Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Industry & Job Overview
Jun 20th 2024

Procurement Staff: Perbedaann dengan Purchasing, Tugas dan Skillnya!

Apakah kamu pernah mendengar istilah procurement? Procurement adalah salah satu bagian dari proses bisnis tentang pengadaan barang, jasa, atau sumber daya lainnya yang dibutuhkan untuk operasional perusahaan. Di balik proses ini, terdapat peran penting yang dimainkan oleh para procurement staff atau staf pengadaan. Procurement staff adalah individu atau tim yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proses pengadaan dalam suatu organisasi. Untuk lebih lanjut, mari kita simak apa itu procurement, apa saja tugas dari staff procurement, dan hal-hal lainnya yg perlu diketahui tentang procurement. Daftar isi: Pengertian Procurement Perbedaan Purchasing dan Procurement Tugas Procurement Staff Keterampilan yang Harus Dimiliki Procurement Staff Gaji Procurement Staff Cara dan Syarat untuk Menjadi Procurement Staff Apa itu Procurement? Procurement adalah salah satu bagian dari proses bisnis tentang pengadaan barang, jasa, atau sumber daya lainnya yang dibutuhkan untuk operasional perusahaan. Singkatnya, procurement artinya pengadaan. Apa yang dimaksud dengan proses procurement ini? Proses procurement ini cukup sistematis dimulai dari identifikasi kebutuhan, penilaian pemasok, negosiasi harga dan persyaratan kontrak, pengiriman dan penerimaan barang atau jasa, serta evaluasi kinerja supplier. Di era sekarang, bahkan ada istilah e-Procurement. E-procurement adalah pembelian barang dan jasa melalui sistem informasi dan jaringan. Ini termasuk internet, pertukaran data elektronik (EDI), dan perencanaan sumber daya perusahaan (ERP). Lalu, siapa yg menjalankan proses procurement ini? Proses ini dimainkan atau diperankan oleh procurement staff. Procurement staff adalah individu atau tim yang berperan penting dalam memastikan bahwa perusahaan dapat mendapatkan barang atau layanan yang diperlukan perusahaan dengan harga terbaik, kualitas yang bagus, dan waktu yang sesuai. Apa Perbedaan Purchasing dan Procurement? Pengadaan (procurement) dan pembelian (purchasing) adalah istilah yang sering digunakan secara bergantian dalam konteks bisnis. Meskipun keduanya berkaitan dengan perolehan barang dan jasa atas nama suatu perusahaan, keduanya merupakan proses yang berbeda. Perbedaan procurement dan purchasing dapat dilihari dari beberapa indikator dibawah ini. 1. Tujuan Tujuan procurement adalah untuk memenuhi kebutuhan bisnis tertentu. Ini lebih dari sekadar proses sederhana pemesanan barang atau jasa. Tujuan pengadaan adalah untuk memastikan proses pembelian dan mengidentifikasi pilihan vendor dan/barang yang paling ideal berdasarkan kriteria perusahaan, mulai dari biaya hingga lokasi vendor. Pengadaan memiliki tujuan jangka panjang yang berkontribusi terhadap pencapaian hasil strategis dan keunggulan kompetitif. Pembelian memiliki tujuan jangka pendek. Tujuan pembelian adalah untuk mengatur pengeluaran bisnis dan memperoleh sumber daya tertentu. 2. Relasi dengan Vendor Purchasing sepenuhnya bersifat transaksional, dimana jika kamu membutuhkan suatu barang sekarang, maka barang tersebut harus dipesan sekarang juga dan tidak mementingkan relasi dengan vendor. Sedangkan procurement bersifat lebih strategis. Procurement memiliki fokus yang jauh lebih kuat dalam menjaga hubungan jangka panjang dengan vendor. Hal ini dimulai pada tahap pemilihan supplier, di mana manajer pengadaan memprioritaskan vendor yang dapat menjalin hubungan jangka panjang yang bermanfaat dengan mereka. Kemudian, berkembang menjadi pertemuan tinjauan hubungan triwulanan dan pembuatan laporan internal untuk memantau performa kerja 3.Proaktif vs Reaktif Pembelian atau purchasing bersifat reaktif. Perusahaan hanya melakukan pembelian saat diperlukan (tetapi bisa juga perusahaan melakukannya terlebih dahulu untuk mengurangi keadaan mendesak yang dapat meningkatkan biaya). Sedangkan pengadaan atau procurement, bersifat lebih proaktif. Strategi pengadaan lebih mementingkan tujuan jangka panjang perusahaan. Biasanya, procurement specialist mengantisipasi kebutuhan internal dan menjalin hubungan dengan vendor untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Misalnya, anggota departemen procurement dapat memitigasi risiko vendor dengan mencari vendor cadangan untuk komponen rantai supplier atau pasokan utama. Dengan cara ini, jika terjadi masalah dengan vendor utama perusahaan (misalnya, mereka mengalami kekurangan barang, pasokan, dsb), perusahaan siap untuk beralih ke supplier sekunder. 4. Nilai vs Harga Barang Jika pembelian lebih mementingkan harga akhir suatu produk atau jasa, pengadaan atau procurement umumnya berupaya memaksimalkan value dari produk dan jasa. Misalnya, harga tiket mungkin bukan satu-satunya perhatian saat mencari CRM penjualan baru. Opsi yang lebih murah mungkin akan menghemat uang perusahaan saat ini, namun hal ini dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan karena keterbatasan penggunaan. Oleh karena itu, pemimpin bidang pengadaan mungkin memilih opsi yang sedikit lebih mahal yang tidak akan menghambat pertumbuhan. 📚 Baca juga:Apa itu Purchasing Staff: Tugas, Skill Set, Jenjang Karir Tugas Procurement Staff Staff procurement memiliki tugas dan tanggung jawab yang penting bagi perusahaan. Mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga supplier atau pemasok barang dan jasa untuk kebutuhan perusahaan. Tugas procurement staff meliputi: Mengidentifikasi kebutuhan perusahaanMelakukan riset pasar untuk seleksi vendor atau supplierNegosiasi harga dan kontrakManajemen pengadaan barang atau jasa sesuai kontrak dan kebutuhan perusahaanMengelola persediaan barang dan jasa perusahaan agar selalu sesuai kebutuhanMemantau kinerja supplier Skill untuk Menjadi Procurement Staff 1. Negosiasi Salah satu skill utama yang dibutuhkan untuk menjadi procurement staff adalah kemampuan untuk bernegosiasi dengan supplier atau pemasok. Mereka harus dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan perusahaan dalam hal harga dan persyaratan kontrak. 2. Relationship Management Keterampilan inti staff procurement terletak pada kemampuan membangun dan memelihara hubungan supplier atau pemasok yang solid dan berjangka panjang. Hal ini juga mencakup memastikan bahwa mitra dan pemasok mereka puas dengan perjanjian, memantau kinerja mereka, dan mampu mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan tanpa membahayakan kemitraan yang sudah ada. 3. Manajemen Risiko Procurement staff memerlukan keterampilan manajemen risiko karena mereka bertanggung jawab mengelola proses procurement dari awal hingga akhir, termasuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko atau gangguan yang mungkin timbul. Keterampilan ini membantu mereka melindungi bisnis serta kepentingan dan keuangannya, menjamin kelangsungan pasokan, dan memenuhi harapan para pemangku kepentingan. 4. Skill Finansial Manajemen biaya, perkiraan, analisis data keuangan, dan pelaporan keuangan adalah bagian penting dari peran staff procurement. Ketajaman finansial ini membantu mereka mengambil keputusan pengadaan yang terinformasi dan hemat biaya serta mematuhi berbagai peraturan yang disepakati perusahaan dan pemasok. 5. Analisis Data Menganalisis data dan tren pasar adalah bagian penting dari tanggung jawab seorang procurement specialist. Keterampilan analitis yang kuat memungkinkan mereka mengidentifikasi peluang penghematan biaya, area dan proses yang dapat dioptimalkan, serta area risiko potensial. Selain itu, keterampilan analitis ini juga membantu mereka menggunakan data untuk mengembangkan strategi dan proses pengadaan yang selaras dengan tujuan bisnis. Gaji Procurement Staff Sama seperti pekerjaan pada umumnya, nominal gaji procurement staff yang didapat bisa berbeda-beda tergantung pada lokasi, perusahaan, pengalaman hingga pendidikan yang dimiliki karyawan.Apabila seorang fresh graduate memulai karir nya di bidang procurement, maka gaji rata-rata untuk staff procurement di Indonesia adalah sekitar 3.300.000 - 8.000.000 tergantung dari lokasi atau kota dia dipekerjakan. Namun untuk posisi procurement manager, pada beberapa lokasi, dapat meraup gaji hingga 2 digit atau diatas 10 juta. Tips untuk Menjadi Procurement Staff 1. Tempuh Pendidikan S1 Apabila tertarik menjadi staff procurement, langkah awal yang dapat kamu ambil adalah mengambil pendidikan S1 sesuai dengan jurusan yang berhubungan langsung dengan procurement. Antara lain: Jurusan Bisnis ManajemenJurusan TeknikJurusan Akuntansi, dan lainnya 2. Ambil Sertifikasi Mengambil sertifikasi akan menunjang kredibilitas dalam menjadi staff procurement. Sertifikasi juga akan membuat kamu semakin menonjol apabila disandingkan dengan pelamar kerja lainnya yang juga ingin posisi procurement staff. Contoh sertifikasi yang ada, antara lain: Certified Procurement Officer (CPOf)Certified Procurement Specialist (CPSp) 3. Memiliki Pengalaman yang Relevan Memiliki pengalaman yang relevan akan menjadi bekal-mu untuk menjadi staff procurement yang profesional di kemudian hari. Kaitkan pengalaman yang kamu miliki dengan skill yang dibutuhkan perusahaan untuk menjadi staff procurement. Apabila kedua hal ini memiliki relevansi, kamu semakin dipertimbangkan untuk diterima dalam posisi staff procurement. Jika kamu adalah fresh graduate, manfaatkan program magang untuk mendapatkan pengalaman yang relevan. Cari lowongan kerja dan magang sebagai procurement staff melalui website lowongan kerja Cake!🎉Cari Kerja 4. Buat CV Procurement Staff yang ProfessionalContoh CV Procurement Staff -- Dibuat di CakeMau buat CV procurement staff yang profesional seperti di atas? Yuk, buat CV yang profesional dan ATS-friendly dengan mudah dan dapatkan pekerjaan impianmu!🎉Buat CV Kesimpulan Procurement adalah salah satu bagian dari proses bisnis tentang pengadaan barang, jasa, atau sumber daya lainnya yang dibutuhkan untuk operasional perusahaan.Procurement staff adalah individu yang berperan penting dalam memastikan bahwa perusahaan dapat mendapatkan barang atau layanan yang diperlukan perusahaan dengan harga terbaik, kualitas yang bagus, dan waktu yang sesuai.Perbedaan purchasing dan procurement dapat dilihat dari segi tujuan, relasi dengan vendor, sifatnya yang reaktif atau proaktif, serta kepentingan nilai dan harga barangTugas staff procurement adalah menjadi garda terdepan dalam menjaga supplier atau pemasok barang dan jasa untuk kebutuhan perusahaanSkill yang dibutuhkan staff procurement adalah negosiasi, relationship management, manajemen risiko, skill finansial, hingga analisis data.Tips menjadi staff procurement sukses, dimulai dari mengambil pendidikan yang relevan, ambil sertifikasi, punya pengalaman kerja yang relevan, hingga buat CV yang profesional untuk perusahaan impian. Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake. --- Ditulis Oleh Christy Angestu ---
Industry & Job Overview
Feb 10th 2025

Apa itu Purchasing Staff: Tugas, Skill Set, Jenjang Karir

Perusahaan tentunya membutuhkan kebutuhan akan barang atau jasa yang harus dipenuhi untuk melaksanakan proses kerjanya. Maka, perusahaan manufaktur membutuhkan tenaga bagian purchasing atau yang biasanya juga disebut sebagai purchasing staff atau buyer. Apa itu purchasing staff? Secara umum, staff purchasing adalah pihak dari perusahaan yang bertanggung jawab dalam pembelian barang atau jasa untuk perusahaan. Bagi kamu yang penasaran arti purchasing staff, gaji purchasing staff, job desk purchasing staff, alur kerja, skill, dan cara menjadi purchasing staff, kamu sedang membaca artikel yang tepat! Daftar isi:Apa Arti Purchasing Staff? Job Desk Purchasing Staff Alur Kerja Staff Purchasing Skill Penting Staff Purchasing Cara Menjadi Purchasing StaffApa itu Staff Purchasing?Pengertian Purchasing Staff Purchasing adalah divisi yang memiliki peran penting dalam sebuah perusahaan. Divisi ini bertugas membeli barang atau jasa dari pihak ketiga untuk kebutuhan operasional perusahaan. Purchasing officer atau purchasing staff adalah karyawan yang bertanggung jawab dalam mengurus pembelian material yang dibutuhkan di perusahaan. Pembelian yang dilakukan staff purchasing yaitu barang-barang yang mendukung kinerja perusahaan. Barang tersebut bisa berupa: Perlengkapan kantorBahan baku, dan material lainnya yang dibutuhkan oleh divisi lainnya. Oleh karena itu, purchasing staff perlu mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan, seberapa besar anggaran, dan apa rencana perusahaan untuk kedepannya.Gaji Purchasing Staff Bagi kamu yang ingin berkarir menjadi staff purchasing, kamu tidak perlu khawatir karena gaji purchasing staff cukup menggiurkan. Namun, besarnya gaji purchasing staff bergantung pada jabatan dan lokasi. Besarnya tugas dan tanggung jawab purchasing staff pun juga menentukan tingginya gaji. Selain itu, sektor-sektor industri besar seperti konstruksi dan tekstil juga menawarkan gaji yang besar. Profesi purchasing staff memiliki jenjang karir yang menjanjikan. Berikut adalah gaji purchasing staff berdasarkan jabatannya: Purchasing Staff perusahaan skala kecil: Rp. 2.000.000 - 2.500.000Staff Junior Purchasing: Rp. 3.782.061Staff Purchasing: Rp. 4.312.000Senior Purchasing: Rp. 4.891.159Manager Purchasing: Rp. 12.054.086 - Rp. 18.840.877 Tergiur untuk menjadi purchasing staff? Yuk, pelajari lebih lanjut tentang job desc purchasing staff!📚 Bacaan lanjutan:Apa itu Business Development? Berikut Job Desk dan Tugasnya [+Contoh CV]Tugas dan Tanggung Jawab Purchasing StaffAda banyak tugas purchasing staff yang harus dikerjakan setiap harinya. Job desk staff purchasing meliputi tugas yang dipercayakan oleh purchasing manager seperti melakukan riset akan pemasok dan vendor, memeriksa barang, dan memeriksa laporan. Dari sini bisa dilihat bahwa, purchasing officer adalah seseorang yang mampu multitasking dan mengevaluasi produk dan vendor. Di bawah ini adalah tugas purchasing staff dengan lebih detail, yaitu: Melakukan riset barang dan mencari supplier baru.Melakukan analisa Total Cost of Ownership (TCO).Membuat daftar pembelian barang atau jasa yang dibutuhkan perusahaan. Misalnya, peralatan kantor, komputer baru, pembelian bahan baku, dll.Melakukan kategorisasi barang supaya mudah dipahami. Misalnya, berdasarkan langganan, jenis Purchase Order (PO), periode pembelian, dll.Membuat daftar nama supplier.Membangun hubungan profesional dengan klien dan supplier.Mengajukan persetujuan Purchase Order (PO) pada kepala divisi keuangan untuk memesan barang atau bahan baku.Melakukan proses pemesanan barang kepada supplier.Melakukan negosiasi kepada supplier untuk mendapatkan harga yang terbaik dan profitable.Memantau agar pengiriman barang berjalan sesuai jadwal yang direncanakan.Memastikan kondisi dan kualitas barang yang dipesan sudah memenuhi kebutuhan perusahaan.Mencatat faktur Purchase Order (PO) dan menghubungi divisi keuangan tentang pembayaran barang yang telah dipesan.Bekerja sama dengan tim gudang tentang penyimpanan barang.📚 Baca juga:Apa itu Business Consultant? Kenali Tugas, Gaji, Skill, Dll.!Bagaimana Cara Kerja Purchasing Staff? Untuk mengerti lebih dalam tentang tugas staff purchasing, CakeResume telah menyediakan penjelasan tentang alur pekerjaan purchasing staff. 1. Melakukan Perencanaan Sebelum melakukan pembelian, purchasing staff harus membuat perencanaan untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan. Ketika melakukan perencanaan, purchasing staff harus mengetahui anggaran yang disetujui oleh perusahaan. Selain itu, biasanya staff purchasing menggunakan Total Cost of Ownership (TCO) untuk menganalisa beberapa pilihan akan rincian biaya yang akan dikeluarkan. Saat melakukan analisa Total Cost of Ownership (TCO), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: Apakah barang atau jasa tersebut harus dibeli atau sewa?Apa tujuan dari penggunaan barang atau jasa tersebut?Berapa total biaya yang dibutuhkan untuk pembelian barang tersebut?Kapan supplier bisa menyediakan barang atau jasa tersebut?Bagaimana reputasi supplier? 2. Memilih Supplier Langkah berikutnya adalah pemilihan pemasok/supplier. Pilihlah supplier yang memiliki reputasi bagus, tidak pernah ada masalah keuangan, tidak ada masalah selama proses pemesanan atau pengiriman, dan menyediakan bantuan teknis yang baik jika diperlukan. Disarankan untuk memilih supplier yang lokasinya dekat dengan perusahaan. Tujuan dari hal ini adalah untuk menghemat biaya transportasi pengiriman barang yang dipesan. Keuntungan memiliki supplier langganan: Hemat waktuBisa mendapatkan harga yang lebih murahPembayaran lebih fleksibelTidak perlu melakukan riset supplier baru 3. Melakukan Penawaran dan Negosiasi Selain dua hal di atas, purchasing staff juga harus melakukan penawaran berdasarkan dokumen Request for Information (RFI). Dokumen ini berisi tentang: Kemampuan supplier yang dibandingkan dengan biaya yang akan dikeluarkan oleh perusahaanRincian barang yang akan dipesanLama waktu pengirimanJatuh tempo pembayaran Setelah penawaran, hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah negosiasi. Negosiasi dilakukan untuk mendiskusikan harga, fitur, servis, dan waktu. Langkah ini dilakukan supaya kamu dan supplier bisa saling memahami kebutuhan.Temukan loker finance terbaru di Cake, ayo jadi pelamar yang tercepat! 💫Lihat LokerSkill Penting untuk Pekerjaan Purchasing Staff1. Komunikasi Karena salah satu tugas dan tanggung jawab purchasing staff adalah mencari supplier, pelanggan, dan rekan kerja perusahaan dari divisi lain, maka seorang purchasing staff harus pandai berkomunikasi. Skill komunikasi yang dimaksud disini tidak hanya secara verbal, namun juga secara tertulis. Hal ini akan membantu tim bagian purchasing untuk membangun hubungan yang baik dengan supplier dan anggota divisi lain di perusahaan. 2. Negosiasi Selain skill berkomunikasi, kemampuan negosiasi juga sangat penting, karena purchasing officer adalah seseorang yang bertugas untuk mendapatkan barang dan jasa dengan harga dan kualitas yang terbaik. Purchasing staff harus sebisa mungkin memperkecil dana yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. 3.Networking Networking sangat membantu pekerjaan purchasing staff dalam melaksanakan tugasnya. Alangkah baiknya jika purchasing staff memiliki koneksi supplier yang luas, baik itu dari industri bahan baku, jasa ekspor-impor, catering makanan, event organizer, maupun digital agency. Hal ini akan mempermudah staff purchasing untuk mendapatkan supplier baru yang menawarkan harga yang lebih murah dan kualitas barang atau jasa yang lebih bagus. 4. Pengetahuan tentang Perpajakan Purchasing staff artinya staff yang bertugas mengenai pembelian barang. Ketika kita membeli barang, tentu juga ada pajak yang harus dibayar. Jadi, purchasing staff harus mengetahui bagaimana sistem perpajakan, setidaknya kamu harus paham dasar sistem perpajakan. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu, “Berapa, Kemana, dan Kapan” pajak tersebut harus dibayar. 5. Skill dalam Menggunakan Microsoft Office dan Komputer Setiap hari, pekerjaan purchasing staff berhubungan dengan dokumen, baik itu berupa dokumen digital ataupun kertas. Purchasing staff wajib memiliki keahlian dalam mengaplikasikan Word, Excel, dan PowerPoint. Meskipun terlihat sederhana, tetapi skill Microsoft Office dan komputer sangat dibutuhkan untuk mengerjakan pencatatan, pembuatan Purchase Order (PO), tracking pengiriman barang, dokumentasi pembelian, dan lain-lain.📚 Baca juga:20+ Contoh Skill Komputer Dalam CV dan Cara Menulisnya! 6. Mencatat dan Mengorganisir Dokumen Proses pemesanan barang dan jasa yang dilakukan oleh staff purchasing tidaklah sedikit. Oleh karena itu, mencatat dan mengorganisir dokumen merupakan salah satu tugas staff purchasing. Dokumen staff purchasing ini termasuk aset perusahaan yang sifatnya konfidential. Maka, skill purchasing staff yang diperlukan yaitu mampu menyimpan dokumen-dokumen tersebut secara efisien dan tersusun rapi.Cari peluang karir di perusahaan manufaktur? Cari loker manufaktur terbaru di sini!Lamar SekarangCara Menjadi Staff Purchasing1. Peroleh Gelar Sarjana Untuk memperoleh pengetahuan yang relevan dalam pekerjaan purchasing, mungkin kamu bisa mengejar gelar sarjana di bidang: Bisnis atau ManajemenLogistikSupply Chain Management, atau jurusan lainnya yang relevan. 📚 Baca juga10 Prospek Kerja Administrasi Bisnis Menarik dan Gajinya! 2. Ambil Sertifikasi Pertimbangkan untuk mengambil berbagai macam sertifikasi yang relevan dengan bagian purchasing, baik itu merupakan sertifikat yang membuktikan bahwa kamu mahir dalam mengaplikasikan software ataupun pengetahuan akan purchasing. Contoh sertifikasi yang bisa kamu ambil, yaitu: Certified International Purchasing/Procurement Manager (CIPM, Level 2)Certificate IV in Procurement and ContractingDiploma LogistikCertified Procurement Specialist (CPSp)Microsoft Office Specialist (MOS) 3. Pengalaman Kerja Tentunya kamu membutuhkan pengalaman kerja yang mirip dengan bagian purchasing untuk melaksanakan tugas dengan lancar. Pengalaman tersebut tidak harus merupakan pengalaman kerja full-time, tetapi kamu juga boleh mencantumkan pengalaman internship di CV kamu. Bagi kamu yang masih kuliah, internship dept purchasing adalah salah satu pilihan yang bisa kamu coba untuk mendapatkan training dan pengalaman dalam melaksanakan tugas purchasing staff. Dari pengalaman ini, kamu bisa mendapatkan pengetahuan akan proses pembelian barang dan jasa, dokumentasi, dan lain-lain.📚 Bacaan lanjutan:10 Manfaat Magang (PKL) Bagi Mahasiswa [+Tips Dapat Magang] 4. Buat CV Purchasing Staff Cara terakhir untuk menjadi purchasing staff adalah membuat CV yang baik dan menarik. Perhatikan contoh CV purchasing staff berikut ini!Contoh CV Purchasing Staff - Dibuat di CakeResume Ingin melamar kerja tapi CV belum siap? Yuk, kunjungi CakeResume dan buat CV yang menarik dan ATS-friendly! Cepat, mudah, dan gratis, lho!🎉Buat CVKesimpulan Staff purchasing adalah staf yang mengurus pemesanan barang atau jasa yang dibutuhkan untuk mendukung kinerja perusahaan.Job desc purchasing staff: membuat daftar pembelian, negosiasi, tracking pengiriman barang, dll.3 alur kerja bagian purchasing staff: melakukan perencanaan, memilih supplier, dan melakukan penawaran dan negosiasi.Skill yang diperlukan purchasing staff: komunikasi, negosiasi, networking, pengetahuan tentang perpajakan, Microsoft Office dan komputer, dokumentasi.Cara menjadi staff purchasing: peroleh gelar sarjana, ambil sertifikasi, pengalaman kerja, dan buat CV purchasing staff.Sedang mencari lowongan kerja? Lihat lowongan kerjapurchasing terbaru di Cake!👇🏻 Rekomendasi Lowongan Kerja Cake adalah aplikasi dan website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan Cake dan cari lowongan di website cari kerja atau aplikasi cari kerja kami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu!
Industry & Job Overview
Feb 10th 2025

Apa itu FMCG? Pengertian, Contoh Perusahaan, dan Prospek Karir

Sebagai pencari kerja, kamu mungkin tidak asing dengan industri FMCG. Perusahaan-perusahaan FMCG di Indonesia cukup populer di kalangan pencari kerja karena menawarkan peluang karir menjanjikan dan ekosistem bisnis berkelanjutan (high sustainability). Dilansir dari CNBC, sektor FMCG adalah salah satu penopang ekonomi Indonesia pasca COVID-19. Perusahaan-perusahaan FMCG Indonesia menjadi salah satu yang mencatatkan pertumbuhan paling cepat di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya di tahun 2022. Untuk membantu memahami peluang kerja di industri FMCG, CakeResume akan membagikan penjelasan seputar pengertian, contoh perusahaan terbaik, dan prospek karir yang tersedia di industri ini. Yuk, simak selengkapnya! Daftar isi: Pengertian FMCG Contoh Perusahaan FMCG Indonesia Produk FMCG Prospek Kerja di Industri FMCG Manfaat Kerja di FMCG Cara Mendapat Kerja di FMCG Apa itu FMCG? FMCG singkatan dari fast moving consumer goods, diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yaitu ‘barang konsumen yang bergerak cepat’. Sama seperti namanya, perusahaan-perusahaan FMCG artinya menjual produk-produk yang cepat terjual di pasaran dan menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat. FMCG berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar konsumen di suatu wilayah. Keberhasilan sektor industri FMCG mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara umum. Sebagai contoh, produk makanan instan seperti sarden, mie, sereal, dll memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan makan secara mudah, praktis, dan terjangkau. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, masyarakat dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan lebih produktif dan efisien. Selain itu, produk-produk kebersihan seperti sabun, pembersih, deterjen, dan lainnya juga membantu menjaga kebersihan diri pribadi dan lingkungan, yang pada akhirnya berkontribusi menjaga kesehatan dan kesejahteraan umum.Temukan lowongan kerja FMCG terbaru di Cake dan mulai perjalanan kariermu di perusahaan FMCG💫Lamar Sekarang Contoh Perusahaan FMCG di Indonesia Sebagai negara ke-4 dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, Indonesia menjadi ‘lahan basah’ bagi perusahaan-perusahaan FMCG nasional dan global. Contoh beberapa perusahaan FMCG di Indonesia yang paling populer adalah: IndofoodMayoraOrangTuaWings FoodGaruda FoodSinarmas, dan masih banyak lainnya Tak hanya itu, ada pula perusahaan FMCG global yang merambah pasar Indonesia termasuk: UnileverNestleDanoneCoca-ColaPG, dan lainnya. Produk FMCG Setelah mengetahui nama-nama perusahaan di atas, tentu kamu sudah ada bayangan produk-produk apa saja yang dihasilkan oleh industri FMCG. Produk FMCG memiliki karakteristik mudah dijual, mempunyai umur simpan terbatas, barang konsumsi harian, dan memiliki harga yang relatif rendah. Berikut merupakan beberapa kategori produk FMCG yang populer di Indonesia: Makanan instan siap saji. Contoh: mie instan, sayuran beku, sarden, kornet, olahan daging beku, oatmeal, sereal, dan lainnya.Kebersihan dan perawatan pribadi. Contoh: pasta gigi, shampo, sabun, parfum.Produk bayi dan anak. Contoh: susu formula, snack, bubur.Kebutuhan rumah tangga. Contoh: deterjen, pengharum ruangan, tisu, pembersih.Minuman kemasan. Contoh: air mineral, susu UHT, jus kemasan, kopi kemasan.Kesehatan dan kebugaran. Contoh: vitamin, suplemen, obat.Makanan ringan. Contoh: wafer, biskuit, keripik, roti kering.Pastry. Contoh: frozen puff, brioche, croissant, danish pastry.Cari peluang karir di perusahaan manufaktur? Cari loker manufaktur terbaru di sini!Lamar Sekarang Prospek Kerja di Industri FMCG Prospek kerja di industri FMCG mendukung karyawan untuk terus berkembang dengan stabilitas dan budaya kerja yang dinamis dan inovatif. Industri FMCG adalah salah satu sektor yang paling stabil dan terus berkembang meski dalam kondisi ekonomi sulit. Menurut laporan Kredit Rating Indonesia, sektor industri FMCG di Indonesia tetap mampu bertumbuh 4.7% di tahun 2021 saat pandemi COVID-19 melanda Tanah Air. Dikutip dari Investinasia, industri FMCG Indonesia diproyeksikan mencatat capaian pertumbuhan yang lebih tinggi, sebesar 7,6% hingga tahun 2025 mendatang. Stabilitas dan resistansi industri FMCG ini turut menjamin kesejahteraan karyawan dalam jangka panjang, sehingga mereka dapat berfokus berinovasi dan meningkatkan peluang karir secara profesional. Di sektor industri FMCG juga terdapat banyak pilihan karir yang luas, menampung berbagai disiplin ilmu serta tersebar luas di berbagai wilayah di Indonesia. Berikut merupakan beberapa bidang pekerjaan yang umum ditemukan di perusahaan FMCG: 1. Research and Development Research and Development atau RD adalah departemen yang bertugas mengembangkan produk baru, meningkatkan kualitas produk, serta melakukan berbagai inovasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Bidang RD memegang peranan penting bagi suatu perusahaan FMCG untuk bersaing dan mengikuti perkembangan tren pasar. Hal ini dikarenakan ekosistem bisnis FMCG yang memiliki persaingan ketat dan permintaan pasar yang terus berubah-ubah. Seseorang yang bekerja di bidang RD harus memiliki kemampuan identifikasi dan adaptabilitas tinggi terhadap tren pasar untuk memastikan inovasi perusahaan berada di garis depan dalam menghadapi persaingan. 📚 Baca juga:Research and Development (RnD): Pengertian, Tugas, Proyeksi Karir 2. Sales dan Marketing Tim sales dan marketing bekerja untuk mempromosikan dan mendistribusikan produk kepada konsumen. Mereka bertanggung jawab untuk menentukan strategi pemasaran yang paling efektif serta menjalin relasi dengan toko, retail, dan berbagai pihak lain dalam rantai distribusi produk. Tim sales dan marketing memiliki target utama meningkatkan penjualan serta mempertahankan loyalitas pelanggan. Untuk mencapai ini, sales dan marketing perlu terus memantau performa penjualan, menganalisis pasar, dan cepat merespons perubahan tren. Mereka juga menentukan strategi pemasaran yang kreatif dan efektif, meliputi kampanye iklan, promosi, dan peningkatan brand awareness. 📚 Baca juga:10 Pekerjaan Marketing yang Lagi Naik Daun: Gaji, Jenjang Karir, dan Job Desk 3. Procurement Bidang procurement atau pengadaan bertanggung jawab mengamankan sumber daya dan bahan baku produksi. Mereka bertugas melakukan negosiasi dengan supplier (pemasok) dan memilih bahan baku produksi kualitas terbaik dengan harga yang terjangkau. Optimalisasi bidang pengadaan menentukan keberhasilan operasional perusahaan FMCG. Bidang pengadaan dapat membantu efisiensi operasional dengan memangkas biaya produksi, memastikan ketersediaan bahan baku, dan menjaga ketepatan waktu produksi dan distribusi. 4. Quality Assurance Quality Control Tim Quality Assurance dan Quality Control bertanggung jawab memastikan kualitas produk telah memenuhi standar sebelum dipasarkan ke konsumen. Mereka bertugas melakukan pengujian dan pemeriksaan produk mulai dari bahan baku hingga produk jadi. Quality Assurance dan Quality Control wajib menguasai detail produk untuk memastikan semua spesifikasi dan standar kualitas telah terpenuhi. Selain itu, tim ini juga bekerja untuk meningkatkan proses produksi agar lebih efektif dan efisien untuk memastikan kualitas produk yang konsisten dan berkualitas. 📚 Baca juga:Kenali 6 Perbedaan Utama Quality Control Dan Quality Assurance! 5. Akuntansi dan Finance Bidang akuntansi dan finance selalu ada di perusahaan atau organisasi mana pun, tak terkecuali perusahaan FMCG. Bidang ini bertugas mengelola aspek keuangan perusahaan termasuk pembukuan, pelaporan keuangan, analisis biaya, perencanaan keuangan, pelaporan pajak perusahaan, analisa data keuangan, hingga memberikan saran finansial kepada pemangku kepentingan. Bidang akuntansi dan finance menjadi andalan perusahaan FMCG untuk mencapai tujuan keuangan secara efektif dan efisien. Selain itu, akuntansi dan finance juga bertugas memastikan transparansi laporan keuangan perusahaan dan mematuhi regulasi yang berlaku. 📚 Baca juga:Intip 4 Perbedaan Utama Finance dan Accounting dalam Perusahaan! Manfaat Bekerja di FMCG Prospek kerja FMCG yang luas menawarkan berbagai manfaat untuk karir, pengembangan diri, dan stabilitas ekonomi karyawan yang bekerja di perusahaan FMCG. Lingkungan kerja perusahaan FMCG yang stabil dan dinamis memungkinkan karyawan tumbuh lebih baik dari segi karir, keterampilan, ekonomi, dan lainnya. Berikut merupakan penjelasan 3 manfaat bekerja di FMCG selengkapnya: 1. Stabilitas Karir dan Masa Depan Cemerlang Karyawan perusahaan FMCG memiliki karir yang lebih stabil karena permintaan tinggi dari konsumen, bahkan dalam situasi ekonomi yang sulit. Tingkat ketangguhan atau resistansi industri FMCG membuat karyawan memiliki kesempatan lebih besar untuk mempertahankan pekerjaan dalam jangka panjang dan terhindar dari PHK. Selain itu, stabilitas industri FMCG juga menjamin masa depan cerah bagi karyawan yang berdampak. Rata-rata perusahaan FMCG memiliki skema jenjang karir yang jelas, dan membuka peluang bagi karyawannya membangun masa depan yang sukses. 2. Peluang untuk Memiliki Karir Internasional Industri FMCG yang beroperasi di Indonesia banyak beroperasi secara global. Hal ini membuka peluang karyawan sektor FMCG untuk meniti karir internasional antar cabang perusahaan di berbagai negara. Selain itu, kesempatan karir internasional juga menjanjikan pengalaman berharga bagi karyawan dalam beradaptasi dengan budaya dan pasar yang berbeda. Karir internasional yang ditawarkan perusahaan FMCG terbuka bagi karyawan yang memiliki kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memulai karir internasional. 3. Lingkungan Kerja Dinamis FMCG company melayani basis pasar yang besar yang penuh dengan persaingan dan cepat berubah. Kondisi pasar ini menciptakan lingkungan kerja yang dinamis di mana karyawan terus dihadapkan pada tantangan dan peluang baru. Lingkungan kerja dinamis mampu mendorong karyawan untuk berpikir kritis, inovatif, dan tangguh menghadapi tantangan industri FMCG modern. Hasilnya, karyawan di perusahaan FMCG selalu mendapat motivasi baru dan tak merasa bosan dengan rutinitas kerja mereka. Tips Mendapatkan Kerja di FMCG Persaingan masuk kerja perusahaan FMCG adalah salah satu yang paling ketat di Indonesia. Kandidat yang ingin melamar di perusahaan FMCG wajib memenuhi kualifikasi pendidikan, kriteria keterampilan, dan persyaratan rekrutmen. Untuk menghadapi persaingan ini, berikut CakeResume bagikan 4 tips mendapatkan kerja di perusahaan FMCG. 1. Menempuh Pendidikan Lowongan kerja di perusahaan FMCG mayoritas dibuka untuk lulusan Diploma III dan Sarjana (S1). Agar lolos kualifikasi pendidikan yang disyaratkan, kamu perlu kuliah dan mendapat ijazah dengan jurusan yang relevan seperti ilmu pangan, manajemen bisnis, ilmu komunikasi, akuntansi, digital marketing, dan lainnya. Pendidikan formal memegang peranan penting untuk memahami berbagai aspek bisnis FMCG. Kurikulum pendidikan formal yang terstruktur mendorong pemahaman mendalam seputar prinsip manajemen, analisis data, serta menumbuhkan soft skill yang dibutuhkan untuk bekerja di FMCG. 2. Kembangkan Skill yang Relevan Selain pendidikan formal, penting untuk mengembangkan skill atau keterampilan yang relevan dengan industri FMCG. Keterampilan yang relevan dapat membantumu menghadapi berbagai tantangan dan menangkap peluang baru di perusahaan tempatmu bekerja. Berikut merupakan daftar skill yang bisa kamu kembangkan untuk melamar kerja di perusahaan FMCG: Analisa DataDigital MarketingKomunikasi InterpersonalNegosiasiManajemen WaktuPemecahan MasalahRiset PasarAdaptifTeamworkBerpikir Kritis 3. Buat CV FMCG yang Menarik CV yang menarik dapat membantu menghadapi ketatnya persaingan rekrutmen perusahaan FMCG. Kamu bisa memasukkan informasi penting seperti identitas, pendidikan, keterampilan, pengalaman kerja, dan pencapaian untuk membuat CV lebih menarik. Gunakan kalimat aktif dan format CV ATS-friendly untuk mempermudah HRD membaca informasi-informasi penting di CV kamu. Saat menjelaskan pencapaian, kamu bisa menggunakan data kuantitatif agar meninggalkan kesan kredibel dan akuntabel di mata HRD.Contoh CV Quality Control -- Dibuat di CakeResumeUntuk membuat CV FMCG profesional, kamu bisa memanfaatkan fitur CV Maker di CakeResume. Ada banyak template CV gratis yang bisa kamu pilih dan sesuaikan dengan kebutuhanmu. Yuk, buat CV kamu di CakeResume!🎉Buat CV 4. Mulai Cari Kerja di Industri FMCG Langkah terakhir untuk bisa bekerja di industri FMCG adalah mulai mencari lowongan kerja yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja. Kamu bisa mencari lowongan kerja FMCG di website resmi perusahaan FMCG dan situs pencari lowongan kerja. Untuk mendapatkan daftar lowongan kerja FMCG yang lebih luas dan terpercaya, kamu bisa mencarinya melalui situs CakeResume. CakeResume menawarkan berbagai jenis dan posisi lowongan kerja perusahaan FMCG nasional dan global. Selain itu, CakeResume juga menyuguhkan fitur penyaring (filter) untuk mempermudah pencari kerja menemukan lowongan kerja yang sesuai dengan pendidikan, pengalaman, gaji, dan kriteria lainnya. Kesimpulan FMCG adalah sektor industri perusahaan yang menyediakan produk-produk kebutuhan harian konsumen yang cepat terjual dengan harga relatif terjangkau.Prospek kerja industri FMCG di Indonesia menjanjikan stabilitas dan resistansi tinggi, sehingga menjamin kesejahteraan karyawan dalam jangka panjang, dan mereka dapat berfokus berinovasi serta meningkatkan peluang karir profesional.Bekerja di perusahaan FMCG memberikan manfaat bagi seseorang yang ingin menikmati perkembangan karir internasional, stabilitas ekonomi, dan masa depan yang cerah.Persaingan masuk kerja perusahaan FMCG adalah salah satu yang paling ketat, kandidat wajib memenuhi kualifikasi pendidikan, kriteria keterampilan, dan persyaratan rekrutmen. Mau raih pekerjaan impianmu? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja CakeResume. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development!
Industry & Job Overview
Feb 10th 2025

Profesi PPIC Staff: Tugas, Gaji, Syarat, dan Contoh CV-nya!

Apabila kamu tertarik untuk bekerja di industri manufaktur, kamu harus mengenal istilah yang disebut “PPIC”. PPIC merupakan aspek penting yang berhubungan dengan proses produksi dan persediaan (supply). Melansir Kementerian Investasi/BKPM, Di Indonesia sendiri industri manufaktur masih menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi hingga 20,27% pada perekonomian skala nasional. Maka dari itu, masih banyak lapangan pekerjaan yang terbuka untuk masyarakat di bidang ini. Jika kamu tertarik, sebaiknya ketahui dulu apa saja aspek-aspek penting dari perusahaan manufaktur, seperti PPIC.Daftar isi: Apa itu PPIC? Job Desk PPIC Staff Manfaat PPIC Dalam Perusahaan Keterampilan yang Harus Dimiliki Staff PPIC Gaji Staff PPIC Cara dan Syarat untuk Menjadi PPIC Staff Apa itu PPIC? Apa itu PPIC? PPIC adalah kepanjangan dari Production Planning Inventory Control. Dalam sebuah perusahaan manufaktur, hal yang satu ini memiliki hubungan erat dengan proses produksi. PPIC adalah sebuah praktik pada proses perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku yang akan diproduksi menjadi barang jadi. Pada umumnya, PPIC staff menjadi sebuah departemen khusus di perusahaan manufaktur. PPIC staff adalah karyawan yang memastikan agar proses produksi dan persediaan barang dapat berjalan sesuai rencana yang telah ditentukan.Cari peluang karir di perusahaan manufaktur? Cari loker manufaktur terbaru di sini!Lihat Loker Tugas PPIC Staff Apa tugas staff PPIC ? Apa yang mencakup jobdesk PPIC staff? Staff PPIC memiliki tanggung jawab yang krusial di sebuah perusahaan manufaktur. Karena PPIC lah yang menentukan perhitungan produksi dapat maksimal atau tidak. Kemudian,dalam menjalankan tanggung jawabnya, PPIC bekerja sama dengan divisi lain seperti finance, sales, hingga procurement. Untuk lebih jelasnya, berikut penjabaran tugas PPIC staff serta tanggung jawabnya: Membuat dan menangani pesanan untuk proses produksi.Merencanakan jadwal produksi dan memastikan prosesnya berjalan lancar.Meninjau perkiraan penjualan dan permintaan produk.Menjadwalkan proses produksi berdasarkan tingkat bahan baku yang tersedia.Merencanakan proses pengadaan berdasarkan perkiraan permintaan pelanggan.Memperkirakan kebutuhan inventarisPengawasan terhadap bahan baku yang disimpan dalam gudang.Pengawasan proses penerimaan dan pengiriman barang dari gudang.Merencanakan jadwal produksi untuk memenuhi pesanan secara efektif.Mengelola produktivitas alat berat yang digunakan dalam proses produksi.Memecahkan masalah yang berkaitan dengan proses produksi.Menganalisis dan memenuhi kapasitas serta kebutuhan sumber daya dalam proses produksi.Memantau tingkat stok bahan baku untuk memastikan kelancaran proses produksi.Memberikan laporan atau update data persediaan ke bagian keuangan. Manfaat PPIC Dalam Perusahaan PPIC sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk memastikan kelancaran produksi sehingga pengadaan produk dapat berjalan dengan lancar. Jobdesk PPIC mempengaruhi sistem produksi dan tercapainya target perusahaan Berikut adalah manfaat PPIC untuk perusahaan: Proses produksi berjalan dengan lancar sehingga pengadaan produk bisa terpenuhi dengan baik.Seluruh inventaris yang berkaitan dengan produksi terjaga dengan baik sehingga tidak akan menghambat proses produksi.Pengeluaran bisa terkontrol karena manajemen inventori berjalan secara efektif.Return on Assets atau ROA meningkat karena produksi perusahaan juga meningkat.Anggaran perusahaan bisa dikontrol untuk bagian produksi.Persediaan bahan baku bisa terkontrol.Divisi marketing dan sales bertugas dengan maksimal karena proses produksi berjalan lancar dan stok bahan baku dan produk terkontrol dengan baik. Skill yang Dibutuhkan Staff PPIC 1. Manajemen resiko kemampuan ini berguna untuk meminimalisir kesalahan selama proses pengawasan produksi. Manajemen risiko meliputi penerapan kebijakan, prosedur, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, penanganan risiko, monitoring, hingga komunikasi dan konsultasi. 2. Negosiasi dan komunikasi kemampuan ini berguna untuk PPIC staff harus melakukan diskusi dengan berbagai sosok dari berbagai divisi untuk menunjang keberhasilan tugas. Kemampuan komunikasi yang baik juga menjadi penting supaya tidak ada kesalahpahaman ketika melakukan negosiasi atau komunikasi dengan divisi lain. 3. Kemampuan analisis Kemampuan ini mempengaruhi staff dalam membuat laporan, mengolah data, hingga memecahkan masalah ketika jika ada isu atau masalah yang terjadi selama produksi. Dengan kemampuan analisis, permasalahan dalam sistem produksi dapat diminimalisir dan membantu tercapainya target perusahaan. 4. Inventory control Kemampuan ini meliputi kemampuan manajemen dan pengawasan yang mendetail. Hal ini karena mempengaruhi kontrol pada sistem produksi yang dimulai dari barang mentah hingga menjadi barang jadi. Hal ini juga mencakup kontrol pada stok barang, persediaan gudang, dan lainnya. Dengan skill ini, diharapkan PPIC staff selalu teliti terhadap hal-hal sesederhana apapun supaya tidak ada yang terlewatkan dalam proses produksi. Gaji Staff PPIC Selanjutnya, berapa gaji staff PPIC ? Apabila kamu tertarik menjadi seorang PPIC staff, tetapi belum memiliki pengalaman, kamu bisa melamar sebagai entry level staff. Seorang PPIC staff di entry level akan mendapatkan gaji sekitar Rp3.500.000 hingga Rp4.500.000. Kemudian apabila kamu sudah memiliki pengalaman dan kinerja yang baik, kamu akan mendapatkan promosi di posisi yang lebih tinggi, bahkan hingga level manajer. Biasanya, untuk posisi manager di bagian PPIC, gaji yang didapatkan berkisar Rp 10.000.000 – Rp 15.000.000.Temukan lowongan kerja FMCG terbaru di Cake dan mulai perjalanan kariermu di perusahaan FMCG💫Lamar Sekarang Tips untuk Bekerja di Departemen PPIC 1. Menempuh pendidikan sarjana Menjadi PPIC staff harus memiliki sifat pembelajar, skill analitis, kemampuan untuk memecahkan masalah serta berjiwa kepemimpinan. Maka dari itu, pendidikan menjadi pertimbangan penting untuk menentukan seseorang dapat diterima sebagai PPIC staff atau tidak. Jurusan pendidikan yang relevan dengan bidang PPIC adalah sarjana teknik (terutama teknik industri), manajemen, bisnis atau administrasi bisnis 2. Memiliki pengalaman yang relevan Pengalaman dalam bekerja atau pengalaman selama mengenyam pendidikan juga menjadi faktor paling penting agar seseorang bisa diterima sebagai PPIC staff. Pengalaman ini harus relevan dengan industri PPIC yang dituju sehingga menjadi nilai tambah dan bekal untuk berkontribusi pada perusahaan yang dituju. 3. Buat CV PPIC staff Terakhir, untuk kebutuhan dokumen melamar posisi sebagai PPIC staff, tentu dibutuhkan CV yang menunjang kualitas kandidat untuk diterima di perusahaan. Berikut merupakan contoh CV PPIC staff untuk melamar sebagai posisi Manajer pada sebuah perusahaan. Buat CV PPIC Staff dengan mudah dan cari pekerjaan impian mu di CakeResume!🎉Buat CV Kesimpulan PPIC adalah sebuah praktik pada proses perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku yang akan diproduksi menjadi barang jadi.PPIC staff adalah karyawan yang memastikan agar proses produksi dan persediaan barang dapat berjalan sesuai rencana yang telah ditentukan.PPIC sangat dibutuhkan oleh perusahaan dan memiliki manfaat untuk memastikan kelancaran produksi sehingga pengadaan produk dapat berjalan dengan lancarSkill yang dibutuhkan PPIC staff adalah manajemen risiko, negosiasi, komunikasi, berpikir analisis, serta kemampuan inventory control.Upah PPIC staff entry level dimulai dari 3.500.000 hingga Rp4.500.000.dan upah manager PPIC staff dimulai dari 10.000.000 hingga 15.000.000.Agar berhasil bekerja di departemen PPIC, kandidat diharapkan menempuh pendidikan yang relevan, memiliki pengalaman yang relevan, dan membuat CV yang menunjang kualitas kandidat. Mau raih pekerjaan impianmu? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja CakeResume. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development! --- Ditulis Oleh Christy Angestu ---
Industry & Job Overview
Jun 27th 2024

9 Perusahaan Ecommerce Indonesia: Pengertian, Jenis, dan Cara Berkarir!

Berkarir di perusahaan eCommerce Indonesia adalah salah satu pilihan terfavorit bagi pencari kerja. Bagaimana tidak, industri ecommerce memiliki pasar yang besar dengan potensi pertumbuhan yang tinggi di tengah akselerasi ekonomi digital di Indonesia Berdasarkan laporan dari International Trade Administration, Indonesia adalah negara terbesar di ASEAN dalam pendapatan ecommerce pada tahun 2022. Laporan ini mengungkap pendapatan ecommerce di Indonesia senilai USD 51,9 miliar atau sekitar Rp 778,8 triliun di tahun 2022. Pendapatan fantastis ini diproyeksikan akan terus meningkat hingga USD 86,81 miliar pada tahun 2028 mendatang. Potensi besar e-commerce Indonesia membuat banyak orang bertanya-tanya berbagai detail tentang industri ini. Di artikel ini, tim Cake akan membahas seputar pengertian, jenis, contoh, dan cara bekerja di perusahaan e-commerce. Yuk, simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui detail e-commerce di Indonesia! Daftar isi: Pengertian E-Commerce Jenis-Jenis Ecommerce di Indonesia 9 Contoh eCommerce di Indonesia Ingin Bekerja di Perusahaan E-Commerce Indonesia? Apa itu E-commerce? E-commerce adalah singkatan dari electronic commerce, yang dalam bahasa Indonesia bermakna perdagangan elektronik. Dalam pengertian lebih luas, e-commerce adalah aktivitas perdagangan yang dilakukan di perangkat elektronik melalui konektivitas internet. Industri e-commerce bergantung pada infrastruktur teknologi dan platform digital seperti aplikasi, website, dan sosial media untuk melancarkan proses transaksi jual-beli antara penjual dan konsumen. Seluruh transaksi e-commerce mulai dari pemesanan, pembayaran, hingga pengiriman dilakukan melalui sistem online yang telah dijamin keamanannya oleh penyedia layanan e-commerce dan pemerintah. E-commerce mencerminkan perubahan atau transisi gaya berbelanja masyarakat di zaman ekonomi digital. Gaya berbelanja online ini sangat diminati karena menawarkan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi konsumen, produsen, penjual, hingga penyedia layanan. Melalui e-commerce, konsumen dapat berbelanja secara fleksibel dari mana pun dan kapan pun, tanpa perlu mengunjungi toko fisik. Selain itu, konsumen juga bisa memilih produk dengan harga paling hemat dengan berbagai promo dan diskon menarik. Dari sudut pandang penjual dan penyedia layanan, e-commerce memungkinkan mereka untuk menjual produk ke pasar global dengan jangkauan yang lebih luas. Biaya operasional dalam e-commerce pun terbilang lebih murah karena penjual dan penyedia layanan e-commerce tak perlu membuka toko fisik. Mereka bisa memanfaatkan teknologi digital marketing dan artificial intelligence (AI) untuk menjangkau konsumen dan mendongkrak keuntungan. Jenis-Jenis E-commerce di Indonesia Perusahaan e-commerce di Indonesia terdiri dari berbagai jenis, dan dapat dibedakan berdasarkan jenis transaksi yang terjadi antara pelaku bisnis dan konsumen. Umumnya, ada 4 jenis e-commerce yang beroperasi di Indonesia yaitu, business-to-consumer (B2C), business-to-business (B2B), consumer-to-consumer (C2C), dan consumer-to-business (C2B). Berikut merupakan penjelasan lengkap dari masing-masing jenis e-commerce di Indonesia. 1. Business-to-Consumer (B2C) Business-to-customer (B2C) adalah jenis e-commerce yang melibatkan perusahaan dan konsumen akhir (end user). Dalam jenis e-commerce ini, perusahaan menjual produk atau jasa secara langsung kepada konsumen melalui platform digital seperti website atau aplikasi. Perusahaan e-commerce B2C dapat menjual produk mereka sendiri atau bisa juga produk dari perusahaan lainnya. Contoh yang cukup populer untuk jenis e-commerce B2C di Indonesia adalah Adidas Indonesia Online Store, Gramedia.com, Eiger Online Store, Matahari.com, dan lainnya. 2. Business-to-Business (B2B) Sama seperti nama yang diusung, jenis e-commerce business-to-business (B2B) menawarkan produk atau jasa mereka kepada perusahaan atau bisnis lainnya. Jenis e-commerce ini menargetkan perusahaan sebagai konsumen mereka, atau perusahaan tersebut bisa menjual lagi produk atau layanan ke konsumen lainnya. Jenis e-commerce B2B sering kali melibatkan transaksi dalam jumlah besar, tapi dengan harga yang lebih rendah. Contoh perusahaan e-commerce B2B yang beroperasi di Indonesia adalah sebagai berikut: Amazon Web Services: Menyediakan layanan komputasi cloud untuk bisnis lain.Kawan Lama: Menyediakan peralatan teknik, permesinan, dan kebutuhan industri kepada perusahaan atau bisnis.MBIZ: Menyediakan solusi belanja barang industri, elektronik, barang kustom untuk pengadaan (procurement) perusahaan. 3. Consumer-to-Consumer (C2C) Consumer-to-consumer adalah jenis e-commerce yang melibatkan transaksi jual-beli antar dua konsumen atau lebih. E-commerce C2C memfasilitasi konsumen yang ingin menjual barang dan membeli barang dalam suatu platform online. E-commerce C2C memfasilitasi konsumen dengan platform online seperti marketplace yang menyediakan sarana untuk menjual dan membeli produk. Platform ini umumnya menyediakan fitur membuat dan mengelola listing produk, fitur komunikasi antara penjual dan pembeli, mekanisme pembayaran, hingga pengiriman. Berikut beberapa contoh platform e-commerce C2C di Indonesia: Facebook Marketplace: Platform terintegrasi Facebook yang memungkinkan pengguna untuk menjual barang dan membeli barang ke pengguna lainnya.OLX: Platform jual-beli barang bekas, kendaraan bekas, properti, dan elektronik antar konsumenTokopedia: Menyediakan fitur penjualan antar konsumen di mana konsumen dapat menjual barang baru atau bekas ke konsumen lainnya dalam aplikasi/website. 4. Consumer-to-Business (C2B) Consumer-to-business adalah jenis e-commerce yang menempatkan konsumen sebagai penjual produk atau layanan kepada perusahaan atau bisnis yang membutuhkan. Dalam e-commerce C2B perusahaan dapat menjadi pengguna akhir (end user), atau bisa juga perusahaan menjual kembali produk yang dibelinya untuk mendapat keuntungan. Berikut merupakan contoh ecommerce di Indonesia yang berjenis C2B: Sribulancer: Platform yang memungkinkan konsumen menjual jasa desain, pemrograman, penulisan, dll kepada perusahaan yang membutuhkan.Shutterstock: Memungkinkan fotografer menjual foto mereka kepada perusahaan yang membutuhkan gambar untuk marketing, iklan, konten web, dll.Upwork: Platform yang memungkinkan tenaga freelance dan profesional menawarkan jasanya kepada bisnis atau perusahaan. Daftar E-commerce di Indonesia E-commerce di Indonesia apa saja? Pertanyaan ini mungkin muncul di benakmu setelah mengetahui pengertian dan jenis-jenis e-commerce. Di sub-artikel ini, tim Cake akan membagikan daftar perusahaan e-commerce yang beroperasi di Indonesia. Perusahaan-perusahaan yang ada di daftar ini adalah contoh perusahaan ecommerce terbesar di Indonesia yang masih beroperasi hingga saat ini. 1. Shopee Shopee adalah salah satu perusahaan ecommerce terbesar di Indonesia yang memiliki popularitas tinggi di berbagai kalangan masyarakat. Platform e-commerce ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Singapura SEA Limited, dan pertama kali meluncur pada 2015. Dikutip dari website resmi Shopee Indonesia, Shopee awalnya menargetkan konsumen di kawasan Asia Tenggara, termasuk Singapura, Malaysia, Thailand, Taiwan, Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Kemudian, perusahan e-commerce ini melakukan ekspansi pasar ke negara berkembang lainnya di Amerika Selatan yaitu Brasil pada tahun 2019. Shopee mengawali bisnis di Asia Tenggara sebagai e-commerce consumer-to-consumer (C2C), menawarkan platform bagi penjual dan pembeli untuk bertransaksi secara mudah dan praktis. Perkembangan positif yang diperoleh perusahaan membuat Shopee menerapkan 2 model e-commerce sekaligus yaitu C2C dan B2C. Produk marketplace B2C unggulan dari Shopee adalah Shopee Mall, marketplace yang memungkinkan perusahaan dan brand ternama menjual langsung produknya kepada konsumen secara online. 2. Tokopedia Tokopedia menjadi salah satu e-commerce pertama di Indonesia yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada tahun 2009. Perjalanan Tokopedia sebagai ecommerce Indonesia menunjukan progres besar saat mereka berhasil menjadi perusahaan pertama di Asia Tenggara yang memperoleh pendanaan dari Softbank dan Sequoia. Tokopedia adalah perusahaan ecommerce berjenis C2C dan B2C. Mereka menyediakan platform bagi para konsumen untuk melakukan jual-beli secara online dengan perlindungan keamanan di setiap transaksinya. Sementara untuk model B2C, Tokopedia menghadirkan inovasi ‘Official Stores’ yang menjadi tempat bagi perusahaan dan brand ternama untuk menjual produknya langsung ke konsumen. Berdasarkan laporan Momentum Works berjudul Ecommerce in Southeast Asia 2023, Tokopedia berada di urutan kedua sebagai ecommerce terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 35%. Angka ini berpotensi akan bertumbuh di tahun-tahun mendatang berkat akuisisi TikTok atas 75% saham Tokopedia per 31 Januari 2024. 3. Bukalapak Bukalapak adalah perusahaan e-commerce Indonesia yang berdiri sejak tahun 2010. Perusahaan ini didirikan oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Muhammad Fajrin Rasyid untuk memfasilitasi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terjun ke pasar digital. Dikutip dari situs resmi Bukalapak, perusahaan ini menawarkan platform berjenis e-commerce customer-to-customer (C2C) dan business-to-customer (B2C) untuk produk-produk fisik, virtual, keuangan, dan logistik. Bukalapak berfokus membantu perkembangan Usaha Kecil dan Menengah dalam membuka banyak peluang dan membangun kesejahteraan. Sebagai salah satu platform ecommerce terbesar di Indonesia, Bukalapak telah memiliki lebih dari 100 juta pengguna dan 13,5 juta mitra UMKM. Dengan jumlah pengguna yang massive, Bukalapak bertumbuh menjadi salah satu perusahaan unicorn di Indonesia pada pertengahan tahun 2021. 4. Lazada Lazada adalah perusahaan e-commerce yang didirikan pada tahun 2013, dan berada di bawah kepemilikan Alibaba Group. Layanan e-commerce Lazada tersedia di berbagai negara Asia Tenggara termasuk Indonesia, Malaysia, Filiphina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Lazada menghadirkan layanan e-commerce berjenis B2C yang memungkinkan perusahaan atau bisnis untuk menjual produknya secara online ke jutaan pelanggan di Asia Tenggara. Salah satu inovasi unggulan e-commerce perusahaan ini adalah LazaMall, sebuah mall virtual yang menghubungkan 3.000 brand internasional dan lokal kepada lebih dari 560 juta konsumen di berbagai wilayah. 5. Blibli Berdiri sejak tahun 2011, BliBli adalah perusahaan e-commerce yang berada di bawah kepemilikan Djarum Group. Sejak awal pendirian, BliBli didesain sebagai perusahaan e-commerce yang berfokus pada model bisnis B2B, B2C, dan hybrid B2B2C. E-commerce BliBli berada di ekosistem bisnis yang terintegrasi dengan perusahaan besar lain seperti Tiket.com dan BCA. Hal ini memungkinkan BliBli untuk menghadirkan layanan yang komprehensif dan terintegrasi bagi para pelanggannya, seperti pembayaran melalui BCA OneKlik dan pembelian tiket transportasi umum di Tiket.com menggunakan BliBliPay. 6. Matahari.com Matahari.com adalah e-commerce yang berdiri sejak tahun 2015, dan berada di bawah naungan Lippo Group. Di awal peluncuran, layanan e-commerce ini bernama Mataharimall.com, tapi kini dilebur menjadi Matahari.com yang berfokus menjual produk fashion dari brand-brand populer. Mengusung model bisnis B2C, Matahari.com didesain sebagai alternatif bagi pelanggan setia toko retail fisik Matahari Department Store yang ingin menikmati kemudahan berbelanja online. Produk, harga, dan promo yang diberikan Matahari.com relatif berbeda dibandingkan dengan toko offline. Hal ini dikarenakan strategi pemasaran dan operasional yang diterapkan di platform online berbeda dengan toko fisik. 7. Jakmall Jakmall.com atau yang lebih dikenal Jakmall adalah e-commerce yang didirikan oleh Jakmall Digital Niaga sejak tahun 2016. Jakmall menghadirkan layanan e-commerce hybrid antara B2C dan B2B. Pada model B2C, Jakmall menjual beragam produk elektronik, fashion, olahraga, kesehatan, dll kepada konsumen end-user secara online. Sementara model B2B dihadirkan melalui layanan Mitra Jakmall yang membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menjadi dropshipper. 8. Zalora Zalora adalah perusahaan e-commerce asal Singapura yang berdiri sejak tahun 2012. Sebagai bagian dari Global Fashion Group, Zalora menawarkan produk-produk fashion secara online di Indonesia, Singapura, Hongkong, Filiphina, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Brunei. E-commerce Zalora mengusung model bisnis B2C yang menawarkan lebih dari 30.000 produk online dan memberikan pilihan fashion terkini bagi konsumen di Asia Tenggara. E-commerce ini mengunggulkan jaminan orisinalitas produk kepada konsumen yang berbelanja di marketplacenya. Selain itu, konsumen juga mendapat banyak pilihan brand lokal dan internasional dengan jaminan 30 hari pengembalian barang. 9. Sociolla Sociolla adalah ecommerce Indonesia yang didirikan oleh PT Social Bella Indonesia pada tahun 2015. Perusahaan e-commerce ini berfokus menjual produk perawatan wajah, rambut, parfum, dan alat kecantikan. Sociolla menghadirkan layanan berbasis business-to-consumer (B2C) dengan menjual produknya langsung ke konsumen akhir (end-user) secara online melalui platform website dan aplikasi. Perusahaan e-commerce ini juga dikenal karena komitmennya menghadirkan produk kecantikan berkualitas, original, dan telah mengantongi sertifikasi BPOM.9 Contoh E-Commerce Indonesia Ingin Bekerja di Perusahaan E-commerce Indonesia? Peluang kerja di perusahaan e-commerce Indonesia terbuka bagi pelamar fresh-graduate hingga berpengalaman. Kendati demikian, perlu diingat bahwa persaingan rekrutmen di perusahaan e-commerce juga relatif tinggi. Untuk menghadapi persaingan ini, kamu perlu membangun jaringan profesional dan CV ATS-friendly. 1. Bangun Jaringan Profesional Jaringan profesional memperluas kesempatan pelamar kerja mengakses lowongan kerja perusahaan e-commerce yang tidak diumumkan secara publik. Selain itu, pelamar kerja juga bisa mendapat banyak wawasan seputar tren hingga tips trik lolos rekrutmen di perusahaan e-commerce. Membangun jaringan profesional bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui fitur Cake Meet yang tersedia di aplikasi Cake. Fitur ini memungkinkan pencari kerja membangun relasi profesional dengan CEO, HR, rekruter, dan praktisi pekerja profesional. Pengguna Cake Meet bisa memilih dengan siapa mereka ingin terhubung berdasar kepentingan masing-masing melalui sistem pencocokan (matching). Coba fitur Cake Meet sekarang dan mulai terhubung dengan rekruter dan profesional di industri e-commerce!🎉Mulai Networking 2. Buat CV Profesional Selain jaringan profesional, kamu juga membutuhkan CV profesional untuk meningkatkan peluang lolos screening awal rekrutmen. CV yang ideal umumnya menampilkan desain template yang simple dan terstruktur, sehingga data dan informasi dapat terbaca jelas oleh rekruter. Saat menyusun CV, pastikan menggunakan format CV ATS-friendly agar CV kamu bisa terbaca oleh mesin Applicant Tracking System (ATS). Dibandingkan sektor industri lain, perusahaan e-commerce lebih banyak menggunakan mesin ATS untuk menyeleksi kandidat yang cocok dengan kualifikasi lowongan kerja secara otomatis. Untuk membuat CV ATS-friendly, kamu bisa menggunakan CV builder Cake. Ada beragam template CV ATS yang dapat kamu pilih untuk meningkatkan peluang lolos screening rekrutmen di perusahaan e-commerce. Contoh CV Product Manager -- Dibuat di Cake Buat CV di Cake, tersedia 12+ template CV menarik yang ATS friendly. Gratis Download PDF! 🎉Buat CV Kesimpulan Perusahaan e-commerce adalah perusahaan yang menyediakan layanan perdagangan online melalui perangkat elektronik.Secara umum, ada 4 jenis perusahaan e-commerce yang dibagi berdasarkan jenis transaksi antara pelaku bisnis dan konsumen. Adapun 4 jenis e commerce di Indonesia meliputi business-to-consumer (B2C), business-to-business (B2B), customer-to-customer (C2C), dan consumer-to-business (C2B).Berkarir di perusahaan e-commerce kini menjadi salah satu impian bagi banyak pencari kerja. Hal ini dikarenakan prospek karir yang menjanjikan dan stabilitas ekosistem bisnis di perusahaan e-commerce. Untuk bisa berkarir di perusahaan e-commerce, pencari kerja membutuhkan jaringan profesional dan CV ATS-friendly. Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake.--- Ditulis Oleh Gama Prabowo ---
People Operations
Jan 22nd 2025

Bisnis B2B: Apa bedanya dengan B2C dan Contohnya di Indonesia

Istilah “B2B” mungkin sudah tidak asing bagi Anda yang berada dalam dunia profesional. B2B adalah singkatan dari Business to business, dimana merupakan transaksi bisnis yang dilakukan antara perusahaan. Artikel Cake kali ini akan membahas tentang model bisnis B2B secara keseluruhan.Untuk memahami B2B lebih lanjut, mari kita simak bersama pengertian B2B, cara kerja sistem B2B hingga contoh nyatanya di Indonesia.Daftar isi: Pengertian B2B Perbedaan B2B, B2C, B2G, dan C2B Contoh Bisnis B2B FAQ Seputar B2B Pengertian B2B Dilansir dari kamus Cambridge, B2B memiliki definisi business-to-business. Istilah ini menggambarkan manajemen bisnis atau hubungan transaksi antara dua bisnis yang berbeda. Sebagai contoh, sistem B2B membantu seorang eksportir mencari dan menghubungi calon importir untuk produk mereka. Dalam sistem B2B, para perusahaan saling bertukar barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya, satu perusahaan membuat kontrak dengan perusahaan lain untuk menyediakan bahan yang dibutuhkan dalam memproduksi sebuah produk. Kemudian, perusahaan bahan ini perlu membeli produk dari perusahaan lain untuk penyimpanan bahan mereka. Sementara itu, perusahaan yang memproduksi tempat penyimpanan ini menyewa pihak perusahaan lainnya untuk mempromosikan produk dan layanan yang disediakan. Rangkaian transaksi inilah yang disebut model bisnis B2B dalam perusahaan. Dalam sistem B2B, masyarakat umum tidak menjadi target konsumen dalam terjadinya transaksi. Namun, mereka menjadi salah satu alasan penting untuk perusahaan B2B bekerja sama. Apabila perusahaan B2B menjual produk dan layanan ke bisnis swasta atau korporasi publik, perusahaan B2C (business-to-consumer) menjual produk dan jasanya langsung ke konsumen. Perusahaan B2B memasarkan produk atau layanannya dengan berbagai cara. Pemasaran dapat dilakukan melalui pemasangan iklan, mempromosikannya pada konferensi perdagangan, melakukan pemasaran digital dengan media online, optimalisasi SEO, penjangkauan email, hingga membangun brand awareness di masyarakat setempat. Tahukah Anda bahwa LinkedIn mengungguli semua platform sosial untuk pemasaran konten bagi marketer B2B? Menurut situs Content Marketing Institute, LinkedIn telah digunakan oleh 94 persen perusahaan untuk menunjang kinerja pemasaran konten perusahaan. 📚 Baca juga:Apa itu Profil Perusahaan? Ini Contoh dan Cara Membuatnya! Perbedaan B2B, B2C, B2G, dan C2B Untuk lebih memahami perbedaan antara B2B, B2C, B2G, dan C2B, mari kita simak karakteristik masing-masing model bisnis dibawah ini ! Tolok UkurB2BB2CB2GC2BTarget konsumenPerusahaanKonsumen/Masy-arakat umumLembaga pemerintahPerusahaanBahasa penjualanBersifat teknisBersifat persuasifBersifat teknisBersifat teknisVolume transaksiBesarKecilBesarKecilHubungan konsumenPersonalTransaksionalTransaksionalTransaksionalAlur transaksiKompleksSingkatKompleksSingkat Mulai bangun employer branding Anda lebih efektif dengan Cake sekarang juga! 🎉 Hubungi Konsultan Kami Contoh Bisnis B2B Berikut ini adalah beberapa contoh B2B yang ada di Indonesia: 1. E-commerce Blibli Blibli menghadirkan B2B e-commerce untuk memfasilitasi perusahaan dalam proses pengadaan barang. Blibli for business menawarkan kemudahan, mulai dari transaksinya yang praktis, terintegrasi, banyak pilihan, serta distribusinya yang tersebar secara nasional. Dalam aspek keamanan, Blibli juga sudah memiliki sertifikasi ISO, IEC, hingga sertifikasi Computer Security Incident Response Team. 2. Electronic City Electronic City atau disingkat “Eci” sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Perusahaan ini memfasilitasi pengadaan barang elektronik dan menjadi pelopor e-commerce elektronik di Indonesia. Elektronik yang diperdagangkan sangat beragam mulai dari TV, AC, kamera, audio, notebook, peralatan rumah tangga, hingga barang elektronik untuk ibu dan anak. Merk barang elektronik yang ditawarkan oleh Eci juga bervariasi dari lokal hingga internasional. 3. M-biz Merupakan anak usaha dari Lippo Group, M-biz adalah situs yang berfokus pada e-procurement B2B dan B2G. M-biz menawarkan barang dan jasa dalam berbagai kategori. Mulai dari elektronik, agrikultur, kesehatan, otomotif, hingga konstruksi. Melalui M-biz, perusahaan swasta bisa langsung mengakses vendor-vendor yang terdaftar di website dan melakukan proses bidding (penawaran) untuk transaksi. 📚 Baca juga:Apa itu CSR? Pengertian, Manfaat, dan Contoh Program! FAQ seputar B2B 1. Apa model bisnis B2B? Seperti yang sudah dijelaskan di paragraf awal, model bisnis B2B adalah model bisnis yang menghasilkan hubungan transaksi (barang atau jasa) antar perusahaan. 2. Apa saja contoh B2C? B2C adalah model bisnis di mana perusahaan menjual produk atau jasa secara langsung kepada pelanggan. Transaksi B2C bisa dilakukan secara online maupun offline. Contoh B2C di Indonesia adalah E-commerce seperti Traveloka, Tokopedia, Blibli, Lazada, Shopee, atau Tiket 3. Apa itu admin B2B? Seorang administrator yang bertanggung jawab untuk memastikan kegiatan administratif dan penjualan dalam bisnis B2B (business-to-business) berjalan lancar. 4. Apa contoh nyata penjualan B2B? Salah satu contoh nyata penjualan B2B yang bisa kita jumpai di Indonesia adalah melalui situs M-biz. Pada platform e-procurement tersebut, terlihat bagaimana M-biz menawarkan solusi pengadaan bagi perusahaan atau korporat yang membutuhkan barang atau jasa tertentu. Mulai dari dari elektronik, agrikultur, kesehatan, otomotif, hingga konstruksi. 5. E-commerce B2B apa saja? Contoh E-commerce B2B yang ada di Indonesia antara lain, Mbiz.co.id, Blibli for business, Ralali.com, Axiqoe.com, atau B2b.id 6. Apa yang membedakan model bisnis B2B dari B2C? Model bisnis B2B memiliki berfokus pada perusahaan swasta atau korporat sebagai target konsumennya. Sedangkan model bisnis B2C berfokus pada masyarakat umum sebagai target konsumennya.📚 Baca juga:Apa Itu Non Disclosure Agreement (NDA)? Ini Pentingnya dalam Dunia Bisnis! Cakeadalah platform rekrutmen dengan +8 jutadatabasetalenta di talent pool global.Pasang lowongan kerja gratisuntuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkanEmployer Brandinglebih efektif bersama Cake. Didukung teknologi ATSCake AIdanRecruitment Consultantprofesional, mulai temukan talenta berkualitas lebih cepat! Dapatkan wawasan mendalam dan konten informatif terkait rekrutmen, manajemen SDM,employer branding,serta tren terbaru di dunia HR hanya di Cake. Jadikan kami sumber terpercaya Anda untuk strategi perekrutan yang efektif dan solusi SDM yang inovatif.
Industry & Job Overview
Nov 16th 2024

13 Peluang Kerja Administrasi Bisnis Paling Dicari Perusahaan [+Gaji dan Skill]

Apabila kamu tertarik dalam bidang bisnis, pernahkan kamu mendengar jurusan administrasi bisnis? Jurusan Administrasi Bisnis adalah jurusan yang mempelajari multidisiplin ilmu yang menggabungkan berbagai mata pelajaran untuk mempelajari bagaimana bisnis bisa berfungsi dengan berhasil. Lalu, apakah jurusan Administrasi Bisnis banyak peminatnya? Jurusan Administrasi Bisnis menjadi salah satu jurusan yang banyak diminati. Salah satu alasannya, yaitu karena jurusan ini memiliki peluang dan prospek kerja yang terbuka lebar dan beragam. Seorang lulusan administrasi bisnis dapat memilih dari berbagai konsentrasi, seperti akuntansi, keuangan, pemasaran, sistem informasi, analisis bisnis hingga manajemen supply-chain. Namun, sebenarnya administrasi bisnis bisa kerja apa? Mari kita simak prospek kerjanya di artikel ini.Daftar isi: Apa itu Jurusan Administrasi Bisnis Kenapa Harus Memilih Jurusan Administrasi Bisnis 13 Peluang Kerja Administrasi Bisnis yang Paling Dicari Apa itu Jurusan Administrasi Bisnis? Jurusan administrasi bisnis adalah adalah suatu jurusan atau bidang studi khusus yang mempelajari segala sesuatu yang terkait dengan kegiatan operasional bisnis dan perusahaan. Kemudian, S1 administrasi bisnis belajar apa saja? Jurusan ini mencakup pelajaran mengenai akuntansi, keuangan, pemasaran, produksi, pengelolaan SDM, hingga sistem informasi. Kuliah administrasi bisnis dapat membuka lapangan kerja di berbagai industri termasuk manufaktur, layanan kesehatan, pendidikan, keuangan, layanan sipil, dan ritel. Beberapa profesi mungkin mengharuskan seseorang memiliki gelar Master of Business Administration (MBA), Doctor of Business Administration (DBA), Ph.D, atau Doktor Manajemen (D.M. atau D.Mgt). Gelar dari jurusan administrasi bisnis juga memungkinkan kamu untuk mendapat peluang di lembaga publik, perusahaan dan organisasi nirlaba di seluruh dunia. Posisi tingkat awal memerlukan gelar associate atau sarjana, namun untuk posisi tingkat lanjut memerlukan gelar pasca-sekolah menengah dan pengalaman kerja puluhan tahun. Selain pendidikan lanjutan, kamu juga memerlukan semangat wirausaha, keterampilan manajemen yang baik, fokus, dan keterampilan interpersonal untuk sukses dalam bidang pekerjaan ini. Kenapa Harus Memilih Jurusan Administrasi Bisnis Mengapa harus memilih jurusan administrasi bisnis? Memangnya, lulusan administrasi bisnis bisa jadi apa? Berikut adalah beberapa alasan mengapa kamu harus memilih jurusan administrasi bisnis. 1. Pilihan karir yang beragam Gelar administrasi bisnis membuat lulusannya memiliki pilihan karir yang beragam karena dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan pengelolaan operasional bisnis. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya diatas, jurusan ini mempelajari berbagai aspek bisnis dari operasional bisnis, akuntansi, keuangan, pemasaran, produksi, pengelolaan SDM, hingga sistem informasi. Pemahaman yang menyeluruh akan hal-hal ini tentu menjadi pilar utama dalam melakukan bisnis, sehingga sangat berguna untuk beragam karir yang terbuka untuk lulusan administrasi bisnis. 2. Pemahaman bisnis dari dasar hingga tingkat lanjut Saat kuliah Administrasi Bisnis, kamu akan diajarkan untuk mengelola sebuah bisnis mulai dari dasar, atau dari nol, hingga dapat berjalan dengan sukses dan sesuai harapan. Tidak hanya diajarkan berbisnis untuk mendapatkan keuntungan, kamu juga akan mempelajari tentang value dari sebuah bisnis dan dampaknya untuk masyarakat atau lingkungan di sekitarmu. Kamu akan memahami bagaimana sebuah bisnis dibangun dari awal hingga bisa bernilai bagi banyak orang dan berdampak untuk banyak pihak. Oleh karena itu, jurusan Administrasi Bisnis sangat tepat untuk kamu yang memiliki impian untuk membangun usaha sendiri. 3. Memiliki prospek untuk jangka panjang Bisnis adalah suatu bidang/ilmu yang akan terus selalu berkembang pesat dan mengikuti perkembangan zaman dari waktu ke waktu. Bidang pekerjaan administrasi bisnis juga tidak mungkin lepas dari perkembangan zaman ini. Melihat prospek ini, tentu administrasi bisnis menjadi salah satu bidang pekerjaan yang akan terus dibutuhkan dan tetap bernilai untuk masa depan. 4. Mengembangkan keterampilan kepemimpinan Jurusan administrasi bisnis tidak hanya mempelajari ilmu konkret atau aspek-aspek dalam berbisnis seperti pemasaran, keuangan, operasional, dan lainnya, tetapi juga melatih jiwa kepemimpinan seseorang dengan manajemen proyek, critical thinking, problem solving, decision making dalam berbisnis, hingga komunikasi yang efektif dengan orang lain. Semua soft skills ini tentu berdampak pada kemampuan leadership seseorang nantinya dalam bidang apapun, baik administrasi bisnis, maupun bukan. 13 Peluang Kerja Jurusan Administrasi Bisnis Seperti yang dijelaskan sebelumnya, peluang kerja administrasi bisnis terbilang beragam karena seorang lulusan Administrasi Bisnis dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan pengelolaan operasional sebuah bisnis. Maka dari itu, kira-kira apa prospek kerja administrasi bisnis? Dan berapakah gaji untuk lulusan administrasi bisnis? Mari kita lihat pilihan karirnya dibawah ini! 1. Staf Administrasi Staf Administrasi bertanggung jawab untuk mengelola dokumen perusahaan, membantu alur administrasi agar berjalan lancar, serta mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan perusahaan. Seorang Staf Administrasi juga bertugas untuk menjembatani proses pekerjaan dari satu departemen ke departemen lainnya dalam sebuah perusahaan. Sebagai lulusan jurusan administrasi bisnis, kamu memiliki berpeluang besar untuk bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan. Besarnya gaji yang bisa didapatkan dari pekerjaan staf administrasi berkisar dari 3 juta hingga 5 juta rupiah, dan bisa meningkat sesuai dengan pengalaman. Skill/keterampilan yang dibutuhkan seorang staf administrasi adalah mengoperasikan program-program yang bisa mendukung administrasi seperti Microsoft Office (PowerPoint, Excel, dan Word), keterampilan manajemen baik waktu maupun manajemen tugas, hingga kemampuan komunikasi yang efektif untuk mempermudah menjembatani beberapa departemen dalam perusahaan yang berbeda.📚 Baca juga:Staff Administrasi: Job Desk, Gaji, Skill, Dll. 2. Business Consultant Peluang kerja administrasi bisnis selanjutnya adalah Business Consultant. Konsultan bisnis adalah seseorang yang membantu sebuah perusahaan mendapatkan atau mempertahankan keunggulan kompetitif melalui pemberian rekomendasi dan saran. Seorang Business Consultant akan melakukan studi tentang suatu bisnis dan mengamati praktik yang dilakukan di tempat kerja. Setelah menganalisa dan mengevaluasi praktik tersebut, mereka kemudian memberikan rekomendasi atau saran, serta laporan kepada manajemen dalam perusahaan. Untuk di Indonesia, besaran gaji yang bisa dapat peroleh sebagai konsultan bisnis berbeda-beda tergantung pengalaman kerja dan kebijakan perusahaan. Namun biasanya dimulai dari Rp 5 juta untuk posisi awal hingga 7 juta untuk posisi yang lebih berpengalaman. Konsultan bisnis adalah seorang profesional yang menyediakan jasa konsultasi atau penasehat terkait kegiatan bisnis dalam perusahaan. Seorang konsultan bisnis harus mampu memberikan rekomendasi terbaik terkait rencana bisnis maupun permasalahan bisnis yang tengah dihadapi. Maka dari itu, skill wajib yang harus dimiliki konsultan bisnis adalah problem solving, critical and analytical thinking. Selain itu, Konsultan bisnis juga memerlukan skill leadership, yaitu kemampuan seseorang untuk mempengaruhi atau menginspirasi orang lain agar melakukan tindakan yang sesuai rencana demi keberhasilan tujuan usaha. 📚 Baca juga:Apa itu Business Consultant? Kenali Tugas, Gaji, Skill, Dll.! 3. Business Analyst Business Analyst adalah seorang profesional yang menghubungkan bisnis dengan teknologi. Mereka akan banyak melakukan analisis data untuk kepentingan perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis. Tugas utama seorang Business Analyst adalah menganalisis proses bisnis yang sedang berjalan, menemukan usulan perbaikan, dan menerapkannya agar dapat mencapai tujuan bisnis dengan lebih baik. Seorang business analyst bekerja bersama dengan para pemimpin di departemen bisnis dan teknologi. Hal ini agar model bisnis diselaraskan dengan teknologi yang dimiliki sehingga menghasilkan output yang sesuai. Menurut Glassdoor, rentang gajinya seorang Business Analyst ada di antara Rp 6.500.000 - Rp 12.000.000 untuk posisi entry level atau pengalaman kurang dari lima tahun. Kemudian untuk posisi senior dan sudah punya pengalaman lebih dari 5 tahun, bisa menerima gaji antara Rp 20.000.000 - Rp 40.000.000. Skill yang disyaratkan untuk menjadi Business Analyst adalah keterampilan pengembangan produk seperti product requirements, product analyst, dan engineering requirements. Pengetahuan dalam tiga aspek tersebut harus mendalam. Ketiga hal ini saling berkaitan dalam pengembangan produk, dan merupakan ilmu dasar untuk duduk di posisi tersebut. Selain itu, Business Analyst juga harus berpikir analitis dan mampu menyelesaikan setiap masalah. Diperlukan juga kemampuan hitung-hitungan beserta perangkat lunaknya seperti spreadsheet, program database, dan perangkat lunak lain yang berhubungan dengan keuangan. 📚 Baca juga:Apa itu Business Analyst? Ini Tugas, Gaji, Skillnya! 4. Business Development BD adalah orang yang bertanggung jawab untuk mencari cara supaya interaksi dari ketiga pihak (pelanggan, pasar, dan relasi bisnis) bisa menciptakan peluang bagi perusahaan untuk terus tumbuh. Business Development bukan hanya mengusahakan keuntungan sebanyak-banyaknya untuk perusahaan dalam waktu singkat, tetapi mereka juga harus memikirkan strategi dan taktik dalam jangka panjang demi berkembangnya perusahaan tersebut. Rentang gaji Business Development ada di antara Rp 6.500.000 - Rp 12.000.000 untuk posisi entry level atau pengalaman kurang dari lima tahun. Sedangkan posisi senior dan sudah punya pengalaman lebih dari 5 tahun, bisa saja menerima gaji antara Rp 20.000.000 - Rp 40.000.000. Seorang Business Development harus memiliki skill-skill tertentu, seperti motivasi yang tinggi dan kedisiplinan dalam bekerja, kemampuan management termasuk kemampuan mengatur waktu dan prioritas untuk memaksimalkan potensi perusahaan, kemampuan komunikasi, marketing, negosiasi hingga analisa data. 📚 Baca juga:Ingin Jadi Business Development? Ketahui Tugas, Skill Sampai Gajinya! 5. Akuntan Pekerjaan dari lulusan administrasi bisnis selanjutnya adalah Akuntan. Seorang akuntan meninjau catatan keuangan perusahaan tempat mereka bekerja atau kliennya. Mereka dengan cermat menganalisis data keuangan, laporan, dan anggaran untuk mengukur keberhasilan. Seorang akuntan manajerial mengevaluasi data keuangan untuk melihat apakah data tersebut selaras dengan tujuan perusahaan, sedangkan akuntan keuangan bekerja dengan catatan keuangan yang perlu dilaporkan kepada pemangku kepentingan eksternal. Gaji bulanan rata-rata untuk pekerjaan Akuntan di Indonesia berkisar dari Rp 4.560.000 hingga Rp 6.580.000. Seorang Akuntan harus memiliki keahlian administrasi, orientasi terhadap detail. Kemampuan membuat laporan keuangan, mengoperasikan program komputer, hingga kemampuan komunikasi yang baik. 📚 Baca juga:Akuntan Adalah: Tugas, Jenis, Prospek Kerja, dan Gajinya! 6. Financial Analyst Lulusan jurusan Administrasi Bisnis juga berpeluang menjadi seorang Financial Analyst. Financial Analyst adalah pekerjaan yang meneliti data untuk memberikan informasi serta bimbingan kepada perusahaan atau individu saat hendak mengambil keputusan terkait keuangan dan investasi bisnis. Seorang Finance Analyst biasanya akan terus mengikuti perkembangan berita bisnis terkini dan tren ekonomi pada masanya. Hal ini penting saat hendak memberikan konsultasi terkait peluang dan strategi bisnis serta dalam hal berinvestasi. Gaji bulanan rata-rata untuk pekerjaan Analis Keuangan di Indonesia berkisar dari Rp 7.500.000 hingga Rp 10.500.000. Financial Analyst harus memiliki skill-skill tertentu, seperti analisis data statistik, memahami akuntansi biaya, perencanaan keuangan, pelaporan data keuangan, analisis tren dan mengidentifikasi pola financial di masa mendatang. 7. Management Trainee Apabila kamu merupakan lulusan administrasi bisnis dan ingin menempati posisi manajer dalam perusahaan, kamu dapat melamar di program management trainee yang biasanya diadakan perusahaan-perusahaan besar. Dalam program ini, kamu sebagai lulusan administrasi bisnis. akan mempelajari proses memimpin, pengadministrasian, dan juga bagaimana mengarahkan perusahaan. Kamu juga akan didorong guna mempelajari keseluruhan perusahaan sebelum diposisikan di bagian manajemen tertentu. Management Trainee akan melatih jiwa kepemimpinan dan profesionalitas dalam bekerja di sebuah perusahaan. Secara rata-rata, gaji seorang management trainee adalah sebesar Rp 6 juta – 7 juta. Namun, besaran gaji management trainee bisa berbeda-beda berdasarkan kebijakan dan lokasi dari perusahaan. Seorang manajer harus bisa mengambil keputusan, berkomunikasi, memberi motivasi dan melakukan delegasi, juga mengembangkan orang lain dengan penilaian, saran, dan juga training. Selain itu manajer harus dapat melakukan perencanaan matang mengenai berbagai aktivitas perusahaan serta mengawasi praktiknya. Sedang cari program management trainee (MT)? Temukan berbagai program MT bergengsi di Cake! Job portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Program MT 8. Sales Manager Manajer Penjualan atau Sales Manager mengawasi departemen penjualan perusahaan untuk mencapai tujuan pendapatan. Tugasnya meliputi menetapkan, mengumpulkan dan menganalisis data penjualan, memperkirakan penjualan, dan menguji profitabilitas produk atau layanan. Tidak hanya itu, mereka juga merekrut perwakilan penjualan, membuat program pelatihan, dan menetapkan target pendapatan. Bisnis di berbagai industri mempekerjakan Sales Manager untuk mengatur penjualan barang/jasa perusahaan mereka. Gaji bulanan rata-rata untuk pekerjaan Sales Manager di Indonesia berkisar dari Rp 20.050.000 hingga Rp 23.050.000 Skill yang dibutuhkan untuk menjadi Sales Manager antara lain, sales planning, leadership, problem solving, analisa, hingga customer relationship management. Tidak kalah pentingnya, Sales Manager juga memerlukan keterampilan komunikasi yang efektif, persuasif, dan mampu bernegosiasi. 9. Marketing Manager Manajer pemasaran merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan pemasaran dan promosi perusahaannya. Tugasnya juga termasuk merekrut dan melatih staf pemasaran, menyusun strategi, merancang, melaksanakan dan memantau kinerja kampanye pemasaran. Manajer pemasaran mengatur acara promosi dan mengawasi staf untuk mencapai tujuan penjualan. Mereka juga berkolaborasi dengan tim manajemen untuk mengembangkan strategi pemasaran jangka panjang. Gaji bulanan rata-rata untuk pekerjaan Marketing Manager di Indonesia berkisar dari Rp 11.000.000 hingga Rp 14.000.000. Skill yang harus dimiliki seorang marketing manager adalah kemampuan riset dan analisa pasar, customer and user experience, komunikatif, persuasif dan negosiatif. Semua skill ini bertujuan agar seorang marketing manager mampu menarik klien untuk produk atau jasa yang dijual perusahaannya. 10. Loan Officer Loan Officer adalah petugas yang melakukan pekerjaan di bidang layanan peminjaman. Tergantung perusahaan, petugas loan officer akan memberikan pinjaman kepada customer ketika mereka sudah memenuhi persyaratan dengan jaminan atau tanpa jaminan. Seorang Loan Officer harus menguasai product knowledge dengan baik. Dengan begitu, dia bisa mudah menjelaskannya kepada calon customer dan mampu menyarankan jenis pinjaman yang sesuai kebutuhan mereka. Gaji yang diperoleh adalah pada kisaran Rp 5.000.000 hingga Rp6.000.000 per bulannya. Nominal gaji loan service officer bisa berbeda-beda di setiap bank atau perusahaan pinjaman, tergantung pada kondisi keuangan hingga seberapa jobdesk yang dilakukan. Untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai loan officer memang membutuhkan kesabaran. Maka dari itu, jika ingin menempati posisi ini, kamu harus memiliki kemampuan komunikasi dan manajemen emosi yang baik. Loan Officer juga membutuhkan keterampilan manajemen finansial yang baik, kemampuan analisa masalah, hingga customer service karena pekerjaan ini langsung berhubungan dengan klien yang mengajukan pinjaman. 11. Data Analyst Seorang Data Analyst mengambil riset pasar atau angka penjualan dan menerjemahkannya menjadi informasi yang dapat dimengerti oleh perusahaan. Data dari hasil riset digunakan untuk mengembangkan rencana strategis yang membantu bisnis mengambil keputusan yang lebih tepat, termasuk menciptakan solusi yang lebih rinci untuk masalah umum pelanggan. Data Analyst menggunakan berbagai perangkat lunak dan keterampilan berpikir kritis untuk menemukan informasi yang dibutuhkan untuk proyek. Menurut JobStreet menjelaskan, gaji seorang Data Analyst adalah Rp 5.460.000 hingga Rp 7.040.000. Sementara menurut Glassdoor, gaji Data Analyst bisa mencapai belasan juta rupiah, tergantung pengalaman dan perusahaannya. Dalam melakukan pekerjaannya, terdapat skill yang harus dimiliki seorang Data Analyst seperti keterampilan dalam menggunakan serangkaian program atau tools komputer tertentu yang membantu proses analisis data. Beberapa tools mendasar yang sering dipakai diantaranya seperti microsoft excel dan SQL (structured Query Language). Kemudian, Seorang Data Analyst juga harus memahami bahasa pemrograman seperti Python atau R untuk dapat menangani kumpulan data yang besar dan kompleks. Pemahaman terkait konsep matematika dan statistik untuk menemukan kesalahan dalam data, memahami hasil data, dan menentukan jenis tools yang sesuai untuk mengatasi masalah yang ada. Selain itu, seorang data analyst juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan kemampuan problem solving. 12. Procurement Staff Selanjutnya, peluang kerja administrasi bisnis adalah menjadi Procurement Staff. Procurement adalah kegiatan menganalisa kebutuhan perusahaan,membuat permintaan, menentukan vendor, melakukan pemesanan, hingga mengevaluasi pengadaan. Tugas Procurement Staff pada umumnya adalah melakukan perencanaan, analisa, dan evaluasi proses pengadaan untuk perusahaan. Gaji rata-rata untuk Procurement Staff adalah Rp 5.110.894 per bulan di Indonesia. Skill yang dibutuhkan untuk menjadi Procurement staff adalah manajemen resiko, kemampuan adaptasi dengan teknologi, pemahaman finansial yang mumpuni, dan kemampuan menjaga relasi dengan supplier atau pihak tertentu. 13. Project Manager Terakhir, prospek kerja lulusan Administrasi Bisnis adalah menjadi Project Manager. Manager Proyek mengawasi proyek mulai dari konsep dan desain hingga implementasinya. Mereka mengawasi tim dan SDM untuk memastikan penyelesaian proyek tepat waktu sesuai anggaran yang dialokasikan. Tugas Project Manager meliputi desain proyek, identifikasi syarat keberhasilan, supervisi dan menjamin kualitas baik dari sebuah proyek. Manajer proyek bertemu dengan pemimpin tim dan anggota manajemen yang lebih tinggi untuk menilai dan melaporkan kemajuan proyek. Hal ini berguna untuk memastikan pelaksanaan memenuhi spesifikasi dan persyaratan. Manajer proyek dapat bekerja di perusahaan publik, swasta, dan non-pemerintah. Gaji bulanan rata-rata untuk pekerjaan Manajer Proyek di Indonesia berkisar dari Rp 9.500.000 hingga Rp 12.500.000. Untuk menjadi seorang Project Manager, seseorang harus memiliki skill dalam memahami seluruh kerangka dan metode project management, termasuk manajemen konflik jikalau ada. Selain itu, skill berkomunikasi juga diperlukan untuk mengkoordinasi semua anggota/pihak yang terlibat proyek. Kemampuan berpikir kritis dan berjiwa kepemimpinan yang tinggi juga diharapkan ada dalam seorang Project Manager untuk menjamin keberhasilan proyek.Temukan pekerjaan menarik di perusahaan impian-mu dengan mudah!🎉Buat CV Kesimpulan Administrasi Bisnis adalah bidang studi khusus yang mempelajari segala sesuatu yang terkait dengan kegiatan operasional bisnis dan perusahaanAlasan memilih jurusan Administrasi Bisnis adalah karena pilihan karir yang ditawarkan beragam, mempelajari bisnis dari awal, memiliki prospek jangka panjang, dan melatih jiwa kepemimpinan Prospek pekerjaan Administrasi Bisnis, antara lain Staf Administrasi, Business Consultant, Business Analyst, Business Development, Akuntan, Financial Analyst, Management Trainee, Sales Manager, Marketing Manager, Loan Officer, Data Analyst, Procurement Staff, dan Project ManagerCake adalah aplikasi dan website untukmembuat CVterbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buatportofoliodan cari kerja denganjob portalatauaplikasi cari kerjaCake.--- Ditulis Oleh Christy Angestu ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!