Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Industry & Job Overview
Nov 18th 2025

Profesi Data Analyst: Tugas, Skill, Gaji Hingga Proyeksi Karier!

Daftar Isi: Apa itu Data Analyst?Tugas dan Tanggung Jawab Data AnalystSkill yang Harus Dimiliki Data AnalystCara Menjadi Data Analyst Melansir dari InternetLiveStats, Google mendapat lebih dari 5 miliar pencarian setiap hari dan YouTube mendapat lebih dari 5 miliar video yang ditonton setiap hari. Akhir-akhir ini, karir Data Analyst seringkali muncul pada halaman job portal pencari kerja maupun pada halaman karir perusahaan teknologi. Banyak perusahaan yang membutuhkan staf analis agar dapat membantu mereka dalam menjawab keputusan bisnis dan menghasilkan insights untuk mendorong kemajuan perusahaan. Data menjadi berharga jika kita dapat mengolah nya dari scattered and unstructured data menjadi sebuah informasi. Selanjutnya, informasi ini dapat digunakan agar dapat memahami suatu fakta, kondisi atau kebenaran.📚 Baca juga:15 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia!Apa itu Data Analyst? Pertama-tama, apa itu data? Data dapat berupa teks, gambar, klip audio, video, atau program perangkat lunak. Data Analyst adalah seseorang yang melakukan proses analisis data, yang mencakup 3 proses utama yaitu pengumpulan data, melakukan data cleansing dan menginterpretasikannya untuk menghasilkan informasi yang berarti. Melansir dari Coursera, data analisis terbagi menjadi beberapa langkah seperti: Mengidentifikasi data yang ingin dianalisisMengumpulkan datanyaMembersihkan data untuk persiapan analisisMenganalisis datanyaMenafsirkan hasil analisis Data Analyst dapat bekerja di berbagai industri yang berbeda, dan sangat memungkinkan untuk menjadi generalis atau spesialis. Jabatan dalam posisi Data Analyst juga bisa sangat bervariasi. Pekerjaan Data Analyst termasuk yang bergengsi dan bergaji tinggi. Jenjang karir data analyst adalah sebagai berikut: 1. Junior Data Analyst Junior Data Analyst merupakan seorang fresh graduate dengan kurang dari 2 tahun pengalaman kerja. Rata-rata gaji data analyst fresh graduate pada level junior adalah 5-8 juta rupiah. 2. Data Analyst Data Analyst merupakan seseorang dengan 2-3 tahun pengalaman kerja. Rata-rata gaji data analyst pada mid-level adalah 9-12 juta rupiah. 3. Senior Data Analyst Senior Data Analyst merupakan seorang Data Analyst dengan lebih dari 4 tahun pengalaman kerja. Rata-rata gaji data analyst pada level senior adalah 15-18 juta rupiah. 4. Lead Data Analyst Lead Data Analyst merupakan seorang Data Analyst dengan lebih dari 6 tahun pengalaman kerja. Rata-rata gaji data analyst pada level manager adalah 22-25 juta rupiah. 5. Chief Data Officer Chief Data Analyst merupakan seorang Data Analyst dengan lebih dari 10 tahun pengalaman kerja.📚 Baca juga: 3 Contoh CV Lulusan Sistem Informasi Menarik dan Cara MembuatnyaTugas dan Tanggung Jawab Data Analyst Apakah kamu berminat untuk berkarir sebagai data analis? Permintaan untuk Analis Data dan keterampilan data melonjak pesat di zaman yang serba digital ini. Infographic Perkembangan Data Analytics di 2022 1. Mengumpulkan data Sampai disini, mungkin kamu bertanya-tanya darimana data dapat dikumpulkan. Pekerjaan seorang analis adalah mengumpulkan data itu sendiri. Mereka harus bekerja sama dengan developers untuk mengoptimalkan proses pengumpulan data pada website atau aplikasi. 💼 Tugas Data Analyst adalah mempersiapkan infrastruktur untuk menganalisis data. Mereka bekerja dengan tools dan software untuk mengembangkan rutinitas mengekstrak data dari berbagai sumber yang dapat diotomatisasi dan mudah dimodifikasi untuk digunakan kembali di area lain. 2. Membersihkan data (Data Cleansing) Data Cleansing adalah proses identifikasi dan mengkategorikan data yang mungkin terduplikat, tidak akurat, kedaluwarsa, salah format, atau tidak konsisten dengan sumber data lain. 💼 Job desc Data Analyst adalah menggunakan ETL Tools (Extract, Transform, Load) untuk mengecek validitas data, format data, data cells yang kosong, dan data duplikat sehingga dapat dilakukan pengoreksian data menjadi benar. 3. Melakukan pemodelan dan menafsirkan data Data Modelling adalah proses untuk membuat struktur database design yang berupa representasi secara visual. Selanjutnya, akan diteruskan untuk menemukan pola atau tren dalam data. 💼 Tugas Data Analyst adalah mengidentifikasi entitas-entitas data (contoh: customers, products), mendefinisikan atributnya (contoh: nama, alamat) dan mendesain relasinya dalam diagram ERD. Semua ini dilakukan untuk memastikan bahwa objek data direpresentasikan secara akurat sehingga dapat menemukan hubungan antar data-data yang ada. 4. Mempresentasikan penghasilan data Data menjadi bermakna jika data dapat membantu dalam keberlangsungan bisnis atau pengambilan keputusan. 💼 Job desc Data Analyst adalah mempresentasikan hasil temuan dan analisis mereka dengan visualisasi seperti bagan, grafik, laporan, dan menyajikan informasi kepada para pemangku kepentingan. Skill yang Harus Dimiliki Data Analyst Skill data analyst dapat dipelajari oleh siapapun yang bukan lulusan IT. Saat ini, banyak akademi yang menawarkan pelatihan data analyst di luar kurikulum formal di universitas. Skill yang harus dimiliki data analyst antara lain: 1. Database tools Database tools atau biasa juga disebut dengan Database Management Tools merupakan software untuk para data analyst melakukan tugas administrasi database. Contoh database tools antara lain: MySQL, SQL Server Management Studio, Oracle RDBMS. 2. Programming language Programming language yang perlu dikuasai data analyst antara lain: SQL (Structured Query Language) untuk berkomunikasi dengan database, mencari, mengumpulkan data untuk melakukan manipulasi dataPython dan R untuk data cleansing, manipulasi, analisis, and visualisasi data 📚 Baca juga: 12 Bahasa Pemrograman Paling Relevan 2023 [Jenis, Contoh, Dll.] 3. Data Visualization Seorang data analyst akan membuat representasi visual dari data yang mereka sudah analisis disesuaikan dengan audiens yang akan melihat. Ada beberapa tools untuk membantu proses visualisasi data, contohnya adalah Tableau, PowerBI, QlikView yang akan menyajikan data dalam grafik atau bagan di sebuah dashboard. 4. Matematika dan Statistika Data Analyst perlu memahami statistik dan matematika untuk mengetahui bagaimana rumus digunakan dan bagaimana menginterpretasikan hasilnya. Kamu tidak memerlukan skill matematika tingkat lanjut yang dibutuhkan seorang data scientist. 5. Analisis and Problem Solving Skill analisis dan pemecahan masalah diperlukan untuk mengerti masalah yang sedang dihadapi perusahaan dan memikirkan solusi yang tepat dengan bantuan data yang ada. Peran Data Analyst menjadi berharga ketika dia bisa menggunakan data yang ada dan menafsirkannya menjadi sebuah informasi atau pengetahuan baru. 6. Communication Komunikasi merupakan skill yang sangat penting di semua bidang pekerjaan, termasuk pekerjaan data analyst. Dalam kesehariannya, mereka akan bertemu dengan para stakeholders yang datang dari berbagai latar belakang pendidikan non-IT untuk menceritakan temuan-temuan mereka dalam bahasa yang mudah dipahami siapapun.👉 Lihat contoh CV Data Analyst biar lamaran kamu makin menonjol! Merintis Karir Sebagai Data Analyst Menjadi data analyst bukanlah sesuatu yang tidak mungkin bagi kamu yang tidak punya latar belakang IT. Kini, latar pendidikan IT bukan lagi syarat menjadi data analyst satu-satunya, asalkan kamu mempunyai skills yang dibutuhkan. Walaupun kamu tidak ada pengalaman kerja data analyst, pastikan skills kamu dari pengalaman sebelumnya tetap transferable. Berikut adalah beberapa tips cara menjadi data analyst: 1. Kuasai technical skills Buat kamu yang tidak mempunyai latar belakang di bidang teknologi, penting untuk menguasai technical skills termasuk menggunakan software database, bahasa pemrograman sampai software visualisasi data. 2. Kerjakan proyek dengan data yang real Untuk mendapatkan feel sebagai seorang data analyst, kamu bisa menggunakan data-data dari organisasi non-profit yang tidak terstruktur dengan baik. Dari sini, kamu bisa menawarkan diri untuk menghasilkan insights yang mereka butuhkan tentang campaign apa yang pas untuk mereka dan bagaimana cara mendapatkan donatur yang lebih banyak. 3. Kembangkan visualisasi dan berlatih mempresentasikannya Kamu bisa eksplorasi dengan berbagai macam bagan atau grafik seperti bar chart, pie chart, line graph, scatter plot sehingga kamu dapat mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menggunakan masing-masing bagan atau grafik tersebut. Sebagai contoh, Line graph sangat bagus untuk menunjukkan perubahan dari waktu ke waktu. Lalu, kamu bisa mengkomunikasikan temuan data dalam grafik tersebut. 4. Bangun portofolio pekerjaan Kamu bisa mengikuti kursus pelatihan data analyst untuk membangun portfolio kamu. Disini, biasanya kamu akan diberi sebuah mini proyek yang akan menghasilkan sebuah portfolio yang kamu kerjakan. Selain itu, kamu juga bisa membangun portfolio sendiri dengan data sets yang ada dan menuliskan semua langkah yang kamu lakukan sampai mendapatkan wawasan dan temuanmu. 5. Dapatkan pekerjaan dengan CV yang menarikContoh CV Data Analyst - Dibuat di CakeResume CakeResume adalah sebuah online CV builder yang praktis. Ada banyak template yang menarik dan yang mudah untuk digunakan. Kamu juga bisa unduh CV dalam format PDF, lho, 100% gratis! Yuk, buat CV kamu dengan CakeResume sekarang juga!🎉 Buat CVSemoga kamu berhasil dalam menemukan pekerjaan Data Analyst yang cocok dan teruslah upgrade dirimu dengan ilmu-ilmu yang ditawarkan di luar sana. Menjadi seorang Data Analyst juga dapat membuka pintu ke karir lain loh!--- Ditulis oleh Priscilia Octaviani ---
Industry & Job Overview
Mar 22nd 2024

Daftar 13 Skill Programmer yang Dicari Perusahaan!

Programmer diprediksi menjadi salah satu karier dengan prospek bagus untuk beberapa tahun ke depan. Data dari Bureau of Labor Statistics Amerika Serikat melaporkan bahwa lapangan kerja di bidang komputer dan teknologi informasi akan mengalami pertumbuhan sebanyak 13% sepanjang tahun 2020-2023. Dengan proyeksi tersebut tentu kualitas skill programmer menjadi faktor sentral dalam pertimbangan perusahaan merekrut karyawan baru. Lalu kemampuan apa saja yang harus dimiliki programmer agar dapat dilirik oleh tim rekrutmen? Jawaban atas pertanyaan ini akan membantu job seekers untuk membangun persiapan yang lebih matang. Cake menjabarkan beberapa soft skill dan hard skill programmer yang membuat kandidat lebih stand out di hadapan HR. Simak selengkapnya di bawah ini, ya!Daftar isi: Hard Skill Programmer Soft Skill Programmer Hard Skill Programmer Data dari SalaryExplorer menunjukan tingkatan gaji programmer lebih besar dibanding sektor pekerjaan lain. Rata-rata pendapatan bulanan ada di angka Rp12,8 juta perbulan, sementara programmer senior mencapai Rp20,3 juta, dan programmer junior sekitar Rp5,87 juta per bulan. Tertarik untuk menyeriusi karir satu ini? Langkah pertama untuk terjun sebagai programmer adalah mempelajari bahasa pemrograman. Baru setelah itu belajar elemen krusial lain yang tidak boleh terlewat. 1. Bahasa Pemrograman Bahasa pemrograman adalah jenis bahasa yang dipakai oleh programmer atau developer untuk berkomunikasi dengan komputer. Programming language berisi satu set perintah yang ditulis dalam bahasa spesifik seperti C, C++, Java, maupun Python. Bahasa pemrograman biasanya digunakan untuk mengembangkan aplikasi desktop, situs, atau aplikasi ponsel. Berikut beberapa jenis pemrograman yang paling umum dipakai: Python: Digunakan untuk machine learning, artificial intelligence (AI), big data, GUI yang digunakan sebagai dasar aplikasi desktop, dan robotik. JavatPoint menyebut bahasa satu ini tergolong mudah dibaca, mudah dimengerti, dan mudah ditulis.Java: Sistem yang dibangun tahun 1995 ini paling sering digunakan untuk sistem bank, retail, pemasangan teknologi, android, big data, riset komunitas, situs, dan aplikasi desktop. Java dianggap sebagai salah satu bahasa pemrograman dengan tingkat keamanan tinggi.C: Salah satu yang paling mudah dipelajari. Biasa digunakan untuk membuat desain aplikasi editor teks, kompilator, dan perangkat jaringan.C++: Memiliki kemiripan dengan C tapi dengan tambahan beberapa fitur seperti penangkap kesalahan dan bug (exception handling), pemrograman dengan orientasi objek, dan pengecekan tipe dalam proses verifikasi (type checking).R: Bahasa komputer ini populer dipakai untuk analisis data, penelitian ilmiah, algoritma machine learning, dan komputasi statistik. 2. Struktur Data dan Algoritma Struktur data dan algoritma adalah faktor yang tidak bisa dipisahkan dalam penggunaan bahasa pemrograman. Mengutip FreeCodeCamp, struktur data adalah sebuah format untuk mengatur, mengelola, dan menyimpan data dengan cara mengizinkan akses dan modifikasi yang efisien. Tugas utama dari struktur data adalah mengumpulkan nilai data, menghubungkannya, kemudian mengenali fungsi dan operasi yang dapat diterapkan pada data. Algoritma, di sisi lain, adalah serangkaian tahapan perintah yang diberikan kepada sistem komputer untuk memecahkan masalah dalam proses pemrograman. Beberapa contoh fungsi algoritma adalah menyortir sekumpulan data, melakukan perintah pencarian dari data yang tersedia, serta mengenkripsi data. 3. Framework Skill programming selanjutnya yang patut dimiliki adalah framework alias kerangka kerja. Kegunaan utama dari framework adalah sebagai alat untuk membantu developers atau pengembang dalam menulis baris kode saat membuat situs atau aplikasi tertentu. Dengan penggunaan framework, pekerjaan pengembang menjadi lebih cepat dan rapi. Agar lebih mudah dipahami, bayangkan framework seperti sebuah wadah yang menyediakan template untuk tiap pemrograman komputer. Alat bantu ini tersedia dalam berbagai bahasa pemrograman seperti Java, Python, C++, CSS, hingga PHP. 4. Cloud Computing Cloud computing juga masuk dalam skill yang harus dimiliki programmer. Sederhananya, ‘komputasi awan’ adalah penyediaan layanan server, penyimpanan, basis data, jaringan, perangkat lunak melalui internet (yang diibaratkan sebagai awan). Dengan cukup membayar layanan cloud (yang tentu saja dapat diakses secara virtual), biaya operasional yang dibutuhkan akan turun dan infrastruktur lebih efisien. Programmer bisa membuka layanan ini di mana saja dan kapan saja, selama ada sambungan internet. 5. GIT GIT (Group Inclusive Tour) memungkinkan sejumlah developers untuk bekerja secara paralel. Sistem GIT memastikan tidak terjadi konflik kode di antara para pengembang saat sedang merancang sistem. Setiap salinan kode yang dibuat oleh developers tercatat lengkap, termasuk jika terdapat perubahan maupun modifikasi. Dikembangkan oleh Linus Torvalds pada tahun 2005, GIT adalah kontrol sistem paling populer yang dipakai saat ini. 6. Web Development Web development adalah serangkaian tugas yang berkaitan dengan pembuatan, pengembangan, dan pemeliharaan situs serta aplikasi web, yang aktivitasnya dijalankan secara online melalui peramban (browser). Beberapa bagian dari web development misalnya adalah mendesain situs, menyusun pemrograman situs, serta manajemen basis data. bahasa pemrograman yang paling umum dipakai dalam pengembangan situs adalah HTML (Hypertext Markup Language), CSS ( Cascading Style Sheets), dan JavaScript. Setelah situs selesai dibangun, maka developers juga memiliki kewajiban untuk melakukan pengecekan secara berkala. 7. Machine Learning Hard skill programming yang masuk daftar berikutnya adalah machine learning (ML). ML merupakan salah satu cabang dari sistem artificial intelligence (AI). Sistem satu ini dikembangkan sebagai aplikasi lunak untuk melakukan prediksi akurat sesuai dengan perintah programmer. Prediksi tersebut didasarkan pada pembacaan algoritma dan riwayat data sebagai masukan. 📚 Baca juga: 20+ Contoh Skill Komputer Dalam CV dan Cara Menulisnya! Soft Skill Programmer Hard skills bukan satu-satunya keahlian programmer yang harus dimiliki. Programmer akan banyak bersinggungan dengan klien, sehingga kemampuan berinteraksi dengan individu lain menjadi penting. 1. Problem-solving Pekerjaan para programmer dan developer pada suatu waktu akan menemui isu yang kompleks. Pada saat genting yang mungkin melibatkan kepercayaan klien dan reputasi perusahaan, kemampuan programmer untuk memecahkan masalah secara tepat menjadi penting. Pemecahan masalah juga berkaitan dengan kemampuan untuk berpikir secara kreatif dengan pendekatan tidak biasa, menentukan langkah, dan kehati-hatian saat memperhitungan tiap risiko yang ada. 2. Komunikasi Soft skills programmer yang selanjutnya adalah kemampuan berkomunikasi secara efisien. Orang-orang di balik profesi ini dituntut untuk mampu berbicara dengan bahasa yang berbeda dengan tim, atasan, dan juga klien. Misal, saat berbincang dengan klien, programmer tidak boleh terlalu keras kepala. Alih-alih memaksakan pendapat, programmer sebaiknya memberikan beragam alternatif atau pilihan untuk dipertimbangkan oleh klien. 3. Kolaborasi/kerja sama tim Tentu saja programmer akan banyak berhubungan dengan berbagai orang dari latar belakang berbeda. Kemampuan untuk berkolaborasi, bernegosiasi, beradu pendapat, kerja sama, dan mampu menerima masukan diperlukan agar tim tetap kompak. Selain kelapangan hati, dalam kolaborasi juga dibutuhkan pandangan yang luas. 4. Kesabaran Melakukan pekerjaan programming membutuhkan ketelitian dan juga kehati-hatian. Oleh karena itu, rasa frustasi dan lelah tidak bisa terhindarkan. Situasi tersebut mungkin akan diperparah jika ada permintaan klien yang sulit. Kemampuan untuk menahan diri, sabar, dan tenang adalah kunci agar pekerjaan bisa selesai dengan baik. 5. Manajemen waktu Proyek yang melibatkan programmer selalu terikat dengan target waktu. Setelah pandemi, kesempatan untuk bekerja dengan jarak jauh (remote), work from home (WFH), work from anywhere (WFA) terbuka lebar. Programmer pun diminta mampu bisa mengelola tenggat pekerjaan dengan tepat waktu jika reputasinya tidak ingin tercoreng. 7. Berpikir kritis Soft skill programmer yang terakhir adalah pemikiran kritis. Kemampuan ini membantu tiap individu untuk menilai ide yang sedang berjalan dari segi kebermanfaatan, penerapan, dan juga risiko yang kemungkinan akan terjadi. Keahlian programmer ini sangat dibutuhkan terutama saat terjadi krisis. Skill Programmer Cake adalah sebuah online CV builder yang praktis dan elegan. Kamu bisa menemukan variasi template yang menarik dan yang mudah untuk digunakan. Kamu juga bisa unduh CV dalam format PDF, lho, 100% gratis! Yuk, buat CV kamu dengan Cake sekarang juga!Buat CV Kesimpulan Tentang Skill Programmer Skill programmer yang dibutuhkan era sekarang dan tahun-tahun mendatang terbagi menjadi dua: hard skills dan soft skills.7 hard skills programmer inti yang bakal membuat job seekers dilirik oleh rekrutmen adalah penguasaan atas bahasa pemrograman, struktur data dan algoritma, framework, cloud computing, GIT, web development, dan machine learning.Sementara soft skills penting dalam programmingyang pertama adalah kemampuan untuk memecahkan masalah secara tepat hingga kemampuan untuk berpikir kritis. Semoga artikel tentang skill programmer dari Cake dapat membantu para pencari kerja yang berminat untuk terjun di dalam industri teknologi. Selain membahas tentang keahlian programmer, Cake menyediakan beragam artikel menarik hingga template CV dengan berbagai desain. 📚 Baca juga: 10 Pekerjaan Bidang IT yang Paling Dicari dan Gajinya! Mau raih pekerjaan impianmu? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja Cake. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development! --- Ditulis Oleh Erika Rizqi ---

Jurnalis Adalah: Pengertian, Tugas, Gaji, dan Skill yang Harus Dimiliki

Sejak ratusan tahun lalu, pekerjaan jurnalis telah memberikan kontribusi besar dalam sejarah perkembangan peradaban manusia. Jurnalis memegang peranan kunci dalam menyampaikan fakta, memerangi ketidakadilan, dan memelihara hak kebebasan berbicara. Perkembangan teknologi membuat pekerjaan jurnalis semakin kompleks dan beragam. Dari era media cetak hingga media digital saat ini, jurnalis terus beradaptasi dengan berbagai tantangan dan perubahan lanskap media. Di artikel ini, Cake akan mengupas tuntas profesi jurnalis, mulai dari pengertian, tugas, tanggung jawab, skill, gaji, hingga cara menjadi seorang jurnalis. Yuk, simak selengkapnya! Daftar isi: Pengertian Jurnalis Perbedaan Jurnalis, Reporter, dan Wartawan Tugas dan Tanggung Jawab Jurnalis Gaji Jurnalis Cara dan Syarat untuk Menjadi Jurnalis Apa itu Jurnalis? Jurnalis adalah seseorang yang bekerja mencari dan menyusun berita untuk dipublikasikan di media massa cetak maupun digital. Produk yang dihasilkan jurnalis adalah berita, opini, dan feature, baik itu dalam bentuk artikel (teks) maupun video (audio-visual). Pekerjaan jurnalis umumnya diklasifikasikan sesuai dengan spesialisasi bidang yang digeluti. Berikut merupakan beberapa jenis jurnalis yang ada di Indonesia: Jurnalis finance dan ekonomiJurnalis investigasiJurnalis teknologiJurnalis olahragaJurnalis budaya dan humanioraJurnalis politik dan hukumJurnalis lifestyle dan entertainment Seorang jurnalis bisa bekerja di kantor berita, perusahaan media, stasiun televisi, lembaga pemerintah, dan media independen. Meski jurnalis bekerja di sektor pemerintahan atau swasta, tapi seluruh pekerjaan jurnalis harus berpihak pada kepentingan masyarakat umum atau publik untuk menjaga independensi dan integritas informasi yang disampaikan. Perbedaan Jurnalis, Reporter, dan Wartawan Pekerjaan jurnalis kerap disebut sebagai reporter ataupun wartawan. Menurut KBBI, jurnalis, reporter, dan wartawan pada dasarnya memiliki kesamaan jika dilihat dari tugas pokok dan fungsi yang mereka jalankan. Kendati demikian, beberapa perusahaan mungkin membedakan terminologi jurnalis, reporter, dan wartawan sesuai dengan istilah yang kerap digunakan di lingkungan mereka dan pekerjaan spesifik yang dilakukan. Dikutip dari situs The Leading Graduate School of Communication and Business, jurnalis merujuk pada istilah yang lebih umum untuk mendefinisikan seseorang yang melakukan kegiatan pencarian, pengumpulan, peliputan, dan penulisan berita untuk dipublikasikan melalui media massa. Lantas, jurnalis dan wartawan apakah sama? Menurut KBBI, wartawan adalah seorang yang bertugas ‘mewartakan’ atau memberitakan peristiwa untuk dimuat di surat kabar, majalah, televisi, ataupun media digital. Wartawan sendiri masuk dalam kategori pekerja jurnalistik. Sedangkan reporter adalah seseorang yang bertugas melaporkan peristiwa secara langsung dan berada di garis depan untuk mengumpulkan informasi, wawancara, dan memberitakan peristiwa. Dalam beberapa kasus, istilah reporter sering dikerucutkan pada seorang yang melakukan liputan langsung di lapangan secara real-time. Apa Tugas Seorang Jurnalis? Sebagai garda terdepan dalam penyebaran berita dan informasi, pekerjaan jurnalis mengemban banyak tugas dan tanggung jawab. Tugas seorang jurnalis biasanya ditentukan oleh kantor redaksi atau perusahaan media di mana ia bekerja. Berikut merupakan beberapa tugas utama jurnalis beserta tanggung jawabnya: 1. Menulis Artikel atau Berita Tugas reporter atau jurnalis yang paling utama adalah menulis artikel atau berita. Dalam menulis artikel atau berita, jurnalis harus patuh dengan kode etik jurnalistik yang menjunjung independensi, akurasi, dan keberimbangan. 2. Melakukan Wawancara Untuk mendapatkan informasi akurat, seorang jurnalis perlu melakukan wawancara dengan sumber-sumber terkait peristiwa yang ingin diberitakan. Selain itu, jurnalis juga bisa mengumpulkan informasi dengan membaca laporan, dokumen, atau berita terkait. 3. Melakukan Penelitian Tugas wartawan berikutnya adalah melakukan penelitian terkait berita yang akan ditulis. Hal ini ditujukan untuk mengungkap detail-detail informasi yang menjadikan berita lebih menarik dan berdampak bagi masyarakat luas. 4. Melakukan Editing dan Verifikasi Jurnalis ditugaskan melakukan editing (koreksi) draft artikel yang akan dikirimkan ke editor sebelum nantinya dipublikasikan. Selain itu, jurnalis juga mendapat tugas untuk melakukan proses verifikasi kebenaran pernyataan, fakta, dan informasi yang tertera di artikel. 5. Melakukan Liputan dan Menerima Siaran Pers Tugas jurnalis di lapangan adalah melakukan liputan peristiwa, acara, hingga mendatangi TKP untuk mendapat fakta dan informasi yang utuh dan mendetail. Tak hanya itu, jurnalis juga ditugaskan untuk menerima dan menghadiri siaran pers dari berbagai lembaga, organisasi, ataupun instansi. 6. Mematuhi Kode Etik Jurnalistik Jurnalis adalah profesi yang diatur dan dilindungi oleh Undang-Undang Pers. Setiap jurnalis yang bertugas di Indonesia wajib mematuhi Kode Etik Jurnalistik yang telah ditetapkan oleh Dewan Pers. Secara total, ada 11 pasal dalam Kode Etik Jurnalistik yang bisa kamu baca di website resmi Dewan Pers. Skill yang Dibutuhkan Jurnalis Seorang jurnalis membutuhkan keterampilan atau skill untuk menunjang tugas dan tanggung jawabnya. Lalu, skill jurnalis apa saja? Simak pembahasannya berikut ini: 1. Menulis dan Menyunting Menulis dan menyunting adalah skill dasar yang dibutuhkan jurnalis untuk menghasilkan artikel dan berita yang berkualitas. Gaya penulisan jurnalis yang baik mampu mengorganisir informasi yang jelas dan struktur, serta menggunakan gaya bahasa sesuai dengan standar jurnalistik. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pembaca dalam mencerna informasi dan melakukan interpretasi artikel atau berita. Kemudian, keterampilan menyunting juga diperlukan agar jurnalis dapat meminimalisir typo, kesalahan penyusunan kalimat (grammar), serta memastikan diksi yang digunakan sudah tepat dan tidak menimbulkan bias informasi. 2. Komunikasi dan Kerja Sama Jurnalis membutuhkan skill komunikasi dan kerja sama yang baik karena pekerjaan jurnalistik adalah proses kolaboratif yang melibatkan interaksi dengan berbagai pihak, mulai dari narasumber, editor, fotografer, hingga rekan sesama jurnalis. Skill ini penting untuk menjalin hubungan dengan rekan kerja, mendapatkan informasi narasumber, serta menyampaikan berita kepada pembaca. Sementara skill kerja sama juga sama pentingnya dalam berkolaborasi dengan tim redaksi saat menentukan penyusunan artikel dan melakukan liputan yang komprehensif. Salah satu faktor kesuksesan media ada pada kerja sama jurnalis dan tim redaksi, sehingga memiliki skill ini bisa turut menunjang karirmu. 3. Kemampuan Wawancara Data dan informasi adalah senjata utama jurnalis untuk membuat artikel berkualitas. Untuk mendapat informasi yang lengkap dan rinci, jurnalis memerlukan keterampilan wawancara dengan riset yang mendalam. Menguasai skill wawancara memungkinkan jurnalis mendapatkan wawasan mendalam tentang suatu topik atau peristiwa yang diliputnya. 4. Skill Riset dan Investigasi Skill riset dan investigasi membantu jurnalis mengumpulkan data dan fakta yang diperlukan untuk menyusun artikel berkualitas. Melalui dua skill ini, jurnalis juga dapat menghadapi berbagai tantangan verifikasi informasi yang diungkapkan narasumber. Sehingga nantinya artikel yang dipublikasikan akan lebih akurat dan berdampak signifikan. 5. Kegigihan Setiap jenis pekerjaan membutuhkan kegigihan, tak terkecuali jurnalis. Dalam dunia jurnalistik, kegigihan diperlukan karena ada banyaknya tantangan ketika melakukan wawancara, deadline yang ketat, serta akses ke narasumber yang terkadang membutuhkan usaha berlipat. Kegigihan juga diperlukan untuk menghadapi tekanan internal seperti memastikan keakuratan dan keberimbangan dalam pemberitaan sesuai dengan arahan redaksi. Selain itu, kegigihan juga dibutuhkan dalam menghadapi situasi berisiko seperti ketika meliput kasus investigatif yang melibatkan tokoh ataupun perusahaan besar. Gaji Jurnalis Gaji jurnalis di Indonesia sangat beragam, tergantung dengan posisi atau jabatan, kebijakan perusahaan media, UMP, dan status kepegawaian jurnalis. Hasil survei Harian Kompas menunjukan bahwa gaji jurnalis di Indonesia dengan masa kerja 0 - 3 tahun berkisar antara Rp 2.000.000 hingga paling tinggi Rp 8.000.000 per bulan. Jurnalis yang bekerja di perusahaan media arus utama (mainstream) dengan reputasi tinggi akan menerima penawaran gaji lebih tinggi daripada perusahaan media rintisan yang belum memiliki jaringan yang kuat. Sebagai informasi tambahan, ada pula perusahaan media yang menerapkan sistem penggajian berupa ‘bagi hasil’, sesuai dengan pageviews yang diperoleh jurnalis. Sistem penggajian ini biasanya digunakan di perusahaan media online rintisan yang berfokus pada konten digital. Tips untuk Menjadi Jurnalis Menjadi seorang jurnalis membutuhkan latar belakang edukasi formal, pengalaman yang relevan, dan CV menarik. Untuk membantu meraih impian menjadi seorang jurnalis, kamu bisa menerapkan 3 tips dari Cake berikut ini: 1. Miliki Pendidikan S1 Mayoritas lowongan kerja jurnalis di perusahaan media mensyaratkan kualifikasi pendidikan minimal S1 atau Sarjana dari jurusan jurnalistik atau ilmu komunikasi. Selain dua jurusan spesifik ini, beberapa media di Indonesia juga membuka lowongan jurnalis dengan kualifikasi S1 dari semua jurusan. Pendidikan sarjana S1 dibutuhkan tidak hanya untuk lolos syarat kualifikasi, tapi juga menjadi modal jurnalis dalam menjalankan tugasnya. Lulusan S1 yang telah terlatih melakukan riset dan menulis artikel ilmiah tentu memiliki tingkat adaptasi yang lebih baik dengan tugas-tugas utama seorang jurnalis. 2. Dapatkan Pengalaman yang Relevan Untuk menjadi seorang jurnalis, kamu membutuhkan pengalaman di bidang jurnalistik. Pengalaman ini dapat diperoleh saat mahasiswa melalui organisasi kampus seperti Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), Radio Mahasiswa, hingga organisasi penulisan ilmiah. Selain itu, kamu juga bisa mengambil pengalaman magang di perusahaan media cetak, media online, stasiun radio, hingga stasiun TV. Setelah lulus dari kampus, kamu juga masih bisa mengambil posisi magang dan freelance untuk memperbanyak pengalamanmu. Usahakan untuk fokus pada satu atau dua bidang jurnalisme untuk memperkuat portofolio spesialisasi. 3. Ambil Sertifikasi Salah satu standar jurnalis profesional di Indonesia adalah kepemilikan sertifikasi kompetensi wartawan. Sertifikasi ini diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pers Indonesia yang telah berlisensi BNSP. Selain itu, ada pula sertifikasi profesi yang dikeluarkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Sertifikat wartawan sendiri mempunyai 3 tingkatan yaitu Wartawan Muda, Madya, dan Utama. Tak hanya sertifikasi wartawan, kamu juga bisa menempuh sertifikasi kemampuan bahasa Inggris seperti TOEFL dan IELTS. Sertifikasi ini kerap menjadi syarat mendaftar di perusahaan media besar seperti Bisnis Indonesia dan Jakarta Post. Sertifikat TOEFL/IELTS juga bisa membantu meningkatkan peluang untuk bisa bekerja di perusahaan media internasional. 4. Buat CV Jurnalis Menarik Seorang jurnalis membutuhkan CV profesional untuk menunjukan kompetensi, pengalaman kerja, dan pencapaian yang dimiliki. Untuk membuat CV yang menarik, kamu perlu mencantumkan informasi yang lengkap dan relevan dalam format yang rapi dan ATS-friendly. Pastikan mencantumkan identitas, pendidikan, skill, pengalaman kerja, sertifikasi, dan pencapaian yang kamu miliki.Contoh CV Jurnalis -- Dibuat di CakeIngin buat CV jurnalis seperti di atas? Yuk, buat CV ATS friendly kamu di Cake, tersedia 50+ template gratis yang bisa diunduh dalam bentuk PDF!🎉Button Kesimpulan Jurnalis adalah seseorang yang bekerja mencari dan menyusun berita untuk dipublikasikan di media massa cetak maupun digital.Tugas utama jurnalis adalah melakukan wawancara, liputan, dan penelitian untuk menyusun artikel atau berita berkualitas.Gaji jurnalis di Indonesia sangat bervariasi, mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 8 juta, sesuai dengan pengalaman kerja dan perusahaan media tempatnya bekerja.Untuk menjadi jurnalis, seseorang perlu menguasai keterampilan menulis, menyunting, wawancara, riset, komunikasi, investigasi, dan kegigihan. Mau raih pekerjaan impianmu? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja Cake. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development! --- Ditulis Oleh Gama Prabowo ---
Industry & Job Overview
Nov 11th 2025

Bagaimana Cara Jadi Digital Marketer? Ini Tugas, Skill, dan Gajinya

Bidang digital marketing mengalami pertumbuhan seiring dengan pesatnya laju pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Data Statista menunjukkan interaksi pengguna internet Indonesia dengan digital marketing cukup tinggi. Di tahun 2023, sebanyak 68,5% pengguna internet Indonesia melakukan riset brand dan produk secara online sebelum mereka melakukan pembelian. Kondisi tersebut berdampak pada semakin dibutuhkannya peran digital marketer dalam ekosistem bisnis modern. Digital marketer menjadi figur penting untuk mengelola strategi digital marketing dalam memaksimalkan eksposur brand dan mempengaruhi keputusan konsumen. Untuk mengetahui lebih lanjut profesi digital marketer, Cake akan membagikan penjelasan seputar tugas, skill, gaji, hingga cara menjadi seorang digital marketer di artikel berikut. Daftar isi: Pengertian Digital Marketer Tugas dan Tanggung Jawab Digital Marketer Keterampilan yang Harus Dimiliki Digital Marketer Gaji Digital Marketer Cara dan Syarat Menjadi Digital Marketer Apa itu Digital Marketer? Digital marketer atau digital marketing specialist adalah seorang profesional yang bertugas merencanakan, mengimplementasikan, dan mengelola strategi marketing secara online untuk mempromosikan produk atau layanan suatu perusahaan. Fungsi utama digital marketer adalah meningkatkan brand awareness, menarik pelanggan potensial, dan meningkatkan konversi penjualan. Di era industri digital, pekerjaan digital marketing semakin dibutuhkan oleh perusahaan karena peran vitalnya dalam menjangkau konsumen secara luas dengan biaya yang lebih murah. Laporan DemandMetric mengungkapkan, biaya konten marketing digital 62% lebih rendah, dan mampu menghasilkan 3x lebih banyak leads dibandingkan marketing tradisional. Selain itu, digital marketer juga membantu perusahaan membuat keputusan strategis yang lebih efektif dengan cara memberi insight penting berbasis data. Seorang digital marketer menggunakan berbagai platform digital untuk menjangkau target audiens mereka, termasuk: WebsiteSearch Engine Optimization (SEO)Search Engine Marketing (SEM)Social Media MarketingEmail MarketingIklan DigitalInfluencer Marketing, dll📚 Baca juga:Digital Marketing: Arti, Tugas, Peluang Karir Hingga Gaji! Apa Tugas Seorang Digital Marketer? Job desk digital marketing meliputi berbagai kegiatan pemasaran digital yang bertujuan mempromosikan produk/layanan perusahaan dan meningkatkan brand awareness. Seluruh tugas digital marketer dilakukan secara online melalui berbagai platform media. Lalu, apa yang dilakukan digital marketing? Berikut merupakan daftar tugas digital marketer secara lebih rinci: 1. Menyusun Strategi Digital Marketing Digital marketer bertugas menyusun dan mengembangkan strategi pemasaran digital di berbagai platform untuk membantu perusahaan dalam memperkuat brand awareness hingga meningkatkan penjualan. 2. Eksekusi Kampanye Pemasaran Digital Setelah menentukan strategi yang paling efektif, digital marketer bertugas untuk mengeksekusi campaign pemasaran digital di berbagai platform seperti media sosial, email, search engine, e-commerce, dll. 3. Riset Pasar dan Tren Digital marketer perlu melakukan riset pasar dan tren secara berkala untuk meningkatkan relevansi strategi pemasaran produk dan menjangkau audiens yang lebih luas. 4. Mengelola dan Mengoptimasi Website Bisnis Selanjutnya, tugas digital marketing adalah mencakup pengelolaan dan optimasi website bisnis. Digital marketer mengelola dan mengoptimasi website agar produk dan layanan perusahaan lebih mudah ditemukan pelanggan di mesin pencari (search engine) seperti Google dan Bing. Tujuan pengelolaan dan optimasi website adalah meningkatkan peringkat halaman (SERP), memperbanyak traffic, hingga meningkatkan jumlah interaksi pelanggan dengan konten-konten marketing di website. 5. Manajemen Iklan Digital Kampanye iklan digital berbayar dapat membantu meningkatkan penjualan produk dan layanan perusahaan. Digital marketer bertugas mengelola iklan berbayar di berbagai platform seperti Google Ads, iklan e-commerce, sosial media, dll secara efektif dan efisien. 6. Membuat Konten Marketing Tugas digital marketing juga mencakup pembuatan konten marketing berkualitas dalam bentuk teks, infografis, video, hingga unggahan media sosial. Konten marketing berkualitas berkontribusi besar dalam menarik perhatian audiens dan mendorong interaksi, sehingga memperkuat hubungan antara brand dan konsumen. 7. Meningkatkan Engagement Engagement atau interaksi berperan penting dalam kesuksesan strategi digital marketing di berbagai platform. Seorang digital marketer dituntut untuk mampu meningkatkan engagement audiens dalam rangka membangun brand awareness, mendorong konversi, dan meningkatkan visibilitas brand di berbagai platform digital. 8. Menyusun dan Mengelola Email Marketing Digital marketer bertugas mengelola kampanye email marketing, mulai dari membuat daftar kontak email, menyusun newsletter, hingga menganalisa tingkat click and read. 9. Analisis dan Pelaporan Digital marketer bertugas menganalisis dan melaporkan kinerja kampanye digital marketing menggunakan alat analitik seperti Google Analytics, Google Ads, Facebook Ads, Hootsuite, dll. Data yang diperoleh dapat menjadi referensi penting untuk mengukur efektivitas kampanye dan penyesuaian strategi pemasaran.Profesi Digital Marketing Skill yang Dibutuhkan Digital Marketer Tugasnya yang beragam membuat digital marketer perlu menguasai beberapa hard skill dan soft skill agar mampu menjalankan strategi pemasaran digital dengan efektif. Kabar baiknya, keterampilan yang perlu dikuasai digital marketer ini masih berhubungan satu sama lainnya. Untuk memahami lebih lanjut, berikut merupakan daftar skill yang penting dikuasai oleh profesi digital marketing. 1. SEO SEM Di ekosistem industri digital, website bisnis saling berlomba tampil di halaman pertama Google. Hal ini dikarenakan 75% dari total pengguna search engine Google hanya berinteraksi dengan halaman situs yang berada di top-4 halaman pertama pencarian (firstpagesage). Keterampilan Search Engine Optimization (SEO) dan Search Engine Marketing (SEM) berperan penting dalam meningkatkan visibilitas website bisnis agar mampu tampil di halaman pertama mesin pencari. SEO berfokus pada pengoptimalan konten dan struktur situs web untuk mendapat peringkat halaman lebih tinggi secara organik. Sementara SEM adalah penggunaan layanan iklan berbayar seperti Google Ads untuk menggapai audiens yang lebih luas dan relevan. Digital marketer perlu menguasai kedua skill ini untuk menarik lebih banyak pengunjung ke situs web, meningkatkan traffic, dan pada akhirnya mendapatkan konversi. 2. Social Media Marketing Social media marketing penting untuk membangun reputasi dan meningkatkan kehadiran brand di berbagai platform sosial media, termasuk Facebook, Twitter, Instagram, dan TikTok. Skill ini mencakup pembuatan konten yang baik, perencanaan jadwal posting, interaksi dengan audiens, dan pengelolaan iklan berbayar di berbagai platform media sosial. Ada banyak strategi social media marketing yang penting dipelajari digital marketer. Sebagai contoh, tren strategi yang kini gencar dilakukan oleh brand adalah bekerja sama dengan Key Opinion Leader (KOL) influencer untuk membangun branding hingga mempromosikan produk mereka di sosial media. 3. Copywriting Copywriting adalah keterampilan menulis teks persuasif secara kreatif dalam rangka mempromosikan produk/layanan suatu perusahaan. Skill copywriting membantu digital marketer mempengaruhi audiens untuk mengambil tindakan tertentu yang menguntungkan bagi brand atau perusahaan. Skill ini bermanfaat di berbagai aspek digital marketing, mulai dari pembuatan konten marketing, email marketing, hingga iklan digital. 4. Email Marketing Keterampilan menyusun email marketing penting dikuasai oleh digital marketer untuk menjalin komunikasi langsung dan melakukan prospecting dengan pelanggan. Faktanya, 87% marketer sepakat bahwa keterampilan ini berperan krusial dalam kesuksesan bisnis (HubSpot). Keterampilan email marketing mencakup pembuatan dan pengelolaan kampanye email yang efektif dan relevan dengan target audiens. Selain itu, keterampilan email marketing juga mencakup analisis metrik open rate, ctr, dan conversion rate untuk mengoptimalisasi kinerja kampanye email secara berkelanjutan. 5. Analisis Data Profesi digital marketing membutuhkan skill analisis data untuk mengukur dan mengevaluasi efektivitas strategi dan kampanye marketing yang dijalankan. Penguasaan skill analisis data memungkinkan digital marketer mengumpulkan data dan insight penting untuk mengidentifikasi tren, optimalisasi strategi pemasaran, hingga menarik pelanggan baru. Umumnya, digital marketer menggunakan skill analisis data di beberapa tools analitik seperti Google Analytics, SEMrush, Google Search Console, Hootsuite, Meta Ads Manager, dll. 6. Desain Grafis Skill desain grafis membantu digital marketer menghasilkan konten marketing yang lebih menarik dan variatif. Digital marketer yang menguasai skill desain grafis dapat menciptakan visualisasi menarik untuk mendukung kampanye pemasaran, serta menciptakan identitas brand yang lebih menonjol dibandingkan kompetitor lain. 7. Soft Skill Digital Marketer Digital marketer memerlukan soft skill untuk menunjang karir profesional mereka. Kombinasi soft skill dan keahlian teknis membuat digital marketer lebih tangkas dalam menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan di dunia kerja. Adapun soft skill yang penting dikuasai oleh staff digital marketing adalah: Penyelesaian Masalah (Problem Solving)Manajemen TimKreativitasAdaptabilitasManajemen WaktuKomunikasi EfektifTeliti (Attention-to-detail)Berpikir Kritis Gaji Digital Marketer di Indonesia Profesi digital marketing memiliki permintaan yang tinggi dari berbagai sektor industri. Kondisi ini mempengaruhi tingkat gaji yang cenderung kompetitif. Banyak perusahaan bersedia menawarkan gaji dan kompensasi tinggi kepada digital marketer dalam rangka memenuhi target pasar mereka. Lantas, berapa gaji digital marketing di Indonesia? Untuk mendapat jawaban komprehensif dari pertanyaan ini, Cake mengambil data dari beberapa hasil survei perusahaan dan agensi perekrutan di Indonesia. Berikut merupakan gaji digital marketing di berbagai level: Gaji Digital Marketer Junior Level (1-3 Tahun) Dikutip dari Indeed, rata-rata gaji digital marketer dengan pengalaman kurang dari 3 tahun di Indonesia adalah Rp 5,8 juta per bulan. Jika dilihat dari sebarannya, gaji digital entry-level terbesar berada di kota Jakarta dengan rata-rata gaji mencapai Rp 7,6 juta per bulan. Sementara itu, survei Glints mengungkap rentang median gaji junior digital marketing di Indonesia adalah Rp 3.500.000 - Rp 5.000.000. Gaji Digital Marketer Mid Level (3-5 Tahun) Digital marketer yang mempunyai pengalaman 3-5 tahun relatif memiliki gaji dalam jumlah lebih besar. Median gaji digital marketing specialist di jenjang ini adalah Rp6.000.000 hingga Rp8.000.000 per bulan. Data lain dari Michael Page Indonesia menyebutkan bahwa pendapatan kotor digital marketing specialist bisa mencapai Rp20 juta per bulan. Gaji Digital Marketer Senior Level (5+ Tahun) Setelah mempunyai pengalaman lebih dari 5 tahun, karier seorang digital marketing bisa naik ke level senior hingga manajer. Menurut hasil survei, median gaji digital marketing manager di Indonesia berkisar antara Rp10.000.000 - Rp17.500.000 per bulan. Survei lain dari agensi perekrutan PersolKelly Indonesia bahkan menyebutkan range salary yang lebih tinggi di industri manufaktur, mencapai Rp20.000.000 - Rp25.000.000 per bulan. Perlu dicatat bahwa gaji digital marketer di Indonesia juga dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kebijakan UMR, lokasi pekerjaan, jenis industri, dan skala perusahaan. Oleh karena itu, gaji digital marketer dapat lebih rendah ataupun lebih tinggi dari data di atas. Cek loker digital marketing terbaru di Cake!🎉Lamar Sekarang Tips untuk Menjadi Digital Marketer Bagaimana cara menjadi digital marketer? Pertanyaan ini mungkin muncul di benakmu setelah mengetahui gaji menggiurkan dari profesi ini. Secara umum, untuk menjadi digital marketer membutuhkan kualifikasi pendidikan, sertifikasi, pengalaman, dan jaringan profesional. Selain itu, kamu juga memerlukan CV dan portofolio yang menunjukkan skill dan pengalaman relevan di bidang digital marketing. Berikut merupakan beberapa tips yang bisa kamu jadikan referensi untuk memulai karir sebagai digital marketer profesional. 1. Menempuh Pendidikan Mayoritas lowongan kerja digital marketing mensyaratkan pendidikan minimal sarjana (S1). Namun, beberapa perusahaan mungkin juga mempertimbangkan lulusan diploma dengan jurusan spesifik digital marketing. Ada berbagai jurusan sarjana yang relevan dengan bidang digital marketing, termasuk manajemen, sistem informasi, teknik informatika, ilmu komputer, ilmu komunikasi, media dan jurnalistik, komunikasi pemasaran, sastra dll. 2. Ikut Kelas Online dan Ambil Sertifikasi Digital Marketing Kelas online dan sertifikasi digital marketing memperdalam pengetahuan dan keterampilan praktis yang bisa diterapkan secara langsung dalam pekerjaan. Bagi lulusan baru dan career switcher, sertifikasi dan kelas online juga membantu meningkatkan kredibilitas dan memperkuat kompetensi yang diperlukan untuk menjadi digital marketer. Adapun kelas online dan sertifikasi digital marketing yang kredibel dan diakui secara luas oleh banyak industri adalah sebagai berikut: HubSpot Content MarketingGoogle Digital Marketing E-commerce CertificateGoogle AdsSertifikasi Digital Marketing BNSPMeta Certified Digital Marketing AssociateGoogle Analytics Academy (gratis)HubSpot Academy (gratis)Google Digital Garage (gratis) 3. Pilih Bidang Digital Marketing yang Ingin Ditekuni Digital marketing mempunyai beberapa spesialisasi yang membutuhkan keterampilan yang berbeda-beda. Pastikan untuk menyesuaikan minat dan keterampilanmu dengan spesialisasi yang dipilih. Misalnya, jika kamu memiliki keterampilan membuat konten teks, grafis, atau video, kamu bisa memilih spesialisasi bidang content marketing. Berikut merupakan beberapa daftar spesialisasi digital marketing yang bisa kamu pilih: SEO SpecialistContent MarketingSocial Media SpecialistContent StrategistSearch Engine Marketing (SEM)Digital Marketing Specialist Memilih bidang yang sesuai dengan minat dan keterampilan dapat membantumu lebih fokus dalam mengembangkan keahlian khusus. Setelah yakin dengan pilihanmu, fokuslah meningkatkan keterampilan di bidang tersebut dan pilih karier yang sesuai.👉 Lihat contoh CV Digital Marketer biar lamaran kamu makin menonjol! 4. Miliki Pengalaman di Bidang Digital Marketing Perusahaan cenderung memprioritaskan kandidat dengan pengalaman kerja yang relevan. Pengalaman di bidang digital marketing bisa diperoleh melalui program magang (internship). Melalui program magang, kamu bisa belajar langsung dari profesional, terlibat dalam kampanye digital, dan mengembangkan keterampilan teknis yang penting dalam menghadapi tantangan dan permasalah dunia kerja. Selain magang, kamu juga bisa mengerjakan proyek freelance untuk startup, bisnis keluarga, atau bahkan teman dan keluarga. Proyek ini nantinya dapat menjadi portofolio yang menunjukkan keahlianmu di bidang digital marketing. Opsi lainnya, kamu bisa mengikuti bootcamp digital marketing yang diselenggarakan lembaga pelatihan terpercaya. Program bootcamp biasanya membekali peserta dengan kampanye digital marketing yang lengkap, mulai dari perencanaan hingga eksekusi, serta analisis hasilnya.📚 Baca juga:Contoh Cover Letter Digital Marketing Menarik [+Template] 5. Perluas Jaringan Profesional dengan Digital Marketer Membangun jaringan profesional memberikan banyak manfaat penting untuk perkembangan karir dan kompetensi seorang digital marketer. Jaringan profesional memungkinkan seorang digital marketer mendapatkan wawasan terbaru seputar tren pemasaran digital, dan membuka peluang kerja yang tidak dibagikan secara luas. Jaringan profesional yang luas juga dapat membantumu mendapat lebih banyak referensi pekerjaan, saran karir potensial, dan berkolaborasi dalam proyek strategis. Ada banyak metode yang bisa kamu gunakan untuk memperluas jaringan profesional, mulai dari mengikuti seminar, workshop, hingga bergabung di platform networking online. Salah satu platform networking kredibel yang patut kamu coba adalah Cake Meet. Platform ini dapat membantumu memperluas koneksi profesional secara lebih mudah dan menyenangkan.Swipedan dapatkan koneksi baru untuk perluas peluang karier kamu di Cake Meet sekarang juga!🎉Mulai Networking 6. Buat Portofolio Digital Marketing Pasar kerja yang kompetitif menuntut kandidat untuk mempunyai portofolio yang terstruktur dan relevan dengan bidang karier yang digeluti. Dengan portofolio profesional, rekruter dapat menilai kemampuanmu secara lebih akurat, serta mendapat bukti konkret tentang kinerjamu sebagai digital marketer. Portfolio digital marketing idealnya mencantumkan keahlian dan berbagai proyek yang pernah dikerjakan, seperti kampanye media sosial, implementasi strategi SEO yang efektif, analisis data pemasaran, atau contoh konten pemasaran yang telah dipublikasikan. Pastikan untuk mencantumkan detail penjelasan tentang peranmu sebagai digital marketing, serta dampak positif dari seluruh proyek yang telah kamu kerjakan. Untuk mempermudah penyusunan portofolio digital marketing, kamu bisa memanfaatkan fitur portfolio builder di situs Cake. Fitur ini menyediakan berbagai format dan template yang bisa diedit secara mudah dan gratis.Contoh Portofolio Digital Marketing Dibuat di Cake OlehRaja Abiyyi Sefel📚 Baca juga:10 Contoh Portofolio Digital Marketing dan Cara Membuatnya! Ingin buat portofolio digital marketing seperti di atas? Yuk, buat portofolio profesional kamu di Cake secara gratis!🎉Buat Portofolio 7. Buat CV Digital Marketing CV adalah modal penting untuk berkarier di bidang digital marketing. CV profesional membantumu menyoroti keunggulan dan kualifikasi yang kamu miliki kepada rekruter. Saat menyusun CV, pastikan mencantumkan identitas lengkap, pengalaman kerja, keterampilan, dan capaian selama berkarir sebagai digital marketer. Penting untuk dicatat, CV yang baik adalah yang relevan dengan lowongan kerja. Pastikan untuk menyesuaikan informasi CV dengan deskripsi kualifikasi dan persyaratan lowongan kerja, sehingga CV kamu tetap relevan dengan kebutuhan rekruter. Di era digital saat ini, pembuatan CV menjadi lebih mudah dengan berbagai alat bantu. Kamu bisa memanfaatkan fitur CV builder di website dan aplikasi Cake yang menyediakan banyak template CV gratis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhanmu. Kabar baiknya, kamu bisa menggunakan fitur CV builder Cake ini dengan mudah di berbagai perangkat, termasuk smartphone, tablet, dan laptop.Contoh CV Digital Marketing Dibuat di Cake 📚 Baca juga:Contoh CV Digital Marketing Menarik dan Tips Membuatnya Kesimpulan Digital marketer adalah seorang profesional yang bertugas merencanakan, mengimplementasikan, dan mengelola strategi marketing secara online dalam rangka mempromosikan produk atau layanan suatu perusahaan.Tugas utama digital marketing meliputi berbagai kegiatan pemasaran digital yang bertujuan mempromosikan produk/layanan perusahaan dan meningkatkan brand awareness di berbagai platform online.Digital marketer perlu menguasai beberapa hard skill dan soft skill yang sesuai dengan spesialisasi mereka agar mampu menjalankan strategi pemasaran digital secara efektif.Gaji digital marketer di Indonesia sangat bervariasi, dan dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk pengalaman kerja, lokasi, jenis industri, dan skala perusahaan.Memulai karir sebagai digital marketer membutuhkan kualifikasi pendidikan, sertifikasi, pengalaman, dan jejaring profesional.Cake adalah aplikasi dan website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake.--- Ditulis Oleh Gama Prabowo ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!