Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Portfolio
Nov 13th 2024

Ingin Stand Out Saat Cari Kerja? Lihat 10 Contoh Portofolio Fresh Graduate Gratis!

Sedang membutuhkan contoh portofolio fresh graduate? Kamu datang ke tempat yang tepat karena Cake menyediakan template portofolio untuk lulusan baru dari berbagai posisi. Sebenarnya, seberapa urgen portofolio untuk melamar kerja? Jawabannya tergantung dengan posisi yang kamu lamar dan kualifikasi yang diinginkan perusahaan. Saat ini istilah yang kerap dipakai untuk menggambarkan jenjang karier adalah career portofolio alih-alih career path. Kemampuan, kapasitas, penrkembangan diri, hingga pencapaian yang diraih terangkum dalam dokumen yang dibuat secara berurutan itu. Ingin tahu lebih lanjut mengenai hal ini? Berikut penjelasan lengkap tentang portofolio untuk fresh graduate. Kami juga menyediakan beragam contoh portofolio proyek hingga magang!Daftar isi: Apa itu Portofolio Fresh Graduate Pekerjaan yang Membutuhkan Portofolio untuk Fresh Graduate Hal-hal yang Wajib Ada di Portofolio Fresh Graduate Cara Membuat Portofolio Fresh Graduate yang Menarik HRD Contoh Portofolio untuk Fresh GraduateApa itu Portofolio Fresh Graduate?Template portofolio graduate akan berfungsi secara maksimal jika kamu memahami apa saja yang dibutuhkan untuk menyusunnya. Menurut Harvard Business Review, portofolio adalah sesuatu yang melekat pada dirimu dan tidak akan pernah bisa diambil. Bagi fresh graduate, portofolio menunjukan jejak usaha untuk membangun karier masa depan. Portofolio untuk fresh graduate berisi laporan dan rangkuman aktivitas profesional yang pernah dilakukan (berbayar maupun tidak), seperti pengalaman magang, kerja, proyek, dan kursus intensif. Tidak perlu besar atau megah, yang penting mampu menunjukan kemampuan untuk belajar dan kemauan untuk berkembang. Dengan begitu mudah bagi human resources untuk menilai kepribadianmu. Cara buat portofolio tergolong mudah, sehingga semakin banyak perusahaan yang meminta hal ini dari kandidat fresh graduate. Inilah mengapa portofolio lamaran kerja fresh graduate lebih sering diprioritaskan oleh HR. Namun, seperti yang sudah dibahas oleh Harvard, portofolio sudah melekat pada dirimu. Bahkan jika kamu merasa tidak memiliki pengalaman apapun, minimal selalu ada satu informasi yang bisa kamu jelaskan di dalam portofolio.📚 Baca juga: Portofolio untuk Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik [+Contoh!] Pekerjaan yang Membutuhkan Portofolio untuk Fresh Graduate1. Content Creator Produk akhir kreator konten adalah karya digital yang bisa berupa tulisan, gambar, dan video karena platform utamanya ada di media sosial. Satu-satunya cara membuktikan bahwa hasil karya yang dibuat memberikan pengaruh adalah dengan membuat portofolio.📚 Baca juga: Contoh Portofolio Content Creator dan Tips Membuatnya! 2. Designer Contoh portofolio lamaran kerja untuk desainer bisa berbagai macam mulai dari yang sederhana hingga rumit. Misal desain poster menggunakan canva sampai contoh-contoh desain mock-up. Kamu bisa lihat contohnya di sini. 3. Fotografer Fotografer adalah bidang yang luas karena fokusnya sangat banyak, mulai dari alam, fashion, acara formal, travel, makanan, hingga jurnalistik. Portofolio memudahkanmu untuk memilih fokus foto yang ditekuni sambil mencari industri atau perusahaan yang cocok dengan kemampuanmu.📚 Baca juga: Contoh Portofolio Fotografi Menarik Beserta 7 Tips yang Wajib Diketahui! 4. Arsitek Contoh portofolio untuk melamar kerja posisi arsitek tidak lain dengan menunjukan hasil karya. Beruntung, arsitek adalah salah satu jurusan dengan praktik lapangan banyak, sehingga tugas selama perkuliahan bisa dimasukkan ke dalam portofolio. 5. Freelance Freelance adalah jenis pekerjaan yang sangat tidak spesifik. Kamu bisa saja menjadi seorang data entry, copywriter, content editor, yang semuanya tidak terikat. Sebagai freelancer, portofolio untuk fresh graduate memiliki dua keuntungan: menunjukan bahwa kamu menguasai berbagai macam bidang kerja lepas atau menegaskan kekhususan jenis pekerjaan lepas yang kamu ambil. 6. Software Engineer Software engineer bertanggung jawab merancang, mengembangkan, membangun, dan juga mengawasi perangkat lunak, sistem, atau aplikasi produk perusahaan. Jadi portofolio fresh graduate menjadi bukti bahwa kamu memang memiliki kualifikasi di bidang ini.7. UI/UX Designer Tampilan antarmuka sebuah aplikasi ataupun situs tidak bisa dibuat sembarangan. UI/UX desainer perlu mempertimbangkan akses, keterbacaan, dan tingkat estetika. Untuk menunjukan bahwa kamu memiliki sensitivitas terhadap estetika sebuah aplikasi, tentu saja portofolio dibutuhkan. Siap untuk memberi kesan pertama yang kuat ke HRD?Mulai buat portofolio di Cake!🍰Buat Portofolio 8. Data Scientist Portofolio data scientist setidaknya harus mencakup: proyek-proyek yang relevan, analisis data mendalam dan kompleks, serta penguasaan tools seperti R, Python, Tableau dan sejenisnya. 9. Web Developer Portofolio untuk fresh graduate di bidang web developer berupa aplikasi web yang dirancang, dikembangkan, dan dipelihara. Jika tidak pernah bekerja di bidang ini sebelumnya, buatlah contoh pekerjaan sendiri dengan memanfaatkan beragam platform. 10. Product Manager Sebagai salah satu pemimpin, product manager-lah yang bertanggung jawab untuk proses pengelolaan produk hingga diluncurkan. Portofolio berguna untuk menunjukan cara kerja, pencapaian, dan sejauh mana dirimu berkembang di bidang ini.📚Baca juga: 20+ Contoh CV Menarik, Formal, Kreatif untuk Melamar KerjaHal-hal yang Wajib Ada di Portofolio Fresh Graduate1. Halaman judul Halaman judul berisi informasi singkat yang berisi identitas pribadi: judul portofolio untuk fresh graduate, nama, bidang yang kamu geluti. Bisa juga gunakan desain kreatif untuk membuat judul yang menarik perhatian. 2. Daftar isi Daftar isi di portofolio fresh graduate bersifat opsional, terutama jika informasi yang kamu masukkan sangat beragam. Nah, daftar ini memudahkan HR dan user untuk mencari informasi spesifik yang dibutuhkan secara cepat. 3. Deskripsi diri Bagian deskripsi diri (about me) tidak bisa kamu skip, ya! Deskripsi diri adalah rangkuman dari informasi yang ada di portofolio. Apa saja yang perlu dimasukkan? Mulai dari siapa dirimu, pengalaman yang kamu miliki, pencapaian yang menonjol, serta informasi yang kamu rasa dapat meninggalkan impresi mendalam kepada HR. 4. Isi (Contoh karya) Sekarang saatnya masuk ke dalam inti dari portofolio untuk fresh graduate, yaitu isi atau contoh karya. Jika memiliki pengalaman luas, kamu bisa membaginya ke beberapa section seperti: magang, pengalaman kerja, organisasi, kepanitian, volunteer dari lembaga terakreditasi. 5. Sertifikasi Dalam banyak contoh portofolio untuk fresh graduate, sertifikat adalah informasi penunjang yang bisa menjadi nilai tambah. Dengan catatan, sertifikat dikeluarkan oleh lembaga terakreditasi yang memiliki kurikulum jelas. 6. Informasi kontak Informasi kontak juga tidak boleh terlewatkan karena ini adalah cara agar HR dan user bisa menghubungimu dengan cepat. Informasi kontak dapat berupa: nomor telepon aktif (usahakan tersambung dengan WA), email, hingga LinkedIn.Cara Membuat Portofolio Fresh Graduate yang Dilirik HRD1. Pilih jenis portofolio yang kamu mau gunakan (video, website/blog, online, etc) Portofolio untuk fresh graduate terbagi menjadi dua jenis: fisik dan digital. Dalam portofolio fisik, fresh graduate menggunakan foto atau desain cetak. Jenis yang pertama sangat cocok digunakan untuk para desainer yang memiliki hasil karya dalam bentuk benda. Misal ada seorang packaging designer yang mengirimkan portofolio dalam bentuk mockup kemasan. Jenis kedua adalah portofolio digital melalui situs (website, medium, blog) atau menggunakan platform untuk penyimpanan kode perangkat lunak seperti GitHub. Kekurangannya, portofolio ini hanya bisa diakses jika ada koneksi internet saja. Tips ketika menggunakan jenis digital, yaitu dengan menyisipkan link portofolio di CV di bagian informasi pribadi. Biasanya portofolio terletak di bagian atas paling kiri dari sebuah CV.📚 Baca juga: Cara Membuat Portofolio Online: 15 Website Gratis untuk Portofolio yang Menarik 2. Buat daftar apa saja yang dibutuhkan dalam portofolio fresh graduate Tidak ada aturan ketat atau standar khusus mengenai bentuk portofolio untuk fresh graduate yang baik. Untuk kandidat yang memiliki banyak pengalaman di industri kreatif, tampilan portofolio harus mampu menggambarkan tingkat kreativitas tersebut. Namun, di kalangan pekerja non industri kreatif, perusahaan biasanya mengharapkan portofolio yang tidak mengandung terlalu banyak warna atau tidak banyak desain rumit. Jadi untuk menentukan jenis portofolio seperti apa yang dibutuhkan, maka kandidat perlu melakukan riset yang panjang. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan portofolio fresh graduate-mu sesuai dengan kebutuhan perusahaan: Pastikan kamu tahu jenis industri kerja macam apa yang ingin kamu geluti. Isi portofolio harus selaras dengan rencana karier di masa depan.Lakukan riset lowongan kerja dan juga perusahaan yang ingin kamu lamar untuk mendapatkan gambaran lebih luas.Riset contoh portofolio fresh graduate yang memiliki latar belakang sama dengan dirimu. Kamu bisa mencari informasi ini melalui LinkedIn dan juga Cake. 3. Persiapkan material dengan baik Kamu bisa mengecek material apa saja yang perlu disiapkan di bagian ‘hal-hal yang wajib ada di portofolio fresh graduate’. Pertanyaannya, bagaimana juga kamu tidak memiliki pengalaman apapun sebelumnya? Cara paling mudah adalah membuat sample work. Contoh: jika kamu tertarik menjadi seorang desainer grafis tapi tidak memiliki pengalaman apapun di bagian ini, buatlah contoh karya melalui Canva (atau tools lain). Cake juga menyarankan untuk membuat portofolio di semester akhir atau segera setelah kamu lulus. Ini untuk mengantisipasi jika saat ada lamaran kerja dengan pendaftaran mepet tetapi masih ada material portofolio yang kurang. 4. Buat design lebih menarik Desain yang menarik tidak selalu berarti ‘heboh’. Kamu bisa menambahkan ornamen sederhana atau bahkan ilustrasi kecil dengan tetap mengedepankan keterbacaan portofolio. Jadi selain memastikan estetika desain portofolio fresh graduate, perhatikan juga kemudahan audiens dalam memahami informasi yang ingin kamu sampaikan.Jangan lewatkan kesempatan untuk ningkatin peluang kerja dengan Portfolio Builder Cake!🎉Buat Portofolio 5. Sertakan narasi untuk karyamu Jangan pernah menyepelekan kekuatan narasi, apalagi jika kamu adalah fresh graduate. Narasi punya banyak bentuk, tapi tujuan utamanya adalah untuk menyampaikan pesan secara efektif. Kamu bisa menceritakan cerita di balik hasil karya yang sudah dibuat dan apa makna karya tersebut secara personal. Untuk memperkuat proses kerjamu, tambahkan testimoni dari rekan kerja, atasan saat magang, dan teman satu organisasi. Perhatikan contoh portofolio magang yang ada di bagian akhir artikel ini untuk panduan yang lebih luas. 6. Berikan penutup dan informasi kontak Informasi kontak bisa kamu cantumkan di awal atau akhir portofolio, atau bahkan pada keduanya. Untuk mempermudah akses, sisipkan link menuju nomor WhatsApp atau email. Contoh Portofolio untuk Fresh Graduate 👉 Contoh Portofolio Desain Grafis oleh Irsal Hapiz Elghifari (Dibuat di Cake) Contoh Portofolio Desain Grafis (Dibuat di Cake) 👉 Contoh Portofolio Video oleh Rachel Tristan (Dibuat di Cake)Contoh Portofolio Video (Dibuat di Cake) 👉 Contoh Portofolio Mahasiswa Arsitektur (Dibuat di Cake)Contoh Portofolio Mahasiswa Arsitektur (Dibuat di Cake) 👉 Contoh Portofolio Social Media Management oleh Asep Wibowo (Dibuat di Cake)Contoh Portofolio Social Media Management (Dibuat di Cake) 👉 Contoh Portofolio Proyek UI/UX Designer oleh Pluddie Cheng (Dibuat di Cake)Contoh Portofolio UI/UXDesigner (Dibuat di Cake) 👉 Contoh Portofolio Programmer oleh Brittany ChiangContoh Portofolio Engineer 👉 Contoh Portofolio Digital Marketing oleh Raja Abiyyu Sefel (Dibuat di Cake)Contoh Portofolio Digital Marketing 👉 Contoh Portofolio Content Writeroleh Siti Aisyah (Diambil dari Behance)Contoh Portofolio Content Writer (Diambil dari Behance) 👉 Contoh Portofolio Fotografer oleh Reyhan Fadilla (Dibuat di Cake)Contoh Portofolio Fotografi (Dibuat di Cake) 👉 Contoh Portofolio Copywriteroleh Riandika Arya Kepaksian (Dibuat di Cake)Contoh Portofolio Copywriter Content Writer (DIbuat di Cake) KesimpulanPortofolio untuk fresh graduate berisi rangkuman aktivitas profesional seperti pengalaman kerja, magang, sukarelawan, dan lain-lain. Ini berguna untuk membuat impresi kepada HR dan user mengenai kinerja kandidat.Portofolio fresh graduate dianggap sudah memenuhi standar jika berisi informasi seperti halaman judul, daftar isi, deskripsi diri (about me), isi (contoh karya), sertifikasi, dan juga informasi kontak. Contoh-contoh portofolio untuk fresh graduate di atas bisa kamu gunakan secara gratis. Kamu cukup bergabung dengan Cake dan nikmati beragam akses tentang lowongan kerja, tips cari kerja, hingga ratusan template CV.Cake adalah aplikasi dan website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake. — Ditulis oleh Erika Rizqi —
Industry & Job Overview
Jun 20th 2024

Procurement Staff: Perbedaann dengan Purchasing, Tugas dan Skillnya!

Apakah kamu pernah mendengar istilah procurement? Procurement adalah salah satu bagian dari proses bisnis tentang pengadaan barang, jasa, atau sumber daya lainnya yang dibutuhkan untuk operasional perusahaan. Di balik proses ini, terdapat peran penting yang dimainkan oleh para procurement staff atau staf pengadaan. Procurement staff adalah individu atau tim yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proses pengadaan dalam suatu organisasi. Untuk lebih lanjut, mari kita simak apa itu procurement, apa saja tugas dari staff procurement, dan hal-hal lainnya yg perlu diketahui tentang procurement. Daftar isi: Pengertian Procurement Perbedaan Purchasing dan Procurement Tugas Procurement Staff Keterampilan yang Harus Dimiliki Procurement Staff Gaji Procurement Staff Cara dan Syarat untuk Menjadi Procurement Staff Apa itu Procurement? Procurement adalah salah satu bagian dari proses bisnis tentang pengadaan barang, jasa, atau sumber daya lainnya yang dibutuhkan untuk operasional perusahaan. Singkatnya, procurement artinya pengadaan. Apa yang dimaksud dengan proses procurement ini? Proses procurement ini cukup sistematis dimulai dari identifikasi kebutuhan, penilaian pemasok, negosiasi harga dan persyaratan kontrak, pengiriman dan penerimaan barang atau jasa, serta evaluasi kinerja supplier. Di era sekarang, bahkan ada istilah e-Procurement. E-procurement adalah pembelian barang dan jasa melalui sistem informasi dan jaringan. Ini termasuk internet, pertukaran data elektronik (EDI), dan perencanaan sumber daya perusahaan (ERP). Lalu, siapa yg menjalankan proses procurement ini? Proses ini dimainkan atau diperankan oleh procurement staff. Procurement staff adalah individu atau tim yang berperan penting dalam memastikan bahwa perusahaan dapat mendapatkan barang atau layanan yang diperlukan perusahaan dengan harga terbaik, kualitas yang bagus, dan waktu yang sesuai. Apa Perbedaan Purchasing dan Procurement? Pengadaan (procurement) dan pembelian (purchasing) adalah istilah yang sering digunakan secara bergantian dalam konteks bisnis. Meskipun keduanya berkaitan dengan perolehan barang dan jasa atas nama suatu perusahaan, keduanya merupakan proses yang berbeda. Perbedaan procurement dan purchasing dapat dilihari dari beberapa indikator dibawah ini. 1. Tujuan Tujuan procurement adalah untuk memenuhi kebutuhan bisnis tertentu. Ini lebih dari sekadar proses sederhana pemesanan barang atau jasa. Tujuan pengadaan adalah untuk memastikan proses pembelian dan mengidentifikasi pilihan vendor dan/barang yang paling ideal berdasarkan kriteria perusahaan, mulai dari biaya hingga lokasi vendor. Pengadaan memiliki tujuan jangka panjang yang berkontribusi terhadap pencapaian hasil strategis dan keunggulan kompetitif. Pembelian memiliki tujuan jangka pendek. Tujuan pembelian adalah untuk mengatur pengeluaran bisnis dan memperoleh sumber daya tertentu. 2. Relasi dengan Vendor Purchasing sepenuhnya bersifat transaksional, dimana jika kamu membutuhkan suatu barang sekarang, maka barang tersebut harus dipesan sekarang juga dan tidak mementingkan relasi dengan vendor. Sedangkan procurement bersifat lebih strategis. Procurement memiliki fokus yang jauh lebih kuat dalam menjaga hubungan jangka panjang dengan vendor. Hal ini dimulai pada tahap pemilihan supplier, di mana manajer pengadaan memprioritaskan vendor yang dapat menjalin hubungan jangka panjang yang bermanfaat dengan mereka. Kemudian, berkembang menjadi pertemuan tinjauan hubungan triwulanan dan pembuatan laporan internal untuk memantau performa kerja 3.Proaktif vs Reaktif Pembelian atau purchasing bersifat reaktif. Perusahaan hanya melakukan pembelian saat diperlukan (tetapi bisa juga perusahaan melakukannya terlebih dahulu untuk mengurangi keadaan mendesak yang dapat meningkatkan biaya). Sedangkan pengadaan atau procurement, bersifat lebih proaktif. Strategi pengadaan lebih mementingkan tujuan jangka panjang perusahaan. Biasanya, procurement specialist mengantisipasi kebutuhan internal dan menjalin hubungan dengan vendor untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Misalnya, anggota departemen procurement dapat memitigasi risiko vendor dengan mencari vendor cadangan untuk komponen rantai supplier atau pasokan utama. Dengan cara ini, jika terjadi masalah dengan vendor utama perusahaan (misalnya, mereka mengalami kekurangan barang, pasokan, dsb), perusahaan siap untuk beralih ke supplier sekunder. 4. Nilai vs Harga Barang Jika pembelian lebih mementingkan harga akhir suatu produk atau jasa, pengadaan atau procurement umumnya berupaya memaksimalkan value dari produk dan jasa. Misalnya, harga tiket mungkin bukan satu-satunya perhatian saat mencari CRM penjualan baru. Opsi yang lebih murah mungkin akan menghemat uang perusahaan saat ini, namun hal ini dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan karena keterbatasan penggunaan. Oleh karena itu, pemimpin bidang pengadaan mungkin memilih opsi yang sedikit lebih mahal yang tidak akan menghambat pertumbuhan. 📚 Baca juga:Apa itu Purchasing Staff: Tugas, Skill Set, Jenjang Karir Tugas Procurement Staff Staff procurement memiliki tugas dan tanggung jawab yang penting bagi perusahaan. Mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga supplier atau pemasok barang dan jasa untuk kebutuhan perusahaan. Tugas procurement staff meliputi: Mengidentifikasi kebutuhan perusahaanMelakukan riset pasar untuk seleksi vendor atau supplierNegosiasi harga dan kontrakManajemen pengadaan barang atau jasa sesuai kontrak dan kebutuhan perusahaanMengelola persediaan barang dan jasa perusahaan agar selalu sesuai kebutuhanMemantau kinerja supplier Skill untuk Menjadi Procurement Staff 1. Negosiasi Salah satu skill utama yang dibutuhkan untuk menjadi procurement staff adalah kemampuan untuk bernegosiasi dengan supplier atau pemasok. Mereka harus dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan perusahaan dalam hal harga dan persyaratan kontrak. 2. Relationship Management Keterampilan inti staff procurement terletak pada kemampuan membangun dan memelihara hubungan supplier atau pemasok yang solid dan berjangka panjang. Hal ini juga mencakup memastikan bahwa mitra dan pemasok mereka puas dengan perjanjian, memantau kinerja mereka, dan mampu mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan tanpa membahayakan kemitraan yang sudah ada. 3. Manajemen Risiko Procurement staff memerlukan keterampilan manajemen risiko karena mereka bertanggung jawab mengelola proses procurement dari awal hingga akhir, termasuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko atau gangguan yang mungkin timbul. Keterampilan ini membantu mereka melindungi bisnis serta kepentingan dan keuangannya, menjamin kelangsungan pasokan, dan memenuhi harapan para pemangku kepentingan. 4. Skill Finansial Manajemen biaya, perkiraan, analisis data keuangan, dan pelaporan keuangan adalah bagian penting dari peran staff procurement. Ketajaman finansial ini membantu mereka mengambil keputusan pengadaan yang terinformasi dan hemat biaya serta mematuhi berbagai peraturan yang disepakati perusahaan dan pemasok. 5. Analisis Data Menganalisis data dan tren pasar adalah bagian penting dari tanggung jawab seorang procurement specialist. Keterampilan analitis yang kuat memungkinkan mereka mengidentifikasi peluang penghematan biaya, area dan proses yang dapat dioptimalkan, serta area risiko potensial. Selain itu, keterampilan analitis ini juga membantu mereka menggunakan data untuk mengembangkan strategi dan proses pengadaan yang selaras dengan tujuan bisnis. Gaji Procurement Staff Sama seperti pekerjaan pada umumnya, nominal gaji procurement staff yang didapat bisa berbeda-beda tergantung pada lokasi, perusahaan, pengalaman hingga pendidikan yang dimiliki karyawan.Apabila seorang fresh graduate memulai karir nya di bidang procurement, maka gaji rata-rata untuk staff procurement di Indonesia adalah sekitar 3.300.000 - 8.000.000 tergantung dari lokasi atau kota dia dipekerjakan. Namun untuk posisi procurement manager, pada beberapa lokasi, dapat meraup gaji hingga 2 digit atau diatas 10 juta. Tips untuk Menjadi Procurement Staff 1. Tempuh Pendidikan S1 Apabila tertarik menjadi staff procurement, langkah awal yang dapat kamu ambil adalah mengambil pendidikan S1 sesuai dengan jurusan yang berhubungan langsung dengan procurement. Antara lain: Jurusan Bisnis ManajemenJurusan TeknikJurusan Akuntansi, dan lainnya 2. Ambil Sertifikasi Mengambil sertifikasi akan menunjang kredibilitas dalam menjadi staff procurement. Sertifikasi juga akan membuat kamu semakin menonjol apabila disandingkan dengan pelamar kerja lainnya yang juga ingin posisi procurement staff. Contoh sertifikasi yang ada, antara lain: Certified Procurement Officer (CPOf)Certified Procurement Specialist (CPSp) 3. Memiliki Pengalaman yang Relevan Memiliki pengalaman yang relevan akan menjadi bekal-mu untuk menjadi staff procurement yang profesional di kemudian hari. Kaitkan pengalaman yang kamu miliki dengan skill yang dibutuhkan perusahaan untuk menjadi staff procurement. Apabila kedua hal ini memiliki relevansi, kamu semakin dipertimbangkan untuk diterima dalam posisi staff procurement. Jika kamu adalah fresh graduate, manfaatkan program magang untuk mendapatkan pengalaman yang relevan. Cari lowongan kerja dan magang sebagai procurement staff melalui website lowongan kerja Cake!🎉Cari Kerja 4. Buat CV Procurement Staff yang ProfessionalContoh CV Procurement Staff -- Dibuat di CakeMau buat CV procurement staff yang profesional seperti di atas? Yuk, buat CV yang profesional dan ATS-friendly dengan mudah dan dapatkan pekerjaan impianmu!🎉Buat CV Kesimpulan Procurement adalah salah satu bagian dari proses bisnis tentang pengadaan barang, jasa, atau sumber daya lainnya yang dibutuhkan untuk operasional perusahaan.Procurement staff adalah individu yang berperan penting dalam memastikan bahwa perusahaan dapat mendapatkan barang atau layanan yang diperlukan perusahaan dengan harga terbaik, kualitas yang bagus, dan waktu yang sesuai.Perbedaan purchasing dan procurement dapat dilihat dari segi tujuan, relasi dengan vendor, sifatnya yang reaktif atau proaktif, serta kepentingan nilai dan harga barangTugas staff procurement adalah menjadi garda terdepan dalam menjaga supplier atau pemasok barang dan jasa untuk kebutuhan perusahaanSkill yang dibutuhkan staff procurement adalah negosiasi, relationship management, manajemen risiko, skill finansial, hingga analisis data.Tips menjadi staff procurement sukses, dimulai dari mengambil pendidikan yang relevan, ambil sertifikasi, punya pengalaman kerja yang relevan, hingga buat CV yang profesional untuk perusahaan impian. Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake. --- Ditulis Oleh Christy Angestu ---

Akuntan Adalah: Tugas, Jenis, Prospek Kerja, dan Gajinya!

Akuntan adalah salah satu pekerjaan tertua yang telah muncul sejak peradaban kuno Mesir, Yunani, dan Romawi. Masyarakat peradaban kuno bergantung pada profesi akuntan untuk mengelola keuangan negara, hasil panen, dan perdagangan. Dari ribuan tahun lalu hingga masa mendatang, pekerjaan akuntan masih tetap eksis dan berkembang karena dibutuhkan oleh perusahaan dan organisasi di berbagai sektor industri. Menurut data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS, pekerjaan akuntan diproyeksikan akan tumbuh sebesar 6% dari tahun 2021 hingga 2031. Di artikel ini, CakeResume akan membahas lebih detail seputar pengertian, tugas, jenis, prospek kerja, hingga tips menjadi akuntan. Bagi kamu yang berminat meniti karir di bidang ini, yuk, pahami lebih lanjut tentang pekerjaan akuntan di bawah ini! Daftar Isi: Pengertian Akuntan Tugas dan Tanggung Jawab Akuntan Jenis-Jenis Akuntan Prospek Kerja dan Gaji Akuntan Cara dan Syarat untuk Menjadi Akuntan Apa itu Akuntan? Akuntan adalah sebutan untuk seorang profesional yang bekerja di bidang akuntansi. Pengertian akuntan dalam konteks pekerjaan adalah seseorang yang memiliki keahlian dan keterampilan untuk mencatat, menganalisis, dan melaporkan informasi keuangan suatu perusahaan atau organisasi. Seorang akuntan wajib memiliki latar belakang pendidikan dan keahlian di bidang akuntansi atau accounting. Lalu, apa itu accounting? Accounting atau akuntansi merupakan sistem pencatatan, klasifikasi, analisis, interpretasi, dan pelaporan informasi keuangan, yang hasilnya ditujukan untuk pengambilan keputusan pihak yang berkepentingan. Akuntan memegang peran krusial dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Sebagai seorang ahli dalam bidang pengelolaan keuangan, akuntan membantu perusahaan untuk mencapai tujuan keuangan secara efektif dan efisien. Selain itu, akuntan juga berperan memastikan transparansi dan kepatuhan pengelolaan keuangan suatu perusahaan. Apa Tugas Seorang Akuntan? Peran krusial akuntan dalam mengelola aspek keuangan perusahaan ditunjang oleh tugas-tugas yang diemban.Akuntan bekerja sebagai apa? Ini adalah pertanyaan umum yang kerap muncul terkait tugas-tugas akuntan. Tugas akuntan tidak hanya melakukan pencatatan transaksi keuangan, tetapi juga berperan dalam melakukan audit, analisa, pelaporan, dan memberikan saran terkait keuangan perusahaan. Secara umum, berikut merupakan daftar tugas dan fungsi akuntan dalam sebuah perusahaan: 1. Mencatat Transaksi Keuangan Tugas seorang akuntan adalah mencatat semua transaksi keuangan di perusahaan yang berlangsung dalam periode tertentu. Pencatatan ini mencakup pembelian, penjualan, pendapatan, biaya, beban operasional, pajak, dan transaksi keuangan lainnya. 2. Menyusun Laporan Keuangan Pada setiap akhir atau awal periode keuangan, akuntan bertanggung jawab menyusun laporan keuangan perusahaan yang ditujukan kepada pemangku kepentingan. Laporan keuangan utamanya berisi neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan modal, dan laporan lain yang diperlukan perusahaan. 3. Analisis Keuangan Profesi akuntan adalah garda terdepan perusahaan untuk menganalisis dan interpretasi informasi keuangan. Hasil analisis akuntan sangat penting bagi manajemen untuk bahan pertimbangan pengambilan keputusan strategis. 4. Audit Accountant bertugas untuk melakukan audit internal atau eksternal untuk mengevaluasi kepatuhan perusahaan terhadap standar akuntansi dan peraturan yang berlaku. Dikutip dari PPM School of Management, tugas audit akuntansi penting untuk menjaga integritas dan kredibilitas laporan keuangan suatu perusahaan. 5. Memberi Saran Finansial Sebagai pihak yang mengetahui seluk-beluk keuangan perusahaan, saran dari akuntan diperlukan untuk menentukan strategi finansial perusahaan. Akuntan dapat memberikan saran tentang cara meningkatkan efisiensi keuangan, manajemen risiko, perencanaan keuangan, dan lainnya. 6. Menyampaikan Laporan Pajak Tugas seorang akuntan berikutnya adalah pelaporan pajak. Akuntan bertugas membantu perusahaan dalam memenuhi kewajiban pajak kepada pemerintah. Penting untuk dicatat, tugas dan tanggung jawab akuntan dapat berbeda-beda sesuai dengan spesialisasi dan lingkungan kerja mereka. Beberapa akuntan yang telah menempuh spesialisasi cenderung mempunyai tugas yang lebih spesifik sesuai bidang akuntansi yang mereka tekuni. Jenis-Jenis Akuntan Akuntansi adalah pekerjaan yang luas dan mencakup berbagai bidang dalam pengelolaan keuangan, pelaporan, analisis, dan perencanaan. Mirip seperti dokter, profesi akuntan juga mempunyai spesialisasi dan dibagi ke dalam beberapa jenis. Berikut merupakan beberapa jenis-jenis akuntan yang umum dikenal di industri keuangan: 1. Akuntan Perusahaan Akuntan perusahaan atau corporate accountant adalah seorang profesional akuntan yang bekerja untuk mengelola keuangan perusahaan. Tugas akuntan perusahaan adalah menyusun dan menganalisis laporan keuangan, mengelola pembukuan, memantau arus kas, mengurus kewajiban pajak, dan memberikan saran kepada manajemen terkait strategi keuangan. Akuntan perusahaan umumnya bergerak di sektor swasta. Untuk menunjang karir, seorang akuntan perusahaan biasanya menempuh sertifikasi yang relevan seperti Chartered Professional Accountant (CPA), Certified Management Accountant (CMA), atau sertifikasi lainnya. 2. Akuntan Pemerintah Akuntan pemerintah adalah akuntan profesional yang bekerja di lembaga pemerintahan, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun lembaga pemerintah independen lainnya. Dilansir dari situs Fakultas Ekonomi UII, tugas akuntan pemerintah meliputi pemeriksaan dan pengawasan sistem keuangan negara, serta membuat rancangan sistem keuangan yang ditujukan untuk kepentingan pemerintah. 3. Akuntan Publik Akuntan publik adalah profesi akuntan yang memberikan layanan kepada masyarakat secara umum. Biasanya akuntan publik membuka praktik akuntansi sendiri yang memberikan berbagai layanan kepada klien. Akuntan publik bertugas membuat laporan keuangan, melakukan audit, menganalisis anggaran, hingga menyusun sistem akuntansi bagi pihak yang membutuhkannya. Untuk menjadi akuntan publik, kamu perlu memiliki latar belakang sarjana akuntansi dan mengambil sertifikasi akuntan publik seperti Certified Public Accountant (CPA) dan Chartered Accountant (CA). 4. Akuntan Pajak Akuntan pajak adalah akuntan yang khusus menangani pemenuhan kewajiban pajak individu, perusahaan, atau organisasi. Tugas akuntan pajak adalah membantu klien dalam memenuhi kewajiban pajak, perencanaan pajak, serta memberikan rekomendasi atau saran efisiensi pajak. Di Indonesia, akuntan pajak membutuhkan sertifikasi perpajakan sesuai dengan klien yang mereka targetkan. Ada 3 tingkatan sertifikasi pajak yaitu Brevet A (pajak orang pribadi), Brevet B (pajak perusahaan atau badan), dan Brevet C (pajak internasional untuk pribadi dan perusahaan). 5. Akuntan Syariah Akuntan syariah adalah profesi akuntan yang berfokus menerapkan prinsip-prinsip syariah dan bekerja di perusahaan keuangan Islam seperti bank syariah, asuransi syariah, dan organisasi non-profit berbasis Islam. Akuntan syariah bertugas menyusun laporan keuangan sesuai dengan syariat agama Islam yang tertera di Al-Quran dan As-Sunnah. Untuk menjadi akuntan syariah, seseorang memerlukan latar belakang pendidikan akuntansi syariah dan menempuh sertifikasi akuntansi syariah. 6. Akuntan Pendidik Akuntan pendidik adalah seorang akuntan yang berfokus melakukan pengajaran, pelatihan, dan pendidikan di lembaga pendidikan. Akuntan pendidikan biasanya bekerja di universitas, perguruan tinggi, sekolah menengah, dan institusi pendidikan yang menawarkan jurusan akuntansi. Tugas utama akuntan pendidikan adalah mengajar dan mendidik calon akuntan, mengembangkan keilmuan akuntansi, dan membuat kurikulum pendidikan akuntansi.📚 Baca juga:13 Bidang Akuntansi dengan Prospek Karier Menjanjikan Skill yang Dibutuhkan Akuntan Akuntan profesional umumnya mempunyai beragam soft skills dan hard skills untuk menunjang pekerjaannya secara lebih efektif dan meningkatkan nilai tambah bagi klien atau perusahaan tempat mereka bekerja. Berikut merupakan beberapa daftar skill yang dibutuhkan seorang akuntan: 1. Implementasi Prinsip Akuntansi Seorang akuntan wajib menguasai dan mengimplementasikan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku secara universal seperti Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) dan International Financial Reporting Standards (IFRS). Implementasi prinsip akuntansi memegang peran krusial memastikan kepatuhan regulasi dan meningkatkan kredibilitas laporan keuangan. 2. Menyusun Laporan Keuangan Akuntan perlu menguasai keterampilan menyusun laporan keuangan agar mampu menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan terperinci. Keterampilan menyusun laporan keuangan ini mencakup pemahaman menyeluruh seputar pencatatan transaksi, penyusunan neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan aspek finansial lainnya. 3. Menggunakan Software Accounting Di era digital saat ini, banyak perusahaan yang telah mengadopsi software accounting sebagai standar untuk mengelola kegiatan keuangan mereka. Keterampilan menggunakan software accounting memungkinkan akuntan meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pencatatan dan pelaporan keuangan. Adapun beberapa software accounting yang populer digunakan yaitu QuickBooks, Xero, SAP, dan lainnya.📚 Baca juga:13 Aplikasi Akuntansi Terbaik dan Aman, Bermanfaat untuk Bisnis 4. Pengetahuan tentang Bisnis Sebagai profesi dalam lingkup bisnis dan keuangan, akuntan perlu memiliki pengetahuan mendalam seputar operasional bisnis. Pengetahuan bisnis memungkinkan seorang akuntan memberikan saran dan analisis keuangan yang relevan kepada klien atau perusahaan tempat mereka bekerja. Selain itu, pengetahuan bisnis juga dapat mendorong pengambilan keputusan strategis yang lebih akurat berdasarkan informasi keuangan. 5. Menganalisis Data Data keuangan perusahaan merupakan aset penting yang mencerminkan kesehatan keuangan perusahaan dan aspek penting lainnya. Kemampuan menganalisis data keuangan memungkinkan akuntan untuk menghasilkan informasi finansial berharga bagi perusahaan dalam membuat keputusan strategis. Kemampuan ini juga dapat membantu akuntan mengidentifikasi tren dan pola keuangan, serta mengungkap adanya tindak penyelewengan. 6. Soft Skill Selain keterampilan teknis, seorang akuntan juga memerlukan soft skill yang penting untuk bekerja secara tim dan berhubungan dengan pihak manajemen atau klien. Berikut merupakan beberapa soft skill yang dapat menunjang pekerjaan akuntan: KomunikasiInterpersonalManajemen WaktuPemecahan MasalahBerpikir KritisBerorientasi pada Detail (Attention to Details)Keterampilan Organisasi Prospek Kerja dan Gaji Akuntan Akuntan adalah salah satu profesi yang tangguh dan adaptif menghadapi tantangan zaman. Di era artificial intelligence (AI) dan digitalisasi yang masif seperti saat ini, peran akuntan profesional tak dapat tergantikan, dan memiliki permintaan yang semakin meningkat. Perusahaan rekrutmen dan konsultan SDM, Robert Walters Indonesia menunjukan tren di bidang akuntansi dan keuangan yang sedang naik daun adalah ‘B2B shared services’. Tren ini mendorong permintaan terhadap talenta akuntan yang mempunyai keterampilan digital. Gaji akuntan di Indonesia berbeda-beda sesuai dengan pengalaman kerja, capaian prestasi, dan bidang sertifikasi yang dimiliki. Berdasarkan laporan Indonesia Salary Guide 2024 dari PERSOLKELLY Indonesia, berikut rata-rata gaji akuntan per bulan di Indonesia: Akuntan lulusan S1, pengalaman kerja 5 tahun: Rp 15.000.000 - Rp 20.000.000 (sektor manufaktur)Project Accountant lulusan S1, pengalaman 1 - 3 tahun: Rp 8.500.000 - Rp 9.500.000 (sektor konstruksi dan bangunan)Senior Accountant lulusan S1, pengalaman 3 tahun: Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000 (sektor konstruksi dan bangunan)Tax Accountant lulusan S1 dengan pengalaman 5 tahun: Rp 10.000.000 - 12.000.000 📚 Baca juga:8 Prospek Kerja Lulusan Akuntansi yang Dibutuhkan dan Gajinya! Tips untuk Menjadi Akuntan Peluang besar profesi akuntansi di Indonesia dibarengi dengan persaingan ketat untuk bisa mendapatkan posisi dan reputasi. Untuk menghadapi persaingan ini, calon akuntan perlu memiliki background pendidikan kuat yang didukung sertifikasi dan pengalaman relevan. Berikut merupakan beberapa tips untuk menjadi akuntan profesional yang memiliki daya saing di bidang finansial: 1. Menempuh Pendidikan S1 Menempuh pendidikan sarjana akuntansi adalah langkah awal untuk memasuki dunia profesi akuntan. Mayoritas perusahaan-perusahaan kini memprioritaskan kualifikasi pendidikan minimal sarjana S1 Akuntansi atau lebih tinggi untuk mengisi posisi akuntan. Gelar sarjana akuntansi bisa mengantarkan seseorang menjadi akuntan entry-level. Gelar ini memberikan dasar pengetahuan dan keterampilan yang kuat terkait prinsip-prinsip akuntansi, keuangan, dan ekonomi yang sangat dibutuhkan oleh seorang akuntan untuk menunjang pekerjaannya. 2. Pilih Spesialisasi yang Ingin Ditekuni Saat menempuh pendidikan sarjana akuntansi, mahasiswa umumnya akan mendapat penjurusan atau spesialisasi bidang akuntansi pada sekitar semester 5 atau 6. Di sini kamu bisa memilih bidang spesialisasi akuntansi termasuk akuntansi pajak, akuntansi sektor publik, akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, akuntansi biaya, dan lain sebagainya. Memilih spesialisasi akuntansi yang tepat dapat membantu seseorang mencapai tujuan karir. Pilihlah spesialisasi sesuai dengan minat, keahlian, dan tujuan karirmu. Untuk memantapkan pilihan, kamu bisa bertanya seputar prospek kerja bidang akuntansi yang ingin ditekuni dengan berkonsultasi pada dosen atau alumni yang sudah bekerja sebagai akuntan. 3. Ambil Sertifikasi Akuntan Sertifikasi akuntan memberikan berbagai manfaat untuk menunjang karir. Akuntan profesional yang telah menempuh sertifikasi mempunyai pendapatan yang lebih besar, kredibilitas yang lebih baik, dan kebebasan untuk beralih bidang spesialisasi akuntansi sesuai dengan sertifikasi yang diambil. Berikut merupakan beberapa sertifikat akuntansi bergengsi yang bisa kamu pilih: Chartered Financial Analyst (CFA)Certified Fraud Examiner (CFE)Certified Public Accountant (CPA)Certified Internal Auditor (CIA)Certified Management Accountant (CMA)Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS)Ahli Akuntansi Pemerintah (AAP)Certified Professional Accountant (CPMA) Sebagai catatan, setiap sertifikasi mempunyai syarat minimal kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja. Kamu perlu memperhatikan syarat-syarat secara cermat, serta memilih sertifikasi sesuai dengan bidang spesialisasi karir yang ingin ditekuni. 4. Dapatkan Pengalaman Magang Pengalaman magang akuntan dapat memberikan wawasan praktis dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan nyata di dunia kerja. Selain itu, magang juga membuka kesempatan untuk memperluas jaringan profesional dalam membangun karir sebagai akuntan. Pilihlah pengalaman magang yang sesuai dengan spesialisasi bidang akuntansi yang ingin kamu tekuni untuk memperkuat portofolio kerja dan meningkatkan kredibilitas. Cari dan dapatkan pengalaman magang saat kuliah di situs pencari kerja CakeResume!🎉Cari Magang 5. Buat CV Akuntan Menarik CV (curriculum vitae) profesional penting bagi seorang akuntan mengingat bidang kerja yang formal dan terkait dengan tanggung jawab keuangan yang sensitif. CV profesional yang ideal menyertakan informasi yang lengkap dan relevan dengan pekerjaan yang dilamar. Pastikan mencantumkan latar belakang pendidikan, sertifikasi, pengalaman, skill, dan pencapaian yang kamu miliki. Untuk membuatnya lebih menarik HRD atau recruiter, kamu bisa menonjolkan skill dan pencapaianmu sebagai akuntan. Gunakan keyword, tata letak yang rapi, dan format ATS agar CV kamu lebih mudah dipahami, dan meningkatkan peluang lolos screening awal rekrutmen.Untuk mendapatkan pekerjaan sebagai akuntan, kamu juga perlu menyiapkan CV yang rapi dan profesional. Kamu bisa melihat contoh CV akuntan lengkap di sini sebagai referensi. Contoh CV Akuntan -- Dibuat di CakeResume CV profesional akuntan dengan tampilan menarik bisa kamu buat menggunakan fitur CV Maker di CakeResume. Tersedia puluhan template CV profesional akuntan yang mudah diedit dan diunduh secara gratis. Ayo coba sekarang!🎉Buat CV 📚 Baca juga:4 Contoh CV Akuntansi Profesional dan Cara Membuatnya! Kesimpulan Pengertian akuntan adalah seseorang yang memiliki keahlian dan keterampilan untuk mencatat, menganalisis, dan melaporkan informasi keuangan suatu perusahaan atau organisasi.Tugas akuntan secara garis besar meliputi pencatatan transaksi keuangan, penyusunan laporan keuangan, analisis keuangan, audit, pemberian saran finansial, dan penyampaian pajak.Profesi akuntan juga spesialisasi dan dibagi ke dalam beberapa jenis seperti akuntan perusahaan, akuntan pemerintah, akuntan publik, akuntan pajak, akuntan syariah, akuntan pendidikan, dan lainnya.Profesi akuntan memiliki prospek kerja dan gaji yang luas dan menjanjikan karena tren industri yang membutuhkan banyak talenta akuntan dengan keterampilan digital.Latar belakang pendidikan, bidang spesialisasi, sertifikasi, pengalaman magang, dan CV berperan penting dalam meningkatkan kesempatan karir profesi akuntan. CakeResume adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari CakeResume dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja CakeResume. --- Ditulis Oleh Gama Prabowo ---
Industry & Job Overview
Nov 17th 2025

Panduan Menjadi Editor Andal: Tugas, Skill, Gaji, Prospek

Editor adalah salah satu profesi dengan ruang lingkup pekerjaan yang luas, apalagi setelah berkembangnya teknologi. Hingga beberapa puluh tahun yang lalu, editor lekat dengan kerja di dunia perbukuan dan media cetak, tetapi saat ini tugasnya merambah hingga proses pembuatan konten untuk beragam platform. Mengapa tugas editor masih relevan sampai sekarang? Pekerjaan penyuntingan (editing) berpengaruh pada distribusi informasi yang ingin disampaikan kepada target audiens. Semakin luas keterjangkauan informasi dan tingkat penerimaannya, maka dampak positif yang didapat perusahaan juga besar, utamanya terkait brand awareness. Jobdesk editor bisa dibilang cukup rumit, karena itu ada beberapa keahlian khusus jika kamu ingin terjun di bidang ini. Namun percayalah, karier editor punya masa depan yang cerah karena perusahaan mana yang ingin mengambil risiko dengan meloloskan karya atau konten tanpa pemeriksaan? Cakeakan mengajakmu menyelami poin-poin yang perlu kamu ketahui tentang pekerjaan editor. Jadi tunggu apalagi, yuk baca sampai selesai!Daftar isi: Pengertian Editor Tugas dan Tanggung Jawab Editor Jenis-Jenis Editor Keterampilan yang Harus Dimiliki Editor Jenjang Karir dan Gaji Editor Cara dan Syarat untuk Menjadi Editor Apa itu Editor? Editor adalah nama lain untuk penyunting. Melalui proses penyuntingan, editor memastikan konten cetak maupun online yang dibuat memenuhi standar perusahaan, aturan tata bahasa, hingga kode etik. Tugas editor tidak hanya berhenti di konten tertulis, tapi juga audio, gambar, dan video. Tidak sedikit yang mengira pekerjaan editor sama dengan proofreader atau pemeriksa aksara. Nyatanya tidak seperti itu. Pemeriksaan aksara bertujuan untuk memastikan tidak ada kesalahan ketik (typo) dalam produk rilisan, dan ini hanya merupakan salah satu bagian dari jobdesk editor. Apa Tugas Seorang Editor? Apakah seorang pembuat karya (penulis, fotografer, videografer, dan lain-lain) tidak bisa melakukan penyuntingan sendiri (self-editing)? Sayangnya sebagian besar dari pembuat karya memiliki blind spot atau titik buta, yaitu kondisi ia tidak bisa melihat ada kesalahan dan ketidakakuratan dalam produk yang dibuat. Blind spot adalah hal normal, karena itulah mata elang seorang editor dibutuhkan. Akurasi hingga kejelasan ide dari sebuah karya adalah tujuan akhir yang akan dicapai oleh editor. Namun, jangan salah. Pada situasi tertentu, tugas editor tidak hanya ada di akhir, tapi juga sebelum dan ketika proses pembuatan karya terjadi. Mari kita ulas satu-satu pekerjaan editor yang membutuhkan kecakapan tinggi ini: 1. Melakukan peninjauan konten Sebelum konten disebarluaskan, editor melakukan peninjauan untuk memastikan akurasi, kejelasan, kesesuaian konten visual, tertulis, audio, hingga video, dengan standar dan pedoman editorial. Dalam hal ini, editor menyunting tata bahasa, tanda baca, tata letak, ejaan, gaya penulisan, penggunan video/foto/audio, dan konsistensi. Setelah konten dinyatakan lolos, editor memberikan tanda persetujuan untuk diunggah atau digunakan. 2. Berkolaborasi dengan pembuat karya Sebagai ‘pucuk pimpinan’ dalam pembuatan konten, editor harus siap siaga memastikan pembuat karya menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline, menyediakan diri untuk menerima beragam pertanyaan, membantu mempertajam ide pembuat karya, dan lain-lain. 3. Mengelola operasional redaksi Editor dituntut untuk terlibat dalam penyusunan rencana konten, pembuatan outlines, termasuk penugasan kepada para pembuat karya, penetapan deadline, koordinasi dengan beragam departemen untuk distribusi dan sirkulasi konten, serta penentuan strategi marketing. 4. Selalu update dengan tren Sebagai pengarah, tentu editor tidak boleh ketinggalan zaman. Ia juga harus memiliki pengetahuan tentang hal-hal yang sedang digandrungi masyarakat, untuk nanti dimasukkan ke dalam konten. 5. Bertindak sebagai user dalam wawancara Human Resources Department (HRD) pasti akan meminta editor bertindak sebagai user untuk menentukan kandidat mana yang cocok masuk ke dalam tim. Itu artinya editor tidak akan lepas dalam proses perekrutan sebuah perusahaan. 6. Memimpin tim Editor biasanya memimpin 3 hingga 10 pembuat konten dalam satu tim. Tugas utama sebagai pemimpin adalah memastikan kinerja tiap anggota berjalan baik, kemudian menyusun evaluasi bulanan yang nantinya digunakan sebagai bahan penilaian oleh HRD. 7. Berkoordinasi dengan tim lain Sebagai salah satu strategi marketing yang jitu, konten yang dibuat menampung banyak kepentingan tim-tim dalam perusahaan. Contoh: tim pemasaran meminta tim konten untuk menulis artikel iklan mengenai salah satu brand yang bekerjasama dengan perusahaan. Jenis-Jenis Editor 1. Editor in Chief (Pimpinan Redaksi) Pimpinan redaksi adalah posisi tertinggi dalam struktur jabatan di media massa (tidak menutup kemungkinan juga di dalam sebuah penerbitan). Tugas utamanya adalah mengawasi seluruh kinerja keredaksian (pra dan pasca) hingga membuat kebijakan. 2. Managing Editor (Redaktur Pelaksana) Redaktur pelaksana (redpel) berada satu tingkat di bawah Editor in Chief. Redpel adalah kepanjangan tangan dari pimpinan redaksi untuk mengawasi, menyeleksi, dan menyunting tiap naskah atau konten yang dibuat oleh tim. 3. Editor buku Editor buku bisa bekerja secara terikat dengan penerbitan tertentu, atau lepas (freelance). Tugas editor buku adalah memberikan masukan dan kritikan, serta menyunting naskah buku. Jika buku sudah siap terbit, editor juga terlibat dalam proses promosi baik online maupun offline. 4. Copy Editor Nah, menariknya posisi copy editor dan editor buku sangat dekat. Tugas copy editor adalah memastikan tidak ada kesalahan teknis dalam sebuah naskah. Kemudian naskah yang sudah disunting, diberikan kepada editor untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Copy editor juga menemani dan mendampingi penulis selama proses finalisasi naskah. Jadi bisa dibilang copy editor bertindak sebagai jembatan antara penulis dengan editor utama. 5. Editor akuisisi Editor akuisisi bertanggung jawab mencari naskah potensial untuk diterbitkan. Jika sekiranya ada naskah menarik, seorang editor akuisisi akan melakukan pitch presentation untuk menjelaskan: alasan mengapa buku tersebut perlu diterbitkan, target pasar pembaca, peluang pemasaran, dan lain-lain. Ketika editor utama sudah menyatakan persetujuan, maka akuisitor akan menghubungi penulis (atau penerbit jika buku terjemahan) untuk meminta izin hak cipta terbit, pembahasan kontrak, dan lain-lain. 6. Editor video dan foto Video dan foto adalah data mentah yang perlu diolah untuk bisa menjadi cerita. Tugas editor adalah mengarahkan shot yang akan diambil, mengumpulkan hasil shot, kemudian menjahitnya menjadi satu bagian utuh. 7. Content Editor Content editor bekerja di bawah perusahaan media digital. Ia bertanggung jawab untuk memastikan konten tulisan telah memenuhi segala standar dan etik sebelum diunggah di situs perusahaan. Skill yang Dibutuhkan Editor Sudah siap untuk menjadi seorang editor andal? Kalau begitu pastikan kamu telah menguasai skill editor di bawah ini untuk menunjang kinerja. 1. Menguasai Bahasa Jenis editor apapun yang kamu tekuni nantinya pasti akan berhubungan dengan penggunaan bahasa. Tiga senjata yang akan bakal sering kamu gunakan adalah: KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kamus Tesaurus, dan pedoman EYD (Ejaan yang Disempurnakan). Bagaimana melatih skill berbahasa yang tepat dan benar? Mulailah dengan rajin membaca buku berbagai genre, artikel di majalah dan koran, atau mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh penulis dan jurnalis besar. Memahami Macam-Macam Gaya Penulisan Tahukah kamu bahwa tiap konten memerlukan gaya penulisan yang berbeda tergantung kepada siapa produk tersebut ditujukan? Ada empat gaya penulisan yang umum dipakai: Persuasif: jenis tulisan ini bertujuan untuk membujuk atau meyakinkan pembaca untuk mengambil keputusan seperti yang diinginkan pembuat konten produk. Jika kamu berjualan skincare, konten dengan gaya penulisan persuasif bertujuan agar audiens mau membeli produkmu.Naratif: jenis tulisan ini penuh dengan penceritaan yang mengalir. Tulisan naratif ini berupaya untuk mendekatkan audiens dengan cerita yang dibangun oleh pembuat konten. Tulisan ini banyak tersebar di majalah adventure dan kisah-kisah perjalanan lain.Eksposisi: Eksposisi bersifat lugas dan to the point karena jenis tulisan ini bertujuan untuk memuat informasi penting dan pengetahuan kepada pembaca. Gaya penulisan ini biasanya ada di dalam esai, tajuk rencana, dan lain-lain.Deskriptif: Gaya penulisan terakhir ini fokus pada detail peristiwa, latar waktu dan tempat, serta karakter yang terlibat. Penulisan deskriptif bisa kamu temukan dalam laporan kasus di kepolisian. 2. Melek Digital Data dari Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) mencatat ada sekitar 221.563.479 pengguna internet dari keseluruhan jumlah populasi 278.696.200 jiwa, pada tahun 2023. Ini adalah angka yang besar dan potensial untuk menjadi bisnis. Tidak heran jika konten-konten lebih sering ditampilkan lewat media digital dibanding cetak. Jumlah media massa print bahkan semakin berkurang dibandingkan dengan kemunculan media online. Melek digital adalah tugas editor masa kini yang turunannya bisa berupa: kemampuan mengoperasikan aplikasi terbaru, kemampuan membaca pergeseran tren, kemampuan menguasai algoritma, kemampuan memahami audiens yang terus berubah. 3. Ketelitian dan Kreativitas Skill editor yang tidak boleh sampai terlewat adalah teliti secara kreativitas. Kecerobohan dalam meloloskan naskah yang tidak layak, masih memiliki typo, misinformasi bisa berpengaruh pada tingkat kepercayaan audiens. Sementara itu kreativitas adalah kemampuan untuk mengemas konten semenarik dan seunik mungkin sebagai pembeda dengan konten dari perusahaan yang lain. Pada akhirnya, pekerjaan editor tetap membutuhkan jiwa artistik yang tinggi. Jenjang Karir dan Gaji Editor Di antara sekian banyak pencari kerja yang ingin memiliki karier editor, pasti ada beberapa yang ragu dengan persyaratannya. Kabar baik, karena memulai dari awal jenjang editor tidak membutuhkan latar belakang tertentu. Perusahaan biasanya lebih menekankan pada pengalaman dan kemampuan dalam bidang tulis-menulis yang dipunyai kandidat. Mari kita buat simulasi bagaimana jenjang karier seorang editor ke depannya: Editor bukuJenjangPosisi1.Pembaca, reviewer buku, editor buku pemula2.Copy editor3.Editor akuisisi4.Editor senior5.Editor in Chief Editor kontenJenjangPosisi1.Content writer intern2.Content writer3.Content writer senior4.Editor5.Managing editor6.Editor in Chief Pertanyaan selanjutnya, editor bisa bekerja di mana? Industri apa saja yang banyak membuka lowongan untuk posisi editor? Data dari Franklin University ini menampilkan penyebaran editor di industri kerja. IndustriPresentaseKoran, majalah, penerbitan, direktori39,2%Film dan video10,3%Layanan distribusi streaming media, jejaring sosial, jaringan media, penyedia konten7,8%Periklanan, hubungan masyarakat, dan layanan terkait5,4%Jasa konsultasi manajemen, ilmiah, dan teknis3,8%Organisasi keagamaan3,4%Lain-lain30,1% Sementara itu, berapa gaji editor rata-rata di Indonesia? Tingkat gaji editor bisa berbeda tergantung dengan kebijakan perusahaan, upah minimum tiap kota, pengalaman kerja, kemampuan, dan lain-lain. Gaji editor buku pemula ada di kisaran Rp4 hingga Rp5 juta per bulan. Sementara gaji editor senior bisa mencapai Rp9 hingga Rp11 juta per bulan. Jika buku yang diterbitkan mengalami cetak ulang, tidak menutup kemungkinan editor juga akan mendapatkan bonus tambahan. Nah, untuk gaji editor di media online bisa berbeda lagi hitungannya. Rata-rata editor media online mendapatkan gaji sekitar Rp6 juta. Namun angka tersebut masih di luar bonus yang dihitung berdasarkan click per view tulisan yang disunting dan diunggah. Ilustrasi: seorang editor di media X memiliki gaji pokok sebesar Rp6,5 juta per bulan. Ia mendapat bonus sebesar Rp6 juta untuk bulan Mei karena jumlah pembaca seluruh artIkel yang ia terbitkan pada bulan April mencapai 3 juta views. Tips untuk Menjadi Editor 1. Menempuh Pendidikan atau Dapatkan Sertifikasi Meski menjadi editor biasanya tidak dibutuhkan kualifikasi pendidikan khusus, tapi memiliki latar belakang akademik yang sesuai dengan jobdesk editor bisa jadi nilai tambah. Jurusan yang paling cocok untuk menjadi editor adalah: jurnalistik, komunikasi, dan sastra. Jika kamu tidak memiliki riwayat pendidikan di atas, tenang saja, selalu ada alternatif. Banyak lembaga dan komunitas yang mengadakan pelatihan bersertifikat untuk calon editor. Penerbit dan media massa bereputasi juga rutin membuka peluang tersebut sebagai cara untuk menemukan kandidat potensial. 3. Mendapatkan Pengalaman Relevan Bergabung dengan komunitas menulis bisa membuka jalanmu untuk meniti karier editor. Ekosistem komunitas yang kompetitif sekaligus suportif akan memudahkanmu menyerap ilmu kepenulisan. Kamu bisa mencari rekomendasi komunitas lewat Twitter dan Instagram. Selain komunitas, pengalaman yang relevan juga bisa kamu dapatkan dengan menjadi volunteer dalam acara yang diadakan oleh media atau penerbit, mengikuti magang, serta menjajal menjadi penulis lepas. Informasi kegiatan-kegiatan semacam ini bisa kamu dapatkan di Cake. Rajin-rajinlah untuk memantau agar tidak ketinggalan kesempatan. 4. Bangun Network dengan Klien Tips selanjutnya adalah dengan memperlebar koneksi dan jaringan yang kamu miliki. Selain mengikuti banyak kegiatan, kamu juga bisa mulai membangun networking dengan klien-klien besar menggunakan fitur baru di aplikasi Cake bernama Cake Meet! Bagaimana fitur Meet bisa membantumu menemukan klien yang tepat? Kami mengembakan sistem untuk mempertemukan secara online pencari kerja dan profesional yang sedang mencari kandidat. Fitur Meet menyediakan wadah bagi pencari kerja dan profesional untuk berbincang-bincang. Kamu cukup mengisi identitas diri untuk ditinjau oleh tim Cake. Setelah lolos pengecekan kamu dapat mulai mencari sosok profesional yang cocok dengan rencana kariermu. Jika kalian sama-sama match, inilah saatnya bagi kamu untuk mempromosikan dan membuktikan diri sebagai kandidat yang tepat!Swipe dan dapatkan koneksi baru untuk perluas peluang karier kamu di Cake Meet sekarang juga! 🎉Mulai Networking 4. Buat CV Editor Menarik CV editor yang menarik adalah kunci agar lamaranmu masuk dalam kriteria yang diinginkan perusahaan. Kamu harus menekankan pada pengalaman di dunia menulis serta pencapaian yang pernah kamu raih. Jangan lupa untuk membuat CV yang ramah ATS untuk memperbesar peluangmu lolos. Berikut contoh CV editor yang bisa kamu jadikan pedoman:Contoh CV Editor -- Dibuat di CakeBuat CV di Cake, tersedia 12+ template CV menarik yang ATS friendly. Gratis Download PDF! 🎉Buat CV Kesimpulan Profesi editor alias penyunting bertanggung jawab untuk memastikan konten yang mau dirilis sesuai dengan standar, tujuan, dan kode etik yang ditetapkan oleh perusahaan. Konten yang dimaksud dapat berupa tulisan, audio, gambar, dan juga video.Jenjang karier editor bisa berbeda tergantung dengan jenis perusahaan yang meng-hire. Tetapi dua posisi tertinggi dari editor adalah Editor in Chief (Pimpinan Redaksi) dan Managing Editor (Redaktur Pelaksana).Sebagai ujung tombak konten mana yang layak diterbitkan, editor perlu memiliki kemampuan berbahasa, melek digital, teliti, serta kreatif.Gaji editor ditentukan berdasarkan banyak faktor: pengalaman kerja, kemampuan, upah minimum kota, hingga skala perusahaan. Namun banyak perusahaan juga menerapkan skema bonus untuk editor yang kontennya berhasil menjangkau banyak audiens. Artikel di atas menjawab rasa penasaran tentang apa itu editor dan tugasnya. Jika kamu memerlukan panduan membuat CV editor, ikuti langkah-langkah yang ada di artikel ini. Dijamin lamaranmu akan dilirik oleh HRD. Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake.--- Ditulis Oleh Erika Rizqi ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!