Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Industry & Job Overview
Apr 22nd 2026

15 Tugas Kasir: Penjelasan, Skill, Hingga Gaji!

RingkasanTugas kasir adalah bertanggung jawab untuk melayani pelanggan dalam proses transaksi tunai dan non-tunai (cek, debit, kredit, voucher).Seorang kasir harus memiliki skills berhitung, pemahaman atas produk, mampu menggunakan sistem POS, bisa berkomunikasi dengan baik, serta teliti.Tugas harian kasir meliputi pelayanan transaksi, penyediaan kebutuhan pelanggan, pemeriksaan harga produk, pemeriksaan data dan stok penjualan.Umumnya, minimum pendidikan untuk mendaftar posisi kasir adalah SMA atau sederajat.Apakah kamu sedang memulai perjalanan karier mu dan sedang mencari pekerjaan entry-level yang bisa mengembangkan skill mu? Pekerjaan kasir mungkin bisa menjadi jawabannya. Tugas kasir yang beragam dan menantang membuat pekerjaan menjadi kasir tidak semudah yang dibayangkan. Job desk kasir bisa mulai dari menangani proses pembayaran bahkan hingga membantu menghitung pendapatan setelah selesai bekerja. Yuk, ketahui lebih lanjut apa saja tugas seorang kasir di artikel Cake kali ini! Daftar isi: Pengertian dari Profesi Kasir Skill yang Harus Dimiliki Oleh Kasir 15 Tugas Utama dari Seorang Kasir Tips Jadi Kasir dan Jenjang Karirnya Apa itu Kasir? Kasir adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk melayani pelanggan dalam proses transaksi tunai dan non-tunai (cek, debit, kredit, voucher). Untuk memenuhi tanggung jawab seorang kasir, kamu harus memiliki skill customer service yang baik, mampu menggunakan sistem POS, dan memiliki pengetahuan produk serta skill sales karena terkadang kasir juga bertugas untuk mempromosikan suatu produk kepada konsumen. Kasir termasuk pekerjaan di bidang apa, sih? Pekerjaan kasir termasuk dalam bidang keuangan yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Profesi kasir bisa kita temukan di supermarket, minimarket, toko kelontong, mall, restoran, bioskop, dan masih banyak lagi. Fungsi kasir sangatlah penting dan pekerjaan ini dibutuhkan di berbagai sektor industri. Karena kasir adalah orang yang berhubungan langsung dengan customer, branding perusahaan/toko akan bergantung pada kasir. Pelayanan yang baik akan memberikan kesan yang baik, dan pelayanan yang buruk akan memberikan kesan yang buruk juga. Skill yang Harus Dimiliki Kasir Lalu, skill yang harus dimiliki kasir ada apa saja? Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tugas kasir sangat beragam. Maka selain soft skill, kasir juga memerlukan hard skill. Berikut adalah keterampilan dan sikap yang harus dimiliki seorang kasir: Kemampuan berhitung/matematika sederhanaPengetahuan produkMampu menggunakan sistem POSSalesKomunikasiCustomer serviceJujur, ramah, dan dapat diandalkanTelitiStamina yang tinggi untuk berdiri dalam waktu yang lama Sedang cari kerja? Lihat 1000+ lowongan kerja di Cake dan langsung lamar ke pekerjaan impianmu!🚀Cari Kerja 15 Tugas Penting yang Dilakukan Kasir Yuk, kita simak deskripsi pekerjaan kasir di bawah ini. 1. Melayani Setiap Proses Transaksi Pertama, tugas kasir adalah melayani proses transaksi dengan pelanggan. Ini merupakan tugas utama kasir di sektor mana pun, seperti di restoran, toko ritel, toko kelontong, dan perusahaan. Seorang kasir harus mampu menggunakan mesin POS dan melayani proses pembayaran dengan teliti agar tidak ada kesalahan dalam memasukkan data. 2. Melayani Kebutuhan Pelanggan Tugas kasir juga berhubungan dengan customer service. Mereka wajib memiliki kemampuan untuk menjawab pertanyaan dan memenuhi kebutuhan pelanggan saat berbelanja. Terkadang kasir juga harus menangani pelanggan yang ingin mengembalikan produk (refund), dan sama seperti pekerjaan customer service, mereka harus mampu menghadapi keluhan dari customer. 3. Membantu Proses Pengemasan Barang Pelanggan Dalam proses transaksi, seorang kasir bertugas untuk membantu pelanggan memasukkan barang belanjaannya ke dalam kantong belanja atau kardus. Selagi scan barcode produk, berbicara dengan pelanggan, dan menangani proses pembayaran, kasir masih harus mengemas barang pelanggan. Ternyata pekerjaan kasir juga memerlukan skill multitasking! 4. Memeriksa Harga Setiap Produk Melalui Data yang Ada Meskipun adanya mesin POS, pekerjaan kasir tetap perlu mengecek harga setiap produk untuk mencegah kerugian dari kedua belah pihak, terutama ketika adanya promosi yang sedang berlangsung. Mungkin kamu pernah melihat kasir yang menggunakan selembar kertas berisikan daftar produk diskon ketika sedang menginput produk pelanggan, itulah salah satu contoh dari tugas kasir. 5. Memeriksa Data Penjualan Selain itu, tugas seorang kasir juga termasuk mencatat dan memeriksa data penjualan. Proses ini membantu tim manajemen mengetahui produk apa saja yang populer dan lebih menguntungkan untuk dijual. 6. Memeriksa Stok yang Ada Dalam Toko Kemudian, tugas kasir adalah untuk memeriksa ketersediaan barang di toko secara harian, mingguan, atau bulanan. Dengan begini, kasir bisa langsung mengetahui produk apa saja yang stoknya tinggal sedikit dan meminta untuk produk tersebut di stok ulang. 7. Membuat Laporan Penjualan Pekerjaan kasir berada di bidang keuangan, maka kasir diminta untuk membuat laporan keuangan secara rutin. Kasir bertugas untuk membuat laporan penjualan setiap harinya dalam bentuk buku kas atau buku bank untuk mengetahui perkembangan bisnis. 📚 Bacaan lanjutan:10 Prospek Kerja Manajemen Keuangan yang Menarik dan Gajinya 8. Mencatat Setiap Transaksi Untuk membuat laporan penjualan, kasir wajib mencatat setiap transaksi dengan cermat untuk mencegah kesalahan seperti jumlah uang yang tidak sama dengan catatan transaksi. Hal ini bisa terjadi jika kasir tidak teliti dalam berhitung, lupa mencatat bukti transaksi, atau tidak sengaja memberikan uang kembalian yang berlebih. 9. Memberikan Informasi Terhadap Kebutuhan Konsumen Saat melakukan transaksi, pelanggan seringkali melontarkan pertanyaan kepada kasir seperti pertanyaan tentang diskon, letak produk di toko, dan yang lainnya. Tugas seorang kasir adalah memberikan informasi tersebut untuk memastikan kepuasan pelanggan yang tinggi. 10. Menjaga Area Checkout Customer Pastinya job desk kasir adalah menjaga area kasir dan mereka harus siap berdiri disana dalam waktu yang lama. Kasir harus berada di area checkout dan juga membantu mengarahkan customer ke area kasir yang kosong. 11. Memastikan Kebersihan Daerah Kasir Saat berjaga di area checkout, kasir harus memastikan kebersihan di area tersebut. Karena daerah kasir yang kotor dan berantakan dapat memberikan kesan yang buruk kepada pelanggan. 12. Menyetorkan Uang Dari Hasil Penjualan Tugas kasir berikutnya adalah menyetor uang dari hasil penjualan kepada atasan. Dalam proses ini, kasir tidak boleh lupa untuk memberikan bukti-bukti transaksinya juga. 13. Menawarkan Produk Kasir ritel maupun restoran bertugas untuk menawarkan produk kepada konsumen saat transaksi. Biasanya penawaran bisa berupa produk yang sedang diskon atau promosi. 14. Menyapa Setiap Konsumen yang Datang dan Pergi Tugas kasir yang satu ini terdengar sederhana tetapi fungsinya sangat penting dalam menjaga kepuasan pelanggan. Interaksi kecil seperti sapaan hangat, senyuman, dan menanyakan pelanggan apakah ada produk lainnya yang ingin dibeli merupakan hal yang bisa membekas pada kesan pelanggan. 15. Memastikan Mesin Kasir Berfungsi dengan Baik Tugas kasir yang terakhir adalah memastikan bahwa mesin kasir atau mesin POS dapat berfungsi. Tentunya mesin kasir yang rusak akan mengganggu proses transaksi dengan pelanggan. Jika kamu bertanya-tanya apa saja tugas kasir Alfamart? Dan apa saja tugas kasir Indomaret? Itulah jawaban untuk kamu. Jika kamu ingin melamar kerja di Indomaret atau Alfamart, baca 2 artikel di bawah ini: 👉 Mudah! Cara Melamar Kerja di Indomaret (Online dan Offline)👉 Cara Melamar Kerja di Alfamart: Posisi dan Step by Step Online Maupun On-Site15 Tugas Kasir Cara Menjadi Kasir dan Jenjang Karirnya Gaji Kasir Kisaran gaji kasir: Rp 2,000,000 - Rp 4,000,000/bulan Sama seperti pekerjaan lainnya, gaji kasir berbeda-beda tergantung lokasi dan perusahaannya. Tips Menjadi Kasir Mengetahui tugas kasir saja tidak cukup jika kamu ingin melamar kerja sebagai kasir. Ini tips menjadi kasir untuk kamu: Pendidikan: syarat pendidikan untuk menjadi kasir berbeda-beda, tetapi umumnya minimal pendidikan untuk menjadi kasir adalah SMA/SMK sederajat. Tentu tidak akan masalah jika kamu memiliki pendidikan S1.Karakter dan keterampilan: kembangkan karakter dan keterampilan kamu sebelum mendaftar pekerjaan kasir. Walaupun pekerjaan kasir merupakan pekerjaan entry-level, tetap diperlukan hard skill dan soft skill untuk menjalani pekerjaan ini.Buat CV kasir: buatlah CV kasir yang dapat menarik mata HRD. Perhatikan contoh CV kasir berikut ini! Contoh CV Kasir - Dibuat di CakeResumeIngin buat CV kasir seperti di atas? Yuk, buat CV profesional kamu dengan Cake! Ada 50+ template CV ATS-friendly dan gratis!🎉Buat CV Kesimpulan Berikut adalah poin-poin penting tentang pekerjaan kasir: Kasir adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam melayani transaksi pelanggan di sebuah toko ritel atau restoran.Skill kasir: customer service, mampu menggunakan mesin POS, kemampuan berhitung, sales, pengetahuan produk, jujur, dan teliti.Tugas kasir termasuk: melayani proses transaksi, menginformasikan dan menawarkan pelanggan tentang produk/promosi, membuat laporan keuangan, memeriksa stok barang, dan menyetorkan uang dari hasil penjualan kepada atasan.Tips untuk menjadi kasir: miliki pendidikan minimal SMA/SMK sederajat, kembangkan skill, dan buat CV kasir yang menarik. Demikianlah artikel ini mengenai pekerjaan kasir dan tugas kasir. Sekarang, kamu sudah tidak bingung lagi tentang apa saja tugas kasir di restoran dan toko, kan? Selamat mencoba!Cari referensi contoh CV yang menarik perhatian HR? Kamu bisa temukan berbagai contoh CV untuk semua pekerjaan di halaman ini! Lihat Contoh CV Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal Cake.
Resume & CV
Jul 28th 2022

How to Write Time Management Skills on Your Resume (+Tips and Examples)

Created by CakeTABLEOFCONTENTSWhat Are Time Management Skills for Resumes?10 Examples of Time Management Skills for ResumesWhere to List Time Management Skills on a Resume/CVTips on How to Describe Time Management Skills on a ResumeHow to Improve Your Time Management SkillsIn today's fast-paced society, time has become a rare resource that people are expected to manage effectively. Research done by Zippia showed that an average corporate employee normally spent 51% of their daily work on low to no value tasks. It is therefore important to include time management skills when crafting a resume. As multitasking becomes more prevalent today, hiring managers seek candidates who possess good time management skills to handle tasks in an organized, productive, and effective way. According to LinkedIn, time management skill is one of the top five most sought after soft skills. Let’s discuss what time management skills are in more detail. Time management skills come in different forms and structures, but they emphasize the process of taking conscious control over time spent on specific tasks, particularly to enhance effectiveness, efficiency, and productivity. Let's also take a closer look at the importance of time management in two cases. Both time management skills in a workplace and time management skills for students are important as time management skills can be seen as an asset in terms of learning, solving a problem, and conducting tasks. When time management skills are incorporated in a resume, it can especially boost both professionals and students in both career and academic applications.What Are Time Management Skills? By definition, time management skills refer to a wide range of skills that allow you to manage your time and work effective. They are valuable skills as more often than not you need to handle more than one taskat the same time. Time management skills are not easy to master, but once you do, they can benefit you substantially both in and out of the office.Below are four ways good time management skills can help you: ☑️ Better concentration When you manage your time well, you'll always be able to determine which task/project to focus on at any given time. There will be no distractions from everything else on your mind. ☑️ Highly-organized and clear-minded With the increased focus/clarity summarized above, you will have more mental power to carry out your daily tasks. You'll also have well-structured thoughts because you've planned your time effectively. ☑️ On track Proactive time management at work requires systematic planning and scheduling to help you stay on track, make appointments, and meet deadlines. ☑️ Low level of stress You can easily become overwhelmed when you have so much going on at once. Acquiring good time management skills will bring structure to the chaos, subsequently helping you to feel less stressed. 10 Examples of Time Management Skills for ResumesAs mentioned before, time management skills are difficult to say on a resume. It is mostly because there's no universal way to measure them and time management skills encompass more than keeping an eye on the clock. We break them down into 10 skills that you can put on your resume to show the recruiter your time management ability and provide examples for your reference.1. Planning Good time management starts with strong planning skills. Without a good schedule of which tasks should be completed, it can be very difficult to manage your day or week.For example, you have a pile of research to hand in on an early Monday. By planning your energy and time accordingly, you will be able to finish the task in a timely manner. Time management skills resume phrases related to planning that you can put in your resume are:SchedulingMemoryDelegationSummarizingOptimization 2. Prioritizing Prioritizing is an essential time management skill where it allows you to identify what needs to be done based on limited time and energy. For example, your pile of research comes in various levels of importance and urgency. It is possible to use the priority matrix where you allocate your tasks according to urgency and importance. By this simple approach, you understand what tasks to focus on and what things to put behind.Prioritizing-related time management resume phrases that you can include are:Team-mindedMonitoringGoal settingMultitaskingAccountability 3. Goal Setting No matter what target you are setting - short-term or long-term - goal setting is a fundamental time management skill where it pushes you forward with concrete motive, method, and direction. Also, having goals when managing a task provides a shared recognition of small victories which help to build momentum towards big achievements. As an example, a product manager may set attainable and measurable milestones such as KPI or performance targets to acknowledge small victories throughout a long-term project. 4. Problem Solving Problem solving often demands good time management skills.The ability to manage and solve problems in a given time is an important quality when hiring managers assess job candidates.The ideal candidate has the ability to mix analytical thinking with creative problem-solving. They are comfortable in making decisions, and they can handle challenging situations in the workplace. 5. Multitasking Multitasking is a time management skill where candidates switch focus between tasks so effortlessly that it appears as though they are doing several things at once. For example as the head of the hospital’s emergency department, you must manage your time between various incoming patients, while making accurate decisions at the same time. 6. Delegating Effective time management skills also involve prioritizing and managing tasks according to one's expertise and that of others. For instance, a good product manager assigns tasks like market research, cost structure analysis, and quality control to subordinates where he or she concentrates on analyzing a market entrance strategy towards a new product. By utilizing time and energy wisely, the goal can be achieved efficiently with minimal stress. 7. Breaking Down Tasks This time management skill is important when it comes to a huge and complicated task where different factors and decisions affect one another. Therefore the ability to break down tasks into milestones will help you simply visualize your ultimate goal, thus allowing for easy monitoring of progress. Imagine yourself managing a one-month project proposal where your goal is to increase the user rate of an app. You might need to break down the project by weeks, followed by days and milestones to get the job done on time. Your small objectives in a timeline might start with a focus group interview, followed by problem identification, customer analysis, product research, etc, then coming up with a proposal that fits the needs of the consumer, to increase the usage rate. This example shows effective time management skills where you break tasks down into smaller parts. 8. Scheduling People may get confused between scheduling and prioritizing. Scheduling centers on the skill of managing time between various tasks, which is quite different from prioritizing. For example, as a marketer, you are required to conduct several interviews and focus group studies before you can determine your marketing strategy. The results 1ision-making process, so it is important to schedule the work flow accordingly. Good time management skills are vital in these situations. 9. Decision Making Another key time management skill is the ability to make a quick decision. That's because second guessing may lead to a waste of time, resources and energy. For example, as a business manager, you are required to make decisions upon a MA case. Those decisions involve complex evaluations under a certain amount of time pressure and is where decision making skills come into play. 10. Managing Stress Stress management as a form of time management skills in the workplace can prevent mental breakdowns and burnouts. Although crunch times and emergency situations are unpredictable, having a certain amount of skill in managing stress will eliminate unnecessary tension when delivering results.For example, you can cultivate good time management skill by :Creating realistic deadlines and making a plan to meet themEliminating long hours workingAllocating time and resources appropriately to goalsIncluding risk management and contingency plans Where to List Time Management Skills on a Resume/CVNow that we've looked at individual skills that are part of time management skills, we can move on to where you can put them in your resume. There are three major sections on your resume where you can include descriptions of your time management skills1. Resume Summary/Objective You can also incorporate your time management skills in your resume summary and objective section. By doing so, you immediately catch the attention of the hiring manager. Using effective phrases on a resume will highlight your time management skills.Example of time management skills in the resume summary/objective section:"Objective: To obtain a position at ABC company as a product manager, with effective time management skills in delegating and prioritizing.""Product Manager looking to put my excellent time management skills to good use at BPW Company." 💡 Tip:To show you have good time management skills, tailor the resume statement with the right time management skills resume phrases to ensure you are effective in communicating with potential employers. 2. Work Experience Section The primary way to mention good time management skills is to incorporate them into your work experience section, in which you describe your past accomplishments and experiences.Take a look at this time management skills on resume example for a project manager resume: Product Manager | OSIM Integrated Technology2018 - 2020Averaging 10% under budget, completing projects within deadlines on 15 products.Assisted in restructuring the product development process to meet deadlines for all critical projects.Maintain team's on-time schedules throughout 3 high-priority launches, completing all deliverables before deadlines. 💡 Tip:Mentioning past experiences that show your time management skills will give the hiring manager a more comprehensive picture of your capabilities. 3. Skills Section Another effective method to show time management skills on your resume is to assign an independent section where skills are highlighted. It is best to customize for each job application to demonstrate how time management skills correspond with job requirements.The first step is to identify keywords from the job description and create a checklist of time management skills. Using the identified keywords, you now can elaborate and give specific details on your time management skills.Example of how to demonstrate time management skills:Planning and Scheduling:Implemented a deadline incentive scheme that offered a bonus based on the article fee if writers submitted articles early. As a result, additional days were available for editing and layout, which greatly reduced error rates and boosted morale in the company.Delegating:Delegated tasks to team members according to their expertise, facilitated weekly 30-minute meetings to review progress and reevaluate direction, reducing the amount of time spent communicating mutual goals and updating.Cake provides the best resume builder with many templates examples for talents to demonstrate your qualifications. Let us help you land the dream with a strong resume (free download)!Create ResumeTips on How to Describe Time Management Skills on a Resume 💡 Describe your time management skills using descriptive resume keywords. Include strong and compelling action words like enhanced, achieved, influenced, etc. to describe relevant time management skills that draw attention to your strengths and show an employer why you deserve the job.💡 Look for the skills that your employer is looking for in the job description.As mentioned before, it is vital to identify relevant time management skills according to the job description. So let us examine how to accurately identify the skills.First, most managers will list down relevant soft skills (time management skills in this case) necessary for the position. All you need to do is to take note of all your skills and make sure to include them in your resume.However, some employers do not mention skill requirements for job positions. In this case, you have to imply relevant time management skills required from the job position, qualifications, duties, and so on. 💡 Be very precise on your capacity to manage time. As we all know, time management is a transferable and unmeasurable skill.Therefore, when writing time management skills on your resume, make sure you show your skills in a measurable way, whether it's by statistics, numbers orany concrete results. How to Improve Your Time Management SkillsYou can improve your time management skills in order to be a more competitive candidate for new positions. Here are some tips on how to do so: 1. Establish short-term and long-term goals. You can learn time management through setting goals on a daily basis and by assessing short and long-term objectives. There are online and offline tools available such as Notion and Trello that help you visualize goals in an organized way. In addition, SMART principles allow you to set specific, measurable, achievable, relevant, and time-bound goals.2. Keep a calendar. A calendar is a simple way of visualizing and managing your tasks according to dates, weeks, and time frames. By keeping a calendar while you manage your everyday tasks and jobs, you will gradually gain knowledge and control over time. 3. Optimize and find the best way to manage your time. There are tons of ways to develop good time management skills, whether it's by forming a to-do-list or setting a countdown timer. Keep in mind that whatever you choose, find and develop the best approach where you can keep on track effectively according to your preference and suitability. Don't worry about trying other time management tools as time management skills require practice through trial and error. 🔑 Key Takeaways:To conclude, time management is an essential skill that hiring managers value in the workplace. Keep in mind the required time management skills on a job application so that you understand what employers expect to see on your resume. Moreover, offering a structured and detailed explanation that makes you stand out. Identify a suitable section on your resume where time management skills can be included. Then, you're more than ready to showcase your time management skills on your resume. --- Originally written by Vivian Chen ---
Industry & Job Overview
Feb 10th 2025

Apa itu Purchasing Staff: Tugas, Skill Set, Jenjang Karir

Perusahaan tentunya membutuhkan kebutuhan akan barang atau jasa yang harus dipenuhi untuk melaksanakan proses kerjanya. Maka, perusahaan manufaktur membutuhkan tenaga bagian purchasing atau yang biasanya juga disebut sebagai purchasing staff atau buyer. Apa itu purchasing staff? Secara umum, staff purchasing adalah pihak dari perusahaan yang bertanggung jawab dalam pembelian barang atau jasa untuk perusahaan. Bagi kamu yang penasaran arti purchasing staff, gaji purchasing staff, job desk purchasing staff, alur kerja, skill, dan cara menjadi purchasing staff, kamu sedang membaca artikel yang tepat! Daftar isi:Apa Arti Purchasing Staff? Job Desk Purchasing Staff Alur Kerja Staff Purchasing Skill Penting Staff Purchasing Cara Menjadi Purchasing StaffApa itu Staff Purchasing?Pengertian Purchasing Staff Purchasing adalah divisi yang memiliki peran penting dalam sebuah perusahaan. Divisi ini bertugas membeli barang atau jasa dari pihak ketiga untuk kebutuhan operasional perusahaan. Purchasing officer atau purchasing staff adalah karyawan yang bertanggung jawab dalam mengurus pembelian material yang dibutuhkan di perusahaan. Pembelian yang dilakukan staff purchasing yaitu barang-barang yang mendukung kinerja perusahaan. Barang tersebut bisa berupa: Perlengkapan kantorBahan baku, dan material lainnya yang dibutuhkan oleh divisi lainnya. Oleh karena itu, purchasing staff perlu mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan, seberapa besar anggaran, dan apa rencana perusahaan untuk kedepannya.Gaji Purchasing Staff Bagi kamu yang ingin berkarir menjadi staff purchasing, kamu tidak perlu khawatir karena gaji purchasing staff cukup menggiurkan. Namun, besarnya gaji purchasing staff bergantung pada jabatan dan lokasi. Besarnya tugas dan tanggung jawab purchasing staff pun juga menentukan tingginya gaji. Selain itu, sektor-sektor industri besar seperti konstruksi dan tekstil juga menawarkan gaji yang besar. Profesi purchasing staff memiliki jenjang karir yang menjanjikan. Berikut adalah gaji purchasing staff berdasarkan jabatannya: Purchasing Staff perusahaan skala kecil: Rp. 2.000.000 - 2.500.000Staff Junior Purchasing: Rp. 3.782.061Staff Purchasing: Rp. 4.312.000Senior Purchasing: Rp. 4.891.159Manager Purchasing: Rp. 12.054.086 - Rp. 18.840.877 Tergiur untuk menjadi purchasing staff? Yuk, pelajari lebih lanjut tentang job desc purchasing staff!📚 Bacaan lanjutan:Apa itu Business Development? Berikut Job Desk dan Tugasnya [+Contoh CV]Tugas dan Tanggung Jawab Purchasing StaffAda banyak tugas purchasing staff yang harus dikerjakan setiap harinya. Job desk staff purchasing meliputi tugas yang dipercayakan oleh purchasing manager seperti melakukan riset akan pemasok dan vendor, memeriksa barang, dan memeriksa laporan. Dari sini bisa dilihat bahwa, purchasing officer adalah seseorang yang mampu multitasking dan mengevaluasi produk dan vendor. Di bawah ini adalah tugas purchasing staff dengan lebih detail, yaitu: Melakukan riset barang dan mencari supplier baru.Melakukan analisa Total Cost of Ownership (TCO).Membuat daftar pembelian barang atau jasa yang dibutuhkan perusahaan. Misalnya, peralatan kantor, komputer baru, pembelian bahan baku, dll.Melakukan kategorisasi barang supaya mudah dipahami. Misalnya, berdasarkan langganan, jenis Purchase Order (PO), periode pembelian, dll.Membuat daftar nama supplier.Membangun hubungan profesional dengan klien dan supplier.Mengajukan persetujuan Purchase Order (PO) pada kepala divisi keuangan untuk memesan barang atau bahan baku.Melakukan proses pemesanan barang kepada supplier.Melakukan negosiasi kepada supplier untuk mendapatkan harga yang terbaik dan profitable.Memantau agar pengiriman barang berjalan sesuai jadwal yang direncanakan.Memastikan kondisi dan kualitas barang yang dipesan sudah memenuhi kebutuhan perusahaan.Mencatat faktur Purchase Order (PO) dan menghubungi divisi keuangan tentang pembayaran barang yang telah dipesan.Bekerja sama dengan tim gudang tentang penyimpanan barang.📚 Baca juga:Apa itu Business Consultant? Kenali Tugas, Gaji, Skill, Dll.!Bagaimana Cara Kerja Purchasing Staff? Untuk mengerti lebih dalam tentang tugas staff purchasing, CakeResume telah menyediakan penjelasan tentang alur pekerjaan purchasing staff. 1. Melakukan Perencanaan Sebelum melakukan pembelian, purchasing staff harus membuat perencanaan untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan. Ketika melakukan perencanaan, purchasing staff harus mengetahui anggaran yang disetujui oleh perusahaan. Selain itu, biasanya staff purchasing menggunakan Total Cost of Ownership (TCO) untuk menganalisa beberapa pilihan akan rincian biaya yang akan dikeluarkan. Saat melakukan analisa Total Cost of Ownership (TCO), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: Apakah barang atau jasa tersebut harus dibeli atau sewa?Apa tujuan dari penggunaan barang atau jasa tersebut?Berapa total biaya yang dibutuhkan untuk pembelian barang tersebut?Kapan supplier bisa menyediakan barang atau jasa tersebut?Bagaimana reputasi supplier? 2. Memilih Supplier Langkah berikutnya adalah pemilihan pemasok/supplier. Pilihlah supplier yang memiliki reputasi bagus, tidak pernah ada masalah keuangan, tidak ada masalah selama proses pemesanan atau pengiriman, dan menyediakan bantuan teknis yang baik jika diperlukan. Disarankan untuk memilih supplier yang lokasinya dekat dengan perusahaan. Tujuan dari hal ini adalah untuk menghemat biaya transportasi pengiriman barang yang dipesan. Keuntungan memiliki supplier langganan: Hemat waktuBisa mendapatkan harga yang lebih murahPembayaran lebih fleksibelTidak perlu melakukan riset supplier baru 3. Melakukan Penawaran dan Negosiasi Selain dua hal di atas, purchasing staff juga harus melakukan penawaran berdasarkan dokumen Request for Information (RFI). Dokumen ini berisi tentang: Kemampuan supplier yang dibandingkan dengan biaya yang akan dikeluarkan oleh perusahaanRincian barang yang akan dipesanLama waktu pengirimanJatuh tempo pembayaran Setelah penawaran, hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah negosiasi. Negosiasi dilakukan untuk mendiskusikan harga, fitur, servis, dan waktu. Langkah ini dilakukan supaya kamu dan supplier bisa saling memahami kebutuhan.Temukan loker finance terbaru di Cake, ayo jadi pelamar yang tercepat! 💫Lihat LokerSkill Penting untuk Pekerjaan Purchasing Staff1. Komunikasi Karena salah satu tugas dan tanggung jawab purchasing staff adalah mencari supplier, pelanggan, dan rekan kerja perusahaan dari divisi lain, maka seorang purchasing staff harus pandai berkomunikasi. Skill komunikasi yang dimaksud disini tidak hanya secara verbal, namun juga secara tertulis. Hal ini akan membantu tim bagian purchasing untuk membangun hubungan yang baik dengan supplier dan anggota divisi lain di perusahaan. 2. Negosiasi Selain skill berkomunikasi, kemampuan negosiasi juga sangat penting, karena purchasing officer adalah seseorang yang bertugas untuk mendapatkan barang dan jasa dengan harga dan kualitas yang terbaik. Purchasing staff harus sebisa mungkin memperkecil dana yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. 3.Networking Networking sangat membantu pekerjaan purchasing staff dalam melaksanakan tugasnya. Alangkah baiknya jika purchasing staff memiliki koneksi supplier yang luas, baik itu dari industri bahan baku, jasa ekspor-impor, catering makanan, event organizer, maupun digital agency. Hal ini akan mempermudah staff purchasing untuk mendapatkan supplier baru yang menawarkan harga yang lebih murah dan kualitas barang atau jasa yang lebih bagus. 4. Pengetahuan tentang Perpajakan Purchasing staff artinya staff yang bertugas mengenai pembelian barang. Ketika kita membeli barang, tentu juga ada pajak yang harus dibayar. Jadi, purchasing staff harus mengetahui bagaimana sistem perpajakan, setidaknya kamu harus paham dasar sistem perpajakan. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu, “Berapa, Kemana, dan Kapan” pajak tersebut harus dibayar. 5. Skill dalam Menggunakan Microsoft Office dan Komputer Setiap hari, pekerjaan purchasing staff berhubungan dengan dokumen, baik itu berupa dokumen digital ataupun kertas. Purchasing staff wajib memiliki keahlian dalam mengaplikasikan Word, Excel, dan PowerPoint. Meskipun terlihat sederhana, tetapi skill Microsoft Office dan komputer sangat dibutuhkan untuk mengerjakan pencatatan, pembuatan Purchase Order (PO), tracking pengiriman barang, dokumentasi pembelian, dan lain-lain.📚 Baca juga:20+ Contoh Skill Komputer Dalam CV dan Cara Menulisnya! 6. Mencatat dan Mengorganisir Dokumen Proses pemesanan barang dan jasa yang dilakukan oleh staff purchasing tidaklah sedikit. Oleh karena itu, mencatat dan mengorganisir dokumen merupakan salah satu tugas staff purchasing. Dokumen staff purchasing ini termasuk aset perusahaan yang sifatnya konfidential. Maka, skill purchasing staff yang diperlukan yaitu mampu menyimpan dokumen-dokumen tersebut secara efisien dan tersusun rapi.Cari peluang karir di perusahaan manufaktur? Cari loker manufaktur terbaru di sini!Lamar SekarangCara Menjadi Staff Purchasing1. Peroleh Gelar Sarjana Untuk memperoleh pengetahuan yang relevan dalam pekerjaan purchasing, mungkin kamu bisa mengejar gelar sarjana di bidang: Bisnis atau ManajemenLogistikSupply Chain Management, atau jurusan lainnya yang relevan. 📚 Baca juga10 Prospek Kerja Administrasi Bisnis Menarik dan Gajinya! 2. Ambil Sertifikasi Pertimbangkan untuk mengambil berbagai macam sertifikasi yang relevan dengan bagian purchasing, baik itu merupakan sertifikat yang membuktikan bahwa kamu mahir dalam mengaplikasikan software ataupun pengetahuan akan purchasing. Contoh sertifikasi yang bisa kamu ambil, yaitu: Certified International Purchasing/Procurement Manager (CIPM, Level 2)Certificate IV in Procurement and ContractingDiploma LogistikCertified Procurement Specialist (CPSp)Microsoft Office Specialist (MOS) 3. Pengalaman Kerja Tentunya kamu membutuhkan pengalaman kerja yang mirip dengan bagian purchasing untuk melaksanakan tugas dengan lancar. Pengalaman tersebut tidak harus merupakan pengalaman kerja full-time, tetapi kamu juga boleh mencantumkan pengalaman internship di CV kamu. Bagi kamu yang masih kuliah, internship dept purchasing adalah salah satu pilihan yang bisa kamu coba untuk mendapatkan training dan pengalaman dalam melaksanakan tugas purchasing staff. Dari pengalaman ini, kamu bisa mendapatkan pengetahuan akan proses pembelian barang dan jasa, dokumentasi, dan lain-lain.📚 Bacaan lanjutan:10 Manfaat Magang (PKL) Bagi Mahasiswa [+Tips Dapat Magang] 4. Buat CV Purchasing Staff Cara terakhir untuk menjadi purchasing staff adalah membuat CV yang baik dan menarik. Perhatikan contoh CV purchasing staff berikut ini!Contoh CV Purchasing Staff - Dibuat di CakeResume Ingin melamar kerja tapi CV belum siap? Yuk, kunjungi CakeResume dan buat CV yang menarik dan ATS-friendly! Cepat, mudah, dan gratis, lho!🎉Buat CVKesimpulan Staff purchasing adalah staf yang mengurus pemesanan barang atau jasa yang dibutuhkan untuk mendukung kinerja perusahaan.Job desc purchasing staff: membuat daftar pembelian, negosiasi, tracking pengiriman barang, dll.3 alur kerja bagian purchasing staff: melakukan perencanaan, memilih supplier, dan melakukan penawaran dan negosiasi.Skill yang diperlukan purchasing staff: komunikasi, negosiasi, networking, pengetahuan tentang perpajakan, Microsoft Office dan komputer, dokumentasi.Cara menjadi staff purchasing: peroleh gelar sarjana, ambil sertifikasi, pengalaman kerja, dan buat CV purchasing staff.Sedang mencari lowongan kerja? Lihat lowongan kerjapurchasing terbaru di Cake!👇🏻 Rekomendasi Lowongan Kerja Cake adalah aplikasi dan website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan Cake dan cari lowongan di website cari kerja atau aplikasi cari kerja kami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu!
Industry & Job Overview
Nov 17th 2025

Desainer Grafis: Job Desk, Skill, Gaji [+Caranya]

Daftar isi:Apa itu Desainer Grafis?Tugas dan Tanggung Jawab Graphic DesignerSkill yang Harus Dimiliki Desainer GrafisCara Menjadi Graphic Designer Desainer grafis adalah seorang kreatif yang secara profesional menggunakan aplikasi atau alat desain untuk membuat logo, halaman web, atau produk cetak dan digital lainnya untuk klien. Tahukah kamu bahwa desain grafis adalah salah satu pekerjaan yang marak dicari berbagai macam industri di zaman ini? Mulai dari pertokoan kecil, hingga perusahaan besar tentunya tidak pernah lepas dari jasa seorang perancang grafis. Sifatnya yang harus selalu up-to-date membuat pekerjaan desain grafis menarik dan cukup menantang. Penasaran mengapa demikian? Apa yangg dimaksud desain grafis? Ingin tahu mengapa perusahaanmu membutuhkan seorang desainer grafis? Kamu seorang yang tertarik menjadi perancang grafis? Temukan jawaban atas pertanyaanmu di artikel ini! Apa itu Desainer Grafis? Desainer grafis atau graphic designer adalah seorang yang menampilkan komunikasi dalam wujud konten visual dengan menggunakan warna, bentuk, gambar, dan ilustrasi. Keahlian desain grafis meliputi perpaduan teknologi dan teori seni, membuat perannya dicari untuk menciptakan desain bagi media cetak atau digital milik klien atau perusahaan. Tugas desainer grafis dikatakan efektif apabila hasil desainnya dapat mengkomunikasikan informasi dalam bentuk yang menarik dan informatif. Hal ini tentunya cukup penting bagi klien atau perusahaan, yakni menarik pasar yang ada untuk menggunakan barang atau jasanya setelah melihat sebuah informasi visual tentang perusahaan terkait. Jasa perancang grafis digunakan dengan cara yang sangat variatif. Mengingat keahlian desain grafis yang sesungguhnya sangat beragam dan dapat mencakup berbagai macam elemen di dalam dunia desain. ✍️ Contoh produk desain grafis adalah : Identitas perusahaanUser Interface pada sebuah aplikasi atau situs webBuku, majalah, koran, dan media cetak lainKemasan produkPromosi dan iklanPapan nama toko, transportasi, sarana umum, dan ruangan.Video game Tempat bekerja profesi desain grafis sangat variatif dengan tanggung jawab yang juga berbeda-beda. Biasanya seorang desainer grafis bekerja dibawah naungan perusahaan atau agensi, bahkan bekerja secara freelance. 🏢Tempat bekerja profesi desain grafis: Agensi iklanPerusahaan desain webPerusahaan marketingPenerbit media cetak dan onlineBidang pendidikanOrganisasi non-profit 💰 Gaji Desainer Grafis Gaji desainer grafis di Indonesia rata-rata berkisar Rp 4.000.000 - Rp 6.000.000. Namun sangat memungkinkan untuk mendapatkan gaji di atas rata-rata apabila kamu memiliki keahlian desainer grafis yang menonjol daripada yang lain, serta hasil karya yang memuaskan klien. Tugas dan Tanggung Jawab Desainer Grafis Nampaknya pekerjaan desainer grafis sangat beragam. Jadi sebenarnya desain grafis kerja apa? Job desk seorang desain grafis utamanya adalah menciptakan tampilan visual yang berguna, bermakna, dan fungsional lewat berbagai sarana teknologi. Tugas desainer grafis sangat bergantung pada kebutuhan klien atau perusahaan. Secara garis besar, biasanya tugas desainer grafis meliputi : Brainstorming Mengkomunikasikan ide awal, menerima masukkan dan saran, serta presentasi hasil desain adalah hal yang selalu menjadi bagian dari kehidupan seorang perancang grafis. Maka dari itu, komunikasi sangat berperan penting demi terwujudnya hasil desain atau produk yang memenuhi ekspektasi klien. Logo Merupakan bagian yang menjadi identitas dari sebuah perusahaan atau produk klien. Biasanya seseorang mempekerjakan desainer grafis untuk membuat logo apabila perusahaan atau kantornya baru saja akan luncur atau dengan tujuan untuk rebranding. Keduanya sangat erat dengan pembuatan logo, tipografi, serta palet warna yang ketiganya adalah tugas seorang desainer grafis. Marketing campaign Bagian pemasaran dari sebuah perusahaan atau produk memerlukan seseorang untuk mengubah visualisasi atau idenya menjadi sebuah tampilan visual. Di sinilah peran desainer grafis muncul, yakni untuk mengkomunikasikan ide ini dalam bentuk desain yang dapat dinikmati oleh pengguna. Postingan sosial media Peran sosial media sudah selayaknya menjadi bagian dari sebuah klien atau perusahaan untuk melakukan engagement. Menginginkan tampilan yang menarik bagi khalayak umum, banyak perancang grafis yang dipekerjakan dengan tugas mendesain tampilan sosial media, khususnya beberapa saat ini, dimana sosial media tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat millennial. Produk cetak atau digital Meliputi buku, majalah, koran, tampilan website, desain kemasan, dan signboard; seluruhnya adalah tugas dari desainer grafis. Pengetahuan tentang komposisi, teori desain, dan aplikasi mendesain menjadi syarat menjadi desainer daripada semua produk tersebut, sekaligus menjadi kompetensi dasar dari seorang desainer grafis. Retouching foto Cara menjadi desainer profesional adalah dengan menguasai banyak bidang desain. Desainer grafis juga terkadang diperlukan untuk mengedit foto, baik untuk kepentingan media cetak, atau sekedar memperindah dan menyeragamkan tone warna pada desain yang dibuat. Menguasai seluruh hal di atas adalah cara menjadi desainer grafis yang handal. Dengan berpengetahuan luas dan berkemampuan tinggi, seorang desainer grafis dapat menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik. Tanggung jawab seorang desainer grafis adalah juga dapat mengikuti alur pekerjaannya dengan baik. 📝 Berikut merupakan workflow sekaligus menjadi tanggung jawab desainer grafis : Memiliki sketsa kasar terkait halaman web, brosur, logo, buku, sampul majalah, laporan tahunan, iklan, dan komponen desain grafis lain yang akan dibuat.Bertemu dengan klien untuk mendapatkan pemahaman tentang idenya. Membuat atau Menggabungkan ilustrasi desain berupa gambar sketsa dan desain kasar untuk mencerminkan tema dan arahan desain yang kamu buat.Membuat desain secara manual atau dengan menggunakan bantuan program komputer seperti Creative Suite Adobe, termasuk Photoshop, Illustrator, InDesign, dan banyak lagi. Menguasai desain secara manual dan dengan bantuan software merupakan tips menjadi desain grafis yang unggul walau sebagian besar perusahaan mengharapkan desainer grafis hanya mahir menggunakan program desain.Pilih jenis ukuran dan gaya tulisan untuk memastikan informasi yang tertulis dapat dibaca.Menghasilkan draf untuk ditinjau oleh klien. Klien akan memberikan masukkan atau pendapatnya terhadap hasil desain atau produk yang dibuat.Dengan berpikiran terbuka, desainer grafis tentu perlu membuat revisi berdasarkan saran yang diterima tanpa melupakan unsur-unsur penting tentang estetika desain.Meninjau desain akhir untuk menghindari kesalahan. Setelah yakin terhadap hasilnya, percandang grafis memberikan dan mempresentasikan desainnya pada klien sesuai spesifikasi yang diminta.Melakukan penelusuran tentang gaya desain terkini, perangkat lunak terbaru, dan demand yang dimiliki pasar saat ini. Semua ini dilakukan untuk memastikan seorang perancang grafis selalu update tentang hal-hal terkini agar desain yang dihasilkan selalu dinamis dan mengikuti perkembangan pasar. Skill Desainer Grafis Profesi desain grafis sebenarnya tidak sulit untuk dipelajari. Maka dari itu, banyak desainer grafis yang lahir dari sistem self-study atau otodidak. Mengingat tingginya permintaan pasar, perlu diingat bahwa banyak orang yang juga berusaha untuk menjadi desainer grafis di zaman ini. Karena itulah pastikan dirimu menonjol diantara kompetitor yang lainnya! Cara menjadi desainer grafis yang diminati banyak klien adalah dengan memiliki keahlian sebagai berikut. ➡️ Komunikasi Desainer grafis mengkomunikasikan idenya lewat tulisan dan gambar atau ilustrasi. Hal lain yang berkaitan dengan komunikasi bagi seorang desainer grafis adalah kemampuan untuk menyampaikan idenya kepada perusahaan atau klien. Seorang desainer grafis juga harus mampu berkomunikasi dengan klien lewat telepon serta email tertulis. Pandai berkomunikasi artinya juga dapat mendengarkan dengan baik kebutuhan dan permintaan dari klien. ➡️Kreatifitas Tinggi Pikiran yang kreatif adalah kunci seorang perancang grafis untuk dapat menuangkan idenya dalam bentuk desain. Kreatifitas ini juga perlu disertai kemampuan berpikir kritis dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah secara kreatif. ➡️Menguasai Teknologi Di zaman ini, teknologi berkembang sangat cepat, sehingga mau tidak mau, seorang desainer harus bergerak cepat untuk mengikuti perkembangan software desain. Aplikasi seperti InDesign, Adobe Illustrator, Adobe Photoshop, dan Quark menjadi software yang paling umum digunakan. Pengetahuan terhadap web design, meliputi bahasa pemrograman dan platform untuk mendesain situs web juga akan membawamu menjadi seorang desainer yang cakap dalam banyak bidang. 📚 Baca juga: 12 Bahasa Pemrograman Paling Relevan 2022 [Jenis, Contoh, Dll.] ➡️Manajemen waktu Tidak aneh kalau seorang desainer grafis memiliki banyak projek dalam satu waktu. Karena itulah desainer grafis harus memiliki kemampuan manajemen waktu yang kuat. Kemampuan untuk multitasking serta tetap memenuhi tenggat waktu yang diberikan klien adalah kuncinya. ➡️Tipografi Desainer grafis perlu tahu bagaimana mengembangkan desainnya lewat tulisan. Biasanya seorang desainer grafis memiliki font andalan mereka masing-masing, serta memiliki pengetahuan luas tentang leading, kerning, dan tracking.Setelah memahami apa itu desainer grafis dan tugasnya, jangan lupa pelajari juga contoh CV Desainer Grafis yang bisa kamu jadikan referensi agar peluangmu diterima semakin besar. Cara Menjadi Desainer Grafis 1. Latar belakang pendidikan Kebanyakan desainer grafis memiliki gelar S1 di bidang desain grafis atau bidang yang sejenis. Menempuh pendidikan resmi sebagai desainer tidak saja memberikan landasan skill yang kuat, tetapi juga membantumu membangun portofolio pribadi. 💡 Catatan Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pendidikan untuk menjadi desainer grafis tidak dibatasi hanya lewat pendidikan resmi saja. Saat ini banyak informasi yang dapat kamu akses untuk belajar menjadi perancang grafis secara otodidak. 📚Baca juga: 10 Prospek Kerja Desain Komunikasi Visual (DKV) yang Menjanjikan! [+Gaji, Info Kuliah, dll.] 2. Mencari pengalaman Selama kamu sudah memenuhi skill dasar untuk menjadi seorang desainer grafis, mulailah untuk mencari pengalaman mendesain secara mandiri.✍️ Cara mencari pengalaman sebagai desainer grafis: Mendaftar sebagai pekerja paruh waktu atau magang dapat melatih dirimu untuk bekerja sebagai desainer di dunia kerja yang nyataMenjadi desainer freelance juga membantumu untuk terbiasa membuat projek dan mengatur waktu secara mandiriMembuat projek pribadi menjadikanmu seorang yang handal dalam berpikir kreatifMengajukan diri sebagai relawan di sebuah organisasi tentunya akan memberikanmu bonus dalam hal networking dan membangun personal branding.Menerima sertifikasi terhadap aplikasi yang umum digunakan di dunia desain grafis seperti Adobe. 📚 Baca juga: 12 Situs Freelance Terbaik untuk Cuan di 2022! 3. Membuat portofolio Membangun portofolio desainer grafis akan sangat berguna saat terjun ke dunia pekerjaan sebagai perancang grafis profesional. Portofolio menjadi bukti nyata hasil pekerjaanmu dan perkembanganmu, yang mana juga seringkali menjadi penentu apakah seorang klien tertarik untuk mempekerjakan desainer tersebut. 4. Mendaftar pekerjaan dengan CV yang menarik Syarat menjadi desainer grafis yang sukses adalah memiliki kombinasi yang baik antara hard skill dan soft skill. Keduanya dapat dilatih setiap kali kamu mendesain (on-the-job training). Kemampuan dan pengalaman ini perlu kamu tuliskan secara singkat dan padat dalam CV desainer grafis kamu! Contoh CV Desainer Grafis Menarik - Dibuat di CakeResume Coba CakeResumesekarang! CV builder yang menyediakan banyak desain menarik serta profesional dan digunakan oleh banyak desainer lainnya, 100% gratis!Buat CV --- Ditulis Oleh Amelia Bernike Gunasendjaja ---
Personal Development
Nov 24th 2022

Apa itu Self Management: 7 Contoh Skill dan Cara Meningkatkannya!

Self management atau manajemen diri sendiri adalah salah satu skill yang sangat penting dan dibutuhkan dalam dunia kerja, apa pun profesi kamu. Tidak hanya dalam dunia kerja, self management skill juga berguna dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kamu ingin melamar pekerjaan, perusahaan akan melihat apakah kamu memiliki aspek dalam self management atau tidak. Karena dengan adanya self management skill, dapat membantu seseorang menyelesaikan masalah serta mengatur kehidupannya. Tidak hanya saat melamar pekerjaan, tapi saat kamu sudah berada pada jabatan tertentu, self management skill masih sangat diperlukan. Contohnya jika kamu seorang pemimpin di sebuah organisasi atau perusahaan. Jadi, jika kamu memiliki aspek self management dalam kehidupanmu, perusahaan akan percaya kamu mampu mengatur diri sendiri dan juga urusan pekerjaan nantinya. Dalam artikel ini, Cake akan membahas pengertian self management, serta self management meliputi apa saja, dan juga langkah-langkah dari self management.Daftar isi:Pengertian Self Management Aspek-Aspek Self Management Tips Meningkatkan Self Management Cara Meningkatkan Self Management Apa itu Self Management?Sebelum memahami lebih lanjut tentang cara manajemen diri, mari lihat pengertian self management supaya kamu punya gambaran tentang self management. Arti Self Management Self management adalah kemampuan untuk mengatur produktivitas di tempat kerja tanpa adanya orang lain yang memantau. Pengertian self management juga bisa diartikan sebagai kemampuan untuk membuat skala prioritas, sehingga kamu dapat memutuskan apa yang harus dilakukan, memiliki tanggung jawab dan menuntaskan pekerjaan yang kamu miliki. Jadi dengan kata lain, kamu menjadi boss atas dirimu sendiri, karena kamu yang seharusnya mengatur diri sendiri. Lalu, self management meliputi apa saja? Self management bisa dalam bentuk fisik, mental, sosial, dan juga spiritual. Mengapa Perlu Self Management? Self management skill sangat penting, karena cara manajemen diri yang baik akan membawa kamu lebih mengenal dirimu dan siap menanggung resiko atas keputusanmu sendiri. Kamu harus mengetahui apa yang perlu dilakukan dan apa yang tidak perlu dilakukan. Dengan memiliki manajemen diri sendiri, kamu tidak akan menyalahkan faktor eksternal jika hal yang terjadi saat terjadi kegagalan. Kamu bisa mengevaluasi diri sendiri dan menemukan solusi agar kegagalan tidak terulang lagi. Beberapa alasan mengapa perlu self management dalam kehidupan kamu: Mampu diandalkan: ketika kamu mengetahui cara manajemen diri yang baik, kamu dapat menunjukkan pada atasan di tempat kerja bahwa kamu orang yang mampu diandalkan. Kamu juga bisa menunjukkan kemampuanmu dengan menyelesaikan pekerjaan yang kompleks tanpa diawasi atasan.Mengerti skala prioritas: self management skill juga memampukan kamu melakukan beberapa pekerjaan berbeda tanpa merasa kelelahan dan stress. Karena kamu sudah tahu mana prioritas kamu.Manajemen waktu: seperti pengertian self management diatas, kamu mampu mengatur produktivitas bekerja yang memampukan kamu menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu dengan efisien.Kemajuan: self management skill juga membantu kamu memiliki kemajuan yang signifikan dalam karir kamu. Ini tidak menutup kemungkinan kamu akan dipromosikan untuk jabatan yang lebih tinggi. Contoh Self Management SkillsAda beberapa contoh self management yang harus kamu perhatikan. Beberapa diantaranya seperti berikut: 1. Manajemen Waktu dan Tentukan Prioritas Manajemen waktu adalah ketika kamu dapat mengontrol bagaimana menggunakan waktu yang baik. Hal ini juga berarti kamu mengetahui prioritas kamu dan mengerjakan hal yang penting terlebih dahulu. Seorang pemimpin yang baik mampu mengatur waktu secara efektif tanpa memerlukan bantuan dari luar. Dengan demikian, kamu akan memiliki waktu yang cukup untuk berada pada pekerjaan kamu, sambil mengajak orang untuk melakukan hal yang sama. 2. Selaraskan Tujuan Menentukan tujuan berarti kamu tahu pekerjaan prioritas yang memegang peranan terpenting dalam pekerjaan kamu. Self management skill satu ini juga berarti kamu mampu melihat apa yang terbaik untuk tim kamu dan perusahaan. Contoh self management satu ini sangat diperlukan bagi seorang pemimpin, baik dalam sebuah tim maupun skala perusahaan. Tujuan ini juga meliputi tiga hal utama: Goal setting: gunakan framework SMART untuk menentukan tujuan kamu secara terinci, yaitu specific, measurable, achievable, realistic, dan time-bound.Goal communication: bukan hanya menyelaraskan tujuan dalam tim kamu, tetapi menghubungkan tujuan tim dengan tujuan perusahaan. Dengan demikian, tim kamu akan mampu bekerja sesuai tujuan yang ditentukan.Goal tracking: selain menentukan dan mengkomunikasikan tujuan, penting juga untuk melacak tujuan tersebut untuk melihat sejauh mana progres pekerjaan yang telah dikerjakan. 3. Motivasi Diri Self-motivation merupakan kemampuan untuk memotivasi diri sendiri untuk dapat menyelesaikan tugas harian. Memang membutuhkan tanggung jawab yang tinggi atas diri sendiri. Tetapi melatih diri dengan langkah-langkah dari self management mampu membuat kamu bisa memprioritaskan apa yang terbaik untuk kamu. Contoh manajemen diri ini akan menuntut kamu untuk menikmati pekerjaan kamu agar kamu tetap termotivasi dalam melakukan segala hal. Lebih dari itu, ketika kamu benar-benar menyukai pekerjaan kamu, kamu juga bisa menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. 4. Kemampuan Beradaptasi Mudah beradaptasi berarti kamu memiliki kepercayaan diri yang baik dan kemampuan untuk menyesuaikan dengan keadaan yang berubah-ubah. Hal ini sangat penting untuk pemimpin yang bekerja di lingkungan pekerjaan dengan proyek yang berbeda setiap saat. Contohnya, ketika ada proyek baru yang dengan skala prioritas lebih utama dari apa yang kamu kerjakan saat ini. Daripada kamu stres, kamu akan mampu beradaptasi dan mengerjakan hal yang lebih penting terlebih dahulu. Memang beradaptasi bisa jadi tidak nyaman, tetapi kemampuan ini akan membuat kamu menjadi pemimpin yang baik. Hal ini juga bisa menguatkan tim kamu. 5. Mengambil Keputusan Self management skill satu ini membuat kamu mampu mengambil keputusan dengan yakin, dan mengurangi ketidakpastian dalam tim. Memang mengambil keputusan tidak mudah, kamu bisa mulai dengan berpikir kritis dan menganalisis masalah yang kamu alami. Kemudian kamu bisa membuat kesimpulan dan mengambil keputusan yang terbaik. 6. Manajemen Stres Ketika kamu sudah mengetahui prioritas pekerjaan kamu, kamu tidak akan merasa kelelahan atas semua pekerjaan kamu. Sebanyak apapun pekerjaan yang kamu miliki, dengan self management skill yang baik, tidak akan membuat kamu stres. Karena kamu sudah mengetahui hal apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu, dan hal apa yang masih bisa dikerjakan setelahnya. Dengan mengelola stres, kamu tidak akan membiarkan perasaan personal kamu mempengaruhi pekerjaan kamu. 7. Pengembangan Diri Contoh manajemen diri satu ini berarti pengembangan diri dalam soft skill dan juga hard skill. Kamu perlu belajar lebih dalam dengan menghadiri seminar, atau mengambil kursus tertentu untuk meningkatkan management skills. Personal development tidak hanya bermanfaat bagi manajemen diri sendiri, tapi juga untuk perusahaan karena kamu sebagai pemimpin yang baik akan membawa tim kamu menuju kesuksesan. 📚 Baca juga:Apa itu Work Life Balance dan Pentingnya di Era Digital!Cara Meningkatkan Self ManagementTingkatkan manajemen diri kamu dengan fokus pada apa yang kamu kerjakan saat ini. Bagaimana cara meningkatkan self management secara tepat? Berikut merupakan beberapa cara untuk meningkatkan self management: 1. Kenali diri kamu sendiri Kamu harus mengetahui siapa kamu, apa yang kamu sukai, dan bidang yang paling kamu kuasai. Dengan begini, kamu bisa melakukan pekerjaan yang sesuai dengan keahlianmu. Misalnya, kamu pandai dalam memberikan solusi dan membantu menyelesaikan masalah, tetapi kamu kurang pandai dalam merencanakan sesuatu dari nol. Jadi kamu bisa saja membantu seseorang dalam merencanakan sesuatu dan menganalisa pemecahan masalah. 2. Fokus terhadap hal yang bisa kamu kontrol Tidak semua hal dapat kita pantau dan kontrol terus menerus. Ada kalanya suatu rencana tidak berjalan sesuai keinginan. Cara meningkatkan manajemen diri ialah dengan fokus terhadap hal yang ada di bawah kendali kamu. Misalnya memberikan respon terhadap masalah yang berada di tim kamu, dan tidak mencampurinya dengan masalah tim lain. 3. Hindari multitasking Multitasking memang memberikan kamu kesan sangat pandai dan jago dalam berbagai hal. Tetapi cara kerja manusia tidak seperti itu, kok. Kamu hanya perlu fokus pada satu hal, lalu mengerjakan hal lain setelah menyelesaikan hal pertama. Karena saat kamu multitasking, pikiranmu akan membutuhkan waktu untuk fokus kembali, sehingga kamu tidak bekerja secara efisien. 4. Jaga kesehatan pribadi Luangkan waktu untuk diri kamu sendiri. Karena kamu tidak akan bisa melakukan yang terbaik jika keadaan kamu sedang tidak stabil. Pekerjaan kamu akan selesai dengan efektif ketika pola makan teratur, kesehatan tubuh baik, dan memiliki pola tidur yang teratur minimal 7 jam. 5. Tentukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang Ketika kamu menentukan gol yang ingin kamu capai, kamu akan memikirkan langkah-langkah yang harus kamu lakukan untuk mencapai gol tersebut. Gol tersebut akan membuat diri kamu merasa tertantang dengan aktivitas baru. Dengan adanya gol, akan memampukan kamu memiliki manajemen diri sendiri yang lebih baik lagi.📚 Baca juga:Mau Sukses di Usia Muda? Tiru 10 Kebiasaan Ini! Kesimpulan Setelah kamu mengetahui penjelasan apa itu self management, alasan mengapa perlu self management, dan juga cara meningkatkan self management, apakah kamu yakin bisa menerapkan self management dalam kehidupan pekerjaan kamu? Jadi ada beberapa contoh self management dalam dunia kerja yang dapat kamu terapkan: Datang rapat tepat waktu dan melakukan persiapanMerencanakan hal yang ingin dilakukan besok saat pulang kerjaMembuat agenda jadwalMenyusun rencana dan tujuan proyekMenyelesaikan proyek lebih awal Ketika kamu sudah menerapkan aspek self management dalam dunia kerja, kamu dapat mengevaluasi diri untuk menentukan apakah kamu sudah memiliki manajemen diri sendiri yang baik atau belum. Tingkatkan terus self management skill kamu dan tunjukkan pada anggota tim kamu, bahwa kamu bekerja produktif dan mencapai tujuan perusahaan dengan efektif. Ingin melamar pekerjaan sesuai kemampuan kamu? Yuk bikin CV yang menarik dengan Cake. Cake menyediakan 50+ template CV yang bisa kamu download secara gratis!🎉Buat CV--- Ditulis Oleh Rachel Vanadya ---
Industry & Job Overview
Aug 16th 2022

Apa itu Air Traffic Controller (ATC)? Kenali Tugas, Gaji, Skill, Dll.

Daftar isi:Mengenal PekerjaanAir Traffic Controller Tugas dan Tanggung Jawab ATC Skill Pemandu Lalu Lintas Udara Cara Menjadi Air Traffic Controller (ATC) Apakah kamu tertarik untuk berkarir di Perusahaan Penerbangan BUMN? Jika ya, maka profesi ATC bisa menjadi salah satu pilihanmu! ATC adalah singkatan dari Air Traffic Controller, atau yang sering disebut sebagai pemandu lalu lintas udara. Singkatnya, orang-orang yang bekerja di profesi ini akan sering berkomunikasi dengan pilot untuk menjaga keselamatan dan keamanan lalu lintas udara. Sebelum berkarir sebagai ATC, tentunya kamu harus terlebih dulu tahu mengenai tugas dan tanggung jawab, lokasi bekerja, skill, dan pendidikan yang harus dipersiapkan, serta gaji yang diberikan. Nah, di artikel kali ini, Cake akan menjabarkan semua poin di atas, termasuk syarat apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi ATC (Air Traffic Controller). Yuk, mari kita simak!Apa itu Air Traffic Controller? Pengertian Air Traffic Controller (ATC) Air Traffic Controller (ATC) adalah pemandu lalu lintas udara yang bertugas untuk membantu pesawat sebelum lepas landas, mencari rute penerbangan, dan mengarahkan pesawat saat hendak mendarat di sebuah negara. Pesawat yang diarahkan oleh ATC sangatlah beragam, mulai dari pesawat komersil hingga helikopter dan sejenisnya. Selain memberikan jalur perjalanan terbaik, seorang ATC juga membantu untuk menjaga lalu lintas udara agar terhindar dari kecelakaan, maka informasi yang diberikan sangatlah penting dan krusial. Selain bekerja melalui sinyal radio dan satelit untuk berkomunikasi, ATC juga bertugas untuk mengawasi navigasi pesawat melalui radarnya. Lokasi bekerja ATC adalah di ruang kontrol radar yang terletak di menara bandara. Karena jauh dari pesawat, pekerjaan Air Traffic Controller sangatlah melibatkan teknologi. Pekerjaan ini dilakukan dengan sistem shift karena ATC perlu ada 24 jam setiap harinya untuk membantu penerbangan setiap saat. Berdasarkan data yang ada, rata-rata jam kerja ATC adalah sekitar 32-40 jam per minggunya. Setiap harinya, ATC bekerja selama 2 jam dan diselingi waktu istirahat selama 1 jam. Hal ini penting untuk menghindari terjadinya human error selama bekerja. Kisaran Gaji Air Traffic Controller Tentunya gaji seorang pemandu lalu lintas udara berimbang dengan tugas dan tanggung jawab yang ada. Di Indonesia, rata-rata gaji Air Traffic Controller untuk fresh graduate berkisar dari 15 hingga 20 juta per bulannya. Semakin banyak pengalaman dan waktu bekerja, semakin besar pula gaji yang diberikan.📚 Baca juga:15 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia!Tugasdan Tanggung JawabAir Traffic Controller Inilah beberapa tugas dan tanggung jawab Air Traffic Controller: Mengatur lalu lintas udara, termasuk pergerakan pesawat dan lalu lintas di udaraMemberikan informasi penting terkait penerbangan kepada pilotMengawasi jalur penerbangan di udaraMemberi izin untuk lepas landas, mendarat, dan lainnyaBerkomunikasi dengan pilot dan memberikan solusi dalam keadaan darurat atau keadaan yang tidak terprediksi Adapun tipe pekerjaan ATC adalah sebagai berikut: Tower Controller Seorang Tower Controller bertugas untuk memeriksa jadwal penerbangan, memberi arahan kepada pilot pesawat udara untuk takeoff dan landing, serta mengarahkan pergerakan pesawat selama perjalanan dan di lingkungan bandara. Flight Data/Clearance Controller Posisi Flight Data/Clearance Controller hanya melibatkan pesawat yang hendak berangkat sehingga bertugas untuk membatasi lalu lintas pesawat menjadi hanya setengah dari keseluruhan lalu lintas sektor tersebut. Ground Control Seperti namanya, posisi Ground Control bertugas untuk memantau kondisi yang ada di lapangan bandara, mencakup runaway yang tidak aktif, area holding, persimpangan transisi ketika pesawat tiba, dan lainnya. Local Local atau yang kerap dikenal sebagai menara kontrol berperan aktif dalam mengeluarkan instruksi untuk take off dan landing demi memastikan keamanan dan ketertiban pesawat udara. Local juga bertugas untuk mengeluarkan otorisasi bagi pesawat untuk pergerakan saat melintasi landasan pacu, dan bertugas untuk mencegah kecelakaan melalui radar dan kontrol visual. Approach Controller Approach Controller bertugas untuk mengeluarkan instruksi/mengarahkan pesawat untuk bisa mendarat secara tertib dan aman. Dikarenakan jadwal penerbangan yang padat, maka seorang Approach Controller harus mengatur dan mengarahkan setiap kedatangan pesawat secara efisien dan tepat.📚 Baca juga:Mau Kerja di Luar Negeri? 6 Cara yang Perlu Kamu Ketahui! Skill yang Dibutuhkan Air Traffic Controller Setelah membahas tentang tugas dan tanggung jawab Air Traffic Controller, sekarang Cake akan membahas mengenai skill apa saja yang kamu butuhkan untuk bekerja sebagai Air Traffic Controller. 1. Komunikasi Komunikasi adalah salah satu skill yang penting dalam bekerja. Sebagai seorang Air Traffic Controller, kamu harus bisa berkomunikasi dengan detail dan ringkas dalam menyampaikan informasi yang dibutuhkan pilot selama penerbangan agar perjalanan berlangsung lancar dan aman. 💡 Catatan:Kamu pun diwajibkan untuk memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik, karena sebagai ATC, kamu pasti akan sering terhubung dan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan pilot internasional. 2. Spatial Awareness Salah satu tugas Air Traffic Controller adalah menjaga lalu lintas udara dan mencegah terjadinya tabrakan / kecelakaan antar pesawat. Hal ini mewajibkan kamu memiliki spatial awareness untuk mengerti posisi pesawat di udara dan dapat memberikan posisi yang tepat dalam perubahan darurat. 💡 Pro Tip:Salah satu tips untuk meningkatkan kemampuan spatial awareness adalah dengan kegiatan fotografi atau bermain puzzle. 3. Problem Solving and Decision Making Dengan berbagai tantangan dan situasi yang sering berubah, seorang Air Traffic Controller juga harus memiliki skill problem solving visual dan decision making yang tepat. Walaupun telah menjalankan prosedur sesuai aturan, tapi ada kalanya terjadi situasi darurat yang membutuhkan keputusan secara tanggap dan cepat. 4. Teamwork Selain komunikasi, kemampuan untuk bekerja dalam tim juga sangatlah penting untuk profesi pemandu lalu lintas udara. Berprofesi sebagai seorang ATC bandara memerlukan komunikasi yang sering antar tim, seperti dengan: Otoritas bandaraMaskapai penerbanganUnit kontrol lalu lintas udaraPilot pesawat udara Semua departemen ini biasanya bekerja sama sebagai tim untuk memastikan take off dan landing dengan aman. Selain membantu untuk bekerja secara efektif, kemampuan kerja sama tim yang baik akan berperan penting dalam meminimalisir konflik. 5. Multitasking Ada saatnya ketika seorang Air Traffic Controller mengerjakan berbagai tugas dalam satu waktu yang sama, maka kemampuan multitasking sangatlah dibutuhkan dalam profesi ini. Berkoordinasi dengan pilot, melacak kondisi cuaca di berbagai wilayah, memantau beberapa pergerakan pesawat di darat dan udara, serta mempersiapkan lalu lintas take off dan landing merupakan beberapa contoh tugas ATC yang harus dilakukan secara bersamaan dalam satu waktu.📚 Baca juga:Contoh CV Pramugari Lengkap Bahasa Inggris [+Tips Menarik]Cara Menjadi ATC (Air Traffic Controller) Berikut adalah beberapa cara untuk bisa berkarir sebagai ATC (Air Traffic Controller): 1. Mendapatkan Kualifikasi dari Pendidikan Tinggi Penerbangan Indonesia ATKP (Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan) adalah pendidikan tinggi yang dibawahi oleh Kementerian Perhubungan Indonesia, dan bertugas untuk melaksanakan pendidikan profesional program Diploma dalam bidang keahlian teknik dan keselamatan penerbangan. Di Indonesia sendiri, ada beberapa lokasi pendidikan tinggi ATKP (Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan), misalnya seperti: STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia) Curug di TangerangATKP (Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan) SurabayaATKP (Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan) MakassarATKP (Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan) Medan Selain beberapa ATKP yang disebutkan di atas, ada juga pendidikan tinggi penerbangan swasta, yaitu Indonesia Aviation School. Pendidikan tinggi ini berada di bawah naungan Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan RI. Berapa lama waktu sekolah yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Air Traffic Controller? Sebenarnya jangka waktu untuk lulus dari sekolah perguruan tinggi ini sangatlah beragam untuk setiap individu, ada yang hanya memakan waktu satu tahun, ada juga yang mencapai tiga tahun. Perlu dicatat bahwa untuk menjadi ATC, kamu pun wajib fasih berbahasa Inggris, karena ATC akan sering berkomunikasi dengan pilot dalam negeri dan internasional. 2. Persiapkanlah CV yang Benar dan Menarik Tentunya salah satu syarat untuk melamar pekerjaan ATC (Air Traffic Controller) adalah dengan mempersiapkan CV yang benar dan menarik. Inilah contoh CV pemandu lalu lintas udara dalam bahasa Indonesia.Contoh CV Air Traffic Controller - Dibuat di CakeSudah buat CV ATC kamu, belum? Yuk, buat di Cake, 100% gratis dan ada 50+ template untuk kamu!🎉Buat CVSekarang kamu sudah lebih paham tentang profesi ATC, bukan? Berkarir sebagai pemandu lalu lintas udara tentunya sangat menantang dan tergolong dalam pekerjaan dengan tingkat stres yang tinggi. Selain harus teliti dalam mengerjakan pekerjaan, seorang ATC juga wajib untuk mengikuti beragam ujian semester (6 bulan) dan ujian tahunan. Hal ini penting untuk menjaga performa ATC dalam bertugas. Jika semua persiapan sudah lengkap, ingatlah juga untuk membuat CV yang ATS friendly! Kamu bisa coba kunjungi situs web Cake untuk membuat CV secara mudah dan tepat. Mulailah sekarang dan raih impianmu untuk berkarir sebagai seorang ATC!--- Ditulis oleh Lydia Gavrila ---
Resume & CV
Feb 23rd 2021

HR Assistant Resume Examples (Templates, Skills & Tips)

Created by CakeYou'll learn about:How to write an HR assistant resume?What to put on a resume for human resources assistant?Tips for writing a professional HR assistant resume.How to write an HR assistant cover letter?HR assistant Resume Sample (Text Format)The Human Resources (HR) assistant plays an integral part in the HR department as “a behind-the-scenes collaborator”. They take responsibility for a variety of administrative duties, including both external and internal HR-related tasks, such as organizing meetings, maintaining employee records, training new employees, and etc. If you are aiming for the role, let’s start with building a professional HR assistant resume, the first and foremost step.How to write an HR assistant resume?To begin with, candidates should have a clear understanding of what makes up a good resume and follow the guidance as well as useful tips to present an impressive human resources assistant resume.Step 1: Understand the differences between an HR assistant CV and an HR assistant resume.Quite many people are likely to mistake a CV for a resume, as they are both job application documents. However, there are several remarkable distinctions between these two phrases.CVResumeLengthCan be extended over two pages, depending on the number of experiences or achievements.Should be within two pages and tailored related to the position that you target.ContentProvides detailed information about the candidate's academic and career training.Provides detailed information about the candidate's academic and career training.PurposeIsmainly required for such specialized fields as nursing medical, science, etc.Ispreferably required for the job application.DesignUtilizes plain and simple design.Choice of the layout varies based on specific industries' demand.Step 2: Choose the right HR assistant resume format.Be aware of the choice of format and layout used in an HR assistant resume even though they all serve the purpose of highlighting HR assistant skills on your resume. In particular, there are four types of HR assistant resume format that are best used for a specific career, namely: Chronological, Functional, Combination, and Targeted. Thus, it is necessary for the candidates to get it clearly and select the proper layout. Step 3: Look up HR assistant resume templates examples online as references.Since each HR staff wears the hat of a specific core function involved in HR activities, job applicants need to fully understand an HR assistant's responsibilities, and write a great resume. The Internet can be considered to be the most useful source of learning more about this field as well as HR Assistant resume examples. By consulting a great HR Assistant resume sample from someone, you might learn how to avoid making common mistakes and take necessary advice for your resume.Step 4: Tailor your resume for the HR assistant position.There is no doubt a human resource assistant position requires a high level of communication skills, multitasking, and flexibility. Thus, you should illustrate and highlight these traits in your HR Assistant resume in a well-structured and professional way.Step 5: Craft an HR assistant cover letter.Apart from writing a great HR assistant CV / HR assistant resume, a human resources assistant cover letter is just as essential for proving your value to hiring managers. The cover letter should consist of a concise introduction about the applicant, illustrate why he would be the best fit for the role, and be entailed with sincerity.💡 Tips: If you would like to compose an HR assistant cover letter with no experience, look up more HR assistant cover letter samples on the internet and write down some tips, or you might find this tutorial useful.Step 6: Proofread your human resource assistant resume.Last, but not least, be sure to check your resume carefully before sending it out to hiring managers. Minor typos and grammar mistakes can lead to negative judgement and qualification. Thus, whether you are writing an HR administrative assistant resume or HR assistant manager resume, make sure that it is flawless and well-structured.Cake provides the right HR assistant resume templates formats for HR assistants to showcase their skills and experiences. Sign up to create the best sales resumeNow!Create ResumeWhat to put on a resume for human resources assistant?As mentioned earlier, regardless of the difference between an HR Admin CV and HR Assistant resume, it is not necessary to present all details and experiences in your resume. Keep in mind that you should include information related to the position only.1. Resume profile (Personal Information)Personal information is the candidate's background that needs to be included in an HR Assistant resume. Therefore, make sure you provide up-to-date and sufficient details so that the recruiter can contact and proceed to the further procedures.You should include these:Full nameA professional titleEmailPhone numberAdđressYou should NOT include these:Expected salarySocial Security NumberMarital statusReligionWeight/Height📝 Note: A professional title indicates your professional level, for example, you aim to write an entry-level human resources assistant resume or a resume for fresh graduate HR assistant.2. Resume headline A resume headline or a resume title is put at the first part of a resume. Therefore, it is likely to first grab the hiring executive's attention. Hence, you might need to polish a professional HR assistant resume headline by showing your achievements and experience.Examples Resume Headlines for HR Assistants:Self-motivated professional with 5 years of administrative experience in a media agency.Business administrative graduate with 3 years of experience in the HR department. Performing various organizational and HR-related tasks.Target-oriented with 6+ years in the administrative environment. Looking for an HR assistant position to utilize excellent multitasking and analytical skills.3. HR assistant resume summarySimilar to resume headline, the resume summary allows job applicants to briefly present their qualification to the recruiter, ideally within two sentences. A professional summary for an HR assistant should bring up the most remarkable goals and skills to grab the recruiter's attention.Examples of Resume Summary for HR Assistant:Being passionate and working exceptionally hard to ensure that the company firstly recruits the right people, and secondly trains the new hires properly.An effective and confident communicator who is also a self-starter with the dedication and motivation required to succeed in a busy HR department.4. HR assistant resume objective A good career objective for an HR assistant should clearly illustrate the goals that you intend to reach in the future, both personally and organizationally.Examples of Resume Objective for HR Assistant:Has extensive hands-on HR experience and a clear vision of how to embrace change to improve ways of working and getting results.Eager for better performing in internal and external HR-related tasks.5. HR assistant resume skillsIn this part, you need to present both soft skills and hard skills that are most applicable to the HR assistant position. Excluding irrelevant information and wisely customizing your skill set will make you stand out among other candidates.HR assistant skills to put on a resume:CommunicationTeamworkMulti taskingTime management6. Work experienceWork experience, a key part of a human resources assistant resume, is considered as your “showtime”. Highlight the contributions you have made to previous employers and demonstrate the qualifications you have gained from working there. To prove to the hiring managers that you would be a great addition to the team, you need to know how to state your employment history and organize them professionally and effectively.Some elements to be included in this part of an HR assistant resume:Company nameJob titleWorking time with month and yearJob dutiesQuantified achievementsExamples of “Work Experience” in a human resource assistant resume:Administrative Assistant at IPT Company Hanoi, Mar 2010-Present Professional event planning and travel arrangements, skilled in handling communication tasks and decision-making.Gained “Employee Of The Year” Award in 2012 for an excellent performance.7. EducationFor this section, the employers wish to see the candidate's educational background so that they can measure his/her compatibility for the vacancy. Keep in mind that stuffing this part with all of the academic records will make the resume lengthy and tedious.Example of “Education” in a human resource assistant resume:University Of Sydney, Class of 2008 GPA: 3.5/4.0NSW Certificate for excellent achievement in English StandardMember of the drama club8. Additional information to put on an HR assistant resume In addition to the required information, you might consider adding up some extra materials to further describe yourself and impress the hiring executive, such as your personal accomplishment and outstanding projects, or certifications that you have obtained.Examples:Volunteer for White Ribbon Project in 2010Certificated for HSK level 5 in 2009Winning the local competition of Creative Design in 2005Tips for writing a professional HR assistant resumeTip 1:Customize the resume for the job.As mentioned earlier, a great resume should consist of relevant information that best illustrates your strengths and work experience corresponding to the HR assistant job description. 💡 You can look up HR assistant job description for resume online to avoid confusion with other HR positions, such as HR generalist, manpower specialist, HR advisor, recruitment officer.Tip 2: Use Keywords (from Job Description) in resume.Utilizing keywords from the job description can not only show your understanding of the job requirements but also make your human resources assistant resume professional and impressive.Tip3: Quantify results in your HR assistant resume.Hiring managers wish to see what you have achieved via quantified measurements rather than daily duties. However, unlike Sales Marketing, it is not easy to be present in an HR assistant resume. Instead, here are some valuable metrics you can bring up:How many new hires have you managed during recruitment or training?What is the size of personnel records that you have handled?Tip4: Choose an ATS-friendly resume format.Avoid gaudy and flashy format/layout which does not fit with Human Resources in general. On the contrary, you'd better use a minimal format/layout for your HR assistant resume with a simple design and basic tones.Tip5: Adopt resume action words.Action words (also known as power words) can make your resume stand out in a crowd of potential candidates by highlighting your expertise and communication skills.Tip6: Focus on the qualifications for an HR assistant.Each HR position is in charge of a specific core function. Hence, your human resources assistant resume should highlight the traits and qualifications of an HR assistant, such as administration skills, knowledge of HR and labor law, being detail-oriented, or excellent verbal communication skills.How to write an HR assistant cover letter?In this section, we will guide you through how to create a basic cover letter for an HR assistant with no experience. Accordingly, an application letter for an HR assistant should include:Contact details: Provide your up-to-date phone number, email address, or social media account.Introduction: Make a good impression on the hiring managers by beginning with a polite and formal greeting. And also, make sure to call them with the right name and position.Motivation: Demonstrate your understanding of the company and your expectations.Qualification: List your expertise, employment history and other relevant skills.Closing: Express your respect and gratitude to the recruiter for their time and consideration. For references, you can look up more HR assistant cover letter examples on the internet.HR Assistant Resume SampleKrystal Brown Mobile: (+65) 901-9351 Email: [email protected] LinkedIn: linkedin.com/in/Krystal23 Professional Summary HR Assistant with 3+ years of experience in employee recruitment and support HR Manager in Human Resources related duties. Fluent in 4 languages: English, Chinese, Spanish and Japanese. Work Experience NJK Company HR Assistant April 2017-January 2021Improved managerial performance by 10%Assisted in hiring 10+ senior software engineer positions, and successfully helped recruit 3 people.Expert in employment law legislation and employee training. IVEE Group HR Advisor December 2015-January 2017 Provided professional HR related advice and support.Gained the award "Employee of the Year" in 2016 for excellent performance in the job.Provided professional HR related advice and support.Reduced the company's hiring cost by 20% with an increased retention rate of 15%. Education 2012– 2016, Bachelor's Degree in Human Resource Management University of Melbourne, Australia Skills Bilingual, fluent in 4 languages Certified PHR (HRCI)SEO Marketing Problem-solvingWriting skill and presentationMeeting managementRespectfulness and Enthusiasm --- Originally written by May Luong ---
Career Development
Apr 19th 2024

Hard Skill dan Soft Skill yang Harus Dimiliki Business Analyst

Apa itu business analyst? Business analyst adalah salah satu peran di perusahaan yang dibutuhkan dalam mengembangkan perencanaan bisnis. Oleh karena itu, bisnis analis menjadi salah satu posisi yang sedang banyak dicari oleh perusahaan. Berdasarkan data dari U.S Bureau of Labor Statistics (BLS), prospek karir bisnis analis diperkirakan akan terus meningkat hingga 25% di tahun 2030. Untuk menjalankan tugas business analyst dan memperoleh gaji business analyst yang cukup tinggi, tentu kamu perlu menguasai hard skills dan memiliki soft skills tertentu. Artikel Cake ini akan membantu kamu untuk memahami lebih lanjut terkait dengan berbagai skill yang harus dimiliki business analyst. Daftar isi: Hard Skill Business Analyst Soft Skill Business Analyst Hard Skill Dari Business Analyst1. Bahasa Pemrograman Bisnis analis adalah pekerjaan yang memiliki hubungan erat dengan analisis data. Diperlukan pemahaman yang kuat akan bahasa pemrograman untuk membantu dalam analisis data sehingga dapat menyelesaikan berbagai masalah. Pengetahuan yang kuat akan R dan Python akan membantu kamu dalam menyelesaikan masalah kompleks dengan cara menulis kode yang efisien. Selain itu, pemahaman yang baik mengenai software statistik seperti SAS dan SPSS juga akan membantu dalam menganalisis data yang sangat besar. 2. SQL dan Database Pengetahuan akan SQL dan Database merupakan hard skill yang harus dimiliki business analyst. Pemahaman yang baik akan database seperti Microsoft SQL Server, database MySQL, Oracle DB, serta database NoSQL akan berguna dan membantu dalam penyimpanan dan pemrosesan data berat. Selebihnya, SQL akan membantu bisnis analis dalam mengakses, mengambil, memanipulasi, menganalisis data, dan menyajikannya secara visual kepada stakeholder. 3. Paham Tujuan Bisnis Sebelum menjalankan tugas business analyst, kamu perlu memahami terlebih dahulu apa tujuan dari bisnis tersebut. Misalnya, apakah tujuan tersebut meningkatkan produksi, penjualan, atau menaikkan pendapatan? Pahami dahulu tujuan bisnis agar kamu dapat mengenali masalah yang ada dan menentukan solusi yang tepat. 4. Microsoft Excel Menguasai penggunaan Microsoft Excel sudah menjadi keterampilan dasar yang perlu dimiliki. Microsoft Excel adalah alat analisis data, membuat laporan, dan menghitung anggaran. Microsoft Excel biasanya digunakan untuk membuat model pertumbuhan angka pendapatan untuk produk baru berdasarkan perkiraan pelanggan terkini, merencanakan kalender editorial, membuat daftar pengeluaran, dan membuat grafik. Biasanya, bisnis analis juga menggunakan Microsoft Excel untuk menghitung diskon pelanggan berdasarkan volume pembelian bulanan berdasarkan produk. 5. Penggunaan Tools Business Intelligence Menguasai penggunaan tools Business Intelligence sangat dibutuhkan untuk membuat dashboard maupun laporan terkait dengan data. Laporan yang dibuat akan membantu perusahaan dalam membuat keputusan bisnis yang tepat. Alat-alat Business Intelligence yang perlu kamu pelajari meliputi Tableau, Power BI, SAP BusinessObjects, atau IBM Cognos. Berbagai tools ini memungkinkan kamu untuk membuat dashboard, laporan, dan visualisasi interaktif untuk memberikan wawasan kepada stakeholder.📚Baca Juga:Ingin tahu perbedaan Tableau Vs. Power BI? Cari tahu di artikel ini! 6. Pemakaian Software Analisis Statistik Ketika mengumpulkan dan menggabungkan data, pasti kamu akan menemukan data statistik. Agar proses analisis statistik lebih cepat dan menghasilkan hasil yang akurat, bisnis analis dapat memanfaatkan software analisis statistik. Software analisis statistik yang bisa kamu coba yaitu Software SPSS, Microsoft Excel, R, Matlab, dan perangkat lunak lainnya. Dengan perangkat lunak ini, kamu dapat dengan lebih mudah untuk membuat visualisasi data dan menentukan trend sehingga dapat membuat keputusan yang tepat. 7. Menganalisa Data Business analyst adalah orang yang bertugas untuk menganalisis data bisnis perusahaan yang tentunya berjumlah sangat banyak. Agar dapat menganalisa data dengan efektif dan efisien, kamu memerlukan bantuan dari tools analisis data. Tools yang bisa kamu gunakan meliputi Tableau, Excel, BI Tools, dan lain-lain. Alat-alat ini akan membantu kamu dalam memvisualisasikan, mengumpulkan, memproses, dan menganalisis data terstruktur dan tidak terstruktur baik dari sistem internal maupun eksternal. Selain itu, seperti yang sudah disebutkan di atas, pemahaman akan bahasa pemrograman seperti SQL, R, Python juga akan bermanfaat. 8. Pemahaman Sistem CRM dan ERP Selanjutnya, pemahaman akan sistem Customer Relationship Management (CRM) dan Enterprise Resource Planning (ERP) juga merupakan kunci dari skill yang harus dimiliki business analyst. Kedua sistem ini akan membantu bisnis analis untuk mengumpulkan syarat, melakukan evaluasi, dan mendukung implementasi proyek. Enterprise Resource Planning (ERP) adalah teknologi yang digunakan untuk mengintegrasikan bagian penting dari bisnis perusahaan. Contoh ERP yaitu SAP dan Oracle. Sedangkan, Customer Relationship Management (CRM) merupakan teknologi untuk mengelola seluruh hubungan dan interaksi perusahaan dengan klien dan calon klien. Contoh CRM yaitu Salesforce. 9. Metode Agile Metode Agile adalah sebuah metodologi dalam pengembangan software, yang juga sangat bermanfaat dalam analisis bisnis dan proses mengatur proyek. Metode Agile ini sangat mudah untuk beradaptasi ketika terjadi perubahan dalam proyek. Contoh dari metodologi Agile yaitu Scrum dan Kanban. Selain itu, juga ada alat manajemen proyek Agile seperti JIRA dan Trello. Dengan tools-tools ini, tugas business analyst dapat berlangsung dengan baik karena adanya kolaborasi yang efektif dan perencanaan yang terfasilitasi. 10. Presentasi dan Dokumentasi Setelah analisis data selesai, seorang bisnis analis akan mempresentasikan hasil analisisnya. Sebelum presentasi kepada stakeholder dilakukan, kamu perlu membuat dokumentasi yang singkat dan jelas. Dengan bantuan dokumentasi yang terorganisir, kamu akan lebih mudah mempresentasikan konsep teknis kepada orang non-teknis.Ingin cari kerja jadi business analyst? Yuk, cari kerja impianmu di Cake!🎉Cari Kerja Soft Skill Dari Business Analyst1. Skill Bernegosiasi Soft skill business analyst yang pertama yaitu kemampuan bernegosiasi yang baik. Keterampilan ini dibutuhkan untuk menjalankan salah satu tugas bisnis analis yaitu mencapai kesepakatan atas keputusan penting dari para stakeholder. Aktivitas negosiasi pasti terjadi di setiap tahap berjalannya proyek. Misalnya, perlunya penentuan visi dan misi di tahap awal sebuah proyek. Di sini, peran bisnis analis adalah bernegosiasi untuk mengetahui apa saja yang menjadi syarat dan prioritas. Seiring berjalannya proyek, keterampilan negosiasi juga berperan penting dalam membuat keputusan teknis serta menentukan desain fungsional yang memenuhi persyaratan.📚Baca Juga:Baca dan Cari Tahu 8 Strategi dan Teknik Negosiasi Ampuh yang Bisa Dicoba! 2. Pemikiran Kritis Bekerja sebagai bisnis analis, kamu perlu pandai dalam menilai data yang mana yang perlu dikumpulkan dari jutaan data. Oleh karena itu, berpikir secara kritis dan analitis merupakan skill yang harus dimiliki business analyst. Berpikir kritis dan analitis akan membantu kamu dalam menganalisis dan menyoroti mana saja data yang penting atau tidak penting dalam pembuatan keputusan bisnis. Dengan pola pikir ini, kamu dapat mencapai tujuan yang sudah ditetapkan dan juga menemukan solusi yang tepat sesuai dengan kebutuhan bisnis. ‍ 3. Keterampilan Interpersonal Memahami permintaan dan kebutuhan klien serta dipahami oleh klien memiliki tingkat kepentingan yang sama. Keterampilan interpersonal adalah skill business yang diperlukan agar dapat berkomunikasi secara singkat dan jelas kepada klien. Keterampilan ini akan dibutuhkan di berbagai tahap proyek, seperti tahap peluncuran proyek, pengumpulan persyaratan, kolaborasi dengan pihak yang berkepentingan, hingga tahap akhir. Seorang bisnis analis harus bisa menggunakan komunikasi baik verbal maupun tertulis untuk menyampaikan ide, kumpulan data, fakta, dan pendapat kepada klien. Dengan keterampilan interpersonal yang baik, pihak lain akan lebih mudah memahami informasi yang disampaikan. 4. Pengambilan Keputusan Keterampilan non-teknis berikutnya yaitu keterampilan pengambilan keputusan. Keputusan yang diambil oleh bisnis analis memiliki dampak langsung dan tidak langsung terhadap bisnis suatu perusahaan. Maka, salah satu tugas business analyst yaitu mempertimbangkan seluruh aspek sebelum mengambil keputusan. Masalah yang ada perlu dianalisis dengan baik terlebih dahulu. Kemudian, bisnis analis akan mencari pendekatan bisnis alternatif terbaik dan membuat keputusan. 5. Kemampuan Adaptasi Syarat dan kebutuhan sebuah proyek dapat berubah kapan saja, sehingga mungkin kamu perlu melakukan revisi di menit-menit terakhir sebelum deadline. Kemampuan beradaptasi menjadi skill business analyst yang penting dalam kejadian seperti ini. Diperlukan jiwa adaptasi yang tinggi dan keterbukaan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Akan lebih membantu lagi jika kamu aktif mengamati perubahan yang ada dan juga menghindari menunda mengerjakan tugas. 6. Manajemen Waktu Business analyst adalah peran di perusahaan yang bertanggung jawab dalam mengelola berbagai tugas yang cukup kompleks. Agar semua pekerjaan berjalan dengan baik, diperlukan manajemen waktu yang baik. Akan lebih baik lagi jika seorang bisnis analis mampu multitasking. Dengan mengerjakan beberapa hal sekaligus, pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat. 7. Intelijensi Emosional Seorang bisnis analis memerlukan empati dan inteligensi emosional untuk memahami kebutuhan dan perspektif dari stakeholder. Skill business analyst ini akan membantu dalam mengelola emosi diri sendiri dengan cara yang positif untuk menghilangkan stres, berkomunikasi dengan baik, dan mengatasi tantangan atau konflik. Hal ini akan membantu pembangunan hubungan dan kepercayaan yang kuat dengan para stakeholder. 8. Naluri Bisnis Business analyst adalah pekerjaan yang memerlukan pemahaman yang dalam mengenai prinsip dan strategi bisnis untuk menyesuaikan analisis dengan tujuan perusahaan. Oleh karena itu, seorang bisnis analis yang dilengkapi dengan naluri bisnis yang baik tentu akan menghasilkan pekerjaan yang juga baik.Ingin cari kerja jadi business analyst? Yuk, cari kerja impianmu di Cake!🎉Cari Kerja Kesimpulan Business analyst adalah orang yang menganalisis data untuk membantu perusahaan dalam membuat keputusan bisnis.Hard skill business analyst yang perlu dikuasai yaitu bahasa pemrograman, SQL dan Database, paham tujuan bisnis, Microsoft Excel, penggunaan tools Business Intelligence, membuat dashboard maupun laporan, pemakaian software analisis statistik, menganalisa data, pemahaman sistem CRM dan ERP, metode Agile, serta presentasi dan dokumentasi.Soft skill yang harus dimiliki business analyst meliputi skill bernegosiasi, berpikir kritis, interpersonal, pengambilan keputusan, kemampuan beradaptasi, manajemen waktu, intelegensi emosional, dan naluri bisnis.Mau raih pekerjaan impianmu? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja Cake. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development!--- Ditulis Oleh Aileen Gabriella ---

Crew Outlet: Tugas, Skill, Gaji, dan Contoh CV Lengkap

RingkasanCrew outlet adalah karyawan pelayanan pelanggan di ritel/restoran, terbagi dua: pramuniaga (bantu pilih produk) dan kasir (proses transaksi). Tugas utamanya crew outlet adalah untukmelayani pelanggan, menjaga kebersihan toko, mengelola stok, operasional kasir, dan kegiatan promosi produk.Skill yang wajib dimiliki crew outletkomunikasi, customer service, teamwork, multitasking, time management, dasar kasir, fleksibilitas, dan daya tahan fisik.Gaji crew outlet berkisar Rp2,5–3 juta/bulan, dipengaruhi UMP, pendidikan, pengalaman, dan skala perusahaan.Crew store atau crew outlet adalah opsi karier yang banyak diambil oleh fresh graduate atau individu yang ingin mengambil part time job. Dengan pertumbuhan bisnis di bidang FB hingga fashion, loker crew outlet terus dibuka dengan kriteria yang tidak rumit. Cake membuat daftar tugas,skill hingga contoh CV crew outlet sebagai panduan bagi job seekers. Untuk kamu yang tertarik dengan jobdesk crew store, simak baik-baik artikel ini, ya. Daftar isi Definisi Crew Outlet Tanggung Jawab dan Tugas Crew Outlet Skill yang Dibutuhkan dalam Pekerjaan Crew Outlet Gaji Crew Outlet Contoh CV Crew Outlet Seorang crew outlet sedang melayani pelangganDefinisi Crew OutletCrew outlet adalah karyawan yang bekerja di bagian pelayanan pelanggan, terutama yang berhubungan dengan proses pembelian. Industri ritel dan restoran adalah salah dua industri yang membutuhkan crew outlet paling besar. Ada berbagai macam crew outlet, tapi biasanya posisi ini dibagi menjadi dua: pramuniaga dan kasir. Pramuniaga fokus dalam melayani konsumen/pelanggan yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai produk yang dijual. Sementara kasir fokus pada pelayanan saat transaksi pembelian. Tanggung Jawab danTugas Crew Outlet Daftar tugas crew store✅ Melayani pelanggan Pelayanan diberikan sejak pelanggan menginjakan kaki di toko. Crew outlet bertanggung jawab menyambut, mengajukan bantuan yang dibutuhkan, menjawab pertanyaan dengan baik, hingga memberikan solusi ketika pelanggan memiliki keluhan. Tugas crew outlet ini membutuhkan kepekaan, empati, dan juga kemampuan untuk menilai keseluruhan situasi pelanggan. ✅ Menjaga kebersihan dan kerapian outlet Ya, kebersihan dan kerapian outlet adalah jobdesk crew store. Beberapa menit sebelum toko dibuka, seluruh crew outlet perlu membersihkan seluruh bagian toko dan merapikan barang-barang. Setelah tutup, crew outlet juga tidak boleh langsung pulang karena ada kewajiban untuk mematikan lampu dan peralatan elektronik, menata produk ke tempat semula, dan lain-lain. ✅ Mengelola persediaan Pengelolaan persediaan dilakukan sebelum toko buka dan setelah toko tutup. Tugas crew outlet adalah memastikan jumlah barang yang dipajang dan masih dalam stok sama dengan malam setelah toko tutup. Pengelolaan persediaan ini juga berguna untuk restock barang. ✅ Operasional kasir Tugas crew outlet yang kedua adalah mampu melakukan operasional kasir. Beberapa perusahaan melatih crew outlet untuk menguasai ilmu perkasiran, tapi ada juga yang open loker khusus untuk posisi ini. Jika situasi darurat muncul, setidaknya kamu harus menguasai kemampuan dasar untuk operasional kasir. 📚 Baca juga: 15 Tugas Kasir: Penjelasan, Skill, Hingga Gaji! ✅ Pelayanan makanan atau minuman Waiter dan waitress masuk dalam kategori pramuniaga. Tugas utamanya adalah menyajikan makanan dan minuman untuk pelanggan. Sebagai wajah depan yang berhubungan langsung dengan pelanggan, waiter dan waitress harus paham apa yang disajikan. Dengan begitu, jika muncul pertanyaan atau keluhan, crew outlet yang bertugas tidak merasa kebingungan. ✅ Promosi dan penjualan Jobdesk crew store yang terakhir adalah promosi. Kegiatan promosi ini bisa beragam, misal dengan membagikan selebaran atau brosur produk langsung kepada masyarakat, melakukan demo produk, memandu calon pelanggan untuk mencoba produk, dan lain-lain. Skill yang Dibutuhkan dalam Pekerjaan Crew Outlet ✔️ Komunikasi Komunikasi adalah skill pertama yang harus dimiliki calon crew outlet. Kemampuan berkomunikasi yang baik akan membuat pelanggan merasa lebih dekat dengan produk yang ingin dibeli. Crew outlet yang berhasil menerapkan skill ini juga memperbesar peluang untuk memiliki pelanggan tetap. Sedang cari kerja untukentry level?Lihat ratusan lowongan kerja dari perusahaan top Indonesia di Cake. Yuk, gabung sekarang! 🚀Cari Kerja ✔️ Customer service Skill crew outlet yang dibutuhkan kedua adalah customer service. Pelayanan pelanggan yang tepat hanya terjadi jika karyawan memahami produk yang dijual. Pengetahuan ini berguna untuk memberikan opsi pilihan produk kepada pelanggan. Tidak hanya itu, kemampuan layaknya customer service juga membuat masalah tidak membesar jika muncul komplain atau keluhan. 📚 Baca juga: Customer Service: Tugas, Skill, Gaji, Syarat, Hingga Contoh CV-nya! ✔️ Teamwork Jarang sekali crew outlet bekerja sendirian, biasanya perusahaan atau toko memiliki dua karyawan dalam satu pergantian kerja (shift). Agar penjualan berjalan dengan lancar, mau tidak mau semua crew outlet harus bekerja sama. ✔️ Multitasking Kemampuan multitasking banyak dibutuhkan dalam menjalankan tugas-tugas crew outlet. Berupaya menyelesaikan berbagai pekerjaan dalam satu waktu memang terkadang sulit atau melelahkan, tapi dengan manajerial yang baik hal ini bukan tidak mungkin dilakukan. ✔️ Time management Manajerial waktu dibutuhkan untuk memastikan seluruh pekerjaan efisien dilakukan. Pemilik toko tidak bisa setiap hari datang untuk mengecek proses penjualan, sehingga crew outlet wajib melakukan pekerjaan seefektif mungkin. Selain akan meringankan, manajerial waktu juga membuat produktivitas meningkat. ✔️ Keterampilan kasir dan transaksi keuangan Jika terjadi perbedaan antara jumlah penjualan dengan uang masuk, toko membebankan selisih kepada crew outlet. Oleh karena itulah, memahami transaksi keuangan dasar sangat penting dalam jenis bisnis apapun. ✔️ Fleksibilitas dan adaptasi Calon crew outlet akan bertemu dengan pelanggan baru setiap hari. Untuk memastikan setiap pelanggan mendapatkan pelayanan prima, crew outlet perlu belajar menjadi fleksibel dan adaptif. ✔️ Daya tahan fisik yang baik Crew outlet adalah pekerjaan yang bisa melelahkan, apalagi jika toko sedang ramai. Ada kalanya crew outlet lebih banyak berdiri dan berbincang dengan pelanggan yang membutuhkan bantuan. Dua aktivitas itu saja sudah menyedot banyak energi, karena itu memiliki daya tahan fisik yang baik tidak bisa dielakkan.📚 Baca juga: Kumpulan Contoh CV Waiter/Waitress Terbaik dan Cara MembuatnyaGaji Crew Outlet Sebagian besar posisi crew outlet ditujukan untuk junior, fresh graduate atau individu yang sedang memulai kerja. Faktor tersebut memengaruhi penentuan gaji crew outlet. Unsur penentu lain adalah Upah Minimum Provinsi (UMP), latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, hingga skala perusahaan. Dari berbagai informasi yang dikumpulkan oleh Cake, gaji crew outlet berkisar di angka Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per bulan.📚 Baca juga: 7 Cara Negosiasi Gaji Ampuh [+Contoh Email]Contoh CV Crew Outlet Indah Rayanza [email protected] (+62)-870-XXX-XXX linkedin.com/in/janedoe Yogyakarta Deskripsi Diri Lulusan manajemen pemasaran dengan IPK 3.9 yang memiliki pengalaman magang sebagai staf administrasi di PT X. Menguasai pengoperasian Microsoft Word dan Excel, Canva, serta Adobe Premiere. Individu yang komunikatif, terbiasa bekerja dalam tim, serta memiliki kemampuan manajerial waktu yang baik. Tertarik untuk mengisi crew outlet di toko X dan menerapkan konsep customer service yang telah dipelajari. Pengalaman Magang Staf Magang Administrasi PT X Yogyakarta Januari 2022 - Agustus 2024 Memastikan dokumen dan data perusahaan dikelola dengan baik sesuai standar yang berlaku. Mendukung kelancaran operasional harian perusahaan melalui manajemen administrasi yang efektif. Berkoordinasi dengan tim untuk menyelesaikan tugas-tugas administratif secara tepat waktu. Menyediakan laporan berkala kepada manajemen untuk mendukung pengambilan keputusan strategis. Meningkatkan efisiensi proses administrasi melalui inovasi dan pemecahan masalah. Pengalaman Organisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan PemasaranDivisi Penelitian dan Pengembangan 2021 - 2022 Mengadakan pelatihan kerja sama dengan lebih dari 5 perusahaan untuk mengenalkan teknik pemasaran terbaru di industri penjualan. Membuat buletin mingguan rutin untuk mahasiswa jurusan yang fokus pada penyebaran pengetahuan terbaru tentang bidang pemasaran.Membantu dosen dalam menjalankan penelitian di bidang pemasaran. Menghubungkan mahasiswa yang membutuhkan pengalaman penelitian dengan lowongan asisten peneliti dari dosen. PendidikanJanuari 2020 – Desember 2014 S-1 Jurusan Pemasaran IPK 3.9/4.0 Universitas Indonesia, Jakarta Skills Menguasai pengoperasian Microsoft Office (Word, Excel), Google Spreadsheet, Canva, dan Adobe. Menguasai transaksi keuangan dasar Komunikatif Memiliki pemahaman komprehensif mengenai prinsip-prinsip customer service Mampu multitasking Memiliki manajerial waktu yang baik (Time management skills) Kemampuan Bahasa Bahasa Inggris: TOEFL 500 Bahasa Jepang: Jenjang N3 💡Lihat contoh CVlainnya di sini! Ini 40+ Contoh CV ATS Friendly dan Menarik! Contoh CV Terbaru 2025 yang Bikin HRD Ngelirik! 6 Contoh CV Mahasiswa: Masih Kuliah, Magang, Organisasi 5 Contoh CV Formal Terbaik untuk Melamar Kerja 15 Contoh CV Bahasa Inggris Menarik dan Cara Membuatnya! KesimpulanMelamar sebagai crew outlet adalah pilihan pekerjaan yang baik jika kamu fresh graduate atau entry-level.Pekerjaan ini memberikan pengalaman yang luas mengenai pelayanan pelanggan, mulai darihandlingkomplain hingga membantu memilih produk yang sesuai. Pastikan saat mengirim lamaran kerja, kemampuan berkomunkasi hingga manajerial waktu sudah terhighlightdengan baik diCV crew outlet.Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Resume & CV
May 21st 2026

100 Key Core Competencies Examples to Put on Your Resume [w/ Definitions]

SummaryCore competencies in a resume refer to the unique set of skills and resources that could help your working in efficiency and effectiveness.Soft and hard skills for specific roles are the core competencies that HR looks for.The most common competencies you should highlight in your resume are communication, teamwork, management skills, adaptability, and creative thinking.Core competencies in a resume can go under many names such as “Core Qualifications” or “Highlights”. They are a list combining your skills, abilities, and qualifications that make you a good fit for the position.For example, below are 5 examples of core competencies in business:Research skillsConflict resolutionCommunication skillsForecastingTask delegation The purpose of putting core competencies in a resume is to pique the employer’s interest since the very beginning. Hence, it’s very important to write this section properly and provide outstanding key competencies examples. Table of Contents:What Are Core Competencies on a Resume?20 Core Competencies ExamplesHow to Use the Core Knowledge Competencies Examples on a ResumeCore Competencies Examples (for Different Resume Types) What Are Core Competencies on a Resume?The concept of core competencies was first introduced by C.K. Prahalad and Gary Hamel. According to the authors, core competencies are referred to as a unique set of skills and resources that helps a company to operate more effectively and efficiently than competitors in the market. Simply put, they are what makes an organization or individual stand out from the crowd. In the context of resume writing, core competencies include your strengths, soft skills, and hard skills related to the position you are applying for. They are often listed in a separated section and as phrases instead of full sentences. The point is that employers will be drawn to your CV/resume and have a picture of you from the start. Note that they only spend an average of 7 seconds on an individual application, hence, grab their attention by listing key competencies in your resume. 20 Core Competencies ExamplesLet's check out the list of common competencies examples as well as key competencies for your CV:CommunicationTeamworkManagement SkillsCustomer ServiceLeadershipCreative ThinkingAdaptabilityInnovationProblem-solvingMultitaskingInterpersonalAnalytical SkillsCritical ThinkingTechnical SkillsComputer SkillsMicrosoft Office SkillsDecision-makingOrganizational SkillsTransferable SkillsJob-related Skills 1. Communication Communication skills facilitate the interaction, understanding, and coexistence among individuals in both the workplace and personal life. Examples of communication skills on a resume: Negotiation skills Active listeningPhone skills Public speaking Accepting feedback 2. Teamwork Teamwork skills are the ability to interact and cooperate effectively within a group, team, or organization. Nowadays, most tasks require collaboration so employers value professionals with strong teamwork skills. Examples of teamwork on a resume: ToleranceRespectfulnessCommunicationTask delegationNetworking 3. Management skills Management skills cover a wide range of areas, including: planning, supervision, evaluation, budget control, etc. They are important attributes that help you manage your tasks efficiently and accomplish your career objectives. Examples of management skills on a resume: Planning organizingCoordinatingEmotional intelligenceConflict managementRisk management 4. Customer service Customer service skills are traits and practices necessary to communicate with customers, ensure their satisfaction, and solve their problems. Examples of customer service on a resume: Communication skillsRelationship developmentProblem-solvingNegotiation skillsAttention to detail 5. Leadership Leadership skills incorporate a set of personal traits and techniques which are especially beneficial for managerial positions like team leaders, supervisors, managers, or C-suite executives. Examples of leadership skills on a resume: Recruiting trainingStrategic thinkingPrioritizing tasksTeam buildingConflict resolution 6. Creative thinking Creative thinkers are able to see things from diverse perspectives and actively explore different approaches to a problem or a challenge. Examples of creative thinking skills on a resume: Analytical mindsetOpen-mindednessExperimentationActive listeningDivergent thinking 7. Adaptability Adaptability refers to the ability to adjust mindset and behaviors to fit into a new environment. Examples of adaptability on a resume: Fast learnerNetworkingCommunicationAnalytical thinkingSelf-motivation 8. Innovation Similar to the concept of innovation in business, innovation skills drive you forward with your creative thinking, determination, and courage. Employers would expect someone who will bring new ideas that can make a breakthrough and contribute to the organization’s growth. Examples of innovation on a resume: Creative thinkingBrainstormingIdea developmentResearch skillsAnalytical thinking 9. Problem-solving Having problem-solving skills means that you are able to handle difficult or unexpected situations and come up with an effective solution in a given time. Examples of problem-solving skills on a resume: Critical thinkingDependabilityDecision-makingRisk assessmentConflict resolution 10. Multitasking Multitasking is switching back and forth among different tasks, and effectively performing one right after the other. Examples of multitasking on a resume: Planning organizingOrganization skillsDependabilityTeam-buildingDeadline-driven 11. Interpersonal Interpersonal skills refer to the behaviors and tactics used to effectively communicate, interact, and work within an organization. They are considered as a specific type of social skills essential for both career and personal life. Examples of interpersonal skills on a resume: Written and verbal communication skillsDiplomacy (handling affairs without hostility)Inspiring and motivating other team membersRelationship buildingResponsive 12. Analytical skills If you can collect information and analyze it thoroughly, it means you have analytical skills. These are often required to successfully solve problems and make decisions. Examples of analytical skills on a resume: Logical reasoningData collectionResearchForecastingReport Analysis 13. Critical thinking Critical thinking is a thinking strategy that allows you to be logical when approaching an issue. You will need to understand the matter thoroughly and use the given facts to resolve it. Examples of critical thinking on a resume: Problem-solvingObservationActive listeningResearch analysisRelevance 14. Technical skills Technical skills, also listed as hard skills in some cases, are job-specific capabilities or knowledge that must be learned through online/university courses, hands-on experience, and training. They are often geared towards a specific career or a general set of expertise. Examples of technical skills on a resume: Industry knowledgeAbility to operate a specific toolSoftware proficiencyData analysisTechnical reports 15. Computer skills Whether or not you are proficient in using different tools, software, and applications on the computer to produce desired results efficiently - that’s the basic concept of computer skills. Examples of computer skills on a resume: Word processingWeb browsersScheduling toolsSocial media managementWeb development programming 16. Microsoft Office skills You may see “Microsoft Office Skills" very often in the requirements section in a job posting. These are the techniques and practices that you learn when working with Microsoft Office programs or tools. Examples of MS Office skills on a resume: Creating and formatting documentsData presentation visualizationExecuting formulasTask delegation and assignment on OutlookPrinting 17. Decision-making Decision-making skills demonstrate your proficiency in choosing between two or more alternatives in a certain situation. Examples of decision-making skills on a resume: Analytical thinkingProblem-solvingProfessionalismRisk assessmentEmotional intelligence 18. Organizational skills Organizational skills are a set of attributes that help you to plan and organize tasks effectively and be professional in a business setting. Examples of organizational skills on a resume: ProfessionalismCoordinationPlanning schedulingAttention to detailFacilitation 19. Transferable skills Transferable skills, or portable skills, are personal traits and abilities that are relevant and helpful across different areas of life. They can be utilized whether you are a student or employee; entry-level or higher-level professional. Examples of transferable skills on a resume: Time managementPersonal motivationPersonal developmentAvoiding stressNumeracy skills 20. Job-related skills Job-related skills are specific skills that allow you to excel in a particular job, for example, the job you’re applying for. Some are attained by attending courses or developed through professional experience at work. Examples of common competencies in business: Ceaseless innovationGreat customer serviceResult-drivenProblem analysisSituational awarenessTired of sending resumes into the void? Our AI resume checker ensures your resume is optimized for both ATS systems and human reviewers.Optimize My ResumeHow to Use the Core Knowledge Competencies Examples on a Resume💡 Write down a list of your core strengths If you don’t know where and how to start, list out all knowledge and qualifications that you have and pick the 5-10 most outstanding key competencies for your CV. They should be those that makes you stand out from the rest. 💡 Keep your core competencies writing concise but descriptive As mentioned above, employers find it easy to read if you use bullet points to list out core competencies in your resume. They will be more impressed to see how you elaborate further on what you’ve listed.Example of core competencies in entrepreneurship: “Leadership skills: Led a team of 6 front-end developers, ensuring 100% uptime.” 💡 Tailor each resume core competencies for each application Similar to hard and soft skills, core competencies in a resume should be tailored to match the specific position. You may have plenty of strengths but not all of them can benefit you at work.For instance, creative thinking is a key skill for creative industries such as writers, designers, and artists rather than managerial positions or public sector jobs. 💡 Place your core competencies in the correct resume section You can present your key competencies in the following resume sections: Resume profile (check the examples below)Work experienceA separate section for your core strengths and qualifications 💡 Think about your core competencies in a professional setting Bear in mind that you’re writing a resume to apply for a job, not a biography. Thus, avoid listing what can be seen as too personal and not beneficial for your actual job, such as humor and extroversion. Core Competencies Examples (for Different Resume Types)Keep on reading to see resume core competencies examples for different professions:Project Manager Core Competencies Resume ExamplesCore Competencies in Resume for Freshers ExamplesCore Competencies for Sales Resume ExamplesCore Competencies for Logistics Resume ExamplesTeacher Core Competencies for Resume ExamplesCustomer Service Core Competencies Resume Examples1. Project Manager Core Competencies Resume ExamplesCreated using CakeResume2.Core Competencies in Resume for Freshers ExamplesCreated using CakeResume3.Core Competencies for Sales Resume ExamplesCreated using CakeResume4.Core Competencies for Logistics Resume ExamplesCreated using CakeResume5.Teacher Core Competencies for Resume ExamplesCreated using CakeResume6.Customer Service Core Competencies Resume ExamplesCreated using CakeResume🔑 Key Takeaways:Adding core competencies in your resume/CV can quickly show employers what value you can bring to the organization.When providing key competencies examples, keep in mind to list them properly and professionally, either at the top of the resume or in a separate section. --- Originally written byMay Luong ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!