Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Career Development
Feb 28th 2025

Cara Membangun Networking Cerdas di 2025: Jangan Hanya Fokus Pada HRD!

Dengan pasar kerja di Indonesia yang semakin kompetitif di 2025, kemampuan untuk membangun networking profesional menjadi lebih penting daripada sebelumnya. Data menunjukkan bahwa lebih dari 80% posisi kerja diisi melalui jaringan, artinya ada peluang besar yang didapat mereka yang memulai networking-nya lebih cepat. Di artikel ini, kamu akan menemukan alasan mengapa networking kian penting, gaya networking yang ideal, hambatan yang muncul, dan bagaimana cara membangunnya dengan cerdas di 2025. Yuk, simak langkah-langkah praktis yang bisa langsung kamu terapkan! Ini Alasan Networking Jadi "Life Hack" Karier di 2025 Alasan Networking Penting di 2025Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2024, jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 152,11 juta orang, meningkat 4,40 juta orang dibandingkan Agustus 2023. Dari jumlah tersebut, sebanyak 144,64 juta orang telah bekerja, sementara sisanya, sekitar 7,47 juta orang, menganggur. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada periode ini tercatat sebesar 4,91%. Peningkatan jumlah angkatan kerja ini menunjukkan bahwa ketersediaan tenaga kerja terus bertambah. Namun, penyerapan tenaga kerja belum mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja, mengindikasikan adanya kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja dan lapangan pekerjaan yang tersedia. Apa Akar Masalahnya? Skill Mismatch: Tren digitalisasi membutuhkan kompetensi spesifik (seperti AI, data analytics, atau energi terbarukan), sementara banyak lulusan belum memenuhi kriteria ini.Hidden Job Market: Sekitar 70% lowongan kerja tidak dipublikasikan, dan 50-80% posisi terisi lewat koneksi profesional (npr.org)Mengapa Networking Jadi Senjata Utama?Akses ke “Pintu Belakang” Industri: Rekomendasi dari mentor, alumni, atau kolega sering kali menjadi jalur tercepat ke lowongan eksklusif. Contoh: Startup teknologi di Jakarta dan Surabaya lebih memprioritaskan rekrutmen melalui referensi internal.Personal Branding di Tengah Lautan Kandidat: Ketika ribuan orang memiliki kualifikasi serupa, relasi yang kuat membuat Anda lebih mudah diingat. Partisipasi aktif di komunitas atau menjadi pembicara webinar bisa meningkatkan visibilitas hingga 40% (LinkedIn).Mentorship untuk Antisipasi Tren: Jaringan profesional memberikan akses ke informasi tentang sertifikasi atau skill yang akan dibutuhkan di masa depan. Misalnya, koneksi di industri fintech bisa memberi tahu Anda tentang pentingnya sertifikasi blockchain pada 2025.Referensi jadi Kartu As untuk HRD: Survei Robert Half menunjukkan 85% HRD lebih mempercayai kandidat yang direkomendasikan rekan internal. 📚 Baca juga: Networking dalam Dunia Kerja: Manfaat dan Cara Membangunnya Hambatan dalam Membangun Networking Hambatan dalam Membangun NetworkingBerdasarkan survei ACHE of South Florida (2023), hanya 37% profesional yang merasa sangat nyaman dalam aktivitas networking. Sebanyak 31% mengaku cukup nyaman, sementara 32% sisanya merasa tidak nyaman, netral, atau sangat tidak nyaman. Ini menunjukkan bahwa hampir 1 dari 3 orang masih menghadapi kegelisahan saat harus membangun relasi profesional. 📚 Baca juga: Begini Cara Menghubungi Recruiter di LinkedIn [+Template] 5 Hambatan Utama Networking dan Cara Mengatasinya Survei yang sama mengungkap lima penghalang utama dalam membangun jaringan profesional: 1. Waktu Terbatas (25%) Akar Masalah: Banyak profesional menganggap networking sebagai "aktivitas tambahan", bukan prioritas.Solusi:Micro-Networking: Manfaatkan waktu 10-15 menit sehari untuk mengirim pesan follow-up atau berkomentar di postingan LinkedIn.Digital First: Ikuti webinar atau komunitas online yang fleksibel, seperti LinkedIn Audio Events atau grup Slack. 2. Bingung Memulai Percakapan (22%) Akar Masalah: Takut dianggap mengganggu atau tidak relevan.Solusi:Gunakan Formula "PPP":Praise: "Saya sangat terinspirasi dengan artikel Anda tentang ESG..."Purpose: "...Saya penasaran, bagaimana cara memulai karir di bidang ini?"Proposal: "Bolehkah kita bertukar pikiran via Zoom 15 menit?"Bawa "Conversation Toolkit": Siapkan 3 pertanyaan terbuka sebelum acara, seperti:“Apa proyek paling menantang yang sedang Anda kerjakan?”“Skill apa yang wajib dikuasai pemula di industri ini?” 3. Kesulitan Menjaga Koneksi (20%) Akar Masalah: Follow-up yang generik (“Senang bertemu Anda!”) tidak membangun engagement.Solusi:Teknik "Give First":Kirim sumber daya relevan: “Saya ingat Anda tertarik pada AI—ini link webinar gratis tentang ChatGPT untuk bisnis.”Tagging konten: Mention koneksi di postingan LinkedIn terkait keahlian mereka.Kalender Otomatis: Gunakan tools seperti Clay atau Dex untuk mengingatkan ulang tahun, promosi jabatan, atau momen penting koneksi kamu. 4. Takut Ditolak atau Dihakimi (12%) Akar Masalah: Overthinking respons negatif yang sebenarnya jarang terjadi.Solusi:Reframing Mindset: Anggap setiap interaksi sebagai latihan, bukan ujian.Studi Kasus: Riset Wellness Road Psychology (2023) membuktikan bahwa merencanakan 3 topik pembicaraan sebelum acara mengurangi kecemasan sosial hingga 50%. Contoh rencana:Tanyakan tentang tren industri.Ceritakan proyek terkini (tanpa sombong).Minta rekomendasi buku/podcast. 5. Kurang Percaya Diri (11%) Akar Masalah: Membandingkan diri dengan profesional yang lebih berpengalaman.Solusi:Skill-Based Networking: Fokus pada topik di mana Anda kompeten. Misal, jika Anda mahal analisis data, tawarkan insight dari dataset publik.Role-Playing: Latihan dengan teman atau mentor menggunakan skenario:“Bagaimana cara memperkenalkan diri ke CEO startup?”“Apa respons jika seseorang tidak tertarik berbicara?” Macam-Macam Gaya NetworkingMacam-Macam Gaya NetworkingBerdasarkan risetAmerican College of Healthcare Executives (ACHE), setiap individu memiliki gaya networking unik yang dipengaruhi kepribadian dan tujuan karier. Berikut klasifikasinya, lengkap dengan kekuatan, kelemahan, dan strategi penyesuaian: 1. The Pro: Sang Strategis Ciri: Fokus pada koneksi yang selaras dengan tujuan jangka panjang (misal:green energyatauAI ethics).Kekuatan: Efisien dan terarah. Cocok untuk profesional yang ingin masuk ke industri spesifik.Kelemahan: Berisiko melewatkan peluang tak terduga di luar target.Strategi: GunakanLinkedIn Advanced Searchuntuk menyaring koneksi berdasarkan kriteria spesifik, lalu kirim pesan personal dengan merujuk kesamaan tujuan. 2. The Pathfinder: Si Penjelajah Ciri: Gemar mencoba berbagai metode (event fisik, platform digital, komunitas).Kekuatan: Fleksibel dan adaptif. Ideal untuk industri dinamis sepertistartupataudigital marketing.Kelemahan: Rentan kelelahan karena terlalu banyak eksperimen.Strategi: Evaluasi efektivitas metode setiap 3 bulan. Fokus pada 2-3 strategi yang paling menghasilkan. 3. The Social Butterfly: Si Rajin Terhubung Ciri: Mahir membangun rapport dengan siapa pun dalam 5 menit.Kekuatan: Jaringan luas. Cocok untuk bidangsalesataupublic relations.Kelemahan: Relasi cenderung dangkal tanpafollow-upbermakna.Strategi: Gunakan tools sepertiNotionuntuk mencatat detail interaksi (misal:“Rina sedang belajar coding—kirimkan kursus Python gratis minggu depan”). 4. The Homer: Si Penjaga Lingkaran Lama Ciri: Hanya nyaman dengan koneksi yang sudah dikenal.Kekuatan: Relasi yang dibangun biasanya kuat dan terpercaya.Kelemahan: Membatasi akses ke peluang baru.Strategi: Mintalahwarm introductiondari teman dekat ke jaringan mereka (contoh:“Bisa perkenalkan saya dengan kolegamu di bidang fintech?”). 5. The Loner: Si Pengamat Ciri: Lebih sering menunggu dihampiri.Kekuatan: Kemampuan observasi yang tajam.Kelemahan: Kehilangan kesempatan membuat kesan pertama.Strategi: Siapkan 1-2conversation startersederhana, seperti:“Saya tertarik dengan presentasi Anda tadi. Apa tantangan terbesar dalam proyek ini?”. 6. The Lurker: Si Penilai Situasi Ciri: Mengamati dinamika sebelum terlibat.Kekuatan: Analisis risiko sebelum bertindak.Kelemahan: Terlambat mengambil inisiatif.Strategi: Tetapkan target“3 orang yang harus diajak bicara”sebelum acara dimulai. 7. The Procrastinator: Si Penunda Ciri: Baru aktif ketika deadline mendekat.Kekuatan: Sering memiliki ide kreatif dadakan.Kelemahan: Kehilangan momentum membangun hubungan.Strategi: Setelreminder1 jam sebelum acara dengan pesan:“Siapkan 3 pertanyaan untuk ice breaker”. 8. The Hog: Si Dominator Ciri: Mendominasi percakapan tanpa memberi ruang.Kekuatan: Percaya diri tinggi.Kelemahan: Dihindari dalam jaringan profesional.Strategi: Terapkan“60/40 rule”: 60% waktu untuk mendengar, 40% untuk berbicara. 9. The Torpedo: Si Penyelundup Ciri: Menginterupsi diskusi tanpa mempertimbangkan etika.Kekuatan: Berani mengambil inisiatif.Kelemahan: Merusak reputasi.Strategi: Pelajaricultural codelingkungan sebelum menyela. Di acara korporat, tunggu jeda alami dalam percakapan.Tidak Ada Gaya “Sempurna”—Yang Ada adalah Strategi yang IntensionalMenurut Ronen Olshansky, CEO Connected Success, networking adalah keterampilan yang bisa dipelajari. Introvert pun punya keunggulan, seperti kemampuan mendengar dan follow-up yang personal. Kuncinya adalah mengenali kekuatan alami kamu, lalu merancang strategi yang memaksimalkannya.💡Contoh Adaptasi:Jika kamuintrovert dengan gaya The Lurker:Manfaatkan platform asynchronous seperti email atau LinkedIn Message untuk membangun koneksi.Fokus pada kualitas, bukan kuantitas. Kirim pesan personal seperti: “Saya tertarik dengan artikel Anda tentang ESG. Boleh berdiskusi lebih lanjut via Zoom?”.Jika kamuekstrovert dengan gaya The Social Butterfly:Alokasikan waktu untuk deep dive dengan 2-3 koneksi kunci tiap bulan.Gunakan energi sosial untuk menjadi connector antarjaringan. Langkah Praktis Menemukan Gaya Networking Ideal Tes Kepribadian: Ikuti assessment seperti Myers-Briggs atau DISC untuk memahami kecenderungan alami.Eksperimen Terkontrol: Coba 2-3 gaya berbeda dalam 1 bulan, lalu catat hasilnya.Minta Feedback: Tanya rekan tepercaya: “Menurutmu, gaya networking saya lebih cocok ke tipe apa?”.💡Penting DiingatGaya networking bisa berubah seiring perkembangan karier. Hal yang terpenting adalah tetap autentik dan berfokus pada memberi nilai sebelum meminta bantuan. “Mitos bahwa networking sulit untuk introvert bisa diubah dengan menyadari keyakinan yang membatasi. Dengan pendekatan yang lebih strategis dan terarah, kamu bisa membangun koneksi yang lebih dalam. Pikirkan bagaimana kamu ingin orang lain merasa saat berinteraksi denganmu.”Keith Ferrazzi, Founder Ferrazzi Greenlight Dengan memahami gaya networking yang sesuai, kamu tidak hanya survive di pasar kerja 2025, tetapi juga membangun fondasi karier yang berkelanjutan.Tips Networking Cerdas di 2025: Seni Memberi Sebelum Meminta 1. Networking Bukan Hanya dengan HRD atau Manajer Shannon Blankschen, Career Counselor di The Jericho Project, memberikan nasihat yang menarik: “Jangan pernah menganggap seseorang tidak bisa membantumu hanya karena mereka bukan HRD atau atasan. Bahkan seseorang yang sedang mencari kerja bisa menjadi ‘jembatan’ ke perusahaan impianmu suatu hari nanti.”## Paywall Indicator ## Mengapa Ini Penting? Hukum Six Degrees of Separation: Setiap orang yang kamu temui, mulai dari teman kampus hingga peserta webinar, berpotensi membawamu ke orang yang tepat.Contoh Nyata: Seorang desainer grafis freelance terhubung dengan CEO startup melalui rekomendasi teman di komunitas UX. Meskipun awalnya CEO tersebut bukan klien, dia merekomendasikan desainer tersebut ke mitra bisnisnya. Hal yang Bisa Dilakukan: Hilangkan Prasangka: Jangan hanya fokus pada jabatan. Cari tahu peran, minat, atau proyek yang sedang dikerjakan oleh lawan bicaramu.Ajukan Pertanyaan Terbuka: Misalnya, “Apa tujuan karier Anda dalam 2 tahun ke depan?” atau “Apa tantangan terbesar di bidang Anda saat ini?”. 2. Jangan Hanya Jadi Anggota, Tapi Jadi Kontributor “Networking yang efektif dimulai ketika kamu memberi nilai, bukan hanya meminta.” Strategi Kontribusi yang Berdampak: Jadi Relawan untuk Proyek Komunitas: Misalnya, menjadi moderator webinar atau menulis artikel untuk blog komunitas.Mulai Diskusi Bermutu: Di grup Slack atau Discord, ajak anggota berdiskusi tentang tren terkini, seperti “Bagaimana AI mengubah industri retail?”. 3. Hadiri Acara di Luar Niche: Perluas Radar Peluangmu “Inovasi sering lahir dari kolaborasi lintas disiplin.” Contoh Acara yang Layak Dieksplor: Tech Meetups untuk Non-Tech Professional: Pelajari dasar coding atau AI untuk memahami kebutuhan tim teknis di perusahaan targetmu.Startup Pitch Competition: Bangun relasi dengan founder dan investor, bahkan jika kamu bukan bagian dari ekosistem startup. Tips: Tetapkan Tujuan Spesifik: Misalnya, “Saya ingin bertemu 1 orang dari industri kesehatan dan 1 dari fintech.”Gunakan Pendekatan “Curiosity-Driven”: Tanyakan, “Saya dari bidang marketing. Boleh saya tanya bagaimana strategi akuisisi pengguna di startup Anda?” 4. Bangun Personal Branding Online: Dari Visibilitas ke Kredibilitas “Di era algoritma, keahlianmu tidak ada artinya jika tidak terlihat.” Cara Membangun Kehadiran Digital yang Berbeda: Konten Mikro: Posting tips singkat di LinkedIn (1-2 paragraf) tentang insight industri. Contoh: “3 Kesalahan Umum Analisis Data yang Saya Pelajari dari Klien”.Kolaborasi Konten: Interview profesional lain via Instagram Live atau LinkedIn Newsletter. Platform Alternatif: Medium atau Substack: Tulis artikel mendalam tentang tren 2025.Behance atau GitHub: Tampilkan portofolio interaktif untuk desainer atau developer. 5. Seni Berbicara: Dari "Small Talk" ke "Deep Connection" “Orang mungkin lupa apa yang kamu katakan, tapi mereka tak akan lupa bagaimana kamu membuat mereka merasa.” Formula Percakapan yang Bermutu: Mulai dengan Cerita: “Saya pernah gagal mengelola tim remote, lalu belajar… Bagaimana pengalaman Anda?”Dengarkan Aktif: Catat poin penting untuk follow-up, seperti “Anda bilang sedang ekspansi ke Malaysia—bagaimana perkembangannya?”.Tutup dengan Aksi: “Saya akan email Anda template manajemen proyek yang tadi kita bahas.” Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari: Monopoli pembicaraan.Fokus pada pencapaian diri tanpa mengeksplorasi kebutuhan lawan bicara. 6. Follow-Up yang Berdampak: Bukan Sekadar "Nice to Meet You" “Koneksi pertama hanyalah benih. Follow-up adalah air yang membuatnya tumbuh.” Contoh Follow-Up yang Diingat: Beri Nilai Tambah:“Terima kasih atas diskusi tentang ESG kemarin. Ini laporan terbaru tentang regulasi energi terbarukan di ASEAN—mungkin relevan untuk tim Anda.”Jadikan Rutinitas:Kirim artikel atau event relevan setiap 2-3 bulan.Ucapkan selamat saat koneksi mencapai pencapaian, seperti promosi jabatan atau peluncuran produk. Tools Rekomendasi: HubSpot CRM Gratis: Kelola kontak dan atur pengingat follow-up.Calendly: Permudah janji temu lanjutan.Ingin tips lainnya? Simpan infografik berikut ini, yuk! Cara Membangun NetworkingIngin memulai networking? Coba networking dengan cara baru di Cake Meet, hanya tinggal swipe bisa langsung connect 👥Coba Sekarang Kesalahan Umum Saat Networking 1. Terlalu banyak berbicara tentang diri sendiri Tidak ada orang yang akan tertarik jika kamu terus-menerus membicarakan diri sendiri. Alih-alih, lawan bicara akan merasa kamu seorang pencari perhatian yang tidak bisa memberikan timbal balik menguntungkan apapun. Karena itu, belajar mendengarkan penting untuk dilakukan dalam proses networking. Pendengar yang baik dibentuk dari rasa simpati dan empati terhadap orang lain. Selain mencoba untuk tidak menginterupsi lawan bicara, gerak-gerik tubuh juga perlu diperhatikan. Jika lawan bicaramu sedang membahas sesuatu yang penting, bersikaplah seakan kamu merasa tertarik. 2. Tidak mempersiapkan diri Tidak memiliki informasi apapun mengenai lawan bicara bisa berakibat fatal. Salah-salah kamu justru kesulitan untuk menyambungkan obrolan. Agar proses perkenalan berjalan lancar, lakukan background check lawan bicara. Paling mudah adalah dengan membaca secara seksama LinkedIn individu tersebut. Jika lawan bicaramu adalah orang yang sudah terkenal, cari tahu nama dan pemberitaannya di mesin pencari. Seandainya ia pernah menjadi pembicara di sebuah diskusi, kulik tema diskusi dan temukan hal-hal menarik yang bisa jadi pemantik pembicaraan. Takut mulai percakapan? Tidak perlu pusing mulai pembicaraan di Cake Meet karena ada fitur AI Icebreaker! 💬Coba Sekarang 3. Hanya menghubungi saat membutuhkan Hanya menghubungi saat membutuhkan terjadi ketika kamu tidak mengenal atau kurang orang-orang dalam lingkar jejaringmu. Namun bukan berarti kamu perlu menghubungi mereka setiap saat. Ini adalah tips yang bisa kamu coba jika relasi barumu aktif menggunakan media sosial; cobalah sesekali memberikan komentar atau reaksi ketika mereka membuat status. Dari situ biasanya akan muncul obrolan yang bisa jadi langkah untuk mengakrabkan diri. Namun agar tidak terkesan mengganggu, beri jeda untuk tiap pesan, komentar, atau reaksi yang kamu ingin kamu kirim. 4. Tidak melakukan follow-up Menindaklanjuti atau follow-up bisa kamu lakukan dengan berbagai cara. Misal, kamu bisa mengunggah kesan pertemuan dengan lawan bicara di media sosial dan men-tag akun mereka. Atau menghubungi lawan bicara dengan ucapan terima kasih dan keinginan untuk berkolaborasi atau bekerja sama di kemudian hari. 5. Terlalu memaksakan diri Nah tips selanjutnya dalam membangun networking adalah terlalu memaksakan diri. Tidak semua orang nyaman berkomunikasi dengan orang baru. Ketika kamu menemukan kasus seperti ini, mundur terlebih dahulu dan beri lawan bicara ruang. Jika memang tidak memungkinkan, kamu bisa menjajal cara lain atau mencoba lagi di lain waktu. 6. Kurang mendengarkan lawan bicara Kurang mendengarkan sama kasusnya dengan terlalu banyak bicara. Ketika kamu berencana untuk datang atau berkenalan dengan tujuan meluaskan networking, siapkan diri untuk menyerap banyak hal dari lawan bicara, layaknya sponge. Jika terjadi kesulitan untuk menyimak pembicaraan orang lain, mungkin kamu memiliki masalah dengan attention span. Untuk menangani hal ini, kamu bisa mulai dengan melatih fokus dengan banyak membaca buku atau artikel, mengurangi scrolling sosial media, dan lain-lain. 7. Tidak konsisten dalam komunikasi Ketujuh adalah tidak konsisten dalam komunikasi. Ini terjadi ketika kamu tidak menentukan tujuan dari networking yang ingin dilakukan. Memelihara networking adalah hal yang sulit, oleh karena itu kamu perlu pintar-pintar membuat strategi yang pas. 8. Fokus pada kuantitas, bukan kualitas Kesalahan terakhir dalam networking adalah kamu terlalu fokus dengan jumlah dibanding kualitas. Mengenal banyak orang tentu baik, tapi jika kamu tidak fokus pada kelompok yang bisa memberikan benefit, waktumu akan terbuang percuma. Jadi bedakan antara jejaring pertemanan dan professional networking. Khusus untuk jejaring profesional, kamu harus mengedepankan kualitas orang-orang di dalamnya. Bagaimana caranya? Tentu saja dengan memanfaatkan informasi yang tersebar di media sosial dan melakukan analisis atas data tersebut. Bagaimana, tertarik untuk mulai membangun jaringan profesional? Mulai bangun network-mu di Meet! Untuk informasi lebih lengkap, baca di sini 📖Mulai Networking Kesimpulan Membangun networking tidak hanya untuk menambah relasi dan koneksi, tapi juga untuk menilai kemampuan diri sekaligus menambah pengetahuan baru. Hal yang penting, memiliki jejaring juga memperluas kesempatan untuk mengembangkan karier lebih baik.Cara efektif mengembangkan networking adalah dengan melakukan riset, melatih kemampuan komunikasi dan percaya diri, dan aktif dalam kegiatan yang menunjang profesionalitas.Kesalahan umum yang sering terjadi ketika membentuk jejaring atau koneksi adalah tidak cukup jadi pendengar yang baik dan terlalu banyak mendengarkan diri. Memberikan porsi yang seimbang untuk lawan bicara juga bagian penting dalam networking. Itu dia strategi membangun networkingyang dapat kamu manfaatkan sebagai panduan untuk menyusun strategi. Perlu diingat, jejaring dan koneksi tidak bisa dibentuk dalam waktu singkat. Pastikan untuk selalu konsisten, ya!👉 Siap memperluas jaringan profesionalmu? Download aplikasi Cake sekarang dan mulai terhubung dengan profesional dari beragam industri 👀⬇️Mulai Networking di Cake Meet! Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD. Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu. Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
People Operations
Feb 20th 2025

Pengertian BEP: Pentingnya untuk Bisnis dan Rumusnya

BEP adalah salah satu istilah penting dalam bisnis yang wajib dipahami oleh pengusaha. BEP adalah singkatan dari Break Even Point atau titik impas dalam bahasa Indonesia, di mana total penjualan dengan pengeluaran sama, tidak ada keuntungan maupun kerugian yang tercatat. Mengetahui BEP penting untuk mengetahui efisiensi modal, memproyeksikan keuntungan, dan memudahkan untuk menghitung harga jual. Untuk itu, dalam artikel ini juga akan disertakan contoh soal menghitung BEP untuk memudahkan Anda membayangkan penerapannya dalam bisnis. Daftar isi: Pengertian Break Even Point (BEP) Konsep Dasar BEP Rumusnya Tujuan dan Manfaat Menghitung BEP Komponen Break Even Point ⁠Faktor Pengaruh Break Even Point Faktor-Faktor yang Dapat Meningkatkan BEP Perusahaan Langkah Menghitung Break Even Point Rumus Menghitung Break Even Point ⁠Contoh Perhitungan Break Even Point FAQ Seputar BEP Pengertian Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu titik impas yang mana omzet penjualan mencapai nilai yang setara dengan modal produksi. Di titik ini, perusahaan tidak mengalami kerugian maupun keuntungan sehingga BEP juga dikenal dengan istilah balik modal. BEP akan tercapai apabila perusahaan memiliki biaya tetap dalam operasional dan angka penjualan cukup untuk memenuhi biaya tersebut ditambah biaya variabel. Dalam kondisi ini, BEP adalah jumlah untung dan rugi perusahaan berada di titik nol. Menurut Purba, BEP adalah hal yang berdasar suatu pernyataan yang seperti berapa jumlah unit produksi yang seharusnya bisa dijual untuk menutup biaya yang sudah dikeluarkan untuk menghasilkan produk. Oleh karena itu, dengan memahami perhitungan BEP dapat memudahkan pengusaha untuk menghitung harga jual produknya untuk mencapai keuntungan. 💡 Fakta menarik: Untuk memvisualisasikan titik impas, biasanya digunakan break-even graph. 8 juta talenta berkualitas menunggu, pasang loker lebih efektif di Cake sekarang!🎉Pasang Loker Konsep Dasar BEP Rumusnya Konsep dasar untuk menentukan BEP adalah upaya untuk mengetahui kondisi keuangan dalam periode produksi di masa mendatang dari tren penjualan produk yang dihasilkan. Untuk menentukan BEP, berikut adalah beberapa konsep dasar yang perlu dipahami: Perhitungan pengelolaan biaya yang dikeluarkan perusahaan dibagi ke dalam dua kategori besar, biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost).Nilai dari seluruh biaya variabel akan berubah seiring dengan kapasitas atau volume produksi.Nilai dari biaya tetap akan selalu konstan meskipun terjadi perubahan dalam aktivitas produksi perusahaan.Harga jual per unit akan konstan sehingga harga jual dari perusahaan relatif tetap dan tidak berubah.Pada perhitungan BEP, jumlah produk dari setiap produksi dianggap selalu habis terjual dalam satu periode tertentu.Perhitungan BEP dapat berlaku untuk satu produk sehingga jika terdapat lebih dari satu produk maka perusahaan perlu melakukan perhitungan yang berbeda untuk masing-masing produk. Dengan memahami konsep dasar tersebut, kita akan lebih mudah untuk menerapkan rumus BEP. Rumus BEP adalah penerapan dari konsep-konsep dasar di atas. Rumus perhitungan BEP terbagi menjadi dua: Rumus BEP rupiah atau juga disebut dengan rumus BEP penjualanRumus BEP unit Lebih lanjut dari masing-masing rumus tersebut akan kita bahas lebih lanjut pada bagian selanjutnya. Sebelum itu, kita perlu memahami pentingnya perhitungan BEP dalam operasional bisnis. 💡 Fakta menarik: BEP dan HPP merupakan dua istilah yang memiliki pengertian dapat dikatakan sama, di mana nilai keuntungannya 0 (nol). 📚 Baca juga:20 Contoh Slip Gaji Karyawan untuk Berbagai Pekerjaan, Bisa Edit! Tujuan dan Manfaat Menghitung BEP BEP adalah konsep penting dalam bisnis terutama akuntansi. Hal ini terutama karena BEP memiliki fungsi untuk meningkatkan efisiensi produksi untuk mendapatkan keuntungan yang paling optimal untuk bisnis. Selain itu, menghitung BEP juga memiliki tujuan dan manfaat lain yang tidak kalah pentingnya untuk memastikan bisnis berjalan dengan optimal, antara lain: Menentukan volume produksi Salah satu manfaat melakukan perhitungan BEP adalah menentukan volume produksi yang perlu dilakukan. Setelah mengetahui besaran volume produksi, BEP juga dapat berfungsi untuk menentukan volume barang yang diproduksi. Dari kedua data ini, pengusaha dapat memproyeksikan omzet dan keuntungan perusahaan. Menjadi dasar perencanaan yang terukur Untuk memastikan proses produksi berjalan efisien, perlu dimulai dari tahap perencanaan yang terukur. Dalam perhitungan BEP, pengusaha dapat sekaligus menghitung biaya produksi yang dikeluarkan, termasuk mengevaluasi efisiensi dari tiap-tiap komponen alat produksi. Mengetahui total biaya produksi Dengan menghitung BEP, perusahaan dapat langsung mengetahui total biaya produksi baik dari biaya tetap maupun biaya variabel. Proyeksi penjualan Dengan menghitung BEP menggunakan rumus BEP penjualan, perusahaan dapat memperkirakan berapa produk yang harus terjual dalam periode tertentu. Hal ini penting untuk melakukan estimasi produk terjual, tren penjualan, dan memprediksi penjualan di masa mendatang. Proyeksi keuntungan Menghitung BEP adalah salah satu cara untuk mengetahui perubahan nilai keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dengan mempertimbangkan perubahan harga produk. Dengan begitu, proyeksi keuntungan dapat dilakukan untuk mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi di masa mendatang. Mulai bangun employer branding Anda lebih efektif dengan Cake sekarang juga! 🎉Hubungi Konsultan Kami Komponen Break Even Point Beberapa komponen dari rumus BEP adalah: 1. Biaya tetap (fixed cost) Biaya yang harus tetap dikeluarkan tanpa terpengaruh volume produksi. Artinya, biaya tetap akan terus dikeluarkan bahkan ketika perusahaan tidak melakukan penjualan atau mengalami penurunan volume produksi misalnya biaya sewa tempat. 2. Biaya variabel Biaya variabel adalah jenis pengeluaran yang berubah-ubah sesuai dengan volume produksi yang dilakukan. Semakin tinggi volume produksi maka biaya variabel yang dikeluarkan juga meningkat. 3. Harga jual Besarnya harga jual diperoleh dari biaya yang diperlukan dalam memproduksi suatu barang ditambah dengan laba yang ingin diperoleh dari masing-masing barang terjual. 4. Omzet Perkalian dari jumlah barang yang terjual dengan harga penjualan menghasilkan omzet atau laba kotor. 5. Profit Dari omzet yang diperoleh kemudian dikurangi biaya produksi maka akan diperoleh profit atau laba. Baca juga:Apa itu Digital Mindset Assessment? Ini Pengertian dan Contoh Soalnya ⁠Faktor Pengaruh Break Even Point Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi usaha perusahaan untuk mencapai titik impas yang juga memiliki dampak dalam perencanaan keuangan dan strategi bisnis yang dilakukan. Berikut faktor yang mempengaruhi BEP adalah: Harga jual per unit Semakin tinggi harga produk maka akan semakin cepat untuk mencapai BEP, apalagi disertai dengan biaya produksi yang efisien. Namun, menentukan harga jual per unit juga perlu hati-hati karena menyesuaikan dengan permintaan pasar, persaingan, serta nilai tambah yang diberikan. Biaya produksi Biaya produksi di sini mencakup biaya tetap dan biaya variabel. Singkatnya, semakin efisien biaya produksi maka akan lebih cepat mencapai BEP. Volume penjualan Semakin tinggi volume penjualan maka BEP akan lebih cepat tercapai. Hal ini karena secara umum, BEP akan tercapai ketika jumlah penjualan berhasil menutup keseluruhan biaya produksi. Margin kontribusi Menurut Investopedia, margin kontribusi adalah selisih antara harga jual per unit dengan biaya variabel per unit. Margin kontribusi merupakan indikator penting yang menunjukkan kontribusi setiap unit terjual untuk menutupi biaya tetap dan menghasilkan profit. Strategi pemasaran dan persaingan pasar Dengan memahami persaingan pasar dan menggunakan strategi yang tepat maka dapat meningkatkan penjualan. Hal ini juag berdampak pada kecepatan perusahaan untuk mencapai BEP. Rekrut kandidat dengan skill spesifik lebih tepat dan cepat bersama konsultan rekrutmen profesional Cake!Jadwalkan Konsultasi Faktor-Faktor yang Dapat Meningkatkan BEP Perusahaan Bagi pengusaha tentu ingin segera BEP tercapai sehingga semakin cepat juga perusahaan mendapatkan keuntungan. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan BEP adalah: Terjadi peningkatan penjualan Ketika menghadapi peningkatan permintaan di level konsumen maka angka penjualan juga lebih baik. Hal ini berdampak pada meningkatnya biaya variabel dan biaya produksi secara keseluruhan. Lonjakan biaya produksi Selain karena meningkatnya penjualan, biaya produksi juga dapat meningkat karena berbagai sumber lain, seperti inflasi, kenaikan upah buruh, dan berbagai biaya operasional lain. Hal ini akan meningkatkan BEP sehingga pengusaha juga harus meningkatkan penjualan. Adanya masalah produksi Masalah produksi seperti perawatan alat kerja juga harus dimasukkan menjadi salah satu komponen dalam biaya produksi. Hal ini karena perbaikan alat bukan hanya meningkatkan biaya produksi namun juga mengurangi produktivitas sehingga berpengaruh pada BEP. 💡 Fakta menarik: Menurut Upkeep, pengusaha perlu menyiapkan 2%-5% dari keseluruhan nilai replacement asset value (RAV). 📚 Baca juga:20 Contoh Slip Gaji Karyawan untuk Berbagai Pekerjaan, Bisa Edit! Langkah Menghitung Break Even Point Langkah untuk menghitung BEP sebenarnya tidak terlalu sulit asalkan Anda sudah mengetahui nilai dari masing-masing komponen dalam rumus. Berikut langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk menghitung BEP: 1. Menentukan biaya tetap (fixed cost) Totalkan semua pengeluaran tetap yang tidak akan terpengaruh volume produksi misal sewa toko, sewa kantor, sewa gudang, biaya perawatan mesin, dan lain-lain. Angka ini yang nanti akan dimasukkan dalam rumus menghitung BEP. 2. Menentukan harga satuan dari produk atau jasa Langkah berikutnya, hitung harga jual per unit produk atau jasa yang Anda tawarkan. Pastikan harga yang ditentukan masih kompetitif di pasar. 3. Menghitungan biaya variabel dari masing-masing unit produk atau jasa Selanjutnya, hitung biaya-biaya yang berkaitan dengan produksi setiap unit produk Anda. Termasuk biaya variabel seperti bahan baku, listrik, dan biaya pemasaran. 4. Mengaplikasikan hasil perhitungan ketiga komponen di atas dalam rumus BEP Setelah mendapatkan ketiga angka tersebut langsung masukkan dalam rumus BEP yang akan dibahas setelah ini. 5. Melakukan analisis lanjutan dari angka BEP yang dihasilkan Dari angka BEP tersebut, Anda dapat melakukan analisis lanjutan untuk melakukan efisiensi biaya produksi atau menentukan strategi marketing terbaik agar target penjualan dapat tercapai. Rumus Menghitung Break Even Point Terdapat dua cara untuk menghitung BEP, rumus BEP rupiah atau rumus BEP penjualan dan rumus BEP unit. Rumus BEP rupiah juga dikenal dengan rumus BEP nominal, rumus ini digunakan untuk menghitung seberapa banyak penjualan yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas. Sementara itu, rumus BEP unit digunakan untuk mengetahui berapa banyak unit yang harus diproduksi untuk mencapai titik impas. Terhubung dengan +7 juta kandidat berkualitas di talent pool Cake dan temukan kandidat ideal Anda!Cari Kandidat Ideal ➡️ Rumus BEP rupiahBEP = Total biaya tetap / (1 - biaya variabel unit produk / harga jual produk per unit) ➡️ Rumus BEP unitBEP = Total biaya tetap / (harga jual produk per unit - biaya variabel unit produk) ⁠Anda akan diajak lebih memahami apa itu break even point dan contohnya dalam penerapan di bagian selanjutnya. Simak selengkapnya.Cara Menghitung BEP 📚 Baca juga:Pahami 7 Proses Rekrutmen dan Tips Merekrut Efektif di 2024 Contoh Perhitungan Break Even Point Setelah mengetahui rumus menghitung BEP di atas, kita akan melihat bagaimana penerapannya dalam contoh-contoh menggunakan data penjualan. Edi memiliki bisnis katering. Biaya tetap (fixed cost) untuk bisnisnya dalam sebulan adalah Rp30.000.000 per bulan. Sementara itu, biaya variabel per unit produknya adalah Rp15.000. Kemudian, produk tersebut dijual dengan harga Rp30.000. Dengan data ini bagaimana cara menghitung BEP-nya, dengan rumus BEP rupiah dan rumus BEP unit? BEP rupiah BEP = Total biaya tetap / (1 - biaya variabel unit produk / harga jual produk per unit) BEP = Rp30.000.000 / (1- Rp15.000/Rp30.000) BEP = Rp30.000.000 / (1-0,5) BEP = Rp30.000.000 / 0,5 BEP = Rp60.000.000 Usaha katering Edi akan mencapai titik impas jika berhasil menjual senilai Rp60.000.000 setiap bulannya. BEP unit BEP = Total biaya tetap / (harga jual produk per unit - biaya variabel unit produk) BEP = Rp30.000.000 / (Rp30.000 - Rp15.000) BEP = Rp30.000.000 / Rp15.000 BEP = 2000 unit Jika menggunakan rumus BEP unit, katering Edi akan mencapai BEP setelah berhasil menjual 2.000 produk. 8 juta talenta berkualitas menunggu, pasang loker lebih efektif di Cake sekarang!🎉Pasang Loker FAQ Seputar BEP Apa itu BEP dan rumusnya? BEP adalah singkatan dari Break Even Point, atau dapat diartikan sebagai titik impas ketika jumlah pendapatan dan pengeluaran mencapai angka yang sama. Singkatnya, cara menghitung BEP adalah dengan menjumlahkan semua total pendapatan lalu dikurangi dengan total pengeluaran. Jangan lupa bahwa pengeluaran mencakup biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost). Bagaimana cara menghitung BEP per unit? Rumus menghitung BEP per unit penting diketahui untuk mengetahui jumlah unit yang harus terjual untuk mencapai titik impas. Gunakan rumus ini untuk menghitung BEP per unit dari produk yang Anda jual.BEP per unit = Biaya tetap / (harga jual per unit - biaya variabel per unit) Apa saja 3 komponen BEP? Mengutip dari DetikFinance, komponen BEP terdiri dari: Biaya tetap (fixed cost) yaitu biaya yang secara terus-menerus harus dikeluarkan oleh perusahaan dalam keadaan berproduksi maupun tidak berproduksi, misalnya biaya perawatan mesin.Biaya variabel (variable cost) adalah biaya per unit yang besarannya dinamis mengikuti volume produksi seperti biaya bahan baku.Harga penjualan (selling price) yaitu harga jual yang ditetapkan per unit atas barang atau jasa hasil produksi. Langkah-langkah penghitungan BEP? Berikut adalah ringkasan langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk menghitung BEP: Menentukan biaya tetap (fixed cost)Menentukan harga satuan dari produk atau jasa yang Anda sediakanMenghitungan biaya variabel dari masing-masing unit produk atau jasaMengaplikasikan hasil perhitungan ketiga komponen di atas dalam rumus BEPMelakukan analisis lanjutan dari angka BEP yang dihasilkan. Ada berapa cara untuk menghitung titik impas? Setidaknya terdapat dua cara untuk menghitung BEP. Pertama dengan menghitung BEP per unit. Rumusnya, biaya tetap / (harga jual per unit - biaya variabel per unit). Kedua, Anda juga dapat menghitung BEP dalam pendapatan dengan rumus biaya tetap / kontribusi margin ratio. Apa bedanya BEP unit dan BEP rupiah? BEP unit dan BEP rupiah merupakan metode menghitung BEP. Perbedaan keduanya adalah BEP unit perhitungan dinyatakan dalam bentuk unit produk terjual. Sementara BEP rupiah melakukan perhitungan dalam bentuk pendapatan sehingga menggunakan mata uang rupiah. Bagaimana cara menghitung HPP? Harga Pokok Penjualan (HPP) didapatkan dengan nilai pembelian bersih + persediaan awal barang - persediaan akhir barang. Mengetahui nilai HPP akan memudahkan perusahaan untuk menentukan harga jual atas produk. Bagaimana cara menghitung penjualan impas? Salah satu rumus yang dapat digunakan untuk menghitung penjualan impas adalah biaya tetap / (harga jual per unit - biaya variabel per unit). 📚 Baca juga:9 Contoh Kontrak Kerja Karyawan untuk Berbagai Posisi, Siap Pakai! Cake adalah platform rekrutmen dengan +8 juta database talenta di talent pool global. Pasang lowongan kerja gratis untuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkan Employer Branding lebih efektif bersama Cake. Didukung teknologi ATS Cake AI dan Recruitment Consultant profesional, mulai temukan talenta berkualitas lebih cepat! Dapatkan wawasan mendalam dan konten informatif terkait rekrutmen, manajemen SDM, employer branding, serta tren terbaru di dunia HR hanya di Cake. Jadikan kami sumber terpercaya Anda untuk strategi perekrutan yang efektif dan solusi SDM yang inovatif.
People Operations
Jan 19th 2025

Kenali Sistem ERP: Pengertian, Contoh, dan Cara Kerjanya

Pernahkah kamu mendengar istilah ERP? ERP kini menjadi sistem penting bagi perusahaan yang ingin mengintegrasikan proses bisnisnya secara efisien dan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Mari kita bahas lebih lanjut pengertian ERP, contoh produk ERP, hingga pertanyaan seputar ERP yang sering ditanyakan yang telah Cake rangkum berikut ini.Daftar isi: Pengertian ERP dan Perbedaannya dengan SAP Cara Kerja ERP 5 Contoh ERP Terbaik FAQ Seputar ERP Pengertian ERP Perbedaanya dengan SAP Dilansir dari media Kompas, Software ERP terbukti meningkatkan produktivitas perusahaan hingga 67% dan bisa menjadi kunci sukses bisnis di tahun 2024. Hal ini merupakan hasil riset dari Ukirama yang melibatkan 42 perusahaan selama 1 tahun terakhir. Berdasarkan situs resmi perusahaan IBM, Enterprise Resource Planning (ERP) adalah sistem perangkat lunak manajemen bisnis yang dirancang untuk mengelola dan menyederhanakan fungsi, proses, dan alur kerja perusahaan dengan otomatisasi dan integrasi. Sistem ERP menggunakan modul-modul tertentu untuk mendukung sebuah proses bisnis. Singkatnya, ERP adalah paket aplikasi program terintegrasi yang dirancang untuk melayani dan mendukung berbagai fungsi dalam perusahaan.Tujuannya agar pekerjaan menjadi lebih efisien dan memberikan keuntungan maksimal bagi semua pihak yang terlibat di perusahaan. Sedangkan SAP adalah salah satu produsen software aplikasi perusahaan terkemuka di dunia untuk memusatkan manajemen data dan meningkatkan proses bisnis. SAP menetapkan standar global untuk perangkat lunak ERP. SAP adalah solusi manajemen bisnis yang digunakan untuk memaksimalkan efisiensi dan mempercepat alur kerja. Ia memungkinkan berbagai perusahaan untuk menstandarisasi manajemen data mereka secara menyeluruh. Perbedaannya dengan SAP, ERP menghubungkan semua aplikasi bisnis ke dalam satu struktur modul. Sedangkan SAP menyediakan sistem ERP yang mengkonsolidasikan informasi dan data pada satu database untuk bisnis. 📚 Baca juga:Talent Management: Pengertian, Proses, dan Strategi dalam Perusahaan Cara Kerja ERP Perangkat lunak ERP terdiri dari aplikasi bisnis yang semuanya terhubung dan berbagi satu database umum. Maka dari inilah, ERP mengurangi jumlah sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan bisnis secara end to end. Sistem ERP memiliki kemampuan untuk menawarkan fitur-fitur canggih seperti alat forecasting analitik, dan pelaporan. Fitur-fitur ini meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dengan memberikan data operasional. Selain itu, sistem ERP juga memiliki kemampuan untuk menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan menyederhanakan pengelolaan keuangan melalui pengelolaan data keuangan terpusat. Fakta menariknya, berdasarkan survei Turboly, sistem ERP meningkatkan akurasi dan mempercepat proses akuntansi hingga 83 Persen. Hasil ini diambil dari 81 responden yang merupakan perusahaan di Indonesia dan sudah menggunakan sistem ERP selama 3 tahun. Aplikasi ERP pada sebuah bisnis, terdapat beragam modul yang masing-masing bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Oleh karena ukuran dan kebutuhan bisnis beragam, dan tidak ada dua bisnis yang sama, maka modul-modulnya belum tentu bisa untuk digunakan semua. Perusahaan dapat memilih modul mana yang paling cocok untuk bisnis mereka. Sistem ERP dapat memberikan dampak maksimal ketika perusahaan memanfaatkan modul untuk setiap fungsi bisnis. Dengan memiliki lokasi terpusat untuk semua data bisnis, penerapan ERP menghilangkan silo yang mempersulit pengumpulan data dan menciptakan tantangan duplikasi data bagi banyak bisnis. Sistem baru (model ERP) berfungsi sebagai satu-satunya sumber solusi perangkat lunak. Mulai bangun employer branding Anda lebih efektif dengan Cake sekarang juga! 🎉 Hubungi Konsultan Kami 5 Contoh ERP Terbaik 1. Microsoft Dynamics 365 Microsoft Dynamics 365 adalah sistem ERP berbasis cloud yang membantu bisnis mengelola keuangan, operasi, penjualan, dan hubungan pelanggan. Ini terdiri dari 14 aplikasi berbeda, sehingga pengguna dapat memilih aplikasi mana yang mereka perlukan untuk bisnis mereka. Ini termasuk Dynamics 365 Commerce, Dynamics 365 Project Operations, Dynamics 365 Finance, dan lainnya. Itu juga terintegrasi dengan aplikasi Microsoft lainnya seperti Excel dan Outlook. 2. Oracle NetSuite NetSuite adalah perangkat lunak ERP berbasis cloud. Dengan keahlian mendalam dalam pengembangan cloud ERP, NetSuite mengotomatiskan proses penting dan memberikan data yang dapat disesuaikan dengan aplikasi perusahaan untuk manajemen bisnis, termasuk analitik, pelaporan, dan infrastruktur global. 3. Sage Intacct Sage Intacct adalah sistem ERP yang meningkatkan manajemen keuangan dan inventaris dengan pelaporan multi-dimensi secara real-time. Hal ini mengotomatiskan tugas akuntansi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Sage juga mendukung operasi SDM dan penggajian. 4. SAP Business One SAP Business One adalah perangkat lunak ERP yang ditujukan untuk usaha kecil dan menengah, menawarkan berbagai fitur keuangan, CRM, inventaris, dan penjualan.SAP Business One juga memberikan perusahaan visibilitas real-time ke dalam operasi bisnis mereka untuk meningkatkan perencanaan dan perkiraan keuangan. 5. Odoo Odoo adalah rangkaian aplikasi bisnis sumber terbuka serbaguna yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan perusahaan, mulai dari ERP dan CRM hingga e-commerce dan CMS. Odoo bertujuan membantu bisnis berkembang dengan menyediakan rangkaian alat yang komprehensif. 📚 Baca juga:Apa itu Employee Engagement dan Contohnya di Perusahaan, Lengkap! FAQ Seputar ERP Apa perbedaan ERP dan SAP? SAP merupakan singkatan dari Systems, Applications, and Products. Sementara, ERP memiliki kepanjangan yaitu Enterprise Resource Planning. Perbedaan mendasar dari keduanya adalah SAP merupakan turunan produk dari ERP. Apabila ERP mengacu pada sistem untuk mengelola fungsi keseluruhan bisnis, SAP adalah turunan ERP yang dikenal dengan skalabilitasnya dan memiliki modul khusus dalam industri. Apa itu ERP dan CRM? ERP adalah Enterprise Resource Planning (ERP) berevolusi dari Material Requirements Planning (MRP) yang merupakan cara bagi produsen untuk memahami dan mengelola semua sumber daya untuk menjalankan bisnis yang sukses. ERP berfungsi sebagai database bersama untuk seluruh bagian perusahaan. CRM atau manajemen hubungan pelanggan adalah perangkat lunak yang mengelola semua cara pelanggan berinteraksi dengan bisnis. Perbedaan mendasar antara ERP dan CRM adalah ERP utamanya untuk data keuangan dan departemen keuangan, sedangkan CRM adalah data pelanggan yang digunakan oleh departemen penjualan dan layanan pelanggan. Beberapa sistem ERP menyertakan komponen CRM, sementara yang lain tidak. Namun, sistem perangkat lunak CRM tidak menyertakan komponen ERP. Apa Itu Produk ERP? Keuangan dan akuntansi Modul keuangan dan akuntansi dapat membantu bisnis memahami prospek keuangan mereka dan menganalisis keuangan bisnis secara keseluruhan. Fitur utama modul ini adalah melacak hutang dagang dan piutang, menghasilkan laporan keuangan, serta menutup pembukuan secara efisien. Modul ini menyimpan informasi keuangan yang penting untuk perusahaan, seperti pembayaran vendor, pengelolaan kas, dan rekonsiliasi akun. Pengadaan Modul ini membantu mendapatkan bahan dan layanan yang diperlukan bisnis untuk memproduksi barang mereka. Modul ini membantu mengotomatiskan pembelian, menganalisis penawaran harga, dan mengikat pemasok barang. Manufaktur Modul manufaktur adalah aspek perencanaan dan pelaksanaan yang penting pada perangkat lunak ERP. Modul ini membantu produsen merencanakan segala sesuatu diperlukan untuk proses produksi. Termasuk fasilitas dan penggajian SDM. Penjualan Sistem modul penjualan bekerja untuk menjaga jalur komunikasi dengan pelanggan dan calon pelanggan. Modul ini menggunakan data untuk meningkatkan penjualan serta membantu pembuatan faktur untuk promosi atau kenaikan harga penjualan. Manajemen hubungan pelanggan Sistem ini memudahkan staf perusahaan untuk mengakses informasi yang diperlukan saat pelanggan datang. Melalui sistem ini, staf mampu memberikan pelayanan yang baik, karena informasi yang disimpan sebelumnya oleh software ERP. Manajemen sumber daya manusia Sistem ini menyimpan data seluruh karyawan beserta dokumennya. Hal ini juga mencakup tinjauan kinerja atau deskripsi pekerjaan. Apa saja 5 komponen ERP? Sistem ERP memiliki lima komponen, yaitu hardware, software, database, information, process dan people. Semua komponen sistem ERP melewati input, process dan output pada sistem. Semua komponen dalam ERP harus bekerjasama untuk bisa memberikan hasil yang baik. People: Komponen ini mencakup semua pengguna yang membutuhkan akses ke sistem. Baik dari eksekutif hingga staf lapangan.Process: Memastikan proses bisnis sesuai dengan sistem ERP menjadi langkah penting untuk keberhasilan sistem dalam perusahaan.Hardware: Infrastruktur fisik yang diperlukan untuk menjalankan sistem. Hal ini mencakup perangkat penyimpanan, server dan perangkat jaringan seperti router dan switch.Software: Merupakan komponen ERP yang paling inti. Umumnya, software ERP bersifat modular. Artinya, mencakup beberapa moduk untuk area bisnis yang spesifik seperti produksi, keuangan, sumber daya manusia, dan lainnya.Database: Sebagai pusat penyimpanan untuk semua data yang digunakan oleh sistem. Database memungkinkan integrasi data di seluruh divisi untuk semua penggunanya. 📚 Baca juga:Off the Job Training: Metode dan Keuntungannya Bagi Perusahaan Cake adalah platform rekrutmen dengan +8 juta database talenta di talent pool global. Pasang lowongan kerja gratis untuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkan Employer Branding lebih efektif bersama Cake. Didukung teknologi ATS Cake AI dan Recruitment Consultant profesional, mulai temukan talenta berkualitas lebih cepat!Dapatkan wawasan mendalam dan konten informatif terkait rekrutmen, manajemen SDM, employer branding, serta tren terbaru di dunia HR hanya di Cake. Jadikan kami sumber terpercaya Anda untuk strategi perekrutan yang efektif dan solusi SDM yang inovatif.

Resume Builder

Build your resume only in minutes!