Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Career Development
Apr 1st 2022

5 Perbedaan Sales dan Marketing yang Wajib Kamu Ketahui!

Suatu perusahaan tentu dibagi dalam beberapa divisi. Beberapa contoh divisi perusahaan adalah sales dan marketing. Kedua divisi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pendapatan bisnis, tetapi dengan strategi yang berbeda. Sangat penting untuk memahami perbedaan sales dengan marketing karena dengan mengintegrasikan kedua divisi tersebut, sebuah perusahaan dapat mencapai tujuan pendapatan dengan lebih efektif. beda antara marketing dan sales Pada artikel ini, Cake akan membahas perbedaan penting antara sales dan marketing dari berbagai aspek seperti proses, tujuan, strategi dan alat bantu. Daftar isi : Pengertian dari Sales dan MarketingPerbedaan Sales dan MarketingContoh Kasus Sales dan Marketing Mengenal Sales dan Marketing Sebelum melihat apa saja perbedaan marketing dan sales, kamu harus paham terlebih dahulu pengertian dari kedua department ini. Apa itu Sales? Sales (penjualan) adalah proses dari aktivitas menjual barang dan jasa yang dilakukan oleh penjual ke pembeli. Kegiatan ini termasuk meyakinkan potensial customer untuk membeli barang dari perusahaan kamu. Cara meyakinkan customer bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti menjelaskan keunggulan produk, menawarkan diskon atau membuat produk kamu lebih menarik dari pesaing. Jika seorang sales berhasil membuat customer membeli, langkah selanjutnya sales akan melakukan aktivitas penutupan (dealing). Sales adalah titik awal kontrak antara bisnis dan pelanggannya. Maka dari itu, penting untuk sales menjaga hubungan dengan customer dan mendengarkan keluhan serta permintaan dari customer. Apa itu Marketing? Marketing (pemasaran) fokus untuk membuat potensial customer tertarik pada produk atau jasa kamu melalui berbagai strategi seperti desain kemasan, penetapan harga atau melalui promosi. Upaya marketing dalam suatu perusahaan bertujuan untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan dalam jangka panjang. Tim marketing juga menciptakan citra merek dan meningkatkan hubungan dengan masyarakat luas. Memiliki cita merek yang baik dapat mempengaruhi customer untuk membuat keputusan pembelian yang mendukung produk perusahaan. Dengan demikian, marketing terutama berfokus pada analisa kebutuhan, minat, dan perilaku customer untuk membuat produk lebih menarik lagi bagi mereka Perbedaan Antara Sales dan Marketing Setelah membaca pengertian sales dan marketing, fungsi keduanya terlihat serupa. Namun fokus dan tujuan dari sales dan marketing berbeda, mari bahas lebih detail tentang apa saja perbedaan pemasaran dan penjualan 1. Proses Proses marketing lebih fokus dalam pengenalan produk atau jasa, penetapan harga, kepada siapa produk atau jasa akan dijual, dan di mana akan dijual. Tim marketing menetapkan sasaran, strategi promosi dan anggaran untuk kampanye. Isi dari kampanye tersebut bertujuan untuk menjelaskan produk yang ditawarkan dan bagaimana produk atau layanan tersebut dapat memecahkan masalah dalam kehidupan customer sehari-hari. Dari sana, tim sales perlu menentukan target customer yang paling tertarik dengan produk kamu dan membuat janji temu secara offline/online untuk mendemonstrasikan produk yang ditawarkan. Setelah customer setuju untuk membeli, tim sales akan melakukan closing/dealing dan mengirim produk ke lokasi customer. Biasanya sales akan tetap menjaga hubungan baik dengan customer dan menjadikan customer sebagai repeat buyer. 2. Tujuan Perbedaan antara penjualan dan pemasaran yang kedua terletak pada tujuannya. Sales dan marketing keduanya fokus menghasilkan pendapatan bagi sebuah perusahaan. Namun pada marketing, mereka berfokus pada tujuan jangka panjang, sedangkan sales memiliki perspektif jangka pendek. Department sales biasanya memiliki target periodik (mingguan/bulanan) untuk mencapai target penjualan yang sudah ditentukan. Sedangkan department marketing membuat kampanye bertujuan untuk tetap membantu perusahaan tumbuh dalam jangka waktu yang lebih lama dan dapat mencakup masyarakat luas.✏️ Contoh dari tujuan sales: Meningkatkan pendapatan (mingguan/bulanan)Closing / dealing dengan customerMenjaga hubungan dengan customerMeningkatkan margin keuntungan ✏️ Contoh dari tujuan marketing: Menganalisa kebutuhan dan minat customerMembangun citra merekMeningkatkan kepuasan customerMenjadikan perusahaan sebagai pemimpin di industrinya 3. Strategi Strategi marketing cenderung berfokus pada analisis dan pengumpulan informasi data tentang segmen target market yang cocok untuk sebuah perusahaan, sedangkan sales berfokus pada konversi target market tersebut untuk menjadi customer tetap. Sales langsung berhubungan one on one kepada (calon) customer dan saling berkomunikasi. Berikut adalah beberapa perbedaan strategi penjualan dan pemasaran untuk kamu ketahui: ✏️ Contoh dari strategisales: Cold calling: menawarkan dan mempromosikan produk kepada sekelompok potensial customerPertemuan dengan customer ( offline / online )Discount ( potongan harga )Trade fairs (menghadiri pameran): perusahaan mempromosikan dan menjual produk mereka di trade fairsCross-selling: perusahaan menawarkan produk lain kepada customer ✏️ Contoh strategi marketing: Internet marketing: perusahaan memasarkan produk mereka secara online seperti di media sosial, email, ataupun search enginePrint Marketing: strategi marketing dalam bentuk brosur atau majalahVideo marketing: strategi marketing yang bertujuan untuk memberikan edukasi lebih detail kepada customer tentang produk melalui videoMarketing yang berfokus pada produk 4. Sumber Daya Untuk menjalankan tugas dan mencapai tujuan sales dan marketing, keduanya membutuhkan beberapa alat dan sumber daya yang spesifik, sesuai dengan kebutuhan masing-masing departemen. Berikut perbedaan sumber daya antara sales dan marketing:✏️ Alat bantu marketing: Search Engine Optimization (SEO): Mengoptimalkan situs web agar muncul pada peringkat teratas di halaman hasil pencarianConversion Rate Optimization (CRO): Proses untuk meningkatkan persentase pengunjung websiteAplikasi untuk membuat konten (contoh: Canva, Inshot, Unfold, dll.)Software untuk menganalisis data (contoh: Microsoft Excel, MySQL, dll.) ✏️ Alat bantu sales: Customer Relationship Management (CRM): Strategi bisnis untuk mengumpulkan data customer dan merekam aktivitas salesperson dalam berhubungan dengan customerMeetings app (Google Meets, Zoom)Alat untuk mempersiapkan dokumen (contoh: Google Docs, Microsoft Office)Software untuk mengelola pesanan Sumber daya untuk sales dan marketing sangat bergantung pada perkembangan teknologi. Misalnya, sekarang sudah ada AI (Artificial Intelligence) dan live chat yang dapat digunakan divisi pemasaran dan penjualan untuk meningkatkan prospek. Perusahaan harus terus beradaptasi dengan teknologi dan software terbaru. 5. Ruang Lingkup Kerja Perbedaan ruang lingkup kerja antara marketing dan sales sangat berbeda. Ruang lingkup kerja sales tidak seluas marketing. Durasi kerja sales cenderung pendek, karena tujuan sales adalah penjualan produk dan melakukan transaksi dengan customer. Ruang lingkup kerja dan durasi kerja marketing cenderung lebih besar dan panjang, karena ruang lingkup kerja marketing meliputi analisa pasar, public relations dan menjaga kepuasan customer.📝 Perbedaan lain dari sales dan marketing Masih ada beberapa contoh perbedaan antara sales dan marketing dari sisi aspek yang lainnya, yaitu: Sales memenuhi permintaan, sedangkan marketing menciptakan permintaan baru atau menyesuaikan produk dengan permintaan yang ada.Sales berfokus pada kebutuhan perusahaan, sementara marketing berfokus pada kebutuhan pasar.Sales bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan, sedangkan marketing bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar (market share) dan kepuasan customer.Marketing menarik customer ke arah produk, sementara sales mendorong produk ke pelanggan.Seorang sales membutuhkan keterampilan dalam berkomunikasi dan meyakinkan customer, sementara marketing membutuhkan keterampilan analitis. Contoh Kasus Sales dan Marketing Berikut adalah contoh cerita yang menjelaskan bedanya marketing dan sales dan bagaimana mereka dapat bekerja sama: Laura ingin membuka café dengan view pemandangan sawah di daerah pinggiran kota dan ia menyediakan makanan serta minuman di cafenya. Untuk mempercantik cafenya, Laura mendekor cafe, mendesain menu sebaik mungkin, merekrut pegawai serta memberi harga diskon pada makanan tertentu. Akan tetapi karena jangkauan yang kurang, pelanggan yang datang tidak terlalu banyak. Kemudian Laura mendapat saran dari temannya untuk mengiklankan café di sosial media agar membantu meningkatkan pendapatan. Kemudian Laura memutuskan untuk mengiklankan café tersebut di internet, media sosial, poster, memasang iklan dan lain lain. Selain itu, pegawai juga meyakinkan pelanggan untuk mencoba makanan dan minuman mereka yang juga dapat meningkatkan pendapatan cafe. Beberapa bulan kemudian, pendapatan café Laura naik 10x lipat dari sebelumnya. Contoh kasus perbedaan marketing dan sales Dari contoh kasus diatas kita bisa melihat beda tugas sales dan marketing serta hasil positif dari kekuatan penggabungan proses sales dan marketing. Kalau bisa dijabarkan, perbedaan tugas sales dan marketing adalah sebagai berikut : Bagian sales: pegawai meyakinkan dan menawarkan pelanggan untuk mencoba makanan dan minuman mereka yang dapat meningkatkan pendapatan cafeBagian marketing: Laura mengiklankan cafe di internet, media sosial, mencetak poster dan memasang iklan. Dengan bantuan marketing, cafe Laura mendapat perhatian dari masyarakat luas sehingga semakin banyak customer yang datang dan dengan dukungan pegawai Laura yang aktif menjual dan menawarkan makanan dan minuman yang ada di cafe, sehingga menaikan pendapatan cafe Laura bahkan sampai 10 kali lipat. Kesimpulan Meskipun banyak perbedaan antara sales dan marketing, bukan berarti mereka bertentangan. Justru sales dan marketing saling terkait erat satu sama lain dan memainkan peran yang sangat penting dalam kelangsungan perusahaan dalam jangka panjang. Misalnya, hasil analisa marketing dapat membantu tim sales memproses penjualan lebih cepat dan efisien. Sebaliknya, tim sales dapat memberi informasi yang berguna tentang perilaku customer kepada tim marketing untuk pemosisian produk yang lebih baik. Keselarasan dari sales dan marketing juga dapat membantu perusahaan mengurangi biaya dan meningkatkan laba. Nah sekarang kalian sudah paham apa perbedaan antara sales dan marketing, bukan? Tidak heran kalau perusahaan mencari sosok yang unggul untuk mengisi posisi menjadi sales dan marketing karena peran mereka yang begitu penting.--- Ditulis oleh:Phoebe Charissa ---
Industry & Job Overview
Aug 10th 2022

Mau Jadi Sales Engineer? Kenali Tugas, Skill, Gaji, Peluang Karier!

Di zaman modern ini, banyak perusahaan di bidang IT yang sedang berkembang pesat. Tidak heran jika sales engineer adalah salah satu profesi yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Seperti apakah profesi sales engineer? Apa saja tugas dan tanggung jawabnya? Bagaimana caranya untuk menjadi sales engineer? Bacalah artikel kali ini dan temukan jawabannya! Daftar Isi: Apa itu Sales Engineer?Tugas dan Tanggung Jawab Sales EngineerSkill yang Harus Dimiliki Sales EngineerCara Memulai Karier Sales Engineer Apa itu Sales Engineer? Sales engineer adalah sebuah profesi yang berfokus pada aktivitas penjualan sebuah produk yang bersifat teknis dan mencakup teknologi. Sales engineer bertugas untuk menawarkan produk teknis kepada klien dan konsumen. Berbeda dari peran sales pada umumnya, sales engineer menjual produknya tidak langsung kepada pelanggan perorangan, tapi lebih kepada sebuah perusahaan. Gaji Sales Engineer Berdasarkan data dari Indeed, di Indonesia sendiri rata-rata gaji sales engineer berkisar dari Rp. 6,091,688 per bulannya. Namun, jumlah ini tentu tidak mutlak, karena bergantung pada daerah dan perusahaan tempat kamu bekerja.📚 Baca juga: 5 Perbedaan Sales dan Marketing yang Wajib Kamu Ketahui!Tugas dan Tanggung Jawab Sales Engineer Apa saja tugas dan tanggung jawab seorang sales engineer? Berikut adalah uraiannya!Mempersiapkan dan menyampaikan presentasi teknis mengenai produk perusahaan kepada klien.Berdiskusi dengan klien dan tim engineer untuk memahami kebutuhan peralatan dan untuk menentukan persyaratan yang dibutuhkan.Berkolaborasi dengan tim sales untuk memahami kebutuhan pelanggan dan memberi dukungan penjualan.Meneliti, mengembangkan, dan memodifikasi produk untuk memenuhi persyaratan dan kebutuhan teknis klien.Membantu klien/customer yang memiliki kendala teknis dengan produk dan merekomendasikan untuk adanya pembaruan/upgrading pada mesin/produk yang ada.Menetapkan dan berusaha untuk mencapai tujuan dan kuota penjualan.Melatih anggota tim penjualan lainnya tentang aspek teknis produk dan layanan perusahaan. Tugas Utama Sales Engineer Skill dan Kualifikasi Sales Engineer Setelah memahami tugas dan tanggung jawab sales engineer, sekarang Cake akan menjelaskan mengenai skill dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk bisa menjadi seorang sales engineer!1. Skill Teknis Skill Teknis adalah kualifikasi pertama yang penting untuk kamu miliki jika berkarier sebagai seorang sales engineer karena mayoritas dari job desk sales engineer adalah untuk menjelaskan dan merepresentasikan hal-hal teknis dari sebuah produk. 📚Baca juga: 100+ Contoh Soft Skill Hard Skill dalam CV (untuk 15 Pekerjaan) 2.Kemampuan untuk Memecahkan Masalah Gol dari pekerjaan sales engineer adalah untuk memahami bagaimana sebuah produk berjalan secara teknis baik dari luar maupun dalam. Selain memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah teknis dan memberikan solusi untuk produk yang dijualnya, seorang sales engineer yang sukses juga akan memikirkan cara untuk menjual dan mempresentasikan produknya supaya terlihat lebih menarik. 3.Kemampuan Mengolah Informasi Rumit dan Menyajikannya dalam Bentuk yang Mudah Dimengerti Selain kemampuan menyelesaikan masalah, seorang sales engineer juga perlu untuk dapat mengolah informasi rumit dan menyajikannya dalam bentuk yang mudah dimengerti. Selain itu, sales engineer juga harus dapat menyampaikan informasi dengan jelas, percaya diri, dan ringkas untuk membantu perusahaan meningkatkan penjualan. 4.Skill Interpersonal Skill Interpersonal juga merupakan salah satu soft skill yang wajib dimiliki oleh sales engineer untuk bisa sukses dalam pekerjaannya. Sebagai seorang sales, interpersonal skill sangat berperan penting untuk membantu saat berkomunikasi dan membangun hubungan baik dengan klien. 5.Pengalaman Bekerja Sebagai Sales Seorang sales engineer harus memahami urgensi proses penjualan. Namun, mereka juga harus memiliki pengetahuan teknis yang canggih untuk memfasilitasi kesepakatan yang baik bagi pelanggan dan perusahaan mereka. Oleh karena itu, pengalaman sebagai seorang sales atau marketing sangatlah penting dalam berkarier sebagai seorang sales engineer.Cara Memulai Karier Sales Engineer Bagaimana caranya untuk menjadi sales engineer? Seorang sales engineer akan memahami pengoperasian produk yang dijualnya, termasuk fitur terbaru dan cara menyelesaikan bug yang ada. Hal ini penting karena sales engineer bertugas untuk mempromosikan dan menjelaskan cara satu produk beroperasi, termasuk membantu dalam menyelesaikan keluhan pelanggan mengenai masalah yang ada pada produk. Nah, dengan peluang yang ada, bagaimana cara memulai karir sebagai sales engineer? 1. Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan merupakan tahap awal untuk memulai karier sebagai sales engineer. Pada umumnya, jurusan yang diambil seperti:Jurusan Ilmu KomputerJurusan Teknik (Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin, dll). Biasanya setelah lulus kuliah, kamu akan memulai karier sebagai sales. Hal ini penting untuk menjembatani ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dan untuk memahami praktek yang ada di lapangan. 📚Baca juga: 15 Prospek Kerja Teknik Informatika Terbaik [+Gaji, Info Kuliah, Dll.] 2. Mendapatkan Pengalaman yang Relevan Selain ilmu dan teori yang didapatkan selama di masa kuliah, bekerja sebagai profesi sales tentunya juga membutuhkan pengalaman sebagai seorang sales. Pada umumnya, kamu akan mengikuti training sebagai sales, seperti cara untuk mendekati klien, menjelaskan produk, dan lain sebagainya. Tentunya kamu membutuhkan interpersonal skill yang baik untuk berkomunikasi dengan klien dan bekerja sama dengan member dalam tim sales mu. 3. Membangun Networking Dengan bekerja sebagai sales, networking merupakan aspek yang sangat penting dan juga berpengaruh dalam karir mu! Semakin banyak network yang dimiliki, maka kamu pun akan semakin menjadi seorang sales engineer yang berpengaruh, sehingga akan lebih mudah untuk mengadakan kerjasama dengan perusahaan yang ada.📚Baca juga: 9 Manfaat Networking Dalam Karier dan Cara Membangunnya! 4. Apply Pekerjaan dengan CV yang Kuat Cara terakhir adalah dengan membuat CV yang baik dan menarik! Contohnya adalah sebagai berikut. Contoh CVSales Engineer --- Dibuat di Cake📚Baca juga: Begini Cara Membuat CV ATS Friendly Agar Lolos Screening!Pastinya kamu sudah paham apa itu sales engineer serta tugas dan tanggung jawabnya. Selamat mencoba!Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake.Cake adalah online CV builder dengan 50+ template, 100% gratis Dan mudah digunakan!🎉 Buat CV--- Ditulis oleh:Lydia Gavrila ---
Resume & CV
Apr 17th 2026

12 Prospek Kerja Jurusan Manajemen yang Paling Dicari Perusahaan dan Rincian Gajinya

RingkasanProspek kerja manajemen sangat bagus karena posisi manajerial termasuk versatile di semua industri.Jurusan manajemen akan fokus pada pembelajaran soal analisis laporan keuangan, manajemen risiko, strategi pemasaran, dan data statistik.Lulusan manajemen bisa menjajal karier sebagai staf HRD, konsultan bisnis, project manager, accountant, finance staff, hingga operational staff. Untuk kamu yang masih bingung memilih jurusan, kamu bisa mempertimbangkan untuk kuliah jurusan manajemen. Kuliah jurusan manajemen fokus mempelajari pengorganisasian, perencanaan, dan analisa mengenai bisnis untuk pengelolaan bisnis secara efisien. Daftar isi:Mengenal Kuliah Jurusan ManajemenProspek kerja jurusan manajemen Mengenal Kuliah Jurusan Manajemen Pada kuliah jurusan manajemen, kamu akan mempelajari bagaimana mendirikan sebuah organisasi atau perusahaan yang sukses dalam bisnis global. Disisi lain dengan kuliah jurusan manajemen kamu akan mendapat pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis dari skala kecil hingga skala besar. Mata Pelajaran Jurusan Manajemen Analisis laporan keuangan,Statistik,Manajemen risiko,Strategi pemasaran,Manajemen operasi,Akuntansi manajemen,Ekonomi mikro dan makro,Manajemen strategis,dan beberapa mata kuliah yang lain. Pada umumnya, kuliah jurusan manajemen ditempa dalam kurun waktu 3.5 - 4 tahun dan mendapatkan gelar sarjana ekonomi atau sarjana manajemen setelah menuntaskan bangku perkuliahan. Mengapa MemilihKuliah Jurusan Manajemen? Ada beberapa alasan mengapa kuliah jurusan manajemen patut kamu pertimbangkan sebagai pendidikan tinggi kamu. Kamu bisa mengulik alasan-alasan berikut ini :➡️ Peluang kerja lulusan manajemen lebih beragam Pasti banyak pertanyaan seperti “Lulusan jurusan manajemen susah cari kerja?” atau “Lulusan S1 manajemen bisa kerja apa?”. Bisa dikatakan prospek kerja lulusan S1 manajemen terbuka cukup lebar lho! Seorang lulusan manajemen memiliki keterampilan dan pengetahuan mengenai bisnis yang dibutuhkan perusahaan untuk menangani pekerjaan manajerial dan pekerjaan spesifik lainnya.➡️ Mengembangkan skill manajemen Salah satu kelebihan kuliah di jurusan manajemen antara lain belajar skill manajemen yang berguna saat kamu bekerja di perusahaan. Saat kuliah jurusan manajemen, kamu akan belajar untuk menghadapi the real business case di lapangan dimana kamu harus membuat keputusan dengan mempertimbangkan sisi etika serta dampak ekonomi dan sosial. Nah, beberapa skill yang kamu dapat yang berguna untuk pekerjaan manajemen antara lain :Kemampuan berpikir kritis dan strategisKemampuan berkomunikasiProblem solvingKemampuan public speakingLeadershipProject managementPengorganisasian ➡️ Mempelajari berbagai macam bidang Apabila kamu masih galau mengenai karir kedepan kamu atau kamu ingin mengetahui pengetahuan yang lebih luas di bidang bisnis, maka kuliah jurusan manajeman adalah pilihan terbaik kamu. Saat kuliah jurusan manajemen, kamu akan mempelajari bagaimana memanajemen suatu perusahaan secara umum, bahkan kamu bisa mengkerucutkan area keahlian kamu di jurusan manajemen, seperti Human Resource, Finance, Marketing, Operations, Strategic Management, dll. Prospek Kerja Jurusan Manajemen Apa saja sih prospek kerja jurusan manajemen?Jurusan manajemen memang cukup luas, sehingga orang sering bertanya-tanya. Peluang kerja manajemen sangat beragam, kamu bisa memilih pekerjaan jurusan manajemen sesuai dengan bidang yang kamu tekuni. Dibawah ini Cake akan memberikan beberapa wawasan mengenai prospek kerja lulusan manajemen beserta kisaran gaji lulusan manajemen.1. Recruiter/Staf HRD (kisaran gaji Rp 5.000.000) Bagi kamu yang suka mempelajari tingkah laku manusia, menjadi seorang recruiter atau staf HRD menjadi pilihan pekerjaan setelah lulus kuliah manajemen. Pasalnya, seorang rekruiter atau HRD harus memahami karakter calon karyawan atau karyawannya sendiri. Tugas seorang rekruter adalah mencari karyawan baru, sedangkan staf HRD lebih fokus pada employee relations. Peluang kerja jurusan manajemen sumber daya manusia ini bisa kamu pertimbangkan sebagai career path kamu. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kemampuan berkomuikasi yang baik dengan seluruh karyawan baik di level manajerial dan staff, kemampuan problem solving, kemampuan organisasi, negosiasi 2. Marketer (kisaran gaji Rp 5.700.000) Salah satu prospek kerja jurusan manajemen yang digandrungi oleh generasi muda adalah menjadi seorang marketeer. Kenapa tidak? Profesi marketeer menuntut kreatifitas yang out of the box untuk menjual produk dengan cara yang berbeda. Seorang marketeer pada umumnya bertugas untuk memasarkan produk beserta strateginya, menentukan target dan segmentasi pembeli, menentukan budget iklan baik online dan offline, dan lain sebagainya. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kemampuan berkomunikasi, berpikir analitis, kreativitas, pemecahan masalah, skill digital dan teknis (digital marketing) 📚 Baca juga: 5 Perbedaan Sales dan Marketing yang Wajib Kamu Ketahui!3. Konsultan Bisnis (kisaran gaji Rp 4.700.000) Konsultan bisnis adalah prospek kerja manajemen bisnis untukmu yang suka tantangan, dan suka belajar. Seorang konsultan bisnis bertugas dalam memberikan ide, saran, rekomendasi, atau perbaikan untuk pengembangan bisnis suatu perusahaan dalam jangka panjang maupun jangka pendek.Pada umumnya konsultan bisnis mengaudit segala sisi seperti contoh keuangan, strategi pemasaran dan penjualan, sumber daya manusia, IT, dan lain-lain. ✍️ Skill yang dibutuhkan: berpikir analitis, berpikir kreatif, observasi yang tajam, dan komunikasi yang baik dengan klien. 4. Project Manager (Kisaran gaji Rp 21.600.000) Akhir-akhir ini pekerjaan jurusan manajemen yang cukup hype adalah project manager. Project manager adalah seseorang yang memimpin jalannya sebuah proyek dan memastikan proyek berjalan dengan lancar serta selesai tepat waktu. Seorang project manager bertugas scheduling, menentukan budget, menganalisis risiko dan penyelesaiannya, dan mengawasi jalannya proyek. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kepemimpinan, kemampuan bernegosiasi, kemampuan pengorganisasian, manajemen waktu, manajemen SDM, dan manajemen konflik. 5. Accountant (Kisaran gaji Rp 8.027.000) Bagi lulusan s1 manajemen yang senang dengan angka, menjadi seorang accountant adalah prospek kerja manajemen yang cocok buatmu. Tugas seorang akuntan antara lain mengelola laporan keuangan, budgeting kebutuhan perusahaan, mengelola arus kas, serta mengelola keperluan perpajakan. ✍️ Skill yang dibutuhkan: analisis data, detail dan teliti, kemampuan berpikir secara sistematis, dan mampu mengoperaikan software akunting. 📚 Baca juga:4 Contoh CV Akuntansi Profesional dan Cara Membuatnya!6. Finance Staff (Kisaran gaji Rp 5.285.000) Prospek kerja s1 manajemen yang bisa dicoba oleh lulusan s1 manajemen adalah finance staff. Berbeda dengan akunting, finance staff bertugas pada bagian analitis kondisi keuangan perusahaan dan merancang pemodelan keuangan yang sehat. ✍️ Skill yang dibutuhkan: skill analitik yang dalam dalam menganalisisi data keuangan, bookkeeping, budgeting dll. Adapun beberapa tools yang harus kamu kuasai untuk pekerjaan jurusan manajemen ini antara lain Microsoft Excel, Access, SQL, dan lainnya. 📚 Baca juga: 5 Contoh CV Staff Keuangan (Finance) untuk Melamar Kerja7. Banker (Kisaran gaji Rp 3.500.000 - Rp 8.000.000) Bagi lulusan s1 manajemen yang berminat bekerja di dunia perbankan, kamu bisa mencoba menjajal career path kamu sebagai banker. Banker sendiri memiliki beberapa bagian manajemen, teller, customer service, dan back office. Untuk bagian manajemen sendiri adalah seseorang yang memanajemen jalannya pelayanan bank. Biasanya bagian manajemen adalah lulusan s1 manajemen yang mengikuti Management Development Program (MDP). Sedangkan front officer seperti teller dan customer service bertugas untuk melayani nasabah secara langsung. Lain halnya dengan back officer yang bertugas untuk mengelola transaksi keuangan, dan tugas administratif lainnya. ✍️ Skill yang dibutuhkan: memiliki kemampuan analitik, perhatian terhadap detail, teliti, dan mampu berkomunikasi dengan baik. 📚 Baca juga: 5 Contoh CV Bank dan Tips Membuatnya8. Operational Staff (Kisaran gaji Rp 6.500.000) Prospek kerja manajemen bisnis yang bisa kamu pertimbangkan selain pemasaran, SDM, atau keuangan adalah menjadi operational staff. Apa saja sih tugas dari operational staff ini? Tugas operational staff ini memastikan produksi berjalan sesuai dengan tujuan dan berjalan maksimal. Sehingga jasa, barang, atau sistem yang diproduksi tidak terbuang sia-sia. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kepemimpinan, komunikasi organisasi, manajemen retail, manajemen logistik, dan penguasaan bahasa asing. 9. Business Manager (Kisaran gaji Rp 19.800.000) Pekerjaan manajemen yang cukup legit bagi lulusan s1 manajemen adalah business manager. Akan tetapi untuk menjadi seorang business manager butuh waktu dan pengalaman kerja 2-5 tahun. Mengapa demikian? Peluang kerja manajemen ini dituntut lebih tinggi dibandingkan dengan entry level, dimana kamu harus mengawasi jalannya bisnis dari level atas. Seperti contoh memastikan produktivitas dan efisiensi perusahaan, membuat strategi bisnis untuk pengembangan bisnis, melihat kinerja karyawan, dan melakukan evaluasi berkala untuk kinerja perusahaan. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kemampuan memimpin tim, pengambilan keputusan, komunikasi, delegasi, pemecahan masalah, perencanaan dan pemikiran strategis. 10. Account Executive (Kisaran gaji Rp 3.851.434) Untukmu yang suka berinteraksi dengan orang-orang baru, kamu bisa memulai karir menjadi account executive. Account executive merupakan prospek kerja manajemen yang bertugas untuk mencari klien baru dan membina relasi dengan klien perusahaan. Disisi lain seorang account executive dituntut berpikir strategis untuk membantu klien untuk mencapai tujuannyanya dengan barang, jasa, atau sistem yang dimiliki oleh perusahaan. ✍️ Skill yang dibutuhkan: mampu berpikir strategis, kemampuan komunikasi yang baik, dan memiliki pengetahuan bahasa asing apabila memiliki klien asing. 11. Sales/Business Development (Kisaran gaji Rp 5.300.000) Peluang kerja jurusan manajemen yang bisa kamu pilih setelah lulus dari jurusan manajemen adalah sales/business development. Tugas dari seorang sales adalah mendorong penjualan produk dengan menggaet calon customer atau mitra untuk melakukan pembelian melalui email, telepon, atau sosial media. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kemampuan yang persuasif untuk meyakinkan calon pembeli untuk menggunakan produk, jasa, atau sistem perusahaan, komunikasi atau public speaking. 12. Entrepreneur (Kisaran gaji tak terbatas) Last but not least, apabila kamu ingin memiliki kebebasan dan ingin menantang diri lebih jauh dalam dunia bisnis kamu bisa menjajal menjadi seorang entrepreneur setelah lulus kuliah jurusan manajemen. ✍️ Skill yang dibutuhkan: berbagai pekerjaan manajemen sangat dibutuhkan ketika kamu menjadi seorang entrepreneur, mulai dari mengatur keuangan, sumber daya manusia, strategi pemasaran dan penjualan, hingga operasi logistik. Itu tadi 12 pekerjaan manajemen dari Cake yang bisa kamu pertimbangkan setelah lulus kuliah jurusan manajemen. Dengan informasi diatas, kamu bisa menentukan career path yang kamu pilih sesuai dengan passion. Beberapa peluang kerja manajemen memiliki skill kualifikasi tersendiri, kamu pun perlu mempersiapkannya sejak dini.Sudah siap melamar salah satu posisi di atas? Jangan biarkan kesempatan lewat begitu saja! Gunakan CV Builder Cake yang praktis untuk membuat CV yang menarik dalam hitungan menit. Pilih template yang sesuai dengan bidang manajemenmu dan tunjukkan nilai jualmu kepada dunia kerja secara lebih efektif. Langsung buat CVuntuk melamar pekerjaan manajemen sekarang🎉Buat CV
Industry & Job Overview
May 22nd 2023

Sales Admin: Syarat, Gaji, Prospek Kariernya [+CV]

Pekerjaan sales kerap dianggap sebagai pekerjaan yang bekerja di depan layar dan bertugas untuk berjualan atau menawarkan produk secara langsung. Persepsi ini tidak sepenuhnya benar, karena faktanya ada juga pekerjaan sales yang dapat dikerjakan dari balik layar, lho! Tipe pekerjaan ini dinamakan sebagai Admin Sales. Apa saja tugas dan tanggung jawab administrasi penjualan? Skill apa saja yang perlu dikuasai? Apakah ada jenjang karier yang jelas? Yuk, langsung saja simak artikel berikut ini.Daftar isi:Pengertian Admin SalesTugas dan Tanggung Jawab Administrasi SalesKeterampilan yang Harus Dimiliki Sales AdminProspek Karier Administrasi PenjualanCara dan Syarat untuk Menjadi Admin PenjualanJenis-jenis pekerjaan sales admin Apa itu Admin Sales? Sesuai dengan namanya, Admin Sales adalah profesi yang berperan penting dalam urusan administrasi penjualan. Sebagai orang yang bekerja di belakang layar, admin sales memiliki tugas dan tanggung jawab yang beragam, mulai dari menjawab pertanyaan pelanggan, menyiapkan dokumen, mengecek stok dan harga penjualan, memproses pemesanan, dan lainnya. Kalau begitu apa perbedaan utama Sales dan Admin Sales? Singkatnya, Sales adalah profesi yang berperan untuk menjangkau klien secara langsung atau melalui tatap muka, sementara admin sales bekerja di balik layar, dan mengelola administrasi untuk mendukung keberhasilan penjualan.📚Baca juga: 5 Perbedaan Sales dan Marketing yang Wajib Kamu Ketahui! Apa Tugas Seorang Administrasi Penjualan? Apa saja tugas seorang Admin Sales? Berikut adalah beberapa rinciannya: Melakukan pekerjaan administrasi tim salesMembantu penjualan dalam perusahaanMengecek kelengkapan pesanan dan menjalankan proses pesananMenjawab pertanyaan dan memberi solusi atas keluhan pelangganMenyampaikan pesanan ke tim produksi dan tim gudangMenyusun dan membuat laporan penjualan harian,mingguan,bulanan, atau tahunanMengatur kebutuhan tim salesMencatat data demografi konsumenMembantu tim sales dalam mengejar target yang ditentukanMengecek harga dan stok persediaan Skill yang Dibutuhkan Sales Admin Salah satu soft skill yang dibutuhkan sales admin adalah komunikasi yang baik. Nah, apa saja hard skill lainnya yang perlu kamu kuasai untuk bisa menjalankan job desk admin sales? 1. Sales Support Salah satu tugas sales administrasi adalah membantu tim sales untuk mencapai target penjualan, maka skill sales support sangatlah dibutuhkan oleh sales administrasi. Pencatatan, penerimaan telepon, dan pekerjaan administratif lainnya adalah beberapa contoh skill yang diperlukan. Keberadaan sales support juga dapat membantu tim sales dalam melakukan penjualan dan closing, tanpa perlu pusing akan hal-hal administratif lainnya. 2. Data Entry Selain sebagai sales support, sales administrasi juga akan diminta untuk menginput dan menyatukan data-data pelanggan. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memiliki ketelitian dalam mengoperasikan data entry. 3. Customer Service Membangung hubungan erat dengan pelanggan merupakan tugas utama dari customer service. Sebagai sales administrasi, kamu pun berperan penting dalam hal ini. Ada berbagai cara untuk membangun hubungan yang baik dengan customer, misalnya melalui menjawab pertanyaan melalui telepon, memberi solusi praktis dan menyelesaikan masalah customer, atau memberikan layanan baik lainnya. Selain itu, skill customer service juga sangat dibutuhkan pada saat admin sales memproses penjualan dengan cara mengontak pelanggan. 4. CRM CRM adalah singkatan dari Customer Relationship Manager, yang merupakan skill penting dalam menjaga hubungan baik dengan customer. Selain bertugas mencatat data pelanggan, sales admin juga perlu membangun hubungan baik dengan pelanggan dengan cara menghubungi pelanggan pada saat yang diperlukan. Inilah mengapa penting untuk memiliki skill CRM. 5. Pelaporan Keuangan Laporan keuangan juga merupakan skill penting lainnya yang perlu dikuasai oleh admin penjualan, karena salah satu tugasnya adalah membantu mengurusi bidang administrasi tim sales. Prospek Karier Admin Penjualan Dalam mendukung berjalannya sebuah bisnis, sales administrasi juga memiliki prospek dan jenjang kariernya tersendiri lho! Berikut adalah prospek karier administrasi penjualan. Sales admin team leaderPersonal assistantOffice manager Setiap jenjang karier pastinya memiliki tugas dan tantangannya tersendiri, tidak heran jika gaji yang ditawarkan pun sangat beragam. Umumnya, pemberian gaji tergantung pada posisi dan pengalaman kerjamu, serta lokasi kamu bekerja. Menurut Indeed, di Indonesia, rata-rata gaji sales admin berkisar dari Rp3,700,000 per bulannya, tentunya ketentuan di setiap perusahaan dan lokasi akan berbeda ya. 📈Pekerjaan sales lainnya: Sales AdvisorSales ManagerSales EngineerSales Executive Tips untuk Menjadi Admin Sales Nah, setelah paham akan job desk dan jenjang karir sales admin, sekarang Cake akan membagikan tips-tips penting untuk dapat bekerja sebagai sales admin. Tips untuk menjadi administrasi sales adalah sebagai berikut: 1. Menempuh Pendidikan yang Relevan Pendidikan adalah salah satu kunci penting untuk dapat bekerja. Jika kamu ingin menekuni bidang admin sales, bidang studi yang dapat menjadi pertimbanganmu adalah jurusan ilmu sosial, hukum, dan politik. Jurusan yang tersedia pun sangat beragam, misalnya seperti: Bisnis AdministrasiBisnis ManajemenIlmu KomunikasiAkuntansi, dan lainnya. 2. Mendapatkan Pengalaman Kerja atau Magang Selain pendidikan formal, penting juga untuk memiliki pengalaman kerja atau pengalaman magang selama kuliah atau liburan. Selain dapat mempraktekkan langsung apa yang sudah kamu pelajari di universitas, kamu pun bisa belajar banyak hal baru lainnya secara riil. Selain itu, pengalaman kerja/magang juga dapat memperluas koneksi mu lho! 3. Buat CV Admin Sales Menarik Nah, tips ketiga ini juga sangat penting untuk bisa bekerja sebagai sales admin, yaitu dengan membuat CV Admin Sales yang lengkap dan menarik. Berikut ini adalah contoh CV sales admin yang dapat menjadi referensi.Contoh CV Sales Admin - DIbuat di CakeCake merupakan platform pembuatan CV Digital yang mudah dan menarik. 100% GRATIS. Ada banyak pilihan template dan desain. Dijamin mudah dan ATS friendly!🎉Buat CV 🔑 Key Takeaways Walaupun bekerja di belakang layar, tapi admin sales memiliki peran dan tanggung jawab yang besar dalam perkembangan bisnis, lho! Nah, berikut adalah beberapa poin penting dari artikel kali ini: Admin sales atau admin penjualan adalah profesi yang bekerja di balik layar dan berperan penting dalam membangun hubungan baik dengan customer serta membantu tim sales mencapai target penjualan.Tugas administrasi sales sangatlah beragam, dimulai dari menjawab pertanyaan customer, menyiapkan dokumen, mengecek stok dan harga penjualan, memproses pemesanan, dan lainnya.Data Entry, CMR, pembuatan laporan keuangan, ketelitian, dan kemampuan berkomunikasi dengan baik adalah beberapa skill penting yang dibutuhkan untuk dapat bekerja sebagai admin sales.Tips untuk bekerja sebagai sales admin antara lain adalah latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, serta CV yang baik dan menarik. Jika kamu masih bingung bagaimana cara membuat CV, lihat berbagai contoh CV di artikel kami!Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal Cake.--- Ditulis Oleh Lydia Gavrila ---
Industry & Job Overview
Apr 22nd 2026

Pegawai Bank: Posisi Kerja di Bank, Tugas dan Gajinya

RingkasanKelebihan menjadi pegawai bank antara lain work-life balance, banyak tunjangan, gaji tinggi, jenjang karier jelas.Posisi sebagai pegawai bank yang kerap oprec adalah teller, customer service, account officer, credit analyst, back officers, marketing dan sales.Kualifikasi yang dibutuhkan untuk bekerja di bank meliputi pengalaman, edukasi, bahasa, digital tools, soft skills, dan CV yang baik. Semakin berkembangnya teknologi, ada bidang pekerjaan yang tergeser dengan berbagai bidang pekerjaan baru, namun ada juga yang bertahan dan justru semakin berkembang dengan bantuan teknologi. Perbankan merupakan salah satu industri yang paling stabil. Terlebih lagi, perkembangan teknologi mendorongsemakin melajunya perusahaan finansial teknologi (fintech) yang memberikan solusi baru untuk para generasi muda untuk mengolah keuangannya. Karena banyaknya perusahaan fintech ini, semakin banyak juga bank yang menyesuaikan diri dengan memberi kemudahan sistem bank digital kepada para nasabah atau yang bisa disebut juga sebagai transformasi digital dalam sektor perbankan. Artinya, industri perbankan dapat membuka lapangan pekerjaan lebih banyak lagi disertai dengan kesempatan untuk bekerja bukan hanya dari sektor perbankan saja, namun dipadukan juga dengan sisi teknologi.Daftar isi:Kelebihan Bekerja di Bank Macam-macam Posisi di Bank dan Tugasnya Kualifikasi Kerja di Bank CV Untuk Melamar Pekerjaan di Bank Kelebihan Bekerja di BankBerikut adalah 4 alasan mengapa banyak orang memilih untuk bekerja di bank:1. Work-life BalanceJam kerja di bank yang teratur membuat industri perbankan tetap menjadi pilihan khususnya untuk orang-orang yang mengutamakan work-life balance. Biasanya, jam kerja pegawai bank sudah ditentukan seperti jam 8 sampai jam 4 sore. Namun, jika ada pekerjaan yang harus diselesaikan, tidak menutup kemungkinan kalau ada beberapa hari dimana kamu harus lembur. 2. Banyak Tunjangan Dengan pekerjaan sebagai pegawai bank, biasanya kamu juga akan menerima berbagai tunjangan atau employeebenefit dari tempat kamu bekerja. Tentunya detail tunjangan akan kembali ke dimana kamu bekerja. Namun biasanya, kamu akan menerima berbagai keuntungan yang ditawarkan seperti sistem KPR yang dipermudah untuk karyawan bank, diskon kerjasama bank dengan pihak ketiga, sampai benefit berupa uang untuk membeli pakaian kantor dan pulsa. Selain itu, tunjangan kesehatan, dana pensiun, serta bonus tahunan untuk para pegawai bank kabarnya juga menggiurkan. 3. Gaji yang Cukup Tinggi Alasan selanjutnya mengapa orang ingin melamar untuk bekerja di bank adalah gaji yang ditawarkan cukup tinggi. Dengan jam kerja yang teratur, banyak tunjangan yang ditawarkan, dan gaji yang cukup tinggi, siapa yang mau menolak? 4. Prospek Jenjang Karir Menjadi pegawai bank juga memberikan kamu kesempatan untuk memiliki jenjang karir yang menjanjikan. Walaupun kamu mulai dari bawah, namun jika kamu dapat membuktikan kualifikasimu untuk bekerja di bank dengan baik maka tentunya kamu akan dipertimbangkan untuk menduduki posisi yang lebih tinggi. Selain itu, jika kamu mengikuti program ODP (Officer Development Program), maka jenjang karirmu akan semakin diperhitungkan di bank tempat kamu bekerja.Mau kerja di Bank? CakeResume menawarkan lowongan kerja dari berbagai bank ternama di Indonesia. Cari lowongan dan dapatkan pekerjaan sekarang! 🎉Cari Kerja Berbagai Posisi di Bank dan TugasnyaJika kamu bertanya apa saja pekerjaan di bank dan jabatan apa saja yang ada di bank, maka informasi di bawah akan sangat berguna untukmu. Karena ternyata, pekerjaan di bank pun macam-macam. Gaji pegawai di bank juga berbeda-beda tergantung jenis pekerjaan yang dilakukan. 1. Teller Teller merupakan pegawai bank yang akan membantumu melayani transaksi keuangan seperti menyetor uang, mengambil uang, transfer, mencairkan cek, dan lain-lain. Biasanya mendekati jam tutup operasional bank, teller perlu merekap semua transaksi yang dilakukan pada hari tersebut dan mencocokkan uang dengan transaksi yang dilakukan sehingga tidak terjadi selisih dana. Gaji seorang teller berkisar antara Rp 3.500.000 - Rp 5.000.000. 2. Customer Service Customer service menjadi aspek yang sangat penting untuk bank karena merupakan garda terdepan dari pelayanan dan bantuan bank kepada nasabahnya. Seorang customer service perlu memiliki pengetahuan seputar sistem perbankan, produk bank, serta kerjasama yang sedang berlangsung sehingga dapat memberikan solusi kepada nasabah yang memerlukan bantuan. Gaji customer service berkisar antara Rp 3.500.000 - Rp 6.000.000. 3. Account Officer Pegawai bank yang satu ini memiliki tugas untuk mencari nasabah kredit yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan bank melalui pemasaran atau penjelasan produk. Selain itu, account officer juga harus melakukan analisa kelayakan untuk kreditur baru serta monitoring terhadap kelancaran pembayaran. Gaji account officer berkisar antara Rp 7.000.000 - Rp 9.000.000 (pengalaman minimal 5 tahun). 4. Credit Analyst Sesuai namanya, credit analyst bertugas untuk menganalisa seluruh pembayaran dan transaksi yang dilakukan oleh seorang nabasah yang akan menjadi peminjam kredit. Posisi pegawai bank ini memerlukan ketelitian untuk melakukan riset mendalam terkait uang masuk dan uang keluar, kondisi finansial, sumber pendapatan, kebiasaan berbelanja, yang akhirnya menentukan apakah nasabah boleh menjadi penerima pinjaman. Gaji seorang credit analyst berkisar antara Rp 4.500.000 - Rp 8.000.000. 5. Back Office Officers Back office officers bertugas dalam bidang administratif untuk mengecek kembali transaksi yang dilakukan teller apakah sudah sesuai di hari tersebut. Selain itu, pegawai bank di posisi ini juga membuat pembukuan terkait uang yang keluar dan masuk, mengubahnya menjadi laporan harian, bulanan, hingga tahunan. Namun tidak hanya itu, posisi lain dalam back office yang kerap kali ditemui adalah IT Support hingga logistik. Peran dan fungsinya pun tentunya berbeda dengan yang bertugas sebagai administratif. IT Support berfokus pada pengembangan dan pemeliharaan sistem, sementara logstik berfokus pada pengiriman serta izin keluar masuk barang. Gaji back office officers bagian administrasi berkisar antara Rp 4.000.000 - Rp 6.000.000. Sementara untuk IT Support berkisar antara Rp 4.000.000 - 12.000.000, dan logistik berkisar antara Rp 4.500.000 - Rp 6.000.000. 6. Marketing Sales Tugas marketing dan sales untuk pegawai bank tidak berbeda dengan perusahaan lain, yaitu mencari prospek calon nasabah, mengedukasi, dan melakukan perkenalan produk sehingga calon nasabah mau bergabung menjadi nasabah. Seorang di posisi ini perlu paham betul mengenai semua produk bank sehingga dapat menawarkan solusi yang tepat untuk menjawab kebutuhan calon nasabah. Gaji marketing sales di bank berkisar antara Rp 4.000.000 - Rp 6.000.000.📚 Baca juga:5 Perbedaan Sales dan Marketing yang Wajib Kamu Ketahui! 7. Relationship Manager Jika marketing sales bertugas mencari prospek calon nasabah, relationship managerbertugas untuk menjaga hubungan dengan para nasabah sehingga membuat para nasabah semakin loyal kepada bank tersebut. Biasanya, pada posisi ini, pegawai bank perlu mengerti kebutuhan keuangan nasabahnya dan harus solutif terhadap permasalahan nasabahnya. Seorang pegawai bank di posisi ini memerlukan skill komunikasi dan pelayanan yang baik dan ramah untuk membuat nasabah yang sudah ada tetap berkenan menaruh uangnya di bank tersebut. Gaji seorang relationship officer berkisar antara Rp 4.000.000 - Rp 7.000.000. 8. Investment Banker Posisi di bank ini bertugas untuk menangani bidang korporasi keuangan perusahaan berupa tender offer, fund rising, merger dan akuisisi, dan lain-lain. Selain itu investment banker juga memiliki peran sebagai perantara antar penerbit dan investor sekuritas untuk membantu perusahaan dapat go public. Gaji seorang investment banker berkisar di Rp 12.500.000 - Rp 15.000.000. 9. General Affairs Bagian General Affairs atau GA bertugas untuk mengurus semua hal terkait keberlangsungan operasional kerja di bank seperti mesin ATM, mesin penghitung uang, satpam, antrian, absen karyawan, cleaning service, dan lain-lain. Gaji general affairs di industri perbankan berkisar di Rp 3.500.000 - Rp 5.000.000.Mau kerja di Bank? CakeResume menawarkan lowongan kerja dari berbagai bank ternama di Indonesia. Cari lowongan dan dapatkan pekerjaan sekarang! 🎉Cari Kerja Kualifikasi Kerja di BankJika kamu ingin tahu cara kerja di bank, tentunya ada kriteria yang perlu kamu perhatikan. Berikut beberapa kualifikasi untuk bekerja di bank: 1. Pengalaman Ada beberapa posisi di bank yang memerlukan pengalaman, namun ada juga yang terbuka untuk fresh graduate. Biasanya, bank akan memberi tahu kriteria kandidat yang diinginkan di deskripsi pekerjaan, termasuk pengalaman yang diperlukan. Terlebih jika kamu melamar di bidang analyst, finance, dan control, perusahaan mungkin mencari yang membutuhkan pengalaman. 2. Edukasi Biasanya untuk bekerja di bank juga membutuhkan level edukasi tertentu, namun tentunya kembali ke pekerjaan yang kamu lamar. Dengan banyaknya bank digital yang kini juga menjamur, maka saat ini industri perbankan tidak hanya mencari lulusan ekonomi atau accounting saja, tetapi juga mencari lulusan sistem informatika, teknik informasi, dan lain-lain untuk mengembangkan sisi teknologi seperti menjadi data science, IT, dan analytics engineer. 3. Bahasa Karena nasabah yang menabung di suatu bank bisa merupakan warga lokal dan warga asing, biasanya ada ketentuan khusus untuk para pegawai bank menguasai bahasa tertentu. Terlebih jika bank tempat kamu bekerja juga memiliki banyak cabang secara global. Bahasa yang biasanya perlu dikuasai adalah bahasa Inggris. 4. Digital Tools Dengan perkembangan teknologi, saat ini pegawai bank tidak hanya dituntut untuk paham mengenai cyber security, tetapi juga hal-hal lain yang ada kaitannya dengan tuntutan kemajuan teknologi di bidang digital. Contohnya seperti bagian marketing dan sales yang perlu memiliki pengetahuan mengenai web analysis dan user experience untuk dapat menawarkan produk dengan metode digitalisasi ke calon nasabah. 5. Soft Skills Tidak hanya latar belakangmu, bank juga tertarik untuk mengetahui soft skills apa yang kamu miliki sebagai pelamar. Untuk bekerja di bank, soft skills yang harus dimiliki pegawai bank berupa kemampuan komunikasi dan pelayanan yang baik, ramah, problem-solving, dapat bekerja dalam tim, dapat beradaptasi dengan perubahan, dan lain-lain.Untuk mendapatkan pekerjaan pegawai bank, kamu juga perlu menyiapkan CV yang rapi dan profesional. Kamu bisa melihat contoh CV pegawai bank lengkap di sini sebagai referensi. CV Untuk Melamar Kerja di BankSetelah mengetahui keuntungan kerja di bank, posisi kerja di bank, gaji, dan skills yang harus dimiliki untuk bekerja di bank, berikut adalah contoh CV yang dapat kamu ikuti untuk melamar kerja di bank.Contoh CVKerja di Bank - Dibuat di CakeKunjungi Cake= CV builder dan buat CV ATS-friendly sekarang juga! Ada 50+ template dan 100% Gratis!🎉Buat CVKesimpulan Kelebihan kerja di bank adalah adanya work-life balance, gaji yang cukup tinggi, banyak tunjangan, serta adanya prospek jenjang karir.Macam-macam posisi di bank berupa customer service, teller, account officer, credit analyst, marketing sales, relationship officer, investment banker, general affairs, dan lain-lain.Kualifikasi jika kamu ingin kerja di bank, maka biasanya membutuhkan pengalaman, edukasi, bahasa, digital tools, dan soft skills yang sesuai dengan kriteria bank. Cari referensi contoh CV yang menarik perhatian HR? Kamu bisa temukan berbagai contoh CV untuk semua pekerjaan di halaman ini! Lihat Contoh CVCake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!

Sales Advisor: Tugas, Skill yang Dibutuhkan, Prospek Karir!

Daftar isi:Apa itu Sales Advisor? Tugas dan Tanggung Jawab Sales Advisor Skill dan Kualifikasi Sales Advisor Karier Sales Advisor Cara Menjadi Sales AdvisorSaat kamu pergi berbelanja ke mall, toko ritel, atau tempat perbelanjaan lainnya sering kali akan ada pegawai yang membimbing kamu agar produk atau layanan yang dibeli sesuai dengan kebutuhanmu. Pegawai inilah yang disebut sebagai Sales Advisor (SA) atau konsultan penjualan. Peran mereka sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan meningkatkan penjualan. Di artikel ini, Cake akan membahas tentang pekerjaan sales advisor, mulai dari pengertian sales advisor, gaji sales advisor, tugas sales advisor, hingga cara menjadi konsultan penjualan. Yuk, simak ulasan lengkap mengenai sales advisor di bawah ini!📚 Baca juga:5 Perbedaan Sales dan Marketing yang Wajib Kamu Ketahui! Apa itu Sales Advisor? Sales advisor adalah seorang pegawai yang membantu mengembangkan dan mengimplementasi strategi penjualan perusahaan dengan berinteraksi secara langsung dengan klien. Oleh karena itu, seorang sales advisor harus bisa menjelaskan keunggulan dan fitur produk atau layanan yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen agar meningkatkan penjualan dan memenuhi target dari perusahaan. Selain itu, sales advisor yang profesional juga harus bisa mengidentifikasi kebutuhan pelanggan agar produk atau layanan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan begini, kepuasan pelanggan akan terpenuhi, citra merek perusahaan meningkat, kemudian secara otomatis penjualan juga akan meningkat. Contohnya: Seorang pelanggan sedang berada di toko baju. Untuk membantu pelanggan tersebut, sales advisor dapat menanyakan ukuran dan warna baju yang diperlukannya, atau merekomendasikan baju-baju lain yang kiranya diperlukan oleh pelanggan. Itulah beberapa peran penting seorang penasihat penjualan. Jadi, selain tugas sales advisor adalah menjual produk, mereka juga bertugas untuk menjadi penasihat pelanggan dan membantu pelanggannya mendapatkan hal yang diperlukan dan diinginkan mereka. Sales advisor adalah seorang profesional yang memiliki pengetahuan dalam penjualan, pemasaran, dan pengembangan bisnis. 💡 Catatan: Marketing consultant atau marketing advisor adalah profesi yang berbeda dengan sales advisor. Marketing consultant adalah seseorang yang bertugas untuk menjadi penasihat perusahaan, sedangkan sales advisor adalah seseorang yang bertugas untuk menjadi penasihat konsumen. Deskripsi Pekerjaan Sales Advisor Sales advisor menjalani berbagai tugas untuk memenuhi gol perusahaan mereka dalam penjualan produk serta layanan. Tergantung pada setiap perusahaan, industri, dan siklus penjualan, tugas sales advisor akan berbeda-beda. Tetapi, job desk sales advisor umumnya dapat meliputi: 1. Mengelola Prospek Salah satu tugas sales advisor adalah menentukan dan mencari pelanggan potensial yang tertarik dengan produk/jasa yang ditawarkan perusahaan. Setelah itu mereka harus menghubungi atau memberikan presentasi kepada pelanggan potensial mengenai produk/jasa perusahaan. 2. Mempelajari Produk atau Jasa Perusahaan Sebagai sales advisor kamu adalah representasi dari perusahaan dan kamu harus bisa menjawab segala pertanyaan dari pelanggan potensial dengan benar.Dengan mempelajari produk atau jasa perusahaan secara maksimal, kamu dapat memahami kebutuhan pelanggan potensial, mendampingi mereka dalam menemukan produk/jasa yang tepat, membantu memecahkan masalah mereka, mengarahkan mereka ke produk/jasa perusahaan, membantu mereka dalam pembayaran, dan meningkatkan penjualan perusahaan. Beberapa informasi yang perlu dipelajari dan disampaikan oleh sales advisor ke pelanggan potensial adalah: Keunggulan produk/layananKandungan bahanEfek sampingMetode penggunaan produkCara kerja jasa perusahaanHarga produk/layanan, dll.3. Melakukan Pitching Setelah sales advisor berhasil menarik dan menawarkan produk/layanan ke konsumen, mereka bertugas untuk mempromosikannya dan mengarahkan konsumen ke pembayaran. Penasihat penjualan harus bisa memberikan informasi lebih lanjut tentang produk/layanan yang ditawarkan. Mereka harus bisa menjelaskan mengapa produk/jasa perusahaan mereka itu akan membantu pelanggan potensial dalam menyelesaikan masalah mereka. 4. Menyelesaikan Transaksi/Menegosiasikan Kontrak Seorang sales advisor bertugas untuk menyelesaikan transaksi atau menegosiasikan kontrak dengan pelanggan mengenai pembelanjaan mereka. Mereka harus memastikan bahwa kedua belah pihak senang dengan kesepakatan akhir tersebut. 5. Memberikan Pelatihan Melatih anggota tim sales baru juga merupakan pekerjaan sales advisor. Penasihat penjualan bertanggung jawab untuk mengembangkan keterampilan anggota timnya yang baru mengenai negosiasi, cara menawarkan produk/layanan perusahaan secara efektif, serta membantu mereka mengembangkan prospek penjualan. 📚 Baca juga:Sales Promotion: Pengertian, Tujuan, Contoh, Strategi Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Sales Advisor1. Pelayanan Pelanggan Pelanggan memiliki peran yang penting dalam setiap perusahaan untuk mencapai tujuannya, dan salah satu tanggung jawab sales advisor adalah membangun dan memelihara hubungan yang baik dengan pelanggan. Bagaimana seorang sales advisor memperlakukan pelanggan akan sangat mempengaruhi proses penjualan. Maka perhatikanlah hal-hal berikut ini ketika menangani seorang pelanggan: Waktu penyampaian layananBahasa tubuh kamu ketika berinteraksi dengan pelangganPola komunikasi kamu dengan pelanggan 2. Presentasi Skill presentasi sangat diperlukan sales advisor untuk menyampaikan idenya kepada pelanggan dan juga pemberi kerja. Pertama, pemberi kerja/atasan kamu ingin mengetahui kemampuan kamu dalam menyampaikan ide-ide kamu kepada pelanggan dan seberapa meyakinkan ide-ide tersebut. Ini akan membantu mereka mengetahui bagaimana cara mendukung dan meningkatkan skill kamu. Kedua, kamu harus terdengar meyakinkan tentang layanan/produk yang ditawarkan kepada pelanggan. Ingat bahwa pelanggan tidak akan tertarik jika kamu tidak terlihat dan terdengar meyakinkan saat menawarkan produk/layanan yang kamu bicarakan. 3. Penyelesaian Masalah Keterampilan penyelesaian masalah diperlukan ketika kamu sebagai sales advisor dihadapkan dengan masalah, entah itu masalah personal atau masalah pekerjaan. Pekerjaan sales advisor itu tidak jauh dari menyelesaikan masalah. Dari namanya saja juga sudah sangat jelas bahwa kamu adalah seorang penasihat, sehingga problem solving skill kamu akan sangat diperlukan.4. Perencanaan Strategis Pekerjaan sales advisor menuntut kamu untuk memiliki skill perencanaan strategis. Kamu harus bisa memberikan ide-ide yang efektif untuk meningkatkan penjualan perusahaan. Nah, perencanaan yang strategis adalah salah satu cara agar kamu dapat mengeluarkan ide-ide terbaik untuk mengembangkan perusahaan. Kamu harus memberikan peta jalan untuk membantu perusahaan mencapai tujuannya dalam waktu yang singkat. 5. Komunikasi Keterampilan komunikasi lisan dan tertulis sangat diperlukan dalam pekerjaan sales advisor. Kamu harus bisa mendengarkan dan memberikan solusi dari keluhan pelanggan serta berkomunikasi dengan atasan atau tim sales kamu agar pekerjaanmu bisa berjalan dengan lancar. 6. Manajemen Waktu Seorang penasihat penjualan juga perlu memiliki skill manajemen waktu yang kuat untuk menyelesaikan tugas dan targetnya sebelum tenggat waktu dan dapat memberikan respon kepada pelanggan secara cepat. 📚 Baca juga:10 Soft Skill yang Dibutuhkan: Berapa yang Kamu Miliki? Karir Sales Advisor ➡️ Gaji Sales Advisor Kisaran gaji sales advisor di Indonesia adalah: Rp. 2,000,000 - Rp. 4,000,000 per bulan. Perlu diingat bahwa kisaran gaji sales advisor ini dapat berbeda-beda nominalnya tergantung pada perusahaan, kota, skill, pengalaman, dan/atau kebijakan lainnya. ➡️ Ketentuan untuk Menjadi Sales Advisor Pendidikan dan pelatihan: untuk menjadi penasihat penjualan, diperlukan minimal ijazah sekolah menengah atas dan pengalaman beberapa tahun dalam pelayanan pelanggan atau sales representative. Memiliki gelar Sarjana dalam bisnis seperti pemasaran atau administrasi bisnis akan memudahkan kamu dalam mendapatkan pekerjaan sales advisor.Skill komputer: penasihat penjualan harus ahli dalam menggunakan komputer atau gadget lainnya untuk membuat dan memelihara database pelanggan yang up-to-date.Soft skill: skill komunikasi, negosiasi, manajemen waktu, manajemen orang, pelayanan pelanggan, dll.➡️ Apa Rasanya Menjadi Penasihat Penjualan? Tentu setiap profesi pekerjaan memiliki keuntungan dan kekurangannya masing-masing. Berikut adalah beberapa keuntungan menjadi sales advisor: Jam kerja fleksibel. Umumnya, sales advisor bisa memilih untuk mengatur jadwal kerja mereka.Banyak pekerjaan sales advisor yang memiliki kesempatan untuk mendapatkan komisi atau bonus selain gaji.Sales advisor mendapatkan kesempatan untuk bertemu orang baru dan mengembangkan keterampilan penjualan.Bekerja sebagai penasihat penjualan dapat membuka pintu bagi banyak peluang karir dalam suatu organisasi (seperti menjadi manajer penjualan). ➡️ Jenjang Karir Sales Advisor Pekerjaan penasihat penjualan seringkali mengarah ke posisi pekerjaan manajemen penjualan (sales management), di mana kamu akan bertanggung jawab untuk melatih dan mengawasi sales representatives. Dari situ, dengan pelatihan dan pengalaman yang tepat, bisa saja kamu berpindah ke bidang bisnis lain seperti pemasaran atau pengembangan produk. Cara Menjadi Sales Advisor 1. Dapatkan Pengalaman dan Kembangkan Keterampilan Kamu CV sales advisor kamu akan lebih unggul jika kamu mencantumkan bahwa kamu memiliki pengalaman dalam sales atau customer service dan juga memiliki skill negosiasi dan komunikasi. Akan lebih bagus lagi jika kamu memiliki sertifikasi pelatihan yang membuktikan bahwa kamu memiliki pengetahuan dalam penjualan, manajemen,dan strategi.2. Bersedia untuk Belajar dan Mengambil Risiko Sebagai sales advisor kamu perlu memiliki kemauan untuk mempelajari keterampilan baru seperti pelatihan penjualan atau hal-hal lainnya untuk membantu kamu tetap berkembang menjadi sales advisor terbaik. Bahkan kamu mungkin harus bisa mengambil risiko jika ide kamu untuk suatu produk tidak populer di kalangan orang lain di perusahaan, sehingga kamu akan tetap diperbolehkan untuk menjualnya dan meraih kesuksesan kamu. 3. Tetap Up-to-Date dengan Teknologi dan Tren Untuk menjadi sales advisor kamu juga harus terbiasa dengan menggunakan perangkat lunak, aplikasi, dan teknologi apapun yang terkait dengan proses penjualan. Kamu juga harus mengetahui strategi penjualan yang paling baru dan efektif untuk saat itu demi perkembangan perusahaan. 4. Lamar Pekerjaan Sales Advisor dengan CV yang Kuat Yang terakhir, waktunya kamu melamar pekerjaan sales advisor dengan CV yang kuat. CV sales advisor yang baik dan menarik adalah CV yang dapat membantu mengkomunikasikan siapa diri kamu dalam dunia kerja kepada HRD dan membantu kamu untuk menjadi calon karyawan selanjutnya. Perhatikan CV sales advisor berikut ini untuk inspirasi kamu!Contoh CV Sales Advisor - Dibuat di CakeYuk, sekarang giliran kamu buat CV sales advisor dengan Cake CV builder, 100% gratis! Ada lebih dari 50 template gratis yang mudah digunakan juga, lho🎉Buat CV Demikianlah artikel Cake kali ini tentang pekerjaan sales advisor. Ingat, peran seorang penasihat penjualan adalah salah satu yang penting dalam bisnis apapun. Dengan membantu pelanggan menemukan produk yang mereka butuhkan dan memberikan layanan pelanggan yang sangat baik, penasihat akan membantu perusahaan mencapai tujuan penjualan. Terus kembangkan keterampilan komunikasi, kemampuan komputer, pengalaman penjualan, serta pelatihan dan pendidikan kamu, ya! --- Ditulis Oleh Cindy Graciella ---
Career Development
Mar 6th 2024

25 Teknik Closing Rekomendasi Untuk Meningkatkan Sales Perusahaanmu!

Puncak klimaks dari sebuah negosiasi adalah keputusan akhir yang disepakati bersama. Hal ini pun berlaku dalam dunia bisnis, terutama dalam dunia sales dan marketing, yang biasa disebut sebagai teknik closing. Apa itu arti dari teknik closing? Bagaimana menjalankan teknik closing yang efektif dalam penjualan? Baca terus artikel Cake kali ini dan kuasailah teknik-teknik closing yang ada!Daftar isi: Pengertian Closing Sales 25 Teknik Closing Sales yang Bisa Dicoba Pemahaman Closing SalesTeknik closing adalah cara yang dilakukan oleh sales untuk membuat para pembeli membeli produk yang dipasarkan. Teknik ini digunakan untuk calon pembeli yang awalnya hanya tertarik pada produk, hingga akhirnya memutuskan untuk membeli produk tersebut. Dalam dunia sales, closing artinya penutupan sebuah transaksi, maka seringkali teknik closing muncul di akhir dari proses penawaran oleh tim sales. Closing disini juga berarti pembeli yang ditawarkan akhirnya bersedia untuk membeli produk sesuai kemauannya sendiri, tanpa paksaan dari pihak sales. Menjalankan teknik closing tentunya tidak dapat sembarangan, kamu pun perlu terlebih dulu memahami informasi sebuah produk secara mendalam dan mempelajari kelebihan serta manfaatnya. Informasi-informasi seperti inilah yang akan mempermudah proses pelaksanaan teknik closing.📚Baca Juga: Ingin Tahu Perbedaan Sales dan Marketing? Klik Di Sini!25 Teknik Closing Efektif Untuk Meningkatkan PenjualanAda beragam teknik closing dalam dunia sales, dan setiap teknik digunakan secara fleksibel sesuai keadaan yang ada. Sebagian teknik closing mungkin hanya cocok untuk memprospek kriteria konsumen tertentu, sedangkan penggunaan teknik lainnya mungkin dapat jauh lebih luas. Berikut ini adalah 25 jenis teknik closing penjualan yang dapat menjadi referensi untuk dicoba saat hendak closing.👉 Ayo cari tahu lebih lanjut cara menjadi sales yang baik di sini! 1. Soft Selling Seperti namanya, soft selling menerapkan sistem closing secara lembut dan tidak to the point. Umumnya tim sales akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengerti kebutuhan konsumen, sehingga dapat membantu pelanggan untuk menemukan produk yang tepat. Pada saat melakukan soft selling, sang penjual tidak melakukan tuntutan atau paksaan agar pelanggan langsung membeli produknya, maka pelanggan pun akan merasa nyaman dan melakukan pembelian sesuai kebutuhan dan keinginannya. 2. Hard Selling Berbeda dari soft selling, teknik hard selling merupakan sebuah metode closing yang berciri to the point dan biasanya memberikan pertanyaan langsung kepada pelanggan mengenai ‘apakah mereka niat untuk membeli atau tidak’. Teknik hard selling lebih jarang muncul di penjualan modern karena terkesan memaksa konsumen untuk membeli, tapi teknik ini umumnya tetap digunakan di setiap bulan. Contoh kalimat hard selling misalnya seperti di bawah ini. “Promo hanya berlaku hari ini sampai jam 17.00 sore. Apa kakak tertarik untuk melakukan pembayaran sekarang sebelum promonya berakhir?” 3. Option Closing Option closing berarti memberikan pilihan kepada pelanggan untuk melakukan pembelian. Opsi yang diberikan akan tetap memberikan mereka perasaan kontrol akan pilihan yang mereka ambil, sembari tim sales tetap memandu kegiatan penjualan yang ada. Contoh teknik option closing seperti: “Kalau begitu, Bapak ingin saya bantu jadwalkan untuk kunjungan rabu ini atau di minggu depan?”📚Baca Juga: Sales Promotion: Pengertian, Tujuan, Contoh, Strategi, dll. 4. Scale Closing Teknik ini menekankan pentingnya peran sales dalam memahami kebutuhan dan perasaan klien. Dengan scale closing, kamu dapat bertanya kepada pelanggan tentang bagaimana ketertarikan mereka terhadap produk yang ditawarkan. Contohnya: “Dari 1-10 seberapa besar ketertarikan Anda terhadap produk kami?”. Jika dijawab “3”, maka salesperson dapat bertanya untuk mengetahui alasan di balik penilaian tersebut dan meng guide pembeli untuk membeli produk sesuai kebutuhan mereka. 5. Summary Closing Teknik summary closing mirip dengan kesimpulan akhir yang diberikan setelah selesai presentasi. Setelah sampai di akhir penawaran, umumnya sales akan memberikan rangkuman dalam 1-2 kalimat, misalnya mengenai keuntungan yang ada dari produk yang ditawarkan. Teknik summary closing terbukti ampuh dalam membantu pembeli memvisualisasikan produk yang hendak mereka beli sehingga memudahkan mereka untuk mengambil keputusan pembelian.Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Loker 6. Assumptive Closing Assumptive Closing merupakan salah satu teknik closing yang sangat populer bagi salesperson. Assumptive closing adalah teknik yang digunakan sales untuk bersikap seakan-akan konsumen sudah memutuskan untuk membeli tapi ragu kapan akan finalnya. Dengan menganalisis psikologi konsumen, umumnya kalimat assumptive closing seperti “Apakah paket yang tersedia sesuai dengan kebutuhan Kakak? Kalau kakaknya masih ragu, saya bisa bantu untuk proses mem-booking paketnya dulu dan keputusan finalnya bisa dilakukan lusa”. 7. Now or Never Closing Apa itu now or never closing? Umumnya teknik closing ini disebut sebagai urgency closing karena menekan konsumen untuk segera mungkin mengambil keputusan. Dengan teknik ini, pelanggan akan merasa sayang jika melewatkan penawaran diskon dan keuntungan yang didapatkan, sehingga akan segera melakukan pembelian pada hari tersebut. 8. Opportunity Cost Closing Singkatnya, arti opportunity cost closing ini memainkan psikologis pelanggan, yaitu perasaan bahwa mereka akan kehilangan kesempatan yang ada jika tidak segera melakukan pembelian. Oleh karena itu, salesperson akan dengan sigap menawarkan dan mengingatkan pelanggan bahwa penawaran yang ada hanya untuk saati itu saja. 9. Ownership Closing Teknik ini cukup unik karena mengambil perspektif dari sudut pandang pelanggan. Arti opportunity closing dalam penjualan merujuk pada teknik salesperson yang yang berbicara seolah barang yang dijual adalah milik sang pembeli. Misalnya seperti kalimat “Mobil Bapak”, “Tas kakak”, dan lainnya. 10. Best Option Closing Memberikan opsi terbaik untuk dipilih sebagai closing merupakan arti best option closing penjualan. Dalam hal ini sales berperan dalam memberikan opsi terbaik yang akhirnya dipilih oleh klien saat closing.Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaan Anda. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga! 🎉Pasang Loker 11. Visual Closing Visual closing merupakan teknik closing yang digunakan dengan menghadirkan bantuan berupa formulir atau visual lainnya yang dapat membantu salesperson melakukan closing. Hal ini terbukti menjadi salah satu teknik closing yang ampuh untuk menjalankan closing. 12. Scheduling Closing Scheduling Closing penjualan artinya mendorong agar klien dapat berkomitmen. Misalnya seperti menanyakan kapan klien ingin mengikuti sesi pelatihan dari produk yang dijual, dan lain sebagainya. Hal ini penting agar klien dapat merasakan bahwa mereka memegang kendali atas proses yang ada. 13. Take-Away Closing Teknik closing ini berperan penting dalam memainkan psikologis pelanggan yang takut kehilangan atau mendapat kerugian jika tidak segera membeli produk yang ditawarkan. Dalam teknik ini, para sales umumnya menjelaskan tentang diskon dan benefit yang didapat saat membeli produk di hari penawaran tersebut, pelanggan pun akan merasa dirugikan untuk melewatkannya. 14. Last Chance Closing Mirip dengan takeaway closing, teknik last chance closing dalam sebuah bisnis marketing merupakan cara untuk memberi tahu calon pelanggan bahwa penawaran yang diberikan terbatas dan akan hilang jika tidak diambil dengan segera. 15. Counter Closing Dalam melakukan penawaran, ada saatnya dimana pelanggan merasa bahwa mereka tidak dapat berkomitmen untuk membeli produk saat itu karena waktu yang tidak cocok. Di saat inilah, sales biasanya menggunakan teknik counter closing, yaitu menyediakan beberapa pilihan yang sesuai dengan waktu dan kesediaan pelanggan. 16. Columbo Closing Teknik columbo closing bermanfaat untuk memberikan informasi tambahan mengenai manfaat yang didapatkan customer sebelum melakukan closing final. Teknik ini sangat ampuh untuk meyakinkan pelanggan bahwa mereka telah memilih produk terbaik untuk dibeli. 17. Trial Closing Seperti namanya, trial closing umumnya berupa kesempatan gratis atau garansi uang kembali yang diberikan agar pelanggan dapat merasakan bahwa produk yang mereka pakai benar-benar berguna dan bermanfaat untuk dibeli. 18. Sharp angle closing Saat hendak melakukan closing, ada saatnya pelanggan mengajukan permintaan tambahan yang tidak sesuai dengan syarat yang ada. Di kondisi seperti ini, ada baiknya untuk menyetujui permintaan pelanggan dengan melakukan teknik sharp angle closing, yaitu sales menyepakati permintaan klien dengan catatan mereka harus menandatangani perjanjian saat itu juga. 19. Empath Closing Teknik ini memainkan rasa simpati dari salesperson. Teknik ini memberikan waktu untuk pelanggan dalam berpikir serta membangun hubungan sales dan pelanggan dalam jangka waktu panjang. Closing yang dilakukan memang tidak segera, tapi dapat menjadi closing untuk di masa mendatang. 20. Inoffensive Closing Teknik closing ini cocok untuk merangkul pelanggan yang suka melakukan pembelian dengan proses diskusi. Dilakukan dengan format tanya jawab, sehingga pembeli merasa dapat memegang kendali atas arah percakapan yang ada.Pasang GRATIS 3 lowongan kerja pertama untuk perusahaan Anda. Sortir CV rekrut kandidat berkualitas dengan mudah sekarang juga! 🎉Pasang Loker 21. Puppy Dog Closing Pasti tidak asing dengan istilah “test drive”, “test version”, “try before you buy” bukan? Nah, ketiga hal ini merupakan contoh dari implementasi teknik puppy dog closing. Teknik closing ini memanfaatkan rasa cinta dan ketertarikan konsumen akan sebuah produk yang hendak dibelinya. 22. The Probe for Opinion Closing Teknik The Probe for Opinion Closing akan sangat bermanfaat untuk membangun diskusi dengan klien sebelum melakukan pembayaran. Selain dapat mengetahui hambatan atau keraguan dari klien, sales juga dapat membangun hubungan baik dengan klien. Pelanggan pun akan merasa dipahami dan didengarkan. 23. Backwards Closing Berbeda dari teknik-teknik closing sebelumnya, backwards closing merupakan teknik closing yang menunjukkan rekomendasi atau referensi dari pembeli lainnya. “Testimoni” dan referensi seperti ini akan membuat pelanggan nyaman saat berbelanja.📚Baca Juga: Karir Sales Manager: Tugas, Skill, Hingga Gajinya! 24. Ben Franklin Closing Selain ingin mengetahui manfaat dari sebuah produk, tentunya pelanggan akan merasa lebih aman ketika telah melakukan analisis poin pro dan kontra dari sebuah produk. Pemaparan pro dan kontra inilah yang dimaksud dengan teknik Ben Franklin Closing. Jika daftar “pro” lebih banyak dari “kontra”, maka hal ini dapat meningkatkan potensi closing penjualan. 25. Needs Closing Pembeli akan merasa senang dan puas jika sales dapat memberikan apa yang mereka butuhkan. Dengan menerapkan teknik ini, maka pembeli akan merasa bahwa salesperson berperan sangat penting dalam memberikan solusi akan kebutuhan mereka.Buat CV di Cake, tersedia 12+ template CV menarik yang ATS friendly. Gratis Download PDF! 🎉Buat CVKesimpulan Dari paragraf di atas, kamu dapat melihat arti dan penerapan teknik closing dalam dunia bisnis. Tentunya tidak semua teknik cocok untuk digunakan dalam segala situasi, sebagai sales kamu pun harus dengan cermat menganalisis teknik mana yang cocok untuk dipakai dalam situasi tertentu. Yuk simak poin penting dari artikel Cake kali ini: Teknik closing adalah cara yang dilakukan oleh sales untuk membuat para pembeli membeli produk yang dipasarkan. Teknik ini digunakan untuk calon pembeli yang awalnya hanya tertarik pada produk, hingga akhirnya memutuskan untuk membeli produk tersebut. Ada beragam teknik closing dalam dunia sales, dan setiap teknik digunakan secara fleksibel sesuai keadaan yang ada. Di artikel ini, Cake menuliskan 25 contoh teknik closing yang dapat kamu coba, misalnya seperti Puppy Dog Closing, Soft Closing, Scheduling Closing, dan lain sebagainya.Mau raih pekerjaan impianmu? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja Cake. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development!--- Ditulis Oleh Lydia Gavrilla---
Career Development
Mar 6th 2024

6 Strategi Cold Calling yang Efektif! [+Contoh]

Di era modern seperti sekarang, sudah banyak teknik sales yang digunakan marketer, baik untuk Business to Business (B2B) atau Business to Customer (B2C). Salah satunya ialah cold calling. Cold calling adalah salah satu teknik atau metode penjualan dalam dunia sales yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan. Mungkin, istilah cold calling terdengar cukup asing di telinga kamu. Tapi, teknik penjualan ini sudah digunakan untuk waktu yang cukup lama. 💡Fakta unik:Seorang sales representative membuat panggilan telepon cold calling sebanyak 33kali dalam rata-rata per hari. Durasi panggilannya pun beragam, 19% sales bisa hanya membutuhkan waktu 5 menit, dan 26% lainnya bisa menghabiskan waktu 1 jam. Menarik, bukan? Lalu, sebenarnya apa itu cold calling? Bagaimana teknik ini menjadi populer dalam meningkatkan penjualan? Simak penjelasan Cake berikut ya.Daftar Isi:Pengertian Cold Calling Kelebihan dan Kekurangan Cold Calling Cara Efektif Melakukan Cold Calling Contoh Cold Calling yang EfektifApa itu Cold Calling?Apa itu Cold Calling? Sebelum mengetahui bagaimana cara kerja cold call, mari ketahui terlebih dahulu apa itu cold calling. Cold calling adalah panggilan telepon yang berupa ajakan pelanggan potensial yang sebelumnya tidak pernah berinteraksi sama sekali dengan sales representative. Sebagai salah satu bentuk telemarketing, aktivitas cold calling adalah bentuk pemasaran paling tua dan paling umum di dunia sales. Karena aktivitas cold calling adalah menghubungi pelanggan yang belum pernah berinteraksi dengan perusahaan sama sekali, maka seringkali mendapatkan respon buruk. Hal inilah yang membuat sales representative tertantang dalam melakukan cold call. Cara mengatasi respon buruk cold calling adalah dengan melakukan riset secara demografi terlebih dahulu, untuk melihat prospek dan pangsa pasar. Apakah sesuai dengan identifikasi calon konsumen atau belum. Hal ini untuk meningkatkan kecenderungan respon penawaran secara positif. Ada satu tips penting saat melakukan aktivitas cold calling, yaitu dengan membuka percakapan dengan kalimat “Halo, bagaimana kabarmu belakangan ini?” memiliki tingkat kesuksesan sebesar 10.01% (Gong.io). Waktu yang tepat untuk melakukan cold call adalah antara pukul 16.00 - 17.00. Sedangkan waktu yang kurang tepat adalah 11.00 - 12.00 karena customer cenderung sibuk pada jam kantor (Call Hippo).Kelebihan dan Kekurangan Aktivitas Cold Calling dalam Bisnis Inti dari cold calling adalah memperkenalkan dan menawarkan produk atau jasa. Tapi mengapa masih ada perusahaan yang melakukan metode cold calling ini? Terutama pelaku B2B lebih memilih menggunakan metode ini untuk mendapatkan klien. Kelebihan Cold Calling Karakter cold calling adalah aktif, yang berarti dengan melakukan cold call, reaksi target pelanggan potensial bisa langsung diidentifikasi.Perusahaan bisa langsung menjelaskan berbagai keuntungan dari produk atau jasa yang ditawarkan. Apalagi untuk perusahaan B2B yang lebih kompleks dari B2C.Bagi beberapa orang, terutama yang tergolong dalam pelanggan potensial, sales call dengan metode cold calling ini menunjukkan keseriusan.Di era canggih sekarang, cold calling bisa dilakukan dengan berbagai sales tools yang memadai untuk meningkatkan keberhasilan penjualan. Kekurangan Cold Calling Rata-rata tingkat konversi atau conversion rate terhadap closing penjualan tergolong rendah.Masih banyak orang maupun instansi yang menganggap cold calling sebagai tindakan spamming yang mengganggu aktivitas.Membuka peluang digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk tindakan kejahatan. 📚Baca juga: 5 Perbedaan Sales dan Marketing yang Wajib Kamu Ketahui!Tips Melakukan Cold Calling yang Efektif Aktivitas cold calling tidak hanya dilakukan dengan telepon saja. Bisa juga langsung mendatangi ke tempat klien, atau melalui email. Berikut beberapa tips untuk menjelaskan apa itu cold call dan bagaimana cara efektif melakukan cold call.1. Lakukan Riset Sebelum Cold Calling Riset sebelum cold calling adalah sebuah ritual yang wajib kamu lakukan. Apa saja yang harus kamu cari tahu? Kamu bisa cari tahu informasi penting yang berkaitan dengan klien dan apa yang dibutuhkan klien. Tanpa riset sebelum cold call, kamu akan terlihat egois karena langsung menelepon tanpa mencari tahu terlebih dahulu. Kamu bisa melakukan riset melalui akun LinkedIn, website perusahaan, media sosial, dan lain-lain. Berikut poin penting yang harus ada di riset pre-cold calling kamu: Pre-Cold Calling Research Checklist 2. Tulis Naskah untuk Cold Calling Hal penting yang harus kamu ingat ketika membuat naskah cold calling adalah jangan membaca naskah selama percakapan. Jadikan naskah sebagai petunjuk utama untuk berkomunikasi dengan lawan bicara. Buat alur dari pembukaan, isi, dan konklusi. Naskah bukan hanya berisi bagaimana kamu menjelaskan penjualan kamu, tapi kamu juga bisa menyiapkan jawab dari kemungkinan pertanyaan yang ditanyakan lawan bicara, seperti: Siapa Anda?Mengapa Anda menelepon saya?Bagaimana saya dapat diuntungkan dari membeli produk atau jasa Anda?Apa yang ingin Anda sampaikan melalui telepon ini? 3. Temukan Waktu Terbaik untuk Cold Call Waktu cold calling adalah hal penting yang dapat mempengaruhi tingkat kesuksesan cold call. Ketika telepon di saat jam sibuk, maka kemungkinan besar akan diabaikan. Berdasarkan analisis Yesware pada lebih dari 25,000 cold call, mengungkapkan bahwa hari kerja di sore hari merupakan waktu terbaik untuk cold calling. Mayoritas cold calling yang bisa mencapai hingga lebih dari 5 menit berada di pukul 15.00 - 17.00 pada hari Selasa atau Kamis. Meskipun ada beberapa orang yang lebih efektif melakukan cold calling pada pukul 11.00 - 12.00 menjelang waktu makan siang. Sebelum menentukan waktu cold calling, kamu harus bisa menganalisis jenis industri yang akan kamu hubungi dan cari tahu kapan waktu yang tepat untuk melakukan cold calling di waktu yang tidak sibuk. 4. Hindari Pembukaan yang Memberikan Kesan “Berjualan” Kamu punya waktu kurang lebih 10 detik untuk menunjukkan bahwa panggilanmu layak untuk melanjutkan percakapan. Penelitian juga mengungkapkan bahwa rata-rata perhatian orang sekitar 6 detik saja. Kamu harus bisa membedakan diri kamu dari penelepon yang lainnya. Hindari kalimat pembukaan yang menunjukkan kamu sedang berjualan. Pelanggan potensial akan merasa terganggu dengan penelepon yang berniat untuk berjualan saja. 📝Berikut beberapa contoh kalimat pembuka yang bisa kamu gunakan: Saya melihat postingan Anda di media sosial tentang __________ Saya lihat Anda sedang mengembangkan proyek ________ Selamat atas promosi jabatan ______ Saya sangat terinspirasi dengan pekerjaan proyek Anda _______ 5. Follow-up 80% penjualan berhasil setelah kontak beberapa kali. Terkadang closing penjualan tidak terjadi begitu saja seperti sihir. Kamu harus melakukan follow up dengan pelanggan potensial tersebut. Follow up bisa dilakukan dengan panggilan lagi, atau dengan mengirimkan email. Meskipun pada panggilan cold calling pertama tidak ada kesempatan untuk membuat janji atau meeting selanjutnya, kamu tetap bisa mengirimkan email. Follow-up ini juga bisa menunjukkan keseriusan kamu untuk membantu pelanggan potensial tersebut menemukan kebutuhannya.6. Pantau Riwayat Panggilan Cold Call Aktivitas cold calling bukan hanya sekedar melakukan panggilan telepon, tanpa memantau tahap selanjutnya. Kamu harus mencatat setiap aktivitas cold call yang kamu lakukan. Berikut beberapa poin penting yang harus ada di catatan riwayat cold calling: Siapa saja yang kamu telepon?Kapan kamu telepon mereka?Apakah mereka mengangkat telepon kamu?Apakah kamu berhasil membuat janji pertemuan selanjutnya?Sudahkah kamu mengirim email follow-up? Format ini bisa memudahkan kamu ketika ingin melakukan cold calling untuk banyak pelanggan potensial. Tanpa catatan yang jelas dan sistematis, kamu akan bingung dan mudah lupa pelanggan mana yang sudah ditelepon, dan mana yang belum.Contoh Cold Calling yang EfektifStrategi dan teknik memang berguna untuk cold calling, tapi contoh konkrit lebih bermanfaat bagi kamu yang ingin melakukan cold calling. Karena cold calling bukan hanya sekedar teori, kamu harus memberi perhatian khusus pada prakteknya. Berikut contoh cold calling yang bisa kamu praktekkan untuk bisnis kamu:1. Contoh Cold Calling Halo, dengan [Nama Sales Representative] dari perusahaan [Nama Perusahaan]. Saya lihat bahwa perusahaan Anda fokus pada kejujuran, dan memprioritaskan layanan pelanggan. Di perusahaan [Nama Perusahaan], kami juga menjunjung hal yang sama. Sudah banyak pelanggan yang mempercayai kami sebagai pilihan atas kebutuhan mereka. Pelanggan atau organisasi tersebut biasanya percaya dengan hasil seperti meningkatkan penjualan, menghemat operasional, dengan implementasi waktu setelah menggunakan jasa kami. Saya ingin mengetahui lebih dalam mengenai kebutuhan Anda secara spesifik, juga memberikan saran bagaimana bisa berhasil mencapai tujuan Anda. Kira-kira kapan waktu yang tepat untuk bisa berbicara lebih lanjut? Apakah saya bisa menghubungi nomor yang sama atau ada nomor lain yang lebih nyaman untuk melanjutkan diskusi? Saya akan mengirimkan email tentang kesediaan waktu untuk diskusi. Anda bisa menjawab melalui email yang saya kirimkan. Terima kasih untuk waktunya. Dari contoh diatas, kamu bisa melihat bahwa ada beberapa poin yang bisa kamu sorot supaya lebih menarik: Menunjukkan kesamaan ideologi perusahaan dengan perusahaan merekaMengindikasikan bahwa penelepon mengetahui informasi dasar dan tidak menelepon tanpa pengetahuan apa-apaTidak menekankan pada produk yang dijual, tetapi memberikan saran tentang waktu yang tepat untuk bisa diskusi lebih lanjutMengingatkan pelanggan tersebut bahwa kamu akan mengirimkan email follow-up, yang membuat mereka lebih sadar akan email tersebut 2. Contoh Cold Calling via Email Terkadang, kamu bisa juga menghubungi pelanggan potensial melalui email sebelum menghubungi melalui telepon. Cold email biasanya lebih sulit daripada cold calling. Kamu tidak hanya kehilangan interaksi langsung, bisa saja email kamu masuk ke folder spam sebelum penerima membacanya. Oleh karena itu, subjek dan kalimat pembuka email harus menarik agar lebih mudah diketahui. Berikut contoh cold calling via email: Halo [NAMA], Saya melihat akun [media sosial] dan ingin tahu apakah Anda bisa membantu saya. Perusahaan [Nama Perusahaan] memiliki solusi untuk [masalah industri di perusahaan target] yang saya kira [Nama Perusahaan] saya bisa membantu. Tetapi saya kesulitan menghubungi orang yang tepat. Siapa orang yang tepat untuk diskusi mengenai masalah ini? Saya sangat terbuka dengan berbagai diskusi yang ingin disampaikan. Bagaimana saya dapat menghubungi orang yang tepat? Terima kasih atas waktu dan kerjasamanya. [Nama Pengirim] Ingin cari kandidat yang tepat untuk kebutuhan rekrutmen perusahaan kamu? Pasang lowongan kerja di Cake gratis!🎉Pasang LokerKonklusi Demikian penjelasan tentang apa itu cold call dan contoh cold calling yang efektif. Cold calling memang tidak mudah, kamu harus banyak berlatih menelepon secara efektif untuk meningkatkan keberhasilan. Terkadang gagal melakukan cold calling memang melelahkan, namun kamu harus menjadikan kegagalan tersebut sebagai motivasi kamu untuk memperbaiki teknik menelepon jadi lebih baik. Cake adalah situs lowongan kerja yang banyak peminatnya dengan jutaan pengguna dari seluruh Indonesia. Pasang lowongan kerja gratis untuk 3 loker pertamamu dan temukan kandidat berkualitas di Cake! Atau hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.--- Ditulis oleh Rachel Vanadya ---
Career Development
Apr 21st 2022

Sales Promotion: Pengertian, Tujuan, Contoh, Strategi

Daftar Isi: Apa itu sales promotion?Contoh-contoh Sales PromotionPros dan Cons Sales PromotionCara Melakukan Sales Promotion yang Efektif Bagi kamu yang berkarier di bidang bisnis, pastinya sudah tidak asing lagi dengan marketing sebagai salah satu unsur penting dalam penjualan produk. Strategi marketing pun beragam dan harus disesuaikan dengan tujuannya. Kalau kamu ingin menaikan penjualan ataupun mencapai sebuah target, sales promotion mungkin akan menjadi strategi marketing yang cocok untuk bisnis kamu. Pada artikel kali ini, Cake akan memperkenalkan kegiatan sales promotion, yakni strategi marketing yang mudah diterapkan untuk beragam tipe bisnis. Sales Promotion Adalah Apa yang dimaksud dengan sales promotion? Sales promotion adalah kegiatan marketing yang dilakukan untuk mendorong konsumen dalam membeli sebuah produk serta meningkatkan brand awareness terhadap produk tersebut. Tipe marketing ini juga sangat berpengaruh dalam mendorong terjualnya sebuah produk secara cepat. Tujuan kegiatan sales promotion 1. Memperkanalkan Produk Baru Ketika kamu ingin memperkenalkan produk baru, ada baiknya kamu menggunakan jenis marketing sales promotion untuk menarik perhatian konsumen pada produk baru tersebut. 2. Meningkatkan Brand Awareness Meningkatkan brand awarness juga dapat dilakukan dengan cara sales promotion. Kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan terutama pada produk yang tergolong baru. Selain itu, brand awarness meningkatkan perhatian konsumen untuk membeli produk tersebut. 3. Meningkatkan Daya Saing Di dalam dunia bisnis, tentu banyak pesaing dalam produk jualanmu. Dengan melakukan sales promotion, kamu pun bisa memperkenalkan dan meyakinkan konsumen bahwa produk yang kamu tawarkan unik dan berbeda dari kompetitor lainnya. 4. Menaikkan penjualan pada off-seasons Selain memperkenalkan produk baru, sales promotion juga bertujuan menjual sisa persediaan produk lama. Pada umumnya, kegiatan ini ditawarkan pada masa off-season dengan berbagai promo dan discount yang menarik. 5. Menarik perhatian pelanggan baru Sales promotion juga bisa membantumu untuk menarik perhatian para pelanggan baru dan memperkenalkan mereka pada produk bisnis mu. Nah, itulah pengertian dan beberapa tujuan dari kegiatan sales promotion. Berikutnya, Cake akan membahas lebih lanjut tentang berbagai contoh dan tips dalam melakukan Sales Promotion. Contoh Sales Promotion Ada banyak contoh sales promotion yang dapat kamu terapkan dalam dunia bisnis. Berikut adalah jenis-jenis sales promotion:Contoh Sales Promotion 1. Flash Sales Flash sales adalah kegiatan sales promotion yang sering dijumpai dalam dunia e-commerce. Konsep dari kegiatan ini adalah dengan memberikan tawaran harga yang lebih rendah (diskon) yang berlaku hanya dalam jangka waktu tertentu. Kuantitas produk yang ditawarkan juga terbatas, sehingga akan memicu konsumen untuk melakukan pembelian. 2. Competitions and Challenges Kegiatan kompetisi atau challenge biasanya dilaksanakan pada platform sosial media, dan ampuh untuk meningkatkan engagement atau keterlibatan konsumen dengan brand. Cara sales promotion ini merupakan cara yang sangat efektif karena kegiatan ini dapat meningkatkan publisitas gratis kepada brand jika kompetisi ini mengharuskan partisipan untuk berbagi konten dalam akun sosial media mereka. 3. Giveaway/Hadiah gratis Contoh sales promotion berikutnya adalah dengan mengadakan kegiatan giveaway/hadiah gratis. Strategi sales promotion bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi produk yang sudah out of date. Namun selain itu, strategi ini juga bisa menjadi cara untuk memperkenalkan produk sebuah brand. 4. Coupons/Vouchers Contoh sales promotion ini juga bisa dilakukan untuk membuat konsumen merasa spesial saat menerima kupon/voucher tersebut. Dengan menambahkan batas waktu, konsumen juga akan merasa terdorong untuk menggunakannya sebelum masa berlaku kupon/voucher tersebut habis. 5. Free Trial/Coba Gratis Mirip dengan hadiah gratis, free trial juga adalah salah satu contoh kegiatan sales promotion untuk memberikan rasa senang pada konsumen. Dengan menerima sesuatu secara cuma-cuma, konsumen akan dapat mengenal produk dan brand lebih lanjut. Bahkan, jika konsumen merasa puas, mereka dapat mempertimbangkan untuk membeli dan terus memakai produknya. 6. Product Bundle Kamu pasti pernah menjumpai sales promotion dalam bentuk product bundle, yaitu ketika dua atau tiga produk dijual dalam satu bentuk paket dan dengan penawaran harga yang menarik. Dengan menerapkan sistem ini, konsumen akan merasa diuntungkan karena mendapatkan beragam produk dengan harga yang menarik. Ini juga merupakan cara yang menguntungkan bagi sebuah brand, karena memberikan kesempatan bagi konsumen untuk mengenal berbagai variasi produk mereka. Cara ini juga bisa diterapkan untuk promosi penjualan produk baru dan produk lama. 7. Free Shipping/Gratis ongkir Contoh kegiatan sales promotion terakhir adalah free shipping atau gratis ongkir. Cara ini sangatlah manjur terutama jika kamu bergerak dalam bisnis e-commerce. Dengan free shipping, konsumen pun akan merasa mendapatkan benefit karena dapat menghemat biaya ongkos kirim sehingga secara tidak disadari akan membeli produk dalam jumlah yang lebih banyak. Kelebihan dan Kekurangan Sales Promotion Semua cara yang diterapkan pastinya memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Berikut adalah beberpa contoh kelebihan dan kekurangan dari kegiatan sales promotion.Kelebihan dan Kekurangan Sales Promotion ✅Kelebihan Sales Promotion Memperkenalkan dan mengarahkan konsumen pada produk baru Sering dijumpai bahwa metode sales promotion dilakukan saat sebuah brand sedang launching produk baru di pasaran. Dengan berbagai tawaran diskon, free trial, dan hadiah/voucher, konsumen akan lebih aware akan produk baru. Ini sekaligus dapat meningkatkan kemungkinan bagi konsumen untuk mencoba membeli produk baru tersebut. Memberi reward kepada konsumer yang loyal Kegiatan sales promotion bisa dilakukan untuk memberi reward pada konsumen yang telah membeli secara loyal. Apresiasi dan reward yang diberikan juga bisa mempertahankan ke-loyalan konsumen untuk setia membeli produk pada bisnismu. Menjual persediaan produk yang berlebih Saat menjalani bisnis, pasti kamu pernah menjumpai adanya persediaan produk yang berlebih. Sales promotion bisa menjadi salah satu solusi untuk menangani masalah ini. Selain itu, kamu pun bisa menarik perhatian konsumen untuk membeli produk yang berlebih yang mungkin belum pernah mereka coba sebelumnya. Meningkatkan penghasilan untuk mencapai goal akhir bulan Banyak perusahaan yang menerapkan kegiatan sales promotion untuk menaikkan promosi penjualan pada akhir bulan. Walaupun cara ini bisa menarik perhatian konsumen, tapi untuk menjaga nilai dan harga asli sebuah produk, ada baiknya kamu tidak melakukannya setiap bulan. Hal ini penting untuk menghindari perilaku konsumen yang akan cenderung menunggu sampai akhir bulan baru membeli produk tersebut. ❌Kekurangan Sales Promotion Kesulitan untuk mengembalikan harga jual produk ke harga aslinya. Saat konsumen pernah menerima harga discount dari produkmu, maka ada saatnya dimana konsumen akan merasa keberatan untuk membeli produk di harga aslinya. Hal ini terjadi apabila kamu menerapkan sistem discount dengan jangka waktu yang terlalu lama dan terlalu sering. Asumsi bahwa sales promotion akan mendevaluasi produk bisnismu. Ada saatnya ketika konsumen akan berasumsi bahwa bisnismu sedang sulit dan mengalami masalah penjualan saat kamu menerapkan metode sales promotion. Hal ini akan terlihat terutama jika kamu mengadakan sales promotion untuk setiap produk dan dalam jangka waktu yang berdekatan atau terlalu sering. Tips untuk Menjalankan Sales Promotion yang Efektif Inilah beberapa tips yang dapat kamu terapkan untuk menghasilkan sales promotion yang efektif.tips sales promotion 1. Membuat goal yang jelas saat menerapkan kegiatan sales promotion Sebelum melakukan sales promotion, tentukanlah goal yang jelas dalam kegiatan sales promotionmu. ✅ Contoh-contoh goal dalam menentukan sales promotion meliputi: Menarik perhatian dan awarness konsumen pada produk baruMeningkatkan penjualanMeningkatkan retensi pelangganMembangkitkan dan menjaga kestabilan bisnis pada masa-masa sulit 2. Menargetkan audience yang tepat Ada baiknya untuk memahami terlebih dulu akan target konsumenmu. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan survei singkat untuk membantumu mengerti apa kebutuhan, preferensi, interest, dan perilaku pembelian dari konsumen. Kegiatan ini dapat membantumu untuk menentukan tipe sales promotion mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen dan bisnismu. 3. Memberi value yang praktikal Penawaran sales promotion harus sesuai dengan hasil yang dirasakan konsumen. Junjunglah nilai yang praktikal saat menerapkan sales promotion dalam bisnismu. Misalkan, jangan sampai kamu menpromosikan keunggulan X, tapi ternyata hasil yang dirasakan konsumen justru adalah Y atau Z. Hal ini dapat berpengaruh buruk akan pandangan konsumen terhadap bisnismu. 4. Melakukan sales promotion pada hari besar Melakukan sales promotion pada hari besar adalah cara yang efektif untuk menarik konsumen terutama ketika mereka sedang mencari hadiah atau penawaran khusus. Hari raya umum yang bisa kamu manfaatkan untuk melakukan kegiatan sales promotion antara lain: Hari Ibu, Hari Raya Idul Fitri, Hari Natal, Hari Valentine, dll. Selain itu, setiap hari raya yang tertuju pada suatu kelompok tertentu, seperti Hari Ibu, dapat menjadi strategi yang cocok untuk menargetkan segmen konsumen tertentu pada bisnis kamu. 5. Melakukan evaluasi kembali Setelah berhasil melakukan sales promotion pertama, cobalah lakukan analisis terhadap hasil sales promotion tersebut. Apakah sesuai dengan target yang telah kamu tetapkan? Dengan menganalisis kegiatan sales promotion pertama, kamu pun bisa lebih paham akan kelebihan dan kekurangan yang ada, sehingga mudah bagimu untuk menentukan kegiatan sales promotion yang berikutnya. Perlu diingat bahwa sales promotion tidaklah sama dengan sistem personal selling. Perbedaan personal selling dan sales promotion terletak pada cara mempromosikan sebuah produk. Singkatnya, personal selling adalah promosi yang dilakukan oleh seorang sales untuk menawarkan sebuah produk barang/jasa, sementara sales promotion artinya adalah serangkaian cara/metode yang diterapkan sebuah bisnis untuk memasarkan produk yang ditawarkan. Tipe sales promotion manakah yang menarik perhatianmu?--- Ditulis oleh Lydia Gavrila ---

Apa itu Brand Ambassador: Tugas, Gaji, Perbedaannya dengan Influencer!

Daftar isi:Pengertian Brand Ambassador Manfaat Brand Ambassador Cara Menjadi Brand Ambassador Influencer Vs Brand Ambassador Vs Endorser Brand Ambassador Ruang Guru Tokopedia Di dalam dunia marketing, brand ambassador atau duta merek memiliki peranan penting bagi perusahaan atau sebuah brand. Dengan adanya brand ambassador, perusahaan atau brand akan lebih mudah diingat dan terasa tidak asing bagi masyarakat. Setiap perusahaan tentunya berlomba-lomba untuk mendapatkan brand ambassador terbaik dan yang paling ngetrend dijamannya. Contohnya di Indonesia, karena penggemar Kpop menjamur, perusahaan pun berlomba-lomba menggaet artis K-pop untuk menjadi brand ambassadornya. Melihat pentingnya dan semakin banyak brand ambassador yang bermunculan, pada penasaran gak sih apa yang dimaksud dengan brand ambassador? Artikel ini akan lebih membahas tentang arti brand ambassador dan pentingnya brand ambassador untuk sebuah brand. Pada akhir dari artikel ini juga akan dibahas sebutan yang sering digunakan bersamaan dengan brand ambassador seperti influencer ataupun endorser. Apa itu Brand Ambassador? Pada umumnya, orang-orang yang dipilih menjadi brand ambassador atau duta merek adalah orang terkenal yang memiliki pengaruh besar dan punya banyak followers atau audience. Profesinya bisa beragam seperti figur publik, aktor, ataupun musisi.Apa yang Dimaksud dengan Brand Ambassador?Pengertian brand ambassador adalah orang yang menjadi “wajah” dari sebuah organisasi atau perusahaan atau suatu brand. Biasanya, brand ambassador akan diajak bekerja sama dengan perusahaan dalam jangka waktu tertentu untuk menjadi identitas perusahaan, membantu perusahaan meningkatkan awareness dan juga sales. Saat pemilihan brand ambassador, perusahaan akan mempertimbangkan beberapa hal seperti image dari publik figur tersebut, kecocokkan dengan perusahaan atau produk dan juga pengaruhnya terhadap audience. Di Indonesia, beberapa contoh perusahaan dan Brand Ambassador (BA) yang terkenal adalah: Blackpink merupakan Brand Ambassador Tokopedia, e-commerceSong Joong Ki sebagai Brand Ambassador Scarlett, produk kecantikanTreasure adalah Brand Ambassador Ruang Guru, platform edukasi Tugas dan Tanggung Jawab Brand Ambassador Tugas utama dari brand ambassador adalah menjadi identitas atau wajah dari perusahaan atau brand. Umumnya, masyarakat dapat mengetahui brand ambassador dari perusahaan atau brand pada materi advertising seperti banner, kemasan produk ataupun video promosi.Tugas lain brand ambassador adalah: Mewakili perusahaan atau brand secara positifMemahami visi misi perusahaan atau produkMembangun brand awareness dan opini positif tentang brand atau perusahaanMempromosikan perusahaan atau brand di sosial medianyaBekerja sama dengan perusahaan untuk menerapkan strategi marketing perusahaanMemberikan insight dan feedback tentang produk Biasanya brand ambassador akan dikontrak dalam kurun waktu tertentu dan akan menandatangani surat perjanjian kerjasama brand ambassador. Di dalam surat perjanjian kerja atau kontrak brand ambassador tersebut akan ditulis semua tugas dan tanggung jawab dari brand ambassador yang telah disetujui kedua belah pihak. Manfaat Brand Ambassador Meskipun harus membayar mahal, namun tentunya ada alasan mengapa perusahaan rela mengeluarkan dana besar untuk mencari brand ambassador. Hal ini dikarenakan brand ambassador yang dapat dipercaya atau credible dapat memberikan banyak manfaat untuk perusahaan. Beberapa diantaranya adalah: 1. Brand ambassador melindungi reputasi perusahaan Di dalam menjalankan suatu bisnis, pasti ada saatnya akan naik dan turun. Di saat sedang menghadapi hal buruk, brand ambassador dapat menjaga nama baik perusahaan dari berita buruk ataupun komen negatif. Brand ambassador dapat memberikan pengalaman pribadi yang baik bersama dengan brand atau perusahaan. Biasanya hal ini akan berhasil karena brand ambassador memiliki audience yang setia dan mempercayainya. 2. Brand ambassador membangun kepercayaan customer Kehadiran brand ambassador tentunya akan menambah kepercayaan terhadap perusahaan atau brand kamu. Contohnya, ada sebuah brand baru yang tidak pernah muncul di pasar sebelumnya. Namun perusahaan itu telah berani menggaet brand ambassador yang dikenal dengan publik. Hal ini pastinya akan membuat masyarakat berasumsi bahwa perusahaan itu cukup terpercaya karena telah bekerja sama dengan brand ambassador tertentu. Terlebih lagi, biaya kerja sama dengan brand ambassador tidaklah murah, jika perusahaan berani memberikan tawaran pasti modal yang dimilikinya juga tidak sedikit. 3. Brand ambassador membantu perusahaan berkembang Suara dari brand ambassador dapat membantu perusahaan dengan cara menghadirkan word-of-mouth marketing. Dari review produk baik yang diberikan brand ambassador di media sosial ataupun saat wawancara, akan memicu traffic ke website atau sosial media brand. Selain itu pengaruh yang diberikan secara tidak langsung juga akan meningkatkan sales dan citra perusahaan. 4. Brand ambassador memberikan sentuhan manusia Brand atau perusahaan yang memiliki “wajah” atau duta merek akan lebih dikenal dan dekat dengan masyarakat. Selain lebih mudah diingat, pembeli akan merasa lebih dekat dengan perusahaan dibanding membeli produk dari brand yang tidak memiliki brand ambassador. Cara Menjadi Brand Ambassador Di jaman ini, pekerjaan brand ambassador semakin digemari oleh banyak orang. Keuntungan menjadi brand ambassador dianggap menjanjikan dan pekerjaan ini semakin dibutuhkan.Dikutip dari Indeed.com, gaji rata-rata brand ambassador di Indonesia adalahRp 3.744.355. Namun, pastinya angka ini akan meningkat jika brand ambassador tersebut memiliki popularitas yang tinggi.Sudah tergiur untuk menjadi brand ambassador? Ini dia sederet syarat agar dapat menjadi brand ambassador perusahaan atau brand. 1. Rekam jejak positif Namanya juga menjadi wajah atau identitas dari perusahaan, seorang brand ambassador diwajibkan memiliki image yang baik di masyarakat. Perusahaan pastinya tidak akan memilih publik figur yang menggunakan obat terlarang, pernah dipenjara ataupun melakukan tindakan kriminal. Alih-alih membantu perusahaan berkembang, memilih brand ambassador yang salah justru bisa menjadi bumerang terhadap perusahaan itu. 2. Populer karena prestasi Selanjutnya, seorang brand ambassador harus dikenal oleh banyak orang karena karya atau prestasi yang dihasilkan. Prestasi yang dimaksud bisa dalam bidang seni seperti musik, melukis, acting ataupun seperti olahraga ataupun profesi tertentu. Dengan menekuni satu bidang yang membuatmu terkenal dan dipercaya orang, prestasi akan naik. 3. Selalu menghasilkan karya Sangat penting untuk seorang publik figur yang ingin menjadi brand ambassador untuk terus menghasilkan karya. Terus menghasilkan karya kreatif yang autentik pada bidang yang ditekuni. Dengan tetap eksis di media sosial maupun dunia entertainment, semakin banyak orang akan mengingat kamu dan peluang untuk diajak bekerja sama menjadi brand ambassador pasti bertambah. Tentukan platform atau tempat berkarya kamu dan fokus disana. Contohnya kamu bisa menghasilkan karya di Instagram, Youtube, Tiktok ataupun website sendiri. 4. Memiliki followers setia Hanya memiliki jutaan followers di media sosial tidak cukup untuk menjadikan kamu sebagai brand ambassador. Selain harus terus rajin mengupload content, yang terpenting adalah kamu harus memiliki followers yang setia. Semakin luas influence atau pengaruh yang kamu dapat berikan kepada orang disekitarmu, akan semakin banyak juga brand yang tertarik untuk bekerja sama denganmu. 5. Memiliki skill storytelling dan kreativitas Seorang brand ambassador harus memiliki skill bercerita yang baik. Skill bercerita ini artinya bisa mengkomunikasikan pesan suatu produk terhadap masyarakat. Pemilihan kata dan waktu yang tepat untuk meningkatkan sales suatu brand. Kreativitas dalam mempromosikan suatu produk saat membuat konten juga menjadi salah satu penilaian brand saat memilih brand ambassador. Orang yang kreatif dan mempunyai seribu satu cara mempromosikan suatu produk pastinya akan lebih menarik daripada yang menggunakan cara monoton.✨ Bagaimana Cara Menjadi Brand Ambassador Tanpa Memiliki Followers?Sebenarnya, semua karyawan di suatu perusahaan adalah brand ambassador terbaik dari perusahaan tersebut. Mereka adalah “orang dalam” yang paling mengerti tentang perusahaan tersebut ataupun produk yang diluncurkan.Tanpa harus bekerja di marketing ataupun sales, dengan posisi apapun kamu tetap bisa mempromosikan perusahaan atau produk di perusahaan tersebut kepada lingkunganmu. Selain mempromosikan produk, kamu juga bisa mempromosikan budaya perusahaan tersebut dan menyebarkan image positif di lingkungan sekitar.Atau jika ingin menjadi brand ambassador suatu brand yang bukan merupakan perusahaan tempat bekerja, tidak ada waktu terlambat untuk mulai membangun personal branding.📚 Baca juga:Apa itu Personal Branding: Pengertian, Manfaat, Strategi Dengan mulai membahas suatu topik yang disuka pada sosial media tertentu. Dengan menciptakan konten yang relevan dengan brand tersebut akan ada kemungkinan untuk dijangkau oleh perusahaan untuk diajak bekerja sama. Mungkin awalnya bukan menjadi brand ambassador, namun bisa mulai sebagai endorser ataupun influencer. Perbedaan Endorser, Influencer dan Brand Ambassador Sebenarnya apa sih perbedaan endorser, influencer dan brand ambassador? Bukannya mereka semua mempromosikan suatu produk atau brand? Pada dasarnya, brand ambassador, endorser dan influencer memiliki konsep dasar yang sama yakni memakai pengaruh orang terkenal dengan pengikut yang banyak untuk mempromosikan suatu produk atau brand. Namun ternyata jika diamati lebih dalam, endorser, influencer dan brand ambassador memiliki perbedaan yang sangat jelas. Perbedaan Influencer, Endorser, dan Brand AmbassadorArti Influencer Influencer berasal dari kata influence, atau pengaruh. Jadi influencer berarti orang yang mempengaruhi sekelompok orang untuk melakukan suatu hal. Jika dilihat dari pekerjaanya, influencer adalah orang yang menggunakan media sosial dan bekerja sama dengan suatu brand. Biasanya mereka akan diminta untuk mempromosikan produk atau jasa brand kepada followers mereka. Biasanya, influencer akan spesifik di suatu bidang, seperti beauty influencer, food influencer ataupun otomotif influencer. Tokoh yang mendalami di bidang ini akan mempromosikan produk dari brand tersebut pada followersnya.📚 Baca juga:9 Cara Menjadi Influencer Sukses dengan Ribuan Followers Arti Endorser Seperti influencer, endorser juga akan mempromosikan produk dari sebuah brand. Perbedaan influencer dan endorser adalah biasanya endorser akan mencoba terlebih dahulu produk tersebut agar benar-benar mengerti tentang produk yang dipromosikan tersebut. Biasanya juga review dari endorser akan jujur karena berdasarkan pengalaman pribadi. Kategori produk yang dipromosikan oleh endorser bisa beragam, mulai dari makanan, hotel, gadget, furniture maupun skin care. Untuk itu, endorser harus betul-betul memahami produk yang akan dipromosikannya. Arti Brand Ambassador Seperti yang telah dijelaskan diatas, brand ambassador merupakan wajah atau identitas dari sebuah perusahaan. Jadi brand ambassador bukan hanya meningkatkan awareness atau mempromosikan produk tersebut satu kali, namun juga terkadang dapat terlibat di acara tertentu dari perusahaan tersebut. Jika dibandingkan dengan endorser dan influencer, brand ambassador tentunya memiliki benefit dan keuntungan lain seperti mendapatkan status resmi sebagai wajah dari brand tersebut, mendapatkan imbalan yang lebih besar dari influencer dan endorser dan juga dapat terlibat di acara-acara brand tersebut. Untuk lebih jelas mengetahui perbedaan influencer, endorser dan brand ambassador yuk lihat di tabel ini. KesimpulanPekerjaan brand ambassador saat ini sangat dibutuhkan oleh brand atau perusahaan. Di tengah persaingan pasar yang begitu ketat, brand ambassador dapat membantu perusahaan meningkatkan awareness dan juga berkomunikasi dengan customer.Dengan masa depan yang menjanjikan, menjadi brand ambassador pun semakin digemari oleh banyak orang. Perkuat personal branding dan terus menghasilkan konten kreatif yang autentik agar bisa diajak kerjasama menjadi brand ambassador suatu perusahaan. Consistency is the key! Good luck :) Buatlah CV kamu sekarang juga di Cake, 100% gratis dan mudah! Banyak template menarik yang bisa kamu gunakan juga, lho✨Buat CV --- Ditulis Oleh Jane Setiady ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!