Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Success Stories
May 7th 2024

Cara Membangun Personal Branding Ala Fellexandro Ruby

Personal branding memegang peranan kunci dalam perkembangan karir seseorang. Personal branding yang kuat memungkinkan seseorang tampil berbeda dari orang lain, memperkuat kompetensi, serta menunjukan citra positif dan kredibilitas diri. Dalam acara Virtual Career Fest Cake 2023 yang digelar 7 November lalu, Cake mengundang content creator dan co-founder Thirty Days of Lunch Podcast, Fellexandro Ruby untuk membahas pentingnya personal branding bagi karyawan dalam pengembangan karir di Webinar Karir VCFest dengan tema Personal Branding in the Career Space: How to build and maintain reputation as a professional for career growth Webinar yang diselenggarakan oleh Cake ini juga membagikan tips membangun dan menjual personal branding secara efektif untuk menunjang perkembangan karir. Bagi yang ketinggalan mengikuti webinar Fellexandro Ruby di Virtual Career Fest Cake 2023, kamu bisa menyimak rekapnya di artikel ini. Daftar Isi: Siapa itu Fellexandro Ruby? Mengapa Personal Branding itu Menarik? Bagaimana Cara Membangun Personal Branding? Sesi QnA dengan Fellexandro Ruby Cara Membangun Personal Branding Ala Fellexandro RubySiapa itu Fellexandro Ruby? Fellexandro Ruby adalah content creator dan influencer yang sukses menerapkan personal branding untuk mengembangkan karirnya. Pria kelahiran Riau ini pernah ditunjuk Netflix sebagai official creator Instagram untuk program My Chef’s Table 2016. Tak hanya itu, Ruby juga berhasil terpilih sebagai Top 4 Food Influencer 2017 dalam ajang penghargaan yang digelar oleh Influence Asia. Dalam perjalanan karirnya, Fellexandro Ruby pernah menjajal banyak pekerjaan, mulai dari sales, fotografer, content creator, entrepreneur, hingga penulis buku. Berbekal pengalaman dan keahliannya, Ruby kemudian membangun personal branding yang berfokus memberikan dampak positif ke masyarakat. Ruby memanfaatkan sosial media sebagai alat untuk menjangkau lebih banyak audiens sekaligus memperluas exposure. Menurutnya, sosial media adalah alat yang menyamaratakan privilege. Sosial media memungkinkan siapa saja yang memiliki koneksi data untuk membuat konten dan karya dalam rangka memperkuat personal branding. Mengapa Personal Branding itu Menarik? Personal Branding menjadi solusi baru yang lebih efektif untuk perkembangan karir ataupun memulai bisnis. Dengan personal branding, seseorang tidak perlu lagi menggunakan pendekatan konvensional ke pihak lain satu per satu. Aktivitas menyebar CV, mengirim pesan email, atau mendekati stakeholder tak lagi diperlukan saat seseorang memiliki personal branding yang kuat. Alih-alih menggunakan metode konvensional, Fellexandro Ruby merekomendasikan personal branding untuk menarik peluang baru yang lebih luas. Kamu bisa berfokus menunjukan dampak dari karya-karyamu yang mampu menarik audiens dan membangun tribe. Setelah memiliki tribe, beliau menyarankan karya-karya tersebut menjadi aset digital yang membuatmu memiliki daya tawar yang lebih tinggi dan menarik lebih banyak kesempatan baru. Menurut Fellexandro Ruby, ada 3 alur untuk membangun personal branding yaitu Connection, Conversation, dan Conversion. Berikut penjelasannya: 1. Connection (Koneksi) Untuk membangun koneksi, kamu bisa berbagi karya yang impactful sehingga menarik lebih banyak audiens. Dengan karya yang impactful, orang-orang akan memiliki motivasi untuk mendengar dan memberi atensi terhadap apa yang kamu bagikan. 2. Conversation (Obrolan) Setelah memiliki koneksi, kamu perlu membangun obrolan dengan audiens. Sesuaikan topik obrolan dengan bidang personal branding yang ingin kamu bangun. Misalnya, kamu ingin membangun personal branding sebagai HR profesional, maka topik obrolan yang dibahas bisa seputar proses rekrutmen, manajemen SDM, dll. 3. Conversion (Konversi) Conversion adalah langkah terakhir dalam alur membangun personal branding. Conversion memungkinkan seseorang mengkonversi koneksi dan obrolan yang telah dibangun menjadi peluang baru. Misalnya, kamu mendapat tawaran pekerjaan baru karena recruiter melihat koneksi dan obrolan yang berdampak bagi audiens. Bagaimana Cara Membangun Personal Branding? Pada webinar karir VCFest Cake 2023, Fellexandro Ruby menjabarkan rumus membangun personal branding dalam satu kalimat “I build my tribe by sharing content that gives value, using the right medium, for a good cause”. Jika ditranslasi ke bahasa Indonesia, kalimat tersebut mengandung arti “saya membangun komunitas dengan berbagi konten bermanfaat, menggunakan media yang tepat, untuk tujuan yang baik. Lalu, bagaimana mengimplementasikan rumus tersebut untuk membangun personal branding? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini. 1. Buat Konten Bermanfaat Fellexandro Ruby menjelaskan konten bermanfaat melalui konsep Ikigai. Ikigai sendiri adalah irisan dari 4 hal yaitu kesukaan (passion), keahlian (excellent), kebutuhan (needs), dan nilai (value). Dengan kata lain, konten bermanfaat mempunyai karakteristik berikut: Passion: Konten yang kamu merasa senang membuatnyaExcellent: Konten yang kamu menguasai topiknyaValue: Konten yang bisa menghasilkan nilai atau ‘diuangkan’Needs: Konten yang dibutuhkan oleh banyak orang Sebelum menentukan topik konten personal branding, kamu perlu memetakan semua keahlian dan kegemaranmu. Prioritaskan topik konten yang paling paling kamu senangi terlebih dahulu, baru kemudian topik yang kamu kuasai. Hal ini dikarenakan konten yang dibuat dengan passion akan lebih mudah diterima oleh audiens. Konten bermanfaat tidak harus berupa konten edukasi serius, kamu juga bisa mengemasnya dengan komedi atau guyonan. Kendati demikian, penting untuk tetap fokus membahas topik seputar keahlianmu. Hal ini bertujuan untuk membangun dan memperkuat personal branding di bidang yang kamu inginkan. 2. Bagikan Konten Personal Branding Melalui Cerita Setelah menemukan fokus personal branding dan topik konten, kamu perlu mencari cara efektif untuk membagikan karya dan kontenmu kepada audiens. Fellexandro Ruby merekomendasikan berbagi konten personal branding dalam bentuk cerita faktual yang pernah kamu alami. Agar cerita yang kamu bagikan lebih terstruktur dan inspiratif, kamu bisa menggunakan metode Memento Exercise. Metode ini menyoroti bagaimana seseorang bangkit dari kondisi terpuruk dan mencapai momen terbaik dalam hidupmu. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencatat semua low moments (pengalaman terpuruk) dan high moments (pengalaman menyenangkan). Kemudian, hubungkan pengalaman terpuruk dengan proses pengembangan diri, sehingga kamu berhasil meraih high moments. Sesuaikan cerita ini dengan konteks topik personal branding yang ingin kamu bangun. Misalnya, kamu ingin membangun personal branding sebagai HR Profesional. Kamu bisa memulai cerita dengan kegagalanmu memanajemen SDM. Lalu, hubungkan dengan proses belajar keterampilan manajemen SDM secara efektif yang mampu memberikan dampak positif bagi perusahaan. 3. Perhatikan Relevansi Konten dengan Kebutuhan Audiens Saat membangun personal branding, penting untuk mengenal dan memetakan siapa target audiens yang ingin dituju. Pengetahuan tentang target audiens juga berpengaruh dalam menentukan cara mempromosikan diri dalam konten-konten personal branding yang kamu buat. Untuk bisa mengenal target audiens, kamu bisa melakukan riset dengan mempertanyakan hal-hal berikut ini: Apa masalah mereka?Apa yang mereka butuhkan?Apa ketertarikan mereka?Apa solusi yang mereka cari?Konten apa yang mereka ikuti, sukai, atau simpan di sosial media?Apa tren yang mereka ikuti? Setelah kenal dengan target audiens, kamu perlu menjaga relevansi konten dengan kebutuhan dan ketertarikan audiens. Fellexandro Ruby menjelaskan, konten personal branding yang relevan adalah irisan antara apa yang ingin kamu bagikan dan apa yang dibutuhkan audiens. 4. Gunakan Media yang Tepat Memilih media berbagi yang tepat merupakan langkah penting dalam membangun personal branding. Pemilihan media didasarkan pada jenis konten yang kamu produksi. Jenis-jenis konten personal branding sendiri dapat berupa video panjang, video pendek, podcast, infografis, cerita pendek, microblog, blogspot, dll. Untuk konten dengan format audio, kamu bisa menggunakan Google Podcast, Apple Podcasts, Spotify, Instagram, dan LinkedIn. Sementara konten berbentuk tulisan bisa menggunakan media Wattpad, Twitter, Medium, Instagram, atau LinkedIn. Apabila lebih berminat membagikan konten dalam bentuk foto atau gambar, kamu bisa memanfaatkan Instagram, Behance, dan Pinterest. Untuk format video, platform YouTube, Twitch, TikTok, Instagram, dan LinkedIn bisa menjadi pilihan yang baik. Penting untuk dicatat bahwa setiap platform media sosial memiliki keunikan segmentasi pengguna. Kamu perlu menyesuaikan konten dengan segmen audiens di platform tersebut. Misalnya, kontenmu adalah konten profesional, maka kamu bisa menggunakan LinkedIn, YouTube, atau Medium. Sesi QnA Seru di Webinar Cake bersama Fellexandro Ruby 💭 Bagaimana membedakan personal branding dengan flexing? Dalam rumus yang dibagikan oleh Fellexandro Ruby, membangun personal branding ditujukan untuk tujuan yang baik. Dalam rumus ini terlihat perbedaan antara personal branding dan flexing adalah pada tujuannya. Ketika seseorang ingin berbagi dengan tujuan yang baik, maka cara penyampaiannya juga ikut baik. Menurut Ruby, tujuan membangun personal branding bukan hanya untuk pribadi, tapi untuk juga bermanfaat bagi orang lain. Hal ini lah poin utama yang membedakan personal branding dan flexing. 💭 Bagaimana caranya membangun personal branding saat memiliki reputasi yang kurang baik? Fellexandro Ruby menyarankan untuk tunjukan perubahan dan progres menuju kebaikan yang kamu lakukan. Kamu tidak bisa merubah persepsi orang lain tentangmu apabila kamu tidak menunjukan perubahan yang lebih baik dan membuat karya bermanfaat. 💭 Kalo sudah berada di fase Ikigai tapi mengalami masa down, bagaimana caranya untuk bangkit? Ketika telah menemukan Ikigai tapi belum berhasil membangun personal branding yang kuat, bisa jadi ini disebabkan oleh momentum yang belum tepat. Terkadang, momentum sangat diperlukan untuk mengubah kerja keras menjadi hasil yang bernilai. Sembari menunggu momentum, Ruby menyarankan untuk terus mengasah kemampuan dan skill agar lebih cepat dan adaptif ketika momentum datang. Fokus pada pengembangan diri sendiri untuk menjadi yang terbaik, berbagi hal bermanfaat, dan berjejaring dengan orang-orang berdampak. 💭 Apa tips personal branding untuk karyawan yang ingin career switching? Menurut Ruby, kamu bisa berfokus untuk membangun personal branding yang menyoroti transferable skills saat melakukan career switching. Transferable skills sendiri adalah kumpulan keterampilan yang kamu miliki dari pekerjaanmu saat ini, dan akan berguna di pekerjaan tujuanmu berikutnya. Sebagai contoh, seseorang yang ingin career switching dari akuntan menjadi desainer grafis bisa menyoroti skill attention to detail, ketelitian, dan problem solving. 3 skill ini sebelumnya telah dikuasai sebagai seorang akuntan dan bisa diterapkan untuk pekerjaan desainer grafis. Selain itu, berbagi konten di LinkedIn juga membantu career switching. Agar konten yang dibuat dapat cepat tersebar di LinkedIn, kamu perlu memperhatikan relevansi konten dengan audiens. Perlu diperhatikan pula bahwa konten yang dibagikan di LinkedIn sebaiknya konten original, bukan hasil copy paste dari kontenmu sebelumnya yang telah dibagikan di Twitter atau Instagram. 💭 Bagaimana tips agar lebih percaya diri saat membangun personal branding? Untuk membangun rasa percaya diri, pilihlah topik konten personal branding yang paling kamu kuasai dan gemari. Petakan hal-hal yang paling kamu sukai dan ahli, kemudian pilih yang terbaik menurutmu. Rasa percaya diri dalam membangun personal branding juga bisa dibangun dari mindset. Tanamkan dalam pikiranmu bahwa kamu berbagi untuk audiens yang memiliki tingkat pengetahuan dibawahmu. Perlu diingat juga bahwa akan ada orang yang lebih ahli di luar sana, tapi mereka bukanlah target audiens. 👉 Tonton ulang webinar karir Fellexandro Ruby di acara VCFest Cake 2023! Kamu juga bisa bangun personal branding-mu melalui CV, lho. Yuk, buat CV profesional kamu di Cake secara gratis!🎉Buat CV Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake. --- Ditulis Oleh Gama Prabowo ---
Career Development
Mar 6th 2024

Micromanage: Gaya Kepemimpinan Atasan yang Bikin Karyawan Ingin Cabut Dari Kantor

Apakah kamu merasa tidak betah di kantor karena atasan yang terlalu berlebihan dalam mengontrol pekerjaan? Bersabarlah sedikit dan hadapilah tipe atasan yang seperti ini. Biasanya, bos yang menggunakan metode Micromanagement untuk mengawasi bawahannya tidak akan sadar bahwa apa yang mereka lakukan berdampak buruk pada kinerja dan kenyamanan tim. Lalu, apa itu micromanaging? Bagaimana dampak gaya kepemimpinan seperti ini terhadap keberlanjutan perusahaan?Daftar isi: Apa itu Micromanage? Apa Penyebab Micromanaging? Ciri-ciri Micromanage Contoh Micromanagement di Perusahaan Cara Mengatasi Micromanager Apa itu Micromanagement? Lantas, apa yang dimaksud micromanagement? Secara bahasa, menurut kamus Merriam Webster micromanage adalah suatu tindakan mengontrol penuh terhadap seseorang maupun golongan tertentu. Dalam dunia kerja, micromanagement adalah gaya kepemimpinan dari atasan terhadap bawahan, bersifat penuh kontrol dan agak memaksa. Sementara itu, menurut International Journal of Business and Management Invention, micromanaging adalah cara atasan memimpin dengan melakukan pengamatan yang berlebihan terhadap kinerja bawahan. Cara memimpin seperti ini dianggap sudah tidak relevan karena justru menimbulkan dampak negatif: Mengganggu psikologis karyawanSistem micromanage tidak memiliki ukuran keberhasilan yang jelasMembuat karyawan yang sudah berada di suatu perusahaan kurang nyaman sehingga turnover rate naikMenghambat kualitas kinerja pegawai Banyaknya dampak buruk dari micromanage ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak lagi cocok menerapkan sistem ini sebagai tindakan kontrol. Utamanya, di era gen Z mulai banyak memasuki dunia kerja maka perusahaan perlu memakai sistem kontrol lain yang lebih humanis. Apa Penyebab Micromanagement? Setiap atasan memiliki alasan tersendiri kenapa mereka menerapkan suatu sistem untuk mengontrol karyawan. Jika kita berbicara soal micromanagement, biasanya para atasan memakai sistem ini karena kurangnya pengetahuan soal leadership dan kepercayaan terhadap karyawan. Selain itu, ada beberapa alasan kenapa atasan melakukan micromanagement. Diantaranya adalah: Atasan merasa ingin terkoneksi dengan karyawan, tetapi dengan cara yang salahRasa ketakutan dari atasan terhadap perilaku karyawan. Atasan merasa karyawan bisa bertindak sesuka hati jika tidak dikontrol penuh.Keinginan yang menggebu dari seorang atasan agar bisa promosi lebih cepat. Itulah kenapa, atasan memastikan karyawan tidak melakukan kesalahan sedikit pun.Atasan menganggap anak buahnya tidak bisa melakukan pekerjaan lebih baik dari dirinya sehingga perlu untuk dikontrol Ciri-ciri Micromanage Jika kamu adalah seorang karyawan dan penasaran apakah atasan kamu sedang melakukan micromanage, silahkan simak beberapa ciri-ciri micromanage di bawah ini. Adakah beberapa ciri di bawah dalam diri bos kamu? 1. Menolak mendelegasikan pekerjaan Seorang atasan micromanager sering merasa beberapa karyawan tidak bisa melakukan pekerjaan lebih baik dibandingkan dirinya. Atasan seperti ini umumnya hanya bisa percaya dengan segelintir orang di tempat kerja. Pada akhirnya, pembagian pekerjaan tidak seimbang. Sebagian orang mendapatkan tugas hingga overload, sementara sebagian yang lain kekurangan tugas bahkan tidak mendapatkannya sama sekali. 2. Menuntut update pekerjaan secara berlebihan Guna mendapatkan hasil pekerjaan yang bagus, seorang karyawan perlu merasa tenang dan bebas berpikir. Sayangnya, jika karyawan tersebut mendapatkan bos yang menerapkan micromanage, maka hal tersebut bisa jadi mustahil. Meskipun deadline pekerjaan masih 2 hari lagi, atasan tetap akan menanyai secara terus menerus hingga membuat karyawan merasa frustasi. 3. Tingkat turnover karyawan yang tinggi Sebab kontrol yang berlebihan dari atasan, perusahaan akan sering kehilangan karyawan dan kelabakan mencari pengganti. Tingkat turnover karyawan yang tinggi ini jelas berdampak buruk pada reputasi perusahaan. Perusahaan yang ingin memperbaiki employer branding mereka perlu mengganti atau melakukan koreksi terhadap sistem kontrol seperti ini. 4. Tidak pernah puas dengan hasil pekerjaan Atasan akan selalu tidak puas dengan hasil pekerjaan yang telah dituntaskan karyawan. Ia akan selalu mencari celah kekurangan dari pekerjaan bawahannya, meskipun hal yang remeh sekalipun. Hal ini terjadi karena kebanyakan atasan micromanage adalah sosok yang perfectionist dan mudah insecure. 5. Memberikan deadline yang tidak realistis Deadline tidak realistis yang diberikan oleh atasan terhadap bawahannya merupakan imbas dari keinginannya yang menggebu untuk mendapatkan promosi di perusahaan. Mereka menganggap jika pekerjaan selesai lebih cepat, perusahaan akan menganggapnya berhasil dalam memimpin tim. 6. Memandang rendah kompetensi rekan Sebagai sosok yang perfectionist, seorang micromanager selalu memandang rendah kompetisi rekan kerjanya sendiri. Ia sadar bahwa bawahannya sendiri memiliki skill yang jauh lebih baik dibandingkan dirinya, tetapi tidak ingin mengakuinya. 7. Fokus berlebih pada detail yang tidak mempengaruhi hasil kerja Atasan yang melakukan micromanaging sering terpaku pada detail-detail remeh yang sebenarnya tidak mempengaruhi hasil kinerja. Misalkan saja, mengomentari kenapa ekspresi salah satu karyawan terlihat kurang serius saat bekerja. Contoh Micromanage di Lingkungan Perusahaan Supaya kamu mendapatkan gambaran yang lebih jelas lagi terkait micromanage di lingkungan perusahaan, silahkan simak contoh micromanage di bawah ini. Contoh micromanage #1 Budi adalah karyawan di kantor PT Purna Bahagia. Ia Merupakan desainer grafis yang diberikan load pekerjaan 10 design feed instagram setiap harinya, mulai dari senin hingga jum’at. Sayangnya, setiap hari Budi merasa kurang nyaman dengan team leadnya yang selalu mengawasinya ketika bekerja. Meskipun desain yang ia buat belum final, tetapi team lead selalu memberikan kritikan di tengah pekerjaan dan itu berlangsung terlalu sering. Di hari Sabtu dan Minggu, Budi juga dituntut untuk mengerjakan pekerjaan lain dan harus memberikan update secara intens. Contoh micromanage #2 Iqbal adalah seorang mobile developer di perusahaan ABC. Ia merasa kelelahan melakukan revisi terhadap aplikasi yang dibuatnya. Atasannya sendiri tidak memberikan brief yang jelas terkait apa saja hal-hal penting yang perlu dimasukkan ke dalam aplikasi tersebut. Selama bekerja, Iqbal hanya mendapatkan kritikan dan bukan masukan yang mendukung pekerjaannya. Solusi Micromanage di Kantor Jika kamu mengalami beberapa kesulitan selama bekerja karena atasan kamu adalah seorang penganut micromanage, mungkin solusi di bawah ini bisa membantu: 1. Pahami alasan di balik perilaku micromanage Langkah pertama adalah memahami alasan kenapa atasan kamu melakukan micromanage. Apakah beliau melakukan hal tersebut murni karena karakteristik personalnya yang perfectionist atau apakah anggota tim memang berperilaku kurang disiplin saat bekerja. Jadi, jangan menilai mentah-mentah jika kesalahan ada pada bos kamu, ya. Bisa jadi pula memang karyawan di tempat kamu bekerja tidak bekerja dengan maksimal jika tidak diawasi. 2. Bangun kepercayaan dengan atasan Nah, apabila alasannya datang dari kurangnya kepercayaan atasan terhadap kamu, maka cobalah untuk meraih simpatinya. Tunjukkan bahwa kamu melaksanakan pekerjaan dengan baik dan senantiasa bertanggung jawab. Kamu juga bisa inisiatif menghubungi untuk melaporkan progress pekerjaan. 3. Mengantisipasi dan kerjakan langkah selanjutnya Selama bekerja kamu pasti sudah tahu apa saja kesalahan-kesalahan yang membuat atasan kamu kecewa. Silahkan antisipasi agar kesalahan yang sama tidak terulang kembali. Kamu juga bisa inisiatif mengerjakan pekerjaan selanjutnya tanpa perlu menunggu perintah atasan. Jika kamu tidak mengerti, mintalah brief dari atasan. 4. Bicarakan dan berikan umpan balik dua arah Atasan yang melakukan micromanage biasanya kurang percaya dengan pekerjanya sendiri karena kurangnya komunikasi. Nah, kamu bisa coba mengawali bicara dengan meminta bos memberikan feedback terhadap pekerjaanmu. Jangan tunggu hingga atasan memberikan kritik terlebih dahulu terhadap pekerjaanmu. 5. Pertimbangkan untuk berbicara dengan HR Jika kamu merasa sudah melakukan langkah 1 hingga 4 tetapi tidak ada perubahan dan kamu tetap merasa kurang nyaman dalam bekerja, silahkan bicarakan hal tersebut dengan HR. Bisa jadi HR akan mengevaluasi kembali sistem kontrol yang digunakan atau memberikan saran terbaik bagi keberlangsungan produktivitas karyawan. Namun, apabila kamu merasa tidak betah menghadapi atasan penganut micromanage, resign bisa jadi keputusan yang tepat. Kamu tidak perlu khawatir susah mendapatkan pekerjaan baru. Selama CV yang kamu pakai menjual, akan sangat mudah bagimu untuk diterima bekerja di perusahaan lain. Informasi tentang lowongan pekerjaan dari dalam dan luar negeri bisa mudah kamu temukan lewat fitur pencarian kerja dari Cake.Detail informasinya sangat lengkap, tersedia lowongan dari berbagai bidang seperti UX Designer, Website Builder, Programmer, Pengajar Sekolah dan masih banyak lagi.Yuk, cari pekerjaan impianmu di Cake, gratis dan transparan!Buat CV Kesimpulan Beberapa hal ini merupakan catatan penting yang perlu kamu perhatikan terkait micromanage. Ada banyak alasan kenapa seorang atasan melakukan micromanage, baik alasan personal maupun eksternal.Hanya ada dua pilihan jika kamu menghadapi atasan penganut sistem micromanage: bertahan atau mundur.Jangan gegabah untuk resign jika kamu tidak betah menghadapi atasan micromanage. Bicarakan terlebih dahulu dengan HR.Cobalah bangun kepercayaan terkait pekerjaan agar perilaku micromanaging atasan kamu bisa berkurang. Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake. --- Ditulis Oleh Izzul Millati ---
Resume & CV
Aug 25th 2025

15 Kesalahan dalam Membuat CV dan Cara Memperbaikinya

Jika lamaran kerja yang kamu masukkan gagal atau ditolak, kemungkinan besar CV kamu adalah penyebab utamanya. Satu saja kesalahan dalam membuat CV bisa merusak peluang kamu untuk lanjut ke tahap wawancara kerja. Hal ini karena CV merupakan satu-satunya informasi yang dimiliki oleh para HRD untuk membangun kesan pertama tentang diri kamu. Oleh karena itu, jangan biarkan kesalahan dalam membuat CV menghalangi lamaran kerja kamu. Banyak kandidat dengan kualifikasi hebat yang gagal untuk lanjut ke tahap selanjutnya karena kesalahan membuat CV yang mereka lakukan. Agar hal ini tidak terjadi padamu, penting untuk mengetahui apa saja kesalahan dalam membuat CV yang harus kamu hindari dan bagaimana cara membuat CV yang benar seperti berikut ini! Daftar Isi: Kesalahan Fatal dalam Membuat CV Contoh CV yang Baik dan Benar Tips Membuat CV 15 Kesalahan Fatal dalam Membuat CV Meskipun sudah banyak informasi tentang cara menulis pengalaman kerja di CV, namun masih banyak kandidat yang melakukan kesalahan dalam membuat CV. Berikut adalah beberapa kesalahan membuat CV yang perlu kamu hindari: 1. Kesalahan Ejaan Salah satu kesalahan membuat CV yang paling sederhana namun masih sering terjadi adalah kesalahan pengejaan. Pengejaan dan tata bahasa yang benar adalah hal dasar yang harus diperhatikan saat membuat CV. Kesalahan pengejaan bisa memberikan kesan bahwa kamu orang yang kurang teliti, sehingga bisa mempengaruhi penilaian perusahaan terhadap kamu. Misalnya, dalam CV kamu menulis “menejemen” alih-alih “manajemen”. Hal ini dapat memberikan kesan bahwa kamu orang yang kurang peduli terhadap detail. Meskipun kamu memiliki keterampilan dan kualifikasi yang sesuai, jangan biarkan kesalahan pengejaan tersebut menghalangi langkahmu untuk lanjut ke tahap selanjutnya.Do'sPastikan kamu sudah memeriksa CV dengan cermat sebelum mengirimnya. Gunakan alat pemeriksa ejaan seperti Grammarly atau minta bantuan teman yang lebih teliti untuk proofreading.Dont'sJangan pernah mengirim CV tanpa mengecek ulang kata-kata yang kamu gunakan dalam CV. 2. CV Terlalu Panjang Kesalahan membuat CV selanjutnya yaitu CV yang terlalu panjang. Saat meninjau CV, para HRD biasanya hanya akan menghabiskan beberapa detik saja untuk membaca setiap CV. Hal ini berarti kamu harus menulis CV yang bisa dipahami dalam waktu yang cepat. CV dengan jumlah paragraf dan halaman yang terlalu panjang biasanya akan diabaikan oleh para HRD karena cenderung membosankan dan membuat jenuh pembaca. Sebaiknya, tulis CV kamu dalam satu atau dua halaman saja dengan kalimat singkat dan daftar poin yang ringkas. Do'sRingkaslah pengalaman dan pencapaian kerja kamu dengan efektif. Fokuslah pada informasi yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar dan maksimalkan setiap ruang dalam CV.Dont'sHindari mencantumkan semua pengalaman kerja sejak awal karier jika tidak relevan dengan posisi yang dilamar. 3. Melebih-lebihkan Informasi atau Berbohong Banyak pelamar kerja yang tergoda untuk mempercantik CV mereka dengan informasi yang tidak sesuai kenyataan. Perlu kamu tahu, sesuatu yang sederhana seperti tanggal kamu bekerja dapat diverifikasi dengan cepat melalui panggilan telepon singkat. Oleh karena itu, jika kamu berniat untuk melebih-lebihkan CV agar terlihat seperti kandidat yang hebat, kamu perlu berpikir ulang untuk melakukannya. Hal ini berbahaya karena bisa menjadi bumerang di kemudian hari, terutama jika perusahaan melakukan pengecekan latar belakang. Ketika HRD menyadari bahwa kamu telah berbohong di CV, mereka akan menolak lamaran kerja kamu. Selain itu, walaupun kamu berhasil menipu HRD dengan pengalaman yang dilebih-lebihkan, kamu akan tetap kesulitan dalam pekerjaan yang sebenarnya tidak kamu kuasai. Jika kamu harus berbohong tentang keterampilan untuk mendapatkan pekerjaan, mungkin kamu sebenarnya tidak memiliki keterampilan yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut. Do'sJujurlah tentang pengalaman dan kemampuan kamu. Jika merasa ada kekurangan, jelaskan bahwa kamu bersedia belajar.Dont'sJangan menambahkan pengalaman atau keterampilan yang tidak pernah kamu miliki. Jangan pernah mengada-ada atau melebih-lebihkan pengalaman kerja dan kemampuanmu. 4. Menggunakan Sudut Pandang Orang Ketiga Kesalahan dalam membuat CV selanjutnya adalah memakai sudut pandang orang ketiga. Jika kamu berusaha menghindari kesan sombong dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga, hal ini akan membuat HRD bertanya-tanya siapa yang menulis CV kamu. Sebagai contoh, jangan menulis “Budi adalah seorang manajer pemasaran dengan 5 tahun pengalaman” atau “Budi bertanggung jawab atas…”. Sebaiknya, tulis “Saya adalah seorang manajer pemasaran dengan 5 tahun pengalaman” atau “Bertanggung jawab atas…”. Do'sCV adalah tentang dirimu. Jadi, gunakan sudut pandang orang pertama.Dont'sJangan menulis kata “Saya” secara berulang. Fokus saja pada deskripsi kerja yang telah kamu lakukan dan hindari penggunaan bahasa formal yang berlebihan atau penggunaan kata ganti orang ketiga. 5. CV Tidak Disesuaikan dengan Posisi yang Dilamar Salah satu kesalahan membuat CV yang terbesar adalah menggunakan satu CV untuk semua posisi yang dilamar. Penting untuk menyesuaikan CV dengan setiap lamaran baru. Tidak ada CV yang cocok untuk semua pekerjaan. Jika kamu ingin diundang wawancara oleh HRD, kamu sebaiknya menyesuaikan CV kamu secara spesifik dengan kebutuhan mereka. Gunakan kata kunci yang ada di deskripsi lowongan kerja dalam CV kamu. CV umum yang kamu kirimkan ke setiap perusahaan tidak akan efektif dan mengurangi peluang lolos ke tahap selanjutnya. Do'sSesuaikan CV untuk setiap pekerjaan yang kamu lamar dengan menonjolkan pengalaman dan keterampilan yang relevan. Perhatikan deskripsi pekerjaan dan gunakan kata kunci yang sesuai dalam CV-mu.Dont'sJangan mengirim CV yang sama ke semua perusahaan tanpa melakukan penyesuaian. Pastikan CV sudah sesuai dengan posisi yang dilamar. Cek CVdengan Cake AICVChecker sekarang, GRATIS🎉Cek CV 6. Foto Profil yang Kurang Profesional Kesalahan dalam membuat CV lainnya yang sering kali tidak disadari oleh para pelar kerja yaitu penggunaan foto profil yang kurang profesional. Jika perusahaan meminta foto diri, pastikan kamu menggunakan foto yang profesional. Foto selfie atau foto dengan latar belakang yang tidak sesuai bisa membuat kesan yang kurang profesional. Do'sGunakan foto resmi dengan pakaian formal dan latar belakang yang sederhana atau satu warna seperti warna biru, merah, atau putih.Dont'sHindari penggunaan foto selfie, atau foto dengan latar belakang yang ramai dan tidak relevan. 7. Layout CV Kurang Tertata Layout atau tata letak CV yang kurang baik dapat membuat CV sulit dibaca dan tidak menarik sehingga berpeluang untuk ditolak HRD. Bahkan jika pengalaman kerja dan kemampuan kamu sempurna dan mengesankan, para HRD tidak akan memperhatikan CV kamu jika strukturnya berantakan dan susah dibaca. Agar CV kamu terlihat lebih menarik dan mudah dibaca, manfaatkan platform pembuat CV online yang tersedia saat ini. Selain lebih mudah, platform pembuat CV online juga sudah dilengkapi fitur ATS (Applicant Tracking System) friendly. Dengan begitu, jika perusahaan menggunakan sistem penyaring CV otomatis, maka CV kamu akan auto dikenali dan lolos dengan mudah. 📚 Baca juga: 10 Website Terbaik untuk Buat CV Online Gratis 8. Memasukkan Pengalaman yang Tidak Relevan Perlu diingat jika kamu hanya memiliki satu sampai dua halaman saja untuk mengesankan HRD dengan CV kamu. Oleh karena itu, tidak semua pengalaman kerja perlu dimasukkan ke dalam CV. Selain tidak relevan, pengalaman kerja yang tidak sesuai juga tidak akan membuat HRD tertarik dengan CV kamu. Fokuslah pada pengalaman yang paling relevan dengan posisi yang sedang dilamar. Misalnya, jika kamu melamar sebagai desainer grafis, pengalaman sebagai admin mungkin tidak perlu dicantumkan. Do'sPilih pengalaman kerja yang paling sesuai dengan pekerjaan yang dilamar.Dont'sJangan memasukkan semua pengalaman yang pernah kamu miliki, terutama yang tidak relevan. 9. Pengalaman Kerja Tidak Berurutan Kesalahan membuat CV selanjutnya yaitu menulis pengalaman kerja secara tidak berurutan. Urutkan pengalaman kerja dari yang terbaru ke yang paling lama. CV dengan pengalaman kerja yang tidak berurutan akan membingungkan para HRD dan bisa membuat informasi penting terlewat. Do'sSusun pengalaman kerja dengan urutan waktu yang logis, mulai dari yang terbaru.Dont'sJangan menulis pengalaman kerja secara acak atau tidak terstruktur. 10. Tidak Menuliskan Pencapaian Terukur di Pengalaman Kerja Salah satu kesalahan dalam membuat CV yang paling umum ditemui yaitu tidak menuliskan pencapaian yang terukur di pengalaman kerja. Sebagai contoh, jika kamu memiliki pengalaman kerja sebagai Sales, kamu bisa menuliskan pencapaian kerja dalam bentuk persentase. Sebagai contoh kamu bisa menuliskan “Meningkatkan penjualan di tahun 2024 sebesar 72%” daripada hanya menulis “Membantu meningkatkan penjualan perusahaan”. Mencantumkan angka atau aspek terukur lainnya akan membuat para HRD terkesan dan memiliki gambaran yang lebih nyata tentang pengalaman kerja kamu. Do'sCantumkan angka-angka yang menunjukkan pencapaianmu, seperti peningkatan pendapatan, jumlah proyek yang diselesaikan, atau jumlah tim yang kamu pimpin.Dont'sJangan mendeskripsikan pengalaman kerja yang terlalu umum tanpa data kuantitatif. 📚 Baca juga: Cara Menulis Pengalaman Kerja di CV dan Contohnya, Lengkap! 11. Menggunakan Kata Kerja Pasif Penggunaan kata kerja pasif dalam CV dapat melemahkan pesan dalam CV kamu dan membuatnya kurang meyakinkan. Tidak hanya itu, kata kerja pasif juga dapat menimbulkan kebingungan tentang siapa yang melakukan apa, terutama jika kamu menggunakannya untuk mendeskripsikan tanggung jawab atau pencapaian kamu. Untuk meningkatkan kualitas CV kamu, gunakan kata kerja aktif untuk menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang proaktif dan mampu mengambil inisiatif. Do'sGunakan kata kerja aktif seperti “memimpin”, “mengelola”, “meningkatkan”, “mengembangkan”, dan lain-lain. Contoh kalimat: “Menganalisis data pelanggan menggunakan Dashboard Metabase”.Dont'sKurangi penggunaan kata kerja pasif seperti “dikelola”, “dipimpin”, “dianalisis”, dan lain-lain. Contoh kalimat: “Data pelanggan dianalisis menggunakan Dashboard Metabase”. 12. Mengulang Kata Kerja yang Sama Terlalu Banyak Seringkali, pelamar menggunakan kata kerja yang sama berulang kali, misalnya “bertanggung jawab” di setiap deskripsi pekerjaan. Hal ini cenderung membuat CV terlihat monoton dan kurang menarik. Jika kamu ingin menarik perhatian HRD saat pertama kali membaca CV kamu, gunakan kata-kata yang lebih variatif. Cari sinonim dari kata kerja yang biasanya digunakan dalam CV agar CV kamu terlihat lebih menarik dan beda dengan kandidat lainnya. Do'sVariasikan penggunaan kata kerja agar lebih menarik dan dinamis.Dont'sJangan menggunakan kata yang sama berulang-ulang tanpa variasi. 13. Terlalu Banyak Informasi Pribadi yang Tidak Dibutuhkan Kesalahan membuat CV selanjutnya yang juga tidak disadari oleh pelamar kerja yaitu terlalu banyak mencantumkan informasi pribadi yang tidak diperlukan. Informasi pribadi yang tidak perlu ditulis di CV termasuk usia, status pernikahan, nomor identitas, warna favorit, hobi yang tidak relevan dengan pekerjaan, dan lain sebagainya. HRD biasanya lebih tertarik pada informasi tentang pengalaman dan keterampilan kerja kamu. Mereka cenderung tidak tertarik dengan informasi pribadi yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang kamu lamar. Oleh karena itu, jangan sia-siakan ruang di CV kamu dengan mencantumkan informasi pribadi yang tidak perlu. Sebelum menulis CV, pastikan kamu mengetahui informasi apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan di posisi tersebut. Jika perusahaan membutuhkan alamat rumah, usia, dan detail informasi pribadi lainnya, maka pertimbangkan untuk menulisnya di CV. Do'sMasukkan informasi pribadi yang relevan seperti nama, nomor telepon, email, link portofolio, dan akun media sosial profesional lainnya.Dont'sHindari menambahkan informasi pribadi seperti nomor KTP, agama, atau status pernikahan yang tidak diperlukan. 📚 Baca juga: Ini 40+ Contoh CV ATS Friendly dan Menarik! 14. Menggunakan Skill Bar Kesalahan dalam membuat CV lainnya yang juga masih sering ditemui pada CV kandidat yaitu penggunaan skill bar untuk menunjukkan tingkat kemampuan dalam keterampilan tertentu. Sebagai contoh penulisan “80% di Microsoft Excel”, “bintang 4 di Adobe Photoshop”, dan berbagai bentuk skill bar lainnya. Hindari penggunaan skill bar untuk menunjukkan kemampuan kamu karena hal ini karena sulit diukur dan tidak memberikan informasi yang jelas bagi HRD. Do'sSebutkan keterampilan dalam bentuk daftar poin dengan deskripsi singkat yang lebih konkret.Dont'sJangan menggunakan skill bar dalam bentuk diagram batang, diagram lingkaran, bintang, dan lainnya yang tidak memberikan informasi dengan jelas. 15. Tidak Menaruh Informasi Kontak yang Relevan Jangan lupa, pastikan kamu mencantumkan informasi kontak yang mudah dihubungi, seperti email dan nomor telepon. Jangan menulis terlalu banyak informasi kontak seperti nomor telepon rumah, nomor ponsel, dan nomor telepon kantor. Cantumkan nomor telepon atau email yang aktif dan bisa dihubungi. Do'sCantumkan informasi kontak yang aktif dan sering kamu gunakan.Dont'sJangan menulis informasi kontak yang terlalu banyak dan tidak relevan. Jangan kirim CVdulu sebelum memastikan CVkamu sudah optimal! Cek CV kamu GRATIS di Cake sekarang 🚀Cek CV Lihat juga contoh CVyang baik benar di sini:👉 Contoh CV Lamaran Kerja👉 Contoh CV Mahasiswa👉 Contoh CV Fresh Graduate👉 Contoh CV Lulusan SMK👉 Contoh CV Bank👉 Contoh CV Staff Administrasi👉 Contoh CV Dokter👉 Contoh CV Perawat👉 Contoh CV Desain Grafis👉 Contoh CV Marketing👉 Contoh CV Arsitek👉 Contoh CV Barista Tips Membuat CV Meskipun kualifikasi yang kamu miliki sudah sempurna untuk pekerjaan yang kamu lamar, kamu tetap perlu menulis CV yang baik untuk meyakinkan HRD. Pengalaman kerja yang relevan tidak akan terlihat mengesankan jika dijelaskan dengan cara yang membosankan. Untuk membuat HRD terkesan, berikut adalah tips membuat CV yang bisa kamu ikuti: 1. Gunakan format yang profesional dan terstruktur Tips membuat CV yang pertama yaitu gunakan format yang jelas dan terstruktur. Gunakan font yang mudah dibaca dan pastikan setiap bagian memiliki penataan yang rapi dan terstruktur. 2. Tulis ringkasan atau deskripsi diri yang menarik Sebelum membaca seluruh halaman, hal pertama yang dilihat HRD adalah ringkasan diri. Ringkasan diri yang menarik akan meningkatkan peluang untuk diterima di posisi tersebut. Oleh karena itu, tips cara membuat CV selanjutnya yaitu gunakan kalimat singkat dan kreatif yang berisi ringkasan tentang profesi, keahlian utama dan tujuan karir kamu. 📚 Baca juga: 10 Contoh Deskripsi Diri Menarik yang Disukai Rekruter 3. Cantumkan pengalaman kerja dengan detail dan terukur Cara menulis pengalaman kerja di CV yang tepat yaitu sebutkan pengalaman kerja yang paling relevan dengan posisi yang dilamar. Deskripsikan apa yang kamu kerjakan menggunakan kalimat aktif. Selanjutnya tulis pencapaian kamu selama bekerja dengan dukungan data kualitatif yang terukur untuk menunjukkan hasil kerjamu. 4. Sesuaikan CV dengan pekerjaan yang dilamar Tidak ada CV yang cocok untuk semua jenis pekerjaan. Oleh karena itu, jangan gunakan satu CV untuk semua pekerjaan yang kamu lamar. Sesuaikan CV kamu dengan deskripsi pekerjaan akan lebih menarik perhatian HRD. Gunakan kata kunci dari lowongan pekerjaan yang relevan untuk memastikan CV kamu lolos pada seleksi awal. 5. Cantumkan keterampilan yang relevan Tidak semua keterampilan yang kamu miliki relevan untuk setiap pekerjaan. Tips membuat CV selanjutnya yaitu pilihlah keterampilan yang paling sesuai dengan pekerjaan yang kamu lamar untuk meningkatkan peluang diterima. 6. Cek CV kamu sebelum mengirim lamaran Tips membuat CV yang terakhir yaitu pastikan untuk mengecek ulang CV kamu sebelum mengirimkannya. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam membuat CV seperti typo, tata bahasa yang salah, atau informasi yang kurang relevan. Kamu bisa menggunakan alat pengecekan CV seperti AI CV Checker dari Cake. AI CV Checker dari Cake bisa membantu kamu memeriksa CV secara otomatis, menyesuaikan dengan deskripsi pekerjaan yang kamu lamar, dan memastikan CVkamu ramah ATS. Dengan menggunakan alat ini, kamu bisa menghindari kesalahan-kesalahan kecil yang sering terjadi dan meningkatkan peluang kamu untuk lolos seleksi! Yakin CV kamu sudah optimal? Cek CV kamu GRATIS di Cake untuk sebelum melamar agar hasil lebih maksimal! 🔍Cek CV Pastikan CVSudah Optimal dengan Cake Membuat CV yang baik dan benar adalah langkah awal yang penting dalam proses melamar kerja. Kesalahan dalam membuat CV yang umum seperti salah pengejaan, CV yang terlalu panjang, atau tidak disesuaikan dengan posisi yang dilamar, bisa mengurangi peluang kamu untuk maju ke tahap selanjutnya. Untuk memastikan CV kamu menarik perhatian HRD, gunakan format yang profesional, masukkan kata kunci yang relevan dengan deskripsi pekerjaan, dan selalu periksa kembali CV sebelum mengirimnya. Pastikan juga untuk terus memperbarui CV sesuai perkembangan karier kamu dan sesuaikan dengan setiap posisi yang kamu lamar. Semoga sukses dalam perjalanan karier kamu!Cek CVSekarang dengan Cake AICVChecker Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
People Operations
Nov 29th 2024

Indikator Penilaian Kinerja: Indikator hingga Cara Ukur yang Tepat!

Pada umumnya, sebuah perusahaan akan melakukan penilaian kinerja karyawan dalam jangka waktu tertentu demi menjaga kredibilitasnya. Tujuan penilaian kinerja karyawan adalah untuk mengevaluasi performa karyawan dan meningkatkan kinerja mereka. Mari kita simak lebih lanjut apa saja yang termasuk indikator penilaian kinerja, bagaimana cara mengukur indikator kinerja, dan apa contoh indikator kinerja. Pengertian Indikator Penilaian Kinerja Fungsinya Pengertian Indikator Penilaian Kinerja FungsinyaPenilaian kinerja karyawan adalah suatu proses penilaian karyawan yang sering kali menggabungkan elemen tertulis dan lisan. Pihak manajemen perusahaan akan mengevaluasi dan memberikan umpan balik (feedback) atas kinerja karyawan. Biasanya dilakukan dengan waktu satu tahun sekali atau setiap kuartal. Evaluasi kinerja karyawan bisa membantu karyawan dan manajer untuk memahami apa yang sudah dilakukan dan apa yang perlu ditingkatkan. Menurut Robbins (2016:260), indikator penilaian kinerja adalah alat untuk mengukur sejauh mana pencapaian kinerja karyawan. Penilaian kinerja karyawan didasarkan pada indikator-indikator kinerja yang menjadi acuan dalam mengevaluasi performa kerja karyawan. Indikator-indikator ini tidak hanya menilai seberapa baik karyawan menjalankan tugasnya, tetapi juga mengidentifikasi kontribusi mereka terhadap tujuan jangka panjang perusahaan. Fungsi indikator penilaian kinerja karyawan adalah untuk membantu perusahaan mengukur produktivitas dan kinerja karyawan-nya. Hasil dari penilaian kinerja ini digunakan perusahaan untuk mengambil keputusan, meningkatkan efisiensi tempat kerja, mendorong keterlibatan karyawan, serta memajukan kualitas karyawan dalam perusahaan. 📚Baca Juga:Panduan Penilaian Kinerja Karyawan: Kriteria, Indikator, dan Langkah Apa Saja Indikator Penting dalam Penilaian Kinerja? Apa Saja Indikator Penting dalam Penilaian Kinerja?1. Produktivitas Salah satu indikator penilaian kinerja yang penting ketika mengevaluasi seorang karyawan adalah produktivitas, yang berpotensi membawa bisnis ke tingkat yang lebih tinggi. Indikator ini ideal untuk menilai efektivitas karyawan serta keluarannya dan kontribusinya terhadap keberhasilan perusahaan. Produktivitas tidak hanya menjamin penyelesaian tugas tepat waktu namun juga memaksimalkan output, memungkinkan bisnis beroperasi pada efisiensi puncaknya. 2. Kualitas pekerjaan Faktor utama lain yang menentukan keberhasilan dan reputasi organisasi adalah kualitas pekerjaannya. Ini adalah indikator penilaian kinerja utama yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja karyawan. Kualitas pekerjaan mencerminkan keunggulan dan menyoroti tingkat perhatian anggota staf terhadap detail dan kualitas pekerjaan mereka. pemantauan dan jaminan kualitas pekerjaan diperlukan untuk menjaga citra merek yang positif dan mencegah potensi kemunduran. 3. Pencapaian tujuan Seberapa baik seorang karyawan mencapai tujuan mereka merupakan indikasi jelas mengenai kapasitas mereka untuk mengubah ide menjadi realisasi. Ini melambangkan esensi pertumbuhan dan pencapaian, menonjolkan komitmen, fokus, dan semangat seseorang untuk mencapai tujuannya. Karyawan yang secara konsisten mencapai atau melampaui tujuannya menunjukkan bahwa mereka efektif dalam mendukung tujuan organisasi secara keseluruhan. 4. Manajemen waktu Manajemen waktu memerlukan perencanaan yang cermat, fokus, dan keseimbangan yang tepat antara tugas-tugas penting dan mendesak. Indikator ini merujuk pada efektivitas dan efisiensi karyawan dalam memanfaatkan waktu kerjanya untuk menyelesaikan deadline atau mencapai tujuan. Hal ini tentu berdampak pada produktivitas mereka bagi perusahaan. 5. Kerjasama tim Indikator penilaian kinerja ini merujuk pada kemampuan karyawan untuk bersinergi dalam mewujudkan goal perusahaan. Kerjasama tim dapat dilihat dari mudahnya pertukaran ide antar karyawan, kesiapan karyawan dalam memberikan kontribusi, hingga memanfaatkan keberagaman anggota rekan kerja untuk saling mendukung satu sama lain. 6. Kemampuan beradaptasi dan inovatif Dalam industri yang sudah berevolusi dengan kemajuan teknologi, karyawan yang cepat beradaptasi dan inovatif akan menjadi kekuatan bagi perusahaan. Pertumbuhan perusahaan dapat lebih cepat dengan memiliki karyawan yang mudah menyesuaikan diri, memiliki strategi, dan kreatif dalam berkontribusi. 7. Kehadiran Absensi menjadi indikator penting dalam menilai komitmen seorang karyawan. Apabila karyawan sering tidak hadir, akan menghambat produktivitas tim hingga mengganggu alur kerja. Indikator ini menunjukkan profesionalitas dan akuntabilitas seorang karyawan yang bekerja dalam perusahaan. Karyawan yang berkomitmen dalam kehadirannya akan menjaga lingkungan kerja tetap konstruktif dan produktif. 8. Keterlibatan karyawan Keterlibatan karyawan akan berdampak pada kemajuan kolaborasi tim dan menumbuhkan budaya kerja yang positif dalam perusahaan. Indikator ini merujuk pada keaktifan karyawan dan kemampuan mereka dalam berorganisasi. Mulai bangun employer branding Anda lebih efektif dengan Cake sekarang juga! 🎉Jadwalkan Konsulrasi Bagaimana Cara Mengukur Indikator Kinerja? Bagaimana Cara Mengukur Indikator Kinerja1. Menetapkan tujuan Sebelum menyusun indikator penilaian kinerja, tetapkan tujuan spesifik, lalu pilih indikator penilaian yang akan menginformasikan pencapaian tujuan awal tersebut. 2. Menetapkan persyaratan penilaian yang SMART Pembuatan indikator penilaian kinerja harus SMART (specific, measurable, attainable, realistic, and time bound).Indikator Penilaian Kinerja: SMART 3. Memilih metode yang tepat Menentukan metode yang tepat dalam menilai kinerja karyawan. Metode ini harus sejalan dengan strategi mencapai tujuan perusahaan. Misalnya metode seperti memberikan reward dan punishment pada karyawan perusahaan 4. Melakukan evaluasi Dengan adanya evaluasi, pihak HR perusahaan dapat mengetahui kekurangan dalam perusahaan dan segera menemukan solusi terbaiknya. Hal ini tentu berdampak pada pertumbuhan perusahaan yang lebih efektif dan cepat.📚Baca Juga:Performance Management: Panduan Lengkap Mengelola Kinerja di 2024 Contoh Indikator Kinerja dalam Form Penilaian Kinerja Berikut adalah contoh indikator penilaian kinerja karyawan dalam formulir penilaian: 1. Rubrik penilaian Pikirkan tujuan utama peran karyawan dan beri penilaian seberapa baik mereka memenuhi setiap tujuan. Sistem penilaian yang umum adalah skala penilaian 5 poin. Uraikan secara rinci arti setiap penilaian untuk membantu manajer di berbagai departemen menilai karyawan secara konsisten. Berikut ini adalah contoh arti setiap angka dalam formulir penilaian:Skor Penilaian1 = Buruk (tidak selalu memenuhi harapan) 2 = Cukup (sering tidak memenuhi harapan) 3 = Baik (biasanya memenuhi harapan) 4 = Sangat Baik (sering melampaui harapan) 5 = Luar Biasa (sangat melampaui harapan) 2. Prestasi karyawan Manajer divisi mengisi formulir penilaian untuk setiap tinjauan kinerja. Soroti prestasi terbesar karyawan selama periode tinjauan. Sertakan proyek apa yang berhasil diselesaikan karyawan atau apa yang mereka lakukan dengan baik. 3. Feedback Pikirkan tentang area apa yang dapat ditingkatkan karyawan. Feedback ini memfokuskan hal yang perlu diubah dan diperbaiki. Misalnya, seorang karyawan mungkin sering datang terlambat, sehingga mengganggu produktivitas mereka. 4. Peningkatan sejak tinjauan terakhir Jika karyawan tersebut telah menjalani tinjauan kinerja, catat hal-hal yang telah atau belum mereka tingkatkan sejak tinjauan terakhir perusahaan. Apa yang belum tercapai dengan baik, harus diperbaiki. Namun, apa yang sudah tercapai dengan baik, dapat menjadi langkah yang berkelanjutan. 5. Tujuan profesional karyawan Bantu karyawan membuat tujuan profesional baru untuk periode tinjauan berikutnya. Pilih tujuan SMART (specific, measurable, attainable, realistic, and timely) sehingga karyawan lebih mungkin mencapai tujuan ini dalam jangka waktu yang ditentukan. 6. Komentar dari karyawan Bagian dimana karyawan dapat menyertakan alasan mengapa pekerjaan mereka tidak memenuhi standar perusahaan, atau apa yang mereka nikmati dari posisi pekerjaan mereka. Berikut ini contoh form indikator penilaian kinerja karyawan dalam perusahaan: Contoh Form Penilaian Kinerja KaryawanNama karyawan: Nana Wu Jabatan: Social Media Specialist Departemen: Pemasaran Nama manajer: Denny Lie Periode peninjauan: 1/5/22-1/5/23 Tanggal peninjauan kinerja: 2/5/23 Produktivitas: 5 Nana aktif dalam memberikan ide hingga eksekusi social media yang efektif untuk kampanye produk perusahaan. Setiap hari Nana berhasil mempertahankan engagement social media bahkan mendorong pengikut baru sebanyak 60 persen dalam satu tahun. Kualitas pekerjaan: 5 Nana berhasil menghasilkan kualitas pekerjaan yang profesional dan mencapai tujuan social media perusahaan. Kolaborasi: 4 Nana berpartisipasi aktif dalam rapat tim untuk kampanye pemasaran terbaru. Ia berkolaborasi dengan desainer grafis pada kampanye tersebut untuk memastikan grafis memenuhi tujuan kampanye. Kehadiran: 3 Nana masih harus lebih aktif dalam menghadiri kantor. Oleh karena pekerjaannya di bidang social media, Nana memang diperbolehkan untuk bekerja hybrid. Namun, inisiatif untuk aktif datang kantor dan membantu tim perlu ditumbuhkan. Manajemen waktu: 4 Nana mampu menyelesaikan deadline yang diberikan dengan baik, baik short-term maupun long-term deadline. Peringkat keseluruhan: 21/25 Pencapaian: Nana dipromosikan dari content creator menjadi social media specialist. Dalam peran barunya, dia bekerja keras untuk membuktikan bahwa dia siap untuk tanggung jawab yang lebih besar. Area yang perlu ditingkatkan: Lisa dapat meningkatkan inisiatif kehadirannya untuk membantu tim pemasaran di kantor. Tindakan yang diambil karyawan untuk meningkatkan kinerja dari peninjauan sebelumnya: Sasarannya sebelumnya adalah produktif untuk hasil kerja yang lebih berkualitas. Nana membuat langkah besar dalam mencapai sasaran ini. Nana fokus pada tercapainya target pemasaran dalam perusahaan sehingga output kerjanya sangat baik. Komentar Karyawan:Saya menikmati peran pekerjaan saya yang sekarang. Setelah saya mengetahui kekuatan dan kelemahan saya, saya berharap dapat bekerja lebih giat untuk berkontribusi lebih bagi perusahaan. Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaan Anda. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga! 🎉Pasang LokerDapatkan panduan praktis dan template yang siap digunakan untuk melakukan penilaian kinerja secara efektif.Ebook terbaru Cake, "Penilaian Kinerja Efektif: Kunci Merekrut Tim Berkinerja Tinggi", menyediakan informasi yang komprehensif, mulai dari langkah-langkah merancang performance appraisal yang efektif hingga template siap pakai! Unduh secara gratis sekarang dan akses panduan performance appraisal komprehensif langsung dari pakar HR! Cake adalah platform rekrutmen global yang menghubungkan perusahaan dengan +7 juta kandidat berkualitas. Pasang lowongan kerja gratis untuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkan Employer Branding lebih efektif bersama Cake. Percayakan kami sebagai Recruitment Consultant Anda untuk membantu menemukan talenta spesifik lebih baik, konsultasi hari ini! Dapatkan wawasan mendalam dan konten informatif terkait rekrutmen, manajemen SDM, employer branding, serta tren terbaru di dunia HR hanya di Cake. Jadikan kami sumber terpercaya Anda untuk strategi perekrutan yang efektif dan solusi SDM yang inovatif.
Portfolio
Oct 13th 2024

Tips dan Cara Membuat Portofolio Kerja yang Auto Dilirik HRD

Pernahkah kamu melamar kerja di suatu perusahaan sebagai desainer namun tidak bisa lanjut ke tahap selanjutnya? Hal ini bisa jadi karena kamu belum melampirkan portofolio pengalaman kerja yang mereka harapkan. Sebagai perwakilan perusahaan untuk menemukan kandidat yang tepat, para HRD pasti ingin tahu sejauh mana kemampuan kamu untuk mengisi posisi tersebut. Portofolio kerja adalah salah satu poin penting yang kini sangat dibutuhkan di tengah persaingan kerja yang semakin kompetitif. Para pencari kerja sekarang tidak hanya diharapkan memiliki keterampilan yang mumpuni, namun juga harus mampu menunjukkan bukti nyata dari kemampuan dan pengalaman mereka. Portofolio pekerjaan adalah alat yang penting untuk memperkuat posisi kamu di mata HRD. Oleh karena itu, kamu harus bisa menunjukkan pencapaian dan karya-karya kamu dalam pengalaman kerja yang kamu sebutkan. Lalu, apa itu portofolio kerja dan bagaimana cara membuat portofolio untuk melamar kerja agar dilirik oleh HRD? Simak ulasan berikut ya! Daftar isi: Pengertian Portofolio Kerja Manfaat Portofolio Kerja dalam Mencari Kerja Cara Membuat Portofolio Kerja Contoh Portofolio Kerja FAQ tentang Portofolio Kerja Pengertian Portofolio Kerja Salah satu cara untuk menunjukkan bukti nyata dari kemampuan dan pengalaman kerja yang kamu miliki adalah melalui portofolio pengalaman kerja. Namun, perlu diingat jika portofolio pengalaman kerja yang baik bukan hanya sekadar kumpulan dokumen atau proyek saja, lho kok bisa? Portofolio kerja adalah kumpulan hasil karya, pengalaman, dan pencapaian yang menggambarkan kemampuan profesional seseorang. Isi portofolio untuk melamar kerja tidak hanya sekadar resume atau daftar riwayat hidup. Portofolio pekerjaan sebaiknya memberikan gambaran yang lebih detail dan nyata mengenai apa yang bisa kamu lakukan di posisi yang sedang dilamar. Portofolio untuk melamar kerja juga memungkinkan para HRD dapat melihat langsung contoh pekerjaan dan karya yang pernah kamu lakukan. Baik berupa proyek, desain, tulisan, atau pekerjaan lain yang relevan dengan posisi yang dilamar. Dengan begitu, portofolio pekerjaan yang kamu lampirkan akan memperkuat klaim tentang kemampuan yang kamu miliki.📚 Baca juga: Cara Membuat Portofolio Online: 15 Website Gratis untuk Portofolio yang Menarik Manfaat Portofolio Kerja dalam Mencari Kerja Setelah mengetahui apa itu portofolio kerja, berikut adalah manfaat yang bisa kamu dapatkan dari portofolio untuk melamar kerja. Portofoliokerja adalah dokumen yang punya banyak manfaat untuk meningkatkan peluang diterima kerja. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kamu perlu mempertimbangkan untuk membuat portofolio kerja: 1. Menceritakan Kemampuan Individu Melalui portofolio pengalaman kerja, kamu bisa menunjukkan kemampuan dan keterampilan nyata yang sudah kamu kuasai. Alih-alih hanya menyebutkan kemampuan dalam CV, membuat portofolio kerja akan membantu kamu menunjukkan apa yang sebenarnya sudah pernah kamu kerjakan. 2. Meningkatkan Kredibilitas Dengan menampilkan contoh hasil karya yang pernah kamu buat dalam isi portofolio, para HRD akan mampu menilai tingkat kredibilitas kamu. Hal ini membantu mereka untuk lebih yakin dengan keahlian yang telah kamu sebutkan sebelumnya. 3. Menjadi pembeda dengan kandidat lain Dalam persaingan yang semakin ketat, portofolio kerja adalah alat pembeda yang ampuh dengan kandidat lainnya. Banyak kandidat yang mungkin punya pengalaman serupa, namun jika kamu punya portofolio pengalaman kerja yang baik, kamu akan bisa menunjukkan sesuatu kepada HRD secara nyata. 4. Membangun Personal Branding Format portofolio yang terstruktur dan profesional bisa menjadi alat yang efektif untuk membangun personal branding. Kamu bisa menampilkan hasil karya dan bagaimana cara kamu membuatnya. Dengan begitu, portofolio yang kamu lampirkan akan mampu mencerminkan karakter serta gaya kerja kamu. 📚 Baca juga: Apa itu Personal Branding: Pengertian, Manfaat, Strategi 5. Sebagai Refleksi Diri Melalui portofolio pekerjaan, kamu bisa melihat kembali perjalanan karier kamu, menganalisis pencapaian yang sudah diraih, serta merencanakan langkah ke depan. Hal ini membuat portofolio kerja bisa menjadi alat refleksi diri yang baik untuk memahami perkembangan profesional kamu. Cara Membuat Portofolio Kerja Setelah mengetahui apa saja manfaat portofolio kerja, apakah kamu tertarik untuk mengetahui bagaimana cara membuat portofolio kerja yang baik? Jika kamu tertarik, berikut adalah beberapa tahapan cara membuat portofolio kerja yang mudah: 1. Tentukan platform portofolio yang sesuai bidang kerja Saat ini, ada banyak platform membuat portofolio kerja online yang bisa kamu gunakan, seperti Behance, Dribbble, atau LinkedIn. Pilih platform yang sesuai dengan bidang pekerjaan kamu. Sebagai contoh, jika kamu seorang desainer, Behance dan Dribble bisa menjadi pilihan terbaik. Jika kamu memiliki keahlian di bidang pemrograman dan menguasai berbagai bahasa pemrograman, kamu bisa menggunakan GitHub untuk membangun portofolio. Selanjutnya, jika kamu mahir bekerja sebagai data analyst, GitHub atau Tableau Public bisa kamu gunakan untuk menampilkan proyek-proyek yang pernah kamu buat. Sementara jika kamu adalah seorang penulis konten, kamu bisa menggunakan banyak platform online seperti LinkedIn, WordPress, Notion, Medium, Instagram, dan website lain tempat artikel kamu diplublikasikan.Dalam membuat portofolio kerja, pastikan untuk hanya menampilkan pekerjaan yang relevan dengan posisi yang kamu lamar. Sebagai contoh portofolio kerja desainer, kamu bisa menunjukkan desain logo, poster, desain aplikasi dan web, atau identitas visual lainnya. 2. Pilih dan cantumkan hasil kerja yang paling relevan Sementara untuk penulis konten, kamu bisa menampilkan contoh portofolio seperti artikel, konten sosial media, atau skrip iklan yang pernah kamu buat. Jika kamu seorang fotografer, kamu bisa memilih foto-foto terbaik yang menunjukkan keahlian teknis dan artistik kamu di bidang fotografi. 📚 Baca juga: Portofolio untuk Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik [+5 Contoh] 3. Susun portofolio dengan rapi dan menarik Format portofolio sangat penting untuk membuatnya mudah dibaca dan dipahami. Gunakan jenis dan ukuran huruf yang jelas agar portofolio kamu nyaman dilihat. Selain itu, tambahkan ‘Daftar Isi’ untuk memudahkan pembaca menemukan bagian yang mereka cari. Jangan lupa sertakan ‘Data Diri’ di awal portofolio, termasuk informasi kontak dan ringkasan singkat tentang diri kamu sebelum menulis isi portofolio. Daftar keterampilan yang relevan dengan pekerjaan juga bisa ditambahkan untuk memberikan gambaran tentang keahlian kamu. Susun portofolio kerja kamu dengan tema dan konsep yang jelas. Gunakan kombinasi warna yang menarik agar para pembaca semangat dan tertarik untuk terus melihat portofolio kerja kamu. Konsep dan tema yang jelas juga bisa membuat HRD memahami karakter dan gaya kerja kamu melalui portofolio kerja yang kamu cantumkan. Buat portofolio gak perlu ribet dengan portofolio builder Cake! Bikin lamaranmu lebih menonjol dengan portofolio yang menarik 🎉Buat Portofolio 4. Berikan penjelasan/keterangan untuk setiap karyamu Setiap karya yang ditampilkan harus disertai dengan deskripsi yang menjelaskan karya tersebut. Kamu bisa menulis ringkasan singkat tentang proyek tersebut seperti latar belakang, tujuan, peran kamu dalam proyek tersebut, serta hasil yang dicapai. Sebagai contoh, jika kamu menunjukkan gambar desain aplikasi atau web dalam contoh portofolio kerja, kamu bisa menjelaskan latar belakang proyek, proses kamu membuat desain tersebut, dan bagaimana hasil akhir dari desain tersebut mampu mendukung tujuan proyek. Kamu juga bisa menunjukkan alat, metode, teknik, atau framework yang kamu gunakan untuk menunjukkan kemampuan teknis kamu di mata HRD. 5. Sertakan dokumen pendukung jika dibutuhkan Untuk meningkatkan kepercayaan HRD agar memilihmu, kamu bisa melampirkan dokumen pendukung seperti sertifikasi, testimoni dari klien atau rekan kerja, serta penghargaan yang pernah kamu terima. Dokumen pendukung ini akan membuktikan kemampuan kamu secara nyata sebagai kandidat yang berkompeten. Namun, pastikan jika dokumen pendukung yang kamu lampirkan relevan dengan contoh portofolio dan posisi yang kamu lamar ya! Contoh Portofolio Kerja Setelah mengetahui bagaimana cara membuat portofolio kerja, berikut adalah beberapa contoh portofolio kerja dari berbagai bidang yang bisa kamu jadikan sebagai referensi. Beberapa contoh portofolio berikut ini menampilkan pekerjaan yang relevan, memiliki struktur dan format portofolio yang jelas, serta didukung oleh deskripsi yang informatif. 👉 Contoh Portofolio Desain Grafis oleh Irzal Hapiz Elghifari (Dibuat di Cake) Contoh Portofolio Kerja Desainer Grafis oleh Irsal Hapiz Elghifari (Dibuat di Cake)👉 Contoh Portofolio Copywriter oleh Riandika Arya Kepakisan (Dibuat di Cake)Contoh Portofolio Kerja Copy Content Writer oleh Riandika Arya Kepakisan (Dibuat di Cake) 👉 Contoh Portofolio Fotografer oleh Reyhan Fadilla (Dibuat di Cake)Contoh Portofolio Kerja Fotografer oleh Reyhan Fadilla (Dibuat di Cake) Jika kamu ingin melihat lebih banyak contoh portofolio kerja yang menarik, kamu bisa mengunjungi website Cake dan temukan berbagai contoh portofolio yang relevan dengan pekerjaan kamu. Selain menemukan berbagai contoh portofolio yang menarik, Cake juga menyediakan template portofolio siap pakai yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan kamu, menarik sekali bukan? Lihat contoh portofolio lainnya di sini!Cek Contoh Portofolio FAQTentang Portofolio Kerja Q: Apa itu portofolio kerja? A: Portofolio kerja adalah kumpulan karya atau proyek yang pernah dilakukan seseorang yang bertujuan untuk menunjukkan keterampilan, pengalaman, dan pencapaian dalam bidang tertentu yang mereka kuasai. Q: Apa saja isi portofolio kerja? A: Isi portofolio kerja dapat mencakup informasi data diri, hasil kerja yang relevan dengan posisi yang dilamar, deskripsi proyek, keterampilan yang dikuasai, serta dokumen pendukung seperti sertifikasi atau penghargaan. Q: Apakah portofolio selalu diperlukan? A: Portofolio tidak selalu diperlukan untuk semua pekerjaan, namun membuat portofolio kerja sangat disarankan untuk beberapa posisi yang membutuhkan bukti karya nyata seperti desain, penulisan, atau bidang kreatif lainnya. Cake adalah aplikasi dan website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan Cake dan cari lowongan di website cari kerja atau aplikasi cari kerja kami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu! — Ditulis oleh Ita Sugiharti —
Job Search Tips
Oct 28th 2024

Tips Cara Cari Kerja Online yang Aman agar Terhindar dari Lowongan Kerja Palsu

Kamu mungkin pernah melihat iklan seperti “Dapatkan $3.000 per-minggu tanpa pengalaman” atau komentar di media sosial seperti “Saya menghasilkan $150.000 per-tahun dengan bekerja 5 jam seminggu secara online dari situs ini”. Meskipun terdengar menarik, kenyataannya, sebagian besar tawaran ini terlalu bagus untuk menjadi kenyataan atau bahkan terdengar seperti contoh lowongan kerja palsu. Banyak pencari kerja yang bingung harus mulai dari mana untuk cari kerja online yang bagus. Di era digital saat ini, banyak situs cari kerja yang dapat membantu cara mendapatkan kerja online. Namun, tidak semua situs lowongan kerja online dapat diandalkan. Sayangnya, masih banyak lowongan kerja palsu dari situs cari kerja yang hanya ingin menipu dan memanfaatkan para pencari kerja. Mengetahui cara cari kerja online dan tips cari lowongan kerja online merupakan langkah awal agar kamu tidak terjebak oleh situs lowongan kerja yang tidak bertanggung jawab. Untuk menghindari ciri ciri loker penipuan, yuk simak tips cara melamar kerja online di berbagai situs lowongan kerja! Daftar isi: Apa yang Harus Disiapkan untuk Mencari Kerja Online Cara Melamar Kerja Online Tips Cari Kerja Online Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Mencari Kerja OnlineFAQCari Kerja Online Apa yang Harus Disiapkan untuk Mencari Kerja Online Sebelum mengetahui bagaimana cara mencari kerja online, penting untuk mengetahui apa saja yang perlu kamu siapkan sebelum melamar kerja online untuk meningkatkan peluang diterima di pekerjaan yang kamu impikan. Berikut beberapa hal yang perlu kamu siapkan sebelum melamar kerja online: 1. Membuat profil di platform pencarian kerja Situs cari kerja online, seperti LinkedIn, Cake, dan Glints adalah beberapa contoh platform yang biasanya digunakan oleh perusahaan untuk mencari calon karyawan. Jika kamu ingin melamar kerja online di platform tersebut, kamu perlu membuat profil yang lengkap dan menunjukkan pengalaman serta keterampilan yang relevan. Jangan lupa untuk menambahkan foto yang profesional dan ringkasan singkat tentang diri kamu. 2. Membuat CV dan portofolio digital CV dan portofolio juga merupakan poin penting dalam proses mencari kerja online. CV yang baik harus jelas, singkat, dan menunjukkan pengalaman kerja serta keterampilan yang relevan. Sementara, jika kamu ingin melamar sebagai desainer grafis, developer, atau content writer, kamu perlu membangun portofolio kerja digital yang menunjukkan contoh hasil karya dan proyek yang pernah kamu kerjakan. 📚 Baca juga: Ingin stand out saat cari kerja? Lihat 10+ contoh portofolio lamar kerja! 3. Menyiapkan surat lamaran Surat lamaran tetap menjadi dokumen penting dalam proses cari kerja online. Namun, perlu diingat jika surat lamaran kerja sebaiknya disesuaikan dengan pekerjaan yang dilamar. Tulis juga alasan mengapa kamu tertarik dengan posisi tersebut dan bagaimana keterampilanmu cocok dengan kebutuhan perusahaan.📚 Baca juga: 38 Contoh Surat Lamaran Kerja Terbaik yang Dilirik HRD! 4. Menggunakan alamat email yang profesional Dalam mencari kerja online, sebaiknya kamu menggunakan alamat email yang profesional. Hindari menggunakan alamat email yang terkesan informal atau lucu. Gunakan alamat email yang menunjukkan nama lengkap kamu dengan kombinasi angka yang mudah dibaca atau diingat. Optimalkan peluang lolos seleksi dengan CV ATS-friendly! Coba 15+ template CV di CV Builder Cake 🍰Buat CV Cara Melamar Kerja Online Setelah semua persiapan selesai, selanjutnya adalah bagaimana cara melamar kerja online. Berikut adalah hal-hal yang perlu kamu perhatikan saat melamar kerja online: 1. Cari Lowongan yang Sesuai Pilih lowongan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian, pengalaman, dan minatmu. Saat mencari lowongan kerja online, jangan terburu-buru melamar hanya karena lowongan kerja tersebut sedang dibuka. Pastikan kualifikasi pekerjaan tersebut sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki. 📚 Baca juga: 17 Situs Lowongan Kerja Terbaik 2024: Ada Loker Luar Negeri! 2. Baca Deskripsi Pekerjaan dengan Teliti Saat mencari kerja online, pastikan juga kamu membaca deskripsi pekerjaan secara detail. Pahami tanggung jawab dan persyaratan yang dibutuhkan agar tidak ada miskomunikasi antara kamu dan perusahaan. 3. Persiapkan CV dan Surat Lamaran yang Disesuaikan Setiap jenis pekerjaan memiliki kebutuhan dan kualifikasi yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan CV dan surat lamaran untuk setiap lowongan kerja online yang kamu cari. Tidak ada CV dan surat lamaran cocok untuk semua pekerjaan. Lamar kerja jadi lebih mudah! Buat cover letter yang disesuaikan dalam hitungan detik dengan bantuan Cover Letter AI Cake🤖Lamar Kerja 4. Submit Lamaran Sesuai Instruksi Setiap perusahaan mungkin memiliki prosedur yang berbeda dalam menerima lamaran kerja. Pastikan kamu mengikuti setiap instruksi yang diberikan, seperti cara mengirim CV atau surat lamaran, serta format yang diminta. 5. Catat dan Pantau Status Lamaran, Lakukan Follow-Up Jika Perlu Setelah mengirimkan lamaran, jangan lupa untuk mencatat lowongan mana saja yang telah kamu lamar. Jika setelah beberapa waktu, biasanya 2 minggu kamu belum mendapatkan balasan dari lamaran kerja yang telah kamu lamar, lakukan follow-up dengan sopan kepada perusahaan untuk menanyakan status lamaran. 📚 Baca juga: Cara Follow-Up Hasil Interview Kerja 6. Siapkan Diri untuk Interview Online Jika surat lamaran dan CV yang kamu masukkan diproses ke tahap selanjutnya, maka kamu akan diundang untuk melakukan interview online. Meskipun dilakukan secara online, namun pastikan kamu menyiapkan diri dengan baik. Pilih tempat yang tenang, gunakan pakaian yang sopan, dan pastikan koneksi internet stabil agar proses interview berjalan lancar. 📚 Baca juga: Mau Sukses Interview Online? Ikuti 7 Tips Berikut! Tips Cari Kerja Online Agar proses cari kerja online bisa berjalan lebih lancar efektif, berikut adalah beberapa tips cara cari kerja online yang bisa kamu ikuti: 1. Gunakan platform yang tepat Tips cara cari kerja online yang pertama adalah gunakan platform cari kerja online yang tepat. Ada beberapa platform cari kerja online yang cukup populer di Indonesia, seperti LinkedIn, Cake, Glints, JobStreet, dan Kalibrr. Platform-platform ini menawarkan lowongan pekerjaan yang beragam dan terpercaya. 📚 Baca juga: 15 Aplikasi Cari Kerja Paling Terpercaya 2. Membuat CV ATS-Friendly Banyak perusahaan menggunakan Applicant Tracking System (ATS) untuk menyaring CV secara otomatis. Agar CV kamu bisa lolos, pastikan CV yang kamu buat ATS-friendly. Kamu bisa menggunakan berbagai template CV ATS yang kini tersedia di berbagai platform buat CV online, seperti Cake, Canva, Resume.io, dan masih banyak lagi. 📚 Baca juga: Cara Membuat CV ATS-Friendly 3. Riset posisi dan perusahaan yang akan dilamar Sebelum melamar, pastikan kamu sudah melakukan riset tentang perusahaan yang ingin kamu lamar. Hal ini penting agar kamu bisa menyesuaikan lamaranmu dengan kebutuhan perusahaan. Selain itu, riset perusahaan juga penting untuk menghindari lowongan kerja palsu dan penipuan loker yang dilakukan oleh perusahaan. 4. Mengaktifkan notification email atau aplikasi agar tidak terlewat informasi terbaru Agar tidak ketinggalan lowongan terbaru, pastikan kamu mengaktifkan notifikasi email atau notifikasi pada aplikasi pencarian kerja yang kamu gunakan. Hal ini bertujuan untuk memudahkanmu mendapatkan informasi tentang lowongan kerja online yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. 5. Membangun jaringan profesional Membangun jaringan profesional adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan pekerjaan dengan cepat. Terhubung dengan para profesional lain, baik melalui LinkedIn atau acara-acara networking, akan meningkatkan peluangmu untuk mengetahui lowongan kerja terbaru atau bahkan mendapatkan tawaran pekerjaan dari koneksimu. Mau mulai networking? Perluas jaringan profesionalmu di Cake Meet, hanya tinggal swipe dan dapatkan koneksi barumu! 🎉Mulai Networking 6. Update profil secara rutin Jangan lupa untuk memperbarui profil dan pengalaman kerjamu di situs cari kerja online secara rutin. Tambahkan keterampilan terbaru atau sertifikasi dan pelatihan yang kamu lakukan agar profilmu tetap relevan dan terlihat aktif. 👉 Update profil Cake-mu sekarang! Hal-hal yang Harus Dihindari saat Mencari Kerja Online Meskipun cari kerja online melalui berbagai situs lowongan kerja memberikan banyak manfaat, namun tetap ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dihindari saat sedang mencari kerja online: 1. Waspadai lowongan kerja palsuCiri-Ciri Lowongan Kerja Penipuan Saat ini, banyak lowongan kerja palsu yang beredar di internet. Lowongan kerja palsu yang kini beredar di internet juga sudah banyak memakan korban dan meresahkan para pencari kerja. Menurut CNBC Indonesia, penipuan terhadap lowongan kerja melonjak sebesar 118% pada 2023 dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk membantumu mengetahui lowongan kerja mana saja yang terindikasi melakukan penipuan dan bagaimana cara menghindarinya, berikut adalah beberapa ciri ciri loker penipuan dan tips untuk mengatasinya. ⚠️ Ciri ciri loker penipuan:✅ Lowongan yang meminta pembayaran untuk proses rekrutmen:Jika sebuah perusahaan meminta pembayaran untuk proses rekrutmen, hal ini merupakan ciri ciri loker penipuan yang perlu diwaspadai. Perusahaan yang sah dan jelas tidak akan meminta bayaran dari calon karyawan. ✅ Tawaran gaji terlalu tinggi:Tawaran gaji yang jauh di atas standar industri pada umumnya juga merupakan contoh lowongan kerja palsu yang perlu diwaspadai. Selalu lakukan riset untuk mengetahui standar rata-rata gaji untuk posisi yang kamu lamar. ✅ Banyak kesalahaan ejaan:Lowongan kerja online yang ditulis dengan banyak kesalahan ejaan atau tata bahasa yang buruk biasanya bukan berasal dari perusahaan yang profesional. Jika kamu menemui lowongan kerja online dengan banyak typo, bisa jadi itu merupakan contoh lowongan kerja palsu. ✅ Keterangan “Pekerjaan remote tanpa pengalaman”:Lowongan yang menawarkan pekerjaan remote tanpa pengalaman juga merupakan contoh lowongan kerja palsu yang paling sering ditemui. Perusahaan yang serius akan menetapkan syarat kualifikasi tertentu, bahkan untuk pekerjaan remote sekalipun. ✅ Proses perekrutan terlalu mudah:Jika proses perekrutan terasa terlalu cepat atau mudah, itu bisa menjadi tanda ciri ciri loker penipuan. Perusahaan yang serius biasanya membutuhkan beberapa tahapan dalam rekrutmen, seperti interview dan tes, sebelum membuat keputusan. ✅ Meminta informasi pribadi secara berlebihan:Perusahaan yang sah tidak akan meminta informasi pribadi, seperti nomor kartu kredit atau password akun apapun. Jika ada perusahaan yang meminta informasi pribadi yang bersifat rahasia, kamu perlu mewaspadai hal tersebut. 💡 Berikut cara menghindari lowongan kerja palsu:✅ Cek lokasi perusahaan di Google Maps Ketika kamu ditawari lowongan kerja palsu di situs cari kerja, cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya adalah cek lokasi perusahaan tersebut di Google Maps. Pastikan alamat perusahaan sesuai dan benar-benar ada di Google Maps untuk memastikan keabsahan perusahaan. ✅ Cari informasi tentang perusahaan di internet Lakukan pencarian di internet untuk mengetahui apakah perusahaan itu sah dan terdaftar secara resmi. Cara sederhana yang bisa kamu lakukan adalah cek apakah perusahaan tersebut memiliki website resmi atau akun perusahaan di berbagai platform dan situs cari kerja. ✅ Cek review online perusahaan tersebut Untuk mengetahui reputasi dan kredibilitas perusahaan, kamu bisa membaca ulasan dari para karyawan dan pelanggan atau klien mereka. Periksa ulasan mereka untuk mendapatkan gambaran apakah perusahaan tersebut memiliki kredibilitas dan reputasi yang baik. ✅ Gunakan platform pencarian kerja terpercaya Agar terhindar dari lowongan kerja palsu, kamu bisa cari kerja online melalui website dengan reputasi yang baik, seperti LinkedIn atau situs resmi perusahaan. Hal ini karena lowongan kerja online yang dipasang di situs kredibel bisa dilacak dan diketahui profil perusahaannya. ✅ Periksa alamat email pengirim (biasa menggunakan domain perusahaan) Jika kamu melamar kerja online di loker yang kredibel, maka kamu akan dihubungi oleh HRD menggunakan email dengan domain resmi perusahaan. Jika kamu dihubungi oleh HRD yang menggunakan email domain umum, seperti @gmail.com atau @yahoo.com, maka kamu perlu waspada karena bisa jadi itu merupakan lowongan kerja palsu. Perusahaan akan lebih tertarik jika kamu mampu menyesuaikan CV dan surat lamaran dengan posisi yang mereka tawarkan. Sesuaikanlah pengalaman kerja, keterampilan, dan alasan mengapa kamu cocok untuk pekerjaan tersebut dengan kebutuhan spesifik yang tercantum di deskripsi pekerjaan. 2. Over-sharing di media sosial Saat ini, banyak HRD yang memeriksa media sosial calon karyawan untuk menganalisis kepribadian dan sikap mereka. Oleh karena itu, penting untuk tidak membagikan terlalu banyak informasi pribadi atau hal-hal yang sifatnya kontroversial di media sosial. Pastikan profil media sosialmu, terutama profil LinkedIn, terlihat profesional dan tidak ada postingan yang bisa berdampak negatif pada citra dirimu di mata HRD. 3. Memberikan informasi yang salah dalam CV dan surat lamaran Jangan pernah memberikan informasi yang tidak akurat atau menyesatkan dalam CV atau surat lamaran. Misalnya, menambah-nambahkan pengalaman kerja atau memalsukan kualifikasi. Hal ini bisa terbukti merugikan, karena jika ketahuan, reputasimu bisa rusak, dan kesempatanmu mendapatkan pekerjaan di masa depan juga bisa terpengaruh. 📚 Baca juga: 15 Kesalahan dalam Membuat CV dan Cara Memperbaikinya 4. Melamar tanpa menyesuaikan CV dan surat lamaran Kesalahan lain yang sering dilakukan oleh pencari kerja adalah mengirimkan CV dan surat lamaran yang sama untuk setiap lowongan tanpa menyesuaikan isinya. Perusahaan akan lebih tertarik jika kamu mampu menyesuaikan CV dan surat lamaran dengan posisi yang mereka tawarkan. Sesuaikanlah pengalaman kerja, keterampilan, dan alasan mengapa kamu cocok untuk pekerjaan tersebut dengan kebutuhan spesifik yang tercantum di deskripsi pekerjaan. Jangan kirim CV yang itu-itu terus! Sesuaikan CV-mu untuk setiap kesempatan agar dilirik HRD 👀Buat CV FAQCari Kerja Online 1. Bagaimana cara membuat CV yang menarik secara online? CV yang menarik adalah CV yang jelas, singkat, dan mampu menonjolkan pengalaman dan keterampilan yang relevan dengan posisi yang dilamar. Gunakan format CV yang ATS-friendly agar CV kamu bisa lolos pada tahap screening awal dengan mudah. 2. Berapa banyak pekerjaan yang sebaiknya dilamar dalam sehari? Tidak ada jumlah pasti. Kamu bisa melamar pekerjaan sebanyak mungkin pada posisi yang sesuai dengan keahlian dan minatmu setiap hari. 3. Apakah surat lamaran dibutuhkan dalam melamar pekerjaan online? Ya, surat lamaran biasanya masih sering dibutuhkan saat melamar kerja online, terutama jika perusahaan memintanya. Surat lamaran kerja akan membantumu memperkenalkan diri dan menunjukkan minatmu pada posisi tersebut. 4. Apakah aman melamar kerja online? Ya, selama kamu menggunakan platform atau situs lowongan kerja yang terpercaya dan berhati-hati dengan lowongan kerja palsu, maka melamar kerja online aman dilakukan. 5. Berapa lama harus menunggu balasan setelah melamar kerja? Waktu untuk menunggu balasan bisa bervariasi, tetapi rata-rata perusahaan akan memberikan balasan dalam 1 hingga 2 minggu. Jika tidak ada balasan dalam waktu tersebut, kamu bisa melakukan follow-up. 6. Bagaimana cara membuat profil LinkedIn yang menarik untuk perekrut? Gunakan foto profil yang profesional, tulis ringkasan singkat tentang dirimu dengan jelas, dan pastikan kamu menuliskan pengalaman serta keterampilan yang relevan dengan profilmu. 7. Bagaimana cara mengetahui apakah lowongan kerja itu asli atau palsu? Cek lokasi dan profil perusahaan di internet, riset kredibilitas perusahaan tersebut, periksa alamat email pengirim, pastikan tidak ada permintaan pembayaran saat proses rekrutmen, dan gunakan platform atau situs cari kerja yang terpercaya.Cake adalah aplikasi dan website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake. — Ditulis oleh Ita Sugiharti —
Industry & Job Overview
Nov 11th 2024

Apa Itu Kerja Remote? Keuntungan, Jenis, dan Tips Cari Kerja Remote

Perkembangan kerja remote yang semakin pesat telah mengubah cara pandang tentang konsep work-life-balance. Menurut studi yang dilakukan oleh Upwork dan Pew Research Center, sekitar 22% tenaga kerja Amerika akan bekerja secara remote pada tahun 2025, dengan 14% di antaranya fully remote dan 41% secara hybrid. Hal ini karena bekerja secara remote memiliki banyak manfaat. Bagi perusahaan, menyediakan kerja remote untuk karyawan dapat mengurangi biaya kantor, meningkatkan rekrutmen, dan retensi karyawan. Produktivitas karyawan yang bekerja secara remote juga mengalami peningkatan signifikan. Dalam studi Stanford, pekerja remote bahkan terbukti 43% lebih produktif dibandingkan pekerja kantoran biasa. Selain itu, banyak karyawan merasa jika virtual meeting lebih efektif dalam hal kolaborasi dan dapat mengurangi stres. Meskipun begitu, kerja remote juga tidak lepas dari berbagai tantangan. Lalu bagaimana tips agar sukses bekerja secara remote dan apa saja jenis pekerjaan yang bisa dilakukan secara remote? Cari tahu selengkapnya di sini! Daftar Isi: Apa itu Kerja Remote? Keuntungan Kerja Remote Cara Mencari Kerja Remote Pekerjaan Remote yang Paling Dicari Tips Kerja Remote FAQ Kerja Remote Apa itu Kerja Remote? Kerja remote adalah sistem kerja yang memungkinkan seseorang untuk bekerja dari mana saja tanpa harus secara fisik berada di kantor. Jenis pekerjaan remote juga bisa dilakukan dari rumah, kafe, hotel, lounge bandara, atau bahkan dikerjakan saat sedang bepergian. Cara kerja remote juga cukup populer di kalangan digital nomad atau sebutan untuk individu yang membebaskan diri sepenuhnya dari keterikatan lokasi kerja tertentu dengan teknologi remote. Dengan memanfaatkan tools seperti Slack, Zoom, Jira, dan Wrike membuat kolaborasi jarak jauh jadi lebih mudah tanpa mengurangi produktivitas. Lalu, apa saja jenis pekerjaan remote yang bisa kamu lakukan? Berikut adalah beberapa cara kerja remote yang biasanya diterapkan oleh banyak perusahaan: Fully Remote: Karyawan bekerja 100% dari luar kantor tanpa harus datang ke kantor sama sekali. Mereka dapat bekerja sepenuhnya dari mana pun yang mereka inginkan. Hybrid: Karyawan mengkombinasikan antara bekerja di kantor dan di luar kantor, seperti di rumah. Misalnya 3 hari di kantor dan 2 hari di rumah. Flexible Hours: Karyawan memiliki kebebasan untuk menentukan jam kerja mereka sendiri, selama target dan deadline pekerjaan dapat terpenuhi. 📚 Baca juga: 20+ Peluang Kerja Online Dari Rumah, Fleksibel dan Tanpa Modal! Keuntungan Kerja Remote Selain menawarkan kebebasan kerja dari mana saja, bekerja secara remote juga memiliki banyak keuntungan serta dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Berikut beberapa keuntungan yang bisa kamu rasakan jika memilih bekerja secara remote: 1. Bebas mau kerja dari mana saja dan kapan saja Salah satu keuntungan terbesar pekerjaan remote adalah kamu bisa bekerja dari mana saja, baik itu dari rumah, kafe, atau bahkan dari luar negeri. Selain itu, beberapa pekerjaan remote juga memberikan fleksibilitas waktu sehingga kamu bisa mengatur jadwal kamu sendiri, selama tetap memenuhi deadline dan target yang diberikan. 2. Work-life balance Salah satu alasan utama banyak orang memilih bekerja secara remote adalah untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Dengan kerja remote dari rumah, kamu tidak perlu menghabiskan waktu di jalan untuk berangkat dan pulang kantor. Kamu bisa memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga, hobi, atau bahkan untuk beristirahat. Fleksibilitas ini membantu mengurangi stres yang sering kali muncul akibat rutinitas pekerjaan kantoran. 📚 Baca juga: Apa itu Work Life Balance dan Pentingnya di Era Digital! 3. Peningkatan produktivitas Menurut penelitian dari Stanford Institute for Economic Policy Research (SIEPR), 43% karyawan merasa lebih produktif dengan bekerja secara remote, 14% merasa kurang produktif, dan sisanya merasa sama saja. Hal ini membuktikan jika tanpa distraksi dari lingkungan kantor, seperti rapat mendadak atau obrolan santai rekan kerja yang mengganggu konsentrasi, banyak orang merasa lebih fokus dan dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. 📚 Baca juga: Efektif! 10 Cara Meningkatkan Produktivitas Karyawan 4. Hemat biaya dan waktu Dengan kerja remote dari rumah, kamu juga dapat menghemat banyak pengeluaran, seperti transportasi, makan siang di luar, atau bahkan pakaian kerja untuk ke kantor. Selain itu, kamu juga bisa menghemat waktu yang biasanya dihabiskan untuk perjalanan ke kantor juga, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif lainnya. 5. Peluang untuk bekerja dengan perusahaan global Dengan sistem kerja remote, batasan geografis tidak lagi menjadi masalah. Banyak perusahaan internasional yang menawarkan lowongan kerja remote dari rumah, sehingga kamu berpeluang untuk mendapatkan kerja remote luar negeri di perusahaan global impianmu tanpa harus pindah negara. Siap untuk tantangan baru? Cari lowongan kerja remote di Cake dan bangun karier internasionalmu dari rumah.Cari Kerja Sekarang Cara Mencari Kerja Remote Saat ini, banyak situs kerja remote yang menyediakan informasi tentang loker remote bagi para pencari kerja. Namun, untuk mencari kerja remote, kamu membutuhkan beberapa strategi khusus. Berikut beberapa strategi yang bisa kamu terapkan agar sukses dalam mencari kerja remote yang kamu impikan: 1. Gunakan platform cari kerja remote Strategi pertama untuk mendapatkan pekerjaan remote yang bagus yaitu menggunakan platform atau situs kerja remote. Ada banyak platform yang menawarkan lowongan kerja remote dari rumah, seperti Upwork, Freelancer, Sribu, dan We Work Remotely. Di platform tersebut, kamu bisa menemukan berbagai jenis pekerjaan remote, baik dalam negeri maupun kerja remote luar negeri dengan jam kerja yang fleksibel dan gaji yang fantastis. Sebagai contoh Evan Fisher, CEO Unicorn Capital dan pemilik kanal YouTube Freelance MVP, mampu menghasilkan lebih dari $1.500.000 dalam 4 tahun pertamanya di Upwork, menggiurkan sekali, bukan? 📚 Baca juga: Tips Cara Cari Kerja Online yang Aman agar Terhindar dari Lowongan Kerja Palsu 2. Tingkatkan skill yang dibutuhkan untuk kerja remote Agar sukses dalam bekerja secara remote, kamu membutuhkan kemampuan hard skill dan juga soft skill. Beberapa soft skill yang dibutuhkan untuk pekerjaan remote adalah kemampuan komunikasi, manajemen waktu, dan keterampilan bekerja secara individu maupun dalam tim. Keterampilan soft skill tersebut bisa kamu buktikan dengan menguasai beberapa tools kerja remote seperti Slack, Trello, Jira, Monday, Asana, Zoom, dan lain sebagainya. Sementara itu, untuk hard skill spesifik yang banyak dicari oleh perusahaan yaitu coding, desain grafis, digital marketing, dan copywriting. 📚 Baca juga: 14 Contoh Soft Skill dan Hard Skill dalam CV yang Disukai HRD! 3. Buat profil online yang profesional Membangun profil online yang kuat di platform profesional seperti LinkedIn dan situs-situs freelance juga sangat penting untuk mendapatkan pekerjaan remote impian. Perbarui pengalaman kerja kamu, keahlian, dan portfolio yang relevan dengan pekerjaan remote yang sedang kamu cari. Hal ini bisa meningkatkan peluang kamu untuk dilirik oleh perusahaan yang sedang mencari karyawan remote. 4. Manfaatkan networking Jaringan profesional merupakan salah satu aset terbesar dalam mencari kerja remote. Bangun jaringan dengan profesional lain yang bekerja secara remote dan bergabunglah dengan grup atau komunitas yang fokus pada pekerjaan remote, baik di media sosial atau platform profesional. Dengan memperluas jaringan, kamu bisa mendapatkan informasi lowongan kerja dan juga kesempatan kolaborasi dengan para profesional lainnya. Ingin memperluas jaringan profesionalmu dan mendapatkan peluang kerja remote yang lebih banyak? Mulai bangun koneksi di Cake Meet sekarang! 🌐Mulai Networking Pekerjaan Remote yang Paling Dicari Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, banyak perusahaan mencari karyawan yang mampu bekerja secara remote. Selain menghemat biaya, pekerjaan remote juga bisa dikerjakan secara fleksibel, apalagi untuk kerja remote luar negeri. Berikut adalah beberapa lowongan kerja remote dari rumah yang paling dicari:Pekerjaan Remote yang Banyak Dicari 1. Data Entry Pekerjaan data entry melibatkan penginputan data ke dalam sistem komputer. Meskipun terlihat sederhana dan tidak butuh teknis yang tinggi, namun pekerjaan ini memerlukan ketelitian dan kecepatan agar bisa memasukkan data volume besar secara akurat. 2. Graphic Designer Desainer grafis juga merupakan jenis pekerjaan remote yang paling populer. Seorang desainer grafis biasanya bertanggung jawab untuk merancang logo, iklan, atau konten visual untuk klien di seluruh dunia menggunakan beberapa tools seperti Adobe Illustrator atau Photoshop. 3. Content Creator Di era digital marketing seperti saat ini, content creator adalah salah satu loker remote yang sering ditemui di berbagai situs kerja remote. Pembuat konten, seperti penulis artikel, video, atau podcast, memiliki peluang besar untuk bekerja secara remote dengan menghasilkan konten untuk berbagai platform digital.Tingkatkan peluangmu mendapatkan pekerjaan remote! Gunakan template CV profesional dan langsung cek skornya GRATIS 🎉Button 4. Customer Service Di era yang serba digital sekarang, bahkan pekerjaan customer service pun juga bisa dilakukan dari mana saja tanpa harus duduk langsung di kantor. Banyaknya perusahaan yang menyediakan layanan pelanggan melalui telepon, email, atau chat, membuat jenis pekerjaan remote ini sangat cocok untuk dilakukan dari rumah. 5. Business Consultant Konsultan bisnis adalah profesi yang memberikan nasihat profesional kepada perusahaan untuk membantu mereka meningkatkan bisnis. Jenis pekerjaan remote yang satu ini juga bisa dilakukan dari mana saja tanpa harus bertemu secara langsung dengan klien. Kamu bisa menyediakan layanan konsultasi jarak jauh dan memasarkannya di berbagai situs kerja remote. 6. SEO Specialist SEO specialist merupakan seseorang yang bertanggung jawab untuk meningkatkan visibilitas situs web di mesin pencari, seperti Google. Seorang SEO specialist biasanya bekerja dengan menganalisis kata kunci, mengoptimalkan konten, dan memantau peringkat situs web. Pekerjaan ini juga sangat fleksibel dan bisa kamu lakukan secara remote. 7. Copywriter Copywriter merupakan seorang yang bekerja dengan menulis konten promosi yang persuasif untuk kebutuhan iklan, situs web, atau materi pemasaran. Selain tidak terlalu membutuhkan keterampilan teknis yang tinggi, profesi ini juga bisa dilakukan dengan kerja remote dari rumah. 8. Software Developer Jenis pekerjaan remote lain yang tidak kalah populer dan dibutuhkan di berbagai perusahaan global yaitu software developer. Karena sangat dibutuhkan, tidak heran jika peluang kerja remote luar negeri ini mampu menghasilkan gaji yang fantastis. Jika kamu memiliki keahlian teknis di bidang coding, kamu bisa mencoba cari kerja remote sebagai software developer.Ingin membuktikan kemampuanmu dan meraih peluang kerja yang lebih luas? Buat portofolio yang kuat agar kamu stand out! 🖼️Buat Portofolio Tips Kerja Remote Bekerja secara remote dari rumah memang menawarkan banyak keuntungan. Meskipun begitu, jenis pekerjaan remote juga membutuhkan skill manajemen waktu dan keterampilan komunikasi yang baik. Agar sukses dalam menjalani pekerjaan remote, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan: 1. Buat jadwal kerja yang konsisten Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi sangat penting dalam kerja remote. Untuk menjaga work-life balance, buatlah jadwal kerja yang konsisten dan hindari bekerja di luar jam yang telah kamu tetapkan. Jangan mengorbankan kehidupan pribadi untuk menjaga kesehatan fisik dan menghindari stres. Namun, untuk menjalankan jadwal tersebut kamu harus tetap disiplin ya! 2. Siapkan ruang kerja khusus Untuk menghindari gangguan dari luar, kamu juga membutuhkan ruangan khusus jika melakukan kerja remote dari rumah. Memiliki ruang kerja khusus akan membantu kamu lebih fokus dan meningkatkan produktivitas. Ruang kerja khusus ini tidak perlu spesial, cukup meja dan kursi yang nyaman serta penerangan dan koneksi yang bagus. 3. Gunakan teknologi yang tepat Agar kamu bisa kerja remote dari rumah dengan lancar, kamu membutuhkan beberapa software untuk mendukung kerja remote, seperti Zoom, Slack, Trello, Jira, dan masih banyak lagi. Zoom untuk rapat online, Slack untuk komunikasi tim, Jira dan Trello untuk manajemen proyek. 4. Jaga komunikasi dengan tim Meski bekerja secara remote dari jarak jauh, komunikasi yang baik dengan tim sangat penting. Pastikan untuk menjaga kelancaran komunikasi dengan tim kamu, baik melalui email, chat, atau video call. 5. Istirahat yang teratur Meskipun kerja remote dari rumah memberikan banyak keuntungan dan fleksibilitas, namun penting untuk tetap mengatur waktu istirahat yang teratur agar tidak kelelahan dan tetap produktif. Hal ini karena pekerjaan remote sering kali membuat seseorang lupa untuk beristirahat. Mau membuat CV yang bikin HRD langsung jatuh cinta? Coba CV Builder Cake, 100% gratis! 🎉Buat CV FAQ Kerja Remote 1. Apa yang dimaksud dengan kerja remote? Kerja remote adalah sistem bekerja di mana karyawan tidak perlu hadir secara fisik di kantor dan dapat bekerja dari mana saja dengan bantuan teknologi digital untuk menyelesaikan tugasnya. 2. Apa keuntungan kerja remote dari rumah? Keuntungan kerja remote dari rumah antara lain fleksibilitas waktu, penghematan biaya, work-life balance, peningkatan produktivitas, dan peluang kerja remote luar negeri yang tinggi. 3. Apakah kerja remote hanya bisa dilakukan dari rumah? Tidak, kerja remote dapat dilakukan dari mana saja, selama ada akses internet yang stabil. 4. Jenis pekerjaan apa yang bisa dilakukan secara remote? Banyak pekerjaan yang bisa dilakukan secara remote, seperti data entry, desain grafis, pengembangan software, layanan pelanggan, dan masih banyak lagi. 5. Bagaimana cara mencari lowongan kerja remote dari rumah? Kamu bisa mencari loker remote di berbagai platform atau situs kerja remote, seperti Upwork, Freelancer, Sribu, dan We Work Remotely. 6. Apakah tantangan terbesar dalam bekerja secara remote? Tantangan terbesar kerja remote adalah manajemen waktu, menjaga komunikasi dan kolaborasi dengan tim, kurang fokus, dan rasa isolasi karena bekerja sendiri. 7. Apa tips mencari kerja remote yang efektif? Buat profil yang profesional di berbagai platform kerja remote, tonjolkan pengalaman kerja yang pernah kamu lakukan, perbarui portofolio kerja, perkuat keterampilan yang relevan, dan manfaatkan jaringan profesional kamu. Cake adalah aplikasi dan website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake. — Ditulis oleh Ita Sugiharti —
Career Development
Feb 28th 2025

Cara Membangun Networking Cerdas di 2025: Jangan Hanya Fokus Pada HRD!

Dengan pasar kerja di Indonesia yang semakin kompetitif di 2025, kemampuan untuk membangun networking profesional menjadi lebih penting daripada sebelumnya. Data menunjukkan bahwa lebih dari 80% posisi kerja diisi melalui jaringan, artinya ada peluang besar yang didapat mereka yang memulai networking-nya lebih cepat. Di artikel ini, kamu akan menemukan alasan mengapa networking kian penting, gaya networking yang ideal, hambatan yang muncul, dan bagaimana cara membangunnya dengan cerdas di 2025. Yuk, simak langkah-langkah praktis yang bisa langsung kamu terapkan! Ini Alasan Networking Jadi "Life Hack" Karier di 2025 Alasan Networking Penting di 2025Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2024, jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 152,11 juta orang, meningkat 4,40 juta orang dibandingkan Agustus 2023. Dari jumlah tersebut, sebanyak 144,64 juta orang telah bekerja, sementara sisanya, sekitar 7,47 juta orang, menganggur. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada periode ini tercatat sebesar 4,91%. Peningkatan jumlah angkatan kerja ini menunjukkan bahwa ketersediaan tenaga kerja terus bertambah. Namun, penyerapan tenaga kerja belum mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja, mengindikasikan adanya kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja dan lapangan pekerjaan yang tersedia. Apa Akar Masalahnya? Skill Mismatch: Tren digitalisasi membutuhkan kompetensi spesifik (seperti AI, data analytics, atau energi terbarukan), sementara banyak lulusan belum memenuhi kriteria ini.Hidden Job Market: Sekitar 70% lowongan kerja tidak dipublikasikan, dan 50-80% posisi terisi lewat koneksi profesional (npr.org)Mengapa Networking Jadi Senjata Utama?Akses ke “Pintu Belakang” Industri: Rekomendasi dari mentor, alumni, atau kolega sering kali menjadi jalur tercepat ke lowongan eksklusif. Contoh: Startup teknologi di Jakarta dan Surabaya lebih memprioritaskan rekrutmen melalui referensi internal.Personal Branding di Tengah Lautan Kandidat: Ketika ribuan orang memiliki kualifikasi serupa, relasi yang kuat membuat Anda lebih mudah diingat. Partisipasi aktif di komunitas atau menjadi pembicara webinar bisa meningkatkan visibilitas hingga 40% (LinkedIn).Mentorship untuk Antisipasi Tren: Jaringan profesional memberikan akses ke informasi tentang sertifikasi atau skill yang akan dibutuhkan di masa depan. Misalnya, koneksi di industri fintech bisa memberi tahu Anda tentang pentingnya sertifikasi blockchain pada 2025.Referensi jadi Kartu As untuk HRD: Survei Robert Half menunjukkan 85% HRD lebih mempercayai kandidat yang direkomendasikan rekan internal. 📚 Baca juga: Networking dalam Dunia Kerja: Manfaat dan Cara Membangunnya Hambatan dalam Membangun Networking Hambatan dalam Membangun NetworkingBerdasarkan survei ACHE of South Florida (2023), hanya 37% profesional yang merasa sangat nyaman dalam aktivitas networking. Sebanyak 31% mengaku cukup nyaman, sementara 32% sisanya merasa tidak nyaman, netral, atau sangat tidak nyaman. Ini menunjukkan bahwa hampir 1 dari 3 orang masih menghadapi kegelisahan saat harus membangun relasi profesional. 📚 Baca juga: Begini Cara Menghubungi Recruiter di LinkedIn [+Template] 5 Hambatan Utama Networking dan Cara Mengatasinya Survei yang sama mengungkap lima penghalang utama dalam membangun jaringan profesional: 1. Waktu Terbatas (25%) Akar Masalah: Banyak profesional menganggap networking sebagai "aktivitas tambahan", bukan prioritas.Solusi:Micro-Networking: Manfaatkan waktu 10-15 menit sehari untuk mengirim pesan follow-up atau berkomentar di postingan LinkedIn.Digital First: Ikuti webinar atau komunitas online yang fleksibel, seperti LinkedIn Audio Events atau grup Slack. 2. Bingung Memulai Percakapan (22%) Akar Masalah: Takut dianggap mengganggu atau tidak relevan.Solusi:Gunakan Formula "PPP":Praise: "Saya sangat terinspirasi dengan artikel Anda tentang ESG..."Purpose: "...Saya penasaran, bagaimana cara memulai karir di bidang ini?"Proposal: "Bolehkah kita bertukar pikiran via Zoom 15 menit?"Bawa "Conversation Toolkit": Siapkan 3 pertanyaan terbuka sebelum acara, seperti:“Apa proyek paling menantang yang sedang Anda kerjakan?”“Skill apa yang wajib dikuasai pemula di industri ini?” 3. Kesulitan Menjaga Koneksi (20%) Akar Masalah: Follow-up yang generik (“Senang bertemu Anda!”) tidak membangun engagement.Solusi:Teknik "Give First":Kirim sumber daya relevan: “Saya ingat Anda tertarik pada AI—ini link webinar gratis tentang ChatGPT untuk bisnis.”Tagging konten: Mention koneksi di postingan LinkedIn terkait keahlian mereka.Kalender Otomatis: Gunakan tools seperti Clay atau Dex untuk mengingatkan ulang tahun, promosi jabatan, atau momen penting koneksi kamu. 4. Takut Ditolak atau Dihakimi (12%) Akar Masalah: Overthinking respons negatif yang sebenarnya jarang terjadi.Solusi:Reframing Mindset: Anggap setiap interaksi sebagai latihan, bukan ujian.Studi Kasus: Riset Wellness Road Psychology (2023) membuktikan bahwa merencanakan 3 topik pembicaraan sebelum acara mengurangi kecemasan sosial hingga 50%. Contoh rencana:Tanyakan tentang tren industri.Ceritakan proyek terkini (tanpa sombong).Minta rekomendasi buku/podcast. 5. Kurang Percaya Diri (11%) Akar Masalah: Membandingkan diri dengan profesional yang lebih berpengalaman.Solusi:Skill-Based Networking: Fokus pada topik di mana Anda kompeten. Misal, jika Anda mahal analisis data, tawarkan insight dari dataset publik.Role-Playing: Latihan dengan teman atau mentor menggunakan skenario:“Bagaimana cara memperkenalkan diri ke CEO startup?”“Apa respons jika seseorang tidak tertarik berbicara?” Macam-Macam Gaya NetworkingMacam-Macam Gaya NetworkingBerdasarkan risetAmerican College of Healthcare Executives (ACHE), setiap individu memiliki gaya networking unik yang dipengaruhi kepribadian dan tujuan karier. Berikut klasifikasinya, lengkap dengan kekuatan, kelemahan, dan strategi penyesuaian: 1. The Pro: Sang Strategis Ciri: Fokus pada koneksi yang selaras dengan tujuan jangka panjang (misal:green energyatauAI ethics).Kekuatan: Efisien dan terarah. Cocok untuk profesional yang ingin masuk ke industri spesifik.Kelemahan: Berisiko melewatkan peluang tak terduga di luar target.Strategi: GunakanLinkedIn Advanced Searchuntuk menyaring koneksi berdasarkan kriteria spesifik, lalu kirim pesan personal dengan merujuk kesamaan tujuan. 2. The Pathfinder: Si Penjelajah Ciri: Gemar mencoba berbagai metode (event fisik, platform digital, komunitas).Kekuatan: Fleksibel dan adaptif. Ideal untuk industri dinamis sepertistartupataudigital marketing.Kelemahan: Rentan kelelahan karena terlalu banyak eksperimen.Strategi: Evaluasi efektivitas metode setiap 3 bulan. Fokus pada 2-3 strategi yang paling menghasilkan. 3. The Social Butterfly: Si Rajin Terhubung Ciri: Mahir membangun rapport dengan siapa pun dalam 5 menit.Kekuatan: Jaringan luas. Cocok untuk bidangsalesataupublic relations.Kelemahan: Relasi cenderung dangkal tanpafollow-upbermakna.Strategi: Gunakan tools sepertiNotionuntuk mencatat detail interaksi (misal:“Rina sedang belajar coding—kirimkan kursus Python gratis minggu depan”). 4. The Homer: Si Penjaga Lingkaran Lama Ciri: Hanya nyaman dengan koneksi yang sudah dikenal.Kekuatan: Relasi yang dibangun biasanya kuat dan terpercaya.Kelemahan: Membatasi akses ke peluang baru.Strategi: Mintalahwarm introductiondari teman dekat ke jaringan mereka (contoh:“Bisa perkenalkan saya dengan kolegamu di bidang fintech?”). 5. The Loner: Si Pengamat Ciri: Lebih sering menunggu dihampiri.Kekuatan: Kemampuan observasi yang tajam.Kelemahan: Kehilangan kesempatan membuat kesan pertama.Strategi: Siapkan 1-2conversation startersederhana, seperti:“Saya tertarik dengan presentasi Anda tadi. Apa tantangan terbesar dalam proyek ini?”. 6. The Lurker: Si Penilai Situasi Ciri: Mengamati dinamika sebelum terlibat.Kekuatan: Analisis risiko sebelum bertindak.Kelemahan: Terlambat mengambil inisiatif.Strategi: Tetapkan target“3 orang yang harus diajak bicara”sebelum acara dimulai. 7. The Procrastinator: Si Penunda Ciri: Baru aktif ketika deadline mendekat.Kekuatan: Sering memiliki ide kreatif dadakan.Kelemahan: Kehilangan momentum membangun hubungan.Strategi: Setelreminder1 jam sebelum acara dengan pesan:“Siapkan 3 pertanyaan untuk ice breaker”. 8. The Hog: Si Dominator Ciri: Mendominasi percakapan tanpa memberi ruang.Kekuatan: Percaya diri tinggi.Kelemahan: Dihindari dalam jaringan profesional.Strategi: Terapkan“60/40 rule”: 60% waktu untuk mendengar, 40% untuk berbicara. 9. The Torpedo: Si Penyelundup Ciri: Menginterupsi diskusi tanpa mempertimbangkan etika.Kekuatan: Berani mengambil inisiatif.Kelemahan: Merusak reputasi.Strategi: Pelajaricultural codelingkungan sebelum menyela. Di acara korporat, tunggu jeda alami dalam percakapan.Tidak Ada Gaya “Sempurna”—Yang Ada adalah Strategi yang IntensionalMenurut Ronen Olshansky, CEO Connected Success, networking adalah keterampilan yang bisa dipelajari. Introvert pun punya keunggulan, seperti kemampuan mendengar dan follow-up yang personal. Kuncinya adalah mengenali kekuatan alami kamu, lalu merancang strategi yang memaksimalkannya.💡Contoh Adaptasi:Jika kamuintrovert dengan gaya The Lurker:Manfaatkan platform asynchronous seperti email atau LinkedIn Message untuk membangun koneksi.Fokus pada kualitas, bukan kuantitas. Kirim pesan personal seperti: “Saya tertarik dengan artikel Anda tentang ESG. Boleh berdiskusi lebih lanjut via Zoom?”.Jika kamuekstrovert dengan gaya The Social Butterfly:Alokasikan waktu untuk deep dive dengan 2-3 koneksi kunci tiap bulan.Gunakan energi sosial untuk menjadi connector antarjaringan. Langkah Praktis Menemukan Gaya Networking Ideal Tes Kepribadian: Ikuti assessment seperti Myers-Briggs atau DISC untuk memahami kecenderungan alami.Eksperimen Terkontrol: Coba 2-3 gaya berbeda dalam 1 bulan, lalu catat hasilnya.Minta Feedback: Tanya rekan tepercaya: “Menurutmu, gaya networking saya lebih cocok ke tipe apa?”.💡Penting DiingatGaya networking bisa berubah seiring perkembangan karier. Hal yang terpenting adalah tetap autentik dan berfokus pada memberi nilai sebelum meminta bantuan. “Mitos bahwa networking sulit untuk introvert bisa diubah dengan menyadari keyakinan yang membatasi. Dengan pendekatan yang lebih strategis dan terarah, kamu bisa membangun koneksi yang lebih dalam. Pikirkan bagaimana kamu ingin orang lain merasa saat berinteraksi denganmu.”Keith Ferrazzi, Founder Ferrazzi Greenlight Dengan memahami gaya networking yang sesuai, kamu tidak hanya survive di pasar kerja 2025, tetapi juga membangun fondasi karier yang berkelanjutan.Tips Networking Cerdas di 2025: Seni Memberi Sebelum Meminta 1. Networking Bukan Hanya dengan HRD atau Manajer Shannon Blankschen, Career Counselor di The Jericho Project, memberikan nasihat yang menarik: “Jangan pernah menganggap seseorang tidak bisa membantumu hanya karena mereka bukan HRD atau atasan. Bahkan seseorang yang sedang mencari kerja bisa menjadi ‘jembatan’ ke perusahaan impianmu suatu hari nanti.”## Paywall Indicator ## Mengapa Ini Penting? Hukum Six Degrees of Separation: Setiap orang yang kamu temui, mulai dari teman kampus hingga peserta webinar, berpotensi membawamu ke orang yang tepat.Contoh Nyata: Seorang desainer grafis freelance terhubung dengan CEO startup melalui rekomendasi teman di komunitas UX. Meskipun awalnya CEO tersebut bukan klien, dia merekomendasikan desainer tersebut ke mitra bisnisnya. Hal yang Bisa Dilakukan: Hilangkan Prasangka: Jangan hanya fokus pada jabatan. Cari tahu peran, minat, atau proyek yang sedang dikerjakan oleh lawan bicaramu.Ajukan Pertanyaan Terbuka: Misalnya, “Apa tujuan karier Anda dalam 2 tahun ke depan?” atau “Apa tantangan terbesar di bidang Anda saat ini?”. 2. Jangan Hanya Jadi Anggota, Tapi Jadi Kontributor “Networking yang efektif dimulai ketika kamu memberi nilai, bukan hanya meminta.” Strategi Kontribusi yang Berdampak: Jadi Relawan untuk Proyek Komunitas: Misalnya, menjadi moderator webinar atau menulis artikel untuk blog komunitas.Mulai Diskusi Bermutu: Di grup Slack atau Discord, ajak anggota berdiskusi tentang tren terkini, seperti “Bagaimana AI mengubah industri retail?”. 3. Hadiri Acara di Luar Niche: Perluas Radar Peluangmu “Inovasi sering lahir dari kolaborasi lintas disiplin.” Contoh Acara yang Layak Dieksplor: Tech Meetups untuk Non-Tech Professional: Pelajari dasar coding atau AI untuk memahami kebutuhan tim teknis di perusahaan targetmu.Startup Pitch Competition: Bangun relasi dengan founder dan investor, bahkan jika kamu bukan bagian dari ekosistem startup. Tips: Tetapkan Tujuan Spesifik: Misalnya, “Saya ingin bertemu 1 orang dari industri kesehatan dan 1 dari fintech.”Gunakan Pendekatan “Curiosity-Driven”: Tanyakan, “Saya dari bidang marketing. Boleh saya tanya bagaimana strategi akuisisi pengguna di startup Anda?” 4. Bangun Personal Branding Online: Dari Visibilitas ke Kredibilitas “Di era algoritma, keahlianmu tidak ada artinya jika tidak terlihat.” Cara Membangun Kehadiran Digital yang Berbeda: Konten Mikro: Posting tips singkat di LinkedIn (1-2 paragraf) tentang insight industri. Contoh: “3 Kesalahan Umum Analisis Data yang Saya Pelajari dari Klien”.Kolaborasi Konten: Interview profesional lain via Instagram Live atau LinkedIn Newsletter. Platform Alternatif: Medium atau Substack: Tulis artikel mendalam tentang tren 2025.Behance atau GitHub: Tampilkan portofolio interaktif untuk desainer atau developer. 5. Seni Berbicara: Dari "Small Talk" ke "Deep Connection" “Orang mungkin lupa apa yang kamu katakan, tapi mereka tak akan lupa bagaimana kamu membuat mereka merasa.” Formula Percakapan yang Bermutu: Mulai dengan Cerita: “Saya pernah gagal mengelola tim remote, lalu belajar… Bagaimana pengalaman Anda?”Dengarkan Aktif: Catat poin penting untuk follow-up, seperti “Anda bilang sedang ekspansi ke Malaysia—bagaimana perkembangannya?”.Tutup dengan Aksi: “Saya akan email Anda template manajemen proyek yang tadi kita bahas.” Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari: Monopoli pembicaraan.Fokus pada pencapaian diri tanpa mengeksplorasi kebutuhan lawan bicara. 6. Follow-Up yang Berdampak: Bukan Sekadar "Nice to Meet You" “Koneksi pertama hanyalah benih. Follow-up adalah air yang membuatnya tumbuh.” Contoh Follow-Up yang Diingat: Beri Nilai Tambah:“Terima kasih atas diskusi tentang ESG kemarin. Ini laporan terbaru tentang regulasi energi terbarukan di ASEAN—mungkin relevan untuk tim Anda.”Jadikan Rutinitas:Kirim artikel atau event relevan setiap 2-3 bulan.Ucapkan selamat saat koneksi mencapai pencapaian, seperti promosi jabatan atau peluncuran produk. Tools Rekomendasi: HubSpot CRM Gratis: Kelola kontak dan atur pengingat follow-up.Calendly: Permudah janji temu lanjutan.Ingin tips lainnya? Simpan infografik berikut ini, yuk! Cara Membangun NetworkingIngin memulai networking? Coba networking dengan cara baru di Cake Meet, hanya tinggal swipe bisa langsung connect 👥Coba Sekarang Kesalahan Umum Saat Networking 1. Terlalu banyak berbicara tentang diri sendiri Tidak ada orang yang akan tertarik jika kamu terus-menerus membicarakan diri sendiri. Alih-alih, lawan bicara akan merasa kamu seorang pencari perhatian yang tidak bisa memberikan timbal balik menguntungkan apapun. Karena itu, belajar mendengarkan penting untuk dilakukan dalam proses networking. Pendengar yang baik dibentuk dari rasa simpati dan empati terhadap orang lain. Selain mencoba untuk tidak menginterupsi lawan bicara, gerak-gerik tubuh juga perlu diperhatikan. Jika lawan bicaramu sedang membahas sesuatu yang penting, bersikaplah seakan kamu merasa tertarik. 2. Tidak mempersiapkan diri Tidak memiliki informasi apapun mengenai lawan bicara bisa berakibat fatal. Salah-salah kamu justru kesulitan untuk menyambungkan obrolan. Agar proses perkenalan berjalan lancar, lakukan background check lawan bicara. Paling mudah adalah dengan membaca secara seksama LinkedIn individu tersebut. Jika lawan bicaramu adalah orang yang sudah terkenal, cari tahu nama dan pemberitaannya di mesin pencari. Seandainya ia pernah menjadi pembicara di sebuah diskusi, kulik tema diskusi dan temukan hal-hal menarik yang bisa jadi pemantik pembicaraan. Takut mulai percakapan? Tidak perlu pusing mulai pembicaraan di Cake Meet karena ada fitur AI Icebreaker! 💬Coba Sekarang 3. Hanya menghubungi saat membutuhkan Hanya menghubungi saat membutuhkan terjadi ketika kamu tidak mengenal atau kurang orang-orang dalam lingkar jejaringmu. Namun bukan berarti kamu perlu menghubungi mereka setiap saat. Ini adalah tips yang bisa kamu coba jika relasi barumu aktif menggunakan media sosial; cobalah sesekali memberikan komentar atau reaksi ketika mereka membuat status. Dari situ biasanya akan muncul obrolan yang bisa jadi langkah untuk mengakrabkan diri. Namun agar tidak terkesan mengganggu, beri jeda untuk tiap pesan, komentar, atau reaksi yang kamu ingin kamu kirim. 4. Tidak melakukan follow-up Menindaklanjuti atau follow-up bisa kamu lakukan dengan berbagai cara. Misal, kamu bisa mengunggah kesan pertemuan dengan lawan bicara di media sosial dan men-tag akun mereka. Atau menghubungi lawan bicara dengan ucapan terima kasih dan keinginan untuk berkolaborasi atau bekerja sama di kemudian hari. 5. Terlalu memaksakan diri Nah tips selanjutnya dalam membangun networking adalah terlalu memaksakan diri. Tidak semua orang nyaman berkomunikasi dengan orang baru. Ketika kamu menemukan kasus seperti ini, mundur terlebih dahulu dan beri lawan bicara ruang. Jika memang tidak memungkinkan, kamu bisa menjajal cara lain atau mencoba lagi di lain waktu. 6. Kurang mendengarkan lawan bicara Kurang mendengarkan sama kasusnya dengan terlalu banyak bicara. Ketika kamu berencana untuk datang atau berkenalan dengan tujuan meluaskan networking, siapkan diri untuk menyerap banyak hal dari lawan bicara, layaknya sponge. Jika terjadi kesulitan untuk menyimak pembicaraan orang lain, mungkin kamu memiliki masalah dengan attention span. Untuk menangani hal ini, kamu bisa mulai dengan melatih fokus dengan banyak membaca buku atau artikel, mengurangi scrolling sosial media, dan lain-lain. 7. Tidak konsisten dalam komunikasi Ketujuh adalah tidak konsisten dalam komunikasi. Ini terjadi ketika kamu tidak menentukan tujuan dari networking yang ingin dilakukan. Memelihara networking adalah hal yang sulit, oleh karena itu kamu perlu pintar-pintar membuat strategi yang pas. 8. Fokus pada kuantitas, bukan kualitas Kesalahan terakhir dalam networking adalah kamu terlalu fokus dengan jumlah dibanding kualitas. Mengenal banyak orang tentu baik, tapi jika kamu tidak fokus pada kelompok yang bisa memberikan benefit, waktumu akan terbuang percuma. Jadi bedakan antara jejaring pertemanan dan professional networking. Khusus untuk jejaring profesional, kamu harus mengedepankan kualitas orang-orang di dalamnya. Bagaimana caranya? Tentu saja dengan memanfaatkan informasi yang tersebar di media sosial dan melakukan analisis atas data tersebut. Bagaimana, tertarik untuk mulai membangun jaringan profesional? Mulai bangun network-mu di Meet! Untuk informasi lebih lengkap, baca di sini 📖Mulai Networking Kesimpulan Membangun networking tidak hanya untuk menambah relasi dan koneksi, tapi juga untuk menilai kemampuan diri sekaligus menambah pengetahuan baru. Hal yang penting, memiliki jejaring juga memperluas kesempatan untuk mengembangkan karier lebih baik.Cara efektif mengembangkan networking adalah dengan melakukan riset, melatih kemampuan komunikasi dan percaya diri, dan aktif dalam kegiatan yang menunjang profesionalitas.Kesalahan umum yang sering terjadi ketika membentuk jejaring atau koneksi adalah tidak cukup jadi pendengar yang baik dan terlalu banyak mendengarkan diri. Memberikan porsi yang seimbang untuk lawan bicara juga bagian penting dalam networking. Itu dia strategi membangun networkingyang dapat kamu manfaatkan sebagai panduan untuk menyusun strategi. Perlu diingat, jejaring dan koneksi tidak bisa dibentuk dalam waktu singkat. Pastikan untuk selalu konsisten, ya!👉 Siap memperluas jaringan profesionalmu? Download aplikasi Cake sekarang dan mulai terhubung dengan profesional dari beragam industri 👀⬇️Mulai Networking di Cake Meet! Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD. Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu. Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Industry & Job Overview
Sep 20th 2024

Pengertian dan Tips Jadi Digital Nomad, Bisa Kerja Sambil Travelling

Menjadi digital nomad adalah keputusan besar, apalagi untuk mantan pekerja kantoran yang terbiasa dengan jam kerja. Pekerjaan digital nomad memberikan kesempatan bagimu untuk bekerja dari mana saja dan kapan saja, tanpa mengurangi peluang untuk menikmati hidup seperti travelling ke banyak tempat. Data dari Forbes memperlihatkan, pekerjaan digital nomad mengalami pertumbuhan sebesar 131% sepanjang tahun 2019 hingga 2022. Kenaikan tersebut diiringi dengan tingkat kepuasaan para nomaders yang mencapai 80%, terutama karena jumlah upah yang ditawarkan dianggap sepadan. Tidak sedikit yang mengira digital nomad memiliki kesamaan dengan remote work. Namun ada perbedaan dasar antara keduanya. Jadi, apa itu digital nomad? Baca artikel Cake sampai habis, ya!Daftar isi: Pengertian Digital Nomad Jenis-jenis Digital Nomad Pro dan Kontra Menjadi Digital Nomad Macam-macam Pekerjaan Digital Nomad Tips untuk Menjadi Digital Nomad Pengertian Digital NomadUntuk mengetahui definisi digital nomad, kita perlu memahami arti nomaden. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makna harfiah nomaden adalah berpindah-pindah. Jadi digital nomad, yang merupakan istilah bahasa Inggris tersebut, merujuk pada pekerjaan yang tidak terikat waktu dan tempat sehingga bisa berpindah-pindah. Begini ilustrasinya: A mendapat pekerjaan jarak jauh di Jerman. Perusahaan tersebut tidak mengikat A untuk bekerja dari jam 9 pagi sampai 6 sore dari Senin dan Jumat. Alih-alih, A dituntut untuk menyelesaikan pekerjaan dalam deadline yang sudah ditentukan. Deadline tersebut bisa berupa tiga hari, satu minggu, bahkan dua minggu. Situasi ideal tersebut membuat A bisa jalan-jalan ke berbagai kota bahkan negara di sela-sela menyelesaikan deadline. Seluruh komunikasi dan penyelesaian pekerjaan menggunakan teknologi digital. Jadi selama A membawa laptop, tab, maupun ponsel sepanjang travelling, semua tanggung jawab bisa beres tepat waktu. Pekerja digital nomad adalah bagian dari remote worker. Namun, tidak semua remote worker atau bahkan pekerja work from home masuk dalam kategori ini. Seorang remote worker dan pekerja work from home tidak masuk dalam jenis digital nomad jika memiliki jam kerja pasti setiap hari. Kesimpulannya, ciri utama dari digital nomad adalah sifatnya yang fleksibel dan bisa berpindah-pindah lokasi tanpa mengurangi produktivitas kerja.Jenis-jenis Digital Nomad1. Freelancer Seorang freelancer bekerja kepada klien (individu maupun perusahaan) dengan upah yang dibayar per penugasan kerja. Karena bukan pekerja yang terikat dengan perusahaan tertentu, freelancer sangat mungkin untuk mengambil lebih dari satu pekerjaan untuk beberapa klien. Kegiatan freelancing masuk dalam kategori pekerjaan digital nomad jika ia bisa tetap mempertahankan fleksibilitas dan juga kebebasan kerja yang ditentukan sendiri. Jika freelancer tidak bisa mempertahankan fleksibilitas kerja, bisa jadi kegiatan tersebut tidak masuk dalam jenis digital nomad. 📚 Baca juga: 13 Pekerjaan Freelance dari Rumah, Cocok untuk Pemula! 2. Remote Employee Jenis kedua adalah remote employee atau para pekerja jarak jauh. Biasanya istilah ini digunakan untuk seseorang yang bekerja di perusahaan luar negeri dengan tetap tinggal di negeri asal. Nah biasanya remote employee adalah bagian dari perusahaan tersebut yang memiliki gaji, tergabung ke dalam tim, memiliki tanggung jawab tertentu, dan segala fasilitas kerja selayaknya pekerja pada umumnya. Alasan mengapa remote employee bisa masuk dalam bagian digital nomad adalah karena perusahaan dengan sistem remote kerap kali menawarkan fleksibilitas jam kerja untuk para pegawainya. 3. Entrepreneur Jenis terakhir adalah pengusaha yang bekerja untuk dirinya sendiri alias tidak memiliki atasan. Biasanya bisnis yang menggunakan teknologi digital memang tidak memerlukan kantor. Semua pekerjaan bisa dilakukan secara jarak jauh dan internet yang stabil. Pro dan Kontra MenjadiDigital NomadKini kita masuk ke dalam kekurangan dan kelebihan digital nomad. Bagian ini penting karena tidak semua orang tahan atau punya dedikasi untuk bekerja tanpa terikat waktu dan uang. Gunakan poin-poin berikut sebagai bahan pertimbangan jika kamu ingin beralih memiliki pekerjaan tidak tentu ini.Keuntungan Menjadi Digital Nomad1. Kamu Bisa Menjadi Full Time Traveler Harvard Business Review melaporkan bahwa peningkatan jumlah digital nomad ternyata membantu berkembangnya ekonomi lokal. Tidak heran banyak negara seperti Portugal, Australia, Republik Ceko, Estonia, Jerman, Thailand, dan termasuk Indonesia menyediakan fasilitas visa izin tinggal yang dapat diperbarui. Artinya banyak negara semakin memudahkan nomads untuk bekerja dari wilayah mereka karena hal itu menguntungkan secara ekonomi. Kesempatan bagus untuk full time traveler, bukan? 2. Tentukan Sendiri Jam Kerjamu Perusahaan telah memberikan deadline, adalah kewajibanmu untuk menentukan jam dan hari kerja agar tidak melewati tenggat. Jadwal kerja tersebut bisa kamu susun dengan mempertimbangkan waktu bermain, istirahat, mood, dan lain-lain. 3. Kesempatan Untuk Menjajal Ragam Pekerjaan Digital nomad menyediakan ruang untuk beragam pekerjaan bisa dilakukan dalam waktu bersamaan. Seseorang bisa saja menjalani pekerjaan sebagai ilustrator sekaligus content writer lepas. Artinya kapabilitas dan kompetensi pekerja tersebut bakal terus terasah. 4. Memperluas Koneksi Klien dari beragam latar belakang dapat membantumu mendapatkan rekomendasi dan pekerjaan yang lebih baik. Koneksi atau jejaring profesional menambah values di dalam diri dan portofolio. Bukan tidak mungkin selama mendapat permintaan jasa, kamu bisa bertemu dengan klien dari perusahaan bonafit. 5. Mudah untuk Mengatur Waktu Luang Ingin lebih banyak menikmati waktu luang? Dengan pekerjaan digital nomad, kamu tidak perlu lagi mengajukan cuti yang durasinya terbatas. Tingga kamu mengurangi jumlah penugasan atau memutuskan untuk tidak mengambil jenis pekerjaan lepas apapun dalam kurun waktu tertentu. 6. Bye Bye to Macet Saat Berangkat Kerja! Keuntungan terakhir tentu saja kamu terbebas dari stres akibat macet saat berangkat kerja atau yang dikenal dengan traffic stress syndrome. Situasi frustasi berkepanjangan di jalan raya terbukti mempertaruhkan rasa kesehatan hingga kebahagiaanmu. Keputusan untuk beralih sebagai nomaders bisa meningkatkan kualitas hidup. Kekurangan Menjadi Digital Nomad1. Kesepian Manusia ditakdirkan untuk bersosialisasi antar sesama. Sayangnya digital nomad adalah jenis pekerjaan sunyi karena kamu bekerja secara mandiri. Pun jika menjadi bagian tim, seluruh komunikasi dilakukan via internet. Beberapa orang yang tidak kuat bisa saja mengalami burn out akibat kesepian yang berkepanjangan. 2. Bukan Jenis Pekerjaan Stabil Sudah bukan rahasia umum bahwa digital nomad tidak pernah menjanjikan stabilitas keuangan. Artinya berapa uang yang didapat dalam sebulan tergantung dengan seberapa banyak pekerjaan yang diambil atau didapatkan. Seorang nomaders bisa mendapat proyek bernilai fantastis di satu bulan, kemudian sepi di bulan berikutnya. 3. Susah Fokus Pekerjaan dengan jam tidak tentu menyulitkan sebagian orang yang butuh tekanan untuk bisa fokus. Pekerjaan digital nomad tidak cocok dijalani oleh individu yang tidak memiliki manajemen waktu yang baik. 4. Tidak Tersedia Akses Kesehatan Perusahaan dan klien tidak memiliki kewajiban untuk memberikan asuransi kesehatan untuk pekerja lepas. Artinya pekerja digital nomad harus menyisihkan uang dari upah untuk membayar asuransi sendiri. 5. Biaya Hidup Meningkat Travelling adalah kegiatan yang memakan banyak biaya meski dijalani sambil bekerja. Hobi travelling bisa mengambil terlalu banyak bagian upah kerja sehingga dapat merugikan freelancer yang pekerjaannya tidak stabil. 6. Ketergantungan Pada Internet Ketergantungan pada internet membuat kegiatan liburan menjadi tidak maksimal, ditambah itu membatasi wilayah mana saja yang bisa dijelajahi. Macam-macam Pekerjaan Digital Nomad1. Penulis Internet Siapa sangka menjadi seorang penulis internet masih menghasilkan cuan hingga sekarang. Jenis penulis internet merentang mulai dari esais untuk blog sendiri dengan memasang iklan (ads), kontributor untuk media, penulis novel, dan cerita pendek untuk aplikasi baca. Beberapa waktu yang lalu, Twitter juga membayar akun-akun premium untuk seluruh akumulasi cuitan dengan interaksi tinggi. 2. Asisten Virtual (Virtual Assistant) Asisten virtual menyediakan jasa administratif untuk klien. Job desc tersebut meliputi pengelolaan sosial media dan situs, menjawab korespondensi yang berhubungan dengan klien, merapikan hingga menanggapi email klien, membantu penyusunan jadwal harian, mingguan, hingga bulanan. 3. Affiliate Marketing Pekerjaan afiilator tidak membutuhkan modal kecuali ponsel dan kuota internet. Tugas utamanya adalah mempromosikan sebuah produk atau jasa di Twitter, Instagram, dan TikTok. Upah afiliator berupa komisi dari penjualan tiap produk. Tampak mudah, tapi butuh konsistensi untuk promosi produk yang kadang membutuhkan trik tersendiri, mulai dari menentukan target audiens, waktu jualan, serta pemilihan kata yang mengundang pelanggan. 4. Penerjemah Ada banyak jenis penerjemah yang dibutuhkan di dunia tulis-menulis. Pertama ada penerjemah dokumen yang banyak dibutuhkan oleh perusahaan luar negeri di Indonesia. Kedua ada penerjemah untuk cerita pendek, komik, dan novel cetak yang prosesnya bisa dilakukan jarak jauh. Jenis ketiga adalah profesi penerjemah untuk komik internet seperti Webtoon, MangaToon, dan lain-lain. Aplikasi baca semacam Fizzo, WebNovel, GoodDreamer juga membutuhkan banyak penerjemah terutama dari bahasa Mandarin dan Inggris ke bahasa Indonesia. 5. Dropshipper Sama seperti menjadi afiliator, dropshipper juga hanya cukup bermodalkan internet dan gawai. Dropshipper bertindak sebagai penyambung antara produsen dengan konsumen. Untuk menggaet pembeli, seorang dropshipper akan membuat toko sendiri. Jika ada yang membeli, pemilik produk yang akan mengirimkan pesanan tersebut alih-alih dropshipper. 6. Desain Grafis Desain grafis adalah lapangan kerja yang luas karena jenisnya ada banyak yaitu: desain periklanan dan pemasaran, desain UI, desain grafis web, desain grafis identitas perusahaan, desain tipografi, desain ilustrasi, desain multimedia, desain pameran, desain kemasan, hingga desain motion grafis. Tidak heran lowongan desain grafis banyak tersedia platform job khusus untuk digital nomad. Khusus untuk pekerjaan sebagai desainer grafis, setidaknya kamu perlu membuat portofolio di bidang ini. 7. Freelance Writer Freelance writer menyediakan beragam jasa untuk penulisan marketing, copywriter, content writer, dan semua jenis tulisan nonfiksi. Klien seorang freelance writer bisa datang dari beragam industri mulai dari keuangan, manufaktur, konstruksi, jasa, hingga media. 8. Tutor dan Pengajar Online Rekomendasi pekerjaan digital nomad yang terakhir adalah tutor dan pengajar online. Sejak 5 hingga 8 tahun lalu, sistem edukasi luring semakin populer. Banyak anak sekolahan mencari alternatif pengajaran yang bisa diakses lewat video. Menjadi tutor dan pengajar online di tengah naiknya penggunaan teknologi digital.Macam-macam PekerjaanDigital NomadTips untuk Menjadi Digital Nomad1. Pastikan kamu siap menjadi digital nomad Memahami konsekuensi dari kerja-kerja digital nomad adalah langkah penting. Kamu akan terhindar dari keterkejutan saat terjun di budaya kerja yang sangat berbeda sehingga meminimalisasi rasa stres berkepanjangan. Dengan begitu kamu bisa menjadikan momen kerja lepas sebagai personal growth. 2. Evaluasi keterampilan dan pengalaman Keterampilan dan pengalaman adalah modal utama untuk masuk ke industri kerja lepas yang makin banyak peminat. Namun keterampilan dan pengalaman macam apa yang akan menarik perhatian klien, nah itu yang perlu dievaluasi. Sebagai contoh, seorang freelance writer dituntut untuk bisa menunjukan kemampuannya menulis dan contoh-contoh tulisan yang pernah diterbitkan. 3. Siapkan tabungan Ketidakstabilan keuangan adalah kekhawatiran umum di kalangan para nomads. Jumlah bayaran yang tidak menentu bisa menjadi masalah terutama jika pengeluaran tiap bulan tetap. Untuk itu tabungan darurat perlu disiapkan andai ada waktu-waktu ketika job yang biasa diambil sedang sepi. 4. Riset destinasi yang tepat Sudah semakin yakin untuk ber-travelling sambil bekerja? Jangan lupa untuk meriset destinasi yang ingin ditinggali. Ajukan beberapa pertanyaan ini sebagai landasan riset: Berapa uang yang aku miliki saat ini?Berapa anggaran transportasi, penginapan, dan konsumsi yang perlu disiapkan selama travelling?Berapa upah yang akan aku dapatkan pada bulan ini?Seberapa banyak cadangan uang di tabungan darurat jika terjadi hal-hal tidak diinginkan? 5. Bangun portofolio hasil pekerjaan Portofolio adalah bukti hasil kerja profesional yang wajib disertakan saat mengirim lamaran kerja. Akan lebih baik jika kamu membuat portofolio di situs karena klien tinggal mengklik link. Cake menyediakan template CV, resume, dan portofolio yang bisa kamu akses secara gratis di sini.📚 Baca juga: 15+ Contoh Portofolio Lamaran Kerja Menarik dan Cara Membuatnya! 6. Cari pekerjaan remote Sudah semakin yakin dengan gaya hidup digital nomad? Jika ya, ini saatnya untuk mencari pekerjaan remote. Lagi-lagi Cake adalah jawaban untuk kamu yang sedang cari pekerjaan jarak jauh. Kami memiliki fitur job search dengan filter mulai dari lokasi, gaji, kategori, level pekerjaan, dan pilihan untuk remote dari seluruh dunia. Mari bergabung dan jadi bagian dari keluarga besar Cake! 7. Susun rencana kerja dan to-do list Jadwal kerja dan to do list membuatmu hidup dengan teratur tanpa melewatkan tenggat kerja yang sudah ditetapkan. Manfaatkan aplikasi semacam Spreadsheet, Google Calendar, Trello, Google Tasks, Apple Reminders, dan lain-lain. 8. Bergabung dengan komunitas digital nomad Anggap bergabung dengan komunitas untuk mencari teman seperjuangan. Aktif bertanya akan membuka opsi ke tawaran pekerjaan yang lebih baik, tips untuk bertahan di jenis pekerjaan ini, hingga meminta rekomendasi. Ingin memperluas jaringan profesional? Bangun koneksi dan temukan peluang baru di Cake Meet 🚀Mulai NetworkingSekarang!KesimpulanDigital nomad adalah jenis pekerjaan yang tidak terikat pada tempat dan waktu sehingga memungkinkan individu untuk bisa berpindah-pindah bahkan travelling ke banyak negara.Keuntungan digital nomad adalah fleksibilitas untuk mengatur waktu kerja sesuai dengan mood.Pekerjaan digital nomad tidak lepas dari risiko keuangan tidak stabil karena itu sebelum terjun pahami seluruh konsekuensi hingga tips dan trik bertahan. Pekerjaan digital nomad bisa kamu jadikan pekerjaan utama maupun sampingan (side hustle). Jika kamu butuh artikel mengenai dunia kerja, template CV dan portofolio, sampai ingin bertemu profesional dari beragam industri, Cake adalah pilihan yang tepat. Gabung sekarang dan temukan ribuan lowongan kerja yang cocok untukmu!--- Ditulis oleh Erika Rizqi ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!