Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Industry & Job Overview
Nov 13th 2025

Kenali Apa itu Talent Acquisition Beserta Tugas, Gaji, dan Bedanya dengan Rekrutmen [+Contoh CV]

Untuk kamu yang sudah pernah melamar pekerjaan pastinya tahu kalau di sebuah institusi atau organisasi ada bagian khusus yang bertanggung jawab dalam masalah perekrutan. Nah, tapi apakah kamu tahu siapa orang yang pertama kali kamu temui dan menuntunmu melalui proses wawancara tersebut? Apa itu rekruter? Apa itutalent acquisition officer? Apa itu staf HRD? Belakangan ini talent acquisition adalah pekerjaan yang menjadi semakin populer, akan tetapi orang sering salah mengerti dan menganggapnya sama dengan recruitment. Sebenarnya keduanya memiliki peran yang berbeda walaupun sama-sama berada di bawah divisi Human Resource Department (HRD). Untuk itu, artikel CakeResume kali ini akan membahas secara spesifik mengenai pekerjaan talent acquisition itu sendiri yang dibagi menjadi 4 poin besar berikut ini:Daftar Isi: Pengertian Talent AcquisitionTugas dan Tanggung Jawab Talent AcquisitionSkill yang Dibutuhkan untuk Pekerjaan Talent AcquisitionCara Menjadi Talent Acquisition Specialist Apa itu Talent Acquisition? Perbedaan Recruiter dan Talent Acquisition Apa, sih, yang dimaksud dengan talent acquisition? Talent acquisitionadalah posisi yang bertanggung jawab untuk memperoleh karyawan dengan bakat atau talenta tertentu bagi sebuah perusahaan atau institusi. Artinya, talent officer tidak akan sembarang merekrut orang.Talent acquisition dikenal juga sebagai akuisisi talenta atau talent officer.Berapa gaji talent aquisition? Menurut Glassdoor, untuk gaji staff talent acquisition sendiri berkisar antara 6 juta sampai 20an juta. Akan tetapi angka ini tidak mutlak ya, gaji bisa bervariasi tergantung seberapa banyak pengalaman yang kamu miliki dan di perusahaan mana kamu bekerja.Apa bedanya talent acquisition dan recruitment? Seperti yang sudah disebutkan di atas, sampai sekarang masih banyak orang yang belum mengerti perbedaan talent acquisition dan recruitment. Nah, jadi sebenarnya apa, sih, perbedaan antara talent acquisition dan recruitment? Pada dasarnya, yang membedakan keduanya adalah tujuan dari perekrutan itu sendiri. Staf recruitment merekrut dengan tujuan untuk memenuhi sebuah posisi yang kosong, terlepas dari kandidat tersebut benar-benar memiliki suatu keahlian yang diperlukan atau tidak. Sebaliknya, staff talent acquisition bertugas mencari kandidat yang paling berkualifikasi untuk mengisi posisi tertentu.Tugas dan Tanggung Jawab (Job Desk) Talent Acquisition Job description talent acquisitionBerhubung adanya perbedaan antara talent acquisition dan recruitment, tentunya ada pula perbedaan dalam job desknya. Seperti halnya pekerjaan lain, pekerjaan talent acquisition memiliki tugas dan tanggung jawabnya sendiri. Pada intinya, seorang talent acquisition bertugas menjalani rangkaian penuh proses perekrutan. Untuk lebih jelasnya, langsung saja lihat kelima tugas utama dari staff talent acquisition berikut: 1. Sourcing (Pencarian Kandidat) Pada tahap pertama, staff talent acquisition perlu melakukan pencarian kandidat yang sesuai untuk perusahaan atau institusi tempatnya bekerja. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menarik para calon karyawan tersebut melalui inbound marketing, yaitu strategi marketing dengan menggunakan jenis marketing lainnya, seperti sosial media, content marketing, SEO, dan lain-lain. Karena tugasnya menuntut untuk selalu berusaha mencari kandidat terbaik, seorang talent acquisition officer juga bisa mencari kandidat dengan mengandalkan koneksi yang dimiliki untuk mendapat rekomendasi atau rujukan. Selain itu, ada juga kemungkinan untuk staff talent acquisition mengobservasi orang yang sudah bekerja di perusahaan tertentu untuk dijadikan sebagai target kandidat. 2. Screening (Penyeleksian Kandidat) Setelah melakukan pencarian kandidat, kemungkinan besar ada banyak orang yang melamar. Oleh karena itu, tentunya penting bagi talent acquisition untuk melakukan screening atau penyeleksian terhadap kandidat-kandidat tersebut. Penyeleksian bisa dilakukan dengan berbagai cara, contohnya dengan: Melihat siapa yang keahliannya lebih dibutuhkan perusahaanTipe kepribadiannya sesuai dengan kepribadian orang di divisi yang akan dimasukiCocok dengan budaya perusahaan atau tidak, dan lain-lain. 3. Interview Jikalau hasil penyeleksiannya masih meliputi banyak orang, seorang talent acquisition bisa merekomendasikan kandidat-kandidat unggul kepada manajer perekrutan untuk di-interview nantinya. Setelah kandidat di-interview oleh manajer perekrutan, talent acquisition juga bisa melakukan interview tambahan dan melakukan pendekatan terhadap kandidat yang berpotensi tersebut. Nah, pada saat interview lah seorang calon karyawan bisa melakukan negosiasi gaji. 4. Menangani Proses Onboarding Walaupun sudah mendapat kandidat yang sesuai dengan keperluan perusahaan, tugas talent acquisition masih belum selesai. Selanjutnya, tugas staff talent acquisitionadalah mengurus karyawan baru tersebut saat onboarding, yaitu melakukan pelatihan dan memberikan orientasi atau pengenalan mengenai perusahaan di hari pertamanya datang ke kantor. Pengenalan yang dimaksud berupa lingkungan kerja, fasilitas, aturan-aturan yang berlaku, dan lain-lain. Hal ini bisa bervariasi tergantung perusahaan atau institusi itu sendiri, termasuk berapa lama training dilakukan. 5. Continuous Improvement (Peningkatan Berkelanjutan) Beberapa bulan pertama setelah karyawan baru bekerja di kantor secara resmi merupakan waktu yang riskan bagi karyawan tersebut untuk resign kerja. Oleh karena itu, setelah onboarding bukan berarti talent acquisition lepas tangan begitu saja. Seorang talent acquisition officer perlu memperlakukan seluruh karyawan dengan baik. Jika perlu, bisa mengadakan sesi berbicara one-on-one dengan karyawan baru supaya mengetahui permasalahan apa yang dihadapi di masa awal bekerja di perusahaan atau institusi tersebut. Skill yang Dibutuhkan Staff Talent Acquisition Pada bagian sebelumnya kamu sudah mengetahui apa saja tugas dan job desk talent acquisition. Untuk memudahkan dan menunjang pelaksanaan tugas pekerjaan talent acquisition, pastinya diperlukan skill umum maupun khusus. Nah, apa aja, sih, skill-skillnya? Yuk, langsung dilihat poin-poin berikut. 1. Komunikasi Talent acquisition adalah pekerjaan yang memerlukan ilmu komunikasi yang baik. Seorang staff talent acquisition perlu berhubungan dengan banyak orang, tidak hanya dengan kandidat-kandidat dari berbagai macam latar belakang, melainkan juga dengan semua karyawan di sebuah perusahaan atau institusi. Perlu diingat bahwa penting sekali bagi talent acquisition specialist untuk bisa menyampaikan maksud yang ingin disampaikan, baik secara lisan maupun tulisan dengan baik untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman antara pihak kantor dengan calon kandidat. 2. Problem Solving Seperti halnya pekerjaan lain, pekerjaan talent acquisition juga membutuhkan kemampuan memecahkan masalah, lho. Masalah yang kerap dihadapi adalah masalah yang berhubungan dengan sumber daya manusia (SDM). Apalagi jika talent acquisition officer harus mengatasi permasalahan kompleks yang bersumber dari orang-orang berbeda, bisa dibayangkan betapa rumitnya, kan? 3. Empati Empati adalah salah satu skill yang diperlukan untuk pekerjaan talent acquisition karena perannya sebagai orang yang perlu memperhatikan kondisi pegawai-pegawai lain. Dengan memiliki rasa empati yang tinggi, staff talent acquisition bisa lebih memahami permasalahan dan tantangan yang dihadapi para pegawai dan membantunya untuk menemukan akar permasalahan tersebut. Selain itu, pada waktu yang bersamaan juga dibutuhkan kemampuan mendengarkan yang baik. 4. Recruitment Karena seorang talent acquisition bertugas untuk menjalani seluruh rangkaian proses perekrutan, tentunya ia perlu memahami segala prosesnya dari awal sampai akhir. Pemahaman ini meliputi banyak hal seperti kebijakan perusahaan itu sendiri, pemakaian alat tes, hingga sistem (ex: ATS) dan platform (ex: sosial media) yang digunakan. Oleh sebab itu, talent acquisition specialist perlu mengikuti perkembangan zaman supaya tetap melek teknologi. 5. Pengetahuan Terhadap Industri Setiap industri memiliki lingkup pekerjaan dan permintaan kerja yang berbeda-beda, sehingga jenis kandidat yang dibutuhkan untuk setiap industri juga bisa berbeda. Saat talent acquisition officer mencari calon kandidat, ia harus tahu calon seperti apa dan dengan kemampuan apakah yang dibutuhkan perusahaan. Jika ia bekerja untuk sebuah perusahaan teknologi, sudut pandang yang diperlukan dalam mencari kandidat adalah dalam bidang teknologi, bukan bidang lainnya. Jadi, pegawai talent acquisition perlu memiliki pengetahuan mendalam terhadap industri, khususnya industri tempatnya bekerja. 6. Negosiasi Negosiasi adalah kemampuan yang tak kalah pentingnya dari kemampuan lain. Dari awal sebelum calon kandidat bergabung secara resmi di sebuah perusahaan atau institusi, kemampuan ini sudah diperlukan. Contohnya saja saat interview, seorang talent acquisition perlu bernegosiasi dengan calon kandidat sehingga menghasilkan keputusan atau solusi yang menguntungkan, baik bagi pihak kandidat maupun perusahaan. Cara Menjadi Talent Acquisition Specialist Setelah mengenali skill apa saja yang dibutuhkan serta tugas dan job desk pekerjaan talent acquisition, mungkin kamu bertanya-tanya bagaimana caranya bisa menjadi talent acquisition specialist. Bagi kamu yang ingin atau tertarik untuk menjadi talent acquisition specialist, tidak perlu bingung harus bagaimana. Yuk, cek ketiga poin berikut ini! 1. Melalui Edukasi atau Gelar Untuk menjadi talent acquisition specialist, paling tidak kamu perlu menempuh studi sampai lulus S1. Untuk jurusannya sendiri, akan lebih baik kalau kamu berasal dari jurusan psikologi, akan tetapi tidak tertutup kemungkinan juga bagi kamu yang lulus dari jurusan manajemen atau bisnis. 📚Baca juga: Jurusan Psikologi? Cek 10 Prospek Kerja Lulusan Psikologi Berikut! 2. Mencari Kesempatan Magang Pengalaman magang adalah kesempatan yang tidak boleh kamu lewatkan selama kamu studi. Hal ini berlaku tidak hanya jika kamu ingin menjadi talent acquisition specialist saja, tetapi juga untuk pekerjaan lain. Melalui magang, kamu bisa mengenali dunia perkantoran terlebih dahulu sebelum lulus. 3. Siapkan CV Terbaikmu Supaya CV talent acquisition specialist-mu dilirik rekruter, penting untuk kamu menyiapkan CV terbaikmu. CV yang baik adalah CV yang dikemas secara singkat dan jelas sesuai kebutuhan. Contohnya, untuk bagian skill kamu bisa menonjolkan beberapa kemampuan yang dibutuhkan oleh staff talent acquisition dan yang dicantumkan di lowongan kerja. Selain itu, kamu juga bisa menonjolkan pencapaianmu secara kuantitatif. Bagi kamu yang mau tahu seperti apa CV yang baik, bisa melihat contoh CV talent acquistion berikut ini: Contoh CV Talent Acquisition/Recruiter - Dibuat di CakeResumeCari referensi contoh CV yang menarik perhatian HR? Kamu bisa temukan berbagai contoh CV untuk semua pekerjaan di halaman ini! Lihat Contoh CVJadi, talent acquisition adalah pekerjaan yang berbeda dengan recruitment. Tugas utama talent acquisition adalah untuk mencari dan merekrut karyawan yang berbakar sesuai dengan perusahaan. Sedangkan staf recruitment bertugas untuk merekrut karyawan untuk sebuah posisi yang kosong tanpa terlalu memerhatikan apakah bakat mereka cocok dengan posisi dalam perusahaan tersebut.Jika kamu tertarik untuk menjadi staff talent acquisition, ambil pendidikan S1 yang relevan, olah skill kamu, dapatkan magang, dan buatlah CV talent acquisition. Selamat mencoba! Tunggu apa lagi? CakeResume menyediakan 50+ template CV gratis yang bisa di download sebagai PDF. Yuk, buat CV talent acquisition terbaikmu sekarang juga!🎉 Buat CV--- Ditulis oleh Meitty Mulyadi ---
Recruitment & HR
Mar 13th 2025

Memahami Employer Branding: Fungsi, Strategi, dan Buku Panduannya

Employer branding adalah salah satu strategi penting yang diperlukan oleh para Talent Acquisition atau HRD. Karena semakin banyak perusahaan yang berkembang, semakin diperlukan juga talenta berkualitas untuk membantu perusahaan berkembang. Nyatanya mencari kandidat yang terbaik bukanlah hal yang mudah. Akan ada banyak persaingan antara perusahaan untuk mendapatkan calon karyawan yang terhebat. Tentunya para kandidat pekerja yang terbaik akan memilih perusahaan dengan reputasi atau citra yang baik sebagai pemberi kerja. Oleh karena itu, penting bagi paraTalent Acquisitionatau HRD untuk membuat strategi employer branding agar dapat menarik dan mempertahankan para talents demi kesuksesan perusahaan.✨ RingkasanEmployer branding adalah strategi penting bagi perusahaan untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik. Menurut Ray Tambunan, Senior Recruitment Consultant Cake, kunci utamanya adalah membangun pemahaman internal bahwa perkembangan talenta sama pentingnya dengan perkembangan bisnis. Dengan employer branding yang kuat, perusahaan tidak hanya menarik karyawan berkualitas tetapi juga menciptakan budaya kerja yang positif, yang pada akhirnya berdampak pada performa bisnis secara keseluruhan. Untuk membangun employer branding yang efektif, perusahaan perlu menganalisis budaya internal, memahami kebutuhan karyawan, dan mengoptimalkan profil perusahaan serta situs karier. Selain itu, strategi konten yang menarik, program advokasi karyawan, dan pemanfaatan media sosial juga menjadi langkah krusial. Apa itu Employer Branding? Apa Itu Employer Branding?Apa yang dimaksud dengan employer branding? Pengertian employer branding adalah sebuah strategi yang diterapkan oleh perusahaan dalam bentuk aktivitas, kampanye, atau pemberian benefit lainnya untuk karyawan atau calon karyawan merasa tertarik dan nyaman bekerja di perusahaan.Pada dasarnya, tujuan employer branding adalah: Mempermudah perekrutan untuk mendapatkan calon karyawan yang terbaik dan mempertahankan merekaMembuat karyawan merasa nyaman, senang, dan produktif bekerja di perusahaanMeningkatkan citra perusahaan di antara pencari kerja, karyawan, atau pun pemangku kepentingan utama Strategi employer branding biasanya dapat diterapkan oleh HRD, Talent Acquisition, CEO, Marketing, atau Brand Advocates. Semakin bagus strategi employer branding yang diterapkan, reputasi perusahaan sebagai tempat kerja terbaik untuk karyawan akan menonjol, dan semakin tinggi juga kemungkinan calon karyawan yang berkualitas tertarik untuk bekerja di perusahaan tersebut. Perbedaan Employer Branding dan Employee Branding Employer branding dan employee branding adalah dua cara untuk merepresentasikan citra perusahaan. Tetapi terdapat perbedaan diantara keduanya, yaitu: 🏢 Strategi Employer Branding👨‍💼 Strategi Employee BrandingBiasanya, employer, pemberi kerja, atau HRD adalah pihak yang bertanggung jawab untuk membangun citra yang baik di mata calon karyawan atau karyawan yang ada agar reputasi perusahaan terlihat sebagai tempat yang terbaik dan menjanjikan untuk bekerja.Sang employee atau karyawan adalah pihak yang akan merepresentasikan citra perusahaan kepada publik atau pemegang kepentingan. Strategi ini akan membentuk karyawannya menjadi wajah perusahaan, mulai dari visi misi hingga sikap dan perilaku mereka📚 Baca juga:Employer Branding vs Employee Branding: Perbedaan dan Contohnya MengapaEmployer Branding Penting? Mengapa Employer Branding Penting?1. Karyawan yang Berkualitas Perusahaan yang memiliki persona employer brand yang kuat akan menarik karyawan yang terbaik juga untuk melamar ke perusahaan mereka. Pernyataan ini terbukti melalui beberapa riset dibawah ini: 84% pencari kerja menyatakan bahwa reputasi sebuah perusahaan sebagai pemberi kerja adalah faktor penting ketika mereka sedang membuat keputusan untuk melamar kerja. (TalentNow)9 dari 10 calon karyawan tertarik untuk melamar pekerjaan yang mereka lihat ketika lowongan pekerjaan tersebut berasal dari perusahaan dengan employer branding yang dikelola secara aktif. (Workable)80% manajer talent acquisition percaya bahwa employer branding berdampak signifikan dalam kemampuan mereka untuk merekrut karyawan yang hebat. (LinkedIn)Perusahaan dengan employer branding yang kuat mendapatkan pelamar kerja yang memenuhi syarat 50% lebih banyak. (LinkedIn) 2. Mengurangi Biaya Bayangkan sebuah perusahaan yang besar dan terkenal. Secara otomatis, banyak pencari kerja yang akan menemukan dan melamar ke perusahaan tersebut. Proses ini terjadi secara natural karena employer branding mereka, hingga perusahaan pun tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk proses perekrutan. Melainkan, perusahaan dapat mengalokasikan biaya tersebut ke hal lain seperti pengembangan merek atau produk untuk mendahului kompetitor perusahaan. Ditambah lagi, calon karyawan baru biasanya bersedia menerima bayaran yang lebih rendah jika mereka bekerja di perusahaan dengan citra yang bagus dan merek perusahaan yang terkenal. 3. Karyawan Anda Menjadi Duta Perusahaan Secara tidak langsung, karyawan perusahaan akan menjadi duta merek (brand ambassador). Oleh karena itu, penting untuk memiliki strategi employer branding yang kuat. Semakin banyak karyawan yang berbicara positif tentang perusahaan, semakin mudah untuk perusahaan merekrut karyawan baru yang berkualitas melalui referrals. Selain mengurangi biaya proses perekrutan, proses ini akan meningkatkan kesadaran merek (brand awareness) perusahaan melalui words of mouth (dari mulut ke mulut), dan penjualan/sales pun ikutan meningkat tanpa pengeluaran biaya lebih untuk marketing. 4. Meningkatkan Keterlibatan Karyawan Meningkatkan keterlibatan karyawan (employee engagement)penting agar karyawan dapat bekerja dengan antusias dan termotivasi. Di saat yang sama, mereka dapat meningkatkan produktivitas kerja. Produktivitas yang tinggi pada karyawan akan mempengaruhi perkembangan perusahaan. Jika perusahaan terus berkembang, pendapatan juga akan meningkat dan kondisi keuangan perusahaan akan lebih stabil. Perusahaan dengan keuangan yang stabil tentunya akan lebih menarik bagi calon karyawan yang ingin melamar. Selain itu, karyawan juga akan merasa lebih aman dan betah bekerja di perusahaan.📚 Baca juga:Inspiratif! Ini 13 Contoh Employer Branding ala Google hingga Netflix Bagaimana Langkah Membangun Employer Branding untuk Perusahaan? Bagaimana Cara Membangun Employer Branding untuk Perusahaan?Setelah memahami manfaat employer branding, simak langkah membangun employer branding berikut ini! 1. Analisa Budaya Perusahaan Anda Ingat, budaya perusahaan adalah salah satu faktor yang berdampak besar dalam employer branding. Jika perusahaan kamu diketahui memiliki budaya perusahaan yang negatif, publik akan mengetahuinya dengan segera dari mulut ke mulut ataupun platform sosial media seperti LinkedIn. Begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, jika perusahaan menyatakan hal baik tentang budayanya di situs web perusahaan, sebaiknya hal tersebut tercerminkan di dunia nyata, karena di dunia digital ini, informasi dapat tersebar dengan begitu cepat. Cara terbaik untuk mengetahui kekuatan budaya perusahaan adalah berbicara langsung dengan karyawan melalui survei anonim atau pertemuan tatap muka. Cari tahu apa yang mereka paling sukai dari bekerja di perusahaan dan hal apa yang bisa ditingkatkan/diubah dengan menanyakan pertanyaan berikut kepada tim: Apakah karyawan Anda merasa program tunjangan Anda memuaskan?Apakah mereka menginginkan komunikasi yang lebih terbuka dengan pihak kepemimpinan?Apakah mereka memiliki gambaran yang jelas tentang potensi pertumbuhan perusahaan? 2. Ketahui Apa yang Diinginkan KaryawanSurvey LinkedIn the Future of Recruiting 2023menunjukkan lima faktor terpenting bagi kandidat ketika memilih pekerjaan baru:Kompensasi dan benefit yang menguntungkanKeseimbangan hidup dan kerja (work-life balance)Waktu kerja yang fleksibelJenjang karier yang menjanjikanPengembangan skillPemahaman tentang tren rekrutmen dapat membantu merancang program pelatihan yang relevan dan memberikan peluang karier yang menarik. Dengan mengetahui apa yang diinginkan karyawan, perusahaan tidak hanya mampu memenuhi ekspektasi karyawan, tetapi juga bisa tetap kompetitif dalam merekrut dan mempertahankan bakat-bakat terbaik di industri.3. Optimalkan Profil Perusahaan dan Situs Karier Mengoptimalkan situs karier danprofil perusahaan merupakan strategi employer branding yang tidak kalah pentingnya. Karena melalui profil perusahaan dan situs karier, calon karyawan dapat mengetahui lebih lanjut tentang citra perusahaan dan ini akan mempengaruhi keputusan mereka jika mereka ingin melamar di perusahaan atau tidak. 💡Tips mengoptimalkan situs karier sebagai strategi employer branding:Pastikan UI/UXsitus mudah dijelajahi dan menarik bagi calon karyawanBerikan informasi yang jelas dan menarik tentang perusahaanCantumkan benefit karyawan, program kerja, acara tahunan, dan keunikan lainnyaJelaskan job desk yang jelas untuk setiap lowongan pekerjaan yang adaTambahkan testimoni karyawan yang sedang bekerja di perusahaan Pasang 3 Iklan Lowongan Kerja GRATIS di Cake. Dapatkan akses ke jutaan talenta terbaik Indonesia dan rekrut kandidat yang tepat untuk perusahaan Anda.🎉Pasang Loker 4. Kembangkan Strategi Konten Sebelum melamar pekerjaan, calon karyawan pastinya akan mencari informasi untuk mengenal lebih tentang perusahaan, dan konten yang di unggah oleh perusahaan adalah hal yang penting dalam proses ini. Konten untuk employer branding harus berisikan informasi yang dapat memperjelas calon karyawan tentang bagaimana rasanya bekerja di perusahaan. Konten yang dipublikasikan di sosial media, situs kerja, situs web perusahaan, dan situs ulasan harus bisa mencerminkan persona employer brand yang terbaik. 💡 Tips Strategi Konten:Buatlah konten dengan topik atau kata kunci sesuai dengan persona kandidat karyawan yang ideal untuk perusahaanCeritakan employer brand secara tertulis atau visual dengan brand storytelling. Bicarakan tentang perjalanan karyawan tertentu yang sesuai dengan citra merek perusahaan dan yang dapat beresonansi dengan kandidatTekankan nilai inti (core values) perusahaan dan mempromosikannya di seluruh konten perusahaan 5. Bangun Program Advokasi Karyawan Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, karyawan perusahaan dapat secara tidak langsung menjadi duta merek perusahaan. Coba pertimbangkan untuk memberikan benefit atau hadiah kepada karyawan yang merujuk karyawan baru, membagikan konten perusahaan, dan mempromosikan informasi mengenai merek perusahaan. Ingat, karyawan yang merasa dihargai akan lebih bersedia mengadvokasi untuk perusahaannya. Kenali dan hargai upaya karyawan, dan mereka akan menjadi duta merek perusahaan yang berharga. 6. Gunakan Media SosialMembangun employer branding melalui media sosial adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dan strategi yang tepat. Dengan pendekatan yang terencana dan eksekusi yang baik, media sosial bisa menjadi alat yang powerful untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai employer of choice. 7. Ikut Job Fair / Acara SeminarVirtual Career Fair: Cake mengadakan beberapa career fair setiap tahunnya, di mana kami memfasilitasi wadah bagi perusahaan dan jobseeker untuk bertemu dan berinteraksi.Talent Connect: Acara karier bulanan, di mana kami mengundang industry professionalatau perwakilan perusahaan dari berbagai sektor industri untuk berbagi pengetahuan, wawasan, dan kesempatan karir kepada para profesional dan individu yang sedang mencari pekerjaan.Cake mendukung perusahaan untuk membangun employer branding melalui:Mengikuti event seperti job fairatau seminar karier adalah langkah dalam membangun employer branding. Melalui event-event ini, perusahaan dapat menunjukkan komitmennya terhadap pertumbuhan profesional dan kesejahteraan karyawan potensial. Job fair memberikan platform bagi perusahaan untuk berinteraksi langsung dengan calon karyawan, memperkenalkan budaya perusahaan, dan menyoroti peluang karier yang ada. Sementara itu, seminar karir dapat memberikan wawasan mendalam tentang industri dan posisi yang ditawarkan, menarik calon karyawan yang berkualitas dan berpotensi untuk bergabung dengan perusahaan.📚 Baca juga:Memenangkan Bakat Terbaik dengan EVP yang Kuat 8. Uji dan Ukur Merek Perusahaan 💡Metriks yang perlu ukur:Strategi employer branding perlu dikembangkan secara terus menerus dan mungkin terlihat sulit untuk diukur keberhasilannya. Tetapi rekruter tetap harus mencari cara untuk mengevaluasi strategi employer branding mereka.Ulasan dan ratings: lacak rating perusahaan dari waktu ke waktu dan identifikasi kritik umum yang dapat menunjukkan masalah yang lebih besar dalam budaya perusahaan.Tingkat retensi karyawan (seberapa lama karyawan betah bekerja di perusahaan).Platform/sumber lamaran kerja: lacak sumber setiap karyawan untuk memahami dari mana mereka mengetahui lowongan pekerjaan perusahaan. Identifikasikan platform utama yang digunakan banyak orang dan tentukan dimana Anda harus memfokuskan upaya Anda.Kepuasan/kesejahteraan karyawan: survei anonim adalah cara yang terbaik untuk mengumpulkan data yang terbaik.Menyeimbangkan Kebutuhan Bisnis dengan Tren Employer BrandingMenurut Ray Tambunan, Senior Recruitment Consultant Cake, kunci utama dalam menyeimbangkan kebutuhan bisnis dengan tren employer branding yang semakin kompetitif adalahmembangun pemahaman bersama di internal perusahaan. Ray menekankan bahwa perkembangan bisnis dan produk memang penting, tetapi perkembangan talenta yang bergabung ke perusahaan juga sama krusialnya. Talenta-talenta ini tidak hanya membawa kontribusi langsung, tetapi juga menunjang pertumbuhan budaya perusahaan ke arah yang positif, yang pada akhirnya berdampak pada performa perusahaan secara keseluruhan."Melihat dari sudut pandang talent-talent bagus yang sekarang mempunyai akses digital lebih, judgment kedua mereka setelah bisnis nya sendiri adalah hasil employer branding (bagaimana mereka akan bekerja dan berkembang di dalam)."-Ray Tambunan, Senior Recruitment Consultant CakeIngin mempelajari strategiemployer brandingyang strategis untuk merekrut karyawan berkualitas? Dapatkaninsighteksklusif dalamebook employer brandingterbaru Cake!Ebook Employer Branding by CakeUnduh sekarang untuk bangun employer branding Anda lebih efektif!Unduh Ebook Siap menarik kandidat unggul dengan cerita employer branding Anda? Mari bangun employer branding Anda dengan Cake sekarang juga! 🎉Bangun Employer Branding Contoh Employer Branding yang Sukses Untuk inspirasi Anda, perhatikan contoh employer branding asli dari perusahaan ternama ini! 1. NetflixContoh Employer Branding NetflixDi halaman karier Netflix, mereka menjelaskan tentang perusahaan mereka secara transparan. Netflix mengembangkan organisasinya untuk berpusat pada karyawannya dan ini terbukti dalam ulasan Glassdoor. Netflix adalah salah satu perusahaan dengan peringkat terbaik di Glassdoor. Netflix memiliki employer branding yang sangat bagus karena kesederhanaannya dan kejujurannya kepada publik mengenai budaya perusahaan, core values, kebijakan perusahaan mengenai kompensasi karyawan, dll.Selain itu, Netflix juga menampilkan video tentang pelajaran yang didapatkan Reed Hastings, CEO Netflix, selama bekerja 20 tahun di Netflix. Reed Hastings memberikan gambaran yang realistis mengenai rasanya bekerja di Netflix untuk para calon karyawan yang ingin melamar pekerjaan disana. 2. Google Contoh Employer Branding Google Google memiliki salah satu employer branding yang terbaik di dunia. Buktinya, Google mendapatkan 3 juta CV setiap tahunnya, dimana mereka hanya memilih 7,000 karyawan baru. Bahkan Google sempat merilis sebuah film sebagai kampanye employer branding yang berjudul The Internship.Beberapa strategi employer branding yang berhasil menarik perhatian calon karyawan termasuk fasilitas yang diberikan selain gaji: Asuransi kesehatanTunjangan transportasiCuti berbayarMakan gratisRuang kerja bergaya kampus, dan masih banyak lagi Salah satu hal yang paling bagus dari employer branding hotel Marriott International adalahcore valuesmereka, dimana mereka yakin bahwa fondasi kesuksesan perusahaan mereka bergantung pada kesejahteraan karyawan. 3. StarbucksContoh Employer Branding Starbucks Starbucks memiliki strategi komunikasi dan strategi konten yang sangat kuat untuk employer branding mereka. Starbuck mengoptimalkan media sosial mereka seperti Instagram dan Twitter yang bertujuan untuk berinteraksi dengan calon karyawan mereka. 4. Marriott InternationalContoh Employer Branding Marriott InternationalUntuk membuktikan janji mereka, Hotel Marriott International memberikan banyak contoh untuk memenuhi janjinya melalui konten media sosial mereka. Mereka berkomitmen untuk membuat tempat kerja mereka menjadi lingkungan yang mementingkan kebutuhan emosional, fisik, dan keuangan karyawan mereka. Bahkan, Starbucks membuat akun khusus yang bernama @starbucksjobs untuk membagikan lowongan kerja, mempromosikan visi misi perusahaan, merayakan kelulusan karyawan, atau berbagi cerita dari karyawan mereka. Tentu karyawan Starbucks akan merasa dihargai dan senang bekerja disana. Demikianlah artikel ini mengenai apa itu employer branding. Semoga setelah memahami manfaat employer branding, langkah untuk membangun employer branding, serta contoh-contoh employer branding, Anda sekarang bisa menerapkan strategi employer branding di perusahaan Anda!FAQ Seputar Employer BrandingApa yang dimaksud dengan employer branding?Employer branding adalah strategi perusahaan untuk membangun citra positif sebagai tempat kerja yang menarik melalui aktivitas, kampanye, atau benefit yang ditujukan kepada karyawan dan calon karyawan. Tujuannya adalah menarik talenta terbaik, meningkatkan kepuasan karyawan, dan memperkuat reputasi perusahaan.Apa contoh perusahaan yang telah lama dikenal dengan employer branding yang kuat?Contoh perusahaan dengan employer branding kuat adalahGoogle,Netflix, danStarbucks. Google dikenal dengan fasilitas lengkap dan budaya kerja inovatif, Netflix dengan transparansi dan fokus pada pengembangan karyawan, serta Starbucks dengan program kesejahteraan dan komunikasi yang efektif.Apa 4P dalam employer branding? People(kualitas dan kepuasan karyawan),Product(produk atau layanan perusahaan),Position(posisi perusahaan di pasar),Promotion(cara perusahaan mempromosikan dirinya sebagai employer of choice).Apa perbedaan HR branding dan employer branding? HR brandingfokus pada internal perusahaan, seperti pengelolaan SDM dan budaya kerja.Employer brandinglebih luas, mencakup upaya membangun citra perusahaan di mata eksternal (calon karyawan dan publik) sebagai tempat kerja yang ideal. Bagaimana meningkatkan employer branding? Menganalisis dan memperkuat budaya perusahaan,Memahami kebutuhan karyawan (seperti work-life balance dan pengembangan karier),Mengoptimalkan situs karier dan media sosial,Membangun program advokasi karyawan, sertaMengikuti job fair dan acara karier untuk meningkatkan visibilitas. Apakah employer branding bagian dari marketing?Ya, employer branding merupakan bagian darimarketing strategis, khususnya dalam hal personal branding perusahaan. Tujuannya adalah mempromosikan perusahaan sebagai tempat kerja yang menarik, sehingga berkaitan erat dengan upaya pemasaran untuk membangun citra positif di mata calon karyawan dan publik. Cakeadalah platform rekrutmen dengan +8 jutadatabasetalenta di talent pool global.Pasang lowongan kerja gratisuntuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkanEmployer Brandinglebih efektif bersama Cake. Didukung teknologi ATSCake AIdanRecruitment Consultantprofesional, mulai temukan talenta berkualitas lebih cepat!Dapatkan wawasan mendalam dan konten informatif terkait rekrutmen, manajemen SDM,employer branding,serta tren terbaru di dunia HR hanya di Cake. Jadikan kami sumber terpercaya Anda untuk strategi perekrutan yang efektif dan solusi SDM yang inovatif.
People Operations
Dec 26th 2024

Panduan Lengkap Onboarding Karyawan: Tips Efektif & Template Siap Pakai!

Semua karyawan baru pasti memerlukan proses untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja baru, yang dikenal juga sebagai proses onboarding. Namun, seringkali proses onboarding hanya dianggap sebagai formalitas saja, padahal proses ini dapat membawa dampak yang signifikan baik bagi karyawan baru maupun tim HR/Talent Acquisition. Proses onboarding karyawan yang efektif tidak hanya membantu karyawan baru beradaptasi lebih cepat, tetapi juga dapat meningkatkan retensi karyawan hingga 82% dan produktivitas sebesar 70%. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya onboarding karyawan baru dalam mendukung kesuksesan perusahaan secara keseluruhan. Meskipun onboarding sangat penting bagi kesuksesan karyawan dan perusahaan, masih banyak tim HRD yang belum bisa memberikan proses onboarding yang efektif untuk karyawan baru. Hanya 12% karyawan yang merasa bahwa mereka telah mendapatkan proses onboarding yang baik. Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan onboarding karyawan baru yang efektif? Bagaimana cara memaksimalkan proses onboarding?Cake telah menyusun artikel lengkap tentang strategi onboarding karyawan yang optimal. Temukan tips dan langkah-langkah praktis untuk menciptakan proses onboarding yang sukses di sini! Daftar isi: Pengertian Onboarding Perbedaan Orientasi dan Onboarding Mengapa Proses Onboarding Penting? Proses Onboarding Karyawan Tips untuk Onboarding yang Efektif➡️ Unduh Template Onboarding Karyawan Gratis untuk Mempermudah Proses Onboarding Anda!Unduh Template Apa itu Onboarding? Secara sederhana, onboarding adalah proses memperkenalkan karyawan baru ke suatu organisasi, perusahaan, tim, dan perannya. Proses onboarding juga dikenal sebagai Employee Onboarding. Dalam proses onboarding karyawan baru, mereka akan mempelajari/menyesuaikan diri dengan: Kebijakan organisasiPerannya dalam organisasiBudaya organisasi Proses onboarding karyawan melibatkan karyawannya untuk melengkapi segala dokumen penting dan juga melengkapi karyawan baru dengan segala kebutuhannya untuk melakukan pekerjaannya dengan baik. Selama proses onboarding, karyawan akan mempelajari dan menerapkan segala hal yang diharapkan oleh organisasi, seperti: KeterampilanGaya komunikasiSikapVisi dan misi Jangka Waktu Program Onboarding Karyawan Baru Proses onboarding dapat berlangsung dalam satu atau beberapa hari, beberapa minggu, beberapa bulan, hingga satu tahun. Jangka waktu program onboarding karyawan baru itu tergantung kebijakan masing-masing perusahaan/organisasi. Tetapi, proses onboarding yang paling efektif biasanya berlangsung setidaknya beberapa bulan. Program onboarding karyawan baru dimulai ketika kamu mendapatkan dan menerima tawaran kerja hingga saat karyawan menjadi kontributor yang produktif bagi organisasi/perusahaan. Idealnya, karyawan akan bertahan, merasa percaya diri, dan mampu memberikan performa yang baik setelah proses onboarding selesai. Macam-macam Aktivitas dalam Program Onboarding Karyawan Baru Berikut adalah beberapa contoh aktivitas dalam proses onboarding: Tawaran pekerjaanNegosiasi gajiMengurusi dokumen perekrutan dan dokumen penting lainnyaPerkenalan kebijakan dan budaya organisasiPelatihan kerjaPenjelasan tentang benefit untuk karyawan selain gajiTur fasilitas dalam lingkungan kantorPerkenalan dengan pemangku kepentingan dan timKegiatan team building Perbedaan Orientasi dan OnboardingApakah Proses Onboarding dan Masa Orientasi Karyawan Baru Sama? Tidak sepenuhnya sama. Orientasi karyawan adalah bagian dari proses onboarding yang hanya terdiri dari satu kali acara. Sebaliknya, proses onboarding terdiri dari serangkaian acara dan pelatihan (termasuk orientasi) yang membantu karyawan baru bekerja secara produktif dalam perannya di tim dan departemennya. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini:Perbedaan Onboarding dan Orientasi Karyawan Baru Manfaat Onboarding KaryawanAda beragam manfaat onboarding bagi karyawan dan organisasi yang dilakukan offline maupun online: 1. Retensi Karyawan MeningkatOrganisasi dapat meningkatkan retensi karyawan yang berkualitas dalam jangka panjang ketika karyawan mendapatkan proses onboarding yang baik. Hal ini dikarenakan karyawan merasa diterima dan dibimbing oleh perusahaan, sehingga karyawan akan lebih memiliki perasaan loyalitas terhadap perusahaan.2. Produktivitas Karyawan MeningkatKaryawan yang merasa diikutsertakan dan yang diberi tujuan yang jelas dalam organisasi akan bekerja lebih fokus dan memberikan performa yang lebih baik.Karyawan baru pun akan merasa nyaman dalam perannya dan dalam budaya perusahaan dengan cepat.📚 Baca juga:Efektif! 10 Cara Meningkatkan Produktivitas Karyawan 3. Employer Branding yang BaikKaryawan yang merasa nyaman di organisasi dari hari pertama cenderung akan memiliki kesan yang baik terhadap organisasi secara keseluruhan. Secara tidak langsung, perusahaan akan memberikan kesan employer branding yang baik dihadapan karyawan dan masyarakat sekitar.Ingin memperkuatemployer branding? Jelajahi strategi event activation yang efektif bersama Cake!Pelajari Lebih Lanjut4. Mengurangi BiayaStrategi onboarding yang baik juga dapat mengurangi jumlah keluar masuk (turnover) karyawan, sehingga mengurangi biaya dan waktu perekrutan untuk kedepannya.5. Karyawan Baru Terinformasikan dengan BaikMelalui sesi onboarding, karyawan akan mendapatkan informasi yang lebih terperinci tentang tugas dan perannya dalam organisasi/perusahaan.6. Memfasilitasi Perekrutan Jarak JauhIntegrasi dengan karyawan jarak jauh menjadi lebih mudah dengan adanya onboarding online.Materi dan informasi pun selalu up-to-date dan dapat diakses kapan saja. Selain itu, karyawan baru yang bekerja secararemotedapat bertanya tentang informasi onboarding kapan saja. Proses OnboardingFase 1: Pra-onboarding Fase pertama dalam proses onboarding dimulai saat karyawan menerima tawaran pekerjaan. Apa yang terjadi pada proses pertama onboarding? Organisasi/perusahaan akan membimbing karyawan baru untuk menyelesaikan dokumen penting dalam kurun waktu tertentu.Jika karyawan baru saja berpindah lokasi tinggal, perusahaan akan memastikan jika karyawan memerlukan bantuan untuk menemukan tempat tinggal baru.Perusahaan juga dapat memberikan video atau dokumen perkenalan tentang perusahaan dan seperti apa hari pertama mereka bekerja. Fase 2: Menyambut Karyawan Baru Proses onboarding selanjutnya dikenal juga sebagai hari pertama bekerja, dimana perusahaan akan menyambut karyawan baru dan memberikan perkenalan agar karyawan tersebut dapat merasa nyaman dan menyesuaikan diri. Apa yang terjadi pada fase kedua onboarding? Pada tahap pengenalan ini, karyawan akan diperkenalkan dengan visi, misi, value, dan budaya perusahaan.Karyawan juga akan diperkenalkan dengan kebijakan perusahaan seperti waktu istirahat, asuransi, kehadiran, dan gaji.Tur fasilitas kantor dan lingkungan sekitarnya seperti kantin, tempat parkir, toilet, ruangan kerja, dan fasilitas medis.Perkenalan karyawan baru dengan rekan kerja, timnya, dan pemegang kepentingan lainnya Fase 3: Masa Orientasi Awal Di tahap ketiga proses onboarding, karyawan akan mulai bersosialisasi dengan rekan tim dan lingkungan sekitarnya. Apa yang terjadi pada fase ketiga onboarding? Penyesuaian antara karyawan baru dengan rekan kerja dan alat-alat yang akan digunakan untuk menyelesaikan tugasnya.Perkenalan karyawan dengan tujuan tim dan individu untuk departemen dan perusahaan.Perkenalan karyawan dengan peran individualnya dan peran dalam tim seperti alur kerja mereka dalam mengerjakan suatu tugas atau proyek. Fase 4: Masa Pelatihan Fase pelatihan yang baik sangat penting untuk mengurangi jumlah keluar masuk (turnover) karyawan. Dengan pemberian pelatihan yang baik, karyawan akan mengetahui bagaimana mereka dapat memberikan performa yang baik dan mencapai kesuksesan. Alhasil, karyawan akan termotivasi, serta kepercayaan dan hubungan antara karyawan baru dengan perusahaan akan terbentuk. Apa yang terjadi pada proses keempat onboarding? Pemberian pelatihan karyawan baru tentang tugas yang akan mereka kerjakan.Perusahaan akan membantu karyawan baru untuk membiasakan diri dengan alat atau sistem yang biasa digunakan perusahaan.Karyawan akan berkolaborasi dengan tim dan mulai mengerjakan tugas pertamanya. Fase 5: Mempermudah Transisi Karyawan ke Peran Barunya Proses terakhir onboarding dimaksudkan untuk membantu proses transisi dari peran karyawan baru menjadi karyawan tetap. Ini ditandai dengan meningkatnya tugas karyawan dan keakrabannya dengan rekan tim. Tahap ini biasanya berlangsung selama satu bulan atau bahkan tiga bulan. Dalam tahap terakhir, performa karyawan baru akan sangat diperhatikan untuk proses evaluasi di akhir proses onboarding. Apa yang terjadi pada fase kelima onboarding? Perusahaan akan mengobservasi performa kerja karyawan.Karyawan akan diberikan mentor yang merupakan karyawan senior untuk membimbing karyawan baru dalam aktivitasnya di tempat kerja.Karyawan baru dan mentor akan memiliki jadwal rapat khusus secara rutin.Kualitas dan performa karyawan baru akan dievaluasi setelah satu atau tiga bulan. 📚 Baca juga:10 Situs Pasang Lowongan Kerja Gratis 2024 Tips untuk Onboarding yang EfektifTips onboarding berikut sangat berguna bagi tim HRD yang sedang merekrut karyawan baru. Berikut beberapa strategi untuk membuat proses onboarding lebih efisien: 1. Manfaatkan Teknologi dan Sesuaikan Proses Onboarding untuk Karyawan Baru Tips onboarding yang pertama adalah manfaatkan teknologi yang ada seperti menggunakan perangkat lunak (software) onboarding atau menggunakan strategi video onboarding untuk membantu karyawan baru merasa nyaman dengan pekerjaannya. Selain itu, ini juga akan membantu tim HRD menghemat waktu dalam tugas-tugas administratif. Selain itu, dengan memanfaatkan onboarding software, perusahaan dapat mempelajari lebih lanjut tentang karyawan baru mereka. Contohnya, memberikan kopi kesukaan karyawan baru di hari pertamanya di atas mejanya. Ini merupakan personalisasi kecil yang bermakna dan dapat mengubah kesan karyawan tentang perusahaan dalam jangka panjang. Berikut adalah beberapa contoh software onboarding: ZenefitsTalmundoTrelloBambooHR 2. Tinjau Metrik Onboarding Tips onboarding yang kedua adalah mengukur metrik onboarding. Proses onboarding karyawan yang baik biasanya melibatkan metrik yang relevan untuk membantu melacak dan mengukur efektivitas proses onboarding karyawan baru. Berikut adalah beberapa metrik yang penting untuk diukur: BiayaTingkat keterlibatanBiaya pelatihan dan hasilnya untuk karyawan baruTingkat keberhasilanRetensi karyawan 3. Diskusikan Segala Hal yang Diperlukan dan Lewati yang Tidak Penting Penting untuk tim HRD dalam perusahaan memberitahu apa saja yang wajib dilakukan dan apa saja yang opsional dalam proses onboarding. Tetapi, ini akan tergantung pada apa yang dipilih karyawan seperti komponen kompensasi, tunjangan, pengaturan kerja, dan lain-lain. Contohnya, mengetahui tentang budaya perusahaan merupakan kewajiban bagi setiap karyawan, tetapi memahami peraturan fasilitas tempat tinggal mungkin tidak diperlukan bagi karyawan baru yang tidak memerlukannya. 4. Sediakan Jadwal Onboarding yang Lengkap Tips onboarding yang terakhir adalah gunakan jadwal template atau buat jadwal onboarding yang berisikan kegiatan onboarding dan hal-hal apa saja yang akan dilakukan di hari pertama atau dalam beberapa bulan ke depan. Bagikan jadwal onboarding dengan karyawan baru agar mereka bisa menyiapkan diri dengan baik. Ini akan meningkatkan efisiensi proses onboarding serta mengurangi stress dari kedua sisi.Template Onboarding Karyawan Baru➡️ Unduh Template Onboarding Karyawan Gratis untuk Mempermudah Proses Onboarding Anda!Unduh Template Kesimpulan Onboarding adalah proses perkenalan dan penyesuaian karyawan baru dengan suatu organisasi, perusahaan, tim, dan perannya.Proses onboarding dapat berlangsung dalam satu atau beberapa hari, beberapa minggu, beberapa bulan, hingga satu tahun.Proses onboarding karyawan baru terdiri dari serangkaian acara, termasuk masa orientasi karyawan.Ada 5 fase dalam proses onboarding karyawan, yaitu: pra-onboarding, penyambutan karyawan baru, masa orientasi, masa pelatihan, dan masa transisi karyawan ke peran barunya.Cake adalah situs lowongan kerja dengan jutaan pengguna dari seluruh Indonesia. Pasang lowongan kerja gratis untuk 3 loker pertama dan temukan kandidat berkualitas di Cake! Atau biarkan kami jadi Recruitment Consultantuntuk membantu Anda menemukan talenta yang terbaik.Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.
Industry & Job Overview
Mar 18th 2025

Berapa Gaji HRD? Ini Dia Daftarnya dari Entry Level hingga Manajer

Pernah nggak sih kamu penasaran berapa gaji HRD di Indonesia? Atau mungkin kamu malah pernah kepikiran buat kerja di bidang HRD? HRD memang suatu profesi yang punya peran penting dalam pengelolaan SDM di perusahaan, mulai dari rekrutmen, training, hingga pengembangan karyawan. Karena perannya yang krusial, tidak heran kalau rata rata gaji HRD cukup menjanjikan. Bahkan, untuk gaji entry-level seperti gaji staff HRD dan gaji recruitment staff juga tidak kalah menggiurkan lho! Nah, sekarang coba kamu bayangkan! Jika gaji staff HRD saja sudah cukup menjanjikan, apalagi gaji HRD Manager? Tentu, semakin tinggi posisinya, maka semakin besar juga gajinya. Tapi sebenarnya, berapa gaji HRD yang ada di berbagai level tersebut? Apakah gaji HR sama dengan UMR atau bisa lebih tinggi? Nah, biar kamu nggak penasaran, yuk kita cari tahu sama-sama!🚀 Daftar Isi:Sekilas tentang HRD Gaji HRD berbagai Level Sekilas tentang HRD Apa itu HRD?Human Resource Department (HRD) adalah divisi di perusahaan yang bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Tugasnya mencakup proses rekrutmen, pelatihan, pengembangan karyawan, penggajian, hingga menjaga hubungan industrial antara perusahaan dan karyawan. Intinya, peran HRD sangat krusial dalam memastikan perusahaan memiliki tim yang solid dan produktif. Di dunia kerja, posisi HRD memiliki jenjang karir yang cukup luas, mulai dari recruitment staff yang berfokus pada proses perekrutan, hingga HRD Manager yang bertanggung jawab mengelola tim HR secara keseluruhan. Rata-rata gaji HRD pun bervariasi tergantung pada posisi dan pengalaman kerja. Jika kamu tertarik berkarir di bidang ini, penting untuk memahami struktur organisasi HRD serta prospek gaji HR di berbagai level. 🚀📚 Baca juga: 7 Tugas Human Resources dan Skill yang Perlu Dikuasai Gaji HRD Berdasarkan Jabatan Jika kamu punya mimpi untuk berkarir di bidang HRD, kamu pasti penasaran berapa gaji HRD di berbagai level jabatan. Gaji HR sangat bervariasi tergantung pada posisi, pengalaman, serta lokasi perusahaan tempat kamu kerja. Berikut adalah kisaran rata-rata gaji HRD berdasarkan tingkatannya: a. Entry-Level (HR/Recruitment Staff, HR Officer, HR Generalist Junior) ✅ Tugas dan Tanggung Jawab Untuk entry-level, posisi seperti recruitment staff atau staff HRD biasanya bertanggung jawab dalam mengelola administrasi kepegawaian, membantu proses rekrutmen, serta menangani payroll dan benefit karyawan. Mereka biasanya juga ikut berperan dalam pengelolaan dokumen HR serta mendukung pelaksanaan training atau pelatihan dan pengembangan. ✅ Kisaran Gaji Gaji Recruitment Staff: Rp4 juta – Rp8 juta/bulanGaji HR Officer: Rp4,5 juta – Rp9 juta/bulanGaji HR Generalist Junior: Rp5 juta – Rp10 juta/bulan💡 Lihat contoh CV HRD di sini! b. Mid-Level (HR Supervisor, HR Specialist, HR Business Partner Junior) ✅ Tugas dan Tanggung Jawab HRD di mid-level memiliki peran yang lebih strategis, seperti merancang kebijakan HR, memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan undang-undang ketenagakerjaan, serta mengembangkan strategi rekrutmen dan pelatihan. Mereka juga sering berkolaborasi dengan tim manajemen dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan SDM. ✅ Kisaran Gaji Gaji HR Supervisor: Rp6 juta – Rp12 juta/bulanGaji HR Specialist: Rp7 juta – Rp14 juta/bulanGaji HR Business Partner Junior: Rp8 juta – Rp15 juta/bulanLihat loker HR di Cake sekarang dan langsung lamar 🚀Lamar Kerja c. Senior-Level (HRD Manager, HR Business Partner Senior, Talent Acquisition Manager) ✅ Tugas dan Tanggung Jawab Untuk senior-level, seperti HRD Manager, tanggung jawabnya mencakup pengelolaan seluruh tim HR, pengembangan strategi SDM, serta berperan sebagai penghubung antara karyawan dan manajemen. Mereka juga bertanggung jawab terhadap kebijakan kompensasi, pengelolaan budaya kerja, dan strategi pengembangan talenta karyawan. ✅ Kisaran Gaji Gaji HRD Manager: Rp10 juta – Rp20 juta/bulanGaji HR Business Partner Senior: Rp12 juta – Rp25 juta/bulanGaji Talent Acquisition Manager: Rp15 juta – Rp30 juta/bulan📚 Baca juga: 10 Aplikasi untuk HRD Terbaik di Indonesia! d. Top-Level (HR Director, Chief Human Resources Officer - CHRO) ✅ Tugas dan Tanggung Jawab Untuk top-level atau posisi puncak seperti HR Director dan CHRO bertanggung jawab atas keseluruhan strategi dan kebijakan SDM perusahaan. Mereka berperan dalam pengambilan keputusan penting terkait tenaga kerja, kesejahteraan karyawan, serta perencanaan organisasi jangka panjang. ✅ Kisaran Gaji Gaji HR Director: Rp25 juta – Rp50 juta/bulanGaji CHRO: Rp30 juta – Rp100 juta/bulan Selain ditentukan berdasarkan level jabatannya, gaji HRD juga ditentukan berdasarkan dimana perusahaan tempat mereka bekerja. Berikut perbandingan kisaran rata rata gaji HRD di beberapa perusahaan terkemuka di Indonesia per-bulannya: HR OfficerHR SpecialistHR ManagerPERTAMINARp4 juta - Rp7,5 jutaRp9 juta - Rp13 jutaRp14 juta - Rp15 jutaPLNRp5 juta - Rp7 jutaRp8 juga - Rp 20 jutaRp20 juta - Rp22 jutaTELKOM INDONESIARp5 juta - Rp7 jutaRp14 juta - Rp20 jutaRp20 juta - Rp25 jutaASTRA INTERNATIONALRp5 juta - Rp7 jutaRp7 juta - Rp11 jutaRp12 juta - Rp28 jutaBCARp4 juta - Rp6 jutaRp12 juta - Rp24 jutaRp20 juta - Rp28 jutaBRIRp3 juta - Rp5 jutaRp6 juta - Rp11 jutaRp10 juta - Rp13 jutaMANDIRIRp3,8 juta - Rp4 jutaRp7 juta - Rp9 jutaRp11 juta - Rp15 jutaUNILEVERRp4,5 juta - Rp8 jutaRp18 juta - Rp25 jutaRp24 juta - Rp27 jutaPT FREEPORTRp8 juta - Rp10 jutaRp12 juta - Rp22 jutaRp25 juta - Rp28 jutaHM SAMPOERNARp5 juta - Rp7 jutaRp20 juta - Rp21 jutaRp24 juta - Rp27 jutaBURSA EFEK INDONESIARp5 juta - Rp8,3 jutaRp6 juta - Rp12 jutaRp11 juta - Rp14 jutaGOJEKRp5 juta - Rp6 jutaRp7 juta - Rp11 jutaRp12 juta - Rp28 jutaSHOPEERp5,3 juta - Rp8 jutaRp10 juta - Rp15 jutaRp22 juta - Rp23 juta Sumber: Glassdoor.com, id.indeed.com, gajihub.com Siap cari kerja HRD? Cari lowongan kerja HRD terbaru dari perusahaan ternama Indonesia di Cake 🚀Cari Kerja Pertanyaan Seputar HRD 1. Apa itu HRD dan apa saja tugas utamanya? HRD adalah divisi perusahaan yang bertugas untuk mengelola SDM, termasuk rekrutmen, pelatihan, dan manajemen kinerja. 2. Apa saja faktor yang mempengaruhi besar gaji HRD? Level jabatan, pengalaman, lokasi kerja, industri, dan sertifikasi. 3. Apakah sertifikasi seperti CHRP atau SHRM bisa meningkatkan gaji? Ya, karena membuktikan keahlian di bidang HR yang diakui secara profesional. 4. Apakah HRD di perusahaan multinasional mendapatkan gaji lebih tinggi? Umumnya ya, karena standar gaji global, tunjangan yang lebih besar, dan kompleksitas tugas HR yang lebih tinggi. 5. Apa perbedaan gaji antara HR Generalist dan HR Specialist? HR Specialist biasanya mendapat gaji lebih tinggi dibandingkan HR Generalist karena keahlian khusus dalam bidang rekrutmen, pelatihan, atau kompensasi.Setelah melihat gaji HRD, apakah kamu tertairk menjadi HRD?Jika ya, cek lowongan kerja HRterbaru di Cake⬇️ Rekomendasi Lowongan Kerja Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD. Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu. Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!

Resume Builder

Build your resume only in minutes!