Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career

Supervisor Adalah: Tugas, Peran, Gaji, dan Cara Menjadinya

Penyelia atau supervisor memegang peranan penting dalam kesuksesan perusahaan atau organisasi bisnis. Supervisor adalah posisi yang bertugas memastikan aktivitas operasional perusahaan berjalan secara lancar dan efisien. Dalam struktur organisasi, supervisor membantu perusahaan mengontrol seluruh staf dan karyawan secara langsung, memastikan mereka bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab, serta mematuhi kebijakan perusahaan. Tanpa supervisor, perusahaan akan mengalami berbagai kesulitan dalam memecahkan masalah dan tantangan di lapangan. Untuk memahami lebih dalam tentang peran supervisor, Cake akan mengupas tugas, peran, gaji, hingga cara menjadi supervisor berkualitas di artikel ini. Simak selengkapnya di bawah ini! Daftar isi: Pengertian, Tugas, dan Peran Supervisor Perbedaan Supervisor dan Manager Cara Menjadi Supervisor Gaji Supervisor Contoh Job Description Supervisor FAQ Seputar Supervisor Pengertian, Peran, dan Tugas Supervisor SPV atau supervisor adalah individu yang bertanggung jawab mengarahkan, mengawasi, dan mengatur kelompok karyawan dalam menjalankan tugasnya. Dalam struktur organisasi, posisi supervisor termasuk tingkatan manajemen paling rendah (lower management) yang terjun langsung mengawasi kinerja harian tim atau departemen. Supervisor berperan sebagai penghubung antara manajemen dan karyawan. Mereka menyampaikan arahan dan kebijakan dari manajemen kepada staf atau karyawan. Selain itu, supervisor juga melaporkan perkembangan dan kebutuhan karyawan kepada manajemen. Dalam menjalankan perannya, seorang supervisor membutuhkan keterampilan komunikasi efektif untuk memastikan informasi dan arahan dapat disampaikan dengan jelas kepada karyawan maupun manajemen. Untuk memastikan kelancaran operasional dan stabilitas kinerja karyawan, supervisor mengemban beberapa tugas penting sebagai berikut: Mengelola dan mengawasi aktivitas harian karyawan dan memastikan mereka bekerja sesuai prosedur dan target yang telah ditetapkan perusahaan.Melakukan evaluasi dan penilaian kinerja karyawan secara berkala, serta memberikan feedback, saran, dan arahan yang diperlukan untuk memperbaiki performa.Mengelola jadwal dan pembagian tugas karyawan sesuai dengan timeline kerja yang ditetapkan oleh manajemen perusahaan.Memberikan instruksi, arahan, dan panduan kepada karyawan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.Membantu mengatasi masalah dan hambatan yang dihadapi karyawan.Menangani konflik atau perseteruan yang muncul dalam internal tim.Mengkomunikasikan informasi, kebijakan, dan keputusan dari manajemen kepada tim dan sebaliknya.Melakukan pelaporan dan dokumentasi seputar kinerja tim, target yang telah dicapai, dan hambatan yang dihadapi kepada manajemen. 📚 Baca juga:Performance Management: Cara Mengelola Kinerja SDM dengan Baik Apa Perbedaan Supervisor dan Manajer? Jika dilihat sekilas, tugas-tugas supervisor mungkin mirip dengan manajer. Namun, posisi supervisor dan manajer memiliki perbedaan fundamental jika dilihat dari aspek otoritas, tanggung jawab, target, gaji, dan faktor lainnya. Dikutip dari situs San Francisco Department of Human Resources (SFDHR), berikut merupakan penjelasan selengkapnya tentang perbedaan supervisor dan manajer dari berbagai aspek: 1. Level Otoritas Manajer mempunyai tingkat otoritas yang lebih tinggi daripada supervisor. Manajer ditugaskan untuk membuat keputusan strategis, merumuskan kebijakan, dan mengelola anggaran yang mempengaruhi departemen atau organisasi. Sementara supervisor memiliki otoritas yang lebih terbatas dan berfokus pada penerapan kebijakan yang sudah ditetapkan oleh manajer. Wewenang supervisor terbatas pada mengarahkan pekerjaan karyawan untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh manajer mereka. 2. Tanggung Jawab Supervisor bertanggung jawab mengelola dan mengawasi tugas harian karyawan, sementara manajer menetapkan target dan outcome yang diharapkan dari aktivitas tersebut. Manajer juga berperan dalam menentukan pendanaan dan alokasi sumber daya untuk unit atau divisi. Kemudian, supervisor menjalankan operasional dengan budget dan resources tersebut. 3. Gaji Otoritas dan tanggung jawab yang lebih tinggi membuat manajer memiliki gaji yang lebih besar dibandingkan dengan supervisor. Gaji supervisor sendiri didasarkan pada kinerja mereka dalam mengelola karyawan atau tim, termasuk kemampuan untuk mencapai target, memotivasi staf, dan menjaga efisiensi operasional. Supervisor berkesempatan promosi ke level manajer apabila memiliki performa yang baik, memiliki keterampilan kepemimpinan kuat, dan mampu beradaptasi dengan tanggung jawab yang lebih besar. 4. Objektif atau Tujuan Manajer menetapkan tujuan atau objektif yang diperlukan untuk memenuhi target perusahaan. Mereka mengkomunikasikan objektif tersebut kepada para supervisor. Kemudian, supervisor bertanggung jawab melaksanakan dan mengawasi pekerjaan karyawan untuk memenuhi tujuan tersebut. 📚 Baca juga:Manajemen Tim: Karakteristik, Manfaat, dan Strategi untuk Manajer Cara Menjadi Supervisor Untuk menjadi supervisor, seseorang perlu memiliki berbagai keterampilan dan memenuhi persyaratan yang biasanya diterapkan oleh perusahaan. Berikut merupakan beberapa langkah yang dapat diambil untuk menjadi supervisor. 1. Tingkatkan Kualifikasi Pendidikan Umumnya, perusahaan mensyaratkan latar belakang pendidikan sarjana yang relevan dengan bidang industri terkait. Selain itu, Anda juga bisa mengikuti pelatihan atau sertifikasi khusus untuk meningkatkan kredibilitas. 2. Kembangkan Skill Kepemimpinan Skill kepemimpinan yang kuat akan meningkatkan peluang promosi menjadi supervisor. Hal ini dikarenakan supervisor sangat memerlukan skill kepemimpinan untuk mengelola tim, memotivasi tim, membuat keputusan efektif, serta menyelesaikan konflik. Mengikuti pelatihan atau bootcamp kepemimpinan bisa membantu mengasah keterampilan ini. 3. Miliki Pengalaman Kerja yang Relevan Pengalaman kerja relevan bisa menjadi senjata andalan untuk menjadi supervisor. Pengalaman dalam mengelola tim, mengkoordinasi event, hingga menangani proyek penting dapat menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan manajerial yang dibutuhkan untuk posisi supervisor. 4. Asah Skill Komunikasi dan Interpersonal Perusahaan cenderung memprioritaskan karyawan dengan skill komunikasi dan interpersonal yang kuat untuk mengisi pos supervisor. Hal ini dikarenakan tugas-tugas inti dari supervisor sangat bergantung dengan keterampilan 5. Pahami Operasional dan Budaya Perusahaan Supervisor perlu memahami bagaimana perusahaan bekerja, termasuk kebijakan, prosedur, dan nilai-nilai perusahaan. Pemahaman yang baik tentang operasional dan budaya perusahaan memungkinkan supervisor membuat keputusan yang tepat dan efektif saat mengelola tim. 6. Tunjukkan Kinerja yang Baik Untuk menjadi supervisor, seseorang perlu konsisten dalam menunjukkan kinerja terbaiknya, termasuk memenuhi target, berinisiatif dalam pemecahan masalah, dan memberi kontribusi positif bagi perusahaan. Kinerja yang baik seringkali menjadi pertimbangan utama untuk mempromosikan seseorang ke posisi supervisor.Profesi SupervisorSedang cari kerja menjadi supervisor? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Kerja 📚 Baca juga:9 Contoh Management Skill yang Penting Dimiliki oleh Manajer Berapa Gaji Seorang Supervisor? Gaji supervisor cukup bervariasi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti wilayah kerja, bidang industri, keterampilan, dan pengalaman kerja. Untuk mendapatkan detail gaji supervisor di Indonesia, tim Cake menghimpun data dari hasil laporan survei perusahaan rekrutmen Persolkelly dan Michael Page Indonesia. Berikut rinciannya: Menurut laporan Persolkelly, rentang gaji tertinggi supervisor ada di industri teknologi dan telekomunikasi. Rentang gaji supervisor di industri ini mulai dari Rp 13.000.000 - Rp 15.000.000 per bulan. Data lain dari Michael Page Indonesia mengungkap rata-rata gaji supervisor di industri teknologi mencapai Rp 30 juta per bulan. Lebih lanjut, rentang gaji supervisor paling rendah ditemukan di industri konstruksi, yaitu mulai dari Rp 8.000.000 - Rp 10.000.000 per bulan. Sebagai catatan, data gaji tersebut diambil dari jajaran supervisor lulusan S1 (sarjana) dengan pengalaman kerja lebih dari 3 tahun. 📚 Baca juga:15 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia! Contoh Job Description Supervisor Sudah siap merekrut supervisor untuk menunjang operasional bisnis Anda? Pastikan menggunakan deskripsi pekerjaan yang lugas dan sederhana agar mampu memberi kesan professional ke kandidat. Dikutip dari LinkedIn Talent Solution, job description supervisor idealnya mencantumkan poin-poin tentang tugas, tanggung jawab, dan objektif secara singkat, tidak lebih dari delapan poin di setiap bagiannya. Berikut merupakan contoh job description supervisor yang baik dan benar: NusaTech adalah perusahaan developer software yang memprioritaskan bisnis berkelanjutan. Untuk mendorong pertumbuhan bisnis, kami membutuhkan kepemimpinan supervisor yang terampil dan berdedikasi tinggi. Kandidat supervisor akan bertanggung jawab atas operasional harian yang didasarkan pada protokol berbasis sistem untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan. Supervisor menjadi garda terdepan perusahaan dalam mengontrol kualitas dan mendorong kepuasan pelanggan secara berkelanjutan. Tugas dan Tanggung Jawab: Mengelola dan mengawasi kinerja tim untuk memastikan pencapaian target harian, mingguan, dan bulanan.Mengarahkan anggota tim dalam pelaksanaan pekerjaan.Melakukan evaluasi dan penilaian kinerja tim secara berkala dan melaporkannya kepada manajer.Menjadi penghubung antara manajemen dan karyawan, menyampaikan informasi dan kebijakan manajemen kepada tim, serta melaporkan feedback dari karyawan ke manajemen.Memastikan kepatuhan terhadap peraturan perusahaan dan hukum yang berlaku.Bekerja sama dengan departemen lain untuk mengelola alur kerja, memastikan pemanfaatan personel dan sumber daya secara optimal.Memotivasi dan menjaga semangat kerja tim, serta membangun budaya kerja yang sehat dan produktif.Mengatasi permasalahan dan konflik internal dalam tim. Kualifikasi: Lulusan S1 Teknik Informatika / Teknik Komputer / Software Engineering/ Ilmu Komputer atau jurusan lain yang relevan.Memiliki pengalaman minimal 3 tahun sebagai supervisor di perusahaan.Mempunyai skill kepemimpinan, komunikasi efektif, dan interpersonal.Berpengalaman dalam penyelesaian masalah dan pengelolaan tim.Mahir mengoperasikan software produktivitas dan alat kolaborasi.Fleksibel dan adaptif dalam menghadapi perubahan dan tantangan lingkungan kerja.Menguasai bahasa pemrograman JavaScript dan manajemen database NoSQLMampu bekerja di bawah tekanan untuk memenuhi tenggat waktu. Benefit: Tunjangan kinerjaAsuransi kesehatan dan ketenagakerjaanProgram pelatihan dan pengembangan karirTunjangan makan dan transportasi 📚 Baca juga:Cara Membuat Jobdesk yang Efektif dan 10 Contohnya! FAQ Seputar Supervisor Apakah supervisor di bawah manajer? Ya. Secara struktural organisasi perusahaan, otoritas supervisor berada di bawah manajer. Supervisor bertanggung jawab mengelola dan mengawasi kinerja tim atau kelompok karyawan pada tingkat operasional. Sementara manajer mempunyai tanggung jawab yang lebih luas, termasuk mengawasi supervisor, pengawasan beberapa departemen, merumuskan kebijakan, strategi, dan memonitor kinerja unit bisnis. Supervisor termasuk pekerjaan apa? Supervisor adalah pekerjaan di bidang manajemen operasional tingkat bawah yang berfokus pada pengawasan dan pengelolaan kinerja kelompok karyawan. Supervisor bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas operasional harian, memastikan proses kerja sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan perusahaan. Apa perbedaan supervisor dan pengawas? Supervisor dan pengawas mempunyai perbedaan dalam beberapa tugas dan tanggung jawab. Supervisor lebih fokus pada manajemen operasional dan pengelolaan tim. Sementara pengawas lebih fokus pada pemantauan, inspeksi, dan memastikan kepatuhan terhadap standar peraturan yang berlaku.Cake adalah aplikasi dan website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake.
Portfolio
Oct 13th 2024

Tips dan Cara Membuat Portofolio Kerja yang Auto Dilirik HRD

Pernahkah kamu melamar kerja di suatu perusahaan sebagai desainer namun tidak bisa lanjut ke tahap selanjutnya? Hal ini bisa jadi karena kamu belum melampirkan portofolio pengalaman kerja yang mereka harapkan. Sebagai perwakilan perusahaan untuk menemukan kandidat yang tepat, para HRD pasti ingin tahu sejauh mana kemampuan kamu untuk mengisi posisi tersebut. Portofolio kerja adalah salah satu poin penting yang kini sangat dibutuhkan di tengah persaingan kerja yang semakin kompetitif. Para pencari kerja sekarang tidak hanya diharapkan memiliki keterampilan yang mumpuni, namun juga harus mampu menunjukkan bukti nyata dari kemampuan dan pengalaman mereka. Portofolio pekerjaan adalah alat yang penting untuk memperkuat posisi kamu di mata HRD. Oleh karena itu, kamu harus bisa menunjukkan pencapaian dan karya-karya kamu dalam pengalaman kerja yang kamu sebutkan. Lalu, apa itu portofolio kerja dan bagaimana cara membuat portofolio untuk melamar kerja agar dilirik oleh HRD? Simak ulasan berikut ya! Daftar isi: Pengertian Portofolio Kerja Manfaat Portofolio Kerja dalam Mencari Kerja Cara Membuat Portofolio Kerja Contoh Portofolio Kerja FAQ tentang Portofolio Kerja Pengertian Portofolio Kerja Salah satu cara untuk menunjukkan bukti nyata dari kemampuan dan pengalaman kerja yang kamu miliki adalah melalui portofolio pengalaman kerja. Namun, perlu diingat jika portofolio pengalaman kerja yang baik bukan hanya sekadar kumpulan dokumen atau proyek saja, lho kok bisa? Portofolio kerja adalah kumpulan hasil karya, pengalaman, dan pencapaian yang menggambarkan kemampuan profesional seseorang. Isi portofolio untuk melamar kerja tidak hanya sekadar resume atau daftar riwayat hidup. Portofolio pekerjaan sebaiknya memberikan gambaran yang lebih detail dan nyata mengenai apa yang bisa kamu lakukan di posisi yang sedang dilamar. Portofolio untuk melamar kerja juga memungkinkan para HRD dapat melihat langsung contoh pekerjaan dan karya yang pernah kamu lakukan. Baik berupa proyek, desain, tulisan, atau pekerjaan lain yang relevan dengan posisi yang dilamar. Dengan begitu, portofolio pekerjaan yang kamu lampirkan akan memperkuat klaim tentang kemampuan yang kamu miliki.📚 Baca juga: Cara Membuat Portofolio Online: 15 Website Gratis untuk Portofolio yang Menarik Manfaat Portofolio Kerja dalam Mencari Kerja Setelah mengetahui apa itu portofolio kerja, berikut adalah manfaat yang bisa kamu dapatkan dari portofolio untuk melamar kerja. Portofoliokerja adalah dokumen yang punya banyak manfaat untuk meningkatkan peluang diterima kerja. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kamu perlu mempertimbangkan untuk membuat portofolio kerja: 1. Menceritakan Kemampuan Individu Melalui portofolio pengalaman kerja, kamu bisa menunjukkan kemampuan dan keterampilan nyata yang sudah kamu kuasai. Alih-alih hanya menyebutkan kemampuan dalam CV, membuat portofolio kerja akan membantu kamu menunjukkan apa yang sebenarnya sudah pernah kamu kerjakan. 2. Meningkatkan Kredibilitas Dengan menampilkan contoh hasil karya yang pernah kamu buat dalam isi portofolio, para HRD akan mampu menilai tingkat kredibilitas kamu. Hal ini membantu mereka untuk lebih yakin dengan keahlian yang telah kamu sebutkan sebelumnya. 3. Menjadi pembeda dengan kandidat lain Dalam persaingan yang semakin ketat, portofolio kerja adalah alat pembeda yang ampuh dengan kandidat lainnya. Banyak kandidat yang mungkin punya pengalaman serupa, namun jika kamu punya portofolio pengalaman kerja yang baik, kamu akan bisa menunjukkan sesuatu kepada HRD secara nyata. 4. Membangun Personal Branding Format portofolio yang terstruktur dan profesional bisa menjadi alat yang efektif untuk membangun personal branding. Kamu bisa menampilkan hasil karya dan bagaimana cara kamu membuatnya. Dengan begitu, portofolio yang kamu lampirkan akan mampu mencerminkan karakter serta gaya kerja kamu. 📚 Baca juga: Apa itu Personal Branding: Pengertian, Manfaat, Strategi 5. Sebagai Refleksi Diri Melalui portofolio pekerjaan, kamu bisa melihat kembali perjalanan karier kamu, menganalisis pencapaian yang sudah diraih, serta merencanakan langkah ke depan. Hal ini membuat portofolio kerja bisa menjadi alat refleksi diri yang baik untuk memahami perkembangan profesional kamu. Cara Membuat Portofolio Kerja Setelah mengetahui apa saja manfaat portofolio kerja, apakah kamu tertarik untuk mengetahui bagaimana cara membuat portofolio kerja yang baik? Jika kamu tertarik, berikut adalah beberapa tahapan cara membuat portofolio kerja yang mudah: 1. Tentukan platform portofolio yang sesuai bidang kerja Saat ini, ada banyak platform membuat portofolio kerja online yang bisa kamu gunakan, seperti Behance, Dribbble, atau LinkedIn. Pilih platform yang sesuai dengan bidang pekerjaan kamu. Sebagai contoh, jika kamu seorang desainer, Behance dan Dribble bisa menjadi pilihan terbaik. Jika kamu memiliki keahlian di bidang pemrograman dan menguasai berbagai bahasa pemrograman, kamu bisa menggunakan GitHub untuk membangun portofolio. Selanjutnya, jika kamu mahir bekerja sebagai data analyst, GitHub atau Tableau Public bisa kamu gunakan untuk menampilkan proyek-proyek yang pernah kamu buat. Sementara jika kamu adalah seorang penulis konten, kamu bisa menggunakan banyak platform online seperti LinkedIn, WordPress, Notion, Medium, Instagram, dan website lain tempat artikel kamu diplublikasikan.Dalam membuat portofolio kerja, pastikan untuk hanya menampilkan pekerjaan yang relevan dengan posisi yang kamu lamar. Sebagai contoh portofolio kerja desainer, kamu bisa menunjukkan desain logo, poster, desain aplikasi dan web, atau identitas visual lainnya. 2. Pilih dan cantumkan hasil kerja yang paling relevan Sementara untuk penulis konten, kamu bisa menampilkan contoh portofolio seperti artikel, konten sosial media, atau skrip iklan yang pernah kamu buat. Jika kamu seorang fotografer, kamu bisa memilih foto-foto terbaik yang menunjukkan keahlian teknis dan artistik kamu di bidang fotografi. 📚 Baca juga: Portofolio untuk Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik [+5 Contoh] 3. Susun portofolio dengan rapi dan menarik Format portofolio sangat penting untuk membuatnya mudah dibaca dan dipahami. Gunakan jenis dan ukuran huruf yang jelas agar portofolio kamu nyaman dilihat. Selain itu, tambahkan ‘Daftar Isi’ untuk memudahkan pembaca menemukan bagian yang mereka cari. Jangan lupa sertakan ‘Data Diri’ di awal portofolio, termasuk informasi kontak dan ringkasan singkat tentang diri kamu sebelum menulis isi portofolio. Daftar keterampilan yang relevan dengan pekerjaan juga bisa ditambahkan untuk memberikan gambaran tentang keahlian kamu. Susun portofolio kerja kamu dengan tema dan konsep yang jelas. Gunakan kombinasi warna yang menarik agar para pembaca semangat dan tertarik untuk terus melihat portofolio kerja kamu. Konsep dan tema yang jelas juga bisa membuat HRD memahami karakter dan gaya kerja kamu melalui portofolio kerja yang kamu cantumkan. Buat portofolio gak perlu ribet dengan portofolio builder Cake! Bikin lamaranmu lebih menonjol dengan portofolio yang menarik 🎉Buat Portofolio 4. Berikan penjelasan/keterangan untuk setiap karyamu Setiap karya yang ditampilkan harus disertai dengan deskripsi yang menjelaskan karya tersebut. Kamu bisa menulis ringkasan singkat tentang proyek tersebut seperti latar belakang, tujuan, peran kamu dalam proyek tersebut, serta hasil yang dicapai. Sebagai contoh, jika kamu menunjukkan gambar desain aplikasi atau web dalam contoh portofolio kerja, kamu bisa menjelaskan latar belakang proyek, proses kamu membuat desain tersebut, dan bagaimana hasil akhir dari desain tersebut mampu mendukung tujuan proyek. Kamu juga bisa menunjukkan alat, metode, teknik, atau framework yang kamu gunakan untuk menunjukkan kemampuan teknis kamu di mata HRD. 5. Sertakan dokumen pendukung jika dibutuhkan Untuk meningkatkan kepercayaan HRD agar memilihmu, kamu bisa melampirkan dokumen pendukung seperti sertifikasi, testimoni dari klien atau rekan kerja, serta penghargaan yang pernah kamu terima. Dokumen pendukung ini akan membuktikan kemampuan kamu secara nyata sebagai kandidat yang berkompeten. Namun, pastikan jika dokumen pendukung yang kamu lampirkan relevan dengan contoh portofolio dan posisi yang kamu lamar ya! Contoh Portofolio Kerja Setelah mengetahui bagaimana cara membuat portofolio kerja, berikut adalah beberapa contoh portofolio kerja dari berbagai bidang yang bisa kamu jadikan sebagai referensi. Beberapa contoh portofolio berikut ini menampilkan pekerjaan yang relevan, memiliki struktur dan format portofolio yang jelas, serta didukung oleh deskripsi yang informatif. 👉 Contoh Portofolio Desain Grafis oleh Irzal Hapiz Elghifari (Dibuat di Cake) Contoh Portofolio Kerja Desainer Grafis oleh Irsal Hapiz Elghifari (Dibuat di Cake)👉 Contoh Portofolio Copywriter oleh Riandika Arya Kepakisan (Dibuat di Cake)Contoh Portofolio Kerja Copy Content Writer oleh Riandika Arya Kepakisan (Dibuat di Cake) 👉 Contoh Portofolio Fotografer oleh Reyhan Fadilla (Dibuat di Cake)Contoh Portofolio Kerja Fotografer oleh Reyhan Fadilla (Dibuat di Cake) Jika kamu ingin melihat lebih banyak contoh portofolio kerja yang menarik, kamu bisa mengunjungi website Cake dan temukan berbagai contoh portofolio yang relevan dengan pekerjaan kamu. Selain menemukan berbagai contoh portofolio yang menarik, Cake juga menyediakan template portofolio siap pakai yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan kamu, menarik sekali bukan? Lihat contoh portofolio lainnya di sini!Cek Contoh Portofolio FAQTentang Portofolio Kerja Q: Apa itu portofolio kerja? A: Portofolio kerja adalah kumpulan karya atau proyek yang pernah dilakukan seseorang yang bertujuan untuk menunjukkan keterampilan, pengalaman, dan pencapaian dalam bidang tertentu yang mereka kuasai. Q: Apa saja isi portofolio kerja? A: Isi portofolio kerja dapat mencakup informasi data diri, hasil kerja yang relevan dengan posisi yang dilamar, deskripsi proyek, keterampilan yang dikuasai, serta dokumen pendukung seperti sertifikasi atau penghargaan. Q: Apakah portofolio selalu diperlukan? A: Portofolio tidak selalu diperlukan untuk semua pekerjaan, namun membuat portofolio kerja sangat disarankan untuk beberapa posisi yang membutuhkan bukti karya nyata seperti desain, penulisan, atau bidang kreatif lainnya. Cake adalah aplikasi dan website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan Cake dan cari lowongan di website cari kerja atau aplikasi cari kerja kami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu! — Ditulis oleh Ita Sugiharti —

Data Engineer: Profesi IT dengan Prospek Karir Menjanjikan

Dalam beberapa tahun belakangan, dunia teknologi berkembang dengan begitu pesat. Hal ini mengakibatkan permintaan untuk tenaga ahli profesi-profesi dalam bidang IT meningkat tajam. Pekerjaan seperti data engineer, software engineer, full-stack developer, dan machine learning engineer pun diiming-imingi imbalan yang besar.Di Indonesia sendiri, tenaga ahli IT terkait data banyak diincar oleh startup. Hal ini karena startup memproduksi ribuan bahkan ratusan ribu data point pelanggan setiap harinya. Data-data ini dapat diolah menjadi informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan bisnis. Meskipun demikian, karena jumlah data yang besar dan natur data yang acak, diperlukan keahlian khusus untuk mengelola data ini menjadi informasi yang berguna.Untuk itulah, profesi data engineer dibutuhkan. Daftar isi:Profesi Data Engineer Perbedaan Data Engineer, Data Analyst dan Data Scientist Keahlian yang Harus Dimiliki Data Engineer Prospek Karier Data Engineer Cara Menjadi Data Engineer Data Engineer Mengenal Profesi Data EngineerPada bidang IT terkait data, ada beberapa pekerjaan seperti data engineer, data analyst, dan data scientist. Mengingat natur ketiganya yang sama-sama menggabungkan data dengan IT, tak heran ketiganya sering digunakan secara bersamaan. Meskipun demikian, terhadap perbedaan yang cukup signifikan, khususnya antara profesi data engineer dengan kedua pekerjaan lainnya.Apa itu Data Engineer?Secara harafiah, pengertian data engineer adalah insinyur data. Selayaknya insinyur sipil yang membangun infrastruktur seperti jalan dan pelabuah, peran utama data engineer adalah membangun dasar dari sistem analisis data sebuah perusahaan.Pada praktiknya, ada dua hal utama yang dilakukan oleh seorang data engineer. Pertama, tugas seorang data engineer berperan membangun sistem komputer untuk dapat menghimpun data yang diperlukan secara massal.Di tengah era big data seperti hari ini, ada banyak data yang dihasilkan setiap harinya. Mulai dari komentar pengguna media sosial, jenis barang yang dibeli di e-commerce, hingga jumlah kendaraan yang melintas di sebuah jalan protokol, semuanya dapat menjadi sumber bagi sistem data sebuah perusahaan.Apa Saja Tugas Data Engineer?Tugas pertama dari data engineer adalah mengidentifikasi tempat-tempat di mana data yang dibutuhkan perusahaan berada. Selanjutnya, diperlukan keahlian untuk mengumpulkan data-data yang terserak ini secara konsisten setiap saatnya ke dalam sistem penyimpanan perusaahaan.Bila data telah berhasil dikumpulkan secara konsisten, pekerjaan seorang data engineer selanjutnya ialah untuk membangun sistem informasi yang rapi untuk mengakomodasi data dalam jumlah besar tersebut. Data-data perlu disimpan pada tempat dan struktur yang tepat agar mudah diakses sewaktu-waktu oleh pengguna.Sekilas, pekerjaan data engineer terkait penyimpanan data ini memang terdengar mudah. Namun, pada kenyataannya, ketika jumlah data telah sangat besar, ditambah data baru yang terus ditambahkan tiap saatnya, tugas data engineer menjadi tidak semudah itu.Efisiensi menjadi sangat penting dalam situasi ini. Setiap pengguna data harus dapat menemukan data yang mereka butuhkan dalam waktu cepat.📚Baca juga:10 Pekerjaan Bidang IT yang Paling Dicari dan Gajinya! Perbedaan Data Scientist, Data Analyst dan Data Engineer Patut dicatat bahwa menganalisis data yang terkumpul bukan merupakan tugas dari seorang data engineer. Hal inilah yang merupakan perbedaan data engineer dengan data analyst dan data scientist. 1. Tugas dan Tanggung Jawab Singkatnya, tugas data engineer berhenti sampai membangun database yang dapat diakses oleh data analystmaupun data engineer. Pada tahap selanjutnya analisis data, database yang telah dibangun oleh data engineer didalami oleh data analyst untuk menghasilkan temuan yang berguna bagi perusahaan. Data analyst akan menggunakan data untuk mencari hal-hal yang dapat meningkatkan penjualan, mengurangi beban, hingga mengoptimalisasi proses produksi. Berikutnya, pasca temuan ditemukan, perusahaan kemungkinan akan melakukan percobaan terkait produk/pendekatan apa yang paling efektif untuk mempenetrasi pasar. Misalnya, setelah mengetahui bahwa konsumen Tokopedia paling banyak online pukul 7 malam, perusahaan penjual susu bayi ingin melakukan percobaan untuk mengetahui jenis susu yang paling efektif untuk dipromosikan pada pukul 7 malam. Percobaan seperti ini merupakan tugas utama dari data scientist. Selayaknya ilmuwan pada dunia nyata yang mendalami pengetahuan akan topik tertentu, seorang data scientist dituntut untuk dapat bisa melakukan percobaan untuk mengetahui metode/produk yang paling efektif. Perbedaan tugas antara data scientist, data analyst, dan data engineer ini tercermin pada tingkat penguasaan teknik informatika yang dibutuhkan oleh kedua profesi. Seorang data analyst/data scientist utamanya perlu memiliki intuisi bisnis dan pengetahuan manajemen yang baik. 2. Pengetahuan Informatika yang Diperlukan Pengetahuan informatika yang diperlukan seorang data analyst umumnya hanya berkisar pada penguasaan SQL untuk dapat mengakses database dan Python/R untuk mengolah data. Bagi seorang data scientist, selain SQL dan Python/R. pengetahuan tentang teori-teori statistik jugalah sangat berguna. Hal ini berbeda tentunya dengan tuntutan akan skill data engineer. Seorang data engineer diekspektasikan untuk memiliiki kemampuan programming yang mendalam, selayaknya software engineer lainnya.📚 Baca juga:Ketahui 4 Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist! Lantas, skill apa sajakah yang harus dimiliki seorang data engineer?5 Skill Wajib Punya Bagi Data Engineer1.Bahasa Pemrograman Skill dasar untuk seorang data engineer ialah programming. Penguasaan akan bahasa-bahasa yang umum digunakan seperti Java dan C/C++ akan sangat membantu dalam membuat program untuk menarik data dari sumber-sumber data. Selain itu, penguasaan bahasa coding lainnya seperti R, Python, Matlab, Rub, dan Golang juga akan menjadi nilai tambah. 2. Membangun dan Memelihara Database Salah satu pekerjaan utama seorang data engineer ialah menciptakan dan memelihara berbagai database. Tak heran, sebagian data engineer dapat disebut juga sebagai database engineer. Termasuk dalam skill yang perlu dimiliki database engineer adalah SQL untuk mengelola data yang terstruktur, maupun Cassandra/MongoDB untuk mengelola data yang kurang terstruktur. 3. Transformasi Data Data yang diperoleh dari berbagai sumber umumnya bersifat mentah dan belum dapat dikelola. Data tersebut harus ditransformasi ke dalam bentuk yang lebih mudah untuk diolah. Untuk itu, penguasaan Hevo Data/Matilion/Talend dapat membantu data engineer dalam mentrasformasi data. 4. Cloud Computing Dengan kemajuan teknologi cloud, banyak perusahaan yang telah memindahkan penyimpanan database-nya ke cloud seperti Amazon Web Services (AWS) maupun Microsoft Azure. Untuk itu, profesi data engineer memerlukan setidaknya pengetahuan dasar tentang cloud yang digunakan perusahaan untuk mengoperasikannya dengan baik. 5. Kemampuan Komunikasi Selain hard skill, salah satu soft skill yang berguna untuk dimiliki seorang data engineer adalah komunikasi. Seorang data engineer harus berkomunikasi dengan tim analis untuk mengetahui jenis-jenis data yang diperlukan untuk analisis. Selain itu, kemampuan komunikasi juga diperlukan untuk menjelaskan database yang telah dibangun kepada pengguna. Membangun Karir pada Profesi Data EngineerSeiring dengan kenaikan jumlah data yang diproduksi dan intensitas data yang diolah, permintaan akan data engineer masih dapat terus bertambah. Hal ini menjanjikan prospek karir yang cukup cerah bagi data engineering. Dari segi imbal hasil, gaji data engineer termasuk untuk posisi entry level tergolong tinggi. Sebagai contoh, gaji data engineer fresh graduate sekalipun dapat mencapai Rp 19.000.000. Angka gaji data engineer ini pun terus naik seiring perkembangan kemampuan dan pertambahan pengalaman. Terkait career path, hal tersebut cukup bergantung kepada kebijaksanaan perusahaan. Namun, setelah beberapa tahun bekerja, umumnya seorang data engineer dapat diangkat menjadi team leader yang mengepalai beberapa data engineer sambil menjadi penghubung dengan tim-tim lain.📚 Baca juga:15 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia!Cara Menjadi Data EngineerTertarik mendaftarkan diri menjadi data engineer? Ikutilah langka-langkah ini untuk mendapatkan posisi incaran. 1. Pelajari Kemampuan yang Diperlukan Pada dasarnya, data engineer adalah software engineer. Karena itu, penguasaan teknik-teknik informatika menjadi sangat penting. Selain dengan belajar pada Juruan Teknik Informasi, kandidat yang tertarik dapat pula mengambil kursus online. 2. Dapatkan Sebanyak Mungkin Pengalaman Salah satu kriteria yang digunakan HRD dalam merekrut adalah pengalaman terkait posisi yang dilamar. Untuk itu, tingkatkan pengalaman di bidang membangun/memelihara database. Bila belum mempunyai pekerjaan tetap, magang dapat menajdi kunci untuk menambah pengalaman. 3. Buat Portofolio Pribadi Mengingat natur pekerjaan data engineering yang sangat memerlukan keahlian teknologi informasi, portofolio data engineer dapat menjadi cara untuk menunjukan kepada perekrut tentang skill data engineering yang dimiliki. Portofolio dapat berupa proyek pribadi yang diunggah pada platform online seperti Cake. Cake menyediakan platform untuk membuat portofolio online. Buat portofolio di Cake, Gratis! 🎉Buat Portofolio 4. Kirimkan CV Terbaik untuk Melamar Pekerjaan Data Engineer Setelah mempersiapkan diri, carilah dan kirimkan CV terbaik untuk melamar. Untuk membuat CV terbaik, pastikan untuk menggunakan fitur membuat CV gratis dari Cake!Contoh CVData EngineerKunjungi Cake CV builder dan buat CV ATS-friendly sekarang juga! Ada 50+ template dan 100% Gratis!🎉Buat CVKesimpulan Tertarik dengan prospek profesi data engineer? Sebagai pekerjaan yang sangat menuntut penguasaan teknik informatika, pekerjaan data engineer dapat terdengar cukup menantang. Meski demikian, dengan belajar keahlian-keahlian menjadi data engineer dan membuat CV terbaik melalui CV Builder Cake, kandidat dapat mempersiapkan diri untuk melamar pada job opening data engineer. Mari memulai langkah menuju pekerjaan impian di sini. Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal Cake. --- Ditulis Oleh Stephen Antonius ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!