Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Recruitment & HR
Apr 26th 2025

Ini 8 Tes Psikometri (Psychometric Test) untuk Rekrut Akurat dengan Data

Guna mengukur kemampuan mental, tingkat kecerdasan, dan bakat kandidat calon karyawan, maka digunakanlah test psychometric atau psikometri test. Tim HRD dapat menggunakan tes psikometri yang berbeda untuk menentukan kesesuaian pekerjaan kandidat termasuk penalaran verbal, penalaran logis, penilaian situasional dan penalaran numerik. Setiap psychometric tests memberikan perspektif unik tentang bagaimana seseorang menunjukkan keterampilan atau kemampuan tertentu. Psychometric test berbeda dari tes lainnya yang mengukur pendidikan, pengetahuan, atau keterampilan. Selain itu, psikometrik test tidak hanya offline, tapi terdapat pula tes psikometri online, sehingga memudahkan tim HRD dalam proses seleksinya. Artikel ini akan memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai psychometric test mulai dari aspek yang diukur hingga contoh soal tes psikometri.Rangkuman:Tes psikometri mengukur kemampuan kognitif (penalaran numerik, logis, verbal), bakat khusus, dan aspek kepribadian kandidat secara sistematis, baik secara online maupun offline. Sehingga, HRD bisa mendapatkan gambaran menyeluruh tentang potensi dan kecocokan calon karyawan.Dengan menggunakan psikometri, perusahaan dapat mempercepat proses seleksi, menghemat waktu dan biaya, memahami adaptabilitas serta profil karakter karyawan secara lengkap, dan meminimalkan risiko ketidaksesuaian budaya kerja.Tiga Kategori Tes Psikometri:Aptitude Test (penalaran numerik, verbal, induktif, diagram, logis, error checking) Behavioral/Personality Test (misalnya Myers–Briggs) Assessment Center/Skill Test (simulasi tugas nyata)Mengombinasikan hasil tes ini dengan CV dan wawancara memastikan keputusan rekrutmen yang lebih akurat dan terarah. Apa itu Tes Psikometri?Tes psikometri adalah penilaian yang dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif, kepribadian atau perilaku kerja, untuk menunjukkan potensi calon pekerjaan yang unggul dalam posisi atau karir tertentu. Tes psikometri mengambil penilaian dari berbagai cara, seperti: Penalaran numerikPenalaran mekanikLogisVerbal Psychometric test adalah suatu tes yang biasanya dilakukan secara online atau juga dapat dilakukan secara langsung di pusat penilaian. Psikometri online maupun offline test dimaksudkan untuk merampingkan proses rekrutmen dan mengungkapkan keterampilan serta kemampuan kandidat terbaik secara efisien. 💡Catatan: Skor tes psikometrik tidak berdiri sendiri tetapi sering dianggap dalam kombinasi dengan CV kandidat, surat lamaran dan putaran penilaian lainnya seperti tugas yang lebih disesuaikan, spesifik sektor, skenario permainan peran dan wawancara kelompok. Namun, nilai kinerja yang baik dalam tes psikometri tidak boleh diabaikan. Skor tes psikometri yang tinggi akan secara dramatis meningkatkan peluang calon karyawan untuk sampai pada wawancara tahap akhir.Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaan Anda. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga!🎉Pasang Loker GratisManfaat Psychometric Test untuk Perusahaan Setelah tahap aplikasi awal selesai, tes psikometri dapat digunakan untuk merampingkan sejumlah besar kandidat potensial lebih lanjut sebelum tahap wawancara dimulai. Berikut ini beberapa manfaat psychometric test untuk perusahaan: 1. Mendapatkan Profil Karakter Karyawan Secara Lengkap Salah satu manfaat psychometric test adalah mempermudah perusahaan dalam memahami gambaran kepribadian, keterampilan, kecerdasan linguistik, dan kemampuan kandidat pegawai secara keseluruhan. Dengan memiliki profil karakter karyawan secara lengkap, maka perusahaan dapat lebih memahami kandidat pegawai ketika menghadapi tekanan dari tugas maupun lingkungan perusahaan. 2. Dapat Membantu Karyawan Beradaptasi dengan Lingkungan Menyelenggarakan psychometric test dalam tahap seleksi pegawai baru, meringankan tugas tim HRD dalam memahami kemampuan kandidat beradaptasi dengan lingkungan kerja. Beberapa contoh tes psikometri untuk mengetahui kondisi kandidat dalam beradaptasi terhadap lingkungan. Seperti tes bakat, tes minat, dan tes intelegensi. Dengan mengetahui kemampuan beradaptasi pegawai dalam lingkungan, maka akan mempermudah perusahaan dalam mencari solusi terbaik ketika mengurangi tingkat stress pegawai. 3. Menghemat Biaya dan Waktu Psychometric test adalah suatu tes yang biasanya dilakukan secara online, sehingga perusahaan tidak perlu mengeluarkan budget untuk menyiapkan form pendaftaran kerja. Karena tes psikometrik dilakukan secara online, sehingga lebih efektif dan efisien dalam segi waktu maupun biaya. Proses rekrutmen karyawan dengan psikometrik test ini pun akan mempermudah tim HRD dalam menyeleksi kandidat terbaik yang profesional di bidang atau posisi yang sedang kosong. 4. Merekrut Karyawan Sesuai dengan Budaya Perusahaan Psychometric test dapat memberikan informasi terkait kepribadian calon pegawai apakah dapat sesuai dengan pegawai lainnya bahkan dengan budaya perusahaan itu sendiri. Beberapa perusahaan memiliki kekhawatiran bahwa pegawai baru dapat membawa kepribadian yang berpotensi mempengaruhi kestabilan perusahaan. Sehingga, pelaksanaan tes psikometri dapat meminimalisir kemungkinan berseberangan antara kepribadian kandidat dengan budaya perusahaan. Walaupun tidak mungkin menemukan pegawai baru yang berkepribadian sama persis dengan pegawai yang sudah ada, akan tetapi melalui hasil psychometric tes diharapkan dapat membantu mencegah dan mengurangi munculnya perselisihan karena perbedaan karakter atau kepribadian antar pegawai dan munculnya pelanggaran terhadap budaya perusahaan.Expert Insight:"Banyak perusahaan memberhentikan karyawan karena masalah kepribadian yang baru terlihat setelah perekrutan. Ini terjadi karena proses seleksi masih mengandalkan CV dan wawancara, yang kurang efektif menggali kepribadian dan perilaku. Akibatnya, keputusan sering dibuat berdasarkan "insting".Tes dan asesmen psikometrik memberikan pemahaman yang jauh lebih kaya tentang kepribadian seseorang, sehingga secara signifikan meningkatkan peluang Anda menemukan kandidat yang tepat."Chris Schutte,Managing Director InterACT-GlobalApa Saja yang Diukur oleh Tes Psikometri? Tes psikometri sering digunakan sebagai bagian dari proses rekrutmen, sebagai cara bagi perusahaan untuk menilai kecerdasan, keterampilan, dan kepribadian kandidat pegawai. Ada tiga bidang utama yang diukur oleh tes psikometri : Kemampuan dan intelegensi.Bakat dan keterampilan untuk pekerjaan yang dilamar.Kepribadian kandidat (apakah sesuai dengan visi misi organisasi atau perusahaan). Pada dasarnya, psychometric test tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kecerdasan, bakat, dan kepribadian kandidat, serta bagaimana calon karyawan menangani tekanan dan gaya kerja yang ada dalam perusahaan atau organisasi.📚Baca Juga:10 Situs Pasang Iklan Lowongan Kerja Gratis 2024 Terbaik di Indonesia3 Jenis Tes Psikometri Pada dasarnya psychometric test terbagi menjadi tiga kategori, yaitu : Tes Bakat (Aptitude Test) Aptitude test atau tes bakat bertujuan untuk menilai serangkaian keterampilan tertentu atau umum seorang kandidat sesuai jenis pekerjaan yang dilamar. Kategori yang ditemukan dalam aptitude test atau tes bakat meliputi : Tes penalaran numerik (Numerical reasoning test): Digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan matematika dasar dan bagaimana kandidat menginterpretasikan data, seringkali melalui kombinasi informasi tertulis dan statistik yang disajikan dalam laporan, grafik, atau bagan.Tes penalaran verbal (Verbal reasoning test): Digunakan sebagai cara untuk menentukan kemampuan kandidat untuk mengevaluasi informasi tertulis yang terperinci sehingga dapat membuat keputusan yang tepat.Tes penalaran induktif (Inductive reasoning test): Tes ini mengharuskan kandidat untuk mengidentifikasi tren atau pola, biasanya menggunakan informasi diagram.Tes penalaran diagram (Diagrammatic reasoning test): Digunakan untuk menilai kapasitas kandidat terkait penalaran logis, menggunakan diagram alur dan diagram.Tes penalaran logis (Logical reasoning test): Bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan kandidat dalam mencapai suatu kesimpulan. Dalam tes ini akan diberikan beberapa informasi dan kemudian diminta untuk membuat keputusan, sehingga tes bakat ini juga sering dikenal sebagai tes penalaran deduktif.Tes pemeriksaan kesalahan (Error checking test): Menilai kemampuan kandidat untuk mengidentifikasi kesalahan dengan cepat dalam kumpulan data yang kompleks seperti kode, atau kombinasi karakter alfanumerik. Misalnya, penilaian penalaran induktif atau logis digunakan untuk mengevaluasi kandidat yang melamar pekerjaan di bidang sains, TI, atau peran lain di mana keterampilan teknis lanjutan mungkin diperlukan.Aptitude test ini biasanya terdiri dari pertanyaan pilihan ganda dan kerangka waktu tertentu untuk menyelesaikannya.Pengujian induktif dapat menghasilkan identifikasi solusi dan strategi baru untuk memecahkan masalah, itulah sebabnya jenis pengujian ini digunakan di banyak perusahaan yang berspesialisasi dalam inovasi teknologi.📚Bacaan lanjutan: 9 Jenis Aptitude Test dalam Proses Rekrutmen! [Untuk Melihat Potensi Kandidat] Tes Perilaku (Behavioral Test) Behavioral test atau tes perilaku memungkinkan tim HRD untuk mengevaluasi kesesuaian kandidat berdasarkan perilaku dan cara kandidat beradaptasi dengan pekerjaan. Myers Briggs adalah salah satu tes kepribadian atau perilaku yang paling umum digunakan. Setelah maju melalui serangkaian pertanyaan tentang bagaimana perasaan atau tindakan kandidat dalam scenario kondisi dan situasi tertentu, kandidat akan ditugaskan ke salah satu dari enam belas tipe kepribadian berdasarkan tanggapan yang disampaikan. Perusahaan kemudian meninjau tipe kepribadian ini untuk melihat apakah kandidat cocok dengan nilai-nilai perusahaan.💡Catatan:Dalam tes ini, jarang ada batasan waktu, karena tim HRD mencari kandidat untuk menjawab pertanyaan dengan jujur​, walaupun ada baiknya kandidat mengetahui deskripsi pekerjaan dan kebutuhan perusahaan. Tes Pusat Penilaian (Ability Testing/Skill Test) Tes pusat penilaian (assessment day/ability test/skill test) merupakan cara bagi tim HRD untuk mengevaluasi seberapa cepat kandidat dapat mempelajari keterampilan baru untuk secara kompeten melaksanakan pekerjaan yang dilamar. Bergantung pada pekerjaan yang kandidat harapkan, tes pusat penilaian dapat mencakup sesuatu seperti: Merancang halaman web dasar (jika kandidat melamar menjadi seorang desainer)Tugas pemodelan keuangan (jika kandidat melamar peran kuantitatif di bidang keuangan), dll. Tes kemampuan dapat juga dinilai melalui latihan berbasis kertas yang terdiri dari pertanyaan pilihan ganda yang diselesaikan dalam kondisi ujian. Semakin banyak latihan tes psikometri yang tersedia di internet yang berguna memberikan gambaran kandidat dalam mempersiapkan psychometric tests yang sebenarnya. Selain itu, tes psikometri saat ini sudah banyak diselenggarakan secara online menggunakan sistem spesialis, sehingga menghilangkan persyaratan untuk tes berbasis kertas. 📚Bacaan lanjutan: Apa itu Digital Mindset Assessment? Ini Pengertian dan Contoh Soalnya, Dll.! Apakah Tes Psikometri Menghasilkan Rekrutmen yang Baik? Psychometric tests digunakan di berbagai industri, termasuk perbankan dan keuangan, hukum, pegawai negeri, dan angkatan bersenjata. Sebuah survei yang dilakukan oleh Society for Human Resource Management menemukan bahwa 18% perusahaan menggunakan tes psikometri, dengan angka pertumbuhan yang meningkat 10-15% per tahun. Sebanyak 75% dari 500 perusahaan Fortune melaksanakan perekrutan pegawai menggunakan tes psikometri. Beberapa bank multinasional Amerika, Citigroup, melakukan tes penalaran numerik, verbal, dan logis untuk menilai calon karyawan. Sedangkan, perusahaan lain memilih melakukan tes psikometri pada calon karyawan, seperti Ford Motor, Procter Gamble, dan Deloitte. Sejumlah besar perusahaan yang menggunakan psychometric test ini pun melihat tingkat keberhasilan yang tinggi dalam menghasilkan rekrutmen yang baik. 8 Contoh Tes PsikometriDi era digital saat ini bukan lah hal yang sulit untuk mengakses kumpulan soal tes psikometri secara online dan gratis. Agar mempermudah proses pencarian, berikut ini contoh soal psikometri assessment: 1. Tes Penalaran Numerik (Numerical Reasoning Test) Dikutip dari TestGorilla, di bawah ini adalah contoh soal tes penalaran numerik pada umumnya:Sumber: app.testgorilla.com2. Tes Penalaran Verbal (Verbal Reasoning Test)Sumber:gradtests.com.au 3. Tes Penalaran Induktif (Inductive Reasoning Test)Sumber:shl.com 4. Tes Penalaran Diagram (Diagrammatic Reasoning Test)Sumber:123test.com 5. Tes Penalaran Logis (Logical Reasoning Test)Sumber:testdome.com 6. Tes Pemeriksaan Kesalahan (Error checking test) Dikutip dari assessment-training.com dan practiceaptitudetests.com, di bawah ini adalah contoh soal tes penalaran diagram pada umumnya: 7. Tes Kepribadian (Personality Test) Dikutip dari courses.lumenlearning.com dan nobaproject.com, di bawah ini adalah contoh soal tes kepribadian diagram pada umumnya: 8. Tes Keadaan (Situational Test) Sumber:jobtestprep.co.ukKesimpulanTes psikometri adalah alat penilaian yang digunakan untuk mengukur secara objektif ciri-ciri kepribadian, bakat (aptitude), kecerdasan, kemampuan, dan gaya perilaku seseorang.Penilaian psikometri banyak digunakan dalam bimbingan karir dan pekerjaan untuk mencocokkan kemampuan dan kepribadian seseorang dengan karir atau peran yang sesuai.Pada umumnya psychometric test dilaksanakan secara online, sehingga lebih efektif dan efisien, serta hemat biaya.Selain itu, untuk berlatih agar lebih siap menghadapi psikometrik test, saat ini sudah banyak soal-soal psikometri yang dapat diakses secara online dan gratis.Ingin mempelajari strategiemployer branding yang strategis untuk merekrut karyawan berkualitas? Dapatkaninsighteksklusif dalamebookterbaru Cake!Cakeadalah platform rekrutmen global yang menghubungkan perusahaan dengan+7 juta kandidat berkualitas.Pasang lowongan kerja gratisuntuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkanEmployer Brandinglebih efektif bersama Cake. Percayakan kami sebagaiRecruitment ConsultantAnda untuk membantu menemukan talenta spesifik lebih baik,konsultasi hari ini!
Recruitment & HR
Mar 6th 2024

Tes Potensi Akademik (TPA): Contoh, Pengertian, dan Jenis

Saat kamu mencapai tahap mendaftar sekolah atau melamar pekerjaan dalam hidup, tes psikologi merupakan salah satu bentuk tes tahap seleksi yang harus dilalui. Salah satu tes psikologi yang paling umum adalah TPA. Pasalnya tes psikologi dianggap penting karena mampu melihat proses berpikir seseorang.Selain TPA ada juga yang dinamakan dengan TPS. Nah, apa bedanya Tes Potensi Akademik dengan Psikotes? Apa sih keunikan tes akademik? Kamu pastinya akan menemukan jawaban komplit tentang berbagai pertanyaan di atas! Yuk, langsung saja baca sampai habis artikel Cake kali ini ya! Daftar isi: Mengenali Apa itu TPA Jenis-Jenis Soal TPA 12 Contoh Soal TPA Tips dan Trik Sukses Tes TPA Pengertian TPA Apa itu TPA? TPA yang merupakan singkatan dari Tes Potensi Akademik adalah jenis psikotes yang dibuat untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang. TPA sering termasuk dalam salah satu tahapan perekrutan karyawan, selain itu TPA juga sering dijumpai dalam tes masuk PTN, CPNS, serta tes rekrutmen pekerja BUMN. Tes potensi akademik ini diadakan dengan tujuan mengukur cara berpikir pelamar, termasuk kecerdasan bahasa dan logika seseorang. Walaupun soal TPA tidak sedikit tapi waktu pengerjaan yang diberikan terbatas. Tentunya sistem tes ini memiliki tujuannya sendiri, yaitu untuk menilai manajemen waktu serta manajemen emosional seseorang saat menyelesaikan sebuah tugas. Apa Perbedaan TPA dan TPS? Jika TPA merupakan Tes Potensi Akademik, maka TPS adalah kepanjangan dari Tes Potensial Skolastik. Singkatnya, TPS adalah tes yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan dan bakat seseorang dalam bidang keilmuan. Berikut adalah beberapa perbedaan antara TPA dan TPS: Tujuan dan Fungsi TPA bertujuan untuk mengetahui kemampuan logika dan cara berpikir seseorang, sementara TPS berfungsi untuk mengetahui kemampuan kognitif atau bidang keilmuan seseorang.Waktu pengerjaan Dikarenakan tipe soal yang berbeda, maka waktu pengerjaan antara TPA dan TPS juga berbeda. Tipe soal tes TPA adalah soal-soal yang singkat sementara tes TPS berisi soal yang full teks. Maka tidak heran apabila pengerjaan soal TPS lebih panjang jika dibandingkan dengan TPA.Tipe SoalTPA berisi soal yang pendek seperti tes verbal, angka, logika. Sementara TPS berisi soal-soal mencakup penalaran umum, pemahaman umum, serta soal teks bacaan. Beberapa Jenis Soal TPA Test TPA terdiri dari berbagai jenis soal, dan setiap jenisnya memiliki alat ukur dan fungsi yang berbeda-beda. Yuk langsung saja kita gali lebih lanjut soal jenis-jenis tes kemampuan akademik. 1. Tes Logika Kemampuan berpikir logis adalah skill penting dalam dunia kerja dan pendidikan, sehingga termasuk dalam jenis soal TPA. Tes ini berisi logika umum, logika diagram, dan silogisme (logika cerita atau analisis pernyataan dan kesimpulan). Karena tes ini menyangkut soal logika, umumnya banyak orang yang terkecoh di soal bagian ini. 2. Tes Angka/Numerik Tipe soal tes potensi akademik ini berfungsi untuk mengukur kemampuan angka atau numerik. Umumnya, tes numerikal adalah tes yang berisi akan soal sederhana matematika seperti logika huruf, seri angka, arithmetik, logika angka, angka dalam cerita, dan soal-soal lainnya yang berhubungan dengan angka. 3. Tes Verbal Seperti namanya, tipe tes ini bertujuan untuk menguji kecerdasan seseorang dalam berkata-kata atau berbahasa. Varian soal tes verbal mirip seperti tes akademik SMP/SMA, yaitu mencakup soal-soal bahasa seperti mencari persamaan dan perlawanan kata, pengelompokan kata, dan padanan hubungan kata. 4. Tes Spasial atau Gambar Tipe terakhir dari TPA adalah tes spasial atau gambar yang bertujuan untuk mengukur logika ruang seseorang. Tipe soalnya bisa berupa bayangan gambar, pengidentifikasian gambar yang mirip, serta pengelompokkan gambar.Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Kerja 12 Contoh Soal TPA Mengerjakan soal TPA memang harus teliti dan cekatan, karena dalam waktu yang singkat soal yang diberikan pun sangat beragam. Secara umum ada 4 jenis soal TPA, diantaranya adalah tes logika, tes angka, tes verbal, dan tes spasial. Kamu pun perlu bingung lagi dengan pertanyaan “Tes Potensi Akademik meliputi apa saja?” karena di paragraf ini Cake akan membahas tentang contoh soal tes potensi akademik! 3 soal contoh tes logika 1. Semua dokter dapat membuat resep. Beberapa dokter adalah ahli penyakit dalam.Maka,…. A. Semua dokter adalah ahli penyakit dalam B. Semua dokter adalah pembuat obat C. Dokter ahli penyakit dalam dapat membuat resep D. Tidak dapat ditarik kesimpulan Pembahasan:Jawaban yang benar adalah C “Dokter ahli penyakit dalam dapat membuat resep”. Karena dokter ahli penyakit dalam termasuk dalam cakupan “semua dokter” yang dapat membuat resep. 2. Semua anjing senang memakan tulang. Semua sapi tidak makan daging.Maka… A. Anjing tidak memakan daging B. Sapi memakan tulang C. Anjing dan sapi tidak memakan tulang dan tidak makan daging D. Semua pernyataan salah Pembahasan:Tidak ada jawaban yang selaras dengan soal pernyataan, maka pilihannya adalah D. Pilihan A salah karena tidak disebutkan bahwa “anjing tidak memakan daging”, B salah karena tidak disebutkan bahwa “sapi makan tulang”, C salah karena sangat bentrok dengan alur logika soal. 3. Semua ban terbuat dari karet. Semua karet bersifat elastis, maka… A. Semua ban elastis dan berwarna hitam B. Semua ban elastis berwarna hitam C. Sebagian ban berwarna hitam terbuat dari karet D. Semua ban elastis terbuat dari karet Pembahasan:Pilihan A,B,dan C menyebutkan ban yang berwarna hitam, sedangkan informasi ini tidak tertulis dalam soal. Maka jawaban yang tepat adalah D, yaitu “semua ban elastis terbuat dari karet”. 5 soal contoh tes angka 1.) 24,20,16,12 = ……… A. 8 B. 4 C. 10 D. 11 E. 6 Pembahasan: Deretan angka pada soal adalah 24, 20, 26, 12. Dari deretan angka tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap angka di belakangnya selalu dikurangi 4. Oleh karena itu, angka setelah 12 adalah 12 - 4 = 8, maka jawabannya adalah A. 2.) 5, 10, 7, 12, 9, ……. A. 15 B. 12 C. 13 D. 14 E. 16. Pembahasan: Tipe soal ini bersifat matematika dasar, yaitu tambah dan kurang. Dari 5 + 5 = 10, dan 10 - 3 = 7, lalu 7 + 5 = 12 dan 12 - 3 = 9, maka 9 + 5 =14, dan jawabannya adalah D. 3.) Sudut ACD = 4X°, berapakah X? Pembahasan:Ini merupakan tipe soal aritmatika. Sudut B adalah sudut siku-siku, maka sudut CAB dan ACB masing-masing kurang dari 90 derajat. Nah, dapat diketahui juga bahwa sudut ACD sebagai pelurusnya pasti lebih dari 90 derajat. Dari pilihan ganda yang ada dapat dilihat bahwa satu-satunya pilihan yang membuat 4x menjadi tumpul adalah E, karena 28x4=112. Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Kerja 3 soal contoh tes verbal 1. Carilah kata yang tidak termasuk dalam kosakata di bawah ini! A. Buku B. Novel C. Majalah D. Cerpen E. Komik Pembahasan:Sekilas kelima kata ini dapat diklasifikasikan dalam 1 kategori, yaitu sebagai benda bacaan. Namun tentu ada perbedaannya; “buku, novel, majalah, komik” berbentuk buku tebal. Sedangkan cerpen berupa lembaran. Oleh karena itu, jawabannya adalah D. 2. Dompet : Uang = … : … A. Gunung : Harimau B. Tas Sekolah : Buku C. Laut : Garam D. Burung : Sangkar E. Kandang : Ayam Pembahasan:Pertama, kamu harus melihat kaitan antara “dompet” dan “uang”, yaitu “dompet” sebagai tempat penyimpanan “uang”. Oleh karena itu, jawaban yang sepadan dengan soal ini adalah B, yaitu “tas sekolah” untuk menyimpan “buku”. 3. Kandidat = ... A. Trinidad B. nominasi C. nomine D. tokoh E. tersendat Pembahasan:Ini adalah tipe soal anonim atau mencari persamaan arti kata. “Kandidat” memiliki arti “calon”, dan dari kelima pilihan ini, kata “nomine” adalah kata yang sama artinya dengan “kandidat”. Maka jawaban yang benar adalah C. Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Kerja 3 soal contoh tes spasial atau gambar Tes gambar #1 Pembahasan:Soal di atas menunjukkan gambar kerangka kubus. Jika kita melipatnya menjadi sebuah kubus maka urutan yang benar adalah simbol kotak akan diapit oleh simbol titik tiga dan simbol lingkaran. Sementara itu, simbol kotak kecil diagonal diapit oleh simbol titik tiga dan simbol bulat. Simbol titik tiga tidak pernah berdampingan dengan simbol bulat, dan simbol kotak tidak pernah berdampingan dengan simbol kotak kecil diagonal. Oleh karena itu, jawabannya adalah D. Tes gambar #2 Pembahasan:Soal di atas menunjukkan 2 jenis gambar, sisi kiri adalah kotak dan sisi kanan adalah kubus. Sisi kiri menunjukkan kotak besar lalu baru kotak kecil, dan sisi kanan menunjukkan kubus besar, dan seharusnya langkah berikutnya adalah kubus kecil, dan jawabannya adalah B. Tes gambar #3 Pembahasan:Dari soal ini, kamu dapat melihat huruf Y dan Z. Langkah pertama terlihat huruf “Y” yang berdiri, lalu dilanjutkan dengan huruf “Y” yang tiduran, langkah berikutnya adalah huruf “Z” yang berdiri, maka langkah terakhir seharusnya huruf “Z” yang tiduran lurus, dan jawabannya adalah C. 📚 Baca juga:Tes Psikometri (Psychometric Test): Kegunaan dan Manfaat untuk Rekrutmen! Cara Ampuh Sukses Hadapi TPA Dengan berbagai varian soal dan materi yang ada dalam TPA, kamu pun harus teliti dan berhati-hati saat mengerjakan soal yang ada. Berikut adalah 4 cara ampuh untuk sukses menghadapi TPA 1. Selalu Fokus Terhadap Soal yang Sedang Dikerjakan Dengan banyaknya varian soal dan waktu yang terbatas, maka fokus adalah hal yang penting saat menyelesaikan soal TPA. Hindari kekhawatiran atau distraksi eksternal, dan jangan memikirkan akan soal-soal yang sudah terlewatkan, melainkan fokuslah akan soal yang hendak dikerjakan. 2. Mengerjakan Soal yang Lebih Mudah Terlebih Dahulu Saat mulai mengerjakan soal, analisislah tingkat kesulitan sebuah soal.Ingat untuk menghindari waktu dalam mengerjakan soal yang sulit, dan fokuslah untuk menyelesaikan soal yang mudah terlebih dahulu. 3. Perbanyak Latihan Soal Latihan adalah kunci untuk bisa lulus dengan nilai baik. Walaupun soal TPA terlihat mudah, tapi kamu pun tetap perlu meluangkan waktu untuk berlatih dan membiasakan diri menyelesaikan soal yang ada. Latihan juga membuatmu tahu akan trik dan cara tercepat dalam mengerjakan soal. 4. Istirahat Cukup Sebelum Menjalani tes TPACara terakhir ini sangatlah penting untuk mempersiapkan diri mengikuti Tes Potensi Akademik dengan maksimal. Pastikan badan dan pikiran mu segar saat mengerjakan TPA, dengan begitu kamu pun bisa lebih berkonsentrasi dalam menjawab setiap soal.Cake hadir dengan jasa penyedia Free Online Resume Builder! Buat kamu yang mau buat CV digital, yuk bisa langsung cek website Cake! CV Builder online, mudah, banyak pilihan template dan dijamin 100% GRATIS!Buat CV Berikut adalah beberapa poin penting dari artikel TPA kali ini, yuk jangan sampai kelewatan poin pentingnya! Tes potensi akademik ini diadakan dengan tujuan mengukur cara berpikir pelamar, termasuk kecerdasan bahasa dan logika seseorang.Secara umum, TPA mencakup soal angka, soal verbal, soal logika, dan soal spasial.Soal yang ada di Tes Potensi Akademik sangat beragam, tapi waktu pengerjaan yang diberikan terbatas, maka sangat penting untuk cermat pada saat mengerjakan soal ya.Sebelum hari-H TPA, ingatlah untuk istirahat dengan cukup agar stamina tubuh kuat untuk mengerjakan soal. Kerjakanlah soal yang mudah terlebih dahulu dan fokus pada soal yang dikerjakan.Practice makes perfect, maka penting untuk mempelajari tipe soal dan perbanyaklah latihan sebelum mengambil Tes Potensi Akademik.Apa saja Tes Potensi Akademik Polri? TPA Polri mencakup beberapa tes, diantaranya adalah tes matematika, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, pengetahuan alam, pengetahuan umum, wawasan kebangsaan, dan perundang-undangan. Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake. --- Ditulis Oleh Lydia Gavrila ---
Personal Development
Nov 18th 2022

7 Cara Pengembangan Diri untuk Menggali Potensi Diri, Bisa Dilakukan Sekarang!

Di dunia ini ada dua tipe orang. Ada orang yang ingin meraih kesuksesan, mereka mengambil tindakan, menggali potensi, menikmati prosesnya, dan akhirnya mencapai tujuannya. Ada juga orang yang ingin menjadi sukses, tetapi tidak tahu atau bahkan tidak ingin berupaya mengembangkan potensi diri mereka, yang akhirnya membawa mereka jauh dari kesuksesan mereka. Jika kamu adalah orang yang ingin menggali potensi diri mu dan meraih kesuksesan tetapi tidak tahu harus mulai dari mana, selamat! Dengan kamu membaca artikel Cake ini artinya kamu telah mengambil satu langkah lebih dekat dengan kesuksesan mu. Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut cara mengembangkan kapabilitas diri! Daftar isi:Apa itu Pengembangan Potensi Diri? Strategi Pengembangan Diri Skill yang Diperlukan untuk Meningkatkan Potensi Diri Contoh Pengembangan Diri Sendiri 📚 Baca juga:Pengembangan Diri untuk Mencari Potensi Diri: Pengertian, Manfaat, Tips, Dll.Apa itu Pengembangan Potensi Diri?Pengertian Mengembangkan Potensi Diri Mengembangkan potensi diri adalah upaya yang dilakukan untuk mengembangkan kapabilitas diri secara maksimal. Pengembangan potensi diri adalah proses dimana kamu menjadi versi terbaik diri kamu. Kamu mengembangkan sikap, bakat, karakter, dan potensi yang sebelumnya kamu anggap tidak mungkin. Beberapa ciri-ciri yang menunjukan bahwa kamu telah memaksimalkan potensi diri adalah: Pekerjaan menjadi terasa bermaknaMampu melihat pentingnya tugas sehari-hari yang dilakukanMerasa terpenuhiMemiliki semangat untuk masa depan Tujuan Pengembangan Potensi Diri Pengembangan pribadi dilakukan dengan tujuan untuk mencapai kesuksesan, entah itu dalam kehidupan karier maupun pribadi. Berikut adalah beberapa tujuan pengembangan potensi diri: Terwujudnya keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi (work life balance)Meningkatkan produktivitasMenyiapkan diri untuk tetap bisa menghadapi dan mengikuti perubahan dalam duniaTerus mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter Manfaat Perkembangan Potensi Diri dalam Karier Jika kamu terus mengembangkan potensi diri dalam kehidupan karier, kamu akan memperkaya CV dan bahkan bisa mendapatkan pekerjaan yang diimpikan. Selain itu, kualitas kerja kamu akan meningkat dan kamu akan memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mendapatkan promosi kenaikan jabatan dibandingkan karyawan lainnya. Berikut adalah manfaat pengembangan potensi diri lainnya: Jika kamu merasa hidup kamu gitu-gitu saja, melakukan pengembangan diri akan mendorong kamu untuk keluar dari zona nyaman dan bertumbuh memenuhi potensi kamu yang sebenarnya.Dengan pengembangan diri, kamu akan mengetahui apa arti sukses untuk diri kamu dan apa yang kamu inginkan sebenarnya dalam hidup ini. Degan begini, kamu akan merasa lebih percaya diri dengan pilihan yang kamu ambil dan dalam diri kamu sendiri.Pengembangan diri akan membantu dalam manajemen waktu untuk melakukan hal-hal yang paling penting bagi kamu. Kamu tidak perlu bekerja sampai lembur dengan sia-sia, melainkan kamu akan memanfaatkan waktu mu untuk mengerjakan hal-hal yang kamu suka untuk aktualisasi diri.Cara Mengembangkan Potensi Diri Cara Mengembangkan Potensi Diri Setiap individu manusia memiliki potensi untuk menjadi versi terbaik mereka. Kita semua mampu untuk meraih apapun yang kita inginkan. Perlu diingat bahwa menggali potensi diri bukanlah sebuah tujuan akhir, melainkan menggali potensi diri adalah sebuah perjalanan yang akan terus kita alami. Proses pengembangan diri memerlukan kesabaran, keberanian, dan kesadaran diri. Pertanyaannya adalah bagaimana cara mengembangkan potensi diri yang dimilikinya? Nah, di paragraf ini, kita akan membahas contoh potensi diri dan cara mengembangkannya. Yuk, simak! 1. Kenali Diri Sendiri Usaha untuk mengembangkan potensi diri pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengenal diri sendiri. Lagi pula, bagaimana Anda mengetahui hal-hal yang perlu dikembangkan atau diperbaiki tanpa mengetahui apa yang kamu inginkan. Setiap individu memiliki definisi “kesuksesan” yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, hanya diri kita sendiri lah yang dapat menentukan apa itu sukses bagi kita. Mengetahui hal ini sangat penting agar kita dapat fokus dengan gol kita dan tidak merasa cemburu dengan kesuksesan orang lain. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang dapat membantu untuk mengenali diri sendiri: Apa saja value, kelebihan, dan kekurangan kamu?Apakah ada hal-hal yang ingin kamu lakukan/capai?Apa alasan kamu pergi bekerja setiap harinya?Apa yang menginspirasi kamu?Hal apa saja yang membuat kamu bahagia dan sedih?Versi terbaik diri kamu terlihat seperti apa? (mental, fisik, karier, keluarga, keuangan, hobi)💡 Pro tip: Tips pengembangan diri yang bisa kamu lakukan jika kamu merasa kesulitan adalah ikuti tes psikometri seperti tes kepribadian atau aptitude test. Cobalah juga beberapa kegiatan baru agar kamu bisa lebih memahami diri sendiri.2. Kembangkan Gol Bekerja dan mengembangkan diri tanpa adanya gol sama saja dengan menggunakan Google Maps tanpa menaruh destinasi, kamu tidak akan bergerak mencapai destinasi kamu. Ketika menetapkan sebuah gol untuk pengembangan potensi diri, gunakanlah metode SMART: Specific:Tulis segala hal yang ingin kamu capai secara spesifik. Semakin spesifik gol yang kamu tulis, kemungkinan untuk gol itu tercapai akan semakin tinggi juga.Contohnya, tujuan yang tidak spesifik adalah “aku ingin mengembangkan potensi diri”, sedangkan contoh gol pengembangan diri sendiri yang lebih spesifik adalah “aku ingin menghadiri 10 networking event dan berkenalan dengan 5 orang baru di setiap acara untuk menjadi salesman yang terbaik”. Measurable:Pastikan bahwa gol kamu dapat diukur, seperti berapa lama, berapa banyak, atau berapa kali kamu harus melakukan hal tersebut untuk mencapai tujuan kamu. Attainable/Achievable:Gol yang SMART harus bisa dicapai oleh kamu. Tanyakan diri kamu “apakah aku memiliki sumber daya dan keterampilan untuk mencapai tujuan ini? Jika tidak, apa yang perlu aku lakukan?” Relevant:Agar gol kamu bisa tercapai, kamu perlu menentukan gol yang memang relevan dalam kehidupan kamu. Jika membuka bisnis, menjadi salesman, atau menurunkan berat badan memang relevan dalam kehidupan kamu dan dapat membuat kamu bahagia, maka lakukanlah itu. Time-Based:Tanpa adanya tanggal dan waktu yang spesifik untuk mencapai gol tersebut, mungkin kamu tidak akan merasa termotivasi untuk melakukannya. Oleh karena itu, tentukan deadline yang realistis untuk meraih gol tersebut. 3. Bekerja Menuju Gol Setiap Hari Cara mengembangkan bakat diri sendiri selanjutnya adalah mengambil mulai mengambil langkah setiap harinya untuk mencapai tujuan. Mencapai gol yang besar memerlukan langkah kecil setiap harinya. Seperti dalam buku James Clear “Atomic Habits” peningkatan 1% setiap harinya akan membuahkan hasil yang lebih besar daripada 0% atau tidak mengambil langkah sama sekali setiap harinya. 💡 Pro Tip:Luangkan waktu setiap minggu malam atau setiap malam untuk merencanakan hari-hari berikutnya. Ingat untuk disiplin dan atur waktu kamu dengan bijak dan realistis. 4. Kelilingi Diri dengan Orang-orang yang Mendukung Mungkin kamu pernah mendengar pepatah “tunjukkan temanmu dan aku akan tunjukkan masa depanmu” atau “kamu adalah rata-rata dari lima orang yang paling banyak menghabiskan waktu bersama kamu”. Jika kamu mengelilingi diri sendiri dengan orang-orang yang suka makan junk food, maka kemungkinan besar kamu akan mengikuti mereka makan junk food. Sebaliknya, jika kamu mengelilingi diri dengan para pebisnis sukses, kemungkinan besar kamu akan menjadi salah satu dari mereka. Maka salah satu cara mengembangkan diri adalah untuk memiliki lingkungan dengan value yang mirip atau dengan orang-orang yang suportif dan yang kamu percaya. Orang-orang tersebut bisa merupakan teman, keluarga, kolega, atau bahkan sobat gym kamu.5. Simpan Daftar Sukses Biasanya mudah sekali bagi kita untuk merasa bahwa kita tidak cukup baik. Atau terkadang sulit bagi kita untuk melihat adanya perkembangan dalam potensi diri. Inilah yang menyebabkan kebanyakan orang berhenti dalam mengembangkan potensi diri. Nah, menyimpan daftar sukses bisa menjadi salah satu cara untuk mengingatkan kita akan progres yang telah kita capai dan mendorong kita untuk terus disiplin dalam bekerja menuju gol kita setiap hari. Tulislah segala pencapaian kamu, baik itu pencapaian kecil maupun besar, dalam sebuah buku atau media apapun yang kamu suka. Kamu dapat mencatat hal-hal seperti: Menyelesaikan semua pekerjaan dalam to-do listBangun jam 7 pagi setiap hariBerolahraga 3x dalam semingguBerhasil membuat blog pribadiMendapatkan 10 followers baru, dll. Menyimpan daftar sukses ini adalah bagaimana cara kita mengetahui potensi dan juga mengetahui cara mengembangkan potensi diri. 6. Terima Kegagalanmu Perkembangan diri memerlukan waktu dan seperti hal lainnya dalam hidup ini, pastinya kita akan melewati kegagalan. Kegagalan adalah bagian dari hidup kita. Yang membedakan orang umum dan orang yang sukses adalah sikap mereka dalam menghadapi kegagalan. Orang sukses bisa menjadi sukses bukan karena mereka tidak pernah gagal, tetapi karena mereka pernah gagal dan mereka bersedia untuk gagal lagi dan belajar dari sana. Jadi, jika kamu bertanya “dapatkah masalah dimanfaatkan untuk berkembang bagaimana caranya?” ya, tentu saja bisa. Walaupun kegagalan bukan hal yang enak, kamu bisa belajar dari sana. Luangkan waktu untuk memproses semua emosi kamu dan lihat kembali daftar sukses kamu. Ingat, tujuan kamu disini adalah untuk mengembangkan potensi diri, bukan untuk menjadi sempurna. 7. Luangkan Waktu untuk Istirahat Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pengembangan diri adalah perjalanan seumur hidup. Tidak ada garis akhir dalam proses pengembangan diri, kamu akan terus mengembangkannya. Jadi, luangkanlah waktu untuk beristirahat. Beristirahat akan membantu kamu dalam perkembangan potensi diri. Jika kamu terus bekerja tanpa istirahat, kamu akhirnya akan kelelahan dan mengalami burnout. Jadwalkan waktu istirahat kamu dan lakukanlah kegiatan yang bisa membuat kamu lebih rileks, seperti: MeditasiYogaJournalingOlahraga, dll. Keterampilan yang Diperlukan dalam Proses Pengembangan DiriSetelah mengetahui langkah-langkah mengembangkan potensi diri, kita perlu mengetahui juga skill yang diperlukan dalam proses pengembangan diri. “Sikap apa yang perlu dimiliki dalam usaha mengembangkan kemampuan?” Untuk mengetahui jawabannya, yuk, simak paragraf berikut ini! Growth Mindset: memiliki growth mindset adalah skill yang sangat penting dalam pengembangan potensi diri secara maksimal. Karena dengan pola pikir ini, kamu akan lebih terbuka dengan segala tantangan dan pembelajaran. Mulailah dengan merayakan segala kemenangan kecil kamu. Kamu juga bisa bekerja sama dengan mentor, pelatih, atau terapis.Kepemimpinan: proses pengembangan diri akan lebih sukses dengan adanya skill kepemimpinan untuk bertemu dan bekerja sama dengan orang-orang lain.Mindfulness: melatih kesadaran akan membantu kita untuk lebih hadir dan fokus dengan tujuan kita. Dengan melatih kesadaran, kita bisa melihat dan memanfaatkan peluang yang ada.Disiplin: latihlah skill disiplin kamu, karena disiplin adalah jembatan untuk mencapai gol kamu.Humor: proses pengembangan diri adalah proses seumur hidup, jadi buatlah perjalanan ini menjadi lebih seru!Contoh Kegiatan Pengembangan DiriAdapun beberapa kegiatan yang bisa kamu lakukan sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan potensi diri. Perhatikan beberapa contoh kegiatan pengembangan diri berikut ini! Ikut kursus, workshop, seminar, sertifikasiBergabung dengan komunitas yang relevan dan bangun relasi baruBuat atau ikut tantangan yang positif untuk mengembangkan potensi diriLatih dan kembangkan skill interpersonal Demikianlah artikel Cake tentang bagaimana cara mengembangkan potensi diri untuk kesuksesan baik dalam kehidupan pribadi maupun karier. Semoga sekarang kamu sudah lebih paham dengan cara pengembangan diri dan bisa menerapkannya langsung dalam kehidupan kamu. Selamat mencoba! Cake adalah online CV builder yang ATS-friendly, dengan 50+ template! CV dapat diunduh dalam bentuk PDF dan 100% gratis🎉Buat CV --- Ditulis Oleh Cindy Graciella ---
Recruitment & HR
Oct 10th 2024

Cara Screening CV Efektif di 2024: Proses, Metode, dan Tips

Screening CV adalah tahapan penting dalam proses rekrutmen. Screening CV turut menentukan kualitas dan keakuratan pemilihan kandidat agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pasar kerja yang kompetitif membuat proses screening CV memakan banyak waktu dan tenaga. Survei TestGorilla menunjukkan bahwa 56% rekruter merasa kesulitan saat menilai apakah kandidat memiliki keterampilan yang dibutuhkan dalam proses screening CV. Untuk menghadapi tantangan tersebut, rekruter perlu memahami proses dan metode yang lebih efektif. Di artikel ini, Cake akan membahas pengertian, proses, metode, hingga tips terbaik yang dapat membantu perusahaan Anda mendapat kandidat berkualitas. Daftar Isi: Pengertian Screening CV Rentang Waktu Screening CV Proses dalam Screening CV Metode Screening CV Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Screening CV Tips Melakukan Screening CV yang Efektif Apa Itu Screening dalam Lamaran Kerja? Screening CV adalah proses evaluasi dan penyaringan kandidat untuk menilai apakah mereka memenuhi kriteria minimum yang ditetapkan untuk posisi atau jabatan yang dibuka. Proses ini mempertimbangkan beberapa elemen penting dalam CV, termasuk pengalaman kerja, kualifikasi pendidikan, skill, pengalaman kerja, hingga sertifikasi. Screening CV bertujuan untuk mengidentifikasi kandidat terbaik yang layak melanjutkan ke tahap rekrutmen berikutnya, seperti interview atau tes keterampilan. Pelaksanaan screening CV yang efektif dapat menyeleksi kandidat terbaik dari puluhan bahkan ratusan pelamar dalam waktu singkat, sehingga mempercepat proses rekrutmen. 📚 Baca juga:HR Wajib Tahu! 3 Cara Efektif Melakukan Background Check Rentang Waktu Screening CV Screening CV umumnya dilakukan oleh HRD sesuai dengan kriteria minimal yang telah ditetapkan sebelumnya bersama user atau manajer terkait. Lalu, berapa lama waktu screening CV? Durasi atau rentang waktu screening CV cukup bervariasi, tergantung dengan metode yang digunakan. Dikutip dari Forbes, banyak studi menunjukkan bahwa screening CV secara manual memakan waktu rata-rata 60 detik per CV. Menurut riset The Ladder, rekruter hanya butuh waktu 7,4 detik untuk membuat keputusan awal dalam screening CV. Sementara itu, screening CV ATS (Applicant Tracking System) membutuhkan waktu sekitar 15 - 30 detik per CV. Berbeda dengan metode manual, screening CV online dengan software ATS memiliki keunggulan dari segi konsistensi dan memberikan penilaian yang lebih objektif berdasarkan kualifikasi yang dimiliki kandidat. 📚 Baca juga:5 Tahapan Interview Kerja di Indonesia yang Perlu Kamu Ketahui Apa Saja Proses Screening CV? Proses screening CV berperan krusial dalam menentukan efektivitas rekrutmen. Secara umum, screening CV mencakup aktivitas penentuan kriteria, pengumpulan CV, seleksi, kategorisasi, dan dokumentasi. Langkah-langkah dalam proses screening CV membantu rekruter memilih kandidat yang memenuhi kualifikasi secara objektif. Selain itu, proses yang terstruktur juga menghemat waktu dan meningkatkan peluang perusahaan menemukan kandidat paling tepat sesuai kebutuhan. Di bawah ini merupakan penjelasan tentang langkah-langkah dalam proses screening CV. 1. Tentukan Kriteria Langkah pertama dalam proses skrining adalah menentukan kriteria minimal yang harus dipenuhi kandidat. Kriteria ini dapat berupa pengalaman kerja, keterampilan teknis, pendidikan, atau sertifikasi tertentu yang diperlukan mengisi posisi atau jabatan tersebut. Daftar kriteria yang digunakan dapat diambil dari job description lowongan kerja yang telah disusun sebelumnya bersama user atau manajer posisi terkait. 2. Pengumpulan CV Proses screening CV berikutnya mencakup pengumpulan CV dari berbagai platform, termasuk email, situs web, referral, dan job portal. Semua CV lamaran yang masuk perlu dikumpulkan dan diorganisir dengan baik, sehingga proses screening bisa dilakukan secara menyeluruh tanpa ada yang terlewatkan. 3. Seleksi Kandidat berdasarkan Kriteria Penyeleksian kandidat adalah proses inti screening CV. Proses ini dapat dilakukan secara manual dengan membaca CV per kandidat, atau dilakukan dengan bantuan software ATS (Applicant Tracking System). Jika kandidat yang melamar lebih dari 50 orang, ada baiknya untuk memanfaatkan screening CV ATS. Dengan bantuan tools ATS, Anda dapat menghemat waktu dan tenaga untuk menyeleksi CV kandidat. Screening CV ATS sendiri dapat menyeleksi kualifikasi kandidat berdasarkan kata kunci, pengalaman, dan keterampilan yang relevan. 4. Kategorisasi dan Pemeringkatan Kandidat Setelah proses seleksi usai, kandidat yang lolos kemudian dikelompokkan ke dalam kategori tertentu berdasarkan relevansi dan kecocokan mereka dengan posisi yang dibuka. Rekruter juga dapat melakukan pemeringkatan untuk menentukan kandidat yang paling unggul, hingga kandidat yang standar. Kandidat peringkat tertinggi biasanya diprioritaskan untuk melanjutkan ke tahap interview. 5. Dokumentasi dan Pencatatan Dokumentasi dan pencatatan adalah proses penting dalam screening CV yang tidak boleh dilupakan. HRD perlu mencatat alasan pemilihan atau penolakan kandidat, sehingga keputusan yang dibuat selama proses rekrutmen dapat dipertanggungjawabkan dan dievaluasi. Hal ini menjaga transparansi dan memudahkan pencarian referensi di masa mendatang. 📚 Baca juga:Tes Psikometri: Kegunaan dan Manfaat untuk Rekrutmen! Metode Screening CV di Perusahaan Profesional Terdapat 3 metode yang kerap digunakan dalam proses screening CV di perusahaan profesional, yaitu manual, otomatis, dan dengan bantuan AI. Masing-masing metode memiliki keunggulannya masing-masing. Berikut merupakan penjelasan masing-masing metode screening CV: Screening CV Manual Screening CV manual adalah metode tradisional di mana perekrut secara langsung membaca dan mengevaluasi setiap CV yang diterima. Perekrut membandingkan informasi yang disajikan kandidat dengan kriteria minimal yang ditetapkan untuk posisi tersebut. Metode screening CV manual memungkinkan perekrut untuk melihat keunggulan dan kekurangan kandidat secara lebih detail yang mungkin tidak dikenali oleh sistem screening otomatis. Kendati demikian, screening CV manual dapat memakan waktu dan tenaga yang lebih besar. Ada beberapa teknik yang digunakan dalam screening CV manual, termasuk penggunaan scorecard, tool asesmen, hingga pengecekan referensi untuk meminimalisir bias. Screening CV ATS ATS adalah software yang membantu perusahaan melakukan screening CV secara otomatis. Software ini dapat memindai CV untuk menemukan kandidat yang memenuhi kriteria minimum berdasarkan pengalaman, pendidikan, keterampilan, atau kriteria lain. Metode screening CV ATS telah diadopsi oleh banyak perusahaan top global karena lebih cepat dan efisien memproses ratusan CV dalam waktu singkat. Selain itu, metode ini juga dipilih karena mampu mengurangi bias dan human error. Kendati demikian, metode screening CV ATS tidak dapat menilai aspek soft skills atau potensi kandidat secara keseluruhan. Selain itu, sistem ATS juga mungkin melewatkan CV yang tidak menggunakan keyword yang tepat, meskipun sebenarnya kandidat tersebut memenuhi syarat. Screening CV ATS sendiri dapat dilakukan secara online dan offline tergantung kebutuhan rekruter. Screening CV dengan AI Metode screening CV dengan AI dapat membantu rekruter untuk melakukan penilaian lebih mendalam terhadap kandidat. Teknologi AI tidak hanya bisa memindai keyword, tapi juga mampu memahami konteks CV secara keseluruhan. Meski lebih cerdas dibandingkan sistem ATS, teknologi AI memerlukan investasi awal yang tinggi dan pelatihan agar sistem dapat bekerja secara optimal. Selain itu, masih ada ruang kesalahan atau error ketika menggunakan metode screening CV dengan AI. 📚 Baca juga:15+ Strategi Rekrutmen Ampuh untuk Mencari Karyawan Terbaik! 5 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Screening CV Untuk memastikan proses screening CV berjalan secara efektif, rekruter perlu memperhatikan beberapa faktor kunci yang mempengaruhi kualitas penyeleksian kandidat. Berikut penjelasan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam screening CV. 1. Kesesuaian dengan Kriteria Pekerjaan Prioritas utama dalam screening CV adalah memastikan kandidat sesuai dengan kriteria pekerjaan. Pastikan setiap CV yang akan lanjut ke proses berikutnya telah memenuhi kriteria minimal yang ditetapkan pada deskripsi pekerjaan, mulai dari aspek pengalaman kerja, pendidikan, hingga keterampilan. 2. Kebenaran dan Konsistensi Informasi HRD perlu memeriksa kebenaran dan konsistensi informasi yang ada dalam CV. Salah satu cara pengecekannya adalah dengan membandingkan informasi dari CV dengan akun profil profesional lain seperti LinkedIn. Ketidaksesuaian informasi yang termuat dalam CV bisa menjadi indikasi ketidakjujuran kandidat, atau kesalahan informasi dalam CV. 3. Timeline Karir dan Career Break Perhatikan bagaimana timeline pengalaman kerja dan karir kandidat. Hal ini bisa dilihat dari peningkatan posisi atau jabatan kandidat dari pekerjaan sebelumnya, atau kemampuan mereka untuk terus berkembang dalam industri. Ketika menemukan kandidat yang menempuh masa rehat tidak bekerja atau career break, penting bagi rekruter untuk menanyakan alasan di baliknya. Career break dapat terjadi karena banyak alasan, seperti melanjutkan pendidikan, masalah kesehatan, atau tanggung jawab keluarga. Rekruter perlu mengevaluasi alasan tersebut dalam konteks bagaimana pengalaman dan keterampilan kandidat dapat terus relevan dengan pekerjaan. 4. Format dan Struktur CV Rekruter perlu melihat format dan struktur CV yang digunakan oleh kandidat. Pertimbangkan untuk hanya meloloskan CV yang memiliki format dan struktur profesional sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Hal ini menjadi penting karena struktur dan format CV yang digunakan dapat mencerminkan kemampuan dan kepribadian kandidat. CV dengan format dan struktur yang berantakan bisa menjadi tanda bahwa kandidat kurang memperhatikan detail atau tidak mempersiapkan dokumen mereka dengan baik. 5. Cek Referensi dan Rekomendasi Meski kadang diabaikan dalam tahap awal screening, referensi dan rekomendasi kandidat bisa menjadi faktor penentu dalam proses rekrutmen. Rekruter perlu memastikan bahwa referensi yang disertakan dalam CV bisa dipercaya dan valid. Anda dapat melakukan pengecekan awal dengan memanfaatkan platform LinkedIn atau laman job portal lainnya. Cari tahu hubungan profesional kandidat dengan pihak yang memberi referensi. 📚 Baca juga:Cara Membuat Jobdesk yang Efektif dan 10 Contohnya! Tips Melakukan Screening CV yang Efektif Setiap rekruter tentu mendambakan proses screening CV yang efektif, mendapat kandidat terbaik dengan mengeluarkan sedikit waktu dan tenaga. Untuk meningkatkan efektivitas proses screening CV, Anda dapat mencoba beberapa tips berikut ini. 1. Fokus pada Informasi Kunci Rekruter tidak perlu membaca CV berulang kali secara keseluruhan karena memakan banyak waktu. Sebaliknya, Anda bisa berfokus pada informasi kunci yang penting untuk mengevaluasi kecocokan kandidat dengan lowongan pekerjaan. Dikutip dari LinkedIn, Informasi kunci dalam CV mencakup detail kontak, pengalaman kerja, pencapaian, pendidikan, dan keterampilan. Jika CV tersebut lolos screening awal, Anda bisa membacanya lebih detail lagi. 2. Manfaatkan Teknologi Menggunakan metode screening CV online atau screening CV ATS dapat mempercepat proses screening awal kandidat. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, screening CV ATS dapat mengotomatisasi proses seleksi berdasarkan keyword, skill, kualifikasi dan kriteria lain yang relevan. Anda dapat mengatur filter dan sistem penilaian untuk menentukan peringkat dan mengeliminasi kandidat yang tidak memenuhi kriteria minimal. 3. Waspadai Keyword Stuffing Keyword stuffing adalah istilah yang merujuk pada praktik memasukkan kata kunci secara berlebihan ke dalam CV. Dalam beberapa kasus, kandidat menggunakan keyword stuffing untuk ‘memaksakan diri’ masuk ke dalam kualifikasi minimum atau menyembunyikan minimnya keterampilan dan pengalaman yang memadai. Penggunaan keyword stuffing biasanya bertujuan untuk mengakali sistem ATS agar kandidat lolos pada proses screening CV. Oleh karena itu, rekruter wajib mewaspadai praktik-praktik semacam ini agar mendapat kandidat terbaik. 4. Identifikasi Pengalaman Kerja Tak Relevan Rekruter perlu mempertimbangkan mengeliminasi CV yang memuat pengalaman kerja yang tidak relevan dari segi waktu maupun posisi. Langkah ini dapat membantu rekruter mendapatkan kandidat dengan keterampilan dan pengalaman kerja yang relevan di pasar kerja saat ini. 5. Gunakan Strategi yang Sesuai Pastikan untuk menggunakan strategi screening yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan rekrutmen. Penyusunan strategi perlu disesuaikan dengan jenis posisi, level kandidat yang dibutuhkan, jumlah pelamar, serta tingkat urgensi pengisian posisi tersebut. Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaan Anda. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga! 🎉Pasang Loker Cake adalah platform rekrutmen global yang menghubungkan perusahaan dengan +7 juta kandidat berkualitas. Pasang lowongan kerja gratis untuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkan Employer Branding lebih efektif bersama Cake. Percayakan kami sebagai Recruitment Consultant Anda untuk membantu menemukan talenta spesifik lebih baik, konsultasi hari ini! Dapatkan wawasan mendalam dan konten informatif terkait rekrutmen, manajemen SDM, employer branding, serta tren terbaru di dunia HR hanya di Cake. Jadikan kami sumber terpercaya Anda untuk strategi perekrutan yang efektif dan solusi SDM yang inovatif.--- Ditulis Oleh Gama Prabowo ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!