Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Resume & CV
Jan 14th 2022

Contoh CV Magang Mahasiswa dan Cara Membuatnya

CV Mahasiswa pdf dibuat di CakeDaftar Isi Apa itu CV untuk magang? Tips membuat CV Magang Cover Letter untuk Magang Contoh CV MagangMagang atau internship memang sudah tidak asing lagi di telinga para mahasiswa. Selain ada beberapa universitas yang mewajibkan magang atau PKL, banyak mahasiswa yang berlomba-lomba untuk mendapat magang atas kemauannya sendiri.🤔 Apa sih tujuan dan manfaat magang itu? Magang merupakan penempatan mahasiswa di perusahaan atau organisasi agar mempersiapkan menghadapi dunia kerja. Biasanya lama waktu magang bervariasi, bisa 2 bulan saat liburan musim panas ataupun 6 bulan sampai satu tahun. Saat dalam program internship, mahasiswa bisa merasakan bagaimana dunia pekerjaan sesungguhnya dan menyerap ilmu dari perusahaan tempat magang. Tentunya, selain belajar skill baru di dunia kerja, pengalaman magang juga dapat menjadi nilai plus untuk pencarian kerja di karir masa depan. Nah, setelah tau pentingnya magang pastinya kalian para mahasiswa jadi semangat ingin mencari kesempatan magang. Artikel ini akan secara detail membahas bagaimana cara mendapatkan magang mulai dari membuat CV untuk magang mahasiswa, contoh-contoh CV mahasiswa untuk magang, sampai cara menulis cover letter untuk magang. Yuk langsung saja kita lihat artikel di bawah ini.Apa itu CV untuk magang?Saat ingin mendaftar untuk internship, magang ataupun yang biasa disebut dengan praktek kerja lapangan (PKL), kalian harus membuat lamaran kerja untuk magang terlebih dahulu. Bagaimana caranya? Yuk kita mengenal terlebih dahulu dengan istilah curriculum vitae(CV). Curriculum vitae adalah salah satu dokumen yang menjelaskan tentang daftar riwayat hidup seseorang. Umumnya, CV berisi tentang informasi pribadi, riwayat hidup dan juga keterampilan. Dengan membuat CV untuk magang, mahasiswa dapat memberi gambaran kepada rekruter ataupun perusahaan tentang dirinya. Hal yang membedakan CV untuk lamaran kerja dan CV untuk magang adalah bagian pengalaman kerja. Jika pada umumnya para pelamar kerja sudah memiliki pengalaman kerja, biasanya mahasiswa yang ingin membuat CV magang belum memiliki pengalaman kerja sama sekali. Hal ini sangat wajar dan tidak menjadi masalah. Para mahasiswa yang sedang mencari magang bisa memfokuskan CV magang pada riwayat pendidikan dan keterampilan yang dimiliki. Nah hal ini akan dibahas di bagian selanjutnya.Tips membuat CV Magang MahasiswaMungkin bagi sebagian besar dari pembaca artikel ini belum pernah membuat CV sebelumnya. Justru karena ingin mendapatkan magang baru membuat CV lamaran magang. No problem! Kalian tetap bisa membuat CV magang yang menarik dan keren. Ini dia 5 cara untuk membuat CV magang tanpa pengalaman kerja:1. Berfokus pada riwayat pendidikanPada resume lamaran magang, tonjolkan riwayat pendidikan yang kamu tempuh. Tuliskan nama universitas, jurusan yang diambil dan tahun menempuh pendidikan tersebut. Untuk menambah poin plus pada pendidikan, kalian bisa menambahkan: Nilak IPKJudul thesis ataupun laporan yang berkaitan dengan lowongan magangLomba yang relevan dengan lowongan kerja Contoh riwayat pendidikan pada CV magang:Universitas Indonesia | Ilmu Komunikasi2016-2020IPK : 3.56 / 4Thesis: Pengaruh konten pada TikTok terhadap Tren Masyarakat 2. Jelaskan pencapaian dalam pengalaman organisasi Kalau kamu tim kura-kura alias kuliah-rapat-kuliah-rapat pastinya kamu adalah mahasiswa aktif yang mengikuti berbagai kegiatan organisasi di kuliah. Pengalaman ini bukan hanya mengasah skill dan menambah koneksi, namun juga dapat dituliskan di CV lamaran untuk magang loh! Tuliskan pengalaman organisasi pada CV Internship dengan format:Nama organisasiNama jabatanMasa jabatanPencapaian yang diraih 📚 Bacaan lanjutan: Cara Menulis Pengalaman Organisasi di CV (Bahasa Inggris Indonesia) 3. Tambahkan skill atau kemampuan yang dimiliki Meskipun tanpa pengalaman kerja, namun kamu tetap bisa menarik perhatian rekruter dengan mencantumkan soft skill maupun hard skill yang kamu miliki. Cantumkanlah sertifikat jika pernah mengambil kelas online seperti Google Ads, Digital Marketing ataupun Coding.Contoh soft skill untuk CV Mahasiswa PKL: Komunikasi, memecahkan masalah, kolaborasi, berpikir kritis, detail-oriented.Contoh hard skill pada CV Mahasiswa Magang: Data Analisis, Microsoft Excel, Google Ads, Adobe Premiere. 4. Cantumkan portfolio yang dimiliki Di jaman sekarang, banyak sekali mahasiswa yang sudah memiliki projek ataupun pekerjaan sampingan sebelum lulus kuliah. Dengan adanya perkembangan teknologi yang begitu pesat, mahasiswa bisa dengan mudah membagikan hasil karyanya ke warganet. Jika memiliki porftolio desain ataupun portfolio coding, cantumkan link dan jelaskan sedikit tentang projek tersebut saat membuat lamaran kerja untuk magang. 5. Minta referensi dari guru atau dosen pembimbing Jika kalian merasa ada guru yang dapat memberikan referensi untuk kalian, minta lah surat rekomendasi atau referensi untuk lamaran magang kalian. Surat ini bisa menjadi bukti bahwa kalian adalah mahasiswa yang akan bertanggung jawab saat program magang dan membuat perusahaan lebih mempercayai kemampuan kalian.Cara menulis pengalaman magang di CVJika sudah memiliki pengalaman magang sebelumnya, tuliskan juga pengalaman bekerjamu pada CV. Format penulisan pengalaman magang pada CV adalah menuliskan nama perusahaan, posisi magang, durasi magang dan pencapaian atau hal yang dipelajari selama internship. Contoh Cover Letter untuk MagangSaat ingin mengirimkan CV lamaran untuk magang mahasiswa, tak lengkap jika tidak menyertakan cover letter atau email lamaran magang. Di bawah adalah contoh format cover letter untuk magang dalam bahasa Indonesia dan Inggris.Pada cover letter untuk magang, harus ada bagian:1. Greeting atau Salam pembukaSalam pembuka sangat diperlukan pada cover letter untuk magang. Salam pembuka bisa diawali dengan “Dear Hiring Manager” atau “Dear Ms. _” pada cover letter bahasa Inggris dan “Kepada Bpk/Ibu__ ” pada cover letter bahasa Indonesia.Lalu, jelaskan juga dari mana kamu mengetahui info lowongan magang tersebut, apakah dari situs lowongan kerja atau referensi dosen maupun teman.2. Motivation Letter atau Movitasi untuk MagangTanyakan pada dirimu, “kenapa mau magang di perusahaan ini?” . Pada bagian ini, jelaskan nilai dan budaya perusahaan ataupun prospek perusahaan yang menjadi motivasi kamu untuk PKL di perusahaan atau organisasi tersebut.3. Qualification atau KualifikasiSelanjutnya, pada cover letter untuk magang tuliskan secara singkat dan jelas kualifikasi yang kalian miliki. Jika motivasi adalah hal yang dimiliki perusahaan yang menarik perhatianmu, bagian kualifikasi adalah hal yang kamu miliki yang bisa menarik perhatian perusahaan. 📍 Pilih beberapa kualifikasi yang paling menonjol dan relevan dengan lowongan magang.4. Closing atau Salam PenutupPada bagian terakhir dari email lamaran magang, jangan lupa mengapresiasi waktu rekruter dan mengharapkan untuk undangan interview. Tulis juga kontak informasi seperti nomor HP dan juga email pada akhir cover letter untuk magang untuk memudahkan rekruter menghubungimu.Sudah siap untuk magang? Ayo buat CV lamaran magang dan gunakan template CV yang profesional. Selamat berjuang!👍🏻Buat CVContoh CV untuk MagangDi bawah adalah contoh template CV untuk magang yang bisa kalian gunakan untuk lamaran PKL kalian, good luck! Semoga CV magang kalian bisa lolos dan mendapatkan magang yang kalian inginkan.Template CV Lamaran Magang MahasiswaAnissa Bunga [email protected]0812 9999 0000behance.net/anissabunga Profil Diri Mahasiswa Desain Komunikasi Visual dari UMN tingkat terakhir. Memiliki ketertarikan mendalam dalam dunia desain dan digital. Memiliki kemampuan mengoperasikan Adobe Photoshop, Illustrator dan InDesign. Telah menerima 50+ pesanan untuk mendesain undangan dan brosur. Riwayat Pendidikan Universitas Media Nusantara Desain Komunikasi VisualSeptember 2018–Sekarang SMK Negri 58 Jakarta Desain Komunikasi VisualJuli 2015 – Juni 2018 Pengalaman Organisasi 2019– 2020, Ketua Publikasi Akara KusumaMendesain poster utama untuk acara Akara Kusuma dan mendelegasi poster lainnya ke anggotaMemikirkan konsep dan strategi poster acara Akara KusumaMemimpin rapat mingguan tim Publikasi Akara Kusuma 2017– 2018, Anggota Publikasi Pentas Seni SMK Negri 58Mendesain poster dan postingan untuk sosial media @pensigue58Membantu tim dekorasi untuk mendekor venue pensi Skill dan Keterampilan Adobe PhotoshopAdobe IllustratorAdobe InDesignFigmaKolaborasiKomunikasiDetail-orientedKreativitas Bacaan Lanjutan:20 Contoh CV Lamaran Kerja Menarik yang Disukai HRD dan Cara Cara Membuatnya!
Career Development
Mar 6th 2024

Apa itu Internship: Manfaat, Tujuan, Hingga Ketentuan Gajinya

Program internship adalah program pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh perusahaan maupun institusi. Program ini dirasa sebagai salah satu cara terbaik untuk mendapatkan pengalaman kerja. Setujukah kamu? Bagi para fresh graduate yang sedang membuat CV, biasanya akan merasa tidak percaya diri jika tidak memiliki pengalaman kerja untuk ditulis. Maka sekarang ini, banyak universitas yang sudah membantu mewadahi mahasiswanya untuk dapat mengikuti internship program. Jika kamu sudah tahu setelah lulus mau kerja dalam bidang apa, maka ada baiknya kamu bisa magang di perusahaan dengan bidang yang sama. Apalagi, jika performa kamu bagus selama internship program, bukan tidak mungkin kamu bisa diangkat jadi karyawan tetap setelah lulus kuliah. Nah, sebelum memulai internship, yuk baca dulu artikel ini untuk cari tahu magang itu apa.Daftar isi:Pengertian Apa Itu Internship (Magang) Tujuan Internship Dilakukan Manfaat Mengikuti Program Internship Apakah Mengikuti Internship Semestinya Digaji Cara dan Syarat untuk Menjadi Anak MagangArti InternshipApa yang Dimaksud dengan Internship? Internship artinya suatu kegiatan pelatihan kerja yang diadakan sebuah lembaga atau perusahaan dalam waktu tertentu. Berapa lama waktu magang mahasiswa? Waktu kegiatan magang adalah paling sebentar satu minggu hingga paling lama satu tahun. Biasanya orang yang mengikuti magang artinya akan diberikan bimbingan (Mentoring) dan pengawasan di bawah karyawan yang lebih berpengalaman dengan tujuan untuk menguasai keahlian tertentu. Di akhir internship program, peserta akan mendapatkan penilaian dari pihak perusahaan. Definisi magang beserta aturan kegiatannya juga sudah diatur oleh Pemerintah, lho. Aturan internship program tercantum dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6 Tahun 2020 serta Undang-Undang No. 13 Tahun 2003. Bagaimana dengan istilah PKL? Kamu tentunya pernah mendengar istilah PKL atau Praktek Kerja Lapangan. Arti PKL sebenarnya sama saja dengan arti internship. Hanya saja, istilah PKL lebih banyak digunakan untuk program magang anak SMK atau jenjang diploma. Sedangkan, istilah internship lebih umum digunakan untuk jenjang pendidikan S1 dan S2. Perbedaan Antara Internship dan Externship Kita baru saja membahas apa itu magang atau internship. Selain internship, ada juga istilah externship, lho. Apakah kamu pernah mendengarnya? Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, anak intern adalah siswa, mahasiswa atau bahkan fresh graduate yang terjun langsung ke dalam lingkungan kerja untuk mendapatkan keterampilan dan pengalaman dalam jangka waktu pendek. Sedangkan externship adalah kesempatan untuk memahami suatu pekerjaan atau bidang karir tertentu tanpa menghabiskan banyak waktu dan tidak perlu terlibat langsung dalam pekerjaan tersebut. Contoh dari externship, seperti: Melakukan wawancara dengan karyawan atau atasan suatu perusahaan.Mengikuti rapat.Berbincang dengan seorang profesional.Selain itu, biasanya kegiatan internship termasuk ke dalam SKS dan berpengaruh terhadap nilai atau IPK, sedangkan externship biasanya hanya untuk menghubungkan minat karir siswa, serta membantu siswa mempelajari operasional perusahaan. Durasi externship juga hanya berlangsung beberapa hari atau beberapa minggu saja.Tujuan Mahasiswa Melakukan Internship?Apa saja, ya, tujuan pembelajaran internship? 1. Menerapkan Ilmu yang Dipakai Selama Kuliah Sering kali dalam kuliah, kamu hanya mempelajari berbagai teori saja. Nah, kegiatan magang adalah kesempatan terbaik untuk belajar bagaimana mengimplementasikan ilmu-ilmu di kelas ke aktivitas yang bermanfaat. 2. Memberikan Gambaran Terhadap Dunia Kerja Perlu kalian ketahui bahwa ritme dunia kerja sangatlah berbeda dengan kuliah. Tidak sedikit lulusan baru yang merasa kesulitan beradaptasi di masa awal-awal bekerja lho. Maka, salah satu manfaat internship adalah memberi kesempatan untuk beradaptasi dan melatih diri lebih siap menghadapi dunia kerja. 3. Meningkatkan Hard Skill dan Soft Skill Magang artinya juga belajar banyak ilmu baru dibawah bimbingan karyawan profesional. Kamu juga tentunya akan meningkatkan hard skill dan soft skilldan belajar hal-hal seperti komunikasi, negosiasi, bekerja dalam tim, manajemen waktu. Tidak hanya ilmu saja, namun kamu bisa langsung mempraktekkannya. 4. Menambah Pengalaman Kerja Memiliki pengalaman kerja sebelum lulus tentu saja sangat bagus untuk menambah value kamu. Pengalaman kerja dari internship program ini tentunya bisa dimasukkan ke dalam resume atau CV kalian, sehingga membuat CV kamu menjadi lebih unggul! 5. Memudahkan Karir Sebagai Fresh Graduate Tidak hanya memberikan pengalaman kerja, namun arti magang juga bisa memberikan kamu kesempatan untuk memiliki networking. Tidak hanya itu, jika performansi mu bagus, mungkin saja perusahaan bisa mengangkat kamu sebagai karyawan tetap setelah kamu lulus nantinya. Sedang cari kerja? Cari kesempatan internship? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari lowonganManfaat dari Program InternshipBagi Perusahaan Berbagai manfaat program internship bagi perusahaan adalah: Mendapatkan ide-ide baru:Dengan adanya anak intern dengan berbagai latar belakang yang berbeda juga bisa membuka kesempatan menemukan ide atau inovasi terbaru yang akan berguna untuk proses jalannya bisnis perusahaan. Mengembangkan SDM perusahaan:Pengertian magang yaitu memberikan pelatihan mahasiswa untuk mengembangkan keahlian mereka. Pada saat bersamaan, hal ini juga dapat meningkatkan kemampuan manajerial, serta pengetahuan dari karyawan perusahaan yang bertugas sebagai mentor. Menemukan kandidat karyawan potensial:Keunggulan internship adalah menemukan bakat-bakat potensial. Di dalam memberikan pelatihannya, perusahaan juga akan mengamati kinerja dan kualitas peserta magang. Tak jarang, perusahaan bisa merekrut karyawan tetap dari peserta magang potensial sebelumnya. Hal ini, juga akan mempermudah dan menghemat proses rekrutmen. Promosi dan reputasi:Perusahaan yang bisa memberikan internship program yang bermanfaat dan menarik bagi calon magang tentunya akan memiliki reputasi yang baik. Hal ini bisa menjadi salah satu langkah perusahaan meningkatkan citranya di mata masyarakat dan calon karyawan potensial. Menghemat biaya gaji:Kewajiban anak intern adalah membantu perusahaan melakukan berbagai macam pekerjaan, mulai dari urusan administrasi, praktikal ringan hingga pekerjaan penting lainnya. Dalam hal ini, perusahaan bisa menghemat anggaran gaji karena biasanya perusahaan tidak wajib memberikan gaji untuk program magang. Bagi MahasiswaSelanjutnya, apa itu manfaat magang bagi mahasiswa? Mengembangkan wawasan:Salah satu manfaat program internship adalah kamu bisa belajar banyak hal baru baik dari ilmu pengetahuan umum, keahlian khusus, hingga soft skills. Bahkan tidak jarang kamu bisa belajar ilmu baru ataupun menemukan keahlian baru yang kamu suka. Semakin banyak kamu mengikuti magang artinya semakin berkembang pula wawasan yang kamu miliki. Menambah relasi dan koneksi:Saat magang, pastinya kamu akan bertemu dengan banyak orang-orang baru, seperti teman kerja, mentor, bahkan atasan. Membangun koneksi adalah tahapan sangat penting untuk dapat membantu jadi batu loncatan dalam karir. Siapa tahu, kamu bisa mendapatkan info pekerjaan dari teman-teman baru. Uji coba karir:Manfaat lain sebagai anak intern adalah mencoba berbagai bidang atau peran dalam industri tertentu. Dengan begitu, dapat membantu kamu mengetahui apakah jalur karir yang kamu pilih sesuai dengan minat dan kemampuan. Menjadi karyawan tetap:Banyak perusahaan yang juga memanfaatkan program magang sebagai kesempatan menemukan karyawan potensial. Bukan tidak mungkin, jika performa kamu baik dan terdapat posisi kosong, kamu bisa berkesempatan menjadi karyawan tetap setelah lulus nantinya. Mengembangkan kepercayaan diri:Dengan internship artinya kamu bisa belajar mengatasi tantangan dan tanggung jawab yang bisa membantu kamu membangun rasa percaya diri. Berproses bersama para profesional serta merasakan keberhasilan bisa membuat kamu bertumbuh melalui pencapaian dalam lingkungan kerja. Apakah Internship Harus Digaji?Pertanyaan yang sering ditanyakan anak intern adalah apakah internship dapat uang. Nah, dibawah ini Cake akan menjabarkan aturan mengenai gaji anak intern. Yuk, simak. Apa itu internship beserta prosesnya sudah diatur oleh Pemerintah. Peraturan mengenai penyelenggaraan pemagangan di dalam negeri sudah tercantum dalam UU Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003. Di dalam pasal 22 disebutkan hak peserta magang, yaitu: Mendapatkan uang sakuMendapat jaminan sosial tenaga kerja Perlu dicatat ya, bahwa hak anak intern adalah uang saku, yang biasanya meliputi uang makan, transportasi, dan insentif. Uang saku ini tentunya berbeda dengan gaji.Peraturan lain mengenai internship yang perlu kamu ketahui tercantum dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 6 Tahun 2000, yaitu: Pasal 9: usia peserta magang adalah minimal 17 tahun. Jika usia tepat 17 tahun, diperlukan surat persetujuan orang tua/wali.Pasal 10: jangka waktu internship adalah maksimal 1 tahun, besaran uang saku yang diberikan.Pasal 18: Waktu magang menyesuaikan dengan jam kerja perusahaan dan tidak boleh pada hari libur. Shift kerja malam hanya diizinkan untuk anak intern dengan usia minimal 18 tahun. Untuk, shift kerja malam sendiri, perusahaan wajib menyediakan transportasi, makanan bergizi, serta kompensasi yang sesuai.Pasal 20: Perusahaan wajib memberikan sertifikat/surat keterangan yang menunjukkan peserta magang telah menyelesaikan tugas internship nya. Jadi, apakah internship dapat uang? Walaupun, dalam peraturan pemerintah sudah dituliskan hak mendapatkan uang saku. Namun, hal ini semua tergantung dari perusahaan/institusi yang menyediakan lowongan internship. Sedang cari kerja? Cari kesempatan internship? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari lowongan Tips untuk Menjadi Anak Magang1. Menempuh pendidikan dan memiliki sertifikasi Dengan menempuh pendidikan, kamu juga jadi bisa memiliki banyak peluang untuk magang. Pasalnya, beberapa universitas sudah bekerja sama dengan berbagai perusahaan untuk memfasilitasi mahasiswanya. Ilmu pengetahuan yang kamu dapatkan selama kuliah juga tentunya bisa menjadi dasar yang kuat untuk mendukung karir. Selain itu, memiliki sertifikat tentunya dapat menjadi keunggulan. Ikutilah pelatihan atau kursus yang diperlukan di industri kamu berada. 2. Siap dan percaya diri melakukan wawancara Beberapa perusahaan biasanya akan mengadakan wawancara sebelum internship program. Jika, mereka mewajibkan wawancara, maka kamu perlu menyiapkan hal-hal seperti:Melakukan penelitian tentang perusahaan. Pelajari sebanyak mungkin informasi mengenai perusahaan yang akan kamu lamar.Berlatih pertanyaan umum. Kamu bisa mempersiapkan jawaban kamu untuk beberapa pertanyaan umum, seperti kelebihan dan kelemahan kamu, menceritakan tentang diri sendiri, menceritakan pengalaman/skill yang kamu miliki, dsb.Berlatih komunikasi non-verbal. Praktikkan hal-hal seperti sikap tubuh, kontak mata, cara duduk, dsb. Berbagai tips di atas dapat membantu kamu lebih siap dan percaya diri untuk proses wawancara. 3. Buat CV menarik Untuk membuat CV internship yang menarik pastikan beberapa tips berikut ini: Tuliskan informasi yang paling relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar.Jangan buat CV terlalu panjang atau bertele-tele.Sorot pengalaman atau pencapaian, serta keahlian kamu. Kamu bisa cantumkan proyek, pengalaman organisasi, sertifikasi, hard skill serta soft skill yang kamu miliki.Pilih format dan desain yang profesional.Gunakan bahasa yang jelas dan singkat. Pastikan juga tidak ada kesalahan ejaan dan tata bahasa. Untuk lebih jelasnya, yuk kita lihat contoh CV magang berikut ini.📚 Baca juga:6 Contoh CV Mahasiswa: Masih Kuliah, Magang, OrganisasiContoh CVMagang - Dibuat di CakeContoh CVMagang - Dibuat di CakeKesulitan buat CV magang? Yuk, gunakan Cake. Platform terpercaya yang menyediakan 50+ template menarik CV ATS friendly. Gratis Download PDF! 🎉Buat CVKonklusi Bagaimana? Apakah kamu sudah siap mulai magang? Dari artikel ini, dapat disimpulkan bahwa: Definisi magang adalah program pelatihan kerja yang ditunjukkan untuk siswa dalam mengembangkan keahlian tertentu.Apakah tujuan pembelajaran internship? Arti magang dapat membantu mahasiswa engembangkan wawasan dan keahlian, menambah pengalaman, menambah koneksi, berkesempatan menjadi karyawan tetap.Berapa lama waktu magang mahasiswa? 1 minggu hingga 1 tahun.Apakah internship dapat uang? Menurut aturan Pemerintah, mahasiswa magang berhak mendapatkan uang saku. Namun, hal ini bergantung kembali dari perusahaan tempat magang. Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake. --- Ditulis Oleh Fiorency Santoso ---
Job Search Tips
Feb 18th 2025

Mau Kerja di Luar Negeri? 9 Cara yang Perlu Kamu Ketahui!

Pernah kepikiran buat kerja di luar negeri? Gaji besar, pengalaman baru, sampai kesempatan jalan-jalan di negara orang, kelihatannya menarik banget! Dengan bekerja di luar negeri, kamu bisa mendapatkan banyak keuntungan yang tidak kamu dapatkan jika kamu bekerja di dalam negeri. Contohnya, kamu bisa mengerti berkenalan dengan orang dari berbagai latar budaya yang berbeda. Kamu juga dapat mendapatkan tambahan wawasan dan pengalaman, yang bisa menjadi nilai plus di CV-mu! Ditambah lagi, kamu bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar bahasa lokal di negara tersebut! Nah, artikel ini akan memberitahu bagaimana cara mendapatkan pekerjaan serta cara melamar kerja di luar negeri! Daftar isi:Bagaimana Cara Kerja di Luar NegeriLangkah-langkah Cara Melamar Kerja ke Luar NegeriTips Cari Lowongan Pekerjaan di Luar Negeri Cara Kerja di Luar Negeri Cara Kerja di Luar Negeri Seperti layaknya kata pepatah “banyak jalan menuju Roma”, banyak pula jalan yang bisa ditempuh bagi kamu yang mau bekerja di luar negeri. Karena banyaknya jumlah perusahaan di luar negeri, hal ini menandakan banyaknya peluang yang tersedia bagi kamu, khususnya di negara-negara maju. Ditambah lagi, bisa jadi negara lain mengalami adanya kekurangan tenaga kerja untuk sektor industri tertentu, sehingga ini bisa memperbesar kemungkinan kamu untuk bekerja di luar negeri. Nah, berikut adalah cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan pekerjaan di luar negeri. 1. Melalui Perusahaan Agensi atau Penyedia Program Jika kamu memiliki ketertarikan untuk bekerja di luar negeri, kamu bisa mendaftar melalui sebuah agensi atau penyedia program. Perusahaan demikian tidak sulit dicari, apalagi sekarang agen kerja luar negeri sudah semakin banyak. Biasanya, jika kamu mendaftar melalui penyedia program, kamu akan dibantu dalam segala hal mulai dari visa, dokumen-dokumen legal, hingga tempat tinggal. Sehingga kamu tidak perlu repot. Perusahaan seperti ini sangat bermanfaat khususnya bagi kamu yang belum berpengalaman kerja di luar negeri.💡 Pro tips Di Indonesia sendiri sudah ada Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang berhak untuk menempatkan kamu di luar negeri, dan untuk informasinya bisa dicek langsung di website Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). 2. Melalui Job Portal maupun Website Perusahaan yang Dituju Melalui job portal, kamu bisa mencari pekerjaan yang kamu mau dari negara manapun. Contohnya adalah LinkedIn, situs cari kerja yang sudah mengglobal dan banyak digunakan orang dari negara lain, khususnya negara barat. Jangan takut, di luar sana pasti ada pekerjaan yang dikhususkan untuk orang Indonesia, dan pastinya ada pekerjaan-pekerjaan yang terbuka untuk orang internasional. Selanjutnya, ada website cari kerja Cake yang bisa kamu pakai untuk mencari lowongan pekerjaan di Indonesia dan luar negeri. Di Cake kamu bisa menemukan lowongan untuk bekerja di negara lain selain Indonesia, seperti Taiwan, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, hingga US, lho. Selain itu, jika ada perusahaan tertentu yang sudah kamu incar, kamu juga bisa mengecek secara berkala bagian karir dari situs webnya. Siapa tahu saat kamu membukanya, mereka sedang ada lowongan kerja yang bisa kamu lamar kan?👉 Yuk, langsung cari kerja di luar negeri di website cari kerja Cakeatau aplikasi Cake!📚 Baca juga: 8 Situs Lowongan Kerja Terbaik dan Terpercaya 3. Bekerja Sebagai Guru Menjadi guru adalah salah satu cara yang bisa ditempuh untuk bekerja di luar negeri. Kamu bisa mengajar bahasa Indonesia, Inggris, ataupun pelajaran lain tergantung apa yang kamu kuasai dan lowongan yang ada. Akan lebih baik kalau kamu memiliki sertifikasi khusus yang menandakan kamu kompeten di bidang tersebut. Seperti pada tahun 2021, pemerintah sendiri membuka seleksi untuk guru yang bisa mengajar di luar negeri, lho. Oleh karena itu, bagi kamu yang berniat melamar, bisa memperhatikan informasi terbarunya. Akan tetapi, peluangnya tidak terbatas pada itu saja ya, kamu bisa melihat peluang lainnya, contohnya adalah program kerjasama antar Indonesia dan negara lain dalam mengirimkan tenaga pendidik. Adapun peluang lainnya yang cukup terkenal, yaitu menjadi guru ESL (English as a Second Language) /EFL (English as a Foreign Language) atau kadang dikenal juga sebagai guru TEFL (Teaching English as a Foreign Language) untuk anak-anak maupun orang dewasa yang memerlukannya. Kamu bisa cek lowongan atau programnya secara online.4. Mengajukan Working Holiday Visa (Visa Bekerja dan Berlibur) Working holiday visa adalah visa yang bisa kamu dapatkan untuk bekerja sekaligus berlibur di suatu negara tertentu dengan durasi maksimal satu atau dua tahun. Enak kan? Cara ini sangat cocok bagi kamu yang berencana untuk bekerja di luar negeri dalam jangka pendek dan bahkan untuk fresh graduates S1 karena biasanya tidak diperlukan pengalaman khusus. Akan tetapi untuk mengajukan jenis visa ini, biasanya ada syarat dan ketentuan yang berlaku. Di Indonesia sendiri, untuk bisa mengajukan visa ini kamu perlu memiliki Surat Rekomendasi Pemerintah Indonesia (SRPI), dan salah satu syarat utama untuk mendapatkannya adalah berumur 18-30 tahun. 💡 Pro tips Karena setiap negara memiliki aturan berbeda untuk working holiday visa, penting untuk kamu mencari tahu terlebih dahulu syarat khusus dari negara bersangkutan yang mau kamu ajukan. Kamu bisa mendapatkan informasi lebih lanjut di situs web pemerintahan dari negara tujuan kamu. 5. Bekerja Sebagai Freelancer Cara mendapatkan pekerjaan di luar negeri lainnya yang bisa kamu lakukan adalah dengan menjadi freelancer. Beda dengan pekerja full time, seorang freelancer bisa bekerja kapanpun dan dimanapun yang penting targetnya tercapai. Opsi ini sangat cocok bagi kamu yang tidak suka bekerja terikat waktu. Untuk menjadi freelancer, kamu cukup memiliki satu atau lebih skill yang bisa kamu tawarkan. Keuntungan menjadi freelancer adalah kamu bisa mencari uang sambil jalan-jalan. Selain itu, kamu pun bisa mencari koneksi, baik dari perusahaan tempat kamu bekerja maupun dari pelanggan. Kamu bisa mengecek lowongan kerja sebagai freelancer di berbagai situs web khusus untuk pekerjaan freelancing.📚Baca juga: 7 Cara Menjadi Freelancer Pemula untuk Cari Untung! 6. Mengikuti Kegiatan sebagai Volunteer atau Relawan Menjadi seorang volunteer atau relawan adalah pekerjaan yang mulia karena tidak dibayar. Akan tetapi, biasanya kamu akan disediakan tempat tinggal maupun tunjangan lainnya. Hal ini bisa bervariasi tergantung penyelenggara kegiatan. Walaupun demikian, melalui kegiatan-kegiatan yang dijalani kamu bisa mendapatkan pengalaman yang berharga, misal kamu bisa mengenal kehidupan dan budaya setempat. Selain itu, kegiatan ini juga baik untuk kamu yang belum menemukan passion, siapa tahu setelah mengikuti kegiatan volunteer kamu menyadari apa yang kamu sukai.7. Kerja atau Ikut Program Magang di United Nations (UN)United Nations (UN) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah organisasi internasional yang didirikan untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional.United Nations membuka berbagai program, lowongan, dan proyek-proyek yang menjanjikan untuk perkembangan karier kamu. Selain itu, berkarier atau mengikuti program dari PBB bisa memberikan kamu kesempatan untuk berkunjung ke berbagai negara. Beberapa program yang ditawarkan UN, yakni:UN General Service StaffYoung Professional ProgrammeUN Internship ProgrammeUN Volunteer8. Daftar Menjadi Au PairAu Pair adalah program pertukaran budaya dan bahasa dengan host familiy di negara tujuan untuk anak muda yang berusia 18 - 30 tahun. Sebagai Au pair kamu akan bekerja untuk host family dan membantu kegiatan rumah tangga mereka. Melalui program ini, kamu juga berkesempatan untuk kuliah juga, lho!9. Ikut Program Ausbildung di JermanAusbildung adalah program sekolah vokasi yang memberikan kamu kesempatan untuk magang di Jerman selama 3 tahun. Saat magang pun kamu juga akan mendapatkan bayaran setiap bulannya. Jadi tak heran kenapa program ini sangat diminati oleh orang-orang Indonesia.📚Baca juga: Apa Itu Ausbildung Jerman? Syarat, Cara Daftar Dokumen Cara Mencari Kerja di Luar Negeri Langkah Cara Melamar Kerja ke Luar Negeri Setelah mengetahui bagaimana saja cara untuk bisa kerja ke luar negeri, ada beberapa langkah yang perlu kamu perhatikan dan lakukan untuk mewujudkan impianmu tersebut. Cara melamar kerja di luar negeri1.Siapkan Dokumen-dokumen yang Diperlukan Kalau kamu ingin bekerja di luar negeri, tentunya kamu akan mempersiapkan segala sesuatunya, salah satunya adalah dokumen-dokumen untuk melamar kerja di luar negeri. Nah, apa saja yang dokumennya? Seperti CV, surat lamaran kerja, pas foto, dan ijazah. Selain itu, mencantumkan sertifikat pengembangan diri (training, kursus, dll) akan menjadi nilai plus ketika kamu melamar kerja di luar negeri, lho. Untuk informasi buat kamu, isi CV yang kamu buat perlu disesuaikan dengan pekerjaan yang kamu lamar dan termasuk cara pembuatan CV di negara yang kamu tuju. Lalu, jangan lupa masukkan keyword yang tertulis di lowongan kerja ke dalam CVmu.Buat CV yang ATS-Friendly di Cake, pilih dari 50+ template CVATS-Friendly GRATIS!Buat CV 2. Kirimkan Lamaran Sesuai dengan Persyaratan Negara yang Dituju Nah, setelah segala dokumenmu siap, saatnya kamu mengirimkan lamaran ke perusahaan, tempat kerja, atau program yang diinginkan. Akan tetapi, persyaratan dan standar dokumen yang diperlukan tiap negara bisa berbeda-beda. Contohnya saja, istilah bahasa Inggris yang dipakai orang Amerika berbeda dengan yang dipakai orang di Inggris ataupun di Australia. Atau bisa saja persoalan menaruh foto di CV. Oleh karena itu, kamu perlu memastikan terlebih dahulu mau bekerja di negara mana dan lakukan riset mendalam akan negara tersebut.3.Proses Pengurusan Visa Jika kamu sudah diterima kerja oleh perusahaan atau program yang kamu tuju, langkah selanjutnya adalah mengurus visa. Dalam pengurusan visa untuk bekerja di luar negeri, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengurus paspor. Setelah kamu memiliki paspor, kamu baru bisa lanjut ke proses pengurusan visa. Biasanya untuk mengurus visa ada dokumen wajib yang kamu perlukan, seperti: 📝 Contoh dokumen yang diperlukan untuk mengurus visa:Pas fotoPasporFormulir pendaftaranHasil tes kesehatanIjazahFotokopi KTP dan KKSurat sponsor/surat keterangan belajar/surat keterangan kerja, dan lain-lain. Oleh karena itu kamu perlu mempersiapkan dokumen-dokumen tersebut. Karena pembuatan visa membutuhkan waktu yang tidak sebentar, pastikan kamu jangan terlalu mepet mengurusnya. Selain itu, perlu juga kamu ingat bahwa visa untuk tiap negara memiliki ketentuan berbeda, contohnya ukuran pas foto untuk visa ke China dan ke Amerika itu berbeda, jadi pastikan dokumen yang kamu siapkan sudah benar, ya, agar tidak ada hambatan dalam proses pengurusannya. Untuk melihat persyaratan di masing-masing negara, kamu bisa cek website Kementerian Luar Negeri dan KBRI atau kantor perwakilan negara yang dituju. 4. Wujudkan Mimpimu Bekerja di Luar Negeri Menjadi Kenyataan Setelah semua beres, mimpimu untuk bekerja di luar negeri akan segera terwujud. Hal yang perlu kamu lakukan di tahap ini adalah jangan lupa membeli tiket pesawat, siapkan dana darurat, dan yang terakhir adalah persiapkan hatimu, tetap semangat, dan banyaklah berdoa. Tips Mencari Lowongan Pekerjaan di Luar Negeri Mencari pekerjaan di luar negeri rasanya tidak semudah mencari pekerjaan di dalam negeri. Akan tetapi, hal itu bukan berarti kamu harus menguburkan mimpimu untuk bekerja di luar negeri, hanya saja upaya yang perlu dikeluarkan menjadi lebih ekstra. Nah, bagi kamu yang tertarik, bisa langsung lihat kelima tips mencari lowongan pekerjaan di luar negeri berikut.1. Ketahui apa yang kamu inginkan Ada begitu banyak negara yang tersebar di dunia ini dan industri serta posisi pekerjaan yang bisa kamu pilih pun banyak. Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui apa yang kamu inginkan, tanyakan kepada diri sendiri: Pekerjaan seperti apa yang mau aku lamar?Di negara mana aku mau bekerja?Apa bahasa yang digunakan negara tujuanku? Apakah aku menyukainya dan ingin mempelajarinya?Apakah negara/area yang kamu tuju cocok dengan gaya hidup aku? Akan lebih baik lagi kalau kamu sudah memiliki satu negara yang ingin dituju atau satu posisi yang ingin dilamar sebelum mencari lowongan pekerjaannya, supaya pencarianmu bisa menjadi lebih spesifik.2. Manfaatkan koneksi di LinkedIn Di bagian sebelumnya sudah disebutkan kalau LinkedIn merupakan salah satu cara untuk mendapatkan pekerjaan di luar negeri. Contohnya saja, jika kamu memiliki koneksi dengan orang atau teman yang bekerja maupun berada di luar negeri, kamu bisa dengan lebih mudah mengetahui saat perusahaan tersebut memposting lowongan kerja.3. Lakukan lebih banyak riset Sama seperti ketika kamu mencari pekerjaan di dalam negeri, kamu juga perlu melakukan banyak riset saat mencari lowongan pekerjaan di luar negeri. Malah kamu perlu melakukan lebih banyak riset jika ingin bekerja di luar negeri untuk menghindari terjadinya penipuan. Hal yang bisa diteliti pun sangat banyak, seperti: Lowongan pekerjaan itu sendiriWebsite perusahaan yang dilamarKebijakan negara yang dituju, dan masih banyak lagi. Selain itu, kamu juga bisa menggali informasi dari orang yang sudah berpengalaman kerja di luar negeri.💡 Tertarik melamar kerja di luar negeri? Baca juga artikel berikut ini:Serba Serbi Working Holiday Visa (WHV) Australia: Definisi, Syarat, Proses, Biaya, FAQCara Kerja di Malaysia: Syarat, Gaji, Visa, dan LowonganApa Itu Ausbildung Jerman? Syarat, Cara Daftar DokumenSyarat Cara Kerja di Dubai untuk Dapat Gaji yang FantastisKerja di Korea Selatan: Panduan Lengkap untuk Pekerja Indonesia15+ Negara Terbaik untuk Kerja di Luar Negeri, Dari Asia hingga Eropa! Itu dia cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan pekerjaan di luar negeri beserta cara melamarnya dan tips mencari lowongannya. Bagi kamu yang tertarik, langsung saja tentukan kemana kamu mau melangkah dan daftar untuk kerja di luar negeri sekarang juga!Berikut adalah poin-poin penting mengenai cara kerja di luar negeri:Cara cari kerja di luar negeri: melalui perusahaan agensi, daftar kerjaan luar negeri di job portal atau di website perusahaan langsung, kerja sebagai guru, ikut WHV, kerja sebagai freelancer, ikut kegiatan volunteer, kerja di United Nations (UN), menjadi Au Pair, dan ikut program Ausbildung.Untuk melamar kerja ke luar negeri, siapkan dokumen yang diperlukan, kirim lamaran sesuai persyaratan negara tujuan, buat visa kerjaSebelum mencari kerja di luar negeri, ketahui dulu apa yang sebenarnya kamu inginkan, lakukan banyak riset, dan manfaatkan koneksi di LinkedInCake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Resume & CV
Aug 4th 2022

6 Contoh CV Programmer Terbaik dan Cara Membuatnya!

Daftar Isi: Bagian yang harus ada pada CV Programmer Tips Membuat CV Programmer Meski Tanpa Pengalaman Kerja Contoh dan Template CV Programmer/ IT Contoh CV Java Programmer - Dibuat di Cake Perkembangan teknologi yang kian canggih, membuat banyak perusahaan diseluruh dunia termasuk Indonesia mencari SDM bidang IT atau programmer yang handal. Tugas seorang programmer umumnya adalah membuat program, merancang tampilan program dan menguji program. Setelah program itu diluncurkan kepada publik, mereka juga bertanggung jawab ketika terjadi gangguan pada sistem atau aplikasi atau yang disebut debug.📝 Jalur karir sebagai programmer pun beragam seperti:Software application developerWeb Developer (Front End Developer, Back End Developer),Mobile DeveloperDatabase AdministratorData ScientistSystems AnalystSoftware Quality Assurance (QA) EngineerBusiness Intelligence AnalystDan lain-lain.Jika kalian merasa ingin mendaftar lowongan pekerjaan menjadi programmer atau software engineer, CV merupakan hal yang wajib disiapkan. Artikel ini akan membahas cara membuat CVprogrammer yang baik dan benar.Bagian yang Harus Ada Pada CV Programmer1. Informasi PribadiData diri dan kontak pribadi adalah hal umum yang akan dibutuhkan pada CV programmer. Cantumkan nama, alamat email, nomor HP dan sosial media seperti Linkedin ataupun website pribadi. Usahakan tidak mencantumkan hal-hal yang berbau SARA seperti agama, suku, ras ataupun nomor BPJS. Hal seperti ini dianggap pribadi dan tidak dibutuhkan untuk melamar pekerjaan.2. Karir Objektif/ Profil Diri untuk ProgrammerKarir objektif adalah paragraf pendek dibawah informasi pribadi yang menjelaskan keterampilan dan tujuan karir secara singkat. Dengan menuliskan karir objektif atau profil cv programmer, rekruter dapat mengenal dirimu dalam waktu yang singkat. Hal membuat CV stand out dari kandidat lainnya. Contoh karir objektif atau deskripsi diri untuk junior programmer: Lulusan Universitas Bina Nusantara jurusan Informasi Teknologi. Memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menggunakan Phyton untuk menganalisis data dan meningkatkan efisiensi operasional. Sedang mencari pekerjaan untuk menjadi seorang data analis. Contoh karir objektif atau deskripsi diri untuk senior programmer: Senior Programmer dengan 5+ tahun pengalaman menggunakan Java untuk mengembangkan, menguji dan mengamati aplikasi software perusahaan. Telah mendesain dan mengembangkan lebih dari 10 aplikasi untuk meningkatkan efisiensi dan data management untuk Gojek. Sedang mencari perusahaan teknologi startup yang bergerak di bidang Financial Technology untuk mengembangkan aplikasi dan software bisnis.📚 Bacaan Lanjutan:10 Contoh Deskripsi Diri Menarik yang Disukai Rekruter 3. Programmer Skills / Keterampilan untuk ProgrammerSalah satu hal yang wajib dituliskan pada CV programmer adalah keterampilan yang dimiliki oleh software developer atau staff IT. Kolom ini merupakan kolom yang paling diperhatikan oleh rekruter untuk mengetahui apakah bahasa pemrograman yang kamu bisa sesuai dengan yang mereka cari.Menurutenhancv.com, bahasa pemrograman yang paling banyak dicantumkan pada CV adalah JavaScript, C#, SQL, HTML dan C++. Keterampilan yang dibutuhkan seorang software engineer dibagi menjadi dua kelompok, yaitu hard skill atau keterampilan akademis dan soft skill atau keterampilan non akademis.✏️ Contoh hard skills pada CV Programmer:Data StructuresWeb DevelopmentMachine LearningInformation Systems ManagementApp DevelopmentData Analysis✏️ Contoh soft skills pada CV Programmer:Critical ThinkingLeadershipCollaborationAttention to DetailProblem SolvingCreativityIngin mengecek kemampuanmu dalam bahasa pemrograman? Yuk ikuti coding test dari Cake. Gratis!Ikuti Tes4. Pengalaman Kerja menjadi ProgrammerSelanjutnya bagian yang tidak kalah pentingnya dari bagian skill, yaitu bagian pengalaman bekerja. Pada umumnya, saat mencari seorang software engineer atau programmer, perusahaan ingin mencari kandidat yang memiliki pengalaman sebelumnya. Kolom inilah menjadi bagian yang tepat untuk memamerkan pengalaman coding yang kamu miliki. Contoh pengalaman bekerja pada CV Bidang IT/ Programmer: Java Programmer PT. Karya Anak Bangsa | 2015-2020 Jakarta, Indonesia Mengatasi debug dan merapkan solusi baru untuk softwareMeningkatkan efektivitas operasional sehingga menurunkan biaya operasional sebesar 20%Merancang dan menguji 5 program baru per tahunnya 5. Riwayat Pendidikan seorang ProgrammerKebanyakan orang yang ingin jadi programmer akan mengambil jurusan komputer seperti teknik informasi, sistem informasi, computer science, computer engineering ataupun software engineer. Jika mengambil jurusan yang relevan dengan pekerjaan programmer, tentunya sangat relevan dan wajib di tulis pada daftar riwayat hidup.Namun, jika mengambil pendidikan di luar jurusan komputer, kalian juga bisa menyertakan kelas yang berhubungan dengan programmingpada riwayat pendidikan.Informasi lainnya yang dapat ditambahkan seperti:Kelas yang relevan dengan jurusan komputerIPK/ GPAResearch Paper/ ThesisProjek Contoh riwayat pendidikan di CV programmer: Sarjana Ilmu Komputer, Universitas Indonesia | 2008-2012 IPK 3.4/4 Master of Computer Science, Natonal Taiwan University | 2012-2014 IPK 3.85/4 Research Paper:Role ofhuman-computer interaction Tips Membuat CV Programmer Meski Tanpa Pengalaman BekerjaKalau belum memiliki pengalaman bekerja, apakah bisa menjadi seorang programmer?Ini dia 4 tips agar bisa membuat CV programmer kamu dilirik oleh rekruter meski tanpa pengalaman bekerja sebelumnya. 1. Buat Portfolio Programmer Pada umumnya, para programmer memiliki projek personal untuk mencoba dan mengaplikasikan pengetahuannya di dunia coding.Contohnya seperti membuat webpage atau aplikasi sendiri. Publikasikan hasil karyamu di internet untuk menarik perhatian dan mendapatkanrecognition.Buat portofolio programmer kamu dengan Cake portofolio builder, Gratis tanpa batas!🎉Buat Portofolio 2. Cantumkan Sertifikat Pembelajaran Jika pernah mengambil online course yang berhubungan dengan bahasa pemgrograman, analisis data maupun machine learning, tambahkan kolom sertifikat pada CV. Hal ini akan menjadi nilai plus dan membuktikan kemampuan coding yang dimiliki. 3. Pilih Format CV Programmer yang tepat Terdapat 3 format lamaran kerja untuk melamar kerja. Pada umumnya, CV lamaran kerja menggunakan format kronologi, yang menempatkan pengalaman terakhir pada kolom paling atas. Namun, untuk seorang programmer, dapat menggunakan format CV fungsional, yang lebih menonjolkan skill dan kemampuan yang dimiliki oleh software engineer di CV. 4. Gunakan Desain dan Layout CV Programmer yang cocok Saat membuat CV Programmer, gunakan desain yang simple dan sederhana. Jangan menggunakan warna yang terlalu mencolok yang akan mengalihkan perhatian rekruter. Jangan lupa untuk menyimpan atau download CV programmer dalam bentuk PDF sehingga dapat dibaca oleh mesin ATS. 5. Mengikuti Hackathon/ Internship Hackathon adalah acara yang menumpulkan para software engineers, UI desainer, para programmer untuk mengembangkan kemampuan programming mereka. Hackathon berfokus pada kolaborasi, pemecahan masalah dan bekerja sama. Selain itu, mencari pekerjaan magang sebagai programmer juga dapat membantu kamu menerapkan dan mengasah kemampuan codingmu! Dengan adanya pengalaman internship, pastinya mencari kerja menjadi programmer akan lebih mudah. Cake adalah CV online gratis yang menyediakan template CV ATS friendly untuk membuat CV Programmer. Ayo buat CV lamaran kerja programmer sekarang!🎉Buat CVContoh CV Programmer (+Template)Sehabis membaca seluruh tips dan cara membuat CV programmer yang baik dan benar, yuk lihat contoh CV programmer bahasa Indonesia dan CV IT Bahasa Inggris dibawah sebagai referensi.1. Contoh CV Software Engineer (Full Stack Developer)Zaman sekarang, CV tidak hanya berupa text, tapi dengan CV online, kamu bisa buat CV lebih interaktif dengan menambahkan gambar, foto ataupun video. Dengan begini, CV lamaran kerja programmer kamu akan tampil lebih baik dimata HRD.Buat CV di Cake (Pembuat CV Online Gratis)Contoh CV Programmer - Dibuat di Cake2. Contoh CV Software Developer (Java) Contoh CV Java Programmer - Dibuat di Cake 3. Contoh CV Lamaran Kerja IT (Database Administrator) Contoh CV Database Administrator - Dibuat oleh Cake4. Contoh CV Programmer Profesional Bahasa Inggris Dibuat di Cake - Klik untuk unduh template CV ini5. Contoh CV IT Programmer Fresh Graduate Contoh CV Jurusan Teknik Informatika Fresh Graduate - Dibuat di Cake6. Contoh CV Programmer MenarikContoh CV Data Scientist - Dibuat di CakeIngin CV IT Programmer menarik seperti contoh diatas? Pakai Cake! Tersedia 50+ template CV yang bisa didownload secara PDF gratis!🎉Buat CVCake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal Cake.
Career Development
Jul 1st 2022

How to Make a Difference with Internship Reports (+ Samples)

Created by CakeIn this article, we’ll cover: What is an internship report?How to write an internship reportTips on writing an informative internship reportInternships provide students with an opportunity to gain work experience in their chosen field and to develop professional skills. When you finish your internship, one of the things you’ll probably need to do is to write an internship report. It sums up everything you did during your internship. Whether you’re required to submit one or not, writing an internship report is a good idea. For a start, employers can use internship reports to get insight into how their internship program is working and to identify areas for improvement. If you decide to share your experience, it will be a valuable asset for future students or professionals who are looking to do an internship. Most importantly, the process of writing a report can help you to crystallize your thoughts and reflect on the internship experience. Moreover, it will come in handy for you when you need to write a resume and detail the skills and achievements you’ve gained and reached during your internship. In this article, we'll provide tips on how to write a good internship report and give examples of different types of reports. Let's get started! What is an internship report?If you're interning, you might be wondering what an internship report is and why you should bother writing one. Essentially, an internship report is a document that summarizes your internship experience. It can take many different forms, but most internship reports will include information about your responsibilities, what you learned, and how the internship has helped you develop professionally. There are many different formats for internship reports, so it's important to check with your employer to see what they expect. However, most internship reports will generally follow a similar structure. Let's talk about the most common types of internship reports: 📝 internship logbook What is an internship logbook? An internship logbook is a daily or weekly record of your internship experience. It's a way to document your activities, reflect on your learning, and communicate with your supervisor. Purpose: It can be used to track your hours, tasks and responsibilities, and help you reflect on your progress and learning. Format: This type of internship report usually takes the form of a journal or diary. 📝 internship weekly report What is an internship weekly report? An internship weekly report is a summary of your activities and accomplishments for the week. It's a way to keep your supervisor updated on your progress and to reflect on your learning. Purpose: Weekly reports are a way to communicate with your supervisor, reflect on your learning, and set goals for the remainder of your internship. Format: Weekly reports are typically brief (one to two pages) and can be emailed or presented in person. 📝 internship project report What is an internship project report? An internship project report is a more in-depth document that focuses on a specific project or task that you worked on during your internship. It's a way to document your work, reflect on your learning, and show your employer what you accomplished. Purpose: Aside from documenting the details of the project that you worked on and what you learned, internship project reports can also be used to demonstrate your skills and abilities to potential employers in the future. Format: Internship project reports can vary in length depending on the scope of the project and your responsibilities, but they are typically longer than other types of internship reports (five to ten pages). 📝 internship final report What is an internship final report? An internship final report is a comprehensive document that summarizes your entire internship experience. It's a way to reflect on your time as an intern and demonstrate what you have learned. Purpose: Internship final reports are typically used for assessment purposes by your employer. They can also be used as a tool for reflection, to help you identify your strengths and weaknesses, and to set goals for your future career. Format: Internship final reports are very detailed and are typically longer than other types of internship reports (10 pages or more). They usually take the form of a research paper. How to write an internship reportNo matter the type of internship report, a full-length final report or a project report, you're working on, here are 6 steps to follow to ensure that your report is professional and well-written:Start with a title page.Add special acknowledgements (optional).Create a table of contents.Provide information about the company.Explain your role and responsibilities.Reflect on skills you’ve acquired and things you’ve learned.Write a conclusion. 🖋 Start with a title page. It is important to include a title page for your internship report because it will be the first page that your employer or supervisor sees, and this page helps them keep track of all the internship reports they have to read. The title page should include your name, the name of your internship employer, the dates of your internship, and the title of your report. For a summer internship report, it may look like this: John SmithABC Company |Department: MarketingReport Title: Summer 2020 Marketing Internship ReportInternship Date: June 15 - August 15Report Date: September 15 🖋 Add special acknowledgements (optional). The next step is to add special acknowledgments to your internship report, if you have any. For example, if you worked on a project with a team of people, you may want to thank them for their help. If you want to thank your supervisor for their guidance, you can do so here in your internship training report as well. 🖋 Create a table of contents. Including a table of contents helps your employer or supervisor easily navigate your internship report. For example, a table of contents for an MBA internship report would list all of the sections and subsections of your report, as well as the page number where each section can be found. It may look like this: MBA Internship Report Table of Contents I. Introduction to the MBA Internship Program ............................. 3 II. Description of the Company and Department .................. 5 III. Learning Objectives and Goals ....................................... 6 IV. Description of Projects Worked on During Internship ........ 7 V. Reflection on Internship Experience ............................. 11 VI. Conclusion ........................................................................... 13 VII. Recommendations .......................................................... 14 🖋Provide information about the company. In this section of the internship report, you will want to provide an overview of the company you interned with to help your employer or supervisor understand the context of your internship experience. This may include information about the company's history, mission, and values. If you're working on an industrial training report, for example, you might want to include information about the company's products and services, as well as its market share. 🖋 Explain your role and responsibilities. After you have given some background information on the company, you will want to explain your role and responsibilities during your internship. This may include a description of your daily tasks, as well as any special projects you worked on. Let's say you've completed a summer internship program as an accounting student, in this part of your internship report, you could write something like this: As an intern in the accounting department, my daily tasks included assisting with the month-end close process, preparing journal entries, and reconciling bank statements. I also had the opportunity to work on special projects, such as helping to implement a new accounting software system. 🖋 Reflect on skills you’ve acquired and things you’ve learned. This is arguably the most important section of your internship report because it shows your employer or supervisor what you have learned during your internship. In this section, you can reflect on the skills you have acquired and the knowledge you have gained. If you've written weekly progress reports or work logs throughout your internship, you can refer back to these to help you write this section. 🖋 Write a conclusion. The conclusion of your internship report is where you summarize your experience and reflect on what you have learned. This is also a good place to thank your employer or supervisor for the opportunity to intern with their company. If you have any recommendations for the company, such as ways to improve the internship program, you can also include them in the conclusion of your report. Tips on writing an informative internship reportNow that you have an idea of how to structure your internship report, let's look at some tips on how to write an informative internship report. ✅ Add page numbers. Structures and formats may vary from company to company, but in general, it is a good idea to add page numbers to your internship report along with the table of contents at the beginning. This will make it easier for your employer or supervisor to find the information they are looking for. ✅ Include proper citations. If you use any sources outside of your personal experience to write your internship report, be sure to include proper citations. This may include websites, books, or articles you used as research. ✅ Include an appendix section. If you have any photos, materials you produced, or proof of your achievements from your internship, be sure to include them in an appendix section at the end of your report. The appendix section of your internship report can include, but is not limited to, photos, materials you produce, proof of your achievements, etc. The visual presentation of your accomplishments helps your employer or supervisor to properly assess your ability and make them more likely to write a positive recommendation letter for you. ✅ Consider using visuals to illustrate your points. If you have any data or statistics to include in your internship report, consider using graphs, charts, or images to illustrate your points. This will make your report more visually appealing and easier to understand. ✅ Edit and proofread your work. Before you submit your internship report, be sure to edit and proofread your work. This will help to ensure that your report is clear and free of any errors. If possible, ask a friend or family member to read through your report as well.🔑 Key Takeaways:In this article, we've given you an overview of the different types of internship reports including internship logbook, internship weekly report, internship project report and internship final report.We've also provided actionable steps to help you structure your report, as well as tips on how to write an informative internship report. By following these steps, you can be sure to create a report that will make a difference in your career! With Cake, you can easily create a resume online, free download your resume in PDF, and utilize ATS-compliant templates to create a resume. Land your dream job, create your resume online (free download) now!Create resume--- Originally written by Candy Ho ---
Career Planning
Dec 30th 2024

Navigating Career Paths: A Clear Guide to Apprenticeship vs Internship

A major paradox in landing your first job is that entry-level positions often require experience. If you’re in college, have a recent college graduate, or are looking to switch careers, you should consider an internship or apprenticeship. You might think of these two options as interchangeable, but they’re quite different.Table of Contents What Are the Differences Between an Apprenticeship and an Internship? The Importance of Internship and Apprenticeship Programs What Are the Job Prospects for Interns and Apprentices? Why Internships Are More Common and What That Means for Job Seekers Which is Better for me, an Internship or an Apprenticeship? Conclusion What are the differences between an Apprenticeship and an Internship? What Internships Are Like? Internships are the most common way to gain experience within an industry. College students often hear about them from peers and professors, and job sites like Cake, LinkedIn, and Indeed frequently list opportunities as "internships." Internships typically involve working for a company for three to four months. Many students complete an internship over the summer, but you can also undertake one during a semester. As an intern, you'll be taught how to perform basic tasks, and you'll often work on a small project. Internships are small investments for companies, so while you do learn from them, the experience isn’t intensive. You'll still need to develop many of your skills on your own. Interns don't require any special licenses or recognition at the end of their internship. You may receive a work reference from your advisor, but you won't be considered a credentialed worker.📚 Further reading: Perfect Internship Cover Letter to Start Your Career [+ Examples Tips] What Apprenticeships Are Like? Apprenticeships typically last 4-5 years. By the end of an apprenticeship, you’ll be experienced in your field and ready to contribute to a company immediately. Due to the investment a company makes in its apprentices, the company that trained you will likely want to hire you at the end of your apprenticeship. Landing an apprenticeship is a direct path to full employment. Apprenticeships are focused on shaping you into a productive worker. As an apprentice, you’ll receive classroom instruction and hands-on experience. You’ll likely work closely with a mentor, learning your craft from someone more experienced. After completing an apprenticeship, many individuals become nationally accredited within their field. Apprenticeships are harder to find than internships, but they offer more security. Most apprentices receive a salary, meaning they’ve already started their desired career path.📚 Further reading: A Complete Guide to Nailing Your Apprenticeship Cover Letter (Samples and Tips) Here are your key takeaways:Internships are usually short-term commitments, while apprenticeships are multi-year.In an internship, you typically take on smaller tasks, whereas in an apprenticeship, you work under the direct tutelage of a mentor.Both can count for college credits, but internships are more commonly associated with this, while apprenticeships focus more on earnings and skill-building.Interns often earn little or no money in most industries, unlike apprentices, who usually make a livable wage.While both are educational, internships provide exposure to an industry, whereas apprenticeships aim to make you a skilled asset for your mentor.Internships are far more numerous and easier to find than apprenticeships. The Importance of Internship and Apprenticeship Programs One of the biggest mistakes that college students make is treating college like High School. Many college students have the mindset of thinking that they’ll only go to class and get good grades, and the rest will figure themselves out. However, college should be used to build up your resume, portfolio, and skills. Both internships and apprenticeships give you experience. For those without any work experience, you’ll quickly learn the difference between doing class work and doing work in an office environment. You’ll also grow and mature through your internship and apprenticeship. In an apprenticeship program and internship program, you’ll witness things like comrades, mentorship, politics, productivity, and conduct. When in a proper work environment, you’ll connect with your colleagues or clients. Similar to how college can be useful for networking, the same is said with internships and apprenticeships. Making connections with people within the industry, you want to break into is one of the most effective ways to get your first job. While interns are stereotyped as people who grab coffee and make copies, a serious internship program will teach you at least a couple of practical skills you can use for the rest of your life. Apprenticeships are even more intensive, and you’ll likely have a fully functional skillset at the end of it. Remember, internships and apprenticeships are not fully theoretical like college classes; they are practical and designed to get you into a chosen field. Internships and apprenticeships also won’t make you fall behind in your grades. They offer the same or more credits than a typical course and are usually not difficult to get a good grade in, giving little downside to obtaining them. Engaging in an internship or apprenticeship once per year will make you way more competitive in the job market than people who didn’t try to get hands-on experience. Both apprenticeships and internships are forms of education, but they have different priorities when it comes to learning. Due to their skill-intensive nature, apprenticeships include classroom training dedicated to enhancing technical abilities. Apprentices spend at least six hours per week formally developing their skills in a classroom setting and applying what they’ve learned outside of class. Interns, on the other hand, are not expected to become highly skilled employees for their company. A big difference between an apprenticeship and an internship is that there are no formal classroom components for internships, and interns are usually not expected to learn anything highly technical during their time. However, good internship programs and companies will often expose interns to training sessions, workshops, and online courses so that they can still develop their skills at their own pace. What Are the Job Prospects for Interns and Apprentices? For those interested in internships, it’s important to have realistic expectations about what will happen once your internship is complete. While many people do get hired by the company they interned for, this is not the case for most. Internships should not primarily be seen as a direct path to full-time employment with a specific company, but rather as a resume builder and a method of networking. Additionally, because internships are relatively low investment, they provide perfect exposure to careers and industries you are curious about pursuing. On the other hand, apprenticeships can be viewed more as a job. A couple of years into an apprenticeship, you may already begin to identify yourself as a professional in your trade. Apprenticeships usually exist for highly technical jobs, so by the time you complete one, you will already be established in your target industry. Because companies invest years in developing their apprentices, they are highly inclined to hire you as a full-time employee. An apprentice can expect to have a full-time job at the end of their apprenticeship, along with a higher job title and salary. Internships may involve some mentorship and training, but it is often less intense and less structured. Why Internships Are More Common and What That Means for Job Seekers Industries that have a large demand for highly technical workers often use apprenticeships as a way to gain new talent. This is one of the reasons why trades have so many apprenticeship opportunities. It is difficult to learn how to be an electrician solely through academic learning, so it makes sense for a company to take a vested interest in your education. This becomes the primary way for them to develop skilled employees. However, most jobs are not that highly specialized, which gives companies less incentive to dedicate resources to apprenticeships. This is why internships are much more common. Companies can still find talent to hire full-time through internships, but that’s not their primary purpose or expectation. While apprenticeships are usually associated with trades, more companies in a wider variety of industries are adopting the apprenticeship model. Though still not the norm, in recent years there are is a growing presence of apprenticeship programs in software, information technology, engineering, and finance. Interns and apprentices have varied levels of commitment, which means their responsibilities and expectations are drastically different. Interns come from diverse backgrounds, and their career progression is less defined. As a result, they are not expected to be highly skilled during their internship. Interns usually handle low-level tasks, either individually or as part of a larger group project. The specific tasks assigned will vary and are likely based on the intern’s education and experience up to that point. In contrast, apprenticeships are more rigid and structured. Apprentices follow a clear path with little variation, which means they are held to high-performance standards. They are trained to develop specific, highly technical skills with minimal customization involved. By the end of their apprenticeship, apprentices become nearly interchangeable with experienced workers as they take on higher responsibilities to match their improved skill set. Let's look at the pros and cons of both programs! InternshipProsRelatively easy to findConvenient for earning college creditsShort-term commitmentProvides practical experience and exposure to an industry or jobOffers networking opportunities within the companyHigh likelihood of being invited to seminars, workshops, and networking eventsMore flexibility with your time and easier to switch companies or jobsConsDifficult to find a paid internship and even harder to find one that pays wellShort duration limits the opportunity to take on more responsibilitiesLimited development of your skillsCompanies are not particularly likely to hire you as a full-time employee afterwardDoesn’t give a linear clear career path ApprenticeshipsProsProvides high-level training in practical and in-demand skillsOffers a salary that generally exceeds that of part-time workers and internsHigh likelihood of being hired as a full-time employee by the companyLeads to industry-recognized credentials, making it easier to find employmentLong-term commitment means you don't have to spend time searching for new opportunitiesConsDifficult to find in many industriesTraining can be very intensive, and some fields may be physically or mentally exhaustingLong-term commitment limits opportunities to explore other career pathsFocused technical skills development may leave less time for diversifying your skillsHighly specialized skills and the pressure to stay with one company can make you feel stuck Which is Better for me, an Internship or an Apprenticeship? Both internships and apprenticeships are excellent options for gaining experience and entering the workforce. However, when choosing between them, consider several key factors. If you aspire to work in a specific trade or highly technical industries, an apprenticeship may be more suitable. On the other hand, if your career goals are broader and you’re open to exploring different fields, an internship might be a better fit. Your financial situation can also play a significant role. If you need to support yourself or your family, an apprenticeship offers a salary, while internships often pay very little or nothing at all despite their short-term commitment. Lastly, consider your learning style. Apprenticeships involve intensive training and direct mentorship, which can be demanding. If you prefer more flexibility and less micromanagement, an internship may provide a better fit while still offering valuable work experience. Both internships and apprenticeships are valuable forms of education, but it’s important to be proactive in your career development. Don’t just show up for work—aim to become a smarter, more skilled, and resourceful person by the end of your educational journey. Here are some tips to make the most out of your internship or apprenticeship: Build relationships: Network with your colleagues, clients, mentors, and other professionals.Ask questions: Challenge yourself with unfamiliar projects, seek clarification when needed, and use feedback for self-improvement.Set goals: Aim to achieve realistic milestones within set timelines.Reflect: Regularly review your progress, assess any areas where you haven’t advanced, and consider how you can address these issues to move forward. Conclusion Apprenticeships and internships serve different purposes, but both are valuable ways to start a career. Compared to recent graduates who only completed coursework, participating in an internship or apprenticeship provides a significant advantage. Evaluating whether an apprenticeship or internship is right for you is crucial not only for your career prospects but also for demonstrating a thoughtful approach to your career progression. To explore additional ways to make informed decisions about your career, you can read more articles on Cake.Cake is afree resume builderthat allows users to create professional online resumes and portfolios, which can also serve as personal web pages. Its simple and intuitive interface allows users to build their professional online resumes and portfolios and showcase their skills and accomplishments to potential recruiters and employers. Sign up for free!Create a resume— Originally written by Chris Grudge —
Job Search Tips
Jul 22nd 2024

Officer Development Program: Pengertian dan Tips Lolosnya!

Bukan rahasia lagi bahwa officer development program cukup diminati kalangan fresh graduates. Mengapa demikian? Selain dinilai prestisius dan memiliki benefit yang menggiurkan, karyawan yang menyandang gelar officer development program ini diproyeksikan menjadi pimpinan atau posisi manajerial dalam perusahaan. Tak heran bila jenjang karir ODP sangat menjanjikan kedepannya. Officer development program sering dijumpai dalam perekrutan perusahaan perbankan baik BUMN maupun swasta di Indonesia. Apabila dilihat dari konsepnya, ODP bank ini konsepnya mirip dengan program Management Trainee (MT) untuk beberapa perusahaan besar. Namun, apa perbedaan ODP bank dengan program MT? Nah, bagimu yang tertarik untuk membidik jenjang karir ODP di perusahaan perbankan di Indonesia, kali ini Cake mengupas tuntas apa itu officer development program. Tetap stay tuned, ya! Daftar isi: Apa itu Officer Development Program? Jenis Pelatihan Officer Development Program Apa Saja yang Perlu Disiapkan untuk Mendaftar ODP Bank? Tips Lolos Seleksi Officer Development Program Apa itu Officer Development Program? Officer development program adalah sebuah program rekrutmen yang memberikan pelatihan-pelatihan khusus kepada karyawan untuk memenuhi kualifikasi perusahaan dalam bekerja. Para karyawan bisa memahami secara mendalam seluk beluk tugas dan pekerjaan dalam perusahaan perbankan yang dilamar. Setelah pelatihan selama 1-2 tahun selesai, para karyawan mulai diproyeksikan untuk mengisi beberapa jabatan strategis atau posisi manajerial. Pada umumnya officer development program ini dikhususkan untuk fresh graduates atau lulusan yang memiliki pengalaman kerja kurang dari 2 tahun yang belum memiliki keterampilan khusus. Salah satu keuntungan dari development program adalah karyawan bisa belajar untuk menjadi profesional dan mendapat bayaran setiap bulannya. Sehingga cukup berbeda dengan program magang atau internship yang ditawarkan oleh perusahaan lain. Menarik, bukan? Terlintas pertanyaan,Apakah officer development program (ODP) dan program management trainee (MT) sama? Bisa dikatakan kedua program ini hampir sama dimana karyawan mendapatkan berbagai pelatihan terlebih dahulu sebelum menempati posisi pekerjaan. Perbedaannya adalah officer development program dilakukan untuk perusahaan perbankan atau sering dikenal dengan ODP bank. Di Indonesia sendiri beberapa bank BUMN ternama menyelenggarakan rekrutmen officer development program setiap tahunnya, seperti contoh ODP Bank Mandiri dan ODP BNI yang tak pernah sepi peminat.Selain ikut ODP, apakah kamu juga tertarik ikut program MT?Yuk, daftarkan diri kamu ke program Management Trainee 2024 oleh Cake sekarang juga!Daftar Sekarang📚 Baca juga:Apa itu Management Trainee: Pengertian, Tugas, Gaji, dan Keuntungan! Jenis Pelatihan Officer Development Program Setelah mengetahui apa itu program officer development, saatnya Cake menjelaskan jenis pelatihan untuk officer development program. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pada umumnya pelaksanaan ODP bank dilakukan sekitar 1-2 tahun. Selama masa pelatihan ODP bank, terdapat dua macam pelatihan, yaitu: Classical officer development programOn the job training officer development Untuk lebih jelasnya langsung simak dibawah ini! 1. Classical Officer Development Program Pelatihan klasik untuk officer development program biasanya dilakukan dalam sebuah kelas atau dikenal dengan in-class training. Selama di kelas, para karyawan akan mendapatkan materi pengenalan seputar visi dan misi perusahaan serta budaya perusahaan. Disisi lain, karyawan juga akan mendapatkan beberapa pelatihan soft skill yang menunjang kinerja setelah ditempatkan pada posisi mereka. Pelatihan soft skill antara lain: KepemimpinanKemampuan negosiasiManajemen waktuBerbicara di depan umum, dan lain-lain. Untuk pemateri biasanya didatangkan dari lembaga atau seseorang yang sudah ahli di bidangnya agar karyawan mendapatkan pelatihan yang berkualitas. 2. On the Job Training Officer Development Program Setelah menyelesaikan in-class training, karyawan officer development program akan melakukan on the job training atau dikenal dengan OJT. Untuk OJT karyawan akan terjun langsung ke posisi yang dilamar untuk bisa menjalani pekerjaan secara nyata. Tentunya karyawan bisa mengimplementasikan ilmu-ilmu yang didapatkan saat in-class training secara nyata. Disisi lain, karyawan akan mempraktekan pekerjaan operasional dan berkoordinasi dengan co-worker secara nyata di lapangan. Pastinya mereka akan mendapatkan pendampingan dari mentor yang ditunjuk.Apa Saja yang Perlu Disiapkan untuk Mendaftar ODP Bank? 1. Menyelesaikan Pendidikan Sarjana Persyaratan paling dasar untuk mendaftar officer development program adalah telah menempuh pendidikan minimal S1. Namun ada beberapa rekrutmen ODP bank yang menerima lulusan S2 dengan persyaratan tertentu.💡 Catatan:Perlu diingat bahwa mahasiswa yang belum lulus atau mahasiswa magang tidak bisa mendaftar officer development program. Hal itu disebabkan karena pelatihan ODP bank memakan waktu yang lama dengan jadwal yang sangat padat, dimana akan sulit dilakukan oleh mahasiswa yang masih menempuh studi. 2. Memiliki Kemampuan yang Dibutuhkan Setiap perusahaan perbankan di Indonesia memiliki persyaratan dan kualifikasi calon karyawan sesuai dengan kebutuhan posisi yang dibuka. Sehingga calon karyawan harus jeli untuk membaca setiap persyaratan agar memenuhi kualifikasinya. Pada umumnya persyaratan ODP bank antara lain: Lulusan sarjanaMemiliki sertifikasi bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTSBatasan usia maksimal tertentu. 3. Melengkapi Persyaratan Administrasi Tentunya dalam rekrutmen officer development program dibutuhkan beberapa berkas sebagai persyaratan administratif. Pastikan untuk melengkapi persyaratan administrasi yang sudah ditentukan oleh perusahaan perbankan. Apabila ada satu dokumen yang tidak lengkap, maka besar kemungkinan akan gugur di seleksi awal. Untuk itu perlu cross and check persyaratan administrasi sebelum memasukan aplikasi rekrutmen ODP bank. 4. Berkomitmen dalam Menjalani Program Bisa dikatakan komitmen adalah hal yang paling penting sebelum mendaftarkan diri pada ODP bank. Mengapa demikian? Seperti yang kita ketahui bahwa officer development program ini memiliki banyak aturan yang mengikat dan harus dipatuhi. Seperti contoh, pelatihan officer development program memakan waktu yang cukup lama, pada umumnya 1-2 tahun. Disisi lain terdapat syarat ikatan dinas selama 5 tahun dan bersedia tidak menikah selama menjalani ikatan dinas.💡 Catatan:Officer development program ini terdapat sanksi pinalti dalam jumlah tertentu apabila karyawan berhenti dari program tersebut sebelum durasi selesai. Nah, dengan konsekuensi tersebut, apakah sudah siap berkomitmen untuk menjalani officer development program?Tips Lolos Seleksi Officer Development Program 1. Riset Perusahaan Setiap perusahaan perbankan memiliki officer development program masing-masing. Nah, sebelum melamar pastikan riset perusahaan terlebih dahulu. Mengapa? Karena kamu perlu memastikan apakah kualifikasi ODP bank ini sesuai dengan kemampuanmu atau tidak. Sehingga tidak ada penyesalan ketika memilih officer development program. Salah satunya adalah mempertimbangkan kebijakan-kebijakannya seperti ikatan dinas selama menjalani pelatihan officer development program. 2. Buat CV Menarik CV yang menarik adalah kunci yang paling penting saat melamar officer development program pada perusahaan perbankan. Pasalnya CV adalah sebuah ringkasan mengenai kemampuan dan kualifikasi kamu untuk dilirik oleh rekruter. Nah, bagaimana membuat CV menarik untuk melamar officer development program? Simak tips dari Cake dibawah ini! Pahami job desk officer development program:Pertama-tama, sebelum membuat CV untuk melamar ODP bank kamu harus memahami tugas officer development program. Ketika kamu mengetahui job desk officer development program secara mendetail, setidaknya kamu memiliki gambaran yang tepat untuk mendesain CV. Seperti informasi, skill atau pengalaman yang relevan untuk ditonjolkan dalam CV. Tonjolkan skill yang relevan: Saat membuat CV jangan lupa untuk menonjolkan skill yang relevan untuk posisi officer development program. Skill pada CV bisa menunjukan keunikan kamu dibanding dengan kandidat lain. Skill ini bisa dibagi menjadi dua, yaitu soft skill dan hard skill. Hard skill merupakan keterampilan teknis yang bisa dipelajari dan dilatih, sedangkan soft skill merupakan kemampuan interpersonal yang membentuk cara bekerja. Pengalaman organisasi/magang/kerja dan prestasi:Pengalaman organisasi, magang, dan bekerja menjadi tolak ukur bagaimana cara bekerja kamu untuk mencapai gol atau kemampuan memecahkan masalah. Pastikan cantumkan pencapaian dari pengalaman-pengalaman sebelumnya untuk menunjukan kinerja kamu dalam akukan pencapaian yang lebih baik dari target yang ditentukan.Contoh CV Officer Development Program - Dibuat di Cake📚 Baca juga:20+ Contoh CV Lamaran Kerja yang Menarik dan Cara Membuatnya!3. Datang Ke Job Fair Offline dan Online Datang ke job fair atau bursa kerja bisa menjadi pilihan untukmu dalam melamar officer development program. Tidak jarang perusahaan perbankan BUMN dan swasta turut membuka rekrutmen ODP bank dalam acara job fair, sehingga pengunjung bisa menyebarkan CV saat acara berlangsung.Kamu juga bisa ikutan Virtual Career Fair yang diadakan oleh Cake setiap tahunnya secara online, lho! 📚 Baca juga:9 Manfaat Networking Dalam Karier dan Cara Membangunnya! 4. Persiapkan Diri untuk Tes Tulis, FGD, dan Interview Pada umumnya setelah lolos seleksi berkas, langkah selanjutnya adalah seleksi tes tertulis, Focus Group Discussion (FGD) dan interview. Tahap Tes Tertulis Dalam tes tertulis, peserta akan dihadapkan dengan: Tes psikotesTes kemampuan bahasa InggrisTes pengetahuan perbankan Untuk menghadapi tes tertulis, kamu bisa melakukan latihan soal dari bank soal di buku atau dari internet. Dengan latihan soal akan membuatmu terbiasa untuk memecahkan soal-soal yang muncul dalam tes tertulis. Tahap FGD Untuk FGD kamu bisa melatihnya dengan berpikir kritis dan analitis serta kemampuan public speaking. Kamu pun harus memahami bahwa dalam FGD ini bukan hanya memaksakan pendapatmu, akan tetapi juga mempertimbangkan pendapat orang lain untuk mencapai solusi bersama. Akan lebih baik jika kamu membaca isu-isu perbankan terkini untuk menambah wawasan kamu dalam FGD. Tahap Interview Last but not least, persiapan interview sangatlah krusial untuk menentukan apakah kamu lolos sebagai calon karyawan ODP bank atau tidak. Maka dari itu akan lebih baik untuk mempelajari seluk beluk perusahaan bank yang dilamar, tugas odp dalam perbankan secara umum, hingga deskripsi pekerjaan officer development program yang kamu lamar. Nah, Cake sudah mengupas tuntas apa itu officer development program. Pastinya kamu sudah lebih siap melamar officer development program dan siap memulai jenjang karir ODP di masa depan. Jangan lupa persiapkan CV terbaikmu untuk melamar officer development program di perusahaan perbankan terbaik!Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake.Belum punya CV keren untuk melamar kerja? Cake merupakan CV Builder ATS-friendly dengan 50+ template keren yang bisa kamu download secara gratis! Yuk, coba sekarang juga! 🎉Buat CV --- Ditulis oleh Talitha Edrea ---
Cover Letter
Jul 22nd 2021

Perfect Internship Cover Letter to Start Your Career [+ Examples & Tips]

You'll learn how to:Example of cover letter for internshipsWhat to include in a cover letter for an internship applicationTips on how to write a good cover letter for different internshipsHow to write a cover letter for an internship with no experienceCover Letter Template for Internships A cover letter for an internship position is an additional feature to pair with your resume. This allow you to explain what made you apply for the intern role, why you chose this intern position, and how you are a fit for this internship. As a student applying for a new internship position, you will find that incorporating a student internship application letter (also known as an internship cover letter, motivational letter, letter of interest, etc.) provides you the advantage to explain further the materials covered within your resume and how you are individually suitable for the internship role. While writing a cover letter for an internship might seem tricky, our step-by-step guide below will lead you to a successful pathway to your dream intern position.Example of cover letter for internshipsOur example of an application letter for internships can give you an idea of what an employer will expect to see within yours. While this is a sample of a cover letter for a business internship, you will later find out how to form your internship application letter for the right field. Jane Fray 263-273-8445 [email protected] 325 Morris Ave. New York, NY 1000402/20/2025 Dear Mrs. Fond My name is Jane and I am interested in joining the business internship program here at Wharton. As an avid business management graduate, I am dedicated to learning more from a top business company. I believe that with my strong passion and a solid background within business methods, I can effectively contribute to the growth and development of Wharton’s service. Previously, during my years as a business graduate, I was the President of the Business Analytics Club. As the President, I was able to inspire other business-major students into learning more about business analytics. I hosted monthly educational, yet entertaining events about business analyst programs for our members and enhanced our membership sales by 25%. With my effective communication and love for business analytics, I also gained the opportunity for our club to receive sponsors from well-known companies around the nation. Not only was I able to spread the word about business analytics but also able to gain acknowledgment and connections within the business industries. Thank you very much for your time and consideration of me. I hope to gain the opportunity to work with Wharton as a business intern. Feel free to reach out to me at 263-273-8445 or [email protected] for any questions, and I hope to keep in touch soon. Best,Jane Fray What to include in a cover letter for an internship application Your cover letter applying for an internship, regardless of the field or industry, should contain these 8 essential sections to show the employer your strong suitability.Note:The examples for each section are tailored to a cover letter for a summer internship in sales. 1. Cover Letter Header In every internship application letter, you will want to include at the top of the page your full name, phone number, email address, address followed by the date. Example:Seya Mo263-273-8445 [email protected] 429 Little Ave. New York, NY 1000409/12/2025 2. Salutation Before you introduce yourself in your student internship application letter, you will want to greet the employer with his or her name. If you are unsure of the employer’s name for an internship, you can list it instead as "Dear hiring manager". Example:Dear Mr. Shubert, 3. Opening Kick-off your motivational letter for the internship opportunity by greeting with your name and what you look to accomplish within this letter. Example:My name is Seya and I am interested in joining the summer internship program here at Ford. 4. Key Qualifications Show within the key qualifications section of your letter of motivation for the internship by including your strengths and explaining how these strengths led to accomplishments.Example:During my years as a business graduate with a concentration in sales, I was the President of the Sales Club and a member of the National Sales Team. As the President, I was able to collaborate with the other national sales clubs through my connections in the National Sales team. This allowed our club to receive many interest and sponsorship requests, which helped increase our profitability by 16%. 5. Motivation The motivation section of your letter of interest for the internship is where you will want to elaborate on what grabbed your interest in this intern role or company. Example:As a devoted business sales recent grad, I will be able to share my background techniques in promoting sales and learn more about what a top company sales team can accomplish. I believe that with my strong passion and knowledge in sales and networking, I can effectively enhance the sales team program during the summer internship at Ford. 6. Additional Information Incorporate your other skills and achievements to show that you are the ideal candidate for the spot within your letter to request for that internship. Example:With my commitment to learning more and passion for networking with others, I also reached the opportunity in learning more sales strategies from our club sponsors. Not only was I able to develop our profits for the school’s Sales Club but also gained strong ties and connections with well-known sponsors and companies around the nation. 7. Closing Customize a sincere thank you note to the employer or hiring manager within the closing section of your internship cover letter. Example:Thank you for your time in reviewing my application. I hope to connect with you more to speak further. You can reach me at 263-273-8445 or [email protected] with any questions. 8. Sign-Off Signature Complete your internship cover letter with a professional closing followed by your signature. Example:Best,Seya Mo Tips on how to write a good cover letter for different internshipsmarketing internshipengineering internshipfinance internshipaccountinginternshiplegal internshipCover letter for marketing internshipFrom a digital marketing internship cover letter to a general marketing internship cover letter, the employer will love to see your strong knowledge in social media and communicating with others. 💡Tip:A great way to show that you are perfect for the role is by incorporating your LinkedIn and other relevant sites or references within your cover letter for a marketing internship.Engineering intern cover letterFrom a software engineering internship cover letter to a mechanical engineering cover letter for an internship, there are a variety of engineering positions to enter. Within any field of engineering, there will be technical knowledge and terms that you will need to include.💡Tip:Make sure that you simplify these terms so that your cover letter for the engineering internship is easily understandable for the employer. For instance, in a cover letter for a civil engineering internship, instead of just listing out the abbreviation (ex: GIS), you will want to include the actual phrase as well (geographic information system).Cover letter for a finance internshipAs an entry level with a strong interest in financing, you will want to show your proficiency with numbers. Display that you are skilled in working with digits by featuring numbered achievements from past experiences.For instance, in your cover letter for a finance internship, instead of just stating how you have worked with financial reporting, go further into detail by including your high accuracy rate.Cover letter for an accounting internshipWhen creating a cover letter for an internship in accounting, you will want to portray your abilities with action verbs. 💡Tip:Some action verbs that are well-suited for an accounting internship, as well as a cover letter for an audit internship, include assessed, balanced, budgeted, and forecasted.Legal internship cover letterWithin the legal or law field, you will want to display yourself as professionally as possible. To do so, make sure that your cover letter for a legal internship (or cover letter for a law internship) is written grammatically correct and free of any mistakes. As an aspiring law professional, you will want to show that you are putting 100% effort into your work, especially in your cover letter for the internship in a law firm.How to write a cover letter for an internship with no experienceWhether you are crafting a cover letter for a marketing internship with no experience, a cover letter for an internship in information technology with no experience, or a cover letter for a law internship with no experience, these 3 tips can transform any internship cover letter with no experience.1. Stress on your career objectives. An objective statement within your internship cover letter provides for the employer an idea of what you are seeking to accomplish as well as if you are fit for their end. 2. Highlight relevant educational qualifications, soft skills, and extracurricular activity experiences. For instance, for an engineering internship cover letter with no experience, you will want to emphasize your experience of working on MATLAB and AutoCAD during your time as a grad student, or the projects you have worked on through the Engineering Student Council Team.3. Show your strong understanding of the company. With limited experience, another way for you to show your suitability for the intern position is to prove to the employer that you fit the company culture and vision by including a commonality you have with the company. Cover Letter Template for InternshipsA well-crafted cover letter format for an internship will contain the essential sections and will be around three paragraphs of background information about yourself and past achievements. Below is an internship cover letter template that you can customize to make your own. [Name] [Phone Number][Email Address][Street Name][City, State, Zip][Current Date]Dear [Name of Employer], My name is [Name] and I am interested in joining [Name of Company] as a [Job Title for Internship], as stated on the hiring website. As a [Field of Major] graduate, I am [Description of your attributes and how it relates to the role or company]. I believe that with my [2-3 Skill Sets], I can effectively [What you believe you can accomplish for the company]. Previously, during my years as a [Field of Major] graduate, I was the [Position Title for Extracurricular]. As the [Position Title for Extracurricular], I was able to [1st Achievement]. [Description of what you have accomplished with numbered results]. With my [Additional 2-3 Skill Sets], I also [Another Achievement]. Not only was I able to [1st Achievement] but also able to [2nd Achievement]. Thank you very much for your time and consideration of me. I hope to gain the opportunity to work with [Name of Company] as a [Job Title for Internship]. Feel free to reach out to me at [Phone Number] or [Email Address] for any questions, and I hope to keep in touch soon. Best,[Name] 🔖 By reviewing our internship cover letter examples and the ideal application letter format for an internship, you can develop the perfect internship cover letter fitted to your field of study.--- Originally written by Jessica Sun ---
Resume & CV
Mar 7th 2024

Ingin Jadi Web Designer? Pahami Tugas, Skill, Gaji, dan Caranya!

Desainer web telah menjadi salah satu pekerjaan dalam bidang teknologi yang paling dicari saat ini. Semakin banyak bisnis yang ingin membangun branding dan interaksi dengan customer yang kuat, sehingga membutuhkan profesional yang paham mengenai cara merancang situs web yang efektif dan interaktif. Pada artikel ini, akan dijelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan web designer, apa saja pekerjaan web designer, dan bagaimana cara menjadi web designer di era sekarang ini. Mari kita simak sebagai berikut.Daftar isi: Apa itu Web Designer? Tugas Web Designer SkillWeb Designer (Perancang Web) Prospek Kerja dan Gaji Web Designer Cara Menjadi Web Designer Apa yang Dimaksud dengan Web Designer? Apa itu web designer? Web designer adalah seorang profesional yang bertugas merencanakan, mendesain, dan membuat kode untuk situs internet serta halaman web. Pada umumnya desain situs web menggabungkan antara teks dengan suara, gambar, grafik, hingga klip video. Secara sederhana, tugas seorang desainer web adalah membuat situs atau website terlihat bagus. Mereka menggunakan program desain untuk membuat elemen visual. Perancang situs web biasanya memiliki keahlian dalam merancang interface website (UI) secara strategis yang intuitif dan mudah dinavigasi oleh pengunjung. Berbeda dengan web developer, apabila web designer fokus pada merancang tampilan website, web developer lebih berfokus mengatur mesin di balik berjalannya sebuah website. Namun, kedua pekerjaan ini saling berkesinambungan dan mendukung satu sama lain. 📚 Baca juga: Apa itu UI dan UX? Kenali Perbedaan, Tugas, Gaji, Dll. Tugas Web Designer Sebagai seorang desainer web, kamu dapat bekerja di rumah, baik sebagai karyawan full-time untuk sebuah perusahaan, atau menjadi pekerja lepas (freelance) yang mengerjakan proyek untuk sejumlah klien. Dalam kedua skenario tersebut, pekerjaan desainer web memungkinkan dirimu untuk lembur untuk dapat memenuhi tenggat waktu yang telah disepakati dengan klien Tugas web designer meliputi: Client briefing, dimana desainer bertemu dengan klien untuk mendiskusikan kebutuhan mereka agar menemukan solusi desain yang tepatMemproduksi sampel situs dan update dengan klien untuk setiap proses pembuatan sekaligus perubahan desain yang dilakukanRiset terhadap kebutuhan pengguna website atau user experienceMenguji fungsionalitas dan kegunaan websiteMendemonstrasikan sekaligus, terbuka untuk semua feedback pengguna terhadap websiteMengikuti perkembangan tren desain dan teknologi, perangkat lunak, dan perkembangan aksesibilitasMembantu memberikan saran kepada klien tentang optimasi mesin pencari untuk website merekaMembantu klien dalam penggunaan website setelah website telah diselesaikan Skill Web Designer (Perancang Web) 1. Teori dasar web desain Sebelum merancang website untuk klien-mu, penting untuk mempelajari prinsip-prinsip dasar desain untuk menghasilkan perancangan website yang baik. Berikut adalah beberapa teori desain umum yang mendasar untuk membantumu memulai jalur karir sebagai website designer: Layout Design (desain tata letak): Tata letak (layout) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas desain website. Layout menjadi jalur navigasi yang jelas untuk pengguna menggunakan website dan membantu memprioritaskan elemen website yang paling penting. Oleh karena itu, mempelajari cara kerja tata letak serta memahami efektivitas layout website menjadi sangat penting untuk menghasilkan situs web yang ramah pengguna (user-friendly)Color scheme (skema warna): Menerapkan skema warna yang efektif dapat meningkatkan user experience pada situs web. Apabila desainer web ingin pengguna web fokus pada elemen tertentu pada web, desainer dapat menggunakan warna kontras sebagai focal point atau pembeda dalam situ web. Misalnya, jika situs web memiliki latar belakang gelap, gunakan warna yang lebih terang untuk menekankan konten-kontennya. Contoh lain, jika terdapat konten yang paling ingin disorot oleh pengguna, bisa menggunakan warna teks yang berbeda dari elemen website lainnya untuk konten tersebut.Tipografi: Saat mendesain situs web, pemilihan font sama pentingnya dengan skema warna. Keduanya mewakili identitas bisnis. Idealnya, font situs web harus mudah dibaca dan cocok dengan keseluruhan desain baik background, warna konten, elemen desain, dan tata letak.Antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX): Bagi desainer web, memastikan situs web dapat diakses dan berfungsi adalah hal yang paling penting. Buat elemen UI yang konsisten untuk mendorong interaksi digital yang efektif bagi pengguna dan meningkatkan pengalaman pengguna (UX) 2. UI/UX UI design merupakan desain antarmuka (interface) sebuah website yang meliputi tampilan visual, nuansa, elemen, presentasi konten dan interaktivitas produk dalam website. Antarmuka (interface) pengguna adalah interaksi antara pengguna dan perangkat atau produk digital — seperti layar sentuh pada smartphone kamu atau layar sentuh yang kamu gunakan untuk memilih jenis kopi yang kamu inginkan dari mesin kopi. Sehubungan dengan situs web dan aplikasi, desain UI mempertimbangkan tampilan, nuansa, dan interaktivitas produk. Ini semua tentang memastikan bahwa antarmuka pengguna website terjadi se-intuitif mungkin, dan ini berarti mempertimbangkan dengan cermat setiap elemen visual dan interaktif yang mungkin ditemui pengguna. Seorang desainer UI akan memikirkan tentang ikon dan tombol, tipografi dan skema warna, spasi, citra, dan desain yang responsif atau interaktif. Apabila UI berfokus pada tampilan interface website, UX berfokus pada keseluruhan pengalaman pengguna atau disebut dengan user experience. Desain UX mencakup setiap dan semua interaksi antara pengguna, baik pengguna potensial atau pengguna aktif dengan perusahaan atau brand pemilik website. UX design lebih berfokus pada riset, pengujian, hingga analisis agar bisa memahami preferensi pengguna hingga aspek emosional penggunanya. UX designer bertanggung jawab dalam membuat kerangka website dan prototipe untuk melakukan uji kegunaan. UX design menjadi jembatan antara kesenjangan kebutuhan pengguna website / pelanggan dengan kebutuhan perusahaan/ bisnis. Kemudian, muncul pertanyaan, apakah web designer harus bisa coding? Dulu, seorang perancang web harus menggunakan coding untuk membuat sebuah desain website. Namun, kini sudah ada banyak pilihan software desain web yang akan mempermudah pekerjaan web design, seperti Figma, Sketch, Bootstrap Studio, dan lainnya. Singkatnya, web designer berfokus pada tampilan desain website. Sehingga, pemahaman coding dapat bersifat mendasar dan tidak serumit menjadi web developer atau programmer. 3. HTML, CSS, dan Javascript Menurut halaman Binus University, HyperText Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markah yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah penjelajah web Internet dan pemformatan hiperteks sederhana yang ditulis dalam berkas format ASCII agar dapat menghasilkan tampilan wujud yang terintegrasi. Singkatnya HTML Merupakan kumpulan script yang bisa kita gunakan untuk membuat halaman web. Dari HTML ini, kita bisa menampilkan data baik berupa teks maupun gambar di situs web yang kita buat. CSS adalah aturan untuk mengendalikan komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna body text, warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri/kanan/atas/bawah, dan parameter lainnya. CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen. CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda.CSS tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus berada di dalam struktur pemrograman lain yang didasari oleh HTML. JavaScript adalah bahasa scripting yang paling populer di internet dan bekerja pada banyak browser seperti Internet Explorer, Mozilla, Firefox, Netscape, Opera. JavaScript digunakan pada Web pages untuk meningkatkan design, validate forms, detect browsers, create cookies, GUI dsb. Sama seperti CSS, Javascript tidak dapat berdiri sendiri dan harus didasari oleh HTML. Namun perbedaan Javascript dengan CSS adalah, Javascript mengatur logika seperti validasi untuk membuat tampilan website lebih dinamis dan CSS mengatur tampilan dari website tersebut seperti gambar, warna , font, dll. Sederhananya, HTML, CSS, dan JavaScript biasanya digabungkan untuk membuat halaman web yang dinamis dan interaktif. HTML digunakan untuk menentukan struktur dan konten halaman web, CSS digunakan untuk memformat dan mempercantik tampilan halaman web, dan JavaScript digunakan untuk menambahkan interaksi dan fungsi. 4. Software Design Setelah memahami prinsip-prinsip dasar dan keterampilan yang diperlukan, perancang web harus mempelajari cara menggunakan semua alat desain web penting untuk membuat situs web yang fungsional. Diantaranya sebagai berikut: Visual-design software: Karena desainer web fokus pada pembuatan grafik situs web, mereka harus terbiasa dengan desain grafis dan alat pengeditan foto. Anda dapat menggunakan Adobe Photoshop untuk membuat gambar responsif untuk tampilan web. Sementara itu, Adobe Illustrator adalah pilihan terbaik dalam hal font dan grafik vektor.Alat pembuatan prototipe: Kebanyakan desainer web mengembangkan prototipe dengan perangkat lunak wireframing untuk mendeteksi kekurangan sebelum mengirimkan desain akhir. Beberapa alat wireframing yang populer termasuk Figma dan Sketch.Editor kode: Beberapa proyek mungkin memerlukan pengkodean front-end yang tidak dapat dilakukan dengan alat visual. Berkenalan dengan editor kode untuk memfasilitasi prosesnya. Salah satu editor teks terbaik untuk desainer web adalah Brackets. 5. Digital marketing Desain web dan pemasaran digital adalah dua media canggih yang dapat digunakan untuk meningkatkan visibilitas bisnis, lalu lintas situs web (traffic website), penjualan, dan keterlibatan pelanggan (customer interaction). Jika digabungkan secara efektif, kedua praktik ini akan menciptakan portofolio mengesankan yang dapat digunakan oleh bisnis untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Salah satu manfaat terbesar menggabungkan desain web dan pemasaran digital adalah peluang bagi perusahaan untuk berinteraksi dengan pelanggan secara langsung atau real-time. Melalui desain web dan teknik pemasaran digital seperti optimasi mesin pencari (SEO) dan pemasaran konten, bisnis dapat membuat situs web menarik yang membuat pelanggan ingin berinteraksi secara terus menerus. Jenis interaksi yang seperti inilah yang membantu web designer membangun kepercayaan antara bisnis dan klien, baik yang potensial maupun aktif. Hal ini terjadi karena mereka cenderung tetap ingin terlibat dengan perusahaan ketika mereka merasa nyaman melakukannya. 6. Soft skill (Keterampilan non-teknis) Komunikasi: Desainer web harus dapat berkomunikasi dengan klien secara efektif untuk membangun reputasi yang kokoh dan menunjukkan profesionalisme mereka.Kolaborasi: Jika kamu menjadi seorang desainer website internal, kemungkinan besar kamu harus bekerja bersama profesional lain seperti pengembang web dan desainer grafis. Memiliki keterampilan kolaborasi yang hebat akan membantu menyelaraskan semua ide dan mencapai hasil terbaik.Manajemen waktu: Manajemen waktu adalah keterampilan yang penting, terutama ketika bekerja sebagai desainer web lepas, karena penting untuk melacak proyek dan memenuhi tenggat waktu. Rencanakan garis waktu yang efektif untuk setiap fase proyek untuk memastikan bahwa semua tujuan tercapai.Teliti dan detail: Desainer web perlu fokus pada setiap detail desain situs dan kualitasnya. Web designer harus mau untuk melakukan penyesuaian dan peningkatan guna menciptakan produk yang tahan masa depan Prospek dan Gaji Website Designer Di era digital seperti sekarang ini, kebutuhan akan platform website semakin tinggi dan terus meningkat. Hal ini menjadi peluang untuk kamu yang ingin terlibat menekuni profesi ini. Dilansir dari Tempo.co, tenaga IT yang terampil dibutuhkan untuk mendukung investasi besar-besaran di bidang e-commerce, apalagi Indonesia sekarang ini ada di pusaran digitalisasi. Kamu bisa mulai merintis karier sebagai web designer dengan mengikuti program internship di perusahaan jasa desain website atau institusi lain yang berbasis website. Secara umum, potensi pertumbuhan karier seorang web designer ke depannya diawali dengan menjadi junior web designer hingga menjadi senior web designer. Lalu, berapa gaji seorang web designer? Gaji web designer di Indonesia berkisar dari Rp 4.000.000 hingga Rp 6.000.000. Namun tidak sedikit juga web designer di Indonesia yang mampu meraup hingga puluhan juta melalui pekerjaan ini. Cara Menjadi Web Designer 1. Memiliki gelar yang relevan Jurusan kuliah yang terkait dengan pekerjaan ini adalah: Desain komunikasi visual (DKV)Teknik informatikaIT/ ilmu komputer Namun, tidak perlu khawatir, karena sebenarnya posisi web designer ini menerima latar belakang pendidikan dari bidang apapun asalkan kamu memiliki skill dan portofolio yang baik. Bagi kamu yang tidak datang dari ketiga jurusan kuliah tersebut, kamu dapat melakukan career switch dengan mengikuti kursus atau pelatihan web design dari berbagai sumber. Kamu dapat memperoleh pembelajaran, membangun portfolio, sekaligus mendapatkan sertifikasi untuk dapat memulai karir-mu menjadi web designer 2. Ambil sertifikasi web design Berikut ini adalah beberapa sertifikasi yang direkomendasikan untuk desainer web: Sertifikasi Adobe: Karena Adobe adalah salah satu pengembang perangkat lunak pengembangan web dan desain grafis yang paling dihormati, menjadi desainer bersertifikat Adobe akan membantu meningkatkan kepercayaan klien dan memungkinkan Anda menaikkan tarif.Sertifikasi Desain Web Responsif oleh freeCodeCamp: Sertifikasi Ini mencakup bahasa pemrograman dasar yang digunakan untuk membangun situs web yang interaktif dan responsif. Seluruh kurikulum membutuhkan waktu sekitar 300 jam untuk diselesaikan, dan kursus diakhiri dengan lima proyek yang menguji keterampilanmu.Sertifikat Desain UX Google: Dengan mendaftar kursus sertifikasi enam bulan melalui Coursera, kamu akan belajar tentang dasar-dasar UX dan proses desain UX, termasuk pembuatan prototipe dan pengujian pengguna. 3. Memiliki pengalaman di bidang yang relevan Setelah menyelesaikan kursus, carilah pengalaman dan praktikkan semua yang telah kamu pelajari. Ambil proyek desain web untuk mengasah keterampilan-mu sebagai web designer, karena hal Ini penting untuk masuk ke dalam CV untuk melamar pekerjaan. Kamu bisa memulainya dengan membantu teman dan keluarga yang ingin membuat website bisnis sederhana, menjadi sukarelawan untuk sebuah organisasi dengan merancang situs atau website mereka, mengambil proyek desain grafis, hingga melakukan magang atau internship di perusahaan. Berikut beberapa saran untuk proyek desain web yang dapat kamu coba buat : SEO-friendly website: Tujuan dari proyek ini adalah untuk membuat situs web yang dapat diakses oleh pengguna dan dapat diindeks oleh mesin pencari. Terapkan beberapa praktik terbaik pengoptimalan situs web seperti mengoptimalkan robot.txt dan peta situs XML. Selain itu, gunakan keterampilan desain JavaScript dan UX untuk membuat situs responsif.To-do list app: Proyek ini melibatkan pembuatan aplikasi daftar tugas dengan HTML, CSS, dan JavaScript. Gunakan HTML dan CSS untuk membangun struktur dasar aplikasi dan mengimplementasikan JavaScript untuk meningkatkan interaktivitasnya.Situs quiz atau permainan kuis: Membuat situs permainan kuis dengan JavaScript adalah salah satu proyek paling umum untuk desainer dan pengembang web pemula. Mulailah dengan membuat gambar rangka untuk aplikasi kuis, lalu tulis kode HTML dan CSS untuk mengatur gaya situs web. Terakhir, buat variabel JavaScript untuk elemen kuis interaktif seperti pertanyaan, jawaban, dan skor quiz. 4. Buat portofolio desain Portofolio adalah media paling efektif untuk mempromosikan kemampuan dan pengalaman desainer web untuk menarik calon klien atau pemberi kerja. Dalam membuat portofolio desain web, sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut: Riwayat pekerjaan: Tampilkan proyek desain terbaik yang pernah dikerjakan selama menjadi desainer web. Tampilkan juga studi kasus, template situs web yang dirancang sendiri, atau bahkan pekerjaan desain visual tambahan seperti logo, tipografi, maupun ilustrasi. Masukkan juga testimoni dari klien untuk membangun kepercayaan dan menunjukkan profesionalisme.Jasa: Pada portofolio, lebih baik terangkan jenis proyek apa yang diterima kamu dan yang menjadi spesialisasi-mu. Hal ini akan mempermudah klien dalam menentukan apakah pekerjaan website yang diberikan sesuai dengan jasa yang ditawarkan kamu.Niche(fokus): Fokus pada bidang tertentu dapat membantu web designer untuk mendapatkan lebih banyak klien. Pilih niche berdasarkan minat kamu dan proyek sebelumnya. Kamu juga dapat melakukan riset pasar khusus untuk melihat apakah niche pasar yang kamu inginkan ini memang dapat dijalankan.Skill: Menambahkan daftar keahlian khusus akan membantu membedakan diri kamu dengan pesaing yang banyak di industri ini. Sertakan sertifikasi dan pencapaian yang relevan untuk menunjukkan kredibilitas-mu sebagai web designer.Kontak informasi: Sebagai tambahan, pastikan calon klien dapat dengan mudah menghubungimu. Berikan informasi kontak sederhana, alamat email, dan nomor telepon. Tunjukkan skill dan kemampuanmu dengan mudah melalui portfolio maker Cake!🎉Buat Portofolio 5. Siapkan CV Web Designer untuk melamar pekerjaan CV Web Designer dapat dibuat dengan sederhana namun jelas dan rinci untuk menjelaskan kredibilitas dirimu sebagai web designer. Kamu dapat melihat contohnya seperti dibawah ini:Contoh CV Web Designer -- Dibuat di Cake Buat CV dalam hitungan menit dan cari pekerjaan impianmu sebagai Web Designer!🎉Buat CV Kesimpulan Web designer adalah seorang profesional yang bertugas merencanakan, mendesain, dan membuat kode untuk situs internet serta halaman webTugas web designer meliputi client briefing, memproduksi sampel situs, riset terhadap user experience, menguji fungsionalitas website, mendemonstrasikan website, mengikuti perkembangan tren desain dan teknologi, membantu memberikan saran website, membantu klien dalam penggunaan website setelah website telah diselesaikanSkill web designer yang harus dimiliki adalah teori dasar desain, UI/UX, HTML, CSS, JavaScript, Software desain seperti Adobe dan Figma, pemahaman digital marketing, serta soft skill yang mendukung seperti komunikasi, manajemen waktu, dan lainnyaProspek web designer di Indonesia termasuk tinggi karena posisi pekerjaan ini sangat dibutuhkan dan belum banyak persaingannya.Untuk menjadi web designer yang profesional, kita harus memiliki gelar yang relevan baik formal maupun non formal, mendapatkan sertifikasi, memiliki pengalaman relevan, memiliki portofolio, dan terakhir menyiapkan CV web designer Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake.--- Ditulis Oleh Christy Angestu ---
Cover Letter
Aug 25th 2025

Motivation Letter Examples, Template & Writing Tips

Created by CakeResumeIn this article, we'll cover: What Is a Motivation Letter?Motivation Letter ExamplesMotivation Letter StructureMotivation Letter TemplateMotivation Letter FormatTips on How to Write a Motivation LetterIf you're looking to apply for a job, internship, or scholarship, you may be asked to submit a motivation letter and other application materials. In a job search context, a motivation letter for work shows your passion and eagerness to pursue a certain career and demonstrates how your values blend with the organization's mission. When writing a motivation letter, you may encounter the following difficulties: Distinguishing a letter of motivation from a cover letter and a letter of intent.Knowing “What do you write in a motivation letter for jobs?”Knowing how to write a motivation letter and how long a motivation letter should be Worry no more, we're going to clear up all confusion regarding both motivation letters for jobs and motivation letters for internships. You can also find a template and samples for your reference below. Let’s get started! What Is a Motivation Letter?A motivation letter, a.k.a. a letter of motivation, is a short letter that expresses your interest and explains why you’re a qualified candidate for a certain program/position. It's commonly attached to your CV or resume - hence why it's also referred to as a motivational letter for a CV. There are other terms used to refer to a motivation letter, including:A letter of interestA statement of purposeA motivation statement Note that a motivational letter shouldn’t be confused with a cover letter as it puts an emphasis on your personality, interests, and motives for applying. A cover letter, on the other hand, is submitted to present your skills and professional experience related to the job opening. For that reason, a letter of motivation is perfect if you are applying for an internship/volunteer role, or if you have little or no relevant experience. That means motivation letters are commonly required by university admission offices, educational institutes, and internship programs. During a job search, you can also write a motivational statement for your job application that acts as the introduction to your CV/resume for the hiring manager. In general, there are 4 purposes for writing a motivation letter: Motivation letters for school admission – are used when you wish to enroll in an educational program of any level (undergraduate or postgraduate) at a college/university.Motivation letters for internship – are used when you’re looking to be an intern at a company.Motivation letters for volunteering activities - are used when you want to be a volunteer in an organization.Motivation letters for work - are used when you’re seeking employment. A well-written motivation letter needs to convey the following information to the readers:What position are you applying for?What motivates you to apply for this role/program?What skills and qualities do you possess that will benefit the organization?Can you provide any compelling facts to prove that?What are your career goals?How will you bring value to the organization? Motivation Letter ExamplesWe’ll demonstrate what a powerful letter of motivation looks like through the following samples: Motivation letter for job exampleMotivational letter for internship with no experienceMotivation letter for job example Katherine Connor7223 Fern St, Fontana, CA 92336[email protected](+310)-142-1098 May 20, 2022 Dave LeimoneHiring ManagerMind Mills Media9315 Main Str., Riverside, CA 92501 Dear Mr. Leimone, My name is Katherine Connor and I am writing this letter to apply for the Account Manager position at your agency, Mind Mills Media. With over 8 years of experience in consulting and account managing, I have developed a robust skill set that allows me to effectively build trusted relationships with valuable clients as well as implement high-impact projects. In my former role as a PR Account Manager, I’ve fulfilled all my duties and achieved some notable successes including: Spearheading new customer service initiatives, resulting in a 130% increase in business volume.Negotiated contracts worth over $7.5 million.Resolving issues regarding CRM, leading to a 25% boost in key client retention. Together with my exceptional interpersonal and leadership skills, I believe that I match all job requirements perfectly. This opportunity would also help me advance my career as it has always been my dream to work in such a client-oriented company as Mind Mills. I have attached my work portfolio and resume below for your review. Thank you for considering my application and please let me know if you have any questions. Kind regards,Katherine Connor Motivational letter for internship with no experience Dear Hiring Manager, I am writing this letter to express my interest in the Finance Intern position at NVP Group. As a final year Master's student in Accounting Finance at the University of Waterloo, I believe that the skills and knowledge acquired during my 6 years of studies will allow me to fulfill all job tasks efficiently. Specifically, I have completed various courses in the finance field, including: macroeconomics, microeconomics, personal finance, project management, and financial accounting. I possess strong analytical skills with thorough attention to detail and a can-do attitude. My main interest in working at NVP Group stems from its impressive reputation, recognized as "Northwestern America's Most Trusted Firm" for three consecutive years. Moreover, the corporation’s diverse clientele and well-established internship program would provide me with a precious opportunity to pursue my dream career as a Finance Reporting Analyst. Thank you for reviewing my application and considering me as a candidate for the Finance Intern role at NVP Group. I look forward to hearing from you soon. With gratitude,Tina Le[email protected]cakeresume.com/tinale Motivation Letter StructureWhen writing a motivation letter, you will need to include the following 6 sections: 1. Letter header The header of a motivation letter should include the following information: Your contact info (name, email, phone number, Facebook/LinkedIn)Date writtenThe recipient's info (name, job title, email, physical company address) For example: Kaylee Nguyen903 Fern St, Fontana, CA 92336[email protected]linkedin.com/kayleengApril 19, 2022Catarina LeimoneCustomer Relationship ManagerGalaxy Media9815 Main Str., Riverside, CA 92501 2. Salutation The most common way to greet the reader is “Dear Hiring Manager" who will receive and review your letter in the first place. However, you can also try to address the recipient directly to make your motivation statement more personal and sincere by using their last name, like this: Dear Mr/Mrs + [Last Name], 3. Opening paragraph Here are some tips for a great motivation letter’s start that will grab the reader's attention at once: Introduce who you are and what role/program you're applying for.Make a strong statement about your interest in joining the organization/company.Keep this paragraph within 2-3 short sentences. Here’s an example of a motivation letter’s opening paragraph: “I am writing this letter to express my interest in the Finance Intern position at NVP Group. As a final year Master's student in Accounting Finance at the University of Waterloo, I believe that the skills and knowledge acquired in 6 years will allow me to fulfill all job tasks efficiently.” 4. Body paragraph(s) As the main body of a motivation letter, this paragraph is written to provide the following details: Your educational background, relevant work experience, academic and/or achievements, and career aspirations.Your skills through practical examples and metrics.Your positive personal traits. 💡 Pro Tip: Keep your body paragraphs within 200 words. Being concise and direct is always the best way to go when writing a motivation letter, as you don’t want to bore the readers with irrelevant details. Here’s an example of a motivation letter’s body paragraph: “I've completed a variety of courses in the finance field, including: financial accounting, macroeconomics, microeconomics, personal finance, and project management. I possess strong analytical skills with thorough attention to detail and a can-do attitude.My main interest in working at NVP Group stems from its impressive reputation, recognized as "Northwestern America's Most Trusted Firm" for three consecutive years. Moreover, the corporation’s diverse clientele and well-established internship program would provide me with a precious opportunity to pursue my dream career as a Finance Reporting Analyst.” 5. Closing paragraph In this part of your motivation letter, it's important to mention your future plans, demonstrate what you expect to learn from the program/job, and thank the reader. Useful tips for writing a strong motivation letter’s ending are: Keep it within 3 sentences.Be sincere, positive, and professional.Include a CTA. Here’s an example of a motivation letter’s closing paragraph: “I believe that this opportunity would help me upskill my career as a Social Media Specialist. I've attached my work portfolio and resume below for your review. Thank you for considering my application and please let me know if you have any questions.” 6. Sign off To end a motivation letter, simply follow this format:Best regards,[Your name] Make sure you include a proper email signature if you submit your letter of motivation via email, like this: Regards,Kaylee Tran————————[email protected]+886-981-234-567 Motivation Letter TemplateIf you are in a rush to write a motivation letter for your job or academic program application, use this complete motivation letter template and personalize it with your own information. [Your name][Your address][Your email address][Your phone number] [Date written] [Recipient’s name][Company name][Company physical address] Dear Mr./Mrs. [Last Name], My name is [your name] - a [professional title/college major]. I am writing this letter to apply for the [job title/scholarship/internship] role at [organization name]. I feel that my skills, educational background (and relevant experience - if any) make me an ideal candidate for this role. I am thrilled to join [organization name] because [motives/reasons for applying]. Moreover, this opportunity will allow me to gain [knowledge] and [skills]. With [personal trait] and [soft skill], I am confident that I would be an asset to your organization. Enclosed with this letter are [documents attached] for your review. Thank you for your time and consideration. Best regards, [Your Name] Motivation Letter FormatWhether you're writing a motivation letter for a job or academic purpose, make sure it looks neat and professional. Let's go over all the important elements regarding the motivation letter format. Letter format – The basics of font size are 12pt for body text and 14-15 for headings.Font – Top 10 best fonts for a letter of motivation are: Arial, Cambria, Calibri, Didot, Garamond, Georgia, Helvetica, Times New Roman, Trebuchet MS, and Veranda.Spacing – The standard letter spacing is 1” on all sides of the page, but you can adjust it accordingly based on the space.Motivation letter length – The letter should be sent as a PDF instead of a Word file because the reader won’t encounter any trouble opening and reading the document.Email format – The ideal length for a motivation letter sent through email is around 250-400 words.Tips on How to Write a Motivation Letter💡 Tailor the letter content to the program/job requirements. As a general rule of thumb, you should customize both your CV and motivation letter for the specific role instead of using the same document for the application. By doing so, you can stand out from the crowd of generic applicants and prove to the hiring manager that you're the best fit. Besides including keywords from the program/job description in your letter of motivation, you can also address the person in charge of the hiring to make your motivation letter more personalized. 💡 Explain how the position helps you achieve your career goals. It's important to be specific in this part of your motivation letter. Recruiters want to know not only about your career goals but also what you expect to learn from the position. These can reflect your passion and vision on the career path. Therefore, they will see your sincerity in working with them in the long run and be sure that hiring you will be a win-win situation. 💡 Demonstrate how your values align with the organization’s mission. Whether your personal values align with the company's mission is another important aspect that the hiring manager will consider while reviewing your motivation letter for work. Here’s how you can find out a company's values and work environment: Look for online reviews about the company or employer.Check out the company’s website and social media pages.Reach out to employees working there for insights. 💡 Show your personality. It's always important to be original and unique, especially when writing a motivation letter. To avoid sounding like everyone else, leave out some of the most overused phrases in motivation letter samples, such as: an ideal candidate for this rolebring more valuego above and beyond Another way to write with personality is providing specific examples and sharing your personal experience in the former role. Hence, recruiters can better understand who you are. 💡 Avoid repeating the contents of your resume. Keep in mind that a motivational letter for a resume should not simply restate the contents of your resume. In fact, it acts as an accompanying letter that writes about your motivation to apply for the job or program and provides more insights into your skills and capabilities that don’t fit into your resume.Submit your applications with confidence. Our AI resume checker gives you the insights you need to make every application count.Build Confidence--- Originally written by May Luong ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!