Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Career Development
Mar 6th 2024

Apa itu Bootcamp? Tipe, Manfaat, Contoh

Belajar hal baru telah menjadi lebih mudah dengan perkembangan teknologi. Kamu bisa mendapatkan berbagai informasi dari internet, hanya perlu mengetik hal yang ingin kamu ketahui pada mesin pencari, kemudian mesin akan menyediakan berbagai situs web dengan kata kunci yang sesuai dengan apa yang kamu cari. Tidak heran, saat ini banyak sistem pendidikan yang kemudian juga beradaptasi dengan hal ini dan menyediakan berbagai tugas yang sifatnya praktikal dan mampu membekali para siswa di luar dari informasi yang didapatkan secara mandiri di internet.Tak terkecuali dengan bootcamp training, sistem pembelajaran ini mulai populer terutama di kalangan milenial dan Gen-Z karena dianggap efektif dan efisien untuk membekali mereka dengan informasi dan kemampuan yang diminati dengan mudah. Untuk kamu yang masih belum mengetahui apa yang dimaksud dengan bootcamp, kenapa harus ikut bootcamp, atau mempertanyakan di bootcamp akan belajar apa saja, simak artikel berikut untuk menemukan jawabannya!Daftar isi: Apa itu Bootcamp? Tipe-tipe Program Bootcamp Bootcamp vs Gelar Kuliah Manfaat Bootcamp Contoh Kurikulum Bootcamp Apa itu Bootcamp? Pengertian BootcampArti bootcamp adalah suatu program pembelajaran intensif yang dilakukan selama durasi tertentu dan diberikan oleh spesialis atau ahli. Tujuan dari bootcamp adalah untuk memberi pemahaman secara praktikal terkait suatu bidang pembelajaran agar para calon profesional dapat terjun langsung ke bidang yang ingin dipelajari. Training bootcamp yang sudah ada di pasar dan banyak diminati meliputi: UI/UX Design, Product Management, Data Analytics, Digital Marketing, Software Engineering, dan lain-lain. Apakah Bootcamp Efektif? Menurut data dari Mckinsey, permintaan terhadap pekerja profesional, terutama di bidang digital, mengalami lonjakan tajam hingga 80% dalam beberapa tahun terakhir. Namun, faktanya hanya sekitar 23% dari pekerja profesional tersebut memiliki kemampuan kompeten dan memenuhi persyaratan perusahaan dengan baik. Ini berarti ada kelebihan permintaan yang sulit dipenuhi karena kurangnya tenaga profesional. Maka itu, kehadiran bootcamp training bisa menjadi jawaban untuk memenuhi kurangnya angka tenaga profesional tersebut untuk menghadirkan lulusan-lulusan yang kredibel dan kompeten terhadap suatu bidang tertentu. Bootcamp Cocoknya Untuk Siapa? Pertanyaan selanjutnya terkait bootcamp training adalah sebenarnya program ini cocoknya untuk siapa ya? Apakah jika sekarang posisinya masih sekolah bisa untuk mengikuti bootcamp? Bagaimana jika sudah kuliah dan memilih jurusan tertentu, apakah masih bisa untuk mengikuti program bootcamp? Jawabannya bisa! Bootcamp training sebenarnya terbuka untuk siapa saja yang berminat untuk mempelajari kemampuan khusus secara intensif. Pada program bootcamp juga biasanya tidak ada batasan usia apalagi syarat minimal edukasi yang harus dimiliki, hanya perlu pikiran dan hati yang serius untuk belajar! Namun jika ingin dijabarkan, program bootcamp dapat bermanfaat untuk individu-individu di bawah ini: Mahasiswa/mahasiswi yang berkuliah di bidang yang sesuai dengan program bootcamp dengan tujuan mencari koneksi dan pengalaman praktikal terkait jurusan yang sudah diambil sebagai persiapan untuk terjun di dunia kerjaMahasiswa/mahasiswi atau seseorang di level junior yang ingin belajar hal baru dan mencari skill tambahan di luar jurusan kuliah yang sudah ditekuniSeorang yang ingin berganti bidang pekerjaan (career switcher) Tapi sederhananya, program bootcamp baik coding, data, marketing, maupun lainnya terbuka untuk siapa saja yang memang ingin sungguh-sungguh belajar dan komitmen waktu untuk mendapatkan ilmu yang mereka inginkan. Tipe-tipe Program Bootcamp Ternyata bootcamp juga ada berbagai jenis. Berikut adalah jenis-jenis program bootcamp yang perlu kamu ketahui: 1. Berdasarkan Jenis Bidangnya Seperti yang sudah disebutkan di atas, program bootcamp bisa terbagi berdasarkan bidang yang ingin dipelajari. Saat ini program bootcamp yang dapat paling banyak kamu temui adalah yang berdekatan dengan industri masa kini seperti digital dan tech. Maka itu bootcamp training untuk IT, seperti software engineering, data analytics, product management sangat mudah kamu cari, lainnya ada di bidang UI/UX Design, Human Resources, Digital Marketing, Social Media Marketing, dan lain-lain. 2. Berdasarkan Fleksibilitas Selain berdasarkan bidang, program bootcamp juga dibagi berdasarkan fleksibilitas: offline, online, atau belajar mandiri. Saat ini tentunya lebih banyak program bootcamp yang menawarkan secara online dan belajar mandiri untuk menjangkau orang-orang yang berada di seluruh Indonesia. Namun, untuk kamu yang suka tatap muka, ada juga kok program bootcamp secara offline yang dapat menjadi opsi agar kegiatan belajarmu semakin efektif! 3. Berdasarkan Durasi Belajar Selanjutnya, jenis bootcamp training yang terakhir terbagi berdasarkan durasi belajarnya. Terdapat pilihan antara full-time dan part-time. Jika full-time tentunya akan memiliki durasi kelas yang lebih singkat dibanding part-time. Contoh:Jika seorangpart-time dapat diselesaikan dalam waktu 20 minggu melalui kelas malam, maka full-time hanya memerlukan sekitar 12 minggu saja karena pelajar dapat menyelesaikannya dalam jangka waktu yang ditentukan. Hal ini tergantung dari ketersediaan kamu di hari-hari kelas untuk bootcamp, jika kamu masih sambil sekolah atau bekerja, maka lebih baik ambil program bootcamp part-time yang biasanya dilakukan di malam hari atau di akhir pekan, sementara jika kamu saat ini bisa memberikan seluruh waktumu untuk belajar intensif, kamu dapat memilih program bootcamp full-time. Bootcamp vs Gelar Kuliah Untuk kamu yang bertanya apa sih perbedaan antara program bootcamp dan kuliah, berikut adalah perbedaannya: ➡️ Waktu Pembelajaran Seperti yang sudah dijelaskan, bootcamp training merupakan program intensif yang dapat kamu ikuti serta hanya memberikan materi-materi yang sifatnya teknikal pada dunia kerja, maka itu, durasi bootcamp training biasanya jauh lebih cepat karena kurikulum yang diberikan juga dipadatkan sesuai kebutuhan program. Durasi bootcamp training biasanya mulai dari 2 bulan sampai 1 tahun. Sementara untuk pembelajaran di universitas untuk mendapat gelar kuliah biasanya membutuhkan waktu 4 tahun. ➡️ Biaya Mengikut Program Untuk konteks biaya, biasanya biaya kuliah akan ditagih per-semester. Namun pada program bootcamp, biaya bisa dibayarkan full di depan, adapun pembayaran uang muka dahulu, kemudian setelah siswa telah lulus dan diterima kerja, sisa biaya kelas dibayarkan secara bulanan yang dipotong dari penghasilan siswa yang bekerja di bidang baru tersebut. Sistem ini juga dikenal dengan Income Share Agreement (ISA). ➡️ Materi Program Karena durasi yang berbeda, maka materi yang ada di program bootcamp juga dibuat seefektif dan sepadat mungkin agar bisa dipraktekkan di dunia kerja. Jika pada kuliah, tentunya kamu akan mendapat informasi dan ilmu yang lebih banyak mengingat durasi dan kurikulum yang ditawarkan cakupannya lebih luas dan besar, sistem pembelajarannya juga biasanya lebih slow pace sehingga mahasiswa dapat mengerti secara perlahan. Namun pada program bootcamp, semua dipersingkat agar siswa bisa mendapat semua materi sesuai dengan durasi yang ditentukan. Manfaat Bootcamp Di bawah adalah 7 manfaat program bootcamp yang bisa kamu dapatkan ketika memutuskan untuk belajar pada program intensif ini: 1. Kesempatan Belajar dari Mentor Berpengalaman Di program bootcamp, mentor yang mengajar pun tidak sembarangan, biasanya para siswa akan diajar oleh ahli-ahli di bidang yang bersangkutan dan merupakan orang yang telah memiliki posisi tinggi atau sudah berpengalaman di bidangnya. Tak jarang, sosok-sosok ini merupakan sosok yang berpengaruh di perusahaannya untuk membawa perubahan sehingga dapat membagikan ilmunya kepada para siswa. 2. Bertemu dan Membangun Koneksi dengan Orang Baru Dengan mengikuti program bootcamp, kamu akan bertemu dengan berbagai orang dari seluruh Indonesia dan berkesempatan networking. Hal ini bisa menjadi keuntungan untuk kamu menambah dan menjalin koneksi dengan berbagai macam orang dari latar belakang yang berbeda. Selain itu, siapa tahu koneksi itu bisa digunakan untuk menjadi rekan kerjamu atau prospek untuk bisnismu. 3. Bisa Membuat Portofolio yang Lebih Menjanjikan dengan Proyek Nyata Biasanya selain adanya pembelajaran secara teori, program bootcamp juga menyediakan sesi sharing dengan alumni dan memiliki proyek tertentu yang dapat digunakan sebagai portofolio para siswa. Portofolio ini biasanya berupa proyek nyata yang relevan saat siswa akan terjun di bidang pekerjaan tersebut nantinya. Sehingga, dengan mengikuti bootcamp training, siswa sudah dilatih untuk membuat proyek secara nyata dan relevan dengan industri. 4. Mempelajari Ilmu Baru dalam Waktu Singkat Dengan durasi pembelajaran yang intensif, akan banyak ilmu baru yang diberikan secara padat dan sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Maka itu, program bootcamp sesuai untuk kamu para pencari ilmu baru yang dapat belajar ilmu berguna dan memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap industri yang kamu pelajari. 5. Kelas Bersifat Lebih Privat Dalam program bootcamp, biasanya jumlah peserta 10-20 orang dimana akan terasa lebih privat daripada saat kamu belajar saat kuliah. Dengan jumlah peserta yang tidak terlalu banyak, maka ilmu yang diberikan dapat lebih terserap dan peserta dapat lebih fokus selama pembelajaran. 6. Kurikulum Sudah Direncanakan dan Disusun dengan Teratur Dalam program bootcamp, sudah ada kurikulum yang diatur seefektif dan sebaik mungkin. Sehingga, para siswa tidak perlu takut akan sia-sia karena materi yang disampaikan terbukti memenuhi kebutuhan industri saat ini dan disampaikan oleh ahlinya. 7. Mengakselerasi Kesempatan Berkarir Selain portofolio, biasanya pada program bootcamp juga terdapat sertifikat penyelesaian yang bisa kamu unggah pada akun pencarian kerja seperti Linkedin untuk menambah kredibilitasmu sebagai tenaga profesional. Hal ini akan membuat dirimu terlihat lebih menonjol dan menarik di mata rekruter. Diharapkan setelahnya, semua pembekalan dari bootcamp dapat membantumu mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.Manfaat Ikut Bootcamp Contoh Kurikulum Bootcamp Setelah mengetahui arti, jenis-jenis, serta manfaat program bootcamp, sekarang mari kita simak contoh dari kurikulum bootcamp yang dapat kamu jadikan referensi untuk mendaftar ke bootcamp training yang ada di luar sana! 1. Kurikulum Bootcamp Full Stack Web Developer Materi yang kamu pelajari Front-End DevelopmentBack-End DevelopmentFull Stack DevelopmentVersion Control and CollaborationUser Experience and Design PrinciplesWeb SecurityDeployment and DevopsEmerging Technologies Susunan silabus Modul 1: Front-End Development Introduction to Front-End DevelopmentHTML Semantic MarkupCSS3 and Responsive DesignJavaScript FundamentalsDOM Manipulation and Event HandlingFront-End Frameworks (React, Vue, Angular) Modul 3: Full Stack Development Integrating Front-end and Back-EndWorking with MVC ArchitectureState Management and API ConsumptionReal-Time Communication (WebSockets)Handling User Inputs ad FormsTesting and Debugging Modul 5: User Experience and Design Principles User-Centered Design PrinciplesCreating Intuitive and User-Friendly InterfacesAccessibility and Inclusive DesignOptimizing Performance and Loading Speeds Modul 7: Deployment and Devops Continous Integration and Deployment (CI/CD)Containerization with DockerCloud Services (AWS, Heroku, or Google Cloud)Monitoring and Scaling Applications Modul 2: Back-End Development Introduction to Back-End DevelopmentServer-Side Scripting (Node.js, Python, Ruby)Building RESTful APIsDatabase Design and Management (SQL, NoSQL)Authentication and AuthorizationServer Deployment and Hosting Modul 4: Version Control and Collaboration Git and Version Control BasicsCollaborative Development with GithubCode review and Pull RequestsManaging and Resolving Merge Conflicts Modul 6: Web Security Understanding Web Security ThreatsImplementing Secure AuthenticationCross-Site Scripting Cross-Site Request Forgery PreventionBest Practices for Data Protection Modul 8: Emerging Technologies Exploring Progressive Web Apps (PWAs)Introduction to Serverless ArchitectureBlockchain and Decentralized Application (DApps)Keeping up with Industry Trends 2. Kurikulum Bootcamp Product Management Materi yang kamu pelajari Introduction to Product ManagementMarket Research and Customer InsightsIdeation and ConceptualizationUser Centered Design and UX/UI PrinciplesAgile Development and ScrumProduct Launch and Go-to-Market StrategyProduct Metrics and KPI(s)Stakeholder Management and CommunicationProduct Strategy and RoadmappingEthical Considerations and Product EthicsEntrepreneurship and InnovationCareer Development and Industry Trends Susunan silabus Modul 1: Introduction to Product Management Understanding the role of a Product ManagerImportance of product management in businessProduct management frameworks and methodologiesDefining the product life cycle Modul 3: Ideation and Conceptualization Generating and evaluating product ideasConceptualizing features and enhancementsPrioritization techniques (MoSCoW, RICE)Creating effective user stories and product requirements Modul 5: Agile Development and Scrum Introduction to agile methodologyScrum frameworks and sprint planningCollaborative product developmentManaging backlogs and sprints Modul 7: Product Metrics and KPI(s) Defining KPIMonitoring and analyzing product metricsMaking data-driven decisionsContinuous improvement and optimization Modul 9: Product Strategy and Roadmapping Developing a clear product visionCreating product roadmaps and strategyLong-term planning and vision execution Modul 11: Entrepreneurship and Innovation Fostering a culture of innovationIdentifying market opportunitiesLean startup principles Modul 2: Market Research and Customer Insights Conducting market research and analysisIdentifying target customer segmentsGathering user feedback and customer insightsUtilizing data and analytics for decision-making Modul 4: User-Centered Design and UX/UI Principles Design thinking and user-centered designCreating intuitive user experiences (UX)User interface (UI) design principlesPrototyping and wireframing Modul 6: Product Launch and Go-to-Market Strategy Planning and executing product launchesCrafting compelling value propositionsPricing strategies and modelsMarketing and promotions Modul 8: Stakeholder Management and Communication Collaborating with cross-functional teamsEffective communication and leadership skillsHandling conflicts and negotiationsBuilding strong relationships with stakeholders Modul 10: Ethical Considerations and Product Ethics Ethical Considerations in product managementResponsible design and development practicesEnsuring user privacy and data security Modul 12: Career Development and Industry Trends Navigating career in product managementNetworking and building professional relationshipsStaying updated with industry trends 3. Contoh Kurikulum Bootcamp Data Analyst Materi yang kamu pelajari Pengenalan Analisis data: Dasar-dasar analisis, proses analisisDasar-dasar statistik: Mempelajari konsep penting tentang probabilitas, pengujian hipotesis, dan analisis regresi.Pengolahan data: Menguasai teknik pre-processing data, penanganan nilai yang hilang, transformasi data, agregasi, manipulasi menggunakan tools seperti Pandas.Visualisasi data: Menciptakan visualisasi menggunakan Matplotlib, Seaborn, dan Plotly.Analisis data eksploratori (EDA): Mengungkap pola, hubungan, dan anomali dalam data.Dasar-dasar SQL: Menulis kueri kompleks untuk mengambil informasi relevan sebagai bahan analisisPengenalan Machine Learning: Memahami dasar pembelajaran machine learning dan aplikasinya dalam analisis dataEtika dan privasi data: Memahami etika saat bekerja dengan data dan membuat keputusan berdasarkan hasil analisisData Analytics Tools: Bekerja dengan tools data seperti Phyton, Jupyter Notebooks, dan SQL *Terdapat proyek portofolio yang akan disesuaikan dengan kebutuhan industri Susunan silabus Modul 1: Pengenalan Analisis data Pengantar analisis dataProses analisis dataMenjelajahi data Modul 3: Pengolahan data Teknik preprocessing dataPenanganan data yang hilangTransformasi data dengan Pandas Modul 5: Analisis Data Eksploratori (EDA) Pengenalan Analisis Data Eksploratori (EDA)Mengidentifikasi pola dan anomali yang terjadi pada dataMenggunakan EDA dalam pengambilan keputusan Modul 7: Pengenalan Machine Learning Supervised unsupervised algorithm learningImplementasi model sederhana Modul 9: Data Analytics Tools Pemahaman data analytics tools: Python, Jupyter Notebooks, dan SQLEksplorasi visualization tools dan business intelligence Modul 2: Dasar-dasar statistik Konsep dasar statistikProbabilitas dan DistribusiPengujian HipotesisAnalisis Regresi Modul 4: Visualisasi Data Membuat visualisasi data yang menarikMemahami penggunaan Matplotlib dan SeabornMemahami pembuatan dasbor interaktif dengan Plotly Modul 6: Dasar-dasar SQL Pengenalan SQLMenulis kueri untuk ekstraksi dataPemrosesan data relasional dengan SQL Modul 8: Etika dan privasi data Pertimbangan etika dalam analisis dataRegulasi privasi dataKeamanan informasi dan praktik terbaik terhadap data Kesimpulan Bootcamp artinya adalah pelatihan intensif terkait suatu bidang industri yang biasanya berlangsung selama beberapa periode dengan tujuan memberi pembelajaran praktikal untuk siswa dan diajar oleh tenaga profesional di bidangnya.Bootcamp training cocok untuk para mahasiswa yang ingin mendalami bidang industrinya secara praktikal dan membuka kesempatan untuk menambah koneksi, para junior level yang ingin mencari pengalaman dan menambah portofolio, serta para career switcher yang ingin menambah ilmu untuk pindah bidang pekerjaan. Namun pada dasarnya, bootcamp training terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar hal baru terkait dengan bidang pembelajaran yang ditawarkan.Tipe-tipe program bootcamp dibagi berdasarkan jenis bidangnya, fleksibilitas, dan durasi pembelajaran.Perbedaan program bootcamp dengan gelar kuliah adalah waktu pembelajarannya yang lebih singkat, jumlah siswa yang lebih sedikit, kurikulum yang dirancang memenuhi kebutuhan praktikal industri, dan dengan portofolio proyek pada bootcamp serta sertifikat penyelesaian dapat membantu kamu dalam mendapatkan kesempatan berkarir yang kamu inginkan.Cake adalah website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan Cake dan cari lowongan di website cari kerja atau aplikasi cari kerja kami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu!--- Ditulis Oleh Leony Jardine ---

Data Engineer: Profesi IT dengan Prospek Karir Menjanjikan

Dalam beberapa tahun belakangan, dunia teknologi berkembang dengan begitu pesat. Hal ini mengakibatkan permintaan untuk tenaga ahli profesi-profesi dalam bidang IT meningkat tajam. Pekerjaan seperti data engineer, software engineer, full-stack developer, dan machine learning engineer pun diiming-imingi imbalan yang besar.Di Indonesia sendiri, tenaga ahli IT terkait data banyak diincar oleh startup. Hal ini karena startup memproduksi ribuan bahkan ratusan ribu data point pelanggan setiap harinya. Data-data ini dapat diolah menjadi informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan bisnis. Meskipun demikian, karena jumlah data yang besar dan natur data yang acak, diperlukan keahlian khusus untuk mengelola data ini menjadi informasi yang berguna.Untuk itulah, profesi data engineer dibutuhkan. Daftar isi:Profesi Data Engineer Perbedaan Data Engineer, Data Analyst dan Data Scientist Keahlian yang Harus Dimiliki Data Engineer Prospek Karier Data Engineer Cara Menjadi Data Engineer Data Engineer Mengenal Profesi Data EngineerPada bidang IT terkait data, ada beberapa pekerjaan seperti data engineer, data analyst, dan data scientist. Mengingat natur ketiganya yang sama-sama menggabungkan data dengan IT, tak heran ketiganya sering digunakan secara bersamaan. Meskipun demikian, terhadap perbedaan yang cukup signifikan, khususnya antara profesi data engineer dengan kedua pekerjaan lainnya.Apa itu Data Engineer?Secara harafiah, pengertian data engineer adalah insinyur data. Selayaknya insinyur sipil yang membangun infrastruktur seperti jalan dan pelabuah, peran utama data engineer adalah membangun dasar dari sistem analisis data sebuah perusahaan.Pada praktiknya, ada dua hal utama yang dilakukan oleh seorang data engineer. Pertama, tugas seorang data engineer berperan membangun sistem komputer untuk dapat menghimpun data yang diperlukan secara massal.Di tengah era big data seperti hari ini, ada banyak data yang dihasilkan setiap harinya. Mulai dari komentar pengguna media sosial, jenis barang yang dibeli di e-commerce, hingga jumlah kendaraan yang melintas di sebuah jalan protokol, semuanya dapat menjadi sumber bagi sistem data sebuah perusahaan.Apa Saja Tugas Data Engineer?Tugas pertama dari data engineer adalah mengidentifikasi tempat-tempat di mana data yang dibutuhkan perusahaan berada. Selanjutnya, diperlukan keahlian untuk mengumpulkan data-data yang terserak ini secara konsisten setiap saatnya ke dalam sistem penyimpanan perusaahaan.Bila data telah berhasil dikumpulkan secara konsisten, pekerjaan seorang data engineer selanjutnya ialah untuk membangun sistem informasi yang rapi untuk mengakomodasi data dalam jumlah besar tersebut. Data-data perlu disimpan pada tempat dan struktur yang tepat agar mudah diakses sewaktu-waktu oleh pengguna.Sekilas, pekerjaan data engineer terkait penyimpanan data ini memang terdengar mudah. Namun, pada kenyataannya, ketika jumlah data telah sangat besar, ditambah data baru yang terus ditambahkan tiap saatnya, tugas data engineer menjadi tidak semudah itu.Efisiensi menjadi sangat penting dalam situasi ini. Setiap pengguna data harus dapat menemukan data yang mereka butuhkan dalam waktu cepat.📚Baca juga:10 Pekerjaan Bidang IT yang Paling Dicari dan Gajinya! Perbedaan Data Scientist, Data Analyst dan Data Engineer Patut dicatat bahwa menganalisis data yang terkumpul bukan merupakan tugas dari seorang data engineer. Hal inilah yang merupakan perbedaan data engineer dengan data analyst dan data scientist. 1. Tugas dan Tanggung Jawab Singkatnya, tugas data engineer berhenti sampai membangun database yang dapat diakses oleh data analystmaupun data engineer. Pada tahap selanjutnya analisis data, database yang telah dibangun oleh data engineer didalami oleh data analyst untuk menghasilkan temuan yang berguna bagi perusahaan. Data analyst akan menggunakan data untuk mencari hal-hal yang dapat meningkatkan penjualan, mengurangi beban, hingga mengoptimalisasi proses produksi. Berikutnya, pasca temuan ditemukan, perusahaan kemungkinan akan melakukan percobaan terkait produk/pendekatan apa yang paling efektif untuk mempenetrasi pasar. Misalnya, setelah mengetahui bahwa konsumen Tokopedia paling banyak online pukul 7 malam, perusahaan penjual susu bayi ingin melakukan percobaan untuk mengetahui jenis susu yang paling efektif untuk dipromosikan pada pukul 7 malam. Percobaan seperti ini merupakan tugas utama dari data scientist. Selayaknya ilmuwan pada dunia nyata yang mendalami pengetahuan akan topik tertentu, seorang data scientist dituntut untuk dapat bisa melakukan percobaan untuk mengetahui metode/produk yang paling efektif. Perbedaan tugas antara data scientist, data analyst, dan data engineer ini tercermin pada tingkat penguasaan teknik informatika yang dibutuhkan oleh kedua profesi. Seorang data analyst/data scientist utamanya perlu memiliki intuisi bisnis dan pengetahuan manajemen yang baik. 2. Pengetahuan Informatika yang Diperlukan Pengetahuan informatika yang diperlukan seorang data analyst umumnya hanya berkisar pada penguasaan SQL untuk dapat mengakses database dan Python/R untuk mengolah data. Bagi seorang data scientist, selain SQL dan Python/R. pengetahuan tentang teori-teori statistik jugalah sangat berguna. Hal ini berbeda tentunya dengan tuntutan akan skill data engineer. Seorang data engineer diekspektasikan untuk memiliiki kemampuan programming yang mendalam, selayaknya software engineer lainnya.📚 Baca juga:Ketahui 4 Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist! Lantas, skill apa sajakah yang harus dimiliki seorang data engineer?5 Skill Wajib Punya Bagi Data Engineer1.Bahasa Pemrograman Skill dasar untuk seorang data engineer ialah programming. Penguasaan akan bahasa-bahasa yang umum digunakan seperti Java dan C/C++ akan sangat membantu dalam membuat program untuk menarik data dari sumber-sumber data. Selain itu, penguasaan bahasa coding lainnya seperti R, Python, Matlab, Rub, dan Golang juga akan menjadi nilai tambah. 2. Membangun dan Memelihara Database Salah satu pekerjaan utama seorang data engineer ialah menciptakan dan memelihara berbagai database. Tak heran, sebagian data engineer dapat disebut juga sebagai database engineer. Termasuk dalam skill yang perlu dimiliki database engineer adalah SQL untuk mengelola data yang terstruktur, maupun Cassandra/MongoDB untuk mengelola data yang kurang terstruktur. 3. Transformasi Data Data yang diperoleh dari berbagai sumber umumnya bersifat mentah dan belum dapat dikelola. Data tersebut harus ditransformasi ke dalam bentuk yang lebih mudah untuk diolah. Untuk itu, penguasaan Hevo Data/Matilion/Talend dapat membantu data engineer dalam mentrasformasi data. 4. Cloud Computing Dengan kemajuan teknologi cloud, banyak perusahaan yang telah memindahkan penyimpanan database-nya ke cloud seperti Amazon Web Services (AWS) maupun Microsoft Azure. Untuk itu, profesi data engineer memerlukan setidaknya pengetahuan dasar tentang cloud yang digunakan perusahaan untuk mengoperasikannya dengan baik. 5. Kemampuan Komunikasi Selain hard skill, salah satu soft skill yang berguna untuk dimiliki seorang data engineer adalah komunikasi. Seorang data engineer harus berkomunikasi dengan tim analis untuk mengetahui jenis-jenis data yang diperlukan untuk analisis. Selain itu, kemampuan komunikasi juga diperlukan untuk menjelaskan database yang telah dibangun kepada pengguna. Membangun Karir pada Profesi Data EngineerSeiring dengan kenaikan jumlah data yang diproduksi dan intensitas data yang diolah, permintaan akan data engineer masih dapat terus bertambah. Hal ini menjanjikan prospek karir yang cukup cerah bagi data engineering. Dari segi imbal hasil, gaji data engineer termasuk untuk posisi entry level tergolong tinggi. Sebagai contoh, gaji data engineer fresh graduate sekalipun dapat mencapai Rp 19.000.000. Angka gaji data engineer ini pun terus naik seiring perkembangan kemampuan dan pertambahan pengalaman. Terkait career path, hal tersebut cukup bergantung kepada kebijaksanaan perusahaan. Namun, setelah beberapa tahun bekerja, umumnya seorang data engineer dapat diangkat menjadi team leader yang mengepalai beberapa data engineer sambil menjadi penghubung dengan tim-tim lain.📚 Baca juga:15 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia!Cara Menjadi Data EngineerTertarik mendaftarkan diri menjadi data engineer? Ikutilah langka-langkah ini untuk mendapatkan posisi incaran. 1. Pelajari Kemampuan yang Diperlukan Pada dasarnya, data engineer adalah software engineer. Karena itu, penguasaan teknik-teknik informatika menjadi sangat penting. Selain dengan belajar pada Juruan Teknik Informasi, kandidat yang tertarik dapat pula mengambil kursus online. 2. Dapatkan Sebanyak Mungkin Pengalaman Salah satu kriteria yang digunakan HRD dalam merekrut adalah pengalaman terkait posisi yang dilamar. Untuk itu, tingkatkan pengalaman di bidang membangun/memelihara database. Bila belum mempunyai pekerjaan tetap, magang dapat menajdi kunci untuk menambah pengalaman. 3. Buat Portofolio Pribadi Mengingat natur pekerjaan data engineering yang sangat memerlukan keahlian teknologi informasi, portofolio data engineer dapat menjadi cara untuk menunjukan kepada perekrut tentang skill data engineering yang dimiliki. Portofolio dapat berupa proyek pribadi yang diunggah pada platform online seperti Cake. Cake menyediakan platform untuk membuat portofolio online. Buat portofolio di Cake, Gratis! 🎉Buat Portofolio 4. Kirimkan CV Terbaik untuk Melamar Pekerjaan Data Engineer Setelah mempersiapkan diri, carilah dan kirimkan CV terbaik untuk melamar. Untuk membuat CV terbaik, pastikan untuk menggunakan fitur membuat CV gratis dari Cake!Contoh CVData EngineerKunjungi Cake CV builder dan buat CV ATS-friendly sekarang juga! Ada 50+ template dan 100% Gratis!🎉Buat CVKesimpulan Tertarik dengan prospek profesi data engineer? Sebagai pekerjaan yang sangat menuntut penguasaan teknik informatika, pekerjaan data engineer dapat terdengar cukup menantang. Meski demikian, dengan belajar keahlian-keahlian menjadi data engineer dan membuat CV terbaik melalui CV Builder Cake, kandidat dapat mempersiapkan diri untuk melamar pada job opening data engineer. Mari memulai langkah menuju pekerjaan impian di sini. Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal Cake. --- Ditulis Oleh Stephen Antonius ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!