Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Resume & CV
Feb 10th 2025

CV Career Switch: Contoh, Template, dan Tips

Pernah terpikir untuk mengubah jalur karirmu?Switch karir alias banting setir kerja di sektor yang sama sekali berlainan bukanlah hal mustahil di dunia kerja. Data dari Harvard menunjukan bagaimana 50% pekerja di tahun 2023 secara pribadi merencanakan perubahan karier di tahun selanjutnya. Keputusan career switch adalah hal besar, karena itu kamu memerlukan CV yang kuat dan mampu membuat hiring manager melihat potensimu. Cake menyediakan template untuk career switch dalam bahasa Inggris dan Indonesia yang bisa kamu jadikan panduan. Tidak perlu bayar, kamu bebas mengunduh dan menyesuaikan isinya.Part 1Tips Membuat CVCareer Switch1. Buat CV Switch Career yang relevan dengan posisi yang dilamar Membuat CV ATS yang relevan meski profesi baru tidak berhubungan dengan pengalaman sebelumnya tidaklah terlalu sulit jika kamu tahu triknya. Alih-alih menggunakan CV dengan format kronologis, pilihlah format gabungan. Ya, kelebihan utama dari format CV gabungan adalah kemampuannya untuk menonjolkan kemampuan yang sesuai dengan profesi baru, kemudian disertai dengan keterangan mengenai pengalaman saat mempraktikan kemampuan atau keahlian di dunia kerja. Jadi, kamu bisa memilih mana saja pengalaman atau praktik profesional yang sesuai dengan tujuan switch karier! Buat CV dalam 5 menit di Cake! Gunakan 50+ template CV ATS-Friendly, 100% gratis 🚀Buat CV 2. Tulis deskripsi diri dengan menarik, terutama di bagian objektif Ada banyak alasan ketika seseorang memutuskan untuk keluar entah pekerjaan, entah karena finansial, pengembangan diri, atau kebutuhan akan tantangan baru. Satu hal yang pasti, kamu wajib memiliki rencana jelas apa yang ingin kamu lakukan di masa depan. Membuat penilaian diri, riset, membangun jejaring profesional, serta bersikap realistis adalah langkah awal untuk melakukan career switch. Hasil dari tahapan perencanaan karier masa depan tersebut yang kamu munculkan di deskripsi diri. Karena makna switch career adalah perubahan profesi yang cukup drastis, kamu harus mampu menekankan keahlian dan potensi apa saja yang membuatmu jadi kandidat tepat untuk dipilih. 3. Sebutkan skill yang relevan, terutama transferable skills Untuk pekerja dengan pengalaman lebih dari 7 atau 10 tahun biasanya tidak perlu mencantumkan daftar skills di CV terbaru. Hal ini karena pembuktian cara kerja hingga achievement sudah dijelaskan di surat rekomendasi maupun cover letter. Namun untuk kamu yang sedang mengalami transisi karier, daftar transferable skills penting untuk ditulis dalam CV untuk meyakinkan hiring manager kamu bisa adaptif di pekerjaan baru.📚 Baca juga: 10+ Transferable Skills untuk Sukses Menghadapi Dunia Kerja yang Selalu Berubah 4. Tambahkan sertifikasi atau proyek yang relevan Untuk membuat proses switch career semakin lancar, sertifikat dan pengalaman di bagian proyek relevan akan sangat membantu. Ada baiknya untuk memberikan waktu kosong dan anggaran khusus agar kamu bisa mengikuti pelatihan yang bersertifikat.📚 Baca juga: 3 Cara Menulis Sertifikat Dalam CV Agar Menarik! 5. Ubah penulisan bagian pengalaman kerja dan pendidikan Poin kelima kembali menegaskan apa yang sudah disebut pada poin pertama: highlight pengalaman dan daftar pendidikan yang punya relevansi dengan job desc profesi baru. Seandainya tidak ada pengalaman yang berhubungan dengan karier baru, tidak masalah untuk menekankan skills.📚 Baca juga: Ketahui Cara Menulis Pengalaman Kerja di CV Beserta Contohnya Contoh CV Switch Career1. Contoh CV Switch Career dari Digital Marketing ke Product ManagerContoh CVCareer Switch dalam Bahasa Indonesia (Dibuat di Cake)2. Contoh CV Switch Career dari Digital Marketing ke Product Manager dalam Bahasa InggrisContoh CVCareer Switch dalam Bahasa Inggris (Dibuat diCake)Lihat berbagai template CVlainnya di sini, mulai dari CVkreatif, CV ATS, dan masih banyak lainnya👉Lihat Contoh CV3. Contoh CV Switch Career dari Customer Service ke HRContoh CVCareer Switch (Dibuat di Cake)4. Contoh CV Switch Career dari Customer Service ke HR dalam Bahasa InggrisPelangi Jingga [email protected]LinkedIn: linkedin.com/in/pelangijinggaJakarta, Indonesia Professional Summary Customer Service Professional with a Bachelor's Degree in Psychology is transitioning to a Hiring Manager position with key data management, communication, and problem-solving skills. Proficient in hiring manager tools such as Tableau, BambooHR, Workday, Microsoft Teams, and HubSpot. I have completed certified training in human resource information and performance management systems. Work Experiences Data Management - Customer ServicePT Bank Central Asia2022 - 2024 Used Salesforce to track interactions and history and analyze customer behavior and preferences. We successfully increased sales by 25% in the third half of 2024 by understanding the target audience's needs. Communication Skills - Customer ServicePT Bank Central Asia2022 - 2024 Established effective verbal and written communication that reduces misunderstandings between teams.Applied presentation skills using Canva, PowerPoint, and Prezi efficiently and clearly. Problem-solving Skills - Customer ServicePT Bank Central Asia2022 - 2024 Implemented nine problem-solving principles to handle customer complaints and received a 97% performance satisfaction rating.Implemented analytical thinking principles to analyze situations, identify problems, and improve the efficiency of customer solutions. Technical Expertise List Tableau (data analysis and reporting tools)Slack, Microsoft Teams (collaboration and communication tools)BambooHR, Workday (human resource information systems)Salesforce, HubSpot, Zoho (customer relationship management systems) Educational background Bachelor of Science in PsychologyFaculty of Social Sciences, Gadjah Mada UniversityAugust 2019 - August 2021 Training Experience Human Resource Information Systems Training and Introduction - Alison, 2024Performance Management System - MySkill, 2023Tableau Courses - Data Camp, 2023 Language Skills Indonesian: NativeEnglish: Professional Sedang bersiap untuk melakukan career switch? Buat CV-mu di Cake sekarang, gratis 💯Coba SekarangKesimpulanMelakukan switch career makin umum terjadi di kelompok pekerja milenial dan Gen-Z. Untuk bisa memperlancar transisi ke karier yang sama sekali baru, kamu perlu membuat rencana masa depan yang jelas dan CV yang kuat. Pastikan untuk selalu memperhatikan deskripsi diri karena itu adalah bagian paling penting untuk menjelaskan soal kemampuan dan potensimu yang sesuai dengan posisi tujuan.Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD. Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu. Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Resume & CV
Jun 26th 2026

人資愛看的履歷表怎麼寫?解析中文履歷撰寫7大重點與範例!

正在準備履歷表的你,是否還在煩惱履歷表怎麼寫,才能吸引人資的注意?根據統計,一份履歷平均只有 8 秒的閱讀時間,在這短短幾秒內展現專業與個人優勢,就是履歷撰寫的關鍵所在。無論你是應屆畢業的新鮮人,還是正在轉職的求職者,這篇文章將手把手教你履歷怎麼寫才吸睛又具備說服力。我們整理出 7 大履歷格式與技巧重點,並提供實用的履歷表範例、履歷表自我介紹撰寫建議,以及搭配 AI 工具(Cake AI 履歷健檢)來優化內容。不需要華麗詞藻,只要花 10 分鐘,掌握簡單步驟,你也能寫出 HR 愛不釋手的履歷表,提升拿到面試的機會! 本文大綱掌握履歷結構,打造吸睛履歷表1. 個人資訊:履歷表怎麼寫最重要的第一步2. 照片:選對形象照,提升第一印象3. 履歷表自我介紹:用 3 句話快速抓住 HR 的目光4. 工作經歷怎麼寫:呈現專業與成果的核心段落5. 學歷:依求職階段彈性調整順序與內容6. 專業技能:強調硬實力與語言能力,提升履歷表含金量7. 獎項與成就 / 作品集與專案:讓你的履歷更具亮點 不知道履歷怎麼寫才好?快搭配 Cake AI 履歷健檢! 為自己打造一份專屬履歷,提升求職勝率 掌握履歷結構,打造吸睛履歷表 一份優秀的履歷,不只是在「寫自己做過什麼」,更關鍵的是如何清楚、有邏輯地呈現職涯亮點。為了幫助你快速掌握撰寫要點,我們接下來將拆解履歷表中不可或缺的 7 大區塊,針對每一區提供實用的撰寫技巧與格式建議,幫助你依照履歷結構有系統地優化內容。建議你參考這 7 大區塊作為架構,量身打造清晰有條理的個人化履歷留下良好第一印象,同時也提升被錄取的機會!7 大履歷架構搶先看!快速掌握各區塊重點內容個人資訊列出你的姓名、聯絡方式與社群或個人網站連結照片選擇背景乾淨、五官清晰的半身證件照自我介紹簡潔說明職涯背景、技能亮點與求職動機工作經驗搭配量化數據說明具體事例,展現個人工作成效學歷新鮮人可詳列主修、副修、GPA 或專案;已有職場經驗者則精簡至最高學歷即可專業技能列出專業技能、工具、證照或語言能力獎項與成就放上作品集與專案簡報(視情況增減)Cake 履歷範例免費下載、匯出成 PDF/Word 檔在實際撰寫履歷內容前,記得也要先準備一份合適且美觀的履歷模板!Cake 提供多樣履歷模板,求職者可以快速套用模板,製作一份專業且出眾的履歷,並在網頁上或 App 內直接進行內容編輯!完成履歷製作後,還可以根據個人需求選擇免費列印、下載成 PDF/Word 格式的履歷,或透過連結進行線上分享。Cake 免費提供多樣履歷模板,註冊/登入會員後一鍵套用。立即試用如果你需要制式的履歷表範本,也可以點擊右方連結 ➡ 下載 Word 檔Cake 資深獵才顧問,帶你掌握履歷製作 4 大重點你的履歷能在短短 8 秒內通過 HR 的考驗嗎?其實,只要掌握這 4 個關鍵步驟,你的履歷也能成為敲開職場大門的利器!我們邀請到 Cake 的資深獵才顧問 —— Shan,透過獵才/HR 的角度,讓你了解人資在審核履歷時會注意的重點內容,透過 4 大要點,幫助你做出能夠吸引 HR 眼球的履歷! 1. 個人資訊:履歷表怎麼寫最重要的第一步 履歷中的「個人資訊」範例 / 範本在履歷表最上方,建議優先放上「個人資訊」,讓人資一眼就能找到聯絡方式,增加聯繫與面試機會。✅ 必填項目 姓名:使用真實姓名。如有英文名,可一併標示,例如:王小明(Jason Wang)聯絡方式:常用的 Email 與電話號碼,並可註明聯絡時段職涯社群連結:可加上 LinkedIn 或 Cake 履歷頁面,有助於展示完整職涯背景 ⚠️ 選填項目Facebook / Instagram:若個人頁面內容具專業性質(如應徵社群經營職缺時),可作為加分補充GitHub / Behance:若你是工程師、設計師等職位,放上作品連結能有效補充履歷表範例內容 其他與工作較無直接關聯的資訊,如婚姻狀況、國籍、地址或生日等,視應徵產業及企業文化而定,一般情況下可省略,避免資訊過多模糊重點。 推薦閱讀:求職 CV 怎麼寫?中英文 CV 範例模板、3 大格式與內容解析 2. 照片:選對形象照,提升第一印象 選擇背景乾淨、五官清晰的半身證件照,可提升履歷的專業感。若你應徵的是新創或設計類職缺,對照片的形式相對彈性;但若目標是金融、外商等正式產業,建議使用背景簡潔、五官清楚的證件照最為穩妥。除非你是應屆畢業生,否則非初次求職的應徵者不建議使用畢業照作為履歷照片,以免給人經驗不足的印象。 閱讀更多:你履歷照片再這樣放,Offer 直接跟你說掰掰!- 以 Cake 為例 3. 履歷表自我介紹:用 3 句話快速抓住 HR 的目光 履歷表中「自我介紹」建議放在個人資訊之後,以 2~3 句話簡潔說明自己的背景與強項,幫助人資快速建立印象。建議可從職缺的工作內容(Job Description)中擷取關鍵字,回應公司需求,並強調你能帶來的價值。這樣的履歷撰寫方式不只能增加被注意的機會,也讓你的履歷看起來更像是為應徵的公司量身定做的。若你是新鮮人履歷製作者,也可以列出實習經驗、社團經歷、專題專案等,從中展現你具備與「應徵職位產生連結」的軟實力,給面試官留下專業印象。 延伸閱讀:履歷專長怎麼寫?新鮮人必讀的「求職興趣」專長撰寫 答題技巧教學4. 工作經歷怎麼寫:呈現專業與成果的核心段落 履歷中的「工作經驗」建議依照時間由近到遠排列,每份經歷用 2~4 點條列說明,並搭配具體數據,突顯你的成效與能力。這段是 HR 判斷是否繼續閱讀履歷表的關鍵區塊。 撰寫履歷表工作經驗必備的 4 項內容:公司名稱:建議填寫完整公司名稱職稱:附上中英文職稱,有助於 HR 了解你的工作內容及職能範疇工作期間:建議標示年/月或年限,若經歷短暫,可略去具體起訖日工作內容與成效:建議搭配量化數據說明具體事例,說明個人在專案中扮演的角色與實際成效 3 個履歷撰寫技巧:讓你的工作經歷更加分如果想讓你的履歷更與眾不同,從眾多求職者中脫穎而出,務必在呈現工作成效的段落中,搭配以下 3 個小技巧來讓你的履歷更加分! 1. 標示工作年資讓人資快速掌握你的穩定度與資歷深淺。若轉職頻繁,可簡化日期僅標示年份,或略過不記,僅放上與應徵職位連結度較高的經歷。 2. 插入關鍵字參考職缺說明(Job Description)中出現的技能關鍵詞,如「提案規劃」、「溝通協調」、「專案管理」等,在描述中自然融入,強調你具備該職位所需能力。3. STAR 法則呈現成果用 STAR 法則(情境 Situation → 任務 Task → 行動 Action → 成果 Result)呈現具體案例,並加入量化指標佐證,例如:「負責經營社群平台,一季內提高 5000 名粉絲,創造每月 3 萬元銷售額。」 求職履歷的「工作經驗」撰寫範本 / 範例: 履歷的「工作經歷」範例 / 範本5. 學歷:依求職階段彈性調整順序與內容 建議依照學歷時間由近到遠排序,建議標註出畢業年份。若已具職場經驗者可簡潔列出最高學歷;若是應屆畢業生或社會新鮮人,則可以補充與應徵職務相關的課程、專案、比賽或活動成果。新鮮人/畢業生的履歷表怎麼寫 若你缺乏有利的工作或實習經驗,建議在「學歷」多加著墨,強調在學校、自修課程、社團或課外活動中所學習到的硬技能和軟實力,能如何應用在應徵職缺上。讓 HR 認知到你對應徵職務與公司業務的了解,也看見你的積極性。 已具職場經驗者的履歷撰寫建議 若已有一定的工作經驗,「學歷」段落則應放在「工作經驗」之後,簡潔列出最高學歷至大學資訊即可,重點應集中在實戰經歷上。 6. 專業技能:強調硬實力與語言能力,提升履歷表含金量 「專業技能」通常放在履歷表最後,作為總結整理。而專業技能又分為專業能力與語言能力 2 大類:專業能力 這一部分應根據你所應徵職缺的需求,列出具體工具與技能。 設計職:可細分為「設計工具」如 Photoshop、Illustrator、Figma、Sketch 等工程職:依照前端、後端、App、資料庫分類技能,清楚列出程式語言與框架 其他職種則可列出如專案管理、行銷策略、數據分析等核心技能,若有相關證照亦可加註(如 Google Ads 認證、JLPT、PMP 等)。語言能力 在台灣求職時,履歷的「語言能力」通常會放上英文能力,或是其他與工作相關的外語能力,如果有檢定分數,建議以此呈現該語言能力的程度高低;如果真的沒有,再以 Basic(基礎)、Conversational/Intermediate(中等程度、可日常對話)、Fluent(流利)、Native(母語)去標示你的語言能力程度,較能避免解讀標準不一的情況。 小提醒:不建議使用進度條、圖示或百分比來表達技能程度,容易因個人判斷差異造成誤會。 更多知識:履歷專長怎麼寫?新鮮人必讀的「求職興趣」專長撰寫 答題技巧教學 7. 獎項與成就 / 作品集與專案:讓你的履歷更具亮點 履歷的最後一部分可以加入「獎項與成就」或「作品集與專案」,幫助 HR 更好了解你的成就與過往表現,讓履歷更具吸引力。 獎項與成就:將獎項名稱、頒發單位、頒發日期等基本條件條列清楚作品集與專案:建議挑選最多 5 項與應徵職缺或企業相關的作品或專案,並附上作品連結 小技巧:作品集或專案應與「工作經驗」和「專業技能」呼應,讓履歷的每個部分都能互相支持,強化你的整體專業形象。 延伸閱讀:【作品集範例】作品集製作 3 步驟,搭配履歷拿到面試門票! 不知道履歷怎麼寫才好?快搭配AI 履歷健檢! 用 AI 履歷健檢功能,產出符合 ATS 系統的優質履歷既然你已經掌握了履歷表的寫法並完成了你的第一份個人履歷,下一步便是要優化你的履歷。根據統計,約有 70% 的履歷會在第一關就被 HR 刷掉。若未能凸顯與職缺的契合度,你的履歷仍可能在書面審查階段就被淘汰。 為協助你更客觀地檢視履歷品質與職缺的適配度,Cake 推出 AI 履歷健檢工具,運用人工智慧快速比對履歷與職務需求,並提供實用的優化建議與即時編輯功能,有效提升你的履歷在書審階段的通過率!以下是 Cake AI 履歷健檢的重點檢測功能: 職缺適配度評分:上傳職缺描述,或直接選用 Cake 內建職缺,即可比對履歷與職位的適配度。報表分析功能:自動生成詳細報告,清楚標示履歷中需加強的重點。即時編輯功能:可依建議直接在頁面上編輯履歷,不需在不同工具間反覆切換視窗。搭配 AI 建議進行修改:除了自行編輯外,也可以一鍵套用 AI 建議,立即優化履歷內容。免費下載履歷:支援匯出成 PDF 檔,方便進行履歷投遞。啟用 Cake AI 履歷健檢,檢查你的履歷與心儀職缺的適合度,提升求職成功率!立即免費試用 為自己打造一份專屬履歷,提升求職勝率 製作一份條理清晰、內容精準的履歷,是邁向理想職涯的第一步。透過掌握履歷表的七大重點區塊,並針對應徵職缺進行調整,你將更有機會在眾多競爭者中脫穎而出。別忘了,與其寄出大量標準履歷,不如花點時間打造一份真正為自己量身打造的作品! 現在就試試 Cake AI 履歷編輯器,不僅能線上編輯個人化履歷,還結合 AI 履歷健檢工具,針對不同職缺提供即時建議與優化方向,幫助你持續調整、快速更新,在每次投遞中都能展現最佳版本的自己! 推薦閱讀:人資面試必問 10 道面試問題,讓 Cake 帶你完整掌握面試答題技巧【作品集範本】作品集怎麼做?參考作品集製作 3 步驟,搭配履歷拿到面試門票!
Cover Letter
Apr 28th 2026

Cara Mengirim Lamaran Kerja Lewat Email Yang Baik dan Benar, Pasti Dilirik HRD!

RingkasanLangkah-langkah cara mengirim lamaran lewat email yang baik dan benar:Gunakan alamat email yang professionalIsi subjek dengan jelas, menggunakan format[Posisi yang dilamar] - [Nama lengkap]Tulisbodyemail dengan lengkap, termasuk salam pembuka, perkenalan singkat, posisi yang dilamar, dan ringkasan kualifikasiLampirkan CVdan dokumen pendukung dalam format PDFBeri nama file yang rapiCek ulang isi email sebelum mengirimSalah satu cara paling umum untuk melamar kerja adalah dengan mengirim lamaran kerja lewat email.Namun, mengirim lamaran kerja lewat email bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika harus bersaing dengan kandidat lain. Email yang terlihat biasa saja mungkin tidak menarik perhatian HRD, walaupun CV lamaran kerja kamu sudah lengkap dan memenuhi kualifikasi posisi yang dilamar.Lantas, bagaimana cara memastikan agar lamaranmu dapat dipertimbangkan oleh HRD?Dalam artikel ini, Cake akan membagikan tips praktis yang bisa membuat lamaran kerja lewat email lebih menonjol di mata perekrut.Siap membuat lamaran kerja yang menarik perhatian?Simak lebih lanjut di sini! Daftar isi: Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Mengirim Email Lamaran Kerja Cara Mengirim Lamaran Lewat Email Contoh Surat Lamaran Kerja via Email Manfaat Mengirim Lamaran Kerja via Email Tips Mengirim Lamaran Lewat HP Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Mengirim Email Lamaran Kerja1.Buat CV Lamaran KerjaLangkah pertama yang harus dipersiapkan untuk melamar pekerjaan adalah mempersiapkan CV. CV yang baik tidak hanya merangkum pengalaman kerja dan pendidikan, tetapi juga mencerminkan kepribadian dan keterampilanmu dengan efektif.Tenang, sekarang ada banyak cara untuk membuat CV, bahkan kamu bisa membuat CV di hp dengan menggunakan berbagai aplikasi pembuat CV.Buat CVprofesional agar lamaran kerjamu lebihstand out dengan template CVATS-friendly dari Cake! Tingkatkan peluangmu diterima kerja🎉Buat CV2. Siapkan berkas lain yang dibutuhkanSaat mencari lowongan pekerjaan dan ingin melamar, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari dokumen apa saja yang diperlukan untuk melamar. Berkas yang biasanya diminta adalah: CV / ResumeSurat Lamaran Kerja / Cover LetterPas FotoScan KTPScan Ijazah TerbaruScan Sertifikat yang dimilikiScan SKCKPortofolio, jika ada Jangan lupa untuk menyesuaikan berkas yang disiapkan dengan permintaan dari perusahaan. Jika tidak diminta, maka tidak perlu dilampirkan.3. Perhatikan hal di bawah saat mempersiapkan berkasKetika mengirimkan lamaran via email, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:Penamaan berkas harus jelasContoh: CV Reza Adrian, Pas Foto Reza AdrianLampirkan berkas dalam format PDFFormat PDF adalah format yang paling umum digunakan untuk melamar kerja karena tampilan yang tetap konsisten di semua perangkat. Dengan format ini, dokumen yang kamu lampirkan akan tetap terlihat rapi dan profesional, tanpa ada perubahan tata letak.Pastikan ukuran file tidak melebihi 1MBJika file yang dilampirkan terlalu besar, perekrut mungkin malas membukanya karenaloading yang lambat atau memakan terlalu banyakstorage. Sebelum mengirim, sebaiknyacompressfile terlebih dahulu dengantools sepertismallpdfagar lebih ringan dan mudah diakses.4. Gunakan alamat email yang profesionalJika kamu belum memiliki alamatemail, jangan lupa untuk mendaftar terlebih dahulu. Saat membuat email, pastikan alamat tersebut terlihat profesional dan sesuai dengan identitasmu. Untuk menjaga kesan formal, kamu dapat menggunakan kombinasi nama lengkap, angka, dan simbol tertentu. ✅ Contoh alamat email profesional:[email protected]❌ Contoh alamat email tidak profesional:[email protected] Mengirim Lamaran Lewat EmailSetelah memiliki email dan menyiapkan semua dokumen yang diperlukan, sekarang saatnya mengirim lamaran. Kalau kamu memiliki komputer, kamu bisa mengirim lamaran melalui email dari sana. Namun, kalau kamu menggunakan hp, berikut cara praktis mengirim lamaran lewat email di hp, lengkap dengan contohnya.🗳 Cara Mengirim Lamaran Lewat Email 1. Buka aplikasi email yang dimilikiJika tidak memiliki aplikasi email di HP, kamu bisa juga mengirim email lamaran menggunakan browser di HP.2. Pilih “Tulis” atau “Compose” dalam bahasa InggrisSetelah login pada akun email, mulailah membuat email dengan memilih tombol merah yang tertulis "Tulis"Langkah Awal Mengirim Lamaran Kerja Lewat Email3. Isi alamat email perusahaan dan subjek emailPada bagian penerima, tulis alamat email HR ataupun kontak yang tersedia pada iklan lowongan kerja.Pada bagian subjek email:Isi dengan format [ Posisi yang dilamar ] - [ Nama Pelamar ].Cara Menulis Subjek Email Lamaran Kerja4. Salin surat lamaran kerja pada isi email / body messageSaat mau mengirim lamaran kerja lewat email, jangan hanya mengirimkan CV saja.Harus ada kata-kata pengantar yang ditaruh pada body/ isi email, biasanya disebut surat lamaran kerja via email. Surat ini berfungsi seperti surat lamaran kerja pada umumnya, yaitu sebagai surat pengantar kepada rekruter untuk melihat CV yang dikirim dan memproses aplikasi lamaran pekerja.Di bagian bawah, Cake sudah menyiapkan beberapa contoh surat lamaran kerja via email yang bisa kalian copy dan gunakan.Contoh Body Email untuk Melamar Kerja📚 Baca juga:Cara Mudah Menulis Body Email Lamaran Kerja! [+Tips dan Contoh]5. Upload dokumen yang diperlukanKlik tombol yang ditunjuk panah ( berbentuk seperti paper clip ) dan cari dokumen yang akan dilampirkan. Lampirkan berkas-berkas yang sudah dipersiapkan dalam bentuk PDF.Melampirkan Dokumen dalam Surat Lamaran Lewat Email6. Periksa. Cek. PeriksaLangkah terakhir adalah memeriksa dan membaca ulang semua yang telah ditulis dan dilampirkan. Cek apakah ada salah ketik, kekurangan dokumen, nama email penerima, dan lain-lain.7. KirimJika sudah yakin, maka tekan tombol biru yang tertulis kirim. Dengan begitu kamu sudah mengirim CV dan lamaran kerja lewat email.Cara Mengirim Lamaran Lewat EmailCara mengirim lamaran kerja lewat email sangat mudah bukan? Setelah berhasil mengikuti cara mengirim lamaran kerja lewat email baik di komputer maupun di hp, etika cara mengirim lamaran kerja selanjutnya adalah menunggu dengan sabar dan berdoa. Semoga lamaran yang kamu kirim bisa lolos dan mendapatkan undangan untukinterview.Contoh Surat Lamaran Kerja via Email #1 Contoh Surat Lamaran Kerja via Email (Fresh Graduate)Kepada: hr[email protected] Subject: Staff Administrasi - Fifi W. Indah Kepada Yth. Bapak/Ibu HRD, Perkenalkan, nama saya Fifi W. Indah, fresh graduate jurusan Bisnis Administrasi. Dengan ini, saya ingin melamar sebagai Staff Admin PT Karya Anak Bangsa. Saya percaya saya dapat menjadi kandidat yang baik untuk posisi ini karena saya memiliki skill pemecahan masalah, dapat mengatur waktu dengan baik, serta detail-oriented. Selama saya kuliah, saya pernah menjabat sebagai Sekretaris di BEM, dan disana saya bertanggung jawab atas melakukan pencatatan administrasi. Saya juga mahir menggunakan software komputer seperti Microsoft Office. Saya percaya kemampuan yang saya miliki dapat berguna bagi perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Berikut merupakan kontak yang bisa dihubungi dan lampiran dokumen untuk mendukung aplikasi saya. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih. Best regards, Fifi W. Indah +62852-2623-4252 contoh surat lamaran kerja via email (fresh graduate) #2 Contoh Surat Lamaran Kerja via EmailDengan hormat,Sesuai dengan informasi yang didapatkan melalui job fair Universitas Esa Unggul pada tanggal 20 Mei 2021 dimana PT. Bintang Karya membuka lowongan Staff Admin, maka saya yang bertanda tangan dibawah ini:Nama : Cantika DeviTTL : Depok, 15 Maret 1998Pendidikan : D3 Akuntansi, Akademi Akuntansi Universitas Darma PersadaBermaksud untuk mengajukan diri melamar pekerjaan pada lowongan tersebut.Bersama dengan surat ini, saya juga melampirkan dokumen yang dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan. Besar harapan saya untuk menghadiri panggilan tes dan wawancara untuk menjelaskan lebih mendalam mengenai data diri saya.Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasihHormat saya,Cantika Devicontoh surat lamarna kerja via email #3 Contoh Surat Lamaran Kerja via EmailJakarta, 3 Maret 2021 Kepada Yth.Bpk./Ibu. Pimpinan Dengan Hormat, Sesuai dengan lowongan kerja yang dipasang di Cake pada 28 Februari 2023, PT Makmur Sentosa sekarang ini menerima lowongan pekerjaan. Bersama surat lamaran pekerjaan ini, saya ingin mengajukan diri untuk bergabung dengan perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin sebagai sales. Berikut ini adalah biodata singkat saya: Nama: Roy KalinganTempat / tgl. lahir: Depok, 18 Juni 1999Jenis kelamin: Laki-lakiPendidikan terakhir: S1 Ilmu KomunikasiAlamat: Jl. Salemba 3, DepokNo. telepon: 0800123123 Sekarang ini saya mempunyai kondisi sehat baik rohani dan jasmani, dapat berbicara maupun mendengar dan menulis berbahasa Inggris dengan fasih dan memiliki pengalaman magang selama 1 tahun sebagai hubungan masyarakat di salah satu perusahaan di Jakarta. Saya juga lampirkan kelengkapan data diri sebagai berikut. Fotokopi KTPFotokopi KK (Kartu Keluarga)Daftar Riwayat HidupFotokopi SKCKFotokopi Ijazah TerakhirFotokopi Surat Pengalaman Kerja Besar harapan saya untuk menghadiri panggilan tes dan wawancara untuk menjelaskan diri saya lebih detail. Hormat saya, Roy KalinganContoh Surat Lamaran Kerja via Email📚Baca Juga:Contoh Isi Body Email Lamaran Kerja yang Benar dan Cara Menulisnya Tips untuk mengirim CV Melalui Email di HPSiapa bilang mengirim lamaran kerja di email HP susah? Ini dia tips mudah cara mengirim CV dan lamaran kerja via email di HP! Hal yang harus diperhatikan saat mengirim lamaran lewat email di HP: ✅Persiapkan file perhatikan ukuran file lampiran kerja Jika kalian telah menyiapkan seluruh dokumen dalam bentuk PDF dan menyimpan file di HP/ Drive, maka nanti proses mengupload berkas menjadi sangat mudah.Usahakan seluruh file lampiran kerja jangan melebihi dari 1MB, jika file yang dilampirkan sangat banyak, usahakan jangan melebihi 2MB. Hal ini akan membuat HR malas mendownload karena akan memakan memori yang besar. Cara mengirim file lewat email di HP:1. Tekan tombol yang berbentuk📎 2. Pilih lampirkan file: jika menaruh dokumen di HPatau pilih sisipkan dari Drive: jika menaruh dokumen di drive. ✅Taruh surat lamaran kerja di catatan HPSurat lamaran kerja nantinya akan di copy-paste pada isi email, jadi jika sudah memilikinya di HP tidak usah repot-repot mengetik lagi.✅Lebih teliti dalam memeriksa Sebenarnya mengirim CV lewat email di HP tidak berbeda dengan mengirim lamaran lewat email di komputer, hanya saja ukuran layar dan keyboard di HP jauh lebih kecil daripada ukuran layar komputer. Maka dari itu, kemungkinan terjadi kesalahan saat mengirim CV via email melalui HP akan lebih besar daripada di komputer. Namun, hal ini bisa dihindari dengan cara mengecek berulang kali.📚Baca Juga: Lihat 40+ Contoh CV ATS-Friendly dan Menarik! Itulah cara mengirim lamaran kerja lewat email, semoga bisa menambah pengetahuanmu mengenai proses pengiriman CV. Jika kamu juga ingin mencoba cara mengirim CV yang lain, kalian bisa mencoba mengirim CV lewat WA, alias WhatsApp. Semoga pencarian kerjamu berhasil dan sukses mendapatkan pekerjaan impianmu! Langsung lamar ke pekerjaan impianmu di Cake👇🏻 Rekomendasi Lowongan Kerja Sudah siap mengirim surat lamaran kerja?Jangan lupa untuk menyertakan CVyang profesional, tinggal buat lewat HP🎉Buat CVLamar Kerja Lebih Mudah di CakeCake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
People Operations
Jan 20th 2025

AI untuk HR: Manfaat dan Contoh Penggunaannya!

Teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membantu berbagai aspek kehidupan menjadi lebih efektif dan efisien, salah satunya juga dalam bidang Human Resource (HR). Penelitian terkini menyebutkan 41% pekerjaan HR diperkirakan akan berubah ke sistem otomatis pada tahun 2030. Laporan ini juga menyebutkan bahwa 45% responden dari 8.725 profesional HR percaya bahwa AI tidak akan menggantikan posisi pekerjaan HR, namun justru akan membantu dalam efektifitas pekerjaan. AI untuk HR bisa dikatakan sebagai sebuah transformasi masa depan bidang HR. Pasalnya, AI dapat membantu proses rekrutmen, tugas-tugas administratif, serta analisa data menjadi lebih cepat. Tidak hanya membantu pekerjaan HR, namun sistem AI juga dapat bermanfaat bagi pencari kerja untuk mendapatkan informasi dan rekomendasi secara real-time. Dengan semakin banyaknya organisasi yang menerapkan artificial intelligence dalam proses rekrutmen, maka adopsi teknologi AI mesti segera dilakukan agar tetap kompetitif. Dalam artikel ini, Cake akan khusus membahas bagaimana sesungguhnya AI mempermudah pekerjaan HR, apa saja manfaat AI untuk HR, hal-hal apa yang perlu diperhatikan, serta contoh-contoh penggunaan AI untuk HR. Simak informasi lengkapnya di bawah ini.Daftar isi: Manfaat AI untuk HR Contoh AIuntuk HR Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan AI untuk HR Manfaat AI untuk HR Dalam bidang HR, teknologi AI recruitmentdapat digunakan untuk berbagai hal berikut: Manajemen data karyawanProses penggajianProses rekrutmenManajemen performansi dan penilaian karyawanOnboarding karyawan baruTugas-tugas administratif Penerapan teknologi AI untuk rekrutmentelah memberikan berbagai manfaat bagi karyawan dan pencari kerja, diantaranya: Efisiensi biaya dan waktu AI dan sistem otomatisasi dapat digunakan untuk membantu mengolah data yang banyak dan membutuhkan waktu. Misalnya saja AI untuk screening CV, AI dapat membantu menyortir CV sesuai dengan kebutuhan dalam waktu cepat. Dengan begitu, HR bisa fokus dalam pekerjaan lainnya. Selain itu beban kerja yang berkurang juga membuat mereka tidak lagi mengalami burnout. Mengurangi bias AI untuk rekrutmen dapat membantu mengurangi bias. AI akan memprioritaskan kualifikasi dan keahlian yang dicari, dan membantu tim HR untuk membuat keputusan dengan lebih bijak tanpa memperhatikan nama, alamat, ataupun informasi pribadi lainnya. Meningkatkan pengalaman pekerja Pekerjaan administratif tim HR yang sama dan terus berulang bisa saja membuat pekerja merasa lelah dan bosan. AI untuk HR ada untuk meningkatkan pengalaman kerja dan retensi karyawan. Karyawan akan merasa puas dan terbantu dengan pekerjaannya. Mereka jadi bisa menginvestasikan waktu untuk mempelajari dan mencoba ilmu atau pengalaman lainnya, seperti employer branding dan menciptakan program untuk karyawan. Layanan 24 jam Teknologi AI dapat membantu karyawan atau pencari kerja untuk menjawab berbagai pertanyaan seperti informasi perusahaan, proses rekrutmen, absensi, pelatihan, dll. Data real-time Tidak hanya membantu efisiensi pekerjaan, namun AI recruitment juga dapat digunakan untuk menganalisa data secara real-time. Dengan begitu, pengambilan keputusan dan pencegahan risiko dapat dilakukan lebih cepat. 📚Baca juga:Rekomendasi AI Talent Search Terbaik yang Bisa Anda Coba Contoh Penggunaan AI untuk HR 1.Artificial Intelligencedalam Proses Rekrutmen Rekrutmen adalah salah satu tugas utama tim HR. AI untuk rekrutmen akan banyak membantu pekerjaan HR dalam mengelola database pelamar, merespon pertanyaan kandidat, hingga mengatur jadwal wawancara. Tidak hanya itu, ada juga AI talent search yang akan membantu mencari kandidat dengan spesifikasi yang dibutuhkan secara lebih efisien. 2. AI untuk Membuat Iklan Lowongan Pekerjaan Memahami peran signifikan AI pada efisiensi proses rekrutmen, Cake pun ikut memenuhi kebutuhan ini lewat fitur Cake AI Job Description Writer. Employer cukup memasukkan keyword terkait skill yang dibutuhkan dan memilih bahasa yang diinginkan. Dalam hitungan detik, sistem AI akan menghasilkan deskripsi pekerjaan yang terstruktur dan siap dipublikasikan. Fitur ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga memastikan setiap job description mencakup informasi penting yang dibutuhkan calon kandidat. Dengan demikian, employer dapat fokus pada aspek-aspek penting lainnya dalam proses rekrutmen, sementara Cake AI Job Description Writer membantu mengoptimalkan langkah awal pencarian kandidat potensial.Cake AI Job Description Writer Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaan Anda. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga! 🎉Pasang Loker 3. AI untuk CV ScreeningJumlah pelamar yang mendaftar ke perusahaan tentunya bisa berjumlah puluhan hingga ratusan. Dengan AI untuk CV screening, screening CV akan dilakukan secara otomatis sesuai dengan keahlian dan kemampuan yang dibutuhkan. Dengan begitu, tim HR akan banyak menghemat waktu. 4. AI untuk Payrolll Setiap bulannya, tim HR juga bertanggung jawab dalam hal payroll. Bayangkan saja jika setiap bulannya mereka mesti menghitung gaji, lembur, uang makan, asuransi kesehatan, dll. Belum lagi persoalan THR, bonus, hingga pajak. Maka penggunaan AI dapat membantu tugas mulai dari perhitungan, pembayaran, hingga pembuatan laporan menjadi lebih efisien. 5. AI dalam Proses Manajemen Waktu Dalam hal ini, AI akan memudahkan proses manajemen jadwal kerja, seperti shift kerja, jam lembur, pengelolaan absensi karyawan, izin, cuti, dll. Selain membuat pekerjaan menjadi lebih efisien, tentunya AI juga akan menghemat pengeluaran kertas. 6. AI dalam Proses Reimbursement AI untuk HR juga dapat membantu dalam proses pengajuan klaim. Karyawan bisa langsung mengisi data untuk reimbursement. Selanjutnya, tim HR hanya perlu untuk melakukan pengecekan. Hal ini juga akan membantu kesalahan input nominal. 7. AI untuk Pelatihan dan Pengembangan Karyawan Teknologi AI untuk HR dapat membantu analisa data waktu dan biaya yang diperlukan masing-masing karyawan untuk pelatihan skill tertentu, mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan. Selain itu, teknologi AI juga bisa membantu tim HR untuk membuat kurikulum, dan materi pelatihan, khususnya saat orientasi karyawan baru. 8. AI untuk Chatbot Saat ini sudah banyak perusahaan yang memiliki chatbot atau virtual assistant 24 jam. Chatbot HR yang dikembangkan akan membantu karyawan dalam mengakses informasi penting perusahaan, gaji, daftar hadir, dll. Selain itu, chatbot juga akan membantu para calon pekerja yang memiliki pertanyaan berkaitan dengan perusahaan dan HR. 📚Baca juga:AI untuk Rekrutmen: Tren dan Contoh Terbaru 2024 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Memanfaatkan AI untuk HR Hal yang Harus Diperhatikan dalam Memanfaatkan AI untuk HRSebelum menerapkan teknologi AI untuk HR, pastikan Anda memperhatikan hal-hal di bawah ini: 1. Pelatihan Ulang SDM Dengan penerapan teknologi AI, maka cara kerja karyawan pun harus berubah. Maka, dalam hal ini dibutuhkan pelatihan karyawan sehingga mereka mampu beradaptasi dengan sistem otomatisasi. Survey IBM pada tahun 2023 menunjukkan bahwa setidaknya 40% pekerja wajib memiliki pelatihan ulang untuk sistem AI dalam kurun 3 tahun ke depan. Tidak hanya tim HR saja, namun karyawan lainnya juga perlu di edukasi sebelum menerapkan AI recruitment. 2. Privasi Data Penggunaan AI untuk HR melibatkan analisa informasi pribadi karyawan. Oleh sebab itu, hal ini perlu diperhatikan sebelum mengumpulkan data karyawan. Karyawan wajib tahu data informasi pribadi apa saja yang diperlukan dan mengapa hal ini penting untuk penerapan AI. Selain itu, perusahaan juga harus bersifat transparan terhadap pengelolaan data ini. 3. Keamanan Data Dikarenakan data yang diolah adalah informasi penting. Maka, adalah penting bagi pimpinan perusahaan untuk memastikan keamanan data sebelum memanfaatkan teknologi AI untuk HR. Perusahaan bersama tim IT wajib bekerjasama untuk menjaga keamanan dan privasi data agar tidak adanya penyalahgunaan atau pelanggaran yang akan merugikan banyak pihak. 4. Mengetahui Kebutuhan Perusahaan Sebelum menerapkan teknologi AI untuk rekrutmen, perusahaan wajib mengetahui alasan dan kebutuhan mengapa AI perlu dibutuhkan. Alokasikan kebutuhan dengan dana yang dimiliki perusahaan, sehingga penerapan AI bisa berlangsung untuk jangka waktu panjang. 5. Perkembangan Bertahap Penerapan artificial intelligence dalam proses rekrutmen tidak hanya diterapkan sekali saja, namun merupakan perkembangan yang bertahap. Perusahaan harus memahami bahwa pada awal implementasinya bisa saja hasilnya tidak sesuai dengan harapan, maka teknologi harus selalu bersifat fleksibel dan terus berkembang mengikuti kebutuhan dan perkembangan zaman. 📚Baca juga:AI Recruitment untuk Optimalkan Proses Rekrutmen di 2025 Kesimpulan AI untuk rekrutmen dapat membantu tugas HR menjadi lebih efektif dan efisien, dan penggunaannya dipercaya tidak akan menggantikan posisi pekerjaan HR.Apa keuntungan penggunaan AI pada proses rekrutmen karyawan? Efisiensi waktu dan biaya, mengurangi bias, meningkatkan pengalaman kerja, layanan 24 jam, dan real-time.Penggunaan AI HR untuk apa saja? AI talent search, AI untuk rekrutmen, screening CV, payroll, manajemen waktu, proses reimbursement, pelatihan dan pengembangan skill karyawan, serta chatbot.Hal yang harus diperhatikan dalam memanfaatkan AI untuk HR adalah, pelatihan ulang SDM, privasi dan keamanan data, mengetahui kebutuhan perusahaan, serta perkembangan bertahap. Cakeadalah platform rekrutmen dengan +8 jutadatabasetalenta di talent pool global.Pasang lowongan kerja gratisuntuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkanEmployer Brandinglebih efektif bersama Cake. Didukung teknologi ATSCake AIdanRecruitment Consultantprofesional, mulai temukan talenta berkualitas lebih cepat!Dapatkan wawasan mendalam dan konten informatif terkait rekrutmen, manajemen SDM,employer branding,serta tren terbaru di dunia HR hanya di Cake. Jadikan kami sumber terpercaya Anda untuk strategi perekrutan yang efektif dan solusi SDM yang inovatif.
Recruitment & HR
Apr 8th 2025

Ghosting trong tuyển dụng - Cơn khủng hoảng của HR thời 4.0

Nhà tuyển dụng nên làm gì khi bị ứng viên Ghost?Mục lục: Ghosting trong tuyển dụng là gì?Vì sao nhà tuyển dụng bị ứng viên Ghost?Ghosting ảnh hưởng gì đến nhà tuyển dụng?Làm gì khi bị ứng viên Ghost?Được xem là nỗi ám ảnh của giới nhân sự, Ghosting trong tuyển dụng đang bùng phát mạnh mẽ và trở thành trào lưu trong thời đại 4.0. Một cuộc khảo sát về chủ đề này từng chỉ ra rằng: Có đến 83% nhà tuyển dụng từng gặp phải tình trạng bị ứng viên Ghost. Vậy bị Ghosting là gì? Làm thế nào để giải quyết tận gốc vấn đề này? Hãy cùng Cake giải mã nguyên nhân và tìm ra các chiến lược để sàng lọc, kết nối và giữ chân nhân sự phù hợp nhé! Ghosting trong tuyển dụng là gì? Ghosting là gì? Ghost trong tiếng Anh có nghĩa là “ma” và Ghosting dùng để ám chỉ hành vi biến mất chớp nhoáng như một bóng ma. Như vậy, Ghosting dùng để chỉ tình trạng một người đột ngột ngừng giao tiếp, cắt đứt mọi liên lạc mà không một lời giải thích.Thuật ngữ này trở nên phổ biến vào những năm 2010 - thời điểm các ứng dụng hẹn hò online và mạng xã hội lên ngôi. Bị Ghosting trong tuyển dụng là gì? Vậy trong lĩnh vực quản trị nhân sự, Ghosting nghĩa là gì? Đây là tình trạng các ứng viên bất ngờ cắt đứt liên hệ, không phản hồi các thông tin từ nhà tuyển dụng dù trước đó rất nhiệt tình ứng tuyển. Bị Ghost có thể xảy ra trong toàn bộ giai đoạn tuyển dụng, trong đó 3 thời điểm then chốt thường gặp phải là: Ngày phỏng vấn: Ứng viên đợi đến sát giờ phỏng vấn mới thông báo không đến được hoặc âm thầm hủy lịch mà không một lời giải thích.Giai đoạn gửi offer, hẹn lịch phỏng vấn: Ứng viên chần chừ đưa ra quyết định hoặc kéo dài thời gian nhận việc. Đây là một tín hiệu cho thấy ứng viên đang chờ offer từ các bên khác và nhà tuyển dụng có nguy cơ bị Ghost.Ngày nhận việc: Sau khi vượt qua vòng phỏng vấn, ứng viên nhận được lời mời đi làm từ nhà tuyển dụng. Tuy nhiên, đến ngày nhận việc, ứng viên đột ngột biến mất, gọi điện không nghe máy, nhắn tin không trả lời.Vì sao nhà tuyển dụng bị ứng viên Ghost? 1. Trải nghiệm ứng viên kém. Trải nghiệm ứng viên tiếng Anh là “Candidate Experience", là một trong các yếu tố chính quyết định đến thương hiệu nhà tuyển dụng (Employer Branding).Khái niệm "Trải nghiệm ứng viên" (Candidate Experience) Người lao động chọn cách rút lui khỏi đường đua cho một vị trí công việc khi nhận thấy quy trình tuyển dụng quá phức tạp hay chậm chạp. Ngoài ra, sự thiếu chuyên nghiệp trong khâu tiếp đón hoặc trao đổi giữa HR và ứng viên cũng làm giảm mong muốn làm việc tại công ty. 2. Không hài lòng với chính sách đãi ngộ của công ty. Mức lương thưởng hay các chính sách khác mà công ty đưa ra không thỏa mãn kỳ vọng của người lao động cũng khiến họ chọn cách im lặng rời bỏ để tránh phải đối thoại với nhà tuyển dụng. HR bị ứng viên Ghost, cắt đứt mọi liên lạc mà không rõ tại sao. 3. Ứng viên có nhiều “Red flag”. Một số bạn trẻ mới ra trường hoặc ít tiếp xúc với môi trường làm việc chuyên nghiệp thường chưa nhận thức được tầm quan trọng của sự phản hồi. Vì vậy, họ làm việc theo cảm tính, tùy hứng và không đến nơi đến chốn. 4. Ứng viên có nhiều sự lựa chọn. Thông thường, một ứng viên sẽ rải CV ở nhiều nơi để nâng cao cơ hội tìm kiếm việc làm. Khi ứng viên có một offer tốt hơn, nhiều người chọn cách từ chối trong thầm lặng. Đây cũng là nguyên nhân chủ yếu khiến nhà tuyển dụng bị Ghost. 5. Vấn đề cá nhân của người lao động. Ghosting trong tuyển dụng có thể xuất phát từ những lý do cá nhân của ứng viên như: thay đổi định hướng nghề nghiệp, việc gia đình, quá bận rộn, không nhớ lịch vì ứng tuyển quá nhiều công ty cùng một lúc,...Đội ngũ Recruitment Consultant giàu kinh nghiệm của Cake cung cấp giải pháp tuyển dụng hiệu quả - tối ưu thời gian, chi phí và nguồn lực cho doanh nghiệp.Contact Cake Ghosting ảnh hưởng gì đến nhà tuyển dụng?Bị ứng viên Ghost được ví như cơn ác mộng với các nhà quản trị nhân sự, nó không chỉ tiêu tốn thời gian, tiền bạc mà còn tạo ra tiền lệ xấu trong văn hóa giao tiếp nơi công sở. Hãy cùng Cake phân tích những hậu quả mà Ghosting gây ra cho nhà tuyển dụng nhé! 1. Hao tốn tiền bạc, lãng phí thời gian. Theo thống kê của Hiệp hội Quản trị nguồn nhân lực Hoa Kỳ (SHRM): việc chiêu mộ nhân tài thỏa mãn các tiêu chí của doanh nghiệp mất trung bình 42 ngày. Cá biệt, những vị trí yêu cầu cao về kỹ thuật có thể kéo dài đến 62 ngày. Ngoài ra, chi phí trung bình để tuyển một nhân sự cũng lên đến 4.129 USD. Đây là một hành trình đòi hỏi sự đầu tư tâm sức, thời gian và tiền bạc của HR và công ty. Vì vậy, việc Ghosting trong tuyển dụng dù là vô tình hay cố ý cũng gây lãng phí rất lớn đến nguồn lực, tiền bạc và thời gian. 2. Gián đoạn dòng chảy công việc. Nhân sự biến mất không lý do gây trở ngại rất lớn cho việc thiết lập kế hoạch tuyển dụng của HR. Kế hoạch bị thay đổi đột ngột khiến dòng chảy công việc bị gián đoạn ảnh hưởng đến số lượng, chất lượng nguồn nhân lực đầu vào. Ngoài ra, việc thiếu hụt nhân sự thường xuyên có thể khiến tổ chức đánh mất cơ hội chuyển mình và mở rộng phát triển. 3. Ảnh hưởng đến tâm lý, tinh thần của đội ngũ HR Để tìm được một ứng viên phù hợp, nhà tuyển dụng phải mất rất nhiều thời gian, công sức để tìm kiếm, sàng lọc hàng trăm CV, hẹn lịch và kết nối các phòng ban để thực hiện phỏng vấn. Thế nhưng kết quả là bị ứng viên Ghost. Việc thường xuyên bị Ghost sẽ khiến những người làm tuyển dụng mất niềm tin vào ứng viên, ảnh hưởng đến động lực làm việc của họ. Làm gì khi bị ứng viên Ghost?Ngoài những yếu tố chủ quan từ phía người lao động, nhà quản trị nhân sự cần soi chiếu vào chính tổ chức và quy trình tuyển dụng của mình để đưa ra các giải pháp hiệu quả, ứng phó với tình trạng Ghosting trong tuyển dụng. 1. Xây dựng thương hiệu tuyển dụng tích cực. Để thu hút, chiêu mộ và giữ chân nhân tài, doanh nghiệp của bạn cần chú trọng đến việc xây dựng thương hiệu tuyển dụng (Employer Branding) mạnh mẽ, có chất riêng. Đây là một trong những yếu tố cốt lõi giúp giảm thiểu tình trạng bị Ghost trong quản trị nhân sự. 3 giá trị cốt lõi ẩn chứa trong một thương hiệu tuyển dụng gồm:Giá trị lý tính: Lương thưởng, chính sách đãi ngộ,...Giá trị cảm tính: Suy nghĩ, cảm xúc, đánh giá của nhân sự về tổ chức.Tính cách thương hiệu: Bản sắc, giá trị và điểm khác biệt của thương hiệu. 2. Thiết lập hành trình tuyển dụng rõ ràng. Nghiên cứu của Glassdoor năm 2015 chỉ ra: "Một quy trình tuyển dụng nhân sự tuyệt vời có thể gia tăng tỷ lệ giữ chân nhân viên mới lên đến 82%." Quy trình tuyển dụng khoa học, đảm bảo chỉ số Time to hire cao với những điểm chạm cảm xúc chính là sợi dây kết nối với ứng viên một cách hiệu quả nhất. Ngoài ra, hãy dành thời gian phản hồi lại 100% các ứng viên đã gửi CV ứng tuyển dù phù hợp hay không. Bởi điều này thể hiện sự chuyên nghiệp và chỉn chu của doanh nghiệp, đồng thời tạo tiền đề từng bước xóa bỏ tình trạng Ghosting trong tuyển dụng. 3. Giao tiếp hiệu quả, kết nối liên tục. Duy trì việc giao tiếp cởi mở và mang tính cá nhân hóa trong suốt quá trình tuyển dụng sẽ giúp ứng viên cảm thấy thoải mái và sẵn sàng chia sẻ, kết nối. Ngoài ra, hãy cập nhật liên tục, nhanh chóng tiến trình tuyển dụng và kết quả đến các ứng viên để củng cố niềm tin của họ. Đặc biệt, nhà tuyển dụng cần xây dựng mối quan hệ tốt đẹp với người lao động bằng cách thể hiện sự quan tâm đến nguyện vọng, mục tiêu nghề nghiệp của họ. Điều này sẽ gây thiện cảm với ứng viên, giảm thiểu tối đa tỉ lệ Ghosting trong tuyển dụng. 4. Minh bạch chính sách đãi ngộ, lương bổng. Sự mập mờ về chính sách lương thưởng, phúc lợi sẽ khiến nhân sự đặt dấu chấm hỏi về độ uy tín và minh bạch của công ty. Những thông tin tuyển dụng như lương thỏa thuận hoặc thu nhập phụ thuộc vào năng lực sẽ khiến người lao động cảnh giác, gửi CV cho có hoặc nhà tuyển dụng bị Ghost vào phút cuối. 5. Đưa ra những Offer hấp dẫn. Với những ứng viên tiềm năng, nhà tuyển dụng hãy đưa ra các Offer tốt nhất ngay từ đầu để chiêu mộ hiền tài. Đồng thời, hãy thể hiện sự chào đón nồng nhiệt và mong muốn hợp tác lâu dài với những nhân sự tài năng. Ngoài ra, nhà quản trị có thể áp dụng các chính sách tuyển dụng và phúc lợi linh hoạt nhằm giữ chân ứng viên và giảm thiểu tình trạng bị Ghost, ví dụ: làm việc Remote, Hybrid Working, thời gian làm việc linh hoạt,... 📍Kết luận Ghosting trong tuyển dụng là một hiện tượng tiêu cực cần được giải quyết triệt để nhằm xây dựng môi trường công sở lành mạnh, văn minh. Hiểu rõ nguyên nhân sâu xa của hiện tượng này sẽ giúp nhà tuyển dụng tìm ra chìa khóa để giải quyết triệt để vấn đề bị ứng viên Ghost. Ngoài việc xây dựng quy trình tuyển dụng tối ưu, chuyên nghiệp, tích cực kết nối với ứng viên, nhà tuyển dụng cũng cần có hệ thống chính sách phúc lợi rõ ràng. Đội ngũ Recruitment Consultant giàu kinh nghiệm của Cake cung cấp giải pháp tuyển dụng hiệu quả - tối ưu thời gian, chi phí và nguồn lực cho doanh nghiệp.Contact Cake
Resume & CV
May 12th 2022

Writing a Professional CV Summary [15+ Examples for Different Jobs]

Created by CakeIn this article, you will learn about:What Is a CV Summary?When You Should Include a CV SummaryHow to Write the Best Summary for a CVTips on How to Write a Summary in a CV15 Resume Summary ExamplesA CV summary, or Curriculum Vitae summary, is a paragraph that contains the highlights of your professional career. It is a strong statement that summarizes who you are, what makes you unique, your expertise, and your accomplishments. A CV summary is often confused with CV objectives. However, it is important to note that CV objectives are often utilized by freshers, to speak to hiring managers about their goals and prospects. In this article, we will provide useful information on CV summary, including guide to writing a professional curriculum vitae summary, who should and when to include a CV summary, tips on writing a professional summary for CV and professional CV summary examples.What Is a CV Summary?A CV summary is a short paragraph on the top of a resume that narrates a job seeker’s talent and performance. It is essentially a summary of your qualifications that allows the hiring manager to scan through your most impressive accomplishments. A CV summary is also called: Resume summaryCareer summary statementProfessional summaryPersonal profileProfile summary Although they may be different in names, they are all similar in purpose. The goal of a CV summary is to make a powerful introduction of yourself to hook the manager into understanding more about you. When You Should Include a CV SummaryAlthough often recommended, a CV summary section is not a requirement in all CVs. How do you decide if you want it or not? Here are the people who can benefit from adding a career summary statement on top of their CV: You are an experienced professional. A CV summary is ideal for job applicants with more than three years of professional experience. Your professional skills can be proven by past performances, which is highlighted in the professional summary for your CV. You have notable work achievements. A CV summary acts as a highlighter for professional experience. If you have outstanding work achievements, adding them in the CV summary will help it get noticed. You want to catch the recruiters’ attention with a summary of your experiences and skills on the CV. The CV summary section can be a strong opening that emphasizes the experience that makes you unique. If you want to catch the recruiter’s attention, craft the personal summary for your CV carefully. You want to make your CV more eye-catching. Most CVs share a similar structure, which can be dull and repetitive. A CV summary section allows more space for personalization, which can be more eye-catching to the recruiters. You want to introduce yourself with sentences instead of bullet points. The CV summary is like a shorter version of a professional cover letter. In simple narration, it speaks to the hiring manager about your most notable achievements, prospective contributions, and attributes that make you unique. It adds a more personal touch and allows room for more character in your language use compared to using bullet points. How to Write the Best Summary for a CVA CV summary is a preview of your resume experience and achievements. But how do you write the CV summary exactly? ✨ First sentence with a powerful adjective Always remember that your CV summary can make or break the first impression that you bring to the reader, so it’s important that you start with a powerful opening. Add one or two powerful adjectives to describe your experience or personality. Examples ofpowerful adjectives to insert in the CV summary:Self-motivatedData-DrivenCertifiedDetail-orientedetc. ✨ Your professional title and years of experience Next, add your position title. It should appear as early as possible as it really is the part that describes you as a professional the most.By now, it should look like this:Certified medical assistant with three years of experience in urgent care clinics. Note that what makes a CV perfect is its relevance to the job. Be sure to tailor your CV summary by adding some keywords directly from the job description. ✨ How you can help the employer to reach their goal When writing a professional CV summary, think from the hiring manager’s angle. They’d like to know what you can contribute. Address how you can help them in your CV summary.For example:Eager to assist FastOn in developing an effective marketing strategy with data-supported service products. This part of your CV summary is also a good chance to show off your motivation, vision and interest in the company by telling them how you want to contribute to the further development of the company. ✨ Your most impressive work achievements Finally, you want to show your ability in providing assistance. The next sentence of your CV summary should focus on demonstrating your best achievements. For example:Increased member base by 10% by integrating and monitoring multiple digital marketing channels to project unified marketing campaigns.💡 Pro Tip: Adding quantified measurements related to your achievements/responsibilities increases credibility and makes your statements more persuasive. Tips on How to Write a Summary in a CVAs you begin writing a career summary for your CV, here are some useful tips to follow through: 💡 Write only 3-5 sentences. The goal of the CV summary is for the hiring manager to glance quickly. Therefore, a solid and concise CV summary will always beat a long and unimpressive one. 💡 Use numbers and details.Take some time to look back on your work. Calculate the result with percentages, dollar amounts, time span, and so on. Including metrics and data in your CV summary will make your achievement more persuasive.💡 Pro Tip: This is why it is always important to keep track of your performance at work. However, if you do not have your hand on the necessary data, ask your supervisor or colleagues, or do a self-assessment. 💡 Keep it relevant to the job.Before taking any action, read closely through the job posting ad. Remember, the hiring manager is not looking for someone competent, but someone who is competent for the job role. When writing your CV summary, always relate your work experience with the desired job description. It will surely make your CV summary attractive in the eyes of the hiring manager. 💡 Omit personal pronouns (e.g., I) in the CV summary.Writing in personal pronouns may make a CV look a bit childish. After all, if it isn’t you, who else could it be? Instead, try to start your CV summary with a sentence starting with an impressive and impactful adjective. 💡 Include other relevant experience if you have limited relevant professional experience. Writing a CV summary with no experience can be a headache for freshers or junior applicants. Most recent graduates or students don’t have enough professional experience to even summarize into an introduction.However, you can dig into other related experiences and add in your CV summary to seize attention. For example:School projects/coursesVolunteer experienceFreelance workPersonal projectsInternshipsHobbies interestsGPA degree (for students/recent graduates) These are all valuable experiences where you can surely seek relevant material to put in your professional summary on a CV. 15 Resume Summary ExamplesOutline:CV Professional Summary for FreshersCV Summary with No ExperienceCV Summary Examples for StudentsExecutive CV SummaryTeaching CV Professional SummaryCustomer Service CV SummaryProject Manager Professional Summary for CVAccountant CV SummaryCareer Changer Summary Statement ExampleNurse Professional Summary ExampleProfessional Summary Examples for Sales CVCareer Summary for NGO JobIT Professional Summary ExampleHR Professional Summary ExampleData Entry CV Summary Example CV Professional Summary for Freshers“Hard-working and creative design graduate from Rochester Institute of Technology with a GPA of 3.9 seeking an entry UX designer role in Rene Inc. to optimize usability. Increased usability score by 60% with a new wireframe for crucial function in previous UX design intern role at Covision.”CV Summary with No Experience“Proactive student pursuing B.A. in Media Studies at Northwestern university. Seeking to join iGula as a digital marketing intern to develop online marketing campaigns and establish robust relationships with customers. Organized a large event that attracted over 500 people with successful channel planning.”CV Summary Examples for Students“Disciplined and motivated sophomore student with expected B.S. in Information Technology (GPA 3.9) from University of Boston. Eager to join Arbus as a back-end engineer to help optimize API reports and algorithms. Previous half-year internship at MM Data and experience with SQL database and user analysis.”Executive CV Summary“Organized executive with 14+ years of experience in digital strategic planning, business development, and financial management. Increased annual revenue by 43.5% by incorporating a new user monitoring analytic system. Recognized for affiliative and pacesetting leadership. Skilled at reexamining and implementing cross-functional collaboration and marketing communication arrangements.”Teaching CV Professional Summary“Personable high school teacher with 7+ years of experience in English teaching. Incorporated interdisciplinary instructional material to facilitate literature understanding and class participation by 67%. Adept with multiple learning methodologies to utilize 350+ students that received a 35% exam improvement rate.”Customer Service CV Summary“Driven customer service clerk with 2.5 years of experience in providing technology solutions. Eager to assist Berrywell’s users in solving complex software problems. Received response time by 50% by establishing problem flow systems for common questions.”Project Manager Professional Summary for CV“Agile project manager with 5+ years of professional experience in cyber security. Assisted 15+ international clients in developing and implementing malware activity tracking systems. Outstanding problem-solving and communication skills will help Seal Inc. retain and secure new client relationships.”Accountant CV Summary“Meticulous and dedicated Certified Public Accountant with 4 years of experience helping companies organize $2M financial analysis, budget, and audits. Finalized financial data reports and helped save company expenses by 8%.”Career Changer Summary Statement Example“Versatile sales associate with 3+ years of experience in the automobile industry seeking to leverage service skills as a customer support specialist at ITP. Grew sales by 20% and achieved a 99.8% positive rate that surpassed colleagues by 15%. Eager to provide spotless service to help ITP secure current users.”Nurse Professional Summary Examples“Trilingual professional registered nurse with 6 years of experience in geriatric nursing. Eager to join Smiths Hospital to provide effective nursing planning and care solution experience as RN at St. Patrick Hospital. Supervised medication schedule of 18 patients with accurate standard procedure.”Professional Summary Examples for Sales CV“Charismatic sales associate with 3 years of experience in high-end fashion brands. Eager to join Austen fashion to help generate brand awareness. Exceeded company KPI by 35% for 7 months in a row. Awarded best sales associate for two consecutive seasons.”Career Summary Example for NGO Job“Personable marketing professional with 6+ years of experience working for rare diseases NGOs. Utilized digital marketing strategy to implement successful campaigns that raised and exceeded donation by 300% and fan base by 400%. Eager to join TaYou to help raise awareness for the cranium.”IT Professional CV Summary Example“Passionate IT professional consultant with 10+ years of experience working with banks in the FinTech industry. Skilled in identifying procedure weaknesses. Cut loading time by 50% and assisted 20+ clients by building a technical self-diagnosis report. Seeking to leverage technical skills as senior IT consultant at Xemeo.”HR Professional CV Summary Example“Keen Human Resource generalist with 4+ years of experience managing employees. Seeks to enhance Focus Inc.’s applicant quality. In previous position, developed a two-week onboarding training program to boost positive participation by 20%. In addition, cut average recruitment time by 35% by seeking effective channels and posting eye-catching ads.” Data Entry CV Summary Example“Detail-oriented and speedy data entry clerk with 2 years of experience organizing complex data. Cut data-entry time by 30% with 100% accuracy. Skilled at excel functions and generating visualized reports to help employers understand problems.”With Cake, you can easily create a CV online, free download your CV's PDF formats, and utilize ATS-compliant templates to create a CV. Land your dream job, create your CV online (free download) now!Create CV--- Originally written by Wu Chao Min ---
Recruitment & HR
Apr 8th 2025

Screen CV là gì? Các bước screen CV hiệu quả nhất hiện nay

Quy trìnhCV screening đúng chuẩn Mục lục: Screen CV là gì?Các bước screen CV hiệu quảNhững lỗi thường gặp khi screen CVHR nào cũng dễ mắc phải Theo Tổng cục Thống kê, năm 2023, nước ta có gần 1,07 triệu người thất nghiệp trong độ tuổi lao động nhưng trên các diễn đàn tuyển dụng, việc thiếu nhân sự tại các doanh nghiệp vẫn liên tiếp xảy ra do không tìm được ứng viên phù hợp.Để khắc phục tình trạng này, nhiều nhà tuyển dụng đã sử dụng screen CV trong quá trình sàng lọc CV ứng viên và coi đây là một cách tuyển dụng nhân sự hiệu quả, giúp họ tiết kiệm nhiều thời gian và chi phí. Vậy screen CV là gì? Làm sao để sàng lọc hồ sơ ứng viên hiệu quả trong thời gian ngắn? Những lỗi thường gặp khi screen CV khiến HR khó tìm được ứng viên “match” với doanh nghiệp. Cùng khám phá câu trả lời ngay trong bài viết dưới đây. Screen CV là gì? Khái niệm screen CV Chắc hẳn khi được hỏi “Screen là gì?” trong ngành tuyển dụng, sẽ có không ít người gặp khó khăn trong việc định nghĩa thuật ngữ này một cách chính xác nhất. Thực tế, “screen” trong tuyển dụng là thuật ngữ dùng để chỉ việc sàng lọc CV ứng viên theo tiêu chí cụ thể để chọn ra những ứng viên phù hợp nhất.Đây là bước quan trọng của quá trình tuyển dụng, giúp các HR tiết kiệm thời gian và công sức trong việc chọn lọc ứng viên tiềm năng cho vòng phỏng vấn từ hàng trăm, hàng nghìn CV ứng tuyển.Sàng lọc CV xin việc như thế nào? Trong quá trình sàng lọc CV xin việc (CV screening), bộ phận HR hoặc các chuyên gia tư vấn tuyển dụng nhân sự (Recruitment Consultant) sẽ tiến hành kiểm tra, đánh giá tính chính xác và đầy đủ của thông tin trong hồ sơ ứng viên dựa theo tiêu chí và nhu cầu tuyển dụng của doanh nghiệp.Những tiêu chí được nhà tuyển dụng quan tâm hàng đầu gồm có: kinh nghiệm làm việc, thành tích, kỹ năng, tính cách, năng lực,... Hơn nữa, để đảm bảo quá trình screen CV đạt hiệu quả tốt nhất, các HR và Recruitment Consultant sẽ phối hợp cùng các bộ phận/cá nhân có chuyên môn cao của doanh nghiệp đăng tuyển.Họ có thể tham gia vào quá trình tạo bảng tiêu chí đánh giá hoặc trực tiếp cùng sàng lọc ứng viên về mặt chuyên môn để tìm ra nhân sự xuất sắc.Lợi ích của việc CV screening đối với doanh nghiệp Tiết kiệm thời gian và công sức nhờ tiếp cận đúng ứng viên phù hợp nhất, tiềm năng nhất với vị trí tuyển dụng.Dễ dàng tìm kiếm những ứng viên “ưu tú” nhất dựa trên danh sách ứng viên chất lượng sau khi đã loại bỏ những CV không phù hợp.Đảm bảo tính khách quan và nhất quán giúp doanh nghiệp hạn chế rủi ro bỏ lỡ nhân tài do đánh giá theo cảm tính hoặc thiếu tính công bằng trong quá trình sàng lọc CV ứng viên.Tối ưu hoá quy trình tuyển dụng.Nâng cao chất lượng tuyển dụng nhân sự vừa có chuyên môn, vừa phù hợp với văn hóa công ty. Các bước tuyển dụng nhân sự hiệu quảĐội ngũ Recruitment Consultant giàu kinh nghiệm của Cake cung cấp giải pháp tuyển dụng hiệu quả - tối ưu thời gian, chi phí và nguồn lực cho doanh nghiệp.Contact Cake Các bước screen CV hiệu quả 1. Nghiên cứu và tạo bộ lọc các tiêu chí đánh giá hồ sơ ứng viên Quá trình sàng lọc CV ứng viên luôn bắt đầu bằng việc xác định tiêu chí đánh giá cụ thể. Đây là căn cứ quan trọng để nhà tuyển dụng có thể xác định mức độ phù hợp của ứng viên với vị trí mà doanh nghiệp đang đăng tuyển. Các tiêu chí đánh giá được chia thành 3 mức độ khác nhau là: Tiêu chí đánh giá cơ bản về trình độ học vấn, kỹ năng, cách thức trình bày CV,... nhằm xác định mức độ hiểu biết của ứng viên đối với vị trí ứng tuyển.Tiêu chí đánh giá trọng tâm xoay quanh kinh nghiệm làm việc, số năm làm việc, những thành tích ứng viên đã đạt được,... để xác định năng lực làm việc của ứng viên và khả năng tạo ra giá trị cho công ty sau một khoảng thời gian gắn bó.Tiêu chí đánh giá bổ sung gồm sở thích, tính cách, nơi ở, tình trạng hôn nhân,... để xác định độ phù hợp của ứng viên với văn hóa công ty cũng như có những đề xuất, định hướng phát triển dành cho nhân sự khi làm việc tại doanh nghiệp ứng tuyển. 2. Loại bỏ các CV ứng viên không đạt tiêu chuẩn, có lỗi sai cơ bản Hầu hết các nhà tuyển dụng đều đánh giá cao những CV có hình thức ngắn gọn, dễ hiểu và chỉn chu. Vậy nên ngay sau khi xây dựng hệ thống tiêu chí đánh giá, họ sẽ tiến hành loại bỏ những hồ sơ ứng viên không đạt tiêu chuẩn về cách trình bày hình thức lẫn nội dung như lỗi chính tả, sử dụng font chữ không phù hợp,... trước khi đi vào đánh giá chuyên môn, kỹ năng. 3. Tổng hợp danh sách CV ứng viên đáp ứng đủ các tiêu chí đánh giá cơ bản Ở bước này, nhà tuyển dụng sẽ thực hiện phân tích sâu hơn hồ sơ ứng viên để tìm ra những CV chất lượng nhất theo hệ thống tiêu chí đánh giá đã lập bước 1 và tổng hợp thành danh sách ứng viên chất lượng. Đi cùng với sự phát triển mạnh mẽ của thời đại 4.0, việc sử dụng AI trong tuyển dụng đã mang lại hiệu quả cao trong việc phân tích dữ liệu ứng viên một cách toàn diện, chi tiết. Chính vì thế, nhiều HR hiện nay đã ứng dụng thuật toán AI hỗ trợ doanh nghiệp tìm ra hồ sơ ứng viên tiềm năng, có thể đáp ứng yêu cầu công việc tại vị trí tuyển dụng một cách tự động hóa. 4. Sàng lọc CV và tạo danh sách ứng viên tài năng nhất Bằng cách so sánh để tìm ra những điểm chung, điểm yếu của từng CV, nhà tuyển dụng có thể nhận biết đâu là ứng viên phù hợp với yêu cầu tuyển dụng. Đồng thời, đánh giá được mức độ chuyên môn và kỹ năng của nhân sự tương lai có thực sự đáp ứng kỳ vọng của người đứng đầu doanh nghiệp ứng tuyển hay không. 5. Xác nhận thông tin từ ứng viên Từ danh sách hồ sơ ứng viên tiềm năng nhất, nhà tuyển dụng cần kiểm tra tính chính xác về thông tin cũng như độ trung thực của người lao động trong quá trình viết CV ứng tuyển. Một số cách xác nhận thông tin từ ứng viên được nhiều nhà tuyển dụng hiện nay áp dụng phổ biến như: Reference check, tức là gọi điện trực tiếp đến đồng nghiệp hoặc sếp cũ của ứng viên để xác minh thông tin.Làm bài test nhanh.Yêu cầu ứng viên chia sẻ về một số dự án/sản phẩm đã thực hiện và hiệu quả.Hỏi đáp hoặc phỏng vấn trực tiếp với các câu hỏi tình huống để quan sát phản xạ và khả năng giải quyết vấn đề của ứng viên được chọn. Đọc thêm:Vì sao cần trang bị kỹ năng phỏng vấn tuyển dụng? Những lỗi thường gặp khi screen CVHR nào cũng dễ mắc phải ❌Tiêu chí tuyển dụng mơ hồ, không rõ ràng Phần mô tả các tiêu chí tuyển dụng không rõ ràng, thiếu chi tiết sẽ gây cản trở nhà tuyển dụng screen CV, dẫn đến việc đánh giá CV trở nên khó khăn, thiếu sự nhất quán.Để tránh lỗi này, nhà tuyển dụng cần xác định rõ yêu cầu, kỹ năng, kinh nghiệm cụ thể mà họ đang tìm kiếm ở ứng viên cũng như đưa ra những câu hỏi phỏng vấn phù hợp. ❌Sàng lọc CV ứng viên theo ý kiến chủ quan của cá nhân người tuyển dụng Việc đánh giá CV ứng viên theo cảm tính sẽ khiến kết quả đánh giá không được khách quan. Trong trường hợp này, bộ phận HR nên song song xây dựng chân dung ứng viên để hiểu rõ người mình cần gặp và sử dụng thang điểm đánh giá dựa trên nhu cầu của doanh nghiệp để sàng lọc CV. ❌Đánh giá CV ứng viên hời hợt Việc không đọc kỹ thông tin của ứng viên và bỏ lỡ thông tin quan trọng sẽ khiến nhà tuyển dụng “tuột mất” cơ hội tuyển dụng những ứng viên xuất sắc. ❌Thiếu linh hoạt trong quá trình screen CV Việc phụ thuộc hoàn toàn vào các tiêu chí đánh giá như số năm kinh nghiệm, chuyên môn,... có thể khiến nhà tuyển dụng vô tình loại bỏ những ứng viên khác có tiềm năng tương đương và có thêm kỹ năng đặc biệt khác nhưng mới ra trường hoặc chuyển nghề. ❌Chủ quan, không xác thực thông tin từ ứng viên Trong quá trình sàng lọc hồ sơ, nhiều HR thường bỏ qua bước Reference check dẫn đến sai sót trong quá trình đánh giá năng lực của ứng viên.Điều này sẽ kéo theo rủi ro về quyết định sai lầm khi tuyển dụng, tuyển ứng viên không đáp ứng được yêu cầu công việc mà doanh nghiệp mong muốn. Cách khắc phục tốt nhất là kết hợp kiểm tra và xác thực thông tin trong hồ sơ ứng viên thật kỹ lưỡng trước khi đưa ra quyết định cuối cùng. ❌Không ứng dụng công nghệ vào tuyển dụng Việc không ứng dụng trí tuệ nhân tạo vào tuyển dụng mà chỉ dùng sức người thực tế có thể gây tốn kém chi phí, kéo dài thời gian tuyển dụng mà hiệu quả đem lại không cao. Kết luận Đóng vai trò quyết định hiệu quả của quá trình tuyển dụng, CV screening không chỉ giúp nhà tuyển dụng tiết kiệm nhiều thời gian lẫn công sức trong việc sàng lọc hồ sơ ứng viên mà còn đảm bảo về chất lượng đầu vào của nhân sự mới. Hy vọng những thông tin mà CakeResume đã cung cấp trong bài viết sẽ giúp bạn đọc hiểu rõ screen CV là gì, các bước sàng lọc hồ sơ ứng viên hiệu quả nhất cũng như tránh mắc những lỗi thường gặp để quá trình tuyển dụng đạt được kết quả tốt nhất.Đừng quên ứng dụng trí tuệ nhân tạo để quá trình này diễn ra nhanh chóng, tối ưu chi phí và tăng hiệu quả nhé! Đội ngũ Recruitment Consultant giàu kinh nghiệm của Cake cung cấp giải pháp tuyển dụng hiệu quả - tối ưu thời gian, chi phí và nguồn lực cho doanh nghiệp.Contact Cake
Resume & CV
Oct 28th 2024

Contoh CV Sales Marketing Bahasa Indonesia dan Inggris, Gratis!

Sedang mencari contoh CV Sales Marketing yang bisa langsung dipakai? Kamu datang di situs yang tepat! Sales Marketing adalah salah satu sektor yang terus mengalami perubahan strategi karena tren konsumen yang mudah berganti, apalagi dengan masifnya penggunaan sosial media. Harvard Business Review menemukan fakta bahwa ketidakselarasan antara sales dan marketing bisa berpotensi pada kerugian bisnis yang sangat besar. Oleh karena itu, CV Sales Marketing yang baik mensyaratkan penulisan deskripsi diri yang tepat, rincian pengalaman kerja yang komprehensif, dan elaborasi skills yang mampu menyeimbangkan antara strategi penjualan dan pemasaran. Melalui artikel ini, Cake menyediakan contoh CV untuk Sales Marketingdalam bahasa Indonesia dan Inggris yang bisa kamu unduh secara gratis. Cek selengkapnya di bawah ini! Daftar isi: Cara membuat CV Sales Marketing Contoh CV Sales Marketing Cara Membuat CV Sales Marketing 1. Sediakan Informasi Kontak yang Memadai Pada setiap contoh CV Sales Marketing yang disusun oleh Cake, kami selalu memastikan informasi kontak sudah tercantum di bagian atas sebelah kiri. Jenis informasi ini meliputi: Informasi Kontak di CV Nama panjangAlamat emailNomor teleponAkun LinkedInLink portofolio (jika ada)Domisili Informasi kontak tidak hanya digunakan dalam CV, tapi juga cover letter, portofolio, surat referensi, di badan email, dan seluruh lampiran yang dibutuhkan dalam lamaran kerja. Mengapa bagian ini penting? Berikut beberapa penjelasannya: Memudahkan HRD untuk mengidentifikasi materi lamaran kandidatMemudahkan HRD untuk menghubungi kandidat secara cepat Ingat, informasi kontak tidak sama dengan data pribadi. Kamu harus menghindari pencantuman gender dan usia (kecuali jika spesifik diminta), alamat lengkap (akan diminta jika kamu dinyatakan diterima), agama, status pernikahan, tanggal lahir, dan kewarganegaraan. 2. Riset Keywordyang Tepat untuk CV Sales Marketing Penempatan keywordatau kata kunci menjadi krusial karena saat ini proses seleksi CV menggunakan sistem AI bernama Applicant Tracking System atau ATS. Sistem akan menyaring CV Sales Marketing yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan berdasarkan kata kunci yang dimasukkan oleh HR. 📚 Baca juga: Cara Membuat CV ATS Friendly agar Lolos Screening Melakukan riset keywords bisa dimulai dari: Mempelajari daftar persyaratan dan job desk Sales Marketing di lowongan pekerjaan.Menelusuri situs dan media sosial perusahaan untuk mendapatkan lebih banyak informasi.Mencari tahu testimoni pekerja melalui akun Twitter, LinkedIn, dan juga sumber informasi yang memadai. Sebagai contoh:Lowongan Pekerjaan Sales MarketingPT ABC Syarat S1 jurusan Pemasaran, Komunikasi, atau bidang terkaitMemiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun di bidang pemasaran digitalMemiliki kemampuan analisis data dan manajemen kampanye di media sosial Deskripsi Pekerjaan Mengidentifikasi dan mengejar peluang bisnis baru melalui riset pasarMengembangkan dan menerapkan strategi penjualan dan pemasaran yang efektif untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan mencapai target penjualan.Melakukan presentasi dan demonstrasi produk kepada calon klien. Dari lowongan pekerjaan di atas ditemukan sejumlah kata kunci seperti: riset pasar, analisis data, pemasaran digital, S1 Pemasaran, S1 Komunikasi. Setelah itu, integrasikan kata kunci yang ditemukan ke dalam deskripsi diri, pengalaman kerja, dan cover letter. Sedang cari lowongan sales marketing? Lihat peluang kerja sales marketingterbarudi Cake!Lamar Sekarang 3. Pastikan Deskripsi Diri Sales Marketing Menjual Seorang HR mengaku hanya menghabiskan waktu 30 detik untuk memindai CV yang masuk. Hal ini bisa dimengerti karena dalam satu lowongan pekerjaan, ada ratusan hingga ribuan CV yang masuk. Meski sudah dibantu mesin ATS, HR tetap perlu melakukan pengecekan kandidat sendiri. Dalam waktu kurang dari satu menit tersebut, HR akan membaca bagian ‘Deskripsi Diri’ sebelum memutuskan untuk lanjut mendalami CV kandidat tersebut atau tidak. Jadi, deskripsi diri yang menjual perlu mencakup siapa kamu, pengalaman kerja yang kamu miliki, dan kemampuan yang dikuasai. Untuk fresh graduate, deskripsi diri bisa diisi dengan nama, latar belakang pendidikan, pengalaman magang/volunteer/organisasi soft dan hard skills yang dikuasai, posisi yang dilamar, dan tujuan ke depan dalam karier. Junior Level Lulusan baru dari jurusan S-1 Manajemen Pemasaran, Universitas Gadjah Mada, dan berhasil mendapatkan IPK 3.9. Memiliki pengalaman magang sebagai Social Media Marketing di PT XYZ, dengan pencapaian berhasil meningkatkan jumlah pengikut Instagram hingga 30% hanya dalam waktu 1 bulan. Tertarik untuk mengisi posisi sebagai Sales Marketing di PT ABC dengan tujuan membantu meningkatkan profit perusahaan. Mid-level Sales Marketing berpengalaman lebih dari 3 tahun di bidang penerapan strategi penjualan dan pemasaran dengan pencapaian peningkatan profit hingga 30% di kuartal pertama tahun 2024. Menguasai kemampuan presentasi dan demonstrasi produk yang berhasil menarik lebih dari 75 klien baru, serta terbiasa bekerja dalam tim. Saat ini mencari posisi sebagai Lead Sales Marketing Team. 📚 Baca juga: 10 Contoh Deskripsi Diri Menarik yang Disukai HRD 4. Perhatikan Cara Penulisan Pengalaman Kerja Marketing Daftar pengalaman kerja adalah inti dari CV Sales Marketing. Sebuah CV didesain untuk padat dengan panjang tidak lebih dari dua halaman. Oleh karena itu, bagian pengalaman kerja marketing perlu dibuat seringkas mungkin tapi tetap dengan memastikan seluruh informasi terangkum sempurna.Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menulis pengalaman kerja marketing antara lain:Gunakan bullet points agar kalimat tersusun rapi dan mudah dibaca.Hindari menuliskan job desk, fokus pada pencapaian dan kontribusi.Gunakan satuan ukuran untuk menuliskan pencapaian seperti persen, angka, persentase, dan lain-lain.Pastikan kata kunci tercantum di daftar pengalaman kerja sealami mungkin.Fresh graduate yang belum pernah bekerja bisa mengganti bagian ini dengan pengalaman magang atau aktivitas produktif lainnya.Cantumkan informasi penting seperti: nama perusahaan, jabatan, dan durasi kerja. ✔️Contoh: Pengalaman Kerja Sales Marketing Staff PTABX Januari 2021 - Januari 2023 Menjaga hubungan baik dengan pelanggan di e-commerce dan media sosial, mendapat tingkat kepuasan kinerja hingga 90% melalui survei yang diadakan pada kuartal ketiga tahun 2023.Berhasil meningkatkan revenue perusahaan hingga 50% dengan menerapkan strategi pemasaran dan penjualan digital yang efektif dan efisien.Terlibat dalam pembuatan materi dan kampanye pemasaran di 3 media sosial perusahaan yaitu Instagram, Twitter, dan TikTok. Contoh di atas sesuai dengan syarat menulis pengalaman kerja marketing di CV karena beberapa alasan: tidak hanya membahas tentang job desc, tapi juga menggunakan indikator angka dan persentase. Kalimat yang digunakan juga langsung pada intinya alias tidak bertele-tele. 📚 Baca juga: Cara Menulis Pengalaman Kerja di CV Beserta Contohnya 5. Skill Marketing dalam CV Skill sales dan marketingdalam CV sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang tercantum di persyaratan. Berikut beberapa skill marketing dalam CV yang banyak dicari oleh HR:Data analysisTechnology savvyCreative thinkingSearch Engine Optimization (SEO)Search Engine Marketing (SEM)Problem-solvingTeamworkCustomer serviceStorytellingContent creationdan lainnya Daftar skills marketing ini terletak di bagian bawah CV. Untuk senior-level dengan pengalaman lebih dari 7 tahun, daftar kemampuan semacam ini mungkin sudah tidak relevan karena work experience sudah cukup merangkum semua informasi yang dibutuhkan. Akan tetapi untuk fresh graduate dan junior-level, informasi ini berguna sebagai daya tawar kepada HR. 📚 Baca juga: Contoh Soft Skill Hard Skill yang Paling Dicari Perusahaan Siap membuat CV? Buat CV ATS-Friendly dengan 15+ template gratis dari Cake! 🎉Buat CV Contoh CV Sales Marketing 1. Contoh CV Sales Marketing Bahasa Indonesia (Mid-level) Contoh CVSales Marketing Bahasa Indonesia 2. Contoh CV Sales Marketing Bahasa Inggris (Fresh Graduate) Contoh CVSales Marketing Bahasa Inggris 📚 Baca juga: Ini 40+ Contoh CV ATS-Friendly dan Menarik! Kesimpulan Untuk membuat CV Sales Marketing yang bagus, kamu harus memperhatikan beberapa hal berikut ini: Mencantumkan informasi kontak, melakukan riset kata kunci, membuat deskripsi diri yang menjual, highlighting pengalaman kerja marketing dengan pencapaian, jangan lupa mencantumkan skill marketing dan sales dalam CV.Jangan pernah membagikan data yang bersifat pribadi di CV Sales Marketing. Seluruh informasi pribadi hanya boleh dibagikan jika sudah dinyatakan diterima kerja dengan kontrak yang jelas dan hanya untuk kepentingan perusahaan saja. Manfaatkan contoh CV Sales Marketing di atas untuk memperluas peluang diterima kerja. Jangan lupa bergabung dengan Cake untuk mendapatkan informasi lowongan terbaru, kesempatan untuk berbincang dengan profesional, dan akses ke ratusan template CV terbaik. Yuk, jadi bagian Cake sekarang juga! Cake adalah aplikasi dan website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan Cake dan cari lowongan di website cari kerja atau aplikasi cari kerja kami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu! — Ditulis oleh Erika Rizqi —
Recruitment & HR
Oct 19th 2024

5 Strategi Jitu Merekrut Kandidat Pasif di 2024, HR Wajib Tahu!

Data dari LinkedIn menyebutkan bahwa 75% kandidat yang tersedia di pasar tenaga kerja adalah kandidat pasif. Mereka adalah kandidat yang masih bekerja dan tidak secara aktif mencari peluang baru. Bagi rekruter, merekrut kandidat pasif bisa jadi merupakan tantangan karena rekruter harus proaktif menemukan mereka, namun di saat yang sama juga keuntungan karena bisa jadi tidak perlu bersaing dengan perusahaan lain untuk mendapatkan kandidat. Melihat situasi tersebut, tidak mengherankan jika merekrut kandidat pasif menjadi strategi yang dipertimbangkan oleh rekruter. Cake akan membagikan beberapa tips yang dapat Anda gunakan untuk menyiapkan strategi menarik kandidat pasif. Simak selengkapnya. Daftar isi: Apa Itu Kandidat Aktif vs Kandidat Pasif Perbedaan Utama Kandidat Aktif vs Kandidat Pasif Bagaimana Cara Merekrut Kandidat Pasif? Langkah-langkah Membuat SOP Kerja Manfaat SOP Kerja dalam Merekrut Kandidat Pasif FAQ Apa Itu Kandidat Aktif vs Kandidat Pasif Kandidat aktif adalah para pekerja yang aktif mencari peluang atau pekerjaan baru, baik karyawan yang sedang bekerja maupun tidak. Ada banyak alasan di balik usaha mereka mencari peluang baru, mungkin ingin mencari tempat kerja yang lebih stabil, lingkungan kerja yang lebih baik, atau berharap mendapatkan promosi. Menurut data LinkedIn, pekerja penuh waktu (full-time employed) yang masuk dalam kategori ini berkisar hingga 25% dari keseluruhan populasi. Kandidat yang aktif mencari peluang berarti proaktif mencari dan melamar pekerjaan yang tersedia. Hal ini tentu memudahkan rekruter, namun untuk rekruter juga berada di area perang terbuka dengan rekruter lain untuk menarik kandidat terbaik. Sementara itu, kandidat pasif rata-rata merupakan pekerja penuh waktu yang tidak aktif mencari maupun mendaftar ke pekerjaan baru. Dalam situasi ini, rekruter perlu berinisiatif dan proaktif untuk mendekati kandidat potensial. Proses sourcing kandidat pasif membutuhkan strategi khusus karena rekruter perlu membedakan kandidat yang tidak ingin mencari peluang baru dengan yang tidak aktif mencari namun terbuka dengan penawaran. 📚 Baca juga: 15+ Strategi Rekrutmen Ampuh untuk Mencari Karyawan Terbaik! Perbedaan Utama Kandidat Aktif vs Kandidat Pasif Untuk lebih memahami perbedaan kandidat aktif dan kandidat pasif, Anda dapat mencermati tabel di bawah ini. Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaan Anda. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga! 🎉Pasang Loker Bagaimana Cara Merekrut Kandidat Pasif? Tantangan pertama bagi rekruter yang ingin merekrut kandidat pasif adalah memastikan kandidat bersedia untuk berbicara dengan kita. Ingat, kandidat pasif tidak aktif mencari kerja, mereka juga tidak tahu perusahaan kita sedang membuka lowongan. Rekruter perlu menggunakan pendekatan yang tepat untuk membuat kandidat tertarik dengan peluang yang kita tawarkan, bahkan bersedia meninggalkan kenyamanan pekerjaannya yang saat ini dimiliki. Tantangan lain adalah kandidat pasif adalah mereka sibuk dengan pekerjaannya. Proses rekrutmen yang panjang dan berbelit-belit tentu tidak akan dilirik. Lalu bagaimana strategi yang tepat untuk menarik kandidat pasif? Simak tips Cake di bawah ini. 1. Tingkatkan reputasi perusahaan Data LinkedIn menyebutkan 75% profesional tidak mau mengambil pekerjaan dari perusahaan dengan reputasi buruk, bahkan saat mereka sedang mencari pekerjaan. Memperbaiki reputasi perusahaan akan meningkatkan peluang mendapatkan kandidat terbaik. Strategi ini dapat dilakukan dengan membagikan nilai perusahaan melalui berbagai kanal dan dalam lowongan. Mungkin strategi ini bukan cara cepat, namun terbukti cukup efektif. 2. Manfaatkan program referral Program referral akan membantu rekruter menyaring kandidat yang tertarik dengan peluang yang akan ditawarkan. Melalui program ini, rekruter lebih efektif menemukan kandidat pasif yang akan didekati. 3. Mengelola media sosial Saat ini hampir mustahil untuk mengecualikan media sosial dari strategi komunikasi, termasuk jika ingin meningkatkan reputasi perusahaan. Media sosial merupakan kanal yang tepat untuk mengkomunikasikan nilai perusahaan dan bagaimana nilai ini diwujudkan dalam aktivitas. Dengan mengelola media sosial, kandidat pasif juga lebih mudah menemukan profil perusahaan Anda. 4. Melakukan proses sourcing yang proaktif Alih-alih menunggu kandidat terbaik datang melalui lamarannya, rekruter justru yang harus mencari kandidat potensial dan menawarkan peluang. Hal ini perlu dilakukan mengingat kandidat pasif tidak akan melamar ke lowongan pekerjaan yang dibuka. 5. Siapkan proses rekrutmen yang efisien Ingat bahwa kandidat pasif adalah mereka yang sibuk dengan pekerjaannya. Proses aplikasi yang mudah dan tidak berbelit-belit tentu lebih menarik kandidat pasif. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan menyiapkan jadwal wawancara di luar jam kerja, proses lamaran, dan wawancara yang mungkin dilakukan secara online juga akan memudahkan kandidat mengatur waktunya. 📚 Baca juga: 13 Metode Rekrutmen Efektif, Bisa Dicoba HRD Langkah-langkah Membuat SOP Kerja untuk Rekrut Kandidat Pasif Dari strategi rekrutmen untuk kandidat pasif di atas, pastikan buat alur kerja yang jelas untuk memastikan hasilnya optimal. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat SOP kerja yang jelas untuk menjadi standar proses rekrutmen kandidat pasif yang dapat dilakukan oleh semua rekruter. Dalam menyiapkan SOP kerja merekrut kandidat pasif, perhatikan langkah-langkah berikut ini: Membuat dan konsolidasi dengan tim penyusun SOPLakukan riset untuk menemukan praktik terbaik sesuai kebutuhan perusahaanSusun alur kerja yang dinilai paling cocokSimulasikan alur kerja yang dibuatLakukan evaluasi dan perbaikan berdasarkan simulasiProses penandatanganan SOP yang sudah disetujui oleh semua pemangku kebijakanSosialisasi SOP kerja kepada semua pihak yang akan terlibat dalam rekrutmen kandidat pasif Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaan Anda. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga! 🎉Pasang Loker Manfaat SOP Kerja dalam Merekrut Kandidat Pasif Kandidat pasif membutuhkan pendekatan tertentu dalam proses rekrutmennya, adanya SOP kerja merupakan salah satu upaya untuk memastikan semua pihak yang terlibat mengacu pada standar yang sama. Di samping itu, manfaat adanya SOP kerja dalam merekrut kandidat pasif juga tercermin dalam beberapa hal berikut ini: Menjadi rujukan dan standar untuk keseluruhan kegiatan rekrutmen kandidat pasifDokumen yang dapat menjadi arsip kegiatan operasional, evaluasi, dan dasar perbaikan di masa mendatangMenjadi rujukan peran untuk setiap orang dalam timMemberikan kejelasan arah terkait proses kerja dan batasan tanggung jawab masing-masing orang dalam timMemastikan konsistensi dalam proses kerja dan harapannya juga konsistensi hasil 📚 Baca juga:45+ Contoh Iklan Lowongan Kerja yang Baik dan Menarik di 2024 FAQ Apa itu kandidat pasif? Kandidat pasif adalah karyawan yang tidak aktif mencari kerja atau mencari peluang baru. Umumnya, kandidat pasif memiliki keahlian khusus yang sedang dibutuhkan oleh industri. Dalam situasi ini, rekruter membutuhkan pendekatan khusus untuk menarik kandidat pasif yang memiliki keterampilan yang kita butuhkan. Apa tantangan merekrut kandidat pasif? Tantangan utama merekrut kandidat pasif adalah rekruter harus proaktif karena kandidat tidak mengetahui lowongan yang sedang dibuka. Rekruter memerlukan jaringan yang luas untuk menemukan kandidat pasif dengan keahlian yang dibutuhkan. Perlukah berkonsultasi dengan konsultan rekrutmen untuk mendapatkan kandidat pasif yang potensial? Rekruter bisa jadi kesulitan menemukan kandidat pasif yang sesuai dengan kebutuhan. Konsulten rekrutmen bisa jadi salah satu pintu yang membukakan pintu pada jaringan dan ragam kandidat yang lebih luas bagi rekruter. Rekrut kandidat dengan skill spesifik lebih tepat dan cepat bersama konsultan rekrutmen profesional Cake!🎉Hubungi Konsultan Kami Cake adalah platform rekrutmen global yang menghubungkan perusahaan dengan +7 juta kandidat berkualitas. Pasang lowongan kerja gratis untuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkan Employer Branding lebih efektif bersama Cake. Percayakan kami sebagai Recruitment Consultant Anda untuk membantu menemukan talenta spesifik lebih baik, konsultasi hari ini! Dapatkan wawasan mendalam dan konten informatif terkait rekrutmen, manajemen SDM, employer branding, serta tren terbaru di dunia HR hanya di Cake. Jadikan kami sumber terpercaya Anda untuk strategi perekrutan yang efektif dan solusi SDM yang inovatif. --- Ditulis Oleh Linggar Arum Sarasati ---
Recruitment & HR
Apr 25th 2025

AI untuk CV Screening: Solusi Cepat Seleksi Kandidat!

AI untuk CV screening telah menjadi salah satu inovasi terpenting dalam proses perekrutan di era digital saat ini. Survei IBM pada akhir tahun 2023 terhadap lebih dari 8.500 profesional IT global menunjukkan 42% perusahaan menggunakan AI screening untuk meningkatkan perekrutan dan sumber daya manusia. Dengan kemampuan kecerdasan untuk menilai pengalaman, keterampilan, dan kecocokan kandidat dengan lebih cepat dan akurat, penggunaan AI untuk CV screening tidak hanya menghemat waktu dan tenaga, tetapi juga membantu tim HR untuk fokus pada aspek strategis lainnya dalam proses rekrutmen. Untuk mengetahui lebih dalam pengaruh AI atau Artificial Intelligence dalam proses rekrutmen, simak ulasan yang telah Cake rangkum berikut ini.Ringkasan: AI mempercepat dan mengefisiensikan proses rekrutmen Teknologi seperti ATS, chatbot, resume parser, hingga predictive analytics memungkinkan penyaringan CV secara otomatis dan cepat, sehingga HR bisa fokus pada aspek strategis lainnya dalam perekrutan.AI membantu meningkatkan kualitas dan objektivitas seleksi AI menyaring kandidat berdasarkan keterampilan dan pengalaman yang relevan, mengurangi risiko bias, dan mampu mendeteksi potensi kandidat yang mungkin terlewat dalam proses manual. Perlu pengawasan dan etika dalam penggunaan AI Agar hasil tetap akurat dan adil, penting memastikan kualitas data, pemilihan kata kunci yang tepat, keterlibatan manusia dalam keputusan akhir, serta kepatuhan pada regulasi privasi dan ketenagakerjaan. Pengaruh AI Pada Rekrutmen Pengaruh AI Pada RekrutmenPenggunaan AI untuk rekrutmen bisa memberikan sejumlah pengaruh penting di antaranya: 1. Mengurangi waktu perekrutan Salah satu pengaruh paling signifikan yang diberikan teknologi AI recruitment adalah potensinya untuk menghemat waktu dan membuat pekerjaan lebih efisien. Dengan teknologi AI, resume dapat dianalisis secara cepat, mengidentifikasi kata kunci, keterampilan, dan pengalaman, serta menyaring kandidat dalam hitungan menit, yang biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu. Dengan begitu, HR jadi bisa fokus pada aktivitas yang lebih kompleks.📚 Baca juga:Rekomendasi AI Talent Search Terbaik yang Bisa Anda Coba 2. Penghematan biaya Perekrutan tidak hanya memakan waktu, tetapi juga bisa mahal. Misalnya, penelitian dari Chartered Institute of Personnel and Development menunjukkan bahwa biaya rata-rata perekrutan manajer senior adalah sekitar £3.000 atau sekitar Rp46 juta. Dengan menggunakan AI untuk rekrutmen, perusahaan dapat mengurangi intensitas proses akuisisi bakat pada manajer perekrutan, sehingga berpotensi menghasilkan penghematan besar dan biaya bisa dialokasikan untuk keperluan lainnya. 3. Mengurangi bias Bias manusia, seperti preferensi terhadap latar belakang, ras, atau jenis kelamin tertentu, bisa masuk secara tidak sadar dalam proses seleksi kandidat. AI, jika diprogram dengan data yang tepat dan bebas dari bias, dapat menilai kandidat secara lebih objektif berdasarkan keterampilan dan pengalaman yang relevan, tanpa dipengaruhi oleh faktor yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. 4. Meningkatkan Pengalaman Kandidat Chatbot, iklan otomatis, dan alat penjadwalan berbasis AI bisa meningkatkan pengalaman kandidat, karena memberikan akses cepat ke informasi dan tindak lanjut tepat waktu. Hal ini tentu dapat memperkuat citra perusahaan serta memperluas jaringan kandidat potensial.📚 Baca juga:15 Cara Merekrut Karyawan Berkualitas, Pelajari Strategi Ini! AI Untuk CV Screening AI Untuk CV ScreeningAI untuk CV screening adalah penggunaan teknologi kecerdasan buatan untuk menyaring dan menilai CV secara otomatis. AI membantu proses perekrutan menjadi lebih cepat dan efisien dengan menganalisis CV berdasarkan kata kunci, keterampilan, pengalaman, dan kualifikasi yang relevan. Beberapa jenis AI untuk CV screening antara lain: 1. Applicant Tracking System (ATS) AI recruitment yang sangat populer ini akan mengotomatiskan proses menyaring CV berdasarkan kata kunci. ATS dapat mengidentifikasi istilah spesifik yang dicari oleh perekrut, seperti kualifikasi, pengalaman, dan keterampilan yang relevan, sehingga hanya CV yang paling sesuai yang diteruskan untuk tahap selanjutnya.📚 Baca juga:Tren AI ATS: Pengertian dan Manfaatnya untuk Rekrutmen 2. Chatbot AI Chatbot digunakan untuk berinteraksi langsung dengan kandidat di awal proses rekrutmen. AI ini dapat melakukan wawancara awal, mengajukan pertanyaan umum, dan mengumpulkan informasi penting dari kandidat. Berdasarkan jawaban yang diberikan, chatbot dapat menentukan apakah kandidat cocok untuk melanjutkan ke tahap rekrutmen berikutnya. 3. Resume Parsing Tools AI recruitment yang satu ini dapat mengekstrak informasi penting dari CV dan mengonversinya menjadi data terstruktur yang mudah dianalisis. Resume parsing tools memecah CV menjadi elemen-elemen seperti nama, keterampilan, pendidikan, dan pengalaman kerja, sehingga informasi ini bisa dibandingkan dengan kebutuhan pekerjaan secara otomatis. 4. Predictive Analytics Teknologi ini memprediksi kesuksesan kandidat dalam peran yang dilamar berdasarkan data historis. Dengan analisis berbasis AI, perusahaan dapat melihat pola yang menunjukkan kandidat mana yang lebih mungkin berhasil berdasarkan data perekrutan sebelumnya, seperti keterampilan, pengalaman, dan performa karyawan terdahulu. 5. Sentiment Analysis Beberapa sistem AI recruitment juga mampu menganalisis bahasa yang digunakan dalam CV atau surat lamaran untuk menentukan sikap atau kepribadian kandidat, membantu HR memahami kecocokan kandidat dengan budaya perusahaan.AI untuk CV ScreeningExpert Insight:”Jangan menggunakan asumsi ketika melakukan sourcing. Alasannya, banyak informasi yang mungkin tidak tersampaikan dalam CV. Jadi, proses seleksi sebenarnya adalah saat interview pertama, bukan dari saat kita melihat CV mereka.” Jansen Tendean,Recruitment Consultant Country Manager Cake Siap menarik talenta berkualitas? Mulai bangun employer branding Anda lebih efektif dengan Cake, Hubungi Konsultan Kami sekarang juga! 🎉 Manfaat AI Untuk CV Screening Manfaat AI Untuk CV ScreeningAda beberapa manfaat bisa didapat dari penggunaan AI untuk CV screening, antara lain: 1. Menghilangkan Kesalahan Manual AI untuk CV screening membantu mengurangi kesalahan manusia yang umum dalam proses seleksi. Tanpa AI, HR dapat secara tidak sengaja melewatkan CV yang relevan atau salah menafsirkan informasi karena kelelahan atau volume yang tinggi. Dengan sistem otomatis, AI dapat memastikan bahwa setiap CV dievaluasi secara konsisten berdasarkan kriteria yang ditentukan. 2. Kecepatan dan Efisiensi AI memungkinkan HR untuk memproses ribuan CV dalam hitungan menit, mengotomatisasi proses yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu. Ini membantu perusahaan merespons lebih cepat dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan hal penting lainnya. 3. Penyaringan yang Lebih Akurat AI secara akurat menyaring CV berdasarkan kualifikasi yang relevan, seperti pengalaman, keterampilan, dan pendidikan. AI dapat mengenali kata kunci yang sesuai dengan deskripsi pekerjaan, serta mengidentifikasi pola dalam pengalaman kandidat yang mungkin terlewatkan oleh HR. 4. Meningkatkan Kualitas Kandidat Dengan analisis data yang lebih mendalam, AI untuk CV screening mampu mengidentifikasi kandidat berkualitas tinggi yang mungkin tidak terdeteksi dalam proses penyaringan manual, serta memprediksi kesuksesan mereka dalam peran yang dilamar. (Snippet) Data PWC menunjukkan bahwa banyak CEO kini menempatkan perekrutan sebagai proses bisnis keempat yang paling tidak efisien, setelah email, pengadaan, dan rapat. Proses perekrutan yang lambat dan panjang sangat merugikan, sehingga 60% pemimpin talent acquisition mengidentifikasi perlunya peningkatan efisiensi perekrutan dan pengurangan biaya.Memahami peran signifikan AI pada efisiensi proses rekrutmen, Cake pun ikut memenuhi kebutuhan ini lewat fiturCake AI JDWriter. Employercukup memasukkankeywordterkait skill yang dibutuhkan dan memilih bahasa yang diinginkan. Dalam hitungan detik, sistem AI akan menghasilkan deskripsi pekerjaan yang terstruktur dan siap dipublikasikan. Fitur ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga memastikan setiapjob descriptionmencakup informasi penting yang dibutuhkan calon kandidat. Dengan demikian,employerdapat fokus pada aspek-aspek penting lainnya dalam proses rekrutmen, sementaraCake AI JD Writermembantu mengoptimalkan langkah awal pencarian kandidat potensial.Cake AI JD Writer Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaanmu. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga! 🎉Pasang Sekarang! Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan AI Untuk CV Screening Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan AI Untuk CV ScreeningBerikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan AI untuk CV screening: Kualitas Data. Pastikan data yang digunakan melatih AI untuk CV screening tidak mengandung bias dan mewakili berbagai latar belakang, agar hasil yang diperoleh adil dan akurat.Pemilihan Kata Kunci. Tentukan kata kunci dan kriteria dengan cermat. Hal ini penting agar AI untuk CV screening dapat menemukan kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.Transparansi: Buatlah proses penyaringan yang jelas sehingga semua pihak, termasuk kandidat, dapat memahami bagaimana keputusan diambil.Pengawasan Manusia: Meskipun AI recruitment sangat berguna, penting untuk melibatkan tim HR untuk meninjau hasil AI dan membuat keputusan akhir, agar proses tetap memiliki nuansa manusia.Kepatuhan Hukum: Pastikan bahwa penggunaan AI untuk CV screening mematuhi semua undang-undang yang terkait dengan privasi data dan ketenagakerjaan yang berlaku, sehingga tidak melanggar hak kandidat.📚 Baca juga:Memahami Cara Kerja Applicant Tracking System: Berbeda dengan CRM Cakeadalah platform rekrutmen dengan +8 jutadatabasetalenta di talent pool global.Pasang lowongan kerja gratisuntuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkanEmployer Brandinglebih efektif bersama Cake. Didukung teknologi ATSCake AIdanRecruitment Consultantprofesional, mulai temukan talenta berkualitas lebih cepat!

Resume Builder

Build your resume only in minutes!