Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Career Development
Dec 16th 2022

Apa itu Insentif? Pengertian, Jenis, dan Contohnya di Perusahaan Populer! [+Cara]

Daftar Isi: Pengertian InsentifManfaat InsentifPerbedaan Insentif dan BonusMacam-macam InsentifTips Memberikan Insentif Bagi KaryawanContoh Insentif di Perusahaan Populer Perbedaan Insentif dan bonus Istilah uang insentif sering digunakan perusahaan untuk karyawan. Apa yang dimaksud insentif? Uang insentif biasanya diberikan sebagai apresiasi untuk karyawan atas kinerja yang bagus atau memberikan kontribusi positif. Pemberian uang insentif adalah untuk meningkatkan produktivitas dan semangat kerja karyawan karena karyawan akan merasa dihargai. Selain uang, insentif juga bisa berbentuk barang atau promosi jabatan. Jika karyawan diberikan uang insentif artinya karyawan tersebut telah melakukan sesuatu hal bagus yang telah dievaluasi perusahaan. Karena pemberian insentif adalah pemberian tambahan di luar gaji bulanan karyawan.Apa itu Insentif? Sebelum mengetahui lebih lanjut apa itu insentif, perlu diketahui bahwa arti insentif bukanlah gaji. Meskipun secara harafiah, keduanya merupakan imbalan atas jasa, namun pemberian insentif adalah sebuah tambahan dari gaji. Sedangkan gaji merupakan hak karyawan untuk mendapatkan pendapatan tetap setiap bulan. Tetapi ada juga istilah gaji insentif. Apa itu gaji insentif? Gaji atau upah insentif adalah uang tambahan yang termasuk dalam gaji pokok bulanan. Insentif atau incentive adalah penghargaan atau apresiasi yang disediakan perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawan, meningkatkan produktivitas, dan mendukung performa karyawan. Perusahaan bisa menerapkan kisaran insentif, tergantung dengan jenis pekerjaan dan tipe bisnis. Upah insentif adalah suatu apresiasi yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan lingkungan kerja yang lebih produktif, membangun hubungan saling mendukung, dan mendorong karyawan memberikan hasil pekerjaan yang lebih baik. ✏️Alasan mengapa perusahaan harus memberikan insentif: Meningkatkan kepuasan karyawanMenunjukan pengakuan terhadap performa individu karyawanMendorong kerja sama tim yang kolaboratifMemotivasi karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan Manfaat Insentif Pada dasarnya upah insentif adalah untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Tetapi memberikan insentif karyawan memiliki beberapa manfaat, bukan hanya untuk karyawan saja, tapi juga untuk perusahaan. Manfaat pemberian insentif adalah sebagai berikut: ✏️Manfaat Insentif untuk Karyawan Meningkatkan motivasi kerjaBisa menerima pendapatan lebih selain gaji pokokMenumbuhkan rasa dihargaiKaryawan merasa memiliki tujuan lebih saat bekerjaLebih mudah memenuhi kebutuhan karyawanMenumbuhkan kepercayaan diri karyawan karena diapresiasi ✏️Manfaat Insentif untuk Perusahaan Kinerja karyawan yang membaik akan mengembangkan bisnis perusahaanAdanya sikap saling menghargai antara perusahaan dan karyawanRasa memiliki karyawan terhadap perusahaan semakin besarTurnover rate karyawan menurunMendorong karyawan untuk bisa bekerja lebih giat, bahkan ketika dimintai bantuan diluar tugasnyaMenciptakan budaya kerja efektif dan efisien Perbedaan Insentif dan Bonus Sekilas, pengertian insentif mirip dengan bonus. Sehingga arti insentif dalam kerja sering kali disamakan dengan bonus. Konsep dasar pemberian penghargaan ini memang mirip. Namun ada beberapa perbedaan antara insentif dan bonus. Perbedaan insentif dan bonus yang signifikan terletak pada ketentuan pemberiannya. Definisi insentif yaitu memberikan penghargaan secara lebih spesifik, terencana, dan fokus pada kinerja karyawan. Sedangkan bonus tidak selalu berkaitan dengan kinerja karyawan, dan bisa saja diberikan tanpa rencana awal.Jenis-jenis Insentif Pada dasarnya insentif karyawan merupakan penghargaan berupa uang maupun objek bernilai. Contohnya pada perusahaan tertentu, macam-macam insentif dapat berupa undangan makan malam sebagai bentuk apresiasi. Intinya, semua bentuk pemberian tersebut dapat membuat karyawan merasa dihargai dan dinilai. Hal terpenting dalam manfaat pemberian insentif adalah meningkatkan kinerja karyawan dengan memberikan kompensasi sesuai kebutuhan karyawan. Berikut merupakan jenis-jenis insentif yang sering diberikan perusahaan kepada karyawan: 1. Insentif Finansial Sesuai namanya, jenis insentif ini berbentuk uang yang berada di luar gaji pokok karyawan. Uang insentif ini diberikan dari keuntungan perusahaan dan untuk kesejahteraan karyawan. ✏️Macam-macam insentif finansial: Asuransi kesehatanRekreasi atau hiburanUang reimburse untuk keperluan pribadi atau keluargaUang tunjangan hari tua 2. Insentif Non-Finansial Insentif non-finansial ialah kompensasi dalam bentuk lain selain uang, namun tetap dapat membantu kesejahteraan karyawan. Meskipun tidak berbentuk uang, namun tetap membuat karyawan merasa dihargai. ✏️Macam-macam insentif non-finansial: Promosi kenaikan jabatanApresiasi dalam rapat terbukaUndangan makan malam perusahaanKesempatan untuk mengembangkan karya 3. Insentif Sosial Insentif ini cukup berbeda dari insentif finansial maupun non-finansial. Karena umumnya tidak dirasakan secara langsung oleh karyawan. Namun ketika diberikan insentif sosial ini, karyawan akan termotivasi untuk bekerja lebih giat. ✏️Macam-macam insentif sosial: Perayaan ulang tahun di kantorBonding atau mendekatkan diri dengan tim lainTestimoni prestasi karyawanHubungan kerja yang baik antara atasan dengan karyawan Tips Memberikan Insentif untuk Karyawan Seperti dijelaskan dalam pengertian incentive sebelumnya, biaya insentif adalah biaya yang sudah direncanakan dan masuk dalam anggaran perusahaan. Jadi, jika perusahaan Anda ingin memberikan insentif kepada karyawan, sudah semestinya direncanakan terlebih dahulu. Berikut beberapa tips jika perusahaan kamu ingin memberikan insentif karyawan: 1. Tentukan Tujuan Pemberian Insentif Tentukan garis ukur atau parameter apa yang perusahaan inginkan dari karyawan untuk memenuhi syarat insentif. Misalkan buat tujuan seperti meningkatkan penjualan, atau meningkatkan kehadiran. Kemudian pilih tiga tujuan yang dapat dicapai oleh karyawan. 2. Identifikasi Penerima Insentif dan Komunikasikan Pikirkan tentang siapa yang ingin kamu apresiasi. Contohnya, jika kamu memiliki tujuan meningkatkan 10% penjualan, maka hanya anggota tim penjualan yang dapat menikmati insentif tersebut. Dengan menentukan siapa penerima insentif, akan memudahkan kamu untuk menentukan jenis insentif apa yang dapat memotivasi pekerjaan karyawan. 3. Tentukan Jumlah Penghargaan dan Pendanaan Karyawan akan tertarik untuk berpartisipasi jika ada penghargaan yang menanti. Kamu juga bisa membuat voting untuk menemukan apresiasi apa yang diinginkan oleh karyawan. Misalkan mayoritas karyawan menginginkan hari libur ekstra atau uang tambahan. Jika pilihan tersebut masih masuk dalam pendanaan, maka kamu bisa mendiskusikannya lebih lanjut dengan atasan. 4. Implementasi Rencana Insentif Jika kamu sudah yakin untuk memenuhi program insentif tersebut, tergantung jenis insentif yang ingin diberikan. Misalkan, kamu memberikan gift cards, maka kamu bisa membeli dan mempersiapkannya terlebih dahulu dan mempersiapkan untuk mengirim voucher tersebut. Lebih cepat kamu bisa memberikan apresiasi kepada karyawan, semakin tinggi kemungkinan karyawan dapat bekerja lebih giat untuk membuktikan kepada perusahaan bahwa mereka benar-benar layak menerima apresiasi. 5. Evaluasi Program Insentif dan Rayakan Kesuksesan Karyawan Setelah pemberian insentif selesai, kamu bisa mengukur tingkat efektivitasnya, apakah sesuai dengan tujuan insentif. Berdasarkan data dari karyawan, kamu bisa menilai apakah pemberian insentif dapat memotivasi karyawan atau tidak. Jika belum, kamu masih bisa memperbaiki program insentif jadi lebih baik lagi. Tips Memberi Insentif Contoh Insentif yang Efektif di Perusahaan Terkenal Insentif sudah menjadi hal yang sangat lumrah di dunia kerja. Arti insentif dalam kerja juga dapat diartikan sebagai pemberi semangat dalam bekerja. Bahkan di Indonesia, banyak perusahaan yang sudah menerapkan pemberian insentif. Contoh insentifnya adalah sebagai berikut: 1. McDonalds Sebagai salah satu perusahaan franchise makanan cepat saji ini, ternyata sangat memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Hal ini terlihat dari tunjangan yang diberikan pada karyawan. Seperti uang tunai, asuransi, perbaikan dan pemeliharaan kendaraan. Selain itu, McD juga selalu memberikan apresiasi kepada karyawan bulanan yang memiliki kinerja terbaik bulan tersebut. 2. Starbucks Perusahaan kopi internasional ini dapat membuat kita membayangkan seberapa banyak gaji yang diterima karyawan. Ternyata, karyawan Starbucks mendapatkan fasilitas pengembalian biaya pendidikan khusus untuk program studi di Universitas Arizona State selama 2 tahun 3. Apple Apple sangat dikenal dengan produk iPhone, juga ternyata sangat mengapresiasi karyawannya. Apple menyediakan bantuan keuangan untuk anggota keluarga karyawan yang meninggal dunia. Karyawan Apple juga akan mendapatkan diskon besar saat membeli produk Apple terbaru. Jadi insentif adalah penghasilan di samping gaji pokok. Meskipun jumlahnya tidak menentu, tapi insentif dapat meningkatkan motivasi karyawan untuk bekerja. Seperti yang diungkapkan juga di atas, pemberian insentif dapat menguntungkan perusahaan dalam segi meningkatkan pendapatan perusahaan.Ingin menemukan kandidat yang cocok untuk kualifikasi perekrutan perusahaan Anda? Gunakan Cake Job Posting untuk memasang lowongan gratis sekarang juga!🎉 Pasang Loker--- Ditulis OlehRachel Vanadya ---
People Operations
Mar 6th 2024

Memahami Insentif dan Manfaatnya Bagi Karyawan dan Perusahaan!

Saat bekerja, tentunya kamu sudah tidak asing lagi dengan kata “insentif”. Insentif adalah salah satu jenis komisi atau bonus yang diberikan perusahaan kepada karyawan dalam dunia kerja. Lantas apa itu pengertian insentif kerja? Apakah insentif yang diterima karyawan sama rata di setiap perusahaan? Apa saja bentuk insentif? Lantas, apa saja manfaat yang didapatkan dari adanya insentif? Yuk langsung saja temukan jawabannya di artikel Cake berikut ini! Daftar isi: Apa itu Insentif? Bentuk-Bentuk Dari Insentif Tujuan Diberikannya Insentif Manfaat dari Pemberian Insentif Cara Memberikan Insentif Dengan EfisienApa itu Insentif?Insentif adalah penghasilan tambahan yang diberikan perusahaan kepada karyawan atas target atau hasil pencapaian yang telah berhasil dicapai. Perlu diingat bahwa insentif berbeda dari gaji pokok. Tujuan dari Insentif adalah untuk memicu semangat kerja karyawan agar dapat bekerja secara maksimal. Secara umum terdapat 2 macam contoh insentif, yaitu intensif finansial dan nonfinansial. Insentif Finansial Insentif finansial artinya penghasilan tambahan dalam bentuk uang di luar gaji pokok. insentif finansial yang diberikan setiap perusahaan berbeda, tergantung dari keuangan perusahaan. Contoh insentif finansial seperti tunjangan hari tua, kesehatan, dan lainnya. Insentif Non-Finansial Insentif Non-Finansial adalah kebalikan dari insentif finansial, yaitu imbalan yang diberikan tidak berwujud uang. Misalnya seperti promosi jabatan, hubungan lebih baik dengan jabatan, dan lain sebagainya.Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari KerjaBentuk-Bentuk InsentifApa saja yang dimaksud dengan bentuk-bentuk insentif? Berikut adalah contohnya. 1. Insentif Organisasi Arti dari insentif organisasi adalah seluruh karyawan bekerja sama dengan giat untuk mencapai target dari perusahaan. Keuntungan dari insentif organisasi adalah setiap karyawan mendapatkan insentif yang sama (adil), sehingga terdapat kerja sama yang kompak dalam sebuah perusahaan. Namun, ada saatnya dimana individu menjadi malas untuk bekerja sama karena insentif tidak ditujukan secara personal. 2. Insentif Tim Jangkauan insentif tim umumnya lebih kecil dari insentif organisasi, yaitu merujuk pada spesifikasi suatu tim. insentif tim akan diberikan kepada tim yang berhasil mencapai target perusahaan. Kelebihan dari insentif ini adalah karyawan dapat lebih termotivasi untuk bekerja sama dalam mencapai target. 3. Insentif Individu Intensif individu artinya insentif yang diberikan untuk seorang individu ketika ia berhasil mencapai target kerja yang ditetapkan perusahaan. Hal ini tentu dapat memotivasi karyawan untuk bekerja lebih maksimal dan dengan semangat.Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari KerjaTujuan Memberikan Insentif Pada KaryawanApa itu tujuan dari memberikan intensif kepada karyawan? Tentunya banyak pertimbangan yang dipikirkan perusahaan sebelum memberikan insentif kepada karyawan. Perusahaan mengharapkan adanya hasil timbal balik yang baik dari karyawan, yaitu pencapaian target. Sementara karyawan pun dapat lebih termotivasi untuk bekerja secara maksimal. Berikut adalah beberapa tujuan dari pemberian insentif pada karyawan: Meningkatkan produktivitas kerja karyawanMendorong stimulus kerja karyawanMeningkatkan komitmen prestasi kerjaMembentuk pandangan dan perilaku dalam bekerjaMenumbuhkan semangat dan antusiasme dalam bekerjaMempertahankan karyawan untuk bekerja dalam jangka waktu yang lamaMeningkatkan kerja sama antar karyawan sebagai sebuah timManfaat Dari Pemberian Insentif Gaji Insentif adalah salah satu manfaat yang diterima oleh karyawan. Faktanya, tidak hanya karyawan yang merasakan keuntungan dari pemberian insentif lho! Dengan memberikan insentif, perusahaan juga akan merasakan keuntungan yang tinggi, misalnya seperti meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Manfaat dari pemberian incentive adalah sebagai berikut. Bagi Karyawan Meningkatkan rasa kekompakkan antar timMemotivasi dalam mengerjakan tugas harianMendapat pemasukkan di luar gaji pokokMeningkatkan rasa percaya diriMeningkatkan rasa dihargai oleh pemimpinMeningkatkan komitmen dalam berprestasiMenumbuhkan tujuan dan semangat dalam bekerja Bagi Perusahaan Meningkatkan produktivitas karyawanMeningkatkan “rasa memiliki” dalam diri karyawanMeningkatkan rasa hormat karyawan pada pemimpinMengurangi kemungkinan jumlah karyawan yang memundurkan diriMeningkatkan kinerja kerja karyawanMendorong karyawan untuk lebih giat dan disiplinTercapainya target yang maksimal dari hasil kerja karyawanSedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari KerjaCara Memberikan Insentif Dengan EfektifAda beberapa cara agar perusahaan dapat mengurangi resiko kerugian dari pemberian insentif. Apa saja contoh indikator dalam pemberian insentif? Yuk simak beberapa cara berikut ini! 1. Efisiensi Pekerjaan Karyawan Untuk mendapatkan insentif, karyawan dituntut untuk dapat mengerjakan pekerjaan secara efisien agar dapat mencapai target dalam waktu yang ditentukan. Keefisienan dalam bekerja merupakan keputusan setiap karyawan. 2. Senioritas dan Jabatan Uang Insentif adalah bentuk dari pemberian insentif finansial. Ada baiknya dihitung berdasarkan masa lama bekerja seorang karyawan dalam perusahaan. 3. Kinerja dan Prestasi Karyawan Arti umum pemberian insentif dalam bekerja adalah penghasilan tambahan atau benefit yang didapatkan karena prestasi atau kinerja kerja karyawan. Tentunya poin ini sangat penting untuk dipertimbangkan perusahaan saat hendak menetapkan kebijakan pemberian insentif pada karyawannya. 4. Keadilan dan Kelayakan Penting juga bagi perusahaan untuk memperhatikan keadilan dan kelayakan karyawan pada saat pemberian insentif. Tentunya hal ini harus sesuai dengan peraturan dan kondisi karyawan dan perusahaan.Buat CV ATS-friendly di Cake sekarang juga! Ada 50+ template dan 100% gratis!Buat CVKesimpulanTernyata pemberian insentif ada tujuan dan manfaat yang beragam, baik untuk karyawan maupun perusahaan. Menurut kamu, apakah intensif itu wajib diberikan untuk karyawan? Yuk simak beberapa poin penting berikut dan temukanlah jawabannya! Apa arti insentif? Insentif adalah penghasilan tambahan yang diberikan perusahaan kepada karyawan atas target atau hasil pencapaian yang telah berhasil dicapai.Insentif berbeda dari gaji pokok. Tujuan dari Insentif adalah untuk memicu semangat kerja karyawan agar dapat bekerja secara maksimal.Apa itu insentif dalam gaji? Secara umum terdapat 2 macam contoh insentif, yaitu intensif finansial dan non-finansial.Contoh bentuk insentif meliputi insentif organisasi, insentif tim, dan insentif individu. Manfaat dari pemberian insentif sangatlah beragam, dan dapat dirasakan baik oleh individu karyawan maupun perusahaan.Buat CV ATS-friendly di Cake sekarang juga! Ada 50+ template dan 100% gratis!Buat CVMau raih pekerjaan impianmu? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja Cake. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development!--- Ditulis Oleh Lydia Gavrila ---
Career Development
Mar 6th 2024

3 Contoh KPI Karyawan dan Perusahaan yang Efektif [+Cara Membuatnya]

Bagi kamu pemilik usaha ataupun karyawan yang sudah bekerja lama, tentunya kamu sudah sangat familiar dengan istilah KPI. Namun, KPI atau kepanjangan dari key performance indicator rasanya masih sangat asing di telinga karyawan baru. Di dalam dunia kerja, tentunya setiap perusahaan menginginkan setiap karyawannya bekerja dengan maksimal. Nah, KPI adalah salah satu tolak ukur kinerja karyawan. KPI kerja menjadi penting untuk memahami seberapa baik performa kerja karyawan, apakah karyawan mampu mencapai target yang ditetapkan, atau justru memiliki kinerja yang buruk. Tidak hanya itu, KPI karyawan juga digunakan untuk melihat apakah semua karyawan dalam 1 tim memiliki tujuan yang sama, apakah suatu organisasi berjalan dengan sehat, hingga digunakan untuk menganalisa kegagalan dan kesuksesan dalam tim. Di artikel kali ini, mari kita simak berbagai ulasan mengenai KPI dalam perusahaan, contoh KPI karyawan, hingga cara membuat KPI yang efektif. Daftar isi: Pengertian KPI Jenis-jenis KPI Contoh KPI Karyawan Cara Membuat KPI yang Efektif Apa itu KPI? Arti KPI KPI singkatan dari key performance indicator adalah nilai ukur yang digunakan untuk mengevaluasi apakah suatu organisasi atau individu mampu mencapai target bisnis yang ditetapkan. Dalam dunia bisnis, KPI perusahaan bisa berupa level atas, yang berarti mengukur performansi kerja perusahaan secara keseluruhan. Misalnya, apakah perusahaan berhasil mencapai revenue tahunan sebesar 1 milyar rupiah. Selain itu, ada juga KPI kerja level bawah, dimana pengukuran performansi kerja spesifik untuk departemen, tim, atau individu. Pengukuran key performance indicator secara keseluruhan akan berguna bagi stakeholder untuk melihat apakah perusahaan berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan. Selanjutnya, pengukuran KPI karyawan akan membantu tim SDM untuk menghitung reward atau promosi jabatan. Manfaat KPI dalam Perusahaan Seberapa penting arti KPI bagi perusahaan? Beberapa manfaat dari KPI adalah: Menjadi dasar perusahaan untuk merumuskan langkah atau strategi apa yang perlu diambil untuk mencapai target bisnis.Menjadi dasar para pemimpin bisnis untuk melakukan evaluasi kinerja departemen, tim, ataupun individu.Menjadi tolak ukur bagi tim SDM untuk memberikan insentif ataupun punishment karyawan. Dimana hal ini akan memotivasi karyawan untuk dapat memenuhi tanggung jawab dan tugas mereka.Menjadi nilai yang bersifat transparan dan objektif dalam memberikan penilaian kerja karyawan. Tips KPI yang Baik Cara membuat KPI sendiri tidaklah mudah. Arti KPI yang baik adalah yang mampu menjadi arahan kerja setiap karyawan untuk mencapai target yang ditetapkan. Oleh karena itu, perancangan KPI karyawan biasanya dilakukan hanya oleh orang-orang tertentu. Berikut beberapa hal yang menjadikan KPI dalam perusahaan baik: Specific:Kunci terpenting adalah fokus terhadap target tertentu. Apa yang ingin dicapai. Contohnya, peningkatan revenue 20% setiap bulan hingga akhir tahun (KPI tingkat atas). Peningkatan revenue sebesar 50% pada Q3 untuk tim Sales (KPI tingkat bawah). Measurable:Dapat diukur secara kuantitatif. Berapa angka yang dicapai di akhir periode? Seberapa sering mengecek kemajuan yang dilakukan? Bagaimana cara mengukur KPI tercapai atau tidak?. Mengelola seluruh hasil ke dalam data akan sangat membantu menjawab semua pertanyaan ini. Attainable:Kata kunci penting adalah realistis. Mulailah dari yang kecil. Kamu tidak perlu membuat KPI target dengan nilai ukur tinggi untuk terlihat keren. Hal ini justru akan membuat organisasi kamu tidak bersemangat dan merasa target yang ditetapkan tidak mungkin tercapai. Relevant:Perhatikan bahwa setiap KPI kerja yang ditetapkan selaras dengan visi, misi, dan tujuan perusahaan dalam jangka panjang. Time-bound: Pembuatan KPI dalam perusahaan harus memiliki batasan waktu tertentu. Misalkan saja, per tahun atau setiap 6 bulan. Ingatlah kunci-kunci KPI di atas dengan istilah SMART (Specific, Measurable, Attainable, Relevant, Time-bound). Selain itu, berikut Cake juga jabarkan beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam menentukan KPI perusahaan: Tidak adanya nilai kuantitatif yang jelas sehingga membuat masing-masing karyawan berada di wilayah “abu-abu”.Strategi KPI target tidak jelas karena kebanyakan perusahaan hanya menentukan berdasarkan sisi keuangan saja.Tidak adanya sistem yang mumpuni untuk mendukung proses pengukuran KPI ataupun pembuatan laporan kerja.Setiap divisi memiliki kepentingan dan pemikiran yang berbeda menjadikan proses pembuatan key performance indicator cukup terhambat. 🔎 Fakta: 95% marketer terkemuka setuju bahwa KPI marketing analytics harus dikaitkan dengan tujuan bisnis yang lebih luas. (Econsultancy Google). Jenis-jenis Key Performance Indicator (KPI) Jenis-jenis KPI metrics adalah: 1. KPI Finansial Masalah keuangan tentunya merupakan komponen penting berjalannya suatu bisnis. KPI target finansial biasanya berfokus pada arus kas, pendapatan, pengeluaran, dan penghasilan bersih. Berbagai data finansial ini akan membantu dalam analisa masalah, dan pembuatan keputusan untuk membuat bisnis berkembang ke arah positif. Berbagai contoh KPI Finansial diantaranya: Rasio laba: Mengukur seberapa baik penghasilan suatu perusahaan dengan pengeluaran yang minimal.Solvency ratio: Berfokus pada tolak ukur finansial jangka panjang. bagaimana perusahaan mampu membayar hutang jangka panjang, peningkatan Return of Investment.Rasio likuiditas: Fokus pada seberapa baik perusahaan menangani hutang jangka pendek dengan aset yang dimiliki.Rasio turnover: Mengukur seberapa baik perusahaan mampu menyelesaikan tugas. Contohnya, turnover inventaris. Bagaimana perusahaan mampu memproduksi produk dengan jumlah lebih banyak dari yang diperlukan dan menjadikannya sebagai produk inventaris. Kelebihan produk ini selanjutnya akan mendorong penjualan berjalan lebih cepat. 2. KPI Marketing Jenis key performance indicator ini berfokus pada cara efektif yang dapat dilakukan untuk promosi. KPI Marketing biasanya mengukur data respon pelanggan terhadap langkah promosi yang dilakukan. Berbagai contoh KPI Marketing, yaitu: Website traffic:Jenis KPI ini melihat jumlah orang yang mengunjungi website perusahaan.Social media traffic:KPI berfokus pada jumlah pengikut, subscriber, like, dan jumlah penonton.Respon pelanggan: Setelah perusahaan meluncurkan promosi, biasanya perusahaan akan melihat bagaimana respon pembeli sebelum mereka memutuskan untuk membeli produk tersebut.Misalkan saja, perusahaan mengadakan kampanye pembuatan video di sosial media. Maka, dalam hal ini bisa diukur seberapa banyak orang yang mengikuti kampanye tersebut.Rasio klik website: Promosi bisa dilakukan melalui sosial media, ataupun membagikan email kepada beberapa pelanggan. Mengukur seberapa banyak jumlah pelanggan yang membuka website atau melihat produk secara online dan diikuti dengan peningkatan sales adalah KPI target Marketing.Penulisan artikel: Beberapa perusahaan biasanya akan meluncurkan artikel secara rutin tiap bulan dengan tujuan untuk meningkatkan branding perusahaan. Seberapa banyak artikel yang harus dirilis dan bagaimana efeknya terhadap customer engagement merupakan satu contoh KPI Marketing. 3. KPI Sales Walaupun perhitungan penjualan biasanya termasuk dalam jenis KPI Finansial, namun banyak hal non-finansial yang juga akan berpengaruh terhadap angka penjualan. Contoh KPI Sales diantaranya: Customer lifetime value (CLV): Nilai ukur pada seberapa banyak uang yang pelanggan rela keluarkan untuk membeli produk perusahaan.Customer acquisition cost (CAC): Tolak ukur KPI kerja ini berfokus pada berapa banyak biaya yang perlu dikeluarkan untuk mendapatkan pelanggan baru. Nilai CLV dan CAC selanjutnya juga bisa digunakan untuk melihat keefektifan proses promosi dalam mendapatkan pelanggan baru.Perhitungan pendapatan dari kontrak baru: Beberapa perusahaan biasanya bekerja dalam sektor B to B. Dalam hal ini, KPI bisa ditetapkan untuk melihat seberapa banyak penghasilan yang didapatkan dari klien baru. Besarnya nilai target penghasilan ini akan berbeda tergantung dari seberapa besarnya perusahaan klien.Perhitungan waktu penandatanganan kontrak baru: Hampir mirip dengan target KPI sebelumnya, perusahaan juga biasanya mengukur seberapa lama waktu yang dibutuhkan mulai dari mendekati klien baru hingga klien bersedia untuk tanda tangan kontrak.Jumlah target klien baru: Setiap perusahaan tentunya juga akan melakukan analisa kira-kira siapa saja target klien baru mereka. Berikutnya, prospek klien baru dilakukan dengan menghubungi mereka baik melalui datang secara pribadi, telepon, ataupun email. Jumlah target klien baru yang sudah dihubungi ini termasuk ke dalam salah satu KPI target Sales. 4. KPI HRD Jenis KPI HRD lebih berfokus pada kinerja karyawan, yang diantaranya meliputi: Tingkat Absensi: Perhitungan jumlah hari absen karyawan dapat menentukan apakah karyawan bahagia atau justru tidak nyaman dengan pekerjaannya.Jumlah jam lembur: Perhitungan jumlah jam kerja lembur digunakan untuk mengetahui apakah karyawan kelelahan bekerja atau tidak.Tingkat kepuasan karyawan: Data ini biasanya dilihat dari survei kepuasaan karyawan yang dilakukan setiap tahun. Survei yang sama setiap tahunnya dianggap mampu membantu perusahaan untuk menganalisa perubahan dari tahun ke tahun.Tingkat turnover:Jumlah karyawan yang keluar akan berdampak pada reputasi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus mengontrol tingkat turnover. Perusahaan selanjutnya bisa melihat bagian departemen mana yang memiliki angka turnover tinggi, dan langkah apa yang perlu dilakukan untuk menguranginya.Jumlah pelamar kerja: Banyaknya jumlah pelamar kerja ke perusahaan tentunya berdampak pada reputasi baik perusahaan. Hal ini juga menandakan apakah informasi lowongan kerja tersampaikan secara luas dan dapat meningkatkan probabilitas untuk mendapatkan talent unggul. 5. KPI Operasional Jenis KPI ini lebih berfokus pada tingkat pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Bagaimana seluruh karyawan memberikan pelayanan merupakan salah satu tolak ukur KPI Operasional. Tolak ukur ini bergantung pada jenis bisnis. Contohnya: Bisnis jasa online: mengoptimalkan customer service untuk meningkatkan kepuasaan pelanggan.Bisnis online shop: meningkatkan efisiensi sistem penjualan dan pengiriman barang untuk meningkatkan kepuasaan pelanggan. 6. KPI Pertumbuhan Jenis KPI metrics adalah nilai ukur kemajuan bisnis. Contoh KPI ini misalnya jumlah pengunjung website, jumlah pelanggan, jumlah rekan perusahaan, aliran kas, dan sebagainya. Dalam hal ini, pengumpulan data perlu melibatkan beberapa departemen di perusahaan.Sedang mencari talents terbaik untuk perusahaan Anda? Yuk, pasang loker di Cake, salah satu platform terbaik dan terpercaya. Gratis pasang 3 loker pertama hingga akses ribuan profil CV dengan sistem ATS🎉Pasang Loker 3 Contoh KPI Karyawan yang Efektif Untuk menambah pemahaman kamu terhadap apa itu KPI, mari kita lihat berbagai contoh KPI karyawan untuk periode 1 tahun, di bawah ini: 1. KPI Finansial Contoh KPI Finansial 2. KPI Marketing Contoh KPI Marketing 3. KPI Human Resource Contoh KPI Human Resource Cara Membuat KPI yang Efektif Penyusunan KPI karyawan tentunya tidaklah mudah. Penyusunan ini membutuhkan keterlibatan banyak departemen hingga membutuhkan waktu lama. Walaupun begitu, kamu tidak perlu khawatir. Berikut, Cake jabarkan beberapa tips efektif cara membuat KPI. 1. Identifikasi KPI Cara membuat KPI sangat tergantung dari jenis bisnis kamu. Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah membuat skala prioritas. Target apa yang paling penting yang harus dicapai dalam perusahaan di waktu tertentu. Beberapa contoh di bawah ini akan membantu kamu identifikasi KPI perusahaan.Peningkatan revenue PertanyaanJawabanBerapa hasil yang diinginkan?Peningkatan revenue sebesar 20% tahun iniMengapa hasil itu diperlukan?Membuat laba lebih tinggiBagaimana menghitung perkembangan hasil?Melakukan perhitungan laba tiap bulan dalam satuan USDSiapa yang bertanggung jawab?Manajer Divisi SalesBagaimana cara meningkatkan hasil?Berkolaborasi dengan tim marketing, meningkatkan jumlah sales setiap pelangganSeberapa sering dilakukan evaluasi?Setiap bulan Peningkatancustomer engagement PertanyaanJawabanBerapa hasil yang diinginkan?Peningkatan traffic website sebanyak 300 ribu per bulanMengapa hasil itu diperlukan?Meningkatkan akuisisi userBagaimana menghitung perkembangan hasil?Penarikan data customer engagement tiap bulanSiapa yang bertanggung jawab?Manajer Divisi Content ManagementBagaimana cara meningkatkan hasil?Meningkatkan pembuatan artikel, membuat sistem loyalty pelangganSeberapa sering dilakukan evaluasi?Setiap bulan 2. Tetapkan Tolak Ukur Selanjutnya, tetapkanlah tolak ukur kuantitatif untuk setiap poin KPI perusahaan yang ditentukan. Kamu bisa melibatkan manajer setiap divisi untuk menentukan angka yang realistis. Penentuan tolak ukur ini sangat penting untuk mengukur apakah karyawan berhasil atau tidak dalam mencapai target. KPI target juga akan membuat organisasi kamu mengerti arah dan tujuan bisnis, bukan sekedar kumpulan karyawan yang mengerjakan rutinitas sehari-hari. Beberapa contoh KPI dengan tolak ukur, diantaranya: Mencapai omzet 6 milyar rupiah pada akhir tahun 2022Memproduksi 12 ribu produk setiap bulanMembuat 25 konten sosial media setiap bulanMendapatkan followers Instagram sebanyak 300 ribu pada Q2 tahun 2022 3. Rincikan KPI ke Peran-Peran Kecil Langkah berikutnya cara membuat KPI adalah memecah KPI ke dalam KPI divisi dan KPI perseorangan. Tahap perincian ini juga penting untuk membantu memonitor siapa saja yang bertanggung jawab atas pencapaian target KPI, dan meringankan pembagian tugas sehingga masing-masing KPI bisa dikerjakan secara maksimal. 4. Evaluasi Pembuatan KPI dalam perusahaan akan menjadi landasan untuk periode berikutnya. Jika KPI kerja yang diterapkan tahun ini tidak tercapai, maka kamu bisa melakukan identifikasi apa yang menyebabkan hal tersebut, dan menerapkan target yang berbeda untuk KPI perusahaan periode berikutnya. Sedangkan, jika KPI karyawan bisa tercapai, maka target KPI yang lebih tinggi bisa diterapkan untuk periode berikutnya.Sedang mencari talents terbaik untuk perusahaan Anda? Yuk, pasang loker di Cake, salah satu platform terbaik dan terpercaya. Gratis pasang 3 loker pertama hingga akses ribuan profil CV dengan sistem ATS🎉Pasang Loker Itulah penjelasan lengkap mengenai key performance indicator atau kepanjangan dari KPI. Ingatlah istilah SMART dalam membuat KPI perusahaan. Semoga berbagai jenis KPI, contoh-contoh KPI karyawan, serta berbagai tips cara membuat KPI yang efektif bisa membantu perusahaan kamu berjalan lebih maksimal. Cake adalah situs lowongan kerja yang banyak peminatnya dengan jutaan pengguna dari seluruh Indonesia. Pasang lowongan kerja gratis untuk 3 loker pertamamu dan temukan kandidat berkualitas di Cake! Atau hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.--- Ditulis Oleh Fiorency Santoso ---
Recruitment & HR
Feb 6th 2025

15+ Strategi Rekrutmen Ampuh Untuk Mencari Karyawan Terbaik!

Merekrut karyawan adalah tugas utama tim Human Resource Department (HRD). Untuk mengembangkan perusahaan, tim HRD perlu merekrut karyawan yang berkompeten dan memiliki talenta yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Untuk mencapai hal ini, setiap perusahaan membutuhkan strategi rekrutmen. Strategi rekrutmen adalah konsep yang berkaitan dengan rencana membuka lowongan pekerjaan yang meliputi posisi yang dibuka, waktu dibukanya lowongan, hingga cara merekrut karyawan. Strategi rekrutmen yang benar dan baik akan menghasilkan proses rekrutmen yang efektif dan menarik kandidat yang berkualifikasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jadi, bagaimana cara merekrut karyawan yang baik sehingga efektif dan efisien? Baca artikel CakeResume ini dan temukan lebih dari 15 strategi rekrutmen yang bisa diterapkan di perusahaan kamu!Daftar isi:Mengapa Strategi Rekrutmen Penting? Strategi Rekrutmen Cara Menerapkan Strategi RekrutmenKenapa Strategi Rekrutmen Penting? Strategi Rekrutmen PentingRekrutmen adalah upaya mencari karyawan yang yang memenuhi syarat kualifikasi yang ditentukan perusahaan untuk mengisi lowongan pekerjaan yang dibuka. Proses rekrutmen karyawan adalah proses yang tidak mudah. Ada berbagai tantangan atau kendala yang dihadapi oleh perusahaan selama proses ini, seperti kualitas kandidat tidak baik, biaya proses rekrutmen terlalu tinggi, waktu perekrutan terlalu lama, dan berbagai masalah lainnya. Berdasarkan penelitian Championing Better Work and Working Lives (CIPD), ada lebih dari 40% perusahaan mempercayai bahwa proses rekrutmen yang lama dapat menyebabkan hilangnya kandidat selama 12 bulan terakhir. Oleh karena itu, penting bagi tim HRD untuk memikirkan teknik perekrutan tenaga kerja dalam suatu perusahaan. Pemilihan strategi rekrutmen harus disesuaikan dengan tujuan dan rencana perusahaan mulai dari media mengunggah info lowongan pekerjaan, menentukan alat untuk proses seleksi, proses interview, dan lain-lainnya. Proses rekrutmen yang efektif dan efisien akan memberikan akses kepada kandidat yang berkualitas sesuai dengan posisi yang dibuka serta menghemat waktu dan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Tidak hanya itu, masih ada alasan lain akan pentingnya teknik rekrutmen bagi perusahaan, meliputi: Menarik kandidat berkualitas sesuai dengan posisi yang kosongMenghemat tenaga, waktu, dan biaya dalam merekrut karyawanMempertahankan transparansi kepada kandidatMemberikan dampak positif terhadap citra perusahaanMenemukan kandidat dengan skill yang sesuai dengan kebutuhan perusahaanMenjangkau lebih banyak kandidat potensialMeningkatkan kredibilitas dan reputasi perusahaan📚Baca Juga: Ketahui Apa itu Rekrutmen? Strategi Rekrutmen, Jenis, dll.Kenali Strategi-Strategi Rekrutmen ini1. Membangun Employer Branding yang Baik Semakin banyak jumlah karyawan yang merasa nyaman bekerja dalam suatu perusahan, maka semakin meningkat kualitas employer branding. Oleh karena itu, perusahaan bisa memanfaatkan strategi rekrutmen ini untuk mencapai proses rekrutmen yang efektif. Employer branding adalah proses mempromosikan citra positif perusahaan sebagai pemberi kerja atau tempat kerja yang baik di antara pencari kerja, karyawan, dan pemangku kebijakan penting lainnya di dalam perusahaan. Employer branding biasanya mencakup misi, nilai, dan budaya perusahaan. Pertanyaan yang penting dalam membangun employer branding yang baik, meliputi: Mengapa seseorang ingin bekerja untuk perusahaan ini?Apakah perusahaan ini mendukung tenaga kerja untuk mengembangkan karir?Berapa persentase tenaga kerja yang memberikan rekomendasi bahwa perusahaan ini adalah tempat kerja yang baik?Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaan Anda. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga!🎉Pasang Loker Gratis Jawaban dari pertanyaan di atas bisa dicantumkan di halaman website, media sosial, dan saluran lain yang digunakan untuk menyebarkan informasi tentang proses rekrutmen. Ingat, hasil dari strategi rekrutmen ini tidak akan diperoleh secara langsung karena mengembangkan employer branding memerlukan waktu yang lama dan hasilnya akan berdampak dalam jangka panjang.📚Baca Juga:Talent Connect: Solusi Employer Branding bagi Perusahaan Anda2. Menggunakan Sosial Media Beberapa perusahaan besar seperti Apple, Uber dan Zappos menggunakan sosial media sebagai strategi rekrutmen perusahaannya. Cara merekrut karyawan menggunakan sosial media atau website adalah ide yang bagus untuk menjangkau kandidat berkualitas di luar sana. Untuk membuat lowongan pekerjaan makin menarik, tim HRD bisa menampilkan berbagai informasi di sosial media, seperti: Deskripsi pekerjaan (job desk) yang singkat dan jelasPenjelasan tentang budaya kerja di perusahaan (Misalnya, jam masuk kerja, pekerjaan bisa dilakukan secara remote, dll.)Employee Benefit dan fasilitas yang akan diterima oleh karyawan Sosial media yang bisa digunakan untuk menerapkan teknik rekrutmen ini yaitu LinkedIn, Instagram, Facebook, dan Twitter. Media sosial ini tidak hanya digunakan untuk menyebarkan lowongan kerja saja, tetapi juga bisa digunakan untuk membangun employer branding. Karena media sosial dapat dengan mudah menjangkau banyak orang, citra positif perusahaan bisa menyebar lebih cepat. Contoh rekrutmen tenaga kerja melalui employer branding dan sosial media yaitu menunjukkan baiknya kehidupan sehari-hari para tenaga kerja di perusahaan melalui video yang di post di akun Instagram perusahaan.3. Memastikan Kualitas Wawancara Kerja BerkualitasSemua teknik perekrutan tenaga kerja dalam suatu perusahaan pasti mencakup tahap wawancara. Biasanya wawancara dilakukan melalui telepon, video call, atau bertemu secara langsung dengan tim HRD. Tahap ini digunakan untuk mempersempit pilihan dan untuk mengenal kandidat lebih lanjut, baik itu kepribadian kandidat, kemampuan, motivasi, hingga harapan yang dimiliki kandidat terhadap posisi yang dilamar. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan wawancara yang berkualitas untuk menemukan kandidat yang terbaik untuk posisi yang dibutuhkan. Strategi rekrutmen ini juga akan membantu kandidat untuk mengenal lebih dalam tentang posisi yang dilamar. Wawancara yang tidak berkualitas akan memberikan dampak yang negatif terhadap reputasi perusahaan dan mengubah pandangan kandidat terhadap perusahaan. 4. Memperlakukan Kandidat Dengan Baik Sudah diketahui bahwa kepuasan pelanggan adalah prioritas bagi pemilik bisnis. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memperlakukan kandidat layaknya seperti pelanggan dan memberikan kesan pertama yang baik. Strategi rekrutmen ini ditujukan agar kandidat merasa dihargai dan semakin tertarik untuk menjadi anggota perusahaan. Selain itu, reputasi perusahaan juga akan semakin meningkat di mata pencari kerja. Hal yang bisa dilakukan oleh pihak perusahaan ketika wawancara atau berkomunikasi dengan kandidat, yaitu: Bersikap ramah terhadap kandidatMembuat kandidat merasa diterima dan nyamanMenghormati waktu kandidatMemberikan kandidat potensial kontak informasi kamu 5. Menganalisa Kebutuhan Perusahaan Arti rekrut dalam bisnis yaitu merekrut kandidat terbaik untuk menjadi anggota baru dalam perusahaan. Hal yang dilakukan sebelum merekrut karyawan adalah perusahaan perlu mengidentifikasi posisi apa yang sedang dibutuhkan di dalam perusahaan. Tidak hanya mencari tahu posisi yang dibutuhkan, tetapi tim HRD juga perlu mempertimbangkan berbagai hal di bawah ini: Tujuan Perusahaan Pihak perusahaan perlu mempertimbangkan hal yang ingin dicapai dalam jangka panjang maupun pendek dan bagaimana rekrutmen ini akan membantu perusahaan mencapai tujuan itu. Deskripsi Pekerjaan Lowongan Deskripsi pekerjaan harus mencakup keterampilan khusus, pengalaman, kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan untuk lowongan tersebut. Timeline Rekrutmen Tim HRD perlu mempertimbangkan waktu yang tersedia untuk merekrut karyawan dan kapan kandidat tersebut harus mulai bekerja di perusahaan. Jika perusahaan memerlukan kandidat untuk segera mulai bekerja, maka perusahaan memerlukan sumber daya yang besar dalam proses merekrut karyawan. Skill, Kualifikasi, dan Pengalaman Keterampilan, kualifikasi, dan pengalaman kerja yang dibutuhkan tentu akan berbeda-beda tergantung dengan posisi yang ditawarkan oleh perusahaan. Keterampilan, kualifikasi, dan pengalaman kerja yang biasanya menjadi faktor dalam proses perekrutan adalah: Keterampilan: keterampilan yang berkaitan dengan komputer atau penggunaan software tertentu, keterampilan komunikasi, kepemimpinan, keterampilan interpersonal, dll.Kualifikasi pendidikan: gelar yang relevan (sarjana, magister, atau doktor), sertifikasi, lisensi, dan bahasa.Pengalaman kerja: pengalaman kerja yang relevan dan prestasi dari karir sebelumnya. 6. Mempertimbangkan Kandidat Sebelumnya Metode rekrutmen karyawan yang satu ini juga sering diterapkan karena proses merekrut karyawan potensial tidak selalu berhasil. Kegagalan merekrut kandidat potensial bisa saja terjadi karena timing yang tidak tepat atau faktor lainnya. Untuk mengatasi kegagalan ini, tim HRD boleh mempertimbangkan kandidat lain yang sebelumnya gagal direkrut. Dengan merekrut kandidat potensial sebelumnya, perusahaan akan tetap memperoleh tenaga kerja yang berkualitas. 7. Menggunakan Kanal Rekrutmen yang Bervariasi Memanfaatkan berbagai macam kanal rekrutmen merupakan salah satu cara merekrut karyawan yang berkualitas yang efektif. Teknik rekrutmen ini membantu perusahaan untuk menjangkau calon karyawan yang lebih banyak. Beberapa media yang bisa dimanfaatkan untuk proses rekrutmen karyawan adalah: Job BoardSosial Media (Facebook, Linkedin, Instagram, Twitter, dll.)Job FairProgram ReferralWebsite Perusahaan Hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan kanal-kanal ini yaitu mempertahankan reputasi perusahaan. Perusahaan perlu memastikan bahwa pesan yang disampaikan selalu konsisten dan mencerminkan citra positif. 8. Menyederhanakan Proses Rekrutmen Kandidat Proses rekrutmen karyawan adalah proses yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu banyak. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan dapat membuat proses rekrutmen yang lebih sederhana. Ketika menyederhanakan proses rekrutmen, pastikan bahwa proses tersebut tetap profesional dan transparan. Ada beberapa cara merekrut karyawan yang sederhana tetapi efektif dan efisien, meliputi: Menentukan Kriteria Memiliki kriteria yang jelas tentang kualifikasi dan skill yang dibutuhkan dapat membantu menyeleksi calon karyawan yang tepat dan memenuhi persyaratan. Menggunakan Aplikasi Online Aplikasi online dapat membantu tim HRD mengumpulkan data dari kandidat potensial dan menyaring kandidat sesuai dengan kriteria yang ditentukan dengan cepat. Melakukan Wawancara Singkat Mengundang kandidat potensial untuk melakukan wawancara singkat dapat mempersempit kandidat yang lolos untuk diundang ke tahap berikutnya. Mengadakan Tes Online Tes online seperti tes kemampuan dan tes kepribadian akan membantu perusahan memperoleh informasi akurat terkait dengan kandidat dengan lebih cepat. Melibatkan Departemen Terkait Melibatkan departemen terkait selain tim HRD, misalnya supervisor departemen terkait, dalam proses merekrut karyawan akan meningkatkan kepastian pengambilan keputusan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.👉Baca Juga:Cara Merekrut Karyawan di Kala Persaingan yang Ketat9. Merekap Performa dan Metrik Rekrutmen Untuk memastikan proses merekrut karyawan tetap berjalan dengan lancar dan efektif, perusahaan perlu melacak performa dan metrik dari proses rekrutmen. Hal ini juga akan membantu perusahaan merencanakan manpower yang tepat dan sesuai. Di bawah ini adalah metrik rekrutmen yang bisa digunakan untuk melacak rekrutmen karyawan: Quality of Hire (QoH) QoH digunakan untuk menghitung seberapa efektif karyawan baru dalam melakukan tugasnya dan seberapa baik karyawan tersebut beradaptasi dengan budaya perusahaan. Time to Fill (TTF) TTF digunakan untuk mengukur waktu yang dibutuhkan untuk mengisi posisi yang sedang dibutuhkan perusahaan, mulai dari penyebaran informasi akan lowongan pekerjaan, hingga kapan karyawan dapat mulai bekerja. Cost per Hire (CPH) CPH digunakan untuk menghitung biaya pengeluaran ketika merekrut karyawan. Biaya tersebut termasuk biaya iklan lowongan kerja, biaya jasa rekrutmen, dll. Retention Rate (RR) RR digunakan untuk menghitung persentase karyawan yang tetap lanjut bekerja di perusahaan selama periode tertentu. Applicant to Hire Ratio (AHR) AHR digunakan untuk menghitung jumlah orang yang melamar pekerjaan yang diterima dibandingkan dengan jumlah karyawan yang dipekerjakan di perusahaan. Dengan menggunakan metrik-metrik rekrutmen ini, perusahaan dapat menjadi lebih paham mengenai efektivitas strategi rekrutmen yang diterapkan dan mencari cara untuk meningkatkan proses rekrutmen dengan cara: Mengetahui informasi biaya pengeluaran rekrutmen dan mencari cara untuk mengurangi pengeluaran.Memahami efektivitas proses rekrutmen karyawan sehingga dapat meningkatkan strategi rekrutmen.Mengetahui apakah karyawan baru memiliki keterampilan dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.Memahami seberapa efektif perusahaan mempertahankan karyawan bekerja di perusahaan.Mengevaluasi program pengembangan dan pelatihan yang diterapkan di perusahaan.👉Baca Juga:15 Cara Merekrut Karyawan Kompeten, Pelajari Strategi Ini! 10. Menggunakan Jasa Headhunter dan Perekrutan Jika perusahaan memerlukan bantuan dalam merekrut karyawan, perusahaan bisa mempertimbangkan jasa headhunter. Headhunter akan membantu perusahaan mencari karyawan yang memiliki skill dan kualifikasi sesuai yang dibutuhkan perusahaan. Headhunter akan membantu klien mencari karyawan baru yang memiliki kriteria yang sudah ditentukan oleh klien. Tidak hanya itu, headhunter juga dapat memberikan tawaran pekerjaan kepada kandidat dari kantor lain yang sedang tidak aktif mencari kerja. Kemudian, headhunter akan menunjukkan sebuah catatan atau laporan yang mencakup profil para kandidat yang memenuhi kriteria yang ditentukan. Dengan bantuan headhunter, tentu perusahaan akan menghemat waktu dan lebih mudah dalam menemukan karyawan idea. 11. Menuliskan Deskripsi Kerja yang Menarik Penulisan deskripsi pekerjaan untuk menarik perhatian adalah salah satu hal yang penting dalam strategi rekrutmen. Deskripsi pekerjaan yang menarik dan detail akan menarik para kandidat yang profesional untuk melamar pekerjaan di perusahaan tersebut. Buatlah deskripsi pekerjaan yang singkat tetapi jelas. Kamu bisa memasukkan budaya perusahaan, nilai perusahaan, keunggulan perusahaan dan gaji yang ditawarkan. Selain itu, insentif dan fasilitas yang ditawarkan oleh perusahaan juga boleh disertakan di dalam iklan lowongan kerja tersebut, misalnya bonus, asuransi kesehatan, dana pensiun, undangan makan bersama, team bonding activity, kursus pelatihan, dll. 12. Melakukan Internal Hiring Internal Hiring atau Rekrutmen Internal adalah proses perekrutan untuk karyawan yang sudah bekerja di dalam perusahaan. Artinya, kandidat bukan berasal dari luar perusahaan. Internal Hiring dilakukan ketika ada karyawan yang menunjukkan minat terhadap posisi yang dibutuhkan perusahaan pada saat itu. Teknik rekrutmen ini bertujuan untuk memindahkan karyawan dari posisi yang lama ke posisi baru. Pemindahan ini bisa berupa mempromosikan karyawan ke jabatan yang lebih atas atau bisa juga berupa penurunan jabatan. Jadi, tim HRD akan mempublikasi lowongan pekerjaan yang dibuka di dalam perusahaan dahulu sebelum menyebarkannya ke luar perusahaan. Jika posisi tersebut sudah diisi oleh karyawan dari dalam perusahaan, maka tim HRD tidak perlu mempublikasikan lowongan tersebut. 13. Membuka Referral Ada juga perusahaan yang memiliki program referral. Referral adalah program di mana perusahaan meminta karyawannya untuk memberikan rekomendasi kandidat potensial dari jaringan mereka untuk mengisi posisi yang sedang dibutuhkan. Program ini dapat meningkatkan kemungkinan kandidat yang diterima memiliki keterampilan dan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat itu. Biasanya program referral menawarkan insentif kepada karyawan yang merekomendasikan kandidat, misalnya bonus, cuti, atau insentif lainnya sesuai dengan kebijakan perusahaan.14. Tes Kompetensi Mengadakan tes kompetensi sebelum mengundang interview juga merupakan cara membuat open recruitment yang efektif. Tes kompetensi ini dapat digunakan untuk mengukur kemampuan dan kualifikasi yang dimiliki kandidat. Tes kompetensi perlu dirancang sebaik mungkin supaya dapat menilai apakah kandidat memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas dari posisi yang dibutuhkan. Informasi yang diperoleh dari tes kompetensi ini dapat digunakan untuk membantu pengambilan keputusan mengenai perekrutan kandidat atau bahkan promosi karyawan. 15. Membuka Rekrutmen dan Interview Secara Virtual Salah satu contoh rekrutmen perusahaan lainnya yang efektif adalah membuka rekrutmen dan wawancara secara virtual. Strategi rekrutmen ini mulai banyak diterapkan sejak pandemi COVID-19. Menurut survei yang dilakukan oleh Robert Half, konsultan sumber daya manusia di Amerika Serikat, 60% responden mengatakan bahwa wawancara virtual telah menghemat waktu rekrutmen dan memperluas pencarian kandidat berbakat di luar Amerika Serikat. Selebihnya, menggunakan teknologi untuk wawancara virtual dapat memberikan banyak manfaat lainnya, seperti tidak terbebani persiapan yang rumit, jumlah kandidat yang diwawancarai lebih banyak, wawancara dapat dilakukan dalam waktu singkat, waktu wawancara lebih fleksibel, dan pengambilan keputusan bisa lebih cepat. 16. Tinjau CV Dokumen utama yang diperlukan dalam merekrut karyawan adalah CV atau Resume. Tim HRD biasanya akan melakukan screening CV, surat lamaran kerja, dan portofolio dari para pelamar kerja terlebih dahulu untuk menentukan siapa yang lolos ke tahap berikutnya. Dengan kemajuan teknologi, banyak perusahaan sekarang menggunakan ATS (Applicant Tracking System). ATS adalah sistem atau aplikasi perangkat lunak yang membantu tim HRD menyeleksi CV kandidat yang dikumpulkan. Dengan ATS ini, pelamar pekerjaan harus mengisi form dan melampirkan CV dan dokumen penting lainnya ke dalam sistem. Kemudian, ATS akan mengambil informasi tersebut dan menyimpannya ke dalam database yang terpisah.Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaan Anda. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga! 🎉Pasang LokerCara Menerapkan Strategi RekrutmenCara Menerapkan Strategi RekrutmenEvaluasi Metode Perekrutan Karyawan Saat Ini Metode perekrutan karyawan perlu di-update agar tidak terlalu tradisional dan menghambat perusahaan dalam menemukan kandidat dengan kualifikasi dan kualitas yang baik. Dengan melakukan evaluasi, perusahaan akan memperoleh informasi tentang teknik rekrutmen mana yang tidak efektif dan memerlukan perubahan. Identifikasi Posisi dan Kualifikasi yang Dibutuhkan Hal yang perlu dilakukan sebelum melakukan perekrutan adalah mencari tahu posisi dan kualifikasi apa yang sedang dibutuhkan oleh perusahaan. Utamakan merekrut karyawan untuk posisi yang tugasnya banyak dan belum bisa diatasi karyawan saat ini. Kemudian, pastikan deskripsi pekerjaan, posisi, dan kualifikasi (pendidikan, keterampilan, dll.) sudah disusun dengan jelas. Bagian ini penting untuk mencapai proses rekrutmen yang efektif. Menentukan Strategi Terbaik Informasi yang dikumpulkan dari evaluasi dan identifikasi kebutuhan akan membantu pihak perusahaan memilih cara merekrut karyawan yang berkualitas dengan tepat. Misalnya, memilih metode rekrutmen karyawan menggunakan situs lowongan kerja (Linkedin, Careerjet, Jobstreet, dll.), menentukan syarat untuk menilai kandidat potensial, screening dokumen, hingga wawancara. Mempersiapkan Dana Semua proses dalam perusahaan membutuhkan dana. Perlu diperhatikan bahwa beberapa strategi rekrutmen memerlukan biaya yang cukup banyak. Oleh karena itu tim HRD perlu membuat anggaran terlebih dahulu. Kemudian, tim HRD perlu menyesuaikan anggaran yang dimiliki dengan metode perekrutan karyawan yang dipilih. Mengatur Jadwal Proses rekrut karyawan adalah kegiatan yang memakan cukup banyak waktu. Oleh karena itu, diperlukan untuk membuat sebuah jadwal supaya strategi rekrutmen berjalan dengan efektif dan efisien. Aturlah jadwal mulai dari skrining CV, proses seleksi, pelaksanaan tes, hingga wawancara. Menjalankan Proses Perekrutan Setelah semua resource dan alat yang dibutuhkan sudah siap dan tersedia, ini waktunya perusahaan melakukan seleksi kandidat. Langkah terakhir ini adalah pelaksanaan proses perekrutan sesuai dengan cara mencari karyawan yang sudah ditentukan tadi. Kesimpulan Nah, itulah beberapa strategi rekrutmen yang bisa diterapkan di perusahaan kamu. Rekrutmen karyawan adalah salah satu kunci untuk mengembangkan suatu perusahaan karena karyawan berkualitas yang akan mendukung pertumbuhan suatu perusahaan. Oleh karena itu, pertimbangkan dengan hati-hati ketika memilih strategi rekrutmen dan pastikan strategi yang kamu pilih tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.Cakeadalah platform rekrutmen dengan +8 jutadatabasetalenta di talent pool global.Pasang lowongan kerja gratisuntuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkanEmployer Brandinglebih efektif bersama Cake. Didukung teknologi ATSCake AIdanRecruitment Consultantprofesional, mulai temukan talenta berkualitas lebih cepat!Dapatkan wawasan mendalam dan konten informatif terkait rekrutmen, manajemen SDM,employer branding,serta tren terbaru di dunia HR hanya di Cake. Jadikan kami sumber terpercaya Anda untuk strategi perekrutan yang efektif dan solusi SDM yang inovatif.
Career Development
Jan 13th 2026

9 Jenis Tunjangan Kerja Bagi Karyawan, Perbedaan, dan Pengertiannya

“Dapet tunjangan gak, ya?” itulah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh pekerja saat melamar kerja dan setiap akhir bulan. Tidak heran mengapa ini menjadi pertanyaan yang lumrah di antara karyawan karena tunjangan adalah tambahan yang diberikan diluar gaji pokok, entah itu dalam bentuk uang maupun program untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan. Tunjangan kerja yang menarik merupakan faktor penting untuk meningkatkan retensi karyawan, mengurangi turnover, serta menarik talenta terbaik. Setiap karyawan berhak mendapatkan tunjangan dari perusahaan, namun sifatnya opsional. Tapi perlu diingat bahwa arti tunjangan itu berbeda dengan insentif dan gaji, ya. Kalau begitu, tunjangan itu apa dan apa bedanya dengan gaji pokok dan insentif? Tanpa lama-lama, yuk, pahami apa itu tunjangan kerja dan macam-macamnya di artikel CakeResume ini!📚Baca Juga: Wajib Tahu!Apa itu Gaji Pokok? Cari Tahu Aturan, Komponen, dan Perhitungannya di Sini!Daftar isi:Pengertian Tunjangan Jenis-Jenis Tunjangan Menurut Surat Edaran Menaker Persentase Tunjangan Dalam Gaji Karyawan Macam-macam Tunjangan KaryawanApa yang Dimaksud dengan Tunjangan?Apa itu Tunjangan? Tunjangan adalah benefit yang diterima karyawan saat menerima gaji pokok. Tunjangan adalah salah satu bagian dari komponen gaji dan diberikan dengan berbagai alasan tertentu seperti menambah biaya lebih untuk persiapan hari raya karyawan. Perusahaan memberikan tunjangan dengan tujuan untuk meningkatkan loyalitas dan kesejahteraan karyawan. Karyawan yang mendapatkan tunjangan kerja kemungkinan besar akan lebih termotivasi dan fokus saat bekerja. Selain itu, perusahaan juga akan diuntungkan dari segi employer branding dimana perusahaan akan dikenal sebagai perusahaan yang profesional, sehingga para talenta berbakat akan lebih tertarik untuk melamar di perusahaan tersebut.Mau CV kamu menarik seperti contoh diatas? CakeResume menyediakan CV builder GRATIS dengan template menarik. Bisa download sebagai PDF.🎉Buat CV Perbedaan dari Tunjangan, Insentif, dan, Gaji Sekilas, tunjangan, insentif, dan gaji terlihat memiliki arti yang sama. Tapi sebenarnya ketiga ini merupakan komponen gaji yang berbeda. Perhatikan penjelasan ini untuk lebih jelasnya: Tunjangan: tambahan di luar gaji dan diberikan kepada karyawan dan keluarganya untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan. Tunjangan kerja dapat berupa uang tunai dan non-tunai.Insentif: tambahan di luar gaji dan diberikan sebagai bonus atau penghargaan untuk mengapresiasi kinerja karyawan. Insentif dapat diberikan dalam bentuk uang tunai dan non-tunai.Gaji pokok: penghasilan bersih yang didapatkan karyawan atas hasil kerjanya.Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di CakeResume! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Kerja2 Jenis Tunjangan Menurut Surat Edaran MenakerBerdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja (Menaker) nomor 7 tahun 1990, tunjangan karyawan dibagi menjadi dua jenis, yaitu tunjangan tetap dan tidak tetap. Berikut penjelasannya: 1. Tunjangan Tetap Tunjangan tetap adalah tunjangan yang diberikan secara teratur atau berkala dalam jumlah yang sama. Jumlah ini tidak dipengaruhi oleh kehadiran ataupun prestasi karyawan contohnya tunjangan BPJS ketenagakerjaan.💡 Apa itu tunjangan bulanan?Tunjangan bulanan adalah kompensasi yang diterima karyawan setiap bulannya. Bisa dibilang tunjangan bulanan adalah tunjangan tetap karyawan. 2. Tunjangan Tidak Tetap Tunjangan tidak tetap adalah tunjangan yang jumlahnya dipengaruhi oleh kehadiran karyawan. Perhitungannya juga bisa ditentukan melalui kesepakatan antara perusahaan dan karyawan. Contoh tunjangan tidak tetap adalah tunjangan transportasi dan makanan.Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di CakeResume! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari KerjaPersentase Tunjangan Dalam GajiSeperti yang telah disebutkan sebelumnya, tunjangan adalah salah satu komponen dari gaji. Jadi, saat karyawan menerima gaji, karyawan akan menerima gaji pokok, tunjangan, dan insentif. Menariknya, tunjangan pokok adalah bagian dari gaji pokok karyawan. Sederhananya “gaji karyawan = (gaji pokok + tunjangan tetap) + tunjangan tidak tetap *opsional* + insentif *opsional*”. Nah, seberapa besar persentase tunjangan pokok dari gaji pokok yang diterima karyawan? Berdasarkan UU No. 11 tahun 2020 Tentang Cipta Kerja Pasal 94, besaran upah pokok yang didapat karyawan paling sedikit 75%, sehingga persentase tunjangan pokoknya maksimum 25%. Macam-macam Tunjangan Karyawan1. Tunjangan Umum Tunjangan umum adalah tunjangan yang diberikan kepada karyawan tidak mendapatkan tunjangan jabatan. Umumnya tunjangan umum ini diberikan kepada CPNS dan PNS. 2. Tunjangan Kesehatan BPJS Kesehatan merupakan tunjangan kesehatan yang paling umum untuk diberikan. Tunjangan ini berfungsi untuk membantu karyawan menjaga kesehatan dan produktivitasnya. Mereka dapat melakukan check-up hingga berobat secara gratis. 3. Tunjangan Jabatan Tunjangan jabatan dibagi menjadi dua, yaitu tunjangan jabatan fungsional dan tunjangan jabatan struktural. Tunjangan jabatan diberikan kepada karyawan yang diangkat atau ditugaskan ke jabatan tertentu. 4. Tunjangan Keluarga Tunjangan keluarga adalah tunjangan yang diberikan kepada karyawan yang sudah berkeluarga. Contohnya adalah tunjangan istri dan tunjangan anak dengan syarat istri tidak berpenghasilan dan anak dibawah umur 21 dan belum bekerja. Tunjangan keluarga dapat diberikan dalam bentuk uang tunai atau asuransi (asuransi pendidikan dan kesehatan).Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di CakeResume! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Kerja 5. Tunjangan Hari Raya Tunjangan hari raya (THR) adalah tunjangan yang paling dinantikan para karyawan. Biasanya THR diberikan menjelang hari raya tertentu seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, atau Tahun Baru Imlek. 6. Tunjangan Transportasi Tunjangan transportasi bersifat tunjangan tidak tetap karena berkaitan dengan kehadiran karyawan. Tunjangan transportasi dapat diberikan dalam bentuk uang tunai atau fasilitas antar jemput karyawan gunanya untuk mempermudah karyawan datang ke lokasi kerja. 7. Tunjangan Makan Siang Sama seperti tunjangan transportasi, tunjangan makan siang juga merupakan tunjangan tidak tetap. Tunjangan makan siang dapat berupa uang tunai, fasilitas makan siang dari kantor, diskon makan siang di kantin kantor, dan lainnya. Sekarang, ada banyak kantor yang juga memberikan fasilitas snack untuk karyawannya. 8. Tunjangan Pensiun Tunjangan pensiun biasanya meliputi uang pesangon dan/atau jaminan pensiun dari BPJS ketenagakerjaan. Tunjangan ini diberikan kepada karyawan yang masa kerjanya telah berakhir dan telah memasuki masa pensiun. 9. Tunjangan Perumahan Ada beberapa perusahaan yang menawarkan tunjangan perumahan untuk karyawannya. Biasanya perusahaan bisa memberikan fasilitas asrama atau rumah dinas. Tapi bisa juga tunjangan ini diberikan dalam bentuk uang tunai.KesimpulanTunjangan artinya kompensasi yang diterima karyawan saat menerima gaji pokok.Komponen gaji terdiri dari tunjangan, insentif, dan gaji pokok. Ketiganya memiliki arti yang berbeda.Terdapat dua jenis tunjangan, yaitu tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap.Persentase maksimum tunjangan pokok adalah 25% dari gaji pokok.Macam-macam tunjangan kerja: tunjangan jabatan, tunjangan umum, tunjangan kesehatan, tunjangan kesehatan, tunjangan keluarga, THR, tunjangan transportasi, tunjangan makan siang, tunjangan pensiun, dan tunjangan perumahan.Mau CV kamu menarik seperti contoh diatas? CakeResume menyediakan CV builder GRATIS dengan template menarik. Bisa download sebagai PDF.🎉Buat CVIngin buat CV ATS-friendly yang profesional biar dilirik HRD? Cobain CakeResume untuk membuat CV Online, portofolio lamaran kerja, dan juga cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami. 100% GRATIS!
People Operations
Jan 19th 2025

Remunerasi Adalah: Jenis, Sistem, dan FAQ Lengkap!

Remunerasi adalah imbalan atau kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan sebagai balas jasa atas pekerjaan mereka. Remunerasi atau yang biasa disebut juga dengan remon mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat umum. Namun untuk kesejahteraan pribadi dan kelangsungan hidup perusahaan di masa depan, sebaiknya setiap karyawan perlu paham arti istilah ini. Remunerasi adalah salah satu cara perusahaan untuk menjaga motivasi semangat kerja karyawan sehari-hari. Ketika karyawan merasa diapresiasi dengan imbalan, maka loyalitas akan meningkat. Hal ini sesuai dengan survei yang dilakukan Canva, yang mengungkap bahwa 94% karyawan yang merasa sangat dihargai mencintai tempat kerja mereka, dan 91% mencintai pekerjaan mereka. Imbalan remunerasi bisa berupa tunai maupun nontunai. Lantas, apa bedanya dengan gaji? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini!Daftar isi: Pengertian Remunerasi dan Regulasinya Jenis-Jenis Remunerasi Sistem Pemberian Remunerasi dan Faktor Pengaruh Besarannya FAQ Seputar Remunerasi Pengertian Remunerasi dan Regulasinya Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, arti remunerasi adalah imbalan atau kompensasi untuk karyawan sebagai penghargaan atas pekerjaan dan kontribusinya di perusahaan. Imbalan ini tidak hanya berupa gaji pokok, tetapi juga mencakup tunjangan, bonus, insentif, hingga fasilitas lain seperti asuransi atau kendaraan dinas. Remunerasi adalah istilah yang lebih familiar digunakan dalam instansi pemerintahan. Hal ini karena kebijakan remunerasi mempunyai tujuan untuk menata sistem penggajian para PNS atau Pegawai Negeri Sipil. Tujuannya agar para PNS memiliki kinerja dan juga tanggung jawab terhadap pekerjaan yang lebih baik dan tidak mudah tergiur untuk melakukan korupsi. Aturan remunerasi, khususnya dalam instansi pemerintah telah dituangkan dalam beberapa peraturan perundang-undangan di Indonesia, seperti Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah. Dalam pasal 23 ayat (1) disebutkan bahwa Pejabat Pengelola dan BLUD atau Badan Layanan Umum Daerah diberikan remunerasi berdasarkan tanggung jawab dan profesionalisme. Lalu dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 176/PMK.05/2017, disebutkan bahwa remunerasi adalah imbalan kerja yang diberikan kepada pejabat pengelola, dewan pengawas, dan pegawai. 💡 Fakta menarik: Asuransi kesehatan jadi prioritas utama bagi karyawan, di mana 88% pencari kerja mempertimbangkan secara mendalam mengenai asuransi kesehatan, gigi dan penglihatan saat memilih antara pekerjaan bergaji tinggi dan pekerjaan bergaji rendah namun dengan tunjangan yang lebih baik. 📚 Baca juga:15+ Strategi Rekrutmen Ampuh Untuk Mencari Karyawan Terbaik! Jenis-Jenis Remunerasi Remunerasi adalah kompensasi yang diterima oleh karyawan dalam berbagai bentuk, tidak hanya terbatas pada pembayaran uang, tetapi juga nontunai. Dalam aturan Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 pasal 23 ayat (2) sebenarnya sudah disebutkan apa saja jenis remunerasi, yaitu gaji, tunjangan tetap, insentif, bonus, pesangon, dan pensiun. Namun, aturan tersebut memang dikhususkan untuk BLUD. Sedangkan, secara umum, remunerasi adalah bentuk imbalan yang memiliki beberapa jenis. Dilansir dari laman Indeed, berikut jenis remunerasi tunai: 1. Gaji Pokok Ini adalah pembayaran tetap yang diterima karyawan secara rutin tiap bulan sesuai kesepakatan di kontrak kerja. Untuk besaran yang diberikan biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pendidikan, pengalaman kerja, tanggung jawab yang dipegang dan jabatan. 2. Upah Ini adalah imbalan yang dibayarkan pemberi kerja kepada karyawan yang didasarkan dari jumlah tetap per tugas atau tarif per jam atau per hari. Termasuk juga ketika karyawan melakukan pekerjaannya di luar jam kerja normal yang telah ditetapkan, maka berhak mendapat tambahan upah lembur. 3. Tunjangan Tunjangan merupakan pembayaran tambahan di luar gaji pokok yang bertujuan untuk membantu karyawan dalam memenuhi kebutuhan spesifik mereka. Tunjangan ini bisa meliputi tunjangan kesehatan, tunjangan makan, tunjangan transportasi, tunjangan hari raya (THR), dan tunjangan lainnya. 4. Komisi Jenis remunerasi ini biasanya digunakan khusus untuk pekerjaan yang berorientasi pada penjualan. Komisi adalah imbalan yang diberikan perusahaan berdasarkan persentase dari hasil penjualan yang berhasil dicapai karyawan. Komisi ini mendorong karyawan untuk meningkatkan kinerjanya dalam mencapai target penjualan. 5. Insentif Tunai Berbeda dengan komisi yang hanya diberikan berdasarkan persentase per karyawan penjualan, bonus atau insentif tunai bisa diberikan dalam bentuk bonus tahunan, bonus berdasarkan hasil pencapaian individu atau tim, atau bonus berdasarkan performa perusahaan. 6. Bonus Liburan Selain dalam bentuk cash, pemberian bonus juga bisa berbentuk liburan, seperti liburan akhir tahun atau perayaan tahun baru. Remunerasi yang satu ini bertujuan untuk memberikan penghargaan atas kerja keras karyawan dan memberi mereka dukungan finansial untuk merayakan liburan dengan keluarga atau teman-teman. 7. Dividen Remunerasi adalah bentuk imbalan yang diberikan perusahaan kepada karyawan atas kontribusinya, dan dividen adalah salah satu bentuk remunerasi yang dipilih karena berkaitan dengan pembagian keuntungan. Perusahaan membagi sebagian dari laba atau keuntungan perusahaan kepada karyawan berdasarkan kinerja perusahaan. Untuk remunerasi nontunai biasanya lebih fokus pada kesejahteraan karyawan, pengembangan diri, dan pengakuan atas pencapaian mereka. Beberapa bentuk remunerasi ini adalah: Penghargaan atau pujianKesempatan pengembangan karierFasilitas kesehatan dan kesejahteraan, misal keanggotaan pusat kebugaranFleksibilitas kerja Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaanmu. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga! 🎉Pasang SekarangJenis-Jenis Remunerasi Sistem Pemberian Remunerasi dan Faktor Pengaruh Besarannya Karena fungsinya sebagai imbalan jasa karyawan, maka biaya remunerasi adalah bagian dari total pengeluaran perusahaan yang mencakup gaji pokok, insentif, bonus, dan berbagai tunjangan. Sistem remunerasi adalah struktur atau cara yang digunakan oleh perusahaan untuk memberikan kompensasi kepada karyawan. Setiap perusahaan bisa saja memiliki sistem atau cara yang berbeda, tergantung pada kebijakan internal dan tujuan bisnis yang ingin dicapai. Faktor Pengaruh Besarannya Remunerasi Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 176/PMK.05/2017 pasal (3) disebutkan remunerasi diberikan berdasarkan tingkat tanggung jawab dan profesionalisme dengan mempertimbangkan proporsionalitas, kesetaraan, kepatutan dan kinerja. Sedangkan secara umum, beberapa faktor yang mempengaruhi besar remunerasi adalah sebagai berikut: Kinerja Individu Faktor utama yang paling memengaruhi besaran remunerasi adalah kinerja masing-masing karyawan. Karyawan yang berhasil memenuhi atau melebihi target yang telah ditentukan biasanya mendapatkan kompensasi lebih, baik dalam bentuk bonus, kenaikan gaji, atau tunjangan tambahan. Kinerja Perusahaan Biaya remunerasi adalah salah satu pengeluaran terbesar bagi perusahaan, dan besarannya sangat dipengaruhi oleh kinerja perusahaan itu sendiri. Jika perusahaan mengalami keuntungan yang signifikan, maka akan ada pembagian laba dalam bentuk bonus atau insentif bagi karyawan. Sebaliknya, jika perusahaan mengalami kerugian atau penurunan pendapatan, pengeluaran untuk remunerasi bisa dikurangi atau disesuaikan. Tingkat Pendidikan dan Pengalaman Karyawan dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi atau pengalaman yang lebih banyak biasanya berhak mendapatkan remunerasi yang lebih tinggi. Hal ini karena mereka dianggap memiliki keterampilan dan pengetahuan yang lebih dalam bidang pekerjaan tertentu, yang tentunya lebih berharga bagi perusahaan. Kebijakan Pemerintah Faktor penting yang juga jadi pertimbangan pemberian remunerasi adalah kebijakan pemerintah tentang upah minimum dan pajak. Setiap perusahaan diwajibkan untuk memenuhi standar minimum yang telah ditetapkan pemerintah, seperti upah minimum regional (UMR) atau tunjangan tertentu. Selain itu, perubahan peraturan mengenai pajak atau jaminan sosial dapat memengaruhi besaran total remunerasi yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan.📚 Baca juga:Pentingnya Employer Branding dan Strategi Efektif Membangunnya FAQ Seputar Remunerasi 1. Apa yang dimaksud dengan remunerasi? Remunerasi adalah imbalan yang diberikan perusahaan kepada karyawan mereka atas jasa yang sudah dilakukan. Remunerasi ini bisa berupa gaji, bonus, komisi, tunjangan, atau manfaat lainnya baik dalam bentuk tunai maupun nontunai. 2. Apa bedanya remunerasi dan gaji? Gaji adalah salah satu bentuk atau jenis dari remunerasi yang diberikan kepada karyawan rutin setiap bulannya. Sedangkan remunerasi adalah seluruh bentuk kompensasi, termasuk gaji, bonus, tunjangan, asuransi, dan manfaat lainnya yang bisa diberikan perusahaan. 3. Remunerasi karyawan apa saja? Beberapa contoh remunerasi adalah gaji pokok, bonus, tunjangan kesehatan, tunjangan transportasi, waktu cuti berbayar, dividen dan kompensasi lainnya yang dapat diterima oleh karyawan. 4. Apakah remon dan gaji sama? "Remon" adalah istilah lain untuk menyebut "remunerasi". Artinya, remon sering digunakan untuk menggambarkan keseluruhan imbalan yang diterima karyawan, sementara gaji hanya salah satu bagian dari remunerasi. Jadi, remunerasi adalah istilah yang lebih luas, mencakup lebih dari sekadar gaji. 5. Berapa remunerasi karyawan? Besaran remunerasi itu bervariasi tergantung pada banyak faktor seperti posisi, pengalaman, industri, dan lokasi perusahaan. Hal yang pasti, remunerasi dapat meliputi gaji pokok, bonus, tunjangan, dan berbagai manfaat lainnya. 6. Apakah remunerasi diberikan setiap bulan? Sebagian besar perusahaan memberikan remunerasi setiap bulan dalam bentuk gaji pokok, namun bentuk remunerasi lain seperti bonus atau tunjangan tertentu mungkin diberikan secara berkala, misalnya tahunan atau berdasarkan pencapaian kinerja. 7. Apakah PPPK dapat remunerasi? Ya, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) juga mendapatkan remunerasi sebagai imbalan atas pekerjaan mereka seperti PNS. Namun, besaran dan bentuk remunerasi PPPK biasanya mengikuti ketentuan yang berlaku dalam kebijakan pemerintah. 📚 Baca juga:9 Contoh Kontrak Kerja Karyawan untuk Berbagai Posisi, Siap Pakai! Cake adalah platform rekrutmen dengan +8 juta database talenta di talent pool global. Pasang lowongan kerja gratis untuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkan Employer Branding lebih efektif bersama Cake. Didukung teknologi ATS Cake AI dan Recruitment Consultant profesional, mulai temukan talenta berkualitas lebih cepat! Dapatkan wawasan mendalam dan konten informatif terkait rekrutmen, manajemen SDM, employer branding, serta tren terbaru di dunia HR hanya di Cake. Jadikan kami sumber terpercaya Anda untuk strategi perekrutan yang efektif dan solusi SDM yang inovatif.
Career Development
Mar 6th 2024

Apa itu Internship: Manfaat, Tujuan, Hingga Ketentuan Gajinya

Program internship adalah program pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh perusahaan maupun institusi. Program ini dirasa sebagai salah satu cara terbaik untuk mendapatkan pengalaman kerja. Setujukah kamu? Bagi para fresh graduate yang sedang membuat CV, biasanya akan merasa tidak percaya diri jika tidak memiliki pengalaman kerja untuk ditulis. Maka sekarang ini, banyak universitas yang sudah membantu mewadahi mahasiswanya untuk dapat mengikuti internship program. Jika kamu sudah tahu setelah lulus mau kerja dalam bidang apa, maka ada baiknya kamu bisa magang di perusahaan dengan bidang yang sama. Apalagi, jika performa kamu bagus selama internship program, bukan tidak mungkin kamu bisa diangkat jadi karyawan tetap setelah lulus kuliah. Nah, sebelum memulai internship, yuk baca dulu artikel ini untuk cari tahu magang itu apa.Daftar isi:Pengertian Apa Itu Internship (Magang) Tujuan Internship Dilakukan Manfaat Mengikuti Program Internship Apakah Mengikuti Internship Semestinya Digaji Cara dan Syarat untuk Menjadi Anak MagangArti InternshipApa yang Dimaksud dengan Internship? Internship artinya suatu kegiatan pelatihan kerja yang diadakan sebuah lembaga atau perusahaan dalam waktu tertentu. Berapa lama waktu magang mahasiswa? Waktu kegiatan magang adalah paling sebentar satu minggu hingga paling lama satu tahun. Biasanya orang yang mengikuti magang artinya akan diberikan bimbingan (Mentoring) dan pengawasan di bawah karyawan yang lebih berpengalaman dengan tujuan untuk menguasai keahlian tertentu. Di akhir internship program, peserta akan mendapatkan penilaian dari pihak perusahaan. Definisi magang beserta aturan kegiatannya juga sudah diatur oleh Pemerintah, lho. Aturan internship program tercantum dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6 Tahun 2020 serta Undang-Undang No. 13 Tahun 2003. Bagaimana dengan istilah PKL? Kamu tentunya pernah mendengar istilah PKL atau Praktek Kerja Lapangan. Arti PKL sebenarnya sama saja dengan arti internship. Hanya saja, istilah PKL lebih banyak digunakan untuk program magang anak SMK atau jenjang diploma. Sedangkan, istilah internship lebih umum digunakan untuk jenjang pendidikan S1 dan S2. Perbedaan Antara Internship dan Externship Kita baru saja membahas apa itu magang atau internship. Selain internship, ada juga istilah externship, lho. Apakah kamu pernah mendengarnya? Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, anak intern adalah siswa, mahasiswa atau bahkan fresh graduate yang terjun langsung ke dalam lingkungan kerja untuk mendapatkan keterampilan dan pengalaman dalam jangka waktu pendek. Sedangkan externship adalah kesempatan untuk memahami suatu pekerjaan atau bidang karir tertentu tanpa menghabiskan banyak waktu dan tidak perlu terlibat langsung dalam pekerjaan tersebut. Contoh dari externship, seperti: Melakukan wawancara dengan karyawan atau atasan suatu perusahaan.Mengikuti rapat.Berbincang dengan seorang profesional.Selain itu, biasanya kegiatan internship termasuk ke dalam SKS dan berpengaruh terhadap nilai atau IPK, sedangkan externship biasanya hanya untuk menghubungkan minat karir siswa, serta membantu siswa mempelajari operasional perusahaan. Durasi externship juga hanya berlangsung beberapa hari atau beberapa minggu saja.Tujuan Mahasiswa Melakukan Internship?Apa saja, ya, tujuan pembelajaran internship? 1. Menerapkan Ilmu yang Dipakai Selama Kuliah Sering kali dalam kuliah, kamu hanya mempelajari berbagai teori saja. Nah, kegiatan magang adalah kesempatan terbaik untuk belajar bagaimana mengimplementasikan ilmu-ilmu di kelas ke aktivitas yang bermanfaat. 2. Memberikan Gambaran Terhadap Dunia Kerja Perlu kalian ketahui bahwa ritme dunia kerja sangatlah berbeda dengan kuliah. Tidak sedikit lulusan baru yang merasa kesulitan beradaptasi di masa awal-awal bekerja lho. Maka, salah satu manfaat internship adalah memberi kesempatan untuk beradaptasi dan melatih diri lebih siap menghadapi dunia kerja. 3. Meningkatkan Hard Skill dan Soft Skill Magang artinya juga belajar banyak ilmu baru dibawah bimbingan karyawan profesional. Kamu juga tentunya akan meningkatkan hard skill dan soft skilldan belajar hal-hal seperti komunikasi, negosiasi, bekerja dalam tim, manajemen waktu. Tidak hanya ilmu saja, namun kamu bisa langsung mempraktekkannya. 4. Menambah Pengalaman Kerja Memiliki pengalaman kerja sebelum lulus tentu saja sangat bagus untuk menambah value kamu. Pengalaman kerja dari internship program ini tentunya bisa dimasukkan ke dalam resume atau CV kalian, sehingga membuat CV kamu menjadi lebih unggul! 5. Memudahkan Karir Sebagai Fresh Graduate Tidak hanya memberikan pengalaman kerja, namun arti magang juga bisa memberikan kamu kesempatan untuk memiliki networking. Tidak hanya itu, jika performansi mu bagus, mungkin saja perusahaan bisa mengangkat kamu sebagai karyawan tetap setelah kamu lulus nantinya. Sedang cari kerja? Cari kesempatan internship? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari lowonganManfaat dari Program InternshipBagi Perusahaan Berbagai manfaat program internship bagi perusahaan adalah: Mendapatkan ide-ide baru:Dengan adanya anak intern dengan berbagai latar belakang yang berbeda juga bisa membuka kesempatan menemukan ide atau inovasi terbaru yang akan berguna untuk proses jalannya bisnis perusahaan. Mengembangkan SDM perusahaan:Pengertian magang yaitu memberikan pelatihan mahasiswa untuk mengembangkan keahlian mereka. Pada saat bersamaan, hal ini juga dapat meningkatkan kemampuan manajerial, serta pengetahuan dari karyawan perusahaan yang bertugas sebagai mentor. Menemukan kandidat karyawan potensial:Keunggulan internship adalah menemukan bakat-bakat potensial. Di dalam memberikan pelatihannya, perusahaan juga akan mengamati kinerja dan kualitas peserta magang. Tak jarang, perusahaan bisa merekrut karyawan tetap dari peserta magang potensial sebelumnya. Hal ini, juga akan mempermudah dan menghemat proses rekrutmen. Promosi dan reputasi:Perusahaan yang bisa memberikan internship program yang bermanfaat dan menarik bagi calon magang tentunya akan memiliki reputasi yang baik. Hal ini bisa menjadi salah satu langkah perusahaan meningkatkan citranya di mata masyarakat dan calon karyawan potensial. Menghemat biaya gaji:Kewajiban anak intern adalah membantu perusahaan melakukan berbagai macam pekerjaan, mulai dari urusan administrasi, praktikal ringan hingga pekerjaan penting lainnya. Dalam hal ini, perusahaan bisa menghemat anggaran gaji karena biasanya perusahaan tidak wajib memberikan gaji untuk program magang. Bagi MahasiswaSelanjutnya, apa itu manfaat magang bagi mahasiswa? Mengembangkan wawasan:Salah satu manfaat program internship adalah kamu bisa belajar banyak hal baru baik dari ilmu pengetahuan umum, keahlian khusus, hingga soft skills. Bahkan tidak jarang kamu bisa belajar ilmu baru ataupun menemukan keahlian baru yang kamu suka. Semakin banyak kamu mengikuti magang artinya semakin berkembang pula wawasan yang kamu miliki. Menambah relasi dan koneksi:Saat magang, pastinya kamu akan bertemu dengan banyak orang-orang baru, seperti teman kerja, mentor, bahkan atasan. Membangun koneksi adalah tahapan sangat penting untuk dapat membantu jadi batu loncatan dalam karir. Siapa tahu, kamu bisa mendapatkan info pekerjaan dari teman-teman baru. Uji coba karir:Manfaat lain sebagai anak intern adalah mencoba berbagai bidang atau peran dalam industri tertentu. Dengan begitu, dapat membantu kamu mengetahui apakah jalur karir yang kamu pilih sesuai dengan minat dan kemampuan. Menjadi karyawan tetap:Banyak perusahaan yang juga memanfaatkan program magang sebagai kesempatan menemukan karyawan potensial. Bukan tidak mungkin, jika performa kamu baik dan terdapat posisi kosong, kamu bisa berkesempatan menjadi karyawan tetap setelah lulus nantinya. Mengembangkan kepercayaan diri:Dengan internship artinya kamu bisa belajar mengatasi tantangan dan tanggung jawab yang bisa membantu kamu membangun rasa percaya diri. Berproses bersama para profesional serta merasakan keberhasilan bisa membuat kamu bertumbuh melalui pencapaian dalam lingkungan kerja. Apakah Internship Harus Digaji?Pertanyaan yang sering ditanyakan anak intern adalah apakah internship dapat uang. Nah, dibawah ini Cake akan menjabarkan aturan mengenai gaji anak intern. Yuk, simak. Apa itu internship beserta prosesnya sudah diatur oleh Pemerintah. Peraturan mengenai penyelenggaraan pemagangan di dalam negeri sudah tercantum dalam UU Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003. Di dalam pasal 22 disebutkan hak peserta magang, yaitu: Mendapatkan uang sakuMendapat jaminan sosial tenaga kerja Perlu dicatat ya, bahwa hak anak intern adalah uang saku, yang biasanya meliputi uang makan, transportasi, dan insentif. Uang saku ini tentunya berbeda dengan gaji.Peraturan lain mengenai internship yang perlu kamu ketahui tercantum dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 6 Tahun 2000, yaitu: Pasal 9: usia peserta magang adalah minimal 17 tahun. Jika usia tepat 17 tahun, diperlukan surat persetujuan orang tua/wali.Pasal 10: jangka waktu internship adalah maksimal 1 tahun, besaran uang saku yang diberikan.Pasal 18: Waktu magang menyesuaikan dengan jam kerja perusahaan dan tidak boleh pada hari libur. Shift kerja malam hanya diizinkan untuk anak intern dengan usia minimal 18 tahun. Untuk, shift kerja malam sendiri, perusahaan wajib menyediakan transportasi, makanan bergizi, serta kompensasi yang sesuai.Pasal 20: Perusahaan wajib memberikan sertifikat/surat keterangan yang menunjukkan peserta magang telah menyelesaikan tugas internship nya. Jadi, apakah internship dapat uang? Walaupun, dalam peraturan pemerintah sudah dituliskan hak mendapatkan uang saku. Namun, hal ini semua tergantung dari perusahaan/institusi yang menyediakan lowongan internship. Sedang cari kerja? Cari kesempatan internship? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari lowongan Tips untuk Menjadi Anak Magang1. Menempuh pendidikan dan memiliki sertifikasi Dengan menempuh pendidikan, kamu juga jadi bisa memiliki banyak peluang untuk magang. Pasalnya, beberapa universitas sudah bekerja sama dengan berbagai perusahaan untuk memfasilitasi mahasiswanya. Ilmu pengetahuan yang kamu dapatkan selama kuliah juga tentunya bisa menjadi dasar yang kuat untuk mendukung karir. Selain itu, memiliki sertifikat tentunya dapat menjadi keunggulan. Ikutilah pelatihan atau kursus yang diperlukan di industri kamu berada. 2. Siap dan percaya diri melakukan wawancara Beberapa perusahaan biasanya akan mengadakan wawancara sebelum internship program. Jika, mereka mewajibkan wawancara, maka kamu perlu menyiapkan hal-hal seperti:Melakukan penelitian tentang perusahaan. Pelajari sebanyak mungkin informasi mengenai perusahaan yang akan kamu lamar.Berlatih pertanyaan umum. Kamu bisa mempersiapkan jawaban kamu untuk beberapa pertanyaan umum, seperti kelebihan dan kelemahan kamu, menceritakan tentang diri sendiri, menceritakan pengalaman/skill yang kamu miliki, dsb.Berlatih komunikasi non-verbal. Praktikkan hal-hal seperti sikap tubuh, kontak mata, cara duduk, dsb. Berbagai tips di atas dapat membantu kamu lebih siap dan percaya diri untuk proses wawancara. 3. Buat CV menarik Untuk membuat CV internship yang menarik pastikan beberapa tips berikut ini: Tuliskan informasi yang paling relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar.Jangan buat CV terlalu panjang atau bertele-tele.Sorot pengalaman atau pencapaian, serta keahlian kamu. Kamu bisa cantumkan proyek, pengalaman organisasi, sertifikasi, hard skill serta soft skill yang kamu miliki.Pilih format dan desain yang profesional.Gunakan bahasa yang jelas dan singkat. Pastikan juga tidak ada kesalahan ejaan dan tata bahasa. Untuk lebih jelasnya, yuk kita lihat contoh CV magang berikut ini.📚 Baca juga:6 Contoh CV Mahasiswa: Masih Kuliah, Magang, OrganisasiContoh CVMagang - Dibuat di CakeContoh CVMagang - Dibuat di CakeKesulitan buat CV magang? Yuk, gunakan Cake. Platform terpercaya yang menyediakan 50+ template menarik CV ATS friendly. Gratis Download PDF! 🎉Buat CVKonklusi Bagaimana? Apakah kamu sudah siap mulai magang? Dari artikel ini, dapat disimpulkan bahwa: Definisi magang adalah program pelatihan kerja yang ditunjukkan untuk siswa dalam mengembangkan keahlian tertentu.Apakah tujuan pembelajaran internship? Arti magang dapat membantu mahasiswa engembangkan wawasan dan keahlian, menambah pengalaman, menambah koneksi, berkesempatan menjadi karyawan tetap.Berapa lama waktu magang mahasiswa? 1 minggu hingga 1 tahun.Apakah internship dapat uang? Menurut aturan Pemerintah, mahasiswa magang berhak mendapatkan uang saku. Namun, hal ini bergantung kembali dari perusahaan tempat magang. Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake. --- Ditulis Oleh Fiorency Santoso ---
People Operations
Jan 23rd 2025

Mengenal Reward: Jenis hingga Tips Penerapannya untuk Karyawan

Pemberian reward atau penghargaan bagi karyawan merupakan salah satu bagian dalam manajemen sumber daya manusia. Reward diberikan kepada karyawan sebagai bentuk atas apresiasi atas kinerja dan kontribusi yang sudah diberikan untuk perusahaan. Tujuan sistem reward adalah sebagai salah satu strategi memotivasi karyawan, meningkatkan kinerja, demi tercapainya target perusahaan. Jenis-jenis penghargaan sendiri bisa berupa bonus, kenaikan gaji, promosi jabatan, dll. Di artikel kali ini, Cake akan memberikan penjelasan lengkap mengenai arti reward and punishment, tujuan penghargaan bagi karyawan dan perusahaan, jenis-jenis penghargaan, hingga tips memberikan reward atau rewards untuk karyawan. Daftar isi: Arti Reward and Punishment dalam Dunia Kerja Tujuan Penghargaan untuk Karyawan dan Perusahaan Jenis-jenis Reward Tips Memberikan Reward untuk Karyawan Pengertian Reward and Punishment dalam Dunia Kerja Reward adalah suatu bentuk penghargaan kepada karyawan atas pencapaian atau kontribusi yang telah diberikan. Tujuan reward adalah meningkatkan motivasi, kinerja, dan kepuasan kerja, serta mempertahankan karyawan berprestasi. Reward biasanya diberikan kepada karyawan yang berhasil memenuhi target ataupun memberikan kontribusi positif bagi kemajuan perusahaan. Reward atau rewards yang diberikan bisa berupa bonus, tunjangan, insentif (uang, tambahan cuti, program pengembangan karir, wisata), kenaikan gaji, promosi jabatan, serta pengakuan dan penghargaan atas kinerja. Perusahaan biasanya menerapkan sistem reward and punishment secara bersamaan. Selain memberikan berbagai jenis-jenis penghargaan, perusahaan juga akan memberikan hukuman atau sanksi bagi karyawan yang melanggar aturan ataupun berperilaku tidak sesuai dengan nilai perusahaan. Pemberian punishment bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan, mencegah perilaku menyimpang, serta memastikan karyawan mematuhi kebijakan dan peraturan yang sudah ditetapkan. Oleh sebab itu, penerapan sistem reward and punishment biasanya dilakukan secara seimbang. 💡 Fakta Unik: Dr. Ashley V. Whillans dari Harvard Business School menyebut hal yang lebih penting dibandingkan award adalah menghargai dan menghormati keberadaan karyawan itu sendiri. Faktanya, menawarkan reward yang tinggi tidak cukup untuk mendorong engagement dan loyalty. Jika karyawan merasa tidak dihargai, mereka akan cenderung malas dan tertekan, seberapapun besar gaji mereka. 📚 Baca juga:15 Cara Memotivasi Karyawan untuk Menjadi Lebih Produktif Tujuan Reward: Mengapa Penting untuk Karyawan dan Perusahaan? Manfaat reward tentunya tidak hanya dirasakan penerima penghargaan, namun juga bagi rewarder. Rewarder adalah pihak yang memberikan penghargaan, yang dalam hal ini adalah perusahaan. Berikut, merupakan manfaat reward bagi karyawan dan perusahaan. 👨‍💼 Tujuan penghargaan untuk karyawan: Meningkatkan motivasi dan kinerja karyawanMeningkatkan retensi karyawanMembuat karyawan merasa dihargai atas pekerjaannyaMeningkatkan kepercayaan karyawan dengan perusahaanMembangun hubungan yang kuat antara manajemen dengan karyawanMembuat CV karyawan menjadi lebih menarik 🏢 Tujuan penghargaan untuk perusahaan: Meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhanDapat mempertahankan karyawan yang terlatih sehingga mengurangi biaya rekrutmenMeningkatkan employer brandingMenciptakan budaya kerja yang positifMenarik calon karyawan baru yang berbakat Mau bangun employer branding Anda lebih efektif? Hubungi Cake sekarang juga! 🎉 Hubungi Konsultan Kami Jenis-Jenis Reward Jenis-jenis penghargaan dapat diklasifikasikan dalam dua jenis, yaitu finansial dan non finansial. Reward finansial adalah jenis penghargaan dalam bentuk uang atau barang. Contoh reward finansial adalah: 1. Gaji Perusahaan memberikan kenaikan gaji kepada karyawan yang dirasa telah bekerja secara konsisten dan memberikan kontribusi signifikan untuk perusahaan. 2. Bonus Bonus bisa diberikan berupa uang, profit sharing, ataupun saham perusahaan. 3. Tunjangan Tunjangan merupakan bentuk kompensasi atas kebutuhan sehari-hari, seperti tunjangan makan, tunjangan kesehatan, tunjangan transportasi. Reward non finansial adalah jenis penghargaan yang diberikan bukan dalam bentuk uang. Contoh reward non finansial adalah: 4. Promosi Mempromosikan karyawan ke jabatan yang lebih tinggi juga merupakan salah satu bentuk penghargaan. 5. Pengakuan Pengakuan bisa berupa pemberian penghargaan seperti trofi, sertifikat, hadiah tambahan, ataupun pengakuan berupa pujian dan ucapan terima kasih. Pengakuan dapat diumumkan dalam acara penghargaan tahunan atau situs halaman perusahaan, untuk memberikan rasa bangga kepada karyawan. 6. Liburan atau Cuti Tambahan Penghargaan juga bisa diberikan berupa tambahan cuti ataupun paket liburan. 7. Pengembangan Keterampilan Karyawan dapat diberikan kesempatan untuk mengikuti program pelatihan, workshop, hingga pemberian beasiswa yang berguna untuk meningkatkan kompetensi mereka. 📚 Baca juga:Panduan Lengkap Promosi Jabatan: Syarat, Cara, Tips, Dll.!Jenis-Jenis Reward untuk Karyawan Tips Memberikan Reward untuk Karyawan Manfaat reward adalah untuk meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan. Namun, pada prakteknya, seringkali karyawan tidak menunjukan perilaku yang diharapkan serta tidak membuat karyawan memiliki loyalitas tinggi. Berikut tips-tips penerapan sistem reward agar lebih bermakna dan dihargai: 1. Membuat program reward yang terstruktur Langkah pertama adalah membuat program reward yang jelas dan terstruktur. Contohnya, tentukan jenis-jenis penghargaan yang ingin diberikan, kriteria apa saja yang harus dipenuhi penerima reward. Rewarder atau dalam hal ini adalah perusahaan juga harus memastikan bahwa program yang dibuat sudah sesuai dengan nilai-nilai dan kebutuhan perusahaan. 2. Mengkomunikasikan program reward kepada karyawan Mengkomunikasikan program reward secara jelas juga dapat membuat karyawan lebih memahami apa yang diharapkan perusahaan dan apa yang bisa mereka dapatkan jika memenuhi kriteria yang disebutkan. Selain itu, perusahaan juga harus memastikan bahwa pemberian penghargaan dilakukan secara adil dan objektif. 3. Melakukan evaluasi program reward Tidak hanya menjalankan program reward, namun perusahaan harus melakukan evaluasi secara berkala dan melakukan perubahan jika diperlukan. 4. Mempelajari siapa yang akan diberikan reward dan jenis reward yang akan diberikan Dalam hal ini, perusahaan memberikan penilaian atas pencapaian yang dihasilkan, menentukan penghargaan apa yang harus diberikan berdasarkan beban kerja. Misalnya saja, karyawan yang berhasil meningkatkan omset perusahaan diberikan bonus uang, sedangkan karyawan yang bersikap teladan hanya diberikan hadiah sederhana. 5. Memberikan reward secara adil dan konsisten Perusahaan wajib memastikan apa saja kriteria yang menjadi dasar pemberian penghargaan. Hal ini juga perlu dijelaskan kepada karyawan, sehingga program reward bersifat transparan dan tidak ada kecemburuan sosial. Pastikan juga semua karyawan memiliki kesempatan yang sama dan tidak ada favoritisme. 6. Menyampaikan apresiasi secara langsung Menyampaikan apresiasi secara terbuka dan langsung dapat memberikan rasa bangga dan membuat karyawan merasa lebih dihargai. Hal ini juga dapat menciptakan budaya kerja positif, dan membangun hubungan baik antara manajemen dan karyawan. Penyampaian apresiasi bisa dilakukan di depan seluruh tim, mencantumkan hasil di papan pengumuman atau situs halaman perusahaan, hingga mengadakan acara penghargaan tahunan. Itulah tips yang bisa Cake berikan, semoga perusahaan mu dapat memenuhi tujuan penghargaan yang efektif. 📚 Baca juga:Employee Benefit: Apa Saja Tunjangan yang Diberikan Kepada Karyawan? Cakeadalah platform rekrutmen dengan +8 jutadatabasetalenta di talent pool global.Pasang lowongan kerja gratisuntuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkanEmployer Brandinglebih efektif bersama Cake. Didukung teknologi ATSCake AIdanRecruitment Consultantprofesional, mulai temukan talenta berkualitas lebih cepat! Dapatkan wawasan mendalam dan konten informatif terkait rekrutmen, manajemen SDM,employer branding,serta tren terbaru di dunia HR hanya di Cake. Jadikan kami sumber terpercaya Anda untuk strategi perekrutan yang efektif dan solusi SDM yang inovatif.
People Operations
Nov 16th 2024

Contoh Manpower Planning untuk Tingkatkan Profit Perusahaan!

Manpower planning adalah kunci penting bagi perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis. Penyusunan manpower planning oleh HRD atau manajer idealnya memastikan setiap posisi dalam perusahaan diisi oleh karyawan yang kompeten, sehingga operasional perusahaan berjalan lancar dan produktivitas meningkat. Manpower planning tidak selalu tentang rekrutmen, tapi juga tentang upaya perusahaan menjaga keterikatan karyawan dan mengurangi turnover karyawan. Studi Gallup mengungkap, karyawan yang memiliki keterikatan dengan perusahaan mampu meningkatkan profitabilitas bisnis sebesar 23%. Untuk memahami lebih detail tentang manpower planning, simak penjelasan mengenai pengertian, manfaat, jenis, contoh, hingga cara menyusunnya di artikel ini. Daftar isi: Pengertian Manpower Planning Manfaat Manpower Planning untuk Perusahaan Jenis-Jenis Manpower Planning Contoh Manpower Planning di Berbagai Industri Cara Menyusun Manpower Planning yang Efektif Apa itu Manpower Planning? Perencanaan sumber daya manusia atau manpower planning adalah proses perencanaan pemenuhan sumber daya manusia secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Manpower planning memastikan perusahaan memiliki karyawan kompeten dalam jumlah dan biaya yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis saat ini dan di masa depan. Manpower planning adalah sebuah proses berkelanjutan yang melibatkan identifikasi kebutuhan tenaga kerja, perencanaan rekrutmen, pengembangan kompetensi, dan retensi karyawan. Penerapan manpower planning bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya manusia, meminimalisir kekurangan atau kelebihan tenaga kerja, dan meningkatkan efisiensi serta produktivitas operasional. Manfaat Manpower Planning untuk Perusahaan Setelah mengetahui arti MPP di perusahaan, kini Cake akan membagikan beragam manfaat penerapan manpower planning. Proses strategis ini kerap menjadi andalan perusahaan dalam hal efisiensi sumber daya manusia untuk mencapai tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut penjelasan selengkapnya: 1. Menghemat Biaya Rekrutmen dan Pelatihan Setiap perusahaan tentu mendambakan proses rekrutmen ekonomis namun tetap memperoleh karyawan berkualitas tinggi. Manpower planning yang efektif memungkinkan perusahaan mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja lebih awal dan menghindari rekrutmen mendadak yang cenderung lebih mahal. Manpower planning juga membantu sistematisasi program pelatihan karyawan. Sistematisasi pelatihan ini dapat secara efektif meningkatkan kompetensi karyawan untuk pemenuhan kebutuhan perusahaan. 2. Optimalisasi Sumber Daya Manusia Manpower planning memberikan manfaat besar dalam hal optimalisasi sumber daya manusia. Dengan manpower planning, HR atau manager bisa mendapat karyawan kompeten, merencanakan pelatihan yang sesuai, dan mengatur beban kerja dengan lebih efisien. Pada akhirnya, penerapan manpower planning turut membantu memaksimalkan produktivitas dan efisiensi operasional yang sangat dibutuhkan untuk mencapai target profitabilitas perusahaan. 3. Meningkatkan Keterikatan dan Retensi Karyawan Tenaga kerja adalah aset terbesar perusahaan untuk mencapai kesuksesan. Perusahaan dengan manpower planning yang baik cenderung memiliki kemampuan lebih baik dalam menciptakan keterikatan karyawan (employee engagement) dan lingkungan kerja sehat. Kedua aspek tersebut sangat penting dalam menjaga retensi karyawan dan mengurangi angka turnover. Menurut riset perusahaan Gallup, keterikatan karyawan secara efektif menurunkan 43% angka turnover di perusahaan yang memiliki tingkat turnover rendah. 4. Antisipasi Kebutuhan Masa Depan Manpower planning memungkinkan perusahaan untuk memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja di masa depan berdasarkan tren pasar, perubahan teknologi, atau strategi bisnis. Dengan begitu, perusahaan lebih adaptif dan agile (tangkas) menghadapi berbagai tantangan bisnis di masa mendatang. 5. Memperbaiki Perencanaan Karir Karyawan Manpower planning tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, tapi juga bagi karyawan. Dengan manpower planning, perusahaan dapat merancang jalur karir yang jelas bagi masa depan karyawan. Upaya ini turut mendorong motivasi keterikatan karyawan, karena mereka merasa memiliki prospek dan peluang yang jelas untuk mengembangkan karir di perusahaan. Jenis-Jenis Manpower Planning Manpower planning dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan aspek jangka waktu, tingkat organisasi, dan fokus perencanaan. Untuk bisa menerapkan manpower planning yang tepat Anda perlu memahami masing-masing jenisnya, sehingga mempermudah penyesuaian dengan kebutuhan spesifik perusahaan Anda. Berikut penjelasan selengkapnya seputar jenis-jenis MP dalam perusahaan. 1. Manpower Planning Level Organisasi Manpower planning jenis ini berfokus mengembangkan tenaga kerja perusahaan secara keseluruhan. Dikutip dari truein, Ini merupakan perencanaan tingkat makro yang bertujuan menciptakan lebih banyak kesempatan kepada karyawan sembari memanfaatkan SDM secara efisien. Contoh manpower planning level organisasi dapat dilihat ketika perusahaan membutuhkan transformasi pemanfaatan AI di segala aspek operasional. Dalam hal ini, perusahaan dapat memberikan pelatihan kerja berskala besar kepada karyawan untuk memanfaatkan berbagai tools AI. 2. Manpower Planning Level Mikro Di level mikro, manpower planning berfokus pada kebijakan manajer atau HRD untuk mengelola dan mengembangkan SDM dalam suatu divisi atau departemen. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan ketika menyusun manpower planning mikro adalah tahapan rekrutmen, proses seleksi, skema promosi, kompensasi karyawan, dan program pelatihan yang disesuaikan dengan tujuan perusahaan. 3. Manpower Planning Jangka Pendek Manpower planning jangka pendek adalah perencanaan yang mencakup strategi pemenuhan kebutuhan SDM perusahaan dalam periode satu tahun atau kurang. Fokus manpower planning jangka pendek adalah pemenuhan kebutuhan tenaga kerja saat ini dan mengatasi tantangan operasional yang bersifat mendesak. 4. Manpower Planning Jangka Menengah Manpower planning adalah perencanaan yang ditujukan untuk jangka waktu 2 hingga 5 tahun. Dalam perencanaan ini, HRD atau manajer umumnya berfokus pada pemberian program pelatihan dan pengembangan kompetensi yang krusial dalam lima tahun ke depan. 5. Manpower Planning Jangka Panjang Perencanaan tenaga kerja jangka panjang berfokus pada proyeksi kebutuhan tenaga kerja masa depan. Faktor-faktor penting yang perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan manpower planning jangka panjang adalah perkembangan teknologi, demografi tenaga kerja, tren industri, dan perubahan strategi bisnis perusahaan. Contoh Manpower Planning di Berbagai Industri Setiap bidang industri memiliki karakteristik masing-masing yang mempengaruhi kebutuhan tenaga kerja. Oleh karena itu, manpower planning antara satu industri dengan yang lain bisa berbeda-beda sesuai dengan kondisi spesifik industri dan tujuan bisnis perusahaan. Berikut merupakan contoh manpower planning di dua industri berbeda untuk memperdalam pemahaman Anda. 1. Contoh Manpower Planning di Industri Teknologi Background Sebuah perusahaan teknologi sedang merencanakan merilis aplikasi baru berbasis AI dalam tiga tahun ke depan. Proses pembuatan ini membutuhkan talenta dengan keterampilan di bidang artificial intelligence (AI) dan machine learning (ML). Contoh Manpower Planning Proyeksi kebutuhan SDM: Perusahaan memproyeksikan bahwa mereka membutuhkan 20 karyawan baru dengan keahlian khusus dalam AI dan ML untuk mendukung proses produksi. Posisi yang diperlukan mencakup software engineer, iOS developer, data scientist, ML engineer, dan cybersecurity engineer.Rekrutmen dan pelatihan: Perusahaan merencanakan rekrutmen bertahap dalam tempo waktu tiga tahun untuk mengisi posisi tersebut. Selain rekrutmen, perusahaan juga mengidentifikasi karyawan potensial untuk dilatih dalam keahlian tertentu dan merancang program pelatihan intensif selama satu tahun.Retensi: Perusahaan mengembangkan program insentif seperti tunjangan, bonus, dan benefit lain untuk mempertahankan karyawan dan mendorong produktivitas.Monitoring dan evaluasi: Perusahaan akan melakukan monitoring dan evaluasi kemajuan proyek secara berkala, dan menyesuaikan manpower planning ketika menemui kebutuhan atau tantangan baru. 2. Contoh Manpower Planning di Industri FnB Background Sebuah kedai kopi berencana membuka cabang baru dalam satu tahun ke depan di kota yang berbeda. Cabang baru diharapkan mampu melayani volume pelanggan yang tinggi, terutama di jam sibuk pada pag dan sore hari. Contoh Manpower Planning Proyeksi kebutuhan SDM: Cabang baru membutuhkan 1 manajer cabang sebagai penanggung jawab operasional, 3 barista untuk menangani pembuatan kopi, 1 kasir yang melayani proses transaksi, dan 2 staf dapur untuk mempersiapkan makanan ringan dan menjaga kebersihan area.Rekrutmen: Proses rekrutmen dilakukan melalui job portal, iklan media sosial, dan rekomendasi dari karyawan yang ada, 3 bulan sebelum pembukaan cabang baru. Setelah mendapat kandidat yang tepat, perusahaan memberikan SOP untuk setiap posisi agar memenuhi standar kualitas.Pelatihan dan pengembangan: Setiap karyawan mendapatkan pelatihan setiap 6 bulan sekali agar mampu bersaing di industri FnB yang cepat berubah.Strategi retensi: Perusahaan menyediakan bonus kinerja bulanan yang disesuaikan dengan capaian target cabang. Selain itu, perusahaan juga menyediakan jenjang karir bagi karyawan potensial.Evaluasi dan penyesuaian: Perusahaan melakukan evaluasi kinerja karyawan dan kebutuhan tenaga kerja setiap 6 bulan sekali. Hasil evaluasi akan menentukan penyesuaian manpower planning perusahaan. Sebagai catatan, penjelasan di atas hanyalah contoh sederhana dari manpower planning. Penyusunan manpower planning idealnya lebih mendetail dan mempertimbangkan banyak aspek seperti prediksi tren bisnis, analisis permintaan pasar, proyeksi perubahan regulasi, dan kebutuhan pelatihan jangka panjang. Langkah Menyusun Manpower Planning yang Efektif Sudah siap menyusun manpower planning untuk perusahaan Anda? Sebagai acuan penyusunan, berikut Cake bagikan langkah-langkah sistematis dalam menyusun manpower planning. 1. Tentukan Tujuan Perusahaan Langkah pertama menyusun strategi manpower adalah menentukan tujuan dan arah perusahaan dalam beberapa tahun mendatang. Ini merupakan langkah fundamental yang menjadi dasar penyusunan manpower planning yang efektif. Pahami visi, misi, dan strategi jangka panjang perusahaan untuk mendapatkan perspektif menyeluruh tentang tujuan perusahaan. Selain itu, Anda dapat menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini untuk menemukan tujuan perusahaan: Apakah ada tujuan bisnis yang harus dicapai dalam jangka waktu tertentu?Apakah perusahaan merencanakan ekspansi bisnis atau pengurangan bisnis besar?Apakah perusahaan berencana melakukan diversifikasi produk?Apakah perusahaan ingin meningkatkan efisiensi operasional untuk mencapai profitabilitas? 2. Pelajari Kondisi Perusahaan dan Tenaga Kerja Saat Ini Setelah tujuan ditetapkan, langkah berikutnya adalah menganalisis kondisi internal perusahaan saat ini. Analisis ini mencakup evaluasi struktur perusahaan, jumlah dan keterampilan tenaga kerja yang ada, tingkat produktivitas, dan tingkat turnover. Untuk mendapat data akurat, HRD perlu berkoordinasi dengan seluruh departemen dan unit bisnis. Berikut merupakan beberapa pertanyaan kunci yang dapat membantu Anda mengenal kondisi perusahaan secara lebih baik: Bagaimana tenaga kerja dikelompokkan?Bagaimana pekerjaan dibagi dan dilaksanakan?Berapa jumlah tenaga kerja saat ini dan berapa unit yang dimiliki perusahaan?Bagaimana budaya kerja dan kepuasan karyawan di perusahaan? Apakah berkontribusi besar menekan angka turnover? 📚 Baca juga:Cara Membuat Assessment Karyawan dan Contohnya 3. Perkirakan Kebutuhan Tenaga Kerja di Masa Depan Berdasarkan tujuan perusahaan dan kondisi saat ini, mulai lakukan proyeksi kebutuhan tenaga kerja di masa mendatang. Pertimbangkan beberapa faktor penting seperti proyeksi pertumbuhan bisnis, perkembangan teknologi, tren industri, dan tren pasar tenaga kerja. Dikutip dari Workforce Planning Guide karya D. Robinson, proyeksi kebutuhan tenaga kerja perlu mempertimbangkan pendapat ahli dari para manajer agar manpower planning mampu lebih relevan dengan realitas tenaga kerja di lapangan. 4. Buat Program Ketenagakerjaan Program ketenagakerjaan menjadi aspek penting untuk manpower planning. Langkah ini memastikan bahwa tenaga kerja memiliki keterampilan yang diperlukan dan ditempatkan pada posisi yang tepat. Sebagai contoh, perusahaan dapat merancang pelatihan intensif dan program komprehensif untuk mempercepat adaptasi karyawan baru ke dalam lingkungan kerja. 📚 Baca juga:Manajemen SDM: Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Manfaatnya 5. Susun Program Pengembangan Tenaga Kerja Penyusunan program pengembangan tenaga kerja bertujuan mengatasi permasalahan skill gap, membentuk suksesor manajerial, mencetak talenta profesional, dan memenuhi kebutuhan SDM dengan keterampilan khusus. Ini merupakan langkah penting dalam manpower planning untuk memastikan karyawan tetap kompeten, termotivasi, dan memiliki keterikatan dengan perusahaan. Beberapa program pengembangan tenaga kerja yang umum dijumpai adalah pelatihan kepemimpinan berkelanjutan, mentoring, hingga peluang peningkatan karir yang inklusif. 📚 Baca juga:Job Enrichment: Pengertian, Manfaat dan Cara Meningkatkan Kinerja Karyawan 6. Tentukan Metode Rekrutmen Memilih metode rekrutmen yang efektif dan relevan dengan kebutuhan perusahaan bukanlah hal yang mudah, tapi langkah ini penting untuk menjaring talenta terbaik di industri. Beberapa metode rekrutmen yang umum digunakan adalah perekrutan melalui situs pencari kerja, program referral, job fair, atau menjalin kerja sama dengan universitas. Untuk menghadapi tantangan dan persaingan rekrutmen, perusahaan bisa memanfaatkan layanan konsultasi perusahaan profesional. Salah satu layanan yang wajib dicoba adalah Cake Recruitment Consulting. Layanan ini memiliki resource talent yang luas di wilayah Asia Pasifik dan pengetahuan industri mendalam yang membantu perusahaan meningkatkan efisiensi rekrutmen sekaligus menemukan talenta yang tepat. Selain itu, Cake Recruitment Consulting menghadirkan layanan rekrutmen lengkap untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan rekrutmen perusahaan. Konsultasikan kebutuhan rekrutmen perusahaan Anda dengan Cake!🎉Hubungi Konsultan Kami 7. Terapkan dan Evaluasi Strategi secara Berkala Setelah manpower planning matang, langkah terakhir adalah melakukan implementasi dan evaluasi secara berkala. HRD dan manager bertanggung jawab memantau dan mengevaluasi efektivitas strategi ini untuk meningkatkan produktivitas dan kelancaran operasional perusahaan. Apabila diperlukan, perusahaan juga bisa menyesuaikan manpower planning dengan kondisi internal maupun eksternal. Kesimpulan Manpower planning adalah proses perencanaan pemenuhan sumber daya manusia secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.Penerapan manpower planning memberikan berbagai manfaat bagi perusahaan, termasuk optimalisasi SDM, menghemat biaya rekrutmen dan pelatihan, meningkatkan keterikatan dan retensi karyawan, antisipasi kebutuhan masa depan, dan memperbaiki perencanaan karir karyawan.Manpower planning umumnya dikelompokkan menjadi beberapa jenis menurut tingkat organisasi, jangka waktu, dan fokus organisasi.Manpower planning antara satu industri dengan yang lain bisa berbeda-beda sesuai dengan kondisi spesifik industri dan tujuan bisnis perusahaan. Cakeadalah platform rekrutmen global yang menghubungkan perusahaan dengan+7 juta kandidat berkualitas.Pasang lowongan kerja gratisuntuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkanEmployer Brandinglebih efektif bersama Cake. Percayakan kami sebagaiRecruitment ConsultantAnda untuk membantu menemukan talenta spesifik lebih baik,konsultasi hari ini! Dapatkan wawasan mendalam dan konten informatif terkait rekrutmen, manajemen SDM,employer branding, serta tren terbaru di dunia HR hanya di Cake. Jadikan kami sumber terpercaya Anda untuk strategi perekrutan yang efektif dan solusi SDM yang inovatif. --- Ditulis Oleh Gama Prabowo ---
Industry & Job Overview
Feb 20th 2025

Tertarik Jadi Freelancer? Yuk, Simak Dulu Tips dan Triknya!

Saat ini banyak orang memilih untuk berkarir sebagai freelancer, bukan hanya sebagai pekerjaan sampingan tapi bahkan sebagai pekerjaan utama. Freelancer atau pekerja lepas adalah mereka yang bekerja secara mandiri mengerjakan proyek berdasarkan kontrak jangka pendek dengan perusahaan atau klien. Tidak seperti pegawai tetap, freelancer bebas menentukan jam kerja dan mengambil proyek yang diminati dari berbagai macam klien. Kerja freelance adalah istilah yang mencakup ragam pekerjaan, mulai dari desain grafis, penulisan konten, hingga pengembangan web, yang bisa dijalankan dari manapun sesuai preferensi freelancer. Pekerja freelance memiliki kendali penuh atas jalannya karir mereka. Sebelum memutuskan untuk menjadi freelancer, penting untuk mempertimbangkan berbagai hal seperti skill freelancer yang dimiliki, jenis pekerjaan freelance yang diminati, hingga bagaimana cara memulai karir freelance. Tulisan ini akan membahas lebih detail mengenai apa itu freelancer, perbedaannya dengan full-time, kelebihan dan kekurangannya, contoh pekerjaan freelance, serta tips sukses berkarir sebagai pekerja freelance.Daftar isi: Apa itu Freelancer? Perbedaan Freelance dan Full Time Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Freelancer Contoh Pekerjaan Freelance Cara Menjadi Pekerja Freelance Apa itu Freelancer? Freelancer adalah istilah untuk mendeskripsikan mereka yang bekerja secara mandiri dan menawarkan jasa atau keahlian tertentu kepada klien, tanpa terikat kontrak kerja jangka panjang dengan satu perusahaan atau organisasi tertentu. Freelancer merupakan pekerja profesional dan ahli di bidangnya masing-masing, seperti desain grafis, penulisan, pemrograman, konsultasi, dan lain sebagainya. Arti freelance sendiri adalah sebuah cara kerja yang dilakukan secara mandiri tanpa terikat dengan suatu perusahaan atau organisasi. Tugas freelance pertama adalah menawarkan jasa atau produknya kepada klien yang membutuhkannya. Freelancer dan klien lalu menentukan syarat dan ketentuan kerjasama, seperti ruang lingkup, deadline, dan pembayaran. Freelancer kemudian mengerjakan proyek sesuai dengan kesepakatan dan mengirimkan hasilnya kepada klien. Terakhir, klien memberikan umpan balik dan membayar freelancer sesuai dengan tarif yang sudah disepakati. Freelancer bebas menentukan jam kerja dan mengerjakan berbagai proyek dari beragam klien sesuai keinginan mereka. Klien akan membayar freelancer untuk setiap proyek yang diselesaikan, bukan memberikan gaji bulanan. Freelancer juga bertanggung jawab untuk mengurus aspek administratif pekerjaan mereka sendiri seperti pajak, asuransi, dll. Beberapa freelancer bekerja sendiri, sementara yang lain memiliki beberapa karyawan atau bermitra dengan freelancer lain. Dengan sistem ini, freelancer memiliki fleksibilitas dan kebebasan dalam berkarya. Perbedaan Freelance dan Full Time Freelance dan full time adalah dua cara kerja yang berbeda. Berikut adalah beberapa perbedaan antara freelance dan full time dari segi jam kerja, benefits, dan stabilitas:1. Jam kerjaFreelancer dapat bekerja kapan saja dan di mana saja, asalkan memiliki akses ke internet dan peralatan yang dibutuhkan. Freelancer tidak perlu mengikuti jam kerja atau lokasi kerja yang ditentukan oleh perusahaan.Pekerja full time harus bekerja di bawah kontrak dan aturan yang ditetapkan oleh perusahaan atau organisasi. Pekerja full time memiliki jam kerja, lokasi kerja, dan tanggung jawab yang tetap dan terstruktur.2. BenefitsFreelancer tidak memiliki benefits yang biasa diberikan oleh perusahaan, seperti asuransi, cuti, pensiun, atau tunjangan lainnya. Freelancer harus mengurus sendiri hal-hal tersebut.Pekerja full time memiliki benefits atau insentif yang tetap dan terjamin, yang diberikan oleh perusahaan atau organisasi. Pekerja full time dapat menikmati perlindungan dan manfaat yang berkaitan dengan kesehatan, keuangan, dan karir.3. StabilitasFreelancer tidak memiliki stabilitas pendapatan dan pekerjaan yang terjamin. Pendapatan dan pekerjaan freelancer bergantung pada permintaan pasar, kualitas kerja, dan negosiasi dengan klien. Freelancer harus selalu mencari proyek dan klien baru untuk mempertahankan penghasilannya.Pekerja full time memiliki stabilitas pendapatan dan pekerjaan yang terjamin. Pekerja full time memiliki gaji dan jaminan pekerjaan yang tetap dan rutin. Pekerja full time juga memiliki kesempatan untuk naik jabatan dan karir. Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Freelancer Ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih menjadi freelancer.KelebihanFleksibilitas waktu dan tempat. Freelancer dapat bekerja kapan saja dan di mana saja, asalkan memiliki akses ke internet dan peralatan yang dibutuhkan. Freelancer tidak perlu mengikuti jam kerja atau lokasi kerja yang ditentukan oleh perusahaan.Kebebasan berekspresi dan berkreativitas. Freelancer dapat mengekspresikan diri dan berkreativitas sesuai dengan gaya dan preferensi pribadinya. Freelancer tidak perlu mengikuti aturan atau standar yang ditetapkan oleh perusahaan.Peluang belajar dan berkembang. Freelancer dapat belajar dan berkembang dengan mengambil berbagai proyek yang menantang dan bervariasi. Freelancer juga dapat memperluas jaringan dan relasi dengan berbagai klien dan kolega dari berbagai bidang dan latar belakang.Potensi pendapatan tinggi. Penghasilan freelancer tidak terbatas gaji bulanan dan bisa meningkat sesuai banyaknya proyek.KekuranganKetidakstabilan pendapatan dan pekerjaan. Freelancer tidak memiliki penghasilan tetap atau jaminan pekerjaan. Pendapatan dan pekerjaan freelancer bergantung pada permintaan pasar, kualitas kerja, dan negosiasi dengan klien. Freelancer harus selalu mencari proyek dan klien baru untuk mempertahankan penghasilan.Kurangnya perlindungan dan manfaat. Freelancer tidak memiliki perlindungan dan manfaat yang biasa diberikan oleh perusahaan, seperti asuransi, cuti, pensiun, atau tunjangan lainnya. Freelancer harus mengurus sendiri hal-hal tersebut.Kesulitan mengatur waktu dan prioritas. Freelancer harus mampu mengatur waktu dan prioritas dengan baik, agar dapat menyelesaikan proyek dengan tepat waktu dan memenuhi kepuasan klien. Freelancer juga harus dapat menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.Potensi isolasi sosial karena bekerja sendiri. Oleh karena itu Freelancer perlu menjaga interaksi sosial.Tanggung jawab administrasi yang lebih banyak. Freelancer harus mengurus sendiri hal-hal yang bersifat administratif, seperti pajak dan pemasaran diri.Kurangnya perlindungan hukum. Tidak ada jaminan pesangon dari PHK, freelancer juga bisa kehilangan klien kapan saja. Contoh Pekerjaan Freelance Pekerjaan freelance adalah bentuk pekerjaan yang dilakukan secara independen tanpa keterikatan kontrak jangka panjang dengan satu perusahaan. Ada banyak jenis pekerjaan freelance yang dapat dilakukan di berbagai bidang dan industri. Berikut adalah beberapa contoh pekerjaan freelance yang populer dan diminati: 1. Komputer dan IT Pekerjaan freelance di bidang komputer dan IT meliputi berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan, pemrograman, desain, analisis, dan dukungan teknis. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Web developer: membuat dan mengelola situs web untuk klien, menggunakan bahasa pemrograman seperti HTML, CSS, JavaScript, PHP, atau lainnya.Mobile developer: membuat dan mengelola aplikasi mobile untuk klien, menggunakan platform seperti Android, iOS, atau lainnya.Software engineer: membuat dan mengelola perangkat lunak untuk klien, menggunakan bahasa pemrograman seperti Java, C++, Python, atau lainnya.Data analyst: mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data untuk klien, menggunakan perangkat lunak seperti Excel, R, SQL, atau lainnya. 📚 Baca juga: 10 Pekerjaan Bidang IT yang Paling Dicari dan Gajinya! 2. Kepenulisan Pekerjaan freelance di bidang kepenulisan meliputi berbagai jenis tulisan yang dibuat untuk klien, seperti artikel, blog, buku, laporan, skenario, atau lainnya. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Content writer: membuat konten yang informatif, menarik, dan sesuai dengan tujuan dan audiens klien, menggunakan bahasa yang tepat dan profesional.Copywriter: membuat konten yang persuasif, kreatif, dan sesuai dengan merek dan produk klien, menggunakan teknik yang efektif dan menarik.Ghostwriter: membuat konten yang ditulis atas nama klien, tanpa menyebutkan identitas penulis asli, menggunakan gaya dan suara yang sesuai dengan klien.Editor: mengedit dan memeriksa konten yang dibuat oleh penulis lain, untuk memastikan kualitas, akurasi, dan konsistensi, menggunakan standar dan pedoman yang ditetapkan oleh klien. 3. Desain Pekerjaan freelance di bidang desain meliputi berbagai jenis desain yang dibuat untuk klien, seperti logo, poster, brosur, kartu nama, atau lainnya. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Logo designer: membuat dan mengelola logo untuk klien, menggunakan konsep, warna, dan font yang sesuai dengan identitas dan visi klien.Graphic designer: membuat dan mengelola desain grafis untuk klien, menggunakan perangkat lunak seperti Adobe Photoshop, Illustrator, atau lainnya. 4. Virtual Assistant Pekerjaan freelance di bidang virtual assistant meliputi berbagai tugas administratif dan operasional yang dilakukan untuk klien, seperti mengatur jadwal, mengirim email, melakukan riset, atau lainnya. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Calendar management: mengatur dan mengelola jadwal klien, termasuk membuat, mengubah, atau membatalkan janji temu, rapat, atau acara lainnya.Email management: mengatur dan mengelola email klien, termasuk membaca, menjawab, mengirim, atau menghapus email, serta mengatur label, folder, atau filter.Research: melakukan riset tentang topik, produk, pasar, atau kompetitor yang dibutuhkan oleh klien, menggunakan sumber yang terpercaya dan relevan.Data entry: memasukkan data ke dalam sistem, spreadsheet, atau dokumen yang dibutuhkan oleh klien, menggunakan perangkat lunak yang sesuai dan akurat. 5. Media Sosial Pekerjaan freelance di bidang media sosial meliputi berbagai aspek yang berkaitan dengan pengelolaan media sosial untuk klien, seperti membuat, mengedit, memposting, dan mempromosikan konten, serta berinteraksi dengan pengikut atau pelanggan. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Social media manager: mengatur dan mengelola akun media sosial klien, termasuk menentukan strategi, tujuan, dan target, serta mengukur dan melaporkan hasilnya.Social media content creator: membuat dan mengedit konten media sosial klien, termasuk gambar, video, teks, atau lainnya, menggunakan perangkat lunak dan alat yang sesuai dan menarik.Social media marketer: memposting dan mempromosikan konten media sosial klien, termasuk menggunakan hashtag, tag, atau iklan, untuk meningkatkan jangkauan, keterlibatan, dan konversi.Social media moderator: berinteraksi dengan pengikut atau pelanggan media sosial klien, termasuk menjawab pertanyaan, komentar, atau keluhan, serta menghapus atau melaporkan konten yang tidak pantas atau ofensif. 6. SEO Pekerjaan freelance di bidang SEO meliputi berbagai aspek yang berkaitan dengan optimasi mesin pencari untuk klien, seperti melakukan audit, analisis, riset, dan implementasi kata kunci, tautan, konten, atau faktor lainnya yang mempengaruhi peringkat dan lalu lintas situs web klien. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: SEO auditor: melakukan audit situs web klien, termasuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang berkaitan dengan SEO, serta memberikan rekomendasi dan solusi untuk meningkatkan kinerja SEO.SEO analyst: melakukan analisis situs web klien, termasuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data dan metrik yang berkaitan dengan SEO, seperti peringkat, lalu lintas, klik, konversi, atau lainnya, serta memberikan wawasan dan saran untuk meningkatkan kinerja SEO.SEO researcher: melakukan riset kata kunci, tautan, konten, atau faktor lainnya yang berkaitan dengan SEO, menggunakan alat dan sumber yang terpercaya dan relevan, serta memberikan daftar dan strategi yang optimal untuk meningkatkan kinerja SEO.SEO implementer: melakukan implementasi kata kunci, tautan, konten, atau faktor lainnya yang berkaitan dengan SEO, menggunakan perangkat lunak dan teknik yang sesuai dan efektif, serta memantau dan menguji hasilnya untuk meningkatkan kinerja SEO. 7. Akuntan Pekerjaan freelance di bidang akuntan meliputi berbagai tugas yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan untuk klien, seperti membuat, mengedit, dan menyajikan laporan, anggaran, faktur, pajak, atau dokumen lainnya yang berkaitan dengan keuangan. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Bookkeeper: membuat dan mengedit catatan transaksi keuangan klien, termasuk pendapatan, pengeluaran, hutang, piutang, atau aset, menggunakan perangkat lunak dan standar yang sesuai dan akurat.Financial report: membuat dan menyajikan laporan keuangan klien, termasuk neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, atau laporan lainnya, menggunakan perangkat lunak dan standar yang sesuai dan profesional.Budget planner: membuat dan mengelola anggaran keuangan klien, termasuk menentukan tujuan, sumber, dan alokasi dana, serta mengukur dan melaporkan kinerja dan varians anggaran.Tax preparer: membuat dan mengelola dokumen pajak klien, termasuk menghitung, mengisi, dan mengirimkan pajak, serta memberikan saran dan bantuan yang berkaitan dengan pajak. 8. HR Pekerjaan freelance di bidang HR meliputi berbagai tugas yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia untuk klien, seperti merekrut, melatih, mengevaluasi, dan memberikan saran kepada karyawan atau calon karyawan. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Recruiter: mencari, menyaring, dan merekomendasikan kandidat yang sesuai untuk posisi yang dibutuhkan oleh klien, menggunakan platform online, jaringan, atau metode lainnya.Trainer: membuat dan menyampaikan materi pelatihan yang berkaitan dengan keterampilan, pengetahuan, atau sikap yang dibutuhkan oleh karyawan atau calon karyawan klien, menggunakan metode yang efektif dan menarik.Evaluator: melakukan evaluasi terhadap kinerja, potensi, atau kepuasan karyawan atau calon karyawan klien, menggunakan alat dan teknik yang sesuai dan objektif.HR consultant: memberikan saran dan bantuan yang berkaitan dengan masalah sumber daya manusia yang dihadapi oleh klien, seperti kebijakan, kompensasi, manajemen konflik, atau pengembangan karir.📚Baca juga:15+ Pekerjaan Freelance dari Rumah, Cocok untuk Pemula! Cara Menjadi Pekerja Freelance Menjadi pekerja freelance adalah impian banyak orang, karena dapat memberikan kebebasan, fleksibilitas, dan kreativitas dalam bekerja. Namun, menjadi pekerja freelance juga membutuhkan persiapan, keterampilan, dan strategi yang baik. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kamu ikuti untuk menjadi pekerja freelance yang sukses: 1. Tentukan niche dan tujuan freelance. Niche adalah bidang atau spesialisasi yang kamu kuasai dan minati, seperti desain, penulisan, atau IT. Tujuan adalah hasil yang ingin kamu capai dengan menjadi freelancer, seperti pendapatan, pengalaman, atau kepuasan. Dengan menentukan niche dan tujuan freelance, kamu dapat fokus, efisien, dan efektif dalam bekerja. 2. Kembangkan skill freelancer. Skill freelancer adalah keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja secara freelance, baik yang berkaitan dengan bidang kamu maupun yang bersifat umum. Beberapa contoh skill freelancer adalah: Kemampuan komunikasi: untuk berkomunikasi dengan baik dengan klien dan kolega, baik secara lisan maupun tulisan.Kemampuan adaptasi: untuk beradaptasi dengan berbagai situasi dan kondisi yang mungkin terjadi saat bekerja secara freelance, seperti perubahan deadline, spesifikasi, atau anggaran.Kemampuan belajar: untuk selalu belajar dan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kamu, agar dapat bersaing dan bertahan di pasar yang dinamis dan kompetitif.Kemampuan mengatur waktu dan prioritas: untuk mengatur waktu dan prioritas dengan baik, agar dapat menyelesaikan proyek dengan tepat waktu dan memenuhi kepuasan klien. 3. Bangun portofolio untuk freelance. Portofolio adalah kumpulan karya atau proyek yang telah kamu buat atau kerjakan, yang dapat menunjukkan kemampuan, gaya, dan kualitas kamu sebagai freelancer. Dengan memiliki portofolio yang baik, kamu dapat menarik perhatian dan kepercayaan klien. 📚 Baca juga: 10 Contoh Portofolio yang Menarik untuk Melamar Kerja 4. Buat CV freelancer. CV freelancer adalah dokumen yang berisi informasi tentang diri, pendidikan, pengalaman, keterampilan, dan prestasi kamu sebagai freelancer. Dengan memiliki CV freelancer yang baik, kamu dapat memperkenalkan dan mempromosikan diri kamu kepada klien. Belum punya CV untuk lamar kerja?Buat CV di Cake dengan 50+template CVATS-Friendly🚀 Buat CV 5. Lamar kerja atau gig freelance. Kerja atau gig freelance adalah proyek atau tugas yang ditawarkan oleh klien kepada freelancer, yang biasanya bersifat jangka pendek, spesifik, dan fleksibel. Dengan melamar kerja freelance, kamu dapat mendapatkan penghasilan, pengalaman, dan relasi sebagai freelancer. Kamu dapat mencari dan melamar kerja freelance melalui berbagai situs freelance, seperti Upwork, Fiverr, Sribu, atau lainnya. Kamu juga dapat mencari dan melamar kerja freelance melalui Cake, yang menyediakan berbagai lowongan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan minat kamu. 📚 Baca juga: 7 Cara Menjadi Freelancer Pemula Untuk Cari Untung! Kesimpulan Freelancer adalah pekerja mandiri yang menawarkan jasa atau keahlian kepada klien tanpa terikat kontrak jangka panjang.Kerja freelance adalah pekerjaan yang dilakukan secara lepas atau mandiri dengan sistem per proyek.Freelance memberikan kebebasan dalam menentukan jam kerja dan memilih proyek.Pekerja freelance tidak mendapat gaji bulanan tetap tapi mendapatkan bayaran berdasarkan proyek yang dikerjakan.Kerja freelance sangat beragam sesuai keahlian masing-masing freelancer.Pekerjaan freelance mencakup berbagai bidang seperti IT, desain, penulisan, akuntansi, dan lainnya.Freelancer harus memiliki skill teknis sesuai bidangnya dan skill umum seperti manajemen waktu.Skill freelancer yang harus dimiliki meliputi skill teknis, komunikasi, adaptasi, belajar, dan mengatur waktu maupun prioritas.Pekerja freelance perlu membangun portofolio dan promosi diri untuk mendapat klien. Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!

Resume Builder

Build your resume only in minutes!