebagai chief technology officer. Bagaimana caranya?Ikut proyek yang berpotensi untuk mengembangkan skill dan bisa kamu cantumkan dalam portofolio-mu.Mengambil sertifikasi yang sesuai dengan bidang expertise atau mengikuti kelas/training yang bisa menunjang karir sebagai chief technology officer.Ambil kesempatan untuk menjadi leader dalam project untuk melatih leadership. Mengambil Studi Master:Pada studi yang dilakukan oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 2019, ditemukan bahwa hampir 50 persen chief technology officer menyandang gelar master. Gelar master yang berkaitan dengan business field digandrungi oleh para chief technology officer, contohnya MBA, atau hukum. Pada dasarnya studi master ini sebagai pendukung bagi chief technology officer untuk mendapatkan wawasan lain selain pendidikan komputer yang ditempuh sebelumnya. Sehingga chief technology officer memiliki helicopter view saat membuat strategi atau memutuskan kebijakan. Mempersiapkan Posisi Eksekutif:Saat mempersiapkan posisi eksekutif chief technology officer, maka harus mempersiapkan personal branding yang baik. Mulai dari sosial media pribadi, atau publikasi dari berbagai media komersial. Pastikan tidak ada jejak hitam yang berpotensi merusak citra seorang chief technology officer.Membuat CV yang menarik:Last but not least, agar dilirik oleh perusahaan maka harus mempersiapkan CV chief technology officer yang menarik. CV chief technology officer yang menarik dan mudah dipahami menjadi senjata terbaik untuk mendapatkan karir impianmu.Apa saja yang perlu dicantumkan dalam CV chief technology officer? Yuk simak sebagai berikut:Data diri: Data diri wajib hukumnya untuk dicantumkan pada CV chief technology officer untuk memudahkan tim HRD untuk menghubungi kandidat chief technology officer. Pastikan data diri yang dicantumkan jelas dan benar seperti nama lengkap, email, nomor telepon, atau akun sosial media profesional.Deskripsi diri:Deskripsi diri pada CV chief technology officer adalah summary secara singkat terkait pengalaman kerja dan pencapaian pada posisi sebelumnya. Deskripsi diri akan mempermudah HRD untuk mengetahui value secara cepat dan singkat.Riwayat pendidikan:Tak lupa cantumkan riwayat pendidikan yang sesuai pada CV chief technology officer. Mulai dari pendidikan sarjana teknologi informasi hingga pendidikan master yang ditempuh.Pengalaman kerja:Pastikan mencantumkan secara detail pengalaman kerja dan tanggung jawab dari posisi sebelumnya yang relevan dengan posisi chief technology officer. Kamu juga bisa mencantumkan beberapa project yang kamu lakukan di bidang teknologi informasi.Skill/Keterampilan:Skill yang berkaitan dengan bidang teknologi pada CV chief technology officer akan memberikan nilai plus dan gambaran secara jelas pada kualifikasi kandidat chief technology officer. Contoh skill yang mendukung posisi chief technology officer antara lain software development, programming, system architecture, big data, manajemen keamanan informasi, rekayasa keamanan. Nah, ini dia contoh CV Chief Technology Officer yang bisa dijadikan acuan untukmu!Contoh CV Chief Technology Officer - Dibuat di CakeResume CakeResume menyediakan lebih dari 50 template gratis untuk membuat CV chief technology officer lebih menarik. Buat CV chief technology officer milikmu sekarang juga dengan mudah dan cepat! 🎉Buat CVApakah kamu tertarik untuk mengejar karir sebagai chief technology officer? Yuk persiapkan karirmu sejak awal dan selalu semangat untuk improve diri sendiri!--- Ditulis Oleh Talitha Edrea ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!