Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Career Development
Apr 1st 2022

5 Perbedaan Sales dan Marketing yang Wajib Kamu Ketahui!

Suatu perusahaan tentu dibagi dalam beberapa divisi. Beberapa contoh divisi perusahaan adalah sales dan marketing. Kedua divisi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pendapatan bisnis, tetapi dengan strategi yang berbeda. Sangat penting untuk memahami perbedaan sales dengan marketing karena dengan mengintegrasikan kedua divisi tersebut, sebuah perusahaan dapat mencapai tujuan pendapatan dengan lebih efektif. beda antara marketing dan sales Pada artikel ini, Cake akan membahas perbedaan penting antara sales dan marketing dari berbagai aspek seperti proses, tujuan, strategi dan alat bantu. Daftar isi : Pengertian dari Sales dan MarketingPerbedaan Sales dan MarketingContoh Kasus Sales dan Marketing Mengenal Sales dan Marketing Sebelum melihat apa saja perbedaan marketing dan sales, kamu harus paham terlebih dahulu pengertian dari kedua department ini. Apa itu Sales? Sales (penjualan) adalah proses dari aktivitas menjual barang dan jasa yang dilakukan oleh penjual ke pembeli. Kegiatan ini termasuk meyakinkan potensial customer untuk membeli barang dari perusahaan kamu. Cara meyakinkan customer bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti menjelaskan keunggulan produk, menawarkan diskon atau membuat produk kamu lebih menarik dari pesaing. Jika seorang sales berhasil membuat customer membeli, langkah selanjutnya sales akan melakukan aktivitas penutupan (dealing). Sales adalah titik awal kontrak antara bisnis dan pelanggannya. Maka dari itu, penting untuk sales menjaga hubungan dengan customer dan mendengarkan keluhan serta permintaan dari customer. Apa itu Marketing? Marketing (pemasaran) fokus untuk membuat potensial customer tertarik pada produk atau jasa kamu melalui berbagai strategi seperti desain kemasan, penetapan harga atau melalui promosi. Upaya marketing dalam suatu perusahaan bertujuan untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan dalam jangka panjang. Tim marketing juga menciptakan citra merek dan meningkatkan hubungan dengan masyarakat luas. Memiliki cita merek yang baik dapat mempengaruhi customer untuk membuat keputusan pembelian yang mendukung produk perusahaan. Dengan demikian, marketing terutama berfokus pada analisa kebutuhan, minat, dan perilaku customer untuk membuat produk lebih menarik lagi bagi mereka Perbedaan Antara Sales dan Marketing Setelah membaca pengertian sales dan marketing, fungsi keduanya terlihat serupa. Namun fokus dan tujuan dari sales dan marketing berbeda, mari bahas lebih detail tentang apa saja perbedaan pemasaran dan penjualan 1. Proses Proses marketing lebih fokus dalam pengenalan produk atau jasa, penetapan harga, kepada siapa produk atau jasa akan dijual, dan di mana akan dijual. Tim marketing menetapkan sasaran, strategi promosi dan anggaran untuk kampanye. Isi dari kampanye tersebut bertujuan untuk menjelaskan produk yang ditawarkan dan bagaimana produk atau layanan tersebut dapat memecahkan masalah dalam kehidupan customer sehari-hari. Dari sana, tim sales perlu menentukan target customer yang paling tertarik dengan produk kamu dan membuat janji temu secara offline/online untuk mendemonstrasikan produk yang ditawarkan. Setelah customer setuju untuk membeli, tim sales akan melakukan closing/dealing dan mengirim produk ke lokasi customer. Biasanya sales akan tetap menjaga hubungan baik dengan customer dan menjadikan customer sebagai repeat buyer. 2. Tujuan Perbedaan antara penjualan dan pemasaran yang kedua terletak pada tujuannya. Sales dan marketing keduanya fokus menghasilkan pendapatan bagi sebuah perusahaan. Namun pada marketing, mereka berfokus pada tujuan jangka panjang, sedangkan sales memiliki perspektif jangka pendek. Department sales biasanya memiliki target periodik (mingguan/bulanan) untuk mencapai target penjualan yang sudah ditentukan. Sedangkan department marketing membuat kampanye bertujuan untuk tetap membantu perusahaan tumbuh dalam jangka waktu yang lebih lama dan dapat mencakup masyarakat luas.✏️ Contoh dari tujuan sales: Meningkatkan pendapatan (mingguan/bulanan)Closing / dealing dengan customerMenjaga hubungan dengan customerMeningkatkan margin keuntungan ✏️ Contoh dari tujuan marketing: Menganalisa kebutuhan dan minat customerMembangun citra merekMeningkatkan kepuasan customerMenjadikan perusahaan sebagai pemimpin di industrinya 3. Strategi Strategi marketing cenderung berfokus pada analisis dan pengumpulan informasi data tentang segmen target market yang cocok untuk sebuah perusahaan, sedangkan sales berfokus pada konversi target market tersebut untuk menjadi customer tetap. Sales langsung berhubungan one on one kepada (calon) customer dan saling berkomunikasi. Berikut adalah beberapa perbedaan strategi penjualan dan pemasaran untuk kamu ketahui: ✏️ Contoh dari strategisales: Cold calling: menawarkan dan mempromosikan produk kepada sekelompok potensial customerPertemuan dengan customer ( offline / online )Discount ( potongan harga )Trade fairs (menghadiri pameran): perusahaan mempromosikan dan menjual produk mereka di trade fairsCross-selling: perusahaan menawarkan produk lain kepada customer ✏️ Contoh strategi marketing: Internet marketing: perusahaan memasarkan produk mereka secara online seperti di media sosial, email, ataupun search enginePrint Marketing: strategi marketing dalam bentuk brosur atau majalahVideo marketing: strategi marketing yang bertujuan untuk memberikan edukasi lebih detail kepada customer tentang produk melalui videoMarketing yang berfokus pada produk 4. Sumber Daya Untuk menjalankan tugas dan mencapai tujuan sales dan marketing, keduanya membutuhkan beberapa alat dan sumber daya yang spesifik, sesuai dengan kebutuhan masing-masing departemen. Berikut perbedaan sumber daya antara sales dan marketing:✏️ Alat bantu marketing: Search Engine Optimization (SEO): Mengoptimalkan situs web agar muncul pada peringkat teratas di halaman hasil pencarianConversion Rate Optimization (CRO): Proses untuk meningkatkan persentase pengunjung websiteAplikasi untuk membuat konten (contoh: Canva, Inshot, Unfold, dll.)Software untuk menganalisis data (contoh: Microsoft Excel, MySQL, dll.) ✏️ Alat bantu sales: Customer Relationship Management (CRM): Strategi bisnis untuk mengumpulkan data customer dan merekam aktivitas salesperson dalam berhubungan dengan customerMeetings app (Google Meets, Zoom)Alat untuk mempersiapkan dokumen (contoh: Google Docs, Microsoft Office)Software untuk mengelola pesanan Sumber daya untuk sales dan marketing sangat bergantung pada perkembangan teknologi. Misalnya, sekarang sudah ada AI (Artificial Intelligence) dan live chat yang dapat digunakan divisi pemasaran dan penjualan untuk meningkatkan prospek. Perusahaan harus terus beradaptasi dengan teknologi dan software terbaru. 5. Ruang Lingkup Kerja Perbedaan ruang lingkup kerja antara marketing dan sales sangat berbeda. Ruang lingkup kerja sales tidak seluas marketing. Durasi kerja sales cenderung pendek, karena tujuan sales adalah penjualan produk dan melakukan transaksi dengan customer. Ruang lingkup kerja dan durasi kerja marketing cenderung lebih besar dan panjang, karena ruang lingkup kerja marketing meliputi analisa pasar, public relations dan menjaga kepuasan customer.📝 Perbedaan lain dari sales dan marketing Masih ada beberapa contoh perbedaan antara sales dan marketing dari sisi aspek yang lainnya, yaitu: Sales memenuhi permintaan, sedangkan marketing menciptakan permintaan baru atau menyesuaikan produk dengan permintaan yang ada.Sales berfokus pada kebutuhan perusahaan, sementara marketing berfokus pada kebutuhan pasar.Sales bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan, sedangkan marketing bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar (market share) dan kepuasan customer.Marketing menarik customer ke arah produk, sementara sales mendorong produk ke pelanggan.Seorang sales membutuhkan keterampilan dalam berkomunikasi dan meyakinkan customer, sementara marketing membutuhkan keterampilan analitis. Contoh Kasus Sales dan Marketing Berikut adalah contoh cerita yang menjelaskan bedanya marketing dan sales dan bagaimana mereka dapat bekerja sama: Laura ingin membuka café dengan view pemandangan sawah di daerah pinggiran kota dan ia menyediakan makanan serta minuman di cafenya. Untuk mempercantik cafenya, Laura mendekor cafe, mendesain menu sebaik mungkin, merekrut pegawai serta memberi harga diskon pada makanan tertentu. Akan tetapi karena jangkauan yang kurang, pelanggan yang datang tidak terlalu banyak. Kemudian Laura mendapat saran dari temannya untuk mengiklankan café di sosial media agar membantu meningkatkan pendapatan. Kemudian Laura memutuskan untuk mengiklankan café tersebut di internet, media sosial, poster, memasang iklan dan lain lain. Selain itu, pegawai juga meyakinkan pelanggan untuk mencoba makanan dan minuman mereka yang juga dapat meningkatkan pendapatan cafe. Beberapa bulan kemudian, pendapatan café Laura naik 10x lipat dari sebelumnya. Contoh kasus perbedaan marketing dan sales Dari contoh kasus diatas kita bisa melihat beda tugas sales dan marketing serta hasil positif dari kekuatan penggabungan proses sales dan marketing. Kalau bisa dijabarkan, perbedaan tugas sales dan marketing adalah sebagai berikut : Bagian sales: pegawai meyakinkan dan menawarkan pelanggan untuk mencoba makanan dan minuman mereka yang dapat meningkatkan pendapatan cafeBagian marketing: Laura mengiklankan cafe di internet, media sosial, mencetak poster dan memasang iklan. Dengan bantuan marketing, cafe Laura mendapat perhatian dari masyarakat luas sehingga semakin banyak customer yang datang dan dengan dukungan pegawai Laura yang aktif menjual dan menawarkan makanan dan minuman yang ada di cafe, sehingga menaikan pendapatan cafe Laura bahkan sampai 10 kali lipat. Kesimpulan Meskipun banyak perbedaan antara sales dan marketing, bukan berarti mereka bertentangan. Justru sales dan marketing saling terkait erat satu sama lain dan memainkan peran yang sangat penting dalam kelangsungan perusahaan dalam jangka panjang. Misalnya, hasil analisa marketing dapat membantu tim sales memproses penjualan lebih cepat dan efisien. Sebaliknya, tim sales dapat memberi informasi yang berguna tentang perilaku customer kepada tim marketing untuk pemosisian produk yang lebih baik. Keselarasan dari sales dan marketing juga dapat membantu perusahaan mengurangi biaya dan meningkatkan laba. Nah sekarang kalian sudah paham apa perbedaan antara sales dan marketing, bukan? Tidak heran kalau perusahaan mencari sosok yang unggul untuk mengisi posisi menjadi sales dan marketing karena peran mereka yang begitu penting.--- Ditulis oleh:Phoebe Charissa ---
Resume & CV
Apr 17th 2026

12 Prospek Kerja Jurusan Manajemen yang Paling Dicari Perusahaan dan Rincian Gajinya

RingkasanProspek kerja manajemen sangat bagus karena posisi manajerial termasuk versatile di semua industri.Jurusan manajemen akan fokus pada pembelajaran soal analisis laporan keuangan, manajemen risiko, strategi pemasaran, dan data statistik.Lulusan manajemen bisa menjajal karier sebagai staf HRD, konsultan bisnis, project manager, accountant, finance staff, hingga operational staff. Untuk kamu yang masih bingung memilih jurusan, kamu bisa mempertimbangkan untuk kuliah jurusan manajemen. Kuliah jurusan manajemen fokus mempelajari pengorganisasian, perencanaan, dan analisa mengenai bisnis untuk pengelolaan bisnis secara efisien. Daftar isi:Mengenal Kuliah Jurusan ManajemenProspek kerja jurusan manajemen Mengenal Kuliah Jurusan Manajemen Pada kuliah jurusan manajemen, kamu akan mempelajari bagaimana mendirikan sebuah organisasi atau perusahaan yang sukses dalam bisnis global. Disisi lain dengan kuliah jurusan manajemen kamu akan mendapat pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis dari skala kecil hingga skala besar. Mata Pelajaran Jurusan Manajemen Analisis laporan keuangan,Statistik,Manajemen risiko,Strategi pemasaran,Manajemen operasi,Akuntansi manajemen,Ekonomi mikro dan makro,Manajemen strategis,dan beberapa mata kuliah yang lain. Pada umumnya, kuliah jurusan manajemen ditempa dalam kurun waktu 3.5 - 4 tahun dan mendapatkan gelar sarjana ekonomi atau sarjana manajemen setelah menuntaskan bangku perkuliahan. Mengapa MemilihKuliah Jurusan Manajemen? Ada beberapa alasan mengapa kuliah jurusan manajemen patut kamu pertimbangkan sebagai pendidikan tinggi kamu. Kamu bisa mengulik alasan-alasan berikut ini :➡️ Peluang kerja lulusan manajemen lebih beragam Pasti banyak pertanyaan seperti “Lulusan jurusan manajemen susah cari kerja?” atau “Lulusan S1 manajemen bisa kerja apa?”. Bisa dikatakan prospek kerja lulusan S1 manajemen terbuka cukup lebar lho! Seorang lulusan manajemen memiliki keterampilan dan pengetahuan mengenai bisnis yang dibutuhkan perusahaan untuk menangani pekerjaan manajerial dan pekerjaan spesifik lainnya.➡️ Mengembangkan skill manajemen Salah satu kelebihan kuliah di jurusan manajemen antara lain belajar skill manajemen yang berguna saat kamu bekerja di perusahaan. Saat kuliah jurusan manajemen, kamu akan belajar untuk menghadapi the real business case di lapangan dimana kamu harus membuat keputusan dengan mempertimbangkan sisi etika serta dampak ekonomi dan sosial. Nah, beberapa skill yang kamu dapat yang berguna untuk pekerjaan manajemen antara lain :Kemampuan berpikir kritis dan strategisKemampuan berkomunikasiProblem solvingKemampuan public speakingLeadershipProject managementPengorganisasian ➡️ Mempelajari berbagai macam bidang Apabila kamu masih galau mengenai karir kedepan kamu atau kamu ingin mengetahui pengetahuan yang lebih luas di bidang bisnis, maka kuliah jurusan manajeman adalah pilihan terbaik kamu. Saat kuliah jurusan manajemen, kamu akan mempelajari bagaimana memanajemen suatu perusahaan secara umum, bahkan kamu bisa mengkerucutkan area keahlian kamu di jurusan manajemen, seperti Human Resource, Finance, Marketing, Operations, Strategic Management, dll. Prospek Kerja Jurusan Manajemen Apa saja sih prospek kerja jurusan manajemen?Jurusan manajemen memang cukup luas, sehingga orang sering bertanya-tanya. Peluang kerja manajemen sangat beragam, kamu bisa memilih pekerjaan jurusan manajemen sesuai dengan bidang yang kamu tekuni. Dibawah ini Cake akan memberikan beberapa wawasan mengenai prospek kerja lulusan manajemen beserta kisaran gaji lulusan manajemen.1. Recruiter/Staf HRD (kisaran gaji Rp 5.000.000) Bagi kamu yang suka mempelajari tingkah laku manusia, menjadi seorang recruiter atau staf HRD menjadi pilihan pekerjaan setelah lulus kuliah manajemen. Pasalnya, seorang rekruiter atau HRD harus memahami karakter calon karyawan atau karyawannya sendiri. Tugas seorang rekruter adalah mencari karyawan baru, sedangkan staf HRD lebih fokus pada employee relations. Peluang kerja jurusan manajemen sumber daya manusia ini bisa kamu pertimbangkan sebagai career path kamu. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kemampuan berkomuikasi yang baik dengan seluruh karyawan baik di level manajerial dan staff, kemampuan problem solving, kemampuan organisasi, negosiasi 2. Marketer (kisaran gaji Rp 5.700.000) Salah satu prospek kerja jurusan manajemen yang digandrungi oleh generasi muda adalah menjadi seorang marketeer. Kenapa tidak? Profesi marketeer menuntut kreatifitas yang out of the box untuk menjual produk dengan cara yang berbeda. Seorang marketeer pada umumnya bertugas untuk memasarkan produk beserta strateginya, menentukan target dan segmentasi pembeli, menentukan budget iklan baik online dan offline, dan lain sebagainya. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kemampuan berkomunikasi, berpikir analitis, kreativitas, pemecahan masalah, skill digital dan teknis (digital marketing) 📚 Baca juga: 5 Perbedaan Sales dan Marketing yang Wajib Kamu Ketahui!3. Konsultan Bisnis (kisaran gaji Rp 4.700.000) Konsultan bisnis adalah prospek kerja manajemen bisnis untukmu yang suka tantangan, dan suka belajar. Seorang konsultan bisnis bertugas dalam memberikan ide, saran, rekomendasi, atau perbaikan untuk pengembangan bisnis suatu perusahaan dalam jangka panjang maupun jangka pendek.Pada umumnya konsultan bisnis mengaudit segala sisi seperti contoh keuangan, strategi pemasaran dan penjualan, sumber daya manusia, IT, dan lain-lain. ✍️ Skill yang dibutuhkan: berpikir analitis, berpikir kreatif, observasi yang tajam, dan komunikasi yang baik dengan klien. 4. Project Manager (Kisaran gaji Rp 21.600.000) Akhir-akhir ini pekerjaan jurusan manajemen yang cukup hype adalah project manager. Project manager adalah seseorang yang memimpin jalannya sebuah proyek dan memastikan proyek berjalan dengan lancar serta selesai tepat waktu. Seorang project manager bertugas scheduling, menentukan budget, menganalisis risiko dan penyelesaiannya, dan mengawasi jalannya proyek. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kepemimpinan, kemampuan bernegosiasi, kemampuan pengorganisasian, manajemen waktu, manajemen SDM, dan manajemen konflik. 5. Accountant (Kisaran gaji Rp 8.027.000) Bagi lulusan s1 manajemen yang senang dengan angka, menjadi seorang accountant adalah prospek kerja manajemen yang cocok buatmu. Tugas seorang akuntan antara lain mengelola laporan keuangan, budgeting kebutuhan perusahaan, mengelola arus kas, serta mengelola keperluan perpajakan. ✍️ Skill yang dibutuhkan: analisis data, detail dan teliti, kemampuan berpikir secara sistematis, dan mampu mengoperaikan software akunting. 📚 Baca juga:4 Contoh CV Akuntansi Profesional dan Cara Membuatnya!6. Finance Staff (Kisaran gaji Rp 5.285.000) Prospek kerja s1 manajemen yang bisa dicoba oleh lulusan s1 manajemen adalah finance staff. Berbeda dengan akunting, finance staff bertugas pada bagian analitis kondisi keuangan perusahaan dan merancang pemodelan keuangan yang sehat. ✍️ Skill yang dibutuhkan: skill analitik yang dalam dalam menganalisisi data keuangan, bookkeeping, budgeting dll. Adapun beberapa tools yang harus kamu kuasai untuk pekerjaan jurusan manajemen ini antara lain Microsoft Excel, Access, SQL, dan lainnya. 📚 Baca juga: 5 Contoh CV Staff Keuangan (Finance) untuk Melamar Kerja7. Banker (Kisaran gaji Rp 3.500.000 - Rp 8.000.000) Bagi lulusan s1 manajemen yang berminat bekerja di dunia perbankan, kamu bisa mencoba menjajal career path kamu sebagai banker. Banker sendiri memiliki beberapa bagian manajemen, teller, customer service, dan back office. Untuk bagian manajemen sendiri adalah seseorang yang memanajemen jalannya pelayanan bank. Biasanya bagian manajemen adalah lulusan s1 manajemen yang mengikuti Management Development Program (MDP). Sedangkan front officer seperti teller dan customer service bertugas untuk melayani nasabah secara langsung. Lain halnya dengan back officer yang bertugas untuk mengelola transaksi keuangan, dan tugas administratif lainnya. ✍️ Skill yang dibutuhkan: memiliki kemampuan analitik, perhatian terhadap detail, teliti, dan mampu berkomunikasi dengan baik. 📚 Baca juga: 5 Contoh CV Bank dan Tips Membuatnya8. Operational Staff (Kisaran gaji Rp 6.500.000) Prospek kerja manajemen bisnis yang bisa kamu pertimbangkan selain pemasaran, SDM, atau keuangan adalah menjadi operational staff. Apa saja sih tugas dari operational staff ini? Tugas operational staff ini memastikan produksi berjalan sesuai dengan tujuan dan berjalan maksimal. Sehingga jasa, barang, atau sistem yang diproduksi tidak terbuang sia-sia. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kepemimpinan, komunikasi organisasi, manajemen retail, manajemen logistik, dan penguasaan bahasa asing. 9. Business Manager (Kisaran gaji Rp 19.800.000) Pekerjaan manajemen yang cukup legit bagi lulusan s1 manajemen adalah business manager. Akan tetapi untuk menjadi seorang business manager butuh waktu dan pengalaman kerja 2-5 tahun. Mengapa demikian? Peluang kerja manajemen ini dituntut lebih tinggi dibandingkan dengan entry level, dimana kamu harus mengawasi jalannya bisnis dari level atas. Seperti contoh memastikan produktivitas dan efisiensi perusahaan, membuat strategi bisnis untuk pengembangan bisnis, melihat kinerja karyawan, dan melakukan evaluasi berkala untuk kinerja perusahaan. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kemampuan memimpin tim, pengambilan keputusan, komunikasi, delegasi, pemecahan masalah, perencanaan dan pemikiran strategis. 10. Account Executive (Kisaran gaji Rp 3.851.434) Untukmu yang suka berinteraksi dengan orang-orang baru, kamu bisa memulai karir menjadi account executive. Account executive merupakan prospek kerja manajemen yang bertugas untuk mencari klien baru dan membina relasi dengan klien perusahaan. Disisi lain seorang account executive dituntut berpikir strategis untuk membantu klien untuk mencapai tujuannyanya dengan barang, jasa, atau sistem yang dimiliki oleh perusahaan. ✍️ Skill yang dibutuhkan: mampu berpikir strategis, kemampuan komunikasi yang baik, dan memiliki pengetahuan bahasa asing apabila memiliki klien asing. 11. Sales/Business Development (Kisaran gaji Rp 5.300.000) Peluang kerja jurusan manajemen yang bisa kamu pilih setelah lulus dari jurusan manajemen adalah sales/business development. Tugas dari seorang sales adalah mendorong penjualan produk dengan menggaet calon customer atau mitra untuk melakukan pembelian melalui email, telepon, atau sosial media. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kemampuan yang persuasif untuk meyakinkan calon pembeli untuk menggunakan produk, jasa, atau sistem perusahaan, komunikasi atau public speaking. 12. Entrepreneur (Kisaran gaji tak terbatas) Last but not least, apabila kamu ingin memiliki kebebasan dan ingin menantang diri lebih jauh dalam dunia bisnis kamu bisa menjajal menjadi seorang entrepreneur setelah lulus kuliah jurusan manajemen. ✍️ Skill yang dibutuhkan: berbagai pekerjaan manajemen sangat dibutuhkan ketika kamu menjadi seorang entrepreneur, mulai dari mengatur keuangan, sumber daya manusia, strategi pemasaran dan penjualan, hingga operasi logistik. Itu tadi 12 pekerjaan manajemen dari Cake yang bisa kamu pertimbangkan setelah lulus kuliah jurusan manajemen. Dengan informasi diatas, kamu bisa menentukan career path yang kamu pilih sesuai dengan passion. Beberapa peluang kerja manajemen memiliki skill kualifikasi tersendiri, kamu pun perlu mempersiapkannya sejak dini.Sudah siap melamar salah satu posisi di atas? Jangan biarkan kesempatan lewat begitu saja! Gunakan CV Builder Cake yang praktis untuk membuat CV yang menarik dalam hitungan menit. Pilih template yang sesuai dengan bidang manajemenmu dan tunjukkan nilai jualmu kepada dunia kerja secara lebih efektif. Langsung buat CVuntuk melamar pekerjaan manajemen sekarang🎉Buat CV

Ketahui 4 Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist!

Daftar isi:Mengenal Data Analyst dan Data ScientistPerbedaan Data Analyst dan Data ScientistData Scientist atau Data Analyst, Mana Untukmu?Di dunia yang serba digital ini, data menjadi sangat berharga jika dapat diproses, dianalisis, dan digunakan secara efisien dan instan. Ahli data, yang dulunya bukan sebuah profesi di dunia teknologi, telah menjadi vital di setiap sektor dan di hampir setiap jenis bisnis. Ini menjadikan profesi ahli data lebih dicari dibanding sebelumnya karena hampir setiap organisasi sudah menyadari bahwa data merupakan aset untuk mendukung rencana strategis bisnis kedepannya. Data Analyst dan Data Scientist adalah dua peran kunci di ekosistem bisnis dan teknologi yang berkembang pesat ini. The U.S. Bureau of Labor Statistics melihat adanya pertumbuhan yang pesat di bidang ilmu data dan memperkirakan jumlah pekerjaan akan meningkat sekitar 28% hingga 2026. Angka 28% diperkirakan adalah 11,5 juta pekerjaan baru.📚 Baca juga:10 Pekerjaan Bidang IT yang Paling Dicari dan Gajinya! Pengertian Data Analyst dan Data Scientist Pekerjaan Data Analyst dan Data Scientist seringkali dianggap serupa karena keduanya bekerja secara intensif dengan angka dan data, namun sebenarnya keduanya berbeda. Pada bagian ini, kita akan mengeksplorasi lebih dalam mengenai perbedaan profesi Data Analyst dan Data Scientist. Apa itu Data Analyst? Dalam kesehariannya, data analyst menggunakan statistical tools untuk melihat tren data, mengidentifikasi pola, dan menghasilkan wawasan. Data Analyst dapat menemukan peluang untuk mengembangkan operasional bisnis agar produktivitas dan profitabilitas dapat ditingkatkan. Dalam prosesnya, mereka mengumpulkan, mengelola, dan membersihkan data. Data Analyst juga melihat data historis hingga mengolahnya untuk menghasilkan laporan berbasis data berupa visualisasi grafis. Laporan ini berisi penemuan mereka dan akan diberikan pada para pemangku kepentingan, sehingga dapat membantu organisasi membuat keputusan bisnis di masa yang akan datang. ✨ Sebagai contoh:Seorang analis data mengambil hasil survei riset pasar dan melihat bagaimana angka-angka itu kemudian dapat ditargetkan ke pasar sasaran yang lebih luas. Hasil survei kemudian diolah dengan software untuk mendapatkan jawaban bagaimana bisnis dapat mengembangkan produknya dan bagaimana memasarkannya. Analisis data juga melibatkan analisis angka penjualan per rentang waktu tertentu, membandingkan kelompok usia atau lokasi geografis yang berbeda, atau menemukan pola konsumen yang menginformasikan strategi bisnis. Apa itu Data Scientist? Data Scientist menggunakan teknologi canggih seperti machine learning dan predictive analysis untuk mengumpulkan data dan mengolah big data yang akan digunakan untuk memprediksi customer behavior sehingga dapat meningkatkan pendapatan bisnis. Dari big data, Data Scientist mencari pola dan membuat algoritma dan model sehingga bisnis dapat menggunakan data yang dikumpulkan dan menginterpretasikannya untuk skenario yang berbeda. Pembuatan algoritma dan model memerlukan keahlian matematika dan bahasa pemrograman. ✨Sebagai contoh: Seorang ilmuwan data menghasilkan segmentasi pelanggan. Dari segmentasi pelanggan tersebut, mereka dapat mengukur perbedaan dalam perilaku pembelian pelanggan dan mencocokannya dengan demografi yang berbeda untuk target pelanggan yang lebih baik. 📚 Baca juga: 12 Bahasa Pemrograman Paling Relevan 2022 [Jenis, Contoh, Dll.] Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist Berikut merupakan perbedaan data analyst dan data scientist, mulai dari tugas dan tanggung jawab, latar belakang pendidikan, skill yang dibutuhkan, dan prospek karir. ➡️ Data Analyst vs Data Scientist: Tugas dan Tanggung Jawab Perbedaan data analyst dan data scientist ditentukan dari deskripsi pekerjaan yang akan dijalankan dalam kesehariannya. Berikut adalah perbedaan tugas data analyst dan data scientist: 📊 Data Analyst⚙️ Data ScientistMelakukan validasi data dan data analisis yang ekstensif dalam kumpulan data besar untuk menemukan tren dataMelakukan data scrubbing untuk memodifikasi atau menghapus data yang tidak lengkap, tidak akurat, atau berulang dalam databaseMelakukan data querying menggunakan SQL, dan analisis data menggunakan ExcelMeneliti, mengembangkan, merencanakan, dan mengimplementasikan algoritma prediktif untuk mengidentifikasi tren yang akan datangMembuat laporan tabel dan visualisasi dasbor dengan software business intelligence untuk berbagi temuan dan rekomendasi dengan tim internalMelakukan analisis statistik menggunakan algoritma pembelajaran mesin (Machine Learning) seperti natural language processing, regresi logistik, KNN, dll.Berkomunikasi dengan business users untuk memahami proses bisnis dan memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk menginformasikan keputusan bisnis dengan lebih baikMembangun dan melatih pemodelan machine learning dengan menggunakan tools seperti Tensorflow untuk otomatisasi dan menyederhanakan proses sehari-hariBerkolaborasi dengan para pemimpin dan manajer untuk menentukan dan menangani kebutuhan data dan pelaporan untuk berbagai proyek perusahaanMembangun otomatisasi untuk mengumpulkan dan menginterpretasi dataMendukung semua permintaan data, contohnya untuk Pemasaran dan PenjualanBekerja dengan berbagai bahasa pemrograman, termasuk Python, SAS, dan RBerkomunikasi dan berkolaborasi dengan tim TI dan bisnis dalam mendukung pengambilan keputusan yang bersifat data-driven ➡️ Data Analyst vs Data Scientist: Latar Belakang Pendidikan Data Analyst pada umumnya memiliki latar belakang setidaknya gelar sarjana di bidang seperti ilmu komputer, teknik informatika, sistem informasi, matematika, atau statistik. Di sisi lain ketika melihat perbedaan data scientist dan data analyst, Data Scientist sebagian besar memiliki gelar magister atau doktoral dalam teknologi informasi, matematika, atau statistik. Pekerjaan data scientist membutuhkan keterampilan yang lebih tinggi dibanding data analyst karena membutuhkan banyak skill teknis dalam bahasa pemrograman, teknik data yang lebih canggih, dan analisis statistik. 💡 Pro Tips: Jika kamu tidak mempunyai gelar resmi dalam bidang tersebut, terdapat opsi untuk mendapatkan pendidikan non-formal seperti mengikuti kursus atau bootcamp untuk mendapatkan sertifikat profesional dalam analisis data dari institusi ternama dan membangun keterampilan yang dibutuhkan untuk pemula. Dari kursus yang diikuti, kamu juga dapat membangun portofolio untuk membuktikan keahlian kamu dalam memanipulasi dan menginterpretasi data. Jika kamu lebih tertarik untuk bekerja sebagai Data Scientist, kamu dapat mengambil pengalaman bekerja sebagai Data Analyst terlebih dahulu agar mendapatkan fondasi yang lebih kuat dalam mengolah data sehingga dapat menghasilkan temuan dan wawasan yang dapat menyelesaikan masalah. Data Scientist lebih dituntut untuk memiliki bakat dalam logika, matematika tingkat lanjut, dan pemrograman. Baca juga: 15 Prospek Kerja Teknik Informatika Terbaik [+Gaji, Info Kuliah, Dll.] ➡️ Data Analyst vs Data Scientist: Skill yang Dibutuhkan Perbedaan data analyst dan data scientist juga dapat dilihat dari skill yang dibutuhkan, seperti: 📊Data Analyst⚙️ Data ScientistData extraction, cleaning, validation dengan Structured Query Language (SQL)Mengumpulkan dan mengelola raw data dengan Structured Query Language (SQL)Pembuatan forecasting data dengan ExcelMembangun statistical data models dan probabilitasLinear algebra dan linear calculusPembuatan laporan and visualisasi data dengan Business Intelligence tools dan dasborMatematika diskritPredictive modelingData mining dan analisis pola dengan AIOtomatisasi data analysis dengan MLData visualization dengan model AI/MLPengembangan infrastruktur big data dengan Hadoop/Spark ➡️ Data Analyst vs Data Scientist: Prospek karir Pekerjaan data analyst dan data scientist terlibat dalam menghasilkan wawasan data dari pemrosesan, analisis, visualisasi, dan prediksi. Bedanya data analyst dan data scientist dapat dilihat dari daftar berikut mengenai beberapa pekerjaan umum dari masing-masing posisi: 📊 Data Analyst⚙️ Data ScientistData AnalystBusiness AnalystSystems AnalystResearch AnalystOperations AnalystMarketing AnalystResearcherData ScientistData ArchitectData EngineerMachine Learning EngineerBusiness Intelligence AnalystData Mining SpecialistStatistician 📚 Baca juga: Karier Data Scientist: Tugas, Gaji, Cara Menjadi Data Scientist! Memilih Karir Antara Data Analyst dan Data Scientist Peran dan tanggung jawab seorang data analyst dan data scientist dapat bervariasi tergantung pada industri dan lokasi tempat mereka bekerja. Setelah kamu mengerti tentang perbedaan data analyst dan data scientist, kamu dapat membuat keputusan yang lebih tepat mulai sekarang. Berikut adalah empat faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih antara karir di bidang data analyst vs data scientist: 1. Latar Belakang Pendidikan Perbedaan data analyst dan data scientist adalah latar belakang pendidikan dan profesional mereka. Minimal jalur pendidikan yang ditempuh oleh seorang data analyst adalah lulusan sarjana. Namun, prasyarat bagi data scientist biasanya lebih tinggi, yang pada umumnya memerlukan gelar pascasarjana atau pengalaman profesional bekerja dalam bidang data lebih dari 2 tahun. 2. Peminatan Peminatan pribadi juga tidak kalah penting dalam memilih karir antara data analyst dan data scientist. Jika Anda bersemangat tentang statistik, pemrograman, dan penelitian, maka karier sebagai analis data mungkin lebih cocok untuk kamu. Kamu bisa memilih karir sebagai data analyst jika kamu tertarik tentang analisis data menggunakan query SQL, membuat laporan berbasis data, mengolah data dalam excel, memvisualisasi data dalam dasbor hingga mengembangkan penelitian. Jika kamu lebih tertarik pada pemrograman tingkat lanjut, ilmu komputer, statistik dan matematika, dan ingin bekerja di dunia bisnis yang akan memprediksi tren dan pola di masa depan, data scientist mungkin lebih cocok untuk kamu. Kedua peran tersebut membutuhkan individu yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, hasrat untuk melakukan analisis data dalam membantu pemecahan masalah. 3. Perkiraan Gaji di Indonesia Gaji juga tidak kalah pentingnya dalam memilih karir antara data analyst dan data scientist. 💰 Kisaran Gaji Data Analyst Gaji awal seorang data analyst dimulai dari perkiraan Rp 5.000.000 dan dapat mencapai Rp 20.000.000 pada tingkat senior. 💰 Kisaran Gaji Data Scientist Di sisi lain, gaji awal seorang data scientist dimulai dari perkiraan Rp 8.000.000 dan dapat mencapai Rp 30.000.000 pada tingkat senior. 4. Siapkan CV Data Analyst / Data Scientist Ketika kamu sudah yakin atas pilihanmu, kamu dapat menyiapkan CV untuk mendukung proses pencarian kerja. Berikut adalah contoh CV data analyst dan data scientist dari Cake: Contoh CV Data AnalystContoh CV Data Analyst - Dibuat di Cake Contoh CV Data Scientist Contoh CV Data Scientist - Dibuat di Cake📚 Baca juga: Posisi Associate: Jabatan untuk Kamu yang Minim Pengalaman [+Cara, Contoh, Dll.] Dalam artikel Data Analyst vs Data Scientist ini, Cake telah menjelaskan perbedaan data analyst dan data scientist. Kedua profesi ini melakukan peran yang berbeda dan memiliki beberapa skill yang tumpang tindih. Dalam dunia profesional, keduanya perlu memiliki keterampilan yang sama dalam memahami data dan mengambil insights untuk memecahkan masalah sehari-hari. Perbedaan data analyst dan data scientist terlihat dalam tugas dan tanggung jawab, persyaratan pendidikan, skill, gaji dan prospek karier. Oleh karena itu, keputusan ada di tangan kamu dalam memilih mana yang tepat untuk perkembangan karirmu. Sudah persiapkan CV data analyst/data scientist kamu, belum? Yuk, buat di Cake CV Builder sekarang juga, 100% gratis!Buat CV --- Ditulis Oleh Priscilia Octaviani ---
Industry & Job Overview
Jan 13th 2026

Ingin Jadi Business Development? Ketahui Tugas, Skill Sampai Gajinya!

Sering menemukan lowongan kerja untuk posisi Business Development atau BD? Pastinya kalau sedang scrolling di situs lowongan kerja akan menemukan lowongan pekerjaan business development yang dibuka oleh beberapa perusahaan baik start-up maupun korporat. Banyak orang yang sering mengira bahwa business development adalah bagian dari tim marketing atau sales. Padahal, nyatanya bukan seperti itu. Sebenarnya, apa sih tugas dari business development? Jurusan apa yang cocok agar dapat bekerja di bidang bizdev? Dan apa perbedaan business development dan sales?Daftar isi:Pengertian Business DevelopmentTugas dan Tanggung Jawab Business DevelopmentSkill yang Dibutuhkan Business DevelopmentCara Menjadi Seorang Business DevelopmentApa itu Business Development? Business development adalah pembangunan ide, inisiatif ataupun aktivitas yang membuat perusahaan lebih baik. Baik dalam hal meningkatkan penjualan, meningkatkan profitabilitas, meningkatkan cakupan pasar, mencari klien atau membuat kerjasama yang strategis dengan perusahaan lain.Peran business development sangatlah penting bagi perusahaan, dan melaluinya, perusahaan mendapatkan kesempatan baru untuk berkembang dan meningkatkan pendapatan (Forbes). Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, pengertian business development adalah pengembangan bisnis. Perbedaan Business Development dengan Sales Apakah business development sama dengan sales?Meskipun banyak orang yang mengira BD dan sales itu sama, kedua peran ini sebenarnya peran yang berbeda. Perbedaan business development dan sales terletak pada cakupan pekerjaanya. Cakupan pekerjaan dari seorang bizdev luas, tidak hanya penjualan (sales) dan pemasaran (marketing) saja, namun juga menjalani kemitraan (partnership), strategi pasar, dan pengembangan bisnis. Jabatan Gaji Business Development Karier business development bisa dimulai dari Business Development Analyst/Officer/Staff. Lalu tahapan selanjutnya Business Development Associate atau Manager, Business Development Executive dan yang jabatan paling tinggi adalah VP of Business Development. Gaji business development itu beragam, dimulai dari UMR sampai ratusan juta per bulannya. Business Development Kuliah Jurusan Apa? Biasanya yang bekerja di posisi bisdev kebanyakan merupakan lulusan bisnis, manajemen, ekonomi, komunikasi, akuntansi maupun teknik industri. Karena biasanya jurusan-jurusan tersebut mempelajari tentang bisnis dan manajemen sebuah perusahaan, yang tentunya dibutuhkan oleh posisi business development. 💡 Pro tip Kesempatan juga terbuka untuk kalian yang bukan merupakan lulusan jurusan seperti di atas. Asalkan kalian memiliki kegigihan untuk mempelajari hal baru, kalian pasti bisa! Tugas dan Tanggung Jawab Business Development Secara garis besar, tugas dan tanggung jawab seorang business development adalah menciptakan “value” atau nilai untuk perusahaan dari pelanggan, pasar, dan hubungannya. Jika kamu menanyakan seseorang yang bekerja di posisi business development, mungkin kamu akan mendengar jawaban yang berbeda tentang job desk mereka sebagai seorang bisdev. Kok bisa begitu? Jawabannya karena peran business development berubah seiring pertumbuhan perusahaan, apa yang berharga bagi mereka dalam jangka panjang berubah seiring pertumbuhan perusahaan. Simak paragraf berikut ini untuk lebih jelasnya. ➡️ Early-stage Startup Di perusahaan yang baru mulai, biasanya pekerjaan seorang business development terkenal menjadi tahapan tersulit BD. Fase startup merupakan saat-saat dimana lini bisnis baru diluncurkan dan ide dikembangkan. Pada tahapan ini, sangat penting untuk menciptakan nilai jangka panjang untuk pelanggan. Fungsinya agar perusahaan dapat membuktikan bahwa produk/jasa yang mereka tawarkan dapat disukai pasar. Aktivitas yang dilakukan oleh BD di tahapan start up sangat beragam dan lebih berfokus ke arah sales dan product development.📝 Contohnya tugas business development di early-stage startup Melakukan riset pasar dan mengidentifikasi pelanggan potensialPenetrasi ke pasar baru dan mendapatkan pelangganMencari karyawan dan memberikan pelatihanMengembangkan produk sehingga dapat menciptakan nilai tambahMengetahui keadaan industri dan kompetitor Banyak perusahaan startup yang gagal karena di tahap awal mereka gagal untuk menerapkan model bisnis yang cocok untuk pasar (market). ➡️ Growth-stage Startup Fase ini bisa terjadi setelah setahun atau beberapa tahun perusahaan berdiri. Pada fase bertumbuh dan melakukan ekspansi. Pekerjaan business development di tahap ini berfokus tentang bagaimana cara mencapai pertumbuhan dengan mengevaluasi produk dan pelanggan yang ada. Di tahap ini, dengan dana yang cukup dimiliki perusahaan, tugas bizdev pun semakin beragam seperti:📝Tugas business development di growth-stage stratup Mengembangkan produk baruMelakukan ekspansi ke pasar (market) baruMenerapkan pemasaran agresif atau channel lainnya untuk menarik lebih banyak pelangganMerger dan Akuisisi (MA)Menganalisis data untuk memahami potensi pasar atau produk ➡️ Mature Company/Perusahaan Besar Perusahaan besar biasanya sudah memiliki pendanaan yang stabil dan memiliki jumlah karyawan yang banyak. Pekerjaan sebagai bisdev di perusahaan yang lebih besar akan semakin spesifik dan menguasai bidang tertentu. Beberapa pekerjaan sehari-hari yang akan dijumpai oleh seorang business development pada perusahaan besar adalah:📝Tugas business development di perusahaan besar Cost cutting atau pengurangan biaya dengan mulai melakukan outsourcingBekerja sama dengan divisi lain untuk memenuhi kebutuhan pelangganMerencanakan dan memantau kegiatan pemasaranMelakukan riset terhadap organisasi atau perusahaan lain untuk membangun hubungan profesionalMemastikan bahwa target yang telah ditentukan tercapai dan terus mengembangkan kemampuan tim Pekerjaan menjadi seorang bizdev dapat beragam sesuai dengan ukuran dan industri perusahaan masing-masing. Cakupan kerjanya juga luas mulai dari pemasaran, cost saving, partnership, dan hal lainnya yang berkaitan dengan pengembangan bisnis. Skill yang Dibutuhkan Business Development Melihat pekerjaan yang begitu beragam dan penting bagi keberlangsungan suatu bisnis, seorang bizdev harus memiliki skill di bawah ini agar bisa menjalankan posisinya dengan baik. Di bawah adalah 6 kemampuan yang harus dimiliki seorang bizdev:1. Komunikasi dan Negosiasi Seperti yang telah dilihat di atas, seorang business development akan bertemu dengan banyak orang dan partner yang kelak akan bekerja sama dengan mereka. Diperlukan kepercayaan diri dan kemampuan storytelling agar bisa menyampaikan maksud dengan lengkap dan benar. Bukan hanya pandai berbicara, namun juga menjadi pendengar yang baik sehingga dapat mengetahui hal yang dibutuhkan oleh klien. Seorang business development juga harus tau cara bernegosiasi yang baik agar bisa mendapatkan kesepakatan yang terbaik dan menguntungkan bagi kedua belah pihak.2. Analisa Data, Riset dan Strategi Seorang business development harus mampu menganalisa data dengan baik untuk mengambil keputusan yang tepat. Melakukan competitor benchmarking atau riset terhadap kompetitor untuk mengetahui standar di industri. Hal ini diperlukan untuk mengarahkan perusahaan untuk terus berada di atas kompetitor.3. Project Management Salah satu kunci keberhasilan business development adalah memiliki skill manajemen proyek yang baik. Seorang business development harus bisa menjadi pemimpin yang mampu menangani perusahaannya dari segala aspek.Contoh skill manajemen proyek untuk business development:Memonitor, mendelegasikan dan memastikan bahwa setiap tim menyelesaikan tugasnya dengan baik dan tepat waktuKemampuan untuk mengatasi konflikMengevaluasi performa dan mendukung timHal ini dibutuhkan agar mereka mampu mencapai tujuan bersama-sama.4. Business Intelligence (BI) Skills Pengertian dari business intelligence adalah pemahaman mendalam mengenai industri dan kemampuan untuk mendapatkan wawasan dari pasar. Sebagai seorang bisdev, sangat penting untuk mengetahui apakah produk dari perusahaanmu itu cocok untuk pasar saat ini? Apakah perusahaan telah menentukan target audience yang tepat? Bagaimana umpan balik konsumen terhadap produk? Biasanya seorang business development akan melakukan analisa dan survei untuk mengetahui posisi perusahaanya di industri tersebut.5. Fleksibel dan Mampu Beradaptasi Kondisi perusahaan dan ekonomi tidak akan selalu sama dari tahun ke tahun. Pastinya akan ada perubahan yang tidak diduga ataupun kompetitor baru yang bermunculan. Seorang business development harus bisa menyesuaikan perusahaannya dengan keadaan dan mengadaptasi cara baru agar bisa terus bertahan dan berkembang di industri mereka. Untuk itu, rasa ingin tahu yang tinggi untuk selalu up-to-date tentang trend ekonomi, serta trend perkembangan industri dan teknologi sangat diperlukan. Jika tidak mau berubah dan ingin tetap berpegang pada strategi awal, perusahaan bisa-bisa ketinggalan jaman dan sudah tidak cocok dengan kebutuhan masyarakat.6. Computer Skills Saat ini, setiap karyawan sudah diwajibkan untuk dapat mengoperasikan komputer, seperti Microsoft Office dan Online Meeting Tools. Namun, ada beberapa software yang biasa digunakan oleh business development antara lain CRM, email management, marketing automation software dan accounting software untuk membantu pekerjaan sehari-hari. Cara Menjadi Business Development Associate Jika kamu tertarik untuk menjadi seorang bizdev, berikut adalah cara untuk menjadi business development: 1. Cari Pengalaman Magang Agar dapat mempermudah mendapatkan pekerjaan menjadi seorang business development, pengalaman internship atau magang diperlukan. Dengan adanya magang, kamu bisa belajar lebih awal dari perusahaan sebelumnya tentang model bisnisnya dan belajar dari para senior. Jaman sekarang, banyak perusahaan yang membuka lowongan internship untuk business development. Kamu bisa mencari di situs lowongan kerja dengan kata kunci business development internship. Salah satu situs lowongan kerja yang bisa kamu gunakan adalah Linkedin. 📚 Baca juga:8 Situs Lowongan Kerja Terbaik dan Terpercaya Indonesia 2. Terus Up-to-Date dengan Perkembangan Baru Untuk menjadi seorang business development yang handal, diperlukan pengetahuan yang luas mengenai segala sisi industri bisnis. Selalu perbaharui pengetahuan dengan membaca berita ekonomi, perkembangan teknologi dan juga industri. Kembangkan pengetahuan tentang pemasaran, akuntansi, ataupun manajemen agar dapat membantu kamu di pekerjaan nanti.3. Persiapkan CV Untuk mendapatkan pekerjaan pertama, tentunya diperlukan Curriculum Vitae (CV) untuk melamar pekerjaan. CV business development yang baik harus dibuat sedemikian rupa sehingga menonjolkan kemampuan dan pencapaianmu. Jika ini merupakan kali pertama kamu membuat CV untuk melamar pekerjaan business development, kamu bisa melihat contoh CV business development di bawah untuk dijadikan referensi. Contoh CV Business Development - Dibuat di CakeResume Tertarik menjadi business development? Selain persiapkan skill, yuk, persiapkan juga CV business development untuk melamar pekerjaan 🎉 Buat CV Berikut merupakan semua hal yang perlu kamu ketahui jika ingin melamar pekerjaan menjadi business development. Penting juga untuk mengetahui ukuran perusahaan dan jenis industri yang dimasuki, karena ini akan mempengaruhi tugas business development pada pekerjaan sehari-hari. Dimana pun itu, baik menjadi business development di perusahaan besar maupun start up, pekerjaan yang booming selama 10 tahun terakhir ini tentunya seru, menantang, dan terus membuatmu berkembang. Jika kamu merasa memiliki keterampilan seorang business development dan menyukai pekerjaannya, yuk mulai mempersiapkan hal yang dibutuhkan dan lamar pekerjaan tersebut. Selangkah lebih dekat menuju pekerjaan impian.👉 Baca juga artikel kami tentang Business Development Manager!CakeResume adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari CakeResume dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja CakeResume. --- Ditulis Oleh Jane Setiady ---
Industry & Job Overview
Nov 17th 2025

Kenali Karier Account Manager: Tugas, Skill, Gaji, dan caranya! [+CV]

Daftar Isi: Pengertian Account ManagerTugas dan Tanggung Jawab Account ManagerKeterampilan yang Harus Dimiliki Account ManagerJenjang Karier Account ManagerCara dan Syarat untuk Menjadi Account Manager Perbedaan account manager dan account management Setiap perusahaan pasti memiliki tim sales untuk menggapai klien baru, dan customer service sebagai wadah untuk menerima kritik, saran, dan tanggapan dari klien. Nah, tapi ternyata ada juga posisi lain yang tugas dan tanggung jawabnya mencakup keduanya. Posisi pekerjaan ini dinamakan sebagai Account Manager. Singkatnya, Account Manager adalah orang yang berkomunikasi langsung dengan klien dan bekerja sama dengan tim sales dan pemasaran untuk menyediakan solusi terbaik bagi kebutuhan kliennya. Yuk, langsung simak artikel berikut untuk tahu lebih lanjut mengenai detail job description dan hasil dari pekerjaan Account Manager.Apa itu Account Manager? Account Manager adalah posisi yang menjembatani perusahaan dan klien dengan cara menentukan kebutuhan klien dan membantu tim sales atau marketing dalam menentukan strategi yang tepat untuk menyediakan solusi yang terbaik. Pada umumnya, seorang Account Manager termasuk orang yang mudah bergaul, seorang pendengar yang baik, dan juga mampu menyelesaikan permasalahan yang ada. Apa perbedaan antara Account Manager dan Account Management? Seperti di paragraf sebelumnya, Account Manager merupakan peran yang mencakup pengawasan terhadap proses penjualan dan penyusunan strategi. Sementara Account Management adalah istilah yang menggambarkan proses berkelanjutan dalam mengelola dan memelihara hubungan antara klien dan perusahaan. Apa itu Key Account Manager? Key Account Management adalah jenjang karir yang lebih tinggi dari pada Account Manager, maka tugas dan tanggung jawabnya pun akan lebih sulit. Seorang Key Account Manager berfokus pada menentukan dan mengelola key accounts demi dapat mencapai dan memajukan anggaran penjualan, serta memaksimalkan peluang untuk membuat penjualan. Apa Tugas Seorang Account Manager?➡️ Berikut adalah tugas dan tanggung jawab yang ada dalam pekerjaan Account Manager. Menganalisis kebutuhan klien dan melayani klien dengan maksimalMenjaga hubungan baik klien dan perusahaanBekerja sama dengan tim sales dan marketing untuk menyusun strategi pemasaranMengatur budget pemasaran, termasuk anggaran pendapatan dan pengeluaranMembuat proposal bagi media, dan kemudian diberikan kepada kleinMencari peluang bisnis dan calon pelanggan baru Skill yang Dibutuhkan Account Manager Selain interpersonal skill, kira-kira kemampuan apa saja yang dibutuhkan oleh seorang Account Manager? Berikut adalah beberapa skill yang kamu perlukan ketika ingin bekerja sebagai seorang Account Manager. 1. Market Expertise Mengenali pasar dan perkembangannya merupakan skill pertama yang dibutuhkan untuk bisa bekerja sebagai Account Manager. Mengetahui perkembangan pasar memudahkanmu untuk menyusun strategi dan membuat keputusan yang tepat untuk membantu klien menyelesaikan solusinya. 2. Kemampuan Komunikasi Kemampuan komunikasi yang diperlukan oleh seorang Account Manager mencakup komunikasi lisan dan tulisan. Selain dapat menarik perhatian klien dan mendengarkan keluhan/masalah klien, Account Manager juga berperan penting dalam membuat strategi dan proposal yang bersifat komunikasi tulisan. Oleh karena itu, penting untuk memiliki skill komunikasi secara menyeluruh. 3. Perspektif Strategis Sebagai seseorang yang berperan menjadi jembatan antara klien dan perusahaan, Account Manager tentunya perlu memiliki pemikiran yang matang dalam membangun strategi jangka panjang. Hal ini mencakup perancangan strategi jangka panjang untuk bisa mempertahankan relasi dengan klien. Karena tentunya lebih penting untuk mempertahankan relasi jangka panjang dibandingkan transaksi singkat dengan klien untuk keberlangsungan bisnis. 4. Menjadi Perunding yang Bijak Ternyata menjadi komunikator yang baik saja tidak cukup, seorang Account Manager juga harus mampu untuk menjadi negotiator. Mengapa? Karena dalam menjalankan tugas keseharian, kamu perlu bernegosiasi baik dengan klien maupun dengan rekan kerja. Skill negosiasi meliputi sense of timing, keahlian presentasi, dan juga bijak akan waktu yang tepat dalam menyampaikan argumen serta penawaran. 5. Mampu menggunakan Software dan Tools Pendukung Di beberapa perusahaan besar, kamu membutuhkan skill untuk bisa mengoperasikan software CRM seperti salesforce. Software ini mampu mengukur hubungan perusahaan dengan klien, serta melihat pencapaian yang ada. Tidak hanya itu, penting juga untuk paham dan mengikuti perkembangan dunia digital. Tools di dunia digital pun bisa digunakan sebagai alat ukur, misalnya seperti Google Analytics yang berfungsi untuk mengerjakan laporan dan menyiapkan strategi baru.📚Baca juga: Apa itu CRM (Customer Relationship Management)? Kenali Fitur, Kegunaan, Dll.Prospek Karier Account ManagerDengan kemampuan, tugas, dan peran yang penting dalam perusahaan, tentunya gaji yang diberikan untuk jabatan Account Manager juga termasuk tinggi.Gaji Account ManagerDi Indonesia, rata-rata gaji seorang Account Manager berkisar dari Rp 10,000,000 hingga Rp 27,000,000 per bulannya. Nominal gaji yang ada akan sangat beragam tergantung dari deskripsi pekerjaan, pengalaman kerja, banyaknya tugas dan juga pastinya perusahaan tempat kamu bekerja.Jenjang Karier Account Manager Dengan berbagai skill dan jobdesk yang beragam,Account Manager memiliki jenjang karier yang cukup menjanjikan. Berikut adalah penjelasan mengenai tahapan jenjang karier Account Manager. 1. Account Manager Pada umumnya, Account Manager adalah posisi setelah mendapatkan promosi dari posisi Senior Account Executive. Namun, jika kamu sudah memiliki pengalaman yang cukup maka tidak menutup kemungkinan untuk mendapatkan posisi ini langsung pada masa rekrutmen. 2. Key Account Manager Posisi berikutnya adalah Key Account Manager yang berperan penting dalam mempersiapkan strategi, proses, dan berbagai sumber daya yang dapat digunakan untuk kebutuhan klien. 3. Regional Sales Manager Seperti nama jabatannya, Regional Sales Manager bertugas untuk mengatur para tim penjualan sehingga dapat mencapai target yang ditentukan. 4. Direktur Sales / Wakil Presiden Sales Jenjang karier berikutnya adalah Direktur Sales yang berperan aktif dan bertanggung jawab untuk mengelola dan mengawasi fungsi penjualan perusahaan. Tips untuk Menjadi Account Manager Setelah mengetahui prospek kerja seorang Account Manager, kini waktunya untuk mempersiapkan diri berkarier menjadi Account Manager. Berikut adalah beberapa tips penting untuk menjadi Account Manager. 1. Menempuh Pendidikan Seperti pekerjaan lainnya, langkah pertama yang dapat kamu ambil untuk berkarier sebagai Account Manager adalah melalui jalur pendidikan. Ternyata ada berbagai jurusan sarjana yang dapat menjadi pilihan pendidikan Account Manager. Untuk dapat berkarier di bidang periklanan (advertising) dan public relations sebagai Account Manager, bidang studi advertising, public relations, jurnalisme, dan bisnis komunikasi merupakan pilihan bidang studi yang tepat. Sementara, jika kamu hendak berkarier di bidang teknologi sebagai Account Manager, maka jurusan teknik adalah bidang studi yang dapat dipilih. Jurusan lainnya yang dapat menjadi pilihanmu adalah bidang studi akuntansi, keuangan, komunikasi dan bisnis administrasi. 2. Memiliki Sertifikasi dan Pelatihan Selain pendidikan formal, sertifikat dan pelatihan juga merupakan hal penting lainnya yang dapat kamu persiapkan untuk bekerja sebagai Account Manager.🔍 Contoh sertifikat Account ManagerCertified Management Accountant (CMA) oleh IMASertifikasi CPMA oleh IAMI (Institut Akuntan Manajemen Indonesia) 3. Mendapatkan Pengalaman Kerja yang Relevan Ilmu teori yang telah kamu pelajari tentunya akan bermanfaat ketika dipraktekkan langsung di lapangan. Saat kamu masih berkuliah, ada baiknya ikut program magang dan mendapatkan pengalaman kerja. Garaplah pengalaman dan kemampuan dalam menangani banyak proyek, pelajarilah struktur dan cara kerja Account Manager di dunia nyata. 4. Buat CV Account Manager yang Menarik Tips berikutnya adalah dengan membuat CV yang baik dan menarik. Berikut adalah contoh CV Account Manager dalam bahasa Indonesia.Contoh CV Account Manager --- Dibuat di CakeResumeKini kamu bisa membuat CV Account Manager secara gratis dengan 50+ template yang menarik di CakeResume, tinggal di drag and drop! Yuk, langsung coba!🎉 Buat CV ✨ Key TakeawaysItulah pembahasan seputar arti dan poin-poin penting yang perlu diketahui seputar Account Manager. Berikut beberapa poin penting seputar Account Manager. Job desk Account Manager mencakup bidang sales dan customer service.Gaji yang ditawarkan untuk posisi Account Manager relatif tinggi, di Indonesia berkisar dari Rp 10,000,000 hingga Rp 27,000,000 per bulannya.Account Manager merupakan jenjang karier yang menjanjikan.Tempuhlah pendidikan formal, garaplah pengalaman serta lisensi yang sesuai untuk mempersiapkan karier mu sebagai Account Manager. --- Ditulis OlehLydia Gavrila ---

Apa itu Account Officer, Tugas, Gaji, Skill yang harus Dikuasai!

Daftar Isi: Mengenal Apa Itu Account OfficerJob Desk Jawab Account OfficerSkill yang Harus Dimiliki Account OfficerTips Menjadi Seorang Account Officer Untukmu yang baru saja lulus kuliah jurusan manajemen dan memiliki passion di bidang keuangan atau perbankan kamu bisa melirik profesi Account Officer (AO) sebagar career path kamu. Pasti ada pertanyaan di benak kita “Apa itu Account Officer?” Cukup wajar bila istilah Account Officer masih asing bagi orang Indonesia. Namun demikian, peluang karir account officer cukuplah menjanjikan karena sebagian besar perusahaan membutuhkan account officer untuk mengelola pembukuan keuangan dan menangani klien. Nah, dalam artikel kali ini Cake akan mengupas tuntas profesi account officer. Pastinya kamu bisa mengenal lebih dalam profesi account officer ini dan sebagai pertimbangan career path kedepannya.📚 Baca juga:Apa itu Business Development? Berikut Job Desk dan Tugasnya Apa Itu Account Officer? Pengertian Account Officer Apa yang dimaksud dengan account officer?AO atau Account Officer adalah seseorang yang menangani hal-hal yang berhubungan dengan klien di sektor perbankan ataupun perusahaan finansial. Bagi perusahaan yang berkecimpung di sektor keuangan, seperti bank, koperasi, atau leasing, keberadaan seorang klien sangatlah penting dalam keberlangsungan perusahaan. Hal yang terpenting bagi AO adalah melindungi perusahaan sektor keuangan dari risiko kerugian dengan mengidentifikasi calon klien yang potensial.Beberapa jenis account officer sebagai berikut:AO KreditAO Financial ServicesAO SME 💡 Apa perbedaan Account Officer dan Sales? Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa cara kerja account officer hampir mirip dengan cara kerja sales/marketing. Akan tetapi cara kerja account officer tidak sepenuhnya fokus pada penjualan layaknya pekerjaan sales/marketing, meskipun jobdesk account officer dan marketing saling bersinggungan. Kualifikasi Profesi Account Officer Pada dasarnya kualifikasi profesi account officer ini cukup beragam tergantung pada skala perusahaanya. Account officer harus lulusan apa?Untuk perusahaan dengan skala kecil, syarat minimal kualifikasi profesi account officer adalah lulusan D3 dari segala jurusan, akan tetapi tidak menutup kemungkinan lulusan SMA bisa melamar pekerjaan account officer apabila memiliki pengalaman kerja yang relevan. Untuk perusahaan keuangan dengan skala yang besar cenderung mempertimbangkan lulusan sarjana sebagai kualifikasi minimum untuk pekerjaan sebagai account officer. Apabila memiliki pengalaman kerja yang berkaitan dengan pekerjaan account officer akan menjadi nilai tambah dimata rekruiter. Gaji Account Officer Berbicara mengenai gaji account officer, pada dasarnya untuk besaran nominal gaji account officer tidak ada angka pastinya karena setiap perusahaan mempunyai kebijakan finansial tersendiri untuk sistem penggajiannya. Rata-rata gaji account officer di Indonesia berkisar Rp 4.100.000 per bulan atau sebesar Rp 49.000.000 per tahun. Untuk karyawan entry level kisaran gaji posisi account officer berkisar Rp 24.000.000 per tahun. Bagi karyawan yang memiliki pengalaman sebagai account officer sebelumnya, kisaran gaji sekitar Rp 89.000.000 juta per tahun. Apa Tugas Seorang Account Officer? Tugas Account OfficerPenasaran deskripsi pekerjaan account officer secara rinci? Berikut adalah beberapa tugas account officer di perusahaan : 1. Mengenalkan Produk ke Klien/Konsumen Salah satu tugas account officer adalah mengenalkan product knowledge perusahaan kepada klien yang potensial. Beberapa produk jasa sektor keuangan yang dikenalkan oleh account officer antara lain produk kredit, deposito, KPR, dan produk keuangan lainnya. Pengenalan produk ini bisa dilakukan oleh account officer melalui pameran, kantor, atau mendatangi klien secara langsung tergantung situasi dan kebutuhan. Apabila terjadi kesalahpahaman antara klein dengan perusahaan, maka account officer harus mempertanggung jawabkannya. 2. Membangun Hubungan yang Baik dengan Klien Jobdesk account officer diantaranya adalah menjaga hubungan baik dengan klien, baik klien baru atau klien lama. Mengapa ini penting? Sekali lagi, klien adalah asset vital bagi perusahaan di bidang keuangan sehingga menjaga hubungan baik adalah wajib hukumnya untuk menjaga kepercayaan klien terhadap perusahaan. Apabila klien memiliki kepercayaan kepada account officer yang dikenalnya, maka ada kemungkinan besar klien akan merekomendasikan relasinya untuk menggunakan jasa keuangan dari perusahaan. Bagaimana cara kerja account officer dalam menjaga hubungan baik dengan klien? Ada beberapa cara seperti telepon, email, video call, atau visit langsung dengan klien. Dengan melakukan ini, pastinya klien akan merasa diperhatikan dan account officer akan mendapatkan feedback langsung mengenai produk keuangan yang digunakan oleh klien untuk pengembangan kedepannya. 3. Memberikan Solusi Kepada Klien Seorang account officer dituntut mampu memberikan solusi yang tepat kepada klien perusahaan yang sedang menghadapi masalah. Ibaratnya, tugas account officer adalah sebagai pendengar yang baik dan problem solver bagi klien sesuai dengan kebijakan perusahaan. Sehingga account officer harus bersikap ramah, sabar, dan tenang ketika menghadapi klien untuk menjaga reputasi perusahaan. 4. Mengelola Hutang dan Piutang Perusahaan Tugas account officer di perusahaan ialah turut andil dalam mengelola hutang dan piutang perusahaan. Pengelolaan hutang dan piutang menjadi hal yang vital dalam jalannya perusahaaan, sehingga account officer perlu mengelolanya dengan tepat. 5. Berkoordinasi dengan Divisi Lain Agar pekerjaan account officer terlaksana dengan baik, maka berkoordinasi dengan divisi lain adalah kunci suksesnya. Mengapa demikian? Dengan berkoordinasi dengan divisi lain, account officer akan mendapatkan dukungan dan bantuan untuk mencapai goalsnya. Seperti contoh, account officer berkoordinasi dengan divisi marketing untuk merencanakan strategi pemasaran dan pendekatan klien yang potensial dengan cara yang efektif dan efisien. Pastinya, dengan cara ini memudahkan account officer untuk mencapai tujuannya dengan optimal. 6. Membuat Laporan Mingguan atau Bulanan Lastly, jobdesk account officer adalah membuat laporan kinerja atau analisa secara mingguan maupun bulanan mengenai klien yang ditanganinya. Sehingga, pimpinan bisa mengetahui track record pekerjaan account officer dan mereview strategi untuk kedepannya. Skill yang Harus Dimiliki Account Officer Setelah mengetahui tugas account officer di perusahaan, tanpa disadari tugas account officer adalah garda terdepan perusahaan yang membutuhkan skill yang mumpuni. Apa saja skill yang harus dimiliki seorang account officer yang handal? Yuk simak ulasan dari Cake dibawah ini. 1. Skill Teknis Seorang account officer harus menguasai beberapa skill yang bersifat teknikal untuk kelangsungan pekerjaan account officer. Skill-skill tersebut antara lain penggunaan software pembukuan keuangan, software pembayaran, Microsoft Office, pengunaan QuickBooks, dan software keuangan lainnya. 2. Kemampuan Berkomunikasi Karena tugas account officer berhubungan dengan klien dan divisi-divisi lain, maka kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik. Pastinya seorang account officer harus menjelaskan dengan jelas dan rinci konteks produk yang ditawarkan kepada klien dan memberikan informasi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi klien. Disisi lain ketika berkoordinasi dengan divisi lain, account officer harus menjelaskan tujuannya dengan baik agar divisi lain mampu menangkap konteksnya dan bisa mendukung pekerjaan account officer. 3. Kemampuan Berpikir Analitis Selain menganalisis problem klien dan mencari solusi berdasarkan kebijakan perusahaan, account officer juga dituntut untuk mampu menganalisis pembukuan keuangan, dan mengidentifikasi kesalahan yang mungkin terjadi. 4. Fokus Pada Detail dan Teliti Account officer harus fokus pada detail dan teliti karena perlu memperhatikan akurasi catatan keuangan perusahaan untuk menghindari kesalahan yang fatal. Kesalahan pada data keuangan akan menyebabkan kerugian pada perusahaan. Tips Menjadi Seorang Account Officer Nah, bagimu yang tertarik berkarir sebagai account officer ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar menjadi account officer yang handal. Ini dia beberapa tips dari Cake agar kamu menjadi account officer yang professional. 1.Dapatkan Sertifikasi yang Berkaitan dengan Profesi Ada baiknya jika kamu mulai mencari sertifikasi-sertifikasi yang berkaitan dengan pekerjaan account officer. Sejatinya, dengan mendapatkan sertifikasi yang mendukung pekerjaan account officer akan memudahkan dalam melaksanakan daily work secara efektif dan efisien. Disisi lain akan meningkatkan value keprofesionalan sebagai account officer. ✏️ Contoh sertifikasi:Cerified Account Payable Association (CAPA),Certified Public Accountant (CPA),dan Certified Bookkeeper (CB). 2.Training Karena dunia teknologi akan selalu berkembang, seorang account officer perlu update hard skill dan soft skill yang relevan dengan pekerjaan account officer melalui bebrapa training. 3.Membuat CV yang Menarik Lastly, bila kamu ingin meniti karir sebagai account officer buatlah CV lengkap, menarik, dan tepat sasaran. Apa saja yang harus dicantumkan pada CV Account Officer? Simak lebih lanjut ya! Data diri:Pastikan kamu mencantumkan data diri kamu pada CV account officer agar memudahkan HRD saat menghubungi kamu, seperti foto diri, nama lengkap, email, nomor telepon, atau akun LinkedIn.Deskripsi Diri:Deskripsi diri atau summary mengenai pelamar kerja sangatlah penting. Mengapa demikian? Deskripsi diri membantu HRD mengetahui background pelamar dalam hitungan detik. Pastikan kamu mencantumkan value diri yang relevan dengan pekerjaan account officer.Pengalaman kerja yang relevan:Agar CV account officer dilirik oleh HRD, ada baiknya kamu mencantumkan pengalaman kerja yang relevan dengan pekerjaan account officer. Apabila belum ada pengalaman kerja, kamu bisa mencantumkan pengalaman berorganisasi atau internship. Pada bagian ini kamu bisa menjelaskan lebih detail nama perusahaan/organisasi sebelumnya, berapa lama bekerja, dan tanggung jawab pekerjaannya.Riwayat pendidikan:Cantumkan riwayat pendidikan pada CV account officer untuk menunjukan kualifikasi pendidikan dengan lowongan pekerjaan account officer. Apabila riwayat pendidikanmu sesuai dengan kualifikasi lowongan.Skill/Keterampilan:Seperti yang dijelaskan pada paragraf sebelumnya, seorang account officer perlu memiliki beberapa skill atau keterampilan. Dalam membuat CV account officer, ada baiknya bila mencantumkan soft skill dan hard skill. Apa saja itu? ✏️Hard Skill Microsoft Office (Word, Point, Excel)Mampu mengoperasikan QuickBooksSoftware berbasis keuanganMenguasai data entryCertified Public Accountant (CPA) ✏️Soft Skill Problem solverSkill berkomunikasiFleksibelFokus pada pekerjaan detailKemampuan berpikir analitis Ingin membuat CV account officer untuk melamar kerja? Cake menyediakan platform CV builder gratis dengan 50+ template CV yang bisa kamu akses secara gratis🎉 Buat CV Rekomendasi Lowongan Kerja Cake adalah aplikasi dan website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan Cake dan cari lowongan di website cari kerja atau aplikasi cari kerja kami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu!--- Ditulis Oleh Talitha Edrea ---
Recruitment & HR
Mar 13th 2025

Memahami Employer Branding: Fungsi, Strategi, dan Buku Panduannya

Employer branding adalah salah satu strategi penting yang diperlukan oleh para Talent Acquisition atau HRD. Karena semakin banyak perusahaan yang berkembang, semakin diperlukan juga talenta berkualitas untuk membantu perusahaan berkembang. Nyatanya mencari kandidat yang terbaik bukanlah hal yang mudah. Akan ada banyak persaingan antara perusahaan untuk mendapatkan calon karyawan yang terhebat. Tentunya para kandidat pekerja yang terbaik akan memilih perusahaan dengan reputasi atau citra yang baik sebagai pemberi kerja. Oleh karena itu, penting bagi paraTalent Acquisitionatau HRD untuk membuat strategi employer branding agar dapat menarik dan mempertahankan para talents demi kesuksesan perusahaan.✨ RingkasanEmployer branding adalah strategi penting bagi perusahaan untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik. Menurut Ray Tambunan, Senior Recruitment Consultant Cake, kunci utamanya adalah membangun pemahaman internal bahwa perkembangan talenta sama pentingnya dengan perkembangan bisnis. Dengan employer branding yang kuat, perusahaan tidak hanya menarik karyawan berkualitas tetapi juga menciptakan budaya kerja yang positif, yang pada akhirnya berdampak pada performa bisnis secara keseluruhan. Untuk membangun employer branding yang efektif, perusahaan perlu menganalisis budaya internal, memahami kebutuhan karyawan, dan mengoptimalkan profil perusahaan serta situs karier. Selain itu, strategi konten yang menarik, program advokasi karyawan, dan pemanfaatan media sosial juga menjadi langkah krusial. Apa itu Employer Branding? Apa Itu Employer Branding?Apa yang dimaksud dengan employer branding? Pengertian employer branding adalah sebuah strategi yang diterapkan oleh perusahaan dalam bentuk aktivitas, kampanye, atau pemberian benefit lainnya untuk karyawan atau calon karyawan merasa tertarik dan nyaman bekerja di perusahaan.Pada dasarnya, tujuan employer branding adalah: Mempermudah perekrutan untuk mendapatkan calon karyawan yang terbaik dan mempertahankan merekaMembuat karyawan merasa nyaman, senang, dan produktif bekerja di perusahaanMeningkatkan citra perusahaan di antara pencari kerja, karyawan, atau pun pemangku kepentingan utama Strategi employer branding biasanya dapat diterapkan oleh HRD, Talent Acquisition, CEO, Marketing, atau Brand Advocates. Semakin bagus strategi employer branding yang diterapkan, reputasi perusahaan sebagai tempat kerja terbaik untuk karyawan akan menonjol, dan semakin tinggi juga kemungkinan calon karyawan yang berkualitas tertarik untuk bekerja di perusahaan tersebut. Perbedaan Employer Branding dan Employee Branding Employer branding dan employee branding adalah dua cara untuk merepresentasikan citra perusahaan. Tetapi terdapat perbedaan diantara keduanya, yaitu: 🏢 Strategi Employer Branding👨‍💼 Strategi Employee BrandingBiasanya, employer, pemberi kerja, atau HRD adalah pihak yang bertanggung jawab untuk membangun citra yang baik di mata calon karyawan atau karyawan yang ada agar reputasi perusahaan terlihat sebagai tempat yang terbaik dan menjanjikan untuk bekerja.Sang employee atau karyawan adalah pihak yang akan merepresentasikan citra perusahaan kepada publik atau pemegang kepentingan. Strategi ini akan membentuk karyawannya menjadi wajah perusahaan, mulai dari visi misi hingga sikap dan perilaku mereka📚 Baca juga:Employer Branding vs Employee Branding: Perbedaan dan Contohnya MengapaEmployer Branding Penting? Mengapa Employer Branding Penting?1. Karyawan yang Berkualitas Perusahaan yang memiliki persona employer brand yang kuat akan menarik karyawan yang terbaik juga untuk melamar ke perusahaan mereka. Pernyataan ini terbukti melalui beberapa riset dibawah ini: 84% pencari kerja menyatakan bahwa reputasi sebuah perusahaan sebagai pemberi kerja adalah faktor penting ketika mereka sedang membuat keputusan untuk melamar kerja. (TalentNow)9 dari 10 calon karyawan tertarik untuk melamar pekerjaan yang mereka lihat ketika lowongan pekerjaan tersebut berasal dari perusahaan dengan employer branding yang dikelola secara aktif. (Workable)80% manajer talent acquisition percaya bahwa employer branding berdampak signifikan dalam kemampuan mereka untuk merekrut karyawan yang hebat. (LinkedIn)Perusahaan dengan employer branding yang kuat mendapatkan pelamar kerja yang memenuhi syarat 50% lebih banyak. (LinkedIn) 2. Mengurangi Biaya Bayangkan sebuah perusahaan yang besar dan terkenal. Secara otomatis, banyak pencari kerja yang akan menemukan dan melamar ke perusahaan tersebut. Proses ini terjadi secara natural karena employer branding mereka, hingga perusahaan pun tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk proses perekrutan. Melainkan, perusahaan dapat mengalokasikan biaya tersebut ke hal lain seperti pengembangan merek atau produk untuk mendahului kompetitor perusahaan. Ditambah lagi, calon karyawan baru biasanya bersedia menerima bayaran yang lebih rendah jika mereka bekerja di perusahaan dengan citra yang bagus dan merek perusahaan yang terkenal. 3. Karyawan Anda Menjadi Duta Perusahaan Secara tidak langsung, karyawan perusahaan akan menjadi duta merek (brand ambassador). Oleh karena itu, penting untuk memiliki strategi employer branding yang kuat. Semakin banyak karyawan yang berbicara positif tentang perusahaan, semakin mudah untuk perusahaan merekrut karyawan baru yang berkualitas melalui referrals. Selain mengurangi biaya proses perekrutan, proses ini akan meningkatkan kesadaran merek (brand awareness) perusahaan melalui words of mouth (dari mulut ke mulut), dan penjualan/sales pun ikutan meningkat tanpa pengeluaran biaya lebih untuk marketing. 4. Meningkatkan Keterlibatan Karyawan Meningkatkan keterlibatan karyawan (employee engagement)penting agar karyawan dapat bekerja dengan antusias dan termotivasi. Di saat yang sama, mereka dapat meningkatkan produktivitas kerja. Produktivitas yang tinggi pada karyawan akan mempengaruhi perkembangan perusahaan. Jika perusahaan terus berkembang, pendapatan juga akan meningkat dan kondisi keuangan perusahaan akan lebih stabil. Perusahaan dengan keuangan yang stabil tentunya akan lebih menarik bagi calon karyawan yang ingin melamar. Selain itu, karyawan juga akan merasa lebih aman dan betah bekerja di perusahaan.📚 Baca juga:Inspiratif! Ini 13 Contoh Employer Branding ala Google hingga Netflix Bagaimana Langkah Membangun Employer Branding untuk Perusahaan? Bagaimana Cara Membangun Employer Branding untuk Perusahaan?Setelah memahami manfaat employer branding, simak langkah membangun employer branding berikut ini! 1. Analisa Budaya Perusahaan Anda Ingat, budaya perusahaan adalah salah satu faktor yang berdampak besar dalam employer branding. Jika perusahaan kamu diketahui memiliki budaya perusahaan yang negatif, publik akan mengetahuinya dengan segera dari mulut ke mulut ataupun platform sosial media seperti LinkedIn. Begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, jika perusahaan menyatakan hal baik tentang budayanya di situs web perusahaan, sebaiknya hal tersebut tercerminkan di dunia nyata, karena di dunia digital ini, informasi dapat tersebar dengan begitu cepat. Cara terbaik untuk mengetahui kekuatan budaya perusahaan adalah berbicara langsung dengan karyawan melalui survei anonim atau pertemuan tatap muka. Cari tahu apa yang mereka paling sukai dari bekerja di perusahaan dan hal apa yang bisa ditingkatkan/diubah dengan menanyakan pertanyaan berikut kepada tim: Apakah karyawan Anda merasa program tunjangan Anda memuaskan?Apakah mereka menginginkan komunikasi yang lebih terbuka dengan pihak kepemimpinan?Apakah mereka memiliki gambaran yang jelas tentang potensi pertumbuhan perusahaan? 2. Ketahui Apa yang Diinginkan KaryawanSurvey LinkedIn the Future of Recruiting 2023menunjukkan lima faktor terpenting bagi kandidat ketika memilih pekerjaan baru:Kompensasi dan benefit yang menguntungkanKeseimbangan hidup dan kerja (work-life balance)Waktu kerja yang fleksibelJenjang karier yang menjanjikanPengembangan skillPemahaman tentang tren rekrutmen dapat membantu merancang program pelatihan yang relevan dan memberikan peluang karier yang menarik. Dengan mengetahui apa yang diinginkan karyawan, perusahaan tidak hanya mampu memenuhi ekspektasi karyawan, tetapi juga bisa tetap kompetitif dalam merekrut dan mempertahankan bakat-bakat terbaik di industri.3. Optimalkan Profil Perusahaan dan Situs Karier Mengoptimalkan situs karier danprofil perusahaan merupakan strategi employer branding yang tidak kalah pentingnya. Karena melalui profil perusahaan dan situs karier, calon karyawan dapat mengetahui lebih lanjut tentang citra perusahaan dan ini akan mempengaruhi keputusan mereka jika mereka ingin melamar di perusahaan atau tidak. 💡Tips mengoptimalkan situs karier sebagai strategi employer branding:Pastikan UI/UXsitus mudah dijelajahi dan menarik bagi calon karyawanBerikan informasi yang jelas dan menarik tentang perusahaanCantumkan benefit karyawan, program kerja, acara tahunan, dan keunikan lainnyaJelaskan job desk yang jelas untuk setiap lowongan pekerjaan yang adaTambahkan testimoni karyawan yang sedang bekerja di perusahaan Pasang 3 Iklan Lowongan Kerja GRATIS di Cake. Dapatkan akses ke jutaan talenta terbaik Indonesia dan rekrut kandidat yang tepat untuk perusahaan Anda.🎉Pasang Loker 4. Kembangkan Strategi Konten Sebelum melamar pekerjaan, calon karyawan pastinya akan mencari informasi untuk mengenal lebih tentang perusahaan, dan konten yang di unggah oleh perusahaan adalah hal yang penting dalam proses ini. Konten untuk employer branding harus berisikan informasi yang dapat memperjelas calon karyawan tentang bagaimana rasanya bekerja di perusahaan. Konten yang dipublikasikan di sosial media, situs kerja, situs web perusahaan, dan situs ulasan harus bisa mencerminkan persona employer brand yang terbaik. 💡 Tips Strategi Konten:Buatlah konten dengan topik atau kata kunci sesuai dengan persona kandidat karyawan yang ideal untuk perusahaanCeritakan employer brand secara tertulis atau visual dengan brand storytelling. Bicarakan tentang perjalanan karyawan tertentu yang sesuai dengan citra merek perusahaan dan yang dapat beresonansi dengan kandidatTekankan nilai inti (core values) perusahaan dan mempromosikannya di seluruh konten perusahaan 5. Bangun Program Advokasi Karyawan Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, karyawan perusahaan dapat secara tidak langsung menjadi duta merek perusahaan. Coba pertimbangkan untuk memberikan benefit atau hadiah kepada karyawan yang merujuk karyawan baru, membagikan konten perusahaan, dan mempromosikan informasi mengenai merek perusahaan. Ingat, karyawan yang merasa dihargai akan lebih bersedia mengadvokasi untuk perusahaannya. Kenali dan hargai upaya karyawan, dan mereka akan menjadi duta merek perusahaan yang berharga. 6. Gunakan Media SosialMembangun employer branding melalui media sosial adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dan strategi yang tepat. Dengan pendekatan yang terencana dan eksekusi yang baik, media sosial bisa menjadi alat yang powerful untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai employer of choice. 7. Ikut Job Fair / Acara SeminarVirtual Career Fair: Cake mengadakan beberapa career fair setiap tahunnya, di mana kami memfasilitasi wadah bagi perusahaan dan jobseeker untuk bertemu dan berinteraksi.Talent Connect: Acara karier bulanan, di mana kami mengundang industry professionalatau perwakilan perusahaan dari berbagai sektor industri untuk berbagi pengetahuan, wawasan, dan kesempatan karir kepada para profesional dan individu yang sedang mencari pekerjaan.Cake mendukung perusahaan untuk membangun employer branding melalui:Mengikuti event seperti job fairatau seminar karier adalah langkah dalam membangun employer branding. Melalui event-event ini, perusahaan dapat menunjukkan komitmennya terhadap pertumbuhan profesional dan kesejahteraan karyawan potensial. Job fair memberikan platform bagi perusahaan untuk berinteraksi langsung dengan calon karyawan, memperkenalkan budaya perusahaan, dan menyoroti peluang karier yang ada. Sementara itu, seminar karir dapat memberikan wawasan mendalam tentang industri dan posisi yang ditawarkan, menarik calon karyawan yang berkualitas dan berpotensi untuk bergabung dengan perusahaan.📚 Baca juga:Memenangkan Bakat Terbaik dengan EVP yang Kuat 8. Uji dan Ukur Merek Perusahaan 💡Metriks yang perlu ukur:Strategi employer branding perlu dikembangkan secara terus menerus dan mungkin terlihat sulit untuk diukur keberhasilannya. Tetapi rekruter tetap harus mencari cara untuk mengevaluasi strategi employer branding mereka.Ulasan dan ratings: lacak rating perusahaan dari waktu ke waktu dan identifikasi kritik umum yang dapat menunjukkan masalah yang lebih besar dalam budaya perusahaan.Tingkat retensi karyawan (seberapa lama karyawan betah bekerja di perusahaan).Platform/sumber lamaran kerja: lacak sumber setiap karyawan untuk memahami dari mana mereka mengetahui lowongan pekerjaan perusahaan. Identifikasikan platform utama yang digunakan banyak orang dan tentukan dimana Anda harus memfokuskan upaya Anda.Kepuasan/kesejahteraan karyawan: survei anonim adalah cara yang terbaik untuk mengumpulkan data yang terbaik.Menyeimbangkan Kebutuhan Bisnis dengan Tren Employer BrandingMenurut Ray Tambunan, Senior Recruitment Consultant Cake, kunci utama dalam menyeimbangkan kebutuhan bisnis dengan tren employer branding yang semakin kompetitif adalahmembangun pemahaman bersama di internal perusahaan. Ray menekankan bahwa perkembangan bisnis dan produk memang penting, tetapi perkembangan talenta yang bergabung ke perusahaan juga sama krusialnya. Talenta-talenta ini tidak hanya membawa kontribusi langsung, tetapi juga menunjang pertumbuhan budaya perusahaan ke arah yang positif, yang pada akhirnya berdampak pada performa perusahaan secara keseluruhan."Melihat dari sudut pandang talent-talent bagus yang sekarang mempunyai akses digital lebih, judgment kedua mereka setelah bisnis nya sendiri adalah hasil employer branding (bagaimana mereka akan bekerja dan berkembang di dalam)."-Ray Tambunan, Senior Recruitment Consultant CakeIngin mempelajari strategiemployer brandingyang strategis untuk merekrut karyawan berkualitas? Dapatkaninsighteksklusif dalamebook employer brandingterbaru Cake!Ebook Employer Branding by CakeUnduh sekarang untuk bangun employer branding Anda lebih efektif!Unduh Ebook Siap menarik kandidat unggul dengan cerita employer branding Anda? Mari bangun employer branding Anda dengan Cake sekarang juga! 🎉Bangun Employer Branding Contoh Employer Branding yang Sukses Untuk inspirasi Anda, perhatikan contoh employer branding asli dari perusahaan ternama ini! 1. NetflixContoh Employer Branding NetflixDi halaman karier Netflix, mereka menjelaskan tentang perusahaan mereka secara transparan. Netflix mengembangkan organisasinya untuk berpusat pada karyawannya dan ini terbukti dalam ulasan Glassdoor. Netflix adalah salah satu perusahaan dengan peringkat terbaik di Glassdoor. Netflix memiliki employer branding yang sangat bagus karena kesederhanaannya dan kejujurannya kepada publik mengenai budaya perusahaan, core values, kebijakan perusahaan mengenai kompensasi karyawan, dll.Selain itu, Netflix juga menampilkan video tentang pelajaran yang didapatkan Reed Hastings, CEO Netflix, selama bekerja 20 tahun di Netflix. Reed Hastings memberikan gambaran yang realistis mengenai rasanya bekerja di Netflix untuk para calon karyawan yang ingin melamar pekerjaan disana. 2. Google Contoh Employer Branding Google Google memiliki salah satu employer branding yang terbaik di dunia. Buktinya, Google mendapatkan 3 juta CV setiap tahunnya, dimana mereka hanya memilih 7,000 karyawan baru. Bahkan Google sempat merilis sebuah film sebagai kampanye employer branding yang berjudul The Internship.Beberapa strategi employer branding yang berhasil menarik perhatian calon karyawan termasuk fasilitas yang diberikan selain gaji: Asuransi kesehatanTunjangan transportasiCuti berbayarMakan gratisRuang kerja bergaya kampus, dan masih banyak lagi Salah satu hal yang paling bagus dari employer branding hotel Marriott International adalahcore valuesmereka, dimana mereka yakin bahwa fondasi kesuksesan perusahaan mereka bergantung pada kesejahteraan karyawan. 3. StarbucksContoh Employer Branding Starbucks Starbucks memiliki strategi komunikasi dan strategi konten yang sangat kuat untuk employer branding mereka. Starbuck mengoptimalkan media sosial mereka seperti Instagram dan Twitter yang bertujuan untuk berinteraksi dengan calon karyawan mereka. 4. Marriott InternationalContoh Employer Branding Marriott InternationalUntuk membuktikan janji mereka, Hotel Marriott International memberikan banyak contoh untuk memenuhi janjinya melalui konten media sosial mereka. Mereka berkomitmen untuk membuat tempat kerja mereka menjadi lingkungan yang mementingkan kebutuhan emosional, fisik, dan keuangan karyawan mereka. Bahkan, Starbucks membuat akun khusus yang bernama @starbucksjobs untuk membagikan lowongan kerja, mempromosikan visi misi perusahaan, merayakan kelulusan karyawan, atau berbagi cerita dari karyawan mereka. Tentu karyawan Starbucks akan merasa dihargai dan senang bekerja disana. Demikianlah artikel ini mengenai apa itu employer branding. Semoga setelah memahami manfaat employer branding, langkah untuk membangun employer branding, serta contoh-contoh employer branding, Anda sekarang bisa menerapkan strategi employer branding di perusahaan Anda!FAQ Seputar Employer BrandingApa yang dimaksud dengan employer branding?Employer branding adalah strategi perusahaan untuk membangun citra positif sebagai tempat kerja yang menarik melalui aktivitas, kampanye, atau benefit yang ditujukan kepada karyawan dan calon karyawan. Tujuannya adalah menarik talenta terbaik, meningkatkan kepuasan karyawan, dan memperkuat reputasi perusahaan.Apa contoh perusahaan yang telah lama dikenal dengan employer branding yang kuat?Contoh perusahaan dengan employer branding kuat adalahGoogle,Netflix, danStarbucks. Google dikenal dengan fasilitas lengkap dan budaya kerja inovatif, Netflix dengan transparansi dan fokus pada pengembangan karyawan, serta Starbucks dengan program kesejahteraan dan komunikasi yang efektif.Apa 4P dalam employer branding? People(kualitas dan kepuasan karyawan),Product(produk atau layanan perusahaan),Position(posisi perusahaan di pasar),Promotion(cara perusahaan mempromosikan dirinya sebagai employer of choice).Apa perbedaan HR branding dan employer branding? HR brandingfokus pada internal perusahaan, seperti pengelolaan SDM dan budaya kerja.Employer brandinglebih luas, mencakup upaya membangun citra perusahaan di mata eksternal (calon karyawan dan publik) sebagai tempat kerja yang ideal. Bagaimana meningkatkan employer branding? Menganalisis dan memperkuat budaya perusahaan,Memahami kebutuhan karyawan (seperti work-life balance dan pengembangan karier),Mengoptimalkan situs karier dan media sosial,Membangun program advokasi karyawan, sertaMengikuti job fair dan acara karier untuk meningkatkan visibilitas. Apakah employer branding bagian dari marketing?Ya, employer branding merupakan bagian darimarketing strategis, khususnya dalam hal personal branding perusahaan. Tujuannya adalah mempromosikan perusahaan sebagai tempat kerja yang menarik, sehingga berkaitan erat dengan upaya pemasaran untuk membangun citra positif di mata calon karyawan dan publik. Cakeadalah platform rekrutmen dengan +8 jutadatabasetalenta di talent pool global.Pasang lowongan kerja gratisuntuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkanEmployer Brandinglebih efektif bersama Cake. Didukung teknologi ATSCake AIdanRecruitment Consultantprofesional, mulai temukan talenta berkualitas lebih cepat!Dapatkan wawasan mendalam dan konten informatif terkait rekrutmen, manajemen SDM,employer branding,serta tren terbaru di dunia HR hanya di Cake. Jadikan kami sumber terpercaya Anda untuk strategi perekrutan yang efektif dan solusi SDM yang inovatif.
Career Development
Jun 24th 2022

Posisi Associate: Jabatan untuk Kamu yang Minim Pengalaman [+Cara, Contoh, Dll.]

Daftar Isi: Apa itu AssociateBagaimana Cara Menjadi Associate LevelMakna Associate di Berbagai Bidang IndustriContoh Pekerjaan Associate Selain jabatan entry-level, ada juga jabatan yang namanya associate-level yang bisa kamu lamar jika kamu adalah fresh graduate atau masih belum memiliki banyak pengalaman. Posisi “associate” saat ini sudah umum untuk digunakan di tempat kerja. Nah, memahami jabatan/posisi pekerjaan sebelum melamar pekerjaan itu sangat penting untuk menentukan jalur karir kamu di masa yang akan datang, agar kamu dapat memilih pekerjaan yang tepat untuk kebutuhan dan keinginan kamu nantinya. Sebelum kamu mulai melamar pekerjaan, apakah kamu sudah paham dengan pekerjaan associate? Di artikel ini, Cake telah meringkas secara lengkap mengenai hal-hal yang kamu perlu ketahui tentang jabatan associate mulai dari pengertian pekerjaan associate-level, cara mendapatkan pekerjaan dengan jabatan associate, hingga contoh pekerjaan associate.Apa itu Associate? Pekerjaan dengan jabatan associate artinya apa? Pengertian Associate “Associate” adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan jabatan seseorang yang pangkatnya lebih rendah dari suatu posisi pekerjaan. Kata keterangan jabatan ini menunjukkan pangkat yang lebih rendah dari rekan kerjanya. Contohnya, jabatan business development associate adalah posisi di bawah business development. Kamu akan melihat istilah associate-level digunakan pada deskripsi pekerjaan, kontrak kerja, dan dokumen resmi lainnya untuk jenis pekerjaan yang berbeda-beda. Perbedaan Posisi Associate dengan Posisi Entry-Level? Perbedaan antara pekerjaan dengan jabatan associate serta dengan jabatan entry-level akan berbeda-beda tergantung setiap perusahaan, karena setiap perusahaan memiliki pengertiannya masing-masing mengenai kedua jabatan tersebut. Terkadang, seseorang yang memiliki jabatan associate bekerja dalam peran mereka dengan tujuan untuk mendapatkan promosi ke peringkat yang lebih tinggi. Terkadang, posisi associate juga jatuh dalam kategori entry-level karena pengalaman mereka yang lebih sedikit, tanggung jawab yang lebih sederhana, dan juga gaji yang lebih kecil.✏️Catatan:Meskipun begitu, tetap pastikan kembali mengenai jabatan associate/entry-level dari deskripsi pekerjaan ketika kamu melamar kerja. Penjelasan di atas hanyalah definisi umum, sedangkan setiap perusahaan akan memiliki definisinya masing-masing mengenai jabatan associate dan entry-level. Bagaimana Cara Menjadi Associate? Cara Menjadi AssociateLalu, bagaimana cara mendapatkan pekerjaan dengan jabatan associate? Pekerjaan dengan posisi associate adalah pekerjaan yang tidak memerlukan banyak pengalaman. Justru posisi associate adalah langkah awal yang sangat bagus untuk kamu ambil ketika ingin mulai berkarir di suatu bidang. Dengan pekerjaan associate, kamu memiliki kesempatan untuk menambah pengalaman, ilmu, keterampilan, serta kesempatan untuk mendapatkan promosi. Untuk lebih jelasnya, ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan pekerjaan associate: 1. Cari pekerjaan dengan posisi associate Ketika sedang mencari pekerjaan associate di situs lowongan kerja, spesifikasikan terlebih dahulu, kamu ingin menjadi associate di bidang apa? Bidang sales? Editor? Marketing? Atau yang lainnya? 💡Pro tip: “[Associate] + [pekerjaan yang diinginkan]”atau “[pekerjaan yang diinginkan]+[associate]” Cantumkan istilah “associate” dengan pekerjaan yang kamu inginkan ketika sedang melakukan pencarian di situs lowongan kerja. Contohnya seperti “associate marketing”, “associate manager”, “associate HRD”, dll. Jika kamu masih belum tahu pekerjaan apa yang kamu inginkan, kamu bisa menuliskan kata “associate” saja dalam search bar dan coba lihat lowongan pekerjaan yang ada. 2. Penuhi kualifikasi dasar Ketika telah menemukan pekerjaan associate yang kamu inginkan, waktunya perhatikan ketentuan yang diminta perusahaan. Umumnya, pekerjaan associate hanya memerlukan ketentuan dasar saja. Seperti memiliki pendidikan minimal SMA sederajat atau lulusan S1. 💡Pro tip: Jika perusahaan meminta keterampilan yang belum kamu miliki atau kuasai, coba pertimbangkan untuk mengikuti kelas online, seminar/webinar, workshop, atau pelatihan lainnya. Ini akan membantu kamu menjadi lebih unggul dari pelamar lainnya. 3. Buat CV associate Setelah menemukan pekerjaan yang kamu ingin dan yang cocok ketentuannya dengan kamu, kamu bisa mulai membuat CV dan menyiapkan segala dokumen wajib lainnya untuk mendaftar pekerjaan associate. 💡Pro tip: Ketika membuat CV, usahakan untuk menuliskan istilah “associate”. Ini berguna sebagai keyword yang akan mempermudah manajer HRD untuk melihat kompetensi kamu. 4. Daftar pekerjaan associate yang kamu inginkan Setelah membuat CV, kamu bisa mencoba melamar ke perusahaan yang kamu inginkan.Makna Associate di Berbagai Bidang Industri Makna Associate Pada paragraf sebelumnya, CakResume telah menjelaskan definisi umum dari istilah “associate” di dunia pekerjaan. Tetapi, kata “associate” juga memiliki makna atau arti yang berbeda ketika digunakan di industri yang lainnya. Berikut adalah beberapa definisi istilah “associate” di berbagai bidang: 1. Hukum Rekan pengacara atau associate attorney adalah istilah yang berkaitan dengan jenjang karir seorang pengacara. Seorang associate attorney memegang pangkat yang spesifik di firma hukum. Mereka juga memiliki prospek kemajuan karir di bidang hukum jika kinerjanya berkualitas. ✏️Tugas seorang associate attorney adalah: Berdiskusi dengan klienMelakukan penelitian hukumMenulis kontra hukumMelaporkan kemajuan suatu kasus kepada seluruh pihak yang berkepentingan 2. Akademik Di dunia akademik, istilah “associate” juga digunakan. Maknanya dalam dunia akademik mirip dengan dunia perusahaan, kata “associate” digunakan juga untuk menunjukan jabatan seseorang dalam dunia akademik. Seperti associate professor atau yang dikenal juga sebagai lektor. Biasanya, seorang associate professor adalah seseorang yang telah menyelesaikan masa percobaannya, sehingga associate professor memegang jabatan yang lebih tinggi dari asisten profesor. 3. Bisnis Dalam dunia bisnis ada istilah yang dikenal sebagai “business associate”. Business associate adalah seseorang atau suatu entitas yang memiliki akses ke informasi kesehatan yang dilindungi atau bersifat rahasia. Orang atau entitas tersebut biasanya melakukan aktivitas tertentu yang melibatkan data kesehatan yang bersifat rahasia tersebut. Nah, suatu perusahaan yang memegang gelar “business associate” akan menjamin integritas dan keamanan dari informasi medis pribadi. ✏️Beberapa contoh business associate termasuk: Perusahaan pemrosesan data atau perusahaan perangkat lunak yang mungkin terpapar atau menggunakan informasi data medis pribadiPerusahaan penghancur dan/atau penyimpanan dokumentasiPengacaraAuditor atau akuntan eksternalLayanan penerjemah profesional, dll. 4. Retail Beberapa perusahaan retail menggunakan istilah “associate” untuk karyawan dengan jabatan yang lebih rendah, gunanya adalah untuk mengapresiasi mereka. Selain itu, mereka juga memiliki prospek untuk mendapatkan kenaikan gaji atau promosi, lho. Contohnya seperti asisten penjualan atau server, mereka tergolong dalam posisi associate. Dan biasanya, mereka memiliki tugas dan tanggung jawab yang lebih sedikit dibandingkan rekan kerjanya yang berada di posisi yang lebih tinggi.✏️Catatan:Karena maknanya yang berbeda-beda, penting bagi kamu untuk memastikan kembali istilah “associate” sesuai dengan konteks penggunaannya. Jika kamu ingin melamar pekerjaan dengan posisi associate, milikilah informasi yang spesifik mengenai jabatan tersebut sebelum menandatangani kontrak. Contoh Pekerjaan Associate 1. Marketing Associate Tugas dan tanggung jawab marketing associate meliputi: Bekerjasama dengan tim bisnis untuk mengubah prospek klien/pengguna menjadi klien/pengguna aktifMerencanakan dan melaksanakan program engagement untuk memperdalam hubungan mitraMengembangkan konten yang menarik untuk akun sosial media perusahaanMenangani kampanye pemasaran secara online dan offlineMembuat strategi pemasaran konten kalender kampanye (campaign)Mengelola laporan pemasaran mingguan dan bulanan 2. Copywriter AssociateSeorang copywriter associate memiliki tugas yang meliputi: Menghasilkan ide (materi, program, dll.) dan mengembangkannnya untuk direalisasikanMengembangkan ide melalui kolaborasi dengan materi iklan lain dan/atau tim pemasaran/merek/produkMemastikan nada dan style copywriting selaras dengan identitas merek; strategis dan kreatifMembuat pesan yang persuasif, dan menceritakan kisah menarik untuk menghasilkan loyalitas merek pada konsumenMenulis dan mengedit copy khusus untuk kampanye, skrip video dan radio, dan artikel.Bekerja dengan tim kreatif dan tim merek dalam pengembangan konsep untuk kampanye yang sedang berlangsung 3. Business Development Associate Tugas dan tanggung jawab business associate meliputi: Memperoleh pelanggan baru untuk perusahaanMemelihara hubungan dengan klienMemahami banyak peran media sosial dalam memanfaatkan kehadiran digital merek untuk membantu klien memahami jenis layanan yang tepat yang mereka butuhkan dari perusahaanMengembangkan dan menerapkan langkah-langkah pemasaran dan penjualan secara mandiriMelakukan analisis potensi dan pasarMengembangkan penawaran khusus untuk pelanggan.Melaporkan aktivitas penjualan menggunakan alat CRM (Customer Relationship Management) 4. Associate ConsultantTugas dan tanggung jawab associate consultant meliputi: Terlibat dengan klien untuk mengumpulkan persyaratan dan informasi klienMelakukan lokakarya dengan pelanggan untuk merinci keputusan merekaBerkolaborasi dengan tim internal dan mitra untuk memastikan pengiriman proyek yang sukses dan memastikan solusi mengatasi masalah pelanggan dengan tepatImplementasi solusi yang telah disepakati, baik di lapangan maupun jarak jauhMelakukan pengujian untuk memastikan fungsionalitas dan interoperabilitas solusiMemberikan lokakarya untuk mendidik dan memperbarui pelanggan dengan mengenai solusi yang diterapkan di lingkungan merekaMendukung dan berkolaborasi dengan tim penjualan, untuk mendorong keberhasilan proyek masa depan Kamu tertarik untuk melamar dalam posisi associate? Persiapkan seluruh dokumen wajib dan ketentuan yang diminta perusahaan dulu, ya! Salah satu dokumen yang paling penting untuk kamu persiapkan adalah surat lamaran kerja dan CV. Ingat untuk membuatnya sebaik mungkin untuk menarik perhatian manajer HRD. Untuk membuat CV yang menarik dan ATS-friendly, yuk, buat dengan Cake CV builder! Banyak template menarik, mudah digunakan, dan 100% gratis!Buat CV--- Ditulis oleh: Cindy Graciella ---
Career Development
Nov 3rd 2022

Apa itu CRM (Customer Relationship Management)? Kenali Fitur, Kegunaan, Dll.

Daftar Isi: Pengertian Customer Relationship Management (CRM)Manfaat Sistem CRMApa Saja Tipe-tipe CRM?Fitur Utama Sistem Customer Relationship Management10 Contoh Sistem CRM untuk Perusahaan Ketika berbicara tentang Customer Relationship Management, biasanya mengacu pada sistem CRM, alat yang membantu manajemen kontak, manajemen penjualan, dan produktivitas. Sistem CRM membantu perusahaan tetap terhubung dengan pelanggan, merampingkan proses, dan meningkatkan profitabilitas. Agar lebih memahami, CRM adalah singkatan dari apa? Apa itu Customer Relationship Management (CRM)?Atau CRM artinya apa? Siapa saja yang memerlukan Customer Relationship Management (CRM)? Apa saja manfaat sistem Customer Relationship Management (CRM) bagi perusahaan? Lalu, apa jenis dan fungsi Customer Relationship Management (CRM)? Bagaimana strategi customer relationship management (CRM)?Pengertian CRM Apa itu Customer Relationship Management?Arti Customer Relationship Management Apa yang dimaksud dengan Customer Relationship Management (CRM)? Customer Relationship Management (CRM) adalah teknologi untuk mengelola semua hubungan dan interaksi perusahaan dengan pelanggan dan calon pelanggan, serta untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Pengertian lain dari Customer Relationship Management (CRM) adalah kombinasi praktik, strategi, dan teknologi yang digunakan perusahaan untuk mengelola dan menganalisis interaksi dan data pelanggan di seluruh siklus hidup pelanggan. Adapun fungsi Customer Relationship Management (CRM) untuk mengatur, mengotomatisasi, dan melacak proses bisnis seperti pembuatan prospek, pemasaran, perkiraan, penjualan, pengukuran ROI, dan layanan pelanggan. Oleh karena itu, tujuan dari sistem CRM adalah untuk meningkatkan integrasi di area ini dan juga mengukur dan melacak nilai hubungan pelanggan dengan tujuan akhir dari peningkatan profitabilitas dan efisiensi. Secara spesifik terdapat tiga fungsi CRM, yaitu Sales Force Automation, Marketing Automation, dan Customer Service Automation.Siapa Saja yang Memerlukan CRM? Customer Relationship Management (CRM) berguna bagi beberapa pihak, misalnya : B2B atau Business to Business:Customer Relationship Management (CRM) membantu perusahaan B2B lebih memahami pelanggan mereka, memprioritaskan kebutuhan bisnis, dan mengatur penyimpanan data.Dikutip dari reallysimplesystems.com, sebesar 93% pemasar B2B mengklaim bahwa mempersonalisasi konten telah membantu mereka meningkatkan pendapatan.Selain itu, 42% dari mereka telah melaporkan bahwa mereka memiliki ruang untuk perbaikan di bidang ini. B2C atau Business to Customer:Fokus utama Customer Relationship Management (CRM) adalah pelanggan, dan mengingat bahwa bisnis B2C biasanya memiliki jumlah pelanggan yang jauh lebih besar, melacak sejarah dan preferensi setiap pelanggan menjadi jauh lebih sulit.Menurut salesforce.com, berdasarkan survei Capterra terhadap pengguna Customer Relationship Management (CRM), kepuasan pelanggan dan retensi pelanggan adalah dua aspek bisnis yang paling sering dikutip dan yang secara signifikan dipengaruhi oleh pengenalan CRM.Banyaknya perusahaan B2C mengandalkan kepuasan pelanggan individu, sehingga perangkat lunak B2C CRM memungkinkan untuk membentuk hubungan nyata dengan pelanggan individu, yang merupakan kunci keberhasilan B2C. UMKMCustomer Relationship Management (CRM) tidak hanya berguna bagi B2B maupun B2C, melainkan dapat bermanfaat bagi UMKM. UMKM dapat menggunakan solusi berbasis cloud dengan harga yang cukup terjangkau dan mudah untuk mengimplementasikannya.Dengan adanya perangkat lunak Customer Relationship Management (CRM) yang gratis, UMKM tetap dapat bertahan di era digital dan dapat pula bersaing dengan perusahaan lainnya. Enterprise atau Perusahaan Skala BesarTugas utama sistem Customer Relationship Management (CRM) berkonsentrasi pada penanganan hubungan yang baik dengan pelanggan.Sistem Customer Relationship Management (CRM) memungkinkan perusahaan skala besar untuk mengotomatisasi, merampingkan, dan meningkatkan penjualan, pemasaran tugas dukungan pelanggan serta alur kerja.Oleh karena itu, melalui sistem Customer Relationship Management (CRM), perusahaan enterprise dapat meningkatkan hubungan dengan pelanggan, meningkatkan efisiensi operasional, dan meningkatkan pendapatan. 📚Baca juga: Mau Jadi Relationship Manager? Kenali Tugas, Gaji, Skill yang Dibutuhkan!Manfaat Customer Relationship ManagementApa saja Manfaat Sistem CRM bagi Perusahaan? Sistem Customer Relationship Management (CRM) dapat memberikan banyak manfaat bagi perusahaan, mulai dari kepuasan pelanggan hingga peningkatan produktivitas. Berikut ini manfaat sistem Customer Relationship Management (CRM) bagi perusahaan:Kepuasaan pelanggan yang meningkatPeningkatan penjualanHemat biayaAnalisis terperinciProduktivitas dan efisiensi yang lebih tinggiBasis data informasi terpusatSegmentasi pelanggan yang ditingkatkanLaporan penjualan otomatisPeramalan penjualan/sales forecasting yang lebih akuratKomunikasi internal yang efisien Apa Saja Manfaat Sistem CRM bagi Pelanggan? Selain itu sistem Customer Relationship Management (CRM) juga memberikan manfaat pada pelanggan, seperti:Perlindungan data privasi pelanggan yang lebih baikMemperoleh pelayanan yang efektif dan efisienKomunikasi antara perusahaan dan pelanggan menjadi lebih baik dan cepatPelanggan diposisikan sebagai prioritas bisnisAntisipasi kebutuhan yang lebih baik, perusahan dapat dengan cepat menangani keluhan pelangganPerusahaan lebih responsif dan solutif ketika menghadapi pelanggan Jenis-jenis Sistem CRM Terdapat beberapa jenis sistem Customer Relationship Management (CRM) baik untuk suatu industri tertentu maupun umum digunakan oleh perusahan/UMKM. Berikut ini tiga jenis sistem Customer Relationship Management (CRM) yang umumnya sudah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan: 1. CRM Lokal vs CRM Berbasis Cloud Pada umumnya terdapat dua jenis sistem Customer Relationship Management (CRM), yaitu CRM lokal dan CRM berbasis cloud. Perbedaan dari kedua sistem CRM tersebut adalah, pada CRM lokal, perusahaan perlu mempersiapkan infrastruktur back-end yang lengkap. Namun, pada sistem CRM lokal, perusahaan perlu membayar biaya pemeliharaan, updating version, serta biaya lisensi untuk software-nya. Sedangkan, pada CRM berbasis cloud, memiliki kelebihan yang mana mudah diakses menggunakan browser apapun. Bahkan pengaplikasian dan penggunaan CRM berbasis cloud lebih cepat dengan aksesibilitas yang cukup efektif dan efisien. Selain itu, CRM berbasis cloud tidak membebankan biaya pemeliharaan bagi perusahaan dan memiliki fleksibilitas penurunan dan peningkatannya cukup baik, sehingga menjadikan CRM berbasis cloud paling diminati oleh perusahaan. 2. Perangkat Lunak CRM Khusus Industri Karena kebutuhan setiap industri dapat berbeda, telah disediakan software CRM secara khusus untuk melayani kebutuhan spesial setiap bidang industri. Software CRM khusus industri dirancang untuk vertical industry seperti layanan asuransi, layanan kesehatan, properti, layanan keuangan, bahkan biro horeka. 3. Solusi CRM All-in-One Solusi CRM all-in-one merupakan sistem Customer Relationship Management (CRM) yang paling diminati karena software CRM all-in-one ini berbasis cloud. Solusi CRM all-in-one cukup canggih karena mudah untuk dikustomisasi dan dapat terintegrasi dengan berbagai macam software bisnis lainnya untuk menampilkan data pelanggan secara menyeluruh. Selain itu, solusi CRM all-in-one dirancang dengan berbagai macam fitur canggih yang aman dan mudah untuk dioperasikan. Sehingga, berbagai macam perusahaan maupun industri dapat memanfaatkannya dengan lebih efektif dan efisien, terutama dalam menganalisis secara langsung dampak positif pada operasi penjualan.Apa Saja Fitur-fitur Utama Sistem CRM Fitur-fitur CRMBerikut ini beberapa macam fitur-fitur utama sistem Customer Relationship Management (CRM) yang dapat bermanfaat bagi perusahaan dan industri: 1. Manajemen Prospek Sistem Customer Relationship Management (CRM) menawarkan berbagai alat untuk mengotomatisasi dan merampingkan alur kerja prospek-ke-pendapatan, dari kontak awal hingga penjualan berulang. Perusahaan dapat dengan mudah menggabungkan prospek dari berbagai sumber, memverifikasi dan menghapus duplikat data prospek secara otomatis, memeliharanya menggunakan alat CE yang disematkan, serta mentransmisikannya di seluruh tahap siklus penjualan berdasarkan kesiapan penjualannya. 2. Manajemen Kontak Akun Sistem Customer Relationship Management (CRM) tidak hanya membantu perusahaan membangun dan mengelola profil pelanggan, namun juga kontak dan informasi bisnis mereka, koneksi ke akun bisnis, status dan aktivitas keterlibatan saat ini, riwayat interaksi sebelumnya, dan kecerdasan lain yang didukung AI/ML, misalnya skor prediktif. Sistem Customer Relationship Management (CRM) memiliki akses ke semua informasi, sehingga memungkinkan tim perusahaan untuk terlibat dengan pelanggan pada waktu yang tepat di saluran yang tepat dan dengan pesan yang paling dipersonalisasi. 3. Manajemen Transaksi (Pesanan, Invoice, Kontrak) Sistem Customer Relationship Management (CRM) memungkinkan perusahaan membuat pesanan dan dokumen terkait lainnya dengan mudah, seperti faktur dan kontrak. Perusahaan dapat dengan cepat mempersonalisasi pesanan dengan menambahkan paket cicilan, daftar produk, diskon, dan data lain yang disimpan di CRM. Selain itu, perusahaan juga dapat menggunakan template untuk secara otomatis mengisi dokumen pembelian dengan data pelanggan atau produk, serta membuat templat jadwal persediaan. Sistem CRM menyediakan alat untuk mengatur alur kerja manajemen dokumen otomatis, melacak status dokumen saat ini dan riwayat dokumen, serta menganalisis efektivitas pemrosesan pesanan. 4. Email Marketing Email marketing merupakan fungsi inti untuk bisnis apapun dan solusi CRM online yang dapat dikendalikan sepenuhnya oleh perusahaan. Perusahaan dapat memilih memanfaatkan email marketing untuk meng-email secara bersamaan (mass mailing), bahkan mempersonalisasimarketing campaign. Sistem email marketing di dalam CRM memungkinkan perusahaan memprioritaskan email, menganalisis respons terhadap setiap email, dan memastikan perusahaan memiliki tindak lanjut yang menyeluruh. 5. Otomatisasi Penjualan Otomatisasi penjualan pada sistem CRM akan membantu perusahaan mengganti tugas biasa para karyawaan saat ini dengan alur kerja dan makro yang cerdas. Prospek juga akan mengalir lebih mudah melalui saluran perusahaan dengan penugasan prospek secara otomatis ke perwakilan penjualan yang tepat. 6. Otomatisasi Pemasaran Dengan fitur CRM Pemasaran, seperti otomatisasi pemasaran dan manajemen kampanye bawaan, maka perusahaan dapat menghasilkan prospek baru, menjalankan kampanye pemasaran email yang ditargetkan, membandingkan pengeluaran iklan dengan pendapatan penjualan, dan pada akhirnya mendapatkan ROI maksimum untuk pengeluaran pemasaran perusahan. 7. Otomatisasi Alur Kerja Sistem CRM modern melampaui proses CRM standar dan memungkinkan pengguna untuk mengatur alur kerja otomatis yang memenuhi kebutuhan unik bisnis atau industri. Menggunakan alat otomatisasi alur kerja, pengguna CRM juga dapat dengan mudah menyesuaikan dan meningkatkan proses inti CRM, seperti manajemen prospek atau manajemen kampanye. Selain itu, kemampuan otomatisasi alur kerja secara signifikan memperluas cakupan penggunaan solusi CRM dan dalam banyak kasus memungkinkan otomatisasi alur kerja tingkat perusahaan termasuk proses back-office yang kompleks. 8. Laporan dan Analitik Mendalam Solusi Customer Relationship Management (CRM) yang baik harus menyertakan alat analitik canggih yang memungkinkan pengguna tanpa keahlian khusus untuk memvisualisasikan data yang dikumpulkan dan membagikannya ke seluruh organisasi. Solusi CRM yang lengkap mencakup dasbor interaktif yang dapat dibuat dan dipersonalisasi menggunakan alat desain visual (misalnya kinerja bisnis secara keseluruhan, snapshot kesehatan saluran penjualan saat ini, KPI tim, perkiraan penjualan, atau gambaran umum perolehan prospek) untuk memfasilitasi pelaporan yang lebih baik di semua fungsi bisnis. Dasbor pada solusi CRM dapat dikonfigurasi dalam berbagai format visual menggunakan entri data apa pun dari sistem dengan kemampuan untuk mengatur hak akses untuk individu tertentu berdasarkan peran mereka.Solusi CRM modern juga dapat dengan mudah diintegrasikan dengan penyedia/solusi data dan lingkungan TI lainnya. 9. Model Data AI/ML Solusi sistem CRM terkemuka memanfaatkan teknologi AI/ML modern yang mendukung otomatisasi alur kerja dan pembuatan prakiraan/rekomendasi yang didukung data untuk kasus penggunaan yang berbeda. Solusi CRM tingkat lanjut menyediakan model ML bertenaga AI yang telah dikonfigurasi sebelumnya dari berbagai jenis (klasifikasi, regresi, rekomendasi, segmentasi, penilaian, dan kesamaan), dan model data AI/ML khusus vertikal, misalnya, solusi Penawaran Terbaik Berikutnya untuk bank, atau solusi Segmentasi Pelanggan untuk pengecer. 10. Kolaborasi Solusi CRM Terpadu memungkinkan penyelarasan yang lebih baik antar tim. Ini dikarenakan adanya satu database data pelanggan yang memungkinkan karyawan untuk berkolaborasi dalam berbagai kesepakatan dan proyek dalam lingkungan yang sama. Dengan sistem CRM, perusahaan juga dapat mengelola tugas/proyek menggunakan kalender yang dapat dengan mudah diintegrasikan dengan MS Outlook atau Google Kalender. Untuk peningkatan kinerja tim di perusahaan secara berkelanjutan, sistem CRM juga memiliki kemampuan luas untuk menganalisis produktivitas karyawan berdasarkan tugas, email, dan panggilan telepon mereka.10 Contoh Sistem CRM untuk Bisnis Ada sejumlah software untuk mempermudah kerja sistem Customer Relationship Management (CRM) yang masing-masing dilengkapi dengan banyak fitur, integrasi, dan kemampuan. Selain itu, setiap sistem CRM memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai tugas. Berikut ini 10 software sistem Customer Relationship Management (CRM): 1. Salesforce CRM Salesforce dapat menyatukan data pelanggan ditambah penjualan, layanan, pemasaran, perdagangan, TI, dan analitik di satu lokasi untuk akses cepat, wawasan yang dapat dibagikan, dan kolaborasi yang mudah. ⚙️ Sistem CRM Salesforce memiliki fitur: Manajemen kontakManajemen peluang penjualanAturan alur kerjaOtomatisasiLaporan dan dasbor yang dapat disesuaikanDapat diakses melalui aplikasi seluler Salesforce menawarkan sejumlah aplikasi, seperti Einstein AI yang mempermudah pencapaian tujuan unik perusahaan. Selain itu, disediakan juga fitur Employee Experience di dalam alat untuk mempermudah kolaborasi kerja dan meningkatkan motivasi. 2. EngageBay EngageBay membantu bisnis kecil mengelola hubungan pelanggan dan proses penjualan secara efektif. ⚙️ CRM EngageBay menyediakan berbagai fitur seperti: Manajemen kontakOtomatisasi penjualanPenangkapan prospekOtomatisasi pemasaranPengelolaan upaya penjualan dan pemasaran Perangkat lunak CRM ini memberi pengguna sebuah alat untuk membuat dan melacak prospek, serta menindaklanjuti peluang penjualan. EngageBay juga membantu perusahaan mengukur kampanye pemasaran mereka untuk melihat apa yang berhasil dan apa yang tidak, sehingga mereka dapat menyesuaikan strategi mereka. Secara keseluruhan, EngageBay adalah CRM yang sangat baik untuk bisnis dari semua ukuran, sangat mudah digunakan dan datang dengan harga yang cukup terjangkau juga. 3. HubSpot HubSpot adalah platform CRM yang mana berfungsi untuk melacak hubungan pelanggan serta memfasilitasi proses pemasaran, penjualan, dan layanan. HubSpot sangat ideal untuk bisnis baik skala kecil-menengah-besar dan tim apa pun dalam suatu perusahaan, seperti pemasaran, penjualan, layanan pelanggan, operasi, atau C-suite. Platform CRM ini menggabungkanMarketing Hub,Sales Hub, Service Hubdan CMSbersama denganratusan integrasi yang tersediauntuk membantu perusahaan menyelaraskan semua tim internal, mengumpulkan wawasan yang berarti, melaporkan (dan berbagi) peluang kesuksesan dan pertumbuhan, menciptakan pengalaman pelanggan yang luar biasa, meningkatkan adopsi, danmembahagiakanpelanggan di setiap momen berbelanja. 4. Salesflare Salesflare adalah platform CRM dibuat khusus untuk melacak dan mengatur operasi B2B.Platform ini dibangun dari bawah ke atas untuk melacak semuanya secara otomatis. ⚙️ Sistem CRM dari Salesflare memiliki fitur: otomatisasi pembuatan kontak dan memperkaya mereka dengan detail tambahan, seperti: tanda tangan email, jadwal pelanggan lengkap, dan mendorong perusahaan untuk menindaklanjuti.Alat urutan email bawaan yang memungkinkan perusahaan untuk mengirim email pribadi dalam skala besar. Fitur ini dapat membantu penjangkauan perusahaan menjadi lebih efisien. Jika perusahaan tersebut adalah pengguna berat LinkedIn, maka memungkinkan perusahaan membuat kontak dari LinkedIn dan menemukan email sasaran yang ingin dituju hanya dalam beberapa klik. 5. Microsoft Dynamics Microsoft Dynamics adalah perangkat lunak CRM dan perencanaan sumber daya perusahaan (ERP) yang dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas penjualan dan pemasaran. ⚙️ CRM Microsoft Dynamics memiliki fitur seperti: Mengumpulkan wawasan sosialMenyediakan manajemen kampanye berbasis cloudMenawarkan intelijen bisnis. Perusahaan dapat memilih sistem CRM dikirimkan melalui cloud atau di hosting. Microsoft Dynamics menawarkan aplikasi sehingga perusahaan dapat mengelola hubungan dengan pelanggan melalui perangkat seluler serta mengintegrasikan dan menyinkronkan data dari media sosial dengan sistem CRM perusahaan. 6. Zoho Zoho adalah sistem CRM yang sepenuhnya berbasis cloud, terintegrasi. ⚙️ Fitur Zoho termasuk:Manajemen prospek dan penilaianOtomatisasi alur kerjaAnalitikPemasaranManajemen proses Asisten penjualan AI Zoho, Zia, menafsirkan data CRM, melacak pengunjung situs web, dan memprediksi penjualan.Prediksi penjualan ini juga memunculkan prospek yang kemungkinan besar akan berkonversi dan transaksi yang kemungkinan besar akan ditutup. Fitur gamifikasi Zoho membuat perwakilan perusahaan tetap termotivasi dan fokus pada kuota sementara integrasi Google Ads menyelaraskan tim penjualan dan pemasaran dengan memperjelas pengeluaran iklan dan pendapatan penjualan bisnis perusahaan. Terakhir, Zoho dapat digunakan untuk memberikan dukungan omnichannel bagi pelanggan dan prospek melalui telepon, email, obrolan langsung, media sosial, atau tatap muka. 7. Pipedrive Pipedrive adalah sistem CRM penjualan dan alat manajemen saluran yang ideal untuk tim kecil. ⚙️ Perangkat lunak CRM ini dilengkapi dengan fitur untuk: Melacak kinerjaMengelola transaksiMemprediksi pendapatanMengotomatiskan tugas yang berulang CRM Pipedrive secara otomatis memvisualisasikan saluran perusahaan sehingga dapat mengidentifikasi dimana upaya perusahaan harus difokuskan. Tidak hanya itu, CRM Pipedrive menyertakan prakiraan penjualan dan integrasi sehingga perusahaan dapat memasangkan alat, seperti Mailchimp atau Zapier dengan CRM perusahaan. Selain itu, ada juga fitur keamanan yang menjelaskan bagaimana data bisnis perusahaan digunakan.8. ActiveCampaign ActiveCampaign adalah platform otomatisasi pengalaman pelanggan dan CRM dengan sejumlah tugas dan fungsi pekerjaan yang dapat di otomatisasi perusahaan seperti email, segmentasi, dan personalisasi (di media sosial, email, obrolan langsung, SMS, dan banyak lagi). Ada lebih dari 300 integrasi, seperti Shopify, Facebook, dan WordPress, yang dapat digunakan perusahaan untuk menyesuaikan CRM dengan kebutuhan spesifik. ActiveCampaign memudahkan perusahaan untuk berbagi data siklus hidup pelanggan lintas tim dan menggunakannya untuk membuat keputusan yang tepat tentang interaksi perusahaan dengan pelanggan (misalnya konten apa yang harus perusahan kirimkan, kapan harus menjangkau, dan saluran apa yang harus dihubungi). ActiveCampaign juga membantu perusahan lebih memahami pelanggan secara individual dan mengelompokkannya secara efektif dengan melacak preferensi pembeli, keterlibatan, perilaku, dan sifat unik. 9. BigContacts BIGContacts menyederhanakan manajemen hubungan pelanggan dengan desain yang mudah digunakan dan antarmuka yang intuitif. ⚙️ CRM BigContacts menawarkan fitur: Tampilan 360° dari data kontak, termasuk sentuhan sebelumnya, profil media sosial, catatan, file, dan aktivitas yang akan datang.Manajemen saluran penjualanKoneksi formulir webPemeliharaan prospekPelacakan tugasManajemen tugas dengan tampilan kalender terperinci, tugas berulang otomatis, dan pengingat khususLaporan dan dasbor khusus yang memungkinkan perusahaan mendapatkan visibilitas yang lebih baik ke dalam operasi bisnis Oleh karena itu, CRM BigContacts dapat meningkatkan kolaborasi tim, memberikan wawasan bisnis yang dapat ditindaklanjuti, dan membantu meningkatkan produktivitas organisasi. 10. Freshworks Freshworks adalah CRM penjualan dan platform keterlibatan pelanggan yang menggunakan AI untuk membantu tim penjualan dan pemasaran Anda memberikan pengalaman pelanggan yang dipersonalisasi. Freshworks dibagi menjadi Sales Cloud dan Marketing Cloud. ⚙️ Sales Cloud membantu perusahaan dengan adanya: Daya tarik prospekKualifikasi prospekKeterlibatan kesepakatanAI untuk memperkirakan penjualan dan memprediksi tindakan mana yang harus diambil perwakilan dengan prospek ⚙️ Marketing Cloud membantu perusahaan dengan: Melakukan percakapan otomatis dengan pelanggan melalui chatbot bertenaga AIMengungkap detail tentang perilaku dan keterlibatan audiens sehingga perusahaan dapat memfokuskan upaya perusahan dan membuat kampanye dan pengalaman yang sangat bertarget. KesimpulanCRM merupakan arti dari Customer Relationship Management. CRM adalah sistem perangkat lunak yang membantu pemilik bisnis dengan mudah melacak semua komunikasi dan memelihara hubungan dengan prospek dan klien mereka. CRM menggantikan banyak spreadsheet, database, dan aplikasi yang sebelumnya umum digunakan oleh banyak perusahaan untuk melacak data klien.Sehingga hasilnya perusahaan dapat mengorganisasi dan mengatur waktu lebih baik, dan klien pun akan merasa terkesan. CRM memiliki beberapa jenis sistem, fitur, maupun software. Sehingga, perusahaan perlu memikirkan tujuannya dan menyesuaikannya dengan kebutuhan dalam memilih CRM yang tepat bagi tim.Pasang 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaan Anda di Cake, 100% gratis! Sortir CV rekrut karyawan berkualitas dengan mudah sekarang juga🎉Pasang Loker--- Ditulis Oleh Anggraeni Kumala Dewi ---
Recruitment & HR
Apr 24th 2025

Job Description: Pengertian, Fungsi, dan 15 Contohnya

Job description adalah elemen kunci dalam iklan lowongan pekerjaan yang turut menentukan kualitas kandidat yang akan melamar di suatu perusahaan. Untuk menarik kandidat berkualitas, HR perlu menyusun job description secara singkat tapi tetap memuat informasi penting tentang posisi yang dibuka. Meski terlihat sederhana, penulisan job description wajib memperhatikan banyak aspek, termasuk format, gaya bahasa, transparansi, serta kejelasan tugas dan kualifikasi. Di artikel ini, Cake akan membagikan penjelasan seputar pengertian, fungsi, dan contoh job description yang dapat kamu gunakan sebagai referensi. Mari simak selengkapnya!Apa itu Job Description? Apa itu Job Description?Berasal dari bahasa Inggris, job description artinya deskripsi pekerjaan. Job description adalah penjelasan garis besar tentang tugas, tanggung jawab, dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk mengisi suatu posisi atau jabatan. Job description menjadi bagian inti dari lowongan pekerjaan karena memberi gambaran yang jelas tentang ekspektasi calon karyawan yang diinginkan oleh perusahaan. Selain itu, job description juga membantu perusahaan menarik kandidat yang tepat. Setiap lowongan kerja, baik digital maupun konvensional, memuat deskripsi pekerjaan. Dikutip dari LinkedIn Talent Solutions, job description idealnya terdiri dari beberapa bagian termasuk: Nama posisi atau jabatanRingkasan pekerjaanDaftar tugas dan tanggung jawabKualifikasi skill, pendidikan, dan pengalaman profesional yang diharapkanGaji/benefitKetentuan kerja Penyusunan job description dalam lowongan kerja umumnya dilakukan oleh tim HR dan manajer atau user yang bertanggung jawab langsung atas posisi yang dibuka. Keterlibatan manajer dalam penyusunan bertujuan agar job description yang dihasilkan relevan dengan kebutuhan operasional perusahaan dan mampu menjaring kandidat yang tepat. 📚 Baca juga:Cara Membuat Jobdesk yang Efektif dan 10 Contohnya!Fungsi Job Description Fungsi Job DescriptionJob description memiliki fungsi krusial dalam rekrutmen karyawan. Dilansir dari SHRM, job description yang baik membantu perusahaan mendapat karyawan berkualitas untuk mengisi posisi atau jabatan yang dibutuhkan. Secara lebih rinci, berikut 5 fungsi utama job description: 1. Mendefinisikan Tugas, Kualifikasi, dan Tanggung Jawab Fungsi utama job description adalah mendefinisikan tugas, kualifikasi, dan tanggung jawab untuk peran atau posisi yang dibuka. Dengan begitu, kandidat memiliki acuan untuk memahami pekerjaan yang akan dilamar serta mengetahui ekspektasi perusahaan. 2. Menarik Kandidat Berkualitas Job description berfungsi menarik kandidat berkualitas yang tepat untuk mengisi posisi yang dibutuhkan rekruter. Deskripsi yang rinci membantu menyaring kandidat yang paling sesuai sekaligus memberi gambaran jelas tentang budaya kerja dan peluang karir yang ditawarkan. 3. Transparansi Proses Rekrutmen Job description memberikan informasi penting tentang kriteria seleksi, persyaratan, gaji, dan benefit. Hal ini menjadi dasar transparansi rekrutmen bagi kandidat yang dapat meminimalisir kesalahpahaman dan kecurigaan terhadap potensi kecurangan selama proses seleksi. 4. Membantu Penyusunan Kontrak Kerja Daftar tugas, tanggung jawab, dan kualifikasi dalam job description berfungsi sebagai acuan bagi tim HRD untuk menyusun kontrak kerja kandidat karyawan. Tim HRD dapat menyusun hak, kewajiban, dan tanggung jawab pihak perusahaan dan karyawan secara adil sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. 5. Mendukung Evaluasi Kinerja Job description memberikan tolak ukur yang jelas bagi HRD dalam menyusun evaluasi kinerja karyawan. Rincian tugas dan tanggung jawab pada job description memungkinkan HRD menetapkan standar kinerja yang objektif dan terukur untuk dipenuhi karyawan.📚 Baca juga:10 Situs Pasang Iklan Lowongan Kerja Gratis 2024 Terbaik di Indonesia Fungsi Job DescriptionJob description dan job specification adalah dua istilah yang kerap muncul dalam lowongan kerja. Meski sekilas terlihat sama, ada perbedaan mendasar antara job description dan job specification. Penjelasan job description berfokus menjabarkan tanggung jawab, tugas, dan peran yang harus dijalankan karyawan dalam sebuah perusahaan. Sementara job specification berfokus menjelaskan persyaratan dan kualifikasi keterampilan, pendidikan, dan pengalaman yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab pekerjaan. Dilihat dari tujuannya, job description bertujuan mendefinisikan ekspektasi dan ketentuan yang diterapkan perusahaan terhadap suatu posisi pekerjaan. Sedangkan tujuan penyusunan job specification adalah mendapatkan kandidat yang sesuai dengan standar kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas dalam posisi tersebut.Apa Perbedaan Job Description dan Job Specification? 📚 Baca juga:10 Situs Pasang Lowongan Kerja Gratis 2024Cara Membuat Job Description dengan MudahJika ingin membuat job description dengan mudah dan cepat, Anda bisa memanfaatkan teknologi AI yang dapat membaca profil posisi yang dicari dan kualifikasi yang dibutuhkan. Salah satu rekomendasi platform AI recruitment adalah AI CakeJDWriter.Fitur ini membantu perusahaan dalam membuat deskripsi pekerjaan berkualitas tinggi dengan cepat. Anda bisa memasukkan kata kunci spesifik dan bisa langsung mendapatkan deskripsi pekerjaan sesuai dengan kebutuhan posisi yang diinginkan.Cake AI JDWriter15 Contoh Job Description untuk Berbagai Posisi 15 Contoh Job Description untuk Berbagai PosisiPenyusunan job description akan lebih mudah jika Anda memiliki referensi tentang deskripsi pekerjaan serupa di industri yang sama. Untuk memperkaya referensi, berikut Cake bagikan 15 contoh dan template job description di berbagai bidang pekerjaan. Contoh Job Description Business Development Dengan pengalaman luas di industri asuransi, MaxLife berfokus membantu masyarakat mendapatkan hasil maksimal kehidupan. Kami berkomitmen mewujudkan solusi asuransi yang inovatif dan komprehensif untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan klien. Tujuan perusahaan kami adalah menjadi mitra terpercaya dalam perencanaan keuangan dan perlindungan asuransi, memastikan setiap individu dan keluarga dapat meraih keamanan dan kesejahteraan. Tugas dan Tanggung Jawab Mengembangkan peluang bisnis dan kemitraan baruMenjalin hubungan jangka panjang dengan mitra bisnis, klien, dan pemangku kepentingan lainnyaMenyiapkan proposal, negosiasi kontrak, dan presentasi yang menarik bagi calon mitra bisnisBerkoordinasi dengan departemen lain untuk mengembangkan solusi strategis untuk mencapai tujuan pertumbuhan bisnisMengembangkan sales plan untuk aktivasi, insentif, materi promosi, dllMelaporkan hasil pencapaian target dan memberikan rekomendasi strategi kepada manajemenMelakukan riset pasar untuk mengidentifikasi tren asuransi dan peluang ekspansi Kualifikasi Minimal lulusan S1 dalam bidang ekonomi, bisnis, pemasaran, manajemen, atau jurusan lain yang relevan.Pengalaman minimal 3 tahun di bidang business development, diutamakan di sektor industri asuransiMemiliki pengalaman yang baik tentang industri asuransi, produk asuransi, dan peraturan terkait.Kemampuan analisis pasar, komunikasi, presentasi, dan negosiasiMampu bekerja secara mandiri maupun dalam timBerpengalaman mengembangkan kemitraan bisnis menjadi nilai tambahBerorientasi pada pencapaian target dan hasil yang optimal Gaji dan Benefit Gaji kompetitifAsuransi kesehatan dan ketenagakerjaanTunjangan kinerja kompetitifPelatihan pengembangan skillLiburan bersama perusahaan Contoh Job Description Project Manager Posisi: Project Manager Full-Time Kami mencari seorang Project Manager berpengalaman yang mampu memimpin dan mengelola proyek secara efektif. Sebagai Project Manager, Anda akan mengawasi dan melaksanakan berbagai proyek untuk memastikan penyelesaiannya sesuai dengan waktu dan anggaran yang telah dialokasikan. Kandidat harus memiliki pengalaman dalam mengelola tim dan mampu berkomunikasi dengan anggota tim serta pemangku kepentingan secara efektif. Tugas dan Tanggung Jawab: Memimpin dan mengelola proyek dari inisiasi hingga penutupan, memastikan proyek berjalan lancar sesuai dengan ruang lingkup, jadwal, dan anggaran proyek.Mengembangkan dan memelihara rencana proyek, jadwal, sumber daya, dan anggaran.Memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi yang efektif antara anggota tim.Mengkomunikasikan status proyek, risiko, dan masalah kepada pemangku kepentingan.Mengidentifikasi dan mengatasi masalah proyek, menerapkan solusi efektif untuk meminimalkan dampak pada hasil proyek. Kualifikasi: Gelar Sarjana di bidang teknik, manajemen, dan jurusan lain yang relevan.Pengalaman minimal 5 tahun sebagai Project ManagerBerpengalaman menangani peluncuran produk baru dan pengembangan produk baru.Mempunyai keterampilan kepemimpinan dan komunikasi yang kuatBersedia ditempatkan di kantor pusat Proses Rekrutmen: CV screeningInterview HRDTes Keterampilan teknis dan manajemen proyekInterview UserTes medisOffering Siap menarik talenta berkualitas? Mulai bangun employer branding Anda lebih efektif dengan Cake sekarang juga! 🎉Mulai Sekarang Contoh Job Description Account Executive dalam Bahasa Inggris Position: Account Executive Get to Know Our Team As an Account Executive (AE), you will work as part of a collaborative team focused on driving sales and building strong client relationships. The Account Executive team works closely with the marketing, creative, and operations departments to ensure seamless communication and execution of client projects. Together, we aim to deliver exceptional service, exceed sales targets, and provide tailored solutions that meet the unique needs of each client. Get to Know the Role Prepare sales forecasts and budgetsBuild and maintain long-term relationships with clientsCollaborate with the sales and marketing teams to identify new business opportunities and upsell services to existing clients.Analyze consumer behavior, market insight, field situation, and market trend in their territoryManage the full sales cycle from lead generation to closing, consistently meeting or exceeding sales targetsHandle client inquiries and resolve issues promptly to maintain positive relationships and achieve client satisfaction What Will You Need Bachelor’s degree in any field with a minimum GPA of 3.00.1-3 years experience as an Account Executive.Excellent communication, presentation, and influencing skills across all levels of an organization.Strong capability in explaining the unique features of products and services.Excellent verbal and written communication in Bahasa Indonesia and English.Professional appearance, with a dynamic personality, integrity, and the ability to work under pressure and manage multiple tasksSolid track record in developing client-focused, differentiated, and actionable sales solutions Contoh Job Description Data Analyst Posisi: Data Analyst Tugas dan Tanggung Jawab Ekstraksi data dari berbagai sumber ke dalam format database, BI Tools, Excels, dll.Melakukan analisis tren dan data untuk mendukung keputusan bisnis strategis.Membuat laporan dengan visualisasi data yang mudah dipahami.Bekerja sama dengan tim manajemen, pemasaran, dan operasional untuk memenuhi kebutuhan data dan memberikan rekomendasi berbasis analisis.Mengembangkan dan mengelola sistem pelaporan data yang akurat dan terorganisir.Menghasilkan insight yang bermanfaat bagi pemangku kepentingan. Kualifikasi Gelar sarjana Statistik, Matematika, Ilmu Komputer, Ekonomi, atau bidang terkait.Pengalaman 1 - 2 tahun sebagai data analyst atau di posisi analitik serupa.Menguasai alat analisis data seperti Microsoft Excel, SQL, Power BI, dan software statistika lain.Terbiasa melakukan query, pembuatan report, dan presentasi.Keterampilan komunikasi yang baik untuk menyampaikan analisis kepada tim non-teknis.Mampu bekerja secara mandiri maupun dalam tim.Keterampilan yang kuat dalam analisis kuantitatif dan problem solving. Contoh Job Description Social Media Specialist Sebagai Social Media Specialist, Anda akan bertanggung jawab merancang strategi media sosial, membuat konten yang interaktif, serta memantau performa media sosial untuk meningkatkan brand awareness dan engagement dengan audiens. Tugas dan Tanggung Jawab Mengembangkan dan mengimplementasikan strategi media sosial untuk meningkatkan brand awareness, engagement, dan pertumbuhan bisnis.Mengelola dan menjadwalkan konten yang menarik di Instagram, Facebook, YouTube, dan TikTok.Menganalisis performa konten dengan tools analitik dan memberikan laporan berkala tentang performa akun sosial media.Memantau tren media sosial terbaru dan menerapkannya ke dalam strategi konten untuk memastikan relevansi dan kreativitas.Mengelola kampanye iklan di media sosial dan melaporkan hasilnya.Melakukan riset kompetitor dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan company appearance.Berkolaborasi dengan graphic designer dan tim kreatif untuk produksi konten. Kualifikasi Pendidikan minimal Sarjana di bidang Komunikasi, Pemasaran, IT, atau bidang terkait.Pengalaman minimal 1 - 2 tahun dalam mengelola akun sosial media profesional.Mampu menggunakan alat analitik media sosial seperti Meta Business Suite, Ads Manager, TikTok Insight, YouTube Studio, dll.Mempunyai keterampilan editing foto dan video via smartphone.Keterampilan komunikasi lisan dan tulisan yang baik.Kreatif, up-to-date dengan tren sosial media, dan berorientasi hasil.Berpengalaman dalam mengelola kampanye iklan media sosial lebih disukai. Contoh Job Description Account Manager jualan produk.Menganalisis dan meningkatkan market share di wilayah yang ditugaskan.Melakukan presentasi, negosiasi, dan penawaran kepada klien untuk meningkatkan penjualan dan memperluas kerja sama.Bekerja sama dengan tim sales untuk mengidentifikasi peluang pertumbuhan dan ekspansi bisnis.Mengelola kontrak, perjanjian kerja sama, dan memastikan semua kewajiban terpenuhi sesuai jadwal.Menganalisis action plan dan hasil dari pelaksanaan program penjualan dan pencapaian targetMeningkatkan penjualan sesuai dengan target dan arahan perusahaan. Kualifikasi Pendidikan minimal Sarjana.Berpengalaman minimal 2 tahun sebagai Account Manager, lebih disukai di industri terkait.Berorientasi pada target, dengan kemampuan memahami kebutuhan klien dan menyediakan layanan yang sesuai.Pemahaman mendalam tentang proses manajemen akun dan pengembangan bisnis.Menguasai Microsoft Excel dan PowerPoint.Menguasai Bahasa Inggris (lisan dan tulisan).Pengalaman menggunakan CRM lebih disukai. Penempatan: Semarang, Jawa Tengah Contoh Job Description Public Relation Posisi: Public Relation Bright Future adalah agensi PR terkemuka yang berfokus pada pengembangan strategi komunikasi kreatif dan efektif di berbagai industri. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dan tim yang berdedikasi, kami membantu klien membangun dan menjaga reputasi mereka di mata publik, serta menjalin hubungan baik dengan media. Kami berkomitmen menciptakan kampanye PR yang inovatif dan berdampak positif untuk seluruh pihak. Tugas Utama: Mengelola hubungan media: Membangun dan memelihara hubungan positif dengan media, menyusun siaran pers, serta merespons permintaan informasi dari wartawan.Menyusun strategi komunikasi: Mengembangkan dan menerapkan rencana komunikasi untuk mendukung branding dan pemasaran klien.Monitoring media: Memantau liputan media dan menganalisis tren industri untuk memberikan insight yang relevan kepada klien.Event management: Membantu merencanakan dan mengelola acara promosi dan konferensi pers. Kualifikasi: Gelar Sarjana di bidang Komunikasi, Hubungan Masyarakat, Jurnalistik, atau bidang terkait.Pengalaman minimal 2 tahun di bidang public relation atau hubungan masyarakat, baik di agensi maupun di perusahaan.Memiliki kemampuan menulis press release dan komunikasi verbal yang baik.Mempunyai jaringan kontak yang luas dengan media lokal maupun nasional.Keterampilan manajemen waktu yang baik.Kreatif menyusun konten dan strategi komunikasi yang menarik. Gaji dan benefit: Gaji kompetitif di atas UMR.BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.Lingkungan kerja yang sehat dan dinamis.Kesempatan bekerja dengan klien besar dan proyek yang bervariasi. Lokasi: Jakarta Pusat, Indonesia Contoh Job Description Personal Assistant Posisi: Personal Assistant to CEO Kami mencari seorang Personal Assistant to CEO yang dinamis, terorganisir, dan aktif mendukung Chief Executive Officer (CEO) dalam berbagai tugas sehari-hari. Peran ini mencakup pengelolaan agenda, komunikasi, dan koordinasi kegiatan CEO agar berjalan lancar dan efisien. Anda akan menjadi tangan kanan CEO dan memastikan segala kebutuhan operasional dan administratif terpenuhi tepat waktu. Tugas dan Tanggung Jawab: Mengelola agenda CEO: Menjadwalkan pertemuan, rapat, dan acara lainnya, serta memastikan CEO tetap terorganisir dan mengikuti jadwal yang telah ditentukan.Menangani korespondensi: Menyaring email, surat, panggilan telepon, dan komunikasi lainnya, serta memberikan respons yang tepat dan efisien.Mempersiapkan dokumen: Menyusun laporan, presentasi, dan dokumen lainnya sesuai kebutuhan CEO.Mengatur perjalanan bisnis: Mengelola pemesanan tiket, akomodasi, dan transportasi untuk perjalanan domestik maupun internasional CEO.Koordinasi dengan tim internal dan eksternal: Berkomunikasi dan mengatur pertemuan dengan eksekutif perusahaan, karyawan, dan mitra eksternal.Menghadiri rapat: Mendampingi CEO dalam rapat, membuat notulen, serta menyusun follow-up tindakan yang perlu dilakukan. Kualifikasi: Gelar Sarjana di berbagai bidang.Pengalaman minimal 3 tahun sebagai Personal Assistant, Executive Assistant, atau posisi administratif serupa.Kemampuan organisasi yang sangat baik dan mampu bekerja dalam lingkungan yang cepat berubah.Keterampilan komunikasi yang luar biasa, baik verbal maupun tertulis.Mahir dalam penggunaan Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint) dan alat-alat digital lainnya.Kemampuan multitasking yang kuat, perhatian terhadap detail, dan mampu bekerja di bawah tekanan.Sikap profesional, dengan keterampilan interpersonal yang baik. Contoh Job Description Product Manager Posisi: Personal Assistant to CEO Kami mencari seorang Personal Assistant to CEO yang dinamis, terorganisir, dan aktif mendukung Chief Executive Officer (CEO) dalam berbagai tugas sehari-hari. Peran ini mencakup pengelolaan agenda, komunikasi, dan koordinasi kegiatan CEO agar berjalan lancar dan efisien. Anda akan menjadi tangan kanan CEO dan memastikan segala kebutuhan operasional dan administratif terpenuhi tepat waktu. Tugas dan Tanggung Jawab: Mengelola agenda CEO: Menjadwalkan pertemuan, rapat, dan acara lainnya, serta memastikan CEO tetap terorganisir dan mengikuti jadwal yang telah ditentukan.Menangani korespondensi: Menyaring email, surat, panggilan telepon, dan komunikasi lainnya, serta memberikan respons yang tepat dan efisien.Mempersiapkan dokumen: Menyusun laporan, presentasi, dan dokumen lainnya sesuai kebutuhan CEO.Mengatur perjalanan bisnis: Mengelola pemesanan tiket, akomodasi, dan transportasi untuk perjalanan domestik maupun internasional CEO.Koordinasi dengan tim internal dan eksternal: Berkomunikasi dan mengatur pertemuan dengan eksekutif perusahaan, karyawan, dan mitra eksternal.Menghadiri rapat: Mendampingi CEO dalam rapat, membuat notulen, serta menyusun follow-up tindakan yang perlu dilakukan. Kualifikasi: Gelar Sarjana di berbagai bidang.Pengalaman minimal 3 tahun sebagai Personal Assistant, Executive Assistant, atau posisi administratif serupa.Kemampuan organisasi yang sangat baik dan mampu bekerja dalam lingkungan yang cepat berubah.Keterampilan komunikasi yang luar biasa, baik verbal maupun tertulis.Mahir dalam penggunaan Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint) dan alat-alat digital lainnya.Kemampuan multitasking yang kuat, perhatian terhadap detail, dan mampu bekerja di bawah tekanan.Sikap profesional, dengan keterampilan interpersonal yang baik. Contoh Job Description Business Analyst Posisi: Business Analyst Tentang Perusahaan: InnovaTech Solutions adalah perusahaan teknologi yang berfokus pada pengembangan perangkat lunak inovatif dan solusi digital untuk bisnis di berbagai industri. Kami dikenal karena keunggulan teknis, inovasi terdepan, dan dampak positif yang kami buat bagi klien dan masyarakat. Lingkungan kerja kami mendukung keberagaman, inklusi, dan pengembangan karir, memastikan Anda dapat berkembang dan merasa nyaman. Pekerjaan Anda di InnovaTech Solutions: Sebagai Business Analyst, Anda akan bekerja sama dengan klien internal dan eksternal untuk menentukan kebutuhan mereka serta mengembangkan solusi untuk mengatasi masalah bisnis, proses, dan sistem yang ada. Anda akan bertindak sebagai penghubung antara pemangku kepentingan, memahami struktur, kebijakan, dan operasi organisasi untuk merekomendasikan solusi yang memungkinkan perusahaan mencapai tujuannya. Tugas dan Tanggung Jawab Utama: Peran penghubung: Berfungsi sebagai jembatan antara masalah bisnis dan solusi teknologi, membantu organisasi dalam menemukan solusi untuk masalah bisnis menggunakan teknologi.Analisis bisnis: Menganalisis masalah bisnis, proses, dan sistem, lalu mendefinisikan solusi untuk perbaikan atau perubahan yang diperlukan.Kolaborasi internal: Bekerja sama dengan tim internal untuk menerapkan praktik terbaik dalam menentukan persyaratan bisnis dan mengembangkan solusi operasional dan sistem.Pelaksanaan proyek: Mengelola proyek bisnis dengan menyelaraskan dengan persyaratan sponsor dan arsitektur perusahaan.Pengembangan layanan: Berkontribusi dalam pengembangan layanan dan platform yang ditingkatkan, mencakup seluruh aspek mulai dari definisi produk hingga penerapan.Penyelesaian masalah: Membantu menyelesaikan masalah terkait layanan dan mengikuti proses pengembangan yang relevan.Dokumentasi dan pelatihan: Mengidentifikasi dan mendokumentasikan celah operasional, menyiapkan panduan pengguna, template, kasus uji, dan pelatihan pengguna. Pengetahuan, Keterampilan, dan Atribut: Pemahaman yang baik tentang praktik dan proses bisnis.Pengembangan keahlian dalam sistem, proses, dan teknologi tertentu yang dianalisis.Keterampilan komunikasi lisan dan tulisan yang baik.Pemahaman metodologi manajemen proyek.Keterampilan analitis yang baik untuk mengubah persyaratan bisnis menjadi deliverables operasional (persyaratan fungsional) untuk memenuhi tujuan bisnis.Keterampilan dokumentasi yang baik, terutama dalam persyaratan fungsional, kasus uji, dokumentasi pengguna, proses, dan prosedur.Pengetahuan luas tentang Microsoft Office (Excel, Word, PowerPoint, Visio).Pengalaman dengan alat sistem seperti SAP, ServiceNow, atau Jira adalah nilai tambah. Kualifikasi Akademik dan Sertifikasi: Gelar Sarjana yang relevan (Manajemen Bisnis, Teknologi Informasi, atau setara).Sertifikasi Project Management akan menjadi nilai tambah. Pengalaman yang Dibutuhkan: Pengalaman 3+ tahun sebagai Business Analyst di lingkungan layanan teknologi.Pengalaman dalam pengumpulan kebutuhan bisnis, definisi use case, pemetaan proses, dan implementasi layanan dan sistem baru. Jenis dan Lokasi Kerja: On-site Working di kantor pusat kami di Jakarta, Indonesia. Ingin rekrut karyawan yang berkualitas? Pasang loker gratis untuk 3 iklan lowongan kerja pertamamu di Cake mulai hari ini! Contoh Job Description Customer Service About Us MaxService adalah perusahaan outsourcing (BPO) berskala nasional yang menyediakan solusi customer service digital yang inovatif dan andal. Kami berdedikasi memberikan layanan berkualitas tinggi yang membantu perusahaan meningkatkan pengalaman pelanggan. MaxService berkomitmen menyediakan solusi yang efisien, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan setiap klien. Job Role Memberikan informasi tentang produk dan layanan kepada pelanggan.Melayani pertanyaan dan keluhan pelanggan secara profesional.Membantu penyelesaian masalah dan memberikan solusi kepada pelanggan.Melakukan follow-up kepada pelanggan untuk memastikan masalah terselesaikan.Mengelola data dan informasi pelanggan dengan akurat di sistem perusahaan.Melaporkan catatan percakapan dengan pelanggan.Bekerja sama dengan tim untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Qualification Minimal lulusan SMA/SMK, diploma lebih disukaiPengalaman minimal 1 tahun di bidang customer service atau call centerMemiliki skill komunikasi yang baikMenguasai penggunaan komputer dan aplikasi customer service digitalBersedia bekerja dalam shiftBerorientasi target dan memiliki manajemen waktu yang baik Salary and Benefit Gaji kompetitifAsuransi kesehatan dan ketenagakerjaanInsentif sesuai kinerjaKursus dan pelatihan rutin dalam bidang teknologi dan komunikasi Contoh Job Description Graphic Designer Posisi: Graphic Designer Full-Time Perusahaan kami sedang mencari Graphic Designer kreatif untuk bergabung dengan tim media dan kreatif. Sebagai graphic designer, Anda bertugas membuat desain visual yang menarik dan mendukung kebutuhan komunikasi perusahaan. Pekerjaan ini mencakup pembuatan desain untuk platform media sosial, cetak, website, dan media lain sesuai kebutuhan. Tugas dan Tanggung Jawab Utama Membuat desain visual untuk media sosial, website, cetak, dan materi promosi lainnya.Berkolaborasi dengan departemen lain untuk memahami kebutuhan desain.Mengembangkan konsep kreatif dan visual yang inovatif untuk kampanye iklan.Mengembangkan dan mempresentasikan konsep dan prototipe desain kepada pemangku kepentingan untuk di-review dan mendapat feedback.Mengelola beberapa proyek desain dengan deadline ketat.Melakukan revisi berdasarkan feedback dari tim atau klien.Mengikuti perkembangan tren desain industri. Kualifikasi: Sarjana Ilmu Komunikasi, Desain Grafis, Seni, atau bidang terkait.Pengalaman minimal 2 tahun sebagai Graphic Designer.Menguasai software desain grafis seperti Adobe Photoshop, Illustrator, InDesign, dll.Kreatif, berorientasi pada detail, dan mampu bekerja dalam deadline ketat.Memiliki skill komunikasi dan team-work yang baik.Menguasai bahasa Inggris, baik lisan dan tulisan.Memahami tren desain terkini dan teknik visual yang efektif. Lokasi: Jakarta, Indonesia. Contoh Job Description Digital Marketing Posisi: Digital Marketing Specialist Kami mencari kandidat Digital Marketing berpengalaman untuk merencanakan, mengelola, dan melaksanakan strategi pemasaran digital perusahaan. Posisi ini membutuhkan keterampilan SEO, SEM, social media advertising, dan alat pemasaran digital lainnya. Tugas dan Tanggung Jawab Merencanakan dan mengimplementasikan strategi digital marketing yang mencakup SEO, SEM, social media, dan email marketing.Mengelola kampanye digital marketing melalui platform Google Ads dan Meta Ads.Menganalisis dan optimalisasi kinerja campaign untuk mencapai target KPI yang telah ditentukan.Bekerja sama dengan tim media dan kreatif untuk mengembangkan konten yang menarik dan relevan.Melakukan riset keyword dan analisis kompetitor untuk meningkatkan SERP website.Memantau tren digital marketing terbaru dan mengidentifikasi peluang baru untuk meningkatkan efektivitas kampanye.Membuat laporan performa campaign dan memberikan rekomendasi kepada pemangku kepentingan berdasarkan analisis data. Kualifikasi Gelar Sarjana Pemasaran, Komunikasi, IT, atau bidang serupa.Pengalaman minimal 2 tahun sebagai digital marketing, SEO specialist, KOL specialist, atau pengalaman kerja lain yang relevan.Mempunyai sertifikat digital marketing, SEO, atau ads manajerial menjadi nilai plus.Menguasai alat analitik seperti Google Analytics, Search Console, Google Ads, dan Meta Business Manager.Memiliki kemampuan berpikir analitis dan kreatif untuk mengembangkan strategi digital marketing yang efektif. Gaji dan Benefit Range gaji Rp 7.000.000 - Rp 8.000.000.Tunjangan sesuai performa.Cuti tahunan.BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.Kesempatan mengembangkan karir dan bekerja di lingkungan inovatif. Jenis Pekerjaan: On-site, full-time 5 hari kerja dalam seminggu. Lokasi Pekerjaan: Jakarta Timur, Indonesia. Contoh Job Description Sederhana untuk Posisi Waiter Deskripsi Pekerjaan: Menyambut dan menyapa tamu atau pelanggan saat tiba di restoran.Mencatat pesanan makanan dan minuman secara akurat serta menyampaikannya kepada staf dapur.Menghidangkan makanan dan minuman kepada tamu dengan tepat waktu.Memastikan meja tertata dengan rapi, bersih, dan terorganisir.Menangani keluhan atau permintaan khusus dari tamu dan memberikan solusi dengan segera.Menjaga kebersihan dan keselamatan lingkungan kerja sesuai standar kesehatan dan keselamatan. Persyaratan: Minimal lulusan SMA/SMK atau setara.Memiliki pengalaman sebagai waiter/waitress lebih diutamakan.Kemampuan komunikasi dan interpersonal yang baik.Bersedia bekerja dengan jam kerja shift.Bersikap positif dan mampu bekerja dalam tim. Gaji dan Tunjangan: Gaji kompetitifBPJS Kesehatan dan KetenagakerjaanUang makan dan transportPelatihan dan pengembangan karir Contoh Job Description Content Creator Posisi: Content Creator Full-Time Deskripsi Pekerjaan: Menyusun dan mengeksekusi content plan.Mengembangkan ide kreatif untuk membuat konten yang menarik dan relevan.Membuat konten berupa teks, gambar, dan video.Melakukan editing foto dan video untuk keperluan branding sosial media.Berinteraksi dengan audiens di media sosial untuk meningkatkan engagement.Bekerja sama dengan tim untuk memastikan efektivitas konten.Menganalisis performa konten dan menyusun laporan untuk meningkatkan efektivitas konten. Kualifikasi: Minimal SMA/SMK.Pengalaman minimal 1 tahun sebagai content creator.Menguasai basic skill fotografi dan videografi.Kreatif dan up-to-date dengan tren media sosial.Memiliki portofolio yang menunjukan skill pembuatan konten.Menguasai software editing seperti Adobe Photoshop, Canva, dan CapCut.Mampu menjadi talent lebih diutamakan.Mempunyai skill komunikasi dan storytelling yang baik. Kesimpulan Job description adalah penjelasan seputar tugas, tanggung jawab, dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk mengisi suatu posisi atau jabatan. Job description idealnya terdiri dari beberapa bagian termasuk: Nama posisi atau jabatanRingkasan pekerjaanDaftar tugas dan tanggung jawabKualifikasi skill, pendidikan, dan pengalaman profesional yang diharapkanGaji/benefitKetentuan kerja Ada 5 fungsi penting job description bagi rekruter, yaitu mendefinisikan tugas dan kualifikasi pekerjaan, menarik kandidat berkualitas, transparansi proses rekrutmen, membantu menyusun kontrak kerja, dan mendukung evaluasi kinerja. Cakeadalah platform rekrutmen dengan +8 jutadatabasetalenta di talent pool global.Pasang lowongan kerja gratisuntuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkanEmployer Brandinglebih efektif bersama Cake. Didukung teknologi ATSCake AIdanRecruitment Consultantprofesional, mulai temukan talenta berkualitas lebih cepat!Dapatkan wawasan mendalam dan konten informatif terkait rekrutmen, manajemen SDM,employer branding,serta tren terbaru di dunia HR hanya di Cake. Jadikan kami sumber terpercaya Anda untuk strategi perekrutan yang efektif dan solusi SDM yang inovatif.

Resume Builder

Build your resume only in minutes!