Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Industry & Job Overview
Nov 13th 2025

Kenali Apa itu Talent Acquisition Beserta Tugas, Gaji, dan Bedanya dengan Rekrutmen [+Contoh CV]

Untuk kamu yang sudah pernah melamar pekerjaan pastinya tahu kalau di sebuah institusi atau organisasi ada bagian khusus yang bertanggung jawab dalam masalah perekrutan. Nah, tapi apakah kamu tahu siapa orang yang pertama kali kamu temui dan menuntunmu melalui proses wawancara tersebut? Apa itu rekruter? Apa itutalent acquisition officer? Apa itu staf HRD? Belakangan ini talent acquisition adalah pekerjaan yang menjadi semakin populer, akan tetapi orang sering salah mengerti dan menganggapnya sama dengan recruitment. Sebenarnya keduanya memiliki peran yang berbeda walaupun sama-sama berada di bawah divisi Human Resource Department (HRD). Untuk itu, artikel CakeResume kali ini akan membahas secara spesifik mengenai pekerjaan talent acquisition itu sendiri yang dibagi menjadi 4 poin besar berikut ini:Daftar Isi: Pengertian Talent AcquisitionTugas dan Tanggung Jawab Talent AcquisitionSkill yang Dibutuhkan untuk Pekerjaan Talent AcquisitionCara Menjadi Talent Acquisition Specialist Apa itu Talent Acquisition? Perbedaan Recruiter dan Talent Acquisition Apa, sih, yang dimaksud dengan talent acquisition? Talent acquisitionadalah posisi yang bertanggung jawab untuk memperoleh karyawan dengan bakat atau talenta tertentu bagi sebuah perusahaan atau institusi. Artinya, talent officer tidak akan sembarang merekrut orang.Talent acquisition dikenal juga sebagai akuisisi talenta atau talent officer.Berapa gaji talent aquisition? Menurut Glassdoor, untuk gaji staff talent acquisition sendiri berkisar antara 6 juta sampai 20an juta. Akan tetapi angka ini tidak mutlak ya, gaji bisa bervariasi tergantung seberapa banyak pengalaman yang kamu miliki dan di perusahaan mana kamu bekerja.Apa bedanya talent acquisition dan recruitment? Seperti yang sudah disebutkan di atas, sampai sekarang masih banyak orang yang belum mengerti perbedaan talent acquisition dan recruitment. Nah, jadi sebenarnya apa, sih, perbedaan antara talent acquisition dan recruitment? Pada dasarnya, yang membedakan keduanya adalah tujuan dari perekrutan itu sendiri. Staf recruitment merekrut dengan tujuan untuk memenuhi sebuah posisi yang kosong, terlepas dari kandidat tersebut benar-benar memiliki suatu keahlian yang diperlukan atau tidak. Sebaliknya, staff talent acquisition bertugas mencari kandidat yang paling berkualifikasi untuk mengisi posisi tertentu.Tugas dan Tanggung Jawab (Job Desk) Talent Acquisition Job description talent acquisitionBerhubung adanya perbedaan antara talent acquisition dan recruitment, tentunya ada pula perbedaan dalam job desknya. Seperti halnya pekerjaan lain, pekerjaan talent acquisition memiliki tugas dan tanggung jawabnya sendiri. Pada intinya, seorang talent acquisition bertugas menjalani rangkaian penuh proses perekrutan. Untuk lebih jelasnya, langsung saja lihat kelima tugas utama dari staff talent acquisition berikut: 1. Sourcing (Pencarian Kandidat) Pada tahap pertama, staff talent acquisition perlu melakukan pencarian kandidat yang sesuai untuk perusahaan atau institusi tempatnya bekerja. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menarik para calon karyawan tersebut melalui inbound marketing, yaitu strategi marketing dengan menggunakan jenis marketing lainnya, seperti sosial media, content marketing, SEO, dan lain-lain. Karena tugasnya menuntut untuk selalu berusaha mencari kandidat terbaik, seorang talent acquisition officer juga bisa mencari kandidat dengan mengandalkan koneksi yang dimiliki untuk mendapat rekomendasi atau rujukan. Selain itu, ada juga kemungkinan untuk staff talent acquisition mengobservasi orang yang sudah bekerja di perusahaan tertentu untuk dijadikan sebagai target kandidat. 2. Screening (Penyeleksian Kandidat) Setelah melakukan pencarian kandidat, kemungkinan besar ada banyak orang yang melamar. Oleh karena itu, tentunya penting bagi talent acquisition untuk melakukan screening atau penyeleksian terhadap kandidat-kandidat tersebut. Penyeleksian bisa dilakukan dengan berbagai cara, contohnya dengan: Melihat siapa yang keahliannya lebih dibutuhkan perusahaanTipe kepribadiannya sesuai dengan kepribadian orang di divisi yang akan dimasukiCocok dengan budaya perusahaan atau tidak, dan lain-lain. 3. Interview Jikalau hasil penyeleksiannya masih meliputi banyak orang, seorang talent acquisition bisa merekomendasikan kandidat-kandidat unggul kepada manajer perekrutan untuk di-interview nantinya. Setelah kandidat di-interview oleh manajer perekrutan, talent acquisition juga bisa melakukan interview tambahan dan melakukan pendekatan terhadap kandidat yang berpotensi tersebut. Nah, pada saat interview lah seorang calon karyawan bisa melakukan negosiasi gaji. 4. Menangani Proses Onboarding Walaupun sudah mendapat kandidat yang sesuai dengan keperluan perusahaan, tugas talent acquisition masih belum selesai. Selanjutnya, tugas staff talent acquisitionadalah mengurus karyawan baru tersebut saat onboarding, yaitu melakukan pelatihan dan memberikan orientasi atau pengenalan mengenai perusahaan di hari pertamanya datang ke kantor. Pengenalan yang dimaksud berupa lingkungan kerja, fasilitas, aturan-aturan yang berlaku, dan lain-lain. Hal ini bisa bervariasi tergantung perusahaan atau institusi itu sendiri, termasuk berapa lama training dilakukan. 5. Continuous Improvement (Peningkatan Berkelanjutan) Beberapa bulan pertama setelah karyawan baru bekerja di kantor secara resmi merupakan waktu yang riskan bagi karyawan tersebut untuk resign kerja. Oleh karena itu, setelah onboarding bukan berarti talent acquisition lepas tangan begitu saja. Seorang talent acquisition officer perlu memperlakukan seluruh karyawan dengan baik. Jika perlu, bisa mengadakan sesi berbicara one-on-one dengan karyawan baru supaya mengetahui permasalahan apa yang dihadapi di masa awal bekerja di perusahaan atau institusi tersebut. Skill yang Dibutuhkan Staff Talent Acquisition Pada bagian sebelumnya kamu sudah mengetahui apa saja tugas dan job desk talent acquisition. Untuk memudahkan dan menunjang pelaksanaan tugas pekerjaan talent acquisition, pastinya diperlukan skill umum maupun khusus. Nah, apa aja, sih, skill-skillnya? Yuk, langsung dilihat poin-poin berikut. 1. Komunikasi Talent acquisition adalah pekerjaan yang memerlukan ilmu komunikasi yang baik. Seorang staff talent acquisition perlu berhubungan dengan banyak orang, tidak hanya dengan kandidat-kandidat dari berbagai macam latar belakang, melainkan juga dengan semua karyawan di sebuah perusahaan atau institusi. Perlu diingat bahwa penting sekali bagi talent acquisition specialist untuk bisa menyampaikan maksud yang ingin disampaikan, baik secara lisan maupun tulisan dengan baik untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman antara pihak kantor dengan calon kandidat. 2. Problem Solving Seperti halnya pekerjaan lain, pekerjaan talent acquisition juga membutuhkan kemampuan memecahkan masalah, lho. Masalah yang kerap dihadapi adalah masalah yang berhubungan dengan sumber daya manusia (SDM). Apalagi jika talent acquisition officer harus mengatasi permasalahan kompleks yang bersumber dari orang-orang berbeda, bisa dibayangkan betapa rumitnya, kan? 3. Empati Empati adalah salah satu skill yang diperlukan untuk pekerjaan talent acquisition karena perannya sebagai orang yang perlu memperhatikan kondisi pegawai-pegawai lain. Dengan memiliki rasa empati yang tinggi, staff talent acquisition bisa lebih memahami permasalahan dan tantangan yang dihadapi para pegawai dan membantunya untuk menemukan akar permasalahan tersebut. Selain itu, pada waktu yang bersamaan juga dibutuhkan kemampuan mendengarkan yang baik. 4. Recruitment Karena seorang talent acquisition bertugas untuk menjalani seluruh rangkaian proses perekrutan, tentunya ia perlu memahami segala prosesnya dari awal sampai akhir. Pemahaman ini meliputi banyak hal seperti kebijakan perusahaan itu sendiri, pemakaian alat tes, hingga sistem (ex: ATS) dan platform (ex: sosial media) yang digunakan. Oleh sebab itu, talent acquisition specialist perlu mengikuti perkembangan zaman supaya tetap melek teknologi. 5. Pengetahuan Terhadap Industri Setiap industri memiliki lingkup pekerjaan dan permintaan kerja yang berbeda-beda, sehingga jenis kandidat yang dibutuhkan untuk setiap industri juga bisa berbeda. Saat talent acquisition officer mencari calon kandidat, ia harus tahu calon seperti apa dan dengan kemampuan apakah yang dibutuhkan perusahaan. Jika ia bekerja untuk sebuah perusahaan teknologi, sudut pandang yang diperlukan dalam mencari kandidat adalah dalam bidang teknologi, bukan bidang lainnya. Jadi, pegawai talent acquisition perlu memiliki pengetahuan mendalam terhadap industri, khususnya industri tempatnya bekerja. 6. Negosiasi Negosiasi adalah kemampuan yang tak kalah pentingnya dari kemampuan lain. Dari awal sebelum calon kandidat bergabung secara resmi di sebuah perusahaan atau institusi, kemampuan ini sudah diperlukan. Contohnya saja saat interview, seorang talent acquisition perlu bernegosiasi dengan calon kandidat sehingga menghasilkan keputusan atau solusi yang menguntungkan, baik bagi pihak kandidat maupun perusahaan. Cara Menjadi Talent Acquisition Specialist Setelah mengenali skill apa saja yang dibutuhkan serta tugas dan job desk pekerjaan talent acquisition, mungkin kamu bertanya-tanya bagaimana caranya bisa menjadi talent acquisition specialist. Bagi kamu yang ingin atau tertarik untuk menjadi talent acquisition specialist, tidak perlu bingung harus bagaimana. Yuk, cek ketiga poin berikut ini! 1. Melalui Edukasi atau Gelar Untuk menjadi talent acquisition specialist, paling tidak kamu perlu menempuh studi sampai lulus S1. Untuk jurusannya sendiri, akan lebih baik kalau kamu berasal dari jurusan psikologi, akan tetapi tidak tertutup kemungkinan juga bagi kamu yang lulus dari jurusan manajemen atau bisnis. 📚Baca juga: Jurusan Psikologi? Cek 10 Prospek Kerja Lulusan Psikologi Berikut! 2. Mencari Kesempatan Magang Pengalaman magang adalah kesempatan yang tidak boleh kamu lewatkan selama kamu studi. Hal ini berlaku tidak hanya jika kamu ingin menjadi talent acquisition specialist saja, tetapi juga untuk pekerjaan lain. Melalui magang, kamu bisa mengenali dunia perkantoran terlebih dahulu sebelum lulus. 3. Siapkan CV Terbaikmu Supaya CV talent acquisition specialist-mu dilirik rekruter, penting untuk kamu menyiapkan CV terbaikmu. CV yang baik adalah CV yang dikemas secara singkat dan jelas sesuai kebutuhan. Contohnya, untuk bagian skill kamu bisa menonjolkan beberapa kemampuan yang dibutuhkan oleh staff talent acquisition dan yang dicantumkan di lowongan kerja. Selain itu, kamu juga bisa menonjolkan pencapaianmu secara kuantitatif. Bagi kamu yang mau tahu seperti apa CV yang baik, bisa melihat contoh CV talent acquistion berikut ini: Contoh CV Talent Acquisition/Recruiter - Dibuat di CakeResumeCari referensi contoh CV yang menarik perhatian HR? Kamu bisa temukan berbagai contoh CV untuk semua pekerjaan di halaman ini! Lihat Contoh CVJadi, talent acquisition adalah pekerjaan yang berbeda dengan recruitment. Tugas utama talent acquisition adalah untuk mencari dan merekrut karyawan yang berbakar sesuai dengan perusahaan. Sedangkan staf recruitment bertugas untuk merekrut karyawan untuk sebuah posisi yang kosong tanpa terlalu memerhatikan apakah bakat mereka cocok dengan posisi dalam perusahaan tersebut.Jika kamu tertarik untuk menjadi staff talent acquisition, ambil pendidikan S1 yang relevan, olah skill kamu, dapatkan magang, dan buatlah CV talent acquisition. Selamat mencoba! Tunggu apa lagi? CakeResume menyediakan 50+ template CV gratis yang bisa di download sebagai PDF. Yuk, buat CV talent acquisition terbaikmu sekarang juga!🎉 Buat CV--- Ditulis oleh Meitty Mulyadi ---
People Operations
Feb 26th 2025

Talent Acquisition 101: What Does Talent Acquisition Do?

Talent acquisition means strategically identifying, attracting, and hiring talented candidates to meet your organization’s present and future needs. Acquiring top talent not only means producing growth and innovation, but it also ensures a company can maintain a competitive advantage in an ever-changing marketplace. What talent acquisition does is create a talent pipeline and actively engage with potential candidates while keeping in mind a company’s needs and various industry trends. Talent acquisition is critical for companies because it ensures they build a viable, skilled workforce capable of realizing business goals and adapting to workforce changes. For individuals looking to foster a career in talent acquisition, it offers the opportunity to play an important role in shaping an organization’s culture, building meaningful relationships, and strategically aligning top talent with business goals — making a lasting impact on both the employee and the company. This article aims to provide you with an overview of talent acquisition, while also helping you understand its various responsibilities and generate ideas on how to build a successful talent acquisition plan. What is Talent Acquisition? Talent acquisition is a strategic, long-term approach to identifying and hiring top-tier candidates who align with an organization’s current and future goals. Unlike traditional recruitment, which often focuses on filling immediate job vacancies, talent acquisition takes a more expansive view. This involves understanding the organization’s long-term needs, analyzing industry patterns, and proactively engaging with potential candidates before positions become available. By focusing on quality over quantity, talent acquisition ensures that companies attract candidates who not only possess the right skills but also align with the company’s culture and values. A key component of talent acquisition is building a robust talent pipeline. This means cultivating relationships with potential candidates, whether through networking, targeted outreach, or maintaining a strong employer presence in the job market. Additionally, talent acquisition aligns hiring strategies with broader company objectives, ensuring the organization is positioned for growth and innovation. For example, a company that is looking to expand overseas might begin to hire individuals with experience in those territories years before the expansion takes place. Talent acquisition also enhances employer branding by showcasing the company as a desirable workplace, which helps attract top-tier talent. Overall, this kind of hiring model is a proactive, strategic process designed to secure a competitive advantage by focusing on long-term workforce success. Key Responsibilities of Talent Acquisition Workforce Planning Workforce planning involves collaborating with company leaders to forecast future talent needs and ensure that hiring strategies are in lockstep with the organization’s long-term goals. This includes analyzing trends in the workforce, identifying skill gaps in the organization, and creating a roadmap that meets both current and future staffing needs. This strategic approach ensures the company is prepared to adapt to market changes and achieve overall growth. Sourcing and Recruitment Sourcing and recruitment focus on identifying and attracting top talent through various channels — such as job boards, social media, referrals, and/or professional networks. This process includes proactive outreach to potential candidates and creating compelling job postings to engage qualified individuals. Effective sourcing ensures a diverse pool of candidates and helps fill roles efficiently with the right kind of talent. Employer Branding Employer branding is about creating and maintaining a positive image of the company as a desirable place to work. This involves showcasing the organization’s values, culture, and employee benefits through social media, career pages, and industry events. Talent acquisition needs to ensure a strong employer brand so that it attract top-tier talent and enhances the company’s competitiveness in the job market. Candidate Assessment and Selection Candidate assessment and selection involve evaluating an applicant’s qualifications, skills, and cultural fit through interviews, assessments, and background checks. This process ensures that the most suitable candidates are chosen, balancing technical expertise with alignment to the organization’s values and goals. Structured and unbiased assessments improve hiring decisions and enhance candidate quality. Onboarding and Retention Onboarding and retention focus on integrating new hires effectively into the organization and ensuring they have the resources and support to succeed. This includes structured orientation programs, clear communication of expectations, and creating a welcoming environment. Retention strategies, such as career development opportunities and employee engagement initiatives, ensure long-term satisfaction and productivity. Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) DEI initiatives in talent acquisition involve promoting equitable hiring practices, attracting diverse candidates, and ensuring an inclusive recruitment process. This includes using unbiased job descriptions, diverse interview panels, and targeted outreach to underrepresented groups. DEI efforts help create a more innovative and representative workforce, strengthening organizational culture and performance. Building Talent Pipelines Building talent pipelines is a proactive strategy for developing a pool of qualified candidates for future hiring needs. This involves nurturing relationships with potential candidates through networking, internships, and continuous engagement. Talent pipelines ensure the organization is prepared to fill positions quickly with qualified candidates, reducing the time it takes to hire someone as well as maintaining business continuity. Why Talent Acquisition is Essential for Businesses Builds a Strong Workforce:Talent acquisition plays a pivotal role in assembling a highly skilled and workforce aligned to the company’s values. By focusing on hiring individuals who not only have the right qualifications but also share in the company’s vision, businesses can be innovative, enhance productivity, and maintain an edge over their competitors. A strong workforce is the bedrock of any successful company and directly impacts its ability to deliver on its long-term goals.Supports Strategic Growth:Talent acquisition ensures hiring strategies align with an organization’s long-term goals, enabling companies to scale in an effective manner. By proactively addressing future staffing needs, businesses can pivot and adapt to evolving market demands and capitalize on growth opportunities. This strategic approach helps organizations stay ahead in competitive industries and puts them in the right position for sustained success.Enhances Employer Brand:A well-thought out talent acquisition plan can enhance the company’s reputation as a coveted place to work. This can attract top-tier candidates who want to be part of a respected and innovative organization. A strong employer brand not only improves the quality of applicants but also strengthens the company’s position in the industry, making it more appealing to both talent and partners.Reduces Turnover and Costs:By focusing on sourcing and selecting the right candidates, talent acquisition minimizes turnover and ensures new hires are a good fit for the organization. This reduces financial burdens and time costs associated with frequent hiring and retraining, while also fostering greater employee satisfaction and engagement. A lower turnover rate contributes to organizational stability and helps maintain a consistent, high-performing workforce. Career Path and Salary for Talent Acquisition Professionals Career progression in talent acquisition typically begins with entry-level roles such as Talent Acquisition Coordinator or Recruiting Assistant ($45,000–$60,000 annually), where professionals focus on administrative tasks, candidate communication, and scheduling interviews. With experience, they often move into positions like Recruiter or Talent Acquisition Specialist ($60,000–$80,000 annually), taking on responsibilities such as sourcing, screening, and managing the hiring process. The next step up is usually a Senior Recruiter or Talent Acquisition Manager role ($80,000–$120,000 annually), where professionals lead recruitment strategies, mentor junior team members, and collaborate closely with leadership to align hiring with business goals. From there, individuals can advance to leadership positions such as Director of Talent Acquisition or Head of Recruitment ($80,000–$120,000 annually), overseeing talent acquisition strategies, employer branding, and large-scale workforce planning. At the highest levels, roles like Chief Talent Officer or VP of Talent Acquisition ($150,000+ annually) involve setting organizational hiring policies, driving diversity and inclusion efforts, and shaping the overall workforce strategy to support business growth. But what kind of skills does it take to have a successful career in talent acquisition? You need to have a combination of interpersonal, analytical, and strategic skills. Strong communication and relationship-building abilities are essential for engaging with candidates and collaborating with hiring managers. Analytical skills are critical for evaluating candidates, using recruitment metrics, and making data-driven hiring decisions. Strategic thinking and organizational skills help align hiring efforts with business goals and manage multiple priorities. For education requirements, typically a bachelor’s degree in human resources, business, or a related field is preferred, along with familiarity with applicant tracking systems (ATS) and recruitment tools. Experience in sourcing, interviewing, and employer branding can really help enhance your professional’s qualifications and make you a standout in this field. How to Build a Strong Talent Acquisition Strategy Building a strong talent acquisition strategy requires a multi-pronged approach, with everything from focusing on employer branding to improving candidate relationships to utilizing data and analytics tools. Invest in Employer Branding A good talent acquisition strategy begins with diving deep into employer branding to attract top-tier candidates. A well-established employer brand highlights the company’s values, culture, and work environment, making it an appealing place for talented people to develop their career. For example, a company can create employee testimonial videos showcasing workplace culture and post them on LinkedIn to engage potential applicants. Promoting this brand across various platforms, such as career websites, social media, and recruitment events, helps position the organization as a top choice for job seekers, ultimately drawing in high-quality candidates who align with the company’s vision. Build Candidate Relationships Additionally, building strong relationships with candidates and ensuring a positive hiring experience is key to securing top talent. For instance, offering timely updates throughout the hiring process and providing constructive feedback, even to candidates who aren’t selected, demonstrates professionalism and respect. Clear communication, transparency, and a welcoming process can significantly enhance the candidate experience, fostering long-term relationships and improving the company’s reputation. Go Deep with Data and Analytics Using data and analytics can really optimize the recruitment process. By analyzing hiring trends, candidate behaviors, and sourcing effectiveness, talent acquisition teams can make data-driven decisions that improve the efficiency and success of hiring efforts. For example, tracking time-to-hire metrics and sourcing channels can reveal which platforms yield the best candidates and where improvements are needed. This approach helps identify patterns, refine strategies, and continuously adapt to changing market demands. Implement DEI initiatives Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) initiatives is another critical aspect of a robust talent acquisition strategy. For example, implementing blind resume screening to reduce bias and partnering with organizations that focus on underrepresented groups can enhance workforce diversity. By prioritizing inclusive hiring practices and ensuring all candidates are given equal opportunities, companies not only create a more diverse workforce but also build a positive reputation as an employer of choice. Use Tech Tools at Every Stage Finally, leveraging technology can streamline the entire hiring process—from sourcing and evaluating candidates to onboarding new hires. Recruitment software, applicant tracking systems, and automation tools can reduce administrative burdens and increase efficiency. For instance, using AI-driven tools to screen resumes can help recruiters quickly identify the most qualified candidates, saving time and resources. This approach can improve the overall candidate experience, allowing talent acquisition teams to focus on strategic decision-making. Conclusion Talent Acquisition is a comprehensive and forward-thinking approach to ensure a company’s workforce is the best it can be. The responsibilities of a cohesive talent acquisition team include everything from candidate recruitment to employer branding to onboarding and retention. And when a good plan is in place then it means a stable workforce and a competitive organization that can change and grow as need be. Wanting to kickstart a career in talent acquisition? Cake is a suburb resource for researching companies, career advice, HR tools and various hiring strategies. Explore more articles and connect with employers to get you started on an exciting new career path.— Written by Michael Reid —
Resume & CV
Jan 17th 2022

CTO Resume Must-Know [+ Examples & Templates]

Created by CakeYou'll learn: How to write a professional CTO resume?What is the best resume format for a CTO?How to make a CTO resume template?Top 10 CTO resume dos and don'tsCTO resume sampleA chief technology officer (CTO) provides management and leadership regarding technical issues to ensure that technological resources align with business goals. They are responsible for outlining the company's technological vision, implementing technology strategies, and researching new technologies for future endeavors.✍🏻Note:CIOs (Chief Information Officers) and VPs of Engineering, albeit similar to CTO, are different roles. A CTO is tasked with maintaining the technical edge as the only technical guru on board, whereas a CIO focuses on managing infrastructure for business operation. A VP of Engineering is responsible for managing the annual bottom-up budget for the engineering department. In general, prospective CTOs need between 5-10 years of engineering experience and 3-5 more years in a managerial role. A great CTO resume should fully highlight the candidate's considerable experience as well as outstanding skills and achievements. Let's dive into this article to learn how to polish a winning resume for CTO jobs!How to write a professional CTO resume?Step 1: Write an eye-catching CTO resume headline.The resume headline is a short statement that briefly describes your expertise or pretty much anything related to the job opening. An eye-catching CTO resume headline can effectively grab the reader’s attention and demonstrate the relevance of your experience to the position. Examples of a great resume headline for CTO jobs:Innovative CTO with strong leadership in customer-driven technology platformsChief Technology Officer Co-founder of a startup with mobile marketing solutions for the Food Beverage industryCTO for startup investment firms that successfully designed and executed technology platforms Step 2: Craft a professional CTO resume summary.A resume summary is a statement at the top of a resume that showcases a snapshot of your experience, achievements, and skills related to the role. Keep the CTO resume summary within 4 sentences so the employer can quickly get a picture of you. Examples of a professional resume summary for CTOs:Goal-orientated Chief Technology Officer with 13+ years of progressive experience designing, implementing and innovating technical infrastructures for leading corporations in the manufacturing industry in North Texas. Adept at developing methodologies, technical management, and client relations as well as providing effective leadership in fast-paced, deadline-driven environments.Innovative Chief Technology Officer with 15+ years of experience working with multinational businesses and technical teams to boost profits and reduce costs through continuous improvements and strategic IT infrastructure planning. Out-of-the-box thinker who thrives in collaborative environments.Revolutionary Technical Executive with 10+ years dedicated to transforming businesses with big data analytics. Remarkable track record of leveraging resources to meet diverse business demands and deliver world-class big data solutions for Fortune 500 companies. 📝Check out more resume summary examples and templates for 20+ different professions:Resume Summary Samples Writing Guide.Step 3: Include key CTO skills in your resume.What you list in the skills section should match the position you’re applying for so that the employer can get a clear picture of your traits and expertise. All CTOs come from a technical background; thus, featuring technical skills in CTO resumes is a must.Tips on structuring your CTO resume skills:Include both hard and soft skills but keep them balanced. It’s recommended that you list about 5 hard skills and 5 soft skills.Don’t list all skills you have - only those related to the position.Don’t list basic skills such as “Microsoft Office'', “Email”, or “Windows”. Examples of key skills for a CTO resume:Soft skillsStrong leadership skillsHighly organizedExcellent interpersonal and communication skillsProblem-solvingAnalytical thinkingDiplomacy skillsStrategic plannerHard skillsSix sigma methodologyDevOpsUnderstanding of business planningKnowledge of technology trendsBudgeting skillsJavaScriptSoftware analysis designInformation security managementStep 4: Tailor the CTO resume.As a CTO, you need to possess exceptional technical skills as well as have an in-depth understanding of business concepts. Keep in mind that different companies have specific knowledge requirements for the certain product and industry. Hence, make sure your CTO resume is tailored to the specific job and fully conveys the scope of your skills, training, and expertise to land the interview.Step 5: Proofread your CTO resume.Last but not least, check and recheck your CTO resume. Even minor spelling, punctuation or grammatical errors can be a deal-breaker, regardless of compelling content and eye-catching design of your CTO resume.Cake provides the right resume templates formats for CTOs to showcase their skills and experiences. Sign up to create the best CTO resumeNow!Create CVWhat is the best resume format for a CTO?Three basic types of resume format are: chronological, functional, combination, and targeted. Let's dive into each type and determine which one works best for your CTO resume format.Chronological resume format: The most common format used for job applicants who have worked in the field for years. A chronological resume lists your employment history in reverse chronological order (i.e., starting with the most recent job).Functional resume format: Also known as a skill-based resume. This resume format is well-suited for career changers or individuals at entry-level.Hybrid resume format: The combinational version of the two previous formats, both featuring the candidate's skills and presenting their work experience. To effectively showcase comprehensive work experience and professional skills, you may consider adopting this format for your CTO resume.How to make a CTO resume template?Now that you know the crucial elements of a professional CTO resume, let's start building your CTO resume with two tools that can make resume writing a piece of cake.Microsoft WordIn the top right corner, search for “resume" and pick the template.Drop the content into respective sections (name, personal information, summary, experience, education, skills, awards).Adjust the margins and line spacing to keep your CTO resume within 2-page long.Commonly-used fonts: Arial, Times New Roman, Cambria, Georgia, and Calibri.Online Resume BuilderWith an online resume builder like Cake, you can get your CTO resume well formatted and ready to go in 10 minutes!All you have to do is create an account, select a suitable CTO resume template among a variety of already-made resume templates and designs, and insert relevant content by simply dragging and dropping elements. Top 10 CTO resume dos and don'ts You've learned how to write a professional CTO resume. Go the extra mile to turn it into a winning and perfect CTO resume with these 5 dos and 5 don’ts.5 CTO Resume Dos✅Tailor the CTO resume to include only relevant information. As mentioned earlier, this is where the interview opportunity comes in. Remember that you're applying for a C-level position, so it’s crucial to make your CTO resume unique and polished to stand out from the competition.Better still, it's very important to include relevant information only to show that you really understand the position. ✅Add quantifiable and measurable achievements to your CTO resume. This tip is highly recommended by resume experts - tease out numbers and figures to make your CTO resume shine brighter. Recruiters see this as the most effective and convincing way to demonstrate what candidates have achieved in the field, especially for C-suite jobs, for example:"Initiated and oversaw centralized management of all software licensing, realizing $680K cost reduction in the first year." ✅Optimize the CTO resume for ATS. An ATS-friendly CTO resume will sail right through ATS (Applicant Tracking Systems) easily and reach the reader effectively.To do that, make sure your CTO resume follows the basic standards, such as: Cover all must-have sections (summary, work experience, education, skills)Use words and phrases directly from the CTO job descriptionAvoid graphs and chartsSubmit a CTO resume PDF instead of other file formats ✅Choose the right CTO resume format. Depending on your experience and skills, pick the CTO resume format that best showcases your strengths. Whether you choose the targeted format or any another format that you think works best, make sure to adopt a simple and neat layout. That way, the hiring manager will find it easy and straightforward to read from beginning to end. ✅Use action verbs in the CTO resume. If you want to make your CTO resume stand out from other candidates, make use of action/power verbs to demonstrate your professional skills, tasks, and achievements at work.Some action verbs for a CTO resume: negotiate, train, design, develop, supervise, manage, monitor, lead, implement, innovate, integrate, execute, etc.5 CTO Resume Don'ts❌Mix up a CTO resume with a CTO CV. In terms of content, a CTO resume summarizes your work experience and background relevant to the job opening within 1-2 pages, whereas a CTO CV is a longer document that includes all details about the applicant. In addition to that, they are also different in terms of purpose and design.📝Note: Pay attention to the job posting to see whether a CTO resume or a CTO CV is required for the application.Learn how to distinguish a CV from a resume:What Is the Difference Between CV and Resume? ❌Write an old-style resume objective statement. An objective statement would be considered outdated if the applicant doesn't mention his motivation to achieve career goals and create an impact at work.🚫 "Looking to be the CTO of ABC Group."✅ "Aiming the Chief Technology Officer position at ABC Group to utilize remarkable technological expertise and experience to increase company sales in manufacturing and business segments." ❌Disclose confidential information about previous employers. Any non-public company knowledge, or information covered by non-disclosure agreements (NDA), should be excluded from your CTO resume, for example, client names, technical and techniques/strategies used, info that benefits competitors, etc. ❌Include unnecessary personal details that might lead to discrimination. To avoid unfair rejection of your resume, don't mention personal details that might lead to discrimination (e.g. criminal background, religion, political affiliation, or other private information). CTO resume sampleIan PullmanVP Operations CTO with focused delivery of technical support for complex systems (+242)-232-4859 [email protected] LinkedIn.com/ianpullman Professional Summary Product-oriented Chief Technology Officer with more than 10 years of deep technical experience developing, implementing, and supporting complex infrastructure for fast-growing startups in the talent acquisition industry. Performed as a strategic advisor for top-growing startups and their clients that generated a 45% increase in business revenue. Work Experience Zoom Video Communications Inc. | San Francisco, TX Chief Technology Officer 05/2016–Present Accelerate outbound sales cycle by 180% by designing and implementing the customer acquisition platform for training and managing technical sales personnel.Restructure the decentralized IT functions in order to better leverage IT investments.Led re-architect effort of a core SaaS product to reduce the platform deployment for clients by 2 months.Diversified the company’s technology offering from a single product to 4 different roles. Acceleration Industries Head of Engineering 01/2012-04/2016 Led a team of 10 developers to build a proprietary CRM system for the corporate and its strategic partners, optimizing sales process and increasing sales revenue by 35%.Successfully designed and implemented a unique staffing and technology solution that saves ~$2.5M on operational inefficiencies in 2 years.Collaborated with strategic manufacturing partners to develop an effective onboarding system, reducing the sales cycle by 3 months for global enterprise clients. Rellir Group Information Technology Specialist0/2007-11/2011 Supervised a team of 5 system administrators to consult, manage, and maintain a 60+ mixed server environment (Windows/Unix/Linux), ensuring 100% uptime.Assisted clients whose goal was to acquire 4 mid-size companies to create world-class relationship management and customer acquisition service, gaining a customer satisfaction rate of 98%. EducationExecutive MBA, Engineering ManagementTexas AM, TX2005-2007 Bachelor of Science, Computer ScienceTexas AM, TX2000-2004 Skills Big data engineeringJIRASAPJavascriptInformation security managementStrong leadershipHighly organizedExcellent interpersonal skillsCommunication skillsStrategic thinker Certifications Security and network certifications (CISSP) --- Originally written by May Luong ---
Industry & Job Overview
Mar 18th 2025

Berapa Gaji HRD? Ini Dia Daftarnya dari Entry Level hingga Manajer

Pernah nggak sih kamu penasaran berapa gaji HRD di Indonesia? Atau mungkin kamu malah pernah kepikiran buat kerja di bidang HRD? HRD memang suatu profesi yang punya peran penting dalam pengelolaan SDM di perusahaan, mulai dari rekrutmen, training, hingga pengembangan karyawan. Karena perannya yang krusial, tidak heran kalau rata rata gaji HRD cukup menjanjikan. Bahkan, untuk gaji entry-level seperti gaji staff HRD dan gaji recruitment staff juga tidak kalah menggiurkan lho! Nah, sekarang coba kamu bayangkan! Jika gaji staff HRD saja sudah cukup menjanjikan, apalagi gaji HRD Manager? Tentu, semakin tinggi posisinya, maka semakin besar juga gajinya. Tapi sebenarnya, berapa gaji HRD yang ada di berbagai level tersebut? Apakah gaji HR sama dengan UMR atau bisa lebih tinggi? Nah, biar kamu nggak penasaran, yuk kita cari tahu sama-sama!🚀 Daftar Isi:Sekilas tentang HRD Gaji HRD berbagai Level Sekilas tentang HRD Apa itu HRD?Human Resource Department (HRD) adalah divisi di perusahaan yang bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Tugasnya mencakup proses rekrutmen, pelatihan, pengembangan karyawan, penggajian, hingga menjaga hubungan industrial antara perusahaan dan karyawan. Intinya, peran HRD sangat krusial dalam memastikan perusahaan memiliki tim yang solid dan produktif. Di dunia kerja, posisi HRD memiliki jenjang karir yang cukup luas, mulai dari recruitment staff yang berfokus pada proses perekrutan, hingga HRD Manager yang bertanggung jawab mengelola tim HR secara keseluruhan. Rata-rata gaji HRD pun bervariasi tergantung pada posisi dan pengalaman kerja. Jika kamu tertarik berkarir di bidang ini, penting untuk memahami struktur organisasi HRD serta prospek gaji HR di berbagai level. 🚀📚 Baca juga: 7 Tugas Human Resources dan Skill yang Perlu Dikuasai Gaji HRD Berdasarkan Jabatan Jika kamu punya mimpi untuk berkarir di bidang HRD, kamu pasti penasaran berapa gaji HRD di berbagai level jabatan. Gaji HR sangat bervariasi tergantung pada posisi, pengalaman, serta lokasi perusahaan tempat kamu kerja. Berikut adalah kisaran rata-rata gaji HRD berdasarkan tingkatannya: a. Entry-Level (HR/Recruitment Staff, HR Officer, HR Generalist Junior) ✅ Tugas dan Tanggung Jawab Untuk entry-level, posisi seperti recruitment staff atau staff HRD biasanya bertanggung jawab dalam mengelola administrasi kepegawaian, membantu proses rekrutmen, serta menangani payroll dan benefit karyawan. Mereka biasanya juga ikut berperan dalam pengelolaan dokumen HR serta mendukung pelaksanaan training atau pelatihan dan pengembangan. ✅ Kisaran Gaji Gaji Recruitment Staff: Rp4 juta – Rp8 juta/bulanGaji HR Officer: Rp4,5 juta – Rp9 juta/bulanGaji HR Generalist Junior: Rp5 juta – Rp10 juta/bulan💡 Lihat contoh CV HRD di sini! b. Mid-Level (HR Supervisor, HR Specialist, HR Business Partner Junior) ✅ Tugas dan Tanggung Jawab HRD di mid-level memiliki peran yang lebih strategis, seperti merancang kebijakan HR, memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan undang-undang ketenagakerjaan, serta mengembangkan strategi rekrutmen dan pelatihan. Mereka juga sering berkolaborasi dengan tim manajemen dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan SDM. ✅ Kisaran Gaji Gaji HR Supervisor: Rp6 juta – Rp12 juta/bulanGaji HR Specialist: Rp7 juta – Rp14 juta/bulanGaji HR Business Partner Junior: Rp8 juta – Rp15 juta/bulanLihat loker HR di Cake sekarang dan langsung lamar 🚀Lamar Kerja c. Senior-Level (HRD Manager, HR Business Partner Senior, Talent Acquisition Manager) ✅ Tugas dan Tanggung Jawab Untuk senior-level, seperti HRD Manager, tanggung jawabnya mencakup pengelolaan seluruh tim HR, pengembangan strategi SDM, serta berperan sebagai penghubung antara karyawan dan manajemen. Mereka juga bertanggung jawab terhadap kebijakan kompensasi, pengelolaan budaya kerja, dan strategi pengembangan talenta karyawan. ✅ Kisaran Gaji Gaji HRD Manager: Rp10 juta – Rp20 juta/bulanGaji HR Business Partner Senior: Rp12 juta – Rp25 juta/bulanGaji Talent Acquisition Manager: Rp15 juta – Rp30 juta/bulan📚 Baca juga: 10 Aplikasi untuk HRD Terbaik di Indonesia! d. Top-Level (HR Director, Chief Human Resources Officer - CHRO) ✅ Tugas dan Tanggung Jawab Untuk top-level atau posisi puncak seperti HR Director dan CHRO bertanggung jawab atas keseluruhan strategi dan kebijakan SDM perusahaan. Mereka berperan dalam pengambilan keputusan penting terkait tenaga kerja, kesejahteraan karyawan, serta perencanaan organisasi jangka panjang. ✅ Kisaran Gaji Gaji HR Director: Rp25 juta – Rp50 juta/bulanGaji CHRO: Rp30 juta – Rp100 juta/bulan Selain ditentukan berdasarkan level jabatannya, gaji HRD juga ditentukan berdasarkan dimana perusahaan tempat mereka bekerja. Berikut perbandingan kisaran rata rata gaji HRD di beberapa perusahaan terkemuka di Indonesia per-bulannya: HR OfficerHR SpecialistHR ManagerPERTAMINARp4 juta - Rp7,5 jutaRp9 juta - Rp13 jutaRp14 juta - Rp15 jutaPLNRp5 juta - Rp7 jutaRp8 juga - Rp 20 jutaRp20 juta - Rp22 jutaTELKOM INDONESIARp5 juta - Rp7 jutaRp14 juta - Rp20 jutaRp20 juta - Rp25 jutaASTRA INTERNATIONALRp5 juta - Rp7 jutaRp7 juta - Rp11 jutaRp12 juta - Rp28 jutaBCARp4 juta - Rp6 jutaRp12 juta - Rp24 jutaRp20 juta - Rp28 jutaBRIRp3 juta - Rp5 jutaRp6 juta - Rp11 jutaRp10 juta - Rp13 jutaMANDIRIRp3,8 juta - Rp4 jutaRp7 juta - Rp9 jutaRp11 juta - Rp15 jutaUNILEVERRp4,5 juta - Rp8 jutaRp18 juta - Rp25 jutaRp24 juta - Rp27 jutaPT FREEPORTRp8 juta - Rp10 jutaRp12 juta - Rp22 jutaRp25 juta - Rp28 jutaHM SAMPOERNARp5 juta - Rp7 jutaRp20 juta - Rp21 jutaRp24 juta - Rp27 jutaBURSA EFEK INDONESIARp5 juta - Rp8,3 jutaRp6 juta - Rp12 jutaRp11 juta - Rp14 jutaGOJEKRp5 juta - Rp6 jutaRp7 juta - Rp11 jutaRp12 juta - Rp28 jutaSHOPEERp5,3 juta - Rp8 jutaRp10 juta - Rp15 jutaRp22 juta - Rp23 juta Sumber: Glassdoor.com, id.indeed.com, gajihub.com Siap cari kerja HRD? Cari lowongan kerja HRD terbaru dari perusahaan ternama Indonesia di Cake 🚀Cari Kerja Pertanyaan Seputar HRD 1. Apa itu HRD dan apa saja tugas utamanya? HRD adalah divisi perusahaan yang bertugas untuk mengelola SDM, termasuk rekrutmen, pelatihan, dan manajemen kinerja. 2. Apa saja faktor yang mempengaruhi besar gaji HRD? Level jabatan, pengalaman, lokasi kerja, industri, dan sertifikasi. 3. Apakah sertifikasi seperti CHRP atau SHRM bisa meningkatkan gaji? Ya, karena membuktikan keahlian di bidang HR yang diakui secara profesional. 4. Apakah HRD di perusahaan multinasional mendapatkan gaji lebih tinggi? Umumnya ya, karena standar gaji global, tunjangan yang lebih besar, dan kompleksitas tugas HR yang lebih tinggi. 5. Apa perbedaan gaji antara HR Generalist dan HR Specialist? HR Specialist biasanya mendapat gaji lebih tinggi dibandingkan HR Generalist karena keahlian khusus dalam bidang rekrutmen, pelatihan, atau kompensasi.Setelah melihat gaji HRD, apakah kamu tertairk menjadi HRD?Jika ya, cek lowongan kerja HRterbaru di Cake⬇️ Rekomendasi Lowongan Kerja Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD. Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu. Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Industry & Job Overview
Nov 18th 2025

7 Tugas Human Resources dan Skill yang Perlu Dikuasai!

Daftar isi: Definisi Human Resources DevelopmentTugas dan Tanggung Jawab Human ResourcesSkill yang Harus Dimiliki Seorang HRDCara Menjadi HRD Saat melamar pekerjaan, HR adalah divisi pertama yang kamu tuju. HR adalah singkatan dari Human Resources, divisi ini memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam sebuah perusahaan. Salah satu tugas utama HRD adalah untuk mengelola sumber daya manusia dan memastikan kesejahteraan karyawan dalam sebuah perusahaan. Nah, apa saja sih tugas dan tanggung jawab seorang HRD? Skill dan kemampuan apa saja yang harus dimiliki untuk bisa bekerja sebagai HRD?Tugas HRD Apa itu Human Resources?Pengertian Human Resources Human Resources Development yang merupakan kepanjangan dari HRD adalah divisi yang mengatur sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan. Terlepas dari besarnya sebuah perusahaan, HRD merupakan divisi khusus yang sangat penting untuk menunjang berjalannya sebuah perusahaan. Menurut investopedia, HRD berperan penting untuk membantu perusahaan dalam berurusan dengan perubahan cepat di lingkungan bisnis dan juga membantu merekrut karyawan yang berkualitas bagi perusahaan. Gaji HRD Dalam memilih sebuah pekerjaan, biasanya selain mempertimbangkan job desk, pastinya kamu juga akan mempertimbangkan keuntungan yang diberikan, bukan? Nah, pada umumnya gaji human resource berkisar dari 3 juta hingga 5,6 juta rupiah. Tentunya besaran gaji ini juga bergantung pada lokasi perusahaan kamu bekerja. 📚Baca juga: Apa itu Talent Acquisition? Kenali Tugas, Job Desk, Skill, Dll. [+Contoh CV] Tugas dan Tanggung Jawab Human ResourcesBerikut adalah tugas dan tanggung jawab seorang HRD: 1. Recruitment and StaffingMelakukan proses rekrutmen dan staffing merupakan salah satu pekerjaan utama human resource (HR). Tentunya, HRD harus terlebih dahulu menganalisis pasar, mendiskusikan hal ini dengan user, dan melakukan pengelolaan anggaran. Pertimbangan ini juga sangatlah penting saat menjalani proses perekrutan, karena mempekerjakan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan merupakan hal yang krusial dalam menjalankan sebuah bisnis. 2. New Hire OnboardingOnboarding merupakan sesi yang sangat dibutuhkan bagi seorang karyawan yang baru bergabung dalam sebuah perusahaan, dan ini juga adalah salah satu tugas human resources. Saat onboarding, karyawan baru mendapatkan sesi penjelasan seputar pengetahuan, perilaku, dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi anggota dalam organisasi/sebuah perusahaan. Singkatnya, sesi onboarding ini membantu karyawan untuk lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan, budaya, dan sistem kerja sebuah perusahaan.📚 Baca juga:Onboarding Karyawan: Arti dan Proses Onboarding yang Efektif! 3. Training and DevelopmentDalam bekerja, pengembangan diri dan keterampilan sangatlah dibutuhkan setiap karyawan, baik itu karyawan baru maupun karyawan lama. Merencanakan dan mengawasi kebutuhan pelatihan karyawan juga merupakan tugas human resources development; misalnya seperti mengajak karyawan untuk menghadiri pameran edukasi, mengadakan seminar atau acara edukasi lainnya, dan lain sebagianya. 4. Menjalankan PayrollMemastikan kesejahteraan karyawan juga merupakan salah satu tanggung jawab divisi HRD. Setiap bulannya, HR akan sibuk menjalankan payroll dan memastikan setiap karyawan menerima gaji yang sesuai dengan haknya. Bagi seorang HR, menjalankan payroll membutuhkan ketelitian yang besar, karena saat menghitung gaji bulanan HR juga akan menghitung jumlah absen, besaran pajak karyawan, dan juga jumlah iuran BPJS yang diterima karyawan. Reimburse gaji atau mengurus kenaikan gaji juga merupakan job desk saat menjalankan payroll. 5. Memastikan Relasi Baik Antar Karyawan dan Kesejahteraan dalam PerusahaanRelasi antar rekan kerja merupakan salah satu kunci untuk membuat menciptakan suasana bekerja yang menyenangkan. Faktanya, hal ini juga merupakan salah satu daftar dari pekerjaan HR. Selain itu, divisi HRD juga harus bisa membuat karyawan merasa nyaman berdiskusi dengan HRD saat menemukan masalah dalam pekerjaannya. Selain itu, seorang HR juga harus dapat membantu dalam menyelesaikan konflik antar karyawan. 6. Mengelola Database Karyawan (Record Keeping)Mengelola database karyawan adalah salah satu job desk divisi Human Resource Development (HRD). Hal ini penting untuk mengetahui persebaran demografi dalam sebuah perusahaan. Tidak hanya itu, database juga berperan penting dalam menunjang data terbaru yang nantinya akan berguna bagi keperluan laporan untuk menjadi acuan berbagai keputusan yang akan diambil oleh perusahaan. 7. Performance ReviewsTugas lain seorang staff HRD adalah untuk melakukan performance review para karyawan setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali. Performance review akan sangat membantu manajer untuk mengevaluasi kinerja kerja para karyawan, mendiskusikan problema, dan menetapkan strategi untuk bekerja secara lebih efektif demi mencapai tujuan/goal.Untuk mendapatkan pekerjaan sebagai Human Resources, kamu juga perlu menyiapkan CV yang rapi dan profesional. Kamu bisa melihat contoh CV HRD lengkap di sini sebagai referensi.Skill yang Harus Dimiliki Human Resources Apa saja skill yang dibutuhkan oleh human resource? Yuk, simak poin-poin berikut ini untuk lebih memahaminya. 1. Komunikasi Sebagai HR officer, komunikasi merupakan skill yang harus dimiliki HRD karena mayoritas tugas HRD mencakup komunikasi dengan direktur, karyawan, dan calon karyawan. Membalas email, menginterview calon karyawan, menginfokan acara perusahaan, dan lainnya merupakan contoh tugas dan tanggung jawab HRD yang sangat menjunjung tinggi skill komunikasi. Tidak hanya itu, dalam berkomunikasi kamu juga perlu ingat untuk menunjukkan empati dan kehangatan kepada sesama rekan kerja dan calon karyawan yang diinterview. 2. Rekrutmen Selain skill komunikasi, kemampuan rekrutmen juga adalah skill lain yang harus dimiliki oleh seorang HRD. Hal ini penting karena mencari, memilih, dan menentukan karyawan yang tepat untuk bekerja di perusahaan bukanlah hal yang mudah. Orang yang dipilih untuk menjadi karyawan sebuah perusahaan tentunya akan membawa dampak yang besar bagi kemajuan dan perkembangan sebuah perusahaan. 3. Problem Solving / Penyelesaian Konflik Tugas lain seorang Human Resources Development (HRD) adalah untuk menyelesaikan konflik yang terjadi dalam perusahaan. Seorang HRD baiknya tahu bagaimana cara mengurangi ketegangan, mendengarkan secara aktif, dan melakukan negosiasi/kompromi, serta mencarikan dan memberi solusi atas permasalahan yang ada. Oleh karena itu, problem solving juga masuk dalam kategori skill yang harus dimiliki seseorang untuk bekerja di divisi HRD. 4. Event Planning Karena salah satu fungsi dan tanggung jawab HRD adalah untuk memastikan kesejahteraan karyawannya, maka tidak heran bila HRD juga berperan dalam mengurus berbagai acara kegiatan perusahaan, misalnya seperti acara onboarding, pelatihan, acara makan siang bersama, team building activity, acara berbuka bersama, dan lain sebagainya. Kemampuan organisasi dan perencanaan tentunya sangat dibutuhkan untuk bekerja sebagai HRD. 5. Skill Manajemen Kinerja Seperti yang kita ketahui, setiap karyawan berperan penting dalam perkembangan sebuah perusahaan. Namun, ada saatnya ketika karyawan merasa tidak termotivasi dan tidak produktif dalam bekerja. Disinilah HRD berperan untuk memastikan setiap karyawan berada pada kondisi optimal sehingga mampu bekerja secara efisien dan produktif dalam perusahaan. Selain bertugas memonitor dan mengevaluasi semua karyawan yang bekerja, divisi HRD juga berperan dalam memonitor jajaran manajer. Oleh karena itu, skill manajemen dan organisasi sangatlah dibutuhkan dalam hal ini.📚 Baca juga:Performance Management: Cara Mengelola Kinerja SDM dengan Baik Cara Menjadi Seorang HRDKamu telah mengetahui tugas dan tanggung jawab serta beragam skill yang harus dimiliki oleh HRD, sekarang CakeResume akan membahas seputar cara-cara apa saja yang diperlukan untuk menjadi seorang HRD! 1. Pendidikan Salah satu cara untuk menjadi seorang staff HRD pemula adalah dengan memiliki gelar sarjana dalam beberapa bidang seperti bidang: Human resourcesFinanceTeknologi dan informasiPendidikanBisnis manajemen, dan bidang terkait lainnya. Adapun beberapa perusahaan yang mewajibkan kamu sebagai lulusan magister di bidang bisnis jika kamu hendak melamar sebagai HRD senior. 📚Baca juga: Jurusan Psikologi? Cek 10 Prospek Kerja Lulusan Psikologi Berikut! 2. Pengalaman Selain gelar sarjana/magister, pengalaman juga menjadi salah satu kunci penting saat kamu hendak melamar posisi HRD. Ada banyak cara untuk menggarap pengalaman sebagai HRD, misalnya dengan menjalankan magang saat berkuliah. 3. Membangun Relasi Bekerja dalam divisi HRD tentunya mewajibkanmu memiliki kemampuan untuk membangun relasi yang baik dengan orang lain. Perluaslah jaringan kamu selama kamu duduk di bangku kuliah; selain memperluas social network mu, kamu pun akan terbiasa untuk bersosialisasi dan membangun relasi dengan banyak orang. 4. Membuat CV yang Baik dan Menarik CV adalah salah satu kunci terpenting saat hendak melamar kerja sebagai HR administrator. Buatlah CV yang singkat dan menarik, serta ATS-friendly. Saat membuat CV, ingatlah untuk menuliskan hal-hal yang relevan dengan pekerjaan HRD. Contoh CV HR (Human Resource) - Dibuat di CakeResume Mau menulis CV yang menarik tapi bingung mulai dari mana? Cobalah kunjungi CakeResume yang menyediakan CV builder secara gratis dan mudah!🎉Buat CV Nah, sudah paham kan apa itu human resources dan job desk apa saja yang tersedia saat bekerja di bidang human resources development? Mulailah untuk melatih skill yang kamu miliki dan persiapkanlah dirimu untuk bisa bekerja sebagai seorang HRD! Selamat mencoba! --- Ditulis Oleh:Lydia Gavrila ---
Recruitment & HR
Apr 24th 2025

Tips Jitu Buat Job Advertisement Menarik dan 10 Contohnya

Iklan lowongan kerja atau job advertisement adalah alat bagi perusahaan untuk menarik kandidat berkualitas. Menulis job advertisement bukan sekedar mendeskripsikan posisi yang ditawarkan, tetapi juga merancang pesan yang menarik untuk meyakinkan calon pelamar. Mengutip data Statista, jumlah total lowongan kerja (job vacancy) di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 217.000. Angka ini menunjukkan ketatnya persaingan rekrutmen dalam mencari kandidat potensial, di mana perusahaan harus bersaing untuk mendapatkan talenta terbaik. Oleh karena itu, strategi yang tepat dalam penyusunan job advertisement menjadi kunci untuk menarik kandidat potensial. Dalam artikel ini, Cake akan membahas tips membuat job advertisement menarik dan 10 contoh yang dapat dijadikan referensi.✨ Ringkasan: Penyusunan job advertisement yang efektif mencakup penulisan deskripsi pekerjaan yang jelas, pemanfaatan teknologi, transparansi kompensasi, penggunaan bahasa profesional, dan optimalisasi kata kunci. Dengan strategi yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan visibilitas lowongan kerja serta menarik talenta terbaik sesuai dengan kebutuhan. Tips Membuat Job Advertisement yang Menarik di 2025 Menyusun iklan lowongan kerja atau job vacancy advertisement membutuhkan pendekatan strategis berbasis data dan pemahaman mendalam tentang tren rekrutmen terbaru. Dengan memahami tren rekrutmen, perusahaan dapat menyesuaikan format iklan lowongan kerja, gaya komunikasi, dan platform distribusi yang lebih efektif dalam menjangkau pencari kerja. Berikut merupakan 5 tips penyusunan job advertisement yang telah disesuaikan dengan tren rekrutmen terbaru 2025. 1. Deskripsikan Kualifikasi dan Detail Pekerjaan dengan Jelas Job vacancy advertisement wajib mencantumkan deskripsi kualifikasi dan detail pekerjaan secara jelas untuk memastikan kandidat memahami persyaratan yang dibutuhkan dan tanggung jawab yang akan dijalankan. Dengan deskripsi yang jelas, perusahaan dapat menarik pelamar yang sesuai kebutuhan sekaligus mengurangi jumlah aplikasi dari kandidat yang tidak memenuhi kriteria. Menurut riset The Ladder, pencari kerja rata-rata menghabiskan waktu 49,7 detik untuk membaca sekilas lamaran sebelum memutuskan apakah posisi tersebut cocok atau tidak bagi mereka. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk berfokus pada kompetensi yang benar-benar dibutuhkan untuk mengisi suatu posisi. Hindari penulisan persyaratan atau kualifikasi yang terlalu umum. 2. Manfaatkan Teknologi Teknologi dapat membantu perusahaan menyusun lowongan kerja secara lebih efektif. Anda dapat memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk mengoptimalkan iklan lowongan kerja, mulai dari menyusun deskripsi menarik, memberi rekomendasi format iklan efektif, hingga mengidentifikasi elemen yang mampu meningkatkan tingkat respons kandidat. Tren rekrutmen saat ini juga menunjukkan bahwa banyak perusahaan menggunakan teknologi AI generatif untuk meningkatkan efisiensi iklan lowongan kerja mereka. Menurut laporan SHRM pada 2022, 79% HRD telah menggunakan AI untuk mempercepat proses rekrutmen perusahaan, termasuk dalam penyusunan iklan lowongan kerja. 3. Tawarkan Kompensasi dan Benefit Kompensasi dan benefit adalah aspek yang penting untuk dimasukkan dalam iklan lowongan kerja untuk meningkatkan minat kandidat dalam melamar sebuah posisi. Pastikan memberikan transparansi informasi seputar rentang gaji dan benefit agar kandidat memiliki gambaran jelas mengenai apa yang mereka dapatkan jika bergabung dengan perusahaan. Survei LinkedIn menunjukkan bahwa kompensasi dan benefit adalah bagian yang paling penting dalam job vacancy. Menurut riset tersebut, 61% dari kandidat yang disurvei sepakat bahwa kompensasi menjadi aspek paling penting dalam sebuah lowongan kerja. 4. Gunakan Bahasa yang Sederhana dan Profesional Penggunaan bahasa yang sederhana dan profesional membuat job advertisement tetap relevan untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Hindari penulisan lowongan kerja dengan gaya bahasa terlalu kasual atau memasukkan jargon atau istilah teknis yang tidak relevan. Faktanya, penggunaan bahasa yang terlalu kasual dalam job advertisement dapat meninggalkan kesan kurang profesional dan menurunkan minat kandidat untuk melamar. 5. Optimalkan Lowongan Kerja dengan Kata Kunci Relevan Kata kunci atau keyword membantu job advertisement lebih mudah ditemukan oleh pencari kerja. Selain itu, menyematkan kata kunci yang tepat di lowongan kerja dapat meningkatkan visibilitas di mesin pencari dan platform lowongan kerja. Survei Indeed menemukan bahwa 36% pencari kerja yang menggunakan kata kunci untuk mempermudah pencarian pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi mereka.💡 Fakta menarik: Menurut Forbes, waktu terbaik merilis iklan lowongan kerja ada di bulan Januari, Februari, September, dan Oktober seiring dengan tingginya antusiasme pekerja dalam mencari kesempatan karier baru. 8 juta talenta berkualitas menunggu, pasang loker lebih efektif di Cake sekarang!🎉Pasang Loker Hal yang Harus Dihindari Saat Membuat Job Advertisement Dalam penyusunan iklan lowongan kerja, ada beberapa hal yang perlu dihindari untuk meningkatkan efektivitasnya menjaring kandidat berkualitas. Berikut Cake rangkum 5 hal yang harus dihindari saat membuat job advertisement. 1. Menulis Lowongan Kerja Terlalu Panjang Menulis lowongan kerja terlalu panjang dapat menurunkan minat kandidat dalam melamar sebuah posisi. Menurut data LinkedIn Talent Solutions, iklan lowongan kerja yang menggunakan 150 kata atau kurang mendorong kandidat melamar 17,8% lebih sering dibandingkan iklan dengan 450-600 kata. Sebaliknya, penulisan job vacancy yang singkat mempermudah pelamar kerja untuk memahami informasi utama tanpa harus membaca terlalu banyak detail yang berlebihan. Hal ini dikarenakan tren pencari kerja saat ini lebih banyak menggunakan smartphone dibandingkan dengan perangkat lainnya. Selain itu, penting juga untuk menggunakan format yang mudah dipindai, seperti poin-poin atau sub-judul agar mempermudah kandidat menemukan informasi yang mereka butuhkan. 2. Kurang Memperhatikan Pemilihan Job Platform Pemilihan job platform yang tepat sangat mempengaruhi tingkat efektivitas iklan lowongan kerja. Untuk itu, penting bagi rekruter untuk memilih platform yang tepat sesuai target audiens dan jenis posisi yang dibuka. Konsultan rekrutmen Cake, Ray Tambunan menyarankan agar perusahaan tidak terpaku pada satu job platform saja tapi juga mempertimbangkan opsi lain untuk menjangkau kandidat yang relevan dengan kebutuhan perusahaan. “Sering kali perusahaan terpaku pada satu job platform yang sudah menjadi go-to tools mereka karena success rate dari proses sebelumnya. Tapi, hal ini dapat menjadi jebakan untuk ke depannya, karena tidak menjamin bahwa talent pool untuk role lain ada di job platform tersebut. Jadi, akan lebih baik jika tim rekrutmen atau talent acquisition berkomunikasi dengan tim job platform untuk membahas tentang talent pool di masing-masing job platform mereka,” tutur Ray Tambunan. 3. Tidak Mencantumkan Petunjuk Melamar dengan Jelas Petunjuk melamar dan tahapan rekrutmen penting untuk dicantumkan dalam iklan lowongan kerja. Petunjuk dan informasi rekrutmen yang lengkap membantu kandidat memahami proses seleksi sejak awal, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik. Selain itu, pastikan mencantumkan langkah-langkah yang harus diikuti kandidat, termasuk persyaratan dokumen yang diperlukan, format pengiriman, tenggat waktu melamar, dan alamat email tujuan pengiriman lamaran. Transparansi dalam proses ini tidak hanya memudahkan kandidat, tapi juga membantu perusahaan menerima lamaran yang lebih relevan dan terorganisir. 4. Mencantumkan Tugas yang Tidak Realistis Beberapa lowongan kerja mencantumkan tugas dan tanggung jawab yang terlalu banyak, bahkan di luar kapasitas dari posisi yang dibuka. Hal ini dapat membuat kandidat enggan melamar karena merasa beban kerja terlalu berat atau tidak sesuai dengan standar suatu industri. Penting bagi rekruter untuk memasang iklan lowongan kerja dengan deskripsi tugas yang realistis, jelas, dan berfokus pada tupoksi dari posisi lowongan kerja yang dibuka. Prioritaskan tanggung jawab utama yang benar-benar relevan dengan peran tersebut, sehingga kandidat dapat memahami dengan baik ruang lingkup pekerjaannya. 5. Tidak Menyertakan Employer Branding Mayoritas pencari kerja saat ini melakukan riset sederhana untuk mengetahui lingkungan kerja dan nilai-nilai perusahaan yang akan mereka lamar. Menurut data LinkedIn, 75% pencari kerja mempertimbangkan employer branding sebelum memutuskan melamar kerja di suatu perusahaan. Apabila job advertisement tidak mencantumkan budaya perusahaan atau keunggulan yang membedakannya dari kompetitor, kandidat mungkin akan kurang tertarik untuk melamar. Oleh karena itu, perusahaan perlu mencantumkan employer branding yang singkat tapi tetap jelas dan informatif. Expert Insight:"Seringkali perusahaan terpaku pada satu job platform yang sudah menjadigo-to tools-nya karena sukses di masa lalu. Tapi ini bisa menjebak, karena tidak menjamin bahwatalent pooluntukrole lainada di platform tersebut." Ray Tambunan, Senior Recruitment Consultant 📚 Baca juga:Pentingnya Employer Branding dan Strategi Efektif Membangunnya 10 Contoh Job Advertisements untuk Berbagai PosisiSetelah mengetahui tips dan hal-hal yang harus dihindari dalam menyusun job advertisement, kini saatnya melihat contoh job advertisement yang menarik dan efektif. Berikut adalah 10 contoh job advertisement untuk berbagai posisi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang dapat dijadikan referensi dalam menarik kandidat berkualitas. 1. Contoh Job Advertisement Digital Marketing Specialist (Bahasa Inggris)Contoh Job Advertisement Digital Marketing Specialist (Bahasa Inggris)2. Contoh Job Advertisement Content WriterContoh Job Advertisement Content Writer3. Contoh Job Advertisement Admin Sosial MediaContoh Job Advertisement Admin Sosial Media4. Contoh Job Advertisement Designer Grafis (Bahasa Inggris) Now Hiring: Graphic Designer We are looking for a Graphic Designer with a keen eye for design, creativity, and a passion for visual storytelling. At our company, creativity is more than aesthetics, it’s a driving force for innovation. If you’re ready to create impactful designs that inspire, join our team! Responsibilities: Develop creative designs for digital and print media, including social media content, advertisements, and marketing materials.Collaborate with the creative team to ensure visual consistency across all platforms.Transform concepts and ideas into engaging visual content.Stay up to date with design trends and implement them into projects.Manage multiple design projects and meet deadlines efficiently. Requirements: Bachelor degree in Graphic Design, Visual Communication, or related field.Proficiency in Adobe Creative Suite (Photoshop, Illustrator, InDesign).Strong portfolio showcasing creative and high-quality designs.Attention to detail and ability to translate ideas to compelling visuals.Knowledge of branding, typography, and color theory.Ability to collaborate with cross-functional teams What We Offer: Monthly salary IDR 7-9 million per monthOpportunities for career growth and developmentBPJS InsurancePaid leave Send your CV and portfolio to [email protected] with the subject Graphic Designer – [Your Name].5. Contoh Job Advertisement Sales Executive PT Prima Solusi Nusantara adalah perusahaan teknologi yang menyediakan solusi bisnis inovatif berbasis teknologi untuk berbagai industri. Kami sedang mencari Sales Executive yang siap membantu memperluas jangkauan pasar dan membangun hubungan berkelanjutan. Tugas dan Tanggung Jawab: Mencari dan menjalin hubungan dengan calon klien untuk menciptakan peluang bisnis baru.Mempresentasikan dan menawarkan produk/layanan perusahaan sesuai kebutuhan klien.Melakukan negosiasi dengan klien untuk mencapai target penjualan yang ditetapkan.Menganalisis tren pasar dan kompetitor untuk menyusun strategi penjualan yang efektif.Melaporkan hasil penjualan secara berkala kepada manajemen. Kualifikasi: Gelar Sarjana atau Diploma di bidang Bisnis, Pemasaran, atau bidang terkaitPengalaman 1-2 tahun di bidang sales, business development, atau peran serupa lebih diutamakan.Memiliki kemampuan komunikasi, negosiasi, dan interpersonal yang baik.Berorientasi pada target dan mampu bekerja dalam tim.Bersedia ditempatkan di wilayah Jabodetabek Gaji dan Benefit: Gaji bulanan Rp 7-8 jutaBonus sesuai capaian targetBPJS Kesehatan dan KetenagakerjaanTunjangan makan dan transportasi Kirimkan CV dan surat lamaran Anda ke [email protected] dengan subjek Sales Executive - Nama Anda.6. Contoh Job Advertisement Social Media Specialist (Bahasa Inggris) About Us PT Kreativa Digital is a leading digital marketing and branding agency. We believe that social media is more than just a platform, it’s a space to build meaningful connections with audiences. We are looking for a Social Media Specialist who is both creative and strategic to manage and grow our clients’ digital presence. Key Responsibilities Develop, create, and manage engaging content across multiple social media platforms (Instagram, TikTok, Facebook, LinkedIn, etc.).Analyze social media trends and craft strategies to increase engagement and brand awareness.Manage content calendars and ensure timely publication.Align content with the brand’s identity to maintain consistency across all platforms.Collaborate with creative and marketing teams to execute digital campaigns effectively.Monitor content performance using analytics and optimize strategies based on data insights.Engage with audiences and foster a positive brand community. Requirements Bachelor's degree in Communications, Marketing, or a related field.1-2 years of experience as a Social Media Specialist or similar role.Strong understanding of digital marketing strategies and social media trends.Creative mindset with excellent storytelling and content creation skills.Proficiency in social media tools and analytics (Meta Business Suite, TikTok Studio, etc.).Basic design skills (Adobe Photoshop is a plus). What We Offer Competitive salary and performance-based incentives.Opportunities for growth in a dynamic digital marketing industry.Collaborative and innovative work environment.Professional training and development programs. Send your CV and portfolio to [email protected] with the subject Social Media Specialist - Your Name.7. Contoh Job Advertisement Social Media Specialist PT Harmoni Digital adalah perusahaan yang bergerak di bidang IT dan berfokus pada solusi inovatif untuk membantu bisnis dan UMKM berkembang. Kami mencari Account Executive yang memiliki keterampilan komunikasi dan negosiasi yang kuat untuk membangun dan mempertahankan hubungan dengan klien. Tugas dan Tanggung Jawab: Menjalin hubungan dengan klien potensial untuk mengembangkan peluang bisnis.Memahami kebutuhan klien dan menawarkan solusi yang sesuai dengan produk/layanan perusahaan.Melakukan presentasi, negosiasi, serta menyusun proposal kerja sama.Menangani pelaporan dan tagihan yang akan diberikan ke klien.Menyusun laporan berkala kepada Account Manager. Tugas dan Tanggung Jawab: Pendidikan minimal Sarjana di bidang Bisnis, Pemasaran, Komunikasi, atau bidang terkait.Pengalaman 1-2 tahun di bidang sales, account management, atau bidang terkait.Memiliki kemampuan komunikasi dan negosiasi yang baik.Mampu menjalin hubungan profesional jangka panjang dengan klien.Berorientasi pada target dan memiliki kemampuan penyelesaian masalah yang baik. Benefit: Gaji Rp 6-7 juta per bulan.Komisi dan insentif berdasarkan pencapaian target.BPJS Kesehatan dan KetenagakerjaanKesempatan pengembangan karier dan pelatihan. Kirimkan CV dan portofolio ke hr@harmonidigital dengan subjek "Account Executive - Nama Anda".8. Contoh Job Advertisement Talent Acquisition Staff (Bahasa Inggris) Now Hiring: Talent Acquisition Staff At Visionary Talents, we don’t just hire people, but we build dream teams. If you have a passion for connecting great talent with the right opportunities, this role is perfect for you! Responsibilities Source candidates from multiple channels and make recommendations for new channels.Review resumes, conduct initial interviews, and schedule meetings with hiring managers.Keep candidates informed and provide a positive experience throughout the hiring process.Monitor recruitment performances and suggest improvements to the process.Enhance employer branding through engaging recruitment and a strong digital presence.Help negotiate job offers and ensure a smooth onboarding process for new hires. Qualifications Bachelor’s degree in Psychology, Human Resources, or related field.Having 1 years of experience in Recruitment, Fresh Graduates are welcome to apply.Strong communication and interpersonal skills.Familiarity with recruitment tools, ATS software, and sourcing techniques.Ability to multitask and manage multiple hiring projects simultaneously. What We Offer Monthly salary range IDR 5-7 millionHealth insurancePaid leave Send your CV and portfolio to hr@visionarytalents.com with the subject Talent Acquisition- Your Name.9. Contoh Job Advertisement Public Relations Officer Posisi: Public Relations Officer Informasi perusahaan: PT Persada Otomotif adalah perusahaan terkemuka di industri otomotif yang berfokus pada inovasi, kualitas, dan kepuasan pelanggan. Kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi transportasi yang modern serta membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, mitra bisnis, dan masyarakat. Deskripsi Pekerjaan: Mengembangkan strategi komunikasi dan hubungan masyarakat untuk meningkatkan citra perusahaan.Membangun hubungan yang kuat dan saling menguntungkan dengan media/jurnalis.Menyusun dan mendistribusikan siaran pers, artikel, serta materi komunikasi lainnya.Menangani komunikasi krisis dan memberikan respons yang efektif terhadap isu publik.Mengorganisir serta menghadiri acara perusahaan termasuk konferensi pers dan pameran industri.Membuat pemetaan dan pemantauan media serta melaporkannya secara berkala. Kualifikasi: Pendidikan minimal Sarjana di bidang Komunikasi, Hubungan Masyarakat, Jurnalistik, atau bidang terkait.Pengalaman minimal 2 tahun sebagai Public Relations atau humas perusahaan.Kemampuan menulis dan komunikasi yang baik dalam bahasa Indonesia dan Inggris.Memiliki jaringan luas dengan media dan industri otomotif menjadi nilai tambah.Kreatif, inisiatif, serta mampu bekerja dalam tekanan dan tenggat waktu yang ketat. Benefit: Gaji Rp 7 - 8 juta per bulan.Asuransi BPJSCuti tahunanLingkungan kerja yang kolaboratif dan inovatif. Silahkan mengirim lamaran Anda melalui email [email protected] dengan subjek “Public Relations - Nama Anda”. 10 Contoh Job Advertisement Software Engineer Posisi: Software Engineer PT TechIndo adalah perusahaan teknologi yang menghadirkan produk digital berkualitas tinggi yang efisien dan scalable guna mendukung operasional bisnis serta meningkatkan pengalaman pelanggan. Kami sedang mencari Software Engineer berpengalaman yang siap berkontribusi dalam pengembangan aplikasi. Deskripsi Pekerjaan: Mengembangkan, menguji, dan memelihara aplikasi perangkat lunak berkinerja tinggi.Berkolaborasi dengan tim lintas fungsi untuk merancang solusi yang scalable.Menganalisis, mengidentifikasi, serta memperbaiki bug dan mengoptimalkan kinerja perangkat lunak.Menulis kode yang bersih, efisien, dan terdokumentasi dengan baik. Kualifikasi: Gelar Sarjana di bidang Ilmu Komputer, Software Engineering, atau bidang terkait.Pengalaman 1-2 tahun sebagai Software Developer, Back-end Engineer, dan profesi sejenis.Menguasai bahasa pemrograman JavaScript.Berpengalaman dengan framework web, database, dan cloud computing.Memiliki kemampuan penyelesaian masalah dan komunikasi yang baik.Manajemen waktu yang baik dan mampu menetapkan prioritas serta menangani beberapa tugas sekaligus. Gaji dan Benefit: Gaji Rp 8 - 10 juta per bulanPelatihan skill berkalaBPJS Kesehatan dan KetenagakerjaanBonus berdasarkan capaian target Silahkan mengirim lamaran Anda melalui email [email protected] dengan subjek “Software Engineer - Nama Anda”. Terhubung dengan +7 juta kandidat berkualitas di talent pool Cake dan temukan kandidat ideal Anda! Cari Kandidat Ideal Cakeadalah platform rekrutmen dengan +8 juta database talenta ditalent poolglobal.Pasang lowongan kerja gratisdantingkatkanemployer brandinglebih efektif bersama Cake. Didukung teknologi ATSCake AIdanRecruitment Consultantprofesional, mulai temukan talenta berkualitas lebih cepat!

Resume Builder

Build your resume only in minutes!