Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Portfolio
Mar 9th 2026

Contoh Portofolio Lamaran Kerja Menarik dan Cara Membuatnya!

Di era sekarang, mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Banyak orang bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka idamkan.Maka itu, kamu harus tampil lebih unggul.Tapi, bagaimana caranya?Ternyata, selain CV, kamu bisa mengajukan portofolio lamaran kerja yang merupakan dokumen berisi kumpulan karya, projek atau pencapaianmu, lho. Dengan portofolio, kamu dapat membuktikan bahwa kamu benar-benar memiliki skillyang tertera dalam CV kamu. Apalagi seiring dengan perkembangan teknologi, menampilkan portofolio menjadi lebih praktis dengan online portfolio/digital portfolio karena portofolio kamu bisa diakses melalui internet. Simak artikel sampai selesai untuk melihat contoh-contoh portofolio profesional dan menarik! Daftar isi: Arti Portofolio dalam Lamaran Kerja Fungsi Portofolio Lamaran Kerja Pekerjaan Apa yang Membutuhkan Portofolio Perbedaan CV dan Portofolio Cara Membuat Portofolio untuk Lamaran Kerja Tips Membuat Portofolio Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik Cara Bikin Portofolio Lamaran Kerja Online Gratis 15+Contoh Portofolio Menarik Apa itu Portofolio Lamaran Kerja? Portofolio untuk lamaran kerja adalah dokumen yang kamu sertakan kepada perusahaan ketika melamar kerja. Isinya memuat rincian hal-hal yang dapat meningkatkan value kamu ketika mencari pekerjaan. Ini dapat berupa skill yang kamu miliki, pencapaian yang kamu raih, koleksi karya atau projek yang berhubungan dengan kriteria yang dicari rekruiter.Portofolio hadir dalam bentuk offline maupun online. Sekarang, portofolio online merupakan pilihan yang lebih dimintati karena portofolio online dapat dibagikan dimanapun dan kepada siapapun. Dengan fitur edit canggih di internet, kamu bisa mengubah dan menambahkan konten, gambar, video, teks kapanpun.Manfaat membuat portofolio kerja sebagai berikut:Mendokumentasikan hasil karya/proyek yang pernah dilakukanSebagai personal branding diri sendiriPeluang untuk mendapatkan klienTampil lebih menonjol dibanding kandidat pelamar lainEksplorasi kreativitas Apa Fungsi Portofolio? Melansir dari The Muse, portofolio berfungsi untuk menampilkan dan mendokumentasikan bukti nyata dari pekerjaan yang telah dilakukan.Oleh karena portofolio digunakan untuk mendokumentasikan pekerjaan-pekerjaan yang sudah pernah dilakukan, fungsi portofolio tidak hanya untuk melamar kerja. Portofolio juga bisa digunakan untuk mengajukan beasiswa, maupun sebagai personal branding diri sendiri.Dengan mempresentasikan ide, karya atau kreatifitas kamu, kamu dapat membangun koneksi yang akan mendatangkan kesempatan-kesempatan baru. Pekerjaan Apa yang Membutuhkan Portofolio? Di zaman sekarang, setiap profesi boleh mempertimbangkan untuk membuat portofolio ketika melamar kerja. Namun memang portofolio untuk lamaran kerja online ini lebih sering ditemukan di profesi berikut:Designer (Graphic, Fashion, Product, dll.)Software DeveloperWebsite DeveloperContent Writer/CopywriterVideografer/FotograferVideo EditorDigital MarketingContent CreatorDan lainnyaApa Perbedaan CV dan Portofolio?Secara singkat, CV berisi informasi data diri dan bersifat lebih umum. Contohnya, hal akademis maupun non-akademis yang tertera dalam CV.Sementara itu, portofolio berisi bukti hasil dari apa yang kamu lakukan, bertujuan untuk menunjukkan kemampuan dan kapabilitas kamu, dan bersifat spesifik karena biasanya kamu hanya menonjolkan skill tertentu dan mendeskripsikannya dalam portofolio kamu. CVPortofolioIsiInformasi diriKoleksi karya/pencapaian TujuanMenginformasikanMenunjukkanSifatUmumSpesifik Berikutnya, Cake akan memandu kamu cara membuat portofolio lamaran kerja step by step.📚 Baca juga:Wajib Tahu: 5 Perbedaan CV dan Portofolio Lengkap dengan Contoh Cara Membuat Portofolio 1. Simak job description dan kualifikasi lowongan pekerjaan yang diminati Sebelum mulai, kamu harus mengerti job description serta kualifikasi yang diminta oleh perusahaan tersebut. Ini bertujuan supaya apa yang kamu tampilkan dalam portofolio lamaran kerja kamu berhubungan dengan apa yang diinginkan perusahaan.2. Kumpulkan koleksi karyamu Kamu dapat terlebih dahulu mengumpulkan/menyiapkan karya-karya, projek ataupun pencapaian yang akan kamu tampilkan ke dalam portofolio lamaran kerja kamu nanti.3. Temukan situs website untuk membuat portofolio lamaran kerja online Inilah 2 situs unggulan yang dapat kamu kunjungi untuk membuat portofolio lamaran kerja kamu.CakeResume:CakeResume merupakan situs untuk membuat portofolio lamaran kerja yang baik karena tampilan yang sederhana dan mudah untuk dioperasikan. Portofolio online CakeResume dapat dicantumkan di CV sebagai link. Selain itu, membuat portofolio lamaran kerja di CakeResume gratis dan tidak dibatasi loh! Behance:Behance merupakan salah satu platform yang paling banyak digunakan untuk membangun portfolio designer website, khususnya portfolio UX designer dan portfolio UI designer. Besarnya komunitas digital disana menjadikan Behance sebagai platform untuk rekruter mencari orang-orang bertalenta. 4.Susun struktur dan tentukan desain portofolio lamaran kerja kamu Setelah memilih situs website portofolio kerja kamu, waktunya menyusun struktur dari portfolio online kamu. Pada dasarnya, ada empat elemen utama, yaitu:Perkenalan (informasi diri)Pencapaian, proyek atau karya-karya kamuPekerjaan dan status kerja (termasuk apa yang bisa kamu tawarkan kepada perusahaan)Kontak informasi Jangan lupa pikirkan juga desain dan layout portofolio kerja kamu. Tentukan color palette dan styleuntuk memberikan kesan yang unik pada HRD.5.Membangun kontenSetelah struktur, desain atau layout portofolio lamaran kerja sudah kamu tentukan, sekarang waktunya membangun konten portofolio! Masukkan teks, gambar, foto, grafik dsb. yang dapat menonjolkan skill dan value kamu. Namun ingat untuk hanya masukkan konten yang relevan dengan posisi yang kamu lamar.Bagi kamu yang fresh graduate dan belum memiliki pengalaman kerja, kamu dapat memasukkan tugas atau proyek selama kuliah lho.Contohnya, mahasiswa teknik dapat menampilkan riset selama kuliah, mahasiswa desain bisa menampilkan tugas desain. Kalau kamu mengikuti organisasi atau kegiatan sekolah, kamu juga boleh mencantumkanya.Nah, itulah step-step cara bikin portofolio kerja. Selanjutnya, CakeResume mau membagi tips dalam membuat portofolio untuk lamaran kerja online. Disimak yuk!Tips Membuat Portofolio yangBaik dan Menarik 1. Pilih desain dan perpaduan warna yang tepat Desain dan color palette portofolio untuk lamaran kerja penting untuk menarik perhatian para rekruter. Pilihlah desain yang sesuai dengan kesan yang ingin kamu sampaikan. Pastikan juga desain lamaran portofoliomu sederhana, rapih, dan tidak bertele-tele karena kamu akan fokuskan portofolio kamu pada kontennya. 2.Tonjolkan kemampuan terbaik kamu Jangan memuat semua karya/hal yang pernah kamu buat. Pastikan hanya menunjukkan kemampuan yang terbaik pada portofolio kerja kamu karena biasanya rekruter tidak memiliki banyak waktu untuk melihat seluruh konten portofolio satu per satu. Jadi sebaiknya tekankan kualitas dibanding kuantitas 3. Tambahkan elemen multimedia supaya menarik Sebuah portofolio untuk melamar kerja tidak terlepas dengan elemen multimedia sekalipun pekerjaan kamu tidak berhubungan dengan estetika atau visual. Ada banyak cara untuk menambahkan elemen multimedia seperti gambar, foto ataupun video. Contohnya, meskipun pekerjaan seorang manajer marketing tidak berhubungan dengan visual, tetapi portofolio seorang manajer marketingdapat mengandung data peningkatan penjualanyang dapat ditampilkan dengan grafik. 4.Susun informasi berdasarkan kategori skill Untuk memudahkan rekruiter menavigasi portofolio lamaran kerja online kamu, kelompokkanlah berdasarkan kategori. Ketika kamu mempunyai banyak konten, menggabungkan seluruh konten ke dalam satu halaman dapat terlihat berantakan. Selain itu, kategori ini juga dapat menunjukkan macam-macam area of expertise alias berbagai bidang keahlian kamu. Sebagai contoh, dalam portofolio lamaran kerja desain grafis, seorang desainer grafis bisa mengkategorikan karyanya dengan ‘desain cover’, ‘desain logo’, dan ‘desain poster’. Begitu juga dengan contoh portofolio kerja seorang marketing specialist. Ia dapat mengkategorikan dengan ‘strategi sosial media’, ‘penulisan blog’ ataupun ‘jangkauan media’. 5.Pastikan portofolio tidak bercela dan pranala (link) berjalan dengan baik Pastikan semua link dalam portofolio dapat berjalan dengan baik dan format portofolio kerjamu konsisten untuk digunakan pada setiap perangkat. Portofolio dapat dicantumkan pada CV, akun sosial media ataupun ditunjukkan terpisah.Ketika kamu membuat CV di CakeResume, kamu bisa mencantumkan file portofolio online kamu berupa hyperlink yang akan memberikan tampilan CV yang rapi. Kalau kamu mencantumkan CV pada dokumen pastikan file tersebut tidak di private agar orang lain dapat melihatnya. Selanjutnya, untuk memperjelas cara buat portofolio kerja, CakeResume akan memberikan panduan step-by-step untuk membuat portofolio lamaran kerja menggunakan website CakeResume. Membuat portofolio di CakeResume juga gratis jadi jangan khawatir~Cara Membuat Portofolio Lamaran Kerja Online GratisKeunggulan portofolio online dari CakeResume adalah tampilan yang sangat simple sehingga sangat memudahkan orang-orang yang tidak memiliki kemampuan design untuk tetap membuat portofolio lamaran kerja online yang menarik! Selain itu, ketika kamu membuat CV di CakeResume, kamu bisa mencantumkan file portofolio online kamu berupa hyperlink yang akan memberikan tampilan CV yang rapi. Buat Portofolio online di CakeResume, Gratis! 🎉Buat PortofolioBerikutcontoh portofolio untuk melamar kerja.1. Klik Buat Portofolio Online pada situs web CakeResumeKalau ini pertama kali kamu menggunakan CakeResume, kamu akan diajak untuk membuat akun terlebih dahulu. Ini bertujuan agar portofolio kamu bisa di publikasi dan dilihat oleh rekruter kamu. cara membuat portofolio dengan CakeResume 2.KlikCreate your first project cara membuat portofolio dengan CakeResume 3.Pilih background warna dengan mengklik Styles cara membuat portofolio dengan CakeResume 4. Tambahkan teksKetika menambahkan teks, kamu juga bisa menubah warna, font, size, dan lainnya menggunakan tool box yang tertera di bagian atas. Kamu juga bisa mengubah urutan objek dengan mengklik tombol pensil lalu pilih move up atau move down seperti yang ditunjukkan di gambar berikut. cara membuat portofolio dengan CakeResume 5. Tambahkan gambar atau foto dengan klik Image GridNah, disinilah kamu dapat memunjukkan karyamu dengan elemen multimedia. Karena ini merupakan contoh portofolio fresh graduate, kamu bisa masukkan projek atau tugas semasa kuliah ya. Kamu juga bisa menampilkan sertifikat yang kamu raih. cara membuat portofolio dengan CakeResume cara membuat portofolio dengan CakeResume 6.Tambahkan video/musik/link dengan memasukkan URL pada Embed cara membuat portofolio dengan CakeResume 7. Klik project settings di sebelah kanan bawah, lalu isi project title, description, field, tags, dan tools used lalu klik publishNah, seperti yang dibahas tadi, ini berguna supaya rekruter lebih mudah mencari talenta sesuai yang diharapkan. cara membuat portofolio dengan CakeResume Portofolio untuk lamaran kerja kamu sudah jadi! Portofolio kerja ini dapat dicantumkan pada CV, ataupun ditunjukkan terpisah.Selanjutnya, CakeResume memperisapkan 5 contoh portofolio untuk melamar kerja. Bisa kamu gunakan untuk menjadi inspirasi ketika membuat portofolio lamaran kerja kamu sendiri ya!Sedang mencari pekerjaan? Temukan pekerjaan impian kamu di CakeResume! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Loker15Contoh Portofolio Terbaik untuk Melamar Kerja ✨ 15+ Contoh Portofolio Lamaran Kerja: Contoh Portofolio Fotografer Contoh Portofolio UI Desain 1 Contoh Portofolio UI Desain 2 Contoh Portofolio Desainer Grafis Contoh Portofolio Graphic Design 1 Contoh Portofolio Graphic Design 2 Contoh Portofolio Digital Marketing Contoh Portofolio Digital Marketing Profesional Contoh Portofolio Arsitek Contoh Portofolio Programmer Contoh Portofolio Menulis Contoh Portofolio Fresh Graduate Contoh Portofolio Magang Contoh Portofolio Content Writer Contoh Portofolio Copywriter Contoh Portofolio untuk Berbagai Pekerjaan Lainnya 1. Contoh Portofolio Desainer GrafisDi contoh portofoliodesigner ini, pemilik portofolio menaruh pengalaman dan jugatoolyang dipakai untuk membuat portofolio ini. Ia juga menaruh hasil karyadesign dan jugasedikit penjelasan tentang proyek yang dikerjakan.Contoh Portofolio Desainer Grafis oleh Kristel Gilvarry Estefanny (Dibuat di Cake)2.Contoh Portofolio Lamaran Kerja UI Design Contoh portofolio UI designer yang kedua ini merupakan karya dari UI designer Cake. Contoh Portofolio UIdesignContoh Portofolio UIdesign 📚 Bacaan lanjutan:Contoh Portofolio Desainer Grafis Menarik, Pasti Dilirik HRD! 3. Contoh Portofolio Arsitek Seperti yang diketahui, portofolio lamaran kerja arsitek pastinya berisi koleksi konsep dan gambar bangunan-bangunan. Inilah salah satu contoh portofolio karya mahasiswa yang dibuat ketika kuliah. Contoh Portofolio KerjaContoh Portofolio Kerja 👉 Lihat contoh portofolio lainnya di CakeContoh Portofolio untuk Macam-Macam Pekerjaan: Contoh Portofolio Mahasiswa Contoh Portofolio Desain Contoh Portofolio Fotografi Contoh Portofolio Programmer Contoh Portofolio Digital Marketing Contoh Portofolio Content Writer Contoh Portofolio Copywriter Cake menyediakan platform untuk membuat portofolio online. Yuk giliran kamu yang buat portofolio! 100% Gratis🎉Buat PortofolioPertanyaan Seputar Portofolio1. Apa saja isi dari portofolio?Portofolio adalah kumpulan dokumen yang menunjukkan hasil kerja, keterampilan, dan pengalaman seseorang, biasanya digunakan untuk tujuan pendidikan atau profesional. Berikut adalah beberapa elemen yang dapat terdapat dalam sebuah portofolio:CV atau Resume: Ringkasan pengalaman kerja, pendidikan, dan keterampilan yang dimiliki.Sampel Pekerjaan: Contoh-contoh hasil kerja, seperti tulisan, desain grafis, proyek penelitian, atau program yang telah dibuat.Proyek Terbaru: Deskripsi tentang proyek terbaru yang telah dikerjakan, termasuk proses, hasil, dan pengalaman belajar dari proyek tersebut.Referensi atau Testimoni: Ulasan atau rekomendasi dari atasan, kolega, atau klien yang mendukung kualitas pekerjaan dan karakter Anda.Sertifikat dan Penghargaan: Bukti penghargaan, sertifikat dari kursus, atau pelatihan yang relevan.Portofolio Digital: Jika relevan, tautan ke portofolio online, blog, atau media sosial profesional seperti LinkedIn.Pengalaman Relawan: Jika ada, pengalaman dalam kegiatan sosial atau organisasi yang menunjukkan keterampilan tambahan.Rencana Pengembangan Diri: Ringkasan tentang tujuan karier ke depan dan langkah-langkah untuk mencapainya.Isi dari portofolio bisa bervariasi tergantung pada bidang pekerjaan atau pendidikan yang dijalani. Pastikan untuk menyesuaikannya dengan audiens atau tujuan spesifik yang ingin dicapai. 2. Apa perbedaan CV dan portofolio? CV (Curriculum Vitae) adalah ringkasan yang mencakup riwayat pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, dan pencapaian seseorang. Biasanya berbentuk daftar kronologis yang memuat informasi pribadi dan latar belakang akademis serta profesional.Sedangkan, portofolio adalah kumpulan contoh pekerjaan atau proyek yang telah diselesaikan oleh seseorang. Portofolio dapat mencakup sampel karya seni, desain grafis, tulisan, atau proyek-proyek lainnya yang dimaksudkan untuk menunjukkan kemampuan dan bakat seseorang dalam bidang tertentu.3. Apakah sertifikat termasuk portofolio? Sertifikat dapat termasuk dalam portofolio seseorang sebagai bukti formal atas pencapaian atau keterampilan yang dimiliki. Sertifikat ini dapat menunjukkan kualifikasi, pelatihan, atau penghargaan yang relevan dengan bidang pekerjaan atau minat pribadi seseorang.KesimpulanPortofolio adalah dokumen yang isinya memuat rincian hal-hal yang dapat meningkatkan value kamu ketika melamar kerja, apply lomba ataupun mengajukan beasiswa. Isi portofolio dapat berupa skill yang kamu miliki, pencapaian yang kamu raih, koleksi karya atau projek yang pernah kamu lakukan sebelumnya.Ketika melamar kerja, ada baiknya menyerahkan portofolio lamaran kerja untuk menunjukkan rekruter atas pencapaian dan kemampuan kamu.Terdapat banyak situs portofolio online yang bisa kamu gunakan untuk membuat portofolio seperti Cake.Perbanyaklah melihat contoh portofolio sebagai referensi kamu ketika membuat portofolio.Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!Sedang mencari pekerjaan? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Loker
Portfolio
Mar 9th 2026

Contoh Portofolio Desain Grafis Menarik, Pasti Dilirik HRD!

Bagi para desainer, portofolio lamaran kerja pastinya bukan hal yang asing lagi. Saat melamar kerja, magang ataupun mencari pekerjaan freelance, portofolio desain grafis adalah salah satu senjata wajib yang harus dipersiapkan untuk memihak hati klien ataupun rekruter. Apa itu Portofolio Desain/DKV? Bagi yang masih asing dengan kata ini, portofolio adalah kumpulan hasil karya yang pernah dibuat dilengkapi dengan pengalaman projek, kerja, organisasi ataupun pencapaian seseorang. Bagi seorang desainer grafis, portfolio akan berisi kumpulan hasil projek desain seperti poster, packaging, logo, desain website dan lain-lain. Portofolio Tradisional vs Portofolio Online Dulu portfolio biasanya dibuat lalu di cetak, lalu diserahkan bersama dengan CV (curriculum vitae). Selain memakan biaya yang cukup mahal untuk mencetak portofolio dengan kualitas bagus, portofolio tradisional juga hanya dapat dilihat oleh orang yang kamu kirimkan. Jadi jangkauannya terbatas. Seiring dengan perkembangan zaman, bermunculan banyak website untuk menampilkan portfolio online seperti Cake atau Behance. Website ini juga menawarkan untuk menampilkan portofolio secara gratis, jadi pastinya menghemat biaya. Selain itu, eksposur terhadap karyamu juga lebih tinggi, karena semua orang di internet bisa melihat hasil karyamu dan menemukan bakat kamu. Daftar isi:Isi Portofolio Desain GrafisCara Membuat Portofolio Desain GrafisContoh Portofolio Desain GrafisTips Membuat Portofolio Desain Grafis 📚Baca juga: Wajib Kamu Ketahui: 5 Perbedaan CV dan Portofolio Lengkap dengan Contoh Isi Portofolio Desain Di bawah ada beberapa hal yang biasanya ditemukan di portofolio desain grafis, kamu bisa memasukkan semuanya atau memilih beberapa elemen yang dianggap paling penting. Apa saja yang ada di dalam portofolio desain? 1. Penjelasan Jelaskan dirimu secara singkat pada bagian awal portofolio. Hal yang dapat ditulis pada halaman awal perkenalan adalah: NamaKontak: nomor telepon, email, alamatLink: LinkedIn, Youtube, Instagram (pilihan)Deskripsi diri: 2-3 kalimat penjelasan dirimu 2. Curriculum Vitae (CV) Jika ingin menjelaskan diri secara lebih lengkap, kamu dapat memasukkan CV ke dalam portofolio desain kamu. Tuliskan tentang pengalaman bekerja, edukasi, pengalaman organisasi atau pencapaian terbesarmu selama ini secara tertulis. Tambahkan juga hard skill atau software skill yang kamu miliki.📚Baca juga: Kumpulan Contoh CV Desain Grafis Keren dan KreatifContoh hard skill dan software skill pada portofolio desain grafis:✏️ Hard SkillTypographyLogo DesignColor TheoryUX DesignMotion GraphicsPrototypingWeb Design✏️ Software SkillAdobe IllustratorAdobe PhotoshopAdobe IndesignLightroomAfter EffectFigmaAdobe XD 3. Projek yang pernah dikerjakan Bagian selanjutnya pada portofolio desain adalah saatnya menampilkan hasil karya desain kamu. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat menampilkan hasil desain adalah: Utamakan kualitas daripada kuantitas:portofolio desain grafis pemula tidak perlu menampilkan semua projek, tapi pilihlah top picks kamu yang paling dibanggakan.Perjelas kategori dan bagian: jika memiliki beberapa proyek yang berbeda, jangan lupa membuat daftar isi dan mengelompokkan sesuai dengan kategorinya. Setiap bagian dibuat berbeda agar memudahkan pembaca.Tambahkan penjelasan di setiap bagian:beri penjelasan pada setiap projek atau bagian agar pembaca memiliki gambaran tentang projek yang dikerjakan. Contohnya penjelasan nama organisasi, nama acara ataupun filosofi logo. 4.Pencapaian terbesar Jika kamu pernah mendapatkan sertifikat penghargaan seperti desain terbaik, memenangkan lomba desain dan penghargaan lainnya, masukkanlah juga penghargaan tersebut pada portofolio. Beri penjelasan 1-2 kalimat tentang pencapaianmu tersebut.5.Testimoni Terakhir, tambahkan juga testimoni klien atau perusahaan yang menggunakan jasa desainmu. Bagaimana kesan dan pesan mereka mengenai desain yang kamu buat dan apa dampak desain tersebut terhadap perusahaan atau produk mereka. Jika ada logo perusahaan, masukkan juga logo-logo perusahaan tersebut agar menambah kredibilitas kamu. Cara Membuat Portofolio Desain Grafis 1. Pilih platform yang tepat untuk membuat portofolio desain grafis Portofolio tradisional akan lebih cocok untuk kamu yang mau interview kerja tatap muka dan memberikan portofolio dan lamaran secara fisik. Sebaliknya, portofolio online akan cocok untuk kalian yang bekerja freelance atau ingin memiliki presence di dunia digital. Portofolio online memiliki eksposur yang lebih tinggi dibandingkan portofolio tradisional dan juga budget yang lebih murah. Jika ingin membuat portofolio desain online, dapat menggunakan website seperti:Cake:Cake merupakan website yang membantumu seputar karir dan pekerjaan. Pada website ini, kamu bisa membuat CV secara gratis serta membuat portofolio online secara gratis. Tampilan yang bersih, sederhana dan dilengkapi dengan bahasa Indonesia membuat website ini sangat mudah untuk digunakan.Setelah membuat portofolio online gratis di Cake, kalian juga bisa mempublikasikannya agar dapat dilihat oleh warga internet. Disediakan juga fitur untuk like, komentar, membagikan portofolio dan mengetahui berapa banyak orang yang sudah melihat hasil karya desainer tersebut. Buat portofolio desain grafis kamu di Cake, tunjukkan hasil karya-mu dan tingkatkan panggilan interview!🎉Buat PortofolioBehance:Behance merupakan website untuk para kreator mempublikasikan hasil karya mereka. Para kreator di Behance biasanya terdiri dari beragam seperti arsitektur, desain grafis, desain otomotif dan juga fashion. Didalamnya juga dapat ditemukan berbagai macam contoh curriculum vitae maupun portofolio.Sosial Media (contoh: Instagram)Sosial media juga bisa menjadi alat para desainer untuk menampilkan portofolionya loh. Salah satu platform yang paling umum adalah Instagram. Selain mudah untuk mengupload foto, instagram juga memungkinkan para kreator untuk mendapatkan eksposur yang lebih besar dikarenakan pengguna Instagram yang sangat banyak tersebar di seluruh dunia.Tips mengembangkan Instagram untuk Portofolio:Tuliskan informasi yang jelas: tuliskan nama, deskripsi diri pada biodata, link portofolio online pada link in bio dan lokasi. Lengkapi dengan email atau nomor HP aktif juga.Personal Branding: buat personal branding dengan memilih ciri khas warna, hashtag, caption, maupun ciri khas desain.Konsistensi: dibutuhkan konsistensi untuk terus mengunggah postingan baru dan juga aktif berinteraksi dengan komunitas untuk dapat mengembangkan Instagram tersebut. 📚Bacaan Lanjutan: 15 Website Gratis untuk Portofolio yang Menarik 2. Tentukan tema, gaya atau desain portofolioBagi desainer yang sudah berpengalaman, tentunya sudah memiliki ciri khas desain dan gaya yang dikenal orang. Namun, bagi desainer pemula, penting sekali untuk menentukan tema, gaya atau desain untuk portofolio tersebut. Pastikan pemilihan warna dan font memudahkan pembaca untuk membaca portofolio dan bukan membuat sakit mata.Hal yang dapat dipertimbangkan saat menentukan tema adalah: Apakah ingin menggunakan warna kalem atau warna cerah?Font apa yang akan digunakan?Bagaimana cara memisahkan setiap bagian portofolio?Bagaimana cara penataan layout portofolio? Portrait atau landscape? 3.Pilih hanya hasil karya terbaik untuk ditampilkan Meskipun telah mengerjakan puluhan ribu karya, desainer umumnya tidak akan menampilkan semua karya tersebut pada portofolio. Selain biaya yang mahal dan proses pengerjaan yang lama, memasukkan semua hasil karya juga membuat pembaca portofolio tidak bisa fokus akan hasil karya yang mana yang harus dilihat. Lebih baik pilih beberapa hasil karya yang paling dibanggakan, karya desain mana yang pernah mendapatkan penghargaan ataupun proyek desain terbesar dan tersulit yang pernah dikerjakan. Selain itu, pilih beberapa hasil karya yang berbeda agar bisa menunjukkan bahwa kamu bisa mengerjakan beberapa proyek berbeda. Contohnya desain logo, desain packaging, desain poster, dan tipografi.4.Kumpulkan ide dan inspirasi portofolio Di internet tersedia jutaan contoh portofolio design graphic dari berbagai negara. Jika bingung, menentukan tema, layout ataupun gaya kamu dapat mencari inspirasi dari portofolio desain yang tersedia. Pilih beberapa portofolio desain yang paling sesuai dengan gaya dan selera kamu. Modifikasi sesuai dengan kebutuhan kamu masing-masing. Perlu diingat bahwa mencari inspirasi bukan berarti mencontek ataupun mencopy semua layout dan ide lho, namun menggabungkan hal baik dari beberapa desainer dan mentransformasikan sesuai dengan karyamu. Contoh Portofolio Desain GrafisMeskipun sudah membaca petunjuk di atas tentang apa saja yang harus ada di web portofolio, masih banyak yang belum kebayang seperti apa bentuk portofolio itu. Nah ini salah satu contoh portofolio graphic designer untuk melamar kerja maupun mencari klien. Contoh Portofolio oleh Kristel Gilvarry EstefannyContoh portofolio desain di atas terdiri dari beberapa halaman yang terbagi menjadi 2 bagian, yaitu halaman pengenalan pemilik portofolio dan hasil karya. Pada halaman pertama, desainer menampilkan daftar isi, kontak pribadi dan juga kemampuan software yang dimilikinya. Selanjutnya di halaman berikutnya portofolio desain grafis dilengkapi dengan hasil karya seperti desain untuk Instagram dan jugamerchandise.Portofolio satu ini memiliki bentuk memanjang ke bawah sehingga dapat menampilkan satu projek secara jelas, detail dan menyeluruh.👉 Lihat contoh portofolio lainnya di Cake Tips Membuat Portofolio Desainer Grafis 1. Tampilkan karyamu sebagai sebuah case studyBanyak orang yang bisa membuat karya bagus, namun sedikit orang yang hasil karya nya dapat menyelesaikan masalah dan membantu klien. Dengan menampilkan portofolio sebagai case study, portofolio DKV kamu akan lebih unggul dan beda dari desainer lainnya. Deskripsikan hasil karya dengan menceritakan background masalah dan hasil yang dicapai melalui desain tersebut. 2. Buat portofolio desain grafis yang enak dilihat Gunakan pemilihan font dan warna yang enak dilihat. Pastikan pembaca tidak kebingungan dengan layout portofolio dan bisa membedakan pergantian bagian secara jelas. Kamu bisa menggunakan ukuran font yang berbeda untuk penekanan bagian tertentu, suatu simbol untuk menarik perhatian pembaca ataupun nomor halaman portofolio. Selain itu, ketahui audience portofolio online kamu kebanyakan melihat dari desktop, mobile atau tab? Buat portofolio nyaman untuk diakses dari segala perangkat. 3. Konsisten memperbarui portofolio Zaman terus berubah dan trend terus berganti. Jika portofolio tidak diupdate, desainer akan ketinggalan jaman dan susah bersaing dengan desainer lainnya. Seorang desainer harus sering-sering mengupdate hasil karya terbarunya di portofolio online agar tidak ketinggalan jaman.Sudah tahu isi portofolio yang baik benar?Langsung buat portofolio desain grafis untuk menunjukkan karya terbaikmu🎨Buat Portofolio Buat portofolio yang menonjol di Cake untuk meningkatkan peluang lolos interview! Nah itu dia pembahasan mengenai portofolio desain grafis mulai dari A sampai Z. Semoga setelah membaca artikel ini, kalian para desainer bisa terinspirasi dan memulai membuat portofolio online. Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!Lihat lowongan desain grafis terbaru di sini👇 Rekomendasi Lowongan
Resume & CV
Apr 30th 2026

Wajib Kamu Ketahui: 5 Perbedaan CV dan Portofolio Lengkap dengan Contoh

RingkasanCV adalah dokumen yang wajib kamu sertakan ketika melamar pekeraan. CVberisi informasi mendasar tentang diri seseorang.Portofolio adalah dokumen opsional yang berisi koleksi karya atau proyek yang pernah dikerjakan sebelumnya. Tujuan portofolio adalah untuk membuktikan tentang kemampuan seseorang.Menyertakan CV beserta portofolio adalah cara terbaik untuk mendapatkan pekerjaan yang dinginkan.Bagi kamu yang pertama kali melamar pekerjaan, mungkin ada banyak istilah baru dalam proses melamar pekerjaan belum sepenuhnya kamu pahami. Bahkan, kamu masih bingung dokumen apa saja yang perlu diserahkan kepada perusahaan. Perlu mengirim CV saja cukup? Apa itu portofolio kerja? Bedanya CV dan portofolio apa?Apa Perbedaan CVdan Portofolio? Daftar isi: Pengertian CV Pengertian Portofolio Perbedaan CVdan Portofolio Contoh CV dan Portofolio Apa itu CV? Arti CV atau daftar riwayat hidup adalah sebuah dokumen yang memudahkan rekruter untuk mengenal dan memahami perjalanan hidup seseorang secara singkat. Dengan biodata dan latar belakang diri kamu yang tertera pada CV, rekruter bisa mempertimbangkan apakah kamu sesuai dengan talenta yang mereka cari atau tidak.Apa yang harus ada di CV? CV merupakan dokumen mendasar tentang diri kamu. CV berisikan informasi pribadi, riwayat pendidikan yang kamu telah tempuh, pengalaman kerja, serta informasi tambahan lainnya seperti, keterampilan atau prestasi. Apa itu Portofolio? Sementara, portofolio adalah sebuah dokumen yang berisi koleksi karya, prestasi ataupun proyek yang kamu pernah lakukan sebelumnya. Biasanya sering dipakai oleh desainer, fotografer, ataupun pekerjaan lain yang berhubungan dengan estetika. Dengan menyerahkan portofolio ketika melamar kerja, rekruter bisa mengetahui lebih dalam potensi kemampuan yang kamu miliki. Fungsi portofolio pun tidak sebatas untuk melamar kerja. Selain portofolio lamaran kerja, ada juga portofolio yang bisa digunakan untuk mendaftar perguruan tinggi, mendaftar beasiswa, ataupun dipakai sebagai personal branding. Dalam segi bentuk, portofolio hadir dalam bentuk offline maupun online. Sekarang, portofolio online merupakan pilihan yang lebih diminati karena portofolio online dapat dibagikan dimanapun dan kepada siapapun. Siapa yang membutuhkan portofolio? Walaupun portofolio terdengar hanya untuk mereka yang bekerja dibidang industri kreatif, jangan salah. Ternyata, di era digital sekarang, semakin banyak orang memanfaatkan portofolio online sebagai personal branding lho. Dengan personal branding yang kuat, kamu akan lebih dikenal orang banyak dan tentunya membawakan kamu banyak kesempatan baru.Kalau kamu tertarik membuat portofolio,kamu bisa membaca artikel tentang cara membuat portofolioonline ini. Nah, pastinya kamu sudah ada gambaran tentang apa yang dimaksud dengan portofolio ataupun yang dimaksud dengan CV. Sekarang, Cake akan menjabarkan lebih detail tentang perbedaan portofolio dengan CV.Perbedaan CV dan PortofolioApa perbedaan CV dan portofolio? CakeResume telah merangkum 5 perbedaan CV dan portofolio untuk kamu:Perbedaan CV dan Portofolio 1. TujuanPerbedaan CV dan portofolio yang paling mendasar ada pada tujuannya. Tujuan CV adalah untuk menginformasikan siapa diri kamu melalui biodata, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, serta kemampuan yang kamu miliki. Tujuan portofolio adalah untuk menunjukkan dan membuktikan skill dan potensi yang kamu miliki. Portofolio menjadi alat bukti bahwa apa yang kamu cantumkan dalam CV memang benar. Dalam contoh portofolio desain grafis, seorang desainer grafis yang mencantumkan kemampuan memakai Adobe Illustrator pada CVnya akan menunjukkan hasil karya menggunakan Adobe Illustrator ke dalam portofolionya sebagai bukti. 2. Isi / StrukturPerbedaan CV dan portofolio yang paling dapat dirasakan adalah isi atau strukturnya. Struktur CVCV mencakup data yang lengkap namun ringkas, dan umumnya ditampilkan pada ukuran kertas A4 atau HVS. Struktur CV meliputi: Informasi pribadiDeskripsi diriRiwayat pendidikanPengalaman kerja atau organisasiKeterampilan (Skills)Informasi tambahan (Sertifikasi/Penghargaan) 📚 Bacaan lanjutan:Simak Cara Membuat CV (Curriculum Vitae) yang Baik dan MenarikStruktur PortofolioPortofolio mencakup hasil karya yang dipresentasikan secara mendetail. Ukuran portofolio pun beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelamar kerja. Struktur Portofolio meliputi: Informasi pribadiPencapaian, projek, karya-karya beserta deskripsinyaPekerjaan dan status kerja (termasuk apa yang bisa kamu tawarkan kepada perusahaan)Kontak informasi 3. Sifat Beda portofolio dan CV selanjutnya adalah sifatnya.CV bersifat umum karena informasi yang tertera merupakan ringkasan mendasar tentang diri kamu. Oleh karena itu, CV dapat digunakan berulang kali dan bisa juga digunakan untuk melamar berbagai posisi pekerjaan. Portofolio bersifat spesifik karena hasil karya atau isi yang dipresentasikan disusun untuk tujuan spesifik, sesuai dengan posisi yang kamu lamar. Sebagai contoh CV mencakup data umum seperti riwayat pendidikan dan pengalaman kerja yang bersifat tetap ketika kamu melamar pekerjaan apapun. Sedangkan portofolio menampilkan karya yang diinginkan perusahaan. Misalnya, kamu tidak seharusnya menunjukkan karya tulisan kamu ketika melamar posisi arsitektur. 4. Layout dan Desain Perbedaan CV dan portofolio selanjutnya terletak pada layout dan desainnya. CV berisi biodata diri seseorang, sehingga layout CV setiap orang tidak berbeda jauh, yaitu sebuah kertas A4 dengan teks yang disusun rapih dari atas kebawah. Desain CV pun tidak dianjurkan untuk terlalu berlebihan, supaya rekruter bisa membaca CV kamu dengan nyaman. Berbeda dengan CV, portofolio tidak memiliki standar layout ataupun desain karena portofolio dibuat menurut kreativitas individu masing-masing. Tampilan portofolio pun tidak hanya di kertas, melainkan bisa juga ditampilkan sebagai halaman website pribadi ataupun akun sosial media.5. Kegunaan Perbedaan CV dan portofolio terakhir adalah kegunaanya. Umumnya CV hanya diperlukan ketika melamar kerja. Portofolio tidak hanya digunakan untuk melamar kerja, tetapi bisa juga untuk mengembangkan personal brand, menawarkan jasa atau servis, mempresentasikan bisnis (company profile), dll. Nah, itulah 5 perbedaan CV dan portofolio yang sudah CakeResume rangkum. Berikutnya adalah contoh-contoh CV dan portofolio agar kamu bisa lebih mendalami bedanya CV dan portofolio.Contoh CV dan Portofolio Contoh CV Lamaran Kerja Contoh CV Menarik Contoh CV Fresh Graduate Contoh Portofolio Lamaran Kerja Contoh Portofolio Mahasiswa Arsitektur 1. Contoh CV Lamaran KerjaContoh CVLamaran Kerja - Dibuat di CakeResume2. Contoh CV Menarik Desain GrafisContoh CV Desainer Menarik - Dibuat dengan CakeResume3. Contoh CV Fresh Graduate Tanpa PengalamanContoh CV- Dibuat di CakeResume✨ Ingin tampilan CV menarik seperti contoh CV diatas? Langsung buat CV dengan CakeResume yuk. 100% GRATISBuat CV4. Contoh Portofolio Lamaran KerjaContoh Portofolio Desain Contoh Portofolio Desain 5.Contoh Portofolio Mahasiswa Arsitektur Contoh Portofolio Arsitektur Contoh Portofolio Arsitektur Sudah paham perbedaanCVdan portofolio?Saatnya mulai membuat CVonline dengan bantuan AIdi Cake,cepat dan mudah💯 Buat CVdan Portofolio, Semua Bisa di Cake!Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Portfolio
Mar 13th 2026

Contoh Portofolio Digital Marketing dan Cara Membuatnya!

Seiring dengan kemajuan teknologi, strategi di dalam dunia bisnis pun juga semakin maju. Salah satunya adalah digital marketing. Oleh karena itu, saat ini banyak perusahaan mencari pekerja yang memiliki keahlian di bidang digital marketing.Bahkan, LinkedIn mendaftar profesi "Digital Marketing Specialist" sebagai pekerjaan top 10 yang paling banyak dicari Namun, tidak perlu khawatir akan banyaknya pesaing di bidang digital marketing karena ada banyak peluang pekerjaan di industri ini. Beberapa peluang pekerjaan yang dapat kamu kejar yaitu, content strategist, social media specialist, copywriter, SEO specialist, dan lain-lain. Tertarik untuk meniti karir sebagai digital marketer?Jika kamu ingin melamar menjadi digital marketer, tentunya sangat diperlukan untuk memiliki portofolio digital marketing. Daftar Isi: Apa itu Portofolio Digital Marketing? Manfaat Portofolio Digital Marketing Struktur Portofolio Digital Marketing Dua Macam Platform Portofolio Digital Marketing Bagaimana Cara Membuat Portofolio Digital Marketing? 10 Contoh Portofolio Digital Marketing Apa itu Portofolio Digital Marketing? Portofolio adalah kumpulan informasi dan dokumen yang menunjukkan hasil karya, pengalaman kerja, skills, dan informasi lainnya tentang dirimu.Sedangkan, digital marketing adalah strategi pemasaran atau promosi yang menggunakan media digital dan internet. Contohnya, periklanan online melalui media sosial, blog, website, e-mail dan lain-lain. Portofolio digital marketing itu apa, sih?## Paywall Indicator ## Jadi, portofolio digital marketing adalah kumpulan informasi tentang dirimu, hasil karya terbaik, pengalaman, training dan skills kamu khususnya di bidang digital marketing. Misalnya, kamu bisa mencantumkan gambar maupun tulisan mengenai aplikasi yang kamu kuasai, performance review atau studi kasus dari pekerjaan yang pernah kamu lakukan sebelumnya, hasil desain, dan lain-lain. Mengapa portofolio online? Akan lebih bagus lagi jika kamu membuat portofolio marketing secara online dalam bentuk website dibandingkan dengan mencetak banyak halaman untuk semua hasil karya dan pengalamanmu. Hal ini akan membangun kredibilitas kamu di dalam bidang digital marketing. Selain itu, ini juga dapat memudahkan perekrut untuk menemukan dan menghubungi kamu untuk peluang pekerjaan profesional. Yuk belajar cara membuat portfolio digital marketing yang bakal dilirik oleh HRD!Mengapa Butuh Portofolio Digital Marketing? Baik kamu sedang mencari pekerjaan sebagai digital marketer ataupun sudah memiliki pekerjaan di bidang marketing, memiliki portofolio marketing bukanlah ide yang buruk. Mengapa? Karena portfolio bisa menjadi kunci kesuksesan dalam karirmu. Fungsi dari portofolio adalah untuk meyakinkan perusahaan yang kamu lamar bahwa kamu adalah kandidat yang tepat untuk posisi tersebut.1. Membuktikan pencapaian yang ada di CV Lamaran KerjaPortofolio digital marketing dapat membuktikan skill atau pengalaman yang kamu cantumkan dalam CV. Portofolio ini akan membantu kamu untuk menyampaikan pesan dan menunjukkan bahwa kamu mampu mengaplikasikan gambar, tulisan, dan desain untuk berkomunikasi secara digital. Dengan bukti-bukti tersebut, tim HRD bisa menilai apakah kamu kompeten untuk masuk ke tahap seleksi berikutnya. 📚 Baca juga:Contoh CV Lamaran Kerja yang Baik dan Benar [+Cara Membuat CV]2. Sebagai Personal Branding Diri SendiriSelain untuk menampilkan skill kamu untuk bisa dilirik oleh banyak perusahaan, membuat portofolio juga merupakan cara untuk membangun personal branding kamu.Dengan mempresentasikan ide, karya atau kreatifitas kamu, kamu dapat membangun koneksi yang akan mendatangkan kesempatan-kesempatan baru.📚 Baca juga:Cara Membangun Personal Branding Ala Fellexandro Ruby 3. Tampil Lebih Unggul dari Pelamar LainnyaBayangkan banyaknya CV lamaran kerja yang diterima rekruter ketika mereka membuka loker. Untuk bisa bersaing dengan pelamar lainnya, mengirimkan portofolio lamaran kerja adalah satu cara untuk menarik perhatian HRD. Mengirimkan portofolio dapat menunjukkan pengalaman proyek yang pernah kamu lakukan sebelumnya. Alhasil, rekruter bisa semakin yakin atas skill yang kamu miliki. Apa Isi Portofolio Digital Marketing? Gimana sih caranya membuat portofolio yang menarik? Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah struktur portofolio digital marketing. Jika portfolio-mu terstruktur dan rapi, maka probabilitas bahwa kamu akan lolos screening pun meningkat. Berikut adalah struktur portfolio digital marketing. 1. Profil About Me, Deskripsi Diri, atau profil adalah bagian dari portofolio yang mencangkup minat, latar belakang, pendidikan, perjalanan karir, dan keahlianmu. Bagian ini juga merupakan tempat yang bagus untuk menyampaikan sedikit pernyataan mengapa pekerjaan ini bermakna untukmu. 2. Skill yang Kamu Kuasai Selain Deskripsi Diri, tunjukkan skill yang kamu kuasai. Jika kamu memiliki skill di bidang tertentu, jangan lupa untuk mencantumkannya dalam portofolio marketing. Tools Performance MarketingTools Social Media Marketing:Tools SEO Specialist:Google AdwordsAdobe IllustratorAhrefsAnyTrackAdobe PhotoshopGoogle Search ConsoleAffiseCanvaGoogle AnalyticsSkill-skill ini dapat menunjang kamu dalam terlihat sebagai kandidat yang kredibel dalam mengerjakan sebuah proyek. 3. Hasil Karya Terbaik Bagian ini adalah inti dari portofolio marketing kamu. Tampilkan hasil karya yang terbaik dengan cara menampilkannya secara visual. Sertakan penjelasan tentang proses pembuatan di balik setiap proyek tersebut. Untuk proyek dalam bentuk gambar, kamu bisa langsung menambahkannya ke dalam portofolio. Jika proyek tersebut dalam bentuk video atau audio, Cake portofolio maker juga menawarkan fitur dimana kamu bisa langsung menampilkan video youtube di portofoliomu. Jika kamu memiliki foto atau video saat sedang bekerja atau sedang mempresentasikan proyek kepada klien, akan menjadi poin plus jika kamu lampirkan ke dalam portofolio. Bukti-bukti ini bisa membantu perusahaan untuk melihat perfomance kamu ketika bekerja. 💡Tips: Disarankan untuk tidak menuliskan informasi sensitif, misalnya budget, CPA, CPL, CAC, dan penjualan dalam angka yang sebenarnya. Jika ingin menampilkan angka, lebih baik untuk menuliskan dalam bentuk persentase (%). 4. Penghargaan dan Sertifikasi Bagi kamu yang pernah menerima penghargaan di bidang yang relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar, jangan lupa untuk menambahkannya ke dalam portofolio digital marketing kamu ya. Penghargaan yang telah kamu capai ini bisa membantu menggambarkan dirimu sebagai kandidat yang kompeten. Sertifikasi juga bisa menunjukkan bahwa kamu menguasai tools yang biasa kamu gunakan untuk bekerja. 5. Kontak Informasi Tujuan akhir dari menyiapkan portofolio adalah untuk menarik tim HRD menghubungi kamu untuk peluang kerja. Jadi, kamu harus memudahkan perekrut dalam memperoleh kontak informasi profesional kamu. Kontak informasi yang wajib kamu sertakan dalam portofolio tentunya alamat email dan nomor telepon profesional. Selebihnya, jika kamu memiliki akun sosial media yang bersangkutan dengan profesi yang kamu lamar, boleh juga untuk link halaman tersebut ke portofolio-mu. Isi Portofolio Digital Marketing Platform Portofolio Digital MarketingLangkah pertama untuk membuat portfolio yang menarik adalah tentukan terlebih dahulu platform apa yang ingin digunakan. Pertimbangkan terlebih dahulu, apakah kamu ingin membuat portofolio dalam bentuk PDF atau online? 1. PDF Setelah membuat portofolio, kamu bisa menyimpannya dalam format PDF. Keuntungan dari format ini adalah cara menyusunnya mudah dan simple. Selain itu, portofolio marketing kamu dapat diakses secara offline.Canva:Canva adalah platform graphic design yang tersedia secara gratis dan online. Kamu bisa menggunakan platform ini untuk mendesain social media posts, presentasi, poster, video, logo, portofolio, dll. Google Slides:Google Slides adalah salah satu fitur Google Workspace yang bisa kamu gunakan untuk membuat portofolio. 2. Online Portfolio Menampilkan portofolio secara online dapat membuat kamu terlihat lebih profesional. Dengan adanya website untuk membuat portofolio marketing kamu, maka perekrut akan lebih mudah dalam menemukan informasi tentang dirimu. Selain itu kamu bisa menampilkan seluruh hasil karyamu tanpa adanya batasan ruang tulis. Cake:Kamu bisa menggunakan fitur dari Cake untuk membuat portofolio. Sebagai referensi, kamu juga bisa mencari berbagai contoh portfolio marketing di Cake. PortofolioMaker CakeLangsung coba buat portofolio yang profesional dan menarik di Cake✨Buat PortofolioBehance:Kamu juga bisa menggunakan Behance untuk mendesain online portofolio kamu secara mudah dan simpel. Portofolio Maker BehanceKedua format portofolio ini bisa kamu lampirkan di akun LinkedIn agar bisa dilihat perekrut ketika mereka melihat profilmu. Cara Membuat Portofolio Digital Marketing Setelah mempelajari struktur dari portfolio, sekarang waktunya kita mulai mendesain portfolio marketing! Apa saja sih langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membuat portfolio digital marketing yang eye-catching? Simak 5 panduan membuat portfolio digital marketing yang akan membuatmu terlihat seperti profesional digital marketer. 1. Buatlah “About Page” yang Mengesankan Buatlah portofoliomu simpel namun menarik dan mudah dimengerti oleh perekrut. Perekrut akan melewati portofoliomu jika portofoliomu terlalu berlebihan dan susah dimengerti. Oleh sebab itu, carilah poin-poin yang kamu ingin sampaikan sebelum kamu membuat portofolio digital marketing kamu. Deskripsi Diri, Skill, Penghargaan, dan lainnya.Seperti yang sudah disebutkan di atas, berikan beberapa detail tentang dirimu, keterampilan, dan hal-hal lain yang bisa menunjukkan kompetensi kamu.Pertimbangkan juga untuk menyertakan foto diri yang berkualitas diri untuk membantu pengunjung online portofolio kamu terhubung denganmu. Foto diri bisa berupa foto headshot atau foto lain yang relevan dengan industri yang kamu tuju. Pilihan lain adalah untuk memasukkan CVTambahkan CV ke portofolio untuk menguraikan pengalaman kerja dan penjelasan mengenai pekerjaan kamu yang sebelumnya.Pastikan untuk mencantumkan semua informasi dasar yang diperlukan dalam CV, misalnya riwayat pekerjaan, pendidikan, dll. 2. Tampilkan Hasil Karya Terbaikmu Pasti bingung kan, berapa karya yang ingin ditampilkan di portfolio? Pada umumnya, dua hingga lima proyek sudah cukup untuk menunjukkan kemampuanmu. Jika terlalu banyak yang ditampilkan, justru bisa membuat perekrut makin tidak tertarik lho. Bagaimana caranya memilih hasil karya yang ditampilkan di portfolio? Tanyakan tiga pertanyaan ini untuk mempertimbangkan lagi. 💡TipsTanyakan tiga pertanyaan ini untuk memilihhasil karya yang ditampilkan di portfolio Apakah proyek tersebut hasil karya terbaik?Apakah proyek tersebut paling innovative dan creative?Apakah proyek tersebut proyek terbesar? Kalau belum memiliki pengalaman kerja, tidak perlu khawatir kok. Buatlah portfolio digital marketing fresh graduate dengan cara menampilkan tugas-tugas selama kuliah yang berkaitan dengan digital marketing. Mudah kan? 3. Tambahkan Penjelasan Mengenai Proses Pengerjaan Setiap Proyek Setelah menentukan hasil karya yang ingin ditampilkan, jangan lupa untuk menyertakan sedikit penjelasan. Untuk mendeskripsikan pengalaman kerja, kamu hari menjelaskan konteks di balik setiap proyek. Hal-hal yang bisa dideskripsikan?Goals dari setiap proyekPeran dan tanggung jawab kamu dalam pengerjaan proyek tersebutTantangan yang telah kamu hadapi dan bagaimana cara mengatasinyaGaris besar dari proses pengerjaan proyek tersebut dari awal hingga akhirHasil akhir 4. Tambahkan CTA (Call-to-Action) Setelah menyusun sesuai dengan struktur portfolio digital marketing, akhiri portofolio-mu dengan Call to Action. Cantumkan kontak personal mu seperti e-mail dan nomor handphone untuk memudahkan HRD mudah dalam menghubungimu. Akan lebih baik lagi jika kamu menyediakan tombol yang dapat di klik sehingga perekrut bisa selangkah lebih dekat untuk bekerja dengan kamu. 5. Publish dan Sebarkan Portofolio Menekan tombol “Publish” adalah langkah yang menegangkan bagi orang yang baru pertama kali membuat portofolio marketing, namun jangan menunggu sampai portofolio kamu perfect untuk diterbitkan. Meskipun harus bebas dari kesalahan, portofolio ini akan menjadi dokumen yang harus kamu update dan tingkatkan dari waktu ke waktu. Setelah diterbitkan, share portofolio kamu ke social media seperti LinkedIn. Tautkan link portofolio ke profilmu untuk meningkatkan exposure.Contoh Portofolio Digital Marketing Berikut contoh portofolio marketing untuk berbagai posisi pekerjaan di bidang digital marketing, Contoh Portofolio Digital MarketingJika kamu mengejar karir sebagai graphic designer dan social media marketing, ini bisa jadi referensi kamu ketika membuat portofolio. Nah, setelah mempelajari bagaimana cara membuat portfolio digital marketing yang mengesankan, sekarang saatnya melamar kerja! Gunakan portofoliomu untuk melamar kerja di Cake👇🏻👉 Lihat lowonganmarketing terbaru di Cake! Rekomendasi Lowongan Kerja Cake menyediakan platform untuk mendesain portfolio kamu secara menarik dan gratis! Yuk mulai sekarang! Buat Portofolio🎉 Buat Portofolio Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Portfolio
Mar 9th 2026

Contoh Portofolio Programmer Terbaik dan Cara Membuatnya!

Jika kamu ingin mendapatkan pekerjaan impian kamu sebagai web developer, software engineer, atau junior developer, membuat CV programmer saja tidak cukup, apalagi jika kamu ingin melamar ke perusahaan teknologi yang terbaik. Jika kamu ingin terlihat lebih unggul dari pelamar kerja lainnya, maka kamu perlu membuat portofolio programmer yang baik dan menarik. Nah, membuat portofolio programmer pun ada beberapa cara yang berbeda. Di artikel Cake kali ini akan dibahas pengertian portofolio programmer, isi dan cara membuat portofolio programmer, serta berbagai contoh asli portofolio programmer yang menarik untuk inspirasi kamu! Daftar isi: Apa itu Portofolio Programmer?Isi Portofolio ProgrammerCara Membuat Portofolio Programmer Apa itu Portofolio ProgrammerApa itu Coding Portofolio? Coding portofolio adalah portofolio yang dibuat oleh programmer yang menunjukan proyek koding mereka melalui situs web online yang interaktif ataupun dengan membuat portofolio programmer digital yang mirip seperti online resume. Contoh proyek koding yang dicantumkan tidak harus dari pengalaman profesional kamu sebelumnya, kamu juga bisa mencantumkan proyek coding personal yang pernah kamu buat. Biasanya programmer dapat mencantumkan screenshots atau tautan link ke proyek sebelumnya dalam portofolio programmer mereka, ada juga yang mencantumkan testimoni dari pemberi kerja sebelumnya, kolega, atau profesor mengenai etos kerja dan kemampuan mereka. Coding portofolio juga berisikan informasi yang relevan untuk rekruter seperti riwayat pendidikan, sertifikasi, dan pengalaman kerja.Mengapa Butuh Coding Portofolio? Umumnya, manajer HRD akan mengharapkan pelamar kerja untuk memberikan portofolio programmer supaya HRD dapat mengetahui kemampuan dan potensial kandidat lebih jelas. Misalnya, jika kamu sedang melamar ke pekerjaan yang memerlukan keahlian dalam bahasa pemrograman Python, maka rekruter akan melihat proyek dari portofolio programmer kamu yang dapat membuktikan keterampilan kamu dalam bahasa pemrograman Python. Daripada hanya menulis dan memberi tahu tentang keahlian bahasa pemrograman kamu, portofolio programmer dapat menunjukan secara jelas seberapa mahirnya dan kreatifnya kamu dalam pengkodean.💡Pro tips: Perbaruilah portofolio programmer kamu sesering mungkin untuk membuktikan etos kerja dan semangat kamu dalam industri ini. Manajer HRD pastnya juga ingin melihat proyek coding yang terbaru.Isi Portofolio Programmer 1. Bagian “Tentang Saya” Entah itu kamu sedang membuat portofolio programmer online dalam bentuk PDF maupun dalam bentuk situs web, awali portofolio programmer kamu dengan satu halaman atau bagian “Tentang Saya”. Pada bagian ini kamu tidak perlu hanya fokus dalam menulis tentang pengalaman kerja profesional kamu saja. Melainkan, kamu bisa menggunakan bagian ini untuk memperkenalkan diri kamu sebagai seorang individu. Anggap saja bagian “Tentang Saya” merupakan personal brand story kamu dimana rekruter bisa mengenalmu lebih dalam. Hal-hal yang bisa kamu cantumkan sebagai berikut:NamaFoto profesionalBiografi singkatNilai-nilai (values)Keunggulan kamu dalam dunia profesionalPengalaman pribadi yang relevanHarapan untuk jalur karir kamu kedepannya 📚Baca juga:Apa itu Personal Branding: Pengertian, Manfaat, Strategi 2. Bagian “Proyek” Bagian ini merupakan salah satu bagian yang sangat penting. Disinilah kesempatan kamu untuk memperlihatkan proyek-proyek unggulan kamu. Pastikan agar bagian “Proyek” terlihat semenarik mungkin, karena rekruter akan menilai kemampuan programming kamu dari bagian ini. Biasanya, coding portofolio meliputi 4-10 proyek yang memperlihatkan seberapa luas dan dalamnya pengetahuan kamu tentang coding.Cantumkan elemen multimedia agar portofolio programmer kamu lebih menarik:VideoGIFCopy dan desain web Selain menaruh screenshot proyek kamu, disarankan untuk cantumkan juga link proyek agar rekruter dapat melihat proyek kamu lebih jelas lagi. Banyak programmer yang menyertakan tautan proyek mereka yang ditempatkan di GitHub atau platform development lainnya. GitHub dapat memamerkan proyek kamu yang sedang berlangsung, bahkan rekruter juga dapat melihat perbaruan coding secara real-time. 3. Bagian “Kontak” Tanpa bagian ini, kamu bisa saja melewatkan kesempatan kamu untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu.Informasi yang bisa kamu sertakan dalam portofolio programmer:Alamat email (wajib)Profil LinkedInProfil GitHubSosial media Ingat bahwa kamu mencantumkan informasi ini untuk rekruter, oleh karena itu pastikan bahwa alamat email atau profil sosial media kamu terlihat profesional. Langkah-langkah dibawah ini juga merupakan cara membuat portofolio web developer, portofolio software engineer, dan untuk portofolio programmer lainnya.Cara Membuat Portofolio Programmer 1. Pilih Platform Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kamu dapat membuat portofolio programmer dalam dua bentuk: Membuat situs web sendiri untuk dijadikan portofolio programmerMembuat portofolio programmer digital Jika kamu membuat portofolio programmer dalam bentuk situs web, maka disarankan agar kamu membayar domain agar bisa membuat URL situs web kamu terlihat lebih profesional. Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan aspek-aspek teknis dalam membuat dan memelihara situs web (performa web, aksesibilitas, UI/UX, dll.) Selain membuat situs web, kamu juga bisa membuat portofolio programmer kamu menggunakan portofolio maker online seperti Cake. ✅Ketika membuat portofolio programmer kamu dengan Cake kamu bisa: Menyertakan foto, video, audio, situs web, dll.Menulis teks dengan berbagai pilihan font style, numbering, bullets, dll.Membuat portofolio digital yang mendukung Responsive Web Design (RWD), sehingga dapat dilihat dengan mudah dan baik di perangkat apapun seperti smartphone, tablet, desktop, dll.Membagikan tautan portofolio programmer kamu ke rekruter atau sosial mediaMenautkan portofolio programmer digital kamu ke CV programmer onlineMembuat beberapa portofolio dalam sekaligusCakeBuat portofolio programmer kamu dengan Cake portofolio builder🎉Buat Portofolio 2. Pamerkan Pekerjaan dan Keterampilan Terbaik Kamu Ingat, CV programmer dan Portofolio programmer itu berbeda. CV programmer adalah tempat dimana kamu membuat daftar tentang riwayat pendidikan dan pengalaman kerja kamu. Sedangkan Portofolio programmer adalah wadah kamu untuk menyajikan hasil kerja dan pencapaian kamu.Dibawah ini merupakan hal-hal yang bisa kamu perlihatkan dalam portofolio programmer: Kode atau hasil akhir proyek: ketika memperlihatkan hasil pekerjaan kamu, kamu bisa memilih antara menunjukan hasil kodenya saja atau produk akhir dari coding. Tetapi, kamu juga bisa menampilkan keduanya tergantung tujuan portofolio kamu.Jika portofolio programmer kamu dimaksudkan sebagai perpanjangan CV programmer, maka disarankan untuk menyertakan tautan ke kode dan hasil akhir produk. Jika portofolio programmer dimaksudkan sebagai portofolio untuk klien, maka kamu hanya perlu memamerkan hasil karyamu saja. Contoh kode dan GIF: jika kamu sedang mengerjakan proyek yang bersifat konfidensial atau proyek swasta, maka kamu bisa menyertakan contoh coding jika diperbolehkan oleh klien kamu atau pemberi kerja.Kamu dapat menyertakan contoh kode dengan: menyertakan tautan ke editor kode dengan live preview. Menyertakan tautan ke GitHub repos dan berikan GIF. Mengunggah video screencast untuk menjelaskan bagaimana cara dan proses kamu bekerja Proyek freelance dan proyek personal: menyertakan proyek freelance dapat menyoroti keterampilan lain kamu yang tidak dituliskan pada CV atau bagian sebelumnya. Jika kamu kesusahan untuk mendapatkan proyek freelance, kamu bisa membuat proyek personal untuk disertakan pada portofolio programmer kamu. Contohnya, kamu bisa saja membuat landing page versi kamu untuk perusahaan impian kamu. ✅Untuk mengetahui proyek manakah yang baik untuk disertakan di portofolio programmer, tanyakan pertanyaan berikut: Apa yang membuat aku sangat bangga akan proyek ini?Apakah proyek ini dapat membuktikan keterampilan, pengetahuan, dan bakat yang tidak ditunjukan dalam proyek lain?Apakah ada proyek serupa dalam portofolio ini? Jika ya, apakah aku bersedia untuk menggantikannya dengan proyek ini ? 3. Sertakan Deskripsi Proyek Setelah mencantumkan hasil karya terbaik kamu, berikan deskripsi proyek. Berikan penjelasan tentang peran kamu dalam setiap proyek yang kamu cantumkan dalam portofolio programmer, terutama pada proyek kelompok. Dengan ini, kamu bisa mengarahkan perhatian rekruter ke detail-detail proyek yang ingin kamu perlihatkan dan alur kerja kamu. 4. Terus Perbarui Portofolio Programmer Kamu Klien/HRD tentunya ingin mengetahui kompetensi kamu yang sekarang ini. Ditambah dengan cepatnya perkembangan teknologi, mereka tidak akan tertarik ketika hasil karya kamu meruapakan hasil dari tiga sampai empat tahun yang lalu. Usahakanlah untuk tetap membuat portofolio programmer kamu up-to-date, bahkan ketika kamu sedang tidak mencari pekerjaan. Perbarui portofolio programmer kamu setiap kamu menyelesaikan suatu proyek, memberikan seminar, membuat podcast tentang teknologi, atau apapun yang mendorong kamu dan yang relevan dengan portofolio programmer.📚Baca juga:7 Cara Menjadi Freelancer Pemula Untuk Cari Untung! 👉 Lihat contoh portofolio lainnya di CakeDemikianlah artikel ini tentang cara dan contoh portofolio programmer. Kamu sudah buat portofolio programmer kamu, belum? Yuk, buat sekarang juga dengan Cake!Buat portofolio digital programmer kamu dengan Cake portofolio builder, 100% gratis! Kamu bisa bebas berkreasi dan menyertakan video, gambar, maupun audio untuk membuatnya lebih menarik dan interaktif🎉Buat PortofolioSetelah membuat portofolio, kamu bisa langsung melamar kerja di Cake. Cek lowonganprogrammer terbaru di Cake👇🏻 Rekomendasi Lowongan Kerja Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Portfolio
Mar 6th 2024

Pelajari Contoh Portofolio Beasiswa yang Lengkap dan Cara Membuatnya!

Portofolio beasiswa merupakan salah satu persyaratan penting untuk mengajukan permohonan beasiswa. Walaupun penting, ternyata masih banyak pelajar yang bertanya-tanya “Gimana cara buat portofolio beasiswa? Portofolio isi nya apa saja?” Nah di artikel kali ini, Cake akan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar: Apa saja isi dari portofolio siswa? Apa itu portofolio dan berikan contohnya? Ikutilah guide berikut untuk dapat menghasilkan sebuah portofolio beasiswa yang baik dan profesional. Daftar isi: Tips Membuat Portofolio Beasiswa Konten dari Portofolio Beasiswa Contoh Portofolio Beasiswa Tips Isi Portofolio Beasiswa Mungkin kamu bertanya “Portofolio beasiswa isinya apa saja?”. Nah, supaya tidak salah paham, yuk langsung saja baca tips isi portofolio beasiswa di bawah ini. 💡 Kumpulkan Karya Kamu Langkah pertama adalah mengumpulkan hasil karya yang telah kamu raih. Pilihlah karya yang relevan untuk dimasukkan ke dalam portofolio. Ingat, masukkanlah karya yang relevan dengan bidang studi yang kamu apply. 💡 Tunjukkan Hasil Kerja yang Telah Kamu Raih Pada dasarnya, portofolio adalah media bagi seseorang untuk self-branding. Maka, penting untuk membuat portofolio yang dapat merepresentasikan siapa dirimu. Tunjukkanlah kinerja kerja dan prestasi apa saja yang telah kamu raih, agar dapat menarik perhatian penyelenggara beasiswa. 💡 Partisipasi dalam Komunitas Jika kamu pernah aktif dalam berorganisasi atau menjadi sukarelawan, maka poin penting ini juga dapat dituliskan dalam portofolio mu! Dalam membuat portofolio, tuliskanlah secara rinci mengenai peran utama mu dalam berorganisasi, rincikanlah tugas dan tanggung jawab yang dikerjakan, serta impact apa yang kamu berikan kepada komunitas atau organisasi tersebut. 💡 Tidak Memasukkan Portofolio yang Terlalu Lama Nah, poin ini perlu diperhatikan dengan baik. Portofolio lama berarti hasil karya yang sudah lebih dari 3 tahun, sehingga tidak relevan lagi dengan kemampuan atau dengan perkembangan zaman saat ini. Hindari penulisan hasil karya dan pencapaian yang terlalu lama, karena justru akan menjadi nilai minus oleh penyelenggara beasiswa karena terkesan sangat dipaksa. 💡 Memastikan Relevansi Sebelum mulai menulis portofolio, kamu harus terlebih dulu mengenai latar belakang dan tujuan penyelenggaraan beasiswa tersebut. Dengan mengetahui informasi serupa, maka akan sangat mudah bagimu untuk membuat portofolio yang relevan. Karena sebagus apapun latar belakang dan isi portofolio mu, jika tidak relevan maka akan diabaikan oleh pihak penyelenggara. 📚 Baca juga:Contoh Portofolio Mahasiswa yang Menarik Lengkap dengan Cara Membuatnya Isi dari Portofolio Beasiswa Dalam membuat portofolio, sangatlah penting untuk menuliskan isi yang lengkap dan relevan dengan situasi mu saat ini. Berikut adalah beberapa isi yang wajib ada dalam contoh e portofolio portofolio beasiswa. Table of Contents 1. CV Lamar Kerja Singkatnya, resume atau CV adalah dokumen yang berisikan informasi riwayat hidup seseorang. Isi dari CV mencakup latar belakang dan deskripsi diri, jenjang pendidikan/karier, soft skill dan hard skill, serta pencapaian lainnya. 2. Skill, Motivasi, dan Tujuan Contoh portofolio mahasiswa yang baik juga berisi skill, motivasi, serta tujuan mengambil beasiswa. Rincikanlah skill yang dimiliki secara detail, tuliskanlah juga motivasi dan tujuanmu ke depan setelah mengambil beasiswa. Hal apa yang hendak dilakukan dan dapat digapai dengan bantuan beasiswa tersebut? 3. Pengalaman Selain skill dan tujuan, penting juga untuk menuliskan pengalaman yang dimiliki sebagai esensi dari sebuah portofolio. Pengalaman bisa berupa peran aktif dalam sebuah organisasi, pengalaman mengikuti lomba, ataupun pengalaman lainnya yang berkaitan dengan beasiswa yang diambil. 4. Pencapaian, Karya dan Penghargaan Pencapaian, karya, dan penghargaan merupakan beberapa poin lainnya yang perlu ada dalam isi portofolio beasiswa. Ingatlah untuk menuliskan pencapaian, karya, dan penghargaan yang relevan dan sesuai dengan tujuan program beasiswa tersebut. Sudah buat CV untuk beasiswa, belum? Yuk, buat CV di Cake, ada 50+ template gratis untuk kamu!🎉Buat CV Contoh Portofolio Beasiswa Cake akan memberikan 2 contoh portofolio beasiswa secara rinci. Yuk langsung saja simak contoh portofolio untuk daftar kuliah berikut ini.1. Portofolio Beasiswa untuk S1 Jurusan DKV (Bachelor's Degree)Contoh Portofolio BeasiswaContoh Portofolio Beasiswa2. Portofolio Beasiswa untuk S2 Jurusan Marketing (Master's Degree)Contoh Portofolio BeasiswaContoh Portofolio BeasiswaCake kini hadir dengan fitur pembuatan CV digital. Mudah diaplikasikan dan dijamin 100% GRATIS! Yuk langsung saja kunjungi Cake.🎉Buat CV Konklusi Apakah kamu sudah siap menuliskan portofolio? Berikut adalah beberapa poin penting dari artikel portofolio beasiswa kali ini: Portofolio beasiswa adalah data-data yang berisi fakta mengenai latar belakang diri, skill yang dimiliki, motivasi mendaftar beasiswa, pengalaman serta pencapaian yang dimiliki.Sebelum mengumpulkan beasiswa, perlu untuk melakukan double check akan data yang dimasukkan. Pastikanlah bahwa informasi yang diberikan up to date, dan relevan dengan keadaan saat ini.Portofolio beasiswa tidak terbatas pada jenjang studi S1 saja, kamu pun dapat apply portofolio beasiswa jika ingin melanjutkan studi S2. Cake adalah website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan Cake dan cari lowongan di website cari kerja kami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu!--- Ditulis Oleh Lydia Gavrila ---
Portfolio
Mar 9th 2026

Portofolio Adalah: Isi, Contoh dan Cara Lengkap Membuatnya!

Portofolio adalah suatu dokumen lamaran kerja yang kini semakin tak asing. Tidak hanya portofolio kerja, kini banyak proyek, bisnis, kegiatan organisasi, maupun kegiatan studi yang mulai menjadikan portofolio sebagai persyaratan pendaftaran atau registrasi. Menurut survei yang dilakukan Hover pada tahun 2017 mengenai “Will Quality of Portfolio Site Influence Hiring Decisions?”, 86% dari responden (rekruter) mengatakan bahwa mereka akan mengunjungi portofolio website atau membukanya ketika ada pelamar kerja yang melampirkannya. Simak yuk apa yang dimaksud dengan portofolio dan bagaimana cara bikin portofolio yang dapat membantu kamu mendapatkan proyek, pekerjaan, kegiatan organisasi, atau studi yang kamu inginkan!Daftar isi: Pengertian Portofolio Manfaat Portofolio Lamaran Kerja Jenis-Jenis Portofolio Medium untuk Membuat Portofolio Isi Portofolio Ada Apa Saja? Tips Membuat Portofolio yang Efektif 18 Contoh Portofolio Lamaran Kerja Apa itu Portofolio? Portofolio adalah dokumen yang menunjukkan kemampuan, keahlian, bakat professional-mu secara rinci dan praktikal. Fungsi portofolio adalah sebagai pelengkap dari CV, karena pada portofolio, kamu dapat menunjukkan proyek-proyek yang pernah kamu jalankan atau karya terbaik kamu. Lalu apa perbedaan portofolio dan CV? CV merangkum informasi tentang diri kamu, sementara portofolio memperluas informasi tersebut dengan memasukkan detail dan bukti dari apa yang kamu tulis dalam CV. Contohnya, kamu menuliskan keterampilan desain grafis pada CV-mu, maka kamu juga perlu melampirkan portofolio desainmu berupa proyek desain yang pernah dikerjakan, hasil desain, foto dokumentasi acara jika ada, dan dampaknya sehingga si penerima portfolio dapat mengetahui potensi kamu. Apa Manfaat Memiliki Portofolio? Portofolio dapat digunakan untuk untuk banyak hal. Manfaat membuat portofolio antara lain: 1. Portofolio Lamaran Kerja Portofolio lamaran kerja merupakan tipe portofolio yang paling umum dan paling sering dibuat oleh orang-orang saat melamar kerja. Biasanya isinya disesuaikan dengan bidang kerja yang dilamar. Contohnya, ketika kamu mendaftar sebagai seorang wedding photographer, maka kamu dapat melampirkan hasil dokumentasi-mu untuk wedding dalam portofolio tersebut. 2. Portofolio untuk Kuliah Tidak hanya bekerja, portofolio juga digunakan oleh mahasiswa. Biasanya, portofolio dibutuhkan untuk jurusan-jurusan yang dekat kaitannya dengan seni dan keterampilan. Dikutip dari situs web Kemendikbud, terdapat beberapa jurusan yang memerlukan portofolio sebagai salah satu dokumen yang dibutuhkan ketika siswa ingin mengambil jurusan tersebut, diantaranya: Seni rupa, desain, dan kriyaTariMusikTeaterSendratasik (Seni, Drama, Tari, Musik)KarawitanEtnomusikologiOlahragaPedalanganFilm dan televisiFotografi 📚 Baca juga:Contoh Portofolio Mahasiswa yang Menarik Lengkap dengan Cara Membuatnya 3. Portofolio untuk Bisnis Portofolio untuk berbisnis ini bisa terlihat seperti company profile, dimana dapat berisi mengenai penjelasan bisnis itu sendiri, visi misi, sejarah, target pasar, produk, progress, dan lain-lain. Portofolio bisnis biasanya terdiri lebih dari 1 halaman dan menyingkap berbagai data yang diperlukan untuk kelengkapan informasi bisnis yang bersangkutan. Sedang mencari kerja? Temukan berbagai lowongan dari perusahaan ternama di CakeResume. Job portal No. 1 di Indonesia!🎉Cari Kerja Jenis-Jenis Portofolio Terdapat beberapa jenis portofolio yang dapat digunakan untuk kepentingan yang berbeda-beda, diantaranya: 1. Showcase Portfolio Kumpulan karya terbaik yang dipakai untuk menunjukkan pencapaian dalam bidang disiplin tertentu. Biasanya digunakan oleh orang-orang di bidang seni khususnya desain, arsitek, fotografer, dan penulis ketika sedang mengumpulkan portofolio untuk melamar kerja. Showcase portofolio digunakan untuk memperlihatkan kemampuan seseorang di mata seorang potensial klien, mitra kerja, atau pengusaha. Portofolio berfungsi sebagai representasi visual dari bakat dan kemampuan si pelamar. Isi dari showcase portofolio dapat berupa karya terbaikmu dilengkapi dengan gambar, deskripsi proyek, testimonial klien, atau tambahan informasi lain menyangkut proyek tersebut. 2. Process/Learning Portfolio Sesuai namanya, portofolio jenis ini merupakan kumpulan bukti sekaligus proses perjalanan seseorang dalam melakukan pembelajaran terkait suatu hal atau keterampilan. Gunanya selain untuk membantu kamu memahami proses perjalananmu mencapai suatu titik tertentu, juga mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, serta memperlihatkan komitmen untuk terus melakukan pembelajaran yang berkelanjutan. Biasanya portofolio jenis ini digunakan oleh mahasiswa dan tenaga pendidik untuk mendokumentasikan perjalanan belajar mereka kepada institusi pendidikan, calon pengusaha, atau sebagai sarana introspeksi diri. Isi dari process/learning portfolio dapat beragam, seperti berbagai deskripsi/keterangan/gambar yang berisi pengalaman belajarmu, berupa: tugas kelas, proyek penelitian, esai, revisi atau feedback dari instruktur atau mentor, dan lain-lain. 3. Assessment Portfolio Assessment portfolio adalah koleksi karya dan bukti yang menunjukkan pencapaian seseorang dalam mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi tertentu. Biasanya digunakan di institusi pendidikan, program pelatihan, atau proses sertifikasi untuk mengevaluasi kemampuan, mengukur pengetahuan, serta menilai kemajuan dan keterampilan individu. Assessment portfolio harus mencakup bukti-bukti serta kompetensi individu yang meliputi tes, kuis, ujian, proyek, esai, laporan, presentasi, atau jenis penilaian lainnya untuk menilai proses pembelajaran. 4. Hybrid Portfolio Hybrid portfolio merupakan gabungan dari berbagai portofolio. Artinya, terdapat beberapa jenis portofolio secara langsung untuk suatu kepentingan. Hybrid portfolio dapat berfungsi untuk memperlihatkan pencapaian, menunjukkan proses pembelajaran, memberikan bukti kemampuan atau kompetensi dalam satu dokumen saja. Atau mudahnya, kamu dapat menyebut hybrid portfolio sebagai portofolio serbaguna yang dapat ditujukan ke banyak audiens, seperti potensial klien, rekruter, suatu institusi tertentu, atau jaringan tenaga profesional. Isi dari hybrid portfolio berupa kombinasi dari jenis portofolio yang dimasukkan, contohnya showcase dan assessment portfolio, learning/process dan assessment portfolio. Dimana Kita Bisa Membuat Portofolio? Jika portofolio menjanjikan banyak manfaat, di mana dapat kita membuatnya? 1. Platform online Ada banyak platform online yang dapat membantu kamu membuat portofolio. Biasanya platform tersebut menyediakan template portofolio dan contoh-contoh portofolio asli yang bisa kamu jadikan sebagai referensi. Setelah membuat portofolio di platform online, biasanya kamu akan mendapatkan link ke portofolio-mu untuk kamu bagikan. Beberapa platform online yang bisa kamu gunakan: CakeResumeBehanceDribbbleCanva 2. Website Kamu juga dapat membuat situs web-mu sendiri untuk menunjukkan portofolio-mu sehingga terlihat semakin kredibel. Jika kamu tidak bisa coding, terdapat juga berbagai situs yang mempermudah kamu membuat website tanpa pengetahuan bahasa pemrograman, seperti Wix dan GoDaddy. 3. Media Sosial Tentunya yang tidak boleh terlewat adalah media sosial. Manfaatkan fitur-fitur canggihnya dengan berbagi post seperti foto, video, atau tulisan untuk menarik perhatian calon rekruter atau klien yang potensial. Ini adalah cara yang efektif untuk membangun personal branding dan menampilkan karya-karyamu kepada khalayak yang lebih luas. 4. Portofolio Fisik Kamu juga dapat menyiapkan portofolio fisik sebagai opsi untuk mendaftar ke institusi/organisasi/perusahaan yang masih meminta dokumen fisik sebagai persyaratannya. Portofolio dapat kamu buat dahulu di komputer, kemudian di print sebagai dokumen fisik yang dibutuhkan. Isi Portofolio Ada Apa Saja? Gimana sih cara membuat portofolio dan apa saja hal-hal yang perlu ada di dalamnya? Tentunya isi dari portofolio sendiri akan disesuaikan dengan kebutuhannya, namun berikut adalah format umum dari isi portofolio: Summary, mencakup tahun dan proyek yang sudah dikerjakanLaporan, esai, presentasi, visual, tabel, grafikArtikel atau liputan dimana terdapat nama / hasil karyamuGambar dan deskripsi proyekData hasil atau impact dari karyamuPenghargaan dan sertifikat jika adaLisensi profesional jika adaTestimoni klien Tips Membuat Portofolio yang Efektif 1. Tonjolkan Karya Terbaikmu Portofolio adalah tentang menunjukkan karya terbaikmu dan menjualnya kepada si penerima portofolio. Namun bukan hanya karya terbaik, kamu juga perlu melengkapinya dengan informasi atau deskripsi yang jelas mengenai karya tersebut, sehingga nilai jual portofolio-mu semakin bertambah. 2. Pilih Medium dan yang Tepat Seperti yang sudah dijabarkan di atas, ada beberapa medium yang dapat kamu gunakan untuk membuat portofolio, diantaranya platform online seperti CakeResume atau membuat website sendiri, sampai membuat portofolio fisik. Sesuaikanlah mediumnya dengan tujuan dan kepentingan dari pembuatan portofolio-mu. 3. Susun Isi Portofolio Dengan referensi isi portofolio di atas, buatlah portofolio yang berbobot dan berkualitas sesuai dengan bidang, tujuan, dan kepentinganmu. Kamu tidak harus memiliki semua poin yang disebutkan, namun berusahalah untuk membuat portofolio-mu menarik dan dapat merepresentasikan kemampuan serta keahlianmu. Contoh Isi portofolio yang baik adalah ketika kamu melamar sebagai seorang fotografer ke suatu event organizer, maka tunjukkanlah beberapa foto terbaikmu yang menunjukkan fokusmu dalam mengambil gambar di event-event yang pernah kamu hadiri. Pilih dengan bijaksana fokus dari proyek yang kamu kerjakan, dan hal apa yang ingin kamu tonjolkan. 4. Sebarkan Portofolio Kamu Setelah kamu selesai membuat portofolio, langkah berikutnya yang paling penting adalah menyebarkannya. Portofolio kamu tidak akan berguna jika hanya dibiarkan di situ saja. Kamu dapat menaruh portofolio-mu dalam CV ataupun profil Linkedin. Jika kamu mempublikasikan portofolio di CakeResume, portofolio-mu juga bisa muncul di mesin pencarian Google sehingga meningkatkan visibilitas kamu sebagai seorang profesional. Semakin kamu menyebarkan portofolio-mu, semakin besar juga peluang kamu untuk dilirik oleh para penerima portofolio. Sedang mencari kerja? Temukan berbagai lowongan dari perusahaan ternama di CakeResume. Job portal No. 1 di Indonesia!🎉Cari Kerja Contoh Portofolio Lamaran Kerja Berikut adalah contoh portofolio lamaran kerja yang bisa kamu jadikan referensi.Contoh Portofolio Lamaran Kerja Desainer Grafis oleh Kristel Gilvarry EstefannyContoh portofolio di atas adalah contoh portofolio yang baik karena menunjukkan pengalaman kerja yang jelas besertatoolyang digunakan. Ia juga menaruh hasil yang jelas beserta pengenalan singkat ke proyek yang dikerjakan, membantu pembaca memahami dengan mudah apa yang dikerjakan.👉 Lihat contoh portofolio lainnya di Cake Ingin buat portofolio seperti di atas? Yuk, buat portofolio profesional mu di Cake, gratis! 🎉Buat Portofolio 📚 Baca juga:15+ Contoh Portofolio Lamaran Kerja Menarik dan Cara Membuatnya! Ringkasan Portofolio tidak hanya digunakan untuk melamar kerja, namun juga dapat disesuaikan isinya dan digunakan juga untuk kepentingan studi, proyek, institusi, bisnis, dan lain-lain.Portofolio adalah dokumen yang dibuat untuk menunjukkan kemampuan dan keahlianmu dalam bentuk yang lebih nyata dan luas. Fungsi portofolio adalah sebagai pelengkap CV, sehingga dalam portofolio kamu tidak perlu menonjolkan semua hal, cukup menunjukkan karya-karya terbaikmu saja.Jenis-jenis portofolio dibagi berdasarkan kepentingannya, ada showcase portfolio, learning/process portfolio, assessment portfolio, hybrid portfolio.Terdapat beberapa medium untuk membuat portofolio, seperti platform online, media sosial, webite, dan portofolio fisik.Isi portofolio mencakup: summary, laporan atau esai atau tabel mengenai proyekmu, artikel atau liputan yang terdapat nama atau karyamu, gambar dan deskripsi proyek, data hasil atau impact dari karyamu, penghargaan dan sertifikasi jika ada, lisensi profesional jika ada, dan testimoni klien.Tips membuat portofolio adalah menunjukkan karya terbaikmu, pilih medium yang tepat, susun isi portofolio sehingga terlihat berkualitas, dan sebarkanlah ke orang-orang yang potensial.Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!--- Ditulis Oleh Leony Jardine ---
Portfolio
Mar 9th 2026

Ingin Stand Out Saat Cari Kerja? Lihat 10 Contoh Portofolio Fresh Graduate Gratis!

Sedang membutuhkan contoh portofolio fresh graduate? Kamu datang ke tempat yang tepat karena Cake menyediakan template portofolio untuk lulusan baru dari berbagai posisi. Sebenarnya, seberapa urgen portofolio untuk melamar kerja? Jawabannya tergantung dengan posisi yang kamu lamar dan kualifikasi yang diinginkan perusahaan. Saat ini istilah yang kerap dipakai untuk menggambarkan jenjang karier adalah career portofolio alih-alih career path. Kemampuan, kapasitas, penrkembangan diri, hingga pencapaian yang diraih terangkum dalam dokumen yang dibuat secara berurutan itu. Ingin tahu lebih lanjut mengenai hal ini? Berikut penjelasan lengkap tentang portofolio untuk fresh graduate. Kami juga menyediakan beragam contoh portofolio proyek hingga magang!Daftar isi: Apa itu Portofolio Fresh Graduate Pekerjaan yang Membutuhkan Portofolio untuk Fresh Graduate Hal-hal yang Wajib Ada di Portofolio Fresh Graduate Cara Membuat Portofolio Fresh Graduate yang Menarik HRD Contoh Portofolio untuk Fresh GraduateApa itu Portofolio Fresh Graduate?Template portofolio graduate akan berfungsi secara maksimal jika kamu memahami apa saja yang dibutuhkan untuk menyusunnya. Menurut Harvard Business Review, portofolio adalah sesuatu yang melekat pada dirimu dan tidak akan pernah bisa diambil. Bagi fresh graduate, portofolio menunjukan jejak usaha untuk membangun karier masa depan. Portofolio untuk fresh graduate berisi laporan dan rangkuman aktivitas profesional yang pernah dilakukan (berbayar maupun tidak), seperti pengalaman magang, kerja, proyek, dan kursus intensif. Tidak perlu besar atau megah, yang penting mampu menunjukan kemampuan untuk belajar dan kemauan untuk berkembang. Dengan begitu mudah bagi human resources untuk menilai kepribadianmu. Cara buat portofolio tergolong mudah, sehingga semakin banyak perusahaan yang meminta hal ini dari kandidat fresh graduate. Inilah mengapa portofolio lamaran kerja fresh graduate lebih sering diprioritaskan oleh HR. Namun, seperti yang sudah dibahas oleh Harvard, portofolio sudah melekat pada dirimu. Bahkan jika kamu merasa tidak memiliki pengalaman apapun, minimal selalu ada satu informasi yang bisa kamu jelaskan di dalam portofolio.📚 Baca juga: Portofolio untuk Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik [+Contoh!] Pekerjaan yang Membutuhkan Portofolio untuk Fresh Graduate1. Content Creator Produk akhir kreator konten adalah karya digital yang bisa berupa tulisan, gambar, dan video karena platform utamanya ada di media sosial. Satu-satunya cara membuktikan bahwa hasil karya yang dibuat memberikan pengaruh adalah dengan membuat portofolio.📚 Baca juga: Contoh Portofolio Content Creator dan Tips Membuatnya! 2. Designer Contoh portofolio lamaran kerja untuk desainer bisa berbagai macam mulai dari yang sederhana hingga rumit. Misal desain poster menggunakan canva sampai contoh-contoh desain mock-up. Kamu bisa lihat contohnya di sini. 3. Fotografer Fotografer adalah bidang yang luas karena fokusnya sangat banyak, mulai dari alam, fashion, acara formal, travel, makanan, hingga jurnalistik. Portofolio memudahkanmu untuk memilih fokus foto yang ditekuni sambil mencari industri atau perusahaan yang cocok dengan kemampuanmu.📚 Baca juga: Contoh Portofolio Fotografi Menarik Beserta 7 Tips yang Wajib Diketahui! 4. Arsitek Contoh portofolio untuk melamar kerja posisi arsitek tidak lain dengan menunjukan hasil karya. Beruntung, arsitek adalah salah satu jurusan dengan praktik lapangan banyak, sehingga tugas selama perkuliahan bisa dimasukkan ke dalam portofolio. 5. Freelance Freelance adalah jenis pekerjaan yang sangat tidak spesifik. Kamu bisa saja menjadi seorang data entry, copywriter, content editor, yang semuanya tidak terikat. Sebagai freelancer, portofolio untuk fresh graduate memiliki dua keuntungan: menunjukan bahwa kamu menguasai berbagai macam bidang kerja lepas atau menegaskan kekhususan jenis pekerjaan lepas yang kamu ambil. 6. Software Engineer Software engineer bertanggung jawab merancang, mengembangkan, membangun, dan juga mengawasi perangkat lunak, sistem, atau aplikasi produk perusahaan. Jadi portofolio fresh graduate menjadi bukti bahwa kamu memang memiliki kualifikasi di bidang ini.7. UI/UX Designer Tampilan antarmuka sebuah aplikasi ataupun situs tidak bisa dibuat sembarangan. UI/UX desainer perlu mempertimbangkan akses, keterbacaan, dan tingkat estetika. Untuk menunjukan bahwa kamu memiliki sensitivitas terhadap estetika sebuah aplikasi, tentu saja portofolio dibutuhkan. Siap untuk memberi kesan pertama yang kuat ke HRD?Mulai buat portofolio di Cake!🍰Buat Portofolio 8. Data Scientist Portofolio data scientist setidaknya harus mencakup: proyek-proyek yang relevan, analisis data mendalam dan kompleks, serta penguasaan tools seperti R, Python, Tableau dan sejenisnya. 9. Web Developer Portofolio untuk fresh graduate di bidang web developer berupa aplikasi web yang dirancang, dikembangkan, dan dipelihara. Jika tidak pernah bekerja di bidang ini sebelumnya, buatlah contoh pekerjaan sendiri dengan memanfaatkan beragam platform. 10. Product Manager Sebagai salah satu pemimpin, product manager-lah yang bertanggung jawab untuk proses pengelolaan produk hingga diluncurkan. Portofolio berguna untuk menunjukan cara kerja, pencapaian, dan sejauh mana dirimu berkembang di bidang ini.📚Baca juga: 20+ Contoh CV Menarik, Formal, Kreatif untuk Melamar KerjaHal-hal yang Wajib Ada di Portofolio Fresh Graduate1. Halaman judul Halaman judul berisi informasi singkat yang berisi identitas pribadi: judul portofolio untuk fresh graduate, nama, bidang yang kamu geluti. Bisa juga gunakan desain kreatif untuk membuat judul yang menarik perhatian. 2. Daftar isi Daftar isi di portofolio fresh graduate bersifat opsional, terutama jika informasi yang kamu masukkan sangat beragam. Nah, daftar ini memudahkan HR dan user untuk mencari informasi spesifik yang dibutuhkan secara cepat. 3. Deskripsi diri Bagian deskripsi diri (about me) tidak bisa kamu skip, ya! Deskripsi diri adalah rangkuman dari informasi yang ada di portofolio. Apa saja yang perlu dimasukkan? Mulai dari siapa dirimu, pengalaman yang kamu miliki, pencapaian yang menonjol, serta informasi yang kamu rasa dapat meninggalkan impresi mendalam kepada HR. 4. Isi (Contoh karya) Sekarang saatnya masuk ke dalam inti dari portofolio untuk fresh graduate, yaitu isi atau contoh karya. Jika memiliki pengalaman luas, kamu bisa membaginya ke beberapa section seperti: magang, pengalaman kerja, organisasi, kepanitian, volunteer dari lembaga terakreditasi. 5. Sertifikasi Dalam banyak contoh portofolio untuk fresh graduate, sertifikat adalah informasi penunjang yang bisa menjadi nilai tambah. Dengan catatan, sertifikat dikeluarkan oleh lembaga terakreditasi yang memiliki kurikulum jelas. 6. Informasi kontak Informasi kontak juga tidak boleh terlewatkan karena ini adalah cara agar HR dan user bisa menghubungimu dengan cepat. Informasi kontak dapat berupa: nomor telepon aktif (usahakan tersambung dengan WA), email, hingga LinkedIn.Cara Membuat Portofolio Fresh Graduate yang Dilirik HRD1. Pilih jenis portofolio yang kamu mau gunakan (video, website/blog, online, etc) Portofolio untuk fresh graduate terbagi menjadi dua jenis: fisik dan digital. Dalam portofolio fisik, fresh graduate menggunakan foto atau desain cetak. Jenis yang pertama sangat cocok digunakan untuk para desainer yang memiliki hasil karya dalam bentuk benda. Misal ada seorang packaging designer yang mengirimkan portofolio dalam bentuk mockup kemasan. Jenis kedua adalah portofolio digital melalui situs (website, medium, blog) atau menggunakan platform untuk penyimpanan kode perangkat lunak seperti GitHub. Kekurangannya, portofolio ini hanya bisa diakses jika ada koneksi internet saja. Tips ketika menggunakan jenis digital, yaitu dengan menyisipkan link portofolio di CV di bagian informasi pribadi. Biasanya portofolio terletak di bagian atas paling kiri dari sebuah CV.📚 Baca juga: Cara Membuat Portofolio Online: 15 Website Gratis untuk Portofolio yang Menarik 2. Buat daftar apa saja yang dibutuhkan dalam portofolio fresh graduate Tidak ada aturan ketat atau standar khusus mengenai bentuk portofolio untuk fresh graduate yang baik. Untuk kandidat yang memiliki banyak pengalaman di industri kreatif, tampilan portofolio harus mampu menggambarkan tingkat kreativitas tersebut. Namun, di kalangan pekerja non industri kreatif, perusahaan biasanya mengharapkan portofolio yang tidak mengandung terlalu banyak warna atau tidak banyak desain rumit. Jadi untuk menentukan jenis portofolio seperti apa yang dibutuhkan, maka kandidat perlu melakukan riset yang panjang. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan portofolio fresh graduate-mu sesuai dengan kebutuhan perusahaan: Pastikan kamu tahu jenis industri kerja macam apa yang ingin kamu geluti. Isi portofolio harus selaras dengan rencana karier di masa depan.Lakukan riset lowongan kerja dan juga perusahaan yang ingin kamu lamar untuk mendapatkan gambaran lebih luas.Riset contoh portofolio fresh graduate yang memiliki latar belakang sama dengan dirimu. Kamu bisa mencari informasi ini melalui LinkedIn dan juga Cake. 3. Persiapkan material dengan baik Kamu bisa mengecek material apa saja yang perlu disiapkan di bagian ‘hal-hal yang wajib ada di portofolio fresh graduate’. Pertanyaannya, bagaimana juga kamu tidak memiliki pengalaman apapun sebelumnya? Cara paling mudah adalah membuat sample work. Contoh: jika kamu tertarik menjadi seorang desainer grafis tapi tidak memiliki pengalaman apapun di bagian ini, buatlah contoh karya melalui Canva (atau tools lain). Cake juga menyarankan untuk membuat portofolio di semester akhir atau segera setelah kamu lulus. Ini untuk mengantisipasi jika saat ada lamaran kerja dengan pendaftaran mepet tetapi masih ada material portofolio yang kurang. 4. Buat design lebih menarik Desain yang menarik tidak selalu berarti ‘heboh’. Kamu bisa menambahkan ornamen sederhana atau bahkan ilustrasi kecil dengan tetap mengedepankan keterbacaan portofolio. Jadi selain memastikan estetika desain portofolio fresh graduate, perhatikan juga kemudahan audiens dalam memahami informasi yang ingin kamu sampaikan.Jangan lewatkan kesempatan untuk ningkatin peluang kerja dengan Portfolio Builder Cake!🎉Buat Portofolio 5. Sertakan narasi untuk karyamu Jangan pernah menyepelekan kekuatan narasi, apalagi jika kamu adalah fresh graduate. Narasi punya banyak bentuk, tapi tujuan utamanya adalah untuk menyampaikan pesan secara efektif. Kamu bisa menceritakan cerita di balik hasil karya yang sudah dibuat dan apa makna karya tersebut secara personal. Untuk memperkuat proses kerjamu, tambahkan testimoni dari rekan kerja, atasan saat magang, dan teman satu organisasi. Perhatikan contoh portofolio magang yang ada di bagian akhir artikel ini untuk panduan yang lebih luas. 6. Berikan penutup dan informasi kontak Informasi kontak bisa kamu cantumkan di awal atau akhir portofolio, atau bahkan pada keduanya. Untuk mempermudah akses, sisipkan link menuju nomor WhatsApp atau email. Contoh Portofolio untuk Fresh Graduate 👉 Contoh Portofolio Video oleh Rachel Tristan (Dibuat di Cake)Contoh Portofolio Video (Dibuat di Cake) 👉 Contoh Portofolio Mahasiswa Arsitektur (Dibuat di Cake)Contoh Portofolio Mahasiswa Arsitektur (Dibuat di Cake) 👉 Contoh Portofolio Desainer Grafis oleh Kristel Gilvarry Estefanny (Dibuat di Cake)Contoh Portofolio Desainer Grafis (DIbuat di Cake) KesimpulanPortofolio untuk fresh graduate berisi rangkuman aktivitas profesional seperti pengalaman kerja, magang, sukarelawan, dan lain-lain. Ini berguna untuk membuat impresi kepada HR dan user mengenai kinerja kandidat.Portofolio fresh graduate dianggap sudah memenuhi standar jika berisi informasi seperti halaman judul, daftar isi, deskripsi diri (about me), isi (contoh karya), sertifikasi, dan juga informasi kontak. Contoh-contoh portofolio untuk fresh graduate di atas bisa kamu gunakan secara gratis. Kamu cukup bergabung dengan Cake dan nikmati beragam akses tentang lowongan kerja, tips cari kerja, hingga ratusan template CV.Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang! — Ditulis oleh Erika Rizqi —
Career Development
Oct 22nd 2022

Apa itu Technical Skills? Contoh dan Cara Mengembangkannya!

Daftar isi: Pengertian Technical Skills Contoh Keterampilan Teknis Cara Mengembangkan Technical Skills Cara Mencantumkan Keterampilan Teknis dalam CV Persaingan untuk masuk di suatu perusahaan semakin ketat dan kompetitif. Perusahaan akan memilih kandidat yang paling unggul dan sesuai kualifikasi. Agar menonjol di mata rekruter, dibutuhkan technical skills atau kemampuan teknis yang sesuai dengan posisi yang kamu lamar. Tanpa adanya technical skills yang spesifik maka akan lebih sulit untuk diterima di sebuah perusahaan. Mengapa technical skills penting dalam suatu pekerjaan? Apa saja contoh technical skills? Yuk simak artikel dibawah ini!Contoh Technical SkillsApa itu Technical Skills?Technical skills atau keterampilan teknis adalah kemampuan yang mengarah kepada keahlian dan pengetahuan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Keterampilan teknis ini juga digunakan untuk memberi solusi atau tindakan yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tertentu. Kemampuan teknis tidak hanya dipelajari melalui teori, tetapi harus dilatih melalui pengalaman. Kemampuan teknis harus selalu diasah dan dikembangkan, agar semakin mahir diimplementasikan dalam dunia kerja. Seorang recruiter akan mencari kandidat yang memiliki kemampuan teknis yang sesuai agar dapat segera menyelesaikan tugas dengan baik. Dengan memiliki keahlian teknis yang baik, kamu dapat memiliki keunggulan dari kandidat lainnya. Tidak menutup kemungkinan, dengan kemampuan teknis yang semakin mahir kamu bisa dipromosikan di perusahaan.Apa Perbedaan Technical Skills dan Soft Skills? Technical skills adalah bagian dari hard skill yang melibatkan pengetahuan praktis yang digunakan untuk melakukan tugas tertentu. Contoh technical skills adalah copywriting, penguasaan bahasa pemrograman, marketing, design, dll. Sedangkan soft skills adalah skill non-teknis yang menggambarkan cara kamu bekerja dan menjalankan relasi antar manusia. Contoh soft skills adalah komunikasi, manajemen waktu, kerja sama, dll. Tingkat kemahiran technical skills berbeda dengan soft skills. Technical skills dapat dievaluasi dan diukur kemahirannya dari latar belakang dan pengalamannya. Sedangkan soft skills dapat dilihat dari cara seseorang mempresentasikan dirinya. Technical skills membutuhkan pelatihan dan pengalaman untuk dikuasai. Sedangkan soft skills dapat dikembangkan seiring perpindahan dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. 📚 Baca juga:100+ Contoh Soft Skill Hard Skill dalam CV (untuk 15 Pekerjaan)Apa Manfaat Memiliki Technical Skills? Memiliki kemampuan teknis yang baik dapat memberikan keuntungan bagi diri sendiri maupun perusahaan. Dengan kemajuan industri yang sangat pesat, penting untuk memiliki satu ataupun lebih kemampuan teknis untuk dikuasai. Berikut adalah beberapa poin pentingnya memiliki kemampuan teknis : Menjadikan kamu kandidat yang unggul saat proses perekrutan: perusahaan akan mencari kandidat dengan talenta dan technical skills yang sesuai dengan pekerjaannya demi meningkatkan produktivitas perusahaan. Perusahaan juga dapat menghemat biaya pelatihan dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Kamu dapat melakukan pekerjaan dengan baik dan produktif:dengan kemampuan teknis yang kamu miliki pekerjaan dapat diselesaikan dengan efisien dan produktif. Dengan begitu kamu dapat membantu perusahaan mencapai gol lebih cepat. Mendatangkan rasa percaya diri:kamu dapat lebih yakin dan optimal dalam melakukan setiap pekerjaan. Dalam menghadapi masalah, dengan ilmu dan keahlian yang kamu kuasai, setidaknya kamu dapat menemukan solusi yang baik untuk mengatasi masalah tersebut. Contoh Technical SkillAda banyak contoh dan jenis technical skill tergantung dengan industri dan bidang pekerjaan yang dilakukan. Akan lebih baik, jika kamu memiliki lebih dari satu technical skills untuk bersaing di jaman pertumbuhan industri yang cepat. Berikut adalah beberapa contoh kategori technical skills: 1. Social Media Management Digital Marketing Di jaman teknologi yang sedang marak ini, banyak bisnis beralih dari offline ke online. Platform sosial media digunakan oleh pebisnis untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan, melakukan marketing promotions dan mempermudah pengumpulan informasi untuk analisis data penjualan. Keahlian menguasai media sosial dan digital marketing tentu dapat membantu dan meningkatkan penjualan secara online. Berikut adalah contoh keahlian teknis yang harus dimiliki oleh seorang social media expertise: Social Media Platforms (Instagram, Twitter, Facebook, TikTok, dll)Content Management System (CMSGoogle AnalyticsSearch Engine Optimization (SEO)Data AnalysisContent CreationCopywriting📚 Baca juga:5 Contoh Portofolio Digital Marketing dan Cara Membuatnya2. Coding dan Programming Peningkatan penggunaan internet dan software dapat meningkatkan kesempatan yang luas untuk para programmer. Adanya permintaan yang tinggi membutuhkan lebih banyak profesional terlatih dalam bidang coding dan programming. Hampir semua hard skill di bidang teknologi informasi adalah technical skill atau technology skills. Beberapa contoh technical skills seorang programmer adalah: Bahasa Pemrograman (Phyton, Javascript, Java, PHP, C++, C#, Ruby, Kotlin, dll.)DebuggingHTMLTechnical SupportOperation SystemsAlgoritma dan struktur dataArtificial Intelligence (AI)📚 Baca juga:7 Cara Menjadi Programmer Profesional Bagi Pemula3. Analisis Data Pekerjaan sebagai seorang data analisis termasuk salah satu pekerjaan yang diminati akhir-akhir ini. Dengan persaingan yang ketat, kamu tentunya harus terus mengasah dan memperluas kemampuan teknis kamu dibidang ini. Perusahaan membutuhkan karyawan yang dapat mengumpulkan, mengatur, dan kemudian menafsirkan data tersebut. Contoh keterampilan teknis seorang data analisis meliputi: Skill AnalisaData MiningBahasa PemogramanDatabase ManagementAnalisis Statistik📚 Baca juga:Profesi Data Analyst: Tugas, Skill, Gaji Hingga Proyeksi Karier!4. Project Management Project manager bertanggung jawab untuk membantu perusahaan memandu proyek dari perencanaan hingga pelaksanaan. Project manager harus mampu menilai risiko, dan memimpin sebuah tim. Sebagai project manager, dibutuhkan kemampuan soft skill dan technical skill seperti: Risk ManagementProject PlanningTask ManagementRisk ManagementCost Management📚 Baca juga:Mau Jadi Project Manager? Ketahui Tugas, Gaji, Skill, Dll. 5. Design Desain grafis adalah salah satu pekerjaan yang marak dicari berbagai macam industri zaman sekarang. Apalagi dengan banyak hal yang beralih ke digital, pertokoan kecil hingga perusahaan besar membutuhkan jasa desainer grafis. Jika kamu ingin menjadi seorang graphic designer, ada baiknya kamu menguasai keterampilan teknis dibawah ini: Adobe (Illustrator, Photoshop, dll.)UI/UX DesignTypographyDesign ToolsWeb Design 📚 Baca juga:Desainer Grafis: Job Desk, Skill, Gaji [+Caranya] 6. Technical Writing Banyak pekerjaan yang melibatkan komunikasi tertulis dan membutuhkan penulis teknis untuk menjelaskan hal-hal rumit dengan cara yang mudah dipahami. Penulis teknis dituntut untuk mengerti topik tertentu, melakukan penelitian, memahami informasi, kemudian menyajikannya dalam bentuk yang dapat dipahami semua orang. Contoh kemampuan teknis yang harus dikuasai yaitu: Data Research dan gatheringKemampuan menulisMenguasai software (Word/Office)Client Relations 7. Network dan Security Di era digital ini, hampir semua data disimpan di dalam aplikasi atau software. Software ini tentu butuh lapisan keamanan untuk melindungi data dari pencurian, kehilangan atau akses tidak sah. Contoh kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan ini, yaitu: Data securityNetworking and network securityProgrammingRisk assessmentAlgoritma enkripsiSistem otentikasiBagaimana Cara Mengembangkan Keterampilan Teknis?Sekarang setelah kamu memiliki gagasan yang lebih baik tentang keterampilan teknis yang dibutuhkan di berbagai industri, kamu mungkin berpikir tentang cara mengembangkan technical skills atau mempelajari keterampilan baru untuk meningkatkan karier kamu, Berikut adalah langkah yang bisa kamu coba untuk mengembangkan kemampuan teknis: 1. Mengikuti Workshop, Seminar dan Kursus Mengikuti pelatihan atau kelas kursus merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan teknis kamu karena kamu akan dilatih oleh mentor yang sudah ahli di bidangnya. Biasanya, beberapa perusahaan akan membekali karyawan dengan menyelenggarakan pelatihan. Pelatihan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu offline dan online, keduanya tetap baik dan bermanfaat selama itu dapat mengembangkan kemampuan teknis kamu. 2. Menjadi Sukarelawan dalam Proyek Carilah peluang dan menjadi sukarelawan dalam proyek-proyek teknis. Hal ini akan memungkinkan kamu untuk mendapatkan pengalaman berharga dan mengenal banyak orang baru yang memiliki ketertarikan di bidang yang sama. 3. Banyaklah Membaca Informasi-Informasi Terbaru Banyak berita yang ditulis dan disebar lewat situs internet memudahkan kamu untuk membaca informasi terbaru seputar industri yang ingin kamu kuasai secara gratis. Kamu dapat membacanya di situs Business Insider, Financial Times, The Wall Street Journal atau website dalam negeri seperti kompas.com, CNBC Indonesia, CNN Indonesia, dll. Dengan membaca informasi terbaru yang terjadi di dunia, kamu dapat terus update dengan perkembangan di industri yang kamu geluti. Kamu juga dapat membaca buku untuk memperluas wawasan yang dapat mengembangkan kemampuan teknis yang kamu miliki. 4. Perbanyak Pengalaman Pengalaman bisa didapat dimana saja. Jika kamu adalah seorang mahasiswa maka kamu bisa aktif dalam organisasi sekolah atau internsip untuk mengembangkan technical skills kamu. Kamu juga bisa belajar sendiri dengan mengikuti kursus online, menjadi sukarelawan, membuat proyek sendiri, dll. Melalui pengalaman tersebut, ada kalanya kamu akan menemukan kesulitan dan melakukan kesalahan. Namun, jangan lupa untuk bangkit dan jadikan pengalaman tersebut untuk meningkatkan keterampilan teknis kamu. Contoh Keterampilan Teknis dalam CV1. Tulislah keterampilan teknis pada deskripsi diri Bagian pertama yang akan dibaca oleh recruiter adalah bagian deskripsi diri/profil diri. Pastikan kamu menulis 1-2 kalimat tentang technical skills yang berhubungan dengan pekerjaan yang kamu lamar. Hal ini dapat menarik perhatian perusahaan dan akan melanjutkan membaca sisa CV kamu. Berikut adalah contoh profil diri resume yang menekan keterampilan teknis kandidat: Seorang digital marketer dengan 3 tahun pengalaman dalam SEO dan Google Ads. Telah menulis sebanyak 60+ artikel yang ramah SEO dan meningkatkan traffic website sebanyak 150% dalam 2 bulan. Contoh di atas menekankan bahwa kandidat memiliki pengalaman bekerja dalam bidang digital marketing selama 3 tahun dan mempunyai kemampuan teknis seperti Google Ads dan SEO.💡 Tips:Gunakan action words, seperti “mengelola”, “mengimplementasikan”, “meningkatkan”, “mengembangkan” untuk menggambarkan tugas yang kamu selesaikan dalam peran sebelumnya. Gunakan angka untuk menjelaskan hasil yang kamu dapatkan.2. Buatlah bagian khusus untuk technical skills. Jika kamu ingin menekankan keterampilan teknis pada CV, maka letakkan bagian keterampilan teknis ini tepat di bawah profil diri. Buatlah format bagian ini dalam bentuk poin agar mudah dibaca. Jika kamu memiliki keterampilan teknis yang luas, kamu dapat membuat poin kategori dan tulislah secara spesifik. Contoh keterampilan teknis seorang software developer: Front End: HTML, Javascript, RWD, TypescriptBack End: Golang, MongoDB, MySQLOthers: SEO, Google Maps QPI, Git 3. Tulislah keterampilan teknis di bagian pengalaman kerja Kamu bisa menunjukkan keterampilan teknis kamu dalam dunia kerja dengan membuat poin-poin yang menggambarkan pencapaian kamu. Pada bagian ini, kamu dapat menunjukkan bagaimana kamu menggunakan keterampilan teknis kamu untuk berkontribusi di perusahaan. Berikut adalah contoh CV bagian pengalaman kerja yang mencakup technical skills: Graphic Designer | PT. Putih Kembang2017 - 2020Menggunakan Adobe Illustrator untuk mendesain 50+ poster pengumuman perusahaanUI Design untuk aplikasi perusahaanRebranding logo perusahaan PT.Putih Kembang pada tahun 2018Cake menyediakan 50+ template CV online menarik untuk membuat CV lamaran kerja, GRATIS!🎉 Download CV PDF sekarang!CV Builder CakeDownload CV PDF GratisCV Builder CakeBuat CV Kesimpulan Untuk mahasiswa fresh graduates dan pemula: Kamu dapat explore terlebih dahulu industri dan pekerjaan yang kamu ingin kuasai, dengan begitu akan lebih mudah untuk langkah selanjutnya memperdalam keterampilan teknis tertentu yang mendukung pekerjaan yang ingin kamu lakukan dan menjadikan kamu salah satu kandidat yang kuat untuk diterima dalam suatu perusahaan. Untuk yang sudah berpengalaman: Walaupun kamu sudah berpengalaman dalam bidang yang kamu geluti, teruslah asah dan kembangkan keterampilan teknis kamu. Karena seiring berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi yang sangat pesat, tentu para pekerja harus menyesuaikan dengan keadaan ini. Jangan lupa menulis technical skills yang kamu miliki dalam CV kamu.Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia.🎉Cari Loker--- Ditulis Oleh Phoebe Charissa ---
Portfolio
Oct 8th 2021

Cara Membuat Portofolio Online: 15 Website Gratis untuk Portofolio yang Menarik

Jika kamu bekerja dalam bidang industri kreatif, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya online portofolio/digital portofolio.Online portofolio? Apa itu?Sebuah online portofolio boleh dikatakan sebagai halaman web pribadi. Biasanya menampilkan karya-karya seni. Baik itu fotografi, desain grafis, arsitektur, dll. Dengan portofolio online ini, kamu dapat mempresentasikan karya kamu, memberikan informasi tentang diri kamu dan menawarkan servis yang dapat kamu berikan. Online portofolio ini nyaman digunakan karena bisa dijangkau melalui internet oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Orang-orang yang tertarik dengan kamu (misalnya rekruter atau klien) bisa mendapat informasi tentang kamu dengan praktis karena semua koleksi karya, pencapaian, prestasi dapat kamu gabungkan ke dalam satu portofolio online ini. Walaupun portofolio online ini terdengar hanya untuk orang-orang yang mempunyai pekerjaan berkaitan dengan visual, jangan salah.Further reading:5 Tips to Build a Strong Machine Learning Resume Justru di era digital sekarang, apapun pekerjaan kamu maupun seorang marketer, web programmer, ataupun influencer, memiliki sebuah online presence ternyata penting loh. Dengan online presence yang kuat, kamu bisa dikenal oleh banyak orang, dan mendapat kesempatan-kesempatan baru. Nah, salah satu cara untuk membangun online presence adalah dengan mempresentasikan value dan kemampuan kamu melalui portofolio online. 15 Situs Gratis Untuk Membuat Portofolio Online Bikin portfolio online apa harus bisa coding? Gimana cara membuat portofolio online gratis? Kalau kamu tidak tahu cara membuat webpage portofolio dengan coding, pertanyaan-pertanyaan tersebut pasti muncul di pikiran kamu. Tapi, jangan khawatir. Sekarang, tersedia banyak pilihan portfolio website yang bisa membantu kamu membuat portofolio online tanpa memiliki background coding. Berikut daftar 15 website untuk membuat portofolio:1. Cake Cake berawal dari sebuah CV maker online dimana kamu bisa bikin CV gratis yang menarik. Kini, Cake menyediakan platform membuat web portofolio terbaik yang bisa digunakan oleh orang-orang dari berbagai macam profesi. Kamu bisa dengan mudah membuat portofolio online gratis tanpa batas.Portfolio Website Cake ✨ Fitur: Portfolio website Cake menyediakan tools pengeditan canggih serta pilihan warna yang banyak. Kamu bisa menampilkan video dalam portofolio dan kamu juga bisa menyambungkan portofolio ke CV kamu sehingga memudahkan rekruter untuk melihat koleksi karya kamu ketika membaca CV kamu.Kelebihan:Gratis membuat portofolio sepuasnyaTampilan sederhana dan mudah digunakanDapat menyambungkan portofolio ke CVKekurangan:Tidak dapat mengupload file ukuran besar 💰 Harga Cake: Gratis membuat portofolio tanpa batas2. Behance Behance adalah salah satu situs portfolio website yang merupakan bagian dari Adobe Creative Cloud. Tidak hanya desainer yang aktif menggunakan Behance, tapi rekruter dari berbagai belahan dunia juga menggunakan Behance untuk mencari talenta-talenta baru. Tersedia juga banyak contoh portofolio online untuk inspirasi kamu.Portfolio Website Behance ✨Fitur: Behance mempunyai cara kerja seperti sosial media. Kamu dapat like portofolio orang lain, dan follow user lain. Dengan ini, karya portofolio mereka dapat muncul dalam feed For You kamu. Selain itu, kamu dapat import gambar dari Adobe Lightroom dan menampilkan audio dan video dalam portofolio kamu. Dikarenakan sistem Behance seperti sosial media, platform ini cocok bagi para social butterfly yang senang mendapatkan likes dan komen terhadap karya mereka. Kelebihan:Gratis membuat portofolio tanpa batasTampilan sederhana dan mudah digunakanTerdapat variasi karya (desain, UI, ilustrasi) Kekurangan: Tidak dapat mengupload file ukuran besarDikarenakan tampilan yang sederhana (seleksi desain sedikit) membuat struktur portofolio pengguna terlihat membosankan 💰 Harga Behance: Gratis dengan fitur terbatas Pro: Harus subscribe ke Adobe Creative Cloud 3. DribbbleDribbble merupakan situs portofolio online dimana kamu bisa mengupload gambar karya yang dinamai Shots. Ukuran Shots yang diupload harus disesuaikan dengan rasio 4:3 Komunitas Dribbble bisa dikatakan cenderung tertutup. Artinya, hanya orang-orang yang menerima undangan lah yang dapat mengupload Shots. Orang-orang ini dinamakan Player. Jika kamu pengguna baru, atau dinamai Prospect, kamu hanya dapat follow dan like portfolio designer lain, sampai kamu di-notice dan menerima undangan dari seorang Player. Portfolio Website Dribbble ✨Fitur: Mirip dengan Behance, portfolio website Dribbble mempunyai tampilan seperti sosial media dimana kamu bisa follow dan like karya orang lain. Karya yang diupload berukuran 4:3 dan kamu bisa mengupload 48 karya per bulan. Karena komunitas Dribbble yang cenderung eksklusif, Portfolio designer website ini cocok untuk para desainer yang sudah memiliki level skill tertentu.Kelebihan:Komunitas yang eksklusif membuat Dribbble dapat menetapkan kualitas karya-karya designernyaKomunitas sedang berkembang pesatKekurangan:Harus menerima undangan baru bisa mengupload karyaUkuran Shots terbatas pada rasio 4:3 💰 Harga Dribbble: Gratis dengan fitur terbatas Pro: $19 (sekitar Rp. 270,000) / 1 bulan 4. Adobe Portfolio Website untuk membuat portofolio selanjutnya adalah Adobe Portfolio. Mungkin banyak dari kamu tidak asing lagi dengan keluarga Adobe. Dengan portfolio website ini, kamu dapat menampilkan gambar karya ke galeri yang tersedia.Portfolio Website Adobe Portfolio ✨Fitur: Adobe Portfolio menyediakan 12 template yang bisa dipilih pengguna. Dikarenakan Adobe Portfolio merupakan bagian dari Creative Cloud, kamu dapat mengedit gambar langsung di Adobe Portfolio dengan menggunakan Adobe Lightroom. Dikarenakan fitur Adobe Portfolio yang dapat disambungkan ke akun Adobe Lightroom, situs portofolio online ini cocok untuk fotografer pemula sampai profesional.Kelebihan:Penampilan sederhana, mudah digunakanDapat menyesuaikan resolusi dan ukuran image secara otomatis Kekurangan:Template yang tersedia terbatas sehingga galeri cenderung mirip dengan orang lainTidak mensupport penggunaan teks dalam portofolio 💰 Harga AdobePortfolio: Paket AdobePortfolio, AdobePhotoshop dan AdobeLightroom: $9.99 (sekitar Rp. 144,000) / 1 bulan 5. Portfoliobox Portfoliobox merupakan portfolio website yang tidak kalah keren. Situs ini populer di kalangan fotografer dan desainer dan bertujuan untuk menampilkan karya yang profesional.Portfolio Website Portfoliobox ✨Fitur: Portfoliobox merupakan website untuk membuat portofolio yang bebas iklan dan menyediakan berbagai macam template untuk digunakan. Ini membuat karya portofolio yang dibuat terlihat unik. Selain itu, portfolio website yang satu ini memungkinkan kamu untuk menjual karya-karya kamu, serta mengintergrasikan online portofolio kamu dengan Google Analytics.Kelebihan:Terdapat banyak pilihan untuk mengkustom portofolioMenyediakan e-commerce store bagi pengguna Kekurangan:Hanya dapat mengupload 50 gambar untuk akun gratis 💰 Harga Portfoliobox:Gratis dengan fitur terbatas Pro: $6.90 (sekitar Rp. 100,000) / 1 bulan 6. CrevadoDengan portfolio website Crevado, kamu bisa menggunakan alat drag-and-drop sederhana untuk mengatur layout portofolio online kamu. Crevado juga dioptimalkan untuk perangkat apa pun, sehingga portofolio kamu dapat dilihat di smartphone, tablet dan desktop dengan nyaman.Portfolio Website Crevado ✨Fitur: Crevado dilengkapi dengan hosting yang aman dan tersertifikasi SSL. Kamu juga dapat menjual karya kamu secara online berkat integrasi platform dengan PayPal dan Fotomoto. Selain itu, file desain kamu bisa diunggah dalam macam-macam format, seperti foto, video, gambar GIF, PDF, dll.Kelebihan:Hosting yang aman dan tersertifikasi SSLBerkolaborasi dengan PayPal dan Fotomoto yang memungkinkan kamu untuk menjual karya kamu Kekurangan:Akun gratis tidak dapat menghilangkan link menuju ke Crevado pada footer portofolioHanya dapat mengupload sebanyak 5 galeri dan 30 gambar dengan akun gratis 💰 Harga Crevado:Gratis dengan fitur terbatas Plus: €6 (sekitar Rp. 100,000) / 1 bulan Premium: € 9 (sekitar Rp. 152,000) / 1 bulan 7. Cargo Portfolio website Cargo Collectives terkenal dengan tampilan yang bersih dan profesional. Cargo dapat membantu para pemula membangun portofolio profesional untuk bisnis, seni, atau proyek-proyek lain seperti majalah atau archive.Portfolio Website Cargo ✨Fitur: Cargo Collective menawarkan 30 template serta tersedia pilihan typography dari Google Fonts, WebType, TypeNetwork dll. Kamu juga dapat membuat portofolio dengan nama domain sendiri. Selain itu, tersedia live chat assistance ketika kamu mengalami masalah teknis atau memerlukan bantuan lain. Kelebihan:Tampilan portofolio terlihat profesionalDapat mengedit HTML dan CSS untuk akun berbayar Kekurangan:Akun gratis hanya bisa mengakses 10 template.💰 Harga Cargo:Gratis untuk fitur terbatas Standard site upgrade: $99 (sekitar Rp. 1,425,000) / 1 tahun atau $13 (sekitar Rp. 187,000) / 1 bulan. Dengan tambahan fitur e-commerce: tambahan $66 (sekitar Rp. 95,000) / 1 tahun atau $9 (sekitar Rp. 130,000) / 1 bulan 8. Carbonmade Carbonmade adalah website untuk portofolio yang tidak kalah keren. Portofolio site ini memungkinkan kamu untuk membagikan karya kamu dengan audiens global, membangun online presence yang kuat, serta berhubungan dengan klien atau kustomer.Portfolio Website Carbonmade ✨Fitur: Portfolio website Carbonmade memakai fitur drag and drop dimana kamu dapat tarik blok yang kamu inginkan lalu taruh ke portofolio kamu. Blok ini juga bisa kamu ubah posisinya serta ukurannya. Nantinya, kamu akan masukan karya kamu ke dalam blok-blok ini. Carbonmade menyediakan fitur analitik sehingga kamu dapat mengetahui jumlah kunjungan ke portofolio kamu per tahun, serta statistik performa per bulan. Kamu juga bisa menghubungkan Google Analytics ketika kamu membuat portofolio online di Carbonmade. Selain itu juga terdapat fitur Talent Pool bagi rekruter untuk menemukan talenta-talenta, dan juga fitur Private Portfolio bagi kamu yang ingin portofolio online kamu dilihat hanya oleh orang-orang pilihan kamu. Kelebihan:Mudah digunakan untuk pemula Tersedia banyak pilihan alat kustomisasiTersedia fitur analitik, Talent Pool, dan Private PortfolioKekurangan:Gratis hanya untuk free trialHarga cenderung lebih mahal dibanding platform lain 💰 Harga Carbonmade: Beginner Plan: $8 (sekitar Rp. 115,000) / 1 bulan Pro Plan: $12 (sekitar Rp. 173,000) / 1 bulan Expert Plan: $18 (sekitar Rp. 260,000) / 1 bulan 9. Coroflot Website gratis untuk portofolio ini hampir mirip dengan Behance dan Dribbble dimana kamu bisa membagikan hasil karya kamu ke dalam komunitas desainer yang ada.Portfolio Website Coroflot ✨Fitur: Ketika membuat portofolio online di situs ini, kamu bisa mencari banyak lowongan kerja yang tersedia khususnya untuk posisi desain UI/UX. Tidak hanya itu, kamu juga dapat melihat gaji yang ditawarkan untuk posisi tersebut. Kelebihan:Tampilan sederhana dan mudah digunakanBisa mencari lowongan pekerjaan ataupun merekrut talenta dengan mudah Kekurangan:Tidak bisa mengkustom layout portofolioTidak bisa membalas komentar orang lain 💰 Harga Coroflot:Gratis 10. Clippings.meRekomendasi portfolio website selanjutnya adalah untuk kamu yang suka menulis karena Clippings.me dapat menampilkan karya-karya tulisan kamu. Kamu juga bisa melihat banyak contoh portofolio penulis di platform ini.Portfolio Website Clippings.me ✨Fitur: Kamu bisa memasukan hasil tulisan kamu dari website lain dengan cara copy paste link website tersebut. Kamu juga dapat memasukan file PDF ataupun elemen multimedia termasuk podcast. Selain itu, Clippings.me menyediakan panduan menulis bagi kamu yang mengalami kesulitan dalam menulis artikel.Kelebihan:Mudah digunakanDapat memasukan banyak elemen multimediaKekurangan:Gratis untuk 10 artikel pertama saja 💰 Harga Coroflot: Gratis untuk 10 artikel pertama Premium: $9,99 (sekitar Rp. 144,000) / 1 bulan 11. JournoportfolioRekomendasi website untuk portofolio selanjutnya adalah JournoPortfolio. Portfolio website yang satu ini mirip dengan Clippings.me karena biasa digunakan oleh penulis atau mereka yang menghasilkan karya tulisan.Portfolio Website Journoportfolio ✨Fitur: Di website portfolio ini, kamu bisa mengupload link atau PDF karya yang sebelumnya pernah dibuat ke dalam portofolio kamu. Selain itu, JournoPortfolio menyediakan informasi analitik portofolio site kamu sehingga kamu bisa mengetahui jumlah pengunjung situs kamu, berapa lama pengunjung menghabiskan waktu di situs kamu, dll. Kamu juga dapat menghubungkan portofolio online kamu dengan Google Analytics untuk mengakses data yang lebih akurat. Journoporftolio cocok untuk blogger karena kamu dapat menulis blog langsung di Journoportfolio sehingga kamu tidak perlu mengelola banyak platform. Kelebihan:Mobile friendly / dapat diakses melalui perangkat hp dengan mudahBisa menulis blog langsung di platformKekurangan:Gratis untuk 10 artikel pertama saja 💰 Harga Journoportfolio: Gratis untuk 10 artikel pertama Plus $5 (sekitar Rp. 72,000) / 1 bulan Pro $10 (sekitar Rp. 144,000) / 1 bulan 12. Deviantart ✨Fitur:Deviantart merupakan salah satu komunitas sosial kalangan seniman terbesar dimana kamu bisa bikin portofolio online, lalu membagikan dan mempromosikannya kepada sesama seniman. Kamu bisa menemukan banyak contoh portofolio graphic designer, illustrator atau animator. Portfolio Website Deviantart Website untuk portofolio yang satu ini menawarkan berbagai macam fitur seperti Polls dimana kamu bisa membuat polling dan Groups dimana kamu bisa bergabung pada suatu grup tertentu dengan ketertarikan yang sama. Deviantart juga menyediakan Free Stock Images yaitu gambar-gambar yang bisa kamu gunakan gratis.Kelebihan:Komunitas yang besarKekurangan:Cenderung lebih ke arah komunitas seni daripada platform untuk mencari portofolio profesionalLebih banyak karya fan art dibanding portofolio profesional 💰 Harga Deviantart: Gratis dengan fitur terbatas Core membership: $15 (sekitar Rp. 215,000) / 3 bulan 13. WixPlatform selanjutnya ini sedikit berbeda dengan yang sudah disebutkan diatas karena Wix merupakan website builder. Tapi jangan salah, karena kamu juga bisa membuat online portfolio kamu dengan website builder Wix ini. Terlebih lagi, kamu bisa mengkustom website sesuai kesukaan sehingga portofolio kamu akan jauh berbeda dengan portofolio orang lain.Portfolio Website Wix ✨Fitur: Dengan membuat portofolio kerja online ataupun portofolio untuk personal branding di Wix, kamu bisa menikmati fitur SEO manajemen dimana Wix akan membantu kamu mengoptimalkan website kamu untuk SEO. Wix juga menyediakan fitur e-commerce yang memungkinkan kamu untuk menjual karya kamu. Kamu bisa menjualnya di situs online store ataupun di Amazon dan Facebook. Wix juga menyediakan fitur chat, forum dan juga event bagi kamu yang ingin menyelenggarakan event dimana Wix akan membantu mengelola ticketing dan sistem RSVP. Kelebihan:Kecepatan situs website yang baikTersedia banyak pilihan templateFitur e-commerce yang luasKekurangan:Kecepatan situs website yang baikTersedia banyak pilihan templateFitur e-commerce yang luas 💰 Harga Wix: Gratis untuk fitur terbatas Combo plan $14 (sekitar Rp. 201,000) / 1 bulan Unlimited plan: $18 (sekitar Rp. 260,000) / 1 bulan 14. GithubGitHub adalah layanan hosting berbasis web terbesar dimana kamu bisa berkolaborasi dan mengerjakan suatu projek bersamaan. Dengan begitu, portfolio website ini juga berbeda dengan yang sudah disebutkan sebelumnya karena Github cocok untuk kamu yang mempunyai keterampilan dalam coding. Dengan Github, kamu bisa membuat website dengan bahasa pemrograman untuk menampilkan portofolio kamu.Portfolio Website Github ✨Fitur: Dengan Github, kamu dapat meng-host, meninjau kode, ataupun membangun website secara bersamaan dengan pengguna dari seluruh belahan dunia. Kelebihan:Membuat portofolio online sesuai keinginanDapat digunakan untuk berbagai fungsi (membuat portofolio ataupun alat kolaborasi bersama pengguna lain)Kekurangan:Harus memiliki background coding untuk membuat portofolio 💰 Harga Wix: Gratis dengan fitur terbatas Team: $4 (sekitar Rp. 58,000) per orang / 1 bulan Enterprise: $12 (sekitar Rp. 173,000) per orang / 1 bulan 15. Social MediaPortofolio online tidak sebatas halaman web yang kamu bangun di internet loh. Karya atau foto yang diunggah dalam akun media sosial ternyata juga bisa dijadikan portofolio. Sosial media merupakan platform tambahan yang bisa kamu gunakan untuk mengembangkan personal branding kamu. Dengan sosial media, kamu bisa mempresentasikan diri kamu atau karya kamu yang terbaik, dikenal orang dan memperoleh kredibilitas. Menggunakan sosial media umumnya gratis dan memungkinkan kamu mengunggah konten sesuai keinginan kamu. Dengan ini, tentunya kamu bisa mengeksplor potensial, mengembangkan kreatifitas dalam diri kamu, serta memanfaatkannya untuk tujuan bisnis atau pekerjaan profesional.Kelebihan:Menjangkau banyak orang dari berbagai latar belakangCepat, efisien dan mudah untuk digunakanKekurangan:Lebih dipandang sebagai platform untuk bersosialisasi dibanding platform untuk menunjukkan karya profesional Nah, itulah daftar 15 portfolio website yang bisa kamu coba. Setiap website mempunyai keunikan masing-masing, jadi pilihlah website yang paling cocok untuk kamu ya!Bacaan lanjutaan:Portofolio untuk Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik [+5 Contoh]

Resume Builder

Build your resume only in minutes!