Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Industry & Job Overview
Nov 17th 2025

Apa itu Chief Financial Officer (CFO) dan Bedanya dengan CEO, COO, CMO? [+Tugas, Contoh, Kualifikasi]

Daftar Isi: Pengertian CFOTugas dan Tanggung Jawab Chief Financial OfficerHubungan CFO dengan Eksekutif LainnyaKeterampilan yang Harus Dimiliki CFOProspek Karier CFOCara dan Syarat untuk Menjadi CFO Setiap departemen di dalam perusahaan pasti ada yang memimpin, salah satunya adalah Chief Financial Officer. Posisi Chief Financial Officer memang jarang didengar, karena mereka bekerja di balik meja. Tugas CFO berfokus pada masalah finansial perusahaan dan tetap harus bertanggung jawab pada CEO. Menduduki jabatan CFO tidak hanya keren didengar, tetapi ada tanggung jawab yang cukup besar yang harus dipikul. Lantas, apa itu Chief Finance Officer? Apa tugas Chief Financial Officer? Bagaimana cara menjadi Chief Financial Officer? Pelajari semua tentang Chief Finance Officer di artikel yang sudah disiapkan oleh CakeResume ini!Apa itu Chief Financial Officer (CFO)? CFO adalah singkatan dari Chief Financial Officer. CFO artinya senior eksekutif yang mengawasi masalah keuangan yang terjadi di perusahaan. Sebagai anggota c-suite, Chief Finance Officer diharapkan untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan keuangan perusahaan, perencanaan dan analisis finansial, dan juga pengawasan pengeluaran dan pendapatan. Karena Chief Financial Officer adalah pemegang kuasa tertinggi keuangan dalam perusahaan, CFO ini memiliki peran dan fungsi yang sangat penting. Tiga fungsi penting seorang Chief Finance Officer termasuk, Pengendalian: Contohnya, mengendalikan biaya, mengelola arus kas, serta memantau dan menyetujui laporan keuangan yang dibuat oleh para akuntan.Pengoperasian: Contohnya, melaksanakan manajemen likuiditas dan treasury perusahaan.Strategi dan Peramalan: Contohnya, menganalisis tren pasar, memprediksi masa depan, mengambil keputusan untuk ekspansi perusahaan, dan memikirkan strategi terbaik. Apa Tugas Seorang Chief Financial Officer? CFO adalah posisi eksekutif dengan tugas yang cukup berat. Mengapa? Karena, tugas Chief Financial Officer adalah mengatur dan mengawasi semua hal yang berkaitan dengan bidang keuangan perusahaan. 📝10 tugas CFO sehari-hari: Melaksanakan manajemen keuangan perusahaan.Mengawasi aktivitas manajemen kas.Mencatat seluruh transaksi perusahaan.Mengelola investasi perusahaan.Melakukan audit internal.Menangani merger dan akuisisi.Memastikan dokumen keuangan mematuhi peraturan perusahaan.Mengidentifikasi peluang untuk keuangan perusahaan.Menangani risiko keuangan perusahaan.Bekerja sama dengan CMO, CEO, dan COO untuk mengembangkan strategi yang mendukung ekspansi perusahaan. Temukan loker finance terbaru di Cake, ayo jadi pelamar yang tercepat! 💫Lamar Sekarang Hubungan CFO dengan Eksekutif Lainnya Perbedaan COO, CEO, CFO, CMOSeorang CFO tidak sama dengan seorang akuntan. Akuntan adalah orang yang bertugas dalam pembukuan dan pengajuan pajak. Sedangkan CFO artinya pimpinan yang bertugas dalam keuangan perusahaan dan membuat perkiraan terhadap masa depan. Dalam melaksanakan tugasnya, CFO bekerja sama dengan CEO, COO, CMO, dan CTO untuk mengembangkan perusahaan sesuai dengan visi dan misi yang ditetapkan. Oleh karena itu, CFO perlu memiliki ilmu komunikasi yang baik agar dapat menjalin hubungan yang baik dengan eksekutif lainnya. Apa perbedaan CFO, COO, CMO, CTO dan CEO? 1. Chief Operating Officer (COO) COO adalah tangan kedua dari CEO karena tugas COO berfokus pada operasional dan internal perusahaan. Tidak hanya itu, COO juga berperan dalam bidang riset, pengembangan produk, dan quality control. COO juga sering disebut sebagai Executive Vice President. 2.Chief Marketing Officer (CMO) Dalam perusahaan, CMO melaksanakan tugas-tugas yang berfokus pada pemasaran perusahaan. Tugas lain CMO yaitu hal-hal yang menyangkut persiapan pemasaran, iklan, promosi, dan pencarian solusi untuk kendala yang terjadi. 3.Chief Technology Officer (CTO) Semua perkembangan perusahaan jaman sekarang sangat terbantu dengan kemajuan teknologi. Disinilah peran CTO bekerja dalam perusahaan. CTO adalah orang yang bertanggung jawab dalam pengembangan produk internet dan aplikasi perusahaan. Jadi, CTO memiliki peran penting dalam bidang teknologi dan informasi perusahaan. 4. Chief Executive Officer (CEO) CEO adalah pemegang kuasa tertinggi di dalam kepemimpinan suatu perusahaan. Semua kegiatan operasional yang dilakukan oleh CFO, COO, dan CMO akan diawasi dan dibantu oleh CEO. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan perusahaan ke arah yang lebih baik. Selain mengawasi, CEO juga memiliki peran yang aktif dalam pengambilan keputusan dan kebijakan seiring dengan jalannya perusahaan.Skill yang Dibutuhkan CFO 1. Business Intelligence (BI) Kemajuan perusahaan sangatlah penting, Chief Finance Officer dapat menggunakan Business Intelligence (BI) untuk mencapai hal ini. BI menerjemahkan data yang tidak terstruktur menjadi data yang berguna untuk mengambil keputusan yang strategis. Pentingnya Business Intelligence bagi Chief Finance Officer, yaitu: Mengurangi potensi risiko yang dapat terjadi.Meningkatkan daya saing perusahaan.Mengoptimalkan alur kerja perusahaan.Mendorong profitabilitas melalui pengambilan keputusan yang tepat. 2. Skill Mengidentifikasi Risiko Seperti yang sudah disebutkan di atas, salah satu tugas CFO yaitu mengidentifikasi risiko. Dengan kemampuan memprediksi potensi ancaman yang dapat terjadi, Chief Financial Officer dapat mengurangi dampak negatif dari setiap krisis bisnis yang terjadi terhadap perusahaan. 3. Kepemimpinan Salah satu tugas Chief Financial Officer adalah melaksanakan pelaporan, audit, dan memastikan kepatuhan akan peraturan yang ada, ini memerlukan tanggung jawab yang besar, lho! Untuk memenuhi tanggung jawab ini, Chief Financial Officer bergantung pada skill kepemimpinan. CFO yang baik perlu mengadopsi gaya kepemimpinan yang selaras dengan tujuan dan model bisnis perusahaan tempatnya bekerja. 4. Analisis Chief Finance Officer diharapkan memiliki kemampuan analisis untuk mendorong pengambilan keputusan yang tepat dan meningkatkan nilai operasional. Analisis yang tepat dapat menghasilkan profit yang maksimal. CFO yang memiliki kemampuan analisis yang kuat dapat melihat secara detail dalam hal: Pengadaan BarangBusiness UnitInfrastruktur ITPenjualan dan PemasaranManajemen Persediaan BarangSupply Chain dan Logistik 5. Manajemen Inovasi Seorang Chief Finance Officer yang berkompeten perlu memiliki keterampilan untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi. CFO yang fokus dalam manajemen inovasi dapat mempercepat kemajuan perusahaan. Kemajuan perusahaan tersebut, misalnya: Membawa yang terbaik dari sumber daya yang ada.Memperkenalkan solusi yang modern untuk meminimalkan pekerjaan manual.Meningkatkan strategi rekrutmen sehingga mendapatkan talenta yang terbaik.Menciptakan lingkungan bertenaga tinggi untuk menumbuhkan kreativitas.Prospek Karier CFO Gaji CFO CFO termasuk dalam daftar jabatan dengan gaji tertinggi di Indonesia. Chief Financial Officer adalah peran yang memiliki tanggung jawab dan risiko yang cukup besar, jadi tidak mengherankan jika gaji Chief Financial Officer sangat menggiurkan. Rata-rata gaji CFO di Indonesia berkisar antara Rp 11.500.000 hingga Rp 25.481.540 per bulan. Jika dihitung dalam bentuk gaji tahunannya, rata-rata gaji CFO mencapai Rp 138.000.000 per tahun. Untuk posisi CFO entry level gajinya mencapai Rp. 117.300.000 per tahun, sedangkan untuk CFO senior gajinya bisa mencapai Rp. 158.700.000 per tahun.Jenjang Karier Chief Financial Officer Pada umumnya, CFO adalah orang yang memiliki latar belakang profesional di bidang akuntansi, investasi, dan analisis keuangan. Oleh karena itu, kandidat potensial yang dapat mengisi posisi Chief Finance Officer adalah orang yang memiliki pengalaman sebagai: Manajer UmumManajer BisnisManajer OperasionalManajer KeuanganDirektur AdministrasiDirektur OperasionalDirektur KeuanganSetelah memahami apa itu CFO dan tugasnya, jangan lupa pelajari juga contoh CV CFO yang bisa kamu jadikan referensi agar peluangmu diterima semakin besar. Tips untuk Menjadi Chief Financial Officer (CFO) 1. Menempuh Pendidikan Peran Chief Financial Officer di sebuah perusahaan berkaitan erat dengan keuangan perusahaan. Tingkat pendidikan yang paling umum dimiliki oleh seorang CFO adalah gelar sarjana di bidang keuangan atau akuntansi. Selain gelar sarjana, Chief Financial Officer biasanya juga dilengkapi dengan pendidikan lanjutan seperti Master of Business Administration (MBA) atau Master of Finance. 2. Memiliki Sertifikasi Salah satu hal yang membedakan kompetensi dari para kandidat adalah sertifikasi. Sertifikasi yang relevan dengan bidang keuangan akan menunjukkan kemampuan kamu untuk menjadi calon Chief Financial Officer yang baik karena sudah melewati pelatihan tertentu. Sertifikasi yang bisa kamu ambil, yaitu: Chartered Financial Analyst (CFA)Certificate in Finance, Accounting and Business (CFAB)Certified Financial Planner (CFP)Certified Public Accountant (CPA)Certified Wealth Managers (CWM) 3. Mendapatkan 10 - 15 Tahun Pengalaman Kerja dalam Finance CFO adalah posisi tinggi yang mengatur bidang keuangan perusahaan. Untuk mencapai posisi ini, tentu saja kamu memerlukan pengalaman yang banyak karena peran ini membutuhkan pengetahuan yang luas. Oleh karena itu, bagi kamu lulusan sarjana akuntansi atau keuangan, carilah pengalaman yang banyak dalam bidang finance. Setidaknya, dapatkan 10 hingga 15 tahun pengalaman kerja di bidang keuangan agar dapat mencapai posisi Chief Finance Officer. 4. Buat CV CFO MenarikContoh CVCFO --- Dibuat di CakeResume 📚Baca Juga: Apa itu Financial Analyst: Definisi, Tugas, Gaji, Syarat, Dll. Belum punya CV? Bikin CV yang ATS-friendly di CakeResume sekarang juga! Ada 50+ template dan 100% gratis, lho!🎉Buat CV Key TakeawaysCFO artinya pimpinan yang fokus dalam perencanaan keuangan, arus kas, analisis keuangan perusahaan, dan penentuan tindakan selanjutnya untuk penyelamatan keuangan perusahaan.3 Fungsi Chief Finance Officer: Pengendalian, pengoperasian, serta strategi dan peramalan.Tugas Chief Financial Officer yaitu melakukan manajemen keuangan, melakukan investasi, memastikan dokumen telah mematuhi peraturan, menangani risiko yang terjadi, bekerja sama dengan eksekutif lainnya, dan lain sebagainya.CFO bekerja sama dengan CEO, COO, CMO, dan CTO dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan perusahaan.5 keterampilan yang dibutuhkan seorang CFO adalah Business Intelligence (BI), skill mengidentifikasi risiko, kepemimpinan, analisis, dan manajemen inovasi.Tips untuk menjadi Chief Financial Officer: memperoleh gelar sarjana atau magister di bidang keuangan, memiliki sertifikasi yang relevan, mendapatkan pengalaman bekerja di bidang keuangan, dan membuat CV yang menarik. Sekarang kamu bisa cari lowongan kerja di CakeResume, gratis dan transparan! Yuk, cari pekerjaan impian kamu di CakeResume sekarang juga🎉 Cari Loker
Industry & Job Overview
Apr 23rd 2024

Chief Financial Officer (CFO): Tugas, Skill, dan Gajinya!

CFO merupakan salah satu posisi eksekutif perusahaan, sama seperti COO (Chief Operation Officer, dan CEO (Chief Executive Officer). CFO adalah singkatan dari Chief Financial Officer. Posisi ini juga bisa disebut sebagai direktur keuangan. Tentunya, kamu sering mendengar posisi CEO, karena biasanya mereka sering muncul dan berhadapan dengan publik. Namun, seorang CFO lebih banyak bekerja di belakang layar. Lalu, seberapa penting posisi CFO dalam perusahaan? Yuk pahami lebih lanjut apa itu CFO, tugas-tugas CFO, hingga gaji seorang CFO di Indonesia! Daftar isi: Pengertian dari Chief Financial Officer Tugas dan Tanggung Jawab CFO Skill CFO Peran Seorang CFO Gaji CFOApa itu CFO?Chief financial officer adalah pimpinan tertinggi di bidang keuangan. Di dalam beberapa perusahaan, seorang CFO biasanya akan bertanggung jawab kepada CEO. Tugas utama CFO adalah bertanggung jawab terhadap kesehatan dan pertumbuhan keuangan perusahaan. Hal ini mencakup perencanaan keuangan, administrasi, cash flow perusahaan, hingga forecast dan analisa bisnis. Sesuai namanya, posisi level eksekutif ini juga bertanggung jawab terhadap pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pengaturan keuangan perusahaan. Sehingga, tugas CFO sangat berkaitan erat dengan fungsi akuntansi. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak tugas-tugas CFO dibawah ini.📚Baca Juga:Mengenal CEO (Chief Executive Officer) dan Tugasnya dalam PerusahaanTugas dan Tanggung Jawab Seorang CFOWalaupun tugas CFO terbilang banyak, namun berikut merupakan tugas utama CFO secara garis besar: 1. Fungsi pengawasan Mengawasi dan mengelola rencana keuangan, kas internal, dan perpajakan untuk jangka pendek dan jangka panjang.Melaporkan keuangan secara detail dan akurat kepada para stakeholders.Mematuhi prinsip akuntansi yang berlaku (GAAP : Generally Accepted Accounting Principles), serta peraturan seperti Sarbanes-Oxley Act (proteksi informasi keuangan dan pencegahan penipuan). 2. Fungsi kebendaharaan Menentukan kebijakan keuangan perusahaan.Memberi masukan untuk masalah investasi, hutang, serta pengelolaan pendapatan dan pengeluaran.Bekerja dengan manajer departemen lain untuk meningkatkan penjualan dan profit.Membantu meningkatkan modal perusahaan. 3. Fungsi forecasting Memahami kondisi keuangan perusahaan serta menghitung risiko keuangan.Berkoordinasi dengan penasihat keuangan untuk membuat strategi jangka pendek dan jangka panjang.Terlibat dalam tugas-tugas serta proyek keuangan.Temukan pekerjaan impian kamu di Cake!. Cake adalah situs lowongan kerja terpercaya dan transparan. Kamu bisa mencari lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan berkualitas dan ternama. Tunggu apalagi 🎉Cari KerjaSkill Penting CFONah, setelah memahami tugas-tugas CFO, tentunya kamu paham bahwa pemahaman akan keuangan dan akuntansi merupakan hal yang sangat penting. Lulusan Akuntansi atau Manajemen Bisnis biasanya merupakan syarat utama pekerjaan CFO. Selain itu, skill yang perlu dimiliki chief financial officer adalah: 1. Orientasi Detail yang Baik Salah satu tugas CFO adalah membuat laporan keuangan, ataupun melakukan analisa keuangan yang baik. Masalah keuangan menjadi masalah yang sangat sensitif di dalam perusahaan. Penulisan angka yang salah tentunya akan berdampak besar terhadap keseluruhan jalannya bisnis perusahaan. Maka, kamu harus memiliki sifat detail dan berhati-hati untuk menjalankan profesi sebagai CFO. 2. Tingkat Penasaran dan Keinginan Belajar yang Tinggi Sebagai posisi level teratas perusahaan, kamu tentunya tidak hanya berurusan dengan keuangan saja. Seorang CFO diharapkan juga bisa memahami teknis pekerjaan, serta mengatasi klien. Maka, skill yang diperlukan sebagai chief financial officer adalah keinginan untuk terus belajar. 3. Pemahaman Terhadap Trend Terkini Salah satu tugas dan tanggung jawab CFO adalah membuat kebijakan ataupun membantu departemen lain dalam meningkatkan profit. Untuk membantu tugas ini, seorang CFO diharapkan untuk terus memahami tren bisnis dan menganalisa apakah konsep bisnis yang dijalankan masih relevan dengan masa sekarang. Kebijakan yang dibuat pun harus selalu mengikuti perkembangan zaman yang ada. 4. Memiliki Kemampuan Analisis yang Baik Skill berikut sangat penting dalam tugas CFO. Skil analisa yang baik akan membantu dalam mengerjakan banyaknya data, serta risiko keuangan perusahaan.Temukan pekerjaan impian kamu di Cake!. Cake adalah situs lowongan kerja terpercaya dan transparan. Kamu bisa mencari lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan berkualitas dan ternama. Tunggu apalagi 🎉Cari KerjaPeran Dari Seorang CFOPada prakteknya, seorang CFO tidak hanya berfokus pada pengaturan keuangan perusahaan. Namun, mereka juga berperan dalam keberlangsungan dinamika bisnis yang ada. Chief financial officer juga merupakan wajah perusahaan untuk stakeholder, bankir, vendor, hingga pelanggan. Menurut laporan Deloitte, peran-peran CFO dalam perusahaan adalah: 1. Administrator Di dalam peran ini, tugas CFO adalah mengetahui, mencatat, serta menjaga seluruh aset perusahaan. Yang artinya, CFO harus mampu memilah dan memastikan aset-aset perusahaan mana yang akan memberikan hasil. Jika ada aset yang dirasa kurang menguntungkan, maka CFO berhak membuat keputusan atas tindakan yang perlu dilakukan. 2. Memberi Strategi Pembuatan strategi berkaitan dengan keuangan tentunya menjadi tanggung jawab CFO. Tidak hanya itu, CFO juga dapat terlibat dengan pembuatan strategi lainnya, dengan memberikan data-data atau informasi hasil analisis atas kondisi keuangan perusahaan. Perumusan strategi biasanya dilakukan bersama-sama dengan jajaran pemimpin lainnya. 3. Peran Katalis Katalis berarti pendorong terjadinya sesuatu. Arti peran katalis untuk chief financial officer adalah, mampu merangsang pertumbuhan bisnis. Dengan menganalisa keuangan perusahaan, CFO diharapkan mampu membuat strategi efektif dalam pengelolaan pengeluaran dan peningkatan profitabilitas. 4. Operator Peran terakhir chief financial officer adalah menjalankan tugas-tugas operasional di bidang keuangan. Contohnya, membuat laporan keuangan, forecasting, hingga membantu urusan pajak. Itulah peran-peran CFO dalam perusahaan, mengartikan bahwa posisi CFO juga merupakan posisi penting, tidak sekedar mengurus masalah keuangan perusahaan saja. Namun, ke empat peran di atas juga bergantung dari skala masing-masing perusahaan ya. Gaji CFOSetelah membaca penjelasan di atas mengenai apa itu CFO, apakah kamu tertarik memulai karir sebagai CFO? Gaji seorang CFO merupakan salah satu gaji terbesar di Indonesia, lho, yakni berkisar antara 150 juta hingga 250 juta rupiah per bulannya. Gaji yang fantastis ini tentunya juga seimbang dengan tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan.Temukan pekerjaan impian kamu di Cake!. Cake adalah situs lowongan kerja terpercaya dan transparan. Kamu bisa mencari lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan berkualitas dan ternama. Tunggu apalagi 🎉Cari KerjaConclusion Kepanjangan CFO adalah Chief Financial Officer.Chief Financial Officer adalah posisi eksekutif yang bertanggung jawab terhadap keuangan perusahaan.Secara garis besar, tugas CFO meliputi pengawasan, kebendaharaan, serta forecasting.Peran CFO dalam perusahaan adalah administrator, pembuat strategi, katalis, serta operator.Seorang CFO wajib memiliki pengetahuan dasar mengenai akuntansi, detail, keinginan belajar tinggi, kemampuan analisa yang baik, pemahaman terhadap tren terkini.Cake adalah website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan Cake dan cari lowongan di website cari kerja atau aplikasi cari kerja kami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu!--- Ditulis Oleh Fiorency Santoso ---
Industry & Job Overview
Nov 10th 2025

Apa itu Chief Operating Officer (COO) dan Bedanya dengan CEO, CFO, CMO?

Daftar isi: Pengertian COOTugas dan Tanggung Jawab COOPerbedaan COO dengan CEO, CFO, CMOKeterampilan yang Harus Dimiliki COOCara dan Syarat untuk Menjadi Chief Operating Officer (COO) Pasti kamu tidak asing lagi dengan kata CEO yang merupakan jabatan tertinggi dalam sebuah perusahaan. Nah, dalam setiap perusahaan ada juga jabatan tinggi lainnya yang bekerja sama dengan CEO, diantaranya yaitu COO, CFO dan CMO. COO adalah singkatan dari Chief Operating Officer dan memiliki peranan penting dalam menangani bagian operasional perusahaan. Sementara CFO dan CMO adalah jabatan yang berperan untuk mengurusi urusan finansial dan marketing sebuah perusahaan. Di artikel kali ini, CakeResume akan membahas tentang pengertian COO, tugas dan tanggung jawabnya, serta skill apa saja yang dibutuhkan untuk bisa bekerja sebagai seorang COO.Apa itu COO?COO itu Apa? Chief Operating Officer yang merupakan kepanjangan dari COO adalah wakil direktur yang berperan dalam memimpin divisi operasional sebuah perusahaan. Di Indonesia, CEO sering disebut sebagai direktur utama, sementara COO disebut sebagai direktur. Hal ini dikarenakan COO berperan aktif dalam kegiatan operasional sehari-hari perusahaan, serta menjadi perantara dalam menyampaikan kebijakan kepada karyawan di perusahaan. Selain mengurusi kegiatan operasional, COO juga bekerja sama dengan CEO dan bertugas untuk memberikan hasil laporan perusahaan secara langsung kepada CEO perusahaan. Berikut adalah beberapa nama jabatan lain untuk COO yang sering digunakan dalam perusahaan. Chief Operating OfficerChief Operations OfficerVice President of OperationsDirector of OperationsGaji COO Sebagai salah satu pimpinan perusahaan yang memiliki peranan penting, tidak heran jika seorang COO mendapatkan gaji yang tinggi setiap bulannya. Menurut CNBC Indonesia, rata-rata gaji COO perusahaan di beberapa bidang industri berkisar dari Rp 150.000.000 hingga Rp 200.000.000 setiap bulannya. Tentu angka ini akan berubah sesuai dengan pengalaman kerja, bidang industri yang dikerjakan, dan perusahaan tempat kamu bekerja.Apa Tugas Seorang COO? Tugas seorang COO perusahaan sangatlah beragam, banyaknya kuantitas tugas yang ada juga bergantung pada organisasi atau perusahaan tempat kamu bekerja. Berikut adalah beberapa tugas yang perlu kamu ketahui mengenai seorang Chief Operational Officer: ✏️Tugas COO Menuntun dalam pengeksekusian strategi yang dirancang oleh tim manajemenSebagai partner kepada CEO perusahaan yang tidak dapat bekerja sendirianMenyempurnakan dan melengkapi style manajemen CEOMengembangkan Sumber Daya Manusia perusahaanMembuat kebijakan yang efektifMemastikan perusahaan berjalan sesuai standar dan regulasi yang ditetapkanMembimbing dan menguji individu yang bekerja, apakah kinerja kerjanya sudah sesuai dengan yang seharusnya atau belumSebagai pengganti CEO dalam peran tertentu Perbedaan COO dengan CEO, CFO, CMO Perbedaan COO, CEO, CFO, CMO Walaupun terlihat setara, tapi setiap posisi ini memiliki jenjang dan tingkatannya masing-masing. Secara umum, CEO menduduki jabatan sebagai pimpinan tertinggi dalam perusahaan, sementara COO adalah posisi wakil direktur yang membantu CEO dalam menangani urusan operasional keseharian perusahaan. Berikut adalah uraian lebih lanjut mengenai perbedaan tugas dari COO, CEO, CFO, dan CMO perusahaan. 1. COO 💼Berikut adalah tugas dan tanggung jawab seorang COO dalam perusahaan: Memiliki jabatan sebagai pimpinan (wakil presiden senior) operasional perusahaan.Menempati posisi kedua sebagai wakil presiden senior utama dalam perusahaan.Bertugas untuk mengawasi dan mengambil keputusan yang berkaitan dengan operasional perusahaan.Bertanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan operasional perusahaan melalui komunikasi, kolaborasi, improvisasi, rekrutmen, analisis operasional, dan implementasi strategi. ✏️Contoh COO dunia: Tim Cook (COO Apple)Sheryl Sandberg (COO Meta)Hans Patuwo (COO Gojek), dan lainnya 2. CEO (Chief Executive Officer) 💼Berikut adalah tugas dan tanggung jawab seorang CEO perusahaan: Memiliki jabatan sebagai pimpinan tertinggi perusahaan, yaitu sebagai presiden/direktur utama perusahaan.Bertugas untuk mengambil keputusan dan strategi umum perusahaan.Bertanggung jawab secara umum dalam urusan internal dan eksternal perusahaan. 3. CFO (Chief Financial Officer) 💼Berikut adalah tugas dan tanggung jawab seorang CFO perusahaan: Memiliki jabatan sebagai pimpinan (wakil presiden senior) keuangan perusahaan.Bertugas untuk mengawasi perencanaan, termasuk administrasi keuangan perusahaan.Bertanggung jawab terhadap keuangan dan fungsi akuntansi dalam perusahaan, menjalankan supervisi terhadap staf yang berhubungan dengan keuangan, serta memahami peraturan pajak yang berlaku. 4.CMO(Chief Marketing Officer) 💼Berikut adalah tugas dan tanggung jawab seorang CMO perusahaan: Memiliki jabatan sebagai pimpinan (wakil presiden senior) pemasaran perusahaan.Bertugas untuk mengawasi perencanaan produk dan proses pemasaran produk perusahaan.Bertanggung jawab melakukan analisa pasar, proses pemasaran, serta kolaborasi strategi pemasaran bersama dengan pimpinan operasional perusahaan.Skill yang Dibutuhkan Chief Operating Officer (COO) Skill yang dibutuhkan oleh jabatan COO adalah sebagai berikut: 1. Kepemimpinan Sebagai wakil presiden senior di bidang operasional, seorang Chief Operating Officer harus memiliki skill kepemimpinan yang kuat untuk dapat me-manage semua perihal operasional dalam sebuah perusahaan. 📚Baca juga: Wajib Tahu! 8 Cara Menjadi Pemimpin yang Baik [Perusahaan Organisasi] 2. Pengetahuan Finansial Skill kedua yang harus dimiliki oleh Chief Operating Officer adalah pengetahuan finansial. Setidaknya seorang COO harus memiliki track record mengenai manajemen keuangan yang sukses. 3. Pemikiran Strategis Selain memantau dan mengawasi tugas yang dikerjakan oleh karyawan, COO juga bertugas untuk menyusun strategi dalam mengatur berbagai hal tentang operasional perusahaan. Oleh karena itu, memiliki pemikiran strategis, pemikiran terbuka terhadap hal baru, dan pemikiran yang kreatif serta inovatif juga merupakan skill penting lainnya yang harus dimiliki oleh seorang COO. 4. Resolusi Konflik Konflik adalah hal yang wajar terjadi dalam sebuah kerja sama antar anggota tim, tapi tentunya konflik yang ada harus segera diselesaikan dengan baik. Nah, disinilah COO berperan, yaitu sebagai mediasi konflik. Seorang Chief Operational Officer harus mengambil keputusan yang bijak untuk menyelesaikan konflik dan menciptakan kembali lingkungan yang harmonis. 5. Komunikasi Komunikasi merupakan suatu hal yang penting dan yang selalu ada saat kita bekerja dengan orang lain. Namun, apa saja cakupan skill komunikasi yang harus dimiliki oleh Chief Operations Officer? Selain berbicara dan menyampaikan pesan, seorang COO juga harus memiliki skill komunikasi yang dapat mempengaruhi, menyelesaikan masalah, menengahi, dan bernegosiasi. Aspek-aspek komunikasi yang beragam ini tentu sangat diperlukan oleh COO untuk menyelesaikan problem sehari-harinya. 📚Baca juga: Business Acumen: Pentingnya Dimiliki Pemimpin Perusahaan Cara dan Kualifikasi untuk Menjadi COO Apa saja kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang COO? Yuk, langsung saja simak poin-poin berikut ini. 1. Menempuh Pendidikan Cara pertama yang harus dilakukan adalah dengan menempuh pendidikan perguruan tinggi di jurusan bisnis manajemen hingga mencapai gelar Magister. Selain menambah luasnya ilmu pengetahuan, kamu juga bisa membangun koneksi yang tentunya akan bermanfaat untuk karirmu kedepannya. 2. Memiliki Sertifikasi Selain pendidikan tinggi formal, kamu pun perlu untuk memiliki sertifikasi resmi. Berikut adalah beberapa daftar sertifikasi resmi yang dapat kamu ambil: Project Management Professional (PMP)Certified Professional - Human Resource (IPMA-CP)Certified Management Accountant (CMA)Program Management Professional (PgMP)Certified Manager Certification (CM), dan lainnya 3. Mendapatkan 10 - 15 Tahun Pengalaman Kerja Pada umumnya, seorang COO memiliki pengalaman kerja selama 10-15 tahun di bidang-bidang yang berhubungan dengan operasional perusahaan. Di beberapa perusahaan/organisasi, seorang COO setidaknya memiliki minimal 5 tahun pengalaman di posisi manajemen senior. Pengalaman-pengalaman kerja ini juga yang akan menunjukkan bahwa seorang COO memiliki wawasan yang luas seputar kebijakan, praktik, dan budaya industri perusahaan. 4. Buat CV COO yang Baik dan Menarik Cara terakhir untuk menjadi seorang COO adalah dengan membuat CV yang baik dan menarik. Berikut adalah contoh CV Chief Operations Officer dalam bahasa Indonesia. Contoh CVCOO --- Dibuat di CakeResumeYuk, buat CV COO kamu sekarang juga dengan CakeResume! Ada 50+ template gratis dan 100%🎉 Buat CV Itulah pembahasan seputar arti dan poin-poin penting yang perlu diketahui seputar COO. Berikut beberapa poin penting seputar COO. Seringkali COO juga disebut sebagai “executive vice president” yang merupakan orang kedua setelah CEO.Tugas dan tanggung jawab seorang COO tidak hanya sebagai direktur operasional, tetapi juga sebagai pelengkap dari seorang CEO.Ambillah program studi, kuasailah berbagai skill penting, dan raihlah pengalaman kerja selama 10-15 tahun untuk bisa menjadi seorang COO. --- Ditulis OlehLydia Gavrila ---
Industry & Job Overview
Dec 16th 2022

Siapa itu Aktuaris? Tugas, Gaji, hingga Syaratnya, Lengkap! [+CV]

Skill seorang aktuaris Pekerjaan aktuaris menggunakan analisis dan pengetahuan matematika, ekonomi, statistik dan keuangan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan meminimalkan risiko dan ketidakpastian dalam berbagai pengaturan bisnis. Aktuaris menggambarkan pekerjaan mereka sebagai sebuah tantangan dan pekerjaan yang menarik. Umumnya Aktuaris dapat menikmati lingkungan kerja yang baik. Meskipun profesi aktuaris cukup menantang, namun banyak lowongan kerja aktuaris yang terbuka karena kebutuhan akan jasa aktuaris yang cukup tinggi. Banyak perusahaan pula yang membutuhkan jasa aktuaria karena mereka dapat memperkirakan dan menentukan ketidakpastian serta membantu perusahaan merencanakan probabilitas dan kemungkinan di masa depan. Namun, apa yang dimaksud dengan jasa aktuaria? Aktuaria kerjanya apa? Keterampilan apa saja yang harus dimiliki oleh aktuaris? Dan, bagaimana cara serta syarat menjadi aktuaris? Mari, kita simak penjelasan selengkapnya di artikel Cake ini!Daftar Isi: Pengertian Profesi AktuarisTugas dan Tanggung Jawab AktuarisKeterampilan yang Harus Dimiliki AktuarisGaji AktuarisCara dan Syarat untuk Menjadi Aktuaris Apa itu Aktuaris? Aktuaris adalah seseorang yang menyajikan informasi statistik kepada eksekutif asuransi, manajer pemasaran, penjamin emisi, bankir investasi, dan direktur pensiun. Data ini diberikan untuk mendukung keputusan mereka tentang penetapan harga polis asuransi, pengembangan produk/perencanaan pemasaran, penawaran saham, dan pilihan investasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa pengertian aktuaria adalah seorang profesional bisnis yang berurusan dengan pengukuran dan pengelolaan risiko dan ketidakpastian. Untuk menjalankan tugasnya, aktuaris akan memberikan penilaian sistem keamanan finansial, dengan fokus pada kompleksitasnya, matematikanya, dan mekanismenya. Selain metode matematika dan statistik, aktuaris mempelajari bidang lain termasuk probabilitas, keuangan, ekonomi, dan pemrograman komputer untuk membuat model aktuaria. Dimana Aktuaria Bekerja? Pada umumnya seorang aktuaris bekerja di bidang konsultasi, perusahaan asuransi jiwa, pensiun, investasi, serta beberapa bidang yang membutuhkan kemampuan analitis. Ilmu aktuaria digunakan untuk mengevaluasi dan memprediksi pembayaran masa depan untuk asuransi dan industri keuangan lainnya seperti industri pensiun. Sebagian besar aktuaris bekerja di perusahaan asuransi, di mana penilaian manajemen risiko mereka sangat berguna, sehingga mereka dikenal sebagai aktuaria asuransi. Aktuaria asuransi adalah spesialis yang mengevaluasi risiko keuangan untuk menghitung premi yang sesuai untuk polis. Profesional aktuaria asuransi menerapkan statistik keuangan dan teori matematika untuk memperkirakan premi yang tepat untuk meminimalkan risiko bagi perusahaan asuransi.Apa Tugas Seorang Aktuaris? Aktuaris akan menggunakan database, perangkat lunak pemodelan statistik, dan alat teknologi lainnya untuk merancang, merencanakan, menguji, dan mengembangkan strategi kebijakan.Biasanya, profesi aktuaris berkolaborasi dengan akuntan, riset keuangan, ekonom, dan analis pasar untuk mengembangkan pemahaman menyeluruh tentang risiko dan tantangan perusahaan. Selain itu, aktuaria kerja apa? 💼Tugas seorang aktuaris Mengumpulkan dan mengkompilasi data statistik untuk analisis tambahan.Memperkirakan probabilitas dan kemungkinan biaya kejadian seperti kecelakaan, kematian, bencana alam, atau penyakit.Merancang, menguji, dan mengelola polis untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan polis asuransi dan program pensiun, serta membuat bagan dan pameran lain untuk menjelaskan proposal dan perhitungan.Menjelaskan usulan dan temuan kepada berbagai pihak, mulai dari eksekutif perusahaan hingga klien, pemegang saham, dan pejabat pemerintah.Meneliti faktor risiko umum dan tidak umum di industri yang berbeda.Mengaudit kebijakan perusahaan untuk menentukan bagaimana kebijakan tersebut memengaruhi produktivitas.Solusi brainstorming untuk mengelola risiko keuangan.Membuat dan daftar risiko untuk masing-masing proyek.Membenarkan prediksi mereka berdasarkan tren pasar dan teori penilaian risiko.Membuat bagan dan tabel untuk menjelaskan statistik dan konsep kompleks kepada pemegang saham dan manajemen perusahaan.Menerapkan prinsip-prinsip aktuaria yang sehat dan mempertahankan kualifikasi aktuaria sesuai dengan peraturan.Rekonsiliasi dan analisis input dan output aktuaria,Berkolaborasi dengan para pemimpin penting/utama untuk mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan informasi. Skill yang Dibutuhkan Aktuaris 1. Keterampilan Pemecahan Masalah Analitis Seseorang yang bekerja sebagai aktuaria adalah seseorang yang perlu menjadi pemecah masalah analitis karena tugas mereka termasuk memeriksa data yang kompleks dan identifikasi pola dan tren untuk menentukan faktor mana yang bertanggung jawab atas hasil tertentu. Setelah menemukan dan menganalisis data yang ada, aktuaris akan mencari kemungkinan hasil yang tidak diinginkan atau realisasi hasil yang tidak diinginkan. 2. Keterampilan Matematika dan Berhitung Profesi aktuaris memiliki kemampuan yang baik dengan angka, sehingga mampu melakukan aritmatika dasar dengan cepat dan dengan persyaratan yang tepat. Namun, matematika yang terkait dengan ilmu aktuaria bisa lebih rumit. Pengetahuan tentang kalkulus, statistik, dan probabilitas juga penting karena aktuaris mengukur risiko dan menentukan kemungkinan kemungkinan peristiwa tertentu. 3. Keterampilan Komputer Komputer dan berbagai perangkat lunak pemodelan statistik adalah alat perdagangan aktuaris.Aktuaris sering menggunakan model dan tabel untuk menemukan sejumlah besar data.Tidak hanya keterampilan komputer dasar dan pengetahuan tentang Microsoft Office yang mutlak penting, tetapi aktuaris dituntut untuk memiliki kemampuan memprogram menggunakan bahasa pemrograman. 4. Pengetahuan Bisnis dan Keuangan Bisnis, lembaga keuangan, dan perusahaan asuransi sering kali berkaitan dengan aktuaris. Dengan demikian, aktuaris bertanggung jawab untuk menawarkan asuransi atau program pensiun, memberi nasihat kepada bisnis tentang cara membatasi risiko keuangan, dan memberikan pendapat ahli kepada bank tentang memaksimalkan berbagai produk investasi. Kegiatan ini membutuhkan pemahaman yang baik tentang konsep bisnis dan keuangan. 5. Keterampilan Komunikasi dan Interpersonal Aktuaris sering berkolaborasi dengan berbagai personel bidang lainnya, termasuk pemrogram, akuntan, dan manajemen senior, yang mengharuskan mereka untuk dapat berkomunikasi dan bekerja secara efektif dengan orang lain. Keterampilan komunikasi lisan yang kuat mendukung aktuaris untuk menjelaskan detail teknis dan statistik yang kompleks kepada audiens yang beragam, sementara keterampilan menulis yang solid memastikan bahwa temuan dan solusi mudah dipahami dalam memo dan laporan tertulis.Berapa Gaji Aktuaris Profesi aktuaria merupakan salah satu profesi yang cukup menjanjikan karena jumlahnya yang sedikit namun kebutuhan akan jasa dan pengetahunnya yang cukup banyak dicari oleh perusahaan. Sehingga, profesi aktuaria cukup menjajikan dengan beberapa rentang gaji/penghasilan aktuaria yang bervariasi: Karir aktuaris dapat dimulai dari Actuarial Analyst, dengan gaji berkisar 4-7 juta rupiah perbulannya.Seorang Actuarial Analysist yang sudah lulus 5-7 ujian sertifikasi serta mengikuti seminar profesionalisme akan menjadi Ajun Aktuaris/Associate, maka sudah mampu mendapat gelar ASAI (Associate Societies Actuary Indonesia), sehingga rentang gaji perbulan berkisar 10-25 juta rupiah.Apabila Associate/Ajun Aktuaris naik pangkat menjadi Mangaer Actuary, maka akan memperoleh gaji sekitar 38 juta rupiah perbulan.Sedangkan, karir akruaris yang semula Fellow kemudian naik level menjadi posisi Appointed Actuary, maka memperoleh gelar dari Fellow Societies Actuary Indonesia, dan gajinya menjadi perbulan 50 juta rupiah.Seiring naiknya jenjang karier aktuaris, posisi sebagai Chief Actuary dapat memperoleh gaji setara dengan gaji direktur pada suatu perusahaan besar.Selain itu, aktuaris juga memiliki kesempatan menjadi seorang CFO bahkan CEO di suatu perusahaan asuransi. Bagaimana Caranya Menjadi Aktuaris? Menempuh Pendidikan S1 Karir aktuaria dapat dimulai dengan gelar sarjana dalam bidang apa pun, sebagian besar aktuaris memilih jurusan: MatematikaIlmu aktuariaStatistikIlmu administrasiManajemen atau bidang analitis lainnya. Kursus di bidang ekonomi, statistik, dan keuangan perusahaan adalah kunci untuk mencapai sertifikasi profesional. Di luar matematika dan bisnis, kamu dapat mempertimbangkan kelas yang mengembangkan keterampilan dengan ilmu komputer dan bahasa pemrograman, serta keterampilan komunikasi profesional. Memiliki Sertifikasi Aktuaria Ujian sertifikasi aktuaria di Indonesia dilakukan oleh The Society of Actuaries of Indonesia atau Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI). PAI merupakan suatu organisasi nasional di bidang profesi aktuaris bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat umum dan anggotanya. Selain itu, terdapat dua jenis keanggotaan PAI, antara lain Ajun Aktuaris (ASAI) dan Aktuaris (FSAI). Kamu dapat memperoleh gelar aktuaris oleh PAI setelah menyelesaikan 10 mata ujian. Dengan memiliki sertifikat aktuaria kamu akan lebih dipercaya ketika sedang mencari dan melamar lowongan kerja sebagai aktuaris, serta semakin meyakinkan tim HRD di perusahaan yang dilamar. Adapun 10 mata ujian terbagai sesuai dengan jenis profesi yang dipilih, yaitu: ✏️Tingkat Ajun Aktuaris: A-10: Matematika KeuanganA-20: Probabilitas dan StatistikA-30: EkonomiA-40: AkuntansiA-50: Metode StatistikA-60: Matematika AktuariaA-70: Teori risikoA-80: Pendidikan Profesionalisme ✏️Tingkat Aktuaris: F-10: Manajemen Aset dan InvestasiF-20: Manajemen AktuariaF-31: Aspek Aktuaria Dalam Asuransi Jiwa; atauF-32: Aspek Aktuaria Dalam Dana Pensiun; atauF-33: Aspek Aktuaria Dalam Asuransi Umum; atauF-34: Aspek Aktuaria Dalam Asuransi Kesehatan 💡 Catatan:Di Indonesia, PAI hanya dapat melaksanakan ujian penyetaraan profesional aktuari untuk mahasiswa dari UGM, ITB, UI, ITS, Unpad, UB, dan Unpar. Mendapatkan Pengalaman Kerja/Magang sebagai Aktuaris Jika kamu seorang aktuaris muda pemula maupun sedang dan masih berstatus mahasiswa di universitas yang ingin mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pekerjaan yang melibatkan seorang aktuaris, cobalah untuk menghubungi beberapa perusahaan aktuaria untuk melihat apakah ada kesempatan untuk melakukan magang/internship sebagai aktuaris selama beberapa bulan. Keuntungan dari mengikuti magang sebagai aktuaris adalah mendapatkan pengalaman langsung sebagai aktuaris. Kamu akan bertemu orang-orang pada tahap yang berbeda dalam karir mereka, dan dapat menjalin komunikasi dengan mereka, sehingga dapat membantu kamu dalam mencari atau mendapatkan informasi terkait lowongan pekerjaan aktuaris terutama bagi fresh graduate. Buat CV Aktuaris Menarik Sebelum mencari atau melamar lowongan pekerjaan sebagai aktuaris, maka kamu perlu mempersiapkan CV aktuaris yang menarik serta surat lamaran kerja. Selain itu, karena banyaknya pelamar kerja sebagai aktuaris, maka untuk mempermudah proses screening CV, para rekruter umumnya menggunakan ATS (Applicant Tracking System) agar proses lamaran kerja lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu, disarankan kamu untuk membuat CV yang ATS-friendly juga. Berikut ini contoh CV aktuaris yang dapat kamu ikuti sebelum bersiap mencari atau melamar lowongan pekerjaan sebagai aktuaris:Contoh CV Aktuaris --- Dibuat di CakeCake menyediakan 50+ template CV ATS Friendly online dan menarik, tinggal drag and drop saja, 100% GRATIS! Yuk, buat CV kamu sekarang!🎉 Buat CV Menjadi aktuaris adalah karir yang memberikan tantangan intelektual dan profesi yang dapat memberikan kamu pelatihan dengan standar tertinggi untuk menjadi aktuaris yang berkualitas. Kebebasan memilih jalur karir sebagai aktuaris juga sangat luas, itulah sebabnya beberapa aktuaris juga memutuskan untuk menempuh jalur non-tradisional seperti Perbankan atau Keuangan Lingkungan. Berkenaan dengan masa depan ilmu aktuaria, para aktuaris tentu harus beradaptasi di masa depan, baik itu mempelajari dan menerapkan praktik ilmu data atau memanfaatkan teknologi yang lebih besar.--- Ditulis OlehAnggraeni Kumala Dewi ---
Industry & Job Overview
Apr 12th 2023

Apa itu Funding Officer? Tugas, Gaji, Syarat [+Contoh CV]

Daftar Isi:Pengertian Funding Officer Tugas dan Tanggung Jawab Funding Officer Keterampilan yang Harus Dimiliki Funding Officer Gaji Funding Officer Cara dan Syarat untuk Menjadi Funding Officer Apakah kamu pernah dengar istilah FO? FO adalah singkatan dari Funding Officer. Pekerjaan ini mungkin belum banyak dikenal oleh masyarakat. Apakah kamu ingin tahu lebih lanjut tentang apa itu funding officer? Funding Officer adalah pekerjaan yang berurusan dengan pendanaan ataupun pembiayaan untuk perusahaan. Biasanya, funding officer bekerja di lembaga keuangan atau perbankan. Secara garis besar tugas funding officer yaitu mencari dana untuk perusahaan, mengumpulkan dana dari nasabah, dan menawarkan produk perbankan. Baca lebih lanjut tentang apa itu funding officer, jobdesk funding officer, keterampilan yang harus dimiliki funding officer, prospek karier dan gaji funding officer, hingga tips untuk menjadi funding officer di artikel Cake ini! Skill yang Dibutuhkan Funding Officer (FO) Apa itu Funding Officer? Funding officer adalah salah satu profesi penting di perbankan atau lembaga keuangan selain teller atau customer service. Tugas utama funding officer yaitu mencari nasabah dan mengumpulkan dana dari nasabah. Pekerjaan funding officer ini bisa dilakukan secara individu maupun kelompok sesuai dengan kebijakan tiap perusahaan. Selain itu, funding officer atau FO juga bertanggung jawab untuk melaporkan manajemen keuangan dan mengelola sistem administrasi yang berkaitan dengan pengeluaran dan pemasukan.📚 Baca juga:Apa itu Chief Financial Officer (CFO) dan Bedanya dengan CEO, COO, CMO? [+Tugas, Contoh, Kualifikasi] Apa Tugas Seorang Funding Officer? Untuk kamu calon pelamar funding officer atau FO, tentu kamu perlu mengetahui apa saja jobdesk funding officer. Tapi, perlu diingat bahwa tugas dan tanggung jawab seorang FO tergantung perusahaan tempatnya bekerja. Namun, di bawah ini adalah gambaran umum dari tugas funding officer: Mencari nasabah yang mau dan yakin untuk menabung atau menyimpan di bank tersebut.Mengumpulkan dana yang disimpan nasabah di bank tersebut.Menawarkan produk perbankan, seperti giro, deposito, dan tabungan.Membantu nasabah membuka tabungan baru.Mengajak nasabah untuk melakukan top-up di bank nya.Memproses semua transaksi keuangan, meliputi penghasilan dari sponsor, donasi, keanggotaan, dll.Mengelola administrasi tentang dana yang diterima dari nasabah.Melakukan manajemen informasi tentang pembelian dan penjualan.Mengelola laporan pajak.Menjalin hubungan yang baik dengan para nasabah. Skill yang Dibutuhkan Funding Officer (FO) Sebagai kandidat funding officer, ada berbagai soft skills dan hard skills yang perlu kamu miliki untuk bisa melaksanakan jobdesk funding officer dengan baik, meliputi: ✅ Kemampuan Menggunakan Komputer Kemahiran dalam menggunakan komputer adalah kemampuan untuk menciptakan dokumen atau data menggunakan perangkat lunak komputer. Setidaknya, seorang funding officer perlu memiliki kemampuan untuk mengoperasikan aplikasi-aplikasi seperti Microsoft Office untuk mengolah informasi, menghasilkan dokumen, manajemen data, dan memproses rekening. Akan lebih baik lagi jika kamu memiliki pengetahuan tentang software-software numerik untuk membantu menyelesaikan tugas funding officer. ✅ Keterampilan Numerik Karena profesi ini bergerak di bidang keuangan tentu kandidat funding officer perlu memiliki ketelitian, keterampilan numerik, dan keterampilan dalam penggunaan sistem database untuk keperluan keuangan. Hal ini akan membantu kamu untuk menghitung dengan teliti dan akurat. ✅ Ilmu Komunikasi Karena salah satu tugas funding officer adalah mencari nasabah dan menjaga hubungan yang baik dengan nasabah, kamu perlu melengkapi diri dengan ilmu komunikasi. Ilmu komunikasi baik secara lisan maupun tertulis diperlukan agar funding officer dapat menyampaikan pesan secara efektif dan jelas kepada calon nasabah ataupun nasabah. ✅ Ilmu Marketing Selain itu, funding officer juga perlu dilengkapi dengan ilmu marketing. Funding officer harus mampu memikirkan strategi pemasaran yang menarik untuk menawarkan produk-produk perbankan kepada para nasabah. Ilmu ini diperlukan agar seorang funding officer dapat menginterpretasikan dan menyajikan informasi secara komprehensif tetapi menarik dan persuasif. ✅ Customer Service Jobdesk funding officer juga sering berurusan dengan nasabah, oleh karena itu, keterampilan customer service juga diperlukan. Funding officer harus pandai mendengarkan, mempengaruhi, dan memberikan solusi kepada nasabah. Selain itu, kesabaran juga sangat penting untuk menghadapi nasabah yang memiliki sikap dan karakter yang berbeda-beda. Prospek Karier Funding Officer Prospek Karier Funding Officer Prospek karier funding officer tidak hanya di perbankan dan lembaga keuangan. Funding officer adalah salah satu profesi yang juga banyak dicari oleh organisasi di bidang lain seperti retail dan nonprofit. Mungkin kamu pernah dengar dengan istilah Retail Funding Officer (RFO). Nah, retail funding officer agak sedikit beda dengan funding officer, karena RFO adalah posisi di bidang marketing. Retail funding officer adalah petugas bank yang bertanggung jawab dalam melakukan kegiatan pemasaran produk dalam rangka mengoptimalkan akuisisi dana nasabah khusus pada segmen retail. Sedangkan untuk organisasi nonprofit, peran funding officer sangat krusial karena tugasnya mengamankan pendanaan agar aktivitas perusahaan dapat berjalan lancar. Oleh karena itu, pastikan untuk meneliti lowongan pekerjaan terlebih dahulu untuk mengetahui latar belakang perusahaan dan kemampuan apa saja yang diperlukan agar kamu dapat melengkapi diri dan melakukan peran funding officer dengan baik. Gaji Funding Officer Dari sisi besarnya gaji secara umum, seorang funding officer akan dibayar tergantung oleh daerah, kemampuan kandidat, dan kebijakan perusahaan. Rata-rata gaji funding officer di Indonesia berkisar antara Rp 4.000.000 hingga Rp 6.000.000. 💰 Berikut rata-rata gaji funding officer di beberapa kota di Pulau Jawa, Indonesia: Gaji funding officer di Jakarta yaitu sekitar Rp 5.904.089 per bulan.Gaji funding officer di Yogyakarta yaitu sekitar Rp 4.633.064 per bulan.Gaji funding officer di Surabaya yaitu sekitar Rp 5.320.253 per bulan. Gaji ini belum termasuk bonus dan tunjangan dari perusahaan, ya! Jika kamu ingin mendapatkan bonus, maka kamu perlu mencapai target yang ditentukan oleh perusahaan. Bagaimana caranya? Dengan terus mengembangkan kemampuan diri, tentunya kamu akan mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target. Tips untuk Menjadi Funding Officer 1. Menempuh Pendidikan Tips pertama untuk dapat memenuhi jobdesk funding officer yaitu memiliki gelar sarjana yang berhubungan dengan keuangan. Tetapi, tidak perlu khawatir jika kamu bukan lulusan bidang finansial, karena ada banyak juga perusahaan yang membuka lowongan funding officer untuk kandidat yang memiliki gelar sarjana dari program studi apapun. Usahakan untuk memiliki IPK yang baik, karena ini menjadi salah satu poin penting yang dapat membuktikan kecerdasan kamu untuk memenuhi jobdesk funding officer. 2. Miliki Pengalaman Kerja yang Relevan Akan menjadi poin plus jika kamu memiliki pengalaman kerja profesional yang relevan dengan bidang keuangan. Perekrut biasanya memilih kandidat yang memiliki pengalaman atau training yang relevan karena pekerjaan funding officer adalah pekerjaan yang cukup berat. Beberapa contoh pengalaman atau training yang bisa kamu cantumkan atau sebutkan yaitu pengalaman dalam fundraising, internship, dan partisipasi dalam kegiatan kampus. 3. Buat CV Funding Officer Menarik CV Funding Officer -- Dibuat di Cake Siap melamar pekerjaan tapi belum punya CV? Buat CV ATS-friendly sekarang juga di Cake! Ada 50+ template CV dan hanya perlu drag and drop, lho! 100% Gratis!🎉 Buat CVKesimpulan Funding officer adalah profesi di lembaga keuangan yang mengurus pendanaan dan pembiayaan perusahaan. Tugas funding officer yaitu mencari nasabah, mengumpulkan dana, menawarkan produk perbankan, dan lain-lain.5 keterampilan yang dibutuhkan oleh seorang funding officer yaitu mahir menggunakan komputer, keterampilan numerik, ilmu komunikasi, ilmu marketing, dan customer service.Prospek karier funding officer tidak hanya di perbankan saja, tetapi kamu bisa menjadi retail funding officer dan juga bisa bekerja di organisasi nonprofit.3 tips untuk menjadi funding officer meliputi memperoleh gelar sarjana, memiliki pengalaman kerja yang relevan, dan membuat CV funding officer yang menarik. 📚 Baca juga: Kenali 9 Jabatan C-Level di Perusahaan Beserta Tugas dan Hal yang harus Dipersiapkan!--- Ditulis oleh Aileen Gabriella ---
Industry & Job Overview
Feb 10th 2025

Apa Tugas Financial Controller dan Berapa Gajinya?

Finansial atau bagian keuangan merupakan penentu bisnis sukses atau gagal. Hal ini yang menjadikan seorang pengawas keuangan sangat berperan penting dalam perusahaan. Pengawas keuangan atau yang lebih dikenal dengan financial controller bertugas untuk menilai kondisi keuangan, serta merancang strategi pengaturan keuangan untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Posisi financial controller adalah pilihan karir yang baik bagi kamu yang tertarik di bidang finansial atau manajemen keuangan. Karir finance controller bisa mencakup tanggung jawab yang luas, yang dapat sangat memuaskan perkembangan karir. Kamu bisa temukan lebih dalam apa itu financial controller, tugas financial controller, dan apa tugas dari financial controller dalam artikel ini.Daftar isi: Pengertian Financial Controller Tugas dan Tanggung Jawab Financial Controller Keterampilan yang Harus Dimiliki Financial Controller Gaji Financial Controller Cara dan Syarat untuk Menjadi Financial Controller Apa itu Financial Controller? Finance controller adalah pengawas keuangan atau pemimpin divisi keuangan yang bertanggung jawab atas seluruh kegiatan keuangan, akuntansi manajerial hingga akuntansi tingkat tinggi dalam sebuah perusahaan. Seorang finance controller biasanya memberikan laporan kepada CFO atau Chief Financial Officer. Peran financial controller menjadi sangat penting karena mereka akan berkolaborasi dengan auditor eksternal dan memastikan perusahaan mengikuti prosedur keuangan yang layak. Sehingga peran financial controller adalah sebagai pengendali keuangan perusahaan, dan memastikan bisnis berjalan secara efektif dan efisien. Tanggung jawab dan tugas finance controller adalah untuk mengelola semua operasi di departemen akuntansi, termasuk hutang piutang perusahaan, catatan akuntansi, dan juga mempersiapkan laporan keuangan bulanan.Temukan loker finance terbaru di Cake, ayo jadi pelamar yang tercepat! 💫Lamar Sekarang Apa Tugas Financial Controller? Tugas financial controller yang utama adalah untuk mengelola dan memantau pergerakan keuangan di perusahaan. Berikut beberapa tugas finance controller yang harus kamu ketahui: Mengelola dan menganalisis sistem akuntansi di perusahaan terkait. Tugas utama dari financial controller adalah untuk menganalisis sistem keuangan agar bisnis perusahaan berjalan baik dan efektif.Memastikan data laporan keuangan akurat dan sesuai prosedur pelaporan keuangan yang seharusnya. Seorang financial controller harus bisa memastikan tidak ada pemalsuan data keuangan atau penipuan yang merugikan perusahaan.Menjaga stabilitas sistem keuangan perusahaan tetap sehat. Financial controller adalah jabatan yang bertindak sebagai pengontrol dan pengawas untuk memastikan keuangan perusahaan tetap sehat.Bertanggung jawab untuk menjaga sistem keuangan dari manipulasi atau penyelewengan data dari pihak yang merugikan. Finance controller harus mampu mengawasi sistem keuangan agar terhindar dari pemalsuan data akuntansi yang yang merugikan perusahaan.Memberikan saran dalam penyusunan anggaran dana kepada para petinggi perusahaan. Saran dari financial controller dalam menyusun anggaran perusahaan akan dipertimbangkan agar tidak melebihi anggaran yang sudah ditetapkan.Sebagai pemimpin, financial controller juga bertugas untuk mengevaluasi performa kerja tim dan memberikan pelatihan kepada staf keuangan. Financial controller bertugas untuk memastikan setiap divisi keuangan memiliki keterampilan sesuai performa yang diharapkan perusahaan. Skill yang Dibutuhkan Financial Controller Jika kamu tertarik untuk menjalani karir sebagai financial controller, ada beberapa skill penting yang harus dimiliki. Selain pengalaman dan keinginan kerja keras, berikut beberapa skill yang harus dimiliki finance control staff: 1. Akuntansi Seorang financial controller harus memiliki kemampuan dasar mengenai akuntansi, karena posisi ini akan banyak berkaitan dengan kegiatan akuntansi. Dalam perusahaan skala besar yang juga mempekerjakan CFO, tugas financial controller banyak berperan di tugas akuntansi tradisional, seperti membuat pembukuan perusahaan. Dalam perusahaan yang lebih kecil, yang tidak memiliki CFO, tugas finance controller mencakup tanggung jawab yang lebih strategis, seperti perencanaan dan analisis keuangan. 2. Analitis Dalam perusahaan, peran finance control staff lebih dari sekedar mengurus pembukuan, tapi juga pembentukan bisnis. Oleh karena itu diperlukan skill analitis yang mumpuni untuk dapat menganalisis data dan membuat rencana keuangan. Secara tradisional, financial controller berperan untuk mengontrol keuangan yang dapat mendeteksi tren, menandai potensi risiko, dan memberi rekomendasi yang memandu proses perencanaan bisnis strategis. Selain itu financial controller juga dapat menganalisis biaya, yang meminimalkan pengeluaran sekaligus memaksimalkan keuntungan perusahaan. 3. Kepemimpinan Selain perencanaan keuangan, seorang finance controller merupakan orang yang bertanggung jawab bagi departemen akuntansi secara internal, maupun eksternal. Oleh karena itu financial controller harus mampu menangani lebih dari sekedar angka keuangan, tapi juga harus dapat berkomunikasi dengan para staf keuangan yang lainnya. 4. Perencanaan Keuangan Mengingat betapa pentingnya peran finance controller di sebuah perusahaan, jelas terlihat bahwa skill yang harus dimiliki financial controller adalah mengatur perencanaan keuangan dalam jangka panjang. Terlebih lagi, dalam perusahaan yang sedang berkembang, yang biasanya menggabungkan peranan financial controller dan CFO dalam satu posisi jabatan, skill perencanaan keuangan menjadi sangat penting. Gaji Financial Controller Gaji untuk seorang financial controller tergolong cukup besar dan menjanjikan. Namun pastinya juga sebanding dengan tugas dan tanggung jawab yang dimiliki staff finance control ini. Di Indonesia, gaji rata-rata untuk financial controller berkisar dari Rp 14.000.000 hingga Rp 17.000.000. Jika memiliki pengalaman relevan beberapa tahun, maka bisa mencapai hingga Rp 21.000.000 per bulan. Namun jika kamu masih belum memiliki pengalaman dan ingin mencoba mengeksplorasi karir sebagai financial controller, kamu bisa mendapatkan gaji berkisar Rp 8.000.000 per bulan. Perlu diingat bahwa kisaran gaji ini juga tergantung pada skala dan kebijakan masing-masing perusahaan. Tips untuk Menjadi Financial Controller Kamu merasa cocok bekerja sebagai financial controller? Selain pengalaman dan kemampuan khusus, kamu juga bisa lihat beberapa tips untuk menjadi financial controller. 1. Menempuh Pendidikan Tinggi Hal paling utama adalah latar belakang pendidikan. Sebisa mungkin, kamu bisa menempuh pendidikan yang sesuai dengan posisi finance controller atau accounting, baik itu S1 maupun S2. Untuk menjadi accounting manager lulusan apa? Kamu bisa menempuh jurusan akuntansi, bisnis dan manajemen, MBA (Master of Business Administration), dan jurusan manajemen lainnya. 2. Ambil Sertifikasi Akuntansi Selain pendidikan formal, kamu juga bisa mengambil beberapa sertifikasi yang berhubungan dengan akuntansi. Sertifikasi ini untuk memberikan bukti konkrit bahwa kamu memang layak dipertimbangkan sebagai financial controller atau accounting manager di perusahaan. Misalnya: CFA (Chartered Financial Analyst)CMA (Certified Management Accountant)CFC (Certified Financial Controller)CPA (Certified Public Accountant) 📚 Baca juga:13 Sertifikasi Akuntansi Terbaik untuk Pengembangan Karir Profesional 3. Memiliki Pengalaman di Bidang Keuangan Dengan bekal pendidikan dan juga sertifikasi yang mumpuni, kamu bisa mulai mencari pengalaman di bidang keuangan maupun akuntansi. Kamu bisa merintis karir dengan pengalaman sebagai accounting maupun finance di perusahaan. Untuk bisa menjabat sebagai financial controller, membutuhkan pengalaman yang cukup matang untuk bisa memahami kinerja divisi keuangan di sebuah perusahaan. Sedang cari kerja di bidang finance? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Kerja 4. Buat CV Financial Controller yang Profesional Jika kamu sudah memiliki ketiga poin diatas, kamu bisa membuat CV profesional yang menunjukan keterampilan kamu. Contoh CV Financial Controller -- DIbuat di Cake Buat CV professional untuk financial controller di Cake dan temukan template yang sesuai latar belakang kamu! Klik disini untuk memulai.🎉 Buat CV Kesimpulan Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa: Financial controller menjadi kunci keberhasilan bisnis perusahaan.Perlu diingat posisi finance controller adalah jabatan yang bisa diraih ketika kamu memiliki cukup pengalaman dan bisa menjadi pemimpin divisi keuangan.Bukan hanya menganalisa keuangan, financial controller juga membantu membuat anggaran perusahaan agar meminimalisir pengeluaranDi beberapa perusahaan, fungsi financial controller digabungkan dengan CFO untuk memudahkan koordinasi Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake.
Industry & Job Overview
Dec 16th 2022

Kenali 9 Jabatan C-Level di Perusahaan Beserta Tugas dan Hal yang harus Dipersiapkan!

Daftar Isi: Pengertian C-Level (C-Suite)Keterampilan yang Harus Dimiliki C-Level ExecutiveMacam-macam Jabatan C-Level di PerusahaanKualifikasi dan Cara Mencapai C-Level C Level Adalah Di setiap perusahaan selalu ada jajaran eksekutif yang sering dikenal dengan sebutan C-Level atau juga sering dikenal sebagai C Suite. Mungkin contoh dari C-Level yang sering kamu dengar adalah Chief Executive Officer (CEO). Namun, sebenarnya masih ada banyak lagi peran C Level Executive yang mungkin belum kamu pahami lebih dalam tugas dan wewenangnya. Penasaran dengan posisi C-Level lainnya? Yuk, pelajari lebih lanjut tentang C-Level di artikel ini! Lengkap mulai dari arti C-Level, tanggung jawab dan gaji C Level Manager, macam-macam C-Level, skill yang dibutuhkan seorang C Suite, hingga kualifikasi dan cara mencapai posisi C-Level.Apa itu C-Level (C-Suite)? C-Level sering juga disebut sebagai C Suite, C Level Manager, dan C Level Executive. C-Level adalah jabatan tertinggi di perusahaan yang memiliki wewenang dan pengaruh yang besar. Huruf “C” dari C-level adalah singkatan dari kata “Chief”. Jabatan chief adalah pemimpin yang memiliki keahlian dan pengalaman yang mendalam karena harus mampu memegang kendali dalam bisnis. Di dalam perusahaan, peran C-Level tidak hanya dipegang oleh satu orang, ada berbagai C-Level yang memiliki peran sendiri dalam departemen-departemen lain. Biasanya, pemegang jabatan C Suites ini akan berkumpul untuk membuat keputusan bersama yang tentunya tidak mudah dan dapat memberikan dampak yang besar bagi perusahaan.💼Tanggung Jawab C-Level Manager: Membuat perencanaan strategis.Mengambil keputusan bersama tentang saham, investasi, dan keuangan.Mengumpulkan informasi dari manajemen tingkat bawah dan karyawan untuk mendukung pengambilan keputusan.Melakukan kolaborasi antar C Level Executive.Memberhentikan dan mempekerjakan karyawan. Skill yang Dibutuhkan C-Level Executive C-Suite adalah peran tinggi di perusahaan dengan tanggung jawab yang sangat besar. Oleh karena itu, orang yang menduduki C Level management membutuhkan pengalaman bertahun-tahun di perusahaan untuk memperoleh kombinasi dari skill kepemimpinan, manajemen dan interpersonal. Simak skill yang dibutuhkan oleh C Level Executive yang sudah dirangkum oleh Cake! 💻Skill C Level Executive Berpikir strategis untuk membentuk visi masa depan perusahaan.Mengembangkan rencana yang mendukung visi strategis tersebut.Mempersiapkan tim agar berhasil dalam melaksanakan tugas-tugasnya.Membimbing departemen masing-masing untuk meminimalkan dampak negatif yang dapat terjadi.Memanfaatkan keahlian mendalam di area fungsional yang diawasi.Mendelegasikan tugas manajemen secara efektif.Memeriksa laporan untuk memastikan kinerja dan peningkatan kualitas.Berkomunikasi secara efektif dengan berbagai karyawan.Bekerja dengan baik bersama tim untuk membantu menciptakan budaya perusahaan yang baik.Menunjukkan sifat dan perilaku yang menggambarkan kepemimpinan perusahaan. Macam-macam Jabatan C-Level di Perusahaan dan Tanggung Jawabnya C-level terdiri atas berbagai jabatan yang menjadi pemimpin dari berbagai jenis departemen. C Level Manager tentunya memiliki gaji yang tinggi karena pekerjaannya jauh lebih berat dibandingkan dengan karyawan lain. Di bawah ini adalah daftar dari macam-macam jabatan C-level beserta job desk dan gajinya: 1.Chief Executive Officer (CEO) 💼Job desk : Tanggung jawab seorang CEO adalah mengawasi jalannya perusahaan secara keseluruhan, menentukan tujuan perusahaan, merencanakan strategi perusahaan, dan membuat keputusan penting yang memiliki dampak terhadap perusahaan. 💰Gaji: Rp 130.000.000 - Rp 250.000.000 per bulan. 2. Chief Operating Officer (COO) 💼Job desk : Tugas COO adalah mengawasi bidang operasional perusahaan sehari-hari, melaksanakan strategi perusahaan yang telah direncanakan, membuat kebijakan untuk mengatur operasi perusahaan dan juga seringkali ikut serta dalam fungsi human resources perusahaan. 💰Gaji: Rp 80.000.000 - Rp 100.000.000 per bulan. 3. Chief Financial Officer (CFO) 💼Job desk : Tugas CFO meliputi menghitung anggaran tahunan perusahaan, memastikan kepatuhan finansial perusahaan terhadap peraturan yang sudah ditentukan, merencanakan finansial, dan menganalisis risiko. 💰Gaji:: Rp 11.500.000 - Rp 25.481.540 per bulan. 4.Chief Marketing Officer (CMO) 💼Job desk : Tugas CMO yaitu mengawasi periklanan, mengelola brand awareness, mengawasi posisi produk di pasar, merencanakan strategi marketing, mengawasi hubungan perusahaan dengan konsumen, menyiapkan campaign, dan mengawasi Return of Investment (ROI). 💰Gaji : Rp 20.000.000 - Rp. 35.000.000 per bulan. 5. Chief Technology Officer (CTO) 💼Job desk : CTO berperan dalam mengawasi perkembangan teknologi dan sistem informasi perusahaan, berfokus pada inovasi teknologi di perusahaan, dan mengawasi produk dan fitur terbaru yang dirilis oleh perusahaan. 💰Gaji: Rp 48.080.000 - Rp 180.670.000 per bulan. 6. Chief Human Resources Officer (CHRO) 💼Job desk : CHRO bertanggung jawab mengawasi departemen Human Resources (HR) di perusahaan, membuat proses perekrutan yang baik, melakukan training dan evaluasi karyawan, mengawasi perkembangan karyawan, dan mengelola strategi perekrutan dalam jangka panjang. 💰Gaji: Gaji Chief Human Resources Officer bergantung pada tingkat pendidikan, pengalaman, dan ukuran perusahaan. 7. Chief Compliance Officer (CCO) 💼Job desk : CCO bertanggung jawab dalam memastikan semua kegiatan perusahaan telah mematuhi aturan perusahaan, memantau jalannya bisnis perusahaan, merancang dan menerapkan kebijakan dalam perusahaan. 💰Gaji: sekitar Rp 22.500.000 per bulan. 8. Chief Data Officer (CDO) 💼Job desk :Tugas CDO termasuk mengawasi teknologi informasi perusahaan, membantu perusahaan melakukan digitalisasi data dan mengelola data tersebut secara digital. 💰Gaji: Gaji Chief Data Officer bergantung pada tingkat pendidikan, pengalaman, dan ukuran perusahaan. 9. Chief Business Officer (CBO) 💼Job desk : Chief Business Officer bertugas dalam mengendalikan anggaran, memasukkan iklan untuk pengembangan proyek, menjalin hubungan dengan investor, dan menggalang dana yang membantu pengembangan proyek. 💰Gaji: Gaji Chief Business Officer bergantung pada tingkat pendidikan, pengalaman, dan ukuran perusahaan. 📚Baca juga: 15 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia! Kualifikasi dan Cara Mencapai C-Level 1. Menempuh Pendidikan Penting bagi kandidat C Level Executive untuk memiliki gelar Master of Business Administration (MBA) atau gelar sarjana yang relevan dengan pekerjaannya. Dengan menempuh pendidikan yang berkaitan, para C Level Manager akan dilengkapi dengan fondasi kepemimpinan yang kuat, ilmu serta pengetahuan yang dalam mengenai hal-hal terkait dengan tugas dan tanggung jawabnya. 2. Mendapatkan 10 - 15 Tahun Pengalaman Kerja Tugas jajaran C Level Executive mencakup banyak aspek manajemen bisnis, jadi dibutuhkan pengalaman kerja bertahun-tahun untuk mencapai C-level. Setidaknya dapatkan 10 hingga 15 tahun pengalaman bekerja di bidang yang relevan untuk memperoleh pengalaman dalam keandalan, integritas, dan pengambilan keputusan. 3. Catat Pencapaian yang Telah Kamu Capai Kumpulkan informasi berisi data-data yang menunjukkan nilai kamu dalam bisnis. Informasi ini bisa digunakan di CV kamu untuk menunjukkan dedikasi, etos kerja, dan inisiatif saat melamar posisi C Suite. 4. Buat CV C-Level yang MenarikContoh CVC Level --- Dibuat di CakeKunjungi Cake dan buat CV-mu sekarang juga. 100% Gratis dan mudah, lho! Hanya perlu drag and drop🎉 Buat CV Key TakeawaysC-Suite adalah jabatan eksekutif yang memiliki pengaruh besar dan memegang wewenang tinggi dalam sebuah perusahaan.Skill utama yang dibutuhkan oleh orang yang menduduki C Level management yaitu kombinasi dari skill kepemimpinan, manajemen dan interpersonal.9 macam jabatan C Level Manager: Chief Executive Officer (CEO), Chief Operating Officer (COO), Chief Financial Officer (CFO), Chief Marketing Officer (CMO), Chief Technology Officer (CTO), Chief Human Resources Officer (CHRO), Chief Compliance Officer (CCO), Chief Data Officer (CDO), dan Chief Business Officer (CBO).Ada 4 cara untuk mencapai C-level: Mengambil gelar sarjana yang relevan atau Master of Business Administration (MBA), memiliki pengalaman bekerja selama 10 hingga 15 tahun di bidang yang relevan, memiliki daftar pencapaian yang telah dicapai sebelumnya, membuat CV C-Level yang menarik. --- Ditulis OlehAileen Gabriella ---
Industry & Job Overview
Nov 18th 2025

Chief Marketing Officer (CMO): Peran, Tugas, Kualifikasi yang Dibutuhkan!

Daftar Isi: Pengertian CMO (Chief Marketing Officer)Apa Saja Tugas dan Tanggung Jawab CMO di Perusahaan?Skill yang Harus Dimiliki CMOCara Menjadi CMO yang Sukses Dalam sebuah perusahaan tentunya memiliki seorang pemimpin. Pimpinan teratas adalah direktur utama atau yang sering kita dengar sebagai CEO (Chief Executive Officer). Seorang CEO tentunya membutuhkan bantuan dari jajaran bawahannya yaitu wakil direktur. Di sebuah perusahaan, wakil direktur tidak hanya satu, setiap divisi memiliki pimpinannya masing-masing. Salah satu divisi yang penting dalam perusahaan adalah divisi marketing atau pemasaran. Dalam struktur organisasi perusahaan, pada umumnya divisi marketing atau pemasaran dipimpin oleh seorang CMO. Kepanjangan CMO adalah Chief Marketing Officer. Dalam mencapai kesuksesan sebuah perusahaan, peran CMO (Chief Marketing Officer) ini tidak kalah pentingnya dengan COO (Chief Operating Officer), CFO (Chief Financial Officer), dan CTO (Chief Technology Officer). Penasaran tugas, peran, dan kualifikasi seorang Chief Officer Marketing? Yuk, simak artikel berikut yang sudah disiapkan oleh CakeResume. Apa itu Chief Marketing Officer (CMO)? Pengertian Chief Marketing Officer (CMO) Menurut Market Business Review, CMO (Chief Marketing Officer) adalah posisi eksekutif yang bertanggung jawab dalam mengembangkan dan mengawasi bagian marketing atau pemasaran dalam sebuah perusahaan. Dari arti CMO itu sendiri, dapat menyimpulkan bahwa Chief Marketing Officer merupakan kunci dalam mengembangkan produk, mengatur manajemen penjualan, manajemen saluran distribusi, iklan dan promosi, harga, riset pasar, dan hubungan dengan pelanggan. Apa perbedaan Chief Marketing Officer, Direktur Marketing, dan Head of Marketing? Ada banyak perusahaan yang menganggap sama istilah Chief Marketing Officer dengan Direktur Marketing. Namun, beberapa ahli manajemen dan marketing mengatakan bahwa seorang CMO memiliki peran yang lebih luas dibandingkan Direktur Marketing. Bagaimana dengan Head of Marketing? Head of Marketing memiliki peran yang mirip dengan CMO, tetapi Head of Marketing bukan bagian dari kepemimpinan inti. Selain itu, seorang CMO memiliki kedudukan di puncak bisnis. Peran Chief Marketing Officer (CMO) Seperti tingkat eksekutif lainnya, seorang Chief Marketing Officer memiliki jadwal yang penuh dengan rapat, email, proyek baru, dan lain-lain. Tanggung jawab sehari-hari CMO bervariasi tergantung besarnya perusahaan dan produk atau servis yang ditawarkan. Contohnya, seorang CMO dari sebuah perusahaan barang konsumsi kecil lebih fokus pada strategi pemasaran langsung dari Business-to-Consumer (B2C) seperti, social media marketing, branding produk, dan riset pasar.Di bawah ini adalah 4 peran CMO: Pendorong perkembangan sebuah perusahaanSalah satu peran penting dari CMO adalah meningkatkan angka penjualan dan keuntungan, dan memastikan angka Return on Investment (ROI) positif dari anggaran pemasaran. Bagian yang menjadi fokus untuk ditingkatkan oleh CMO melingkupi pendapatan, gross margin, dan market share. Pendukung kenyamanan pelangganSudah menjadi tanggung jawab seorang CMO untuk memberikan pengalaman yang bagus kepada pelanggan. Pengalaman yang bagus akan membuat pelanggan tersebut bertahan menjadi pelanggan tetap. Pendorong inovasiSeorang CMO dapat bereksperimen dan berinovasi untuk melakukan perkembangan di perusahaan. Mereka dapat mencoba penggunaan teknologi dan taktik marketing baru sambil menyediakan solusi baru untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan. StorytellerMenurut Deloitte, CMO harus bertindak sebagai arsitek dan pelayan dari brand tertentu dengan cara menceritakan sebuah kisah dan mengundang konsumen untuk berpartisipasi dalam kisah tersebut. Gaji CMO (Indonesia) Besarnya gaji seorang Chief Marketing Officer berbeda-beda tergantung kebijakan perusahaan masing-masing dan beban kerja yang harus ditanggung. Pada umumnya, rentang gaji CMO sekitar Rp 8.620.000 - Rp 24.700.000 per bulan.Namun, di perusahaan besar Indonesia, jabatan seorang Chief Marketing Officer dapat memperoleh gaji tinggi dengan rata-rata Rp 20.000.000 hingga Rp 35.000.000 per bulan. Tugas dan Tanggung Jawab CMO Tugas CMOSecara garis besar, tugas Chief Marketing Officer adalah bertanggung jawab dalam memberikan penawaran yang menarik untuk mendapatkan pelanggan. Namun, sebenarnya tugas dan tanggung jawab CMO lebih luas dari itu. 1. Mengembangkan dan melaksanakan strategi marketing Seorang CMO bertanggung jawab dalam menentukan strategi marketing yang cocok untuk perusahaan. Dalam memutuskan untuk mengimplementasikan sebuah strategi marketing, CMO perlu mengidentifikasi terlebih dahulu tujuan dan pencapaian marketing serta target pasar yang dituju. Ketika sudah memahami arah jalannya pemasaran, maka CMO akan menyusun strategi untuk mencapai goal tersebut. 2. Menyesuaikan strategi pemasaran dengan budget Hal berikutnya yang harus dilakukan oleh CMO adalah mengawasi pelaksanaan strategi pemasaran agar sesuai dengan budget. Strategi pemasaran yang diimplementasikan tentunya membutuhkan dana. Maka CMO harus harus selalu memantau pelaksanaan pemasaran agar tetap sesuai dengan keuangan perusahaan. Baik tidaknya strategi pemasaran tersebut dapat dinilai dari kesesuaian budget dan hasil yang tercapai. Oleh karena itu, jika terjadi masalah, CMO harus mengambil keputusan yang bertanggung jawab untuk mengatasinya. 3. Melakukan riset pasar dan menganalisis strategi marketing CMO bertanggung jawab dalam membuat strategi marketing yang menjangkau target pasar perusahaan. Jadi sangat diperlukan untuk melakukan riset pasar, analisis data tentang target pasar, pengalaman pelanggan,dan trend saat ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cara yang terbaik untuk meningkatkan angka penjualan. 4. Mengawasi komunikasi pada publik Sebagian besar CMO mengawasi semua hubungan dengan publik, termasuk marketing communications. Komunikasi tersebut bisa berupa komunikasi melalui social media, email, website, dan media cetak. CMO memastikan bahwa pesan yang dikomunikasikan sesuai dengan brand dan marketing campaign perusahaan. 5. Bekerja sama dengan posisi eksekutif lainnya Chief Marketing Officer (CMO) biasanya bekerja dengan posisi eksekutif lainnya, termasuk Chief Executive Officer (CEO), Chief Information Officer (CIO), Chief Product Officer (CPO), Chief Operating Officer (COO), dan Chief Financial Officer (CFO). Para pimpinan ini bekerja sama untuk menentukan hal-hal seperti harga produk, pengembangan produk baru, dan kemajuan brand. Kualifikasi yang Dibutuhkan CMO Kualifikasi CMOSetelah mempelajari tugas dan tanggung jawab yang cukup berat, tentunya ada beberapa kualifikasi yang perlu dipenuhi oleh kandidat Chief Marketing Officer. Beberapa kualifikasi yang dibutuhkan CMO adalah: 1. Style Manajemen yang Fleksibel CMO membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan minat dan kebiasaan bekerja generasi yang lebih muda. CMO yang dapat beradaptasi dan bisa menyelaraskan gaya komunikasi dan pembinaan untuk para bawahannya akan berpengaruh pada kesuksesan perusahaan. Sangat penting juga bagi seorang CMO untuk menggunakan teknologi secara efisien. Misalnya konferensi virtual, digital marketing, dan lain-lain. 2. Visi dan Planning yang Strategis Marketing telah menjadi bagian yang penting dalam mendorong pertumbuhan perusahaan. Oleh karena itu, pimpinan divisi marketing perlu menjadi seorang visioner yang dapat membantu tim eksekutif dalam membuat keputusan untuk masa depan. Pengalaman yang dialami pelanggan dan pengguna sangatlah penting dalam mencapai keberhasilan dalam menarik pelanggan ataupun mempertahankan pelanggan. Maka divisi marketing sangat terlibat dalam memberikan fasilitas digital operations dan menggabungkan digital marketing dalam strategi mereka. 3. Analisis dan Interpretasi Data Keterampilan yang menjadi prioritas bagi para marketing professionals adalah kreativitas. Meskipun kamu tentu masih membutuhkan orang untuk membantu dalam membuat strategi, desain, dan konten yang efektif dan menarik, CMO perlu memiliki kemampuan untuk melakukan analisis dan interpretasi data. Chief Marketing Officer membutuhkan kemampuan analisis untuk berpartisipasi dalam perumusan strategi dan pengembangan infrastruktur, proses pengumpulan data, dan pengembangan program. Setelah prosedur tersebut dilaksanakan untuk mengumpulkan data dan membuat laporan, CMO perlu menginterpretasikan hasil dari laporan tersebut. Interpretasi kualitas akan mengarahkan perusahaan pada optimalisasi pengalaman pelanggan, target pemasaran yang efisien, dan high return pada investasi pemasaran tersebut. 4. Customer dan User Experience Pengalaman pengguna memiliki peran penting dalam kesuksesan sebuah bisnis. Memperluas bisnis secara online memberikan pengguna akses ke banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Menyediakan pengalaman yang berkualitas kepada pengguna selama proses pembelian akan menghasilkan kepuasan pelanggan dan angka penjualan yang lebih tinggi. Sekarang, perusahaan memiliki ahli Customer dan User Experience. Para pakar ini memahami semua aspek dalam meneliti dan mengoptimalkan User Experience (UX). Salah satu cara menjadi CMO yang sukses yaitu kamu juga perlu tahu bagaimana Customer Experience (CX) dan User Experience (UX) dievaluasi, dikembangkan, dan ditingkatkan.📚Baca juga: Apa itu UI/UX? Kenali Perbedaan, Tugas, Gaji, Dll. 5. Innovative Thinking Pelanggan dan data perilaku pelanggan adalah sumber utama untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan CMO yang inovatif untuk mengidentifikasi peluang untuk penambahan, penghapusan, atau modifikasi produk, layanan, dan proses. Dengan memantau dan meningkatkan CX dan UX, CMO bisa menemukan solusi pada saat berada di puncak permintaan dan memperbarui produk dan layanannya sesuai dengan preferensi pasar lebih cepat daripada perusahaan lain. Hal ini bisa memperkuat posisi perusahaan di industri.Setelah memahami apa itu Chief Marketing Officer dan tugasnya, jangan lupa pelajari juga contoh CV CMO yang bisa kamu jadikan referensi agar peluangmu diterima semakin besar. Cara Menjadi CMO (Chief Marketing Officer) Jika kamu merasa bahwa jobdesk CMO cocok dengan kamu, kamu pasti penasaran kan bagaimana cara menjadi CMO. Simak 4 hal penting di bawah ini mengenai cara menjadi CMO yang sukses. 1. Pendidikan dan pengalaman Memiliki gelar Marketing merupakan poin plus dalam peran Chief Marketing Officer. Namun, gelar magister dalam Bisnis Administrasi yang fokus pada bidang pemasaran lebih diinginkan ketika melamar sebagai sebagai CMO. Untuk menjadi Chief Marketing Officer, kamu harus memahami pertumbuhan bisnis dan penganggaran. Kamu juga harus memiliki pemahaman yang dalam mengenai target audiens dan psikologi pembeli. Selain itu, periklanan dan branding pun juga merupakan hal penting yang harus dikuasai. 2. Miliki personal branding yang kuat Salah satu cara untuk meningkatkan peluang kamu menjadi CMO adalah dengan membangun personal branding diri sendiri. Untuk mencapai hal tersebut, kamu harus pandai menggunakan kesempatan untuk memantapkan diri sebagai pemimpin di bidang marketing. Misalnya, kamu bisa membuat blog, membuat akun Twitter yang aktif, menjadi pembicara di sebuah konferensi, dan menulis artikel di website industri. Jika kamu melakukan hal-hal ini dengan baik, hal-hal ini akan memposisikan kamu sebagai pemimpin divisi marketing yang dicari oleh perusahaan. 3. Kembangkan network Berpartisipasilah dalam acara networking lokal sehingga kamu bisa memperluas jaringan dengan orang-orang profesional di bidang kamu. Sekarang, social media pun marak sebagai media untuk berkoneksi. Oleh karena itu, jangan lupa untuk membuat jaringan virtual juga. Kamu bisa membuat akun LinkedIn untuk memulai membangun koneksi dengan para CMO saat ini yang bekerja di perusahaan tempat kamu ingin bekerja. 📚Baca juga: 9 Manfaat Networking Dalam Karier dan Cara Membangunnya!4. Buat CV yang profesionalContoh CV Chief Marketing Officer (CMO) - Dibuat di CakeResumeLamar kerja menggunakan CVCakeResume. Terdapat 12+ template menarik, ATS friendly dan Gratis Download PDF 🎉 Buat CV📚Baca juga: Cara Membuat CV Lamaran Kerja yang Baik dan Benar (+ 15 Contoh CV) Chief Marketing Officer merupakan pimpinan dari divisi marketing sebuah perusahaan. Seorang CMO memiliki peran penting dalam pertumbuhan sebuah perusahaan dan memberikan pengalaman yang baik untuk pelanggan atau pengguna. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi CMO, karena seorang CMO harus pandai mengidentifikasi dan menganalisis data agar dapat menentukan strategi marketing yang tepat untuk perusahaan. --- Ditulis Oleh Aileen Gabriella ---
Career Development
Feb 10th 2025

Intip 4 Perbedaan Utama Finance dan Accounting dalam Perusahaan!

Jika kamu ingin untuk bekerja di bidang keuangan, Finance dan Accounting bisa menjadi pilihan karier mu.Finance dan Accounting merupakan dua bidang pekerjaan dengan gaji yang tinggi. Mengutip dari Glassdoor, rata-rata gaji karyawan finance di Jakarta adalah sekitar Rp 6,000,000 juta per bulan, dan rata-rata gaji karyawan accounting adalah sekitar Rp 5.000.000 juta per bulan.Finance dan Accounting adalah dua bidang yang sama-sama bergerak di bidang keuangan. Mungkin kamu bertanya-tanya, apa itu staff Finance? Apa bedanya dengan staff Accounting? Nah untuk itu di artikel kali ini CakeResume akan membahas mengenai arti Finance dan Accounting, tugas dan skill apa saja yang harus dimiliki, serta prospek berkarier di kedua bidang ini.Daftar Isi: Apa itu Finance? Apa itu Accounting? Apa Perbedaan Staff Accounting dan Staff Finance? Apa itu Finance? Finance artinya sebuah bidang yang berfokus pada pengelolaan uang dan cara memperoleh dana yang dibutuhkan oleh seorang individu atau perusahaan.Staff finance juga adalah orang yang bertanggung jawab untuk melakukan pengelolaan pinjaman, tabungan, investasi, dan penganggaran keuangan secara general.Finance adalah departemen yang sangat penting bagi stabilitas perusahaan karena orang-orang yang bekerja di bidang ini lah yang bertanggung jawab dalam menganalisa dan membuat keputusan perusahaan demi kesuksesan finansial perusahaan dalam jangka panjang. Apa itu Accounting? Berbeda dari Finance, Accounting berfokus pada pengidentifikasian, pencatatan, dan pengkomunikasian laporan keuangan sebuah perusahaan. Bekerja sebagai staff Accounting artinya mengukur kegiatan bisnis serta mengolah informasi keuangan menjadi data yang dapat disajikan kepada direktur, CFO atau orang yang bertugas untuk mengambil keputusan ekonomi perusahaan. Jadi, apa saja perbedaan antara Accounting dan Finance?Intinya, finance fokus dalam mengelola dan memperoleh keuangan perusahaan atau perorangan. Sedangkan accounting fokus dalam membuat laporan keuangan perusahaan atau perorangan. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah 3 perbedaan utamanya:FinanceBerfokus pada mengelola keuangan perusahaan/perorangan.Tugas utamanya mencakup perencanaan dan pengarahan dana keuangan perusahaan / individu.Tidak ada aturan atau rumusan dasar seperti pembuatan laporan keuangan di Akuntansi.AccountingBerfokus pada pembuatan aktivitas laporan keuangan perusahaan/perorangan.Tugas utamanya mencakup pencatatan dan pelaporan transaksi harian perusahaan / individu.Memerlukan rumusan dasar atau aturan untuk membuat laporan keuangan.Temukan loker finance terbaru di Cake, ayo jadi pelamar yang tercepat! 💫Lamar Sekarang Apa Perbedaan Staff Accounting dan Staff Finance?1. Perbedaan Tugas Finance dan Accounting Tugas Staff Finance Secara umum, tugas Finance adalah untuk mengelola keuangan dan memastikan adanya modal yang cukup untuk kebutuhan perusahaan. Di bawah ini adalah 3 poin utama yang merupakan jobdesk dari Staff Finance.1. Mengumpulkan dan Mendistribusikan DanaSalah satu tugas staff keuangan adalah mengumpulkan dan mendistribusikan dana untuk keperluan sehari-hari perusahaan. Mengelola pengeluaran sehari-hariMenghitung biaya produksiMengalokasikan dana untuk pembelian bahan baku serta dana untuk merekrut karyawan baru Selain itu, sebagai staff Finance kamu pun harus berpikir secara kreatif mengenai sumber dana dan pengalokasian dana untuk investasi, sehingga perusahaan akan tetap berada pada kondisi keuangan yang stabil.2. Mengelola Keuntungan PerusahaanSetelah berhasil mendapatkan sumber dana dan mengalokasikan dana dengan tepat, tugas kedua dari staf keuangan untuk melakukan jobdesk keduanya, yaitu mengelola keuntungan perusahaan secara tepat. Ketika keuntungan perusahaan bertambah dari hasil investasi dan kenaikkan pembelian dari konsumen, maka staff Finance juga bertugas untuk mengelola keuangan ke arah yang tepat. Misalnya dengan melakukan pembagian hasil keuntungan kepada pemegang saham, mengalokasikan dana di investasi berikutnya untuk perkembangan bisnis selanjutnya, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, penting bagi seorang Staff Finance untuk dapat menganalisis situasi saat hendak mengambil langkah yang tepat.3. Membuat dan Mengajukan Kebijakan kepada Petinggi PerusahaanSetelah Staff Finance menyelesaikan tugasnya untuk menganalisis, menyusun strategis, dan mengelola keuangan sebuah perusahaan, maka langkah berikutnya adalah untuk mendiskusikan dan mempresentasikan hasil analisisnya kepada para petinggi perusahaan. Saat hendak berdiskusi dan meyakinkan direktur perusahaan mengenai laporan tersebut, soft skill seperti komunikasi dan interpersonal skill sangatlah dibutuhkan oleh staff Finance. Dalam hal ini, tugas lain dari staff Finance adalah mendiskusikan dan meyakinkan pimpinan perusahaan untuk melakukan investasi, menyusun anggaran modal, dan membagikan keuntungan untuk para pemegang saham. Tugas Staff Accounting Berbeda dari staff Finance, jobdesk utama staff Accounting adalah mencatat, memelihara, dan mencatat laporan keuangan suatu perusahaan. Inilah 3 tugas utama dari staff Accounting.1. Menghitung Kontribusi Sumber DanaTugas pertama staff Accounting adalah menghitung dan membuat laporan pengalokasian sumber dana yang telah dirumuskan oleh staff Finance. Dengan ide dan analisis yang diberikan staff Finance, staff Accounting bertugas untuk meneliti dan melihat secara detail seberapa besar sumber dana tersebut berkontribusi untuk keuntungan perusahaan. Dengan demikian, petinggi perusahaan akan lebih mudah untuk membuat keputusan setelah melihat hasil laporan yang diberikan oleh staff Accounting.2. Memastikan Tagihan Terbayar Tepat WaktuPeran kedua dari staff Accounting adalah memastikan semua tagihan liabilitas operasional perusahaan terbayar tepat waktu, misalnya seperti hutang atau tagihan pajak, dan lainnya. 3. Mengatur Kontrak KeuanganTugas lain dari staff Accounting adalah mengatur dan memastikan semua kontrak sudah terpenuhi, misalnya kontrak dengan klien, pelanggan, maupun dengan kreditur. 2. Fungsi Staf Accounting dan Staf Finance Selain memiliki peran dan tugas yang berbeda, ternyata ada juga perbedaan fungsi antara staff Finance dan staff Accounting, lho. Staff finance berfungsi untuk mencari sumber dana dan menyusun strategi keuangan peruahaan, dan staff accounting berfungsi untuk membuat dan mengaudit laporan keuangan perusahaan. Berikut adalah penjelasannya lengkapnya. Fungsi Staf Finance Mencari sumber dana untuk bisnis perusahaan.Melakukan riset pasar dan memilih investasi terbaik untuk dapat meningkatkan modal keuangan perusahaan.Menyusun strategi keuangan sebuah perusahaan.Membuat anggaran dan prakiraan keuangan perusahaan.Mengoptimalkan biaya rata-rata sebuah perusahaan. Fungsi Staf Accounting Membuat dan mengelola laporan keuangan secara detail.Membuat pembukuan keuangan perusahaan.Melakukan audit keuangan perusahaan.Melakukan pelacakan terhadap pendapatan dan pengeluaran keuangan perusahaan.Melakukan perhitungan serta laporan dalam pengalokasian sumber dana dan keuntungan sebuah perusahaan. 3. Skill Staff Accounting dan Staff Finance Walaupun keduanya bekerja di bidang keuangan, tapi ada perbedaan skill antara Finance dan Accounting yang harus kamu ketahui! Finance DetailAnalisis dan problem solvingMemiliki rasa ingin tahu dan eksplorasi yang tinggiKeterampilan dalam pengembangan bisnisFokus pada menambah value keuangan sebuah perusahaan AccountingDetail dan akuratMenguasai matematika dan memiliki dasar akuntansiMenguasai software akuntansi, termasuk data entryBerpikir secara sistematis dan strukturalMemiliki kemampuan untuk memanajemen risiko4. Perbedaan Prospek Karir Accounting dan Finance Seperti yang telah dibahas di atas, perbedaan utama Finance dan Accounting terletak pada tugas dan skill yang dibutuhkan. Singkatnya, Accounting berurusan dengan laporan keuangan harian sebuah perusahaan, sementara Finance mencakup hal yang lebih luas karena berhubungan dengan pengelolaan aset dan perencanaan pertumbuhan keuangan di masa depan. Finance Ada banyak pilihan untuk berkarier di bidang Finance, misalnya seperti menjadi: Analis KeuanganBankir investasiPemeriksa keuanganPenasihat keuangan pribadiManajer keuangan Selain itu, kamu pun berkesempatan untuk bekerja di konsultan keuangan perusahaan, perbankan, serta penjaminan asuransi.Accounting Ada banyak pilihan untuk berkarier di bidang Finance, misalnya seperti menjadi: Akuntan PajakPembukuanBendaharaAuditor, dan lainnya.Yuk, cari kerja di bidang akuntansi dan finance di CakeResume!Cari Kerja 📚Baca juga: 7 Prospek Kerja Lulusan Akuntansi Menjanjikan dan Gajinya! Perbedaan Accounting dan Finance KesimpulanNah, sudah paham kan perbedaan tugas, skill, dan prospek karir dari staff Finance dan Accounting?Finance adalah sebuah bidang yang berfokus pada pengelolaan uang dan cara memperoleh dana yang dibutuhkan oleh seorang individu atau perusahaan.Accounting adalah bidang yang berfokus pada pengidentifikasian, pencatatan, dan pengkomunikasian laporan keuangan sebuah perusahaan.Staff finance juga bertanggung jawab untuk melakukan pengelolaan pinjaman, tabungan, investasi, dan penganggaran keuangan secara general. Staff accounting bertugas untuk mengukur kegiatan bisnis serta mengolah informasi keuangan menjadi data yang dapat disajikan kepada direktur atau pemangku kepentingan lainnya. Singkatnya, staf keuangan adalah orang yang berurusan untuk menganalisis mengelola serta mengawasi pergerakan keuangan perusahaan secara general, sementara staff Accounting adalah mereka yang bertugas untuk membuat laporan keuangan harian secara mendetail. Dengan memahami perbedaan dasar ini, akan lebih mudah bagimu untuk memilih jurusan kuliah dan mempersiapkan diri untuk bekerja di bidang Finance dan Accounting. Mulailah sekarang dan coba tentukan pilihanmu, ya! Selamat mencoba ✨Mau raih pekerjaan impianmu? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja CakeResume. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development!
Industry & Job Overview
Nov 23rd 2025

Chief Technology Officer (CTO): Tugas, Skill Set dan Proyeksi Karirnya!

Daftar isi:Pengertian CTO (Chief Technology Officer) Peran dan Tugas CTO Skill yang Harus Dimiliki CTO Karir CTOSeiring berkembangnya teknologi, perusahaan berbasis teknologi mulai menjamur dan dibutuhkan oleh masyarakat untuk memudahkan kebutuhannya. Pastinya dibutuhkan seorang CTO untuk memanajemen infrastruktur teknologi di perusahaan agar bekerja dengan optimal. Apa itu CTO? Kepanjangan CTO adalah Chief Technology Officer. Secara garis besar tugas CTO antara lain melakukan pengawasan pengembangan produk berbasis teknologi serta melakukan inovasi dalam transisi teknologi. Dalam artikel ini CakeResume akan memberikan gambaran secara detail mengenai Chief Technology Officer mulai dari arti cto, pekerjaan cto, hingga jenjang karir cto. Mari kita simak!Apa Itu CTO (Chief Technology Officer)?Chief technology officer adalah sebuah jabatan eksekutif yang bertanggung jawab atas pengembangan teknologi dan mengelola teknologi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Gambaran sederhana tugas cto adalah memastikan bahwa software dan hardware berjalan sesuai fungsinya, meningkatkan keamanan (cybersecurity), dan pengembangan teknologi. Jabatan chief technology officer ini sejajar dengan CFO, COO, atau CMO. Pekerjaan CTO cukup high demand di era teknologi saat ini, terutama perusahaan big technology seperti Microsoft, Apple, Meta, dan perusahaan sosial media lainnya. Tidak hanya perusahaan teknologi, ternyata posisi chief technology officer juga dibutuhkan oleh institusi perbankan, perusahaan FB, perusahaan otomotif, perusahaan streaming musik, perusahaan startup, hingga di institusi pendidikan. Nah, pada umumnya chief technology officer melakukan supervisi untuk divisi IT dalam perusahaan. Untuk beberapa divisi yang dikelola oleh CTO adalah: Web developersSoftware engineersSoftware developersData analystData scientistsFront-end developersNetwork engineersUI/UX designer Lantas apa perbedaan tugas CTO dan CIO? Pada dasarnya CTO bekerjasama dengan CIO atau Chief Information Officer dalam melakukan inovasi teknologi, namun perannya tidaklah sama. Peran CIO menangani detail teknologi secara mendetail dan teknis dalam membangun sistem teknologi secara berkelanjutan. Sedangkan pekerjaan CTO lebih condong ke business minded , dimana CTO melakukan inovasi teknologi berdasarkan demand di pasar kemudian melakukan perancangan teknologi untuk memenuhi standar pasar. 📚 Baca juga:Mau Sukses di Usia Muda? Tiru 10 Kebiasaan Ini!Apa saja Tugas CTO? Setelah kita mengetahui pengertian chief technology officer secara mendalam, saatnya mengupas tuntas job description CTO. Apa saja job description CTO? Mengembangkan dan menjaga kualitas infrastruktur teknologi secara teknis untuk pengembangan bisnisMembangun dan mengelola technology roadmap perusahaanMelakukan customer research market dan trend teknologi untuk mencari peluang bisnis dan meningkatkan produk teknologi untuk memenuhi kebutuhan konsumenIdentifikasi risiko dalam pengembangan sistem atau produk teknologiMemantau manajemen teknologi dan melakukan audit review secara berkalaMelakukan inovasi teknologi, perlindungan data, dan networkingMengalokasikan sumber daya dan pendanaan investasi teknologiMengambil keputusan yang berkaitan tata kelola perusahaan di bidang teknologiSkill yang Harus Dimiliki oleh Chief Technology OfficerTugas yang diemban seorang chief technology officer cukuplah besar, baik CTO startup maupun CTO perusahaan besar. Oleh karena itu dibutuhkan skill yang mumpuni untuk menjalankan tanggung jawab CTO untuk menjalankan teknologi perusahaan. Pastinya perusahaan memiliki standar minimum untuk posisi pekerjaan CTO. 1. Pemahaman Bisnis Tidak hanya pemahaman teknis secara teknologi, akan tetapi chief technology officer harus memiliki kepekaan terhadap perkembangan market dan pemahaman bisnis yang jeli. Dengan demikian chief technology officer bisa mengembangkan produk teknologi atau sistem jaringan untuk memudahkan perusahaan untuk mencapai target ataupun bisa menjadi solusi kebutuhan pasar. 📚 Baca juga:Business Acumen: Pentingnya Dimiliki Pemimpin Perusahaan 2. Komunikasi Wajib hukumnya seorang chief technology officer piawai dalam berkomunikasi. Mengapa demikian? CTO sebagai jajaran eksekutif sudah pasti berkomunikasi untuk mengarahkan koleganya dengan cara yang baik, efektif, dan komprehensif. Selain itu, CTO perlu mengkomunikasikan ide, rencana, dan solusi dengan meyakinkan kepada stakeholder perusahaan. Pastinya, dengan komunikasi yang baik secara lisan maupun tulis bisa meningkatkan kerja sama yang baik untuk internal perusahaan maupun external perusahaan. 3. Berpikir Strategis Chief technology officer perlu berpikir strategis untuk fokus pada gambaran umum model bisnis atau goals proyek. Berpikir strategis sangatlah penting bagi CTO untuk merumuskan berbagai strategi. Kondisi perubahan teknologi yang dinamis mendorong perubahan operasional. Ketika strategi sudah matang, maka chief technology officer bertanggung jawab untuk memimpin tim yang terdiri dari manajer projek, developer, dan desainer. 4. Skill Teknis Tentunya chief technology officer perlu menguasai skill-skill teknis seperti contoh software development, programming, system architecture, big data, manajemen keamanan informasi, rekayasa keamanan, etc. Tentunya chief technology officer perlu melakukan beberapa eksperimen dan mengikuti tren teknologi yang bisa berguna bagi bisnis. 5. Decision Making Posisi chief technology officer bertanggung jawab untuk mengambil keputusan penting untuk perusahaan yang berkaitan dengan teknologi. Keputusan ini meliputi teknologi internal, produksi, dan pemasaran. Sehingga, chief technology officer harus memiliki kemampuan decision making untuk meningkatkan progres perusahaan.6. Merekrut IT Talents Penting bagi chief technology officer untuk menemukan kandidat yang tepat untuk bekerja sama dalam divisi teknologi yang dipimpin. Sehingga seorang chief technology officer perlu mengetahui kandidat yang memenuhi kualifikasi untuk membangun sebuah sistem teknologi yang komprehensif. Sudah wajib hukumnya chief technology officer turut serta dalam proses rekrutmen untuk timnya karena untuk mengetahui kecocokan kandidat dengan budaya perusahaan dan selaras dengan perusahaan.📚 Baca juga:Profesi Konsultan IT: Tugas, Gaji dan Skill yang Dibutuhkan! Karir CTOProyeksi Karir CTO Bagaimana proyeksi karir chief technology officer untuk beberapa waktu kedepan? Dengan perkembangan teknologi digital dan menjamurnya perusahaan startup, proyeksi karir chief technology officer cukup menjanjikan. Mengapa demikian? Tak sedikit perusahaan startup menggunakan teknologi dan aplikasi sebagai main core business yang membutuhkan chief technology officer untuk pengembangannya. Bagaimana? Apakah kamu tertarik berkarir menjadi CTO? Jika tertarik, bisa memulai karir dengan spesialisasi teknologi. Gaji CTO Gaji CTO cukup menggiurkan lho! Akan tetapi untuk besaran gaji CTO akan berbeda-beda setiap perusahaan berdasarkan jumlah fundingnya. Biasanya rata-rata gaji CTO akan meningkat sejalan dengan bertambahnya funding yang didapat. Sebagai referensi, gaji CTO berkisar mulai dari Rp 48,08 juta - Rp 180,67 juta. Menarik bukan? Dengan gaji yang setinggi itu pastinya chief technology officer memiliki tanggung jawab yang besar, dan pastinya perlu berbagai skill yang dibutuhkan untuk menunjang kinerja CTO di perusahaan. Cara Menjadi CTO Apakah kamu tertarik untuk meniti karir di bidang teknologi dan meraih posisi CTO? Nah, untuk meniti karir sebagai chief technology officer kamu perlu memperhatikan beberapa poin-poin di bawah ini. Simak dulu yuk! Lulusan Sarjana Teknologi Informasi:Kuliah sarjana teknologi informasi akan membangun fondasi dasar untuk mempelajari skill-skill yang berkaitan dengan bidang teknologi yang bisa menggiringmu ke posisi CTO. Selain dari perguruan tinggi, kamu bisa mengikuti beberapa pelatihan bootcamp atau mengikuti komunitas untuk mengasah skill kamu. 📚 Baca juga:15 Prospek Kerja Teknik Informatika Terbaik [+Gaji, Info Kuliah, Dll.] Memiliki Pengalaman Kerja:Untuk menjadi chief technology officer perlu memiliki skill teknis yang kuat di bidang teknologi. Sehingga diperlukan pengalaman kerja yang relevan dengan expertise dalam bidang teknologi selama bertahun-tahun.Bagi pemula ada beberapa cara untuk menambah portofolio untuk mendukung karirmu sebagai chief technology officer. Bagaimana caranya?Ikut proyek yang berpotensi untuk mengembangkan skill dan bisa kamu cantumkan dalam portofolio-mu.Mengambil sertifikasi yang sesuai dengan bidang expertise atau mengikuti kelas/training yang bisa menunjang karir sebagai chief technology officer.Ambil kesempatan untuk menjadi leader dalam project untuk melatih leadership. Mengambil Studi Master:Pada studi yang dilakukan oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 2019, ditemukan bahwa hampir 50 persen chief technology officer menyandang gelar master. Gelar master yang berkaitan dengan business field digandrungi oleh para chief technology officer, contohnya MBA, atau hukum. Pada dasarnya studi master ini sebagai pendukung bagi chief technology officer untuk mendapatkan wawasan lain selain pendidikan komputer yang ditempuh sebelumnya. Sehingga chief technology officer memiliki helicopter view saat membuat strategi atau memutuskan kebijakan. Mempersiapkan Posisi Eksekutif:Saat mempersiapkan posisi eksekutif chief technology officer, maka harus mempersiapkan personal branding yang baik. Mulai dari sosial media pribadi, atau publikasi dari berbagai media komersial. Pastikan tidak ada jejak hitam yang berpotensi merusak citra seorang chief technology officer.Membuat CV yang menarik:Last but not least, agar dilirik oleh perusahaan maka harus mempersiapkan CV chief technology officer yang menarik. CV chief technology officer yang menarik dan mudah dipahami menjadi senjata terbaik untuk mendapatkan karir impianmu.Apa saja yang perlu dicantumkan dalam CV chief technology officer? Yuk simak sebagai berikut:Data diri: Data diri wajib hukumnya untuk dicantumkan pada CV chief technology officer untuk memudahkan tim HRD untuk menghubungi kandidat chief technology officer. Pastikan data diri yang dicantumkan jelas dan benar seperti nama lengkap, email, nomor telepon, atau akun sosial media profesional.Deskripsi diri:Deskripsi diri pada CV chief technology officer adalah summary secara singkat terkait pengalaman kerja dan pencapaian pada posisi sebelumnya. Deskripsi diri akan mempermudah HRD untuk mengetahui value secara cepat dan singkat.Riwayat pendidikan:Tak lupa cantumkan riwayat pendidikan yang sesuai pada CV chief technology officer. Mulai dari pendidikan sarjana teknologi informasi hingga pendidikan master yang ditempuh.Pengalaman kerja:Pastikan mencantumkan secara detail pengalaman kerja dan tanggung jawab dari posisi sebelumnya yang relevan dengan posisi chief technology officer. Kamu juga bisa mencantumkan beberapa project yang kamu lakukan di bidang teknologi informasi.Skill/Keterampilan:Skill yang berkaitan dengan bidang teknologi pada CV chief technology officer akan memberikan nilai plus dan gambaran secara jelas pada kualifikasi kandidat chief technology officer. Contoh skill yang mendukung posisi chief technology officer antara lain software development, programming, system architecture, big data, manajemen keamanan informasi, rekayasa keamanan. Nah, ini dia contoh CV Chief Technology Officer yang bisa dijadikan acuan untukmu!Contoh CV Chief Technology Officer - Dibuat di CakeResume CakeResume menyediakan lebih dari 50 template gratis untuk membuat CV chief technology officer lebih menarik. Buat CV chief technology officer milikmu sekarang juga dengan mudah dan cepat! 🎉Buat CVApakah kamu tertarik untuk mengejar karir sebagai chief technology officer? Yuk persiapkan karirmu sejak awal dan selalu semangat untuk improve diri sendiri!--- Ditulis Oleh Talitha Edrea ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!