Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Portfolio
Mar 13th 2026

Panduan dan Contoh Portofolio Data Analyst Terbaik untuk Memikat Recruiter

Portofolio data analyst adalah alat yang penting untuk memamerkan keterampilan dan pengalaman saat sedang melamar kerja di bidang data analytics. Lalu, apa sebenarnya portofolio data analyst itu? Bagi seorang analis data, portfolio data analyst bukan hanya sekedar dokumentasi, melainkan sebuah alat yang membuktikan keahlianmu dalam menganalisis data, mengolah informasi, dan menghasilkan insight yang bernilai. Portfolio data analyst bisa digunakan dalam proses melamar pekerjaan untuk memberikan gambaran kepada recruiter tentang keterampilan teknis yang kamu miliki. Portofolio ini juga bisa kamu gunakan sebagai kesempatan untuk menunjukkan apa yang telah kamu capai, bagaimana kamu menyelesaikan proyek, dan bagaimana kamu bisa mengaplikasikan pengetahuan kamu secara nyata. Dengan portfolio data analyst yang baik, kamu bisa membedakan diri dari kandidat lain saat proses perekrutan kerja.Daftar isi: Pentingnya Membuat Portofolio Data Analyst Struktur Portofolio Data Analyst 4 Contoh Portofolio Data Analyst Terbaik Tips Membuat Portofolio Data Analyst Mengapa Portofolio Data Analyst Penting? Portfolio data analyst sangat penting karena berfungsi sebagai bukti nyata dari keterampilan dan kemampuan analitis yang kamu miliki. Saat ini, masih banyak orang yang beranggapan jika CV lebih penting dibandingkan portofolio saat melamar pekerjaan. Padahal, CV dan portofolio memiliki peran yang berbeda. CV lebih menonjolkan ringkasan perjalanan karier, sementara portofolio berfungsi untuk membuktikan keahlian kamu dengan contoh nyata yang tidak bisa ditemukan pada CV. Dalam dunia data analytics, dimana keputusan bisnis sangat bergantung pada kemampuan interpretasi data, CV saja tidak cukup untuk memberikan gambaran lengkap tentang kemampuan kamu. Kehadiran portofolio data analyst ini akan membantu memberikan bukti konkret tentang bagaimana kamu mengolah data, menyelesaikan masalah, dan menyajikan hasil secara efektif. Kamu bisa menunjukkan proyek nyata, alat yang kamu kuasai, dan dampak yang telah kamu buat sehingga menjadikanmu lebih eksklusif dari kandidat lain di hadapan recruiter. 📚 Baca juga:Wajib Kamu Ketahui: 5 Perbedaan CV dan Portofolio Lengkap dengan Contoh Informasi Apa yang Harus Ada di Portofolio Data Analyst? Membangun portofolio data analyst bukan hanya soal menampilkan proyek yang telah kamu kerjakan, tetapi juga bagaimana kamu menyusun informasi penting yang menunjukkan keahlian kamu. Berikut adalah beberapa elemen yang wajib ada dalam portfolio data analyst: 1. Profil Diri Profil diri adalah informasi pertama yang wajib ada dalam portofolio data analyst. Bagian ini biasanya mencakup informasi singkat tentang latar belakang, minat, dan fokus utama dalam dunia data analytics. Jangan lupa untuk mencantumkan pengalaman singkat di bidang ini dan apa yang membuatmu tertarik dengan analisis data. Profil diri yang baik dapat mencerminkan kepribadian sekaligus menunjukkan passion dan keahlian yang kamu miliki. 2. Tools dan Software Di dunia data analytics, kemampuan untuk menggunakan berbagai tools dan software adalah hal yang penting. Sertakan daftar tools dan software yang kamu kuasai di portfolio data analyst kamu, seperti SQL, Python, R, Tableau, atau Excel. Kamu juga bisa menambahkan keterampilan dalam menggunakan platform big data seperti Hadoop atau Spark jika diperlukan. Menyertakan tools dan software ini membantu menunjukkan kepada recruiter bahwa kamu memiliki kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk mengolah dan menganalisis data. 3. Proyek Data Analyst Bagian ini adalah inti dari portfolio data analyst. Kamu bisa menulis contoh project data analyst terbaik yang pernah kamu kerjakan, lengkap dengan penjelasan tentang tujuan proyek, proses yang dilakukan, dan hasil akhirnya. Pastikan kamu menampilkan contoh project data analyst yang relevan dengan posisi yang kamu lamar atau yang menunjukkan keterampilan analitis utama. Deskripsikan setiap proyek dengan jelas, mulai dari pengumpulan data hingga analisis dan interpretasi hasil. Jangan lupa untuk menambahkan visualisasi data yang mendukung temuanmu. 4. Testimoni Testimoni dari rekan kerja, atasan, atau klien dapat menjadi nilai tambah yang signifikan. Bagian ini menunjukkan bahwa kamu telah memberikan kontribusi nyata dalam proyek-proyek sebelumnya dan bahwa kemampuanmu sudah diakui oleh orang lain. Pilihlah testimoni yang relevan dan menggambarkan keahlian serta profesionalisme yang kamu miliki. Testimoni yang kuat dapat memperkuat kredibilitas dan membuat portofolio-mu lebih meyakinkan di mata recruiter. 5. Call–to-Action (CTA) Setelah menampilkan semua informasi penting, pastikan untuk menyertakan Call-to-Action (CTA) di halaman terakhir portofolio data analyst kamu. CTA ini bertujuan untuk mendorong klien atau recruiter dalam mengambil tindakan, seperti menghubungi kamu untuk wawancara atau bekerja sama dalam proyek. Tulis dengan jelas informasi kontakmu, seperti email, nomor telepon, dan media sosial. Pertimbangkan juga untuk menambahkan link ke profil LinkedIn atau situs web pribadi. CTA yang kuat dapat membuat perbedaan antara portofolio yang dilihat saja dan portofolio yang menghasilkan peluang kerja nyata. Ingin buat portofolio data analis yang profesional? Buat portofolio-mu di Cake secara gratis dan tunjukkan skill kamu sebagai data analis! 🎉Button Tips Membuat Portofolio Data Analyst Setelah mengetahui apa saja komponen dan contoh portofolio data analyst yang baik, berikut adalah beberapa tips cara membuat portofolio data analyst yang baik untuk melamar kerja: 1. Pilih Platform untuk Portofolio Data Analyst Tips cara membuat portofolio data analyst yang pertama yaitu menentukan platform yang tepat. Berikut beberapa platform yang bisa kamu pertimbangkan untuk membuat portfolio data analyst: Cake: Cake adalah platform yang dirancang untuk pembuatan resume dan portofolio secara profesional. Platform ini memungkinkan kamu untuk membuat tampilan yang bersih dan profesional tanpa memerlukan pengetahuan teknis yang mendalam. Kamu bisa menemukan berbagai template gratis yang bisa kamu gunakan untuk pembuatan resume dan portofolio data analyst.Canva: Dengan Canva, kamu bisa mendesain portfolio data analyst yang menarik secara visual. Platform ini cocok untuk kamu yang ingin menambahkan elemen grafis yang eye-catching sambil tetap menjaga konten tetap informatif.GitHub: Jika kamu ingin menunjukkan kemampuan teknis dalam portfolio data analyst , terutama dalam hal coding, GitHub adalah platform yang tepat. Kamu bisa mengunggah kode proyek dan menampilkan kemampuanmu dalam pengembangan data-driven project. 2. Tampilkan Proyek yang Terbaik Saja Dalam membuat portofolio data analyst, kamu tidak perlu menyertakan semua proyek yang pernah kamu kerjakan. Pilihlah beberapa contoh project data analyst terbaik yang paling relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar. Pastikan proyek-proyek ini mencerminkan keterampilan utama yang dibutuhkan, seperti pengumpulan data, analisis data, dan visualisasi data. Proyek yang dipilih juga harus menunjukkan kualitas terbaik dari kemampuanmu sebagai data analyst. 3. Pastikan Portofolio Mudah Dibaca Portfolio data analyst yang baik harus mudah dipahami oleh siapa saja, baik oleh audiens teknis maupun non-teknis. Gunakan bahasa yang efisien dan desain yang jelas. Pastikan setiap bagian memiliki struktur yang logis dan tidak terlalu rumit. Kombinasi tulisan yang singkat dan padat dengan desain yang sederhana namun menarik akan membuat portofolio-mu lebih mudah diakses dan diingat oleh recruiter. 4. Tambahkan Sertifikasi Sertifikasi adalah bukti nyata dari keterampilan yang kamu miliki. Jika kamu telah menyelesaikan kursus atau bootcamp yang relevan, seperti sertifikasi dalam SQL, Python, atau Data Analytics, pastikan untuk menyertakannya dalam portofolio. Sertifikasi ini bisa menjadi nilai tambah yang menunjukkan bahwa kamu terus mengembangkan diri dan memiliki keahlian yang diakui secara formal. 5. Cantumkan Link yang Relevan Agar portfolio data analyst kamu lebih komprehensif, sertakan link ke CV, website pribadi, dan profil LinkedIn kamu. Ini memudahkan recruiter untuk melihat lebih detail tentang latar belakang dan pencapaianmu. Dengan memberikan akses mudah ke informasi tambahan ini, kamu meningkatkan peluang untuk dilirik oleh recruiter yang mencari kandidat lengkap dan serbaguna.Contoh Portofolio Data Analyst Setelah mempelajari cara membuat portofolio, saatnya mulai membuat portofoliodata analyst. Kamu bisa mencari contoh portfoliodata analyst diwebsite berikut:Kaggle:Melihat alur berpikir analisis data secara utuhTableau Public:Visualisasi data dandashboardingGitHub:Kemampuan teknis (SQL, Python, R)Maven Analytics:Portofolio data analisis di ranah bisnisCake:Cara menunjukkan proyek data analisis yang teknis menjadi format yang "ramah HR"Kesimpulan Portfolio data analyst adalah kumpulan contoh karya atau proyek yang menunjukkan kemampuan dan pencapaian seorang di bidang data analysis.Portfolio data analyst bukan hanya sekedar dokumentasi, melainkan sebuah alat yang membuktikan keahlian dalam menganalisis data, mengolah informasi, dan menghasilkan insight yang bernilai.Portofolio data analyst bisa digunakan dalam proses melamar pekerjaan untuk memberikan gambaran kepada recruiter tentang keterampilan teknis yang dimiliki.Beberapa informasi yang perlu ditunjukkan dalam portfolio data analyst yaitu profil diri, tools dan software yang dikuasai, contoh project data analyst yang pernah dilakukan, testimoni dari klien, rekan kerja, atau atasan, serta Call-to-Action (CTA) yang berisi informasi kontak seperti email, nomor telepon, dan media sosial.Beberapa kriteria contoh portofolio data analyst yang baik yaitu mampu memberikan penjelasan yang mendalam tentang proses analisis yang dilakukan, menggunakan studi kasus yang relevan, mencantumkan contoh project data analyst yang up-to-date, menggunakan visualisasi data yang jelas, serta disampaikan secara jelas sehingga bisa dipahami oleh audiens teknis dan non-teknis sekalipun.Beberapa tips cara membuat portofolio data analyst yaitu menentukan platform yang tepat, menampilkan contoh project data analyst terbaik yang pernah dikerjakan, memastikan portofolio mudah dibaca, menambahkan beberapa sertifikasi yang relevan dengan bidang data analysis, dan mencantumkan link CV, website pribadi, dan profil LinkedIn agar memudahkan recruiter mencari latar belakang kamu. Cake adalah aplikasi dan website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake. --- Ditulis Oleh Ita Sugiharti ---
Industry & Job Overview
Nov 18th 2025

Profesi Data Analyst: Tugas, Skill, Gaji Hingga Proyeksi Karier!

Daftar Isi: Apa itu Data Analyst?Tugas dan Tanggung Jawab Data AnalystSkill yang Harus Dimiliki Data AnalystCara Menjadi Data Analyst Melansir dari InternetLiveStats, Google mendapat lebih dari 5 miliar pencarian setiap hari dan YouTube mendapat lebih dari 5 miliar video yang ditonton setiap hari. Akhir-akhir ini, karir Data Analyst seringkali muncul pada halaman job portal pencari kerja maupun pada halaman karir perusahaan teknologi. Banyak perusahaan yang membutuhkan staf analis agar dapat membantu mereka dalam menjawab keputusan bisnis dan menghasilkan insights untuk mendorong kemajuan perusahaan. Data menjadi berharga jika kita dapat mengolah nya dari scattered and unstructured data menjadi sebuah informasi. Selanjutnya, informasi ini dapat digunakan agar dapat memahami suatu fakta, kondisi atau kebenaran.📚 Baca juga:15 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia!Apa itu Data Analyst? Pertama-tama, apa itu data? Data dapat berupa teks, gambar, klip audio, video, atau program perangkat lunak. Data Analyst adalah seseorang yang melakukan proses analisis data, yang mencakup 3 proses utama yaitu pengumpulan data, melakukan data cleansing dan menginterpretasikannya untuk menghasilkan informasi yang berarti. Melansir dari Coursera, data analisis terbagi menjadi beberapa langkah seperti: Mengidentifikasi data yang ingin dianalisisMengumpulkan datanyaMembersihkan data untuk persiapan analisisMenganalisis datanyaMenafsirkan hasil analisis Data Analyst dapat bekerja di berbagai industri yang berbeda, dan sangat memungkinkan untuk menjadi generalis atau spesialis. Jabatan dalam posisi Data Analyst juga bisa sangat bervariasi. Pekerjaan Data Analyst termasuk yang bergengsi dan bergaji tinggi. Jenjang karir data analyst adalah sebagai berikut: 1. Junior Data Analyst Junior Data Analyst merupakan seorang fresh graduate dengan kurang dari 2 tahun pengalaman kerja. Rata-rata gaji data analyst fresh graduate pada level junior adalah 5-8 juta rupiah. 2. Data Analyst Data Analyst merupakan seseorang dengan 2-3 tahun pengalaman kerja. Rata-rata gaji data analyst pada mid-level adalah 9-12 juta rupiah. 3. Senior Data Analyst Senior Data Analyst merupakan seorang Data Analyst dengan lebih dari 4 tahun pengalaman kerja. Rata-rata gaji data analyst pada level senior adalah 15-18 juta rupiah. 4. Lead Data Analyst Lead Data Analyst merupakan seorang Data Analyst dengan lebih dari 6 tahun pengalaman kerja. Rata-rata gaji data analyst pada level manager adalah 22-25 juta rupiah. 5. Chief Data Officer Chief Data Analyst merupakan seorang Data Analyst dengan lebih dari 10 tahun pengalaman kerja.📚 Baca juga: 3 Contoh CV Lulusan Sistem Informasi Menarik dan Cara MembuatnyaTugas dan Tanggung Jawab Data Analyst Apakah kamu berminat untuk berkarir sebagai data analis? Permintaan untuk Analis Data dan keterampilan data melonjak pesat di zaman yang serba digital ini. Infographic Perkembangan Data Analytics di 2022 1. Mengumpulkan data Sampai disini, mungkin kamu bertanya-tanya darimana data dapat dikumpulkan. Pekerjaan seorang analis adalah mengumpulkan data itu sendiri. Mereka harus bekerja sama dengan developers untuk mengoptimalkan proses pengumpulan data pada website atau aplikasi. 💼 Tugas Data Analyst adalah mempersiapkan infrastruktur untuk menganalisis data. Mereka bekerja dengan tools dan software untuk mengembangkan rutinitas mengekstrak data dari berbagai sumber yang dapat diotomatisasi dan mudah dimodifikasi untuk digunakan kembali di area lain. 2. Membersihkan data (Data Cleansing) Data Cleansing adalah proses identifikasi dan mengkategorikan data yang mungkin terduplikat, tidak akurat, kedaluwarsa, salah format, atau tidak konsisten dengan sumber data lain. 💼 Job desc Data Analyst adalah menggunakan ETL Tools (Extract, Transform, Load) untuk mengecek validitas data, format data, data cells yang kosong, dan data duplikat sehingga dapat dilakukan pengoreksian data menjadi benar. 3. Melakukan pemodelan dan menafsirkan data Data Modelling adalah proses untuk membuat struktur database design yang berupa representasi secara visual. Selanjutnya, akan diteruskan untuk menemukan pola atau tren dalam data. 💼 Tugas Data Analyst adalah mengidentifikasi entitas-entitas data (contoh: customers, products), mendefinisikan atributnya (contoh: nama, alamat) dan mendesain relasinya dalam diagram ERD. Semua ini dilakukan untuk memastikan bahwa objek data direpresentasikan secara akurat sehingga dapat menemukan hubungan antar data-data yang ada. 4. Mempresentasikan penghasilan data Data menjadi bermakna jika data dapat membantu dalam keberlangsungan bisnis atau pengambilan keputusan. 💼 Job desc Data Analyst adalah mempresentasikan hasil temuan dan analisis mereka dengan visualisasi seperti bagan, grafik, laporan, dan menyajikan informasi kepada para pemangku kepentingan. Skill yang Harus Dimiliki Data Analyst Skill data analyst dapat dipelajari oleh siapapun yang bukan lulusan IT. Saat ini, banyak akademi yang menawarkan pelatihan data analyst di luar kurikulum formal di universitas. Skill yang harus dimiliki data analyst antara lain: 1. Database tools Database tools atau biasa juga disebut dengan Database Management Tools merupakan software untuk para data analyst melakukan tugas administrasi database. Contoh database tools antara lain: MySQL, SQL Server Management Studio, Oracle RDBMS. 2. Programming language Programming language yang perlu dikuasai data analyst antara lain: SQL (Structured Query Language) untuk berkomunikasi dengan database, mencari, mengumpulkan data untuk melakukan manipulasi dataPython dan R untuk data cleansing, manipulasi, analisis, and visualisasi data 📚 Baca juga: 12 Bahasa Pemrograman Paling Relevan 2023 [Jenis, Contoh, Dll.] 3. Data Visualization Seorang data analyst akan membuat representasi visual dari data yang mereka sudah analisis disesuaikan dengan audiens yang akan melihat. Ada beberapa tools untuk membantu proses visualisasi data, contohnya adalah Tableau, PowerBI, QlikView yang akan menyajikan data dalam grafik atau bagan di sebuah dashboard. 4. Matematika dan Statistika Data Analyst perlu memahami statistik dan matematika untuk mengetahui bagaimana rumus digunakan dan bagaimana menginterpretasikan hasilnya. Kamu tidak memerlukan skill matematika tingkat lanjut yang dibutuhkan seorang data scientist. 5. Analisis and Problem Solving Skill analisis dan pemecahan masalah diperlukan untuk mengerti masalah yang sedang dihadapi perusahaan dan memikirkan solusi yang tepat dengan bantuan data yang ada. Peran Data Analyst menjadi berharga ketika dia bisa menggunakan data yang ada dan menafsirkannya menjadi sebuah informasi atau pengetahuan baru. 6. Communication Komunikasi merupakan skill yang sangat penting di semua bidang pekerjaan, termasuk pekerjaan data analyst. Dalam kesehariannya, mereka akan bertemu dengan para stakeholders yang datang dari berbagai latar belakang pendidikan non-IT untuk menceritakan temuan-temuan mereka dalam bahasa yang mudah dipahami siapapun.👉 Lihat contoh CV Data Analyst biar lamaran kamu makin menonjol! Merintis Karir Sebagai Data Analyst Menjadi data analyst bukanlah sesuatu yang tidak mungkin bagi kamu yang tidak punya latar belakang IT. Kini, latar pendidikan IT bukan lagi syarat menjadi data analyst satu-satunya, asalkan kamu mempunyai skills yang dibutuhkan. Walaupun kamu tidak ada pengalaman kerja data analyst, pastikan skills kamu dari pengalaman sebelumnya tetap transferable. Berikut adalah beberapa tips cara menjadi data analyst: 1. Kuasai technical skills Buat kamu yang tidak mempunyai latar belakang di bidang teknologi, penting untuk menguasai technical skills termasuk menggunakan software database, bahasa pemrograman sampai software visualisasi data. 2. Kerjakan proyek dengan data yang real Untuk mendapatkan feel sebagai seorang data analyst, kamu bisa menggunakan data-data dari organisasi non-profit yang tidak terstruktur dengan baik. Dari sini, kamu bisa menawarkan diri untuk menghasilkan insights yang mereka butuhkan tentang campaign apa yang pas untuk mereka dan bagaimana cara mendapatkan donatur yang lebih banyak. 3. Kembangkan visualisasi dan berlatih mempresentasikannya Kamu bisa eksplorasi dengan berbagai macam bagan atau grafik seperti bar chart, pie chart, line graph, scatter plot sehingga kamu dapat mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menggunakan masing-masing bagan atau grafik tersebut. Sebagai contoh, Line graph sangat bagus untuk menunjukkan perubahan dari waktu ke waktu. Lalu, kamu bisa mengkomunikasikan temuan data dalam grafik tersebut. 4. Bangun portofolio pekerjaan Kamu bisa mengikuti kursus pelatihan data analyst untuk membangun portfolio kamu. Disini, biasanya kamu akan diberi sebuah mini proyek yang akan menghasilkan sebuah portfolio yang kamu kerjakan. Selain itu, kamu juga bisa membangun portfolio sendiri dengan data sets yang ada dan menuliskan semua langkah yang kamu lakukan sampai mendapatkan wawasan dan temuanmu. 5. Dapatkan pekerjaan dengan CV yang menarikContoh CV Data Analyst - Dibuat di CakeResume CakeResume adalah sebuah online CV builder yang praktis. Ada banyak template yang menarik dan yang mudah untuk digunakan. Kamu juga bisa unduh CV dalam format PDF, lho, 100% gratis! Yuk, buat CV kamu dengan CakeResume sekarang juga!🎉 Buat CVSemoga kamu berhasil dalam menemukan pekerjaan Data Analyst yang cocok dan teruslah upgrade dirimu dengan ilmu-ilmu yang ditawarkan di luar sana. Menjadi seorang Data Analyst juga dapat membuka pintu ke karir lain loh!--- Ditulis oleh Priscilia Octaviani ---
Student Guide
Jan 16th 2023

15 Prospek Kerja Teknik Informatika Terbaik [+Gaji, Info Kuliah, Dll.]

Seiring dengan perkembangan zaman, pertumbuhan Teknologi Informasi (TI) telah meningkat secara pesat dan membawa banyak perubahan pada perilaku dan gaya hidup masyarakat dalam dekade terakhir. Hal ini diperkirakan akan terus membawa lebih banyak perubahan dalam 5 tahun yang akan datang dengan kemajuan teknologi sehingga pekerjaan di bidang IT pun berlimpah. Oleh karena itu, lulusan Teknik Informatika diminati di hampir setiap sektor industri dan negara di dunia. Jurusan Teknik Informatika memiliki peluang karir yang bagus, potensi penghasilan yang tinggi, pengetahuan yang selalu berkembang, dan peluang untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Penasaran apa saja prospek kerja lulusan teknologi informatika? Cake telah meringkas informasi lengkap tentang jurusan teknik informatika serta prospek kerjanya yang menjanjikan! Daftar isi:Mengenal Jurusan Teknik Informatika15 Pilihan Karir Lulusan Teknik Informatika 📚 Baca juga:3 Contoh CV Teknik Informatika Profesional dan Cara Membuatnya! Jurusan Teknik Informatika Apa itu Teknik Informatika (Computer Science)? Teknik Informatika atau Ilmu Komputer adalah jurusan yang mempelajari sistem komputer, perangkat keras dan perangkat lunak serta bahasa pemrograman. Mata pelajaran yang akan kamu ambil untuk jurusan Teknik Informatika dan pekerjaan untuk lulusan teknik informatika sangat bervariasi antar universitas. Berikut adalah beberapa contoh mata pelajaran yang akan kamu pelajari jika kamu mengambil jurusan di bidang ini, termasuk namun tidak terbatas pada: AlgoritmaArtificial Intelligence (Kecerdasan Buatan)Arsitektur komputerKalkulusLogika dan Manajemen DataProgrammingSistem OperasiStatistik 📚Baca juga: 12 Bahasa Pemrograman Paling Relevan 2024 [Jenis, Contoh, Dll.] Kenapa Harus Memilih Jurusan Teknik Informatika? Perkembangan Teknologi Dunia IT akan berkembang pesat dan menyediakan lapangan pekerjaan. Saat ini, tidak ada industri yang tidak menggunakan data dan teknologi komputer setiap harinya. Tenaga kerja TI yang kompeten sangat diperlukan di semua industri dan perusahaan. Mulai dari pendidikan, keuangan dan perbankan, manufaktur, kesehatan hingga aplikasi game dan seluler, semuanya memerlukan keahlian komputer yang profesional. Kamu tidak perlu khawatir memikirkan pekerjaan untuk lulusan teknik informatika. Prospek Kerja denganPenghasilan yang Tinggi Teknik Informatika adalah subjek yang menantang sehingga ini membuat gelar lulusan Teknik Informatika sangat dihormati di seluruh dunia.Lulusan TI dapat memasuki dunia kerja dengan gaji yang tinggi dan terdapat banyak peluang karena keterampilan mereka yang dapat membantu bisnis mengikuti tren-tren yang muncul. Dari data survei gaji, rata-rata gaji lulusan teknik informatika adalah 7 juta per bulan sebagai fresh graduates. Gaji tersebut akan terus naik secara signifikan seiring bertambahnya pengalaman dan keterampilan. Transferable skills Gelar lulusan teknik informatika akan membekali kamu dengan berbagai keterampilan, dan banyak di antaranya dapat dialihkan ke bidang pekerjaan dan studi lain. Mempelajari ilmu komputer akan membantu kamu dalam mengembangkan problem-solving skills, logika dan penalaran, berpikir secara kritis, dan keterampilan analitis yang rumit.Keterampilan seperti data, algoritma kompleks dan statistik dapat dipertukarkan dan dialihkan ke banyak profesi, baik di dalam maupun di luar TI. Prospek Kerja Lulusan Komputer 15 Pilihan Karir Lulusan Teknik Informatika Teruntuk kamu yang bertanya-tanya teknik informatika kerja apa, pada bagian ini Cake akan membahas prospek kerja teknik informatika yang sangat beragam dan dibutuhkan industri sekarang. 1. Full Stack Developer Peluang kerja teknik informatika sebagai Full Stack Developer adalah ahli pengembang web di frontend dan backend. Mereka mahir dalam kedua bahasa pemrograman frontend (tampilan dan nuansa situs web) dan backend (logika situs, membuat server, dan bekerja dengan database dan API), serta mengerti tentang jaringan dan hosting. Gaji Full Stack Developer:Kisaran gaji teknik informatika sebagai Full Stack Developer adalah mulai dari 11 juta rupiah. Syarat:Keterampilan yang dibutuhkan prospek kerja teknologi informasi ini termasuk pemrograman dalam HTML/CSS (front-end), JavaScript (front-end), PHP (back-end), Python (back-end). Selain itu juga merupakan seorang team-player yang dapat berkomunikasi agar dapat bekerja sama dalam tim. 2. Front End Developer Peluang kerja teknik informatika sebagai Front End Developer adalah ahli pengembang web pada bagian depan atau interface, mulai dari logo, kolom pencarian, tombol, tata letak keseluruhan. Mereka harus memastikan tampilan design web yang baik dan berfungsi dengan benar. Gaji Front End Developer:Kisaran gaji teknik informatika sebagai Front end Developer adalah mulai dari 8 juta rupiah. Syarat:Keterampilan yang dibutuhkan prospek kerja teknologi informasi ini termasuk bahasa pemrograman seperti HTML/CSS, JavaScript, dan framework seperti AngularJS, ReactJS. Selain itu juga merupakan seorang team-player yang dapat berkomunikasi agar dapat bekerja sama dalam tim. 3. Back End Developer Peluang kerja teknik informatika sebagai Back-End Developer adalah ahli pengembang web pada bagian belakang layar sehingga dapat berfungsi optimal ketika seorang user berinteraksi dengan web tersebut dan mengirim data yang seharusnya. Gaji Backend Developer:Kisaran gaji teknik informatika sebagai Back end Developer adalah mulai dari 8 juta rupiah. Syarat:Keterampilan yang dibutuhkan prospek kerja teknologi informasi ini termasuk bahasa pemrograman seperti Python, PHP, Java serta framework nya. Selain itu juga merupakan seorang team-player yang dapat berkomunikasi agar dapat bekerja sama dalam tim. 4. IT Consultant Pekerjaan jurusan teknik informatika sebagai IT Consultant adalah ahli yang memberi saran, merencanakan, merancang, dan implementasi sistem teknologi informasi untuk klien mereka. Gaji Konsultan IT:Kisaran gaji teknik informatika sebagai konsultan IT adalah mulai dari 7 juta rupiah. Syarat:Keterampilan yang dibutuhkan pekerjaan lulusan IT sebagai IT Consultant adalah kemampuan analisis sistem TI dan arsitektur perusahaan, dapat mengidentifikasi masalah, inefisiensi, dan kelemahan sistem TI sehingga dapat memberikan saran tentang praktik terbaik teknologi. 5. Mobile Application Developer Pekerjaan jurusan teknik informatika sebagai Mobile Application Developer adalah ahli pengembang untuk aplikasi perangkat mobile iOS atau Android, seperti di smartphone atau tablet. Gaji Pengembang Aplikasi Seluler:Kisaran gaji teknik informatika sebagai Mobile Application Developer adalah mulai dari 7 juta rupiah. Syarat:Keterampilan yang dibutuhkan pekerjaan lulusan IT sebagai Mobile Application Developer termasuk bahasa pemrograman seperti JavaScript, C#, C++, Python atau Swift (iOS). Selain itu, merupakan seorang team-player yang dapat berkomunikasi agar dapat bekerja sama dalam tim. 📚 Baca juga:Mau Jadi Android Developer? Job Desc, Skill, Gaji, Karir, Dll. 6. Game Developer Pekerjaan jurusan teknik informatika sebagai Game Developer adalah ahli pengembang untuk game dalam berbagai format seperti PC, konsol, browser web, dan ponsel perangkat mobile. Gaji Pengembang Game:Kisaran gaji teknik informatika sebagai Game Developer adalah mulai dari 6 juta rupiah. Syarat:Keterampilan yang dibutuhkan pekerjaan jurusan IT sebagai Game Developer termasuk bahasa pemrograman seperti C#, C++, atau Java. Selain itu, dapat membangun libraries dan API, pengetahuan tentang tren game terbaru dan merupakan seorang team-player yang dapat berkomunikasi agar dapat bekerja sama dalam tim. 7. Data Scientist Pekerjaan teknik informatika sebagai Data Scientist adalah ahli dalam mengumpulkan, mengekstrak dan menginterpretasi data dengan algoritma machine learning sehingga bisa menjadi informasi yang berharga yang akan memprediksi situasi di waktu mendatang. Gaji Ilmuwan Data:Kisaran gaji teknik informatika sebagai Data Scientist adalah mulai dari 12 juta rupiah. Syarat:Keterampilan yang dibutuhkan pekerjaan lulusan teknik informatika sebagai Data Scientist termasuk bahasa pemrograman seperti SQL, Python, Java. Selain itu, dapat mengerti analytical tools seperti Hadoop, R dan pengetahuan statistik dan matematika. Kemampuan analitik juga penting untuk bekerja dengan data tidak terstruktur yang berasal dari berbagai sumber yang berbeda. 8.Data Analyst Pekerjaan teknik informatika sebagai Data Analyst adalah ahli dalam mengumpulkan, analisis data, mengubah data mentah menjadi informasi dan wawasan yang dapat digunakan untuk membuat keputusan bisnis. Gaji Analis data:Kisaran gaji teknik informatika sebagai Data Analyst adalah mulai dari 10 juta rupiah. Syarat:Keterampilan yang dibutuhkan pekerjaan lulusan teknik informatika sebagai Data Analyst termasuk bahasa pemrograman seperti SQL, Oracle, R, Python. Selain itu, dapat membangun database design, data models, dan segmentasi data. 9. Cyber Security Analyst Peluang kerja teknik komputer sebagai Cyber Security Analyst adalah ahli dalam memantau jaringan dan sistem, mendeteksi adanya ancaman keamanan, menganalisis dan menilai ancaman hingga memberikan resolusi, dan menjaga standar keamanan. Gaji Analis Keamanan Cyber:Kisaran gaji teknik informatika sebagai Cyber Security Analyst adalah mulai dari 10 juta rupiah. Spesifikasi:Keterampilan yang dibutuhkan prospek kerja teknik komputer sebagai Cyber Security Analyst termasuk mengerti firewalls, proxies, antivirus, dan pengujian penetrasi jaringan komputer hingga men-deploy patch untuk meningkatkan performa dan keamanan sistem. 10. Quality Assurance Analyst Peluang kerja teknik komputer sebagai Quality Assurance Analyst adalah ahli dalam melakukan pengujian pada perangkat lunak, atau web untuk mengidentifikasi dan mengatasi bug agar sistem dapat bekerja memenuhi standar yang ditetapkan. Gaji Analis Jaminan Kualitas:Kisaran gaji teknik informatika sebagai Quality Assurance Analyst adalah mulai dari 7 juta rupiah. Syarat:Keterampilan yang dibutuhkan prospek kerja teknik komputer sebagai Quality Assurance Analyst termasuk mengerti cara melakukan testing dan membuat laporan dokumentasi, detail dalam mengidentifikasi bug yang muncul, dan bisa memberikan masukan kepada tim pengembangan. 11. Cloud Engineer / Cloud Architect Pekerjaan untuk lulusan teknik informatika sebagai Cloud Engineer / Cloud Architect adalah ahli yang memanfaatkan teknologi cloud, membuat desain dan pengembangan platform berbasis cloud yang sesuai dengan strategi bisnis. Gaji Cloud Engineer / Cloud Architect:Kisaran gaji teknik informatika sebagai Cloud Engineer / Cloud Architect adalah mulai dari 10 juta rupiah. Syarat:Keterampilan yang dibutuhkan prospek kerja IT sebagai Cloud Engineer/Cloud Architect termasuk mengerti teknologi cloud dan penyedia arsitektur cloud seperti AWS, Azure, GCP, atau Snowflake. Selain itu, dapat mengoperasikan bahasa pemrograman seperti SQL, Java dan Python serta pengetahuan tentang sistem operasi, seperti Windows, Linux, dll. 12. System Analyst Pekerjaan untuk lulusan teknik informatika sebagai System Analyst adalah ahli yang memelihara, menganalisis, mengevaluasi sistem TI yang berjalan di perusahaan. Mereka juga memberikan saran untuk peningkatan atau perbaikan sistem agar dapat bekerja optimal. Gaji Analis Sistem: Kisaran gaji teknik informatika sebagai System Analyst adalah mulai dari 5 juta rupiah. Syarat:Keterampilan yang dibutuhkan prospek kerja IT sebagai System Analyst termasuk memahami sistem TI, hardware, software, dan jaringan serta hubungan antar komponen-komponen tersebut. Selain itu, System Analyst harus melakukan dokumentasi untuk proses bisnis dan sistemnya serta berkomunikasi dengan manajemen dan user untuk mendapatkan kebutuhan sistem yang diinginkan. 13. Network Engineer Pekerjaan lulusan teknik informatika sebagai Network Engineer adalah ahli yang mengkonfigurasi dan melakukan penginstalan perangkat-perangkat dalam sebuah jaringan. Gaji Insinyur Jaringan:Kisaran gaji teknik informatika sebagai Network Engineer adalah mulai dari 5 juta rupiah. Syarat:Keterampilan yang dibutuhkan prospek kerja ilmu komputer sebagai Network Engineer termasuk mengerti komponen-komponen jaringan seperti routers, switches, firewalls, dll. Selain itu, harus mampu menguasai protokol dan standar infrastruktur jaringan, dapat melakukan pemeliharan dan peningkatan jaringan serta menggambar network diagram dan arsitekturnya. 14. SEO Specialist Pekerjaan untuk lulusan teknik informatika sebagai SEO Specialist adalah ahli yang menganalisis dan meninjau performa situs, melakukan pengoptimalan halaman di situs web sehingga hasil pencarian tetap relevan. Gaji Spesialis SEO:Kisaran gaji teknik informatika sebagai SEO Specialist adalah mulai dari 6 juta rupiah. Syarat:Keterampilan yang dibutuhkan prospek kerja ilmu komputer sebagai SEO Specialist termasuk pengoperasian Google Analytics atau tools terkait, kemampuan menulis yang baik dan mengetahui teknik-teknik praktik SEO. 15. UX Designer Pekerjaan jurusan computer science sebagai UX Designer adalah ahli yang mendesain pengalaman pengguna (user experience) yang nyaman untuk digunakan user ketika menggunakan sebuah aplikasi atau situs web. Gaji Desainer UX:Kisaran gaji teknik informatika sebagai UX Designer adalah mulai dari 9 juta rupiah. Spesifikasi:Keterampilan yang dibutuhkan prospek kerja computer science sebagai UX Designer termasuk mengerti kebutuhan pengguna dari pelaksanaan survei atau interview, keterampilan berkomunikasi dan kolaborasi antar tim, mengoperasikan tools seperti Figma, Zeplin, Balsamiq, Sketch dan bisa berpikir kreatif untuk meluncurkan ide desain. 📚 Baca juga: 10 Prospek Kerja Lulusan Sistem Informasi Terbaik dan Gajinya! Itulah 15 prospek kerja lulusan teknik informatika dari Cake yang paling populer dan dicari di tahun mendatang. Walaupun peluang kerja lulusan teknik informatika variatif dan banyak dicari, penting juga untuk menguasai keterampilan dengan tekun agar kamu dapat diakui dalam dunia profesional sehingga meningkatkan value kamu dalam job market. Saat skill kamu dibutuhkan dan ada permintaan yang tinggi, gaji yang ditawarkan juga tentunya akan meningkat sesuai dengan apa yang kamu dapat tawarkan pada perusahaan.Ingin buat CV ATS-friendly yang profesional biar dilirik HRD? Cobain Cake untuk membuat CV Online, portofolio lamaran kerja, dan juga cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami. 100% GRATIS! --- Ditulis Oleh Priscilia Octaviani ---

Ketahui 4 Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist!

Daftar isi:Mengenal Data Analyst dan Data ScientistPerbedaan Data Analyst dan Data ScientistData Scientist atau Data Analyst, Mana Untukmu?Di dunia yang serba digital ini, data menjadi sangat berharga jika dapat diproses, dianalisis, dan digunakan secara efisien dan instan. Ahli data, yang dulunya bukan sebuah profesi di dunia teknologi, telah menjadi vital di setiap sektor dan di hampir setiap jenis bisnis. Ini menjadikan profesi ahli data lebih dicari dibanding sebelumnya karena hampir setiap organisasi sudah menyadari bahwa data merupakan aset untuk mendukung rencana strategis bisnis kedepannya. Data Analyst dan Data Scientist adalah dua peran kunci di ekosistem bisnis dan teknologi yang berkembang pesat ini. The U.S. Bureau of Labor Statistics melihat adanya pertumbuhan yang pesat di bidang ilmu data dan memperkirakan jumlah pekerjaan akan meningkat sekitar 28% hingga 2026. Angka 28% diperkirakan adalah 11,5 juta pekerjaan baru.📚 Baca juga:10 Pekerjaan Bidang IT yang Paling Dicari dan Gajinya! Pengertian Data Analyst dan Data Scientist Pekerjaan Data Analyst dan Data Scientist seringkali dianggap serupa karena keduanya bekerja secara intensif dengan angka dan data, namun sebenarnya keduanya berbeda. Pada bagian ini, kita akan mengeksplorasi lebih dalam mengenai perbedaan profesi Data Analyst dan Data Scientist. Apa itu Data Analyst? Dalam kesehariannya, data analyst menggunakan statistical tools untuk melihat tren data, mengidentifikasi pola, dan menghasilkan wawasan. Data Analyst dapat menemukan peluang untuk mengembangkan operasional bisnis agar produktivitas dan profitabilitas dapat ditingkatkan. Dalam prosesnya, mereka mengumpulkan, mengelola, dan membersihkan data. Data Analyst juga melihat data historis hingga mengolahnya untuk menghasilkan laporan berbasis data berupa visualisasi grafis. Laporan ini berisi penemuan mereka dan akan diberikan pada para pemangku kepentingan, sehingga dapat membantu organisasi membuat keputusan bisnis di masa yang akan datang. ✨ Sebagai contoh:Seorang analis data mengambil hasil survei riset pasar dan melihat bagaimana angka-angka itu kemudian dapat ditargetkan ke pasar sasaran yang lebih luas. Hasil survei kemudian diolah dengan software untuk mendapatkan jawaban bagaimana bisnis dapat mengembangkan produknya dan bagaimana memasarkannya. Analisis data juga melibatkan analisis angka penjualan per rentang waktu tertentu, membandingkan kelompok usia atau lokasi geografis yang berbeda, atau menemukan pola konsumen yang menginformasikan strategi bisnis. Apa itu Data Scientist? Data Scientist menggunakan teknologi canggih seperti machine learning dan predictive analysis untuk mengumpulkan data dan mengolah big data yang akan digunakan untuk memprediksi customer behavior sehingga dapat meningkatkan pendapatan bisnis. Dari big data, Data Scientist mencari pola dan membuat algoritma dan model sehingga bisnis dapat menggunakan data yang dikumpulkan dan menginterpretasikannya untuk skenario yang berbeda. Pembuatan algoritma dan model memerlukan keahlian matematika dan bahasa pemrograman. ✨Sebagai contoh: Seorang ilmuwan data menghasilkan segmentasi pelanggan. Dari segmentasi pelanggan tersebut, mereka dapat mengukur perbedaan dalam perilaku pembelian pelanggan dan mencocokannya dengan demografi yang berbeda untuk target pelanggan yang lebih baik. 📚 Baca juga: 12 Bahasa Pemrograman Paling Relevan 2022 [Jenis, Contoh, Dll.] Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist Berikut merupakan perbedaan data analyst dan data scientist, mulai dari tugas dan tanggung jawab, latar belakang pendidikan, skill yang dibutuhkan, dan prospek karir. ➡️ Data Analyst vs Data Scientist: Tugas dan Tanggung Jawab Perbedaan data analyst dan data scientist ditentukan dari deskripsi pekerjaan yang akan dijalankan dalam kesehariannya. Berikut adalah perbedaan tugas data analyst dan data scientist: 📊 Data Analyst⚙️ Data ScientistMelakukan validasi data dan data analisis yang ekstensif dalam kumpulan data besar untuk menemukan tren dataMelakukan data scrubbing untuk memodifikasi atau menghapus data yang tidak lengkap, tidak akurat, atau berulang dalam databaseMelakukan data querying menggunakan SQL, dan analisis data menggunakan ExcelMeneliti, mengembangkan, merencanakan, dan mengimplementasikan algoritma prediktif untuk mengidentifikasi tren yang akan datangMembuat laporan tabel dan visualisasi dasbor dengan software business intelligence untuk berbagi temuan dan rekomendasi dengan tim internalMelakukan analisis statistik menggunakan algoritma pembelajaran mesin (Machine Learning) seperti natural language processing, regresi logistik, KNN, dll.Berkomunikasi dengan business users untuk memahami proses bisnis dan memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk menginformasikan keputusan bisnis dengan lebih baikMembangun dan melatih pemodelan machine learning dengan menggunakan tools seperti Tensorflow untuk otomatisasi dan menyederhanakan proses sehari-hariBerkolaborasi dengan para pemimpin dan manajer untuk menentukan dan menangani kebutuhan data dan pelaporan untuk berbagai proyek perusahaanMembangun otomatisasi untuk mengumpulkan dan menginterpretasi dataMendukung semua permintaan data, contohnya untuk Pemasaran dan PenjualanBekerja dengan berbagai bahasa pemrograman, termasuk Python, SAS, dan RBerkomunikasi dan berkolaborasi dengan tim TI dan bisnis dalam mendukung pengambilan keputusan yang bersifat data-driven ➡️ Data Analyst vs Data Scientist: Latar Belakang Pendidikan Data Analyst pada umumnya memiliki latar belakang setidaknya gelar sarjana di bidang seperti ilmu komputer, teknik informatika, sistem informasi, matematika, atau statistik. Di sisi lain ketika melihat perbedaan data scientist dan data analyst, Data Scientist sebagian besar memiliki gelar magister atau doktoral dalam teknologi informasi, matematika, atau statistik. Pekerjaan data scientist membutuhkan keterampilan yang lebih tinggi dibanding data analyst karena membutuhkan banyak skill teknis dalam bahasa pemrograman, teknik data yang lebih canggih, dan analisis statistik. 💡 Pro Tips: Jika kamu tidak mempunyai gelar resmi dalam bidang tersebut, terdapat opsi untuk mendapatkan pendidikan non-formal seperti mengikuti kursus atau bootcamp untuk mendapatkan sertifikat profesional dalam analisis data dari institusi ternama dan membangun keterampilan yang dibutuhkan untuk pemula. Dari kursus yang diikuti, kamu juga dapat membangun portofolio untuk membuktikan keahlian kamu dalam memanipulasi dan menginterpretasi data. Jika kamu lebih tertarik untuk bekerja sebagai Data Scientist, kamu dapat mengambil pengalaman bekerja sebagai Data Analyst terlebih dahulu agar mendapatkan fondasi yang lebih kuat dalam mengolah data sehingga dapat menghasilkan temuan dan wawasan yang dapat menyelesaikan masalah. Data Scientist lebih dituntut untuk memiliki bakat dalam logika, matematika tingkat lanjut, dan pemrograman. Baca juga: 15 Prospek Kerja Teknik Informatika Terbaik [+Gaji, Info Kuliah, Dll.] ➡️ Data Analyst vs Data Scientist: Skill yang Dibutuhkan Perbedaan data analyst dan data scientist juga dapat dilihat dari skill yang dibutuhkan, seperti: 📊Data Analyst⚙️ Data ScientistData extraction, cleaning, validation dengan Structured Query Language (SQL)Mengumpulkan dan mengelola raw data dengan Structured Query Language (SQL)Pembuatan forecasting data dengan ExcelMembangun statistical data models dan probabilitasLinear algebra dan linear calculusPembuatan laporan and visualisasi data dengan Business Intelligence tools dan dasborMatematika diskritPredictive modelingData mining dan analisis pola dengan AIOtomatisasi data analysis dengan MLData visualization dengan model AI/MLPengembangan infrastruktur big data dengan Hadoop/Spark ➡️ Data Analyst vs Data Scientist: Prospek karir Pekerjaan data analyst dan data scientist terlibat dalam menghasilkan wawasan data dari pemrosesan, analisis, visualisasi, dan prediksi. Bedanya data analyst dan data scientist dapat dilihat dari daftar berikut mengenai beberapa pekerjaan umum dari masing-masing posisi: 📊 Data Analyst⚙️ Data ScientistData AnalystBusiness AnalystSystems AnalystResearch AnalystOperations AnalystMarketing AnalystResearcherData ScientistData ArchitectData EngineerMachine Learning EngineerBusiness Intelligence AnalystData Mining SpecialistStatistician 📚 Baca juga: Karier Data Scientist: Tugas, Gaji, Cara Menjadi Data Scientist! Memilih Karir Antara Data Analyst dan Data Scientist Peran dan tanggung jawab seorang data analyst dan data scientist dapat bervariasi tergantung pada industri dan lokasi tempat mereka bekerja. Setelah kamu mengerti tentang perbedaan data analyst dan data scientist, kamu dapat membuat keputusan yang lebih tepat mulai sekarang. Berikut adalah empat faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih antara karir di bidang data analyst vs data scientist: 1. Latar Belakang Pendidikan Perbedaan data analyst dan data scientist adalah latar belakang pendidikan dan profesional mereka. Minimal jalur pendidikan yang ditempuh oleh seorang data analyst adalah lulusan sarjana. Namun, prasyarat bagi data scientist biasanya lebih tinggi, yang pada umumnya memerlukan gelar pascasarjana atau pengalaman profesional bekerja dalam bidang data lebih dari 2 tahun. 2. Peminatan Peminatan pribadi juga tidak kalah penting dalam memilih karir antara data analyst dan data scientist. Jika Anda bersemangat tentang statistik, pemrograman, dan penelitian, maka karier sebagai analis data mungkin lebih cocok untuk kamu. Kamu bisa memilih karir sebagai data analyst jika kamu tertarik tentang analisis data menggunakan query SQL, membuat laporan berbasis data, mengolah data dalam excel, memvisualisasi data dalam dasbor hingga mengembangkan penelitian. Jika kamu lebih tertarik pada pemrograman tingkat lanjut, ilmu komputer, statistik dan matematika, dan ingin bekerja di dunia bisnis yang akan memprediksi tren dan pola di masa depan, data scientist mungkin lebih cocok untuk kamu. Kedua peran tersebut membutuhkan individu yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, hasrat untuk melakukan analisis data dalam membantu pemecahan masalah. 3. Perkiraan Gaji di Indonesia Gaji juga tidak kalah pentingnya dalam memilih karir antara data analyst dan data scientist. 💰 Kisaran Gaji Data Analyst Gaji awal seorang data analyst dimulai dari perkiraan Rp 5.000.000 dan dapat mencapai Rp 20.000.000 pada tingkat senior. 💰 Kisaran Gaji Data Scientist Di sisi lain, gaji awal seorang data scientist dimulai dari perkiraan Rp 8.000.000 dan dapat mencapai Rp 30.000.000 pada tingkat senior. 4. Siapkan CV Data Analyst / Data Scientist Ketika kamu sudah yakin atas pilihanmu, kamu dapat menyiapkan CV untuk mendukung proses pencarian kerja. Berikut adalah contoh CV data analyst dan data scientist dari Cake: Contoh CV Data AnalystContoh CV Data Analyst - Dibuat di Cake Contoh CV Data Scientist Contoh CV Data Scientist - Dibuat di Cake📚 Baca juga: Posisi Associate: Jabatan untuk Kamu yang Minim Pengalaman [+Cara, Contoh, Dll.] Dalam artikel Data Analyst vs Data Scientist ini, Cake telah menjelaskan perbedaan data analyst dan data scientist. Kedua profesi ini melakukan peran yang berbeda dan memiliki beberapa skill yang tumpang tindih. Dalam dunia profesional, keduanya perlu memiliki keterampilan yang sama dalam memahami data dan mengambil insights untuk memecahkan masalah sehari-hari. Perbedaan data analyst dan data scientist terlihat dalam tugas dan tanggung jawab, persyaratan pendidikan, skill, gaji dan prospek karier. Oleh karena itu, keputusan ada di tangan kamu dalam memilih mana yang tepat untuk perkembangan karirmu. Sudah persiapkan CV data analyst/data scientist kamu, belum? Yuk, buat di Cake CV Builder sekarang juga, 100% gratis!Buat CV --- Ditulis Oleh Priscilia Octaviani ---
Industry & Job Overview
Nov 17th 2025

Apa itu Business Analyst? Ini Tugas, Gaji, Skillnya!

Daftar isi : Definisi Business AnalystTugas dan Tanggung Jawab Business AnalystSkill yang Harus Dimiliki Business AnalystCara dan Tips Menjadi Business Analyst Perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini menuntut perusahaan untuk semakin berinovasi dalam mengembangkan produk dan layanan berdasarkan data-data bisnis yang ada. Permintaan posisi sebagai Business Analyst atau Bisnis Analis (BA) semakin banyak dicari, guna mempermudah perusahaan dalam meningkatkan efisiensi bisnis berdasar pada kemampuan analisis tentang fungsi bisnis dan teknologi informatika (IT). Jadi, apa itu Business Analyst, tugasnya dan cara menjadi Business Analyst?Mari kita simak! Apa itu Business Analyst? Pengertian Business Analyst? Business Analyst atau Bisnis Analis (BA) adalah seseorang yang mengkaji, menganalisis, memonitoring, dan mengevaluasi data-data terkait proses bisnis, produk, layanan, dan teknologi/software, agar perusahaan dapat mencapai target dan berkembang pesat. Business Analystjuga mengacu pada kemampuan atau keterampilan, serta suatu metode, pendekatan, dan penggunaan alat untuk menghasilkan informasi yang akurat dan tepat dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan bisnis menjadi lebih efektif, efisien, produktif, serta menguntungkan. Contoh Business Analyst:Sebuah toko minuman bubble tea ingin menaikan laba penjualan pada kuartal 2. Dengan data pelanggan yang sudah tersedia pada kuartal sebelumnya, seorang Business Analyst akan melakukan analisis tren pembelian dan preferensi pelanggan untuk mengidentifikasi peluang pertumbuhan. Hasilnya, mereka akan membuat rekomendasi strategis yang akan membantu toko minuman bubble tea meningkatkan laba penjualannya. Gaji Business Analyst Menurut keterangan IDX Channel (2021), penghasilan Business Analyst per bulan rupanya cukup menjanjikan. Gaji Business Analyst (junior) berkisar Rp 8 juta tergantung perusahaan dan kemampuan awal yang dimiliki. Sedangkan, gaji Bisnis Analisis (middle) berkisar Rp 10.000.000 - Rp 15.000.000 per bulan. Untuk gaji Analisis Bisnis (senior) per bulan berkisar Rp 20.000.000. 📚Baca juga: 15 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia!Job Desk Business Analyst Tugas Business Analyst akan bervariasi disesuikan dengan kebutuhan perusahaan. Biasanya kerja Business Analyst akan ditempatkan dalam suatu tim proyek. Namun, tugas dan tanggung jawab Business Analyst yang utama adalah membantu perusahaan agar dapat mencapai tujuannya untuk dapat bertahan diberbagai kondisi ekonomi global dan menjadi lebih baik dalam memberikan pelayanan serta meraih keuntungan.Berikut ini secara umum Business Analyst job description, yaitu :Bekerja sama dengan project manager atau manajer proyek serta tenaga ahli lain dalam merancang desain aplikasi yang efektif dan efisien.Menganalisis dan mengevaluasi proses bisnis, perilaku konsumen, dan data pasar yang dimiliki perusahaan saat ini, serta mengidentifikasi area perbaikan.Melakukan sistem dokumentasikan untuk membantu memperbaiki permasalahan yang ada terkait informasi keadaan pasar terkini (perilaku dan kebutuhan konsumen).Membuat perkiraan, perencanaan, dan model keuangan, serta melakukan analisis varians dan analisis keuangan.Memberikan dan melengkapi detail solusi bisnis yang tepat dan akurat untuk meningkatkan mutu layanan dan kinerja bisnis perusahaan dengan mengimplementasikan solusi teknologi.Meninjau, memonitor, dan mengevaluasi berdasarkan data-data bisnis terkini dan kemajuan teknologi untuk membuat sistem yang lebih modern.Menganalisis struktur organisasi dan kebijakan yang diberlakukan perusahaan agar dapat lebih efektif dan efisien. Skill yang diperlukan di bidang Business Analyst Apakah seorang Business Analyst harus ahli di bidang IT?Rupanya untuk menjadi Business Analyst, kamu tidak harus ahli dibidang IT, akan tetapi kesempatan kamu untuk bekerja di sebagai Analis Bisnis akan lebih besar ketika kamu memiliki pemahaman umum mengenai cara kerja sistem, produk, dan alat-alat IT. Selain itu, pekerjaan Business Analyst juga dituntut untuk memiliki skill atau kemampuan khusus baik soft skill maupun hard skill di bidang Analisis Bisnis.1. Pengembangan Produk Dalam pengembangan produk, seorang Business Analyst sebaiknya memiliki 3 aspek pengetahuan mengenai product requirements, product analysis, dan engineering requirements. Ketiga hal tersebut merupakan ilmu dasar yang mana akan mempermudah dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan produk serta fungsi produk dan pemasaran. 2. Berpikir Analitis dan Kritis (Analytical and Critical Thinking) Seorang analis bisnis harus menganalisis dan menerjemahkan kebutuhan suatu organisasi atau klien dengan akurat dan jelas.Berpikir kritis membantu seorang analis bisnis dalam menilai beberapa pilihan sebelum sampai pada solusi yang diinginkan.Business Analyst fokus pada pengumpulan dan pemahaman kebutuhan klien. Selain itu, berpikir kritis memungkinkan seorang bisnis analis untuk memprioritaskan kebutuhan bisnis. Sudut pandang analitis yang baik akan membantu seorang analis bisnis mencapai tujuan yang ditetapkan, bahkan ketika ada keterbatasan baik dalam sumber daya maupun kondisi yang tidak ideal. 3. Keterampilan Komunikasi dan Interpersonal (Communication and Interpersonal Skills) Sebagai Business Analyst haruslah memiliki kemampuan dalam berkomunikasi secara singkat baik secara lisan/verbal maupun tertulis dengan klien untuk menyampaikan ide, fakta, dan pendapat. Seorang Business Analyst menggunakan keterampilan komunikasi dan interpersonal pada fase yang berbeda, misalnya pada saat proyek diluncurkan, mengumpulkan persyaratan, berkolaborasi dengan klien, dan ketika memvalidasi solusi akhir. Keterampilan komunikasi dan interpersonal yang baik akan memberikan kepercayaan diri kepada seorang analis bisnis pada saat memfasilitasi suatu pertemuan bisnis. 4. Bahasa Pemrograman (Programming Language) Business Analyst yang memiliki pengetahuan pemrograman langsung dapat melakukan analisa data dengan lebih cepat, tepat dan baik. Pengetahuan tentang R dan Python sangat bermanfaat, karena masalah kompleks dapat diselesaikan dengan menulis pengkodean yang efisien. R dan Python terdiri dari beberapa perpustakaan dan paket untuk perselisihan data, manipulasi data, visualisasi data dan analitik. Dengan bantuan bahasa pemograman, maka data besar dapat dianalisis dan divisualisasikan dengan baik. Sehingga, model bisnis dapat dibuat untuk membuat prediksi bisnis. 5. Basis Data/Database dan SQL Bisnis Analis paling sering bekerja dengan data terstruktur.Sehingga, untuk menyimpan dan memproses data berat, Busniness Analyst harus memiliki pemahaman yang baik tentang database relasional seperti Microsoft SQL Server, database MySQL, Oracle DB, serta database NoSQL.Ini akan membantu Business Analyst dalam mengakses, mengambil, memanipulasi, dan menganalisis data. 6. Ketrampilan Dasar tentang Microsoft Excel Pengetahuan tentang Microsoft Excel juga akan bermanfaat bagi Business Analyst, Karena basic skill ini dapat digunakan untuk membuat model pertumbuhan pendapatan untuk produk baru berdasarkan perkiraan pelanggan terbaru, merencanakan kalender editorial, membuat daftar pengeluaran untuk produk, dan membuat bagan untuk memperlihatkan seberapa dekat produk dengan anggaran di setiap kategori. Serta, Business Analyst dapat merangkum pendapatan pelanggan berdasarkan produk untuk menemukan area di mana ada kebutuhan untuk membangun hubungan pelanggan yang lebih kuat. 7. Bernegosiasi dan Pengambilan Keputusan Negosiasi adalah keterampilan penting yang harus dimiliki setiap Business Analyst.Negosiasi digunakan untuk membuat keputusan teknis, memutuskan apa yang harus disertakan dalam visi proyek, menentukan permintaan mana yang berubah menjadi persyaratan dan tingkat prioritasnya. Selain itu, sebelum membuat keputusan, seorang analis bisnis menginterpretasikan masalah dan menemukan pendekatan bisnis alternatif.Business Analyst, kemudian menguji semua pendekatan alternatif dan membuat keputusan berdasarkan pemikiran tentang pendekatan tersebut, dan mengimplementasikan solusinya. 8. Pembuatan laporan, dasbor, dokumentasi, dan presentasi Bisnis Analis harus mahir dalam menggunakan berbagai alat interligen bisnis untuk membuat laporan dan dasbor dalam memecahkan masalah pengambilan keputusan.Pengetahuan yang baik tentang Tableau , QlikView, dan Power BI diperlukan untuk membuat laporan yang berbeda berdasarkan kebutuhan bisnis. Seorang analis bisnis pun harus dapat mendokumentasikan ajaran dan hasil proyek dengan sangat baik, jelas, dan ringkas.Sehingga, apabila muncul suatu permasalahan, Business Analyst dapat langsung menggunakan solusi sebelumnya, serta menghemat waktu dan mencegah masalah yang tidak diinginkan. Selain itu, Business Analyst harus dengan percaya diri mempresentasikan temuan dan hasil proyek di depan para pemangku kepentingan dan klien.Dengan bantuan dokumentasi terorganisir, analis bisnis dapat mengkomunikasikan konsep teknis dengan mudah kepada karyawan non-teknis. Bagaimana Cara Menjadi Business Analyst? Menjadi seorang analis bisnis memerlukan keterampilan dan kemampuan yang sesuai dengan pekerjaan dan industri yang diminati.Kursus, sertifikasi, atau gelar masing-masing dapat membantu jalan kamu menuju pekerjaan sebagai analis bisnis.Agar mempermudah untuk mencapai keinginan bekerja di bidang analisis bisnis, berikut informasi yang dapat kamu siapkan : 1. Pertajam Keterampilan Analisa Bisnis Pada dasarnya, seorang analis bisnis setidaknya harus memiliki keterampilan dalam hal:Analisis (mengumpulkan, melacak, dan menafsirkan metrik kinerja dengan bantuan Tableau, Excel, BI tools, dan SQL),Komunikasi (dapat berkomunikasi dengan berbagai macam karakter dan mempresentasikan ide baik lisan maupun tertulis),Business Process and Planning (memahami metodologi tertentu, seperti Analisis Bisnis Agile, Six Sigma, atau Rational Unified Process),Technical Knowledge (pengetahuan tentang keungan, akuntansi, dan prinsip-prinsip bisnis). 2. Pertimbangkan Gelar Selain skilldan pengalaman, beberapa perusahaan mempertimbangkan gelar yang ada di CV kamu.Hal ini karena, perusahaan berasumsi dengan gelar yang kamu miliki, kamu sudah mempunyai pengetahuan dasar yang cukup. Bagi kamu yang belum berkuliah dan tertarik di bidang Business Analyst, kamu dapat melanjutkan studi di jurusan economics, finance, computer science, data science, statistics, information management, dan bidang lainnya yang terkait dengan pekerjaan Bisnis Analis. 3. Mengambil Kursus Kalau kamu tidak memiliki gelar di bidang yang terkait Busines Analyst, tidak ada salahnya mengikuti kursus, baik secara langsung atau online di bidang analitik bisnis. Selain kamu mendapat pemahaman terkait analisis data atau analisis bisnis, kamu dapat juga menguasi tools (Tableau, Excel, atau MySQL) yang digunakan dalam analisis bisnis melalui kursus. 4. Sertifikasi Bisnis Analis Mempuyai sertifikasi Business Analystdapat memperluas keahlian dan meningkatkan potensi agar memperolah pekerjaan serta menambah penghasilan. 🥇 Contohsertifikasi analisis bisnis, seperti : IIBA Entry Certificate in Business Analysis (ECBA).IIBA Certified Business Analysis Professional (CBAP).IIBA Certification of Capability in Business Analysis (CCBA).PMI Professional in Business Analytics (PMI-PBA). Sebagai pemula, sertifikasi ECBA cukup meyakinkan perusahaan karena dapat memberikan beberapa jam pelatihan dan mengetahui dasar-dasar tentang analisis bisnis. Sedangkan, untuk pengalaman yang lebih mendalam tentang analitik bisnis, kamu dapat mengambil sertifikasi CBAP, CCBA, dan PMI-PBA.Cari referensi contoh CV yang menarik perhatian HR? Kamu bisa temukan berbagai contoh CV untuk semua pekerjaan di halaman ini! Lihat Contoh CV 5. Mencari Pengalaman dan Menjalankan Proyek Setiap industri memiliki kebutuhan dan tantangan bisnis yang berbeda.Sebagai contoh, pengembangan solusi bisnis untuk industri fashion mungkin terlihat berbeda dibandingkan dengan industri pangan. Maka untuk meningkatkan keterampilan, kamu dapat bergabung dalam beberapa proyek penelitian bisnis analis dosen maupun pemerintah. Selain itu, pengalaman magang atau internship di suatu industri, dapat memberikan keunggulan dan daya tarik saat melamar pekerjaan Business Analyst. Mengikuti kegiatan magang maupun proyek penelitian, akan mengembangkan kemampuan analisis, visualisasi, dan presentasi yang baik serta menarik di depan umum. 6. Buatlah CV Business Analyst yang menarik Menyiapkan CV atau resume bertujuan memberikan informasi tentang dirimu agar menarik perhatian perusahaan.CV yang menarik berisikan data dan informasi pengalaman yang sesuai dengan apa yang dicari perusahaan, bersifat jujur dan tidak dilebih-lebihkan. . Agar menarik dan meyakinkan para rekruiter, kamu juga dapat mengikuti beberapa tips penulisan CV atau resume Business Analyst berikut:Memberikan informasi yang cukup luas tentang skill yang kamu miliki:Hard skills Business Analyst: Analisis As-In, benchmarking, analytical software, business process and planning,SQL, dll.Soft skills Business Analyst: berpikir kreatif, komunikasi, riset dan analisis, manajemen waktu, bekerjasama dalam tim, berbicara di depan umum, perhatian terhadap detail, dll. Menambahkan beberapa informasi, seperti:Sertifikasi Analis Bisnis,Penghargaan Business Analyst,Kursus online/offline,Kegiatan magang,dan lainnya. Sertakan Cover Letter atau ringkasan resume Bisnis Analis:Menurut penelitian, perusahaan hanya memiliki waktu 6 detik untukmenganalisissetiap CV atau resume.Cover Letter atau surat lamaran adalah bagian penting dari proses perekrutan.Karena pada bagian ini, menyertakan cover letter tidak hanya mempermudah proses screening.Tapi juga menunjukkan kepada rekuiter bahwa kamu memiliki keinginan yang tinggi untuk bekerja di perusahaanmereka. Untuk membuat surat pengantar yang baik dan menarik, kita harus memastikan bahwa surat itu disusun dengan benar.Tips-tips di atas semoga dapat membantu kamu dalam pembuatan CV Bisnis Analis yang baik dan menarik. Untuk memudahkan kamu dalam membayangkan seperti apa bentuk CV Business Analyst, kamu juga bisa mengikuti contoh CV Business Analyst berikut : Contoh CV Business AnalystContoh CV Business Analyst - Dibuat di CakeResumeCakeResume menyediakan 50+ template CV online yang mudah dan menarik untuk dibuat, GRATIS! Yuk, buat CV PDF mu sekarang!🎉 Buat CVContoh CV Analis Bisnis Contoh CV Business Analyst - Dibuat di CakeResumeBagaimana, sudah siap membuat CVbusiness analyst? Setelah membuat CV, langsung saja lamar ke lowonganbusiness analyst di Cake!👇🏻 Rekomendasi Lowongan Kerja Cake adalah website untukmembuat CVterbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buatportofoliodan cari kerja denganjob portalCake.--- Ditulis Oleh Anggraeni Kumala Dewi ---

Apa itu Credit Analyst? Tugas, Skill dan Gajinya!

Setiap hari, ribuan orang mengajukan pinjaman Kredit Perumahan Rakyat (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) maupun kredit lainnya kepada bank dan lembaga keuangan (LK) lainnya. Lalu ada pula perusahaan-perusahaan kecil dan besar yang juga mengajukan kredit untuk membiayai usaha mereka. Dan tentunya, bank/LK lainnya tidak bisa menyetujui semua kredit yang diajukan. Ada orang dan perusahaan yang karena gaya hidupnya, besar pemasukannya, maupun kondisi lainnya, sehingga memiliki risiko gagal bayar yang besar.Karena itu, bank maupun LK lainnya memerlukan credit analyst/kredit analis. Daftar isi:Pengertian Analis Kredit Apa Tugas Analis Kredit? Skill yang Dibutuhkan Analis Kredit Karir Analis Kredit Apa itu Credit Analyst?Kredit analisis adalah sepasukan tim yang menganalisis profil risiko nasabah. Singkatnya, seorangcredit analystbertugas untuk menganalisis aplikasi pinjaman yang diajukan calon nasabah. Mengingat natur dan tugas credit analyst, mereka umumnya bekerja pad­­a perusahaan-perusahaan keuangan. Analisis kredit bank mungkin yang paling umum. Meskipun demikian, ada juga lembaga seperti multfinance dan fintech lending yang memerlukan jasa credit analyst. Di luar itu, institutsi lainnya yang sering memperkerjakan credit analyst adalah lembaga penilai kredit independen seperti PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) dan Moody’s.Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari LokerTugas Credit AnalystSecara sederhana, tugas credit analyst ialah memastikan bahwa plafon (besaran pinjaman) dan syarat-syarat kredit (contoh: bunga dan agunan) sudah seturut dengan risiko dari peminjam. Atau, menolak pengajuan pinjaman bila ternyata kondisi keuangan calon peminjam terlalu beresiko. Selain itu, khusus untuk pinjaman korporasi dalam jangka waktu panjang seperti 5 tahun, tanggung jawab credit analyst adalah untuk mengecek performa perusahaan nasabah dari waktu ke waktu untuk meminimalisasi risiko gagal bayar (default). Meski terdengar sederhana, ada banyak proses yang harus dilakukan dalam analisis kredit bank maupun LK lainnya. 1. Know Your Customer (KYC) Tugas credit analyst yang pertama sebelum melakukan analisis apapun ialah melakukan pengecekan latar belakang peminjam atau biasa disebut KYC. Secara sederhana, langkah ini dilakukan lembaga pemberi pinjaman untuk memastikan bahwa calon peminjam memiliki jejak rekam yang “bersih”. Beberapa pekerjaan credit analyst saat melakukan KYC ialah pengecekan kepemilikan perusahaan atau identitas calon peminjam. Lembaga pemberi pinjaman perlu memastikan bahwa baik individu maupun perusahaan yang meminjam tidak termasuk dan tidak terkait dengan perusahaan maupun individu yang pernah melakukan tindak criminal pencucian uang dan tindak kriminal lainnya. Umumnya, KYC tidak terlalu sulit untuk dilakukan, terutama dalam pengecekan rekam jejak individual. Namun pada perusahaan multinasional, struktur kepemilikan bisa cukup rumit dan tak jarang melibatkan perusahaan holding di negara-negara tax haven dengan keterbukaan informasi yang minim. Alhasil, diperlukan usaha lebih untuk memastikan latar belakang calon nasabah. Setelah tahap KYC, barulah tugas credit analyst dari segi komersial dan finansial dimulai. 2. Analisis Industri Langkah pertama segi komersial/finansial yang dilakukan seorang analis kredit adalah melakukan analisis industri secara umum. Analisis ini hanya dilakukan bila calon peminjam merupakan perusahaan dan bukan individu. Industri yang baik adalah industri yang terus mengalami peningkatan pendapatan secara konsisten. Sebagai contoh, industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) merupakan salah satu industri yang umumnya paling sehat. Mengingat kebutuhan masyarakat akan barang kebutuhan sehari-hari yang konsisten dalam situasi ekonomi apapun, industri FMCG umumnya selalu tumbuh dari tahun ke tahun. Di lain pihak, ada industri yang bersifat siklikal (cyclical) seperti tambang dan minyak kelapa sawit. Merupakan bagian dari tugas credit analyst untuk memerhatikan apakah industri-industri ini sedang dalam tren menanjak atau menurun. 3. Analisis Finansial Job desk credit analyst selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap laporan pengeluaran individu atau laporan keuangan perusahaan. Untuk calon peminjam individu, tugas credit analyst cukup sederhana. Umumnya calon peminjam akan diminta untuk melampirkan buku tabungan untuk transaksi selama beberapa bulan terakhir. Berdasarkan lampiran ini, credit analyst akan mengecek apakah calon peminjam mempunyai kemampuan untuk membayar utangnya. Hal ini akan terlihat dari berapa rata-rata pendapatan dan pengeluaran si calon peminjam selama beberapa waktu terakhir. Meski demikian, untuk calon peminjam institusi atau perusahaan, pekerjaan credit analyst akan melibatkan proses yang cukup panjang. Berbekal laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas, ada beberapa hal yang akan menjadi perhatian analyst. Pertama, apakah perusahaan mempunyai kemampuan untuk mencetak keuntungan. Hal ini akan terlihat jelas dari laporan laba rugi. Perusahaan dengan pertumbuhan pendapatan dari tahun ke tahun mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjalankan operasional perusahaan dn mencetak laba. Kedua, apakah perusahaan mempunyai risiko kredit yang tinggi. Hal ini dapat tercermin salah satunya dari neraca. Pada neraca, obyek yang menjadi perhatian analis kredit adalah tingkat utang dari sebuah perusahaan. Perusahaan yang mempunyai utang yang tinggi relatif terhadap modalnya (ekuitas) cenderung tidak bisa membayar utangnya ketika terjadi masalah pada operasional perusahaan. Ketiga, apakah perusahaan dapat menghasilkan kas (cash flow). Pada beberapa kasus, ada perusahaan-perusahaan dengan keuntungan yang besar tapi tidak mampu mengoversi laba tersebut menjadi uang. Hal ini dikarenakan banyaknya piutangnya yang tidak tertagih. Dengan melihat laporan arus kas, seorang analyst dapat menilai apakah keuntungan perusahaan dapat menghasilkan uang bagi perusahaan. 4. Penulisan dan Presentasi Laporan Setelah semua analisis dilakukan, tahap terakhir yang harus dilakukan credit analyst adalah menyusun laporan dan mempresentasikannya dengan pihak terkait seperti Relationship Manager maupun Risk Team. Pihak-pihak terkait ini akan mempertimbangkan laporan hasil analisis dari credit analyst untuk menentukan plafon dan besaran bunga bagi peminjam.Skill yang Harus Dimiliki Credit AnalystMengingat tuntutan pekerjaan yang tinggi, ada beberapa kemampuan yang wajib dimiliki oleh seorang credit analyst. 1. Kemampuan Akuntansialah satu kemampuan paling penting yang perlu dimiliki seorang credit analyst adalah kemampuan membaca laporan keuangan. Selain itu, credit analyst harus mampu mengkalkulasi rasio-rasio penting seperti Debt-to-Equity Ratio (DER) dan Liquidity Ratio. 2. Analisis Kuantitatif Terkait dengan kemampuan akuntansi, analisis kuantitatif diperlukan untuk menafsirkan data-data akuntansi. Sebagai contoh, setelah mengetahui DER dari sebuah perusahaan, tugas kredit analis adalah menilai apakah angka tersebut menunjukan kondisi keuangan yang sehat. 3. Bahasa Inggris Pada bank-bank dan lembaga keuangan internasional yang beroperasi di Indonesia, laporan analisis ditulis dalam Bahasa Inggris. Selain itu, ketika hendak menganalisis calon nasabah perusahaan internasional dengan cabang di Indonesia, tak jarang informasi yang tersedia hanya dalam Bahasa Inggris. Karena itu, kemampuan berbahasa Inggris merupakan skill credit analyst yang sangat dibutuhkan.4. Pengetahuan IndustriKemampuan ini merujuk pada pengetahuan tentang cara kerja, tren, pemain-pemain penting, maupun informasi lainnya terkait sebuah industri. Skill credit analyst satu ini sangatlah berharga karena akan membuat analyst dapat menilai informasi akuntansi dengan lebih baik. Contoh:Sebagai contoh, ketika perusahaan-perusahaan batu bara mencatatkan profit all-time-high pada 2022, seorang analyst yang mengerti industri energi akan menyadari bahwa profit tersebut dikarenakan situasi Perang Rusia-Ukraina mengakibatkan harga energi yang tinggi sehingga kemungkinan tidak akan sustainable dalam jangka panjang. 5. Pengetahuan Manajemen Risiko Setiap lembaga keuangan umumnya memiliki tim manajemen risiko sehingga melakukan manajemen risiko tidak termasuk job desk credit analyst. Meskipun demikian, seorang credit analyst juga dituntut untuk memiliki sedikit pengetahuan pada bidang risiko untuk dapat mengenali nasabah-nasabah dengan risiko yang tinggi. 6. Ketelitian Analisis kredit dibangun di atas data-data finansial. Mengingat jumlah data yang tersedia sangat banyak, ketelitian seorang credit analyst adalah sebuah syarat utama untuk melakukan pekerjaan dengan baik, terutama ketelitian dalam melakukan data cleaning maupun analisis. 7. Komunikasi Kerja credit analyst tak melulu soal analisis kredit bank di balik meja. Seorang credit analystumumnya akan bekerja dengan karyawan dari departemen lain seperti dari Divisi Relationship Management (Sales) maupun Divisi Manajemen Risiko. Kemampuan komunikasi yang baik diperlukan untuk menyampaikan opini credit analyst terhadap perusahaan yang dianalisis kepada divisi-divisi lain.Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari LokerProspek dan Jenjang Karir Credit Analyst Menurut Glassdoor, gaji credit analyst umumnya tergolong yang cukup baik. Pada beberapa bank internasional, untuk posisi junior, gaji credit analyst dapat mencapai hingga Rp 18.000.000.Dari segi jenjang karir credit analyst, umumnya akan dimulai dari posisi junior yang melakukan tinjauan ulang terhadap nasabah-nasabah yang sudah dimiliki bank/LK lainnya. Perlahan, tugas credit analyst juga akan ditambah untuk melakukan review terhadap nasabah baru sambil melakukan supervisi pada analis junior. Jenjang karir terakhir seorang analis kredit adalah team head dari commercial banking ataupun retail banking. Tertarik untuk melamar pekerjaan credit analyst? Pastikan Anda memiliki CV lamaran kerja yang cocok untuk melamar seperti contoh CV yang telah Cake siapkan.Contoh CVCredit Analyst - Dibuat di CakeBuat CV di Cake, tersedia 12+ template CV menarik yang ATS friendly. Gratis Download PDF! 🎉Buat CVKonklusiSeorang kredit analisis menganalisis profil risiko nasabah. Singkatnya, tugas credit analyst adalahmenganalisis aplikasi pinjaman yang diajukan calon nasabah.Skill yang dibutuhkan seorang kredit analis termasuk: kemampuan akuntansi, analisa kuantitatif, pengetahuan industri, manajemen risiko, dan ketelitian.Pekerjaan kredit analis memiliki prospek kerja yang baik. Dimulai dari posisi junior, jenjang karir terakhir seorang analis kredit adalah team head dari commercial banking ataupun retail banking.--- Ditulis Oleh Stephen Antonius ---
Industry & Job Overview
Nov 16th 2024

13 Peluang Kerja Administrasi Bisnis Paling Dicari Perusahaan [+Gaji dan Skill]

Apabila kamu tertarik dalam bidang bisnis, pernahkan kamu mendengar jurusan administrasi bisnis? Jurusan Administrasi Bisnis adalah jurusan yang mempelajari multidisiplin ilmu yang menggabungkan berbagai mata pelajaran untuk mempelajari bagaimana bisnis bisa berfungsi dengan berhasil. Lalu, apakah jurusan Administrasi Bisnis banyak peminatnya? Jurusan Administrasi Bisnis menjadi salah satu jurusan yang banyak diminati. Salah satu alasannya, yaitu karena jurusan ini memiliki peluang dan prospek kerja yang terbuka lebar dan beragam. Seorang lulusan administrasi bisnis dapat memilih dari berbagai konsentrasi, seperti akuntansi, keuangan, pemasaran, sistem informasi, analisis bisnis hingga manajemen supply-chain. Namun, sebenarnya administrasi bisnis bisa kerja apa? Mari kita simak prospek kerjanya di artikel ini.Daftar isi: Apa itu Jurusan Administrasi Bisnis Kenapa Harus Memilih Jurusan Administrasi Bisnis 13 Peluang Kerja Administrasi Bisnis yang Paling Dicari Apa itu Jurusan Administrasi Bisnis? Jurusan administrasi bisnis adalah adalah suatu jurusan atau bidang studi khusus yang mempelajari segala sesuatu yang terkait dengan kegiatan operasional bisnis dan perusahaan. Kemudian, S1 administrasi bisnis belajar apa saja? Jurusan ini mencakup pelajaran mengenai akuntansi, keuangan, pemasaran, produksi, pengelolaan SDM, hingga sistem informasi. Kuliah administrasi bisnis dapat membuka lapangan kerja di berbagai industri termasuk manufaktur, layanan kesehatan, pendidikan, keuangan, layanan sipil, dan ritel. Beberapa profesi mungkin mengharuskan seseorang memiliki gelar Master of Business Administration (MBA), Doctor of Business Administration (DBA), Ph.D, atau Doktor Manajemen (D.M. atau D.Mgt). Gelar dari jurusan administrasi bisnis juga memungkinkan kamu untuk mendapat peluang di lembaga publik, perusahaan dan organisasi nirlaba di seluruh dunia. Posisi tingkat awal memerlukan gelar associate atau sarjana, namun untuk posisi tingkat lanjut memerlukan gelar pasca-sekolah menengah dan pengalaman kerja puluhan tahun. Selain pendidikan lanjutan, kamu juga memerlukan semangat wirausaha, keterampilan manajemen yang baik, fokus, dan keterampilan interpersonal untuk sukses dalam bidang pekerjaan ini. Kenapa Harus Memilih Jurusan Administrasi Bisnis Mengapa harus memilih jurusan administrasi bisnis? Memangnya, lulusan administrasi bisnis bisa jadi apa? Berikut adalah beberapa alasan mengapa kamu harus memilih jurusan administrasi bisnis. 1. Pilihan karir yang beragam Gelar administrasi bisnis membuat lulusannya memiliki pilihan karir yang beragam karena dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan pengelolaan operasional bisnis. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya diatas, jurusan ini mempelajari berbagai aspek bisnis dari operasional bisnis, akuntansi, keuangan, pemasaran, produksi, pengelolaan SDM, hingga sistem informasi. Pemahaman yang menyeluruh akan hal-hal ini tentu menjadi pilar utama dalam melakukan bisnis, sehingga sangat berguna untuk beragam karir yang terbuka untuk lulusan administrasi bisnis. 2. Pemahaman bisnis dari dasar hingga tingkat lanjut Saat kuliah Administrasi Bisnis, kamu akan diajarkan untuk mengelola sebuah bisnis mulai dari dasar, atau dari nol, hingga dapat berjalan dengan sukses dan sesuai harapan. Tidak hanya diajarkan berbisnis untuk mendapatkan keuntungan, kamu juga akan mempelajari tentang value dari sebuah bisnis dan dampaknya untuk masyarakat atau lingkungan di sekitarmu. Kamu akan memahami bagaimana sebuah bisnis dibangun dari awal hingga bisa bernilai bagi banyak orang dan berdampak untuk banyak pihak. Oleh karena itu, jurusan Administrasi Bisnis sangat tepat untuk kamu yang memiliki impian untuk membangun usaha sendiri. 3. Memiliki prospek untuk jangka panjang Bisnis adalah suatu bidang/ilmu yang akan terus selalu berkembang pesat dan mengikuti perkembangan zaman dari waktu ke waktu. Bidang pekerjaan administrasi bisnis juga tidak mungkin lepas dari perkembangan zaman ini. Melihat prospek ini, tentu administrasi bisnis menjadi salah satu bidang pekerjaan yang akan terus dibutuhkan dan tetap bernilai untuk masa depan. 4. Mengembangkan keterampilan kepemimpinan Jurusan administrasi bisnis tidak hanya mempelajari ilmu konkret atau aspek-aspek dalam berbisnis seperti pemasaran, keuangan, operasional, dan lainnya, tetapi juga melatih jiwa kepemimpinan seseorang dengan manajemen proyek, critical thinking, problem solving, decision making dalam berbisnis, hingga komunikasi yang efektif dengan orang lain. Semua soft skills ini tentu berdampak pada kemampuan leadership seseorang nantinya dalam bidang apapun, baik administrasi bisnis, maupun bukan. 13 Peluang Kerja Jurusan Administrasi Bisnis Seperti yang dijelaskan sebelumnya, peluang kerja administrasi bisnis terbilang beragam karena seorang lulusan Administrasi Bisnis dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan pengelolaan operasional sebuah bisnis. Maka dari itu, kira-kira apa prospek kerja administrasi bisnis? Dan berapakah gaji untuk lulusan administrasi bisnis? Mari kita lihat pilihan karirnya dibawah ini! 1. Staf Administrasi Staf Administrasi bertanggung jawab untuk mengelola dokumen perusahaan, membantu alur administrasi agar berjalan lancar, serta mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan perusahaan. Seorang Staf Administrasi juga bertugas untuk menjembatani proses pekerjaan dari satu departemen ke departemen lainnya dalam sebuah perusahaan. Sebagai lulusan jurusan administrasi bisnis, kamu memiliki berpeluang besar untuk bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan. Besarnya gaji yang bisa didapatkan dari pekerjaan staf administrasi berkisar dari 3 juta hingga 5 juta rupiah, dan bisa meningkat sesuai dengan pengalaman. Skill/keterampilan yang dibutuhkan seorang staf administrasi adalah mengoperasikan program-program yang bisa mendukung administrasi seperti Microsoft Office (PowerPoint, Excel, dan Word), keterampilan manajemen baik waktu maupun manajemen tugas, hingga kemampuan komunikasi yang efektif untuk mempermudah menjembatani beberapa departemen dalam perusahaan yang berbeda.📚 Baca juga:Staff Administrasi: Job Desk, Gaji, Skill, Dll. 2. Business Consultant Peluang kerja administrasi bisnis selanjutnya adalah Business Consultant. Konsultan bisnis adalah seseorang yang membantu sebuah perusahaan mendapatkan atau mempertahankan keunggulan kompetitif melalui pemberian rekomendasi dan saran. Seorang Business Consultant akan melakukan studi tentang suatu bisnis dan mengamati praktik yang dilakukan di tempat kerja. Setelah menganalisa dan mengevaluasi praktik tersebut, mereka kemudian memberikan rekomendasi atau saran, serta laporan kepada manajemen dalam perusahaan. Untuk di Indonesia, besaran gaji yang bisa dapat peroleh sebagai konsultan bisnis berbeda-beda tergantung pengalaman kerja dan kebijakan perusahaan. Namun biasanya dimulai dari Rp 5 juta untuk posisi awal hingga 7 juta untuk posisi yang lebih berpengalaman. Konsultan bisnis adalah seorang profesional yang menyediakan jasa konsultasi atau penasehat terkait kegiatan bisnis dalam perusahaan. Seorang konsultan bisnis harus mampu memberikan rekomendasi terbaik terkait rencana bisnis maupun permasalahan bisnis yang tengah dihadapi. Maka dari itu, skill wajib yang harus dimiliki konsultan bisnis adalah problem solving, critical and analytical thinking. Selain itu, Konsultan bisnis juga memerlukan skill leadership, yaitu kemampuan seseorang untuk mempengaruhi atau menginspirasi orang lain agar melakukan tindakan yang sesuai rencana demi keberhasilan tujuan usaha. 📚 Baca juga:Apa itu Business Consultant? Kenali Tugas, Gaji, Skill, Dll.! 3. Business Analyst Business Analyst adalah seorang profesional yang menghubungkan bisnis dengan teknologi. Mereka akan banyak melakukan analisis data untuk kepentingan perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis. Tugas utama seorang Business Analyst adalah menganalisis proses bisnis yang sedang berjalan, menemukan usulan perbaikan, dan menerapkannya agar dapat mencapai tujuan bisnis dengan lebih baik. Seorang business analyst bekerja bersama dengan para pemimpin di departemen bisnis dan teknologi. Hal ini agar model bisnis diselaraskan dengan teknologi yang dimiliki sehingga menghasilkan output yang sesuai. Menurut Glassdoor, rentang gajinya seorang Business Analyst ada di antara Rp 6.500.000 - Rp 12.000.000 untuk posisi entry level atau pengalaman kurang dari lima tahun. Kemudian untuk posisi senior dan sudah punya pengalaman lebih dari 5 tahun, bisa menerima gaji antara Rp 20.000.000 - Rp 40.000.000. Skill yang disyaratkan untuk menjadi Business Analyst adalah keterampilan pengembangan produk seperti product requirements, product analyst, dan engineering requirements. Pengetahuan dalam tiga aspek tersebut harus mendalam. Ketiga hal ini saling berkaitan dalam pengembangan produk, dan merupakan ilmu dasar untuk duduk di posisi tersebut. Selain itu, Business Analyst juga harus berpikir analitis dan mampu menyelesaikan setiap masalah. Diperlukan juga kemampuan hitung-hitungan beserta perangkat lunaknya seperti spreadsheet, program database, dan perangkat lunak lain yang berhubungan dengan keuangan. 📚 Baca juga:Apa itu Business Analyst? Ini Tugas, Gaji, Skillnya! 4. Business Development BD adalah orang yang bertanggung jawab untuk mencari cara supaya interaksi dari ketiga pihak (pelanggan, pasar, dan relasi bisnis) bisa menciptakan peluang bagi perusahaan untuk terus tumbuh. Business Development bukan hanya mengusahakan keuntungan sebanyak-banyaknya untuk perusahaan dalam waktu singkat, tetapi mereka juga harus memikirkan strategi dan taktik dalam jangka panjang demi berkembangnya perusahaan tersebut. Rentang gaji Business Development ada di antara Rp 6.500.000 - Rp 12.000.000 untuk posisi entry level atau pengalaman kurang dari lima tahun. Sedangkan posisi senior dan sudah punya pengalaman lebih dari 5 tahun, bisa saja menerima gaji antara Rp 20.000.000 - Rp 40.000.000. Seorang Business Development harus memiliki skill-skill tertentu, seperti motivasi yang tinggi dan kedisiplinan dalam bekerja, kemampuan management termasuk kemampuan mengatur waktu dan prioritas untuk memaksimalkan potensi perusahaan, kemampuan komunikasi, marketing, negosiasi hingga analisa data. 📚 Baca juga:Ingin Jadi Business Development? Ketahui Tugas, Skill Sampai Gajinya! 5. Akuntan Pekerjaan dari lulusan administrasi bisnis selanjutnya adalah Akuntan. Seorang akuntan meninjau catatan keuangan perusahaan tempat mereka bekerja atau kliennya. Mereka dengan cermat menganalisis data keuangan, laporan, dan anggaran untuk mengukur keberhasilan. Seorang akuntan manajerial mengevaluasi data keuangan untuk melihat apakah data tersebut selaras dengan tujuan perusahaan, sedangkan akuntan keuangan bekerja dengan catatan keuangan yang perlu dilaporkan kepada pemangku kepentingan eksternal. Gaji bulanan rata-rata untuk pekerjaan Akuntan di Indonesia berkisar dari Rp 4.560.000 hingga Rp 6.580.000. Seorang Akuntan harus memiliki keahlian administrasi, orientasi terhadap detail. Kemampuan membuat laporan keuangan, mengoperasikan program komputer, hingga kemampuan komunikasi yang baik. 📚 Baca juga:Akuntan Adalah: Tugas, Jenis, Prospek Kerja, dan Gajinya! 6. Financial Analyst Lulusan jurusan Administrasi Bisnis juga berpeluang menjadi seorang Financial Analyst. Financial Analyst adalah pekerjaan yang meneliti data untuk memberikan informasi serta bimbingan kepada perusahaan atau individu saat hendak mengambil keputusan terkait keuangan dan investasi bisnis. Seorang Finance Analyst biasanya akan terus mengikuti perkembangan berita bisnis terkini dan tren ekonomi pada masanya. Hal ini penting saat hendak memberikan konsultasi terkait peluang dan strategi bisnis serta dalam hal berinvestasi. Gaji bulanan rata-rata untuk pekerjaan Analis Keuangan di Indonesia berkisar dari Rp 7.500.000 hingga Rp 10.500.000. Financial Analyst harus memiliki skill-skill tertentu, seperti analisis data statistik, memahami akuntansi biaya, perencanaan keuangan, pelaporan data keuangan, analisis tren dan mengidentifikasi pola financial di masa mendatang. 7. Management Trainee Apabila kamu merupakan lulusan administrasi bisnis dan ingin menempati posisi manajer dalam perusahaan, kamu dapat melamar di program management trainee yang biasanya diadakan perusahaan-perusahaan besar. Dalam program ini, kamu sebagai lulusan administrasi bisnis. akan mempelajari proses memimpin, pengadministrasian, dan juga bagaimana mengarahkan perusahaan. Kamu juga akan didorong guna mempelajari keseluruhan perusahaan sebelum diposisikan di bagian manajemen tertentu. Management Trainee akan melatih jiwa kepemimpinan dan profesionalitas dalam bekerja di sebuah perusahaan. Secara rata-rata, gaji seorang management trainee adalah sebesar Rp 6 juta – 7 juta. Namun, besaran gaji management trainee bisa berbeda-beda berdasarkan kebijakan dan lokasi dari perusahaan. Seorang manajer harus bisa mengambil keputusan, berkomunikasi, memberi motivasi dan melakukan delegasi, juga mengembangkan orang lain dengan penilaian, saran, dan juga training. Selain itu manajer harus dapat melakukan perencanaan matang mengenai berbagai aktivitas perusahaan serta mengawasi praktiknya. Sedang cari program management trainee (MT)? Temukan berbagai program MT bergengsi di Cake! Job portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Program MT 8. Sales Manager Manajer Penjualan atau Sales Manager mengawasi departemen penjualan perusahaan untuk mencapai tujuan pendapatan. Tugasnya meliputi menetapkan, mengumpulkan dan menganalisis data penjualan, memperkirakan penjualan, dan menguji profitabilitas produk atau layanan. Tidak hanya itu, mereka juga merekrut perwakilan penjualan, membuat program pelatihan, dan menetapkan target pendapatan. Bisnis di berbagai industri mempekerjakan Sales Manager untuk mengatur penjualan barang/jasa perusahaan mereka. Gaji bulanan rata-rata untuk pekerjaan Sales Manager di Indonesia berkisar dari Rp 20.050.000 hingga Rp 23.050.000 Skill yang dibutuhkan untuk menjadi Sales Manager antara lain, sales planning, leadership, problem solving, analisa, hingga customer relationship management. Tidak kalah pentingnya, Sales Manager juga memerlukan keterampilan komunikasi yang efektif, persuasif, dan mampu bernegosiasi. 9. Marketing Manager Manajer pemasaran merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan pemasaran dan promosi perusahaannya. Tugasnya juga termasuk merekrut dan melatih staf pemasaran, menyusun strategi, merancang, melaksanakan dan memantau kinerja kampanye pemasaran. Manajer pemasaran mengatur acara promosi dan mengawasi staf untuk mencapai tujuan penjualan. Mereka juga berkolaborasi dengan tim manajemen untuk mengembangkan strategi pemasaran jangka panjang. Gaji bulanan rata-rata untuk pekerjaan Marketing Manager di Indonesia berkisar dari Rp 11.000.000 hingga Rp 14.000.000. Skill yang harus dimiliki seorang marketing manager adalah kemampuan riset dan analisa pasar, customer and user experience, komunikatif, persuasif dan negosiatif. Semua skill ini bertujuan agar seorang marketing manager mampu menarik klien untuk produk atau jasa yang dijual perusahaannya. 10. Loan Officer Loan Officer adalah petugas yang melakukan pekerjaan di bidang layanan peminjaman. Tergantung perusahaan, petugas loan officer akan memberikan pinjaman kepada customer ketika mereka sudah memenuhi persyaratan dengan jaminan atau tanpa jaminan. Seorang Loan Officer harus menguasai product knowledge dengan baik. Dengan begitu, dia bisa mudah menjelaskannya kepada calon customer dan mampu menyarankan jenis pinjaman yang sesuai kebutuhan mereka. Gaji yang diperoleh adalah pada kisaran Rp 5.000.000 hingga Rp6.000.000 per bulannya. Nominal gaji loan service officer bisa berbeda-beda di setiap bank atau perusahaan pinjaman, tergantung pada kondisi keuangan hingga seberapa jobdesk yang dilakukan. Untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai loan officer memang membutuhkan kesabaran. Maka dari itu, jika ingin menempati posisi ini, kamu harus memiliki kemampuan komunikasi dan manajemen emosi yang baik. Loan Officer juga membutuhkan keterampilan manajemen finansial yang baik, kemampuan analisa masalah, hingga customer service karena pekerjaan ini langsung berhubungan dengan klien yang mengajukan pinjaman. 11. Data Analyst Seorang Data Analyst mengambil riset pasar atau angka penjualan dan menerjemahkannya menjadi informasi yang dapat dimengerti oleh perusahaan. Data dari hasil riset digunakan untuk mengembangkan rencana strategis yang membantu bisnis mengambil keputusan yang lebih tepat, termasuk menciptakan solusi yang lebih rinci untuk masalah umum pelanggan. Data Analyst menggunakan berbagai perangkat lunak dan keterampilan berpikir kritis untuk menemukan informasi yang dibutuhkan untuk proyek. Menurut JobStreet menjelaskan, gaji seorang Data Analyst adalah Rp 5.460.000 hingga Rp 7.040.000. Sementara menurut Glassdoor, gaji Data Analyst bisa mencapai belasan juta rupiah, tergantung pengalaman dan perusahaannya. Dalam melakukan pekerjaannya, terdapat skill yang harus dimiliki seorang Data Analyst seperti keterampilan dalam menggunakan serangkaian program atau tools komputer tertentu yang membantu proses analisis data. Beberapa tools mendasar yang sering dipakai diantaranya seperti microsoft excel dan SQL (structured Query Language). Kemudian, Seorang Data Analyst juga harus memahami bahasa pemrograman seperti Python atau R untuk dapat menangani kumpulan data yang besar dan kompleks. Pemahaman terkait konsep matematika dan statistik untuk menemukan kesalahan dalam data, memahami hasil data, dan menentukan jenis tools yang sesuai untuk mengatasi masalah yang ada. Selain itu, seorang data analyst juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan kemampuan problem solving. 12. Procurement Staff Selanjutnya, peluang kerja administrasi bisnis adalah menjadi Procurement Staff. Procurement adalah kegiatan menganalisa kebutuhan perusahaan,membuat permintaan, menentukan vendor, melakukan pemesanan, hingga mengevaluasi pengadaan. Tugas Procurement Staff pada umumnya adalah melakukan perencanaan, analisa, dan evaluasi proses pengadaan untuk perusahaan. Gaji rata-rata untuk Procurement Staff adalah Rp 5.110.894 per bulan di Indonesia. Skill yang dibutuhkan untuk menjadi Procurement staff adalah manajemen resiko, kemampuan adaptasi dengan teknologi, pemahaman finansial yang mumpuni, dan kemampuan menjaga relasi dengan supplier atau pihak tertentu. 13. Project Manager Terakhir, prospek kerja lulusan Administrasi Bisnis adalah menjadi Project Manager. Manager Proyek mengawasi proyek mulai dari konsep dan desain hingga implementasinya. Mereka mengawasi tim dan SDM untuk memastikan penyelesaian proyek tepat waktu sesuai anggaran yang dialokasikan. Tugas Project Manager meliputi desain proyek, identifikasi syarat keberhasilan, supervisi dan menjamin kualitas baik dari sebuah proyek. Manajer proyek bertemu dengan pemimpin tim dan anggota manajemen yang lebih tinggi untuk menilai dan melaporkan kemajuan proyek. Hal ini berguna untuk memastikan pelaksanaan memenuhi spesifikasi dan persyaratan. Manajer proyek dapat bekerja di perusahaan publik, swasta, dan non-pemerintah. Gaji bulanan rata-rata untuk pekerjaan Manajer Proyek di Indonesia berkisar dari Rp 9.500.000 hingga Rp 12.500.000. Untuk menjadi seorang Project Manager, seseorang harus memiliki skill dalam memahami seluruh kerangka dan metode project management, termasuk manajemen konflik jikalau ada. Selain itu, skill berkomunikasi juga diperlukan untuk mengkoordinasi semua anggota/pihak yang terlibat proyek. Kemampuan berpikir kritis dan berjiwa kepemimpinan yang tinggi juga diharapkan ada dalam seorang Project Manager untuk menjamin keberhasilan proyek.Temukan pekerjaan menarik di perusahaan impian-mu dengan mudah!🎉Buat CV Kesimpulan Administrasi Bisnis adalah bidang studi khusus yang mempelajari segala sesuatu yang terkait dengan kegiatan operasional bisnis dan perusahaanAlasan memilih jurusan Administrasi Bisnis adalah karena pilihan karir yang ditawarkan beragam, mempelajari bisnis dari awal, memiliki prospek jangka panjang, dan melatih jiwa kepemimpinan Prospek pekerjaan Administrasi Bisnis, antara lain Staf Administrasi, Business Consultant, Business Analyst, Business Development, Akuntan, Financial Analyst, Management Trainee, Sales Manager, Marketing Manager, Loan Officer, Data Analyst, Procurement Staff, dan Project ManagerCake adalah aplikasi dan website untukmembuat CVterbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buatportofoliodan cari kerja denganjob portalatauaplikasi cari kerjaCake.--- Ditulis Oleh Christy Angestu ---

Apa itu Financial Analyst? Kenali Tugas, Gaji, Syaratnya, Dll.

Apakah kamu tertarik mengikuti dan menganalisis berita-berita perkembangan ekonomi di Indonesia dan di dunia global? Jika ya, maka Financial Analyst bisa menjadi salah satu pilihan karir mu. Dengan tugas utamanya yang menganalisis data dan memberikan strategi terbaik dalam perencanaan finansial keuangan suatu perusahaan, tidak heran jika Financial Analyst adalah salah satu profesi yang penting untuk ada dalam sebuah bisnis perusahaan.Selain itu, pekerjaan di bidang finance diproyeksikan akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan pekerjaan lainnya, lho! (bls.gov). Seperti apakah tugas dan tanggung jawab seorang Finance Analyst? Bagaimana cara untuk bisa menjadi seorang Analis Keuangan? Yuk, langsung saja simak artikel CakeResume kali ini yang akan membahas secara detail hal-hal yang perlu kamu ketahui seputar profesi Financial Analyst. Daftar isi:Apa itu Financial Analyst? Job Desk Financial Analyst Skill dan Kualifikasi Analis Keuangan Prospek Kerja Financial Analyst Cara Menjadi Analis Keuangan Apa itu Financial Analyst? Pengertian Financial AnalystFinancial Analyst adalah pekerjaan yang meneliti data untuk memberikan informasi serta bimbingan kepada perusahaan atau individu saat hendak mengambil keputusan terkait keuangan dan investasi bisnis. Seorang Finance Analyst biasanya akan terus mengikuti perkembangan berita bisnis terkini dan tren ekonomi pada masanya. Hal ini penting saat hendak memberikan konsultasi terkait peluang dan strategi bisnis serta dalam hal berinvestasi. Pada umumnya, ada 2 jenis posisi Analis Keuangan, yaitu: Buy-side analyst:Membuat strategi investasi untuk perusahaan yang membeli sekuritas dan aset lainnya untuk pengelolaan keuangan.Perusahaan-perusahaan jenis ini biasanya disebut sebagai investor institusi, seperti misalnya reksa dana, perusahaan asuransi, pengelola uang independen, dan organisasi nirlaba. Sell-side analyst:Membantu dan memberikan bimbingan kepada agen penjualan jasa keuangan yang menjual saham, obligasi, dan investasi lainnya. Gaji Financial Analyst Di Indonesia sendiri rata-rata gaji seorang Finance Analyst pemula berkisar dari 2-8 juta setiap bulan. Seiring dengan berjalannya waktu, gajinya pun bisa naik hingga 11 juta per bulannya. Tentunya angka ini akan disesuaikan dengan lokasi perusahaan, skill, serta pengalaman kerja yang kamu miliki.Temukan loker finance terbaru di Cake, ayo jadi pelamar yang tercepat! 💫Lamar Sekarang 📚 Baca juga:15 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia! Tugas dan Tanggung Jawab Financial AnalystApa saja tugas dan tanggung jawab Financial Analyst? Secara umum tugas dan tanggung jawab Finance Analyst adalah menganalisis data keuangan dan memberikan perkiraan terhadap finansial perusahaan di masa mendatang. Selain itu, tugas seorang Financial Analyst juga berkaitan dengan teknik penelitian dan pelaporan seputar informasi finansial, serta memantau pergerakan tren di pasar masa itu. Berikut adalah beberapa tugas dan tanggung jawab seorang Finance Analyst: Mengumpulkan dan menganalisis data keuangan sebuah perusahaan dari yang paling baru hingga yang paling lama.Memantau dan menganalisis perkembangan tren keuangan di pasar.Memberikan saran terhadap finansial perusahaan, seperti menyarankan perubahan anggaran dan peningkatan modal dalam sebuah perusahaan.Mencari berbagai peluang investasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan.Mempersiapkan hasil analisis laporan dan mempresentasikan kepada direktur perusahaan atau klien individu.Mengembangkan model keuangan sebuah perusahaan, serta memberi prediksi terhadap pendapatan serta pengeluaran perusahaan di masa mendatang.Mengusulkan kebijakan yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan keuangan. Skill yang Dibutuhkan Financial AnalystMenganalisis data dan perkembangan tren pasar merupakan salah satu tugas seorang Analis Keuangan. Dalam menjalankan tugas kesehariannya, tentu ada skill-skill khusus yang harus dimiliki oleh seorang Analisis Keuangan. Berikut adalah beberapa poin mengenai berbagai kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang Analis Keuangan.Hard Skill: Analisis data statistikAkuntansi biayaPerencanaan keuanganPelaporan data keuanganAnalisis tren dan mengidentifikasi pola di masa mendatang Soft Skill: KomunikasiCritical ThinkingProblem SolvingNegosiasiKolaborasi 📚 Baca juga:10 Soft Skill yang Dibutuhkan: Berapa yang Kamu Miliki? ProspekKerja Financial Analyst Berikut adalah prospek karir sebagai Finance Analyst: 1. Manajer Portfolio Profesi yang berfokus di bidang keuangan yang menangani investasi perusahaan atau individu, misalnya seperti mengembangkan dan menerapkan strategi investasi untuk bank atau individu untuk mendapatkan high return. 2. Manajer Dana Pekerjaan seorang Manajer Dana berkaitan erat dengan reksa dana. Pada umumnya, Manajer Dana akan terus memperbarui informasi seputar keseluruhan dana dan tren pasar untuk membantu dalam membuat pengambilan keputusan yang tepat. 3. Analis Risiko Dengan background pengetahuan dalam bidang bisnis dan keuangan, seorang Analis Resiko berperan penting dalam membantu perusahaan untuk menentukan jumlah resiko saat melakukan investasi.Selain itu, seorang Analis Keuangan juga bertanggung jawab dalam menilai dan melaporkan kerugian aset dan mengumpulkan serta menganalisis data yang ada. 4. Manajer Keuangan Manajer keuangan bertanggung jawab terhadap kesehatan finansial sebuah perusahaan. Tugas umum dari profesi manajer keuangan adalah membuat perencanaan jangka panjang terhadap tujuan finansial dari suatu perusahaan. 5. Direktur Keuangan Dengan berbagai pengalaman bekerja sebagai Analis Keuangan, maka kamu pun bisa berprofesi sebagai Direktur Keuangan.Berada di jabatan ini tentunya memerlukan waktu terbang yang lama, karena pengalaman yang didapatkan selama bertahun-tahun akan sangat membantu seorang Direktur Keuangan untuk melakukan analisis terhadap segala sektor keuangan di sebuah perusahaan. Diantara kelima prospek karir Analis Keuangan, profesi manakah yang paling menarik perhatianmu?Yuk, lamar kerja jadi financial analyst melalui CakeResume!🎉Cari Kerja Cara Menjadi Financial AnalystCara untuk menjadi seorang Analis Keuangan adalah sebagai berikut: 1. Mengambil Pendidikan S1 Cara pertama untuk berkarir sebagai Finance Analyst adalah dengan mengambil pendidikan jenjang sarjana di beberapa bidang jurusan, seperti jurusan: FinanceAkuntansiEkonomi, atau bidang jurusan lainnya yang berkaitan dengan Finance Analyst. Kalau kamu ingin mendapatkan gaji yang lebih tinggi, maka kamu pun dapat mempertimbangkan untuk studi lebih lanjut dengan mengambil jenjang magister.📚 Baca juga:Mau Kerja di Luar Negeri? 6 Cara yang Perlu Kamu Ketahui!2. Mengambil Sertifikasi Selain kuliah di beberapa jurusan yang disebutkan di atas, sertifikat juga merupakan salah satu hal penting yang menjadi nilai tambah saat masa interview. Contoh sertifikat Finance Analyst adalah: CFA (Chartered Financial Analyst)CFAB (Certificate in Finance, Accounting, and Business)CFP (Certificate Financial Planner)CPA (Certified Public Accountant)CWM (Certified Wealth Managers). 3. Mendapatkan Pengalaman yang Relevan Pengalaman bekerja atau magang sebagai financial analysis adalah cara ketiga untuk bisa menjadi seorang Analis Keuangan. Seperti yang sudah dituliskan di paragraf sebelumnya, secara umum tugas analisis keuangan adalah untuk membantu perusahaan/individu dalam menganalisis keuangan dan membuat kebijakan berdasarkan situasi perusahaan dengan pergerakan tren pasar. Dengan semakin banyak pengalaman langsung di lapangan, kemampuan analisis mu pun akan semakin terasah. Hal ini juga dapat menjadi nilai tambah yang dilihat perekrut. 4. Membuat CV yang Menarik Ketiga cara diatas tentunya akan lebih terlihat saat kamu memasukkannya di CV. Oleh karena itu, cara keempat untuk menjadi seorang Analis Keuangan adalah dengan membuat CV ATS-friendly yang menarik. Berikut adalah contoh CV Financial Analyst yang dapat dijadikan sebagai referensi:Contoh CVFinancial Analyst - Dibuat di CakeResumeSudah buat CV ATS kamu, belum? Yuk, buat di CakeResume, 100% gratis dan ada 50+ template untuk kamu!🎉Buat CV Kesimpulan Financial Analyst adalah pekerjaan yang meneliti data untuk memberikan informasi serta bimbingan kepada perusahaan atau individu saat hendak mengambil keputusan terkait keuangan dan investasi bisnis.Secara umum tugas dan tanggung jawab Finance Analyst adalah menganalisis data keuangan dan memberikan perkiraan terhadap finansial perusahaan di masa mendatang.Untuk menjadi seorang Finance Analyst, kemampuan menganalisis adalah salah satu skill yang sangat dibutuhkan.Dalam keseharian, ada banyak cara untuk meningkatkan skill analisis, seperti misalnya membaca buku, menulis jurnal, belajar bertanya dan berpikir secara kritis, serta bermain problem solving games. Nah, dengan informasi yang diberikan CakeResume di atas, kamu pun bisa mulai mempersiapkan diri untuk menjadi seorang Financial Analyst!CakeResume adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari CakeResume dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja CakeResume.
Industry & Job Overview
Mar 27th 2024

10 Skill Wajib Data Analyst yang Dicari Perusahaan!

Apakah kamu pernah mendengar pekerjaan “data analyst” ? Pekerjaan ini sedang naik daun seiring dengan meningkatnya perusahaan yang bergantung dengan data dalam manajemennya. Selain banyaknya tawaran lapangan pekerjaan, pekerjaan ini juga memberikan gaji yang cukup tinggi, lho! Apabila kamu tertarik untuk mempersiapkan karir baru di bidang analisis data yang berkembang pesat, terdapat beberapa skill data analyst yang harus dimiliki. Hal ini mencakup baik hard skill maupun soft skill. Untuk lebih lengkap, mari simak sebagai berikut.Daftar isi: Hard Skill Data Analyst Soft Skill Data Analyst Hard Skill Data Analyst Agar bisa sukses, hard skill data analyst yang harus dimiliki adalah sebagai berikut: 1. Machine Learning Machine learning, salah satu cabang kecerdasan buatan (AI), telah menjadi salah satu perkembangan terpenting dalam ilmu data. Skill data analyst ini berfokus pada pembuatan algoritma yang dirancang untuk menemukan pola dalam kumpulan data besar, sehingga meningkatkan akurasinya seiring waktu. Semakin banyak data yang diproses oleh algoritma machine learning, semakin “pintar” algoritma tersebut, sehingga memungkinkan prediksi yang lebih akurat. Data analyst umumnya tidak diharapkan menguasai machine learning. Namun mengembangkan keterampilan machine learning dapat mengarahkan kamu pada jalur karir data analyst untuk masa mendatang. 📚 Baca juga: Apa itu Machine Learning? Pengertian, Manfaat, Metode, Contohnya! 2. SQL dan NoSQL Structured Query Language, atau SQL, adalah bahasa standar yang digunakan untuk berkomunikasi dengan database. Dengan mengetahui SQL, kamu dapat memperbarui, mengatur, dan menanyakan data yang disimpan dalam database relasional, serta memodifikasi struktur data (skema). Karena hampir semua analis data perlu menggunakan SQL untuk mengakses data dari database perusahaan, bisa dibilang SQL merupakan skill yang harus dimiliki data analyst dan harus dipelajari untuk mendapatkan pekerjaan. Faktanya, wawancara data analyst biasanya menyertakan penyaringan teknis dengan SQL. Structured Query Language atau SQL digunakan untuk membuat proses query, mengolah kumpulan data besar, dan memproses informasi dalam database relasional. Sementara data yang tidak terstruktur disimpan dalam database NoSQL berbentuk dokumen. NoSQL biasanya cocok digunakan untuk mengolah data yang sifatnya dinamis, seperti Google dan Facebook. 3. R R adalah salah satu bahasa yang paling banyak digunakan dan digunakan dalam data analyst. Sebuah riset yang dilakukan oleh jurnal profesional Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), Spectrum, menemukan bahwa R berada di peringkat kelima dalam daftar sepuluh bahasa pemrograman teratas yang digunakan pada tahun 2019. Dalam R sendiri terdapat beberapa packages yang berguna untuk menangani analisis dengan cara lebih mudah, antara lain Ggplot2 yang berguna untuk visualisasi data, dan Dplyr yang digunakan untuk manipulasi dan data preparation. Dikarenakan R menjadi salah satu tool yang sering digunakan banyak perusahaan, maka akan menjadi nilai plus jika kamu memahami dengan baik tool ini. 4. Python Penerapan Python pada pengembangan AI sangatlah penting. Memahami Python adalah keterampilan yang perlu dimiliki oleh para analis data untuk terus mengikuti perkembangan terkini karena lanskap profesional yang semakin peduli dengan AI. Mereka yang tertarik untuk lebih mengenal Python juga harus melihat program tambahannya seperti dibawah ini: Numpy berguna untuk manipulasi data.Pandas berguna untuk manipulasi dan persiapan data.Matplotlib berguna untuk memplot dan memvisualisasikan data.Scikit learn yang merupakan pemodelan canggih seperti regresi dan pohon keputusan. 📚 Baca juga: 12 Bahasa Pemrograman Paling Relevan 2024 [Jenis, Contoh, Dll.] 5. Probabilitas dan Statiska Statistika mengacu pada bidang matematika dan sains yang berkaitan dengan pengumpulan, analisis, interpretasi, dan penyajian data. Hal ini mungkin terdengar familiar dan sangat cocok dengan deskripsi tentang apa yang dilakukan seorang analis data. Dengan dasar yang kuat dalam probabilitas dan statistik, kamu akan lebih mampu untuk identifikasi pola dan tren dalam data, hindari bias, kekeliruan, dan kesalahan logika dalam analisis, menghasilkan hasil yang akurat dan dapat dipercaya. 6. Visualisasi data Visualisasi data merupakan representasi data dengan cara yang lebih mudah dicerna, mencakup gambar, grafik, bagan, peta, dan lainnya. Visualisasi ini memberikan informasi yang lebih baik dan lebih mudah dipahami stakeholder. Apabila tim dan stakeholder memahami data sepenuhnya, maka pengambilan keputusan menjadi lebih mudah dan tepat. Terlebih jika keputusan yang diambil berkaitan dengan mendefinisikan pola sekaligus memahami masalah-masalah kompleks. 7. Data Cleaning Pembersihan data adalah salah satu langkah paling penting dalam menyusun model pembelajaran mesin yang fungsional dan sering kali merupakan bagian penting dari aktivitas setiap analis data. Dengan kumpulan data yang dibersihkan dengan benar, algoritma sederhana pun dapat menghasilkan wawasan yang luar biasa. Di sisi lain, data yang tidak bersih dapat menghasilkan pola yang menyesatkan dan mengarahkan bisnis pada kesimpulan yang salah. Jika diperlukan, kualifikasi analis data memerlukan keterampilan pembersihan data yang tepat dan tidak ada dua cara untuk mengatasi hal tersebut. 📚 Baca juga: 20+ Contoh Skill Komputer Dalam CV dan Cara Menulisnya! Soft Skill Data Analyst Selain hard skills, terdapat soft skills yang dibutuhkan data analyst untuk mendukung kesuksesan jalur karir ini, antara lain: 1. Kerja Sama Tim Saat menjadi data analyst profesional, kamu akan bekerja dengan beberapa tim dan expert lainnya, seperti web developer, data engineer, dan data scientist. Dengan demikian, kamu harus merasa nyaman bekerja dengan para stakeholder internal maupun eksternal. Kemampuan bekerja sama dalam tim dan kolaborasi yang kuat menjadikan hubungan dengan seluruh pihak yang terlibat menjadi harmonis dan komunikasi berjalan lancar. Dengan demikian, tujuan atau visi pekerjaan dapat sukses dicapai bersama. 2. Perhatian terhadap detail Perhatian terhadap detail juga menjadi soft skill untuk data analyst miliki. Hal ini akan berpengaruh dalam menemukan informasi yang salah atau berlebihan, sehingga mendapatkan hasil yang bermanfaat. Kamu juga harus mampu mengidentifikasi bagaimana fakta-fakta yang berbeda berhubungan satu sama lain. Kesalahan informasi yang diterima unit bisnis dapat mengakibatkan kesimpulan yang salah sehingga membuang-buang waktu dan uang. Setiap data yang digunakan dalam sistem informasi harus dibersihkan, atau “dihapus” untuk menghilangkan hasil yang tidak relevan, ketinggalan jaman, atau salah. Proses manual dan otomatis mungkin diperlukan untuk memastikan data konsisten dan akurat. 3. Kritis Tidak cukup hanya melihat data saja, namun seorang data analyst perlu memahami dan memperluas implikasinya lebih dari sekedar angka saja. Kamu harus dapat berpikir kritis dan analitis tentang data, mengidentifikasi pola, dan mengekstraksi wawasan dan informasi yang dapat ditindaklanjuti dari informasi yang dimiliki. Hal ini mengharuskan kamu untuk melangkah lebih jauh pada pemikiran, bukan hanya pada pemrosesan. Kamu bisa mengasah keterampilan tersebut dengan melatih diri sendiri. Lain kali jika menghadapi tugas atau latihan analitis, cobalah berpikir, apa makna di balik pola yang kamu lihat? Apa yang diungkapkan data tentang apa yang telah dicapai? Kekurangan apa yang ditunjukkan oleh hal ini? Pertanyaan-pertanyaan ini mengasah keterampilan berpikir kritis saat mempersiapkan karir di bidang analisis data. 📚 Baca juga: 10 Pekerjaan Bidang IT yang Paling Dicari dan Gajinya! Cari kerja dan lamar pekerjaan Data Analyst di Cake sekarang juga!🎉Cari KerjaKesimpulan Seorang data analyst harus memiliki hard skills, antara lain machine learning, SQL dan No SQL, R, python, probabilitas dan statistika, visualisasi data, hingga data cleaning.Selain itu data analyst juga harus memiliki beberapa soft skills, seperti kemampuan bekerja sama dalam tim, perhatian terhadap detail, hingga berpikir kritis. Mau raih pekerjaan impianmu sebagai Data Analyst? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja Cake. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development! --- Ditulis Oleh Christy Angestu ---

Apa itu System Analyst? Tugas, Gaji, Cara, Prospek [+Contoh CV]

Seiring berkembangnya industri teknologi, semakin banyak juga perusahaan yang memerlukan tenaga profesional IT. Nah, salah satu profesi di bidang Teknologi Informasi (TI) yang banyak diminati perusahaan-perusahaan besar sekarang ini adalah pekerjaan system analyst. Pekerjaan system analyst juga berhubungan dengan developer dan programmer, perannya dalam bisnis dan teknologi pun juga besar. Jadi, tak heran jika gaji system analyst jumlahnya tidak kecil. Mengejar posisi sistem analis adalah hal yang bagus untuk dilakukan di era teknologi ini. Penasaran dengan peran sistem analis? Yuk, simak artikel kali ini. Cake telah merangkum secara lengkap mulai dari tugas sistem analis hingga cara menjadi system analyst untuk kamu! Daftar isi:Apa itu System Analyst?Job Desk System AnalystSkill System Analyst/Sistem AnalisCara Menjadi System AnalystProspek Karir System Analyst Apa itu System Analyst? System analyst adalah salah satu profesi dalam bidang IT yang fokus dalam perancangan, pengembangan, pemeliharaan, dan penerapan infrastruktur teknologi informasi (perangkat lunak, perangkat keras, cloud, dll.) agar perusahaan berjalan secara efektif dan efisien. Umumnya, system analyst/sistem analis berperan sebagai penghubung antara orang-orang TI dengan pemangku kepentingan non-TI. Sistem analis juga dapat bekerja dalam sebuah perusahaan, institusi, ataupun sebagai klien independen. 💡 Catatan: System analyst/sistem analis juga dikenal sebagai IT analysts, systems architects, atau system administrators. Tugas dan Tanggung Jawab System Analyst System analyst/sistem analis adalah seseorang yang memiliki jiwa untuk memecahkan masalah. Karena tugas utama system analyst adalah mengembangkan sistem dalam perusahaan dalam bidang TI, dan system analyst lah yang bertanggung jawab atas hasil dan kesuksesannya. Misalnya, ketika sebuah institusi kesehatan ingin mengembangkan layanan digitalnya, seorang sistem analis akan bertugas untuk mengidentifikasi permasalahan institusi terkait teknologi informasi, kemudian merancang solusi dan sistem operasi yang tepat, mengujinya, dan mengembangkannya. Tugas sistem analis bisa saja berbeda-beda tergantung pada perusahaan, institusi, atau klien. Tetapi, berikut adalah job desk system analyst yang umum.Contoh job desk system analyst: Merancang dan mengimplementasikan sistem perangkat lunak komputer, perangkat keras, dan layanan cloud yang benar untuk memecahkan masalah bisnis seperti pembuatan sistem baru dan pengembangan produkMeningkatkan fungsionalitas dan kinerja sistem dan jaringan komputerMemahami kebutuhan pengguna dan cara meningkatkan sistem berdasarkan permintaan penggunaMembuat laporan analisis biayaBerkomunikasi dengan karyawan di departemen TI (front end, back end, dan full stack developer) untuk pengembangan desainBerkomunikasi dengan pemangku kepentinganMeneliti tren terkini dalam dunia teknologiMelatih pengguna dan membuat instruksi manual untuk karyawan dan klien Walaupun tugas sistem analis tidak langsung berhubungan dengan menulis kode, system analyst tetap perlu memiliki skill dalam menulis kode karena perannya yang berhubungan dengan pembuatan sistem TI perusahaan. Skill yang Dibutuhkan System Analyst Seperti profesi lainnya, pekerjaan system analyst juga memerlukan kombinasi antara soft skill dan hard skill, perhatikan beberapa skill utama untuk menjalankan peran sistem analis: 1. Administrasi Sistem (System Administration) Untuk menjalankan job desk system analyst, diperlukan keterampilan administrasi sistem yaitu mengelola sistem komputer perusahaan seperti perangkat lunak, perangkat keras, server, keamanan, dll. Misalnya, seorang sistem analis akan mengelola sistem Windows, Linux, atau Mac dengan mengupgrade, menginstal, atau mengkonfigurasi aplikasi software dan hardware komputer. Intinya, dengan kemampuan administrasi sistem, sistem analis dapat memberi dukungan teknis untuk karyawan, perusahaan, atau klien. 2. Manajemen Proyek (Project Management) Selain tugas sistem analis dalam urusan teknis, mereka harus memiliki keterampilan manajemen proyek seperti mampu berkomunikasi dengan banyak pihak, melakukan perencanaan, serta bekerja sama dengan tim. Pekerjaan system analyst memerlukan keterampilan ini karena terkadang mereka akan diberikan tugas untuk mengelola sebuah proyek, dan tentunya system analyst tidak akan bekerja sendiri dalam mengeksekusi sebuah proyek. Seorang sistem analis akan berkomunikasi dengan supervisor, kolega, dan juga klien. 2. Bahasa Pemrograman Dalam pekerjaan system analyst, kamu akan memerlukan beberapa keahlian teknis seperti bahasa pemrograman. 🌐 Beberapa bahasa pemrograman yang perlu dipahami system analyst adalah: C++CSSJavaVisual BasicHTML (markup language) 💻 Selain itu, beberapa hal teknis lainnya yang perlu dikuasai system analyst adalah: MySQLOracleUnified Modeling Language (UML)SAP Business SoftwareMemahami kinerja server dan database 📚 Baca juga: 12 Bahasa Pemrograman Paling Relevan 2024 [Jenis, Contoh, Dll.] 3. SQL Structured Query Language (SQL) adalah bahasa pemrograman untuk pengelolaan data. SQL dapat membantu pekerjaan system analyst karena fungsi dari SQL adalah untuk manajemen berbasis data, manajemen bisnis, serta membuat laporan sales. 4. Berpikir Analitis dan Kritis Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tugas system analyst adalah mengidentifikasi masalah dalam bidang TI, mencari solusi, menerapkan solusi, serta mengevaluasi hasilnya. Karena itu, kemampuan berpikir analitis dan kritis merupakan skill yang sangat penting untuk pekerjaan system analyst. Cara Menjadi System Analyst 1. Pertimbangkan untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Jika kamu ingin mendapatkan pekerjaan system analyst, langkah pertama yang disarankan adalah menempuh setidaknya pendidikan S1 dalam jurusan yang terkait system analyst.Jurusan yang terkait dengan pekerjaan system analyst adalah: Sistem InformasiTeknik InformatikaIlmu Komputer 💡Pro Tip: Jika kamu memiliki gelar sarjana yang tidak berhubungan dengan pekerjaan system analyst, jangan khawatir! Walaupun memang orang-orang dengan jurusan terkait akan lebih diutamakan untuk menjalankan peran sistem analis, kamu tetap bisa mengambil kursus online mengenai sistem analis. Coba ikuti webinar, kelas online, dan pastikan kamu bisa melewati ujiannya untuk memenuhi persyaratan pekerjaan system analyst. 📚 Baca juga: 15 Prospek Kerja Teknik Informatika Terbaik [+Gaji, Info Kuliah, Dll.] 2. Ambil Sertifikasi Memiliki sertifikasi umumnya tidak diwajibkan untuk pekerjaan system analyst. Tetapi, dengan memiliki sertifikasi yang relevan, kamu akan menjadi lebih unggul dibandingkan pelamar kerja system analyst lainnya. Masukkan sertifikat dalam CV untuk menjadi lebih unggul.Berikut adalah beberapa sertifikasi untuk pekerjaan system analyst adalah sebagai berikut: CompTIA A+ CertificationCompTIA Security+CompTIA CySA+CASP+ Selain itu kamu pun bisa mengambil beberapa sertifikasi yang dapat membuktikan keahlian kamu dalam menggunakan Oracle, Java, SQL, dll. 💡 Pro Tip: Mengambil sertifikasi dapat meningkatkan potensi penghasilan kamu juga, lho! Baik kamu sudah bekerja sebagai system analyst maupun calon system analyst, kamu dapat menegosiasikan gaji kamu ketika kamu memiliki sertifikasi. 3. Dapatkan Pengalaman Kerja yang Relevan Umumnya, mendapatkan pekerjaan system analyst bukan menjadi pekerjaan pertama kamu setelah lulus kuliah. Kebanyakan lulusan baru SI, TI, atau Ilkom mengambil pekerjaan sebagai software developers atau entry-level database administrators. Intinya, cobalah untuk mendapatkan pengalaman kerja dalam bidang TI terlebih dahulu yang dapat memberikan kamu pengetahuan lebih tentang sistem dan infrastruktur. 4. Buat CV System Analyst yang Menarik Setelah kamu memperoleh keterampilan, pengalaman, dan pendidikan yang diperlukan, kamu dapat mulai melamar pekerjaan system analyst. Pertama-tama, ingat untuk memperbarui CV yang mencerminkan seorang system analyst/sistem analis. Berikut adalah contoh CV sistem analis untuk inspirasi kamu!Contoh CV System Analyst - DIbuat di CakeYuk, buat CV system analyst kamu sekarang juga dengan Cake CV builder, 100% gratis! Terdapat 50+ template gratis dan mudah digunakan, lho! 🎉Buat CV Jenjang Karir System Analyst 💰 Kisaran Gaji System Analyst Umumnya, kisaran gaji system analyst adalah: Rp. 5.000.000 - 11.000.000/bulan. Untuk gaji system analyst fresh graduate, tidak menutup kemungkinan kamu akan mendapatkan nominal 3jt per bulan, seperti fresh graduate SI, TI, dan Ilkom lainnya. Tentunya besaran gaji akan berbeda-beda sesuai dengan pengalaman yang kamu miliki, kota kamu, perusahaan kamu, dan faktor-faktor lainnya. 📚 Baca juga: 15 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia! 📈 Jenjang Karier Pekerjaan System Analyst Walaupun kebanyakan fresh graduate memulai kariernya sebagai programmer, tetap ada kemungkinan perusahaan merekrut fresh graduates untuk posisi system analyst/sistem analis secara langsung. Berikut adalah garis besar jenjang karier pekerjaan system analyst: ProgrammerSystem AnalystSenior System Analyst/Business Analyst 👨‍💻 Pekerjaan/Karier Lain yang Dapat Dijalani Pekerjaan System Analyst Berikut adalah pekerjaan yang terkait dengan system analyst/sistem analis: Computer Programmer: seorang profesional yang menulis dan menguji kode agar program dan aplikasi komputer berjalan dengan lancar.Database Programmer: seorang teknisi yang bertanggung jawab dalam mengelola dan mengamankan data dari suatu sistem.Software Developer: seseorang yang mendesain, membangun, dan menciptakan suatu aplikasi.Information Security Analyst: seseorang yang memantau dan memastikan keamanan sistem komputasi perusahaan dengan menganalisis langkah-langkah keamanan.IT Manager: seseorang yang mengkoordinasikan, merencanakan, dan memimpin kegiatan yang berhubungan bidang TI dalam suatu organisasi Demikianlah artikel mengenai pekerjaan system analyst. Semoga dengan memahami tugas sistem analis dan cara menjadi system analyst, kamu bisa menjadi calon sistem analis berikutnya! Ingat, ikuti kelas-kelas online, webinar, ambil sertifikasi, dapatkan pengalaman kerja yang relevan, dan buat CV system analyst kamu! Semoga berhasil! Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake.--- Ditulis Oleh Cindy Graciella ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!