Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Career Development
Apr 19th 2024

Hard Skill dan Soft Skill yang Harus Dimiliki Business Analyst

Apa itu business analyst? Business analyst adalah salah satu peran di perusahaan yang dibutuhkan dalam mengembangkan perencanaan bisnis. Oleh karena itu, bisnis analis menjadi salah satu posisi yang sedang banyak dicari oleh perusahaan. Berdasarkan data dari U.S Bureau of Labor Statistics (BLS), prospek karir bisnis analis diperkirakan akan terus meningkat hingga 25% di tahun 2030. Untuk menjalankan tugas business analyst dan memperoleh gaji business analyst yang cukup tinggi, tentu kamu perlu menguasai hard skills dan memiliki soft skills tertentu. Artikel Cake ini akan membantu kamu untuk memahami lebih lanjut terkait dengan berbagai skill yang harus dimiliki business analyst. Daftar isi: Hard Skill Business Analyst Soft Skill Business Analyst Hard Skill Dari Business Analyst1. Bahasa Pemrograman Bisnis analis adalah pekerjaan yang memiliki hubungan erat dengan analisis data. Diperlukan pemahaman yang kuat akan bahasa pemrograman untuk membantu dalam analisis data sehingga dapat menyelesaikan berbagai masalah. Pengetahuan yang kuat akan R dan Python akan membantu kamu dalam menyelesaikan masalah kompleks dengan cara menulis kode yang efisien. Selain itu, pemahaman yang baik mengenai software statistik seperti SAS dan SPSS juga akan membantu dalam menganalisis data yang sangat besar. 2. SQL dan Database Pengetahuan akan SQL dan Database merupakan hard skill yang harus dimiliki business analyst. Pemahaman yang baik akan database seperti Microsoft SQL Server, database MySQL, Oracle DB, serta database NoSQL akan berguna dan membantu dalam penyimpanan dan pemrosesan data berat. Selebihnya, SQL akan membantu bisnis analis dalam mengakses, mengambil, memanipulasi, menganalisis data, dan menyajikannya secara visual kepada stakeholder. 3. Paham Tujuan Bisnis Sebelum menjalankan tugas business analyst, kamu perlu memahami terlebih dahulu apa tujuan dari bisnis tersebut. Misalnya, apakah tujuan tersebut meningkatkan produksi, penjualan, atau menaikkan pendapatan? Pahami dahulu tujuan bisnis agar kamu dapat mengenali masalah yang ada dan menentukan solusi yang tepat. 4. Microsoft Excel Menguasai penggunaan Microsoft Excel sudah menjadi keterampilan dasar yang perlu dimiliki. Microsoft Excel adalah alat analisis data, membuat laporan, dan menghitung anggaran. Microsoft Excel biasanya digunakan untuk membuat model pertumbuhan angka pendapatan untuk produk baru berdasarkan perkiraan pelanggan terkini, merencanakan kalender editorial, membuat daftar pengeluaran, dan membuat grafik. Biasanya, bisnis analis juga menggunakan Microsoft Excel untuk menghitung diskon pelanggan berdasarkan volume pembelian bulanan berdasarkan produk. 5. Penggunaan Tools Business Intelligence Menguasai penggunaan tools Business Intelligence sangat dibutuhkan untuk membuat dashboard maupun laporan terkait dengan data. Laporan yang dibuat akan membantu perusahaan dalam membuat keputusan bisnis yang tepat. Alat-alat Business Intelligence yang perlu kamu pelajari meliputi Tableau, Power BI, SAP BusinessObjects, atau IBM Cognos. Berbagai tools ini memungkinkan kamu untuk membuat dashboard, laporan, dan visualisasi interaktif untuk memberikan wawasan kepada stakeholder.📚Baca Juga:Ingin tahu perbedaan Tableau Vs. Power BI? Cari tahu di artikel ini! 6. Pemakaian Software Analisis Statistik Ketika mengumpulkan dan menggabungkan data, pasti kamu akan menemukan data statistik. Agar proses analisis statistik lebih cepat dan menghasilkan hasil yang akurat, bisnis analis dapat memanfaatkan software analisis statistik. Software analisis statistik yang bisa kamu coba yaitu Software SPSS, Microsoft Excel, R, Matlab, dan perangkat lunak lainnya. Dengan perangkat lunak ini, kamu dapat dengan lebih mudah untuk membuat visualisasi data dan menentukan trend sehingga dapat membuat keputusan yang tepat. 7. Menganalisa Data Business analyst adalah orang yang bertugas untuk menganalisis data bisnis perusahaan yang tentunya berjumlah sangat banyak. Agar dapat menganalisa data dengan efektif dan efisien, kamu memerlukan bantuan dari tools analisis data. Tools yang bisa kamu gunakan meliputi Tableau, Excel, BI Tools, dan lain-lain. Alat-alat ini akan membantu kamu dalam memvisualisasikan, mengumpulkan, memproses, dan menganalisis data terstruktur dan tidak terstruktur baik dari sistem internal maupun eksternal. Selain itu, seperti yang sudah disebutkan di atas, pemahaman akan bahasa pemrograman seperti SQL, R, Python juga akan bermanfaat. 8. Pemahaman Sistem CRM dan ERP Selanjutnya, pemahaman akan sistem Customer Relationship Management (CRM) dan Enterprise Resource Planning (ERP) juga merupakan kunci dari skill yang harus dimiliki business analyst. Kedua sistem ini akan membantu bisnis analis untuk mengumpulkan syarat, melakukan evaluasi, dan mendukung implementasi proyek. Enterprise Resource Planning (ERP) adalah teknologi yang digunakan untuk mengintegrasikan bagian penting dari bisnis perusahaan. Contoh ERP yaitu SAP dan Oracle. Sedangkan, Customer Relationship Management (CRM) merupakan teknologi untuk mengelola seluruh hubungan dan interaksi perusahaan dengan klien dan calon klien. Contoh CRM yaitu Salesforce. 9. Metode Agile Metode Agile adalah sebuah metodologi dalam pengembangan software, yang juga sangat bermanfaat dalam analisis bisnis dan proses mengatur proyek. Metode Agile ini sangat mudah untuk beradaptasi ketika terjadi perubahan dalam proyek. Contoh dari metodologi Agile yaitu Scrum dan Kanban. Selain itu, juga ada alat manajemen proyek Agile seperti JIRA dan Trello. Dengan tools-tools ini, tugas business analyst dapat berlangsung dengan baik karena adanya kolaborasi yang efektif dan perencanaan yang terfasilitasi. 10. Presentasi dan Dokumentasi Setelah analisis data selesai, seorang bisnis analis akan mempresentasikan hasil analisisnya. Sebelum presentasi kepada stakeholder dilakukan, kamu perlu membuat dokumentasi yang singkat dan jelas. Dengan bantuan dokumentasi yang terorganisir, kamu akan lebih mudah mempresentasikan konsep teknis kepada orang non-teknis.Ingin cari kerja jadi business analyst? Yuk, cari kerja impianmu di Cake!🎉Cari Kerja Soft Skill Dari Business Analyst1. Skill Bernegosiasi Soft skill business analyst yang pertama yaitu kemampuan bernegosiasi yang baik. Keterampilan ini dibutuhkan untuk menjalankan salah satu tugas bisnis analis yaitu mencapai kesepakatan atas keputusan penting dari para stakeholder. Aktivitas negosiasi pasti terjadi di setiap tahap berjalannya proyek. Misalnya, perlunya penentuan visi dan misi di tahap awal sebuah proyek. Di sini, peran bisnis analis adalah bernegosiasi untuk mengetahui apa saja yang menjadi syarat dan prioritas. Seiring berjalannya proyek, keterampilan negosiasi juga berperan penting dalam membuat keputusan teknis serta menentukan desain fungsional yang memenuhi persyaratan.📚Baca Juga:Baca dan Cari Tahu 8 Strategi dan Teknik Negosiasi Ampuh yang Bisa Dicoba! 2. Pemikiran Kritis Bekerja sebagai bisnis analis, kamu perlu pandai dalam menilai data yang mana yang perlu dikumpulkan dari jutaan data. Oleh karena itu, berpikir secara kritis dan analitis merupakan skill yang harus dimiliki business analyst. Berpikir kritis dan analitis akan membantu kamu dalam menganalisis dan menyoroti mana saja data yang penting atau tidak penting dalam pembuatan keputusan bisnis. Dengan pola pikir ini, kamu dapat mencapai tujuan yang sudah ditetapkan dan juga menemukan solusi yang tepat sesuai dengan kebutuhan bisnis. ‍ 3. Keterampilan Interpersonal Memahami permintaan dan kebutuhan klien serta dipahami oleh klien memiliki tingkat kepentingan yang sama. Keterampilan interpersonal adalah skill business yang diperlukan agar dapat berkomunikasi secara singkat dan jelas kepada klien. Keterampilan ini akan dibutuhkan di berbagai tahap proyek, seperti tahap peluncuran proyek, pengumpulan persyaratan, kolaborasi dengan pihak yang berkepentingan, hingga tahap akhir. Seorang bisnis analis harus bisa menggunakan komunikasi baik verbal maupun tertulis untuk menyampaikan ide, kumpulan data, fakta, dan pendapat kepada klien. Dengan keterampilan interpersonal yang baik, pihak lain akan lebih mudah memahami informasi yang disampaikan. 4. Pengambilan Keputusan Keterampilan non-teknis berikutnya yaitu keterampilan pengambilan keputusan. Keputusan yang diambil oleh bisnis analis memiliki dampak langsung dan tidak langsung terhadap bisnis suatu perusahaan. Maka, salah satu tugas business analyst yaitu mempertimbangkan seluruh aspek sebelum mengambil keputusan. Masalah yang ada perlu dianalisis dengan baik terlebih dahulu. Kemudian, bisnis analis akan mencari pendekatan bisnis alternatif terbaik dan membuat keputusan. 5. Kemampuan Adaptasi Syarat dan kebutuhan sebuah proyek dapat berubah kapan saja, sehingga mungkin kamu perlu melakukan revisi di menit-menit terakhir sebelum deadline. Kemampuan beradaptasi menjadi skill business analyst yang penting dalam kejadian seperti ini. Diperlukan jiwa adaptasi yang tinggi dan keterbukaan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Akan lebih membantu lagi jika kamu aktif mengamati perubahan yang ada dan juga menghindari menunda mengerjakan tugas. 6. Manajemen Waktu Business analyst adalah peran di perusahaan yang bertanggung jawab dalam mengelola berbagai tugas yang cukup kompleks. Agar semua pekerjaan berjalan dengan baik, diperlukan manajemen waktu yang baik. Akan lebih baik lagi jika seorang bisnis analis mampu multitasking. Dengan mengerjakan beberapa hal sekaligus, pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat. 7. Intelijensi Emosional Seorang bisnis analis memerlukan empati dan inteligensi emosional untuk memahami kebutuhan dan perspektif dari stakeholder. Skill business analyst ini akan membantu dalam mengelola emosi diri sendiri dengan cara yang positif untuk menghilangkan stres, berkomunikasi dengan baik, dan mengatasi tantangan atau konflik. Hal ini akan membantu pembangunan hubungan dan kepercayaan yang kuat dengan para stakeholder. 8. Naluri Bisnis Business analyst adalah pekerjaan yang memerlukan pemahaman yang dalam mengenai prinsip dan strategi bisnis untuk menyesuaikan analisis dengan tujuan perusahaan. Oleh karena itu, seorang bisnis analis yang dilengkapi dengan naluri bisnis yang baik tentu akan menghasilkan pekerjaan yang juga baik.Ingin cari kerja jadi business analyst? Yuk, cari kerja impianmu di Cake!🎉Cari Kerja Kesimpulan Business analyst adalah orang yang menganalisis data untuk membantu perusahaan dalam membuat keputusan bisnis.Hard skill business analyst yang perlu dikuasai yaitu bahasa pemrograman, SQL dan Database, paham tujuan bisnis, Microsoft Excel, penggunaan tools Business Intelligence, membuat dashboard maupun laporan, pemakaian software analisis statistik, menganalisa data, pemahaman sistem CRM dan ERP, metode Agile, serta presentasi dan dokumentasi.Soft skill yang harus dimiliki business analyst meliputi skill bernegosiasi, berpikir kritis, interpersonal, pengambilan keputusan, kemampuan beradaptasi, manajemen waktu, intelegensi emosional, dan naluri bisnis.Mau raih pekerjaan impianmu? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja Cake. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development!--- Ditulis Oleh Aileen Gabriella ---
Industry & Job Overview
Nov 17th 2025

Apa itu CIO? Pahami Pengertian, Tugas, Kualifikasi, dll.! [+CV]

Daftar Isi: Pengertian Chief Information OfficerTugas dan Tanggung Jawab CIOKeterampilan yang Harus Dimiliki CIOCara dan Syarat untuk Menjadi CIOProspek Karier CIO Bagi sebagian orang, menjadi seorang CIO adalah puncak jabatan yang sangat diinginkan. Kepanjangan CIO adalah Chief Information Officer. CIO sendiri adalah eksekutif perusahaan yang bertanggung jawab terhadap manajemen, implementasi proyek, dan penggunaan teknologi informasi perusahaan. Dahulu, posisi CIO ini tidak sepopuler sekarang. Namun seiring perkembangan zaman yang semakin canggih dan modern, kebutuhan akan CIO semakin meningkat, terutama di bagian IT. Umumnya, pekerjaan seorang Chief Information Officer adalah menganalisa bagaimana berbagai teknologi dapat menguntungkan bagi perusahaan dan mengintegrasikan sistem untuk kemajuan perusahaan. Ingin tahu lebih lanjut tentang jabatan CIO? Yuk, simak artikel CakeResume ini! Apa itu CIO? Banyak dari kalian masih bertanya-tanya, apa itu CIO? Apakah sebuah perusahaan membutuhkan CIO? CIO adalah seseorang yang bekerja dalam memaksimalkan informasi teknologi, merencanakan sistem manajemen informasi perusahaan, membangun visi IT perusahaan, serta mengawasi perkembangan standar perusahaan dalam rangka menyelaraskan teknologi informasi terhadap bisnis. CIO juga bertugas dalam mengawasi rencana investasi dalam teknologi informasi. Juga bertanggung jawab memimpin pengembangan tata kelola teknologi informasi dengan berbagai kelompok IT. Mengapa CIO sangat penting dalam perusahaan? CIO penting dalam perusahaan karena tidak semua karyawan dan perusahaan mampu mengikuti perkembangan tren teknologi ketika perkembangan teknologi semakin maju dan lingkungan kerja juga harus mengikuti perkembangan tren tersebut. Disinilah dibutuhkannya seorang CIO yang mampu memberikan informasi teknologi dalam perusahaan secara terstruktur. Tujuan CIO adalah memastikan perusahaan berinvestasi dalam teknologi terbaik. Tanpa CIO, perusahaan bisa saja tertinggal tren teknologi karena dianggap kurang relevan bagi bisnis.Apa Tugas Seorang CIO? Seorang CIO yang baik, bertanggung jawab untuk memastikan departemen IT berfungsi secara efektif dalam menjalankan bisnis perusahaan, terutama berkaitan dengan biaya dan brand strategy. Berikut tugas-tugas utama lainnya dari seorang CIO: Menyetujui pembelian alat teknologi informasiMendelegasikan tugas untuk meningkatkan produktivitasMengelola departemen IT dan memberi arahan pada timMengawasi implementasi jaringan dan sistem baruMembangun relasi bisnis dengan vendor ITMengikuti tren industri dan teknologi IT terbaruMembuat strategi dan memberikan solusi sesuai kebutuhan perusahaanBekerja sama dengan eksekutif perusahaan lain untuk menentukan praktik terbaik bagi dua belah pihakMengantisipasi terjadinya perubahan teknologi, tata kelola, ekonomi bisnis dan peluang bisnis bagi perusahaanMeningkatkan teknologi, informasi, dan komunikasi dalam perusahaan Skill yang Dibutuhkan Chief Information Officer (CIO) Skill yang dibutuh CIOSelain mengetahui apa itu CIO, kamu juga harus mengetahui skill apa yang dibutuhkan jika ingin menjadi CIO. Meskipun terlihat mudah, menjadi CIO juga membutuhkan keahlian khusus — tidak hanya dapat mengelola dan dapat mengikuti tren teknologi saja. Berikut adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki CIO: 1. Kepemimpinan CIO harus dapat menentukan visi, tujuan, sasaran, dan menjadi pemimpin dalam tim untuk menghasilkan nilai bagi perusahaan. Pemimpin tidak hanya dituntut untuk mengelola orang, tapi juga mengelola kinerja tim agar mencapai tujuan perusahaan. 2. Berpikir Strategis Seorang CIO harus mampu menentukan arah dan pengaruh teknologi informasi ketika menjadi jembatan antara teknologi dan bisnis. Dalam hal ini, CIO juga harus bekerja sama dengan tim brand marketing dalam mencapai tujuan bisnis perusahaan. 3. Pengetahuan Teknis Sebagai pemimpin tim IT, CIO membutuhkan keahlian teknis, seperti mengerti tentang jaringan dan arsitektur. Dalam beberapa situasi, juga membutuhkan pengetahuan seperti bahasa pemrograman, dan juga coding untuk menindaklanjuti proyek IT. 4. Pengelolaan Risiko dan Proyek Selain CIO harus mampu berpikir strategis, mereka juga harus mampu mengidentifikasi area yang rentan terhadap pelanggaran siber atau cybercrime. CIO dapat melakukan pencegahan untuk memastikan data perusahaan tetap aman. 5. Pengetahuan Bisnis Tidak hanya dalam ruang lingkup IT, CIO juga harus memiliki pengetahuan tentang konsep bisnis yang dijalankan perusahaan. Dengan pengetahuan ini, CIO dapat menentukan arah dan langkah yang harus diambil dalam menjembatani teknologi dengan bisnis. 6. Komunikasi Kemampuan komunikasi oral dan verbal sangat dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Karena ketika membawakan presentasi dan memberikan informasi kepada seluruh level karyawan di perusahaan, kemampuan komunikasi sangat dibutuhkan. CIO juga harus bertindak aktif dan mampu mendengar untuk dapat menangani kepribadian karyawan yang berbeda dalam perusahaan. 📚Baca juga: Wajib Tahu! 8 Cara Menjadi Pemimpin yang Baik [Perusahaan Organisasi] Tips untuk Menjadi Chief Information Officer Menjadi seorang Chief Information Officer memang tidak mudah, tetapi jika kamu sudah berada pada bidang yang tepat dan telah memenuhi beberapa syarat, kamu pun bisa menjadi CIO. Namun sebelum menjadi CIO ada beberapa hal yang harus kamu tempuh terlebih dahulu. Misalnya bekerja di departemen IT terlebih dahulu, kemudian ketika mendapat kesempatan naik jabatan, akan ada kemungkinan kamu bisa menjadi CIO. Kamu harus bekerja keras dan menunjukkan bahwa kamu mampu menjadi CIO. Berikut beberapa tips relevan untuk menjadi CIO yang baik dan mumpuni: 1. Tempuhi Pendidikan yang Relevan Kamu bisa mengambil jurusan yang sesuai dengan bidang IT jika ingin menjadi CIO. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Chief Information Officer adalah pekerja yang bertanggung jawab dalam bidang IT suatu perusahaan. Maka jurusan relevan yang dibutuhkan adalah sarjana: Teknik InformatikaIT ManagementIlmu KomputerDatabase Administration Untuk melengkapi gelar sarjana komputer ini, kamu juga bisa menempuh gelar magister business administration. Gelar magister ini akan membantu CIO merancang strategi, pengembangan proyek, perekrutan, bahkan perencanaan dana.Cari referensi contoh CV yang menarik perhatian HR? Kamu bisa temukan berbagai contoh CV untuk semua pekerjaan di halaman ini!Lihat Contoh CV 2. Ambil Sertifikasi Jika kamu ingin menjadi CIO, kamu juga bisa mengambil beberapa sertifikasi yang berhubungan dengan bidang IT. Selain mengambil gelar sarjana di bidang IT, perusahaan akan lebih mempertimbangkan Chief Information Officer yang memiliki sertifikat berikut: Project Management Professional (PMP)PMI Agile Certified Practitioner (PMI-ACP)CompTIA Project+Certified ScrumMaster (CSM)Product Management from Pragmatic InstituteITILCertified in the Governance 3. Miliki 10 - 20 Tahun Pengalaman Kerja Pengalaman kerja ini sangat dibutuhkan jika ingin menjadi Chief Information Officer. Seperti kamu ketahui, jabatan CIO adalah seorang pemimpin. Tentu saja kamu membutuhkan pengalaman kerja, minimal 10-20 tahun, untuk dapat betul-betul memahami sistem perusahaan. Jika pengalaman kerjamu masih dibawah 10 tahun, kamu harus memperbanyak pengalaman kerja untuk menjadi CIO yang profesional dan berpengalaman. 4. Buat CV CIO MenarikContoh CVCIO--- Dibuat di CakeResumeSudah buat CV CIO kamu belum? Yuk, buat dengan CakeResume CV Builder! ATS-friendly dan ada 50+ template, 100% Gratis!🎉 Buat CVProspek Karier Chief Information Officer (CIO) Jabatan sebagai Chief Information Officer memang sangat menjanjikan. Karena CIO adalah salah satu pekerjaan yang memiliki gaji tertinggi setelah CEO atau direktur perusahaan. Berdasarkan data konsultan rekrutmen Robert Walters, gaji seorang CIO dapat mencapai Rp 1,1 miliar - Rp 1,9 miliar per tahun atau Rp 90 juta per bulan. Memang jika ingin mencapai gaji sebesar itu, dibutuhkan pengalaman yang tidak sebentar. Tetapi jika kamu ingin bertekad menjadi CIO suatu hari nanti, kamu bisa mulai mengumpulkan pengalaman dari sekarang yang berhubungan dengan bidang teknologi dan informasi. Bagaimana dengan jalur karier CIO? Jalur karier untuk menjadi CIO tidak selalu sama dan juga tidak selalu berjalan mulus. Banyak jalan berliku dan sangat panjang. Persyaratan paling umum adalah memiliki gelar sarjana dalam ilmu komputer, pengembangan software, sistem informasi, atau bidang yang terkait. Jika pendidikan kamu kurang memadai dalam bidang tersebut, bisa juga didukung dengan pengalaman kerja. Seperti disebutkan sebelumnya, diperlukan minimal 10 tahun pengalaman kerja, dengan preferensi setidaknya minimal 3 tahun di tingkat eksekutif. Namun survei menunjukkan bahwa sebagian besar CIO memiliki pengalaman 15 hingga 20 tahun terkait di bidang teknologi informasi sebelum menjadi CIO. Meskipun terkadang tidak jelas apakah ada jalan untuk menjadi CIO, tapi semakin banyak pengalaman akan semakin baik. Setelah mengetahui apa itu CIO, mungkin kamu akan cukup tergiur melihat jenjang karir dan gaji yang dimiliki CIO. Semua itu membutuhkan kerja keras dan pengalaman kerja yang tidak sedikit. Jika kamu ingin mewujudkan mimpi menjadi CIO, kamu bisa mulai perjalanan karirmu dari sekarang dengan memperdalam ilmu komputer dan bidang yang berkaitan. Chief Information Officer merupakan kepanjangan CIO. CIO adalah pekerjaan yang memaksimalkan teknologi, perencanaan sistem manajemen informasi perusahaan, membangun visi IT, serta menjadi pemimpin dalam bidang IT.Menjadi CIO memang membutuhkan waktu lama, tapi jika ditekuni dari sekarang, kamu bisa mengoptimalkan pengalaman kerja.Ketahui apa yang kamu butuhkan jika ingin menjadi Chief Information Officer atau CIO, seperti kemampuan dan sertifikasi yang wajib dimiliki. Yuk, mulai perjalanan karier kamu sebagai CIO dengan mencari kerja dalam bidang IT di CakeResume Job Portal! Terpercaya, transparan, dan gratis🎉Cari Kerja--- Ditulis Oleh Rachel Vanadya ---
Resume & CV
Feb 2nd 2026

Apa itu AI Engineer? Profesi yang Menjanjikan di Masa Depan

Dalam beberapa tahun terakhir, kita mungkin makin sering mendengar tentang teknologi lanjutan seperti blockchain, internet-of-things (IoT), dan artificial intelligence (AI). Di antara semuanya, AI adalah primadona karena potensi dampaknya yang paling besar. Bill Gates bahkan menyebut AI sebagai kemajuan terbesar dalam dunia teknologi selama rentang beberapa dekade terakhir. Lebih lanjut, menurut KataData, AI diprediksi akan memiliki dampak ekonomi yang besar. Di Indonesia misalnya, AI diproyeksikan akan menambah Rp 5,5 triliun kepada Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2030. "(AI sangat penting), bahkan sepenting PC dan internet. (AI) akan menjadi teknologi terpenting pada dekade ini.” – Bill Gates Dan tentunya, untuk mengoperasikan beragam aplikasi AI di berbagai industri, AI engineer/AI specialist menjadi sangat dibutuhkan. Begitu tingginya permintaan akan talenta digital AI engineer sampai-sampai pada tahun 2020, LinkedIn menempatkan AI engineer di posisi pertama dari daftar pekerjaan-pekerjaan yang sedang naik daun. Selama beberapa tahun ke depan, AI engineer akan menjadi salah satu pekerjaan dengan prospek terbaik mengingat adopsi AI yang sudah terelakkan. Ditambah fakta bahwa Indonesia masih kekurangan tenaga TIK ahli, pekerjaan ini dapat memberikan benefit yang cukup baik. Dilansir dari Glassdoor, gaji seorang AI engineer lulusan baru dapat mencapai Rp 10.000.000. Penasaran dengan prospek profesi artificial intelligence engineer dan skill yang dibutuhkan untuk menjadi AI Engineer?Daftar isi:Pengertian AI Specialist Apa Tugas AI Specialist Skill yang Dibutuhkan AI Specialist Mengenal Profesi AI Engineer/AI Specialist Secara garis besar AI adalah sebuah teknologi di mana komputer/mesin diajarkan untuk “berpikir” atau memproses data seperti manusia untuk melakukannya. Metode/sub-bidang yang paling umum hari ini adalah machine learning.Pada metode ini, komputer/mesin “diajarkan” untuk menganalisis data dalam jumlah besar (big data) untuk mencari model yang paling akurat untuk melakukan prediksi. Selain itu, ada pula natural language processing (NLP) di mana komputer/mesin diprogramkan untuk menganalisis bahasa manusia. Terakhir, ada juga sub-bidang robotik yang berfokus pada menciptakan robot untuk mengerjakan tugas tertentu di dunia nyata. Dengan demikian, tugas dari seorang AI engineer adalah untuk memprogram komputer/mesin untuk dapat “berpikir” sebagaimana seorang manusia berpikir. Setelah prototipe pertama selesai di buat, umumnya AI engineer akan bekerja untuk terus menyempurnakan komputer/mesin tersebut sampai dapat berpikir selayaknya manusia pada umumnya.Sedang cari kerja bidang IT/tech? Temukan ratusan pekerjaan impian kamu di CakeResume! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari LokerTugas Artificial Intelligence Engineer Mempertimbangkan aplikasi dari AI yang sangat luas dan beragam, job desk dari AI engineer dapat menjadi sangat berbeda tergantung pada di mana AI diaplikasikan. Berikut rangkuman 6 aplikasi umum AI dan tugas seorang artificial intelligence specialist pada setiap aplikasi tersebut. 1. Generative AI Pada pengaplikasian ini, AI memiliki tugas untuk merangkai kata-kata sesuai deskripsi yang diberikan. Contoh paling terkenal dari generative AI adalah ChatGPT yang belakangan sedang naik daun. Memanfaatkan 100 miliar diksi pada database-nya, ChatGPT mampu merangkai kalimat, paragraf, bahkan sebuah tesis fakultas hukum hanya berdasarkan instruksi yang dimasukkan ke dalam sistem.[6] Tugas AI engineer pada pengaplikasian ini ialah untuk menciptakan sebuah program yang mampu mengerti instruksi dan memanfaatkan bank kata-katanya untuk merangkai kalimat. Selanjutnya, program harus terus diperbaiki agar semakin baik. ChatGPT misalnya telah memasuki versi ke-4. Terakhir, program masih harus terus dikembangkan untuk menambah kapabilitasnya. Sebagai contoh, sampai hari ini para AI engineer ChatGPT masih terus mengembangkan produknya agar dapat memproses angka. 2. Chatbot Pada saat ini sudah terdapat banyak penggunaan chatbot pada berbagai aplikasi handphone maupun website. Chatbot diprogram untuk memberikan jawaban ketika mendapatkan input tertentu. AI specialist yang mengembangkan program Chatbot mempunyai tugas untuk “mengajari” komputer/mesin cara untuk mengerti berbagai kemungkinan input dan memberi jawaban yang sesuai terhadap pertanyaan pengguna. 3. Personalized Experience Pernakah kita mendapati barang yang kita mau berada di posisi puncak pencarian pada platform e-commerce? Atau seberapa sering post teman-teman baik kita terpampang setiap kali kita membuka Instagram? Hal ini dikarenakan fitur personalized experience yang digunakan pada e-commerce maupun media sosial kita. Berbekal machine learning di balik layar, aplikasi-aplikasi ini mampu untuk mempelajari kebiasaan kita dan memberikan rekomendasi barang/post yang sesuai dengan preferensi kita. Seorang AI Specialist yang mengembangkan fitur personalisasi pengalaman harus menentukan sebagian aktivitas pengguna sebagai input. Kemudian, memberikan rekomendasi berdasarkan input tersebut. Sebagai contoh, pada media sosial seperti Instagram, likes yang diberikan pengguna A kepada pengguna B akan menjadi input bagi komputer/mesin. Sehingga, kali berikutnya pengguna A membuka aplikasi, komputer/mesin dapat menyarankan post pengguna B. 4. Asisten Virtual Saat ini, asisten virtual sudah menjamur di mana-mana. Mulai dari Siri dan Google Assistant pada handphone, sampai Alexis dari Amazon yang memberikan pengalaman smart home. Tugas dari seorang artificial intelligence specialist di sini ialah untuk memungkinkan komputer/mesin untuk mengerti perintah yang diberikan. Kemudian, menyambungkan komputer/mesin dengan perangkat lain yang akan mengerjakan tugas yang diberikan. Sebagai contoh, Alexis umumnya tersambung dengan lampu. Sehingga, saat pengguna memberikan perintah mematikan lampu, Alexis dapat langsung mematikan lampu secara otomatis. 5. Kendaraan Otomatis Menurut statistik, AI berperan dalam 98% waktu saat pesawat mengudara.[7] Hal ini menunjukkan peran AI dalam kendaraan otomatis. Ke depannya, pabrik-pabrik besar seperti Amazon dan Google juga sedang mengembangkan fitur mobil otomatis berdasarkan AI. AI specialist yang bekerja mengembangkan kendaraan otomatis bekerja menyambungkan kamera/sensor dengan komputer/mesin. Komputer/mesin ”diajarkan” untuk dapat mengerti informasi dari kamera/sensor (misal: kondisi awan/kumpulan burung) dan kemudian mengarahkan kendaraan sesuai informasi tersebut. 6. Spam Email Saat ini, penyedia layanan email seperti Google telah menggunakan AI untuk menyortir spam yang masuk ke email pengguna. Berdasarkan ciri-ciri umum pesan-pesan spam yang diketahui, AI engineer kemudian memprogram sistem email untuk langsung membuang pesan-pesan dengan ciri-ciri tersebut ke kotak spam.Skill yang Dibutuhkan AI Engineer Mengingat tuntutan pekerjaan, ada beberapa kemampuan khusus yang harus dimiliki seorang AI specialist. 1. Bahasa Pemograman Ini adalah salah satu kemampuan paling dasar yang harus dimiliki seorang AI Engineer. Untuk mengembangkan komputer/mesin, dibutuhkan kemampuan untuk dapat menulis bahasa pemograman. Saat ini, salah satu bahasa yang paling umum digunakan adalah Python. Dibandingkan bahasa lainnya, Python cukup mudah untuk digunakan. Lebih jauh, terdapat fungsi-fungsi yang sudah dikembangkan lebih dahulu (library) yang dapat memudahkan pengguna dalam menggunakannya. Selain Python, Java dan C++ juga cukup umum digunakan.📚 Baca juga:12 Bahasa Pemrograman Paling Relevan 2023 [Jenis, Contoh, Dll.] 2. Kemampuan Matematika Mengingat seorang AI engineer harus dapat mengembangkan algoritma bagi komputer/mesin yang dibuat, maka logika matematika menjadi sangat penting, khususnya aljabar linear. Selain itu, tak jarang program yang disusun berkaitan dengan data dalam jumlah besar yang harus diolah. Maka, kemampuan statistik yang mumpuni juga akan sangat menolong seorang AI specialist. 3. Machine Learning Kemampuan selanjutnya adalah machine learning. Skill ini penting dimiliki seorang AI engineer karena machine learning merupakan salah satu sub-bidang AI yang paling umum. Dengan kemampuan ini, seorang AI engineer dapat membangun model yang terus diperbaharui dan diperbaiki secara otomatis oleh mesin/komputer. 4. Big Data Machine learning menggunakan data dalam jumlah yang besar untuk “melatih” mesin/komputer membuat model yang prediktif. Karena itu, pengolahan data dalam jumlah besar menjadi sangat penting bagi seorang AI engineer. Teknik-teknik yang harus dikuasai antara lain Hadoop, Apache Storm, Spark, dan Flink. 5. Komunikasi Kemampuan komunikasi digunakan di hampir semua pekerjaan. Selain digunakan untuk berkomunikasi antar rekan satu tim, untuk AI engineer kemampuan komunikasi diperlukan untuk membuat antarmuka (interface) dari mesin/komputer. Sebagai contoh pada aplikasi chatbot, kemampuan komunikasi yang baik diperlukan ketika merancang jawaban dari mesin/komputer kepada pengguna. Jawaban yang dirancang harus terdengar natural seperti komunikasi manusia pada umumnya. Tertarik dengan profesi AI engineer? Simak juga contoh CV untuk AI engineer dari CakeResume.Contoh CVAI SpecialistCakeResume menyediakan 12+ template CV yang bisa digunakan untuk membuat CVlamaran kerja secara GRATIS!Yuk buat CV sekarang! 🎉Buat CVSiap Berkarya sebagai AI engineer? Seorang AI engineer adalah untuk memprogram komputer/mesin untuk dapat “berpikir” sebagaimana seorang manusia berpikir.Pekerjaan AI engineer/AI specialist menjanjikan beragam keunggulan, mulai dari gaji yang baik hingga natur pekerjaan yang cukup future-proof.Meski cukup menantang, tapi dengan persiapan yang matang dan CV lamaran kerja yang baik, job seeker pasti akan dapat berkarya sebagai AI engineer. Jadi, mau melamar ke perusahaan mana hari ini?Sedang cari kerja bidang IT/tech? Temukan ratusan pekerjaan impian kamu di CakeResume! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Loker
Industry & Job Overview
May 30th 2024

Profesi Product Analyst: Gaji, Tugas, dan Syaratnya!

Produk tidak bisa asal dibuat dan diluncurkan di pasaran. Tentunya, proses ini perlu persiapan matang yang melibatkan individu maupun tim, dan riset yang mendalam diperlukan supaya produk yang diciptakan dapat diterima oleh pasar. Nah, individu yang membantu persiapan pembuatan produk riset hingga penyelesaian ini adalah Product analyst. Keberadaan sosok Product analyst sangat penting di suatu perusahaan dengan produk barang maupun jasa. Tak heran, banyak perusahaan merekrut Product analyst terbaik yang terbukti telah berpengalaman. Product analyst dinilai sebagai jantung perusahaan karena bisa menentukan produk seperti apa yang dapat menarik minat pembeli. Apa yang dilakukan product analyst secara lebih detail dan berapa besaran gaji seorang Product Analyst? Baca penjelasannya di bawah ini, yuk!Daftar isi: Pengertian Product Analyst Tugas dan Tanggung Jawab Product Analyst Bedanya Product Analyst dengan Product Manager dan Business Analyst Keterampilan yang Harus Dimiliki Product Analyst Kerja dan Gaji Product Analyst Cara dan Syarat untuk Menjadi Product Analyst Apa itu Product Analyst? Product analyst adalah posisi dalam suatu perusahaan yang berperan menentukan produk seperti apa yang akan dibuat, serta bagaimana pemasarannya supaya diterima di pasaran. Itulah kenapa, seorang product analyst akan mencoba berbagai metode termasuk survei pelanggan hingga polling untuk membantu menentukan produk yang tepat. Product analyst juga diharapkan mampu melakukan analisis matematis terkait biaya yang diperlukan untuk pembuatan dan peluncuran produk. Inilah kenapa posisi Product analyst seringkali diisi orang-orang yang teliti dan mampu menganalisa kondisi pasar. Apa Tugas Seorang Product Analyst? Product analyst mengemban banyak tugas selama berada di suatu perusahaan. Berikut ini beberapa tugas seorang product analyst: Mengembangkan suatu produk baru atau meng-upgrade produk lama serta mengawasi jalannya proses pengembangan produk.Melakukan kerjasama dengan perusahaan lain terkait analisis produk.Melakukan analisa dan perhitungan terhadap biaya seperti biaya anggaran pengadaan produk serta peluncurannya.Mengembangkan pemahaman suatu produk (product knowledge).Menganalisa apakah produk yang dibuat sesuai dengan tren pasar.Menampung ulasan dan saran dari konsumen terkait produk.Membantu perusahaan dalam mencapai tujuan yang berkaitan dengan pertumbuhan produk. Perbedaan Product Analyst dengan Product Manager dan Business Analyst Posisi product analyst, product manager dan business analyst terdengar mirip sekilas. Padahal, ketiganya merupakan tiga profesi berbeda dengan tanggung jawab yang berbeda pula. Business analyst merupakan suatu peran yang bertanggung jawab meningkatkan sisi bisnis perusahaan. Mereka diminta menganalisis peluang baru apa saja dan solusi yang bagaimana yang bisa diterapkan untuk mencapai tujuan. Business analyst sering berhubungan langsung dengan para stakeholder serta memfasilitasi pertemuan mereka dengan anggota tim. Nah, product analyst sendiri lebih fokus terhadap pembuatan dan pengembangan produk yang akan dilempar di pasaran. Produk yang dimaksud bisa berupa barang maupun jasa. Selama bekerja, product analyst sering berhubungan dengan product manager dan tim untuk mengumpulkan dan menganalisa data serta mencari celah mana yang bisa dikembangkan dari suatu produk. Kemudian, apabila produk sudah selesai diciptakan, product manager lah yang berhak menentukan masa depan produk tersebut. Product manager akan menentukan strategi marketing seperti apa yang bisa membuat produk diterima di pasaran, juga menghitung untung ruginya. Posisi ini akan bekerjasama dengan tim penjualan atau sales. Skill yang Dibutuhkan Product Analyst Berikut ini beberapa skill yang dibutuhkan oleh seorang Product Analyst. 1. Data Analisis dan Visualisasi Sebelum mengembangkan suatu produk, seorang product analyst harus menganalisa apakah produk tersebut tepat sasaran. Caranya adalah dengan mengumpulkan sebanyak mungkin sumber, termasuk feedback pengguna. Kemudian, data-data tersebut akan divisualisasikan sedemikian rupa dalam bentuk tabel dan graphic agar mudah dipahami oleh tim ketika sesi rapat. Untuk itu, seorang product analyst harus bisa minimal skill visualisasi tingkat dasar. 2. SQL SQL atau Structured Query Language adalah bahasa pemrograman yang wajib dikuasai oleh seorang product analyst. Lewat SQL, seorang product analyst dapat dibantu pekerjaannya dengan lebih mudah, sehingga pengambilan data dan analisanya bisa berjalan lebih efektif. 3. Manajemen Produk Kemampuan manajemen produk merupakan skill yang harus dimiliki seorang product analyst. Mereka bertanggungjawab memastikan produk berkembang ke arah yang lebih baik, serta dapat diterima oleh konsumen. Review dari pengguna perlu diperhatikan agar kualitas produk terus meningkat. 4. Statistika Skill statistika diperlukan seorang product analyst untuk mengoleksi, menganalisa serta menerjemahkan suatu data ke dalam bahasa yang mudah dipahami. Lewat kemampuan ini, product analyst dapat mencari tahu lebih mudah produk seperti apa yang dibutuhkan konsumen. 5. Ekonomi Memahami situasi pasar terkini juga diperlukan oleh seorang product analyst. Ini penting, supaya produk yang dirilis di pasaran dapat terbeli, menyesuaikan kondisi ekonomi masyarakat pada saat itu. Prospek Kerja dan Gaji Product Analyst Penasaran berapa gaji product analyst? Berikut ini adalah prospek kerja beserta besaran gaji seorang product analyst: Associate Level: product analyst junior yang berpengalaman sekitar 1-2 tahun biasanya memperoleh gaji mulai dari Rp 4,6 hingga 8 Juta.Mid-Level: Apabila kamu sudah memiliki pengalaman sekitar 3-5 tahun di bidang ini, kamu berhak memperoleh gaji mulai dari Rp 10 juta rupiah. Tentunya, tanggung jawab yang diemban pun semakin besar.Senior Level: senior level di dunia Product Analyst terdiri dari manager, senior hingga director. Sebagai posisi vital yang bekerja mengambil keputusan penting, senior sevel berhak memperoleh gaji sekitar Rp 20 juta. Tips untuk Menjadi Product Analyst Beberapa tips berikut ini dapat kamu terapkan untuk menjadi seorang Product Analyst. 1. Miliki Pendidikan S1 Kamu setidaknya perlu lulus sarjana dari bidang-bidang berikut ini untuk menjadi Product Analyst: Teknik IndustriManajemenPemasaran Meski begitu, tidak menutup kemungkinan jurusan lain juga bisa berkarir di bidang ini asalkan mau mengambil kursus. 2. Ambil Sertifikasi Product Analyst Supaya bisa berkarir sebagai Product Analyst, kamu bisa mengambil sertifikasi tertentu untuk memperkuat CV. Ada banyak sekali sertifikasi yang bisa kamu ikuti, misalkan saja Pendo.io atau Certified Analytics Professional (CAP). 3. Mendapatkan Pengalaman Magang Belum punya pengalaman kerja sama sekali sebagai seorang Product Analyst? Silahkan ikuti magang terlebih dahulu. Setidaknya, pengalaman magang selama 3 hingga 6 bulan sudah cukup untuk memperkenalkan kamu akan profesi ini. 4. Buat CV Product Analyst Menarik Jika sudah, jangan lupa buat CV Product Analyst yang menarik. Contohnya seperti berikut ini: Contoh CV Product Analyst -- Dibuat di Cake Tertarik bekerja sebagai product analyst? Kamu bisa siapkan beberapa skill di atas dan mengikuti tips yang telah dijabarkan. Jangan lupa buat CV khusus Product Analyst supaya pekerjaan impian kamu ini bisa lebih mudah diraih.Bikin CV semakin mudah, tinggal edit template CV Cake, gratis! Ada 50+ template profesional yang disediakan, mulai dari template CV polos hingga CV kreatif. Hanya butuh waktu 10 menit saja, CV kamu pun sudah siap dipakai melamar pekerjaan!🎉Buat CV Kesimpulan Nah, sudah tahu seperti apa profesi Product Analyst, kan? Ingat untuk selalu kembangkan skill dan buat CV product analyst yang professional. Selamat mencoba! Mau raih pekerjaan impianmu? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja Cake. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development! --- Ditulis Oleh Izzul Millati ---
People Operations
Jan 19th 2025

Memahami Sistem SAP dan Implementasinya

Bisnis terus mencari cara untuk meningkatkan produktivitasnya. Hal ini dilakukan mulai dengan meningkatkan keahlian dan keterampilan tim di dalamnya, mengintegrasikan sistem yang menunjang kinerja, hingga memaksimalkan sumber daya yang dimiliki. SAP adalah sistem yang digunakan perusahaan untuk membantu mengelola kegiatan harian bisnis sehingga dapat dilakukan dengan lebih efisien. Kepanjangan SAP adalah singkatan dari System Application and Processing, atau dalam bahasa Indonesia disebut juga aplikasi sistem dan pemrosesan. Dalam praktiknya, SAP menjadi alat penting yang membantu perusahaan meningkatkan efektivitas operasionalnya sehingga dapat berjalan lebih produktif. Di bawah ini, kita akan membahas bagaimana sistem SAP dapat membantu bisnis meningkatkan efisiensi kinerjanya melalui berbagai modul yang tersedia. Sistem SAP adalah pendukung kinerja bisnis yang penting, simak informasi berikutnya untuk mendapatkan gambaran selengkapnya. Daftar isi: Pengertian SAP dan Tujuan Penerapannya di Perusahaan Jenis-Jenis Program (Software) SAP Jenis Modul SAP FAQ Seputar Produktivitas Pengertian SAP dan Tujuan Penerapannya di Perusahaan SAP adalah sistem perangkat lunak yang berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) yang kini umum dimanfaatkan perusahaan di Indonesia untuk membantu menjalankan manajemen operasional harian perusahaan. Maksudnya, SAP adalah software yang berfungsi untuk membantu pengaturan sistem operasional perusahaan sehari-hari. Melalui sistem SAP perusahaan dapat melakukan integrasi berbagai fungsi dalam operasional perusahaan dalam satu aplikasi. Tidak jarang ada yang mempertanyakan perbedaan ERP dan SAP, secara singkat perbedaannya adalah ERP merupakan ekosistem yang lebih luas sementara SAP adalah salah satu bagiannya. Fungsi praktisnya, SAP adalah sistem yang terdiri dari keseluruhan struktur rantai teknologi informasi yang terdiri dari perencanaan, pengadaan, dan pembuatan perangkat keras, serta perangkat lunak. Dengan fungsi tersebut, SAP lebih fokus pada pembuatan aplikasi yang berinteraksi dengan sistem lain. Sementara itu, ERP adalah keseluruhan sistem operasional bisnis mulai dari implementasi dan manajemen sistem perusahaan dari otomatisasi proses produksi hingga manajemen hubungan pelanggan (CRM). Dari penjelasan fungsi tersebut, kita dapat melihat bahwa ERP mencakup keseluruhan lini bisnis. Tujuan penerapan sistem SAP adalah perusahaan akan dibantu untuk menemukan solusi menyeluruh terutama dari segi inventori, logistik, dan juga finansial. Ketiga area ini yang menjadi tulang punggung lini bisnis, jika area ini dapat dikelola dengan lebih efisien maka proses bisnis juga dapat berjalan lebih optimal. 💡Fakta menarik:Perusahaan menengah menunjukkan kenaikan sekitar 10% setelah menggunakan perangkat lunak yang membantu manajemen perusahaan. 📚 Baca juga:Rumus Menghitung Produktivitas dengan Tepat, HR Wajib Catat! Jenis-Jenis Program (Software) SAP Di bagian sebelumnya, kita dapat melihat peran software SAP dalam meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Kini, kita akan mengenal program apa saja yang tersedia untuk membantu bisnis. SAP Business Suite atau R/3 Program merupakan salah satu program utama SAP. Fungsi program SAP adalah untuk menggabungkan fleksibilitas dan kekuatan pemrograman ABAP. Keunggulan lain dari program SAP adalah dapat menjadi solusi untuk berbagai skala bisnis yang ada. SAP All-in-One atau A1 (SAP IS) Jika perusahaan Anda adalah perusahaan dengan skala menengah, program SAP adalah jawaban yang Anda cari untuk bantu mengelola operasional bisnis. Hal ini karena program SAP IS menawarkan adaptabilitas dan praktik terbaik industri untuk perusahaan dengan skala menengah hingga besar. SAP Business One atau B1 Anda sedang mulai ingin memanfaatkan SAP untuk bisnis? Sistem SAP adalah pilihan yang tepat. SAP B1 cukup ekonomis dan tidak memerlukan waktu lama untuk implementasinya sehingga cocok untuk berbagai perusahaan dari skala yang beragam. SAP S/4 HANA SAP S/4 HANA, sistem SAP adalah pilihan yang tepat untuk Anda yang mengedepankan pengelolaan data dengan teknologi database inovatif. Hasilnya, kinerjanya pun lebih cepat dan efisien. Pertanyaan selanjutnya, apakah SAP adalah aplikasi yang digunakan oleh admin. Apa itu SAP untuk admin? Umumnya SAP memang memiliki administrator khusus. Tugas admin SAP adalah melakukan pemeliharaan sistem, memastikan pengelolaan integrasi, terus menjalankan optimalisasi kinerja, menyiapkan dokumentasi, dan rutin melakukan backup dan pemulihan data. Tugas lain admin SAP adalah melakukan manajemen pengguna SAP, seperti menjawab pertanyaan dan membantu troubleshooting yang mungkin dialami pengguna. Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaan Anda. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga! 🎉Pasang Loker Jenis Modul SAP Modul SAP adalah bagian dari bagian sistem yang dapat digunakan secara terpisah atau diintegrasikan dengan modul lain dalam sistem SAP. Masing-masing modul memiliki fungsi yang berbeda dan dapat dioperasikan secara terpisah, artinya setiap modul dapat dioperasikan sendiri di departemen yang sesuai cakupan pekerjaannya. Namun demikian, antar modul SAP juga dapat saling diintegrasikan untuk kinerja yang lebih efisien. Salah satu program SAP yang paling populer adalah SAP Business One. Program SAP ini menyediakan berbagai modul yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan. Berikut modul SAP yang dapat Anda manfaatkan dari program SAP Business One. Manajemen akuntasi Modul manajemen akuntansi dalam sistem SAP adalah salah satu yang paling vital untuk pengelolaan arus kas, pembayaran, utang-piutang, dan berbagai transaksi keuangan dalam operasional perusahaan. Manajemen inventaris Modul manajemen inventaris dalam sistem SAP adalah modul yang memiliki fitur untuk mengelola inventaris seperti melacak stok, manajemen gudang, hingga pelacakan pengiriman. Manajemen pembelian Modul ini membantu dalam pengelolaan pembelian rutin, seperti bahan baku. Modul pembelian dalam SAP adalah modul yang membantu perusahaan untuk memperhitungkan biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi dengan lebih cermat. Manufacturing management Modul manufaktur SAP adalah perangkat lunak yang memiliki fitur untuk melakukan perencanaan produksi, pengaturan timeline produksi, pengelolaan anggaran, pemantauan stok bahan baku dan produk jadi, serta fungsi-fungsi lain yang terkait dengan proses manufaktur. Human resource management Modul satu ini dalam SAP adalah alat yang dapat dimanfaatkan untuk memudahkan pengelolaan sumber daya manusia. Fitur yang akan diperoleh mencakup manajemen informasi karyawan, pencatatan kehadiran, penggajian, hingga pengelolaan pajak karyawan. Manajemen penjualan Penjualan merupakan salah satu aktivitas paling penting dalam bisnis. Modul penjualan dalam SAP adalah alat yang tepat untuk mengatur data prospek dan pelanggan, memantau siklus penjualan, membuat penawaran dan faktur, serta tidak kalah penting menyediakan laporan penjualan lengkap. Customer relationship management (CRM) Modul CRM dalam sistem SAP adalah modul yang menyediakan fitur melacak update penjualan, menghitung estimasi revenue dari tiap prospek, hingga menghitung diskon. Modul ini juga dapat membantu melakukan kampanye pemasaran melalui email. Supply chain management (SCM) Modul SCM dalam SAP adalah modul krusial untuk mengelola dan memantau seluruh proses dalam rantai pasokan. Manajemen gudang Modul ini dalam sistem SAP adalah modul yang digunakan untuk mengelola aktivitas harian gudang, mudali manajemen barang masuk hingga manajemen pengiriman. Manajemen proyek Modul manajemen proyek dalam SAP adalah modul utamanya digunakan untuk mengoptimalkan efisiensi dan efektivitas operasi proyek. 📚 Baca juga:Proses dan Contoh Perencanaan SDM yang Baik di Perusahaan FAQ Seputar Produktivitas Apa yang dimaksud produktif? Secara bahasa, produktif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu atau daya produksi. Dalam konteks kerja, produktif berarti mampu menghasilkan output atau hasil kerja secara efisien dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal. Bagaimana mengukur produktivitas? Produktivitas dapat diukur menggunakan rumus dasar: membagi hasil akhir (output) dengan jumlah sumber daya yang digunakan (tenaga kerja, waktu, atau biaya). Misalnya, jika sebuah perusahaan menghasilkan 10.000 produk jadi dengan melibatkan 100 tenaga kerja, maka produktivitas setiap karyawan adalah 100 produk per tenaga kerja. Rumus ini dapat disesuaikan dengan jenis pekerjaan atau industri tertentu untuk mendapatkan pengukuran yang lebih relevan. Apa saja yang mempengaruhi produktivitas? Produktivitas dipengaruhi oleh motivasi, keterampilan, lingkungan kerja, teknologi, dan manajemen waktu. Motivasi mencakup semangat kerja yang didukung oleh penghargaan dan target jelas, sementara keterampilan menentukan efektivitas tugas. Lingkungan kerja yang kondusif, teknologi yang mendukung, dan pengelolaan waktu yang baik juga berperan penting dalam meningkatkan produktivitas. Apa itu SAP untuk admin?SAP (Systems, Applications, and Products) adalah sistem ERP yang membantu perusahaan mengelola berbagai proses bisnis, seperti keuangan, logistik, dan SDM. Bagi admin perusahaan, SAP mempermudah pengelolaan data operasional secara terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi. Gelar SAP itu apa?Gelar SAP merujuk pada sertifikasi resmi yang menunjukkan keahlian seseorang dalam menggunakan atau mengimplementasikan sistem SAP. Ini menjadi indikator kompetensi profesional di bidang ERP yang dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan operasional bisnis. Sertifikasi SAP untuk apa?Sertifikasi SAP memastikan bahwa profesional mampu mengoptimalkan penggunaan SAP sesuai kebutuhan perusahaan, mulai dari modul keuangan hingga manajemen SDM. Hal ini mendukung efisiensi operasional dan memberikan pengakuan global atas keahlian mereka. Terhubung dengan +7 juta kandidat berkualitas di talent pool Cake dan temukan kandidat ideal Anda!🎉Cari Kandidat Ideal Cakeadalah platform rekrutmen dengan +8 jutadatabasetalenta di talent pool global.Pasang lowongan kerja gratisuntuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkanEmployer Brandinglebih efektif bersama Cake. Didukung teknologi ATSCake AIdanRecruitment Consultantprofesional, mulai temukan talenta berkualitas lebih cepat! Dapatkan wawasan mendalam dan konten informatif terkait rekrutmen, manajemen SDM,employer branding,serta tren terbaru di dunia HR hanya di Cake. Jadikan kami sumber terpercaya Anda untuk strategi perekrutan yang efektif dan solusi SDM yang inovatif.
Industry & Job Overview
Jul 18th 2024

Machine Learning Engineer: Yuk Kenalan sama Profesi Mentereng Satu Ini!

Machine Learning Engineer adalah jenis profesi IT yang menempati posisi ke-5 sebagai pekerjaan yang paling banyak dicari pada tahun 2023 lalu. Jenis pekerjaan yang satu ini semakin populer seiring dengan pertumbuhan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence. Meskipun permintaan akan profesi Machine Learning Engineer di Indonesia belum terlalu tinggi, namun di luar negeri permintaan akan profesi ini sangat tinggi dan potensial. Tingginya permintaan tersebut membuat banyak orang berminat untuk mempelajari hal-hal terkait Machine Learning Engineering. Jika kamu tertarik dengan profesi sebagai ML Engineer dan ingin bersaing dengan para Machine Learning Developer di luar sana, berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu tahu terkait profesi populer yang satu ini!Daftar isi: Pengertian Machine Learning Tugas dan Tanggung Jawab Machine Learning Engineer Keterampilan yang Harus Dimiliki Machine Learning Engineer Gaji Machine Learning Engineer Cara dan Syarat untuk Menjadi Machine Learning Engineer Apa itu Machine Learning Engineer? Machine Learning adalah cabang ilmu komputer yang menggunakan matematika dan statistika untuk mengidentifikasi pola dalam data. Cara kerja cabang ilmu Artificial Intelligence yang satu ini adalah bagaimana untuk membuat mesin ‘belajar’ layaknya seperti. Mesin tersebut diajari untuk membaca data melalui algoritma matematika untuk menemukan pola data tertentu. Sementara itu, Machine Learning Engineer adalah seorang profesional yang memiliki spesialisasi dalam merancang dan mengembangkan Machine Learning Engineering. ML Engineer memiliki keahlian dalam statistik, pemrograman, dan ilmu data. Meskipun di Indonesia masih dalam tahap pengembangan, namun profesi Machine Learning Developer memiliki peminat yang tinggi di luar negeri. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya aplikasi populer yang telah didukung dengan layanan Machine Learning seperti YouTube, Netflix, Spotify, Disney, Twitter, Facebook, Siri, serta Alexa. Namun faktanya, banyak orang yang masih bingung antara Machine Learning dan Data Science karena keduanya memiliki hubungan yang erat dengan pemanfaatan data. Data Science digunakan sebagai inisiasi atau langkah awal dalam mengenali dan menganalisis pola dalam data. Sedangkan Machine Learning menggunakan pola tersebut untuk membuat prediksi yang lebih andal dan efisien. Oleh karena itu, integrasi dan penggunaan kedua bidang ini secara bersamaan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih cerdas dan berdasarkan data. Apa Tugas Seorang Machine Learning Engineer? ML Engineer memiliki dua tugas utama yaitu memasukkan data ke dalam model pembelajaran mesin dan menerapkan model tersebut dalam produksi. Selain dua tugas utama tersebut, Machine Learning Engineer juga memiliki beberapa tugas dan tanggung jawab lainnya sebagai berikut: Menganalisis dataset dalam jumlah yang besar dan menentukan metode terbaik untuk proses analisis data.Memasukkan data ke dalam machine learning system untuk proses pelatihan pembelajaran mesin.Bekerja sama dengan pihak terkait lainnya untuk membangun pipeline data yang efektif.Membangun infrastruktur yang diperlukan untuk menerapkan model pembelajaran mesin dalam produksi.Mengelola, memelihara, mengembangkan, dan meningkatkan model pembelajaran mesin yang sudah berjalan di lingkungan produksi.Bekerja dengan algoritma machine learning dan library perangkat lunak yang relevan.Mengoptimalkan dan menyesuaikan model pembelajaran mesin sesuai dengan bagaimana mereka berperilaku dalam produksi.Berkomunikasi dengan pemangku kepentingan terkait dan pengguna utama untuk memahami kebutuhan bisnis, serta menjelaskan kemampuan model pembelajaran mesin.Menerapkan model pembelajaran mesin ke produksi. Tahap awal adalah sebagai prototype kemudian sebagai API yang dapat memberikan prediksi untuk pengguna akhir.Memberikan dukungan teknis kepada tim data dan produk, membantu pihak-pihak terkait yang menggunakannya, serta memahami sistem dan dataset pembelajaran mesin. Skill yang Dibutuhkan Machine Learning Engineer Untuk menjadi seorang Machine Learning Developer yang handal, berikut adalah beberapa skill yang kamu butuhkan: 1. Bahasa Pemrograman Skill utama yang perlu dimiliki seorang Machine Learning Engineer adalah menguasai bahasa pemrograman. Beberapa bahasa pemrograman yang sering digunakan dalam Machine Learning Engineering adalah Java, Python, R, C, C++, dan JavaScript. Bahasa pemrograman tersebut sering digunakan oleh para ML Engineer untuk mengolah dan mempersiapkan data untuk algoritma pembelajaran mesin. 2. Matematika dan Statistika Seorang Machine Learning Developer juga harus menguasai bidang ilmu matematika dan statistika. Beberapa konsep dalam ilmu matematika yang penting adalah aljabar linear, probabilitas, kalkulus, statistik, matematika diskrit, komputasi multivariat, tensor dan perkalian matriks, algoritma, serta optimasi. 3. Visualisasi Data Selain dua skill di atas, sangat penting bagi Machine Learning Engineer untuk mempresentasikan hasil temuan mereka dalam format visualisasi data yang informatif seperti grafik, infografis, diagram, atau peta. ML Engineer dapat menggunakan beberapa alat atau tools seperti Seaborn, Matplotlib, Plotnine, Bokeh, Plotly, Ggplot untuk menceritakan dan memvisualisasikan data. 4. Natural Language Processing (NLP) Natural Language Processing (NLP) memungkinkan mesin untuk melakukan tugas linguistik dengan kinerja yang mirip dengan manusia. Kemampuan menguasai NLP ini memungkinkan mesin untuk menganalisis data teks dan suara dengan lebih mudah. Beberapa alat dan teknologi umum yang biasanya digunakan yaitu Word2vec, jaringan saraf berulang (RNN), gensim, dan Natural Language Toolkit (NLTK). 5. Komunikasi Komunikasi merupakan soft skill yang perlu dimiliki oleh seorang Machine Learning Developer untuk menyampaikan wawasan dan hasil temuan kepada tim non-teknis, pemegang saham, stakeholder, atau klien. Skill ini berhubungan dengan data storytelling dimana kamu harus mampu menyajikan data yang telah kamu dapatkan dari penggunaan algoritma machine learning dalam format storytelling dari awal hingga akhir. Gaji Machine Learning Engineer Profesi Machine Learning Engineer memang belum banyak dikenal di Indonesia. Namun, di luar negeri, profesi ini sangat populer dan banyak dibutuhkan di berbagai perusahaan. Dengan keahlian khusus yang dimiliki, gaji Machine Learning Engineer yang ditawarkan pun cukup menggiurkan. Dilansir dari Glassdoor.com, rata-rata gaji Machine Learning Engineer di Indonesia untuk pengalaman kerja 1-3 tahun yaitu Rp12.000.000 per bulan. Sementara itu, untuk pengalaman kerja 4-6 tahun, rata-rata gaji Machine Learning Engineer di Indonesia yaitu Rp16.000.000 per bulan. Penawaran yang lebih menggiurkan pun bisa kamu dapatkan di luar negeri. Menurut informasi dari Indeed.com, rata-rata gaji Machine Learning Engineer di Singapura adalah $91,883 USD per tahun. Sementara itu, rata-rata gaji Machine Learning Engineer di Amerika Serikat adalah $160,235 USD per tahun, menggiurkan sekali bukan? Tips untuk Menjadi Machine Learning Engineer Jika kamu tertarik untuk menjadi seorang Machine Learning Developer yang profesional, berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar bisa bersaing dengan kandidat ML Engineer lainnya: 1. Mendapatkan Gelar S1 Karena machine learning adalah bagian dari ilmu komputer, maka latar belakang yang kuat dalam pemrograman komputer, ilmu data, dan matematika sangat dibutuhkan agar bisa unggul dalam persaingan. Umumnya, pekerjaan sebagai Machine Learning Engineer membutuhkan gelar Sarjana sebagai syarat minimum. Oleh karena itu, berkuliah di jurusan yang mempelajari tentang machine learning adalah langkah awal yang tepat. Beberapa daftar jurusan yang bisa kamu ambil untuk menekuni bidang machine learning yaitu sebagai berikut: Ilmu KomputerTeknologi informasiTeknik InformatikaSistem InformasiTeknik KomputerTeknologi Jaringan Ilmu Komputer 2. Ambil Pelatihan dan Sertifikasi Untuk meningkatkan kompetensi dan pengalaman dalam Machine Learning Engineering, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengambil pelatihan dan sertifikasi terkait machine learning. Berikut adalah beberapa daftar sertifikasi di bidang machine learning untuk meningkatkan kompetensi kamu: Google Professional Machine Learning Engineer CertificationIBM Machine Learning Professional CertificateAWS Certified Machine Learning - SpecialtyUniversity of Washington Machine Learning SpecializationAndrew Ng’s Machine Learning Specialization📚 Baca juga:10 Sertifikasi IT untuk Sukseskan Karier! 3. Bangun Network Profesional Membangun koneksi profesional juga akan meningkatkan peluang kamu untuk menjadi seorang Machine Learning Developer. Hal ini karena banyak lowongan kerja yang tidak dipasang secara online, melainkan hanya tersebar dari mulut ke mulut. Oleh karena itu, agar kamu bisa memperoleh informasi tentang lowongan kerja ML Engineer dengan cepat, kamu membutuhkan jaringan relasi yang kuat dan profesional. Salah satu platform networking yang bisa kamu gunakan untuk memperluas jaringan koneksi yaitu Cake Meet. Cake Meet adalah fitur baru dari Cake yang memungkinkan para pencari kerja dan recruiter untuk bertemu dan menjalin koneksi dengan mudah. Hanya dengan Swipe, Match, dan Chat kamu bisa langsung terhubung dengan para recruiter dan mendapatkan informasi lowongan kerja dengan lebih cepat dan mudah.Swipedan dapatkan koneksi baru untuk perluas peluang karier kamu di Cake Meet sekarang juga!🎉Mulai Networking 4. Buat CV Machine Learning Engineer yang Profesional Contoh CV Machine Learning Engineer -- Dibuat di Cake Salah satu aspek penting untuk menjadi seorang Machine Learning Engineer yang sukses adalah memiliki CV yang menarik. Untuk membantu kamu membuat CV yang menarik, Cake hadir dengan 50+ template CV gratis yang bisa kamu gunakan sebagai referensi.Tunggu apa lagi? Kunjungi Cake dan bangun CV kamu sekarang juga!🎉Buat CV Kesimpulan Machine Learning adalah cabang ilmu komputer yang menggunakan matematika dan statistika untuk mengidentifikasi pola dalam data.Machine Learning Engineer adalah profesional yang memiliki spesialisasi dalam merancang dan mengembangkan Machine Learning Engineering serta memiliki keahlian dalam statistik, pemrograman, dan ilmu data.ML Engineer memiliki dua tugas utama yaitu memasukkan data ke dalam model pembelajaran mesin dan menerapkan model tersebut dalam produksi.Untuk menjadi Machine Learning Developer handal, dibutuhkan beberapa skill yaitu menguasai berbagai bahasa pemrograman, menguasai bidang matematika dan statistika, mampu memvisualisasikan data, menguasai Natural Language Processing (NLP), dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik.Rata-rata gaji Machine Learning Engineer di Indonesia untuk pengalaman kerja 1-3 tahun yaitu Rp12.000.000 per bulan. Sementara untuk pengalaman kerja 4-6 tahun yaitu Rp16.000.000 per bulan.Untuk menjadi seorang Machine Learning Developer yang profesional, beberapa tips yang bisa diterapkan yaitu memiliki gelar S1 yang relevan, mengambil pelatihan dan sertifikasi di bidang machine learning, membangun koneksi profesional, dan memiliki CV yang menarik. Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake.--- Ditulis Oleh Ita Sugiharti ---
Industry & Job Overview
Jan 30th 2023

Business Intelligence: Arti, Peran dan Skill yang Dibutuhkan

Daftar isi:Pengertian Business Intelligence Peran BI dalam PerusahaanJob Desk Business Intelligence Skill dan Kualifikasi Business Intelligence Analyst Prospek Karir Business IntelligenceBusiness Intelligence mungkin masih asing untuk khalayak umum, malah mungkin membuat kamu bertanya “apa itu bisnis intelijen?” Secara singkat, business intelligence adalah sebuah kegiatan untuk mempelajari kondisi perusahaan saat ini, baik dari segi pemasaran, keuangan, arah dan tujuan kedepan, disesuaikan dengan kebutuhan industri sehingga dapat menyesuaikan dengan nilai dan target perusahaan di periode selanjutnya. Namun apakah hanya itu saja pengertian business intelligence? Tentunya business intelligence memiliki tugas dan tanggung jawab lain disesuaikan juga dengan masing-masing perusahaan. Bahkan, bisnis intellijen juga adalah sebuah profesi. Simak lebih lanjut yuk, siapa tahu bisa menjadi pilihan karirmu selanjutnya!Apa Itu Business Intelligence?Pengertian Business Intelligence Analyst Business intelligence analyst adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam perusahaan untuk melakukan analisa terhadap metode bisnis dan segala isinya, serta memetakan data menjadi sebuah rencana yang dapat menentukan strategi perusahaan selanjutnya. Sehingga, tugas seorang business intelligence analyst sangat krusial karena selain harus jago menganalisa, familiar dengan data, mengerti arah dan keadaan pasar, juga harus memproyeksikan bagaimana baiknya langkah bisnis perusahaan dengan hasil dari analisa tersebut. Perbedaan Business Intelligence dan Business Analyst Tidak jarang, tugas business intelligence analyst sering disamakan dengan business analyst. Padahal, keduanya berbeda. Perbedaan paling besar ada pada jawaban dari hasil analisa yang diberikan. Business analyst berfokus pada penyajian analisa prediktif menggunakan penggalian data, pembelajaran mesin, dan sistem pemodelan untuk menjawab mengapa (why) sesuatu dapat terjadi dan memperkirakan tentang kemungkinan di masa depan. Sementara business intelligence analyst berfokus pada penyajian analisa deskriptif menggunakan data tentang keadaan dulu dan sekarang untuk menjawab apa masalah yang terjadi (what) dan bagaimana dapat terjadi dan cara mengatasinya (how). Hal ini kemudian membantu business intelligence analyst dalam menyiapkan analisanya tentang kinerja perusahaan dan menyusun strategi bisnis berikutnya.📚 Baca juga:Mau Jadi Business Analyst? Ketahui Tugas, Gaji, Skill yang Harus Dimiliki! Peran Business Intelligence Untuk PerusahaanManfaat Business Intelligence Setelah mengetahui seberapa penting tugas business intelligence dalam perusahaan, kita juga perlu mengetahui manfaat dari memiliki seseorang yang ahli di bidang business intelligence: Melakukan pengumpulan data untuk membantu pengambilan keputusan perusahaanMelakukan analisa deskriptif, statistik, dan visual tentang kondisi pasarMenentukan keuntungan, kerugian, resiko yang dapat timbulMenentukan strategi bisnis perusahaan selanjutnyaMengkomunikasikan data dan hasil analisa ke perusahaan Contoh Penerapan Business Intelligencedalam Perusahaan Hasil dari business intelligence dapat diibaratkan juga hasil medical checkup yang kita dapatkan setelah mengambil darah. Di sana biasanya akan tertera bagaimana kondisi tubuh kita dengan nilai yang disesuaikan pada batas standar yang sudah ditentukan, apakah tubuh kita dalam keadaan sehat atau kekurangan maupun kelebihan sesuatu. Contoh business intelligence juga sama, dimana hasil analisa dan strategi dari sang business intelligence membantu perusahaan untuk: Tolak ukur posisi perusahaan terhadap minat pasarMengukur kinerja perusahaanMemudahkan pengambilan keputusan dalam menghadapi kompetitorMenunjukkan data pasar dan perilaku pelangganMenentukan keputusan perekrutan atau pengembangan sektor tertentuMenentukan strategi baru untuk peningkatan profit perusahaanTugas Business Intelligence1. Melakukan Analisis Data Tugas business intelligence yang pertama adalah melakukan analisa data terhadap program perusahaan yang berjalan. Seseorang di posisi ini harus mampu berpikir kritis, detail, visioner, dan solutif terhadap data yang ada, karena business intelligence analyst nantinya bukan hanya menganalisa namun juga harus memikirkan strategi dan solusi terhadap kondisi pasar. 2. Melakukan Pengamatan dan Evaluasi Tugas business intelligence selanjutnya adalah untuk melakukan observasi terhadap data yang ada, menganalisa, dan membuat evaluasi dari data tersebut. Hal ini penting untuk perkembangan dan kemajuan perusahaan. 3. Membuat Data Bisnis Intelektual Seperti namanya, tugas business intelligence membutuhkan intelejensi dalam setiap pengerjaannya. Business intelligence analyst tidak bisa sembarangan untuk membuat keputusan apalagi hanya berdasar emosi, namun harus mempertimbangkan semua aspek dan departemen yang ada di perusahaan. Contoh aplikasi business intelligence dalam perusahaan: Jika ada suatu sistem yang dirasa kurang efektif, maka dapat diusulkan penggantian dengan sistem yang lebih mudah. Jika ada sebuah aturan yang tidak memberi dampak yang baik untuk perusahaan, dapat dilakukan juga tinjauan ulang terhadap aturan tersebut. 4. Mengolah Data Tentunya apa yang dimaksud dengan seseorang di bidang business intelligence tidak akan melewatkan yang satu ini, yaitu data. Pengolahan data perlu dilakukan sesuai tenggat waktu yang ditentukan. Selain itu, karena sifatnya sangat krusial, perlu juga memperhatikan tempat penyimpanan data tersebut, jangan sampai data itu bocor hingga merugikan perusahaan.Skill yang Dibutuhkan Business Intelligence Analyst Data Analysis Karena lingkup kerja yang sangat dekat dengan data, maka tentunya seorang business intelligence analyst perlu memiliki skill analisa data yang baik. Skill analisa ini mencakup dari pengumpulan data, pengolahan data, evaluasi data, dan visualisasi data. Business intelligence tools untuk kebutuhan analisa data adalah Tableau App, Alteryx, Improvado, dan lain-lain. Problem Solving Skill problem solving dibutuhkan seorang business intelligence analyst untuk memberikan solusi terhadap permasalahan dari analisa data yang ada. Contoh business intelligence di bidang ini adalah bagaimana kamu menentukan KPI (Key Performance Indicator) baru terhadap metrik terkini untuk menggantikan versi lama yang dirasa sudah kurang sesuai. Communication Mungkin terlihat simpel, namun belum tentu semua orang dapat berkomunikasi dengan jelas untuk menyampaikan maksud dan tujuannya. Tidak jarang, seorang business intelligence analyst perlu berbicara dan menyampaikan masalah, hasil analisa, dan solusi kepada departemen terkait yang belum tentu paham secara luas tentang semua aspek yang dipertimbangkan dalam business intelligence system. Pada tahap ini, kemampuan berkomunikasi yang baik diperlukan. Data Visualization Seorang business intelligence analyst juga perlu membuat visualisasi data dalam grafik, skala, maupun bagan untuk menyampaikan hasil analisa yang lebih mudah dimengerti secara universal. Contoh business intelligence tools untuk skill ini adalah Bar Charts, Heat Maps, Area Charts, Gantt Charts, TreeMaps, dan lain-lain. Programming Language Dalam hal teknikal, memiliki pengetahuan tentang bahasa pemrograman akan sangat menjadi nilai tambah untuk business intelligence analyst. Hal ini karena segala keputusan yang dibuat artinya sudah diperhitungkan secara teknis dan solusi yang diberikan juga kadang memerlukan pengetahuan dalam bahasa pemrograman yang berbeda terlebih untuk melakukan analisa lanjutan. Business intelligence tools yang dapat dipelajari untuk skill ini adalah Javascript, R, Phyton, dan lain-lain yang merupakan bahasa pemrograman yang umum digunakan perusahaan. Prospek Karir Business Intelligence AnalystPeran Business Intelligence di Masa Depan Seorang business intelligence analyst perlu mengerti tentang teknologi dan mengikuti trend yang ada. Contohnya dengan berkembangnya Artificial Intelligence dan Machine Learning, hal ini juga perlu dipertimbangkan dalam strategi bisnis selanjutnya agar perusahaan tetap unggul dan mampu berevolusi bersama. Gaji Business Intelligence Setelah membahas apa yang dimaksud business intelligence, serta peran, manfaat, tugas, serta skill yang dibutuhkan, tentunya yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah berapa gaji business intelligence? Di Indonesia, rata-rata gaji seorang business intelligence junior adalah Rp 8.000.000 – Rp 15.000.000, sementara gaji business intelligence untuk level mid berada di kisaran Rp 15.000.000 – Rp 25.000.000, dan gaji business intelligence untuk level senior ada di Rp 25.000.000 – 35.000.000.Contoh CV Business IntelligenceSetelah mengetahui banyak mengenai pekerjaan business intelligence, apakah kamu semakin tertarik? Tentunya untuk melamar pekerjaan sebagai seorang business intelligence analyst, kamu juga perlu menyiapkan CV yang sesuai dengan cakupan pekerjaannya. Simak yuk CV berikut untuk menjadi preferensimu saat melamar kerja sebagai business intelligence analyst! Contoh CV Business Intelligence Analyst - Dibuat di CakeMau buat CVmenarik seperti contoh diatas? Cake menyediakan 12+ template CV gratis, bisa download PDF🎉Buat CVDengan contoh CV di atas, semoga kamu mendapat gambaran tentang hal-hal yang dibutuhkan sebagai seorang business intelligence analyst. Jangan lupa juga untuk menambah wawasan, kemampuan, dan keterampilan agar profil-mu semakin menarik di mata rekruter! Kesimpulan Business intelligence analyst berbeda dengan business analystBusiness intelligence bertugas melakukan analisa terhadap kinerja perusahaan, melakukan analisa dan visualisasi data yang kemudian digunakan untuk membantu perusahaan membuat strategi bisnis selanjutnyaSkill yang penting dimiliki seorang business intelligence analyst: Data Analysis, Problem Solving, Communication, Data visualization, Programming LanguageGaji business intelligence mulai dari Rp 8.000.000 hingga Rp 35.000.000--- Ditulis Oleh Leony Jardine ---
Industry & Job Overview
Feb 20th 2025

Tertarik Jadi Freelancer? Yuk, Simak Dulu Tips dan Triknya!

Saat ini banyak orang memilih untuk berkarir sebagai freelancer, bukan hanya sebagai pekerjaan sampingan tapi bahkan sebagai pekerjaan utama. Freelancer atau pekerja lepas adalah mereka yang bekerja secara mandiri mengerjakan proyek berdasarkan kontrak jangka pendek dengan perusahaan atau klien. Tidak seperti pegawai tetap, freelancer bebas menentukan jam kerja dan mengambil proyek yang diminati dari berbagai macam klien. Kerja freelance adalah istilah yang mencakup ragam pekerjaan, mulai dari desain grafis, penulisan konten, hingga pengembangan web, yang bisa dijalankan dari manapun sesuai preferensi freelancer. Pekerja freelance memiliki kendali penuh atas jalannya karir mereka. Sebelum memutuskan untuk menjadi freelancer, penting untuk mempertimbangkan berbagai hal seperti skill freelancer yang dimiliki, jenis pekerjaan freelance yang diminati, hingga bagaimana cara memulai karir freelance. Tulisan ini akan membahas lebih detail mengenai apa itu freelancer, perbedaannya dengan full-time, kelebihan dan kekurangannya, contoh pekerjaan freelance, serta tips sukses berkarir sebagai pekerja freelance.Daftar isi: Apa itu Freelancer? Perbedaan Freelance dan Full Time Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Freelancer Contoh Pekerjaan Freelance Cara Menjadi Pekerja Freelance Apa itu Freelancer? Freelancer adalah istilah untuk mendeskripsikan mereka yang bekerja secara mandiri dan menawarkan jasa atau keahlian tertentu kepada klien, tanpa terikat kontrak kerja jangka panjang dengan satu perusahaan atau organisasi tertentu. Freelancer merupakan pekerja profesional dan ahli di bidangnya masing-masing, seperti desain grafis, penulisan, pemrograman, konsultasi, dan lain sebagainya. Arti freelance sendiri adalah sebuah cara kerja yang dilakukan secara mandiri tanpa terikat dengan suatu perusahaan atau organisasi. Tugas freelance pertama adalah menawarkan jasa atau produknya kepada klien yang membutuhkannya. Freelancer dan klien lalu menentukan syarat dan ketentuan kerjasama, seperti ruang lingkup, deadline, dan pembayaran. Freelancer kemudian mengerjakan proyek sesuai dengan kesepakatan dan mengirimkan hasilnya kepada klien. Terakhir, klien memberikan umpan balik dan membayar freelancer sesuai dengan tarif yang sudah disepakati. Freelancer bebas menentukan jam kerja dan mengerjakan berbagai proyek dari beragam klien sesuai keinginan mereka. Klien akan membayar freelancer untuk setiap proyek yang diselesaikan, bukan memberikan gaji bulanan. Freelancer juga bertanggung jawab untuk mengurus aspek administratif pekerjaan mereka sendiri seperti pajak, asuransi, dll. Beberapa freelancer bekerja sendiri, sementara yang lain memiliki beberapa karyawan atau bermitra dengan freelancer lain. Dengan sistem ini, freelancer memiliki fleksibilitas dan kebebasan dalam berkarya. Perbedaan Freelance dan Full Time Freelance dan full time adalah dua cara kerja yang berbeda. Berikut adalah beberapa perbedaan antara freelance dan full time dari segi jam kerja, benefits, dan stabilitas:1. Jam kerjaFreelancer dapat bekerja kapan saja dan di mana saja, asalkan memiliki akses ke internet dan peralatan yang dibutuhkan. Freelancer tidak perlu mengikuti jam kerja atau lokasi kerja yang ditentukan oleh perusahaan.Pekerja full time harus bekerja di bawah kontrak dan aturan yang ditetapkan oleh perusahaan atau organisasi. Pekerja full time memiliki jam kerja, lokasi kerja, dan tanggung jawab yang tetap dan terstruktur.2. BenefitsFreelancer tidak memiliki benefits yang biasa diberikan oleh perusahaan, seperti asuransi, cuti, pensiun, atau tunjangan lainnya. Freelancer harus mengurus sendiri hal-hal tersebut.Pekerja full time memiliki benefits atau insentif yang tetap dan terjamin, yang diberikan oleh perusahaan atau organisasi. Pekerja full time dapat menikmati perlindungan dan manfaat yang berkaitan dengan kesehatan, keuangan, dan karir.3. StabilitasFreelancer tidak memiliki stabilitas pendapatan dan pekerjaan yang terjamin. Pendapatan dan pekerjaan freelancer bergantung pada permintaan pasar, kualitas kerja, dan negosiasi dengan klien. Freelancer harus selalu mencari proyek dan klien baru untuk mempertahankan penghasilannya.Pekerja full time memiliki stabilitas pendapatan dan pekerjaan yang terjamin. Pekerja full time memiliki gaji dan jaminan pekerjaan yang tetap dan rutin. Pekerja full time juga memiliki kesempatan untuk naik jabatan dan karir. Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Freelancer Ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih menjadi freelancer.KelebihanFleksibilitas waktu dan tempat. Freelancer dapat bekerja kapan saja dan di mana saja, asalkan memiliki akses ke internet dan peralatan yang dibutuhkan. Freelancer tidak perlu mengikuti jam kerja atau lokasi kerja yang ditentukan oleh perusahaan.Kebebasan berekspresi dan berkreativitas. Freelancer dapat mengekspresikan diri dan berkreativitas sesuai dengan gaya dan preferensi pribadinya. Freelancer tidak perlu mengikuti aturan atau standar yang ditetapkan oleh perusahaan.Peluang belajar dan berkembang. Freelancer dapat belajar dan berkembang dengan mengambil berbagai proyek yang menantang dan bervariasi. Freelancer juga dapat memperluas jaringan dan relasi dengan berbagai klien dan kolega dari berbagai bidang dan latar belakang.Potensi pendapatan tinggi. Penghasilan freelancer tidak terbatas gaji bulanan dan bisa meningkat sesuai banyaknya proyek.KekuranganKetidakstabilan pendapatan dan pekerjaan. Freelancer tidak memiliki penghasilan tetap atau jaminan pekerjaan. Pendapatan dan pekerjaan freelancer bergantung pada permintaan pasar, kualitas kerja, dan negosiasi dengan klien. Freelancer harus selalu mencari proyek dan klien baru untuk mempertahankan penghasilan.Kurangnya perlindungan dan manfaat. Freelancer tidak memiliki perlindungan dan manfaat yang biasa diberikan oleh perusahaan, seperti asuransi, cuti, pensiun, atau tunjangan lainnya. Freelancer harus mengurus sendiri hal-hal tersebut.Kesulitan mengatur waktu dan prioritas. Freelancer harus mampu mengatur waktu dan prioritas dengan baik, agar dapat menyelesaikan proyek dengan tepat waktu dan memenuhi kepuasan klien. Freelancer juga harus dapat menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.Potensi isolasi sosial karena bekerja sendiri. Oleh karena itu Freelancer perlu menjaga interaksi sosial.Tanggung jawab administrasi yang lebih banyak. Freelancer harus mengurus sendiri hal-hal yang bersifat administratif, seperti pajak dan pemasaran diri.Kurangnya perlindungan hukum. Tidak ada jaminan pesangon dari PHK, freelancer juga bisa kehilangan klien kapan saja. Contoh Pekerjaan Freelance Pekerjaan freelance adalah bentuk pekerjaan yang dilakukan secara independen tanpa keterikatan kontrak jangka panjang dengan satu perusahaan. Ada banyak jenis pekerjaan freelance yang dapat dilakukan di berbagai bidang dan industri. Berikut adalah beberapa contoh pekerjaan freelance yang populer dan diminati: 1. Komputer dan IT Pekerjaan freelance di bidang komputer dan IT meliputi berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan, pemrograman, desain, analisis, dan dukungan teknis. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Web developer: membuat dan mengelola situs web untuk klien, menggunakan bahasa pemrograman seperti HTML, CSS, JavaScript, PHP, atau lainnya.Mobile developer: membuat dan mengelola aplikasi mobile untuk klien, menggunakan platform seperti Android, iOS, atau lainnya.Software engineer: membuat dan mengelola perangkat lunak untuk klien, menggunakan bahasa pemrograman seperti Java, C++, Python, atau lainnya.Data analyst: mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data untuk klien, menggunakan perangkat lunak seperti Excel, R, SQL, atau lainnya. 📚 Baca juga: 10 Pekerjaan Bidang IT yang Paling Dicari dan Gajinya! 2. Kepenulisan Pekerjaan freelance di bidang kepenulisan meliputi berbagai jenis tulisan yang dibuat untuk klien, seperti artikel, blog, buku, laporan, skenario, atau lainnya. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Content writer: membuat konten yang informatif, menarik, dan sesuai dengan tujuan dan audiens klien, menggunakan bahasa yang tepat dan profesional.Copywriter: membuat konten yang persuasif, kreatif, dan sesuai dengan merek dan produk klien, menggunakan teknik yang efektif dan menarik.Ghostwriter: membuat konten yang ditulis atas nama klien, tanpa menyebutkan identitas penulis asli, menggunakan gaya dan suara yang sesuai dengan klien.Editor: mengedit dan memeriksa konten yang dibuat oleh penulis lain, untuk memastikan kualitas, akurasi, dan konsistensi, menggunakan standar dan pedoman yang ditetapkan oleh klien. 3. Desain Pekerjaan freelance di bidang desain meliputi berbagai jenis desain yang dibuat untuk klien, seperti logo, poster, brosur, kartu nama, atau lainnya. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Logo designer: membuat dan mengelola logo untuk klien, menggunakan konsep, warna, dan font yang sesuai dengan identitas dan visi klien.Graphic designer: membuat dan mengelola desain grafis untuk klien, menggunakan perangkat lunak seperti Adobe Photoshop, Illustrator, atau lainnya. 4. Virtual Assistant Pekerjaan freelance di bidang virtual assistant meliputi berbagai tugas administratif dan operasional yang dilakukan untuk klien, seperti mengatur jadwal, mengirim email, melakukan riset, atau lainnya. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Calendar management: mengatur dan mengelola jadwal klien, termasuk membuat, mengubah, atau membatalkan janji temu, rapat, atau acara lainnya.Email management: mengatur dan mengelola email klien, termasuk membaca, menjawab, mengirim, atau menghapus email, serta mengatur label, folder, atau filter.Research: melakukan riset tentang topik, produk, pasar, atau kompetitor yang dibutuhkan oleh klien, menggunakan sumber yang terpercaya dan relevan.Data entry: memasukkan data ke dalam sistem, spreadsheet, atau dokumen yang dibutuhkan oleh klien, menggunakan perangkat lunak yang sesuai dan akurat. 5. Media Sosial Pekerjaan freelance di bidang media sosial meliputi berbagai aspek yang berkaitan dengan pengelolaan media sosial untuk klien, seperti membuat, mengedit, memposting, dan mempromosikan konten, serta berinteraksi dengan pengikut atau pelanggan. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Social media manager: mengatur dan mengelola akun media sosial klien, termasuk menentukan strategi, tujuan, dan target, serta mengukur dan melaporkan hasilnya.Social media content creator: membuat dan mengedit konten media sosial klien, termasuk gambar, video, teks, atau lainnya, menggunakan perangkat lunak dan alat yang sesuai dan menarik.Social media marketer: memposting dan mempromosikan konten media sosial klien, termasuk menggunakan hashtag, tag, atau iklan, untuk meningkatkan jangkauan, keterlibatan, dan konversi.Social media moderator: berinteraksi dengan pengikut atau pelanggan media sosial klien, termasuk menjawab pertanyaan, komentar, atau keluhan, serta menghapus atau melaporkan konten yang tidak pantas atau ofensif. 6. SEO Pekerjaan freelance di bidang SEO meliputi berbagai aspek yang berkaitan dengan optimasi mesin pencari untuk klien, seperti melakukan audit, analisis, riset, dan implementasi kata kunci, tautan, konten, atau faktor lainnya yang mempengaruhi peringkat dan lalu lintas situs web klien. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: SEO auditor: melakukan audit situs web klien, termasuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang berkaitan dengan SEO, serta memberikan rekomendasi dan solusi untuk meningkatkan kinerja SEO.SEO analyst: melakukan analisis situs web klien, termasuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data dan metrik yang berkaitan dengan SEO, seperti peringkat, lalu lintas, klik, konversi, atau lainnya, serta memberikan wawasan dan saran untuk meningkatkan kinerja SEO.SEO researcher: melakukan riset kata kunci, tautan, konten, atau faktor lainnya yang berkaitan dengan SEO, menggunakan alat dan sumber yang terpercaya dan relevan, serta memberikan daftar dan strategi yang optimal untuk meningkatkan kinerja SEO.SEO implementer: melakukan implementasi kata kunci, tautan, konten, atau faktor lainnya yang berkaitan dengan SEO, menggunakan perangkat lunak dan teknik yang sesuai dan efektif, serta memantau dan menguji hasilnya untuk meningkatkan kinerja SEO. 7. Akuntan Pekerjaan freelance di bidang akuntan meliputi berbagai tugas yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan untuk klien, seperti membuat, mengedit, dan menyajikan laporan, anggaran, faktur, pajak, atau dokumen lainnya yang berkaitan dengan keuangan. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Bookkeeper: membuat dan mengedit catatan transaksi keuangan klien, termasuk pendapatan, pengeluaran, hutang, piutang, atau aset, menggunakan perangkat lunak dan standar yang sesuai dan akurat.Financial report: membuat dan menyajikan laporan keuangan klien, termasuk neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, atau laporan lainnya, menggunakan perangkat lunak dan standar yang sesuai dan profesional.Budget planner: membuat dan mengelola anggaran keuangan klien, termasuk menentukan tujuan, sumber, dan alokasi dana, serta mengukur dan melaporkan kinerja dan varians anggaran.Tax preparer: membuat dan mengelola dokumen pajak klien, termasuk menghitung, mengisi, dan mengirimkan pajak, serta memberikan saran dan bantuan yang berkaitan dengan pajak. 8. HR Pekerjaan freelance di bidang HR meliputi berbagai tugas yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia untuk klien, seperti merekrut, melatih, mengevaluasi, dan memberikan saran kepada karyawan atau calon karyawan. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Recruiter: mencari, menyaring, dan merekomendasikan kandidat yang sesuai untuk posisi yang dibutuhkan oleh klien, menggunakan platform online, jaringan, atau metode lainnya.Trainer: membuat dan menyampaikan materi pelatihan yang berkaitan dengan keterampilan, pengetahuan, atau sikap yang dibutuhkan oleh karyawan atau calon karyawan klien, menggunakan metode yang efektif dan menarik.Evaluator: melakukan evaluasi terhadap kinerja, potensi, atau kepuasan karyawan atau calon karyawan klien, menggunakan alat dan teknik yang sesuai dan objektif.HR consultant: memberikan saran dan bantuan yang berkaitan dengan masalah sumber daya manusia yang dihadapi oleh klien, seperti kebijakan, kompensasi, manajemen konflik, atau pengembangan karir.📚Baca juga:15+ Pekerjaan Freelance dari Rumah, Cocok untuk Pemula! Cara Menjadi Pekerja Freelance Menjadi pekerja freelance adalah impian banyak orang, karena dapat memberikan kebebasan, fleksibilitas, dan kreativitas dalam bekerja. Namun, menjadi pekerja freelance juga membutuhkan persiapan, keterampilan, dan strategi yang baik. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kamu ikuti untuk menjadi pekerja freelance yang sukses: 1. Tentukan niche dan tujuan freelance. Niche adalah bidang atau spesialisasi yang kamu kuasai dan minati, seperti desain, penulisan, atau IT. Tujuan adalah hasil yang ingin kamu capai dengan menjadi freelancer, seperti pendapatan, pengalaman, atau kepuasan. Dengan menentukan niche dan tujuan freelance, kamu dapat fokus, efisien, dan efektif dalam bekerja. 2. Kembangkan skill freelancer. Skill freelancer adalah keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja secara freelance, baik yang berkaitan dengan bidang kamu maupun yang bersifat umum. Beberapa contoh skill freelancer adalah: Kemampuan komunikasi: untuk berkomunikasi dengan baik dengan klien dan kolega, baik secara lisan maupun tulisan.Kemampuan adaptasi: untuk beradaptasi dengan berbagai situasi dan kondisi yang mungkin terjadi saat bekerja secara freelance, seperti perubahan deadline, spesifikasi, atau anggaran.Kemampuan belajar: untuk selalu belajar dan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kamu, agar dapat bersaing dan bertahan di pasar yang dinamis dan kompetitif.Kemampuan mengatur waktu dan prioritas: untuk mengatur waktu dan prioritas dengan baik, agar dapat menyelesaikan proyek dengan tepat waktu dan memenuhi kepuasan klien. 3. Bangun portofolio untuk freelance. Portofolio adalah kumpulan karya atau proyek yang telah kamu buat atau kerjakan, yang dapat menunjukkan kemampuan, gaya, dan kualitas kamu sebagai freelancer. Dengan memiliki portofolio yang baik, kamu dapat menarik perhatian dan kepercayaan klien. 📚 Baca juga: 10 Contoh Portofolio yang Menarik untuk Melamar Kerja 4. Buat CV freelancer. CV freelancer adalah dokumen yang berisi informasi tentang diri, pendidikan, pengalaman, keterampilan, dan prestasi kamu sebagai freelancer. Dengan memiliki CV freelancer yang baik, kamu dapat memperkenalkan dan mempromosikan diri kamu kepada klien. Belum punya CV untuk lamar kerja?Buat CV di Cake dengan 50+template CVATS-Friendly🚀 Buat CV 5. Lamar kerja atau gig freelance. Kerja atau gig freelance adalah proyek atau tugas yang ditawarkan oleh klien kepada freelancer, yang biasanya bersifat jangka pendek, spesifik, dan fleksibel. Dengan melamar kerja freelance, kamu dapat mendapatkan penghasilan, pengalaman, dan relasi sebagai freelancer. Kamu dapat mencari dan melamar kerja freelance melalui berbagai situs freelance, seperti Upwork, Fiverr, Sribu, atau lainnya. Kamu juga dapat mencari dan melamar kerja freelance melalui Cake, yang menyediakan berbagai lowongan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan minat kamu. 📚 Baca juga: 7 Cara Menjadi Freelancer Pemula Untuk Cari Untung! Kesimpulan Freelancer adalah pekerja mandiri yang menawarkan jasa atau keahlian kepada klien tanpa terikat kontrak jangka panjang.Kerja freelance adalah pekerjaan yang dilakukan secara lepas atau mandiri dengan sistem per proyek.Freelance memberikan kebebasan dalam menentukan jam kerja dan memilih proyek.Pekerja freelance tidak mendapat gaji bulanan tetap tapi mendapatkan bayaran berdasarkan proyek yang dikerjakan.Kerja freelance sangat beragam sesuai keahlian masing-masing freelancer.Pekerjaan freelance mencakup berbagai bidang seperti IT, desain, penulisan, akuntansi, dan lainnya.Freelancer harus memiliki skill teknis sesuai bidangnya dan skill umum seperti manajemen waktu.Skill freelancer yang harus dimiliki meliputi skill teknis, komunikasi, adaptasi, belajar, dan mengatur waktu maupun prioritas.Pekerja freelance perlu membangun portofolio dan promosi diri untuk mendapat klien. Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Industry & Job Overview
Mar 27th 2024

10 Skill Wajib Data Analyst yang Dicari Perusahaan!

Apakah kamu pernah mendengar pekerjaan “data analyst” ? Pekerjaan ini sedang naik daun seiring dengan meningkatnya perusahaan yang bergantung dengan data dalam manajemennya. Selain banyaknya tawaran lapangan pekerjaan, pekerjaan ini juga memberikan gaji yang cukup tinggi, lho! Apabila kamu tertarik untuk mempersiapkan karir baru di bidang analisis data yang berkembang pesat, terdapat beberapa skill data analyst yang harus dimiliki. Hal ini mencakup baik hard skill maupun soft skill. Untuk lebih lengkap, mari simak sebagai berikut.Daftar isi: Hard Skill Data Analyst Soft Skill Data Analyst Hard Skill Data Analyst Agar bisa sukses, hard skill data analyst yang harus dimiliki adalah sebagai berikut: 1. Machine Learning Machine learning, salah satu cabang kecerdasan buatan (AI), telah menjadi salah satu perkembangan terpenting dalam ilmu data. Skill data analyst ini berfokus pada pembuatan algoritma yang dirancang untuk menemukan pola dalam kumpulan data besar, sehingga meningkatkan akurasinya seiring waktu. Semakin banyak data yang diproses oleh algoritma machine learning, semakin “pintar” algoritma tersebut, sehingga memungkinkan prediksi yang lebih akurat. Data analyst umumnya tidak diharapkan menguasai machine learning. Namun mengembangkan keterampilan machine learning dapat mengarahkan kamu pada jalur karir data analyst untuk masa mendatang. 📚 Baca juga: Apa itu Machine Learning? Pengertian, Manfaat, Metode, Contohnya! 2. SQL dan NoSQL Structured Query Language, atau SQL, adalah bahasa standar yang digunakan untuk berkomunikasi dengan database. Dengan mengetahui SQL, kamu dapat memperbarui, mengatur, dan menanyakan data yang disimpan dalam database relasional, serta memodifikasi struktur data (skema). Karena hampir semua analis data perlu menggunakan SQL untuk mengakses data dari database perusahaan, bisa dibilang SQL merupakan skill yang harus dimiliki data analyst dan harus dipelajari untuk mendapatkan pekerjaan. Faktanya, wawancara data analyst biasanya menyertakan penyaringan teknis dengan SQL. Structured Query Language atau SQL digunakan untuk membuat proses query, mengolah kumpulan data besar, dan memproses informasi dalam database relasional. Sementara data yang tidak terstruktur disimpan dalam database NoSQL berbentuk dokumen. NoSQL biasanya cocok digunakan untuk mengolah data yang sifatnya dinamis, seperti Google dan Facebook. 3. R R adalah salah satu bahasa yang paling banyak digunakan dan digunakan dalam data analyst. Sebuah riset yang dilakukan oleh jurnal profesional Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), Spectrum, menemukan bahwa R berada di peringkat kelima dalam daftar sepuluh bahasa pemrograman teratas yang digunakan pada tahun 2019. Dalam R sendiri terdapat beberapa packages yang berguna untuk menangani analisis dengan cara lebih mudah, antara lain Ggplot2 yang berguna untuk visualisasi data, dan Dplyr yang digunakan untuk manipulasi dan data preparation. Dikarenakan R menjadi salah satu tool yang sering digunakan banyak perusahaan, maka akan menjadi nilai plus jika kamu memahami dengan baik tool ini. 4. Python Penerapan Python pada pengembangan AI sangatlah penting. Memahami Python adalah keterampilan yang perlu dimiliki oleh para analis data untuk terus mengikuti perkembangan terkini karena lanskap profesional yang semakin peduli dengan AI. Mereka yang tertarik untuk lebih mengenal Python juga harus melihat program tambahannya seperti dibawah ini: Numpy berguna untuk manipulasi data.Pandas berguna untuk manipulasi dan persiapan data.Matplotlib berguna untuk memplot dan memvisualisasikan data.Scikit learn yang merupakan pemodelan canggih seperti regresi dan pohon keputusan. 📚 Baca juga: 12 Bahasa Pemrograman Paling Relevan 2024 [Jenis, Contoh, Dll.] 5. Probabilitas dan Statiska Statistika mengacu pada bidang matematika dan sains yang berkaitan dengan pengumpulan, analisis, interpretasi, dan penyajian data. Hal ini mungkin terdengar familiar dan sangat cocok dengan deskripsi tentang apa yang dilakukan seorang analis data. Dengan dasar yang kuat dalam probabilitas dan statistik, kamu akan lebih mampu untuk identifikasi pola dan tren dalam data, hindari bias, kekeliruan, dan kesalahan logika dalam analisis, menghasilkan hasil yang akurat dan dapat dipercaya. 6. Visualisasi data Visualisasi data merupakan representasi data dengan cara yang lebih mudah dicerna, mencakup gambar, grafik, bagan, peta, dan lainnya. Visualisasi ini memberikan informasi yang lebih baik dan lebih mudah dipahami stakeholder. Apabila tim dan stakeholder memahami data sepenuhnya, maka pengambilan keputusan menjadi lebih mudah dan tepat. Terlebih jika keputusan yang diambil berkaitan dengan mendefinisikan pola sekaligus memahami masalah-masalah kompleks. 7. Data Cleaning Pembersihan data adalah salah satu langkah paling penting dalam menyusun model pembelajaran mesin yang fungsional dan sering kali merupakan bagian penting dari aktivitas setiap analis data. Dengan kumpulan data yang dibersihkan dengan benar, algoritma sederhana pun dapat menghasilkan wawasan yang luar biasa. Di sisi lain, data yang tidak bersih dapat menghasilkan pola yang menyesatkan dan mengarahkan bisnis pada kesimpulan yang salah. Jika diperlukan, kualifikasi analis data memerlukan keterampilan pembersihan data yang tepat dan tidak ada dua cara untuk mengatasi hal tersebut. 📚 Baca juga: 20+ Contoh Skill Komputer Dalam CV dan Cara Menulisnya! Soft Skill Data Analyst Selain hard skills, terdapat soft skills yang dibutuhkan data analyst untuk mendukung kesuksesan jalur karir ini, antara lain: 1. Kerja Sama Tim Saat menjadi data analyst profesional, kamu akan bekerja dengan beberapa tim dan expert lainnya, seperti web developer, data engineer, dan data scientist. Dengan demikian, kamu harus merasa nyaman bekerja dengan para stakeholder internal maupun eksternal. Kemampuan bekerja sama dalam tim dan kolaborasi yang kuat menjadikan hubungan dengan seluruh pihak yang terlibat menjadi harmonis dan komunikasi berjalan lancar. Dengan demikian, tujuan atau visi pekerjaan dapat sukses dicapai bersama. 2. Perhatian terhadap detail Perhatian terhadap detail juga menjadi soft skill untuk data analyst miliki. Hal ini akan berpengaruh dalam menemukan informasi yang salah atau berlebihan, sehingga mendapatkan hasil yang bermanfaat. Kamu juga harus mampu mengidentifikasi bagaimana fakta-fakta yang berbeda berhubungan satu sama lain. Kesalahan informasi yang diterima unit bisnis dapat mengakibatkan kesimpulan yang salah sehingga membuang-buang waktu dan uang. Setiap data yang digunakan dalam sistem informasi harus dibersihkan, atau “dihapus” untuk menghilangkan hasil yang tidak relevan, ketinggalan jaman, atau salah. Proses manual dan otomatis mungkin diperlukan untuk memastikan data konsisten dan akurat. 3. Kritis Tidak cukup hanya melihat data saja, namun seorang data analyst perlu memahami dan memperluas implikasinya lebih dari sekedar angka saja. Kamu harus dapat berpikir kritis dan analitis tentang data, mengidentifikasi pola, dan mengekstraksi wawasan dan informasi yang dapat ditindaklanjuti dari informasi yang dimiliki. Hal ini mengharuskan kamu untuk melangkah lebih jauh pada pemikiran, bukan hanya pada pemrosesan. Kamu bisa mengasah keterampilan tersebut dengan melatih diri sendiri. Lain kali jika menghadapi tugas atau latihan analitis, cobalah berpikir, apa makna di balik pola yang kamu lihat? Apa yang diungkapkan data tentang apa yang telah dicapai? Kekurangan apa yang ditunjukkan oleh hal ini? Pertanyaan-pertanyaan ini mengasah keterampilan berpikir kritis saat mempersiapkan karir di bidang analisis data. 📚 Baca juga: 10 Pekerjaan Bidang IT yang Paling Dicari dan Gajinya! Cari kerja dan lamar pekerjaan Data Analyst di Cake sekarang juga!🎉Cari KerjaKesimpulan Seorang data analyst harus memiliki hard skills, antara lain machine learning, SQL dan No SQL, R, python, probabilitas dan statistika, visualisasi data, hingga data cleaning.Selain itu data analyst juga harus memiliki beberapa soft skills, seperti kemampuan bekerja sama dalam tim, perhatian terhadap detail, hingga berpikir kritis. Mau raih pekerjaan impianmu sebagai Data Analyst? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja Cake. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development! --- Ditulis Oleh Christy Angestu ---

Supervisor Adalah: Tugas, Peran, Gaji, dan Cara Menjadinya

Penyelia atau supervisor memegang peranan penting dalam kesuksesan perusahaan atau organisasi bisnis. Supervisor adalah posisi yang bertugas memastikan aktivitas operasional perusahaan berjalan secara lancar dan efisien. Dalam struktur organisasi, supervisor membantu perusahaan mengontrol seluruh staf dan karyawan secara langsung, memastikan mereka bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab, serta mematuhi kebijakan perusahaan. Tanpa supervisor, perusahaan akan mengalami berbagai kesulitan dalam memecahkan masalah dan tantangan di lapangan. Untuk memahami lebih dalam tentang peran supervisor, Cake akan mengupas tugas, peran, gaji, hingga cara menjadi supervisor berkualitas di artikel ini. Simak selengkapnya di bawah ini! Daftar isi: Pengertian, Tugas, dan Peran Supervisor Perbedaan Supervisor dan Manager Cara Menjadi Supervisor Gaji Supervisor Contoh Job Description Supervisor FAQ Seputar Supervisor Pengertian, Peran, dan Tugas Supervisor SPV atau supervisor adalah individu yang bertanggung jawab mengarahkan, mengawasi, dan mengatur kelompok karyawan dalam menjalankan tugasnya. Dalam struktur organisasi, posisi supervisor termasuk tingkatan manajemen paling rendah (lower management) yang terjun langsung mengawasi kinerja harian tim atau departemen. Supervisor berperan sebagai penghubung antara manajemen dan karyawan. Mereka menyampaikan arahan dan kebijakan dari manajemen kepada staf atau karyawan. Selain itu, supervisor juga melaporkan perkembangan dan kebutuhan karyawan kepada manajemen. Dalam menjalankan perannya, seorang supervisor membutuhkan keterampilan komunikasi efektif untuk memastikan informasi dan arahan dapat disampaikan dengan jelas kepada karyawan maupun manajemen. Untuk memastikan kelancaran operasional dan stabilitas kinerja karyawan, supervisor mengemban beberapa tugas penting sebagai berikut: Mengelola dan mengawasi aktivitas harian karyawan dan memastikan mereka bekerja sesuai prosedur dan target yang telah ditetapkan perusahaan.Melakukan evaluasi dan penilaian kinerja karyawan secara berkala, serta memberikan feedback, saran, dan arahan yang diperlukan untuk memperbaiki performa.Mengelola jadwal dan pembagian tugas karyawan sesuai dengan timeline kerja yang ditetapkan oleh manajemen perusahaan.Memberikan instruksi, arahan, dan panduan kepada karyawan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.Membantu mengatasi masalah dan hambatan yang dihadapi karyawan.Menangani konflik atau perseteruan yang muncul dalam internal tim.Mengkomunikasikan informasi, kebijakan, dan keputusan dari manajemen kepada tim dan sebaliknya.Melakukan pelaporan dan dokumentasi seputar kinerja tim, target yang telah dicapai, dan hambatan yang dihadapi kepada manajemen. 📚 Baca juga:Performance Management: Cara Mengelola Kinerja SDM dengan Baik Apa Perbedaan Supervisor dan Manajer? Jika dilihat sekilas, tugas-tugas supervisor mungkin mirip dengan manajer. Namun, posisi supervisor dan manajer memiliki perbedaan fundamental jika dilihat dari aspek otoritas, tanggung jawab, target, gaji, dan faktor lainnya. Dikutip dari situs San Francisco Department of Human Resources (SFDHR), berikut merupakan penjelasan selengkapnya tentang perbedaan supervisor dan manajer dari berbagai aspek: 1. Level Otoritas Manajer mempunyai tingkat otoritas yang lebih tinggi daripada supervisor. Manajer ditugaskan untuk membuat keputusan strategis, merumuskan kebijakan, dan mengelola anggaran yang mempengaruhi departemen atau organisasi. Sementara supervisor memiliki otoritas yang lebih terbatas dan berfokus pada penerapan kebijakan yang sudah ditetapkan oleh manajer. Wewenang supervisor terbatas pada mengarahkan pekerjaan karyawan untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh manajer mereka. 2. Tanggung Jawab Supervisor bertanggung jawab mengelola dan mengawasi tugas harian karyawan, sementara manajer menetapkan target dan outcome yang diharapkan dari aktivitas tersebut. Manajer juga berperan dalam menentukan pendanaan dan alokasi sumber daya untuk unit atau divisi. Kemudian, supervisor menjalankan operasional dengan budget dan resources tersebut. 3. Gaji Otoritas dan tanggung jawab yang lebih tinggi membuat manajer memiliki gaji yang lebih besar dibandingkan dengan supervisor. Gaji supervisor sendiri didasarkan pada kinerja mereka dalam mengelola karyawan atau tim, termasuk kemampuan untuk mencapai target, memotivasi staf, dan menjaga efisiensi operasional. Supervisor berkesempatan promosi ke level manajer apabila memiliki performa yang baik, memiliki keterampilan kepemimpinan kuat, dan mampu beradaptasi dengan tanggung jawab yang lebih besar. 4. Objektif atau Tujuan Manajer menetapkan tujuan atau objektif yang diperlukan untuk memenuhi target perusahaan. Mereka mengkomunikasikan objektif tersebut kepada para supervisor. Kemudian, supervisor bertanggung jawab melaksanakan dan mengawasi pekerjaan karyawan untuk memenuhi tujuan tersebut. 📚 Baca juga:Manajemen Tim: Karakteristik, Manfaat, dan Strategi untuk Manajer Cara Menjadi Supervisor Untuk menjadi supervisor, seseorang perlu memiliki berbagai keterampilan dan memenuhi persyaratan yang biasanya diterapkan oleh perusahaan. Berikut merupakan beberapa langkah yang dapat diambil untuk menjadi supervisor. 1. Tingkatkan Kualifikasi Pendidikan Umumnya, perusahaan mensyaratkan latar belakang pendidikan sarjana yang relevan dengan bidang industri terkait. Selain itu, Anda juga bisa mengikuti pelatihan atau sertifikasi khusus untuk meningkatkan kredibilitas. 2. Kembangkan Skill Kepemimpinan Skill kepemimpinan yang kuat akan meningkatkan peluang promosi menjadi supervisor. Hal ini dikarenakan supervisor sangat memerlukan skill kepemimpinan untuk mengelola tim, memotivasi tim, membuat keputusan efektif, serta menyelesaikan konflik. Mengikuti pelatihan atau bootcamp kepemimpinan bisa membantu mengasah keterampilan ini. 3. Miliki Pengalaman Kerja yang Relevan Pengalaman kerja relevan bisa menjadi senjata andalan untuk menjadi supervisor. Pengalaman dalam mengelola tim, mengkoordinasi event, hingga menangani proyek penting dapat menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan manajerial yang dibutuhkan untuk posisi supervisor. 4. Asah Skill Komunikasi dan Interpersonal Perusahaan cenderung memprioritaskan karyawan dengan skill komunikasi dan interpersonal yang kuat untuk mengisi pos supervisor. Hal ini dikarenakan tugas-tugas inti dari supervisor sangat bergantung dengan keterampilan 5. Pahami Operasional dan Budaya Perusahaan Supervisor perlu memahami bagaimana perusahaan bekerja, termasuk kebijakan, prosedur, dan nilai-nilai perusahaan. Pemahaman yang baik tentang operasional dan budaya perusahaan memungkinkan supervisor membuat keputusan yang tepat dan efektif saat mengelola tim. 6. Tunjukkan Kinerja yang Baik Untuk menjadi supervisor, seseorang perlu konsisten dalam menunjukkan kinerja terbaiknya, termasuk memenuhi target, berinisiatif dalam pemecahan masalah, dan memberi kontribusi positif bagi perusahaan. Kinerja yang baik seringkali menjadi pertimbangan utama untuk mempromosikan seseorang ke posisi supervisor.Profesi SupervisorSedang cari kerja menjadi supervisor? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Kerja 📚 Baca juga:9 Contoh Management Skill yang Penting Dimiliki oleh Manajer Berapa Gaji Seorang Supervisor? Gaji supervisor cukup bervariasi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti wilayah kerja, bidang industri, keterampilan, dan pengalaman kerja. Untuk mendapatkan detail gaji supervisor di Indonesia, tim Cake menghimpun data dari hasil laporan survei perusahaan rekrutmen Persolkelly dan Michael Page Indonesia. Berikut rinciannya: Menurut laporan Persolkelly, rentang gaji tertinggi supervisor ada di industri teknologi dan telekomunikasi. Rentang gaji supervisor di industri ini mulai dari Rp 13.000.000 - Rp 15.000.000 per bulan. Data lain dari Michael Page Indonesia mengungkap rata-rata gaji supervisor di industri teknologi mencapai Rp 30 juta per bulan. Lebih lanjut, rentang gaji supervisor paling rendah ditemukan di industri konstruksi, yaitu mulai dari Rp 8.000.000 - Rp 10.000.000 per bulan. Sebagai catatan, data gaji tersebut diambil dari jajaran supervisor lulusan S1 (sarjana) dengan pengalaman kerja lebih dari 3 tahun. 📚 Baca juga:15 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia! Contoh Job Description Supervisor Sudah siap merekrut supervisor untuk menunjang operasional bisnis Anda? Pastikan menggunakan deskripsi pekerjaan yang lugas dan sederhana agar mampu memberi kesan professional ke kandidat. Dikutip dari LinkedIn Talent Solution, job description supervisor idealnya mencantumkan poin-poin tentang tugas, tanggung jawab, dan objektif secara singkat, tidak lebih dari delapan poin di setiap bagiannya. Berikut merupakan contoh job description supervisor yang baik dan benar: NusaTech adalah perusahaan developer software yang memprioritaskan bisnis berkelanjutan. Untuk mendorong pertumbuhan bisnis, kami membutuhkan kepemimpinan supervisor yang terampil dan berdedikasi tinggi. Kandidat supervisor akan bertanggung jawab atas operasional harian yang didasarkan pada protokol berbasis sistem untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan. Supervisor menjadi garda terdepan perusahaan dalam mengontrol kualitas dan mendorong kepuasan pelanggan secara berkelanjutan. Tugas dan Tanggung Jawab: Mengelola dan mengawasi kinerja tim untuk memastikan pencapaian target harian, mingguan, dan bulanan.Mengarahkan anggota tim dalam pelaksanaan pekerjaan.Melakukan evaluasi dan penilaian kinerja tim secara berkala dan melaporkannya kepada manajer.Menjadi penghubung antara manajemen dan karyawan, menyampaikan informasi dan kebijakan manajemen kepada tim, serta melaporkan feedback dari karyawan ke manajemen.Memastikan kepatuhan terhadap peraturan perusahaan dan hukum yang berlaku.Bekerja sama dengan departemen lain untuk mengelola alur kerja, memastikan pemanfaatan personel dan sumber daya secara optimal.Memotivasi dan menjaga semangat kerja tim, serta membangun budaya kerja yang sehat dan produktif.Mengatasi permasalahan dan konflik internal dalam tim. Kualifikasi: Lulusan S1 Teknik Informatika / Teknik Komputer / Software Engineering/ Ilmu Komputer atau jurusan lain yang relevan.Memiliki pengalaman minimal 3 tahun sebagai supervisor di perusahaan.Mempunyai skill kepemimpinan, komunikasi efektif, dan interpersonal.Berpengalaman dalam penyelesaian masalah dan pengelolaan tim.Mahir mengoperasikan software produktivitas dan alat kolaborasi.Fleksibel dan adaptif dalam menghadapi perubahan dan tantangan lingkungan kerja.Menguasai bahasa pemrograman JavaScript dan manajemen database NoSQLMampu bekerja di bawah tekanan untuk memenuhi tenggat waktu. Benefit: Tunjangan kinerjaAsuransi kesehatan dan ketenagakerjaanProgram pelatihan dan pengembangan karirTunjangan makan dan transportasi 📚 Baca juga:Cara Membuat Jobdesk yang Efektif dan 10 Contohnya! FAQ Seputar Supervisor Apakah supervisor di bawah manajer? Ya. Secara struktural organisasi perusahaan, otoritas supervisor berada di bawah manajer. Supervisor bertanggung jawab mengelola dan mengawasi kinerja tim atau kelompok karyawan pada tingkat operasional. Sementara manajer mempunyai tanggung jawab yang lebih luas, termasuk mengawasi supervisor, pengawasan beberapa departemen, merumuskan kebijakan, strategi, dan memonitor kinerja unit bisnis. Supervisor termasuk pekerjaan apa? Supervisor adalah pekerjaan di bidang manajemen operasional tingkat bawah yang berfokus pada pengawasan dan pengelolaan kinerja kelompok karyawan. Supervisor bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas operasional harian, memastikan proses kerja sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan perusahaan. Apa perbedaan supervisor dan pengawas? Supervisor dan pengawas mempunyai perbedaan dalam beberapa tugas dan tanggung jawab. Supervisor lebih fokus pada manajemen operasional dan pengelolaan tim. Sementara pengawas lebih fokus pada pemantauan, inspeksi, dan memastikan kepatuhan terhadap standar peraturan yang berlaku.Cake adalah aplikasi dan website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake.

Resume Builder

Build your resume only in minutes!