20+ Pertanyaan Technical Interview dan Jawabannya yang Paling Sering Ditanyakan
Jika kamu ingin berkarir di dunia IT, kamu perlu mengetahui tentang technical interview yang sering ditanyakan oleh para rekruter. Technical interview adalah wawancara teknis yang berbeda dengan wawancara kerja pada umumnya.
Interview teknikal ini biasanya mencakup pertanyaan tentang perilaku, situasi, dan pemecahan masalah teknis. Oleh karena itu, jika kamu ingin berhasil menjawab pertanyaan technical interview dengan baik, simak beberapa contoh pertanyaan dan jawaban yang paling sering ditanyakan berikut ini!Daftar isi:
Pengertian Technical Interview
20+ Contoh Pertanyaan Technical Interview
Tips Lolos Technical Interview
Apa itu Technical Interview?
Technical interview adalah salah satu technical test berupa interview teknikal yang biasanya dilakukan untuk posisi kerja yang berkaitan dengan industri IT. Technical interview dapat dilakukan melalui telepon, online meeting, atau tatap muka dan dapat berlangsung mulai dari satu jam hingga sepanjang hari.
Pertanyaan technical interview dapat terdiri dari pertanyaan umum, teka-teki, technical test, dan pertanyaan tentang pemecahan masalah. Selama proses interview teknikal tersebut, para rekruter akan menilai pengetahuan teknis, keterampilan, dan kemampuan kandidat terkait dengan kebutuhan pekerjaan spesifik yang sedang dilamar.
Dalam technical interview, para rekruter juga akan memperhatikan proses berpikir kandidat saat menjawab dan memecahkan masalah untuk melihat bagaimana kecocokan kandidat dengan budaya perusahaan.
20+ Contoh Pertanyaan Technical Interview
1. Pertanyaan Behavioral
Technical interview biasanya dimulai dengan pertanyaan umum tentang bagaimana cara kandidat bersikap. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana kecocokan kandidat dengan budaya perusahaan.
Untuk menjawabnya, kamu bisa menggunakan teknik STAR (Situation, Task, Action, Result). Mulailah dengan memberikan contoh situasi yang relevan dengan pertanyaan tersebut. Selanjutnya, jelaskan tugas dan tanggung jawab kamu dalam situasi tersebut.
Kemudian, ceritakan tindakan yang kamu ambil dalam menghadapi situasi tersebut. Terakhir, jelaskan hasil yang dicapai dari tindakan yang telah kamu lakukan. Berikut adalah beberapa pertanyaan behavioral umum yang biasanya ditanyakan dalam interview teknikal:
#1. Apa peran dan tanggung jawab Anda pada proyek terbaru yang Anda kerjakan?
Situation: Tahun lalu, perusahaan saya memutuskan untuk mengembangkan aplikasi mobile untuk meningkatkan interaksi pelangganTask: Saya diberi tugas sebagai manajer proyek yang bertanggung jawab untuk mengawasi seluruh proses pengembangan, memastikan tim bekerja sesuai rencana sehingga proyek dapat selesai tepat waktu dan sesuai anggaran.Action: Saya mulai dengan menyusun rencana proyek secara detail. Saya juga mengadakan rapat mingguan dengan tim, memantau progres kerja mereka, dan berkomunikasi dengan stakeholder untuk memberikan update secara rutin.Result: Proyek berhasil diluncurkan tepat waktu dengan fitur lengkap dan tidak melebihi anggaran. Aplikasi ini juga mendapat tanggapan positif dan berhasil meningkatkan engagement pelanggan sebesar 25% dalam tiga bulan pertama.
#2. Ceritakan bagaimana cara Anda menangani stres ketika harus bekerja di bawah tekanan!
Situation: Saya pernah bekerja untuk proyek penting dengan deadline yang ketat sehingga membuat tim bekerja di bawah tekanan.Task: Sebagai manajer proyek, saya harus memastikan proyek selesai tepat waktu tanpa harus mengorbankan kualitas kerja kami.Action: Saya membuat jadwal kerja yang realistis, memastikan tim mendapatkan istirahat yang cukup, dan menyediakan dukungan moral kepada anggota tim.Result: Proyek selesai tepat waktu dengan hasil yang memuaskan. Tim juga tetap termotivasi dengan kondisi fisik dan mental yang sehat.
#3. Apakah Anda lebih suka bekerja sendiri atau bersama tim?
Situation: Saya pernah terlibat dalam proyek pengembangan aplikasi mobile dan harus bekerja sendiri di bagian programming serta bekerja dalam tim untuk koordinasi pengembangan.Task: Saya ditugaskan untuk mengembangkan modul utama aplikasi dan memastikan kerja efektif tim.Action: Dalam prosesnya, saya lebih suka kolaborasi dengan tim untuk menemukan solusi kreatif dan efektif. Saya bisa melakukan brainstorming, berbagi pengetahuan, dan memberi bantuan teknis. Namun, bekerja sendiri juga terkadang bisa meningkatkan fokus saya menjadi lebih baik.Result: Pendekatan kombinasi ini terbukti dapat menyelesaikan proyek secara berkualitas dan lebih cepat dari jadwal. Tim yang terlibat juga lebih termotivasi. Modul yang saya kembangkan lancar dan proyek berhasil mendapat penghargaan inovasi terbaik tahun ini.
#4. Berikan contoh masalah tersulit yang pernah Anda selesaikan dalam pekerjaan dan bagaimana Anda menyelesaikannya?
Situation: Saat bekerja sebagai pengembang perangkat lunak, kami menemukan bug yang menyebabkan masalah kehilangan data.Task: Saya ditugaskan untuk menemukan dan memperbaiki bug tersebut secepat mungkin.Action: Saya menganalisis log, melakukan debugging, dan menemukan bahwa bug tersebut disebabkan oleh race condition dalam kode. Saya kemudian menulis ulang bagian kode yang bermasalah untuk mencegah kondisi tersebut.Result: Bug berhasil diperbaiki dalam waktu dua hari dan tidak ada lagi data yang hilang setelah itu.
#5. Ceritakan bagaimana cara Anda mengatasi konflik yang terjadi di tempat kerja!
Situation: Dua anggota tim kami memiliki pandangan yang berbeda tentang pendekatan terbaik untuk sebuah proyek.Task: Sebagai manajer proyek, saya harus menengahi konflik ini dan menemukan solusi yang bisa diterima oleh kedua pihak.Action: Saya mengadakan pertemuan untuk mendengarkan pandangan dari masing-masing pihak, mencari titik temu, dan mengusulkan solusi kompromi.Result: Konflik berhasil diselesaikan dan kami mengadopsi pendekatan gabungan tersebut yang memanfaatkan kekuatan dari masing-masing ide untuk menyelesaikan masalah serupa yang muncul selanjutnya.
Contoh pertanyaan behavioral lainnya:
Ceritakan tentang kesalahan yang pernah Anda buat saat bekerja dan bagaimana cara Anda mengatasinya?Bisakah Anda menceritakan tentang situasi menantang yang berhasil Anda atasi di tempat kerja?Proyek apa yang paling mengesankan untuk Anda, dan bagaimana Anda berkontribusi dalam proyek tersebut?Ceritakan tentang pengalaman Anda ketika mempelajari keterampilan baru. Bagaimana cara Anda mempelajari dan menerapkannya?Bagaimana cara Anda memastikan kualitas pekerjaan yang telah Anda lakukan?
2. Pertanyaan Situasional
Setelah memberikan pertanyaan behavioral, para recruiter biasanya akan memberikan pertanyaan situasional. Tujuan technical test yang satu ini adalah untuk mengetahui kemampuan problem solving kandidat dalam mengantisipasi tantangan yang mungkin terjadi di tempat kerja.
Rekruter akan memberikan beberapa situasi hipotesis yang biasanya terjadi di tempat kerja dan menanyakan bagaimana cara kamu merespon situasi tersebut. Untuk menjawabnya, kamu juga bisa menggunakan metode STAR seperti sebelumnya. Berikut adalah beberapa contoh pertanyaan situasional yang sering ditanyakan:
#6. Apa yang akan Anda lakukan jika manajer Anda meminta untuk melakukan tugas yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya?
Situation: Sebagai frontend developer, manajer saya pernah meminta untuk mengembangkan website dengan framework yang belum familiar bagi saya.Task: Tugas saya adalah menyelesaikan pengembangan website tersebut meskipun belum memiliki pengalaman dengan framework yang diminta sebelumnya.Action: Saya belajar dari tutorial online dan dari rekan kerja yang sudah pernah menggunakan framework tersebut untuk mengembangkan website yang diminta.Result: Website berhasil diluncurkan tepat waktu dan manajer saya memuji kerapihan kode yang saya tulis dan kemampuan saya dalam mempelajari teknologi baru dengan cepat.
#7. Apa strategi yang akan Anda lakukan jika harus mengelola proyek dengan anggaran terbatas tetapi memiliki kebutuhan teknis yang tinggi?
Situation: Sebagai IT Project Manager, saya pernah mengelola proyek upgrade infrastruktur jaringan dengan anggaran yang terbatas.Task: Tugas saya adalah untuk memaksimalkan setiap nilai yang telah diinvestasikan untuk memenuhi semua persyaratan teknis.Action: Saya melakukan evaluasi risiko dengan cermat, memprioritaskan kebutuhan esensial, dan mencari solusi alternatif yang lebih hemat biaya. Saya juga melakukan negosiasi dengan vendor untuk mendapatkan harga terbaik dan memastikan transparansi dalam pengeluaran proyek.Result: Dengan manajemen anggaran yang cermat dan pengelolaan sumber daya yang efisien, kami berhasil menyelesaikan upgrade infrastruktur jaringan tepat waktu tanpa melebihi anggaran yang dialokasikan.
#8. Apa yang akan Anda lakukan jika seorang pelanggan marah dan tidak puas dengan pekerjaan Anda? Bagaimana Anda menyelesaikan masalah mereka?
Situation: Saat bekerja sebagai IT Support Specialist, saya pernah dihadapkan pada pelanggan yang marah karena masalah sistem yang mengganggu operasional mereka.Task: Tugas saya adalah menyelesaikan masalah dengan cepat dan memastikan kepuasan pelanggan dipulihkan.Action: Pertama, saya mendengarkan keluhan mereka, memvalidasi masalah, dan menjelaskan solusi yang akan saya ambil. Selanjutnya, saya memastikan pelanggan mendapatkan informasi tentang progres perbaikan yang saya lakukan. Setelah perbaikan, saya meminta umpan balik untuk memastikan kepuasan mereka.Result: Dengan pendekatan proaktif dan komunikasi yang efektif, masalah pelanggan terselesaikan dalam waktu singkat. Pelanggan menghargai respons cepat dan solusi yang diberikan.
#9. Ceritakan tentang pengalaman Anda saat harus bekerja dengan orang yang pernah berkonflik dengan Anda konflik dan bagaimana cara Anda menyelesaikan pekerjaan Anda agar sesuai dengan tujuan proyek?
Situation: Di proyek pengembangan website sebelumnya, saya harus bekerja dengan rekan kerja yang pernah berkonflik dengan saya karena perbedaan pandangan dalam proyek sebelumnya.Task: Tugas saya adalah memastikan kami dapat berkolaborasi dengan baik untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu dan berkualitas.Action: Saya mengadakan pertemuan awal dengan rekan tersebut untuk membahas perbedaan pandangan kami sebelumnya dan menyepakati cara kerja yang lebih efektif. Kami menetapkan aturan komunikasi yang jelas dan berfokus pada tujuan bersama. Kami juga sepakat untuk saling memberi umpan balik yang konstruktif dan terus terang.Result: Kolaborasi kami berjalan lancar dan kami berhasil menyelesaikan proyek yang berkualitas dan tepat waktu. Kami bahkan menerima pujian dari manajemen atas kerja sama kami yang efektif.
#10. Pernahkah Anda tidak setuju dengan manajer Anda tentang cara terbaik dalam menangani situasi? Bagaimana diskusi tersebut berlangsung?
Situation: Saat bekerja sebagai analis bisnis, saya pernah tidak setuju dengan manajer saya tentang pendekatan terbaik untuk menyelesaikan masalah tertentu dalam proyek.Task: Tugas saya adalah menyampaikan pandangan saya dan mencari solusi yang terbaik untuk proyek.Action: Saya mengatur pertemuan dengan manajer saya untuk mendiskusikan pandangan saya. Saya mempersiapkan argumen yang didukung oleh data dan analisis yang relevan. Saya juga mendengarkan pandangan manajer dan mencoba memahami perspektif mereka.Result: Diskusi kami berlangsung konstruktif dan akhirnya kami menemukan solusi yang menggabungkan ide kami berdua. Pendekatan ini tidak hanya menyelesaikan masalah tetapi juga memperkuat hubungan kerja kami dan meningkatkan kepercayaan manajer pada kemampuan analisis saya.
Pertanyaan situasional lainnya:
Jika Anda menemui kegagalan dalam pengerjaan proyek bersama tim Anda. Bagaimana cara Anda belajar dari pengalaman tersebut?Apa yang akan Anda lakukan saat Anda membuat kesalahan dan tidak ada orang yang menyadarinya?Jelaskan saat Anda merasa beban kerja Anda terlalu berat. Bagaimana cara Anda mengelolanya?Apa yang akan Anda lakukan jika manajer Anda menunjuk Anda untuk memimpin sebuah tim proyek, sementara Anda adalah pegawai yang masih baru di perusahaan tersebut?Apa yang akan Anda lakukan jika klien Anda melakukan perubahan spesifikasi di tengah proses pengembangan proyek?
3. Pertanyaan Tentang Pendidikan
Dalam technical interview, para recruiter juga akan memberikan pertanyaan seputar pendidikan. Tujuannya yaitu untuk mengetahui tentang pendidikan dan pelatihan teknis yang telah kamu lakukan sehingga para recruiter dapat menilai apakah kamu sudah siap dengan posisi pekerjaan yang kamu lamar.
Untuk menjawabnya, kamu bisa mulai dengan menyebutkan pendidikan formal terbaru yang kamu tempuh. Selanjutnya, jelaskan tentang pengalaman tambahan yang relevan dengan posisi tersebut seperti pelatihan, sertifikasi khusus, atau prestasi akademis yang pernah kamu dapatkan.
Terakhir, akhiri dengan rencana apa yang akan kamu lakukan untuk terus belajar mendalami bidang yang sedang kamu lamar. Perusahaan akan menghargai kandidat yang berpikiran terbuka dan mau belajar secara berkelanjutan. Berikut adalah beberapa contoh pertanyaan umum tentang pendidikan:
#11. Bagaimana pendidikan Anda mempersiapkan Anda untuk pekerjaan ini?
"Saya mengambil jurusan Teknik Informatika yang menguatkan pemahaman saya dalam pemrograman, basis data, dan jaringan komputer. Selama kuliah, saya juga mengambil kursus tambahan dalam pengembangan web dan mobile, serta memperoleh sertifikasi dalam Python dan JavaScript. Pengalaman proyek yang saya dapatkan selama studi telah membantu saya mengembangkan kemampuan dalam menghadapi tantangan teknis. Untuk terus memperdalam pengetahuan saya, saya aktif mengikuti kursus online dan tetap up-to-date dengan teknologi terbaru melalui literatur dan webinar."
#12. Mengapa Anda memilih perguruan tinggi yang Anda hadiri dan sekolah lain apa yang Anda pertimbangkan?
"Saya memilih Universitas XYZ karena reputasinya yang kuat dalam program Teknik Informatika dan fasilitasnya yang mendukung pengembangan praktis dalam bidang IT. Saat memilih perguruan tinggi, saya juga mempertimbangkan beberapa opsi lain yang menawarkan kursus-kursus yang relevan dan kesempatan untuk terlibat dalam proyek-proyek teknologi. Perguruan tinggi ini memungkinkan saya untuk memperluas jaringan kontak dengan alumni yang berpengalaman di industri IT dan kesempatan untuk magang yang relevan dengan studi saya."
#13. Apakah nilai dan IPK Anda mencerminkan kualitas pekerjaan yang dapat Anda hasilkan?
"Nilai dan IPK saya menunjukkan dedikasi saya terhadap pencapaian akademis, meskipun tidak selalu mencerminkan sepenuhnya kualitas pekerjaan yang saya hasilkan. Awalnya, saya menghadapi tantangan dalam beberapa mata kuliah inti, namun kemudian saya fokus pada kursus-kursus yang lebih spesifik dalam bidang IT, dimana saya berhasil mencapai nilai di atas rata-rata. Saya yakin bahwa kualitas pekerjaan saya lebih baik tercermin dari prestasi akademis saya dalam mata kuliah yang relevan dengan pekerjaan ini."
#14. Apakah Anda memiliki sertifikasi teknis? Jika iya, apa saja sertifikasi teknis yang Anda miliki?
"Saya memiliki beberapa sertifikasi teknis yang relevan dengan posisi ini. Saya telah mendapatkan sertifikasi dalam AWS Certified Solutions Architect, yang memberikan saya pemahaman mendalam tentang desain dan implementasi sistem yang aman dan kuat di AWS. Selain itu, saya juga memiliki sertifikasi Cisco Certified Network Associate (CCNA), yang memastikan saya memiliki keterampilan dasar dalam administrasi jaringan. Saya juga telah menyelesaikan kursus Google Analytics dan mendapat sertifikasi sebagai Google Analytics Individual Qualification (GAIQ)."
#15. Bagaimana strategi Anda agar tetap up-to-date dengan sertifikasi dan pengetahuan teknis Anda?
"Untuk tetap up-to-date dengan sertifikasi dan pengetahuan teknis saya, saya secara rutin mengikuti kursus online dan webinar dari platform seperti Coursera, Udemy, dan LinkedIn Learning. Saya juga aktif dalam komunitas profesional, seperti menghadiri konferensi dan meetup teknologi. Selain itu, saya berlangganan berbagai publikasi industri dan mengikuti blog serta podcast yang fokus pada perkembangan terbaru di bidang teknologi. Untuk sertifikasi yang memerlukan pembaruan, saya memastikan untuk mengikuti ujian ulang atau melengkapi persyaratan pembaharuan sebelum masa berlakunya habis."
Pertanyaan interview lainnya seputar pendidikan:
Apakah Anda pernah terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler atau organisasi mahasiswa selama kuliah? Bagaimana pengalaman tersebut membantu Anda dalam karier Anda?Apakah Anda memiliki pengalaman magang selama masa kuliah? Apa yang Anda pelajari dari pengalaman tersebut?Apakah ada proyek atau tugas khusus selama pendidikan Anda yang relevan dengan pekerjaan ini?Apakah Anda memiliki pengalaman bekerja dalam tim selama masa kuliah? Bisa Anda ceritakan lebih lanjut?Apakah Anda pernah menerima penghargaan atau pengakuan akademis? Bisa Anda jelaskan lebih lanjut?
4. Pertanyaan Tentang Pengetahuan dan Pengalaman
Selanjutnya, para recruiter akan melanjutkan proses technical interview dengan memberikan pertanyaan tentang pengetahuan dan pengalaman. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan teknis, keterampilan, dan pengalaman kamu terkait dengan posisi yang sedang kamu lamar.
Saat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, penting untuk menyampaikan konsep teknis dengan cara yang mudah dipahami. Hal ini karena rekruter yang mewawancarai kamu belum tentu paham tentang pengetahuan teknis yang sedang kamu bicarakan.
Pertanyaan technical interview ini bisa bervariasi tergantung pada jenis pekerjaan yang kamu lamar. Namun, berikut adalah beberapa contoh technical test yang biasanya ditanyakan untuk posisi yang berkaitan dengan IT:#16. Bahasa pemrograman apa yang paling nyaman Anda gunakan?
"Saya menguasai beberapa bahasa pemrograman, seperti SQL, Python, C++, dan Visual Basic. Dari beberapa bahasa pemrograman tersebut, saya paling sering menggunakan JavaScript. Hal ini karena JavaScript adalah bahasa pemrograman pertama yang saya pelajari dan telah saya gunakan dalam beberapa proyek selama 10 tahun terakhir. Selain itu, JavaScript juga merupakan bahasa yang paling saya kuasai."#17. Bagaimana Anda akan memperbaiki kinerja website yang lambat?
"Saya akan memulai dengan menganalisis faktor-faktor penyebab seperti waktu respons server, ukuran gambar, dan kueri database yang kompleks, lalu melakukan optimasi di area-area tersebut."#18. Apa yang Anda ketahui tentang SQL injection dan bagaimana cara pencegahannya?
"SQL injection adalah serangan keamanan dimana penyerang memasukkan kode SQL berbahaya ke dalam input untuk mengontrol database. Ini bisa dicegah dengan validasi input, penggunaan parameterized queries, dan menghindari menyisipkan input langsung ke dalam query SQL."#19. Apa yang dimaksud dengan teknik load balancing, dan mengapa itu penting dalam sistem distribusi?
"Load balancing adalah teknik untuk mendistribusikan beban kerja (load) secara merata di antara server-server atau komponen-komputer untuk meningkatkan kinerja dan keandalan sistem, mencegah overloading pada satu server, dan memastikan ketersediaan layanan yang lebih baik."#20. Menurut Anda, kapan waktu yang tepat untuk melakukan denormalisasi desain database?
"Denormalisasi adalah teknik optimasi basis data yang digunakan untuk meningkatkan kinerja basis data untuk kueri tertentu. Denormalisasi mungkin diperlukan ketika perbaikan perlu dilakukan pada basis data agar memenuhi persyaratan aplikasi Anda. Namun, denormalisasi akan berdampak pada apa yang dapat dilakukan basis data Anda, jadi penting untuk memastikan bahwa itu diperlukan untuk skalabilitas atau kinerja sebelum memilih untuk menggunakannya sebagai teknik optimasi."
Pertanyaan interview lainnya seputar pengetahuan dan pengalaman:
Apa peran sistem integrasi berkelanjutan dalam proses pembuatan otomatis?Apa perbedaan antara RESTful API dan SOAP?Jelaskan proses booting pada sistem operasi Linux.Apa itu cloud computing, dan sebutkan keuntungan menggunakan layanan cloud?Bagaimana Anda akan menangani keamanan informasi dan proteksi data dalam sebuah aplikasi web?Contoh Pertanyaan Technical Interview
Tips Lolos Technical Interview
1. Hindari Menjawab ‘Saya Tidak Tahu”
Dalam interview teknikal, jika kamu diberikan pertanyaan yang tidak kamu tahu jawabannya, hindari untuk menjawab “Saya tidak tahu”. Meskipun tidak apa-apa untuk mengatakan bahwa kamu tidak tahu jawabannya, namun hal tersebut akan memberikan kesan yang kurang baik selama proses wawancara kamu..
Sebaiknya jawab dulu pertanyaan tersebut sesuai dengan apa yang kamu tahu. Kemudian, jelaskan bahwa kamu akan mencari informasi lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan tersebut jika hal itu terjadi di tempat kerja. Ini akan menunjukkan kepada recruiter bahwa kamu mampu mencari informasi dan jawaban untuk memecahkan masalah saat kamu tidak tahu jawabannya.
2. Uraikan Penjelasan
Banyak pertanyaan technical interview yang memiliki jawaban spesifik dan benar. Oleh karena itu kamu perlu mencari cara agar jawaban kamu lebih menonjol dibandingkan dengan kandidat lain.
Jika kamu mampu menjelaskan proses pemecahan masalah dan logika yang kamu gunakan untuk menjawab pertanyaan dari recruiter, maka kamu akan tampil sebagai kandidat yang lebih kuat.
3. Mintalah Klarifikasi Jika Diperlukan
Jika recruiter mengajukan pertanyaan dan kamu perlu informasi tambahan untuk menjawabnya dengan tepat, jangan ragu untuk meminta klarifikasi. Ini akan menunjukkan kepada recruiter bahwa kamu mampu mengidentifikasi kapan informasi yang lebih lanjut dibutuhkan.
Selain itu, recruiter juga akan menganggap kamu sebagai kandidat yang tidak ragu untuk meminta klarifikasi jika diperlukan.
4. Tunjukan Skill Kamu
Banyak interview teknikal yang meminta kandidat untuk membuktikan keterampilan teknis mereka melalui serangkaian pertanyaan teka-teki atau technical test pemrograman. Meskipun proses ini biasanya terjadi di tahap kedua atau ketiga, penting untuk menyiapkan diri dalam menghadapi technical test selama interview teknikal.
5. Banyaklah Latihan Interview
Mempersiapkan diri dengan baik merupakan kunci kesuksesan dalam interview teknikal. Dengan berlatih secara teratur, kamu dapat mengasah kemampuan dalam menjawab pertanyaan technical interview secara jelas dan terstruktur.
Strategi ini juga akan membantu kamu lebih percaya diri dalam menjelaskan konsep-konsep teknis dan mengidentifikasi solusi untuk masalah yang kompleks. Latihan interview juga akan membantu mengantisipasi pertanyaan yang mungkin muncul selama wawancara, sehingga kamu dapat merencanakan jawaban yang tepat dan relevan.
📚 Baca juga:Ketahui 10 Tips Interview Kerja ini Sebelum Bertemu HRD
Kesimpulan
Technical interview adalah salah satu technical test berupa interview teknikal yang biasanya dilakukan untuk posisi kerja yang berkaitan dengan industri IT.Pertanyaan technical interview dapat terdiri dari pertanyaan umum, teka-teki, technical test, dan pertanyaan tentang pemecahan masalah.Beberapa contoh pertanyaan technical interview yaitu pertanyaan behavioral, pertanyaan situasional, pertanyaan tentang pendidikan, dan pertanyaan tentang pengetahuan dan pengalaman.Pertanyaan behavioral adalah pertanyaan umum tentang bagaimana cara kandidat bersikap yang tujuannya untuk mengetahui secara personal siapa kandidat tersebut dan bagaimana kecocokan mereka dengan budaya perusahaan.Pertanyaan situasional adalah technical test yang digunakan untuk mengetahui kemampuan problem solving kandidat dalam mengantisipasi tantangan yang mungkin terjadi di tempat kerja.Pertanyaan tentang pendidikan merupakan pertanyaan interview yang digunakan untuk mengetahui tentang pendidikan dan pelatihan teknis yang telah dilakukan kandidat sehingga para recruiter dapat menilai apakah mereka sudah siap dengan posisi pekerjaan yang dilamar.Pertanyaan tentang pengetahuan dan pengalaman adalah pertanyaan yang bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan teknis, keterampilan, dan pengalaman kandidat terkait dengan posisi yang sedang dilamar.Beberapa tips untuk sukses dalam technical interview adalah hindari menjawab ‘Saya tidak tahu”, uraikan penjelasan tentang jawaban kamu, mintalah klarifikasi jika kamu tidak paham dengan pertanyaan yang diajukan, tunjukkan skill kamu sesuai kebutuhan wawancara dan perbanyaklah latihan sebelum interview.
Cake adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari Cake dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja Cake.
--- Ditulis Oleh Ita Sugiharti ---