Write for Us
Resume
Cover letter
Thank you letter
Job search
Career
Industry & Job Overview
Nov 18th 2025

Profesi Data Analyst: Tugas, Skill, Gaji Hingga Proyeksi Karier!

Daftar Isi: Apa itu Data Analyst?Tugas dan Tanggung Jawab Data AnalystSkill yang Harus Dimiliki Data AnalystCara Menjadi Data Analyst Melansir dari InternetLiveStats, Google mendapat lebih dari 5 miliar pencarian setiap hari dan YouTube mendapat lebih dari 5 miliar video yang ditonton setiap hari. Akhir-akhir ini, karir Data Analyst seringkali muncul pada halaman job portal pencari kerja maupun pada halaman karir perusahaan teknologi. Banyak perusahaan yang membutuhkan staf analis agar dapat membantu mereka dalam menjawab keputusan bisnis dan menghasilkan insights untuk mendorong kemajuan perusahaan. Data menjadi berharga jika kita dapat mengolah nya dari scattered and unstructured data menjadi sebuah informasi. Selanjutnya, informasi ini dapat digunakan agar dapat memahami suatu fakta, kondisi atau kebenaran.📚 Baca juga:15 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia!Apa itu Data Analyst? Pertama-tama, apa itu data? Data dapat berupa teks, gambar, klip audio, video, atau program perangkat lunak. Data Analyst adalah seseorang yang melakukan proses analisis data, yang mencakup 3 proses utama yaitu pengumpulan data, melakukan data cleansing dan menginterpretasikannya untuk menghasilkan informasi yang berarti. Melansir dari Coursera, data analisis terbagi menjadi beberapa langkah seperti: Mengidentifikasi data yang ingin dianalisisMengumpulkan datanyaMembersihkan data untuk persiapan analisisMenganalisis datanyaMenafsirkan hasil analisis Data Analyst dapat bekerja di berbagai industri yang berbeda, dan sangat memungkinkan untuk menjadi generalis atau spesialis. Jabatan dalam posisi Data Analyst juga bisa sangat bervariasi. Pekerjaan Data Analyst termasuk yang bergengsi dan bergaji tinggi. Jenjang karir data analyst adalah sebagai berikut: 1. Junior Data Analyst Junior Data Analyst merupakan seorang fresh graduate dengan kurang dari 2 tahun pengalaman kerja. Rata-rata gaji data analyst fresh graduate pada level junior adalah 5-8 juta rupiah. 2. Data Analyst Data Analyst merupakan seseorang dengan 2-3 tahun pengalaman kerja. Rata-rata gaji data analyst pada mid-level adalah 9-12 juta rupiah. 3. Senior Data Analyst Senior Data Analyst merupakan seorang Data Analyst dengan lebih dari 4 tahun pengalaman kerja. Rata-rata gaji data analyst pada level senior adalah 15-18 juta rupiah. 4. Lead Data Analyst Lead Data Analyst merupakan seorang Data Analyst dengan lebih dari 6 tahun pengalaman kerja. Rata-rata gaji data analyst pada level manager adalah 22-25 juta rupiah. 5. Chief Data Officer Chief Data Analyst merupakan seorang Data Analyst dengan lebih dari 10 tahun pengalaman kerja.📚 Baca juga: 3 Contoh CV Lulusan Sistem Informasi Menarik dan Cara MembuatnyaTugas dan Tanggung Jawab Data Analyst Apakah kamu berminat untuk berkarir sebagai data analis? Permintaan untuk Analis Data dan keterampilan data melonjak pesat di zaman yang serba digital ini. Infographic Perkembangan Data Analytics di 2022 1. Mengumpulkan data Sampai disini, mungkin kamu bertanya-tanya darimana data dapat dikumpulkan. Pekerjaan seorang analis adalah mengumpulkan data itu sendiri. Mereka harus bekerja sama dengan developers untuk mengoptimalkan proses pengumpulan data pada website atau aplikasi. 💼 Tugas Data Analyst adalah mempersiapkan infrastruktur untuk menganalisis data. Mereka bekerja dengan tools dan software untuk mengembangkan rutinitas mengekstrak data dari berbagai sumber yang dapat diotomatisasi dan mudah dimodifikasi untuk digunakan kembali di area lain. 2. Membersihkan data (Data Cleansing) Data Cleansing adalah proses identifikasi dan mengkategorikan data yang mungkin terduplikat, tidak akurat, kedaluwarsa, salah format, atau tidak konsisten dengan sumber data lain. 💼 Job desc Data Analyst adalah menggunakan ETL Tools (Extract, Transform, Load) untuk mengecek validitas data, format data, data cells yang kosong, dan data duplikat sehingga dapat dilakukan pengoreksian data menjadi benar. 3. Melakukan pemodelan dan menafsirkan data Data Modelling adalah proses untuk membuat struktur database design yang berupa representasi secara visual. Selanjutnya, akan diteruskan untuk menemukan pola atau tren dalam data. 💼 Tugas Data Analyst adalah mengidentifikasi entitas-entitas data (contoh: customers, products), mendefinisikan atributnya (contoh: nama, alamat) dan mendesain relasinya dalam diagram ERD. Semua ini dilakukan untuk memastikan bahwa objek data direpresentasikan secara akurat sehingga dapat menemukan hubungan antar data-data yang ada. 4. Mempresentasikan penghasilan data Data menjadi bermakna jika data dapat membantu dalam keberlangsungan bisnis atau pengambilan keputusan. 💼 Job desc Data Analyst adalah mempresentasikan hasil temuan dan analisis mereka dengan visualisasi seperti bagan, grafik, laporan, dan menyajikan informasi kepada para pemangku kepentingan. Skill yang Harus Dimiliki Data Analyst Skill data analyst dapat dipelajari oleh siapapun yang bukan lulusan IT. Saat ini, banyak akademi yang menawarkan pelatihan data analyst di luar kurikulum formal di universitas. Skill yang harus dimiliki data analyst antara lain: 1. Database tools Database tools atau biasa juga disebut dengan Database Management Tools merupakan software untuk para data analyst melakukan tugas administrasi database. Contoh database tools antara lain: MySQL, SQL Server Management Studio, Oracle RDBMS. 2. Programming language Programming language yang perlu dikuasai data analyst antara lain: SQL (Structured Query Language) untuk berkomunikasi dengan database, mencari, mengumpulkan data untuk melakukan manipulasi dataPython dan R untuk data cleansing, manipulasi, analisis, and visualisasi data 📚 Baca juga: 12 Bahasa Pemrograman Paling Relevan 2023 [Jenis, Contoh, Dll.] 3. Data Visualization Seorang data analyst akan membuat representasi visual dari data yang mereka sudah analisis disesuaikan dengan audiens yang akan melihat. Ada beberapa tools untuk membantu proses visualisasi data, contohnya adalah Tableau, PowerBI, QlikView yang akan menyajikan data dalam grafik atau bagan di sebuah dashboard. 4. Matematika dan Statistika Data Analyst perlu memahami statistik dan matematika untuk mengetahui bagaimana rumus digunakan dan bagaimana menginterpretasikan hasilnya. Kamu tidak memerlukan skill matematika tingkat lanjut yang dibutuhkan seorang data scientist. 5. Analisis and Problem Solving Skill analisis dan pemecahan masalah diperlukan untuk mengerti masalah yang sedang dihadapi perusahaan dan memikirkan solusi yang tepat dengan bantuan data yang ada. Peran Data Analyst menjadi berharga ketika dia bisa menggunakan data yang ada dan menafsirkannya menjadi sebuah informasi atau pengetahuan baru. 6. Communication Komunikasi merupakan skill yang sangat penting di semua bidang pekerjaan, termasuk pekerjaan data analyst. Dalam kesehariannya, mereka akan bertemu dengan para stakeholders yang datang dari berbagai latar belakang pendidikan non-IT untuk menceritakan temuan-temuan mereka dalam bahasa yang mudah dipahami siapapun.👉 Lihat contoh CV Data Analyst biar lamaran kamu makin menonjol! Merintis Karir Sebagai Data Analyst Menjadi data analyst bukanlah sesuatu yang tidak mungkin bagi kamu yang tidak punya latar belakang IT. Kini, latar pendidikan IT bukan lagi syarat menjadi data analyst satu-satunya, asalkan kamu mempunyai skills yang dibutuhkan. Walaupun kamu tidak ada pengalaman kerja data analyst, pastikan skills kamu dari pengalaman sebelumnya tetap transferable. Berikut adalah beberapa tips cara menjadi data analyst: 1. Kuasai technical skills Buat kamu yang tidak mempunyai latar belakang di bidang teknologi, penting untuk menguasai technical skills termasuk menggunakan software database, bahasa pemrograman sampai software visualisasi data. 2. Kerjakan proyek dengan data yang real Untuk mendapatkan feel sebagai seorang data analyst, kamu bisa menggunakan data-data dari organisasi non-profit yang tidak terstruktur dengan baik. Dari sini, kamu bisa menawarkan diri untuk menghasilkan insights yang mereka butuhkan tentang campaign apa yang pas untuk mereka dan bagaimana cara mendapatkan donatur yang lebih banyak. 3. Kembangkan visualisasi dan berlatih mempresentasikannya Kamu bisa eksplorasi dengan berbagai macam bagan atau grafik seperti bar chart, pie chart, line graph, scatter plot sehingga kamu dapat mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menggunakan masing-masing bagan atau grafik tersebut. Sebagai contoh, Line graph sangat bagus untuk menunjukkan perubahan dari waktu ke waktu. Lalu, kamu bisa mengkomunikasikan temuan data dalam grafik tersebut. 4. Bangun portofolio pekerjaan Kamu bisa mengikuti kursus pelatihan data analyst untuk membangun portfolio kamu. Disini, biasanya kamu akan diberi sebuah mini proyek yang akan menghasilkan sebuah portfolio yang kamu kerjakan. Selain itu, kamu juga bisa membangun portfolio sendiri dengan data sets yang ada dan menuliskan semua langkah yang kamu lakukan sampai mendapatkan wawasan dan temuanmu. 5. Dapatkan pekerjaan dengan CV yang menarikContoh CV Data Analyst - Dibuat di CakeResume CakeResume adalah sebuah online CV builder yang praktis. Ada banyak template yang menarik dan yang mudah untuk digunakan. Kamu juga bisa unduh CV dalam format PDF, lho, 100% gratis! Yuk, buat CV kamu dengan CakeResume sekarang juga!🎉 Buat CVSemoga kamu berhasil dalam menemukan pekerjaan Data Analyst yang cocok dan teruslah upgrade dirimu dengan ilmu-ilmu yang ditawarkan di luar sana. Menjadi seorang Data Analyst juga dapat membuka pintu ke karir lain loh!--- Ditulis oleh Priscilia Octaviani ---

Ketahui 4 Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist!

Daftar isi:Mengenal Data Analyst dan Data ScientistPerbedaan Data Analyst dan Data ScientistData Scientist atau Data Analyst, Mana Untukmu?Di dunia yang serba digital ini, data menjadi sangat berharga jika dapat diproses, dianalisis, dan digunakan secara efisien dan instan. Ahli data, yang dulunya bukan sebuah profesi di dunia teknologi, telah menjadi vital di setiap sektor dan di hampir setiap jenis bisnis. Ini menjadikan profesi ahli data lebih dicari dibanding sebelumnya karena hampir setiap organisasi sudah menyadari bahwa data merupakan aset untuk mendukung rencana strategis bisnis kedepannya. Data Analyst dan Data Scientist adalah dua peran kunci di ekosistem bisnis dan teknologi yang berkembang pesat ini. The U.S. Bureau of Labor Statistics melihat adanya pertumbuhan yang pesat di bidang ilmu data dan memperkirakan jumlah pekerjaan akan meningkat sekitar 28% hingga 2026. Angka 28% diperkirakan adalah 11,5 juta pekerjaan baru.📚 Baca juga:10 Pekerjaan Bidang IT yang Paling Dicari dan Gajinya! Pengertian Data Analyst dan Data Scientist Pekerjaan Data Analyst dan Data Scientist seringkali dianggap serupa karena keduanya bekerja secara intensif dengan angka dan data, namun sebenarnya keduanya berbeda. Pada bagian ini, kita akan mengeksplorasi lebih dalam mengenai perbedaan profesi Data Analyst dan Data Scientist. Apa itu Data Analyst? Dalam kesehariannya, data analyst menggunakan statistical tools untuk melihat tren data, mengidentifikasi pola, dan menghasilkan wawasan. Data Analyst dapat menemukan peluang untuk mengembangkan operasional bisnis agar produktivitas dan profitabilitas dapat ditingkatkan. Dalam prosesnya, mereka mengumpulkan, mengelola, dan membersihkan data. Data Analyst juga melihat data historis hingga mengolahnya untuk menghasilkan laporan berbasis data berupa visualisasi grafis. Laporan ini berisi penemuan mereka dan akan diberikan pada para pemangku kepentingan, sehingga dapat membantu organisasi membuat keputusan bisnis di masa yang akan datang. ✨ Sebagai contoh:Seorang analis data mengambil hasil survei riset pasar dan melihat bagaimana angka-angka itu kemudian dapat ditargetkan ke pasar sasaran yang lebih luas. Hasil survei kemudian diolah dengan software untuk mendapatkan jawaban bagaimana bisnis dapat mengembangkan produknya dan bagaimana memasarkannya. Analisis data juga melibatkan analisis angka penjualan per rentang waktu tertentu, membandingkan kelompok usia atau lokasi geografis yang berbeda, atau menemukan pola konsumen yang menginformasikan strategi bisnis. Apa itu Data Scientist? Data Scientist menggunakan teknologi canggih seperti machine learning dan predictive analysis untuk mengumpulkan data dan mengolah big data yang akan digunakan untuk memprediksi customer behavior sehingga dapat meningkatkan pendapatan bisnis. Dari big data, Data Scientist mencari pola dan membuat algoritma dan model sehingga bisnis dapat menggunakan data yang dikumpulkan dan menginterpretasikannya untuk skenario yang berbeda. Pembuatan algoritma dan model memerlukan keahlian matematika dan bahasa pemrograman. ✨Sebagai contoh: Seorang ilmuwan data menghasilkan segmentasi pelanggan. Dari segmentasi pelanggan tersebut, mereka dapat mengukur perbedaan dalam perilaku pembelian pelanggan dan mencocokannya dengan demografi yang berbeda untuk target pelanggan yang lebih baik. 📚 Baca juga: 12 Bahasa Pemrograman Paling Relevan 2022 [Jenis, Contoh, Dll.] Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist Berikut merupakan perbedaan data analyst dan data scientist, mulai dari tugas dan tanggung jawab, latar belakang pendidikan, skill yang dibutuhkan, dan prospek karir. ➡️ Data Analyst vs Data Scientist: Tugas dan Tanggung Jawab Perbedaan data analyst dan data scientist ditentukan dari deskripsi pekerjaan yang akan dijalankan dalam kesehariannya. Berikut adalah perbedaan tugas data analyst dan data scientist: 📊 Data Analyst⚙️ Data ScientistMelakukan validasi data dan data analisis yang ekstensif dalam kumpulan data besar untuk menemukan tren dataMelakukan data scrubbing untuk memodifikasi atau menghapus data yang tidak lengkap, tidak akurat, atau berulang dalam databaseMelakukan data querying menggunakan SQL, dan analisis data menggunakan ExcelMeneliti, mengembangkan, merencanakan, dan mengimplementasikan algoritma prediktif untuk mengidentifikasi tren yang akan datangMembuat laporan tabel dan visualisasi dasbor dengan software business intelligence untuk berbagi temuan dan rekomendasi dengan tim internalMelakukan analisis statistik menggunakan algoritma pembelajaran mesin (Machine Learning) seperti natural language processing, regresi logistik, KNN, dll.Berkomunikasi dengan business users untuk memahami proses bisnis dan memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk menginformasikan keputusan bisnis dengan lebih baikMembangun dan melatih pemodelan machine learning dengan menggunakan tools seperti Tensorflow untuk otomatisasi dan menyederhanakan proses sehari-hariBerkolaborasi dengan para pemimpin dan manajer untuk menentukan dan menangani kebutuhan data dan pelaporan untuk berbagai proyek perusahaanMembangun otomatisasi untuk mengumpulkan dan menginterpretasi dataMendukung semua permintaan data, contohnya untuk Pemasaran dan PenjualanBekerja dengan berbagai bahasa pemrograman, termasuk Python, SAS, dan RBerkomunikasi dan berkolaborasi dengan tim TI dan bisnis dalam mendukung pengambilan keputusan yang bersifat data-driven ➡️ Data Analyst vs Data Scientist: Latar Belakang Pendidikan Data Analyst pada umumnya memiliki latar belakang setidaknya gelar sarjana di bidang seperti ilmu komputer, teknik informatika, sistem informasi, matematika, atau statistik. Di sisi lain ketika melihat perbedaan data scientist dan data analyst, Data Scientist sebagian besar memiliki gelar magister atau doktoral dalam teknologi informasi, matematika, atau statistik. Pekerjaan data scientist membutuhkan keterampilan yang lebih tinggi dibanding data analyst karena membutuhkan banyak skill teknis dalam bahasa pemrograman, teknik data yang lebih canggih, dan analisis statistik. 💡 Pro Tips: Jika kamu tidak mempunyai gelar resmi dalam bidang tersebut, terdapat opsi untuk mendapatkan pendidikan non-formal seperti mengikuti kursus atau bootcamp untuk mendapatkan sertifikat profesional dalam analisis data dari institusi ternama dan membangun keterampilan yang dibutuhkan untuk pemula. Dari kursus yang diikuti, kamu juga dapat membangun portofolio untuk membuktikan keahlian kamu dalam memanipulasi dan menginterpretasi data. Jika kamu lebih tertarik untuk bekerja sebagai Data Scientist, kamu dapat mengambil pengalaman bekerja sebagai Data Analyst terlebih dahulu agar mendapatkan fondasi yang lebih kuat dalam mengolah data sehingga dapat menghasilkan temuan dan wawasan yang dapat menyelesaikan masalah. Data Scientist lebih dituntut untuk memiliki bakat dalam logika, matematika tingkat lanjut, dan pemrograman. Baca juga: 15 Prospek Kerja Teknik Informatika Terbaik [+Gaji, Info Kuliah, Dll.] ➡️ Data Analyst vs Data Scientist: Skill yang Dibutuhkan Perbedaan data analyst dan data scientist juga dapat dilihat dari skill yang dibutuhkan, seperti: 📊Data Analyst⚙️ Data ScientistData extraction, cleaning, validation dengan Structured Query Language (SQL)Mengumpulkan dan mengelola raw data dengan Structured Query Language (SQL)Pembuatan forecasting data dengan ExcelMembangun statistical data models dan probabilitasLinear algebra dan linear calculusPembuatan laporan and visualisasi data dengan Business Intelligence tools dan dasborMatematika diskritPredictive modelingData mining dan analisis pola dengan AIOtomatisasi data analysis dengan MLData visualization dengan model AI/MLPengembangan infrastruktur big data dengan Hadoop/Spark ➡️ Data Analyst vs Data Scientist: Prospek karir Pekerjaan data analyst dan data scientist terlibat dalam menghasilkan wawasan data dari pemrosesan, analisis, visualisasi, dan prediksi. Bedanya data analyst dan data scientist dapat dilihat dari daftar berikut mengenai beberapa pekerjaan umum dari masing-masing posisi: 📊 Data Analyst⚙️ Data ScientistData AnalystBusiness AnalystSystems AnalystResearch AnalystOperations AnalystMarketing AnalystResearcherData ScientistData ArchitectData EngineerMachine Learning EngineerBusiness Intelligence AnalystData Mining SpecialistStatistician 📚 Baca juga: Karier Data Scientist: Tugas, Gaji, Cara Menjadi Data Scientist! Memilih Karir Antara Data Analyst dan Data Scientist Peran dan tanggung jawab seorang data analyst dan data scientist dapat bervariasi tergantung pada industri dan lokasi tempat mereka bekerja. Setelah kamu mengerti tentang perbedaan data analyst dan data scientist, kamu dapat membuat keputusan yang lebih tepat mulai sekarang. Berikut adalah empat faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih antara karir di bidang data analyst vs data scientist: 1. Latar Belakang Pendidikan Perbedaan data analyst dan data scientist adalah latar belakang pendidikan dan profesional mereka. Minimal jalur pendidikan yang ditempuh oleh seorang data analyst adalah lulusan sarjana. Namun, prasyarat bagi data scientist biasanya lebih tinggi, yang pada umumnya memerlukan gelar pascasarjana atau pengalaman profesional bekerja dalam bidang data lebih dari 2 tahun. 2. Peminatan Peminatan pribadi juga tidak kalah penting dalam memilih karir antara data analyst dan data scientist. Jika Anda bersemangat tentang statistik, pemrograman, dan penelitian, maka karier sebagai analis data mungkin lebih cocok untuk kamu. Kamu bisa memilih karir sebagai data analyst jika kamu tertarik tentang analisis data menggunakan query SQL, membuat laporan berbasis data, mengolah data dalam excel, memvisualisasi data dalam dasbor hingga mengembangkan penelitian. Jika kamu lebih tertarik pada pemrograman tingkat lanjut, ilmu komputer, statistik dan matematika, dan ingin bekerja di dunia bisnis yang akan memprediksi tren dan pola di masa depan, data scientist mungkin lebih cocok untuk kamu. Kedua peran tersebut membutuhkan individu yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, hasrat untuk melakukan analisis data dalam membantu pemecahan masalah. 3. Perkiraan Gaji di Indonesia Gaji juga tidak kalah pentingnya dalam memilih karir antara data analyst dan data scientist. 💰 Kisaran Gaji Data Analyst Gaji awal seorang data analyst dimulai dari perkiraan Rp 5.000.000 dan dapat mencapai Rp 20.000.000 pada tingkat senior. 💰 Kisaran Gaji Data Scientist Di sisi lain, gaji awal seorang data scientist dimulai dari perkiraan Rp 8.000.000 dan dapat mencapai Rp 30.000.000 pada tingkat senior. 4. Siapkan CV Data Analyst / Data Scientist Ketika kamu sudah yakin atas pilihanmu, kamu dapat menyiapkan CV untuk mendukung proses pencarian kerja. Berikut adalah contoh CV data analyst dan data scientist dari Cake: Contoh CV Data AnalystContoh CV Data Analyst - Dibuat di Cake Contoh CV Data Scientist Contoh CV Data Scientist - Dibuat di Cake📚 Baca juga: Posisi Associate: Jabatan untuk Kamu yang Minim Pengalaman [+Cara, Contoh, Dll.] Dalam artikel Data Analyst vs Data Scientist ini, Cake telah menjelaskan perbedaan data analyst dan data scientist. Kedua profesi ini melakukan peran yang berbeda dan memiliki beberapa skill yang tumpang tindih. Dalam dunia profesional, keduanya perlu memiliki keterampilan yang sama dalam memahami data dan mengambil insights untuk memecahkan masalah sehari-hari. Perbedaan data analyst dan data scientist terlihat dalam tugas dan tanggung jawab, persyaratan pendidikan, skill, gaji dan prospek karier. Oleh karena itu, keputusan ada di tangan kamu dalam memilih mana yang tepat untuk perkembangan karirmu. Sudah persiapkan CV data analyst/data scientist kamu, belum? Yuk, buat di Cake CV Builder sekarang juga, 100% gratis!Buat CV --- Ditulis Oleh Priscilia Octaviani ---
Industry & Job Overview
Nov 17th 2025

Apa itu Business Analyst? Ini Tugas, Gaji, Skillnya!

Daftar isi : Definisi Business AnalystTugas dan Tanggung Jawab Business AnalystSkill yang Harus Dimiliki Business AnalystCara dan Tips Menjadi Business Analyst Perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini menuntut perusahaan untuk semakin berinovasi dalam mengembangkan produk dan layanan berdasarkan data-data bisnis yang ada. Permintaan posisi sebagai Business Analyst atau Bisnis Analis (BA) semakin banyak dicari, guna mempermudah perusahaan dalam meningkatkan efisiensi bisnis berdasar pada kemampuan analisis tentang fungsi bisnis dan teknologi informatika (IT). Jadi, apa itu Business Analyst, tugasnya dan cara menjadi Business Analyst?Mari kita simak! Apa itu Business Analyst? Pengertian Business Analyst? Business Analyst atau Bisnis Analis (BA) adalah seseorang yang mengkaji, menganalisis, memonitoring, dan mengevaluasi data-data terkait proses bisnis, produk, layanan, dan teknologi/software, agar perusahaan dapat mencapai target dan berkembang pesat. Business Analystjuga mengacu pada kemampuan atau keterampilan, serta suatu metode, pendekatan, dan penggunaan alat untuk menghasilkan informasi yang akurat dan tepat dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan bisnis menjadi lebih efektif, efisien, produktif, serta menguntungkan. Contoh Business Analyst:Sebuah toko minuman bubble tea ingin menaikan laba penjualan pada kuartal 2. Dengan data pelanggan yang sudah tersedia pada kuartal sebelumnya, seorang Business Analyst akan melakukan analisis tren pembelian dan preferensi pelanggan untuk mengidentifikasi peluang pertumbuhan. Hasilnya, mereka akan membuat rekomendasi strategis yang akan membantu toko minuman bubble tea meningkatkan laba penjualannya. Gaji Business Analyst Menurut keterangan IDX Channel (2021), penghasilan Business Analyst per bulan rupanya cukup menjanjikan. Gaji Business Analyst (junior) berkisar Rp 8 juta tergantung perusahaan dan kemampuan awal yang dimiliki. Sedangkan, gaji Bisnis Analisis (middle) berkisar Rp 10.000.000 - Rp 15.000.000 per bulan. Untuk gaji Analisis Bisnis (senior) per bulan berkisar Rp 20.000.000. 📚Baca juga: 15 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia!Job Desk Business Analyst Tugas Business Analyst akan bervariasi disesuikan dengan kebutuhan perusahaan. Biasanya kerja Business Analyst akan ditempatkan dalam suatu tim proyek. Namun, tugas dan tanggung jawab Business Analyst yang utama adalah membantu perusahaan agar dapat mencapai tujuannya untuk dapat bertahan diberbagai kondisi ekonomi global dan menjadi lebih baik dalam memberikan pelayanan serta meraih keuntungan.Berikut ini secara umum Business Analyst job description, yaitu :Bekerja sama dengan project manager atau manajer proyek serta tenaga ahli lain dalam merancang desain aplikasi yang efektif dan efisien.Menganalisis dan mengevaluasi proses bisnis, perilaku konsumen, dan data pasar yang dimiliki perusahaan saat ini, serta mengidentifikasi area perbaikan.Melakukan sistem dokumentasikan untuk membantu memperbaiki permasalahan yang ada terkait informasi keadaan pasar terkini (perilaku dan kebutuhan konsumen).Membuat perkiraan, perencanaan, dan model keuangan, serta melakukan analisis varians dan analisis keuangan.Memberikan dan melengkapi detail solusi bisnis yang tepat dan akurat untuk meningkatkan mutu layanan dan kinerja bisnis perusahaan dengan mengimplementasikan solusi teknologi.Meninjau, memonitor, dan mengevaluasi berdasarkan data-data bisnis terkini dan kemajuan teknologi untuk membuat sistem yang lebih modern.Menganalisis struktur organisasi dan kebijakan yang diberlakukan perusahaan agar dapat lebih efektif dan efisien. Skill yang diperlukan di bidang Business Analyst Apakah seorang Business Analyst harus ahli di bidang IT?Rupanya untuk menjadi Business Analyst, kamu tidak harus ahli dibidang IT, akan tetapi kesempatan kamu untuk bekerja di sebagai Analis Bisnis akan lebih besar ketika kamu memiliki pemahaman umum mengenai cara kerja sistem, produk, dan alat-alat IT. Selain itu, pekerjaan Business Analyst juga dituntut untuk memiliki skill atau kemampuan khusus baik soft skill maupun hard skill di bidang Analisis Bisnis.1. Pengembangan Produk Dalam pengembangan produk, seorang Business Analyst sebaiknya memiliki 3 aspek pengetahuan mengenai product requirements, product analysis, dan engineering requirements. Ketiga hal tersebut merupakan ilmu dasar yang mana akan mempermudah dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan produk serta fungsi produk dan pemasaran. 2. Berpikir Analitis dan Kritis (Analytical and Critical Thinking) Seorang analis bisnis harus menganalisis dan menerjemahkan kebutuhan suatu organisasi atau klien dengan akurat dan jelas.Berpikir kritis membantu seorang analis bisnis dalam menilai beberapa pilihan sebelum sampai pada solusi yang diinginkan.Business Analyst fokus pada pengumpulan dan pemahaman kebutuhan klien. Selain itu, berpikir kritis memungkinkan seorang bisnis analis untuk memprioritaskan kebutuhan bisnis. Sudut pandang analitis yang baik akan membantu seorang analis bisnis mencapai tujuan yang ditetapkan, bahkan ketika ada keterbatasan baik dalam sumber daya maupun kondisi yang tidak ideal. 3. Keterampilan Komunikasi dan Interpersonal (Communication and Interpersonal Skills) Sebagai Business Analyst haruslah memiliki kemampuan dalam berkomunikasi secara singkat baik secara lisan/verbal maupun tertulis dengan klien untuk menyampaikan ide, fakta, dan pendapat. Seorang Business Analyst menggunakan keterampilan komunikasi dan interpersonal pada fase yang berbeda, misalnya pada saat proyek diluncurkan, mengumpulkan persyaratan, berkolaborasi dengan klien, dan ketika memvalidasi solusi akhir. Keterampilan komunikasi dan interpersonal yang baik akan memberikan kepercayaan diri kepada seorang analis bisnis pada saat memfasilitasi suatu pertemuan bisnis. 4. Bahasa Pemrograman (Programming Language) Business Analyst yang memiliki pengetahuan pemrograman langsung dapat melakukan analisa data dengan lebih cepat, tepat dan baik. Pengetahuan tentang R dan Python sangat bermanfaat, karena masalah kompleks dapat diselesaikan dengan menulis pengkodean yang efisien. R dan Python terdiri dari beberapa perpustakaan dan paket untuk perselisihan data, manipulasi data, visualisasi data dan analitik. Dengan bantuan bahasa pemograman, maka data besar dapat dianalisis dan divisualisasikan dengan baik. Sehingga, model bisnis dapat dibuat untuk membuat prediksi bisnis. 5. Basis Data/Database dan SQL Bisnis Analis paling sering bekerja dengan data terstruktur.Sehingga, untuk menyimpan dan memproses data berat, Busniness Analyst harus memiliki pemahaman yang baik tentang database relasional seperti Microsoft SQL Server, database MySQL, Oracle DB, serta database NoSQL.Ini akan membantu Business Analyst dalam mengakses, mengambil, memanipulasi, dan menganalisis data. 6. Ketrampilan Dasar tentang Microsoft Excel Pengetahuan tentang Microsoft Excel juga akan bermanfaat bagi Business Analyst, Karena basic skill ini dapat digunakan untuk membuat model pertumbuhan pendapatan untuk produk baru berdasarkan perkiraan pelanggan terbaru, merencanakan kalender editorial, membuat daftar pengeluaran untuk produk, dan membuat bagan untuk memperlihatkan seberapa dekat produk dengan anggaran di setiap kategori. Serta, Business Analyst dapat merangkum pendapatan pelanggan berdasarkan produk untuk menemukan area di mana ada kebutuhan untuk membangun hubungan pelanggan yang lebih kuat. 7. Bernegosiasi dan Pengambilan Keputusan Negosiasi adalah keterampilan penting yang harus dimiliki setiap Business Analyst.Negosiasi digunakan untuk membuat keputusan teknis, memutuskan apa yang harus disertakan dalam visi proyek, menentukan permintaan mana yang berubah menjadi persyaratan dan tingkat prioritasnya. Selain itu, sebelum membuat keputusan, seorang analis bisnis menginterpretasikan masalah dan menemukan pendekatan bisnis alternatif.Business Analyst, kemudian menguji semua pendekatan alternatif dan membuat keputusan berdasarkan pemikiran tentang pendekatan tersebut, dan mengimplementasikan solusinya. 8. Pembuatan laporan, dasbor, dokumentasi, dan presentasi Bisnis Analis harus mahir dalam menggunakan berbagai alat interligen bisnis untuk membuat laporan dan dasbor dalam memecahkan masalah pengambilan keputusan.Pengetahuan yang baik tentang Tableau , QlikView, dan Power BI diperlukan untuk membuat laporan yang berbeda berdasarkan kebutuhan bisnis. Seorang analis bisnis pun harus dapat mendokumentasikan ajaran dan hasil proyek dengan sangat baik, jelas, dan ringkas.Sehingga, apabila muncul suatu permasalahan, Business Analyst dapat langsung menggunakan solusi sebelumnya, serta menghemat waktu dan mencegah masalah yang tidak diinginkan. Selain itu, Business Analyst harus dengan percaya diri mempresentasikan temuan dan hasil proyek di depan para pemangku kepentingan dan klien.Dengan bantuan dokumentasi terorganisir, analis bisnis dapat mengkomunikasikan konsep teknis dengan mudah kepada karyawan non-teknis. Bagaimana Cara Menjadi Business Analyst? Menjadi seorang analis bisnis memerlukan keterampilan dan kemampuan yang sesuai dengan pekerjaan dan industri yang diminati.Kursus, sertifikasi, atau gelar masing-masing dapat membantu jalan kamu menuju pekerjaan sebagai analis bisnis.Agar mempermudah untuk mencapai keinginan bekerja di bidang analisis bisnis, berikut informasi yang dapat kamu siapkan : 1. Pertajam Keterampilan Analisa Bisnis Pada dasarnya, seorang analis bisnis setidaknya harus memiliki keterampilan dalam hal:Analisis (mengumpulkan, melacak, dan menafsirkan metrik kinerja dengan bantuan Tableau, Excel, BI tools, dan SQL),Komunikasi (dapat berkomunikasi dengan berbagai macam karakter dan mempresentasikan ide baik lisan maupun tertulis),Business Process and Planning (memahami metodologi tertentu, seperti Analisis Bisnis Agile, Six Sigma, atau Rational Unified Process),Technical Knowledge (pengetahuan tentang keungan, akuntansi, dan prinsip-prinsip bisnis). 2. Pertimbangkan Gelar Selain skilldan pengalaman, beberapa perusahaan mempertimbangkan gelar yang ada di CV kamu.Hal ini karena, perusahaan berasumsi dengan gelar yang kamu miliki, kamu sudah mempunyai pengetahuan dasar yang cukup. Bagi kamu yang belum berkuliah dan tertarik di bidang Business Analyst, kamu dapat melanjutkan studi di jurusan economics, finance, computer science, data science, statistics, information management, dan bidang lainnya yang terkait dengan pekerjaan Bisnis Analis. 3. Mengambil Kursus Kalau kamu tidak memiliki gelar di bidang yang terkait Busines Analyst, tidak ada salahnya mengikuti kursus, baik secara langsung atau online di bidang analitik bisnis. Selain kamu mendapat pemahaman terkait analisis data atau analisis bisnis, kamu dapat juga menguasi tools (Tableau, Excel, atau MySQL) yang digunakan dalam analisis bisnis melalui kursus. 4. Sertifikasi Bisnis Analis Mempuyai sertifikasi Business Analystdapat memperluas keahlian dan meningkatkan potensi agar memperolah pekerjaan serta menambah penghasilan. 🥇 Contohsertifikasi analisis bisnis, seperti : IIBA Entry Certificate in Business Analysis (ECBA).IIBA Certified Business Analysis Professional (CBAP).IIBA Certification of Capability in Business Analysis (CCBA).PMI Professional in Business Analytics (PMI-PBA). Sebagai pemula, sertifikasi ECBA cukup meyakinkan perusahaan karena dapat memberikan beberapa jam pelatihan dan mengetahui dasar-dasar tentang analisis bisnis. Sedangkan, untuk pengalaman yang lebih mendalam tentang analitik bisnis, kamu dapat mengambil sertifikasi CBAP, CCBA, dan PMI-PBA.Cari referensi contoh CV yang menarik perhatian HR? Kamu bisa temukan berbagai contoh CV untuk semua pekerjaan di halaman ini! Lihat Contoh CV 5. Mencari Pengalaman dan Menjalankan Proyek Setiap industri memiliki kebutuhan dan tantangan bisnis yang berbeda.Sebagai contoh, pengembangan solusi bisnis untuk industri fashion mungkin terlihat berbeda dibandingkan dengan industri pangan. Maka untuk meningkatkan keterampilan, kamu dapat bergabung dalam beberapa proyek penelitian bisnis analis dosen maupun pemerintah. Selain itu, pengalaman magang atau internship di suatu industri, dapat memberikan keunggulan dan daya tarik saat melamar pekerjaan Business Analyst. Mengikuti kegiatan magang maupun proyek penelitian, akan mengembangkan kemampuan analisis, visualisasi, dan presentasi yang baik serta menarik di depan umum. 6. Buatlah CV Business Analyst yang menarik Menyiapkan CV atau resume bertujuan memberikan informasi tentang dirimu agar menarik perhatian perusahaan.CV yang menarik berisikan data dan informasi pengalaman yang sesuai dengan apa yang dicari perusahaan, bersifat jujur dan tidak dilebih-lebihkan. . Agar menarik dan meyakinkan para rekruiter, kamu juga dapat mengikuti beberapa tips penulisan CV atau resume Business Analyst berikut:Memberikan informasi yang cukup luas tentang skill yang kamu miliki:Hard skills Business Analyst: Analisis As-In, benchmarking, analytical software, business process and planning,SQL, dll.Soft skills Business Analyst: berpikir kreatif, komunikasi, riset dan analisis, manajemen waktu, bekerjasama dalam tim, berbicara di depan umum, perhatian terhadap detail, dll. Menambahkan beberapa informasi, seperti:Sertifikasi Analis Bisnis,Penghargaan Business Analyst,Kursus online/offline,Kegiatan magang,dan lainnya. Sertakan Cover Letter atau ringkasan resume Bisnis Analis:Menurut penelitian, perusahaan hanya memiliki waktu 6 detik untukmenganalisissetiap CV atau resume.Cover Letter atau surat lamaran adalah bagian penting dari proses perekrutan.Karena pada bagian ini, menyertakan cover letter tidak hanya mempermudah proses screening.Tapi juga menunjukkan kepada rekuiter bahwa kamu memiliki keinginan yang tinggi untuk bekerja di perusahaanmereka. Untuk membuat surat pengantar yang baik dan menarik, kita harus memastikan bahwa surat itu disusun dengan benar.Tips-tips di atas semoga dapat membantu kamu dalam pembuatan CV Bisnis Analis yang baik dan menarik. Untuk memudahkan kamu dalam membayangkan seperti apa bentuk CV Business Analyst, kamu juga bisa mengikuti contoh CV Business Analyst berikut : Contoh CV Business AnalystContoh CV Business Analyst - Dibuat di CakeResumeCakeResume menyediakan 50+ template CV online yang mudah dan menarik untuk dibuat, GRATIS! Yuk, buat CV PDF mu sekarang!🎉 Buat CVContoh CV Analis Bisnis Contoh CV Business Analyst - Dibuat di CakeResumeBagaimana, sudah siap membuat CVbusiness analyst? Setelah membuat CV, langsung saja lamar ke lowonganbusiness analyst di Cake!👇🏻 Rekomendasi Lowongan Kerja Cake adalah website untukmembuat CVterbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buatportofoliodan cari kerja denganjob portalCake.--- Ditulis Oleh Anggraeni Kumala Dewi ---

Apa itu Credit Analyst? Tugas, Skill dan Gajinya!

Setiap hari, ribuan orang mengajukan pinjaman Kredit Perumahan Rakyat (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) maupun kredit lainnya kepada bank dan lembaga keuangan (LK) lainnya. Lalu ada pula perusahaan-perusahaan kecil dan besar yang juga mengajukan kredit untuk membiayai usaha mereka. Dan tentunya, bank/LK lainnya tidak bisa menyetujui semua kredit yang diajukan. Ada orang dan perusahaan yang karena gaya hidupnya, besar pemasukannya, maupun kondisi lainnya, sehingga memiliki risiko gagal bayar yang besar.Karena itu, bank maupun LK lainnya memerlukan credit analyst/kredit analis. Daftar isi:Pengertian Analis Kredit Apa Tugas Analis Kredit? Skill yang Dibutuhkan Analis Kredit Karir Analis Kredit Apa itu Credit Analyst?Kredit analisis adalah sepasukan tim yang menganalisis profil risiko nasabah. Singkatnya, seorangcredit analystbertugas untuk menganalisis aplikasi pinjaman yang diajukan calon nasabah. Mengingat natur dan tugas credit analyst, mereka umumnya bekerja pad­­a perusahaan-perusahaan keuangan. Analisis kredit bank mungkin yang paling umum. Meskipun demikian, ada juga lembaga seperti multfinance dan fintech lending yang memerlukan jasa credit analyst. Di luar itu, institutsi lainnya yang sering memperkerjakan credit analyst adalah lembaga penilai kredit independen seperti PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) dan Moody’s.Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari LokerTugas Credit AnalystSecara sederhana, tugas credit analyst ialah memastikan bahwa plafon (besaran pinjaman) dan syarat-syarat kredit (contoh: bunga dan agunan) sudah seturut dengan risiko dari peminjam. Atau, menolak pengajuan pinjaman bila ternyata kondisi keuangan calon peminjam terlalu beresiko. Selain itu, khusus untuk pinjaman korporasi dalam jangka waktu panjang seperti 5 tahun, tanggung jawab credit analyst adalah untuk mengecek performa perusahaan nasabah dari waktu ke waktu untuk meminimalisasi risiko gagal bayar (default). Meski terdengar sederhana, ada banyak proses yang harus dilakukan dalam analisis kredit bank maupun LK lainnya. 1. Know Your Customer (KYC) Tugas credit analyst yang pertama sebelum melakukan analisis apapun ialah melakukan pengecekan latar belakang peminjam atau biasa disebut KYC. Secara sederhana, langkah ini dilakukan lembaga pemberi pinjaman untuk memastikan bahwa calon peminjam memiliki jejak rekam yang “bersih”. Beberapa pekerjaan credit analyst saat melakukan KYC ialah pengecekan kepemilikan perusahaan atau identitas calon peminjam. Lembaga pemberi pinjaman perlu memastikan bahwa baik individu maupun perusahaan yang meminjam tidak termasuk dan tidak terkait dengan perusahaan maupun individu yang pernah melakukan tindak criminal pencucian uang dan tindak kriminal lainnya. Umumnya, KYC tidak terlalu sulit untuk dilakukan, terutama dalam pengecekan rekam jejak individual. Namun pada perusahaan multinasional, struktur kepemilikan bisa cukup rumit dan tak jarang melibatkan perusahaan holding di negara-negara tax haven dengan keterbukaan informasi yang minim. Alhasil, diperlukan usaha lebih untuk memastikan latar belakang calon nasabah. Setelah tahap KYC, barulah tugas credit analyst dari segi komersial dan finansial dimulai. 2. Analisis Industri Langkah pertama segi komersial/finansial yang dilakukan seorang analis kredit adalah melakukan analisis industri secara umum. Analisis ini hanya dilakukan bila calon peminjam merupakan perusahaan dan bukan individu. Industri yang baik adalah industri yang terus mengalami peningkatan pendapatan secara konsisten. Sebagai contoh, industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) merupakan salah satu industri yang umumnya paling sehat. Mengingat kebutuhan masyarakat akan barang kebutuhan sehari-hari yang konsisten dalam situasi ekonomi apapun, industri FMCG umumnya selalu tumbuh dari tahun ke tahun. Di lain pihak, ada industri yang bersifat siklikal (cyclical) seperti tambang dan minyak kelapa sawit. Merupakan bagian dari tugas credit analyst untuk memerhatikan apakah industri-industri ini sedang dalam tren menanjak atau menurun. 3. Analisis Finansial Job desk credit analyst selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap laporan pengeluaran individu atau laporan keuangan perusahaan. Untuk calon peminjam individu, tugas credit analyst cukup sederhana. Umumnya calon peminjam akan diminta untuk melampirkan buku tabungan untuk transaksi selama beberapa bulan terakhir. Berdasarkan lampiran ini, credit analyst akan mengecek apakah calon peminjam mempunyai kemampuan untuk membayar utangnya. Hal ini akan terlihat dari berapa rata-rata pendapatan dan pengeluaran si calon peminjam selama beberapa waktu terakhir. Meski demikian, untuk calon peminjam institusi atau perusahaan, pekerjaan credit analyst akan melibatkan proses yang cukup panjang. Berbekal laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas, ada beberapa hal yang akan menjadi perhatian analyst. Pertama, apakah perusahaan mempunyai kemampuan untuk mencetak keuntungan. Hal ini akan terlihat jelas dari laporan laba rugi. Perusahaan dengan pertumbuhan pendapatan dari tahun ke tahun mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjalankan operasional perusahaan dn mencetak laba. Kedua, apakah perusahaan mempunyai risiko kredit yang tinggi. Hal ini dapat tercermin salah satunya dari neraca. Pada neraca, obyek yang menjadi perhatian analis kredit adalah tingkat utang dari sebuah perusahaan. Perusahaan yang mempunyai utang yang tinggi relatif terhadap modalnya (ekuitas) cenderung tidak bisa membayar utangnya ketika terjadi masalah pada operasional perusahaan. Ketiga, apakah perusahaan dapat menghasilkan kas (cash flow). Pada beberapa kasus, ada perusahaan-perusahaan dengan keuntungan yang besar tapi tidak mampu mengoversi laba tersebut menjadi uang. Hal ini dikarenakan banyaknya piutangnya yang tidak tertagih. Dengan melihat laporan arus kas, seorang analyst dapat menilai apakah keuntungan perusahaan dapat menghasilkan uang bagi perusahaan. 4. Penulisan dan Presentasi Laporan Setelah semua analisis dilakukan, tahap terakhir yang harus dilakukan credit analyst adalah menyusun laporan dan mempresentasikannya dengan pihak terkait seperti Relationship Manager maupun Risk Team. Pihak-pihak terkait ini akan mempertimbangkan laporan hasil analisis dari credit analyst untuk menentukan plafon dan besaran bunga bagi peminjam.Skill yang Harus Dimiliki Credit AnalystMengingat tuntutan pekerjaan yang tinggi, ada beberapa kemampuan yang wajib dimiliki oleh seorang credit analyst. 1. Kemampuan Akuntansialah satu kemampuan paling penting yang perlu dimiliki seorang credit analyst adalah kemampuan membaca laporan keuangan. Selain itu, credit analyst harus mampu mengkalkulasi rasio-rasio penting seperti Debt-to-Equity Ratio (DER) dan Liquidity Ratio. 2. Analisis Kuantitatif Terkait dengan kemampuan akuntansi, analisis kuantitatif diperlukan untuk menafsirkan data-data akuntansi. Sebagai contoh, setelah mengetahui DER dari sebuah perusahaan, tugas kredit analis adalah menilai apakah angka tersebut menunjukan kondisi keuangan yang sehat. 3. Bahasa Inggris Pada bank-bank dan lembaga keuangan internasional yang beroperasi di Indonesia, laporan analisis ditulis dalam Bahasa Inggris. Selain itu, ketika hendak menganalisis calon nasabah perusahaan internasional dengan cabang di Indonesia, tak jarang informasi yang tersedia hanya dalam Bahasa Inggris. Karena itu, kemampuan berbahasa Inggris merupakan skill credit analyst yang sangat dibutuhkan.4. Pengetahuan IndustriKemampuan ini merujuk pada pengetahuan tentang cara kerja, tren, pemain-pemain penting, maupun informasi lainnya terkait sebuah industri. Skill credit analyst satu ini sangatlah berharga karena akan membuat analyst dapat menilai informasi akuntansi dengan lebih baik. Contoh:Sebagai contoh, ketika perusahaan-perusahaan batu bara mencatatkan profit all-time-high pada 2022, seorang analyst yang mengerti industri energi akan menyadari bahwa profit tersebut dikarenakan situasi Perang Rusia-Ukraina mengakibatkan harga energi yang tinggi sehingga kemungkinan tidak akan sustainable dalam jangka panjang. 5. Pengetahuan Manajemen Risiko Setiap lembaga keuangan umumnya memiliki tim manajemen risiko sehingga melakukan manajemen risiko tidak termasuk job desk credit analyst. Meskipun demikian, seorang credit analyst juga dituntut untuk memiliki sedikit pengetahuan pada bidang risiko untuk dapat mengenali nasabah-nasabah dengan risiko yang tinggi. 6. Ketelitian Analisis kredit dibangun di atas data-data finansial. Mengingat jumlah data yang tersedia sangat banyak, ketelitian seorang credit analyst adalah sebuah syarat utama untuk melakukan pekerjaan dengan baik, terutama ketelitian dalam melakukan data cleaning maupun analisis. 7. Komunikasi Kerja credit analyst tak melulu soal analisis kredit bank di balik meja. Seorang credit analystumumnya akan bekerja dengan karyawan dari departemen lain seperti dari Divisi Relationship Management (Sales) maupun Divisi Manajemen Risiko. Kemampuan komunikasi yang baik diperlukan untuk menyampaikan opini credit analyst terhadap perusahaan yang dianalisis kepada divisi-divisi lain.Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di Cake! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉Cari LokerProspek dan Jenjang Karir Credit Analyst Menurut Glassdoor, gaji credit analyst umumnya tergolong yang cukup baik. Pada beberapa bank internasional, untuk posisi junior, gaji credit analyst dapat mencapai hingga Rp 18.000.000.Dari segi jenjang karir credit analyst, umumnya akan dimulai dari posisi junior yang melakukan tinjauan ulang terhadap nasabah-nasabah yang sudah dimiliki bank/LK lainnya. Perlahan, tugas credit analyst juga akan ditambah untuk melakukan review terhadap nasabah baru sambil melakukan supervisi pada analis junior. Jenjang karir terakhir seorang analis kredit adalah team head dari commercial banking ataupun retail banking. Tertarik untuk melamar pekerjaan credit analyst? Pastikan Anda memiliki CV lamaran kerja yang cocok untuk melamar seperti contoh CV yang telah Cake siapkan.Contoh CVCredit Analyst - Dibuat di CakeBuat CV di Cake, tersedia 12+ template CV menarik yang ATS friendly. Gratis Download PDF! 🎉Buat CVKonklusiSeorang kredit analisis menganalisis profil risiko nasabah. Singkatnya, tugas credit analyst adalahmenganalisis aplikasi pinjaman yang diajukan calon nasabah.Skill yang dibutuhkan seorang kredit analis termasuk: kemampuan akuntansi, analisa kuantitatif, pengetahuan industri, manajemen risiko, dan ketelitian.Pekerjaan kredit analis memiliki prospek kerja yang baik. Dimulai dari posisi junior, jenjang karir terakhir seorang analis kredit adalah team head dari commercial banking ataupun retail banking.--- Ditulis Oleh Stephen Antonius ---

Apa itu Financial Analyst? Kenali Tugas, Gaji, Syaratnya, Dll.

Apakah kamu tertarik mengikuti dan menganalisis berita-berita perkembangan ekonomi di Indonesia dan di dunia global? Jika ya, maka Financial Analyst bisa menjadi salah satu pilihan karir mu. Dengan tugas utamanya yang menganalisis data dan memberikan strategi terbaik dalam perencanaan finansial keuangan suatu perusahaan, tidak heran jika Financial Analyst adalah salah satu profesi yang penting untuk ada dalam sebuah bisnis perusahaan.Selain itu, pekerjaan di bidang finance diproyeksikan akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan pekerjaan lainnya, lho! (bls.gov). Seperti apakah tugas dan tanggung jawab seorang Finance Analyst? Bagaimana cara untuk bisa menjadi seorang Analis Keuangan? Yuk, langsung saja simak artikel CakeResume kali ini yang akan membahas secara detail hal-hal yang perlu kamu ketahui seputar profesi Financial Analyst. Daftar isi:Apa itu Financial Analyst? Job Desk Financial Analyst Skill dan Kualifikasi Analis Keuangan Prospek Kerja Financial Analyst Cara Menjadi Analis Keuangan Apa itu Financial Analyst? Pengertian Financial AnalystFinancial Analyst adalah pekerjaan yang meneliti data untuk memberikan informasi serta bimbingan kepada perusahaan atau individu saat hendak mengambil keputusan terkait keuangan dan investasi bisnis. Seorang Finance Analyst biasanya akan terus mengikuti perkembangan berita bisnis terkini dan tren ekonomi pada masanya. Hal ini penting saat hendak memberikan konsultasi terkait peluang dan strategi bisnis serta dalam hal berinvestasi. Pada umumnya, ada 2 jenis posisi Analis Keuangan, yaitu: Buy-side analyst:Membuat strategi investasi untuk perusahaan yang membeli sekuritas dan aset lainnya untuk pengelolaan keuangan.Perusahaan-perusahaan jenis ini biasanya disebut sebagai investor institusi, seperti misalnya reksa dana, perusahaan asuransi, pengelola uang independen, dan organisasi nirlaba. Sell-side analyst:Membantu dan memberikan bimbingan kepada agen penjualan jasa keuangan yang menjual saham, obligasi, dan investasi lainnya. Gaji Financial Analyst Di Indonesia sendiri rata-rata gaji seorang Finance Analyst pemula berkisar dari 2-8 juta setiap bulan. Seiring dengan berjalannya waktu, gajinya pun bisa naik hingga 11 juta per bulannya. Tentunya angka ini akan disesuaikan dengan lokasi perusahaan, skill, serta pengalaman kerja yang kamu miliki.Temukan loker finance terbaru di Cake, ayo jadi pelamar yang tercepat! 💫Lamar Sekarang 📚 Baca juga:15 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia! Tugas dan Tanggung Jawab Financial AnalystApa saja tugas dan tanggung jawab Financial Analyst? Secara umum tugas dan tanggung jawab Finance Analyst adalah menganalisis data keuangan dan memberikan perkiraan terhadap finansial perusahaan di masa mendatang. Selain itu, tugas seorang Financial Analyst juga berkaitan dengan teknik penelitian dan pelaporan seputar informasi finansial, serta memantau pergerakan tren di pasar masa itu. Berikut adalah beberapa tugas dan tanggung jawab seorang Finance Analyst: Mengumpulkan dan menganalisis data keuangan sebuah perusahaan dari yang paling baru hingga yang paling lama.Memantau dan menganalisis perkembangan tren keuangan di pasar.Memberikan saran terhadap finansial perusahaan, seperti menyarankan perubahan anggaran dan peningkatan modal dalam sebuah perusahaan.Mencari berbagai peluang investasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan.Mempersiapkan hasil analisis laporan dan mempresentasikan kepada direktur perusahaan atau klien individu.Mengembangkan model keuangan sebuah perusahaan, serta memberi prediksi terhadap pendapatan serta pengeluaran perusahaan di masa mendatang.Mengusulkan kebijakan yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan keuangan. Skill yang Dibutuhkan Financial AnalystMenganalisis data dan perkembangan tren pasar merupakan salah satu tugas seorang Analis Keuangan. Dalam menjalankan tugas kesehariannya, tentu ada skill-skill khusus yang harus dimiliki oleh seorang Analisis Keuangan. Berikut adalah beberapa poin mengenai berbagai kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang Analis Keuangan.Hard Skill: Analisis data statistikAkuntansi biayaPerencanaan keuanganPelaporan data keuanganAnalisis tren dan mengidentifikasi pola di masa mendatang Soft Skill: KomunikasiCritical ThinkingProblem SolvingNegosiasiKolaborasi 📚 Baca juga:10 Soft Skill yang Dibutuhkan: Berapa yang Kamu Miliki? ProspekKerja Financial Analyst Berikut adalah prospek karir sebagai Finance Analyst: 1. Manajer Portfolio Profesi yang berfokus di bidang keuangan yang menangani investasi perusahaan atau individu, misalnya seperti mengembangkan dan menerapkan strategi investasi untuk bank atau individu untuk mendapatkan high return. 2. Manajer Dana Pekerjaan seorang Manajer Dana berkaitan erat dengan reksa dana. Pada umumnya, Manajer Dana akan terus memperbarui informasi seputar keseluruhan dana dan tren pasar untuk membantu dalam membuat pengambilan keputusan yang tepat. 3. Analis Risiko Dengan background pengetahuan dalam bidang bisnis dan keuangan, seorang Analis Resiko berperan penting dalam membantu perusahaan untuk menentukan jumlah resiko saat melakukan investasi.Selain itu, seorang Analis Keuangan juga bertanggung jawab dalam menilai dan melaporkan kerugian aset dan mengumpulkan serta menganalisis data yang ada. 4. Manajer Keuangan Manajer keuangan bertanggung jawab terhadap kesehatan finansial sebuah perusahaan. Tugas umum dari profesi manajer keuangan adalah membuat perencanaan jangka panjang terhadap tujuan finansial dari suatu perusahaan. 5. Direktur Keuangan Dengan berbagai pengalaman bekerja sebagai Analis Keuangan, maka kamu pun bisa berprofesi sebagai Direktur Keuangan.Berada di jabatan ini tentunya memerlukan waktu terbang yang lama, karena pengalaman yang didapatkan selama bertahun-tahun akan sangat membantu seorang Direktur Keuangan untuk melakukan analisis terhadap segala sektor keuangan di sebuah perusahaan. Diantara kelima prospek karir Analis Keuangan, profesi manakah yang paling menarik perhatianmu?Yuk, lamar kerja jadi financial analyst melalui CakeResume!🎉Cari Kerja Cara Menjadi Financial AnalystCara untuk menjadi seorang Analis Keuangan adalah sebagai berikut: 1. Mengambil Pendidikan S1 Cara pertama untuk berkarir sebagai Finance Analyst adalah dengan mengambil pendidikan jenjang sarjana di beberapa bidang jurusan, seperti jurusan: FinanceAkuntansiEkonomi, atau bidang jurusan lainnya yang berkaitan dengan Finance Analyst. Kalau kamu ingin mendapatkan gaji yang lebih tinggi, maka kamu pun dapat mempertimbangkan untuk studi lebih lanjut dengan mengambil jenjang magister.📚 Baca juga:Mau Kerja di Luar Negeri? 6 Cara yang Perlu Kamu Ketahui!2. Mengambil Sertifikasi Selain kuliah di beberapa jurusan yang disebutkan di atas, sertifikat juga merupakan salah satu hal penting yang menjadi nilai tambah saat masa interview. Contoh sertifikat Finance Analyst adalah: CFA (Chartered Financial Analyst)CFAB (Certificate in Finance, Accounting, and Business)CFP (Certificate Financial Planner)CPA (Certified Public Accountant)CWM (Certified Wealth Managers). 3. Mendapatkan Pengalaman yang Relevan Pengalaman bekerja atau magang sebagai financial analysis adalah cara ketiga untuk bisa menjadi seorang Analis Keuangan. Seperti yang sudah dituliskan di paragraf sebelumnya, secara umum tugas analisis keuangan adalah untuk membantu perusahaan/individu dalam menganalisis keuangan dan membuat kebijakan berdasarkan situasi perusahaan dengan pergerakan tren pasar. Dengan semakin banyak pengalaman langsung di lapangan, kemampuan analisis mu pun akan semakin terasah. Hal ini juga dapat menjadi nilai tambah yang dilihat perekrut. 4. Membuat CV yang Menarik Ketiga cara diatas tentunya akan lebih terlihat saat kamu memasukkannya di CV. Oleh karena itu, cara keempat untuk menjadi seorang Analis Keuangan adalah dengan membuat CV ATS-friendly yang menarik. Berikut adalah contoh CV Financial Analyst yang dapat dijadikan sebagai referensi:Contoh CVFinancial Analyst - Dibuat di CakeResumeSudah buat CV ATS kamu, belum? Yuk, buat di CakeResume, 100% gratis dan ada 50+ template untuk kamu!🎉Buat CV Kesimpulan Financial Analyst adalah pekerjaan yang meneliti data untuk memberikan informasi serta bimbingan kepada perusahaan atau individu saat hendak mengambil keputusan terkait keuangan dan investasi bisnis.Secara umum tugas dan tanggung jawab Finance Analyst adalah menganalisis data keuangan dan memberikan perkiraan terhadap finansial perusahaan di masa mendatang.Untuk menjadi seorang Finance Analyst, kemampuan menganalisis adalah salah satu skill yang sangat dibutuhkan.Dalam keseharian, ada banyak cara untuk meningkatkan skill analisis, seperti misalnya membaca buku, menulis jurnal, belajar bertanya dan berpikir secara kritis, serta bermain problem solving games. Nah, dengan informasi yang diberikan CakeResume di atas, kamu pun bisa mulai mempersiapkan diri untuk menjadi seorang Financial Analyst!CakeResume adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari CakeResume dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja CakeResume.

Apa itu System Analyst? Tugas, Gaji, Cara, Prospek [+Contoh CV]

Seiring berkembangnya industri teknologi, semakin banyak juga perusahaan yang memerlukan tenaga profesional IT. Nah, salah satu profesi di bidang Teknologi Informasi (TI) yang banyak diminati perusahaan-perusahaan besar sekarang ini adalah pekerjaan system analyst. Pekerjaan system analyst juga berhubungan dengan developer dan programmer, perannya dalam bisnis dan teknologi pun juga besar. Jadi, tak heran jika gaji system analyst jumlahnya tidak kecil. Mengejar posisi sistem analis adalah hal yang bagus untuk dilakukan di era teknologi ini. Penasaran dengan peran sistem analis? Yuk, simak artikel kali ini. Cake telah merangkum secara lengkap mulai dari tugas sistem analis hingga cara menjadi system analyst untuk kamu! Daftar isi:Apa itu System Analyst?Job Desk System AnalystSkill System Analyst/Sistem AnalisCara Menjadi System AnalystProspek Karir System Analyst Apa itu System Analyst? System analyst adalah salah satu profesi dalam bidang IT yang fokus dalam perancangan, pengembangan, pemeliharaan, dan penerapan infrastruktur teknologi informasi (perangkat lunak, perangkat keras, cloud, dll.) agar perusahaan berjalan secara efektif dan efisien. Umumnya, system analyst/sistem analis berperan sebagai penghubung antara orang-orang TI dengan pemangku kepentingan non-TI. Sistem analis juga dapat bekerja dalam sebuah perusahaan, institusi, ataupun sebagai klien independen. 💡 Catatan: System analyst/sistem analis juga dikenal sebagai IT analysts, systems architects, atau system administrators. Tugas dan Tanggung Jawab System Analyst System analyst/sistem analis adalah seseorang yang memiliki jiwa untuk memecahkan masalah. Karena tugas utama system analyst adalah mengembangkan sistem dalam perusahaan dalam bidang TI, dan system analyst lah yang bertanggung jawab atas hasil dan kesuksesannya. Misalnya, ketika sebuah institusi kesehatan ingin mengembangkan layanan digitalnya, seorang sistem analis akan bertugas untuk mengidentifikasi permasalahan institusi terkait teknologi informasi, kemudian merancang solusi dan sistem operasi yang tepat, mengujinya, dan mengembangkannya. Tugas sistem analis bisa saja berbeda-beda tergantung pada perusahaan, institusi, atau klien. Tetapi, berikut adalah job desk system analyst yang umum.Contoh job desk system analyst: Merancang dan mengimplementasikan sistem perangkat lunak komputer, perangkat keras, dan layanan cloud yang benar untuk memecahkan masalah bisnis seperti pembuatan sistem baru dan pengembangan produkMeningkatkan fungsionalitas dan kinerja sistem dan jaringan komputerMemahami kebutuhan pengguna dan cara meningkatkan sistem berdasarkan permintaan penggunaMembuat laporan analisis biayaBerkomunikasi dengan karyawan di departemen TI (front end, back end, dan full stack developer) untuk pengembangan desainBerkomunikasi dengan pemangku kepentinganMeneliti tren terkini dalam dunia teknologiMelatih pengguna dan membuat instruksi manual untuk karyawan dan klien Walaupun tugas sistem analis tidak langsung berhubungan dengan menulis kode, system analyst tetap perlu memiliki skill dalam menulis kode karena perannya yang berhubungan dengan pembuatan sistem TI perusahaan. Skill yang Dibutuhkan System Analyst Seperti profesi lainnya, pekerjaan system analyst juga memerlukan kombinasi antara soft skill dan hard skill, perhatikan beberapa skill utama untuk menjalankan peran sistem analis: 1. Administrasi Sistem (System Administration) Untuk menjalankan job desk system analyst, diperlukan keterampilan administrasi sistem yaitu mengelola sistem komputer perusahaan seperti perangkat lunak, perangkat keras, server, keamanan, dll. Misalnya, seorang sistem analis akan mengelola sistem Windows, Linux, atau Mac dengan mengupgrade, menginstal, atau mengkonfigurasi aplikasi software dan hardware komputer. Intinya, dengan kemampuan administrasi sistem, sistem analis dapat memberi dukungan teknis untuk karyawan, perusahaan, atau klien. 2. Manajemen Proyek (Project Management) Selain tugas sistem analis dalam urusan teknis, mereka harus memiliki keterampilan manajemen proyek seperti mampu berkomunikasi dengan banyak pihak, melakukan perencanaan, serta bekerja sama dengan tim. Pekerjaan system analyst memerlukan keterampilan ini karena terkadang mereka akan diberikan tugas untuk mengelola sebuah proyek, dan tentunya system analyst tidak akan bekerja sendiri dalam mengeksekusi sebuah proyek. Seorang sistem analis akan berkomunikasi dengan supervisor, kolega, dan juga klien. 2. Bahasa Pemrograman Dalam pekerjaan system analyst, kamu akan memerlukan beberapa keahlian teknis seperti bahasa pemrograman. 🌐 Beberapa bahasa pemrograman yang perlu dipahami system analyst adalah: C++CSSJavaVisual BasicHTML (markup language) 💻 Selain itu, beberapa hal teknis lainnya yang perlu dikuasai system analyst adalah: MySQLOracleUnified Modeling Language (UML)SAP Business SoftwareMemahami kinerja server dan database 📚 Baca juga: 12 Bahasa Pemrograman Paling Relevan 2024 [Jenis, Contoh, Dll.] 3. SQL Structured Query Language (SQL) adalah bahasa pemrograman untuk pengelolaan data. SQL dapat membantu pekerjaan system analyst karena fungsi dari SQL adalah untuk manajemen berbasis data, manajemen bisnis, serta membuat laporan sales. 4. Berpikir Analitis dan Kritis Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tugas system analyst adalah mengidentifikasi masalah dalam bidang TI, mencari solusi, menerapkan solusi, serta mengevaluasi hasilnya. Karena itu, kemampuan berpikir analitis dan kritis merupakan skill yang sangat penting untuk pekerjaan system analyst. Cara Menjadi System Analyst 1. Pertimbangkan untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Jika kamu ingin mendapatkan pekerjaan system analyst, langkah pertama yang disarankan adalah menempuh setidaknya pendidikan S1 dalam jurusan yang terkait system analyst.Jurusan yang terkait dengan pekerjaan system analyst adalah: Sistem InformasiTeknik InformatikaIlmu Komputer 💡Pro Tip: Jika kamu memiliki gelar sarjana yang tidak berhubungan dengan pekerjaan system analyst, jangan khawatir! Walaupun memang orang-orang dengan jurusan terkait akan lebih diutamakan untuk menjalankan peran sistem analis, kamu tetap bisa mengambil kursus online mengenai sistem analis. Coba ikuti webinar, kelas online, dan pastikan kamu bisa melewati ujiannya untuk memenuhi persyaratan pekerjaan system analyst. 📚 Baca juga: 15 Prospek Kerja Teknik Informatika Terbaik [+Gaji, Info Kuliah, Dll.] 2. Ambil Sertifikasi Memiliki sertifikasi umumnya tidak diwajibkan untuk pekerjaan system analyst. Tetapi, dengan memiliki sertifikasi yang relevan, kamu akan menjadi lebih unggul dibandingkan pelamar kerja system analyst lainnya. Masukkan sertifikat dalam CV untuk menjadi lebih unggul.Berikut adalah beberapa sertifikasi untuk pekerjaan system analyst adalah sebagai berikut: CompTIA A+ CertificationCompTIA Security+CompTIA CySA+CASP+ Selain itu kamu pun bisa mengambil beberapa sertifikasi yang dapat membuktikan keahlian kamu dalam menggunakan Oracle, Java, SQL, dll. 💡 Pro Tip: Mengambil sertifikasi dapat meningkatkan potensi penghasilan kamu juga, lho! Baik kamu sudah bekerja sebagai system analyst maupun calon system analyst, kamu dapat menegosiasikan gaji kamu ketika kamu memiliki sertifikasi. 3. Dapatkan Pengalaman Kerja yang Relevan Umumnya, mendapatkan pekerjaan system analyst bukan menjadi pekerjaan pertama kamu setelah lulus kuliah. Kebanyakan lulusan baru SI, TI, atau Ilkom mengambil pekerjaan sebagai software developers atau entry-level database administrators. Intinya, cobalah untuk mendapatkan pengalaman kerja dalam bidang TI terlebih dahulu yang dapat memberikan kamu pengetahuan lebih tentang sistem dan infrastruktur. 4. Buat CV System Analyst yang Menarik Setelah kamu memperoleh keterampilan, pengalaman, dan pendidikan yang diperlukan, kamu dapat mulai melamar pekerjaan system analyst. Pertama-tama, ingat untuk memperbarui CV yang mencerminkan seorang system analyst/sistem analis. Berikut adalah contoh CV sistem analis untuk inspirasi kamu!Contoh CV System Analyst - DIbuat di CakeYuk, buat CV system analyst kamu sekarang juga dengan Cake CV builder, 100% gratis! Terdapat 50+ template gratis dan mudah digunakan, lho! 🎉Buat CV Jenjang Karir System Analyst 💰 Kisaran Gaji System Analyst Umumnya, kisaran gaji system analyst adalah: Rp. 5.000.000 - 11.000.000/bulan. Untuk gaji system analyst fresh graduate, tidak menutup kemungkinan kamu akan mendapatkan nominal 3jt per bulan, seperti fresh graduate SI, TI, dan Ilkom lainnya. Tentunya besaran gaji akan berbeda-beda sesuai dengan pengalaman yang kamu miliki, kota kamu, perusahaan kamu, dan faktor-faktor lainnya. 📚 Baca juga: 15 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia! 📈 Jenjang Karier Pekerjaan System Analyst Walaupun kebanyakan fresh graduate memulai kariernya sebagai programmer, tetap ada kemungkinan perusahaan merekrut fresh graduates untuk posisi system analyst/sistem analis secara langsung. Berikut adalah garis besar jenjang karier pekerjaan system analyst: ProgrammerSystem AnalystSenior System Analyst/Business Analyst 👨‍💻 Pekerjaan/Karier Lain yang Dapat Dijalani Pekerjaan System Analyst Berikut adalah pekerjaan yang terkait dengan system analyst/sistem analis: Computer Programmer: seorang profesional yang menulis dan menguji kode agar program dan aplikasi komputer berjalan dengan lancar.Database Programmer: seorang teknisi yang bertanggung jawab dalam mengelola dan mengamankan data dari suatu sistem.Software Developer: seseorang yang mendesain, membangun, dan menciptakan suatu aplikasi.Information Security Analyst: seseorang yang memantau dan memastikan keamanan sistem komputasi perusahaan dengan menganalisis langkah-langkah keamanan.IT Manager: seseorang yang mengkoordinasikan, merencanakan, dan memimpin kegiatan yang berhubungan bidang TI dalam suatu organisasi Demikianlah artikel mengenai pekerjaan system analyst. Semoga dengan memahami tugas sistem analis dan cara menjadi system analyst, kamu bisa menjadi calon sistem analis berikutnya! Ingat, ikuti kelas-kelas online, webinar, ambil sertifikasi, dapatkan pengalaman kerja yang relevan, dan buat CV system analyst kamu! Semoga berhasil! Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake.--- Ditulis Oleh Cindy Graciella ---
Industry & Job Overview
Feb 10th 2025

Database Administrator: Arti, Tugas, Skill, Gaji dan Prospek Karirnya!

Daftar isi:Apa itu Database Administrator? Jenjang Karir dan Gaji Database Administrator Job Desc Database Administrator Skill yang Harus Dimiliki Database Administrator Cara Menjadi Database AdministratorKebutuhan akan keahlian database semakin meningkat, apakah kamu tertarik dengan pekerjaan yang berhubungan dengan data? Pekerjaan seperti Database Administrator tidak terlalu mengharuskan kamu memiliki gelar sarjana yang berhubungan dengan IT atau data. Database Administrator tidak memerlukan keahlian pemrograman seperti Data Scientist sehingga banyak yang memiliki latar belakang pendidikan non-teknis. Jika kamu menginginkan pekerjaan di bidang teknologi dengan perpaduan keterampilan hardskill data dan interaksi manusia, Database Administrator bisa menjadi peluang karir yang menarik karena pertumbuhan yang diproyeksikan hingga potensi penghasilan saat ini. 📚 Baca juga:10 Pekerjaan Bidang IT yang Paling Dicari dan Gajinya!Apa itu Database Administrator? Pengertian Database Administrator Melansir Workable, pengertian Database Administrator adalah profesi yang berperan untuk memastikan bahwa database berjalan secara efisien dan aman. Profesi ini akan membuat dan mengatur sistem untuk menyimpan tipe data yang berbeda, contohnya data finansial atau data customer. Database Administrator membangun, mengatur, melindungi, dan memelihara sistem yang menyimpan data. Mereka memastikan data dapat diakses, aman, dan diurutkan ke dalam sistem yang dapat digunakan orang untuk mengumpulkan informasi dan membuat keputusan. Jenis Database Administrator Database Administrator terdapat beberapa spesialisasi dan lingkup, berikut adalah contoh Database Administrator: System Database Administrator: Job desk System Database Administrator meliputi aspek fisik dari manajemen database. Contohnya adalah menginstal dan memelihara sistem manajemen basis data, membuat cadangan basis data dan pemulihan bencana. Tugas Database Administrator pada umumnya memiliki latar belakang dalam arsitektur sistem dan memastikan bahwa database dalam sistem komputer perusahaan berfungsi dengan baik. Application Database Administrator: Tugas Application Database Administrator termasuk mengelola aplikasi dan perangkat lunak pihak ketiga yang berinteraksi dengan sistem database. Contohnya adalah perangkat lunak otomatisasi. Pekerjaan Database Administrator meliputi menginstal aplikasi perangkat lunak baru, memastikan integrasi sistem, dan mengelola peningkatan. Development Database Administrator:Pekerjaan Development Database Administrator adalah menangani aspek pengembangan administrasi database. Job desk Database Administrator meliputi pembuatan data definition language (DDL) dan menulis bahasa kueri terstruktur (SQL).Cari peluang karir di perusahaan manufaktur? Cari loker manufaktur terbaru di sini!Lamar SekarangProspek Karier Database Administrator di Indonesia Pada umumnya, perusahaan lebih memilih database administrator dengan gelar sarjana dalam Ilmu Komputer atau bidang terkait. Contoh jurusan yang relevan adalah: Sistem Informasi,Teknik Komputer,Matematika,Statistika,Administrasi Bisnis dengan konsentrasi Sistem Informasi. Namun dalam beberapa kasus, gelar master tetap diperlukan untuk posisi database administrator yang lebih tinggi. Jenjang Karir Jenjang karir database administrator biasanya tidak dimulai dari posisi database administrator. Pada awalnya, entry level database administrator akan memulai karir sebagai pengembang database atau data analyst. Karir database administrator bisa progress ke level DBA senior, manajer proyek TI, dan manajer program TI. Berapa Gaji Database Administrator? Gaji database administrator secara rata-rata untuk entry level atau setara fresh graduate adalah 4 - 6 juta rupiah. Setelah 2 tahun, gaji database administrator secara rata-rata untuk early professional atau senior level adalah 8 - 10 juta rupiah. Gaji database administrator juga bervariasi menurut industri, perusahaan, dan tingkat pendidikan. Dimana Database Administrator Bekerja? (Industri) Kesempatan kerja database administrator dan gaji juga sangat bervariasi berdasarkan industri maupun domisili. Misalnya, desain sistem komputer dan industri jasa mempekerjakan hampir dua kali lebih banyak administrator basis data dibandingkan industri lainnya. Selain itu, industri konstruksi, manufaktur, dan minyak gas mempekerjakan database administrator dengan gaji tertinggi, diikuti oleh industri manufaktur mobil dan industri keuangan.Temukan lowongan kerja FMCG terbaru di Cake dan mulai perjalanan kariermu di perusahaan FMCG💫Lamar SekarangTugas Database Administrator Tugas Database Administrator adalah menjaga kepatuhan terhadap kebijakan manajemen data dan memastikan bahwa tools penting ini berfungsi dengan baik. Mereka juga memastikan pengguna yang berwenang dapat mengakses informasi ini saat dibutuhkan. 1. Mengatur dan mengelola data Tugas database administrator adalah menganalisis data untuk menemukan tren dan membuat prediksi yang tepat sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan perusahaan. Jenis data yang termasuk dalam lingkup tugas DBA mencakup riwayat pembelian, catatan keuangan, dan detail pelanggan. Mempersiapkan database dan memastikan mereka beroperasi secara efisien merupakan tugas DBA dari sisi pengaturan data. Ini melibatkan pengumpulan persyaratan pengguna untuk data model yang akan digunakan. Tugas database administrator juga membantu memastikan keamanan data dan pengolahan data. Contohnya, akses ke informasi sensitif hanya boleh dilihat oleh pengguna tertentu dalam perusahaan. 2. Memperbarui data Pekerjaan database administrator adalah memperbarui izin untuk mengakses database untuk mengikuti perubahan personel atau perubahan peran dalam perusahaan. Selain itu, database administrator juga memeriksa pembaruan perangkat lunak, atau menulis kode SQL baru untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. 3. Desain dan pengembangan database Desain dan pengembangan database meliputi beberapa elemen, termasuk perencanaan metode input dan akumulasi data, protokol data, izin akses, backup, dan pembaruan. Tugas database administrator adalah mempertimbangkan kebutuhan database pengguna dan membangun model data yang dapat menyelesaikannya. 4. Mengarsipkan data Database Administrator menemukan data yang tidak lagi digunakan secara aktif dan mentransfernya keluar dari sistem produksi operasional dan ke penyimpanan arsip jangka panjang. Tugas DBA mengarsipkan data untuk menjaga kapasitas operasional aktif agar tidak terbuang, memastikan bahwa informasi dicadangkan, dan membuat semua operasi lebih produktif dan efisien. Selain itu, mereka juga memastikan penggunaan sumber daya cloud secara maksimal dan memastikan pemakaian infrastruktur dan sistem manajemen data yang optimal. 5. Pemeliharaan and troubleshooting Pekerjaan database administrator adalah melakukan tes rutin dan membuat modifikasi untuk memastikan database bekerja dengan benar dan berkinerja baik. Pemeliharaan database meliputi pekerjaan seperti backup berkala, memantau elemen operasional seperti ruang disk dan pelanggaran batasan sistem. Database administrator juga memiliki pengetahuan tentang bahasa pemrograman SQL. Mereka dapat menyelesaikan masalah dengan memperbaiki kesalahan atau masalah dalam kode SQL.Skill Apa yang Harus Dimiliki Database Administrator? Berikut adalah beberapa skills yang perlu dikuasai oleh database administrator: 1. Bahasa Pemrograman Database Skill database administrator yang utama yaitu bahasa pemrograman database contohnya SQL, SAP, Oracle, dll akan digunakan untuk mengelola data.📚 Baca juga:12 Bahasa Pemrograman Paling Relevan 2022 [Jenis, Contoh, Dll.] 2. Data Analysis Data analysis mencakup aktivitas memeriksa, menyusun, dan menafsirkan kumpulan data, dan menerjemahkan sejumlah besar informasi menjadi materi yang berguna dan untuk perusahaan. 3. Sistem Operasi Server Sistem operasi server contohnya Windows, Linux, Unix, dll akan menjadi basis dari pertukaran data antara server dan klien pada aplikasi database. 4. Sistem Operasi Desktop Sistem operasi server contohnya Windows, MacOS, dll akan menjadi basis pengoperasian aplikasi database. 5. Analytical thinking Kemampuan untuk menganalisis data atau statistik dapat mendukung database administrator mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manajemen data perusahaan mereka. 6. Pemecahan Masalah Skill database administrator ini diperlukan untuk mengidentifikasi, menguji, dan menghilangkan potensi masalah dan penyebabnya sangat berharga, sehingga tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk memecahkan masalah. 7. Komunikasi Skill komunikasi ini diperlukan untuk mengawasi staf TI, dan bekerja dalam tim hingga kepemimpinan TI. Database administrator akan berkomunikasi dengan manajemen eksekutif dan profesional teknologi di organisasi. 8. Attention to detail Skill ini diperlukan untuk mengatur data dalam organisasi untuk membuat keputusan berbasis data dan membuat laporan. Tingkat ketelitian yang tinggi akan mendukung kinerja yang baik.Cara Menjadi Database Administrator Apakah kamu sudah tertarik untuk memulai karir sebagai database administrator? CakeResume akan membantu kamu selangkah demi selangkah untuk mendapatkan pekerjaannya! Beberapa hal yang dibutuhkan untuk menjadi database administrator: 1. Dapatkan gelar sarjana Gelar sarjana menjadi salah satu fondasi untuk memulai karir di dunia teknologi. Jurusan yang berkaitan dengan TI akan mengembangkan landasan dalam ilmu teknologi komputer. Kamu bisa memilih jurusan seperti ilmu komputer atau teknologi informasi. 2. Dapatkan pengalaman bekerja Setelah berhasil mendapatkan gelar sarjana, kamu bisa mencari pengalaman kerja entry level di bidang IT. Kamu bisa memulai dari IT support, junior developer, atau sistem administrator. 3. Belajar bahasa pemrograman komputer Bahasa pemrograman data seperti SQL sangat penting untuk dikuasai. Kamu juga bisa memperdalam skills kamu sebelum melamar pekerjaan database administrator. Dengan mengikuti kursus-kursus online, tentunya kamu dapat membangun portofolio professional hingga mendapatkan sertifikat. 4. Kuasai program dan platform komputer Selain bahasa pemrograman data, kamu dapat mempelajari program dan platform komputer seperti Microsoft Access, Oracle, Linux, dan UNIX. Ini akan membuatmu lebih menguasai environmentnya untuk pengembangan. 5. Buat CV yang menarik Setelah menyelesaikan semua persyaratan penting untuk posisi database administrator, ini saatnya untuk membuat Curriculum Vitae dan mulai melamar pekerjaan. Sertakan pendidikan formal, keterampilan teknis, dan pengalaman kerja yang relevan. Jangan lupa untuk menyertakan informasi yang akan mendukung pendidikan dan pengalaman kerjamu seperti kompetisi data yang kamu menangi, sertifikasi data professional, hingga mengikuti kursus online yang akan menonjolkan keterampilanmu. 📚 Baca juga:3 Contoh CV Lulusan Sistem Informasi Menarik dan Cara MembuatnyaContoh CV Database Administrator - Dibuat oleh CakeResume CakeResume menyediakan 12+ template CV yang bisa kamu gunakan, 100% GRATIS. Download sebagai PDF dan lamar kerja!🎉Buat CVDengan persiapan yang sedetail ini, seharusnya kamu sudah siap untuk melamar kerja sebagai database administrator. Jika kedepannya pun kamu ingin berpindah pekerjaan, pekerjaan database administrator memiliki lingkup karir yang fleksibel. Keterampilan data kamu dapat menjadi fondasi yang kuat dan sangat dibutuhkan oleh perusahaan manapun apabila terus dikembangkan.Cake adalah aplikasi dan website bikinCV ATS-friendlygratis dengan tampilan menarik dan profesional. Cocok untuk para mahasiswa,fresh graduateshingga para professional. Buat jugaportofolio onlinekamu dengan Cake dan cari lowongan diwebsite cari kerjaatauaplikasi cari kerjakami. Yuk, cobain Cake sekarang juga untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu!
Industry & Job Overview
Nov 18th 2025

Apa itu Data Scientist? Kenali Tugas, Gaji, Cara Menjadi Data Scientist!

Melansir dari situs DataCamp, Data Science diidentifikasi sebagai keterampilan dengan skill gaps (kesenjangan keterampilan) terbesar menurut laporan tahun 2021 oleh World Economic Forum. Selain itu, pada tahun 2020, jumlah daftar pekerjaan data scientist melampaui jumlah orang yang mencari pekerjaan semacam itu dengan faktor 3 banding 1. Perusahaan-perusahaan membutuhkan profesi data scientist namun sayangnya terdapat keterbatasan sumber daya karena skill dari pelamar kerja yang tidak memenuhi standar kebutuhan dari perusahaan. Maka dari itu, yuk, kita pelajari lebih lanjut mengenai prospek kerja data scientist dan caranya. Siapa tau kamu akan menjadi ilmuwan data selanjutnya Daftar Isi: Pengertian Data Scientist Perbedaan Data Scientist dengan Data Analyst Tugas dan Tanggung Jawab Data Scientist Skill yang Harus Dimiliki Data Scientist Jenjang Karier dan Gaji Data Scientist Cara Menjadi Data Scientist Apa itu Data Scientist? Data scientist (ilmuwan data) adalah seseorang yang mengembangkan model prediktif untuk berteori dan meramalkan sesuatu yang bermanfaat bagi perusahaan. Tugas data scientist adalah menggabungkan ilmu komputer, statistik, dan matematika untuk menganalisis data dalam jumlah banyak, memproses dan memodelkan data sehingga hasilnya dapat diinterpretasikan untuk membuat rencana yang dapat ditindaklanjuti untuk perusahaan. Perbedaan Data Scientist dan Data Analyst Seorang data scientist memerlukan ketajaman bisnis yang kuat dan keterampilan visualisasi data untuk mendapatkan wawasan yang dapat diceritakan (storytelling) karena mereka akan memprediksi masa depan perusahaan. Sedangkan seorang data analyst (analis data) tidak harus memiliki ketajaman bisnis dan keterampilan visualisasi data tingkat lanjut. Skill yang dimiliki data analyst dan data scientist tumpang tindih tetapi ada perbedaan yang signifikan diantara keduanya. Kedua pekerjaan tersebut memerlukan beberapa pengetahuan matematika dasar, pemahaman tentang algoritma, dan pengetahuan tentang software engineer.Berikut adalah tabel perbedaan data analyst dan data scientist:Data ScientistData AnalystPython, R, JAVA, Scala, SQL, Matlab, PigSQLDasar yang kuat dari kalkulus, aljabar linier, statistik dan probabilitasPemahaman yang baik tentang statistik dan probabilitasTableau dan Visualisasi Data/StorytellingTableau dan Visualisasi DataMachine LearningAdvanced ExcelKarir data scientist mendapatkan gaji lebih banyak dibanding rekan data analyst. Perbedaan Data Scientist dan Data Analyst Tugas dan Tanggung Jawab Data Scientist Melakukan pra-pemrosesan data terstruktur dan tidak terstrukturMemproses, membersihkan, dan memvalidasi integritas data yang akan digunakan untuk analisisMeningkatkan prosedur pengumpulan data untuk memasukkan semua informasi yang relevan untuk mengembangkan sistem analitikMencari kumpulan Big Data untuk informasi yang dapat digunakan dan valid untuk menemukan pola dan solusiMenggunakan alat Machine Learning untuk mengembangkan sistem prediksi dan algoritma, dan mengoptimalkan pengklasifikasiBerkolaborasi dengan tim Bisnis dan TI hingga mengusulkan solusi untuk mengatasi tantangan bisnisMembuat laporan dan presentasi untuk keperluan bisnis Skill yang Dibutuhkan Data ScientistKeterampilan yang diperoleh dalam bidang data dapat dengan mudah ditransfer ke berbagai sektor sehingga relatif mudah untuk pindah ke perusahaan yang berbeda. Skill yang harus dimiliki data scientist sebagian besar merupakan kemampuan teknis, antara lain: 1. Keterampilan Pemrograman Data Scientist tentunya memerlukan pengetahuan yang kuat tentang bahasa pemrograman seperti statistical programming, yaitu: RPythonJavaC/C++ dan Serta database query languages seperti SQL, yang umum dan banyak digunakan untuk mengubah data mentah menjadi wawasan yang dapat dianalisis.📚 Baca juga: 12 Bahasa Pemrograman Paling Relevan 2024 [Jenis, Contoh, Dll.]2. Data Visualization Skill data scientist untuk visualisasi data dibutuhkan untuk menerjemahkan data ke dalam format grafik atau bagan yang mudah dimengerti oleh audiens yang dituju. Tools seperti Tableau, SAS, dan R akan mendukung aktivitas tersebut. Berbagai visualisasi dapat digambarkan seperti grafik batang, histogram, plot sebar, dan diagram lingkaran. 3. Statistik Keterampilan statistik terapan yang baik, termasuk pengetahuan tentang uji statistik, distribusi, dan regresi merupakan skill yang harus dimiliki data scientist. Skill ini berguna dalam melakukan perhitungan untuk mengidentifikasi hubungan yang mendasari antara dua variabel agar dapat menemukan anomali data atau untuk memprediksi tren masa depan berdasarkan tren data masa lalu.4. Kemampuan Database, Query (SQL), dan Pengolahan Data Skill yang harus dimiliki data scientist adalah mengolah data yang dibutuhkan untuk memilah, menganalisis, dan mengelola data berjumlah banyak. Query data dalam SQL dilakukan untuk mengambil data dengan cepat dan menggunakannya untuk membangun solusi untuk masalah tertentu atau menjawab pertanyaan tertentu. 5. Machine Learning Beberapa teknik pembelajaran mesin yang digunakan data scientist adalah: Logistic regressionDecision treesNatural language processingOutlier detectionClustering, deep learning and classification. Dengan menggunakan pembelajaran mesin, data yang dikumpulkan akan terus meningkatkan dalam segi kualitas dan berpotensi dapat memprediksi hasil data di masa depan dengan lebih akurat.6. Pemahaman Bisnis Keterampilan yang wajib dimiliki oleh data scientist selanjutnya adalah dapat memahami sektor industri dan bisnis yang relevan untuk memberikan solusi dari masalah kompleks yang selaras dengan tujuan bisnis dalam jangka panjang. Selain itu, data scientist juga harus mampu menerjemahkan temuan teknis dan analitis mereka dengan jelas dan lancar pada business users yang memiliki pengalaman non-teknis. Jenjang Karir dan Gaji Data Scientist 1. Junior Data Scientist Junior data scientist merupakan seorang fresh graduate dengan kurang dari 2 tahun pengalaman kerja. Rata-rata gaji data scientist fresh graduate pada level junior adalah 10-15 juta rupiah. 2. Data Scientist Data scientist merupakan seseorang dengan 2-3 tahun pengalaman kerja. Rata-rata gaji data scientist pada mid-level adalah 16-20 juta rupiah. 3. Senior Data Scientist Senior data scientist merupakan seorang data scientist dengan lebih dari 4 tahun pengalaman kerja. Rata-rata gaji data scientist pada level senior adalah 20-25 juta rupiah. 4. Lead Data Scientist Lead data scientist merupakan seorang data scientist dengan lebih dari 6 tahun pengalaman kerja. Rata-rata gaji data scientist pada level manager adalah diatas 25 juta rupiah Cara Menjadi Data ScientistData scientist sangat diminati di berbagai industri dan sektor karena bisnis membutuhkan sumber daya dengan kombinasi keterampilan teknis, analitis, dan komunikasi yang tepat. Untuk mempersiapkan kamu menjadi data scientist yang memenuhi syarat dan kebutuhan perusahaan, berikut adalah hal yang perlu diperhatikan:1. Latar Belakang Pendidikan Teknik Informatika (TI) atau yang Terkait Untuk menjalani job desk data scientist, seorang ilmuwan data memerlukan setidaknya gelar sarjana dalam ilmu komputer/teknik informatika ataupun bidang terkait. Selain itu, pekerjaan data scientist memerlukan pendidikan yang bersifat teknis, maka dari itu penting untuk mengikuti pendidikan untuk mendapatkan pengetahuan dan skill teknis, terlebih lagi yang spesifik ke data. Namun, tidak perlu khawatir jika kamu tidak mempunyai gelar dalam bidang IT. Banyak kursus spesifik atau kursus online yang ditawarkan pada pelatihan non-formal yang akan mengajari tentang Data Science, Data Management, Statistics, Programming, dll. 2. Pertajam Keterampilan dalam Bidang Data Science Data Science merupakan profesi yang menantang dan mengasah logika berpikir karena melibatkan keterampilan teknis yang kuat. Keterampilan yang perlu dikuasai dibagi menjadi 3 kelompok utama yaitu: Kemampuan analitis data (SQL, Tableau)Kemampuan bahasa pemrograman (Python, R)Kemampuan matematika dan statistik 💡 Catatan: Meskipun demikian, keterampilan teknis bukanlah satu-satunya hal yang paling penting. Data scientist bekerja di lingkungan bisnis dan ditugaskan untuk mengomunikasikan ide-ide dan membuat keputusan strategis berdasarkan data. Maka dari itu, sangat penting bagi mereka untuk menjadi komunikator yang efektif, pemimpin dan anggota tim serta team-player yang kooperatif. 3. Bangun Portofolio untuk Memamerkan Keterampilan Data Science Dalam perjalanan kamu bereksperimen dengan data, tentunya kamu sudah bisa menghasilkan wawasan dari data mentah yang diambil. Dalam hal ini, kamu bisa membangun portofolio untuk menceritakan dan mendokumentasi proses-proses yang kamu lakukan dari pengumpulan data, pembersihan data, pembuatan model, membangun algoritma pembelajaran mesin, hingga akhirnya mendapatkan hasil wawasan yang dapat membantu bisnis semakin berkembang. Dengan mengikuti kursus pelatihan, biasanya kamu juga akan membuat proyek akhir yang bisa dijadikan portfolio kamu saat mencari kerja di kemudian hari. 4. Buat CV Data Scientist yang Menarik Sertakan proyek yang kamu ikutiTekankan keterampilan kamu pada CVCantumkan informasi tambahan: kompetisi, sertifikasi, kursus online, dll.Berikut adalah contoh CV data scientist yang dapat menyoroti pengalaman kamu:Contoh CV Data Scientist - Dibuat di CakeResumeSebagai kalimat penutup, waktu yang diperlukan dalam menempuh perjalanan pendidikan dan pelatihan menjadi data scientist tidak dapat dicapai dalam waktu yang singkat. Proses dan kegigihan diperlukan untuk mengasah skil yang diperlukan agar bermanfaat bagi perusahaan atau bisnis.Itulah serba serbi karier sebagai data scientist yang perlu kamu ketahui! Semoga berhasil dalam perjalanan karirmu :)CakeResume adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari CakeResume dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja CakeResume.Sudah buat CV data scientist kamu, belum? Yuk, buat di CakeResume, 100% gratis dan ATS-friendly! Ada banyak template gratis yang bisa kamu gunakan juga, lho. 🎉Buat CV --- Ditulis oleh: Priscilia Octaviani---
Industry & Job Overview
May 30th 2024

Profesi Product Analyst: Gaji, Tugas, dan Syaratnya!

Produk tidak bisa asal dibuat dan diluncurkan di pasaran. Tentunya, proses ini perlu persiapan matang yang melibatkan individu maupun tim, dan riset yang mendalam diperlukan supaya produk yang diciptakan dapat diterima oleh pasar. Nah, individu yang membantu persiapan pembuatan produk riset hingga penyelesaian ini adalah Product analyst. Keberadaan sosok Product analyst sangat penting di suatu perusahaan dengan produk barang maupun jasa. Tak heran, banyak perusahaan merekrut Product analyst terbaik yang terbukti telah berpengalaman. Product analyst dinilai sebagai jantung perusahaan karena bisa menentukan produk seperti apa yang dapat menarik minat pembeli. Apa yang dilakukan product analyst secara lebih detail dan berapa besaran gaji seorang Product Analyst? Baca penjelasannya di bawah ini, yuk!Daftar isi: Pengertian Product Analyst Tugas dan Tanggung Jawab Product Analyst Bedanya Product Analyst dengan Product Manager dan Business Analyst Keterampilan yang Harus Dimiliki Product Analyst Kerja dan Gaji Product Analyst Cara dan Syarat untuk Menjadi Product Analyst Apa itu Product Analyst? Product analyst adalah posisi dalam suatu perusahaan yang berperan menentukan produk seperti apa yang akan dibuat, serta bagaimana pemasarannya supaya diterima di pasaran. Itulah kenapa, seorang product analyst akan mencoba berbagai metode termasuk survei pelanggan hingga polling untuk membantu menentukan produk yang tepat. Product analyst juga diharapkan mampu melakukan analisis matematis terkait biaya yang diperlukan untuk pembuatan dan peluncuran produk. Inilah kenapa posisi Product analyst seringkali diisi orang-orang yang teliti dan mampu menganalisa kondisi pasar. Apa Tugas Seorang Product Analyst? Product analyst mengemban banyak tugas selama berada di suatu perusahaan. Berikut ini beberapa tugas seorang product analyst: Mengembangkan suatu produk baru atau meng-upgrade produk lama serta mengawasi jalannya proses pengembangan produk.Melakukan kerjasama dengan perusahaan lain terkait analisis produk.Melakukan analisa dan perhitungan terhadap biaya seperti biaya anggaran pengadaan produk serta peluncurannya.Mengembangkan pemahaman suatu produk (product knowledge).Menganalisa apakah produk yang dibuat sesuai dengan tren pasar.Menampung ulasan dan saran dari konsumen terkait produk.Membantu perusahaan dalam mencapai tujuan yang berkaitan dengan pertumbuhan produk. Perbedaan Product Analyst dengan Product Manager dan Business Analyst Posisi product analyst, product manager dan business analyst terdengar mirip sekilas. Padahal, ketiganya merupakan tiga profesi berbeda dengan tanggung jawab yang berbeda pula. Business analyst merupakan suatu peran yang bertanggung jawab meningkatkan sisi bisnis perusahaan. Mereka diminta menganalisis peluang baru apa saja dan solusi yang bagaimana yang bisa diterapkan untuk mencapai tujuan. Business analyst sering berhubungan langsung dengan para stakeholder serta memfasilitasi pertemuan mereka dengan anggota tim. Nah, product analyst sendiri lebih fokus terhadap pembuatan dan pengembangan produk yang akan dilempar di pasaran. Produk yang dimaksud bisa berupa barang maupun jasa. Selama bekerja, product analyst sering berhubungan dengan product manager dan tim untuk mengumpulkan dan menganalisa data serta mencari celah mana yang bisa dikembangkan dari suatu produk. Kemudian, apabila produk sudah selesai diciptakan, product manager lah yang berhak menentukan masa depan produk tersebut. Product manager akan menentukan strategi marketing seperti apa yang bisa membuat produk diterima di pasaran, juga menghitung untung ruginya. Posisi ini akan bekerjasama dengan tim penjualan atau sales. Skill yang Dibutuhkan Product Analyst Berikut ini beberapa skill yang dibutuhkan oleh seorang Product Analyst. 1. Data Analisis dan Visualisasi Sebelum mengembangkan suatu produk, seorang product analyst harus menganalisa apakah produk tersebut tepat sasaran. Caranya adalah dengan mengumpulkan sebanyak mungkin sumber, termasuk feedback pengguna. Kemudian, data-data tersebut akan divisualisasikan sedemikian rupa dalam bentuk tabel dan graphic agar mudah dipahami oleh tim ketika sesi rapat. Untuk itu, seorang product analyst harus bisa minimal skill visualisasi tingkat dasar. 2. SQL SQL atau Structured Query Language adalah bahasa pemrograman yang wajib dikuasai oleh seorang product analyst. Lewat SQL, seorang product analyst dapat dibantu pekerjaannya dengan lebih mudah, sehingga pengambilan data dan analisanya bisa berjalan lebih efektif. 3. Manajemen Produk Kemampuan manajemen produk merupakan skill yang harus dimiliki seorang product analyst. Mereka bertanggungjawab memastikan produk berkembang ke arah yang lebih baik, serta dapat diterima oleh konsumen. Review dari pengguna perlu diperhatikan agar kualitas produk terus meningkat. 4. Statistika Skill statistika diperlukan seorang product analyst untuk mengoleksi, menganalisa serta menerjemahkan suatu data ke dalam bahasa yang mudah dipahami. Lewat kemampuan ini, product analyst dapat mencari tahu lebih mudah produk seperti apa yang dibutuhkan konsumen. 5. Ekonomi Memahami situasi pasar terkini juga diperlukan oleh seorang product analyst. Ini penting, supaya produk yang dirilis di pasaran dapat terbeli, menyesuaikan kondisi ekonomi masyarakat pada saat itu. Prospek Kerja dan Gaji Product Analyst Penasaran berapa gaji product analyst? Berikut ini adalah prospek kerja beserta besaran gaji seorang product analyst: Associate Level: product analyst junior yang berpengalaman sekitar 1-2 tahun biasanya memperoleh gaji mulai dari Rp 4,6 hingga 8 Juta.Mid-Level: Apabila kamu sudah memiliki pengalaman sekitar 3-5 tahun di bidang ini, kamu berhak memperoleh gaji mulai dari Rp 10 juta rupiah. Tentunya, tanggung jawab yang diemban pun semakin besar.Senior Level: senior level di dunia Product Analyst terdiri dari manager, senior hingga director. Sebagai posisi vital yang bekerja mengambil keputusan penting, senior sevel berhak memperoleh gaji sekitar Rp 20 juta. Tips untuk Menjadi Product Analyst Beberapa tips berikut ini dapat kamu terapkan untuk menjadi seorang Product Analyst. 1. Miliki Pendidikan S1 Kamu setidaknya perlu lulus sarjana dari bidang-bidang berikut ini untuk menjadi Product Analyst: Teknik IndustriManajemenPemasaran Meski begitu, tidak menutup kemungkinan jurusan lain juga bisa berkarir di bidang ini asalkan mau mengambil kursus. 2. Ambil Sertifikasi Product Analyst Supaya bisa berkarir sebagai Product Analyst, kamu bisa mengambil sertifikasi tertentu untuk memperkuat CV. Ada banyak sekali sertifikasi yang bisa kamu ikuti, misalkan saja Pendo.io atau Certified Analytics Professional (CAP). 3. Mendapatkan Pengalaman Magang Belum punya pengalaman kerja sama sekali sebagai seorang Product Analyst? Silahkan ikuti magang terlebih dahulu. Setidaknya, pengalaman magang selama 3 hingga 6 bulan sudah cukup untuk memperkenalkan kamu akan profesi ini. 4. Buat CV Product Analyst Menarik Jika sudah, jangan lupa buat CV Product Analyst yang menarik. Contohnya seperti berikut ini: Contoh CV Product Analyst -- Dibuat di Cake Tertarik bekerja sebagai product analyst? Kamu bisa siapkan beberapa skill di atas dan mengikuti tips yang telah dijabarkan. Jangan lupa buat CV khusus Product Analyst supaya pekerjaan impian kamu ini bisa lebih mudah diraih.Bikin CV semakin mudah, tinggal edit template CV Cake, gratis! Ada 50+ template profesional yang disediakan, mulai dari template CV polos hingga CV kreatif. Hanya butuh waktu 10 menit saja, CV kamu pun sudah siap dipakai melamar pekerjaan!🎉Buat CV Kesimpulan Nah, sudah tahu seperti apa profesi Product Analyst, kan? Ingat untuk selalu kembangkan skill dan buat CV product analyst yang professional. Selamat mencoba! Mau raih pekerjaan impianmu? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja Cake. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development! --- Ditulis Oleh Izzul Millati ---
Industry & Job Overview
Mar 27th 2024

10 Skill Wajib Data Analyst yang Dicari Perusahaan!

Apakah kamu pernah mendengar pekerjaan “data analyst” ? Pekerjaan ini sedang naik daun seiring dengan meningkatnya perusahaan yang bergantung dengan data dalam manajemennya. Selain banyaknya tawaran lapangan pekerjaan, pekerjaan ini juga memberikan gaji yang cukup tinggi, lho! Apabila kamu tertarik untuk mempersiapkan karir baru di bidang analisis data yang berkembang pesat, terdapat beberapa skill data analyst yang harus dimiliki. Hal ini mencakup baik hard skill maupun soft skill. Untuk lebih lengkap, mari simak sebagai berikut.Daftar isi: Hard Skill Data Analyst Soft Skill Data Analyst Hard Skill Data Analyst Agar bisa sukses, hard skill data analyst yang harus dimiliki adalah sebagai berikut: 1. Machine Learning Machine learning, salah satu cabang kecerdasan buatan (AI), telah menjadi salah satu perkembangan terpenting dalam ilmu data. Skill data analyst ini berfokus pada pembuatan algoritma yang dirancang untuk menemukan pola dalam kumpulan data besar, sehingga meningkatkan akurasinya seiring waktu. Semakin banyak data yang diproses oleh algoritma machine learning, semakin “pintar” algoritma tersebut, sehingga memungkinkan prediksi yang lebih akurat. Data analyst umumnya tidak diharapkan menguasai machine learning. Namun mengembangkan keterampilan machine learning dapat mengarahkan kamu pada jalur karir data analyst untuk masa mendatang. 📚 Baca juga: Apa itu Machine Learning? Pengertian, Manfaat, Metode, Contohnya! 2. SQL dan NoSQL Structured Query Language, atau SQL, adalah bahasa standar yang digunakan untuk berkomunikasi dengan database. Dengan mengetahui SQL, kamu dapat memperbarui, mengatur, dan menanyakan data yang disimpan dalam database relasional, serta memodifikasi struktur data (skema). Karena hampir semua analis data perlu menggunakan SQL untuk mengakses data dari database perusahaan, bisa dibilang SQL merupakan skill yang harus dimiliki data analyst dan harus dipelajari untuk mendapatkan pekerjaan. Faktanya, wawancara data analyst biasanya menyertakan penyaringan teknis dengan SQL. Structured Query Language atau SQL digunakan untuk membuat proses query, mengolah kumpulan data besar, dan memproses informasi dalam database relasional. Sementara data yang tidak terstruktur disimpan dalam database NoSQL berbentuk dokumen. NoSQL biasanya cocok digunakan untuk mengolah data yang sifatnya dinamis, seperti Google dan Facebook. 3. R R adalah salah satu bahasa yang paling banyak digunakan dan digunakan dalam data analyst. Sebuah riset yang dilakukan oleh jurnal profesional Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), Spectrum, menemukan bahwa R berada di peringkat kelima dalam daftar sepuluh bahasa pemrograman teratas yang digunakan pada tahun 2019. Dalam R sendiri terdapat beberapa packages yang berguna untuk menangani analisis dengan cara lebih mudah, antara lain Ggplot2 yang berguna untuk visualisasi data, dan Dplyr yang digunakan untuk manipulasi dan data preparation. Dikarenakan R menjadi salah satu tool yang sering digunakan banyak perusahaan, maka akan menjadi nilai plus jika kamu memahami dengan baik tool ini. 4. Python Penerapan Python pada pengembangan AI sangatlah penting. Memahami Python adalah keterampilan yang perlu dimiliki oleh para analis data untuk terus mengikuti perkembangan terkini karena lanskap profesional yang semakin peduli dengan AI. Mereka yang tertarik untuk lebih mengenal Python juga harus melihat program tambahannya seperti dibawah ini: Numpy berguna untuk manipulasi data.Pandas berguna untuk manipulasi dan persiapan data.Matplotlib berguna untuk memplot dan memvisualisasikan data.Scikit learn yang merupakan pemodelan canggih seperti regresi dan pohon keputusan. 📚 Baca juga: 12 Bahasa Pemrograman Paling Relevan 2024 [Jenis, Contoh, Dll.] 5. Probabilitas dan Statiska Statistika mengacu pada bidang matematika dan sains yang berkaitan dengan pengumpulan, analisis, interpretasi, dan penyajian data. Hal ini mungkin terdengar familiar dan sangat cocok dengan deskripsi tentang apa yang dilakukan seorang analis data. Dengan dasar yang kuat dalam probabilitas dan statistik, kamu akan lebih mampu untuk identifikasi pola dan tren dalam data, hindari bias, kekeliruan, dan kesalahan logika dalam analisis, menghasilkan hasil yang akurat dan dapat dipercaya. 6. Visualisasi data Visualisasi data merupakan representasi data dengan cara yang lebih mudah dicerna, mencakup gambar, grafik, bagan, peta, dan lainnya. Visualisasi ini memberikan informasi yang lebih baik dan lebih mudah dipahami stakeholder. Apabila tim dan stakeholder memahami data sepenuhnya, maka pengambilan keputusan menjadi lebih mudah dan tepat. Terlebih jika keputusan yang diambil berkaitan dengan mendefinisikan pola sekaligus memahami masalah-masalah kompleks. 7. Data Cleaning Pembersihan data adalah salah satu langkah paling penting dalam menyusun model pembelajaran mesin yang fungsional dan sering kali merupakan bagian penting dari aktivitas setiap analis data. Dengan kumpulan data yang dibersihkan dengan benar, algoritma sederhana pun dapat menghasilkan wawasan yang luar biasa. Di sisi lain, data yang tidak bersih dapat menghasilkan pola yang menyesatkan dan mengarahkan bisnis pada kesimpulan yang salah. Jika diperlukan, kualifikasi analis data memerlukan keterampilan pembersihan data yang tepat dan tidak ada dua cara untuk mengatasi hal tersebut. 📚 Baca juga: 20+ Contoh Skill Komputer Dalam CV dan Cara Menulisnya! Soft Skill Data Analyst Selain hard skills, terdapat soft skills yang dibutuhkan data analyst untuk mendukung kesuksesan jalur karir ini, antara lain: 1. Kerja Sama Tim Saat menjadi data analyst profesional, kamu akan bekerja dengan beberapa tim dan expert lainnya, seperti web developer, data engineer, dan data scientist. Dengan demikian, kamu harus merasa nyaman bekerja dengan para stakeholder internal maupun eksternal. Kemampuan bekerja sama dalam tim dan kolaborasi yang kuat menjadikan hubungan dengan seluruh pihak yang terlibat menjadi harmonis dan komunikasi berjalan lancar. Dengan demikian, tujuan atau visi pekerjaan dapat sukses dicapai bersama. 2. Perhatian terhadap detail Perhatian terhadap detail juga menjadi soft skill untuk data analyst miliki. Hal ini akan berpengaruh dalam menemukan informasi yang salah atau berlebihan, sehingga mendapatkan hasil yang bermanfaat. Kamu juga harus mampu mengidentifikasi bagaimana fakta-fakta yang berbeda berhubungan satu sama lain. Kesalahan informasi yang diterima unit bisnis dapat mengakibatkan kesimpulan yang salah sehingga membuang-buang waktu dan uang. Setiap data yang digunakan dalam sistem informasi harus dibersihkan, atau “dihapus” untuk menghilangkan hasil yang tidak relevan, ketinggalan jaman, atau salah. Proses manual dan otomatis mungkin diperlukan untuk memastikan data konsisten dan akurat. 3. Kritis Tidak cukup hanya melihat data saja, namun seorang data analyst perlu memahami dan memperluas implikasinya lebih dari sekedar angka saja. Kamu harus dapat berpikir kritis dan analitis tentang data, mengidentifikasi pola, dan mengekstraksi wawasan dan informasi yang dapat ditindaklanjuti dari informasi yang dimiliki. Hal ini mengharuskan kamu untuk melangkah lebih jauh pada pemikiran, bukan hanya pada pemrosesan. Kamu bisa mengasah keterampilan tersebut dengan melatih diri sendiri. Lain kali jika menghadapi tugas atau latihan analitis, cobalah berpikir, apa makna di balik pola yang kamu lihat? Apa yang diungkapkan data tentang apa yang telah dicapai? Kekurangan apa yang ditunjukkan oleh hal ini? Pertanyaan-pertanyaan ini mengasah keterampilan berpikir kritis saat mempersiapkan karir di bidang analisis data. 📚 Baca juga: 10 Pekerjaan Bidang IT yang Paling Dicari dan Gajinya! Cari kerja dan lamar pekerjaan Data Analyst di Cake sekarang juga!🎉Cari KerjaKesimpulan Seorang data analyst harus memiliki hard skills, antara lain machine learning, SQL dan No SQL, R, python, probabilitas dan statistika, visualisasi data, hingga data cleaning.Selain itu data analyst juga harus memiliki beberapa soft skills, seperti kemampuan bekerja sama dalam tim, perhatian terhadap detail, hingga berpikir kritis. Mau raih pekerjaan impianmu sebagai Data Analyst? Yuk, buat CV lamaran kerja dan portofolio online kamu, lalu lamar kerja di website lowongan kerja atau aplikasi cari kerja Cake. Semuanya 100% gratis. Ikuti blog kami untuk tips dan tutorial buat CV dan career development! --- Ditulis Oleh Christy Angestu ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!