Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career

Apa itu Financial Analyst? Kenali Tugas, Gaji, Syaratnya, Dll.

Apakah kamu tertarik mengikuti dan menganalisis berita-berita perkembangan ekonomi di Indonesia dan di dunia global? Jika ya, maka Financial Analyst bisa menjadi salah satu pilihan karir mu. Dengan tugas utamanya yang menganalisis data dan memberikan strategi terbaik dalam perencanaan finansial keuangan suatu perusahaan, tidak heran jika Financial Analyst adalah salah satu profesi yang penting untuk ada dalam sebuah bisnis perusahaan.Selain itu, pekerjaan di bidang finance diproyeksikan akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan pekerjaan lainnya, lho! (bls.gov). Seperti apakah tugas dan tanggung jawab seorang Finance Analyst? Bagaimana cara untuk bisa menjadi seorang Analis Keuangan? Yuk, langsung saja simak artikel CakeResume kali ini yang akan membahas secara detail hal-hal yang perlu kamu ketahui seputar profesi Financial Analyst. Daftar isi:Apa itu Financial Analyst? Job Desk Financial Analyst Skill dan Kualifikasi Analis Keuangan Prospek Kerja Financial Analyst Cara Menjadi Analis Keuangan Apa itu Financial Analyst? Pengertian Financial AnalystFinancial Analyst adalah pekerjaan yang meneliti data untuk memberikan informasi serta bimbingan kepada perusahaan atau individu saat hendak mengambil keputusan terkait keuangan dan investasi bisnis. Seorang Finance Analyst biasanya akan terus mengikuti perkembangan berita bisnis terkini dan tren ekonomi pada masanya. Hal ini penting saat hendak memberikan konsultasi terkait peluang dan strategi bisnis serta dalam hal berinvestasi. Pada umumnya, ada 2 jenis posisi Analis Keuangan, yaitu: Buy-side analyst:Membuat strategi investasi untuk perusahaan yang membeli sekuritas dan aset lainnya untuk pengelolaan keuangan.Perusahaan-perusahaan jenis ini biasanya disebut sebagai investor institusi, seperti misalnya reksa dana, perusahaan asuransi, pengelola uang independen, dan organisasi nirlaba. Sell-side analyst:Membantu dan memberikan bimbingan kepada agen penjualan jasa keuangan yang menjual saham, obligasi, dan investasi lainnya. Gaji Financial Analyst Di Indonesia sendiri rata-rata gaji seorang Finance Analyst pemula berkisar dari 2-8 juta setiap bulan. Seiring dengan berjalannya waktu, gajinya pun bisa naik hingga 11 juta per bulannya. Tentunya angka ini akan disesuaikan dengan lokasi perusahaan, skill, serta pengalaman kerja yang kamu miliki.Temukan loker finance terbaru di Cake, ayo jadi pelamar yang tercepat! 💫Lamar Sekarang 📚 Baca juga:15 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia! Tugas dan Tanggung Jawab Financial AnalystApa saja tugas dan tanggung jawab Financial Analyst? Secara umum tugas dan tanggung jawab Finance Analyst adalah menganalisis data keuangan dan memberikan perkiraan terhadap finansial perusahaan di masa mendatang. Selain itu, tugas seorang Financial Analyst juga berkaitan dengan teknik penelitian dan pelaporan seputar informasi finansial, serta memantau pergerakan tren di pasar masa itu. Berikut adalah beberapa tugas dan tanggung jawab seorang Finance Analyst: Mengumpulkan dan menganalisis data keuangan sebuah perusahaan dari yang paling baru hingga yang paling lama.Memantau dan menganalisis perkembangan tren keuangan di pasar.Memberikan saran terhadap finansial perusahaan, seperti menyarankan perubahan anggaran dan peningkatan modal dalam sebuah perusahaan.Mencari berbagai peluang investasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan.Mempersiapkan hasil analisis laporan dan mempresentasikan kepada direktur perusahaan atau klien individu.Mengembangkan model keuangan sebuah perusahaan, serta memberi prediksi terhadap pendapatan serta pengeluaran perusahaan di masa mendatang.Mengusulkan kebijakan yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan keuangan. Skill yang Dibutuhkan Financial AnalystMenganalisis data dan perkembangan tren pasar merupakan salah satu tugas seorang Analis Keuangan. Dalam menjalankan tugas kesehariannya, tentu ada skill-skill khusus yang harus dimiliki oleh seorang Analisis Keuangan. Berikut adalah beberapa poin mengenai berbagai kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang Analis Keuangan.Hard Skill: Analisis data statistikAkuntansi biayaPerencanaan keuanganPelaporan data keuanganAnalisis tren dan mengidentifikasi pola di masa mendatang Soft Skill: KomunikasiCritical ThinkingProblem SolvingNegosiasiKolaborasi 📚 Baca juga:10 Soft Skill yang Dibutuhkan: Berapa yang Kamu Miliki? ProspekKerja Financial Analyst Berikut adalah prospek karir sebagai Finance Analyst: 1. Manajer Portfolio Profesi yang berfokus di bidang keuangan yang menangani investasi perusahaan atau individu, misalnya seperti mengembangkan dan menerapkan strategi investasi untuk bank atau individu untuk mendapatkan high return. 2. Manajer Dana Pekerjaan seorang Manajer Dana berkaitan erat dengan reksa dana. Pada umumnya, Manajer Dana akan terus memperbarui informasi seputar keseluruhan dana dan tren pasar untuk membantu dalam membuat pengambilan keputusan yang tepat. 3. Analis Risiko Dengan background pengetahuan dalam bidang bisnis dan keuangan, seorang Analis Resiko berperan penting dalam membantu perusahaan untuk menentukan jumlah resiko saat melakukan investasi.Selain itu, seorang Analis Keuangan juga bertanggung jawab dalam menilai dan melaporkan kerugian aset dan mengumpulkan serta menganalisis data yang ada. 4. Manajer Keuangan Manajer keuangan bertanggung jawab terhadap kesehatan finansial sebuah perusahaan. Tugas umum dari profesi manajer keuangan adalah membuat perencanaan jangka panjang terhadap tujuan finansial dari suatu perusahaan. 5. Direktur Keuangan Dengan berbagai pengalaman bekerja sebagai Analis Keuangan, maka kamu pun bisa berprofesi sebagai Direktur Keuangan.Berada di jabatan ini tentunya memerlukan waktu terbang yang lama, karena pengalaman yang didapatkan selama bertahun-tahun akan sangat membantu seorang Direktur Keuangan untuk melakukan analisis terhadap segala sektor keuangan di sebuah perusahaan. Diantara kelima prospek karir Analis Keuangan, profesi manakah yang paling menarik perhatianmu?Yuk, lamar kerja jadi financial analyst melalui CakeResume!🎉Cari Kerja Cara Menjadi Financial AnalystCara untuk menjadi seorang Analis Keuangan adalah sebagai berikut: 1. Mengambil Pendidikan S1 Cara pertama untuk berkarir sebagai Finance Analyst adalah dengan mengambil pendidikan jenjang sarjana di beberapa bidang jurusan, seperti jurusan: FinanceAkuntansiEkonomi, atau bidang jurusan lainnya yang berkaitan dengan Finance Analyst. Kalau kamu ingin mendapatkan gaji yang lebih tinggi, maka kamu pun dapat mempertimbangkan untuk studi lebih lanjut dengan mengambil jenjang magister.📚 Baca juga:Mau Kerja di Luar Negeri? 6 Cara yang Perlu Kamu Ketahui!2. Mengambil Sertifikasi Selain kuliah di beberapa jurusan yang disebutkan di atas, sertifikat juga merupakan salah satu hal penting yang menjadi nilai tambah saat masa interview. Contoh sertifikat Finance Analyst adalah: CFA (Chartered Financial Analyst)CFAB (Certificate in Finance, Accounting, and Business)CFP (Certificate Financial Planner)CPA (Certified Public Accountant)CWM (Certified Wealth Managers). 3. Mendapatkan Pengalaman yang Relevan Pengalaman bekerja atau magang sebagai financial analysis adalah cara ketiga untuk bisa menjadi seorang Analis Keuangan. Seperti yang sudah dituliskan di paragraf sebelumnya, secara umum tugas analisis keuangan adalah untuk membantu perusahaan/individu dalam menganalisis keuangan dan membuat kebijakan berdasarkan situasi perusahaan dengan pergerakan tren pasar. Dengan semakin banyak pengalaman langsung di lapangan, kemampuan analisis mu pun akan semakin terasah. Hal ini juga dapat menjadi nilai tambah yang dilihat perekrut. 4. Membuat CV yang Menarik Ketiga cara diatas tentunya akan lebih terlihat saat kamu memasukkannya di CV. Oleh karena itu, cara keempat untuk menjadi seorang Analis Keuangan adalah dengan membuat CV ATS-friendly yang menarik. Berikut adalah contoh CV Financial Analyst yang dapat dijadikan sebagai referensi:Contoh CVFinancial Analyst - Dibuat di CakeResumeSudah buat CV ATS kamu, belum? Yuk, buat di CakeResume, 100% gratis dan ada 50+ template untuk kamu!🎉Buat CV Kesimpulan Financial Analyst adalah pekerjaan yang meneliti data untuk memberikan informasi serta bimbingan kepada perusahaan atau individu saat hendak mengambil keputusan terkait keuangan dan investasi bisnis.Secara umum tugas dan tanggung jawab Finance Analyst adalah menganalisis data keuangan dan memberikan perkiraan terhadap finansial perusahaan di masa mendatang.Untuk menjadi seorang Finance Analyst, kemampuan menganalisis adalah salah satu skill yang sangat dibutuhkan.Dalam keseharian, ada banyak cara untuk meningkatkan skill analisis, seperti misalnya membaca buku, menulis jurnal, belajar bertanya dan berpikir secara kritis, serta bermain problem solving games. Nah, dengan informasi yang diberikan CakeResume di atas, kamu pun bisa mulai mempersiapkan diri untuk menjadi seorang Financial Analyst!CakeResume adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari CakeResume dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja CakeResume.
Resume & CV
Apr 27th 2026

40+ Contoh CV Lamaran Kerja yang Menarik HRD [+Template Gratis]

RingkasanCV lamaran kerja yang baik harus memuat data diri, deskripsi diri, pengalaman kerja, riwayat pendidikan, skill, informasi tambahan seperti sertifikasi, referensi, dll. Sebaiknya kamu menyesuaikan CV dengan pekerjaan yang dilamar agar lebih relevan dan menonjol. Untuk membuat CV lamaran kerja yang baik, buat CV ATS-friendly dengan format yang sesuai. Kamu bisa menggunakan template CV online untuk membuat CV lebih mudahSebuah penelitian dari Ladders menyatakan bahwa rekruter hanya menghabiskan rata-rata 7,4 detik untuk melihat CV kandidat pelamar. Makanya penting bagi pencari kerja untuk membuat CVyang menarik! Bagaimana cara membuat CV yang baik agar kamu bisa mendapatkankesempataninterview kerja? Simak artikel dari Cake untuk mencari tahu cara membuat CVyang profesional juga menarik!Daftar isi: 40+ Contoh CV Lamaran Kerja Terbaik Contoh CVUmum Contoh CVBerdasarkan Posisi Cara Membuat CVLamaranKerja Tips Membuat CV yang Bagus dan Menarik Optimalkan CV, Dapat Interview Lebih Banyak 40+Contoh CV Lamaran Kerja Profesional Setelah membaca ulasancara membuat curriculum vitae untuk melamar pekerjaan, pastinya kamu sudah ada gambaran bagaimana cara membuat CVuntuk melamar kerja.Di bawah ada 41contoh CV lamaran kerjayang baik dan benar, mulai dari CVformal, kreatif, CVdalam bahasa Indonesia maupun Inggris, dan masih banyak lagi.Contoh CVUmum CV Bahasa Indonesia CV Bahasa Inggris CV Kreatif CV ATS CV 2 Lembar CV Tulis Tangan CV Menarik CV Formal Contoh CVLamaran Kerja berdasarkan Posisi CV Account Executive CV Blockchain Developer CV Chef CV Content Writer CV Customer Service CV Cyber Security CV Data Analyst CV Data Scientist CV Desain Grafis CV Digital Marketing CV Finance Staff CV Financial Analyst CV Fresh Graduate CV Guru CV HRD CV IT Support CV Lamaran Kerja di Bank CV Mahasiswa CV Manager CV Operator Produksi CV Performance Marketing CV Product Manager CV Sales CV Sales Manager CV Social Media Specialist CV Software Engineer CV Teknik Industri CV Teknik Mesin CV UI/UX Designer CV Web Designer CV Web Developer 1. Contoh CV Bahasa IndonesiaBerikut adalah contoh CVlamaran kerja yang baik dan benar, memuat semua bagian CV termasuk deskripsi diri, pengalaman kerja, riwayat pendidikan, keterampilan dan informasi tambahan seperti sertifikasi.Contoh CV Lamaran Kerja Bahasa Indonesia -- Dibuat di Cake2. Contoh CV Bahasa InggrisAda beberapa perusahaan yang mewajibkan karyawannya untuk mahir berbahasa Inggris. Seringkali, kamu membutuhkan CVBahasa Inggris untuk melamar ke lowongan seperti ini. Pastikan bahasa Inggris yang kamu gunakan sudah tepat dan baku, kamu bisa menggunakan tool sepertiGrammarly untuk memastikan CV-mu sudah optimal.Contoh CV Bahasa Inggris -- Dibuat di Cake3. Contoh CV KreatifCV kreatif ini di buat olehNani Putri Ramadhanti (dibuat di Cake), pemenang utama lomba CV Making Competition Cake 2023 lalu. Untuk selengkapnya, lihat CVNani Putri Ramadhanti di sini.Contoh CV Kreatif by Nani Putri Ramadhanti -- DIbuat di Cake 4. Contoh CV ATS-FriendlyBerikut adalah salah satu contoh CVATS-Friendly yang sukses melewati seleksi ATS. Baca lebih lanjut bagaimana cara membuat CVATS-Friendly di artikel ini. Contoh CV ATS -- Dibuat di Cake 5. Contoh CV 2 LembarContoh CV 2 Lembar-- Dibuat di Cake Contoh CV 2 Lembar-- Dibuat di Cake 6. Contoh CVTulis TanganCV di bawah merupakan contoh CV tulis tangan yang baik. Meskipun sudah memasuki jaman digital dan semakin banyak orang membuat CV online ataupun diketik, namun daftar riwayat hidup tulis tangan masih populer di Indonesia.Membuat daftar riwayat hidup tulis tangan juga bisa terkesan kuno dan tradisional. CV lamaran kerja tulis tangan harus diberikan kepada perusahaan langsung, namun di jaman digital ini sudah banyak pencari kerja yang mengirimkan CV Lamaran Kerja PDFvia email ataupun mengirim CV via WA.Contoh CV/ Daftar Riwayat Hidup Tulis Tangan - Dibuat oleh Cake7. Contoh CVMenarikBerikut adalah contoh CVmenarik yang dapat menarik HRD. CV ini dilengkapi dengan berbagai projek dan juga keterampilan, sehingga dapat membuat lamaran lebihstandout.Contoh CVMenarik - Dibuat di Cake8. Contoh CVFormalFormat CVformal seperti di bawah pada umumnya cocok untuk digunakan saat melamar kerja ke perusahaan besar / korporat, CPNS, industri perbankan dan hukum.Contoh CVFormal - Dibuat di Cake9. Contoh CV Account ExecutiveContoh CV Account Executive-- Dibuat di Cake10. Contoh CV Blockchain DeveloperContoh CVBlockchain Developer - Dibuat di Cake 11. Contoh CV Chef / KokiContoh CVChef / Koki - Dibuat di Cake12. Contoh CVContent WriterContoh CV Content Writer-- Dibuat di Cake13. Contoh CVCustomer ServiceContoh CVCustomer Service - Dibuat di Cake14. Contoh CVCyber SecurityContoh CVCyber Security - Dibuat di Cake15. Contoh CVData AnalystContoh CV Data Analyst - Dibuat di Cake 16. Contoh CV Data ScientistContoh CVData Scientist - Dibuat di Cake17. Contoh CV Desain Grafis Mau membuat CV dengan tampilan menarik seperti contoh CVdiatas? Buat CV di Cake, tersedia 50+ template CVmenarik yang ATS friendly. Gratis!🎉Buat CV 18. Contoh CV Digital MarketingUntuk melamar kerja ke posisidigital marketing, ikuti contoh CVdi bawah. Kamu juga dapat menyertakan portofoliodigital marketing untuk menunjukkan proyek yang pernah kamu kerjakan.Contoh CVDigital Marketing - Dibuat di Cake 19. Contoh CVFinance StaffContoh CVFinance Staff - Dibuat di Cake 19. Contoh CVFinancial AnalystContoh CVLamaran Kerja Financial Analyst - Dibuat di Cake20. Contoh CVFresh GraduateKetika membuat CV fresh graduate, kamu bisa menambahkan pengalaman magang ataupun kegiatan kampus seperti mengikuti organisasi, lomba, atau kegiatan sukarela.Contoh CV Fresh Graduate untuk Lamar Kerja - Dibuat di CakeContoh CV Fresh Graduate di atas cocok digunakan untuk melamar ke:Perusahaan Start-upMarketingAdvertisingSocial Media ManagerBranding21. Contoh CVGuruContoh CVGuru - Dibuat di Cake22. Contoh CVHRDContoh CVLamaran Kerja HRD- Dibuat di CakeSudah punya CV? Waktunya melamar kerja! Cari loker dari berbagai industri di Cake sekarang 🎉Cari Loker23. Contoh CVITBerikut adalah contoh CV programmer yang berpengalaman, lengkap dengan deskripsi diri, pengalaman, pendidikan, skill, dan tools.Contoh CVIT(Programmer) - Dibuat di Cake 24. Contoh CVLamaran Kerja di BankDesain CV yang bersih seperti di bawah cocok digunakan untuk melamar kerja ke bank.Contoh CV Formal untuk Lamaran Kerja di Bank - Dibuat di CakeMau membuat CV dengan tampilan menarik seperti contoh CVdiatas? Buat CV di Cake, tersedia 12+ template CVmenarik yang ATS friendly. Gratis!🎉Buat CV25. Contoh CV MahasiswaContoh CVMahasiswa S1 Jurusan Sistem Informasi - Dibuat di Cake 26. Contoh CVManagerContoh CVManager Toko - Dibuat di Cake27. Contoh CV Operator ProduksiContoh CVOperator Produksi - DIbuat di Cake28. Contoh CV Performance MarketingContoh CVPerformance Marketing Senior-Level - Dibuat di Cake29. Contoh CV Product ManagerContoh CVProduct Manager - Dibuat di Cake 30. Contoh CV SalesKetika membuat CVuntuk pekerjaan sales, kamu bisa mencantumkan pencapaian penjualan yang kamu raih dengan angka. Dengan begini, CVsales kamu akan terlihat lebih menarik.Contoh CVLamaran Kerja Sales - Dibuat di Cake31. Contoh CV Sales ManagerContoh CVSales Manager dalam Bahasa Inggris - Dibuat di Cake Mau membuat CV dengan tampilan menarik seperti contoh CVdiatas? Buat CV di Cake, tersedia 12+ template CVmenarik yang ATS friendly. Gratis!🎉Buat CV32. Contoh CV Social Media SpecialistSocial media specialist merupakan salah satu pekerjaan dalam bidang kreatif. CVdibawah cocok digunakan untuk melamar kerja dalam bidang sosial media. Kamu juga bisa mencantumkan proyek yang berkaitan dengan media dalam CV kamu.Contoh CVSocial Media Specialist - Dibuat di Cake 33. Contoh CVSoftware EngineerContoh CVSoftware Engineer (Developer) - Dibuat di Cake 34. Contoh CV Teknik IndustriDi bawah ini merupakan contoh CV Teknik Industri:Contoh CV S1 Teknik Industri - Dibuat di Cake35. Contoh CV Teknik MesinBagi kamu yang baru saja lulus dari jurusan teknik mesin, di bawah ini adalah contoh CV Teknik Mesin yang bisa kamu ikuti.Contoh Curriculum Vitae Teknik Mesin - Dibuat di Cake36. Contoh CV UI/UXDesigner 37. Contoh CVWeb DesignerContoh CV Web Designer - Dibuat diCake38. Contoh CVWeb DeveloperContoh CVWeb Developer 2 Lembar - Dibuat di CakeContoh CVWeb Developer 2 Lembar - Dibuat di CakeBuat CV yang profesional dan ATS-friendly agar lebih cepat dapat kerja!Coba Cake CVBuilder sekarang, bikin CVmudah dan cepat💯Buat CVCara Membuat CVLamaran KerjaApa saja yang harus ditulis dalam CV?Menurut Michael Page, panjang CV yang ideal adalah dua halaman. Namun, jika kamu melamar untuk posisi entry-level, satu halaman saja sudah cukup.Maka kamu harus memilih informasi yang ada di CV agar tetap relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar. Berikut struktur CV lamaran kerja pada umumnya:1. Data DiriBagian ini memuat data diri/informasi paling mendasar tentang diri kamu. Pastikan untuk menulis informasi dengan jujur supaya rekruter dapat menghubungi kamu dengan mudah. ✍🏻 Informasi penting yang dapat dicantumkan:NamaNomor teleponEmailAlamat domisiliLink portofolio (Opsional)LinkedIn (Opsional) 2.Deskripsi Diri/Tentang Saya Perkenalkan diri kamu dengan 3-5 kalimat di bagian ini. Pastikan untuk menulis semenarik mungkin dan menonjolkkkan kemampuan atau pencapaian terbesar kamu. Ini merupakan kesempatan penting kamu untuk mengambil perhatian HRDKamu dapat melihat contoh deskripsi diri yang baik dan menarik HRD di artikel ini.3. Pengalaman Kerja Pengalaman kerja merupakan bagian yang sangat krusial dalamCV. Tulislah pengalaman dengan kronologi terbaik, mulai dari pengalaman terbaru sampai terlama. Berikut beberapa informasi yang dapat kamu masukkan di bagian ini Posisi atau jabatan di perusahaanNama perusahaanTahun bekerjaJob desk/deskripsi pekerjaan (tulis dalam bentuk poin) Untuk membuat CV kamu lebih menarik, kamu dapat mencantumkan prestasi yang pernah kamu raih ketika menjabat di posisi itu. Jangan lupa untuk menyertakan pencapaian terukur agar lebih kredibel! ✍🏻 Contoh pencapaian pada pengalaman kerja:Berhasil menaikkan laba perusahaan sebanyak 10% dalam 1 kuartal.4.Riwayat Pendidikan Di bagian ini, masukkanlah riwayat pendidikan formal yang pernah kamu tempuh. Namun, kamu hanya perlu memasukkan 2 pendidikan terakhir yang kamu tempuh, karena HRDtidak perlu tahu sekolah asal TK, SD, atau SMP kamu.Informasi penting untuk dimasukkan: Nama instansi pendidikanJurusan / bidang pendidikanTahun tempuhIPK (opsional)Pencapaian atau pengalaman selama kuliah (opsional) 5. Skill Menuliskan keterampilan atauskilldalam CVmemudahkan rekruter untuk melihatskillspesifik yang kamu miliki. Untuk memudahkan rekruter, kamu bisa mengelompokkanskill menjadi tiga kategori utama:Soft skill:Kemampuan interpersonal dan karakter pribadi, seperti komunikasi, kepemimpinan, atau adaptasiHard skill: Kemampuan teknis atau spesifik yang dapat diukur, seperti penggunaansoftwaretertentu, analisis data, atau penguasaan bahasa pemrogramanSkill bahasa: Kemampuan dalam berbahasa asing, beserta tingkat kefasihannyaYang terpenting, pastikan untuk mencantumkanskill yang relevan dengan posisi yang kamu lamar. Hal ini akan membuat CV lebih terfokus dan menarik perhatian perekrut.Kamu bisa melihat lebih lanjut bagaimana cara menulis dan berbagaicontoh soft skill danhard skill di artikel tentangContoh Soft Skill dan Hard Skill dalam CV  ini.6. Informasi Tambahan Walaupun opsional, menambahkan informasi berikut ini dapat menjadi plus poin dalam CV kamu agar kamu lebih menonjol dibandingkan kandidat lainInformasi yang bisa dimasukkan: Sertifikasi/PenghargaanPortofolioReferensiHobi/Minat (pastikan relevan dengan pekerjaan yang dilamar) Tips Membuat CV yang Bagus Menarik Ketika membuat CV, format dan desain CV yang menarikjuga sangat penting untuk menarik perhatian rekruter. Berikut beberapa cara membuat CVlamaran kerja kamu lebih optimal di mata rekruter.1. Pilih Format CV yang Sesuai Format CV Kronologi Terbalik -menuliskan pengalaman kerja terlebih dahulu dengan susunan kronologi terbalik, yang paling baru dituliskan paling atas lalu diikuti dengan pengalaman-pengalaman sebelumnya.Format CV Fungsional -format CV yang menonjolkan skill atau keterampilan yang dimiliki. Cocok buat kandidat yang ingin switch career, memiliki gap dalam karier, atau fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja.Format CV Kombinasi -format CV yang memungkinkan untuk menuliskan pengalaman kerja sekaligus menonjolkan skill atau kemampuan yang dimiliki. 2. Buat CVyang Relevan dengan Pekerjaan yang Dilamar CV yang mengandung banyak pengalaman kerja memang terlihat menrarik. Namun pastikan kamu hanya memasukkan informasi pengalaman kerja atau skill yang berkaitan dengan posisi yang kamu lamar. Membuat CV yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar menunjukkan bahwa kamu telah mengerti job desk yang akan kamu kerjakan nantinya, dan menunjukkan bahwa kamu adalah kandidat yang cocok untuk posisi tersebut. 3. Buat Desain CV yang Bersih dan Rapih Umumnya, rekruter tidak begitu memperhatikan desain CV lamaran kerja. Yang terpenting adalah membuat CV dengan warna netral, terstruktur rapi dan mudah dibaca. Kamu bisa menggunakanfont CVyang terlihat profesional seperti Helvetica, Arial, Noto, Roboto, Times New Roman, dll. Itulah cara membuat CV lamaran kerja. Mudah sekali bukan? Ketika kamu sudah mencantumkan semua informasi yang diperlukan serta memilih desain CV yang sesuai, waktunya mengirim lamaran kerja kamu. Kamu bisa print CV PDF lamaran kerja kamu atau mengirim CV melalui email atauwebsite lowongan kerja.4. Buat CV dengan TemplateAgar membuat CVmenjadi lebih mudah, ada baiknya untuk menggunakan template CV. Dengan begini, kamu akan menghemat waktu dan CV pun juga terlihat lebih rapih dan profesional. Cake menyediakan lebih dari 50 template CV ATS gratis! Kamu hanya perlu sign in dan kamu bisa langsung pakai template CV-nya dan meng-editnya sesuai kebutuhan.Sudah siap membuat CVlamaran kerja?Buat CVyang menarik HRDdengantemplate CVATS-friendly dari Cake, gratis!🚀Buat CV Kesimpulan Curriculum Vitae (CV)lamaran kerjaadalah dokumen yang kamu sertakan ketika melamar kerja. Isi CV lamaran kerja adalah informasi dasar mengenai diri kamu seperti riwayat pendidikan, pengalaman kerja dan keterampilan yang kamu miliki. CV ibaratnya pertemuan pertama kamu dengan rekruter maka pastikan kamu memberikan kesan pertama yang baik. Rekomendasi Lowongan Kerja Buat CVATS-Friendly di Cake, GratisCake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang! Buat CV di Cake, tersedia 50+ template CVmenarik yang ATS friendly. Gratis Download PDF!🎉Buat CV
Career Development
Oct 22nd 2022

Apa itu Technical Skills? Contoh dan Cara Mengembangkannya!

Daftar isi: Pengertian Technical Skills Contoh Keterampilan Teknis Cara Mengembangkan Technical Skills Cara Mencantumkan Keterampilan Teknis dalam CV Persaingan untuk masuk di suatu perusahaan semakin ketat dan kompetitif. Perusahaan akan memilih kandidat yang paling unggul dan sesuai kualifikasi. Agar menonjol di mata rekruter, dibutuhkan technical skills atau kemampuan teknis yang sesuai dengan posisi yang kamu lamar. Tanpa adanya technical skills yang spesifik maka akan lebih sulit untuk diterima di sebuah perusahaan. Mengapa technical skills penting dalam suatu pekerjaan? Apa saja contoh technical skills? Yuk simak artikel dibawah ini!Contoh Technical SkillsApa itu Technical Skills?Technical skills atau keterampilan teknis adalah kemampuan yang mengarah kepada keahlian dan pengetahuan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Keterampilan teknis ini juga digunakan untuk memberi solusi atau tindakan yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tertentu. Kemampuan teknis tidak hanya dipelajari melalui teori, tetapi harus dilatih melalui pengalaman. Kemampuan teknis harus selalu diasah dan dikembangkan, agar semakin mahir diimplementasikan dalam dunia kerja. Seorang recruiter akan mencari kandidat yang memiliki kemampuan teknis yang sesuai agar dapat segera menyelesaikan tugas dengan baik. Dengan memiliki keahlian teknis yang baik, kamu dapat memiliki keunggulan dari kandidat lainnya. Tidak menutup kemungkinan, dengan kemampuan teknis yang semakin mahir kamu bisa dipromosikan di perusahaan.Apa Perbedaan Technical Skills dan Soft Skills? Technical skills adalah bagian dari hard skill yang melibatkan pengetahuan praktis yang digunakan untuk melakukan tugas tertentu. Contoh technical skills adalah copywriting, penguasaan bahasa pemrograman, marketing, design, dll. Sedangkan soft skills adalah skill non-teknis yang menggambarkan cara kamu bekerja dan menjalankan relasi antar manusia. Contoh soft skills adalah komunikasi, manajemen waktu, kerja sama, dll. Tingkat kemahiran technical skills berbeda dengan soft skills. Technical skills dapat dievaluasi dan diukur kemahirannya dari latar belakang dan pengalamannya. Sedangkan soft skills dapat dilihat dari cara seseorang mempresentasikan dirinya. Technical skills membutuhkan pelatihan dan pengalaman untuk dikuasai. Sedangkan soft skills dapat dikembangkan seiring perpindahan dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. 📚 Baca juga:100+ Contoh Soft Skill Hard Skill dalam CV (untuk 15 Pekerjaan)Apa Manfaat Memiliki Technical Skills? Memiliki kemampuan teknis yang baik dapat memberikan keuntungan bagi diri sendiri maupun perusahaan. Dengan kemajuan industri yang sangat pesat, penting untuk memiliki satu ataupun lebih kemampuan teknis untuk dikuasai. Berikut adalah beberapa poin pentingnya memiliki kemampuan teknis : Menjadikan kamu kandidat yang unggul saat proses perekrutan: perusahaan akan mencari kandidat dengan talenta dan technical skills yang sesuai dengan pekerjaannya demi meningkatkan produktivitas perusahaan. Perusahaan juga dapat menghemat biaya pelatihan dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Kamu dapat melakukan pekerjaan dengan baik dan produktif:dengan kemampuan teknis yang kamu miliki pekerjaan dapat diselesaikan dengan efisien dan produktif. Dengan begitu kamu dapat membantu perusahaan mencapai gol lebih cepat. Mendatangkan rasa percaya diri:kamu dapat lebih yakin dan optimal dalam melakukan setiap pekerjaan. Dalam menghadapi masalah, dengan ilmu dan keahlian yang kamu kuasai, setidaknya kamu dapat menemukan solusi yang baik untuk mengatasi masalah tersebut. Contoh Technical SkillAda banyak contoh dan jenis technical skill tergantung dengan industri dan bidang pekerjaan yang dilakukan. Akan lebih baik, jika kamu memiliki lebih dari satu technical skills untuk bersaing di jaman pertumbuhan industri yang cepat. Berikut adalah beberapa contoh kategori technical skills: 1. Social Media Management Digital Marketing Di jaman teknologi yang sedang marak ini, banyak bisnis beralih dari offline ke online. Platform sosial media digunakan oleh pebisnis untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan, melakukan marketing promotions dan mempermudah pengumpulan informasi untuk analisis data penjualan. Keahlian menguasai media sosial dan digital marketing tentu dapat membantu dan meningkatkan penjualan secara online. Berikut adalah contoh keahlian teknis yang harus dimiliki oleh seorang social media expertise: Social Media Platforms (Instagram, Twitter, Facebook, TikTok, dll)Content Management System (CMSGoogle AnalyticsSearch Engine Optimization (SEO)Data AnalysisContent CreationCopywriting📚 Baca juga:5 Contoh Portofolio Digital Marketing dan Cara Membuatnya2. Coding dan Programming Peningkatan penggunaan internet dan software dapat meningkatkan kesempatan yang luas untuk para programmer. Adanya permintaan yang tinggi membutuhkan lebih banyak profesional terlatih dalam bidang coding dan programming. Hampir semua hard skill di bidang teknologi informasi adalah technical skill atau technology skills. Beberapa contoh technical skills seorang programmer adalah: Bahasa Pemrograman (Phyton, Javascript, Java, PHP, C++, C#, Ruby, Kotlin, dll.)DebuggingHTMLTechnical SupportOperation SystemsAlgoritma dan struktur dataArtificial Intelligence (AI)📚 Baca juga:7 Cara Menjadi Programmer Profesional Bagi Pemula3. Analisis Data Pekerjaan sebagai seorang data analisis termasuk salah satu pekerjaan yang diminati akhir-akhir ini. Dengan persaingan yang ketat, kamu tentunya harus terus mengasah dan memperluas kemampuan teknis kamu dibidang ini. Perusahaan membutuhkan karyawan yang dapat mengumpulkan, mengatur, dan kemudian menafsirkan data tersebut. Contoh keterampilan teknis seorang data analisis meliputi: Skill AnalisaData MiningBahasa PemogramanDatabase ManagementAnalisis Statistik📚 Baca juga:Profesi Data Analyst: Tugas, Skill, Gaji Hingga Proyeksi Karier!4. Project Management Project manager bertanggung jawab untuk membantu perusahaan memandu proyek dari perencanaan hingga pelaksanaan. Project manager harus mampu menilai risiko, dan memimpin sebuah tim. Sebagai project manager, dibutuhkan kemampuan soft skill dan technical skill seperti: Risk ManagementProject PlanningTask ManagementRisk ManagementCost Management📚 Baca juga:Mau Jadi Project Manager? Ketahui Tugas, Gaji, Skill, Dll. 5. Design Desain grafis adalah salah satu pekerjaan yang marak dicari berbagai macam industri zaman sekarang. Apalagi dengan banyak hal yang beralih ke digital, pertokoan kecil hingga perusahaan besar membutuhkan jasa desainer grafis. Jika kamu ingin menjadi seorang graphic designer, ada baiknya kamu menguasai keterampilan teknis dibawah ini: Adobe (Illustrator, Photoshop, dll.)UI/UX DesignTypographyDesign ToolsWeb Design 📚 Baca juga:Desainer Grafis: Job Desk, Skill, Gaji [+Caranya] 6. Technical Writing Banyak pekerjaan yang melibatkan komunikasi tertulis dan membutuhkan penulis teknis untuk menjelaskan hal-hal rumit dengan cara yang mudah dipahami. Penulis teknis dituntut untuk mengerti topik tertentu, melakukan penelitian, memahami informasi, kemudian menyajikannya dalam bentuk yang dapat dipahami semua orang. Contoh kemampuan teknis yang harus dikuasai yaitu: Data Research dan gatheringKemampuan menulisMenguasai software (Word/Office)Client Relations 7. Network dan Security Di era digital ini, hampir semua data disimpan di dalam aplikasi atau software. Software ini tentu butuh lapisan keamanan untuk melindungi data dari pencurian, kehilangan atau akses tidak sah. Contoh kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan ini, yaitu: Data securityNetworking and network securityProgrammingRisk assessmentAlgoritma enkripsiSistem otentikasiBagaimana Cara Mengembangkan Keterampilan Teknis?Sekarang setelah kamu memiliki gagasan yang lebih baik tentang keterampilan teknis yang dibutuhkan di berbagai industri, kamu mungkin berpikir tentang cara mengembangkan technical skills atau mempelajari keterampilan baru untuk meningkatkan karier kamu, Berikut adalah langkah yang bisa kamu coba untuk mengembangkan kemampuan teknis: 1. Mengikuti Workshop, Seminar dan Kursus Mengikuti pelatihan atau kelas kursus merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan teknis kamu karena kamu akan dilatih oleh mentor yang sudah ahli di bidangnya. Biasanya, beberapa perusahaan akan membekali karyawan dengan menyelenggarakan pelatihan. Pelatihan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu offline dan online, keduanya tetap baik dan bermanfaat selama itu dapat mengembangkan kemampuan teknis kamu. 2. Menjadi Sukarelawan dalam Proyek Carilah peluang dan menjadi sukarelawan dalam proyek-proyek teknis. Hal ini akan memungkinkan kamu untuk mendapatkan pengalaman berharga dan mengenal banyak orang baru yang memiliki ketertarikan di bidang yang sama. 3. Banyaklah Membaca Informasi-Informasi Terbaru Banyak berita yang ditulis dan disebar lewat situs internet memudahkan kamu untuk membaca informasi terbaru seputar industri yang ingin kamu kuasai secara gratis. Kamu dapat membacanya di situs Business Insider, Financial Times, The Wall Street Journal atau website dalam negeri seperti kompas.com, CNBC Indonesia, CNN Indonesia, dll. Dengan membaca informasi terbaru yang terjadi di dunia, kamu dapat terus update dengan perkembangan di industri yang kamu geluti. Kamu juga dapat membaca buku untuk memperluas wawasan yang dapat mengembangkan kemampuan teknis yang kamu miliki. 4. Perbanyak Pengalaman Pengalaman bisa didapat dimana saja. Jika kamu adalah seorang mahasiswa maka kamu bisa aktif dalam organisasi sekolah atau internsip untuk mengembangkan technical skills kamu. Kamu juga bisa belajar sendiri dengan mengikuti kursus online, menjadi sukarelawan, membuat proyek sendiri, dll. Melalui pengalaman tersebut, ada kalanya kamu akan menemukan kesulitan dan melakukan kesalahan. Namun, jangan lupa untuk bangkit dan jadikan pengalaman tersebut untuk meningkatkan keterampilan teknis kamu. Contoh Keterampilan Teknis dalam CV1. Tulislah keterampilan teknis pada deskripsi diri Bagian pertama yang akan dibaca oleh recruiter adalah bagian deskripsi diri/profil diri. Pastikan kamu menulis 1-2 kalimat tentang technical skills yang berhubungan dengan pekerjaan yang kamu lamar. Hal ini dapat menarik perhatian perusahaan dan akan melanjutkan membaca sisa CV kamu. Berikut adalah contoh profil diri resume yang menekan keterampilan teknis kandidat: Seorang digital marketer dengan 3 tahun pengalaman dalam SEO dan Google Ads. Telah menulis sebanyak 60+ artikel yang ramah SEO dan meningkatkan traffic website sebanyak 150% dalam 2 bulan. Contoh di atas menekankan bahwa kandidat memiliki pengalaman bekerja dalam bidang digital marketing selama 3 tahun dan mempunyai kemampuan teknis seperti Google Ads dan SEO.💡 Tips:Gunakan action words, seperti “mengelola”, “mengimplementasikan”, “meningkatkan”, “mengembangkan” untuk menggambarkan tugas yang kamu selesaikan dalam peran sebelumnya. Gunakan angka untuk menjelaskan hasil yang kamu dapatkan.2. Buatlah bagian khusus untuk technical skills. Jika kamu ingin menekankan keterampilan teknis pada CV, maka letakkan bagian keterampilan teknis ini tepat di bawah profil diri. Buatlah format bagian ini dalam bentuk poin agar mudah dibaca. Jika kamu memiliki keterampilan teknis yang luas, kamu dapat membuat poin kategori dan tulislah secara spesifik. Contoh keterampilan teknis seorang software developer: Front End: HTML, Javascript, RWD, TypescriptBack End: Golang, MongoDB, MySQLOthers: SEO, Google Maps QPI, Git 3. Tulislah keterampilan teknis di bagian pengalaman kerja Kamu bisa menunjukkan keterampilan teknis kamu dalam dunia kerja dengan membuat poin-poin yang menggambarkan pencapaian kamu. Pada bagian ini, kamu dapat menunjukkan bagaimana kamu menggunakan keterampilan teknis kamu untuk berkontribusi di perusahaan. Berikut adalah contoh CV bagian pengalaman kerja yang mencakup technical skills: Graphic Designer | PT. Putih Kembang2017 - 2020Menggunakan Adobe Illustrator untuk mendesain 50+ poster pengumuman perusahaanUI Design untuk aplikasi perusahaanRebranding logo perusahaan PT.Putih Kembang pada tahun 2018Cake menyediakan 50+ template CV online menarik untuk membuat CV lamaran kerja, GRATIS!🎉 Download CV PDF sekarang!CV Builder CakeDownload CV PDF GratisCV Builder CakeBuat CV Kesimpulan Untuk mahasiswa fresh graduates dan pemula: Kamu dapat explore terlebih dahulu industri dan pekerjaan yang kamu ingin kuasai, dengan begitu akan lebih mudah untuk langkah selanjutnya memperdalam keterampilan teknis tertentu yang mendukung pekerjaan yang ingin kamu lakukan dan menjadikan kamu salah satu kandidat yang kuat untuk diterima dalam suatu perusahaan. Untuk yang sudah berpengalaman: Walaupun kamu sudah berpengalaman dalam bidang yang kamu geluti, teruslah asah dan kembangkan keterampilan teknis kamu. Karena seiring berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi yang sangat pesat, tentu para pekerja harus menyesuaikan dengan keadaan ini. Jangan lupa menulis technical skills yang kamu miliki dalam CV kamu.Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia.🎉Cari Loker--- Ditulis Oleh Phoebe Charissa ---
Career Planning
Mar 3rd 2020

For Freshers: Top 10 Most in Demand Jobs in 2020

An overview of the most promising jobs in 2020 The first job right out of college is one of the major life decisions that freshers have to carefully ponder on before going all in. After all, finding a job that justifies all those all-nighters back in university is not that easy. With an ever-changing work landscape, jobs that exist today may become obsolete in 20 years, so it's nearly impossible to future-proof your career when change seems to be the only thing constant—just think about how talks on disruptive tech innovations and AI have made its way into our daily conversations. Navigating the future can be quite a daunting task, so let me first help you understand what the current landscape is: Data scientists have emerged as one of the fastest-growing professions, having recorded the highest growth rate over the past five years. Other technical roles such as artificial intelligence specialists, Python developers, and DevOps engineers also ranked high. The predominance of tech roles reflects the world’s speed of digitization. However, to my non-engineering background friends, fret not—positions ranging from business intelligence analyst to graphic designers have also found places on this list, as soft skills like creativity and customer retention abilities have begun to gain traction, underscoring the importance of human intervention at every level of digitization. Further reading :For Freshers: Tips to Land Your Coveted Job So which opportunities have presented themselves in our tech-dominated world? In this article, I've listed down 10 promising jobs in 2020 (and possibly beyond) to give you an overview of the highly sought-after industries along with the median salary of the positions being offered, irrespective of your work experience. So for the entry-level folks out there, fear not, you'll be able to find new paths to help you prepare for an unpredictable future.Top 10 in demand jobs in 2020 for freshers 1. Data scientist The emergence of big data and artificial intelligence led to the creation of this lucrative job that only began to gain traction during the dotcom bubble. As the name implies, data scientists manage and analyze massive amounts of data then glean insights from the gathered data to drive effective business decisions that help companies reach their targets. It has already proven to be highly effective and indispensable in the retail, telecom, marketing, healthcare, and educational industries. According to the BLS (Bureau of Labor Statistics), there were 31,700 data scientist job openings last 2018. The median salary is $118,370 and the job outlook from 2018 to 2028 is expected to spike at least 40%. Technological skills needed include Python, R, and SQL, but business acumen is also mandatory considering data scientists need to know which decisions best drive businesses forward. 2. Machine learning engineer Data science and machine learning often go hand in hand in taking the world by storm, and has woven into every aspect of our lives, from the facial recognition software on your iPhone to your homie Alexa. Not only do machine learning engineers keep all sorts of nerve-wracking problems at bay but also brighten our lives by alleviating our inconveniences. Every industry needs machine learning engineers. According to LinkedIn’s 2019 report, job openings for machine learning have grown 96% with $182,000 being the median salary. In India alone, there are over 78,000 job vacancies in the machine learning and data science fields. Skills such as data mining, artificial intelligence, and python are needed for this post. Further reading :5 Tips to Build a Strong Machine Learning Resume 3. Full-stack developer The 21st-century human does everything online, therefore well-functioning websites have become basic necessities. That being said, full-stack developers have the crucial roles in developing both the front-end and the back-end of websites, aligning the interface with the customers' needs. From JavaScript, CSS, HTML, and basic visual design skills to back-end languages for databases such as Node.js, Python, Ruby, these are the basic job requirements for a full-stack developer. Companies providing information technology, marketing, advertising and financial services are always on the lookout for full-stack developers. Their average salary in the US is $113,285. 4. DevOps engineer Like full-stack developers, DevOps engineers have a huge impact on how technology can be utilized and applied in an organization. Both aim to make applications flexible, agile and scalable. DevOps is a combination of skillset including development, operation, and quality assurance. For DevOps engineers, they have to improve communication and collaboration efficiency between different teams such as software development, IT operations, and quality assurance. DevOps is, in fact, a beneficial culture that should be integrated in companies’ everyday operations for it efficiently diminishes barriers between operation and development, reduce risk and increase competitiveness. It lays the groundwork for any company’s further development. According to Indeed, the average salary of DevOps engineers is around $127,000 per year. 5. Python developer According to TIOBE Index, Python is ranked as the world’s 3rd most popular programming language among software developers. In fact, lots of tech juggernauts prefer to use Python in writing their systems. Take Google for example, it uses Python for everything from its AI algorithms to its App Engine Cloud. Numerous machine learning libraries are also written in Python. Python developers usually create the back-end components, linking web applications to other web services. Companies in the following industries are constantly looking for Python developers: information technology and services, computer software, marketing, and advertising, and financial services. Skills such as Django, Flask, MySQL, and Javascript are mandatory requirements. According to Indeed, the average annual salary in the U.S. is $120,000.Top 10 in demand jobs in 2020 for freshers 6. Desktop support engineer Indispensable to most companies, these engineers help individuals troubleshoot and solve computer-related problems as well as help set up new equipment. The job outlook is expected to grow 10% according to the BLS, and the median salary in 2018 was around $53,470. It’s often regarded as a transitional job as most people tend to pivot to network administrators or information technology directors after a couple of years because the latter positions offer a higher salary. 7. UI developer Compared to other web-related professions, user interface (UI) development is regarded as more comprehensive and shapes the way we interact with the digital world. It’s a profession that combines programming, psychology and creative design, allowing users to have a seamless and efficient digital experience. Through 2020 and beyond, countless businesses will launch new computer systems and web-based applications so demand for talented user interface developers will continue to rise. UI developers must be adept in domains such as web, software and mobile application development. According to the BLS, the job outlook for this field is expected to increase 21% from 2018 to 2028. Not only do UI developers have to be fluent in front-end web development languages such as HTML, CSS, and JavaScript; knowledge of design programs such as Photoshop and Illustrator is also a must. Based on data provided by Indeed and Glassdoor, the average starting salary for UI developers in the U.S. is $91,000. 8. Graphic designer Graphic design encompasses a wide range of disciplines including iconography, web design, and identity design. Designers take on the responsibility of creating visually impactful concepts and materials that are able to attract certain audiences or target markets. It’s a profession that's highly sought-after by side-hustlers as the gig economy continues to gain traction. Graphic design mercenaries can sell their services to the highest bidder on a per contract basis. Based on a survey that has been conducted 5 years in a row, graphic design still remains as one of the fields that people aim to get into even by those who are looking for the stability of a full-time desk job. According to the BLS, the job outlook of graphic designers is expected to grow 24 to 26%. The median salary in 2018 was around $50,370. 9. Business intelligence analyst Business intelligence analysts use data collected by the company to maximize profits and boost efficiency. By querying databases effectively, they produce reports and identify trends in order to generate actionable business insights. A strong business acumen with solid problem-solving, critical thinking and presentation skills are the minimum job requirements. When it comes to technical skills, database design and data mining are necessary as analysts have to handle all variants of SQL. Job outlook is expected to grow 14% through 2024 according to the BLS. The average salary of a business intelligence analyst is around $71,049. 10. Physical therapist Have you or any of your acquaintances recently experienced stiff neck or back pain? Yes? That's because using computers almost 24/7 is the new norm in today’s world. This is where physical therapists come into the picture: they help people improve their mobility, flexibility and pain management. Aside from helping people deal with their functional back and neck problems, injuries related to sports, and other chronic conditions, therapists also provide rehabilitation services, and advise people on how to prevent injuries. As populations age, this job continues to stay relevant. It’s a profession spanning across many domains of learning: medicine, psychology (knowledge of human behavior to treat physical disorders), anatomy, therapy and counseling. According to the BLS, physical therapists earned around $87,390 in 2018 and the job outlook looks positive with a projected growth of 22% from 2018 to 2028.Further reading ; 5 Useful Resume Tips to Help You Get a Foreign Job from India Final words This detailed guide has listed the 10 most promising jobs in 2020. If you are a keen observer, you must've realized that many of the jobs listed here are relatively new and tech-related. Many of today’s jobs stem from scientific and technological advances; because this is a continuing trend, it means that there are many new jobs that don’t exist yet. You can never be certain what the future holds. That’s why as freshers, you have to keep grinding and always be prepared to face the uncertainties. As long as you are aware of your goal and know which path to take, you’ll do just fine.Further reading :Cover Letter (cover letter samples, cover letter templates, application letters) - All-in-One Tutorial
Resume & CV
Aug 26th 2025

20+ Investment Banking Resume Templates, Examples, and Writing Tips (Latest Updates)

The investment banking industry is one of the most complex and challenging jobs in the financial sector. As part of a universal or commercial banking division, investment bankers employed by banks are responsible for helping clients understand the current investment climate in order to raise capital. Before starting to write your investment banking resume, make sure to read Cake's complete guide on how to make it stand out. We also provided an example of an investment banker's resume and template.Table of Contents What Are the Responsibilities of an Investment Banker? Guidelines for Writing a Resume for Investment Bankers Tips for Writing Winning Investment Banking Resumes Investment Banking Resume Examples Templates Investment Banking Cover Letter Example What is the role of investment bankers? Understanding investment can be complex for the average person. Investment banking jobs primarily involve providing support for companies seeking to raise capital. This includes activities such as mergers and acquisitions, financial advisory services, underwriting, and managing the initial public offering (IPO) process. Read more about the role of investment bankers, their roles, salary and required skills. When writing an investment banking resume, understanding the job responsibilities is an absolute must. This advice is especially important for entry-level candidates, as the extent of your knowledge about the job you are applying for will actually be reflected in your resume. Guidelines for Writing a Resume for Investment Bankers Personal Information The first thing to fill out when creating an investment banking resume is personal information. There are limits to what you can and can't include. In recent months, there have been cases of recruiters being caught stealing candidate data and using it to defraud candidates. In the digital age, personal information is the new gold that must be carefully guarded.DO'sName: Provide your full name clearly. If you have two legal names, you can include both. Name is the primary identity that hiring managers need to identify applicants.Email address: Email is a tool for professional correspondence. Email saves all conversations in case they are needed someday.Phone number: Hiring managers usually use messaging apps when they need a quick response from a candidate.Your City: Include the city where you currently live. This information is used to help recruiters estimate the distance between your home and the office, or the possibility of relocating if necessary.LinkedIn account: Today, LinkedIn is a social media platform for showcasing your professional life. It also makes it easier for you to network. Recruiters can check your profile if they need additional references.Portfolio: You can include a link to your portfolio to make it easier to review your investment banking resume. For banking, this could be your work in a programming language or a list of certifications you've earned.There are a few caveats you need to keep in mind when creating your investment banking resume, which are: DON'TsList only your city of residence, not the entire page. This reduces the risk of a data leak.At the initial stage, companies never ask for insurance numbers or identity numbers. These are only requested when you are officially accepted as an employee.Whatever your beliefs are, they have nothing to do with the way you work. So it's best not to list them on your investment banking analyst resume. In some countries, it is illegal to ask for detailed personal information. Resume Summary An investment banking resume needs a summary, a concise statement that summarizes the entire content of your application. It should be only three to four sentences and need to summarize your background, work accomplishments, and other important information. The resume summary is the very first part that recruiters read. If the summary is not strong, the chances of your investment banking resume being read in its entirety are slim. You can start by listing your skills, then your measurable accomplishments and important information. After that, organize the information as densely as possible but still clearly. You can try stringing words together in a scrapbook or Microsoft Word. Read your sentences aloud. This method can increase your sensitivity to whether or not your summary is good enough. The next step is to ask someone else to read it for you. Then ask for feedback and suggestions for improvement. Here are some resume summary examples that can be on an investment banking resume:Detail-oriented and passionate fresh graduate in Economics with a 3.9 GPA from Gadjah Mada University. Has experience as an internal investment analyst at Macroindo, mainly assisting the senior team in analyzing financial risks and security of the company's assets. Pursuing a role as an Investment Banking Analyst at JP Morgan.A senior investment banker with more than 8 years of experience advising clients on best practices for mergers and acquisitions. Track record of project managing $50-$70 billion merger and acquisition transactions for international companies. Eager to apply my expertise as an investment banker at Kenney. A senior investment banker with 15 years of experience in global asset management, particularly in the design and structuring of new investment products. Successful track record with an average increase in client assets under management of 40-50%. Career Objectives New graduates sometimes find it difficult to distinguish between career goals and career objectives. They are both at the top of the resume if you are writing an investment banking analyst resume. However, the summary of investment banking resume is used for professionals who have at least two years of experience. Career objectives are used by fresh graduates or job seekers who are changing careers. Career objectives written in an investment banking resume contain your future goals. For example, you are applying for a job because you want to use your technical skills in banking. Fresh graduates with no work experience can include information about mastering skills critical to investment banking or non-technical skills that can help them communicate with clients.Career objective - Investment banking resume example #1A fresh graduate who is excited to join ABC Bank as a Junior Investment Banking Analyst where I can start my early career and hone my skills.Career objective - Investment banking resume example #2A data analyst looking to make a career change as an Intern Investment Banking Analyst by applying my skills as a strong researcher.Career objective - Investment banking resume example #3A highly motivated and hardworking fresh graduate seeking an Investment Banking Analyst position with key expertise in Mathematics and Economics. Work Experience This time we are going to focus on the most important part of an investment banking resume: work experience. Here are some tips on how to make your work experience section stand out: 1) Quantify your accomplishments The mistake many job seekers make is not being able to explain how they contributed to the company. Contribution is not just a list of responsibilities. Hiring managers understand the day-to-day tasks you perform more. Contributions that are referred to here are accomplishments that can be easily measured. Example: "Prepared financial analysis for more than 10 clients." This descriptive sentence doesn't explain what impact you had on the client. What if we changed it to: "Prepared financial analysis with 100% accuracy for more than 10 clients, successfully increasing their satisfaction rating to 99%. The second sentence is more powerful in explaining the impact of financial analysis jobs on clients. To build credibility and coverage, try to include numbers, percentages, and financial data as much as possible. 2) Use action verbs and bullet points Action verbs are words that show the process of the work you do. Action verbs are used in investment banking resumes to emphasize your role in the previous company. Some of the action verbs you can use are: Created Achieved Decreased Increased Performed Completed Presented Completed Adapted Collaborated Built Analyzed Duplicated Developed Improved Implemented Established Meanwhile, bullet points make your resume more organized and concise. The purpose of using bullet points is to make your investment banking resume easier to read.Work experience section - Investment banking resume#1Senior Investment Banking Associate atWells BankApr 2017 - Apr 2024Successfully developed and maintained financial models and investment strategies that increased efficiency by 45% for investment evaluations, projections, and valuations.Performed detailed financial statement analysis for over 250 clients to determine financial and operational scenarios.Established relationships with auditors, legal and other professionals to perform risk assessments.Monitored portfolio company performance on a regular basis, making information updates more effective.Work experience section - Investment banking resume#2Senior Investment Banking Analyst atWells BankJan 2013 - Dec 2016Performed scenario analysis and sensitivity testing that successfully reduced potential impact on investment decisions by up to 50%.Developed and maintained financial models used for investment analysis, discounted cash flow, etc.Evaluated risks associated with investment opportunities that influenced senior management decisions. Skills Skills can be divided into two categories: technical skills and non-technical skills. The list of skills in an investment banking resume is what differentiates you from other candidates. Technical skills are the specialization you have in certain tools. While non-technical skills are your interpersonal skills when communicating with others. Here are some of the most important skills you must have if you want to become an investment banker: Hardworking and Disciplined:Being an investment banker requires dedication and the ability to persevere. Investment banking has an intense work culture with long hours.This means that if you can't be disciplined and hardworking, you will be left behind and eliminated by your colleagues. Forging these two traits is not easy, so before you send your resume for an investment banker position, you need to understand the risks of working in banking.Intellect:An investment banker works like a machine because you have to calculate, analyze, research, and so on at the same time. According to Investopedia, the intellect of an investment banker is a core competency that must be possessed.Companies also need employees who maintain intellectual curiosity. This habit can accelerate one's understanding of the job and generate creative and smart ideas.Expert in Numbers:Financial reports, of course, contain numbers. Investment bankers who are numeracy experts automatically train their brains to think systematically and logically.When a problem arises, a trained investment banker can do accurate financial analysis and estimate what steps to take, what options are available, what risks are involved, and more.Meticulous:The end result of investment banking is to advise companies on the direction of their business. Inaccuracy in reading reports will have fatal consequences.An investment banker may miscalculate the price of a stock, resulting in a loss instead of a profit.Leadership and Client Relations Skills:It is naive to expect clients to have the same characteristics. Sometimes we meet clients who are easy to deal with, but there are also times when we have to deal with annoying clients. The ability to build a good relationship also means the ability to adapt to the characteristics of the client.It's time for you to showcase your leadership skills and client relationship-building experience as an investment banker. As well as the ability to communicate high-level financial strategies and concepts with executives.Open-minded:Investment banking is a broad job. Every day there is something new to learn. An open mind can lead to a deeper understanding of the profession, the opportunities it offers, and the paths to further development. Education History Education information is especially important for recent graduates submitting investment banking resumes. For those who already have work experience, you can also include this information, although the format will be different than for entry-level positions. List your education chronologically, starting with your most recent education. Include details such as the name and location of the university and the dates of attendance.Include your GPA if it's above 3. If it's below, it's best not to include it.For recent graduates, place this section under resume objectives. That way, recruiters can easily see your affiliations.Education section - Investment banking resumeBachelor of Science in Accounting Graduate in February 2024GPA: 3.8/4.0; SAT: 1500Relevant coursework:Investment Banking and Corporate Finance Bootcamp - Singapore Management University, 2023Undergraduate Wall Street Bootcamp, 2023Investment Management - University of Geneva (via Coursera), 2022Investment Banking: Financial Analysis and Valuation (via Coursera), 2022Education section - Investment banking resumeMaster of Science in Economics (Summa Cum Laude)National University of SingaporeJan 2006 - Nov 2008Bachelor of Science in Economics (Summa Cum Laude)University of IndonesiaApr 2000 - Apr 2004 Other Information Languages skills The use of English in today's working world is commonplace. The opening up of work-from-home and work-from-anywhere opportunities allows you to work in overseas companies without leaving your hometown. In investment banking, the clients you meet can be diverse. Mastering a foreign language other than English can attract more clients from around the world. This is a very beneficial move from a business perspective. Mandarin, Japanese, German, French, and Spanish are being studied. It seems to have something to do with the economic level of the country. Aside from being a banker, you can also find opportunities to become a translator for clients.Language section - Investment banking resumeLanguage skillsIndonesia (Native)English (IELTS: 6.5)Germany (C2)Mandarin (HSK 4) Certification For an investment banker, certification is a sign that his or her technical expertise is recognized by a trusted institution. It also enhances the banker's credibility and reputation. Some countries even prohibit an investment banker from practicing without certain certifications or licenses. In the United States, SIE and FINRA licenses are mandatory for bankers. CFA and FRM are professional certifications that signify that the banker has technical expertise and can apply it appropriately. These certifications and licenses also open up more opportunities for a banker. This means that the possibility of holding the highest position, that of managing director, is increasingly open. Chartered Financial Analyst (CFA)Certified Public Accountant (CPA)Association of Chartered Certified Accountants (ACCA)Financial Risk Manager (FRM)Chartered Alternative Investment Analyst Association (CAIA)Chartered Institute Of Management Accountants (CIMA)Certified International Project Manager (CIPM)International Budget Partnership (IBP)Certified Financial Modeling Valuation Analyst (FMVA)Series 7 LicenseSeries 63 LicenseSeries 65 LicenseSecurities Industry Essentials (SIE) Tips for Writing Winning Investment Banking ResumesCreated by CakeResume Have you done your research? Research is a critical asset when building an investment banking resume. Job postings do not provide all the information about a company. In fact, a company's work culture may not be the right fit for you. There are several benefits to doing your research: You will know what kind of company you are applying to. This includes an overview of the work environment, the typical base salary offered, the employment contract, the career path, and the benefits offered.The research process will help you feel more confident. Hiring managers typically test how well you've researched their company. Your answers will show how enthusiastic you are about joining their team.Job descriptions show only a portion of the work you will be doing. Once you've explored the company's social media, you can at least get an idea of the additional work your employer will assign to you.Research will help you identify which aspects of your resume you need to strengthen. For example, you can include jargon or even specific terms that are commonly used in the company.Use your research to determine which skills need to be emphasized to meet the requirements. You can use the company's official social media or ask for testimonials from former employees through LinkedIn. For comparison purposes, you can also look at competing companies' social media. Do you know the difference between a resume and a CV? CVs and resumes are often interchangeable in countries such as the United Kingdom, New Zealand, some European countries, Australia, and some Asian countries, such as Indonesia and Malaysia. However, they serve very different purposes. A CV is a summary of all your professional activities, including your educational history, work experience, internship experience, organizational experience, and a list of skills. CVs can be up to 10 pages long (more if needed) and are intended for academic purposes, such as applying to be a researcher or lecturer, getting a scholarship, or seeking research funding. In the United States, where the two are strictly separated, when recruiters ask for a CV, they expect a comprehensive overview. But if you're applying to a company in Southeast Asia, for example, you might want to confirm the format first before sending it. A resume, on the other hand, is a condensed version. The length of a resume is no more than 3 pages. It includes all of your work experience relevant to the position you are applying for. If you are sending an Investment Banking Analyst resume, it would be more sustainable if it contains activities that you have done related to the world of banking and investment. For example, a candidate with more than 10 years of experience may omit some sections of the investment banking resume. Examples of sections that are not relevant for senior-level candidates with long tenure are education history and skills list. What type of resume will you use? Did you know that there are three types of resume formats? By choosing the correct investment banker resume format, you can increase your chances of getting noticed by hiring managers. Often, the most appropriate resume type is chronological. Here's the full explanation of each type: Chronological Resume: This resume lists all information chronologically, with the most recent experience at the top. Recruiters can easily see whether the candidate's recent activities are relevant to the company's needs. In addition to investment banking resumes, the chronological format works well for job seekers with a linear work history, such as from banking analyst to banking associate to vice president.Functional resume: Are you a recent graduate struggling to put together an investment banking resume? If so, you should know that the functional resume format is best suited for recent graduates. In a functional resume, instead of highlighting work experience, candidates can replace it with promoting their hard and soft skills.Combination Resume: This is the least appropriate format for an investment banking resume. Combination resumes are often used by freelancers and job hoppers who have a variety of work experience. Unfortunately, an investment banking resume is a rather strict job when it comes to background requirements for candidates. As a result, it is difficult for freelancers to break into this industry unless they are enrolled in a specialized investment banking program. How do you place keywords in your investment banking resume? Many companies use applicant tracking systems (ATS) to conduct the initial screening of candidates. The way it works is that the hiring manager enters keywords according to the qualifications needed by the company. These keywords are placed in the cover letter, resume summary, resume objective, work experience, and even letters of recommendation, if any. For example, the company needs an analyst whose primary skill is creating financial models. The ATS engine will scan which resumes contain the word financial model. The easiest way to find the right keywords is to understand the job description and requirements in the job posting. Companies usually emphasize the type of candidate they are looking for. For clarity, check out the sample job description below:Investment Banking Intern Job Description Assist in conducting TMT/Consumer industry and company research and analysis. Assist in the preparation of materials for internal and external meetings (e.g. pitch books, presentation materials, teasers, etc.) Assist in the development of financial models, investment strategies, valuations (e.g., DCF, sensitivity analysis, comparable), and due diligence. Act as a liaison between the team and other parts of the company Keywords you can find are pitch books, presentation, financial models, valuation, analysis, investment banking intern, TMT, and consumer products. Once the keywords are in place, you still have a job to do. You see, each company has different candidate requirements, even if the job is the same. Company A and Company B are both looking for banking analysts, but their requirements may be different. Using keywords in an ATS requires you to tailor each investment banking resume you create to the job description of each job. This will increase your chances of getting through to the interview stage.Investment Banking Resume Templates and ExamplesInvestment banking resume template (entry-level) AXEL WANGMobile: (+62)00-1174-89977Email: [email protected]Address: Jakarta, IndonesiaLinkedin: linkedin.com/in/axelwang RESUME SUMMARY Detail-oriented and passionate fresh graduate in Economics with a 3.9 GPA from Gadjah Mada University. Has experience as an internal investment analyst at Macroindo, mainly assisting the senior team in financial analysis and security of the company's assets. Pursuing a role as an Investment Banking Analyst at JP Morgan. EDUCATION Bachelor of Science in Economics, graduate in January 2023GPA: 3.9 / 4.0; SAT: 1200Relevant Coursework: Investment Banking and Corporate Finance Bootcamp - Singapore Management University, 2023Undergraduate Wall Street Bootcamp, 2023Investment Management - University of Geneva (via Coursera), 2022Investment Banking: Financial Analysis and Valuation (via Coursera), 2022 WORK EXPERIENCE Investment Banking Analyst atMacroindo, IncFeb 2024 - Now Managed the day-to-day operations of the treasury department, including cash management, investments, and funding strategies.Formulated and implemented financial policies and procedures that successfully improved efficiency and regulatory compliance by 50%.Performed financial risk analysis and developed mitigation strategies that impacted the company's asset security level by 100%.Coordinated and prepared financial reports, cash projections, and liquidity analyses for strategic decision-making by senior management.Assisted line manager in developing investment strategies when required.Participated in strategic initiatives and supported ongoing financial decision-making by providing recommendations based on in-depth analysis. Virtual Assistant (Self-employed)Jan 2021 - Jan 2024 Organized weekly and monthly meeting schedules for 30 clients.Managed 5 social media accounts (Instagram, Twitter, TikTok) for the client, including the creation of various videos.Created 50 presentations and documents for various business needs, maintaining a professional and consistent style.Organized incoming and outgoing emails daily to make it easier for clients to read urgent messages. SOFT SKILLS Attention to detailCommunication skillsAccuracyProblem-solvingStrong analytical skills HARD SKILLS MathematicsMicrosoft Office (Excel, Word)Financial analysisMarket analysisSQLPythonTableau LANGUAGE SKILLS Indonesia (Native)English (IELTS: 6)Japanese (NHK 4) REFERENCE Stella M.Senior Investment Analyst[email protected], IndonesiaInvestment banking resume template (mid-level)💡 Pro Tips: Use a strong summary statement to highlight achievements and experience. Quantify achievements wherever possible, using action verbs like “modeled,” “analyzed,” and “acquired.” CECILIA WANGMobile: (+62)11-74-89977Email: [email protected]Address: Jakarta, IndonesiaLinkedin: linkedin.com/in/ceciliawang RESUME SUMMARY Investment Banking Analyst with 6 years of experience at Wells Bank and Nero Bank. Expertise in attracting investment clients with over 50% target through in-depth desk research, leading the evaluation of investment opportunities, developing investment strategies, and collaborating with investment professionals. With these skills, I am interested in joining Mandiri Bank for the position of Investment Banking Senior Associate. WORK EXPERIENCE Wells Bank -Investment Banking AssociateApr 2020 - Apr 2024 Successfully acquired investment clients in excess of 50% of set targets through desk research, expert interviews, and coordination with the investment committee.Led financial modeling evaluations, management meetings, legal negotiations, and presentations to the Investment Committee that increased the effectiveness of investment opportunity strategies by 50%.Collaborated with over 10 investment professionals to support portfolio company performance. Nero Bank -Investment Banking AnalystApr 2016 - Dec 2019 Created financial models of 30 client companies to assess financial performance, valuation, and future prospects, which influenced clients' business decisions and management strategies.Translated complex financial analysis into clear, concise, and compelling insights for clients, improving communication efficiency and satisfaction rates up to 99%.Performed administrative tasks such as weekly meetings and recording activity reports on a regular basis.Support line manager in implementing investment strategies when needed. EDUCATION Master of Science in AccountingThe Australia National UniversityJan 2014 - Jan 2016Cum Laude Bachelor of Science in AccountingGadjah Mada UniversityJan 2009 - Jan 2013Cum LaudeSOFT SKILLS Customer relationship managementMeticulous detailNetworkingCommunicationOpen-mindedProblem-solvingDisciplineTeamworkResilienceLeadership HARD SKILLS Research skillsAnalytical skillsFinancial modelingFinancial servicesCRM systemsBloomberg TerminalFactsetMicrosoft Office (Excel, Word) CERTICIFATIONS Chartered Financial Analyst (CFA), 2022Certified Public Accountant (CPA), 2021Association of Chartered Certified Accountants (ACCA), 2020Financial Risk Manager (FRM), 2020Series 7 License, 2019Series 63 License, 2018Series 65 License, 2017 LANGUAGE SKILLS Indonesia (Native)English (IELTS: 6.5)Germany (C2)Mandarin (HSK 4) REFERENCES Danielle KimCEO (Chief Executive Officer)Wells [email protected], Indonesia Rendra AgustaCOO (Chief Operating Officer)Wells [email protected], IndonesiaInvestment banking resume template (senior-level) 💡 Pro Tips: Highlight relevant skills and experience using keywords like “investment banking,” “financial modeling,” and “developing investment strategies.” Use a skills section or weave skills into the experience section to showcase expertise. SANDY WANGMobile: (+62)11-74-89977Email: [email protected]Address: Jakarta, IndonesiaLinkedin: linkedin.com/in/sandywang RESUME SUMMARY Senior Investment Banking Associate with 15 years of experience. Proven track record in developing a financial model that increased the efficiency of investment evaluation and valuation by 45%. Extensive network of investment bankers, accountants, lawyers and potential investors from various countries. These skills and experience enable me to assume the responsibilities of a Director at Bloomberg, Inc. WORK EXPERIENCE Senior Investment Banking Associate at Wells BankApr 2017 - Apr 2024 Successfully developed and maintained financial models that increased efficiency by 45% for investment evaluations, projections, and valuations.Performed detailed financial statement analysis for over 250 clients to determine financial and operational scenarios.Established relationships with auditors, legal and other professionals to perform risk assessments.Monitored portfolio company performance on a regular basis, making information updates more effective.Established a communication system with teams, directors and external advisors that increased efficiency and effectiveness by 70%. Senior Investment Banking Analyst atCommonWealth BankJan 2013 - Dec 2016 Performed scenario analysis and sensitivity testing that successfully reduced potential impact on investment decisions by up to 50%.Developed and maintained financial models used for investment analysis, discounted cash flow, etc.Evaluated risks associated with investment opportunities that influenced senior management decisions. Investment Banking Analyst atNero BankJan 2009 - Nov 2012 Performed scenario analysis and sensitivity testing that successfully reduced potential impact on investment decisions by up to 50%.Developed and maintained financial models used for investment analysis, discounted cash flow, etc.Evaluated risks associated with investment opportunities that influenced senior management decisions.EDUCATION Master of Science in EconomicsNational University of SingaporeJan 2006 - Nov 2008Summa Cum Laude Bachelor of Science in EconomicsUniversity of IndonesiaApr 2000 - Apr 2004Summa Cum Laude SOFT SKILLS Interpersonal skillsProblem-solvingTime managementNegotiationPersuasionProactiveDetail-oriented TECHNICAL SKILLS Power BIPythonMicrosoft Office (Word, Excel)RTableauSQLHubSpotTrelloRapidMinerWrikeBalsamiqAbacus CERTIFICATIONS Chartered Financial Analyst (CFA), 2010Certified Public Accountant (CPA), 2010Financial Risk Manager (FRM), 2009Chartered Alternative Investment Analyst Association (CAIA), 2009Chartered Institute Of Management Accountants (CIMA), 2009Certified International Project Manager (CIPM), 2008Certified Financial Modeling Valuation Analyst (FMVA), 2008Series 7 License, 2007Series 63 License, 2007Series 65 License, 2007Securities Industry Essentials (SIE), 2006 LANGUAGE SKILLS Indonesia (Native)English (IELTS: 8.5)France (C2)Mandarin (HSK 4) REFERENCES Danielle KimCEO (Chief Executive Officer)Wells [email protected], Indonesia Rendra AgustaCOO (Chief Operating Officer)Wells [email protected], IndonesiaInvestment Banking Cover Letter Example When applying for jobs, investment banker resumes aren't enough to prove your professional endeavors. A resume consisting of 2 to 3 pages cannot contain all the information about you; for example, you cannot explain the gap in your employment period in your resume. The only way to do this is to include it in a cover letter, or you'll have to wait until the interview to let the hiring managers know about these details. We understand if you are reluctant to write a cover letter assuming that no hiring manager will read it. Unfortunately, hiring managers spend an average of only a few seconds reading a candidate's cover letter. However, Forbes found that 72% of hiring managers expect candidates to write cover letters. In fact, cover letters cause 77% of hiring managers to read your investment banking resume in detail. So why spend time guessing that your cover letter won't be read? Cause the truth is, you don't know. Who knows, your cover letter could be the lucky star that lands you that investment banking job! A good cover letter is a well-written cover letter. Cake knows that writing from scratch is hard work, so we're here to help you understand the important parts of a cover letter. 1) Who are you? In any document you send to apply for a job, you should always include information about yourself. This information, written in the upper left corner, includes: Your full name.The city where you liveYour phone numberYour email addressLinkedIn AccountPortfolio account To make it easy for recruiters to find you, don't forget to include a link for each of these. 2) When did you write this letter? The purpose of including a date in a cover letter is to add a personal touch. The date also helps recruiters determine when you sent the application. 3) To whom are you sending this letter? In addition to the date, including the hiring manager's name can maximize your cover letter's potential for personalization. You can include the hiring manager's name, position, and office location (just as you would if you were writing a postcard). 4) Greet the recipient appropriately This time, greet your hiring managers to show your appreciation. It would be even better if you knew his or her name. You can use the format [Dear Ms./Mr. Insert Name]. But if you don't have that information, just use "Dear Hiring Manager”. 5) What is your opening sentence? As mentioned in the previous paragraph, the hiring manager only has a few seconds to read. That means you only have 3-4 sentences to explain your academic achievements, your contributions to your previous company, and your skills. To make it more interesting, always quantify your information! 6) What are your responsibilities? Do you still need to explain your job description and any awards you received from your previous job? The next paragraph can be your place to write a detailed explanation! 7) Why are you applying? Yes, employers really want to know what made you decide to apply. This part will be easy if you've done some research about the place you're applying to. Admiration for the company's work system, belief in the company's supportive work environment, or personal memories make great writing material. 8) Do you have any additional information? You can skip this section if you don't have anything important to say. But if you have a letter of recommendation, for example, and want to highlight it, this is your chance to make that clear. 9) Close the letter nicely. We've come to an end. It's time to end the letter with enthusiasm. Say that you appreciate their consideration of your cover letter and investment banker resume. Also, mention that you are available to discuss your skills and experience. Now that you've known how to write an impressive cover letter let's look at this investment banking cover letter example: Steven Park Jakarta, Indonesia (+62)00-0001-6688 [email protected] LinkedIn: linkedin.com/in/stevenpark Portfolio: bit.ly/stevenp Jul 8, 2024 To:  Daniel Amstrong Human Resources Manager Wells Bank 321, BSD City Jakarta, IndonesiaDear Mr. Amstrong As an Investment Banking Associate for 4 years, I have a proven track record of building financial models that influence the accuracy of strategic and analytical decisions by up to 100%.The financial models I built contributed to MA strategy analysis, capital raising, financing analysis, and valuation analysis related to major clients. My experience and expertise have led companies to engage me in $50 billion MA projects for Raytheon and United Technologies and $100 billion MA projects for Heinz and Kraft. What sets me apart from other candidates is my ability to analyze data quickly and accurately, which impacts work efficiency. In addition, as someone who has worked in the investment industry for more than 6 years, I am a great network builder with potential investors and professionals. My decision to apply for the Senior Investment Associate position at Macroindo is because I have known your company since my days in the investment banking industry. Macroindo offers a supportive work environment with competitive salaries and a clear career path. From my research, Macroindo also provides support for employees who want to pursue training and education to support their work. I believe that the same opportunity will be given to me if I am accepted by Macroindo. Along with this cover letter, I am enclosing an investment banking resume that fully and clearly explains my achievements and contributions in the previous company. I am also enclosing a letter of recommendation from the CEO and COO regarding my performance. Thank you for your consideration of my application. If you have any questions about my abilities, please do not hesitate to contact me at the email and phone number provided. I look forward to hearing from you about the Senior Investment Banking Associate opportunity. Sincerely, Steven ParkKey Takeaways Investment banking provides assistance with merger and acquisition decisions, initial public offerings (IPOs), financial advice, financial analysis, and other investment-related decisions. Clients range from large corporations to governments.A good investment banking resume should highlight relevant skills that can be practiced on the job.When writing an investment banking resume, keywords, quantified achievements, and cover letters should not be forgotten. Hopefully, this article on investment banking resumes will help you get a job. If you are a beginner, always make sure there is no misinformation or typos when writing an investment banking analyst resume. Cake provides a bunch of resources about the world of work, opportunities to meet people, resume and cover letter templates, and job openings from companies in Asia. You don't have to pay to join. Just register your email, and you can start networking with people! Join now."Get recruiter-ready in minutes. Our AI resume checker reviews your resume for common pitfalls and suggests targeted improvements.Get Recruiter-Ready
Student Guide
Dec 5th 2022

Jurusan Bisnis Digital: 5 Prospek Kerja, Gaji, dan Kampus [+Info Kuliah]

Daftar Isi: Mengenal Jurusan Bisnis Digital7 Kampus dengan Jurusan Bisnis Digital di Indonesia5 Pilihan Prospek Kerja Jurusan Bisnis Digital Perkembangan zaman dan teknologi membawa kita untuk berpikir secara global dan digital. Perubahan ini juga berpengaruh pada dunia bisnis, dimana kita telah memasuki era bisnis digital (digital business). Bisnis digital adalah bisnis yang memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk meneliti produk, menciptakan produk, dan memasarkan produk. Biasanya pemasaran produk secara digital dilakukan secara online melalui media-media digital. Untuk memperdalam ilmu bisnis digital, kamu dapat memperdalamnya dengan kuliah bisnis digital. Jurusan bisnis digital memang termasuk dalam rumpun ilmu terapan. Pada implementasinya, jurusan digital bisnis akan mengajarkan cara untuk merancang dan menjalankan bisnis secara digital. Secara umum, program studi bisnis digital berdiri untuk menjawab tantangan bisnis di masa depan yang akan didominasi oleh sistem digital. Selain itu, prodi bisnis digital ini juga diharapkan mampu mengasah keterampilan mahasiswa untuk mendapatkan prospek kerja bisnis digital yang baik.Jurusan Bisnis DigitalAlasan Memilih Jurusan Bisnis DigitalApa itu Jurusan Bisnis Digital? Jurusan bisnis digital adalah jurusan yang mempelajari implementasi bisnis dalam dunia digital secara keseluruhan, mulai dari perancangan, kajian terstruktur dan mendalam, untuk merumuskan strategi bisnis yang tepat. Program studi bisnis digital ini akan mempersiapkan kamu untuk berbagai peran pekerjaan dalam bisnis digital, seperti pemasaran digital, transformasi digital, sistem perusahaan, pengembangan aplikasi, analisis bisnis, manajemen umum, kepemimpinan, serta konsultasi. Umumnya, kuliah jurusan bisnis digital tersedia pada program D4 atau S1, dengan gelar sarjana bisnis digital. Kamu dapat menyelesaikan sarjana bisnis digital dalam kurun waktu empat tahun.Mata Kuliah Jurusan Bisnis Digital Pasti kamu masih bertanya-tanya, apa saja sih mata kuliah jurusan bisnis digital? Berikut matkul bisnis digital: Pengantar BisnisPerilaku KonsumenPemasaran InternetStatistikHukum BisnisPengantar ManajemenE-commerce BusinessDatabase BusinessAnalisa Bisnis DigitalStrategi Bisnis Digital dan ImplementasiEtika BisnisEkonomi Digital Pada dasarnya, jurusan bisnis digital hampir sama dengan jurusan bisnis biasa. Hal yang membedakan adalah lebih fokus kepada perkembangan digital dalam aspek bisnis. Jadi prodi digital bisnis bisa jadi pilihan tepat di era yang serba digital seperti sekarang ini.Alasan Memilih Jurusan Bisnis Digital Dapat menciptakan lapangan kerja yang bermanfaat bagi orang lain ketika kamu berhasil membuat bisnis kamu sendiriMenjadi jawaban bagi mereka yang memiliki hobi bisnis dan ingin menambah pengetahuan di bidang teknologiMemiliki kesempatan untuk praktik dalam dunia bisnis secara langsung, juga mendengar pengalaman dari profesional bisnisJurusan yang paling sering dicari oleh perusahaan karena memiliki kemampuan yang mumpuni dalam menangani bisnis secara digitalPerkembangan dunia e-commerce yang semakin cepat, dapat menjadi peluang kerja bisnis digitalKampus dengan Jurusan Bisnis Digital Prodi digital bisnis membantu kamu mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan teknik yang digunakan untuk transformasi digital. Jika kamu tertarik dengan jurusan digital bisnis ini, kamu bisa lihat beberapa pilihan universitas yang ada jurusan bisnis digital, seperti berikut: 1. Universitas Padjadjaran (UNPAD) UNPAD merupakan salah satu kampus yang ada jurusan bisnis digital dan menjadi jurusan bisnis digital yang pertama dibuka di Indonesia. Fakultas bisnis digital ini berada di bawah naungan Ekonomi dan Bisnis. Program studi bisnis digital ini dikembangkan untuk menciptakan talenta berkualitas di bidang marketplace, big data, artificial intelligence (AI), serta perusahaan startup. Para pengajar yang mengajar di prodi ini juga mengundang pengajar dari Fakultas Ilmu Komunikasi dan prodi Teknik Informatika untuk menyelaraskan mata kuliah jurusan bisnis digital. 2. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Sejak 2020, program S1 Bisnis Digital telah resmi dibuka di Universitas Negeri Jakarta. Tujuan diadakannya program studi bisnis digital ini adalah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat memberikan kontribusi untuk stakeholder, serta menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang bisnis digital. Lulusan bisnis digital akan memiliki karir sebagai Digital Business Analyst, Financial Technology Analyst, Business Intelligence Analyst, Human-centered Designer, dan Digital Entrepreneur. 3. Universitas Prasetiya Mulya Prodi bisnis digital yang didirikan oleh Universitas Prasetiya Mulya adalah Digital Business Technology (Software Engineering) yang fokus pada pengembangan solusi bisnis berbasis teknologi digital. Kurikulum dan mata kuliah jurusan bisnis digital ini dikembangkan bersama dengan industri seperti Alibaba, AWS Academy, dan juga Startup Incubator. Selain itu juga bekerjasama dengan Oracle dan Microsoft untuk membangun laboratorium perangkat lunak yang modern. 4. Binus University Binus merupakan salah satu universitas swasta yang ada jurusan bisnis digital. Program studi yang ditawarkan adalah Business Creation atau Penciptaan Bisnis yang dirancang khusus untuk membentuk wirausaha yang kreatif dan inovatif. Sebagian besar matkul bisnis digital yang diajarkan juga disampaikan oleh pengusaha dan pemilik modal yang sudah berpengalaman, jadi bisa memberikan pandangan dari segi profesionalisme. 5. Universitas Bunda Mulia (UBM) Program studi bisnis digital di UBM berdiri pada 2018 dan merupakan bentuk kepedulian kampus terhadap perekonomian industri era baru. Jurusan digital bisnis ini fokus terhadap Digital Technology Management, Digital Retail Management, dan Digital Content. Secara umum jurusan ini akan menciptakan nilai baru dalam model bisnis, user experience, strategi bisnis, problem-solving, serta menerapkan bagaimana bisnis dapat dikomunikasikan kepada konsumen sesuai kebutuhan bisnis dan kebutuhan pasar. 6. Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Kampus dengan jurusan bisnis digital ini akan membantu mahasiswa menguasai keahlian transformasi digital. Jurusan digital bisnis ini mengutamakan sisi pengelolaan bisnis secara digital daripada menguasai aplikasi digital. Selain belajar matkul bisnis digital, jurusan ini juga memberikan kesempatan magang untuk meningkatkan kompetensi dan melatih profesionalisme. 7. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Pada tahun 2019, ITS menjadi universitas negeri yang ada jurusan bisnis digital, dalam menjawab berbagai perubahan yang disebabkan kemajuan teknologi dan informasi, terutama dalam bidang bisnis. Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital ini mempersiapkan sumber daya unggul yang kreatif, inovatif dan adaptif dengan kemampuan design thinking dan manajerial.5 Peluang Kerja Jurusan Bisnis Digital Setelah menjadi lulusan bisnis digital, tentunya bukan masalah besar dalam menemukan pekerjaan. Karena dengan bekal kuliah bisnis digital, kamu memiliki kemampuan dan pengetahuan yang dapat meningkatkan rasa percaya diri untuk menjalani karier profesional. Prospek kerja jurusan bisnis digital terbilang cukup menjanjikan, karena perkembangan dunia bisnis saat ini sudah terintegrasi dengan digitalisasi sehingga mengubah pola bisnis secara signifikan. Banyak perusahaan yang baru berdiri dengan konsep bisnis digital. Bahkan perusahaan yang sudah lama berdiri pun membutuhkan adaptasi untuk bisa bertahan di dunia digital. Berikut ini adalah peluang kerja jurusan bisnis digital yang bisa jadi referensi kamu: 1. Analis Bisnis Digital (Digital Business Analyst) 💼Job Desk: seorang analis akan mengevaluasi trafik website perusahaan dan menggunakan keahlian analisa mereka untuk memberikan rekomendasi untuk mendorong pertumbuhan perusahaan. 💻Skill yang dibutuhkan: kemampuan analisis, memecahkan masalah, dan memberikan solusi secara terperinci. Bukan hanya menganalisa bisnis, seorang analis bisnis digital juga harus memiliki keterampilan komunikasi yang baik. 💰Kisaran gaji Digital Business Analyst: sekitar Rp 4.800.000 per bulan. Jika memiliki pengalaman 2-5 tahun kerja, kisaran gaji Rp 10.500.000 per bulan. 2. Ahli Strategi Teknologi (Tech Strategist) 💼Job Desk: tanggung jawab yang dimiliki ahli strategi teknologi adalah mengelola struktur teknologi perusahaan. 💻Skill yang dibutuhkan: membuat strategi untuk mengembangkan dan menerapkan inisiatif untuk meningkatkan operasional perusahaan. Selain itu, diperlukan juga kemampuan komunikasi yang baik, karena harus berkolaborasi dengan tim manajemen. 💰Kisaran gaji Tech Strategist: Rp 3.000.000 - Rp 7.000.000 per bulan. 3. Manajer Pengembangan Bisnis Internasional (International Business Development Manager) 💼Job Desk: pekerjaan ini memiliki tujuan untuk mengembangkan bisnis ke pasar internasional. Dimulai dari mempertahankan dan membangun hubungan klien jangka panjang hingga membuat bisnis baru. 💻Skill yang dibutuhkan: pengetahuan bisnis terkini dan keterampilan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan perusahaan di tingkat internasional. Jabatan seorang manajer juga harus memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik. 💰Kisaran gaji untuk International Business Development Manager: Rp 9.000.000/bulan. 4. Manajer E-commerce (E-commerce Manager) 💼Job Desk: seorang manajer e-commerce memegang peran besar dalam website perusahaan. Dari segi teknik pemasaran, konten, hingga periklanan. Bertanggung jawab mengembangkan dan melaksanakan rencana pemasaran digital dalam kurun waktu yang jelas. 💻Skill yang dibutuhkan: manajemen bisnis, strategi digital, dan juga keterampilan komunikasi. 💰Kisaran gaji Manajer E-commerce: Rp 6.000.000 - Rp 8.000.000 per bulan. 5. Pemasaran Digital (Digital Marketing) 💼Job Desk: pekerjaan sebagai digital marketing dituntut untuk memiliki pengetahuan up-to-date mengenai perkembangan dunia digital, karena bertanggung jawab meningkatkan pemasaran menggunakan media digital. 💻Skill yang dibutuhkan: kemampuan analisa, membuat strategi pemasaran, dan juga komunikasi. 💰Kisaran gaji Digital Marketing: Rp 5.000.000 - Rp 7.000.000 per bulan. Ternyata bisnis digital merupakan jurusan yang cukup menarik dan bisa dipertimbangkan, bukan? Meskipun masih terbilang baru, jurusan bisnis digital memiliki berbagai peluang kerja bisnis digital cukup menjanjikan. Jika kamu berminat memiliki karir di dunia bisnis digital ini, kamu bisa ambil kuliah jurusan bisnis digital dan bekerja di bidang ini.Buat CV menarik untuk mulai karir di digital business dengan membuat CV menarik. Cake menyediakan berbagai template menarik untuk berbagai profesi dan 100% gratis!🎉 Buat CV--- Ditulis OlehRachel Vanadya ---
Resume & CV
Mar 9th 2022

How to Write a Healthcare Resume [with Tips and Examples]

Created by CakeIn this article, you will learn about:What format is the best for a healthcareresume?What should you include in a healthcareresume?5 tips on how to write a resume for healthcare jobsWhat template is the most successful one for a healthcareresume?Healthcare resume sampleFrom administrative clerks to clinical to supports, there are various types of positions to enter within the healthcare industry. A healthcare professional responsible for some of the following tasks: Maintaining and updating patient documentation to ensure accuracyProviding accessible resources and treatments for patients to reach an optimal lifestylePreparing patients for procedures/appointments As you look to apply for your next healthcare or medical position, you will want to create a professional healthcare resume, healthcare CV, or medical field resume for the medical facility you are looking to join. With this guide, you will be able to successfully develop various healthcare resumes for different positions, such as: healthcare administration resumemedical receptionist resumehome health aide resumemedical front desk resumehealth information management resumemedical billing specialist resumepatient care assistant resumeWhat format is the best for a healthcareresume?3 types of resume formats:As a healthcare professional, you will want to display your strong organization skills in your healthcare resume by choosing one of the three common resume formats:Chronological resume formatPros: preferred by most healthcare employersCons: not suitable for people who have career gaps or are switching careersFunctional resume formatPros: focuses on skills and knowledgeCons: not expected by most employersCombinational resume formatPros: showcases both skills and work experienceCons: can make your resume lengthy and repetitiveWhich format should a healthcare resume be sent in? PDF format (recommended)Pros: user-friendly and accessible across many devices.Cons: file is larger and may not be compatible with older ATS.Word formatPros: compatible with most ATS.Cons: formatting can easily be changed or lost.How to prepare a healthcare resume with no experience Advice 1: Use the skills-based (functional) resume format.For an entry-level healthcare resume, you will want to emphasize your strong healthcare knowledge and related attributes to make up for your lack of experience.Advice 2: Include a career objective statement.Utilize an objective statement to your advantage by generating one that aligns well with the medical facility. Leave a positive impression on the health employer with the first few lines of your healthcare resume.Advice 3: Focus on your educational background.For instance, if you are writing an entry-level healthcare administration resume, you will want to emphasize your degree in healthcare management. What should you include in a healthcareresume?1. Resume Profile (Personal Information) For whichever type of healthcare resume you create, you will need to include the basic contact information, such as your full name, email address, phone number, and current address. 2. Healthcare Resume Headline The headline of your healthcare resume is one of the first areas the healthcare employer will check to learn who you are. Healthcare Resume Headline Example: Resourceful Health Professional Specializing in Providing Exceptional Healthcare Management 3. Healthcare Resume Summary The summary of your healthcare resume provides the healthcare employer with a more in-depth idea of your core abilities and past achievements. Healthcare Resume Summary Example: Healthcare administrator with 3 years of experience working with health policies, budgeting, finance paperwork, and patient records. Proficient with planning and maintaining an optimal medical environment that meets HIPAA regulations. 4. Healthcare Resume Objective An objective for a healthcare resume is an alternative option more suitable for people writing an entry-level healthcare resume. Healthcare Resume Objective Example: Driven healthcare graduate experienced in patient assessment, nursing care, and medical records management. Seeking to join Willow Clinics as a healthcare assistant to support a comfortable environment for patients. 5. Healthcare Resume Skills The skills section of your healthcare resume shows what you are knowledgeable in and the attributes that help you perform well in the role. Healthcare Resume Skill Examples: CommunicationElectronic Health Record System (EHR)Composure 6. Healthcare Resume Work Experience The experience section for your healthcare resume tells the story of your past accomplishments throughout healthcare-related experience, such as volunteering, internships, full time jobs, etc. Healthcare Resume Work Experience Example: Health Administrative Intern OCHIN, Washington, D.C.Jul 2018 – Jul 2019Managed and maintained detailed work schedules for a team of 20 employees.Reviewed and corrected any patient record updates, financial records, and employee work schedules to ensure that the hospital has up-to-date information.Collaborated with the hospital director and the quality check team to discover new approaches and strategies to provide the best patient service. 7. Healthcare Resume Education The education section of your healthcare resume is another place you can highlight as it shows that you are fully trained for the job. Healthcare Resume Education Example: B.S. in Health Care Management PolicyGeorgetown University 2014 - 2018The Health Care Management Policy Honors ProgramGPA: 3.94 8. Additional Information to Include in Your Healthcare Resume Display your certifications, awards, licenses, or even hobbies and interests, if they demonstrates traits and skills suitable for the role, in your healthcare resume. Examples of Additional Information in a Healthcare Resume: Certifications:Certified Healthcare Administrative Professional (cHAP)Certified Professional in Healthcare Information and Management Systems (CPHIMS)Certified Healthcare Financial Professional (CFHP) 5 tips on how to write a resume for healthcare jobs✏️ 1.Tailor your healthcare resume to the job. Just like how each patient's documentation is different, each healthcare resume you create should be suitable for the specific healthcare job you are applying for. For instance, in a medical coding resume, you will want to emphasize your knowledge in healthcare common procedure coding system (HCPCS) codes; in a healthcare data analyst resume, you will want to highlight your proficiency with medical datasets; and in a healthcare customer service representative resume, you will want to feature your effective patient communication ability. ✏️ 2.Make your medical professional resume concise. The recruiter only have a few seconds for a resume, so whether you are creating a medical office manager resume, a healthcare consultant resume, or a health administration resume, you will need to carefully include the most important and relevent information. ✏️ 3.Refer to online healthcare resume samples or examples. Referring to healthcare resume examples allows you to learn from others and know what is usually expected in a healthcare resume. ✏️ 4.Keep the formatting of your healthcare resume consistent. From the text font of your healthcare resume to the overall style of it, you will want to make sure that your healthcare resume is organized neatly and easy to view. ✏️ 5.Write a healthcare cover letter to pair with your healthcare resume. Producing an application letter for a health worker job gives the healthcare employer the impression that you are putting in all your efforts for the position. What template is the most successful one for a healthcareresume?💭 Should Iuse a resume template?Yes, because: I want to have a clear outline of what to include in my healthcare resumeNo, because: I have a unique background that does not work well with a healthcare resume template💭 What is the best healthcare resume template?If you are inexperienced, look for a functional (skills-based) resume format. If you are experienced, look for a chronological resume format.💭 Where can I findfree healthcare resume templates?Cake: build one of a kind healthcare resume with easy-to-use tools.Microsoft Word or Google Docs: create your healthcare resume by adjusting pre-made templates.With Cake, you can easily create a healthcareresume online, free download your resume’s PDF formats, and utilize ATS-compliant templates to create a resume. Land your dream job, create your healthcareresume online (free download) now!Create Resume Healthcareresume sample Noelle Newt Resourceful Health Professional Specializing in Providing Exceptional Healthcare Management Washington, DC 20057(525)-777-2575[email protected] Summary Healthcare administrator with 3 years of experience working with health policies, schedules, finances, and patient records. Proficient with planning and maintaining an optimal medical environment that meets HIPAA regulations. Work Experience Healthcare Administrator Key HospitalAug 2019 - Dec 2021 Enhanced current billing methods and techniques, which helped increase speed and reduce expenses by 18%.Assissted patients in the waiting area by answering general health questions, billing inquiries, and other concerns with suitable solutions.Researched and interpreted data from electronic health records (EHR), costings, etc. to plan out ways to reach higher patient satisfaction and ensure comfort. Health Administrative Intern OCHINJul 2018 - Jul 2019 Managed and maintained detailed work schedules for a team of 20 employees.Reviewed and corrected any patient record updates, financial records, and employee work schedules to ensure that the hospital has up-to-date information.Collaborated with the hospital director and the quality check team to discover new approaches and strategies to provide the best patient service. SkillsHard Skills:HIPAAMedical RecordsTreatment PlanningHealthcare AssessmentRegulatory CompliancePatient CareFinancial ManagementBudgetingData AnalysisDatabase ManagementSoft Skills:CommunicationEmpathyAdaptableCritical ThinkingCollaborativeTime ManagementProblem SolvingInterpersonalEthicalDetail Oriented CertificationCertificate in Health Policy EducationB.S. in Health Care Management PolicyGeorgetown University 2014 - 2018 Within the Health Care Management Policy Honors ProgramGPA: 3.94 --- Originally written by Jessica Sun ---
Resume & CV
Jul 15th 2022

Resume Keywords Unleashed: 600+ Examples & Tips to Maximize Their Impact

Created by CakeWriting strong keywords in your resume shows that you are well-organized and understand what qualities the companies are looking for. Therefore, it is important to write resume keywords to catch your employers’ attention.Job keywords also help you in boosting job applications if you use the correct applicant tracking system keywords. Since the ATS system catches phrases and finds out whether it matches the job description, including ATS keywords would definitely be very helpful. Table of Contents:Definition Benefits of Resume KeywordsHow to Pick the Best Keywords for Your Resume600+ Strong Resume Keywords List for Different JobsTips on How to Effectively Use Resume Keywords in a Resume Definition Benefits of Resume KeywordsWhen companies open up positions, there would likely be hundreds or thousands of applicantions from everywhere. Therefore, good resume keywords would make you be seen by hiring managers. Especially when there are a lot of candidates, companies would rely on a system called Applicant Tracking Software (ATS). This software would scan resumes and look for resume keywords. Some ATS systems could even use job descriptions as a base. They would find out whether this resume matches the job description and filter those that don’t match automatically. Moreover, this practice is widely used these days among recruiters. That being said,resume keywords are vital! After passing the ATS system, your resume would be screened by the potential employers thoroughly. However, since there might still be a lot of CVs to look at, putting the right resume keywords is still a plus! Recruiters could see that you took your time to understand who they are looking for and would also get to know your strength much easier.How to Pick the Best Keywords for Your ResumeAfter understanding how important resume keywords are, now consider the steps for adopting resume keywords. The following are three steps you should apply when searching for resume keywords: Step 1: Search for suitable keywords from the job description Let’s take product manager as an example. If you were to apply for the position of product manager, first remember to read through the job description to find some job posting keywords to put in your resume. Take a look at this product manager keywords found on a job description:Understand and execute the product creation process according to timelinesAnalyze the performance of new productsCooperate well and able to support other teams to maintain trustful relationships Then try and analyze what are the qualifications that the recruiter is looking for. From the example, you could imply that the company is looking for someone with the capability to organize the schedule of the whole product. And another quality they’re looking for is those that fit well in diverse teams. Hence, analyze the resume keywords that are related to these skills and characteristics, and write them down! You could also search for the same position that other companies opened, and see what kind of personalities or skills other companies are searching for. You could consider including the keywords from job descriptions in your resume. What you could do next is to look through the companies’ websites. Usually, you could find out whether these companies are energetic, traditional, or even modern throughout their websites. Then you could fill in relevant personalities and skills as your resume keyword into your resume. Step 2: Categorize the keywords into different types Once you’ve analyzed your job description and written down your resume keywords, remember to categorize them into different types. Resume keywords could be divided into action verbs, hard skills, and soft skills: Action verbs: One of the most useful resume keywords is action verbs. They are considered as powerful words. They could emphasize your strength and present your ability well. Action verbs could demonstrate the skills you’ve obtained and make you impress your employer in advance.Hard skills: Resume keywords should include hard skills. These are the keywords to put in the resume that could prove your abilities in the following field. Hence, put in job-related keywords to show that you’re capable of doing this job.Soft skills: As mentioned above, you could also look at what style the company you’re applying for inquires. If the company values teamwork, make sure to put related personalities or soft skills onto your resume. Take a look at some of these resume keywords examples:Action verbs: accomplished, managed, initiated, supervisedHard skills: SQL, Javascript, Python, C++Soft skills: self-organized, disciplined, time management Step 3: Divide the keywords into suitable resume sections The final step is to divide the following resume keywords into different sections. This is the most tricky part but also the most vital section. Resume Summary Section In your resume summary, you could include more action verbs as the main resume keywords for this section. Since this part would be crafted as a paragraph, using action verbs as your resume keywords could highlight the crucial part of a sentence. Resume Work Experience Section Normally, the work experience section is written in bullet points and short sentences. Hence, utilize action verbs as resume keywords are recommended. Since you would probably want to enhance the importance of your experience, using action verbs is one of the best ways to do so. Resume Education Section Employers usually want to know what you’ve learned throughout your education journey. Unlike work experience section, education section is usually not that important and does not need to be too detailed. Thus, you could add only short resume keywords like hard skills. Resume Skills Section This section is somehow a summary of what you have acquired in your past experiences, so you can include hard skills and soft skills as resume keywords for the skills section. 600+ Strong Resume Keywords List for Different JobsLists of resume keywords that are relevant to each industry/job: Accounting Resume KeywordsAdministrative Assistant Resume KeywordsBusiness Resume KeywordsCulture, Art Design Resume KeywordsEducation Teacher Resume KeywordsEngineering Resume KeywordsFinance Resume KeywordsHealthcare Nursing Resume KeywordsIT Data Analyst Resume KeywordsCustomer Service Resume KeywordsMarketing Resume KeywordsManagement KeywordsProject Management KeywordsRecruitment HR Resume KeywordsService Hospitality Resume KeywordsSocial Work Resume Keywords Accounting Resume Keywords Spreadsheet, accounts payable, accounts, receivable, banking, assets, corporate tax, cost accounting, credit analysis, debt financing, deposit, loan, branch operations, audit, return on equity, securities, risk management, return on investment, revenue, capital, E-trade, job costing, operating budgets Administrative Assistant Resume Keywords Managing, controlling expenses, dependability, creating complex macros, adaptability, Microsoft, prioritizing tasks, taking initiative, teamwork, organized, time management, confidentiality, proofreading documents Business Resume Keywords Workflow management, campaigns, brand messaging, sales development, target audience, email marketing, analytics, critical thinking, adaptability, decision making Culture, Art Design Resume Keywords Adobe, Photoshop, Illustrator, CSS, web design, art, bibliography, color, Pinterest, sketch, InDesign, portfolio, preservation, creative, gallery, Final Cut Pro X, Premiere, print, packaging, ideation, Behance, typography Education Teacher Resume Keywords Mentor, student services, tutoring, education, administration, classroom, peer counseling, discipline, field instruction, technology, course, curriculum, coach, teaching, training, literacy, mathematics, program development Engineering Resume Keywords Regulatory compliance, tender documentation, RD, charge order, computer-aided, development cycle, 3D modeling, experimental design, field performance, analysis, project planning, qualitative analysis, industrial engineering, environmental testing Finance Resume Keywords Financial planning, foreign exchange, global banking, credit analysis, commercial banking, profits, investor relations, letters of credit, leveraged buyout, stock, trade, trust, FILO, operating budgets, shareholders Healthcare Nursing Resume Keywords Treatment, casework, assisted living, acute care, chronic care, managed care, substance abuse, psychology, social services, behavior management, multi-hospital, emergency, clinic, public health, vocational placement IT Data Analyst Resume Keywords IaaS, information systems, java, javascript, NoSQL, SQL, operating system, cellular, benchmarking, capacity, AI, engineering, real-time, WAN, SaaS, server, systems acquisition, wireless, implementation, local area network Customer Service Resume Keywords Communication, critical thinking, positive attitude, problem-solving, complaint resolution, Jira service desk, salesforce, Microsoft, Product knowledge, ERP, Freshdesk, service-based selling, decision making Marketing Resume Keywords B2B, B2C, brand management, profit growth, promotions, revenue stream, wholesale, trend analysis, transportation, target market, margin, market share, customer loyalty, competitive analysis, account management Management Keywords Operation management, administration, supply chain, business analysis, profit and loss, inventory tracking, logistics, market positioning, regulatory report, proposal writing, asset management, budgeting, human resources Project Management Keywords Data analysis, communication, problem-solving, time management, executive, organized, risk management, analytical, project coordination, strategic thinkings, interpersonal skills, prioritizing, organizational skills Recruitment HR Resume Keywords Applicants screening, labor contract, negotiation skills, team building, workforce, assessment, candidates, career, competency, performance incentives, union relations, professional recruitment, salary Service Hospitality Resume Keywords Health, safety, catering, hospitality management, maintenance, inventory planning, HACCP, housekeeping, club management, customer service, event coordination, food sanitation, guest service, concierge Social Work Resume Keywords Mental health, case management, abuse, child welfare, adoption, nonprofit organization, community outreach, social work, ANSA, action plan, crisis interventionCake provides the best resume builder free professional resume templates to help you create the perfect resume for your job hunt. Take your career journeyto the next level - create your resume online (free download) now!Create Resume Tips on How to Effectively Use Resume Keywords in a ResumeIf you still encounter difficulties in choosing where to put your resume keywords, below are some useful tips on how to put keywords for resume writingto make it shine. 💡 Always refer to the job description for the correct keywords to use. Before start crafting your resume, be sure to look through your job description for keywords. It is where your employers give you hints about the employees they are looking for. Find out the important part and write them down as your resume keywords. 💡 Use an ATS-friendly resume format. As aforementioned, the ATS system is what hiring managers use a lot when filtering candidates. Accordingly, using ATS keywords to write an ATS-friendly resume is very vital. To make sure that there are relevant keywords for resume scanners, use as many relevant resume keywords as possible. Check out this resume checker site that will help you beat the ATS system. 💡 Use the correct job title the company is looking for. Making sure that you are applying for jobs that match your skills and expertise is important. Hence, your resume keywords should highly match the job title companies had asked for. Changing your previous job title to match the resume keywords is okay, just make sure that it is still relevant. 💡 Look through the company’s website. A website of the company could somehow show the culture within that company. You could look through the company’s website to figure out what skills or traits you should have to stand out or attract the hiring manager’s eyes. By doing so, you could come up with some keywords that match. 💡 Search for job descriptions of the same title from other companies. Sometimes when you compare similar job descriptions, you may discover whether or not you have missed any resume keywords. Thus, try to search for the same job opened by different companies to ensure you have added all the important keywords. Another way is to seek for job description keyword generator or resume keywords generator to craft up the best resume keywords. 🔑 Key Takeaways: Resume keywords are important in every way. Recruiters not only look for CV keywords but also utilize the ATS system to filter out applicants.Keywords for job application could show your hiring managers how well you understand this job and how many skills you’ve accumulated in the past. Therefore, resume keywords are an essential part and should not be neglected. --- Originally written byEliana Tschang---
Student Guide
Jan 13th 2026

15 Prospek Kerja Manajemen Bisnis yang Menjanjikan [+Gaji]

Mahasiswa akhir yang sebentar lagi harus berjibaku mendapatkan pekerjaan pasti pernah sesekali mengajukan pertanyaan semacam ‘lulusan manajemen bisnis bisa kerja di mana?’, ‘Seperti apa peluang kerja manajemen bisnis?’. Satu-satunya cara untuk memprediksi masa depan manajemen bisnis adalah dengan melihat data yang ada. Prospek kerja manajemen bisnis masuk dalam kategori tumbuh lebih cepat dari rata-rata dibanding bidang industri lain. Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS memproyeksikan ada 1,1 juta pekerjaan manajemen bisnis yang dibuka setiap tahun, sepanjang tahun 2022 hingga 2032. Data yang dirilis tersebut juga bisa dipakai untuk merekam tren yang sama di negara-negara lain, termasuk Indonesia. Pertumbuhan lapangan kerja dan banyaknya pekerja yang mulai pensiun (atau resign) membuat kebutuhan atas lulusan manajemen bisnis terbuka lebar. Untuk kamu yang bertanya-tanya manajemen bisnis kerja apa, artikel Cake ini cocok untuk menjadi pegangan. Simak 15 prospek manajemen bisnis bersama prediksi gaji dan skill yang dibutuhkan!Daftar isi: Apa itu Jurusan Manajemen Bisnis? Kenapa Harus Memilih Jurusan Manajemen Bisnis? 15 Prospek Kerja Manajemen Bisnis Apa itu Jurusan Manajemen Bisnis? Jurusan manajemen bisnis mudah ditemui di universitas-universitas Indonesia, baik negeri maupun swasta. Sekilas, kehadiran banyak jurusan manajemen bisnis artinya kesempatan untuk diterima sebagai mahasiswa semakin besar. Di sisi lain, ini juga berarti persaingan dengan sesama lulusan semakin ketat. Para mahasiswa manajemen bisnis dipersiapkan untuk mengisi posisi level manajerial di perusahaan dan korporasi. Jurusan ini memberikan ilmu yang komprehensif terkait cara menetapkan tujuan sebuah perusahaan, mengawasi proses bisnis, melacak kemajuan, dan mengelola karyawan. Istilah manajemen bisnis kerap kali dipertukarkan dengan administrasi bisnis. Keduanya memang sama-sama membahas tentang operasional sebuah perusahaan, meski administrasi bisnis lebih menekankan pada hal-hal teknikal. Sementara itu, manajemen bisnis lebih fokus pada pengorganisasian sumber daya manusia. Manajer bisnis dituntut mampu membuat strategi untuk membuat produktivitas para karyawan naik, memastikan kondisi keuangan perusahaan tidak ada kendala, dan kebutuhan sumber daya terpenuhi. Lalu, S1 manajemen bisnis belajar apa? Prodi manajemen bisnis memiliki kebijakan sendiri dalam menentukan mata kuliah apa yang akan diajarkan, tapi berikut gambaran pembelajaran umum yang biasa ditawarkan: Ilmu AkuntansiIlmu BisnisEkonomi makroManajemenMatematika bisnisPerekonomian IndonesiaEtika bisnisHukum bisnisKomunikasi bisnis Manajemen keuanganManajemen operasiManajemen pemasaranManajemen sumber daya manusiaStatistika manajemenManajemen UKM dan koperasiEkonomi manajerialPemasaran digital Memasuki semester 5, mahasiswa akan diminta untuk memilih peminatan sebagai modal mencari pekerjaan jurusan manajemen bisnis. Jenis peminatan yang tersedia antara lain: Peminatan manajemen keuanganPeminatan manajemen pemasaranPeminatan manajemen SDMPeminatan manajemen produksiPeminatan manajemen distribusi Kenapa Harus Memilih Jurusan Manajemen Bisnis 1. Fleksibilitas Karier ‘Jadi, lulusan manajemen bisnis kerja apa?’ adalah pertanyaan yang menarik. Pasalnya, alumni jurusan ini sangat versatile alias serbaguna. Tidak ada pembatasan industri khusus untuk manajemen bisnis karena fokus utamanya adalah pengembangan organisasi. Data dari Forbes ini menjadi bukti betapa fleksibel karier yang tersedia. Salah satu karier di bidang manajemen bisnis dengan gaji tergolong tinggi adalah Financial Manager dengan gaji tahunan $139,790. Kemudian di bawahnya ada Compensation and Benefits Manager (131,280 per tahun) dan Sales Manager ($130.600 per tahun). Informasi yang diambil dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS tersebut menunjukan: kebutuhan manajemen bisnis merambah ke berbagai industri, dari bidang keuangan, kesehatan, hingga bidang penjualan. 2. Gaji Manajemen Bisnis Pertimbangan penentuan gaji didasarkan pada banyak faktor: pengalaman, latar belakang, kemampuan, keahlian yang dikuasai, kontribusi, dan lain-lain. Untuk gaji manajemen bisnis, Universitas Bina Nusantara (Binus) menyebut rentang angkanya antara Rp4 juta hingga Rp50 juta per bulan. Namun penelusuran Cake menemukan standar minimal gaji manajemen bisnis bisa lebih tinggi dari itu. PT Gudang Garam misalnya, mampu menawarkan opsi gaji antara Rp7 hingga Rp15 juta per bulan, dengan syarat pengalaman minimal satu tahun (ini masih termasuk entry-level). 3. Prospek Masa Depan Pada paragraf awal artikel, sudah disebutkan bahwa kebutuhan bisnis manajerial akan semakin naik setidaknya hingga tahun 2032 mendatang. Unsur yang berubah kemungkinan adalah pemakaian tools. Seorang manajer bisnis akan banyak berhubungan dengan data online dan offline, penggunaan mesin artificial intelligence makin naik, dan kebutuhan untuk menguasai analisis data menjadi kian mendesak. 4. Pengembangan Diri dan Jenjang Karier Perusahaan mengarahkan seorang manajer bisnis untuk bisa mengisi posisi pemimpin perusahaan di masa depan. Itulah kenapa salah satu keahlian utama yang wajib dimiliki mahasiswa manajemen bisnis adalah leadership. Untuk mewujudkan sosok pemimpin yang kompeten, perusahaan sadar betul karyawan yang mendapat tanggung jawab ini perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan diri. Artinya memberikan kebebasan untuk karyawan mengikuti pelatihan, konferensi, pertemuan antar perusahaan, dan lain-lain. Pengembangan diri tersebut jadi salah satu batu loncatan untuk membuka karier ke jenjang yang lebih tinggi. Jika kamu adalah tipe orang yang haus akan pembelajaran baru dan praktiknya, karier di bidang ini sangat cocok untuk dirimu! 15 Prospek Karir Jurusan Manajemen Bisnis Jika kamu masih belum memiliki gambaran jurusan manajemen bisnis kerja apa, prospek-prospek karier di bawah ini pasti akan semakin membulatkan tekadmu untuk menekuni bidang ini: 1. Business DevelopmentJob Desk: Tanggung jawab seorang business development adalah menyusun rencana, mengimplementasikan, dan mengevaluasi strategi ekspansi bisnis, menerapkan strategi penjualan, menjalin kemitraan strategis yang tujuan akhirnya adalah peningkatan profit. Sebagai garda depan dari nasib kemajuan perusahaan, kebijakan yang diambil tim business development berpengaruh pada semua departemen mulai dari keuangan, pemasaran, pengebangan produk, hingga HRD.Spesifikasi/Skill yang Dibutuhkan: Kemampuan komunikasi, kemampuan negosiasi, kemampuan analisis dan riset, kemampuan memimpin, kemampuan menyelesaikan masalah, kemampuan berpikir cepat, kemampuan untuk menjaga etika dan kerahasiaan dengan standar tinggi.Kisaran Gaji: Rp 15.000.000 - Rp 40.000.000 per bulan. 📚 Baca juga:Ingin Jadi Business Development? Ketahui Tugas, Skill Sampai Gajinya! 2. Business Analyst Job Desk: Analis bisnis bertanggung jawab mengejawantahkan data mentah ke dalam penjelasan yang runut. Hasil analisis tersebut dapat berupa perubahan perilaku konsumen atau pergeseran kebutuhan produk atau layanan. Data tersebut digunakan oleh tim manajemen dan analis bisnis untuk meningkatkan penyediaan produk atau layanan.Spesifikasi/Skill yang Dibutuhkan: Kemampuan berkomunikasi secara lisan dan tertulis, berpikir analitis, berpikir sistematis dan detail, memiliki kemampuan organisasional, memahami penggunaan teknologi terutama tools riset, dan memahami struktur bisnis.Kisaran Gaji: Rp 6.500.000 - Rp 9.500.000 per bulan.📚 Baca juga:Apa itu Business Analyst? Ini Tugas, Gaji, Skillnya! 3. Business ConsultantJob Desk: Konsultan bisnis membantu pengembangan perusahaan dengan menyediakan analisis bisnis yang efektif, memberikan solusi bisnis, serta mengawasi arah perusahaan atau organisasi agar tetap dalam agenda target yang telah ditentukan. Pada satu titik, konsultan bisnis juga akan mencari kelemahan perusahaan agar bisa segera ditindaklanjuti untuk perbaikan.Spesifikasi/Skill yang Dibutuhkan: Kemampuan komunikasi, kemampuan interpersonal, kemampuan memimpin, kemampuan analitis dan kritis, penguasaan atas commercial awareness.Kisaran Gaji: Rp 4.750.000 - Rp 7.750.000 per bulan. 4. Management TraineeJob Desk: Manajer yang bekerja di bidang management trainee bertanggung jawab untuk menemukan kandidat yang tepat untuk posisi manajerial. Manajer akan menguji kompetensi, memberikan arahan, melakukan penilaian, dan menyeleksi kandidat yang paling sesuai dengan standar perusahaan.Spesifikasi/Skill yang Dibutuhkan: Kemampuan memimpin, kemampuan menganalisis, keahlian observasi, memiliki sertifikasi mengajar talent, mampu berkomunikasi dengan baik.Kisaran Gaji: Rp 9.300.000 per bulan. Ingin jadi management trainee? Yuk, gabung program management trainee dan dapatkan peluang pelatihan dan pengembangan karier yang berlimpah!🎉Daftar Sekarang 5. Project ManagerJob Desk: Sebagai pucuk kepemimpinan, tugas project manager di sini adalah sebagai pelaksana dengan tanggung jawab menyusun perencanaan, melakukan eksekusi, mengawasi, mengendalikan, menutup, dan mengevaluasi sebuah proyek.Spesifikasi/Skill yang Dibutuhkan: Memiliki jiwa kepemimpinan, mampu berpikir cepat dalam situasi darurat, dapat berkomunikasi dengan baik dengan semua pihak, menguasai manajemen konflik-risiko-waktu, dapat melakukan negosiasi.Kisaran Gaji: Rp9.500.00 - Rp12.500.000 per bulan. 6. Sales ExecutiveJob Desk: Sebagai penanggung jawab strategi penjualan, sales executive memiliki job desc melakukan negosiasi dengan klien tingkat tinggi, membuat perencanaan bisnis, terlibat dalam pengambilan keputusan terkait dengan penjualan serta pengembangan bisnis, menganalisis calon pelanggan potensial, dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan.Spesifikasi/Skill yang Dibutuhkan: Mampu melakukan negosiasi dengan baik, menguasai bahasa Inggris lisan dan tulisan, memiliki kemampuan berkomunikasi dan interpersonal, jeli dan waspada, berpikir kritis dan analitis.Kisaran Gaji: Rp4.000.000 - Rp6.500.000 per bulan. 7. Marketing ExecutiveJob Desk: Eksekutif pemasaran berkontribusi dalam pembuatan konten SEO, melakukan komunikasi dengan calon klien, menyusun target audiences yang didasarkan pada riset dan analisis, serta menyusun strategi pemasaran yang diperlukan.Spesifikasi/Skill yang Dibutuhkan: Menguasai SEO, bisa menulis dengan baik, memiliki keahlian copywriting, mampu melakukan analisis dan riset pasar.Kisaran Gaji: Rp4.750.00 - Rp6.630.000 per bulan. 8. Risk ManagerJob Desk: Manajer risiko mengidentifikasi, mengevaluasi, mengurangi, dan mengendalikan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di masa depan. Kemungkinan tersebut bisa negatif maupun positif, dan berpengaruh pada perusahaan. Risk manager bisa bekerja sebagai bagian internal perusahaan atau eksternal.Spesifikasi/Skill yang Dibutuhkan: Berpikir sistematis untuk melihat berbagai macam potensi masa depan, teliti, analitis, kritis, terbiasa dengan problem-solving, memiliki kemampuan untuk mengendalikan sekitar, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik.Kisaran Gaji: Rp20.000.000 - Rp50.000.000 per bulan. 9. Supply Chain ManagerJob Desk: Bertanggung jawab untuk mengatur rantai pasokan dalam perusahaan. Supply chain manager yang menentukan supplier, produsen, gudang, dan distributor yang menjalin kerja sama dengan perusahaan.Spesifikasi/Skill yang Dibutuhkan: Kemampuan decision-making, kepemimpinan, manajemen rantai pasokan, negosiasi, menguasai komunikasi yang efektif dan efisien, teliti dan waspada.Kisaran Gaji: Rp5.000.000 - Rp20.000.000 per bulan. 10. Management ConsultantJob Desk: Bertanggung jawab dalam mengatur dan melaksanakan proyek sesuai dengan permintaan dan kebutuhan klien, menjalin komunikasi yang intensif dengan semua pihak, mengumpulkan dan menganalisis bisnis klien, melakukan interpretasi data, menyusun rekomendasi kepada klien, terlibat dalam pengembangan rencana bisnis dan pemberian masukan untuk peluang di masa depan.Spesifikasi/Skill yang Dibutuhkan: Analisis dan interpretasi data, menguasai tools untuk riset, kritis, hati-hati, teliti, detail, menguasai cara berkomunikasi, mampu melakukan presentasi yang meyakinkan.Kisaran Gaji: Rp4.500.000 - Rp7.500.000 per bulan. 11. Data AnalystJob Desk: Data analis melakukan identifikasi data yang ingin diteliti, mengumpulkan seluruh data yang dibutuhkan, mentransformasi data mentah menjadi data yang lebih mudah terbaca, melakukan analisis, dan terakhir melakukan interpretasi data yang digunakan untuk bahan pertimbangan sebuah keputusan.Spesifikasi/Skill yang Dibutuhkan: Menguasai tools Tableau, Excel, R, Power B, KNIME, Qlik, Google Analytics, visualisasi data, SQL, dan juga SPSS.Kisaran Gaji: Rp5.500.000 - Rp7.500.000 per bulan. 12. Data ScientistJob Desk: Data scientist bertanggung jawab menangkap pola dan tren dalam sebuah kumpulan big data, membuat model data dan algoritma untuk prediksi hasil, menerapkan hasil temuan dalam peningkatan kualitas produk.Spesifikasi/Skill yang Dibutuhkan: Mahir menggunakan Python, R, SAS, SQL, Google Spreadsheet, Microsoft Excel.Kisaran Gaji: Rp8.500.000 - Rp11.500.000 per bulan. 13. Sales RepresentativeJob Desk: Sales representative adalah pekerja yang berhubungan langsung dengan pelanggan, baik dengan bertemu, melalui telepon, atau email. Tugas utamanya adalah menawarkan produk atau layanan perusahaan.Spesifikasi/Skill yang Dibutuhkan: Customer-service skills, kemampuan negosiasi, mahir dalam membangun percakapan, mampu berpikir dengan cepat, kreatif.Kisaran Gaji: Rp3.790.000 - Rp5.400.000 per bulan. 14. Office ManagerJob Desk: Manajer kantor adalah posisi paling umum di semua perusahaan. Tugasnya adalah memastikan seluruh operasional yang terjadi di kantor berjalan dengan baik dan efisien. Ia juga melakukan pengawasan terhadap kinerja karyawan dan kelancaran tugas-tugas administratif lain.Spesifikasi/Skill yang Dibutuhkan: Kepemimpinan, menguasai Google Spreadsheet, Microsoft Excel, mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik, apresiatif, interaktif.Kisaran Gaji: Rp11.000.000 - Rp14.000.000 15. Human Resources ManagerJob Desk: Melakukan perekrutan dan proses wawancara staf baru, melakukan pengawasan terhadap tindakan indisipliner dari karyawan, mengelola hubungan antar karyawan, menjadi jembatan antara karyawan dengan eksekutif, terlibat dalam menyelesaikan konflik karyawan, memastikan lingkungan kerja sesuai dengan prosedur, mengelola tunjangan dan kompensasi karyawan.Spesifikasi/Skill yang Dibutuhkan: Memiliki kemampuan conflict-resolution, decision-making, menguasai kemampuan manajerial, berpikir kritis, dapat bekerja dalam tim, komunikatif, adaptif, multitasking, menguasai pengetahuan tentang ketenagakerjaan, menguasai Microsoft Excel, Word, dan tools lain yang dibutuhkan oleh HRD.Kisaran Gaji: Rp8.000.000 - Rp20.000.000 per bulan. Prospek Kerja Manajemen Bisnis yang Dicari PerusahaanNah di atas adalah prospek kerja jurusan manajemen bisnis yang akan membantumu membangun karier di bidang ini. Sekarang tidak perlu lagi bingung-bingung soal apakah jurusan manajemen sulit cari kerja karena ternyata peluangnya tersebar luas!Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Kerja Jika kamu membutuhkan tips-tips seputar dunia kerja, Cake memiliki ratusan artikel, template CV, dan lowongan pekerjaan yang GRATIS untuk diakses. Gabung bersama kami sekarang, yuk! Cake adalah aplikasi dan website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake. --- Ditulis Oleh Erika Rizqi ---
Industry & Job Overview
Nov 16th 2024

13 Peluang Kerja Administrasi Bisnis Paling Dicari Perusahaan [+Gaji dan Skill]

Apabila kamu tertarik dalam bidang bisnis, pernahkan kamu mendengar jurusan administrasi bisnis? Jurusan Administrasi Bisnis adalah jurusan yang mempelajari multidisiplin ilmu yang menggabungkan berbagai mata pelajaran untuk mempelajari bagaimana bisnis bisa berfungsi dengan berhasil. Lalu, apakah jurusan Administrasi Bisnis banyak peminatnya? Jurusan Administrasi Bisnis menjadi salah satu jurusan yang banyak diminati. Salah satu alasannya, yaitu karena jurusan ini memiliki peluang dan prospek kerja yang terbuka lebar dan beragam. Seorang lulusan administrasi bisnis dapat memilih dari berbagai konsentrasi, seperti akuntansi, keuangan, pemasaran, sistem informasi, analisis bisnis hingga manajemen supply-chain. Namun, sebenarnya administrasi bisnis bisa kerja apa? Mari kita simak prospek kerjanya di artikel ini.Daftar isi: Apa itu Jurusan Administrasi Bisnis Kenapa Harus Memilih Jurusan Administrasi Bisnis 13 Peluang Kerja Administrasi Bisnis yang Paling Dicari Apa itu Jurusan Administrasi Bisnis? Jurusan administrasi bisnis adalah adalah suatu jurusan atau bidang studi khusus yang mempelajari segala sesuatu yang terkait dengan kegiatan operasional bisnis dan perusahaan. Kemudian, S1 administrasi bisnis belajar apa saja? Jurusan ini mencakup pelajaran mengenai akuntansi, keuangan, pemasaran, produksi, pengelolaan SDM, hingga sistem informasi. Kuliah administrasi bisnis dapat membuka lapangan kerja di berbagai industri termasuk manufaktur, layanan kesehatan, pendidikan, keuangan, layanan sipil, dan ritel. Beberapa profesi mungkin mengharuskan seseorang memiliki gelar Master of Business Administration (MBA), Doctor of Business Administration (DBA), Ph.D, atau Doktor Manajemen (D.M. atau D.Mgt). Gelar dari jurusan administrasi bisnis juga memungkinkan kamu untuk mendapat peluang di lembaga publik, perusahaan dan organisasi nirlaba di seluruh dunia. Posisi tingkat awal memerlukan gelar associate atau sarjana, namun untuk posisi tingkat lanjut memerlukan gelar pasca-sekolah menengah dan pengalaman kerja puluhan tahun. Selain pendidikan lanjutan, kamu juga memerlukan semangat wirausaha, keterampilan manajemen yang baik, fokus, dan keterampilan interpersonal untuk sukses dalam bidang pekerjaan ini. Kenapa Harus Memilih Jurusan Administrasi Bisnis Mengapa harus memilih jurusan administrasi bisnis? Memangnya, lulusan administrasi bisnis bisa jadi apa? Berikut adalah beberapa alasan mengapa kamu harus memilih jurusan administrasi bisnis. 1. Pilihan karir yang beragam Gelar administrasi bisnis membuat lulusannya memiliki pilihan karir yang beragam karena dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan pengelolaan operasional bisnis. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya diatas, jurusan ini mempelajari berbagai aspek bisnis dari operasional bisnis, akuntansi, keuangan, pemasaran, produksi, pengelolaan SDM, hingga sistem informasi. Pemahaman yang menyeluruh akan hal-hal ini tentu menjadi pilar utama dalam melakukan bisnis, sehingga sangat berguna untuk beragam karir yang terbuka untuk lulusan administrasi bisnis. 2. Pemahaman bisnis dari dasar hingga tingkat lanjut Saat kuliah Administrasi Bisnis, kamu akan diajarkan untuk mengelola sebuah bisnis mulai dari dasar, atau dari nol, hingga dapat berjalan dengan sukses dan sesuai harapan. Tidak hanya diajarkan berbisnis untuk mendapatkan keuntungan, kamu juga akan mempelajari tentang value dari sebuah bisnis dan dampaknya untuk masyarakat atau lingkungan di sekitarmu. Kamu akan memahami bagaimana sebuah bisnis dibangun dari awal hingga bisa bernilai bagi banyak orang dan berdampak untuk banyak pihak. Oleh karena itu, jurusan Administrasi Bisnis sangat tepat untuk kamu yang memiliki impian untuk membangun usaha sendiri. 3. Memiliki prospek untuk jangka panjang Bisnis adalah suatu bidang/ilmu yang akan terus selalu berkembang pesat dan mengikuti perkembangan zaman dari waktu ke waktu. Bidang pekerjaan administrasi bisnis juga tidak mungkin lepas dari perkembangan zaman ini. Melihat prospek ini, tentu administrasi bisnis menjadi salah satu bidang pekerjaan yang akan terus dibutuhkan dan tetap bernilai untuk masa depan. 4. Mengembangkan keterampilan kepemimpinan Jurusan administrasi bisnis tidak hanya mempelajari ilmu konkret atau aspek-aspek dalam berbisnis seperti pemasaran, keuangan, operasional, dan lainnya, tetapi juga melatih jiwa kepemimpinan seseorang dengan manajemen proyek, critical thinking, problem solving, decision making dalam berbisnis, hingga komunikasi yang efektif dengan orang lain. Semua soft skills ini tentu berdampak pada kemampuan leadership seseorang nantinya dalam bidang apapun, baik administrasi bisnis, maupun bukan. 13 Peluang Kerja Jurusan Administrasi Bisnis Seperti yang dijelaskan sebelumnya, peluang kerja administrasi bisnis terbilang beragam karena seorang lulusan Administrasi Bisnis dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan pengelolaan operasional sebuah bisnis. Maka dari itu, kira-kira apa prospek kerja administrasi bisnis? Dan berapakah gaji untuk lulusan administrasi bisnis? Mari kita lihat pilihan karirnya dibawah ini! 1. Staf Administrasi Staf Administrasi bertanggung jawab untuk mengelola dokumen perusahaan, membantu alur administrasi agar berjalan lancar, serta mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan perusahaan. Seorang Staf Administrasi juga bertugas untuk menjembatani proses pekerjaan dari satu departemen ke departemen lainnya dalam sebuah perusahaan. Sebagai lulusan jurusan administrasi bisnis, kamu memiliki berpeluang besar untuk bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan. Besarnya gaji yang bisa didapatkan dari pekerjaan staf administrasi berkisar dari 3 juta hingga 5 juta rupiah, dan bisa meningkat sesuai dengan pengalaman. Skill/keterampilan yang dibutuhkan seorang staf administrasi adalah mengoperasikan program-program yang bisa mendukung administrasi seperti Microsoft Office (PowerPoint, Excel, dan Word), keterampilan manajemen baik waktu maupun manajemen tugas, hingga kemampuan komunikasi yang efektif untuk mempermudah menjembatani beberapa departemen dalam perusahaan yang berbeda.📚 Baca juga:Staff Administrasi: Job Desk, Gaji, Skill, Dll. 2. Business Consultant Peluang kerja administrasi bisnis selanjutnya adalah Business Consultant. Konsultan bisnis adalah seseorang yang membantu sebuah perusahaan mendapatkan atau mempertahankan keunggulan kompetitif melalui pemberian rekomendasi dan saran. Seorang Business Consultant akan melakukan studi tentang suatu bisnis dan mengamati praktik yang dilakukan di tempat kerja. Setelah menganalisa dan mengevaluasi praktik tersebut, mereka kemudian memberikan rekomendasi atau saran, serta laporan kepada manajemen dalam perusahaan. Untuk di Indonesia, besaran gaji yang bisa dapat peroleh sebagai konsultan bisnis berbeda-beda tergantung pengalaman kerja dan kebijakan perusahaan. Namun biasanya dimulai dari Rp 5 juta untuk posisi awal hingga 7 juta untuk posisi yang lebih berpengalaman. Konsultan bisnis adalah seorang profesional yang menyediakan jasa konsultasi atau penasehat terkait kegiatan bisnis dalam perusahaan. Seorang konsultan bisnis harus mampu memberikan rekomendasi terbaik terkait rencana bisnis maupun permasalahan bisnis yang tengah dihadapi. Maka dari itu, skill wajib yang harus dimiliki konsultan bisnis adalah problem solving, critical and analytical thinking. Selain itu, Konsultan bisnis juga memerlukan skill leadership, yaitu kemampuan seseorang untuk mempengaruhi atau menginspirasi orang lain agar melakukan tindakan yang sesuai rencana demi keberhasilan tujuan usaha. 📚 Baca juga:Apa itu Business Consultant? Kenali Tugas, Gaji, Skill, Dll.! 3. Business Analyst Business Analyst adalah seorang profesional yang menghubungkan bisnis dengan teknologi. Mereka akan banyak melakukan analisis data untuk kepentingan perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis. Tugas utama seorang Business Analyst adalah menganalisis proses bisnis yang sedang berjalan, menemukan usulan perbaikan, dan menerapkannya agar dapat mencapai tujuan bisnis dengan lebih baik. Seorang business analyst bekerja bersama dengan para pemimpin di departemen bisnis dan teknologi. Hal ini agar model bisnis diselaraskan dengan teknologi yang dimiliki sehingga menghasilkan output yang sesuai. Menurut Glassdoor, rentang gajinya seorang Business Analyst ada di antara Rp 6.500.000 - Rp 12.000.000 untuk posisi entry level atau pengalaman kurang dari lima tahun. Kemudian untuk posisi senior dan sudah punya pengalaman lebih dari 5 tahun, bisa menerima gaji antara Rp 20.000.000 - Rp 40.000.000. Skill yang disyaratkan untuk menjadi Business Analyst adalah keterampilan pengembangan produk seperti product requirements, product analyst, dan engineering requirements. Pengetahuan dalam tiga aspek tersebut harus mendalam. Ketiga hal ini saling berkaitan dalam pengembangan produk, dan merupakan ilmu dasar untuk duduk di posisi tersebut. Selain itu, Business Analyst juga harus berpikir analitis dan mampu menyelesaikan setiap masalah. Diperlukan juga kemampuan hitung-hitungan beserta perangkat lunaknya seperti spreadsheet, program database, dan perangkat lunak lain yang berhubungan dengan keuangan. 📚 Baca juga:Apa itu Business Analyst? Ini Tugas, Gaji, Skillnya! 4. Business Development BD adalah orang yang bertanggung jawab untuk mencari cara supaya interaksi dari ketiga pihak (pelanggan, pasar, dan relasi bisnis) bisa menciptakan peluang bagi perusahaan untuk terus tumbuh. Business Development bukan hanya mengusahakan keuntungan sebanyak-banyaknya untuk perusahaan dalam waktu singkat, tetapi mereka juga harus memikirkan strategi dan taktik dalam jangka panjang demi berkembangnya perusahaan tersebut. Rentang gaji Business Development ada di antara Rp 6.500.000 - Rp 12.000.000 untuk posisi entry level atau pengalaman kurang dari lima tahun. Sedangkan posisi senior dan sudah punya pengalaman lebih dari 5 tahun, bisa saja menerima gaji antara Rp 20.000.000 - Rp 40.000.000. Seorang Business Development harus memiliki skill-skill tertentu, seperti motivasi yang tinggi dan kedisiplinan dalam bekerja, kemampuan management termasuk kemampuan mengatur waktu dan prioritas untuk memaksimalkan potensi perusahaan, kemampuan komunikasi, marketing, negosiasi hingga analisa data. 📚 Baca juga:Ingin Jadi Business Development? Ketahui Tugas, Skill Sampai Gajinya! 5. Akuntan Pekerjaan dari lulusan administrasi bisnis selanjutnya adalah Akuntan. Seorang akuntan meninjau catatan keuangan perusahaan tempat mereka bekerja atau kliennya. Mereka dengan cermat menganalisis data keuangan, laporan, dan anggaran untuk mengukur keberhasilan. Seorang akuntan manajerial mengevaluasi data keuangan untuk melihat apakah data tersebut selaras dengan tujuan perusahaan, sedangkan akuntan keuangan bekerja dengan catatan keuangan yang perlu dilaporkan kepada pemangku kepentingan eksternal. Gaji bulanan rata-rata untuk pekerjaan Akuntan di Indonesia berkisar dari Rp 4.560.000 hingga Rp 6.580.000. Seorang Akuntan harus memiliki keahlian administrasi, orientasi terhadap detail. Kemampuan membuat laporan keuangan, mengoperasikan program komputer, hingga kemampuan komunikasi yang baik. 📚 Baca juga:Akuntan Adalah: Tugas, Jenis, Prospek Kerja, dan Gajinya! 6. Financial Analyst Lulusan jurusan Administrasi Bisnis juga berpeluang menjadi seorang Financial Analyst. Financial Analyst adalah pekerjaan yang meneliti data untuk memberikan informasi serta bimbingan kepada perusahaan atau individu saat hendak mengambil keputusan terkait keuangan dan investasi bisnis. Seorang Finance Analyst biasanya akan terus mengikuti perkembangan berita bisnis terkini dan tren ekonomi pada masanya. Hal ini penting saat hendak memberikan konsultasi terkait peluang dan strategi bisnis serta dalam hal berinvestasi. Gaji bulanan rata-rata untuk pekerjaan Analis Keuangan di Indonesia berkisar dari Rp 7.500.000 hingga Rp 10.500.000. Financial Analyst harus memiliki skill-skill tertentu, seperti analisis data statistik, memahami akuntansi biaya, perencanaan keuangan, pelaporan data keuangan, analisis tren dan mengidentifikasi pola financial di masa mendatang. 7. Management Trainee Apabila kamu merupakan lulusan administrasi bisnis dan ingin menempati posisi manajer dalam perusahaan, kamu dapat melamar di program management trainee yang biasanya diadakan perusahaan-perusahaan besar. Dalam program ini, kamu sebagai lulusan administrasi bisnis. akan mempelajari proses memimpin, pengadministrasian, dan juga bagaimana mengarahkan perusahaan. Kamu juga akan didorong guna mempelajari keseluruhan perusahaan sebelum diposisikan di bagian manajemen tertentu. Management Trainee akan melatih jiwa kepemimpinan dan profesionalitas dalam bekerja di sebuah perusahaan. Secara rata-rata, gaji seorang management trainee adalah sebesar Rp 6 juta – 7 juta. Namun, besaran gaji management trainee bisa berbeda-beda berdasarkan kebijakan dan lokasi dari perusahaan. Seorang manajer harus bisa mengambil keputusan, berkomunikasi, memberi motivasi dan melakukan delegasi, juga mengembangkan orang lain dengan penilaian, saran, dan juga training. Selain itu manajer harus dapat melakukan perencanaan matang mengenai berbagai aktivitas perusahaan serta mengawasi praktiknya. Sedang cari program management trainee (MT)? Temukan berbagai program MT bergengsi di Cake! Job portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Program MT 8. Sales Manager Manajer Penjualan atau Sales Manager mengawasi departemen penjualan perusahaan untuk mencapai tujuan pendapatan. Tugasnya meliputi menetapkan, mengumpulkan dan menganalisis data penjualan, memperkirakan penjualan, dan menguji profitabilitas produk atau layanan. Tidak hanya itu, mereka juga merekrut perwakilan penjualan, membuat program pelatihan, dan menetapkan target pendapatan. Bisnis di berbagai industri mempekerjakan Sales Manager untuk mengatur penjualan barang/jasa perusahaan mereka. Gaji bulanan rata-rata untuk pekerjaan Sales Manager di Indonesia berkisar dari Rp 20.050.000 hingga Rp 23.050.000 Skill yang dibutuhkan untuk menjadi Sales Manager antara lain, sales planning, leadership, problem solving, analisa, hingga customer relationship management. Tidak kalah pentingnya, Sales Manager juga memerlukan keterampilan komunikasi yang efektif, persuasif, dan mampu bernegosiasi. 9. Marketing Manager Manajer pemasaran merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan pemasaran dan promosi perusahaannya. Tugasnya juga termasuk merekrut dan melatih staf pemasaran, menyusun strategi, merancang, melaksanakan dan memantau kinerja kampanye pemasaran. Manajer pemasaran mengatur acara promosi dan mengawasi staf untuk mencapai tujuan penjualan. Mereka juga berkolaborasi dengan tim manajemen untuk mengembangkan strategi pemasaran jangka panjang. Gaji bulanan rata-rata untuk pekerjaan Marketing Manager di Indonesia berkisar dari Rp 11.000.000 hingga Rp 14.000.000. Skill yang harus dimiliki seorang marketing manager adalah kemampuan riset dan analisa pasar, customer and user experience, komunikatif, persuasif dan negosiatif. Semua skill ini bertujuan agar seorang marketing manager mampu menarik klien untuk produk atau jasa yang dijual perusahaannya. 10. Loan Officer Loan Officer adalah petugas yang melakukan pekerjaan di bidang layanan peminjaman. Tergantung perusahaan, petugas loan officer akan memberikan pinjaman kepada customer ketika mereka sudah memenuhi persyaratan dengan jaminan atau tanpa jaminan. Seorang Loan Officer harus menguasai product knowledge dengan baik. Dengan begitu, dia bisa mudah menjelaskannya kepada calon customer dan mampu menyarankan jenis pinjaman yang sesuai kebutuhan mereka. Gaji yang diperoleh adalah pada kisaran Rp 5.000.000 hingga Rp6.000.000 per bulannya. Nominal gaji loan service officer bisa berbeda-beda di setiap bank atau perusahaan pinjaman, tergantung pada kondisi keuangan hingga seberapa jobdesk yang dilakukan. Untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai loan officer memang membutuhkan kesabaran. Maka dari itu, jika ingin menempati posisi ini, kamu harus memiliki kemampuan komunikasi dan manajemen emosi yang baik. Loan Officer juga membutuhkan keterampilan manajemen finansial yang baik, kemampuan analisa masalah, hingga customer service karena pekerjaan ini langsung berhubungan dengan klien yang mengajukan pinjaman. 11. Data Analyst Seorang Data Analyst mengambil riset pasar atau angka penjualan dan menerjemahkannya menjadi informasi yang dapat dimengerti oleh perusahaan. Data dari hasil riset digunakan untuk mengembangkan rencana strategis yang membantu bisnis mengambil keputusan yang lebih tepat, termasuk menciptakan solusi yang lebih rinci untuk masalah umum pelanggan. Data Analyst menggunakan berbagai perangkat lunak dan keterampilan berpikir kritis untuk menemukan informasi yang dibutuhkan untuk proyek. Menurut JobStreet menjelaskan, gaji seorang Data Analyst adalah Rp 5.460.000 hingga Rp 7.040.000. Sementara menurut Glassdoor, gaji Data Analyst bisa mencapai belasan juta rupiah, tergantung pengalaman dan perusahaannya. Dalam melakukan pekerjaannya, terdapat skill yang harus dimiliki seorang Data Analyst seperti keterampilan dalam menggunakan serangkaian program atau tools komputer tertentu yang membantu proses analisis data. Beberapa tools mendasar yang sering dipakai diantaranya seperti microsoft excel dan SQL (structured Query Language). Kemudian, Seorang Data Analyst juga harus memahami bahasa pemrograman seperti Python atau R untuk dapat menangani kumpulan data yang besar dan kompleks. Pemahaman terkait konsep matematika dan statistik untuk menemukan kesalahan dalam data, memahami hasil data, dan menentukan jenis tools yang sesuai untuk mengatasi masalah yang ada. Selain itu, seorang data analyst juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan kemampuan problem solving. 12. Procurement Staff Selanjutnya, peluang kerja administrasi bisnis adalah menjadi Procurement Staff. Procurement adalah kegiatan menganalisa kebutuhan perusahaan,membuat permintaan, menentukan vendor, melakukan pemesanan, hingga mengevaluasi pengadaan. Tugas Procurement Staff pada umumnya adalah melakukan perencanaan, analisa, dan evaluasi proses pengadaan untuk perusahaan. Gaji rata-rata untuk Procurement Staff adalah Rp 5.110.894 per bulan di Indonesia. Skill yang dibutuhkan untuk menjadi Procurement staff adalah manajemen resiko, kemampuan adaptasi dengan teknologi, pemahaman finansial yang mumpuni, dan kemampuan menjaga relasi dengan supplier atau pihak tertentu. 13. Project Manager Terakhir, prospek kerja lulusan Administrasi Bisnis adalah menjadi Project Manager. Manager Proyek mengawasi proyek mulai dari konsep dan desain hingga implementasinya. Mereka mengawasi tim dan SDM untuk memastikan penyelesaian proyek tepat waktu sesuai anggaran yang dialokasikan. Tugas Project Manager meliputi desain proyek, identifikasi syarat keberhasilan, supervisi dan menjamin kualitas baik dari sebuah proyek. Manajer proyek bertemu dengan pemimpin tim dan anggota manajemen yang lebih tinggi untuk menilai dan melaporkan kemajuan proyek. Hal ini berguna untuk memastikan pelaksanaan memenuhi spesifikasi dan persyaratan. Manajer proyek dapat bekerja di perusahaan publik, swasta, dan non-pemerintah. Gaji bulanan rata-rata untuk pekerjaan Manajer Proyek di Indonesia berkisar dari Rp 9.500.000 hingga Rp 12.500.000. Untuk menjadi seorang Project Manager, seseorang harus memiliki skill dalam memahami seluruh kerangka dan metode project management, termasuk manajemen konflik jikalau ada. Selain itu, skill berkomunikasi juga diperlukan untuk mengkoordinasi semua anggota/pihak yang terlibat proyek. Kemampuan berpikir kritis dan berjiwa kepemimpinan yang tinggi juga diharapkan ada dalam seorang Project Manager untuk menjamin keberhasilan proyek.Temukan pekerjaan menarik di perusahaan impian-mu dengan mudah!🎉Buat CV Kesimpulan Administrasi Bisnis adalah bidang studi khusus yang mempelajari segala sesuatu yang terkait dengan kegiatan operasional bisnis dan perusahaanAlasan memilih jurusan Administrasi Bisnis adalah karena pilihan karir yang ditawarkan beragam, mempelajari bisnis dari awal, memiliki prospek jangka panjang, dan melatih jiwa kepemimpinan Prospek pekerjaan Administrasi Bisnis, antara lain Staf Administrasi, Business Consultant, Business Analyst, Business Development, Akuntan, Financial Analyst, Management Trainee, Sales Manager, Marketing Manager, Loan Officer, Data Analyst, Procurement Staff, dan Project ManagerCake adalah aplikasi dan website untukmembuat CVterbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buatportofoliodan cari kerja denganjob portalatauaplikasi cari kerjaCake.--- Ditulis Oleh Christy Angestu ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!