Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Portfolio
Oct 8th 2021

Cara Membuat Portofolio Online: 15 Website Gratis untuk Portofolio yang Menarik

Jika kamu bekerja dalam bidang industri kreatif, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya online portofolio/digital portofolio.Online portofolio? Apa itu?Sebuah online portofolio boleh dikatakan sebagai halaman web pribadi. Biasanya menampilkan karya-karya seni. Baik itu fotografi, desain grafis, arsitektur, dll. Dengan portofolio online ini, kamu dapat mempresentasikan karya kamu, memberikan informasi tentang diri kamu dan menawarkan servis yang dapat kamu berikan. Online portofolio ini nyaman digunakan karena bisa dijangkau melalui internet oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Orang-orang yang tertarik dengan kamu (misalnya rekruter atau klien) bisa mendapat informasi tentang kamu dengan praktis karena semua koleksi karya, pencapaian, prestasi dapat kamu gabungkan ke dalam satu portofolio online ini. Walaupun portofolio online ini terdengar hanya untuk orang-orang yang mempunyai pekerjaan berkaitan dengan visual, jangan salah.Further reading:5 Tips to Build a Strong Machine Learning Resume Justru di era digital sekarang, apapun pekerjaan kamu maupun seorang marketer, web programmer, ataupun influencer, memiliki sebuah online presence ternyata penting loh. Dengan online presence yang kuat, kamu bisa dikenal oleh banyak orang, dan mendapat kesempatan-kesempatan baru. Nah, salah satu cara untuk membangun online presence adalah dengan mempresentasikan value dan kemampuan kamu melalui portofolio online. 15 Situs Gratis Untuk Membuat Portofolio Online Bikin portfolio online apa harus bisa coding? Gimana cara membuat portofolio online gratis? Kalau kamu tidak tahu cara membuat webpage portofolio dengan coding, pertanyaan-pertanyaan tersebut pasti muncul di pikiran kamu. Tapi, jangan khawatir. Sekarang, tersedia banyak pilihan portfolio website yang bisa membantu kamu membuat portofolio online tanpa memiliki background coding. Berikut daftar 15 website untuk membuat portofolio:1. Cake Cake berawal dari sebuah CV maker online dimana kamu bisa bikin CV gratis yang menarik. Kini, Cake menyediakan platform membuat web portofolio terbaik yang bisa digunakan oleh orang-orang dari berbagai macam profesi. Kamu bisa dengan mudah membuat portofolio online gratis tanpa batas.Portfolio Website Cake ✨ Fitur: Portfolio website Cake menyediakan tools pengeditan canggih serta pilihan warna yang banyak. Kamu bisa menampilkan video dalam portofolio dan kamu juga bisa menyambungkan portofolio ke CV kamu sehingga memudahkan rekruter untuk melihat koleksi karya kamu ketika membaca CV kamu.Kelebihan:Gratis membuat portofolio sepuasnyaTampilan sederhana dan mudah digunakanDapat menyambungkan portofolio ke CVKekurangan:Tidak dapat mengupload file ukuran besar 💰 Harga Cake: Gratis membuat portofolio tanpa batas2. Behance Behance adalah salah satu situs portfolio website yang merupakan bagian dari Adobe Creative Cloud. Tidak hanya desainer yang aktif menggunakan Behance, tapi rekruter dari berbagai belahan dunia juga menggunakan Behance untuk mencari talenta-talenta baru. Tersedia juga banyak contoh portofolio online untuk inspirasi kamu.Portfolio Website Behance ✨Fitur: Behance mempunyai cara kerja seperti sosial media. Kamu dapat like portofolio orang lain, dan follow user lain. Dengan ini, karya portofolio mereka dapat muncul dalam feed For You kamu. Selain itu, kamu dapat import gambar dari Adobe Lightroom dan menampilkan audio dan video dalam portofolio kamu. Dikarenakan sistem Behance seperti sosial media, platform ini cocok bagi para social butterfly yang senang mendapatkan likes dan komen terhadap karya mereka. Kelebihan:Gratis membuat portofolio tanpa batasTampilan sederhana dan mudah digunakanTerdapat variasi karya (desain, UI, ilustrasi) Kekurangan: Tidak dapat mengupload file ukuran besarDikarenakan tampilan yang sederhana (seleksi desain sedikit) membuat struktur portofolio pengguna terlihat membosankan 💰 Harga Behance: Gratis dengan fitur terbatas Pro: Harus subscribe ke Adobe Creative Cloud 3. DribbbleDribbble merupakan situs portofolio online dimana kamu bisa mengupload gambar karya yang dinamai Shots. Ukuran Shots yang diupload harus disesuaikan dengan rasio 4:3 Komunitas Dribbble bisa dikatakan cenderung tertutup. Artinya, hanya orang-orang yang menerima undangan lah yang dapat mengupload Shots. Orang-orang ini dinamakan Player. Jika kamu pengguna baru, atau dinamai Prospect, kamu hanya dapat follow dan like portfolio designer lain, sampai kamu di-notice dan menerima undangan dari seorang Player. Portfolio Website Dribbble ✨Fitur: Mirip dengan Behance, portfolio website Dribbble mempunyai tampilan seperti sosial media dimana kamu bisa follow dan like karya orang lain. Karya yang diupload berukuran 4:3 dan kamu bisa mengupload 48 karya per bulan. Karena komunitas Dribbble yang cenderung eksklusif, Portfolio designer website ini cocok untuk para desainer yang sudah memiliki level skill tertentu.Kelebihan:Komunitas yang eksklusif membuat Dribbble dapat menetapkan kualitas karya-karya designernyaKomunitas sedang berkembang pesatKekurangan:Harus menerima undangan baru bisa mengupload karyaUkuran Shots terbatas pada rasio 4:3 💰 Harga Dribbble: Gratis dengan fitur terbatas Pro: $19 (sekitar Rp. 270,000) / 1 bulan 4. Adobe Portfolio Website untuk membuat portofolio selanjutnya adalah Adobe Portfolio. Mungkin banyak dari kamu tidak asing lagi dengan keluarga Adobe. Dengan portfolio website ini, kamu dapat menampilkan gambar karya ke galeri yang tersedia.Portfolio Website Adobe Portfolio ✨Fitur: Adobe Portfolio menyediakan 12 template yang bisa dipilih pengguna. Dikarenakan Adobe Portfolio merupakan bagian dari Creative Cloud, kamu dapat mengedit gambar langsung di Adobe Portfolio dengan menggunakan Adobe Lightroom. Dikarenakan fitur Adobe Portfolio yang dapat disambungkan ke akun Adobe Lightroom, situs portofolio online ini cocok untuk fotografer pemula sampai profesional.Kelebihan:Penampilan sederhana, mudah digunakanDapat menyesuaikan resolusi dan ukuran image secara otomatis Kekurangan:Template yang tersedia terbatas sehingga galeri cenderung mirip dengan orang lainTidak mensupport penggunaan teks dalam portofolio 💰 Harga AdobePortfolio: Paket AdobePortfolio, AdobePhotoshop dan AdobeLightroom: $9.99 (sekitar Rp. 144,000) / 1 bulan 5. Portfoliobox Portfoliobox merupakan portfolio website yang tidak kalah keren. Situs ini populer di kalangan fotografer dan desainer dan bertujuan untuk menampilkan karya yang profesional.Portfolio Website Portfoliobox ✨Fitur: Portfoliobox merupakan website untuk membuat portofolio yang bebas iklan dan menyediakan berbagai macam template untuk digunakan. Ini membuat karya portofolio yang dibuat terlihat unik. Selain itu, portfolio website yang satu ini memungkinkan kamu untuk menjual karya-karya kamu, serta mengintergrasikan online portofolio kamu dengan Google Analytics.Kelebihan:Terdapat banyak pilihan untuk mengkustom portofolioMenyediakan e-commerce store bagi pengguna Kekurangan:Hanya dapat mengupload 50 gambar untuk akun gratis 💰 Harga Portfoliobox:Gratis dengan fitur terbatas Pro: $6.90 (sekitar Rp. 100,000) / 1 bulan 6. CrevadoDengan portfolio website Crevado, kamu bisa menggunakan alat drag-and-drop sederhana untuk mengatur layout portofolio online kamu. Crevado juga dioptimalkan untuk perangkat apa pun, sehingga portofolio kamu dapat dilihat di smartphone, tablet dan desktop dengan nyaman.Portfolio Website Crevado ✨Fitur: Crevado dilengkapi dengan hosting yang aman dan tersertifikasi SSL. Kamu juga dapat menjual karya kamu secara online berkat integrasi platform dengan PayPal dan Fotomoto. Selain itu, file desain kamu bisa diunggah dalam macam-macam format, seperti foto, video, gambar GIF, PDF, dll.Kelebihan:Hosting yang aman dan tersertifikasi SSLBerkolaborasi dengan PayPal dan Fotomoto yang memungkinkan kamu untuk menjual karya kamu Kekurangan:Akun gratis tidak dapat menghilangkan link menuju ke Crevado pada footer portofolioHanya dapat mengupload sebanyak 5 galeri dan 30 gambar dengan akun gratis 💰 Harga Crevado:Gratis dengan fitur terbatas Plus: €6 (sekitar Rp. 100,000) / 1 bulan Premium: € 9 (sekitar Rp. 152,000) / 1 bulan 7. Cargo Portfolio website Cargo Collectives terkenal dengan tampilan yang bersih dan profesional. Cargo dapat membantu para pemula membangun portofolio profesional untuk bisnis, seni, atau proyek-proyek lain seperti majalah atau archive.Portfolio Website Cargo ✨Fitur: Cargo Collective menawarkan 30 template serta tersedia pilihan typography dari Google Fonts, WebType, TypeNetwork dll. Kamu juga dapat membuat portofolio dengan nama domain sendiri. Selain itu, tersedia live chat assistance ketika kamu mengalami masalah teknis atau memerlukan bantuan lain. Kelebihan:Tampilan portofolio terlihat profesionalDapat mengedit HTML dan CSS untuk akun berbayar Kekurangan:Akun gratis hanya bisa mengakses 10 template.💰 Harga Cargo:Gratis untuk fitur terbatas Standard site upgrade: $99 (sekitar Rp. 1,425,000) / 1 tahun atau $13 (sekitar Rp. 187,000) / 1 bulan. Dengan tambahan fitur e-commerce: tambahan $66 (sekitar Rp. 95,000) / 1 tahun atau $9 (sekitar Rp. 130,000) / 1 bulan 8. Carbonmade Carbonmade adalah website untuk portofolio yang tidak kalah keren. Portofolio site ini memungkinkan kamu untuk membagikan karya kamu dengan audiens global, membangun online presence yang kuat, serta berhubungan dengan klien atau kustomer.Portfolio Website Carbonmade ✨Fitur: Portfolio website Carbonmade memakai fitur drag and drop dimana kamu dapat tarik blok yang kamu inginkan lalu taruh ke portofolio kamu. Blok ini juga bisa kamu ubah posisinya serta ukurannya. Nantinya, kamu akan masukan karya kamu ke dalam blok-blok ini. Carbonmade menyediakan fitur analitik sehingga kamu dapat mengetahui jumlah kunjungan ke portofolio kamu per tahun, serta statistik performa per bulan. Kamu juga bisa menghubungkan Google Analytics ketika kamu membuat portofolio online di Carbonmade. Selain itu juga terdapat fitur Talent Pool bagi rekruter untuk menemukan talenta-talenta, dan juga fitur Private Portfolio bagi kamu yang ingin portofolio online kamu dilihat hanya oleh orang-orang pilihan kamu. Kelebihan:Mudah digunakan untuk pemula Tersedia banyak pilihan alat kustomisasiTersedia fitur analitik, Talent Pool, dan Private PortfolioKekurangan:Gratis hanya untuk free trialHarga cenderung lebih mahal dibanding platform lain 💰 Harga Carbonmade: Beginner Plan: $8 (sekitar Rp. 115,000) / 1 bulan Pro Plan: $12 (sekitar Rp. 173,000) / 1 bulan Expert Plan: $18 (sekitar Rp. 260,000) / 1 bulan 9. Coroflot Website gratis untuk portofolio ini hampir mirip dengan Behance dan Dribbble dimana kamu bisa membagikan hasil karya kamu ke dalam komunitas desainer yang ada.Portfolio Website Coroflot ✨Fitur: Ketika membuat portofolio online di situs ini, kamu bisa mencari banyak lowongan kerja yang tersedia khususnya untuk posisi desain UI/UX. Tidak hanya itu, kamu juga dapat melihat gaji yang ditawarkan untuk posisi tersebut. Kelebihan:Tampilan sederhana dan mudah digunakanBisa mencari lowongan pekerjaan ataupun merekrut talenta dengan mudah Kekurangan:Tidak bisa mengkustom layout portofolioTidak bisa membalas komentar orang lain 💰 Harga Coroflot:Gratis 10. Clippings.meRekomendasi portfolio website selanjutnya adalah untuk kamu yang suka menulis karena Clippings.me dapat menampilkan karya-karya tulisan kamu. Kamu juga bisa melihat banyak contoh portofolio penulis di platform ini.Portfolio Website Clippings.me ✨Fitur: Kamu bisa memasukan hasil tulisan kamu dari website lain dengan cara copy paste link website tersebut. Kamu juga dapat memasukan file PDF ataupun elemen multimedia termasuk podcast. Selain itu, Clippings.me menyediakan panduan menulis bagi kamu yang mengalami kesulitan dalam menulis artikel.Kelebihan:Mudah digunakanDapat memasukan banyak elemen multimediaKekurangan:Gratis untuk 10 artikel pertama saja 💰 Harga Coroflot: Gratis untuk 10 artikel pertama Premium: $9,99 (sekitar Rp. 144,000) / 1 bulan 11. JournoportfolioRekomendasi website untuk portofolio selanjutnya adalah JournoPortfolio. Portfolio website yang satu ini mirip dengan Clippings.me karena biasa digunakan oleh penulis atau mereka yang menghasilkan karya tulisan.Portfolio Website Journoportfolio ✨Fitur: Di website portfolio ini, kamu bisa mengupload link atau PDF karya yang sebelumnya pernah dibuat ke dalam portofolio kamu. Selain itu, JournoPortfolio menyediakan informasi analitik portofolio site kamu sehingga kamu bisa mengetahui jumlah pengunjung situs kamu, berapa lama pengunjung menghabiskan waktu di situs kamu, dll. Kamu juga dapat menghubungkan portofolio online kamu dengan Google Analytics untuk mengakses data yang lebih akurat. Journoporftolio cocok untuk blogger karena kamu dapat menulis blog langsung di Journoportfolio sehingga kamu tidak perlu mengelola banyak platform. Kelebihan:Mobile friendly / dapat diakses melalui perangkat hp dengan mudahBisa menulis blog langsung di platformKekurangan:Gratis untuk 10 artikel pertama saja 💰 Harga Journoportfolio: Gratis untuk 10 artikel pertama Plus $5 (sekitar Rp. 72,000) / 1 bulan Pro $10 (sekitar Rp. 144,000) / 1 bulan 12. Deviantart ✨Fitur:Deviantart merupakan salah satu komunitas sosial kalangan seniman terbesar dimana kamu bisa bikin portofolio online, lalu membagikan dan mempromosikannya kepada sesama seniman. Kamu bisa menemukan banyak contoh portofolio graphic designer, illustrator atau animator. Portfolio Website Deviantart Website untuk portofolio yang satu ini menawarkan berbagai macam fitur seperti Polls dimana kamu bisa membuat polling dan Groups dimana kamu bisa bergabung pada suatu grup tertentu dengan ketertarikan yang sama. Deviantart juga menyediakan Free Stock Images yaitu gambar-gambar yang bisa kamu gunakan gratis.Kelebihan:Komunitas yang besarKekurangan:Cenderung lebih ke arah komunitas seni daripada platform untuk mencari portofolio profesionalLebih banyak karya fan art dibanding portofolio profesional 💰 Harga Deviantart: Gratis dengan fitur terbatas Core membership: $15 (sekitar Rp. 215,000) / 3 bulan 13. WixPlatform selanjutnya ini sedikit berbeda dengan yang sudah disebutkan diatas karena Wix merupakan website builder. Tapi jangan salah, karena kamu juga bisa membuat online portfolio kamu dengan website builder Wix ini. Terlebih lagi, kamu bisa mengkustom website sesuai kesukaan sehingga portofolio kamu akan jauh berbeda dengan portofolio orang lain.Portfolio Website Wix ✨Fitur: Dengan membuat portofolio kerja online ataupun portofolio untuk personal branding di Wix, kamu bisa menikmati fitur SEO manajemen dimana Wix akan membantu kamu mengoptimalkan website kamu untuk SEO. Wix juga menyediakan fitur e-commerce yang memungkinkan kamu untuk menjual karya kamu. Kamu bisa menjualnya di situs online store ataupun di Amazon dan Facebook. Wix juga menyediakan fitur chat, forum dan juga event bagi kamu yang ingin menyelenggarakan event dimana Wix akan membantu mengelola ticketing dan sistem RSVP. Kelebihan:Kecepatan situs website yang baikTersedia banyak pilihan templateFitur e-commerce yang luasKekurangan:Kecepatan situs website yang baikTersedia banyak pilihan templateFitur e-commerce yang luas 💰 Harga Wix: Gratis untuk fitur terbatas Combo plan $14 (sekitar Rp. 201,000) / 1 bulan Unlimited plan: $18 (sekitar Rp. 260,000) / 1 bulan 14. GithubGitHub adalah layanan hosting berbasis web terbesar dimana kamu bisa berkolaborasi dan mengerjakan suatu projek bersamaan. Dengan begitu, portfolio website ini juga berbeda dengan yang sudah disebutkan sebelumnya karena Github cocok untuk kamu yang mempunyai keterampilan dalam coding. Dengan Github, kamu bisa membuat website dengan bahasa pemrograman untuk menampilkan portofolio kamu.Portfolio Website Github ✨Fitur: Dengan Github, kamu dapat meng-host, meninjau kode, ataupun membangun website secara bersamaan dengan pengguna dari seluruh belahan dunia. Kelebihan:Membuat portofolio online sesuai keinginanDapat digunakan untuk berbagai fungsi (membuat portofolio ataupun alat kolaborasi bersama pengguna lain)Kekurangan:Harus memiliki background coding untuk membuat portofolio 💰 Harga Wix: Gratis dengan fitur terbatas Team: $4 (sekitar Rp. 58,000) per orang / 1 bulan Enterprise: $12 (sekitar Rp. 173,000) per orang / 1 bulan 15. Social MediaPortofolio online tidak sebatas halaman web yang kamu bangun di internet loh. Karya atau foto yang diunggah dalam akun media sosial ternyata juga bisa dijadikan portofolio. Sosial media merupakan platform tambahan yang bisa kamu gunakan untuk mengembangkan personal branding kamu. Dengan sosial media, kamu bisa mempresentasikan diri kamu atau karya kamu yang terbaik, dikenal orang dan memperoleh kredibilitas. Menggunakan sosial media umumnya gratis dan memungkinkan kamu mengunggah konten sesuai keinginan kamu. Dengan ini, tentunya kamu bisa mengeksplor potensial, mengembangkan kreatifitas dalam diri kamu, serta memanfaatkannya untuk tujuan bisnis atau pekerjaan profesional.Kelebihan:Menjangkau banyak orang dari berbagai latar belakangCepat, efisien dan mudah untuk digunakanKekurangan:Lebih dipandang sebagai platform untuk bersosialisasi dibanding platform untuk menunjukkan karya profesional Nah, itulah daftar 15 portfolio website yang bisa kamu coba. Setiap website mempunyai keunikan masing-masing, jadi pilihlah website yang paling cocok untuk kamu ya!Bacaan lanjutaan:Portofolio untuk Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik [+5 Contoh]
Portfolio
Mar 9th 2026

Cara Membuat Portofolio Arsitektur [+ Contoh & Inspirasi]

Portofolio arsitektur adalah kumpulan hasil karya seorang arsitek, yang dapat terdiri dari sketsa, gambar, foto, ataupun tulisan yang merekam proses desain seorang arsitek dalam menghasilkan sebuah karya arsitektur. Seperti pekerjaan lainnya di bidang desain, tidak hanya CV, pelamar wajib menyertakan portofolio hasil karya saat melamar untuk pekerjaan di bidang arsitektur. Di artikel ini, Cake akan membahas lebih lengkap tentang manfaat membuat portofolio arsitektur, cara membuat portofolio arsitektur, berikut 10 contoh portofolio arsitektur yang bisa kamu jadikan inspirasi.Daftar Isi:Manfaat Membuat Portofolio Arsitektur Cara Membuat Portofolio Arsitektur 10 Contoh Portofolio Arsitektur Manfaat Membuat Portofolio Arsitektur Portofolio arsitektur adalah alat penting yang dapat digunakan arsitek profesional ataupun fresh graduate jurusan arsitektur untuk menunjukkan keahlian dan hasil karya mereka kepada rekruter atau klien. Bila kamu memiliki proyek dan ingin memamerkan hasil karyamu saat melamar pekerjaan, kamu perlu membuat portofolio yang kuat yang menonjolkan proses desain, karakter dan keterampilan-mu. Saat melamar pekerjaan arsitektur, selain menyertakan CV yang menceritakan pengalaman profesional-mu, membuat portofolio arsitektur dapat membawa kelebihan lainnya seperti: 1. Membuat kamu lebih unggul dari kandidat lain Dalam dunia arsitektur yang kompetitif, memiliki portofolio arsitektur yang menarik dalam membuatmu lebih unggul dibandingkan kandidat lain. Banyak perusahaan atau klien tidak hanya melihat CV, tetapi juga ingin melihat hasil karyamu secara langsung. Dengan menyediakan portofolio arsitektur yang profesional dan terstruktur dengan baik, kamu bisa membuktikan bahwa kamu memiliki pengalaman dan keterampilan yang dibutuhkan. Kesempatan menunjukkan keterampilan dan hasil karyamu Portofolio arsitek adalah wadah untuk menampilkan hasil karya terbaikmu, mulai dari sketsa awal hingga proyek yang telah terealisasi. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dalam portofolio desain arsitektur, baik dalam desain konseptual, visualisasi 3D, maupun perencanaan teknis. Dengan menyertakan portofolio arsitek yang beragam, kamu bisa menarik perhatian rekruter atau klien. 2. Meningkatkan personal branding Portofolio tidak hanya berfungsi sebagai dokumen lamaran kerja, tetapi juga sebagai alat untuk membangun personal branding. Dengan memiliki portofolio arsitektur yang kuat, dan menampilkan portofolio arsitektur secara online, kamu dapat menunjukkan gaya desain khas dan nilai-nilai yang kamu usung dalam setiap proyek. Ini membantu membentuk personal branding yang akan memudahkan orang lain mengenali keunikan dan keahlianmu sebagai seorang arsitek. 📚 Baca juga: 16+ Contoh Website dan Blog Untuk Referensi Bangun Personal Branding Kamu 3. Menunjukkan perkembanganmu Seiring bertambahnya pengalaman, kualitas desain dan cara berpikirmu dalam merancang akan terus berkembang. Portofolio arsitek yang diperbarui secara berkala dapat menunjukkan progres ini. Dengan menyusun portofolio arsitek yang mencerminkan perjalanan kariermu, kamu bisa memberikan gambaran jelas tentang bagaimana kamu telah berkembang dalam hal kreativitas, teknik, dan problem-solving dalam dunia arsitektur. 4. Membangun kredibilitas dan kepercayaan Kepercayaan klien dan rekruter sangat bergantung pada seberapa meyakinkan hasil karyamu. Portofolio desain arsitektur yang profesional dapat menjadi bukti konkret bahwa kamu mampu menghasilkan karya berkualitas. Dengan menyertakan dokumentasi proyek, testimoni klien, atau penghargaan yang pernah diraih, portofolio arsitektur dapat menjadi alat yang memperkuat kredibilitasmu di industri arsitektur. Sertakan portofolio dengan lamaran kerjamu agar peluang dapat kerjamu lebih besar! Mulai buat portofolio di Cake ➡️Buat Portofolio Cara Membuat Portofolio Arsitektur Berikut beberapa tips untuk membuat portofolio arsitek-mu semakin efektif. 1. Sertakan profil / bagian perkenalan diri Layaknya CV, portofolio jadi sarana bagi rekruter atau calon klien untuk mengenal kamu sebagai seorang profesional. Selain hasil karya, ada baiknya bila kamu juga menambahkan sedikit profil atau perkenalan diri, seperti informasi kontak dan rangkuman pengalaman profesional. 2. Tuliskan kemampuan / hard skills yang dimiliki Selain perkenalan diri dan rangkuman pengalaman profesional, kamu juga bisa menyertakan skill / kemampuan arsitektur yang kamu miliki. Contohnya, software apa saja yang bisa kamu gunakan untuk pengolahan gambar (Photoshop, illustrator, Lightroom), pembuatan sketsa atau 3D modeling (AutoCAD, SketchUp), dan rendering (Vray). Bagian ini dapat mempermudah rekruter dalam mencari kandidat yang memiliki hard skills tertentu.📚 Baca juga: 14 Contoh Soft Skill dan Hard Skill dalam CV yang Disukai HRD! 3. Pilih proyek terbaikmu Daripada memasukkan semua proyek yang pernah kamu buat, pilih beberapa yang benar-benar menunjukkan keterampilan terbaikmu. Portofolio arsitek yang baik tidak hanya menampilkan hasil akhir, tetapi juga proses di balik desain tersebut. Sertakan sketsa awal, konsep desain, hingga visualisasi akhir agar perekrut atau klien memahami cara kamu berpikir dan bekerja. Hal ini bisa kamu sajikan dalam bentuk ilustrasi gambar ataupun video, bila kamu menggunakan medium digital (seperti website atau portofolio online untuk portofolio arsitektur-mu). Jika kamu memiliki spesialisasi tertentu, seperti desain hunian minimalis atau bangunan komersial, pastikan proyek yang dipilih mencerminkan itu. Dengan memilih proyek yang tepat, contoh portofolio arsitek milikmu akan lebih menarik dan efektif dalam membuka peluang karier atau bisnis. 4. Akhiri dengan informasi kontak dan Call-to-Action Untuk memastikan rekruter atau calon klien dapat menghubungi kamu, pastikan untuk mencantumkan informasi kontakmu di dalam portofolio arsitektur. Informasi ini bisa berupa alamat email, profil LinkedIn, nomor telepon atau WhatsApp, atau link ke CV online atau profil sosial media. Bingung bagaimana cara membuatnya? Lihat contoh portofolio di bawah! ⬇️Lihat Contoh 5. Gunakan desain portofolio yang menarik dan mudah dibaca Jangan sampai hasil karyamu yang cemerlang gagal dibaca oleh rekruter karena peletakan portofolio yang tidak baik. Pastikan kamu mendesain portofolio arsitekmu dengan menarik dan mudah dibaca. Beberapa hal yang dapat kamu pertimbangkan adalah: Ukuran halaman: bila kamu membuat portofolio arsitektur fisik, kamu bisa menggunakan ukuran A3 atau A4, atau sesuaikan dengan format yang diminta oleh rekruter.Margin: Less is more. Gunakan layout yang simpel dan mudah dibaca. Sediakan ruang yang cukup untuk sketsa, foto dan gambar.Jenis dan ukuran tulisan: Gunakan font yang mudah dibaca, antara 10-12pt.Jumlah halaman: Portofolio arsitektur pada umumnya terdiri dari 30-50 halaman, cukup untuk menyajikan informasi penting tentang setiap proyek.Untuk contoh portofolio yang menarik tapi tetap profesional, kamu bisa melihat di bagian berikutnya. 6. Perbarui portofoliomu secara berkala Portofolio arsitektur harus selalu diperbarui agar tetap relevan dan mencerminkan perkembangan keterampilan serta pengalamanmu. Bukan hanya menambahkan, kamu juga perlu mengevaluasi dan menghapus proyek yang sudah tidak lagi merepresentasikan kualitas terbaikmu. Sesuaikan isi portofolio dengan tren industri terkini dan kebutuhan pasar untuk meningkatkan daya tarik portofolio desain arsitekturmu. 📚 Baca juga: Tips dan Cara Membuat Portofolio Kerja yang Auto Dilirik HRD Contoh Portofolio Arsitektur Sudah siap membuat portofolio arsitektur? Langsung lihat contoh portofolio di Cake untuk mendapatkan inspirasi👇👉 Lihat contoh portofolio arsitektur di Cake 💡 Lihat contoh portofolio lainnya:Portofolio untuk Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik [+5 Contoh]Cara Membuat Portofolio Online: 15 Website Gratis untuk Portofolio yang MenarikContoh Portofolio Mahasiswa yang Menarik Lengkap dengan Cara MembuatnyaContoh Portofolio Fotografi Menarik Beserta 7 Tips Wajib Tahu!Contoh Portofolio Desainer Grafis Menarik, Pasti Dilirik HRD! Mulai buat portofolio untuk personal branding-mu di Cake, 100% gratis! 🎨Buat Portofolio Kesimpulan Portofolio arsitektur adalah kumpulan hasil karya seorang arsitek yang berfungsi sebagai alat untuk menunjukkan keahlian, pengalaman, dan proses desain dalam menghasilkan karya arsitektur. Selain sebagai syarat utama saat melamar pekerjaan di bidang arsitektur, portofolio juga membantu arsitek membangun personal branding, menunjukkan perkembangan karier, serta meningkatkan kredibilitas di mata klien dan rekruter. Untuk memastikan portofolio tetap relevan dan kompetitif, pastikan kamu memperbarui portofolio arsitekturmu secara berkala dengan proyek terbaru dan menyesuaikan isinya dengan tren industri. Dengan strategi yang tepat, portofolio arsitektur yang profesional dapat menjadi kunci sukses dalam membangun karier atau mendapatkan proyek baru. Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD. Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu. Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Portfolio
Oct 13th 2024

Tips dan Cara Membuat Portofolio Kerja yang Auto Dilirik HRD

Pernahkah kamu melamar kerja di suatu perusahaan sebagai desainer namun tidak bisa lanjut ke tahap selanjutnya? Hal ini bisa jadi karena kamu belum melampirkan portofolio pengalaman kerja yang mereka harapkan. Sebagai perwakilan perusahaan untuk menemukan kandidat yang tepat, para HRD pasti ingin tahu sejauh mana kemampuan kamu untuk mengisi posisi tersebut. Portofolio kerja adalah salah satu poin penting yang kini sangat dibutuhkan di tengah persaingan kerja yang semakin kompetitif. Para pencari kerja sekarang tidak hanya diharapkan memiliki keterampilan yang mumpuni, namun juga harus mampu menunjukkan bukti nyata dari kemampuan dan pengalaman mereka. Portofolio pekerjaan adalah alat yang penting untuk memperkuat posisi kamu di mata HRD. Oleh karena itu, kamu harus bisa menunjukkan pencapaian dan karya-karya kamu dalam pengalaman kerja yang kamu sebutkan. Lalu, apa itu portofolio kerja dan bagaimana cara membuat portofolio untuk melamar kerja agar dilirik oleh HRD? Simak ulasan berikut ya! Daftar isi: Pengertian Portofolio Kerja Manfaat Portofolio Kerja dalam Mencari Kerja Cara Membuat Portofolio Kerja Contoh Portofolio Kerja FAQ tentang Portofolio Kerja Pengertian Portofolio Kerja Salah satu cara untuk menunjukkan bukti nyata dari kemampuan dan pengalaman kerja yang kamu miliki adalah melalui portofolio pengalaman kerja. Namun, perlu diingat jika portofolio pengalaman kerja yang baik bukan hanya sekadar kumpulan dokumen atau proyek saja, lho kok bisa? Portofolio kerja adalah kumpulan hasil karya, pengalaman, dan pencapaian yang menggambarkan kemampuan profesional seseorang. Isi portofolio untuk melamar kerja tidak hanya sekadar resume atau daftar riwayat hidup. Portofolio pekerjaan sebaiknya memberikan gambaran yang lebih detail dan nyata mengenai apa yang bisa kamu lakukan di posisi yang sedang dilamar. Portofolio untuk melamar kerja juga memungkinkan para HRD dapat melihat langsung contoh pekerjaan dan karya yang pernah kamu lakukan. Baik berupa proyek, desain, tulisan, atau pekerjaan lain yang relevan dengan posisi yang dilamar. Dengan begitu, portofolio pekerjaan yang kamu lampirkan akan memperkuat klaim tentang kemampuan yang kamu miliki.📚 Baca juga: Cara Membuat Portofolio Online: 15 Website Gratis untuk Portofolio yang Menarik Manfaat Portofolio Kerja dalam Mencari Kerja Setelah mengetahui apa itu portofolio kerja, berikut adalah manfaat yang bisa kamu dapatkan dari portofolio untuk melamar kerja. Portofoliokerja adalah dokumen yang punya banyak manfaat untuk meningkatkan peluang diterima kerja. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kamu perlu mempertimbangkan untuk membuat portofolio kerja: 1. Menceritakan Kemampuan Individu Melalui portofolio pengalaman kerja, kamu bisa menunjukkan kemampuan dan keterampilan nyata yang sudah kamu kuasai. Alih-alih hanya menyebutkan kemampuan dalam CV, membuat portofolio kerja akan membantu kamu menunjukkan apa yang sebenarnya sudah pernah kamu kerjakan. 2. Meningkatkan Kredibilitas Dengan menampilkan contoh hasil karya yang pernah kamu buat dalam isi portofolio, para HRD akan mampu menilai tingkat kredibilitas kamu. Hal ini membantu mereka untuk lebih yakin dengan keahlian yang telah kamu sebutkan sebelumnya. 3. Menjadi pembeda dengan kandidat lain Dalam persaingan yang semakin ketat, portofolio kerja adalah alat pembeda yang ampuh dengan kandidat lainnya. Banyak kandidat yang mungkin punya pengalaman serupa, namun jika kamu punya portofolio pengalaman kerja yang baik, kamu akan bisa menunjukkan sesuatu kepada HRD secara nyata. 4. Membangun Personal Branding Format portofolio yang terstruktur dan profesional bisa menjadi alat yang efektif untuk membangun personal branding. Kamu bisa menampilkan hasil karya dan bagaimana cara kamu membuatnya. Dengan begitu, portofolio yang kamu lampirkan akan mampu mencerminkan karakter serta gaya kerja kamu. 📚 Baca juga: Apa itu Personal Branding: Pengertian, Manfaat, Strategi 5. Sebagai Refleksi Diri Melalui portofolio pekerjaan, kamu bisa melihat kembali perjalanan karier kamu, menganalisis pencapaian yang sudah diraih, serta merencanakan langkah ke depan. Hal ini membuat portofolio kerja bisa menjadi alat refleksi diri yang baik untuk memahami perkembangan profesional kamu. Cara Membuat Portofolio Kerja Setelah mengetahui apa saja manfaat portofolio kerja, apakah kamu tertarik untuk mengetahui bagaimana cara membuat portofolio kerja yang baik? Jika kamu tertarik, berikut adalah beberapa tahapan cara membuat portofolio kerja yang mudah: 1. Tentukan platform portofolio yang sesuai bidang kerja Saat ini, ada banyak platform membuat portofolio kerja online yang bisa kamu gunakan, seperti Behance, Dribbble, atau LinkedIn. Pilih platform yang sesuai dengan bidang pekerjaan kamu. Sebagai contoh, jika kamu seorang desainer, Behance dan Dribble bisa menjadi pilihan terbaik. Jika kamu memiliki keahlian di bidang pemrograman dan menguasai berbagai bahasa pemrograman, kamu bisa menggunakan GitHub untuk membangun portofolio. Selanjutnya, jika kamu mahir bekerja sebagai data analyst, GitHub atau Tableau Public bisa kamu gunakan untuk menampilkan proyek-proyek yang pernah kamu buat. Sementara jika kamu adalah seorang penulis konten, kamu bisa menggunakan banyak platform online seperti LinkedIn, WordPress, Notion, Medium, Instagram, dan website lain tempat artikel kamu diplublikasikan.Dalam membuat portofolio kerja, pastikan untuk hanya menampilkan pekerjaan yang relevan dengan posisi yang kamu lamar. Sebagai contoh portofolio kerja desainer, kamu bisa menunjukkan desain logo, poster, desain aplikasi dan web, atau identitas visual lainnya. 2. Pilih dan cantumkan hasil kerja yang paling relevan Sementara untuk penulis konten, kamu bisa menampilkan contoh portofolio seperti artikel, konten sosial media, atau skrip iklan yang pernah kamu buat. Jika kamu seorang fotografer, kamu bisa memilih foto-foto terbaik yang menunjukkan keahlian teknis dan artistik kamu di bidang fotografi. 📚 Baca juga: Portofolio untuk Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik [+5 Contoh] 3. Susun portofolio dengan rapi dan menarik Format portofolio sangat penting untuk membuatnya mudah dibaca dan dipahami. Gunakan jenis dan ukuran huruf yang jelas agar portofolio kamu nyaman dilihat. Selain itu, tambahkan ‘Daftar Isi’ untuk memudahkan pembaca menemukan bagian yang mereka cari. Jangan lupa sertakan ‘Data Diri’ di awal portofolio, termasuk informasi kontak dan ringkasan singkat tentang diri kamu sebelum menulis isi portofolio. Daftar keterampilan yang relevan dengan pekerjaan juga bisa ditambahkan untuk memberikan gambaran tentang keahlian kamu. Susun portofolio kerja kamu dengan tema dan konsep yang jelas. Gunakan kombinasi warna yang menarik agar para pembaca semangat dan tertarik untuk terus melihat portofolio kerja kamu. Konsep dan tema yang jelas juga bisa membuat HRD memahami karakter dan gaya kerja kamu melalui portofolio kerja yang kamu cantumkan. Buat portofolio gak perlu ribet dengan portofolio builder Cake! Bikin lamaranmu lebih menonjol dengan portofolio yang menarik 🎉Buat Portofolio 4. Berikan penjelasan/keterangan untuk setiap karyamu Setiap karya yang ditampilkan harus disertai dengan deskripsi yang menjelaskan karya tersebut. Kamu bisa menulis ringkasan singkat tentang proyek tersebut seperti latar belakang, tujuan, peran kamu dalam proyek tersebut, serta hasil yang dicapai. Sebagai contoh, jika kamu menunjukkan gambar desain aplikasi atau web dalam contoh portofolio kerja, kamu bisa menjelaskan latar belakang proyek, proses kamu membuat desain tersebut, dan bagaimana hasil akhir dari desain tersebut mampu mendukung tujuan proyek. Kamu juga bisa menunjukkan alat, metode, teknik, atau framework yang kamu gunakan untuk menunjukkan kemampuan teknis kamu di mata HRD. 5. Sertakan dokumen pendukung jika dibutuhkan Untuk meningkatkan kepercayaan HRD agar memilihmu, kamu bisa melampirkan dokumen pendukung seperti sertifikasi, testimoni dari klien atau rekan kerja, serta penghargaan yang pernah kamu terima. Dokumen pendukung ini akan membuktikan kemampuan kamu secara nyata sebagai kandidat yang berkompeten. Namun, pastikan jika dokumen pendukung yang kamu lampirkan relevan dengan contoh portofolio dan posisi yang kamu lamar ya! Contoh Portofolio Kerja Setelah mengetahui bagaimana cara membuat portofolio kerja, berikut adalah beberapa contoh portofolio kerja dari berbagai bidang yang bisa kamu jadikan sebagai referensi. Beberapa contoh portofolio berikut ini menampilkan pekerjaan yang relevan, memiliki struktur dan format portofolio yang jelas, serta didukung oleh deskripsi yang informatif. 👉 Contoh Portofolio Desain Grafis oleh Irzal Hapiz Elghifari (Dibuat di Cake) Contoh Portofolio Kerja Desainer Grafis oleh Irsal Hapiz Elghifari (Dibuat di Cake)👉 Contoh Portofolio Copywriter oleh Riandika Arya Kepakisan (Dibuat di Cake)Contoh Portofolio Kerja Copy Content Writer oleh Riandika Arya Kepakisan (Dibuat di Cake) 👉 Contoh Portofolio Fotografer oleh Reyhan Fadilla (Dibuat di Cake)Contoh Portofolio Kerja Fotografer oleh Reyhan Fadilla (Dibuat di Cake) Jika kamu ingin melihat lebih banyak contoh portofolio kerja yang menarik, kamu bisa mengunjungi website Cake dan temukan berbagai contoh portofolio yang relevan dengan pekerjaan kamu. Selain menemukan berbagai contoh portofolio yang menarik, Cake juga menyediakan template portofolio siap pakai yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan kamu, menarik sekali bukan? Lihat contoh portofolio lainnya di sini!Cek Contoh Portofolio FAQTentang Portofolio Kerja Q: Apa itu portofolio kerja? A: Portofolio kerja adalah kumpulan karya atau proyek yang pernah dilakukan seseorang yang bertujuan untuk menunjukkan keterampilan, pengalaman, dan pencapaian dalam bidang tertentu yang mereka kuasai. Q: Apa saja isi portofolio kerja? A: Isi portofolio kerja dapat mencakup informasi data diri, hasil kerja yang relevan dengan posisi yang dilamar, deskripsi proyek, keterampilan yang dikuasai, serta dokumen pendukung seperti sertifikasi atau penghargaan. Q: Apakah portofolio selalu diperlukan? A: Portofolio tidak selalu diperlukan untuk semua pekerjaan, namun membuat portofolio kerja sangat disarankan untuk beberapa posisi yang membutuhkan bukti karya nyata seperti desain, penulisan, atau bidang kreatif lainnya. Cake adalah aplikasi dan website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan Cake dan cari lowongan di website cari kerja atau aplikasi cari kerja kami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu! — Ditulis oleh Ita Sugiharti —
Portfolio
Mar 9th 2026

Contoh Portofolio Lamaran Kerja Menarik dan Cara Membuatnya!

Di era sekarang, mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Banyak orang bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka idamkan.Maka itu, kamu harus tampil lebih unggul.Tapi, bagaimana caranya?Ternyata, selain CV, kamu bisa mengajukan portofolio lamaran kerja yang merupakan dokumen berisi kumpulan karya, projek atau pencapaianmu, lho. Dengan portofolio, kamu dapat membuktikan bahwa kamu benar-benar memiliki skillyang tertera dalam CV kamu. Apalagi seiring dengan perkembangan teknologi, menampilkan portofolio menjadi lebih praktis dengan online portfolio/digital portfolio karena portofolio kamu bisa diakses melalui internet. Simak artikel sampai selesai untuk melihat contoh-contoh portofolio profesional dan menarik! Daftar isi: Arti Portofolio dalam Lamaran Kerja Fungsi Portofolio Lamaran Kerja Pekerjaan Apa yang Membutuhkan Portofolio Perbedaan CV dan Portofolio Cara Membuat Portofolio untuk Lamaran Kerja Tips Membuat Portofolio Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik Cara Bikin Portofolio Lamaran Kerja Online Gratis 15+Contoh Portofolio Menarik Apa itu Portofolio Lamaran Kerja? Portofolio untuk lamaran kerja adalah dokumen yang kamu sertakan kepada perusahaan ketika melamar kerja. Isinya memuat rincian hal-hal yang dapat meningkatkan value kamu ketika mencari pekerjaan. Ini dapat berupa skill yang kamu miliki, pencapaian yang kamu raih, koleksi karya atau projek yang berhubungan dengan kriteria yang dicari rekruiter.Portofolio hadir dalam bentuk offline maupun online. Sekarang, portofolio online merupakan pilihan yang lebih dimintati karena portofolio online dapat dibagikan dimanapun dan kepada siapapun. Dengan fitur edit canggih di internet, kamu bisa mengubah dan menambahkan konten, gambar, video, teks kapanpun.Manfaat membuat portofolio kerja sebagai berikut:Mendokumentasikan hasil karya/proyek yang pernah dilakukanSebagai personal branding diri sendiriPeluang untuk mendapatkan klienTampil lebih menonjol dibanding kandidat pelamar lainEksplorasi kreativitas Apa Fungsi Portofolio? Melansir dari The Muse, portofolio berfungsi untuk menampilkan dan mendokumentasikan bukti nyata dari pekerjaan yang telah dilakukan.Oleh karena portofolio digunakan untuk mendokumentasikan pekerjaan-pekerjaan yang sudah pernah dilakukan, fungsi portofolio tidak hanya untuk melamar kerja. Portofolio juga bisa digunakan untuk mengajukan beasiswa, maupun sebagai personal branding diri sendiri.Dengan mempresentasikan ide, karya atau kreatifitas kamu, kamu dapat membangun koneksi yang akan mendatangkan kesempatan-kesempatan baru. Pekerjaan Apa yang Membutuhkan Portofolio? Di zaman sekarang, setiap profesi boleh mempertimbangkan untuk membuat portofolio ketika melamar kerja. Namun memang portofolio untuk lamaran kerja online ini lebih sering ditemukan di profesi berikut:Designer (Graphic, Fashion, Product, dll.)Software DeveloperWebsite DeveloperContent Writer/CopywriterVideografer/FotograferVideo EditorDigital MarketingContent CreatorDan lainnyaApa Perbedaan CV dan Portofolio?Secara singkat, CV berisi informasi data diri dan bersifat lebih umum. Contohnya, hal akademis maupun non-akademis yang tertera dalam CV.Sementara itu, portofolio berisi bukti hasil dari apa yang kamu lakukan, bertujuan untuk menunjukkan kemampuan dan kapabilitas kamu, dan bersifat spesifik karena biasanya kamu hanya menonjolkan skill tertentu dan mendeskripsikannya dalam portofolio kamu. CVPortofolioIsiInformasi diriKoleksi karya/pencapaian TujuanMenginformasikanMenunjukkanSifatUmumSpesifik Berikutnya, Cake akan memandu kamu cara membuat portofolio lamaran kerja step by step.📚 Baca juga:Wajib Tahu: 5 Perbedaan CV dan Portofolio Lengkap dengan Contoh Cara Membuat Portofolio 1. Simak job description dan kualifikasi lowongan pekerjaan yang diminati Sebelum mulai, kamu harus mengerti job description serta kualifikasi yang diminta oleh perusahaan tersebut. Ini bertujuan supaya apa yang kamu tampilkan dalam portofolio lamaran kerja kamu berhubungan dengan apa yang diinginkan perusahaan.2. Kumpulkan koleksi karyamu Kamu dapat terlebih dahulu mengumpulkan/menyiapkan karya-karya, projek ataupun pencapaian yang akan kamu tampilkan ke dalam portofolio lamaran kerja kamu nanti.3. Temukan situs website untuk membuat portofolio lamaran kerja online Inilah 2 situs unggulan yang dapat kamu kunjungi untuk membuat portofolio lamaran kerja kamu.CakeResume:CakeResume merupakan situs untuk membuat portofolio lamaran kerja yang baik karena tampilan yang sederhana dan mudah untuk dioperasikan. Portofolio online CakeResume dapat dicantumkan di CV sebagai link. Selain itu, membuat portofolio lamaran kerja di CakeResume gratis dan tidak dibatasi loh! Behance:Behance merupakan salah satu platform yang paling banyak digunakan untuk membangun portfolio designer website, khususnya portfolio UX designer dan portfolio UI designer. Besarnya komunitas digital disana menjadikan Behance sebagai platform untuk rekruter mencari orang-orang bertalenta. 4.Susun struktur dan tentukan desain portofolio lamaran kerja kamu Setelah memilih situs website portofolio kerja kamu, waktunya menyusun struktur dari portfolio online kamu. Pada dasarnya, ada empat elemen utama, yaitu:Perkenalan (informasi diri)Pencapaian, proyek atau karya-karya kamuPekerjaan dan status kerja (termasuk apa yang bisa kamu tawarkan kepada perusahaan)Kontak informasi Jangan lupa pikirkan juga desain dan layout portofolio kerja kamu. Tentukan color palette dan styleuntuk memberikan kesan yang unik pada HRD.5.Membangun kontenSetelah struktur, desain atau layout portofolio lamaran kerja sudah kamu tentukan, sekarang waktunya membangun konten portofolio! Masukkan teks, gambar, foto, grafik dsb. yang dapat menonjolkan skill dan value kamu. Namun ingat untuk hanya masukkan konten yang relevan dengan posisi yang kamu lamar.Bagi kamu yang fresh graduate dan belum memiliki pengalaman kerja, kamu dapat memasukkan tugas atau proyek selama kuliah lho.Contohnya, mahasiswa teknik dapat menampilkan riset selama kuliah, mahasiswa desain bisa menampilkan tugas desain. Kalau kamu mengikuti organisasi atau kegiatan sekolah, kamu juga boleh mencantumkanya.Nah, itulah step-step cara bikin portofolio kerja. Selanjutnya, CakeResume mau membagi tips dalam membuat portofolio untuk lamaran kerja online. Disimak yuk!Tips Membuat Portofolio yangBaik dan Menarik 1. Pilih desain dan perpaduan warna yang tepat Desain dan color palette portofolio untuk lamaran kerja penting untuk menarik perhatian para rekruter. Pilihlah desain yang sesuai dengan kesan yang ingin kamu sampaikan. Pastikan juga desain lamaran portofoliomu sederhana, rapih, dan tidak bertele-tele karena kamu akan fokuskan portofolio kamu pada kontennya. 2.Tonjolkan kemampuan terbaik kamu Jangan memuat semua karya/hal yang pernah kamu buat. Pastikan hanya menunjukkan kemampuan yang terbaik pada portofolio kerja kamu karena biasanya rekruter tidak memiliki banyak waktu untuk melihat seluruh konten portofolio satu per satu. Jadi sebaiknya tekankan kualitas dibanding kuantitas 3. Tambahkan elemen multimedia supaya menarik Sebuah portofolio untuk melamar kerja tidak terlepas dengan elemen multimedia sekalipun pekerjaan kamu tidak berhubungan dengan estetika atau visual. Ada banyak cara untuk menambahkan elemen multimedia seperti gambar, foto ataupun video. Contohnya, meskipun pekerjaan seorang manajer marketing tidak berhubungan dengan visual, tetapi portofolio seorang manajer marketingdapat mengandung data peningkatan penjualanyang dapat ditampilkan dengan grafik. 4.Susun informasi berdasarkan kategori skill Untuk memudahkan rekruiter menavigasi portofolio lamaran kerja online kamu, kelompokkanlah berdasarkan kategori. Ketika kamu mempunyai banyak konten, menggabungkan seluruh konten ke dalam satu halaman dapat terlihat berantakan. Selain itu, kategori ini juga dapat menunjukkan macam-macam area of expertise alias berbagai bidang keahlian kamu. Sebagai contoh, dalam portofolio lamaran kerja desain grafis, seorang desainer grafis bisa mengkategorikan karyanya dengan ‘desain cover’, ‘desain logo’, dan ‘desain poster’. Begitu juga dengan contoh portofolio kerja seorang marketing specialist. Ia dapat mengkategorikan dengan ‘strategi sosial media’, ‘penulisan blog’ ataupun ‘jangkauan media’. 5.Pastikan portofolio tidak bercela dan pranala (link) berjalan dengan baik Pastikan semua link dalam portofolio dapat berjalan dengan baik dan format portofolio kerjamu konsisten untuk digunakan pada setiap perangkat. Portofolio dapat dicantumkan pada CV, akun sosial media ataupun ditunjukkan terpisah.Ketika kamu membuat CV di CakeResume, kamu bisa mencantumkan file portofolio online kamu berupa hyperlink yang akan memberikan tampilan CV yang rapi. Kalau kamu mencantumkan CV pada dokumen pastikan file tersebut tidak di private agar orang lain dapat melihatnya. Selanjutnya, untuk memperjelas cara buat portofolio kerja, CakeResume akan memberikan panduan step-by-step untuk membuat portofolio lamaran kerja menggunakan website CakeResume. Membuat portofolio di CakeResume juga gratis jadi jangan khawatir~Cara Membuat Portofolio Lamaran Kerja Online GratisKeunggulan portofolio online dari CakeResume adalah tampilan yang sangat simple sehingga sangat memudahkan orang-orang yang tidak memiliki kemampuan design untuk tetap membuat portofolio lamaran kerja online yang menarik! Selain itu, ketika kamu membuat CV di CakeResume, kamu bisa mencantumkan file portofolio online kamu berupa hyperlink yang akan memberikan tampilan CV yang rapi. Buat Portofolio online di CakeResume, Gratis! 🎉Buat PortofolioBerikutcontoh portofolio untuk melamar kerja.1. Klik Buat Portofolio Online pada situs web CakeResumeKalau ini pertama kali kamu menggunakan CakeResume, kamu akan diajak untuk membuat akun terlebih dahulu. Ini bertujuan agar portofolio kamu bisa di publikasi dan dilihat oleh rekruter kamu. cara membuat portofolio dengan CakeResume 2.KlikCreate your first project cara membuat portofolio dengan CakeResume 3.Pilih background warna dengan mengklik Styles cara membuat portofolio dengan CakeResume 4. Tambahkan teksKetika menambahkan teks, kamu juga bisa menubah warna, font, size, dan lainnya menggunakan tool box yang tertera di bagian atas. Kamu juga bisa mengubah urutan objek dengan mengklik tombol pensil lalu pilih move up atau move down seperti yang ditunjukkan di gambar berikut. cara membuat portofolio dengan CakeResume 5. Tambahkan gambar atau foto dengan klik Image GridNah, disinilah kamu dapat memunjukkan karyamu dengan elemen multimedia. Karena ini merupakan contoh portofolio fresh graduate, kamu bisa masukkan projek atau tugas semasa kuliah ya. Kamu juga bisa menampilkan sertifikat yang kamu raih. cara membuat portofolio dengan CakeResume cara membuat portofolio dengan CakeResume 6.Tambahkan video/musik/link dengan memasukkan URL pada Embed cara membuat portofolio dengan CakeResume 7. Klik project settings di sebelah kanan bawah, lalu isi project title, description, field, tags, dan tools used lalu klik publishNah, seperti yang dibahas tadi, ini berguna supaya rekruter lebih mudah mencari talenta sesuai yang diharapkan. cara membuat portofolio dengan CakeResume Portofolio untuk lamaran kerja kamu sudah jadi! Portofolio kerja ini dapat dicantumkan pada CV, ataupun ditunjukkan terpisah.Selanjutnya, CakeResume memperisapkan 5 contoh portofolio untuk melamar kerja. Bisa kamu gunakan untuk menjadi inspirasi ketika membuat portofolio lamaran kerja kamu sendiri ya!Sedang mencari pekerjaan? Temukan pekerjaan impian kamu di CakeResume! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Loker15Contoh Portofolio Terbaik untuk Melamar Kerja ✨ 15+ Contoh Portofolio Lamaran Kerja: Contoh Portofolio Fotografer Contoh Portofolio UI Desain 1 Contoh Portofolio UI Desain 2 Contoh Portofolio Desainer Grafis Contoh Portofolio Graphic Design 1 Contoh Portofolio Graphic Design 2 Contoh Portofolio Digital Marketing Contoh Portofolio Digital Marketing Profesional Contoh Portofolio Arsitek Contoh Portofolio Programmer Contoh Portofolio Menulis Contoh Portofolio Fresh Graduate Contoh Portofolio Magang Contoh Portofolio Content Writer Contoh Portofolio Copywriter Contoh Portofolio untuk Berbagai Pekerjaan Lainnya 1. Contoh Portofolio Desainer GrafisDi contoh portofoliodesigner ini, pemilik portofolio menaruh pengalaman dan jugatoolyang dipakai untuk membuat portofolio ini. Ia juga menaruh hasil karyadesign dan jugasedikit penjelasan tentang proyek yang dikerjakan.Contoh Portofolio Desainer Grafis oleh Kristel Gilvarry Estefanny (Dibuat di Cake)2.Contoh Portofolio Lamaran Kerja UI Design Contoh portofolio UI designer yang kedua ini merupakan karya dari UI designer Cake. Contoh Portofolio UIdesignContoh Portofolio UIdesign 📚 Bacaan lanjutan:Contoh Portofolio Desainer Grafis Menarik, Pasti Dilirik HRD! 3. Contoh Portofolio Arsitek Seperti yang diketahui, portofolio lamaran kerja arsitek pastinya berisi koleksi konsep dan gambar bangunan-bangunan. Inilah salah satu contoh portofolio karya mahasiswa yang dibuat ketika kuliah. Contoh Portofolio KerjaContoh Portofolio Kerja 👉 Lihat contoh portofolio lainnya di CakeContoh Portofolio untuk Macam-Macam Pekerjaan: Contoh Portofolio Mahasiswa Contoh Portofolio Desain Contoh Portofolio Fotografi Contoh Portofolio Programmer Contoh Portofolio Digital Marketing Contoh Portofolio Content Writer Contoh Portofolio Copywriter Cake menyediakan platform untuk membuat portofolio online. Yuk giliran kamu yang buat portofolio! 100% Gratis🎉Buat PortofolioPertanyaan Seputar Portofolio1. Apa saja isi dari portofolio?Portofolio adalah kumpulan dokumen yang menunjukkan hasil kerja, keterampilan, dan pengalaman seseorang, biasanya digunakan untuk tujuan pendidikan atau profesional. Berikut adalah beberapa elemen yang dapat terdapat dalam sebuah portofolio:CV atau Resume: Ringkasan pengalaman kerja, pendidikan, dan keterampilan yang dimiliki.Sampel Pekerjaan: Contoh-contoh hasil kerja, seperti tulisan, desain grafis, proyek penelitian, atau program yang telah dibuat.Proyek Terbaru: Deskripsi tentang proyek terbaru yang telah dikerjakan, termasuk proses, hasil, dan pengalaman belajar dari proyek tersebut.Referensi atau Testimoni: Ulasan atau rekomendasi dari atasan, kolega, atau klien yang mendukung kualitas pekerjaan dan karakter Anda.Sertifikat dan Penghargaan: Bukti penghargaan, sertifikat dari kursus, atau pelatihan yang relevan.Portofolio Digital: Jika relevan, tautan ke portofolio online, blog, atau media sosial profesional seperti LinkedIn.Pengalaman Relawan: Jika ada, pengalaman dalam kegiatan sosial atau organisasi yang menunjukkan keterampilan tambahan.Rencana Pengembangan Diri: Ringkasan tentang tujuan karier ke depan dan langkah-langkah untuk mencapainya.Isi dari portofolio bisa bervariasi tergantung pada bidang pekerjaan atau pendidikan yang dijalani. Pastikan untuk menyesuaikannya dengan audiens atau tujuan spesifik yang ingin dicapai. 2. Apa perbedaan CV dan portofolio? CV (Curriculum Vitae) adalah ringkasan yang mencakup riwayat pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, dan pencapaian seseorang. Biasanya berbentuk daftar kronologis yang memuat informasi pribadi dan latar belakang akademis serta profesional.Sedangkan, portofolio adalah kumpulan contoh pekerjaan atau proyek yang telah diselesaikan oleh seseorang. Portofolio dapat mencakup sampel karya seni, desain grafis, tulisan, atau proyek-proyek lainnya yang dimaksudkan untuk menunjukkan kemampuan dan bakat seseorang dalam bidang tertentu.3. Apakah sertifikat termasuk portofolio? Sertifikat dapat termasuk dalam portofolio seseorang sebagai bukti formal atas pencapaian atau keterampilan yang dimiliki. Sertifikat ini dapat menunjukkan kualifikasi, pelatihan, atau penghargaan yang relevan dengan bidang pekerjaan atau minat pribadi seseorang.KesimpulanPortofolio adalah dokumen yang isinya memuat rincian hal-hal yang dapat meningkatkan value kamu ketika melamar kerja, apply lomba ataupun mengajukan beasiswa. Isi portofolio dapat berupa skill yang kamu miliki, pencapaian yang kamu raih, koleksi karya atau projek yang pernah kamu lakukan sebelumnya.Ketika melamar kerja, ada baiknya menyerahkan portofolio lamaran kerja untuk menunjukkan rekruter atas pencapaian dan kemampuan kamu.Terdapat banyak situs portofolio online yang bisa kamu gunakan untuk membuat portofolio seperti Cake.Perbanyaklah melihat contoh portofolio sebagai referensi kamu ketika membuat portofolio.Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!Sedang mencari pekerjaan? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Loker
Portfolio
Mar 13th 2026

Contoh Portofolio Digital Marketing dan Cara Membuatnya!

Seiring dengan kemajuan teknologi, strategi di dalam dunia bisnis pun juga semakin maju. Salah satunya adalah digital marketing. Oleh karena itu, saat ini banyak perusahaan mencari pekerja yang memiliki keahlian di bidang digital marketing.Bahkan, LinkedIn mendaftar profesi "Digital Marketing Specialist" sebagai pekerjaan top 10 yang paling banyak dicari Namun, tidak perlu khawatir akan banyaknya pesaing di bidang digital marketing karena ada banyak peluang pekerjaan di industri ini. Beberapa peluang pekerjaan yang dapat kamu kejar yaitu, content strategist, social media specialist, copywriter, SEO specialist, dan lain-lain. Tertarik untuk meniti karir sebagai digital marketer?Jika kamu ingin melamar menjadi digital marketer, tentunya sangat diperlukan untuk memiliki portofolio digital marketing. Daftar Isi: Apa itu Portofolio Digital Marketing? Manfaat Portofolio Digital Marketing Struktur Portofolio Digital Marketing Dua Macam Platform Portofolio Digital Marketing Bagaimana Cara Membuat Portofolio Digital Marketing? 10 Contoh Portofolio Digital Marketing Apa itu Portofolio Digital Marketing? Portofolio adalah kumpulan informasi dan dokumen yang menunjukkan hasil karya, pengalaman kerja, skills, dan informasi lainnya tentang dirimu.Sedangkan, digital marketing adalah strategi pemasaran atau promosi yang menggunakan media digital dan internet. Contohnya, periklanan online melalui media sosial, blog, website, e-mail dan lain-lain. Portofolio digital marketing itu apa, sih?## Paywall Indicator ## Jadi, portofolio digital marketing adalah kumpulan informasi tentang dirimu, hasil karya terbaik, pengalaman, training dan skills kamu khususnya di bidang digital marketing. Misalnya, kamu bisa mencantumkan gambar maupun tulisan mengenai aplikasi yang kamu kuasai, performance review atau studi kasus dari pekerjaan yang pernah kamu lakukan sebelumnya, hasil desain, dan lain-lain. Mengapa portofolio online? Akan lebih bagus lagi jika kamu membuat portofolio marketing secara online dalam bentuk website dibandingkan dengan mencetak banyak halaman untuk semua hasil karya dan pengalamanmu. Hal ini akan membangun kredibilitas kamu di dalam bidang digital marketing. Selain itu, ini juga dapat memudahkan perekrut untuk menemukan dan menghubungi kamu untuk peluang pekerjaan profesional. Yuk belajar cara membuat portfolio digital marketing yang bakal dilirik oleh HRD!Mengapa Butuh Portofolio Digital Marketing? Baik kamu sedang mencari pekerjaan sebagai digital marketer ataupun sudah memiliki pekerjaan di bidang marketing, memiliki portofolio marketing bukanlah ide yang buruk. Mengapa? Karena portfolio bisa menjadi kunci kesuksesan dalam karirmu. Fungsi dari portofolio adalah untuk meyakinkan perusahaan yang kamu lamar bahwa kamu adalah kandidat yang tepat untuk posisi tersebut.1. Membuktikan pencapaian yang ada di CV Lamaran KerjaPortofolio digital marketing dapat membuktikan skill atau pengalaman yang kamu cantumkan dalam CV. Portofolio ini akan membantu kamu untuk menyampaikan pesan dan menunjukkan bahwa kamu mampu mengaplikasikan gambar, tulisan, dan desain untuk berkomunikasi secara digital. Dengan bukti-bukti tersebut, tim HRD bisa menilai apakah kamu kompeten untuk masuk ke tahap seleksi berikutnya. 📚 Baca juga:Contoh CV Lamaran Kerja yang Baik dan Benar [+Cara Membuat CV]2. Sebagai Personal Branding Diri SendiriSelain untuk menampilkan skill kamu untuk bisa dilirik oleh banyak perusahaan, membuat portofolio juga merupakan cara untuk membangun personal branding kamu.Dengan mempresentasikan ide, karya atau kreatifitas kamu, kamu dapat membangun koneksi yang akan mendatangkan kesempatan-kesempatan baru.📚 Baca juga:Cara Membangun Personal Branding Ala Fellexandro Ruby 3. Tampil Lebih Unggul dari Pelamar LainnyaBayangkan banyaknya CV lamaran kerja yang diterima rekruter ketika mereka membuka loker. Untuk bisa bersaing dengan pelamar lainnya, mengirimkan portofolio lamaran kerja adalah satu cara untuk menarik perhatian HRD. Mengirimkan portofolio dapat menunjukkan pengalaman proyek yang pernah kamu lakukan sebelumnya. Alhasil, rekruter bisa semakin yakin atas skill yang kamu miliki. Apa Isi Portofolio Digital Marketing? Gimana sih caranya membuat portofolio yang menarik? Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah struktur portofolio digital marketing. Jika portfolio-mu terstruktur dan rapi, maka probabilitas bahwa kamu akan lolos screening pun meningkat. Berikut adalah struktur portfolio digital marketing. 1. Profil About Me, Deskripsi Diri, atau profil adalah bagian dari portofolio yang mencangkup minat, latar belakang, pendidikan, perjalanan karir, dan keahlianmu. Bagian ini juga merupakan tempat yang bagus untuk menyampaikan sedikit pernyataan mengapa pekerjaan ini bermakna untukmu. 2. Skill yang Kamu Kuasai Selain Deskripsi Diri, tunjukkan skill yang kamu kuasai. Jika kamu memiliki skill di bidang tertentu, jangan lupa untuk mencantumkannya dalam portofolio marketing. Tools Performance MarketingTools Social Media Marketing:Tools SEO Specialist:Google AdwordsAdobe IllustratorAhrefsAnyTrackAdobe PhotoshopGoogle Search ConsoleAffiseCanvaGoogle AnalyticsSkill-skill ini dapat menunjang kamu dalam terlihat sebagai kandidat yang kredibel dalam mengerjakan sebuah proyek. 3. Hasil Karya Terbaik Bagian ini adalah inti dari portofolio marketing kamu. Tampilkan hasil karya yang terbaik dengan cara menampilkannya secara visual. Sertakan penjelasan tentang proses pembuatan di balik setiap proyek tersebut. Untuk proyek dalam bentuk gambar, kamu bisa langsung menambahkannya ke dalam portofolio. Jika proyek tersebut dalam bentuk video atau audio, Cake portofolio maker juga menawarkan fitur dimana kamu bisa langsung menampilkan video youtube di portofoliomu. Jika kamu memiliki foto atau video saat sedang bekerja atau sedang mempresentasikan proyek kepada klien, akan menjadi poin plus jika kamu lampirkan ke dalam portofolio. Bukti-bukti ini bisa membantu perusahaan untuk melihat perfomance kamu ketika bekerja. 💡Tips: Disarankan untuk tidak menuliskan informasi sensitif, misalnya budget, CPA, CPL, CAC, dan penjualan dalam angka yang sebenarnya. Jika ingin menampilkan angka, lebih baik untuk menuliskan dalam bentuk persentase (%). 4. Penghargaan dan Sertifikasi Bagi kamu yang pernah menerima penghargaan di bidang yang relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar, jangan lupa untuk menambahkannya ke dalam portofolio digital marketing kamu ya. Penghargaan yang telah kamu capai ini bisa membantu menggambarkan dirimu sebagai kandidat yang kompeten. Sertifikasi juga bisa menunjukkan bahwa kamu menguasai tools yang biasa kamu gunakan untuk bekerja. 5. Kontak Informasi Tujuan akhir dari menyiapkan portofolio adalah untuk menarik tim HRD menghubungi kamu untuk peluang kerja. Jadi, kamu harus memudahkan perekrut dalam memperoleh kontak informasi profesional kamu. Kontak informasi yang wajib kamu sertakan dalam portofolio tentunya alamat email dan nomor telepon profesional. Selebihnya, jika kamu memiliki akun sosial media yang bersangkutan dengan profesi yang kamu lamar, boleh juga untuk link halaman tersebut ke portofolio-mu. Isi Portofolio Digital Marketing Platform Portofolio Digital MarketingLangkah pertama untuk membuat portfolio yang menarik adalah tentukan terlebih dahulu platform apa yang ingin digunakan. Pertimbangkan terlebih dahulu, apakah kamu ingin membuat portofolio dalam bentuk PDF atau online? 1. PDF Setelah membuat portofolio, kamu bisa menyimpannya dalam format PDF. Keuntungan dari format ini adalah cara menyusunnya mudah dan simple. Selain itu, portofolio marketing kamu dapat diakses secara offline.Canva:Canva adalah platform graphic design yang tersedia secara gratis dan online. Kamu bisa menggunakan platform ini untuk mendesain social media posts, presentasi, poster, video, logo, portofolio, dll. Google Slides:Google Slides adalah salah satu fitur Google Workspace yang bisa kamu gunakan untuk membuat portofolio. 2. Online Portfolio Menampilkan portofolio secara online dapat membuat kamu terlihat lebih profesional. Dengan adanya website untuk membuat portofolio marketing kamu, maka perekrut akan lebih mudah dalam menemukan informasi tentang dirimu. Selain itu kamu bisa menampilkan seluruh hasil karyamu tanpa adanya batasan ruang tulis. Cake:Kamu bisa menggunakan fitur dari Cake untuk membuat portofolio. Sebagai referensi, kamu juga bisa mencari berbagai contoh portfolio marketing di Cake. PortofolioMaker CakeLangsung coba buat portofolio yang profesional dan menarik di Cake✨Buat PortofolioBehance:Kamu juga bisa menggunakan Behance untuk mendesain online portofolio kamu secara mudah dan simpel. Portofolio Maker BehanceKedua format portofolio ini bisa kamu lampirkan di akun LinkedIn agar bisa dilihat perekrut ketika mereka melihat profilmu. Cara Membuat Portofolio Digital Marketing Setelah mempelajari struktur dari portfolio, sekarang waktunya kita mulai mendesain portfolio marketing! Apa saja sih langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membuat portfolio digital marketing yang eye-catching? Simak 5 panduan membuat portfolio digital marketing yang akan membuatmu terlihat seperti profesional digital marketer. 1. Buatlah “About Page” yang Mengesankan Buatlah portofoliomu simpel namun menarik dan mudah dimengerti oleh perekrut. Perekrut akan melewati portofoliomu jika portofoliomu terlalu berlebihan dan susah dimengerti. Oleh sebab itu, carilah poin-poin yang kamu ingin sampaikan sebelum kamu membuat portofolio digital marketing kamu. Deskripsi Diri, Skill, Penghargaan, dan lainnya.Seperti yang sudah disebutkan di atas, berikan beberapa detail tentang dirimu, keterampilan, dan hal-hal lain yang bisa menunjukkan kompetensi kamu.Pertimbangkan juga untuk menyertakan foto diri yang berkualitas diri untuk membantu pengunjung online portofolio kamu terhubung denganmu. Foto diri bisa berupa foto headshot atau foto lain yang relevan dengan industri yang kamu tuju. Pilihan lain adalah untuk memasukkan CVTambahkan CV ke portofolio untuk menguraikan pengalaman kerja dan penjelasan mengenai pekerjaan kamu yang sebelumnya.Pastikan untuk mencantumkan semua informasi dasar yang diperlukan dalam CV, misalnya riwayat pekerjaan, pendidikan, dll. 2. Tampilkan Hasil Karya Terbaikmu Pasti bingung kan, berapa karya yang ingin ditampilkan di portfolio? Pada umumnya, dua hingga lima proyek sudah cukup untuk menunjukkan kemampuanmu. Jika terlalu banyak yang ditampilkan, justru bisa membuat perekrut makin tidak tertarik lho. Bagaimana caranya memilih hasil karya yang ditampilkan di portfolio? Tanyakan tiga pertanyaan ini untuk mempertimbangkan lagi. 💡TipsTanyakan tiga pertanyaan ini untuk memilihhasil karya yang ditampilkan di portfolio Apakah proyek tersebut hasil karya terbaik?Apakah proyek tersebut paling innovative dan creative?Apakah proyek tersebut proyek terbesar? Kalau belum memiliki pengalaman kerja, tidak perlu khawatir kok. Buatlah portfolio digital marketing fresh graduate dengan cara menampilkan tugas-tugas selama kuliah yang berkaitan dengan digital marketing. Mudah kan? 3. Tambahkan Penjelasan Mengenai Proses Pengerjaan Setiap Proyek Setelah menentukan hasil karya yang ingin ditampilkan, jangan lupa untuk menyertakan sedikit penjelasan. Untuk mendeskripsikan pengalaman kerja, kamu hari menjelaskan konteks di balik setiap proyek. Hal-hal yang bisa dideskripsikan?Goals dari setiap proyekPeran dan tanggung jawab kamu dalam pengerjaan proyek tersebutTantangan yang telah kamu hadapi dan bagaimana cara mengatasinyaGaris besar dari proses pengerjaan proyek tersebut dari awal hingga akhirHasil akhir 4. Tambahkan CTA (Call-to-Action) Setelah menyusun sesuai dengan struktur portfolio digital marketing, akhiri portofolio-mu dengan Call to Action. Cantumkan kontak personal mu seperti e-mail dan nomor handphone untuk memudahkan HRD mudah dalam menghubungimu. Akan lebih baik lagi jika kamu menyediakan tombol yang dapat di klik sehingga perekrut bisa selangkah lebih dekat untuk bekerja dengan kamu. 5. Publish dan Sebarkan Portofolio Menekan tombol “Publish” adalah langkah yang menegangkan bagi orang yang baru pertama kali membuat portofolio marketing, namun jangan menunggu sampai portofolio kamu perfect untuk diterbitkan. Meskipun harus bebas dari kesalahan, portofolio ini akan menjadi dokumen yang harus kamu update dan tingkatkan dari waktu ke waktu. Setelah diterbitkan, share portofolio kamu ke social media seperti LinkedIn. Tautkan link portofolio ke profilmu untuk meningkatkan exposure.Contoh Portofolio Digital Marketing Berikut contoh portofolio marketing untuk berbagai posisi pekerjaan di bidang digital marketing, Contoh Portofolio Digital MarketingJika kamu mengejar karir sebagai graphic designer dan social media marketing, ini bisa jadi referensi kamu ketika membuat portofolio. Nah, setelah mempelajari bagaimana cara membuat portfolio digital marketing yang mengesankan, sekarang saatnya melamar kerja! Gunakan portofoliomu untuk melamar kerja di Cake👇🏻👉 Lihat lowonganmarketing terbaru di Cake! Rekomendasi Lowongan Kerja Cake menyediakan platform untuk mendesain portfolio kamu secara menarik dan gratis! Yuk mulai sekarang! Buat Portofolio🎉 Buat Portofolio Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Portfolio
Mar 9th 2026

Contoh Portofolio Programmer Terbaik dan Cara Membuatnya!

Jika kamu ingin mendapatkan pekerjaan impian kamu sebagai web developer, software engineer, atau junior developer, membuat CV programmer saja tidak cukup, apalagi jika kamu ingin melamar ke perusahaan teknologi yang terbaik. Jika kamu ingin terlihat lebih unggul dari pelamar kerja lainnya, maka kamu perlu membuat portofolio programmer yang baik dan menarik. Nah, membuat portofolio programmer pun ada beberapa cara yang berbeda. Di artikel Cake kali ini akan dibahas pengertian portofolio programmer, isi dan cara membuat portofolio programmer, serta berbagai contoh asli portofolio programmer yang menarik untuk inspirasi kamu! Daftar isi: Apa itu Portofolio Programmer?Isi Portofolio ProgrammerCara Membuat Portofolio Programmer Apa itu Portofolio ProgrammerApa itu Coding Portofolio? Coding portofolio adalah portofolio yang dibuat oleh programmer yang menunjukan proyek koding mereka melalui situs web online yang interaktif ataupun dengan membuat portofolio programmer digital yang mirip seperti online resume. Contoh proyek koding yang dicantumkan tidak harus dari pengalaman profesional kamu sebelumnya, kamu juga bisa mencantumkan proyek coding personal yang pernah kamu buat. Biasanya programmer dapat mencantumkan screenshots atau tautan link ke proyek sebelumnya dalam portofolio programmer mereka, ada juga yang mencantumkan testimoni dari pemberi kerja sebelumnya, kolega, atau profesor mengenai etos kerja dan kemampuan mereka. Coding portofolio juga berisikan informasi yang relevan untuk rekruter seperti riwayat pendidikan, sertifikasi, dan pengalaman kerja.Mengapa Butuh Coding Portofolio? Umumnya, manajer HRD akan mengharapkan pelamar kerja untuk memberikan portofolio programmer supaya HRD dapat mengetahui kemampuan dan potensial kandidat lebih jelas. Misalnya, jika kamu sedang melamar ke pekerjaan yang memerlukan keahlian dalam bahasa pemrograman Python, maka rekruter akan melihat proyek dari portofolio programmer kamu yang dapat membuktikan keterampilan kamu dalam bahasa pemrograman Python. Daripada hanya menulis dan memberi tahu tentang keahlian bahasa pemrograman kamu, portofolio programmer dapat menunjukan secara jelas seberapa mahirnya dan kreatifnya kamu dalam pengkodean.💡Pro tips: Perbaruilah portofolio programmer kamu sesering mungkin untuk membuktikan etos kerja dan semangat kamu dalam industri ini. Manajer HRD pastnya juga ingin melihat proyek coding yang terbaru.Isi Portofolio Programmer 1. Bagian “Tentang Saya” Entah itu kamu sedang membuat portofolio programmer online dalam bentuk PDF maupun dalam bentuk situs web, awali portofolio programmer kamu dengan satu halaman atau bagian “Tentang Saya”. Pada bagian ini kamu tidak perlu hanya fokus dalam menulis tentang pengalaman kerja profesional kamu saja. Melainkan, kamu bisa menggunakan bagian ini untuk memperkenalkan diri kamu sebagai seorang individu. Anggap saja bagian “Tentang Saya” merupakan personal brand story kamu dimana rekruter bisa mengenalmu lebih dalam. Hal-hal yang bisa kamu cantumkan sebagai berikut:NamaFoto profesionalBiografi singkatNilai-nilai (values)Keunggulan kamu dalam dunia profesionalPengalaman pribadi yang relevanHarapan untuk jalur karir kamu kedepannya 📚Baca juga:Apa itu Personal Branding: Pengertian, Manfaat, Strategi 2. Bagian “Proyek” Bagian ini merupakan salah satu bagian yang sangat penting. Disinilah kesempatan kamu untuk memperlihatkan proyek-proyek unggulan kamu. Pastikan agar bagian “Proyek” terlihat semenarik mungkin, karena rekruter akan menilai kemampuan programming kamu dari bagian ini. Biasanya, coding portofolio meliputi 4-10 proyek yang memperlihatkan seberapa luas dan dalamnya pengetahuan kamu tentang coding.Cantumkan elemen multimedia agar portofolio programmer kamu lebih menarik:VideoGIFCopy dan desain web Selain menaruh screenshot proyek kamu, disarankan untuk cantumkan juga link proyek agar rekruter dapat melihat proyek kamu lebih jelas lagi. Banyak programmer yang menyertakan tautan proyek mereka yang ditempatkan di GitHub atau platform development lainnya. GitHub dapat memamerkan proyek kamu yang sedang berlangsung, bahkan rekruter juga dapat melihat perbaruan coding secara real-time. 3. Bagian “Kontak” Tanpa bagian ini, kamu bisa saja melewatkan kesempatan kamu untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu.Informasi yang bisa kamu sertakan dalam portofolio programmer:Alamat email (wajib)Profil LinkedInProfil GitHubSosial media Ingat bahwa kamu mencantumkan informasi ini untuk rekruter, oleh karena itu pastikan bahwa alamat email atau profil sosial media kamu terlihat profesional. Langkah-langkah dibawah ini juga merupakan cara membuat portofolio web developer, portofolio software engineer, dan untuk portofolio programmer lainnya.Cara Membuat Portofolio Programmer 1. Pilih Platform Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kamu dapat membuat portofolio programmer dalam dua bentuk: Membuat situs web sendiri untuk dijadikan portofolio programmerMembuat portofolio programmer digital Jika kamu membuat portofolio programmer dalam bentuk situs web, maka disarankan agar kamu membayar domain agar bisa membuat URL situs web kamu terlihat lebih profesional. Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan aspek-aspek teknis dalam membuat dan memelihara situs web (performa web, aksesibilitas, UI/UX, dll.) Selain membuat situs web, kamu juga bisa membuat portofolio programmer kamu menggunakan portofolio maker online seperti Cake. ✅Ketika membuat portofolio programmer kamu dengan Cake kamu bisa: Menyertakan foto, video, audio, situs web, dll.Menulis teks dengan berbagai pilihan font style, numbering, bullets, dll.Membuat portofolio digital yang mendukung Responsive Web Design (RWD), sehingga dapat dilihat dengan mudah dan baik di perangkat apapun seperti smartphone, tablet, desktop, dll.Membagikan tautan portofolio programmer kamu ke rekruter atau sosial mediaMenautkan portofolio programmer digital kamu ke CV programmer onlineMembuat beberapa portofolio dalam sekaligusCakeBuat portofolio programmer kamu dengan Cake portofolio builder🎉Buat Portofolio 2. Pamerkan Pekerjaan dan Keterampilan Terbaik Kamu Ingat, CV programmer dan Portofolio programmer itu berbeda. CV programmer adalah tempat dimana kamu membuat daftar tentang riwayat pendidikan dan pengalaman kerja kamu. Sedangkan Portofolio programmer adalah wadah kamu untuk menyajikan hasil kerja dan pencapaian kamu.Dibawah ini merupakan hal-hal yang bisa kamu perlihatkan dalam portofolio programmer: Kode atau hasil akhir proyek: ketika memperlihatkan hasil pekerjaan kamu, kamu bisa memilih antara menunjukan hasil kodenya saja atau produk akhir dari coding. Tetapi, kamu juga bisa menampilkan keduanya tergantung tujuan portofolio kamu.Jika portofolio programmer kamu dimaksudkan sebagai perpanjangan CV programmer, maka disarankan untuk menyertakan tautan ke kode dan hasil akhir produk. Jika portofolio programmer dimaksudkan sebagai portofolio untuk klien, maka kamu hanya perlu memamerkan hasil karyamu saja. Contoh kode dan GIF: jika kamu sedang mengerjakan proyek yang bersifat konfidensial atau proyek swasta, maka kamu bisa menyertakan contoh coding jika diperbolehkan oleh klien kamu atau pemberi kerja.Kamu dapat menyertakan contoh kode dengan: menyertakan tautan ke editor kode dengan live preview. Menyertakan tautan ke GitHub repos dan berikan GIF. Mengunggah video screencast untuk menjelaskan bagaimana cara dan proses kamu bekerja Proyek freelance dan proyek personal: menyertakan proyek freelance dapat menyoroti keterampilan lain kamu yang tidak dituliskan pada CV atau bagian sebelumnya. Jika kamu kesusahan untuk mendapatkan proyek freelance, kamu bisa membuat proyek personal untuk disertakan pada portofolio programmer kamu. Contohnya, kamu bisa saja membuat landing page versi kamu untuk perusahaan impian kamu. ✅Untuk mengetahui proyek manakah yang baik untuk disertakan di portofolio programmer, tanyakan pertanyaan berikut: Apa yang membuat aku sangat bangga akan proyek ini?Apakah proyek ini dapat membuktikan keterampilan, pengetahuan, dan bakat yang tidak ditunjukan dalam proyek lain?Apakah ada proyek serupa dalam portofolio ini? Jika ya, apakah aku bersedia untuk menggantikannya dengan proyek ini ? 3. Sertakan Deskripsi Proyek Setelah mencantumkan hasil karya terbaik kamu, berikan deskripsi proyek. Berikan penjelasan tentang peran kamu dalam setiap proyek yang kamu cantumkan dalam portofolio programmer, terutama pada proyek kelompok. Dengan ini, kamu bisa mengarahkan perhatian rekruter ke detail-detail proyek yang ingin kamu perlihatkan dan alur kerja kamu. 4. Terus Perbarui Portofolio Programmer Kamu Klien/HRD tentunya ingin mengetahui kompetensi kamu yang sekarang ini. Ditambah dengan cepatnya perkembangan teknologi, mereka tidak akan tertarik ketika hasil karya kamu meruapakan hasil dari tiga sampai empat tahun yang lalu. Usahakanlah untuk tetap membuat portofolio programmer kamu up-to-date, bahkan ketika kamu sedang tidak mencari pekerjaan. Perbarui portofolio programmer kamu setiap kamu menyelesaikan suatu proyek, memberikan seminar, membuat podcast tentang teknologi, atau apapun yang mendorong kamu dan yang relevan dengan portofolio programmer.📚Baca juga:7 Cara Menjadi Freelancer Pemula Untuk Cari Untung! 👉 Lihat contoh portofolio lainnya di CakeDemikianlah artikel ini tentang cara dan contoh portofolio programmer. Kamu sudah buat portofolio programmer kamu, belum? Yuk, buat sekarang juga dengan Cake!Buat portofolio digital programmer kamu dengan Cake portofolio builder, 100% gratis! Kamu bisa bebas berkreasi dan menyertakan video, gambar, maupun audio untuk membuatnya lebih menarik dan interaktif🎉Buat PortofolioSetelah membuat portofolio, kamu bisa langsung melamar kerja di Cake. Cek lowonganprogrammer terbaru di Cake👇🏻 Rekomendasi Lowongan Kerja Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Portfolio
Mar 9th 2026

Contoh Portofolio Desain Grafis Menarik, Pasti Dilirik HRD!

Bagi para desainer, portofolio lamaran kerja pastinya bukan hal yang asing lagi. Saat melamar kerja, magang ataupun mencari pekerjaan freelance, portofolio desain grafis adalah salah satu senjata wajib yang harus dipersiapkan untuk memihak hati klien ataupun rekruter. Apa itu Portofolio Desain/DKV? Bagi yang masih asing dengan kata ini, portofolio adalah kumpulan hasil karya yang pernah dibuat dilengkapi dengan pengalaman projek, kerja, organisasi ataupun pencapaian seseorang. Bagi seorang desainer grafis, portfolio akan berisi kumpulan hasil projek desain seperti poster, packaging, logo, desain website dan lain-lain. Portofolio Tradisional vs Portofolio Online Dulu portfolio biasanya dibuat lalu di cetak, lalu diserahkan bersama dengan CV (curriculum vitae). Selain memakan biaya yang cukup mahal untuk mencetak portofolio dengan kualitas bagus, portofolio tradisional juga hanya dapat dilihat oleh orang yang kamu kirimkan. Jadi jangkauannya terbatas. Seiring dengan perkembangan zaman, bermunculan banyak website untuk menampilkan portfolio online seperti Cake atau Behance. Website ini juga menawarkan untuk menampilkan portofolio secara gratis, jadi pastinya menghemat biaya. Selain itu, eksposur terhadap karyamu juga lebih tinggi, karena semua orang di internet bisa melihat hasil karyamu dan menemukan bakat kamu. Daftar isi:Isi Portofolio Desain GrafisCara Membuat Portofolio Desain GrafisContoh Portofolio Desain GrafisTips Membuat Portofolio Desain Grafis 📚Baca juga: Wajib Kamu Ketahui: 5 Perbedaan CV dan Portofolio Lengkap dengan Contoh Isi Portofolio Desain Di bawah ada beberapa hal yang biasanya ditemukan di portofolio desain grafis, kamu bisa memasukkan semuanya atau memilih beberapa elemen yang dianggap paling penting. Apa saja yang ada di dalam portofolio desain? 1. Penjelasan Jelaskan dirimu secara singkat pada bagian awal portofolio. Hal yang dapat ditulis pada halaman awal perkenalan adalah: NamaKontak: nomor telepon, email, alamatLink: LinkedIn, Youtube, Instagram (pilihan)Deskripsi diri: 2-3 kalimat penjelasan dirimu 2. Curriculum Vitae (CV) Jika ingin menjelaskan diri secara lebih lengkap, kamu dapat memasukkan CV ke dalam portofolio desain kamu. Tuliskan tentang pengalaman bekerja, edukasi, pengalaman organisasi atau pencapaian terbesarmu selama ini secara tertulis. Tambahkan juga hard skill atau software skill yang kamu miliki.📚Baca juga: Kumpulan Contoh CV Desain Grafis Keren dan KreatifContoh hard skill dan software skill pada portofolio desain grafis:✏️ Hard SkillTypographyLogo DesignColor TheoryUX DesignMotion GraphicsPrototypingWeb Design✏️ Software SkillAdobe IllustratorAdobe PhotoshopAdobe IndesignLightroomAfter EffectFigmaAdobe XD 3. Projek yang pernah dikerjakan Bagian selanjutnya pada portofolio desain adalah saatnya menampilkan hasil karya desain kamu. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat menampilkan hasil desain adalah: Utamakan kualitas daripada kuantitas:portofolio desain grafis pemula tidak perlu menampilkan semua projek, tapi pilihlah top picks kamu yang paling dibanggakan.Perjelas kategori dan bagian: jika memiliki beberapa proyek yang berbeda, jangan lupa membuat daftar isi dan mengelompokkan sesuai dengan kategorinya. Setiap bagian dibuat berbeda agar memudahkan pembaca.Tambahkan penjelasan di setiap bagian:beri penjelasan pada setiap projek atau bagian agar pembaca memiliki gambaran tentang projek yang dikerjakan. Contohnya penjelasan nama organisasi, nama acara ataupun filosofi logo. 4.Pencapaian terbesar Jika kamu pernah mendapatkan sertifikat penghargaan seperti desain terbaik, memenangkan lomba desain dan penghargaan lainnya, masukkanlah juga penghargaan tersebut pada portofolio. Beri penjelasan 1-2 kalimat tentang pencapaianmu tersebut.5.Testimoni Terakhir, tambahkan juga testimoni klien atau perusahaan yang menggunakan jasa desainmu. Bagaimana kesan dan pesan mereka mengenai desain yang kamu buat dan apa dampak desain tersebut terhadap perusahaan atau produk mereka. Jika ada logo perusahaan, masukkan juga logo-logo perusahaan tersebut agar menambah kredibilitas kamu. Cara Membuat Portofolio Desain Grafis 1. Pilih platform yang tepat untuk membuat portofolio desain grafis Portofolio tradisional akan lebih cocok untuk kamu yang mau interview kerja tatap muka dan memberikan portofolio dan lamaran secara fisik. Sebaliknya, portofolio online akan cocok untuk kalian yang bekerja freelance atau ingin memiliki presence di dunia digital. Portofolio online memiliki eksposur yang lebih tinggi dibandingkan portofolio tradisional dan juga budget yang lebih murah. Jika ingin membuat portofolio desain online, dapat menggunakan website seperti:Cake:Cake merupakan website yang membantumu seputar karir dan pekerjaan. Pada website ini, kamu bisa membuat CV secara gratis serta membuat portofolio online secara gratis. Tampilan yang bersih, sederhana dan dilengkapi dengan bahasa Indonesia membuat website ini sangat mudah untuk digunakan.Setelah membuat portofolio online gratis di Cake, kalian juga bisa mempublikasikannya agar dapat dilihat oleh warga internet. Disediakan juga fitur untuk like, komentar, membagikan portofolio dan mengetahui berapa banyak orang yang sudah melihat hasil karya desainer tersebut. Buat portofolio desain grafis kamu di Cake, tunjukkan hasil karya-mu dan tingkatkan panggilan interview!🎉Buat PortofolioBehance:Behance merupakan website untuk para kreator mempublikasikan hasil karya mereka. Para kreator di Behance biasanya terdiri dari beragam seperti arsitektur, desain grafis, desain otomotif dan juga fashion. Didalamnya juga dapat ditemukan berbagai macam contoh curriculum vitae maupun portofolio.Sosial Media (contoh: Instagram)Sosial media juga bisa menjadi alat para desainer untuk menampilkan portofolionya loh. Salah satu platform yang paling umum adalah Instagram. Selain mudah untuk mengupload foto, instagram juga memungkinkan para kreator untuk mendapatkan eksposur yang lebih besar dikarenakan pengguna Instagram yang sangat banyak tersebar di seluruh dunia.Tips mengembangkan Instagram untuk Portofolio:Tuliskan informasi yang jelas: tuliskan nama, deskripsi diri pada biodata, link portofolio online pada link in bio dan lokasi. Lengkapi dengan email atau nomor HP aktif juga.Personal Branding: buat personal branding dengan memilih ciri khas warna, hashtag, caption, maupun ciri khas desain.Konsistensi: dibutuhkan konsistensi untuk terus mengunggah postingan baru dan juga aktif berinteraksi dengan komunitas untuk dapat mengembangkan Instagram tersebut. 📚Bacaan Lanjutan: 15 Website Gratis untuk Portofolio yang Menarik 2. Tentukan tema, gaya atau desain portofolioBagi desainer yang sudah berpengalaman, tentunya sudah memiliki ciri khas desain dan gaya yang dikenal orang. Namun, bagi desainer pemula, penting sekali untuk menentukan tema, gaya atau desain untuk portofolio tersebut. Pastikan pemilihan warna dan font memudahkan pembaca untuk membaca portofolio dan bukan membuat sakit mata.Hal yang dapat dipertimbangkan saat menentukan tema adalah: Apakah ingin menggunakan warna kalem atau warna cerah?Font apa yang akan digunakan?Bagaimana cara memisahkan setiap bagian portofolio?Bagaimana cara penataan layout portofolio? Portrait atau landscape? 3.Pilih hanya hasil karya terbaik untuk ditampilkan Meskipun telah mengerjakan puluhan ribu karya, desainer umumnya tidak akan menampilkan semua karya tersebut pada portofolio. Selain biaya yang mahal dan proses pengerjaan yang lama, memasukkan semua hasil karya juga membuat pembaca portofolio tidak bisa fokus akan hasil karya yang mana yang harus dilihat. Lebih baik pilih beberapa hasil karya yang paling dibanggakan, karya desain mana yang pernah mendapatkan penghargaan ataupun proyek desain terbesar dan tersulit yang pernah dikerjakan. Selain itu, pilih beberapa hasil karya yang berbeda agar bisa menunjukkan bahwa kamu bisa mengerjakan beberapa proyek berbeda. Contohnya desain logo, desain packaging, desain poster, dan tipografi.4.Kumpulkan ide dan inspirasi portofolio Di internet tersedia jutaan contoh portofolio design graphic dari berbagai negara. Jika bingung, menentukan tema, layout ataupun gaya kamu dapat mencari inspirasi dari portofolio desain yang tersedia. Pilih beberapa portofolio desain yang paling sesuai dengan gaya dan selera kamu. Modifikasi sesuai dengan kebutuhan kamu masing-masing. Perlu diingat bahwa mencari inspirasi bukan berarti mencontek ataupun mencopy semua layout dan ide lho, namun menggabungkan hal baik dari beberapa desainer dan mentransformasikan sesuai dengan karyamu. Contoh Portofolio Desain GrafisMeskipun sudah membaca petunjuk di atas tentang apa saja yang harus ada di web portofolio, masih banyak yang belum kebayang seperti apa bentuk portofolio itu. Nah ini salah satu contoh portofolio graphic designer untuk melamar kerja maupun mencari klien. Contoh Portofolio oleh Kristel Gilvarry EstefannyContoh portofolio desain di atas terdiri dari beberapa halaman yang terbagi menjadi 2 bagian, yaitu halaman pengenalan pemilik portofolio dan hasil karya. Pada halaman pertama, desainer menampilkan daftar isi, kontak pribadi dan juga kemampuan software yang dimilikinya. Selanjutnya di halaman berikutnya portofolio desain grafis dilengkapi dengan hasil karya seperti desain untuk Instagram dan jugamerchandise.Portofolio satu ini memiliki bentuk memanjang ke bawah sehingga dapat menampilkan satu projek secara jelas, detail dan menyeluruh.👉 Lihat contoh portofolio lainnya di Cake Tips Membuat Portofolio Desainer Grafis 1. Tampilkan karyamu sebagai sebuah case studyBanyak orang yang bisa membuat karya bagus, namun sedikit orang yang hasil karya nya dapat menyelesaikan masalah dan membantu klien. Dengan menampilkan portofolio sebagai case study, portofolio DKV kamu akan lebih unggul dan beda dari desainer lainnya. Deskripsikan hasil karya dengan menceritakan background masalah dan hasil yang dicapai melalui desain tersebut. 2. Buat portofolio desain grafis yang enak dilihat Gunakan pemilihan font dan warna yang enak dilihat. Pastikan pembaca tidak kebingungan dengan layout portofolio dan bisa membedakan pergantian bagian secara jelas. Kamu bisa menggunakan ukuran font yang berbeda untuk penekanan bagian tertentu, suatu simbol untuk menarik perhatian pembaca ataupun nomor halaman portofolio. Selain itu, ketahui audience portofolio online kamu kebanyakan melihat dari desktop, mobile atau tab? Buat portofolio nyaman untuk diakses dari segala perangkat. 3. Konsisten memperbarui portofolio Zaman terus berubah dan trend terus berganti. Jika portofolio tidak diupdate, desainer akan ketinggalan jaman dan susah bersaing dengan desainer lainnya. Seorang desainer harus sering-sering mengupdate hasil karya terbarunya di portofolio online agar tidak ketinggalan jaman.Sudah tahu isi portofolio yang baik benar?Langsung buat portofolio desain grafis untuk menunjukkan karya terbaikmu🎨Buat Portofolio Buat portofolio yang menonjol di Cake untuk meningkatkan peluang lolos interview! Nah itu dia pembahasan mengenai portofolio desain grafis mulai dari A sampai Z. Semoga setelah membaca artikel ini, kalian para desainer bisa terinspirasi dan memulai membuat portofolio online. Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!Lihat lowongan desain grafis terbaru di sini👇 Rekomendasi Lowongan
Portfolio
Mar 9th 2026

Contoh Portofolio Content Writer Menarik dan Cara Membuatnya

Apa pun profesi menulis yang kamu tempuhi — content writing, copywriting, atau ghostwriting, membuat portofolio writer adalah hal yang tidak boleh dilewatkan. Klien pastinya ingin melihat kemampuan kamu melalui portofolio penulis sebagai bukti nyata bahwa kamu mampu menghasilkan karya tulis yang baik dan yang cocok dengan kriteria mereka. Sebagai content writer pemula tanpa pengalaman, mungkin kamu bingung harus mulai membuat portofolio untuk content writer dari mana, atau mungkin kamu adalah content writer berpengalaman tetapi bingung bagaimana cara menunjukan sisi terbaikmu di portofolio content writer kamu karena banyaknya pengalaman dan karya tulis yang kamu miliki. Yuk, para penulis, mari kita merapat karena Cake telah merangkum segala informasi yang kamu perlukan untuk membuat portofolio content writer beserta berbagai contoh portofolio content writer untuk referensi kamu!Daftar isi:Apakah Membuat Portofolio Content Writer Penting? 6 Hal yang Perlu Dicantumkan dalam Portofolio Penulis Cara Membuat Portofolio Content Writer 4 Contoh Portofolio Content Writer yang MenarikPentingnya Membuat Portofolio Content Writer Selain CV lamaran kerja, portofolio content lamaran kerja biasanya merupakan dokumen yang wajib untuk dikirim ketika melamar kerja. Jadi, pastinya kamu harus mempersiapkan portofolio writer terlebih dahulu, agar proses melamar kerja bisa berjalan lancar. Selain itu, ada beberapa hal lain yang membuat portofolio content writer menjadi penting untuk seorang penulis, yakni: Mendemonstrasikan skill menulis: sama seperti seorang desainer grafis yang perlu menunjukkan hasil desain mereka, kamu juga perlu membuat portofolio content writer agar klien bisa lebih memahami skill dan bahkan karakter kamu.Meningkatkan jumlah pembaca: dengan menyebarkan portofolio content writer digital kamu, ada kemungkinan kamu akan mendapatkan audiens baru yang tertarik untuk membaca blog atau karya tulisanmu yang lainnya.Memperluas jaringan (networking): selain menambah jumlah audiens, membuat portofolio writer juga bisa memperluas network kamu, dan kamu bisa bertemu dengan para penulis lainnya.Peluang untuk mendapatkan lebih banyak pekerjaan: berkat jaringan kamu yang luas karena membuat portofolio content writing, kesempatan kamu untuk mendapatkan tawaran pekerjaan sampingan juga akan menjadi lebih tinggi. Ini tentunya sangat menguntungkan jika kamu adalah seorang freelance content writer.6 Hal yang Perlu Dicantumkan dalam Portofolio Content Writer Membuat portofolio penulis sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Baik kamu adalah seorang content writer pemula atau berpengalaman, terdapat 6 bagian yang perlu ditulis dalam portofolio content writer kamu. ✍🏻 Catatan:Tergantung media yang kamu gunakan, kamu bisa mengikuti urutan ini jika kamu menggunakan slide presentasi. Jika kamu membuat website pribadi, kamu bebas untuk menentukan urutannya. 1. Deskripsi Diri/Profil Bagian profil atau yang disebut juga sebagai halaman “About Me” adalah halaman pertama pada portofolio content writer yang menjelaskan mengenai diri kamu secara singkat dan padat. Kamu juga bisa menambahkan foto profesional kamu di bagian ini jika kamu merasa nyaman.Lalu, apa saja yang harus dituliskan dalam profil portofolio content writer? Pengalaman kerjaKepribadianValue/GoalsStyle kerjaNichePenghargaan/pelatihanDomisili Intinya tulislah 3 - 4 kalimat yang paling menggambarkan diri kamu sebagai seorang content writer. Jika kamu ingin menyebutkan pengalaman kerja kamu di bagian ini, tulislah secara singkat karena akan ada bagian tersendiri untuk menjelaskan riwayat pendidikan kamu di portofolio writer ini. 2. Pendidikan Kemudian, pada halaman berikutnya cantumkan juga riwayat pendidikanmu. Tulislah secara singkat, kamu tidak perlu mengulang semuanya yang ada di CV kamu. Cukup berikan informasi tentang: Nama sekolahTahun menempuh pendidikanJurusanLogo sekolah Penghargaan atau GPA yang bagus juga boleh kamu sertakan di portofolio content writer, dan pelatihan atau sertifikasi pun juga boleh jika ada. 3. Pengalaman Sama seperti sebelumnya, pengalaman kerja, sukarelawan, atau organisasi juga dituliskan secara singkat saja karena klien atau tim HRD juga bisa membaca selengkapnya di CV kamu. Oleh karena itu, sertakan saja informasi berikut: Nama perusahaan/organisasiTahunPosisiLogo perusahaan/organisasi 4. Skill dan Tools Untuk “Skills dan Tools” kamu bisa pilih untuk menyertakan hard skill dan soft skill, atau hard skill saja. Dua-duanya tidak masalah karena informasi ini juga pastinya telah kamu tuliskan di CV. Berikut adalah beberapa skill dan tools yang biasanya dimiliki oleh content writer: Search Engine Optimization (SEO): Semrush, Ahrefs, Google Ads/Keyword Planner, SEO MinionAnalisis: Google Analytics, Looker Studio, Google TrendCRM: Mailchimp, Whimsical, OnesignalDesign: Canva, Adobe PhotoshopEmail MarketingCopywriting 5. Karya Terbaik Bisa dibilang bagian ini adalah bagian yang paling penting di portofolio untuk content writer. Usahakan untuk menyertakan karya-karya terbaikmu saja. Ingat, ini adalah portofolio content writer, bukan blog kamu. Prioritaskan kualitas daripada kuantitas.Berikut adalah beberapa tips untuk memuat karya terbaikmu di portofolio writer: Berikan cuplikan gambarTambahkan link menuju artikel/karya tulisTuliskan deskripsi singkat (objektif, target audiens, judul, keywords, page rank, article performance, page views, dll.)Susun karya terbaikmu berdasarkan tipe atau niche (blog, email marketing, press release, push notification copies, dll.) Jika kamu memutuskan untuk menyertakan testimoni, pastikan juga kalau testimoni tersebut berasal dari orang yang kredibel. 6. Informasi Kontak Jangan lupa untuk sertakan kontak kamu di portofolio content writing karena ini berfungsi sebagai Call-to-Action (CTA) kepada klien atau rekruter. Berikan informasi tentang: Alamat emailNomor teleponLinkedIn (jika ada)Website (jika ada)Sosial Media (jika relevan) Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di CakeResume! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari LokerCara Membuat Portofolio Content Writer 1. Kumpulkan Karya Terbaikmu Langkah pertama dalam membuat portofolio untuk content writer adalah mengumpulkan seluruh karya kamu — termasuk artikel, blog, email marketing, copywriting, dan lainnya, dalam satu folder atau docs. Sertakan juga link artikel yang sudah live di website. Jika portofolio tulisan kamu ada di Microsoft Word, pindahkan portofolio tulisan tersebut ke Google Docs agar lebih mudah diakses melalui link. Kemudian, pilih 1 - 3 karya terbaik kamu untuk setiap niche. Karya tulis yang memiliki performa bagus atau yang bisa menunjukan style tulisan kamu merupakan karya tulis yang bisa kamu masukan ke portofolio content writer.💡 Bagaimana kalau aku belum punya pengalaman sebagai content writer?Tenang saja, ada solusinya, kok! Kamu bisa buat proyek sendiri dan mulai menulis di Medium, website yang menerima guest posting, atau coba membuat dan menulis di website pribadi. 2. Pilih Platform Untuk Menampilkan Portofolio Tulisan Banyak sekali pilihan platform yang bisa kamu gunakan untuk menunjukkan portofolio content writer kamu. Google drive yang berisikan contoh-contoh tulisan kamu pun juga tergolong sebagai portofolio writer, atau memberikan link akun Medium atau LinkedIn yang berisikan artikel kamu juga termasuk sebagai portofolio. Semuanya kembali lagi pada pilihan kamu. Kamu juga bisa menggunakan platform portofolio tulisan sebanyak-banyaknya untuk memperluas audiens. Di bawah ini adalah beberapa platform yang bisa kamu gunakan untuk mengumpulkan portofolio content writer mu: Online portfolio maker: CakeResume, Clippings.me, Journoportfolio, Contra, Muck RackSlide: Google Slide, CanvaLink in Bio: Milkshake, Linktree, Beacons.aiBuat website sendiri: Wordpress, Wix CakeResume menyediakan platform untuk membuat portofolio online dan menjalin koneksi di komunitas CakeResume. Yuk, buat portofolio content writer kamu di CakeResume, 100% gratis! 🎉Buat Portofolio 3. Buat Portofolio Content Writer Setelah memilih platform portofolio content writer, waktunya untuk susun seluruh isi portofolionya. Masukkan 6 informasi penting pada portofolio tulisan (profil, pendidikan, pengalaman, dll.) ke platform pilihan kamu. Perhatikan desain, warna, spacing, font style, dan font size portofolio writer agar perpaduannya cocok dan mudah dibaca. 4. Cek Kembali Portofolio Content Writing Langkah berikutnya dalam membuat portofolio penulis adalah cek kembali tulisan dan isi portofolionya. Apakah ada typo? Apakah nomor kontak dan link bekerja dengan baik? Apakah portofolio content writer kamu bisa dibuka di berbagai gadget (laptop, tablet, smartphone)?Selain itu, perbaharuilah portofolio content writer kamu sesering mungkin biar tetap up-to-date. 5. Sebarkan Portofolio Content Writing Terakhir, publikasikan dan sebarkan portofolio tulisan kamu! Proses menyebarkan portofolio kamu pun jadi lebih mudah karena semuanya sudah ada dalam satu platform. Kamu hanya perlu mengirimkan link portofolio content writer kamu saat melamar kerja, dan menyertakannya di akun sosial media kamu seperti Instagram atau LinkedIn.Contoh Portofolio Penulis yang Baik dan Menarik Cake telah membagikan cara membuat portofolio content writer secara lengkap. Tentunya akan lebih bermanfaat lagi jika kamu bisa lihat contoh asli portofolio penulis, bukan? Nah, Cake sudah mengumpulkan berbagai contoh portofolio penulis yang lengkap. Klik link di bawah untuk melihatnya.👉 Lihat contoh portofolio Content Writer di Cake Kesimpulan Sekarang, kamu sudah tahu bagaimana cara membuat portofolio content writer. Langkahnya sangat sederhana, kumpulkan karya terbaikmu, pilih platform portofolio writer, susun portofolio content writer, dan publikasikan portofolio tersebut. Saat membuat portofolio content writer, ingat beberapa tips ini: Susun karya terbaikmu sesuai dengan tipe atau nichePrioritaskan kualitas daripada kuantitasPastikan portofolio content writer mudah dibaca dan dinavigasiPerbarui portofolio content writer seiring waktu berjalanLihat contoh portofolio content writer lainnya untuk inspirasiNah, itu dia cara membuat portofolio content writer dan beberapa contoh asli portofolio content writer yang baik dan unik. Sekarang giliran kamu untuk buat portofolio content writer kamu. Selamat mencoba!Yuk, cobain buat portofolio content writer kamu di CakeResume, 100% gratis! 🎉Buat Portofolio Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!--- Ditulis Oleh Cindy Graciella ---
Resume & CV
Apr 30th 2026

Wajib Kamu Ketahui: 5 Perbedaan CV dan Portofolio Lengkap dengan Contoh

RingkasanCV adalah dokumen yang wajib kamu sertakan ketika melamar pekeraan. CVberisi informasi mendasar tentang diri seseorang.Portofolio adalah dokumen opsional yang berisi koleksi karya atau proyek yang pernah dikerjakan sebelumnya. Tujuan portofolio adalah untuk membuktikan tentang kemampuan seseorang.Menyertakan CV beserta portofolio adalah cara terbaik untuk mendapatkan pekerjaan yang dinginkan.Bagi kamu yang pertama kali melamar pekerjaan, mungkin ada banyak istilah baru dalam proses melamar pekerjaan belum sepenuhnya kamu pahami. Bahkan, kamu masih bingung dokumen apa saja yang perlu diserahkan kepada perusahaan. Perlu mengirim CV saja cukup? Apa itu portofolio kerja? Bedanya CV dan portofolio apa?Apa Perbedaan CVdan Portofolio? Daftar isi: Pengertian CV Pengertian Portofolio Perbedaan CVdan Portofolio Contoh CV dan Portofolio Apa itu CV? Arti CV atau daftar riwayat hidup adalah sebuah dokumen yang memudahkan rekruter untuk mengenal dan memahami perjalanan hidup seseorang secara singkat. Dengan biodata dan latar belakang diri kamu yang tertera pada CV, rekruter bisa mempertimbangkan apakah kamu sesuai dengan talenta yang mereka cari atau tidak.Apa yang harus ada di CV? CV merupakan dokumen mendasar tentang diri kamu. CV berisikan informasi pribadi, riwayat pendidikan yang kamu telah tempuh, pengalaman kerja, serta informasi tambahan lainnya seperti, keterampilan atau prestasi. Apa itu Portofolio? Sementara, portofolio adalah sebuah dokumen yang berisi koleksi karya, prestasi ataupun proyek yang kamu pernah lakukan sebelumnya. Biasanya sering dipakai oleh desainer, fotografer, ataupun pekerjaan lain yang berhubungan dengan estetika. Dengan menyerahkan portofolio ketika melamar kerja, rekruter bisa mengetahui lebih dalam potensi kemampuan yang kamu miliki. Fungsi portofolio pun tidak sebatas untuk melamar kerja. Selain portofolio lamaran kerja, ada juga portofolio yang bisa digunakan untuk mendaftar perguruan tinggi, mendaftar beasiswa, ataupun dipakai sebagai personal branding. Dalam segi bentuk, portofolio hadir dalam bentuk offline maupun online. Sekarang, portofolio online merupakan pilihan yang lebih diminati karena portofolio online dapat dibagikan dimanapun dan kepada siapapun. Siapa yang membutuhkan portofolio? Walaupun portofolio terdengar hanya untuk mereka yang bekerja dibidang industri kreatif, jangan salah. Ternyata, di era digital sekarang, semakin banyak orang memanfaatkan portofolio online sebagai personal branding lho. Dengan personal branding yang kuat, kamu akan lebih dikenal orang banyak dan tentunya membawakan kamu banyak kesempatan baru.Kalau kamu tertarik membuat portofolio,kamu bisa membaca artikel tentang cara membuat portofolioonline ini. Nah, pastinya kamu sudah ada gambaran tentang apa yang dimaksud dengan portofolio ataupun yang dimaksud dengan CV. Sekarang, Cake akan menjabarkan lebih detail tentang perbedaan portofolio dengan CV.Perbedaan CV dan PortofolioApa perbedaan CV dan portofolio? CakeResume telah merangkum 5 perbedaan CV dan portofolio untuk kamu:Perbedaan CV dan Portofolio 1. TujuanPerbedaan CV dan portofolio yang paling mendasar ada pada tujuannya. Tujuan CV adalah untuk menginformasikan siapa diri kamu melalui biodata, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, serta kemampuan yang kamu miliki. Tujuan portofolio adalah untuk menunjukkan dan membuktikan skill dan potensi yang kamu miliki. Portofolio menjadi alat bukti bahwa apa yang kamu cantumkan dalam CV memang benar. Dalam contoh portofolio desain grafis, seorang desainer grafis yang mencantumkan kemampuan memakai Adobe Illustrator pada CVnya akan menunjukkan hasil karya menggunakan Adobe Illustrator ke dalam portofolionya sebagai bukti. 2. Isi / StrukturPerbedaan CV dan portofolio yang paling dapat dirasakan adalah isi atau strukturnya. Struktur CVCV mencakup data yang lengkap namun ringkas, dan umumnya ditampilkan pada ukuran kertas A4 atau HVS. Struktur CV meliputi: Informasi pribadiDeskripsi diriRiwayat pendidikanPengalaman kerja atau organisasiKeterampilan (Skills)Informasi tambahan (Sertifikasi/Penghargaan) 📚 Bacaan lanjutan:Simak Cara Membuat CV (Curriculum Vitae) yang Baik dan MenarikStruktur PortofolioPortofolio mencakup hasil karya yang dipresentasikan secara mendetail. Ukuran portofolio pun beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelamar kerja. Struktur Portofolio meliputi: Informasi pribadiPencapaian, projek, karya-karya beserta deskripsinyaPekerjaan dan status kerja (termasuk apa yang bisa kamu tawarkan kepada perusahaan)Kontak informasi 3. Sifat Beda portofolio dan CV selanjutnya adalah sifatnya.CV bersifat umum karena informasi yang tertera merupakan ringkasan mendasar tentang diri kamu. Oleh karena itu, CV dapat digunakan berulang kali dan bisa juga digunakan untuk melamar berbagai posisi pekerjaan. Portofolio bersifat spesifik karena hasil karya atau isi yang dipresentasikan disusun untuk tujuan spesifik, sesuai dengan posisi yang kamu lamar. Sebagai contoh CV mencakup data umum seperti riwayat pendidikan dan pengalaman kerja yang bersifat tetap ketika kamu melamar pekerjaan apapun. Sedangkan portofolio menampilkan karya yang diinginkan perusahaan. Misalnya, kamu tidak seharusnya menunjukkan karya tulisan kamu ketika melamar posisi arsitektur. 4. Layout dan Desain Perbedaan CV dan portofolio selanjutnya terletak pada layout dan desainnya. CV berisi biodata diri seseorang, sehingga layout CV setiap orang tidak berbeda jauh, yaitu sebuah kertas A4 dengan teks yang disusun rapih dari atas kebawah. Desain CV pun tidak dianjurkan untuk terlalu berlebihan, supaya rekruter bisa membaca CV kamu dengan nyaman. Berbeda dengan CV, portofolio tidak memiliki standar layout ataupun desain karena portofolio dibuat menurut kreativitas individu masing-masing. Tampilan portofolio pun tidak hanya di kertas, melainkan bisa juga ditampilkan sebagai halaman website pribadi ataupun akun sosial media.5. Kegunaan Perbedaan CV dan portofolio terakhir adalah kegunaanya. Umumnya CV hanya diperlukan ketika melamar kerja. Portofolio tidak hanya digunakan untuk melamar kerja, tetapi bisa juga untuk mengembangkan personal brand, menawarkan jasa atau servis, mempresentasikan bisnis (company profile), dll. Nah, itulah 5 perbedaan CV dan portofolio yang sudah CakeResume rangkum. Berikutnya adalah contoh-contoh CV dan portofolio agar kamu bisa lebih mendalami bedanya CV dan portofolio.Contoh CV dan Portofolio Contoh CV Lamaran Kerja Contoh CV Menarik Contoh CV Fresh Graduate Contoh Portofolio Lamaran Kerja Contoh Portofolio Mahasiswa Arsitektur 1. Contoh CV Lamaran KerjaContoh CVLamaran Kerja - Dibuat di CakeResume2. Contoh CV Menarik Desain GrafisContoh CV Desainer Menarik - Dibuat dengan CakeResume3. Contoh CV Fresh Graduate Tanpa PengalamanContoh CV- Dibuat di CakeResume✨ Ingin tampilan CV menarik seperti contoh CV diatas? Langsung buat CV dengan CakeResume yuk. 100% GRATISBuat CV4. Contoh Portofolio Lamaran KerjaContoh Portofolio Desain Contoh Portofolio Desain 5.Contoh Portofolio Mahasiswa Arsitektur Contoh Portofolio Arsitektur Contoh Portofolio Arsitektur Sudah paham perbedaanCVdan portofolio?Saatnya mulai membuat CVonline dengan bantuan AIdi Cake,cepat dan mudah💯 Buat CVdan Portofolio, Semua Bisa di Cake!Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Portfolio
Mar 13th 2026

Contoh Portofolio Fotografi Menarik Serta Tips Wajib Tahu!

Ingin mendapatkan pekerjaan sebagai fotografer lebih mudah? Ingin mengembangkan bisnis fotografi kamu? Atau kamu ingin membangun personal branding dirimu sebagai seorang fotografer? Nah, membuat portofolio adalah jawabannya! Salah satu cara terbaik untuk menarik klien atau rekruter adalah dengan membuat portofolio fotografi. Kamu harus bisa membuat portofolio yang bisa menarik perhatian mereka. Ada beberapa cara membuat portofolio fotografi, salah satunya adalah portofolio fotografi online. Daftar isi:Kenapa Membuat Portofolio Fotografi OnlineCara Membuat Portofolio Fotografer (Photography Portfolio)Contoh-contoh Portofolio Fotografer Kenapa Membuat Portofolio Fotografi Online? Portofolio fotografer bisa dibuat secara tradisional dan digital. Portofolio tradisional merupakan portofolio fotografi cetak yang bisa dipegang secara fisik. Sedangkan portofolio digital adalah kumpulan portofolio fotografi kamu yang ditampilkan melalui platform online. Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Namun, membuat portofolio fotografi secara online sangat disarankan di era ini.Manfaat membuat portofolio fotografi online:Dapat diakses secara mudah melalui platform onlineAda banyak pilihan template yang bisa kamu gunakanMudah untuk diperbaruiMenghemat uang untuk mencetak contoh portofolio photographyMudah untuk dikirim atau disebar Sedangkan portofolio tradisional memerlukan kamu untuk mengeluarkan uang lebih banyak untuk mencetak dan memperbarui portofolio fisik. Selain itu, kamu perlu membawa portofolio yang tebal dan berat kemana-mana. Jika kamu kehilangan portofolio fotografi kamu saat wawancara kerja, kamu tidak bisa mengaksesnya secara mudah. Oleh karena itu, membuat portofolio fotografer digital sangatlah disarankan. Setelah mengetahui dua tipe portofolio fotografer, Cake telah meringkas langkah mudah cara membuat portofolio fotografi yang harus kamu ketahui. Di akhir artikel ini juga ada beberapa contoh portofolio fotografi untuk inspirasi kamu! Cara Mudah Membuat Portofolio Fotografer Portofolio fotografi online pun juga dapat dilakukan dengan membuat website portofolio atau dari sebuah platform online. Untuk artikel ini, Cake akan lebih fokus menjelaskan langkah-langkah membuat portofolio fotografer di platform online, ya! 1. Tentukan Tujuan Kamu Membuat Portofolio Fotografer Sebelum mulai membuat portofolio fotografer, kamu harus menentukan tujuan kamu dalam membuat portofolio fotografi tersebut. Dengan mengetahui tujuan kamu, kamu akan mengetahui apa yang ingin kamu capai serta langkah-langkah jelas yang harus kamu ambil untuk mencapainya.Tanyakanlah hal-hal berikut kepada diri kamu sendiri:Siapa audiens kamu?Klien seperti apa yang ingin kamu bawa ke portofolio fotografi kamu? Apakah mereka orang, sebuah perusahaan, atau publikasi?Apa keunggulan dan kesukaan kamu?Apakah kamu mahir dalam memotret pemandangan? Atau kamu lebih mahir memotret makhluk hidup? Apakah kamu suka memotret foto hitam putih? Atau kamu senang dan unggul dalam menggunakan Photoshop?Apa ciri khas fotografi kamu?Apakah itu palet warnanya? Objeknya? Atau emosi dalam potretan kamu? Jika kamu dapat memilih satu foto yang dapat mewakili ciri khas fotografi kamu, apakah itu?Apa tujuan bisnis fotografi kamu?Apakah kamu perlu berlatih mengambil lebih banyak foto? Apakah kamu ingin mengembangkan jenis fotografi kamu ke bidang lainnya seperti pakaian atau makanan? Adakah hal lain yang ingin kamu kembangkan dari fotografi kamu? 2. Sesuaikan Portofolio Fotografer dengan Audiens Setelah memperjelas tujuan kamu membuat portofolio, langkah kedua dari cara bikin portofolio fotografi adalah menentukan target audiens kamu. Pikirkan siapa yang akan melihat portofolio fotografi kamu. Jika kamu sedang melamar posisi sebagai fotografer properti perumahan, maka portofolio fotografi yang kamu buat perlu mengarah kesana juga. Mengisi portofolio fotografi kamu dengan foto-foto makanan atau pemandangan bukanlah hal yang terbaik. Pilih spesialisasi fotografi dan audiens kamu. Tapi, jika kamu menyukai berbagai jenis fotografi, kamu tidak harus berkonsentrasi pada satu jenis fotografi saja. Kamu tetap bisa membuat berbagai jenis portofolio fotografi. Strategi yang terbaik adalah membuat portofolio fotografi baru untuk setiap klien atau pekerjaan baru yang sesuai dengan industri atau tema mereka. 3. Pilih Platform untuk Membuat Portofolio Fotografer Langkah selanjutnya adalah mulai membuat portofolio kamu! Untuk membuat portofolio fotografer digital, pilihlah sebuah platform untuk menyusun foto-foto kamu. Berikut adalah beberapa platform yang bisa kamu gunakan:CakeCake adalah situs yang bisa kamu gunakan untuk membuat portofolio fotografi secara mudah dan gratis tanpa batas! Kamu juga dapat mencantumkan portofolio fotografi online Cakresume sebagai link di CVkamu. Portofolio maker gratis di Cake juga memungkinkan kamu untuk membuat beberapa portofolio yang bisa kamu tunjukkan di profil. Fitur ini sangat memudahkan audiens untuk melihat seluruh proyek kamu.Kalau kamu memerlukan inspirasi, kamu juga bisa melihat contoh desain portofolio fotografi orang lain, lho!DribbbleDribbble adalah sebuah platform bertampilan media sosial yang dapat digunakan untuk membuat portofolio fotografi. Pengguna dapat mengunggah karyanya yang dinamai sebagai “Shots”. Setiap shots harus diunggah dengan rasio 4:3.Shots yang kamu unggah akan ditampilkan di profil kamu sebagai thumbnail dan audiens dapat membaca deskripsi, mengomentari, atau membagikan shots kamu seperti media sosial.Media SosialTentunya, kamu dapat menggunakan media sosial sebagai media untuk menampilkan hasil fotografi kamu. Buatlah akun khusus portofolio fotografi dan unggah foto-foto terbaik kamu! 📚Bacaan lanjutan: 15 Website Gratis untuk Portofolio yang Menarik4. Hanya Pilih Foto Terbaik untuk Portofolio Fotografi Kamu Kalau sudah menentukan platform online yang akan digunakan, pilihlah foto terbaik untuk diunggah ke portofolio fotografi kamu. Ketika sedang memilih-milih foto, ingatkan diri sendiri tentang tujuan kamu membuat portofolio fotografi ini dan siapa audiens kamu. Seleksi foto terbaik dengan memikirkan juga tentang warnanya, kualitas gambar, dan relevansinya. Jangan membombardir audiens dengan semua foto yang kamu miliki. Utamakan kualitas, bukan kuantitas.Hanya pilih foto terbaik kamu:Pilih foto kamu secara objektif dengan memprioritaskan gambar yang berkualitas tinggi. Ingat, rekruter atau klien akan menilai karya kamu dalam enam detik pertama mereka melihat portofolio fotografi kamu.Pastikan bahwa setiap gambar yang kamu pilih sesuai dengan branding kamu:Mungkin kamu berspesialisasi dalam fotografi arsitektur. Maka, memasukkan fotografi busana itu tidak tepat untuk portofolio fotografi ini.5. Buatlah Cerita di balik Foto Gunakan kolom deskripsi untuk membagikan cerita di balik foto dalam portofolio fotografi kamu. Bangkitkan emosi audiens melalui cerita tersebut. Salah satu caranya adalah menggunakan kata-kata sensorik atau kata-kata yang dapat membangkitkan indra mereka seperti “menerjang”, “raksasa”, “manis”, dan masih banyak lagi. Kamu juga bisa menampilkan beberapa cuplikan dibelakang layar tentang bagaimana karya tersebut dibuat. Jika kamu menaruh beberapa foto di portofolio fotografi untuk memberikan sebuah cerita, pastikan untuk menampilkannya dalam urutan yang masuk akal bagi audiens. 6. Pilih Desain yang Sederhana Ketika kamu mengkompilasikan fotografi kamu di sebuah platform online, pilihlah desain yang sederhana. Kamu ingin membuat foto kamu yang menonjol, bukan desain portofolio fotografi kamu. Gunakan desain yang cocok dengan branding kamu dan yang dapat membuat hasil fotografi kamu lebih menonjol. 7. Dapatkan Umpan Balik Profesional Tentunya, segala masukan yang kamu dapatkan itu bermanfaat. Entah itu dari keluarga, teman, sosial media, atau pendapat dari forum fotografi. Mereka dapat memberikan poin yang bagus dan lebih kritis karena mereka tidak terikat secara emosional dengan foto-foto yang kamu tampilkan di portofolio fotografi. Tetapi, ada baiknya juga untuk meminta pendapat dari fotografer profesional. Mereka mampu menilai foto-foto di portofolio fotografi kamu berdasarkan pengalaman profesional mereka. Mereka juga dapat memberitahu kamu jika kamu telah memilih gambar yang tepat atau jika kamu bisa melakukan beberapa penyesuaian lagi. Kamu juga bisa menanyakan umpan balik kepada orang-orang yang bekerja di industri kreatif untuk melihat portofolio fotografi kamu. Mereka juga dapat memberikan umpan balik yang konstruktif. 📚 Baca juga: Portofolio Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik [+5 Contoh] Contoh Portofolio Fotografer Berikut adalah beberapa contoh portofolio photography yang menarik: Contoh portofolio fotografi oleh Kristel Gilvarry Estefanny di atas menunjukkan hasil fotografi juga videografi di portofolionya. Ia juga menunjukkan beberapa jenis fotografi (FB, Product) untuk menekankanskillfotografinya bisa dipakai di berbagai bidang.👉 Lihat contoh portofolio lainnya di CakeYuk, langsung buat portofolio fotografi kamu di Cake, 100% gratis! 🎉 Buat PortofolioCake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!

Resume Builder

Build your resume only in minutes!