Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
People Operations
May 5th 2025

Pajak Perusahaan Terbaru 2025 dan Perhitungannya

Perhitungan pajak perusahaan terikat pada peraturan dan metode perhitungan yang berbeda dengan pajak pribadi. Bagi perusahaan penting untuk memahami aturan yang mendasari perhitungan pajak perusahaan agar terhindar dari konsekuensi administrasi maupun hukum. Menurut situr Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak, pajak perusahaan dikenakan atas penghasilan dari badan usaha. Dalam hal ini, objek pajak penghasilan adalah setiap pertambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia yang dapat digunakan untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, atau nama dan dalam bentuk apa pun. Artikel di bawah ini akan menjelaskan dengan lebih rinci semua hal terkait pajak perusahaan, mulai dari subjek pajaknya, jenis-jenis pajak perusahaan, ketentuan tarifnya, hingga perhitungan dan contoh penerapannya. Simak selengkapnya. Daftar isi: Subjek Pajak Penghasilan Badan Apa Saja Jenis Pajak Perusahaan? Ketentuan Tarif Pajak Perusahaan Baru Cara Menghitung Pajak Penghasilan Perusahaan Contoh Perhitungan Pajak Perusahaan Subjek Pajak Penghasilan Badan Pajak Penghasilan Badan atau sering disingkat menjadi PPh Badan merupakan istilah lain dari pajak perusahaan. Merujuk pada laman Dirjen Pajak, pengertian subjek PPh badan adalah segmen badan usaha yang dikenakan pajak penghasilan atas penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam tahun pajak. Subjek pajak dibagi menjadi dua: Subjek PPh badan dalam negeriSubjek PPh badan luar negeri Subjek pajak dalam negeri adalah badan yang didirikan atau berkedudukan di Indonesia, kecuali unit tertentu dari badan pemerintah yang memenuhi kriteria tertentu. Beberapa badan usaha maupun non usaha yang dimaksud badan oleh Dirjen Pajak antara lain perseroan terbatas (PT), perseroan komanditer (CV), perseroan lainnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan BUMD dengan nama dan dalam bentuk apa pun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi sejenis, lembaga, bentuk usaha tetap dan bentuk badan lainnya. Apakah PT wajib membayar pajak? Berdasarkan ketentuan Dirjen Pajak di atas, PT termasuk subjek pajak penghasilan artinya wajib melakukan pembayaran PPh badan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sementara itu, subjek pajak luar negeri adalah badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat di Indonesia, namun menjalankan usaha melalui badan usaha tetap di Indonesia. Selain itu, subjek pajak penghasilan perusahaan luar negeri juga termasuk apabila perusahaan menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia. 💡 Fakta Menarik:UU Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan menggantikan UU Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan. Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaan Anda. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga! 🎉Pasang Loker Apa Saja Jenis Pajak Perusahaan? Pajak apa saja yang harus dibayarkan perusahaan sering menjadi pertanyaan, apalagi untuk pebisnis pemula. Pajak perusahaan yang dikenakan pada badan usaha dapat beragam bergantung pada aktivitas usaha yang dilakukan. Di bawah ini, beberapa jenis pajak yang dikenakan pada perusahaan: PPh Pasal 21 Pajak penghasilan ini dikenakan kepada karyawan yang bekerja di perusahaan yang memiliki gaji di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Umumnya, perusahaan langsung memotong pajak penghasilan karyawan langsung dari gaji.Untuk memastikan bahwa pajak penghasilan karyawan dihitung dengan tepat, perusahaan perlu mengacu pada perhitungan PPh 21 terbaru yang mengintegrasikan perubahan dalam ketentuan pajak setiap tahunnya. PPh Pasal 22 Pajak penghasilan perusahaan ini dikenakan pada perusahaan yang melakukan aktivitas ekspor dan impor barang mewah. PPh Pasal 23 Pajak ini dikenakan pada subjek pajak atas aktivitas di bawah ini: Pembagian dividen atas saham pada pemegang sahamRoyalti yang dibayarkan atas suatu karyaPembayaran bunga pinjamanPembayaran bonus, hadiah, ataupun penghargaanPembayaran jasa konsultan sesuai dengan Permen Nomor 141/PMK.03/2015Pembayaran atas sewa tanah, bangunan, maupun pemakaian aset dalam bentuk lain. PPh Pasal 25 PPh badan yang satu ini berupa angsuran pajak terutang, sesuai dengan total SPT tahunan pajak penghasilan perusahaan dan sudah dipotong PPh. Jangka waktu pembayaran pajak terutang maksimal satu tahun dan tidak dapat diwakilkan pada pihak lain. Kebijakan ini diberikan untuk mengurangi beban subjek pajak. PPh Pasal 26 Pajak ini dibebankan pada subjek pajak luar negeri ketika melakukan transaksi seperti pembayaran bunga, royalti, dividen, ataupun gaji dan aktivitas lain yang serupa. PPh Pasal 29 PPh badan Pasal 29 akan ditagihkan pada subjek pajak sebagai pajak kurang bayar yang muncul dalam SPT tahunan. PPh Pasal 15 Pajak perusahaan yang satu ini ditagihkan pada subjek pajak luar negeri seperti perusahaan asuransi luar negeri, penerbangan internasional, perusahaan asing, dan juga perusahaan investasi. PPh Pasal 4 Ayat (2) Pajak penghasilan perusahaan ini dikenal juga sebagai pajak final. Tarif pajak final ini dikenakan berdasarkan omset perusahaan dan beberapa jenis penghasilan perusahaan setelah potongan yang bersifat final. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Pajak ini dikenakan pada pertambahan nilai yang terjadi ketika suatu barang berpindah dari produsen ke konsumen. Untuk pemungutan PPN perusahaan perlu menerbitkan faktur pajak. Sesuai amanat UU No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) tarif PPN naik menjadi 12% dari 11/12 harga jual efektif berlaku mulai 1 Januari 2025. 💡Fakta Menarik:Data dari Dirjen Pajak, dalam 3 tahun berturut-turut sejak 2021, penerimaan negara dari pajak naik secara konstan. Mulai bangun employer branding Anda lebih efektif dengan Cake sekarang juga! 🎉Hubungi Konsultan KamiJenis-Jenis Pajak Perusahaan Ketentuan Tarif Pajak Perusahaan Baru Tarif PPh badan terbaru diatur dalam UU No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP. Secara umum, tarif pajak perusahaan diatur dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b UU HPP. Sesuai dengan undang-undang tersebut, tarif PPh badan terbaru adalah 22% per tahun.Tarif PPh Badan 22% berlaku kapan? Tarif PPh badan terbaru ini mulai berlaku pada tahun pajak 2022 sesuai dengan ketentuan UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Artinya, saat ini tarif pajak penghasilan ini berlaku. Proses menghitung besarnya pajak perusahaan erat kaitannya dengan jumlah omzet perusahaan. Penerapan tarif PPh badan dihitung berdasarkan omzet yang didapatkan perusahaan dalam satu tahun pajak. Ketentuan PPh badan terbaru adalah: Perusahaan dengan omzet di atas Rp50 miliar setahun dikenakan tarif 22% non finalTarif PPh badan dibawah Rp4,8 miliar hingga Rp50 miliar setahun dikenakan tarif 22% non final dengan fasilitas pengurangan tarif 50%Perusahaan dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar setahun dikenakan tarif 0.5% finalPerusahaan yang merugi tidak dibebaskan dari pembayaran PPh badan Rekrut kandidat dengan skill spesifik lebih tepat dan cepat bersama konsultan rekrutmen profesional Cake!Jadwalkan Konsultasi Cara Menghitung Pajak Penghasilan Perusahaan PPh badan pasal berapa? Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, perhitungan PPh badan diberlakukan sesuai Pasal 17 ayat (1) huruf b UU HPP. Dalam aturan tersebut disebutkan, “Wajib Pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022.” Tarif ini lebih rendah karena sebelumnya PPh badan dikenakan 28% di UU Pajak Penghasilan. Pajak penghasilan perusahaan berapa persen? Tarif pajak perusahaan bervariasi bergantung pada aktivitas usaha dan juga omzet. Misalnya, dalam Pasal 17 ayat (2b) terdapat ketentuan wajib pajak badan dalam negeri yang berbentuk perseroan terbuka, dengan jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan pada bursa efek di Indonesia paling sedikit 40%, dan memenuhi persyaratan tertentu dapat memperoleh tarif sebesar 3% lebih rendah. Berapa pajak PT dan CV? Perhitungan pajak PT dan CV berbeda. Untuk PT, dikenakan pajak penghasilan sebagai entitas bisnis terpisah, berbeda dengan tagihan pajak penghasilan pribadi pemilik. Sementara CV, tidak dikenai pajak secara langsung, masing-masing pemilik dikenakan pajak penghasilan pribadi sesuai dengan bagian keuntungan yang mereka terima dari CV. Perhitungan pajak PT dikenakan sesuai dengan besar omzet di tahun pajak seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Untuk melakukan perhitungan pajak perusahaan, tentukan Penghasilan Kena Pajak (PKP) terlebih dahulu. Cara menghitung PKP Cara untuk menghitung PKP dari PPh badan adalah mengurangkan penghasilan neto fiskal dan kompensasi kerugian fiskal. Penghasilan neto fiskal adalah penghasilan bersih wajib pajak dari kegiatan usaha, bukan setelah melalui penyesuaian fiskal yang sesuai ketentuan perpajakan. Sementara itu, kompensasi neto fiskal merupakan kerugian yang dialami perusahaan atau badan. Namun demikian, jika penghasilan bruto dikurangi biaya hasilnya rugi sehingga tidak ada ditemukan PKP, kerugian tersebut dikompensasikan dengan penghasilan mulai tahun pajak berikutnya berturut-turut hingga 5 (lima) tahun. Perhitungan PPh Badan PPh terutang atau pajak penghasilan yang dibayarkan, dapat digunakan rumus PKP dikali tarif pajak yang berlaku. Saat ini tarif PPh badan yang berlaku adalah 22%. Rumus PPh Badan Terutang = Penghasilan Kena Pajak x 22% 📚 Baca juga:4 Contoh CV Akuntansi Profesional dan Cara Membuatnya! Contoh Perhitungan Pajak Perusahaan Contoh perhitungan pajak untuk laporan pajak perusahaan dapat dihitung sebagai berikut ini sesuai dengan rumus di atas. Terdapat sebuah perusahaan memiliki PKP sebesar Rp5 miliar dengan tarif 22%. Perhitungannya adalah: PPh badan terutang = Rp5.000.000.000 x 22% = Rp1.100.000.000 Catatan penting, perhitungan untuk PPh Final memiliki rumus dan peraturan landasan yang berbeda. Tarif PPh Final ditentukan terpisah melalui Peraturan Pemerintah. Terhubung dengan +7 juta kandidat berkualitas di talent pool Cake dan temukan kandidat ideal Anda!Cari Kandidat Ideal Cakeadalah platform rekrutmen dengan +8 jutadatabasetalenta di talent pool global.Pasang lowongan kerja gratisuntuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkanEmployer Brandinglebih efektif bersama Cake. Didukung teknologi ATSCake AIdanRecruitment Consultantprofesional, mulai temukan talenta berkualitas lebih cepat! Dapatkan wawasan mendalam dan konten informatif terkait rekrutmen, manajemen SDM,employer branding,serta tren terbaru di dunia HR hanya di Cake. Jadikan kami sumber terpercaya Anda untuk strategi perekrutan yang efektif dan solusi SDM yang inovatif.
Career Development
Dec 10th 2022

Resesi Indonesia? Semua yang Perlu Kamu Ketahui Menjelang 2023

Tahun 2008 merupakan tahun yang bermasalah bagi ekonomi dunia. Krisis ekonomi yang ditandakan dengan inflasi tinggi, meningkatnya harga pangan dan minyak, dan tingginya pengangguran dihadapi oleh mayoritas negara di seluruh dunia adalah salah satu pertanda resesi global. Saat ini, pertanda tersebut mulai kembali dapat dilihat secara perlahan, seperti contohnya Meta yang melakukan pemecatan terhadap 11.000 orang dan Amazon yang melakukan pemecatan massal terbesar dalam sejarahnya. Selain itu, meningkatnya harga minyak dunia akibat perang antara Rusia dan Ukraina juga merupakan pertanda yang tidak dapat dihindari. Pengamat ekonomi dari Forbes juga sudah mengatakan bahwa resesi adalah hal yang akan terjadi, dengan prediksi terjadinya antara akhir 2023 hingga awal 2024. Sejauh ini, Amerika Serikat adalah negara yang digunakan sebagai perbandingan, utamanya karena Dolar A.S. adalah mata uang yang umum digunakan sebagai perbandingan ekonomi dunia. Pertanyaannya sekarang adalah, apakah resesi ini juga akan menghantam Indonesia? Resesi Depresi Resesi sederhananya adalah penurunan kegiatan ekonomi yang signifikan, merata, dan berkepanjangan. Penurunan kegiatan ekonomi ini dapat dilihat dari berkurangnya kegiatan dagang maupun produksi industri yang dapat diidentifikasi dengan menurunnya produk domestik bruto (GDP) dalam dua kuartal secara berturut-turut. Walaupun begitu, ekonomis dari National Bureau of Economic Research (NBER) juga menggunakan kalkulasi kompleks yang menggunakan gaji pekerja di luar industri pertanian, produksi industri, dan penjualan ritel. Resesi sendiri dapat terjadi karena beberapa hal. Contohnya, Great Depression di Amerika Serikat yang terjadi antara 1929 hingga 1933 terjadi karena jatuhnya bursa saham Wall Street di tahun 1929, menyebabkan resesi global yang berefek berat pada kota-kota yang bergantung pada industri. Selain itu, krisis moneter yang menimpa Asia di tahun 1997 disebabkan oleh tingginya hutang luar negeri di negara-negara ASEAN, menyebabkan salah satu kasus resesi di Indonesia. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, resesi ekonomi dapat dilihat dari beberapa gejala berikut: Gaji pegawai yang berkurang peningkatannya, terutama jika dibandingkan dengan angka inflasi,Meningkatnya harga produk sehari-hari, seperti bahan pangan gas, bahan bakar, dan lain-lain,Meningkatnya angka pengangguran,Menurunnya produksi industri, danMenurunnya produk domestik bruto. Dari kelima gejala tersebut, yang paling mudah dilihat dalam kehidupan sehari-hari adalah gejala pertama hingga ketiga. Gejala-gejala tersebut pastinya akan berefek pada masyarakat umum, menyebabkan turunnya konsumsi dan pengeluaran. Sejauh Apa Resesi akan Menghantam Indonesia? Bagaimana dengan Indonesia sendiri? Dari prediksi IMF, Indonesia akan mengalami pertumbuhan sebesar 5% di 2023. Artinya, Indonesia sendiri seharusnya tidak terkena resesi di tahun 2023. Walaupun begitu, dengan terhubungnya ekonomi dunia dengan satu sama lain, tentunya ekonomi Indonesia akan terkena imbas dari resesi negara-negara lain. Untuk saat ini, resesi yang terjadi diprediksi akan menghantam pasar Eropa dan Amerika. Hal ini disebabkan oleh invasi Rusia terhadap Ukraina. Rusia sebagai pengekspor bahan bakar minyak terbesar di dunia dan Ukraina sebagai pengekspor gandum nomor 5 terbesar di dunia tentunya terkena imbas dari invasi ini. Hasilnya, harga pangan dan bahan bakar yang melambung akibat turunnya pasokan akan menyebabkan turunnya perkembangan ekonomi di negara-negara yang bergantung dari hasil produksi tersebut. Indonesia sendiri tidak bergantung terlalu banyak dari kedua pasar tersebut. Dalam artikel dari SBM ITB, Indonesia sendiri tidak akan terlalu terpengaruh karena kebutuhan energi di Indonesia masih dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri, dan pangan pokok Indonesia sendiri berbasis beras, dan bukan gandum. Selain itu, pertumbuhan ekonomi di Indonesia dapat dilihat melalui pasar modal Indonesia, yang saat ini mengalami arus masuk modal. Investasi asing langsung juga dalam kondisi stabil, sehingga diharapkan resesi tidak akan memiliki efek yang ekstrim di Indonesia. Walaupun begitu, Bloomberg memberikan beberapa argumen bahwa ekonomi Indonesia sedang mengalami sedikit penurunan, terutama dalam bidang ekspor. Bloomberg sendiri memberikan proyeksi bahwa Indonesia akan mengalami peningkatan pengiriman komoditas sebesar 29%, namun kenyataannya hanya 20% yang tercapai. Hal ini terjadi karena resesi global yang terjadi menyebabkan negara-negara lain juga mengalami penurunan daya beli. Apa efeknya jika Indonesia mengalami resesi? Seperti gejala-gejala yang sudah disebutkan diatas, perekonomian akan lesu. Hasilnya, kenaikan gaji pun akan tidak imbang dengan inflasi, daya beli masyarakat akan berkurang, dan bahkan menyebabkan naiknya angka pengangguran. Bertahan dalam Resesi Jika resesi terjadi, mau tidak mau masyarakat biasa juga harus menerima konsekuensinya melalui berbagai gejala-gejala yang sudah dibahas diatas. Mulai dari ekonomi yang lesu hingga bahkan PHK massal, efek ini akan mengenai orang-orang di semua bidang. Maka dari itu, semua orang harus dapat mempersiapkan diri untuk resesi yang mungkin datang, bukan hanya pihak pemerintah. Beberapa cara untuk mengatasi resesi ekonomi dalam lingkup keuangan pribadi adalah sebagai berikut: Perbarui CV, baik dengan memperbarui pengalaman dan skill yang dimiliki, atau bahkan mendapatkan gelar baru untuk mempersiapkan kemungkinan PHK.Kurangi pengeluaran.Persiapkan dana darurat sebelum resesi benar-benar terjadi, jika bisa cukup untuk kebutuhan sehari-hari selama 3 hingga 6 bulan.Lunasi hutang karena dalam resesi umumnya bunga hutang akan meningkat.Jangan menarik investasi, karena resesi adalah tren sementara. Walaupun begitu, baik dalam kondisi persiapan resesi atau dalam kondisi biasa, penting bagi semua orang untuk memperhatikan kondisi ekonominya masing-masing. Dengan mengetahui kondisi finansialnya masing-masing, baik resesi terjadi atau tidak, seseorang dapat menyiapkan dirinya untuk kondisi ekonomi lesu yang berkelanjutan. Resesi sendiri adalah fenomena yang pasti terjadi, pertanyaannya hanyalah kapan resesi tersebut akan terjadi. Namun, jika seseorang sudah bersiap sebelum resesi terjadi, bertahan hidup selama masa resesi bukanlah hal yang sulit. Selain itu, kondisi ekonomi setelah resesi dapat menghasilkan berbagai jenis inovasi baru baik dalam industri atau dalam bidang ekonomi yang dapat membantu kondisi ekonomi secara umum untuk menghadapi masa ekonomi lesu di masa depan. Maka dari itu, baik Indonesia akan terkena resesi atau hanya imbasnya, harus tetap diingat bahwa resesi hanyalah tren sementara. Resesi akan berlalu dan ekonomi akan kembali normal pada waktunya sendiri. Hal yang paling penting adalah untuk tetap tenang dan berpikir rasional dalam mempersiapkan kondisi finansial pribadi untuk menghadapi masalah ekonomi apalagi yang berlanjut.Buat CV Lamaran Kerja Online di Cake--- Ditulis Oleh Sasannaditya Surya Wang ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!