Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Career Development
Jul 22nd 2024

On The Job Training (OJT): Pengertian, Jenisnya, dan Manfaat

Saat memasuki perusahaan baru, kamu akan mengikuti OJT. Apa itu OJT? Singkatnya, kepanjangan OJT adalah On The Job Training, yang merupakan pelatihan yang diberikan oleh perusahaan untuk membantumu mengasah skill keterampilan, dan kemampuan mu selama di tempat kerja. Di artikel ini, Cake akan membahas mengenai hal-hal apa saja yang dilakukan saat OJT, jenis-jenis OJT, manfaat yang diperoleh serta bahasan mengenai gaji OJT.Pengertian OJT Yuk, langsung saja lanjut membaca paragraf berikut ini.Daftar isi: Pengertian OJT Tujuan dari OJT Tipe-tipe OJT Manfaat OJT Kekurangan dan Keuntungan OJT Apa itu OJT? Arti OJT (On the Job Training) adalah pelatihan kerja untuk meningkatkan kinerja kerja karyawan sebuah organisasi atau perusahaan. Umumnya, karyawan yang mengikuti OJT adalah pekerja baru atau karyawan lama yang berpindah ke divisi baru. OJT berbeda dengan management trainee, perbedaannya terletak pada tujuan pelatihan. Management trainee termasuk pelatihan yang diadakan agar karyawan mencapai posisi manajerial, sementara OJT adalah bentuk pelatihan yang ditujukan untuk karyawan lama maupun baru.Ingin ikut program Management Trainee? Yuk, daftar di program MT oleh Cake!Program Management Trainee 2024 oleh CakeCake menghadirkan beragam program MT dari perusahaan-perusahaan top Indonesia. Yuk, jangan sampai ketinggalan dan daftar sekarang!Daftar SekarangTujuan OJT Berikut adalah beberapa tujuan dari OJT sebuah perusahaan:1. Memperkuat Kemampuan/SkillKaryawan yang menyelesaikan masa OJT diharapkan dapat meningkatkan skill dan kemampuan dalam bidangnya masing-masing. 2. Memperhatikan Attitude Sikap dan perilaku akan diasah selama masa OJT sehingga diharapkan agar karyawan dapat memiliki sikap yang lebih positif setelah selesai masa pelatihan OJT. 3. Menambah Ilmu dan PengetahuanIlmu pengetahuan berperan penting dalam kinerja kerja karyawan, dengan pengetahuan yang cukup, karyawan pun dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tepat dan baik. Secara garis besar, tujuan pelatihan masa OJT adalah untuk mempermudah proses adaptasi teknis karyawan baru, maupun karyawan lama yang berpindah divisi atau jabatan.Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaan Anda. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga! 🎉Pasang Loker Jenis-jenis On the Job Training? Berikut adalah beberapa jenis OJT yang perlu kamu ketahui. 1. Apprenticeship Jenis pelatihan Apprenticeship bersifat jangka panjang dan biasanya diberikan kepada orang-orang yang bekerja di bidang perdagangan, kerajinan, dan bidang teknis. 2. Mentoring Mentoring merupakan jenis OJT yang bersifat one on one dan umumnya diberikan kepada pekerja tingkat manajerial. Dalam sesi mentoring, senior atau pekerja akan memberikan pelatihan secara langsung kepada bawahan mengenai tugas sehari-hari. 3. Coaching Mirip dengan mentoring, metode coaching juga dilakukan secara one one one. Pada metode ini, atasan atau karyawan senior akan memberikan arahan kepada karyawan yang mendapatkan training. Tujuan utama coaching adalah untuk membantu karyawan mendapatkan jawaban dan solusi terhadap masalah keseharian dalam pekerjaan. 4. Rotasi Pekerjaan / Job Rotation Jenis On the Job Training lainnya adalah rotasi pekerjaan. Tujuan utama rotasi pekerjaan adalah untuk membantumu memahami latar belakang berbagai macam pekerjaan. Selain itu, rotasi pekerjaan juga dapat membantu karyawan untuk keluar dari kejenuhan yang dialaminya saat melakukan pekerjaan yang berulang-ulang. Selain itu, kamu pun dapat mengembangkan hubungan dengan kolega di kantor maupun dalam divisi yang berbeda. 5. Understudy Bentuk On the Job Training (OJT) lainnya adalah Understudy, yang merupakan pelatihan yang diberikan untuk karyawan yang hendak menggantikan posisi atasannya yang akan pensiun, maupun mendapatkan kesempatan promosi. 6. Pelatihan Instruksional Pekerjaan Contoh program jenis OJT adalah pelatihan instruksional pekerjaan. Pelatih akan memberikan instruksi runtut mengenai pekerjaan yang akan dilakukan. Alur pelatihan ini mencakup: Penjelasan gambaran umum pekerjaan dan hasil yang diinginkan.Penjelasan mengenai keterampilan apa saja yang dibutuhkan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut.Melaksanakan pekerjaan yang telah diinstruksikan.Memberikan feedback dan karyawan diperbolehkan untuk bertanya pada akhir sesi pelatihan.📚 Baca juga:In House Training: Cara Efektif Meningkatkan Kualitas SDM dalam PerusahaanJenis-jenis On the Job Training Manfaat Dilakukannya OJT Walaupun OJT ditujukan untuk karyawan, tapi secara garis besar manfaat OJT dapat dibagi menjadi 2, yaitu untuk perusahaan dan untuk karyawan. Bagi Perusahaan OJT yang diberikan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, maka pelaksanaan OJT juga akan membantu perusahaan mencapai targetnya.Biaya pelaksanaan OJT lebih murah jika dibandingkan dengan off the job training.📚Baca Juga: Ketahui 7 Langkah Penting Menyusun Materi Training Karyawanmu Bagi Karyawan Selain mendapatkan gaji dari hasil kerja, pelatihan on the job training juga memberi manfaat banyak bagi karyawan, yaitu meningkatkan kemampuan dan skill yang ada.Manfaat OJT lainnya adalah membantu karyawan untuk mendapatkan jawaban dan solusi akan masalah pekerjaan.👉 Ketahui Metode Training Karyawan Lainnya dan Kembangkan Kemampuan Karyawanmu! Kelebihan dan Kekurangan OJT Walaupun terdapat banyak kelebihan, pelaksanaan OJT tentunya juga akan ada beberapa kekurangan. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari OJT. ✅ Kelebihan Pelaksanaan OJT dapat meminimalkan human error.Praktik yang dilakukan selama OJT bisa langsung dipraktekkan dalam pekerjaan sehingga tidak hanya bersifat teori.Budget yang diberikan relatif murah, yaitu mencakup keseluruhan fasilitas dari perusahaan.Bimbingan dipimpin oleh karyawan senior, sehingga tidak membutuhkan pelatihan dari luar.Mudah dijadwalkan karena bersifat informal. ❌ Kekurangan Dikarenakan pelatih yang bukanlah seorang profesional, maka materi pelatihan yang digunakan terkadang bisa kurang terstruktur dan tidak mengandung skill yang komplit.Fokus kerja karyawan kemungkinan berkurang dikarenakan karyawan harus bekerja sekaligus mengikuti pelatihan.Akibat sibuknya pekerjaan, memungkinkan bagi karyawan untuk melewatkan beberapa materi pelatihan.Setiap pelatih memiliki cara ajarnya sendiri, maka metode dan kurikulum OJT tidak terstandarisasi.On the Job Training membutuhkan waktu yang cukup lama, tergantung kebutuhan masing-masing divisi, sehingga dapat menjadi salah satu tantangan bagi karyawan. Kebanyakan On the Job Training dipimpin oleh karyawan senior sehingga biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan relatif lebih murah jika dibandingkan dengan Off the Job Training. Hal ini tentunya akan disesuaikan lagi dengan kebutuhan dan kebijakan perusahaan. Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaan Anda di Cake. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga! 🎉Pasang Loker KesimpulanSekarang kamu pasti sudah paham apa arti OJT kan? Nah, berikut adalah berbagai poin penting dari artikel kali ini yang perlu diketahui seputar On the Job Training. Pengertian OJT (On The Job Training) adalah program pelatihan yang diberikan kepada karyawan baru dan lama, sesuai dengan kebutuhan perusahaan.Secara garis besar, tujuan pelatihan OJT adalah untuk mempermudah proses adaptasi teknis karyawan baru, maupun karyawan lama yang berpindah divisi atau jabatan.Contoh metode pelatihan On the Job Training adalah Mentoring, Coaching, Understudy, dan lain sebagainya.Berapa lama waktu OJT? Apakah on the job training di gaji? Umumnya OJT berlangsung selama 3 bulan, tapi setiap perusahaan tentu memiliki peraturan yang berbeda-beda.Manfaat OJT sangat beragam baik untuk karyawan maupun perusahaan, diantaranya adalah memperlancar bisnis perusahaan serta melatih skill karyawan dalam bekerja.Walaupun ada banyak keuntungan, OJT juga memiliki banyak kerugian, misalnya seperti pelatihan yang kurang profesional ataupun karyawan yang bekerja tidak maksimal akibat kesibukan yang dihasilkan dari OJT. Cake adalah situs lowongan kerja yang banyak peminatnya dengan jutaan pengguna dari seluruh Indonesia. Pasang lowongan kerja gratis untuk 3 loker pertamamu dan temukan kandidat berkualitas di Cake! Atau hubungi kami untuk informasi lebih lanjut. --- Ditulis Oleh Lydia Gavrila ---
Job Search Tips
Jul 22nd 2024

Officer Development Program: Pengertian dan Tips Lolosnya!

Bukan rahasia lagi bahwa officer development program cukup diminati kalangan fresh graduates. Mengapa demikian? Selain dinilai prestisius dan memiliki benefit yang menggiurkan, karyawan yang menyandang gelar officer development program ini diproyeksikan menjadi pimpinan atau posisi manajerial dalam perusahaan. Tak heran bila jenjang karir ODP sangat menjanjikan kedepannya. Officer development program sering dijumpai dalam perekrutan perusahaan perbankan baik BUMN maupun swasta di Indonesia. Apabila dilihat dari konsepnya, ODP bank ini konsepnya mirip dengan program Management Trainee (MT) untuk beberapa perusahaan besar. Namun, apa perbedaan ODP bank dengan program MT? Nah, bagimu yang tertarik untuk membidik jenjang karir ODP di perusahaan perbankan di Indonesia, kali ini Cake mengupas tuntas apa itu officer development program. Tetap stay tuned, ya! Daftar isi: Apa itu Officer Development Program? Jenis Pelatihan Officer Development Program Apa Saja yang Perlu Disiapkan untuk Mendaftar ODP Bank? Tips Lolos Seleksi Officer Development Program Apa itu Officer Development Program? Officer development program adalah sebuah program rekrutmen yang memberikan pelatihan-pelatihan khusus kepada karyawan untuk memenuhi kualifikasi perusahaan dalam bekerja. Para karyawan bisa memahami secara mendalam seluk beluk tugas dan pekerjaan dalam perusahaan perbankan yang dilamar. Setelah pelatihan selama 1-2 tahun selesai, para karyawan mulai diproyeksikan untuk mengisi beberapa jabatan strategis atau posisi manajerial. Pada umumnya officer development program ini dikhususkan untuk fresh graduates atau lulusan yang memiliki pengalaman kerja kurang dari 2 tahun yang belum memiliki keterampilan khusus. Salah satu keuntungan dari development program adalah karyawan bisa belajar untuk menjadi profesional dan mendapat bayaran setiap bulannya. Sehingga cukup berbeda dengan program magang atau internship yang ditawarkan oleh perusahaan lain. Menarik, bukan? Terlintas pertanyaan,Apakah officer development program (ODP) dan program management trainee (MT) sama? Bisa dikatakan kedua program ini hampir sama dimana karyawan mendapatkan berbagai pelatihan terlebih dahulu sebelum menempati posisi pekerjaan. Perbedaannya adalah officer development program dilakukan untuk perusahaan perbankan atau sering dikenal dengan ODP bank. Di Indonesia sendiri beberapa bank BUMN ternama menyelenggarakan rekrutmen officer development program setiap tahunnya, seperti contoh ODP Bank Mandiri dan ODP BNI yang tak pernah sepi peminat.Selain ikut ODP, apakah kamu juga tertarik ikut program MT?Yuk, daftarkan diri kamu ke program Management Trainee 2024 oleh Cake sekarang juga!Daftar Sekarang📚 Baca juga:Apa itu Management Trainee: Pengertian, Tugas, Gaji, dan Keuntungan! Jenis Pelatihan Officer Development Program Setelah mengetahui apa itu program officer development, saatnya Cake menjelaskan jenis pelatihan untuk officer development program. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pada umumnya pelaksanaan ODP bank dilakukan sekitar 1-2 tahun. Selama masa pelatihan ODP bank, terdapat dua macam pelatihan, yaitu: Classical officer development programOn the job training officer development Untuk lebih jelasnya langsung simak dibawah ini! 1. Classical Officer Development Program Pelatihan klasik untuk officer development program biasanya dilakukan dalam sebuah kelas atau dikenal dengan in-class training. Selama di kelas, para karyawan akan mendapatkan materi pengenalan seputar visi dan misi perusahaan serta budaya perusahaan. Disisi lain, karyawan juga akan mendapatkan beberapa pelatihan soft skill yang menunjang kinerja setelah ditempatkan pada posisi mereka. Pelatihan soft skill antara lain: KepemimpinanKemampuan negosiasiManajemen waktuBerbicara di depan umum, dan lain-lain. Untuk pemateri biasanya didatangkan dari lembaga atau seseorang yang sudah ahli di bidangnya agar karyawan mendapatkan pelatihan yang berkualitas. 2. On the Job Training Officer Development Program Setelah menyelesaikan in-class training, karyawan officer development program akan melakukan on the job training atau dikenal dengan OJT. Untuk OJT karyawan akan terjun langsung ke posisi yang dilamar untuk bisa menjalani pekerjaan secara nyata. Tentunya karyawan bisa mengimplementasikan ilmu-ilmu yang didapatkan saat in-class training secara nyata. Disisi lain, karyawan akan mempraktekan pekerjaan operasional dan berkoordinasi dengan co-worker secara nyata di lapangan. Pastinya mereka akan mendapatkan pendampingan dari mentor yang ditunjuk.Apa Saja yang Perlu Disiapkan untuk Mendaftar ODP Bank? 1. Menyelesaikan Pendidikan Sarjana Persyaratan paling dasar untuk mendaftar officer development program adalah telah menempuh pendidikan minimal S1. Namun ada beberapa rekrutmen ODP bank yang menerima lulusan S2 dengan persyaratan tertentu.💡 Catatan:Perlu diingat bahwa mahasiswa yang belum lulus atau mahasiswa magang tidak bisa mendaftar officer development program. Hal itu disebabkan karena pelatihan ODP bank memakan waktu yang lama dengan jadwal yang sangat padat, dimana akan sulit dilakukan oleh mahasiswa yang masih menempuh studi. 2. Memiliki Kemampuan yang Dibutuhkan Setiap perusahaan perbankan di Indonesia memiliki persyaratan dan kualifikasi calon karyawan sesuai dengan kebutuhan posisi yang dibuka. Sehingga calon karyawan harus jeli untuk membaca setiap persyaratan agar memenuhi kualifikasinya. Pada umumnya persyaratan ODP bank antara lain: Lulusan sarjanaMemiliki sertifikasi bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTSBatasan usia maksimal tertentu. 3. Melengkapi Persyaratan Administrasi Tentunya dalam rekrutmen officer development program dibutuhkan beberapa berkas sebagai persyaratan administratif. Pastikan untuk melengkapi persyaratan administrasi yang sudah ditentukan oleh perusahaan perbankan. Apabila ada satu dokumen yang tidak lengkap, maka besar kemungkinan akan gugur di seleksi awal. Untuk itu perlu cross and check persyaratan administrasi sebelum memasukan aplikasi rekrutmen ODP bank. 4. Berkomitmen dalam Menjalani Program Bisa dikatakan komitmen adalah hal yang paling penting sebelum mendaftarkan diri pada ODP bank. Mengapa demikian? Seperti yang kita ketahui bahwa officer development program ini memiliki banyak aturan yang mengikat dan harus dipatuhi. Seperti contoh, pelatihan officer development program memakan waktu yang cukup lama, pada umumnya 1-2 tahun. Disisi lain terdapat syarat ikatan dinas selama 5 tahun dan bersedia tidak menikah selama menjalani ikatan dinas.💡 Catatan:Officer development program ini terdapat sanksi pinalti dalam jumlah tertentu apabila karyawan berhenti dari program tersebut sebelum durasi selesai. Nah, dengan konsekuensi tersebut, apakah sudah siap berkomitmen untuk menjalani officer development program?Tips Lolos Seleksi Officer Development Program 1. Riset Perusahaan Setiap perusahaan perbankan memiliki officer development program masing-masing. Nah, sebelum melamar pastikan riset perusahaan terlebih dahulu. Mengapa? Karena kamu perlu memastikan apakah kualifikasi ODP bank ini sesuai dengan kemampuanmu atau tidak. Sehingga tidak ada penyesalan ketika memilih officer development program. Salah satunya adalah mempertimbangkan kebijakan-kebijakannya seperti ikatan dinas selama menjalani pelatihan officer development program. 2. Buat CV Menarik CV yang menarik adalah kunci yang paling penting saat melamar officer development program pada perusahaan perbankan. Pasalnya CV adalah sebuah ringkasan mengenai kemampuan dan kualifikasi kamu untuk dilirik oleh rekruter. Nah, bagaimana membuat CV menarik untuk melamar officer development program? Simak tips dari Cake dibawah ini! Pahami job desk officer development program:Pertama-tama, sebelum membuat CV untuk melamar ODP bank kamu harus memahami tugas officer development program. Ketika kamu mengetahui job desk officer development program secara mendetail, setidaknya kamu memiliki gambaran yang tepat untuk mendesain CV. Seperti informasi, skill atau pengalaman yang relevan untuk ditonjolkan dalam CV. Tonjolkan skill yang relevan: Saat membuat CV jangan lupa untuk menonjolkan skill yang relevan untuk posisi officer development program. Skill pada CV bisa menunjukan keunikan kamu dibanding dengan kandidat lain. Skill ini bisa dibagi menjadi dua, yaitu soft skill dan hard skill. Hard skill merupakan keterampilan teknis yang bisa dipelajari dan dilatih, sedangkan soft skill merupakan kemampuan interpersonal yang membentuk cara bekerja. Pengalaman organisasi/magang/kerja dan prestasi:Pengalaman organisasi, magang, dan bekerja menjadi tolak ukur bagaimana cara bekerja kamu untuk mencapai gol atau kemampuan memecahkan masalah. Pastikan cantumkan pencapaian dari pengalaman-pengalaman sebelumnya untuk menunjukan kinerja kamu dalam akukan pencapaian yang lebih baik dari target yang ditentukan.Contoh CV Officer Development Program - Dibuat di Cake📚 Baca juga:20+ Contoh CV Lamaran Kerja yang Menarik dan Cara Membuatnya!3. Datang Ke Job Fair Offline dan Online Datang ke job fair atau bursa kerja bisa menjadi pilihan untukmu dalam melamar officer development program. Tidak jarang perusahaan perbankan BUMN dan swasta turut membuka rekrutmen ODP bank dalam acara job fair, sehingga pengunjung bisa menyebarkan CV saat acara berlangsung.Kamu juga bisa ikutan Virtual Career Fair yang diadakan oleh Cake setiap tahunnya secara online, lho! 📚 Baca juga:9 Manfaat Networking Dalam Karier dan Cara Membangunnya! 4. Persiapkan Diri untuk Tes Tulis, FGD, dan Interview Pada umumnya setelah lolos seleksi berkas, langkah selanjutnya adalah seleksi tes tertulis, Focus Group Discussion (FGD) dan interview. Tahap Tes Tertulis Dalam tes tertulis, peserta akan dihadapkan dengan: Tes psikotesTes kemampuan bahasa InggrisTes pengetahuan perbankan Untuk menghadapi tes tertulis, kamu bisa melakukan latihan soal dari bank soal di buku atau dari internet. Dengan latihan soal akan membuatmu terbiasa untuk memecahkan soal-soal yang muncul dalam tes tertulis. Tahap FGD Untuk FGD kamu bisa melatihnya dengan berpikir kritis dan analitis serta kemampuan public speaking. Kamu pun harus memahami bahwa dalam FGD ini bukan hanya memaksakan pendapatmu, akan tetapi juga mempertimbangkan pendapat orang lain untuk mencapai solusi bersama. Akan lebih baik jika kamu membaca isu-isu perbankan terkini untuk menambah wawasan kamu dalam FGD. Tahap Interview Last but not least, persiapan interview sangatlah krusial untuk menentukan apakah kamu lolos sebagai calon karyawan ODP bank atau tidak. Maka dari itu akan lebih baik untuk mempelajari seluk beluk perusahaan bank yang dilamar, tugas odp dalam perbankan secara umum, hingga deskripsi pekerjaan officer development program yang kamu lamar. Nah, Cake sudah mengupas tuntas apa itu officer development program. Pastinya kamu sudah lebih siap melamar officer development program dan siap memulai jenjang karir ODP di masa depan. Jangan lupa persiapkan CV terbaikmu untuk melamar officer development program di perusahaan perbankan terbaik!Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake.Belum punya CV keren untuk melamar kerja? Cake merupakan CV Builder ATS-friendly dengan 50+ template keren yang bisa kamu download secara gratis! Yuk, coba sekarang juga! 🎉Buat CV --- Ditulis oleh Talitha Edrea ---
People Operations
Jun 8th 2022

Talent Management: Pengertian, Proses, dan Strategi dalam Perusahaan

Daftar isi : Pengertian Talent ManagementAlasan Talent Management Itu PentingProses Talent ManagementBagaimana Strategi Talent Management? Investasi Sumber Daya Manusia (SDM) dinilai sangatlah penting untuk perkembangan bisnis perusahaan. Mengapa demikian? Ibaratnya SDM perusahaan adalah motor penggerak dalam internal perusahaan untuk mengakselerasi goals perusahaan. Apabila SDM yang dimiliki perusahaan berkualitas dan termanajemen secara tepat, sudah pasti akan kinerja perusahaan semakin meningkat. Untuk meningkatkan kinerja dan talenta SDM yang dimiliki perusahaan, acap kali perusahaan melakukan strategi manajemen talenta yang dikenal dengan talent development. Pada dasarnya talent development ini untuk menyusun jenjang karir, meningkatkan skill, dan meningkatkan performa kinerja SDM. Disisi lain, strategi talent management bertujuan untuk memotivasi para pekerjanya untuk berkarir di perusahaan dalam jangka waktu yang panjang. Tentunya, adanya talent management adalah untuk menghindari tingginya tingkat turnover SDM yang berdampak buruk pada perusahaan dalam jangka panjang. Makin penasaran dengan apa itu talent management? Cake akan mengupas tuntas talent development dalam artikel ini. Simak sampai habis ya!Pengertian Talent Management Apa itu Talent Management?Apa itu talent management? Talent management adalah suatu strategi yang terorganisir untuk mendapatkan SDM yang tepat bagi perusahaan serta membantu mereka untuk mengembangkan potensinya berkarir. Pengembangan potensi dan karir SDM dalam talent management berupa pengidentifikasian talenta SDM, menempatkan SDM pada posisi yang sesuai dengan potensinya, mengembangkan keterampilan dengan beberapa pelatihan keahlian, dan memotivasi SDM untuk mencapai goals karirnya. Pada dasarnya, talent management ini merupakan pengelolaan SDM untuk meningkatkan kualitasnya dan profesionalitasnya dalam bekerja untuk mencapai goals perusahaan.Alasan Talent Management Itu Penting Mengapa talent manajemen itu sangat krusial dalam perusahaan? Yuk simak manfaat talent management dibawah ini. 1. Meningkatkan Performa Perusahaan SDM yang profesional dan expert di bidangnya akan mempermudah perusahaan untuk meningkatkan performa untuk mencapai goals perusahaan. Menurut penelitian McKinseyCompany menyatakan bahwa talent management paling efektif adalah mengkombinasikan tiga komponen yaitu rapid talent allocation, pengalaman positif karyawan, dan tim HR yang strategik. Dalam penelitian tersebut, diantara tiga komponen keefektifan talent management, rapid talent allocation merupakan komponen yang paling berpengaruh. Rapid talent management merupakan proses perusahaan menempatkan talent-talent di posisi yang strategis dalam perusahaan. 2. Menarik Talent Terbaik dan Peran Strategis yang Berkelanjutan Salah satu manfaat manajemen talenta antara lain menarik talent terbaik untuk bergabung menjadi bagian perusahaan. Talenta yang berpotensial cenderung memilih perusahaan yang memiliki program talent development untuk mendukung karir mereka. Selain itu, perusahaan akan mendapatkan SDM yang mengisi peran-peran strategis untuk membantu perusahaan menjalankan operasinya dengan lancar dan menghindari beban kerja tambahan untuk orang lain. 3. Mendorong Inovasi Di era digital ini perubahan teknologi semakin cepat dan akan selalu berkembang. Pastinya, perusahaan menginginkan karyawan yang selalu berinovasi dan kreatif dalam memanfaatkan teknologi baru. Nah, untuk membentuk SDM yang bisa berinovasi meskipun digempur dengan teknologi, maka talent development adalah solusi yang tepat bagi perusahaan. Dengan berbagai pelatihan -pelatihan teknologi terkini, maka SDM dalam perusahaan akan mendapat insight baru untuk terus berinovasi. 4. Meningkatkan Performa SDM Manfaat talent management yang didapatkan perusahaan antara lain memudahkan pengidentifikasian dan pencocokan karyawan pada bidang pekerjaan yang sesuai dengan potensinya. Sehingga talent development ini bisa mengurangi masalah ketidakcocokan karyawan pada posisinya dan menjamin SDM terbaik bertahan lebih lama di perusahaan. 5. Mengurangi Tingkat Turnover Pentingnya manajemen talenta bagi karyawan adalah ketika seorang karyawan merasa dihargai di sebuah perusahaan. Ketika mereka memiliki banyak peluang untuk tumbuh berkembang dalam perusahaan melalui talent development, maka mereka akan cenderung stay di perusahaan dan tidak mencari pekerjaan di tempat lain. 6. Branding Perusahaan yang Kuat Last but not least, talent management dapat menguatkan branding perusahaan lho! Perusahaan yang memiliki program talent development dinilai sebagai perusahaan yang prestigius bagi masyarakat. Tak heran bila program talent development ini bisa menarik kandidat terbaik untuk karyawan perusahaan di masa depan. 📚Baca juga: Efektif! 10 Cara Meningkatkan Produktivitas Karyawan Proses Talent Management Proses manajemen talenta bisa dipertimbangkan untuk dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan kandidat terbaik. Diawali mengidentifikasi kesenjangan posisi dalam perusahaan, kemudian mengembangkan, dan mengoptimalkan keterampilan SDM baru dan lama. 1. Perencanaan yang Matang Langkah awal proses talent management adalah perencanaan yang matang agar berjalan dengan efektif. Perencanaan dalam proses talent management meliputi identifikasi persyaratan kandidat yang dibutuhkan perusahaan, merumuskan uraian jobdesk untuk posisi yang diperlukan oleh perusahaan, serta mengembangkan inisiatif perekrutan tenaga kerja. 2. Menarik Kandidat Terbaik Tahapan manajemen talenta selanjutnya adalah memutuskan apakah memerlukan kandidat dari luar perusahaan untuk posisi yang dibutuhkan. Apabila perusahaan membutuhkan kandidat dari luar perusahaan, maka perusahaan akan melakukan penyebaran informasi perekrutan untuk mencari kandidat terbaik melalui media sosial, portal pekerjaan, atau dari mulut ke mulut. Kandidat-kandidat yang melamar posisi yang dibutuhkan perlu diidentifikasikan terlebih dahulu agar prosesnya efisien dan tidak bertele-tele. Ternyata branding perusahaan yang dibangun sangat menentukan kualitas kandidat-kandidat yang melamar dalam proses perekrutan. 3. Proses Seleksi Nah, proses seleksi ini adalah proses talent management yang paling krusial. Dimana perusahaan melaksanakan serangkaian tes untuk mendapatkan kandidat yang cocok dengan posisi pekerjaan yang dibutuhkan. Rangkaian tes ini dimulai dari tes tertulis, wawancara, Focus Group Discussion, dan tes psikologi untuk mengukur kemampuan serta menggali infomasi dari kandidat yang melamar. Seiring perkembangan teknologi, kini proses seleksi semakin mudah dengan adanya software berbasis AI yaitu Applicant Tracking System (ATS) yang bisa melakukan seleksi CV secara otomatis. Tak heran bila beberapa perusahaan menganjurkan kandidat menggunakan CV ATS Friendly saat melamar. 4. Program Pengembangan Setelah perusahaan mendapatkan kandidat terbaiknya lewat proses perekrutan, mereka adalah melakukan program talent development. Program ini dilakukan dengan memberikan pelatihan-pelatihan keahlian yang dibutuhkan untuk meningkatkan keterlibatan karyawan dalam operasi bisnis perusahaan dan membangun loyalitas terhadap perusahaan. Program pengembangan dimulai dengan program On Job Training (OJT) untuk penyesuaian karyawan dengan posisi yang baru dan mengenalkan corporate culture yang berlaku. Seiring berjalannya waktu, karyawan memiliki banyak peluang untuk meningkatkan potensi diri, keahlian, dan skill melalui training professional. 5. Retaining Agar perusahaan diisi oleh karyawan yang berpotensi secara berkelanjutan maka perusahaan perlu mempertahankan karyawannya secara efektif. Cara terbaik untuk mempertahankan karyawan terbaik mereka adalah menawarkan peluang pengembangan karir dan promosi jabatan bila diperlukan. Selain itu juga bisa menawarkan keterlibatan dalam proyek dan pengambilan keputusan dalam perusahaan. 6. Transisi Talent management yang efektif adalah pertumbuhan karyawan secara individu yang mampu mengakselerasi transformasi kolektif dan adanya evolusi perusahaan. Salah satunya adalah membuat setiap karyawan adalah bagian dari perusahaan, memberikan tunjangan pensiun, dan perencanaan suksesi menjadi salah satu cara transisi yang cukup efektif. Bagaimana Strategi Talent Management? Strategi Talent ManagementStrategi manajemen talenta yang efektif mampu memaksimalkan talenta karyawan serta meminimalisir tingkat turnover karyawan yang bisa mengganggu operasi bisnis. Tentunya strategi talent management membutuhkan implementasi yang cermat, audit secara berkala, dan peningkatan berkelanjutan. Nah, bagaimana strategi talent management? 1. Jobdesk yang Detail Deskripsi pekerjaan yang detail dan terperinci akan membantu kandidat memahami peran pekerjaan dengan lebih baik. Deskripsi yang membingungkan akan membuat proses perekrutan tidak lancar dan bisa jadi kandidat yang melamar tidak sesuai dengan ekspetasi perusahaan. Dibawah ini adalah beberapa informasi yang wajib ada dalam deskripsi pekerjaan : Posisi pekerjaan dan penempatan lokasiJob descriptionKeahlian yang dibutuhkanReporting linesGaji dan tunjangan Dengan merincikan job description, kandidat akan membuat keputusan yang tepat apakah mereka melamar atau tidak. Sehingga perusahaan akan mendapatkan kandidat yang sesuai dengan mereka. 2. Standarisasi Peninjauan SDM dan Proses Orientasi Salah satu strategi manajemen talenta yang paling penting adalah standarisasi peninjauan SDM dan proses orientasi untuk melacak aktivitas rekrutmen perusahaan. Standarisasi peninjauan SDM yang terstruktur dapat membantu perusahaan untuk mendapatkan kandidat terbaik. Kemudian proses orientasi juga membantu karyawan baru untuk memahami visi bisnis dan budaya perusahaan lebih dalam. Hal ini menciptakan transisi yang ke lingkungan kerja yang baru. 3. Track and Measure Performance KPI (Key Performance Indicators) bertujuan untuk mengukur kinerja karyawan di perusahaan dan melakukan review untuk mencari strategi lain untuk mencapai sasaran. Dengan adanya KPI, perusahaan akan mendapatkan insight mengenai pengetahuan baru, kelemahan perusahaan, dan solusi untuk menangani tantangan yang akan dihadapi. 4. Peluang Improvement yang Berkelanjutan Melakukan improvement yang berkelanjutan dalam perusahaan memerlukan ruang lingkup dan peluang yang tepat untuk pengembangan karyawan secara berkelanjutan. Langkah ini merupakan startegi manajemen talenta untuk melakukan peningkatan secara berkelanjutan. 5. Fokus Pada Corporate Culture Corporate culture yang tepat menjadi salah satu faktor penting bagi kandidat. Akan lebih baik bila perusahaan mencari kandidat yang cocok dengan budaya perusahaan. Hal ini akan memudahkan berkomunikasi dengan anggota tim, kerja sama, dan pemenuhan tanggung jawab. Pembahasan diatas adalah pembahasan komprehensif mengenai apa itu talent management sebagai insight kamu. Kamu bisa mempertimbangkan untuk memilih perusahaan yang memiliki program development sebagai pertimbangan pengembangan karirmu. Semoga bermanfaat! Kamu bisa membuat CV ATS Friendly yang mudah dan menarik di Cake dengan gratis! Tunggu apa lagi? Yuk coba sekarang juga 🎉Buat CV--- Ditulis oleh: Talitha Edrea ---
People Operations
Apr 21st 2026

Apa itu Diklat? Ini Pengertian dan 7 Jenisnya!

RingkasanDiklat adalah program pelatihan dari perusahaan yang ditujukan kepada karyawannya.Diklat bermanfaat untuk mengasah kemampuan profesional dan menambah wawasan karyawan.Ada berbagai jenis diklat seperti diklat kepemimpinan, fungsional, kompetensi, pelatihan dasar, hingga teknis.Metode diklat bisa dibagi menjadi dua, pertama diklat on the job training dan kedua diklat off the job training. Pernahkah kamu mendengar istilah diklat? Istilah ini biasanya sering digunakan oleh instansi pemerintah, tetapi lembaga pendidikan dan organisasi swasta pun juga ada yang menerapkan diklat. Diklat, singkatan dari pendidikan dan pelatihan, adalah program pelatihan dari perusahaan yang ditujukan kepada karyawannya. Dengan mengikuti kegiatan diklat, karyawan diharapkan untuk menjadi lebih terampil dan memiliki kinerja yang lebih baik. Tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, diklat juga memiliki banyak dampak positif untuk karyawan. Baca artikel Cake ini dan kenali lebih lanjut tentang apa itu diklat! Daftar isi: Mengenali Apa itu Diklat Manfaat dan Tujuan Dilakukannya Diklat Jenis-jenis Diklat Metode Diklat Mengenali Diklat Apa itu Diklat? Ketika perusahaan merekrut karyawan, tentu ada tingkat pendidikan tertentu yang menjadi syarat. Tidak hanya pendidikan, karyawan membutuhkan pelatihan untuk mempelajari apa yang akan menjadi tugas dan tanggung jawabnya nanti. Nah, dari dua kata “Pendidikan” dan “Pelatihan” tersebut terbentuklah istilah dengan singkatan diklat. Menurut H.A.R. Tilaar, salah satu tokoh pendidikan Indonesia, diklat artinya kegiatan untuk mengasah keterampilan yang dibutuhkan dalam sebuah profesi. Pelatihan diklat ini memiliki hubungan erat dengan tingkat produktivitas di dunia kerja. Diklat adalah kegiatan yang penting untuk mendukung tercapainya tujuan perusahaan dan meningkatkan kompetensi karyawannya. Oleh karena itu, setiap karyawan perlu melewati kegiatan diklat untuk memperluas wawasan sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan atau masalah dengan baik dan benar. Selain itu, diklat adalah salah satu cara seorang profesional untuk memperoleh informasi seputar pekerjaan yang sebelumnya tidak diketahui. Selebihnya, apa itu pekerjaan diklat? Pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan diklat bertugas dalam merencanakan kegiatan diklat dan menyesuaikannya dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan. Secara umum, langkah-langkah kegiatan diklat meliputi: Menentukan tujuan diklatMenentukan materiMenentukan metode diklat yang akan digunakanMengatur jadwalMenentukan karyawan yang akan mengikuti diklatMenentukan instrukturMengevaluasi hasil diklat Apa Perbedaan Diklat dan Pelatihan? Mungkin banyak orang berpikir bahwa diklat dan pelatihan adalah hal yang sama. Memang kedua hal ini mirip, tetapi sebenarnya keduanya memiliki perbedaan. Apa perbedaan pelatihan dan diklat? Pada umumnya, diklat adalah program yang sudah dirancang secara khusus untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas pengetahuan karyawan seputar pekerjaanya. Pelatihan diklat sudah menjadi hak dan kewajiban karyawan untuk mencari informasi baru yang menunjang kinerja dan produktivitas di tempat kerja. Sedangkan, pelatihan adalah proses pembelajaran atau pendidikan pendek yang dilaksanakan secara teratur dan terstruktur. Pelatihan ditujukan untuk mengembangkan peserta sebagai individu yang berkemampuan dalam hidup maupun pekerjaan dan mendorong diri untuk menjadi orang yang lebih percaya diri. Selain itu, peserta dari pelatihan tidak hanya karyawan saja tetapi juga untuk orang-orang yang ingin memiliki keterampilan selaku profesional atau orang yang menguasai suatu materi yang spesifik. Manfaat dan Tujuan Diklat Diklat organisasi adalah berbagai kegiatan yang dapat membantu mengasah kemampuan dan menambah wawasan karyawan. Diklat ini juga merupakan cara seorang profesional untuk memperoleh informasi yang berhubungan dengan pekerjaan yang tidak diketahui sebelumnya. Tujuan diklat organisasi adalah untuk membekali karyawan dengan pengetahuan dan keterampilan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Mungkin kamu pernah berpikir, “Kenapa harus mengikuti diklat, ya? Bagi karyawan, keuntungan diklat itu apa?” Memang tujuan utama dilaksanakannya pelatihan diklat adalah untuk perusahaan, tetapi diklat juga memiliki banyak manfaat untuk karyawan. Misalnya, adanya diklat menunjukkan bahwa perusahaan menghargai karyawan. Dengan mengajarkan keterampilan baru, karyawan akan merasa produktif dan lebih percaya diri dalam menggali ide baru dan menerapkan ide tersebut dalam pekerjaannya. Tidak hanya itu, masih ada banyak lagi manfaat dan tujuan diklat, yaitu: Tujuan Dilakukannya Diklat Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kompetensi dan kinerja karyawan.Mengembangkan sikap positif karyawan dan kepribadian yang berorientasi pada pengayoman, pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat.Menumbuhkan rasa loyal dan kerja sama.Menyamakan visi dan pola pikir karyawan dalam menjalankan tugas.Menghindari terjadinya kesalahan dalam perusahaan.Meningkatkan standar kompetensi sumber daya manusia dalam perusahaan. Manfaat Diklat Karyawan akan semakin kompeten dan lebih terampil dalam melaksanakan tugasnya.Perusahaan akan memiliki karyawan dengan standar tinggi seperti memiliki keunggulan, loyalitas, dan integritas.Perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lainnya.Menghasilkan lingkungan kerja yang kompetitif tetapi tetap sehat.Terbentuknya lingkungan kerja yang lebih kondusif.Meningkatkan jaringan kerja karena telah bertemu banyak orang di lokasi diklat. Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di CakeResume! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Kerja Jenis-jenis Diklat 1. Diklat Kepemimpinan Arti diklat kepemimpinan yaitu pelatihan yang diberikan kepada karyawan untuk membekali dengan wawasan serta meningkatkan keterampilan kepemimpinan. Pelatihan diklat kepemimpinan akan meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan manajerial karyawan sehingga dapat mengelola organisasi secara efektif. Pusdiklat mengatakan bahwa tujuan diklat kepemimpinan adalah untuk memberikan pengetahuan, keahlian, dan sikap dalam bidang kepemimpinan sehingga syarat kepemimpinan jenjang jabatan tertentu dapat terpenuhi. 2. Diklat Fungsional Menurut Pusdiklat, diklat fungsional artinya pelatihan untuk jabatan fungsional agar mencapai syarat dan kompetensi yang dibutuhkan untuk jabatan fungsional tertentu. Pelatihan diklat fungsional ditujukan untuk memberikan wawasan dan meningkatkan kemampuan fungsional dalam melaksanakan tugas-tugas terkait dengan bidang pekerjaan jabatan fungsional. 3. Diklat Kompetensi Diklat kompetensi adalah pelatihan karyawan yang mencakup pemberian pengetahuan, peningkatan keterampilan, dan pelajaran akan sikap yang sesuai dengan syarat yang sudah ditetapkan. Tujuan diklat kompetensi adalah untuk meningkatkan kompetensi karyawan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di tempat kerja. 4. Diklat Online Diklat online artinya pelatihan yang dilaksanakan secara jarak jauh atau dalam jaringan. Pelatihan diklat online bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada karyawan yang tidak dapat mengikuti pelatihan secara langsung karena waktu, jarak, dll. 5. Diklat Pelatihan Dasar Pengertian diklat pelatihan dasar yaitu diklat yang dilakukan di awal jabatan untuk membentuk integritas, kejujuran, dan motivasi karyawan. Karyawan yang baru pertama kali masuk atau memangku jabatan tertentu harus mengikuti diklat dasar. Tujuan diklat pelatihan dasar adalah untuk membekali karyawan dengan pemahaman tentang tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. 6. Diklat Lapangan Diklat lapangan adalah pelatihan karyawan untuk menambah keterampilan dan meningkatkan kemampuan praktis agar dapat melaksanakan tugas dengan efektif. Pelatihan diklat lapangan bertujuan untuk menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan karyawan dalam menjalankan tugas-tugas praktis terkait dengan bidang pekerjaannya. 7. Diklat Teknis Arti diklat teknis adalah pelatihan yang dilakukan untuk mencapai syarat kompetensi teknis yang diperlukan untuk melaksanakan tugas tertentu. Tujuan diklat teknis yaitu membantu karyawan untuk memenuhi kompetensi teknis, memberikan wawasan dan keterampilan, serta meningkatkan kemampuan karyawan dalam melaksanakan tugas di bidang yang berkaitan. Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di CakeResume! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Kerja 2 Metode Diklat Untuk memastikan pelaksanaan kegiatan diklat berjalan dengan efektif dan membuahkan hasil yang maksimal, diperlukan metode diklat yang tepat. Ada dua macam metode diklat, yaitu: 1. Diklat On The Job Training Diklat on the job training merupakan metode diklat yang paling sering diterapkan dalam pelaksanaan pelatihan diklat. Prinsip dari diklat ini adalah learning by doing, artinya metode ini diterapkan dengan cara praktek secara langsung. Jadi, arti diklat on the job training adalah pelatihan diklat yang dilaksanakan secara langsung di tempat kerja. Proses ini lebih efektif dan membantu perusahaan untuk menghemat biaya. Contoh diklat on the job training: Merotasi pekerjaan karyawan A ke karyawan B untuk menambah pengalaman kerja.Mendelegasikan tugas kepada karyawan untuk mengembangkan kemampuan.Atasan membimbing karyawan secara langsung.Memberikan instruksi pekerjaan dan memberi kesempatan karyawan untuk mencoba.Memberikan pelatihan khusus kepada karyawan yang posisinya dipindahkan ke posisi lain. 📚 Baca juga:On The Job Training (OJT): Pengertian, Jenisnya, dan Manfaat 2. Diklat Off The Job Training Sedangkan, apa yang dimaksud dengan diklat off the job training? Diklat off the job training artinya pelatihan diklat yang dilakukan di luar jam kerja supaya tidak mengganggu pekerjaan. Jadi, proses ini akan membantu karyawan untuk lebih fokus dengan pelatihan diklat karena kegiatan ini terjadi di luar tempat kerja. Namun, metode diklat off the job training membutuhkan biaya yang lebih besar karena karyawan harus dibiayai selama masa pelatihan. Contoh diklat off the job training: Mengadakan business games untuk mengasah kemampuan karyawan dalam memecahkan masalah.Mengadakan vestibule school untuk memberi kesempatan karyawan mempraktekkan pekerjaan menggunakan peralatan kerja yang memang akan digunakan.Menggunakan analisis untuk melatih analisis karyawan dalam mencari akar masalah dan menemukan solusi.Mengadakan simulasi untuk mengajarkan cara pengoperasian alat atau mesin kepada karyawan.Mengadakan seminar atau workshop untuk memberikan wawasan kepada karyawan. 📚 Baca juga:Off the Job Training: Metode dan Keuntungannya Bagi Perusahaan Kesimpulan Diklat adalah singkatan dari kata pendidikan dan pelatihan.Diklat artinya berbagai kegiatan yang dilakukan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kompetensi karyawan.Manfaat dan tujuan diklat adalah mempersiapkan karyawan dengan keterampilan dan pengetahuan sehingga karyawan menjadi lebih kompeten dan mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.Ada 7 jenis diklat yaitu diklat kepemimpinan, diklat fungsional, diklat kompetensi, diklat online, diklat pelatihan dasar, diklat lapangan, dan diklat teknis.2 metode pelatihan diklat yang dapat membantu pelatihan diklat berjalan dengan efektif meliputi diklat on the job training dan diklat off the job training.Ingin rekrut karyawan yang berkualitas? Pasang loker gratis untuk 3 iklan lowongan kerja pertamamu di Cake. Ikuti juga blog kami untuk mendapatkan tips dan tutorial bermanfaat seputar perekrutan, atau langsung saja hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.
Success Stories
Nov 25th 2025

BCA MT Program 2026 Telah Dibuka, Kesempatan Mulai Karir di Bank Terbaik Indonesia!

Mulai Karir di BCASekarang!Siapa yang tidak kenal dengan BCA? Sebagai salah satu bank terbesar dan terbaik di Indonesia, BCA bukan hanya menjadi pilihan utama masyarakat, tetapi juga menjadi tempat kerja yang diidamkan banyak orang. Pernahkah kalian bertanya-tanya seperti apa lingkungan kerja di BCA? Simak jawaban selengkapnya di sini! Daftar Isi: Perjalanan BCA Jadi Bank Terbaik di Indonesia Tim di Balik Kesuksesan BCAIntip Lingkungan Kerja di BCAMengenal Lebih Lanjut Program Management Trainee di BCA Rahasia Sukses dari Vivi, VP Human Capital BCA: Maksimalkan Setiap Peluang Perjalanan BCA Jadi Bank Terbaik di Indonesia BCA telah melalui perjalanan panjang sejak pertama kali didirikan pada tahun 1957 dan hingga kini BCA telah tumbuh menjadi bank swasta terbesar di Indonesia. Saat ini, BCA memiliki ribuan kantor cabang, puluhan ribu ATM, dan puluhan juta nasabah setia di seluruh penjuru negeri. Apa yang memotivasi BCA untuk terus berkembang? Visi BCA yang kuat menjadi landasan utama: menjadi bank pilihan utama masyarakat sekaligus pilar penting dalam perekonomian Indonesia. “Rumah tidak bisa berdiri kokoh tanpa pilar yang kuat, dan BCA ingin menjadi pilar itu untuk Indonesia.” ujar Vivi Efliyana, Vice President of Human Capital Management BCA. Dengan visi tersebut, BCA terus berinovasi untuk menghadirkan layanan perbankan yang relevan dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Dedikasi BCA dalam memberikan layanan terbaik telah membuahkan berbagai pencapaian, termasuk puluhan penghargaan bergengsi yang berhasil diraih. Salah satu penghargaan paling signifikan adalah titel Most Trustworthy Company di tahun 2024. Penghargaan ini menjadi salah satu milestone terpenting bagi BCA, membuktikan bahwa BCA telah berhasil membangun bisnis yang kokoh dan terpercaya, dengan kepercayaan sebagai fondasi utama. BCA diakui sebagai World’s Most Trusted Bank di tahun 2024 (Sumber foto: bca.co.id) 💡 Baca lebih lengkap tentang sejarah BCA di sini! Tim di Balik Kesuksesan BCA Kesuksesan BCA tidak terlepas dari kontribusi puluhan ribu karyawan yang menjadi tulang punggung operasional perusahaan. Bisnis BCA dibagi menjadi beberapa unit kegiatan utama: kantor pusat, kantor wilayah, dan kantor cabang. Kantor pusat BCA menjadi rumah bagi puluhan unit kerja strategis maupun unit pendukung, seperti unit product development, credit analyst, credit consumer, legal, finance, human capital, IT, dan banyak unit kerja lainnya. Di sisi lain, kantor cabang umumnya terdiri dari dua tim utama, yaitu tim pengembangan bisnis dan tim operasional bisnis. Tim pengembangan bisnis berfokus pada penguatan relasi dengan nasabah melalui pemasaran produk simpanan, pinjaman, dan investasi, sementara tim operasional bisnis lebih banyak menangani kebutuhan dan layanan nasabah secara langsung di kantor cabang. Intip Lingkungan Kerja di BCA Bukan hanya berfokus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, BCA juga memberikan perhatian besar terhadap kebutuhan karyawannya, termasuk dalam pengembangan karir yang menjanjikan di BCA. BCA menjunjung tinggi prinsip work-life harmony bagi para karyawannya, yaitu konsep di mana pekerjaan dan kehidupan pribadi tidak dianggap sebagai dua hal yang terpisah, melainkan harus saling mendukung dan melengkapi. Untuk mendukung terbentuknya work-life harmony, BCA terus berusaha mengembangkan sumber daya manusia mereka dengan program pengembangan dan staf berkualitas, sesuai dengan employer value proposition (EVP) yang dimiliki BCA, friendly environment dan continuous improvement. BCA memiliki suasana kerja yang suportif serta mendukung interaksi antar karyawan. Perusahaan juga mendukung kesejahteraan karyawannya dengan memfasilitasi berbagai komunitas hobi di BCA, mulai dari komunitas fotografi AsiaLens, komunitas lari Asia Run, dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, BCA bekerja sama dengan lembaga psikologi untuk memberikan layanan konseling gratis bagi para karyawan yang membutuhkan, memastikan mereka mendapatkan dukungan profesional yang diperlukan. Suasana kantor BCA yang terbuka, mendukung interaksi antar karyawan BCA juga merancang berbagai program pengembangan diri untuk membantu setiap karyawannya mencapai potensi terbaik mereka. Vivi, Vice President of Human Capital Management di BCA, menyatakan bahwa mereka ingin karyawannya turut bertumbuh dan berkembang seiring dengan BCA. Salah satu buktinya adalah sistem jenjang karir yang terstruktur, yang dirancang untuk mendukung perkembangan karir setiap karyawan. Selain jenjang karir, BCA menyediakan berbagai program e-learning, pelatihan offline di BCA Learning Institute di Sentul, dan katalog pelatihan yang dirancang sesuai dengan posisi dan unit kerja. Tak hanya itu, BCA memiliki e-Library yang dapat diakses seluruh karyawan BCA. Karyawan juga difasilitasi untuk mengikuti berbagai pelatihan yang mendukung pengembangan karir dan personal secara menyeluruh. Mengenal Lebih Lanjut Program Management Trainee di BCA BCA telah membuka berbagai program management trainee yang ditujukan untuk para fresh graduate. Program ini lahir dari kesadaran akan adanya skill gap yang dihadapi para lulusan baru saat memasuki dunia kerja. Melalui program Management Trainee BCA, para kandidat akan dibekali dengan kemampuan teknis dan soft skills yang diperlukan agar mereka dapat berkembang secara optimal dan siap menghadapi tantangan dunia profesional.Sebagai langkah awal, peserta program akan mengikuti pelatihan di BCA Learning Institute untuk membangun dasar pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Setelah itu, mereka akan menjalani on-the-job training (OJT), di mana mereka dapat menerapkan ilmu yang telah dipelajari dengan berinteraksi langsung dengan nasabah atau mengelola proyek, tetap di bawah bimbingan mentor. Saat ini, BCA sedang mencari kandidat untuk beberapa program management trainee berikut: 1. Management Development Program (MDP) Peserta MDP BCA akan dipersiapkan menjadi future leader di BCA. Program ini mencakup pembelajaran dan pelatihan komprehensif yang memberikan wawasan mendalam tentang dunia perbankan, termasuk bidang seperti pemasaran , kredit, operasional bank, dan lainnya. 2. Wealth Management Program (WMP) Program ini menawarkan pelatihan intensif selama satu tahun, membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang pengelolaan keuangan terkait dengan produk dan layanan BCA serta strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko nasabah. Setelah lulus, peserta dapat memulai karir sebagai Wealth Specialistyang bekerja dengan tim pemasaran di kantor cabang BCA untuk memberikan solusi produk investasi yang sesuai kebutuhan nasabah BCA. Untuk informasi lebih lengkap tentang program MT di BCA, silakan lihat di halaman ini. Rahasia Sukses dari VP Human Capital BCA: Maksimalkan Setiap Peluang Setelah membaca perkenalan program di atas, tentunya memulai karir di BCA terdengar menarik bukan? Untuk kalian yang tertarik mendaftar ke program Management Trainee BCA, Vivi, VP Human Capital Management BCA membagikan beberapa hal yang dicari oleh BCA: kandidat yang mau belajar, memiliki high resilience, global mindset, empati, dan juga kesesuaian dengan corporate value BCA. Peserta MT BCA diharapkan untuk menjadi leader dengan nilai yang sejalan dengan value perusahaan – customer focus, integrity, teamwork, dan continuous words of excellence. Vivi juga menekankan pentingnya pengembangan diri, terutama bagi mereka yang masih berstatus mahasiswa: “Perkaya diri dengan berbagai macam aktivitas yang bisa diikuti, untuk mengetahui kelebihan serta hal apa saja yang masih perlu dikembangkan. Tapi, jangan sampai menelantarkan akademis, karena akademis tetap nomor satu, walaupun di sisi lain harus tetap memperkaya CV.” Bagi yang sudah lulus dan sedang mencari kerja, Vivi memberikan nasehat yang berharga: “Do your best di setiap kesempatan yang didapat. Anggap ini kesempatan satu-satunya untuk masuk ke perusahaan yang kalian incar. Once you do your best, there is no regret.”“ Once you do your best, there is no regret ”Vivi Efliyana, Vice President of HumanCapital Management BCA Mulai Karir di BCA Kesempatan untuk bergabung dengan program Management Trainee BCA adalah langkah menarik untuk memulai karir. Jika kamu memiliki semangat untuk belajar, resiliensi tinggi, dan nilai yang sejalan dengan BCA, #MungkinLoCocok bergabung di BCA. Jangan lewatkan kesempatanmu untuk jadi pemimpin masa depan di industri perbankan! Kembangkan potensi terbaikmu melalui program Management Trainee BCA sekarang.Cek loker dari BCA di sini! 💼Management Development Program (MDP)Wealth Management Program Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Industry & Job Overview
Apr 19th 2024

Human Resource Development (HRD): Pengertian dan Tugasnya

Siapa yang tidak kenal dengan bagian HRD? Bagian ini merupakan departemen yang pertama kali akan kamu kenali saat masuk ke suatu perusahaan. Karena biasanya, HRD akan melakukan kontak denganmu dan membantumu dalam proses onboarding. Namun, apa tugas HRD hanya itu saja? Pada artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang arti, tanggung jawab, dan lingkup pekerjaan HRD, yang ternyata tidak hanya terbatas pada rekrutmen, tetapi juga mencakup distribusi sumber daya untuk tugas karyawan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan melalui peningkatan kualitas dan kompetensi karyawan. Daftar isi: Pengertian HRD Fungsi HRD Tugas dan Tanggung Jawab Staff HRD Cara Menjadi HRD yang BaikApa itu HRD(Human Resource Development) ?Arti HRD Apa yang kamu tahu tentang HRD? Jangan-jangan hanya bagian yang mengurusi rekrutmen saja, nyatanya, HRD memiliki banyak fungsi lainnya. Selain itu, HRD juga sering disamakan dengan bagian personalia. Walaupun sama-sama mengurus sumber daya manusia, kedua bagian ini memiliki fokus yang berbeda. Yuk bersama-sama kita kenali apa arti HRD dan perbedaannya dengan bagian personalia: Apa itu HRD? HRD merupakan singkatan dari human resource development yang adalah bagian dari perusahaan yang berfokus pada pengelolaan dan pengembangan potensi karyawan. Fungsi utamanya meliputi rekrutmen, pelatihan, pengembangan keterampilan, dan manajemen kinerja karyawan. Melalui kegiatan ini, HRD bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif, memastikan kecocokan antara karyawan dan posisi kerja mereka, serta meningkatkan kemampuan dan kinerja individu dalam organisasi. Dengan demikian, HRD menjadi jangkar perusahaan dalam memastikan kesinambungan dan kesuksesan perusahaan dalam mencapai tujuan bisnisnya.Apa beda HRD dan Personalia? Mungkin kamu kemudian bertanya apa bedanya HRD dan bagian personalia, karena kedua fungsi pekerjaan ini cukup bersinggungan namun tidak sama. Perbedaan staff HRD dengan bagian personalia adalah pada fokusnya. Tugas HRD di perusahaan lebih menekankan pada pengembangan karyawan melalui pelatihan, peningkatan keterampilan, dan manajemen kinerja, sementara bagian personalia lebih terkait dengan administrasi terkait kehadiran, penggajian, dan manajemen data karyawan. Meskipun keduanya memiliki peran penting dalam manajemen sumber daya manusia, HRD lebih berorientasi pada pengembangan individu dan organisasi, sedangkan personalia lebih berfokus pada aspek administratif yang terkait dengan manajemen SDM.Ingin cari kerja jadi HRD? Yuk, cari kerja impianmu di Cake!🎉Cari KerjaFungsi HRDSetelah mengetahui HRD artinya apa, mari kita lanjutkan dengan fungsi dari HRD di perusahaan, karena ternyata, gak hanya sekedar untuk mengurusi proses rekrutmen saja lho! 1. Pelatihan Karyawan / Training Bekerja sebagai HRD artinya kamu juga berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anggota tim di dalam perusahaan, membantu para karyawan untuk mengatasi tantangan pekerjaan dan mencapai tujuan organisasi dengan lebih efektif. Pelatihan ini bisa termasuk pelatihan hard skill maupun soft skill. Contohnya: Pelatihan Digital Marketing untuk bagian marketing (hard skill) atau pelatihan public speaking untuk bagian sales (soft skill).📚Baca Juga:Training Kerja: 7 Langkah Penting Beserta Metodenya! 2. Pengembangan dan Perubahan Organisasi Tentunya perusahaan akan terus berkembang seiring jaman, maka pengembangan dan perubahan organisasi merupakan sesuatu yang tidak terhindarkan. Hal ini juga meliputi evaluasi dan restrukturisasi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Bentuk lainnya bisa berupa perubahan dalam budaya organisasi, struktur hierarki, dan proses kerja untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pasar dan teknologi. Selagi perusahaan melakukan suatu perubahan, HRD perlu memberikan komunikasi yang optimal kepada karyawan sehingga tujuan dan implementasi perubahan dapat disambut baik, bukan justru karyawan merasa jadi penghambat atau sesuatu yang merugikan mereka. 3. Perencanaan Sumber Daya Manusia Perusahaan Perencanaan sumber daya manusia perusahaan merupakan langkah strategis untuk memastikan kebutuhan tenaga kerja perusahaan terpenuhi tepat waktu dengan keterampilan yang sesuai. Ini melibatkan analisis kebutuhan tenaga kerja masa depan, pengadaan sumber daya manusia yang tepat, dan pengembangan program pelatihan yang efektif. Maka itu, saat proses rekrutmen, HRD bukan hanya merekrut saja, tapi juga memantau perkembangan karyawan dan berusaha memperlengkapi kandidat dengan pelatihan secara berkala agar tidak kalah saing. 4. Meningkatkan Partisipasi Karyawan Dalam Manajemen Poin terakhir dari fungsi HRD adalah bagaimana HRD dapat memastikan partisipasi karyawan dalam manajemen karena merupakan kunci keberhasilan perusahaan yang inklusif dan responsif. Ini menciptakan iklim kerja yang memotivasi karyawan, mendorong ide-ide baru, dan memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik melalui kolaborasi antara manajemen dan staf. 📚Baca Juga:3 Program Kerja HRD untuk Perusahaan yang Optimal dan Cara Menyusunnya [+Template]Tugas dan Tanggung Jawab Staff HRDKita masuk dalam bagian tugas HRD, atau bisa dikatakan yang menjadi job desc jika kamu tertarik pada bidang yang satu ini. Terdapat 11 poin yang dapat kamu jadikan referensi jika kamu ingin melamar sebagai HRD: Tugas HRD adalah membuat perubahan yang konstruktif bagi perusahaan dan menjadi konsultan internal perusahaan.Mencari kandidat yang dibutuhkan perusahaan, menyeleksi, dan membantu keseluruhan proses rekrutmen hingga selesai.Aktif memberitahu perubahan regulasi atau ketentuan yang terjadi di Indonesia untuk kemudian didiskusikan dampak dan penerapannya di kantor.Membuat komunikasi terbuka antar HRD dengan karyawan serta membangun hubungan yang baik di internal maupun eksternal perusahaan.Mengidentifikasi dan merumuskan strategi bisnis secara menyeluruh.Membantu pengembangan berbagai divisi dalam perusahaan serta memfasilitasi hubungan kerja yang harmonis antar divisi.Menginisiasi berbagai kelas, pelatihan, dan pengembangan untuk karyawan dapat bekerja lebih senang dan lama.Menghubungkan karyawan dengan tugas mereka untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.Menganalisis dan menyelesaikan masalah khususnya di bidang sumber daya manusia.Menyelenggarakan koordinasi dan layanan untuk implementasi program dan layanan HRD.Melakukan evaluasi atau penelitian untuk memahami kinerja karyawan serta dampaknya bagi perusahaan.📚Baca Juga:On The Job Training (OJT): Pengertian, Jenisnya, dan ManfaatCara Menjadi HRD yang BaikSetelah mengetahui HRD itu apa, fungsi, dan tugasnya, apakah kamu semakin ingin menjadi HRD? Berikut ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memulai karir HRD-mu agar terus bersinar dan bermanfaat bagi perusahaan: 1. Menjadwalkan Pelatihan/Pengembangan Secara Konsisten Seorang HRD yang baik diharapkan bisa mengadakan dan mengatur berbagai program pelatihan dan pengembangan diri untuk karyawan. Dalam hal ini, penjadwalan sesi dengan fasilitator atau konsultan untuk pelatihan internal, pembinaan, atau sekadar pengecekan kondisi atau kemajuan karyawan. Sesi dengan profesional ini dapat dilakukan mingguan, 2 mingguan, atau bulanan. Namun yang perlu diingat, penjadwalan sesi perlu dilakukan secara mudah dan dikomunikasikan secara jelas ke karyawan agar mereka dapat mengerti dan memakai kesempatan ini untuk semakin berkembang.📚Baca Juga:Off the Job Training: Metode dan Keuntungannya Bagi Perusahaan2. Mengumpulkan Feedback dan Menjadwalkan Sesuai Kebutuhan Selanjutnya, seorang HRD yang baik artinya seseorang yang dapat mengumpulkan feedback karyawan dari pelatihan atau program-program yang diberikan. Jika ternyata feedbacknya kurang baik, maka HRD perlu secara tanggap berkomunikasi dengan program pelatihan tersebut untuk merubahnya menjadi lebih interaktif, atau mencoba mencari solusi dari permasalahan yang ada. Jika ternyata feedbacknya positif, HRD dapat menjadwalkan kembali pelatihan untuk kesempatan berikutnya. Dengan demikian, karyawan dapat merasa didengar dan mengikuti sesi dengan senang, bukan justru menjadi beban tambahan. 📚Baca Juga:360 Degree Feedback: Pengertian, Manfaat, Cara Melakukannya!3. Mengambil Langkah-Langkah Kecil Menjadi seorang HRD juga artinya kamu perlu peka terhadap keadaan kantor dan mengambil langkah ketika ada sesuatu yang dirasa kurang baik atau perlu dilakukan untuk peningkatan produktivitas perusahaan. Contohnya, dengan mengingatkan kepada para atasan bahwa perlu melakukan 1-on-1 secara konsisten agar feedback dua arah dapat diterima, yaitu dari karyawan yang menyampaikan masukannya, begitu juga dengan atasan. Atau ketika ada karyawan yang berselisih, maka HRD juga perlu mengambil langkah untuk berbicara dengan pihak yang berargumen dan tidak memihak kepada siapapun. HRD perlu mencari jalan tengah yang tidak merugikan untuk semua pihak termasuk perusahaan. 4. Menyadari Bahwa Setiap Karyawan Berbeda HRD harus menyadari bahwa setiap orang memiliki sikap, kepribadian, preferensi yang berbeda. Maka, dalam pelaksanaan keputusan atau cara berkomunikasi perlu dibedakan sesuai kepribadian karyawan. Contoh lain adalah saat memilih program pelatihan, HRD perlu memahami tidak semua orang dapat belajar dengan konsep audio, maka dapat dipertimbangkan untuk menambahkan aspek visual untuk membuat pelatihan lebih efektif. 📚Baca Juga:Mencapai Tingkat Produktivitas Tinggi Lewat Lingkungan Kerja yang Baik5. Menunjukkan Apresiasi Tidak hanya atasan, tapi HRD juga perlu menunjukkan apresiasinya kepada karyawan. Apresiasi dapat ditunjukkan dengan banyak hal, yang paling mudah dengan mengucapkan “terima kasih” untuk setiap bantuan atau partisipasi karyawan, atau dengan hal-hal kreatif lain seperti memberi penghargaan berupa sertifikat, lencana, atau hal lain untuk menunjukkan kerja keras dan kontribusi karyawan ke perusahaan. Dengan cara ini, karyawan akan merasa usahanya dihargai dan dapat memotivasinya untuk bekerja lebih keras. Setelah memahami arti HRD, tugas HRD di perusahaan, dan tips untuk menjadi HRD yang baik, semoga muncul HRD-HRD hebat untuk kemajuan perusahaan di Indonesia. Untuk kamu yang tertarik dengan bidang ini dan ingin mencari pekerjaan sebagai seorang HRD, daftarkan dirimu segera di Cake, job portal yang menyediakan 500+ lowongan pekerjaan yang sesuai dengan minatmu!Ingin cari kerja jadi HRD? Yuk, cari kerja impianmu di Cake!🎉Cari Kerja Kesimpulan Arti HRD adalah human resource development, sebuah bagian dari perusahaan yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengembangan karyawan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.HRD dan bagian personalia berbeda, dimana HRD fokus pada pengembangan SDA, sementara personalia fokus pada bagian administratif.Fungsi HRD meliputi pelatihan karyawan, pengembangan dan perubahan organisasi, perencanaan SDA perusahaan, dan meningkatkan partisipasi karyawan dalam manajemen.Terdapat berbagai tugas dan tanggung jawab HRD, meliputi: melaksanakan proses rekrutmen, menjadi jembatan antar karyawan dan manajemen, menginisiasi berbagai program pelatihan, menyelesaikan perselisihan antar karyawan, menyelenggarakan koordinasi dan evaluasi untuk perusahaan, dan banyak lagi.5 Cara untuk menjadi HRD yang baik: menjadwalkan pelatihan yang konsisten, mengumpulkan feedback dan menjadwalkan pelatihan yang sesuai kebutuhan, mengambil langkah-langkah kecil, menyadari bahwa setiap karyawan berbeda, dan menunjukkan apresiasi terhadap karyawan. Mau raih pekerjaan impianmu? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja Cake. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development!--- Ditulis Oleh Leony Jardine ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!