Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Industry & Job Overview
Nov 13th 2025

15 Tugas Kasir: Penjelasan, Skill, Hingga Gaji!

Apakah kamu sedang memulai perjalanan karier mu dan sedang mencari pekerjaan entry-level yang bisa mengembangkan skill mu? Pekerjaan kasir mungkin bisa menjadi jawabannya. Tugas kasir yang beragam dan menantang membuat pekerjaan menjadi kasir tidak semudah yang dibayangkan. Job desk kasir bisa mulai dari menangani proses pembayaran bahkan hingga membantu menghitung pendapatan setelah selesai bekerja. Yuk, ketahui lebih lanjut apa saja tugas seorang kasir di artikel Cake kali ini! Daftar isi: Pengertian dari Profesi Kasir Skill yang Harus Dimiliki Oleh Kasir 15 Tugas Utama dari Seorang Kasir Tips Jadi Kasir dan Jenjang Karirnya Apa itu Kasir? Kasir adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk melayani pelanggan dalam proses transaksi tunai dan non-tunai (cek, debit, kredit, voucher). Untuk memenuhi tanggung jawab seorang kasir, kamu harus memiliki skill customer service yang baik, mampu menggunakan sistem POS, dan memiliki pengetahuan produk serta skill sales karena terkadang kasir juga bertugas untuk mempromosikan suatu produk kepada konsumen. Kasir termasuk pekerjaan di bidang apa, sih? Pekerjaan kasir termasuk dalam bidang keuangan yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Profesi kasir bisa kita temukan di supermarket, minimarket, toko kelontong, mall, restoran, bioskop, dan masih banyak lagi. Fungsi kasir sangatlah penting dan pekerjaan ini dibutuhkan di berbagai sektor industri. Karena kasir adalah orang yang berhubungan langsung dengan customer, branding perusahaan/toko akan bergantung pada kasir. Pelayanan yang baik akan memberikan kesan yang baik, dan pelayanan yang buruk akan memberikan kesan yang buruk juga. Skill yang Harus Dimiliki Kasir Lalu, skill yang harus dimiliki kasir ada apa saja? Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tugas kasir sangat beragam. Maka selain soft skill, kasir juga memerlukan hard skill. Berikut adalah keterampilan dan sikap yang harus dimiliki seorang kasir: Kemampuan berhitung/matematika sederhanaPengetahuan produkMampu menggunakan sistem POSSalesKomunikasiCustomer serviceJujur, ramah, dan dapat diandalkanTelitiStamina yang tinggi untuk berdiri dalam waktu yang lama Sedang cari kerja? Lihat 1000+ lowongan kerja di Cake dan langsung lamar ke pekerjaan impianmu!🚀Cari Kerja 15 Tugas Penting yang Dilakukan Kasir Yuk, kita simak deskripsi pekerjaan kasir di bawah ini. 1. Melayani Setiap Proses Transaksi Pertama, tugas kasir adalah melayani proses transaksi dengan pelanggan. Ini merupakan tugas utama kasir di sektor mana pun, seperti di restoran, toko ritel, toko kelontong, dan perusahaan. Seorang kasir harus mampu menggunakan mesin POS dan melayani proses pembayaran dengan teliti agar tidak ada kesalahan dalam memasukkan data. 2. Melayani Kebutuhan Pelanggan Tugas kasir juga berhubungan dengan customer service. Mereka wajib memiliki kemampuan untuk menjawab pertanyaan dan memenuhi kebutuhan pelanggan saat berbelanja. Terkadang kasir juga harus menangani pelanggan yang ingin mengembalikan produk (refund), dan sama seperti pekerjaan customer service, mereka harus mampu menghadapi keluhan dari customer. 3. Membantu Proses Pengemasan Barang Pelanggan Dalam proses transaksi, seorang kasir bertugas untuk membantu pelanggan memasukkan barang belanjaannya ke dalam kantong belanja atau kardus. Selagi scan barcode produk, berbicara dengan pelanggan, dan menangani proses pembayaran, kasir masih harus mengemas barang pelanggan. Ternyata pekerjaan kasir juga memerlukan skill multitasking! 4. Memeriksa Harga Setiap Produk Melalui Data yang Ada Meskipun adanya mesin POS, pekerjaan kasir tetap perlu mengecek harga setiap produk untuk mencegah kerugian dari kedua belah pihak, terutama ketika adanya promosi yang sedang berlangsung. Mungkin kamu pernah melihat kasir yang menggunakan selembar kertas berisikan daftar produk diskon ketika sedang menginput produk pelanggan, itulah salah satu contoh dari tugas kasir. 5. Memeriksa Data Penjualan Selain itu, tugas seorang kasir juga termasuk mencatat dan memeriksa data penjualan. Proses ini membantu tim manajemen mengetahui produk apa saja yang populer dan lebih menguntungkan untuk dijual. 6. Memeriksa Stok yang Ada Dalam Toko Kemudian, tugas kasir adalah untuk memeriksa ketersediaan barang di toko secara harian, mingguan, atau bulanan. Dengan begini, kasir bisa langsung mengetahui produk apa saja yang stoknya tinggal sedikit dan meminta untuk produk tersebut di stok ulang. 7. Membuat Laporan Penjualan Pekerjaan kasir berada di bidang keuangan, maka kasir diminta untuk membuat laporan keuangan secara rutin. Kasir bertugas untuk membuat laporan penjualan setiap harinya dalam bentuk buku kas atau buku bank untuk mengetahui perkembangan bisnis. 📚 Bacaan lanjutan:10 Prospek Kerja Manajemen Keuangan yang Menarik dan Gajinya 8. Mencatat Setiap Transaksi Untuk membuat laporan penjualan, kasir wajib mencatat setiap transaksi dengan cermat untuk mencegah kesalahan seperti jumlah uang yang tidak sama dengan catatan transaksi. Hal ini bisa terjadi jika kasir tidak teliti dalam berhitung, lupa mencatat bukti transaksi, atau tidak sengaja memberikan uang kembalian yang berlebih. 9. Memberikan Informasi Terhadap Kebutuhan Konsumen Saat melakukan transaksi, pelanggan seringkali melontarkan pertanyaan kepada kasir seperti pertanyaan tentang diskon, letak produk di toko, dan yang lainnya. Tugas seorang kasir adalah memberikan informasi tersebut untuk memastikan kepuasan pelanggan yang tinggi. 10. Menjaga Area Checkout Customer Pastinya job desk kasir adalah menjaga area kasir dan mereka harus siap berdiri disana dalam waktu yang lama. Kasir harus berada di area checkout dan juga membantu mengarahkan customer ke area kasir yang kosong. 11. Memastikan Kebersihan Daerah Kasir Saat berjaga di area checkout, kasir harus memastikan kebersihan di area tersebut. Karena daerah kasir yang kotor dan berantakan dapat memberikan kesan yang buruk kepada pelanggan. 12. Menyetorkan Uang Dari Hasil Penjualan Tugas kasir berikutnya adalah menyetor uang dari hasil penjualan kepada atasan. Dalam proses ini, kasir tidak boleh lupa untuk memberikan bukti-bukti transaksinya juga. 13. Menawarkan Produk Kasir ritel maupun restoran bertugas untuk menawarkan produk kepada konsumen saat transaksi. Biasanya penawaran bisa berupa produk yang sedang diskon atau promosi. 14. Menyapa Setiap Konsumen yang Datang dan Pergi Tugas kasir yang satu ini terdengar sederhana tetapi fungsinya sangat penting dalam menjaga kepuasan pelanggan. Interaksi kecil seperti sapaan hangat, senyuman, dan menanyakan pelanggan apakah ada produk lainnya yang ingin dibeli merupakan hal yang bisa membekas pada kesan pelanggan. 15. Memastikan Mesin Kasir Berfungsi dengan Baik Tugas kasir yang terakhir adalah memastikan bahwa mesin kasir atau mesin POS dapat berfungsi. Tentunya mesin kasir yang rusak akan mengganggu proses transaksi dengan pelanggan. Jika kamu bertanya-tanya apa saja tugas kasir Alfamart? Dan apa saja tugas kasir Indomaret? Itulah jawaban untuk kamu. Jika kamu ingin melamar kerja di Indomaret atau Alfamart, baca 2 artikel di bawah ini: 👉 Mudah! Cara Melamar Kerja di Indomaret (Online dan Offline)👉 Cara Melamar Kerja di Alfamart: Posisi dan Step by Step Online Maupun On-Site15 Tugas Kasir Cara Menjadi Kasir dan Jenjang Karirnya Gaji Kasir Kisaran gaji kasir: Rp 2,000,000 - Rp 4,000,000/bulan Sama seperti pekerjaan lainnya, gaji kasir berbeda-beda tergantung lokasi dan perusahaannya. Tips Menjadi Kasir Mengetahui tugas kasir saja tidak cukup jika kamu ingin melamar kerja sebagai kasir. Ini tips menjadi kasir untuk kamu: Pendidikan: syarat pendidikan untuk menjadi kasir berbeda-beda, tetapi umumnya minimal pendidikan untuk menjadi kasir adalah SMA/SMK sederajat. Tentu tidak akan masalah jika kamu memiliki pendidikan S1.Karakter dan keterampilan: kembangkan karakter dan keterampilan kamu sebelum mendaftar pekerjaan kasir. Walaupun pekerjaan kasir merupakan pekerjaan entry-level, tetap diperlukan hard skill dan soft skill untuk menjalani pekerjaan ini.Buat CV kasir: buatlah CV kasir yang dapat menarik mata HRD. Perhatikan contoh CV kasir berikut ini! Contoh CV Kasir - Dibuat di CakeResumeIngin buat CV kasir seperti di atas? Yuk, buat CV profesional kamu dengan Cake! Ada 50+ template CV ATS-friendly dan gratis!🎉Buat CV Kesimpulan Berikut adalah poin-poin penting tentang pekerjaan kasir: Kasir adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam melayani transaksi pelanggan di sebuah toko ritel atau restoran.Skill kasir: customer service, mampu menggunakan mesin POS, kemampuan berhitung, sales, pengetahuan produk, jujur, dan teliti.Tugas kasir termasuk: melayani proses transaksi, menginformasikan dan menawarkan pelanggan tentang produk/promosi, membuat laporan keuangan, memeriksa stok barang, dan menyetorkan uang dari hasil penjualan kepada atasan.Tips untuk menjadi kasir: miliki pendidikan minimal SMA/SMK sederajat, kembangkan skill, dan buat CV kasir yang menarik. Demikianlah artikel ini mengenai pekerjaan kasir dan tugas kasir. Sekarang, kamu sudah tidak bingung lagi tentang apa saja tugas kasir di restoran dan toko, kan? Selamat mencoba!Cari referensi contoh CV yang menarik perhatian HR? Kamu bisa temukan berbagai contoh CV untuk semua pekerjaan di halaman ini! Lihat Contoh CV Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal Cake.
Industry & Job Overview
Jan 13th 2023

Mengenal Profesi Merchandiser Lengkap! Definisi, Tugas, dan Caranya [+CV]

Daftar Isi: Pengertian MerchandiserTugas dan Tanggung Jawab MerchandiserJenis-jenis MerchandiserKeterampilan yang Harus Dimiliki MerchandiserGaji MerchandiserCara dan Syarat untuk Menjadi Merchandiser Definisi Merchandiser Apakah kamu suka pergi ke toko swalayan atau minimarket? Jika iya, apakah kamu suka memperhatikan cara penataan barang-barang di toko? Jika iya, kamu sudah cocok nih jadi seorang merchandiser. Kok bisa? Tata letak barang di toko/swalayan tidak dilakukan secara sembarangan, lho. Merchandiser adalah orang yang memikirkan strategi yang tepat dalam penataan setiap produk di toko. Strategi penataan barang yang kurang tepat bisa berpengaruh terhadap target penjualan. Maka, tugas merchandiser atau MD dalam dunia retail sangatlah penting. Apakah kamu mulai tertarik menjadi seorang sales merchandiser? Sebelum itu, mari kita pahami dulu, yuk, seluk beluk profesi merchandising. Di artikel kali ini, Cake akan membantu kamu memahami lebih detail mengenai apa itu merchandiser, jobdesk MD, gaji sales merchandiser, hingga cara-cara menjadi seorang merchandiser. Yuk, kita simak! Apa itu Merchandiser? Merchandiser artinya seseorang yang bertanggung jawab penuh atas seluruh produk di toko/swalayan. Tanggung jawab ini meliputi penataan barang-barang di toko, pengiriman produk oleh distributor, hingga pembelian produk oleh konsumen. Selain itu, sales merchandiser bisa jadi juga akan bekerja sama dengan tim purchasing untuk memastikan barang dikirim ke toko tepat waktu, melakukan pengawasan stok, memastikan stok barang tidak habis atau ada barang yang hilang, hingga merencanakan tingkat stok. Tugas MD sebenarnya tidak sesederhana itu. Seorang merchandising secara tidak langsung juga bertanggung jawab terhadap seluruh target penjualan barang di toko. Maka, dalam hal ini strategi yang tepat sangat dibutuhkan, seperti bagaimana penataan produk sesuai kategori, penataan produk yang segera kadaluarsa hingga penataan produk promosi. Strategi yang baik diharapkan mampu membuat pelanggan mudah menemukan produk tertentu, dapat mendorong pelanggan membeli banyak produk, terlebih untuk produk promo atau produk-produk unggulan.Apa Tugas Seorang Merchandiser? Berikut ini beberapa tugas MD. 1. Mengatur tata letak barang Pengaturan tata letak barang ini biasanya dilakukan berdasarkan kategori barang, tanggal kadaluarsa, kondisi kemasan, serta menentukan kira-kira posisi mana yang dapat menarik pelanggan untuk membeli.Selain itu, tugas MD juga harus melakukan pengawasan barang secara berkala untuk memastikan semua produk layak dijual.2. Membuat dan menjalankan strategi promosi Promosi yang dimaksud bisa berupa diskon, beli 1 gratis 1, dsb. dengan tujuan untuk mendorong penjualan produk. Contohnya saja untuk produk yang paling tidak laku atau akan kadaluarsa.3. Memeriksa inventaris produk mulai dari jumlah barang hingga tanggal kadaluarsa Pengecekan stok dan tanggal kadaluarsa perlu dilakukan secara berkala. Tugas merchandising adalah memastikan tidak ada produk menumpuk yang tidak terjual atau kadaluarsa.4. Menganalisa tren pasar Analisa tren pasar berarti mencari tahu produk-produk apa yang sedang banyak dicari pelanggan. Selanjutnya tugas merchandising adalah menempatkan produk tersebut di tempat yang paling mudah dijangkau.5. Menganalisa angka penjualan serta membuat laporan kepada atasan Salah satu tanggung jawab lain sales merchandiser adalah membuat laporan penjualan kepada atasan, sehingga selanjutnya dapat dibuat strategi yang tepat untuk perkembangan bisnis.6. Mendengarkan keluhan atau masukan dari pelanggan Dalam dunia retail, pelanggan adalah raja. Maka, dalam menjalankan tugasnya, seorang MD juga bisa berkomunikasi dengan pelanggan secara langsung untuk mendengarkan keluhan atau masukan terkait produk tertentu ataupun cara penataan barang.Jenis-jenis Merchandiser 1. Retail Merchandiser Jenis merchandising pertama adalah retail. Jenis ini juga bisa dibilang paling umum di dalam profesi merchandiser. Profesi retail merchandiser biasanya bekerja di minimarket, supermarket, dan berbagai jenis toko ritel lainnya. Tugas utama retail merchandiser adalah menata barang agar terlihat rapi dan mudah dilihat pelanggan, menata produk-produk promo, serta memperhatikan tata letak produk yang akan kadaluarsa sehingga produk tersebut dapat cepat laku. 2. Visual Merchandiser Visual merchandiser artinya seseorang yang bertugas membuat konsep, menata, serta mengkombinasi produk agar terlihat menarik secara visual. Profesi ini umumnya banyak dibutuhkan di dunia fashion. Jika kamu pergi ke toko baju, tentunya kamu sering melihat manekin dengan pakaian yang beragam. Nah, mix and match pakaian di manekin yang kamu lihat itu merupakan salah satu jobdesk MD visual. Oleh sebab itu, visual merchandiser diharapkan dapat mengkombinasikan gaya busana sesuai dengan mode terpopuler sehingga dapat menarik minat pelanggan. 3. Digital Merchandiser Sesuai dengan namanya, job desk merchandiser digital adalah melakukan penataan tampilan toko online. Profesi ini tentunya sangat cocok bagi kamu yang menyukai bidang digital marketing. Tugas digital sales merchandiser adalah menata tampilan produk di halaman e-commerce dengan tujuan mempermudah pelanggan menemukan produk yang mereka inginkan, membuat strategi dan memasang iklan di halaman web, serta membuat konten untuk mempromosikan toko online. Itu lah jenis-jenis merchandiser. Semoga kamu jadi lebih paham bidang merchandising mana yang cocok dengan profesi kamu, ya. Skill yang Dibutuhkan Merchandiser Bagi kamu yang mulai tertarik untuk meniti karir merchandising, yuk mulai kembangkan keahlian-keahlian berikut ini: 1. Kemampuan Organisasi Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, jika tugas utama sales merchandiser adalah melakukan penataan produk. Selain itu jobdesk MD lain nya juga berkaitan dengan inventaris barang. Maka, seorang MD harus memiliki kemampuan organisasi yang baik, untuk menunjang pekerjaannya. 2. Komunikasi Tugas merchandiser tentu saja tidak hanya berkaitan dengan barang. Seorang MD juga akan banyak melakukan komunikasi dengan pihak distributor, pihak gudang, departemen pemasaran, hingga pelanggan. Sehingga, komunikasi yang baik sangat dibutuhkan untuk meminimalisir kesalahan order atau kesalahpahaman satu sama lain. 3. Kreativitas Keahlian penting MD adalah kreatif. Merchandising yang kreatif akan membuat penataan produk menjadi mudah dilakukan, terutama untuk menata produk-produk promo atau diskon, atau menentukan kira-kira produk mana yang bagus dipasang di meja kasir, dsb. 4. Ilmu Matematika Walaupun ilmu matematika tidak menjadi poin penting dalam profesi sales merchandiser. Namun, MD yang memiliki kemampuan matematika yang baik akan lebih efektif di dalam bekerja, dikarenakan pekerjaan mereka berkaitan dengan jumlah stok di gudang, prediksi stok, serta analisa angka penjualan. 5. Ilmu Komputer Perubahan sistem digital di industri tentu saja membuat pemahaman akan komputer menjadi kemampuan penting dalam tugas merchandiser. Melakukan update data stok, penentuan jumlah stok yang dibutuhkan, hingga pelaporan hasil penjualan semuanya dilakukan menggunakan komputer atau software tertentu. Maka pemahaman akan ilmu komputer akan membantu job desk merchandiser menjadi lebih efektif. 6. Stamina yang Bagus Di dalam pekerjaannya, sales merchandiser akan banyak membutuhkan energi untuk berpindah dari toko ke gudang, selalu mengecek barang-barang di toko hingga mengangkat banyak barang untuk melakukan penataan. Perlu dicatat bahwa tugas MD lebih banyak membutuhkan kekuatan fisik, sehingga memiliki stamina yang kuat menjadi penting.Gaji Merchandiser Bagian terpenting selanjutnya adalah mengetahui jenjang karir dan gaji merchandiser di Indonesia. Jenjang karir merchandiser yaitu:1. Junior merchandiserJenjang karir ini merupakan jenjang awal profesi merchandising. Arti junior merchandiser adalah hanya orang bertanggung jawab terhadap penataan dan pengawasan produk, dan belum mengambil peran dalam pengambilan keputusan.2. Senior merchandiserKetika sudah naik menjadi senior, maka job desk merchandiser yaitu membuat desain sesuai dengan perencanaannya sendiri, dan bisa memberikan instruksi kepada junior merchandiser.3. Manager merchandiserPosisi manager merchandiser artinya bertanggung jawab terhadap kinerja para merchandiser serta membuat rancangan utama desain. Selain itu, mereka juga bertugas dalam memprediksi stok dan bekerja sama dengan tim purchasing.4. Head of sales/retailPosisi head of sales merchandiser ini lebih berfokus pada target penjualan toko/retail secara keseluruhan. 💰 Profesi merchandising sendiri bisa mendapatkan gaji mulai dari Rp 3.500.000 hingga Rp 6.000.000 per bulan. Namun, perlu diingat bahwa rentang gaji ini bergantung dari tingkat pendidikan, pengalaman, lokasi serta besarnya perusahaan.Tips untuk Menjadi Merchandiser Kamu bisa mengikuti beberapa tips berikut ini untuk bisa memiliki profesi merchandising. 1. Menempuh Pendidikan Pendidikan universitas tentunya akan membantu kamu memiliki peluang lebih besar untuk bisa mengembangkan karir di bidang merchandising. Hal ini didukung dengan banyaknya perusahaan yang mewajibkan posisi sales merchandiser memiliki pendidikan minimal D3. 2. Mengikuti Pelatihan Untuk meningkatkan keahlian, kamu juga bisa mengikuti berbagai pelatihan atau sertifikasi di bidang retail dan merchandising. Hal ini tentu sudah lebih mudah dilakukan seiring dengan berkembangnya teknologi, kamu bisa dengan mudah mengikuti pelatihan secara online. 3. Mencari Pengalaman Kerja yang Relevan Bagi kamu yang sedang kuliah, kamu bisa mulai mencari pengalaman magang atau pekerjaan part time di dunia retail. Kamu bisa mulai dari bekerja sebagai kasir, ataupun pendataan stok. Hal tersebut tentunya akan menambah pengetahuan serta mengasah keterampilan kamu sebagai sales merchandiser. Selain itu, kamu juga bisa mulai bekerja pada posisi awal MD, dan jika kinerjamu bagus kamu juga bisa menanyakan kenaikan jenjang karir kepada atasan kamu, atau mencari pekerjaan level atas di perusahaan lainnya. 4. Membuat CV Merchandiser yang Menarik Hal terakhir yang sangat penting untuk profesi MD adalah membuat CV Merchandiser yang menarik. Jangan lupa kamu bisa cekcontoh CV lamaran kerja yang benar. Berikut Cake juga cantumkan contoh CV Merchandiser. Contoh CVMerchandiser --- Dibuat di Cake Itulah penjelasan detail mengenai arti merchandiser yang bisa kamu pelajari. Bisa disimpulkan bahwa MD adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan penataan produk di toko. Dimana job desk merchandiser ini meliputi analisa tren pasar, menjalankan strategi promosi, pengecekan inventaris produk, hingga melakukan penataan produk dengan tujuan akhir meningkatkan target penjualan.Sedang cari kerja? Gak perlu bingung, yuk langsung cari lowongan pekerjaan impian kamu di Cake. Cake, platform terpercaya dengan banyak jenis pekerjaan, dan pastinya 100% gratis! 🎉Cari Loker--- Ditulis OlehFiorency Santoso ---
Industry & Job Overview
Jan 13th 2026

Apa Itu Desain Produk? Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Jenjang Karir!

Daftar Isi : Pengetian Desain Produk Mengapa Desain Produk Penting? Jenis Desain Produk Proses Desain Produk Prospek Kerja Desain ProdukAkhir-akhir ini istilah desain produk cukup populer di dunia startup atau bisnis digital. Bisa dibilang bahwa konsep desain produk memegang peranan penting untuk kelangsungan bisnis kedepannya. Pasalnya, ketika membuat desain produk seorang desainer produk harus memikirkan core design produk dan memastikan produk tersebut bisa menjadi solusi bagi masyarakat. Nah, penasaran apa itu desain produk? Yuk, simak artikel dari CakeResume yang membahas pengertian desain produk hingga peluang pekerjaan desain produk. Apa Itu Desain Produk? Apa yang dimaksud dengan desain produk? Mari kita intip pengertian desain produk dulu, yukPengertian Desain Produk Desain produk adalah suatu proses untuk mendesain dan merencanakan suatu produk yang dibutuhkan oleh masyarakat. Tentunya dalam langkah-langkah membuat desain produk, perlu dilakukan riset mendalam mengenai inti masalah yang dihadapi masyarakat dan membuat solusi kreatif dengan mengembangkan produk dari perusahaan. Maka dari itu seorang desainer produk perlu menerapkan design thinking saat mendesain sebuah produk digital maupun fisik dengan fokus end-to-end product development. Dimana, harus dipastikan bahwa produk bisa digunakan secara efisien oleh end-user atau konsumen. Masih bingung dengan apa itu desain produk? CakeResume akan memberikan beberapa contoh desain produk agar mudah memahami apa yang dimaksud desain produk. Contoh Desain Produk Gojek Pastinya sudah tidak asing lagi dengan superApp GoJek yang menjawab kebutuhan keseharian masyarakat Indonesia. Nah, hadirnya aplikasi Gojek ini ternyata berawal dari permasalahan driver ojek yang sebagian besar waktunya digunakan untuk menunggu penumpang dari pagi hingga malam. Permasalahan lainnya adalah lokasi driver ojek sulit ditemukan oleh penumpang. Disinilah terjadinya “inefisiensi pasar” dan celah antara penumpang dan driver ojek. Dari permasalahan tersebut, akhirnya berdirilah call centre Gojek untuk menghubungkan driver dan penumpang sebagai solusi pertama. Seiring berjalannya waktu, dengan melakukan riset user behaviour dan tingginya minat masyarakat, akhirnya Gojek menciptakan aplikasi ojek online yang lebih efisien daripada call centre. Apple Siapa sih yang tidak kenal dengan produk Apple? Bisa dikatakan Apple merupakan perusahaan yang sangat menyadari konsep desain produk. Apple melibatkan tim desainer produk dalam setiap tahap proses pengembangan produk, mulai dari konsep hingga produk jadi. Kita bisa melihat desain produk keluaran Apple tampak lebih mewah namun sederhana, dimana Apple user menginginkan desain produk seperti itu. Airbnb Airbnb juga merupakan hasil proses desain produk yang cukup berhasil. Airbnb merupakan sebuah aplikasi yang mengawali perubahan bisnis pariwisata dengan menghubungkan tamu menginap dengan pemilik rumah secara efisien.📚 Baca juga:Desainer Grafis: Job Desk, Skill, Gaji [+Caranya] Tujuan dan Fungsi Desain Produk Mengapa desain produk memegang peranan penting? Dalam proses desain produk harus dicermati karena sangat sensitif bagi keberlangsungan bisnis perusahaan kedepannya. Bisa dikatakan bahwa tujuan desain produk adalah untuk membuat sebuah produk atau jasa yang dibutuhkan oleh target marketnya secara efektif dan efisien. Dimana perusahaan lebih mendesain produk dengan daya tarik penjualan yang terjangkau dengan biaya produksi yang tidak terlalu mahal. Nah, sebenarnya apa saja sih fungsi desain produk? Yuk, simak ulasan berikut ini! Kepuasan konsumen meningkat: Konsep desain produk bisa meningkatkan kepuasan konsumen terhadap produk untuk mengatasi masalah mereka secara tepat dan berkualitas.Faktor keberhasilan produk/jasa: Kreasi dan inovasi dalam proses desain produk bisa menjadi standar keberhasilan product line yang lain yang akan di kembangkan. Tentunya untuk meningkatkan performa, mengurangi biaya produksi, dan risiko dalam bisnis.Meningkatkan penjualan: Proses desain produk mendorong adanya inovasi dan kreativitas dalam sebuah produk yang tepat guna. Tentunya mampu untuk meningkatkan penjualan karena keunikan dari produk tersebut.Kualitas perusahaan meningkat: Proses desain produk juga mendorong perusahaan untuk lebih jeli dalam memproduksi produk secara optimal. Pastinya perusahaan dituntut menciptakan produk berkualitas dengan meminimalisir biaya dan limbah yang mempengaruhi kualitas perusahaan.Mengembangkan pertumbuhan bisnis: Dengan meningkatnya penjualan dan kualitas perusahaan, pertumbuhan bisnis perusahaan juga akan meningkat.Jenis Desain Produk Terdapat tiga jenis desain produk yang paling umum yaitu system design, process design, dan interface design. Masing-masing jenis desain produk ini memiliki fungsinya masing-masing yang sangat penting. Yuk, simak lebih lanjut!1. System Design System design berfokus pada sistem dalam produk yang dikembangkan. Sehingga desainer produk dituntut memiliki kemampuan information architecture dalam mengelola informasi menjadi system design produk yang bisa digunakan di dunia nyata. Seperti contoh di misalnya di minimarket, kita bisa melihat setiap lorong atau rak dibagi beberapa kategori seperti sabun, makanan, atau alat rumah tangga. Kemudian, ketika ada promo Idul Fitri, maka produk seperti kue kering, sirup, biskuit, atau parcel akan ditampilkan di bagian depan minimarket. Kategorisasi pemajangan produk di minimarket merupakan system design untuk mempermudah proses pembelian barang bagi konsumen.2. Process Design Jenis desain produk kedua adalah process design yang berkaitan dengan perancangan produk. Pada process design ini, desainer produk akan merancang alur kerja dalam produk yang akan dikembangkan. Contohnya saat berbelanja di minimarket terdapat alur proses atau process design, salah satunya proses pembayaran. Dalam proses pembayaran di minimarket ada dua jenis proses, dengan mengantri di kasir untuk dipindai atau dengan self-checkout. 3. Interface Design Berbeda dengan dua jenis desain produk lainnya, interface design ini lebih menitik beratkan pada desain estetik produk. Dimana interface design ini bertujuan untuk menarik kesan pertama dari pengguna produk. Interface design ini juga mempertimbangkan agar produk mudah digunakan oleh semua lini. Pastinya tampilan dari produk harus jelas informasinya dan tidak membingungkan. Seperti contoh aplikasi Gojek dimana tampilan dari aplikasi tersebut cukuplah jelas dan dipahami dengan icon dan tombol yang jelas. Sehingga semua konsumen dengan mudah menggunakannya. Proses Desain Produk Faktanya cara desain produk ini tidaklah mudah, dibutuhkan proses desain produk yang cukup panjang hingga produk diluncurkan ke market. Nah, bagaimana proses desain produk? CakeResume akan membahas 7 proses desain produk. Let’s check this out! 1. Mendefinisikan Visi dan Misi Sebelum melakukan pengembangan produk (product development), perusahaan harus mendefinisikan konteks produk tersebut. Apakah produk tersebut bisa menjawab kebutuhan konsumen atau tidak. Pastinya, desainer produk harus mendefinisikan: Visi dan misi produkStrategi pengembanganMenetapkan KPIMenetapkan proposisi nilai produk. Dengan demikian, proyeksi dalam pengembangan produk lebih jelas dan rinci. 2. Riset Produk Untuk memaksimalkan peluang kesuksesan produk di market, wajib hukumnya untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum product development. Melakukan riset akan menghemat waktu dan tenaga dalam pembuatan produk. Sehingga, ini dapat menghasilkan produk yang tepat guna dan meminimalisir kegagalan produk di market. Pada dasarnya riset produk ini mencari informasi dari lapangan untuk wawasan design product. Riset produk yang bisa dilakukan antara lain dengan: InterviewDiskusiSurveyRiset pasar 3. User Analysis Setelah melakukan riset produk, desainer produk mampu mendefinisikan segmentasi dan persona dari segmentasi tersebut. Tentunya sangat berguna dalam menciptakan desain produk yang merepresentasikan konsumen. Disisi lain perusahaan bisa tahu apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen dengan alasan yang jelas. Sehingga hal itu mempermudah desainer produk untuk fokus pada produk utama yang diciptakan. 4. Brainstorming Ide Hal yang paling krusial dalam product design adalah brainstorming ide. Dimana pada tahap ini desainer produk akan merumuskan ide desain produk, dan menentukan fitur utama produk yang akan ditonjolkan saat diluncurkan di market. Nah brainstorming ide bisa dilakukan dengan beberapa cara untuk membantu memperjelas diskusi. Beberapa cara tersebut adalah: user journey mappingStoryboardSketchingWireframing. 📚 Baca juga:Apa itu Brainstorming? 9 Cara Brainstorming yang Efektif! 5. Membuat Desain Produk Setelah riset dan brainstorming ide, saatnya mendesain produk dengan konsep yang sudah matang. Dalam proses membuat desain produk akan dibuat sebuah prototipe sebagai implementasi konsep produk yang direncanakan. Prototipe ini berfungsi untuk memberikan user experience sebagai solusi yang nyata dari konsep produk. Prototipe ini akan di tes oleh RD terlebih dahulu untuk memastikan fungsi produk sesuai dengan konsep atau tidak. 6. Tes dan Validasi Produk Setelah prototipe produk selesai dibuat, maka saatnya melakukan tes dan validasi produk untuk menguji produk apakah berjalan sesuai dengan konsepnya. Uji produk ini pada dasarnya untuk mendapatkan masukan dari konsumen apakah fungsi produk dan alurnya sudah sesuai dengan kebutuhannya atau tidak. Dari masukan tersebut, desainer produk akan meninjau dan memperbarui prototipe untuk melakukan tes dan validasi produk hingga desain produk sudah memenuhi kebutuhan konsumen. 7. Aktivitas Pasca Peluncuran Produk Ternyata aktivitas desain produk ini tidak berhenti pada tahap peluncuran produk saja. Product improvement akan selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitasnya. Pastinya perusahaan akan berinteraksi dengan konsumen untuk mendapatkan masukan dan ulasan.Peluang Kerja Desain Produk (Product Designer) Apakah kamu tertarik bekerja sebagai desainer produk? Kali ini, CakeResume akan memperinci jenjang karir desainer produk, skill yang dibutuhkan, dan tips mendapatkan pekerjaan desainer produk. Jenjang Karir Desainer Product Junior Product DesignerSenior product DesignerProduct Design ConsultantProduct Design ManagerPengusaha Skill Desainer Produk Kemampuan mendesain (Illustrator/Photoshop/ Figma/CAD/InDesign)KreatifKemampuan design thinkingKemampuan berpikir analitis dan kritisInovatifKemampuan melakukan risetMemahami konsep desain 2D/3DMemahami UI UX Design 📚 Baca juga:100+ Contoh Soft Skill Hard Skill dalam CV (untuk 15 Pekerjaan) Tips Menjadi Desainer Produk Lulus Sarjana:Untuk menjadi desainer produk, kamu perlu menyelesaikan pendidikan sarjana jurusan desain produk. Dengan menempuh pendidikan di perguruan tinggi akan mendapat landasan skill desain produk. Punya Portfolio:Memiliki portfolio akan menjadi nilai plus, karena dengan portfolio ini rekruter bisa menilai secara objektif kemampuan desain produk. Latihan Desain Produk:Untuk mengasah kualitas dalam desain produk ada baiknya untuk latihan rutin dalam mendesain sebuah produk. Karena nantinya bisa digunakan sebagai portfolio. Buat CV Menarik:Buatlah CV yang menarik agar dilirik oleh rekruter. Pastikan CV desainer produk merangkum jelas kemampuanmu. Bagaimana membuat CV desainer produk yang menarik? Berikut contohnya!Contoh CV Desain Produk - Dibuat di CakeResume Setelah mengenal apa itu desain produk pastinya kamu sudah memiliki gambaran ruang lingkup pekerjaan sebagai desainer produk. Apakah kamu tertarik membangun karir di dunia desain produk?CakeResume merupakan CV Builder ATS-friendly dengan 50+ template keren yang bisa kamu download! Yuk, coba gratis sekarang juga! 🎉Buat CV --- Ditulis oleh Talitha Edrea ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!