Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
People Operations
Jan 19th 2025

Remunerasi Adalah: Jenis, Sistem, dan FAQ Lengkap!

Remunerasi adalah imbalan atau kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan sebagai balas jasa atas pekerjaan mereka. Remunerasi atau yang biasa disebut juga dengan remon mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat umum. Namun untuk kesejahteraan pribadi dan kelangsungan hidup perusahaan di masa depan, sebaiknya setiap karyawan perlu paham arti istilah ini. Remunerasi adalah salah satu cara perusahaan untuk menjaga motivasi semangat kerja karyawan sehari-hari. Ketika karyawan merasa diapresiasi dengan imbalan, maka loyalitas akan meningkat. Hal ini sesuai dengan survei yang dilakukan Canva, yang mengungkap bahwa 94% karyawan yang merasa sangat dihargai mencintai tempat kerja mereka, dan 91% mencintai pekerjaan mereka. Imbalan remunerasi bisa berupa tunai maupun nontunai. Lantas, apa bedanya dengan gaji? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini!Daftar isi: Pengertian Remunerasi dan Regulasinya Jenis-Jenis Remunerasi Sistem Pemberian Remunerasi dan Faktor Pengaruh Besarannya FAQ Seputar Remunerasi Pengertian Remunerasi dan Regulasinya Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, arti remunerasi adalah imbalan atau kompensasi untuk karyawan sebagai penghargaan atas pekerjaan dan kontribusinya di perusahaan. Imbalan ini tidak hanya berupa gaji pokok, tetapi juga mencakup tunjangan, bonus, insentif, hingga fasilitas lain seperti asuransi atau kendaraan dinas. Remunerasi adalah istilah yang lebih familiar digunakan dalam instansi pemerintahan. Hal ini karena kebijakan remunerasi mempunyai tujuan untuk menata sistem penggajian para PNS atau Pegawai Negeri Sipil. Tujuannya agar para PNS memiliki kinerja dan juga tanggung jawab terhadap pekerjaan yang lebih baik dan tidak mudah tergiur untuk melakukan korupsi. Aturan remunerasi, khususnya dalam instansi pemerintah telah dituangkan dalam beberapa peraturan perundang-undangan di Indonesia, seperti Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah. Dalam pasal 23 ayat (1) disebutkan bahwa Pejabat Pengelola dan BLUD atau Badan Layanan Umum Daerah diberikan remunerasi berdasarkan tanggung jawab dan profesionalisme. Lalu dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 176/PMK.05/2017, disebutkan bahwa remunerasi adalah imbalan kerja yang diberikan kepada pejabat pengelola, dewan pengawas, dan pegawai. 💡 Fakta menarik: Asuransi kesehatan jadi prioritas utama bagi karyawan, di mana 88% pencari kerja mempertimbangkan secara mendalam mengenai asuransi kesehatan, gigi dan penglihatan saat memilih antara pekerjaan bergaji tinggi dan pekerjaan bergaji rendah namun dengan tunjangan yang lebih baik. 📚 Baca juga:15+ Strategi Rekrutmen Ampuh Untuk Mencari Karyawan Terbaik! Jenis-Jenis Remunerasi Remunerasi adalah kompensasi yang diterima oleh karyawan dalam berbagai bentuk, tidak hanya terbatas pada pembayaran uang, tetapi juga nontunai. Dalam aturan Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 pasal 23 ayat (2) sebenarnya sudah disebutkan apa saja jenis remunerasi, yaitu gaji, tunjangan tetap, insentif, bonus, pesangon, dan pensiun. Namun, aturan tersebut memang dikhususkan untuk BLUD. Sedangkan, secara umum, remunerasi adalah bentuk imbalan yang memiliki beberapa jenis. Dilansir dari laman Indeed, berikut jenis remunerasi tunai: 1. Gaji Pokok Ini adalah pembayaran tetap yang diterima karyawan secara rutin tiap bulan sesuai kesepakatan di kontrak kerja. Untuk besaran yang diberikan biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pendidikan, pengalaman kerja, tanggung jawab yang dipegang dan jabatan. 2. Upah Ini adalah imbalan yang dibayarkan pemberi kerja kepada karyawan yang didasarkan dari jumlah tetap per tugas atau tarif per jam atau per hari. Termasuk juga ketika karyawan melakukan pekerjaannya di luar jam kerja normal yang telah ditetapkan, maka berhak mendapat tambahan upah lembur. 3. Tunjangan Tunjangan merupakan pembayaran tambahan di luar gaji pokok yang bertujuan untuk membantu karyawan dalam memenuhi kebutuhan spesifik mereka. Tunjangan ini bisa meliputi tunjangan kesehatan, tunjangan makan, tunjangan transportasi, tunjangan hari raya (THR), dan tunjangan lainnya. 4. Komisi Jenis remunerasi ini biasanya digunakan khusus untuk pekerjaan yang berorientasi pada penjualan. Komisi adalah imbalan yang diberikan perusahaan berdasarkan persentase dari hasil penjualan yang berhasil dicapai karyawan. Komisi ini mendorong karyawan untuk meningkatkan kinerjanya dalam mencapai target penjualan. 5. Insentif Tunai Berbeda dengan komisi yang hanya diberikan berdasarkan persentase per karyawan penjualan, bonus atau insentif tunai bisa diberikan dalam bentuk bonus tahunan, bonus berdasarkan hasil pencapaian individu atau tim, atau bonus berdasarkan performa perusahaan. 6. Bonus Liburan Selain dalam bentuk cash, pemberian bonus juga bisa berbentuk liburan, seperti liburan akhir tahun atau perayaan tahun baru. Remunerasi yang satu ini bertujuan untuk memberikan penghargaan atas kerja keras karyawan dan memberi mereka dukungan finansial untuk merayakan liburan dengan keluarga atau teman-teman. 7. Dividen Remunerasi adalah bentuk imbalan yang diberikan perusahaan kepada karyawan atas kontribusinya, dan dividen adalah salah satu bentuk remunerasi yang dipilih karena berkaitan dengan pembagian keuntungan. Perusahaan membagi sebagian dari laba atau keuntungan perusahaan kepada karyawan berdasarkan kinerja perusahaan. Untuk remunerasi nontunai biasanya lebih fokus pada kesejahteraan karyawan, pengembangan diri, dan pengakuan atas pencapaian mereka. Beberapa bentuk remunerasi ini adalah: Penghargaan atau pujianKesempatan pengembangan karierFasilitas kesehatan dan kesejahteraan, misal keanggotaan pusat kebugaranFleksibilitas kerja Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaanmu. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga! 🎉Pasang SekarangJenis-Jenis Remunerasi Sistem Pemberian Remunerasi dan Faktor Pengaruh Besarannya Karena fungsinya sebagai imbalan jasa karyawan, maka biaya remunerasi adalah bagian dari total pengeluaran perusahaan yang mencakup gaji pokok, insentif, bonus, dan berbagai tunjangan. Sistem remunerasi adalah struktur atau cara yang digunakan oleh perusahaan untuk memberikan kompensasi kepada karyawan. Setiap perusahaan bisa saja memiliki sistem atau cara yang berbeda, tergantung pada kebijakan internal dan tujuan bisnis yang ingin dicapai. Faktor Pengaruh Besarannya Remunerasi Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 176/PMK.05/2017 pasal (3) disebutkan remunerasi diberikan berdasarkan tingkat tanggung jawab dan profesionalisme dengan mempertimbangkan proporsionalitas, kesetaraan, kepatutan dan kinerja. Sedangkan secara umum, beberapa faktor yang mempengaruhi besar remunerasi adalah sebagai berikut: Kinerja Individu Faktor utama yang paling memengaruhi besaran remunerasi adalah kinerja masing-masing karyawan. Karyawan yang berhasil memenuhi atau melebihi target yang telah ditentukan biasanya mendapatkan kompensasi lebih, baik dalam bentuk bonus, kenaikan gaji, atau tunjangan tambahan. Kinerja Perusahaan Biaya remunerasi adalah salah satu pengeluaran terbesar bagi perusahaan, dan besarannya sangat dipengaruhi oleh kinerja perusahaan itu sendiri. Jika perusahaan mengalami keuntungan yang signifikan, maka akan ada pembagian laba dalam bentuk bonus atau insentif bagi karyawan. Sebaliknya, jika perusahaan mengalami kerugian atau penurunan pendapatan, pengeluaran untuk remunerasi bisa dikurangi atau disesuaikan. Tingkat Pendidikan dan Pengalaman Karyawan dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi atau pengalaman yang lebih banyak biasanya berhak mendapatkan remunerasi yang lebih tinggi. Hal ini karena mereka dianggap memiliki keterampilan dan pengetahuan yang lebih dalam bidang pekerjaan tertentu, yang tentunya lebih berharga bagi perusahaan. Kebijakan Pemerintah Faktor penting yang juga jadi pertimbangan pemberian remunerasi adalah kebijakan pemerintah tentang upah minimum dan pajak. Setiap perusahaan diwajibkan untuk memenuhi standar minimum yang telah ditetapkan pemerintah, seperti upah minimum regional (UMR) atau tunjangan tertentu. Selain itu, perubahan peraturan mengenai pajak atau jaminan sosial dapat memengaruhi besaran total remunerasi yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan.📚 Baca juga:Pentingnya Employer Branding dan Strategi Efektif Membangunnya FAQ Seputar Remunerasi 1. Apa yang dimaksud dengan remunerasi? Remunerasi adalah imbalan yang diberikan perusahaan kepada karyawan mereka atas jasa yang sudah dilakukan. Remunerasi ini bisa berupa gaji, bonus, komisi, tunjangan, atau manfaat lainnya baik dalam bentuk tunai maupun nontunai. 2. Apa bedanya remunerasi dan gaji? Gaji adalah salah satu bentuk atau jenis dari remunerasi yang diberikan kepada karyawan rutin setiap bulannya. Sedangkan remunerasi adalah seluruh bentuk kompensasi, termasuk gaji, bonus, tunjangan, asuransi, dan manfaat lainnya yang bisa diberikan perusahaan. 3. Remunerasi karyawan apa saja? Beberapa contoh remunerasi adalah gaji pokok, bonus, tunjangan kesehatan, tunjangan transportasi, waktu cuti berbayar, dividen dan kompensasi lainnya yang dapat diterima oleh karyawan. 4. Apakah remon dan gaji sama? "Remon" adalah istilah lain untuk menyebut "remunerasi". Artinya, remon sering digunakan untuk menggambarkan keseluruhan imbalan yang diterima karyawan, sementara gaji hanya salah satu bagian dari remunerasi. Jadi, remunerasi adalah istilah yang lebih luas, mencakup lebih dari sekadar gaji. 5. Berapa remunerasi karyawan? Besaran remunerasi itu bervariasi tergantung pada banyak faktor seperti posisi, pengalaman, industri, dan lokasi perusahaan. Hal yang pasti, remunerasi dapat meliputi gaji pokok, bonus, tunjangan, dan berbagai manfaat lainnya. 6. Apakah remunerasi diberikan setiap bulan? Sebagian besar perusahaan memberikan remunerasi setiap bulan dalam bentuk gaji pokok, namun bentuk remunerasi lain seperti bonus atau tunjangan tertentu mungkin diberikan secara berkala, misalnya tahunan atau berdasarkan pencapaian kinerja. 7. Apakah PPPK dapat remunerasi? Ya, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) juga mendapatkan remunerasi sebagai imbalan atas pekerjaan mereka seperti PNS. Namun, besaran dan bentuk remunerasi PPPK biasanya mengikuti ketentuan yang berlaku dalam kebijakan pemerintah. 📚 Baca juga:9 Contoh Kontrak Kerja Karyawan untuk Berbagai Posisi, Siap Pakai! Cake adalah platform rekrutmen dengan +8 juta database talenta di talent pool global. Pasang lowongan kerja gratis untuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkan Employer Branding lebih efektif bersama Cake. Didukung teknologi ATS Cake AI dan Recruitment Consultant profesional, mulai temukan talenta berkualitas lebih cepat! Dapatkan wawasan mendalam dan konten informatif terkait rekrutmen, manajemen SDM, employer branding, serta tren terbaru di dunia HR hanya di Cake. Jadikan kami sumber terpercaya Anda untuk strategi perekrutan yang efektif dan solusi SDM yang inovatif.
Recruitment & HR
Mar 13th 2025

Tenaga Kerja Terdidik: Ini Kelebihan dan Contoh Pekerjaannya

Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memperoleh pendidikan di bidang tertentu baik secara formal maupun informal. Hal ini biasanya dibuktikan dengan ijazah. Tenaga kerja terdidik sering kali belum pernah bekerja atau memiliki pengalaman. Lalu, apa bedanya dan kelebihan tenaga kerja terdidik dibandingkan jenis tenaga kerja lainnya. Mari kita simak artikel ini lebih lanjut. ✨Ringkasan Tenaga kerja terdidik merupakan tenaga kerja yang memperoleh pendidikan secara formal dan informal pada bidang tertentu. Contoh tenaga kerja terdidik adalah dokter, guru, dosen, polisi, akuntan, pengacara, arsitek, PNS, dll. Tenaga kerja terdidik yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi dianggap lebih mudah diatur sesuai dengan tujuan perusahaan, lebih mudah beradaptasi dengan perubahan teknologi dan digital, serta dapat lebih berpikir kritis. Seorang tenaga kerja terdidik tidak selalu mendapatkan gaji lebih tinggi dibanding jenis tenaga kerja lainnya, pasalnya keahlian dan pengalaman kerja juga bisa jadi pertimbangan perusahaan dalam memberikan gaji. Jenis-Jenis Tenaga Kerja Dalam UU No. 3 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan telah dijelaskan bahwa tenaga kerja merupakan individu yang mampu melakukan pekerjaan untuk menghasilkan barang dan jasa demi memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurut kemampuannya, jenis tenaga kerja dibagi menjadi: Tenaga kerja terdidik Tenaga kerja terdidik adalah seseorang yang memiliki dasar pengetahuan di bidang tertentu. Pengetahuan ini biasanya didapatkan dari pendidikan formal (sekolah dasar hingga perguruan tinggi) maupun informal (lembaga pelatihan, pusat kegiatan belajar masyarakat). Biasanya tenaga kerja terdidik memerlukan ijazah sebagai bukti selesainya pendidikan mereka. Tenaga kerja terlatih Tenaga kerja terlatih merupakan seseorang yang memiliki keahlian tertentu yang didapatkan dari pengalaman kerja. Tenaga kerja terlatih biasanya dibutuhkan untuk bidang pekerjaan yang tidak memerlukan teori, melainkan mengandalkan latihan dan pengalaman. Untuk itu, ijazah tidak diperlukan untuk mendapatkan jenis pekerjaan ini. Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih Jenis tenaga kerja ini merupakan tenaga kerja yang tidak membutuhkan pengetahuan maupun pelatihan, artinya siapa saja bisa melakukan pekerjaan ini. Meskipun begitu, biasanya tenaga kerja ini memiliki penghasilan yang lebih rendah dibandingkan jenis tenaga kerja lainnya. Contoh tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih yaitu, tukang parkir, asisten rumah tangga, kuli bangunan, buruh cuci, pekerja panggul di pasar, dll. Terhubung dengan +7 juta kandidat berkualitas di talent pool Cake dan temukan kandidat ideal Anda! Cari Kandidat Ideal Contoh Tenaga Kerja Terdidik dan Terlatih Contoh tenaga kerja terdidik diantaranya: 1. Bidang Kesehatan: Dokter, Bidan, dan Perawat Ketiga profesi di bidang kesehatan ini merupakan contoh tenaga kerja terdidik. Tentu saja, dibutuhkan biaya pendidikan yang tidak murah untuk mendapatkan pengetahuan di bidang ini. Walaupun begitu, contoh tenaga kerja terdidik ini banyak dibutuhkan, memiliki peluang kerja dan penghasilan yang besar. 2. Bidang Pendidikan: Dosen dan Guru Dosen dan guru merupakan profesi yang wajib memiliki pendidikan tinggi. Profesi guru yang bekerja mulai dari sekolah dasar hingga SMA wajib memiliki gelar sarjana pendidikan. Terlebih saat ini, minimum pendidikan S2 dibutuhkan untuk menjadi seorang dosen. 3. Bidang Hukum: Pengacara, Jaksa, Notaris, Hakim Profesi tenaga kerja terdidik seperti pengacara, jaksa, notaris, hingga hakim membutuhkan pendidikan ataupun gelar sarjana hukum, serta lulus dari pendidikan profesi. Pasalnya, mereka yang bekerja dalam bidang ini wajib memiliki pemahaman khusus mengenai Undang-Undang serta peraturan hukum di negara ini. 4. Akuntan Profesi akuntan juga merupakan contoh tenaga kerja terdidik yang membutuhkan pengetahuan dari perguruan tinggi. 5. Polisi Contoh tenaga kerja terdidik berikutnya adalah polisi. Untuk mendapatkan profesi ini dibutuhkan seleksi yang ketat serta wajib menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian. 6. Arsitek Profesi arsitek juga merupakan contoh tenaga kerja terdidik. Seorang arsitek harus paham tentang keilmuan teknik bangunan. 7. IT Profesi IT atau informasi dan teknologi merupakan profesi yang banyak diminati di zaman milenial ini. Untuk memperoleh profesi ini, setidaknya pendidikan diploma di bidang teknik informasi atau sistem informasi dibutuhkan. 8. Konsultan Konsultan merupakan profesi yang menyediakan jasa konsultasi di berbagai bidang, seperti pajak, hukum, lingkungan, usaha, dll. Untuk bisa memberikan konsultasi kepada kliennya, maka seorang konsultan wajib memiliki pemahaman melalui pendidikan formal di bidang tertentu. 9. Pegawai Negeri Sipil Profesi PNS merupakan salah satu profesi yang banyak diminati di Indonesia, pasalnya PNS memiliki gaji tetap tiap bulan, tunjangan, hingga biaya pensiun. Seorang PNS pun diwajibkan memiliki minimum sarjana pendidikan di bidang tertentu. 10. Pilot Pilot juga merupakan contoh tenaga kerja terdidik. Untuk menjadi seorang pilot, dibutuhkan ijazah dari sekolah penerbangan. Sedangkan, contoh tenaga kerja terlatih diantaranya: 1. Make Up Artist (MUA) MUA merupakan profesi yang banyak diminati. Profesi ini biasanya dibutuhkan untuk acara spesial, seperti pernikahan, wisuda, dan ulang tahun. Untuk menjadi seorang MUA handal, tentunya dibutuhkan pengalaman dan latihan yang banyak. Pelatihan untuk MUA saat ini bisa dilakukan secara otodidak. 2. Penata rambut Penata rambut meliputi potong rambut, mewarnai rambut, styling, dan perawatan rambut. Profesi ini biasanya dimulai dari bekerja di salon, hingga membuka usaha sendiri saat keahlian mereka sudah meningkat. 3. Koki Contoh tenaga kerja terlatih berikutnya adalah koki atau juru masak. Bisa dikatakan profesi ini bisa dipelajari secara otodidak dan latihan yang rutin. Keterampilan ini tidak bisa didapatkan hanya dengan satu atau dua kali memasak. Seorang koki terkenal pun biasanya memiliki pengalaman memasak dalam jangka waktu yang panjang. 4. Barista Profesi barista bertugas untuk meracik dan menyajikan kopi dengan berbagai teknik. Pengetahuan dan keterampilan barista tentu saja akan meningkat seiring dengan semakin banyaknya racikan kopi yang dibuat. Saat ini, kursus khusus untuk profesi ini juga telah banyak tersedia. 5. Tukang jahit Contoh tenaga kerja terlatih berikutnya adalah tukang jahit. Untuk bisa memiliki keahlian menjahit tentu dibutuhkan latihan dan pengalaman. Saat ini, juga telah banyak tersedia kursus menjahit untuk mengasah keterampilan ini. Kemampuan menjahit juga bisa berkembang menjadi profesi fashion designer. 6. Mekanik Mekanik juga merupakan salah satu contoh tenaga kerja terlatih. Profesi ini bertugas untuk merawat mesin, mencari tahu serta memperbaiki mesin yang rusak. Mekanik bisa bekerja baik di bidang industri maupun transportasi. Perusahaan biasanya mencari mekanik terampil dari seberapa lama pengalaman yang mereka miliki. 7. Pelukis Seorang pelukis juga membutuhkan keterampilan, dimana keahlian ini akan meningkat seiring dengan banyaknya lukisan yang dibuat. 8. Sopir Seorang sopir harus memiliki keahlian mengemudi dan pengetahuan mengenai peraturan lalu lintas. Keterampilan sopir yang mengemudikan transportasi umum, layanan antar-jemput, ataupun angkutan barang pun akan semakin meningkat seiring dengan semakin lamanya mereka mengemudi. 📚 Baca juga:13 Metode Rekrutmen Efektif, Bisa Dicoba HRD Kelebihan Tenaga Kerja Terdidik dan Terlatih Adapun beberapa kelebihan merekrut tenaga kerja terdidik, diantaranya: Memiliki pengetahuan mengenai teori dan prinsip yang mendasari pekerjaan mereka.Memiliki kemampuan adaptasi terhadap teknologi dan perkembangan digital lebih mudah.Lebih mudah diarahkan sesuai dengan tujuan perusahaan.Memiliki potensi untuk lebih berkembang, berpikir kritis, dan menduduki posisi manajerial di masa depan.Perusahaan mengeluarkan gaji yang lebih murah bagi mereka yang baru saja lulus dan belum memiliki pengalaman kerja . Beberapa kelebihan merekrut tenaga kerja terlatih, diantaranya: Perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk memberikan pelatihan dasar.Keterampilan yang dimiliki dapat langsung diterapkan di lapangan.Tidak membutuhkan waktu lama untuk menguasai pekerjaan yang dilakukan.Dapat bekerja lebih produktif dan akurat karena sudah memiliki pengalaman terkait. 📚 Baca juga:15 Cara Merekrut Karyawan Berkualitas, Pelajari Strategi Ini! FAQ Seputar Tenaga Kerja Terdidik 💭 Apa kekurangan tenaga kerja terdidik dan terlatih? Perusahaan tentu saja perlu mengeluarkan biaya program pelatihan untuk tenaga kerja terdidik. Selain itu, dibutuhkan proses yang lama untuk menjadikan tenaga kerja terdidik menjadi terlatih. Sedangkan bagi tenaga kerja terlatih, akan sulit bagi mereka untuk melakukan pekerjaan di luar keahlian mereka, kurang inovatif, serta cenderung bekerja sesuai dengan prosedur lama. 💭 Apakah tenaga kerja terdidik selalu lebih mudah mendapatkan pekerjaan? Tidak selalu. Hal ini bergantung dari sektor usaha perusahaan terkait. Selain itu, persaingan yang ketat juga belum tentu membuat tenaga kerja terdidik lebih mudah mendapatkan pekerjaan. 💭 Apakah tenaga kerja terdidik selalu menghasilkan gaji yang lebih tinggi? Tidak selalu. Walaupun lulusan dari pendidikan tinggi berarti memiliki potensi gaji awal yang lebih besar, namun secara umum, banyak perusahaan yang justru memberikan gaji lebih tinggi kepada mereka yang sudah memiliki kemampuan dan pengalaman yang lebih banyak. 💭 Bagaimana perusahaan mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja terdidik dan terlatih? Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi kondisi dan kebutuhan perusahaan, serta memahami kriteria tenaga kerja yang diperlukan. Kedua jenis tenaga kerja ini memiliki perang masing-masing dalam mendukung perkembangan perusahaan. Ikuti Virtual Career Fair, Management Trainee Program, Talent Connect Webinar, dan event activation lainnya bersama Cake untuk bangun employer branding Anda! Daftar Sekarang! Cakeadalah platform rekrutmen dengan +8 juta database talenta ditalent poolglobal.Pasang lowongan kerja gratisuntuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkanEmployer Brandinglebih efektif bersama Cake. Didukung teknologi ATSCake AIdanRecruitment Consultantprofesional, mulai temukan talenta berkualitas lebih cepat! Dapatkan wawasan mendalam dan konten informatif terkait rekrutmen, manajemen SDM,employer branding, serta tren terbaru di dunia HR hanya di Cake. Jadikan kami sumber terpercaya Anda untuk strategi perekrutan yang efektif dan solusi SDM yang inovatif.

Resume Builder

Build your resume only in minutes!