Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Portfolio
Mar 9th 2026

Contoh Portofolio Lamaran Kerja Menarik dan Cara Membuatnya!

Di era sekarang, mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Banyak orang bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka idamkan.Maka itu, kamu harus tampil lebih unggul.Tapi, bagaimana caranya?Ternyata, selain CV, kamu bisa mengajukan portofolio lamaran kerja yang merupakan dokumen berisi kumpulan karya, projek atau pencapaianmu, lho. Dengan portofolio, kamu dapat membuktikan bahwa kamu benar-benar memiliki skillyang tertera dalam CV kamu. Apalagi seiring dengan perkembangan teknologi, menampilkan portofolio menjadi lebih praktis dengan online portfolio/digital portfolio karena portofolio kamu bisa diakses melalui internet. Simak artikel sampai selesai untuk melihat contoh-contoh portofolio profesional dan menarik! Daftar isi: Arti Portofolio dalam Lamaran Kerja Fungsi Portofolio Lamaran Kerja Pekerjaan Apa yang Membutuhkan Portofolio Perbedaan CV dan Portofolio Cara Membuat Portofolio untuk Lamaran Kerja Tips Membuat Portofolio Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik Cara Bikin Portofolio Lamaran Kerja Online Gratis 15+Contoh Portofolio Menarik Apa itu Portofolio Lamaran Kerja? Portofolio untuk lamaran kerja adalah dokumen yang kamu sertakan kepada perusahaan ketika melamar kerja. Isinya memuat rincian hal-hal yang dapat meningkatkan value kamu ketika mencari pekerjaan. Ini dapat berupa skill yang kamu miliki, pencapaian yang kamu raih, koleksi karya atau projek yang berhubungan dengan kriteria yang dicari rekruiter.Portofolio hadir dalam bentuk offline maupun online. Sekarang, portofolio online merupakan pilihan yang lebih dimintati karena portofolio online dapat dibagikan dimanapun dan kepada siapapun. Dengan fitur edit canggih di internet, kamu bisa mengubah dan menambahkan konten, gambar, video, teks kapanpun.Manfaat membuat portofolio kerja sebagai berikut:Mendokumentasikan hasil karya/proyek yang pernah dilakukanSebagai personal branding diri sendiriPeluang untuk mendapatkan klienTampil lebih menonjol dibanding kandidat pelamar lainEksplorasi kreativitas Apa Fungsi Portofolio? Melansir dari The Muse, portofolio berfungsi untuk menampilkan dan mendokumentasikan bukti nyata dari pekerjaan yang telah dilakukan.Oleh karena portofolio digunakan untuk mendokumentasikan pekerjaan-pekerjaan yang sudah pernah dilakukan, fungsi portofolio tidak hanya untuk melamar kerja. Portofolio juga bisa digunakan untuk mengajukan beasiswa, maupun sebagai personal branding diri sendiri.Dengan mempresentasikan ide, karya atau kreatifitas kamu, kamu dapat membangun koneksi yang akan mendatangkan kesempatan-kesempatan baru. Pekerjaan Apa yang Membutuhkan Portofolio? Di zaman sekarang, setiap profesi boleh mempertimbangkan untuk membuat portofolio ketika melamar kerja. Namun memang portofolio untuk lamaran kerja online ini lebih sering ditemukan di profesi berikut:Designer (Graphic, Fashion, Product, dll.)Software DeveloperWebsite DeveloperContent Writer/CopywriterVideografer/FotograferVideo EditorDigital MarketingContent CreatorDan lainnyaApa Perbedaan CV dan Portofolio?Secara singkat, CV berisi informasi data diri dan bersifat lebih umum. Contohnya, hal akademis maupun non-akademis yang tertera dalam CV.Sementara itu, portofolio berisi bukti hasil dari apa yang kamu lakukan, bertujuan untuk menunjukkan kemampuan dan kapabilitas kamu, dan bersifat spesifik karena biasanya kamu hanya menonjolkan skill tertentu dan mendeskripsikannya dalam portofolio kamu. CVPortofolioIsiInformasi diriKoleksi karya/pencapaian TujuanMenginformasikanMenunjukkanSifatUmumSpesifik Berikutnya, Cake akan memandu kamu cara membuat portofolio lamaran kerja step by step.📚 Baca juga:Wajib Tahu: 5 Perbedaan CV dan Portofolio Lengkap dengan Contoh Cara Membuat Portofolio 1. Simak job description dan kualifikasi lowongan pekerjaan yang diminati Sebelum mulai, kamu harus mengerti job description serta kualifikasi yang diminta oleh perusahaan tersebut. Ini bertujuan supaya apa yang kamu tampilkan dalam portofolio lamaran kerja kamu berhubungan dengan apa yang diinginkan perusahaan.2. Kumpulkan koleksi karyamu Kamu dapat terlebih dahulu mengumpulkan/menyiapkan karya-karya, projek ataupun pencapaian yang akan kamu tampilkan ke dalam portofolio lamaran kerja kamu nanti.3. Temukan situs website untuk membuat portofolio lamaran kerja online Inilah 2 situs unggulan yang dapat kamu kunjungi untuk membuat portofolio lamaran kerja kamu.CakeResume:CakeResume merupakan situs untuk membuat portofolio lamaran kerja yang baik karena tampilan yang sederhana dan mudah untuk dioperasikan. Portofolio online CakeResume dapat dicantumkan di CV sebagai link. Selain itu, membuat portofolio lamaran kerja di CakeResume gratis dan tidak dibatasi loh! Behance:Behance merupakan salah satu platform yang paling banyak digunakan untuk membangun portfolio designer website, khususnya portfolio UX designer dan portfolio UI designer. Besarnya komunitas digital disana menjadikan Behance sebagai platform untuk rekruter mencari orang-orang bertalenta. 4.Susun struktur dan tentukan desain portofolio lamaran kerja kamu Setelah memilih situs website portofolio kerja kamu, waktunya menyusun struktur dari portfolio online kamu. Pada dasarnya, ada empat elemen utama, yaitu:Perkenalan (informasi diri)Pencapaian, proyek atau karya-karya kamuPekerjaan dan status kerja (termasuk apa yang bisa kamu tawarkan kepada perusahaan)Kontak informasi Jangan lupa pikirkan juga desain dan layout portofolio kerja kamu. Tentukan color palette dan styleuntuk memberikan kesan yang unik pada HRD.5.Membangun kontenSetelah struktur, desain atau layout portofolio lamaran kerja sudah kamu tentukan, sekarang waktunya membangun konten portofolio! Masukkan teks, gambar, foto, grafik dsb. yang dapat menonjolkan skill dan value kamu. Namun ingat untuk hanya masukkan konten yang relevan dengan posisi yang kamu lamar.Bagi kamu yang fresh graduate dan belum memiliki pengalaman kerja, kamu dapat memasukkan tugas atau proyek selama kuliah lho.Contohnya, mahasiswa teknik dapat menampilkan riset selama kuliah, mahasiswa desain bisa menampilkan tugas desain. Kalau kamu mengikuti organisasi atau kegiatan sekolah, kamu juga boleh mencantumkanya.Nah, itulah step-step cara bikin portofolio kerja. Selanjutnya, CakeResume mau membagi tips dalam membuat portofolio untuk lamaran kerja online. Disimak yuk!Tips Membuat Portofolio yangBaik dan Menarik 1. Pilih desain dan perpaduan warna yang tepat Desain dan color palette portofolio untuk lamaran kerja penting untuk menarik perhatian para rekruter. Pilihlah desain yang sesuai dengan kesan yang ingin kamu sampaikan. Pastikan juga desain lamaran portofoliomu sederhana, rapih, dan tidak bertele-tele karena kamu akan fokuskan portofolio kamu pada kontennya. 2.Tonjolkan kemampuan terbaik kamu Jangan memuat semua karya/hal yang pernah kamu buat. Pastikan hanya menunjukkan kemampuan yang terbaik pada portofolio kerja kamu karena biasanya rekruter tidak memiliki banyak waktu untuk melihat seluruh konten portofolio satu per satu. Jadi sebaiknya tekankan kualitas dibanding kuantitas 3. Tambahkan elemen multimedia supaya menarik Sebuah portofolio untuk melamar kerja tidak terlepas dengan elemen multimedia sekalipun pekerjaan kamu tidak berhubungan dengan estetika atau visual. Ada banyak cara untuk menambahkan elemen multimedia seperti gambar, foto ataupun video. Contohnya, meskipun pekerjaan seorang manajer marketing tidak berhubungan dengan visual, tetapi portofolio seorang manajer marketingdapat mengandung data peningkatan penjualanyang dapat ditampilkan dengan grafik. 4.Susun informasi berdasarkan kategori skill Untuk memudahkan rekruiter menavigasi portofolio lamaran kerja online kamu, kelompokkanlah berdasarkan kategori. Ketika kamu mempunyai banyak konten, menggabungkan seluruh konten ke dalam satu halaman dapat terlihat berantakan. Selain itu, kategori ini juga dapat menunjukkan macam-macam area of expertise alias berbagai bidang keahlian kamu. Sebagai contoh, dalam portofolio lamaran kerja desain grafis, seorang desainer grafis bisa mengkategorikan karyanya dengan ‘desain cover’, ‘desain logo’, dan ‘desain poster’. Begitu juga dengan contoh portofolio kerja seorang marketing specialist. Ia dapat mengkategorikan dengan ‘strategi sosial media’, ‘penulisan blog’ ataupun ‘jangkauan media’. 5.Pastikan portofolio tidak bercela dan pranala (link) berjalan dengan baik Pastikan semua link dalam portofolio dapat berjalan dengan baik dan format portofolio kerjamu konsisten untuk digunakan pada setiap perangkat. Portofolio dapat dicantumkan pada CV, akun sosial media ataupun ditunjukkan terpisah.Ketika kamu membuat CV di CakeResume, kamu bisa mencantumkan file portofolio online kamu berupa hyperlink yang akan memberikan tampilan CV yang rapi. Kalau kamu mencantumkan CV pada dokumen pastikan file tersebut tidak di private agar orang lain dapat melihatnya. Selanjutnya, untuk memperjelas cara buat portofolio kerja, CakeResume akan memberikan panduan step-by-step untuk membuat portofolio lamaran kerja menggunakan website CakeResume. Membuat portofolio di CakeResume juga gratis jadi jangan khawatir~Cara Membuat Portofolio Lamaran Kerja Online GratisKeunggulan portofolio online dari CakeResume adalah tampilan yang sangat simple sehingga sangat memudahkan orang-orang yang tidak memiliki kemampuan design untuk tetap membuat portofolio lamaran kerja online yang menarik! Selain itu, ketika kamu membuat CV di CakeResume, kamu bisa mencantumkan file portofolio online kamu berupa hyperlink yang akan memberikan tampilan CV yang rapi. Buat Portofolio online di CakeResume, Gratis! 🎉Buat PortofolioBerikutcontoh portofolio untuk melamar kerja.1. Klik Buat Portofolio Online pada situs web CakeResumeKalau ini pertama kali kamu menggunakan CakeResume, kamu akan diajak untuk membuat akun terlebih dahulu. Ini bertujuan agar portofolio kamu bisa di publikasi dan dilihat oleh rekruter kamu. cara membuat portofolio dengan CakeResume 2.KlikCreate your first project cara membuat portofolio dengan CakeResume 3.Pilih background warna dengan mengklik Styles cara membuat portofolio dengan CakeResume 4. Tambahkan teksKetika menambahkan teks, kamu juga bisa menubah warna, font, size, dan lainnya menggunakan tool box yang tertera di bagian atas. Kamu juga bisa mengubah urutan objek dengan mengklik tombol pensil lalu pilih move up atau move down seperti yang ditunjukkan di gambar berikut. cara membuat portofolio dengan CakeResume 5. Tambahkan gambar atau foto dengan klik Image GridNah, disinilah kamu dapat memunjukkan karyamu dengan elemen multimedia. Karena ini merupakan contoh portofolio fresh graduate, kamu bisa masukkan projek atau tugas semasa kuliah ya. Kamu juga bisa menampilkan sertifikat yang kamu raih. cara membuat portofolio dengan CakeResume cara membuat portofolio dengan CakeResume 6.Tambahkan video/musik/link dengan memasukkan URL pada Embed cara membuat portofolio dengan CakeResume 7. Klik project settings di sebelah kanan bawah, lalu isi project title, description, field, tags, dan tools used lalu klik publishNah, seperti yang dibahas tadi, ini berguna supaya rekruter lebih mudah mencari talenta sesuai yang diharapkan. cara membuat portofolio dengan CakeResume Portofolio untuk lamaran kerja kamu sudah jadi! Portofolio kerja ini dapat dicantumkan pada CV, ataupun ditunjukkan terpisah.Selanjutnya, CakeResume memperisapkan 5 contoh portofolio untuk melamar kerja. Bisa kamu gunakan untuk menjadi inspirasi ketika membuat portofolio lamaran kerja kamu sendiri ya!Sedang mencari pekerjaan? Temukan pekerjaan impian kamu di CakeResume! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Loker15Contoh Portofolio Terbaik untuk Melamar Kerja ✨ 15+ Contoh Portofolio Lamaran Kerja: Contoh Portofolio Fotografer Contoh Portofolio UI Desain 1 Contoh Portofolio UI Desain 2 Contoh Portofolio Desainer Grafis Contoh Portofolio Graphic Design 1 Contoh Portofolio Graphic Design 2 Contoh Portofolio Digital Marketing Contoh Portofolio Digital Marketing Profesional Contoh Portofolio Arsitek Contoh Portofolio Programmer Contoh Portofolio Menulis Contoh Portofolio Fresh Graduate Contoh Portofolio Magang Contoh Portofolio Content Writer Contoh Portofolio Copywriter Contoh Portofolio untuk Berbagai Pekerjaan Lainnya 1. Contoh Portofolio Desainer GrafisDi contoh portofoliodesigner ini, pemilik portofolio menaruh pengalaman dan jugatoolyang dipakai untuk membuat portofolio ini. Ia juga menaruh hasil karyadesign dan jugasedikit penjelasan tentang proyek yang dikerjakan.Contoh Portofolio Desainer Grafis oleh Kristel Gilvarry Estefanny (Dibuat di Cake)2.Contoh Portofolio Lamaran Kerja UI Design Contoh portofolio UI designer yang kedua ini merupakan karya dari UI designer Cake. Contoh Portofolio UIdesignContoh Portofolio UIdesign 📚 Bacaan lanjutan:Contoh Portofolio Desainer Grafis Menarik, Pasti Dilirik HRD! 3. Contoh Portofolio Arsitek Seperti yang diketahui, portofolio lamaran kerja arsitek pastinya berisi koleksi konsep dan gambar bangunan-bangunan. Inilah salah satu contoh portofolio karya mahasiswa yang dibuat ketika kuliah. Contoh Portofolio KerjaContoh Portofolio Kerja 👉 Lihat contoh portofolio lainnya di CakeContoh Portofolio untuk Macam-Macam Pekerjaan: Contoh Portofolio Mahasiswa Contoh Portofolio Desain Contoh Portofolio Fotografi Contoh Portofolio Programmer Contoh Portofolio Digital Marketing Contoh Portofolio Content Writer Contoh Portofolio Copywriter Cake menyediakan platform untuk membuat portofolio online. Yuk giliran kamu yang buat portofolio! 100% Gratis🎉Buat PortofolioPertanyaan Seputar Portofolio1. Apa saja isi dari portofolio?Portofolio adalah kumpulan dokumen yang menunjukkan hasil kerja, keterampilan, dan pengalaman seseorang, biasanya digunakan untuk tujuan pendidikan atau profesional. Berikut adalah beberapa elemen yang dapat terdapat dalam sebuah portofolio:CV atau Resume: Ringkasan pengalaman kerja, pendidikan, dan keterampilan yang dimiliki.Sampel Pekerjaan: Contoh-contoh hasil kerja, seperti tulisan, desain grafis, proyek penelitian, atau program yang telah dibuat.Proyek Terbaru: Deskripsi tentang proyek terbaru yang telah dikerjakan, termasuk proses, hasil, dan pengalaman belajar dari proyek tersebut.Referensi atau Testimoni: Ulasan atau rekomendasi dari atasan, kolega, atau klien yang mendukung kualitas pekerjaan dan karakter Anda.Sertifikat dan Penghargaan: Bukti penghargaan, sertifikat dari kursus, atau pelatihan yang relevan.Portofolio Digital: Jika relevan, tautan ke portofolio online, blog, atau media sosial profesional seperti LinkedIn.Pengalaman Relawan: Jika ada, pengalaman dalam kegiatan sosial atau organisasi yang menunjukkan keterampilan tambahan.Rencana Pengembangan Diri: Ringkasan tentang tujuan karier ke depan dan langkah-langkah untuk mencapainya.Isi dari portofolio bisa bervariasi tergantung pada bidang pekerjaan atau pendidikan yang dijalani. Pastikan untuk menyesuaikannya dengan audiens atau tujuan spesifik yang ingin dicapai. 2. Apa perbedaan CV dan portofolio? CV (Curriculum Vitae) adalah ringkasan yang mencakup riwayat pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, dan pencapaian seseorang. Biasanya berbentuk daftar kronologis yang memuat informasi pribadi dan latar belakang akademis serta profesional.Sedangkan, portofolio adalah kumpulan contoh pekerjaan atau proyek yang telah diselesaikan oleh seseorang. Portofolio dapat mencakup sampel karya seni, desain grafis, tulisan, atau proyek-proyek lainnya yang dimaksudkan untuk menunjukkan kemampuan dan bakat seseorang dalam bidang tertentu.3. Apakah sertifikat termasuk portofolio? Sertifikat dapat termasuk dalam portofolio seseorang sebagai bukti formal atas pencapaian atau keterampilan yang dimiliki. Sertifikat ini dapat menunjukkan kualifikasi, pelatihan, atau penghargaan yang relevan dengan bidang pekerjaan atau minat pribadi seseorang.KesimpulanPortofolio adalah dokumen yang isinya memuat rincian hal-hal yang dapat meningkatkan value kamu ketika melamar kerja, apply lomba ataupun mengajukan beasiswa. Isi portofolio dapat berupa skill yang kamu miliki, pencapaian yang kamu raih, koleksi karya atau projek yang pernah kamu lakukan sebelumnya.Ketika melamar kerja, ada baiknya menyerahkan portofolio lamaran kerja untuk menunjukkan rekruter atas pencapaian dan kemampuan kamu.Terdapat banyak situs portofolio online yang bisa kamu gunakan untuk membuat portofolio seperti Cake.Perbanyaklah melihat contoh portofolio sebagai referensi kamu ketika membuat portofolio.Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!Sedang mencari pekerjaan? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari Loker
Portfolio
Oct 8th 2021

Cara Membuat Portofolio Online: 15 Website Gratis untuk Portofolio yang Menarik

Jika kamu bekerja dalam bidang industri kreatif, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya online portofolio/digital portofolio.Online portofolio? Apa itu?Sebuah online portofolio boleh dikatakan sebagai halaman web pribadi. Biasanya menampilkan karya-karya seni. Baik itu fotografi, desain grafis, arsitektur, dll. Dengan portofolio online ini, kamu dapat mempresentasikan karya kamu, memberikan informasi tentang diri kamu dan menawarkan servis yang dapat kamu berikan. Online portofolio ini nyaman digunakan karena bisa dijangkau melalui internet oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Orang-orang yang tertarik dengan kamu (misalnya rekruter atau klien) bisa mendapat informasi tentang kamu dengan praktis karena semua koleksi karya, pencapaian, prestasi dapat kamu gabungkan ke dalam satu portofolio online ini. Walaupun portofolio online ini terdengar hanya untuk orang-orang yang mempunyai pekerjaan berkaitan dengan visual, jangan salah.Further reading:5 Tips to Build a Strong Machine Learning Resume Justru di era digital sekarang, apapun pekerjaan kamu maupun seorang marketer, web programmer, ataupun influencer, memiliki sebuah online presence ternyata penting loh. Dengan online presence yang kuat, kamu bisa dikenal oleh banyak orang, dan mendapat kesempatan-kesempatan baru. Nah, salah satu cara untuk membangun online presence adalah dengan mempresentasikan value dan kemampuan kamu melalui portofolio online. 15 Situs Gratis Untuk Membuat Portofolio Online Bikin portfolio online apa harus bisa coding? Gimana cara membuat portofolio online gratis? Kalau kamu tidak tahu cara membuat webpage portofolio dengan coding, pertanyaan-pertanyaan tersebut pasti muncul di pikiran kamu. Tapi, jangan khawatir. Sekarang, tersedia banyak pilihan portfolio website yang bisa membantu kamu membuat portofolio online tanpa memiliki background coding. Berikut daftar 15 website untuk membuat portofolio:1. Cake Cake berawal dari sebuah CV maker online dimana kamu bisa bikin CV gratis yang menarik. Kini, Cake menyediakan platform membuat web portofolio terbaik yang bisa digunakan oleh orang-orang dari berbagai macam profesi. Kamu bisa dengan mudah membuat portofolio online gratis tanpa batas.Portfolio Website Cake ✨ Fitur: Portfolio website Cake menyediakan tools pengeditan canggih serta pilihan warna yang banyak. Kamu bisa menampilkan video dalam portofolio dan kamu juga bisa menyambungkan portofolio ke CV kamu sehingga memudahkan rekruter untuk melihat koleksi karya kamu ketika membaca CV kamu.Kelebihan:Gratis membuat portofolio sepuasnyaTampilan sederhana dan mudah digunakanDapat menyambungkan portofolio ke CVKekurangan:Tidak dapat mengupload file ukuran besar 💰 Harga Cake: Gratis membuat portofolio tanpa batas2. Behance Behance adalah salah satu situs portfolio website yang merupakan bagian dari Adobe Creative Cloud. Tidak hanya desainer yang aktif menggunakan Behance, tapi rekruter dari berbagai belahan dunia juga menggunakan Behance untuk mencari talenta-talenta baru. Tersedia juga banyak contoh portofolio online untuk inspirasi kamu.Portfolio Website Behance ✨Fitur: Behance mempunyai cara kerja seperti sosial media. Kamu dapat like portofolio orang lain, dan follow user lain. Dengan ini, karya portofolio mereka dapat muncul dalam feed For You kamu. Selain itu, kamu dapat import gambar dari Adobe Lightroom dan menampilkan audio dan video dalam portofolio kamu. Dikarenakan sistem Behance seperti sosial media, platform ini cocok bagi para social butterfly yang senang mendapatkan likes dan komen terhadap karya mereka. Kelebihan:Gratis membuat portofolio tanpa batasTampilan sederhana dan mudah digunakanTerdapat variasi karya (desain, UI, ilustrasi) Kekurangan: Tidak dapat mengupload file ukuran besarDikarenakan tampilan yang sederhana (seleksi desain sedikit) membuat struktur portofolio pengguna terlihat membosankan 💰 Harga Behance: Gratis dengan fitur terbatas Pro: Harus subscribe ke Adobe Creative Cloud 3. DribbbleDribbble merupakan situs portofolio online dimana kamu bisa mengupload gambar karya yang dinamai Shots. Ukuran Shots yang diupload harus disesuaikan dengan rasio 4:3 Komunitas Dribbble bisa dikatakan cenderung tertutup. Artinya, hanya orang-orang yang menerima undangan lah yang dapat mengupload Shots. Orang-orang ini dinamakan Player. Jika kamu pengguna baru, atau dinamai Prospect, kamu hanya dapat follow dan like portfolio designer lain, sampai kamu di-notice dan menerima undangan dari seorang Player. Portfolio Website Dribbble ✨Fitur: Mirip dengan Behance, portfolio website Dribbble mempunyai tampilan seperti sosial media dimana kamu bisa follow dan like karya orang lain. Karya yang diupload berukuran 4:3 dan kamu bisa mengupload 48 karya per bulan. Karena komunitas Dribbble yang cenderung eksklusif, Portfolio designer website ini cocok untuk para desainer yang sudah memiliki level skill tertentu.Kelebihan:Komunitas yang eksklusif membuat Dribbble dapat menetapkan kualitas karya-karya designernyaKomunitas sedang berkembang pesatKekurangan:Harus menerima undangan baru bisa mengupload karyaUkuran Shots terbatas pada rasio 4:3 💰 Harga Dribbble: Gratis dengan fitur terbatas Pro: $19 (sekitar Rp. 270,000) / 1 bulan 4. Adobe Portfolio Website untuk membuat portofolio selanjutnya adalah Adobe Portfolio. Mungkin banyak dari kamu tidak asing lagi dengan keluarga Adobe. Dengan portfolio website ini, kamu dapat menampilkan gambar karya ke galeri yang tersedia.Portfolio Website Adobe Portfolio ✨Fitur: Adobe Portfolio menyediakan 12 template yang bisa dipilih pengguna. Dikarenakan Adobe Portfolio merupakan bagian dari Creative Cloud, kamu dapat mengedit gambar langsung di Adobe Portfolio dengan menggunakan Adobe Lightroom. Dikarenakan fitur Adobe Portfolio yang dapat disambungkan ke akun Adobe Lightroom, situs portofolio online ini cocok untuk fotografer pemula sampai profesional.Kelebihan:Penampilan sederhana, mudah digunakanDapat menyesuaikan resolusi dan ukuran image secara otomatis Kekurangan:Template yang tersedia terbatas sehingga galeri cenderung mirip dengan orang lainTidak mensupport penggunaan teks dalam portofolio 💰 Harga AdobePortfolio: Paket AdobePortfolio, AdobePhotoshop dan AdobeLightroom: $9.99 (sekitar Rp. 144,000) / 1 bulan 5. Portfoliobox Portfoliobox merupakan portfolio website yang tidak kalah keren. Situs ini populer di kalangan fotografer dan desainer dan bertujuan untuk menampilkan karya yang profesional.Portfolio Website Portfoliobox ✨Fitur: Portfoliobox merupakan website untuk membuat portofolio yang bebas iklan dan menyediakan berbagai macam template untuk digunakan. Ini membuat karya portofolio yang dibuat terlihat unik. Selain itu, portfolio website yang satu ini memungkinkan kamu untuk menjual karya-karya kamu, serta mengintergrasikan online portofolio kamu dengan Google Analytics.Kelebihan:Terdapat banyak pilihan untuk mengkustom portofolioMenyediakan e-commerce store bagi pengguna Kekurangan:Hanya dapat mengupload 50 gambar untuk akun gratis 💰 Harga Portfoliobox:Gratis dengan fitur terbatas Pro: $6.90 (sekitar Rp. 100,000) / 1 bulan 6. CrevadoDengan portfolio website Crevado, kamu bisa menggunakan alat drag-and-drop sederhana untuk mengatur layout portofolio online kamu. Crevado juga dioptimalkan untuk perangkat apa pun, sehingga portofolio kamu dapat dilihat di smartphone, tablet dan desktop dengan nyaman.Portfolio Website Crevado ✨Fitur: Crevado dilengkapi dengan hosting yang aman dan tersertifikasi SSL. Kamu juga dapat menjual karya kamu secara online berkat integrasi platform dengan PayPal dan Fotomoto. Selain itu, file desain kamu bisa diunggah dalam macam-macam format, seperti foto, video, gambar GIF, PDF, dll.Kelebihan:Hosting yang aman dan tersertifikasi SSLBerkolaborasi dengan PayPal dan Fotomoto yang memungkinkan kamu untuk menjual karya kamu Kekurangan:Akun gratis tidak dapat menghilangkan link menuju ke Crevado pada footer portofolioHanya dapat mengupload sebanyak 5 galeri dan 30 gambar dengan akun gratis 💰 Harga Crevado:Gratis dengan fitur terbatas Plus: €6 (sekitar Rp. 100,000) / 1 bulan Premium: € 9 (sekitar Rp. 152,000) / 1 bulan 7. Cargo Portfolio website Cargo Collectives terkenal dengan tampilan yang bersih dan profesional. Cargo dapat membantu para pemula membangun portofolio profesional untuk bisnis, seni, atau proyek-proyek lain seperti majalah atau archive.Portfolio Website Cargo ✨Fitur: Cargo Collective menawarkan 30 template serta tersedia pilihan typography dari Google Fonts, WebType, TypeNetwork dll. Kamu juga dapat membuat portofolio dengan nama domain sendiri. Selain itu, tersedia live chat assistance ketika kamu mengalami masalah teknis atau memerlukan bantuan lain. Kelebihan:Tampilan portofolio terlihat profesionalDapat mengedit HTML dan CSS untuk akun berbayar Kekurangan:Akun gratis hanya bisa mengakses 10 template.💰 Harga Cargo:Gratis untuk fitur terbatas Standard site upgrade: $99 (sekitar Rp. 1,425,000) / 1 tahun atau $13 (sekitar Rp. 187,000) / 1 bulan. Dengan tambahan fitur e-commerce: tambahan $66 (sekitar Rp. 95,000) / 1 tahun atau $9 (sekitar Rp. 130,000) / 1 bulan 8. Carbonmade Carbonmade adalah website untuk portofolio yang tidak kalah keren. Portofolio site ini memungkinkan kamu untuk membagikan karya kamu dengan audiens global, membangun online presence yang kuat, serta berhubungan dengan klien atau kustomer.Portfolio Website Carbonmade ✨Fitur: Portfolio website Carbonmade memakai fitur drag and drop dimana kamu dapat tarik blok yang kamu inginkan lalu taruh ke portofolio kamu. Blok ini juga bisa kamu ubah posisinya serta ukurannya. Nantinya, kamu akan masukan karya kamu ke dalam blok-blok ini. Carbonmade menyediakan fitur analitik sehingga kamu dapat mengetahui jumlah kunjungan ke portofolio kamu per tahun, serta statistik performa per bulan. Kamu juga bisa menghubungkan Google Analytics ketika kamu membuat portofolio online di Carbonmade. Selain itu juga terdapat fitur Talent Pool bagi rekruter untuk menemukan talenta-talenta, dan juga fitur Private Portfolio bagi kamu yang ingin portofolio online kamu dilihat hanya oleh orang-orang pilihan kamu. Kelebihan:Mudah digunakan untuk pemula Tersedia banyak pilihan alat kustomisasiTersedia fitur analitik, Talent Pool, dan Private PortfolioKekurangan:Gratis hanya untuk free trialHarga cenderung lebih mahal dibanding platform lain 💰 Harga Carbonmade: Beginner Plan: $8 (sekitar Rp. 115,000) / 1 bulan Pro Plan: $12 (sekitar Rp. 173,000) / 1 bulan Expert Plan: $18 (sekitar Rp. 260,000) / 1 bulan 9. Coroflot Website gratis untuk portofolio ini hampir mirip dengan Behance dan Dribbble dimana kamu bisa membagikan hasil karya kamu ke dalam komunitas desainer yang ada.Portfolio Website Coroflot ✨Fitur: Ketika membuat portofolio online di situs ini, kamu bisa mencari banyak lowongan kerja yang tersedia khususnya untuk posisi desain UI/UX. Tidak hanya itu, kamu juga dapat melihat gaji yang ditawarkan untuk posisi tersebut. Kelebihan:Tampilan sederhana dan mudah digunakanBisa mencari lowongan pekerjaan ataupun merekrut talenta dengan mudah Kekurangan:Tidak bisa mengkustom layout portofolioTidak bisa membalas komentar orang lain 💰 Harga Coroflot:Gratis 10. Clippings.meRekomendasi portfolio website selanjutnya adalah untuk kamu yang suka menulis karena Clippings.me dapat menampilkan karya-karya tulisan kamu. Kamu juga bisa melihat banyak contoh portofolio penulis di platform ini.Portfolio Website Clippings.me ✨Fitur: Kamu bisa memasukan hasil tulisan kamu dari website lain dengan cara copy paste link website tersebut. Kamu juga dapat memasukan file PDF ataupun elemen multimedia termasuk podcast. Selain itu, Clippings.me menyediakan panduan menulis bagi kamu yang mengalami kesulitan dalam menulis artikel.Kelebihan:Mudah digunakanDapat memasukan banyak elemen multimediaKekurangan:Gratis untuk 10 artikel pertama saja 💰 Harga Coroflot: Gratis untuk 10 artikel pertama Premium: $9,99 (sekitar Rp. 144,000) / 1 bulan 11. JournoportfolioRekomendasi website untuk portofolio selanjutnya adalah JournoPortfolio. Portfolio website yang satu ini mirip dengan Clippings.me karena biasa digunakan oleh penulis atau mereka yang menghasilkan karya tulisan.Portfolio Website Journoportfolio ✨Fitur: Di website portfolio ini, kamu bisa mengupload link atau PDF karya yang sebelumnya pernah dibuat ke dalam portofolio kamu. Selain itu, JournoPortfolio menyediakan informasi analitik portofolio site kamu sehingga kamu bisa mengetahui jumlah pengunjung situs kamu, berapa lama pengunjung menghabiskan waktu di situs kamu, dll. Kamu juga dapat menghubungkan portofolio online kamu dengan Google Analytics untuk mengakses data yang lebih akurat. Journoporftolio cocok untuk blogger karena kamu dapat menulis blog langsung di Journoportfolio sehingga kamu tidak perlu mengelola banyak platform. Kelebihan:Mobile friendly / dapat diakses melalui perangkat hp dengan mudahBisa menulis blog langsung di platformKekurangan:Gratis untuk 10 artikel pertama saja 💰 Harga Journoportfolio: Gratis untuk 10 artikel pertama Plus $5 (sekitar Rp. 72,000) / 1 bulan Pro $10 (sekitar Rp. 144,000) / 1 bulan 12. Deviantart ✨Fitur:Deviantart merupakan salah satu komunitas sosial kalangan seniman terbesar dimana kamu bisa bikin portofolio online, lalu membagikan dan mempromosikannya kepada sesama seniman. Kamu bisa menemukan banyak contoh portofolio graphic designer, illustrator atau animator. Portfolio Website Deviantart Website untuk portofolio yang satu ini menawarkan berbagai macam fitur seperti Polls dimana kamu bisa membuat polling dan Groups dimana kamu bisa bergabung pada suatu grup tertentu dengan ketertarikan yang sama. Deviantart juga menyediakan Free Stock Images yaitu gambar-gambar yang bisa kamu gunakan gratis.Kelebihan:Komunitas yang besarKekurangan:Cenderung lebih ke arah komunitas seni daripada platform untuk mencari portofolio profesionalLebih banyak karya fan art dibanding portofolio profesional 💰 Harga Deviantart: Gratis dengan fitur terbatas Core membership: $15 (sekitar Rp. 215,000) / 3 bulan 13. WixPlatform selanjutnya ini sedikit berbeda dengan yang sudah disebutkan diatas karena Wix merupakan website builder. Tapi jangan salah, karena kamu juga bisa membuat online portfolio kamu dengan website builder Wix ini. Terlebih lagi, kamu bisa mengkustom website sesuai kesukaan sehingga portofolio kamu akan jauh berbeda dengan portofolio orang lain.Portfolio Website Wix ✨Fitur: Dengan membuat portofolio kerja online ataupun portofolio untuk personal branding di Wix, kamu bisa menikmati fitur SEO manajemen dimana Wix akan membantu kamu mengoptimalkan website kamu untuk SEO. Wix juga menyediakan fitur e-commerce yang memungkinkan kamu untuk menjual karya kamu. Kamu bisa menjualnya di situs online store ataupun di Amazon dan Facebook. Wix juga menyediakan fitur chat, forum dan juga event bagi kamu yang ingin menyelenggarakan event dimana Wix akan membantu mengelola ticketing dan sistem RSVP. Kelebihan:Kecepatan situs website yang baikTersedia banyak pilihan templateFitur e-commerce yang luasKekurangan:Kecepatan situs website yang baikTersedia banyak pilihan templateFitur e-commerce yang luas 💰 Harga Wix: Gratis untuk fitur terbatas Combo plan $14 (sekitar Rp. 201,000) / 1 bulan Unlimited plan: $18 (sekitar Rp. 260,000) / 1 bulan 14. GithubGitHub adalah layanan hosting berbasis web terbesar dimana kamu bisa berkolaborasi dan mengerjakan suatu projek bersamaan. Dengan begitu, portfolio website ini juga berbeda dengan yang sudah disebutkan sebelumnya karena Github cocok untuk kamu yang mempunyai keterampilan dalam coding. Dengan Github, kamu bisa membuat website dengan bahasa pemrograman untuk menampilkan portofolio kamu.Portfolio Website Github ✨Fitur: Dengan Github, kamu dapat meng-host, meninjau kode, ataupun membangun website secara bersamaan dengan pengguna dari seluruh belahan dunia. Kelebihan:Membuat portofolio online sesuai keinginanDapat digunakan untuk berbagai fungsi (membuat portofolio ataupun alat kolaborasi bersama pengguna lain)Kekurangan:Harus memiliki background coding untuk membuat portofolio 💰 Harga Wix: Gratis dengan fitur terbatas Team: $4 (sekitar Rp. 58,000) per orang / 1 bulan Enterprise: $12 (sekitar Rp. 173,000) per orang / 1 bulan 15. Social MediaPortofolio online tidak sebatas halaman web yang kamu bangun di internet loh. Karya atau foto yang diunggah dalam akun media sosial ternyata juga bisa dijadikan portofolio. Sosial media merupakan platform tambahan yang bisa kamu gunakan untuk mengembangkan personal branding kamu. Dengan sosial media, kamu bisa mempresentasikan diri kamu atau karya kamu yang terbaik, dikenal orang dan memperoleh kredibilitas. Menggunakan sosial media umumnya gratis dan memungkinkan kamu mengunggah konten sesuai keinginan kamu. Dengan ini, tentunya kamu bisa mengeksplor potensial, mengembangkan kreatifitas dalam diri kamu, serta memanfaatkannya untuk tujuan bisnis atau pekerjaan profesional.Kelebihan:Menjangkau banyak orang dari berbagai latar belakangCepat, efisien dan mudah untuk digunakanKekurangan:Lebih dipandang sebagai platform untuk bersosialisasi dibanding platform untuk menunjukkan karya profesional Nah, itulah daftar 15 portfolio website yang bisa kamu coba. Setiap website mempunyai keunikan masing-masing, jadi pilihlah website yang paling cocok untuk kamu ya!Bacaan lanjutaan:Portofolio untuk Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik [+5 Contoh]
Portfolio
Mar 3rd 2025

16+ Contoh Website dan Blog Untuk Referensi Bangun Personal Branding Kamu

Bukan hanya perusahaan saja yang saat ini memiliki web pribadi, namun karena perkembangan teknologi yang pesat, sekarang sudah banyak individu yang membuat dan merancang web personalnya sendiri untuk kebutuhan bisnis maupun personal branding. Mengapa ya orang repot-repot sampai membuat website berisi profil pribadinya? Ternyata memiliki web profil pribadi memiliki keuntungan dan manfaatnya tersendiri. Simak yuk pembahasan berikut ini!Daftar isi: Pengertian Website Pribadi Manfaat Web Pribadi Contoh Situs Web dan Blog Pribadi Pengertian Website Pribadi Sebelum bicara lebih jauh tentang manfaat serta contoh web personal, ada baiknya kita bahas dulu mengenai arti web pribadi itu sendiri. Personal website adalah sebuah situs web yang dimiliki oleh perorangan untuk tujuan tertentu, seperti untuk melamar pekerjaan, portofolio, personal branding, bisnis, menambah koneksi, mencari peluang dan kerjasama, dan lain-lain. Website pribadi adalah salah satu cara yang digunakan seseorang untuk memasukkan informasi, hasil karya, dokumentasi, deskripsi yang ingin ditunjukkan ke publik ke dalam satu medium yang lebih rangkum dan mudah diakses. Cukup dengan sekali klik saja, audiens dapat melihat semua informasi yang ingin disampaikan. Akan menjadi poin plus jika kamu mengerti mengenai bahasa pemrograman khusus untuk website sehingga kamu dapat mengaplikasikan pengetahuan yang kamu miliki untuk membuat website pribadimu sendiri. Namun untuk kamu yang belum familiar dengan cara pembuatan website pribadi, kamu dapat mulai dengan berbagai aplikasi yang tersedia seperti Wordpress dan Wix. Pada aplikasi tersebut kamu hanya perlu menguasai interface yang ada dan bisa mulai merancang seperti apa website personal yang kamu inginkan. Manfaat Web Pribadi Apa sih manfaat dari memiliki web pribadi? Tentunya ada, karena jika tidak, orang tidak akan berlomba-lomba untuk membuat dan mempromosikannya ke publik. Berikut 3 manfaat dari pembuatan website pribadimu sendiri: 1. Menambah Kredibilitas Manfaat yang pertama adalah untuk menambah kredibilitas pada bidang yang kamu kerjakan. Contohnya sebagai desainer grafis kamu memiliki website pribadi yang sederhana. Pada situs web pribadi ini kamu menunjukkan berbagai karya grafismu yang pernah dibuat sekaligus menjadi portofolio untuk klien yang akan datang. Maka ketika orang klik website pribadimu, kesan bahwa kamu serius dalam bidang desain grafis dan telah berpengalaman dengan banyaknya proyek yang sudah dikerjakan akan timbul di pikiran klien dan memperkuat posisimu untuk mendapatkan proyek di masa yang akan datang. Selain itu, kamu juga dapat melampirkan testimonial, penghargaan, sertifikat, maupun ulasan klien yang pernah menggunakan jasamu sehingga menambah kredibilitas untuk para klien. 2. Menambah Jaringan / Koneksi Dengan adanya web pribadi, kamu dapat menambah koneksimu. Mengapa? Karena orang yang menuju ke websitemu sebenarnya adalah orang-orang yang telah memiliki minat atau setidaknya penasaran dengan dirimu. Dengan begitu, kamu dapat mengumpulkan pembaca dan massa untuk web personalmu. Tidak hanya itu, biasanya pada web pribadi, ada kontak si pembuat web, entah itu berupa email, media sosial, atau channel lainnya. Orang bisa mendapatkan kontakmu dan menghubungimu untuk peluang kerjasama atau bisnis yang mungkin tidak pernah kamu duga. Kamu juga dapat membuat forum, tanya jawab, serta diskusi lain pada web pribadimu untuk menciptakan komunitas dengan minat yang sama. 3. Menunjukkan Portofolio Keberadaan website pribadi sebagai channel baru untuk menunjukkan portofolio menjadi contoh bagaimana teknologi dapat menjadi keuntungan jika kamu dapat memanfaatkannya dengan baik. Terutama bagi para pekerja profesional yang menawarkan jasa seperti: fotografer, desainer, seniman, bahkan freelancer, bisa memasukkan hasil karya dan proyek yang pernah dikerjakan sehingga menjadi daya tarik sendiri untuk audiens. Dengan melampirkan portofolio ini, maka akan membangun personal branding-mu, membuat orang lebih mudah untuk mengetahui personal taste, personal preferences, dan aesthetics dirimu dari karya yang pernah dibuat. Tidak jarang, justru berbagai tawaran bisa masuk setelah orang melihat hasil karyamu karena sesuai dengan apa yang mereka butuhkan saat ini. 17 Contoh Situs Web dan Blog Pribadi Setelah kamu mengetahui arti dan manfaat dari memiliki web pribadi, apakah kamu semakin tertarik untuk membuatnya? Berikut adalah 17 contoh website personal yang dapat kamu jadikan referensi dari berbagai bidang industri: 1. Robby Leonardi Contoh situs web pribadi yang pertama adalah Robby Leonardi. Ia adalah seorang digital illustrator asal New York yang mengkombinasikan desain dan ilustrasi menjadi sebuah portofolio yang unik dan kreatif. Di website pribadinya, kamu akan diajak menelusuri dunia interaktif untuk melihat resume dan portofolio yang sudah pernah Ia kerjakan. User interface yang lucu dengan gabungan warna-warna yang menarik membuat website Robby Leonardi sangat menonjol di kalangan para illustrator. Contoh Website Pribadi Robby Leonardi 👉 Referensi web Robby Leonardi: http://www.rleonardi.com/ 2. Anak Jajan Untuk kamu para foodie dan pecinta kuliner, tentunya sudah tidak asing dengan nama ini. Contoh web profil pribadi berikutnya adalah Anak Jajan yang dikelola oleh Julia Marius. Pada web personalnya, mereka secara aktif membahas mengenai cafe kekinian serta resto enak untuk didatangi. Tak hanya itu, kini Julia Marius juga banyak membahas mengenai lifestyle, travel, dan home recipe yang cocok untuk kamu para pecinta makanan dan travelling. Contoh Website Pribadi Anak Jajan 👉 Referensi web Anak Jajan: https://anakjajan.com/ 3. Humans of New York Contoh web page selanjutnya adalah Human of New York atau dikenal dengan HONY. Seperti namanya, website yang disajikan terasa seperti majalah digital yang modern tentang kehidupan orang-orang di jalan-jalan New York. Web pribadi ini awalnya dibuat oleh Brandon Stanton sebagai portofolio dari proyek fotografinya dengan mengumpulkan 10,000 foto orang-orang di jalanan New York. Namun seiring dengan pengerjaan proyek tersebut, Brandon mulai berinteraksi lebih jauh dan mewawancara penduduk sekitar. Hasilnya, banyak cerita dan kisah dari berbagai orang dengan latar belakang yang berbeda-beda terkumpul, membuat website ini kemudian menjadi salah satu bukti untuk menunjukkan sekilas tentang kehidupan warga New York yang jarang diliput orang. Contoh Website Pribadi Humans of New York 👉 Referensi web Humans of New York: https://www.humansofnewyork.com/ 4. Gary Sheng Contoh web pribadi selanjutnya datang dari Gary Sheng. Ia adalah seorang wiraswasta yang masuk dalam Forbes 30 under 30 dan memiliki ambisi untuk berkontribusi dalam pengembangan brand dan manusia melalui teknologi. Di web pribadinya, Gary Sheng menjabarkan mengenai latar pendidikan serta pengalaman kerjanya di berbagai perusahaan ternama dunia sampai akhirnya mendirikan usahanya sendiri, All Things “Foundational Tech” dan Mr. FireBrands. Untuk kamu yang ingin membuat website pribadi untuk menampilkan resume dan berbagai pencapaianmu, website milik Gary Sheng ini dapat kamu jadikan inspirasi! Contoh Website Pribadi Gary Sheng 👉 Referensi web Gary Sheng: https://www.garysheng.com/ Buat portofolio yang menarik dan profesional di Cake, 100% gratis!Buat Portofolio 5. Diana Rikasari Contoh nama website milik pribadi lainnya adalah Diana Rikasari, yang merupakan seorang fashion blogger hingga penulis buku asal Indonesia. Di website pribadinya, Diana Rikasari banyak menampilkan contoh proyek yang pernah dibuat serta nilai-nilai yang Ia pegang dalam mendesain baju-bajunya. Diana Rikasari banyak menggunakan bahan recycle dimana Ia ingin membuat barang yang tadinya dianggap orang tidak bernilai masih dapat menjadi sesuatu yang berharga asal dapat diolah secara bertanggung jawab. Contoh Website Pribadi Diana Rikasari 👉 Referensi web Diana Rikasari: https://www.dianarikasari.com/ 6. Mira Sahid Selanjutnya merupakan contoh website sederhana dari Mira Sahid, seorang guru yoga yang membagikan pengalamannya menjadi seorang ibu dan menulis berbagai artikel mengenai parenting. Pada webnya, Mira Sahid berusaha menghadirkan ruang aman untuk para ibu berbagi kisah dan perspektifnya menghadapi masa-masa parenting yang tidak selalu bahagia. Untuk kamu yang ingin membuat website simpel, web pribadi milik Mira Sahid ini bisa menjadi salah satu contohnya. Contoh Website Pribadi Mira Shahid 👉 Referensi web Mira Sahid: https://mirasahid.com/page/2/ 7. Dani Rachmat Website pribadi milik Dani Rachmat adalah sebuah wadah untuk kamu yang tertarik dan ingin mengetahui lebih lanjut mengenai perencanaan keuangan dan investasi. Awalnya, Dani Rachmat memulai penulisan artikel tentang keuangan ini hanya sebagai hobi. Lama-lama Ia menyadari bahwa belum banyak blogger yang aktif memberikan informasi mengenai keuangan dan investasi di Indonesia, akhirnya Ia secara memutuskan untuk membagikan ilmunya secara berkala pada web pribadinya. Contoh Website Pribadi Dani Rachmat 👉 Referensi web Dani Rachmat: https://danirachmat.com/ 8. Minimalist Baker Contoh web page lainnya adalah Minimalist baker, sebuah medium untuk para pecinta resep yang memperhatikan setiap bahan dan banyaknya material yang dibutuhkan untuk membuat suatu makanan sehingga dapat menghadirkan cita rasa terbaik di lidah. Selain itu, Minimalist Baker juga menyediakan berbagai pilihan resep bukan hanya untuk kamu yang sedang diet, namun untuk orang-orang yang vegan, vegetarian, oil-free, egg-free, daily free, gluten-free, dan lain-lain. Contoh Website Pribadi Minimalist Baker 👉 Referensi web Minimalist Baker: https://minimalistbaker.com/ Buat portofolioonline dengan cepat dan gratis di Cake. Gunakan berbagaitemplateportofolio untuk menunjukkan karya terbaikmu🚀Buat Portofolio 9. Iwan Banaran Iwan Banaran merupakan contoh dari nama website pribadi lainnya. Pada situs webnya, Ia membahas mengenai kecintaannya pada dunia otomotif seperti motor dan mobil balap. Ia menulis berbagai artikel mengenai berita terbaru tentang motor dan mobil balap, juga update terbaru jika ada kompetisi dan juara dari kompetisi motor atau mobil balap tersebut. Bahasa yang digunakan dalam artikel juga bukan bahasa formal, melainkan bahasa santai dengan panggilan khusus “Cakkk” kepada para pembacanya. Contoh Website Pribadi Iwan Banaran 👉 Referensi web Iwan Banaran: https://www.iwanbanaran.com/ 10. Naked Traveler Para pecinta travel seharusnya tidak asing lagi dengan nama ini. Naked Traveler merupakan seorang travel writer dan blogger yang aktif membagikan kisah jalan-jalannya baik domestik maupun internasional dalam web pribadinya dan telah merilis buku seri berjudul “The Naked Traveler” yang juga diadaptasi menjadi film layar lebar. Contoh artikel website yang ditulisnya meliputi “Mengapa berobat ke Penang?” dan “Mecahin Tiga Tumpuk Piring di Peloponnese, Yunani!”. Contoh Website Pribadi The Naked Traveler 👉 Referensi web Naked Traveler: https://naked-traveler.com/ 11. Not Jess Fashion Untuk pecinta fashion, inspirasi selanjutnya datang dari Not Jess Fashion yang menghadirkan berbagai artikel mengenai fashion trends, lifestyle, dan cara mix n match baju yang cocok. Jessica Wang, pemilik website pribadi ini merupakan influencer asal New York yang berusaha menjadi inspirasi untuk Chinese-American lainnya agar dapat mengejar kecintaan mereka pada fashion dan membuat pakaian yang dapat dipakai dalam segala situasi. Websitenya menghadirkan layout yang menampilkan berbagai proyek yang pernah dikerjakan dengan pilihan font dan warna yang memberi kesan elegan dan classy. Contoh Website Pribadi Not JEss Fashion 👉 Referensi web Not Jess Fashion: https://www.notjessfashion.com/ 12. Garry Le Masson Contoh web personal lainnya adalah Garry Le Masson. Di menu awal, kamu akan disambut dengan tampilan interface seperti mesin pencari terkenal di dunia, Google. Kemudian pada websitenya, Garry Le Masson yang merupakan seorang web analyst membuat semua tampilan jasa yang ditawarkannya sebagaimana kita sedang mencari keyword pada search engine. Ia menjelaskan pengalamannya dalam mengolah web analytics menggunakan berbagai aplikasi seperti Google Tag Manager, Google Analytics, dan Google Data Studio. Dengan tampilan yang unik ini menjadi daya tarik untuk para pengunjung berdiskusi lebih lanjut dengan Garry Le Masson terkait web analytics. Contoh Website Pribadi Garry Le Masson 👉 Referensi web Garry Le Masson: https://www.garylemasson.com/en Mulai buat portofolio di Cake sekarang🚀Buat Portofolio 13. Albino Tonning Albino Tonning adalah seorang web engineer yang menawarkan jasa pembuatan website interaktif yang portofolionya dapat dilihat pada web pribadinya. Albino Tonning menjelaskan kisah hidupnya serta pengalamannya dalam berbagai proyek dengan tampilan animasi yang sangat menarik dan membuatmu seperti berada dalam film. Contoh Website Pribadi Albino Tonning 👉 Referensi web Albino Tonning: https://albinotonnina.com/ 14. Desty Baca Buku Contoh situs web pribadi selanjutnya datang dari seorang pecinta buku, Desty Baca Buku. Pemilik website tersebut, Pauline Destinugrainy, merupakan seorang ibu yang senang membaca buku. Ia menuangkan kecintaannya ini dengan menuliskan berbagai ulasan dari buku yang telah dibacanya dan menuangkan perspektifnya di websitenya. Contoh Website Pribadi Desty Baca Buku 👉 Referensi web Desty Baca Buku: https://www.destybacabuku.com/ 15. Sudut Pandang Seperti namanya, Sudut Pandang merupakan web pribadi yang menghadirkan artikel mengenai berita terkini, politik, bisnis, olahraga, ekonomi, bahkan hukum dan entertainment yang terjadi di Indonesia maupun internasional. Layout yang dihadirkan seperti ketika kamu membuka website media berita di Indonesia, dipenuhi dengan berita serta teks berjalan untuk menampilkan breaking news saat ini. Contoh Website Pribadi Sudut Pandang 👉 Referensi web Sudut Pandang: https://sudutpandang.id/ 16. Nick’s Car Blog Contoh website personal dengan tema otomotif adalah Nick’s Car Blog. Berawal dari kecintaannya pada mobil terutama Audi, Nick kemudian membuat website pribadinya yang membahas tentang berita terbaru otomotif, review mobil, cara membersihkan sparepart mobil, dan lain-lain. Tak hanya itu, Nick’s Car Blog begitu diminati oleh penikmat otomotif dan menjadi forum untuk berdiskusi untuk orang-orang yang memiliki minat yang sama. Contoh Website Pribadi Nick's Car Blog 👉 Referensi web Nick’s Car Blog: https://www.nickscarblog.com/ Portofolio dapat meningkatkan peluang dapat kerja loh! Mulai buat portofolio yang menarik sekarang di Cake🚀Buat Portofolio 17. The Travel Junkie Rekomendasi website pribadi lain untuk para pecinta travel adalah The Travel Junkie. Bowie Holiday yang memulai website ini sejak 2010 menawarkan berbagai ulasan tempat berlibur, tempat menginap, dan merambah ke ranah fashion lifestyle dan food health. Ia mengutarakan pengalamannya menggunakan bahasa inggris dan menghadirkan berbagai foto yang menarik dalam setiap ulasannya. Contoh Website Pribadi The Travel Junkie 👉 Referensi web The Travel Junkie: https://www.thetraveljunkie.org/ Setelah mengetahui apa itu website dan contohnya, apakah kamu semakin tertarik untuk membuat website pribadimu sendiri? Segera siapkan CV terbaikmu karena siapa tahu peluang baru akan datang kepadamu ketika sudah mulai membuat web pribadi. Cake menyediakan lebih dari 500+ template CV dan merupakan CV Builder terpercaya untuk karirmu. Mulai sekarang dengan Cake! Jangan lupa buat CVyang profesional dan menarik!Mulai buat CVdengan 50+ template CVATS-Friendly GRATIS🚀Buat CV Kesimpulan Web personal adalah sebuah medium untuk para pemiliknya menuangkan pikiran, perasaan, perspektif mereka terhadap sesuatu yang mereka sukai/minati untuk tujuan tertentu, seperti untuk bisnis, portofolio, menambah koneksi, dan lain-lain.Manfaat dari memiliki web pribadi adalah menambah kredibilitas, menambah koneksi/jaringan, dan menunjukkan portofolio atau hasil karya yang sudah kita hasilkan.Berbagai contoh web pribadi dari berbagai bidang telah dihadirkan pada artikel di atas. Contoh-contoh tersebut dapat kamu tiru dan modifikasi, seperti dari industri travel, otomotif, makanan, fashion, dan lain-lain. Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Portfolio
Oct 13th 2024

Tips dan Cara Membuat Portofolio Kerja yang Auto Dilirik HRD

Pernahkah kamu melamar kerja di suatu perusahaan sebagai desainer namun tidak bisa lanjut ke tahap selanjutnya? Hal ini bisa jadi karena kamu belum melampirkan portofolio pengalaman kerja yang mereka harapkan. Sebagai perwakilan perusahaan untuk menemukan kandidat yang tepat, para HRD pasti ingin tahu sejauh mana kemampuan kamu untuk mengisi posisi tersebut. Portofolio kerja adalah salah satu poin penting yang kini sangat dibutuhkan di tengah persaingan kerja yang semakin kompetitif. Para pencari kerja sekarang tidak hanya diharapkan memiliki keterampilan yang mumpuni, namun juga harus mampu menunjukkan bukti nyata dari kemampuan dan pengalaman mereka. Portofolio pekerjaan adalah alat yang penting untuk memperkuat posisi kamu di mata HRD. Oleh karena itu, kamu harus bisa menunjukkan pencapaian dan karya-karya kamu dalam pengalaman kerja yang kamu sebutkan. Lalu, apa itu portofolio kerja dan bagaimana cara membuat portofolio untuk melamar kerja agar dilirik oleh HRD? Simak ulasan berikut ya! Daftar isi: Pengertian Portofolio Kerja Manfaat Portofolio Kerja dalam Mencari Kerja Cara Membuat Portofolio Kerja Contoh Portofolio Kerja FAQ tentang Portofolio Kerja Pengertian Portofolio Kerja Salah satu cara untuk menunjukkan bukti nyata dari kemampuan dan pengalaman kerja yang kamu miliki adalah melalui portofolio pengalaman kerja. Namun, perlu diingat jika portofolio pengalaman kerja yang baik bukan hanya sekadar kumpulan dokumen atau proyek saja, lho kok bisa? Portofolio kerja adalah kumpulan hasil karya, pengalaman, dan pencapaian yang menggambarkan kemampuan profesional seseorang. Isi portofolio untuk melamar kerja tidak hanya sekadar resume atau daftar riwayat hidup. Portofolio pekerjaan sebaiknya memberikan gambaran yang lebih detail dan nyata mengenai apa yang bisa kamu lakukan di posisi yang sedang dilamar. Portofolio untuk melamar kerja juga memungkinkan para HRD dapat melihat langsung contoh pekerjaan dan karya yang pernah kamu lakukan. Baik berupa proyek, desain, tulisan, atau pekerjaan lain yang relevan dengan posisi yang dilamar. Dengan begitu, portofolio pekerjaan yang kamu lampirkan akan memperkuat klaim tentang kemampuan yang kamu miliki.📚 Baca juga: Cara Membuat Portofolio Online: 15 Website Gratis untuk Portofolio yang Menarik Manfaat Portofolio Kerja dalam Mencari Kerja Setelah mengetahui apa itu portofolio kerja, berikut adalah manfaat yang bisa kamu dapatkan dari portofolio untuk melamar kerja. Portofoliokerja adalah dokumen yang punya banyak manfaat untuk meningkatkan peluang diterima kerja. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kamu perlu mempertimbangkan untuk membuat portofolio kerja: 1. Menceritakan Kemampuan Individu Melalui portofolio pengalaman kerja, kamu bisa menunjukkan kemampuan dan keterampilan nyata yang sudah kamu kuasai. Alih-alih hanya menyebutkan kemampuan dalam CV, membuat portofolio kerja akan membantu kamu menunjukkan apa yang sebenarnya sudah pernah kamu kerjakan. 2. Meningkatkan Kredibilitas Dengan menampilkan contoh hasil karya yang pernah kamu buat dalam isi portofolio, para HRD akan mampu menilai tingkat kredibilitas kamu. Hal ini membantu mereka untuk lebih yakin dengan keahlian yang telah kamu sebutkan sebelumnya. 3. Menjadi pembeda dengan kandidat lain Dalam persaingan yang semakin ketat, portofolio kerja adalah alat pembeda yang ampuh dengan kandidat lainnya. Banyak kandidat yang mungkin punya pengalaman serupa, namun jika kamu punya portofolio pengalaman kerja yang baik, kamu akan bisa menunjukkan sesuatu kepada HRD secara nyata. 4. Membangun Personal Branding Format portofolio yang terstruktur dan profesional bisa menjadi alat yang efektif untuk membangun personal branding. Kamu bisa menampilkan hasil karya dan bagaimana cara kamu membuatnya. Dengan begitu, portofolio yang kamu lampirkan akan mampu mencerminkan karakter serta gaya kerja kamu. 📚 Baca juga: Apa itu Personal Branding: Pengertian, Manfaat, Strategi 5. Sebagai Refleksi Diri Melalui portofolio pekerjaan, kamu bisa melihat kembali perjalanan karier kamu, menganalisis pencapaian yang sudah diraih, serta merencanakan langkah ke depan. Hal ini membuat portofolio kerja bisa menjadi alat refleksi diri yang baik untuk memahami perkembangan profesional kamu. Cara Membuat Portofolio Kerja Setelah mengetahui apa saja manfaat portofolio kerja, apakah kamu tertarik untuk mengetahui bagaimana cara membuat portofolio kerja yang baik? Jika kamu tertarik, berikut adalah beberapa tahapan cara membuat portofolio kerja yang mudah: 1. Tentukan platform portofolio yang sesuai bidang kerja Saat ini, ada banyak platform membuat portofolio kerja online yang bisa kamu gunakan, seperti Behance, Dribbble, atau LinkedIn. Pilih platform yang sesuai dengan bidang pekerjaan kamu. Sebagai contoh, jika kamu seorang desainer, Behance dan Dribble bisa menjadi pilihan terbaik. Jika kamu memiliki keahlian di bidang pemrograman dan menguasai berbagai bahasa pemrograman, kamu bisa menggunakan GitHub untuk membangun portofolio. Selanjutnya, jika kamu mahir bekerja sebagai data analyst, GitHub atau Tableau Public bisa kamu gunakan untuk menampilkan proyek-proyek yang pernah kamu buat. Sementara jika kamu adalah seorang penulis konten, kamu bisa menggunakan banyak platform online seperti LinkedIn, WordPress, Notion, Medium, Instagram, dan website lain tempat artikel kamu diplublikasikan.Dalam membuat portofolio kerja, pastikan untuk hanya menampilkan pekerjaan yang relevan dengan posisi yang kamu lamar. Sebagai contoh portofolio kerja desainer, kamu bisa menunjukkan desain logo, poster, desain aplikasi dan web, atau identitas visual lainnya. 2. Pilih dan cantumkan hasil kerja yang paling relevan Sementara untuk penulis konten, kamu bisa menampilkan contoh portofolio seperti artikel, konten sosial media, atau skrip iklan yang pernah kamu buat. Jika kamu seorang fotografer, kamu bisa memilih foto-foto terbaik yang menunjukkan keahlian teknis dan artistik kamu di bidang fotografi. 📚 Baca juga: Portofolio untuk Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik [+5 Contoh] 3. Susun portofolio dengan rapi dan menarik Format portofolio sangat penting untuk membuatnya mudah dibaca dan dipahami. Gunakan jenis dan ukuran huruf yang jelas agar portofolio kamu nyaman dilihat. Selain itu, tambahkan ‘Daftar Isi’ untuk memudahkan pembaca menemukan bagian yang mereka cari. Jangan lupa sertakan ‘Data Diri’ di awal portofolio, termasuk informasi kontak dan ringkasan singkat tentang diri kamu sebelum menulis isi portofolio. Daftar keterampilan yang relevan dengan pekerjaan juga bisa ditambahkan untuk memberikan gambaran tentang keahlian kamu. Susun portofolio kerja kamu dengan tema dan konsep yang jelas. Gunakan kombinasi warna yang menarik agar para pembaca semangat dan tertarik untuk terus melihat portofolio kerja kamu. Konsep dan tema yang jelas juga bisa membuat HRD memahami karakter dan gaya kerja kamu melalui portofolio kerja yang kamu cantumkan. Buat portofolio gak perlu ribet dengan portofolio builder Cake! Bikin lamaranmu lebih menonjol dengan portofolio yang menarik 🎉Buat Portofolio 4. Berikan penjelasan/keterangan untuk setiap karyamu Setiap karya yang ditampilkan harus disertai dengan deskripsi yang menjelaskan karya tersebut. Kamu bisa menulis ringkasan singkat tentang proyek tersebut seperti latar belakang, tujuan, peran kamu dalam proyek tersebut, serta hasil yang dicapai. Sebagai contoh, jika kamu menunjukkan gambar desain aplikasi atau web dalam contoh portofolio kerja, kamu bisa menjelaskan latar belakang proyek, proses kamu membuat desain tersebut, dan bagaimana hasil akhir dari desain tersebut mampu mendukung tujuan proyek. Kamu juga bisa menunjukkan alat, metode, teknik, atau framework yang kamu gunakan untuk menunjukkan kemampuan teknis kamu di mata HRD. 5. Sertakan dokumen pendukung jika dibutuhkan Untuk meningkatkan kepercayaan HRD agar memilihmu, kamu bisa melampirkan dokumen pendukung seperti sertifikasi, testimoni dari klien atau rekan kerja, serta penghargaan yang pernah kamu terima. Dokumen pendukung ini akan membuktikan kemampuan kamu secara nyata sebagai kandidat yang berkompeten. Namun, pastikan jika dokumen pendukung yang kamu lampirkan relevan dengan contoh portofolio dan posisi yang kamu lamar ya! Contoh Portofolio Kerja Setelah mengetahui bagaimana cara membuat portofolio kerja, berikut adalah beberapa contoh portofolio kerja dari berbagai bidang yang bisa kamu jadikan sebagai referensi. Beberapa contoh portofolio berikut ini menampilkan pekerjaan yang relevan, memiliki struktur dan format portofolio yang jelas, serta didukung oleh deskripsi yang informatif. 👉 Contoh Portofolio Desain Grafis oleh Irzal Hapiz Elghifari (Dibuat di Cake) Contoh Portofolio Kerja Desainer Grafis oleh Irsal Hapiz Elghifari (Dibuat di Cake)👉 Contoh Portofolio Copywriter oleh Riandika Arya Kepakisan (Dibuat di Cake)Contoh Portofolio Kerja Copy Content Writer oleh Riandika Arya Kepakisan (Dibuat di Cake) 👉 Contoh Portofolio Fotografer oleh Reyhan Fadilla (Dibuat di Cake)Contoh Portofolio Kerja Fotografer oleh Reyhan Fadilla (Dibuat di Cake) Jika kamu ingin melihat lebih banyak contoh portofolio kerja yang menarik, kamu bisa mengunjungi website Cake dan temukan berbagai contoh portofolio yang relevan dengan pekerjaan kamu. Selain menemukan berbagai contoh portofolio yang menarik, Cake juga menyediakan template portofolio siap pakai yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan kamu, menarik sekali bukan? Lihat contoh portofolio lainnya di sini!Cek Contoh Portofolio FAQTentang Portofolio Kerja Q: Apa itu portofolio kerja? A: Portofolio kerja adalah kumpulan karya atau proyek yang pernah dilakukan seseorang yang bertujuan untuk menunjukkan keterampilan, pengalaman, dan pencapaian dalam bidang tertentu yang mereka kuasai. Q: Apa saja isi portofolio kerja? A: Isi portofolio kerja dapat mencakup informasi data diri, hasil kerja yang relevan dengan posisi yang dilamar, deskripsi proyek, keterampilan yang dikuasai, serta dokumen pendukung seperti sertifikasi atau penghargaan. Q: Apakah portofolio selalu diperlukan? A: Portofolio tidak selalu diperlukan untuk semua pekerjaan, namun membuat portofolio kerja sangat disarankan untuk beberapa posisi yang membutuhkan bukti karya nyata seperti desain, penulisan, atau bidang kreatif lainnya. Cake adalah aplikasi dan website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan Cake dan cari lowongan di website cari kerja atau aplikasi cari kerja kami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu! — Ditulis oleh Ita Sugiharti —

Resume Builder

Build your resume only in minutes!