Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Career Development
Jul 22nd 2024

On The Job Training (OJT): Pengertian, Jenisnya, dan Manfaat

Saat memasuki perusahaan baru, kamu akan mengikuti OJT. Apa itu OJT? Singkatnya, kepanjangan OJT adalah On The Job Training, yang merupakan pelatihan yang diberikan oleh perusahaan untuk membantumu mengasah skill keterampilan, dan kemampuan mu selama di tempat kerja. Di artikel ini, Cake akan membahas mengenai hal-hal apa saja yang dilakukan saat OJT, jenis-jenis OJT, manfaat yang diperoleh serta bahasan mengenai gaji OJT.Pengertian OJT Yuk, langsung saja lanjut membaca paragraf berikut ini.Daftar isi: Pengertian OJT Tujuan dari OJT Tipe-tipe OJT Manfaat OJT Kekurangan dan Keuntungan OJT Apa itu OJT? Arti OJT (On the Job Training) adalah pelatihan kerja untuk meningkatkan kinerja kerja karyawan sebuah organisasi atau perusahaan. Umumnya, karyawan yang mengikuti OJT adalah pekerja baru atau karyawan lama yang berpindah ke divisi baru. OJT berbeda dengan management trainee, perbedaannya terletak pada tujuan pelatihan. Management trainee termasuk pelatihan yang diadakan agar karyawan mencapai posisi manajerial, sementara OJT adalah bentuk pelatihan yang ditujukan untuk karyawan lama maupun baru.Ingin ikut program Management Trainee? Yuk, daftar di program MT oleh Cake!Program Management Trainee 2024 oleh CakeCake menghadirkan beragam program MT dari perusahaan-perusahaan top Indonesia. Yuk, jangan sampai ketinggalan dan daftar sekarang!Daftar SekarangTujuan OJT Berikut adalah beberapa tujuan dari OJT sebuah perusahaan:1. Memperkuat Kemampuan/SkillKaryawan yang menyelesaikan masa OJT diharapkan dapat meningkatkan skill dan kemampuan dalam bidangnya masing-masing. 2. Memperhatikan Attitude Sikap dan perilaku akan diasah selama masa OJT sehingga diharapkan agar karyawan dapat memiliki sikap yang lebih positif setelah selesai masa pelatihan OJT. 3. Menambah Ilmu dan PengetahuanIlmu pengetahuan berperan penting dalam kinerja kerja karyawan, dengan pengetahuan yang cukup, karyawan pun dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tepat dan baik. Secara garis besar, tujuan pelatihan masa OJT adalah untuk mempermudah proses adaptasi teknis karyawan baru, maupun karyawan lama yang berpindah divisi atau jabatan.Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaan Anda. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga! 🎉Pasang Loker Jenis-jenis On the Job Training? Berikut adalah beberapa jenis OJT yang perlu kamu ketahui. 1. Apprenticeship Jenis pelatihan Apprenticeship bersifat jangka panjang dan biasanya diberikan kepada orang-orang yang bekerja di bidang perdagangan, kerajinan, dan bidang teknis. 2. Mentoring Mentoring merupakan jenis OJT yang bersifat one on one dan umumnya diberikan kepada pekerja tingkat manajerial. Dalam sesi mentoring, senior atau pekerja akan memberikan pelatihan secara langsung kepada bawahan mengenai tugas sehari-hari. 3. Coaching Mirip dengan mentoring, metode coaching juga dilakukan secara one one one. Pada metode ini, atasan atau karyawan senior akan memberikan arahan kepada karyawan yang mendapatkan training. Tujuan utama coaching adalah untuk membantu karyawan mendapatkan jawaban dan solusi terhadap masalah keseharian dalam pekerjaan. 4. Rotasi Pekerjaan / Job Rotation Jenis On the Job Training lainnya adalah rotasi pekerjaan. Tujuan utama rotasi pekerjaan adalah untuk membantumu memahami latar belakang berbagai macam pekerjaan. Selain itu, rotasi pekerjaan juga dapat membantu karyawan untuk keluar dari kejenuhan yang dialaminya saat melakukan pekerjaan yang berulang-ulang. Selain itu, kamu pun dapat mengembangkan hubungan dengan kolega di kantor maupun dalam divisi yang berbeda. 5. Understudy Bentuk On the Job Training (OJT) lainnya adalah Understudy, yang merupakan pelatihan yang diberikan untuk karyawan yang hendak menggantikan posisi atasannya yang akan pensiun, maupun mendapatkan kesempatan promosi. 6. Pelatihan Instruksional Pekerjaan Contoh program jenis OJT adalah pelatihan instruksional pekerjaan. Pelatih akan memberikan instruksi runtut mengenai pekerjaan yang akan dilakukan. Alur pelatihan ini mencakup: Penjelasan gambaran umum pekerjaan dan hasil yang diinginkan.Penjelasan mengenai keterampilan apa saja yang dibutuhkan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut.Melaksanakan pekerjaan yang telah diinstruksikan.Memberikan feedback dan karyawan diperbolehkan untuk bertanya pada akhir sesi pelatihan.📚 Baca juga:In House Training: Cara Efektif Meningkatkan Kualitas SDM dalam PerusahaanJenis-jenis On the Job Training Manfaat Dilakukannya OJT Walaupun OJT ditujukan untuk karyawan, tapi secara garis besar manfaat OJT dapat dibagi menjadi 2, yaitu untuk perusahaan dan untuk karyawan. Bagi Perusahaan OJT yang diberikan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, maka pelaksanaan OJT juga akan membantu perusahaan mencapai targetnya.Biaya pelaksanaan OJT lebih murah jika dibandingkan dengan off the job training.📚Baca Juga: Ketahui 7 Langkah Penting Menyusun Materi Training Karyawanmu Bagi Karyawan Selain mendapatkan gaji dari hasil kerja, pelatihan on the job training juga memberi manfaat banyak bagi karyawan, yaitu meningkatkan kemampuan dan skill yang ada.Manfaat OJT lainnya adalah membantu karyawan untuk mendapatkan jawaban dan solusi akan masalah pekerjaan.👉 Ketahui Metode Training Karyawan Lainnya dan Kembangkan Kemampuan Karyawanmu! Kelebihan dan Kekurangan OJT Walaupun terdapat banyak kelebihan, pelaksanaan OJT tentunya juga akan ada beberapa kekurangan. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari OJT. ✅ Kelebihan Pelaksanaan OJT dapat meminimalkan human error.Praktik yang dilakukan selama OJT bisa langsung dipraktekkan dalam pekerjaan sehingga tidak hanya bersifat teori.Budget yang diberikan relatif murah, yaitu mencakup keseluruhan fasilitas dari perusahaan.Bimbingan dipimpin oleh karyawan senior, sehingga tidak membutuhkan pelatihan dari luar.Mudah dijadwalkan karena bersifat informal. ❌ Kekurangan Dikarenakan pelatih yang bukanlah seorang profesional, maka materi pelatihan yang digunakan terkadang bisa kurang terstruktur dan tidak mengandung skill yang komplit.Fokus kerja karyawan kemungkinan berkurang dikarenakan karyawan harus bekerja sekaligus mengikuti pelatihan.Akibat sibuknya pekerjaan, memungkinkan bagi karyawan untuk melewatkan beberapa materi pelatihan.Setiap pelatih memiliki cara ajarnya sendiri, maka metode dan kurikulum OJT tidak terstandarisasi.On the Job Training membutuhkan waktu yang cukup lama, tergantung kebutuhan masing-masing divisi, sehingga dapat menjadi salah satu tantangan bagi karyawan. Kebanyakan On the Job Training dipimpin oleh karyawan senior sehingga biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan relatif lebih murah jika dibandingkan dengan Off the Job Training. Hal ini tentunya akan disesuaikan lagi dengan kebutuhan dan kebijakan perusahaan. Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaan Anda di Cake. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga! 🎉Pasang Loker KesimpulanSekarang kamu pasti sudah paham apa arti OJT kan? Nah, berikut adalah berbagai poin penting dari artikel kali ini yang perlu diketahui seputar On the Job Training. Pengertian OJT (On The Job Training) adalah program pelatihan yang diberikan kepada karyawan baru dan lama, sesuai dengan kebutuhan perusahaan.Secara garis besar, tujuan pelatihan OJT adalah untuk mempermudah proses adaptasi teknis karyawan baru, maupun karyawan lama yang berpindah divisi atau jabatan.Contoh metode pelatihan On the Job Training adalah Mentoring, Coaching, Understudy, dan lain sebagainya.Berapa lama waktu OJT? Apakah on the job training di gaji? Umumnya OJT berlangsung selama 3 bulan, tapi setiap perusahaan tentu memiliki peraturan yang berbeda-beda.Manfaat OJT sangat beragam baik untuk karyawan maupun perusahaan, diantaranya adalah memperlancar bisnis perusahaan serta melatih skill karyawan dalam bekerja.Walaupun ada banyak keuntungan, OJT juga memiliki banyak kerugian, misalnya seperti pelatihan yang kurang profesional ataupun karyawan yang bekerja tidak maksimal akibat kesibukan yang dihasilkan dari OJT. Cake adalah situs lowongan kerja yang banyak peminatnya dengan jutaan pengguna dari seluruh Indonesia. Pasang lowongan kerja gratis untuk 3 loker pertamamu dan temukan kandidat berkualitas di Cake! Atau hubungi kami untuk informasi lebih lanjut. --- Ditulis Oleh Lydia Gavrila ---
People Operations
Apr 21st 2026

Apa itu Diklat? Ini Pengertian dan 7 Jenisnya!

RingkasanDiklat adalah program pelatihan dari perusahaan yang ditujukan kepada karyawannya.Diklat bermanfaat untuk mengasah kemampuan profesional dan menambah wawasan karyawan.Ada berbagai jenis diklat seperti diklat kepemimpinan, fungsional, kompetensi, pelatihan dasar, hingga teknis.Metode diklat bisa dibagi menjadi dua, pertama diklat on the job training dan kedua diklat off the job training. Pernahkah kamu mendengar istilah diklat? Istilah ini biasanya sering digunakan oleh instansi pemerintah, tetapi lembaga pendidikan dan organisasi swasta pun juga ada yang menerapkan diklat. Diklat, singkatan dari pendidikan dan pelatihan, adalah program pelatihan dari perusahaan yang ditujukan kepada karyawannya. Dengan mengikuti kegiatan diklat, karyawan diharapkan untuk menjadi lebih terampil dan memiliki kinerja yang lebih baik. Tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, diklat juga memiliki banyak dampak positif untuk karyawan. Baca artikel Cake ini dan kenali lebih lanjut tentang apa itu diklat! Daftar isi: Mengenali Apa itu Diklat Manfaat dan Tujuan Dilakukannya Diklat Jenis-jenis Diklat Metode Diklat Mengenali Diklat Apa itu Diklat? Ketika perusahaan merekrut karyawan, tentu ada tingkat pendidikan tertentu yang menjadi syarat. Tidak hanya pendidikan, karyawan membutuhkan pelatihan untuk mempelajari apa yang akan menjadi tugas dan tanggung jawabnya nanti. Nah, dari dua kata “Pendidikan” dan “Pelatihan” tersebut terbentuklah istilah dengan singkatan diklat. Menurut H.A.R. Tilaar, salah satu tokoh pendidikan Indonesia, diklat artinya kegiatan untuk mengasah keterampilan yang dibutuhkan dalam sebuah profesi. Pelatihan diklat ini memiliki hubungan erat dengan tingkat produktivitas di dunia kerja. Diklat adalah kegiatan yang penting untuk mendukung tercapainya tujuan perusahaan dan meningkatkan kompetensi karyawannya. Oleh karena itu, setiap karyawan perlu melewati kegiatan diklat untuk memperluas wawasan sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan atau masalah dengan baik dan benar. Selain itu, diklat adalah salah satu cara seorang profesional untuk memperoleh informasi seputar pekerjaan yang sebelumnya tidak diketahui. Selebihnya, apa itu pekerjaan diklat? Pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan diklat bertugas dalam merencanakan kegiatan diklat dan menyesuaikannya dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan. Secara umum, langkah-langkah kegiatan diklat meliputi: Menentukan tujuan diklatMenentukan materiMenentukan metode diklat yang akan digunakanMengatur jadwalMenentukan karyawan yang akan mengikuti diklatMenentukan instrukturMengevaluasi hasil diklat Apa Perbedaan Diklat dan Pelatihan? Mungkin banyak orang berpikir bahwa diklat dan pelatihan adalah hal yang sama. Memang kedua hal ini mirip, tetapi sebenarnya keduanya memiliki perbedaan. Apa perbedaan pelatihan dan diklat? Pada umumnya, diklat adalah program yang sudah dirancang secara khusus untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas pengetahuan karyawan seputar pekerjaanya. Pelatihan diklat sudah menjadi hak dan kewajiban karyawan untuk mencari informasi baru yang menunjang kinerja dan produktivitas di tempat kerja. Sedangkan, pelatihan adalah proses pembelajaran atau pendidikan pendek yang dilaksanakan secara teratur dan terstruktur. Pelatihan ditujukan untuk mengembangkan peserta sebagai individu yang berkemampuan dalam hidup maupun pekerjaan dan mendorong diri untuk menjadi orang yang lebih percaya diri. Selain itu, peserta dari pelatihan tidak hanya karyawan saja tetapi juga untuk orang-orang yang ingin memiliki keterampilan selaku profesional atau orang yang menguasai suatu materi yang spesifik. Manfaat dan Tujuan Diklat Diklat organisasi adalah berbagai kegiatan yang dapat membantu mengasah kemampuan dan menambah wawasan karyawan. Diklat ini juga merupakan cara seorang profesional untuk memperoleh informasi yang berhubungan dengan pekerjaan yang tidak diketahui sebelumnya. Tujuan diklat organisasi adalah untuk membekali karyawan dengan pengetahuan dan keterampilan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Mungkin kamu pernah berpikir, “Kenapa harus mengikuti diklat, ya? Bagi karyawan, keuntungan diklat itu apa?” Memang tujuan utama dilaksanakannya pelatihan diklat adalah untuk perusahaan, tetapi diklat juga memiliki banyak manfaat untuk karyawan. Misalnya, adanya diklat menunjukkan bahwa perusahaan menghargai karyawan. Dengan mengajarkan keterampilan baru, karyawan akan merasa produktif dan lebih percaya diri dalam menggali ide baru dan menerapkan ide tersebut dalam pekerjaannya. Tidak hanya itu, masih ada banyak lagi manfaat dan tujuan diklat, yaitu: Tujuan Dilakukannya Diklat Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kompetensi dan kinerja karyawan.Mengembangkan sikap positif karyawan dan kepribadian yang berorientasi pada pengayoman, pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat.Menumbuhkan rasa loyal dan kerja sama.Menyamakan visi dan pola pikir karyawan dalam menjalankan tugas.Menghindari terjadinya kesalahan dalam perusahaan.Meningkatkan standar kompetensi sumber daya manusia dalam perusahaan. Manfaat Diklat Karyawan akan semakin kompeten dan lebih terampil dalam melaksanakan tugasnya.Perusahaan akan memiliki karyawan dengan standar tinggi seperti memiliki keunggulan, loyalitas, dan integritas.Perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lainnya.Menghasilkan lingkungan kerja yang kompetitif tetapi tetap sehat.Terbentuknya lingkungan kerja yang lebih kondusif.Meningkatkan jaringan kerja karena telah bertemu banyak orang di lokasi diklat. Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di CakeResume! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Kerja Jenis-jenis Diklat 1. Diklat Kepemimpinan Arti diklat kepemimpinan yaitu pelatihan yang diberikan kepada karyawan untuk membekali dengan wawasan serta meningkatkan keterampilan kepemimpinan. Pelatihan diklat kepemimpinan akan meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan manajerial karyawan sehingga dapat mengelola organisasi secara efektif. Pusdiklat mengatakan bahwa tujuan diklat kepemimpinan adalah untuk memberikan pengetahuan, keahlian, dan sikap dalam bidang kepemimpinan sehingga syarat kepemimpinan jenjang jabatan tertentu dapat terpenuhi. 2. Diklat Fungsional Menurut Pusdiklat, diklat fungsional artinya pelatihan untuk jabatan fungsional agar mencapai syarat dan kompetensi yang dibutuhkan untuk jabatan fungsional tertentu. Pelatihan diklat fungsional ditujukan untuk memberikan wawasan dan meningkatkan kemampuan fungsional dalam melaksanakan tugas-tugas terkait dengan bidang pekerjaan jabatan fungsional. 3. Diklat Kompetensi Diklat kompetensi adalah pelatihan karyawan yang mencakup pemberian pengetahuan, peningkatan keterampilan, dan pelajaran akan sikap yang sesuai dengan syarat yang sudah ditetapkan. Tujuan diklat kompetensi adalah untuk meningkatkan kompetensi karyawan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di tempat kerja. 4. Diklat Online Diklat online artinya pelatihan yang dilaksanakan secara jarak jauh atau dalam jaringan. Pelatihan diklat online bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada karyawan yang tidak dapat mengikuti pelatihan secara langsung karena waktu, jarak, dll. 5. Diklat Pelatihan Dasar Pengertian diklat pelatihan dasar yaitu diklat yang dilakukan di awal jabatan untuk membentuk integritas, kejujuran, dan motivasi karyawan. Karyawan yang baru pertama kali masuk atau memangku jabatan tertentu harus mengikuti diklat dasar. Tujuan diklat pelatihan dasar adalah untuk membekali karyawan dengan pemahaman tentang tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. 6. Diklat Lapangan Diklat lapangan adalah pelatihan karyawan untuk menambah keterampilan dan meningkatkan kemampuan praktis agar dapat melaksanakan tugas dengan efektif. Pelatihan diklat lapangan bertujuan untuk menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan karyawan dalam menjalankan tugas-tugas praktis terkait dengan bidang pekerjaannya. 7. Diklat Teknis Arti diklat teknis adalah pelatihan yang dilakukan untuk mencapai syarat kompetensi teknis yang diperlukan untuk melaksanakan tugas tertentu. Tujuan diklat teknis yaitu membantu karyawan untuk memenuhi kompetensi teknis, memberikan wawasan dan keterampilan, serta meningkatkan kemampuan karyawan dalam melaksanakan tugas di bidang yang berkaitan. Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di CakeResume! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Kerja 2 Metode Diklat Untuk memastikan pelaksanaan kegiatan diklat berjalan dengan efektif dan membuahkan hasil yang maksimal, diperlukan metode diklat yang tepat. Ada dua macam metode diklat, yaitu: 1. Diklat On The Job Training Diklat on the job training merupakan metode diklat yang paling sering diterapkan dalam pelaksanaan pelatihan diklat. Prinsip dari diklat ini adalah learning by doing, artinya metode ini diterapkan dengan cara praktek secara langsung. Jadi, arti diklat on the job training adalah pelatihan diklat yang dilaksanakan secara langsung di tempat kerja. Proses ini lebih efektif dan membantu perusahaan untuk menghemat biaya. Contoh diklat on the job training: Merotasi pekerjaan karyawan A ke karyawan B untuk menambah pengalaman kerja.Mendelegasikan tugas kepada karyawan untuk mengembangkan kemampuan.Atasan membimbing karyawan secara langsung.Memberikan instruksi pekerjaan dan memberi kesempatan karyawan untuk mencoba.Memberikan pelatihan khusus kepada karyawan yang posisinya dipindahkan ke posisi lain. 📚 Baca juga:On The Job Training (OJT): Pengertian, Jenisnya, dan Manfaat 2. Diklat Off The Job Training Sedangkan, apa yang dimaksud dengan diklat off the job training? Diklat off the job training artinya pelatihan diklat yang dilakukan di luar jam kerja supaya tidak mengganggu pekerjaan. Jadi, proses ini akan membantu karyawan untuk lebih fokus dengan pelatihan diklat karena kegiatan ini terjadi di luar tempat kerja. Namun, metode diklat off the job training membutuhkan biaya yang lebih besar karena karyawan harus dibiayai selama masa pelatihan. Contoh diklat off the job training: Mengadakan business games untuk mengasah kemampuan karyawan dalam memecahkan masalah.Mengadakan vestibule school untuk memberi kesempatan karyawan mempraktekkan pekerjaan menggunakan peralatan kerja yang memang akan digunakan.Menggunakan analisis untuk melatih analisis karyawan dalam mencari akar masalah dan menemukan solusi.Mengadakan simulasi untuk mengajarkan cara pengoperasian alat atau mesin kepada karyawan.Mengadakan seminar atau workshop untuk memberikan wawasan kepada karyawan. 📚 Baca juga:Off the Job Training: Metode dan Keuntungannya Bagi Perusahaan Kesimpulan Diklat adalah singkatan dari kata pendidikan dan pelatihan.Diklat artinya berbagai kegiatan yang dilakukan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kompetensi karyawan.Manfaat dan tujuan diklat adalah mempersiapkan karyawan dengan keterampilan dan pengetahuan sehingga karyawan menjadi lebih kompeten dan mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.Ada 7 jenis diklat yaitu diklat kepemimpinan, diklat fungsional, diklat kompetensi, diklat online, diklat pelatihan dasar, diklat lapangan, dan diklat teknis.2 metode pelatihan diklat yang dapat membantu pelatihan diklat berjalan dengan efektif meliputi diklat on the job training dan diklat off the job training.Ingin rekrut karyawan yang berkualitas? Pasang loker gratis untuk 3 iklan lowongan kerja pertamamu di Cake. Ikuti juga blog kami untuk mendapatkan tips dan tutorial bermanfaat seputar perekrutan, atau langsung saja hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.
Industry & Job Overview
Apr 19th 2024

Human Resource Development (HRD): Pengertian dan Tugasnya

Siapa yang tidak kenal dengan bagian HRD? Bagian ini merupakan departemen yang pertama kali akan kamu kenali saat masuk ke suatu perusahaan. Karena biasanya, HRD akan melakukan kontak denganmu dan membantumu dalam proses onboarding. Namun, apa tugas HRD hanya itu saja? Pada artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang arti, tanggung jawab, dan lingkup pekerjaan HRD, yang ternyata tidak hanya terbatas pada rekrutmen, tetapi juga mencakup distribusi sumber daya untuk tugas karyawan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan melalui peningkatan kualitas dan kompetensi karyawan. Daftar isi: Pengertian HRD Fungsi HRD Tugas dan Tanggung Jawab Staff HRD Cara Menjadi HRD yang BaikApa itu HRD(Human Resource Development) ?Arti HRD Apa yang kamu tahu tentang HRD? Jangan-jangan hanya bagian yang mengurusi rekrutmen saja, nyatanya, HRD memiliki banyak fungsi lainnya. Selain itu, HRD juga sering disamakan dengan bagian personalia. Walaupun sama-sama mengurus sumber daya manusia, kedua bagian ini memiliki fokus yang berbeda. Yuk bersama-sama kita kenali apa arti HRD dan perbedaannya dengan bagian personalia: Apa itu HRD? HRD merupakan singkatan dari human resource development yang adalah bagian dari perusahaan yang berfokus pada pengelolaan dan pengembangan potensi karyawan. Fungsi utamanya meliputi rekrutmen, pelatihan, pengembangan keterampilan, dan manajemen kinerja karyawan. Melalui kegiatan ini, HRD bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif, memastikan kecocokan antara karyawan dan posisi kerja mereka, serta meningkatkan kemampuan dan kinerja individu dalam organisasi. Dengan demikian, HRD menjadi jangkar perusahaan dalam memastikan kesinambungan dan kesuksesan perusahaan dalam mencapai tujuan bisnisnya.Apa beda HRD dan Personalia? Mungkin kamu kemudian bertanya apa bedanya HRD dan bagian personalia, karena kedua fungsi pekerjaan ini cukup bersinggungan namun tidak sama. Perbedaan staff HRD dengan bagian personalia adalah pada fokusnya. Tugas HRD di perusahaan lebih menekankan pada pengembangan karyawan melalui pelatihan, peningkatan keterampilan, dan manajemen kinerja, sementara bagian personalia lebih terkait dengan administrasi terkait kehadiran, penggajian, dan manajemen data karyawan. Meskipun keduanya memiliki peran penting dalam manajemen sumber daya manusia, HRD lebih berorientasi pada pengembangan individu dan organisasi, sedangkan personalia lebih berfokus pada aspek administratif yang terkait dengan manajemen SDM.Ingin cari kerja jadi HRD? Yuk, cari kerja impianmu di Cake!🎉Cari KerjaFungsi HRDSetelah mengetahui HRD artinya apa, mari kita lanjutkan dengan fungsi dari HRD di perusahaan, karena ternyata, gak hanya sekedar untuk mengurusi proses rekrutmen saja lho! 1. Pelatihan Karyawan / Training Bekerja sebagai HRD artinya kamu juga berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anggota tim di dalam perusahaan, membantu para karyawan untuk mengatasi tantangan pekerjaan dan mencapai tujuan organisasi dengan lebih efektif. Pelatihan ini bisa termasuk pelatihan hard skill maupun soft skill. Contohnya: Pelatihan Digital Marketing untuk bagian marketing (hard skill) atau pelatihan public speaking untuk bagian sales (soft skill).📚Baca Juga:Training Kerja: 7 Langkah Penting Beserta Metodenya! 2. Pengembangan dan Perubahan Organisasi Tentunya perusahaan akan terus berkembang seiring jaman, maka pengembangan dan perubahan organisasi merupakan sesuatu yang tidak terhindarkan. Hal ini juga meliputi evaluasi dan restrukturisasi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Bentuk lainnya bisa berupa perubahan dalam budaya organisasi, struktur hierarki, dan proses kerja untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pasar dan teknologi. Selagi perusahaan melakukan suatu perubahan, HRD perlu memberikan komunikasi yang optimal kepada karyawan sehingga tujuan dan implementasi perubahan dapat disambut baik, bukan justru karyawan merasa jadi penghambat atau sesuatu yang merugikan mereka. 3. Perencanaan Sumber Daya Manusia Perusahaan Perencanaan sumber daya manusia perusahaan merupakan langkah strategis untuk memastikan kebutuhan tenaga kerja perusahaan terpenuhi tepat waktu dengan keterampilan yang sesuai. Ini melibatkan analisis kebutuhan tenaga kerja masa depan, pengadaan sumber daya manusia yang tepat, dan pengembangan program pelatihan yang efektif. Maka itu, saat proses rekrutmen, HRD bukan hanya merekrut saja, tapi juga memantau perkembangan karyawan dan berusaha memperlengkapi kandidat dengan pelatihan secara berkala agar tidak kalah saing. 4. Meningkatkan Partisipasi Karyawan Dalam Manajemen Poin terakhir dari fungsi HRD adalah bagaimana HRD dapat memastikan partisipasi karyawan dalam manajemen karena merupakan kunci keberhasilan perusahaan yang inklusif dan responsif. Ini menciptakan iklim kerja yang memotivasi karyawan, mendorong ide-ide baru, dan memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik melalui kolaborasi antara manajemen dan staf. 📚Baca Juga:3 Program Kerja HRD untuk Perusahaan yang Optimal dan Cara Menyusunnya [+Template]Tugas dan Tanggung Jawab Staff HRDKita masuk dalam bagian tugas HRD, atau bisa dikatakan yang menjadi job desc jika kamu tertarik pada bidang yang satu ini. Terdapat 11 poin yang dapat kamu jadikan referensi jika kamu ingin melamar sebagai HRD: Tugas HRD adalah membuat perubahan yang konstruktif bagi perusahaan dan menjadi konsultan internal perusahaan.Mencari kandidat yang dibutuhkan perusahaan, menyeleksi, dan membantu keseluruhan proses rekrutmen hingga selesai.Aktif memberitahu perubahan regulasi atau ketentuan yang terjadi di Indonesia untuk kemudian didiskusikan dampak dan penerapannya di kantor.Membuat komunikasi terbuka antar HRD dengan karyawan serta membangun hubungan yang baik di internal maupun eksternal perusahaan.Mengidentifikasi dan merumuskan strategi bisnis secara menyeluruh.Membantu pengembangan berbagai divisi dalam perusahaan serta memfasilitasi hubungan kerja yang harmonis antar divisi.Menginisiasi berbagai kelas, pelatihan, dan pengembangan untuk karyawan dapat bekerja lebih senang dan lama.Menghubungkan karyawan dengan tugas mereka untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.Menganalisis dan menyelesaikan masalah khususnya di bidang sumber daya manusia.Menyelenggarakan koordinasi dan layanan untuk implementasi program dan layanan HRD.Melakukan evaluasi atau penelitian untuk memahami kinerja karyawan serta dampaknya bagi perusahaan.📚Baca Juga:On The Job Training (OJT): Pengertian, Jenisnya, dan ManfaatCara Menjadi HRD yang BaikSetelah mengetahui HRD itu apa, fungsi, dan tugasnya, apakah kamu semakin ingin menjadi HRD? Berikut ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memulai karir HRD-mu agar terus bersinar dan bermanfaat bagi perusahaan: 1. Menjadwalkan Pelatihan/Pengembangan Secara Konsisten Seorang HRD yang baik diharapkan bisa mengadakan dan mengatur berbagai program pelatihan dan pengembangan diri untuk karyawan. Dalam hal ini, penjadwalan sesi dengan fasilitator atau konsultan untuk pelatihan internal, pembinaan, atau sekadar pengecekan kondisi atau kemajuan karyawan. Sesi dengan profesional ini dapat dilakukan mingguan, 2 mingguan, atau bulanan. Namun yang perlu diingat, penjadwalan sesi perlu dilakukan secara mudah dan dikomunikasikan secara jelas ke karyawan agar mereka dapat mengerti dan memakai kesempatan ini untuk semakin berkembang.📚Baca Juga:Off the Job Training: Metode dan Keuntungannya Bagi Perusahaan2. Mengumpulkan Feedback dan Menjadwalkan Sesuai Kebutuhan Selanjutnya, seorang HRD yang baik artinya seseorang yang dapat mengumpulkan feedback karyawan dari pelatihan atau program-program yang diberikan. Jika ternyata feedbacknya kurang baik, maka HRD perlu secara tanggap berkomunikasi dengan program pelatihan tersebut untuk merubahnya menjadi lebih interaktif, atau mencoba mencari solusi dari permasalahan yang ada. Jika ternyata feedbacknya positif, HRD dapat menjadwalkan kembali pelatihan untuk kesempatan berikutnya. Dengan demikian, karyawan dapat merasa didengar dan mengikuti sesi dengan senang, bukan justru menjadi beban tambahan. 📚Baca Juga:360 Degree Feedback: Pengertian, Manfaat, Cara Melakukannya!3. Mengambil Langkah-Langkah Kecil Menjadi seorang HRD juga artinya kamu perlu peka terhadap keadaan kantor dan mengambil langkah ketika ada sesuatu yang dirasa kurang baik atau perlu dilakukan untuk peningkatan produktivitas perusahaan. Contohnya, dengan mengingatkan kepada para atasan bahwa perlu melakukan 1-on-1 secara konsisten agar feedback dua arah dapat diterima, yaitu dari karyawan yang menyampaikan masukannya, begitu juga dengan atasan. Atau ketika ada karyawan yang berselisih, maka HRD juga perlu mengambil langkah untuk berbicara dengan pihak yang berargumen dan tidak memihak kepada siapapun. HRD perlu mencari jalan tengah yang tidak merugikan untuk semua pihak termasuk perusahaan. 4. Menyadari Bahwa Setiap Karyawan Berbeda HRD harus menyadari bahwa setiap orang memiliki sikap, kepribadian, preferensi yang berbeda. Maka, dalam pelaksanaan keputusan atau cara berkomunikasi perlu dibedakan sesuai kepribadian karyawan. Contoh lain adalah saat memilih program pelatihan, HRD perlu memahami tidak semua orang dapat belajar dengan konsep audio, maka dapat dipertimbangkan untuk menambahkan aspek visual untuk membuat pelatihan lebih efektif. 📚Baca Juga:Mencapai Tingkat Produktivitas Tinggi Lewat Lingkungan Kerja yang Baik5. Menunjukkan Apresiasi Tidak hanya atasan, tapi HRD juga perlu menunjukkan apresiasinya kepada karyawan. Apresiasi dapat ditunjukkan dengan banyak hal, yang paling mudah dengan mengucapkan “terima kasih” untuk setiap bantuan atau partisipasi karyawan, atau dengan hal-hal kreatif lain seperti memberi penghargaan berupa sertifikat, lencana, atau hal lain untuk menunjukkan kerja keras dan kontribusi karyawan ke perusahaan. Dengan cara ini, karyawan akan merasa usahanya dihargai dan dapat memotivasinya untuk bekerja lebih keras. Setelah memahami arti HRD, tugas HRD di perusahaan, dan tips untuk menjadi HRD yang baik, semoga muncul HRD-HRD hebat untuk kemajuan perusahaan di Indonesia. Untuk kamu yang tertarik dengan bidang ini dan ingin mencari pekerjaan sebagai seorang HRD, daftarkan dirimu segera di Cake, job portal yang menyediakan 500+ lowongan pekerjaan yang sesuai dengan minatmu!Ingin cari kerja jadi HRD? Yuk, cari kerja impianmu di Cake!🎉Cari Kerja Kesimpulan Arti HRD adalah human resource development, sebuah bagian dari perusahaan yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengembangan karyawan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.HRD dan bagian personalia berbeda, dimana HRD fokus pada pengembangan SDA, sementara personalia fokus pada bagian administratif.Fungsi HRD meliputi pelatihan karyawan, pengembangan dan perubahan organisasi, perencanaan SDA perusahaan, dan meningkatkan partisipasi karyawan dalam manajemen.Terdapat berbagai tugas dan tanggung jawab HRD, meliputi: melaksanakan proses rekrutmen, menjadi jembatan antar karyawan dan manajemen, menginisiasi berbagai program pelatihan, menyelesaikan perselisihan antar karyawan, menyelenggarakan koordinasi dan evaluasi untuk perusahaan, dan banyak lagi.5 Cara untuk menjadi HRD yang baik: menjadwalkan pelatihan yang konsisten, mengumpulkan feedback dan menjadwalkan pelatihan yang sesuai kebutuhan, mengambil langkah-langkah kecil, menyadari bahwa setiap karyawan berbeda, dan menunjukkan apresiasi terhadap karyawan. Mau raih pekerjaan impianmu? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja Cake. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development!--- Ditulis Oleh Leony Jardine ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!