Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Resume & CV
Mar 5th 2025

Contoh CV Freelance Lengkap dengan Surat Lamaran Kerja & Cara Membuatnya

Jenuh dengan pekerjaan kantoran atau yang jam kerjanya 9-5? Mungkin kamu bisa mempertimbangkan untuk switch career menjadi seorang Freelancer. Selain memiliki konsep work from anywhere, Freelance Job juga bisa menjadi salah satu pekerjaan side-hustle di zaman sekarang.Ada beragam jenis pekerjaan Freelance yang populer, diantaranya adalah Freelance Writer, Freelance Content Writing, Freelance Web Design, dan sebagainya.Skill dan pengalaman kerja merupakan dua hal penting dalam membuat portofolio dan CV Freelance mu.Jika kamu baru pada dunia Freelance, maka sangat tepat untuk mampir dan membaca artikel kali ini, karena Cake akan mengupas langkah-langkah detail mengenai pembuatan CV Freelance serta berbagai contoh CV pengalaman kerja yang dibutuhkan dalam dunia Freelance. Daftar isi:Cara Membuat CV FreelanceTips Membuat CV FreelanceContoh dan Template CV Freelance Contoh CVFreelance Virtual Assitant --- Dibuat di Cake Cara Membuat CV Freelancer yang Menarik Berikut adalah beberapa poin penting mengenai cara membuat CV freelance yang menarik. 1. Buat Biodata Diri yang Meyakinkan Pada umumnya, biodata diri berisi tentang informasi diri yang bertujuan agar perusahaan lebih mengenal mu. Selain data diri secara umum, penting juga untuk menunjukkan informasi seputar skill dan portofolio mu melalui link website atau profil online mu. Misalnya jika ingin melamar sebagai freelance photographer atau desainer, maka kamu bisa coba untuk membagikan username portofolio instagram mu. 2. Tuliskan Deskripsi Diri Secara Profesional Langkah kedua untuk membuat CV freelancer adalah dengan menuliskan deskripsi diri secara profesional. Masukkanlah kata kunci yang berhubungan dengan pekerjaan yang dilamar. Hal ini penting karena di saat ini ada banyak perusahaan yang memasang software pencarian otomatis untuk mencari CV kandidat melalui seleksi kata kunci yang relevan dengan pekerjaan yang ada. Kata kunci yang relevan dapat ditemukan pada postingan pekerjaan yang dibagikan oleh perusahaan. Misalnya kata kunci untuk pekerjaan freelance translator adalah “teliti”, “detail-oriented”, “skill bahasa”, “menyelesaikan pekerjaan tepat waktu”, dan lain sebagainya. 3. Tambahkan Skill yang Berhubungan dengan Posisi Pekerjaan Selain biodata dan deskripsi diri, penting juga untuk menambahkan skill pada Freelance CV mu. Ada 2 tipe skill yang dapat kamu masukkan, diantaranya adalah hard skill dan soft skill. Berikut adalah contoh hard skill dan soft skill yang popular untuk dituliskan dalam Freelancer CV.Hard Skill SEO/SEM marketingContent WritingUX WritingUI/UX DesignVisualisasi dataProjek ManajemenDigital MarketingAnalisis dataBahasa pemrograman (C++, JavaScript, Java, Phyton)Dan lainnya Soft Skill KomunikasiBerpikir kritis dan analitisManajemen waktuInterpersonal skillNegosiasiBerpikir kreatifKepemimpinanDetail orientedDan lainnya 4. Tulis Latar Belakang Pendidikan Selain melampirkan data diri dan skill, penting juga menuliskan latar belakang pendidikan secara lengkap dan teratur. Misalnya jika kamu ingin bekerja sebagai freelance desainer, maka penting untuk memasukkan latar belakang pendidikan (formal atau informal) di bidang desain. Masukkanlah juga pencapaian-pencapaian yang ada. 5. Menambahkan Informasi Lainnya Pada CV Freelance Langkah terakhir adalah menambahkan informasi relevan lainnya pada CV Freelance mu. Contohnya adalah seperti sertifikasi, lisensi, pengalaman volunteer, kemampuan berbahasa asing, dan lain sebagainya.Tips Menulis CV Freelancer untuk Mendapatkan Klien Bagaimana membuat CV Freelancer yang menarik perhatian klien? Apa saja tips nya? Yuk simak poin-poin berikut dan pahami tipsnya! 1. Buatlah Struktur CV Freelance mu Secara Rapi Sama seperti CV pada umumnya, CV Freelance juga berisi tentang informasi diri dan latar belakang pendidikan serta pekerjaan seseorang. Dalam menyajikan informasi ini, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan, yaitu:➡️ Format CV, tipe file, jenis dan ukuran fontPilihlah font yang simple dan mudah dibaca, serta buatlah format CV kronologi terbalik. Nah, penting juga untuk memilih tipe file PDF untuk menyimpan CV Freelance mu. ➡️ Tuliskan sections secara teratur dalam CV FreelancerBeberapa contoh sections dalam CV Freelance meliputi biodata dan deskripsi diri, pengalaman kerja (portofolio), latar belakang pendidikan, skill, dan keterangan tambahan lainnya (sertifikasi, penghargaan). Untuk membuat CV Freelance mu terlihat lebih menarik, kamu pun bisa memilih background putih dan menambah sedikit desain yang sesuai dengan pekerjaan Freelance tujuanmu.📚Baca juga: 10 Font CV Terbaik, Buat Rekruter Terpesona! 2. Sesuaikan CV Freelance mu dengan Kebutuhan Klien Setiap klien mencari kriteria yang spesifik, jadi sesuaikan CV mu dengan kebutuhan klien. Salah satu caranya adalah dengan menonjolkan keahlian dan pengalaman kerjamu yang sesuai dengan kebutuhan klien/perusahaan. Caranya adalah dengan membaca deskripsi pekerjaan atau permintaan klien secara teliti, atau bisa juga membaca website perusahaannya untuk mengetahui industri mereka lebih dalam. 3. Tuliskan Pencapaian yang Didapat Jika kamu pernah menerima sertifikat penghargaan atas pekerjaan atau sebuah penelitian, maka kamu pun bisa memasukkannya ke dalam CV mu. Namun, ingatlah untuk menuliskan pencapaian yang didapat dengan target pekerjaanmu. 4. Lampirkan Surat Lamaran Kerja (Cover Letter) Tips berikutnya adalah melampirkan surat lamaran atau cover letter beserta dengan CV Freelance mu. Berikut adalah contoh dari surat lamaran yang baik.Contoh Surat Lamaran Kerja FreelanceContoh CV FreelanceSetelah membahas tentang Cara dan Tips membuat CV Freelancer, sekarang Cake juga akan melampirkan beberapa contoh dari CV Freelance.Contoh CV Freelance Virtual AssistantContoh CVFreelance Virtual Assitant --- Dibuat di CakeContoh CV Freelance Social Media Manager Contoh CVFreelance Social Media Manager --- Dibuat di Cake Contoh CV Freelance Writer Contoh CVFreelance Writer --- Dibuat di Cake Contoh CV Freelance Web Designer Contoh CVFreelance Website Designer --- Dibuat di Cake Buat CVATS-Friendly di Cake dan langsung cek CVdengan AICVChecker Cake biar CV-mu makin optimal!🔍 Buat CV 🔑Key TakeawaysItulah beberapa poin penting untuk membuat CV Freelancer. Yuk mari sama-sama review beberapa poin penting dalam pembuatan CV Freelance! Ada 5 langkah praktis dalam membuat Freelancer CV yang menarik, yaitu menuliskan: biodata diri, deskripsi diri, hard skill dan soft skill, latar belakang pendidikan, dan informasi penting lainnya.Sebelum menulis CV Freelance, ingatlah untuk membuat kerangka struktur CV yang jelas, dan sesuaikanlah isi CV dengan kebutuhan perusahaan.Masukkanlah kata-kata penting dalam job postingan ke dalam CV Freelance mu. Ini adalah salah satu trik untuk membuat Freelance CV mu mudah dideteksi oleh Applicant Tracking System.Mulailah kariermu sebagai Freelancer dengan membuat CV yang jelas dan menarik! 📚Baca juga: 7 Cara Menjadi Freelancer Pemula Untuk Cari Untung!
Industry & Job Overview
Feb 20th 2025

Tertarik Jadi Freelancer? Yuk, Simak Dulu Tips dan Triknya!

Saat ini banyak orang memilih untuk berkarir sebagai freelancer, bukan hanya sebagai pekerjaan sampingan tapi bahkan sebagai pekerjaan utama. Freelancer atau pekerja lepas adalah mereka yang bekerja secara mandiri mengerjakan proyek berdasarkan kontrak jangka pendek dengan perusahaan atau klien. Tidak seperti pegawai tetap, freelancer bebas menentukan jam kerja dan mengambil proyek yang diminati dari berbagai macam klien. Kerja freelance adalah istilah yang mencakup ragam pekerjaan, mulai dari desain grafis, penulisan konten, hingga pengembangan web, yang bisa dijalankan dari manapun sesuai preferensi freelancer. Pekerja freelance memiliki kendali penuh atas jalannya karir mereka. Sebelum memutuskan untuk menjadi freelancer, penting untuk mempertimbangkan berbagai hal seperti skill freelancer yang dimiliki, jenis pekerjaan freelance yang diminati, hingga bagaimana cara memulai karir freelance. Tulisan ini akan membahas lebih detail mengenai apa itu freelancer, perbedaannya dengan full-time, kelebihan dan kekurangannya, contoh pekerjaan freelance, serta tips sukses berkarir sebagai pekerja freelance.Daftar isi: Apa itu Freelancer? Perbedaan Freelance dan Full Time Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Freelancer Contoh Pekerjaan Freelance Cara Menjadi Pekerja Freelance Apa itu Freelancer? Freelancer adalah istilah untuk mendeskripsikan mereka yang bekerja secara mandiri dan menawarkan jasa atau keahlian tertentu kepada klien, tanpa terikat kontrak kerja jangka panjang dengan satu perusahaan atau organisasi tertentu. Freelancer merupakan pekerja profesional dan ahli di bidangnya masing-masing, seperti desain grafis, penulisan, pemrograman, konsultasi, dan lain sebagainya. Arti freelance sendiri adalah sebuah cara kerja yang dilakukan secara mandiri tanpa terikat dengan suatu perusahaan atau organisasi. Tugas freelance pertama adalah menawarkan jasa atau produknya kepada klien yang membutuhkannya. Freelancer dan klien lalu menentukan syarat dan ketentuan kerjasama, seperti ruang lingkup, deadline, dan pembayaran. Freelancer kemudian mengerjakan proyek sesuai dengan kesepakatan dan mengirimkan hasilnya kepada klien. Terakhir, klien memberikan umpan balik dan membayar freelancer sesuai dengan tarif yang sudah disepakati. Freelancer bebas menentukan jam kerja dan mengerjakan berbagai proyek dari beragam klien sesuai keinginan mereka. Klien akan membayar freelancer untuk setiap proyek yang diselesaikan, bukan memberikan gaji bulanan. Freelancer juga bertanggung jawab untuk mengurus aspek administratif pekerjaan mereka sendiri seperti pajak, asuransi, dll. Beberapa freelancer bekerja sendiri, sementara yang lain memiliki beberapa karyawan atau bermitra dengan freelancer lain. Dengan sistem ini, freelancer memiliki fleksibilitas dan kebebasan dalam berkarya. Perbedaan Freelance dan Full Time Freelance dan full time adalah dua cara kerja yang berbeda. Berikut adalah beberapa perbedaan antara freelance dan full time dari segi jam kerja, benefits, dan stabilitas:1. Jam kerjaFreelancer dapat bekerja kapan saja dan di mana saja, asalkan memiliki akses ke internet dan peralatan yang dibutuhkan. Freelancer tidak perlu mengikuti jam kerja atau lokasi kerja yang ditentukan oleh perusahaan.Pekerja full time harus bekerja di bawah kontrak dan aturan yang ditetapkan oleh perusahaan atau organisasi. Pekerja full time memiliki jam kerja, lokasi kerja, dan tanggung jawab yang tetap dan terstruktur.2. BenefitsFreelancer tidak memiliki benefits yang biasa diberikan oleh perusahaan, seperti asuransi, cuti, pensiun, atau tunjangan lainnya. Freelancer harus mengurus sendiri hal-hal tersebut.Pekerja full time memiliki benefits atau insentif yang tetap dan terjamin, yang diberikan oleh perusahaan atau organisasi. Pekerja full time dapat menikmati perlindungan dan manfaat yang berkaitan dengan kesehatan, keuangan, dan karir.3. StabilitasFreelancer tidak memiliki stabilitas pendapatan dan pekerjaan yang terjamin. Pendapatan dan pekerjaan freelancer bergantung pada permintaan pasar, kualitas kerja, dan negosiasi dengan klien. Freelancer harus selalu mencari proyek dan klien baru untuk mempertahankan penghasilannya.Pekerja full time memiliki stabilitas pendapatan dan pekerjaan yang terjamin. Pekerja full time memiliki gaji dan jaminan pekerjaan yang tetap dan rutin. Pekerja full time juga memiliki kesempatan untuk naik jabatan dan karir. Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Freelancer Ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih menjadi freelancer.KelebihanFleksibilitas waktu dan tempat. Freelancer dapat bekerja kapan saja dan di mana saja, asalkan memiliki akses ke internet dan peralatan yang dibutuhkan. Freelancer tidak perlu mengikuti jam kerja atau lokasi kerja yang ditentukan oleh perusahaan.Kebebasan berekspresi dan berkreativitas. Freelancer dapat mengekspresikan diri dan berkreativitas sesuai dengan gaya dan preferensi pribadinya. Freelancer tidak perlu mengikuti aturan atau standar yang ditetapkan oleh perusahaan.Peluang belajar dan berkembang. Freelancer dapat belajar dan berkembang dengan mengambil berbagai proyek yang menantang dan bervariasi. Freelancer juga dapat memperluas jaringan dan relasi dengan berbagai klien dan kolega dari berbagai bidang dan latar belakang.Potensi pendapatan tinggi. Penghasilan freelancer tidak terbatas gaji bulanan dan bisa meningkat sesuai banyaknya proyek.KekuranganKetidakstabilan pendapatan dan pekerjaan. Freelancer tidak memiliki penghasilan tetap atau jaminan pekerjaan. Pendapatan dan pekerjaan freelancer bergantung pada permintaan pasar, kualitas kerja, dan negosiasi dengan klien. Freelancer harus selalu mencari proyek dan klien baru untuk mempertahankan penghasilan.Kurangnya perlindungan dan manfaat. Freelancer tidak memiliki perlindungan dan manfaat yang biasa diberikan oleh perusahaan, seperti asuransi, cuti, pensiun, atau tunjangan lainnya. Freelancer harus mengurus sendiri hal-hal tersebut.Kesulitan mengatur waktu dan prioritas. Freelancer harus mampu mengatur waktu dan prioritas dengan baik, agar dapat menyelesaikan proyek dengan tepat waktu dan memenuhi kepuasan klien. Freelancer juga harus dapat menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.Potensi isolasi sosial karena bekerja sendiri. Oleh karena itu Freelancer perlu menjaga interaksi sosial.Tanggung jawab administrasi yang lebih banyak. Freelancer harus mengurus sendiri hal-hal yang bersifat administratif, seperti pajak dan pemasaran diri.Kurangnya perlindungan hukum. Tidak ada jaminan pesangon dari PHK, freelancer juga bisa kehilangan klien kapan saja. Contoh Pekerjaan Freelance Pekerjaan freelance adalah bentuk pekerjaan yang dilakukan secara independen tanpa keterikatan kontrak jangka panjang dengan satu perusahaan. Ada banyak jenis pekerjaan freelance yang dapat dilakukan di berbagai bidang dan industri. Berikut adalah beberapa contoh pekerjaan freelance yang populer dan diminati: 1. Komputer dan IT Pekerjaan freelance di bidang komputer dan IT meliputi berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan, pemrograman, desain, analisis, dan dukungan teknis. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Web developer: membuat dan mengelola situs web untuk klien, menggunakan bahasa pemrograman seperti HTML, CSS, JavaScript, PHP, atau lainnya.Mobile developer: membuat dan mengelola aplikasi mobile untuk klien, menggunakan platform seperti Android, iOS, atau lainnya.Software engineer: membuat dan mengelola perangkat lunak untuk klien, menggunakan bahasa pemrograman seperti Java, C++, Python, atau lainnya.Data analyst: mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data untuk klien, menggunakan perangkat lunak seperti Excel, R, SQL, atau lainnya. 📚 Baca juga: 10 Pekerjaan Bidang IT yang Paling Dicari dan Gajinya! 2. Kepenulisan Pekerjaan freelance di bidang kepenulisan meliputi berbagai jenis tulisan yang dibuat untuk klien, seperti artikel, blog, buku, laporan, skenario, atau lainnya. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Content writer: membuat konten yang informatif, menarik, dan sesuai dengan tujuan dan audiens klien, menggunakan bahasa yang tepat dan profesional.Copywriter: membuat konten yang persuasif, kreatif, dan sesuai dengan merek dan produk klien, menggunakan teknik yang efektif dan menarik.Ghostwriter: membuat konten yang ditulis atas nama klien, tanpa menyebutkan identitas penulis asli, menggunakan gaya dan suara yang sesuai dengan klien.Editor: mengedit dan memeriksa konten yang dibuat oleh penulis lain, untuk memastikan kualitas, akurasi, dan konsistensi, menggunakan standar dan pedoman yang ditetapkan oleh klien. 3. Desain Pekerjaan freelance di bidang desain meliputi berbagai jenis desain yang dibuat untuk klien, seperti logo, poster, brosur, kartu nama, atau lainnya. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Logo designer: membuat dan mengelola logo untuk klien, menggunakan konsep, warna, dan font yang sesuai dengan identitas dan visi klien.Graphic designer: membuat dan mengelola desain grafis untuk klien, menggunakan perangkat lunak seperti Adobe Photoshop, Illustrator, atau lainnya. 4. Virtual Assistant Pekerjaan freelance di bidang virtual assistant meliputi berbagai tugas administratif dan operasional yang dilakukan untuk klien, seperti mengatur jadwal, mengirim email, melakukan riset, atau lainnya. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Calendar management: mengatur dan mengelola jadwal klien, termasuk membuat, mengubah, atau membatalkan janji temu, rapat, atau acara lainnya.Email management: mengatur dan mengelola email klien, termasuk membaca, menjawab, mengirim, atau menghapus email, serta mengatur label, folder, atau filter.Research: melakukan riset tentang topik, produk, pasar, atau kompetitor yang dibutuhkan oleh klien, menggunakan sumber yang terpercaya dan relevan.Data entry: memasukkan data ke dalam sistem, spreadsheet, atau dokumen yang dibutuhkan oleh klien, menggunakan perangkat lunak yang sesuai dan akurat. 5. Media Sosial Pekerjaan freelance di bidang media sosial meliputi berbagai aspek yang berkaitan dengan pengelolaan media sosial untuk klien, seperti membuat, mengedit, memposting, dan mempromosikan konten, serta berinteraksi dengan pengikut atau pelanggan. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Social media manager: mengatur dan mengelola akun media sosial klien, termasuk menentukan strategi, tujuan, dan target, serta mengukur dan melaporkan hasilnya.Social media content creator: membuat dan mengedit konten media sosial klien, termasuk gambar, video, teks, atau lainnya, menggunakan perangkat lunak dan alat yang sesuai dan menarik.Social media marketer: memposting dan mempromosikan konten media sosial klien, termasuk menggunakan hashtag, tag, atau iklan, untuk meningkatkan jangkauan, keterlibatan, dan konversi.Social media moderator: berinteraksi dengan pengikut atau pelanggan media sosial klien, termasuk menjawab pertanyaan, komentar, atau keluhan, serta menghapus atau melaporkan konten yang tidak pantas atau ofensif. 6. SEO Pekerjaan freelance di bidang SEO meliputi berbagai aspek yang berkaitan dengan optimasi mesin pencari untuk klien, seperti melakukan audit, analisis, riset, dan implementasi kata kunci, tautan, konten, atau faktor lainnya yang mempengaruhi peringkat dan lalu lintas situs web klien. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: SEO auditor: melakukan audit situs web klien, termasuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang berkaitan dengan SEO, serta memberikan rekomendasi dan solusi untuk meningkatkan kinerja SEO.SEO analyst: melakukan analisis situs web klien, termasuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data dan metrik yang berkaitan dengan SEO, seperti peringkat, lalu lintas, klik, konversi, atau lainnya, serta memberikan wawasan dan saran untuk meningkatkan kinerja SEO.SEO researcher: melakukan riset kata kunci, tautan, konten, atau faktor lainnya yang berkaitan dengan SEO, menggunakan alat dan sumber yang terpercaya dan relevan, serta memberikan daftar dan strategi yang optimal untuk meningkatkan kinerja SEO.SEO implementer: melakukan implementasi kata kunci, tautan, konten, atau faktor lainnya yang berkaitan dengan SEO, menggunakan perangkat lunak dan teknik yang sesuai dan efektif, serta memantau dan menguji hasilnya untuk meningkatkan kinerja SEO. 7. Akuntan Pekerjaan freelance di bidang akuntan meliputi berbagai tugas yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan untuk klien, seperti membuat, mengedit, dan menyajikan laporan, anggaran, faktur, pajak, atau dokumen lainnya yang berkaitan dengan keuangan. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Bookkeeper: membuat dan mengedit catatan transaksi keuangan klien, termasuk pendapatan, pengeluaran, hutang, piutang, atau aset, menggunakan perangkat lunak dan standar yang sesuai dan akurat.Financial report: membuat dan menyajikan laporan keuangan klien, termasuk neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, atau laporan lainnya, menggunakan perangkat lunak dan standar yang sesuai dan profesional.Budget planner: membuat dan mengelola anggaran keuangan klien, termasuk menentukan tujuan, sumber, dan alokasi dana, serta mengukur dan melaporkan kinerja dan varians anggaran.Tax preparer: membuat dan mengelola dokumen pajak klien, termasuk menghitung, mengisi, dan mengirimkan pajak, serta memberikan saran dan bantuan yang berkaitan dengan pajak. 8. HR Pekerjaan freelance di bidang HR meliputi berbagai tugas yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia untuk klien, seperti merekrut, melatih, mengevaluasi, dan memberikan saran kepada karyawan atau calon karyawan. Beberapa contoh pekerjaan freelance di bidang ini adalah: Recruiter: mencari, menyaring, dan merekomendasikan kandidat yang sesuai untuk posisi yang dibutuhkan oleh klien, menggunakan platform online, jaringan, atau metode lainnya.Trainer: membuat dan menyampaikan materi pelatihan yang berkaitan dengan keterampilan, pengetahuan, atau sikap yang dibutuhkan oleh karyawan atau calon karyawan klien, menggunakan metode yang efektif dan menarik.Evaluator: melakukan evaluasi terhadap kinerja, potensi, atau kepuasan karyawan atau calon karyawan klien, menggunakan alat dan teknik yang sesuai dan objektif.HR consultant: memberikan saran dan bantuan yang berkaitan dengan masalah sumber daya manusia yang dihadapi oleh klien, seperti kebijakan, kompensasi, manajemen konflik, atau pengembangan karir.📚Baca juga:15+ Pekerjaan Freelance dari Rumah, Cocok untuk Pemula! Cara Menjadi Pekerja Freelance Menjadi pekerja freelance adalah impian banyak orang, karena dapat memberikan kebebasan, fleksibilitas, dan kreativitas dalam bekerja. Namun, menjadi pekerja freelance juga membutuhkan persiapan, keterampilan, dan strategi yang baik. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kamu ikuti untuk menjadi pekerja freelance yang sukses: 1. Tentukan niche dan tujuan freelance. Niche adalah bidang atau spesialisasi yang kamu kuasai dan minati, seperti desain, penulisan, atau IT. Tujuan adalah hasil yang ingin kamu capai dengan menjadi freelancer, seperti pendapatan, pengalaman, atau kepuasan. Dengan menentukan niche dan tujuan freelance, kamu dapat fokus, efisien, dan efektif dalam bekerja. 2. Kembangkan skill freelancer. Skill freelancer adalah keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja secara freelance, baik yang berkaitan dengan bidang kamu maupun yang bersifat umum. Beberapa contoh skill freelancer adalah: Kemampuan komunikasi: untuk berkomunikasi dengan baik dengan klien dan kolega, baik secara lisan maupun tulisan.Kemampuan adaptasi: untuk beradaptasi dengan berbagai situasi dan kondisi yang mungkin terjadi saat bekerja secara freelance, seperti perubahan deadline, spesifikasi, atau anggaran.Kemampuan belajar: untuk selalu belajar dan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kamu, agar dapat bersaing dan bertahan di pasar yang dinamis dan kompetitif.Kemampuan mengatur waktu dan prioritas: untuk mengatur waktu dan prioritas dengan baik, agar dapat menyelesaikan proyek dengan tepat waktu dan memenuhi kepuasan klien. 3. Bangun portofolio untuk freelance. Portofolio adalah kumpulan karya atau proyek yang telah kamu buat atau kerjakan, yang dapat menunjukkan kemampuan, gaya, dan kualitas kamu sebagai freelancer. Dengan memiliki portofolio yang baik, kamu dapat menarik perhatian dan kepercayaan klien. 📚 Baca juga: 10 Contoh Portofolio yang Menarik untuk Melamar Kerja 4. Buat CV freelancer. CV freelancer adalah dokumen yang berisi informasi tentang diri, pendidikan, pengalaman, keterampilan, dan prestasi kamu sebagai freelancer. Dengan memiliki CV freelancer yang baik, kamu dapat memperkenalkan dan mempromosikan diri kamu kepada klien. Belum punya CV untuk lamar kerja?Buat CV di Cake dengan 50+template CVATS-Friendly🚀 Buat CV 5. Lamar kerja atau gig freelance. Kerja atau gig freelance adalah proyek atau tugas yang ditawarkan oleh klien kepada freelancer, yang biasanya bersifat jangka pendek, spesifik, dan fleksibel. Dengan melamar kerja freelance, kamu dapat mendapatkan penghasilan, pengalaman, dan relasi sebagai freelancer. Kamu dapat mencari dan melamar kerja freelance melalui berbagai situs freelance, seperti Upwork, Fiverr, Sribu, atau lainnya. Kamu juga dapat mencari dan melamar kerja freelance melalui Cake, yang menyediakan berbagai lowongan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan minat kamu. 📚 Baca juga: 7 Cara Menjadi Freelancer Pemula Untuk Cari Untung! Kesimpulan Freelancer adalah pekerja mandiri yang menawarkan jasa atau keahlian kepada klien tanpa terikat kontrak jangka panjang.Kerja freelance adalah pekerjaan yang dilakukan secara lepas atau mandiri dengan sistem per proyek.Freelance memberikan kebebasan dalam menentukan jam kerja dan memilih proyek.Pekerja freelance tidak mendapat gaji bulanan tetap tapi mendapatkan bayaran berdasarkan proyek yang dikerjakan.Kerja freelance sangat beragam sesuai keahlian masing-masing freelancer.Pekerjaan freelance mencakup berbagai bidang seperti IT, desain, penulisan, akuntansi, dan lainnya.Freelancer harus memiliki skill teknis sesuai bidangnya dan skill umum seperti manajemen waktu.Skill freelancer yang harus dimiliki meliputi skill teknis, komunikasi, adaptasi, belajar, dan mengatur waktu maupun prioritas.Pekerja freelance perlu membangun portofolio dan promosi diri untuk mendapat klien. Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Job Search Tips
May 28th 2024

7 Cara Mudah Menjadi Freelancer Pemula Untuk Cari Untung!

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Agustus 2020 terdapat sebanyak 33,34 juta orang Indonesia bekerja sebagai freelancer atau pekerja lepas waktu. Krier sebagai freelancer terus meningkat. Selain waktu kerja yang fleksibel, pendapatan dari pekerjaan freelance juga cukup menjanjikan. Ditambah lagi bagi generasi muda yang sadar akan pentingnya sumber pemasukan tambahan dalam keuangan pribadi, maka tidak heran jika banyak orang mengambil pekerjaan freelancer sebagai sumber pendapatan kedua. Apakah kamu tertarik untuk menjadi freelancer tapi bingung bagaimana cara memulainya? Jika ya, maka artikel kali ini sangatlah tepat untukmu karena Cake akan membahas 7 cara menjadi freelancer pemula yang sukses. Daftar isi:Alasan dan Keuntungan Menjadi FreelancerCara Memulai Menjadi FreelancerPekerjaan Freelance yang Banyak Dicari Alasan dan Keuntungan Menjadi Freelancer Berbeda dari bekerja waktu penuh (full-time), pekerjaan freelancer tidak terikat kontrak jangka panjang dengan sebuah perusahaan, kamu pun bisa mendapatkan beberapa benefit yang tidak dijumpai pada pekerjaan tetap. Berikut adalah beberapa alasan untuk bekerja menjadi freelancer. 1. Waktu dan Tempat Kerja yang Fleksibel Bekerja sebagai freelancer memiliki waktu kerja yang sangat fleksibel. Dengan perjanjian waktu kerja yang telah disepakati dengan klien, kamu pun punya kebebasan untuk bekerja kapanpun dan dimanapun. Tidak heran jika banyak orang yang lebih memilih berkarir sebagai freelancer dibandingkan dengan bekerja waktu penuh (full-time) di perusahaan. 2. Berpotensi sebagai Sumber Pemasukan Kedua Dengan gaya hidup dan kebutuhan yang semakin meningkat, banyak orang juga memilih bekerja sebagai freelancer di waktu senggangnya. Pada umumnya, kamu akan mendapatkan bayaran setelah menyelesaikan sebuah projek, ada juga pekerjaan freelance yang membayar berdasarkan waktu kerjamu. Oleh karena itu, jika kamu rutin dalam menjalankannya, pekerjaan freelancer juga bisa menjadi salah satu sumber pemasukan kedua untuk kamu juga. 3. Mudah untuk Dimulai Pekerjaan freelancer sangat berbeda dengan pekerjaan full-time. Selain memiliki kebebasan untuk tidak terikat kontrak, kamu pun bisa memulai pekerjaan freelance kapanpun kamu mau. Kini banyak platform freelance online yang dapat dijadikan sebagai langkah awal mu berkarir menjadi freelancer. Jika kamu tertarik untuk membaca lebih lanjut, kamu pun bisa mengunjungi artikel Cake mengenai 15 Situs Freelance Terbaik untuk Cuan di 2024! 4. Kebebasan untuk Memilih Projek Selain jam dan tempat kerja yang fleksibel, pekerjaan freelance justru memberikanmu ruang dan kebebasan untuk memilih projek yang kamu minati. Bidang pekerjaan freelance pun sangat beragam, mulai dari bidang menulis, desain grafis, data entry, pemasaran (marketing), bisnis, dan lain sebagainya. Nah, itulah beberapa alasan dan benefit yang dapat kamu peroleh ketika bekerja sebagai freelancer. Pada paragraf berikutnya, Cake juga akan membahas beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk menjadi freelancer pemula.Cara Mudah Menjadi Freelancer Sukses 1. Definisikan secara Rinci Jasa Pelayanan dan Penawaran Kamu Cara pertama saat memulai bekerja menjadi freelancer adalah dengan mendefinisikan secara rinci jasa dan pelayanan yang kamu tawarkan. Ingatlah bahwa kemampuan dan skill mu bisa jadi salah satu jasa pelayanan yang dibutuhkan klien. Cobalah untuk menjelaskan tipe jasa pelayananmu secara konkrit dan jelas, kamu pun bisa menjabarkan metode dan cara kerja yang kamu pakai untuk menyelesaikan suatu projek. 2. Kembangkan Struktur Harga Setelah mendeskripsikan jasa pelayanan mu secara rinci, ada baiknya kamu juga menuliskan beberapa faktor yang dapat berpengaruh dalam jumlah uang yang ditawarkan oleh klein. 📝 Faktor-faktor yang berpengaruh diantaranya mencakup: Pengalaman bekerja,Jumlah projek yang pernah kamu tangani,Tingkat kesulitan sebuah projek,Durasi waktu kerja, dll. Dengan menuliskan berbagai faktor ini, kamu telah berhasil melakukan cara kedua untuk mendapatkan uang dari freelancer. 3. Membuat Portofolio Membuat portofolio adalah cara lain yang harus kamu lakukan ketika bekerja menjadi freelancer online. Portofolio membantu klien untuk mengetahui tentang kinerja dan kualitas kerjamu. Beberapa hal yang dapat dimasukkan pada portofolio kamu adalah studi kasus, testimonial, data, sampel pekerjaan, hasil karya yang kamu buat, dan lain-lain. 💡Inilah beberapa tips membuat portofolio yang baik:1. Pilih desain dan perpaduan warna yang tepat 2. Tunjukkan keragaman dalam portofolio kamu 3. Masukkan hanya pencapaian terbaik dalam portofolio kamu Fokus utama dalam pembuatan portofolio bukan hanya mengenai informasi seputar pengalaman kerja di waktu lampau, ada baiknya kamu pun menuliskan beberapa contoh dan metode yang kamu gunakan dalam menyelesaikan suatu projek, misalnya “Ketika mengerjakan projek X, saya menggunakan metode Y, dan Z adalah hasil akhir yang ada pada bisnis klien A saat ini”. 📚 Baca juga:Portofolio Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik [+5 Contoh] 4. Daftar di Situs Freelance Seiring dengan bertambahnya tren sebagai pekerja freelance, maka semakin banyak juga situs freelance yang tersedia. Cara keempat untuk menjadi freelancer online adalah dengan mulai mendaftarkan diri di berbagai situs freelance. Contoh situs freelance online diantaranya adalah Sribulancer dan Upwork. situs freelance online Indonesia - Sribulancer contoh situs freelance online - Upwork Sebagai website freelancer Indonesia, Sribulancer terbukti telah berhasil menyesuaikan isinya dengan kebutuhan pasar Indonesia. Sementara itu, Upwork dikenal sebagai situs terbesar untuk mencari pekerjaan freelance, maka pasar pekerjaan yang ditawarkan juga berbasis internasional. Cobalah untuk daftar dan mencari pekerjaan freelance yang sesuai dengan kebutuhanmu.📚 Baca juga:15 Situs Freelance Terbaik untuk Cuan di 2024! 5. Promosikan Jasa Pelayanan Kamu di Berbagai Media yang Berbeda Cara berikutnya untuk bekerja menjadi freelancer adalah dengan mempromosikan jasa pelayananmu di berbagai media yang berbeda. Di zaman digital seperti saat ini, kamu pun memiliki banyak pilihan untuk memilih platform digital dalam memasarkan produk jasa layananmu. ➡️ Promosikan produk/jasa layananmu dalam media digital secara gratis seperti di: LinkedInInstagramTikTokSitu web, dll. Jika kamu merasa sudah cukup matang dengan jasa pelayananmu, kamu pun bisa mencoba mempromosikannya dengan program yang berbayar, seperti Instagram Ads, Facebook Ads, dan sebagainya. Semakin banyak platform yang kamu pakai, semakin banyak juga kesempatanmu untuk menjangkau market yang lebih luas. 6. Bangun Relasi yang Baik dengan Klien Walaupun pekerjaan freelancer tidak terikat kontrak jangka panjang, tapi sebagai seorang freelance profesional, kamu tentu wajib memiliki pola pikir bahwa klien adalah bisnis kamu. Bekerja sebagai freelancer yang sukses dan menghasilkan banyak uang tentu tidak lepas dari relasi yang baik dengan klien. 💡Inilah beberapa tips dalam membangun relasi dengan klien: Bekerjalah dengan maksimal dan sempurnaBangunlah komunikasi yang baik dengan klienBangunlah kepercayaan klien melalui konsistensi menyelesaikan kerja tepat waktu dan secara maksimalBerikanlah solusi terbaik dan unik dalam setiap projek 7. Kembangkan Skill Kamu Jika kamu telah mencoba cara-cara di atas tapi belum juga berhasil menemukan pekerjaan freelance yang sesuai dengan skill yang kamu miliki, maka kamu pun bisa mempertimbangkan untuk mengembangkan skill kamu. Bisa jadi kebutuhan pasar freelance tidak sesuai dengan skill yang kamu miliki saat ini. Oleh karena itu, ada baiknya kamu pun mencoba mengembangkan skill kamu untuk menjadi freelancer online. Contoh Pekerjaan Freelance yang Banyak Dicari Beberapa pekerjaan freelance yang banyak dicari beserta skill yang dibutuhkan: Analis dan Konsultan Bisnis - Pemecahan masalah, Kemampuan analisa yang baikSoftware Developer - Bahasa Pemrograman (Python, Javascript, CSS, dll.), Operating System, Database, AlgoritmaDesainer grafis - Adobe Photoshop, Adobe IllustratorEditor Video - Adobe Premiere Pro, Final Cut Pro, Adobe After EffectsDesainer Web - User Experience, HTML, CSS, CMS, FigmaDigital Marketer - Google Ads, Google Analytics, SEOPenulis Konten - Copywriting, Content WritingAsisten Virtual (Virtual Assistant) - Berorientasi pada detail, Manajemen waktu, Microsoft Office Selain itu, kamu juga bisa menambahkan sertifikasi kamu. Di zaman sekarang, tersedia begitu banyak kelas online yang kamu bisa ikuti secara gratis maupun berbayar. Dengan mengikuti kelas online, biasanya kamu akan mendapatkan sertifikat yang bisa kamu cantumkan pada CV kamu. Sudah buat CV untuk pekerjaan freelance kamu, belum? Yuk, langsung buat secara mudah dan 100% gratis di Cake! Ada banyak template menarik juga🎉Buat CV Jika kamu baru mau belajar menjadi freelancer, cobalah untuk mengikuti beberapa tips dan cara daftar untuk jadi freelancer yang dituliskan pada artikel ini. Bangunlah portofolio yang baik dan yakinkanlah klien bahwa kamulah kandidat freelance terbaik untuk projek mereka. Semoga artikel kali ini bermanfaat bagi langkah awal mu untuk menjadi freelancer.Mau raih pekerjaan impianmu? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja Cake. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development! --- Ditulis Oleh Lydia Gavrila ---
Resume & CV
Feb 4th 2026

Cách viết email gửi CV & Mẫu thư xin việc 10 điểm!

Cake cung cấp nhiều tính năng AInhằm hỗ trợ ứng viên tìm việc thành công, gồm có:- AI tạo Cover Letter bằng AI dựa trên vị trí ứng tuyển và CV của bạn.- AI chấm điểm CVvà cung cấp gợi ý chi tiết để cải thiện hồ sơ xin việc. - AI đề xuất việc làm phù hợp với nhu cầu và chuyên môn cá nhân. ➡️ TRẢI NGHIỆM CAKE AI NGAY!Gợi ý cách viết email ứng tuyển CVBài viết cung cấp các thông tin sau:Mục đích viết email xin việcLưu ý khi viết email gửi CVNội dung email xin việc gửi nhà tuyển dụngCách viết email xin việcbằng tiếng AnhMẫu email xin việc (free download)Trong thời đại mà công nghệ thông tin và Internet làm chủ, mọi giao tiếp quan trọng trong công việc hầu hết đều diễn ra qua email. Ngay cả trong việc tìm kiếm và thông báo việc làm, email cũng đóng một vai trò quan trọng - đó là phương tiện trao đổi thông tin chính giữa nhà tuyển dụng và ứng viên. Bạn thường nộp CV online hoặc gửi email CV xin việc để hỏi về vị trí tuyển dụng; còn nhà tuyển dụng gửi email đến bạn để giải đáp thắc mắc, hoặc thông báo kết quả từng vòng. Tuy nhiên, không phải ai cũng biết cách viết email gửi CV sao cho gãy gọn và chuyên nghiệp. Có bạn viết nội dung quá sơ sài, có bạn lại copy-paste từ thư xin việc. Hãy cùng Cake tìm hiểu cách viết mail xin việc giúp bạn ghi điểm trong mắt nhà tuyển dụng, và tham khảo các mẫu viết email xin việc bằng tiếng Việt và tiếng Anh vô cùng chất lượng nhé! Mục đích viết email xin việcHiểu đơn giản là, thay vì mang bộ hồ sơ xin việc và CV viết tay đến tận công ty nộp, bạn chỉ cần viết email gửi CV xin việc. Như vậy, mục đích của email này gồm có: Giới thiệu bạn là ai và đang viết email này với mục đích gìGiải thích thật ngắn gọn vì sao bạn nghĩ rằng mình phù hợp với vị trí nàyĐính kèm các file ứng tuyển (CV, cover letter, portfolio…) Đó cũng chính là câu trả lời cho câu hỏi “nên viết gì trong email gửi CV?” mà một số bạn thường xuyên thắc mắc. Trong nhiều năm gần đây, hầu hết các doanh nghiệp, công ty đều áp dụng hình thức nộp CV qua mail như vòng đầu tiên của quá trình tuyển dụng. Phương pháp này không những giúp tiết kiệm thời gian, công sức, chi phí của cả phía tuyển dụng và ứng viên; mà còn đánh giá được sự chuyên nghiệp, cẩn thận của ứng viên đó. Vậy nên, bạn cần nắm được cách viết email gửi CV xin việc để đơn vị tuyển dụng không phát đi tín hiệu “ét-ô-ét" và bỏ qua hồ sơ của bạn một cách đáng tiếc. Lưu ý: Đừng nhầm lẫn email gửi CV xin việc với đơn xin việc nhé! Đơn xin việc (cover letter) là văn bản dưới dạng đơn thư nhằm mục đích bày tỏ động lực ứng tuyển và giới thiệu bản thân qua những thông tin nổi bật nhất về kinh nghiệm, phẩm chất. Văn bản này thường được nộp kèm CV trong quá trình xin việc hoặc săn học bổng. Lưu ý khi viết email gửi CV1. Sử dụng địa chỉ và chữ ký email chuyên nghiệp. Một nguyên tắc “bất thành văn" khi sử dụng địa chỉ email trong công việc, đặc biệt khigửi CV qua email, là dùng tên thật thay vì nickname hoặc một dãy số, ví dụ: ✅ Nên: [email protected]❌ Không nên: [email protected] Chưa bàn đến nội dung viết email ứng tuyển, nhưng việc sử dụng một địa chỉ email gửi CV xin việc không chuẩn mực có thể gây mất thiện cảm từ ánh nhìn đầu tiên và khiến bạn sẽ bị đánh trượt ngay lập tức đấy! Bên cạnh đó, chữ ký email cũng là một phần quan trọng khi viết email xin việc, bởi nhà tuyển dụng có thể lưu lại các thông tin liên lạc tới bạn. Ví dụ:May Luong/Luong Vu Minh Khue (Ms.)(+849)[email protected]/in/mayluong9999 2. Viết tiêu đề email rõ ràng, súc tích.Mọi người thường dựa vào tiêu đề (subject line) của một email để quyết định xem có nên click và đọc. Vì vậy, nắm được cách viết tiêu đề email gửi CV sẽ nâng cao cơ hội nhà tuyển dụng xem hồ sơ xin việc của bạn. Ví dụ về tiêu đềemail gửi CV ứng tuyển:Ứng tuyển vị trí Graphic Design_IVY ModaProject Manager Position at PledgeCamp Lưu ý: Nếu nhà tuyển dụng đã nêu rõ cách viết email ứng tuyển CV (ví dụ: đặt tiêu đề theo cấu trúc "Họ tên - Vị trí ứng tuyển") trên mô tả công việc, thì bạn nên làm theo nhé!3. Chỉ trình bày những thông tin có liên quan.Bộ phận tuyển dụng và đặc biệt là các sếp rất bận với hàng trăm email liên quan tới công việc mỗi ngày. Do vậy, cách viết email gửi CV xin việc của bạn không nên quá dài dòng và lan man. Hãy trình bày các ý thật mạch lạc, tập trung vào nội dung chính và chỉ nên viết tối đa 7 câu thôi nhé! Hướng dẫn viết email xin việc đầy đủ ý 4. Đính kèm các file quan trọng. Cách gửi mail ứng tuyển chuyên nghiệp là ngoài CV thì dù có bắt buộc hay không, bạn nên gửi thêm một số tài liệu quan trọng khác để gây ấn tượng với nhà tuyển dụng và khiến mình trở nên nổi bật hơn, ví dụ như: Đơn ứng tuyển(Cover Letter)Thư giới thiệu (Letter of Recommendation)Portfolio xin việcBằng cấp chứng chỉ liên quan 5. Rà soát thông tin trước khi gửi.Bạn biết cách gửi mail ứng tuyểnnhưng lại bỏ quathói quen cực cần thiết này? Lỗi chính tả nghe có vẻ “cỏn con" nhưng lại là yếu tố hàng đầu gây mất thiện cảm, bởi nhà tuyển dụng sẽ đánh giá bạn không tỉ mỉ, nghiêm túc, thiếu kỹ năng giao tiếp cơ bản, hay biết đâu tảimẫu viết email xin việc nhưng quên sửa...Đặc biệt khi áp dụngcách viết email ứng tuyển CVbằng tiếng Anh thì lỗi chính tả hoặc sai ngữ pháp sẽ khiến bạn mất điểm vô cùng.👉 Tham khảo bài viết này ngay nếu bạn đang tìm hiểu cáchduy trì một cấu trúc email nhất quán và chọn đúng mẫu email theo từng tình huống. Nội dung email xin việc gửi nhà tuyển dụngThông thường, khi viết email gửi CV ứng tuyển, bạn cần đảm bảo có đầy đủ 3 phần sau: 1. Phần mở đầu Một lời chào trang trọng, lịch sự thay vì sử dụng những cụm từ suồng sã, thân mật trong giao tiếp hàng ngày là điều cơ bản nhất trong bất kỳhướng dẫn viết email xin việc nàođấy!✅ Nên:Kính gửi Phòng Tuyển dụng, / Dear Anh/Chị, …❌ Không nên:Hi / Hey… Sau đó, hãy giới thiệu bạn là ai, bạn đang viết email này với mục đích gì (ví dụ: viết email gửi CV thực tập) và bạn đọc được thông báo tuyển dụng cho vị trí này ở đâu. 2. Phần thânĐây là phần quan trọng nhất mà nhà tuyển dụng sẽ quyết định có nên đọc CV của bạn hay không. Vậy gửi CV qua email nên viết gì? Hãy trình bày ngắn gọn trong khoảng 3 câu về background của bạn, gồm có: Số năm kinh nghiệm trong nghềChuyên môn chínhKỹ năng nghề nghiệp điểm mạnhThông tin khác: Bằng cấp, chứng chỉ, dự án… (nếu có) 3. Phần kết Phần cuối của tất cảmẫu viết email xin việc sẽ luôn đề cập đến các file đính kèm để nhà tuyển dụng không bỏ sót bất kỳ tài liệu quan trọng nào. Ngoài ra, đừng quên gửi lời cảm ơn tới Quý công ty - không phải ứng viên nào cũng biết cách viết email xin việc như này đâu nhé! Ví dụ về cách viết email gửi CV xin việc: Dear Anh/Chị,Tôi là Thanh Mai - freelance content writer với 3 năm kinh nghiệm. Tôi có đọc được tin tuyển dụng của Bluer cho vị trí "Freelance Copywriter" trên group "Việc làm freelancer".Tôi đã làm việc với 15+ client trong các lĩnh vực như: công nghệ, thời trang, skincare, du lịch, và EdTech; với các nhiệm vụ chính bao gồm:Quản lý page trên Facebook và InstagramSản xuất content để quảng bá sản phẩm, dịch vụ và xây dựng thương hiệuPhát triển kế hoạch xây dựng content từng tháng cho các nền tảng mạng xã hộiTôi đính kèm CV tiếng Anh và portfolio của mình để Quý công ty tham khảo.Mong sớm nhận được hồi âm từ Bluer!Xin cám ơn Trân trọng!Cake cung cấp mẫu CV miễn phí và tính năng AI kiểm tra CV sau khi đã tạo để đảm bảo CV chuẩn ATS và tương thích với JD.Tạo CV online Cách gửi email xin việcbằng tiếng Anh5 bước trên hoàn toàn có thể được áp dụng khi bạn muốn viết email ứng tuyển bằng tiếng Anh. Ngoài ra, có thêm một số lưu ý về cách dùng từ mà bạn cần nắm được để thể hiện sự chuyên nghiệp cũng như trình độ tiếng Anh tốt của mình khi viết mail gửi CV. Lời chào (Salutation) Nên dùng:Dear Hiring Manager,Dear + [tên], Dear Mr/Mrs + [tên họ],Hi + [tên bộ phận/phòng ban] team,To Whom It May Concern,Không nên dùng:Dear all,Hey + [tên],Hi, how are you?What's up!Happy Monday! Chữ ký (Sign-off) Nên dùng:Sincerely,Best regards,Kind regards,Respectfully,With gratitude,Không nên dùng:Yours truly,Take care!Cheers!Best wishes!Sent from my iPhone Email xin việc mẫubằng tiếng Anh:Chủ đề email xin việc:[Chức danh công việc] - [Tên của bạn]Dear Hiring Manager,My name is Casy Luong and I'm writing this email to apply for the Customer Service Representative position at Dutch Lady. I came across the job posting on LinkedIn and find that my qualifications match the job requirements.I have over 5 years of experience in Customer Relationship Management and Customer Success Operations for CakeResume, one of the biggest job search platforms in Taiwan. With exceptional problem-solving skills, I hope that you can consider me for an interview opportunity so I can further discuss my qualifications for this position with you.I also attached my CV in English and IETLS certificate for your reference.Please let me know if you need any further information. Thank you for taking the time to review my application and looking forward to hearing from you soon!Best regards,Casy LuongĐọc thêm: Hướng dẫn cách viết đơn xin việc qua emailMẫu email xin việc (free download)Mẫu email xin việc bằng tiếng ViệtMẫu email xin việcbằng tiếng Anh🔖 Mẫu email xin việc bằng tiếng Việt Chủ đề mẫu email gửi CV:[Chức danh công việc] - [Tên của bạn] Nội dung gửi mail xin việc: Kính gửi Phòng Tuyển dụng nhân sự – [Tên công ty], Tôi là [tên của bạn], tôi xin nộp hồ sơ ứng tuyển vào vị trí [chức danh công việc] theo như thông tin tuyển dụng của Quý công ty tại [website đăng tuyển]. Tôi tự tin rằng mình có thể đáp ứng 100% yêu cầu công việc cũng như có đầy đủ tiềm năng để trở thành một nhân viên giỏi mà Quý công ty đang tìm kiếm. Tôi có [số năm] kinh nghiệm trong [lĩnh vực 1], [lĩnh vực 2], [lĩnh vực 3] và có khả năng [kỹ năng mềm] cùng [kỹ năng chuyên môn] tốt. Gửi kèm theo email này là hồ sơ xin việc của tôi gồm có [liệt kê các tài liệu bạn gửi]. Tôi xin chân thành cảm ơn và mong sớm nhận được hồi âm của Quý công ty cho vị trí tuyển dụng này. Trân trọng,[Tên của bạn] [Địa chỉ email][LinkedIn][Số điện thoại]🔖 Mẫu email xin việc bằng tiếng Anh Chủ đề mẫu email gửi CV:[Chức danh công việc] - [Tên của bạn] Nội dung gửi CV qua mail: Dear Hiring Manager, I'm [tên của bạn]. I'm writing to apply for the [chức danh công việc] position at [tên công ty]. I have [số năm kinh nghiệm] years of experience in [lĩnh vực nghề nghiệp chính của bạn] with strong [kỹ năng chuyên môn] skills and an ability to [kỹ năng mềm]. I earned my [bằng cấp cao nhất] in [chuyên ngành] from [trường Đại học]. I have attached my CV and portfolio (nếu có) for your consideration. Please kindly check them out and let me know if you have any questions. Thank you for your time and consideration. Kind regards,[Tên của bạn] [Địa chỉ email][LinkedIn][Số điện thoại]Đọc thêm:Cách viết email chuyên nghiệp không thể bỏ qua, kèm 5 mẫu cực chuẩnKết luận:Nói tóm lại, việc nắm được cách viết email gửi CV không kém phần quan trọng so với việc tạo CV online chuẩn chỉnh. Qua địa chỉ email, tiêu đề và nội dung email xin việc, nhà tuyển dụng có thể đánh giá được sự chỉn chu, chuyên nghiệp của bạn khi đi tìm việc.Cake hy vọng nhữnghướng dẫn viết email xin việc và gửi CV ở trên cùng các mẫu thư tiếng Anh và tiếng Việt sẽ phần nào giúp bạn có thêm kiến thức hữu ích liên quan tới ứng tuyển, và giành lấy "tấm vé" vào vòng trong nhé!👉 Axcela Vietnam là đơn vị hàng đầu với hơn 14 năm kinh nghiệm trong lĩnh vực đào tạo Tiếng Anh Doanh nghiệp (B2B) và 1 kèm 1 cho người đi làm. Với triết lý đào tạo thực chiến (Pragmatic English) và mô hình Blended Learning tiên phong, Axcela giúp tối ưu 50% thời gian học và cam kết ROI minh bạch cho doanh nghiệp. Axcela hiện là đối tác chiến lược của các tập đoàn lớn như VNG, Gameloft, First Solar và là đơn vị áp dụng quy trình kiểm định năng lực khắt khe theo chuẩn CEFR của Cambridge.
Career Planning
Apr 16th 2026

TOP 10+ công việc freelancer hot dành cho bạn hiện nay

Những công việc freelancer hot nhất hiện nayMục lục: Freelancer là gì?15 công việc freelancer phổ biến hiện nayCác câu hỏi thường gặp về làm freelanceFreelancer là gì mà những năm gần đây, các công ty tại Việt Nam cũng như toàn cầu có xu hướng tuyển nhân sự tự do thay vì thuê nhân viên part-time, thậm chí là full-time. Do vậy, ngày càng có nhiều người từ bỏ hình thức làm việc truyền thống, tìm đến các công việc freelance để linh hoạt về giờ giấc và địa điểm làm việc hơn. Trong bài viết này, Cake sẽ cung cấp các thông tin tổng quan về xu hướng làm việc này, qua đó bạn sẽ có cái nhìn rõ ràng hơn về nghề freelancer. Freelancer là gì?Freelance có thể được hiểu là làm việc tự do, hay một loại hình tự kinh doanh. Thay vì được tuyển dụng bởi một công ty, những người làm các công việc freelance, tự quản lý và cung cấp dịch vụ của mình trên cơ sở hợp đồng hoặc dự án. Các công ty thuộc mọi loại hình và quy mô có thể thuê freelancer để hoàn thành một dự án hoặc nhiệm vụ trong một khoảng thời gian thỏa thuận. Mặt khác, freelancer nhận thù lao, hoa hồng và chịu trách nhiệm đóng thuế, bảo hiểm y tế và lương hưu của chính họ. Có vô số lý do khiến ngày càng có nhiều người theo đuổi nghề freelancer, dưới đây là một số yếu tố chính: Sự cân bằng giữa cuộc sống và công việcSự tự chủ trong lựa chọn công việc hoặc dự án phù hợpTiết kiệm thời gian và chi phí di chuyểnTránh sự xao nhãng hoặc “drama” chốn công sởCó thêm nguồn thu nhập - với những người làm thêm công việc freelancer ngoài công việc chính 15 công việc freelancer phổ biến hiện nayNgày càng có nhiều người theo đuổi con đường freelance, vậy họ là những ai, làm việc trong ngành nào? Hãy cùng tìm hiểu 15 công việc freelance phổ biến nhất hiện nay để hiểu thêm một ngày làm việc của họ. 1. Viết láchNghề viết tự do - freelance writing là gì? Freelance writing là một trong các công việc freelance cho người mới bắt đầu. Freelance writer sẽ chịu trách nhiệm sản xuất các loại văn bản được khách hàng yêu cầu mà không cần đến văn phòng. Một nhà văn tự do có thể chuyên về một lĩnh vực cụ thể hoặc viết đa dạng chủ đề, trong đó có: Viết báoQuảng cáoBài đăng mạng xã hộiBlogHướng dẫn kỹ thuật,.... Khách hàng cần các writer tự do vì họ thường không có đủ công việc cho một nhân viên toàn thời gian, trong khi đó, thuê freelancer giúp họ tiết kiệm tiền và thời gian đào tạo. Một cây bút tự do được trả công dựa trên số bài viết, số từ hoặc phí trả trước cho một dự án. Tạo CV online trên Cake 2. Dịch thuậtDịch thuật tự do - freelance translator là một một trong những công việc freelance phổ biến hiện nay do sự thúc đẩy của toàn cầu hóa. Công việc này bao gồm việc dịch các tài liệu, văn bản, cuộc đối thoại trực tiếp hoặc được ghi lại, từ ngôn ngữ này sang một hoặc nhiều ngôn ngữ khác.Để trở thành một dịch thuật viên tự do uy tín thì ngoài sự thông thạo ngoại ngữ, bạn còn phải là người viết và giao tiếp tốt, cũng như am hiểu về ngữ cảnh văn bản hoặc cuộc hội thoại. Để tránh được những sai sót trong quá trình dịch thì trước khi tìm việc làm freelance, bạn nên gắn bó với một agency để tích lũy kinh nghiệm.3. Thiết kếCông việc của Graphic Designer bao gồm:Tạo ra các tác phẩm đồ hoạ để mô tả, quảng cáo sản phẩm hoặc thương hiệu.Xây dựng giao diện các trang web, ứng dụng sao cho thân thiện với người dùng.Thiết kế nội thất, hiệu ứng cho các sự kiện.Thiết kế quần áo, phụ kiện cho ngành công nghiệp thời trang.Đọc thêm:5 mẹo thiết kế portfolio cho designer chuyên nghiệp 4. Nhiếp ảnh Một nhiếp ảnh gia tự do - hay freelance photographer nhận đảm nhiệm những photoshoot và các khâu hậu kỳ xung quanh những buổi chụp hình này. Đối tượng chụp của một freelance photographer rất đa dạng, tùy theo phong cách và sở trường riêng, họ có thể nhận chụp ảnh sản phẩm, phong cảnh, ảnh cưới, chân dung,.... Photography freelancer cũng có thể kiếm tiền bằng việc bán các tác phẩm của mình qua các website hoặc triển lãm/hội chợ nghệ thuật. Một trong những kênh hiệu quả để nhiếp ảnh gia tự do và những công việc freelance khác quảng bá thương hiệu cá nhân là qua portfolio. 5. Dạy họcMột giáo viên tự do - freelance teacher về cơ bản là một người làm việc độc lập trong ngành giáo dục thay vì gắn bó với trường học hay trung tâm. Tùy vào phong cách giảng dạy, chuyên môn và nhu cầu của học sinh, những người chọn công việc freelance dạy học có thể giảng bài trực tuyến hoặc trực tiếp, dạy môn học thuật hoặc kỹ năng, gia sư 1-1 hoặc dạy theo nhóm, học viên nhỏ tuổi hoặc là người lớn. Dù làm việc tự do nhưng trách nhiệm của giáo viên freelance lớn không kém giáo viên truyền thống, họ phải có kiến thức rất chuyên sâu về lĩnh vực giảng dạy, quan tâm đến sự phát triển của học viên và thực hiện đầy đủ các tiêu chuẩn đạo đức nghề nghiệp khác. 6. SEOSEO là viết tắt của Search Engine Optimization - tối ưu hóa công cụ tìm kiếm. Đây là một phần quan trọng của chiến lược tiếp thị - marketing kỹ thuật số. Vậy SEO freelancer, một loại nghề thuộc marketing freelancer là gì? Đó là những người nhận sáng tạo và tối ưu hóa nội dung được xuất bản trên Internet để người dùng mạng có thể dễ dàng tìm thấy nội dung đó khi họ sử dụng các công cụ tìm kiếm như Google, Cốc Cốc hay Bing,.... Mục tiêu của SEO freelancer là tăng lưu lượng truy cập (traffic) cho một website được yêu cầu. Đọc thêm: 5 câu hỏi phỏng vấn tuyển dụng SEO thường gặp 7. Nhập liệuNhập liệu tự do - data entry freelancer là một trong các công việc freelance phổ biến cho người mới bắt đầu. Công việc này tập trung vào việc sử dụng các phần mềm hoặc bảng tính (Microsoft Excel, Google Sheets, Apple iWork Number, LibreOffice Calc.) để nhập thông tin cho các khách hàng, công ty trên cơ sở hợp đồng.Nhiệm vụ của nghề freelance nhập liệu có thể thay đổi linh hoạt tùy thuộc vào việc họ làm việc với ai. So với các công việc freelancer khác, data entry freelance không có đòi hỏi cao về bằng cấp và chỉ yêu cầu kỹ năng máy tính văn phòng. 8. Lập trình Lập trình hay programming là một công việc dịch các mệnh lệnh của con người lệnh thành ngôn ngữ mà máy tính có thể hiểu được, được gọi là mã hay code. Đây là một trong những công việc dành cho freelancer có đòi hỏi về bằng cấp và chuyên môn cụ thể do tính chất phức tạp, nhưng cũng là nhóm nghề freelancer được săn đón nhất. Vai trò của freelancer lập trình - Freelance Programmer/Developer rất phong phú, nhưng có thể được miêu tả bởi một quá trình căn bản gồm ba bước: Nhận viết một chương trình máy tính (website, ứng dụng) theo yêu cầu của khách hàng.Chạy thử chương trình hoặc ứng dụng.Hỗ trợ khách hàng duy trì sản phẩm lập trình sau khi nó được thiết lập và đưa vào sử dụng. 9. Nghiên cứu thị trường Một người nghiên cứu thị trường - Market Researcher có nhiệm vụ nghiên cứu thông tin về khách hàng, xu hướng bán hàng, sản phẩm hoặc dịch vụ của một doanh nghiệp để giúp họ phát triển các kế hoạch tiếp thị trong tương lai. Nghề freelancer này có thể được thuê viết các báo cáo kinh doanh, đưa ra các nhận định, dự đoán xu hướng cũng như đề xuất các chiến lược kinh doanh. 10. Trợ lý ảo Trợ lý ảo (Virtual Assistant) có thể đảm nhận vai trò như trợ lý cá nhân, trợ lý điều hành hoặc hỗ trợ hành chính từ xa. Tùy vào yêu cầu đặc thù của doanh nghiệp/cá nhân, Virtual Assistant có thể đảm nhiệm đa dạng các mảng công việc như: Phân loại, lưu trữ và sắp xếp tài liệu, hồ sơ.Quản lý email, phản hồi thông tin và tổng hợp báo cáo chi tiết về dự án, đối tác hoặc khách hàng.Quản trị nội dung website/social media, nghiên cứu thị trường và phối hợp triển khai các chiến dịch truyền thông.Thực hiện các công việc phát sinh theo thực tế. Dựa trên nhu cầu thực tế của từng ngành nghề, mỗi trợ lý ảo sẽ chủ động tinh chỉnh quy trình làm việc để mang lại hiệu quả cao nhất cho khách hàng. 11. Tuyển dụngFreelancer tuyển dụng đảm nhiệm việc tìm kiếm và đề xuất những ứng viên phù hợp cho cá nhân, tổ chức hoặc doanh nghiệp đang có nhu cầu nhân sự. Trong một số trường hợp, HR làm việc tự do chỉ phụ trách một phần nhất định của quy trình tuyển dụng, chẳng hạn như sàng lọc và cung cấp các hồ sơ ứng viên tiềm năng, mà không cần tham gia vào các bước như phỏng vấn hay hỗ trợ nhân sự mới hòa nhập môi trường làm việc. Thu nhập của vị trí này thường được tính theo tỷ lệ phần trăm trên mức lương của ứng viên mà họ giới thiệu thành công. 12. Freelance ReviewerReviewer là những người đưa ra nhận xét hay chia sẻ trải nghiệm thực tế sau khi sử dụng một sản phẩm hoặc dịch vụ cụ thể (như ẩm thực, công nghệ, mỹ phẩm…), thông qua bài viết hoặc video. Khác với nhiều công việc chỉ nhận thù lao trực tiếp từ doanh nghiệp, reviewer còn có thể gia tăng thu nhập nhờ lượt xem và mức độ tương tác trên các nền tảng nội dung. 13. Voice TalentSở hữu chất giọng truyền cảm cũng có thể trở thành lợi thế để bạn trở thành freelancer. Những công việc phổ biến trong lĩnh vực voice talent có thể kể đến như tư vấn và bán hàng qua điện thoại, chăm sóc khách hàng, thu âm audiobook, lồng tiếng cho video, game hoặc bài giảng trực tuyến… Thông qua quá trình làm việc, bạn còn có cơ hội rèn luyện kỹ năng giao tiếp và nâng cao sự tự tin của bản thân. 14. Kế toánNếu sở hữu nền tảng chuyên môn vững chắc cùng kinh nghiệm trong các lĩnh vực như tài chính, bất động sản hay bảo hiểm, thì việc trở thành freelancer kế toán/tư vấn tài chính là một lựa chọn đáng cân nhắc. Bạn có thể đảm nhận nhiều hạng mục như xử lý sổ sách kế toán, kê khai thuế hoặc tư vấn các hoạt động tài chính, bao gồm cả đầu tư chứng khoán. Do đòi hỏi nhiều kiến thức chuyên môn và kinh nghiệm thực tế, công việc này thường đi kèm với mức thu nhập hấp dẫn dành cho người có năng lực. 15. Người mẫu Theo đuổi nghề người mẫu tự do, Freelance Model, có thể mang đến cơ hội thú vị để bạn kiếm thu nhập bằng chính đam mê nghệ thuật/thời trang hoặc thế mạnh ngoại hình của mình mà không bị gò bó bởi một công ty quản lý. Vậy chính xác freelance model là gì? Họ là những người tự phát triển và quảng bá hình ảnh cá nhân để tìm kiếm cơ hội trong ngành: Mẫu thương mại (commercial model)Mẫu thời trang (fashion model)Mẫu thể hình (fitness model),....Xem thêm: Định hướng nghề nghiệp cho Gen Z - Đi tìm cảm hứng phát triển tương lai Các câu hỏi thường gặp về làm freelance1. Các trang web freelancer nào uy tín?Có nhiều trang web freelancer uy tín mà bạn có thể tham khảo như:Thị trường Việt Nam:CakeVlance.vnFastlanceFreelancerVietToàn cầu:UpworkFiverrFreelancer.comToptal,... 2. Bắt đầu làm freelance như thế nào?Dưới đây là 4 bước cơ bản để bắt đầu hành trình trở thành freelancer cho bạn: Xác định lĩnh vực chuyên môn: Nghiên cứu thị trường để chọn ngách hoạt động phù hợp với khả năng của bạn cũng như mang đến nhiều tiềm năng công việc.Trau dồi kỹ năng: Làm freelancer đồng nghĩa với việc bạn phải tự học cách “marketing” để bán dịch vụ của mình. Ngoài kiến thức chuyên môn thì kỹ năng mềm như giao tiếp, đàm phán,... là những kỹ năng bạn cần trau dồi liên tục.Xây dựng portfolio để giới thiệu bản thân, kinh nghiệm, và các dự án đã thực hiện.Tìm kiếm khách hàng thông qua các nền tảng như Cake, Vlance, Upwork,... hoặc trong các Facebook Group. Tham khảo ngay cách sử dụng Cake Meet APP để mở rộng network nhé!3. Có nên làm freelancer không và vì sao? Khi tìm hiểu về freelancer, bạn nên xem xét kỹ lưỡng về phong cách sống và điều kiện của bản thân. Dưới đây là một số ưu nhược điểm của các công việc freelance để bạn tham khảo trước khi đưa ra quyết định của riêng mình. Ưu điểm của các công việc freelancer:Lnh hoạt trong cách thức, thời gian và địa điểm làm việc.Tự do lựa chọn khách hàng.Giữ và phân bổ toàn bộ lợi nhuận từ công việc của mình.Nhược điểm của các công việc freelancer:Phải tự xử lý các vấn đề với khách hàng.Thu nhập có thể không ổn định hằng tháng.Phải tự trả những khoản phí phát sinh.4. Làm sao để trở thành một freelancer thành công?Để trở thành một freelancer thành công, bên cạnh việc không ngừng nâng cao khả năng chuyên môn, cải thiện kỹ năng mềm thì bạn cần phải thiết lập mục tiêu rõ ràng, duy trì kỷ luật. Ngoài ra, khi nhận một công việc dù nhỏ hay lớn, bạn cũng cần làm hết sức mình. Nếu một khách hàng hài lòng, họ sẽ giới thiệu bạn cho nhiều người khác trong vòng tròn quan hệ của họ, và bạn sẽ có thêm nhiều khách hàng mới mà không phải mất tiền quảng cáo. 5. Freelancer có cần bằng cấp không? Freelancer không nhất thiết phải có bằng cấp. Quan trọng là bạn thể hiện được bản thân có kỹ năng, kinh nghiệm mà khách hàng đang tìm kiếm cho vấn đề của họ. Bằng cấp có thể là một lợi thế nhưng không phải là yếu tố quyết định cho sự thành công của bạn. 6. Làm freelancer có khó không? Công việc freelancer không hề dễ. Bạn vừa phải tìm kiếm, tư vấn, chăm sóc khách hàng, quản lý các dự án nhằm đảm bảo đúng deadline vừa tìm cách duy trì nguồn thu nhập ổn định hằng tháng. Vậy nên, công việc này sẽ không phù hợp với những bạn chưa có nhiều kinh nghiệm làm việc. Bạn có thể bắt đầu con đường freelance bằng cách làm song song giữa công việc full-time và freelance. Khi cảm thấy bản thân đã vững thì bạn mới nghỉ hoàn toàn công việc văn phòng để trở thành freelancer toàn thời gian.7. Làm freelancer có phải đóng thuế TNCN, BHXH không? Làm freelance vẫn phải đóng thuế TNCN, nhưng không bắt buộc phải đóng BHXH nếu không ký hợp đồng lao động. Tuy nhiên, freelancer có thể tham gia BHXH tự nguyện để hưởng trợ cấp thai sản, chế độ hưu trí và các chế độ khác. 📍Kết luậnHơn ai hết, bạn là người hiểu rõ nhất bản thân mình có nên làm freelancer không, và thích hợp với nghề freelance gì. Tuy có sự thoải mái về thời gian và địa điểm làm việc nhưng cũng có rất nhiều thách thức nếu bạn quyết định theo đuổi hình thức làm việc này. Vì vậy, hãy cân nhắc thật kỹ mọi yếu tố bạn nhé!Còn nếu bạn đang tìm việc freelance thì xem ngay trang web tuyển dụng Cake, để tham khảo các bản tin mới và uy tín nhất trong mọi lĩnh vực, ngành nghề. Chúc bạn nhiều thành công và may mắn!Đọc thêm: Hướng dẫn tạo CV Freelancer và những điều cần biết về làm việc tự doCake là một trong các trang web tuyển dụng uy tín, được nhiều doanh nghiệp và ứng viên lựa chọn. Dù bạn đang tìm việc full-time, remote hay thực tập thì đều có thể dễ dàng tiếp cận cơ hội nghề nghiệp mình mong muốn.Tìm việc
Career Development
May 3rd 2024

Apa itu Pegawai Harian Lepas? Ini Bedanya Dengan Freelancer!

Jika kamu merupakan tipe orang yang kurang suka dengan keterikatan, maka cobalah menjadi pekerja harian lepas. Jangan kira posisi ini sama dengan freelancer, ya. Jika dibandingkan dengan part-timer pun buruh harian lepas memiliki jam kerja, sistem gaji maupun hak yang lumayan berbeda. Lantas, apa yang dimaksud dengan pekerja harian lepas? Nah, mari simak penjelasan lebih lanjut di bawah ini biar kamu memahami pekerjaan apa saja yang termasuk buruh harian lepas serta apa yang membuatnya berbeda dengan pekerjaan lain pada umumnya.Daftar isi: Pengertian Pegawai Harian Lepas Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Pegawai Harian Lepas Aturan dan Hak Pekerja Harian Lepas Perbedaan Pegawai Harian Lepas dengan Freelancer dan Part-Time Contoh Pekerjaan Pegawai Harian Lepas Apa yang Dimaksud Pekerja Harian Lepas? Di luar negeri, pekerja harian lepas disebut sebagai casual daily worker. Sementara di Indonesia sebagian orang juga menyebutnya sebagai pekerja kasual. Tenaga harian lepas atau daily worker adalah orang-orang yang bekerja untuk membantu suatu perusahaan saat terjadi kekurangan karyawan di momen tertentu. Biasanya, mereka dibutuhkan ketika peak season seperti weekend, tanggal merah atau liburan panjang Industri yang memerlukan pekerja harian lepas sering erat kaitannya dengan hospitality atau pelayanan pada pelanggan. Contohnya adalah restoran, event organizer, pengiriman barang, hotel dan lain-lain. Di luar negeri, industri yang membutuhkan daily worker lebih beragam lagi. Ada banyak jenis daily worker di Amerika seperti halnya customer service, data entry, perawat lansia, perawat anak, tukang cuci piring dan masih banyak lagi. Cara kerja harian lepas cukup berbeda dengan pekerja lain pada umumnya. Berikut ini alur kerja pekerja harian lepas dari proses rekrutmen hingga pembayaran gaji: Tenaga harian lepas biasanya direkrut oleh agensi yang menaungi mereka. Agensi tersebut akan menyalurkan pekerja pada perusahaan yang sedang kekurangan tenaga kerja.Sebagian pekerja harian lepas lain juga melamar pekerjaan secara non-formal, tanpa menggunakan email. Biasanya cukup menghubungi pemberi kerja melalui WhatsApp.Jika dinyatakan sudah siap bekerja, perusahaan akan memanggil pekerja harian tersebut dan memberitahu beban kerja serta besaran upah. Tidak ada tekan kontrak di atas hitam putih pada tahapan ini.Apabila pekerjaan sudah rampung, tenaga harian lepas berhak memperoleh upah secara tunai pada hari yang sama dengan hari ia bekerja, atau sesuai kesepakatan. Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Pegawai Harian LepasMelihat sistem kerja harian lepas sebelumnya, tentunya ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang akan diterima. Kamu harus paham bahwa hak yang diterima oleh buruh harian lepas tidaklah sebanyak pegawai tetap di perusahaan. Kelebihan Pegawai Harian Lepas Mendapatkan upah dengan mudah. Sistem upahnya sangat cocok untuk kamu yang membutuhkan dana cepat.Kamu bisa belajar banyak hal dalam waktu yang sangat singkat.Memungkinkan kamu memperoleh relasi dalam tempo yang cepat.Meningkatkan produktivitas dan menghindarkan kamu dari kebiasaan menyia nyiakan waktu.Sangat cocok untuk kamu pendukung work-life balance.Mengajari kamu menjadi lebih mandiri dalam bekerja. Kekurangan Pegawai Harian Lepas Sebab mendapatkan upah setelah merampungkan tugas, kamu perlu bersabar ketika ada kendala dalam bekerja.Sebagian perusahaan tidak memberikan scope kerja yang jelas pada pegawai harian lepas karena tidak adanya kontrak tertulis. Ini mengakibatkan perusahaan bisa sesuka hati memberikan pekerjaan tambahan tanpa memberikan upah lebih.Mantan pegawai harian lepas umumnya tidak mendapatkan surat rekomendasi kerja dari pihak yang mempekerjakan mereka.Bos atau agensi bisa memberhentikan pegawai harian lepas sesuka hati jika dirasa sudah tidak diperlukan. Aturan dan Hak-hak Pegawai Harian Lepas Banyak diantara kita yang menganggap enteng status pegawai harian lepas. Padahal, kehadiran mereka telah dilindungi oleh undang-undang. Meskipun undang-undang mengenai tenaga harian lepas yang sebelumnya tertuang pada Permenaker No.6 tahun 1985 telah dicabut berdasarkan keputusan Menakertrans, akan tetapi selanjutnya diatur kembali dalam Pasal 10 Ayat 1 PP 35/2021. Bunyinya adalah: “PKWT yang dapat dilaksanakan terhadap pekerjaan tertentu lainnya yang jenis dan sifat atau kegiatannya bersifat tidak tetap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) berupa pekerjaan tertentu yang berubah-ubah dalam hal waktu dan volume pekerjaan serta pembayaran upah Pekerja/Buruh berdasarkan kehadiran” Menurut pasal tersebut, pekerja harian lepas sebenarnya dapat dipekerjakan asalkan dengan PKWT atau perjanjian tertulis dengan waktu tertentu. Akan tetapi, kenyataan di lapangan masih banyak perusahaan atau agensi yang mempekerjakan pegawai harian lepas tanpa tanda tangan hitam di atas putih. Lebih lanjut, menurut pasal di atas, pegawai harian lepas berhak mendapatkan upah yang dihitung berdasarkan kehadiran dan banyaknya pekerjaan yang diberikan. Sangat mungkin juga bagi pekerja harian lepas di sektor tertentu memperoleh bonus sesuai kesepakatan. 📚 Baca juga: Penting! 7 Perbedaan PKWT dan PKWTT yang Wajib Diketahui Karyawan Perbedaan Pegawai Lepas Harian dengan Freelancer dan Part-Time Pegawai harian lepas, freelancer, dan part-timer memiliki perbedaan yang lumayan mencolok satu dengan lainnya. Sayangnya, tidak semua orang mengerti secara mendalam definisi dari tiga jenis pekerjaan ini. Nah, berikut ini beberapa perbedaan yang perlu kamu pahami. 1. Jam Kerja Berapa lama pekerja harian lepas melaksanakan tugasnya ? Jam kerja pegawai harian lepas tidaklah sama dengan pegawai tetap di suatu perusahaan. Buruh harian lepas bekerja tanpa aturan waktu 9-5 atau 8-4. Mereka bisa saja bekerja mulai jam 2 siang hingga 9 malam, tergantung kapan perusahaan membutuhkan bantuan. Pegawai harian lepas juga tidak bekerja senin hingga jumat. Mereka bisa saja bekerja 3 hari saja dalam satu minggu tergantung banyaknya pekerjaan yang diberikan. Jadi, apabila pekerjaan mereka sedikit, bisa jadi pula mereka menyelesaikan pekerjaan tidak sampai seharian. Adapun part-timer bekerja dengan jam kerja yang ditentukan perusahaan. Biasanya mereka bekerja setengah hari, misalkan dari jam 7 hingga 12 siang. Part-timer sendiri juga harus melakukan absen setelah masuk, berbeda dengan freelancer yang bisa sesuka hati memulai pekerjaan mereka, Freelancer sendiri dapat mengatur jam kerja mereka, baik secara milestone atau by result. Nah, Milestone adalah kumpulan projek kecil yang membentuk keseluruhan proyek yang dikerjakan. Misalkan saja proyek penulisan buku yang dibagi dalam 5 tahap, dari pembuatan daftar isi, bab 1-5 dan penutup. Nah, freelancer akan dibayar setelah menyelesaikan setiap milestone tersebut. 2. Tugas dan Tanggung jawab Pegawai harian lepas biasanya mendapatkan job desk sesuai apa yang perusahaan butuhkan di hari tersebut. Misalkan saja, perusahaan X kekurangan tenaga kerja di bagian packing, maka job desk yang diberikan pada buruh harian lepas adalah membantu di bagian pembungkusan barang siap antar. Inilah kenapa, keberlanjutan pekerjaan yang diberikan tidak menentu. Bisa saja suatu waktu buruh harian lepas akan diberhentikan sementara, dan dipanggil pada hari selanjutnya saat diperlukan lagi. Bahkan, pegawai harian lepas bisa saja mendapatkan pekerjaan tambahan di luar kesepakatan awal apabila perusahaan kekurangan orang di bagian lain. Misalkan saja tugas packing telah selesai, mereka kemudian diminta untuk membantu menyortir barang yang akan dikirim. Adapun freelancer dan part-timer yang mendapatkan job desk yang jelas dan mendetail sebelum dimulainya pekerjaan. Mereka pun perlu melapor ke atasan yang mempekerjakan mereka, sebulan sebelumnya atau one month notice apabila ingin mengundurkan diri. 📚 Baca juga: Notice Period: Pahami Peraturannya Sebelum Resign! [+Caranya] 3. Keterikatan dengan Perusahaan Umumnya freelancer, pegawai harian lepas maupun part-timer tidak terikat terlalu erat dengan suatu perusahaan. Meskipun sebagian perusahaan memberikan PKWT atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, tetapi pada praktiknya banyak pula freelancer atau buruh harian lepas yang bisa mengakhiri kontrak sebelum waktu yang ditentukan, dengan catatan jika perusahaan tidak memberikan hak sesuai yang tertulis. Sebenarnya di Indonesia sendiri masih banyak pula freelancer atau pegawai harian lepas yang bekerja berdasarkan asas “asal pekerjaan selesai, upah pun diberikan”. Antara freelancer dan klien pun sama-sama mempraktikannya dan kurang menyadari dengan adanya undang-undang, sehingga mereka sangat rentan akan masalah tersebut di kemudian hari. 4. Gaji Lalu, berapa gaji karyawan harian lepas? Tentunya jumlahnya berbeda-beda. Sesuai namanya, pegawai harian lepas memperoleh gaji berdasarkan total hari ia bekerja. Berbeda dengan pegawai bulanan yang menerima gaji fixed price perbulan disertai insentif lain seperti asuransi kesehatan dan keselamatan kerja. Di beberapa negara maju seperti Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat, penghitungan gaji pegawai harian lepas dihitung per-jam.Sedangkan pekerja part-time biasanya mendapatkan gaji per hari atau bisa juga per bulan, tergantung kebijakan perusahaan. Adapun freelancer diberikan upah sesuai hasil pekerjaan yang mereka berikan pada klien. Itulah kenapa, banyak freelancer baru yang mendapatkan upah hanya Rp 100.000 per-item project, serta ada pula freelancer expert dengan upah mencapai puluhan juta untuk satu hasil pekerjaan saja. 5. Rekan Kerja Pegawai harian lepas dan part-timer mudah menemukan relasi baru karena rekan kerja mereka mudah keluar masuk. Mereka bisa mendapatkan rekan kerja baru dari berbagai latar belakang, sehingga sangat mudah bagi pegawai harian lepas menjalin koneksi. Dalam jam kerja yang sama pun biasanya ada lebih dari dua orang pekerja harian lepas sehingga ikatan diantara mereka justru lebih kuat walau bekerja sebentar. Sementara itu, freelancer cenderung bekerja secara individu. Mereka tidak diciptakan untuk mengerjakan pekerjaan secara bersama-sama, dalam lokasi yang sama. Itulah kenapa, kebanyakan freelancer sulit mendapatkan rekan kerja karena mereka memang fokus pada hasil dan proses kerja saja. 6. Benefit Sejauh ini pegawai harian lepas maupun part-timer hanya memperoleh benefit berupa upah dan bonus sesuai kesepakatan yang ditentukan. Sementara itu, freelancer mendapatkan benefit berupa gaji yang diberikan dari hasil proyek, baik secara kualitas dan kuantitas. Untungnya, beberapa perusahaan juga memberikan asuransi kesehatan pada freelancer yang telah bekerja selama lebih dari dua tahun, bahkan juga memberikan tunjangan hari raya dan kuota internet. Contoh Pekerjaan Harian Lepas 1. Pegawai harian lepas di hotel Pegawai harian lepas di hotel umumnya dibutuhkan ketika peak season seperti tanggal merah atau liburan panjang. Kebanyakan hotel akan kebanjiran tamu dan membuat mereka kewalahan menghadapinya. Nah, contoh pekerjaan buruh harian lepas di hotel adalah membantu bersih-bersih kamar hotel, mencuci piring, bahkan menjawab telepon dari tamu yang booking di aplikasi online. 2. Pegawai harian lepas di restoran Contoh buruh harian lepas di restoran diperlukan untuk membantu bersih-bersih atau mengerjakan urusan dapur. Di musim liburan panjang macam idul fitri dan natal biasanya sebagian restoran kewalahan menghadapi lonjakan pelanggan. Itulah kenapa, pegawai harian lepas sangat diperlukan pada momen ini. Jika kamu beruntung dan hasil pekerjaan tampak baik, pihak restoran bisa saja merekrut kamu untuk jangka panjang. 3. Pegawai harian lepas marketing Banyak perusahaan yang menargetkan penjualan produk dalam rentang waktu tertentu sebelum produk mereka kadaluarsa. Mereka pun berupaya mencari cara agar produk tersebut terjual dalam jumlah yang banyak dalam tempo yang singkat. Nah, salah satu caranya adalah dengan merekrut pegawai harian lepas marketing. Biasanya, mereka ditugaskan untuk menghubungi calon customer secara offline atau telepon untuk menawarkan produk. Bisa juga diminta tolong menyebarkan promosi melalui media sosial. 4. Pegawai harian lepas acara Pegawai harian lepas acara biasanya direkrut langsung oleh event organizer ketika mereka kewalahan dengan membludaknya klien. Pada musim konser musik atau hajatan pernikahan, mereka bisa diminta membantu menyambut tamu, membagikan makanan ringan atau menyiapkan logistik acara. Di event yang lebih besar, pegawai harian lepas ini juga diperlukan untuk membantu di bidang medis. Contoh pegawai harian lepas di bidang ini adalah mengobati orang pingsan atau memberikan pertolongan pertama pada performer yang kekurangan oksigen. 5. Pegawai harian lepas konstruksi Pegawai harian lepas konstruksi biasanya bekerja untuk mengangkut barang dari satu tempat ke lokasi konstruksi. Rata-rata pekerjaan mereka terkait dengan bidang fisik, seperti juga mengangkat besi, mengaduk semen dan memasang bata. Sebab pekerjaannya berat, mereka tidak hanya memperoleh upah harian tetapi juga makan siang di hari mereka bekerja. Kesimpulan Nah, sudah tahu apa perbedaan pegawai harian lepas dengan freelancer maupun part-timer, kan? Agar kamu lebih ingat, mari baca poin-poin berikut: Pegawai harian lepas sebenarnya memperoleh PKWT sebagaimana yang telah diatur oleh undang-undang. Pada praktiknya, sangat banyak perusahaan yang melakukan rekrutmen tanpa PKWT. Jadi, jika kamu bekerja sebagai pegawai harian lepas, perhatikan kembali sebelum melamar.Pegawai harian lepas mendapatkan benefit berupa upah harian. Ini dihitung berdasarkan jumlah hari ia bekerja.Ingat untuk tanyakan pada calon atasan, apakah ada bonus apabila telah mengerjakan tugas diluar job desk atau lembur.Bekerja sebagai pegawai harian lepas tampaknya cocok untuk kamu perantau atau anak kos yang memerlukan dana cepat.Apabila perusahaan atau agensi yang memberikan beban kerja diluar nalar, kamu berhak resign sebagai pekerja harian lepas tanpa perlu one month notice. Akan tetapi, tetap kabari bos kamu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Ingin buat CV ATS-friendly yang profesional biar dilirik HRD? Cobain Cake untuk membuatCV Online, portofolio lamaran kerja, dan juga cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami. 100% GRATIS!--- Ditulis Oleh Izzul Millati ---
Career Planning
May 4th 2021

Qualities of a Successful Freelancer [+Tips]

It’s cliche to think that freelancing is only for stay-at-home parents who aren't able to commit to a full-time job; or introverted individuals, who’d rather sit at home alone without expending effort to build camaraderie with their colleagues. In fact, freelancing has now become a lifestyle by choice, ushering in a new life of mobility and versatility. In the previous Freelancing 101, Cake covered a series of freelancing pros and cons. By now you already probably know that it’s not easy to break into this industry; some of the qualities you should embody before jumping in this industry can be later accumulated through experience, but the rest are closely tied with your personality. If you still want to give freelancing a go, here is a comprehensive list of traits and tips you should focus on. 3 Qualities of a Successful Freelancer 1. Strong Self-Discipline and Time-Management are needed Self-discipline and strong time-management skills should be second nature to you. Basically, freelancing entails managing each aspect of your work: from your schedules and deadlines, the occasional clients from hell, and an insurmountable amount of work (or few and far between, it depends). That's why Cake puts self-discipline on the top of the list; it’d be hard for you to succeed as a freelancer without it. I admit it’s hard to resist temptations, it’s natural to do what your heart desires when an opportunity presents itself. Working at home requires detailed time management. Here's a fun fact: sometimes a 15-minute break can turn into a 4-hour Ricky and Morty binge. Brewing coffee, walking your dog and soaking in the sun sound incredibly pleasant, but your work is probably at stake.Chances are you’ll miss deadlines, anger clients, and ruin your own reputation. You aren't punching a clock, and you don't have a boss looking over your shoulder, so living as fully as you wish could spiral into a full-blown disaster if you don't have everything planned out to the T. Having a fixed working schedule makes your clients happy since they know when they can hear back from you. It also becomes a habit, that may help make you become more efficient and productive in the future. 2. As a freelancer, You Should Always Keep Learning and Keep Grinding As was mentioned in Freelancing 101, you have to wear many hats, such as marketing or advertising to name a few. No doubt in the future, we’ll be seeing newer, cooler, and possibly weirder jobs that are currently still impossible for us to imagine. With the ever-changing industry landscapes, you have to always be on your toes and expose yourself to different ideas and methodologies.For example, becoming more tech-savvy would be a great option since people are becoming more and more reliant on technology. Learning and optimizing more skills can help make you more competitive in your career. Everything is in flux and once a change takes effect, it will ripple out to the wider economy, of which you’re but a small part of. Bear in mind that enriching yourself with new information and skills now will help you greatly in times of uncertainties later on in your career. 3. Strong work ethic To attract more clients, you have to act professionally. Once you’ve built a solid clientele, referrals and word-of-mouth advertising from your existing clients can further pave the way for a successful career in freelancing. How? It's as simple as responding to emails within 24 hours and taking the initiative to ask the right questions. For example, figure out the budget and objective of the project, as well as who the stakeholders are—identify the real decision-maker lest you be micromanaged by tons of irrelevant people. All these will help you solidify your reputation because you're able to understand and communicate clearly what's needed to be done, and provide effective solutions for your clients. It’s what kickass freelancers do—letting their work speak for themselves. Clients don’t care if you’re working in your pajamas or if you haven’t stepped out of the door for three consecutive days as long as you can uphold your end of the bargain and deliver quality work on time. Further reading:Working from Home Starter Pack: Freelancing 101 3 Tips for Freelancers-to-be Now, you’ve tapped into the three critical qualities needed for a successful freelancer, to be more specific, Cake also offers some tips for you. There’s actually no strict boundary between qualities and tips for a successful freelancer, they’re all equally important and we want nothing else but providing you with real constructive and solid advice. These tips can help you be more mentally prepared to embrace what life is going to be like as a freelancer. 3 Tips for Freelancer-to-be 1. Flexibility is the Synonym of Freelancing On top of new skills, learning to become more flexible and adaptable to the changes increases your value and makes you indispensable. We all know that adapting to change is hard; it’s different from being spontaneous or doing whatever you want. However, it helps with decision-making, skills diversification and understanding freelance trends (coming soon, wait for it!) so that adjustments can be made accordingly. You have to be comfortable with changes, and good at compromising while safeguarding your principles!Highlight this one: You have to get in front of people’s noses and be super proactive because projects don’t magically land in front of you; sometimes a project you’ve been eagerly anticipating falls through; sometimes a client screws you over; sometimes last-minute work is offered (of course you can turn it down, but if you do well, you gain a recurring client); and yes, occasionally you're the one who commits the blunder. I can go on and on about different scenarios but the bottomline is that adaptability is crucial. Flexibility also comes to play when you have no financial stability starting out; you might have to sacrifice certain luxuries, and that’s why an emergency fund for at least six months is crucial. (Here's a quick refresher on Freelancing 101) Overall, you have to always prepare for the best and hope for the worst, and try not to let uncertainties cloud your judgment. 2. Self-love, really? You’d think it’s second nature, but as advanced as we are, 21st-century humans have little capacity to love oneself. It’s a luxury, really, especially in the freelancing industry. You’re constantly reminded of the negatives each time you come into contact with a client who doubts you. There is some good news though: you have a lifetime to learn how to love yourself and develop a philosophical outlook while you're working in this competitive industry. So yes, freelancing gives you room to nourish both your secular and spiritual self at the same time. No irony here.What’s true though, is that if you lack a positive image of yourself—from your self-confidence, self-image, to your self-esteem—you’re bound to second guess or doubt yourself when no one is validating your worth, especially since your friends and family might not understand the value of freelancing as a career choice. Imposter syndrome starts to creep in, and by then the damage would've already been done and would take a lot of work to beat and undo. 3. Live by your principles, motto of a freelancer You need to understand your value so that you can persuade others of your worth. Being assertive with your principles will help you filter out the difficult clients. As a freelancer, you need to be firm when you negotiate with your clients, standing your ground when you encounter those who want quality work for little money. You have to figure out how to keep your reputation intact, and one way is being firm with lines you won’t cross!AssertivenessMake sure you’re being paid fairly. Price your work in a way that's proportional to your level of talent and the time you'll invest in the project. Don’t join the “race to the bottom,” it’ll only compromise your integrity and cause you trouble later on.FreedomDon't allow yourself to be micromanaged by your clients, it can make you feel like you have no control over aspect of your work. It’s a pet peeve of many freelancers.Effective Communicationit’s the minimum threshold of a successful collaboration. You have to make sure you understand the client’s needs and at the same time get the client to understand your terms (with pricing, deadlines, contract terms, etc.). Clear communication is beneficial to both parties. Further reading:How to Boost Your CV with Freelance Work Moral of this story Congratulations on sticking with me up to this part, I can see how determined you are to become a freelancer. I'm glad I didn’t scare you away as the things I mentioned aren't easily achieved. Honestly, I can go on and on about all the qualities you need to have as a successful freelancer, but I believe these are the essentials that will aid you in wading through the murky waters of the freelance industry. If you get cold feet after reading this, I recommend that you rethink what made you consider becoming a freelancer in the first place. Ask yourself, "Will becoming a freelancer help me reach my ultimate goal?"In an upcoming article you’ll get to know the most up-to-date freelancing trends and how to utilize them for your benefit! So, stick with me as there’s still a long way to go. HANG IN THERE! Further reading:Secrets of How to Become a Freelance Writer in College
Resume & CV
Jan 7th 2023

7 Cara Mudah Membuat CV Menarik yang Dilirik HRD!

Sesuai dengan namanya, curriculum vitae alias CV adalah dokumen berisi tentang pengalaman kehidupan seseorang, mulai dari pengalaman pendidikan, bekerja hingga keterampilan yang dimiliki.Curriculum Vitae atau daftar riwayat hidup merupakan dokumen penting yang diperlukan untuk mencari pekerjaan. Tetapi, perlu diketahui bahwa HRD hanya menghabiskan 7.4detik untuk meninjau CV kandidat (Theladders).Oleh karena itu, kamu harus mampu membuat CV yang lebih menarik dibandingan CV lainnya agar dilirik HRD.Membuat CV terkadang menjadi hambatan bagi beberapa orang karena mereka harus melakukan refleksi diri dan menuliskan informasi tentang diri mereka pada CV. Selain itu, mereka juga harus bisa mendeskripsikan diri secara objektif dan mengemas informasi tersebut sehingga menarik bagi rekruter dan perusahaan. Namun, membuat CV sekarang menjadi lebih mudah karena ada begitu banyak platform online yang menyediakan template gratis, panduan-panduan, dancontoh CV yang menarikperhatian rekruter seperti artikel ini. Yuk, kita simak!Daftar isi: 7 Cara Membuat CV yang Menarik Cara Membuat CV Menarik Tanpa Pengalaman Kerja Struktur CV yang Benar 4 Contoh CV Menarik yang Dilirik HRD 4 Tips Membuat Curriculum Vitae Cara Mudah Membuat CV OnlineBagaimana Cara Membuat CV yang Menarik? 1. Gunakan format CV yang benar Pastikan kamu menggunakan format CV yang benar. Walaupun terdengar sepele, langkah ini adalah langkah yang penting karena jika format CV kamu berantakan, pastinya HRD akan malas membaca CV kamu. Bayangkan saja jika CV kamu saja sudah berantakan, HRD pasti akan menyimpulkan bahwa kamu adalah orang yang tidak profesional saat bekerja.Nah, format yang dimaksud disini adalah format CV seperti jenis ukuran fontserta margin yang tepat untuk CV lamaran kerja. Layout, desain, dan format CV adalah kunci agar CV terlihat rapi dan profesional. Perhatikan hal berikut ini agar CV kamu mudah dibaca HRD: Ukuran font untuk isi CV: 10 - 12 point sizeUkuran font untuk nama header di CV: 13 - 14 point size (bold)Jenis font: Arial, Calibri, Garamond, Georgia, atau HelveticaMargin: 1 - 1.5 inciBanyak halaman: 1 - 2 halaman📚Baca juga: Foto CV Lamaran Kerja: Baiknya Gimana? 2. Tulis CV secara singkat dan jelasCukup tulis CV 1-2 halaman saja, karena seperti yang disebutkan sebelumnya, HRD hanya menghabiskan 7.4 detik untuk melihat CV kandidat. Cantumkan data diri yang paling penting saja, serta tuliskan deskripsi diri dan pengalaman kerja yang paling relevan dan yang ingin kamu tonjolkan saja.Untuk lebih lengkapnya mengenai struktur CV, baca artikel ini sampai habis, ya!3. Cantumkan hyperlink ke portofolioSaat membuat CV digital, ada baiknya kamu mencantumkan hyperlink ke portofolio kamu atau bahkan ke sosial media kamu yang relevan.Caranya sangat mudah. Jika portofolio kamu ada dalam bentuk PDF, upload dokumen tersebut ke Google Drive, kemudian copy link dan sematkan link tersebut ke CV online kamu. Jika portofolio kamu adalah dalam bentuk website, sosial media atau lainnya, langsung cantumkan saja link tersebut di CV kamu. Untuk contohnya, simak artikel ini sampai habis.4. Buat CV yang ATS friendlyPercaya atau tidak, CV yang kamu kirimkan belum tentu langsung sampai ke tangan HRD. Beberapa perusahaan, terutama perusahaan besar, menggunakan sistem ATS untuk menyaring CV yang mereka dapatkan. Kemudian setelah proses penyaringan, barulah CV akan diterima dan dibaca oleh HRD.Maka dari itu, penting sekali bagi kamu untuk membuat CV yang ramah ATS.📚 Baca juga:Cara Membuat CV ATS Friendly Agar Lolos Screening, Ada Template Gratis! 5. Modifikasi CV setiap kali melamar Saat mencari pekerjaan, mungkin kamu tidak akan hanya melamar satu pekerjaan. Mungkin kamu bisa melamar dua, tiga, lima, belasan atau puluhan.Nah, lowongan pekerjaan yang kamu daftar mungkin tidak berkaitan satu sama lain. Contohnya seseorang melamar pekerjaan digital marketing, business development dan juga human resources. Perlu diingat, setiap lowongan pekerjaan memiliki deskripsi pekerjaan yang berbeda dan juga mencari orang yang memiliki keterampilan yang berbeda-beda. Untuk itu, disarankan untuk membuat CV yang berbeda untuk setiap lowongan yang dilamar agar dapat lebih cocok dengan lowongan tersebut. Contoh memodifikasi CV untuk pekerjaan yang berbeda:Digital Marketing: tekankan skill SEO, Social Media Marketing, Google AnalyticsBusiness Development : tekankan skill creative thinking, communication skills dan collaboration skills Bagaimana jika kamu melamar ke perusahaan yang berbeda-beda untuk posisi yang sama atau mirip? Jika ini adalah kasusnya, maka kamu harus menambahkan kata kunci di CV kamu. Perhatikan penjelasan di bawah ini.6. Tambahkan kata kunci di CVSaat melamar pekerjaan, setiap perusahaan tentu memiliki value perusahaan dan syarat yang berbeda-beda. Untuk itu, kamu perlu memperhatikan kata kunci yang ditulis oleh HRD di iklan lowongan pekerjaan tersebut, kemudian menuliskannya di CV kamu.Contohnya jika kamu memiliki value untuk memiliki komunikasi terbuka dan ternyata ini juga merupakan value perusahaan yang kamu lamar, tuliskan keyword "komunikasi terbuka" di CV kamu. Atau mungkin posisi yang kamu lamar sedang mencari orang yang fasih menggunakan Python dam kamu pun sudah terbiasa menggunakan bahasa pemrograman Python, maka kamu perlu menuliskannya di CV.7. Gunakan desain CV yang kreatif Langkah ini sangat penting terutama bagi kalian yang bekerja di industri kreatif seperti desainer ataupun penulis. Kamu bisa menambahkan foto, gambar, logo, dan menggunakan paduan warna yang senada.Bagi kalian yang bekerja di industri non-kreatif, kamu tetap harus memperhatikan desain CV kamu seperti langkah 1 agar CV terlihat profesional dan mudah dibaca.Untuk memastikan apakah kamu seharusnya membuat CV kreatif atau formal, lihat apa posisi pekerjaan kamu dan cek kembali dengan perusahaan yang kamu lamar seperti apa.📚 Baca juga:5 Contoh CV Formal Terbaik untuk Melamar Kerja, Apa Bedanya dengan CV Kreatif? CaraMembuat CV Menarik Tanpa Pengalaman Kerja Siapa bilang tidak punya pengalaman kerja gak bisa bikin CV? Meskipun belum memiliki pengalaman kerja, kamu tetap bisa memiliki CV yang menarik, lho. Yuk, baca penjelasan cara membuat curriculum vitae yang menarik meski tanpa pengalaman kerja di bawah. 1. Tuliskan pengalaman organisasi Ganti pengalaman bekerja dengan pengalaman organisasi, tuliskan juga deskripsi pekerjaan, pencapaian yang didapatkan dan periode saat berada dalam organisasi tersebut. 2. Masukkan sertifikat, kegiatan di luar sekolah, esktrakulikuler maupun projek yang dimiliki Jika pernah mengikuti kegiatan volunteer, menjadi freelancer ataupun sedang mengerjakan projek sendiri, tambahkan saat menulis CV. Selain membuat CV terlihat lebih penuh, dengan menuliskan hal ini rekruter juga dapat melihat kamu adalah mahasiswa yang aktif dan menunjukkan kompetensi yang dimiliki. 3. Tambahkan IPK dan kelas yang relevan Banyak perusahaan yang mementingkan nilai IPK tinggi untuk dapat masuk ke perusahaan. Tulis juga pelajaran yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar. Contohnya melamar menjadi human resources bisa menuliskan kelas seperti organizational behaviour dan psikologi. 4. Tuliskan kepribadian atau kepribadian Menulis hobi, minat dan bakat juga dapat membuat rekruter semakin mengenalmu. Apa yang kamu lakukan di waktu luang dan mungkin hobi mu dapat berguna di pekerjaan ke depan.Contoh CV Fresh Graduate yang Menarik -- Dibuat di Cake 📚 Bacaan Lanjutan : Cara Membuat CV Fresh Graduate yang Menarik CV Isinya Apa Saja?Elemen-elemen dibawah adalah informasi krusial yang dibutuhkan rekruter untuk menilai kelayakan kandidat untuk menempati posisi lowongan pekerjaan yang sedang dilamar. Untuk itu, pastikan CVmu memberikan semua informasi yang relevan dan dibutuhkan oleh HRD.Untuk membuat CV kamu lolos 7.4 detik pertama rektuter, pastikan kamu menuliskan bagian penting pada CV yaitu:1. Data DiriInformasi pribadi merupakan salah satu hal terpenting pada CV. Dengan menyertakan informasi pribadi yang benar dan jujur, rekruter akan mudah menghubungimu.✅ Informasi pribadi pada CVNama LengkapAlamat/ Kawasan KediamanNomor HPEmailSosial Media ( Linkedin, website pribadi )🚫 Hal yang harus dihindari pada CVStatus PernikahanMenyebutkan Gaji SebelumnyaAgamaRasNomor KTP/BPJS 📚Baca juga: Data Diri dalam CV yang Wajib Dicantumkan!2. Deskripsi DiriSatu paragraf yang berisi 3-5 kalimat tentang kamu dalam CV, biasanya berada di bawah data diri. Saat menuliskan deskripsi diri pada CV, jangan terlalu panjang, pilihlah kemampuanmu yang dapat membuat CV kamu stand out dan menarik perhatian rektuter untuk terus membaca CV mu. Contoh deskripsi diri dalam CV:" Lulusan S1 Ekonomi Universitas Indonesia. Memiliki pengalaman magang di salah satu digital agency di Jakarta selama setahun. [Nama] adalah orang yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan. Mencari kerja untuk semakin berkembang dan bertumbuh bersama [nama perusahaan]." 📚Lihat contoh lainnya:10 Contoh Deskripsi Diri Menarik yang Disukai HRD 3. Pengalaman BekerjaGabungan dari pengalaman-pengalaman bekerja selama ini. Saat menuliskan pengalaman bekerja pada CV, jangan lupa untuk mencantumkan nama perusahaan, posisi atau jabatan pekerjaan, lama bekerja, deskripsi pekerjaan ataupun pencapaian selama bekerja.Pada umumnya, para pencari kerja menuliskanpengalaman dengan format kronologi terbalik. Yaitu menuliskan pendidikan yang paling terakhir/ terbaru di paling atas. Keuntungan menggunakan format reverse chronological adalah menghighlight karir dan progres pencapaian kamu. Pilihlah format CV lamaran kerja yang sesuai dengan kamu:Format CV kronologi terbalik: cocok untuk kamu yang sudah memiliki pengalaman kerja dan ingin menunjukkan kemampuan kamu dari pengalaman kerja.Format CV fungsional: cocok untuk kamu yang belum punya banyak pengalaman, sedang career switching, memiliki gap year dalam karier.Format CV kombinasi: cocok untuk para professional dan fresh graduates yang memiliki banyak skill dan pengalaman.Saat menulis pengalaman kerja pada CV, ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan:Gunakan angka untuk menonjolkan pencapaian.Tambahkan kata kunci dari iklan lowongan pekerjaan.Gunakan kata kerja aktifagar CV kamu lebih kuat. Contoh pengalaman kerja pada CV:Customer Service | PT. Angkasa PrimaNov 2018 - SekarangMendengarkan dan mengatasi masalah customer tentang produk yang dibeliMeningkatkan customer retention sebesar 35%Menerima 5 bintang customer rating sebagai customer service terbaik📚Lihat cara selengkapnya:Cara Menulis Pengalaman Kerja di CV Beserta Contohnya 4. Riwayat PendidikanPendidikan formal yang ditempuh, tuliskan yang terbaru sampai yang terawal. Saat menulis riwayat pendidikan pada CV, kamu juga bisa menambahkan informasi seperti: IPK (jika 3.5)Kelas yang relevan dengan pekerjaan yang dilamarOrganisasi mahasiswa (BEM)Kegiatan ekstrakulikuler dalam kampus (UKM)Judul skripsiPenghargaanSertifikasi Contoh riwayat pendidikan pada CV:Universitas Bina Nusantara | Informasi TeknologiSep 2016 - Nov 2019Cum Laude dengan IPK 3.72📚 Baca selengkapnya: Cara Menulis Riwayat Pendidikan di CV5. KeterampilanTak lupa, tambahkan keterampilan atau skill yang dimiliki. Kamu bisa menuliskan hard skill ataupun soft skill yang berhubungan dengan pekerjaan yang dilamar. Menulis keterampilan pada CV akan memudahkan rekruter untuk memindai kandidat mana yang cocok dan diperlukan oleh perusahaan.Umumnya, ada 4 cara penulisan skill pada CV; yaitu bullet point, penjelasan lanjutan, mengintegrasikan dengan pengalaman kerja dan kategori.Contoh hard skill pada CV:Kemampuan Bahasa: Inggris, Mandarin, JepangKemampuan menggunakan software: Photoshop, Microsoft Office, CADKemampuan menggunakan bahasa pemgrograman: Phyton, R, JavaContoh soft skill pada CV:KomunikasiPemecahan MasalahAdaptasiKreativitasPengambilan KeputusanSaat menambahkan skill pada CV, hindari menggunakan skills bar. Sebaiknya, gunakan 4 kategori berikut untuk menunjukkan keterampilan kamu secara terukur:Beginner: kamu memiliki pengalaman dan pengetahuan dasar tentang skill tersebut dari pengalaman volunteer/organisasi/pekerjaan entry level sebelumnya atau dari kelas/seminar/workshop.Intermediate: kamu menerapkan skill tersebut di lingkungan kerja dan memahaminya dengan baik.Advanced: kamu memiliki tingkat pemahaman yang tinggi terhadap skill tersebut dan mampu mengajarinya ke karyawan lain.Expert: kamu menerapkan skill tersebut di banyak proyek dan organisasi. Para karyawan dan ahli di industri kamu pun menanyakan nasehat kepada kamu tentang skill yang kamu miliki.📚 Lebih banyak contoh skill:100+ Contoh Soft Skill Hard Skill dalam CV (untuk 15 Pekerjaan)6. Informasi TambahanInformasi lainnya yang bisa ditambahkan pada CV seperti: Kepribadian seperti minat dan hobiPublikasi atau research paperPenghargaanOrganisasiSertifikatMenambahkan informasi tambahan bisa menjadi opsi yang baik untuk kamu yang belum punya banyak pengalaman kerja. Ingat, tambahan informasi pada CV harusrelevanagar bisa menarik perhatian HRD. Contoh sertifikat untuk financial analyst:Chartered Financial Analyst (CFA) - Juni 2020Certified Financial Planner (CFP) - Maret 20214 Contoh CV Menarik yang Dilirik HRD1. Contoh CV MenarikBerikut adalah contoh CV yang menarik dari pemenang utama lomba CV Making Competition Cake oleh Nani Putri Ramadhanti. Lihat lebih lanjut CV Nani Putri Ramadhanti.Contoh CV Menarik oleh Nani Putri Ramadhanti-- Dibuat diCake2. Contoh CV Menarik Bahasa IndonesiaContoh CV Menarik Bahasa Indonesia-- Dibuat diCake3. Contoh CV Menarik Bahasa InggrisContoh CV Menarik Bahasa Inggris-- Dibuat diCake4. Contoh CV Menarik Fresh GraduateContoh CV Fresh Graduate yang Menarik -- Dibuat diCake 4 Tips Membuat Curriculum Vitae 1. Ketahui perbedaan CV dan resumeMeskipun ada perbedaan arti pada CVdan Resume, di Indonesia, umumnya kita akan menyebut "CV" sebagai dokumen melamar kerja. Namun, isinya akan lebih mirip seperti Resume, yakni sebaiknya ditulis dalam satu halaman dan hanya memuat informasi yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar. Curriculum Vitae (CV)ResumePanjangPanjanglebih panjang dari 1 halaman, tidak lebih dari 2 halamanLebih pendekkurang dari 1 halamanKontenLengkap Detailpenjelasan rinci tentang pengalaman kerja, referensi, publikasiHighlighthanya menuliskan kualifikasi yang paling menonjol dan relevanTujuanBiasanya digunakan untuk melamar pekerjaan dan keperluan akademisDokumen yang digunakan untuk melamar pekerjaan 📚 Baca juga:4 Perbedaan CV dan Resume yang Wajib Kamu Ketahui 2. Cari inspirasi dengan melihat contoh CV dari internetPasti ada pertama kali untuk segala sesuatu, dan pastinya itu tidak mudah. Cara membuat curriculum vitae untuk pemula atau pertama kali adalah dengan melihat contoh-contoh CV yang tersedia di internet. Tidak ada salahnya untuk mencari inspirasi dan contoh yang benar. Namun jangan lupa untuk tetap menjadi diri sendiri dan menuliskan yang sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan juga kepribadianmu. Ingat, jangan sekali-kali berbohong ya!📚 Bacaan Lanjutan:20+ Contoh CV Lamaran Kerja yang Baik dan Benar [+Cara Membuatnya] 3. Buat surat lamaran kerja Mengirim CV tidak akan lengkap jika tidak disertakan dengan surat lamaran kerja. Surat lamaran kerja akan berfungsi sebagai undangan untuk membuka dan membaca CV yang telah kamu kirimkan. 4. Pastikan tidak ada typo Nah, ini dia hal yang terkesan spele tapi berperan penting dalam pembuatan CV, Salah ketik! Cara membuat daftar riwayat hidup yang baik dan benar adalah membaca dan mengecek berkali-kali CV yang sudah dibuat. Jangan sampai ada salah ketik, salah nama perusahaan, salah menuliskan email maupun nomor telpon. Ingat, CV merupakan kesan pertama kamu dengan rekruter. Buatlah kesan yang sempurna dan jangan ada yang salah.Buat CV / Resume Lamaran Kerja di Cake secara gratis mudah!🎉Buat CV Cara Mudah Membuat CV Online, Gratis!Membuat CV di aplikasi apa?Tahukah kamu bahwa di internet terdapat banyak sekali CV maker ataupun aplikasi membuat CV yang bisa kamu gunakan untuk membuat CV online? Semua CV Maker memiliki fungsi serupa, yaitu menyediakan template dan mempermudah pembuatan CV. Di artikel ini, kami akan membahas cara membuat CV Online di Cake secara gratis!Template CVCakeMenurut ulasan dari Jobscan, Cake CV maker online sangat mudah digunakan dan memiliki nilai 9/10. Tinggal tarik dan taruh di halaman kerja, lalu bisa membuat CV bervariasi. Mulai dari CV profesional yang berwarna dasar putih, maupun membuat CV kreatif dengan background berwarna.Cara Membuat Curriculum Vitae Online di Cake:Kunjungi www.cakeresume.com dan registrasi jika belum memiliki akunIsi informasi pribadi yang dibutuhkanPilih opsi Buat CVEdit dan optimasi CVDownload CV PDF atau publikasikan CV online dan dapatkan link yang bisa kamu bagikan.Cake adalah website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan Cake dan cari lowongan di website cari kerja atau aplikasi cari kerja kami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu!Mudah sekali bukan? Tunggu apa lagi, yuk praktekkan teori yang telah kamu pelajari di atas dan buat CV online gratis kamu sekarang!🎉Buat CV
Resume & CV
Dec 2nd 2025

A Complete Guide: Difference Between Biodata, Resume, and CV

Differences between a Biodata, Resume and CVIn this article, you will read about:What Is a CV?What Is a Resume?What Is a Biodata?Differences Between Biodata, CV and ResumeHow to Make a CVHow to Make a ResumeHow to Make a BiodataA biodata, a CV, or a resume is an application paper that companies require when they are hiring new employees. It is a document that helps companies get a better understanding of their applicants and give a better evaluation. Although three of them are used for job application purposes, there are still some differences in the length, content, and format. Biodata is a document in which you list down more personal information that allows the company to get hold of your background information. A CV is a summary of your life events, which can be a few pages long to include all in-depth information. A resume is a summary of your working life where you include only relevant information to share with the hiring managers. Using the right document during a job application is important because different companies may require different kinds of documents. You should hand in the right document to showcase your capabilities and avoid letting the companies treat your document like mere paper because the information provided is not what they asked for.What Is a CV?A Curriculum Vitae or CV means “course of life”, which means a detailed summary of your life events. Some companies require a CV from their applicants because it has more detailed information about the applicant. It helps them understand their capabilities better. It sounds like a biography but it is made to focus on job application purposes. CVs are used around the world, including the United Kingdom, New Zealand, Asia, and the European Union. However, you should still follow the company’s requirements when submitting the documents.A CV is a comprehensive document that has no limit on the pages because you may have a lot of detailed information to incorporate.It has a few segments to separate the information like education, professional experience, skills, awards, honors, certificates, etc., making the contents clear and tidy for readability.A CV showcases one’s general talent but not specific skills for any specific positions.It is generally used by freshers, college students, and people who haven’t been working in the industry for a long time when applying for an internship or a job.It shows your understanding of your talent and skills, and how you use them.A CV can be written in a first, neutral, or third-person tone.What Is a Resume?The word resume comes from French, which means a summary in English. It is a professionally made one-paged document that summarizes all your work experience and skills. A resume is a tool that grants you the chance to have an interview with the hiring manager. If you are someone seeking a career change or a new job, you will need a well-written resume because it shows your professionalism in resume-making while also adding points for the first impression. Also, the terms “CV” and “Resume” are often interchangeably used for job applications in European countries, South America, and New Zealand. This means when a company asks for a CV in those countries, you should send a resume-formatted document. A resume is limited to one to two pages at maximum.Only include relevant work experience, skills, and capabilities but not details of educational background and personal interests.Does not incorporate personal information like gender, height, weight, and hobbies.There are three types of resumes, chronological, functional, and combination, which differ in their order of listing down the information.Can be designed according to the position/career that one is applying to stand out among others.Should be written in a neutral tone.Tailored specifically according to the company’s needs.What Is a Biodata?Biodata is a shorter term for “Biographical data”, and an outdated term for CV and resume for job applications. It is a job application document commonly used in India, Pakistan, and other South Asian countries. A biodata is commonly used when applying for government positions as employers need to have a detailed understanding of your background information. A well-written biodata tells everything about you to the employer before seeing him/her face to face in an interview. It contains your personal and sensitive information such as profile, name, age, gender, date of birth, religion, nationality, etc.Due to having some sensitive information, you should be careful if that information falls into the wrong hands.The limitations on the page counts depend on the requirements of the company.Work experience and educational background is not the main focus of a work biodata.A work biodata does not have a specific format when making one.A work biodata is relatively more simple when compared to a resume.It is used for marriage purposes or governmental positions.Differences Between Biodata, CV, and ResumeAlthough these three documents can be used for job applications, you still need to know their differences to avoid using the wrong document when handing them in. Here is a list of the differences between cv, biodata, and resume:DetailednessSince there are no page limitations for a CV, it should be written as detailed as possible.A resume’s information should only be included with relevant information but not as detailed as a CV.A work biodata can be more simplified compared to both of the above.LengthA CV has no limitations to the length. It is usually made 4 to 5 pages long.A resume can only be 1 or 2 pages max.A work biodata is limited to 1 page at most.ContentCV and resume have similar contents where they both have the name, objectives, work experience, skills, and education.Biodata is different where it has more focus on personal information.Order of listingIn a CV and a resume, the order of listing can be in these three - reverse chronological, functional, and combinational CV formats. If you are applying for a job, a functional format is recommended to focus on the skills you have.On the other hand, when writing a work biodata, you should incorporate the information chronologically starting from your profile, personal information, work experience, skills, then education.Purpose/usesA CV can be used for job and academic applications.A resume is widely used for job applications.A biodata is sometimes used for marriage purposes but it can still be used as a job application document. How to Make a CVAfter knowing the difference between a CV, resume, and biodata, here’s a go-through of what should be in a CV. ✍🏻 Basic information The first thing you need is basic information like your name and contact information. It is an essential part that tells the hiring manager who you are. ✍🏻 Personal Summary When making a CV, you should include a profile/summary to briefly explain and tell what you want to do with the CV. You may use 2 to 3 sentences to describe your work experience, and personal traits are more than enough. ✍🏻 Work history Then, you can start listing your work experience according to the oldest to the latest. Work experience is a good element that helps the hiring manager to know the things that you have worked on previously. ✍🏻 Education Your education is a very important element to include in a CV. You may start by the name of the institute that you have graduated from, then your graduation year. If you have a good GPA, don’t be afraid to show it to employers. ✍🏻 Skills Incorporating skills into your CV is not as limited as including them in a resume. You may make the most out of it by including your proficiency and a few explanations on how you got those skills. ✍🏻 Other optional sections If you have some other information that you think might add points to your impression, you should include them too.Here are the sections that you can also put into the CV:Hobbies and interestsReferencesPublicationsCertificationsAchievements 📄 CV example: Julian MaysonFreelance Writer[email protected] A self-motivated, imaginative, and hard-working writer who has been working from home as a freelancer, currently looking for new opportunities as a reviewer. Work Experience Self-employed - Online freelance writer|2018 - Present Creates outlines before writing online draftsWrites content for websitesManages work schedule to fully utilize the workload The writing company - Writer| 2016 - 2017 Researched and developed contentsWrote, edited, and proofread drafts before publishingCollaborated with customers to fulfill their needs Education Pace University | 2013 - 2016Bachelor in English Language and Literature GPA 3.8 Skills English writing skillsAttention to detailCommunicationPatienceOrganization skills Certifications The International English Language Testing System 8.5How to Make a Resume✍🏻 Basic information Just like creating a CV, you need a name and your contact information at the beginning of the resume as a header. This information should be located at the top of your resume for easy readability. ✍🏻 Career objective Then, you should include a career objective/summary to briefly introduce your background information while also showing that you have the intention to join the company. ✍🏻 Work history In this section, you should clearly state the company that you have been in, the position, the duration you worked with the company, and the responsibilities that you were in charge of. If you have a lot of work experience, only mention those that can be helpful for the new position. ✍🏻 Education Many specific positions like engineering or accounting depend on your educational level to evaluate if you are suitable for the position. Those companies would like to know if you have fully gained the basics of a specific knowledge before hiring you. Hence, never hesitate to include your education information. ✍🏻 Skills Including a good amount of relevant skills is important in resume making. This is because it tells the employer that you are qualified to take the position. Skills that you include can be soft or hard skills. ✍🏻 Other optional sections If there are more spaces that you intend to fill them up with, you include this optional information to make your resume more informative. CertificationsSide projectsCommunity service experience📄 Resume example: Sam Smithers678-1234567 | [email protected] 3+ years of experienced sales associate with excellent persuasive skills who help increase the net income of the previous company by 15% currently seeking new challenges as a sales managerWork Experience Tatung Furniture, Sales associate|2020 - 2022 Provides excellent service to help customers know about the productsConvinces customers of purchasesWelcomes customers with a positive attitude Bata Shoe Store, Sales associate|2018 - 2019 Directed customers to the products they have interests inManaged the cleanliness of the storeOperated cash register system Education Purdue University|2016 - 2018Bachelor in Business Management GPA 3.8 Skills Active listeningEnglish fluent speaking skillsTime management skillsPoint of Sales systemProduct expertise References Ms. Hunger, Sales manager of Tatung FurniturePhone num: (555) 456-1234Email: [email protected] Prof. Boston, Chairman of the Department of Business ManagementPhone num: (123) 456-7894Email: [email protected] How to Make a Biodata✍🏻 Photo Although having a photo included in a biodata is optional, you can still include one to show your professional attitude in the job application. However, you need to make sure that the photo is a professional portrait but not a daily selfie.If you're unsure how a polished headshot should look, browsing examples from experienced portrait photographers can give you a clear visual benchmark. ✍🏻 Objective Then, summarize your work experience, skills, and positive personality traits into one or two sentences as a brief description that would show that you are qualified. You can also include your goal to let employers evaluate if the company’s goal and yours align. ✍🏻 Personal details This personal details section is the most obvious point where it differs from a CV and a resume because it contains more personalized data that you wouldn’t normally mention in a job application document. Moreover, this is the information that the employer would want to know before evaluating you as the right person for the company. NameDate of birthAddressContact informationGenderReligionNationalityMarital status ✍🏻 Work history Now, don’t forget that you are still creating this document for your job application. Your work experience is relatively important as your personal information. The way you list your job experience in a biodata is the same as how you write them in a resume. Your professional title, name of the company, employment period, and your responsibilities in the company. ✍🏻 Skills After including your work history, you should also list down a few skills that you have gained. This helps the employer to understand your qualifications and evaluate if you fit the position because some positions require specific skill sets. ✍🏻 Education Education background is necessary information for the employer to determine if you are educationally qualified for the position that they are hiring. Regardless if you are applying for an entry-level position or a higher position, your educational background will be a big help in getting you the interview. You may include the education information in this format: Name and location of the schoolGraduation yearMajor(s) and minor(s)CGPARelevant courses or co-curricular experience ✍🏻 Other optional sections (if any) If your work biodata has a little more space that you want to fill up with information, you should consider including these and write a simple explanation on the side: CertificationsHonorsHobbies and interestsVolunteer experience📄 Biodata example: Name: Gaon ChenDate of birth: 4th of July, 1991Gender: MaleNationality: TaiwanContact number: (456) 789-5431Email address: [email protected]Mailing address: 26 Bridle St. Butler, PA 16001 I am Gaon Chen, a chef with 4+ years of chef experience who graduated from The Culinary Institute of America, currently seeking a Sous chef position as a career change. Work History Mary’s Steakhouse, Station chef|2018 - 2020 Developed new dishes for the seasonal menuManaged inventory and food costsEnsured food safety before serving customers Olive Garden, Junior chef| 2017 - 2018 Managed the workplace’s cleanlinessCompleted prep list every morning for kitchen crewAssisted the kitchen crew Skills Food prepping skillsSupply managementKnowledge of food trendsHygiene controlTeam working skills Education The Culinary Institute of America, Culinary Arts or Baking and Pastry Arts GPA 3.9 This is the bottom line of the difference between a CV, resume, and biodata. We hope that you have learned something today. If you plan to make one for yourself now, visit Cake to try out the free templates. Want to know how your resume stacks up? Our AI resume checker evaluates formatting, keywords, and content to help you stand out to recruiters.Analyze My Resume Start Building Your Resume in CakeCake is your all-in-one career solution. Use our online resume builder for an ATS-friendly resume, complete with hundreds of free, professional resume templates and examples. Optimize your application instantly with Cake AI Resume Checker and generate a compelling cover letter with Cake Cover letter AI.Beyond documents, Cake helps you grow: build an online portfolio, find opportunities on our job portal, and establish your personal brand.Ready to simplify your job search and make success a piece of cake? Start using Cake now! — Originally written by Ryan Goh —
Resume & CV
Feb 5th 2026

Hướng dẫn viết CV freelance từ A–Z & Mẫu tham khảo

Tạo CV online trên CakeMục lục: Hướng dẫn viết CV freelancer từ A - Z6 tip tạo CV freelancer ấn tượngTạo CV freelancer ở đâu?Mẫu CV freelance MarketingFreelancer không chỉ cần làm tốt những project được giao từ khách hàng, mà còn cần biết cách "PR" được năng lực của mình trong vài giây đầu khi khách hàng hay nhà tuyển dụng lướt qua đơn ứng tuyển. Vì vậy, trước khi tạo CV xin việc, bạn nên hiểu CV freelancer khác gì CV ứng tuyển full-time. Nói đơn giản, thay vì liệt kê chức danh và nhiệm vụ, bạn cần làm nổi bật dự án đã làm, kết quả đạt được, kỹ năng dịch vụ và quan trọng nhất là portfolio của mình. Trong bài viết này, Cake sẽ hướng dẫn bạn cách viết CV freelancer từ A–Z, kèm checklist và mẫu CV freelance Marketing để bạn có thể vận dụng ngay trong thực tế! Hướng dẫn viết CV freelancer từ A - ZCũng giống như khi làm CV xin việc, CV freelance của bạn cần đảm bảo cung cấp đầy đủ những thông tin sau: 1. Thông tin cá nhânBao gồm:Ảnh chân dungHọ tênThông tin liên lạc (địa chỉ email, số điện thoại, LinkedIn hoặc portfolio - nên có). 2. Header TaglineTrong CV freelancer, phần header nên giới thiệu nhanh, ngắn gọn "bạn là ai và bạn giúp khách hàng đạt được điều gì" - càng cụ thể càng tốt. Ngoài họ tên và thông tin liên hệ, hãy thêm 1 tagline theo công thức:Vai trò + thế mạnh + kết quả/đầu ra để khách hàng thấy được bạn có thực sự phù hợp hay không ngay trong 10 giây đầu. Ví dụ tiêu đề trong CV freelancer:Freelance Content Writer | Viết bài SEO tăng traffic lead | 50+ bài/tháng cho SaaS HR Freelance Graphic Designer | Branding Social Design | 3 năm kinh nghiệm, 100+ thiết kế chiến dịchFreelance Video Editor | Short-form TikTok/Reels | Chuyên dựng video review sản phẩm vlogNói ngắn gọn, một tagline tốt sẽ khiến CV freelancer của bạn khác hẳn hồ sơ xin việc truyền thống vì nó tập trung vào vấn đề bạn sẽ giải quyết cho khách hàng chứ không chỉ đơn thuần là mô tả bản thân. 3. Dịch vụ cung cấpPhần “Dịch vụ cung cấp” nên liệt kê theo hướng phạm vi công việc (scope) + kế hoạch tổng thể (master plan) + đầu ra cụ thể (deliverables)để khách hàng biết chính xác sẽ bạn làm gì và họ sẽ nhận được gì. Ví dụ, thay vì viết chung chung “viết content”, bạn hãy nên rõ: Viết bài SEO 1.500–2.000 từ (bao gồm outline + bài hoàn chỉnh + meta title/meta description)Bàn giao dưới dạng file Google Docs.4. Kinh nghiệm làm việc / Dự ánTrong phần này, bạn hãy đảm bảo nêu ra được ít nhất một kinh nghiệm làm việc với một công ty, doanh nghiệp, hoặc tổ chức. Nếu bạn là sinh viên mới ra trường, bạn có thể kể tên các công việc thực tập, hoặc vị trí trong đoàn thể, trường lớp liên quan đến chuyên môn.Bạn hãy trình bày phần kinh nghiệm làm việc theo format như sau trong CV freelance: [Vị trí][Tên doanh nghiệp, công ty][Thời gian làm việc][Các công việc bạn đảm nhiệm][Các thành tích và công nhận (nếu có)] Ví dụ cho phần “Kinh nghiệm làm việc” trong CV freelancer thiết kế:Graphic DesignerCakeResume Việt Nam01/2020 - 03/2022Dẫn dắt các buổi họp cho các dự án tiếp thị nhằm tăng doanh thu cho công tyPhát triển hơn 20 dự án thiết kế đồ họa (logo, quảng cáo, infographic) giúp tăng gần 10% giao dịch của khách hàng.Đóng góp vào quá trình xây dựng website thương mại điện tử của công ty. 5. Kỹ năng Công cụKhách hàng tiềm năng sẽ nhìn vào mục này trong CV xin việc freelancer để một lần nữa khẳng định những giá trị mà bạn có thể đem lại. Sẽ lý tưởng nhất nếu như bạn có một chứng chỉ kèm theo mỗi kỹ năng chuyên môn của mình.Đọc thêm:50+ kỹ năng trong CV giúp ghi điểm tuyệt đối với nhà tuyển dụng6. Portfolio / Links / Testimonial (nếu có)CV freelancer gần như bắt buộc yêu cầu phải có portfolio vì khách hàng thường đưa ra quyết định dựa trên những sản phẩm, dự án thực tế bạn từng đảm nhiệm. Hãy đặt 2-4 link nổi bật nhất và gắn nhãn rõ ràng theo dự án, ví dụ: Portfolio (Figma): bit.ly/… Case study SEO: bit.ly/…Behance/Dribbble: … GitHub: …Còn đối với testimonial, hãy chọn 1–2 câu ngắn có bối cảnh (người nhận xét là ai, liên quan tới dự án gì) và ưu tiên câu có kết quả, ví dụ: “May delivered 12 SEO articles on-time, content was publish-ready and needed minimal edits.” – Marketing Lead, SaaS. Nếu như chưa có testimonial, bạn hoàn toàn có thể thay bằng những minh chứng "biết nói" khác như:Rating trên platform (ví dụ: 5 sao trên Upwork với 20 việc làm thành công) Số khách hàng (ví dụ:12 khách hàng SME trong 6 tháng)6 tip tạo CV freelancer ấn tượng 1. Đặt tiêu đề CV bắt mắt Tiêu đề CV là một câu tóm tắt về bạn và công việc bạn làm, đặt trên đầu CV freelance. Tiêu đề CV càng bao quát và độc đáo, nhà tuyển dụng sẽ càng tò mò và muốn tìm hiểu thêm về hồ sơ xin việc freelance của bạn. Ví dụ cho tiêu đề CV trong CV freelance marketing:Trưởng phòng marketing sáng tạo, nhạy bén, với hơn 5 năm kinh nghiệm tiếp thị. 2. Cung cấp đầy đủ thông tin cá nhân Việc cung cấp đầy đủ thông tin cá nhân trong hồ sơ xin việc freelancer giúp nhà tuyển dụng biết rõ bạn là ai. Điều này cũng sẽ giúp khách hàng biết cách liên lạc với bạn nhanh chóng nhất sau khi xem xét hồ sơ và muốn hợp tác với bạn. 3. Làm nổi bật chuyên môn Hãy đầu tư thời gian vào các mục như kinh nghiệm làm việc, kỹ năng, thành tựu, chứng chỉ. Đính kèm các mẫu sản phẩm và dự án cá nhân còn là một cách để bạn xây dựng và quảng bá thương hiệu. Ví dụ, khi viết CV freelancer dịch thuật, hãy viết CV song ngữ. Hay khi viết CV freelancer thiết kế, hãy đính kèm link một sản phẩm mà bạn tâm đắc nhất. 4. Điều chỉnh CV freelancer theo vị trí ứng tuyển Nếu như bạn đang chủ động ứng tuyển cho một vị trí freelance, hãy nghiên cứu kỹ thông tin tuyển dụng, giá trị cốt lõi của doanh nghiệp, dự án mà bạn mong muốn hợp tác cùng. Từ đó, điều chỉnh CV freelancer theo vị trí ứng tuyển. 5. Thể hiện dấu ấn cá nhân CV xin việc freelancer cần được xây dựng chuyên nghiệp và đúng chuẩn, nhưng cùng lúc nó cũng là công cụ để bạn thể hiện sự vượt trội và khác biệt của bạn.Việc sử dụng những template quá phổ biến sẽ khiến người duyệt CV freelance cảm thấy nhàm chán. Hãy biết cách sáng tạo trong ngôn từ và thiết kế, qua đó thể hiện dấu ấn cá nhân. 6. Đính kèm file quan trọng (cover letter, portfolio, bản PDF các chứng chỉ) Trong một hồ sơ xin việc freelance thì ngoài CV, các văn bản như cover letter hay các nội dung như portfolio, chứng chỉ, đính kèm để chứng minh năng lực của bạn cũng rất quan trọng đấy!Đọc thêm:Tạo portfolio online trên Cake chuyên nghiệp - ấn tượng Nên tạo CV freelancer ở đâu?🖥 Cake.me Cake là trang web tạo CV online hoàn toàn miễn phí với 50+ mẫu CV đa ngành nghề. Ưu điểm:Tùy chỉnh thiết kế CV bằng thao tác kéo - thả đơn giảnHỗ trợ đa ngôn ngữ và đa phương tiện, bao gồm: hình ảnh, video, đường dẫn,… Hỗ trợ chia sẻ CV freelancer online trên các nền tảng khác nhauNhược điểm:Chỉ tạo được 1 CV freelancer duy nhất và sử dụng các tính năng cơ bản với một tài khoản Cake miễn phíCác lựa chọn phông chữ tiếng Việt còn hạn chế📍Để tối ưu hóa CV dựa trên mô tả công việc (JD) một cách nhanh chóng và hiệu quả, bạn có thể sử dụng công cụ kiểm tra CV - Cake AI Checker. Công cụ này sẽ giúp bạn chấm điểm CV dựa trên JD ứng tuyển và cung cấp đề xuất chỉnh sửa cực kỳ chi tiết, giúp tăng cơ hội vượt qua vòng xét tuyển. 🖥 Joboko Joboko là website tìm mẫu CV và tạo CV online miễn phí. Website này còn đóng vai trò như một trang tuyển dụng, giúp người dùng tìm việc làm và nộp đơn trực tuyến cho các đơn vị tuyển dụng uy tín.Ưu điểm:Hỗ trợ tạo CV freelance online hoàn toàn miễn phíHướng dẫn chi tiết về cách viết cho từng mụcNhược điểm:Không có sự tự do trong thiết kế, khó điều chỉnh nội dung CV theo vị trí ứng tuyển và thẩm mỹ cá nhânChỉ hỗ trợ upload hình ảnh 🖥 Behance Với một tài khoản Behance - nền tảng mạng xã hội thuộc Adobe, bạn có thể chia sẻ và khám phá những portfolios và sáng tạo nghệ thuật của cộng đồng người dùng rộng lớn. Với những ứng viên muốn tạo CV freelancer thiết kế, đây sẽ là một nền tảng thích hợp.Ưu điểm:Nguồn tài nguyên phong phú, từ hoạt ảnh, đồ họa chuyển động, đến tác phẩm nhiếp ảnh, thiết kế nội thấtNhược điểm:Không có tiếng ViệtChỉ phù hợp với những người làm nghệ thuật chuyên nghiệpKhông có template cho CV truyền thống Mẫu CV freelance Marketing Nguyễn Văn DũngFreelancer Digital Marketing Email: [email protected]SĐT: 0985222763Địa chỉ: Hà Nội, Việt Namnguyendung.com.vn Giới thiệu bản thân Freelancer tiếp thị sản phẩm chuyên nghiệp, có tư duy tiến bộ và năng động với chuyên môn cao trong mảng tư vấn khách hàng. Thông thạo và giao tiếp hiệu quả bằng văn bản hoặc lời nói trong cả hai ngôn ngữ Anh - Việt. Với khả năng ứng dụng công nghệ cao và tận dụng xu hướng trong tiếp thị để tối đa hoá lợi nhuận, tôi cam kết mang lại kết quả đột phá và có ảnh hưởng lớn. Kinh nghiệm làm việc Media Planner - Ban Đối ngoạiCLB Marketing trường ĐH Kinh tế Quốc dân08/2017 - 12/2020 Tổ chức các buổi họp phát triển tài liệu quảng cáo, nội dung fanpage trên các phương tiện mạng xã hội.Góp phần xây dựng và quản lý các hệ thống đo lường ROI và phạm vi phủ sóng của CLB.Thành lập và quản lý bộ phận quan hệ truyền thông giúp tăng 50% lượng tương tác trên fanpage CLB. Chuyên viên tư vấn tiếp thị freelanceTrung tâm tiếng Anh American Eagle01/2021 - nay Quản lý hai báo cáo kinh doanh và hỗ trợ đào tạo chuyên môn cho Phòng tiếp thị.Tổng hợp, phân tích dữ liệu từ các phương tiện truyền thông để lên sáng kiến cho các chiến lược tiếp thị.Thành tích: Sáng kiến chiến lược tiếp thị quý 3 năm 2021 thu hút thành công 200 học sinh mới. Luôn hoàn thành các chỉ tiêu kinh doanh hàng tháng. Trình độ học vấn Cử nhân MarketingĐại học Kinh tế Quốc dân2017 - 2021 Tốt nghiệp bằng GiỏiGPA 4.5/5 Kỹ năng chuyên môn PhotoShop Canva ProMicrosoft OfficeCarterEaseDigital MarketingCustomer Relations Chứng chỉSEO | HubSpot AcademyTOEIC 850📍Kết luậnTóm lại, CV freelancer tốt là CV giúp người đọc trả lời nhanh 3 câu hỏi: bạn đã làm những dự án gì, đạt được kết quả ra sao, và vì sao tôi nên thuê bạn.Nên nhớ là, hãy trình bày cách thức triển khai và kết quả dự án thật cụ thể, kèm portfolio rõ ràng - đó chính là “vũ khí” mạnh nhất để bạn chốt job freelance. Nếu bạn vẫn chưa chắc nên trình bày hồ sơ xin việc như thế nào cho lĩnh vực của mình, hãy tham khảo các mẫu CV theo ngành trên Cakenhé!Cake cung cấp mẫu CV miễn phí và tính năng AI kiểm tra CV sau khi đã tạo để đảm bảo CV chuẩn ATS và tương thích với JD.Tạo CV online

Resume Builder

Build your resume only in minutes!