Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Industry & Job Overview
Nov 23rd 2025

Chief Technology Officer (CTO): Tugas, Skill Set dan Proyeksi Karirnya!

Daftar isi:Pengertian CTO (Chief Technology Officer) Peran dan Tugas CTO Skill yang Harus Dimiliki CTO Karir CTOSeiring berkembangnya teknologi, perusahaan berbasis teknologi mulai menjamur dan dibutuhkan oleh masyarakat untuk memudahkan kebutuhannya. Pastinya dibutuhkan seorang CTO untuk memanajemen infrastruktur teknologi di perusahaan agar bekerja dengan optimal. Apa itu CTO? Kepanjangan CTO adalah Chief Technology Officer. Secara garis besar tugas CTO antara lain melakukan pengawasan pengembangan produk berbasis teknologi serta melakukan inovasi dalam transisi teknologi. Dalam artikel ini CakeResume akan memberikan gambaran secara detail mengenai Chief Technology Officer mulai dari arti cto, pekerjaan cto, hingga jenjang karir cto. Mari kita simak!Apa Itu CTO (Chief Technology Officer)?Chief technology officer adalah sebuah jabatan eksekutif yang bertanggung jawab atas pengembangan teknologi dan mengelola teknologi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Gambaran sederhana tugas cto adalah memastikan bahwa software dan hardware berjalan sesuai fungsinya, meningkatkan keamanan (cybersecurity), dan pengembangan teknologi. Jabatan chief technology officer ini sejajar dengan CFO, COO, atau CMO. Pekerjaan CTO cukup high demand di era teknologi saat ini, terutama perusahaan big technology seperti Microsoft, Apple, Meta, dan perusahaan sosial media lainnya. Tidak hanya perusahaan teknologi, ternyata posisi chief technology officer juga dibutuhkan oleh institusi perbankan, perusahaan FB, perusahaan otomotif, perusahaan streaming musik, perusahaan startup, hingga di institusi pendidikan. Nah, pada umumnya chief technology officer melakukan supervisi untuk divisi IT dalam perusahaan. Untuk beberapa divisi yang dikelola oleh CTO adalah: Web developersSoftware engineersSoftware developersData analystData scientistsFront-end developersNetwork engineersUI/UX designer Lantas apa perbedaan tugas CTO dan CIO? Pada dasarnya CTO bekerjasama dengan CIO atau Chief Information Officer dalam melakukan inovasi teknologi, namun perannya tidaklah sama. Peran CIO menangani detail teknologi secara mendetail dan teknis dalam membangun sistem teknologi secara berkelanjutan. Sedangkan pekerjaan CTO lebih condong ke business minded , dimana CTO melakukan inovasi teknologi berdasarkan demand di pasar kemudian melakukan perancangan teknologi untuk memenuhi standar pasar. 📚 Baca juga:Mau Sukses di Usia Muda? Tiru 10 Kebiasaan Ini!Apa saja Tugas CTO? Setelah kita mengetahui pengertian chief technology officer secara mendalam, saatnya mengupas tuntas job description CTO. Apa saja job description CTO? Mengembangkan dan menjaga kualitas infrastruktur teknologi secara teknis untuk pengembangan bisnisMembangun dan mengelola technology roadmap perusahaanMelakukan customer research market dan trend teknologi untuk mencari peluang bisnis dan meningkatkan produk teknologi untuk memenuhi kebutuhan konsumenIdentifikasi risiko dalam pengembangan sistem atau produk teknologiMemantau manajemen teknologi dan melakukan audit review secara berkalaMelakukan inovasi teknologi, perlindungan data, dan networkingMengalokasikan sumber daya dan pendanaan investasi teknologiMengambil keputusan yang berkaitan tata kelola perusahaan di bidang teknologiSkill yang Harus Dimiliki oleh Chief Technology OfficerTugas yang diemban seorang chief technology officer cukuplah besar, baik CTO startup maupun CTO perusahaan besar. Oleh karena itu dibutuhkan skill yang mumpuni untuk menjalankan tanggung jawab CTO untuk menjalankan teknologi perusahaan. Pastinya perusahaan memiliki standar minimum untuk posisi pekerjaan CTO. 1. Pemahaman Bisnis Tidak hanya pemahaman teknis secara teknologi, akan tetapi chief technology officer harus memiliki kepekaan terhadap perkembangan market dan pemahaman bisnis yang jeli. Dengan demikian chief technology officer bisa mengembangkan produk teknologi atau sistem jaringan untuk memudahkan perusahaan untuk mencapai target ataupun bisa menjadi solusi kebutuhan pasar. 📚 Baca juga:Business Acumen: Pentingnya Dimiliki Pemimpin Perusahaan 2. Komunikasi Wajib hukumnya seorang chief technology officer piawai dalam berkomunikasi. Mengapa demikian? CTO sebagai jajaran eksekutif sudah pasti berkomunikasi untuk mengarahkan koleganya dengan cara yang baik, efektif, dan komprehensif. Selain itu, CTO perlu mengkomunikasikan ide, rencana, dan solusi dengan meyakinkan kepada stakeholder perusahaan. Pastinya, dengan komunikasi yang baik secara lisan maupun tulis bisa meningkatkan kerja sama yang baik untuk internal perusahaan maupun external perusahaan. 3. Berpikir Strategis Chief technology officer perlu berpikir strategis untuk fokus pada gambaran umum model bisnis atau goals proyek. Berpikir strategis sangatlah penting bagi CTO untuk merumuskan berbagai strategi. Kondisi perubahan teknologi yang dinamis mendorong perubahan operasional. Ketika strategi sudah matang, maka chief technology officer bertanggung jawab untuk memimpin tim yang terdiri dari manajer projek, developer, dan desainer. 4. Skill Teknis Tentunya chief technology officer perlu menguasai skill-skill teknis seperti contoh software development, programming, system architecture, big data, manajemen keamanan informasi, rekayasa keamanan, etc. Tentunya chief technology officer perlu melakukan beberapa eksperimen dan mengikuti tren teknologi yang bisa berguna bagi bisnis. 5. Decision Making Posisi chief technology officer bertanggung jawab untuk mengambil keputusan penting untuk perusahaan yang berkaitan dengan teknologi. Keputusan ini meliputi teknologi internal, produksi, dan pemasaran. Sehingga, chief technology officer harus memiliki kemampuan decision making untuk meningkatkan progres perusahaan.6. Merekrut IT Talents Penting bagi chief technology officer untuk menemukan kandidat yang tepat untuk bekerja sama dalam divisi teknologi yang dipimpin. Sehingga seorang chief technology officer perlu mengetahui kandidat yang memenuhi kualifikasi untuk membangun sebuah sistem teknologi yang komprehensif. Sudah wajib hukumnya chief technology officer turut serta dalam proses rekrutmen untuk timnya karena untuk mengetahui kecocokan kandidat dengan budaya perusahaan dan selaras dengan perusahaan.📚 Baca juga:Profesi Konsultan IT: Tugas, Gaji dan Skill yang Dibutuhkan! Karir CTOProyeksi Karir CTO Bagaimana proyeksi karir chief technology officer untuk beberapa waktu kedepan? Dengan perkembangan teknologi digital dan menjamurnya perusahaan startup, proyeksi karir chief technology officer cukup menjanjikan. Mengapa demikian? Tak sedikit perusahaan startup menggunakan teknologi dan aplikasi sebagai main core business yang membutuhkan chief technology officer untuk pengembangannya. Bagaimana? Apakah kamu tertarik berkarir menjadi CTO? Jika tertarik, bisa memulai karir dengan spesialisasi teknologi. Gaji CTO Gaji CTO cukup menggiurkan lho! Akan tetapi untuk besaran gaji CTO akan berbeda-beda setiap perusahaan berdasarkan jumlah fundingnya. Biasanya rata-rata gaji CTO akan meningkat sejalan dengan bertambahnya funding yang didapat. Sebagai referensi, gaji CTO berkisar mulai dari Rp 48,08 juta - Rp 180,67 juta. Menarik bukan? Dengan gaji yang setinggi itu pastinya chief technology officer memiliki tanggung jawab yang besar, dan pastinya perlu berbagai skill yang dibutuhkan untuk menunjang kinerja CTO di perusahaan. Cara Menjadi CTO Apakah kamu tertarik untuk meniti karir di bidang teknologi dan meraih posisi CTO? Nah, untuk meniti karir sebagai chief technology officer kamu perlu memperhatikan beberapa poin-poin di bawah ini. Simak dulu yuk! Lulusan Sarjana Teknologi Informasi:Kuliah sarjana teknologi informasi akan membangun fondasi dasar untuk mempelajari skill-skill yang berkaitan dengan bidang teknologi yang bisa menggiringmu ke posisi CTO. Selain dari perguruan tinggi, kamu bisa mengikuti beberapa pelatihan bootcamp atau mengikuti komunitas untuk mengasah skill kamu. 📚 Baca juga:15 Prospek Kerja Teknik Informatika Terbaik [+Gaji, Info Kuliah, Dll.] Memiliki Pengalaman Kerja:Untuk menjadi chief technology officer perlu memiliki skill teknis yang kuat di bidang teknologi. Sehingga diperlukan pengalaman kerja yang relevan dengan expertise dalam bidang teknologi selama bertahun-tahun.Bagi pemula ada beberapa cara untuk menambah portofolio untuk mendukung karirmu sebagai chief technology officer. Bagaimana caranya?Ikut proyek yang berpotensi untuk mengembangkan skill dan bisa kamu cantumkan dalam portofolio-mu.Mengambil sertifikasi yang sesuai dengan bidang expertise atau mengikuti kelas/training yang bisa menunjang karir sebagai chief technology officer.Ambil kesempatan untuk menjadi leader dalam project untuk melatih leadership. Mengambil Studi Master:Pada studi yang dilakukan oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 2019, ditemukan bahwa hampir 50 persen chief technology officer menyandang gelar master. Gelar master yang berkaitan dengan business field digandrungi oleh para chief technology officer, contohnya MBA, atau hukum. Pada dasarnya studi master ini sebagai pendukung bagi chief technology officer untuk mendapatkan wawasan lain selain pendidikan komputer yang ditempuh sebelumnya. Sehingga chief technology officer memiliki helicopter view saat membuat strategi atau memutuskan kebijakan. Mempersiapkan Posisi Eksekutif:Saat mempersiapkan posisi eksekutif chief technology officer, maka harus mempersiapkan personal branding yang baik. Mulai dari sosial media pribadi, atau publikasi dari berbagai media komersial. Pastikan tidak ada jejak hitam yang berpotensi merusak citra seorang chief technology officer.Membuat CV yang menarik:Last but not least, agar dilirik oleh perusahaan maka harus mempersiapkan CV chief technology officer yang menarik. CV chief technology officer yang menarik dan mudah dipahami menjadi senjata terbaik untuk mendapatkan karir impianmu.Apa saja yang perlu dicantumkan dalam CV chief technology officer? Yuk simak sebagai berikut:Data diri: Data diri wajib hukumnya untuk dicantumkan pada CV chief technology officer untuk memudahkan tim HRD untuk menghubungi kandidat chief technology officer. Pastikan data diri yang dicantumkan jelas dan benar seperti nama lengkap, email, nomor telepon, atau akun sosial media profesional.Deskripsi diri:Deskripsi diri pada CV chief technology officer adalah summary secara singkat terkait pengalaman kerja dan pencapaian pada posisi sebelumnya. Deskripsi diri akan mempermudah HRD untuk mengetahui value secara cepat dan singkat.Riwayat pendidikan:Tak lupa cantumkan riwayat pendidikan yang sesuai pada CV chief technology officer. Mulai dari pendidikan sarjana teknologi informasi hingga pendidikan master yang ditempuh.Pengalaman kerja:Pastikan mencantumkan secara detail pengalaman kerja dan tanggung jawab dari posisi sebelumnya yang relevan dengan posisi chief technology officer. Kamu juga bisa mencantumkan beberapa project yang kamu lakukan di bidang teknologi informasi.Skill/Keterampilan:Skill yang berkaitan dengan bidang teknologi pada CV chief technology officer akan memberikan nilai plus dan gambaran secara jelas pada kualifikasi kandidat chief technology officer. Contoh skill yang mendukung posisi chief technology officer antara lain software development, programming, system architecture, big data, manajemen keamanan informasi, rekayasa keamanan. Nah, ini dia contoh CV Chief Technology Officer yang bisa dijadikan acuan untukmu!Contoh CV Chief Technology Officer - Dibuat di CakeResume CakeResume menyediakan lebih dari 50 template gratis untuk membuat CV chief technology officer lebih menarik. Buat CV chief technology officer milikmu sekarang juga dengan mudah dan cepat! 🎉Buat CVApakah kamu tertarik untuk mengejar karir sebagai chief technology officer? Yuk persiapkan karirmu sejak awal dan selalu semangat untuk improve diri sendiri!--- Ditulis Oleh Talitha Edrea ---
Job Search Tips
Mar 11th 2025

Mau Kerja di Taiwan? Wajib Tahu Hal-Hal Ini!

Kerja di Taiwan atau Negara FormosaTaiwan merupakan salah satu negara di Asia Timur yang menjadi salah satu opsi terbaik untuk menempuh pendidikan, maupun bekerja. Selain mendapatkan pengalaman kerja di luar negeri, kerja di Taiwan juga menawarkan peluang profesional yang luas dengan gaji yang lebih tinggi. Namun, untuk menjadi seorang profesional di Negara Formosa ini, ada beberapa syarat kerja di Taiwan yang perlu kamu perhatikan. Apalagi, Taiwan termasuk negara yang cukup memperhatikan hukum dan legalitas para pekerjanya. Jadi harus diingat ada dokumen legal yang diperlukan untuk bisa kerja di Taiwan. Dalam artikel ini, Cake akan membahas syarat apa saja untuk cara kerja ke Taiwan, dan cara membuat visa kerja Taiwan supaya kamu bisa bekerja di Taiwan dengan legal!Daftar Isi: Mengapa Kerja di Taiwan? Syarat Kerja di Taiwan Visa Kerja Taiwan Cara Mencari Kerja di Taiwan Gaji di TaiwanMengapa Kerja di Taiwan?3 Alasan untuk Kerja di TaiwanTaiwan berhasil menjadi negara kedua setelah Malaysia dengan tujuan terbanyak calon pekerja dari Indonesia. Kerja di Taiwan menawarkan berbagai kelebihan yang menarik bagi para pencari kerja, terutama bagi mereka yang ingin berkembang dalam industri teknologi dan manufaktur. Misalnya, Taiwan dikenal sebagai salah satu pusat inovasi teknologi di dunia, khususnya dalam sektor teknologi informasi dan elektronik. Banyak perusahaan global dan lokal yang berbasis di Taiwan terus mencari tenaga kerja berbakat untuk mendukung riset dan pengembangan produk terbaru, sehingga prospek kerja di industri ini sangat menjanjikan. Selain prospek kerja yang luas, kualitas hidup di Taiwan juga menjadi daya tarik tersendiri. Negara Formosa ini memiliki sistem transportasi yang efisien, biaya hidup yang relatif terjangkau dibandingkan dengan negara maju lainnya, serta fasilitas kesehatan dengan kualitas tinggi. Keamanan yang baik serta lingkungan yang bersih juga membuat Taiwan menjadi tempat yang nyaman untuk tinggal dan bekerja. Dari segi budaya kerja, Taiwan dikenal memiliki etos kerja yang kuat namun tetap memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Budaya kerja di Taiwan cenderung lebih ramah dan terbuka terhadap pekerja asing, sehingga mempermudah adaptasi bagi orang-orang yang baru pertama kali kerja di Taiwan. Perusahaan-perusahaan di Taiwan juga semakin banyak yang menerapkan keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, atau work-life balance, memberikan fleksibilitas dalam jam kerja dengan menyediakan program kerja dari rumah (work from home) serta berbagai tunjangan yang mendukung kesejahteraan karyawan. Dengan kombinasi prospek kerja yang baik, kualitas hidup yang tinggi, serta lingkungan kerja yang suportif, Taiwan menjadi destinasi menarik bagi para profesional yang ingin mengembangkan karir.Syarat Kerja di Taiwan Bagaimana cara kerja di Taiwan? Selain mengumpulkan minat dan ambisi, kamu harus memastikan semua syarat kerja di Taiwan sudah terpenuhi. Informasi seputar visa kerja di Taiwan bisa kamu dapatkan di situs Imigrasi Taiwan yang selalu diperbarui. Salah satu syarat utama adalah memiliki visa kerja di Taiwan yang sesuai, seperti Employment Visa (working permit) yang dikeluarkan bagi pekerja asing yang telah mendapatkan kontrak kerja dari perusahaan di Taiwan. Biasanya, perusahaan pemberi kerja akan membantu dalam proses pengurusan visa dan izin kerja melalui Workforce Development Agency, Ministry of Labor Taiwan. Selain visa, cara kerja ke Taiwan juga membutuhkan kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja yang menjadi faktor penting, tergantung pada jenis pekerjaan yang dilamar. Untuk pekerjaan di sektor teknologi, manufaktur, atau profesional seperti insinyur dan manajer, umumnya dibutuhkan gelar sarjana lulusan universitas Taiwan atau pengalaman kerja yang relevan. Sementara itu, untuk pekerjaan di sektor tenaga kerja asing seperti pabrik, atau pekerja rumah tangga, persyaratan pendidikan bisa lebih fleksibel, namun tetap memerlukan pelatihan khusus atau sertifikasi.Visa Kerja Taiwan Taiwan menawarkan berbagai jenis visa kerja bagi tenaga kerja asing yang ingin kerja di Taiwan. Salah satu yang paling populer adalah Taiwan Employment Gold Card, yang memberikan izin tinggal, kerja, dan masuk-keluar Taiwan secara fleksibel bagi tenaga profesional dengan keahlian khusus. Selain itu, yang umum kamu temui untuk cara kerja ke Taiwan adalah Work Permit Visa yang harus disponsori oleh perusahaan tempat pekerja akan bekerja, serta Entrepreneur Visa bagi mereka yang ingin memulai bisnis di Taiwan. Persyaratan untuk mendapatkan visa kerja Taiwan relatif jelas dan mudah dipenuhi. Beberapa dokumen yang dibutuhkan antara lain:Minimal memiliki gelar sarjana, dengan terjemahan resmi dalam bahasa Inggris atau MandarinPemeriksaan medis, yang dapat dilakukan setelah tiba di Taiwan, atau dipersiapkan sebelum keberangkatanIzin kerja (work permit) yang harus disetujui dan disponsori oleh perusahaan tempat bekerjaPaspor yang masih berlaku setidaknya 6 bulan setelah masuk ke Taiwan Dengan memenuhi persyaratan ini, tenaga kerja asing dapat memperoleh visa kerja dan bekerja secara legal di Taiwan sesuai dengan bidang keahlian.💡 Tertarik melamar kerja di luar negeri? Baca juga artikel berikut ini:Mau Kerja di Luar Negeri? 6 Cara yang Perlu Kamu Ketahui!Serba Serbi Working Holiday Visa (WHV) Australia: Definisi, Syarat, Proses, Biaya, FAQSyarat Cara Kerja di Dubai untuk Dapat Gaji yang FantastisApa Itu Ausbildung Jerman? Syarat, Cara Daftar Dokumen15+ Negara Terbaik untuk Kerja di Luar Negeri, Dari Asia hingga Eropa!Cara Kerja di Malaysia: Syarat, Gaji, Visa, dan LowonganKerja di Korea Selatan: Panduan Lengkap untuk Pekerja Indonesia Cara Mencari Kerja di Taiwan Memang syarat kerja di Taiwan bisa jadi tantangan sekaligus peluang besar untuk kamu yang mencari kerja di luar negeri. Untuk meningkatkan peluang sukses cara kerja di Taiwan, penting untuk memanfaatkan platform cari kerja di Taiwan, membangun jaringan atau koneksi, memahami visa kerja Taiwan, dan menerapkan strategi yang tepat. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa membantu kamu mendapatkan kerja di Taiwan dengan lebih efektif: 1. Manfaatkan platform cari kerja (104, Cake, dll) Mencari pekerjaan di Taiwan semakin mudah dengan berbagai platform pencarian kerja seperti 104, Cake, dan LinkedIn. Platform ini menyediakan ribuan lowongan kerja dari berbagai industri, memungkinkan kamu untuk menemukan peluang yang sesuai dengan keterampilan dan pengalaman masing-masing. Sedang cari kerja? Lihat lowongan kerja untuk entry-level sampai mid-senior level di Cake 🚀Cari Kerja 2. Bangun jaringan Selain mencari pekerjaan secara online, membangun jaringan profesional juga sangat penting. Bergabunglah dengan komunitas atau organisasi seperti Crossbond dan Cake, yang sering mengadakan seminar, pelatihan, serta acara networking yang bisa membantu kamu mendapatkan koneksi dan informasi berharga dalam dunia kerja di Taiwan. 📚 Baca juga: 9 Manfaat Networking Dalam Karier dan Cara Membangunnya! 3. Visa Kerja Memahami jenis visa kerja Taiwan yang sesuai sangat penting sebelum kerja di Taiwan. Beberapa jenis visa yang umum digunakan adalah: Taiwan Employment Gold Card: Untuk profesional dengan keahlian khusus di berbagai bidang.Work Permit Visa: Visa kerja yang harus disponsori oleh perusahaan tempat bekerja. 4. Tips Tambahan Kuasi bahasa Mandarin, karena ini akan menjadi nilai tambah dalam berkomunikasi dengan rekan kerja lokal dan memahami budaya kerja di Taiwan. Untuk level profesional, kamu juga bisa mengikuti ujian TOCFL yang menunjukan skor pemahaman bahasa Mandarin kamu.Siapkan CV dan portofolio dalam bahasa Inggris atau Mandarin agar lebih menarik di mata perekrut. Kamu bisa buat CV menarik dan melamar kerja lebih mudah di Cake.Pelajari tren industri di Taiwan agar dapat menyesuaikan keterampilan dengan kebutuhan pasar kerja. ℹ️ Sebelum lamar kerja, siapkan dulu CV, portofolio, dan surat lamaranmu! Cek contoh di bawah ini:Contoh CV Bahasa InggrisContoh Cover Letter Bahasa InggrisKalo belom punya CV, buat dulu CV yang ATS-Friendly di sini, gratis! Gaji di Taiwan Dikutip dari Radio Taiwan International, upah minimum per bulan di Taiwan mulai 1 Januari 2025 adalah NT$ 28.590 atau sekitar 14 juta rupiah. Tetapi bagi tenaga profesional, terutama di sektor teknologi dan manufaktur, gaji kerja di Taiwan ini bisa jauh lebih tinggi. Selain itu, pekerja asing dengan keterampilan khusus atau lulusan universitas ternama sering mendapatkan kompensasi lebih baik. Menurut Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia Taipei (KDEI Taipei), gaji kerja di Taiwan untuk sektor formal bisa mencapai NT$33,000, dan untuk pekerja profesional atau keahlian khusus dengan pengalaman kerja beberapa tahun di bidangnya, tidak boleh kurang dari NT$47,971. Meskipun gaji kerja di Taiwan cukup kompetitif dan menggiurkan, biaya hidup juga perlu diperhitungkan. Kota besar seperti Taipei memiliki biaya hidup yang lebih tinggi dibandingkan kota-kota lain di Taiwan. Contohnya seperti harga sewa tempat tinggal (apartemen atau kamar kos), transportasi, serta makanan di restoran bisa cukup mahal, tetapi masih lebih terjangkau dibandingkan dengan negara Asia lainnya seperti Jepang atau Korea Selatan. Rata-rata harga sewa kamar per bulan di Taipei mencapai NT$10.000 (~Rp5 juta), sementara rata-rata biaya untuk makan per bulan sekitar NT$8.000 sampai NT$12.000 (Rp4-6 juta), cukup mahal dibandingkan dengan Indonesia. Namun, dengan manajemen keuangan yang baik, pekerja tetap bisa menikmati kualitas hidup yang tinggi di Taiwan. Sudah siap memulai karir di luar negeri? Cek loker internasional di Cake, mulai dari Taiwan, Vietnam, dan Malaysia 🌍Cari Kerja Kesimpulan Setelah membaca rangkuman di atas, kamu masih tertarik kerja di Taiwan, kan? Ada beberapa poin penting yang perlu kamu ingat jika ingin melamar kerja di Taiwan dengan lancar: Taiwan menawarkan peluang yang besar dan terbuka untuk berbagai industri dengan gaji yang kompetitifSiapkan dokumen penting seperti ijazah sarjana, paspor, dan surat ijin kerja atau work permitVisa kerja Taiwan biasanya akan dibantu dalam proses aplikasi oleh perusahaanManfaatkan jaringan sebaik mungkin untuk membantu kamu membangun koneksi di dunia profesional TaiwanKuasai bahasa Mandarin yang bisa jadi nilai tambahan ketika kamu melamar kerja di Taiwan Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD. Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu. Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Recruitment & HR
Feb 6th 2025

12 Contoh Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan yang Efektif

Menyusun proses rekrutmen dan seleksi karyawan yang efektif bukanlah hal yang mudah. Dalam dunia bisnis yang terus berkembang, rekruter harus cermat menyesuaikan strategi rekrutmen agar mampu menarik dan menyeleksi kandidat berkualitas. Riset dari Robert Half menyebutkan bahwa 90% manajer perekrutan masih dihadapkan pada tantangan berat dalam merekrut talenta baru yang sesuai dengan kebutuhan. Pasar tenaga kerja yang kompetitif mempertegas pentingnya merancang proses rekrutmen yang efektif dan efisien. Untuk menjawab tantangan dalam rekrutmen, Cake akan membagikan 12 contoh proses rekrutmen dan seleksi karyawan yang efektif di berbagai bidang pekerjaan. Artikel ini dapat Anda jadikan referensi dalam menentukan proses rekrutmen dan seleksi karyawan yang tepat bagi perusahaan Anda. Daftar isi: Langkah-Langkah dalam Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan Bagaimana Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan yang Efektif? 12 Contoh Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan di Berbagai Perusahaan Langkah-Langkah dalam Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan Hasil survei Harvard Business Review di 326 perusahaan mengungkap bahwa hampir 75% perusahaan tidak puas dengan efektivitas rekrutmen mereka. Data ini mencerminkan tantangan besar dalam rekrutmen, di mana banyak perusahaan kesulitan menemukan kandidat dengan proses yang efektif dan efisien. Tingkat ketidakpuasan yang tinggi menegaskan adanya kebutuhan mendesak bagi perusahaan untuk mengevaluasi dan memperbaiki proses rekrutmen dengan langkah-langkah yang lebih baik. Lantas, bagaimana proses rekrutmen karyawan? Secara umum, berikut merupakan langkah-langkah dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan di perusahaan. 1. Identifikasi Kebutuhan dan Tentukan Tujuan Rekrutmen Langkah pertama dalam proses rekrutmen adalah mengidentifikasi kebutuhan perusahaan dan menentukan tujuan rekrutmen. Tim HRD dapat bekerja sama dengan manajer dan supervisor untuk mempermudah proses identifikasi kebutuhan tenaga kerja perusahaan. Setelah proses identifikasi terpenuhi, HRD perlu menentukan tujuan atau objektif yang ingin dicapai dalam proses rekrutmen. Pastikan untuk menyelaraskan tujuan rekrutmen dengan tujuan strategis jangka pendek dan jangka panjang perusahaan. Dikutip dari SHRM, berikut merupakan aspek-aspek yang perlu diperhatikan saat mengidentifikasi kebutuhan dan tujuan rekrutmen: Jumlah posisi yang harus diisiWaktu dan tanggal suatu posisi harus diisiBiaya per karyawanJumlah dan kualifikasi karyawan yang diinginkanJenis kandidat yang dicari 2. Penyusunan Strategi Rekrutmen Langkah selanjutnya adalah menyusun strategi yang tepat dalam proses rekrutmen. Penyusunan strategi ini bertujuan untuk memastikan proses rekrutmen efektif menarik kandidat yang tepat serta efisien dari segi waktu dan biaya. Strategi rekrutmen memuat rencana tindakan spesifik yang diperlukan dalam memenuhi tujuan rekrutmen. 3. Pembuatan Deskripsi Lowongan Pekerjaan Deskripsi pekerjaan yang jelas, lengkap, dan to-the-point membantu perusahaan menarik kandidat berkualitas sesuai kebutuhan. Deskripsi pekerjaan mencakup nama posisi jabatan, ringkasan pekerjaan, tugas dan tanggung jawab utama, kualifikasi yang diharapkan, dan gaji yang ditawarkan. Untuk mempermudah pembuatan deskripsi lowongan kerja yang menarik, Anda dapat mengikuti panduan di video berikut ini:Cara Membuat Iklan Lowongan Kerja Menarik untuk Merekrut Karyawan 4. Sourcing Kandidat Sourcing kandidat melibatkan proses pencarian kandidat potensial dari berbagai sumber, baik secara internal maupun eksternal. Dikutip dari LinkedIn, sumber internal bisa berupa promosi atau pemindahtugasan karyawan yang sudah ada. Sementara sumber eksternal mencakup penggunaan job portal, sosial media, iklan lowongan pekerjaan, hingga berpartisipasi dalam job fair. Dalam tahap ini, penting untuk memanfaatkan jaringan dan database perusahaan untuk mendapat kandidat berkualitas. 5. Screening Kandidat Setelah menerima lamaran, perusahaan dapat beranjak ke proses screening kandidat untuk menilai apakah kandidat memenuhi kualifikasi minimum yang ditetapkan dalam deskripsi pekerjaan. Screening awal kandidat dilakukan dengan cara review CV, portofolio, dan tes atau asesmen online. 6. Uji Keterampilan dan Wawancara Kandidat yang lolos screening akan melanjutkan ke tahap uji keterampilan dan wawancara. Ini menjadi tahapan kunci dalam proses rekrutmen untuk menilai pengalaman, kompetensi teknis, dan kesesuaian kandidat dengan budaya perusahaan. 7. Cek Background dan Referensi Penting untuk memeriksa latar belakang (background) dan referensi kandidat untuk memastikan bahwa akurasi informasi yang diberikan kandidat selama proses rekrutmen berjalan. Tahapan ini mencakup pengecekan catatan pekerjaan sebelumnya, pendidikan, reputasi kandidat, dll. Pemeriksaan background dan referensi dapat membantu mengurangi risiko mempekerjakan yang tidak cocok atau memiliki masalah di pekerjaan sebelumnya.📚 Baca juga:HR Wajib Tahu! 3 Cara Efektif Melakukan Background Check 8. Penawaran Kontrak Kerja Setelah kandidat menyelesaikan seluruh proses seleksi karyawan, langkah selanjutnya adalah memberikan penawaran kontrak kerja. Pada tahap ini, HRD bernegosiasi dengan kandidat terpilih terkait gaji, benefit, serta tugas dan tanggung jawab pekerjaan. Penawaran kontrak kerja yang transparan dan adil bagi kedua belah pihak akan meningkatkan peluang penerimaan kandidat terpilih. 9. Onboarding dan Evaluasi Onboarding adalah proses membantu karyawan baru beradaptasi dengan lingkungan kerja, budaya, dan tanggung jawabnya di perusahaan. Proses onboarding yang baik dapat mempercepat integrasi karyawan baru ke dalam tim dan meningkatkan produktivitas mereka. Setelah onboarding, HRD perlu melakukan evaluasi berkala untuk memastikan karyawan baru dapat menjalankan pekerjaannya sesuai harapan perusahaan, dan jika perlu memberikan dukungan atau pelatihan tambahan.📚 Baca juga:Onboarding Karyawan: Tips Efektif Template Siap Pakai!Proses Rekrutmen Karyawan yang Efektif8 juta talenta berkualitas menunggu, mulai pasang lowongan kerja di Cake!Pasang Loker Bagaimana Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan yang Efektif? Proses rekrutmen dan seleksi karyawan yang efektif memiliki beberapa ciri utama yang menjadi indikator keberhasilannya. Efektivitas proses rekrutmen dan seleksi karyawan dinilai dari aspek strategis dan operasional yang memastikan perusahaan mendapat kandidat terbaik dengan biaya dan waktu perekrutan yang efisien. Secara lebih detail, berikut ciri utama dari proses rekrutmen dan seleksi yang efektif: 1. Sesuai dengan Kebutuhan dan Tujuan Bisnis Proses rekrutmen yang efektif selalu berfokus pada pencarian kandidat yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan bisnis perusahaan. Rekrutmen yang efektif membantu perusahaan menemukan kandidat terbaik yang mampu berkontribusi dalam mencapai target strategis perusahaan. 2. Tepat Waktu dan Efisien Proses rekrutmen yang efektif tidak selalu harus cepat, tapi tepat waktu dengan timeline manpower planning perusahaan. Hal ini memungkinkan perusahaan mendapatkan kandidat terbaik di waktu yang tepat tanpa harus mengorbankan kualitas seleksi. Keterlambatan mengisi posisi kosong dapat mengganggu operasional bisnis, sementara proses yang terlalu cepat tanpa proses seleksi yang matang bisa menghasilkan kandidat yang kurang sesuai. 3. Sesuai dengan Anggaran Rekrutmen yang efektif juga mencakup pemanfaatan sumber daya secara efisien dan sesuai dengan anggaran yang tersedia. Pengeluaran rekrutmen harus sebanding dengan nilai yang dihasilkan dari mendapatkan karyawan yang tepat. Perusahaan dapat memanfaatkan teknologi dan proses internal yang baik untuk menjaga biaya rekrutmen tetap terkendali tanpa mengorbankan kualitas perekrutan. 4. Penilaian Komprehensif Proses seleksi karyawan baru memerlukan penilaian yang komprehensif untuk memastikan kompetensi kandidat dapat menjalankan pekerjaannya sesuai ekspektasi perusahaan. Penilaian ini dapat mencakup evaluasi keterampilan teknis, soft skills, kesesuaian dengan budaya perusahaan, tes kepribadian, studi kasus, wawancara berbasis kompetensi, dll. 5. Onboarding dan Adaptasi yang Lancar Akhir dari proses rekrutmen yang efektif adalah onboarding dan adaptasi yang lancar bagi karyawan baru dengan lingkungan dan budaya kerja perusahaan. Proses onboarding dan adaptasi yang lancar membantu karyawan baru lebih produktif dan berkontribusi lebih baik untuk mencapai tujuan perusahaan.Rekrut kandidat dengan skill spesifik lebih tepat dan cepat bersama konsultan rekrutmen profesional Cake.🎉Jadwalkan Konsultasi Sekarang! 12 Contoh Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan di Berbagai Perusahaan Setelah memahami langkah-langkah dan karakteristik rekrutmen yang efektif, kini saatnya melihat contoh-contoh proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Cake mengambil contoh dari beberapa perusahaan global yang memiliki track-record positif dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Menariknya, mayoritas perusahaan saat ini telah memanfaatkan teknologi modern dalam proses rekrutmen untuk meningkatkan efisiensi. Menurut data dari ClearCompany, 72% eksekutif telah berinvestasi pada teknologi untuk melakukan rekrutmen dan mempertahankan karyawan. 1. Contoh Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan di Google Sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, Google menerapkan rekrutmen yang kompetitif dan dirancang untuk menemukan talenta terbaik yang sesuai dengan budaya inovatif perusahaan. Dikutip Google Careers, Google menerapkan 6 tahapan utama dalam proses rekrutmen mereka yaitu refleksi diri, pencarian pekerjaan, penyusunan resume, melamar via online, interview, pemberian keputusan dan penawaran kerja. Refleksi Diri: Tahap ini bertujuan mempermudah perusahaan mempekerjakan karyawan berdasarkan minat, keahlian, pengalaman, dan tujuan mereka.Job Searching: Google menyediakan berbagai lowongan kerja di situs resmi mereka, dan kandidat perlu mencari posisi yang sesuai dengan hasil refleksi diri mereka.Penyusunan Resume: Google meminta karyawan untuk menyusun resume yang relevan dengan kualifikasi pekerjaan.Lamar Online: Google memanfaatkan Careers Search Tool untuk mempermudah kandidat melamar. Perusahaan juga membatasi satu pelamar hanya bisa melamar 3 lowongan setiap 30 hari.Interview: Kandidat diminta untuk mengikuti Google Hiring Assessment untuk mengukur keterampilan gaya kerja dan penilaian tambahan lainnya. Kemudian ada pula tahap virtual chat, pengerjaan proyek, dan wawancara.Pemberian Keputusan dan Penawaran Kerja: Google menghubungi kandidat terpilih untuk memberikan penawaran dan memberi informasi tentang benefit, tunjangan, asuransi, dll. 2. Contoh Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan di RedBull Perusahaan multinasional RedBull menerapkan inovasi teknologi dalam proses rekrutmen yang membuat pengalaman kandidat lebih menyenangkan saat melamar. Di website Redbull, mereka menggunakan alat asesmen yang disebut Wingfinder. Wingfinder adalah contoh proses rekrutmen dan seleksi karyawan yang membantu kandidat mengenali keunggulan mereka. Alat ini mengajukan pertanyaan yang berfokus pada empat area kunci kesuksesan pribadi. Tes ini memakan waktu sekitar 30 menit dan didasarkan pada penelitian psikologis kredibel. 3. Contoh Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan di Amazon Amazon adalah perusahaan raksasa teknologi ini juga mengadopsi proses rekrutmen yang berfokus pada prinsip kepemimpinan atau “Leadership Principles”. Setelah mengajukan lamaran, kandidat yang lolos akan menjalani tes online yang dirancang untuk menilai keterampilan teknis, kognitif, dan perilaku mereka Dikutip dari website resmi Amazon, perusahaan penyedia layanan cloud ini memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) dan machine learning (ML) dalam proses screening. Setelah lolos screening dan tes online, pelamar akan menerima undangan wawancara virtual, mulai dari 4 hingga 7 wawancara dengan berbagai pihak. Dalam wawancara ini, kandidat harus mampu menjelaskan bagaimana mereka mengaplikasikan prinsip kepemimpinan di perusahaan. Kemudian, ada pula proses wawancara ‘Bar Raiser’ yang merupakan wawancara terakhir yang dilakukan oleh seseorang yang tidak terlibat langsung dalam tim yang membuka lowongan. Mereka bertugas memastikan kandidat memenuhi standar kualitas yang ketat. 4. Contoh Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan di Unilever Proses rekrutmen di Unilever menerapkan pendekatan yang lebih terstruktur dengan tujuan mencari individu yang selaras dengan nilai-nilai perusahaan. Prosesnya dimulai dengan pengajuan lamaran online dan screening awal yang dilakukan melalui sistem penilaian otomatis berbasis AI yang mengevaluasi kecocokan kandidat dengan lowongan yang dibuka. Untuk asesmen, Unilever mengukur keterampilan dan perilaku kandidat menggunakan game psikometrik inovatif yang memberikan pengalaman menyenangkan. Setelah lolos tahap ini, kandidat akan diundang untuk wawancara satu arah, di mana mereka diminta menjawab serangkaian pertanyaan dalam waktu tertentu. Unilever juga menerapkan proses wawancara lanjutan yang meminta kandidat melakukan presentasi studi kasus untuk melihat keterampilan analitis dan kemampuan berpikir strategis. Ini merupakan contoh proses rekrutmen dan seleksi karyawan yang terstandarisasi untuk industri FMCG. 5. Contoh Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan di Airbnb Airbnb adalah perusahaan online traveling agency (OTA) yang memiliki proses rekrutmen terintegrasi dengan budaya perusahaan. Perusahaan secara teliti melakukan pemeriksaaan background kandidat karyawan dan menyesuaikannya dengan lowongan yang dibuka dan nilai-nilai perusahaan. Setiap aspek proses perekrutan, khususnya pada saat wawancara, calon karyawan diajak berpartisipasi dalam diskusi mendalam tentang nilai-nilai perusahaan dan bagaimana cara mereka bisa berkontribusi. Pada tahap akhir wawancara, rekruter melakukan wawancara ‘core values’ di mana kandidat dinilai berdasarkan kesesuaian dengan nilai-nilai inti perusahaan. 6. Contoh Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan di IBM Rekrutmen di IBM menerapkan beragam asesmen yang divalidasi secara ilmiah. Asesmen yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan peran atau posisi pekerjaan. Ini merupakan contoh proses rekrutmen dan seleksi karyawan yang berbasis data dan berfokus pada keakuratan penilaian. IBM merancang asesmen untuk memprioritaskan rekrutmen berdasarkan keterampilan dan pengalaman yang sesuai. Ini membuat asesmen di IBM menjadi lebih adil dan mampu meminimalisir bias. Setelah lolos asesmen, IBM memberikan tes kognitif, kompetensi, dan beberapa tes lain yang berhubungan dengan pekerjaan. Kandidat yang berhasil lolos akan diundang untuk wawancara secara virtual maupun tatap muka. Pertanyaan wawancara cukup bervariasi dan berfokus untuk menggali pengalaman kandidat sebelumnya dan memahami potensi mereka. IBM juga berkomitmen memberikan update dan feedback terkait proses rekrutmen kepada kandidat, sehingga memungkinkan mereka untuk berkembang lebih baik di masa mendatang. 7. Contoh Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan di McKinsey Company Perusahaan konsultan manajemen bisnis, McKinsey Company menerapkan proses rekrutmen yang interaktif dan menyenangkan.McKinsey Company secara strategis melibatkan game interaktif berupa sebuah dunia simulasi di mana para kandidat mendemonstrasikan bagaimana mereka memecahkan masalah. Anda dapat mencontoh proses rekrutmen dan seleksi karyawan ini untuk meningkatkan keterlibatan kandidat dan menilai keterampilan berpikir kritis dalam situasi nyata. Permainan berbasis simulasi tersebut ditujukan untuk menguji kemampuan kandidat dan memungkinkan mereka menunjukkan keahlian dengan cara praktis. Kandidat terbaik yang memperoleh skor tertinggi dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan akan otomatis lolos ke tahap wawancara. Dikutip dari situs resmi McKinsey Careers, wawancara tahap akhir diselenggarakan selama 50 menit secara one-on-one. Wawancara ini berfokus pada aspek bisnis untuk menguji kemampuan pemecahan masalah dan menguji keahlian kandidat di berbagai bidang. Keseluruhan proses rekrutmen McKinsey umumnya memakan waktu rata-rata satu hingga beberapa bulan. 8. Contoh Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan di Nvidia Nvidia menerapkan proses rekrutmen terstandar yang berfokus menyaring kandidat dengan kemampuan teknis dan penyelesaian masalah inovatif. Terdapat 4 fase utama dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan di Nvidia, yaitu: Cari dan lamar online: Di tahap ini, kandidat diarahkan untuk mencari dan melamar lowongan kerja yang sesuai dengan minat dan keterampilan mereka.Screening dan cek background: Nvidia menerapkan proses screening awal dan background check dengan teknologi AI dan software.Wawancara: Nvidia menerapkan jenis wawancara yang berbeda untuk tiap posisi yang dibuka. Tahap wawancara dapat dilakukan secara one-on-one, grup, atau interview panel berdurasi 30 - 60 menit.Penawaran Kontrak: Jika kandidat lolos semua tahap sebelumnya, rekruter akan memberikan penawaran kontrak kerja ke kandidat. 9. Contoh Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan di Spotify Spotify menerapkan proses rekrutmen yang berfokus pada pengalaman kandidat. Perusahaan streaming audio dan musik ini menggunakan wawancara berbasis nilai yang mereka sebut sebagai “Band Manifesto”, pendekatan unik untuk memastikan kandidat sesuai dengan visi perusahaan. Dikutip dari Spotify HR Blog, proses rekrutmen Spotify menggunakan wawancara informal dan transparan. Dalam wawancara, kandidat akan bertemu dengan berbagai anggota im untuk mengevaluasi kecocokan dengan budaya perusahaan. Proses rekrutmen di Spotify juga terbuka dan rekruter akan memberikan feedback kepada kandidat baik yang diterima maupun tidak. 10. Contoh Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan di Slack Slack dikenal luas sebagai aplikasi komunikasi dan kolaborasi kerja berbasis cloud. Slack Technologies sebagai pengembang Slack menerapkan proses rekrutmen yang menjunjung keberagaman dan inklusivitas. Proses rekrutmen Slack tidak menggunakan metode whiteboard interviews tapi mereka menggantinya dengan latihan teknis yang menyoroti kemampuan dan keterampilan kandidat. Proses wawancara Slack difokuskan pada penilaian keahlian kandidat dan proyek yang pernah mereka kerjakan. 11. Contoh Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan di Microsoft Microsoft menerapkan proses rekrutmen yang berfokus untuk menjaring talenta berbakat yang cocok dengan budaya perusahaan. Ada 4 tahapan utama dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan Microsoft, yaitu: Screening Lamaran: Microsoft melakukan seleksi CV dan lamaran kandidat dengan kualifikasi pekerjaan.Wawancara: Microsoft menerapkan berbagai macam teknik wawancara untuk mengetahui kemampuan dan keterampilan pelamar, mulai dari behavioral interviews, technical interviews, hingga wawancara studi kasus.Wawancara ‘As Appropriate’: Tahap akhir ini dilakukan oleh pemimpin senior atau manajer untuk memastikan kandidat cocok dengan tim dan peran yang akan dijalankan.Penawaran Kontrak: Tim HR memberikan penawaran kontrak dan penjelasan tentang gaji, benefit, kompensasi, dan detail kontrak lainnya. 12. Contoh Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan di Tesla Proses rekrutmen di perusahaan Tesla berfokus mengidentifikasi keunggulan kandidat atau yang disebut ‘evidence of excellence’. Rekruter di Tesla menggunakan tahapan berjenjang termasuk asesmen online, wawancara yang berfokus pada problem solving, dan presentasi panel yang meminta kandidat mendiskusikan tantangan berat mereka selama bekerja. Rekrutmen dan seleksi karyawan di Tesla tidak hanya menilai keterampilan teknis saja, tapi juga kecocokan kandidat dengan budaya perusahaan yang inovatif. Kandidat yang berhasil adalah mereka yang bisa menunjukkan fleksibilitas dan kemampuan bekerja dalam lingkungan dinamis dan inovatif. 📚 Baca juga:13 Metode Rekrutmen Efektif, Bisa Dicoba HRD! Setiap perusahaan tentu memiliki cara tersendiri dalam menjalankan proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Efektivitas proses rekrutmen dan seleksi karyawan bergantung pada sejauh mana proses tersebut selaras dengan kebutuhan dan tujuan bisnis. Dengan mempelajari berbagai contoh proses rekrutmen dan seleksi karyawan yang efektif, Anda dapat membantu perusahaan merancang sistem yang lebih optimal dan mampu menarik talenta terbaik.Cakeadalah platform rekrutmen dengan +8 jutadatabasetalenta di talent pool global.Pasang lowongan kerja gratisuntuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkanEmployer Brandinglebih efektif bersama Cake. Didukung teknologi ATSCake AIdanRecruitment Consultantprofesional, mulai temukan talenta berkualitas lebih cepat! Dapatkan wawasan mendalam dan konten informatif terkait rekrutmen, manajemen SDM,employer branding,serta tren terbaru di dunia HR hanya di Cake. Jadikan kami sumber terpercaya Anda untuk strategi perekrutan yang efektif dan solusi SDM yang inovatif.

Bug Hunter: Profesi Menjanjikan Minim Saingan dengan Bayaran Dollar

Pernah dengar program ‘bug hunting’ yang diadakan oleh perusahaan-perusahaan besar semacam Google atau Twitter (X)? Program seperti ini terbuka untuk siapa saja yang ingin membantu perusahaan besar tersebut mencari celah atau cacat pada suatu software dan hardware yang menyebabkan terjadinya error. Nah, ternyata demand untuk profesi bug hunter saat ini semakin naik seiring dengan banyaknya perusahaan yang menciptakan aplikasi, game atau software baru. Menariknya, perusahaan-perusahaan besar tersebut memberikan imbalan yang sangat besar untuk satu kali penemuan bug, mencapai ribuan dollar. Kamu tertarik mendalami lebih lanjut soal profesi bug hunter? Simak penjelasannya di bawah ini untuk tahu lebih banyak.Daftar isi: Pengertian Bug Hunter Cara Kerja Bug Hunter Perbedaan Hacker dan Bug Hunter Skill Bug Hunter Prospek Karier Bug Hunter di Indonesia Cara Menjadi Bug Hunter Apa yang Dimaksud dengan Bug Hunter? Supaya kamu tahu apa itu bug hunter, mari sejenak merujuk pada kamus Collins Dictionary. Menurut bahasa, Bug Hunter berasal dari dua kata bahasa inggris, yaitu Bug dan Hunter. ‘Bug’ berarti ‘Serangga’, sementara ‘Hunter’ artinya ‘Pemburu’. Namun, Bug Hunter bukanlah pemburu serangga dalam artian sebenarnya. Dalam dunia kerja, Bug Hunter adalah suatu profesi dimana seseorang bertugas mencari bug atau kecacatan dalam suatu perangkat lunak maupun sistem komputer. Nah, aktivitas berburu bug ini dinamakan sebagai bug hunting. Sementara reward yang diterima oleh bug hunter disebut sebagai bug bounty. Perusahaan yang merekrut seorang bug hunter akan mendapatkan banyak sekali keuntungan, diantaranya: Mencegah perusahaan mengalami kebocoran dataMencegah perusahaan terkena serangan cyber dari oknum yang tidak bertanggungjawabMengetahui bug kecil dalam suatu aplikasi dapat membantu perusahaan memangkas ongkos perbaikan softwareMembantu perusahaan meningkatkan kenyamanan pengguna sehingga growth perusahaan lebih cepat Cara Kerja Bug Hunter Pada dasarnya profesi bug hunter bukanlah profesi yang mudah dijalani. Akan tetapi, bukan berarti kamu tidak bisa mempelajari ilmunya. Sebelum kamu terjun ke profesi ini, sebaiknya pahami dulu bagaimana cara kerja seorang bug hunter. Beberapa hal ini yang dikerjakan oleh seorang bug hunter: Pertama, seorang bug hunter akan mencoba suatu software, game atau aplikasi untuk mengetahui cara kerjanya secara langsung serta bagaimana arsitekturnya. Itulah kenapa seorang bug hunter perlu tahu beberapa ilmu seputar CSS, HTML, PHP, serta JavaScript.Kedua, setelah mempelajari cara kerja aplikasi tersebut seorang bug hunter akan mencari kesalahan kode yang memungkinkan data pada aplikasi bocor atau aplikasi mengalami kecacatan saat dijalankan.Akhirnya, setelah semua proses kerja dilakukan seorang bug hunter akan mendapatkan rewards dari perusahaan. Tentunya, sebelum bug hunter bekerja mereka akan mendapatkan terms and condition soal besaran pembayaran yang akan diterima. Jika setuju, mereka bisa langsung tanda tangan kontrak dan bekerja. Apa Perbedaan Hacker dan Bug Hunter Pada dasarnya, mereka yang memiliki keahlian sebagai hacker juga bisa menggunakan kemampuannya untuk bekerja sebagai bug hunter. Akan tetapi, bug hunter bukanlah hacker karena kedua profesi tersebut sangat berbeda. Istilah hacker sendiri selama ini memiliki konotasi yang negatif di kalangan orang awam karena menyalahgunakan keahliannya untuk suatu niat jahat (black hat hacker). Di sisi lain, Bug hunter tergolong sebagai white hat hacker sebab keahliannya dapat digunakan untuk membantu orang lain. Nah, white hat hacker biasanya juga bekerjasama dengan perusahaan dan pemerintah untuk menemukan bug sehingga pekerjaan mereka dapat dikatakan legal di bawah ranah hukum. Sementara black hat hacker bekerja diluar ranah hukum sehingga keberadaan mereka rentan membahayakan orang lain. Hacker seperti ini dapat berpotensi dilaporkan keberadaannya kepada pihak yang berwajib untuk diproses secara undang-undang. 📚 Bacaan lanjutan: 10 Cara Menjadi Hacker Profesional secara Otodidak bagi Pemula! Skill untuk Menjadi Bug Hunter Tertarik menjadi bug hunter? Kamu perlu mempelajari deretan skills di bawah ini. 1. Sistem Operasi Sebelum bekerja menemukan bug pada suatu aplikasi, seorang bug hunter perlu mencoba aplikasi tersebut secara langsung. Itulah kenapa, mereka perlu tahu bagaimana suatu aplikasi bekerja pada sistem operasi seperti Windows, iOs dan Linux. Apalagi, buat kamu yang pemula dalam dunia ini perlu mempelajari Linux secara mendalam. Ini karena sifat linux yang open source, stabil, fleksibel, aman dan memiliki support komunitas yang kuat. Linux termasuk salah satu sistem operasi (kernel) terbuka yang gratis sehingga siapa saja bisa mempelajari dan memodifikasinya tanpa batasan, sangat cocok untuk kamu yang mau berlatih berburu bug. 2. Bahasa Pemrograman yang Umum Meskipun mempelajari bahasa pemrograman bukanlah hal wajib bagi seorang bug hunter, tetapi jika kamu mempelajarinya maka proses pencarian bug akan berjalan mudah. Kamu bisa belajar bahasa semacam Ruby, Perl dan Python untuk membantu kamu mempelajari konsep seorang developers dalam membangun aplikasi. 3. HTTP Pelajari juga bagaimana protocol HTTP bekerja. Seorang bug hunter perlu tahu bagaimana suatu website terhubung dengan internet dan bagaimana user mengunjungi halaman website. Ini penting, supaya proses identifikasi bug berjalan lancar tanpa kendala. 4. OWASP Top 10 Dilansir dari FreeCodeCamp, OWASP atau Open Web Application Security Project adalah organisasi yang membantu peningkatan keamanan software. OWASP sendiri memberikan tools dan resource untuk semua ahli IT di seluruh dunia agar aplikasi mereka aman dari serangan hacker. Nah, salah satu kontribusi OWASP di dunia cyber security adalah ilmu tentang jenis-jenis bug yang perlu dipantau pada aplikasi, website atau software. Deretan jenis bug tersebut dinamakan ‘10 Top Vulnerabilities List’. Kamu perlu mempelajari ilmu mengenai Top 10 Vulnerabilities List (10 daftar kerentanan) tersebut supaya mudah mengidentifikasi jenis-jenis bug dan menentukan bagaimana penanganannya. 5. Dasar-dasar Komputer dan Network Jika kamu berniat menjadi seorang bug hunter, pahami dasar-dasar komputer seperti data, komponen, processor dan lain sebagainya. Selain itu, kembangkan juga keahlianmu dengan mempelajari ilmu soal TCP dan IP protokol. Ini penting, supaya kamu familiar dengan bagaimana cyber attack bekerja. Prospek Karier Bug Hunter di Indonesia Masih sedikit orang yang berprofesi sebagai bug hunter di Indonesia. Itulah kenapa, potensi untuk berkarir di bidang ini masih sangat terbuka luas. Apalagi, jika melihat tren industri sekarang ini yang semakin mengarah ke digitalisasi usaha, membuat profesi bug hunter akan terus dibutuhkan. Saat ini perusahaan-perusahaan besar luar negri juga semakin melirik market Indonesia sehingga mereka memerlukan talenta lokal untuk membantu memperluas usaha. Nah, bug hunter tentu sangat dibutuhkan jasanya supaya aplikasi dan website berjalan lancar tanpa celah untuk market Indonesia. Menariknya lagi, profesi bug hunter juga bisa dijadikan pekerjaan sampingan. Ini artinya, kamu bisa menjalankan profesi ini meskipun berstatus sebagai karyawan tetap di suatu perusahaan. Lantas, berapa gaji seorang bug hunter? Sebuah laporan yang diterbitkan oleh HackerOne mengungkapkan bahwa rata-rata rewards yang diperoleh seorang bug hunter mencapai 3650 dollar atau setara Rp 56 juta untuk penemuan bug kategori kritis. Ada juga bug hunter yang dibayar dengan gaji bug hunter bulanan oleh suatu perusahaan, mencapai Rp 300 juta perbulannya. Nah, untuk bug hunter dengan status freelance, biasanya sistem pembayarannya dihitung per-jam. Mulai dari 20 dollar per jam untuk pemula, hingga 70 dollar per jam untuk experts. Masih terkait soal pendapatan bug hunter, di dalam negeri saat ini juga sudah ada beberapa event bug bounty 2023 untuk kamu yang ingin memperoleh reward, salah satunya yang diadakan oleh Kemendikbud Ristek. Nah, lantas apa itu Bug Bounty 2023? Ini adalah event yang mengajak insan pendidikan untuk turut serta menjaga data pendidikan dengan turut serta mencari bug pada berbagai aplikasi dan website di lingkungan Kemendikbud Ristek. Event ini memberikan rewards pada para pemenangnya. Cara Menjadi Bug Hunter Semakin tertarik berkarir sebagai bug hunter? Jika iya, maka kamu perlu tahu cara menjadi bug hunter yang tepat. Ikuti tips di bawah ini, yuk! 1. Belajar Programming dan Kuasai Skill Tentunya, langkah pertama yang perlu kamu lakukan untuk menjadi seorang bug hunter adalah mempelajari programming dan menguasai beberapa skill seperti Phyton, HTTPS, Linux dan lain-lain. Mempelajari programming bisa kamu lakukan dengan mempelajari dasarnya terlebih dahulu, kemudian bertahap sampai kamu mahir. 2. Ketahui Platform yang Sering Digunakan Bug Hunter Ilmu soal dunia bug akan selalu update dari masa ke masa. Setiap bug jenis baru memerlukan penanganan yang berbeda sehingga kamu harus terus belajar. Untungnya, saat ini ada banyak platform yang membahas dunia cybersecurity seperti: HackerOneBugcrowdIntigritiSynackYesWeHackHackenProof Kamu bisa belajar dari platform tersebut maupun melihat update informasi lewat creator bug hunter di Youtube, Instagram maupun Tiktok. 3. Aktif di Komunitas Bug Hunter Saat ini sudah banyak sekali platform bug hunter untuk sharing ilmu seperti Reddit netsec, Bugtraq and 00x00sec. Kemudian, ada juga komunitas bug hunter Indonesia seperti: Bug Hunter IDBug Bounty IndonesiaEthical Hacker Indonesia Aktif di berbagai komunitas tersebut dapat membantumu update informasi dan ilmu baru terkait bug. Kamu pun bisa bertanya ke para senior yang lebih menguasai ilmu. 4. Ikut Kelas Bug Hunter Saat ini ada banyak sekali kelas-kelas cyber security untuk kamu yang bertekad menjadi seorang bug hunter. Kelas yang diselenggarakan online tersebut akan membantu kamu mempersiapkan diri menjadi bug hunter berkelas yang dilirik perusahaan. Kelas tersebut dibanderol dengan biaya yang murah hingga mahal, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan. 5. Kuasai Bahasa Inggris Berhubung lowongan pekerjaan bug hunter saat ini masih didominasi oleh perusahaan luar negri, maka kamu sebaiknya mempelajari bahasa inggris sebagai pengantar obrolan dengan klien. Setidaknya, kamu harus paham bahasa inggris conversational agar antara kamu dan klien tidak terjadi kesalahpahaman selama bekerja. 6. Siapkan CV Bug Hunter dan Cari Kerja Langkah selanjutnya adalah membuat CV Bug Hunter khusus untuk melamar pekerjaan di bidang ini. Silahkan simak contoh CV Bug Hunter di bawah ini supaya kamu mudah menirunya.Contoh CV Bug Hunter -- DIbuat di Cake Nah, jika kamu sudah tahu beberapa cara untuk menjadi seorang bug hunter, langkah selanjutnya adalah melamar pekerjaan sebagai bug hunter. Persiapkan CV kamu sekarang juga, benahi beberapa kesalahan yang membuat HRD kurang melirik kamu. Jika kamu bingung bagaimana membuat CV yang oke, coba gunakan template CV yang ada di Cake CV Builder. Buat akun dan set up profile di Cake, kemudian pilih jenis dan template CV yang kamu inginkan.Ada puluhan template CV terbaik, tinggal kamu isi informasinya sesuai kebutuhan. Gratis, tanpa biaya. Yuk, buat CV-mu di Cake!Buat CV 📚 Bacaan lanjutan: 10 Pekerjaan Bidang IT yang Paling Dicari dan Gajinya! Kesimpulan Sebagai profesi baru yang terdengar masih ‘asing’ di Indonesia, bug hunter sebenarnya sudah dilakoni oleh beberapa pekerja di luar negeri. Seiring berkembangnya zaman, nantinya demand profesi ini akan terus naik. Nah, kamu perlu mengingat-ingat beberapa catatan berikut ini supaya mudah mempersiapkan diri sebagai bug hunter: Ikuti kelas cyber security mulai dari sekarang untuk mempelajari berbagai skills yang dibutuhkan sebagai bug hunter. Belajar dari mentor langsung adalah langkah paling tepat untuk persiapan terjun di profesi ini.Teruslah update ilmu soal bug hunter di berbagai platform dan komunitas onlineKuasai bahasa Inggris minimal level conversational supaya memudahkan kamu memperoleh klien, sebab sebagian besar kesempatan menjadi bug hunter saat ini datang dari perusahaan luar negriBuatlah CV khusus untuk melamar pekerjaan sebagai bug hunter, jangan mencampurnya dengan riwayat pekerjaan di bidang lain Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake. --- Ditulis Oleh Izzul Millati ---
Job Search Tips
Mar 7th 2025

Kerja di Jepang: Syarat, Cara Daftar, Peluang, dan Lowongan

Kabar gembira untuk kamu yang ingin kerja di Jepang! Mengutip dari Detik, dalam perayaan perayaan ulang tahun Kaisar Jepang Naruhito ke-65 pada 20 Februari lalu di Jakarta, duta besar Jepang di Indonesia membuka kesempatan luas bagi mahasiswa dan pekerja yang ingin berkarier di negeri Sakura tersebut. Khawatir dengan kemampuan bahasa Jepang? Tenang aja, baik kamu ingin kuliah atau bekerja di Jepang, saat ini sudah banyak perusahaan dan universitas yang menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi. Namun, bukan berarti kamu tidak perlu belajar bahasa Jepang sama sekali karena ada syarat minimal kemampuan yang perlu kamu penuhi untuk bisa mendapatkan visa tinggal. Meski kesempatan kerja ke Jepang makin terbuka, melakukan riset mengenai kekurangan-kelebihan tetap perlu dilakukan. Tenang saja, Cake telah merangkum seluruh informasi yang kamu butuhkan dalam satu artikel. Pastikan untuk membaca sampai selesai, ya! Daftar Isi Mengapa Kerja di Jepang? Syarat Kerja di Jepang Visa Kerja di Jepang Cara Mencari Kerja di Jepang Gaji dan Biaya Hidup di Jepang Mengapa Kerja di Jepang?Keuntungan kerja di Jepang Melalui akun LinkedIn, Kaiji Wada seorang rekruter Jepang, menyatakan fenomena #kaburajadulu yang menjadi trending topic di X menguntungkan bagi pihaknya. Ia mengakui bahwa Jepang tengah menghadapi kekurangan sumber daya manusia, sehingga penambahan diaspora akan menguntungkan bagi negara tersebut. Kesiapan pemerintah Jepang terhadap tenaga kerja asing asal Indonesia membuat banyak sektor melakukan penyesuaian. Perubahan ini sangat menguntungkan job seekers Indonesia karena memperbesar peluang kerja di Jepang. Sebelum membahas cara kerja di Jepang, mari kita bedah terlebih dahulu keuntungan yang akan kamu biasa ditawarkan oleh perusahaan:1. Dalam tanya jawab yang direkam oleh exporttojapan, Hiroshi Chiba pengacara berpengalaman asal Jepang, perusahaan Jepang mulai melengkapi paket employee benefits untuk menyaring banyak talent berkualitas. Paket benefits bisa terdiri dari asuransi yang bagus, subsidi tempat tinggal, fasilitas rekreasi, bonus, dan juga uang pensiun.Semakin besar perusahaan, upah minimum akan lebih rendah karena ada banyak peluang kenaikan gaji melalui promosi jabatan. Sebagai gantinya, perusahaan besar akan memberikan sejumlah benefits yang besar bagi karyawan. Sementara itu, untuk level perusahaan yang lebih kecil, upah minimum yang ditawarkan lebih tinggi karena jenjang karier tidak sebanyak perusahaan besar. Oleh karena itu, biasanya perusahaan kecil mengurangi rentang benefits yang diberikan. 2. Ketika kamu mencari lowongan kerja di Jepang, mereka biasanya menyediakan daftar benefits yang lebih lengkap dibanding perusahaan Indonesia, bahkan untuk pekerja kontrak. Di bawah daftar keuntungan kerja di Jepang: Paid leaveSick leaveAsuransi kesehatan wargaJaminan sosialBiaya transportasiBiaya pengeluaran selama perjalanan bisnisUpah lemburShort term/long term leaveHak cuti melahirkanKompensasi selama melahirkanHak cuti merawat anak 📚 Baca juga: 5 Contoh Surat Cuti Kerja Berbagai Alasan yang Baik dan Benar3. Hal yang sulit ketika harus bekerja di negeri orang tentu saja beradaptasi dengan gaya hidup di tempat baru. Saat ini sudah banyak produk Jepang yang masuk ke Indonesia, mulai dari musik dan film hingga makanan. Pengalaman ini bisa membantu diaspora untuk menyesuaikan diri lebih cepat dengan kultur dan gaya hidup di Jepang. Jika kamu masih merasa kesulitan membayangkan proses adaptasi, perusahaan atau lembaga penerima biasanya akan menyediakan orientasi kehidupan sehari-hari. Selain itu fokus ujian bahasa Jepang juga percakapan umum antar warga. Pemerintah Jepang telah menyediakan sejumlah akses agar kamu tidak mengalami kendala ketika harus berbaur dengan warga. Syarat Kerja di Jepang Cara daftar kerja di Jepang yang pertama adalah menentukan jenis visa yang kamu butuhkan. Sebagian calon pekerja mengajukan visa untuk keterampilan spesifik. Untuk kategori ini, ada dua syarat yang dibutuhkan, seperti ditulis oleh Kedutaan Jepang di Indonesia: Kamu minimal berusia 18 tahun saat mengajukan pendaftaran visa.Kamu wajib mengikuti dan lulus seluruh ujian keterampilan dan ujian kemampuan berbahasa Jepang (kecuali yang terkena pembebasan ujian dengan syarat tertentu). ✅ Jenis Pekerjaan untuk Warga Negara Asing di Jepang Menariknya, pemerintah Jepang membagi pekerja berketerampilan spesifik menjadi dua macam:1. Pekerja Berketerampilan Spesifik 1 Individu yang memiliki pengalaman cukup dalam bekerja di bidang industri tertentu. Tipe satu hanya memiliki masa tinggal maksimal 5 tahun, tidak boleh membawa keluarga, dan wajib mengikuti ujian bahasa Jepang untuk sehari-hari.2. Pekerja Berketerampilan Spesifik 2 Individu yang memiliki pengalaman mahir dalam bekerja di bidang industri tertentu. Tipe dua tidak ada batas waktu perpanjangan masa tinggal, boleh membawa keluarga (pasangan dan anak), dan tidak diwajibkan untuk mengikuti ujian pengecekan bahasa Jepang. ✅ Syarat ketika sudah di Jepang Mengikuti pelatihan mengenai kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang. Pelatihan diadakan oleh perusahaan atau lembaga penerima,Langsung mendaftar sebagai warga di kota setempat.Membuka rekening bank untuk keperluan gaji.Memiliki tempat tinggal. ✅ Informasi Tambahan Mengenai Syarat Kerja di Jepang Tampak mudah, bukan? Namun, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan terlebih dahulu sebelum buru-buru mencari loker Jepang: Tidak ada batasan usia untuk mendapatkan visa keterampilan spesifik karena persyaratan mengenai umur diserahkan pada masing-masing perusahaan.Ujian keterampilan tersedia untuk jenis pekerjaan seperti: care worker, pengelolaan pembersihan gedung, industri manufaktur, industri konstruksi, industri perhotelan, pertanian, perikanan dan budidaya perairan, produksi makanan dan minuman, dan industri layanan makanan.Bagi individu yang telah menjalani Technical Intern Training Program (TITP) dan dinyatakan layak mendapat sertifikat pemagangan teknis nomor 2, atau telah menjalani pelatihan selama 2 tahun 10 bulan, dibebaskan dari dua jenis ujian di atas.Bagi calon pekerja yang pernah mengikuti ujian bahasa Jepang (JLPT) dengan minimal level N4 dibebaskan untuk dari ujian kemampuan, tapi wajib mengikuti ujian keterampilan.Visa keterampilan khusus berlaku selama satu tahun dan diperpanjang setiap 4 atau 6 bulan sekali, dengan maksimal perpanjangan 5 tahun untuk tipe 1. Tingkat bahasa Jepang yang Dibutuhkan: N5-N4: level dasar 1 dan 2N3: intermediateN2: pre advanceN1: tingkat ahli (nyaris setara native) Visa Kerja di JepangJenis-jenis visa kerja di Jepang. Dalam tahapan cara daftar kerja ke Jepang, ragam visa wajib dibahas. Setiap jenis visa menunjukkan kecakapan kerja yang kamu miliki. 1️⃣ Visa Specified Skill Worker (Tokutei Ginou) Jenis pertama adalah tokutei ginou atau visa yang ditujukan untuk pekerja berketerampilan khusus. Bagi pekerja tipe 1, syarat yang dibutuhkan hanya dua: Berusia minimal 18 tahun.Lulus ujian keterampilan dan ujian bahasa Jepang. Pekerja tipe 1 diperbolehkan untuk berpindah kerja asalkan masih dalam kategori yang sama dengan pekerjaan sebelumnya. Perpindahan kategori dimungkinkan selama pekerja tipe 1 mengikuti dan dinyatakan lulus ujian keterampilan di bidang yang ingin dilamar. 2️⃣ Visa Magang (Ginou Jissu) Ingin magang di Jepang? Visa ginou jissu adalah pilihan yang tepat buat kamu. Karena statusnya bukan pekerja penuh waktu seperti tokutei ginou, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan: Pemegang visa ginou jissu akan mendapatkan gaji lebih rendah dibandingkan dengan tokutei ginou.Durasi kerja maksimal 3 tahun. 3️⃣ Visa Gijinkoku Visa Gijinkoku juga terkenal di kalangan calon pekerja. Individu yang dapat memiliki visa ini wajib memiliki kecakapan di bidang teknik (engineer), humaniora (Specialist in Humanities), dan atau layanan internasional (International Services). Syarat tertentu yang harus dipenuhi untuk memperoleh visa ini adalah:Memiliki gelar sarjana dari negara asal atau Jepang.Lulusan sekolah kejuruan di Jepang.Memiliki pengalaman di bidang yang dilamar minimal 10 tahun.Kemampuan bahasa Jepang minimal di level N2 JLPT. 4️⃣ Visa Highly Skilled Professionals Jenis visa yang terakhir ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 2012. Total ada tiga kategori yang diperbolehkan untuk memperoleh highly skilled professionals visa: Visa Profesional Berketerampilan Tinggi bidang akademik: diperuntukkan bagi akademisi asing tingkat lanjut yang akan terlibat dalam pendidikan, penelitian, atau bimbingan penelitian di organisasi publik atau swasta di Jepang.Visa Profesional Berketerampilan Tinggi bidang teknis: diperuntukkan bagi atau teknisi asing tingkat lanjut yang memiliki keterampilan atau pengetahuan khusus di bidang ilmu pengetahuan alam atau humaniora dan akan bekerja untuk organisasi publik atau swasta di Jepang.Visa Profesional Berketerampilan Tinggi bidang bisnis: diperuntukkan bagi manajemen bisnis asing tingkat lanjut yang akan mengoperasikan atau telah mengelola organisasi publik atau swasta di Jepang. Pemerintah Jepang akan memberi poin untuk kategori disesuaikan dengan gelar yang kamu miliki. Melansir dari visaguide, setiap kategori akan dibagi menjadi 2 hingga 3 tingkatan sebagai berikut: IOFM Accounts Receivable certification NACPB Quickbooks certification Volunteering Volunteer bookkeeper for the Central Missouri Society for the BlindKategori AkademikDoctorate degree - 30 poinMaster’s degree-20 poinBachelor’s degree-10 poinKategori TeknikDoctorate degree - 30 poinMaster’s degree-20 poinBachelor’s degree-10 poinKategori BisnisDoctorate/Master's degree-20 poinBachelor’s degree - 10 poin Syarat Daftar Visa Kerja Jepang Paspor.Formulir permohonan visa dan Pas foto terbaru (ukuran 4,5 X 3,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram.Fotokopi KTP.Certificate of Eligibility (Asli dan atau fotokopi). 📚 Baca juga: Serba Serbi Working Holiday Visa (WHV) Australia: Definisi, Syarat, Proses, Biaya, FAQ Cara Mencari Kerja di Jepang1. Gunakan Platform Online Ada beragam platform online yang menyediakan akses kerja ke Jepang, antara lain: https://www.workjapan.jp/jobs/https://jobsinjapan.com/GaijinpotMynavi Jangan lupa untuk menyiapkan CV kerja di Jepang yang baik. Cek apakah lamaran wajib berbahasa Jepang atau diperbolehkan untuk menggunakan bahasa Inggris. 2. Agensi Perekrutan Berikut beberapa agensi perekrutan yang umum dipilih oleh calon pekerja: IM JapanPT JIAECPT MinoriKarirJepang.idPasonaJAC Recruitment Setiap agensi punya jadwal pendaftaran masing-masing, jadi pastikan untuk rutin mengecek akun sosial media maupun website lembaga. Keuntungan mendaftar agensi perekrutan adalah jaminan mendapat pekerjaan, pengurusan dokumen kerja bukan tanggung jawab individu, lebih mudah untuk permohonan kerja lolos, dan akan otomatis dihubungkan dengan sesama pekerja Indonesia yang bekerja di Jepang. 3. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Seringkali ketika melakukan riset lowongan kerja di Jepang, job seekers kebingungan membedakan antara LPK dengan agensi perekrutan. Jika kamu memilih LPK, pihak lembaga menyediakan pelatihan keterampilan dan loker di Jepang. Beberapa LPK yang sudah banyak menangani calon pekerja Jepang antara lain: LPK Japan Mandiri IndonesiaLPK Omoiyari IndonesiaLPK HadetamaLPK IzumiLPK Bangkit IndonesiaLPK Hinode Saat memilih LPK, pastikan lembaga yang kamu tuju sudah mengantongi izin dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). 4. G to G (Government to Government) Situs resmi Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BPPMI) mengadakan program G to G secara rutin. Untuk periode tahun 2026, misalnya, BPPMI membuka lowongan kerja di Jepang untuk kategori nurse (kangoshi) dan careworker (kaigofukushishi). Karena dilaksanakan antara negara, tentu kamu akan lebih tenang karena keamanan dan kesejahteraan dijamin oleh pihak resmi. 5. Program Magang / Technical Intern Training Program Program magang di Jepang adalah upaya untuk meningkatkan keterampilan dengan melakukan praktik secara langsung. Periode magang adalah 3 tahun dengan perpanjangan maksimal hingga 5 tahun. Pada tahun pertama, kinerja pemagang akan dievaluasi untuk menentukan apakah ia layak untuk maju ke tahap selanjutnya. Setelah dinyatakan lulus pada tahun pertama, pemagang akan naik ke level technical intern training atau Jisshusei. Selama pelatihan, peserta akan mendapat uang subsidi dan uang saku. Besaran tunjangan yang diterima tergantung dengan jenis industri yang dimasuki. Untuk informasi lebih lanjut mengenai magang, kamu bisa akses situs Im Japan. 📚 Baca juga: Contoh CV Magang Mahasiswa dan Cara Membuatnya 6. Pendidikan Memiliki keinginan tinggi untuk tinggal di Jepang tapi terkendala bahasa? Kampus Ritsumeikan Asia Pacific University (APU) terkenal di kalangan mahasiswa asing karena tidak mengharuskan kemampuan bahasa Jepang. Kamu bisa cek pendaftarannya di sini. Pemerintah Jepang juga menyediakan skema beasiswa penuh untuk mahasiswa asing yang diberi nama ADB-Japan Scholarship Program (JSP). Beasiswa ini khusus ditujukan bagi individu yang ingin belajar mengenai ekonomi, manajemen, sains dan teknologi, serta isu yang berkaitan dengan pembangunan. Selain itu, terdapat program seperti Kyoto Residency Writer, dan program residensi lainnya. 7. Bangun Koneksi Tips cari kerja di Jepang yang terakhir adalah dengan membangun koneksi. Bingung mulai dari mana? Buat akun media sosial X maupun Instagram dan kamu akan menemukan temukan cerita diaspora ketika belajar atau bekerja di Jepang. Banyak yang rajin membagikan informasi lowongan baru dan terbuka untuk diskusi lebih lanjut. Koneksi juga bisa kamu dapatkan lewat LinkedIn. Rajin-rajinlah mengirim pesan kepada senior yang sudah terlebih bekerja di Jepang. Utarakan maksud dengan jelas tapi jangan memaksa mereka menjawab seluruh kebingunganmu.Bangun jaringan profesional dengan cara baru di Cake Meet! Hanya dengan satuswipe, bisa langsung terhubung dengan HRD maupun sesama pekerja🌎Mulai Networking Gaji dan Biaya Hidup di Jepang Ada 14 jenis industri di Jepang dengan rentang gaji beragam. Melansir data dari gaijinpot, bidang perlistrikan memiliki rata-rata gaji tahunan tertinggi. Data di bawah ini belum termasuk dengan pajak yang harus dibayarkan. IndustriRata-rata Gaji PertahunPendidikan/AkademikRp593.692.200Akomodasi/Layanan Bisnis MakananRp294.647.240Agrikultur/KehutananRp370.507.910Bisnis Jasa KompleksRp556.311.580KonstruksiRp581.598.470PerlistrikanRp821.274.210Keuangan/AsuransiRp724.524.370Informasi/KomunikasiRp694.839.760ManufakturRp585.996.190Kesehatan/KesejahteraanRp449.666.870PerumahanRp502.439.510Jasa perbaikanRp414.485.110TransportasiRp524.428.110Grosir/PerdaganganRp422.181.120 Jika ingin mengecek berapa besaran pajak untuk tiap gaji, silakan untuk mengecek situs ini. Apakah daftar gaji di Jepang di atas sepadan dengan biaya hidup? Kamu bisa menggunakan data di bawah ini sebagai panduan: Sewa Apartemen: Rp6.000.000 - Rp20.000.000 per bulan.Makan di Restoran: Rp116.000 - Rp348.000 sekali makan.Transportasi (Subway/Bus): Rp220.000 - Rp879.600 per minggu.Tagihan Listrik, Air, dan Internet: Rp274.857 - Rp439.772 per bulan. Biaya akan bertambah dua kali lipat di musim dingin.Asuransi Kesehatan: Rp9.894.870 (ambang batas tertinggi pembayaran mandiri). 💡 Tertarik bekerja di luar negeri? Baca juga artikel berikut ini:Mau Kerja di Luar Negeri? 6 Cara yang Perlu Kamu Ketahui!Serba Serbi Working Holiday Visa (WHV) Australia: Definisi, Syarat, Proses, Biaya, FAQCara Kerja di Malaysia: Syarat, Gaji, Visa, dan LowonganApa Itu Ausbildung Jerman? Syarat, Cara Daftar DokumenSyarat Cara Kerja di Dubai untuk Dapat Gaji yang FantastisKerja di Korea Selatan: Panduan Lengkap untuk Pekerja Indonesia15+ Negara Terbaik untuk Kerja di Luar Negeri, Dari Asia hingga Eropa!Mau Kerja di Taiwan? Wajib Tahu Hal-Hal Ini!Kesimpulan Mengingat jumlah penduduk yang terus menurun, pemerintah Jepang menyediakan beragam lowongan kerja untuk warga negara asing yang ingin meniti karier di negeri sakura. Banyak perusahaan sudah mulai menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi di lingkungan kerja, tapi kamu tetap perlu lulus ujian bahasa Jepang minimal N4 JLPT.Ada empat pilihan visa kerja di Jepang yang telah disesuaikan dengan kebutuhan industri dan juga level kecakapan calon pekerja yaitu: Visa Specified Skill Worker / Tokutei Ginou, Visa Magang (Ginou Jissu), Visa Gijinkoku, dan Visa Highly Skilled Professionals. Ingat, ya, tidak semua visa memperbolehkan pekerja untuk memboyong keluarga ke Jepang.Rentang gaji di Jepang berkisar pada Rp300-an juta hingga Rp800-an juta per tahun, belum dipotong pajak. Semoga artikel mengenai cara bekerja di Jepang ini membantu, ya! Kamu juga bisa cek website Cake untuk mendapatkan informasi lowongan kerja dari berbagai negara! Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD. Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu. Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Job Search Tips
Oct 28th 2024

Tips Cara Cari Kerja Online yang Aman agar Terhindar dari Lowongan Kerja Palsu

Kamu mungkin pernah melihat iklan seperti “Dapatkan $3.000 per-minggu tanpa pengalaman” atau komentar di media sosial seperti “Saya menghasilkan $150.000 per-tahun dengan bekerja 5 jam seminggu secara online dari situs ini”. Meskipun terdengar menarik, kenyataannya, sebagian besar tawaran ini terlalu bagus untuk menjadi kenyataan atau bahkan terdengar seperti contoh lowongan kerja palsu. Banyak pencari kerja yang bingung harus mulai dari mana untuk cari kerja online yang bagus. Di era digital saat ini, banyak situs cari kerja yang dapat membantu cara mendapatkan kerja online. Namun, tidak semua situs lowongan kerja online dapat diandalkan. Sayangnya, masih banyak lowongan kerja palsu dari situs cari kerja yang hanya ingin menipu dan memanfaatkan para pencari kerja. Mengetahui cara cari kerja online dan tips cari lowongan kerja online merupakan langkah awal agar kamu tidak terjebak oleh situs lowongan kerja yang tidak bertanggung jawab. Untuk menghindari ciri ciri loker penipuan, yuk simak tips cara melamar kerja online di berbagai situs lowongan kerja! Daftar isi: Apa yang Harus Disiapkan untuk Mencari Kerja Online Cara Melamar Kerja Online Tips Cari Kerja Online Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Mencari Kerja OnlineFAQCari Kerja Online Apa yang Harus Disiapkan untuk Mencari Kerja Online Sebelum mengetahui bagaimana cara mencari kerja online, penting untuk mengetahui apa saja yang perlu kamu siapkan sebelum melamar kerja online untuk meningkatkan peluang diterima di pekerjaan yang kamu impikan. Berikut beberapa hal yang perlu kamu siapkan sebelum melamar kerja online: 1. Membuat profil di platform pencarian kerja Situs cari kerja online, seperti LinkedIn, Cake, dan Glints adalah beberapa contoh platform yang biasanya digunakan oleh perusahaan untuk mencari calon karyawan. Jika kamu ingin melamar kerja online di platform tersebut, kamu perlu membuat profil yang lengkap dan menunjukkan pengalaman serta keterampilan yang relevan. Jangan lupa untuk menambahkan foto yang profesional dan ringkasan singkat tentang diri kamu. 2. Membuat CV dan portofolio digital CV dan portofolio juga merupakan poin penting dalam proses mencari kerja online. CV yang baik harus jelas, singkat, dan menunjukkan pengalaman kerja serta keterampilan yang relevan. Sementara, jika kamu ingin melamar sebagai desainer grafis, developer, atau content writer, kamu perlu membangun portofolio kerja digital yang menunjukkan contoh hasil karya dan proyek yang pernah kamu kerjakan. 📚 Baca juga: Ingin stand out saat cari kerja? Lihat 10+ contoh portofolio lamar kerja! 3. Menyiapkan surat lamaran Surat lamaran tetap menjadi dokumen penting dalam proses cari kerja online. Namun, perlu diingat jika surat lamaran kerja sebaiknya disesuaikan dengan pekerjaan yang dilamar. Tulis juga alasan mengapa kamu tertarik dengan posisi tersebut dan bagaimana keterampilanmu cocok dengan kebutuhan perusahaan.📚 Baca juga: 38 Contoh Surat Lamaran Kerja Terbaik yang Dilirik HRD! 4. Menggunakan alamat email yang profesional Dalam mencari kerja online, sebaiknya kamu menggunakan alamat email yang profesional. Hindari menggunakan alamat email yang terkesan informal atau lucu. Gunakan alamat email yang menunjukkan nama lengkap kamu dengan kombinasi angka yang mudah dibaca atau diingat. Optimalkan peluang lolos seleksi dengan CV ATS-friendly! Coba 15+ template CV di CV Builder Cake 🍰Buat CV Cara Melamar Kerja Online Setelah semua persiapan selesai, selanjutnya adalah bagaimana cara melamar kerja online. Berikut adalah hal-hal yang perlu kamu perhatikan saat melamar kerja online: 1. Cari Lowongan yang Sesuai Pilih lowongan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian, pengalaman, dan minatmu. Saat mencari lowongan kerja online, jangan terburu-buru melamar hanya karena lowongan kerja tersebut sedang dibuka. Pastikan kualifikasi pekerjaan tersebut sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki. 📚 Baca juga: 17 Situs Lowongan Kerja Terbaik 2024: Ada Loker Luar Negeri! 2. Baca Deskripsi Pekerjaan dengan Teliti Saat mencari kerja online, pastikan juga kamu membaca deskripsi pekerjaan secara detail. Pahami tanggung jawab dan persyaratan yang dibutuhkan agar tidak ada miskomunikasi antara kamu dan perusahaan. 3. Persiapkan CV dan Surat Lamaran yang Disesuaikan Setiap jenis pekerjaan memiliki kebutuhan dan kualifikasi yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan CV dan surat lamaran untuk setiap lowongan kerja online yang kamu cari. Tidak ada CV dan surat lamaran cocok untuk semua pekerjaan. Lamar kerja jadi lebih mudah! Buat cover letter yang disesuaikan dalam hitungan detik dengan bantuan Cover Letter AI Cake🤖Lamar Kerja 4. Submit Lamaran Sesuai Instruksi Setiap perusahaan mungkin memiliki prosedur yang berbeda dalam menerima lamaran kerja. Pastikan kamu mengikuti setiap instruksi yang diberikan, seperti cara mengirim CV atau surat lamaran, serta format yang diminta. 5. Catat dan Pantau Status Lamaran, Lakukan Follow-Up Jika Perlu Setelah mengirimkan lamaran, jangan lupa untuk mencatat lowongan mana saja yang telah kamu lamar. Jika setelah beberapa waktu, biasanya 2 minggu kamu belum mendapatkan balasan dari lamaran kerja yang telah kamu lamar, lakukan follow-up dengan sopan kepada perusahaan untuk menanyakan status lamaran. 📚 Baca juga: Cara Follow-Up Hasil Interview Kerja 6. Siapkan Diri untuk Interview Online Jika surat lamaran dan CV yang kamu masukkan diproses ke tahap selanjutnya, maka kamu akan diundang untuk melakukan interview online. Meskipun dilakukan secara online, namun pastikan kamu menyiapkan diri dengan baik. Pilih tempat yang tenang, gunakan pakaian yang sopan, dan pastikan koneksi internet stabil agar proses interview berjalan lancar. 📚 Baca juga: Mau Sukses Interview Online? Ikuti 7 Tips Berikut! Tips Cari Kerja Online Agar proses cari kerja online bisa berjalan lebih lancar efektif, berikut adalah beberapa tips cara cari kerja online yang bisa kamu ikuti: 1. Gunakan platform yang tepat Tips cara cari kerja online yang pertama adalah gunakan platform cari kerja online yang tepat. Ada beberapa platform cari kerja online yang cukup populer di Indonesia, seperti LinkedIn, Cake, Glints, JobStreet, dan Kalibrr. Platform-platform ini menawarkan lowongan pekerjaan yang beragam dan terpercaya. 📚 Baca juga: 15 Aplikasi Cari Kerja Paling Terpercaya 2. Membuat CV ATS-Friendly Banyak perusahaan menggunakan Applicant Tracking System (ATS) untuk menyaring CV secara otomatis. Agar CV kamu bisa lolos, pastikan CV yang kamu buat ATS-friendly. Kamu bisa menggunakan berbagai template CV ATS yang kini tersedia di berbagai platform buat CV online, seperti Cake, Canva, Resume.io, dan masih banyak lagi. 📚 Baca juga: Cara Membuat CV ATS-Friendly 3. Riset posisi dan perusahaan yang akan dilamar Sebelum melamar, pastikan kamu sudah melakukan riset tentang perusahaan yang ingin kamu lamar. Hal ini penting agar kamu bisa menyesuaikan lamaranmu dengan kebutuhan perusahaan. Selain itu, riset perusahaan juga penting untuk menghindari lowongan kerja palsu dan penipuan loker yang dilakukan oleh perusahaan. 4. Mengaktifkan notification email atau aplikasi agar tidak terlewat informasi terbaru Agar tidak ketinggalan lowongan terbaru, pastikan kamu mengaktifkan notifikasi email atau notifikasi pada aplikasi pencarian kerja yang kamu gunakan. Hal ini bertujuan untuk memudahkanmu mendapatkan informasi tentang lowongan kerja online yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. 5. Membangun jaringan profesional Membangun jaringan profesional adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan pekerjaan dengan cepat. Terhubung dengan para profesional lain, baik melalui LinkedIn atau acara-acara networking, akan meningkatkan peluangmu untuk mengetahui lowongan kerja terbaru atau bahkan mendapatkan tawaran pekerjaan dari koneksimu. Mau mulai networking? Perluas jaringan profesionalmu di Cake Meet, hanya tinggal swipe dan dapatkan koneksi barumu! 🎉Mulai Networking 6. Update profil secara rutin Jangan lupa untuk memperbarui profil dan pengalaman kerjamu di situs cari kerja online secara rutin. Tambahkan keterampilan terbaru atau sertifikasi dan pelatihan yang kamu lakukan agar profilmu tetap relevan dan terlihat aktif. 👉 Update profil Cake-mu sekarang! Hal-hal yang Harus Dihindari saat Mencari Kerja Online Meskipun cari kerja online melalui berbagai situs lowongan kerja memberikan banyak manfaat, namun tetap ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dihindari saat sedang mencari kerja online: 1. Waspadai lowongan kerja palsuCiri-Ciri Lowongan Kerja Penipuan Saat ini, banyak lowongan kerja palsu yang beredar di internet. Lowongan kerja palsu yang kini beredar di internet juga sudah banyak memakan korban dan meresahkan para pencari kerja. Menurut CNBC Indonesia, penipuan terhadap lowongan kerja melonjak sebesar 118% pada 2023 dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk membantumu mengetahui lowongan kerja mana saja yang terindikasi melakukan penipuan dan bagaimana cara menghindarinya, berikut adalah beberapa ciri ciri loker penipuan dan tips untuk mengatasinya. ⚠️ Ciri ciri loker penipuan:✅ Lowongan yang meminta pembayaran untuk proses rekrutmen:Jika sebuah perusahaan meminta pembayaran untuk proses rekrutmen, hal ini merupakan ciri ciri loker penipuan yang perlu diwaspadai. Perusahaan yang sah dan jelas tidak akan meminta bayaran dari calon karyawan. ✅ Tawaran gaji terlalu tinggi:Tawaran gaji yang jauh di atas standar industri pada umumnya juga merupakan contoh lowongan kerja palsu yang perlu diwaspadai. Selalu lakukan riset untuk mengetahui standar rata-rata gaji untuk posisi yang kamu lamar. ✅ Banyak kesalahaan ejaan:Lowongan kerja online yang ditulis dengan banyak kesalahan ejaan atau tata bahasa yang buruk biasanya bukan berasal dari perusahaan yang profesional. Jika kamu menemui lowongan kerja online dengan banyak typo, bisa jadi itu merupakan contoh lowongan kerja palsu. ✅ Keterangan “Pekerjaan remote tanpa pengalaman”:Lowongan yang menawarkan pekerjaan remote tanpa pengalaman juga merupakan contoh lowongan kerja palsu yang paling sering ditemui. Perusahaan yang serius akan menetapkan syarat kualifikasi tertentu, bahkan untuk pekerjaan remote sekalipun. ✅ Proses perekrutan terlalu mudah:Jika proses perekrutan terasa terlalu cepat atau mudah, itu bisa menjadi tanda ciri ciri loker penipuan. Perusahaan yang serius biasanya membutuhkan beberapa tahapan dalam rekrutmen, seperti interview dan tes, sebelum membuat keputusan. ✅ Meminta informasi pribadi secara berlebihan:Perusahaan yang sah tidak akan meminta informasi pribadi, seperti nomor kartu kredit atau password akun apapun. Jika ada perusahaan yang meminta informasi pribadi yang bersifat rahasia, kamu perlu mewaspadai hal tersebut. 💡 Berikut cara menghindari lowongan kerja palsu:✅ Cek lokasi perusahaan di Google Maps Ketika kamu ditawari lowongan kerja palsu di situs cari kerja, cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya adalah cek lokasi perusahaan tersebut di Google Maps. Pastikan alamat perusahaan sesuai dan benar-benar ada di Google Maps untuk memastikan keabsahan perusahaan. ✅ Cari informasi tentang perusahaan di internet Lakukan pencarian di internet untuk mengetahui apakah perusahaan itu sah dan terdaftar secara resmi. Cara sederhana yang bisa kamu lakukan adalah cek apakah perusahaan tersebut memiliki website resmi atau akun perusahaan di berbagai platform dan situs cari kerja. ✅ Cek review online perusahaan tersebut Untuk mengetahui reputasi dan kredibilitas perusahaan, kamu bisa membaca ulasan dari para karyawan dan pelanggan atau klien mereka. Periksa ulasan mereka untuk mendapatkan gambaran apakah perusahaan tersebut memiliki kredibilitas dan reputasi yang baik. ✅ Gunakan platform pencarian kerja terpercaya Agar terhindar dari lowongan kerja palsu, kamu bisa cari kerja online melalui website dengan reputasi yang baik, seperti LinkedIn atau situs resmi perusahaan. Hal ini karena lowongan kerja online yang dipasang di situs kredibel bisa dilacak dan diketahui profil perusahaannya. ✅ Periksa alamat email pengirim (biasa menggunakan domain perusahaan) Jika kamu melamar kerja online di loker yang kredibel, maka kamu akan dihubungi oleh HRD menggunakan email dengan domain resmi perusahaan. Jika kamu dihubungi oleh HRD yang menggunakan email domain umum, seperti @gmail.com atau @yahoo.com, maka kamu perlu waspada karena bisa jadi itu merupakan lowongan kerja palsu. Perusahaan akan lebih tertarik jika kamu mampu menyesuaikan CV dan surat lamaran dengan posisi yang mereka tawarkan. Sesuaikanlah pengalaman kerja, keterampilan, dan alasan mengapa kamu cocok untuk pekerjaan tersebut dengan kebutuhan spesifik yang tercantum di deskripsi pekerjaan. 2. Over-sharing di media sosial Saat ini, banyak HRD yang memeriksa media sosial calon karyawan untuk menganalisis kepribadian dan sikap mereka. Oleh karena itu, penting untuk tidak membagikan terlalu banyak informasi pribadi atau hal-hal yang sifatnya kontroversial di media sosial. Pastikan profil media sosialmu, terutama profil LinkedIn, terlihat profesional dan tidak ada postingan yang bisa berdampak negatif pada citra dirimu di mata HRD. 3. Memberikan informasi yang salah dalam CV dan surat lamaran Jangan pernah memberikan informasi yang tidak akurat atau menyesatkan dalam CV atau surat lamaran. Misalnya, menambah-nambahkan pengalaman kerja atau memalsukan kualifikasi. Hal ini bisa terbukti merugikan, karena jika ketahuan, reputasimu bisa rusak, dan kesempatanmu mendapatkan pekerjaan di masa depan juga bisa terpengaruh. 📚 Baca juga: 15 Kesalahan dalam Membuat CV dan Cara Memperbaikinya 4. Melamar tanpa menyesuaikan CV dan surat lamaran Kesalahan lain yang sering dilakukan oleh pencari kerja adalah mengirimkan CV dan surat lamaran yang sama untuk setiap lowongan tanpa menyesuaikan isinya. Perusahaan akan lebih tertarik jika kamu mampu menyesuaikan CV dan surat lamaran dengan posisi yang mereka tawarkan. Sesuaikanlah pengalaman kerja, keterampilan, dan alasan mengapa kamu cocok untuk pekerjaan tersebut dengan kebutuhan spesifik yang tercantum di deskripsi pekerjaan. Jangan kirim CV yang itu-itu terus! Sesuaikan CV-mu untuk setiap kesempatan agar dilirik HRD 👀Buat CV FAQCari Kerja Online 1. Bagaimana cara membuat CV yang menarik secara online? CV yang menarik adalah CV yang jelas, singkat, dan mampu menonjolkan pengalaman dan keterampilan yang relevan dengan posisi yang dilamar. Gunakan format CV yang ATS-friendly agar CV kamu bisa lolos pada tahap screening awal dengan mudah. 2. Berapa banyak pekerjaan yang sebaiknya dilamar dalam sehari? Tidak ada jumlah pasti. Kamu bisa melamar pekerjaan sebanyak mungkin pada posisi yang sesuai dengan keahlian dan minatmu setiap hari. 3. Apakah surat lamaran dibutuhkan dalam melamar pekerjaan online? Ya, surat lamaran biasanya masih sering dibutuhkan saat melamar kerja online, terutama jika perusahaan memintanya. Surat lamaran kerja akan membantumu memperkenalkan diri dan menunjukkan minatmu pada posisi tersebut. 4. Apakah aman melamar kerja online? Ya, selama kamu menggunakan platform atau situs lowongan kerja yang terpercaya dan berhati-hati dengan lowongan kerja palsu, maka melamar kerja online aman dilakukan. 5. Berapa lama harus menunggu balasan setelah melamar kerja? Waktu untuk menunggu balasan bisa bervariasi, tetapi rata-rata perusahaan akan memberikan balasan dalam 1 hingga 2 minggu. Jika tidak ada balasan dalam waktu tersebut, kamu bisa melakukan follow-up. 6. Bagaimana cara membuat profil LinkedIn yang menarik untuk perekrut? Gunakan foto profil yang profesional, tulis ringkasan singkat tentang dirimu dengan jelas, dan pastikan kamu menuliskan pengalaman serta keterampilan yang relevan dengan profilmu. 7. Bagaimana cara mengetahui apakah lowongan kerja itu asli atau palsu? Cek lokasi dan profil perusahaan di internet, riset kredibilitas perusahaan tersebut, periksa alamat email pengirim, pastikan tidak ada permintaan pembayaran saat proses rekrutmen, dan gunakan platform atau situs cari kerja yang terpercaya.Cake adalah aplikasi dan website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake. — Ditulis oleh Ita Sugiharti —
Job Search Tips
Mar 7th 2025

Kerja di Korea Selatan: Panduan Lengkap untuk Pekerja Indonesia

Kerja di Korea Selatan, Kenapa Tidak?Korea Selatan memang terkenal dengan industri hiburannya seperti drama Korea dan K-Pop yang mendunia, tetapi Korea Selatan juga memiliki perekonomian yang kuat dengan beragam peluang kerja untuk tenaga asing.Banyak orang Indonesia yang mulai tertarik untuk bekerja di Korea, karena standar gaji yang kompetitif, budaya kerja yang menarik, dan fasilitas yang modern. Tertarik untuk bekerja di Korea? Cari tahu lebih lanjut tentang cara kerja di Korea Selatan dan apa saja yang harus kamu persiapkan agar sukses berkarir di Negeri Ginseng ini!Daftar Isi: Mengapa Kerja di Korea? Syarat Kerja di Korea Visa Kerja di Korea Cara Mencari Kerja di Korea Gaji dan Biaya Hidup di Korea Mengapa Kerja di Korea? Kenapa Kerja di Korea?Ada beberapa alasan mengapa banyak orang tertarik untuk kerja di Korea, antara lain: ✅Gaji yang Kompetitif: Gaji rata-rata di Korea cukup tinggi dibandingkan dengan negara Asia lainnya. Bahkan untuk pekerja di sektor manufaktur atau perhotelan, kamu bisa mendapatkan gaji jauh lebih besar dibandingkan di Indonesia. ✅Peluang Karir yang Menjanjikan: Banyak perusahaan multinasional, startup teknologi, dan industri kreatif di Korea yang terbuka untuk tenaga kerja asing. ✅Program Kerja yang Beragam: Pemerintah Korea memiliki beberapa program resmi untuk memudahkan pekerja asing, seperti G-to-G (Government to Government) untuk tenaga kerja terampil dan E-9 Employment Permit System (EPS) untuk pekerja sektor manufaktur dan konstruksi. ✅Budaya Populer dan Modernisasi: Dengan pengaruh K-pop, drama Korea, serta lingkungan modern yang canggih, bekerja di Korea menawarkan pengalaman unik bagi pekerja asing. ✅Fasilitas dan Lingkungan Kerja Modern: Korea dikenal dengan teknologi canggih dan lingkungan kerja yang profesional, termasuk budaya kerja yang disiplin dan efisien.Syarat Kerja di Korea Kerja di Korea menarik bukan? Sebelum melamar kerja, ada beberapa syarat untuk kerja di Korea yang harus kamu penuhi: 1. Kemampuan Bahasa Korea Untuk bekerja di Korea, lebih baik jika kamu memiliki pemahaman dasar bahasa Korea. Kemampuan bahasa Korea dapat membantumu agar lebih cepat beradaptasi dalam lingkungan kerja, dan beberapa perusahaan juga seringkali mengadakan wawancara dalam bahasa Korea sebagai bagian dari proses rekrutmen. Salah satu cara untuk membuktikan kemampuan bahasa Korea adalah dengan mengikuti ujian TOPIK (Test of Proficiency in Korean). Untuk pekerja dalam program G-to-G atau EPS, minimal harus memiliki TOPIK Level 1 atau 2. Sementara itu, untuk profesional seperti insinyur dan tenaga medis, biasanya membutuhkan level yang lebih tinggi. 2. Visa dan Izin Kerja Pekerja asing di Korea wajib memiliki visa yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilakukan di Korea. Beberapa visa yang umum digunakan adalah: E-7 VisaE-9 VisaD-10 VisaH-2 Visa Visa kerja harus diperpanjang secara berkala sesuai dengan aturan yang berlaku. Baca lebih lanjut tentang visa kerja di Korea di bagian selanjutnya. 3. Pendidikan dan Keahlian Pekerjaan di bidang teknologi, kesehatan, atau teknik umumnya memerlukan ijazah dan pengalaman kerja yang relevan. Untuk pekerja di sektor manufaktur atau jasa, biasanya cukup dengan pelatihan kerja atau pengalaman di bidang relevan. 4. Kesehatan yang Baik Pekerja asing biasanya harus menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja. Korea memiliki standar kesehatan yang ketat untuk memastikan pekerja dalam kondisi fisik yang baik. Visa Kerja di Korea Untuk bisa bekerja di Korea Selatan, kamu harus memiliki visa kerja yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Berikut adalah beberapa jenis visa kerja yang tersedia: E-7 Visa: Diperuntukkan bagi tenaga profesional seperti insinyur, teknisi, atau pekerja terampil lainnya.E-9 Visa: Untuk tenaga kerja di sektor manufaktur, perikanan, dan pertanian yang direkrut melalui program EPS (Employment Permit System).D-10 Visa: Visa pencari kerja bagi mereka yang ingin mencari pekerjaan di Korea sebelum mendapatkan kontrak resmi.H-2 Visa: Untuk tenaga kerja dari negara tertentu, termasuk Indonesia, dalam skema program kerja sementara.Cara Mendaftar Visa Kerja di Korea1️⃣ Persiapkan Dokumen yang Dibutuhkan Paspor yang masih berlakuSurat kontrak kerja dari perusahaan di KoreaSertifikat kemampuan bahasa Korea (TOPIK) jika diperlukanSurat rekomendasi dari instansi terkait (jika ada)Hasil pemeriksaan kesehatan 2️⃣ Ajukan Permohonan ke Kedutaan Besar Korea Selatan Kunjungi situs resmi Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia (http://overseas.mofa.go.kr/id-id/index.do) untuk mendapatkan formulir aplikasi dan informasi terbaru.Lengkapi formulir dan serahkan dokumen yang diperlukan.Bayar biaya administrasi sesuai dengan jenis visa yang diajukan. 3️⃣ Tunggu Proses Verifikasi Proses persetujuan visa biasanya memakan waktu sekitar 5-15 hari kerja, tergantung jenis visa.Jika disetujui, pemohon akan mendapatkan visa yang tertera di paspor mereka. 4️⃣ Berangkat ke Korea dan Daftarkan Diri di Imigrasi Setelah tiba di Korea, pekerja harus melapor ke kantor imigrasi setempat untuk mendapatkan Alien Registration Card (ARC), yang berfungsi sebagai kartu identitas resmi selama tinggal di Korea.Pastikan untuk selalu memperbarui visa sebelum masa berlaku habis. Untuk informasi lebih lanjut tentang visa kerja di Korea, kamu dapat mengunjungi situs resmi Imigrasi Korea di www.hikorea.go.kr. Cara Mencari Kerja di Korea Bagi yang ingin mengetahui cara kerja di Korea Selatan, berikut adalah langkah-langkahnya: 1. Cari Informasi Lowongan Kerja Kamu dapat mencari informasi lowongan kerja di Korea melalui situs resmi perusahaan atau platform rekrutmen seperti Job Korea dan Saramin. Selain itu, kamu juga bisa bergabung dengan program rekrutmen tenaga kerja Indonesia ke Korea melalui BNP2TKI. Untuk pekerja di sektor manufaktur, pertanian, jasa, perikanan, dan konstruksi, kamu juga dapat mengikuti program G-to-G (Government to Government) yang difasilitasi oleh pemerintah Indonesia dan Korea. 2. Persiapkan Dokumen yang Dibutuhkan Sebelum mulai kerja di Korea, jangan lupa untuk siapkan dokumen yang diperlukan. Pastinya, kamu butuh CV dan surat lamaran dalam bahasa Korea atau Inggris untuk melamar kerja, juga portofolio jika ada. Jika kamu belum mempersiapkan CV ataupun surat lamaran, kamu dapat mengecek contoh CV dan surat lamaran dalam bahasa Inggris di sini ⬇️Contoh CV Bahasa InggrisContoh Cover Letter Bahasa Inggris Kalau kamu sudah melalui ujian bahasa Korea seperti TOPIK, jangan lupa untuk menyiapkan sertifikat asli dan fotokopi. Perhatikan juga persyaratan dari lowongan yang dilamar, jangan lupa untuk menyiapkan dokumen pendukung lainnya.Sedang bersiap untuk lamar kerja ke luar negeri? Buat CV yang ATS-Friendly dengan 50+ template gratis di Cake 📄Buat CV 3. Lakukan Wawancara dan Tes Beberapa perusahaan akan mengadakan wawancara secara online atau langsung di Korea. Jangan lupa untuk berlatih sebanyak mungkin, baik dalam bahasa Inggris dan Korea. Kamu bisa mengecek contoh jawaban interview dalam bahasa Inggris di sini. 4. Dapatkan Visa dan Izin Kerja Setelah mendapatkan pekerjaan, langkah berikutnya adalah mengurus visa dan izin kerja. Perusahaan tempat bekerja biasanya akan membantu dalam proses pengajuan visa, tetapi jangan lupa untuk memperhatikan prosedurnya ya! Biasanya, kamu harus mendapatkan surat sponsorship dalam bentuk kontrak kerja saat pengajuan visa. Setelah mengumpulkan semua dokumen yang diperlukan, kamu harus mengajukan visa kerja di Kedutaan Besar Korea di Indonesia. 5. Berangkat ke Korea dan Mulai Bekerja Setelah visa disetujui, saatnya bersiap untuk berangkat ke Korea dan memulai pekerjaan! Jangan lupa untuk mempersiapkan dokumen penting, akomodasi, dan pakaian yang sesuai sebelum berangkat ke Korea. Sesampainya di Korea, pekerja harus segera melapor ke kantor imigrasi dan menyelesaikan seluruh urusan administrasi yang diperlukan, termasuk registrasi tempat tinggal. Pekerja juga harus mengajukan Alien Registration Card (ARC) dalam waktu 90 hari sejak kedatangan.Gaji dan Biaya Hidup di Korea Sebelum memutuskan untuk kerja di Korea, penting untuk mengetahui rata-rata gaji serta biaya hidup di sana. Berikut adalah beberapa informasi penting: 💰Gaji Rata-Rata di Korea Gaji di Korea bervariasi tergantung pada sektor pekerjaan dan tingkat pengalaman. Berikut perkiraan gaji berdasarkan jenis pekerjaan: Pekerja Pabrik (E-9 Visa): KRW 2.000.000 - 2.500.000 per bulan (sekitar Rp24.000.000 - Rp30.000.000).Pekerja Sektor Jasa: KRW 2.200.000 - 3.000.000 per bulan (sekitar Rp26.400.000 - Rp36.000.000).Tenaga Profesional (E-7 Visa): KRW 3.500.000 - 6.000.000 per bulan (sekitar Rp42.000.000 - Rp72.000.000).Pekerja di Industri IT dan Teknologi: KRW 4.000.000 - 8.000.000 per bulan (sekitar Rp48.000.000 - Rp96.000.000). Gaji ini bisa lebih tinggi tergantung pada pengalaman dan keterampilan yang dimiliki pekerja. 💸 Biaya Hidup di Korea Meskipun gaji di Korea cukup tinggi, biaya hidup di Korea juga relatif mahal dibandingkan di Indonesia. Berikut perkiraan biaya hidup di Korea dalam rupiah: Sewa Apartemen (Studio di Seoul): Rp7.000.000 - Rp15.000.000 per bulan.Makan di Restoran: Rp80.000 - Rp200.000 per sekali makan.Transportasi (Subway/Bus): Rp600.000 - Rp1.200.000 per bulan.Tagihan Listrik, Air, dan Internet: Rp1.000.000 - Rp2.500.000 per bulan.Asuransi Kesehatan: Rp1.200.000 - Rp2.500.000 per bulan. Dengan perhitungan ini, biaya hidup bulanan di Korea bisa mencapai Rp15.000.000 - Rp30.000.000, tergantung pada gaya hidup dan lokasi tempat tinggal.💡 Tertarik melamar kerja di luar negeri? Baca juga artikel berikut ini:Mau Kerja di Luar Negeri? 6 Cara yang Perlu Kamu Ketahui!Serba Serbi Working Holiday Visa (WHV) Australia: Definisi, Syarat, Proses, Biaya, FAQSyarat Cara Kerja di Dubai untuk Dapat Gaji yang FantastisApa Itu Ausbildung Jerman? Syarat, Cara Daftar Dokumen15+ Negara Terbaik untuk Kerja di Luar Negeri, Dari Asia hingga Eropa!Cara Kerja di Malaysia: Syarat, Gaji, Visa, dan Lowongan Kesimpulan Bekerja di Korea Selatan bisa menjadi pengalaman yang menarik dan bermanfaat, terutama dengan gaji yang kompetitif dan peluang karir yang luas. Namun, sebelum berangkat, pastikan kamu memahami syarat kerja di Korea, mengurus visa kerja dengan benar, serta memperkirakan biaya hidup di Korea agar lebih siap menghadapi kehidupan di sana. Dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang baik tentang budaya kerja di Korea, kamu bisa menjalani karir yang sukses dan mendapatkan pengalaman berharga di Negeri Ginseng. Jangan lupa untuk selalu memperbarui informasi mengenai kebijakan ketenagakerjaan dan imigrasi melalui situs resmi pemerintah Korea seperti Hi Korea agar tetap mengikuti aturan yang berlaku. Semoga sukses dalam perjalanan karirmu di Korea Selatan! Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD. Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu. Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Industry & Job Overview
Jun 20th 2024

Procurement Staff: Perbedaann dengan Purchasing, Tugas dan Skillnya!

Apakah kamu pernah mendengar istilah procurement? Procurement adalah salah satu bagian dari proses bisnis tentang pengadaan barang, jasa, atau sumber daya lainnya yang dibutuhkan untuk operasional perusahaan. Di balik proses ini, terdapat peran penting yang dimainkan oleh para procurement staff atau staf pengadaan. Procurement staff adalah individu atau tim yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proses pengadaan dalam suatu organisasi. Untuk lebih lanjut, mari kita simak apa itu procurement, apa saja tugas dari staff procurement, dan hal-hal lainnya yg perlu diketahui tentang procurement. Daftar isi: Pengertian Procurement Perbedaan Purchasing dan Procurement Tugas Procurement Staff Keterampilan yang Harus Dimiliki Procurement Staff Gaji Procurement Staff Cara dan Syarat untuk Menjadi Procurement Staff Apa itu Procurement? Procurement adalah salah satu bagian dari proses bisnis tentang pengadaan barang, jasa, atau sumber daya lainnya yang dibutuhkan untuk operasional perusahaan. Singkatnya, procurement artinya pengadaan. Apa yang dimaksud dengan proses procurement ini? Proses procurement ini cukup sistematis dimulai dari identifikasi kebutuhan, penilaian pemasok, negosiasi harga dan persyaratan kontrak, pengiriman dan penerimaan barang atau jasa, serta evaluasi kinerja supplier. Di era sekarang, bahkan ada istilah e-Procurement. E-procurement adalah pembelian barang dan jasa melalui sistem informasi dan jaringan. Ini termasuk internet, pertukaran data elektronik (EDI), dan perencanaan sumber daya perusahaan (ERP). Lalu, siapa yg menjalankan proses procurement ini? Proses ini dimainkan atau diperankan oleh procurement staff. Procurement staff adalah individu atau tim yang berperan penting dalam memastikan bahwa perusahaan dapat mendapatkan barang atau layanan yang diperlukan perusahaan dengan harga terbaik, kualitas yang bagus, dan waktu yang sesuai. Apa Perbedaan Purchasing dan Procurement? Pengadaan (procurement) dan pembelian (purchasing) adalah istilah yang sering digunakan secara bergantian dalam konteks bisnis. Meskipun keduanya berkaitan dengan perolehan barang dan jasa atas nama suatu perusahaan, keduanya merupakan proses yang berbeda. Perbedaan procurement dan purchasing dapat dilihari dari beberapa indikator dibawah ini. 1. Tujuan Tujuan procurement adalah untuk memenuhi kebutuhan bisnis tertentu. Ini lebih dari sekadar proses sederhana pemesanan barang atau jasa. Tujuan pengadaan adalah untuk memastikan proses pembelian dan mengidentifikasi pilihan vendor dan/barang yang paling ideal berdasarkan kriteria perusahaan, mulai dari biaya hingga lokasi vendor. Pengadaan memiliki tujuan jangka panjang yang berkontribusi terhadap pencapaian hasil strategis dan keunggulan kompetitif. Pembelian memiliki tujuan jangka pendek. Tujuan pembelian adalah untuk mengatur pengeluaran bisnis dan memperoleh sumber daya tertentu. 2. Relasi dengan Vendor Purchasing sepenuhnya bersifat transaksional, dimana jika kamu membutuhkan suatu barang sekarang, maka barang tersebut harus dipesan sekarang juga dan tidak mementingkan relasi dengan vendor. Sedangkan procurement bersifat lebih strategis. Procurement memiliki fokus yang jauh lebih kuat dalam menjaga hubungan jangka panjang dengan vendor. Hal ini dimulai pada tahap pemilihan supplier, di mana manajer pengadaan memprioritaskan vendor yang dapat menjalin hubungan jangka panjang yang bermanfaat dengan mereka. Kemudian, berkembang menjadi pertemuan tinjauan hubungan triwulanan dan pembuatan laporan internal untuk memantau performa kerja 3.Proaktif vs Reaktif Pembelian atau purchasing bersifat reaktif. Perusahaan hanya melakukan pembelian saat diperlukan (tetapi bisa juga perusahaan melakukannya terlebih dahulu untuk mengurangi keadaan mendesak yang dapat meningkatkan biaya). Sedangkan pengadaan atau procurement, bersifat lebih proaktif. Strategi pengadaan lebih mementingkan tujuan jangka panjang perusahaan. Biasanya, procurement specialist mengantisipasi kebutuhan internal dan menjalin hubungan dengan vendor untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Misalnya, anggota departemen procurement dapat memitigasi risiko vendor dengan mencari vendor cadangan untuk komponen rantai supplier atau pasokan utama. Dengan cara ini, jika terjadi masalah dengan vendor utama perusahaan (misalnya, mereka mengalami kekurangan barang, pasokan, dsb), perusahaan siap untuk beralih ke supplier sekunder. 4. Nilai vs Harga Barang Jika pembelian lebih mementingkan harga akhir suatu produk atau jasa, pengadaan atau procurement umumnya berupaya memaksimalkan value dari produk dan jasa. Misalnya, harga tiket mungkin bukan satu-satunya perhatian saat mencari CRM penjualan baru. Opsi yang lebih murah mungkin akan menghemat uang perusahaan saat ini, namun hal ini dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan karena keterbatasan penggunaan. Oleh karena itu, pemimpin bidang pengadaan mungkin memilih opsi yang sedikit lebih mahal yang tidak akan menghambat pertumbuhan. 📚 Baca juga:Apa itu Purchasing Staff: Tugas, Skill Set, Jenjang Karir Tugas Procurement Staff Staff procurement memiliki tugas dan tanggung jawab yang penting bagi perusahaan. Mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga supplier atau pemasok barang dan jasa untuk kebutuhan perusahaan. Tugas procurement staff meliputi: Mengidentifikasi kebutuhan perusahaanMelakukan riset pasar untuk seleksi vendor atau supplierNegosiasi harga dan kontrakManajemen pengadaan barang atau jasa sesuai kontrak dan kebutuhan perusahaanMengelola persediaan barang dan jasa perusahaan agar selalu sesuai kebutuhanMemantau kinerja supplier Skill untuk Menjadi Procurement Staff 1. Negosiasi Salah satu skill utama yang dibutuhkan untuk menjadi procurement staff adalah kemampuan untuk bernegosiasi dengan supplier atau pemasok. Mereka harus dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan perusahaan dalam hal harga dan persyaratan kontrak. 2. Relationship Management Keterampilan inti staff procurement terletak pada kemampuan membangun dan memelihara hubungan supplier atau pemasok yang solid dan berjangka panjang. Hal ini juga mencakup memastikan bahwa mitra dan pemasok mereka puas dengan perjanjian, memantau kinerja mereka, dan mampu mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan tanpa membahayakan kemitraan yang sudah ada. 3. Manajemen Risiko Procurement staff memerlukan keterampilan manajemen risiko karena mereka bertanggung jawab mengelola proses procurement dari awal hingga akhir, termasuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko atau gangguan yang mungkin timbul. Keterampilan ini membantu mereka melindungi bisnis serta kepentingan dan keuangannya, menjamin kelangsungan pasokan, dan memenuhi harapan para pemangku kepentingan. 4. Skill Finansial Manajemen biaya, perkiraan, analisis data keuangan, dan pelaporan keuangan adalah bagian penting dari peran staff procurement. Ketajaman finansial ini membantu mereka mengambil keputusan pengadaan yang terinformasi dan hemat biaya serta mematuhi berbagai peraturan yang disepakati perusahaan dan pemasok. 5. Analisis Data Menganalisis data dan tren pasar adalah bagian penting dari tanggung jawab seorang procurement specialist. Keterampilan analitis yang kuat memungkinkan mereka mengidentifikasi peluang penghematan biaya, area dan proses yang dapat dioptimalkan, serta area risiko potensial. Selain itu, keterampilan analitis ini juga membantu mereka menggunakan data untuk mengembangkan strategi dan proses pengadaan yang selaras dengan tujuan bisnis. Gaji Procurement Staff Sama seperti pekerjaan pada umumnya, nominal gaji procurement staff yang didapat bisa berbeda-beda tergantung pada lokasi, perusahaan, pengalaman hingga pendidikan yang dimiliki karyawan.Apabila seorang fresh graduate memulai karir nya di bidang procurement, maka gaji rata-rata untuk staff procurement di Indonesia adalah sekitar 3.300.000 - 8.000.000 tergantung dari lokasi atau kota dia dipekerjakan. Namun untuk posisi procurement manager, pada beberapa lokasi, dapat meraup gaji hingga 2 digit atau diatas 10 juta. Tips untuk Menjadi Procurement Staff 1. Tempuh Pendidikan S1 Apabila tertarik menjadi staff procurement, langkah awal yang dapat kamu ambil adalah mengambil pendidikan S1 sesuai dengan jurusan yang berhubungan langsung dengan procurement. Antara lain: Jurusan Bisnis ManajemenJurusan TeknikJurusan Akuntansi, dan lainnya 2. Ambil Sertifikasi Mengambil sertifikasi akan menunjang kredibilitas dalam menjadi staff procurement. Sertifikasi juga akan membuat kamu semakin menonjol apabila disandingkan dengan pelamar kerja lainnya yang juga ingin posisi procurement staff. Contoh sertifikasi yang ada, antara lain: Certified Procurement Officer (CPOf)Certified Procurement Specialist (CPSp) 3. Memiliki Pengalaman yang Relevan Memiliki pengalaman yang relevan akan menjadi bekal-mu untuk menjadi staff procurement yang profesional di kemudian hari. Kaitkan pengalaman yang kamu miliki dengan skill yang dibutuhkan perusahaan untuk menjadi staff procurement. Apabila kedua hal ini memiliki relevansi, kamu semakin dipertimbangkan untuk diterima dalam posisi staff procurement. Jika kamu adalah fresh graduate, manfaatkan program magang untuk mendapatkan pengalaman yang relevan. Cari lowongan kerja dan magang sebagai procurement staff melalui website lowongan kerja Cake!🎉Cari Kerja 4. Buat CV Procurement Staff yang ProfessionalContoh CV Procurement Staff -- Dibuat di CakeMau buat CV procurement staff yang profesional seperti di atas? Yuk, buat CV yang profesional dan ATS-friendly dengan mudah dan dapatkan pekerjaan impianmu!🎉Buat CV Kesimpulan Procurement adalah salah satu bagian dari proses bisnis tentang pengadaan barang, jasa, atau sumber daya lainnya yang dibutuhkan untuk operasional perusahaan.Procurement staff adalah individu yang berperan penting dalam memastikan bahwa perusahaan dapat mendapatkan barang atau layanan yang diperlukan perusahaan dengan harga terbaik, kualitas yang bagus, dan waktu yang sesuai.Perbedaan purchasing dan procurement dapat dilihat dari segi tujuan, relasi dengan vendor, sifatnya yang reaktif atau proaktif, serta kepentingan nilai dan harga barangTugas staff procurement adalah menjadi garda terdepan dalam menjaga supplier atau pemasok barang dan jasa untuk kebutuhan perusahaanSkill yang dibutuhkan staff procurement adalah negosiasi, relationship management, manajemen risiko, skill finansial, hingga analisis data.Tips menjadi staff procurement sukses, dimulai dari mengambil pendidikan yang relevan, ambil sertifikasi, punya pengalaman kerja yang relevan, hingga buat CV yang profesional untuk perusahaan impian. Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake. --- Ditulis Oleh Christy Angestu ---
Industry & Job Overview
May 30th 2024

Apa itu Interpreter? Tugas, Skill dan Bedanya dengan Translator

Di setiap acara internasional, selalu dibutuhkan seorang profesional yang bertugas untuk menerjemahkan pembicaraan secara langsung. Contohnya di Konferensi Tingkat Tinggi G20 Bali, Indonesia, pada tahun 2022. Pastinya penyelenggara sudah menyiapkan jasa interpreter untuk menerjemahkan topik yang dibahas ke berbagai bahasa. Meskipun di tengah pandemi COVID-19, prospek karir seorang interpreter akan selalu terbuka. Salah satu hal yang menyebabkan angka permintaan akan jasa interpreter aman adalah semakin banyaknya pertemuan internasional yang bisa dilakukan secara online. Oleh karena itu, bagi kamu yang tertarik untuk meniti karir sebagai interpreter, tak perlu khawatir dengan prospek pekerjaan interpreter di masa depan. Di artikel ini, kamu akan belajar tentang:Arti Interpreter Jenis Jenis Interpreter Tugas Interpreter Skill yang Dibutuhkan Interpreter Gaji Interpreter Cara Menjadi Interpreter Apa itu Interpreter? Interpreter adalah seseorang yang pekerjaannya berkaitan dengan bidang kebahasaan. Arti interpreter yaitu seorang profesional yang menyampaikan hasil interpretasinya langsung secara lisan dan tidak perlu menulis terjemahannya. Pekerjaan interpreter biasanya menerjemahkan pembicaraan di: SeminarKonferensiPengadilanUrusan bisnis, dan acara lainnya yang menggunakan bahasa bilingual. Interpreter juga sering dikenal sebagai juru bahasa atau penerjemah lisan. Tapi, interpreter tidak sama dengan translator, lho! Apa bedanya interpreter dan translator? Perbedaan Interpreter dan Translator yaitu kedua profesi ini memiliki sifat dan media yang berbeda. Interpreter menerjemahkan langsung saat itu juga secara lisan. Sedangkan translator menerjemahkan secara tidak segera dan terjemahannya berupa teks tertulis.Jenis-Jenis Interpreter 1. Interpreter Simultan Interpreter simultan menerjemahkan pesan yang diberikan oleh pembicara secara lisan selama pidato atau presentasi berlangsung (real time). Interpreter simultan harus memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi untuk menerjemahkan topik yang dibicarakan dengan cepat selama acara berlangsung. Biasanya penerjemah simultan ini bekerja sama dengan tim kecil dan bergantian tugas jika acaranya lebih lama seperti konferensi atau sidang pengadilan. 2. Interpreter Konsekutif Yang dimaksud dengan interpreter konsekutif adalah interpreter yang menerjemahkan pesan lisan ke bahasa lain setelah pembicara berhenti berbicara. Dengan metode ini, pembicara berhenti berbicara setelah menyampaikan beberapa kalimat dan membiarkan penerjemah menerjemahkan sebelum melanjutkan pembicaraannya. 3. Interpreter Bahasa Isyarat Penerjemah bahasa isyarat menyampaikan kalimat lisan ke dalam bahasa isyarat atau menerjemahkan bahasa isyarat ke pesan lisan. Interpreter jenis ini memfasilitasi komunikasi antara orang tuna rungu dan orang yang mendengar. Interpreter bahasa isyarat biasanya fasih berbahasa Inggris dan American Sign Language (ASL). ASL adalah bahasa tertentu yang memiliki tata bahasa sendiri dan menggabungkan ejaan jari, bahasa tubuh tertentu, dan isyarat. 4. Interpreter untuk Tunanetra Tugas interpreter untuk tunanetra adalah menerjemahkan dokumen tertulis ke dalam bahasa lisan agar orang tunanetra dapat memahami isinya. Penerjemah untuk tunanetra ini biasanya membaca dokumen dalam bahasa tertulisnya lalu mengucapkannya ke dalam bahasa lisan. Tugas dan Tanggung Jawab Interpreter1. Memahami Topik yang Dibicarakan Salah satu tugas interpreter yang penting adalah melakukan persiapan dengan baik sebelum bekerja. Sebelum menyampaikan pesan kepada pendengar, seorang interpreter perlu memahami topik dan poin-poin penting yang akan dibicarakan oleh pembicara. Hal ini akan membantu interpreter lebih mudah dalam menangkap pembicaraan ketika proses penerjemahan berlangsung. 2. Menerjemahkan Apa yang Disampaikan Pembicara kepada Audiens Dalam suatu acara, pembicara akan menyampaikan pembicaraan dalam bahasa yang tidak dikuasai oleh audiens. Kemudian, seorang interpreter akan menerjemahkan pembicaraan menggunakan bahasa yang audiens kuasai. Maka, tugas pokok seorang interpreter adalah menguasai minimal dua bahasa agar dapat menyampaikan pesan yang disampaikan pembicara dalam sebuah acara kepada tamu yang hadir. 3. Menyampaikan Informasi dengan Akurat Tanpa Mengubah Makna Sebagai interpreter, kamu tidak boleh menambah ataupun mengurangi informasi yang disampaikan oleh seorang pembicara. Sampaikan pesan dengan akurat tanpa adanya perubahan makna karena itulah tugas dan tanggung jawab seorang interpreter. 📚 Baca juga:15 Prospek Kerja Sastra Inggris 2024 | Gaji, Skill, Dll.Skill yang Dibutuhkan InterpreterUntuk menjadi interpreter tidaklah mudah. Berikut adalah beberapa syarat yang dibutuhkan untuk menjadi interpreter yang baik: 1. Kemampuan Bahasa Asing Seperti yang kita ketahui, pekerjaan seorang interpreter berhubungan dengan bahasa asing. Alangkah baiknya bila kamu menguasai banyak bahasa karena itu akan menjadi poin plus untuk kamu. Kamu bisa menuliskan bahasa-bahasa asing yang kamu kuasai di CV untuk menunjukkan kualitas dan meningkatkan probabilitas untuk direkrut. 2. Spesialisasi Karena begitu luasnya kosakata dalam sebuah bahasa, seorang penerjemah lisan dianjurkan untuk memiliki pengetahuan khusus dan menguasai kosakata atau terminologi dari bidang tertentu. Bidang-bidang tersebut yaitu kesehatan, bisnis, hukum, finance, dan lain-lain. 3. Kompetensi akan budaya Dalam melaksanakan tugasnya, interpreter dapat bekerja di berbagai negara. Seperti yang kita ketahui, setiap negara memiliki budaya dan penggunaan kosakata yang berbeda-beda. Maka, seorang interpreter perlu memiliki pengetahuan yang luas terhadap budaya-budaya negara lain. Sangatlah penting bagi orang yang menawarkan jasa interpreter untuk memiliki kemampuan dalam menggunakan dan memilih kata-kata yang benar dalam menerjemahkan. Hal ini perlu diperhatikan agar pendengar dapat memahami apa yang telah disampaikan tanpa adanya kesalahpahaman. 4. Active Listening Active Listening adalah salah satu skill yang sangat dibutuhkan oleh seorang penerjemah lisan. Ketika bekerja, interpreter harus mendengarkan pembicara secara baik-baik dan teliti dalam menangkap konteks pembicara. Jika seorang interpreter tidak fokus dan melewatkan apa yang dibicarakan oleh seorang pembicara, maka kesalahan dalam menerjemahkan dapat terjadi. 5. Berpikir Cepat Ketika menerjemahkan, interpreter harus mencari konteks dan kesimpulan dari pembicara dalam waktu yang singkat. Kemudian, interpreter menyampaikan pesan tersebut tanpa mengubah maksud yang sebenarnya. Oleh karena itu, skill untuk berpikir cepat sangat dibutuhkan untuk penerjemah lisan.📚 Baca juga:100+ Contoh Soft Skill Hard Skill dalam CV (untuk 15 Pekerjaan) Gaji InterpreterGaji penerjemah lisan di Indonesia tergantung pada pengalaman kerja, tingkat pendidikan, dan jam kerja. Pada umumnya, kisaran gaji interpreter sebesar Rp. 5.000.000-Rp. 7.000.000 per bulan. Dikutip dari Survei Gaji, berikut adalah gaji kotor rata-rata yang diperoleh oleh interpreter per bulannya berdasarkan pengalaman yang dimiliki. Tidak ada pengalaman: Rp. 5.578.592Kurang dari 5 tahun: Rp. 5.691.287 - Rp. 6.116.9085-10 tahun: Rp. 6.546.538 - Rp. 7.091.780Lebih dari 10 tahun: Rp. 7.381.201Cara Menjadi InterpreterLantas, bagaimana cara menjadi interpreter yang sukses?1. Menguasai Setidaknya Dua Bahasa Jika kamu memiliki bakat dalam bidang kebahasaan, maka pekerjaan interpreter bisa menjadi salah satu pilihan profesi yang tepat buat kamu. Cara menjadi interpreter profesional yaitu kamu harus fasih paling tidak dua bahasa (bahasa ibu dan bahasa asing). Kamu tidak perlu sempurna dalam menguasai kedua bahasa tersebut karena yang penting kamu bisa mengerti apa yang dikatakan oleh penutur asli (native speaker) ketika mereka berbicara dengan cepat. Maka dari itu, seperti seorang musisi, seorang interpreter perlu memiliki telinga yang tajam. 2. Pilih Spesialisasi yang Ingin Kamu Tuju Bidang dimana interpreter bekerja sangatlah luas. Ada berbagai spesialisasi tertentu yang tersedia untuk seorang interpreter yakni sebagai berikut, Hukum: Tugas interpreter hukum adalah menafsirkan pembicaraan di sidang pengadilan, pengadilan imigrasi, polisi dan wawancara layanan masa percobaan, wawancara pengacara, dan sidang lainnya yang menggunakan bahasa bilingual. Kesehatan: Pasti menegangkan ketika berkonsultasi dengan dokter yang berbahasa asing. Sebagai interpreter kesehatan kamu bisa membantu pasien dalam berkomunikasi dengan staf medis seperti dokter, perawat, dan teknisi. Kamu juga bisa membantu menerjemahkan brosur kesehatan, catatan pasien, dokumen persetujuan, dan informasi peraturan. Bisnis: Biasanya interpreter bisnis membantu dalam menerjemahkan pesan lisan dalam peluncuran produk, pameran, dan pertemuan kecil. Misalnya, interpreter bisnis membantu pemilik bisnis dalam melakukan negosiasi dengan pemilik bisnis lainnya. Selain itu, interpreter bisnis juga dapat membantu dalam berkomunikasi dengan pekerja yang berbahasa asing. Pemerintahan: Interpreter pemerintahan biasanya bekerja di konferensi besar dan pertemuan formal untuk menerjemahkan pembicaraan kepada peserta atau tamu yang tidak berbahasa lokal. Konferensi ini biasanya mendatangkan tamu politisi dari seluruh dunia, jadi pasti banyak interpreter yang disiapkan sebagai penerjemah lisan. 3. Berlatih di Dunia Nyata Ini adalah 3 tips cara menjadi interpreter yang fasih berbahasa asing: Teman untuk bertukar bahasa: untuk memiliki kemampuan berbahasa asing yang mendekati native-level, berteman dengan orang asing akan sangat membantu.Misalnya, kamu ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris Amerika (American English), carilah teman yang berasal dari Amerika Serikat untuk bertukar bahasa. Berlatih berbahasa Inggris dengan orang asli Amerika Serikat akan membantumu untuk makin fasih dalam berbahasa Inggris Amerika. Sisihkan waktu: sisihkan waktu untuk menjadi sukarelawan. Kegiatan yang bersifat sukarelawan ini termasuk acara sukarela maupun magang yang tidak dibayar.Dari kegiatan ini kamu bisa bertemu dengan orang-orang lain yang dapat memberikan kesempatan kerja sekaligus berlatih bahasa asing dengan orang lain yang ada di sana. Ikuti tren terkini:Bahasa terus berkembang dan berubah, kamu memerlukan cara untuk tetap berbahasa sama dengan para native speaker.Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu menggunakan internet untuk mengakses konten dalam bahasa yang kamu fokuskan. 4. Buat CV Menarik untuk Melamar Kerja Ketika melamar sebuah lowongan penerjemah lisan, tentunya kamu harus menyertakan CV kepada perekrut. Ada beberapa hal yang perlu kamu tekankan agar kamu terlihat menonjol diantara pendaftar lainnya. Di bawah ini adalah beberapa tips dalam membuat CV Interpreter yang menarik beserta contohnya: Siapkan CV Interpreter dalam bahasa asing -Jika kamu melamar sebagai interpreter bahasa Inggris, maka akan lebih baik kamu melamar ke tempat kerja yang menggunakan bahasa selain bahasa Inggris.Akan sangat membantu jika CV sudah kamu tulis dalam bahasa yang dapat kamu terjemahkan. Kemudian, kamu bisa menerjemahkan CV melalui tulisan atau kamu boleh juga menawarkan untuk menerjemahkan CV secara lisan saat wawancara berlangsung. Sertakan kata-kata kunci yang relevan -Penting sekali bagi kamu untuk menyertakan kata kunci ke dalam CV untuk menarik perhatian para pencari jasa interpreter. Jika kamu menemukan kata kunci yang berguna dalam deskripsi pekerjaan yang kamu lamar, kamu bisa menggunakannya di dalam CV.Beberapa kata kunci untuk CV Interpreter misalnya: Penerjemah langsung (live/real time)Fasih dalam Bahasa Inggris (atau bahasa asing lainnya)Akurasi terjemahan Pembicara yang handal, dan lain-lain Tuliskan prestasi yang telah kamu capai -Untuk menunjukkan bahwa kamu memiliki bakat yang bermanfaat, kamu bisa mencantumkan prestasi-prestasi yang telah kamu capai di CV. Prestasi tersebut tidak hanya berupa penghargaan yang kamu terima saat bekerja, tetapi ulasan positif dari klien juga bisa kamu cantumkan. Contoh CV Interpreter dalam Bahasa InggrisContoh CV Interpreter -- Dibuat di Cake📚 Baca juga:14 Contoh CV Bahasa Inggris dan Cara Penulisannya! Kini kamu telah mengetahui arti interpreter, perbedaan interpreter dengan translator, serta tugas dan skill interpreter. Jika kamu memiliki bakat dalam berbahasa dan tertarik mengejar karir ini, mari mencoba langkah-langkah cara menjadi interpreter yang sudah dituliskan oleh Cake! Semoga sukses!Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake.--- Ditulis oleh Aileen Gabriella ---
Career Development
May 3rd 2024

Apa itu Pegawai Harian Lepas? Ini Bedanya Dengan Freelancer!

Jika kamu merupakan tipe orang yang kurang suka dengan keterikatan, maka cobalah menjadi pekerja harian lepas. Jangan kira posisi ini sama dengan freelancer, ya. Jika dibandingkan dengan part-timer pun buruh harian lepas memiliki jam kerja, sistem gaji maupun hak yang lumayan berbeda. Lantas, apa yang dimaksud dengan pekerja harian lepas? Nah, mari simak penjelasan lebih lanjut di bawah ini biar kamu memahami pekerjaan apa saja yang termasuk buruh harian lepas serta apa yang membuatnya berbeda dengan pekerjaan lain pada umumnya.Daftar isi: Pengertian Pegawai Harian Lepas Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Pegawai Harian Lepas Aturan dan Hak Pekerja Harian Lepas Perbedaan Pegawai Harian Lepas dengan Freelancer dan Part-Time Contoh Pekerjaan Pegawai Harian Lepas Apa yang Dimaksud Pekerja Harian Lepas? Di luar negeri, pekerja harian lepas disebut sebagai casual daily worker. Sementara di Indonesia sebagian orang juga menyebutnya sebagai pekerja kasual. Tenaga harian lepas atau daily worker adalah orang-orang yang bekerja untuk membantu suatu perusahaan saat terjadi kekurangan karyawan di momen tertentu. Biasanya, mereka dibutuhkan ketika peak season seperti weekend, tanggal merah atau liburan panjang Industri yang memerlukan pekerja harian lepas sering erat kaitannya dengan hospitality atau pelayanan pada pelanggan. Contohnya adalah restoran, event organizer, pengiriman barang, hotel dan lain-lain. Di luar negeri, industri yang membutuhkan daily worker lebih beragam lagi. Ada banyak jenis daily worker di Amerika seperti halnya customer service, data entry, perawat lansia, perawat anak, tukang cuci piring dan masih banyak lagi. Cara kerja harian lepas cukup berbeda dengan pekerja lain pada umumnya. Berikut ini alur kerja pekerja harian lepas dari proses rekrutmen hingga pembayaran gaji: Tenaga harian lepas biasanya direkrut oleh agensi yang menaungi mereka. Agensi tersebut akan menyalurkan pekerja pada perusahaan yang sedang kekurangan tenaga kerja.Sebagian pekerja harian lepas lain juga melamar pekerjaan secara non-formal, tanpa menggunakan email. Biasanya cukup menghubungi pemberi kerja melalui WhatsApp.Jika dinyatakan sudah siap bekerja, perusahaan akan memanggil pekerja harian tersebut dan memberitahu beban kerja serta besaran upah. Tidak ada tekan kontrak di atas hitam putih pada tahapan ini.Apabila pekerjaan sudah rampung, tenaga harian lepas berhak memperoleh upah secara tunai pada hari yang sama dengan hari ia bekerja, atau sesuai kesepakatan. Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Pegawai Harian LepasMelihat sistem kerja harian lepas sebelumnya, tentunya ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang akan diterima. Kamu harus paham bahwa hak yang diterima oleh buruh harian lepas tidaklah sebanyak pegawai tetap di perusahaan. Kelebihan Pegawai Harian Lepas Mendapatkan upah dengan mudah. Sistem upahnya sangat cocok untuk kamu yang membutuhkan dana cepat.Kamu bisa belajar banyak hal dalam waktu yang sangat singkat.Memungkinkan kamu memperoleh relasi dalam tempo yang cepat.Meningkatkan produktivitas dan menghindarkan kamu dari kebiasaan menyia nyiakan waktu.Sangat cocok untuk kamu pendukung work-life balance.Mengajari kamu menjadi lebih mandiri dalam bekerja. Kekurangan Pegawai Harian Lepas Sebab mendapatkan upah setelah merampungkan tugas, kamu perlu bersabar ketika ada kendala dalam bekerja.Sebagian perusahaan tidak memberikan scope kerja yang jelas pada pegawai harian lepas karena tidak adanya kontrak tertulis. Ini mengakibatkan perusahaan bisa sesuka hati memberikan pekerjaan tambahan tanpa memberikan upah lebih.Mantan pegawai harian lepas umumnya tidak mendapatkan surat rekomendasi kerja dari pihak yang mempekerjakan mereka.Bos atau agensi bisa memberhentikan pegawai harian lepas sesuka hati jika dirasa sudah tidak diperlukan. Aturan dan Hak-hak Pegawai Harian Lepas Banyak diantara kita yang menganggap enteng status pegawai harian lepas. Padahal, kehadiran mereka telah dilindungi oleh undang-undang. Meskipun undang-undang mengenai tenaga harian lepas yang sebelumnya tertuang pada Permenaker No.6 tahun 1985 telah dicabut berdasarkan keputusan Menakertrans, akan tetapi selanjutnya diatur kembali dalam Pasal 10 Ayat 1 PP 35/2021. Bunyinya adalah: “PKWT yang dapat dilaksanakan terhadap pekerjaan tertentu lainnya yang jenis dan sifat atau kegiatannya bersifat tidak tetap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) berupa pekerjaan tertentu yang berubah-ubah dalam hal waktu dan volume pekerjaan serta pembayaran upah Pekerja/Buruh berdasarkan kehadiran” Menurut pasal tersebut, pekerja harian lepas sebenarnya dapat dipekerjakan asalkan dengan PKWT atau perjanjian tertulis dengan waktu tertentu. Akan tetapi, kenyataan di lapangan masih banyak perusahaan atau agensi yang mempekerjakan pegawai harian lepas tanpa tanda tangan hitam di atas putih. Lebih lanjut, menurut pasal di atas, pegawai harian lepas berhak mendapatkan upah yang dihitung berdasarkan kehadiran dan banyaknya pekerjaan yang diberikan. Sangat mungkin juga bagi pekerja harian lepas di sektor tertentu memperoleh bonus sesuai kesepakatan. 📚 Baca juga: Penting! 7 Perbedaan PKWT dan PKWTT yang Wajib Diketahui Karyawan Perbedaan Pegawai Lepas Harian dengan Freelancer dan Part-Time Pegawai harian lepas, freelancer, dan part-timer memiliki perbedaan yang lumayan mencolok satu dengan lainnya. Sayangnya, tidak semua orang mengerti secara mendalam definisi dari tiga jenis pekerjaan ini. Nah, berikut ini beberapa perbedaan yang perlu kamu pahami. 1. Jam Kerja Berapa lama pekerja harian lepas melaksanakan tugasnya ? Jam kerja pegawai harian lepas tidaklah sama dengan pegawai tetap di suatu perusahaan. Buruh harian lepas bekerja tanpa aturan waktu 9-5 atau 8-4. Mereka bisa saja bekerja mulai jam 2 siang hingga 9 malam, tergantung kapan perusahaan membutuhkan bantuan. Pegawai harian lepas juga tidak bekerja senin hingga jumat. Mereka bisa saja bekerja 3 hari saja dalam satu minggu tergantung banyaknya pekerjaan yang diberikan. Jadi, apabila pekerjaan mereka sedikit, bisa jadi pula mereka menyelesaikan pekerjaan tidak sampai seharian. Adapun part-timer bekerja dengan jam kerja yang ditentukan perusahaan. Biasanya mereka bekerja setengah hari, misalkan dari jam 7 hingga 12 siang. Part-timer sendiri juga harus melakukan absen setelah masuk, berbeda dengan freelancer yang bisa sesuka hati memulai pekerjaan mereka, Freelancer sendiri dapat mengatur jam kerja mereka, baik secara milestone atau by result. Nah, Milestone adalah kumpulan projek kecil yang membentuk keseluruhan proyek yang dikerjakan. Misalkan saja proyek penulisan buku yang dibagi dalam 5 tahap, dari pembuatan daftar isi, bab 1-5 dan penutup. Nah, freelancer akan dibayar setelah menyelesaikan setiap milestone tersebut. 2. Tugas dan Tanggung jawab Pegawai harian lepas biasanya mendapatkan job desk sesuai apa yang perusahaan butuhkan di hari tersebut. Misalkan saja, perusahaan X kekurangan tenaga kerja di bagian packing, maka job desk yang diberikan pada buruh harian lepas adalah membantu di bagian pembungkusan barang siap antar. Inilah kenapa, keberlanjutan pekerjaan yang diberikan tidak menentu. Bisa saja suatu waktu buruh harian lepas akan diberhentikan sementara, dan dipanggil pada hari selanjutnya saat diperlukan lagi. Bahkan, pegawai harian lepas bisa saja mendapatkan pekerjaan tambahan di luar kesepakatan awal apabila perusahaan kekurangan orang di bagian lain. Misalkan saja tugas packing telah selesai, mereka kemudian diminta untuk membantu menyortir barang yang akan dikirim. Adapun freelancer dan part-timer yang mendapatkan job desk yang jelas dan mendetail sebelum dimulainya pekerjaan. Mereka pun perlu melapor ke atasan yang mempekerjakan mereka, sebulan sebelumnya atau one month notice apabila ingin mengundurkan diri. 📚 Baca juga: Notice Period: Pahami Peraturannya Sebelum Resign! [+Caranya] 3. Keterikatan dengan Perusahaan Umumnya freelancer, pegawai harian lepas maupun part-timer tidak terikat terlalu erat dengan suatu perusahaan. Meskipun sebagian perusahaan memberikan PKWT atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, tetapi pada praktiknya banyak pula freelancer atau buruh harian lepas yang bisa mengakhiri kontrak sebelum waktu yang ditentukan, dengan catatan jika perusahaan tidak memberikan hak sesuai yang tertulis. Sebenarnya di Indonesia sendiri masih banyak pula freelancer atau pegawai harian lepas yang bekerja berdasarkan asas “asal pekerjaan selesai, upah pun diberikan”. Antara freelancer dan klien pun sama-sama mempraktikannya dan kurang menyadari dengan adanya undang-undang, sehingga mereka sangat rentan akan masalah tersebut di kemudian hari. 4. Gaji Lalu, berapa gaji karyawan harian lepas? Tentunya jumlahnya berbeda-beda. Sesuai namanya, pegawai harian lepas memperoleh gaji berdasarkan total hari ia bekerja. Berbeda dengan pegawai bulanan yang menerima gaji fixed price perbulan disertai insentif lain seperti asuransi kesehatan dan keselamatan kerja. Di beberapa negara maju seperti Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat, penghitungan gaji pegawai harian lepas dihitung per-jam.Sedangkan pekerja part-time biasanya mendapatkan gaji per hari atau bisa juga per bulan, tergantung kebijakan perusahaan. Adapun freelancer diberikan upah sesuai hasil pekerjaan yang mereka berikan pada klien. Itulah kenapa, banyak freelancer baru yang mendapatkan upah hanya Rp 100.000 per-item project, serta ada pula freelancer expert dengan upah mencapai puluhan juta untuk satu hasil pekerjaan saja. 5. Rekan Kerja Pegawai harian lepas dan part-timer mudah menemukan relasi baru karena rekan kerja mereka mudah keluar masuk. Mereka bisa mendapatkan rekan kerja baru dari berbagai latar belakang, sehingga sangat mudah bagi pegawai harian lepas menjalin koneksi. Dalam jam kerja yang sama pun biasanya ada lebih dari dua orang pekerja harian lepas sehingga ikatan diantara mereka justru lebih kuat walau bekerja sebentar. Sementara itu, freelancer cenderung bekerja secara individu. Mereka tidak diciptakan untuk mengerjakan pekerjaan secara bersama-sama, dalam lokasi yang sama. Itulah kenapa, kebanyakan freelancer sulit mendapatkan rekan kerja karena mereka memang fokus pada hasil dan proses kerja saja. 6. Benefit Sejauh ini pegawai harian lepas maupun part-timer hanya memperoleh benefit berupa upah dan bonus sesuai kesepakatan yang ditentukan. Sementara itu, freelancer mendapatkan benefit berupa gaji yang diberikan dari hasil proyek, baik secara kualitas dan kuantitas. Untungnya, beberapa perusahaan juga memberikan asuransi kesehatan pada freelancer yang telah bekerja selama lebih dari dua tahun, bahkan juga memberikan tunjangan hari raya dan kuota internet. Contoh Pekerjaan Harian Lepas 1. Pegawai harian lepas di hotel Pegawai harian lepas di hotel umumnya dibutuhkan ketika peak season seperti tanggal merah atau liburan panjang. Kebanyakan hotel akan kebanjiran tamu dan membuat mereka kewalahan menghadapinya. Nah, contoh pekerjaan buruh harian lepas di hotel adalah membantu bersih-bersih kamar hotel, mencuci piring, bahkan menjawab telepon dari tamu yang booking di aplikasi online. 2. Pegawai harian lepas di restoran Contoh buruh harian lepas di restoran diperlukan untuk membantu bersih-bersih atau mengerjakan urusan dapur. Di musim liburan panjang macam idul fitri dan natal biasanya sebagian restoran kewalahan menghadapi lonjakan pelanggan. Itulah kenapa, pegawai harian lepas sangat diperlukan pada momen ini. Jika kamu beruntung dan hasil pekerjaan tampak baik, pihak restoran bisa saja merekrut kamu untuk jangka panjang. 3. Pegawai harian lepas marketing Banyak perusahaan yang menargetkan penjualan produk dalam rentang waktu tertentu sebelum produk mereka kadaluarsa. Mereka pun berupaya mencari cara agar produk tersebut terjual dalam jumlah yang banyak dalam tempo yang singkat. Nah, salah satu caranya adalah dengan merekrut pegawai harian lepas marketing. Biasanya, mereka ditugaskan untuk menghubungi calon customer secara offline atau telepon untuk menawarkan produk. Bisa juga diminta tolong menyebarkan promosi melalui media sosial. 4. Pegawai harian lepas acara Pegawai harian lepas acara biasanya direkrut langsung oleh event organizer ketika mereka kewalahan dengan membludaknya klien. Pada musim konser musik atau hajatan pernikahan, mereka bisa diminta membantu menyambut tamu, membagikan makanan ringan atau menyiapkan logistik acara. Di event yang lebih besar, pegawai harian lepas ini juga diperlukan untuk membantu di bidang medis. Contoh pegawai harian lepas di bidang ini adalah mengobati orang pingsan atau memberikan pertolongan pertama pada performer yang kekurangan oksigen. 5. Pegawai harian lepas konstruksi Pegawai harian lepas konstruksi biasanya bekerja untuk mengangkut barang dari satu tempat ke lokasi konstruksi. Rata-rata pekerjaan mereka terkait dengan bidang fisik, seperti juga mengangkat besi, mengaduk semen dan memasang bata. Sebab pekerjaannya berat, mereka tidak hanya memperoleh upah harian tetapi juga makan siang di hari mereka bekerja. Kesimpulan Nah, sudah tahu apa perbedaan pegawai harian lepas dengan freelancer maupun part-timer, kan? Agar kamu lebih ingat, mari baca poin-poin berikut: Pegawai harian lepas sebenarnya memperoleh PKWT sebagaimana yang telah diatur oleh undang-undang. Pada praktiknya, sangat banyak perusahaan yang melakukan rekrutmen tanpa PKWT. Jadi, jika kamu bekerja sebagai pegawai harian lepas, perhatikan kembali sebelum melamar.Pegawai harian lepas mendapatkan benefit berupa upah harian. Ini dihitung berdasarkan jumlah hari ia bekerja.Ingat untuk tanyakan pada calon atasan, apakah ada bonus apabila telah mengerjakan tugas diluar job desk atau lembur.Bekerja sebagai pegawai harian lepas tampaknya cocok untuk kamu perantau atau anak kos yang memerlukan dana cepat.Apabila perusahaan atau agensi yang memberikan beban kerja diluar nalar, kamu berhak resign sebagai pekerja harian lepas tanpa perlu one month notice. Akan tetapi, tetap kabari bos kamu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Ingin buat CV ATS-friendly yang profesional biar dilirik HRD? Cobain Cake untuk membuatCV Online, portofolio lamaran kerja, dan juga cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami. 100% GRATIS!--- Ditulis Oleh Izzul Millati ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!