Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Personal Development
Mar 6th 2024

Ikuti 7 Tips Jitu Belajar Public Speaking untuk Pemula

Public speaking adalah kemampuan untuk berbicara di hadapan banyak orang secara langsung dalam menyampaikan ide, pesan, atau presentasi. Public speaking yang baik sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Kemampuan ini juga bisa dipelajari dengan belajar public speaking dari pemula. Meskipun sangat penting, masih banyak yang tidak bisa berbicara di depan umum karena belum mengetahui cara belajar public speaking yang efektif. Cara agar bisa public speaking paling utama adalah banyak latihan berbicara dengan jelas, belajar berbicara di depan umum, dan meningkatkan kepercayaan diri.💡Pro Tip: Kamu bisa mengambil kelas public speaking online, ataupun dengan cara belajar public speaking otodidak. Bedanya kursus public speaking online dengan belajar sendiri adalah ada ahli public speaker yang bisa membimbing kamu. Kamu bisa mendapatkan berbagai tips public speaking yang baik. 7 Tips Public Speaking untuk PemulaBerikut beberapa cara melatih public speaking: 1. Pelajari Ahli Public Speaker Cara melatih public speaking paling pertama adalah pelajari bagaimana orang lain ketika berbicara. Kamu bisa mencari contoh public speaker professional dari YouTube. Ketika menonton, perhatikan bahasa tubuh mereka dan beri catatan untuk setiap mimik dan gestur. Biasanya mereka akan menggunakan tangan untuk membantu penyampaian pesan lebih maksimal. Berikut beberapa sumber yang bisa kamu jadikan referensi: TED talksToastmasters InternationalMindvalley TalksAtau hadiri secara langsung acara public speaking Jika kamu berkesempatan menonton acara tertentu, kamu bisa mempelajari cara melatih public speaking dengan mengamati gerak-gerik ketika berbicara. Biasanya pembicara cenderung menghindari gerakan yang tidak diperlukan dan menggunakan ruangan sebaik mungkin. Penting juga diingat dalam tips public speaking, berhenti sejenak ketika berbicara agar penonton tetap fokus dan memberi perhatian penuh. Public speaking yang baik juga mampu mencairkan suasana agar tidak terlalu tegang. Kamu akan melihat public speaker banyak menggunakan candaan yang sesuai konteks pembicaraan agar topik yang dibawakan lebih mengalir. 2. Siapkan Naskah Naskah merupakan cara bisa public speaking dengan lancar. Dengan menyiapkan naskah, kamu memiliki gambaran tentang keseluruhan topik yang ingin dibicarakan. Naskah tidak harus berisikan narasi panjang tentang setiap kata yang ingin kamu bicarakan. Kamu cukup menuliskan garis besar dalam poin dan tambahkan detail mengenai masing-masing poin. Dengan naskah, bukan berarti kamu harus membaca naskah tersebut. Jika kamu hanya membaca naskah, yang kamu lakukan akan seperti baca pidato, bukan public speaking. Cara bisa public speaking yaitu latihan berbicara bukan membaca. Bisa berbicara secara langsung untuk mengungkapkan topik yang kamu pikirkan. Agar topik pembicaraan memiliki alur, maka memerlukan naskah sebagai panduan. Public speaking yang baik adalah ketika kamu mengetahui poin utama dan bicara secara natural, daripada harus menghafalkan teks yang terkesan menegangkan. Siapkan juga beberapa subjek tambahan supaya kamu bisa menjawab pertanyaan setelah public speaking. 3. Rileks dan Interpretasikan Bahasa Tubuh Kunci utama dalam belajar public speaking adalah rileks. Ketika kamu gugup, kamu semakin tegang dan bisa berakibat buruk ke bahasa tubuh kamu. ✍🏻Public speaking yang baik memperhatikan: Postur tubuhMembuat kontak mata dengan audiensMenggerakan tubuh dengan natural Bahasa tubuh yang baik akan meningkatkan performa kamu ketika berbicara dan membantu audiens mengingat apa yang kamu katakan. Hindari memasukkan tangan ke saku celana, atau menyilangkan tangan di depan dada. Karena postur ini seakan memberi tanda “tertutup” dan audiens tidak akan memberi perhatian pada perkataan kamu. Tips public speaking selanjutnya adalah kontak mata dengan audiens. Lihat audiens, bukan lihat ke lantai atau lihat catatan kamu dalam waktu yang lama. Ketika kamu membangun kepercayaan diri, kamu juga bisa membuat kontak mata dengan individual untuk memastikan mereka mengerti pembicaraan kamu. 4. Melatih Suara dan Pernafasan Bagi kebanyakan orang, belajar public speaking juga bisa membuat mereka berbicara lebih cepat dari biasanya. Hal ini bisa jadi hal buruk jika kamu sedang dalam kondisi gugup, karena audiens tidak bisa mendengar dengan jelas perkataan kamu. Saat bicara terlalu cepat, pelafalan kamu akan sangat bias dan sulit dipahami. Mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami kata-kata kamu. Jika demikian, audiens akan kesulitan mengerti topik pembicaraan kamu. Kontrol pernafasan yang baik akan sangat membantu kamu mengatasi hal ini. Berlatih pernafasan menggunakan pernafasan perut untuk mendorong udara masuk dan keluar paru-paru. Sebelum memulai cara melatih public speaking, mulai dengan mengambil nafas dalam. Atur pernafasan supaya ketika berbicara kamu tidak kehabisan nafas dan nafas tetap terkontrol. 5. Rekam dan Evaluasi Cara Berbicara Selain teman atau kerabat bisa memberikan masukan, kamu juga bisa membantu diri sendiri dalam cara belajar public speaking otodidak. Ketika kamu berlatih, gunakan HP untuk merekam video. Mungkin kamu akan terkejut dengan kegugupan atau merasa aneh mendengar suara sendiri. Tetapi dengan demikian, kamu bisa menemukan cara baru untuk mengatasi cara bicaramu. Selain intonasi dan suara, kamu juga bisa memperhatikan mimik dan gestur saat bicara. Mana saja kalimat yang harus ditekankan dengan bahasa tubuh tertentu. Kamu juga bisa mencatat bagian mana yang masih harus kamu perbaiki. 6. Ikuti Kelas Belajar Publik Speaking Dengan mengikuti kelas public speaking online maupun offline, kamu bisa belajar kemampuan untuk bisa belajar berbicara di depan umum. Juga, kamu akan dilatih untuk memiliki kepercayaan diri dengan belajar dari para ahli public speaking. Biasanya dalam satu kelas terdiri dari beberapa murid lain. Kamu juga bisa belajar dari pengalaman murid lain untuk memperbaiki diri sendiri. Jika kamu ingin meningkatkan kemampuan public speaking secara virtual, kamu bisa mengambil kursus public speaking online. Tetapi, jika kamu ingin belajar berbicara di depan umum, kamu bisa mempertimbangkan kelas offline. ✅Contoh Kelas Public Speaking Online: Amazing TalkerListerSpeaking.idUdemy ✅Contoh Kelas Public Speaking Offline: Merry Riana School of Public Speaking AcademySepikul IndonesiaTALKINCTrain Your Public Speaking School (TYPSS) 7. Minta Masukan Orang Sekitar Bagian terpenting dari public speaking tidak hanya saat berbicara. Tips public speaking lainnya adalah minta masukan dari orang sekitar bisa membantu kamu menemukan masalah. Misalnya, masih ada beberapa pelafalan yang kurang jelas saat disebutkan. Hal tersebut hanya bisa diketahui oleh pendengar, jadi kamu membutuhkan sudut pandang dari pendengar. Kamu juga bisa minta pendapat teman kelas jika kamu mengambil kelas public speaking. Kamu bisa saling memberi masukan dan belajar bersama. Fokus untuk memperbaiki poin tersebut supaya makin hari kamu bisa semakin baik. Banyak-banyak berlatih dan minta pendapat orang lain juga bisa meningkatkan kepercayaan diri kamu. 📚Baca juga: Analisis SWOT Diri Sendiri Beserta Contoh dan Pertanyaan!Jika sudah memiliki kemampuan public speaking yang baik, saatnya untuk cari lowongan kerja yang sesuai passion kamu! Cari lowongan kerja dari berbagai industri di Cake Job Search.🎉Cari LokerKesimpulan Public speaking bukan sekedar teori, tapi lebih praktikal. Untuk menguasai cara bisa public speaking, kamu harus banyak berlatih dan tingkatkan kepercayaan diri kamu. Kunci utama dari belajar publik speaking adalah kepercayaan diri. Ketika kamu terlihat gugup, audiens akan hilang ketertarikan untuk mendengar topik kamu. Oleh karena itu, tidak perlu menghiraukan kritik yang tidak membangun. Fokus pada tujuan dan orang yang mendukung kamu supaya kamu lebih percaya diri. Selain CV maker, kamu juga bisa buat portofolio dan langsung cari lowongan kerja di job portal Cake, lho. Yuk, baca blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan cari kerja!--- Ditulis oleh Rachel Vanadya ---
Industry & Job Overview
Mar 10th 2025

20 Tugas Sekretaris yang Wajib Kamu Tahu: Lebih dari Sekadar Administrasi!

Saat mendengar kata “tugas sekretaris”, apa yang terlintas pertama kali di benakmu? Mungkin kamu akan berpikir bahwa tugas seorang sekretaris adalah mengurus dokumen dan jadwal penting. Namun, faktanya pekerjaan sekretaris jauh lebih kompleks, lho! Tanggung jawab sekretaris sangat krusial dalam menjaga ritme operasional bisnis. Nah, kalau kamu penasaran dengan tugas sekretaris dalam organisasi, atau bahkan tertarik untuk menekuni karir ini, yuk simak ulasan lengkapnya ya!📚 Baca juga: 5 Contoh Surat Lamaran Kerja Sekretaris [+ Bahasa Inggris] Daftar Isi 20 Tugas Sekretaris Pertanyaan Seputar Tugas Sekretaris 20 Tugas Sekretaris Tugas sekretaris, tidak hanya mengurusi persoalan administratifTugas sekretaris perusahaan bisa berbeda-beda tergantung pada perusahaan tempat mereka bekerja. Tapi, secara umum, berikut adalah tugas utama sekretaris yang perlu kamu tahu: ✅Mengelola administrasi Sebagai ujung tombak administrasi, tugas utama sekretaris adalah mengelola administrasi. Tugas ini mencakup pencatatan aktivitas, pengarsipan dokumen, dan memastikan data selalu up-to-date.📒 ✅Mengatur jadwal dan agenda Tugas seorang sekretaris selanjutnya yaitu mengatur jadwal dan agenda agar semua kegiatan perusahaan berjalan lancar. Mulai dari menyusun kalender eksekutif, menjadwalkan rapat, hingga mengingatkan tim tentang meeting penting. Tanggung jawab sekretaris adalah memastikan tidak ada jadwal yang bentrok.⌚ ✅Menyusun laporan dan notulen rapat Selain itu, pekerjaan sekretaris umum lainnya yaitu mencatat notulen rapat, laporan, daftar kontak perusahaan, hingga berkoordinasi dengan vendor untuk memastikan operasional kantor.✍️ ✅Menyambut dan berkomunikasi dengan tamu dan mitra bisnis Sebagai wajah depan perusahaan, pekerjaan sekretaris juga termasuk menyambut tamu, klien, atau mitra bisnis dengan ramah dan profesional. Tugas seorang sekretaris yaitu memastikan setiap tamu merasa nyaman, memberikan informasi yang dibutuhkan, serta mengarahkan mereka ke orang atau ruangan yang tepat.👋 ✅Menangani keuangan sederhana Selain tugas administratif, tugas sekretaris dalam organisasi juga mencakup pencatatan keuangan sederhana, seperti mendokumentasikan pemasukan, pengeluaran, dan invoice perusahaan sebelum diserahkan ke tim akuntansi. Mereka biasanya menggunakan Google Spreadsheet atau Microsoft Excel untuk tugas ini.💹📚 Baca juga: Lengkap! Contoh KPI Karyawan Excel dengan Format yang Tepat ✅Mengkoordinasikan acara dan pertemuan Sebagai penghubung antara tim dan eksekutif, tugas sekretaris perusahaan mencakup pengaturan acara dan pertemuan agar berjalan lancar. Mereka bertanggung jawab menyusun jadwal, memesan tempat, mengirim undangan, serta memastikan semua kebutuhan acara terpenuhi.🤝 ✅Menjaga kerahasiaan informasi perusahaan Sebagai tangan kanan eksekutif, seorang sekretaris biasanya memiliki akses ke berbagai dokumen penting, mulai dari laporan keuangan hingga strategi bisnis. Oleh karena itu, tugas sekretaris perusahaan yang tidak kalah penting yaitu menjaga kerahasiaan informasi perusahaan, baik dalam bentuk fisik maupun digital.🔒 ✅Mengelola data dan informasi Tanggung jawab sekretaris yang lain yaitu mengelola data dan informasi agar mudah diakses dan tetap terorganisir. Tugas seorang sekretaris sebagai penjaga kerapihan administrasi mencakup penyimpanan dokumen penting, pencatatan laporan, hingga mengelola database digital.📂 ✅Mendukung proyek dan tim Tugas sekretaris dalam organisasi juga tidak terbatas pada administrasi dan pengaturan jadwal. Sebagai pendukung utama eksekutif dan tim, tugas sekretaris juga termasuk membantu kelancaran proyek, mulai dari mengorganisir laporan, menyiapkan presentasi, atau mengatur dokumen penting yang dibutuhkan dalam proyek.📊 ✅Menyusun dan mengelola anggaran Tugas sekretaris lainnya yang masih berhubungan dengan keuangan yaitu mengelola anggaran untuk suatu proyek atau acara perusahaan. Tanggung jawab sekretaris mencakup memproses invoice, mencatat pengeluaran, dan menyusun laporan keuangan untuk manajemen.📝 ✅Menyiapkan presentasi Tugas seorang sekretaris juga termasuk membantu menyiapkan presentasi. Mulai dari mengumpulkan data, menyusun slide, hingga memastikan tampilan presentasi rapi dan menarik.📢📚 Baca juga: 10+ Tips Public Speaking Untuk Pemula Agar Tidak Gugup ✅Koordinasi dengan departemen lain Tugas sekretaris dalam organisasi juga mencakup berkoordinasi dengan departemen lain untuk memastikan komunikasi yang lancar dan kerja sama yang efisien. Misalnya, sekretaris bisa membantu tim HR dalam proses onboarding karyawan baru dan mengatur jadwal rapat antar departemen.🤝 ✅Mengelola pengadaan dan inventaris Mengelola pengadaan dan inventaris bukan sekadar memastikan stok alat tulis tetap ada, lho. Tanggung utama sekretaris juga termasuk mencatat, mengontrol, dan memesan berbagai kebutuhan kantor, mulai dari perlengkapan kerja hingga koordinasi dengan vendor untuk pemeliharaan dan perbaikan.📦 ✅Menyusun kebutuhan perjalanan (travel arrangements) Tugas sekretaris perusahaan dalam hal travel arrangements bukan hanya soal booking tiket dan hotel. Tapi juga mencakup pengaturan penerbangan, transportasi, akomodasi, dokumen, hingga menyusun itinerary agar perjalanan tetap lancar dan produktif.✈️ ✅Mengatur komunikasi digital (email dan platform komunikasi digital) Di era digital seperti saat ini, mengelola komunikasi lewat email dan platform komunikasi seperti Slack atau Microsoft Teams juga dari tugas seorang sekretaris. Selain itu, pekerjaan sekretaris juga termasuk menyusun draft email, mengatur jadwal follow-up, dan menyimpan rekam jejak komunikasi antar tim agar tetap sinkron.📧📚 Baca juga: Cara Membalas Email HRD untuk Panggilan Interview ✅Membantu pimpinan dalam tugas sehari-hari Pekerjaan sekretaris dalam membantu pimpinan termasuk mempersiapkan materi rapat, mengingatkan jawal penting, dan menyesuaikan agenda pimpinan jika ada perubahan acara mendadak. Dalam menjalankan tugas ini, sekretaris biasanya menggunakan tools seperti Google Calendar atau Outlook.📅 ✅Menangani pengunjung/tamu dan telepon Saat ada pengunjung/tamu yang datang, pekerjaan sekretaris adalah menyambut mereka dengan ramah dan mengarahkan mereka ke tempat yang tepat. Selain itu, tanggung jawab sekretaris juga mengelola panggilan telepon untuk menghubungkannya dengan pihak terkait atau memberikan jawaban atas pertanyaan umum.📞 ✅Menjaga hubungan baik dengan klien dan vendor Pekerjaan sekretaris juga termasuk mengatur pertemuan, menindaklanjuti kerjasama bisnis, serta menangani berbagai permintaan agar hubungan tetap harmonis. Sikap proaktif dan ramah dalam berkomunikasi juga menjadi kunci dalam membangun kepercayaan dan kerja sama jangka panjang dengan klien dan vendor.🤝 ✅Mengelola waktu dan prioritas Sebagai sekretaris, multitasking adalah makanan sehari-hari. Mulai dari menjadwalkan meeting, menyiapkan dokumen penting, hingga merespons email, semuanya butuh manajemen waktu yang baik. Tools yang sering digunakan yaitu Google Calendar atau Trello.⏳ ✅Mengikuti perkembangan teknologi untuk meningkatkan efisiensi kerja Menggunakan software manajemen dokumen, platform komunikasi digital, hingga tools otomatisasi bisa meningkatkan efisiensi kerja secara signifikan. Misalnya, dengan Google Workspace atau Microsoft 365, pekerjaan jadi lebih cepat karena bisa berkolaborasi secara real-time. Selain itu, aplikasi seperti Zoom atau Slack juga membantu dalam komunikasi jarak jauh tanpa harus selalu tatap muka.🤖 Ingin cari lowongan terbaru dari perusahaan top di Indonesia? Cake punya ratusan loker yang cocok untuk kamu. Gabung sekarang, yuk!🚀Cari Kerja Pertanyaan Seputar Tugas Sekretaris 1️⃣Apa tugas utama seorang sekretaris? Tugas utama sekretaris adalah mengelola administrasi, jadwal, dan komunikasi baik internal (antar departemen) maupun eksternal (vendor, klien, mitra bisnis). 2️⃣Keterampilan apa yang diperlukan untuk sukses menjadi sekretaris? Administrasi, organisasi, komunikasi, manajemen waktu, multitasking, dan teknologi. 3️⃣Apa tantangan yang sering dihadapi sekretaris dalam pekerjaannya? Menangani banyak tugas sekaligus (multitasking), menjaga kerahasiaan, dan beradaptasi dengan teknologi. 4️⃣Mengapa keterampilan manajemen waktu penting untuk seorang sekretaris? Agar semua tugas tersusun rapi, tidak bentrok, dan berjalan efisien. 5️⃣Apa saja peluang pengembangan karir untuk sekretaris di masa depan? Bisa menjadi Executive Assistant, Office Manager, atau HR Specialist.Ita Sugiharti Cake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD. Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu. Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Industry & Job Overview
Jun 20th 2024

Product Manager: Pahami Skill Apa Saja yang Dibutuhkan [Soft + Hard Skills]

Pekerjaan product manager pada umumnya dibutuhkan hampir seluruh perusahaan, profesi ini memiliki peran sangat penting dalam kemajuan perusahaan. Jobdesk product manager yang utama adalah membuat inovasi produk, mulai dari menemukan ide, melakukan perencanaan, eksekusi, hingga analisa peningkatan penjualan. Walaupun tanggung jawab product manager besar, namun faktanya semakin banyak yang menginginkan peran product manager, lho. Apakah kamu salah satunya? Sebelum memulai pekerjaan product manager, cari tahu dulu yuk apa saja job desk produk manager beserta product manager skill yang dibutuhkan. Daftar isi: Product Manager itu Apa? Soft Skill Dari Product Manager Hard Skill Seorang Product ManagerApa itu Product Manager?Product manager adalah profesi yang bertanggung jawab untuk mengembangkan produk baru dari awal hingga berhasil diluncurkan ke pasar. Mengapa peran product manager sangatlah penting bagi perusahaan? Produk baru yang berhasil dibuat tentunya akan memberikan keuntungan dan kesuksesan bagi perusahaan. Tidak hanya itu, inovasi produk baru perlu terus dilakukan untuk menjamin keberlangsungan perusahaan. Job desc product manager diantara nya: Menganalisa kebutuhan apa yang saat ini ada di pasarMembuat ide untuk menciptakan produk baruTerlibat dalam pembuatan produk, mulai dari pembuatan formula hingga produk siap dijual.Menentukan harga jual produkMelakukan analisa penjualan produk dan membuat strategi pemasaran Seorang product manager diharapkan dapat memahami berbagai bidang, seperti teknologi, bisnis, UX (user experience), dan keterampilan intrapersonal. Jobdesk product manager, juga untuk berkomunikasi dengan departemen lain seperti departemen keuangan, tim sales, hingga stakeholder.Siapa itu Product Manager?Soft Skill Penting yang Diperlukan Product ManagerAda banyak sekali skill product manager yang dibutuhkan. Pertama-tama kita akan bahas mengenai product manager soft skill. 1. Pemikiran Strategis Di dalam tugas sehari-hari, product manager akan sering dihadapkan pada pilihan-pilihan yang harus diambil. Seorang product manager dituntut untuk membuat keputusan terbaik mengenai sumber daya yang dibutuhkan, alokasi waktu, strategi pemasaran, pengelolaan risiko, dll. Maka berpikir strategis adalah skill product manager yang paling penting. Cara berlatih: melakukan observasi, mencari informasi sebanyak mungkin, berdiskusi ,menanyakan pertanyaan strategis, belajar lebih banyak mendengar, serta mempertimbangkan ide lawan bicara. 2. Manajemen Waktu Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa job desk product manager tidaklah sedikit. Maka, sangat penting bagi seorang product manager untuk membagi waktu dengan bijaksana, dan menentukan prioritas proses produksi. Terlebih seiring berjalannya waktu, akan banyak tugas-tugas tambahan yang diperlukan. Dengan manajemen waktu yang baik, akan membantu pekerjaan product manager lebih efisien. Kamu bisa mengasah product manager skill ini dengan membuat jadwal kegiatan harian atau mingguan. Selain itu, susunlah skala prioritas dalam tugas yang kamu buat. Dan terakhir, ingatlah untuk bersikap disiplin dan berusaha menyelesaikan jadwal yang sudah kamu buat. 3. Kepemimpinan Product manager adalah seseorang yang akan memimpin dan mengarahkan kinerja tim untuk menyelesaikan produk yang sedang dibuat. Tidak hanya itu, peran product manager lainnya adalah memberikan semangat dan motivasi kepada masing-masing anggota tim untuk terus bekerja sama menyelesaikan tujuan. Maka, kepemimpinan sangatlah penting dalam product manager skill. Langkah yang paling efektif untuk melatih skill product manager ini adalah mengikuti kegiatan organisasi dan mengambil peran pemimpin, atau carilah contoh peran kepemimpinan yang menginspirasi kamu dan temukan hal-hal baik apa yang perlu dicontoh. 4. Interpersonal Skill Salah satu job desc product manager adalah berinteraksi dengan banyak orang, tidak hanya orang-orang di dalam tim kerja, namun juga departemen lain hingga pemangku jabatan perusahaan. Kemampuan interpersonal yang perlu dimiliki, mencakup pendengar yang baik, komunikasi, menghargai pendapat, dan kerjasama dalam tim. Untuk skill product manager ini, kamu bisa berlatih dalam kehidupan sehari-hari. 5. Fleksibilitas Menerapkan skala prioritas adalah penting dalam jobdesk product manager. Namun, kamu juga perlu bersikap fleksibel dalam hal ini. Artinya, prioritas yang dibuat harus selalu dapat mengikuti perubahan dalam bisnis ataupun fakta di lapangan. Bersikap fleksibel tentu saja akan membantu untuk menciptakan produk dengan kualitas lebih baik. Sering mendengar, berdiskusi, serta mengikuti perkembangan bisnis dapat membantu kamu lebih memahami situasi yang ada. 📚Baca Juga:Ingin Jadi Product Manager? Kenali Job Desk, Skill, Cara, dll! 6. Berkomunikasi Dengan Baik Product manager skill komunikasi mencakup komunikasi verbal dan non verbal. Kemampuan komunikasi sangatlah penting dalam menjalankan pekerjaan product manager. Setiap harinya, komunikasi diperlukan baik untuk mengarahkan anggota tim, berdiskusi mencari pendapat, berkoordinasi dengan departemen lain, melaporkan keberhasilan dan tantangan yang dihadapi kepada atasan perusahaan, dsb. Seorang product manager, diharapkan mampu berkomunikasi dengan setiap orang dengan latar belakang yang berbeda. Kamu juga bisa meminta umpan balik kepada rekan-rekan terdekat ataupun anggota dalam tim untuk mengasah kemampuan komunikasi kamu. 7. Public Speaking Hal selanjutnya yang tidak kalah penting dalam product manager skill adalah public speaking. Tanpa kemampuan ini, kamu akan mengalami kesulitan saat melakukan presentasi baik saat pitching ide, atau peluncuran produk baru. Salah satu tugas product manager adalah meyakinkan orang lain mengenai kelebihan dan perkembangan produk baru yang sedang dibuat. Kemampuan public speaking yang baik akan membuat penyampaian menjadi lebih baik, dan membuat pendengar menjadi lebih antusias. Kamu bisa berlatih sesering yang kamu bisa, baik di depan anggota tim ataupun di depan cermin. Tak lupa, kamu juga bisa merekam dan mendengar kembali untuk memperbaiki hal-hal yang kurang baik.📚 Baca Juga:10+ Tips Public Speaking Untuk Pemula Agar Tidak GugupHard Skill Penting Seorang Product Manager1. Pengetahuan Dasar Bisnis dan Teknologi Skill domain expertise yang dibutuhkan product manager adalah bisnis dan teknologi. Pengetahuan dasar mengenai istilah-istilah bisnis, serta dasar-dasar ekonomi, seperti cara promosi, presentasi produk, membuat anggaran, laporan kas, negosiasi. Selain itu, karena kamu juga akan bersinggungan dengan tim teknologi, maka sangat penting memahami dasar-dasar teknologi yang diperlukan, seperti mesin produksi, pengembangan website. 2. Internet Marketing Di era digital sekarang ini, hampir semua perusahaan telah melakukan internet marketing. Apa itu? Internet marketing adalah usaha pemasaran yang dilakukan secara online. Beberapa fitur internet marketing, diantaranya email marketing, search engine, sosial media, dan mobile advertising. Oleh sebab itu, seorang product manager wajib memahami segala bentuk usaha yang dilakukan secara online, serta berbagai fitur internet marketing. Tentunya, kamu bisa mempelajari hal ini dengan mudah secara online. 3.Kemampuan Web Development yang Dasar Pemahaman ini tidak perlu sangat detail seperti cara membuat kode atau pemrograman. Pemahaman dasar mengenai cara pengembangan web akan sangat membantu job desk product manager, terlebih saat berkoordinasi dengan tim teknik. Dalam hal ini, kamu bisa berdiskusi dengan tim teknik untuk menanyakan keterampilan apa yang paling berguna untuk diketahui, selanjutnya kamu bisa mengambil kelas online atau mencari informasi secara online. 4. Basic User Experience Memiliki pengetahuan dasar mengenai UX tentunya juga akan sangat membantu pekerjaan product manager. Jika kamu mengetahui bagaimana UX bekerja, kamu bisa dengan mudah mengkomunikasikan fitur ataupun desain yang ingin kamu tampilkan di website. 5. Riset Pasar Langkah pertama dalam job desc product manager adalah membuat ide atau konsep baru. Nah, ide yang didapat ini biasanya berasal dari riset pasar. Ketahuilah target pasar yang kamu tuju, kebutuhan apa yang saat ini diperlukan, bagaimana karakter pelanggan, dan nilai apa yang ingin kamu berikan melalui produk baru yang akan dibuat. Jika pengalaman yang kamu miliki belum cukup, tentu saja kamu masih bisa terus berdiskusi dengan tim-tim departemen lain untuk membantu kamu dalam product manager skill ini. 6. Pemecahan Masalah Skill product manager berikutnya yang wajib adalah kemampuan pemecahan masalah. Dalam menjalankan job desc product manager, tentunya kamu akan dihadapkan pada berbagai tantangan. Selain itu, pastikan bahwa produk yang ingin kamu buat juga merupakan produk yang bisa memecahkan masalah penggunanya. Bagaimana melatih product manager skill ini? Kamu bisa memikirkan masalah yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Pikirkanlah masalah dengan jelas beserta solusi yang sekiranya tepat. Solusi-solusi yang terpikir biasanya dapat dikembangkan dengan banyaknya membaca atau melakukan banyak diskusi dengan pelanggan, pemangku jabatan, ataupun orang-orang disekitar.📚 Baca Juga:3 Contoh CV Product Manager, Siap Diterima Perusahaan!Mau buat CV product manager yang profesional seperti contoh-contoh di atas? Yuk, buat CV ATS kamu di Cake, 100% gratis!🎉Buat CV Cake adalah website bikin CV ATS-friendly gratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa, fresh graduates hingga para professional. Buat juga portofolio online kamu dengan Cake dan cari lowongan di website cari kerja atau aplikasi cari kerja kami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu!--- Ditulis Oleh Fiorency Santoso ---
Resume & CV
Apr 12th 2023

How to write a professional resume | Ultimate writing guide & tips 2023

Resume writing guideline and tips in 2023 Crafting a professional resume is crucial to make a good first impression on potential employers. However, job seekers may need guidance to create an impressive resume that captures recruiters' interest. Fear not, as Cake — thebest resume builder, is here to guide you through the process of writing a professional resume in 2023. In this blog, we'll cover everything you need to know to write and create an astounding resume that can help you land your next career move. 📌 TABLE OF CONTENT What Is a Resume? Resume Writing Do's and Don'ts 9 Must-Have Resume Sections The Best Resume Builder What Is a Resume?A resume is a brief summary of skills, experience, and education. Its purpose is to impress potential employers and lead to an interview. While it won't guarantee employment, a well-crafted resume can convince potential employers of suitability for the job. In order to do so, you'll need to have 9 essential key sections on your resume. Keep reading to find out what they are!It's important to note that a resume and a CV serve different purposes. While a resume is typically used for job applications, a CV is usually used for academic pursuits such as post-graduate or PhD programs.You can create a resume using many different tools, like the traditional Microsoft Word,design tool like Canva, or resume builder like Cake. Later one, we’ll instruct you to choose the best online resume builder that is not only free but also help you with all you need! 📖 Further reading: What is a resume? [Definition, elements, writing tips, and examples] Resume Writing Do's and Don'tsWhen writing a resume, there are two common issues that bother us all. Whether you’re a seasoned employee with years of work experience or a fresher who just graduated with no work experience. They are: “What to include in a resume?” and“What NOT to include in a resume?” A professional resume should be able to serve its ultimate purpose, which is to help you land interviews. After reviewing your resume, recruiters and hiring managers should at least be able to learn the three following information:Is the candidate qualified for this job position in terms of skills, knowledge, and experience?What can the candidate contribute to the company based on previous work experience and achievements?How to contact the candidate if they’re qualified? In order to do so, there are five fundamental sections you must include in your resume in order for it to be deemed as “good.” They are:Contact InformationWork ExperienceEducationSkills (technical soft)Achievements and Awards While you can skip sections such as interests and hobbies, some jobs might require it. So you can read this article to know about theoccasions when it's suitable to mention hobbies and interests. What to Include in a Resume:Contact InformationProfile Summary / Career ObjectiveEducationWork ExperienceSkills and QualificationsAwards and AchievementsWhat to Exclude from a Resume:Marital statusPhoto (headshot)Religious preferenceIrrelevant ExperienceHobbies and InterestsComplete mailing address 📙 Further reading:5 Essential Steps to Build A Convincing Resume | Resume Building Guideline 9 Must-Have Resume Sections 1.Resume headline/title A resume headline which is located in the header section of a resume, summarizes your working experience, strengths, and qualifications. It is often used to show recruiters that you’re a perfect fit for the vacancy. To quickly catch the recruiters’ eye, remember to carefully tailor your resume headline/title according to the job applied Here’re some tips for you to refer to while writing a resume headline/title:Utilize keywords: You can refer to the job post and read the description carefully. What are the required qualifications or skills? If you have any of the skills or experience the employer’s looking for, include them in the headline.Keep it concise: A resume title should be short but concise. An ideal headline should be within 10 words.Customize: It is necessary to customize the headline for each resume when you are applying for different job positions since every company has diverse job requirements (even when they’re hiring for the same profession!).Capitalize: In order to catch a hiring manager’s attention quickly, it’s suggested to capitalize the headline. 💡 TIPSWhile adding certain details, such as a profile picture or personal background, may enhance your resume, they can also become a deal-breaker in some cases. As a rule of thumb, only include information that is directly relevant to the job requirements. Adding photos or personal details are typically unnecessary unless specifically requested by the employer. If you still have no idea how to write a professional resume title, here are 2 easy formulas for you: Resume headline writing formulas: 📍 [An adjective describing your personal trait] + [Job title] + with + [Experience] 📍 [An adjective describing your personal trait] + [Job title] + Skilled in/Specializing in + [Skill/Qualification] Resume headline examples:Creative Digital Marketer Specializing in SEODetail-Oriented Baby Sitter with First Aid TrainingMultilingual Translator Skilled in Website TranslationChartered Accountant with Analytical and Interpersonal SkillsGoal-Oriented Sales Representative with 5 Years of Experience in FMCG 📚Further reading:Resume Headline|Examples, Templates, Writing Guide 2. Resume summary/Resume career objectives A professional resume objective can be seen as an extension of your resume headline, more like a resume summary statement. Initially, a career objective on a resume was used to express a job seeker's professional aspirations. Nowadays, the purpose of a resume objective has evolved to become a concise summary of a candidate's qualifications and achievements, highlighting what they can bring to the table. On the other hand, a resume summary is a brief paragraph consisting of 2 to 3 sentences that encapsulate the candidate's relevant qualifications, career objectives, and desired job title. It should emphasize the candidate's skills, experiences, current job search status, and career vision to grab the attention of potential employers. 💡 TIPS It is suggested that freshers and career changers include a career objective or summary in their resume. Like resume titles, resume summaries, and objectives are not strictly required for a resume. However, a good summary/objective can spice up your resume and catch the attention of recruiters. A good resume summary and objectives should be concise, eye-catching, and, most importantly, should be closely related to the job position and the culture of the company you’re applying for.  Concise, eye-catching, and most importantly, it should be closely related to the job position and the culture of the company you’re applying for. How to write a summary/objective for a resume?Keywords: Read through the job post carefully and collect keywords of required skills, experience, and personal traits that match yours. Use them wisely in the personal statement to catch a recruiter’s (or an applicant tracking system’s!) attention.Growth (optional):State your career goals and how the job/company can help you achieve them.Value: Instead of only gabbling about what you can gain from the company, an employer cares more about how you can add value to the company.Accomplishment: Remember to include your accomplishment at work to beef up your objective statement. It can be certification, license, and award that’s relevant to the position. If you would like to highlight any outstanding work performances in the past, don’t forget to utilize numbers!Place at the top: Depending on the format, a career objective should be placed under the resume title or contact information. Here are 2 simple formulas for freshers and career changers to write a good resume objective/summary:  Resume objective writing formula for freshers: 📍 [Your major] graduate with [required skills for the position] skills.Currently seeking a position as a [job title] at [company name], to [career goal].Gained [required experience or ability] experience at [academic/extra-curricular activities], receiving/achieving [achievements or awards]. Career objective example for freshers: Computer Science graduate with proven front-end coding skills. Currently seeking a position as a Frontend Developer at Amazon to leverage coding UX skills to help improve user experience and conversion rate. Gained application development experience at Tata Consultancy Services in internship programs, receiving Best Intern Award for excellent performance.Marketing graduate with outstanding analytical skills. Currently seeking a position as a Marketing Strategist at Facebook to apply my passion knowledge for content writing and marketing strategic planning. Gained social media and offline marketing experience at the student association as Marketing Lead, receiving Student Organization Leadership Awards for outstanding performance. Resume summary writing formula for career changers: 📍 [Previous job title] with [required skills for the position] skills.Currently seeking a position as a [Job title] at [company name], to [career goal].Built [required experience or ability] experience at [work experience], receiving/achieving [achievements or awards]. Resume summary examples for career changers: Patient and detailed-oriented customer service agent with proven communication organization skills. Currently seeking a position as a Product Manager at SoFi, to enhance customer loyalty and user experience. Built problem-solving UX research experience at Delhivery as a Customer Care Specialist, achieving a 30% increase in user retention rate in 3 months.Elementary education teacher with lesson planning classroom management skills. Currently seeking a position as a Classroom Teacher at Merion Elementary School to apply my 10 years of teaching experience to create better educational content. 💡TIPS A professional summary/objective for a resume should be around 30 to 50 words. A summary/objective with more than 100 words is considered too lengthy. 3. Personal details When crafting your resume, it is important to avoid including any irrelevant personal information. Instead, focus on including key details that will help you stand out as a qualified candidate. These details should include:Full nameEmail addressMobile numberCountry and city you’re currently in(Optional) Active links to your portfolio(Optional) Active links to your LinkedIn profile However, there are certain personal details that should never be included in your resume. These details are:AgeMarital statusSexual orientationReligious preferenceSocial Security numberComplete mailing addressIrrelevant social media links 📕 Further reading:Personal Details in Resume|Samples, Formats, Writing Guide 4. Skills (personal skills/technical skills) When it comes to listing skills on your resume, it's essential to tailor them to the job you're applying for. You should categorize your skills into bullet-point lists based on different skill sets and highlight the ones most relevant to the job requirements.There are generally two types of skills to include in a resume: technical skills (hard skills) and personal skills (soft skills). When selecting which skills to include, refer to the job description and highlight the skills that are particularly critical for the position. For instance: hard skills are especially important in a technical job. However, for jobs with no specific hard skills required, like teachers or baristas, you might consider adding computer skills or language skills to your resume.If you have gaps in your employment history, consider using a skill-based resume format (functional resume), which focuses on your skills and qualifications instead of your work history. Remember that it’s not about the number of skills you list but rather the quality and relevance to the position/industry. Ensure that the skills you include can answer the following questions:How are they relevant to the job requirements?How can they make you qualified for the work?How can they add value to the company? 💡TIPS Another point to keep in mind is that listing skills are a way to showcase your strengths, so there's no need to include weaknesses unless it's explicitly requested. When organizing your skill section, group them into categories based on the qualifications required for the job. Here are some examples of skill categories for software engineers and designers:Created via CakeCreated via Cake 💡 TIPS It's not suggested to use bars, charts, or ratings to display skill proficiency. These methods lack credibility and are not compatible with Applicant Tracking Systems (ATS). Instead, list skills in bullet points and include objective proof such as licenses, certifications, awards, or accomplishments. 5. Educational qualification An education section can be a vital factor in your resume, especially if you just graduated from college. How to list education on a resume? Educational qualifications should be listed in reverse chronological order, starting with your highest level of education. Usually, it is not recommended to include high school education on resumes. However, if it is your highest degree, it should definitely be included. What do I put for education on a resume? School nameSchool locationDegree levelMajor minorGraduation year (Optional) GPA(Optional)Relevant coursework(Optional)Academic honor (award, scholarship, publication) The content and placement of the education section can be adjusted accordingly to a job seeker’s seniority. Freshers with no or little work experience should make the most of the education section to highlight their achievements and knowledge learned. Some of you might wonder whether it is ok to leave education off your resume. If you’re a career changer with more than 5 years of work experience, simply state the school name, major, and graduation year of your highest level of education. Also, for experienced employees, placing the education section after the work experience section is suggested. How to list education in progress on a resume? If you’re currently in college, you can still list the in-progress degree on your resume with relevant coursework you’ve done. Simply note the expected graduation date beside the starting year.Should I include education on my resume if I didn't graduate? If you did not complete the degree (and you're not going to), it is not suggested to include it on your resume, unless you don't have any other education or training.To list an incomplete degree, you can include the name of the school and program and also relevant coursework you finished. Do note that you should not mislead employers in believing that you've graduated. 📖 Further reading:Education on Resume|Examples, Templates, Writing Guide Created via Cake6. Work experience Work experience is the most important section of a resume. It can fully demonstrate your competency, qualification, and experience in a proper manner. In this section, full-time/part-time/contract/freelance work and internships can all be included as long as they are relevant to the position. How do I write my work experience on a resume?List the past work in a format of reverse chronological order, with 3 - 5 bullet points for each experience to indicate the skills learned and goals accomplished.Use past tense while describing work and goals you’ve achieved, no matter if they’re in your past or current jobs. It is allowable to use present tense for current jobs, but do notice to keep the tense consistent under each item.Make use of action verbs to construct strong statements. Also, adopt active voice instead of passive voice to write sentences, which can create a positive image. Here are 5 tips to keep in mind when writing the work experience sectionCustomize:Tailor-make the resume work experience section for different positions and companies. Read the job description carefully and do research on the corporate culture and industry trends to select the experiences and accomplishments that will help you stand out from other candidates.Consistency:Make sure your work experience appears to align with your career goals or path. “Should I include irrelevant work experience on a resume?” Since there’s a length limit for resumes, it’s only wise to exclude experiences that stray from the current career path. Trial and repeated job duties should also be removed.Keywords: To catch recruiters and Applicant Tracking System’s attention swiftly, insert keywords (e.g., specific skills, qualifications, and requirements) from the job post directly in the sentences.Quantify:Numbers can be eye-catching among a pile of words. Quantifying your achievements and experiences enables employers to understand your value more quickly and precisely.Explanation:Since recruiters can’t be experts in all fields, try further to explain some abbreviations, proper names, and statuses when necessary. Besides, if the resume is meant for a foreign company, do utilize further explanation to highlight your experience. How many years of work history/experience should be on a resume? It depends on the candidates’ seniority levels. Generally speaking, there should be 3 - 5 relevant work experiences (jobs) included on a resume, which can be traced back to 10 - 15 years ago for some senior-level job seekers. 💡TIPS If you are a fresher just out of college, you can include your academic, extra-curricular, volunteer, and internship experiences in college. However, it’s not suggested to add high school experiences on resumes if you’re a college graduate. How to include work projects in resume? Cake is the best online resume builder. Users are able to include maps, links, videos, images, and slides in their resumes to showcase skills and profession. Adding projects and portfolios can make your resume more appealing and professional, especially for designers, software engineers, and marketing professionals. Created via Cake Created via Cake 📖 Further Reading:Work Experience on a Resume|Samples, Formats, Writing Guide7. Declaration in resume Resume declaration is a statement where job applicants assure their potential employers that everything included on the resume is accurate and without any misleading information. It usually comes with the writer’s signature and the date. Declaration for resumes is common during the job application process in India, and it can also be found in companies or organizations with formal application processes (e.g., Traditional enterprises, government agencies, and academic institutions). 💡TIPS Keep your resume declaration statement short and genuine. It's not necessary to have a lengthy statement. Being honest and authentic is key to securing an interview. How to write a declaration in resume? Here’s the resume declaration sample and format.Resume declaration sample and format I, [You Full Name], solemnly declare that all the details above in my resume is true and accurate. I take full responsibility for the correctness of the information mentioned.[You Formal Signature] [Date] 📖Further reading:Declaration in Resume|Formats, Examples, Writing Guide 8.References on resume Reference on a resume is not strictly requested in general cases. Adding references in resumes used to be common in the past, but the trend is now fading out. However, it doesn’t necessarily mean that references are not important during the job search process anymore. When should I put references on a resume?If the recruiters specifically request applicants to add references to resumes, or it is clearly indicated on the job posting, you should for sure put references on your resume or attach a reference page/sheet in the mail. How to put references on a resume? It is appropriate to list 1 - 3 references on a resume with the following information:The referee’s full nameThe relationship between you and the refereeThe referee’s current job titleThe company at which the referee’s current workingThe referee’s contact information (e.g., Email, phone number)(optional) A short description of the projects you worked together on 💡 TIPS Remember to start the reference list with the one you had the best working relationship with and to previously confirm the referees’ willingness. If you’ve decided to write references in your resume, your next question might be, “Where to add references in resumes?”. Here are some suggestions:Add a reference section at the end of the resumeAdd a reference page/sheet with the resumeAttach another reference page/sheet with the cover letter mail Since the ideal number of references is around 3 (it’s not suggested to list more than 5 referees considering the quality), simply adding a reference section in a resume would be adequate. 📕 Further reading:References on Resume|Formats, Samples, Templates 9.Hobbies This is one of the most common questions asked by job seekers, “Should I put hobbies on a resume?” Generally speaking, it is not suggested to include hobbies in resumes since usually, they can’t directly prove you’re qualified for the job. However, the following 2 conditions can be the exceptions: Your hobbies and interests are highly related to your profession or the position you’re applying for.For example, writing, blogging, and podcasting can be attractive hobbies on resumes for Brand and Marketing specialists; volunteering and community service can be good hobbies on resumes for people applying for jobs at NGOs; and sometimes, even playing video games can be the best hobby if you’re trying to get into the gaming industry!Your resume is less than a page, and you have nothing else to put on it.If you’re writing your very first resume, and you don’t have any skill, work experience, or major achievement to write in it, the section on hobbies for a resume can be your savior. Due to the lack of experience, the only things you can leverage are your personal traits, characters, and personalities, which can also be associated with your soft skills. Make the most of the hobbies and interests section in your resume to show your future employers that you’re a responsible person, a self-starter, a fast learner, a team player, and even a leader! 📒 Further reading:Hobbies and Interests in Resume|Examples, Formats, Writing Guide What are good hobbies to put on a resume?Here is a list of hobbies and interests to write in resumes:Hobbies InterestsPosition/Company/IndustryPet CarePet industryChild CareTeacher position / Child Care Services IndustryPhotographyPhotographer positionCooking, BakingRestaurants and Food Services industryArt, Sketching, PaintingDesigner positionHistory, Culture, TravelingTour guide position / Tourism IndustryReading, Writing, BloggingWriter position / Publishing industryNetworking, Public speakingSales position / Business development positionLanguages learning, TravelingTourism IndustryWriting, Blogging, PodcastingMarketing positionComputer games, Video gamesGaming industrySports, Exercising and healthcarePersonal trainer position / Fitness industryVideo production, Filming, MoviesVideo editor position / Film and Television IndustryVolunteer work, Community involvementSocial enterprise / NGOsListening to music, Making music, Playing an instrumentMusic industryThe Best Resume BuilderCake is the best free resume builder tool that can help you build an attractive and professional resume in just 10 minutes. With Cake, you can easily create a custom resume that reflects your skills, experience, and achievements. Whether you're a seasoned professional or just starting out in your career, Cake provides a range of customizable templates and formatting options to ensure that your resume stands out from the crowd. By using the best free online resume builder, you can be confident that you're presenting your best self to potential employers and increasing your chances of landing your dream job effortlessly.Start your Cake journey today!
Resume & CV
Apr 9th 2026

14 Contoh Soft Skill dan Hard Skill dalam CV yang Disukai HRD!

RingkasanSkill dalam CV adalah bagian yang penting untuk menunjukkan kepada rekruter value yang dapat kamu tawarkan kepada perusahaan.Skilldapat dibagi menjadihard skill (kemampuan teknis seperti desain/IT) dansoft skill (karakter diri seperti komunikasi/kepemimpinan).Kamu bisa menulisskill dalam CV dengan berbagai format, misalnya denganbullet points, dikelompokkan per kategori, atau disatukan dalam deskripsi pengalaman kerja.Jangan menulis terlalu banyak, pilih maksimal 10skill paling relevan dengan posisi yang dilamar.Fresh graduate harus menonjolkantransferable skills, sementara pekerja senior/berpengalaman fokus padaskillyang terbukti dari hasil kerja.Saat membuat CV, bagian skill atau keahlian menjadi salah satu bagian paling penting karena bagian ini dapat menjadi nilai jual seorang kandidat ketika melamar kerja.Mengapa skill pada CV itu penting?Bagian keahlian yang ditulis pada CV menunjukkan kepada rekruter bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk lowongan pekerjaan tersebut. Skill yang ditulis pada CV memudahkan rekruter untuk menyaring dan memilih kandidat yang cocok dalam waktu singkat.Daftar isi: Skill dalam CV Lamaran KerjaContoh Hard Skill dalam CV Lamaran KerjaContoh Soft Skill pada CV Lamaran KerjaCara Menulis Skill pada CV Contoh Keahlian pada CV berdasarkan 15 Profesi Skill dalam CV Lamaran Kerja Umumnya, skill dibagi menjadi dua kategori, yakni hard skill dan soft skill.Apa bedanya soft skill dan hard skill?Hard Skill Hard skill adalah keterampilan teknis untuk melakukan pekerjaan spesifik yang dapat dipelajari dan diukur kemampuannya. Contohnya adalah membaca, menulis, matematika dan kemampuan untuk menggunakan program komputer. Soft Skill Soft skill adalah sifat karakter dan kepribadian seseorang yang menggambarkan cara kamu berhubungan dengan orang lain di tempat kerja. Beberapa contoh soft skill adalah etika, komunikasi atau cara bekerja sama dengan orang lain. Pada umumnya, orang yang memiliki soft skill yang baik akan mudah untuk beradaptasi, berkolaborasi, menyelesaikan masalah dan membuat keputusan dengan baik. Perbedaan Hard Skill Soft Skill Contoh Hard Skill dalam CV1.Kemampuan Analisa DataAnalisis data adalah contoh kemampuan seseorang untuk meneliti, mengamati, dan memahami berbagai jenis data untuk menemukan solusi bagi permasalahan bisnis. Orang dengan data yang kuat dapat menggunakan informasi yang didapat ini untuk membantu sebuah perusahaan mengembangkan strategi. Contoh skill analisa data dalam CV meliputi: Research, Data Visualization, Data Management, Forecasting dll.2. Skill Desain dan MarketingSkill dalam marketing dan desain adalah contoh skill yang selalu diperlukan banyak organisasi. Apalagi seiring perpindahnya pemasaran yang serba online, skill desain dan digital marketing pun semakin populer dikalangan anak muda. Contoh keterampilan desain dan marketing dalam CV meliputi:Social Media Marketing, UI/UX Design, Graphic Design, Email Marketing, Content Planning, Content Strategy, SEO, Adobe Photoshop, Adobe Premiere Pro dll.3. Skill KomputerJaman sekarang, mayoritas pekerjaan membutuhkan setidaknya keterampilan komputer dasar. Alhasil,skill komputer dalam CVdapat menjadi nilai plus dimata rekruter.Terlebih, sekarang muncul banyak pekerjaan di bidang teknologi informasi, sehingga skill komputer menjadi salah satu skill yang wajib kamu miliki. Keterampilan komputer dalam CV meliputi: Microsoft Office Suite (Word, Excel, Powerpoint), QuickBooks, Bahasa Pemrograman (Java Script, CSS/HTML), dll.4. Skill Teknis Per BidangKeterampilan teknis dalam CV yang bisa kamu tulis adalah skill dalam bidang tertentu dan biasanya terkait dengan bidang teknik dan sains, berdasarkan bidang yang kamu kuasai. Skill ini mengharuskan kamu untuk menggunakan software atau alat untuk mengerjakan pekerjaan. Contoh skill teknis dalam CV meliputi: CAD, ERP, platform CRM, Prototyping, Drafting, STEM, dll.5. Skill ManajemenKebanyakan skill manajerial memang merupakan soft skill. Namun, seorang manajer atau pemimpin juga membutuhkan beberapa hard skill agar bisa melangsungkan tugas dengan efektif. Skill manajemen dalam CV meliputi: Recruiting, Public Speaking, Project Management, Negosiasi, Logistik, Product Management dll.6. Skill MenulisWriting skill adalah skill yang sering dianggap sepele. Namun faktanya, hampir semua perusahaan akan menuntut setiap karyawan untuk menulis dengan baik. Contohnya, skill menulis akan diperlukan untuk membuat proposal, membuat presentasi untuk klien, promosi pemasaran, dll. Writing skill dalam CV meliputi: Copywriting, Content Writing, Email Writing, Business Writing, Writing Reports, dll.7. Kemampuan Bahasa AsingMemiliki skill bahasa asing akan meningkatkan value kamu sebagai pelamar kerja. Dengan kemampuan berbahasa asing, kamu bisa terhubung dengan lebih banyak pelanggan dari berbagai belahan duniaPenulisan kemampuan bahasa asing di CVbiasa disertai dengan tingkat kelancaran, seperti contoh di bawah. Contoh penulisan kemampuan bahasa asing di CV: Bahasa Indonesia -NativeBahasa Inggris -Advanced ,Skor IELTS 8.0 📚 Baca juga:Cara Menulis Kemampuan Bahasa dalam CVContoh Soft Skill dalam CV Kebanyakan dari pelamar kerja menuliskan keterampilan teknis atau hard skill pada CV, namun melupakan salah satu hal yang paling penting, yaitu soft skill. Padahal, dikutip dari National Soft Skills Association, studi dari Harvard menunjukkan bahwa 85% kesuksesan seseorang berasal dari memiliki soft skill dan juga kemampuan berinteraksi dengan orang lain, dan hanya 15% datang dari pengetahuan dan keterampilan teknis atau hard skills.Apa saja soft skill dalam CV?1. Kemampuan KomunikasiKeterampilan komunikasi dalam CV penting karena kamu akan berkomunikasi dengan berbagai macam orang baik klien, pelanggan, ataupun rekan kerja.HRD akan menginginkan karyawan yang tidak hanya dapat mengomunikasikan ide-ide mereka sendiri, tetapi juga dapat mendengarkan pendapat orang lain dengan penuh empati. Contoh skill komunikasi meliputi:Skill Presentasi, Skill Negosiasi, Komunikasi Tertulis, Komunikasi Non-Verbal, dll.2. Kepemimpinan / LeadershipSoft skill untuk CV yang satu ini mengacu pada kemampuan untuk memberikan bimbingan dan pelatihan. HRD lebih suka mempekerjakan kandidat yang memiliki jiwa kepemimpinan karena: ✔️ Kandidat dengan jiwa kepemimpinan akan menunjukkan lebih banyak inisiatif dan lebih cenderung menginvestasikan diri mereka sendiri dalam membantu perusahaan tumbuh. ✔️ Perusahaan dapat mempromosikan kandidat tersebut ke posisi yang lebih tinggi. Contoh skill kepemimpinan meliputi: Decisiveness (membuat keputusan), Kemampuan Mengelola Anggota Tim, Kemampuan Membimbing, Relationship Building, dll.📚 Baca juga:Wajib Tahu! 8 Cara Menjadi Pemimpin yang Baik [Perusahaan Organisasi]3. Kreatif dan InovatifKreativitas adalah soft skill yang diperlukan dalam CV karena skill ini dapat membantu perusahaan mengembangkan solusi inovatif bagi masalah yang ada. Apalagi untuk kamu yang ingin bekerja di perusahaan startup, kreatifitas kamu akan diuji karena kamu akan diberikan banyak kesempatan untuk mengebangkan ide dan memajukan perusahaan. Contoh skill meliputi: Curiosity, Open-Mindedness, Imagination, Problem Solving.4. Kerjasama TimHRD juga tertarik dengan CV yang mengandung kemampuan kerjasama yang baik. Dalam dunia kerja, kamu harus dapat bekerja secara efektif dengan orang-orang sekitar. Contoh skill kerjasama tim meliputi: Active Listening,Kolaborasi, Empati, Dapat diandalkan, Bertanggung Jawab5. Pemecahan MasalahKemampuan pemecahan masalah merupakan skill dalam berpikir dan menemukan solusi.Skill pada CV yang satu ini akan selalu berharga bagi setiap perusahaan karena setiap tempat kerja pasti memiliki masalah yang perlu ditangani. Contoh problem solving skill meliputi: Analysis, Brainstorming, Innovation, Logical Reasoning (Penalaran Logis)6. Perhatian Terhadap DetailDetail oriented merupakan keahlian di CV lain yang tidak kalah penting. Memberi perhatian bahkan pada detail kecil adalah hal yang membedakan kandidat yang memiliki dedikasi kuat dan kandidat yang hanya ingin menyelesaikan tanggung jawab mereka. Contoh skill meliputi: Observant, Organized, Time Management7. Kemampuan AdaptasiKemampuan beradaptasi dalam CV menunjukkan seberapa baik kamu dapat menyesuaikan diri kedalam situasi baru. Perusahaan dan lingkungan kerja akan terus berubah: anggota tim baru yang masuk, pergantian struktur organisasi, perusahaan dibeli atau dijual, dll. Oleh karena itu, skill adaptasi akan dipandang sangat baik dalam CV lamaran kerjamu. Contoh skill adaptasi meliputi: Fleksibel, mampu bersosialisasi dengan baik, kemampuan mempelajari hal baru secara cepat Bagaimana Cara Mengisi Skill di CV?Tahukah kamu ada bermacam-macam cara untuk menulis skill pada CV, pastikan kamu memilih format yang paling tepat untuk mendeskripsikan kualifikasi yang kamu miliki untuk pekerjaan yang dilamar ya!1. Menggunakan Bullet PointsCara ini merupakan cara paling mudah untuk menuliskan skill pada CV. Dengan menggunakan format ini, CV yang ditulis dapat menangkap perhatian rekruter secara cepat, namun rekruter tidak dapat mengetahui seberapa dalam kemampuan yang dimiliki.Contoh Skill dalam CV - CV Dibuat di CakeResume 2. Skill dengan Penjelasan LanjutanFormat yang kedua sebenarnya mirip-mirip dengan format pertama, namun ditambahkan dengan kalimat yang menjelaskan keahlian yang dimiliki. Keahlian yang ditulis seperti ini umumnya sering ditemukan dalam format CVfungsional.Penjelasan lanjutan memberi kredibilitas pada keterampilan yang dimiliki dan menunjukkan kepada rekruter bagaimana keterampilan yang dimiliki dapat menguntungkan bagi perusahaan.Contoh Skill dalam CV - CV dibuat di CakeResume Contoh keterampilan untuk CV:Contoh Skill Account Management -Telah sukses mengembangkan strategi untuk meningkatkan customer. Mengelola dan mengembangkan hubungan dengan 50+ customer utama.Contoh Skill Data Analis -Memiliki 3 tahun pengalaman menggunakan Phyton untuk mengelola data dan memberi insight kepada tim yang berbeda dalam perusahaan. Meningkatkan 20% keefektivitas Contoh Skill Digital Marketing - Menggunakan SEO dalam penulisan artikel dan memiliki 2 tahun pengalaman iklan di Facebook Ads dengan total spending mencapai 100 juta per bulan. 3. Mengintegrasikan dengan Pengalaman KerjaFormat penulisan skill pada CV yang satu ini menggabungkan pengalaman kerja dengan skill yang dimiliki. Di setiap bullet point akan dituliskan pengalaman kerja beserta skill yang menunjukkan kompetensi dan kualifikasi profesional yang mudah untuk diukur. Contoh pengalaman kerja dan skillHuman Resources and Talent AcquisitionPT. XYZ Internasional2018–SekarangMembaca acara orientasi dan perkenalan untuk 500 karyawan baru PT. XYZ dan melatih mereka menggunakan software tools seperti SalesforceMencari, merekrut dan mewawancarai kandidat untuk masuk ke PT. XYZBerkolaborasi dengan media partner untuk mengadakan acara team bonding PT. XYZ4. Penulisan Keahlian dalam CV Berdasarkan KategoriFormat penulisan skill yang terakhir adalah pengelompokkan berdasarkan kategori. Format ini sangat cocok digunakan ketika melamar pekerjaan yang mengharuskan untuk memiliki keahlian yang luas.Pembagian kelompok :ProductSoftwareUser ExperienceServerPengetahuan IndustriLanguage/ Bahasadan lain-lainContoh penulisan CV berdasarkan kategori untuk seorang Developer:Contoh Skill dalam CV - CV Dibuat dengan CakeResume Contoh Skill dalam CV - CV Dibuat di CakeResumeSudah belajar bagaimana cara menulisskilldalamCV?Ayo langsung buat CVsekarang di Cake! 🚀Buat CV Tips Menulis Keahlian dalam CV Saat membuat CV, berikut hal yang perlu diperhatikan tentang keahlian atau skill:Cara Menulis Skill di CVTuliskan skill yang relevan di CV dengan pekerjaan yang kamu daftar; pastikan kamu sudah membaca job description dari pekerjaan yang dilamarJangan tulis terlalu banyak skill, masukkan sampai 10 skill yang paling utama saja, jangan lupa tambahkan level keahlian tersebutRiset terlebih dahulu skill yang paling dibutuhkan oleh perusahaan, taruh pada CV jika kamu memilikinyaTuliskan 2-3 skill utama pada deskripsi diri / karir objektif Jujur. Jangan menuliskan skill yang tidak kamu miliki, karena saat wawancara dan bekerja, kamu harus membuktikan apa yang kamu tuliskan. Contoh Skill Pada CV Untuk 15 ProfesiDibawah ada daftar soft skills dan hard skills dalam CV yang dibagi menurut 15 pekerjaan yang berbeda mulai dari fresh graduate, digital marketing sampai skill yang harus dimiliki oleh seorang dokter.AkuntanArsitekAdministration StaffCustomer ServiceData AnalisDigital MarketingDokterGrafis DesainGuruHuman Resource (SDM)KasirKomputer SkillManagement TraineeSosial Media ManajerFresh Graduate1. Skill Akuntan pada CV:Analisis Data Ketelitian Membaca Laporan Finansial Microsoft ExcelPerencanaan Budget2. Skill Arsitek untuk CV:Keterampilan Menggambar Thinking and ReasoningDetail-orientedAdobe SkillsPerhitunganKolaborasi3.Skill untuk Administration StaffData EntryPerencanaan PenjadwalanMicrosoft OfficeMengangkat TelponMenyambut TamuKetelitian4.Keterampilan untuk Customer ServiceKreativitasPerhatianMendengarkan Secara AktifProblem-solvingPengambilan KeputusanProduct KnowledgeKomunikasi5.Keterampilan untuk Data AnalisSQLMicrosoft ExcelR or PhytonData VisualisationBerpikir KritisSkill PresentasiMachine Learning6.Contoh Skill dalam CV Digital MarketingSEOContent MarketingData AnalysisFacebook AdsGoogle AdsCMSKreativitasStrategic Thinking7.Contoh Keahlian dalam CVDokterProfessionalEmpatiCritical ThinkingPenyelesaian MasalahPengambilan KeputusanKepemimpinan, Komunikasi8. Keahlian untuk CV Desain GrafisKreativitasAdobe PhotoshopIndesignIllustratorFigmaBrandingKomunikasiSkill Presentasi9. Contoh Keterampilan dalam CV untuk GuruKesabaranKetelitianCritical ThinkingKomunikasiCurriculum DevelopmentMenjelaskanBertanyaKreativitas10. Contoh Skill pada CV HRDNegosiasiPenyelesaian MasalahFokusMultitaskingKolaborasiManajemen ProjekKomunikasi11. Contoh Keahlian untuk KasirAkurasiCash ManagementKreditPerhitunganKomunikasiKecekatanMicrosoft Office12.Contoh Keahlian Komputer dalam CVCAD Software : Revit, AutoCAD, Building Information ModelingPemrograman : CSS, Phyton, Java, Ruby, C++CRM Software : Hubspot, Salesforce, Zoho.Desain : Photoshop, Illustrator, Indesign, Premiere.13.Contoh Keterampilan yang harus ditulis dalam CV Management TraineeDetail-orientedPenyelesaian MasalahSkill PresentasiKepemimpinanKomunikasiDapat Diandalkan14.Contoh Skill dalam CV Social Media SpecialistContent CreationMengetahui TrendCommunity ManagementWriting SkillsKreativitasStrategic Planning15.Skill Fresh Graduates dalam CVKomunikasiOrganisasiBekerja Dalam TimNegorsiasiPenyelesaian MasalahMudah BeradaptasiMicrosoft Office💡Lihat Contoh CV Fresh Graduate Menarik (Tanpa Pengalaman) dan Cara Membuatnya Sudah siap melamar kerja?Langsung lihat lowongan kerja terbaru di Cake, mulai darientry-levelsampaimid-senior level!👇🏻 Rekomendasi Lowongan Kerja Mulai Buat CVProfesional di CakeCake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Dengan bantuan Cake AI, kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Resume & CV
Apr 18th 2023

How to include interpersonal skills in your resume [resume examples + tips]

Created by CakeIn this article,you’ll learn about: What are interpersonal skills? Where to list interpersonal skills on a resume/CV [Resume examples] 50+ Examples of Interpersonal Skills in a resume/CV Tips on how to include interpersonal skills in a resume/CV How to improve interpersonal skills As a part of soft skills, interpersonal skills are those required for individuals to communicate effectively, interact, and work in an organization. They are related to the skills one uses to interact with others. During recruitment, hiring managers do not only look for technical skills but also interpersonal skills on a resume to choose one applicant over another. Including the right interpersonal skills in your resume is important to help you stand out among other applicants. This is because most job seekers list similar hard skills relevant to the position; interpersonal skills are what make an applicant unique and help you win the competition. Let’s learn how to highlight the best interpersonal skills and 50+ resume examples of interpersonal skills for your resume, no matter what field you work in. What are interpersonal skills? Interpersonal skills refer to the ability to communicate, interact, and collaborate effectively with others. They are often considered a specific type of social skill essential for your career and personal life. In organizational contexts, such as the workplace, interpersonal skills are crucial to your professional success as they directly impact your work efficiency and how your colleagues and managers view you. While technical skills can be learned in many ways, soft skills, especially interpersonal skills, are difficult to teach and measure. Not all of us are naturally exceptional communicators or speakers, making it all the more important to develop and list these skills on your CV or resume. Employers often seek out professionals who possess these strengths and base their hiring decisions on a candidate's interpersonal skills. Developing interpersonal skills is essential for both personal and professional growth, and highlighting them on your resume can give you a competitive edge in the job market. Let’s look at these resume examples to know how to list your interpersonal skills on your resume!Where to list interpersonal skills on a resume/CVWhen writing a resume for a job application, it is also essential to consider the right way and place to include interpersonal skills on the resume. When done correctly, these decisions can help boost your application strength and increase your chances of getting hired. Generally, you can list interpersonal skills on a resume’s work experience, summary/objective, or skills section. Keep reading to understand better where you can include interpersonal skills on a resume/CV. 1. In the work experience description The work experience section is the best place to describe interpersonal skills on resumes. You can best demonstrate your interpersonal skills through specific stories, quantifiable results, and examples, such as responsibilities, accomplishments, and awards. This way, you can also link those skills required or relevant to the job you’re applying for. Examples of interpersonal skills listed in the work experience section:Social Media SpecialistIVY Modern | London, UK01/2018 - 12/2020Significantly boosted the client retention rate by 15% by delivering bi-weekly client presentations using PowerPoint and Google Slides.Responded to 50+ messages on Facebook Page and 35+ email queries daily, ensuring the response time within 15 minutes.Worked closely with the Marketing Team to develop the Sales Marketing campaigns upon the new product launch. The descriptions above showed presentation, telephone communication, and collaboration skills, all great examples of interpersonal skills on a resume. 2. In the resume summary/objective The summary or objective sections are also great for presenting interpersonal skills on a CV. Think of it as a way to grab the employer's attention and show him you can be a good fit for the company. ⚠️ Note: Don't stuff too many interpersonal skills in the first place! Pick two of your most outstanding qualities to impress the hiring manager. You may need to show them more later in the skills section. Examples of interpersonal skills in the resume summary:CPR-certified Tour Guide with plenty of experience doing cruises and sightseeing tours in Paris, a great storyteller with exceptional communication skills, including ice-breaking, building rapport with others, and communicating across cultural boundaries, able to deliver engaging content to capture and keep customer attention. 3. In the resume skills section As a key component of a resume, the skills section is where you can list all your personality traits. However, make sure to select only the outstanding interpersonal skills to put on your resume. It's best to highlight five hard and five soft skills in this section.Here's an example list of interpersonal skills for a resume skills section: Written and verbal communication skillsDiplomacy (handling affairs without hostility)Inspiring and motivating other team membersWorking well in group settingsPublic speakingActive listeningRelationship buildingTeam-playerResponsiveEmotional intelligence [Resume examples] 50+ examples of interpersonal skills in a resume/cvStill unsure of what interpersonal skills to include in your resume or CV? Check out the list of interpersonal skills below. Ten interpersonal skills to consider including in your resume/CV: CommunicationTeamworkEmpathyLeadershipDecision MakingProblem-SolvingConflict ManagementNegotiationListeningPublic Speaking Including interpersonal skills in your resume or CV is essential for achieving more job opportunities and being competitive in the job market. Here are some examples of interpersonal skills to help you highlight them on your resume: 1. CommunicationThis refers to an individual’s ability to provide and receive information effectively. Examples of communication skills include clear and concise messaging, summarizing information, choosing the right communication medium, delivering clear visuals during presentations, and providing and accepting feedback. 2. TeamworkTeamwork skills can go under different names such as collaboration, team player, or working well in group settings. This skill set is required for every industry, ranging from finance to technology to education. Even when you're working independently, your workflows can't run smoothly without other people's cooperation. Workplaces highly value this particular skill, so it is essential to highlight this interpersonal skill in your resume. 5 important teamwork skills for a successful career: Thrive in a team environmentEnjoy working closely with othersTeam-oriented personalityMotivate each otherOrganize and plan 3. Empathy“ We are not thinking machines. We are feeling machines who think. ”Richard Restak, a Professor at George Washington University“Empathy,” defined as feeling with someone, is an emotional intelligence skill that falls in the social awareness skill set. Expressing empathy means you show others that you believe them and understand their thoughts or feelings. 5 empathy skills you should develop at workplace:5 empathy skills you should develop: Consider and respect different points of viewUnderstand othersAct on others’ needs and concernsWillingness to help colleaguesOffer constructive feedback 4. LeadershipWhen organizing your team members to reach a shared goal, you must possess leadership skills to use them to organize others to reach shared goals. These skills incorporate different personality traits and communication abilities and are crucial qualifications, whether in a management position or seeking team-led jobs. 5 examples of interpersonal skills that make a strong leader:Delegate tasks clearlyManage meetings efficientlyConfidence in themselves and the teamAble to foster a positive work environmentLead by examples 5. Decision-MakingDecision-making skills are the ability to think objectively and relate concepts to the organization’s goals. Upon making a decision, you also demonstrate other skills such as leadership, analysis, information gathering, and objectivity. Therefore, employers want to hire candidates with whom they can make intelligent decisions for their business to thrive. Make sure to highlight this interpersonal skill in your resume if you possess it. 5 decision-making skills you should develop:Gather informationEvaluate options accuratelyPriority establishmentAble to identify critical factors which will affect the outcomeAble to navigate risk and uncertainty 6. Problem-SolvingProblem-solving skills are the traits that help you identify and figure out problems effectively and efficiently. Since businesses face daily challenges, employers would expect you to be a good problem solver. If you showcase this interpersonal skill on your resume, you will surely stand out among other applicants as an active and initiative individual. 5 problem-solving skills highly valued by employers:Learn from previous experiencesAble to determine the cause of the problemAttention to detailSeek opportunities to solve problemsClearly express solutions to complex problems 7. Conflict ManagementConflict can be considered a common workplace issue. Conflict management skills contribute to a positive work environment, allowing you to manage the effects of the conflict on yourself, what you're doing, and who you're working with.Conflict management skills to show on your resumeActive listenAble to identify the conflictStay calm and professionalEmotion controlPatience 8. NegotiationNegotiation skills are the qualities that allow you to reach a compromise in case there exist different sides to an issue. These skills range from communication and persuasion to stratification and cooperation. Negotiation skills examples to include in your resumeAble to express yourself in an engaging wayLead by examples and numbersResearch and analytical skillsActive listenEmotional intelligence 9. Listening skillsPeople see you as a good listener when you can understand and support the speaker in different manners. Listing listening skills on your resume lets the employer know that you know the importance of listening techniques and how they can benefit the company. Check out the 5 essential listening skills to have:Provide feedbackUse nonverbal cues which show understandingResponsivenessAttentivenessRequesting clarification 10. Public SpeakingPublic speaking skills refer to addressing a matter with clarity and confidence. You may not commonly see public speaking skill requirements in many job postings, but candidates with these qualifications may find themselves on a fast track to leadership positions. Examples of public speaking skills include:Clear articulationEngaging presentation styleAssessing the audience’s needsStorytelling skillsEye contact and body language Cake provides the best resume templates examples for talents to demonstrate your qualifications. Let us help you land the dream with a strong resume (free download)!Create ResumeTips on how to include interpersonal skills in a resume/CV💡 Use descriptive resume keywords for describing interpersonal skills. What interpersonal skills you put on your CV may be the same as what’s written on other candidates. Thus, you may want to adopt descriptive resume keywords to stand out from the crowd, for example: InsightfulReliableDynamicThoughtfulDevotedAttentiveDedicatedDeterminedSincereDisciplined 💡 Include the skills mentioned in the job description. You can find many words or phrases that describe specific job requirements, including expertise, technical skills, and other relevant qualifications. Adopting the right interpersonal skills on your resume allows employers to quickly identify you as a potential candidate, whether they’re skimming with their eyes or using Applicant Tracking Software. 💡 Provide at least 3 characteristics. Say you’re supposed to list five hard and five soft skills on your CV; three should go to interpersonal skills. It also depends on how you present them, but employers generally expect to see at least three interpersonal skills on resumes. How to improve interpersonal skills📝 Cultivate a positive attitude. Staying cheerful can help boost your interpersonal skills by setting a naturally pleasant tone for your interactions. A positive outlook can also be an excellent way to support a growth mindset when you are willing to learn and develop interpersonal skills. 📝 Learn from other people. Try to observe your managers and coworkers who possess outstanding interpersonal skills. Then, figure out and learn from what makes those interactions so successful. That can be their tone, body language, or word choice in a particular situation. 📝 Ask for feedback or suggestions. Don’t be shy to ask for feedback on your interpersonal skills, whether working with a mentor or in a group setting. Asking specific questions about scenarios and interactions can help you realize and overcome your weaknesses.SummaryInterpersonal skills are an essential part of any job, and highlighting them on a resume can make a significant difference in getting hired. These skills refer to the ability to communicate effectively with others, build relationships, collaborate, and work well in a team. Some common examples of interpersonal skills include active listening, empathy, problem-solving, conflict resolution, and leadership. To showcase your interpersonal skills on your resume, consider using action-oriented language and specific examples to demonstrate your abilities. For instance, you might describe a time when you successfully mediated a disagreement between coworkers or how you led a team to accomplish a challenging project. In addition to including interpersonal skills in your resume, it's also important to develop these skills further through ongoing training and practice. Doing so can help you stand out from other candidates and demonstrate that you have the skills necessary to excel in any workplace.Want to write outstanding resume that turns head? Follow Cake — the best resume builder platform for more advice! --- Originally written by May Luong ---
Cover Letter
Apr 16th 2026

7 Contoh Surat Lamaran Pekerjaan Berdasarkan Iklan yang Baik dan Benar!

RingkasanSurat lamaran kerja berdasarkan iklan berisi informasi: tanggal, nama dan alamat penerima, pembuka, data diri, lampiran, penutup, nama, tanda tangan.Gunakan keyword dari daftar kualifikasi dan persyaratan yang ada di loker di dalam CV dan surat lamaran kerja.Siapkan dokumen wajib seperti foto diri, fotokopi CV, fotokopi ijazah, dan arsip lain apabila diminta.Perhatikan perbedaan format antara surat lamaran kerja berbahasa Inggris dengan Indonesia.Surat lamaran kerja adalah surat yang kamu berikan ke perusahaan berisi tentang minat kamu untuk melamar pekerjaan. Menulis surat lamaran kerja tidak sulit, namun ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti agar intensi kamu dalam melamar pekerjaan tersebut dapat tersampaikan.Penulisan surat lamaran kerja yang baik harus relevan dengan iklan lowongan kerja dan disertai dengan keterangan sumber informasi. Daftar isi:Cara Membuat Surat Lamaran Kerja Berdasarkan Iklan LowonganContoh Surat Lamaran Pekerjaan Berdasarkan IklanSurat Lamaran Kerja Berdasarkan Iklan - Dibuat oleh Cake Yuk, simak artikel ini sampai selesai untuk panduan membuat surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan.📚Baca juga: 20 Contoh CV Lamaran Kerja dan Cara Membuatnya! Apa Saja Isi Surat Lamaran Kerja Berdasarkan Iklan? 1. Tempat dan Tanggal Pembuatan Surat Di awal surat lamaran kerja berdasarkan iklan kamu, tulislah hari, tanggal dan kota di mana kamu tinggal. Hal tersebut merupakan informasi sederhana yang diperlukan oleh penerima surat. 2. Nama dan Alamat Penerima Dalam iklan lowongan kerja, biasanya akan dicantumkan nama dan alamat yang dituju. Sebelum menyampaikan isi surat lamaran kerja, tulislah nama penerima surat dan alamat yang dituju. 3. Pembuka Untuk kalimat pembuka surat lamaran kerja berdasarkan iklan, sapa manajer HRD dengan salam, lalu beri tahu maksud dan tujuan kamu menulis surat lamaran kerja ini. Contoh: Dengan hormat, Sehubungan dengan adanya informasi lowongan kerja dari iklan yang diumumkan pada tanggal 8 September 2021 di akun media sosial PT Alfaria. Maka saya, Nuri Vivin bermaksud untuk melamar pekerjaan sebagai akuntan. 4. Data Diri Bagian penting dari isi surat lamaran kerja berdasarkan iklan adalah data diri. Kamu bisa menuliskannya dalam bentuk paragraf maupun bulat poin.Informasi umum yang kamu masukkan dalam surat lamaran kerja sesuai iklan:Nama LengkapTempat Tanggal LahirAlamatStatusNo. Telp/ E-mailPendidikan Akhir 5. Kualifikasi Setiap kamu melihat iklan lowongan kerja, kamu perlu memperhatikan apa saja kualifikasi yang dibutuhkan tempat kerja tersebut. Masukkan semuanya pengalaman dan keahlian kamu yang relevan berdasarkan permintaan dari tempat kerja.📚Baca juga: 100+ Contoh Soft Skill Hard Skill dalam CV (untuk 15 Pekerjaan) 6. Lampiran Dokumen Dalam bagian ini, buatlah daftar dokumen yang diperlukan pada iklan lowongan pekerjaan tersebut seperti Curriculum Vitae (CV), fotokopi ijazah, foto diri, sertifikat sampai portofolio dll. Jangan lupa untuk menyesuaikan lampiran kamu dengan ketentuan yang diberikan oleh calon tempat kerja.Perlu diketahui, untuk surat lamaran kerja berdasarkan iklan berbahasa Inggris, kamu tidak perlu menulis bagian ini ya, karena format penulisan surat lamaran kerja bahasa Inggris berbeda dengan bahasa Indonesia. 7. Penutup Terakhir, tutup surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan kamu menggunakkan bahasa yang sopan dan jelas. Perjelas lagi intensi kamu dan usahakan kalimat kamu bersifat persuasif untuk mengajak pihak kantor meneruskan ke tahap berikutnya. Contoh: Demikian surat lamaran pekerjaan ini saya tulis dengan besar harapan saya untuk meneruskan ke tahap wawancara sehingga dapat menjelaskan kesungguhan saya dalam bekerja. Terima kasih atas perhatian yang diberikan. Saya harap dapat mendengar informasi lanjutan dari Bapak/ Ibu.Hormat saya,Andi Tenggono Mau membuat CV yang elegan dan menarik? Yuk, buat CV kamu di Cake. Buatnya tinggal drag and drop dan bisa download sebagai PDF, 100% Gratis!🎉 Buat CV Di bawah ini, Cakesudah menyediakan banyak contoh surat lamaran kerja berdasarkan iklan nih! Contoh Surat Lamaran Pekerjaan Berdasarkan Iklan Contoh Kalimat Pembuka Surat Lamaran Pekerjaan Berdasarkan Iklan Contoh Kalimat Pembuka Surat Lamaran Kerja Berdasarkan Informasi dari Media SosialContoh Surat Lamaran Kerja Berdasarkan Iklan di Sosial Media <a href="#slk-sosial-mediaContoh Surat Lamaran Kerja Berdasarkan Iklan di Sosial Media/a/li lia href=" #bahasa-inggris"="">Contoh Iklan Lowongan Pekerjaan dan Surat Lamarannya (Bahasa Inggris) Contoh Surat Lamaran Kerja Berdasarkan Iklan di InternetContoh Surat Lamaran Kerja Berdasarkan Iklan Lowongan Kerja di Koran Contoh Surat Lamaran Pekerjaan dalam Bahasa Inggris Beserta Surat Lamarannya 1. Contoh Kalimat Pembuka Surat Lamaran Pekerjaan Berdasarkan Iklan Dengan hormat, Sehubungan dengan adanya informasi lowongan pekerjaan di PT. Treeria sebagai pramuniaga toko, maka saya Andini Siska ingin melamar pekerjaan sebagai Research Assistant. Contoh Penulisan Pembukaan Surat Lamaran Berdasarkan Iklan yang Tepat 2. Contoh Kalimat Pembuka Surat Lamaran Pekerjaan Berdasarkan Iklan di Internet Dengan hormat, Bersama dengan surat ini, saya Angga Hilman ingin melamar pekerjaan di Toko Online Uno sebagai manager toko sesuai dengan lowongan pekerjaan yang tertulis di akun media sosial @[nama akun media sosial].– Contoh Penulisan Pembukaan Surat Lamaran Berdasarkan Iklan Internet yang Tepat 3.Contoh Surat Lamaran Kerja Berdasarkan Iklan di Sosial MediaBerikut contoh iklan lowongan kerja yang dipublikasikan di sosial media. Sesudah membaca iklan lowongan pekerjaan secara menyeluruh, kamu bisa masukkan pengalaman/keterampilan yang kamu miliki sesuai dengan apa yang dicari perusahaan. Yuk lihat contoh dibawah ini.Contoh Iklan Lowongan Kerja Media SosialContoh Surat Lamaran Kerja Berdasarkan Iklan di Sosial Media Jakarta, 21 April 2021 Yth. Manager Restoran De SandersJl. Bukit Duri Jakarta Raya No. 29Kec. Tebet, Jakarta Selatan Dengan hormat,Sehubungan dengan adanya iklan lowongan kerja pada sosial media Restoran De Sanders, tepatnya pada post instagram @sandersrestaurant pada 17 April lalu, maka saya yang bertanda tangan di bawah ini Nama LengkapTempat Tanggal LahirAlamatEmail No. TelpPendidikan Akhir: Andre Santoso:Tangerang Selatan, 4 Juli 1995:Villa Makmur 14 no. 21, Banten: [email protected]: 085211332431: SMK 8 TangSel Bermaksud untuk melamar pekerjaan sebagai Staff Administrasi. Saya telah bekerja selama 2 tahun di bagian administrasi dan yakin dengan pengalaman yang saya punya, kemampuan saya menggunakan Ms. Office Excel, serta sifat saya yang jujur, rajin, dan teroganisir, saya dapat menjadi karyawan yang kompeten dan bertanggung jawab untuk Restoran De Sanders.Beserta dengan surat lamaran kerja menurut iklan ini, saya melampirkan dokumen-dokumen yang telah diminta: CV lamaran kerjaFoto 3x4 berwarnaFotocopy KTPFotocopy Ijazah SMAFotocopy Kartu KeluargaFotocopy Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)Fotocopy Kartu KuningSertifikat yang berhubungan Demikian surat lamaran kerja berdasarkan iklan ini ditulis dengan maksud untuk lanjut ke tahap berikutnya. Saya berterima kasih atas perhatian yang Bapak/Ibu telah berikan. Hormat saya, Andre Santoso 4.Contoh Surat Lamaran Pekerjaan berdasarkan Iklan (Bahasa Inggris)Contoh lowongan pekerjaan Contoh Surat Lamaran Kerja Berdasarkan Iklan Bahasa Inggris5.Contoh Surat Lamaran Kerja Berdasarkan Iklan di InternetContoh Surat Lamaran Pekerjaan Berdasarkan Iklan di Internet 6.Contoh Surat Lamaran Kerja Berdasarkan Iklan di Surat Kabar Surakarta, 29 November 2021 Kepada HRD Mandiri KCP Solo BaruJl. Yos Sudarso No. 387,Kota Surakarta, Jawa Tengah Dengan hormat,Bersama dengan surat ini, saya ingin melamar pekerjaan sebagai security di Bank Mandiri KCP Solo Baru sesuai dengan iklan lowongan pekerjaan yang ditulis di Surat Kabar Kompas pada 27 November 2021. Saya yang bertanda tangan di bawah ini:Nama LengkapTempat Tanggal LahirAlamatEmail No. TelpPendidikan Akhir: Kito Teguh: Bonyowangi, 3 April 1998: Jl. Yos Sudarso No. 1, Surakarta: 087172636635 : [email protected]: SMAN 12 Solo Yakin dapat menjadi menjalankan tugas dan tanggung jawab security dengan baik dengan pengalaman dan latar belakang yang saya punyai seperti yang saya lampirkan di dokumen di bawah ini: CV lamaran kerjaFoto 3x4 berwarnaFotocopy KTPFotocopy Ijazah SMAFotocopy Kartu KeluargaFotocopy Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)Fotocopy Kartu Kuning Saya berharap untuk dapat menjelaskan dengan lebih baik lagi kompetensi saya dalam proses wawancara. Atas perhatian yang telah diberikan Bapak/ Ibu saya ucapkan terima kasih. Saya mengharapkan pemberitahuan lebih lanjut tentang lowongan pekerjaan ini. Hormat saya, Kito Teguh Contoh Surat Lamaran Pekerjaan dari Iklan Lowongan Kerja di Koran 7. Contoh Iklan Lowongan Pekerjaan Beserta Surat LamarannyaContoh LOKER dan Surat Lamaran Kerja Berdasarkan Iklan 02/05/2021 Shopee International IndonesiaJl. Garuda Sakit 4 No. 20Surakarta, Indonesia Dear Recruitment Team:I am writing to apply for the Business Development and Partnership role in Shopee Indonesia. For this purpose, I would like to outline my relevant skills and experiences which makes me an ideal candidate for the job. I have previously actively engaged in business development and have performed a range of activities that are related to project coordination. This includes working with customers to solve problems with orders and communicating both online and offline. I have always demonstrated a commitment towards my job and also to grow as an individual. Below is my key skills and experiences: Strong problem solving skills and attentiveness to work; logical thinking approach to attend tasks.Excellent communication skills, with previous experience in Toastmasters, public speaking in front of more than 1.500 representatives from all over the world.Good intrapersonal skill and a good team-player; a natural leader.I believe my vision towards integrity and openness aligns with Shopee Indonesia, therefore I am excited to start my journey with Shopee Indonesia. Thank you for your time and consideration. I look forward to hearing from you soon. Sincerely, Joni Depriyanto Contoh Surat Lamaran Kerja Berdasarkan Iklan Bahasa Inggris📚 Baca juga:20+ Pertanyaan Interview Kerja Paling Sering Muncul [+Jawaban]Surat lamaran kerja adalah surat yang kamu berikan ke perusahaan berisi tentang minat kamu untuk melamar pekerjaan.Dalam surat lamaran kerja biasanya terdapat informasi mengenai darimana kamu mengetahui lowongan kerja tersebut. Semoga contoh-contoh surat lamaran kerja berdasarkan iklan yang telah Cake siapkan dapat membantu kamu dalam menulis surat lamaran kerja yang baik. Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia.🎉 Cari KerjaRekomendasi Loker Terbaru Buat CV, Surat Lamaran, Portfolio; Semua Bisa di CakeCake adalah platform yang menawarkan berbagai solusi untuk kebutuhan kariermu. Kamu bisa bikin CV yang profesional dan ATS-friendly, dan ada fitur Cake AI CV Checker untuk mengoptimalkan CV kamu. Cake Cover Letter AI juga siap membantu kamu bikin surat lamaran yang menarik HRD.Plus, kamu juga bisa bikin portofolio online, cari lowongan kerja di job portal atau aplikasi cari kerja kami, serta mulai networking dan membangun personal branding lewat Cake. Jangan lupa untuk ikuti panduan karier dan blog kami untuk membantu perkembangan karirmu.Siap wujudkan karier impian? Yuk, cobain Cake sekarang!
Resume & CV
Sep 11th 2024

15 Auditor Resume Examples: Format, Design, and Writing Tips

Auditor Resume: Format, Examples, and TipsAuditors play an important role in reviewing and ensuring that a company, institution, or organization's financial reports and financial systems are sound and compliant. With great responsibility, prospective auditors must possess diverse skill sets, including analytical thinking, problem-solving, effective communication, and a broader knowledge base. Before embarking on writing your auditor resume, it is important to understand that this profession has several specialized types. These include internal auditors, external auditors, and forensic auditors. Each type of auditor has distinct responsibilities and focuses within the field. If you're looking to apply for other finance positions, check out our general finance resume writing guide. Learning important information about the auditor job will help you build an appropriate resume, including knowing what skills to highlight. As always, Cake provides examples of auditor resumes along with guidelines and writing tips.Table of ContentsHow to Write a Strong Auditor Resume3 Auditor Resume Examples for Different Experience LevelsEssential Writing Tips for a Top-Notch Auditor ResumeComplete Your Application with this Cover Letter TemplateCommon FAQsKey Takeaways How to Write a Strong Auditor ResumeAccording to Forbes, the Bureau of Labor Statistics (BLS) projects a 4% increase in the careers of auditors and accountants from 2022 to 2032. This indicates that pursuing a career as an auditor is a viable choice, especially during challenging times when the global economy is facing uncertainty. To kickstart your journey toward becoming a professional auditor, it is essential to write a well-crafted resume. Below, Cake provides guidelines and tips for writing an effective auditor resume. Include Your Personal Information Let's start by learning what information to include in this section. Personal information, which is often in your resume header, includes basic data that will help recruiters get to know you better. But remember, not all personal information needs to be written down!DOsYour full nameEmail addressPhone numberYour cityLinkedIn accountDON'TsUnless specifically requested in the registration requirements, it is better to provide information such as gender, age, and marital status to avoid discrimination. This information is also not relevant to the editor position, as qualifications are the main requirement the company is looking for. For some countries, asking these details is against the law.Do not include insurance or identification numbers. This critical information can be used by irresponsible parties to commit fraud.An auditor's work is confidential because it concerns the financial condition of a company, organization, or institution being audited. There is a strict rule not to create any content related to auditing. In order for your auditor resume to appear professional, it is better not to include your social media accounts. Write Your Auditor Resume Summary The next step in creating a compelling resume is to write a summary as efficiently as possible. A summary is a concise statement of your work experience, accomplishments, and skills. You can call it an opportunity to promote yourself so that you can be among the selected candidates. However, writing an auditor resume summary for entry-level, mid-level, and senior-level positions is different. What makes it different? Find out below!A detail-oriented accounting graduate from the University of Indonesia with a 3.8 GPA, seeking an entry-level internal position at Sven Corp. In addition to strong communication skills, I possess a comprehensive understanding of auditing standards and relevant regulations, including the Sarbanes-Oxley Act (SOX). Dedicated and trustworthy internal auditor with 3 years of experience in detecting fraud and other financial irregularities. Successfully reduced financial leakages by up to 100% and saved over $250,000. Certified Internal Auditor (CIA) and highly interested in the senior internal auditor position at Swana. Senior auditor with over 10 years of financial audits experience, working with 40 multinational clients. Ensured regular compliance by maintaining a 99% accuracy rate for each financial statement. Additionally, provided weekly training to 55 junior auditors, resulting in a 50% increase in audit quality. Consider Adding a Career Objective Career objectives, typically used by entry-level job seekers or recent graduates, are concise statements outlining their future plans. They are typically written in efficient sentences and do not include accomplishments and work experience. Efficient and detailed recent graduate in Accounting from Gadjah Mada University who brings strong knowledge in regulations, controls, and accounting and finance processes. Seeking an opportunity to contribute as a junior internal auditor at Swana.A motivated accounting student at Gadjah Mada University with a strong interest in financial auditing. Proficient in using audit tools such as ACL and Caseware. Seeking an opportunity to join an internship and contribute as an internal auditor at Swana.💡 Pro tips: You can choose between including a career objective or a resume summary. Tailor Your Work Experience Section Work experience is the most important part of an auditor's resume. Hiring managers look at your work history to determine if you are a good candidate. Here are some tips on how to write work experience correctly: 1) Summarize each sentence using action verbs and bullet points Not all recruiters have enough time to read candidates' resumes in detail. Many end up skimming. That's why it's important to use action verbs and bullet points that summarize and highlight your accomplishments and contributions at your previous company. Here are some examples of action verbs you can include:ReportedAuditedReviewedMonitoredAdministeredDevelopedPerformedIncreasedDecrerasedSecured 2) Include measurable accomplishments in your resume to showcase your achievements When you have prior work experience as an auditor, hiring managers are not only interested in your job descriptions. They primarily focus on measurable results and achievements when evaluating candidates. Include key details like previous position, company name, location, and tenure in this section as well.Senior Financial AuditorPannsea, MalaysiaAugust 2015 - August 2023Implemented reformed audit process strategies, resulting in an average 45% reduction in audit time while improving accuracy by 55%.Utilized integrated advanced financial analysis techniques that successfully increased the efficiency of the finance department, resulting in a 45% increase in the speed of report generation.Delivered training to 25 financial auditors per week, resulting in a 78% increase in audit quality. Junior Internal AuditorPaseo, IndonesiaSept 2022 - PresentInitiated in-depth research to identify gaps in financial processes and systems, leading to the development of audit procedures that resulted in up to a 55% increase in financial efficiency.Led the investigation of two fraud cases, successfully recovering $3 million stolen by 15 employees.Developed and implemented programs to control and monitor the company’s financial risks. Add Both Soft and Hard Skills that an Auditor Should Have Entry-level and mid-level auditors should include a list of technical and non-technical skills on their resumes. These skills will help you perform your audit responsibilities.Hard Skills:Financial analysisAnalysing dataDeep knowledge of accounting and financeDeep knowledge of cyber securityAuditing skillsPresentationRisk managementInternal control and SOX complianceBusiness acumenSoft Skills:AdaptiveCommunicativeAttention to detailHardworkingProblem-solvingAnalytical thinkingCritical thinkingEmotional IntelligenceSkepticismKeen Add Education If You Have Less than 10 Years of Working Experience Since the position of an auditor requires a certain level of education, it is important to include your educational history unless you have over 10 years of experience OR have an impressive career trajectory. Can you replace your education with coursework from a reputable institution? While this may be possible, not all companies may be open to considering this type of background. Here are some points to consider when including your education on your auditor resume: Ensure your GPA is above 3; if it is below 3, you may want to omit it.Present your educational history in chronological order, starting with the most recent. For efficiency, include only one or two relevant education entries.At the professional level, you can also include your educational history if you hold a master’s degree or Ph.D. Let's look at some examples below! Bachelor of Science in AccountingYogyakarta State University, IndonesiaAug 2017 - Aug 2022GPA: 3.9/4.0 Bachelor of Science in Marketing ManagementGadjah Mada University, IndonesiaExpected to graduate in June 2024Relevant Coursework:Practical Auditing 101 for Beginners - Udemy, 2022Basic Level Audit - Mekari, 2022 Other Information to Include in Your Auditor Resume Languages: In the field of auditing, English is one of the primary communication tools, particularly when conducting audits for multinational companies. Aiming for a TOEFL score of at least 550 is advisable. Additionally, possessing language skills in other languages like French, Chinese, or Japanese can provide added value when presenting yourself to a hiring manager.Certification: Certification is an acknowledgment that your skills and abilities are professionally recognized. To enhance your credibility as an auditor, consider obtaining one or more of these 11 certificates that align with your focus.ISACA Certified Information Systems AuditorCOSO Internal Control CertificatePublic Sector CertificateValuation for Financial Reporting (VFR) CertificateAdvanced-Data Management CertificateAudit Committee CertificatePerformance Management and Strategy CertificateCertification in Risk Management AssuranceCertified Internal Auditor (CIA)Internal Auditor PractitionerChartered Professional Accountant (CPA) CertificationCertified Practicing Accountant (CPA) 3 Auditor Resume Examples for Different Experience LevelsAuditor Resume Example for Entry-level Specialist Auditor Resume Example for Mid-level Specialist Auditor Resume Examples for Senior-level Want to create a similar auditor resume? Sign up and get started with our free resume builder!Essential Writing Tips for a Top-Notch Auditor Resume 1) Research the company you are applying to The first tip is to thoroughly research the company or firm to which you are applying. This research will help you gather important information, such as what type of auditors are needed, whether the company's vision and mission align with what you believe in, what salary range can be offered, whether the work environment supports self-development, whether there is a career path for an entry-level employee and more. You can explore the company's reputation through its official website, LinkedIn account, Twitter conversations, and even Instagram hashtags. Some specialized platforms allow employees or former employees to speak anonymously about the company they worked for. Platforms like these can be a valuable tool for evaluating the value of the company you are applying to. 2) Understand the difference between a resume and a CV In some countries, the terms resume and CV are often used interchangeably, although there are significant differences between the two, especially in page length and writing focus. Resumes are usually no longer than 3 pages and focus on work experience relevant to the position you are applying for. For example, an auditor's resume contains a collection of information about your skills and experience related to auditing work. Any information beyond that is considered irrelevant by the ATS engine or the hiring manager. A resume, on the other hand, summarizes all of your work experience, volunteer work, organizations, courses, and even education levels, regardless of whether each experience is relevant. Resumes are perfect for academic-related positions, such as applying for a scholarship, teaching, or even speaking at a conference. 3) Decide what type of auditor resume format to use a) Chronological Resume Hiring managers will often encounter chronological resumes because candidates often use this format. This type of resume is suitable for those whose careers are already on the same track or who want to move up in the same field. The points that should be highlighted in a chronological auditor resume are your work achievements. These achievements are written in quantification. The chronological format requires your resume to be written in order from most recent to oldest. This applies to the sections on work experience, education history, courses, certificates, and achievements. b) Functional Resume The second type is the functional resume, which is suitable for fresh graduates and individuals without any work experience. In this type of resume, you can highlight your technical and non-technical skills that match the requirements of the employer. c) Combination Resume Lastly, the combination resume is known as a blend of chronological and functional. This format is commonly used by job hoppers or freelancers with diverse work backgrounds. In a combination resume, you can highlight your technical and non-technical skills, followed by work experience that supports those skills. Once you have decided on the format you want to use, make sure you use the standard format for resume writing: Each resume should be no longer than 3 pages, excluding the cover letter.Use three fonts only: 14 for headings and 12 or 13 for the rest of the text.For neatness, use a line spacing setting of 1.25 to 1.5Readability is an important factor for hiring managers, so use formal fonts such as Times New Roman, Roboto, Open Sans, or Arial.Don't forget to convert your resume file from Word to PDF file. 4) Tailor your resume with keywords. An increasing number of companies are adopting AI or ATS machines to filter candidate applications in the initial stages. If the engine detects that the content of a resume does not align with the keywords specified by the company, the application is automatically labeled as ‘unsuitable’. But don’t worry! To address this issue, you can strategically incorporate the relevant keywords in your resume. These keywords can be identified from the job description and requirements provided in the job posting. Including keywords in the summary and work experience section will enhance their effectiveness. As a result, when applying to multiple companies, your resume must be tailored to each company’s specific criteria. Therefore, a single resume cannot be used for all auditor positions. While creating an auditor’s resume can be a demanding task, your dedication and enthusiasm will shine through and increase your chances of receiving interview invitations. 5) Proofread your auditor resume Typos in an auditor resume can reduce your credibility and professionalism in front of the hiring manager. An auditor needs to be focused and thorough, but a resume with a lot of typos, incorrect formatting, and reversed layout can make you look like you lack expertise in the field. For this reason, it is important to proofread your resume several times before submitting it.Complete Your Application with this Cover Letter Template Many people mistakenly believe that writing a cover letter is a waste of time since not all recruiters will read it. However, recent surveys indicate otherwise. In fact, 65% of hiring managers agree that a well-written cover letter significantly influences their decision to interview a candidate. Compared to a resume, a cover letter offers a more personal touch. It allows you to share your career story, highlight your skills, express your motivation for the position, showcase your accomplishments, and provide explanations that may not be included in your resume, such as career gaps or changes. To craft an impactful auditor cover letter that captures the attention of hiring managers, consider the following tips: Ensure that your contact information, including your full name, current city of residence, email address, phone number, and LinkedIn profile, is included.Mention the date the cover letter was written in the format mm/dd/yyyy.Use a professional salutation, such as ‘Dear Hiring Manager’, or address the letter to a specific person using their name such as ‘Dear Ms. Mojo’..The opening paragraph should introduce yourself, briefly mention your previous career experience, and state the position you want to apply for.In the subsequent paragraphs, highlight your skills that align with the company’s needs and provide measurable accomplishments.Conclude the cover letter by reaffirming your suitability for the auditor position and expressing your anticipation of hearing back regarding your application.Just like a resume, customize the cover letter to match the specific criteria outlined by the company.Remember to incorporate relevant keywords to ensure your cover letter is effectively read by any filtering systems. Let's look at the cover letter below Kevin HuangJakarta, Indonesia(+62)[email protected]/in/kevinhuangMarch 09, 2024,Dear Ms. Shanum,I am writing to express my interest in the Internal Auditor position at Swana as advertised on CakeResume. As a highly skilled auditor with 2 years of experience, I have expertise in performing and managing a full audit cycle, including risk management and control over operational effectiveness, financial reliability, and compliance with all applicable policies and regulations.With diligence and passion, I successfully conducted an audit cycle for my previous company during 2021 - 2023 and prevented fatal errors in financial statements. As a result, the company's financial productivity and efficiency increased by up to 50%. This led me to win the Best Employee award in 2022 and 2023.In mid-2023, the company entrusted me with the new responsibility of conducting weekly training sessions for the training staff on auditing and internal controls. This training commitment continued until December 2023.After seeing a vacancy at Swana for an Internal Auditor, I did thorough research on your company. I am very interested and excited about Swana's vision and mission. Not only that, I also believe that Swana will provide a working environment that will allow me to grow.Through this letter, I would like to thank you if my application can be considered further. I am waiting for good news from you. If you have any questions regarding my capacity, work experience, or qualifications, please do not hesitate to contact me.Sincerely,Kevin Huang Common FAQs1) Do I need a college degree to become an auditor? Working as an auditor requires specialized knowledge of finance and economics. For this reason, you must have at least an undergraduate degree in accounting, finance, economics, or a business-related field. This is a very long and stable career, so it is no wonder that many auditors compete to continue their education with a Master's or Ph.D. You can also sharpen your auditing skills by taking various certified courses. 2) What are the distinct differences for each type of auditor? There are four common types of auditors, each with distinct roles despite their shared focus on financial statements. a) Internal Auditor Remember that not all companies have internal auditors for various reasons. The primary role of this type of auditor is to evaluate, control, manage, and participate in all of a company's accounting processes.Internal auditors are also responsible for ensuring business administration efficiency, identifying financial problems (risk assessment), and acting quickly in the event of fraud or irregularities. All of this is done independently and objectively. So, the internal auditor ensures that the financial statements are free of problems before they are audited by the external auditor. b) External Auditor External auditors typically work for independent public accounting firms that are not affiliated with the company, institution, or organization being audited. They serve as impartial third parties with no personal interest in the outcome. Following the submission of financial statements, the external auditor conducts a comprehensive examination, assessing the adequacy of supporting transaction evidence, verifying cash flow, ensuring tax compliance with relevant laws and regulations, and offering evaluations and comments documented in the audit report. The audit proves valuable not only to the company/institution/organization owners but also to investors, lenders, governments, and other stakeholders. c) Forensic Auditor The third type is known as forensic auditors, whose role is to examine and evaluate the financial records of companies, institutions, organizations, or individuals. The findings they uncover serve as crucial evidence in court or during legal proceedings. A forensic auditor must possess a deep understanding not only of accounting principles but also of the legal procedures involved in the financial audits process. They frequently encounter cases involving fraud, embezzlement, and other financial crimes. 3) What is the average auditor's salary? The salary range for an auditor varies based on several factors, including education level, state minimum wage, work experience, size of the company or law firm employing the auditor, and certification. Salary.com data for February 2024 shows that the average salary for an auditor in the United States is $97,654. The salary range starts at $89,170 and goes up to $107,072. 4) Can an auditor's work be done remotely? Before the outbreak of the Covid-19 pandemic, working remotely was relatively uncommon, particularly in the finance sector. However, advancements in technology have made it possible for all types of work, including auditing, to be conducted remotely. Nevertheless, performing audit work off-site requires certain adjustments and approaches. KPMG, a UK-based accounting firm, has demonstrated that remote work can be successful. The key to achieving this success lies in maintaining focus and efficiency. Auditors who work remotely should establish a detailed work schedule to ensure that no tasks are overlooked. 5) What are the main challenges an auditor typically faces? Auditing is a complex and high-risk profession, primarily due to the numerous accounting standards that must be adhered to for an audit report to be considered valid and regulatory compliance. Here are some of the significant problems and challenges auditors commonly encounter: Resistance from organizations, institutions, companies, or individuals to providing accurate financial statements poses a major hurdle for auditors. Many refuse to cooperate and instead provide misleading information, making decision-making challenging.Auditors must contend with the emergence of new audit software and systems. Many clients adopt specific programs or systems to record their financial activities, which places a greater burden on auditors to master these software tools.The demanding nature of the auditing profession necessitates a continuous supply of skilled auditors for the future. However, several firms acknowledge the difficulty of finding qualified talent.Key Takeaways Being an auditor can be stressful at times, which is probably why not many young people pursue the profession. However, a career as an auditor has good prospects for the next few years, a clear career path, and a reasonable salary.Before writing your auditor resume, you should carefully read the requirements of the job posting. For example, what skills need to be highlighted, whether the firm or company accepts entry-level candidates, whether there is any special software that needs to be mastered, and so on. Hopefully, this article and the auditor resume templates can help you get to the next level. Remember to always make sure your resume is free of typos or misinformation before submitting it. Best of luck!With the intention of helping job seekers fully display their value, Cake creates an accessible free resume/CV/biodata builder for users to build highly customized resumes. Having a compelling resume is just like a piece of cake! Sign up for Cake today!— Originally written by Erika Rizqi —
Resume & CV
Apr 17th 2026

12 Prospek Kerja Jurusan Manajemen yang Paling Dicari Perusahaan dan Rincian Gajinya

RingkasanProspek kerja manajemen sangat bagus karena posisi manajerial termasuk versatile di semua industri.Jurusan manajemen akan fokus pada pembelajaran soal analisis laporan keuangan, manajemen risiko, strategi pemasaran, dan data statistik.Lulusan manajemen bisa menjajal karier sebagai staf HRD, konsultan bisnis, project manager, accountant, finance staff, hingga operational staff. Untuk kamu yang masih bingung memilih jurusan, kamu bisa mempertimbangkan untuk kuliah jurusan manajemen. Kuliah jurusan manajemen fokus mempelajari pengorganisasian, perencanaan, dan analisa mengenai bisnis untuk pengelolaan bisnis secara efisien. Daftar isi:Mengenal Kuliah Jurusan ManajemenProspek kerja jurusan manajemen Mengenal Kuliah Jurusan Manajemen Pada kuliah jurusan manajemen, kamu akan mempelajari bagaimana mendirikan sebuah organisasi atau perusahaan yang sukses dalam bisnis global. Disisi lain dengan kuliah jurusan manajemen kamu akan mendapat pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis dari skala kecil hingga skala besar. Mata Pelajaran Jurusan Manajemen Analisis laporan keuangan,Statistik,Manajemen risiko,Strategi pemasaran,Manajemen operasi,Akuntansi manajemen,Ekonomi mikro dan makro,Manajemen strategis,dan beberapa mata kuliah yang lain. Pada umumnya, kuliah jurusan manajemen ditempa dalam kurun waktu 3.5 - 4 tahun dan mendapatkan gelar sarjana ekonomi atau sarjana manajemen setelah menuntaskan bangku perkuliahan. Mengapa MemilihKuliah Jurusan Manajemen? Ada beberapa alasan mengapa kuliah jurusan manajemen patut kamu pertimbangkan sebagai pendidikan tinggi kamu. Kamu bisa mengulik alasan-alasan berikut ini :➡️ Peluang kerja lulusan manajemen lebih beragam Pasti banyak pertanyaan seperti “Lulusan jurusan manajemen susah cari kerja?” atau “Lulusan S1 manajemen bisa kerja apa?”. Bisa dikatakan prospek kerja lulusan S1 manajemen terbuka cukup lebar lho! Seorang lulusan manajemen memiliki keterampilan dan pengetahuan mengenai bisnis yang dibutuhkan perusahaan untuk menangani pekerjaan manajerial dan pekerjaan spesifik lainnya.➡️ Mengembangkan skill manajemen Salah satu kelebihan kuliah di jurusan manajemen antara lain belajar skill manajemen yang berguna saat kamu bekerja di perusahaan. Saat kuliah jurusan manajemen, kamu akan belajar untuk menghadapi the real business case di lapangan dimana kamu harus membuat keputusan dengan mempertimbangkan sisi etika serta dampak ekonomi dan sosial. Nah, beberapa skill yang kamu dapat yang berguna untuk pekerjaan manajemen antara lain :Kemampuan berpikir kritis dan strategisKemampuan berkomunikasiProblem solvingKemampuan public speakingLeadershipProject managementPengorganisasian ➡️ Mempelajari berbagai macam bidang Apabila kamu masih galau mengenai karir kedepan kamu atau kamu ingin mengetahui pengetahuan yang lebih luas di bidang bisnis, maka kuliah jurusan manajeman adalah pilihan terbaik kamu. Saat kuliah jurusan manajemen, kamu akan mempelajari bagaimana memanajemen suatu perusahaan secara umum, bahkan kamu bisa mengkerucutkan area keahlian kamu di jurusan manajemen, seperti Human Resource, Finance, Marketing, Operations, Strategic Management, dll. Prospek Kerja Jurusan Manajemen Apa saja sih prospek kerja jurusan manajemen?Jurusan manajemen memang cukup luas, sehingga orang sering bertanya-tanya. Peluang kerja manajemen sangat beragam, kamu bisa memilih pekerjaan jurusan manajemen sesuai dengan bidang yang kamu tekuni. Dibawah ini Cake akan memberikan beberapa wawasan mengenai prospek kerja lulusan manajemen beserta kisaran gaji lulusan manajemen.1. Recruiter/Staf HRD (kisaran gaji Rp 5.000.000) Bagi kamu yang suka mempelajari tingkah laku manusia, menjadi seorang recruiter atau staf HRD menjadi pilihan pekerjaan setelah lulus kuliah manajemen. Pasalnya, seorang rekruiter atau HRD harus memahami karakter calon karyawan atau karyawannya sendiri. Tugas seorang rekruter adalah mencari karyawan baru, sedangkan staf HRD lebih fokus pada employee relations. Peluang kerja jurusan manajemen sumber daya manusia ini bisa kamu pertimbangkan sebagai career path kamu. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kemampuan berkomuikasi yang baik dengan seluruh karyawan baik di level manajerial dan staff, kemampuan problem solving, kemampuan organisasi, negosiasi 2. Marketer (kisaran gaji Rp 5.700.000) Salah satu prospek kerja jurusan manajemen yang digandrungi oleh generasi muda adalah menjadi seorang marketeer. Kenapa tidak? Profesi marketeer menuntut kreatifitas yang out of the box untuk menjual produk dengan cara yang berbeda. Seorang marketeer pada umumnya bertugas untuk memasarkan produk beserta strateginya, menentukan target dan segmentasi pembeli, menentukan budget iklan baik online dan offline, dan lain sebagainya. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kemampuan berkomunikasi, berpikir analitis, kreativitas, pemecahan masalah, skill digital dan teknis (digital marketing) 📚 Baca juga: 5 Perbedaan Sales dan Marketing yang Wajib Kamu Ketahui!3. Konsultan Bisnis (kisaran gaji Rp 4.700.000) Konsultan bisnis adalah prospek kerja manajemen bisnis untukmu yang suka tantangan, dan suka belajar. Seorang konsultan bisnis bertugas dalam memberikan ide, saran, rekomendasi, atau perbaikan untuk pengembangan bisnis suatu perusahaan dalam jangka panjang maupun jangka pendek.Pada umumnya konsultan bisnis mengaudit segala sisi seperti contoh keuangan, strategi pemasaran dan penjualan, sumber daya manusia, IT, dan lain-lain. ✍️ Skill yang dibutuhkan: berpikir analitis, berpikir kreatif, observasi yang tajam, dan komunikasi yang baik dengan klien. 4. Project Manager (Kisaran gaji Rp 21.600.000) Akhir-akhir ini pekerjaan jurusan manajemen yang cukup hype adalah project manager. Project manager adalah seseorang yang memimpin jalannya sebuah proyek dan memastikan proyek berjalan dengan lancar serta selesai tepat waktu. Seorang project manager bertugas scheduling, menentukan budget, menganalisis risiko dan penyelesaiannya, dan mengawasi jalannya proyek. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kepemimpinan, kemampuan bernegosiasi, kemampuan pengorganisasian, manajemen waktu, manajemen SDM, dan manajemen konflik. 5. Accountant (Kisaran gaji Rp 8.027.000) Bagi lulusan s1 manajemen yang senang dengan angka, menjadi seorang accountant adalah prospek kerja manajemen yang cocok buatmu. Tugas seorang akuntan antara lain mengelola laporan keuangan, budgeting kebutuhan perusahaan, mengelola arus kas, serta mengelola keperluan perpajakan. ✍️ Skill yang dibutuhkan: analisis data, detail dan teliti, kemampuan berpikir secara sistematis, dan mampu mengoperaikan software akunting. 📚 Baca juga:4 Contoh CV Akuntansi Profesional dan Cara Membuatnya!6. Finance Staff (Kisaran gaji Rp 5.285.000) Prospek kerja s1 manajemen yang bisa dicoba oleh lulusan s1 manajemen adalah finance staff. Berbeda dengan akunting, finance staff bertugas pada bagian analitis kondisi keuangan perusahaan dan merancang pemodelan keuangan yang sehat. ✍️ Skill yang dibutuhkan: skill analitik yang dalam dalam menganalisisi data keuangan, bookkeeping, budgeting dll. Adapun beberapa tools yang harus kamu kuasai untuk pekerjaan jurusan manajemen ini antara lain Microsoft Excel, Access, SQL, dan lainnya. 📚 Baca juga: 5 Contoh CV Staff Keuangan (Finance) untuk Melamar Kerja7. Banker (Kisaran gaji Rp 3.500.000 - Rp 8.000.000) Bagi lulusan s1 manajemen yang berminat bekerja di dunia perbankan, kamu bisa mencoba menjajal career path kamu sebagai banker. Banker sendiri memiliki beberapa bagian manajemen, teller, customer service, dan back office. Untuk bagian manajemen sendiri adalah seseorang yang memanajemen jalannya pelayanan bank. Biasanya bagian manajemen adalah lulusan s1 manajemen yang mengikuti Management Development Program (MDP). Sedangkan front officer seperti teller dan customer service bertugas untuk melayani nasabah secara langsung. Lain halnya dengan back officer yang bertugas untuk mengelola transaksi keuangan, dan tugas administratif lainnya. ✍️ Skill yang dibutuhkan: memiliki kemampuan analitik, perhatian terhadap detail, teliti, dan mampu berkomunikasi dengan baik. 📚 Baca juga: 5 Contoh CV Bank dan Tips Membuatnya8. Operational Staff (Kisaran gaji Rp 6.500.000) Prospek kerja manajemen bisnis yang bisa kamu pertimbangkan selain pemasaran, SDM, atau keuangan adalah menjadi operational staff. Apa saja sih tugas dari operational staff ini? Tugas operational staff ini memastikan produksi berjalan sesuai dengan tujuan dan berjalan maksimal. Sehingga jasa, barang, atau sistem yang diproduksi tidak terbuang sia-sia. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kepemimpinan, komunikasi organisasi, manajemen retail, manajemen logistik, dan penguasaan bahasa asing. 9. Business Manager (Kisaran gaji Rp 19.800.000) Pekerjaan manajemen yang cukup legit bagi lulusan s1 manajemen adalah business manager. Akan tetapi untuk menjadi seorang business manager butuh waktu dan pengalaman kerja 2-5 tahun. Mengapa demikian? Peluang kerja manajemen ini dituntut lebih tinggi dibandingkan dengan entry level, dimana kamu harus mengawasi jalannya bisnis dari level atas. Seperti contoh memastikan produktivitas dan efisiensi perusahaan, membuat strategi bisnis untuk pengembangan bisnis, melihat kinerja karyawan, dan melakukan evaluasi berkala untuk kinerja perusahaan. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kemampuan memimpin tim, pengambilan keputusan, komunikasi, delegasi, pemecahan masalah, perencanaan dan pemikiran strategis. 10. Account Executive (Kisaran gaji Rp 3.851.434) Untukmu yang suka berinteraksi dengan orang-orang baru, kamu bisa memulai karir menjadi account executive. Account executive merupakan prospek kerja manajemen yang bertugas untuk mencari klien baru dan membina relasi dengan klien perusahaan. Disisi lain seorang account executive dituntut berpikir strategis untuk membantu klien untuk mencapai tujuannyanya dengan barang, jasa, atau sistem yang dimiliki oleh perusahaan. ✍️ Skill yang dibutuhkan: mampu berpikir strategis, kemampuan komunikasi yang baik, dan memiliki pengetahuan bahasa asing apabila memiliki klien asing. 11. Sales/Business Development (Kisaran gaji Rp 5.300.000) Peluang kerja jurusan manajemen yang bisa kamu pilih setelah lulus dari jurusan manajemen adalah sales/business development. Tugas dari seorang sales adalah mendorong penjualan produk dengan menggaet calon customer atau mitra untuk melakukan pembelian melalui email, telepon, atau sosial media. ✍️ Skill yang dibutuhkan: kemampuan yang persuasif untuk meyakinkan calon pembeli untuk menggunakan produk, jasa, atau sistem perusahaan, komunikasi atau public speaking. 12. Entrepreneur (Kisaran gaji tak terbatas) Last but not least, apabila kamu ingin memiliki kebebasan dan ingin menantang diri lebih jauh dalam dunia bisnis kamu bisa menjajal menjadi seorang entrepreneur setelah lulus kuliah jurusan manajemen. ✍️ Skill yang dibutuhkan: berbagai pekerjaan manajemen sangat dibutuhkan ketika kamu menjadi seorang entrepreneur, mulai dari mengatur keuangan, sumber daya manusia, strategi pemasaran dan penjualan, hingga operasi logistik. Itu tadi 12 pekerjaan manajemen dari Cake yang bisa kamu pertimbangkan setelah lulus kuliah jurusan manajemen. Dengan informasi diatas, kamu bisa menentukan career path yang kamu pilih sesuai dengan passion. Beberapa peluang kerja manajemen memiliki skill kualifikasi tersendiri, kamu pun perlu mempersiapkannya sejak dini.Sudah siap melamar salah satu posisi di atas? Jangan biarkan kesempatan lewat begitu saja! Gunakan CV Builder Cake yang praktis untuk membuat CV yang menarik dalam hitungan menit. Pilih template yang sesuai dengan bidang manajemenmu dan tunjukkan nilai jualmu kepada dunia kerja secara lebih efektif. Langsung buat CVuntuk melamar pekerjaan manajemen sekarang🎉Buat CV
Job Search Tips
Jul 22nd 2024

Officer Development Program: Pengertian dan Tips Lolosnya!

Bukan rahasia lagi bahwa officer development program cukup diminati kalangan fresh graduates. Mengapa demikian? Selain dinilai prestisius dan memiliki benefit yang menggiurkan, karyawan yang menyandang gelar officer development program ini diproyeksikan menjadi pimpinan atau posisi manajerial dalam perusahaan. Tak heran bila jenjang karir ODP sangat menjanjikan kedepannya. Officer development program sering dijumpai dalam perekrutan perusahaan perbankan baik BUMN maupun swasta di Indonesia. Apabila dilihat dari konsepnya, ODP bank ini konsepnya mirip dengan program Management Trainee (MT) untuk beberapa perusahaan besar. Namun, apa perbedaan ODP bank dengan program MT? Nah, bagimu yang tertarik untuk membidik jenjang karir ODP di perusahaan perbankan di Indonesia, kali ini Cake mengupas tuntas apa itu officer development program. Tetap stay tuned, ya! Daftar isi: Apa itu Officer Development Program? Jenis Pelatihan Officer Development Program Apa Saja yang Perlu Disiapkan untuk Mendaftar ODP Bank? Tips Lolos Seleksi Officer Development Program Apa itu Officer Development Program? Officer development program adalah sebuah program rekrutmen yang memberikan pelatihan-pelatihan khusus kepada karyawan untuk memenuhi kualifikasi perusahaan dalam bekerja. Para karyawan bisa memahami secara mendalam seluk beluk tugas dan pekerjaan dalam perusahaan perbankan yang dilamar. Setelah pelatihan selama 1-2 tahun selesai, para karyawan mulai diproyeksikan untuk mengisi beberapa jabatan strategis atau posisi manajerial. Pada umumnya officer development program ini dikhususkan untuk fresh graduates atau lulusan yang memiliki pengalaman kerja kurang dari 2 tahun yang belum memiliki keterampilan khusus. Salah satu keuntungan dari development program adalah karyawan bisa belajar untuk menjadi profesional dan mendapat bayaran setiap bulannya. Sehingga cukup berbeda dengan program magang atau internship yang ditawarkan oleh perusahaan lain. Menarik, bukan? Terlintas pertanyaan,Apakah officer development program (ODP) dan program management trainee (MT) sama? Bisa dikatakan kedua program ini hampir sama dimana karyawan mendapatkan berbagai pelatihan terlebih dahulu sebelum menempati posisi pekerjaan. Perbedaannya adalah officer development program dilakukan untuk perusahaan perbankan atau sering dikenal dengan ODP bank. Di Indonesia sendiri beberapa bank BUMN ternama menyelenggarakan rekrutmen officer development program setiap tahunnya, seperti contoh ODP Bank Mandiri dan ODP BNI yang tak pernah sepi peminat.Selain ikut ODP, apakah kamu juga tertarik ikut program MT?Yuk, daftarkan diri kamu ke program Management Trainee 2024 oleh Cake sekarang juga!Daftar Sekarang📚 Baca juga:Apa itu Management Trainee: Pengertian, Tugas, Gaji, dan Keuntungan! Jenis Pelatihan Officer Development Program Setelah mengetahui apa itu program officer development, saatnya Cake menjelaskan jenis pelatihan untuk officer development program. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pada umumnya pelaksanaan ODP bank dilakukan sekitar 1-2 tahun. Selama masa pelatihan ODP bank, terdapat dua macam pelatihan, yaitu: Classical officer development programOn the job training officer development Untuk lebih jelasnya langsung simak dibawah ini! 1. Classical Officer Development Program Pelatihan klasik untuk officer development program biasanya dilakukan dalam sebuah kelas atau dikenal dengan in-class training. Selama di kelas, para karyawan akan mendapatkan materi pengenalan seputar visi dan misi perusahaan serta budaya perusahaan. Disisi lain, karyawan juga akan mendapatkan beberapa pelatihan soft skill yang menunjang kinerja setelah ditempatkan pada posisi mereka. Pelatihan soft skill antara lain: KepemimpinanKemampuan negosiasiManajemen waktuBerbicara di depan umum, dan lain-lain. Untuk pemateri biasanya didatangkan dari lembaga atau seseorang yang sudah ahli di bidangnya agar karyawan mendapatkan pelatihan yang berkualitas. 2. On the Job Training Officer Development Program Setelah menyelesaikan in-class training, karyawan officer development program akan melakukan on the job training atau dikenal dengan OJT. Untuk OJT karyawan akan terjun langsung ke posisi yang dilamar untuk bisa menjalani pekerjaan secara nyata. Tentunya karyawan bisa mengimplementasikan ilmu-ilmu yang didapatkan saat in-class training secara nyata. Disisi lain, karyawan akan mempraktekan pekerjaan operasional dan berkoordinasi dengan co-worker secara nyata di lapangan. Pastinya mereka akan mendapatkan pendampingan dari mentor yang ditunjuk.Apa Saja yang Perlu Disiapkan untuk Mendaftar ODP Bank? 1. Menyelesaikan Pendidikan Sarjana Persyaratan paling dasar untuk mendaftar officer development program adalah telah menempuh pendidikan minimal S1. Namun ada beberapa rekrutmen ODP bank yang menerima lulusan S2 dengan persyaratan tertentu.💡 Catatan:Perlu diingat bahwa mahasiswa yang belum lulus atau mahasiswa magang tidak bisa mendaftar officer development program. Hal itu disebabkan karena pelatihan ODP bank memakan waktu yang lama dengan jadwal yang sangat padat, dimana akan sulit dilakukan oleh mahasiswa yang masih menempuh studi. 2. Memiliki Kemampuan yang Dibutuhkan Setiap perusahaan perbankan di Indonesia memiliki persyaratan dan kualifikasi calon karyawan sesuai dengan kebutuhan posisi yang dibuka. Sehingga calon karyawan harus jeli untuk membaca setiap persyaratan agar memenuhi kualifikasinya. Pada umumnya persyaratan ODP bank antara lain: Lulusan sarjanaMemiliki sertifikasi bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTSBatasan usia maksimal tertentu. 3. Melengkapi Persyaratan Administrasi Tentunya dalam rekrutmen officer development program dibutuhkan beberapa berkas sebagai persyaratan administratif. Pastikan untuk melengkapi persyaratan administrasi yang sudah ditentukan oleh perusahaan perbankan. Apabila ada satu dokumen yang tidak lengkap, maka besar kemungkinan akan gugur di seleksi awal. Untuk itu perlu cross and check persyaratan administrasi sebelum memasukan aplikasi rekrutmen ODP bank. 4. Berkomitmen dalam Menjalani Program Bisa dikatakan komitmen adalah hal yang paling penting sebelum mendaftarkan diri pada ODP bank. Mengapa demikian? Seperti yang kita ketahui bahwa officer development program ini memiliki banyak aturan yang mengikat dan harus dipatuhi. Seperti contoh, pelatihan officer development program memakan waktu yang cukup lama, pada umumnya 1-2 tahun. Disisi lain terdapat syarat ikatan dinas selama 5 tahun dan bersedia tidak menikah selama menjalani ikatan dinas.💡 Catatan:Officer development program ini terdapat sanksi pinalti dalam jumlah tertentu apabila karyawan berhenti dari program tersebut sebelum durasi selesai. Nah, dengan konsekuensi tersebut, apakah sudah siap berkomitmen untuk menjalani officer development program?Tips Lolos Seleksi Officer Development Program 1. Riset Perusahaan Setiap perusahaan perbankan memiliki officer development program masing-masing. Nah, sebelum melamar pastikan riset perusahaan terlebih dahulu. Mengapa? Karena kamu perlu memastikan apakah kualifikasi ODP bank ini sesuai dengan kemampuanmu atau tidak. Sehingga tidak ada penyesalan ketika memilih officer development program. Salah satunya adalah mempertimbangkan kebijakan-kebijakannya seperti ikatan dinas selama menjalani pelatihan officer development program. 2. Buat CV Menarik CV yang menarik adalah kunci yang paling penting saat melamar officer development program pada perusahaan perbankan. Pasalnya CV adalah sebuah ringkasan mengenai kemampuan dan kualifikasi kamu untuk dilirik oleh rekruter. Nah, bagaimana membuat CV menarik untuk melamar officer development program? Simak tips dari Cake dibawah ini! Pahami job desk officer development program:Pertama-tama, sebelum membuat CV untuk melamar ODP bank kamu harus memahami tugas officer development program. Ketika kamu mengetahui job desk officer development program secara mendetail, setidaknya kamu memiliki gambaran yang tepat untuk mendesain CV. Seperti informasi, skill atau pengalaman yang relevan untuk ditonjolkan dalam CV. Tonjolkan skill yang relevan: Saat membuat CV jangan lupa untuk menonjolkan skill yang relevan untuk posisi officer development program. Skill pada CV bisa menunjukan keunikan kamu dibanding dengan kandidat lain. Skill ini bisa dibagi menjadi dua, yaitu soft skill dan hard skill. Hard skill merupakan keterampilan teknis yang bisa dipelajari dan dilatih, sedangkan soft skill merupakan kemampuan interpersonal yang membentuk cara bekerja. Pengalaman organisasi/magang/kerja dan prestasi:Pengalaman organisasi, magang, dan bekerja menjadi tolak ukur bagaimana cara bekerja kamu untuk mencapai gol atau kemampuan memecahkan masalah. Pastikan cantumkan pencapaian dari pengalaman-pengalaman sebelumnya untuk menunjukan kinerja kamu dalam akukan pencapaian yang lebih baik dari target yang ditentukan.Contoh CV Officer Development Program - Dibuat di Cake📚 Baca juga:20+ Contoh CV Lamaran Kerja yang Menarik dan Cara Membuatnya!3. Datang Ke Job Fair Offline dan Online Datang ke job fair atau bursa kerja bisa menjadi pilihan untukmu dalam melamar officer development program. Tidak jarang perusahaan perbankan BUMN dan swasta turut membuka rekrutmen ODP bank dalam acara job fair, sehingga pengunjung bisa menyebarkan CV saat acara berlangsung.Kamu juga bisa ikutan Virtual Career Fair yang diadakan oleh Cake setiap tahunnya secara online, lho! 📚 Baca juga:9 Manfaat Networking Dalam Karier dan Cara Membangunnya! 4. Persiapkan Diri untuk Tes Tulis, FGD, dan Interview Pada umumnya setelah lolos seleksi berkas, langkah selanjutnya adalah seleksi tes tertulis, Focus Group Discussion (FGD) dan interview. Tahap Tes Tertulis Dalam tes tertulis, peserta akan dihadapkan dengan: Tes psikotesTes kemampuan bahasa InggrisTes pengetahuan perbankan Untuk menghadapi tes tertulis, kamu bisa melakukan latihan soal dari bank soal di buku atau dari internet. Dengan latihan soal akan membuatmu terbiasa untuk memecahkan soal-soal yang muncul dalam tes tertulis. Tahap FGD Untuk FGD kamu bisa melatihnya dengan berpikir kritis dan analitis serta kemampuan public speaking. Kamu pun harus memahami bahwa dalam FGD ini bukan hanya memaksakan pendapatmu, akan tetapi juga mempertimbangkan pendapat orang lain untuk mencapai solusi bersama. Akan lebih baik jika kamu membaca isu-isu perbankan terkini untuk menambah wawasan kamu dalam FGD. Tahap Interview Last but not least, persiapan interview sangatlah krusial untuk menentukan apakah kamu lolos sebagai calon karyawan ODP bank atau tidak. Maka dari itu akan lebih baik untuk mempelajari seluk beluk perusahaan bank yang dilamar, tugas odp dalam perbankan secara umum, hingga deskripsi pekerjaan officer development program yang kamu lamar. Nah, Cake sudah mengupas tuntas apa itu officer development program. Pastinya kamu sudah lebih siap melamar officer development program dan siap memulai jenjang karir ODP di masa depan. Jangan lupa persiapkan CV terbaikmu untuk melamar officer development program di perusahaan perbankan terbaik!Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake.Belum punya CV keren untuk melamar kerja? Cake merupakan CV Builder ATS-friendly dengan 50+ template keren yang bisa kamu download secara gratis! Yuk, coba sekarang juga! 🎉Buat CV --- Ditulis oleh Talitha Edrea ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!