Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Interview Skills
Feb 10th 2025

6 Pertanyaan Interview Finance Staff dan Jawabannya agar Lolos!

Apakah kamu tertarik untuk bekerja di bidang finance atau keuangan? Posisi ini bertanggung jawab atas seluruh aspek keuangan suatu perusahaan mulai dari pencarian, pengelolaan, pengalokasian, hingga transaksi keuangan. Untuk dapat berhasil bekerja dalam bidang finance, kamu perlu mempersiapkan diri baik dari penulisan CV, tes, hingga interview staff keuangan dengan HR. Pada interview finance staff, biasanya dimulai dari pertanyaan umum seputar posisi pekerjaan hingga pertanyaan teknis, wawancara kasus, dan penilaian psikologis. Berlatih untuk sesi interview dapat membantumu meningkatkan skill berpikir kritis dan merespons dengan jelas dan ringkas di bawah tekanan. Untuk lebih lanjut, simak pertanyaan interview finance staff dan tips-nya dibawah ini.Daftar isi: 6 Pertanyaan Interview Finance Staff Tips Persiapan Interview Staff Finance 6 Pertanyaan Interview Finance Staff 1. Perkenalkan Diri Anda Pertanyaan ini menjadi pertanyaan pembuka standar pada pertanyaan interview staff finance. Pertanyaan ini membantu manajer mendapatkan gambaran singkat tentang siapa kandidat, latar belakang mereka, dan perjalanan karir mereka hingga saat ini. Pertanyaan ini menjadi merupakan momentum sekaligus peluang bagus untuk kandidat dapat tampil menonjol dibanding dengan yang lainnya dan meninggalkan kesan pertama yang positif. Contoh jawaban perkenalan diri: “2 tahun terakhir saya bekerja sebagai eksekutif keuangan di perusahaan X. Sebelumnya, saya adalah akuntan junior di tim besar di perusahaan X. Selama saya bekerja di X, jenis pekerjaan yang paling saya nikmati adalah mendatangkan klien melalui anggaran pemasaran yang saya buat bersama tim. Saya juga mendapatkan banyak penghargaan melalui upaya saya dalam berkontribusi pada pertumbuhan keuangan perusahaan. Pada titik ini, saya merasa siap untuk pekerjaan yang lebih menantang. Saya tertarik untuk mengembangkan keterampilan penganggaran dan penilaian risiko, itulah sebabnya saya tertarik untuk bekerja di perusahaan ini sebagai Head of Finance.” 2. Mengapa Anda Ingin Bekerja di Bidang Finance? Untuk menjawab pertanyaan ini, pastikan kamu memiliki pemahaman yang tepat mengenai peran dalam posisi finance. Perusahaan akan lebih tertarik terhadap kandidat yang bersemangat atau memiliki “passion” dalam posisi pekerjaan ini. Jelaskan apa yang paling kamu sukai dalam bidang finance serta apa yang ingin kamu kembangkan dalam bidang ini. Hal ini untuk menampilkan motivasi kamu untuk bekerja dalam bidang finance Selanjutnya, meskipun sudah ditulis dalam deskripsi persyaratan posisi pekerjaan, namun coba periksa apa yang dicari perusahaan dalam hal soft skill, pengetahuan, dan kemampuan. Hal ini akan membantumu memposisikan diri saat interview dan menjadi nilai tambah. Contoh jawaban: “Saya memilih bekerja di bidang keuangan karena saya menikmati bagaimana persamaan keuangan mempunyai satu jawaban, namun ada banyak cara untuk mendekatinya. Saya juga menyukai pendekatan solusi untuk meningkatkan dana di saat situasi kritis terjadi. Saya merasa sangat puas ketika saya dapat menemukan pendekatan itu. Selain itu, bidang keuangan adalah pekerjaan yang dinamis, dimana saya bisa menerapkan pemikiran yang logis dan strategis untuk mengatasi berbagai masalah. Saya memiliki minat tinggi dan nilai tambah dalam pengetahuan investasi. Hal ini sesuai dengan spesifikasi pada persyaratan kerja dari perusahaan X. Saya yakin, kelebihan saya ini akan berkontribusi untuk kemajuan keuangan perusahaan.” 3. Apakah Anda Memiliki Pengalaman Kerja di Bidang Finance? Mohon Ceritakan Pengalaman Anda Pertanyaan interview ini berlaku untuk posisi admin finance hingga eksekutif finance. Untuk menjawab pertanyaan ini, kandidat diharapkan menjabarkan posisi dan tanggung jawab dari pengalaman kerja sebelumnya yang relevan dengan posisi yang dilamar. Penting untuk kandidat menyebutkan pencapaian terbesar mereka pada bidang tersebut agar semakin menonjol di hadapan rekruter. Hal ini menjadi indikator keterampilan dan keahlian finansial serta kredibilitas kandidat di bidang tersebut. Contoh jawaban: "Saya sudah bekerja selama 2 tahun sebagai perencana keuangan di perusahaan X. Saya bertanggung jawab atas penyusunan, perencanaan anggaran perusahaan, hingga evaluasi laporan kas untuk memajukan kondisi finansial perusahaan. Pencapaian terbesar saya sebagai perencana keuangan adalah membantu perusahaan saya menghilangkan hutang sebesar Rp.1.000.000.000 dalam 2 bulan, sehingga memampukan perusahaan mengalokasikan dana untuk program-program berkelanjutannya untuk masa depan yang lebih baik.” Apabila kandidat tidak memiliki pengalaman bekerja atau fresh graduate, kandidat dapat menonjolkan pengalaman organisasi atau pencapaian di masa kuliah yang relevan dengan posisi pekerjaan finance staff. Contoh jawaban: “Meskipun saya belum memiliki pengalaman bekerja yang formal, namun saya pernah menjuarai posisi pertama pada lomba financial planning tingkat nasional yang diselenggarakan oleh universitas X. Saya juga menjabat sebagai bendahara BEM Universitas X selama 1 tahun yang mengasah kemampuan serta profesionalitas saya untuk bekerja dalam bidang finance di perusahaan X.” Temukan loker finance terbaru di Cake, ayo jadi pelamar yang tercepat! 💫Lamar Sekarang 4. Apa yang Anda Ketahui Tentang Laporan Keuangan? Pertanyaan interview finance staff ini merupakan pertanyaan teknis untuk perusahaan mengukur pengetahuan kandidat di bidangnya. Jawabannya harus berisi pengenalan singkat, pengetahuan akan ketiga laporan keuangan dasar, dan pengalaman sebelumnya dalam ketiga laporan keuangan tersebut. Namun perlu diingat, pertanyaan ini bisa lebih spesifik tergantung pada perusahaan dan peran yang dilamar, jadi pastikan untuk mempelajari lebih lanjut tentang industri ini dan posisinya. Contoh jawaban: “Dalam bidang finance, terdapat tiga laporan keuangan dasar, yaitu neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Neraca menunjukkan aset perusahaan, kewajibannya, dan ekuitas pemegang sahamnya. Lembar pendapatan menyajikan pendapatan, pengeluaran, dan laba bersih perusahaan. Dan terakhir, laporan arus kas merinci arus kas masuk dan keluar perusahaan dalam bidang aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Selama berada di perusahaan X, saya telah mengerjakan ketiga laporan keuangan ini bersama tim saya untuk menganalisis kesehatan keuangan perusahaan dan dampak untuk kedepannya.” 5. Bagaimana Cara Anda Mengelola Keuangan Perusahaan? Pertanyaan interview bagian keuangan ini menjadi kesempatan untuk kandidat dapat menunjukkan pemahaman dan pengetahuan praktis akan bidang finance dan mendeskripsikan model pengelolaan keuangan atau budgeting yang ideal untuk sebuah perusahaan. Contoh jawaban: “Saat membuat model keuangan, hal pertama yang akan saya lakukan adalah melakukan penelitian menyeluruh terhadap sejarah keuangan perusahaan, melihat kinerja masa lalu, dan membuat proyeksi masa depan. Model ini akan fleksibel untuk memperhitungkan proyeksi arus kas, tingkat persediaan, tingkat inflasi, dan lainnya. Saya akan mempertimbangkan semua kebutuhan departemen untuk membuat anggaran menjadi inklusif dan komprehensif. Terakhir, saya akan memastikan bahwa model ini dirancang dan diatur dengan efisien untuk memberikan pemahaman yang jelas kepada pembacanya.” 6. Adakah Pertanyaaan untuk Kami? Ketika pertanyaan ini dilontarkan, jangan abaikan kesempatan tersebut, kandidat diperbolehkan untuk mempertanyakan segala hal yang belum diketahui soal posisi dan deskripsi pekerjaan. Contohnya adalah pertanyaan soal upah bekerja atau gaji. Kandidat bisa menggunakan tata bahasa yang sopan namun tetap jelas untuk menanyakan hal ini. Contoh jawaban: “Apabila nanti saya diizinkan untuk bergabung, boleh saya tahu seperti apa imbalan kerja yang akan diterima?” Pertanyaan Interview Finance Staff 📚 Baca juga: 30 Pertanyaan yang Harus Diajukan Kepada HRD Saat Interview Kerja! Tips Persiapan Interview Kerja Finance Staff 1. Pelajari Tentang Perusahaan yang Dilamar Agar peluang kamu diterima kerja semakin naik, penting untuk memahami visi dan misi perusahaan yang dilamar. Pastikan kamu memahami perusahaan tersebut bergerak di bidang apa dan kegiatan apa saja yang dijalankan. Cari tahu mengenai budaya kerja dan nilai-nilai dalam perusahaan itu. Mengenali perusahaan yang ingin kamu lamar tidak hanya membantumu menonjol di hadapan rekruter, tetapi juga membantu memutuskan apakah perusahaan tersebut sesuai untukmu. 2. Latih Menjawab Pertanyaan Interview untuk Staff Keuangan Setelah mempelajari perusahaan lebih dalam, sangat disarankan untuk kamu melakukan simulasi interview staff keuangan. Melalui hal ini, kamu dapat mengevaluasi berbagai hal penting yang kamu lakukan saat wawancara. Contohnya intonasi saat menjawab pertanyaan, bahasa tubuh, dan lain-lain. Saat latihan, kamu juga dapat melatih kemampuan perkenalan diri, agar tidak gugup ketika berhadapan dengan rekruter. Untuk membantu latihan wawancara kerja, kamu perlu membuat contoh daftar pertanyaan untuk kamu jawab. 3. Perdalam Pengetahuan Industri Finance Saat interview finance staff, rekruter akan memberikan pertanyaan mengenai posisi yang kamu lamar. Apabila kamu dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan akurat. Tentu menjadi nilai tambah untuk rekruter. Kamu juga bisa bertanya lebih dalam mengenai posisi yang kamu lamar kepada perekrut untuk menunjukan ketelitian dan kemampuan berpikir kritis-mu. 4. Siapkan Pakaian Interview Kerja Saat melakukan interview finance staff, sangat disarankan untuk kamu berpakaian rapi dan formal di hadapan rekruter, Hal ini akan memberikan kesan profesional dan menunjukkan keseriusanmu pada posisi pekerjaan ini. 📚 Baca juga: 14 Tips Memilih Pakaian Interview Kerja yang Baik dan Benar [+Ide Contoh Outfit] Kesimpulan Demikianlah pertanyaan interview finance staff beserta dengan tipsnya. Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu kamu ingat: Berlatih untuk sesi interview dapat membantu kandidat meningkatkan skill berpikir kritis dan merespons dengan jelas dan ringkas di bawah tekanan saat sesi wawancara.Sebelum melaksanakan interview, kandidat disarankan mempelajari perusahaan, berlatih wawancara, perdalam pengetahuan finance, dan menyiapkan pakaian interview kerja. 📚 Baca juga: 23 Pertanyaan Interview Kerja yang Sering Ditanya HRD dan Cara Menjawabnya! Ingin buat CV ATS-friendly yang profesional biar dilirik HRD? Cobain CakeResume untuk membuat CV Online, portofolio lamaran kerja, dan juga cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami. 100% GRATIS!
Resume & CV
Feb 10th 2025

Apa itu Finance Staff: Gaji, Tugas, dan Contoh CV!

Finance staff atau staf keuangan tidak akan kehilangan peminatnya memasuki tahun 2024. Data dari Robert Walters memprediksi sektor keuangan konvensional seperti bank, perusahaan asuransi, dan jasa keuangan akan memberikan kontribusi signifikan untuk permintaan tenaga kerja tahun ini. Kasus Pemutusan Hak Kerja (PHK) sepanjang 2022-2023 dan munculnya opsi kerja non-kantor (work from home, work from anywhere, dan hybrid), membuat perusahaan ikut berubah sesuai dengan kebutuhan zaman. Stabilitas dan fleksibilitas menjadi nilai tawar baru dari sektor keuangan kepada job seekers. Dalam artikel kali ini, CakeResume mengupas tuntas seluk-beluk staff finance mulai dari gaji, kemampuan yang harus dimiliki, job desc, hingga contoh CV finance staff yang baik. Simak sampai habis, ya!Daftar isi: Pengertian Finance Staff Tugas dan Tanggung Jawab Staff Finance Keterampilan yang Harus Dimiliki Staff Keuangan Gaji Finance Staff Cara dan Syarat untuk Menjadi Finance Staff Apa itu Finance Staff? Finance staff adalah pucuk utama urusan keuangan di dalam sebuah perusahaan, lembaga, instansi, maupun organisasi. Divisi ini dibangun khusus untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam konteks target keuangan. Beberapa job seekers mungkin mengira finance staff dan staff accounting adalah posisi yang sama. Padahal keduanya punya tugas yang berbeda. Jadi, apa perbedaan staff accounting dan finance? Tugas utama staff accounting adalah memverifikasi tiap transaksi keuangan, melakukan pencatatan dan dokumentasi keuangan yang teliti, serta menyusun laporan keuangan secara detail dan rinci. Sementara pekerjaan staff finance lebih luas lagi karena melibatkan analisis laporan keuangan sebagai bagian dari pengambilan keputusan perusahaan. Setiap laporan keuangan, baik berupa pendapatan dan pengeluaran, dikontrol oleh staf keuangan. Tak hanya itu, aktivitas keuangan yang melibatkan pihak internal dan eksternal perusahaan juga bagian dari job desc finance staff.Temukan loker finance terbaru di Cake, ayo jadi pelamar yang tercepat! 💫Lamar Sekarang Tugas Finance Staff Beban kerja finance staff bisa berbeda di setiap perusahaan, tergantung dengan kebutuhan dan jenis perusahaan. Namun secara umum ada beberapa tugas staf keuangan yang umum ditemui di deskripsi pekerjaan. Melakukan kontrol terhadap transaksi hutang-piutang sesuai dengan target dan aturan yang telah ditetapkan. Kontrol ini bisa untuk satu kantor saja atau seluruh cabang perusahaan.Menganalisis laporan keuangan harian, bulanan, dan tahunan. Hasil analisis menjadi dasar untuk jajaran eksekutif menilai risiko pengambilan keputusan, penetapan anggaran ke depan, dan arah kebijakan perusahaan.Melakukan pembayaran untuk pembelian barang atau jasa yang sudah masuk di dalam kontrak dan perjanjian perusahaan.Menjadi penghubung antar departemen yang berkaitan dengan masalah keuangan dan akuntansi.Finance staff memberikan data dan informasi yang dibutuhkan oleh manajer keuangan dan eksekutif.Menyelesaikan perselisihan keuangan yang diajukan oleh tim layanan pelanggan dan penjualan.Mempelajari secara mendalam mengenai produk atau jasa yang dikeluarkan, termasuk tahap proses pra dan pasca.Staf keuangan diminta secara aktif mencari solusi dan alternatif jika perusahaan mengalami masalah yang berkaitan dengan keuangan. Skill yang Dibutuhkan Finance Staff Tentu ada kemampuan dasar yang harus dimiliki untuk menunjang pekerjaan finance staff. Salah satunya adalah kemampuan matematik, akuntansi, dan juga ekonomi. Mari kita bahas satu persatu: 1. Akuntansi, matematika, dan ekonomi Urusan keuangan dalam perusahaan adalah pekerjaan yang membutuhkan kemampuan khusus. Untuk pencari kerja yang ingin menjadi staf keuangan tapi tidak memiliki latar belakang akuntansi, matematika, dan ekonomi, perlu bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan. Akuntansi berhubungan dengan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan yang menjadi ‘jantung’ bagi keputusan dan kebijakan dalam perusahaan. Kemampuan matematis dibutuhkan untuk memastikan setiap angka yang tertulis sesuai sekaligus dapat diinterpretasikan dalam kalimat laporan. Matematika juga membuat staf keuangan terbiasa berpikir logis, runtut, dan rinci. Terakhir adalah pengetahuan dasar ekonomi yang membantu finance staff ketika menyusun hasil analisis keuangan. Ilmu ekonomi dan bisnis berguna sebagai alat bantu ketika membangun dan menyusun strategi keuangan perusahaan. 2. Pelaporan keuangan Pelaporan keuangan adalah upaya mengkomunikasikan informasi keuangan perusahaan kepada pihak-pihak tertentu. Investor, otoritas pajak, lembaga keuangan, mitra dagang, kreditur adalah pihak eksternal yang membutuhkan laporan keuangan untuk menilai kondisi suatu perusahaan. Kreditur yang merasa laporan keuangan tidak ditulis dengan baik atau sulit diinterpretasikan tentu akan menolak untuk memberikan pinjaman. Begitu juga dengan mitra dagang yang bisa jadi memutus kontrak kerja sama ketika dirasa laporan keuangan yang diberikan tidak jelas. Sementara pihak internal menggunakan laporan keuangan untuk menentukan keputusan-keputusan penting perusahaan. Oleh karena itu menulis laporan keuangan tidak bisa sembarangan dan harus hati-hati. Isi laporan tidak berhenti hanya dengan menyusun angka dalam lembar-lembar. Jobdesk finance staff juga menginterpretasikannya dalam kalimat yang mudah dipahami semua pihak. Laporan keuangan yang bagus ditentukan dari tingkat keterbacaannya. 3. Manajemen bisnis Manajemen bisnis adalah proses perencanaan, pengerjaan, dan pengawasan untuk memastikan tujuan perusahaan tercapai. Seorang finance staff dituntut memiliki kemampuan ini karena tahap perencanaan bisnis juga melihat seberapa besar anggaran yang bisa disediakan oleh perusahaan untuk merilis produk atau jasa terbaru. 4. Microsoft excel Microsoft excel memudahkan finance staff menata tiap transaksi. Dengan begitu, jika ada ketidaksesuaian antara transaksi staf bisa langsung melakukan cek ulang kepada tiap departemen. Tak hanya itu, fitur dari microsoft ini juga membantu penghitungan staf keuangan lebih cepat, mudah, dan praktis. 5. Soft Skill Finance staff yang baik dituntut untuk memiliki cara berpikir yang kritis (critical thinking), terutama jika berhadapan dengan krisis. Usulan, saran, atau alternatif keluar dari staf keuangan yang memiliki skill critical thinking akan membantu perusahaan saat menghadapi masalah. Divisi keuangan akan banyak berhadapan dengan internal dan eksternal perusahaan untuk memaparkan hasil analisis keuangannya. Informasi dan data yang ada akan tersampaikan dengan baik jika staf keuangan memiliki kemampuan komunikasi. Soft skill terakhir yang harus dilatih adalah kepemimpinan alias leadership. Sebagai tulang punggung perusahaan, memastikan setiap perusahaan menjalankan tugas sesuai dengan rencana keuangan yang sudah disusun adalah tugas yang diemban oleh finance staff. 📚Baca juga: 14 Contoh Soft Skill dan Hard Skill dalam CV yang Disukai HRD! Gaji Finance Staff Menurut kalkulasi Gajimu, fresh graduate atau mereka yang belum memiliki pengalaman kerja mendapat gaji sekitar Rp4,2 hingga Rp4,3 juta per bulan sebagai finance staff. Namun beberapa kalkulasi menyebut gaji pokok staf keuangan di Jakarta untuk kategori entry level bisa mencapai Rp4,9 juta. Secara keseluruhan, rentang gaji staf keuangan adalah Rp4,3 juta hingga Rp12 juta. Bagaimana dengan finance staff di luar negeri? Data Hays menunjukan gaji staff finance ada di angka Rp 477,230,000 juta ($46,000) hingga Rp 674,340,000 juta ($65,000) per tahun. Sementara di Amerika Serikat, gaji yang ditawarkan rata-rata $83,620 atau Rp1,3 miliar. Profesi staf keuangan punya jenjang karier yang jelas, begini skemanya: Junior finance staffSenior finance staffManajer keuanganKepala keuangan (Chief Financial Officer) Tips untuk Menjadi Staff Keuangan 1. Ambil pendidikan yang relevan Karena dituntut menguasai alat penunjang kerja tertentu, calon finance staff setidaknya memiliki latar belakang yang relevan. Ada beberapa jenjang pendidikan yang biasanya masuk dalam persyaratan pelamar, yaitu: Diploma/S-1 Manajemen/Keuangan/AkuntansiSMK jurusan AkuntansI atau Keuangan 2. Dapatkan sertifikasi finance Sertifikasi keuangan berguna untuk pencari kerja yang tidak memiliki latar belakang keuangan atau akuntansi untuk mendalami pekerjaan sebagai staff finance. Akan tetapi bisa juga tambahan sertifikat digunakan untuk lulusan akuntansi atau keuangan untuk menambah daya tawar ketika mengirim lamaran. Jangan lupa ambil kursus dari lembaga yang kredibel karena tidak semua sertifikasi memiliki kualitas dan nilai yang sama. Berikut contoh sertifikasi yang bisa didapatkan: Chartered Financial Analyst (CFA)Certified Public Accountant (CPA)Certified Financial Planner (CFP)Certified Fund Specialist (CFS)Certificate in Finance, Accounting and Business (CFAB)Certified Financial Planner (CFP)Sertifikat Brevet A/B 3. Dapatkan pengalaman di bidang finance Magang adalah salah satu cara untuk menambah ilmu sekaligus merasakan langsung dinamika bekerja sebagai finance staff. Jenjang SMK jurusan akuntansi atau keuangan punya biasanya sudah memiliki program magang tersendiri. Begitu juga dengan jenjang Diploma atau S-1 dari jurusan yang sama. Teman-teman yang masih berkuliah juga bisa memanfaatkan program Magang MSIB yang diadakan dan diawasi langsung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kelebihan program ini, tiap anak magang akan mendapatkan bantuan biaya hidup, uang transport, dan pelatihan. 4. Buat CV finance staffContoh CV Finance Staff -- Dibuat di CakeResume Selain mengupas secara detail tentang profesi finance staff, CakeResume juga memiliki ratusan artikel tentang dunia kerja, mulai dari tips hingga template CV yang akan membantu para pencari kerja. Yuk, daftar sekarang!🎉Buat CV Kesimpulan Finance staff adalah mereka yang mendapat tugas untuk menganalisis kondisi keuangan perusahaan. Hasil analisis digunakan sebagai acuan ketika eksekutif membuat kebijakan dan perencanaan.Gaji finance staff tergantung dengan lama pengalaman. Untuk fresh graduate, rata-rata gaji per bulan yang ditawarkan ada di angka Rp 4,2 hingga Rp 4,3 juta. Namun angka tersebut juga masih disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang tiap wilayahnya bisa berbeda. CakeResume adalah website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan CakeResume dan cari lowongan di website cari kerja atau aplikasi cari kerja kami. Yuk, cobain CakeResume sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu!
Resume & CV
Mar 7th 2025

5 Contoh CV Staff Keuangan (Finance) untuk Melamar Kerja

Staff keuangan atau finance menjadi profesi yang diminati oleh banyak orang. Karir dari staff keuangan tidak hanya terbatas pada industri keuangan ataupun perbankan, namun memiliki prospek karir yang luas. Staff keuangan atau finance dibutuhkan oleh semua industri seperti komunikasi, pangan, otomotif dan masih banyak lagi. Mengapa? Karena setiap perusahaan pasti membutuhkan staff keuangan untuk mengatur masalah keuangan perusahaan tersebut.Pilihan karir yang bisa dikembangkan dari staff keuangan:Akuntan,Analis keuangan,Analis manajemen bisnis,Manajemen investasi,Manajemen resiko,Penilai (pajak dan keuangan),Auditor,Analis riset operasional,dan lain sebagainya. Jika kamu merupakan lulusan manajemen keuangan ataupun tertarik dengan profesi finance, yuk baca langkah-langkah di bawah untuk membuat CV finance yang baik dan benar. Daftar Isi:Cara Membuat CV Finance Staff Contoh CV Jurusan Finance Tips Membuat CV Finance ## Paywall Indicator ##Contoh CVFinance - Dibuat di CakeMau membuat CV Finance menarik seperti contoh diatas? Cake menyediakan 50+ template CV yang bisa kamu akses 100% GRATIS🎉Buat CV Hal Wajib dalam CV Finance CV Finance yang baik dan benar adalah salah satu syarat minimum untuk bisa bekerja menjadi staff keuangan. Bagaimana cara membuat CV Finance Staff? 1. Informasi Diri Pada CV lamaran finance, tuliskan nama lengkap dan bukan nama panggilan. Tambahkan kontak informasi lain mengenai dirimu seperti: EmailNo HPLinkedinAlamat (Nama kota, nama negara) 2. Deskripsi diri Saat memberikan CV Finance ke rekruter, tuliskan 2-3 kalimat deskripsi diri yang bisa membuat kamu berbeda dan diingat oleh rekruter. Pilih pencapaian terbesarmu yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar dan tuliskan secara jelas, padat dan singkat. Contoh deskripsi diri: 🚫 Buruk“Saya adalah seorang fresh graduate yang bekerja keras, jujur dan pantang menyerah. Saya pernah bekerja di PT. Wings Indonesia menjadi staff keuangan selama kurang lebih 2 tahun. “ ✅ Baik “Lulusan S1 Ekonomi Universitas Gajah Mada. Memiliki 2 tahun pengalaman menjadi staff keuangan di PT. Wings Indonesia. Bersertifikat CFA.“ 3. Pengalaman Kerja Bagian selanjutnya yang menjadi highlight dari CV manager keuangan adalah bagian pengalaman kerja. Tuliskan pengalaman kerja menggunakan format kronologi terbaik, yaitu menuliskan pengalaman kerja yang paling akhir di paling atas. Dengan ini rekruter bisa lebih cepat melihat pencapaianmu di pekerjaan sebelumnya. Contoh pengalaman kerja pada CV finance manager: PT. Sinarmas Jaya Sep 2017 - Sekarang Finance Manager Menerapkan sistem finansial baru dan berhasil meningkatkan efisiensi sebesar 50%Meminimalisir resiko finansial dengan menerapkan rencana cakupan keuangan intiMelatih lebih dari 50 staff finance untuk bekerja di departemen keuangan, pada training keuangan basic Temukan loker finance terbaru di Cake, ayo jadi pelamar yang tercepat! 💫Lamar Sekarang4. Riwayat Pendidikan Bagian ini merupakan gambaran singkat mengenai riwayat pendidikan dan pencapaian yang diraih saat menempuh studi. Biasanya, riwayat pendidikan juga ditulis dengan format kronologi terbaik, yaitu menuliskan yang paling terakhir di atas. Tujuannya untuk memudahkan rekruter melihat pendidikan terakhir yang ditempuh.Pada bagian ini, cantumkan:Nama lembaga pendidikanJurusanTahun menempuh pendidikanIPKJudul skripsi - hanya jika berhubungan dengan pekerjaan yang diambilProjek tertentu - hanya jika berhubungan dengan pekerjaan yang diambil Contoh riwayat pendidikan untuk CV finance staff: Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB, Ilmu Keuangan Sep 2017 - Jan 2021 IPK: 3.7/4Skripsi: Analisis Anggaran dan Profitabilitas Sebagai Alat Bantu Manajemen Guna Mengoptimalkan Laba Pada PT. Sinar Maju 5. Skill/Keterampilan Salah satu kolom penting yang diperhatikan oleh rekruter saat ingin mencari seorang staff keuangan adalah kemampuan yang dimiliki oleh kandidat tersebut. Menuliskan skill pada CV finance sangat penting untuk: Membantu rekruter menilai apakah kamu kandidat yang tepat untuk staff keuanganMenghighlight skill finance yang dimiliki oleh fresh graduate jika belum memiliki pengalaman kerja Beberapa keterampilan yang dibutuhkan oleh staff keuangan: ✏️Soft skill untuk staff keuanganPemecahan masalahBerorientasi pada detailAnalisisKomunikasiBekerja sama dalam timKepemimpinanInterpersonal skillBerpikir kritis✏️ Hard skill untuk staff keuanganStatistikMicrosoft ExcelAkuntansiProgram akuntansiBudgetingFinancial PlanningRisk ManagementMemproyeksikan Keuntungan 6. Sertifikat untuk staff keuangan Selain dari pendidikan formal, ada beberapa sertifikat yang bisa menunjukkan bahwa kamu memiliki pengetahuan dalam bidang keuangan. Bisa disebut juga, dengan menuliskan sertifikat pada CV finance, hal ini menjadi nilai lebih untuk mendapatkan kepercayaan dari perusahaan yang kamu lamar. Contoh sertifikat di bidang keuangan:Chartered Financial Analysis (CFA)Certificate in Finance, Accounting and Business (CFAB)Certified Public Accountant (CPA)Certified Financial Planner (CFP)Sertifikat lainnya yang bisa dicantumkan:Sertifikat penghargaan staff keuangan terbaikSertifikat training financeSertifikat menjadi pembicara training finance Sedang cari lowongan kerja Finance? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Lowongan Contoh CV Finance Staff Di bawah terdapat 5 contoh CV finance staff lengkap bahasa Inggris dan bahasa Indonesia baik untuk fresh graduates maupun senior. Yuk dilihat untuk dijadikan referensi. Contoh CV Finance Staff Keuangan Fresh Graduate (Bahasa Inggris) Contoh CV Finance dalam Bahasa Inggris Contoh CV Finance Manager Keuangan Contoh CV Investment Manager Contoh CV Lamaran Kerja Finance 1. Contoh CV Finance Staff Keuangan Fresh GraduateCVFinance Fresh GraduateMau membuat CV Finance menarik seperti contoh diatas? Cake menyediakan 50+ template CV yang bisa kamu akses 100% GRATIS🎉Buat CV2. Contoh CV Finance dalam Bahasa InggrisCV FInance Bahasa Inggris3. Contoh CV Finance Manager KeuanganCV Finance Manager Keuangan- Dibuat di Cake4. Contoh CV Investment ManagerContoh CVManajer Investasi5. Contoh CV Lamaran Kerja Finance OfficerCV Kerja Finance Officer - Dibuat di CakeMau membuat CV Finance menarik seperti contoh diatas? Cake menyediakan 50+ template CV yang bisa kamu akses 100% GRATIS🎉Buat CV Tips Membuat CV Staff Keuangan Setelah melihat bagaimana cara membuat CV staff keuangan yang baik dan benar juga melihat 5 contoh CV finance staff, gunakan tips di bawah untuk menyempurnakan CV finance. 1. Buat CVyang ATSFriendlyStaff keuangan merupakan pekerjaan populer dan diminati oleh banyak orang. Untuk itu, saat melakukan perekrutan, perusahaan besar seringkali menggunakan sistem ATS untuk screening CV kandidat. Dengan menggunakan sistem ATS ini, HRD dapat menghemat waktu dan langsung mendapatkan kandidat mana yang sesuai dengan persyaratannya. Namun, tidak semua jenis CV bisa lolos sistem ATS lho. Yuk kita pahami CV ATS friendly itu seperti apa sih?Design CV sederhana dan tidak terlalu banyak menggunakan warna mencolokMenggunakan jenis huruf standar, bukan typographyTidak terlalu menggunakan banyak gambar, simbol ataupun ikonMenuliskan kata kunci pekerjaan yang relevan pada kolom “Pengalaman Kerja” dan “Skill”Menyimpan CV dalam format PDF atau word 2. Tambahkan Keyword pada CV Finance Selain berguna untuk sistem ATS, menuliskan kata kunci dalam CV juga bisa membantu rekruter yang melihat CV secara manual. Cara mencari kata kunci yang dibutuhkan adalah melihat deskripsi pekerjaan dan syarat dan ketentuan yang dicari oleh lowongan tersebut. Tuliskan kata kunci tersebut dalam CV finance jika kamu memilikinya. Masih bingung bagaimana cara membuat CV ATS yang baik dan benar? Langsung aja coba di Cake, Gratis dan CVnya dijamin ATS-Friendly! Ada 50+ template CV ATS yang bisa kamu gunakan 🎉 Buat CV3. Tambahkan Angka untuk Mengukur Pengalaman Profesional Bagaimana maksudnya mengukur pencapaian? Usahakan menggunakan angka untuk menyatakan seberapa besar dampak yang kamu berikan saat bekerja. Bisa digunakan saat menuliskan jumlah orang, rasio anggaran yang berkurang, persentase meningkatkan efisiensi, jumlah klien yang didapat, dan masih banyak lagi. Contoh: Menerapkan sistem finansial baru dan berhasil meningkatkan efisiensi sebesar 50%.Bertanggung jawab untuk memberikan training ke 50+ staff finance setiap 6 bulan sekali. 4. Tips untuk Fresh Graduates Bagi kamu yang ingin membuat CV finance untuk fresh graduates, meskipun belum memiliki pengalaman kerja, kamu bisa menonjolkan riwayat pendidikan. Ganti pengalaman kerja menjadi pengalaman magang ataupun pengalaman organisasi. Nah di atas merupakan bahasan lengkap mengenai cara membuat CV lamaran kerja finance atau staff keuangan. Semoga semua contoh CV finance yang diberikan beserta tips nya dapat membantu kamu mendapatkan pekerjaan jadi staff keuangan ya!Sedang cari lowongan kerja finance? Cek ratusan lowongan kerjafinance terbaru di Cake!🚀Cari Lowongan Rekomendasi Lowongan Kerja Cake adalah aplikasi dan website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan Cake dan cari lowongan di website cari kerja atau aplikasi cari kerja kami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu!
Resume & CV
Dec 5th 2025

40+ Contoh CV Lamaran Kerja yang Menarik HRD [+Template Gratis]

Sebuah penelitian dari Ladders menyatakan bahwa rekruter hanya menghabiskan rata-rata 7,4 detik untuk melihat CV kandidat pelamar. Makanya penting bagi pencari kerja untuk membuat CVyang menarik! Bagaimana cara membuat CV yang baik agar kamu bisa mendapatkankesempataninterview kerja? Simak artikel dari Cake untuk mencari tahu cara membuat CVyang profesional juga menarik!Daftar isi: 40+ Contoh CV Lamaran Kerja Terbaik Contoh CVUmum Contoh CVBerdasarkan Posisi Cara Membuat CVLamaranKerja Tips Membuat CV yang Bagus dan Menarik Optimalkan CV, Dapat Interview Lebih Banyak 40+Contoh CV Lamaran Kerja Profesional Setelah membaca ulasancara membuat curriculum vitae untuk melamar pekerjaan, pastinya kamu sudah ada gambaran bagaimana cara membuat CVuntuk melamar kerja.Di bawah ada 41contoh CV lamaran kerjayang baik dan benar, mulai dari CVformal, kreatif, CVdalam bahasa Indonesia maupun Inggris, dan masih banyak lagi.Contoh CVUmum CV Bahasa Indonesia CV Bahasa Inggris CV Kreatif CV ATS CV 2 Lembar CV Tulis Tangan CV Menarik CV Formal Contoh CVLamaran Kerja berdasarkan Posisi CV Account Executive CV Blockchain Developer CV Chef CV Content Writer CV Customer Service CV Cyber Security CV Data Analyst CV Data Scientist CV Desain Grafis CV Digital Marketing CV Finance Staff CV Financial Analyst CV Fresh Graduate CV Guru CV HRD CV IT Support CV Lamaran Kerja di Bank CV Mahasiswa CV Manager CV Operator Produksi CV Performance Marketing CV Product Manager CV Sales CV Sales Manager CV Social Media Specialist CV Software Engineer CV Teknik Industri CV Teknik Mesin CV UI/UX Designer CV Web Designer CV Web Developer 1. Contoh CV Bahasa IndonesiaBerikut adalah contoh CVlamaran kerja yang baik dan benar, memuat semua bagian CV termasuk deskripsi diri, pengalaman kerja, riwayat pendidikan, keterampilan dan informasi tambahan seperti sertifikasi.Contoh CV Lamaran Kerja Bahasa Indonesia -- Dibuat di Cake2. Contoh CV Bahasa InggrisAda beberapa perusahaan yang mewajibkan karyawannya untuk mahir berbahasa Inggris. Seringkali, kamu membutuhkan CVBahasa Inggris untuk melamar ke lowongan seperti ini. Pastikan bahasa Inggris yang kamu gunakan sudah tepat dan baku, kamu bisa menggunakan tool sepertiGrammarly untuk memastikan CV-mu sudah optimal.Contoh CV Bahasa Inggris -- Dibuat di Cake3. Contoh CV KreatifCV kreatif ini di buat olehNani Putri Ramadhanti (dibuat di Cake), pemenang utama lomba CV Making Competition Cake 2023 lalu. Untuk selengkapnya, lihat CVNani Putri Ramadhanti di sini.Contoh CV Kreatif by Nani Putri Ramadhanti -- DIbuat di Cake 4. Contoh CV ATS-FriendlyBerikut adalah salah satu contoh CVATS-Friendly yang sukses melewati seleksi ATS. Baca lebih lanjut bagaimana cara membuat CVATS-Friendly di artikel ini. Contoh CV ATS -- Dibuat di Cake 5. Contoh CV 2 LembarContoh CV 2 Lembar-- Dibuat di Cake Contoh CV 2 Lembar-- Dibuat di Cake 6. Contoh CVTulis TanganCV di bawah merupakan contoh CV tulis tangan yang baik. Meskipun sudah memasuki jaman digital dan semakin banyak orang membuat CV online ataupun diketik, namun daftar riwayat hidup tulis tangan masih populer di Indonesia.Membuat daftar riwayat hidup tulis tangan juga bisa terkesan kuno dan tradisional. CV lamaran kerja tulis tangan harus diberikan kepada perusahaan langsung, namun di jaman digital ini sudah banyak pencari kerja yang mengirimkan CV Lamaran Kerja PDFvia email ataupun mengirim CV via WA.Contoh CV/ Daftar Riwayat Hidup Tulis Tangan - Dibuat oleh Cake7. Contoh CVMenarikBerikut adalah contoh CVmenarik yang dapat menarik HRD. CV ini dilengkapi dengan berbagai projek dan juga keterampilan, sehingga dapat membuat lamaran lebihstandout.Contoh CVMenarik - Dibuat di Cake8. Contoh CVFormalFormat CVformal seperti di bawah pada umumnya cocok untuk digunakan saat melamar kerja ke perusahaan besar / korporat, CPNS, industri perbankan dan hukum.Contoh CVFormal - Dibuat di Cake9. Contoh CV Account ExecutiveContoh CV Account Executive-- Dibuat di Cake10. Contoh CV Blockchain DeveloperContoh CVBlockchain Developer - Dibuat di Cake 11. Contoh CV Chef / KokiContoh CVChef / Koki - Dibuat di Cake12. Contoh CVContent WriterContoh CV Content Writer-- Dibuat di Cake13. Contoh CVCustomer ServiceContoh CVCustomer Service - Dibuat di Cake14. Contoh CVCyber SecurityContoh CVCyber Security - Dibuat di Cake15. Contoh CVData AnalystContoh CV Data Analyst - Dibuat di Cake 16. Contoh CV Data ScientistContoh CVData Scientist - Dibuat di Cake17. Contoh CV Desain Grafis Mau membuat CV dengan tampilan menarik seperti contoh CVdiatas? Buat CV di Cake, tersedia 50+ template CVmenarik yang ATS friendly. Gratis!🎉Buat CV 18. Contoh CV Digital MarketingUntuk melamar kerja ke posisidigital marketing, ikuti contoh CVdi bawah. Kamu juga dapat menyertakan portofoliodigital marketing untuk menunjukkan proyek yang pernah kamu kerjakan.Contoh CVDigital Marketing - Dibuat di Cake 19. Contoh CVFinance StaffContoh CVFinance Staff - Dibuat di Cake 19. Contoh CVFinancial AnalystContoh CVLamaran Kerja Financial Analyst - Dibuat di Cake20. Contoh CVFresh GraduateKetika membuat CV fresh graduate, kamu bisa menambahkan pengalaman magang ataupun kegiatan kampus seperti mengikuti organisasi, lomba, atau kegiatan sukarela.Contoh CV Fresh Graduate untuk Lamar Kerja - Dibuat di CakeContoh CV Fresh Graduate di atas cocok digunakan untuk melamar ke:Perusahaan Start-upMarketingAdvertisingSocial Media ManagerBranding21. Contoh CVGuruContoh CVGuru - Dibuat di Cake22. Contoh CVHRDContoh CVLamaran Kerja HRD- Dibuat di CakeSudah punya CV? Waktunya melamar kerja! Cari loker dari berbagai industri di Cake sekarang 🎉Cari Loker23. Contoh CVITBerikut adalah contoh CV programmer yang berpengalaman, lengkap dengan deskripsi diri, pengalaman, pendidikan, skill, dan tools.Contoh CVIT(Programmer) - Dibuat di Cake 24. Contoh CVLamaran Kerja di BankDesain CV yang bersih seperti di bawah cocok digunakan untuk melamar kerja ke bank.Contoh CV Formal untuk Lamaran Kerja di Bank - Dibuat di CakeMau membuat CV dengan tampilan menarik seperti contoh CVdiatas? Buat CV di Cake, tersedia 12+ template CVmenarik yang ATS friendly. Gratis!🎉Buat CV25. Contoh CV MahasiswaContoh CVMahasiswa S1 Jurusan Sistem Informasi - Dibuat di Cake 26. Contoh CVManagerContoh CVManager Toko - Dibuat di Cake27. Contoh CV Operator ProduksiContoh CVOperator Produksi - DIbuat di Cake28. Contoh CV Performance MarketingContoh CVPerformance Marketing Senior-Level - Dibuat di Cake29. Contoh CV Product ManagerContoh CVProduct Manager - Dibuat di Cake 30. Contoh CV SalesKetika membuat CVuntuk pekerjaan sales, kamu bisa mencantumkan pencapaian penjualan yang kamu raih dengan angka. Dengan begini, CVsales kamu akan terlihat lebih menarik.Contoh CVLamaran Kerja Sales - Dibuat di Cake31. Contoh CV Sales ManagerContoh CVSales Manager dalam Bahasa Inggris - Dibuat di Cake Mau membuat CV dengan tampilan menarik seperti contoh CVdiatas? Buat CV di Cake, tersedia 12+ template CVmenarik yang ATS friendly. Gratis!🎉Buat CV32. Contoh CV Social Media SpecialistSocial media specialist merupakan salah satu pekerjaan dalam bidang kreatif. CVdibawah cocok digunakan untuk melamar kerja dalam bidang sosial media. Kamu juga bisa mencantumkan proyek yang berkaitan dengan media dalam CV kamu.Contoh CVSocial Media Specialist - Dibuat di Cake 33. Contoh CVSoftware EngineerContoh CVSoftware Engineer (Developer) - Dibuat di Cake 34. Contoh CV Teknik IndustriDi bawah ini merupakan contoh CV Teknik Industri:Contoh CV S1 Teknik Industri - Dibuat di Cake35. Contoh CV Teknik MesinBagi kamu yang baru saja lulus dari jurusan teknik mesin, di bawah ini adalah contoh CV Teknik Mesin yang bisa kamu ikuti.Contoh Curriculum Vitae Teknik Mesin - Dibuat di Cake36. Contoh CV UI/UXDesigner 37. Contoh CVWeb DesignerContoh CV Web Designer - Dibuat diCake38. Contoh CVWeb DeveloperContoh CVWeb Developer 2 Lembar - Dibuat di CakeContoh CVWeb Developer 2 Lembar - Dibuat di CakeBuat CV yang profesional dan ATS-friendly agar lebih cepat dapat kerja!Coba Cake CVBuilder sekarang, bikin CVmudah dan cepat💯Buat CVCara Membuat CVLamaran KerjaApa saja yang harus ditulis dalam CV?Menurut Michael Page, panjang CV yang ideal adalah dua halaman. Namun, jika kamu melamar untuk posisi entry-level, satu halaman saja sudah cukup.Maka kamu harus memilih informasi yang ada di CV agar tetap relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar. Berikut struktur CV lamaran kerja pada umumnya:1. Data DiriBagian ini memuat data diri/informasi paling mendasar tentang diri kamu. Pastikan untuk menulis informasi dengan jujur supaya rekruter dapat menghubungi kamu dengan mudah. ✍🏻 Informasi penting yang dapat dicantumkan:NamaNomor teleponEmailAlamat domisiliLink portofolio (Opsional)LinkedIn (Opsional) 2.Deskripsi Diri / Tentang Saya Perkenalkan diri kamu dengan 3-5 kalimat di bagian ini. Pastikan untuk menulis semenarik mungkin dan menonjolkkkan kemampuan atau pencapaian terbesar kamu. Ini merupakan kesempatan penting kamu untuk mengambil perhatian HRDKamu dapat melihat contoh deskripsi diri yang baik dan menarik HRD di artikel ini.3. Pengalaman Kerja di CV Pengalaman kerja merupakan bagian yang sangat krusial dalamCV. Tulislah pengalaman dengan kronologi terbaik, mulai dari pengalaman terbaru sampai terlama. Berikut beberapa informasi yang dapat kamu masukkan di bagian ini Posisi atau jabatan di perusahaanNama perusahaanTahun bekerjaJob desk/deskripsi pekerjaan (tulis dalam bentuk poin) Untuk membuat CV kamu lebih menarik, kamu dapat mencantumkan prestasi yang pernah kamu raih ketika menjabat di posisi itu. Jangan lupa untuk menyertakan pencapaian terukur agar lebih kredibel! ✍🏻 Contoh pencapaian pada pengalaman kerja:Berhasil menaikkan laba perusahaan sebanyak 10% dalam 1 kuartal.📚 Baca juga:Cara Menulis Pengalaman Kerja di CV Beserta Contohnya4.Riwayat Pendidikan Di bagian ini, masukkanlah riwayat pendidikan formal yang pernah kamu tempuh. Namun, kamu hanya perlu memasukkan 2 pendidikan terakhir yang kamu tempuh, karena HRDtidak perlu tahu sekolah asal TK, SD, atau SMP kamu.Informasi penting untuk dimasukkan: Nama instansi pendidikanJurusan / bidang pendidikanTahun tempuhIPK (opsional)Pencapaian atau pengalaman selama kuliah (opsional) 5. Skill dalam CV Menuliskan keterampilan atauskilldalam CVmemudahkan rekruter untuk melihatskillspesifik yang kamu miliki. Untuk memudahkan rekruter, kamu bisa mengelompokkanskill menjadi tiga kategori utama:Soft skill:Kemampuan interpersonal dan karakter pribadi, seperti komunikasi, kepemimpinan, atau adaptasiHard skill: Kemampuan teknis atau spesifik yang dapat diukur, seperti penggunaansoftwaretertentu, analisis data, atau penguasaan bahasa pemrogramanSkill bahasa: Kemampuan dalam berbahasa asing, beserta tingkat kefasihannyaYang terpenting, pastikan untuk mencantumkanskill yang relevan dengan posisi yang kamu lamar. Hal ini akan membuat CV lebih terfokus dan menarik perhatian perekrut.Kamu bisa melihat lebih lanjut bagaimana cara menulis dan berbagaicontoh soft skill danhard skill di artikel tentangContoh Soft Skill dan Hard Skill dalam CV  ini.6. Informasi Tambahan Walaupun opsional, menambahkan informasi berikut ini dapat menjadi plus poin dalam CV kamu agar kamu lebih menonjol dibandingkan kandidat lainInformasi yang bisa dimasukkan: Sertifikasi/PenghargaanPortofolioReferensiHobi/Minat (pastikan relevan dengan pekerjaan yang dilamar) Tips Membuat CV yang Bagus Menarik Ketika membuat CV, format dan desain CV yang menarikjuga sangat penting untuk menarik perhatian rekruter. Berikut beberapa cara membuat CVlamaran kerja kamu lebih optimal di mata rekruter.1. Pilih Format CV yang Sesuai Format CV Kronologi Terbalik -menuliskan pengalaman kerja terlebih dahulu dengan susunan kronologi terbalik, yang paling baru dituliskan paling atas lalu diikuti dengan pengalaman-pengalaman sebelumnya.Format CV Fungsional -format CV yang menonjolkan skill atau keterampilan yang dimiliki. Cocok buat kandidat yang ingin switch career, memiliki gap dalam karier, atau fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja.Format CV Kombinasi -format CV yang memungkinkan untuk menuliskan pengalaman kerja sekaligus menonjolkan skill atau kemampuan yang dimiliki. 📚 Baca juga:3 Tipe Format CV Lamaran Kerja, Mana yang Paling Bagus? 2. Buat CVyang Relevan dengan Pekerjaan yang Dilamar CV yang mengandung banyak pengalaman kerja memang terlihat menrarik. Namun pastikan kamu hanya memasukkan informasi pengalaman kerja atau skill yang berkaitan dengan posisi yang kamu lamar. Membuat CV yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar menunjukkan bahwa kamu telah mengerti job desk yang akan kamu kerjakan nantinya, dan menunjukkan bahwa kamu adalah kandidat yang cocok untuk posisi tersebut. 3. Buat Desain CV yang Bersih dan Rapih Umumnya, rekruter tidak begitu memperhatikan desain CV lamaran kerja. Yang terpenting adalah membuat CV dengan warna netral, terstruktur rapi dan mudah dibaca. Kamu bisa menggunakanfont CVyang terlihat profesional seperti Helvetica, Arial, Noto, Roboto, Times New Roman, dll. Itulah cara membuat CV lamaran kerja. Mudah sekali bukan? Ketika kamu sudah mencantumkan semua informasi yang diperlukan serta memilih desain CV yang sesuai, waktunya mengirim lamaran kerja kamu. Kamu bisa print CV PDF lamaran kerja kamu atau mengirim CV melalui email atauwebsite lowongan kerja.4. Buat CV dengan TemplateAgar membuat CVmenjadi lebih mudah, ada baiknya untuk menggunakan template CV. Dengan begini, kamu akan menghemat waktu dan CV pun juga terlihat lebih rapih dan profesional. Cake menyediakan lebih dari 50 template CV ATS gratis! Kamu hanya perlu sign in dan kamu bisa langsung pakai template CV-nya dan meng-editnya sesuai kebutuhan.Sudah siap membuat CVlamaran kerja?Buat CVyang menarik HRDdengantemplate CVATS-friendly dari Cake, gratis!🚀Buat CV Kesimpulan Curriculum Vitae (CV)lamaran kerjaadalah dokumen yang kamu sertakan ketika melamar kerja. Isi CV lamaran kerja adalah informasi dasar mengenai diri kamu seperti riwayat pendidikan, pengalaman kerja dan keterampilan yang kamu miliki. CV ibaratnya pertemuan pertama kamu dengan rekruter maka pastikan kamu memberikan kesan pertama yang baik. Rekomendasi Lowongan Kerja Buat CVATS-Friendly di Cake, GratisCake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang! Buat CV di Cake, tersedia 50+ template CVmenarik yang ATS friendly. Gratis Download PDF!🎉Buat CV
Student Guide
Aug 10th 2022

12 Prospek Kerja Jurusan Manajemen Beserta Gajinya!

Untuk kamu yang masih bingung memilih jurusan, kamu bisa mempertimbangkan untuk kuliah jurusan manajemen. Kuliah jurusan manajemen fokus mempelajari pengorganisasian, perencanaan, dan analisa mengenai bisnis untuk pengelolaan bisnis secara efisien. Daftar isi:Mengenal Kuliah Jurusan ManajemenProspek kerja jurusan manajemen Mengenal Kuliah Jurusan Manajemen Pada kuliah jurusan manajemen, kamu akan mempelajari bagaimana mendirikan sebuah organisasi atau perusahaan yang sukses dalam bisnis global. Disisi lain dengan kuliah jurusan manajemen kamu akan mendapat pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis dari skala kecil hingga skala besar. Mata Pelajaran Jurusan Manajemen Analisis laporan keuangan,Statistik,Manajemen risiko,Strategi pemasaran,Manajemen operasi,Akuntansi manajemen,Ekonomi mikro dan makro,Manajemen strategis,dan beberapa mata kuliah yang lain. Pada umumnya, kuliah jurusan manajemen ditempa dalam kurun waktu 3.5 - 4 tahun dan mendapatkan gelar sarjana ekonomi atau sarjana manajemen setelah menuntaskan bangku perkuliahan. Mengapa MemilihKuliah Jurusan Manajemen? Ada beberapa alasan mengapa kuliah jurusan manajemen patut kamu pertimbangkan sebagai pendidikan tinggi kamu. Kamu bisa mengulik alasan-alasan berikut ini :➡️ Peluang kerja lulusan manajemen lebih beragam Pasti banyak pertanyaan seperti “Lulusan jurusan manajemen susah cari kerja?” atau “Lulusan S1 manajemen bisa kerja apa?”. Bisa dikatakan prospek kerja lulusan S1 manajemen terbuka cukup lebar lho! Seorang lulusan manajemen memiliki keterampilan dan pengetahuan mengenai bisnis yang dibutuhkan perusahaan untuk menangani pekerjaan manajerial dan pekerjaan spesifik lainnya.➡️ Mengembangkan skill manajemen Salah satu kelebihan kuliah di jurusan manajemen antara lain belajar skill manajemen yang berguna saat kamu bekerja di perusahaan. Saat kuliah jurusan manajemen, kamu akan belajar untuk menghadapi the real business case di lapangan dimana kamu harus membuat keputusan dengan mempertimbangkan sisi etika serta dampak ekonomi dan sosial. Nah, beberapa skill yang kamu dapat yang berguna untuk pekerjaan manajemen antara lain :Kemampuan berpikir kritis dan strategisKemampuan berkomunikasiProblem solvingKemampuan public speakingLeadershipProject managementPengorganisasian ➡️ Mempelajari berbagai macam bidang Apabila kamu masih galau mengenai karir kedepan kamu atau kamu ingin mengetahui pengetahuan yang lebih luas di bidang bisnis, maka kuliah jurusan manajeman adalah pilihan terbaik kamu. Saat kuliah jurusan manajemen, kamu akan mempelajari bagaimana memanajemen suatu perusahaan secara umum, bahkan kamu bisa mengkerucutkan area keahlian kamu di jurusan manajemen, seperti Human Resource, Finance, Marketing, Operations, Strategic Management, dll. Prospek Kerja Jurusan Manajemen Karena jurusan manajemen mencakup area yang sangat luas, banyak orang bingung: “Jurusan manajemen kerja apa?” Peluang kerja manajemen beragam, kamu bisa memilih pekerjaan jurusan manajemen sesuai dengan bidang yang kamu tekuni. Dibawah ini Cake akan memberikan beberapa wawasan mengenai prospek kerja lulusan manajemen beserta kisaran gaji lulusan manajemen.1. Recruiter/Staf HRD (kisaran gaji Rp 5.000.000) Bagi kamu yang suka mempelajari tingkah laku manusia, menjadi seorang recruiter atau staf HRD menjadi pilihan pekerjaan setelah lulus kuliah manajemen. Pasalnya, seorang rekruiter atau HRD harus memahami karakter calon karyawan atau karyawannya sendiri. Tugas seorang rekruter adalah mencari karyawan baru, sedangkan staf HRD lebih fokus pada employee relations. Peluang kerja jurusan manajemen sumber daya manusia ini bisa kamu pertimbangkan sebagai career path kamu. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kemampuan berkomuikasi yang baik dengan seluruh karyawan baik di level manajerial dan staff, kemampuan problem solving, kemampuan organisasi, negosiasi 2. Marketer (kisaran gaji Rp 5.700.000) Salah satu prospek kerja jurusan manajemen yang digandrungi oleh generasi muda adalah menjadi seorang marketeer. Kenapa tidak? Profesi marketeer menuntut kreatifitas yang out of the box untuk menjual produk dengan cara yang berbeda. Seorang marketeer pada umumnya bertugas untuk memasarkan produk beserta strateginya, menentukan target dan segmentasi pembeli, menentukan budget iklan baik online dan offline, dan lain sebagainya. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kemampuan berkomunikasi, berpikir analitis, kreativitas, pemecahan masalah, skill digital dan teknis (digital marketing) 📚 Baca juga: 5 Perbedaan Sales dan Marketing yang Wajib Kamu Ketahui!3. Konsultan Bisnis (kisaran gaji Rp 4.700.000) Konsultan bisnis adalah prospek kerja manajemen bisnis untukmu yang suka tantangan, dan suka belajar. Seorang konsultan bisnis bertugas dalam memberikan ide, saran, rekomendasi, atau perbaikan untuk pengembangan bisnis suatu perusahaan dalam jangka panjang maupun jangka pendek.Pada umumnya konsultan bisnis mengaudit segala sisi seperti contoh keuangan, strategi pemasaran dan penjualan, sumber daya manusia, IT, dan lain-lain. ✍️ Skill yang dibutuhkan: berpikir analitis, berpikir kreatif, observasi yang tajam, dan komunikasi yang baik dengan klien. 4. Project Manager (Kisaran gaji Rp 21.600.000) Akhir-akhir ini pekerjaan jurusan manajemen yang cukup hype adalah project manager. Project manager adalah seseorang yang memimpin jalannya sebuah proyek dan memastikan proyek berjalan dengan lancar serta selesai tepat waktu. Seorang project manager bertugas scheduling, menentukan budget, menganalisis risiko dan penyelesaiannya, dan mengawasi jalannya proyek. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kepemimpinan, kemampuan bernegosiasi, kemampuan pengorganisasian, manajemen waktu, manajemen SDM, dan manajemen konflik. 5. Accountant (Kisaran gaji Rp 8.027.000) Bagi lulusan s1 manajemen yang senang dengan angka, menjadi seorang accountant adalah prospek kerja manajemen yang cocok buatmu. Tugas seorang akuntan antara lain mengelola laporan keuangan, budgeting kebutuhan perusahaan, mengelola arus kas, serta mengelola keperluan perpajakan. ✍️ Skill yang dibutuhkan: analisis data, detail dan teliti, kemampuan berpikir secara sistematis, dan mampu mengoperaikan software akunting. 📚 Baca juga:4 Contoh CV Akuntansi Profesional dan Cara Membuatnya!6. Finance Staff (Kisaran gaji Rp 5.285.000) Prospek kerja s1 manajemen yang bisa dicoba oleh lulusan s1 manajemen adalah finance staff. Berbeda dengan akunting, finance staff bertugas pada bagian analitis kondisi keuangan perusahaan dan merancang pemodelan keuangan yang sehat. ✍️ Skill yang dibutuhkan: skill analitik yang dalam dalam menganalisisi data keuangan, bookkeeping, budgeting dll. Adapun beberapa tools yang harus kamu kuasai untuk pekerjaan jurusan manajemen ini antara lain Microsoft Excel, Access, SQL, dan lainnya. 📚 Baca juga: 5 Contoh CV Staff Keuangan (Finance) untuk Melamar Kerja7. Banker (Kisaran gaji Rp 3.500.000 - Rp 8.000.000) Bagi lulusan s1 manajemen yang berminat bekerja di dunia perbankan, kamu bisa mencoba menjajal career path kamu sebagai banker. Banker sendiri memiliki beberapa bagian manajemen, teller, customer service, dan back office. Untuk bagian manajemen sendiri adalah seseorang yang memanajemen jalannya pelayanan bank. Biasanya bagian manajemen adalah lulusan s1 manajemen yang mengikuti Management Development Program (MDP). Sedangkan front officer seperti teller dan customer service bertugas untuk melayani nasabah secara langsung. Lain halnya dengan back officer yang bertugas untuk mengelola transaksi keuangan, dan tugas administratif lainnya. ✍️ Skill yang dibutuhkan: memiliki kemampuan analitik, perhatian terhadap detail, teliti, dan mampu berkomunikasi dengan baik. 📚 Baca juga: 5 Contoh CV Bank dan Tips Membuatnya8. Operational Staff (Kisaran gaji Rp 6.500.000) Prospek kerja manajemen bisnis yang bisa kamu pertimbangkan selain pemasaran, SDM, atau keuangan adalah menjadi operational staff. Apa saja sih tugas dari operational staff ini? Tugas operational staff ini memastikan produksi berjalan sesuai dengan tujuan dan berjalan maksimal. Sehingga jasa, barang, atau sistem yang diproduksi tidak terbuang sia-sia. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kepemimpinan, komunikasi organisasi, manajemen retail, manajemen logistik, dan penguasaan bahasa asing. 9. Business Manager (Kisaran gaji Rp 19.800.000) Pekerjaan manajemen yang cukup legit bagi lulusan s1 manajemen adalah business manager. Akan tetapi untuk menjadi seorang business manager butuh waktu dan pengalaman kerja 2-5 tahun. Mengapa demikian? Peluang kerja manajemen ini dituntut lebih tinggi dibandingkan dengan entry level, dimana kamu harus mengawasi jalannya bisnis dari level atas. Seperti contoh memastikan produktivitas dan efisiensi perusahaan, membuat strategi bisnis untuk pengembangan bisnis, melihat kinerja karyawan, dan melakukan evaluasi berkala untuk kinerja perusahaan. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kemampuan memimpin tim, pengambilan keputusan, komunikasi, delegasi, pemecahan masalah, perencanaan dan pemikiran strategis. 10. Account Executive (Kisaran gaji Rp 3.851.434) Untukmu yang suka berinteraksi dengan orang-orang baru, kamu bisa memulai karir menjadi account executive. Account executive merupakan prospek kerja manajemen yang bertugas untuk mencari klien baru dan membina relasi dengan klien perusahaan. Disisi lain seorang account executive dituntut berpikir strategis untuk membantu klien untuk mencapai tujuannyanya dengan barang, jasa, atau sistem yang dimiliki oleh perusahaan. ✍️ Skill yang dibutuhkan: mampu berpikir strategis, kemampuan komunikasi yang baik, dan memiliki pengetahuan bahasa asing apabila memiliki klien asing. 11. Sales/Business Development (Kisaran gaji Rp 5.300.000) Peluang kerja jurusan manajemen yang bisa kamu pilih setelah lulus dari jurusan manajemen adalah sales/business development. Tugas dari seorang sales adalah mendorong penjualan produk dengan menggaet calon customer atau mitra untuk melakukan pembelian melalui email, telepon, atau sosial media. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kemampuan yang persuasif untuk meyakinkan calon pembeli untuk menggunakan produk, jasa, atau sistem perusahaan, komunikasi atau public speaking. 12. Entrepreneur (Kisaran gaji tak terbatas) Last but not least, apabila kamu ingin memiliki kebebasan dan ingin menantang diri lebih jauh dalam dunia bisnis kamu bisa menjajal menjadi seorang entrepreneur setelah lulus kuliah jurusan manajemen. ✍️ Skill yang dibutuhkan: berbagai pekerjaan manajemen sangat dibutuhkan ketika kamu menjadi seorang entrepreneur, mulai dari mengatur keuangan, sumber daya manusia, strategi pemasaran dan penjualan, hingga operasi logistik. Itu tadi 12 pekerjaan manajemen dari Cake yang bisa kamu pertimbangkan setelah lulus kuliah jurusan manajemen. Dengan informasi diatas, kamu bisa menentukan career path yang kamu pilih sesuai dengan passion. Beberapa peluang kerja manajemen memiliki skill kualifikasi tersendiri, kamu pun perlu mempersiapkannya sejak dini. Belum memiliki CV untuk melamar kerja? Cake menyediakan 50+ template CV yang bisa kamu download secara gratis!🎉Buat CV --- Ditulis Oleh Talitha Edrea ---
Career Development
Feb 10th 2025

10 Skill Finance yang Sering Dicari HRD, Wajib Tahu!

Dinamika sektor industri finansial Indonesia di awal tahun 2024 menunjukan tren positif. Perusahaan-perusahaan yang menggeluti sektor ini membuka lebih banyak lowongan kerja untuk merekrut talenta profesional guna menghadapi tantangan dan persaingan.Studi dari Global Data menunjukan ada 815 lowongan kerja baru di sektor finansial yang diunggah pada Januari 2024. Jumlah lowongan ini meningkat 89,98% dibandingkan bulan Desember 2023. Bagi yang berminat meniti karir di industri finansial, kamu perlu membekali diri dengan keterampilan atau skill finance yang relevan dengan kebutuhan perusahaan. Berikut CakeResume bagikan 10 skill finance yang sering dicari HRD dan cara menonjolkannya di CV kamu. Daftar isi: Apa itu Skill Finance? 10 Skill Finance yang Dicari HRD Cara Menonjolkan Skill Finance di CV Sudah Siap Cari Kerja di Bidang Finance? Apa itu Skill Finance? Skill Finance atau keterampilan keuangan adalah kemampuan individu untuk mengelola keuangan secara efektif. Dalam konteks pekerjaan, skill finance mencakup soft skills dan hard skills yang diperlukan untuk mengelola aspek keuangan dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Skill finance penting untuk dikuasai oleh profesi atau pekerjaan yang berhubungan langsung dengan manajemen keuangan, perencanaan, audit, investasi, dan kegiatan finansial lainnya. Berikut beberapa pekerjaan yang membutuhkan skill finance: Manajer keuanganAkuntanFinance StaffFinancial AuditorAnalis KeuanganPurchasing StaffCredit Analyst Penguasaan skill finance akan membantu pekerja finansial dalam membuat keputusan keuangan yang cerdas, mengelola risiko keuangan, dan mencapai tujuan keuangan yang ditetapkan perusahaan. Dengan kata lain, skill finance adalah kunci kesuksesan berbagai profesi di bidang keuangan. 📚 Baca juga:8 Prospek Kerja Lulusan Akuntansi yang Dibutuhkan dan Gajinya! 10 Skill Finance yang Dicari HRD Apa yang harus dikuasai oleh staff finance? CakeResume mencatat 10 skill finance staff yang kerap dicari oleh HRD atau recruiter. 10 skill finance ini terdiri dari hard skill finance dan soft skill finance yang dapat membantumu lolos kualifikasi minimum dan screening CV pada awal proses rekrutmen. 1. Matematika Pekerjaan di bidang finansial tak terlepas dari angka, perhitungan, dan rumus. Untuk itu, ilmu matematika sangat diperlukan untuk menunjang pekerjaan harian di bidang finansial. Ilmu matematika yang perlu dipelajari bukan matematika kompleks, melainkan matematika terapan yang relevan dengan keuangan. Kemampuan dalam menerapkan konsep-konsep matematika ini membantu dalam melakukan perhitungan keuangan, analisis data, dan membuat proyeksi keuangan yang akurat. 2. Akuntansi Akuntansi adalah salah satu keterampilan inti yang penting dikuasai oleh karyawan yang bekerja di bidang keuangan. Dikutip dari Harvard Business School, keahlian memahami neraca keuangan, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan tahunan, dan dokumen keuangan lain, diperlukan untuk memberikan informasi akurat kepada manajemen, investor, dan pemangku kepentingan terkait kondisi keuangan perusahaan. 3. Analisis Risiko Keterampilan analisis risiko adalah salah satu skill finance yang paling dicari HRD karena peran pentingnya dalam melindungi aset, modal, dan mengelola portofolio investasi perusahaan. Dengan skill analisis risiko, pekerja finansial dapat mengevaluasi dan memahami konsekuensi dari berbagai opsi keputusan yang tersedia. Ini memberikan wawasan berharga bagi pemangku kepentingan dalam menentukan arah kebijakan dan tujuan perusahaan. 4. Manajemen Arus Kas Manajemen arus kas atau cash flow management adalah proses pengelolaan pemasukan dan pengeluaran perusahaan dalam periode tertentu. Skill manajemen arus kas dibutuhkan untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki cukup uang dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional seperti membayar gaji karyawan, membeli bahan baku, serta menjaga keseimbangan keuangan. Skill manajemen arus kas menjadi komponen krusial bagi bisnis UMKM dan startup, sehingga beberapa HRD mensyaratkan skill ini bagi kandidat karyawan finance yang ingin direkrut. 5. Perencanaan Keuangan Skill perencanaan keuangan memegang peranan penting dalam membantu perusahaan dalam mengelola aset dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Dikutip dari Bay Atlantic University, pemahaman perencanaan keuangan memungkinkan pengambilan keputusan keuangan yang tepat dan mengalokasikan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan bisnis. 6. Laporan Keuangan Skill laporan keuangan adalah keterampilan fundamental yang perlu dikuasai staff finance. Skill ini penting untuk menganalisis performa dan kesehatan finansial perusahaan secara menyeluruh dalam periode tertentu. Laporan keuangan yang ideal dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan. 7. Manajemen Proyek Sebagai staff finance, penguasaan skill manajemen proyek membantumu mengelola proyek-proyek perusahaan secara lebih efektif dan efisien. Skill ini membutuhkan perencanaan, penganggaran, dan analisis data keuangan secara mendalam untuk mengontrol berbagai kegiatan yang terkait dengan proyek perusahaan. Skill manajemen proyek yang baik memastikan bahwa proyek-proyek perusahaan dapat berjalan sesuai rencana, waktu, dan anggaran yang telah ditetapkan. Selain itu, skill ini juga bisa membantumu mengidentifikasi dan mengatasi hambatan serta tantangan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan proyek. 8. Pembukuan Skill pembukuan meliputi kemampuan untuk merekam dan mencatat transaksi keuangan secara sistematis dan akurat. Informasi yang dicatat dalam pembukuan keuangan meliputi pendapatan, pengeluaran, aset, kewajiban, dan lainnya. Meski terlihat sama dengan akuntansi, skill pembukuan lebih sederhana karena berfokus pada pencatatan transaksi keuangan sistematis. Sedangkan akuntansi melibatkan analisis lebih lanjut dari data pembukuan, penyusunan laporan keuangan, interpretasi informasi keuangan, serta pengambilan keputusan. 9. Software Finance Di era bisnis digital, HRD cenderung lebih memprioritaskan kandidat yang memiliki penguasaan skill software finance. Pasalnya, saat ini banyak perusahaan yang telah menerapkan digitalisasi sebagai standar operasional dalam pengelolaan keuangan. Berikut merupakan daftar software finance yang populer digunakan: Microsoft Excel dan Google Spreadsheet (Spreadsheet Editor)Sage Intacct (Cloud Accounting)Xero (Accounting Software)CCRM (Risk Management Software)SAP Credit ManagementOracle (Accounting and ERP Software) 10. Komunikasi dan Skill Interpersonal Skill komunikasi dan Interpersonal termasuk dalam kategori soft skill finance yang penting untuk menunjang pekerjaan di bidang keuangan. Skill ini meliputi kemampuan berkomunikasi secara efektif secara lisan dan tertulis dengan pemangku kepentingan seperti manajemen, klien, rekan kerja, dan pihak eksternal seperti auditor dan regulator keuangan. Sementara itu, skill interpersonal dapat membantu membangun hubungan kerja dengan tim secara efisien, serta menyelesaikan konflik atau tantangan dengan cara yang lebih efektif dan produktif.Temukan loker finance terbaru di Cake, ayo jadi pelamar yang tercepat! 💫Lamar Sekarang10 Skill Finance yang Dicari HRD Cara Menonjolkan Skill Finance di CV HRD hanya mempunyai sedikit waktu untuk membaca CV, jadi pastikan kamu menonjolkan skill finance di CV-mu dengan jelas dan relevan. Berikut tim CakeResume bagikan beberapa tips dan cara menonjolkan skill finance di CV. 1. Tunjukan Pencapaian Deskripsikan pencapaianmu dan tonjolkan bagaimana skill finance yang kamu miliki berkontribusi dalam mencapai kesuksesan tersebut. Sebagai contoh, jika kamu berhasil mengoptimalkan laporan keuangan akurat dan tepat waktu, pastikan untuk menyertakan skill finance laporan keuangan dalam deskripsi pencapaianmu. Contoh Pencapaian dalam CV Akuntan: “Meningkatkan efisiensi pengelolaan laporan keuangan dengan merancang sistem otomatisasi baru dalam proses pelaporan.” 2. Gunakan Angka Penggunaan angka atau data kuantitatif akan secara efektif menyoroti skill finance yang kamu miliki di CV. Angka tidak hanya membuat pencapaian terlihat lebih kredibel, tetapi juga memberikan kejelasan dan meyakinkan kepada HRD mengenai dampak nyata dari skill finance yang kamu miliki. Contohnya dalam CV Akuntan: “Mempercepat proses audit keuangan dengan penggunaan software finance “X”, menghasilkan penghematan waktu sebesar 35%.” 3. Surat Lamaran Kerja Menulis surat lamaran kerja tetap menjadi bagian penting dalam proses melamar pekerjaan. Surat lamaran kerja menunjukan tekad kandidat untuk melamar posisi tertentu. Selain itu, surat lamaran kerja menunjukan profesionalitas kandidat dalam melakukan komunikasi tertulis secara formal. Di surat lamaran kerja, kamu bisa merinci skill finance dan pengalaman yang relevan dengan posisi yang dilamar. Dengan begitu, HRD atau recruiter bisa mengetahui bagaimana pengalaman dan kualifikasi kandidat, serta mencocokannya dengan persyaratan dan kebutuhan perusahaan.📚 Baca juga:38 Contoh Surat Lamaran Kerja Terbaik yang Dilirik HRD! 4. Buat CV Akuntan yang Profesional CV profesional dapat membantumu lolos screening awal dan lanjut ke tahapan interview. CV profesional di bidang finance menyertakan informasi lengkap dan relevan dengan pekerjaan yang dilamar. Pastikan menggunakan keyword, tata letak yang rapi, dan format ATS agar CV kamu mudah dipahami dan menarik perhatian HRD atau recruiter.Contoh CV Akuntan Profesional -- Dibuat di CakeResume Untuk mempermudah membuat CV profesional, kamu bisa memanfaatkan fitur CV Maker di website CakeResume. Ada 50+ template CV profesional yang mudah diedit dan diunduh secara gratis. Ayo, buat CV profesional-mu sekarang!🎉Buat CV Sudah Siap Cari Kerja di Bidang Finance? Ada puluhan lowongan pekerjaan finance di CakeResume yang bisa kamu pilih berdasarkan keahlian dan minat. Dengan opsi lowongan finance dari perusahaan lokal, nasional, hingga internasional, kamu bisa lebih leluasa memilih lingkungan kerja yang sesuai dengan visi dan tujuan karirmu.Temukan pekerjaan impianmu di bidang Akuntansi di CakeResume!Cari Kerja Kesimpulan Skill finance adalah keterampilan soft skills dan hard skills yang diperlukan untuk mengelola aspek keuangan dalam sebuah organisasi atau perusahaan.10 skill finance staff yang kerap dicari oleh HRD mencakup skill matematika, akuntansi, analisis risiko, perencanaan keuangan, manajemen arus kas, laporan keuangan, manajemen proyek, pembukuan, software finance, serta skill komunikasi dan intrapersonal.Skill finance dapat ditonjolkan melalui pencapaian kerja, penggunaan data kuantitatif (angka), surat lamaran kerja, dan CV profesional. Mau raih pekerjaan impianmu? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja CakeResume. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development! --- Ditulis Oleh Gama Prabowo ---
Career Development
Feb 10th 2025

Intip 4 Perbedaan Utama Finance dan Accounting dalam Perusahaan!

Jika kamu ingin untuk bekerja di bidang keuangan, Finance dan Accounting bisa menjadi pilihan karier mu.Finance dan Accounting merupakan dua bidang pekerjaan dengan gaji yang tinggi. Mengutip dari Glassdoor, rata-rata gaji karyawan finance di Jakarta adalah sekitar Rp 6,000,000 juta per bulan, dan rata-rata gaji karyawan accounting adalah sekitar Rp 5.000.000 juta per bulan.Finance dan Accounting adalah dua bidang yang sama-sama bergerak di bidang keuangan. Mungkin kamu bertanya-tanya, apa itu staff Finance? Apa bedanya dengan staff Accounting? Nah untuk itu di artikel kali ini CakeResume akan membahas mengenai arti Finance dan Accounting, tugas dan skill apa saja yang harus dimiliki, serta prospek berkarier di kedua bidang ini.Daftar Isi: Apa itu Finance? Apa itu Accounting? Apa Perbedaan Staff Accounting dan Staff Finance? Apa itu Finance? Finance artinya sebuah bidang yang berfokus pada pengelolaan uang dan cara memperoleh dana yang dibutuhkan oleh seorang individu atau perusahaan.Staff finance juga adalah orang yang bertanggung jawab untuk melakukan pengelolaan pinjaman, tabungan, investasi, dan penganggaran keuangan secara general.Finance adalah departemen yang sangat penting bagi stabilitas perusahaan karena orang-orang yang bekerja di bidang ini lah yang bertanggung jawab dalam menganalisa dan membuat keputusan perusahaan demi kesuksesan finansial perusahaan dalam jangka panjang. Apa itu Accounting? Berbeda dari Finance, Accounting berfokus pada pengidentifikasian, pencatatan, dan pengkomunikasian laporan keuangan sebuah perusahaan. Bekerja sebagai staff Accounting artinya mengukur kegiatan bisnis serta mengolah informasi keuangan menjadi data yang dapat disajikan kepada direktur, CFO atau orang yang bertugas untuk mengambil keputusan ekonomi perusahaan. Jadi, apa saja perbedaan antara Accounting dan Finance?Intinya, finance fokus dalam mengelola dan memperoleh keuangan perusahaan atau perorangan. Sedangkan accounting fokus dalam membuat laporan keuangan perusahaan atau perorangan. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah 3 perbedaan utamanya:FinanceBerfokus pada mengelola keuangan perusahaan/perorangan.Tugas utamanya mencakup perencanaan dan pengarahan dana keuangan perusahaan / individu.Tidak ada aturan atau rumusan dasar seperti pembuatan laporan keuangan di Akuntansi.AccountingBerfokus pada pembuatan aktivitas laporan keuangan perusahaan/perorangan.Tugas utamanya mencakup pencatatan dan pelaporan transaksi harian perusahaan / individu.Memerlukan rumusan dasar atau aturan untuk membuat laporan keuangan.Temukan loker finance terbaru di Cake, ayo jadi pelamar yang tercepat! 💫Lamar Sekarang Apa Perbedaan Staff Accounting dan Staff Finance?1. Perbedaan Tugas Finance dan Accounting Tugas Staff Finance Secara umum, tugas Finance adalah untuk mengelola keuangan dan memastikan adanya modal yang cukup untuk kebutuhan perusahaan. Di bawah ini adalah 3 poin utama yang merupakan jobdesk dari Staff Finance.1. Mengumpulkan dan Mendistribusikan DanaSalah satu tugas staff keuangan adalah mengumpulkan dan mendistribusikan dana untuk keperluan sehari-hari perusahaan. Mengelola pengeluaran sehari-hariMenghitung biaya produksiMengalokasikan dana untuk pembelian bahan baku serta dana untuk merekrut karyawan baru Selain itu, sebagai staff Finance kamu pun harus berpikir secara kreatif mengenai sumber dana dan pengalokasian dana untuk investasi, sehingga perusahaan akan tetap berada pada kondisi keuangan yang stabil.2. Mengelola Keuntungan PerusahaanSetelah berhasil mendapatkan sumber dana dan mengalokasikan dana dengan tepat, tugas kedua dari staf keuangan untuk melakukan jobdesk keduanya, yaitu mengelola keuntungan perusahaan secara tepat. Ketika keuntungan perusahaan bertambah dari hasil investasi dan kenaikkan pembelian dari konsumen, maka staff Finance juga bertugas untuk mengelola keuangan ke arah yang tepat. Misalnya dengan melakukan pembagian hasil keuntungan kepada pemegang saham, mengalokasikan dana di investasi berikutnya untuk perkembangan bisnis selanjutnya, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, penting bagi seorang Staff Finance untuk dapat menganalisis situasi saat hendak mengambil langkah yang tepat.3. Membuat dan Mengajukan Kebijakan kepada Petinggi PerusahaanSetelah Staff Finance menyelesaikan tugasnya untuk menganalisis, menyusun strategis, dan mengelola keuangan sebuah perusahaan, maka langkah berikutnya adalah untuk mendiskusikan dan mempresentasikan hasil analisisnya kepada para petinggi perusahaan. Saat hendak berdiskusi dan meyakinkan direktur perusahaan mengenai laporan tersebut, soft skill seperti komunikasi dan interpersonal skill sangatlah dibutuhkan oleh staff Finance. Dalam hal ini, tugas lain dari staff Finance adalah mendiskusikan dan meyakinkan pimpinan perusahaan untuk melakukan investasi, menyusun anggaran modal, dan membagikan keuntungan untuk para pemegang saham. Tugas Staff Accounting Berbeda dari staff Finance, jobdesk utama staff Accounting adalah mencatat, memelihara, dan mencatat laporan keuangan suatu perusahaan. Inilah 3 tugas utama dari staff Accounting.1. Menghitung Kontribusi Sumber DanaTugas pertama staff Accounting adalah menghitung dan membuat laporan pengalokasian sumber dana yang telah dirumuskan oleh staff Finance. Dengan ide dan analisis yang diberikan staff Finance, staff Accounting bertugas untuk meneliti dan melihat secara detail seberapa besar sumber dana tersebut berkontribusi untuk keuntungan perusahaan. Dengan demikian, petinggi perusahaan akan lebih mudah untuk membuat keputusan setelah melihat hasil laporan yang diberikan oleh staff Accounting.2. Memastikan Tagihan Terbayar Tepat WaktuPeran kedua dari staff Accounting adalah memastikan semua tagihan liabilitas operasional perusahaan terbayar tepat waktu, misalnya seperti hutang atau tagihan pajak, dan lainnya. 3. Mengatur Kontrak KeuanganTugas lain dari staff Accounting adalah mengatur dan memastikan semua kontrak sudah terpenuhi, misalnya kontrak dengan klien, pelanggan, maupun dengan kreditur. 2. Fungsi Staf Accounting dan Staf Finance Selain memiliki peran dan tugas yang berbeda, ternyata ada juga perbedaan fungsi antara staff Finance dan staff Accounting, lho. Staff finance berfungsi untuk mencari sumber dana dan menyusun strategi keuangan peruahaan, dan staff accounting berfungsi untuk membuat dan mengaudit laporan keuangan perusahaan. Berikut adalah penjelasannya lengkapnya. Fungsi Staf Finance Mencari sumber dana untuk bisnis perusahaan.Melakukan riset pasar dan memilih investasi terbaik untuk dapat meningkatkan modal keuangan perusahaan.Menyusun strategi keuangan sebuah perusahaan.Membuat anggaran dan prakiraan keuangan perusahaan.Mengoptimalkan biaya rata-rata sebuah perusahaan. Fungsi Staf Accounting Membuat dan mengelola laporan keuangan secara detail.Membuat pembukuan keuangan perusahaan.Melakukan audit keuangan perusahaan.Melakukan pelacakan terhadap pendapatan dan pengeluaran keuangan perusahaan.Melakukan perhitungan serta laporan dalam pengalokasian sumber dana dan keuntungan sebuah perusahaan. 3. Skill Staff Accounting dan Staff Finance Walaupun keduanya bekerja di bidang keuangan, tapi ada perbedaan skill antara Finance dan Accounting yang harus kamu ketahui! Finance DetailAnalisis dan problem solvingMemiliki rasa ingin tahu dan eksplorasi yang tinggiKeterampilan dalam pengembangan bisnisFokus pada menambah value keuangan sebuah perusahaan AccountingDetail dan akuratMenguasai matematika dan memiliki dasar akuntansiMenguasai software akuntansi, termasuk data entryBerpikir secara sistematis dan strukturalMemiliki kemampuan untuk memanajemen risiko4. Perbedaan Prospek Karir Accounting dan Finance Seperti yang telah dibahas di atas, perbedaan utama Finance dan Accounting terletak pada tugas dan skill yang dibutuhkan. Singkatnya, Accounting berurusan dengan laporan keuangan harian sebuah perusahaan, sementara Finance mencakup hal yang lebih luas karena berhubungan dengan pengelolaan aset dan perencanaan pertumbuhan keuangan di masa depan. Finance Ada banyak pilihan untuk berkarier di bidang Finance, misalnya seperti menjadi: Analis KeuanganBankir investasiPemeriksa keuanganPenasihat keuangan pribadiManajer keuangan Selain itu, kamu pun berkesempatan untuk bekerja di konsultan keuangan perusahaan, perbankan, serta penjaminan asuransi.Accounting Ada banyak pilihan untuk berkarier di bidang Finance, misalnya seperti menjadi: Akuntan PajakPembukuanBendaharaAuditor, dan lainnya.Yuk, cari kerja di bidang akuntansi dan finance di CakeResume!Cari Kerja 📚Baca juga: 7 Prospek Kerja Lulusan Akuntansi Menjanjikan dan Gajinya! Perbedaan Accounting dan Finance KesimpulanNah, sudah paham kan perbedaan tugas, skill, dan prospek karir dari staff Finance dan Accounting?Finance adalah sebuah bidang yang berfokus pada pengelolaan uang dan cara memperoleh dana yang dibutuhkan oleh seorang individu atau perusahaan.Accounting adalah bidang yang berfokus pada pengidentifikasian, pencatatan, dan pengkomunikasian laporan keuangan sebuah perusahaan.Staff finance juga bertanggung jawab untuk melakukan pengelolaan pinjaman, tabungan, investasi, dan penganggaran keuangan secara general. Staff accounting bertugas untuk mengukur kegiatan bisnis serta mengolah informasi keuangan menjadi data yang dapat disajikan kepada direktur atau pemangku kepentingan lainnya. Singkatnya, staf keuangan adalah orang yang berurusan untuk menganalisis mengelola serta mengawasi pergerakan keuangan perusahaan secara general, sementara staff Accounting adalah mereka yang bertugas untuk membuat laporan keuangan harian secara mendetail. Dengan memahami perbedaan dasar ini, akan lebih mudah bagimu untuk memilih jurusan kuliah dan mempersiapkan diri untuk bekerja di bidang Finance dan Accounting. Mulailah sekarang dan coba tentukan pilihanmu, ya! Selamat mencoba ✨Mau raih pekerjaan impianmu? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja CakeResume. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development!
Industry & Job Overview
Aug 26th 2025

Understanding the Key Differences: Accountant vs Staff Accountant

Accountant vs staff accountant Accountant vs Staff Accountant: Understanding the Key Differences Though their tasks are related, accountants and staff accountants have distinct roles and specific skills. It's important for employers to understand how these jobs differ in order to make appropriate hiring decisions as their organizations grow. For job seekers, understanding the difference between these roles can help them make decisions about which open positions to apply for and which roles are more appropriate for their unique skills. Businesses of all sizes rely on accurate accounting, so demand for skilled professionals is high. Choosing the right role for your skills, experience, and goals can make a big difference in your professional development. The field of accounting is an essential one for businesses that rely on accountants for their financial health through accurate financial reporting, compliance with tax laws, and input on strategic planning. Among these roles are accountants and staff accountants, which both involve essential accounting skills but differ in their scope and responsibilities. In this article, we'll break down all the differences between a general accountant and a staff accountant role. Table of Contents What Does a General Accountant Do? What Does a Staff Accountant Do? Key Differences Between an Accountant and a Staff Accountant Accounting Career Path and Opportunities. Which Role is Right for You? Conclusion What Does a General Accountant Do? A general accountant supports organizations by tracking their finances and providing guidance, helping them to make sound financial decisions. Some of their key responsibilities include: Analyzing financial dataCollecting and tracking transactionsOrganizing internal audits or assisting with external auditsReconciling accounts and bank statementsEnsuring tax regulatory complianceReviewing financial recordsAssisting with the financial management of a company These tasks are essential to a business's success. General accountants keep financial records that help their organization make important financial decisions, track cash flow, and manage a budget. Their support is essential for ensuring compliance with tax regulations and making the most of deductions. As their role has a broader scope, their input may be solicited to help with financial strategic planning for the business. Since accounting is essential to any business, this role is versatile across various industries. Everything from technology and healthcare to retail or government requires an accounting department, so possibilities are endless. What Does a Staff Accountant Do? Staff accountants, unlike general accountants, serve a more specific function. Staff accountants tend to be mid-level or entry-level positions in an accounting department, and they may report to more senior accountants on their team. They focus on daily accounting tasks, such as: Preparing financial statementsPreparing and submitting tax documents and tax paymentsManaging accounts payable Managing accounts receivablePreparing journal entriesManaging payrollTracking expenses and preparing expense reports Where general accountants have more flexible tasks, staff accountants have a more structured role and clearly defined routine clerical duties. They may report to an accounting manager or even a general accountant. Staff accountants assist business operations with the necessary daily tasks that maintain a company's financial health. Key Differences Between an Accountant and a Staff Accountant While it may be easy to confuse general accountants with staff accountants, the two roles differ in responsibilities, skills needed, and career expectations. We'll examine the difference between a staff accountant and a general accountant. General AccountantStaff AccountantScope of workA general accountant has a wide scope of responsibilities that include strategic planning and financial analysis. They may be less concerned with daily accounting duties like journal entries and more focused on big picture accrual accounting. They may also advise their organization on tax laws and financial strategy. They work as more of a flexible generalist instead of a specialized accountant. A staff accountant, in contrast, has a more specialized set of tasks and responsibilities. Staff accountants are responsible for routine clerical duties like payroll and processing invoices. They handle accounts payable and accounts receivable, and their scope maybe even more focused during the month and year-end reporting periods. Level of experience requiredGeneral accountants typically require at least three years of experience before taking on more broad tasks and strategic planning roles. Staff accountants can be more junior accountants. Some staff accounting roles are offered at the entry-level, while others can require up to three years of experience.Reporting structure and work environmentAccountants tend to have more autonomy than staff accountants and handle more holistic long-term tasks and projects. They may still report to a supervisor, such as a finance manager or chief financial officer. A general accountant may oversee junior accountants on their team, and their work environment may be more independent. Staff accountants may report to an accounting manager or a supervisor. Their work environment can be collaborative, and in larger organizations, they work with other mid or entry-level staff accountants. Since they tend to have less experience than more senior accountants, their role is focused on learning and collaboration.Educational qualifications neededFor aspiring general accountants, a bachelor's degree in accounting or finance is required, as well as specialized certifications like CMA or CPA, which we'll explore in detail. General accountants should also consider pursuing a master's degree in accounting or business administration to open them up to more roles in senior positions. For those looking to pursue a career in staff accounting, a bachelor's degree in accounting or a related topic is also typically a requirement. As this role is available at the entry level, further certification may not be necessary.Essential skills neededA general accountant needs extensive knowledge of accounting principles, as well as problem-solving and analytical skills, as their advice and analysis are essential for the financial stability of their organization. They should also be skilled in project management and have the leadership skills necessary to manage any junior accountant under them. A staff accountant needs more foundational skills in accounting, such as data entry and basic accounting principles. They should also be familiar with the most common accounting software and need soft skills like organization and time management. While a bachelor's degree is required for staff accounting and general accounting roles, specialized certifications can also boost your career prospects and help you specialize or build on existing skills. Some of the most common professional certifications for accounting include: CPA: Certified Public Accountant (CPA) is an essential certification for professionals who wish to pursue jobs in public accounting. CPA-certified accountants can offer services like tax preparation and auditing. To get CPA certification, applicants have to pass an exam that consists of four parts and covers a range of accounting principles. CMA: Certified Management Accountant (CMA) is a certification for accountants interested in corporate accounting. A certified management accountant is more qualified to do internal financial analysis and strategic planning, making them valuable decision-makers for businesses. Accountants can gain CMA certification by passing the two-part exam. CIA: Certified Internal Auditor (CIA) is a certification for accountants pursuing careers related to internal auditing and risk management. CIA certification allows accountants to monitor the effectiveness of internal systems. The CIA exam has three parts. CFA: Chartered Financial Analyst (CFA) certifies accountants in portfolio management. The CFA institute offers three mandatory levels of exams, and their coursework teaches a practical understanding of investment analysis and global markets. 📚 Further reading:What's the Difference Between ACCA vs CPA—Choose the Right Certifications for Your Career Accounting Career Path and Opportunities. Which Role is Right for You? The accounting profession has exciting career prospects across industries and in many different roles. Whether you choose the career path of an accountant or a staff accountant, interesting opportunities can unfold, but starting in either role can lead to different career outcomes: For a general accountant, leadership roles are a typical career trajectory. After a few years in an accounting department, a general accountant could advance to an accounting manager role, overseeing a team of junior accountants under them. With the right certification and years of experience, a general accountant can work as a controller, managing all accounting operations in a company. With more advanced qualifications, a general accountant can work as a forensic accountant, a financial analyst, a consultant, or even a chief financial officer. For staff accountants, career progress will depend on educational qualifications and experience. With enough experience in accounting firms, a staff accountant can eventually advance into a senior accountant or general accountant role. Like general accountants, career possibilities include senior positions like controller or manager. With specific certifications, staff accountants can work as cost accountants or tax accountants. When it comes to deciding between a general accountant and a staff accountant, it's important to weigh elements like goals and interests to help you narrow your choices. Consider the following when deciding which career path is best for you: Career advancement and goals: Everyone has to start somewhere, and staff accountants have a typical entry-level role in accounting. If you're looking for experience early in your career, staff accounting may fit your current skills and knowledge. A general accountant role is more involved in strategic decision making and less concerned with the day-to-day. If your goal is career advancement and you have some experience already, a general accountant role offers the chance to engage in more complex financial tasks. Salary: Staff accountants manage routine accounting tasks, and their salaries reflect their experience level and responsibilities. A general accountant likely enjoys a higher salary than a staff accountant since their role may involve financial management and leadership responsibilities.Responsibilities: Staff accountants work with their managers to fulfil their weekly responsibilities, and they are an important part of a larger team in the accounting department. If you prefer a more supported role with more clearly defined responsibilities, you might be better suited for staff accounting. In contrast, a general accountant has more autonomy in their position and may oversee junior accountants. If independence is important to you, consider a role in general accounting. Work environment: A crucial aspect of your career decision is the work environment. Staff accountants work in larger teams alongside their managers, and they enjoy predictable hours and set tasks. A general accountant has more flexibility and independence in their role, which isn't well-suited to everyone. Desired skills: Staff accountants use foundational skills to assist with routine tasks, while a general accountant develops and uses more advanced analytical skills. Staff accounting may be a better fit for those looking to broaden their exposure to accounting principles, while general accounting is a better option for professionals looking to develop their technical expertise.Qualifications required: While both general and staff accountants require at least a bachelor's degree in accounting or finance, staff accountants may not need advanced qualifications. As an entry-level role, experience is often not required. A general accountant should already have some experience in accounting, and certification may be necessary for some positions. Conclusion While general and staff accountant roles are easily confused with each other, there are big differences between these positions. Staff accountants are responsible for daily routine tasks, like tracking financial transactions or financial statement preparation. In contrast, a general accountant is responsible for more strategic decision making like financial analysis and regulatory compliance. When choosing between these roles, it's important to consider how each position fits your unique skills, experience, goals, and preferences. No matter which position you choose, both general and staff accountants play an important role in the financial sector, and they complement each other, working together to contribute to their company's financial health. Both roles have their own unique advantages, and either choice can contribute to a successful career in accounting. Want to know how your resume stacks up? Our AI resume checker evaluates formatting, keywords, and content to help you stand out to recruiters. Analyze My Resume — Originally written byTiffany Quinn —
Industry & Job Overview
Feb 10th 2025

Apa itu Purchasing Staff: Tugas, Skill Set, Jenjang Karir

Perusahaan tentunya membutuhkan kebutuhan akan barang atau jasa yang harus dipenuhi untuk melaksanakan proses kerjanya. Maka, perusahaan manufaktur membutuhkan tenaga bagian purchasing atau yang biasanya juga disebut sebagai purchasing staff atau buyer. Apa itu purchasing staff? Secara umum, staff purchasing adalah pihak dari perusahaan yang bertanggung jawab dalam pembelian barang atau jasa untuk perusahaan. Bagi kamu yang penasaran arti purchasing staff, gaji purchasing staff, job desk purchasing staff, alur kerja, skill, dan cara menjadi purchasing staff, kamu sedang membaca artikel yang tepat! Daftar isi:Apa Arti Purchasing Staff? Job Desk Purchasing Staff Alur Kerja Staff Purchasing Skill Penting Staff Purchasing Cara Menjadi Purchasing StaffApa itu Staff Purchasing?Pengertian Purchasing Staff Purchasing adalah divisi yang memiliki peran penting dalam sebuah perusahaan. Divisi ini bertugas membeli barang atau jasa dari pihak ketiga untuk kebutuhan operasional perusahaan. Purchasing officer atau purchasing staff adalah karyawan yang bertanggung jawab dalam mengurus pembelian material yang dibutuhkan di perusahaan. Pembelian yang dilakukan staff purchasing yaitu barang-barang yang mendukung kinerja perusahaan. Barang tersebut bisa berupa: Perlengkapan kantorBahan baku, dan material lainnya yang dibutuhkan oleh divisi lainnya. Oleh karena itu, purchasing staff perlu mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan, seberapa besar anggaran, dan apa rencana perusahaan untuk kedepannya.Gaji Purchasing Staff Bagi kamu yang ingin berkarir menjadi staff purchasing, kamu tidak perlu khawatir karena gaji purchasing staff cukup menggiurkan. Namun, besarnya gaji purchasing staff bergantung pada jabatan dan lokasi. Besarnya tugas dan tanggung jawab purchasing staff pun juga menentukan tingginya gaji. Selain itu, sektor-sektor industri besar seperti konstruksi dan tekstil juga menawarkan gaji yang besar. Profesi purchasing staff memiliki jenjang karir yang menjanjikan. Berikut adalah gaji purchasing staff berdasarkan jabatannya: Purchasing Staff perusahaan skala kecil: Rp. 2.000.000 - 2.500.000Staff Junior Purchasing: Rp. 3.782.061Staff Purchasing: Rp. 4.312.000Senior Purchasing: Rp. 4.891.159Manager Purchasing: Rp. 12.054.086 - Rp. 18.840.877 Tergiur untuk menjadi purchasing staff? Yuk, pelajari lebih lanjut tentang job desc purchasing staff!📚 Bacaan lanjutan:Apa itu Business Development? Berikut Job Desk dan Tugasnya [+Contoh CV]Tugas dan Tanggung Jawab Purchasing StaffAda banyak tugas purchasing staff yang harus dikerjakan setiap harinya. Job desk staff purchasing meliputi tugas yang dipercayakan oleh purchasing manager seperti melakukan riset akan pemasok dan vendor, memeriksa barang, dan memeriksa laporan. Dari sini bisa dilihat bahwa, purchasing officer adalah seseorang yang mampu multitasking dan mengevaluasi produk dan vendor. Di bawah ini adalah tugas purchasing staff dengan lebih detail, yaitu: Melakukan riset barang dan mencari supplier baru.Melakukan analisa Total Cost of Ownership (TCO).Membuat daftar pembelian barang atau jasa yang dibutuhkan perusahaan. Misalnya, peralatan kantor, komputer baru, pembelian bahan baku, dll.Melakukan kategorisasi barang supaya mudah dipahami. Misalnya, berdasarkan langganan, jenis Purchase Order (PO), periode pembelian, dll.Membuat daftar nama supplier.Membangun hubungan profesional dengan klien dan supplier.Mengajukan persetujuan Purchase Order (PO) pada kepala divisi keuangan untuk memesan barang atau bahan baku.Melakukan proses pemesanan barang kepada supplier.Melakukan negosiasi kepada supplier untuk mendapatkan harga yang terbaik dan profitable.Memantau agar pengiriman barang berjalan sesuai jadwal yang direncanakan.Memastikan kondisi dan kualitas barang yang dipesan sudah memenuhi kebutuhan perusahaan.Mencatat faktur Purchase Order (PO) dan menghubungi divisi keuangan tentang pembayaran barang yang telah dipesan.Bekerja sama dengan tim gudang tentang penyimpanan barang.📚 Baca juga:Apa itu Business Consultant? Kenali Tugas, Gaji, Skill, Dll.!Bagaimana Cara Kerja Purchasing Staff? Untuk mengerti lebih dalam tentang tugas staff purchasing, CakeResume telah menyediakan penjelasan tentang alur pekerjaan purchasing staff. 1. Melakukan Perencanaan Sebelum melakukan pembelian, purchasing staff harus membuat perencanaan untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan. Ketika melakukan perencanaan, purchasing staff harus mengetahui anggaran yang disetujui oleh perusahaan. Selain itu, biasanya staff purchasing menggunakan Total Cost of Ownership (TCO) untuk menganalisa beberapa pilihan akan rincian biaya yang akan dikeluarkan. Saat melakukan analisa Total Cost of Ownership (TCO), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: Apakah barang atau jasa tersebut harus dibeli atau sewa?Apa tujuan dari penggunaan barang atau jasa tersebut?Berapa total biaya yang dibutuhkan untuk pembelian barang tersebut?Kapan supplier bisa menyediakan barang atau jasa tersebut?Bagaimana reputasi supplier? 2. Memilih Supplier Langkah berikutnya adalah pemilihan pemasok/supplier. Pilihlah supplier yang memiliki reputasi bagus, tidak pernah ada masalah keuangan, tidak ada masalah selama proses pemesanan atau pengiriman, dan menyediakan bantuan teknis yang baik jika diperlukan. Disarankan untuk memilih supplier yang lokasinya dekat dengan perusahaan. Tujuan dari hal ini adalah untuk menghemat biaya transportasi pengiriman barang yang dipesan. Keuntungan memiliki supplier langganan: Hemat waktuBisa mendapatkan harga yang lebih murahPembayaran lebih fleksibelTidak perlu melakukan riset supplier baru 3. Melakukan Penawaran dan Negosiasi Selain dua hal di atas, purchasing staff juga harus melakukan penawaran berdasarkan dokumen Request for Information (RFI). Dokumen ini berisi tentang: Kemampuan supplier yang dibandingkan dengan biaya yang akan dikeluarkan oleh perusahaanRincian barang yang akan dipesanLama waktu pengirimanJatuh tempo pembayaran Setelah penawaran, hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah negosiasi. Negosiasi dilakukan untuk mendiskusikan harga, fitur, servis, dan waktu. Langkah ini dilakukan supaya kamu dan supplier bisa saling memahami kebutuhan.Temukan loker finance terbaru di Cake, ayo jadi pelamar yang tercepat! 💫Lihat LokerSkill Penting untuk Pekerjaan Purchasing Staff1. Komunikasi Karena salah satu tugas dan tanggung jawab purchasing staff adalah mencari supplier, pelanggan, dan rekan kerja perusahaan dari divisi lain, maka seorang purchasing staff harus pandai berkomunikasi. Skill komunikasi yang dimaksud disini tidak hanya secara verbal, namun juga secara tertulis. Hal ini akan membantu tim bagian purchasing untuk membangun hubungan yang baik dengan supplier dan anggota divisi lain di perusahaan. 2. Negosiasi Selain skill berkomunikasi, kemampuan negosiasi juga sangat penting, karena purchasing officer adalah seseorang yang bertugas untuk mendapatkan barang dan jasa dengan harga dan kualitas yang terbaik. Purchasing staff harus sebisa mungkin memperkecil dana yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. 3.Networking Networking sangat membantu pekerjaan purchasing staff dalam melaksanakan tugasnya. Alangkah baiknya jika purchasing staff memiliki koneksi supplier yang luas, baik itu dari industri bahan baku, jasa ekspor-impor, catering makanan, event organizer, maupun digital agency. Hal ini akan mempermudah staff purchasing untuk mendapatkan supplier baru yang menawarkan harga yang lebih murah dan kualitas barang atau jasa yang lebih bagus. 4. Pengetahuan tentang Perpajakan Purchasing staff artinya staff yang bertugas mengenai pembelian barang. Ketika kita membeli barang, tentu juga ada pajak yang harus dibayar. Jadi, purchasing staff harus mengetahui bagaimana sistem perpajakan, setidaknya kamu harus paham dasar sistem perpajakan. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu, “Berapa, Kemana, dan Kapan” pajak tersebut harus dibayar. 5. Skill dalam Menggunakan Microsoft Office dan Komputer Setiap hari, pekerjaan purchasing staff berhubungan dengan dokumen, baik itu berupa dokumen digital ataupun kertas. Purchasing staff wajib memiliki keahlian dalam mengaplikasikan Word, Excel, dan PowerPoint. Meskipun terlihat sederhana, tetapi skill Microsoft Office dan komputer sangat dibutuhkan untuk mengerjakan pencatatan, pembuatan Purchase Order (PO), tracking pengiriman barang, dokumentasi pembelian, dan lain-lain.📚 Baca juga:20+ Contoh Skill Komputer Dalam CV dan Cara Menulisnya! 6. Mencatat dan Mengorganisir Dokumen Proses pemesanan barang dan jasa yang dilakukan oleh staff purchasing tidaklah sedikit. Oleh karena itu, mencatat dan mengorganisir dokumen merupakan salah satu tugas staff purchasing. Dokumen staff purchasing ini termasuk aset perusahaan yang sifatnya konfidential. Maka, skill purchasing staff yang diperlukan yaitu mampu menyimpan dokumen-dokumen tersebut secara efisien dan tersusun rapi.Cari peluang karir di perusahaan manufaktur? Cari loker manufaktur terbaru di sini!Lamar SekarangCara Menjadi Staff Purchasing1. Peroleh Gelar Sarjana Untuk memperoleh pengetahuan yang relevan dalam pekerjaan purchasing, mungkin kamu bisa mengejar gelar sarjana di bidang: Bisnis atau ManajemenLogistikSupply Chain Management, atau jurusan lainnya yang relevan. 📚 Baca juga10 Prospek Kerja Administrasi Bisnis Menarik dan Gajinya! 2. Ambil Sertifikasi Pertimbangkan untuk mengambil berbagai macam sertifikasi yang relevan dengan bagian purchasing, baik itu merupakan sertifikat yang membuktikan bahwa kamu mahir dalam mengaplikasikan software ataupun pengetahuan akan purchasing. Contoh sertifikasi yang bisa kamu ambil, yaitu: Certified International Purchasing/Procurement Manager (CIPM, Level 2)Certificate IV in Procurement and ContractingDiploma LogistikCertified Procurement Specialist (CPSp)Microsoft Office Specialist (MOS) 3. Pengalaman Kerja Tentunya kamu membutuhkan pengalaman kerja yang mirip dengan bagian purchasing untuk melaksanakan tugas dengan lancar. Pengalaman tersebut tidak harus merupakan pengalaman kerja full-time, tetapi kamu juga boleh mencantumkan pengalaman internship di CV kamu. Bagi kamu yang masih kuliah, internship dept purchasing adalah salah satu pilihan yang bisa kamu coba untuk mendapatkan training dan pengalaman dalam melaksanakan tugas purchasing staff. Dari pengalaman ini, kamu bisa mendapatkan pengetahuan akan proses pembelian barang dan jasa, dokumentasi, dan lain-lain.📚 Bacaan lanjutan:10 Manfaat Magang (PKL) Bagi Mahasiswa [+Tips Dapat Magang] 4. Buat CV Purchasing Staff Cara terakhir untuk menjadi purchasing staff adalah membuat CV yang baik dan menarik. Perhatikan contoh CV purchasing staff berikut ini!Contoh CV Purchasing Staff - Dibuat di CakeResume Ingin melamar kerja tapi CV belum siap? Yuk, kunjungi CakeResume dan buat CV yang menarik dan ATS-friendly! Cepat, mudah, dan gratis, lho!🎉Buat CVKesimpulan Staff purchasing adalah staf yang mengurus pemesanan barang atau jasa yang dibutuhkan untuk mendukung kinerja perusahaan.Job desc purchasing staff: membuat daftar pembelian, negosiasi, tracking pengiriman barang, dll.3 alur kerja bagian purchasing staff: melakukan perencanaan, memilih supplier, dan melakukan penawaran dan negosiasi.Skill yang diperlukan purchasing staff: komunikasi, negosiasi, networking, pengetahuan tentang perpajakan, Microsoft Office dan komputer, dokumentasi.Cara menjadi staff purchasing: peroleh gelar sarjana, ambil sertifikasi, pengalaman kerja, dan buat CV purchasing staff.Sedang mencari lowongan kerja? Lihat lowongan kerjapurchasing terbaru di Cake!👇🏻 Rekomendasi Lowongan Kerja Cake adalah aplikasi dan website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan Cake dan cari lowongan di website cari kerja atau aplikasi cari kerja kami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu!
Industry & Job Overview
Feb 10th 2025

Profesi PPIC Staff: Tugas, Gaji, Syarat, dan Contoh CV-nya!

Apabila kamu tertarik untuk bekerja di industri manufaktur, kamu harus mengenal istilah yang disebut “PPIC”. PPIC merupakan aspek penting yang berhubungan dengan proses produksi dan persediaan (supply). Melansir Kementerian Investasi/BKPM, Di Indonesia sendiri industri manufaktur masih menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi hingga 20,27% pada perekonomian skala nasional. Maka dari itu, masih banyak lapangan pekerjaan yang terbuka untuk masyarakat di bidang ini. Jika kamu tertarik, sebaiknya ketahui dulu apa saja aspek-aspek penting dari perusahaan manufaktur, seperti PPIC.Daftar isi: Apa itu PPIC? Job Desk PPIC Staff Manfaat PPIC Dalam Perusahaan Keterampilan yang Harus Dimiliki Staff PPIC Gaji Staff PPIC Cara dan Syarat untuk Menjadi PPIC Staff Apa itu PPIC? Apa itu PPIC? PPIC adalah kepanjangan dari Production Planning Inventory Control. Dalam sebuah perusahaan manufaktur, hal yang satu ini memiliki hubungan erat dengan proses produksi. PPIC adalah sebuah praktik pada proses perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku yang akan diproduksi menjadi barang jadi. Pada umumnya, PPIC staff menjadi sebuah departemen khusus di perusahaan manufaktur. PPIC staff adalah karyawan yang memastikan agar proses produksi dan persediaan barang dapat berjalan sesuai rencana yang telah ditentukan.Cari peluang karir di perusahaan manufaktur? Cari loker manufaktur terbaru di sini!Lihat Loker Tugas PPIC Staff Apa tugas staff PPIC ? Apa yang mencakup jobdesk PPIC staff? Staff PPIC memiliki tanggung jawab yang krusial di sebuah perusahaan manufaktur. Karena PPIC lah yang menentukan perhitungan produksi dapat maksimal atau tidak. Kemudian,dalam menjalankan tanggung jawabnya, PPIC bekerja sama dengan divisi lain seperti finance, sales, hingga procurement. Untuk lebih jelasnya, berikut penjabaran tugas PPIC staff serta tanggung jawabnya: Membuat dan menangani pesanan untuk proses produksi.Merencanakan jadwal produksi dan memastikan prosesnya berjalan lancar.Meninjau perkiraan penjualan dan permintaan produk.Menjadwalkan proses produksi berdasarkan tingkat bahan baku yang tersedia.Merencanakan proses pengadaan berdasarkan perkiraan permintaan pelanggan.Memperkirakan kebutuhan inventarisPengawasan terhadap bahan baku yang disimpan dalam gudang.Pengawasan proses penerimaan dan pengiriman barang dari gudang.Merencanakan jadwal produksi untuk memenuhi pesanan secara efektif.Mengelola produktivitas alat berat yang digunakan dalam proses produksi.Memecahkan masalah yang berkaitan dengan proses produksi.Menganalisis dan memenuhi kapasitas serta kebutuhan sumber daya dalam proses produksi.Memantau tingkat stok bahan baku untuk memastikan kelancaran proses produksi.Memberikan laporan atau update data persediaan ke bagian keuangan. Manfaat PPIC Dalam Perusahaan PPIC sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk memastikan kelancaran produksi sehingga pengadaan produk dapat berjalan dengan lancar. Jobdesk PPIC mempengaruhi sistem produksi dan tercapainya target perusahaan Berikut adalah manfaat PPIC untuk perusahaan: Proses produksi berjalan dengan lancar sehingga pengadaan produk bisa terpenuhi dengan baik.Seluruh inventaris yang berkaitan dengan produksi terjaga dengan baik sehingga tidak akan menghambat proses produksi.Pengeluaran bisa terkontrol karena manajemen inventori berjalan secara efektif.Return on Assets atau ROA meningkat karena produksi perusahaan juga meningkat.Anggaran perusahaan bisa dikontrol untuk bagian produksi.Persediaan bahan baku bisa terkontrol.Divisi marketing dan sales bertugas dengan maksimal karena proses produksi berjalan lancar dan stok bahan baku dan produk terkontrol dengan baik. Skill yang Dibutuhkan Staff PPIC 1. Manajemen resiko kemampuan ini berguna untuk meminimalisir kesalahan selama proses pengawasan produksi. Manajemen risiko meliputi penerapan kebijakan, prosedur, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, penanganan risiko, monitoring, hingga komunikasi dan konsultasi. 2. Negosiasi dan komunikasi kemampuan ini berguna untuk PPIC staff harus melakukan diskusi dengan berbagai sosok dari berbagai divisi untuk menunjang keberhasilan tugas. Kemampuan komunikasi yang baik juga menjadi penting supaya tidak ada kesalahpahaman ketika melakukan negosiasi atau komunikasi dengan divisi lain. 3. Kemampuan analisis Kemampuan ini mempengaruhi staff dalam membuat laporan, mengolah data, hingga memecahkan masalah ketika jika ada isu atau masalah yang terjadi selama produksi. Dengan kemampuan analisis, permasalahan dalam sistem produksi dapat diminimalisir dan membantu tercapainya target perusahaan. 4. Inventory control Kemampuan ini meliputi kemampuan manajemen dan pengawasan yang mendetail. Hal ini karena mempengaruhi kontrol pada sistem produksi yang dimulai dari barang mentah hingga menjadi barang jadi. Hal ini juga mencakup kontrol pada stok barang, persediaan gudang, dan lainnya. Dengan skill ini, diharapkan PPIC staff selalu teliti terhadap hal-hal sesederhana apapun supaya tidak ada yang terlewatkan dalam proses produksi. Gaji Staff PPIC Selanjutnya, berapa gaji staff PPIC ? Apabila kamu tertarik menjadi seorang PPIC staff, tetapi belum memiliki pengalaman, kamu bisa melamar sebagai entry level staff. Seorang PPIC staff di entry level akan mendapatkan gaji sekitar Rp3.500.000 hingga Rp4.500.000. Kemudian apabila kamu sudah memiliki pengalaman dan kinerja yang baik, kamu akan mendapatkan promosi di posisi yang lebih tinggi, bahkan hingga level manajer. Biasanya, untuk posisi manager di bagian PPIC, gaji yang didapatkan berkisar Rp 10.000.000 – Rp 15.000.000.Temukan lowongan kerja FMCG terbaru di Cake dan mulai perjalanan kariermu di perusahaan FMCG💫Lamar Sekarang Tips untuk Bekerja di Departemen PPIC 1. Menempuh pendidikan sarjana Menjadi PPIC staff harus memiliki sifat pembelajar, skill analitis, kemampuan untuk memecahkan masalah serta berjiwa kepemimpinan. Maka dari itu, pendidikan menjadi pertimbangan penting untuk menentukan seseorang dapat diterima sebagai PPIC staff atau tidak. Jurusan pendidikan yang relevan dengan bidang PPIC adalah sarjana teknik (terutama teknik industri), manajemen, bisnis atau administrasi bisnis 2. Memiliki pengalaman yang relevan Pengalaman dalam bekerja atau pengalaman selama mengenyam pendidikan juga menjadi faktor paling penting agar seseorang bisa diterima sebagai PPIC staff. Pengalaman ini harus relevan dengan industri PPIC yang dituju sehingga menjadi nilai tambah dan bekal untuk berkontribusi pada perusahaan yang dituju. 3. Buat CV PPIC staff Terakhir, untuk kebutuhan dokumen melamar posisi sebagai PPIC staff, tentu dibutuhkan CV yang menunjang kualitas kandidat untuk diterima di perusahaan. Berikut merupakan contoh CV PPIC staff untuk melamar sebagai posisi Manajer pada sebuah perusahaan. Buat CV PPIC Staff dengan mudah dan cari pekerjaan impian mu di CakeResume!🎉Buat CV Kesimpulan PPIC adalah sebuah praktik pada proses perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku yang akan diproduksi menjadi barang jadi.PPIC staff adalah karyawan yang memastikan agar proses produksi dan persediaan barang dapat berjalan sesuai rencana yang telah ditentukan.PPIC sangat dibutuhkan oleh perusahaan dan memiliki manfaat untuk memastikan kelancaran produksi sehingga pengadaan produk dapat berjalan dengan lancarSkill yang dibutuhkan PPIC staff adalah manajemen risiko, negosiasi, komunikasi, berpikir analisis, serta kemampuan inventory control.Upah PPIC staff entry level dimulai dari 3.500.000 hingga Rp4.500.000.dan upah manager PPIC staff dimulai dari 10.000.000 hingga 15.000.000.Agar berhasil bekerja di departemen PPIC, kandidat diharapkan menempuh pendidikan yang relevan, memiliki pengalaman yang relevan, dan membuat CV yang menunjang kualitas kandidat. Mau raih pekerjaan impianmu? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja CakeResume. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development! --- Ditulis Oleh Christy Angestu ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!