Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Career Development
Mar 6th 2024

Apa itu Bootcamp? Tipe, Manfaat, Contoh

Belajar hal baru telah menjadi lebih mudah dengan perkembangan teknologi. Kamu bisa mendapatkan berbagai informasi dari internet, hanya perlu mengetik hal yang ingin kamu ketahui pada mesin pencari, kemudian mesin akan menyediakan berbagai situs web dengan kata kunci yang sesuai dengan apa yang kamu cari. Tidak heran, saat ini banyak sistem pendidikan yang kemudian juga beradaptasi dengan hal ini dan menyediakan berbagai tugas yang sifatnya praktikal dan mampu membekali para siswa di luar dari informasi yang didapatkan secara mandiri di internet.Tak terkecuali dengan bootcamp training, sistem pembelajaran ini mulai populer terutama di kalangan milenial dan Gen-Z karena dianggap efektif dan efisien untuk membekali mereka dengan informasi dan kemampuan yang diminati dengan mudah. Untuk kamu yang masih belum mengetahui apa yang dimaksud dengan bootcamp, kenapa harus ikut bootcamp, atau mempertanyakan di bootcamp akan belajar apa saja, simak artikel berikut untuk menemukan jawabannya!Daftar isi: Apa itu Bootcamp? Tipe-tipe Program Bootcamp Bootcamp vs Gelar Kuliah Manfaat Bootcamp Contoh Kurikulum Bootcamp Apa itu Bootcamp? Pengertian BootcampArti bootcamp adalah suatu program pembelajaran intensif yang dilakukan selama durasi tertentu dan diberikan oleh spesialis atau ahli. Tujuan dari bootcamp adalah untuk memberi pemahaman secara praktikal terkait suatu bidang pembelajaran agar para calon profesional dapat terjun langsung ke bidang yang ingin dipelajari. Training bootcamp yang sudah ada di pasar dan banyak diminati meliputi: UI/UX Design, Product Management, Data Analytics, Digital Marketing, Software Engineering, dan lain-lain. Apakah Bootcamp Efektif? Menurut data dari Mckinsey, permintaan terhadap pekerja profesional, terutama di bidang digital, mengalami lonjakan tajam hingga 80% dalam beberapa tahun terakhir. Namun, faktanya hanya sekitar 23% dari pekerja profesional tersebut memiliki kemampuan kompeten dan memenuhi persyaratan perusahaan dengan baik. Ini berarti ada kelebihan permintaan yang sulit dipenuhi karena kurangnya tenaga profesional. Maka itu, kehadiran bootcamp training bisa menjadi jawaban untuk memenuhi kurangnya angka tenaga profesional tersebut untuk menghadirkan lulusan-lulusan yang kredibel dan kompeten terhadap suatu bidang tertentu. Bootcamp Cocoknya Untuk Siapa? Pertanyaan selanjutnya terkait bootcamp training adalah sebenarnya program ini cocoknya untuk siapa ya? Apakah jika sekarang posisinya masih sekolah bisa untuk mengikuti bootcamp? Bagaimana jika sudah kuliah dan memilih jurusan tertentu, apakah masih bisa untuk mengikuti program bootcamp? Jawabannya bisa! Bootcamp training sebenarnya terbuka untuk siapa saja yang berminat untuk mempelajari kemampuan khusus secara intensif. Pada program bootcamp juga biasanya tidak ada batasan usia apalagi syarat minimal edukasi yang harus dimiliki, hanya perlu pikiran dan hati yang serius untuk belajar! Namun jika ingin dijabarkan, program bootcamp dapat bermanfaat untuk individu-individu di bawah ini: Mahasiswa/mahasiswi yang berkuliah di bidang yang sesuai dengan program bootcamp dengan tujuan mencari koneksi dan pengalaman praktikal terkait jurusan yang sudah diambil sebagai persiapan untuk terjun di dunia kerjaMahasiswa/mahasiswi atau seseorang di level junior yang ingin belajar hal baru dan mencari skill tambahan di luar jurusan kuliah yang sudah ditekuniSeorang yang ingin berganti bidang pekerjaan (career switcher) Tapi sederhananya, program bootcamp baik coding, data, marketing, maupun lainnya terbuka untuk siapa saja yang memang ingin sungguh-sungguh belajar dan komitmen waktu untuk mendapatkan ilmu yang mereka inginkan. Tipe-tipe Program Bootcamp Ternyata bootcamp juga ada berbagai jenis. Berikut adalah jenis-jenis program bootcamp yang perlu kamu ketahui: 1. Berdasarkan Jenis Bidangnya Seperti yang sudah disebutkan di atas, program bootcamp bisa terbagi berdasarkan bidang yang ingin dipelajari. Saat ini program bootcamp yang dapat paling banyak kamu temui adalah yang berdekatan dengan industri masa kini seperti digital dan tech. Maka itu bootcamp training untuk IT, seperti software engineering, data analytics, product management sangat mudah kamu cari, lainnya ada di bidang UI/UX Design, Human Resources, Digital Marketing, Social Media Marketing, dan lain-lain. 2. Berdasarkan Fleksibilitas Selain berdasarkan bidang, program bootcamp juga dibagi berdasarkan fleksibilitas: offline, online, atau belajar mandiri. Saat ini tentunya lebih banyak program bootcamp yang menawarkan secara online dan belajar mandiri untuk menjangkau orang-orang yang berada di seluruh Indonesia. Namun, untuk kamu yang suka tatap muka, ada juga kok program bootcamp secara offline yang dapat menjadi opsi agar kegiatan belajarmu semakin efektif! 3. Berdasarkan Durasi Belajar Selanjutnya, jenis bootcamp training yang terakhir terbagi berdasarkan durasi belajarnya. Terdapat pilihan antara full-time dan part-time. Jika full-time tentunya akan memiliki durasi kelas yang lebih singkat dibanding part-time. Contoh:Jika seorangpart-time dapat diselesaikan dalam waktu 20 minggu melalui kelas malam, maka full-time hanya memerlukan sekitar 12 minggu saja karena pelajar dapat menyelesaikannya dalam jangka waktu yang ditentukan. Hal ini tergantung dari ketersediaan kamu di hari-hari kelas untuk bootcamp, jika kamu masih sambil sekolah atau bekerja, maka lebih baik ambil program bootcamp part-time yang biasanya dilakukan di malam hari atau di akhir pekan, sementara jika kamu saat ini bisa memberikan seluruh waktumu untuk belajar intensif, kamu dapat memilih program bootcamp full-time. Bootcamp vs Gelar Kuliah Untuk kamu yang bertanya apa sih perbedaan antara program bootcamp dan kuliah, berikut adalah perbedaannya: ➡️ Waktu Pembelajaran Seperti yang sudah dijelaskan, bootcamp training merupakan program intensif yang dapat kamu ikuti serta hanya memberikan materi-materi yang sifatnya teknikal pada dunia kerja, maka itu, durasi bootcamp training biasanya jauh lebih cepat karena kurikulum yang diberikan juga dipadatkan sesuai kebutuhan program. Durasi bootcamp training biasanya mulai dari 2 bulan sampai 1 tahun. Sementara untuk pembelajaran di universitas untuk mendapat gelar kuliah biasanya membutuhkan waktu 4 tahun. ➡️ Biaya Mengikut Program Untuk konteks biaya, biasanya biaya kuliah akan ditagih per-semester. Namun pada program bootcamp, biaya bisa dibayarkan full di depan, adapun pembayaran uang muka dahulu, kemudian setelah siswa telah lulus dan diterima kerja, sisa biaya kelas dibayarkan secara bulanan yang dipotong dari penghasilan siswa yang bekerja di bidang baru tersebut. Sistem ini juga dikenal dengan Income Share Agreement (ISA). ➡️ Materi Program Karena durasi yang berbeda, maka materi yang ada di program bootcamp juga dibuat seefektif dan sepadat mungkin agar bisa dipraktekkan di dunia kerja. Jika pada kuliah, tentunya kamu akan mendapat informasi dan ilmu yang lebih banyak mengingat durasi dan kurikulum yang ditawarkan cakupannya lebih luas dan besar, sistem pembelajarannya juga biasanya lebih slow pace sehingga mahasiswa dapat mengerti secara perlahan. Namun pada program bootcamp, semua dipersingkat agar siswa bisa mendapat semua materi sesuai dengan durasi yang ditentukan. Manfaat Bootcamp Di bawah adalah 7 manfaat program bootcamp yang bisa kamu dapatkan ketika memutuskan untuk belajar pada program intensif ini: 1. Kesempatan Belajar dari Mentor Berpengalaman Di program bootcamp, mentor yang mengajar pun tidak sembarangan, biasanya para siswa akan diajar oleh ahli-ahli di bidang yang bersangkutan dan merupakan orang yang telah memiliki posisi tinggi atau sudah berpengalaman di bidangnya. Tak jarang, sosok-sosok ini merupakan sosok yang berpengaruh di perusahaannya untuk membawa perubahan sehingga dapat membagikan ilmunya kepada para siswa. 2. Bertemu dan Membangun Koneksi dengan Orang Baru Dengan mengikuti program bootcamp, kamu akan bertemu dengan berbagai orang dari seluruh Indonesia dan berkesempatan networking. Hal ini bisa menjadi keuntungan untuk kamu menambah dan menjalin koneksi dengan berbagai macam orang dari latar belakang yang berbeda. Selain itu, siapa tahu koneksi itu bisa digunakan untuk menjadi rekan kerjamu atau prospek untuk bisnismu. 3. Bisa Membuat Portofolio yang Lebih Menjanjikan dengan Proyek Nyata Biasanya selain adanya pembelajaran secara teori, program bootcamp juga menyediakan sesi sharing dengan alumni dan memiliki proyek tertentu yang dapat digunakan sebagai portofolio para siswa. Portofolio ini biasanya berupa proyek nyata yang relevan saat siswa akan terjun di bidang pekerjaan tersebut nantinya. Sehingga, dengan mengikuti bootcamp training, siswa sudah dilatih untuk membuat proyek secara nyata dan relevan dengan industri. 4. Mempelajari Ilmu Baru dalam Waktu Singkat Dengan durasi pembelajaran yang intensif, akan banyak ilmu baru yang diberikan secara padat dan sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Maka itu, program bootcamp sesuai untuk kamu para pencari ilmu baru yang dapat belajar ilmu berguna dan memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap industri yang kamu pelajari. 5. Kelas Bersifat Lebih Privat Dalam program bootcamp, biasanya jumlah peserta 10-20 orang dimana akan terasa lebih privat daripada saat kamu belajar saat kuliah. Dengan jumlah peserta yang tidak terlalu banyak, maka ilmu yang diberikan dapat lebih terserap dan peserta dapat lebih fokus selama pembelajaran. 6. Kurikulum Sudah Direncanakan dan Disusun dengan Teratur Dalam program bootcamp, sudah ada kurikulum yang diatur seefektif dan sebaik mungkin. Sehingga, para siswa tidak perlu takut akan sia-sia karena materi yang disampaikan terbukti memenuhi kebutuhan industri saat ini dan disampaikan oleh ahlinya. 7. Mengakselerasi Kesempatan Berkarir Selain portofolio, biasanya pada program bootcamp juga terdapat sertifikat penyelesaian yang bisa kamu unggah pada akun pencarian kerja seperti Linkedin untuk menambah kredibilitasmu sebagai tenaga profesional. Hal ini akan membuat dirimu terlihat lebih menonjol dan menarik di mata rekruter. Diharapkan setelahnya, semua pembekalan dari bootcamp dapat membantumu mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.Manfaat Ikut Bootcamp Contoh Kurikulum Bootcamp Setelah mengetahui arti, jenis-jenis, serta manfaat program bootcamp, sekarang mari kita simak contoh dari kurikulum bootcamp yang dapat kamu jadikan referensi untuk mendaftar ke bootcamp training yang ada di luar sana! 1. Kurikulum Bootcamp Full Stack Web Developer Materi yang kamu pelajari Front-End DevelopmentBack-End DevelopmentFull Stack DevelopmentVersion Control and CollaborationUser Experience and Design PrinciplesWeb SecurityDeployment and DevopsEmerging Technologies Susunan silabus Modul 1: Front-End Development Introduction to Front-End DevelopmentHTML Semantic MarkupCSS3 and Responsive DesignJavaScript FundamentalsDOM Manipulation and Event HandlingFront-End Frameworks (React, Vue, Angular) Modul 3: Full Stack Development Integrating Front-end and Back-EndWorking with MVC ArchitectureState Management and API ConsumptionReal-Time Communication (WebSockets)Handling User Inputs ad FormsTesting and Debugging Modul 5: User Experience and Design Principles User-Centered Design PrinciplesCreating Intuitive and User-Friendly InterfacesAccessibility and Inclusive DesignOptimizing Performance and Loading Speeds Modul 7: Deployment and Devops Continous Integration and Deployment (CI/CD)Containerization with DockerCloud Services (AWS, Heroku, or Google Cloud)Monitoring and Scaling Applications Modul 2: Back-End Development Introduction to Back-End DevelopmentServer-Side Scripting (Node.js, Python, Ruby)Building RESTful APIsDatabase Design and Management (SQL, NoSQL)Authentication and AuthorizationServer Deployment and Hosting Modul 4: Version Control and Collaboration Git and Version Control BasicsCollaborative Development with GithubCode review and Pull RequestsManaging and Resolving Merge Conflicts Modul 6: Web Security Understanding Web Security ThreatsImplementing Secure AuthenticationCross-Site Scripting Cross-Site Request Forgery PreventionBest Practices for Data Protection Modul 8: Emerging Technologies Exploring Progressive Web Apps (PWAs)Introduction to Serverless ArchitectureBlockchain and Decentralized Application (DApps)Keeping up with Industry Trends 2. Kurikulum Bootcamp Product Management Materi yang kamu pelajari Introduction to Product ManagementMarket Research and Customer InsightsIdeation and ConceptualizationUser Centered Design and UX/UI PrinciplesAgile Development and ScrumProduct Launch and Go-to-Market StrategyProduct Metrics and KPI(s)Stakeholder Management and CommunicationProduct Strategy and RoadmappingEthical Considerations and Product EthicsEntrepreneurship and InnovationCareer Development and Industry Trends Susunan silabus Modul 1: Introduction to Product Management Understanding the role of a Product ManagerImportance of product management in businessProduct management frameworks and methodologiesDefining the product life cycle Modul 3: Ideation and Conceptualization Generating and evaluating product ideasConceptualizing features and enhancementsPrioritization techniques (MoSCoW, RICE)Creating effective user stories and product requirements Modul 5: Agile Development and Scrum Introduction to agile methodologyScrum frameworks and sprint planningCollaborative product developmentManaging backlogs and sprints Modul 7: Product Metrics and KPI(s) Defining KPIMonitoring and analyzing product metricsMaking data-driven decisionsContinuous improvement and optimization Modul 9: Product Strategy and Roadmapping Developing a clear product visionCreating product roadmaps and strategyLong-term planning and vision execution Modul 11: Entrepreneurship and Innovation Fostering a culture of innovationIdentifying market opportunitiesLean startup principles Modul 2: Market Research and Customer Insights Conducting market research and analysisIdentifying target customer segmentsGathering user feedback and customer insightsUtilizing data and analytics for decision-making Modul 4: User-Centered Design and UX/UI Principles Design thinking and user-centered designCreating intuitive user experiences (UX)User interface (UI) design principlesPrototyping and wireframing Modul 6: Product Launch and Go-to-Market Strategy Planning and executing product launchesCrafting compelling value propositionsPricing strategies and modelsMarketing and promotions Modul 8: Stakeholder Management and Communication Collaborating with cross-functional teamsEffective communication and leadership skillsHandling conflicts and negotiationsBuilding strong relationships with stakeholders Modul 10: Ethical Considerations and Product Ethics Ethical Considerations in product managementResponsible design and development practicesEnsuring user privacy and data security Modul 12: Career Development and Industry Trends Navigating career in product managementNetworking and building professional relationshipsStaying updated with industry trends 3. Contoh Kurikulum Bootcamp Data Analyst Materi yang kamu pelajari Pengenalan Analisis data: Dasar-dasar analisis, proses analisisDasar-dasar statistik: Mempelajari konsep penting tentang probabilitas, pengujian hipotesis, dan analisis regresi.Pengolahan data: Menguasai teknik pre-processing data, penanganan nilai yang hilang, transformasi data, agregasi, manipulasi menggunakan tools seperti Pandas.Visualisasi data: Menciptakan visualisasi menggunakan Matplotlib, Seaborn, dan Plotly.Analisis data eksploratori (EDA): Mengungkap pola, hubungan, dan anomali dalam data.Dasar-dasar SQL: Menulis kueri kompleks untuk mengambil informasi relevan sebagai bahan analisisPengenalan Machine Learning: Memahami dasar pembelajaran machine learning dan aplikasinya dalam analisis dataEtika dan privasi data: Memahami etika saat bekerja dengan data dan membuat keputusan berdasarkan hasil analisisData Analytics Tools: Bekerja dengan tools data seperti Phyton, Jupyter Notebooks, dan SQL *Terdapat proyek portofolio yang akan disesuaikan dengan kebutuhan industri Susunan silabus Modul 1: Pengenalan Analisis data Pengantar analisis dataProses analisis dataMenjelajahi data Modul 3: Pengolahan data Teknik preprocessing dataPenanganan data yang hilangTransformasi data dengan Pandas Modul 5: Analisis Data Eksploratori (EDA) Pengenalan Analisis Data Eksploratori (EDA)Mengidentifikasi pola dan anomali yang terjadi pada dataMenggunakan EDA dalam pengambilan keputusan Modul 7: Pengenalan Machine Learning Supervised unsupervised algorithm learningImplementasi model sederhana Modul 9: Data Analytics Tools Pemahaman data analytics tools: Python, Jupyter Notebooks, dan SQLEksplorasi visualization tools dan business intelligence Modul 2: Dasar-dasar statistik Konsep dasar statistikProbabilitas dan DistribusiPengujian HipotesisAnalisis Regresi Modul 4: Visualisasi Data Membuat visualisasi data yang menarikMemahami penggunaan Matplotlib dan SeabornMemahami pembuatan dasbor interaktif dengan Plotly Modul 6: Dasar-dasar SQL Pengenalan SQLMenulis kueri untuk ekstraksi dataPemrosesan data relasional dengan SQL Modul 8: Etika dan privasi data Pertimbangan etika dalam analisis dataRegulasi privasi dataKeamanan informasi dan praktik terbaik terhadap data Kesimpulan Bootcamp artinya adalah pelatihan intensif terkait suatu bidang industri yang biasanya berlangsung selama beberapa periode dengan tujuan memberi pembelajaran praktikal untuk siswa dan diajar oleh tenaga profesional di bidangnya.Bootcamp training cocok untuk para mahasiswa yang ingin mendalami bidang industrinya secara praktikal dan membuka kesempatan untuk menambah koneksi, para junior level yang ingin mencari pengalaman dan menambah portofolio, serta para career switcher yang ingin menambah ilmu untuk pindah bidang pekerjaan. Namun pada dasarnya, bootcamp training terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar hal baru terkait dengan bidang pembelajaran yang ditawarkan.Tipe-tipe program bootcamp dibagi berdasarkan jenis bidangnya, fleksibilitas, dan durasi pembelajaran.Perbedaan program bootcamp dengan gelar kuliah adalah waktu pembelajarannya yang lebih singkat, jumlah siswa yang lebih sedikit, kurikulum yang dirancang memenuhi kebutuhan praktikal industri, dan dengan portofolio proyek pada bootcamp serta sertifikat penyelesaian dapat membantu kamu dalam mendapatkan kesempatan berkarir yang kamu inginkan.Cake adalah website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan Cake dan cari lowongan di website cari kerja atau aplikasi cari kerja kami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu!--- Ditulis Oleh Leony Jardine ---
Industry & Job Overview
Sep 25th 2022

Apa itu iOS Developer? Pengertian, Gaji, Tugas, Syarat, Dll.

Daftar isi:Pengertian iOS Developer Tugas dan Tanggung Jawab iOS Developer Keterampilan yang Harus Dimiliki iOS Developer Cara dan Syarat untuk Menjadi iOS Developer Prospek Karier iOS Developer“Jaman sekarang, siapa sih yang nggak pengen iPhone?” Apple adalah perusahaan yang mendesain, mengembangkan, dan menjual perangkat elektronik, software komputer, dan PC. Produk andalan buatan Apple tidak hanya iPhone saja, tetapi ada iPad, Apple Watch, iPod, Macbook, Mac, dll. Semua orang pasti kenal dengan produk-produk buatan Apple, kan? Kebanyakan pengguna iPhone pasti juga memiliki produk Apple lainnya, baik itu iPad, Apple Watch, ataupun produk lainnya. Hal ini dikarenakan produk Apple sangat mudah untuk terhubung satu sama lainnya. Oleh karena itu, pasar untuk produk Apple ini sangatlah luas. Selain itu, Apple tidak hanya menawarkan desain yang mewah, tetapi sistem iOS Apple ini juga sangat canggih. Untuk terus meng-update sistem iOS agar semakin canggih, dibutuhkan seseorang yang disebut “Developer iOS”. Di artikel ini, Cake sudah menyiapkan berbagai informasi penting yang perlu kamu ketahui tentang developer iOS.Apa itu iOS Developer?Apa Artinya iOS Developer? iOS developer adalah seseorang yang mengembangkan aplikasi mobile atau desktop di sistem operasi iOS Apple sesuai dengan standar yang ditentukan oleh Apple. Pada umumnya, iOS developer membuat, menguji, dan menyempurnakan aplikasi berbasis iOS seperti iPhone, iPad, Apple Watch, dan Apple TV. 💡 Apa itu iOS? iOS adalah sistem operasi software yang dikembangkan oleh Apple untuk mendukung pengoperasian produk mobile device.iOS tidak hanya digunakan untuk iPhone, tetapi juga digunakan oleh produk Apple lainnya seperti iPad, iPod, dan lain-lain. Fungsi iOS milik Apple ini sama seperti Android yang dikembangkan oleh Google.4 Perbedaan iOS dengan AndroidiOSAndroidKegunaanSistem operasi eksklusif khusus produk AppleMenawarkan kebebasan bagi user untuk memodifikasi smartphone AndroidKetersediaan Suku CadangSangat mahal sehingga sulit didapatkanHarga terjangkau dan bisa dibeli dimana sajaKapasitas PenyimpananKapasitas penyimpanan 256GB tetapi tidak bisa menambah secara manualKapasitas penyimpanan cukup besar dan bisa menambah kartu memoriKemampuan Berbagi DataMenggunakan AirdropMenggunakan BluetoothMengapa iOS Developer adalah Pilihan Karier yang Tepat? Developer iOS Masuk di List Top 10 Profesi yang DibutuhkanGaji iOS Developer Lebih Tinggi Dibandingkan Android DeveloperAdanya Komunitas dan Peluang yang BesariOS Development Tools Lebih CanggihBahasa Pemrograman Apple Lebih Mudah untuk DipelajariJumlah iOS Developer Indonesia Masih SedikitApa Tugas Seorang iOS Developer?Bagi kamu yang tertarik menjadi iOS developers, kamu perlu mengetahui tugas dan tanggung jawab seorang iOS developer supaya kamu memahami apa saja yang perlu kamu persiapkan. Membuat, menguji, dan menyempurnakan aplikasi untuk perangkat seluler yang menggunakan sistem iOS Apple.Melakukan koordinasi antar tim untuk menghindari terjadinya kesalahan informasi.Memastikan aplikasi berjalan lancar sebelum dirilis.Mampu bekerja dengan menggunakan API (Application Programming Interface) dan sumber data eksternal.Memperbaiki bug atau kesalahan yang terjadi pada kode program.Menciptakan produk yang inovatif dan memiliki daya saing yang tinggi.Membuat design dengan UI/UX yang sesuai dengan coding yang sudah dibuat.Melakukan perilisan aplikasi.Memperbaiki kekurangan yang terjadi.Melakukan pemeliharaan aplikasi secara rutin.Memberikan rekomendasi untuk perubahan atau penambahan fitur aplikasi.Skill yang Dibutuhkan iOS Developer1. Menguasai Tools dan Software Sebagai developer iOS, kamu harus menguasai penggunaan tools dan software yang berhubungan dengan pengembangan aplikasi iOS. Tools dan software yang harus kamu kuasai yaitu: xCode IDEGitCore Data FrameworkMetal/OpenGL, dan lain-lain. 2. Memahami Algoritma dan Bahasa Pemrograman untuk iOS Selain tools dan software, kamu juga harus memiliki pemahaman akan konsep dasar algoritma dan bahasa pemrograman yang digunakan untuk iOS development. Salah satu bahasa pemrograman yang digunakan adalah Swift. Swift adalah bahasa pemrograman intuitif yang diciptakan oleh Apple, pengguna Swift juga sering disebut sebagai swift developer. Swift ini bersifat interaktif, ringkas, ekspresif, dan menyertakan fitur modern. Hal ini menghasilkan software yang berjalan secepat kilat. Bahasa pemrograman lainnya yang bisa kamu gunakan, seperti: Objective-C: Objective-C adalah set dari bahasa pemrograman C yang menyediakan kemampuan berorientasi objek dan runtime yang dinamis.Ruby: Ruby adalah bahasa pemrograman yang diinterpretasikan, bertingkat tinggi, dan bertujuan umum yang mendukung berbagai paradigma pemrograman.React Native: React Native adalah kerangka kerja mobile app development yang memungkinkan pengembangan aplikasi Android dan iOS multi-platform dengan menggunakan elemen UI asli.PhoneGap: PhoneGap adalah kerangka kerja software development oleh Adobe System yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi seluler.Cordova: Cordova adalah bahasa pemrograman untuk membangun software untuk membangun aplikasi web hybrid untuk perangkat seluler menggunakan CSS3, HTML5, dan JavaScript, dll. 📚 Baca juga:12 Bahasa Pemrograman Paling Relevan 2022 [Jenis, Contoh, Dll.] 3. Memahami Cara Kerja Platform iOS dan Mac OS Skill selanjutnya yang perlu dikuasai dalam iOS development adalah memiliki pengetahuan dasar dalam menggunakan sistem operasi iOS dan memiliki perangkat Mac OS sendiri. Dua hal ini sangat penting karena perangkat Mac OS dibutuhkan untuk membuat aplikasi berbasis iOS. 4. Networking Hampir setiap aplikasi berinteraksi dengan internet, maka iOS developers harus mengetahui cara mengirim dan menerima data dari jaringan. Networking ini dilakukan melalui JavaScript Object Notation (JSON). 5. Spatial Reasoning Untuk menjadi developer iOS yang sukses, kamu harus mampu berpikir dalam 3D dan memvisualisasikan hubungan spasial antar objek ketika merancang aplikasi. Kamu juga harus memahami jenis kontrol dan input yang tersedia untuk berbagai platform, serta siapa saja pengguna aplikasi tersebut. 💡 Pro Tip:Gunakan platform Git dan GitHubGit: Git adalah alat open source yang mudah digunakan untuk kolaborasi tim, meskipun developer biasanya menggunakannya untuk mengelola source code. Alat ini memungkinkan pengguna dan iOS developer untuk berkolaborasi di jaringan lokal atau melalui server publik.GitHub: GitHub adalah code housing platform yang memungkinkan iOS developers untuk menyimpan proyek dan jaringan mereka dengan para rekan kerjanya. Dengan menggunakan GitHub, kamu bisa berkolaborasi dan mengundang programmer lain untuk mengerjakan proyek bersama dari mana saja.Dua hal ini akan membantu kamu mengontrol versi untuk proyek yang panjang ataupun proyek yang dikerjakan bersama tim. Syarat dan Cara untuk Menjadi Developer iOS1. Pertimbangkan Gelar yang RelevanKamu perlu memiliki pendidikan yang berhubungan dengan sistem informasi untuk menjadi seorang iOS developer. Jurusan yang relevan tersebut termasuk program studi: Teknik InformatikaSistem KomputerSistem Informasi Memiliki gelar yang relevan memang sangat bermanfaat, tapi hal ini bukanlah suatu keharusan. Kamu juga bisa mempersiapkan diri dengan pengalaman dan pengetahuan melalui mengikuti kursus-kursus, bootcamps, hackathon, freelance, membuat projek dan lainnya. Kedua hal diatas akan membantu kamu untuk memiliki kemampuan teknis seperti coding, Objective-C, dan Swift. 2. Memiliki Skill dan Sertifikasi atau Kursus yang Relevan Bagi developer iOS, hard skill dan soft skill sama pentingnya. Di bawah ini adalah 7 hard skill dan soft skill yang perlu kamu miliki:Hard SkillSwift Android Pengetahuan tentang iOS Coding UX/UI Design Pengetahuan akan Database API (Application Programming Interface)Soft Skill:Teamwork Kreativitas Komunikasi Fleksibilitas Time Management Kolaborasi Analisa Selain hard skill dan soft skill, memiliki sertifikasi atau kursus yang relevan juga akan membantu kamu menjadi developer iOS yang sukses. Hal ini juga akan memberikan kamu kesempatan yang lebih besar untuk direkrut. Sertifikasi atau kursus yang bisa kamu ambil, misalnya: iOS Development for Creative Entrepreneurs Specialization oleh CourseraiOS 15 Development Essential Training oleh LinkedIn LearningSwift Programming for Mobile App Development oleh EducativeBecome an iOS Developer – Nanodegree Program oleh Udacity 📚 Baca juga:20+ Contoh Skill Komputer Dalam CV dan Cara Menulisnya! 3. Buatlah Portofolio iOS Developer Tidak hanya CV, memiliki portofolio developer iOS yang menarik juga sangat penting. Susunlah portofolio online supaya orang lain dapat dengan mudah mengakses apa saja yang telah kamu buat sebelumnya. Portofolio ini berguna untuk menunjukkan keterampilan kamu dan memudahkan mereka untuk menghubungi kamu lebih lanjut.📚 Baca juga:5 Contoh Portofolio Programmer Menarik! [+Cara, Isi, Pengertian] 4. Pengalaman Kerja yang Relevan Selain itu, cara menjadi iOS developer adalah dengan memiliki pengalaman bekerja yang relevan. Misalnya, pengalaman bekerja seperti intern, freelance, atau part time di bidang seputar software development dan iOS development. Hal ini tidak hanya akan mempersiapkan kamu dengan skill yang dibutuhkan, tetapi juga akan membuat kamu lebih menarik di mata perekrut. 5. Buat CV yang MenarikContoh CV iOSDeveloper - Dibuat di Cake Perhatikan contoh CV iOS Developer yang baik untuk inspirasi kamu!Belum punya CV? Yuk, kunjungi Cake untuk mendesain CV yang menarik! Banyak template, contoh, dan 100% gratis, lho!🎉Buat CV Prospek Karier iOS Developer Gaji iOS Developer Kisaran rata-rata gaji iOS developer termasuk sangat tinggi. Menurut Indeed, iOS developer Indonesia di tahun 2022 memperoleh gaji sekitar Rp. 13.574.007 per bulan, sedangkan rata-rata gaji Android developer di tahun 2022 adalah Rp. 8,120,724 per bulan. Namun, gaji iOS developer juga ditentukan oleh tahapannya. Ada tiga tahap dalam perjalanan karir iOS developers, yaitu: Junior iOS Developer:Junior iOS developer biasanya adalah fresh graduate atau lulusan bootcamp yang berkualifikasi. Posisi ini masih membutuhkan bimbingan dari para seniornya. Gaji junior iOS developer dimulai dari Rp. 4.500.000 hingga Rp. 15.000.000 per bulan. Middle iOS Developer:iOS developers yang memiliki pengalaman bekerja 2-5 tahun sering disebut sebagai “Middle iOS Developer”. Middle iOS developer bekerja selama 40 jam per minggu dan bahkan bisa overtime jika ada masalah aplikasi secara tiba-tiba. Karena tanggung jawabnya makin besar, gajinya pun makin besar, yaitu sekitar Rp. 20.000.000 per bulan. Senior iOS Developer:Senior iOS developer biasanya bekerja dengan beberapa bawahan. Posisi ini bertanggung jawab dengan pekerja baru, manajemen pekerja, dan pembagian tugas. Gaji senior iOS developer bisa mencapai Rp. 27.000.000 hingga Rp. 43.000.000 per bulan. Pekerjaan yang Relevan dengan Profesi iOS Developer Jika kamu ingin memperluas wawasan dan menambah pengalaman bekerja seputar bidang ini, kamu bisa mencoba beberapa profesi di bawah ini yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang hampir sama dengan iOS developer. Mobile Developer: Developer yang membuat kode untuk aplikasi khusus untuk tablet dan ponsel.Android Developer: Developer yang membuat kode yang digunakan dalam OS Android.Web Developer: Developer yang membuat website user-friendly yang dapat diakses dengan Chrome, Mozilla, Internet Explorer, dan lainnya.Game Developer: Developer yang memiliki spesialisasi dalam pengembangan game.Software Engineer:Programmer yang membuat kode supaya software dapat dijalankan dengan lancar.📚 Baca juga:10 Pekerjaan Bidang IT yang Paling Dicari dan Gajinya! Key Takeaways iOS developer adalah pengembang aplikasi khusus untuk produk buatan Apple.Tugas utama developer iOS adalah menyempurnakan aplikasi perangkat yang menggunakan sistem iOS dengan berbagai bahasa pemrograman.Skill yang dibutuhkan untuk para iOS developers yaitu menguasai tools dan software, memahami algoritma dan bahasa pemrograman untuk iOS, memahami cara kerja platform iOS dan Mac OS, networking, dan spatial reasoningSyarat dan cara menjadi developer iOS adalah pertimbangkan gelar yang relevan, memiliki skills dan sertifikasi yang relevan, buatlah portofolio iOS developer, pengalaman kerja yang relevan, dan CV iOS developer.Prospek karir di bidang ini tidak hanya developer iOS, tetapi kamu juga bisa berprofesi sebagai mobile developer, android developer, web developer, game developer, dan software developer.--- Ditulis Oleh Aileen Gabriella ---
Student Guide
Jan 21st 2026

10 Prospek Kerja DKV yang Menjanjikan! [+Gaji, Info Kuliah, dll.]

Desain Komunikasi Visual atau DKV adalah salah satu jurusan yang sedang populer di beberapa tahun ini. Di Indonesia, jurusan Desain Komunikasi Visual sebenarnya sudah ada sejak awal tahun 2000-an, namun belakangan ini jurusan kuliah DKV sedang naik daun! Sesuai namanya, kuliah jurusan Desain Komunikasi Visual menekankan cara desainer agar dapat memberi informasi yang dibutuhkan klien kepada konsumen lewat sebuah desain visual. Mulai dari feeds instagram, poster atau flyer, serta gambar atau animasi juga didesain oleh seorang desainer visual, lho! Melihat prospek kerja yang sangat menjanjikan di masa kini, tidak heran kalau semua orang memperebutkan bangku untuk kuliah di Desain Komunikasi Visual. Bagi kamu yang ingin mengenal lebih lanjut tentang bidang desain komunikasi visual, serta penasaran tentang prospek kerja DKV, langsung simak artikel di bawah ini! Daftar isi:Mengenal Jurusan Desain Komunikasi VisualProspek Kerja Desain Komunikasi Visual Prospek Kerja Desain Komunikasi Visual Mengenal Jurusan DKV Jurusan DKV merupakan bagian dari ilmu desain yang menggunakan elemen visual untuk menyampaikan sebuah pesan tertentu. Setelah seseorang mendapat gelar sarjana Desain Komunikasi Visual, besar harapan klien agar orang tersebut dapat mengolah sebuah pesan lewat visualisasi yang menarik, informatif, dan komunikatif. Mengapa harus memilih kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual? ✅ Peluang kerja Desain Komunikasi Visual Minat perusahaan terhadap pekerjaan Desain Komunikasi Visual meningkat secara signifikan. Bahkan, para wiraswastawan juga seringkali tertarik menggunakan jasa seorang lulusan jurusan DKV. Sebagian besar orang yang bergelut di dunia bisnis berlomba-lomba melakukan investasi bagi industri kreatif bagi perusahaan mereka mengingat betapa besar dampak desain visual di dunia saat ini. Gaji DKV juga tidak sedikit nominalnya. Prospek kerja DKV juga tidak dibatasi sebagai seorang yang bekerja bagi sebuah perusahaan. Pekerjaan lulusan DKV juga melingkupi pekerjaan sebagai freelancer, lho. Tentu menjadi mimpi sebagian orang untuk dapat mengatur jadwal kerjanya secara mandiri. 📚 Baca juga: 12 Situs Freelance Terbaik untuk Cuan di 2024 ✅ Kuliah Desain Komunikasi Visual sekaligus Kuliah Bisnis Jurusan DKV tentunya akan membuat kamu menguasai elemen-elemen penting dari ilmu desain. Tetapi saat kamu menempuh pendidikan di jurusan DKV, sedikit atau banyak, kamu akan belajar tentang ilmu desain dari sudut pandang dunia bisnis juga. Saat mengerjakan tugasmu di jurusan DKV, kamu pasti berusaha untuk memenuhi sebuah tujuan, baik berupa arahan dosen atau konsep yang berusaha kamu ciptakan. Kamu perlahan akan terbiasa untuk memiliki sebuah tujuan, yakni kelak adalah tujuan dari perusahaan tempatmu bekerja. Kamu tentu ingin membuat sebuah karya yang bernilai tinggi di mata publik, maka kamu akan terasah untuk mengolah idemu menjadi sesuatu yang bisa menarik minat khalayak umum. ✅ Kemampuan Hard Skill yang Sangat Variatif Saat kamu akan mendaftar untuk bekerja, para HRD pasti ingin tahu kemampuan hard skill-mu. Kuliah Desain Komunikasi Visual memungkinkan kamu mempelajari banyak software, dan skill. CV kamu akan menjadi salah satu media unjuk bakatmu sebagai mahasiswa unggulan dengan segudang hard skill yang kamu kuasai. Daftar skill milikmu banyak tapi mau tampilan CV-mu tetap kelihatan rapi? Dapat kamu lakukan dengan mudah lewat CakeResume, 100% gratis!Buat CV Apa yang dipelajari saat kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual? Selama menempuh kuliah Desain Komunikasi Visual, kamu bukan saja belajar cara menggambar, tapi juga belajar untuk mengembangkan bahasa visual (gambar) dan mengolah informasi untuk tujuan tertentu. Kuliah jurusan Desain Komunikasi Visual akan membawa kamu mengenal tentang: Desain logoBrandingLabel produkPembuatan iklan atau pamflet, serta masih banyak hal lagi. Selain itu, kebanyakan jurusan kuliah DKV akan memfokuskan kamu ke satu program studi saat kamu menempuh tahun ketiga, seperti Desain Grafis, Desain Visual Periklanan, dan Desain Multimedia. Disinilah terletak perbedaan DKV dan Desain grafis. 💡 Catatan: Banyak orang menganggap jurusan DKV dan Desain Grafis adalah dua hal yang sama. Sebenarnya, perbedaan diantara keduanya cukup signifikan. Desain Grafis merupakan ilmu yang juga turut akan kamu pelajari di jurusan DKV. Di kuliah jurusan DKV, kamu akan belajar cara mengolah informasi secara visual. Sedangkan di jurusan Desain Grafis kamu akan lebih banyak belajar sistematika penataan elemen desain. Prospek Kerja Desain Komunikasi Visual1. Graphic Designer 💻 Job Desk Desainer Grafis: Menyajikan sebuah pesan lewat sebuah karya desainMendesain sebuah ilustrasi, tipografi, fotografi, atau graphic motionBertemu dengan klien untuk mendiskusikan karya desainMelakukan brainstorming ide bersama klien atau tim desainMerencanakan alur kerja dan/atau linimasa (timeline) pekerjaan 🎨 Skill yang Diperlukan Desainer Grafis: TipografiAplikasi desain grafis: Adobe Photoshop, Adobe Lightroom, Adobe Illustrator, Adobe InDesign, dan sebagainyaMenguasai aplikasi 3D dan bahasa pemrograman menjadi nilai plusKemampuan presentasi dan komunikasiKritis dan kreatif 💰 Kisaran Gaji Desainer Grafis: Rp 4.000.000 - Rp 8.000.000 📚 Baca juga:Kumpulan Contoh CV Desain Grafis Keren dan Kreatif! 2. Web Designer (UI/UX) 💻 Job Desk Desainer Web: Merancang layout sebuah website baik menggunakan aplikasi atau sketching manualMengkonversi layout visual dalam bentuk HTML dan atau CSSMelakukan slicing pada desain visual menjadi beberapa gambar agar tampilan situs web tidak terlalu beratMengecek ulang apabila kode HTML yang digunakan sudah benar 🎨 Skill yang Diperlukan Desainer Web: Bahasa pemrograman: JavaScriptBahasa markup: HTML dan CSSAplikasi desain grafis: Adobe Photoshop, Adobe Lightroom, Inkscape, dan GIMPPengertian terhadap PHP, SEO, dan User Experience atau User Interface 💰 Kisaran Gaji UI/UX Designer: Rp 4.000.000 - Rp 6.000.000 3. Animator 💻 Job Desk Pembuat Animasi: Merakit sebuah cerita atau pesan dari klien lewat desain visual bergerakMelakukan brainstorming dan bekerjasama dengan tim kreatif lainMembuat iklan dengan animasi bergerakMembuat animasi gameMembuat animasi sebuah filmMembuat sketsa dengan atau tanpa bantuan aplikasi grafis 🎨 Skill yang Diperlukan Animator: Aplikasi desain animasi: Adobe After Effects, Adobe Premier, Autodesk 3ds Max, Autodesk Maya, Lightwave, Rhino, Swish, CAD, dan lain-lainAplikasi desain grafis: Adobe Illustrator, Procreate, dan lain-lainMenggambar sketch 💰 Kisaran Gaji Animator: Rp 4.000.000 - Rp 7.000.000 4. Illustrator 💻 Job Desk Ilustrator: Mendesain ilustrasi yang akan ditampilkan dalam buku, majalah, iklan, situs web, aplikasi, game, ataupun sebuah produk.Mendesain ilustrasi storyboard sebuah film atau animasi agar aktor pemeran dapat lebih mudah mengerti adegan film terkait.Membuat sketsa dengan atau tanpa bantuan aplikasi grafis.Menggambar ilustrasi dengan atau tanpa bantuan aplikasi grafis.Melakukan brainstorming dan bekerjasama dengan tim kreatif lain.Bekerja dengan pihak percetakan untuk mencetak hasil karya.Seorang ilustrasi forensik tugasnya adalah untuk menggambar ilustrasi seorang buronan atau orang yang dicari oleh kepolisian. 🎨 Skill yang Diperlukan Ilustrator: Ahli dalam menggambar dan membuat ilustrasiAplikasi desain grafis dan ilustrasi: Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Affinity Photo, ArtRage, Autodesk SketchBook, Corel Painter, Corel Draw, Inkscape, dan lain-lainKemampuan fotografiDapat mengubah sebuah konsep menjadi ilustrasi yang sesuaiDapat mempresentasikan sebuah konsep serta hasilnya 💰 Kisaran Gaji Ilustrator: Rp 4.000.000 - Rp 10.000.000 5. Video Editor 💻 Job Desk Editor Video: Menyunting atau mengumpulkan video hasil syuting.Memilih dan menyusun hasil syuting video.Mengecek dan mencocokan ulang skrip atau jalan cerita dengan video mentah.Memotong serta mengedit bagian video yang akan digunakan.Memasukkan musik, audio (suara), efek, dan elemen grafis sesuai kebutuhan.Memberi update tentang linimasa dan alur kerja kepada pihak yang berkaitan. 🎨 Skill yang Diperlukan Editor Video: Terbukti ahli sebagai editor videoBerpengalaman dengan teknologi digital dan dunia editing video.Aplikasi mengedit video: Avid Media Composer, Lightworks, Adobe Premier, Adobe After Effects, Final Cut, dan sebagainyaPengetahuan tentang sinematografiFamiliar dengan special effects, 3D, dan composting.Antusiasme dan ketertarikan untuk selalu up-to-date dengan aplikasi atau teknologi terbaru. 💰 Kisaran Gaji Editor Video: Rp 3.500.000 - Rp 10.000.000 6. Photo Editor 💻 Job Desk Editor Foto: Bekerjasama dengan tim fotografi untuk menciptakan sebuah konsep atau arahan foto yang ingin diciptakan.Memilih foto yang akan diedit lebih lanjut.Menyunting hasil foto agar kualitas yang dihasilkan sesuai harapan.Memilih foto yang akan dipublikasikan.Membuat linimasa dan alur kerja bersama dengan fotografer atau tim media yang berkaitan. 🎨 Skill yang Diperlukan Editor Foto: Ahli dalam bidang fotografi.Dapat memahami tentang alat dan fungsi kamera.Aplikasi mengedit foto: Adobe Photoshop, Adobe Lightroom, GIMP, Photoscape, dan lain-lain.Memiliki pengetahuan tentang komposisi warna.Memiliki kemampuan untuk menjadi seorang ketua proyek atau anggota tim.Memiliki mata yang jeli terhadap detail gambar. 💰 Kisaran Gaji Editor Foto: Rp 4.000.000 - Rp 6.000.000 7. Creative Director 💻 Job Desk Sutradara Kreatif: Merencanakan konsep kreatif dalam bentuk gambar, video, maupun tulisan.Mengawasi pekerjaan tim kreatif agar tetap bekerja sesuai tenggat waktu yang telah ditentukan.Merevisi hasil pekerjaan, menyetujui atau menolak sebuah ajuan atau perubahan.Membuat laporan kerja bagi atasan atau klien. 🎨 Skill yang Diperlukan Sutradara Kreatif: Pengetahuan dan pengalaman di bidang pemasaran (marketing)Pengetahuan dan pengalaman di bidang brand developmentAplikasi desain grafis: Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Adobe InDesign, dan sebagainyaMampu menganalisa kebutuhan dan trend pasarAplikasi desain 3D menjadi nilai plusKemampuan bahasa asing menjadi nilai plus 💰 Kisaran Gaji Sutradara Kreatif: Rp 6.000.000 - Rp 13.000.000 8. Art Director 💻 Job Desk Penata Seni: Merancangkan sebuah ide dan arahan desain yang akan diciptakan bersama dengan tim kreatif lainnya.Menentukan foto, video, dan elemen yang akan digunakan dalam sebuah karya desain.Menentukan tampilan keseluruhan dari sebuah set produksi video, iklan, televisi, atau film.Bekerjasama dengan talent, tim kreatif, serta tim desain offset dan di lokasi.Menyusun dan memantau anggaran serta linimasa kerja.Merevisi hasil pekerjaan, menyetujui atau menolak sebuah ajuan atau perubahan.Membuat laporan kerja bagi atasan atau klien. 🎨 Skill yang Diperlukan Penata Seni: Aplikasi desain grafis: Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Adobe InDesign, dan sebagainyaAplikasi editing video: Adobe After Effects, Adobe Premier, dan lain-lainAplikasi desain 3D menjadi nilai plusKemampuan bahasa asing menjadi nilai plus 💰 Kisaran Gaji Penata Seni: Rp 6.000.000 - Rp 13.000.000 9. Content Marketer 💻 Job Desk Pemasaran Konten: Merencanakan konten marketing untuk mencapai target bisnis.Menghasilkan konten yang berbobot lewat kerjasama dengan tim desain dan penulis.Membuat kalender editorial, serta memastikan semuanya dilaksanakan tepat waktu.Mengedit, mengoreksi, dan menyortir konten.Memberikan ide untuk meningkatkan customer engagement. 🎨 Skill yang Diperlukan Pemasaran Konten: Pengetahuan dan pengalaman tentang konten marketingKemampuan copywritingAplikasi desain grafis: Canva, Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, dan lain-lainPengetahuan dan pengalaman tentang SEODapat mengoptimalkan marketing lewat Google Analytic 💰 Kisaran Gaji Content Marketer: Rp 12.000.000 - Rp 16.000.000 10. Video Game Designer 💻 Job Desk Desainer Video Game: Membuat konsep dari sebuah game.Membuat dan mengembangkan karakter game, peraturan, pengaturan, dan alur cerita game.Membuat prototipe dari game baru.Membuat dan menyampaikan laporan terkait ide baru atau perubahan terhadap atasan atau klien.Memonitor kualitas daripada game tersebut. 🎨 Skill yang Diperlukan Desainer Video Game: Menguasai bahasa pemrograman (C++)Kemampuan IT yang kuat dalam bidang desain, videografis, programming, dan hardwareAplikasi yang diperlukan: Adobe Photoshop, Maya, Zbrush, EPIC Unreal Engine, dan lain-lain 💰 Kisaran Gaji Desainer Video Game: Rp 6.000.000 - Rp 15.000.000 Sekarang, setelah mengetahui jurusan DKV kerja apa, gaji lulusan DKV berapa, tidak ganjil bukan kalau orang kerap berkata peluang kerja Desain Komunikasi Visual sangat besar dan sangat banyak? Asalkan kamu gigih belajar, dengan menggotong sekian banyak hard skill yang kamu terima saat menimba ilmu di dunia jurusan DKV, kamu pasti bisa menjadi lulusan yang dicari banyak orang!CakeResume adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari CakeResume dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja CakeResume. CakeResume adalah sebuah online CV builder yang praktis. Ada banyak template yang menarik dan yang mudah untuk digunakan. Kamu juga bisa unduh CV dalam format PDF, lho, 100% gratis! Yuk, buat CV kamu dengan CakeResume sekarang juga 🎉Buat CV --- Ditulis Oleh Amelia Bernike ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!